P. 1
01-stiebisniskombispresentation-130413045501-phpapp01

01-stiebisniskombispresentation-130413045501-phpapp01

|Views: 2|Likes:
g
g

More info:

Published by: Yordan Hermawan Apidana on Sep 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2014

pdf

text

original

KOMUNIKASI BISNIS

STIE BISNIS INDONESIA

Introduction
 Dosen

: Martiana Sari  Under Graduate (S – 1) : Binus University, Computerize Accounting  Master Graduate (S – 2) : UHAMKA, manajemen adm pendidikan  HP : 0817 11 9695  Email : mrs.martianasari@gmail.com  Pengalaman kerja : kepala sekolah SMK ALHUDA Kebon Jeruk, Pengawas Pendidikan SMK, Manager Director of PT. Sentra Karya Solusindo, Director of CV. Hutama Sari Persada

Kontrak Kuliah
  

 

Kehadiran diharapkan tepat waktu, keterlambatan ditoleransi 15 menit dari masuk kelas, Kehadiran dikelas/Absensi dikelas minimal 90% Bersama-sama menghargai proses perkuliahan dan menjaga kelancaran perkuliahan Membuat Kelompok utk mengerjakan tugas/diskusi, seluruh Mahasiswa WAJIB memiliki email krn tugas akan dikirimkan via email Mahasiswa WAJIB membuat ringkasan buku dari Djoko Purwanto, Komunikasi Bisnis 2003 dan buku Bovee, C.L and Jhon V Thill, Business Communication Today 2005 Mahasiswa yang belum mengumpukan tugas pribadi akan diumumkan sebelum UTS Bagi yang belum mengikuti UTS dan UAS diberi kesempatan untuk mengikuti ujian susulan dengan konfirmasi sebelumnya Penilaian: Tugas Struktur (kuis dan tugas praktek) 30%, UTS 30%, UAS 40%

Komunikasi bisnis diartikan sebagai suatu ajakan yang alami dan menggambarkan upaya untuk mempengaruhi prilaku dalam organisasi. Komunikasi adalah persepsi dan apresiasi.Komunikasi Bisnis:   Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi antar individu melalui sistem yang biasa (lazim) baik dengan simbol-simbol. Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi verbal maupun nonverbal. maupun perilaku atau tindakan. yang mendatangkan keuntungan. Esensi dari kegiatan bisnis adalah sebuah kesibukkan.    . Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Bisnis adalah kegiatan sistem ekonomi yang diarahkan pada manajemen dan distribusi hasil industri dan jasa profesional. sinyal-sinyal.

Hakikat Mempelajari komunikasi
Manusia sebagai mahluk sosial Syarat hubungan sosial

KONTAK

KOMUNIKASI

TUJUAN KOMUNIKASI
 Perubahan

sikap [attitude change]  Perubahan pendapat [opinion change]  Perubahan perilaku [behaviour change]  Perubahan sosial [social change]

UNSUR- UNSUR KOMUNIKASI
Paradigma Lasswell menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu,yaitu:  Komunikasi meliputi 5 unsur, kemudian dikenal dengan formula 5 W + 1 H, yakni :  1. Komunikator = who [communicator, source, sender]  2. Pesan = says what [message]  3. Media = in which channel [channel, media]  4. Komunikan = to whom [communicant, communicatee, reciever, recipient]  5. Efek [effect, impact, influence]

bawahan. kolega. artinya masyarakat akan cenderung merasa lebih baik mengenai diri mereka sendiri. membantu pelanggan menyelesaikan masalah. Mengevaluasi prilaku dimaksudkan dimana Para anggota organisasi memerlukan suatu penilaian untuk mengetahui hal-hal yang akan mereka lakukan atau kapan koreksi terhadap prestasi mereka perlukan . dan memberi motivasi. penyelia dan lain-lain) Diberi Informasi. mengurangi permusuhan.Tujuan Komunikasi Bisnis:      Memberi informasi. dan menggerakan masyarakat untuk melakukan suatu tugas atau mendidik prilaku. dan diberi jalan masuk menuju informasi tersebut Mempengaruhi orang lain untuk merangsang minat. Menolong orang lain dengan memberi nasehat. Memberi informasi (kepada klien. jika diberi informasi dengan baik.

penyandi memiliki bermacam-macam sandi untuk memilih dan menggabungkannya ke dalam pengiriman pesan. Penerima: Orang yang menerima simbol Penyandian (encoding): Merupakan proses tindak penyeleksian simbol-simbol yang mewakili pikiran seseorang. maka setiap orang menjadi sumber dari pesanpesan tersebut.Komponen Komunikasi Bisnis    Sumber source (komunikator): Merupakan pemrakarsa suatu pesan. Karena manusia cakap menggunakan semua pancaindranya. Karena komunikasi bisnis melibatkan orang-orang yang berkomunikasi dengan orang lain dalam lingkungan organisasi. menerjemahkan gelombang suara ke dalam pemikiran merupakan penguraian sandi .

kelas. diskusi.Ruang Lingkup Komunikasi Komunikasi intrapersonal Komunikasi Pribadi Komunikasi interpersonal Bentuk Komunikasi Komunikasi Kelompok Contoh: kampanye. dll Elektronik Komunikasi Massa Cetak .

kita mengekspresikan apa yang ingin kita sampaikan melalui gerakan tubuh Sifat Komunikasi Contoh: kinesik.substitusi. aksentuasi . komplemen. Dimana. kontradiksi. gaya bicara. dll Non Verbal Fungsi: repetisi. gesture. bau.Ruang Lingkup Komunikasi Bicara Verbal: menggunakan kata dan bahasa Menyimak sangatlah kompleks. haptik. warna.

Ruang Lingkup Komunikasi Public Relations Jurnalistik Teknik Komunikasi Advertising Kampanye Publicity .

Ruang Lingkup Komunikasi Public Information Public Education Fungsi Komunikasi Public Persuasion Public Entertainment .

Ruang Lingkup Komunikasi Social change Attitude change Tujuan Komunikasi Opinion change Behavior change .

Ragam Perspektif Komunikasi Transmisionis Display Ragam Perspektif Komunikasi Konstruksi Realitas Menciptakan Makna Ritual .

Perspektif Transmisionis  Perspektif Laswell)  Who Says What in Which Channel To Whom and With What Effect  Perspektif ini sangat memperhatikan efek dan saluran penerimanya  bahwa Komunikasi berfungsi sebagai pertukaran makna Transmisionis (Model Harold .

Hasil ini tidak lain adalah perhatian (attention). ciricirinya: Perhatian yang diberikan untuk hal-hal tertentu tidak dapat diukur Perhatian dipusatkan pada masa sekarang Perolehan perhatian merupakan tujuan yang berdiri sendiri Contoh: Iklan yang menari ukurannya apa? Bagaimana membuat poster yang bagus? .Perspektif Display        Perspektif Display Mengutamakan hasil dari komunikasi.

.

Komunikasi adalah usaha untuk membangun makna Perspektif ini juga disebut Perspektif Wacana .Perspektif Konstruksi Realitas     Perspektif Konstruksi Realitas Komunikasi dilakukan dalam rangka menciptakan “Kenyataan lain” ---.

Sebab itu dikenal beberapa istilah:  Icon. ex: Pas Foto  Indeks : awan gelap artinya hujan  Symbol : lampu merah artinya berhenti .Makna Perspektif Penciptaan Makna  “Komunikasi  Perspektif Mencipta sebagai usaha menciptakan makna (Generating of Meaning).

Penekanannya: Usaha dalam memelihara komunitas .Perspektif Ritual       Perspektif Ritual Bahwa komunikasi diartikan sebagai cara/ bagian dari ritual. di dalamnya terdapat: Sharing Partisipasi Asosiasi Persahabatan (Fellowship) yang mewakili keyakinan yang sama.

Deddy Mulyana. Larry A.Samovar dan Richard E. Ph.Porter menyebutnya karakteristik komunikasi. Istilah prinsip oleh William B. Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu : . Gudykunst disebut asumsiasumsi komunikasi.PRINSIP-PRINSIP KOMUNIKASI  Prinsip-prinsip komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh masing-masing pakar.D membuat istilah baru yaitu prinsip-prinsip komunikasi.

. tetapi terus berkelanjutan. sirkular dan tidak berakhir pada suatu titik. Prinsip 1 : Komunikasi adalah suatu proses simbolik Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis.

pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu. ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus . tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh. Prinsip 2 : Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi Setiap orang tidak bebas nilai.

. Percakapan diantara dua orang sahabat dan antara dosen dan mahasiswa di kelas berbeda memiliki dimesi isi yang berbeda. Prinsip 3 : Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi.

 Prinsip 4 : Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan detail). sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai) .

dimana proses komunikasi itu berlangsung. Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun nonverbal disesuaikan dengan tempat. . Prinsip 5 : Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu. kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung.

jika kita menyapa seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman. Prinsip 6 : Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasiTidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang berlaku di masyarakat. . Prediksi seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.

Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi. nilai. . Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Prinsip 7 : Komunikasi itu bersifat sistemik Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya. pengalaman dan pendidikan. adat.

. pendidikan yang sama. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan. maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Prinsip 8 : Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah komunikasi Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama.

 Prinsip 9 : Komunikasi bersifat nonsekuensial Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. . Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan dimengerti.

dinamis dan transaksional Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukan komunikasi. Prinsip 10 : Komunikasi bersifat prosesual. .

Komunikasi tidak dapat ditarik kembali. Prinsip 11 : komunikasi bersifat irreversible Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang lain tersebut. . jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain.

Dibutuhkan usaha dan proses lebih dari sekedar komunikasi. Prinsip (obat)  Komunikasi tidak serta merta membuat perasaan orang yang telah tersakiti menjadi seperti sedia kala. Komunikasi bukan obat mujarab yang akan menyelesaikan semua masalah.  12: Komunikasi bukan panasea .

(Stewart. 1974) Komunikasi antarbudaya menunjuk pada . (Rich. 1974) Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi dalam suatu kondisi yang menunjukan adanya perbedaan budaya seperti bahasa. 1970) Komunikasi bersifat budaya apabila terjadi diantara orang-orang yang berbeda kebudayaan. adat. (Sitaram.Pertemuan ke-3: Komunikasi Antar Budaya      Definisi KAB Komunikasi antar budaya adalah seni untuk memahami dan dipahami oleh khalayak yang memiliki kebudayaan lain. nilai-nilai. kebiasaan.

.

penekanannya pada perbedaan kebudayaan sebagai faktor yang menentukan dalam berlangsungnya proses komunikasi dan interaksi yang terjadi di dalamnya .

Asia Tenggara. misalnya. c) Nasional/negara. Cina. b) Subkawasan-kawasan di dunia. budaya Perancis. Umumnya istilah kebudayaan mencakup beberapa pengertian sebagai berikut: a) Kawasan di dunia. Jawa. misalnya budaya Indonesia. budaya Barat. Black American e) Macam-macam subkelompok . budaya Jepang. d) Kelompok-kelompok etnik-ras dalam negeri seperti. budaya Amerika Utara.Tingkat masyarakat kelompok budaya dari partisipan       Menunjukan bahwa istilah kebudayaan telah digunakan untuk merujuk pada macammacam tingkat lingkupan dan kompleksitas dari organisasi sosial. budaya Timur.

Unsur-unsur Kebudayaan


 

1) Sistem keyakinan, nilai dan sikap. 2) Pandangan hidup tentang dunia. 3) Organisasi sosial. Pengaruh ketiga unsur kebudayaan tersebut pada makna untuk persepsi terutama pada aspek individual dan subjektifnya. Misalnya orang Amerika dengan Arab sepakat menyatakan seseorang wanita berdasarkan wujud fisiknya. Tetapi kemungkinan besar keduanya akan berbeda pendapat tentang bagaimana wanita itu dalam makna sosialnya. Orang Amerika

Konteks sosial tempat terjadinya KAB
 Dimensi

kedua menyangkut Konteks Sosial, meliputi bisnis, organisasi, pendidikan, akulturasi imigran politik, konsultasi terapi, dsb. Komunikasi dalam semua konteks sosial tersebut pada dasarnya memilih persamaan dalam hal unsur-unsur dasar an proses komunikasi (misalnya menyangkut penyampaian, penerimaan dan pemrosesan). Tetapi adanya pengaruh kebudayaan yang tercakup dalam latarbelakang pengalaman individu

Marshall Mc Luhan: Medium is the Message  . Misalnya orang Indonesia menonton melalui TV keadaan kehidupan di Afrika. akan memiliki pengalaman yang berbeda dengan keadaan. apabila ia sendiri berada di sana dan melihat dengan kepala sendiri.Saluran yang dilalui oleh pesan-pesan KAB (baik yang verbal maupun non-verbal). saluran komunikasi juga mempengaruhi proses dan hasil keseluruhan dari KAB. Umumnya pengalaman antarpribadi dianggap dapat memberikan dampak yanng lebih mendalam.   Antarpribadi Media massa Bersama-sama dengan dua dimensi sebelumnya.

Kevin Carter (13 September 1960 – 27 July 1994). karena perasaan menyesal tidak menolong anak kecil di dalam foto. Ia meninggal bunuh diri. pemenang Pulitzer tahun 1994. .

Peran dan status.Mengenali Perbedaan Budaya  Perbedaan bentuk:          budaya muncul dalam Nilai-nilai sosial. Konsep mengenai waktu Konsep ruang pribadi Konteks budaya Bahasa tubuh Tingkah laku sosial dan sopan santun Tingkah laku legal dan etis . Ada pembuatan keputusan.

 c) Menghormati semua budaya.  d)Memahami apa yang orang – orang dari budaya lain pikirkan.ciri manusia universal itu adalah  a) Mengetahui budaya lain selain budayanya sendiri. dan .  b) Mampu beradaptasi dengan budaya yang lain tanpa harus meninggalkan budayanya. rasakan. ciri .Ciri – ciri manusia antar budaya  Menurut Walsh dalam buku komunikasi antar budaya.

Menurut Dedy Mulyana (April 1989) dalam buku Komunikasi Antarbudaya diantaranya adalah: Untuk membantu mengatasi konflik – konflik antarbudaya. Untuk menjadi penengah antara orang – orang yang berbeda budaya yang berselisih paham.       . Untuk mengurangi kesalahpahaman antara orang – orang yang berbeda budaya.Peranan KAB Perkembangan teknologi komunikasi dan transportasinya sudah sangat maju ini peranan manusia antarbudaya sangatlah penting. Dapat menganalisis interaksi – interaksi antar budaya yang terjadi dalam sebuah perselisihan budaya. Dapat menentukan di mana kesalahpahaman kesalahpahaman yang terjadi.

lembaga pendidikan dan kantor.Cara-Cara Untuk Mengatasi Konflik Antarbangsa dan Kesalahpahaman Antarbudaya       Melalui Pendidikan a) Penggunaan bahasa nasional di forum. b) Penyajian kebudayaan (kesenian) yang adil melalui media elektronik nasional. sepanjang orang. paling tidak untuk suatu periode tertentu. d) Kontak antar suku melalui pertukaran pemuda.kantor pemerintah dan swasta. e) Perkawinan antarsuku.forum resmi maupun tidak resmi. c) Sosialisasi yang merata di lembaga. khususnya televisi. dengan menerima(maha)-siswa dan pegawai yang cakap tanpa mempedulikan apa suku mereka. mahasiswa. pelajar. pegawai (termasuk guru dan dosen) antarpropinsi.orang yang berbeda suku tersebut mempunyai .

Cara-Cara Untuk Mengatasi Konflik Antarbangsa dan Kesalahpahaman Antarbudaya  Melalui Demokrasi  Menurut Mariane Farine dosen di Howard University dalam sebuah acara Seminar Internasional dengan tema Building Understanding With Intercultural Communication (Religious Life and Studies in America and Indonesia) yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Senin (07/01/2008). mengatakan:  “Salah satu jalan untuk mencapai sebuah kesepahaman antar budaya saat ini yaitu .

. Proses Komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yag efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya.PROSES KOMUNIKASI DAN UNSUR-UNSUR DALAM PROSES KOMUNIKASI  Proses komunikasi adalah bagaimana sang komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya.

maka perlu kita kaji lebih dalam keterlibatan komunikasi dalam interaksi sosial. usaha untuk menjadi sama tapi tidak sepenuhnya. “Sama” dalam hal ini untuk mencapai nilai-nilai yang ada di masyarakat  Sugesti. Sebagai bagian dari Ilmu Sosial. Interaksi sosial yang ada di masyarakat akan mendorong hal-hal berikut:  Imitasi. adanya ajakan atau himbauan untuk mengikuti nilai-nilai .

asal kata dari Bahasa Latin Con/cum yang berarti bersamasama. Kontak dipahami sebagai “bertemu secarra fisik”. langsung bertemu secara fisik  Kontak Sekunder: Diperlukan adanya alat yang dapat membantu kontak . dan tango: menyentuh. Kontak dibagi menjadj 2 bagian:  Kontak Primer: tidak diperlukan alat. Syarat terjadinya interaksi sosial:  Kontak.

toleransi. artibtrasi. Charles H. Bentuknya: kompromi. Bentuk-bentuk interaksi sosial:  Kerjasama. interaksi keseimbangan antara orang per orang.  Asimilasi: Kelompok mengurangi . Cooley: kerjasama akan timbul ketika orang-orang yang terlibat di dalamnya memiliki kepentingan yang sama  Akomodasi. kelompok yang berhubungan dengan norma sosial yang berlaku. Usaha untuk meredakan konflik.

orang yang menerima pesan tersebut. Model-model Komunikasi . yaitu orang yang menyampaikan pesan Apa yang akan dibicarakan (menyangkut Pesan nya itu sendiri) Penerima.     Model Aristoteles Aristoteles menerangkan tentang model komunikasi dalam bukunya Rhetorica. bahwa setiap komunikasi akan berjalan jika terdapat 3 unsur utama : Pembicara.

dan Lingkungan.  Elemen Tambahan :  Feedback (Umpan Balik). dan Receiver) lalu ditambah 3 Proses sekunder. Efek. diketahui bahwa komunikasi terdiri dari 4 Proses Utama yaitu SMRC (Source. yaitu Feedback. Message.Berlo.Model-model Komunikasi  Model Komunikasi David K.Berlo  Dalam model komunikasi David K. Umpan balik adalah suatu respon yang diberikan oleh penerima. . Channel.

.

Sebagai pengirim pesan. Terdapat 5 tahapan : Pengirim memiliki sebuah Ide/Gagasan. Model Bovee dan Thill . Jika pesan kita ternyata tidak efektif. maka pesan teresebut harus dipidahkan kepada penerima dengan berbagai bentuk komunikasi (Verbal. menjelaskan bahwa proses komunikasi merupakan tahapan dari kegiatan. laporan. surat.      Bovee dan Thill dalam bukunya Bussiness Communication Today. dll) Penerima menerima pesan. telepon. Setelah sebuah ide diubah menjadi pesan. Umpan balik merupakan sebuah elemen perantai pesan. Nonverbal. maka pesan harus diulang. Penerima pesan mengirimkan umpan balik. Penerima pesan menginterpretasikan pesan yang diterima. dan media komunikasinya (Tatap muka. Ide bersifat abstrak dan tidak terstruktur. Ide Dirubah Menjadi Pesan. Apakah pesan kita efektif apa tidak. sehingga tidak dapat dibaca oleh oraglain. Komunikasi diawali dengan adanya gagasan dari seorang pengirim yang ingin disampaikan pada penerima. Lisan atau Tertulis). Maka dari itu. Pemindahan Pesan. pengirim harus mengubah idenya tersebut menjadi sebuah pesan agar dapat dimengerti oleh orang lain. Perubahan ide menjadi suatu pesan dinamakan ENCODING. kita harus mengevaluasi apa yang sebenarnya dipikirkan oleh penerima pesan.

Schramm‟s Model .

Tugas Pribadi  Pilihlah berikut salah satu di antara 2 tugas  1. color/BW . diambil dari koran/majalah/berita online. Membuat Kartun Opini  2. Membuat Poster  Bahan. Lampirkan referensi ke dalam tugas  Dibuat dalam kertas A4.

dan anonim melalui media massa cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pengertian komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan .  Mulyana (2005:74) juga menambahkan konteks komunikasi publik. Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audien yang tersebar.Pertemuan ke-4: Komunikasi Massa  Komunikasi massa (mass communication). heterogen.

(Bittner. 1992)  Komunikasi massa adalah pesan-pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah orang. dan secara terus menerus menciptakan .Beberapa Definisi Komunikasi Massa  Komunikasi massa adalah proses di mana informasi diciptakan dan disebarkan oleh organisasi untuk dikonsumsi oleh khalayak (Ruben. 1980)  Komunikasi massa adalah suatu proses dalam mana komunikator-komunikator menggunakan media untuk menyebarkan pesan-pesan secara luas.

6. Sumber Khalayak Pesan Proses Konteks Media . 3. 2. 4.Unsur-unsur Komunikasi Massa  1. 5.

.

3. 4. Penyampaian pesan cenderung satu arah. bukan perorangan atau pribadi. Ditujukan pada khalayak yang luas. anonim. terjadwal dan terorganisasi. 5. Bersifat umum. Penyampaian pesan bersifat berkala. . heterogen. Kegiatan komunikasi terencana. tersebar dan tidak mengenal batas geografis-kultural. Kegiatan penciptaan pesan melilbatkan orang banyak dan terorganisasi. Pola penyampaian bersifat cepat dan tidak terkendala oleh waktu dalam menjangkau khalayak yang luas. 6. 2.Karakteristik Komunikasi Massa       1.

Media telah menjadi sumber dominan bukan saja . Media merupakan forum atau agen yang semakin berperan untuk menampilkan peristiwa-peristiwa kehidupan masyarakat. Media massa memiliki peraturan dan normanorma yang menghubungkan institusi tersebut dengan masyarakat dan institusi sosial lainnya. bukan saja dalam pengertian pengembangan bentuk seni dan simbol tetapi juga dalam pengertian pengembangan tata cara. manajemen.alat kontrol. 3. 4. Media massa merupakan sumber kekuatan.Faktor Mendasar Media Massa      1. baik yang bertaraf nasional maupun internasional. 5. inovasi dalam masyarakat yang dapat didayagunakan sebagai penganti kekuatan atau sumber daya lainnya. gaya hidup dan normanorma. Media seringkali berperan sebagai wahana pengembangan kebudayaan. institusi media di atur oleh masyarakat. Media massa merupakan industri yang berubah dan berkembang yang menciptakan lapangan kerja. mode. 2. Di lain pihak.

Claude Shannon pada akhir tahun 1940-an.Teori Komunikasi Massa  Teori Harold Lasswell  Teori tentang transmisi pesan ini pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli matematika. menerapkan pemikirannya terutama untuk penelitian kepentingan telekomunikasi. . Shannon yang bekerja pada biro penelitian perusahaan telepon Bell.

.

Misalnya. . ketika terdapat terlalu banyak sinyal dalam saluran yang sama dan pada saat yang bersamaan pula. Hal ini akan mengakibatkan adanya perbedaan antara sinyal yang ditrasmisikan dan sinyal yang diterima sehingga mengakibatkan pesan memiliki makna yang sama. Sementara itu sinyal dalam perjalanannya memiliki potensi untuk terganggu oleh berbagai sumber gangguan yang muncul. Penerima lalu menyusun kembali sinyal menjadi pesan sehingga dapat mencapai tujuan. Pada dasarnya prinsip proses ini adalah seperti bekerjanya proses penyiaran radio. Sumber informasi yang menciptakan pesan atau rangkaian pesan untuk dikomunikasikan. Berikutnya adalah pesan diubah ke dalam bentuk sinyal oleh trasmiter sehingga dapat diteruskan melalui saluran pada penerima.

Namun. seperti dikemukakan .Model Melvin DeFleur  Dari model yang dikemukakan Shannon & Weaver ini. maka hasilnya adalah komuniaksi. Informasi diterima sebagai pesan. MelvinDeFleur (1966) dalam bukunya Theories of Mass Communication. lalu diubah menjadi „makna‟ tersebut. dia mengemukakan bahwa dalam proses komunikasi „makna‟ diubah menjadi pesan yang lalu diubah lagi oleh transmiter menjadi informasi. mengembangkan dan mengaplikasikannya ke dalam teori komunikasi massa. Dalam kaitannya dengan makna dari pesan yang diciptakan dan diterima. dan kemudian disampaikan melalui suatu saluran (misalnya media massa).

Model Melvin DeFleur .

W. . Riley dan Mathilda White Riley (1959). Mereka berangkat dari anggapan bahwa teoriteori komunikasi massa yang ada pada saat ini menimbulkan kesan seolah-olah proses komunikasi terjadi dalam situasi sosial yang vacuum (hampa) dan bahwa pengaruh lingkungan terhadap proses tersebut terasa diabaikan.Kebiasaan Menggunakan Media Berdasar pada Teori Sosiologi  Teori lainnya yang lebih sosiologis dikemukakan oleh John.

misalnya keluarga. Primary group ditandai dengan hubungan yang intim antar anggotanya. Riley and Riley menunjuk pada peran primary group dan reference group dalam proses komunikasi. dan perilakunya . Sedangkan reference group adalah kelompok dimana seseorang belajar untuk mengenal sikap. nilai.

32 Tahun 2002 tentang Penyiaran bahwa frekwensi dibagi atas beberapa kebutuhan  Bagaimana dengan kepemilikan media massa secara grup?  Bagaimana dengan monopoli informasi? Frekwensi yang merupakan .Media Massa dan Kewajiban Kepada Masyarakat  Penggunaan ranah publik  Pengaturan tentang undang-undang penyiaran Indonesia: Undang-undang No.

3. Magnitude Seberapa luas pengaruh suatu peristiwa bagi khalayak. Significance Seberapa penting arti suatu peristiwa bagi khalayak Contoh: Berita tentang wabah SARS lebih penting bagi khalayak.Nilai Berita  1. Contoh: Berita tentang kenaikan harga BBM lebih luas pengaruhnya terhadap SELURUH masyarakat Indonesia ketimbang berita tentang gempa bumi di Jawa Tengah. ketimbang berita tentang kenaikan harga BBM. Actuality Yaitu tingkat aktualitas suatu peristiwa. 2. Berita tentang kampanye calon presiden sangat menarik jika dibaca pada tanggal 1 .

Contoh: Berita-berita tentang Indonesian Idol lebih akrab bagi remaja Indonesia ketimbang berita-berita tentang Piala Thomas. Prominence Yaitu akrabnya peristiwa dengan khalayak. Contoh: Berita tentang nasib TKI Indonesia yang dianiaya di Malaysia. seberapa luas.Nilai Berita  4. Kejutan (surprise) 8. Human Interest Yaitu kemampuan suatu peristiwa untuk menyentuh perasaan kemanusiaan khalayak. . Proximity Yaitu kedekatan peristiwa terhadap khalayak 5. Konflik personal. Kejelasan (clarity) tentang kejadiannya 7. 6. 10. dan untuk berapa lama? 9. Dampak (impact) Berapa banyak manusia terkena dampaknya.

Konflik (Conflict) – Umumnya manusia memberi perhatian pada konflik: perang. . Binatang (Animals) –Seekor anjing menyelamatkan majikannya yang buta dalam suatu peristiwa kebakaran. Minat pribadi (Personal Interest) – Gaun sekarang ada yang tidak perlu disetrika sehabis dicuci. kriminalitas atau olahraga atau persaingan Simpati (Sympathy) –Seorang bocahkehilangan ketiga kakak dan kedua orang tuanya pada musibah Tsunami di Aceh. Kemajuan (Progress) –Suatu vaksin pencegah AIDS tengah di kembangan di Prancis.Faktor Human Interest         Ketegangan (Suspense) – Apa keputusan yang akan dijatuhkan dalam pengadilan kasus pembunuhan sadis itu? Keanehan/Ketidaklaziman (Unusualness) –Seorang wanita melahirkan bayi kembar lima. Seks (Sex) – Seorang aktor menggugat cerai istrinya yang juga artis karena selingkuh dengan ketua salah satu partai.

Sekalipun fungsinya sama sebagai pengirim pesan. pengirim (sender). Seorang sumber bisa menjadi komunikator/pembicara . komunikator (communicator) sering dipertukarkan dengan sumber (source). dan pembicara (speaker). sebetulnya masingmasing istilah itu memiliki ciri khas tersendiri. terutama tentang sumber. Dalam khazanah ilmu komunikasi.Pertemuan ke-5: KOMUNIKATOR (SUMBER) DALAM PROSES KOMUNIKASI  Komunikator adalah pihak yang mengirim pesan kepada khalayak.

Dari segi kepribadian. 1998. Diperlukan persyaratan tertentu untuk para komunikator dalam sebuah program komunikasi. 105-109): Syarat-Syarat Komunikator . baik dalam segi sosok kepribadian maupun dalam kinerja kerja. agar pesan yang disampaikan bisa diterima oleh khalayak maka seorang komunikator mempunyai hal berikut (Ruben&Stewart.

pakaian. umur. hobi. Jarak seseorang dengan sumber mempengaruhi perhatiannya pada pesan tertentu. dan kemampuan bahasa. 3. 2. Memiliki kedekatan (proximity) dengan khalayak. agama. Kesamaan ini antara lain meliputi gender. musik. Mempunyai kesamaan dan daya tarik sosial dan fisik. Evert M. dan sebagainya. ras. latar belakang sosial. keluarga. Kesamaan juga bisa meliputi maslah sikap dan orientasi terhadap berbagai aspek seperti buku. Rogers (1995. Seorang komunikator cenderung mendapat perhatian jika penampilan fisiknya secara keseluruhan memiliki daya tarik (attractiveness) bagi audiens. pekerjaan.286:287) .Syarat-Syarat Komunikator    1. Kesamaan (similirity) merupakan faktor penting lainnya yang memengaruhi penerimaan pesan oleh khalayak. pendidikan.

dinamisn bisa bergaul (sociability). ada dua faktor kredibilitas yang sangat penting untuk seorang sumber: dapat dipercaya (trustworthiness) dan keahlian (expertise). Gaya komunikator menyampaikan (delivery) pesan juga menjadi faktor penting dalam proses penerimaan informasi. 5.  . Menurut Ferguson. Dikenal kredibilitasnya dan otoritasnya.Syarat-Syarat Komunikator  4. Respon khlayak akan berbeda menanggapi pesan yang ditunjukkan untuk kepentingan informasi (informative) dari pesan yang diniatkan untuk meyakinkan (persuasive) mereka. terbuka (extroversion) dan memiliki kesamaan dengan audiens. Pandai dalam cara penyampaian pesan. Faktor-faktor lainnya adalah tenang/sabar (compusere). Menunjukkan motivasi dan niat. Khalayak cenderung memerhatikan dan mengingat pesan dari sumber yang mereka percaya sebagai orang yang memiliki pengalaman dan atau pengetahuan yang lias. Cara komunikator menyampaikan pesan berpengaruh terhadap audiens dalam memberi tanggapan terhadap pesan tersebut.

Keberhasilan Menjadi Etos Komunikator Komunikator Sikap Komunikator .

. afeksi. dan konasi. Kognisi adalah proses memahami yang bersangkutan dengan pola pikir.Keberhasilan Menjadi  Etos Komunikator : Nilai diri seseorang yang Komunikator merupakan gabungan kognisi.

Keberhasilan Menjadi Komunikator  Etos tidak timbul begitu saja. Faktor-faktor yang mempengaruhi etos komunikator:  Kesiapan  Kesungguhan  Ketulusan  Kepercayaan  Ketenangan  Keramahan . namun harus dipupuk dan memerlukan proses.

 Sikap Komunikator. ide dari pihak lain. . Mampu melihat inti permasalahan.  Selektif: Kemampuan komunikatoir untuk memilih pesan dan informasi yang masuk sesuai dengan kebutuhan  Dijestif : Kemampuan merencanakan gagasan.  Reseptif : Sikap komunikator yang bersedia menerima gagasan. adalah suatu kesiapan. suatu kecenderungan pada diri seseorang untuk melakukan kegiatan menuju atau menjauhi nilai-nilai sosial.

Pertemuan ke-6 : Pesan  Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. . 2005). dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol-simbol tersebut. Bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal (Deddy Mulyana. yang digunakan dan dipahami suatu komunitas.  Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat simbol.

Pesan Verbal   Jalaluddin Rakhmat (1994). mendefinisikan bahasa secara fungsional dan formal. . Secara fungsional. yang dapat dibuat menurut peraturan tatabahasa. karena bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan di antara anggotaanggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Ia menekankan dimiliki bersama. bahasa diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan. Secara formal. bahasa diartikan sebagai semua kalimat yang terbayangkan. Tatabahasa meliputi tiga unsur: fonologi.

1. Barker (dalam Deddy Mulyana. 3. Melalui bahasa. Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasikan objek. inilah yang disebut fungsi  . tindakan. atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi.2005). yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan. dan transmisi informasi. informasi dapat disampaikan kepada orang lain.Fungsi Bahasa Menurut Larry L. 2. bahasa mempunyai tiga fungsi: penamaan (naming atau labeling). Fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi. interaksi.

Melalui bahasa kita dapat mengendalikan lingkungan kita. Mengenal dunia di sekitar kita. Book (1980). termasuk orang-orang di sekitar kita  . yaitu: 1.Fungsi Bahasa Cansandra L. dan atau mempengaruhi mereka untuk mencapai tujuan kita. mulai dari sejarah suatu bangsa yang hidup pada masa lalu sampai pada kemajuan teknologi saat ini 2. Berhubungan dengan orang lain. Contexts. Bahasa memungkinkan kita bergaul dengan orang lain untuk kesenangan kita. dalam Human Communication: Principles. setidaknya bahasa harus memenuhi tiga fungsi. Melalui bahasa kita mempelajari apa saja yang menarik minat kita. and Skills. mengemukakan agar komunikasi kita berhasil.

 Kata-kata sifat dalam bahasa cenderung bersifat dikotomis. pintar-bodoh. misalnya baik-buruk.Keterbatasan Bahasa  Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek. kaya-miskin. sifat. peristiwa. . benda. dsb  Kata-kata bersifat ambigu dan kontekstual  Kata-kata mengandung bias budaya. perasaan. Kata-kata adalah kategori-kategori untuk merujuk pada objek tertentu: orang. dan sebagainya.

Kontradiksi  4.Pesan Non Verbal  Rakhmat (1985) menjelaskan bahwa komunikasi non-verbal memiliki beberapa fungsi. Aksentuasi. Substitusi  3.  2. yaitu:  1. Komplemen  5. . Repetisi.

Faktor-faktor non-verbal sangat menentukan makna dalam komunikasi interpersonal. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Leathers (1976):  1.Pentingnya Pesan Non Verbal  komunikasi non-verbal memiliki peran yang sangat penting. . Menurut Birdwhistell tidak lebih dari 30%-35% makna sosial percakapan atau interaksi dilakukan dengan kata-kata. dan sisanya dilakukan dengan pesan non-verbal.

.

dan sebagainya). 38% dikomunikasikan lewat suara.  Menurut Mahrabian (1967).  3. Perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan non-verbal ketimbang pesan verbal. dan 55% dikomunikasikan melalui ungkapan wajah (senyum. Selebihnya. Pesan non-verbal menyampaikan makna dan maksud yang relatif bebas . kontak mata. hanya 7% perasaan kasih sayang dapat dikomunikasikan dengan kata-kata.Pentingnya Pesan Non Verbal  2.

Pesan non-verbal mempunyai fungsi metakomunikatif yang sangat diperlukan untuk mencapai komunikasi yang berkualitas tinggi  Fungsi metakomunikatif artinya memberikan informasi tambahan yang memperjelas maksud dan makna pesan. Pesan non-verbal merupakan cara berkomunikasi yang lebih efisien dibandingkan dengan pesan verbal. .  5.Pentingnya Pesan Non Verbal  4.

. Pesan non-verbal merupakan sarana sugesti yang paling tepat  Ada situasi komunikasi yang menuntut kita untuk mengungkapkan gagasan atau emosi secara tidak langsung.Pentingnya Pesan Non Verbal  6. Sugesti di sini dimaksudkan menyarankan sesuatu kepada orang lain secara implisit.

Pesan ini terdiri dari tiga kompunen utama yaitu: a. ketakjuban. yaitu: 1. minat. ketakutan. dan tekad. kemuakan. Pesan fasial Pesan ini menggunakan air muka untuk menyampaikan makna tertentu. rasa terkejut. kemarahan. yang menunjukkan komunikator memandang objek penelitiannya baik atau buruk Wajah mengkomunikasikan minat seseorang kepada orang lain atau lingkungan Wajah mengkomunikasikan intensitas keterlibatan dalam . Leathers (1976) menyimpulkan penelitian tentang wajah sebagai berikut: Wajah mengkomunikasikan penilaian tentang ekspresi senang dan tak senang. kesedihan. pengecaman. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wajah dapat menyampaikan paling sedikit sepuluh kelompok makna : kebahagiaan. 1985) menyebutkan terdapat beberapa jenis pesan non-verbal. Pesan kinesik Pesan kinesik merupakan pesan yang menggunakan gerakan tubuh yang berarti.Jenis-jenis Pesan Non Verbal         Duncan (dalam Rakhmat.

pesan ini berfungsi untuk mengungkapkan: Mendorong/membatasi Menyesuaikan/mempertentangkan Responsif/tak responsive Perasaan positif/negative Memperhatikan/tidak memperhatikan Melancarkan/tidak reseptif .Jenis-jenis Pesan Non Verbal         b. Pesan gestural Menunjukkan gerakan sebagian anggota badan seperti mata dan tangan untuk mengkomunikasikan berbagai makna. Menurut Galloway.

Mehrabian menyebutkan tiga makna yang dapat disampaikan postur:  Immediacy. Merupakan ungkapan kesukaan atau ketidaksukaan terhadap individu yang lain. Mengungkapkan status yang tinggi pada diri komunikator  Responsiveness.Jenis-jenis Pesan Non Verbal  Pesan postural  Berkaitan dengan keseluruhan anggota badan. Individu . Postur yang condong kea rah lawan bicara menunjukkan kesukaan atau penilaian positif  Power.

kosmetik. Pesan artifaktual  Pesan ini diungkapkan melalui penampilan.Jenis-jenis Pesan Non Verbal  2. Pesan proksemik  3. pakaian. yang berarti menunjukkan kepada orang lain bagaimana perilaku kita dan bagaimana orang lain sepatutnya memperlakukan kita. Umumnya pakaian kita pergunakan untuk menyampaikan identitas kita. dll. body image. Selain itu pakaian juga berguna untuk mengungkapkan perasaan (misal .

Pesan paralinguistik Merupakan pesan non-verbal yang berhubungan dengan cara mengucapkan pesan verbal. kecepatan. 5. volume. Pesan sentuhan dan bau-bauan Berbagai pesan atau perasaan dapat . Secara keseluruhan. dan ritme.Jenis-jenis Pesan Non Verbal     4. pesan paralinguistik merupakan alat yang paling cermat unuk menyampaikan perasaan kita kepada orang lain. Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda bila diucapkan dengan cara yang berbeda. kualitas suara. Halhal yang membedakan antara lain : nada.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->