You are on page 1of 11

Penentuan Kadar Natrium Benzoat, Vitamin C dan Kafein dalam Sampel Menggunakan Instrumen HPLC Tanggal Percobaan : Awal

: 26 April 2013

Akhir : 26 April 2013

A. Tujuan Percobaan - Menentukan kadara Natrium benzoat, Vitamin C dan Kafein dalam sampel minuman menggunakan HPLC. B. Dasar Teori Kromatografi merupakan salah satu metode pemisahan komponen - komponen campuran yang berdasarkan distribsi diferensial dari komponen - komponen sampel diantara dua fasa, yaitu fasa bergerak dan fasa diamnya. Salah satu teknik kromatografi yang dimana fasa gerak dan fasa diamnya menggunakan zat cair adalah HPLC (High Performance Liquid Chromatogrpahy) atau dalam bahasa Indonesia disebut KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi). Teknik HPLC merupakan satu metode kromatografi cair - cair, yang dapat digunakan baik untuk keperluan pemisahan maupun analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif dengan teknik HPLC didasarkan pada pengukuran luas area standar. Pada prakteknya, metode perbandingan area standar dan sampel kurang menghasilkan data yang akurat bila hanya melibatkan suatu konsentrasi standar. Oleh karena itu, dilakukan dengan menggunakan teknik kurva kalibrasi. (Wiji, dkk. 2010 : 17) HPLC yang modern telah muncul akibat pertemuan dari kebutuhan, keinginan manusia untuk meminimalis pekerjaan, kemampuan teknologi, dan teori untuk memandu pengembangan pada jalur yang rasional. Jelas sebelum era perlatan yang modern bahwa LC (Liquid Chromatography) memiliki kekuatan pemisahan yang sangat ampuh, bahkan untuk komponen - komponen yang berhubungan sangat erat. LC harus ditingkatkan kecepatannya dan harus disesuaikan dengan sampel-sampel yang lebih kecil, waktu elusi yang hanya beberapa jam. (Underwood, Day. 2002:553) HPLC berbeda dar 5i kromatografi kolom cairan konvensional dalam hal penggunaan bahan pengisi kolom berupa partikel yang sangat kecil berukuran sampai 3 – 5 μm (1 μm = 10-6 m). sehingga mengharuskan digunakannya tekanan tinggi sampai 20.000 kpa (200 atm) untuk mengalirkan fasa gerak melalui kolom tersebut. Fasa diam yang digunakan pada HPLC harus memenuhi syarat berikut : 1. Berukuran pori - pori kecil dengan luas permukaan besar. 2. Ukuran partikel 3 - 10 μm. 3. Ukuran pori 70 - 300 Ao. 4. Luas permukaan penampang 50 - 250 m2/g.

kuran kolomnya sama. Apabila jalannya fasa diam lebih polar daripada fasa gerakannya maka sistem ini disebut HPLC fasa normal. Biasanya digunakan untuk memisahkan isomer . Fasa gerak pada HPLC berupa zat cair. Dalam kasus ini.senyawa polar dalam campuran melalui kolom akan melekat lebih lama pada silika yang polar dibanding senyawa senyawa non polar. 2. Senyawa dengan kepolaran yang rendah.isomer. 3. Kromatografi padat . yaitu : a) Fasa Normal HPLC HPLC jenis ini secara esensial sama dengan kromatografi kolom. akan terdapat interaksi yang kuat antara pelarut polar dan molekul polar dalam campuran yang melalui kolom. Oleh karena itu.cair (adsorbsi) Teknik ini bergantung pada teradsorbsinya zat padat adsorber seperti silika gel atau alumina.jenis HPLC. Berdasarkan kepolaranya. sedang maupun tinggi. Silika yang tidak dimodifikasi akan memberikan waktu retensi bervariasi disebabkan karena adanya kandungan air yang digunakan. Kemurniannya tinggi Tidak bereaksi dengan fasa diam Tercampurkan dengan komponen sistem Pelarut yang cocok bagi cuplikan (sampel) Viscositas rendah Pelarut yang dipilih harus membasahi permukaan kemasan Berikut adalah jenis . Senyawa . Meskipun biasa disebut normal. memiliki beberapa syarat. Silika-silika aminopropil (nitril) lebih coock sebagai pengganti silika yang tidak dimodifikasi. 6. 5. Oleh karena itu molekul . 1. Sebuah kolom sederhana memiliki diameter internal 4. Teknik ini bisasanya digunakan untuk zat padat yang mudah larut dalam pelarut organik dan tidak teroksidasi.molekul polar akan lebih cepat . Oksil atau rantai yang lebih pendek lagi lebih sesuai untuk solut yang polar. Kolomnya dipadati atau di pak dengan partikel mikro dan makro partikuler (berkulit 37 – 44 μm). b) Fasa Balik HPLC Pada HPLC jenis ini.6 μm (dan kemungkinan kurang dari ini) dengan panjang 120 nm . HPLC ini dibagi menjadi 2 macam. ini bukan bentuk biasa dari HPLC. Kolom ini diisi dengan partikel silika yang sangat kecil dan pelarut dan pelarut nonpolar seperti heksan. yaitu: 1.molekul polar dalam larutan. fasa diam yang digunakan dalam HPLC adalah Oktadesil silika (ODS) karena mampu memisahkan senyawa. senyawa yang non polar kemudian akan lebih cepat melewati kolom. 4.Umumnya. Interaksi yang terjadi tidak sekuat interaksi antara rantai .rantai hidrokarbon yang berdekatan pada silika (fasa diam) dan molekul .250 nm. tetapi silika dimodifikasi menjadi non polar melalui pelekatan hidrokarbon dengan rantai panjang pada permukaannya secara sederhana baik berupa atom karbon 8 atau 18.

Hasil pemisahan tersebut kemudian akan dideteksi oleh detektor.molekul non polar akan bergerak lambat karena interaksi dengan gugus hidrokarbon Kromatografi Partisi Teknik ini tergantung pada partisi aktif zat padat diantara dua pelart yang tidak dapat bercampur. (Mulyadi dan Andri. jumlahnya bisa satu.ion diantara fasa gerak dan tempat . .gas yang terlarut dalam solvent.cair. HPLC dibagi menjadi 2 teknik yaitu : 1. pompa. detektor dan recorder. Molekul . Bentuk kromatografi ini disebut kromatografi cair . injektor. misalnya Helium. Kromatografi penukar ion Teknik ini bergantung pada penukaran (absorbsi) ion . komposisi eluen konstan dipompa melalui kolom selama analisis 2. senyawa yang terionisasi secara kompleks dan senyawa basa kuat. Gas terlarut tersebut antara lain oksigen. Sistem yang lebih lengkap disertai dengan penyaring debu. 2008 : 2) Instrumentasi HPLCsendiri dari tandon (reservoir). 4. kolom. 3. bergerak melalui kolom. salah satunya bertindak sebagai fasa diam dan yang lainnya sebagai fasa geraknya. 5. Pengepak adalah suatu gel dengan permukaan yang lubangnya sangat kecil dan inert. Sedangkan molekul . komposisi eluen ters berubah selama analisis Prinsip kerja HPLC adalah ketika suatu sampel yang akan diuji diinjeksikan kedalam kolom maka sampel tersebut akan terurai dan terpisah menjadi senyawa senyawa kimia (analit) sesuai dengan perbedaan afinitasnya.polimer dan bahan bahan biologi. dua atau lebih. Tandon (Reservoir) Reserboir terbuat dari gelas atau stainless steel. 1. Teknik ini digunakan untuk analisis polimer . Elusi gradien. Kromatografi Pasangan Ion (Kromatografi Ekstraksi) Kromatografi ini biasa digunakan untuk menangani senyawa yang sangat polar.2. Fasa diam (polar atau non polar) dilapisi pada pendukung inert dan dipak ke dalam sebuah kolom. cairan fasa gerak. terutama digunakan untuk molekul molekul kecil. Degassing dilakukan dengan mengalirkan gas inert dengan kelarutan yang sangat kecil.molekul kecil dapat masuk dalam jaringan dan ditahan dalam fasa gerak.tempat berion dari pengepak Kromatografi Ekslusi Teknik ini didasarkan pada kuran molekul dari zat padat. Reservoir yang baik disertai dengan degassing system yang berfungsi untuk mengusir gas . Berdasarkan jenis elusinya. hasil yang muncul dari detektor tersebut selanjutnya dicatat oleh recorder yang biasanya dapat ditampilkan menggunakan integrator atau mengggunakan PC yang terhubung on-line dengan alat HPLC tersebut. Debu dan partikel yang terbawa dapat menyumbat kolom. Isokratik.

Katup Injector Bagian ini merupakan tempat dimana sampel diinjeksikan (disuntikan) untuk selanjutnya dibawa oleh fasa gerak kedalam kolom. Dapat mengalirkan fasa gerak dengan kecepatan 0. sistem pemompaan ini dapat diatur secara manual atau dengan menggunakan kontrol sistem komputer. Tekanan yang dihasilkan kurang dari 2000 psi. Sampel disedot secara otomatis dengan sistem pompa yang selanjtnya dimasukan ke dalam aliran fasa gerak. Injeksi Syringe Injeksi menggunakan syringe yang dapat memompakan sampel dengan tekanan sampai 1500 psi. c. Pada ato sampler ini dapat dipasang 100 sampel sekaligus. Injeksi Stopflow Termasuk jenis injeksi syringe. Pompa Displacement Terdiri dari semacam alat suntik (syring) yang besar dengan kapasitas biasanya 250 ml. Pompa Pneumatic Teridir dari kontainer yang berisi solvent yang dapat ditekan suatu gas. c. 3. hanya injeksinya dengan cara memasukkan sampel ke dalam ruang injeksi (atau disebut mixing chamber). Dengan sistem HPLC akan bekerja sendiri. Ada tiga sistem injeksi. Sampel ditaruh dalam wadah seperti tabung kecil tertutup. b. Dapat memberi tekanan sampai 600 psi (360 atm) b.000 psi. Pompa harus memenuhi persyaratan berikut : a. Tekanan yang dihasilkan dapat mencapai 10. melakukan analisi. Dapat mengalirkan fasa gerak dengan reproducibilitas yang tinggi d. Injektor terbuat dari tembaga tahan karat dan katup teflon yang dilengkapi dengan sampel loop internal atau eksternal. Tahan terhadap korosi Ada beberapa jenis pompa. Auto Sampler (Auto Injector) Terdiri dari satu sistem yang dikendalikan oleh control sistem. b. Solvent dialirkan dengan menggerakan piston. Tutup dapat ditembus oleh jarum pengisap. . Pompa Reciprocating Terdiri dari ruangan kecil tempat pelarut dipompa dengan piston yang bergerak maju mundur. sementara itu aliran fasa gerak ditentukan.1 sampai 10ml/menit c. Pompa Fungsi pompa adalah untuk memompa fasa gerak (Solvent) kedalam kolom dengan aliran gas konstan dan reproducible. yaitu : a. antara lain : a.2. lalu fasa gerak dialirkan kembali dan sampel akan terbang. Setelah sampel masuk.

Panjang gelombang sinar UV yang biasa digunakan adalah 254 nm. Detektor Indeks Refraksi (Refraksi Index Detector : RID) Detektor ini bekerja atas dasar perbedaan indeks refraksi sampel dengan solvent. Kolom Pengaman (Guard Column) Disebut juga pra kolom. Kolom (Column) Dalam HPLC dikenal kolom analitik dan kolom pengaman. Detektor yang digunakan harus sesuai dengan zat yang dianalisis. Semua larutan suatu zat mempunyai indeks bias yang spesifik. Intensitas sinar fluoresensi ini akan sebanding dengan kadar sampel yang diamati. 5 cm dengan diameter 4. Karena ada yang di absorbsi oleh sampel. Kolom utama diletakan setelah sistem pemasukan cuplikan. a. b. Kolom utama berisi fasa diam. Kolom ini berukuran pendek. b.6 mm dan biasanya dibngkus dengan partikel silika berukuran lebih besar dari ukuran partikel kolom utama. karena diletakkan sebelum sistem pemasukan cuplikan. Kolom tama yang digunakan untuk analisis preparatif. 5. Fungsi kolom pengaman yaitu untuk menyaring kotoran yang terbawa dalam fasa diam atau untuk menjenuhkan fasa diam untuk menghindari terjadinya erosi dasa diam oleh aliran pelarut.10 μm. Kolom analitik (utama) tempat terjadinya pemisahan kolom dalam HPLC biasanya terbuat dari stainless steel. oleh karena itu detektor ini dapat digunakan untuk hampir semua zat . Detektor UV Prinsip kera detektor ini adalah Spektrofotometri Absorbsi. Detektor Fluoresensi Prinsip kerja detektor ini adalah Spektrofotometri. tempat terjadinya pemisahan campuran menjadi komponen – komponenya ada dua jenis kolom yaitu : a. Sampel yang dianalisis harus menyerap sinar UV. Kolom Utama Kolom utama dilengkapi dengan partikel berukuran 3 . Detektor Komponen yang telah dipisahkan didalam kolom ini secara berturut-turut akan melewati suat detektor dan akan dibaca kadarnya. Intensitas sinar keluar akan lebih kecil daripada sinar masuk. Sinar yang dipancarkannya ditangkap oleh phototube. c. Berikut adalah beberapa macam detektor.termasuk mencucui sendiri sistem injeksinya setelah melakukan injkeksi. Besarnya absorbsi yang dinyatakan dengan ukuran absorbsi sebanding dengan kadar zat yang dianalisis. Detektor ini lebih sensitif daripada detektor UV. 4. Sampel dikenai sinar UV yang sesuai maka zat ini akan berfluoresensi.

Dalam kromatografi. Hampir bersifat universal akan tetapi sensitivitasnya sedang. tidak peka terhadap perubahan suhu kecepatan alir fasa gerak. Natrium benzoat adalah salah satu jenis . Recorder akan membuat suatu tampilan.solut ionik. dan tidak dapat digunakan pada elusi bergradien. selektif. Sensitifitas sangat bagus. Peka terhadap perubahan suhu dan kecepatan alir fasa gerak. Recorder Hasil pembacaan detektor kemudian diolah oleh suatu processor. Sedangkan kandungan lainnya diantaranya adalah : Taurine Gingseng Gingkobiloba Vitamin Teh hijau Zat pewarna Zat perasa dll } Zat Aditif (Wikipedia : 19 April) Terdapat beberapa zat aditif yang digunakan oleh produsen makanan dan minuman diantaranya adalah Natrium Benzoat. kemudian dikirim ke recorder. Bagi beberapa kalangan. tampilan ini disebut kromatogram. selektif terhadap gugus gugus dan struktur . Untuk HPLC dilengkapi seperangkat software yang dapat menghitung luas kromatogram dan bahkan sekaligus kadarnya. Sensitifitas sangat bagus.Tabel Detektor yang sering digunakan pada HPLC Detektor Absorbansi Uv-vis Fotometer filter Spektorfotometer Spektrometerphotodiode array Fluoresensi Sensitifitas (g/ml) 5 x 10 5 x 10-10 > 2 x 10-10 10-12 5 x 10-7 -10 Kisaran Linier 10 105 105 104 104 4 Karakteristik Sensitivitas bagus. Sangat sensitif terhadap suhu. tidak dapat digunakan pada elusi bergradien. paling sering digunakan. selektif tetapi timbulmasalah dengan adanya kontaminasi elektroda. gula (atau penggantinya) dan kafein. minuman energi diminum dengan tujuan untuk menghilangkan kantuk. Kandungan utama didalam minuman energi adalah air.struktur yang tidak jenuh. Indeks bias Elektrokimia Konduktimetri Amperometri 10-8 10-12 104 105 6. Hanya mendeteksi solut . Minuman Energi adalah jenis minuman yang ditujukan untuk menambah energi seseorang yang meminumnya.

Kafein ialah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan. Pipet tetes 8. Gelas ukur 500 ml 10. Lab ukur 10 ml 5. Kafein merupakan obat perangsang sistem pusat saraf pada manusia dan dapat mengusir rasa kantuk secara sementara. 2. yaitu lemak tidak jenuh ganda yang telah disetujui penggunaanya oleh FDA untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme. dimana natrium benzoat merupakan garam atau ester dari asam benzoat (C6H5COOH). 8. Natrium benzoat dikenal juga dengan nama sodium benzoat atau soda benzoat. Lab ukur 50 ml 4. Sumber utama kafein dunia adalah biji kopi.bahan pengawet organik pada makanan. Asam askorat merupakan antioksidan menakjubkan yang melindungi sel dari stres ekstraseluler. Alat dan Bahan Alat : 1. Spatula 3. 3. 19 April 13) C. Kertas saring whattman 13. selain asam dehidroaskorbat. Ultrasonic vibrator 11. Neraca analitik 6. Corong pendek 7.a Vitamin C standar Kafein Metanol for HPLC Sampel minuman KH2PO4 Aquabides Asetonitril : ± 10 mg : ± 2 mg : ± 5 mg : secukupnya : 2 ml : 0. Vitamin C adalah adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menyangkal berbagai penyakit. 3. 4. 7. Perangkat HPLC 2. 6. 4 & 5 ml) 12. Asam askorbat adalah salah satu senyawa kimia yang disebut vitamin C. 5. Natrium benzoat p. Gelas kimia 20 ml 9. Asam askorbat ini sangat mudah teroksidasi oleh panas. 2. Membran PTFG & Selulosanitrat Bahan : 1. (Wikipedia.6825 g : secukupnya : 40 ml : 1 set : 1 buah : 1 buah : 6 buah : 1 set : 2 buah : 2 buah : 1 buah : 1 buah : 1 set : 5 buah : secukupnya : secukupnya . Pipet seukuran (1. cahaya dan logam.

Td : 252.12 g/mol 33 g/100ml (air) .6o C .RM : H3PO4 o .0.RM : KH2PO4 o Posfor .ṁ : 144.086 g/mol .RM : C6H8O8 .148 .ṁ : 194.Tidak berbau .Kelarutan : 62. .Larut dalam air & etanol .ṁ : 136.Kelarutan : .48 g/ml cair 12.198 .319 .19 g/mol .Kelarutan : 5.Wujud : Bubuk putih .pka : .33 g/100ml etanol Asam Askorbat .Tℓ : 42.Wujud : Padatan putih .22 o 227 – 228 C (anhidrat) 234 – 235o C (monohidrat) .ṁ : 176.pka : 2.Tℓ : 252.kuning .Wujud : Serbuk / Kristalin putih .Wujud : Cairan kental (> 42o C) .Tidak berbau .pka : 4.4864 22 g/100ml (25o C dalam air) Asam Posfat .6 C .2 .13 – 1.11 g/mol .RM : C8H10N9O2 .Wujud : Bubuk putih .Tℓ : 300o C (572o F) .10 & 11.Tℓ : .RM : NaC6H5LO2 .D.Kelarutan : 22 mg/ml (25o C) (air) 180 mg/ml (80o C) Kalium Dihidrogen .9 g/100 ml (air) 1. 7.pka : 7.Berasa payau .indeks bias : 1.Kelarutan : .6 1.9 .35 C (anhidrat) .Tidak berbau .pkb : 11.Td : 178o C .995 g/mol .ṁ : 97.33 g/100ml (air) Terdekomposisi pada T tinggi Kafein .Td : 158o C (terurai) . Data Spesifikasi Bahan Bahan Natrium Benzoat Sifat Fisika Sifat Kimia .

Pada Natrium Benzoat. Dalam melakukan analisis senyawa. Berdasarkan struktur dari ketiga senyawa yang terdapat dalam standar : Vitamin C yang memiliki gugus –OH akan membentuk ikatan hidrogen dengan fasa gerak yang bersifat polar. Apabila waktu retensi analit identik dengan waktu retensi standar dapat disimpulkan analit mengandung komponen standar. Adapun komponen yang keluar dari kolom selanjutnya adalah kafein dan yang terakhir adalah Na Benzoat.masing komponen sehingga dapat kita prediksi senyawa . Sehingga senyawa polar ini akan menjadi senyawa yang paling awal keluar dari kolom. Analisis Data Pada praktikum penentuan kadar Natrium Benzoat. pemisahan didasarkan kepada perbedaan distribusi analit didalam fasa diam dan fasa geraknya. Sedangkan fasa gerak yang digunakan adalah campuran larutan KH2PO4 (pH = 2. Untuk standar (1).760 .947 Na Benzoat : y = 14365x + 23624 dengan R2 = 0. Untuk analisis kuantitatif. pemilihan detektor ini didasarkan pada banyaknya senyawa senyawa organik yang mengabsorbsi sinar UV dari beberapa panjang gelombang. Pada praktikum kali ini digunakan 6 deret standar dengan pengerjaan secara duplo. terdapat cincin benzen yang bersifat non polar. Vitamin C dan Kafein dianalisis waktu retensinya.senyawa non polar didalam campuran akan cenderung membentuk interaksi dengan gugus hidrokarbon yang ada pada kolom.65) dan acetonitrit dengan perbandingan 60 : 40. Kromatogram hasil pemisahan dari campuran standar.7643x + 1 x 106 dengan R2 = 0.E. Untuk analisis kualitatif. sehingga vitamin C merupakan komponen yang akan meninggalkan kolom paling pertama.senyawa yang muncul pada peak kromatogram berdasarkan waktu retensinya. Adapun detektor yang digunakan detektor UV. senyawa non polar ini akan lebih terikat pada kolom sehingga senyawa ini akan menjadi senyawa yang palin terakhir keluar dari kolom. interaksi dengan pelarut (fasa gerak) yang bersifat polar akan lebih kuat. pada praktikum kali ini digunakan metode kalibrasi yaitu dengan menyiapkan sederet larutan standar yang komposisinya sama dengan analit.021 Kafein : y = 53053x + 76596 dengan R2 = 0. Panjang pada permukaannya (atom karbon 18). diperoleh persamaan garis sebagai berikut : Vitamin C : y = . Sedangkan untuk senyawa polar. Na Benzoat. Deret larutan standar dibuat menjadi 6 deret. Oleh karena itu. luas area pada kromatogram dengan konsentrasi standar dibuat menjadi grafik. cara yang digunakan adalah cara yang paling sederhana yaitu membandingkan waktu retensi analit dengan waktu retensi standar (campuran Na. digunakan kromatografi fasa balik yaitu kolom dimodifikasi dengan pelekatan rantai – rantai hidrokarbon. Sedangkan untuk analisis kuantitatifnya. Benzoat. terlebih dahulu dicari data mengenai waktu retensi masing . senyawa . Pada analisis menggunakan Instrumen HPLC. Pada proses pemisahan didalam kolom. kafein dan vitamin C dalam sampel menggunakan Instrumen + HPLC. Vitamin C dan Kafein). Sehingga cincin benzen inilah yang akan berinteraksi dengan gugus hidrokarbon pada kolom yang mengakibatkan Na Benzoat memiliki waktu retensi paling lama.

6475 mg. Dengan demikian manusia hanya boleh meminum minuman berenergi dalam satu hari tidak lebih dari 2 – 3 kali. Kadar ini bisa mencukupi kebutuhan vitamin C pada manusia yaitu untuk orang dewasa 45 mg/hari. Berarti dalam . regresi kopmonen untuk standar 2 lebih baik sehingga standar 2 yang dipilih sebagai kurva kalibrasi untuk menentukan kadar setiap komponen. sehingga mengakibatkan panjang jalan yang harus dilalui oleh molekul . Dari perhitungan diperoleh data sebagai berikut : Senyawa Kadar Hasil Pengukuran Kadar pada label Vitamin C 8. Sementara itu. hasil ini berbeda dengan yang tertera pada label.953 Na Benzoat : y = 24886x + 1 x 106 dengan R2 = 0. diperoleh persamaan garis sebagai berikut : Vitamin C : y = 78522x . Sifat vitamin C yang mudah teroksidasi ini terlihat pada pengukuran deret standar.Benzoat 30. kadar natrium benzoat dalam sampel adalah 30.39940 dengan R2 = 0. maka ada beberapa data yang diabaikan agar regresinya mendekati 1.255 mg. sedangkan jumlah yang diperbolehkan FDA di AS sebanyak 0.6475 mg Tidak dicantumkan Kafein 25.beda.0968 mg 50 mg Na. yaitu sebesar 50 mg. diantaranya adalah kemungkinan terjadi pelebaran peak. efek yang diberikan pada tekanan ini adalah meningkatkan aktivitas mental yang membuat orang selalu terjaga. hal ini terjadi kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor.36000 dengan R2 = 0. dimana terjadi penurunan luas area pada konsentrasi yang lebih tinggi. luas area (x) dimasukkan ke dalam persamaan garis sesuai kopmonen yang diteliti.872 Berdasarkan regresi setiap komponen pada kedua standar.Sedangkan untuk standar (2).1% berat.35682 dengan R2 = 0. Kadar vitamin C dalam sampel adalah 8. Perbedaan wakt tempuh ini menyebabkan pelebaran peak.926 Na Benzoat : y = 17127x .850 Kafein : y = 65946x . sehingga diperoleh data sebagai berikut : Vitamin C : y = 11572x + 1 x 106 dengan R2 = 0. Batas aman dari konsumsi kafein adalah 100 – 150 mg. Data yang diabaikan adalah data untuk penambahan standar dengan volume 1 ml dan 2 ml untuk semua komponen.molekul solut berbeda .903 Kafein : y = 89812x + 2 x 106 dengan R2 = 0.255 mg Tidak dicantumkan Berdasarkan hasil yang diperoleh. kadar kafein yang diperoleh dari hasil perhitungan adalah 25.908 Untuk memperoleh konsentrasi setiap komponen pada sampel. Karena regresi standar 2 jauh dari 1.0968 mg. anak – anak 35 mg/hari dan ibu hamil 60 mg/hari. Pelebaran peak terjadi dikarenakan ukuran dari partikel pengisi kolom tidak merata.

6475 mg.255mg dalam 550 ml/kemasan. Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan penentuan kadar Natrium Benzoat. Minuman berenergi lipovitan mengandung vitamin C sebanyak 8. Vitamin C dan Kafein dalam sampel meggunakan instrumen HPLC. kafein sebanyak 25. F.0968 mg dan Na Benzoat sebanyak 30. .150 ml volume per botol. kandungan natrium benzoat yang diperbolehkan adaah 150 mg Dari data yang diperoleh menunjukan bahwa minuman berenergi boleh dikonsumsi tetapi dalam batas tertentu.