You are on page 1of 29

KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN JIWA

Asep Mahpudin Am Kep

A. TUJUAN
Melakukan komunikasi scr terapeutik selama memberikan as. kep. kpd individu Melakukan komunikasi scr terapeutik selama memberikan as. kep. kpd keluarga Melakukan komunikasi scr terapeutik selama memberikan as. kep. kpd kelompok Melakukan komunikasi scr terapeutik kpd masy. Melakukan komunikasi pd anggota tim kes. yg lain

B. PENGERTIAN
KOMUNIKASI: komponen dasar dr hub. antar manusia, meliputi pertukaran informasi, perasaan, pikiran & perilaku antara 2 org/lebih. mempunyai 2 tujuan: - pertukaran informasi - mempengaruhi orang lain

C. SIKAP DALAM BERKOMUNIKASI


GERAKAN TUBUH JARAK SENTUHAN DIAM VOLUME DAN NADA SUARA

Gerakan Tubuh:
Sikap tubuh Ekspresi wajah Tersenyum Kontak mata Tidak melipat tangan Tidak menyilangkan kaki Tidak memasukkan tangan ke kantong Sedikit membungkuk

Jarak:
Ruang intim: s.d. 50 cm Pribadi: 50 120 cm Konsultasi sosial: 275 365 cm

Sentuhan:
Bersalaman Menepuk bahu Mengangkat jempol Teput tangan Memegang tangan pasien yg sedang sedih Hati-hati; tidak tepat utk:
Curiga Korban aniaya Larangan budaya

Diam:
Mendengar aktif Kontak mata Cocok utk pasien isolasi sosial, memberi kesempatan berfikir

Volume dan Nada Suara:


Untuk lansia: volume suara tinggi, nada rendah Untuk PK: volume dan nada rendah, tegas

D. PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK Tahapan komunikasi terapeutik: 1. Tahap pra interaksi 2. Tahap perkenalan/orientasi 3. Tahap kerja 4. Tahap terminasi

1.

Penerapan Komunikasi Terapeutik Pada Individu

A. Tahap pra interaksi Perawat perlu: - mengevaluasi diri - menetapkan perkembangan interaksi dengan pasien - mempersiapkan rencana interaksi

B. Tahap perkenalan
Merupakan kegiatan yg perawat lakukan saat pertama kali bertemu dgn pasien.
Perawat perlu:

Memberi salam Mengevaluasi kondisi pasien Menyepakati pertemuan/kontrak Melengkapi kontrak Menyepakati masalah pasien

C. Tahap orientasi Dilaksanakan pada awal pertemuan kedua dan seterusnya. Tujuan tahap orientasi: - mengevaluasi kondisi pasien - memvalidasi rencana yang telah ditetapkan - mengevaluasi hasil tindakan yg lalu

Lanj. Tahap orientasi


Perawat perlu: - memberi salam - memvalidasi dan mengevaluasi keadaan pasien - Mengingatkan kontrak
Latihan: menyusun Orientasi

D. Tahap Kerja merupakan inti hubungan perawatpasien yang terkait erat dengan pelaksanaan rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
Latihan: menyusun fase kerja

E. Tahap Terminasi merupakan akhir dari setiap pertemuan perawat dan pasien. Terbagi menjadi 2: - Terminasi sementara: akhir dr tiap pertemuan perawat & pasien - Terminasi akhir: terjadi jika pasien & keluarganya telah mampu menyelesaikan masalahnya.

Terminasi sementara: 1. Evaluasi 2. Tindak lanjut 3. Kontrak yang akan datang Terminasi akhir: 1. Evaluasi 2. Tindak lanjut 3. Eksplorasi perasaan
Latihan: menyusun terminasi

SP II: CARA MENCEGAH HALUSINASI


Orientasi:
Salam: Evaluasi/validasi: . Kontrak: topik, waktu, tempat

Kerja: Terminasi:
Evaluasi subyektif: Evaluasi obyektif: . RTL: . Kontrak YAD: topik, waktu, tempat..

2. Penerapan Komunikasi Pada Keluarga


Interaksi dengan keluarga dilakukan secara bertahap: a. Permulaan hubungan perawat-keluarga mulai dgn perkenalan, membina hubungan saling percaya, pengkajian pengalaman klg dalam merawat pasien
Latihan 2: BHSP dg Klg

b. Pendidikan kesehatan ttg keterampilan klg merawat pasien pertemuan dgn metode ceramah, tanya jawab, simulasi ttg cara merawat anggota klg yang sakit c. Penerapan cara merawat pasien pertemuan dgn metode demonstrasi dan redemonstrasi ttg cara merawat pasien dirumah

d. Peran klg merawat pasien dirumahmasyarakat (follow-up care) Jika pasien dan klg telah mampu merawat secara mandiri buat jadwal kunjungan rumah secara periodik, misalnya setiap bulan untuk mengevaluasi kondisi dan kemampuan pasien serta klg
Latihan 3 & 4: Penjelasan Cara Merawat

3. Penerapan Komunikasi Terapeutik pada kelompok


Tujuan: Membantu anggota kelompok berinteraksi dgn orang lain Membantu anggota kelompok merubah perilaku

4. Penerapan Komunikasi Terapeutik pada Masyarakat Interaksi dgn kelompok besar ( > 12 orang) Tujuan: memberikan penkes pada sekelompok besar orang ttg topik kesehatan dgn tujuan untuk mempengaruhi masyarakat tsb dan mereka dapat mengadopsi perilaku sehat

Metode: a. Brainstorming/curah pendapat Beri kebebasan mengungkapkan ide dan mendiskusikan dlm klp besar Beri kesempatan pd anggota untuk mengidentifikasi isu dan mencari solusi b. Program Komunitas Pendekatan individu/kelompok program, dilakukan melalui perencanaan sistematis

c. Demonstrasi Dilakukan dlm komunikasi massa Membantu peserta megerti scr visual karena peserta melihat dan mencoba scr langsung d. Ceramah Digunakan saat presentasi verbal (tatap muka) Pembicara harus berpengalaman, nyaman, punya kemampuan berbicara, memberikan penekanan pd point yg penting Kombinasi dgn media Batasi umpan balik peserta karena waktu yg terbatas

e. Role Play (bermain peran) Efektif dlm mempengaruhi sikap dan opini masyarakat. Dpt mengembangkan kemampuan peserta dlm menyelesaikan masalah dan berpikir kritis Optimalkan partisipasi setiap anggota Kombinasikan dgn metode ceramah & diskusi

Media yang digunakan pd komunikasi massa: a. Media cetak


Booklet: pesan kesehatan berbentuk buku, baik tulisan/gambar Leaflet: pesan melalui lembaran dilipat Flyer(selebaran) spt leaflet tapi tdk dilipat Flip chart (lembar balik) Rubrik (tulisan pd surat kabar) Poster ditempel di tembok/tempat umum Foto yg mengungkap info kesehatan

b. Media elektronik Televisi: sandiwara, sinetron, diskusi, ceramah, kuis, cerdas cermas, dsb Radio: tanya jawab, sandiwara, ceramah, radio spot, dsb c. Media papan (Bill Board) Menempelkan informasi kesehatan jiwa yg dibaca semua orang

5. Penerapan komunikasi pada tim Kesehatan Perlu kemampuan untuk menyampaikan kondisi pasien kpd anggota tim kesehatan lain, spt dokter, perawat di komunitas (CHN), dan pekerja sosial.

Latihan VIII: Merujuk Pasien