Teknik Analisis Hierarki Proses Evaluasi kebijakan dalam alur proses kebijakan publik menempati posisi terakhir setelah

implementasi kebijakan. Berdasarkan kebijakan publik yang telah dibuat dan dilaksanakan diperlukan adanya sebuah evaluasi. Dari evaluasi dapat diketahui keberhasilan atau kegagalan suatu kebijakan. Evaluasi juga dapat menilai apakah sebuah kebijakan/program memberikan manfaat atau tidak, sehingga secara normatif akan diperoleh rekomendasi apakah kebijakan itu dapat dilanjutkan, atau perlu perbaikan sebelum dilanjutkan, atau bahkan harus dihentikan. Dalam proses evaluasi,ketika keputusan yang akan dibuat sederhana, evaluator dapat dengan mudah membuat/mengambil keputusan. Akan tetapi jika keputusan yang akan diambil bersifat kompleks (memiliki alternatif penyelesaian lebih dari satu dan masing masing penyelesaian tersebut memiliki risiko yang besar! seperti perumusan kebijakan, dalam kondisi itu evaluator memerlukan alat bantu berbentuk analisis yang bersifat ilmiah, logis, dan terstruktur/konsisten. "alah satu alat analisis yang memungkinkan untuk membuat keputusan untuk masalah yang bersifat kompleks adalah A#$ (Analytic Hierarchy Process!. %etode Analytical Hierarchy Process (A#$! merupakan salah satu model pengambilan keputusan yang dikembangkan oleh &homas '. "aaty untuk mengatasi permasalahan multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki, menurut "aaty (())*!, hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke ba+ah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis."ecara umum, dengan menggunakan A#$, prioritas yang dihasilkan akan bersifat konsisten dengan teori, logis, transparan, dan partisipatif. A#$ akan sangat cocok digunakan untuk penyusunan prioritas kebijakan publik yang menuntut transparansi dan partisipasi. A#$ sering digunakan sebagai metode pemecahan masalah dibanding dengan metode yang lain karena alasan alasan sebagai berikut , (. "truktur yang berhirarki, sebagai konsekuesi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam. -. %emperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil keputusan.

8. . %emperhitungkan daya tahan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan.ompleksitas (1omple2ity! A#$ memecahkan permasalahan yang kompleks melalui pendekatan sistem dan pengintegrasian secara deduktif. .elebihan kelebihan analisis ini adalah . 3. *. "aling ketergantungan (4nter Dependence! A#$ dapat digunakan pada elemen elemen sistem yang saling bebas dan tidak memerlukan hubungan linier.*. . A#$ memiliki kelebihan dan kelemahan dalam system analisisnya. "intesis ("ynthesis! . $engukuran (%easurement! A#$ menyediakan skala pengukuran dan metode untuk mendapatkan prioritas. / . . Kelebihan dan Kelemahan AHP 'ayaknya sebuah metode analisis.onsistensi (1onsistency! A#$ mempertimbangkan konsistensi logis dalam penilaian yang digunakan untuk menentukan prioritas. "truktur #irarki (#ierarchy "tructuring! A#$ me+akili pemikiran alamiah yang cenderung mengelompokkan elemen sistem ke level level yang berbeda dari masing masing level berisi elemen yang serupa.esatuan (0nity! A#$ membuat permasalahan yang luas dan tidak terstruktur menjadi suatu model yang fleksibel dan mudah dipahami.elebihan -. 5. 7. 6.

&rade 9ff A#$ mempertimbangkan prioritas relatif faktor faktor pada sistem sehingga orang mampu memilih altenatif terbaik berdasarkan tujuan mereka.A#$ mengarah pada perkiraan keseluruhan mengenai seberapa diinginkannya masing masing alternatif. detail dan mudah dipahami. Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan. 4nput utama ini berupa persepsi seorang ahli sehingga dalam hal ini melibatkan subyektifitas sang ahli selain itu juga model menjadi tidak berarti jika ahli tersebut memberikan penilaian yang keliru. . "olusi tersebut nantinya kita kembangkan lebih lanjut dalam tahap berikutnya.etergantungan model A#$ pada input utamanya. tapi menggabungkan hasil penilaian yang berbeda. ((. -. %etode A#$ ini hanya metode matematis tanpa ada pengujian secara statistik sehingga tidak ada batas kepercayaan dari kebenaran model yang terbentuk Tahapan AHP Dalam metode A#$ dilakukan langkah langkah sebagai berikut (. $engulangan $roses ($rocess <epetition! A#$ mampu membuat orang menyaring definisi dari suatu permasalahan dan mengembangkan penilaian serta pengertian mereka melalui proses pengulangan / Kekurangan (. .onsensus (. Dalam tahap ini kita berusaha menentukan masalah yang akan kita pecahkan secara jelas. $enilaian dan . (:.udgement and 1onsensus! A#$ tidak mengharuskan adanya suatu konsensus. Dari masalah yang ada kita coba tentukan solusi yang mungkin cocok bagi masalah tersebut. ())8! . "olusi dari masalah mungkin berjumlah lebih dari satu.adarsyah "uryadi dan Ali <amdhani. ).

0ntuk memulai proses perbandingan berpasangan dipilih sebuah kriteria dari level paling atas hirarki misalnya .E*. %atriks yang digunakan bersifat sederhana.epentingan ( = . $endekatan dengan matriks mencerminkan aspek ganda dalam prioritas yaitu mendominasi dan didominasi. dan kemudian dari level di ba+ahnya diambil elemen yang akan dibandingkan misalnya E(. "kala ) telah terbukti dapat diterima dan bisa membedakan intensitas antar elemen. #asil perbandingan dari masing masing elemen akan berupa angka dari ( sampai ) yang menunjukkan perbandingan tingkat kepentingan suatu elemen.E-. #asil perbandingan tersebut diisikan pada sel yang bersesuaian dengan elemen yang dibandingkan. &iap kriteria mempunyai intensitas yang berbeda beda. 4ntensitas .edua elemen sama pentingnya. #irarki dilanjutkan dengan subkriteria (jika mungkin diperlukan!. Melakukan Mendefinisikan perbandingan berpasangan sehingga diperoleh jumlah penilaian seluruhnya sebanyak n x [ n!"#$%& buah' dengan n adalah banyaknya elemen yang dibandingkan.E3. memiliki kedudukan kuat untuk kerangka konsistensi. "kala perbandingan perbandingan berpasangan dan maknanya yang diperkenalkan oleh "aaty bisa dilihat di ba+ah. $erbandingan dilakukan berdasarkan judgment dari pengambil keputusan dengan menilai tingkat kepentingan suatu elemen dibandingkan elemen lainnya. $engalaman dan penilaian sangat . Apabila suatu elemen dalam matriks dibandingkan dengan dirinya sendiri maka hasil perbandingan diberi nilai (. $engalaman dan penilaian sedikit menyokong satu elemen dibandingkan elemen yang lainnya 5 = Elemen yang satu lebih penting daripada yang lainnya.Membuat struktur hierarki yang diawali dengan tujuan utama. Membuat matrik perbandingan berpasangan yang menggambarkan kontribusi relatif atau pengaruh setiap elemen terhadap tujuan atau kriteria yang setingkat di atasnya. mendapatkan informasi lain yang mungkin dibutuhkan dengan semua perbandingan yang mungkin dan mampu menganalisis kepekaan prioritas secara keseluruhan untuk perubahan pertimbangan. Dua elemen mempunyai pengaruh yang sama besar * = Elemen yang satu sedikit lebih penting daripada elemen yanga lainnya. "etelah menyusun tujuan utama sebagai level teratas akan disusun level hirarki yang berada di ba+ahnya yaitu kriteria kriteria yang cocok untuk mempertimbangkan atau menilai alternatif yang kita berikan dan menentukan alternatif tersebut.E5.

ika tidak konsisten maka pengambilan data diulangi. (. @alaupun sulit Prinsip .6. $enghitungan dilakukan le+at cara menjumlahkan nilai setiap kolom dari matriks. Bukti yang mendukung elemen yang satu terhadap elemen lain memeliki tingkat penegasan tertinggi yang mungkin menguatkan. maka j mempunyai nilai kebalikannya dibanding dengan i Menghitung nilai eigen dan menguji konsistensinya.ika untuk aktivitas i mendapat satu angka dibanding dengan aktivitas j . . dan menjumlahkan nilai nilai dari setiap baris dan membaginya dengan jumlah elemen untuk mendapatkan rata rata Memeriksa konsistensi hirarki. ?ang diukur dalam A#$ adalah rasio konsistensi dengan melihat inde2 konsistensi.kuat menyokong satu elemen dibandingkan elemen yang lainnya 7 = "atu elemen jelas lebih mutlak penting daripada elemen lainnya.onsistensi yang diharapkan adalah yang mendekati sempurna agar menghasilkan keputusan yang mendekati valid.ebalikan = . &iap himpunan alternatif mungkin akan dibagi lebih jauh menjadi tingkatan yang lebih detail. Mengulangi langkah (')' dan * untuk seluruh tingkat hirarki Menghitung +ektor eigen dari setiap matriks perbandingan berpasangan yang merupakan bobot setiap elemen untuk penentuan prioritas elemen elemen pada tingkat hirarki terendah sampai mencapai tujuan. Dekomposisi Dengan prinsip ini struktur masalah yang kompleks dibagi menjadi bagian bagian secara hierarki.pilihan . mencakup lebih banyak kriteria yang lain. 'evel paling atas dari hirarki merupakan tujuan yang terdiri atas satu .3.8 = >ilai nilai antara dua nilai pertimbangan pertimbangan yang berdekatan. -. "atu elemen yang kuat disokong dan dominan terlihat dalam praktek. >ilai ini diberikan bila ada dua kompromi di antara . &ujuan didefinisikan dari yang umum sampai khusus. kriteria dan level alternatif. ) = "atu elemen mutlak penting daripada elemen lainnya. Dalam bentuk yang paling sederhana struktur akan dibandingkan tujuan. membagi setiap nilai dari kolom dengan total kolom yang bersangkutan untuk memperoleh normalisasi matriks. .asar AHP A#$ didasarkan atas * prinsip dasar yaitu.

-. %emprediksi outcomeA 8. $enilaian menghasilkan skala penilaian yang berupa angka. di mana elemen elemen tersebut bisa dibandingkan. %enentukan kebutuhan/persyaratanA 7. Dengan prinsip ini akan dibangun perbandingan berpasangan dari semua elemen yang ada dengan tujuan menghasilkan skala kepentingan relatif dari elemen. %emilih kebijakan terbaik setelah menemukan satu set alternatifA 5. %embuat suatu set alternatif -. memiliki kepentingan yang hampir sama dan tidak memiliki perbedaan yang terlalu mencolok. %erancang sistemA ).elemen. (. %enentukan prioritasA 3. Aplikasi AHP Beberapa contoh aplikasi A#$ adalah sebagai berikut. Alokasi sumber daya 6. 'evel berikutnya mungkin mengandung beberapa elemen. . $erencanaan *. #asilnya berupa gabungan atau dikenal dengan prioritas global yang kemudian digunakan untuk memboboti prioritas lokal dari elemen di level terendah sesuai dengan kriterianya.ika perbedaan terlalu besar harus dibuatkan level yang baru. %engukur performaA . $erbandingan berpasangan dalam bentuk matriks jika dikombinasikan akan menghasilkan prioritas. $erbandingan penilaian/pertimbangan (comparative judgments!. "intesa $rioritas "intesa prioritas dilakukan dengan mengalikan prioritas lokal dengan prioritas dari kriteria bersangkutan di level atasnya dan menambahkannya ke tiap elemen dalam level yang dipengaruhi kriteria. *.

%emastikan stabilitas sistemA ((.(:. 9ptimasiA .

Related Interests