TUGAS TERSTRUKTUR Strategi Pembelajaran Matematika

DOSEN PENGASUH Rahmawati, S.Pd.I, M.Pd.Si.

TEKNIK BERTANYA DAN MOTIVASI

Disusun Oleh: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Erna Warsita H. M. Darsi Hikmatullah Juhdani Karimurrahman M. Anshari Riza Fahlupi Salahuddin Taufik Rahman Yurian Atma Noer Yusransyah Zulkarnaen NIM NIM NIM NIM NIM NIM NIM NIM NIM NIM NIM NIM 110 125 1444 110 125 1446 110 125 1447 110 125 1521 110 125 1448 110 125 1449 110 125 1450 110 125 1520 110 125 1452 110 125 1453 110 125 1454 110 125 1455

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA IAIN ANTASARI BANJARMASIN 2013

bertanya merupakan kegiatan yang selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan. keterampilan dasar merupakan syarat mutlak agar guru bisa mengimplemasikan berbagai strategi pembelajaran. Keterampilan bertanya bagi seorang guru merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dikuasai. Oleh karena itu dalam setiap proses pembelajaran. Pada kenyataannya dilapangan banyak para guru yang tidak menguasai teknik-teknik dalam memberikan pertanyaan kepada siswa sehingga banyak pertanyaan tersebut hanya bersifat knowledge saja artinya kebanyakan hanya mengandalkan ingatan. pembelajaran akan menjadi sangat membosankan mana kala selama berjam – jam guru menjelaskan materi pelajaran tanpa diselingi dengan pertanyaan. maka setiap guru harus memiliki ketrampilan ini untuk menjamin kualitas pembelajaran. Defenisi dan Fungsi Pertanyaan 1 . Dapat dirasakan. salah satunya yaitu keterampilan dasar bertanya. Pertanyaan yang diberikan bisa bersifat suruhan maupun kalimat yang menuntut respon siswa. sehingga pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efesien. Dalam proses belajar yang dilaksanakan oleh seorang guru tidaklah lepas dari guru memberikan pertanyaan dan murid memberikan jawaban yang diajukan.BAB I PENDAHULUAN Keterampilan dasar pada guru diperlukan agar guru dapat melaksanakan perananannya dalam pengelolaan proses pembelajaran. karena dengan keterampilan ini guru dapat menciptakan suasana pembelajaran lebih bermakna. BAB II PEMBAHASAN A. Mengingat begitu pentingnya peranan bertanya dalam proses pembelajaran. Pengertian dan rasional keterampilan bertanya bertujuan untuk memperoleh informasi untuk memperoleh pengetahuan dan peningkatan kemampuan berfikir. Disamping itu.

Guru juga dapat menggunakan jawaban siswa untuk mengecek aktifitas pengajarannya yang sedang berlangsung. Tekhnik engajar secara sistemaits.2 Dalam kehidupan sehari-hari adakalanya kita tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan yang diajukan. guru harus mendorong siswa agar menjawab pertanyaan dengan suara yang nyaring dan tidak mengulangi jawaban siswa kecuali jika memang perlu atau jika siswa tersebut merupakan kasus khusus. dan siswapun akan mengalami banyak kesukaran menjawabnya. Dengan demikian setiap guru harus terampil dalam mengembangkan pertanyaan. dkk. Remaja Rosdakarya.tentu saja pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan tertulis demikian pula dengan jawabannya. Banyak penyebab yang memungkinkan pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab dengan baik. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa kegagalan dalam bertanya adalah karena belum menguasai kecakapan menggunakan keterampilan bertanya. Bagaimanapun pertanyaan-pertanyaan disusun menurut urutan yang berarti.Dalam proses belajar mengajar bertanya memainkan peranan penting sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan tekhnik penyampaian yang tepat pula akan memberikan dampak positif terhadap siswa. Keterampilan bertanya sangat penting dikuasai oleh guru. pertanyaan dapat menjadi alat guru untuk merangsang kegiatan berfikir siswa. keterampilan ini merupakan salah satu kunci untuk meningkatakan mutu dan kebermaknaan pembelajaran. Dalam pengajaran berprogram prosedur yang demikian disebut “urutan penolong”.74 W. Pertanyaan juga dapat berfungsi sebagai pengatur. Uzer Usman.1 Cara ini merupakan hak istimewa bagi seorang guru karena berasumsi akan mendapat jawaban. hlm. hlm. James Popham. 2008). Pertanyaan dalam pembelajaran bukan hanya untuk mendapatkan jawaban atau informasi 1 2 Moh. Menjadi Guru yang professional (edisi kedua). (Jakarta: pt. jika rangkaian tanya jawab itu tidak diurutkan dengan baik. Pertanyaan dan jawaban yang tertulis kiranya bersifat formal dan pada umumnya mirip dengan latihan yang sama dari pada tanya jawab lisan yang berlangsung cepat. (Bandung: PT. Pertanyaan juga dapat membentuk pribadi siswa. namun hal itu tergantung pertanyaan yang diajukan gurunya. 2003). 89 2 .rineka cipta. Satu pertanyaan yang kurang relevan dapat membingungkan siswa.

Pembelajran Mikro. tampaknya kita perlu mengambil satu kesepakatan. Menstruktur tugas – tugas hingga kegiatan belajar dapat berlangsung secara maksimal. Melibatkan siswa dalam memamfaatkan kesimpulan yang dapat mendorong mengembangkan proses berfikir. 5.177 3 . Memusatkan perhatian pada masalan tertentu. Mengembangkan kebiasaan menanggapi pertanyaan teman atau pernyataan guru. Edminson (1984). pertanyaan tidak selalu dalam bentuk kalimat tanya. Mendefenisikan pertanyaan sebagai segala pertanyaan sebagai pernyataan yang menginginkan tanggapan Verbal ( lisan). 3. dkk. 7. tapi juga dalam bentuk kalimat pertintah atau kalimat pertanyaan. 12. Mengkomunikasikan dan merealisasikan bahwa semua siswa harus terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Membangkitkan minat dan keingintahuan siswa tentang suatu topik. 11. 8. 2006). Menyediakan kesempatan bagi siswa untuk mendemonstrasikan tentang informasi yang diberikan. Masih banyak lagi fungsi pertanyaan yang dilaporkan oleh para peneliti namun dari daftar diatas. Merangsang siswa mengajukan pertanyaan sendiri. 4. Mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Menggalakkan penerapan belajar aktif. Fungsi pertanyaan didalam kegiatan pembelajaran Menurut mendefenisikan 12 fungsi pertanyaan seperti itu : 1. 3 Turney (1979) pemahamannya Dadang sukirman. Menyatakan perasaan dan pikiran yang murni kepada siswa. Dengan mengambil defenisi ini. 9.3 Untuk menjawab pertanyaan diatas. kalimat diatas dapat digolongkan pertanyaan. Jauh lebih luas dari itu adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.dari pihak yang ditanya. 10. 2. Menurut G. Dengan perkataan lain. (Bandung: Upi Press. hlm. sudah dapat kita simpulkan bahwa fungsi pertanyaan tersebut sangat bervariasi. 6. Memberi kesempatan untuk belajar berdiskusi. A Brown dan R.

2. maka guru harus menunjukkan sikap yang baik diwaktu bertanya dan menerima jawaban dari siswa. Uzer Usman. d. Jenis pertanyaan menurut luas sempitnya sasaran. yaitu pertanyaan yang diajukan untuk memberi arah kepada siswa dalamm proses berfikir. b.4 2. Jenis pertanyan menurut maksudnya a. pertanyaan permintaan. Ada beberapa sikap 4 Moh. tetapi dijawab sendiri oleh guru.. sehingga jawaban yang menyimpang dari siswa akan segera dapat diketahui dan diatasi. tertutup b. Pertanyaan luas Pertanyaan luas terbuka Pertanyaan luas memusat Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberi pertanyaan 1. hlm. pertanyan ini membutuhkan jawaban yang dan biasanya kunci jawabannya telah tersedia. Pertanyaan sempit informasi langsung Pertanyaan sempi memusat. Pertanyaan sempit. 3. Hendaknya guru memberi pertanyaan dengansikap hangat dan antusias agar murid berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Jenis-Jenis Pertanyaan Yang Baik 1. Guru harus mengetahui pokok masalah yang ditanyakan dan memberi pertanyaan sesuai dengan pokok yang dibahas. Pertanyaan retoris. Op. a. 75 4 .yaitu pertanyaan lanjutan yang akan mendorong murit untuk lebih mendalami jawabannya terhadap pertanyaan pertama. yakni pertnayaan yang tidak menghendaki jawaban. Sebelum memberi pertanyaan hendaknya guru sudah mengetahui jawaban yang dimaksud. yakni pertanyaan yang mengharapkan agar siswa mematuhi perintah yang diucapkan dalam bentuk pertanyaan.B. Cit. c. Pertanyaan menggali. Pertanyaan yang mengarahkan atau menuntun.

Hal ini penting untuk mengaitkan bahan yang dibahas dengan materi yang sudah dimiliki siswa berdasarkan jawaban itu. e. yaitu pertanyaan yang menghendaki jawaban yang bersifat pemahaman dengan kata-kata sendiri. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. dan sebutkan. selanjutnya disebut C2. Pengetahuan (knowledge).79 H. hanya memasukan perubahan-perubahan mental yang dapat terukur dan teramati. dan bandingkan dengan 5 6 Soetomo. Dasar-Dasar Interaksi Belajar Mengajar. 2. yang disebut taksonomi Bloom. Bloom dalam taksonominya. Tujuan ini dimaksudkan untuk mengkategorisasi hasil perubahan kognisi pada diri siswa sebagai hasil sebuah pembelajaran. Taksonomi Bloom Pada tahun 1956 Benyamin Bloom menyampaikan gagasannya berupa taksonomi tujuan pendidikan dengan menyajikannya dalam bentuk hierarki. kapan.yang perlu diperhatikan guru dalam bersikap diwaktu bertanya atau menerima jawaban. Memberi penguatan bagi siswa yang menjawab dengan benar c. atau ingatan menggunakan kata-kata apa. yang bisa merugikan siswa dalam proses belajarnya. Menerima jawaban siswa dengan menggunakan sebagai tolak uraian selanjutnya. 2003. selanjutnya disebut C1. ekspresi wajah. (Surabaya: Usaha Nasional. posisi badan dan gerakan badan yang baik dan tepat diwaktu memberi pertanyaan dan menerima jawaban. Hal 224 5 . Menunjukkan gaya. 4. Pemahaman (comprehension). uraikan. Apabila guru tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan siswa hendaknya tidak langsung menjawab dengan berbelit-belit atau menjawab dengan sekedarnya. 1993) hal. siapa.Erman Suherman. Taksonomi Bloom yang dimaksud terdiri atas6: 1.5 C. b. Mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan cara yang simpatik. d. a. di mana. Hendaknya guru menghindari beberapa kebiasaan yang tidak perlu. Biasanya menggunakan kata-kata jelaskan.

Evaluasi (evaluation). tidak tunggal. 4. sebuah topic atau unit. 6 . yaitu pertanyaan yang menghendaki jawaban untuk menerapkan pengetahuan atau informasi yang diterimanya. selanjutnya disebut C3. adalah kemampuan untuk memilih sebuah struktur informasi kedalam komponen sedemikian hingga hierarki dan keterkaitan antar idea dalam informasi tersebut menjadi tampak dan jelas 5.3. memecahkan masalah. yaitu pertanyaan yang menghendaki jawaban dengan cara memberikan penilaian atau pendapatnya terhadap suatu isyu yang ditampilkan. Sintesis (synthesis). 6. yaitu pertanyaan yang menghendaki jawaban yang benar. ia seharusnya menentukan dua jenis tujuan tujuan terlebih dahulu. mengajukan pertanyaan atau bertanya adalah pusat aktivitas dalam sebagian besar strategi belajar mengajar matematika dan dalam prosedur evaluasi hasil belajar. Analisis (analysis). Pertama tujan dari materi matematika yang diajarkan dan kedua adalah tujuan-tujuan kognisi yang sesuai dengan sifat materi dan karakteristik siswa yang akan dihadapi Suatu hal yang tak kalah pentingnya dalam kegiatan belajar matematika adalah mengajukan pertanyaan (asking question). Strategi mengajukan pertanyaan dapat bermanfaat dan digunakan dalam mempertemukan sejumlah tujuan belajar yang banyak dan bervariasi. selanjutnya di sebut C6. mencari komunikasi. D. selanjutnya disebut C5. baik dalam strategi pembelajaran berkelompok maupun pembelajaran secara individual. Strategi Mengajukan Pertanyaan Ketika seorang guru matematika mempersiapkan pembelajaran. George polya menekankan bahwa pemecahan masalah dan metode penemuan dalam matematika sebagai sesuatu yang bagus dan potensial untuk digunakan sebagai strategi mengajukan pertanyaan dalam proses belajar mengajar matematika. tetapi lebih dari satu dan menuntut murid untuk membuat ramalan (prediksi). Dalam kenyataannya. selanjutnya disebut C4.Bila kita ingin mendapatkan jawaban dengan tingkat kognitif atau afektif yang lebih tinggi. maka guru harus menggunakan strategi mengajukan pertanyaan yang bersifat lebih tinggi pula. Penerapan (application).

Beberapa contoh tipe-tipe pertanyaan yang dapat digunakan sebagai panduan dalam pembelajaran matematika : a.7 Strategi mengajukan pertanyaan dapat pula digunakan dalam penyajian dan diskusi tentang topic atau unit baru. contoh:denagan cara bagaimana kita menunjukkan 6 dibagi 3 adalah 2? 7 Ibid. hlm. Pertanyaan yang berkenaan dengan pengetahuan tentang fakta. Melalui pertanyaan yang relevan guru dapat melacak berapa jauh siswa dapat memahami apa yang telah disampaikan dan hal-hal apa saja yang masih belum dikuasai dengan mantap.Strategi mengajukan pertanyaan dapat dengan cara menggunakan metode Tanya jawab yang secara langsung sangat efektif untuk mereview topik-topik atau unit-unit secara cepat setelah mereka memperoleh sesuatu. mereka sebaiknya mencobakan terlebih dahulu pertanyaan-pertanyaan tersebut untuk dijawab sendiri. atau “dimana” untuk melihat paham tidakn ya siswa atas sesuatu yang telah diberikan sebelumnya E. 228 7 . guru dapat menggunakan kata-kata kunci “mengapa”. Fakta. dan prinsip-prinsip matematika dapat dipelajari melalui penggunaan teknik-teknik mengajukan pertanyaan yang sesuai dan relevan. kemampuan. Hasil dari bertanya kepada diri sendiri oleh guru dapat dijadikan sebagai pertimbangan apakah sebuah pertanyaan layak diajukan kepada siswa atau tidak. Untuk hal ini. konsep.”bagaimana”. Sebelum guru mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran dan materi matematika kepada siswa. Tipe-Tipe Pertanyaan Tipe-tipe pertanyaan yang guru dan siswa ajukan dalam kegiatan pembelajaran matematika seharusnya merujuk pada tujuan kognitif dan afektif dari pembelajaran yang dilakukan. Sesi review dapat pula digunakan untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi tes sekaligus untuk memperoleh gambaran apakah mereka telah tuntas memahami materi-materi yang talah diajarkan yang merupakan materi prasyarat untuk topic-topik berikutnya.

b. Pertanyaan yang berkaitan dengan pernerapan tentang prinsip. Pertanyaan yang berhubungan dengan penerapan tentang konsep. Pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan tentang keterampilan. Pertanyaan yang berhubungan dengan pengetahuan tentang konsep. Contoh :mengapa bilangan-bilangan ganjil dikalikan dengan bilangan genap selalu menghasilkan bilangan genap ? h. Pertanyaan yang berkaitan dengan analisis tentang fakta. Contoh:apa langkah pertama yang hareus dilakukan dalam mengerjakan 3 ½ : 5 ¼? c. Pertanyaan yang berhubungan dengan pengetahuan tentang prinsip. Contoh: bagaimanakah rumus umum volume sebuah kerucut ? e. Pertanyaan yang berkaitan dengan pemahaman tentang fakta. Pertanyaan yang berhubungan dengan pemahaman tentang konsep. Contoh : mengapa x0 didefinisikan sebagai 1 untuk x tidak = 0 f. Contoh : manakah yang lebih luas kebun yang berbentuk persegi panjang dengan panjang 314 m dan lebar 12m atau kolam renang yang berbentuk lingkaran dengan jari-jari lingkaran 12 m? l. Contoh:mengapa pembagian dengan bilangan nol tidak di defenisikan? i. Pertanyaan yang berkaitan dengan pemahaman tentang prinsip. contoh:mengapa (-1)6/2¹(1)3? 8 . Pertanyaan yang berkaitan dengan penerapan tentang keterampilan. Contoh: diantara yang berikut ini. Pertanyaan yang berhubungan dengan pemahaman tentang keterampilan contoh :jelaskan mengapa 2 Ö5 * 3Ö5 -5 =25 ? g. Contoh: apakah definisi sebuah vector ? d. lebih untung cara perhitungan bunga efektif atau perhitungan bunga flat ? j. manakah yang merupakan persamaan lingkaran? a) Y2= x2 +25 b) 2y2= 18-2x2 c) X+y=9 d) X2-y2=16 k. Contoh: bila kita meminjam uang dari bank.

Contoh: mengapa sebuah relasi belum tentu merupakan sebuah fungsi? o. Contoh:mengapa himpunan semua bilangan riil X dengan operasi-operasi penjumlahan baku dan perkalian baku adalah sebuah ruang vector? s. Candra lebih muda dari Deni. Pertan yaan yang berkaitan dengan evaluasi tentang fakta. Contoh : tentukan konsep-konsep matematika apa sajakah yang banyak digunakan dalam bidang kimia ? w. Pertanyaan yang b erkaitan dengan sintesis tentang prinsip. maka b adalah matriks n*m t.m. Pertanyaan yang berkaitan dengan sintesis tentang keterampilan. Budi lebih tua dari Candra. contoh: Ani lebih tua dari Budi. Contoh: mengapa setiap persegi panjang? p. Contoh :perlihatkan bahwa jika a adalah matriks m * n dan A(BA) didefenisikan. f(x) = 3 x2-5 b.00 dengan diskon 15% atau membeli celana seharga Rp. Contoh :selisiki manakahn yang merupakan fungsi genap diantara fungsi-fungsi berikut: a. v. Contoh:mana yang lebih menguntungkan membeli celana dengan harga Rp. Pertanyaan yang berhubungan dengan evaluasi tentang konsep. Pertanyaan yang berkenaan dengan sintesis tentang fakta. t(x) = -4x3 u. dengan cara substitusi. g(x0 = 2Öx+7 c. Contoh : dengan cara manakah dalam menyeleseikan sebuah system persamaan linier yang paling efektif . Contoh: jelaskan mengapa langkah pertama dalam mencari 3/4 : ½ adalah menjadikannya 3/4 X 2? n. eliminasi atau operasi baris elementer. Pertanyaan yang berhubungan dengan analisis tentang konsep. Pertanyaan yang berhubungan dengan sintesis tentang konsep. Pertanyaan yang berhubungan dengan evaluasi tentang keterampilan.54.49. Pertanyaan yang berhubungan dengan analisis tentang keterampilan. Pertanyaan yang berkaitan dengan analisis tentang prinsip. 9 .500 tanpa diskon? r. Pertanyaan yang berkaitan dengan rvaluasi tentang prinsip.000. Siapakah yang lebih muda? q.

Siswa yang mempunyai kemampuan matematika lebih sering kali mendominasi kelas. laying-layang. Fungsi motivasi 8 Oemar Hamalik. Siswa yang mempunyai kemampuan matematika rendah sebaiknya terlebih dahulu diberi pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan tentang fakta dan keterampilan. Strategi pemberian pertanyaan dalam pembelajaran matematika akan meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar selama diberikan secara efektif dan proporsional. Selanjutnya baru diberi pertanyaan yang mempunyai tingkat kognitif yang lebih tinggi. belah ketupat.Proses belajar mengajar.. segitiga. seringkali tidak dapat di jawab oleh semua siswa. lingkaran. jajaran genjang. Dominasi siswa yang berkemampuan matematika lebih perlu dihindari karena akan mengesampingkan keberadaan siswa-siswa yang berkemampuan rendah. Mengembangkan Strategi Bertanya yang Efektif Sebuah pertanyaan yang ditujukan untuk sejumlah siswa. Motivasi 1.8 Dalam perumusan ini kita dapat melihat bahwa ada 3 unsur yang saling berkaitan: · · · Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi Motivasi ditandai dengan timbulnya perasaan afektive arousal Motivasi ditandai dengan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan 2. Pertanyaan yang berkenaan denagn penerapan tentang fakta. Hal ini dikarenakan pengetahuan. dan trapesium. hlm.Contoh :diketahui sejumlah bangun geometri datar. yaitu persegi. 158 10 . persegi panjang. 2001. dan kemampuan yang mereka miliki untuk menjawab pertanyaan tersebut masing-masing tidak sama. G. contoh : tentukan hasilnya bila ¼ x 6 : 21/2? F. pemahaman. Pengertian motivasi Motivasi adalah perubahan energy dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Buatkan hubungan diantara mereka dalam bentuk diagram peta konsep! x.

3. Fungsi motivasi adalah:  Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. seperti rusaknya hubungan persahabatan. Basar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan. hlm.  Sebagai penggerak. Artinya mengarahkan perbuatan ke pencapaian tujuan yang di inginkan. Hanya saja persaingan individual memberikan pengaruh yang tidak baik. tapi di pihak lain tidak. Dalam batas tertentu sarkasme dapat mendorong kegiatan belajar demi nama baik. Cara menggerakkan motivasi belajar siswa Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk menggerakan atau membangkitkan motivasi belajar siswa.  Pujian Pujian dapat menimbulkan rasa puas dan senang pada siswa  Hadiah Cara ini dapat dilakukan dalam batas-batas tertentu.  Kerja kelompok Kadang-kadang perasaan untuk mempertahankan nama baik kelompok menjadi pendorong yang kuat dalam belajar.  Persaingan Persaingan memberikan motiv-motiv sosial pada murid. Misalnya memberi hadiah pada akhir tahun ajaran yang menunjukan hasil belajar yang baik. karena siswa merasa dirinya di hina 9 Ibid. akan mendorong motivasi belajarnya menjadi lebih besar.  Sarkasme Adalah dengan jalan mengajak para siswa yang mendapat hasil belajar yang kurang. 166 11 . Yang berfungsi sebagai mesin bagi mobil. tanpa motivasi maka tidak akan timbul sesuatu perbuatan seperti belajar.Motivasi mendorong timbulnya kelakuan dan mempengaruhi serta mengubah kelakuan. antara lain9:  Memberi angka Murid yang mendapat angka baik. dan sebaliknya.  Motivasi berfungsi sebagai pengarah.

Mendiagnosis dan memberikan motivasi belajar Motivasi belajar seseorang dipengaruhi oleh emosi.  Pengalaman dalam lingkungan keluarga. 235 12 .aktifitas yang berkaitan dengan matematika b. siswa dengan guru. Suasana bebas . 4. Adapun hal yang dapat mengakibatkan masalah yang berkaitan dengan emosi siswa diantaranya:  Lingkungan belajar siswa yang kurang kondusif  Polusi sosial yang berasal dari lingkungan siswa yang berdampak terhadap pola sikap dan pola tindak siswa.  Belajar melalui radio Mendengarkan radio lebih menghasilkan daripada mendengarkan ceramah guru. tetapi radio tidak mungkin menggantikan kedudukan guru dalam belajar.  Karya wisata dan ekskursi Cara ini dapat memberikan pengalaman langsung dan bermakna bagi siswa. Penilaian Penilaian secara kontinu akan mendorong murid-murid belajar. Rendahnya motivasi belajar siswa dapat diakibatkan oleh beberapa hal diantaranya10: a.  Perubahan system nilai sosial. bermanfaat untuk menghilangkan ketegangan yang ada sehingga belajar lebih menyenangkan. lepas dari keterikatan ruangan kelas.  Film pendidikan Dengan film pendidikan para siswa mendapat pengalaman baru yang merupakan satu unit cerita yang bermakna. Pengalaman-pengalaman yang dialami oleh siswa sebelumnya yang berhubungan dengan ketidaknyamanan dalam belajar matematika c. 10 Erman Suherman. Ketidakserasian dalam berinteraksi antara siswa dengan siswa. Cit. hlm. Kegagalan berulang yang dialami oleh siswa dalam melakukan aktifitas. Oleh karena siswa memiliki kecendrungan untuk memperoleh hasil yang baik. Op.

Strategi mengajukan pertanyaan dapat bermanfaat dan digunakan dalam mempertemukan sejumlah tujuan belajar yang banyak dan bervariasi. o Menggunakan teknik. 11 Ibid. Mendefenisikan pertanyaan sebagai segala pertanyaan sebagai pernyataan yang menginginkan tanggapan Verbal ( lisan). Berhasil atau tidaknya siswa dalam belajar dipengaruhi oleh motivasinya dalam belajar.d. dan pendekatan yabg bervariasi dalam pembelajaran matematika agar tidak monoton. Hal ini dikarenakan pengetahuan. Yang mana motivasi itu adalah perubahan energy dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. maka guru harus menggunakan strategi mengajukan pertanyaan yang bersifat lebih tinggi pula. Sebuah pertanyaan yang ditujukan untuk sejumlah siswa. dan pendekatan pembelajaran matematika yang tepat sesuai dengan karakteristik topic yang disajikan. Kekeliruan siswa dalam memaknai dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam matematika. pemahaman. Agar para siswa lebih termotivasi matematika. seringkali tidak dapat di jawab oleh semua siswa.Bila kita ingin mendapatkan jawaban dengan tingkat kognitif atau afektif yang lebih tinggi. BAB III PENUTUP dan bersungguh-sungguh dalam belajar Simpulan Dari uraian di atas dapat kita ambil kesimpulan menurut G. guru seharusnya11: o Memperlihatkan betapa bermanfaatnya matematika bagi kehidupan melalui contohcontoh penerapan matematika yang relevan dengan keseharian siswa. A Brown dan R. o Memanfaatkan teknik. metode. baik dalam strategi pembelajaran berkelompok maupun pembelajaran secara individual. Edminson (1984). 23 13 . metode. Salah satu metode dalam mengajar adalah metode Tanya jawab. dan kemampuan yang mereka miliki untuk menjawab pertanyaan tersebut masing-masing tidak sama.

14 .