You are on page 1of 23

LATAR BELAKANG SISTEM TRANSPORTASI

3. 2. Mengurangi tahanan terhadap gerakan. fungsi sarana dan prasarana transportasi dalam menopang kebutuhan aktivitas manusia secara lebih terperinci dapat didefinisikan sebagai : 1.Seterusnya. Mempercepat suatu pergerakan angkutan barang/orang sebagai salah satu tuntutan dari semakin majunya aktivitas manusia. Mengurangi kemungkinan kerusakan barang/orang yang diangkut .

Proses perpindahan menggunakan beberapa alternative moda transportasi .

moda laut dan moda darat. .Sistem transportasi yang berkembang di Indonesia hingga saat ini telah memberikan pelayanan berbagai macam pergerakan mekanis yang bertumpu kepada pemerataan hasil-hasil pembangunan di seluruh wilayah dan pusat kegiatan masyarakat. dapat digunakan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan pergerakannya. antara lain : moda udara. terdapat beberapa alternatif moda angkutan (alat angkut) yang telah dapat digunakan di Indonesia. nyaman dan ekonomis. Perkembangan ketiga moda angkutan tersebut. Saat ini. Namun perlu mengadakan pemilihan jenis prasarana yang mampu melayani kegiatan manusia secara aman.

Hubungan diantara transportasi dan aktivitas manusia .

Beberapa pertimbangan tersebut didasarkan mutu pelayanan jasa angkutan. Adanya persaingan yang bebas antar jenis jasa angkutan.Dalam penyediaan suatu fasilitas transportasi perlu dipertimbangkan permintaan mengenai jasa transportasi tersebut. antara lain : . maka dalam perancangannya perlu mempertimbangkan permintaan pasar secara cermat. Masyarakat akan memberikan parameter pertimbangan dalam pemilihan moda angkutannya.

Dalam hal ini daftar berikut memberikan penempatan beberapa moda angkutan menurut kemampuan kecepatan tempuhnya : .Kecepatan Kecepatan merupakan faktor yang banyak dituntut oleh masyarakat terutama pada komunitas bermobilitas tinggi ( masyarakat ibu kota.). sentral bisnis. dll.

Berikut ini penempatan operasional beberapa moda menurut dependability of operations (menunjukkan perbedaan antara kenyataan dan jadwal yang ditetapkan) : .Ketepatan waktu Ketepatan waktu disini merupakan indikator ketepatan keberangkatan maupun saat kedatangan.

fasilitas tempat tunggu. ketersediaan hotel. dll. . fasilitas jadwal perjalanan. Gambar di bawah menunjukkan beberapa fasilitas yang harus disediakan di stasiun kereta api. seperti tiket. fasilitas komunikasi.Kemudahan pelayanan Kemudahan lebih difokuskan pada kepastian pengguna jasa transportasi untuk mendapatkan pelayanan yang baik.

Beberapa fasilitas yang harus disediakan di kereta api .

.Kenyamanan selama perjalanan Kenyaman perjalanan dapat diukur dari dimulai saat menunggu moda sampai ke tempat tujuan.

Tabel 1. Keselamatan perjalanan dari awal sampai ke tujuan dan tingkat kehandalannya yang mencakup keselamatan dalam berlalu lintas dan terhadap tindak kejahatan. hal ini menunjukkan pelayanan keselamatan dalam jasa angkutan akan memberikan pertimbangan kepada penggunanya kemudian.Keselamatan. .3 menunjukkan data tingkat kematian per 100 juta penumpang-mil untuk transportasi di Amerika Serikat yang terjadi pada beberapa jenis alat pengangkutan.

sehingga keterkaitan antar moda dalam jasa pelayanan transportasi menjadi salah satu pertimbangan penting. Kecenderungan perilaku masyarakat adalah keinginan adanya kemudahan dalam pelayanan angkutan.Keterpaduan antar moda sejenis dengan moda lainnya Keterpaduan ini berkaitan dengan kemudahan bagi pengguna jasa angkut. Gambar di bawah menjelaskan secara global skematik sistem keterpaduan moda. Seseorang tidak akan menggunakan suatu moda tertentu apabila kemungkinan aksebilitasnya ke tempat tujuan terhambat disebabkan oleh ketidaktersediaan moda angkutan lanjutan. .

Keterpaduan antar moda .

Dengan kereta yang ditarik kuda beroda besi berjalan pada bantalan kayu  Perkembangan berikutnya balok kayu diganti seluruhnya dengan besi. yaitu dengan adanya pengangkutan batu bara. .Sejarah Transportasi Kereta Api  Bermula di Inggris pada tahun 1630.

 kereta api levitasi magnetik (maglev).  diesel-listrik dan  penggerak listrik.  Pada awal abad XIX kereta di atas rel mulai ditarik oleh kendaraan yang dijalankan dengan mesin (lokomotif) uap.  lokomotif diesel. Untuk menghindari melesetnya roda tersebut maka roda-roda diberi flens (flange). kereta diesel-listrik untuk penumpang bentuk streamline mulai meluncur di Amerika tahun 1934.  kereta api monorail (dengan satu rel).  Lokomotif diesel-listrik mulai digunakan di New Jersey tahun 1925. ini terjadi pada tahun 1789.  Teknologi persinyalan mekanis tetapi juga sinyal elektris . Akibat dari penggunaan flens pada roda ini mengakibatkan kendaraannya tidak dapat digunakan di jalan raya biasa. sejak itulah terjadi perbedaan antara jalan raya dan jalan yang menggunakan batang besi atau jalan rel. kereta api pengangkut berat.  Perkembangan selanjutnya :  kereta api super cepat.

10 Agustus 1867. Baron Sloet Van De Beele pada hari Jum’at tanggal 17 Juni 1864.  Sedangkan landasan de-jure pembangunan jalan rel di jawa ialah disetujuinya undang-undang pembangunan jalan rel oleh pemerintah Hindia Belanda tanggal 6 April 1875. L. Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).J. Jalur kereta api lintas Kemijen-Tanggung mulai dibuka untuk umum pada hari Sabtu.Sejarah Kereta Api Indonesia  Dapat dikatakan bahwa secara de-facto hadirnya kerata api di Indonesia ialah dengan dibangunnya jalan rel sepanjang 26 km pada lintas Kemijen-Tanggung yang dibangun oleh NV.A. Pembangunan jalan rel tersebut dimulai dengan penyangkulan pertama pembangunan badan jalan rel oleh Gubernur Jenderal Belanda Mr. .

322 km dan Lintas Cabang 323.  Bahkan pemindahan jalan rel ini juga disertai dengan dialihkannya sejumlah tenaga kereta api Indonesia ke Myanmar. . terdiri atas Lintas Raya 4292.918 km.596. Beberapa jalan rel di pulau Sumatera dan pulau Sulawesi serta sebagian lintas cabang di pulau Jawa dibongkar untuk diangkut dan dipasang di Burma (Myanmar).  Data tahun 1999 memberikan informasi bahwa panjang jalan rel di Indonesia ialah 4615. Pada masa pendudukan Jepang. Akibat tindakan Jepang tersebut ialah berkurangnya jaringan jalan rel di Indonesia.

mobilisasi prajurit pejuang di wilayah Jogjakarta-Magelang-Ambarawa.00 disambut oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. .  Hijrahnya pemerintahan republik Indonesia dari Jakarta ke Jogjakarta Tanggal 3 Januari 1946 rombongan Presiden Soekarno berhasil meninggalkan Jakarta menggunakan kereta api. Sejarah mencatat peran kereta api dalam distribusi logistik untuk keperluan perjuangan dari Ciporoyom (Bandung) ke pedalaman Jawa Tengah. Dalam masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia peran kereta api sangatlah besar. tiba di Jogjakarta tanggal 4 Januari 1946 pukul 09.

 Perubahan besar terjadi pada tahun 1998. . kemudian dengan PP. Sejarah perjuangan Bangsa Indonesia mencatat pengambilalihan kekuasaan perkereta-apian dari pihak Jepang oleh Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) pada peristiwa bersejarah tanggal 28 September 1945. No. berdasarkan PP. No.  Institusi tersebut berubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada tahun 1963 dengan PP. 61 tahun 1971 berubah menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). yaitu perubahan status dari Perusahaan Umum Kereta Api menjadi PT Kereta Api (persero). yang kemudian namanya dipersingkat dengan Djawatan Kereta Api (DKA). 22 tahun 1963. Institusi pengelolaan dimulai dengan nasionalisasi seluruh perkereta-apian oleh Djawatan Kereta Api Indonesia (DKARI). Perubahan kembali terjadi pada tahun 1990 dengan PP. hingga tahun 1950. 57 tahun 1990 status perusahaan jawatan diubah menjadi perusahaan umum sehingga PJKA berubah menjadi Perusahaan Umum Kerata Api (Perumka). No. No.  Pengelolaan kereta api di Indonesia telah ditangani oleh institusi yang dalam sejarahnya telah mengalami beberapa kali perubahan. 19 tahun 1998.

dan balai Yasa yang terdapat di beberapa daerah.  Saat ini selain kedua KA “Argo” tersebut di atas. Peluncuran kedua kereta api tersebut mendandai apresiasi perkembangan teknologi kereta api di Indonesia dan sekaligus banyak dikenal sebagai embrio teknologi nasional. peningkatan dan perawatan kereta api. Inka (Industri kereta Api) di Madiun. Dalam rancang bangun. KA Argo Muria. begitu pula dengan teknologinya. Perkembangan dalam dunia kereta api di Indonesia terus berlangsung. Tanggal 31 Juli 1995 diluncurkan KA Argo Bromo (dikenal juga sebagai KA JS 950) Jakarta-Surabaya dan KA Argo Gede (JB 250) JakartaBandung. . perkembangan kemampuan tersebut dapat dilihat di PT.  Kemampuan dalam teknologi perkereta-apian di Indonesia juga terus berkembang baik dalam prasarana jalan rel maupun sarana kereta apinya. KA Argo Wilis. KA Argo Dwipangga. telah beroperasi pula KA Argo Lawu.

1) Jelaskan definisi dan keterkaitan diantara hukum keterbatasan manusia terhadap kebutuhan pergerakan ! 2) Menurut pendapat Saudara. ekonomi dan hankam. 6) Bagaimanakah keterkaitan diantara perkembangan teknologi prasarana transportasi dengan penyediaan sistem transportasi yang baik. 4) Bagaimanakah menilai suatu moda transportasi layak untuk dipilih dan digunakan sebagai sarana pergerakan untuk menghubungkan suatu daerah dengan wilayah lain ! 5) Berikan pendapat Saudara bahwa faktor kenyamanan merupakan salah satu pertimbangan di dalam pemilihan angkutan umum. Berikan perbandingan terhadap kondisi nyata angkutan umum di Indonesia. Jelaskan dengan contoh kasus ! 7) Buatlah satu essay mengenai salah satu perkembangan teknologi prasarana transportasi ! . bagaimanakah peranan saranadan prasarana transportasi terhadap aktivitas manusia ! 3) Jelaskan peranan prasarana transportasi terhadap sistem transportasi global dalam kaitannya dengan peranan sosial.