You are on page 1of 10

COHORT STUDY

EPIDEMIOLOGI
TINGKAT/SEMESTER : II / IV B KEBIDANAN
Anggie Kartina Pratiwi
Anggun Saraswati
Artis Purnama Sari
Ayu Purnamita Sari
Deki Erlianti
Elza Andona
Endang Pasurina
Eni Darmawati
Gita Grayesa
Kiki Lestari
Nuhayati
Yeni Marlina
Yulia Ariani
Oleh :
Kelompok 3


COHORT
Studi kohort adalah rancangan studi yang
mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit,
dengan cara membandingkan kelompok terpapar
(faktorpeneliti) dan kelompok tak terpapar berdasarkan
status penyakit.

Ciri-ciri studi kohort :
Peneliti hanya mengamati dan mencatat paparan dan
penyakit dan tidak dengan sengaja mengalokasi paparan.
Sketsa Rancangan Penelitian
Kohort
Keuntungan Penelitian Kohort
1. Dapat dikuantifikasi dengan akuratj umlah paparan yang diterima
populasi.
2. Penyakit yang terjadi dapat diperiksa dan dibuat diagnosa secara
teliti.
3. Tidak terjadi bias seperti pada case-control.
4. Hubungan sebab dan akibat lebih jelas/pasti dan lebih menyakinkan.
5. Merupaka pengukuran resiko yang sangat langsung.
6. Mendapatkan Insiden Risk dan Relative Risk secara langsung.
7. Dapat melihat hubungan satu penyebab terhadap beberapa akibat.
8. Dapat mengikuti secara langsung kelompok yang dipelajari.
9. Dapat menentukan lebih dulu causa atau efek.
10. Biasnya lebih kecil.

Kerugian Penelitian Kohort
1. Follow up bisa sangat lama sebelum terjadi penyakit, karenanya
menjadi mahal.
2. Populasi banyak yang tidak tetap berada di lingkungan terpapar atau
berpindah, sehingga sulit memperkirakan paparan individual.
3. Kemungkinan populasi pindah dan meninggal akibat penyakitlain,
menyebabkan banyak ‘drop-out’, yang mungkin sulit untuk diganti,
dan data menjadi sangat sedikit.
4. Apabila penyakit jarang sekali didapat, maka waktu penelitian
tambah lama.
5. Jumlah ‘drop-out’ biasanya sebanding dengan lamanya penelitian.
6. Lama dalam persiapan dan hasil yang diperoleh.
7. Hanya bisa factor penyebab.
8. Kurang bagus untuk penyakit yang jarang.

Perhitungan Relative Risk (RR)
Eksposure
Out come/ efek
Jumlah
Ya Tidak
Ya a b a+b
Tidak c d c+d
Jumlah a+c b+d N
• Insiden Risk ( IR ) = a
(a+b)

• Relative Risk ( RR ) = IR kelompok terpapar : IR kelompok tidak terpapar
RR = a/(a + b)
c/(c + d)
• Attributable Risk = IR kelompok terpapar – IR kelompok tidak terpapar

Interpretasi
1. RR = 1, faktor resiko bersifat netral
2. RR>1; Confident Interval (CI)> 1, faktor
resiko menyebabkan sakit
3. RR< 1; Confident interval (CI)< 1, faktor
risiko mencegah sakit

Contoh soal:
Dalam penelitian tentang hubungan antara alkohol dengan
terjadinya hemorage stroke diambil 2916 orang yang tidak minum
alkohol dan 4960 orang peminum alkohol yang diikuti selama 12
tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 197 orang peminum
alkohol dan 93 orang bukan peminum alkohol mengalami stroke.
Hitunglah besar resiko relatifnya!

Eksposure

(alkohol)
Hemorage Stroke
Jumlah
Ya (+) Tidak (-)
Ya (+) 197 4763 4960
Tidak (-) 93 2823 2916
Jumlah 290 7586 7876
Pembahasan
RISIKO RELATIF (RR) = a/(a+b)
c/(c+d)
= 197/4960
93/2916
= 1,25
RR>1; Confident Interval (CI)> 1, faktor resiko menyebabkan sakit