You are on page 1of 25

BAB I

PENDAHULUAN
Pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia tahun 2012, dari 736 daftar
penyakit terdapat 144 penyakit yang harus dikuasai penuh oeh para uusan karena
diharapkan dokter ayanan primer dapat mendiagnosis dan meakukan penataaksanaan
se!ara mandiri dan tuntas" Seain 144 dari 726 penyakit, #uga terdapat 261 penyakit
yang harus dikuasai uusan untuk dapat mendiagnosisnya se$eum kemudian
meru#uknya, apakah meru#uk daam keadaaan ga%at darurat maupun $ukan ga%at
darurat" Dengan menekankan pada tingkat kemampuan 4, maka dokter ayanan primer
dapat meaksanakan diagnosis dan menataaksana penyakit dengan tuntas," &amun $ia
pada pasien teah ter#adi kompikasi, tingkat keparahan 'severity of illness( 3 ke atas,
adanya penyakit kronis ain yang suit dan pasien dengan daya tahan tu$uh menurun,
yang seuruhnya mem$utuhkan penanganan e$ih an#ut, maka dokter ayanan primer
se!ara !epat dan tepat harus mem$uat pertim$angan dan memutuskan diakukannya
ru#ukan"
)sma $ronkia termasuk daam daftar penyakit yang harus ditangani oeh dokter
peayanan primer"
Bab II
Tinjauan Pustaka
ASMA BRONKIAL (4A)
Definisi
Kata *)sma+ $erasa dari $ahasa ,unani yang $erarti *sukar $ernafas+" )sma
-ronkia adaah suatu penyakit yang dise$a$kan oeh peningkatan respon trakea
dan $ronkus terhadap $erma!am.ma!am stimuus, ditandai dengan penyempitan
$ronkus atau $ronkious dan $eraki$at sesak nafas" Penyempitan $ronkus
dise$a$kan oeh kontraksi otot poos, pem$engkakan dinding $ronkus dan sekresi
yang $ere$ihan dari ken#ar.keen#ar di mukosa $ronkus" )tau e$ih sederhana agi
)sma -ronkia adaah suatu penyakit yang dise$a$kan oeh keadaan sauran nafas
yang sangat peka terhadap $er$agai rangsangan, $aik dari daam maupun uar
tu$uh" )ki$at dari kepekaan yang $ere$ihan ini ter#adiah penyempitan sauran
pernafasan se!ara menyeuruh 'Dina and /ahdi, 10142 )ngea et al., 2002("
Insiensi
)sma merupakan penyakit infamasi kronis sauran napas yang ditandai
dengan mengi episodik, $atuk, dan sesak di dada aki$at penyum$atan sauran
napas" Daam 30 tahun terakhir pre3aensi asma terus meningkat terutama di
&egara ma#u" Peningkatan ter#adi #uga di negara.negara )sia Pasifik seperti
Indonesia" Studi di )sia Pasifik $aru.$aru ini menun#ukkan $ah%a tingkat tidak
masuk ker#a aki$at asma #auh e$ih tinggi di$andingkan dengan di )merika Serikat
dan 4ropa" 5ampir separuh dari seuruh pasien asma pernah dira%at di rumah sakit
dan meakukan kun#ungan ke $agian ga%at darurat setiap tahunnya" 5a terse$ut
dise$a$kan mana#emen dan pengo$atan asma yang masih #auh dari pedoman yang
direkomendasikan Global Initiative for Asthma '6I&)( '7engganis, 2001("
Di Indonesia, pre3aensi asma $eum diketahui se!ara pasti" 5asi peneitian
pada anak sekoah usia 13.14 tahun dengan menggunakan kuesioner IS))8
'International Study on Asthma and Allergy in Children( tahun 1009 meaporkan
pre3aensi asma se$esar 2,1:, sedangkan pada tahun 2003 meningkat men#adi
9,2:" 5asi sur3ey asma pada anak sekoah di $e$erapa kota di Indonesia '/edan,
Paem$ang, ;akarta, -andung, Semarang, ,ogyakarta, /aang dan Denpasar(
menun#ukkan pre3aensi asma pada anak SD '6 sampai 12 tahun( $erkisar antara
3,7.6,4:, sedangkan pada anak S/P di ;akarta Pusat se$esar 9,1:" -erdasarkan
gam$aran terse$ut, terihat $ah%a asma teah men#adi masaah kesehatan
masyarakat yang peru mendapat perhatian serius '7engganis, 2001("
7asio #enis keamin pada anak.anak sekitar 7 tahun menun#ukkan $ah%a anak
aki.aki satu setengah sampai dua kai e$ih sering terkena asma daripada anak
perempuan, tetapi seama masa rema#anya keadaan aki.aku e$ih $aik daripada
anak perempuan dan pada saat mereka men!apai masa de%asa insidennya men#adi
hampir sama '7ees and Pri!e, 1001("
Eti!"!#i
)da $e$erapa ha yang merupakan faktor predisposisi dan presipitasi
tim$unya serangan asma $ronkia '<an#ung, 2003("
a" =aktor predisposisi
> 6enetik
Dimana yang diturunkan adaah $akat aerginya, meskipun $eum diketahui
$agaimana !ara penurunannya yang #eas" Penderita dengan penyakit aergi
$iasanya mempunyai keuarga dekat #uga menderita penyakit aergi" Karena adanya
$akat aergi ini, penderita sangat mudah terkena penyakit asma $ronkhia #ika
terpapar dengan foktor pen!etus" Seain itu hipersentifisitas sauran pernafasannya
#uga $isa diturunkan"
$" =aktor presipitasi
> )ergen
Dimana aergen dapat di$agi men#adi 3 #enis, yaitu ?
1" Inhaan, yang masuk meaui sauran pernapasan
Seperti? de$u, $uu $inatang, ser$uk $unga, spora #amur, $akteri dan pousi
2" Ingestan, yang masuk meaui muut
Seperti ? makanan dan o$at.o$atan
3" Kontaktan, yang masuk meaui kontak dengan kuit
Seperti ? perhiasan, ogam dan #am tangan
> Peru$ahan !ua!a
8ua!a em$a$ dan ha%a pegunungan yang dingin sering mempengaruhi
asma" )tmosfir yang mendadak dingin merupakan faktor pemi!u ter#adinya
serangan asma" Kadang.kadang serangan $erhu$ungan dengan musim,
seperti? musim hu#an, musim kemarau, musim $unga" 5a ini $erhu$ungan
dengan arah angin ser$uk $unga dan de$u"
> Stress
Stress@ gangguan emosi dapat men#adi pen!etus serangan asma, seain
itu #uga $isa memper$erat serangan asma yang sudah ada" Disamping ge#aa
asma yang tim$u harus segera dio$ati penderita asma yang mengaami
stress@gangguanemosi peru di$eri nasehat untuk menyeesaikan masaah
pri$adinya" Karena #ika stressnya $eum diatasi maka ge#aa asmanya $eum
$isa dio$ati"
> Aingkungan ker#a
/empunyai hu$ungan angsung dengan se$a$ ter#adinya serangan
asma" 5a ini $erkaitan dengan dimana dia $eker#a" /isanya orang yang
$eker#a di a$oratorium he%an, industri teksti, pa$rik as$es, poisi au intas"
6e#aa ini mem$aik pada %aktu i$ur atau !uti"
> Bah raga@ aktifitas #asmani yang $erat
Se$agian $esar penderita asma akan mendapat serangan #ika meakukan
aktifitas #asmani atau aoh raga yang $erat" Aari !epat paing mudah
menim$ukan serangan asma" Serangan asma karena aktifitas $iasanya
ter#adi segera seteah seesai aktifitas terse$ut"
Pat!fisi!"!#i
Pen!etus serangan asma dapat dise$a$kan oeh se#umah faktor, antara ain
aergen, 3irus, dan iritan yang dapat menginduksi respons infamasi akut" )sma
dapat ter#adi meaui 2 #aur, yaitu #aur imunoogis dan saraf otonom" ;aur
imunoogis didominasi oeh anti$odi Ig4, merupakan reaksi hipersensiti3itas tipe I
'tipe aergi(, terdiri dari fase !epat dan fase am$at" 7eaksi aergi tim$u pada orang
dengan ke!enderungan untuk mem$entuk se#umah anti$odi Ig4 a$norma daam
#umah $esar, goongan ini dise$ut atopi" Pada asma aergi, anti$odi Ig4 terutama
meekat pada permukaan se mast pada interstisia paru, yang $erhu$ungan erat
dengan $ronkious dan $ronkus ke!i" -ia seseorang menghirup aergen, ter#adi
fase sensitisasi, anti$odi Ig4 orang terse$ut meningkat" )ergen kemudian $erikatan
dengan anti$odi Ig4 yang meekat pada se mast dan menye$a$kan se ini
$erdegranuasi mengeuarkan $er$agai ma!am mediator" -e$erapa mediator yang
dikeuarkan adaah histamin, eukotrien, faktor kemotaktik eosinofi dan $radikinin"
5a itu akan menim$ukan efek edema oka pada dinding $ronkious ke!i, sekresi
mukus yang kenta daam umen $ronkious, dan spasme otot poos $ronkious,
sehingga menye$a$kan infamasi sauran napas" Pada reaksi aergi fase !epat,
o$struksi sauran napas ter#adi segera yaitu 10.19 menit seteah pa#anan aergen"
Spasme $ronkus yang ter#adi merupakan respons terhadap mediator se mast
terutama histamin yang $eker#a angsung pada otot poos $ronkus" Pada fase
am$at, reaksi ter#adi seteah 6.1 #am pa#anan aergen dan $ertahan seama 16.24
#am, $ahkan kadang.kadang sampai $e$erapa minggu" Se.se infamasi seperti
eosinofi, se <, se mast dan Antigen Presenting Cell ')P8( merupakan se.se
kun!i daam patogenesis asma '7engganis, 2001("
Pada #aur saraf otonom, inhaasi aergen akan mengaktifkan se mast
intraumen, makrofag a3eoar, ner3us 3agus dan mungkin #uga epite sauran
napas" Peregangan 3aga menye$a$kan refeks $ronkus, sedangkan mediator
infamasi yang diepaskan oeh se mast dan makrofag akan mem$uat epite #aan
napas e$ih permea$e dan memudahkan aergen masuk ke daam su$mukosa,
sehingga meningkatkan reaksi yang ter#adi" Kerusakan epite $ronkus oeh mediator
yang diepaskan pada $e$erapa keadaan reaksi asma dapat ter#adi tanpa mei$atkan
se mast misanya pada hiper3entiasi, inhaasi udara dingin, asap, ka$ut dan SB2"
Pada keadaan terse$ut reaksi asma ter#adi meaui refeks saraf" C#ung saraf eferen
3aga mukosa yang terangsa menye$a$kan diepasnya neuropeptid sensorik
senya%a P, neurokinin ) dan Calcitonin Gene-Related Peptide '867P("
&europeptida ituah yang menye$a$kan ter#adinya $ronkokonstriksi, edema
$ronkus, eksudasi pasma, hipersekresi endir, dan akti3asi se.se infamasi
'7engganis, 2001("
5ipereakti3itas $ronkus merupakan !iri khas asma, $esarnya hipereakti3itas
$ronkus terse$ut dapat diukur se!ara tidak angsung, yang merupakan parameter
o$#ektif $eratnya hipereakti3itas $ronkus" -er$agai !ara digunakan untuk
mengukur hipereakti3itas $ronkus terse$ut, antara ain dengan u#i pro3okasi $e$an
ker#a, inhaasi udara dingin, inhaasi antigen, maupun inhaasi Dat nonspesifik
'7engganis, 2001("
K"asifikasi As$a
Se$enarnya dera#at $erat asma adaah suatu kontinum, yang $erarti $ah%a
dera#at $erat asma persisten dapat $erkurang atau $ertam$ah" Dera#at ge#aa
eksaser$asi atau serangan asma dapat $er3ariasi yang tidak tergantung dari dera#at
se$eumnya '7engganis, 2001("
lasifi!asi "enurut #tiologi
-anyak usaha teah diakukan untuk mem$agi asma menurut etioogi,
terutama dengan $ahan ingkungan yang mensensititasi" &amun ha itu suit
diakukan antara ain oeh karena $ahan terse$ut sering tidak diketahui"
lasifi!asi "enurut $era%at &erat Asma
Kasifikasi asma menurut dera#at $erat $erguna untuk menentukan o$at yang
diperukan pada a%a penanganan asma" /enurut dera#at $esar asma
dikasifikasikan se$agai intermiten, persisten ringan, persisten sedang dan persisten
$erat"
lasifi!asi "enurut ontrol Asma
Kontro asma dapat didefinisikan menurut $er$agai !ara" Pada umumnya,
istiah kontro menun#ukkan penyakit yang ter!egah atau $ahkan sem$uh" &amun
pada asma, ha itu tidak reaistis2 maksud kontro adaah kontro manifestasi
penyakit" Kontro yang engkap $iasanya diperoeh dengan pengo$atan" <u#uan
pengo$atan adaah memperoeh dan mempertahankan kontro untuk %aktu ama
dengan pem$erian o$at yang aman, dan tanpa efek samping"
lasifi!asi Asma &erdasar!an Ge%ala
)sma dapat dikasifikasikan pada saat tanpa serangan dan pada saat serangan"
<idak ada satu pemeriksaan tungga yang dapat menentukan $erat.ringannya suatu
penyakit, pemeriksaan ge#aa.ge#aa dan u#i faa paru $erguna untuk
mengkasifikasi penyakit menurut $erat ringannya" Kasifikasi itu sangat penting
untuk penataaksanaan asma" -erat ringan asma ditentukan oeh $er$agai faktor
seperti gam$aran kinis se$eum pengo$atan 'ge#aa, eksaser$asi, ge#aa maam
hari, pem$erian o$at inhaasi $.2 agonis, dan u#i faa paru( serta o$at.o$at yang
digunakan untuk mengontro asma '#enis o$at, kom$inasi o$at dan frekuensi
pemakaian o$at(" )sma dapat dikasifikasikan men#adi intermiten, persisten ringan,
persisten sedang, dan persisten $erat '<a$e 1("
Seain kasifikasi dera#at asma $erdasarkan frekuensi serangan dan o$at yang
digunakan sehari.hari, asma #uga dapat diniai $erdasarkan $erat ringannya
serangan" Global Initiative for Asthma '6I&)( meakukan pem$agian dera#at
serangan asma $erdasarkan ge#aa dan tanda kinis, u#i fungsi paru, dan
pemeriksaan a$oratorium" Dera#at serangan menentukan terapi yang akan
diterapkan" Kasifikasi terse$ut adaah asma serangan ringan, asma serangan
sedang, dan asma serangan $erat" Daam ha ini peru adanya pem$edaan antara
asma kronik dengan serangan asma akut" Daam meakukan peniaian $erat
ringannya serangan asma, tidak harus engkap untuk setiap pasien"
Penggoongannya harus diartikan se$agai prediksi daam menangani pasien asma
yang datang ke fasiitas kesehatan dengan keter$atasan yang ada"
Dia#n!sa
Diagnosis asma yang tepat sangatah penting, sehingga penyakit ini dapat
ditangani dengan $aik, mengi ''hee(ing( $eruang dan@atau $atuk kronik $eruang
merupakan titik a%a untuk menegakkan diagnosis" )sma pada anak.anak
umumnya hanya menun#ukkan $atuk dan saat diperiksa tidak ditemukan mengi
maupun sesak" Diagnosis asma didasarkan anamnesis, pemeriksaan fisis, dan
pemeriksaan penun#ang" Diagnosis kinis asma sering ditegakkan oeh ge#aa $erupa
sesak episodik, mengi, $atuk dan dada sakit@sempit" Pengukuran fungsi paru
digunakan untuk meniai $erat keter$atasan arus udara dan re3ersi$iitas yang dapat
mem$antu diagnosis" /engukur status aergi dapat mem$antu identifikasi faktor
risiko" Pada penderita dengan ge#aa konsisten tetapi fungsi paru norma,
pengukuran respons dapat mem$antu diagnosis" )sma dikasifikasikan menurut
dera#at $erat, namun ha itu dapat $eru$ah dengan %aktu" Cntuk mem$antu
penanganan kinis, dian#urkan kasifikasi asma menurut am$ang kontro" Cntuk
dapat mendiagnosis asma, diperukan pengka#ian kondisi kinis serta pemeriksaan
penun#ang '7engganis, 2001("
Anamnesis
)da $e$erapa ha yang harus diketahui dari pasien asma antara ain? ri%ayat
hidung ingusan atau mampat 'rhinitis aergi(, mata gata, merah, dan $erair
'kon#ungti3itis aergi(, dan eksem atopi, $atuk yang sering kam$uh 'kronik( disertai
mengi, fu $eruang, sakit aki$at peru$ahan musim atau pergantian !ua!a, adanya
ham$atan $erakti3itas karena masaah pernapasan 'saat $eroahraga(, sering
ter$angun pada maam hari, ri%ayat keuarga 'ri%ayat asma, rinitis atau aergi
ainnya daam keuarga(, memeihara $inatang di daam rumah, $anyak ke!oa,
terdapat $agian yang em$a$ di daam rumah" Cntuk mengetahui adanya tungau
de$u rumah, tanyakan apakah menggunakan karpet $er$uu, sofa kain $udru, kasur
kapuk, $anyak $arang di kamar tidur" )pakah sesak dengan $au.$auan seperti
parfum, spray pem$unuh serangga, apakah pasien merokok, orang ain yang
merokok di rumah atau ingkungan ker#a, o$at yang digunakan pasien, apakah ada
beta bloc!er, aspirin atau steroid" 6e#aa.ge#aa kun!i untuk menegakkan diagnosis
asma dirangkum daam <a$e 2"
Pemeriksaan Klinis
Cntuk menegakkan diagnosis asma, harus diakukan anamnesis se!ara rin!i,
menentukan adanya episode ge#aa dan o$struksi sauran napas" Pada pemeriksaan
fisis pasien asma, sering ditemukan peru$ahan !ara $ernapas, dan ter#adi peru$ahan
$entuk anatomi toraks" Pada inspeksi dapat ditemukan2 napas !epat, kesuitan
$ernapas, menggunakan otot napas tam$ahan di eher, perut dan dada" Pada
auskutasi dapat ditemukan2 mengi, ekspirasi meman#ang"
Pemeriksaan Penunjang
1" Spirometer
)at pengukur faa paru, seain penting untuk menegakkan diagnosis #uga untuk
meniai $eratnya o$struksi dan efek pengo$atan"
2" Pea! )lo' "eter*P=/
Pea! flo' meter merupakan aat pengukur faa paru sederhana, aat terse$ut
digunakan untuk mengukur #umah udara yang $erasa dari paru" Beh karena
pemeriksaan #asmani dapat norma, daam menegakkan diagnosis asma
diperukan pemeriksaan o$yektif 'spirometer@=4E1 atau P=/(" Spirometer
e$ih diutamakan di$anding P=/ oeh karena2 P=/ tidak $egitu sensitif
di$anding =4E" untuk diagnosis o$struksi sauran napas, P=/ mengukur
terutama sauran napas $esar, P=/ di$uat untuk pemantauan dan $ukan aat
diagnostik, )P4 dapat digunakan daam diagnosis untuk penderita yang tidak
dapat meakukan pemeriksaan =4E1"
3" +-ray dada@thora,
Diakukan untuk menyingkirkan penyakit yang tidak dise$a$kan asma
4" Pemeriksaan Ig4
C#i tusuk kuit 's!in pric! test( untuk menun#ukkan adanya anti$odi Ig4 spesifik
pada kuit" C#i terse$ut untuk menyokong anamnesis dan men!ari faktor
pen!etus" C#i aergen yang positif tidak seau merupakan penye$a$ asma"
Pemeriksaan darah Ig4 )topi diakukan dengan !ara radioallergosorbent test
'7)S<( $ia hasi u#i tusuk kuit tidak dapat diakukan 'pada dermographism("
9" Petanda infamasi
Dera#at $erat asma dan pengo$atannya daam kinik se$enarnya tidak
$erdasarkan atas peniaian o$yektif infamasi sauran napas" 6e#aa kinis dan
spirometri $ukan merupakan petanda idea infamasi" Peniaian semi.kuantitatif
infamasi sauran napas dapat diakukan meaui $iopsi paru, pemeriksaan se
eosinofi daam sputum, dan kadar oksida nitrit udara yang dikeuarkan dengan
napas" )naisis sputum yang diinduksi menun#ukkan hu$ungan antara #umah
eosinofi dan #osinophyl Cationic Protein '48P( dengan infamasi dan dera#at
$erat asma" -iopsi endo$ronkia dan trans$ronkia dapat menun#ukkan
gam$aran infamasi, tetapi #arang atau suit diakukan di uar riset"
6" C#i 5ipereakti3itas -ronkus@57-
Pada penderita yang menun#ukkan =4E1 F00:, 57- dapat di$uktikan dengan
$er$agai tes pro3okasi" Pro3okasi $ronkia dengan menggunakan ne$uasi
dropet ekstrak aergen spesifik dapat menim$ukan o$struksi sauran napas
pada penderita yang sensitif" 7espons se#enis dengan dosis yang e$ih $esar,
ter#adi pada su$yek aergi tanpa asma" Di samping itu, ukuran aergen daam
aam yang terpa#an pada su$yek aergi $iasanya $erupa partike dengan
$er$agai ukuran dari 2 um sampai 20 um, tidak daam $entuk ne$uasi" <es
pro3okasi se$enarnya kurang mem$erikan informasi kinis di$anding dengan
tes kuit" <es pro3okasi nonspesifik untuk mengetahui 57- dapat diakukan
dengan atihan #asmani, inhaasi udara dingin atau kering, histamin, dan
metakoin"
Penan#anan
<u#uan pengo$atan asma $ronkia adaah agar penderita dapat hidup norma,
$e$as dari serangan asma serta memiiki faa paru senorma mungkin, mengurangi
reaktifasi sauran napas, sehingga menurunkan angka pera%atan dan angka
kematian aki$at asma" Suatu kesaahan daam penataaksanaan asma daam #angka
pendek dapat menye$a$kan kematian, sedangkan #angka pan#ang dapat
mengaki$atkan peningkatan serangan atau ter#adi o$struksi paru yang menahun"
Cntuk pengo$atan asma peru diketahui #uga per#aanan penyakit, pemiihan o$at
yang tepat, !ara untuk menghindari faktor pen!etus" Daam penanganan pasien
asma penting di$erikan pen#easan tentang !ara penggunaan o$at yang $enar,
pengenaan dan pengontroan faktor aergi" =aktor aergi $anyak ditemukan daam
rumah seperti tungau de$u rumah, aergen dari he%an, #amur, dan aergen di uar
rumah seperti Dat yang $erasa dari tepung sari, #amur, pousi udara" B$at aspirin
dan anti infamasi non steroid dapat men#adi faktor pen!etus asma" Bah raga dan
peningkatan akti3itas se!ara $ertahap dapat mengurangi ge#aa asma" Psikoterapi
dan fisioterapi peru di$erikan pada penderita asma '/eiyanti, 2000("
B$at asma digunakan untuk menghiangkan dan men!egah tim$unya ge#aa
dan o$struksi sauran pernafasan" Pada saat ini o$at asma di$edakan daam dua
keompok $esar yaitu reliever 'o$at pereda( dan controller 'o$at pengendai("
Reliever adaah o$at yang !epat menghiangkan ge#aa asma yaitu o$struksi
sauran napas" Controller adaah o$at yang digunakan untuk mengendaikan asma
yang persisten" B$at yang termasuk goongan reliever adaah agonis $eta.2,
antikoinergik, teofiin, dan kortikosteroid sistemik" )gonis $eta.2 adaah
$ronkodiator yang paing kuat pada pengo$atan asma" )gonis -eta.2 mempunyai
efek $ronkodiatasi, menurunkan permea$iitas kapier, dan men!egah peepasan
mediator dari se mast dan $asofi" 6oongan agonis $eta.2 merupakan sta$iisator
yang kuat $agi se mast, tapi o$at goongan ini tidak dapat men!egah respon
am$at maupun menurunkan hiperresponsif $ronkus" B$at agonis $eta.2 seperti
sa$utamo, ter$utain, fenotero, prokatero dan isoprenain, merupakan o$at
goongan simpatomimetik" 4fek samping o$at goongan agonis $eta.2 dapat
$erupa gangguan kardio3askuer, peningkatan tekanan darah, tremor, papitasi,
takikardi dan sakit kepaa" Pemakaian agonis $eta.2 se!ara reguer hanya
di$erikan pada penderita asma kronik $erat yang tidak dapat epas dari
$ronkodiator '/eiyanti, 2000("
)ntikoinergik dapat digunakan se$agai $ronkodiator, misanya ipratropium
$romid daam $entuk inhaasi" Ipratropium $romid mempunyai efek mengham$at
reseptor koinergik sehingga menekan enDim guanisikase dan mengham$at
pem$entukan !6/P" 4fek samping ipratropium inhaasi adaah rasa kering di
muut dan tenggorokan" /ua ker#a o$at ini e$ih !epat di$andingkan dengan
ker#a o$at agonis $eta. 2 yang di$erikan se!ara inhaasi" Ipratropium $romid
digunakan se$agai o$at tam$ahan #ika pem$erian agonis $eta.2 $eum
mem$erikan efek yang optima" Penam$ahan o$at ini terutama $ermanfaat untuk
penderita asma dengan hiperakti3itas $ronkus yang ekstrem atau pada penderita
yang disertai dengan $ronkitis yang kronis '/eiyanti, 2000("
B$at goongan Gantin seperti teofiin dan aminofiin adaah o$at
$ronkodiator yang emah, tetapi #enis ini $anyak digunakan oeh pasien karena
efektif, aman, dan harganya murah" Dosis teofiin perora 4 mg@kg--@kai, pada
orang de%asa $iasanya di$erikan 129.200 mg@kai" 4fek samping yang
ditim$ukan pada pem$erian teofiin perora terutama mengenai sistem
gastrointestina seperti mua, muntah, rasa kem$ung dan nafsu makan $erkurang"
4fek samping yang ain iaah diuresis" Pada pem$erian teofiin dengan dosis
tinggi dapat menye$a$kan ter#adinya hipotensi, takikardi dan aritmia, stimuasi
sistem saraf pusat '/eiyanti, 2000("
B$at yang termasuk daam goongan controller adaah o$at anti infamasi
seperti kortikosteroid, natrium kromogikat, natrium nedokromi , dan
antihistamin aksi am$at" B$at agonis $eta.2 aksi am$at dan teofiin epas am$at
dapat #uga digunakan se$agai controller" &atrium kromogikat dapat men!egah
$ronkikonstriksi respon !epat atau am$at, dan mengurangi ge#aa kinis penderita
asma" &atrium kromogikat e$ih sering digunakan pada anak karena dianggap
e$ih aman daripada kortikosteroid" Perkem$angan ter$aru natrium kromogikat
menghasikan natrium nedoksomi yang e$ih poten" B$at ini digunakan se$agai
tam$ahan pada penderita asma yang sudah mendapat terapi kortikosteroid tetapi
$eum mendapat hasi yang optima '/eiyanti, 2000("
)ntihistamin tidak digunakan se$agai o$at utama untuk mengo$ati asma",
$iasanya hanya di$erikan pada pasien yang mempunyai ri%ayat penyakit atopik
seperti rinitis aergi" Pem$erian antihistamin seama 3 $uan pada se$agian
penderita asma dengan dasar aergi dapat mengurangi ge#aa asma '/eiyanti,
2000("
Kortikosteroid merupakan anti infamasi yang paing kuat" Kortikosteroid
menekan respons infamasi dengan !ara mengurangi ke$o!oran mikro3askuer,
mengham$at produksi dan sekresi sitokin, men!egah kemotaksis dan akti3itas se
infamasi, mengurangi se infamasi, dan mengham$at sintesis eukotrin"
Kortikosteroid dapat meningkatkan sensitifitas otot pernafasan yang dipengaruhi
oeh stimuasi $eta.2 meaui peningkatan reseptor $eta adrenergik" Pem$erian
steroid dian#urkan dengan dosis seminima mungkin" Pem$erian kortikosteroid
perora dapat di$erikan se!ara intermiten $e$erapa hari daam se$uan atau dosis
tungga pagi seang sehari 'alternate day(, atau dosis tungga pagi hari" Pem$erian
kortikosteroid perora sering menim$ukan efek samping pada sauran !erna
seperti gastritis, penurunan daya tahan tu$uh, osteoporosis, peningkatan kadar
gua darah dan tekanan darah, gangguan psikiatri, hipokaemi, moonface, retensi
natrium dan !airan, o$esitas, cushing syndrom , bullnec! dan yang paing
ditakutkan adaah ter#adinya supresi keen#ar adrena '/eiyanti, 2000("
4fek samping tim$u terutama pada pem$erian sistemik daam #angka ama,
maka e$ih $aik di$erikan o$at steroid ker#a pendek misanya prednison,
hidrokortison, atau metiprednisoon" Prednison di$erikan 40.60 mg@hari@ora,
kemudian diturunkan se!ara $ertahap 90: setiap 3.9 hari" 5idrokortison
di$erikan 4 mg@kg-- se!ara $ous diikuti 3mg@kg--@6#am" /etiprednisoon
di$erikan 90.100 mg@6 #am se!ara intra3ena" Sekarang ini tersedia kortikosteroid
daam $entuk inhaasi seperti $udesonide, futi!asone" Dosis $udesonide inhaasi
untuk orang de%asa $er3ariasi, dosis a%a yang dian#urkan adaah 400.1600
mikrogram @hari di$agi daam 2.4 dosis, sedangkan untuk anak dian#urkan 200.
400 mikrogram@hari di$agi daam 2.4 dosis" Pem$erian kortikosteroid se!ara
inhaasi e$ih $aik di$andingkan pem$erian se!ara sistemik, karena konsentrasi
o$at yang tinggi pada tempat pem$erian angsung di$a%a meaui pernafasan dan
$eker#a angsung pada sauran napas sehingga mem$erikan efek samping sistemik
yang e$ih ke!i" Peneitian dari )gertoft dan Pedersen menun#ukkan $ah%a
pemakaian $udesonide tidak mengganggu pertum$uhan anak" Penggunaan
kortikosteroid inhaasi merupakan piihan pertama untuk menggantikan steroid
sistemik pada penderita asma kronik yang $erat" 4fek samping yang sering
ditim$ukan dapat $erupa kandidiasis orofaring, refeks $atuk, suara serak, infeksi
paru, dan kerusakan mukosa" Pernah diaporkan efek samping dispnoe dan
$ronkospasme pada penggunaan kortikosteroid inhaasi" Daam $e$erapa
peneitian diketahui $ah%a penggunaan kortikosteroid se!ara inhaasi tidak
menye$a$kan ter#adinya osteoporosis, gangguan pertum$uhan, dan gangguan
toeransi gukosa '/eiyanti, 2000("
Pem$erian kortikosteroid sistemik e$ih sering menim$ukan efek samping,
maka sekarang dikem$angkan pem$erian o$at se!ara inhaasi" Keuntungan
pem$erian o$at inhaasi yaitu mua ker#a yang !epat karena o$at $eker#a angsung
pada target organ, diperukan dosis yang ke!i se!ara oka, dan efek samping
yang minima" Dengan demikian untuk mengatasi asma kortikosteroid inhaasi
merupakan piihan yang e$ih $aik '/eiyanti, 2000("
K!$%"ikasi
-er$agai kompikasi yang mungkin tim$u adaah ?
1" Pneumothoraks
2" )teektasis
3" 5ipoksemia
4" 4mfisema
9" 6aga nafas
6" Deformitas thoraks '<an#ung, 2003("
Pen&e#a'an
A. "encegah Sensititasi
8ara.!ara men!egah asma $erupa pen!egahan sensitisasi aergi 'ter#adinya atopi,
diduga paing ree3an pada masa prenata dan perinata( atau pen!egahan ter#adinya
asma pada indi3idu yang disensitisasi" Seain menghindari pa#anan dengan asap
rokok, $aik in utero atau seteah ahir, tidak ada $ukti inter3ensi yang dapat
men!egah perkem$angan asma" 5ipotesis higiene untuk mengarahkan sistem imun
$ayi kearah <h1, respons nonaergi atau moduasi se < reguator masih merupakan
hipotesis '7engganis, 2001("
&. "encegah #!saserbasi
4ksaser$asi asma dapat ditim$ukan $er$agai faktor 'trigger( seperti aergen
'indoor seperti tungau de$u rumah, he%an $er$uu, ke!oa, dan #amur, aergen
outdoor seperti poen, #amur, infeksi 3irus, poutan dan o$at" /engurangi pa#anan
penderita dengan $e$erapa faktor seperti menghentikan merokok, menghindari asap
rokok, ingkungan ker#a, makanan, aditif, o$at yang menim$ukan ge#aa dapat
memper$aiki kontro asma serta keperuan o$at" <etapi $iasanya penderita $ereaksi
terhadap $anyak faktor ingkungan sehingga usaha menghindari aergen suit untuk
diakukan" 5a.ha ain yang harus pua dihindari adaah poutan indoor dan
outdoor, makanan dan aditif, o$esitas, emosi.stres dan $er$agai faktor ainnya
'7engganis, 2001("
Pe"a(anan P)i$e)
Standar Peayanan Kedokteran merupakan impementasi daam praktek yang menga!u
pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia 'SKDI(" Daam rangka pen#aminan mutu
peayanan, dokter %a#i$ mengikuti kegiatan Pendidikan Pengem$angan Keprofesian
-erkean#utan 'P2K-( daam naungan IDI"
<ingkat kemampuan dokter daam pengeoaan penyakit di daam SKDI dikeompokan
men#adi 4 tingkatan, yakni ? tingkat kemampuan 1, tingkat kemampuan 2, tingkat
kemampuan 3), tingkat kemampuan 3- dan tingkat kemampuan 4- serta tingkat
kemampuan 4-"
Tin#kat Ke$a$%uan *+ $en#ena"i an $enje"askan
Auusan dokter mampu mengenai dan men#easkan gam$aran kinik penyakit, dan
mengetahui !ara yang paing tepat untuk mendapatkan informasi e$ih an#ut mengenai
penyakit terse$ut, sean#utnya menentukan ru#ukan yang paing tepat $agi pasien"
Auusan dokter #uga mampu menindakan#uti sesudah kem$ai dari ru#ukan"
Tin#kat Ke$a$%uan ,+ $enia#n!sis an $e)ujuk
Auusan dokter mampu mem$uat diagnosis kinik terhadap penyakit terse$ut dan
menentukan ru#ukan yang paing tepat $agi penanganan pasien sean#utnya" Auusan
dokter #uga mampu menindakan#uti sesudah kem$ai dari ru#ukan"
Tin#kat Ke$a$%uan -+ $enia#n!sis. $e"akukan %enata"aksanaan a/a". an
$e)ujuk
-A0 Bukan #a/at a)u)at
Auusan dokter mampu mem$uat diagnosis kinik dan mem$erikan terapi pendahuuan
pada keadaan yang $ukan ga%at darurat" Auusan dokter mampu menentukan ru#ukan
yang paing tepat $agi penanganan pasien sean#utnya" Auusan dokter #uga mampu
menindakan#uti sesudah kem$ai dari ru#ukan"
-B" 1a/at a)u)at
Auusan dokter mampu mem$uat diagnosis kinik dan mem$erikan terapi pendahuuan
pada keadaan ga%at darurat demi menyeamatkan nya%a atau men!egah keparahan
dan@atau ke!a!atan pada pasien" Auusan dokter mampu menentukan ru#ukan yang
paing tepat $agi penanganan pasien sean#utnya" Auusan dokter #uga mampu
menindakan#uti sesudah
kem$ai dari ru#ukan"
Tin#kat Ke$a$%uan 4+ $enia#n!sis. $e"akukan %enata"aksanaan se&a)a
$ani)i an tuntas
Auusan dokter mampu mem$uat diagnosis kinik dan meakukan penataaksanaan
penyakit terse$ut se!ara m mandiri dan tuntas"
4A0 Kompetensi yang di!apai pada saat uus dokter
4B0 Profisiensi 'kemahiran( yang di!apai seteah seesai internsip dan@atau Pendidikan
Kedokteran -erkean#utan 'PK-(
Masa"a' Kese'atan
)sma $ronkia adaah gangguan infamasi kronik sauran napas yang mei$atkan
$anyak se infamasi dan mediator" Infamasi kronik menye$a$kan peningkatan
hiperesponsif #aan napas terhadap $erma!am ma!am stimuus dan penyempitan #aan
napas yang menim$ukan ge#aa episodi! $eruang $erupa mengi, sesak napas, dada
terasa $erat dan $atuk.$atuk terutama pada maam dan atau dini hari" Dera#at
penyempitan $er3ariasi yang dapat mem$aik se!ara spontan dengan pengo$atan"
Hasi" Ana$nesis (Subjective)
Keuhan
Pasien datang karena?
1" Sesak napas yang episodik"
2" -atuk.$atuk $erdahak yang sering mem$uruk pada maamdan pagi hari men#eang
su$uh" -atuk $iasanya ter#adi kronik"
3" /engi"
=aktor 7isiko
1" =aktor Pe#amu
)da ri%ayat atopi pada penderita atau keuarganya,hipersensitif sauran napas, #enis
keamin, ras atau etnik"
2" =aktor Aingkungan
a" -ahan.$ahan di daam ruangan? tungau, de$u rumah, $inatang,
ke!oa"
$" -ahan.$ahan di uar ruangan? tepung sari $unga, #amur"
!" /akanan.makanan tertentu? $ahan penga%et, penyedap dan
pe%arna makanan"
d" B$at.o$atan tertentu"
e" Iritan? parfum, $au.$auan merangsang"
f" 4kspresi emosi yang $ere$ihan"
g" )sap rokok"
h" Pousi udara dari uar dan daam ruangan"
i" Infeksisaurannapas"
#" #,ercise-inducedasthma -asma kam$uh ketika meakukan
akti3itas fisik tertentu("
k" Peru$ahan !ua!a"
Objective (Hasi" Pe$e)iksaan 2isikan %enunjan# see)'ana)
Pemeriksaan =isik
<anda Patognomonis
1" Sesak napas"
2" /engi pada auskutasi"
3" Pada serangan $erat digunakan otot $antu napas 'retraksi supraka3ikua,
interkosta, dan epigastrium("
=aktor Predisposisi
7i%ayat $ron!hitis atau pneumoni yang $eruang
Pemeriksaan Penun#ang
1" )rus Pun!ak 4kspirasi')P4( menggunakan Peak =o%meter
2" Pemeriksaan darah 'eosinofi daam darah(
Assessment3Pene#akan Dia#n!sis
Diagnosis Kinis
Diagnosis ditegakkan $erdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan
penun#ang, yaitu terdapat kenaikan H19 : rasio )P4 se$eum dan sesudah pem$erian
inhaasi sa$utamo"
Kasifikasi
8atatan? $ia spirometri tersedia digunakan peniaianE4P
1
Diagnosis -anding
1" B$struksi #aan napas"
2" -ronkitis kronik"
3" -ronkiektasis
Penata"aksanaan k!$%)e'ensif (Plan)
Penataaksanaan
• Pasien disarankan untuk mengidentifikasi serta mengendaikan faktor pen!etusnya"
• Peru diakukan peren!anaan dan pem$erianpengo$atan #angka pan#ang serta
menetapkanpengo$atanpadaseranganakut '<a$e 1(
Penataaksanaan asma $erdasarkan $eratnya keuhan
Pemeriksaan Penun#ang Aan#utan '$ia diperukan(
a" =ototoraks
$" C#isensitifitaskuit
!" Spirometri
d" C#i Pro3okasi -ronkus
Kompikasi
1" Pneumotoraks"
2" Pneumo mediastinum"
3" 6aga napas"
4" )sma resisten terhadap steroid"
Konseing I 4dukasi
• /em$erikan informasi kepada indi3idu dan keuarga mengenai seuk $euk
penyakit, sifat penyakit, peru$ahanpenyakit 'apakah mem$aikataumem$uruk(, #enis
dan mekanisme ker#a o$at.o$atan dan mengetahui kapan harus meminta pertoongan
dokter"
• Kontro se!ara teratur antara ain untuk meniai dan monitor $erat asma se!ara
$erkaa 'asma control test@ )8<(
• Poa hidup sehat"
• /en#easkan pentingnya meakukan pen!egahan dengan?
- /enghindari setiap pen!etus"
- /enggunakan $ronkodiator@steroid inhaasi se$eum meakukan e,ercise untuk
men!egah e,ercise induced asthma.
Kriteria ru#ukan
1" -ia sering ter#adi eksaser$asi"
2" Padaserangan asma akut sedangdan$erat"
3" )sma dengan kompikasi"
8atatan
Persiapan daam meakukan ru#ukan $agi pasien asma, yaitu?
1" <erdapat oksigen"
2" Pem$erian steroid sistemik in#eksi atau inhaasi disamping pem$erian $ronkodiator
ker#a !epat inhaasi"
3" Pasien harus didampingi oeh dokter@tenaga kesehatan teratih seama per#aanan
menu#u ke peayanan sekunder"
Sa)ana P)asa)ana
1" <a$ung oksigen
.. Pea! flo' rate meter
3" &e$uiDer
P)!#n!sis
Eitam? -onam
=ungsionam? -onam
Sanationam? -onam
BAB III
Kesi$%u"an
/eihat kondisi ini, diperukan adanya panduan $agi dokter peayanan primer yang
merupakan $agian dari standar peayanan dokter peayanan primer" Panduan ini
sean#utnya men#adi a!uan $agi seuruh dokter peayanan primer daam menerapkan
peayanan yang $ermutu $agi masyarakat"
Sum$er ini diharapkan dapat mem$antu dokter daam ayanan primer untuk dapat
meningkatkan mutu peayanan sekaigus menurunkan angka ru#ukan dengan !ara?
1" /em$eri peayanan sesuai $ukti sahih terkini yang !o!ok dengan kondisi pasien,
keuarga dan masyarakatnya
2" /enyediakan fasiitas peayanan sesuai dengan ke$utuhan standar peayanan
3" /eningkatkan ma%as diri untuk mengem$angkan pengetahuan dan ketrampian
professiona sesuai dengan ke$utuhan pasien dan ingkungan
4" /emperta#am kemampuan se$agai gatekeeper peayanan kedokteran dengan
menapis penyakit daam tahap dini untuk dapat meakukan penataaksanaan
se!ara !epat dan tepat se$agaimana mestinya ayanan primer
Dafta) Pustaka
Dina, 5 and /ahdi, 5" 1014" Pemakaian Dermatophagoides Pteronyssinus Se$agai
pendekatan <ungga guna Pem$uktian )topi pada )sma -ronkia" Cni3ersitas
)irangga Press, Sura$aya"
)ngea et al. 2002" /engenai /en!egah dan /engatas )sma pada )nak Pus
Panduan Senam )sma" Puspa S%ara, ;akarta"
7ees, ; and Pri!e, ;" 1001" Petun#uk Penting )sma" Pener$it -uku Kedokteran,
;akarta"
<an#ung, D" 2003" )suhan Kepera%atan )sma -ronkia" CSC Digita Ai$rary"
7engganis, I" 2001" Diagnosis dan <ataaksana )sma -ronkia" "a% edo!t Indon,
91'11(, 444.491"
/eiyanti, /" 2000" Perkem$angan pathogenesis dan pengo$atan )sma -ronkia" /.
edo!t 0risa!ti,10'3(, 129.132"
-raun%ad 4, =au!i )S, Kasper DA, 5auser SA, Aongo DA, ;ameson
;A"5arrissonJs? Prin!ipe of Interna /edi!ine" 17
th
ed" &e% ,ork? /!6ra%.5i
8ompanies2 2000"
Reka$ Meik
I8P8 II? 706 )sthma
I8D K? ;49 )sthma