You are on page 1of 10

CAPD

(Continous Ambulatory
Peritoneal Dialysis)
CAPD : salah satu bentuk peritoneal dialysis kronik untuk pasien dengan
gagal ginjal terminal (GGT)

Peritoneal dialysis : salah satu bentuk dialisis yang menggunakan
membran peritoneum untuk memfiltrasi darah

Gagal ginjal terminal : stadium akhir CKD saat pasien sudah tidak dapat
lagi dipertahankan secara konservatif dan memerlukan terapi pengganti.
Jenis- jenis peritoneal dialysis
 CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis)
umumnya dilakukan 3-5 pertukaran per hari, 7 hari per minggu,
masing- masing selama 4-6 jam (siang) atau 8 jam (malam)
 CCPD (Continuous Cycling Peritoneal Dialysis)
setiap hari pada malam hari, penggantian cairan dialisis sebanyak
3-4 kali
 Automated Peritoneal Dialysis (APD)
terdapat beberapa mesin cycler yang berbeda yang otomatis
melakukan pertukaran dan juga mengukur volume ultra-filtrasi
 Nocturnal Intermitten Peritoneal Dialysis (NIPD)
dilakukan pada malam hari

 Kateter abdomen (dipasang menembus dinding abdomen) melalui
tindakan laparatomi terbuka atau operasi endoskopik. Ujung
kateter terletak di cavum douglasi
 Kateter Tenckhoff
 Membran peritoneum sebagai membran dialisis yang memisahkan
antara cairan dialisat dalam cavum peritoneum dan plasma darah
dalam pembuluh darah di peritoneum

Proses Dialisis
 Difusi & osmosis
urea, kreatinin, vitamin B12 dan fosfat berdifusi dari darah ke
dialisat karena perbedaan konsentrasi. Dipengaruhi oleh gradien
konsentrasi dan luas permukaan serta permeabilitas membran
peritoneum
 Ultra-filtrasi
perpindahan molekul pelarut (air) melewati mebran peritoneal
yang dikendalikan oleh gradien tekanan. Dipengaruhi konsentrasi
dekstrosa dalam cairan dialisat
 Net ultra-filtrasi
perbedaan volume cairan yang dimasukkan ke dalam rongga
peritoneum dengan cairan yang dikeluarkan
Indikasi

 Gagal ginjal akut : sebagai pencegaha maupun atas indikasi klinis
(KU buruk dan gejala klinis yang nyata) ayaupun indikasi
biokimiawi (ureum darah >200mg%, kalium <6 mEq/L, HCO3 <10-15
mEq/L, Ph <7,1)
 Gangguan keseimbangan cairan, elektrolit atau asam basa
 Intoksikasi obat
 Gagal ginjal kronik
Kontraindikasi
 Kontraindikasi absolut : -
 Kontraindikasi relatif : keadaan – keadaan yang kemungkinan
secara teknis akan mengalami kesulitan atau memudahkan
terjadinya komplikasi seperti obesitas, perlengketan peritoneum,
peritonitis lokal, trauma abdomen yang baru terjadi, kelainan
intraabdomen, luka bakar dinding abdomen yang cukup luas
Komplikasi

 Komplikasi mekanis : perforasi organ abdomen, perdarahan yang
dapat menyumbat kateter, gangguan drainase, cairan dialisat
bocor
 Komplikasi metabolik : gangguan keseimbanagn cairan, elektrolit,
asam basa, gangguan metabolisme karbohidrat terutama pada
penderita DM (post dialisa), sindroma equilibrium
 Inflamasi : saluran pernafasan, sepsis, peritonitis