You are on page 1of 4

PROSIDING

SEMINAR NASIONAL REKAYASA KIMIA DAN PROSES 2004


ISSN : 1411 - 4216

KULIAH KEWIRAUSAHAAN:
PENGELOLAAN USAHA KECIL MENENGAH
Budiyono, H.Susanto dan M. Djaeni

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik


Universitas Diponegoro
Jl Prof. H. Soedharto, SH, Tembalang, Semarang
Telp. 024 7460058

Abstrak
Lulusan empat Program Studi diUniversitas Diponegoro yaitu Teknik Kimia, Teknik Elektro, Nutrisi dan Pakan
Ternak, serta Kelautan telah menunjukkan kualitas yang baik dilihat dari lamanya belajar yang kurang dari 4.5
tahun, serta Indeks Prestasi (IP) diatas 2.75. Meskipun demikian, dilihat dari segi luarannya (outcome) lulusan
tersebut belum dapat mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan dimana penyerapan pasar kerja terhadap
lulusan tersebut masih sulit yang ditunjukkan dengan lamanya mendapatkan pekerjaan. Rendahnya penyeran ini
disebabkan oleh lowongan kerja yang makin berkurang akibat krisis ekonomi, maupun tingkat persaingan yang
semakin ketat. Mengacu pada hal tersebut, maka telah diadakan suatu kursus soft skill untuk membekali
mahasiswa dengan kemampuan kewirausahaan melalui program KWU. Program ini diharapkan akan
melengkapi kemampuan IPTEK dengan tambahan wirausaha sehingga diharapkan setelah lulus mahasiswa akan
mampu membuka usaha sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. Program ini diikuti oelh 80 mahasiswa
dari empat program studi yang telah disebutkan sebelumnya. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini telah
didukung instantsi terkait yaitu BRI, Deperindag, akademisi di luar UNDIP yaitu UNY, pelaku UKM, serta
alumni UNDIP. Kegiatan berlangsung 16 pertemuan yang meliputi; kuliah di kelas, kunjungan industri dan
simulasi wirausaha. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa 100% peserta secara berkelompok mampu
membuat perencanaan bisnis yang mengindikasikan pula kemampuan mengembangkan wirausaha baru di
bidangnya.

1. Pendahuluan
Suatu fenomena yang sangat menggembirakan adalah lulusan sarjana dari Jurusan Teknik Kimia, Teknik
Elektro, Budidaya Perairan dan Nutrisi & Makanan Ternak dicirikan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-
rata sangat memuaskan (>2,75) dengan waktu studi yang sangat singkat (<4,5 tahun). Sangat disayangkan kondisi
ini tidak disertai dengan kemampuan budaya wira usaha di kalangan lulusan. Mahasiswa terbiasa bekerja dalam
kepastian perusahaan atau industri sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan sangat lama
dan jumlah pengangguran tenaga ahli kian bertambah.
Sangat sedikit mahasiswa yang berorientasi dan berniat untuk bekerja sendiri, berwirausaha dengan bekal
IPTEK yang dipelajari. Hal ini terjadi karena tipisnya jiwa kewirausahaan dari mahasiswa yang disebabkan oleh
terlalu sedikitnya pemupukan jiwa kewirausahaan pada sistem pembelajaran di Perguruan Tinggi. Dalam usaha
mewujudkan calon-calon pengusaha muda terdidik dan pengusaha pemula penumbuh-kembangan budaya
kewirausahaan di Perguruan Tinggi adalah hal yang mutlak diperlukan.
Kuliah kewirausahaan (KWU) diharapkan mampu memperkenalkan dunia wira usaha sebagai inisiasi
ditumbuhkannya jiwa kewirausahaan dalam diri mahasiswa peserta kuliah, sehingga memiliki kemampuan dan
keberanian untuk mendirikan suatu unit usaha. Pemilihan usaha kecil menengah (UKM) didasari pada kenyataan
bahwa unit usaha ini pada kondisi sekarang lebih banyak berhasil dan tahan banting terhadap kondisi ekonomi
yang tidak pasti. Selain itu, UKM tidak memerlukan investasi dan modal kerja yang sangat besar, sehingga
mahasiswa peserta kuliah akan lebih tertarik. Bagi tim pelaksana dan nara sumber, kuliah ini merupakan media
untuk transfer pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa sehingga budaya kewirausahaan bisa terus
dilestarikan. Dipihak lain para narasumber dan tim pelaksana dapat saling bekerjasama secara konvergen kepada

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK I-17-1


UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
kewirausahaan. Lebih lanjut untuk jangka panjang, dengan kuliah ini diharapkan terbentuk kerjasama bisnis
antara PT dengan pengusaha hasil KWU untuk mengembangkan UKM dan PT.
Kuliah kewirausahaan ini akan melibatkan 60 mahasiswa dari Jurusan Teknik Kimia, Teknik Elektro,
Budidaya Perairan dan Nutrisi & Makanan Ternak sebagai peserta kuliah. Jurusan Teknik Kimia dibawah
pengawasan dan tanggung jawab Lembaga Pengabdian Masyarakat UNDIP bertindak sebagai institusi
penyelenggara. Nara sumber penyaji materi kuliah terdiri dari dosen yang berkompeten di Lingkungan UNDIP,
praktisi UKM dan akan dihadirkan pembicara tamu dari institusi terkait.

Tabel 1. Metode, skenario pembelajaran dan alasan pemilihan


NO Metode Jumlah Skenario Pembelajaran Alasan Pemilihan
Pertemuan
Pembelajaran
1. Kuliah 8 Dosen atau nara sumber Metode ini adalah metode standar untuk
memberikan kuliah materi ajar alih pengetahuan dan pengalaman dari
kepada mahasiswa di dalam dosen/narasumber kepada mahasiswa.
kelas yang diikuti dengan tanya Forum tanya jawab dan evaluasi
jawab dan evalusi. diadakan untuk mengaktifkan
mahasiswa sehingga sasaran kuliah
dapat dicapai
2. Simulasi 2 Dosen/nara sumber memberikan Motode ini dipilih untuk memberikan
Kewirausahaa contoh-contoh usaha yang telah wawasan nyata dari Usaha Kecil
n ada dan potensial untuk Menengah yang dapat digeluti dan
diadakan kepada peserta kuliah. manajemen yang diperlukan
Bila diperlukan dapat dilakukan
di dalam Laboratorium.
3. Diskusi 3 Mahasiswa peserta dibentuk Metode yang sangat efektif untuk melatih
menjadi beberpa kelompok yang mahasiswa berfikir, mengenerik ide,
terdiri dari berbagai jurusan. merencanakan, menganalisis dan
Masing-masing kelompok harus mengimplementasikan tuga yang
mempresentasikan tuga yang diberikan, sehingga mahasiswa
diberikan untuk didiskusikan dihadapkan kondisi riil untuk mendirikan
dengan bimbingan dosen/nara suatu unit usaha. Selain itu metode ini
sumber yang berkompeten. juga melatih peserta untuk
mengemukakan pendapat maupun
gagasan kepada orang lain.
4. Kunjungan 2 Peserta kuliah didampingin Metode ini dipilih untuk merangsang jiwa
Lapangan dosen pendamping melakukan kewirausahaan melalui pengenalan
kunjungan ke UKM yang telah dunia UKM yang telah berhasil, sehingga
berhasil untuk melakukan dapat terjadi alih pengalaman dari UKM
tinjauan dan pengamatan. yang dikunjungi.
5. Evaluasi 1 Evaluasi dilakukan secara tertulis Metode ini untuk mengetahui seberapa
dari materi yang telah diberikan jauh materi kuliah diserap oleh peserta
oleh dosen/narasumber. kliah.

2. Metodologi
2.1. Sistem Penyajian Kuliah
Pembelajaran dalam KWU ini berbasis pada Student-centered, Problem-based, Interactive-served (SPIn).
Model ini disajikan dalam bentuk:
1. Ceramah dan diskusi (Student-centered), dalam kegiatan ini mahasiswa diberi materi sesuai dengan
jadual dan pemberi materi dengan porsi 60% pemberi materi, dan 40% untuk diskusi. Dengan pola ini diharapkan
selain materi dapat disampaikan secara sempurna, hal-hal yang menyangkut masalah maupun masukan-masukan
peserta dapat teraktualisasikan melalui diskusi yang dipimpin pemateri dan moderator. Pada tahap iniceramah
disampaikan selama 2.5 jam yang identik dengan 3 SKS.

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK I-17-2


UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
2. Problem-Based, disajikan materi tentang masalah yang dihadapi dalam pengembangan dan
pengelolaan wirausaha secara tentatif di dalam kelasa dengan narasumber para praktisi wirausaha dilanjutkan
dengan kunjungan lapangan untuk dapat mengamati secara langsung wirasusaha. Dengan pengamatan langsung
in pula, mahasiswa akan dapat langsung membandingkan teori dengan bentuk praktek di lapangan.
3. Interactive-served, kuliah dilakukan dengan interaktif dimana pemberi materi hanya sebagi fasilitator.
Dalam kuliah juga dibentuk diskusi kelompok, maupun kelompok kerja untuk menyusun proposal bisnis. Dengan
demikian terjadi interaksi yang kuat antara pemateri dan peserta, maupun peserta dengan peserta antar jurusan
yang dapat merangsang peningkatan akademik atmosfir. Secara rinci pelaksanaan perkuliahan dilakukan sebagai
berikut:

2.2. Pola Evaluasi Serta Hasil Ujian


Evaluasi pada kuliah ini dilakukan secara sederhana langsung mengacu pada luaran. Pada tahap ini
mahasiswa ditugaskan membuat rancangan bisnis yang dinilai oleh tim pelaksana untuk dilakukan revisi-revisi.
Peserta yang telah memperbaiki rancangan bisnis sesuai dengan saran akan mendapatkan penghargaan berupaa
sertifikat. Ada pun peseerta yang tidak melakukan perbaikan maupun tidak membuat proposal tidak akan
diberikan seritifikat.

3. Pembahasan Pelaksanaan Program


3.1. Evaluasi dan Pembahasan Ketercapaian Tujuan Silabus
KWU ini diikuti oleh mahasiswa dari 4 (empat) program studi yaitu : Teknik Kimia, Teknik Elektro,
Budidaya Perairan dan Nutrisi & Makanan Ternak. Proses penjaringan mahasiswa peserta kuliah dilakukan
dengan memasang pengumuman penawaran mata kuliah kepada mahasiswa di jurusan masing-masing. Calon
peserta diwajibkan disertai transkrip nilai. Seleksi dilakukan dengan memilih 15 (lima belas) mahasiswa dengan
IP tertinggi dari pendaftar untuk masing-masing jurusan. Mekanisme ini didasarkan pada kondisi kuliah ini
merupakan ujicoba untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sehingga keberhasilan pelaksanannya sangat
diperlukan. Kualitas mahasiswa akan sangat mempengaruhi keberhasilan kuliah ini. Selain itu kualitas mahasiswa
yang baik diharapkan mendapatkan umpan balik yang akurat untuk penyempurnaan pelaksanaan kuliah.

3.2. Penerapan Metode Pembelajaran Pembahasan Hasil Pembelajaran dan Ujian


Evaluasi terhadap keberhasilan pelaksanaan kuliah ini mengacu kepada penguasaan dan motivasi
mahasiswa pada budaya kewirausahaan khususnya UKM. Metode evaluasi kepada mahasiswa dilakukan secara
tertulis dan diskusi. Secara tertulis evaluasi dilakukan dengan tiga tahap yaitu setiap perkuliahan, evaluasi di
akhir semester dan pembuatan rencana bisnis berkelompok dalam bentuk proposal. Rencana bisnis yang telah
dibuat dalam bentuk proposal kemudian didiskusikan oleh seluruh peserta kuliah dan dibimbing oleh
narasumber/pendamping. Metode evaluasi ini dirancang sehingga terjadi proses evaluasi diri pada diri peserta
kuliah. Untuk evaluasi pelaksanaan kunjungan lapangan, peserta kuliah dwajibkan membuat laporan dan analisis
hasil kunjungan. Evaluasi terhadap materi KWU dilakukan dengan mengadakan penyebaran angket kepada
peserta kuliah, nara sumber dari praktisi dan pengawas dari LPM tentang materi kuliah yang diberikan. Hasil
angket akan digunakan untuk penyempurnaan materi mata kuliah pengolahan usaha kecil menengah ini.

3.3. Hasil Pencapaian


Dana yang disetujui DIKTI dalam kegiatan KWU ini adalah Rp 12.500.000,-. Dengan keterbatasan dana
ini semua kegiatan telah dapat dilaksanakan sesaui dengan jadual, bahkan tim Pelakasana telah berhasil
mengundang para pembicara dari luar Semarang, seperti Ir. Isa Anshori (Rembang) dan Prof. Dr. Nurfina (UNY,
Yogyakarta). Selain itu kunjungan lapangan pun telah dilaksanakan sesuai dengan jadual melibatkan semua
peserta dan dua Dosen Pembimbing Lapangan (Ir. Nu Rokati, MT, dan Aji P., ST, M.Si). Peserta pelatihan juga
mendapat fasilitas sesuai dengan rancangan seperti training-kit, konsumsi dan peralatan pelatihan. Dengan
fasilitas penuh tersebut daya serap peserta terhadap penyajian kuliah dapat baik yang terukur dengan
dihasilkannya proposal wirausaha oleh semua peserta kuliah (100% peserta membuat proposal dalam kelompok).

3.4. Kelanjutan Program


Peningkatan kemampuan mahasiswa atau lulusan dalam wirausaha tidak dapat diatasi hanya dengan
mengadakan kuliah KWU yang sifatnya ekstrakulikuler. Kegiatan ini harus dimasukkan dalam kuliah wajib
mahasiswa sebelum lulus (pada Semester VII), dengan memanfaatkan libur Semester. Untuk jurusan Teknik

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK I-17-3


UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
Kimia kegiatan ini akan segera dilakukan pada periode lulusan Januari 2004, dimana calon lulusan akan
mendapatkan training selama 10 hari menyangkut wirausaha yang akan dilakukukan oleh alumni dengan dana
subsidi sumbangan alumni Teknik Kimia.
Selain kompetensi wirausaha harus dimasukkan dalam silabi kurikukulum inti, kegiatan KWU akan lebih
memberikan nilai kompetensi yang tinggi apabila ditindak lanjuti dengan Kuliah Kerja Usaha (KKU) dan
Magang Kerja Usaha (MKU). Untuk KKU dan MKU di Universitas Diponegoro sudah diberikan suatu
penghargaan yaitu mahasiswa yang mengambil salah satu program tersebut dapat dikompensasikan dengan
program matakuliah KKN setara dengan 3 SKS. Namun demikian, karena jumlah pengusul yang mendapat
program tersebut tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang mengambil KKN maka program ini belum
memberikan dampak yang luas. Oleh karena itu, kerjasama dengan pihak ketiga mutlak diperlukan.

4. Kesimpulan
Melihat dari potensi, daya tarik dan kebutuhan dunia kerja maka perlu adanya suatu formulasi untuk
mengembangkan kompetensi kewirausahaan dalam silabi kurikulum inti sebagai upaya peningkatan
kemampuan lulusan. Sehingga masalah waktu mencari kerj yang lama, gaji pertama yang kecil, yang menjadi
tolok ukur pengakuatan kualitas lulusan di dunia kerja dapat teratasi. Adanya kemampuan wirausaha ini akan
dihasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan ganda yaitu: menguasai IPTEK yang dibutuhkan pasar kerja,
serta mampu membuka usaha baru. Dengan demikian, eksistensi lulusan Universitas Diponegoro akan dapat
lebih memberikan dampak bagi perkembanngan pembangunan daerah maupun nasional.

Daftar Pustaka
Handoko, H.T., 1985. “ Manajemen Produksi dan Operasi”. Penerbit BPFE, Yogyakarta
Kotler, P. 1992. “Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian”. Penerbit
Erlangga, Surabaya
Peters, M.S and Timmerhans, K.D., 1989.”Design and Economics for Chemical Engineeringg”. Fourth edition,
Mc Graw Hill, Inc. USA
Winardi, 1992.”Manajemen Perilaku Organisasi”. Penerbit PTCitra Abadi Bakti, Bandung

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK I-17-4


UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG