Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid

Kumpulan Artikel Mailing List Daarut-Tauhiid Bulan Terima Maret 2006

Sarana Menjadi Ahli Dzikir, Fikir dan Ikhtiar
Published on : daarut-tauhiid@yahoogroups.com

Bulan Maret 2006

1

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid

Alhamdulillahirobbil ‘Alamiin. Segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan semesta alam atas segala kuasa-Nya pada segala sesuatu, Shalawat dan salam semoga senantiasa di limpahkan kepada Rasulullah Shalallohu ‘Alaihi Wasalam. Ebook kumpulan artikel dari Mailing List Daarut-Tauhiid ini merupakan lanjutan dari kumpulan artikel dan cerita Mailing List Daarut-Tauhiid edisi Februari 2006 yang lalu, Semoga ebook ini dapat memeberikan manfaat untuk siapa saja yang membacanya. Dari segi penyuguhan tidak banyak hal yang berubah, demikian juga cara pengambilan artikel dari mailing tersebut, tidak semua mail yang dipublikasikan di mailing list saya sertakan dalam ebook ini, hanya artikel atau cerita-cerita tertentu yang sekiranya dapat diambil hikmahnya saja yang saya sertakan. Bila diperlukan sahabat dapat menghubungi alamat email pengirim yang tertera dibagian atas artikel atau alamat lain yang disebutkan dalam artikel tersebut sebagai sumbernya. Pada saat penyusunan Ebook ini saya mengalami beberapa kendala, diantaranya adalah kerusakan komputer saya yang mengakibatkan kehilangan data serta email yang telah saya terima, selain itu juga terjadi kerusakan pada mail server untuk jangka waktu yang lama sehingga beberapa mail tidak bisa masuk. Sehingga mungkin beberapa mail yang sebaiknya disertakan di Ebook ini tidak dapat saya sertakan. Backup mail yang ada pada gmail memang cukup membantu saya dalam menelusuri mail yang hilang, namun sekali lagi saya mohon maaf jika sekiranya banyak mail yang tidak saya sertakan. Saya akan merasa senang jika sahabat sekalian mengirimkan ulang mail untuk disertakan dalam Ebook ini. Saya mohon maaf pada sahabat-sahabat yang mengirimkan email kepada saya pada alamat isnanto@rsmargono.go.id namun tidak dapat saya Reply sehubungan dengan kerusakan mail server tersebut. Tidak lupa Saya sampaikan terimakasih kepada sahabat sekalian yang telah memberikan saran-saran kepada saya atas ebook edisi sebelumnya, saya mohon untuk tidak berhenti memberikan saran-saran kreatif atas ebook ini. Semoga Allah SWT memberikan pahala yang berlipat ganda serta memberikan kemudahan atas segala sesuatu urusan., Saran-saran masih saya tunggu di alamat yang sama dengan sebelumnya, bisa melalui Yahoo!Messenger pada ID isnt08, ataupun melalui GoogleTalk dengan terlebih dahulu Invite saya di isnt08@gmail.com, atau melalui alamat email di isnanto@rsmargono.go.id, atau isnt08@gmail.com. Semoga Allah SWT memberikan balasan atas hamba-hamba-Nya yang telah memberikan ilmunya, dan semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kedua orang tua kita serta dosa guru-guru kita dan dosa kita semua. Amiiin........ Penyusun

Pengantar Kata

Bulan Maret 2006

2

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Daftar isi

Mengaitkan Urusan Dengan Allah.. Sumber-Submer Ilmu Pengetahuan Dalam Islam Buntut Singkong Mengapa Boikot Membangun Kejayaan Umat Meraih Cinta Abadi Dunia dan Hakikatnya Rizki Setelah Nikah Menikah, Hidup Lebih Sehat Dijalan Dakwah Aku Menikah Uopiskah Khilafah Umur dan Amal Istikamah Menjalankan Amalan Kecil Arti Sebuah Kegagalan Pikirkan Apa Yang Sedang Terjadi, Yang Akan Terjadi Dan Telah Terjadi Pornographi dan Budaya Malu Manisnya Iman Cara Menimbulkan Ingatan Kepada Maut Di Dalam Hati Memaafkan Atau Membalas Secukupnya Banyak Dzikir Banyak Kebaikan Dunia Akhirat Ujian Untuk Menjadi Lebih Mulia Jihadnya Muslimah Nerakapun ‘Diakses’ Dari Bumi Kunci Surga Itu Milik Allah, Bukan Ditangan Manusia 3 Poin Yang Perlu Direnungkan Mawas Diri Pencarian Kebenaran Dari Ghazali Hingga Sardar Kecerdasan Emosional Rawulullah Musyawarah Burung Saat-saat Syaitan Menggoda Manusia (Bagian 1) Sekilas Tentang Surga Pelajaran Tentang Mahar (Mas Kawin) Dari Seorang Mu’alaf Menuju Sidratul Muntaha Anak Amanah Yang Berat Tafsir Mimpi Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah Kualitas Umur Kerjakan Apa Yang Diajarkan Rasulullah SAW. Padamu Pelajaran Tentang Mahar (Mas Kawin) Dari Seorang Mu’alaf (Tanggapan) Perkembangan Islam di Amerika (Kisah Nyata) “Siapakah Saya?... Saya Adalah Hamba-Nya..” Cinta Akhirat dan Produktivitas Hidup Bidadari Yang Terbuang Janji Bukan Sebatas Ucapan Setan Musuh Terbesar Manusia Mimbar Jum’at 249: Puncak Kesuksesan

5 7 9 11 15 20 22 25 26 30 33 36 37 39 41 43 51 52 54 57 64 66 72 86 88 90 91 94 96 101 102 106 108 117 118 124 126 127 133 135 139 141 144 145 149

Bulan Maret 2006

3

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Do’a Malaikat Kecilku Alam Makro dan Alam Mikro Bahaya Tafsir Pluralis Tujuh Alam Hidup Berdampingan Beberapa Sebab Yang Dapat Melunakan Hati Anda Kumpulan Beberapa Hadits Nabi Muhammad SAW. Al-‘Isyqu dan Sebab-Sebabnya Renungan Buat Istri Sikap Hati-hati dan Anak Shaleh Terapi Penyakit Mabuk Asmara Ada Bayang Dirimu Dalam Mimpiku Menimbang Harga Kesulitan Tanya Tentang Maut, Alam Kubur dan Siksaanya Satu Shalawat Akan Menyelamatkanmu 59 Fadhilah atau Keutamaan Dzikir ----------------------------oOo------------------------153 157 166 169 173 175 179 181 183 186 187 191 195 198 206

Bulan Maret 2006

4

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : suryati y4t12002@yahoo.com : 02-03-2006

Mengaitkan Urusan dengan Allah
Setiap urusan yang tidak dikaitkan kepada Allah, berpotensi menjadi besar, rumit, dan berat. Karena itu, orang yang paling sengsara dalam hidup adalah orang yang tidak mengenal Allah. Semua yang dilakukannya tidak memiliki gantungan yang kokoh. Tidak ada rezeki selain dari Allah. Sekecil apa pun itu, semuanya datang dari Allah. Manusia hanya sekadar perantara. Saat kita lapar, kemudian ada yang memberi kita makan. Maka yakinlah bahwa makanan itu datang dari Allah, orang itu hanya sekadar perantara. Benar ungkapan Imam Al Ghazali, "Dia (Allah) yang menciptakan rezeki dan menciptakan yang mencari rezeki, serta Dia pula yang mengantarnya kepada mereka serta menciptakan sebab-sebab sehingga mereka dapat menikmatinya". Saudaraku, yang paling mahal dari pemberian adalah ingat kepada Allah. Contohnya saat mendapat uang. Yang terpenting bukan uangnya, namun bagaimana uang tersebut menjadikan kita ingat dan bersyukur kepada Allah. Saat kita dikaruniai rumah, maka yang terpenting bukan bagus dan megahnya rumah, namun bagaimana rumah itu bisa mendekatkan kita kepada Allah. Saat Rezeki terbesar kita bukan datangnya sesuatu, namun ingat Allah karena sesuatu itu. Ali bin Abi Thalib berkata, "Jangan merasa adanya yang memberi nikmat kepadamu selain Allah. Dan anggaplah semua nikmat yang engkau terima dari selain Allah itu sebagai kerugian.' ' Segala sesuatu yang kita alami, benar-benar ada dalam kekuasaan Allah. Semuanya terjadi karena izin Allah, entah yang baik maupun yang buruk. Andai kita bermaksiat, maka maksiat yang kita lakukan terjadi karena izin Allah. Karena itu, jangan mencari izin Allah. Yang harus kita cari adalah ridha Allah. Ridha Allah ini hakikatnya adalah izin yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita. Demikian pula saat mencari rezeki. Semua yang kita dapatkan, halal maupun haram, datang kepada kita karena izin Allah. Rezeki yang kita dapatkan akan berkah dan membawa kebaikan bila dikaitkan dengan Allah sebagai Dzat Pemberi Rezeki. Saudaraku, setiap urusan yang tidak dikaitkan kepada Allah, berpotensi menjadi besar, rumit, dan berat. Orang yang paling sengsara dalam hidup adalah orang yang tidak mengenal Allah. Semua yang dilakukannya tidak memiliki gantungan yang kokoh. Jadi, kita akan stres bila hati lebih bergantung kepada ikhtiar daripada kepada Allah. Saat berbisnis misalnya. Bila kita menggantungkan kesuksesan bisnis hanya pada strategi yang kita rancang, kita akan stres bahkan depresi ketika bisnis tersebut mengalami kegagalan. Saat kita mendambakan pendamping hidup, dan kita menggantungkan harapan pada ikhtiar semata, maka kita akan stres saat gagal menikah. Idealnya, ikhtiar seratus persen dan keyakinan pun seratus persen. Keyakinan, adalah pangkalan tempat

Bulan Maret 2006

5

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid berpijak. Hati harus yakin, sambil terus menyempurnakan ikhtiar. Wallahu a' lam. ( KH Abdullah Gymnastiar ) Yathie (hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan. Mari kita kembali kepada niat yang baik InsyaAlloh akan mendapatkan yang baik pula.....Amien) -------------------------------------------oOo-------------------------------------------

Bulan Maret 2006

6

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : indra indra@ptkds.co.id : 02-03-2006

SUMBER-SUMBER ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM
Setelah kita mengetahui betapa tinggi perhatian Islam terhadap ilmu pengetahuan dan betapa Allah SWT mewajibkan kepada kaum muslimin untuk belajar dan terus belajar, maka Islampun telah mengatur dan menggariskan kepada ummatnya agar mereka menjadi ummat yang terbaik (dalam ilmu pengetahuan dan dalam segala hal) dan agar mereka tidak salah dan tersesat, dengan memberikan bingkai sumber2 pengetahuan berdasarkan urutan kebenarannya sebagai berikut : 1. Al-Qur’an dan as-Sunnah : Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan al-Qur’an dan asSunnah sebagai sumber pertama ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan keduanya adalah langsung dari sisi Allah SWT dan dalam pengawasannya, sehingga terjaga dari kesalahan, dan terbebas dari segala vested interest apapun, karena ia diturunkan dari Yang Maha Berilmu dan Yang Maha Adil. Sehingga tentang kewajiban mengambil ilmu dari keduanya, disampaikan Allah SWT melalui berbagai perintah untuk memikirkan ayat-ayat NYA (QS 12/1-3) dan menjadikan Nabi SAW sebagai pemimpin dalam segala hal (QS 33/21). 2. Alam semesta : Allah SWT telah memerintahkan manusia untuk memikirkan alam semesta (QS 3/190-192) dan mengambil berbagai hukum serta manfaat darinya, diantara ayat2 yang telah dibuktikan oleh pengetahuan modern seperti[1] : • Ayat tentang asal mula alam semesta dari kabut/nebula (QS 41/11). • Ayat tentang urutan penciptaan (QS 79/28-30): Kegelapan (nebula dari kumpulan adanya sumber cahaya akibat medan magnetik H dan He yang bergerak pelan), yang menghasilkan panas radiasi termonuklir (bintang dan matahari) pembakaran atom H menjadi He lalu menjadi C lalu menjadi O baru terbentuknya benda padat dan logam seperti planet (bumi) panas turunmenimbulkan kondensasi baru membentuk air baru mengakibatkan adanya kehidupan (tumbuhan). • Ayat bahwa bintang2 merupakan sumber panas yang tinggi (QS 86/3), matahari sebagai contoh tingkat panasnya mencapai 6000 derajat C. • Ayat tentang teori ekspansi kosmos (QS 51/47). • Ayat bahwa planet berada pada sistem tata surya terdekat (sama ’ad-dunya) (QS 37/6). • Ayat yang membedakan antara planet sebagai pemantul cahaya (nur/kaukab) dengan matahari sebagai sumber cahaya (siraj) (QS 71/16). • Ayat tentang gaya tarik antar planet (QS 55/7). • Ayat tentang revolusi bumi mengedari matahari (QS 27/88). • Ayat bahwa matahari dan bulan memiliki waktu orbit yang berbeda-beda (QS 55/5) dan garis edar sendiri2 yang tetap (QS 36/40). Bulan Maret 2006 7

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid • • • • • • • • Ayat bahwa bumi ini bulat (kawwara-yukawwiru) dan melakukan rotasi (QS 39/5). Ayat tentang tekanan udara rendah di angkasa (QS 6/125). Ayat tentang akan sampainya manusia (astronaut) ke ruang angkasa (in bedakan dengan lau) dengan ilmu pengetahuan (sulthan) (QS 55/33). Ayat tentang jenis-jenis awan, proses penciptaan hujan es dan salju (QS 24/43). Ayat tentang bahwa awal kehidupan dari air (QS 21/30). Ayat bahwa angin sebagai mediasi dalam proses penyerbukan (pollen) tumbuhan (QS 15/22). Ayat bahwa pada tumbuhan terdapat pasangan bunga jantan (etamine) dan bunga betina (ovules) yang menghasilkan perkawinan (QS 13/3). Ayat tentang proses terjadinya air susu yang bermula dari makanan (farts) lalu diserap oleh darah (dam) lalu ke kelenjar air susu (QS 16/66), perlu dicatat bahwa peredaran darah baru ditemukan oleh Harvey 10 abad setelah wafatnya nabi Muhammad SAW. Ayat tentang penciptaan manusia dari air mani yang merupakan campuran (QS 76/2), mani merupakan campuran dari 4 kelenjar, testicules (membuat spermatozoid), vesicules seminates (membuat cairan yang bersama mani), prostrate (pemberi warna dan bau), Cooper & Mary (pemberi cairan yang melekat dan lendir). Ayat bahwa zyangote dikokohkan tempatnya dalam rahim (QS 22/5), dengan tumbuhnya villis yang seperti akar yang menempel dpada rahim. Ayat tentang proses penciptaan manusia melalui mani (nuthfah) zygote yang melekat (‘alaqah) segumpal daging/embryo (mudhghah) dibungkus oleh tulang dalam misenhyme (‘idhama) tulang tersebut dibalut oleh otot dan daging (lahma) (QS 23/14).

• •

3. Diri manusia : Allah SWT memerintahkan agar manusia memperhatikan tentang proses penciptaannya, baik secara fisiologis/fisik (QS 86/5) maupun psikologis/jiwa manusia tersebut (QS 91/7-10). 4. Sejarah : Allah SWT memerintahkan manusia agar melihat kebenaran wahyu-Nya melalui lembar2 sejarah (QS 12/111). Jika manusia masih ragu akan kebenaran wahyu-Nya dan akan datangnya hari pembalasan, maka perhatikanlah kaum Nuh, Hud, Shalih, Fir’aun, dan sebagainya, yang kesemuanya keberadaannya dibenarkan dalam sejarah hingga saat ini. [1] Bucaille, M., (1979)

Bulan Maret 2006

8

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Iwan Agus Setiawan bhallox@yahoo.com : 02-03-2006

BUNTUT SINGKONG
Tersebutlah dalam sebuah kisah nyata. Diujung gang sebuah pasar, mangkal seorang penjual singkong goreng (gorngan) yang setiap hari berjualan dengan penuh suka cita demi menghidupi anak dan istri tercinta. Pada suatu hari, datang seorang anak kecil entah dari mana asalnya. Si anak berdiri di sisi gerobak kesayangan Pak Singkong (sebut saja begitu) sambil memandangi gorengan panas yang baru diangkat dari penggorengan mendidih. Sambil menggigiti jari telunjuknya. Selintas Pak Singkong memperhatikan dan bertanya "kamu mau... ?" dan tanpa bersuara si Anak Singkong (sebut juga begitu) mengangguk, tersungging sedikit senyum gembira penuh harap. Terlintas begitu saja, Pak Singkong langsung bereaksi. Ia mengambil ujung paling kecil dari potongan singkong yang tidak terjual dan langsung menceburkannya ke minyak mendidih. Lumayan, daripada terbuang sia-sia, karena ga ada yang mau beli gorengan buntut singkong. Dengan penuh kegembiraan si Anak Singkong melahap buntut singkong goreng gratis dari Pak Singkong. Demikian, hal berulang setiap hari. Sampai pada hari ke empat, pak singkong tidak lagi kedatangan tamu kehormatannya itu. Sampai akhirnya... Dari sebuah mobil yang cukup mewah (Belum Jaguar setidaknya), turun seorang lakilaki muda gagah, parlente kata orang betawi (sebut aja si Tampan). Dia menghampiri pak singkong dengan senyum gagah menawan. "Gorengan Om", begitu teguran khas Pak Singkong ke stiap pelanggan yang datang. "Ya Pak, tapi saya mo beli buntut singkong" sambil tetap mempertahankan senyum gagah (hehehe... senyum gagah kaya apa sih ?). Sambil senyum dan tak kalah gagah (ukurang Pak Singkong), Pak Singkong menjawab sekenanya "Maaf Om... saya kaga jual buntut singkong" dan si Tampan ga mau keabisan akal "ah... massaaa...." katanya sambil pindah ke posisi kanan gerobak Pak Singkong sambil menggogot jari telunjuknya. "Masya Allah.... Subhanallah...." sambil melotot terperangan penuh haru "jadi ini kamu...." demikian kata Pak Singkong sedikit terbata. "Ya... ini saya, 20 tahun cukup untuk membuat Bapak lupa sama saya" jawab di Tampan. Setelah 4 hari minta dan makan buntut singkong, si Anak Singkong merasa cukup tenaga untuk melanjutkan hidupnya... ia bekerja keras untuk pendidikan dan karirnya hingga akhirnya ia berhasil meraih sukse yang ga pernah dibayangin sebelumnya.

Bulan Maret 2006

9

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Singkatnya, sebagai ucapan terima kasih atas segala kebaikan Pak Singkong yang telah memberinya hidup selama 4 hari dengan buntut singkongnya si Tampan memberangkatkan haji Pak Singkong, memberinya modal dan mengangkat derajat kehidupannya. Tausyah... Allah akan membalas segala kebaikan seseorang yang dilakukannya dengan tulus. Demikain juga Allah akan membalas sekecil apapun perbuatan jahat dengan azabnya yang pedih. Allah memberi rejeki dari tempat yang tidak disangka-sangka kepada setiap orang yang dikehendaki Nya. Dikutip dari kisah nyata oleh Ustadz Yusuf Mansur pada Pelatihan Wisatahati "The Power Of Giving ; Membangun Integritas Mencapai Target Kinerja" di PLN UPJ Bekasi. Demikian balasan Allah atas perbuatan baik dan sedekah seseorang Dimanapun Anda berada dan apapun Agama Anda. Semoga Bermanfaat & salam hormat, Iwan Agus Setiawan 0818 840417

Bulan Maret 2006

10

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : hazri bahana dwipantara@gmail.com : 02-03-2006

Mengapa Boikot
Assalamu' alaykum wr wb Berikukt adalah artikel yang melandasi aksi boikot ekonomi / produk mereka yang memusuhi islam, artikel ini disajikan secara bersambung dan ditujukan kepada seluruh umat islam. Dengan harapan agar memahamai secara benar dasar hukum aksi boikot sehingga tidak melakukannya hanya secara emosional membabi buta belaka, atau ikut ikutan. Sebagaimaana disebutkan "al ilmu qabla l amal" ilmu dulu baru beramal, karena amal tanpa ilmu bisa bisa sesat dan menyesatkan, wallahu a' lam. Artikel ini juga merupakan pendapat yang sangat moderat / ditengah tengah. Berikut selengkapnya : Tinjauan Syar'Tentang Aksi Boikot i Diantara berita gembira yang kita dengar dari berbagai media internasional tentang kebersamaan umat islam dalam melakukan boikot produk denmark serta efek efek positif bagi kita, karena penghinaan mereka terhadap Rasulullah saw tauladan kita, ternyata masih ada segelintir umat islam yang menentang / tidak menyetujui aksi pemboikotan, dengan alasan -menurut mereka- boikot tidaklah syar' / tidak adanya dalil2 dari quran i sunnah yang membolehkannya. Bagaimanakah sebenarnya aksi boikot dalam kacamata Islam, apakah ada dalil dalil dari quran sunnah yang membolehkan aksi boikot? Silakan baca artikel dibawah ini :) Artikel ini dimunculkan karena –salah satunya adalah adanya- alasan alasan diatas. Semoga bermanfaat bagi kita semua. * Aksi boikot (muqatha' adalah syar'... ah) i Ada banyak dalil yang mensyariatkan boikot (ekonomi) terhadap musuh, seebagai sarana untuk menekan, mempersempit dan menghinakan musuh, atau sebagai balasan bagi mereka, ... diantara dalil dalil tersebut ada yang bersifat ' /umum yang terkandung di am dalamnya makna boikot ataupun ada juga dalil dalil yang bersifat khusus / khas.. diantaranya ialah: 1. setiap ayat jihad dalam kitab Allah selalu terkandung didalamnya perintah untuk berjihad dengan maal/harta dan dengan jiwa / diri . sebagaimana firmanNya : Qs. At Taubah ; 41 : Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Qs. As Shaff ; 10-11 : Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Bulan Maret 2006

11

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Boikot ekonomi terhadap musuh adalah termasuk bagian dari berjihad dengan harta, karena berjihad dengan harta sebagaimana yang diperintahkan, yaitu; dengan menafkankan harta demi memperlemah kekuatan musuh, maka hal ini juga diperintahkan dengan menahan harta dari (sampai ke tangan) musuh sebagai bagian untuk melemahkan mereka juga. Hendaknya dieprhatikan penyebutan awal kata maal/harta sebelum kata nafs/jiwa dalam setiap ayat jihad, kecuali satu ayat dalam surat taubat, yaitu ayat ke 111, yang bermakna; "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu' min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur' Dan siapakah yang lebih menepati an. janjinya daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar". Penyebutan awal tersebut pastinya memiliki maksud maksud tertentu, dan boleh jadi diantaranya ialah : kemampuan setiap mukallaf (yang terkena kewajiban) untuk melaksanakannya (jihad deengan harta) tanpa terkecuali, apakah dengan menafkahkan hartanya atau menahannya. Hal ini berbeda dengan jihad bin nafsi (dengan jiwa) dimana ada sebagaian mukallaf yang lemah dari melaksanakannya (lemah karena adanya udzur udzur syari) atau karena adanya halangan antara dirinya dengan lapangan jihad. Penyebutan kata maal lebih dulu sebelum kata nafs, juga dikarenakan ia (harta) merupakan penopang bagi jihad bin nafs, dan tidak bisa sebaliknya. Dan ia didahulukan karena ia dipergunakan sebagai persiapan dan operasi penataan di lapangan lapangann jihad. Dan alasan/hikmah penyebutan (jihad dengan) harta didalam ayat ayat dalm alquran didahulukan sebelum jihad dengan nafs, pengetahuan tentangnya hanya ada pada Allah. 2. Firman Allah dalam hal amal shalih yang ditulis bagi pelakunya sebagai bagian dari jihad Qs. At Taubah ayat 120 : Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orangorang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah dan tidak patut bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, dan boikot ekonomi erhadap musuh merupakan bencana besar atas musuh dan tidkalah hal itu driragukan, Ketika perdagangan mereka mendapatkan keuntungan di wilayah kaum musllimin, maka boikot terhadap produk mereka akan menimbulkan kerugian besar dan kelemahan yang fatal bagi mereka.

Bulan Maret 2006

12

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid 3. Hadits shahih yang dikeluarkan oleh Abu Daud dan Nasai : "perangilah oran gorang musyrik dengan harta kalian, tangan kalian dan lisan kalian.. Dan sebagaimana yang telah kita sebutkan diatas, bahwa jihad dengan harta; bisa berupa menginfakkannya dalam peperangan atau untuk mempersiapkan pasukan perang, juga bisa dengan menahannya sehingga harta itu tidak sampai ke tangan musuh, yang karenanya ia akan memiliki kekuatan untuk membunuh, memusuhi dan merendahkan kaum muslimin. .... Ada yang mengatakan dalil dalil diatas keliatan dipaksakan dan tidaklah dalil dalil diatas bermakna demikian (pensyariatan boikot)... kalo demikian simaklah sirah nabi yang secara tegas menerangkan pensyariatan boikot ; 1. semua peperangan /ghazwah maupun sariyyah/ yang terjadi sebelum ghazwah badar kubra atau bahkan badar kubra sendiri, dimaksudkan sebagai penghadangan terhadap kafilah dagang quraisy, mengambil harta mereka dan mengepung mereka secara ekonomi ... sariyah hamzah ke saiful bahr), sariyah saad bin abi waqash, ghazwah buwath, sariyah abdullah bin jahsy, ghzwah ' Usyairah yang dimaksukan sebagai penghadangan terhadap kafilah abu sufyan yang yang membawa banyak harta dari perdagangan mereka ke syam, sehingga terjadilah peristiwa badar kubra... Pada awalnya rasulullah tidak memaksudkan untuk berperang. Semua ghazwah dan sariyyah tersebut tujuan awalnya ialah pengepungan secara ekonomi, penghadangan kafilah dagang dan memotong jalur perdagangan / bisnis kaum quraisy, untuk melemahkan musuh dan memecah dominasi / kekuasaan mereka ... (lebih detilnya baca kembali sirah nabi) Jadi tidakkah boikot produk musuh adalah sesuai dengan dalil dalil diatas? 2. kisah Tsumamah bin atsal ra ketika ia masuk islam... Ia menghentikan perdagangan / penjualan biji gandum kepada kaum quraisy yang didatangkan dari dirinya di Yamamah. Ia bersumpah kepada mereka : tidak, demi Allah, tidak akan datang kepada kalian satu butir biji gandumpun dari Yamamah sehingga diidzinkan oleh rasulullah saw. Riwayat ini terdapat dalam shahihain. Dan karenanya Tsumamah –dalam islam- disebut sebagai yang pertama kali melakukan boikot ekonomi terhadap musuh. Dengan ini ia menampakkan peran penntingnya terhadap kaum quraisy karena penentangan dan permusuhan mereka terhadpa rasuullah, dan ia memakai senjata yang ia miliki yaitu dengan memboikot perdagangan mereka. Ini semua merupakan bentuk penghinaan terhadap quraisy dan mengakibatkan kelaparan atas mereka. Hal ini membuat kaum quraisy menulis kepada Rasulullah dan meminta belas kasian dari Rasulullah agar beliau saw mau menulis kepada Tsumamah supaya kaum quraisy diijinkan kembali membawa makanan mereka ..

Bulan Maret 2006

13

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid dan Rasulullah pun menulis kepada Tsumamah sesuai permintaan mereka, dan Tsumamah menyudahi aksi boikotnya. Dari hadits tersebut muncul kaidah fiqh : tidak adanya syarat idzin dari imam/pemimpin dalam hal boikot, sebagai jawaban bagi mereka yang mensyaratkannya. Sesunnguhnyalah Tsumamah telah memboikot mereka tanpa meminta izin terlebih dahulu dari nabi saw, akan tetapi nabi saw mendiamkannya dan tidak mengingkari / melarangnya karena tidak ada idzin dari beliau saw. Hal ini oleh Rasulullah tidak dianggap sebagai mendahului atau lancang terhadap kedudukan nabi saw.. Dalil dalil diatas telah dengan jelas menunjukkan tentang masyruiyyatul muqataah / disyariatkannya boikot ekonomi terhadap musuh ... Wallahu a' ... lam Pertanyaan selanjutnya ialah; bagaimanakah hukum dari boikot tersebut? karena ianya masyru' maka secara hukum ia keluar dari lingkaran mubah ... dan ada , diantara 2 kemungkinan; bisa jadi wajib bisa juga sunnah ... Insya Allah dilanjutkan kapan kapan... Allahumma Yassir Umuurana... [source : http://fajarku.blogspot.com/2006/02/tinjauan-syari-tentang-aksiboikot.html -Hidup sekali, hiduplah yang berarti, jadikannya di jalan Mati hanya sekali, pilih cara mati yang bagaimana yang kamu mau. -----------------------oOo----------------------Allah.

Bulan Maret 2006

14

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Hudzaifah.org public@hudzaifah.org : 02-03-2006

Posted by: Tim.Jurnalis.SKI.FE on Thursday, July 14, 2005 - 07:39 PM Hudzaifah.org - Kehilangan masa lalu menjadikan seseorang atau masyarakat seperti tumbuhan air yang tidak memiliki akar yang menancap. Juga seperti tumbuhan yang tidak membuahkan hasil. Umat yang kehilangan kejayaan, pasti kehilangan identitas. Pada saat seperti ini umat akan hidup dengan konsep-konsep instant yang menjadikan mereka sekedar meneruskan kehidupan yang tidak berarti. Hidup hanya untuk makan dan minum tanpa kesadaran dan tujuan. Keterbelakangan kita sudah terlalu lama dan lebih dari cukup. Malam dan tidur kita telah begitu panjang hingga kita hampir melupakan datangnya pagi. Kita hampir tidak mampu untuk berdiri karena lamanya tubuh kita berbaring. Tidak ada lagi alasan bagi kita untuk terus berdiam diri dalam penjara keterbelakangan, sedangkan pada saat yang sama, seluruh alam sedang berlari mengejar kemajuan. Kita memiliki potensi, factor-faktor mental spiritual, moral, serta aktivitas kita yang mewajibkan kita menjadi maju. Kita juga memiliki sumber daya alam dan manusia yang memungkinkan kita untuk ikut berjalan dalam rombongan kemajuan serta menyusul rombongan "pencetak-pencetak kemajuan". Salah satu syarat penting dalam hal ini adalah kita harus membangun kemajuanyang kita inginkan dengan tangan, kaki, dan palu kita sendiri. Kita tidak ingin kemajuan yang dibangun untuk kita oleh orang lain, tidak diketahui asal dan akarnya. Kita harus menghidupkan kembali semangat kepahlawanan. Betapa perlunya kita mengambil pelajaran dari kisah-kisah kepahlawanan tokoh-tokoh muslim. Setiap pemimpin memiliki kisah teladan dan kepahlawanan yang patut kita ikuti. Hakikat mendasar yang dilupakan oleh kebanyakan umat muslim yaitu, bahwa kita dapat membangun masyarakat yang kuat dalam semua elemennya dengan memulai dari masing-masing individu. Harus ada kemauan dan kesadaran individu. Selama kita tidak melakukan hal itu, maka esok tidak lebih baik dari pada hari ini. Kita akan memiliki cacat bila hanya menonton dan menanti datangnya pahlawan tanpa melakukan apa-apa. Keterpurukan yang dialami secara terus menerus oleh umat muslim adalah karena kita lupa untuk apa kita diciptakan? Misi apa yang kita emban? Dan apa sarana untuk mencapainya? Bukankah kita punya Al Qur' dan Sunnah Rasulullah sebagai petunjuk an dan pedoman hidup sempurna? Dalam surat Adz-Dzariat ayat 56, Allah berfirman: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

Membangun Kejayaan Ummat

Bulan Maret 2006

15

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Ayat tersebut secara eksplisit menerangkan tentang subjektifitas manusia. Artinya, manusia diciptakan karena membawa misi dan tugas mulia. Yakni beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan, sedangkan keikhlasan itu terletak pada niat. Untuk mengukur sejauh mana niat baik atau keikhlasan itu, maka hanya dapat dibuktikan melalui implementasi ucapan dan perbuatan yang kesemuanya itu ditujukan semata-mata hanya untuk Allah. Inilah hakikat untuk apa kita diciptakan. Jika hal ini disadari oleh setiap manusia, jika orientasi hidup ini telah tertanam dalam lubuk hati dan telah difahami dengan kejernihan berfikir, niscaya setiap gerak langkah kaki akan ringan, ibadah akan khusuk dan hiduppun akan menjadi indah karena setiap aktivitas akan dipandang sebagai ibadah. Karena tidak mungkin seorang hamba yang "sadar" hakikat ini akan berbuat curang, zholim, dan merugikan diri sendiri dan orang lain dalam interaksi sosialnya. Dan dengan sendirinya kejayaan umat akan dapat diraih karena pondasi telah dibangun. Karakter diri manusia yang memahami hakikat penciptaannya dapat kita dapati dalam surat An-Nur ayat 36-38. Allah berfirman, "(Cahaya itu) di rumah-rumah yang disana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, disana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang. Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari kiamat). (mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas." 1. Bertasbih kepada Allah di Masjid-masjid Orang yang terjaga zikirnya kepada Allah, maka secara otomatis hatinya terikat kuat dengan masjid. Seorang hamba akan merasa terjaga dan tentram hatinya jika mengingat Allah ".dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram." (QS. Ar Ra' 28). d: Masjid tempat bersilaturrahmi yang efektif bagi orang-orang yang berharap keridhoan Allah. Kekuatan dan kesatuan umat akan tergambar dari jumlah dan banyaknya mereka berkumpul di masjid, baik untuk melaksanakan shalat lima waktu maupun untuk mengkaji ilmu Allah dan berdiskusi, bertukar pikiran dan saling tolong menolong dalam agama Allah swt. 2. Tidak dilalaikan oleh aktivitas duniawi Ajaran Islam mengamanatkan kepada umatnya agar dalam kehidupan yang fana ini tidak termakan oleh kecintaan yang berlebihan terhadap, kepentingan dunia. Mencari fasilitas dunia sebagai sarana menggapai kehidupan ukhrawi sangat dibenarkan dalam literatur Islam. Yang tidak boleh adalah kecintaan terhadap dunia yang berlebihan hingga meletakkan kepentingan akhirat pada urutan yang kedua. Rasulullah bersabda, "Akan datang suatu masa dimana kamu akan diperebutkan oleh umat lain sebagaimana makan lezat diperebutkan oleh orang yang lapar." Para sahabat bertanya: "Apakah saat itu jumlah kami sedikit ya Rasulullah?." Beliau menjawab: "Tidak, bahkan jumlah kamu banyak, tetapi

Bulan Maret 2006

16

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid seperti buih di lautan, karena kalian terserang penyakit wahn. "Mereka bertanya lagi: "Apakah penyakit wahn itu ya Rasulullah?. "Beliau menjawab: "Terlalu cinta dunia dan takut kepada mati." (HR. Abu Daud). Selama perniagaan dunia tidak begitu menyilaukan, ketika diri tidak diperbudak oleh kemegahan dunia, dan ketika dunia tidak lagi menjadi tujuan. Lalu dengan langkah mantap dengan semboyan "dunia hanya sarana untuk meraih kebahagian akhirat" atau dengan semboyan "kami meninggalkan dunia demi meraih kemuliaan di akhirat kelak, tetapi dengan sendirinya dunialah yang mengejar kami". Maka karakter seperti inilah yang memahami tujuan hidupnya yang hakiki. 3. Mendirikan Shalat "Bacalah Kitab (Al Qur' yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan an) laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (shalat) itu lebih besar keutamaannya dari ibadah yang lain)." (QS. Al Ankabut: 45). Telah jelas bagi kita keutamaan shalat dari untaian firman Allah diatas. Tapi mengapa masih banyak orang yang bersikap keji dan menanam serta menimbulkan kemungkaran, padahal mereka shalat? Dan tidak sedikit pula membiarkan kemungkaran terjadi. Layaknya para pengikut fir' yang tunduk pada perintah tuannya yang zhalim. aun Decak kagum pengikut ini disambut oleh rasa angkuh sang fir' seraya berkata : aun "saya adalah Tuhan". Mengapa tidak ada kemauan dan usaha dalam diri untuk bersama-sama menolak fir' modern. aun Gambaran tragis ini lahir dari shalat yang tidak benar. Walau benar mereka shalat, tapi mereka tidak benar-benar shalat. Masih saja shalat dipandang sebagai rutinitas dan penggugur kewajiban saja, sehingga pengerjaannya terburu-buru. Padahal shalat tempat kita berdialog dengan Rabb kita, meminta, dan tempat berkeluh kesah. Shalat pun menjadi sarana tazkiyatun nafs yang utama. Untuk itu seorang yang sadar akan hakikat hidupnya selalu memperbaiki shalatnya dan menambah diwaktu malam. Ada usaha untuk mewujudkan kekhusuan shalat dengan memahami ilmu shalat yang mencakup keutamaan, hakikat, serta tata cara yang diajarkan oleh Rasulullah saw. 4. Membayar Zakat Ketika Rasulullah saw meninggal, Abu Bakar terpilih sebagai Amirul mu' minin, namun sebagian kaum Arab tidak mengakuinya. Maka berkata Umar: "Mengapa kau memerangi orang-orang itu? Padalah Rasulullah saw telah mengatakan ' saya hanya diperintahkan memerangi manusia sebelum mengikrarkan ' tidak ada tuhan selain Allah' namun apabilah mereka telah mengikrarkannya maka darah dan , kekayaan mereka memperoleh perlindungan dariku, kecuali bila didapat kewajiban dalam kekayaan dan darah itu, sedangkan penilaian (hisab) atas mereka terserah pada Allah swt.' Abu Bakar menjawab: "Demi Allah, saya akan memerangi siapapun yang membeda-bedakan zakat dari shalat, karena zakat adalah kewajiban dalam kekayaan. Demi Allah, andaikata mereka tidak mau lagi

Bulan Maret 2006

17

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid memberikan seekor anak kambing yang dulu mereka berikan keapda Rasulullah, maka saya pasti memerangi mereka karenanya". Umar kemudian berkomentar: "Demi Allah, hati Abu Bakar betul-betul sudah dibukakan oleh Allah untuk perang tersebut, sekarang aku tahu bahwa ia benar". Inilah kerasnya sikap Abu Bakar terhadap orang-orang yang lalai akan kewajiban zakat. Dalam Surat Al Ma' Allah berfirman, "Tahukah kamu (orang) yang un, mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. (QS. Al Ma' 1-3). un: Dalam surat ini dijelaskan orang yang tidak peduli pada anak yatim dan fakir miskin dijuluki pendusta agama. Yaitu orang yang beragama dan melakukan aktifitas keagamaan tapi semua itu dianggap dusta. Sedemikian penting fungsi zakat digambarkan dalam firman Allah, "Ambillah zakat dari kekayaan mereka untuk membersihkan harta dan mensucikan jiwa mereka. Sesungguhnya do' mendatangkan ketentraman bagi mereka." (QS. At amu Taubah: 103). Maka zakat adalah kewajiban dipaksakan dan salah satu fungsinya ialah membersihkan harta dan mensucikan jiwa, serta merupakan ibadah harta yang berdimensi sosial. 5. Takut pada Yaumil Akhir (kiamat) Yaumil Akhir pasti akan tiba, kita beriman kepadanya. Dasyatnya guncangan hari akhir digambarkan dalam firman Allah berikut, "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anaknya yang ia susui, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras." (QS. Al Hajj: 1-2). Apakah masih membatunya hati ini ketika kiamat-kiamat kecil telah dilalui, apakah masih tamaknya angan-angan ini dalam mengejar kehidupan dunia dengan sagala yang haram dihalalkan, apakah kurang jelas dihadapan kita bahwa keagungan dan kebesaran Allah terbentang disekitar kita. Selama masih ada waktu, maka perbaikilah dan jalankan untuk mencari Ridha Allah. Jadilah golongan mengerti orientasi hidup yang akan berlomba-lomba mempersiapkan bekal untuk mengahadapNya. Sehingga dunia hanya dijadikan ajang perlombaan saja dalam melaksanakan keta' atan kepada Allah dan untuk memperoleh ridho-Nya. Seluruh hidup mereka, dikerahkan di jalan Islam. Begitulah hidup orang-orang yang memiliki komitmen yang benar kepada Islam. Itulah karakteristik seorang yang mengerti orientasi hidup, maka beranilah menumbuhkan kemauan dan memupuknya dengan tekad dan langkah-langkah pengorbanan demi kebenaran. Toh nilai hidup seseorang ditentukan sampai kemana

Bulan Maret 2006

18

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid gerak-geriknya diarahkan: "Katakanlah! Sesungguhnya shalatku, ibadahku dan hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam." (QS. Al An' 162). am: Wallahu ' alam bish showab. (Bobi Hendra) Referensi: • Al Quran dan Hadits • Buku "Figur Pemuda Islam" • Buku "Melahirkan Pemimpin Masa Depan" • Buku "Mensucikan Jiwa" Sumber :http://www.hudzaifah.org/Article242.phtml -------------------------------------oOo-------------------------------------

Bulan Maret 2006

19

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : shofy nafsany shofy1712@yahoo.com : 03-03-2006

Meraih Cinta Abadi
Orang yang beriman pasti mendambakan cinta kasih Allah. Namun untuk memperoleh cinta-Nya, seorang hamba harus menyerahkan sepenuh hidupnya dengan mengabdi kepada Allah, lewat berbagai cara. Setiap pengabdian yang dilakukan harus dilandasi rasa cinta yang tulus, agar mendapat balasan cinta-Nya. Cinta memang menempati posisi tertinggi dalam pencapaian spiritual seseorang. Bagaimanakah cara untuk mendapatkan cinta-Nya? Beriman kepada Allah dan RasulNya dengan sendirinya akan menumbuhkan rasa cinta yang tulus dan abadi. "Katakanlah (ya Muhammad): "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." (Ali Imran: 31). Cinta yang diawali dengan beriman kepada Allah merupakan langkah yang tepat bagi orang-orang yang sedang mencari cinta sejati. Seseorang tidak akan mendapatkan cinta sejati dari manapun, kecuali hanya dari Allah. Orang yang mencintai Allah, secara otomatis akan muncul kecintaannya kepada para utusan Allah. Sebagaimana umat Islam mencintai dan merindukan perjumpaan dengan Nabi Besar Muhammad Saw. yang digambarkan bagai bulan purnama. Kecintaannya kepada Rasulullah Saw. jangan seperti orang-orang yang mensejajarkan Nabi dengan Tuhan, karena dapat menimbulkan kultus dan penyembahan. Cinta kepada Nabi dan rasul itu bukan untuk di sembah, tapi kecintaan itu harus kembali kepada keimanan, bahwa Nabi dan Rasul itu sebagai penerima wahyu dan penyampai risalah yang benar kepada umat. Meraih Cinta-Nya Tidak ada jalan lain untuk meraih cinta Allah, kecuali mengikuti Rasulullah Saw. Dan untuk mengikuti Rasul-Nya, harus mematuhi dan menaati segala perintah dan larangan yang telah dicontohkan, sehingga akhirnya Allah akan mencintainya. Kepatuhan dan ketaatan akan timbul pada diri orang yang beriman, melalui proses bimbingan dari seorang Syekh Mursyid atau yang disebut Ulama waratsatul anbiya' (pewaris nabi). "Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun (wali mursyid) yang dapat memberi petunjuk kepadanya." (Al Kahfi: 17). Karena hanya orang-orang yang beriman yang merasakan cinta kepada Allah dan RasulNya. Cintanya dapat menenggelamkan dirinya dalam lautan pengabdian abadi, nyaris tak tersisa perintah yang dikerjakan menjadi amal saleh. "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya." (Yunus: 9).

Bulan Maret 2006

20

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Banyak amalan yang bisa dikerjakan oleh orang-orang yang sedang berusaha menggapai cinta-Nya, misalnya mengerjakan shalat wajib, shalat sunah dan teristimewa shalatullail (shalat malam) secara istikamah, sebagaimana yang dikerjakan oleh Rasulullah Saw. "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat." (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Daud). Tercatat dalam tarikh Nabi Saw. sepanjang hidupnya tidak pernah meninggalkan shalat malam. Bahkan ada beberapa hadis yang menjelaskan, beliau mengerjakan shalat sepanjang malam hingga kakinya bengkak. Kendatipun beliau sudah mendapatkan kepastian cinta-Nya, namun tetap melakukan apa saja yang dicintai Allah dengan rasa cinta. Karena di dalam shalat terkandung kemesraan memandang ke-Elok-an wujud-Nya. "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku." (Thaahaa: 14). Shalat merupakan puncak kemesraan bercinta dengan Allah. Kemesraan itu sama dengan khusyuk, orang yang khusyuk shalatnya adalah orang yang benar-benar sedang menikmati kemesraan-Nya. Kenikmatan dan kelezatannya tak dapat dilukiskan dengan apa pun. Dengan kata lain, tidak akan merasakan kenikmatan shalat, kecuali orang-orang yang sedang bermesraan dengan Allah. Karena itu, suatu keberuntungan dan hidayah dari Allah bagi orang yang mencapai kemesraan dalam shalatnya (khusyuk). "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya." (Al Mu' minuun: 1 & 2). Shalat adalah media hubungan antara hamba dengan Tuhan, sekaligus sarana untuk menjalin hubungan cinta seorang hamba. Dengan shalat, seorang hamba dapat menebarkan rayuan-rayuan untuk-Nya seperti; tahmid, tasbih dan takbir yang merupakan rangkaian keagungan dan kemuliaan diri-Nya yang Maha Tinggi. Kendatipun Ia tidak butuh rayuan dalam bentuk apapun dari seorang hamba, tapi hamba harus tetap memujiNya. Sebab, Dialah Wujud Zat yang berhak dipuji sebagai Tuhan semesta alam. Yang memiliki sifat Rahman Rahim dan memiliki Kerajaan langit dan bumi. Dia pula yang menjadi Raja di hari peradilan kelak, karena semua urusan akan dikembalikan kepadaNya. "Kepunyaan Allah Kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan." (Al Hadiid: 5) Dikutip dari Majalah "KASYAF" KASYAF adalah majalah Kajian Tauhid dan Hakikat yang terbit setiap dua bulan sekali. Saat ini sedang beredar Edisi 5 yang mengangkat tema "HIJRAH MENGGAPAI MA' RIFATULLAH” KASYAF dapat diperoleh di toko buku atau lapak-lapak koran terdekat atau dapat langsung menghubungi Bagian Marketing/Sirkulasi (Sdr. Ahmad Rivai) Telp (021)87710094 atau kunjungi websitenya : www.akmaliah.com

Bulan Maret 2006

21

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : abuluthfi ar-rasyid abuluthfia@yahoo.co.id : 04-03-2006

Dunia Dan Hakikatnya
Dunia digambarkan Allah laksana tetesan hujan yang banyak menyuburkan tanaman, dan tanaman inilah yang kemudian memukau orang-orang kafir. Kemungkinan orang kafir yang dimaksudkan disini adalah orang kafir kepada Allah. Karena itu, al-Qur’an memperkenalkan kaum kafir ini ketika menyebutkan sifat ini dalam setiap ayat. Kalau saja yang dimaksud dalam sebuah ayat adalah para petani, niscaya akan disebutkan menurut profesi mereka supaya bisa dikenal. Misalnya saja firman Allah, “Tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya,” (QS. Al-Fath: 29) Ayat ini hanya menyindir orang-orang kafir karena mereka sangat terpesona oleh dunia. Anggapan mereka, inilah rumah sejati sehingga mereka harus bekerja dan membanting tulang sekeras-kerasnya. Mereka sangat takjub dengan berbagai perhiasandan isinya. Kemudian Allah menceritakan nasib tanaman itu, yakni menguning dan menjadi kering/layu. Inilah akhir dari dunia. Kalau seorang hamba memiliki beraneka kehidupan dunia, dari pangkal hingga ujung, niscaya nasibnya tidak jauh berbeda dengan tanaman ini. Namun, kalau akhirat menjadi tujuan utama diatas dunia karena dia ingin terbebas dari siksa yang pedih, mendapat ampunan Allah dan pahala yang berlimpah, maka nasibnya seperti yang diungkapkan Ali bin Abi Thalib: “Dunia adlah tempat sejati bagi mereka yang menyedekahkannya. Rumah keselamatan bagi mereka yang memahaminya. Tempat keberhasilan bagi mereka yang tunduk pada Allah semata. Sebab didalamnya ada mesjid para nabi, tempat turunnya wahyu, mushala para malaikat dan tempat tinggal para WaliNya. Di dalamnya mereka bisa mendapatkan rahmat. Di dalamnya mereka bisa beruntung mendapatkan keselamatan. Siapa saja yang mencela dunia, maka dia telah menundukkannya dan menemukan hakikatnya dan para penghuninya. Akan tetapi yang tidak, dia telah menghanyutkan dirinya dalam belaian dunia. Cintanya menggelora pada dunia ini dan begitu suka cita pada kebahagiaan duniawi, baik dalam kondisi takut ataupun berharap. Maka ada kaum yang mencelanya, sementara kaum yang lainnya malah memujinya. Dunia mengingatkan dan menasihatinya sehingga diapun terpengaruh. Wahai orang-orang yang mencela dunia dan memujinya sehingga terpedaya, sampai kapan dunia akan mempesonakan dan memperdaya kalian? Apakah sampai ditempat ayah kalian di bawah tanah yang basah (kuburan)? Apakah tempat berbaring ibu yang sudah usang? Kalian lihat berapa banyak warisan yang ditinggalkan? Berapa banyak kalian menuangkan minum kepada orang sakit? Berapa banyak kalian mengunjungi orang sakit dan mencarikan obat baginya, mengundang dokter untuknya, kemudian tidak berguna apa-apa pertolongan kalian ini dan pencarian kalian tidak bermakna?

Bulan Maret 2006

22

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Perumpamaan dunia buat kalian adlah tempat mati dan tempat tidur kalian.” Kemudian Ali menoleh kepada kuburan dan berseru: “Wahai penghuni kuburan, wahai mayat yang sudah menyatu dengan tanah. Perputaran sudah selesai. Harta benda telah terbagi. Isteriisteri pun sudah menikah. Ini adalah kabar dari kami, maka sampaikan kabar kalian kepada kami.” Lantas Ali menoleh kepada kami dan berkata: “Kalau saja Allah mengizinkan, niscaya mereka akan mengabari kalian bahwa bekal yang paling baik adalah takwa.” Pada hakikatnya dunia tidaklah dicela, yang dicela adalah keterpautan hati hamba kepada dunia. Dunia adalah kendaraan yang mengantarkan seseorang pada surga atau neraka. Akan tetapi, kalau syahwat dan kelalaian sudah merajai sehingga mereka berpaling dari Allah dan akhirat, maka nasib celakalah yang menghantam para penghuni dunia dan dunia itu sendiri. Tercela tidaknya dunia ini tergantung sepenuhnya pada penghuninya dalam menyikapi dunia. Akan tetapi kalau terjadinya sebaliknya (lebih mengutamakan akhirat), maka dunia bisa dianggap sebagai batu loncatan dan ladang bagi akhirat. Dari dunia ini akan dipungut bekal akhirat. Didunia pula setiap orang bisa mencurahkan waktu untuk mengenal Allah, cinta pada-Nya dan mengingat-Nya untuk mencapai ridha-Nya. Tinggi rendahnya derajat seseorang disurga tergantung bagaimana amal kebaikannya semasa didunia. Cukuplah sebagai gambaran bahwa disurga terdapat pujian dan karunia bagi para wali Allah. Didalamnya ada panorama yang menyejukkan mata, menyenangkan hati, mengembirakan para arwah dan kenikmatan tiada tara. Itu semua merupakan buah ketika di dunia mereka mengingat Allah, mengenal-Nya, mencintai-Nya, beribadah padaNya, bertawakal pada-Nya, kembali pada-Nya, dekat dengan-Nya, senang beringsut mendekati-Nya, merendahkan diri dihadapan-Nya, merasakan kenikmatan dalam bermunajat pada-Nya, menghadap pada-Nya, dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan-Nya daripada lain-Nya. Didunia ini ada kalam Allah wahyu-Nya, petunjuk-Nya dan malaikat utusan-Nya yang membawa wahyu atas perintah-Nya. Dia juga mengabarkan kepada para hamba-Nya apa saja yang dikehendaki-Nya Karena itulah Ibn ‘Uqail dan para ulama lainnya lebih memilih cinta kepada Allah dan ridha-Nya daripada kenikmatan surgawi. Mereka berkata: “Ini adalah hak Allah yang ditetapkan atas mereka. Mereka mempunyai jatah dan kenikmatan karena telah menunaikan hak Allah tersebut. Hak Allah jauh lebih tinggi nilainya daripada hak mereka.” Mereka berkata: “Iman dan taat itu lebih bermakna daripada balasan Allah terhadap hamba-Nya.” Hemat kami, tidak pernah ada pengunggulan satu hal diatas lainnya didunia dan akhirat ini. Kalau saja dua hal ini bisa berada disatu tempat (dunia atau akhirat), mungkin saja salah satunya bisa diunggulkan. Iman dan taat didunia ini lebih utama daripada isi dunia ini. Masuk surga dan melihat wajah Allah, mendengarkan firman-Nya dan keselamatan dengan mendapatkan ridha-Nya, lebih utama daripada isi akhirat.

Bulan Maret 2006

23

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Yang disebut terakhir ini lebih bernilai daripada yang ada didunia, sekaligus lebih unggul daripada yang ada diakhirat. Tidak diboleh dikatakan mana yang lebih utama? Yang satu lebih utama ditinjau dari sana, dan satu lagi lebih bernilai ditinjau dari sudut pandang tujuan. Hanya Allah yang memberikan taufiq.[] die *Kemuliaan Sabar dan Keagungan Syukur* Ibn Qayyim Al-Jauziyyah ----------------------------oOo----------------------------

Bulan Maret 2006

24

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : suryati y4t12002@yahoo.com : 04-03-2006

Ridzki Setelah Nikah
Oleh : Ilyasa Bustomi "Ridzki adalah salah satu faktor yang paling banyak menjadi polemik, sebelum maupun setelah pernikahan. Faktor ridzki ini tak henti-hentinya menjadi pokok bahasan dalam, menjelang dan disaat kita mengarungi pernikahan." Ridzki adalah salah satu faktor yang paling banyak menjadi polemik, sebelum maupun setelah pernikahan. Faktor ridzki ini tak henti-hentinya menjadi pokok bahasan dalam, menjelang dan disaat kita mengarungi pernikahan. Waktu lamaran atau khitbah misalnya, kerap kali seorang pria ditanyai calon mertua dengan pertanyaan : sudah kerja atau belum ? kerja di mana ?, semata-mata karena kerja ada kaitannya dengan ridzki, dalam pengertian : ridzki material untuk menghidupi keluarga (suami, istri dan anak). Mengenai jumlah material yang bakal didapat seseorang ketika dia telah menikahpun masih banyak perbedaan pendapat. Ada yang berkata : ridzki material seseorang yang menikah akan berkurang, mengingat jatah dirinya harus dibagi tiga- untuk diri, pasangan dan untuk anak-anaknya. Ada yang berkata : ridzki material seseorang yang menikah akan bertambah, mengingat ridzki dari diri, pasangan dan anak semuanya berkumpul dalam wadah yang bernama keluarga. Pendapat kedua yang lebih optimistik ini berpangkal dari asumsi, masing-masing orang sudah dikaruniai ridzki dari Allah, sehingga ridzki itu berkumpul dalam suatu wadah, yaitu keluarga. Tambah optimis mereka yang memegang prinsip kedua ini, ketika pasangan suami-istri dikaruniai kelahiran seorang anak. Sudah ada ridzki suami, ridzki istri, ditambah lagi ridzkinya seorang anak. "Banyak anak banyak ridzki," bisa berlaku pula teratas mereka yang percaya dengan prinsip yang disebut ke-2 ini. Bila diminta memihak, maka penulis tentu akan berpihak pada pendapat ke-2, kendati secara logika pendapat pertama tidak sama sekali salah. Pendapat pertama bisa menjadi suatu kebenaran, dengan syarat : pencari nafkah tidak optimal dalam ikhtiar, sedang penerima nafkah tidak mampu mengalokasikan pendapatan secara hemat dan benar. Atau jangan-jangan, pihak yang bertanggungjawab mencari nafkah belum atau tidak mampu mencari nafkah, bagi pemenuhan kebutuhan dan stabilitas ekonomi keluarganya. Optimisme yang mengemuka dalam pendapat pertama bisa juga menjadi buyar, ketika optimisme tidak didukung oleh maksimalisasi potensi ikhtiar, serta azas penghematan dalam pengelolaan anggaran keluarga. Pameo "banyak anak banyak ridzki" bisa tidak berlaku lagi, berganti dengan pameo : "banyak anak banyak beban." Hemat penulis, fenomena inilah yang banyak terjadi di negara ini. Dengan faktor penyebab yang ditengarai : pernikahan dini, entah karena "married by accident" atau dalih ingin lekas menunaikan perintah agama, tanpa mengukur kemampuan dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi pasca pernikahan. Itulah sebabnya, untuk mencegah hal tersebut, Ibrahim

Bulan Maret 2006

25

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Amini, seorang cendekiawan Islam meletakkan pekerjaan tetap atau stabil sebagai syarat bagi laki-laki, yang berniat menyunting seorang wanita. KH Miftah Faridl, salah seorang ulama terkemuka Jawa Barat juga mendukung pendapat kedua, yang menganggap bahwa pernikahan adalah pembuka pintu ridzki. Membaca uraian beliau dalam buku 150 Masalah Nikah & Keluarga bisa diinsyafi bahwa, kalau seseorang menikah maka dia akan memperoleh ridzki untuk dirinya dan untuk teman hidupnya. Dengan menikah diharapkan, ridzki bertambah dengan salah satu sebab, penyaluran pembiayaan hidup yang lebih baik, dan pengelolaan pembiayaan hidup diatas azas penghematan. Pendapat beliau menjawab pertanyaan penulis tentang : mengapa seorang kawan yang masih membujang dan bekerja di perusahaan mentereng, sering mengeluh kekurangan uang. Partner yang handal dalam mengelola ridzki tak pelak menjadi pertimbangan penting, yang harus dipikirkan seseorang ketika ia memilih pasangan hidup. Kurang-cukupnya ridzki dalam sebuah keluarga akhirnya tidak ditentukan oleh jumlah material, melainkan ditentukan oleh kehandalan dan kemampuan manajerial pasangan pernikahan dalam mengatur cash flow rumahtangga. *Kolumnis artikel Islam. Tulisannya dimuat di Republika, Islam Online, Mutmainna dan majalah Hareetz (Qatar) Yathie (hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan. Mari kita kembali kepada niat yang baik InsyaAlloh akan mendapatkan yang baik pula.....Amien) --------------------------------oOo--------------------------------

Bulan Maret 2006

26

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : suryati y4t12002@yahoo.com : 04-03-2006

Publikasi: 08/02/2005 09:41 WIB eramuslim - Seorang pemuda yang baru saja menikah diitanya oleh rekannya:"Bagaimana rasanya nikah?" Jawab pemuda itu: "Wah payah, enaknya cuma 5 persen!" Rekannya bertanya lagi penasaran: "Ah masak sih?". "Iya, yang 95 persennya, enak banget!" Jawab pemuda itu sambil tersenyum lebar. Ungkapan tersebut, kendati cuma guyonan tapi mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Dalam sebuah acara talk show di salah satu stasiun televisi swasta, seorang nara sumber yang menjadi pengasuh sebuah pesantren di daerah Jawa Barat menceritakan perkawinan salah satu santrinya itu. "Saya jadi bingung, kenapa santri saya yang baru nikah dilaporkan hampir setiap hari pingsan. Apakah karena kesehatannya yang menurun atau ada hal lain. Lalu, ketika saya berkesempatan langsung menanyakan apa sebabnya. Santri itu bukannya menjawab, malah tersenyum malu," katanya. Tentu saja, pengasuh ponpes itu sudah mahfum dengani senyum malu tersebut. Pingsan yang dimaksud itu bukan lantaran fisik atau kesehatannya yang lemah, justru sebaliknya. Lebih tegap dan sehat. Hanya saja, mereka masih hijau saat merumput dalam dunia lain yang belum pernah dialami sebelumnya. Di samping itu, kehidupan perkawinan, ternyata, membawa pengaruh baik pada kesehatan. Pria atau wanita yang telah menikah lebih sedikit yang merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol dan menjadi lebih rajin berolahraga, dibandingkan pria atau wanita yang belum menikah atau berpisah dari pasangan. Mereka juga lebih jarang mengalami sakit kepala atau stres. Demikian yang terlihat dari laporan hasil pusat statistik kesehatan di Amerika Serikat. Walaupun pria yang menikah mempunyai kesehatan yang baik, tapi mereka cenderung lebih gemuk setelah menikah. Pria yang tidak menikah, jarang yang mengalami masalah kegemukan ini. Mengapa ini terjadi? Para ahli statistik masih belum mampu menjawabnya. Untuk masalah merokok, pria menikah dan tidak menikah memiliki perbedaan nyata. Hanya separuh dari pria menikah yang menjadi perokok dibanding para pria yang telah bercerai atau pria yang belum menikah. Mereka yang hidup bersama tanpa menikah, juga lebih sering yang mengalami masalah kesehatan dibanding dengan mereka yang menikah. Hasil ini diperoleh dari wawancara terhadap 125.545 orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas. 58,2% diantaranya telah menikah, 10,4% telah bercerai atau berpisah dengan

Menikah hidup lebih sehat

Bulan Maret 2006

27

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid pasangannya, 6,6% adalah janda, 5,7% hidup dengan pasangannya dan 19% belum pernah menikah Kelihatannya, pria atau wanita yang berada dalam wadah perkawinan akan merasa mendapat lebih perlindungan dan dukungan dalam hal sosial, ekonomi, psikologis dan juga dalam pola hidup sehat. Mereka yang menikah akan merasa aman dan lebih mantap dalam menjalani hidupnya. Sehingga mereka menjadi lebih sehat dibanding dengan priawanita yang tidak menikah, berpisah atau bercerai. Pernikahan memang fitrah manusia, untuk menyalurkan hasrat biologis secara syah dan bermartabat. Bukan dengan cara sembarang yang justru bisa mengundang berbagai penyakit kelamin. Seminar-seminar yang mengangkat tajuk tentang bahayanya virus HIV/AIDS mengakui bahwa pernikahan merupakan satu-satunya jalan keluar yang paling aman dan sukses untuk mencegah penyakit yang belum ada obatnya itu ketimbang hanya menyarankan dengan penggunaan kondom. Secara alami, syahwat bisa disalurkan dengan baik dengan pasangannya, tidak hanya bisa meningkatkan rasa cinta antara suami istri, tapi juga, keharmonisan rumah tanggapun turut terjaga. Dalam suatu riset di Amerika, ditemukan pula, bahwa, pasangan yang telah menikah, hidupnya lebih teratur, terbebas dari rasa ketakutan dari penularan penyakit kelamin yang pernah menyerang remaja dan pria atau wanita dewasa yang lebih suka hidup tanpa ikatan perkawinan. Hidup yang teratur itu yang menyebabkan hidup mereka lebih baik dalam tatanan dan kesehatan. Jika pun ada perbedaan pendapat, itu wajar terjadi. Karena, kedua pasangan berasal keluarga, pendidikan, umur, etnis dan segalanya sesuatu yang berbeda, pasti akan memicu perbedaan. Namun, rumah tangga yang sehat, akan menjadikan perbedaan itu sebagai nuansa penambah wawasan. Dan, bukan sebagai penyebab perpecahan. Dalam perspektif kejiwaan, menikah dan membangun rumah tangga yang tentram, bahagia dan penuh cinta itu sama seperti layaknya membangun rumah yang proses pembangunannya mesti dikerjakan secara berurutan, dan menempatkan bagian-bagian rumah tersebut secara tepat dan harmonis. Sebagai fondasinya adalah saling pecaya. Kemudian, di atas fondasi itu dibangun pilarpilar atau tiang-tiang utama yang berupa sifat kepemimpinan suami. Tegak atau condongnya pilar kepemimpinan ini akan mempengaruhi tegak atau condongnya bangunan yang nantinya akan berdiri. Setelah itu, di atas fondasi yang sama dan bersandar pada tiang-tiang utama tadi, dibangunlah dinding yang berfungsi sebagai pembentuk bangunan tadi, pembatas dari area luar dan penyekat antara ruangan. Cantik atau tidaknya bangunan, tergantung dari penempatan dan pengaturan dinding tadi. Dinding ini adalah sifat iman seorang isteri. Pada dinding tadi, dibuat pula jendela yang berfungsi sebagai pengatur keluar masuknya

Bulan Maret 2006

28

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid cahaya matahari dan udara segar. Makin baik jendela tadi berfungsi, tentu makin lancar pula sirkulasi cahaya dan udara segar. Jendela inilah tunduk dan taatnya isteri. Pada dinding itu pula tentu dibuat pintu, yang berfungsi sebagai tempat lalu lalangnya orang-orang yang keluar masuk rumah. Pada saat-saat tertentu pintu itu dibuka, dan di saat-saat tertentu ditutup. Inilah fungsi mampu menjaga dari seorang isteri. Tetapi walaupun itu semua telah dibuat dan ditegakkan, belumlah bangunan tadi disebut rumah. Sebab ia membutuhkan atap sebagai pelindung dari panas maupun hujan. Ketika panas, ia berfungsi sebagai peneduh dan penyejuk. Ketika hujan ia berfungsi sebagai pemayung dan penghangat. Tentunya, bersandar kepada Tuhan dan mengikuti ajarannya. Manakala setiap pasangan menjalankan fungsi-fungsi tadi dengan baik, maka hidup tidak hanya menjadi lebih sehat. Tapi, juga, rumah tangga yang penuh dengan rasa tentram, bahagia dan penuh cinta akan terwujud. ----------------------------------------oOo----------------------------------------

Bulan Maret 2006

29

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : suryati y4t12002@yahoo.com : 04-03-2006

Atribut yang diberikan Islam kepada kita, salah satunya adalah dai ilallah. Kita dituntut untuk merealisasikan dakwah dalam seluruh waktu kehidupan kita. Setiap langkah kita sesungguhnya adalah dakwah kepada Allah, sebab dengan itulah Islam terkabarkan kepada masyarakat. Bukankah dakwah bermakna mengajak manusia merealisasikan ajaran-ajaran Allah dalam kehidupan keseharian? Sudah selayaknya kita sebagai pelaku yang menunaikan pertama kali, sebelum mengajak kepada yang lainnya. Pernikahan akan bersifat dakwah apabila dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Islam di satu sisi, dan menimbang berbagai kemaslahatan dakwah dalam setiap langkahnya, pada sisi yang lain. Dalam memilih jodoh, dipilihkan pasangan hidup yang bernilai optimal bagi dakwah. Dalam menentukan siapa calon jodoh tersebut, dipertimbangkan pula kemaslahatan secara lebih luas. selain kriteria umum sebagaimana tuntunan fikih Islam, pertimbangan lainnya adalah : apakah pemilihan jodoh ini memiliki implikasi kemaslahatan yang optimal bagi dakwah, ataukah sekedar mendapatkan kemaslahatan bagi dirinya? mari saya beri contoh berikut. diantara sekian banyak wanita muslimah yang telah memasuki usia siap menikah, mereka berbeda-beda jumlah bilangan usianya yang oleh karena itu berbeda pula tingkat kemendesakan untuk menikah. Beberapa orang bahkan sudah mencapai usia 35 tahun, sebagian yang lain antara 30 hingga 35 tahun, sebagian berusia 25 hingga 30, dan yang lainnya di bawah usia 25 tahun. Mereka semua ini siap menikah, siap menjalankan fungsinya dan peran sebagai isteri dan ibu di rumah tangga. Anda adalah laki-laki muslim yang telah berniat melaksanakan pernikahan. Usia anda 25 tahun. Anda dihadapkan pada realitas bahwa wanita muslimah yang sesuai kriteria fikih Islam untuk anda nikahi ada sekian banyak jumlahnya. Maka siapakah yang lebih anda pilih, dan dengan pertimbangan apa anda memilih dia sebagai calon isteri anda? Ternyata anda memilih si A, karena ia memiliki kriteria kebaikan agama, cantik, menarik, Pandai, dan usia masih muda, 20 tahun atau bahkan kurang dari itu. Apakah pilihan anda itu salah? Demi Allah, pilihan anda ini tidak salah! anda telah memilih calon isteri dengan benar karena berdasarkan kriteria kebaikan agama, dan memenuhi sunnah kenabian. Bukankah Rasulullah bertanya kepada Jabir ra : "Mengapa tidak menikah dengan seorang gadis yang bisa engkau cumbu dan bisa mencumbuimu" (Riwayat Bukhari dan Muslim) Dan inilah jawaban dakwah seorang Jabir ra, "Wahai Rasulullah, saya memiliki saudara-saudara perempuan yang berjiwa keras, saya tidak mau membawa yang keras juga kepada mereka. janda ini saya harapkan mampu menyelesaikan permasalahan tersebut." kata Jabir "benar katamu" jawab Nabi saw. Jabir tidak hanya berfikir untuk kesenangan dirinya sendiri. Ia bisa memilih seorang gadis perawan yang cantik dan muda belia. Namun ia memiliki kepekaan dakwah yang

Di Jalan Dakwah Aku Menikah

Bulan Maret 2006

30

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid amat tinggi. kemaslahatan menikahi janda tersebut lebih tinggi dalam pandangan Jabir, dibandingkan dengan menikahi gadis perawan. Nah, apabila semua laki-laki muslim berpikiran dan menentukan calon isterinya harus memiliki kecantikan ideal, berkulit putih, usia 5 tahun lebih muda dari dirinya, maka siapakah yang akan datang melamar para wanita muslimah yang usianya diatas 25 tahun, atau usia diatas 30 tahun atau bahkan diatas usia 35 tahun ? Siapakah yang akan datang melamar para wanita muslimah yang dari segi fisik tidak cukup alasan untuk dikatakan sebagai cantik menurut ukuran umum? mereka, wanita tadi adalah para muslimah yang melaksanakan ketaatan, mereka adalah wanita shalihah, menjaga kehormatan diri, bahkan mereka aktif terlibat dalam kegiatan dakwah dan sosial. Menurut anda, siapakah yang harus menikahi mereka? Ah, mengapa pertanyaannya "harus" ? Dan mengapa pertanyaan ini hanya dibebankan kepada seseorang ? kita bisa saja mengabaikan dan melupakan realitas ini. Jodoh ditangan Allah, kita tidak memiliki hak menentukan segala sesuatu, biarlah Allah memberikan keputusan agungNya. Bukan, bukan dalam konteks itu saya berbicara. Kita memang bisa melupakan mereka, dan tidak peduli dengan orang lain, tapi bukankah Islam tidak menghendaki kita berperilaku demikian? Kendatipun nabi saw menganjurkan Jabir agar beristeri gadis, kita juga mengetahui bahwa hampir seluruh isteri Rasulullah adalah janda. Kendatipun nabi saw. menyatakan agar Jabir beristeri gadis, pada kenytaannya Jabir telah menikahi janda. Demikian pula permintaan mahar Ummu Sulaim terhadap laki-laki yang datang melamarnya, Abu Thalhah. Mahar keislaman Abu Thalhah menyebabkan Ummu Sulaim menerima pinangannya. Inilah pilihan dakwah. Inilah pernikahan barakah, membawa maslahat bagi dakwah. Sebagaimana pula pikiran yang terbersit di benak Sa' bin Rabi saat ia menerima ad saudaranya seiman, Abdurahman bin Auf. "Saya memiliki dua isteri sedangkan engkau tidak memiliki isteri. Pilihlah seorang diantara mereka yang engkau suka, sebutkan mana yang engkau pilih, akan saya ceraikan dia untuk engkau nikahi. Kalau iddahnya sudah selesai maka nikahilah dia" (riwayat Bukhari) Ia tidak memiliki maksud apapun kecuali memikirkan kondisi saudaranya seiman yang belum memiliki istri. Keinginan berbuat baiknya itulah yang sampai memunculkan ide aneh tersebut. Akan tetapi sebagaimana kita ketahui, Abdurrahman bin Auf menolak tawaran itu, dan ia sebagai orang baru di Madinah hanya ingin ditunjukkan jalan ke pasar. Ini hanya satu contoh saja, bahwa dalam konteks pernikahan, hendaknya dikaitkan dengan proyek besar dakwah Islam. Jika kecantikan gadis harapan anda bernilai 100 poin, tidakkah anda bersedia menurunkan 20 atau 30 poin untuk bisa mendapatkan

Bulan Maret 2006

31

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid kebaikan dari segi yang lain? ketika pilihan itu membawa maslahat bagi dakwah, mengapa tidak ditempuh? Jika gadis harapan anda berusia 20 tahun, tidakkan anda bersedia sedikit memberikan toleransi dengan masalahat kepada wanita yang lebih mendesak untuk segera menikah disebabkan desakan usia? Jika anda adalah wanita muda usia, dan ditanya ? dalam konteks pernikahan ? oleh seorang lelaki yang sesuai kriteria harapan anda, mampukah anda mengatakan kepada dia, "saya memang telah siap menikah, akan tetapi si B sahabat saya, lebih mendesak untuk segera menikah". Atau kita telah sepakat untuk tidak mau melihat realitas itu, karena bukanlah tanggung jawab kita ? Ini urusan masing-masing. Keberuntungan dan keidakberuntungan adalah soal takdir yang tidak berada di tangan kita. Masya Allah, seribu dalil bisa kita gunakan untuk mengabsahkan pikiran individualistik kita. Akan tetapi hendaknya kita ingat pesan kenabian berikut: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam cinta, kasih sayang dan kelembutan hati mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh menderita sakit, terasakanlah sakit tersebut di seluruh tubuh hingga tidak bisa tidur dan panas" (Riwayat Bukhari dan Muslim) Bisa jadi kebahagiaan pernikahan kita telah menyakitkan dan mengiris-ngiris hati beberapa orang lain. Setiap saat mereka mendapatkan undangan pernikahan, harus membaca, dan menghadiri dengan perasaan yang sedih, karena jodoh tak kunjung datang, sementara usia terus bertambah, dan kepercayaan diri semakin berkurang. Disinilah perlunya kita berfikir tentang kemaslahatan dakwah dalam proses pernikahan muslim. Sumber : Buku "Di Jalan Dakwah Aku Menikah". Oleh : Cahyadi Takariawan.

Bulan Maret 2006

32

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Iwan Setiawan ( DVL ) iwan.setiawan@darya-varia.com : 04-03-2006 Oleh : EA Nugroho Peneliti Peradaban pada MATLa Institute Semarang Tanggal 3 Maret memang bukan merupakan memori positif buat umat Islam. Pada tanggal itu, tahun 1924 lalu, umat Islam kehilangan kemampuannya sebagai umat yang diperhitungkan di dunia. Seorang agen Yahudi Dunama, Musthafa Kemal Attaturk, yang bekerja sama dengan pemerintah Inggris, membubarkan Kekhalifahan Turki Utsmani. Sejak itu pula, perpecahan demi perpecahan membelah umat Islam menjadi 53 negara yang tak mempunyai kesatuan politik dan menjadi lahan persaingan negara-negara besar dunia. Samuel Huntington, dalam The Clash of Civilization, menyatakan bahwa peradaban yang sangat berpotensi membahayakan Barat adalah peradaban Islam dan Cina. Ia memberikan catatan bahwa bahaya itu akan muncul manakala kedua peradaban itu mempunyai negara inti. Ini berarti, salah satu bahaya itu adalah jika umat Islam berada kembali dalam Khilafah Islam, sebagaimana Kekhalifahan Turki Utsmani. Jadi, bagi umat Islam, keadaan terbaik mereka justru jika berada dalam Khilafah Islam. Hanya saja, hambatan untuk mendirikan kembali khilafah justru berasal dari umat Islam sendiri. Selama ini terdapat beberapa alasan untuk menolak khilafah. Di antaranya asumsi bahwa umat Islam bisa hidup normal tanpa negara-khilafah, ketidakjelasan bentuk negara-khilafah, sejarah kelam khilafah, serta utopia pendirian khilafah. Karenanya, upaya pendirian kembali Khilafah Islam hendaknya harus mampu menjawab berbagai kekhawatiran itu. Keadaan terburuk Faktanya, keadaan umat Islam saat ini adalah keadaan terburuk sepanjang sejarah. Bahkan, keadaan ini jauh lebih buruk daripada keadaan umat Islam ketika berada dalam penjajahan Mongol, 1258 -1370 M. Saat itu, umat Islam masih mempunyai harapan untuk kembali bersatu dan punya peradaban superior. Di bawah kepemimpinan Khalifah Abbasiyah dan Sultan Az-Zahir Baybars di Kairo, umat Islam bagian barat kembali bersatu dan membangun aliansi untuk melawan Mongol. Di wilayah timur, yang dijajah Mongol, umat Islam semakin tidak taat pada pemerintahan Mongol dan bahkan ' ' berani' mendakwahkan agamanya kepada para ' pembesar kerajaan Mongol. Keadaan tersebut akhirnya membuat orang-orang Mongol masuk Islam dan berintegrasi sebagai bagian masyarakat Islam. Mereka bahkan berhasil mendirikan dua kesultanan Islam yaitu Kesultanan Timuristan di Persia dan Asia Tengah serta Kesultanan Moghul di India.

Utopiskah Khilafah?

Bulan Maret 2006

33

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Berbeda dengan Mongol, Barat masih diterima sebagai peradaban superior di dunia Islam. Berbagai bentuk filosofi peradaban Barat yang jelas-jelas merusak masih diterima. Seperti kebebasan berekspresi, yang membuat semua orang bebas bersikap apa saja, bahkan menghina Nabi, sebagaimana dalam kasus kartun Jyllands Posten. Film-film Hollywood yang mengajak pada kebebasan seks, justru menjadi langganan berbagai stasiun TV di berbagai wilayah Islam. Sementara itu, dalam bidang politik, Barat semakin memperlihatkan kuku dan tajinya di dunia Islam. Ketika rakyat AS menyatakan bahwa serangan Bush terhadap Irak adalah suatu kesalahan, reaksi dari berbagai pemerintahan Muslim untuk lebih menekan imperialis ' Mongol baru' juga belum kelihatan. Padahal kekejaman AS di Irak sangat itu luar biasa. Pengakuan AS terhadap kedaulatan Israel juga semakin kuat, karena tidak mendapat perlawananp berarti dari berbagai negara Muslim. Berbeda dengan sikap AS terhadap Taiwan, yang sampai sekarang belum berani memberikan pengakuan kedaulatannya. Sebab Pemerintah Cina siap memboikot berbagai produk AS dan menutup seluruh wilayahnya sebagai pasar AS jika AS mengakui Taiwan. Kunjungan George W Bush di berbagai negara Muslim juga masih disambut kehangatan para kepala negara, seakan presiden AS itu juru selamat. Berbagai keadaan itu tentu patut menjadi pertanyaan: benarkah umat Islam sanggup hidup tanpa Khilafah Islam? Sebab kenyataannya, peradaban Barat sendiri semakin merapatkan diri untuk bisa tetap eksis di dunia dengan mempertahankan negara inti mereka: ' kekhalifahan' dan sekutunya, Uni Eropa. AS, Soal bentuk Alasan ketiadaan bentuk khilafah tampaknya masih merupakan alasan penolakan yang sering diungkapkan. Ini karena para mujtahid dalam peradaban Islam dulu mempunyai pandangan yang berbeda-beda tentang desain negara-khilafah. Tentang hal ini, kiranya kita bisa membandingkan dengan peradaban Barat. Para ' mujtahid'demokrasi dan kapitalisme pun ternyata juga berbeda-beda pendapatnya. Konsep Trias Politica versi John Locke yang berbasis federatif, ternyata sangat berbeda dengan konsep Trias Politica versi Baron d' Montesqieue yang mengutamakan yudikatif. Selain itu, teori kontrak sosial karya JJ Rousseaou yang beraliran sosial-romantis ternyata bertolak belakang dengan teori kebebasan berekspresi dari Francois Voltaire yang beraliran rasional-individualis. Sistem pemilihan langsung ala Thomas Jefferson ternyata bertentangan dengan sistem perwakilan ala Alexander Hamilton. Konsep mazhab kapitalisme klasik pimpinan Adam Smith dan David Ricardo ternyata mendapat kritik yang cukup tajam dari John Maynard Keyness, pemrakarsa mazhab kebijakan fiskal. Kenyataannya, masyarakat Barat tetap yakin menyuarakan konsep-konsep mereka. Banyaknya pendapat tidak jadi alasan tapi justru jadi referensi. Ibarat masak soto,

Bulan Maret 2006

34

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid ternyata ada Soto Kwali, Soto Kudus, Soto Lamongan, dan Soto Bandung. Itu tidak jadi alasan untuk tidak memasak soto, tapi justru jadi tantangan memasak soto yang paling enak. Bagi umat Islam, tentu ini layak menjadi pelajaran mengapa banyaknya konsep justru jadi alasan. Kenyataannya, banyaknya pendapat para mujtahid dulu justru bisa menjadi acuan studi-banding, sehingga masyarakat Muslim sekarang tidak harus repot-repot berijtihad sendiri. Alasan sejarah Sejarah kelam khilafah tampaknya juga masih sering jadi alasan menolak khilafah. Tentang hal ini, kiranya Barat juga bisa menjadi ' kiblat' pelajaran. Barat yang menerapkan sistem demokrasi sekarang, juga bukan tak sadar akan sejarah kelam demokrasi. Aristoteles mengatakan bahwa aristokrasi lebih baik dari demokrasi. Socrates mengatakan bahwa demokrasi lebih mengandalkan jumlah, kurang menghargai pikiran. Kaisar Octavianus August bahkan mengajak masyarakat Romawi untuk memilih sistem monarki setelah trauma pada sistem demokrasi, sebab demokrasi membuat para senat Roma saling sikut dan masyarakat Romawi terbelah. Sebagian eksekutif sosial-romantik Jerman menyatakan bahwa demokrasi hanya mengakibatkan orang-orang yang tak punya kemampuan menjadi pemimpin, hanya karena mereka didukung massa. Bahkan Muhammad Iqbal menyatakan bahwa demokrasi hanya melihat jumlah kepala tanpa melihat isi kepala. Seringnya pembunuhan saat pemilu di India dan Bangladesh, juga merupakan realitas demokrasi. Pemerintahan labil di Prancis saat revolusi dan Italia pada dekade 90-an, juga merupakan bagian kisah demokrasi. Kenyataan ini tidak membuat masyarakat Barat berpaling dari demokrasi. Harus diakui, memang ada sisi kelam masa khilafah terutama pada masa pemerintahan Bani Umayah dan Bani Abbasiyah. Hanya saja, hal itu adalah ' ' penyimpangan' ' . Masalahnya, mengapa selama ini ' ' penyimpangan' ini jadi alasan untuk melakukan ' ' ' pengingkaran' Mengapa tidak diganti dengan ' ' ? ' pelurusan' Kenyataannya ada realitas ' ? yang benar, yaitu di zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin. Pendirian khilafah saat ini dianggap sebagai utopia. Padahal, berdirinya berbagai negara besar atau konfederasi seperti AS, Cina, dan Uni Eropa bisa jadi pelajaran. Ketiga kekuatan dunia itu pada masa lalu hanyalah sebuah ide. Bahkan, pendiri AS dan Cina (George Washington dan Mao Tse Tung), sebelumnya senantiasa dikejar-kejar tentara pemerintah yang berkuasa. Tampaknya cukup menarik kata Bung Karno,' mereka menertawakan kita karena kita ' Jika ingin buat negara, bukankah mereka dulu juga seperti kita?'Kekhalifahan Islam di masa ' Umar bin Abdul Aziz, tahun 100 H, wilayahnya membentang dari Spanyol di barat

Bulan Maret 2006

35

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid sampai perbatasan Cina di timur. Dari Pegunungan Kaukasus di utara sampai ' tanduk' Afrika di selatan. Wilayah itu adalah kelanjutan pemerintahan Islam yang didirikan Nabi Muhammad SAW pada tahun 0 H, saat baru merupakan negara kota (polis) di Madinah. Lantas mengapa banyak orang ragu pada pendirian khilafah? Tingginya pesawat ulangalik tentunya juga dimulai dari ketinggian 0 meter. Satu hal yang cukup menarik, saat ini justru banyak hal positif yang cukup mendukung kembalinya Khilafah Islam. Presiden George W Bush sendiri belum lama ini mengakui ketergantungan minyak AS pada Timur Tengah. Sementara berbagai negara Muslim, seperti Iran dan Pakistan, mempunyai kemampuan mengembangkan teknologi nuklir untuk energi. Tenaga kerja yang cukup besar di dunia Islam, seperti di Indonesia dan Pakistan, tentunya jauh lebih bermanfaat untuk dimanfaatkan umat Islam sendiri daripada dijadikan tenaga kerja murah berbagai perusahaan multinasional. Indonesia berpotensi mengulangi peran Kesultanan Demak terhadap Kekhalifahan Abbasiyah dengan pasokan berbagai sumber daya alamnya. Pada akhirnya, pengembalian Khilafah Islam adalah keniscayaan, baik secara empirik maupun historis. Secara empirik, terbukti umat Islam hanya bisa hidup dan mandiri dengan Khilafah Islam, sebagaimana kata Imam Ahmad bin Hanbal,' ' Fitnah akan terjadi manakala tidak ada Imam yang melaksanakan urusan orang ramai.' Secara historis, ' terbukti umat Islam sangat independen saat berada dalam khilafah. Tuntutan syar'i Hal lain, pengembalian Khilafah Islam merupakan tuntutan syar' Hafidz Abdurrahman i. dalam Islam, Politic and Spiritual, mengatakan,' ' Karena itulah, maka seluruh ulama sepakat mengenai wajibnya mengangkat dan mewujudkan Khilafah Islam, apabila tidak ada. Baik dari kalangan Ahlu Sunnah wal Jama' Syi' Khawarij, maupun Mu' ah, ah, tazilah. Semuanya berpendapat bahwa umat ini mestilah mempunyai seorang imam. Dan hukum mengangkatnya adalah wajib.' ' Kenyataannya, ungkapan ini ternyata didukung fakta bahwa pendapat di kalangan umat Islam tentang tidak perlunya khilafah baru muncul awal abad XX, setelah dominasi Barat. Ini tentu suatu keanehan. Tentang kembalinya Khilafah Islam, tampaknya menarik mencermati kata-kata pakar bisnis Robert T Kiyosaki,' ' Apakah masalah-masalah yang ada akan dijadikan alasan untuk tidak melakukan apa-apa? Atau masalah itu justru dijadikan tantangan yang harus ditangani dalam mencapai tujuan?'Barat telah memilih ' yang terakhir. Bagaimana dengan kita, umat Islam, yang ingin bebas dari Barat?

Bulan Maret 2006

36

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : yenni elvira yenni_bnm@yahoo.com : 04-03-2006 Oleh : Ahmad Fatoni Ali bin Ali Thalib berkata, ' ' Alangkah cepatnya jam demi jam dalam satu hari, alangkah cepatnya hari demi hari dalam satu bulan, alangkah cepatnya bulan demi bulan dalam setahun, alangkah cepatnya tahun demi tahun dalam umur manusia.' ' Dalam hidup manusia terdapat tonggak-tonggak umur yang sangat penting, di antaranya umur empat puluh tahun sebagaimana tertera dalam Alquran (Al-Ahqaf: 15-16). Nabi Muhammad SAW juga mengilustrasikan dalam sebuah hadisnya, ' ' Bila seseorang sudah mencapai usia empat puluh tahun, lalu kebaikannya tidak mengatasi kejelekannya, setan mencium di antara kedua matanya dan berkata, ' inilah manusia yang tidak beruntung' . 'Dalam riwayat lain, Nabi bersabda, ' ' ' Barang siapa umurnya sudah melebihi empat puluh tahun sedang kebaikannya tidak lebih banyak dari kejelekannya, hendaklah ia mempersiapkan keberangkatannya ke neraka.' ' Dari dua hadis tersebut di atas, Nabi SAW menganjurkan umatnya untuk memeriksa amal perbuatannya setiap kali menyadari umurnya kian bertambah. Dengan demikian, umur merupakan aset sekaligus pertanggungjawaban. Kita bisa beruntung dan celaka dengan umur panjang kita. Semuanya bergantung pada amal yang kita perbuat. Syahdan, menurut beberapa riwayat, sebelum Rasulullah SAW mengembuskan nafas terakhirnya, beliau mengatakan, ' ' Ummati, ummati, ummati,' dengan lirih dan ' sendu. Kata ummati yang diungkapkan beliau itu sinonim dari kata komunitas atau masyarakat yang menurut Chairil Anwar dalam salah satu puisinya adalah laksana lautan, terkadang bergelombang dan bergolak yang melambangkan keteguhan dan keperkasaan seakan siap menelan dan menghantam semua yang dihadapi. Di lain waktu, ia laksana hamparan biru permadani yang menggambarkan ketenangan dan kedamaian. Namun, laut juga bisa diibaratkan sebagai "tong sampah", tempat pembuangan segala macam kotoran, sampah, limbah, dan sebagainya. Konteks yang diungkap Rasulullah tersebut merupakan refleksi dari pertanyaan siapakah di antara kita yang semangat imannya terus bergelombang seiring dengan pertambahan umurnya? Siapa pula yang tetap tenang dan tenteram meski cobaan datang bertubi-tubi? Siapakah di antara kita yang justru tidak memanfaatkan sisa umur ini dalam kebaikan dan keimanan? Orang semacam inilah bak tong sampah, tempat pembuangan kotoran sosial maupun kultural. Toh, umur ditentukan oleh mutunya, bukan panjangnya. Rasulullah menyimpulkannya dalam dua kalimat, ' ' Manusia paling baik ialah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya. Manusia paling buruk ialah yang panjang umurnya dan buruk amalnya.' '

Umur dan Amal

Bulan Maret 2006

37

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : al-palagani palagani@gmail.com : 06-03-2006

Istikamah Menjalankan Amalan Kecil
(KH Abdullah Gymnastiar ) Baiknya amal perbuatan itu, sebagai dari hasil baiknya budi dan hati, dan baiknya hati adalah hasil dari kesungguhan menjalankan perintah Allah, yaitu tidak bergerak dari apa yang didudukkan oleh-Nya (Ibnu Atha' ilah). Baiknya amal sangat tergantung dari baiknya hati, dan baiknya hati sangat tergantung dari istikamahnya diri untuk selalu dekat dengan Allah. Demikian kiranya maksud pernyataan Imam Ibnu Atha' tersebut. ilah Saudaraku, istikamah dalam kebaikan adalah hal penting dalam hidup. Sebab, sebuah amal yang dilakukan secara istikamah, walaupun kecil, perlahan tapi pasti akan mendekatkan kita kepada Allah. Karena itu, tidak ada amal kecil menurut pandangan Allah. Yang menentukan besar kecilnya sebuah amal adalah keikhlasan hati saat melakukannya. Ada sebuah kisah tentang Imam Al Ghazali. Suatu malam Hujjatul Islam ini bermimpi berada di Hari Perhitungan. Dari sekian banyak amalnya, ada satu amal yang sangat disukai Allah melebihi amal-amal lainnya. Ternyata bukan shalat, puasa, bukan karyakarya besarnya, atau hafalan Alqurannya, namun karena keikhlasannya menolong seekor lalat. Ceritanya, saat ia sedang menulis, tiba-tiba seekor lalat jatuh ke dalam tinta. Segera saja Imam Al Ghazali mengambil lalat itu, membersihkan tinta dari tubuhnya, lalu melepaskannya. Kisah ini tentunya jangan sampai mengecilkan arti ibadah, menuntut dan menyebarkan ilmu, atau berjihad di jalan Allah. Kisah ini semata-mata menunjukkan betapa sesuatu yang kita anggap remeh bisa bernilai istimewa di sisi Allah. Karena itu, orang ikhlas tidak pusing memikirkan besar kecilnya amal. Yang ia pikirkan adalah bagaimana agar amal tersebut diterima Allah dan bermanfaat bagi sebanyakbanyaknya manusia. Sejatinya, tidak ada sesuatu yang besar di dunia ini tanpa kehadiran yang kecil. Semua yang besar tersusun dari hal-hal kecil. Buku misalnya. Ia adalah kumpulan bab; bab adalah kumpulan paragraf; paragraf adalah kumpulan kalimat; kalimat adalah kumpulan kata; kata adalah kumpulan huruf; dan huruf adalah kumpulan titik. Maka setebal apapun buku, hakikatnya adalah kumpulandari titik.

Bulan Maret 2006

38

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Demikian pula dengan kesalehan dan kemuliaan akhlak. Ia adalah kumpulan dari amal kebaikan yang dilakukan terus-menurus dengan penuh keikhlasan. Seseorang dianggap ahli tahajud bila setiap malam ia istikamahan menjalankannya. Sebaliknya, kita sulit menyebutnya ahli tahajud bila ia hanya sekali dua kali melakukan tahajud. Intinya, akhlak mulai lahir dari kebiasaan, kebiasaan lahir konsistensi kita menjalankan sebuah amal, walau amal itu kita dianggap ringan dan kecil. Bila yang besar itu bentukan yang kecil, maka kita jangan sekali-kali menyepelekan yang kecil. Sebaliknya, kita harus membiasakan diri melakukan hal-hal kecil secara istikamah, selain menjalankan perintah-perintah yang wajib. Senyum dengan tulus adalah hal kecil yang nilai kebaikannya luar biasa. Termasuk pula memungut sampah, membersihkan kamar mandi, mengongkosi teman, berbagi makanan, meminjamkan buku, menengok orang sakit, memaafkan yang bersalah, bersedekah, mau mendengarkan, ucapan yang baik, dsb. Andai kita istikamah (konsisten) melakukannya, jangan heran bila Allah akan mengangkat derajat kita di hadapan manusia lain. Ada baiknya kita mulai membuat program untuk membiasakan diri melakukan hal-hal kecil bernilai ibadah. Saat bangun tidur misalnya, istikamahlah berzikir, membersihkan tempat tidur, membersihkan diri, berwudhu, menyapa atau tersenyum manis kepada anak dan pasangan kita. Atau saat berjumpa orang lain, dahulukan diri untuk tersenyum, mengucapkan salam, menyapa dengan penuh kesopanan. Saat hendak beraktivitas ahului dengan membaca basmalah dan mengakhirinya dengan hamdalah. Ketika hendak tidur, kita bisa mengawalinya dengan berwudhu, shalat witir, dzikir, atau membebaskan pikiran dari kedengkian dan kebencian terhadap orang lain. Saudaraku, terus dan teruslah melakukan amal-amal kecil. Insya Allah, dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, Allah akan mengaruniakan kita kemuliaan akhlak. Amin. sumber: http://www.republika.co.id/koran.asp?kat_id=105&kat_id1=232&kat_id2=234

Bulan Maret 2006

39

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : al-palagani palagani@gmail.com : 06-03-2006

*"Adalah mudah untuk bersenang hati Ketika hidup kita mengalir seperti sebuah lagu Tetapi yang patut dihargai adalah mereka yang bisa tersenyum, Walaupun semuanya berjalan salah Karena ujian hati adalah kesulitan, Dan ini selalu datang sepanjang masa kehidupan. Dan senyuman yang patut diberi pujian Adalah senyuman yang bersinar melalui mengalirnya air mata"* Penyair Ella Wheeler Wilcox tahu betul bahwa kesulitan tidak pernah memandang umur. Entah berumur 7, 17, atau 70 tahun, kita dapat memastikan datangnya saat-saat mendung dalam kehidupan kita. "Di balik kesulitan pasti ada kemudahan," demikian firman Allah dalam QS Alam Nasyrah [94] ayat 6. Tidak ada mendung dan badai yang berkepanjangan, karena hari cerah pasti datang sesudahnya. Namun banyak orang yang tidak bisa melalui hari-hari sulit seperti, tidak lulus ujian, terkena PHK, perceraian, gagal bisnis, terlilit utang, terkena penyakit berat, dsb. Ketidakmampuan menghadapi kegagalan bisa membuat mereka gampang menyerah, malu, marah, atau frustasi. Maka, bisa jadi seluruh kehidupannya menjadi "badai yang tak pernah berlalu" dan akhirnya menciptakan "lingkaran setan" sendiri. Bila kita tidak dapat mencegah datangnya hari-hari mendung, bagaimana mungkin kita dapat menghadapinya secara positif. Sukses selalu dianggap kehormatan, sedangkan kegagalan sering dianggap kehinaan. Namun sebenarnya tidak ada kesuksesan yang diperoleh tanpa melalui proses belajar dari kegagalan masa lalu. Istilah "sukses dalam satu malam" sebenarnya hampir tidak pernah ada di dunia nyata. Mengajari anak arti gagal Sejak usia dini anak perlu diajari bahwa setiap orang pernah mengalami hari-hari sulit dan kegagalan, tetapi bukan tanpa tujuan. Kegagalan dan kesulitan bisa membawa mereka ke gerbang kesuksesan. Kegagalan perlu dipandang sebagai batu loncatan, bukan sebagai lampu merah tanda berhenti. Thomas Alva Edison yang menciptakan lampu pijar, atau Henry Ford si pencipta mobil, bisa begitu sukses melalui kegagalan berkali-kali dan sikap pantang menyerah untuk terus mencoba. Memotivasi anak untuk tetap melihat kesuksesan dan kegagalan dalam perspektif yang benar memang bukan hal mudah. Terkadang sebagai orang tua atau guru, kita sering mengkritik bahkan menghukum anak didik yang gagal meraih prestasi yang diharapkan, walau hal tersebut dilandasi niat baik. Padahal masa kanak-kanak dan remaja adalah masa-masa penting untuk membangunrasa percaya diri. Kepercayaan diri mereka masih

Arti Sebuah Kegagalan

Bulan Maret 2006

40

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid rapuh, dan kalau kita sering mengritik dan menghujat kegagalannya, rasa percaya diri mereka akan hancur berantakan. Seorang bayi tidak tahu bagaimana harus berjalan, tetapi ia akan terus mencoba dengan proses yang begitu sulit; jatuh berkali-kali, tangisan, mungkin benjolan di kepala. Tetapi tidak ada seorang pun yang mengkritik dan menyalahinya, apalagi menghujatnya. Yang ada hanyalah empati, pelukan dan ungkapan sayang ketika ia menangis karena terjatuh, serta tepukan tangan ketika ia bisa melangkah. Kalau saja ada orang tua mengatakan bodoh atau menghukum seorang bayi ketika jatuh saat belajar berjalan, maka ia akan berhenti dan tidak mau mencoba lagi, mungkin ia akan menjadi seorang yang lumpuh. Maka, anak-anak dan remaja perlu diajarkan untuk memandang kegagalan dua pandangan positif, yaitu (1) sebagai kesalahan atau keteledoran yang dapat diperbaiki, dan (2) sebagai kesempatan untuk belajar dari kesalahan dalam melangkah ke depan. Anak-anak perlu mengetahui bahwa mereka adalah "lebih besar dari kegagalannya". Anak sebagai problem solver Suatu saat anak saya yang masih kelas 6 SD pulang dari sekolah dengan wajah sedikit muram karena harus menyerahkan kertas ulangan Matematika yang harus ditandatangani. Sewaktu saya melihat nilainya yang jelek, tanpa memberikan kesempatan untuk berkomentar, ia langsung berkata, "Pak Guru bilang, saya dapat jelek bukan karena bodoh, tetapi kurang teliti. Kalau saya lebih hati-hati katanya saya bisa dapat bagus". Wah, ini guru yang hebat. Kemudian saya menyuruhnya untuk mengerjakan kembali soal-soal yang salah dengan teliti. Setelah diperiksa, ternyata ia dapat mengerjakan dengan benar. Dengan semangat ia berkata, "Saya tahu salahnya, dan pasti saya akan lebih baik lagi". Andaikan guru tersebut mengatakan ia bodoh dan mempermalukannya, mungkin ia tidak pernah menjadi begitu bersemangat. Sepotong kalimat arahan positif, bukan kritikan negatif dari seorang guru ternyata bisa sangat berarti bagi anak. Anak-anak perlu mengerti bahwa mereka bisa menjadi “problem solver”. Dengan menghadapi masalah dan mencari pemecahannya, bukan menghindarinya, mereka akan membangun "otot-otot" ketegaran yang menjadi bekal mereka untuk mengarungi kehidupan yang pasti ada cuaca mendungnya. Semakin mereka mampu menerima kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar, maka akan semakin tinggi pula motivasinya untuk menerima tantangan baru. Bahkan kesuksesan sekecil apa pun akan meningkatkan rasa percaya diri dan rasa antusiasme mereka untuk menjelajahi cakrawala kehidupan. Wallaahu a' lam (ratna megawangi untuk MQ ) sumber: http://www.republika.co.id/koran.asp?kat_id=105&kat_id1=232

Bulan Maret 2006

41

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : arief ludiantoro ar1ef2001@yahoo.com : 06-03-2006

Mawlana Syaikh Nazim Al-Qubrusi Al-Haqqani Lefke, Februari 2001 Bismillahirohman nirrohim Kita semua butuh bantuan Ilahiah. Kita telah sampai pada waktu dimana manusia seharusnya berpikir apa yang telah, sedang dan yang akan terjadi. Ada sebuah lagu dalam bahasa Turki : "Ey yolcu biraz dinle beni, kervan geciyor, sen kalma geri". "Wahai para pencari, dengarkan aku. Kafilah segera lewat, jangan sampai ketinggalan". Lagu ini dibuat dengan rasa akan surgawi. Ada lagu-lagu yang bertemakan duniawi dan ada pula yang bertemakan spiritual. Kalian bisa lihat sekarang ini, bahwa 100% lagu atau paling tidak 99% lagu-lagu bertemakan materialisme dan mereka semua menikmati nya. Kaum muda saat ini hanya tertarik dengan Musik pop, yang bertemakan tubuh-tubuh fisik saja, tak ada yang lain. Tema yang kedua adalah tentang rohani spiritual dan mungkin hanya 1% atau kurang, atau hanya seperempat persen kita jumpai orang-orang yang tertarik akan lagu-lagu ruhani dan spiritualitas. Bagi semua agama, dari Adam as hingga Nabi Muhammad saw, dari awal sampai akhir, musik untuk kepentingan fisik dan materi adalah hal terlarang, tak diragukan lagi. Kenapa ? Karena lagu-lagu materialisme mencabut diri kita dari spiritualitas dan menenggelamkan kita pada kegelapan. Musik-musik seperti itu dilarang, bagaimanapun juga. Segala sesuatu yang menarik manusia dari spiritualitas adalah terlarang. Itulah aturan pokoknya, alasan nyata dari segala sesuatu yang dilarang adalah karena hal itu mencabut diri kita dari Tuhan. Dan hal itu tidak akan pernah berubah dari manusia pertama, dari nabi pertama sampai terakhir. Rasulullah saw bersabda : ' Ad-dunya ma' ulatun' "Dunia itu dilaknat". Kenapa ? , Karena dunia memenuhi pikiran hamba-hamba Tuhan dan menjauhkan mereka dari pengabdian pada Ilahi dan memperbudaknya. Itulah poin utama yang harus diketahui, tidak boleh ada keberatan sekarang, sebelum dan setelahnya. Dari timur sampai barat, Kristen, Yahudi dan Muslimin. Jika Nabi saw mengatakan bahwa dunia itu dikutuk, maka semua yang ada didalamnya juga dikutuk, karena dunia menjauhkan hamba-hamba dari tujuan utama mereka dalam menuju eksistensiNya. Wahai Manusia tujuan utama Allah swt menciptakan kalian, adalah untuk pengabdian, pelayanan Ilahiah. Jika kalian menjauhi hal itu, maka kutukan akan menimpa kalian. Lewat segala aktifitas dan perilakumanusia, ada yang diridhoi dan ada yang dikutuk tak ada kemungkinan yang lain. Keseimbangan itu tidak pernah berubah. Bahkan Seratus Paus Roma dan seribu uskup tak bisa berkata-kata. Mereka harus berpikir tentang misi Nabi Muhammad saw. Apa tugas beliau saw? Mereka harusnya berpikir seperti ini, kemanakah Nabi saw mengajak umatnya ? Quranul Karim adalah saksinya, dikatakan : ' Allahu jadau ila Dar-us-Salaam.' Wa Nabi Penutup mengajak orang-orang menuju surga yang abadi, menuju Allah. Tidak ada agama asli yang berdiri melawan Islam, Islam yang asli yang dibawa oleh Nabi saw. Beliau Bulan Maret 2006 42

Pikirkan Apa yang Sedang Terjadi yang Akan Terjadi dan yang Telah Terjadi

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid bersabda : "Aku memanggilmu untuk kembali pada Allah." - beliau saw juga mengatakan : "Dunya itu dilaknat." Dunya takakan pernah membiarkan manusia dalam pelayanan pada Tuhannya, dunia selalu meminta manusia untuk menjadi hambanya dan bahkan budaknya, budak dunia. Manusia seharusnya menjadi hamba Tuhan, karena penghambaan kepadaNya, memberi kehormatan pada manusia. Tuhan tidak pernah mengatakan : budak-Ku, karena budak bukanlah status yang terhormat. Dari dahulu hingga kini, budak tidak punya nilai dalam suatu masyarakat, bisa di jual ataupun di bunuh. Tak ada penghormatan bagi budak walaupun hanya satu persen saja, budak adalah tingkatan terendah bagi manusia. Namun Allah swt mengehandaki manusia menjadi hambaNYA. Penting bagi kita untuk berpikir akan hal ini : Apa yang sedang saya lakukan? Siapa saya ini? Ada dua bendera yang berkibar ; satu bendera suci milik Tuhan Surgawi, dan yang kedua milik kerajaan setan. Kalian dipersilakan memilih antara dua bendera itu, dibawah bendera yang manakah saya sekarang ini berada? Wahai manusia, awalnya saya memulai dengan pidato bertema lain namun mereka membawaku ke tema ini, dan ini amat penting. Sangat penting untuk dikenal oleh berbagai bangsa, sebagaimana misi utama umat manusia di bumi ini adalah untuk menjadi sangat terkenal. Laki-laki dan wanita pertama yang mendarat di bumi ini juga punya misi utama, begitu pula setan yang mendarat di bumi. Nabi Adam as telah diampuni dan diberkahi namun setan tidak memohon ampun, sehingga dia di kutuk. Setan turun ke bumi bersamaan dengan Adam as, namun setan membawa sifat-sifat buruknya. Sekarang sudah tiba bagi peperangan melawan agama-agama, perang antara kerajaan setan dan kerajaan surgawi. Dan kita telah diminta untuk mendukung kerajaan surgawi. Yang pasti Allah swt akan mendukung mereka yang mendukung kerajaan surgawi. Bahkan bila hamba-hamba kerajaan surgawi tidak punya bekal apapun. Sebaliknya pendukung kerajaan setan memiliki segala kemungkinan dan bergantung pada perlengkapan perang teknologi mutakhir, tetapi hal itu tak berarti apa-apa, semua akan menjadi debu. Dan kita sekarang sedang menuju saat itu. Wahai kaum beriman, datanglah untuk mendukung kerajaan surga ! Sebenarnya kerajaan surga tidak membutuhkan dukungan kalian, namun kalianlah yang membutuhkan mereka. Dan bila kalian mendukungnya, maka Allah akan mendukung kalian. DIA tidak butuh apapun dari hamba-hamba-Nya, namun dengan kehormatan dan perlindungan, ampunan dan barokah akan menyertai kalian. Karena niat kalian menjadikan kerajaan surga naik, maka kalian akan ditingkatkan pula. Siapapun yang menginginkan kerajaan surgawi ambruk, maka mereka sendiri akan turun dan semakin ambruk selamanya. Semoga Allah mengampuni kita, Ya Allah, Engkaulah Sultan Abadi. Tingkatkan kehormatan Nabi terkasih-Mu, Nabi Muhammad saw dalam kehormatan abadi. Bi hurmati habib, Fatiha. Wa min Allah at Tawfiq wassalam,arief hamdani www.mevlanasufi.blogspot.com

Bulan Maret 2006

43

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Samsul Bachri samsul@komi.co.id : 08-03-2006

Pornographi dan Budaya Malu
Oleh Syamsi Ali Sesungguhnya, sejak awal penciptaan manusia perasaan risih dan malu jika aurat ternampakkan. Artinya, permasalahan aurat ini bukan permasalahan baru, tapi permasalahan yang memang sudah menjadi perhatian manusia sejak awal kejadiannya, dan ini pula yang menjadi tabiat aslinya. Ini dikuatkan oleh sejarah di Kitab Injil yang menyebutkan: "Perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia menhgambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu bahwa mereka telanjang, lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat..dst.dst..." (Kejadian 3-7). Sengaja saya meminjam sejarah yang ada di Injil ini untuk menunjukkan kepada semua, termasuk umat Kristiani, bahwa di saat manusia terekspos "auratnya" pasti mereka merasa malu dan berusaha mencari penutup, seperti Adam dan Hawa terpaksa membuat (dalam Injil Inggris disebutkan menjahit) cawat dari daun pohon ara tersebut. Manusia yang belum dilihat oleh siapa-siapa itu, kecuali oleh makhluk gaib dan Penciptanya, merasa malu di saat auratnya terbuka. Cerita Injil ini menunjukkan betapa bahwa di saat aurat seseorang terekspos akan melahirkan perasaan malu dan bersalah (embarrassment and guilt). Dan perasaan malu dan bersalah ini sendiri menggambarkan "tabiat" manusia yang orisinal, karena prilaku Adam dan Hawa di awal penciptaan menggambarkan keaslian tabiat manusia. Maklumlah, Adam dan Hawa belum terkontaminasi oleh berbagai penyelewengan sosial, termasuk propaganda kaum feminist seperti saat ini. Berpakaian sopan itu alami sebenarnya, menutup aurat dengan pakaian yang sopan (sesuai syara' adalah tuntutan alami manusia. Dengan mengikuti tuntutan alami tatacara ) berpakaian ini, sebenanarnya seseorang akan lebih merasa tenang dan percaya diri. Inilah yang digambarkan di dalam Al Qur' dengan istilah "dan an Agar mereka menjaga kesucian dan dikenal". Artinya, dengan pakaian yang ditetapkan oleh agama, kesucian fitrah akan terjaga, dan juga melahirkan percaya diri karena memang dikenal dengan pakaiannya sebagai orang-orang yang baik. Sebagai ilustrasi terhadap fakta di atas, saya ceritakan pengalaman ketika pertama kali balik liburan ke Indonesia setelah tiga tahun di Islamabad. Setiba di Makasar (Ujung Pandang), saya cukup terasa "shock" dengan perubahan kultur anak-anak remaja Muslim. Mungkin karena memang jarang berada di luar kampus sebelum ke Pakistan, atau juga karena memang selama di Pakistan hanya melihat kaum wanita dengan pakaian yang

Bulan Maret 2006

44

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid cukup modest. Salah satu hal yang mengejutkan adalah cara anak-anak remaja wanita Muslim yang sangat minim. Hampir saja aku menilai bahwa barangkali keadaan ekonomi semakin memburuk, sehingga mereka kekurangan uang untuk membeli kain yang cukup. Suatu ketika di sore hari saya ada kesempatan jalan-jalan ke kota dengan menaiki petepete (angkot). Setelah duduk beberapa saat, pete-pete itu kembali berhenti untuk menjemput penumpang lainnya. Tiba-tiba naiklah seorang anak remaja, sepertinya anak SMA (SMU), dengan pakaian yang sangat minim. Hampir-hampir saja roknya itu tidak mampu menutupi bagian-bagiansensitif dari tubuhnya. Bersamaan dengan naiknya remaja tadi juga seorang pemuda dan duduk persis di hadapannya. Rupanya pemuda ini tidak mau mubazir. Ditatapnya habis-habisan paha mungil anak remaja tersebut, sehingga anak tersebut dengan sendirinya merasa tidak tenang mendapat sorotan mata yang buas itu. Hampir dalam perjalanan yang memakan waktu lebih sejam itu, remaja itu tidak bisa duduk dengan tenang. Bolak balik ke samping kiri dan kanan, berusaha menutupi ke(tidak)malu-annya itu. Dari kejadian ini nampak, betapa berpakaian yang menutupi aurat itu adalah pakaian yang sesuai dengan tuntutan alami. Maka penolakan terhadap keterbukaan ke(tidak)malu-an itu adalah penolakan alami. Sebaliknya mendukung pengiklanan aurat, baik untuk kepentingan ekonomi atau sekedar untuk dianggap ekspresi kebebasan adalah penentangan yang nyata terhadap tabiat manusia. Pergeseran tabiat Akan tetapi seiring dengan perjalanan zaman, tabiat (nature) manusia itu sendiri semakin bergeser dari posisinya yang asli. Akibatnya, penyingkapan "aurat" bukan saja menjadi biasa, melainkan dianggap sebagai bagian dari kemajuan peradaban manusia yang yakini sebagai manusia modern. Konsekwensi selanjutnya, perasaan malu itu semakin minim, dan bahkan menjaga "malu" (al hayaa) dianggap sebagai bagian dari keterbelakangan. Di dunia barat misalnya (walau kata barat ini relative, karena boleh jadi Jakarta lebih kebarat-baratan), mempertontonkan Ke (tidak)-malu-an ini justeru dianggap bagian dari hiburan (entertainment). Di mana mata menatap di situ juga akan nampak hal-hal yang seharusnya memalukan itu. Dari dalam rumah, sekolah, pasar, pinggir jalan, hingga ke pertokohan-pertokohan, semuanya menampakkannya secara bebas. Mata-mata yang menatap pun tidak lagi merasakannya sebagai sesuatu yang seharusnya membuat malu. Oleh karena menampakkan ke-(tidak)malu-an ini sudah dianggap sebagai hiburan, maka menentangnya dapat dianggap menentang kodrat hidup itu sendiri, atau minimal dianggap menempuh cara hidup abad pertengahan yang terbelakang dan kurang beradab. Persepsi ini menampakkan keterbalikan tabiat manusia dari yang sesungguhnya seperti tabiat Adam dan Hawa menjadi tabiat "hewani" yang tidak merasa malu menampakkan kemaluan ke mana-mana. Bahkan lebih jahat, sebaliknya dengan menampakkan

Bulan Maret 2006

45

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid kemaluan, baik secara utuh maupun sebagian dianggap sebagai ekspresi kebebasan (freedom of expression). Tapi betulkah itu adalah sebuah hiburan? Betulkah itu adalah ekspresi kebebasan? Lebih tragis lagi, kaum wanita khususnya, dipertontonkan uratnya ecara tanpa malu-malu dibumbui dengan konsepsi emansipasi? Tapi benarkah itu adalah emansipasi atau pembebasan kaum hawa? Sebagaimana disebutkan di awal, merasa malu dengan tertampakkannya ke-(tidak)maluan itu adalah tabiat dasar manusia yang memang sejak awal penciptaan manusiapun sudah ada. Maka ketika terjadi sebaliknya, berarti manusia sudah dengan terang-terangan telah melakukan penodaan dan penolakan kepada tabiat dasarnya sendiri. Dan jika manusia telah melakukan penodaan dan penolakan kepada tabiat dasarnya ini, maka di kemudian hari akan terlahirlah darinya prilaku-prilaku yang lebih buruk dari prilaku hewani. Prilaku homoseksual dan lesbianis barangkali adalah wujud langsung dari kenyataan ini. Seekor kucing atau anjing tidak akan melakukan kontak seksual di hadapan anjing atau kucing yang lain. Biasanya mereka melakukan kontak lawan jenis ini di saat ada kesempatan yang sepi. Apalagi, belum kita dengar ada anjing yang mengawini sesame jenisnya. Sebaliknya manusia sekarang ini justru mengekspresikan kontak seksualnya, dalam berbagai ragam, di hadapan publik, dan bahkan tidak jarang memang diiklankan. Bahkan ada kecenderungan untuk melegalkan perkawinan sejenis di berbagai belahan dunia saat ini. Sebuah pemandangan kontras yang dahsyat antara prilaku dan tabiat dasar manusia. Wanita dan budaya malu Sebenarnya, malu itu adalah fondasi hidup. Jika dikaji lebih dalam, ternyata asal kata hidup (hayah) dan malu (haya' berasal dari dasar kata yang sama. Malu yang dalam ) bahasa Arab dikenal dengan "istihyaa" (seperti innallah laa yastahyii) juga terpakai dengan bentuk yang sama untuk menggambarkan pemberian hidup (istahya), seperti dalam kisah Fir' dan Bani Israel (istahya nisaahum). aun Dengan demikian, hidup manusia yang sesungguhnya adalah hidup manusia yang masih berpegang teguh pada pada nilai-nilai budaya malu. Semakin minim budaya malu menandakan semakin minimnya kehidupan hakiki seseorang. Dengan hilangnya malu (shamefulness) dalam kehidupan manusia, secara tidak langsung juga menggambarkan bahwa manusia seseungguhnya sudah kehilangan kehidupannya yang alami (tabi' i). Di dalam Al qur' ada kisah yang agung tentang bagaimana seorang wanita menjaga an, budaya malunya ini. Yang secara langsung disebutkan dengan pengistilahan menjaga "kemaluan"nya adalah Maryam (allati ahshonat farjaha).

Bulan Maret 2006

46

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Seorang wanita yang dilahirkan untuk hanya mengabdi di rumah ibadah, dan kemudian menjadi seorang ibu dari seorang rasul yang agung. Mengandung dengan cobaan dan menghadapi cobaan yang luar biasa, melahirkan sendirian, menghadapi kaumnya, dan seterusnya. Tapi beliaulah seorang wanita yang secara khusus disebutkan sebagai wanita yang menjaga kemaluannya. Kisah anak-anak nabi Syu' juga adalah contoh kongkrit bagaimana seharusnya kaum aib wanita membawa diri. Bahwa profesionalisme dan berbagai stastus sosial tidak seharusnya menjadikan wanita kehilangan jati diri dengan hilangnya "budaya malu". Bahkan sebaliknya dengan budaya malu itu, mereka mengusulkan kepada ayahnya untuk melakukan sesuatu yang baik demi menjaga benteng budaya malu itu. Ceritanya adalah ketika Musa membela salah seorang Bani Israel yang berkelahi dengan seorang Mesir. Tiba-tiba pukulan nabi Musa itu menjadikan orang Mesir mati. Maka Fir' yang sudah lama mencari alasan untuk membinasakan Musa, kini menemukan aun alasan itu. Tentunya dia akan menjatuhkan hukuman yang berat, kemungkinan akan dihukum mati. Maka tatkala Musa diberitahu, beliaupun meninggalkan tanah Mesir menuju sebuah kota lain yang disebut "Madyan". Di kota inilah hidup seorang nabi lain yang bernama nabi Sya' A.S. aib Ketika Musa A.S. memasuki kota tersebut, didapatinya sekelompok orang yang akan memberikan minum kepada gembalaan mereka. Di antara orang-orang tersebut ada dua wanita nampak malu berdiri di bagian paling belakang. Musa mendekati mereka dan bertanya apa gerangan yang terjadi dengan mereka. Mereka memberitau Musa bahwa mereka wanita dan tidak mungkin mereka dapat memberikan minuman kepada gembalaannya sebelum semua kaum lelaki itu selesai. Sementara ayah mereka adalah seorang yang sangat tua. Singkat cerita, Musa membantu mereka dan bahkan mendahului lelaki yang lain. Memang Musa memiliki kemampuan fisik yang lebih. Segera wanita itu kembali kepada ayahnya dan menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Lebih dari itu, salah satu dari dua gadis itu mengusulkan agar ayahnya mempekerjakan Musa karena sebaik-sebaik yang dipekerjakan adalah yang kuat dan terpercaya. Sang ayah lalu menyuruh anak gadis tersebut mendatangi Musa dan meminta agar dia berkenan datang kepadanya. Poin yang ingin saya sebutkan di sini adalah pernyataan Al Qur' "Maka salah satu an: diantara mereka mendatangi Musa dengan berjalan penuh malu". Sebuah ungkapan yang menggambarkan kepribdian wanita yang berani tapi tidak kehilangan "modesty" (budaya malu). Anak Syu' ini adalah seorang yang professional, aib yang pada zamannya hanya dilakukan oleh kebanyakan kaum pria. Yaitu mengembalai ternak yang secara sosial saat itu hanya dapat dilakukan oleh kaum pria yang pemberani dan tekun. Tapi kenyataannya dua di antara anak-anak nabi Syu' melakukan tugas aib ayah mereka. Ternyata, profesionalisme tidak menjadikanya kehilangan jati diri sebagai wanita yang memiliki budaya malu itu. Sekarang ini, terkadang atas nama profesionalitas, seorang wanita bangga menggadaikan budaya malunya. Demi persepsi manusia lain yang

Bulan Maret 2006

47

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid menganggapnya wanita professional dengan cirri-ciri, salah satunya, dengan berpakaian yang minim, diapun menggadaikan budaya malu ini. Maka akibatnya, ilusi mereka sendiri menjadi perangkap terjatuhnya mereka kembali ke dalam kungkungan "perbudakan" yang berhiaskan modernisme. Wanita modern saat ini, disadari atau tidak, telah terjatuh ke dalam sebuah perbudakan. Mereka telah dijadikan korban-korban kosumerisme dan hedonisme kehiduoan manusia. Barangkali contoh terdekat adalah iklan-iklan yang ada, dari iklan gula-gula hingga iklan barang-barang mewah, wanitawanita cantiklah menjadi alat penggoda dan penggairah. Perintah hijab Oleh karena tabiat dasar manusia memang malu jika "auratnya" terekspos, Islam memberikan aturan untuk menjaga kemurnian tabiat manusia ini. Selain memerintahkan manusia untuk menjaga pandangan (ghaddul Bashar), juga diperintahkan agar menjaga agar pandangan tidak terpancing untuk menjadi liar. Maka turunlah perintah untuk berjilbab bagi kaum wanita, dan perintah kepada kaum pria untuk berpakaian sopan. Masing-masing keduanya memiliki aturan sesuai kodrat alami masingmasing. Saat ini, jilbab adalah satu hal yang seringkali dipertanyakan oleh banyak kalangan, baik di kalangan kaum Muslim sendiri, lebih-lebih lagi oleh kalangan non Muslim. Pertanyaan non Muslim tentunya logis, karena memang tidak mengimani ajaran agama ini. Sehingga jika mereka bertanya tentu dengan senang akan direspon. Tapi yang aneh, di saat umat ini sendiri yang kemudian mempertanyakan "urgensi" ajaran menutup aurat ini. Jilbab sesungguhnya bukan sebuah hal baru dalam ajaran agama. Sejarah agama mengajarkan bahwa sejak zaman dulupun, wanita-wanita selalu menampakkan kesalehannya dengan simbol kerudung ini. Wanita-wanita Bani Israel memakai krudung dengan rok panjang. Hingga hari ini, wanita-wanita Yahudi di compound Yahudi di Brooklyn New York masih berpakaian seperti itu. Dalam ajaran Kristiani, khususnya umat Katolik, kita lihat dengan mata kepala wanitawanita terhormat mereka memakai kerudung. Para biarawati (nuns) memakai kerudung, seorang wanita suci pertama dalam sejarah Katolik (Saint) yang bernama Mother Theresa juga memakai kerudung. Bahkan yang lebih penting adalah wanita tersuci, dan bahkan kesuciannya melebihi kesucian manusia biasa juga memakai kerudung. Wanita ini bernama Maryam (Mary). Dimana-mana kita lihat (what so called) gambar Mary dengan kerudung yang rapi. Tapi sejujurnya, pernahkan orang-orang Yahudi mempertanyakan ini kepada para ulama (Rabbis) mereka? Atau pernahkan mempertanyakan kalau-kalau wanita itu berpenyakit "inferiority complex" karena memakai kerudung? Pernahkah pula orang-orang Kristen mempertanyakan hal yang sama ke para Pastor atau pendeta mereka? Pernahkan mereka membanyangkan bahwa Mother Theresa, apalagi Mary itu berpenyakit "inferiority complex" karena memakai kerudung?

Bulan Maret 2006

48

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Jika tidak, lalu kenapa selalu mempertanyakan wanita-wanita Muslimah yang berkerudung? Bagi saya pribadi, ini menunjukkan bahwa Islam itu memang selalu menjadi daya tarik untuk dipertanyakan oleh banyak orang. Tapi jangan heran, jika pada akhirnya mereka yang selalu mempertanyakan atau bertanya tentang Islam itu, masuk ke dalam agama ini. Yang disayangkan memang, jika pemakaian kerudung ini dipermasalahkan oleh orangorang Islam sendiri. Mempertanyakan masalah ini hanya menandakan dua hal. Mungkin memang tidak tahu atau boleh jadi memang ada masalah dengan keimanan itu sendiri. Maka, jangan heran jika mereka yang mempertanyakan jilbab ini adalah mereka yang kemudian tidak pernah serius mengambil agamanya, kecuali untuk dijadikan alat argumentasi sebatas lisan. Banyak yang pintar bicara atau menulis, tapi kemudian di saat dituntut menjalankan agama ini, mereka mencari berbagai justifikasi untuk menghindarinya. Di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Muslim, justeru kaum wanita dinilai tidak pantas untuk tampil ke public jika berjilbab. Seorang wanita di Turkey terpilih menjadi anggota parlemen dengan suara mutlak, gagal menduduki kursinya karena tidak diterima ketika akan diambil sumpahnya. Di negara tercinta, Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia, masih ada orang yang merasa tidak sesuai dengan penampilan wanita berkerudung. Saya terkejut melihat berita seorang presenter TV Metro yang tidak lagi diperkenankan untuk tampil di depan kamera karena memilih untuk memakai kerudung. Sangat menyedihkan, tapi barangkali memang begitulah logika otak dan hati pengambil kebijakan TV tersebut. Sebaliknya, di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas non Muslims, justeru wanita diberikan kebebasan untuk memakai kerudung jika memang dirasa pantas dan merupakan kewajiban agamanya. Polwan NYPD (Kepolisian New York) yang beragama Muslim, semuanya memakai kerudung. Jika anda jalan-jalan ke City Hall atau Kantor Walikota, anda akan melihat dengan jelas beberapa wanita yang lalu lalang. Murid saya bernama Sonia, sejak masuk Islam setahun lalu berazam untuk memakai kerudung ke kantornya. Pada awalnya memang bossnya mengingatkan, jangan-jangan tugasnya sebagai Public Relations Manager di salah satu perusahaan telekomunikasi itu akan terganggu. Kenyataannya, hingga saat ini justeru semakin percaya diri dalam menjalankan tugas-tugas, dan telah mendapatkan promosi dengan kedudukan yang lebih tinggi. Lalu, kira-kira logikanya di mana, jika ada orang-orang Indonesia yang nota benenya Muslim, risih dengan jilbab tapi justeru mendukung cara berpakaian yang "you can see?" Apakah tidak seharusnya orang-orang seperti ini kembali mempertanyakan jati dirinya sebagai orang Indonesia yang memiliki budaya malu yang tinggi dan beragama (dari

Bulan Maret 2006

49

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Hindu, Budha, Islam dan Kristen berakar dalam sejarah bangsa ini)? Atau barangkali memang "tabiat dasar" kemanusiaannya sudah terbalik? Ah masa' iya! Relahkah mereka jika isterinya dipotret dengan hanya memakai "cawat" persis seperti yang dipakai Hawa (dalam bahasa Injil) lalu dipajang di pinggir-pinggir jalan Jakarta? Saya yakin, fitrah mereka masih ada dan sudah pasti akan menolak. Sayang fitrah itu kini terjangkiti berbagai kotoran sehingga mengalami gangguan (sakit). Akibatnya, dalam melihat realita di hadapan matanya terjadi pembolak balikan. Yang baik menjadi buruk, dan yang buruk justeru dipandang baik. Wa' iyaazu billah! New York, 6 Maret 2006 Ustadz Syamsi adalah seorang imam masjid di New York. Beliau adalah WNI kelahiran Bulukamba, Sulawesi Selatan. Beliau ini juga yang membaca tilawah Quran di New York Times Square pada 2000 setelah runtuhnya WTC di tengah segala kemarahan dan kebencian terhadap orang yang mengatasnamakan Islam . -"Karena hidup sudah pasti mati, hidup harus berarti" "Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar, dan kamu mengeluarkan dari lautan itu sesuatu yang dapat kamu pakai; dan kamu melihat kapal-kapal berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur". AN NAHL (16:14) "Lautan-Quran, diridhoiNYA." Pijakan Menuju Kejayaan (kembali) Bangsa Bahari Yang

-----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

50

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Yusa rnb@ccduta.com : 08-03-2006

Assalamu' alaikum wr wb Siang itu, aku menaiki anak tangga menuju lantai atas masjid dan langsung maju ke shof kedua yg msh kosong. Khotbah jum' sdh dimulai beberapa saat yg lalu. at "Rosululloh Saw bersabda bahwa orang yg ndak berbudi-pekerti itu orang suka mengganggu orang lain." begitu khotib berpesan. "Dari hadits shohih, dari shohabat Anas Ra berkata Rosul Saw bersabda bahwa seseorang bisa merasakan manisnya iman lewat tiga jalan berikut: 1. Mencintai Alloh Swt & Rosululloh Saw melebihi siapa pun juga, bahkan termasuk dirinya sendiri. 2. Mencintai pd orang2 yg mencintai Alloh Swt, 3. Takut kembali jd orang yg melakukan perbuatan yg dilarang Alloh Swt kalau sdh niat taubat." Spt biasa, jama' sholat jum' di masjid ini memenuhi ruangan lantai bwh dan atas ah at masjid ini, tp alhamdulillah masjid ini bnyk jendela2 bsr yg dibuka, pintu2 bsr dibuka hingga udara mengalir lancar membuat suasana jd tmbh sejuk. Khotib menjelaskan yg nomer [3] td, "Contoh dari takut kembali jd orang yg melakukan perbuatan yg dilarang Alloh Swt adalah orang yg baru msk Islam, dia bnr2 ndak mau kembali ke ajaran ' agamanya' yg lama, ajaran yg dilarang oleh Islam, takut dg sebenar2nya takut." Selesai sholat jum' kuambil motorku lalu aku dan temanku menyusuri pinggiran sungai at, kecil yg mengalir ke laut di dpn masjid. Subhaanaka-lloohumma wa bihamdika, Asyhadu an-laailaahailla anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaika... Wallohu a' bishshowab lam Wassalamu' alaikum wr wb

Manisnya Iman

Bulan Maret 2006

51

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : abuluthfi ar-rasyid abuluthfia@yahoo.co.id : 08-03-2006

Cara Menimbulkan Ingatan Kepada Maut Di Dalam Hati
Ketahuilah bahwa kematian adalah hal yang sangat dahsyat dan menakutkan. Sikap lalai yang dilakukan orang banyak terhadap kematian adalah akibat kurangnya perenungan dan ingatan terhadapnya. Bahkan orang yang mengingat kematian pun tidak mengingat nya dengan hati yang penuh, tetapi dengan hati yang galau oleh hawa nafsu duniawi sehingga ingatan akan maut itu tidak menimbulkan efek yang kuat pada hatinya. Dengan demikian, cara untuk menghindarkan hal itu adalah bahwa sihamba hendaknya mengosongkan hatinya dari segala sesuatu kecuali ingatan kepada mati yang berada dihadapannya seperti seorang yang berniat melakukan perjalanan berbahaya ke padang pasir atau berlayar ke tengah lautan yang tentunya tidak akan memikirkan sesuatu yang lain. Manakala ingatan akan maut menggugah hatinya dan telah menimbulkan bekas padanya, maka ketenangan dan kesenangan duniawi akan memudar dan hatinya akan hancur. Cara yang paling produktif untuk menciptakan kondisi ini adalah dengan seringsering mengingat sahabat dan handai tolan yang telah meninggal dunia mendahuluinya: hendaklah dia merenungkan kematian dan membusuknya jasad mereka didalam tanah dan mengingat kembali bagaimana penampilan dan keadaan mereka sebelumnya. Renungkan bagaimana sekarang tanah telah melenyapkan kecantikan maupun ketampanan mereka, dan bagaimana bagian tubuh mereka telah hancur membusuk dalam kubur mereka. Betapa mereka telah membuat isteri mereka menjanda dan anak-anak menjadi yatim, betapa mereka telah meninggalkan harta benda, betapa mesjid-mesjid dan jamaah mereka telah kosong dari kehadiran mereka dan betapa jejak-jejak mereka telah dihapus Sejauh seseorang mengenang orang lain dan mengingat keadaan orang itu dan bagaimana dia mati, membayangkan rupanya, mengingat kegembiraannya, bagaimana dia telah datang dan pergi, bagaimana dia terus berusaha untuk dapat terus hidup dan bereksistensi. Lalu bagaimana dia kemudian menjadi lupa akan mati, betapa dia telah tertipu oleh kekayaannya, betapa dia begitu percaya pada kekuatan dan kemudaanya, kecenderungan untuk tertawa ria bersenang-senang, kelalaiannya akan maut yang pasti datang dan kehancuran yang tengah menanti dihadapannya; bagaimana dia pernah pergi kesanakesini, dan sekarang kaki dan tulang-tulang sendinya telah membusuk; bagaimana dia dulu berbicara, sedang sekarang ulat-ulat telah memakan habis lidahnya, bagaimana dia dulu tertawa, sementara sekarang tanah telah memakan habis gigi-giginya; bagaimana dia telah mempersiapkan hal yang sebenarnya tidak dia butuhkan dalam waktu sepuluh tahun mendatang, padahal ketika itu antara dirinya dan maut hanya terpisah oleh waktu sebulan saja, sementara dia dalam keadaan lalai akan hal yang telah direncanakannya untuk dirinya sendiri sehingga akhirnya maut menjemputnya pada saat yang sama sekali tidak diperhitungkannya. Malaikat maut muncul dihadapannya dengan seruan yang memekakan telinga, “Masuk surga atau neraka” Pada saat itu dia akan melihat bahwa dia tidak ubahnya dengan mereka, kelalaiannya sama dengan kelalaian mereka dan akhir peruntungannya juga akan sama dengan mereka.

Bulan Maret 2006

52

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Abu’l Darda ra. berkata, “Manakala engkau ingat pada mereka yang sudah meninggal, anggaplah dirimu termasuk diantara mereka.” Ibn Mas’ud ra. berkata, “Orang yang bahagia adalah orang yang bisa menarik pelajaran dari orang lain.” Umar bin Abd Al-Aziz berkata, “Tidakkah engkau lihat bahwa setiap hari, pagi dan petang, engkau memandikan dan mengafankan seorang musafir menuju Allah SWT., menempatkannya dalam lubang ditanah, yang telah menjadikan tanah sebagai bantalnya, meninggalkan orang-orang yang dicintainya dan berpisah dengan kekayaannya?” Berpegang teguh pada pemikiran diatas atau yang serupa dan berziarah kubur dan menjenguk orang-orang yang sakit adalah cara untuk menyegarkan ingatan pada maut sehingga ingatan tersebut menguasai hati dan seakan-akan dia berada diambang ajal. Pada tahap ini orang nyaris siap unrtuk mati dan membebaskan diri dari dunia yang penuh kesia-siaan sebab mengingat maut dengan separo hati atau hanya sekedar dituturkan dalam basa-basi tidak akan ada faedahnya. Betapapun puasnya seseorang dengan harta benda duniawi, dia harus tetap ingat bahwa kematian pasti akan memisahkannya. Suatu hari Ibn Muthi Memandangi rumahnya dan terkesan oleh keindahannya. Lalu dia menangis tersedu-sedu seraya berkata, “Demi Allah, seandainya bukan karena kematian niscaya aku akan merasa gembira karenamu, dan kalaulah bukan karena sempitnya lubang kubur yang akan kita tuju, niscaya kita akan terpesona oleh dunia. Kemudian dia meratap dia dengan keras.[] die *Metode Menjemput Maut* Al-Ghazali

Bulan Maret 2006

53

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : fauziah sari fauziah_sari@yahoo.com : 08-03-2006

MEMAAFKAN, ATAU MEMBALAS SECUKUPNYA
Suatu hari ' Aisyah yang tengah duduk santai bersama suaminya, Rasulullah S.A.W., dikagetkan oleh kedatangan seorang Yahudi yang minta izin masuk ke rumahnya dengan ucapan assamu' alaikum (kecelakaan bagimu) sebagai ganti ucapan assalamu' alaikum kepada Rasulullah. Tak lama kemudian datang lagi Yahudi yang lain dengan perbuatan yang sama. Ia masuk dan mengucapkan assamu' alaikum. Jelas sekali bahwa mereka datang dengan sengaja untuk mengganggu ketenangan Rasulullah. Menyaksikan polah tingkah mereka ' Aisyah gemas dan berteriak: Kalianlah yang celaka!. Rasulullah tidak menyukai reaksi keras istrinya. Beliau menegur, "Hai ' Aisyah, jangan kau ucapkan sesuatu yang keji. Seandainya Allah menampakkan gambaran yang keji secara nyata, niscaya dia akan berbentuk sesuatu yang paling buruk dan jahat. Berlemah lembut atas semua yang telah terjadi akan menghias dan memperindah perbuatan itu, dan atas segala sesuatu yang bakal terjadi akan menanamkan keindahannya. Kenapa engkah harus marah dan berang?" "Ya Rasulullah, apakah engkau tidak mendengar apa yang mereka ucapkan secara keji sebagai pengganti dari ucapan salam?" "Ya, aku telah mendengarnya. Aku pun telah menjawabnya wa' alaikum (juga atas kalian), dan itu sudah cukup." Manusia agung, Muhammad S.A.W. ini lagi-lagi memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada istrinya, yang tentu saja berlaku pula bagi segenap kaum muslimin. Betapa beliau telah menunjukkan suatu kepribadian yang amat matang dan sangat dewasa dalam menghadapi berbagai keadaan. Begitu kokoh pertahanan dirinya, sehingga tidak mudah terpancing amarahnya. Suatu pengendalian emosi yang luar biasa. Sebagai istri, ' Aisyah tentu tidak rela manakala suami tercintanya menerima ucapan keji dan busuk sebagaimana yang diucapkan oleh orang Yahudi. Darahnya segera mendidih, dan tanpa kendali keluarlah dari kedua bibirnya kata-kata keji pula sebagai balasan atas mereka. Apa yang dikatakan oleh ' Aisyah sebenarnya dalam batas kewajaran. Ia tidak berlebihan dalam mengumpat dan mengata-katai mereka. Ia hanya membalas secara setimpal apa yang mereka ucapkan. Akan tetapi Rasulullah belum berkenan terhadap ucapan istrinya. Beliau ingin agar ' Aisyah mengganti ucapannya dengan satu kata yang lugas tapi tetap sopan. Rasulullah berkata, "Wa ' alaikum, itu sudah cukup." Urusan salam ini nampaknya sederhana, tapi dalam Islam mendapatkan porsi perhatian yang cukup besar. Salam

Bulan Maret 2006

54

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid merupakan pembuka kata dalam setiap perjumpaan, baik perjumpaan di udara maupun di darat (tatap muka). Salam bahkan menunjukkan kepribadian seseorang. Orang yang secara tiba-tiba berkata-kata tanpa didahului oleh salam bisa dianggap kurang etis atau tidak sopan. Apalagi jika akan memasuki rumah orang. Bahkan nada suara, ekspresi wajah dan gaya penampilan ketika mengucapkan salam menjadi perhatian yang sangat besar. Lebih dari itu, orang bisa langsung mengetahui identitas agama seseorang dari salamnya. Jika ada penyiar televisi atau nara sumber yang diwawancarai mengucapkan assalamu' alaikum, segera kita ketahui bahwa orang tersebut beragama Islam. Demikian juga bila menggunakan salam yang lain. Masalahnya kemudian, bagaimana jika assalamu ' alaikum sudah menjadi tradisi nasional, sehingga warga non-muslim juga mengucapkan hal yang sama? Banyak di antara kita yang kelagapan menerima ucapan assalamu' alaikum dari kawan atau kenalan yang nyatanyata bukan muslim. Ada yang menjawab dengan wa ' alaikum salam, tapi ada yang justru tidak menjawab sama sekali. Urusan salam ternyata telah diajarkan oleh Islam sangat rinci sekali. Termasuk jika kita mendapatkan ucapan assalamu' alikum dari orang non-muslim. Dalam hal ini kita cukup menjawab mereka dengan ucapan: wa ' alikum. Kenapa demikian? Ada dua alasan. Yang pertama, menjaga hubungan baik dan kesopanan. Dengan ucapan wa ' alaikum mereka merasa mendapatkan respon baik dari kita. Mereka tidak merasa diacuhkan. Sebaliknya mereka merasa dihormati dan diterima. Alasan kedua, dengan hanya menjawab wa ' alaikum, maka berarti kita tidak mendoakan kepada mereka. Sebab doa seorang muslim kepada non-muslim itu tidak diterima. Kecuali mendoakan agar mereka mengikuti jalan kebenaran, yaitu Islam. Dengan Islam mudah-mudahan mereka selamat di dunia dan di akhirat. Nabi Ibrahim adalah seorang anak yang sangat mencintai dan menghormati ayahnya. Itulah sebabnya ia berdoa agar Allah menyelamatkan bapaknya. Akan tetapi perbuatan Ibrahim itu mendapat teguran dari Allah, karena bapaknya masih musyrik, menyembah berhala. Demikian juga Nabi Muhammad S.A.W. Beliau sangat mencintai Abu Thalib, pamannya. Lewat perlindungan pamannya inilah jiwanya selamat dan misinya berhasil. Tapi karena sampai akhir hayatnya Abu Thalib belum juga menyatakan beriman kepada Allah, maka Muhammad S.A.W. terhalang mendoakannya. Inilah adat kesopanan yang diajarkan Islam. Kepada orang yang tidak seagama, kita tetap harus berbuat baik. Apalagi jika orang tersebut telah berjasa kepada kita. Kepada orang tua yang non-muslim misalnya, kita harus berbuat baik. Termasuk jika mereka memerintahkan berbuat maksiat, kita harus tetap berbuat baik kepada mereka, walaupun perintahnya tidak boleh kita jalankan. Demikian juga kepada orang yang jelas-jelas

Bulan Maret 2006

55

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid menunjukkan permusuhannya, kita tidak boleh terpancing berbuat keji dan kotor. Sebisa mungkin kita mengendalikan diri. Jika kita berniat membalasnya, maka balasan itu hendaknya setimpal, tidak boleh berlebihan. Pilihlah kata-kata yang tegas, lugas, tapi tetap sopan. Dalam ajaran Islam membalas itu tidak terlarang, akan tetapi memaafkan itu lebih baik. Jika benar-benar kita ingin membalas, balasan itu hendaknya tidak lebih dari yang ia terima. Berlebih-lebihan dalam pembalasan merupakan tindak kezhaliman. Allah berfirman: "Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia seimbang dengan serangan terhadapmu. Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah bersama orang-orang yang bertaqwa." (QS al-Baqarah: 194) Tidak seperti agama lain yang mengajarkan bahwa bila pipi kananmu dipukul berikan pipi kirimu. Bila jubahmu diminta berikan bajumu. Ajaran ini justru tidak manusiawi, sebab sangat memberatkan mereka yang dizhalimi. Islam mengajarkan agar sesorang bisa memberi balasan setimpal dengan apa yang telah diterimanya. Meskipun demikian, memaafkan itu jauh lebih baik. Seperti dalam kasus ' Aisyah di atas, jelas bahwa ' Aisyah sangat bisa membalas ucapan keji orang Yahudi. Apalagi saat itu Rasulullah bukan saja sebagai pemimpin ruhani, tapi sekaligus merupakan kepala Negara yang berkuasa. Apa susahnya membalas orang yang menghinanya, sedang menjebloskan mereka ke tahanan saja itu merupakan haknya. Tapi Rasulullah sebagai manusia agung memilih untuk memberi balasan yang secukupnya. Keperkasaan seseorang tidak bisa diukur dari kekuatan fisiknya. Orang yang jantan, bukan mereka yang ahli bertinju, bukan mereka yang disetiap pertandingan tak terkalahkan. Menurut determinasi Islam orang yang kuat adalah mereka yang di kala marah bisa menahan dirinya. Rasulullah bersabda, "Bukan dikatakan pemberani karena seseorang cepat meluapkan amarahnya. Seorang pemberani adalah mereka yang dapat menguasai diri (nafsu)-nya sewaktu marah." (HR Bukhari dan Muslim) Menahan marah bukan pekerjaan mudah. Menuntut perjuangan yang amat berat lagi susah, apalagi bagi mereka yang sedang mempunyai kemampuan dan kekuasaan untuk meluapkan kemarahannya. Akan tetapi justru di sinilah seseorang itu dinilai, apakah layak disebut ksatria atau tidak. Seorang ksatria adalah yang mampu menahan marahnya, akan tetapi jika kezhaliman itu sudah melampau batas, ia mampu membalasnya, setimpal dengan perlakuan orang tersebut. Orang yang seperti ini akan mendapat jaminan dari Allah, berupa kecintaan yang mendalam. Rasulullah bersabda: "Ada tiga hal yang jika dimiliki seseorang, ia akan mendapatkan pemeliharaan dari Allah, akan dipenuhi dengan rahmat-Nya, dan Allah akan senantiasa memasukkannya dalam lingkungan hamba yang mendapatkan cinta-Nya, yaitu (1)

Bulan Maret 2006

56

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid seseorang yang selalu bersyukur manakala mendapat nikmat dari-Nya (2) seseorang yang mampu meluapkan amarahnya tetapi mampu memberi maaf atas kesalahan orang, (3) seseorang yang apabila sedang marah, dia menghentikan marahnya." (HR Hakim) Dalam menghadapi situasi yang cenderung memancing emosi, manusia dapat dibedakan dalam tiga tipe. Pertama, orang yang tidak merasa marah padahal penyebabnya ada. Kedua, orang yang merasa marah tetapi mampu menahan amarahnya dan mau memaafkan. Sedang ketiga, mereka yang merasa marah, mampu menahan marah, tapi tidak bisa memaafkannya. Dari ketiga kategori ini tentu saja golongan pertama yang lebih utama. Mereka disebut telah memiliki hilm, sifat sabar yang sangat besar. Sabar di atas sabar. Sifat ini telah dimiliki Rasulullah S.A.W., dan telah dibuktikan dalam berbagai peristiwa. Tentang sifat hilm ini Rasulullah bersabda, "Maukah aku ceritakan kepadamu tentang sesuatu yang menyebabkan Allah memuliakan bangunan dan meninggikan derajatmu? Para sahabat menjawab, tentu. Rasul bersabda, ' Kamu bersikap sabar (hilm) kepada orang yang membencimu, memaafkan orang yang berbuat zhalim kepadamu, memberi kepada orang yang memusuhimu, dan menghubungi orang yang telah memutuskan silaturrahim denganmu.' (HR Thabrani) " sumber : Kisah penuh hikmah V

Bulan Maret 2006

57

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Yusa rnb@ccduta.com : 08-03-2006

Oleh : Sayyidy al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz BSA Diterjemahkan : Sayyidy al-Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan Sabtu, 25-02-2006, di rumah al-Habib Thohir bin Yahya – Semarang Assalamu' alaikum wr wb Sayyidy al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz memulai ceramahnya dengan mengucap syukur pd Alloh Swt yg telah mengumpulkan kita di perkumpulan yang mulia ini, perkumpulan yang penuh dengan rohmat & keberkahan dari Alloh Swt, Alloh Jalajaluh telah menentukan perkumpulan ini sebelum menciptakan alam semesta sehingga kita sekalian di malam hari ini berkumpul di perkumpulan yg mulia ini dengan di bawah naungan keridhoan Alloh Swt, dengan di bawah naungan rohmat Alloh Swt, perkumpulan yang bersambung dengan Nabi Muhammad Saw, perkumpulan di bawah naungan dakwahnya Nabi Muhammad Saw, perkumpulan di bawah ajaran Nabi Muhammad Saw. Kita berkumpul di malam hari ini, berkumpul berdzikir pada Alloh Swt, mendengarkan ilmu yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, mendengarkan mempelajari apa-apa yang telah dibawa oleh Nabi kita Nabi Besar Muhammad Saw, kita berkumpul di malam hari ini mendengarkan ilmu, mendengarkan apa yang diajarkan Rosululloh tidak lain agar kita mengamalkan mempraktekkan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Perkumpulan kita malam hari ini tidak lain adalah karena keberkahan Nabi Muhammad Saw, kalau bukan karena Rosululloh, kalau bukan karena Nabi Besar Nabi Muhammad Saw kita tidak akan pernah mengenal satu sama lain diantara kita, kalau bukan karena baginda besar Rosululloh Saw kita tidak akan pernah hadir di majlis ini, kalau bukan karena baginda besar Rosululloh Saw kita tidak saling mewasiatkan dengan al-haq washobar satu sama lain ayyuhal ihwan, kalau bukan karena baginda besar Nabi besar Muhammad Saw kita tidak akan pernah memiliki perbedaan dengan orang-orang kafir, orang-orang yang telah ditentukan oleh Alloh untuk jauh dari Alloh Swt, orang-orang yang dilaknat oleh Alloh Swt, akan tetapi lihatlah Alloh Jalajaluh menentukan kita di dalam qodlo'dan qodar-Nya dijadikan kita sebagai orang-orang beriman di sisi Alloh Swt. Oleh karena itulah ayyuhal ihwan kita ikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad, kita ikuti ilmu yang dibawa Nabi Muhammad, yang menyerukan ajaran ini adalah Nabi Muhammad, ajaran yang datang dari Alloh Swt, bukan dari pemikiran manusia, bukan dari orang yang sempit pemikirannya akan tetapi ajaran ini, agama ini datang dari Alloh Swt dan ketahuilah: Kemuliaan kita, keagungan kita, kehormatan kita adalah dengan mengikuti ilmu Nabi Muhammad, dengan berpegang teguh dengan ajaran Nabi Muhammad Saw, berpegang teguh pada ajaran yang dibawa Nabi Muhammad, dengan mengikuti jejak yang dibawa Nabi Muhammad Saw.

Banyak Dzikir, Banyak Kebaikan Dunia Akhirat

Bulan Maret 2006

58

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Perkumpulan kita di malam hari ini tidak lain adalah suatu pertanda dari Alloh Swt, pertanda bahwa Alloh menghendaki untuk kita suatu kebaikkan, ini merupakan perkumpulan kita malam hari ini, pertanda bahwa Alloh Swt akan mengangkat bala' dari kita sekalian, akan menyucikan hati kita, akan menyinari hati kita dengan cahaya-Nya yang terang benderang, perkumpulan kita di malam hari ini adalah perkumpulan yang penuh keberkahan dari Alloh Swt, walaupun terkadang di malam hari ini kita berkumpul agak malam, akan tetapi walaupun kita agak capek sedikit berkumpul di ini malam, akan tetapi ingatlah nikmat yang diberikan Alloh Swt, sudah sepantasnya kita sebagai hamba untuk berjuang di jalan Alloh Swt, untuk berkorban demi Alloh Swt. Demi Alloh kalau bukan karena hadits, kalau bukan suatu hadits yang diucapkan oleh Rosululloh Saw, cukup hadits yang diucapkan Rosululloh Saw, di dalam hadits Rosululloh Saw bersabda: "Di mana mereka orang-orang yang saling mencintai karena Aku (dikatakan oleh Alloh)?" Di hari kiamat kelak nanti diserukan suatu seruan yang memanggil mereka yang saling mencintai karena Alloh Swt, yang saling menjenguk satu sama lain karena Alloh Swt, yang saling berdzikir berkumpul berdzikir karena Alloh Swt, mereka kelak akan di naungi oleh Alloh Swt di bawah naungan rohmat Alloh Swt. Di hari yang menakutkan, hari kiamat, dimana Alloh Swt mendekatkan matahari sehingga disebutkan matahari didekatkan oleh Alloh Swt di atas kepala manusia satu mill sebagaimana disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw, sehingga manusia tertimpa suatu kesusahan yang begitu dahsyat, yang begitu menakutkan, mereka di bawah terik matahari yg panas, mereka dibanjiri oleh air keringat mereka sendiri, sehingga Nabi Muhammad Saw menyebutkan tentang hari kiamat yang begitu dahsyat, orang-orang yg dikumpulkan oleh Alloh Swt di hari kiamat berdesak-desakan satu sama lainnya, diceritakan telapak kaki di atas seribu telapak kaki di bawahnya. Sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa mereka dibanjiri oleh keringat mereka, beberapa orang yang keringatnya sampai ke mata kakinya, beberapa lagi yang sampai ke lututnya, beberapa lagi sampai menutupi hidungnya. Disebutkan di dalam hadits bahwa Nabi Muhammad ketika membawakan hadits tersebut beliau Saw mengisyaratkan ke hidungnya, beberapa orang sampai ditutupi oleh keringat sampai ke hidungnya, beberapa lagi sampai di atasnya, sampai 70 hasta karena tenggelam oleh keringat. Na' udzubillah mindzalik. Hari yang menakutkan, hari dimana Alloh Swt mengumpulkan al-awwalin wal ahirin, dan ketahuilah di hari yg menakutkan tersebut tidak ada yang mampu memberikan pertolongan dan syafa' melainkan Nabi at Muhammad Saw, Nabi yang agung, Nabi yang mulia di sisi Alloh Swt. Di dalam hadits, baginda Nabi besar Muhammad Saw, beliau Saw bersabda: "Aku adalah orang yang pertama kali memohon syafa' kepada Alloh Swt, dan aku adalah orang yang at pertama kali yang diterima syafa' atnya oleh Alloh Swt." Dan ini Nabi Muhammad Saw, lihatlah di dalam hadits ini NabiMuhammad Saw mengajarkan agar kita menjalin hubungan dengan Nabi Muhammad Saw, menjalin hubungan yang erat dengan Rosululloh Saw. Dahulu para shohabat Rosulillahi Saw

Bulan Maret 2006

59

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid pernah suatu kali mereka berkumpul, berbicara satu sama lain membahas para Nabi-Nabi Alloh, para Anbiya' Alloh yang diutus oleh Alloh, manusia-manusia yang mulia di sisi Alloh Swt, dan inilah perkumpulan mereka para shohabat Rosulillahi Saw, mereka berkumpul mengingat Alloh, mereka berkumpul mengingat Nabi Muhammad, mereka berkumpul mengingat orang-orang yang dimuliakan oleh Alloh Swt. Lihat keadaan kaum muslimin sekarang, berbeda dengan keadaan para shohabat Rosulillah, kaum muslimin di jaman kita (mereka) berkumpul mengingat orang-orang yang tidak beriman kepada Alloh, menyebut nama-nama orang yang hina di sisi Alloh Swt, sehingga betapa banyak kaum muslimin yang terpengaruh oleh pemikiran barat, pemikiran orang-orang yg tidak pernah sujud kepada Alloh Swt. Kewajiban kita kaum muslimin, kewajiban kita sekalian ayyuhal ihwan adalah kita menyuburkan keimanan di dalam hati kita, kita tingkatkan keimanan kita pada Alloh Swt, dan sungguh kemuliaan kita, keagungan kita dengan Alloh Swt. Alloh berfirman di dalam al-Qur' an: "Kemuliaan, keagungan adalah milik Alloh Swt, milik Rosululloh Saw, dan milik mereka yang beriman kepada Alloh Swt, adapun mereka orang-orangmunafiqin tidak mengetahui kalau kemuliaan adalah milik Alloh Swt." Oleh karena itu ayyuhal ihwan, kita agungkan Alloh Swt, kita agungkan mereka mereka orang-orang yang diagungkan oleh Alloh Swt, muliakan orang-orang yang dimuliakan oleh Alloh Swt. Kewajiban kita mengagungkan Alloh, mengagungkan Rosululloh, mengagungkan para shohabat Rosulillah, mengagungkan para auliya' Alloh Swt. Disebutkan ketika pada suatu hari para shohabat Rosulillah Saw berkumpul, mereka menyebutkan tentang keistimewaan para Nabi-Nabi yang terdahulu. Beberapa dari mereka mengatakan: ' Lihatlah Nabi Ibrohim yang dijadikan oleh Alloh sebagai Kholilulloh (sebagai kekasih Alloh Swt, sebagai orang yang dimuliakan oleh Alloh Swt)!" Maka beberapa shohabat yang lain mengatakan: ' Tapi lihat Nabi Musa yang lebih agung yang dijadikan oleh Alloh sebagai Kalimulloh, orang yang bicara langsung dengan Alloh Swt!" Beberapa lagi mengatakan: ' Lihat Nabi Isa As yang dijadikan oleh Alloh sebagai Ruhulloh sebagai Kalimatulloh Swt!" Beberapa lagi mengatakan tentang Nabi Adam yang diciptakan oleh Alloh Swt secara langsung. Ketika mereka sedang menyebutkan keistimewaan para Nabi yang terdahulu, datang kepada mereka Nabi Muhammad Saw, ketika Nabi Muhammad datang pada mereka dan mengucapkan salam kepada mereka, Nabi Muhammad mengatakan kepada mereka, ' Wahai para shohabatku, kalian berkumpul pada saat ini menyebutkan tentang keistimewaan para Nabi utusan-utusan Alloh Swt, kalian mengatakan bahwa Nabi Ibrohim adalah Kholilulloh dan memang demikian Nabi Ibrohim adalah Kholilulloh. Dan, kalian menyebutkan bahwa Nabi Musa adalah Kalimulloh (orang yang berbicara langsung dengan Alloh, yang bermunajat langsung dengan Alloh) dan memang demikian adanya Nabi Musa sebagai Kalimulloh. Dan demikian pula dengan Nabi Isa, dengan Nabi Adam As adalah orang yang mulia di sisi Alloh Swt. ' Kemudian Nabi mengatakan kepada mereka, ' ketahuilah wahai para shohabatku bahwa aku adalah kekasih Alloh Dan Swt, aku adalah habibulloh, aku adalah kekasih Alloh Swt, dan aku orang pertama

Bulan Maret 2006

60

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid yang memberikan syafa' di hari kiamat nanti, dan aku adalah orang yg mulia dari at kalangan makhluq yang diciptakan Alloh Swt (aku yang mulia diantara mereka), dan aku adalah orang yang pertama yang mengetuk pintu Surga sehingga aku adalah Nabi pertama yang akan memasuki Surga dan bersamaku orang-orang fuqoro' orang-orang dari mukminin (orang-orang yg beriman kepada Alloh Swt).' Lihatlah Nabi Muhammad Saw, bagaimana beliau mengajarkan kita agar kita selalu menguatkan hubungan kita dengan Nabi Muhammad Saw. Alloh dan Rosul-Nya lebih pantas kita agungkan, lebih pantas kita puaskan kalau memang kita beriman kepada Alloh Swt. Disebutkan oleh Sayyidina al-Habib Umar bahwa perkumpulan kita ini adalah perkumpulan yang insya Alloh membawa keberkahan untuk kita sekalian, kita kelak di hari kiamat akan dibangkitkan oleh Alloh Swt di hari yg menakutkan. Mengelompokan diri daripada Alloh ke dalam Surga-Nya, dan kelompok akan digiring oleh Alloh Swt ke alam Neraka Na' udzubillah mindzalik. Oleh karena itulah persiapkan diri kita untuk menghadapi hari kiamat yang menakutkan dengan mensucikan hati kita, dengan menghidupkan syari' Nabi Muhammad Saw, dengan melaksanakan apa yang at diperintahkan Alloh Swt, jauhkan segala larangan Alloh, jauhkan apa-apa yang diharomkan oleh Alloh Swt. Perbuatan yang diharomkan oleh Alloh Swt seperti riba' , seperti ucapan-ucapan yang kotor yang tidak diridhoi Alloh Swt, tinggalkan hal-hal yang dilarang oleh Alloh, melihat hal-hal yang diharomkan oleh Alloh, mata kita...jauhkan mata kita dari maksiat yang diharomkan oleh Alloh Swt! Agungkan perintah Alloh Swt, agungkan apa yang diperintah oleh Alloh Swt. Dan, al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz memberikan wasiat kepada kita sekalian agar menjadikan bagian dari al-Qur' kita membaca al-Qur' setiap an, an harinya, jangan kita tinggalkan al-Qur' yang diturunkan oleh Alloh Swt. Setiap hari an kita baca al-Qur' setiap hari kita berdzikir kepada Alloh Swt, lihatlah Alloh Jalajaluh an, berfirman di dalam al-Qur' "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah selalu kepada an: Alloh, berdzikir kepada Alloh dengan dzikir yang banyak." Sebagaimana yang difirmankan oleh Alloh Swt. Pernah sekali baginda besar Nabi Muhammad Saw ditanya oleh beberapa shohabat, "Wahai Nabi Muhammad, mereka orang-orang yang berjihad di jalanmu, siapa diantara mereka yang mendapatkan pahala yang paling besar dari Alloh Swt?" Maka Nabi Muhammad Saw mengatakan, "Mereka orang-orang yang berjihad yang paling besar mendapatkan pahala dari Alloh Swt adalah orang yang paling banyak berdzikir kepada Alloh Swt." Sehingga beberapa shohabat bertanya lagi kepada Nabi Muhammad,"Wahai Nabi Muhammad, mereka orang-orang yang mendirikan sholat, siapa diantara mereka yang paling banyak mendapatkan pahala dari Alloh Swt?" Maka Nabi Muhammad menjawab sebagaimana jawabannya yang pertama, beliau mengatakan, "Yang paling banyak mendapatkan pahala dari mereka adalah orang yang paling banyak berdzikir kepada Alloh Swt."

Bulan Maret 2006

61

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Beberapa shohabat lagi bertanya kepada Nabi Muhammad, "Wahai Nabi Muhammad, orang yang berzakat, siapa dari mereka yang paling banyak mendapatkan pahala dari Alloh Swt?" Maka Nabi Muhammad Saw mengatakan,"Adalah orang yang paling banyak berdzikir kepada Alloh Swt." Shohabat bertanya lagi, "Mereka ya Rosululloh, mereka yang bersedekah di jalan Alloh, siapa diantara mereka yang paling banyak mendapatkan pahala dari Alloh?" Maka Nabi Muhammad Saw mengatakan, "Yang paling banyak mendapatkan pahala dari Alloh Swt adalah mereka orang-orang yang paling banyak berdzikir kepada Alloh Swt." Ketika mendengar perkataan tersebut, Sayyidina Abubakar, Sayyidina Umar mengatakan kepada Nabi Muhamamad, "Orang-orang yang banyak berdzikir kepada Alloh, mereka kelak memperoleh seluruh kebaikan dunia dan akhirat!" Maka Nabi Muhammad mengatakan kepada para shohabat-nya, "Memang demikian, mereka orang-orang yang banyak berdzikir kepada Alloh, mereka telah memperoleh seluruh kebaikan dunia dan akhirat." Sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw. Al-Habib Abdulloh bin Husein bin Thohir, beliau menyebutkan di dalam beberapa perkataannya beliau memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berdzikir kepada Alloh Swt, bahwa bagi mereka keamanan dan keselamatan di dunia dan akhirat dari Alloh Swt. Bahkan disebutkan di dalam hadits Nabi Muhammad Saw bahwa petir tidak akan menyambar orang-orang yang berdzikir kepada Alloh Swt. Di dalam hadits yang lain, disebutkan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa seseorang hamba tidak mengerjakan suatu amalan yang mampu menyelamatkannya dari siksa api Neraka yang lebih ampuh daripada dzikir kepada Alloh Swt. Ketika beberapa shohabat datang kepada Nabi Muhammad Saw, beberapa shohabat mengadu, "Ya Rosululloh, syari' at Islam banyak amalannya, aku bingung bagian manayang harus aku dahulukan? Maka berikan wasiat padaku suatu amalan ya Rosululloh yang aku pegang dengan teguh." Maka Nabi Muhammad Saw memberikan kepadanya wasiat agar dia banyak berdzikir kepada Alloh Swt. Disebutkan lagi, seorang anak dari kalangan shohabat Rosulillah ditawan oleh orangorang kafir, maka ayah dan ibu dari anak tersebut mengadu kepada Nabi Muhammad Saw, mengadu bahwa anaknya ditawan oleh orang-orang kafir, maka Nabi Muhamamd Saw memberikan wasiat kepada ayah dan ibu dari anak tersebut agar banyak berdzikir kepada Alloh Swt. Dan Nabi Muhammad memberikan suatu dzikir yang berbunyi "Lahawla walaquwata illabillah" agar kedua orang tua tersebut memperbanyak membaca dzikir "Lahawla walaquwata illabillah", maka sang ayah dan sang ibu membaca "Lahawla walaquwata illabillah" dzikir yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad, setiap waktunya dibaca dzikir tersebut.

Bulan Maret 2006

62

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Dan Alloh Swt, ketika anak tersebut sedang ditawan kebetulan para penjaga yang mengawasi anak tersebut sedang ketiduran, maka sang anak ini berhasil menyelamatkan dirinya berkat pertolongan dari Alloh Swt, keluar dari penjara! Sehingga dia mendapati orang-orang yang menjaga penjara sedang tertidur maka anak ini kabur, dan di luar melihat onta-onta orang-orang kafir, onta yang dimiliki orang-orang kafir, maka dirampaslah onta-onta tersebut dan dibawa ke kota Madinah. Ketika sampai sang anak, setelah menyelamatkan dirinya dari tawanan orang-orang kafir dengan membawa harta rampasan dari orang-orang kafir, langsung datang ke rumah ayah dan ibunya. Didapati ayah ibunya sedang memperbanyak dzikir membaca "Lahawla walaquwata illabillah" yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw, maka sang anak ini mengetuk pintu rumah orang tuanya. Ketika dibuka, orang tuanya sangat berbahagia melihat anaknya telah diselamatkan oleh Alloh Swt dengan berkat dzikir yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itulah ayyuhal ihwan, kita perbanyak dzikir kepada Alloh Swt, berdzikir dengan hati yang hadir, dengan kekhusyukan di dalam hati kita, sehingga disebutkan beberapa orang wanita datang kepada seorang wali min auliya'illah di kota Baghdad, kebetulan wanita ini memohon-mohon kepada wali tersebut agar dituliskan kepadanya, kebetulan salah seorang keluarganya sedang sakit maka ini wanita datang wali min auliya' illah itu agar dituliskan suatu dzikir yang dicelupkan ke dalam air untuk diminum oleh anaknya atau keluarganya yang sedang sakit. Maka sang wali ini meminta kepada sang wanita tersebut untuk gelas untuk dituliskan di dalam gelas tersebut dzikrulloh Swt yang nanti akan dituangkan air ke dalamnya untuk diminum oleh keluarganya yang sedang sakit. Baru diambil itu gelas, dan ini syeikh ini wali baru memulai menulis nama Alloh, tiba-tiba gelas tersebut pecah karena tidak kuat menanggung nama Alloh Swt. Ini wali menulis dengan hati yang hadir, dengan kekhusyukan di dalam hatinya, baru menulis "La illaha illalloh" di dalam gelas, itu gelas langsung itu pecah, maka ini wali mengatakan kepada wanita itu, "Coba bawakan gelas yang lain untuk aku tulis nama Alloh didalamnya!" Dibawakan gelas yang lain, baru mulai menulis itu gelas pecah lagi, dan begitu seterusnya beberapa kali dibawakan gelas dan setiap kali ingin ditulis nama Alloh itu gelas langsung pecah, maka sang wali ini mengatakan kepada wanita itu, "Lebih baik engkau wahai wanita pergi kepada orang sholeh yang lain dan mohon do' a kepadanya, karena hatiku ini selalu hadir kepada Alloh Swt, apabila aku berdzikir kepada Alloh, hatiku khusyuk kepada Alloh sehingga setiap kali aku menulis ini gelas akan pecah dan apabila engkau membawakan aku gelas yang ada di seluruh kota Baghdad, semuanya akan pecah tidak akan mampu menahan nama Alloh yang aku akan tuliskan ke dalam gelas tersebut."Lihatlah bagaimana orang-orang sebelum kita, ketika mereka berdzikir pada Alloh Swt, dan beginilah sepantasnyalah kita berdzikir kepada Alloh Swt. Al-Habib Abdulloh bin Alwi al-Haddad, Al-Imam al-Quthb Sayyidina al- Habib Abdulloh al-Haddad, beliau ketika berdzikir kepada Alloh, beliau berdzikir dalam keadaan khusyuk, bahkan di tiap keadaannya beliau selalu dalam keadaan ingat kepada Alloh Swt, dalam keadaan khusyuk sehingga disebutkan ketika beliau akan sholat, beliau selalu memberikan wasiat para sahabatnya agar apabila beliau pergi sholat agar tidak

Bulan Maret 2006

63

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid seorangpun berbicara engannya. Mengapa? Karena ketika beliau akan pergi ke Mushola untuk holat, beliau sedang mengumpulkan hatinya untuk mengingat kepada Alloh Swt, mengkonsentrasikan hati dan pikirannya untuk mengingat kepada Alloh Swt. Disebutkan bahwa al-Habib Abdulloh al-Haddad pernah sekali ketika ingin sholat di suatu Mushola atau di suatu Masjid, ketika beliau mengucapkan takbirotul ihrom, tembok yang ada di depannya langsung terbelah karena wibawa nama Alloh Swt yang diucapkan al-Habib Abdulloh bin Alwi al Haddad. Dan inilah para auliya' Alloh, orang-orang yang sebelum kita ketika mereka berdzikir kepada Alloh Swt. Dan al-Habib Umar di akhir ceramahnya, beliau memberikan do' kepada kita sekalian, a beliau berdo' dengan do' yang insya Alloh dikabulkan oleh Alloh Swt. Beliau a a menyebutkan ketika beliau berdo' beliau mengatakan apabila salah seorang dari kita, a, bahkan apabila seseroang dari ujung bumi dia berjalan merangkak untuk menghadiri do' a yang dibaca ini maka memang sudah sepantasnya dia berjalan merangkak walaupun dari ujung dunia karena insya Alloh do' kita dikabulkan oleh Alloh Swt, dan al-Habib Umar a mendo' akan kepada kita sekalian agar majlis kita ini diberikan keberkahan oleh Alloh Swt, dan dijadikan majlis kita ini majlis yang bersambung dengan Nabi Muhammad Saw, do' yang bersambung dengan do' Nabi Muhammad, majlis yang bersambung dengan a a majlis Nabi Muhammad Saw. Ini sedikit yang bisa saya (*) terjemahkan dari apa yang saya (*) fahami dari ceramahnya Sayyidina al-Habib Umar, mudah-mudahan apa yg kita dengar membawa manfaat untuk kita sekalian, wassholollohu ala sayyidina Muhammadin, wa ala alihi washohbihi wassalam, walhamdulillahirrobbil alamin. Subhaanaka-lloohumma wa bihamdika, Asyhadu an-laailaahailla anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaika... Wallohu a' bishshowab lam Wassalamu' alaikum wr wb __________________________________________________________ (*) : Saya = Sayyidy al-Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan

Bulan Maret 2006

64

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Ndhie Saliim ndhie.saliim@gmail.com : 09-03-2006

Ujian untuk Menjadi Lebih Mulia
Oleh: Hayati Rahmah 9 Mar 2006 08:24 WIB

Kata orang, hidup ini layaknya roda kehidupan. Kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Ada pula yang bilang hidup ini seperti ombak di pantai. Kadang tenang, namun tak jarang pula menghantarkan gelombang yang begitu kencang. Apa pun perumpamaan manusia terhadap kehidupan ini, intinya adalah hidup ini takkan setenang air di dalam kolam. Akan ada goncangan-goncangan, hambatan-hambatan, dan ujian-ujian yang bermacam-macam bentuknya. Terkadang manusia seringkali merasa tidak mampu untuk menghadapi cobaan-cobaan hidup. Bahkan banyak pula yang tak menyadari bahwa semua nikmat dan semua ujian itu hanya berasal dari satu sumber. Semua itu berasal dari pemilik seluruh jiwa-jiwa manusia dan penguasa seluruh hati-hati manusia, yaitu Allah, Sang Maha Kuasa. Parahnya, ada juga yang menyesali diri sendiri, menganggap nasib diri terlalu sial, sehingga tak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Mungkin anda pernah dengar cerita sebuah cangkir cantik yang dipajang di sebuah etalase toko. Sebelum berada di sana, ia hanyalah seonggok tanah liat yang sama sekali tidak dihiraukan orang. Kemudian seorang pengrajin mengambil dirinya, membentuk tanah liat itu, kemudian membakarnya di dalam perapian. Sang tanah liat sempat marah dan benci terhadap perlakuan yang diterimanya. Ia harus menahan sakit dan kepanasan. Tak sampai di situ, ia harus rela dicat dengan berbagai warna, kemudian dibakar lagi. Segala macam perlakuan sungguh tidak mengenakkan baginya. Namun apa yang terjadi, setelah semua proses selesai, sang tanah liat mendapati dirinya telah menjadi sebuah cangkir cantik. Ia bukan lagi seonggok tanah liat yang bau, tapi ia telah menjadi sosok baru dan tentu saja lebih baik. * Mungkin kita sebagai manusia, seringkali berpikir seperti tanah liat tadi. Ujian-ujian yang mendatangi di setiap detik kehidupan selalu ditanggapi dengan ketidaksabaran, keluh kesah, dan ketidakikhlasan. Tak jarang mungkin di antara kita merasa terlalu dibebani dengan amanah-amanah, merasa hanya diri sendiri yang diberi ujian, sedang orang lain bisa bersenang-senang, dan ada juga yang justru berhenti dan tidak mau lagi berbuat karena merasa terlalu lelah, fatigue, dan kecewa. Belum lagi kondisi lingkungan, keluarga, dan teman-teman yang seringkali cuek, tidak perduli, dan sibuk dengan urusan masing-masing. Tapi cobalah kita lihat kisah si gelas cantik tadi. Lihatlah, betapa setelah semua proses berlalu, seonggok tanah liat telah menjadi sebuah gelas cantik. Betapa indahnya perubahan itu. Saat ini anda mungkin sedang diuji berbagai macam masalah, mulai dari masalah di keluarga, orang tua, teman-teman, tempat kerja, bahkan amanah dakwah sekalipun, tapi percayalah bahwa Allah sedang membentuk anda. Bisa jadi anda tidak

Bulan Maret 2006

65

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid menyukai bentukan itu, tapi anda harus sabar. Bukankah selalu ada kemudahan setelah kesusahan? Ingat, awan tak selamanya mendung, sekali waktu ia akan cerah berawan menaungi langit. Bahkan angin topan pun tak selamanya meniupkan angin kencangnya, pada waktunya ia akan tenang dan reda kembali. Dulu, seorang teman pernah bilang, kalau merasa diri sedang mendapatkan ujian yang begitu berat, berbaik sangkalah kepada diri sendiri dan kepada Allah. Ingat bahwa Allah selalu menurut persangkaan hamba-Nya. Anggap saja saat diuji dengan berbagai masalah, anda sedang dalam masa ujian layaknya anak sekolah. Untuk bisa naik tingkat, harus ada ujian untuk menguji kesiapan. Makin tinggi tingkat, makin tinggi pula level kerumitan ujian yang diberikan. Percayalah, kalau anda berhasil menghadapi ujian ini, anda akan berhasil naik tingkat di mata Allah, menjadi mukmin sejati. Allah tidak akan memberikan suatu ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Kalau Allah saja yakin kita mampu, masa kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan diri? Buat saudara-saudaraku yang saat ini sedang diuji oleh Allah, apapun bentuk ujian itu, bergembiralah dan bersabarlah. Bergembira karena ujian berarti Allah masih peduli dan sayang kepada kita, untuk itu ia memberikan ujian agar kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia. Allah ingin kita menjadi lebih baik di hadapan-Nya. Setelah itu, bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran akan membuahkan ketenangan jiwa, kekuatan hati, dan sungguh Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang beriman, justru manusia lah yang seringkali meninggalkan sang penciptanya. Apakah yang diperoleh orang-orang yang telah kehilangan Allah dari dalam dirinya? Dan apakah yang harus dicari oleh orang-orang yang telah menemukan Allah di dalam dirinya? Sungguh antara yang pertama dan kedua tidak akan pernah sama. Orang kedua akan mendapatkan segalanya, dan orang pertama akan kehilangan segalanya. ** Wallahualam *kisah disadur dari buku "Kekuatan Cinta" **disadur dari buku "La Tahzan!"

Bulan Maret 2006

66

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : AL shahida al_shahida@yahoo.com : 09-03-2006

Jihadnya Muslimah
Oleh: Al Shahida Pengalaman para Muslimah mempertahankan keyakinanannya menutup aurat, adalah ' perjuangan'yang maha berat. Di bawah ini sebuah kisah pengalaman nyata mereka Sabtu, 4 Maret 2006 Dalam perjalanan menuju Hackney, London sebelah timur untuk sebuah pertemuan. Dua sahabatku sibuk membincang masalah jilbab. "Saya heran.. kenapa siih jilbab tetap hangat dan sangat kontravesial dan masih banyak yang pro dan kontra antara kita sendiri? Saya tidak heran siih kalau yang kontra adalah non, yang tak hentinya meributkan soal jilbab, ya engga sis?," kata sister Kosser yang duduk disebelahku. "Lah pendapatmu gimana sis?, " balas Nazma yang duduk dibelakang bertanya balik. "Kamu sendiri sejak kapan pakai jilbab ?" "Baru Juli lalu tuuh..kami pulang dari Haji bulan April, " jawab Kosser. "Ohhhh baru tokh...welcome to the club," aku mengucapkan selamat pada Kosser. "Memang berat banget sih memulainya. Jadi masalahnya memang musti ada pemahaman dulu, gak bisa dipakasain tuuh, " ujarnya. "Jadi gimana tuuh mulanya sis?" desak Nazma penasaran. "Oh cukup panjang ceritanya sis, " jawab Kosser sambil memutar badannya kebelakang. "Aku juga bingung sendiri padahal aku khan sudah melakukan ibadah haji, aku bener bener bingung loh, malah perang batin dan stres sendiri. sampai sepertinya aku mendzalimi diri sendiri," tukasnya lagi. "Oh begitu..lalu ditempat kerja gimana, ada masalah ?" tanyanya lebih penasaran. "Tidak sih cuma banyak yang terkesima bahkan ada yang agak sinis. Tapi yang sinis malah orang kita sendiri... huh dasar. Aku sudah siap ko sis," menegaskan.

Bulan Maret 2006

67

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Sementara aku sibuk mencari nama jalan, kebetulan memang hari sudah cukup gelap. Percakapan mengenai jilbab kian menghangat dan terus berlangsung sampai rumah yang kami cari kita kutemui. Kami parkir pas didepan pintu gerbang. "Ntar diterusin lagi ya sis cerita soal jilbab, menarik sekali tuuh," pintaku. "OK sis pasti disambung. Ntar ketemuan dong waktu lunch ke kantorku, " ia mengundangku. Kami tiba di rumah sister Amina yang cukup lama menanti kedatangan kami. Amina, Muslimah yang muallaf, campuran antara Scottish dan Carribean menyambut kedatangan kami. Kami disuguhi minuman teh panas English tea, yaitu teh dicampur susu segar, lengkap dengan makanan kecil. Petang itu kami rapat membincang masalah pendataan dan merancang ' base'bagi data anak anak yatim Indonesia yang akan dipadukan atau dijodohkan dengan para calon orang tua asuh atau donatur kami. Rapatpun usai hingga pukul 10 malam, usai itu makanan ala Carribean dihidangkan oleh Amina beserta suaminya Abdulkarim pengarang dan author the ' The Shadow' Satu . pekerjaan telah selesai, lalu kami pamit dan pulang. Seminggu kemudian.... Seperti yang pernah kita janjikan aku akan datang memenuhi undangannya sister Kosser, tapi kami ganti menjadi sore, jam 5, usai kantor untuk minum kopi. Kutemui di kantornya yang megah itu.. Sister Kosser asli Pakistan. Sosoknya tinggi semampai, satu satunya Muslimah yang mengenakan jilbab digedung CityGroups, gedung yang bersebelahan dengan Menara Canary Warf, Trade Centernya London, pusat perdagangan, perbankan, assuransi, finance dll-nya. Kami mencari coffee shop yang masih buka dan sudi melayani kami. mengingat gedung ini melulu perkantoran maka tak heran rata rata warung kopi, kantin dan restoranpun mulai menaikkan kursi kursi diatas meja, pertanda warung akan ditutup. Mulailah Kosser berceloteh tentang asal muasal dia berjilbab. "Sis.. pernah lihat film dokumentasi tidak mengenai perjalan Haji..?" dia memulai. Aku mencoba mengingatnya. Ooo.. aku baru sadar kalau dia adalah pemerannya, ternyata ia seorang selebriti Muslimah.

Bulan Maret 2006

68

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid "Ohh jadi itu kamu sis.. jadi kamu sudah haji dong..?" Kosser mengangguk diiringi senyum bangga. "Tapiiiii...aku tertekan sendiri sis, ada perang bathin dalam diriku!" tambahnya lagi. Sambil menikmati capuccino mulailah Kosser berceloteh; "Jadi...ceritanya disuatu pagi saat saya bangun tidur, biasanya saya langsung kekamar mandi ambil wudhu untuk sholat subuh. Kali ini saya duduk lama ditepi tempat tidur. Merenung. Lalu saya bertanya pada diri sendiri..kalau tiba tiba saya mati gimana..?" itu yang terbetik dibenak saya. "Ya Allah! aku menarik napas dalam dan saya sangat ketakutan, sedih dan ngeri..saya sadar kalau saya belum patuh pada perintahNya. Padahal pada saat saya berhaji saya telah berjanji untuk berserah diri. Lalu saya kekamar mandi. Saya malah menangis dikamar mandi, lama sekali setelah itu saya keringkan air mata barulah berwudhu.Saya menarik napas dalam dan beristighfar", ujarnya, lalu: "Saya mencoba sholat subuh, memulai takbir tapi koq hati rasanya hancur luluh, saya tak paham.. akhirnya saya kekamar mandi lagi mengulang whudu, barulah saya bisa sholat dengan khusu. Selesai sholat kuberdoa dan minta ampun, aku menangis sejadi jadinya. Maka terjadilah suatu niat dan tekad. Aku mau pake jilbab..that its..!". Kosser melanjutkan ceritanya. "Jadi sis..subuh itu saya bertekad untuk mengenakan jilbab, hari itu juga!. Setelah sarapan saya minta izin sama suami mau ke kedai, saya titip anak anak.." lanjutnya lagi. "Lalu suami sempat bertanya; "Are you ok?" suami agak curiga, karena mungkin mataku agak sembab dan wajahku nampak agak lain pula", tambahnya. "Ye..yeah I am fine..I am ok," sambil saya palingkan muka berusaha menyembunyikan perasaanku". Undangan Makan Siang "Hari itu hari Ahad saya sekeluarga diundang oleh bossku yang Amerika untuk Sunday dinner, pukul 2 siang. Staff dikantor kami diundang juga. Saya tak fikir panjang dan langsung pergi kekedai untuk mencari scarf yang akan saya pakai hari itu.. kebetulan dimana kami tinggal banyak sekali kedai-kedai Muslim". "Tahu enggak...saya sama sekali enggak bilang sama suami, boro boro minta izin" tambah Kosser. Aku kagum. Aku terus mendengarkan ceritanya. "Saya pilih 2 helai scarf yang kusuka, lalu pulang kerumah. Scartf kubiarkan dalam kantong plastik. Saya bebenah rumah seperti biasanya karena hari itu hari Ahad lalu saya

Bulan Maret 2006

69

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid mengingatkan suami dan anak anak bahwa kita akan pergi kerumah boss agar mereka bersiap siap. Akhirnya kami berangkat kesana". "O..oo...what is going on. Are you sure you wear that scarf?" tiba-tiba suamiku bertanya penuh keheranan ". "Yeeep. I am positif and I am decided to wear it, " jawabku dan nampak suami memandangku penuh heran. Saat Kosser dan keluarga tiba dirumah sang boss, tuan rumah tentu saja sangat terperangah dengan penampilan Kosser yang lain. Kosser salah tingkah. Seakan semua orang memberikan perhatian khusus dan semua pandangan terarah padanya.. Atau apakah itu perasaaan Koser saja. Kosser bisa membaca dari mata mereka namun. Dia tak peduli. Tuan rumah, sang boss menawarkan minuman kepada mereka sebagaimana layaknya tradisi Eropa. Tuan rumah atau suami langsung menawarkan dan membuatkan minuman sebelum tamu duduk. Setelah masing masing mendapatkan minuman berupa minuman jus, lbarulah mereka mengambil tempat duduk Dengan segera boss menarik Kosser kedalam ruangan dan: "What a surprise!...but tell me Kosser..hhhhmmm..." beliau menahan sesaat, Kosser berdegup, deg-degan, sambil menanti reaksi dan siap dengan pertanyaan. "I know what you area going to say..." ujar sister Kosser diiringi senyum, sebelum ia ditanya atau ditegur. "Just tell me and confirm that you are going to wear this scarf in the office," tanya sang boss sambil mencoba menangkap pandangan pegawainya.. "Yes I am going to wear it and I confirm this", jawab Kosser tegas. "I know you have performed your hajj few months ago.Its ok for me as long as I know so we know what to expec t," sambil kedua tangannya diangkat. "Well Done! Congratulation! So you decided ! Of course we support you ...and full...remember that ". Bukan main Kosser merasakan kebahagiaan saat itu. Akhirnya Kosser memberikan pencerahan tentang jilbab, tentang apa yang terjadi pada nuraninya dan tidak satu imampun yang memerintahkan dia untuk mengenakan jilbab, tidak pula suaminya. Sang boss paham dan pengertian itu merupakan support penuh bagi Kosser. Kosser bekerja di kawasan Canary Wharf, tepatnya di gedung CityGroup menjabat sebagai Personal Asisstant (PA) meladeni 12 manager dari berbagai bangsa. Ia telah bekerja disitu selama 12 tahun.

Bulan Maret 2006

70

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Menara Canary Wharf adalah gedung kebanggaan orang Inggris yang dibangun diatas dockland (perairan atau bekas pelabuhan) dengan beratapkan bentuk Piramid. Diujung atap ber-matakan satu yang berkedip kedip selama 24 jam, nonstop. Situsnya bisa diklik di www.canarywharf.com Betul saja pada hari pertama Kosser mengenakan jilbab dan pada saat ia menginjakkan kakinya digedung Citygroups yang maha besar itu, ia merasakan kejanggalan seakan dia dipelototi oleh orang orang yang berpapasan dengannya. Reaksi mereka tentu beragam. Dan yang paling menyakitkan adalah pandangan sinis, kurang menyenangkan datang dari saudara sesama Muslim. Dia memang satu satunya wanita Muslimah pertama yang mengenakan jilbab digedung itu. Kosser selalu bangga dengan jilbabnya dan bangga bahwa ia telah mampu menaklukan nuraninya yang selalu berperang antara ya dan tidak. Akhirnya helai kain itu melekat dikepalanya. Dia ingin sekali kalau langkahnya bisa diikuti oleh para muslimah lainnya, dikantornya yang berada di gedung bergengsi itu, Canary Warf Tower, semisal dengan Twin Tower di New York tentunya. Cerita lainnya Lain dengan cerita Tayyiba dan Aisya Alvi, dua sister yang juga sama sama berasal Pakistan berprofesi sebagai ‘Barrister’ atau Pengacara. Tayibba adalah Barrister pertama Muslimah. Dan satu satunya Muslimah pula yang mengenakan jilbab pula ditempat kerjanya. Tak terbayangkan saat dia harus menolak mengenakan wig putih panjang hingga bahu (seragham pengacara di Inggris) dengan melepas jilbabnya. Akhirnya wig tersebut ditaruh diatas jilbabnya. Mereka tetap berjuang dan mempertahankan hijab sebagai prinsip dan identitas kemusliman mereka. Karena mereka tahu hak mereka sebagai warga Inggris yang bahkan dilindungi oleh undang-undang. Tak ada sedikitpun rasa takut, bahkan ini dianggapnya sebuah perjuangan. Demikian dengan brother Aqsa seorang ahli farmasi bekerja di Guy Hospital, London Bridge. Jilbab buatnya tak ada masalah ditempat ia bekerja. Temannya yang non malah lebih respect dan selalu bertanya tentang jilbab. Atau sister Azizah, Advocate atau lawyer sihitam manis turunan Nigeria, anak mantan diplomat, buatnya berjilbab bukan masalah lagi. Bahkan jilbab merupakan identitas

Bulan Maret 2006

71

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Muslim, kalau kita tidak mengenakannya malah akan dipertanyakan oleh rekan atau temannya yang non Muslim. Dulu sebelum Azizah mengenakan jilbab dia selalu dituntut oleh temannya yang bukan Muslim. "Lho. .. kamu Muslim koq enggak pake jilbab?" tuntut mereka. Akhirnya Aziza terdorong untuk memulai mengenakan jilbab atau hijab. Pernah brother Sonwara, seorang asistent Artsitektur asal Bangladesh, diinterview untuk bekerja sebagai arsitektur, begitu diterima langsung dia ditawari: "Do you need a room for praying... yes?" tanya si calon boss. "Yes please... thank you...but I dont need the whole room just that much" sambil tangannya memberikan isyarat besarnya ruangan yang ia perlukan untuk sholat. Dia tidak merasakan adanya intimidasi, sikap-sikap yang kurang nyaman atau sikap sikap prejudis dari kolega dan rekan kerjanya. Tentu saja, baju yang mereka kenakan disesuaikan dengan suasana perkantoran seperti rok panjang atau celana panjang dengan jas tiga perempat hingga lutut. Tidak ketat. Selagi busana itu praktis, tidak membahayakn dirinya, enak serta nyaman pula dikenakan dan dipandang.......bersambung. London, 3 Maret 2006 Catatan: Tulisan ini adalah bagian pertama dari 2 tulisan, tulisan kedua dapat di lihat di http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2859&Itemid= 60

Bulan Maret 2006

72

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : firliana putri firlianaputri@yahoo.com : 09-03-2006

Neraka pun 'Diakses' dari Bumi.
Sebagaimana Surga, Neraka juga berada di Bumi. Namun demikian, efek yang terjadi bukan hanya di langit pertama (Dunia), melainkan sampai ke langit ke tujuh (Akhirat). Karena itu, Neraka juga digambarkan bertingkat-tingkat, sesuai dengan besar kecilnya dosa seseorang. Sesuai dengan kemampuan mengakses langit-langit yang lebih tinggi itu. Beberapa ayat Al Qur' menegaskan bahwa Neraka memang ' an berada'di Bumi. Di antaranya digambarkan dalam keadaan-keadaan sebagai berikut.: 1. Neraka adalah tempat yang rendah, dan digambarkan sebagai jurang yang banyak mengandung kobaran api, yang mengandung leburan leburan batu sangat panas seperti lava pijar gunung-gunung berapi. QS. At Tahriim (66) : 6 "Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” QS. Al Furqaan (25) : 13 "dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di Neraka itu dengan dibelenggu; mereka di sana mengharapkan kebinasaan." QS. Shaad (38) : 59 "(Dikatakan) : ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke Neraka)..." 2. Disana juga digambarkan ada oksigen. Sehingga mereka menarik dan mengeluarkan nafas di dalamnya. QS. Huud (11) : 106 "Adapun orang-orang yang celaka tempatnya di dalam Neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas" 3. Di wilayah Neraka itu terdapat pohon yang tumbuh dan dasarnya, yang disebut sebagai pohon Zaqqum. Pohon tersebut berduri dan tidak mengenyangkan saat dimakan. QS Ad Dukhaan (44) : 43 – 46 "Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak dosa. Bagaikan kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas." 4. Mereka juga membutuhkan air. Tapi ternyata airnya sangat panas, mendidih. Namun demikian ternyata di Neraka juga ada air yang sangat dingin. Dan azab lain yang serupa itu.

Bulan Maret 2006

73

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid QS. Shaad (38) : 56 – 58 "Neraka jahannam, yang mereka masuk ke dalamnya, maka amat buruklah jahannam itu sebagai tempat tinggal. Inilah, biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab lain yang serupa itu berbagai macam." 5. Ada angin yang sangat panas, air mendidih dan asap hitam yang tebal. QS. Al Waqi' (56): 42 – 43 ah "Dalam angin yang amat panas dan air panas yang mendidih. Dan dalam naungan asap yang hitam.” 6. Mereka tinggal di sana berabad-abad lamanya QS. An Naba' (78) : 23 "mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya" Begitulah gambaran Neraka, dimana semua bakal terjadi di permukaan Bumi. Di antaranya disana digambarkan betapa Neraka itu tempat tinggal yang buruk. Bagaikan jurang yang berisi api, air mendidih, asap hitam yang tebal, dan angin yang sangat panas. Namun, demikian juga digambarkan bahwa di sana mereka masih bisa bernafas, meskipun terasa berat. Bahkan mereka juga masih mencari makan dan minum. Sayangnya, makanan yang tersedia cuma pohon Zaqqum yang berduri dan mendidihkan isi perut mereka. Sedangkan minumannya, air mendidih atau air yang sangat dingin. Rupanya, wilayah Neraka adalah wilayah yang sangat ekstrim kondisi alamnya. Yang menarik, ternyata antara penduduk Surga dan penduduk Neraka bisa melakukan interaksi atau setidak-tidaknya saling berkomunikasi. Misalnya, ternyata penduduk Neraka bisa meminta air kepada penduduk Surga. QS. Al A' (7) : 50 raaf "Dan penghuni Neraka menyeru penghuni Surga: "limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu E Mereka (penghuni Surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir” Sebaliknya, penduduk Surga sering membicarakan keadaan orang-orang yang tersiksa di dalam Neraka itu. Bahkan digambarkan meninjau salah seorang temannya (di dunia) yang kini masuk Neraka karena kekafirannya. QS. Ash. Shaffat (37) : 54 – 55 "Berkata pulalah ia : maukah kamu meninjau (temanku itu)? "Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah Neraka menyala-nyala." QS. An Naba' (78) : 21 – 23 "Sesungguhnya Neraka jahannam itu ada tempat (untuk) pengintai. Lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas. Mereka tinggal di dalamnya berabadabad lamanya.”

Bulan Maret 2006

74

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Dan lebih menarik lagi, ternyata ' wilayah' Surga dan Neraka itu memiliki batas tertentu. Selain keduanya terpisah, ada lagi satu wilayah di luar Neraka dan di luar Surga.Tempat itu disebut sebagai Araaf Atau tempat yang tinggi di antara Surga dan Neraka. Orang-orang yang berada di A' ini adalah orang yang tidak (Atau belum) masuk ke raaf Surga Atau ke Neraka. Sebab memang masuk ke Surga maupun ke Neraka itu tidak dalam waktu yang bersamaan. Mereka ' digiring' dalam kelompok-kelompok besar. Ada yang lebih dulu sampai, ada juga yang lebih akhir. QS. Al A' (7) : 46 raaf "Dan di antara keduanya (penghuni Surga dan Neraka) ada batas, dan di Atas A' itu raaf ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tandatanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk Surga:" Salaamun ' alaikum" Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya). QS. Al A' (7) : 47 raaf "Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni Neraka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu" QS. Az Zumar : 71 - 72 "Orang-orang kafir dibawa ke Neraka jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke Neraka itu, dibukakanlah Pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga penjaganya” "Dikatakan kepada mereka, masukilah pintu-pintu Neraka jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka Neraka jahannam itulah seburuk buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri” QS. Shaad (38) : 59 – 60 “Dikatakan kepada mereka): "Ini adalah suatu rombongan (pengikut pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke Neraka)". (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka): "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk Neraka”. "Pengikut-pengikut mereka menjawab: "Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat menetap". QS. Shaad (38) : 64 "Sebenarnya yang demikian itu pasti terjadi, (yaitu) pertengkaran penghuni Neraka.” Begitulah kondisi Neraka. Secara fisik digambarkan sebagai tempat yang mengerikan. Namun, tingkat kengerian itu sebenarnya semakin besar diakibatkan oleh hati mereka yang telah ' terbuka' untuk bisa mengakses tingkatan langit yang lebih tinggi, tetapi dalam skala negatif.

Bulan Maret 2006

75

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Alam semesta ini berpasang-pasangan. Ada siang ada malam. Ada Atas ada bawah. Ada baik ada buruk. Maka, dalam pernahaman.Neraka dan Surga ini, kita juga mengenal hal seperti itu. Surga adalah pasangan Neraka. Surga melambangkan kondisi positif. Sedangkan Neraka adalah kondisi negatif. Jika keduanya dipertemukan dalam satu titik, maka segala eksistensi ini bakal lenyap. Surga menempati langit positif, sedangkan Neraka di langit negatif. Keduanya bisa diumpamakan sebagai deret bilangan. yaitu, di bagian kiri adalah deret bilangan negatif menuju pada tak berhingga. Di sebelah kanannya adalah deret bilangan positif juga menuju pada tak berhingga. Sedangkan, di tengah antara keduanya adalah bilangan Nol alias ' kosong' . Deret bilangan negatif adalah ' alam Neraka' Sedangkan deret bilangan positif adalah . ' alam Surga' Namun secara fisik, mereka tetap berada di permukaan Bumi, . ' terikat Epada wilayah Surga dan Neraka. Secara kejiwaan manusia bisa melihat, mendengar dan merasakan sekaligus, dengan ' indera' terhadap alam negatif dan alam hati positif tersebut. ' Penglihatan'lewat hati inilah yang meningkatkan kualitas Neraka dan kualitas Surga yang diterima seseorang pada hari Akhir. Sehingga Allah mengatakan, bahwa Neraka itu akan naik sampai ke hati mereka. QS. Al Humazah (104) : 5 – 7 "Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? Api Allah yang dinyalakan. Yang sampai ke hati." ALAM FANA DAN ALAM BAQA Secara umum kita mengenal 2 macam alam, yaitu Alam Fana danAlam Baqa. Alam Fana digambarkan sebagai alam Dunia, yang suatu ketika akan mengalami kehancuran. Sedangkan Alam Baqa adalah alam yang kekal abadi, tidak akan pernah mengalami kehancuran lagi. Pendapat ini berkembang sudah sedemikian lama, sehingga seakan-akan sudah dianggap sebagai kebenaran dan kenyataan. Akan tetapi dalam hal ini ada beberapa bagian yang ' janggal' kurang bisa dipertanggungjawabkan secara logika ilmiah. dan Untuk itu, saya mencoba membahasnya dari dua sisi. Yang pertama dari sisi logika agama Islam, yang bersumber pada Al Qur' Dan yang kedua, adalah logika ilmiah, an. yang bersumber pada pernahaman empiris ilmu Astronomi. lnsya Allah keduanya akan.memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. (Sebenarnya saya kurang ' senang' menggunakan istilah logika agama dan logika ilmiah, karena seakan-akan Agama kita tidak ilmiah, dan sebaliknya ilmu-ilmu pengetahuan tidak agamis. Bagi saya, sebenarnya keduanya adalah satu kesatuan yang menggambarkan ke-ESA-an Allah. Akan tetapi, karena kebanyakan kita terkutub ke

Bulan Maret 2006

76

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid pemikiran seperti itu, maka saya ' terpaksa, mengikuti pola tersebut. Tetapi Insya Allah keduanya akan bermuara sama dalam pembahasan ini.) LOGIKA AGAMA Ada beberapa logika yang perlu kita kembangkan untuk memahami persoalan Akhirat. Logika-logika ini kita kembangkan dengan bersumber pada pemikiran Islam sendiri. Karena itu saya menyebutnya sebagai logika agama. Padahal, sebenarnya Allah tidak membeda-bedakan cara berpikir dalam memahami eksistensiNya. Dari sudut pandang mana pun kita berpikir, selama kita jujur untuk mencari Allah, maka kita pasti akan ' bertemu' denganNya. Dari sisi penciptaan, kita mengenali bahwa eksistensi ini hanya bisa dikelompokkan ke dalam dua pihak. Pihak pertama adalah Pencipta alias Khaliq. Dan pihak kedua adalah Makhluk alias ' yang diciptakan' . Nah, dalam konteks Alam Akhirat ini kita juga bisa membaginya ke dalam dua ' kutub' itu. Sebagai Pencipta pastilah Allah adanya. Karena logika agama kita tidak memberikan alternatif lain dalam memahami masalah penciptaan ini. Dan kemudian, karena Allah adalah Sang Pencipta, maka ' Alam Akhirat' mau tidak mau adalah makhluk ciptaan Allah. Ini sebagai konsekuensi bahwa Sang Pencipta hanya satu, yaitu Allah saja. Inilah konsep ketauhidan di dalam agama kita. Adalah tidak masuk akal kalau ada dua Pencipta. Mereka pasti akan ' berebut' ciptaan. Dan sangat boleh jadi akan ' bertengkar Euntuk menonjolkan ciptaan masing-masing. Karena itu, Allah berfirman di dalam Al Qur' tentang hal itu. an QS. Anbiyaa' (21) : 22 "Sekiranya ada di langit dan di Bumi Tuhan-Tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai Arsy daripada apa yang mereka sifatkan." Jadi, menurut logika tauhid kita, hanya Allah saja yang layak menjadi Sang Pencipta. Selebihnya adalah makhluk. Siapa dan apa sajakah makhluk yang diciptakan Allah itu? Tentu saja, semuanya. Pokoknya, yang selain Allah. Manusia ciptaan Allah. Jin dan malaikat juga ciptaan Allah. Setan, Surga dan Neraka pun ciptaan Allah. Alam dunia dan alam Akhirat, ya ciptaan Allah. Ruang, waktu, sistem nilai sosial, politik dan seluruh tatanan hukum di alam semesta ini tidak lain adalah ciptaan Allah. Nah, karena semua itu ciptaan Allah, maka suatu ketika di zaman dulu, mereka itu pernah tidak ada. Kemudian diadakan olehNya. Dan karena pernah tidak ada, maka logika agama mengatakan bahwa suatu ketika kelak, mereka juga akan kembali tidak ada, alias

Bulan Maret 2006

77

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid lenyap. Inilah yang di dalam agama kita dikenal sebagai sifat Fana alias bisa rusak, dan suatu ketika akan lenyap. Lawannya adalah Baqa alias kekal dan tidak bisa rusak. Problemnya, adalah ketika kita berbicara tentang Akhirat. Begitu banyaknya ayat Al Quran menyatakan bahwa kehidupan Akhirat adalah kekal abadi di antaranya adalah ayat-ayat di bawah ini. Padahal, kita meyakini kalau Akhirat tersebut adalah makhluk. Dan, sebagai makhluk, pastilah ia fana alias tidak kekal. Yang kekal tidak bisa lain hanya Allah saja. QS. Al Baqarah (2) : 25 "Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan Surga-Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam Surga-Surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan Mereka kekal di dalamnya.” QS. Al Baqarah (2) : 39 "Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni Neraka; mereka kekal di dalamnya." QS Ali Imran (3) : 107 "Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (Surga); mereka kekal di dalamnya. QS At Taubah (9) : 100 "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orangorang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka Surga-Surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. QS. Huud (11) : 23 "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni Surga mereka kekal di dalamnya." Dan masih banyak lagi ayat tentang kekekalan Surga, Neraka, Atau Ahirat itu. Tak kurang dari 110 ayat yang menggambarkan, betapa Akhirat, Surga dan Neraka itu kekal. Di sinilah muncul kontradiksi. Kenapa Akhirat sebagai makhluk kok dikatakan kekal abadi. Yang manakah yang salah? Apakah pemahaman kita yang salah Ataukah informasi tersebut yang keliru. Dalam hal ini, pasti kita tidak akan mengambil kesimpulan nomor dua. Tidak mungkin informasi Al Qur' salah. Jadi, hanya ada satu kemungkinan saja, yaitu pemahaman an kitalah yang keliru atau setidak-tidaknya kurang tepat.

Bulan Maret 2006

78

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Dimanakah kurang tepatnya, padahal secara eksplisit Al Qur' jelas-jelas mengatakan an bahwa Akhirat itu kekal selama-lamanya? Kondisi ini, sebenarnya mirip dengan informasi tentang Kiamat. Ketika Allah mengatakan bahwa Kiamat itu sudah dekat, maka kita langsung saja mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dekat itu pasti tinggal beberapa tahun saja. Padahal sebagaimana kita ketahui, dan telah kita bahas di depan bahwa sejak zaman rasulullah sampai sekarang, waktu sudah berjalan hampir 1.500 tahun, tetapi kiamat itu belum juga terjadi. Maka, dimanakah kesalahan pernahaman kita? Hal ini sudah saya jelaskan di depan bahwa ternyata ada relativitas waktu yang harus kita perhitungkan dalam proses penafsiran kita. Selain, itu agar kita tidak terjebak kepada pemahaman sebagian, Atau parsial, maka sebaiknya kita jangan menafsirkan ayat-ayat tersebut hanya dari satu atau dua ayat saja. Sebisa mungkin kumpulkan ayat sebanyak-banyaknya. Sebab, meskipun banyak ayat mengatakan A, jika ada salah satu ayat lainnya mengatakan B, maka kita harus membuat pertimbangan yang lain. Dengan demikian, kita bisa membuat penafsiran secara menyeluruh dan komprehensif. Karena itu, dalam kajian ini saya sengaja mengutip demikian banyak ayat-ayat Al Qur' Tak kurang dari 250 ayat! an. Begitulah, ketika kita berbicara tentang pemahaman Akhirat. Marilah kita kumpulkan ayat -ayat yang terkait sebanyak-banyaknya. Dan ternyata dari sekian banyak ayat tentang ' kekekalan' Akhirat itu ada yang memberikan ' tanda-tanda' berbeda. Di antaranya adalah yang terdapat di surat Huud. QS. Huud (11) : 106 – 108 "Adapun orang-orang yang celaka, maka tempatnya adalah di dalam Neraka, di dalamnya mereka menarik dan mengeluarkan nafas." "Mereka kekal di dalamnya selama ada Langit dan Bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki" "Ada pun orang-orang yang bahagia tempatnya adalah di dalam Surga, mereka kekal di dalamnya selama ada Langit dan Bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain), sebagai karunia yang tiada putus putusnya.” Ayat di Atas bercerita tentang keadaan penduduk Neraka dan penduduk Surga. Dikatakan oleh Allah, bahwa mereka itu akan kekal di dalam Surga Atau Neraka, selama ada langit dan Bumi. Informasi ini, sungguh sangat menggelitik logika kita. Kenapa demikian? Sebab ternyata kekekalan Surga dan Neraka itu menurut ayat ini tergantung kepada kondisi lainnya, yaitu keberadaan langit dan Bumi alias alam semesta.

Bulan Maret 2006

79

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Dengan kata lain, Akhirat itu akan kekal jika langit dan Bumi Atau alam semesta ini juga kekal. Sehingga, kalau suatu ketika alam semesta ini mengalami kehancuran, maka alam Akhirat juga bakal mengalami hal yang sama, kehancuran. Tentu, hal ini membuat kita agak shock. Sebab ini telah ' menggoyang Eapa yang sudah kita pahami selama ini. Bahwa yang namanya Akhirat itu adalah alam baka. Alam yang kekal abadi, dan tidak akan pernah mengalami kiamat lagi. Dan itu telah dikatakan berulang-ulang di dalam Al Qur' an. Akan tetapi, apakah kita tidak percaya kepada firman Allah di Atas, bahwa Surga dan Neraka itu kekalnya adalah sekekal langit dan Bumi? Tentu saja, kita juga nggak berani untuk tidak percaya, sebab kalimat-kalimat di Atas demikian gamblangnya : Khaalidiina fiiha maadaamatis samaawati wal ardhi... (kekal di dalamnya selama ada langit dan Bumi... ) Alam semesta ini -menurut perhitungan astronomi- memang tidak kekal. Sebagaimana saya ceritakan di bagian depan, alam semesta ini dulu pernah tidak ada, dan suatu ketika bakal tidak ada tagi. Meskipun, hal itu akan terjadi dalam kurun waktu yang masih sangat sangat lama, sekitar 18 miliar tahun lagi. Justru di sinilah kunci pemahamannya. Pertama, bahwa Akhirat tersebut sesungguhnya memang tidak kekal. Akan tetapi, ketidak kekalan itu bukan berarti ' meringankan'arti dari informasi-informasi sebelumnya yang mengatakan: Khaalidiina fiiha... (kekal di dalamnya”. Dan di ayat yang lainnya lagi seringkali ditambahkan kata ' abada” (abadi, selama-lamanya). Miliaran tahun! Karena Kekal yang dimaksudkan tersebut memang bukan kekal yang tidak berbatas. Akhirat adalah makhluk. Karena itu ia pasti memiliki awal dan memiliki akhir. Dan, yang kedua, sesuai dengan pembahasan di depan, bahwa Alam Akhirat memang berada di dalam alam semesta. Bukan di luar alam semesta. Karena itu, ia bergantung sepenuhnya kepada keberadaaan alam semesta itu sendiri. Langit yang ketujuh, dimana alam Akhirat berada, adalah suatu alam yang satu paket dengan alam semesta. Langit Dunianya ada di langit yang pertama, sedangkan Alam Akhiratnya berada di langit ke tujuh. Seluruh eksistensi ciptaan Allah yang diceritakan di dalam Al Qur' adalah eksistensi di an dalam alam semesta tersebut. Tinggal pilih langit pertama, atau kedua, atau ketiga dan seterusnya sampai ke tujuh. Sehingga, dalam perjalanan Isra' Mi' Rasulullah saw, dan raj, melihat Surga dan malaikat Jibril itu di langit yang ke tujuh. Itulah langit yang tertinggi. Dan di sanalah letak alam Akhirat. Jadi, sangatlah jelas sekarang, alam Akhirat berada di langit ke tujuh. Dan, langit ke tujuh itu berada di dalam alam semesta. Dan, alam semesta itu suatu ketika akan mengalami kehancurannya.

Bulan Maret 2006

80

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Maka, menjadi logis bahwa Akhirat yaitu Surga dan Neraka keberadaannya bergantung pada keberadaan alam semesta. Jika alam semestanya, lenyap, maka lenyap pulalah alam Akhirat tersebut. Tentu saja, berikut Surga dan Nerakanya. Itulah informasi yang terkandung di dalam QS. Huud (11) : 106 :108) Kesimpulan tersebut menjadi lebih mantap, kalau kita menggunakan logika ketiga. Saya khawatir, di kalangan kita ada, yang berpendapat bahwa Alam Akhirat itu ' terus' ada bersama Allah. Artinya, jangan-jangan kita berpikir bahwa Allah itu berada di dalam Alam Akhirat. Kesan ini saya tangkap dari berbagai kalangan, disebabkan oleh pemahaman yang parsial. Misalnya, ada kesan bahwa Allah itu ' hanya bisa'kita temui di Akhirat nanti. Saya juga khawatir, pengertian semacam itu dipengaruhi oleh konsep agama lain yang mengatakan bahwa Allah itu berada di dalam Surga. Dan Surga itu berada di alam Akhirat. Sehingga tanpa kita sadari kita terpengaruh, dan menganggap bahwa Allah swt itu bertempat tinggal di dalam Akhirat. Bahkan tinggal di Surga. Dan sebagian lagi, juga berpendapat mirip itu, dengan mengatakan ' Arsy Allah' juga terdapat di alam Akhirat. itu Ini sungguh sebuah pemahaman yang keliru. Dan berakibat fatal terhadap persepsi kita kepada Akhirat. Kita memandang alam Akhirat itu lantas identik dengan keberadaan Allah. Padahal, sama sekali tidak! ALLAH TIDAK BERADA DI ALAM AKHIRAT. Apalagi di dalam Surga. Sungguh Surga dan alam Akhirat terlalu kecil untuk ' mewadahi' eksistensi DZAT Nya. Salah persepsi tentang Allah dan Alam Akhirat inilah yang kemudian membuat kita menganggap bahwa alam Akhirat itu kekal adanya. ' tidak kekal dan Surganya juga jika lenyap nanti Allah bertempat tinggal dimana?!! "Begitulah kira-kira pikiran kita. Sungguh, ini sangat konyol” Allah tidak berada di Surga Atau pun alam Akhirat. Demikian besarnya Dzat Allah itu, sehingga justru Surga, Neraka, dan alam Akhirat itulah yang terdapat di dalam Allah. Kalau kita masih juga ragu untuk mengatakan bahwa alam Akhirat itu tidak kekal. Atau dengan kata lain, masih juga berpendapat bahwa Akhirat adalah kekal adanya, maka marilah kita melakukan test terakhir, yaitu menguji pendapat tersebut dengan pertanyaan berikut ini : kekal manakah Alam Akhirat dengan Allah? Pertanyaan tersebut ' memaksa'kita untuk memilih salah satu. Ini konsekuen dengan pembahasan kita sebelumnya, bahwa Allah bukanlah Akhirat, dan Akhirat bukanlah Allah. Allah adalah Sang Pencipta, sedangkan Akhirat adalah yang diciptakan. Karena itu, tidak bisa ada kedua-duanya selama-lamanya. Maka, jawaban kita cuma satu, yaitu : Pastilah Allah lebih Kekal. Jawaban tersebut memberikan kesimpulan yang tuntas. Seberapa pun hebatnya Alam Akhirat. Dan

Bulan Maret 2006

81

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid seberapa pun lamanya kehidupan Akhirat, suatu ketika ia akan berakhir juga. Kapankah itu? Nah, disinilah logika-logika ilmu pengetahuan yang bersifat empiris berperan untuk mengkaji dalam melakukan rekonstruksi lebih lanjut ... LOGIKA SAINS Sebagaimana logika agama, logika ilmiah juga berkesimpulan bahwa alam semesta ini bakal lenyap. Ada dua hal yang menyebabkan lenyapnya alam semesta. Yang pertama adalah bertemunya ' langit positif'dan ' langit negatif' Sedangkan yang kedua, adalah . ' menciutnya'alam semesta setelah mengalami kondisi berkembang selama 15 miliar tahun, sehingga lenyap di pusat alam semesta. Telah saya singgung di depan, bahwa alam semesta ini memiliki pasangan- pasangan. Dan Allah menciptakan eksistensi langit juga secara berpasangan. Secara umum, dikatakan bahwa alam terbentuk dari materi dan energi. Materi bisa berubah menjadi energi, dan energi bisa berubah menjadi materi, sebagaimana telah dirumuskan oleh Einstein. Sehingga seakan-akan materi adalah pasangan energi. Sesungguhnya tidak demikian. Materi bukanlah pasangan energi, meskipun keduanya bisa saling berubah. Energi memiliki pasangannya sendiri, yaitu energi positif dan energi negatif. Yang satunya diserap oleh struktur alam, sedangkan yang lainnya dipancarkan. Sedangkan materi, memiliki pasangan yang disebut antimateri. Energi positif jika dipertemukan dengan energi negatif akan menjadi nol. Demikian pula, materi jika dipertemukan dengan antimaterinya akan menjadi nol. Jadi yang disebut pasangan adalah jika keduanya dipertemukan akan menjadi nol atau ' setimbang'Seperti . Atas Bawah, Siang Malam, Kiri Kanan, Dulu dan Masa depan, dan lain sebagainya. Maka Surga dan Neraka adalah sebuah pasangan. Satunya berada di langit positif dan lainnya berada di langit negatif. Surga memancarkan energi, sedangkan Neraka menyerap energi. Surga berada di alam ' materi' Neraka berada di alam ' materi' dan anti Karena itu, Kebahagian Surga selalu digambarkan sebagai kehidupan yang ' penuh pemberian' Berupa apa saja yang menyebabkan rasa bahagia dalam kehidupan kita di . alam Akhirat. Apa saja yang kita inginkan, di sana tersedia. Sebaliknya, Neraka digambarkan sebagai kehidupan yang penuh kesengsaraan dan ' memakan' energi. Demikian banyak siksaan yang mengerikan. Dan semuanya ' menghabiskan' energi. Kenapa, bisa demikian? Ternyata ini ada kaitannya dengan aktivitas kita selama di dunia. Jika kita berbuat baik, maka kita terus memancarkan energi positif selama di dunia. Memang berat, karena kita harus menghasilkan energi positif terus-menerus. Akan tetapi ini, ternyata menyebabkan terakumulasinya energi positif di langit positif yang menjadi wilayah Surga.

Bulan Maret 2006

82

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Dan pada saat hidup di alam Akhirat nanti, energi positif itu memancar untuk kita. Kenapa? Sebab hukum alam telah berjalan terbalik. Jika di dunia kita banyak memberi, maka di Akhirat nanti kita akan banyak menerima. Sebaliknya, kalau di dunia kita banyak menyerap energi positif alias menghasilkan energi negatif. Maka, pada saat di Akhirat nanti kita bakal banyak ' menyerap'energi negatif berupa ' siksaan-siksaan'yang setimpal dengan energi dosanya. , Itulah yang terjadi pada saat kita di Neraka. Bayangkan, selama di dunia. kita banyak ' mengambil' (menyerap energi) orang lain : berupa harta, kekuasaan, seksualitas, dan hak lain sebagainya. Maka, ketika alam berjalan terbalik (di Neraka Akhirat) kita harus mengembalikan energi itu secara berlipat ganda Itulah yang. digambarkan oleh Allah di dalam Neraka orang yang banyak dosanya harus dibakar habis-habisan. Kenapa? Supaya dia memperoleh energi positif, untuk melunturkan energi negatif yang ' ngendon'di dalam dirinya, baik secara fisik maupun secara kejiwaan. Semakin besar dosa-dosanya, maka semakin besar pula energi negatifnya. Sehingga dia membutuhkan energi dari api Neraka yang semakin besar, untuk menetralkannya. Maka adalah benar adanya ketika Allah mengatakan bahwa dosa-dosa yang kita perbuat selama di dunia ini sebenarnya adalah beban bagi kita ketika berada di Akhirat. QS. Thahaa (20) : 101 "mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat " QS. Al Ankabuut (29) : 13 "Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.” Nah, beban itu harus ' dilepaskan'satu per satu, selama di Neraka tersebut. Hal itu berlangsung sampai dengan lunturnya dosa-dosa. yang telah di perbuatnya. Maka suatu ketika dosa-dosa, itu akan menjadi Nol, seiring usia Akhirat. Akan tetapi mereka tidak akan pernah bisa keluar dari Neraka itu. Seperti difirmankan Allah di bawah ini. QS. Al Infithaar (82) : 16 "Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari Neraka itu.” Sebaliknya orang-orang yang di Surga, mendapatkan balasan energi positif terusmenerus. Jumlahnya berlipat-lipat dibandingkan dengan apa yang diperbuatnya selama di dunia. Itu disebabkan oleh efek ' bunga berganda'yang dimiliki alam semesta. Sampai kapankah? Sampai energi positif yang dihasilkannya sebagai ' pahala' menjadi Nol., Dan mereka juga tidak akan dikeluarkan dari Surga itu.

Bulan Maret 2006

83

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid QS. Al Hijr (15) : 48 "Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.” Jadi, orang yang berada di Neraka akan selamanya di Neraka. Sedangkan yang di Surga akan selamanya di Surga. Tidak ada satu ayat pun yang mengatakan bahwa orang yang di Neraka, suatu ketika bisa pindah ke Surga ke jika dosa-dosanya sudah habis. Pemahaman ini agaknya cuma berupa ' harapan' semata. Allah mengatakan bahwa mereka akan kekal selama-lamanya, baik yang di Surga maupun yang di Neraka. Sampai dosa dan pahala mereka menjadi nol, Kapankah pahala dan dosa mereka itu menjadi nol' Ketika.alam semesta sudah tidak ? memiliki selisih energi lagi. Dalam konteks ini, artinya, Langit Positif (Surga) dan Langit Negatif (Neraka) telah bertemu di satu titik. lbarat deret bilangan, angka-angka positif maupun negatifnya telah ditarik bersatu menuju pusatnya : titik Nol. Itulah saat-saat kita semua kembali kepada ' Ketiadaan Mutlak'Atau sebaliknya, menjadi . ' Keber-Ada-an Mutlak' Pada waktu itu, segala urusan telah kembali kepada . KehendakNya semata, seperti firmanNya di QS. 11: 106 - 108. (khaalidiina fiiha maadaamatis samaawati wal ardhi illa bimaasyaa” Tetapi dalam logika Sains, berapa lamakah kehidupan Akhirat bakal berlangsung? Akhirat akan berlangsung selama langit dan Bumi masih ada! Akan tetapi, apakah alam semesta akan ada terus? Tidak, karena pada periode Akhirat itu alam semesta sedang bergerak menciut menuju pusatnya! Maka Allah mengatakan, pada waktu itu Dia menggulung langit Atau alam semesta ini seperti menggulung lembaran-lembaran kertas menuju kejadian semula. Artinya, bertitik tolak dari tempat yang sama, dulu Allah menggelar lembaran-lembaran itu, dan kini menggulungnya kembali menuju titik yang sama pula. QS. Anbiyaa’(21) : 104 "yaitu pada hari Kami menggulung langit bagaikan menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulangnya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakan." Berapa lamakah proses penggulungan langit itu terjadi? Diperkirakan sekitar 15 miliar tahun, yaitu selama periode Akhirat. Logika yang dipakai adalah : jika alam semesta berkembang dari kondisi awal (Big Bang) sampai berhenti membutuhkan waktu 15 miliar tahun, maka waktu yang diperlukan untuk menciut dari kondisi berhenti menuju titik awal juga selama 15 miliar tahun. Sungguh sebuah periode yang bukan main lamanya. Karena itu, sangat masuk akal kalau Allah sangat sering menggunakan kata ' Kekal' dan ' Abadi' untuk menggambarkan lamanya periode Akhirat itu. Kalau dibandingkan dengan kehidupan manusia yang cuma

Bulan Maret 2006

84

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid puluhan tahun di dunia, memanglah kehidupan Akhirat yang miliaran tahun itu bagaikan sebuah kehidupan yang Kekal dan Abadi. Tapi toh demikian, Allah terus menggulung alam Semesta, bergerak menuju pusatnya. ' Ruang' dan ' Waktu' terus mengecil, mengecil, dan mengecil. Sehingga pada suatu saat nanti, sekitar 18 miliar tahun dari sekarang, alam semesta ini akan lenyap kembali seperti awal mulanya. Yang Ada hanya Allah, Sang Maha Perkasa Sumber Segala Kedamaian di Alam Semesta ... QS. Al Qashash (28) : 88 "Janganlah kamu sembah disamping Allah, Tuhan apa pun yang lain. Tidak ada Tuhan melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali WajahNya (saja). Baginyalah segala penentuan, dan hanya kepadaNya lah kamu dikembalikan." wallaahu a' bishshawab lam

Bulan Maret 2006

85

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Mansyur Alkatiri mansyur.alkatiri@cbn.net.id : 13-03-2006

'AIDH AL-QARNI: KUNCI SURGA ITU MILIK ALLAH, BUKAN DI TANGAN MANUSIA
Kunci surga itu milik Allah, bukan milik manusia manapun. Jadi kita tidak perlu pusing atau khawatir. Memang kalau kunci surga itu berada di tangan salah seorang manusia maka mungkin dia hanya mengizinkan jamaah atau kelompoknya saja untuk masuk ke dalam sorga. Demikian dikatakan oleh ulama muda kondang Arab Saudi, Dr. ' Aidh Abdullah al-Qarni, dalam sebuah acara silaturahmi dengan sebagian aktifis dakwah di Hotel Sofyan (Cikini), Ahad, 5 Maret 2006, yang diselenggarakan penerbit buku Pustaka Al-Kautsar dan Qishti Press. Diantara yang hadir nampak Syeikh Ibrahim (direktur LIPIA), Syekh Muhammad Kholaf, Ustadz Abdullah Jaidi (Ketua Majelis Dakwah PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah), dan Ustadz Abdullah Baharmuz yang juga memandu acara ini. Sebagai penerjemah adalah Muhammad Ihsan dari Pustaka Alkautsar. Syeikh Al-Qarni berkunjung ke Jakarta dalam rangkaian acara Jakarta Islamic Bookfair. Beliau didatangkan khusus oleh penerbit Qishti Press, yang menerbitkan buku super best seller karyanya "LA TAHZAN" dan "Menjadi Wanita Paling Bahagia." Selain bertemu dengan para pembaca nya di Islamic Bookfair, Syeikh Al-Qarni juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan umat Islam di beberapa masjid di ibukota. Syeikh Al Qarni sangat prihatin dengan berkembangnya budaya menghujat dan mencaci maki ulama dan gerakan Islam saat ini, yang dilakukan sementara kalangan. Bahkan dirinya juga sering menjadi korban celaan dan fitnah seperti itu di negaranya, antara lain dituduh sebagai khawarij dan murji' ah. "Kenapa kita tidak sibuk memperbaiki diri kita sendiri, dan baru kemudian berusaha memperbaiki orang lain? Kenapa kita sibuk mengumpulkan kesalahan-kesalahan para du' (da' lalu kemudian mengekspos nya di berbagai media, ceramah, dan buku? at i) Padahal Rasulullah saw. dalam sebuah hadits hasan mengatakan, "Beruntunglah orang yang menyibukkan diri dengan mengetahui dan memperbaiki aib-aibnya sendiri." Sahabat Abu Darda ra. juga pernah mengatakan: "Kalian menghisab orang lain seolaholah kalian adalah para Tuhan! Padahal kalian adalah hamba-hamba dan manusia biasa." Masalah ini cukup mendominasi presentasi Syeikh Al-Qarni, terutama dalam jawaban beliau saat tanya jawab. Selain soal diatas, Syekh al-Qarni juga secara singkat berbicara tentang isu karikatur Rasulullah saw., bom syahid, terorisme, dan adab menasehati penguasa. Dalam presentasinya, Syeikh Al Qarni secara garis besar menyampaikan 3 (tiga) amanat:

Bulan Maret 2006

86

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid "Pertama: Kita memiliki kewajiban untuk memberi pemahaman yang benar kepada manusia tentang agama Islam. Di tengah jumlah penduduk yang 210 juta jumlahnya di Indonesia ini, kami lihat masih begitu banyak kejahilan dan ketidakpahaman terhadap Islam. Ditambah lagi Islam disini telah banyak mengalami pengaburan. Karena itu kita punya kewajiban untuk memberi pemahaman Islam yang benar kepada mereka. Kedua: Jangan sampai kita disibukkan dengan saling bantah satu sama lain, saling menyerang satu jamaah dengan jamaah yang lain, karena itu akan menyebabkan kita terhalangi untuk menyampaikan risalah Al-Islam yang sesungguhnya, yang diturunkan untuk seluruh umat manusia di bumi ini. Mengapa kita menghabiskan usia dan waktu kita dengan usaha-usaha saling menjatuhkan satu sama lain, padahal dunia sedang menunggu kita menyampaikan risalah Islam yang sesungguhnya. Syeikh Abdul Aziz bin Baz sendiri sudah memberikan nasihat dan fatwa bagi kita agar tidak menyibukkan diri kita dengan menyingkap-nyingkap aib saudara sesama kaum muslimin. Beliau menasihatkan kita untuk membuat manusia mencintai Islam ini dengan cara mengindarkan diri dari kebiasaan-kebiasaan semacam itu. Ketiga: Kita harus mewujudkan persatuan kaum muslimin, karena kita sesungguhnya adalah umat yang satu. Kenapa umat muslimin yang ada di Jakarta tidak bisa bersatu dengan kaum muslimin yang ada di Mauritania? Padahal sekarang orang-orang kafir, musuh-musuh Allah SWT sedang bersatu untuk menjatuhkan kaum muslimin. Saya pernah mengunjungi Amerika dan saya lihat bahwa sesungguhnya dalam diri mereka itu berpecah-belah, tapi saat memerangi Islam mereka bersatu padu." TRANSKRIP SELENGKAPNYA Ceramah dan Tanya Jawab ' Aidh al-Qarni, silakan baca di: www.alirsyad.org

Bulan Maret 2006

87

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : abuluthfi ar-rasyid abuluthfia@yahoo.co.id : 13-03-2006

Sumber : http://www.jkmhal.com/main.php?sec==content&cat==8&id=#23 “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur” (QS. Al-Fathir (35): 10) Ada tiga poin yang perlu kita renungkan dalam ayat diatas itu. PERTAMA, “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah kemuliaan itu semuanya”. Tapi, pada umumnya kita berpikir bahwa kemuliaan dan penghormatan diperoleh dengan memiliki uang yang banyak. atau memiliki perhiasan yang banyak, atau memiliki perusahaan atau gedung-gedung yang besar, atau memiliki tanah yang luas dan lain sebagainya. Kita juga mengira bahwa kemuliaan juga bisa diperoleh dengan menjadi seorang pejabat, presiden, perdana menteri atau jenderal. Dan, pada dasarnya manusia itu, ingin selalu dihormati atau dimuliakan. Coba kita perhatikan ketika kita lewat ke sekumpulan orang yang lagi nongkrong dengan tidak mengucapkan “permisi, atau punten (sunda)”. Maka orang yang lagi nongkrong itu akan tersinggung dan marah kepada kita, karena dianggapnya kita tidak sopan dan tidak hormat. Oleh karena itu, seharusnya kita mencari kemuliaan atau penghormatan yang akan menyertai kita selamanya yang abadi dan tanpa akhir. Dengan beribadah dan mengembalikan segalanya kepada Allah sebagai rasa syukur kita kepada-Nya atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita, berupa iman, ilmu, jabatan, kekayaan atau apa saja nikmat yang Allah berikan kepada kita. Sebab penghormatan, kemuliaan atau pujian, dari makhluk, itu merupakan jaring-jaring setan untuk menjerat kita sehingga kita terjerumus kedalam kesombongan, ketakaburan dan kemaksiatan. Syekh Ahmad Ataillah berkata bahwa, “Orang yang menghormatimu, sebenarnya ia hanya menghormati keindahan yang ditutupi oleh Allah. Padahal yang wajib dipuji adalah untuk Zat yang menutupi kamu, bukan pada orang yang memuji dan berterima kasih padamu.” “Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah kemuliaan itu semuanya” (QS. Al-Fathir (35): 10) “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (QS. Al-Fatihah (1): 2) Jadi, kenikmatan berupa penghormatan, kemuliaan dan pujian yang sesungguhnya berasal dari Allah SWT., dan hati kita diciptakan untuk berkah-Nya yang tanpa akhir. Itulah yang seharusnya kita kejar, yaitu kenikmatan Allah yang tiada berakhir.

3 Poin Yang Perlu Direnungkan

Bulan Maret 2006

88

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid KEDUA adalah, “Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya Maksudnya adalah perkataan yang baik dan amal yang saleh itu dinaikkan untuk diterima dan diberi-Nya balasan berupa pahala dari Allah SWT. Dan sekecil apapun kebaikan yang kita kerjakan karena Allah, maka akan ada balasannya dari Allah SWT., berupa pahala. Sebagaimana firman-Nya, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (QS. Al-Zalzalah (99): 7) Dan yang KETIGA, adalah “Orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur”. Ini adalah jaminan dari Allah SWT., bahwa setiap rencana jahat dari kaum kafir yang akan menghancurkan umat Islam akan sia-sia. Malahan akan berbalik, menjadi keuntungan bagi umat Islam itu sendiri. Seperti berita akhir-akhir ini, yang memojokan umat Islam, Nabinya di lecehkan dan lain sebagainya. Akibat dari itu semua adalah membuat orang-orang yang tidak tahu ajaran Islam penasaran, dan mulai mencari-cari jawabannya tentang ajaran Islam itu sendiri, dan akhirnya mereka yang penasaran itu pada masuk Islam. Maka, populasi umat Islam di Amerika Serikat dan Eropa bertambah pesat. Dan banyak lagi bukti-bukti dari rencanarencana jahat mereka menjadi hancur berantakan. Maka, sebagai konsekuensi dari rencana jahat mereka adalah azab dari Allah SWT. Seperti yang difirmankan Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Zalzalah (99) ayat ke 8 yang artinya, “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula Wallahu a’lam edie@jkmhal.com

Bulan Maret 2006

89

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : suryati y4t12002@yahoo.com : 13-03-2006 Oleh : Ety Setianingsih Di sepanjang zaman, kemiskinan menjadi momok bagi manusia. Karena, ketiadaan materi identik dengan kesusahan dan kehinaan. Karena itu pula, dari dulu hingga kini, manusia berlomba memburu materi untuk membunuh kemiskinan. Hal itu manusiawi karena kecintaan kepada materi adalah fitrah manusia. ' ' Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatangbinatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah tempat kembali yang baik.'(QS Ali-Imran: 14). Harta atau materi memang hal yang tak ' dapat dipisahkan dalam kehidupan kita. Tapi, jelas tersurat di akhir ayat di atas bahwa harta bukanlah segalanya. Semua itu hanya untuk kesenangan dunia yang tak akan dibawa saat kembali ke haribaan-Nya. Karena itu janganlah sampai kesibukan mencari harta benda membuat kita lalai untuk beribadah kepada-Nya. Dalam Alquran diceritakan seorang ahli ibadah yang karena kepentingan-kepentingan materi akhirnya tidak taat lagi kepada Allah SWT. ' ' Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti setan (sampai tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.'(QS Al- A' 175). ' raf: Becermin dari ayat di atas, kita saksikan banyak orang yang ketika miskin sangat rajin beribadah kepada Allah SWT. Tetapi, setelah kaya mereka meninggalkan ibadah karena terlalu sibuk dengan kekayaannya. Inilah tanda-tanda orang yang lupa diri yang sering berujung dengan kesombongan dan takabur, sifat yang dibenci Allah SWT. Qarun adalah contoh konkret akan sifat orang kaya yang lupa diri itu. Seperti tertera di surat Al-Qashash ayat 76 sampai 82, Qarun yang sombong mengatakan bahwa harta benda yang dimilikinya adalah hasil pengetahuannya sendiri. Akhirnya Allah SWT membenamkannya ke dalam bumi bersama harta bendanya. Jadilah Qarun orang yang merugi. Jangan sampai kita tersesat seperti Qarun. Untuk itu kita harus mawas diri. Dengan mawas diri, kita tidak akan sombong bila dikaruniai banyak harta. Sebaliknya tidak akan terlampau sedih bila diuji dengan kemiskinan. Itulah ciri-ciri orang yang bertakwa. Dan memang hanya orang bertakwa yang akan selamat dari dunia sampai akhirat. ' ' Itulah kampung akhirat, Kami adakan untuk orangorang yang tidak sombong di muka bumi dan tiada membuat bencana. Akibat (yang baik), untuk orang-orang yang takwa.'(QS Al-Qashash: 83). ' Republika : Jumat, 10 Maret 2006

Mawas Diri

Bulan Maret 2006

90

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : wendra_tiarno wendra_tiarno@yahoo.com : 13-03-2006

Pencarian 'Kebenaran' dari Ghazali hingga Sardar
Ismail F. Alatas Tema pencarian adalah sebuah tema yang sering kita dengar dalam khazanah tradisi intelektual Islam. Banyak sekali kisah yang menceritakan seorang yang pergi meninggalkan kampung halamannya guna mencari penghilang dahaga keresahan maupun kebimbangannya. Ada yang hanya duduk termenung seraya memikirkan alam semesta dari tempat kediamannya, seperti halnya Nabi Ibrahim as. yang duduk menatap bulan, bintang dan matahari dalam proses mencari Tuhan. Ada yang, seperti sahabat Salman alFarisi, meninggalkan kampung halamannya nun jauh di Persia dan berkelana ke pusatpusat agama di Timur Dekat, hingga pada akhirnya sampai di Madinah dan bertemu dengan Rosul saw. Ada juga, seperti sang sufi besar Ibrahim bin Adham, yang pada awalnya adalah seorang pangeran dari negeri Balkh, kemudian meninggalkan segala kemewahan duniawi untuk menjadi seorang sufi yang berkelana di hutan dan padang pasir. Varian-varian kisah diatas mempunyai artian dasar yang sama: seseorang yang tidak merasakan kepuasan dengan rutinitas hidupnya serta tidak lagi mempercayai pondasi-pondasi kebenaran yang telah dibangun didalam dirinya, sehingga ia merasa perlu untuk meninggalkan semuanya dan mencari obat kebimbangannya. Ia ingin menghilangkan segala keresahan dan tanda tanya yang masih menghantuinya. Ia ingin menemukan ' Kebenaran yang hakiki'Ia ingin merasakan kebahagiaan... . Mungkin, pencari par excellence yang namanya termashur dalam sejarah peradaban Islam, tidak lain adalah al-Imam al-Ghazali. Dalam autobiography spiritualnya yang berjudul al-Munqidh min adz-Dzolal , al-Ghazali menceritakan perjalanan hidupnya yang diwarnai dengan semangat pencarian. Sedari kecil, al-Ghazali telah dilatih untuk menjadi seorang ahli fiqh (faqih) dan telah mengenyam pendidikan dalam berbagai macam ilmu dari guru besarnya, al-Imam al-Juwayni di kota Naishapur (dikawasan Iran). Setelah menyelesaikan studinya, al-Ghazali yang masih sangat muda telah menampakkan kejeniusan yang begitu luar biasa serta mengarang beberapa buku yang sangat dalam sehingga ia diangkat oleh Perdana Menteri Seljuk, Nidzham al-Mulk, untuk menjadi profesor dalam ilmu fiqh Syafei di universitas Nidzamiyyah di kota Baghdad. Disitulah, al-Ghazali mengajar selama 25 tahun dan merasakan ketenaran, kemewahan, kekayaan dan kemuliaan. Namun al-Ghazali sering dirundung kesedihan. Ia sering merasakan kebimbangan. Kehidupan yang begitu mewah dan menjanjikan tidak membahagiakannya. Ia selalu mempertanyakan keberagamaannya. Ia telah dipandang sebagai seorang ahli fiqh yang mashur sehingga mendapatkan kemewahan. Namun, apakah inilah tujuan hidup seorang Muslim? Bagaimanakah kehidupan keberagamaan yang semestinya? Bagaimanakah seharusnya seorang Muslim memfokuskan pikirannya? Al-Ghazali mengalami krisis autentisitas keberagamaan...dan ia mulai mencari.... Selama beberapa tahun, al-Ghazali mulai mencari kebenaran agama dalam beberapa disiplin ilmu yang mashur kala itu baik melalu ilmu kalam (teologi rasional), filsafat, maupun paham Bathini dari kelompok Syi' Isma' ah iliyyah. Namun, setelah setiap disiplin ilmu itu didalaminya, al-Ghazali tetap dapat melihat kelemahan-kelemahan yang ada didalamnya. Sehingga, di suatu pagi, ia mengepak baju-bajunya dan meninggalkan

Bulan Maret 2006

91

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Baghdad beserta segala kemewahan, posisi dan kemuliannya guna mengembara di Timur Tengah dalam mencari kebenaran. Ternyata pengembaraan tersebut memakan waktu tidak kurang 11 tahun lamanya. Al-Ghazali telah menemukan kebenaran otentisitas keberagamaan yang ia cari dalam disiplin ilmu tasawwuf. Bagi al-Ghazali tasawwuf adalah jalan yang dapat menyampaikan seseorang pada pemahaman dan pengenalan (ma' rifat) akan Allah SWT. Setelah 11 tahun mengembara, al-Ghazali pulang ke kampung halamannya guna kembali mengajar. Namun kali ini, beliau tidak lagi dirundung kegelisahan.... beliau telah mencicipi ' kimia kebahagiaan' (kata-kata ini kemudian menjadi salah satu judul buku alGhazali: kimiyyat as-sa' adah). Ia dapat merasa tenang dan merasakan manisnya penghambaan kepada Tuhan. Namun 11 tahun pengembaraan al-Ghazali juga tidak berarti beliau tidak bersikap produktif. Selama 11 tahun itulah, al-Ghazali menuliskan berbagai penemuan spiritualnya. Ia menulis berbagai pengalaman yang telah dilaluinya. Ia menjelaskan kiat-kiat untuk dapat mengenyam larutan ' kimia kebahagiaan' Hasil . tulisan-tulisannya selama 11 tahun itulah yang kemudian menjadi masterpiece-nya dan sampai sekarang kita kenal dengan Ihya'Ulum ad-Din ' Diera late modern seperti dewasa ini, pencarian tidak lagi menjadi sebuah tema yang populer. Perputaran roda kapitalisme global yang mendorong manusia untuk bertindak pragmatik tampaknya tidak lagi menyisakan waktu luang bagi kita untuk behenti sejenak, berpikir dan mencari. Manusia tidak lagi meninggalkan dunia-nya untuk mencari Kebenaran yang Hakiki'Kita telah menjadi apa yang disebut Herbert Marcuse . sebagai ' dimensional man'yang hanya siap menerima segala sesuatu jika ia telah one menjadi produk yang siap pakai. Seperti halnya segala barang kebutuhan yang siap pakai, agama dan kebenaran-pun dikonsumsi sebagai produk siap pakai. Kita ingin segala sesuatu yang cepat dan mudah. Tidak ada lagi waktu untuk mengembara dan mencari. Akan tetapi, bukan berarti tidak terdapat lagi manusia-manusia yang masih tetap bersikokoh untuk mencari ' kebenaran' Adalah Ziauddin Sardar, seorang intelektual . Muslim tingkat dunia yang seperti halnya al-Ghazali, secara sistematik berefleksi dan berpikir disetiap harinya akan hal-hal yang lebih bersifat abstrak. Seperti al-Ghazali, Sardar tidak dapat menerima kebenaran secara mentah-mentah namun harus terlebih dahulu digeluti, dicerna, dipikirkan dan dirasakan. Baru setelah itu, ia dapat mengambil sikap positif atau negatif terhadap ' kebenaran'tersebut. Dahulu al-Ghazali mengatakan bahwa seorang intelektual harus menanamkan sifat skeptis: sikap mempertanyakan segala sesuatu. Seorang intelektual tidak boleh bersikap sebagai muqallid (orang yang bertaqlid) karena seseorang yang bersikap demikian tidak akan dapat menjadi seorang pemikir orisinal. Ia harus terlebih dahulu menghancurkan pilar-pilar ' kebenaran' baru ia dapat , membangunnya kembali melalui proses meditatif dan intuitif. Namun, kata ' skeptis' disini jangan disalah artikan sebagai metode yang bersifat negatif dan menepis segala fondasi agama. Para ahli biasanya mendefinisikan skeptisisme ala Ghazali sebagai ' methodicdoubt' yaitu sebuah skeptisisme yang mempunyai metode tersendiri yaitu , batasan-batasan yang jelas. Al-Ghazali dengan keras menyatakan bahwa skeptisisme adalah metode yang sah kecuali jika ia digunakan untuk mempertanyakan fondasi agama (ushul) seperti kepercayaan kepada Allah, Rosul dan hari akhir. Selain dari ketiga hal tersebut, maka skeptisisme adalah sebuah alat yang efektif guna mencari ' kebenaran' . *

Bulan Maret 2006

92

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Berbeda dengan Ghazali yang mengembara ditengah padang pasir, Sardar melakukan pencariannya yang berkepanjangan di tengah hiruk pikuk dunia kontemporer. Ia mengunjungi berbagai pelosok dunia Islam guna mencari otentisitas keberagamaan yaitu manifestasi Islam yang dapat diyakini kebenarannya. Sardar berpetualang ditengah rimba pemikiran dan gerakan Islam yang ada. Ia mencicipi khuruj ala Jamma' Tabligh, ah aktivisme politik ala salafi, ekstase ala sufi, revolusi ala syi' jihad ala Bin Laden, ah, authoritarianisme ala Saddam Hussein dan modernisme ala Malaysia. Ia berpindah dari satu kelompok ke kelompok lainnya ditengah kesibukannya dalam menangani berbagai proyek besar. Ia juga bertemu dengan berbagai figur terkemuka seperti Sa' Ramadhan, id Osama bin Laden, Isma' al-Faruqi, S.M. Naquib al-Attas dan Anwar Ibrahim. Sebuah il pengalaman pencarian yang sungguh indah dan mengangumkan yang berlandaskan tradisi intelektual dan spiritual Islam namun dijalani di dunia kontemporer yang semakin ruwet. Pengalaman Sardar membuktikan pada kita bahwa pencarian otentisitas keberagamaan yang dahulu dijalani oleh Ibrahim as, Salman al-Farisi,Ibrahim bin Adham serta al-Ghazali tetap saja dapat dilakukan di era dewasa ini. Ia juga menggambarkan betapa penting dan relevannya proses pencarian diera late modernity yang makin mengasingkan kita baik dari tradisi Islam klasik maupun dari sisi kemanusiaan kita.. Pengalaman Sardar yang unik dan dinamik ini dituangkan didalam buku terbarunya yang berjudul Desperately Seeking Paradise (sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh penerbit Diwan, 2006). Sardar yang saya kenal pribadi sebagai figur yang humoris menuliskan pengalaman pencariannya juga dalam bahasa yang mudah dimengerti, kocak dan menarik. Seperti layaknya sebuah novel, Desperately Seeking Paradise mengajak kita untuk mengapresiasi tradisi pencarian yang telah tertanam dalam khazanah intelektual Islam. Ia mengajak kita untuk sejenak keluar dari rutinitas seharihari guna menikmati pengembaraan spiritual dan pencarian ' kebenaran'yang sudah semakin susah untuk didapatkan didunia yang bertambah semu ini. Sardar menunjukkan pada kita betapa mudahnya mengapresiasi Islam disaat kita telah terbebas dari kekangan rantai dogma yang menyempitkan. Oleh karenanya sang intelektual yang menyebut dirinya sebagai seorang ' Muslim skeptis' telah menyodorkan sebuah kesegaran dalam ini menghayati keberagamaan kita. Disaat ummat Islam makin terbelenggu oleh ikatan dogma yang menyebabkan kekeringan dalam keberagamaan, maka tradisi pencarian yang sungguh indah kiranya perlu kita angkat kembali. Tradisi intelektual dan spiritualitas ini harus kita ingat dan kita hayati agar kita dapat kembali menatap Islam dari luar sehingga terlihat segala keindahannya. Skeptisisme dan pencarian ala Ghazali dan Sardar dapat menjadi sebuah obat bagi kebutaan dan kefanatikan kaum Muslimin baik dari kelompok yang berhaluan fundamentalis maupun liberal. Untuk itulah, mari kita belajar dari Ghazali dan Sardar sehingga kita dapat menjadi manusia yang menghargai keberagaman, keunikan dan keberbedaan dalam pencarian kita kepada ' kebenaran' Dan pada akhirnya para pencari . akan dapat menikmati indahnya pencarian dan InsyaAllah mereka yang bersungguhsungguh mencari ' kebenaran' akan sampai pada ' Kebenaran yang Hakiki'Wallahu a' . lam. Jakarta, 22 February 2004

Bulan Maret 2006

93

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Bambang W. Usodo b.usodo@guentner.co.id : 20-03-2006

Kecerdasan Emosional Rasulullah SAW
From: didikep@bdg. Rabu, 08/02/2006 10:25 WIB Kecerdasan emosional Rosulullah Muhammad SAW oleh : Djony Edward JAKARTA (Bisnis): Setiap kali Rosulullah hendak ke pasar Ukaz selalu melewati satu gang kecil yang merupakan jalan tembus terdekat ke pasar tersebut. Namun di kiri-kanan gang tersebut banyak dihuni rumah petakan kaum yahudi. Mereka sering mencemooh, memaki, meledek, bahkan ada seorang yahudi kasar sering melempar Rosulullah SAW dengan kotoran. Hampir setiap kali Rosul ke pasar, sapaan kasar, hinaan, dan lemparan kotoran mendarat di telinga dan wajah serta badannya. Namun karena mental seorang utusan Tuhan, maka sikap sabar dan senyum selalu menghiasai wajahnya. Anehnya, justru sikap anaknya Fatimah az Zahra, para sahabat seperti Abu Bakar dan Umar sangat prihatin dan emosional atas perlakuan Yahudi terhadap Rosulullah. Bahkan malaikat Izrail yang ditakdirkan tanpa emosipun ikut panas melihat perlakuan pemuda bergelar Al Amintersebut. "Engkau kan Rosulullah, mengapa tidak marah dan membalas lemparan kotoran dan makian Yahudi itu?" demikian celoteh Fatimah as. Apa jawab Rosul: "Innahum ma laa ya' lamuun" (Sesungguhnya mereka tak tahu apa yang mereka kerjakan). Sikap serupa disampaikan Abu Bakar Shiddiq, "Wahai Rosul, kalau Engkau berkenan, aku akan membalas sikap kasar mereka kepada Engkau." Jawab Rosul pun sama: "Innahum ma laa ya' lamuun". Tak ketinggalan Umar bin Khattab yang mantan preman pasar Ukaz lebih tegas menyatakan: "Wahai Rosulullah, jika Engkau mengizinkan akan aku tebas batang leher yahudi brengsek yang sering melempari kotoran terhadap-Mu!" Rosul pun konsisten dengan jawabannya: "Innahum ma laa ya' lamuun". Pernah suatu ketika Rosulullah SAW membersihkankotoran bekas lemparan si Yahudi usil di bawah pohon dekat sebuah bukit, datang malaikat Izrail dengan wajah sedih bercampur geram. "Wahai Rosul, aku tak tega melihat perlakuan mereka terhadap Engkau. Jikalau Engkau berkenan akan aku balikkan bukit ini dan aku tumpahkan di atas kediaman mereka. Atau aku akan cabut nyawa mereka dengan cara yang paling menyakitkan," demikian pinta Izrail.

Bulan Maret 2006

94

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Tapi, itulah dia Muhammad SAW. Dengan kecerdasan emosional yang optimum tetap mengatakan "Innahum ma lla ya' lamuun". Suatu hari Rosul kembali melewati gang yang sama menuju pasar Ukaz. Tapi hari itu Rosul tidak mendapati lemparan kotoran dan makian si yahudi yang sengit itu. Lalu Rosul bertanya kepada para tetangga Yahudi itu," Kemana saudaraku yang rajin menegurkan (baca: melempar kotoran) kala aku lewat di gang ini?" Tetangga itu berkata: "Dia sedang sakit di ruang atas, badannya panas dan menggigil, dia seperti hendak berpulang karena sakitnya parah!" Lantas Rosul pun beranjak ke atas menemui Yahudi usil tersebut, ketika dihampiri Rosul si Yahudi ketakutan bukan main dan dengan tubuh gemetar dan keringat menjagung dia memohon: "Jangan, jangan kau sakiti aku, aku minta maaf atas keburukan perilakuku. Tapi bila Engkau hendak membalas dendam, aku akan pasrah menerimanya." Rosul pun tersenyum dan mendekati si Yahudi sambil mengambil segelas air zam-zam, lalu air itu dibacakan doa untuk si Yahudi. "Minumlah ini air, Insya Allah kamu akan sembuh," ujar Rosulullah. Kontan saja, setelah air diminum tubuh si Yahudi tampak lebih bugar dan sehat. "Kalau boleh aku minta maaf sekali lagi, tapi siapakah Anda hai Bapak?" Rosulpun menjawab: "Sayalah Muhammad, Rosul Allah yang ditugaskan untuk memperbaiki akhlaq!" Sejak saat itu si Yahudi bertobat dan memeluk agama yang diajarkan Rosulullah. "Subhanallah, begitu agung akhlaq-Mu Ya Rosul," ujar Abu Bakar. Di lain waktu, Rosulullah selalu memiliki kebiasaan jika hendak bepergian ke luar kota. Dia membawa empat bungkus gandum matang (menyerupai roti) untuk bekal perjalanan, dan membawa empat bungkus uang dirham untuk diinfaqkan kepada fakir miskin. Di perbatasan kota ada seorang pengemis Yahudi tua, renta dan buta, yang selalu nyeracau dan memburuk-burukkan Muhammad SAW. "Muhammad brengsek, Muhammad manusia kasar, Muhammad penipu, penyihir, gila. Muhammad akan kubunuh kau," demikian dia memaki Rosul. Tapi setiap kali dicaci maki dan diumpat akan dibunuh, Rosul bukannya marah, malah sebaliknya tersenyum sambil mendekati sang Yahudi tua. Dikeluarkannya sebungkus gandum matang itu, lalu dihaluskan dan secara perlahan disuapkan gandum itu kemulut sang bapak tua. Tentu saja ceracau dan makian si kakek terhenti karena harus makan gandum yang sudah lembut, walau tak berucap terima kasih. Kebiasaan itu hampir rutin dilakukan Rosulullah ketika hendak pergi ke luar kota, dan kebiasaan memaki dan nyeracau itu pula yang sering dilakukan si kakek tua. Suatu hari, saat Rosul telah wafat dan khalifah Umar bin Khattab memimpin jazirah Arab, bertanyalah Umar kepada Fatimah az Zahra, anak Rosulullah. "Wahai Fatimah, amalan apa yang belum aku lakukan dari akhlaq mulia yang dilakukan Rosulullah?"

Bulan Maret 2006

95

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Fatimah pun menjelaskan kebiasaan Rosul ketika hendak pergi keluar kota selalu memberi suapan terhadap kakek Yahudi yang memakinya. Maka pergilah Umar ke luar kota, betul saja, di perbatasan ada seorang kakek tua sedang nyeracau dan terus memaki Rosulullah. Karena kesal, gandum matang yang dibawanya langsung disumpalkan ke mulut sang kakek Yahudi, maka diamlah si kakek sambil menghabiskan gandum tersebut. Setelah kenyang mengunyah sumpalan gandum matang itu, si kakek bertanya:"Rasanya anda bukan orang yang biasa menyapa saya dengan gandum halusnya, Anda siapa dan kemana orang yang selalu menyapa aku dengan kasih sayang itu?" Umar dengan tegas berteriak: "Aku adalah khalifah Umar bin Khattab, dan orang yang selalu menyuapi kamu dengan lembut itu adalah orang yang setiap hari kamu makimaki!". Terkesiap si kakek Yahudi sambil matanya berlinang dan diam beribu basa sekitar 30 menit, maka pada menit berikutnya dia menangis sejadi-jadinya dan menyesali perbuatannya. "Ya khalifah, ampuni aku dan aku akan memeluk agama yang diajarkan Rosulmu," akhirnya si Yahudi tua pun tersungkur bersimpuh, menangisi kekasarannya terhadap Rosulullah. Menyimak akhlaq Rosulullah yang mulia, kendati dimaki,dicaci, bahkan dilempari kotoran, maka kita patut bertanya atas sikap emosional sebagian besar kaum muslim dunia atas penghujatan karikatur yang ditampilkan Jillands-Posten di Denmark. Bahkan sikap menculik, membakar, menghancurkan dan memboikot sebenarnya tak akan menghentikan sikap usil mereka. Justru sikap rasional dan sabar, terutama akhlaq mulia serta game of emotional yang matang dari Rosulullah akan membuat lawan menjadi segan. Sikap cerdas secara emosional dari Rosul patut ditiru agar pihak luar benar-benar salut dan menghargai kebesaran ajaran Rosulullah SAW!!! ---------------------------oOo---------------------------

Bulan Maret 2006

96

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : shofy nafsany shofy1712@yahoo.com : 20-03-2006 Musyawarah Burung

Musyawarah Burung (Manthiqut Thair) merupakan karya sastra penyair sufi terkenal Faridu' Attar yang berisi tentang kisah sufistik. Karya yang hingga saat ini tetap Din melegenda ini mengisahkan perjalanan burung-burung menuju istana Simurgh sebagai metafor bagi para salikin (pejalan ruhaniah) dalam berjalan menuju Tuhannya. *** Dikisahkan, segala burung di dunia, yang dikenal atau tidak dikenal, datang berkumpul. Mereka sama-sama memiliki satu pertanyaan, siapakah raja mereka? Di antara mereka ada yang berkata, "Rasanya tak mungkin negeri dunia ini tidak memiliki raja. Maka rasanya mustahil bila kerajaan burung-burung tanpa penguasa! Jadi, kita semua memiliki Raja, ya, Raja." Semua burung tertegun, seperti ada keraguan yang mengawang-awang. "Keadaan semacam ini tak bisa dibiarkan terus menerus. Hidup kita ini akan percuma bila sepanjang hayat kita, kita tidak pernah mengetahui, dan mengenal siapa Raja kita sesungguhnya." Masing-masing dari mereka masih berfikir dan terdiam. Lalu kembali ada yang berteriak, "Lalu apa yang harus kita lakukan?" "Tentu saja kita harus berusaha bersama-sama mencari seorang raja untuk kita semua; karena tidak ada negeri yang memiliki tatanan yang baik, tanpa seorang raja.“ Mereka pun mulai berkumpul dan bersidang untuk memecahkan persoalan. Burung Hudhud dengan semangat dan penuh rasa percaya diri, tampil ke depan dan menempatkan diri di tengah majelis burung-burung itu. Di dadanya tampak perhiasan yang melambangkan bahwa dia telah memiliki pancaran ruhaniah yang tinggi. Dan jambul di kepalanya tegak berdiri mahkota yang melambangkan keagungan dan kebenaran, dan dia juga memiliki pengetahuan luas tentang baik dan buruk. "Burung-burung sekalian, kata Hudhud, "Kita mempunyai raja sejati, ia tinggal jauh di balik gunung-gunung Qaf. Ribuan daratan dan lautan terbentang sepanjang perjalanan menuju tempatnya. Namanya Simurgh. Aku kenal raja itu dengan baik, tapi aku tak bisa terbang sendiri menemuinya. Bebaskan dirimu dari rasa malu, sombong, dan ingkar. Dia pasti akan melimpahkan cahaya bagi mereka yang sanggup melepaskan belenggu diri. Mereka yang demikian akan bebas dari baik dan buruk, karena berada di jalan kekasihNya. Sesungguhnya Dia dekat dengan kita, tapi kita jauh dari-Nya. Dikisahkan, pada suatu malam sang Maharaja Simurgh terbang di kegelapan malam. Tiba-tiba jatuhlah sehelai bulunya yang membuat geger seluruh penduduk bumi. Begitu mempesonanya bulu Simurg hingga membuat tercengang dan terheran-heran. Semua penduduk gegap gempita ingin menyaksikan keindahan dan keelokannya. Dan dikatakan

Bulan Maret 2006

97

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid kepada mereka, "Andaikata sehelai bulu tersebut tidak jatuh, niscaya tidak akan ada makhluk yang bernama burung di muka bumi ini." Kemudian burung Hudhud melanjutkan pembicaraannya, bahwa untuk menggapai istana Simurg mereka harus bersatu, saling bekerja sama dan tidak boleh saling mendahului. Setelah mendengar cerita yang disampaikan oleh burung Hudhud, semua burung-burung bersemangat ingin sekali secepatnya pergi menghadap sang Maharaja Simurg. Namun, burung Hudhud menambahkan, bahwa perjalanan menuju istana Simurg tidak semudah yang dibayangkan, melainkan harus melewati ribuan rintangan dan guncangan dahsyat. Perjalanan juga sarat dengan penderitaan, kepedihan dan kesengsaraan. "Apakah kalian sudah siap ?" kata burung Hudhud, menguji keseriusan mereka. Setelah mereka mendengarkan penjelasan bagaimana suka dukanya, pahit getirnya perjalanan menuju istana Simurg, ternyata semangat sebagian burung menjadi pudar dan turun. Namun, di antara burung-burung, ada seekor burung Kenari yang memberanikan diri menyampaikan pendapatnya, "Aku adalah Imamul Asyiqin, imamnya orang-orang yang asyik dan rindu. Aku sangat keberatan untuk ikut berangkat, bagaimana nanti orangorang rindu dengan kemerduan kicauanku bila aku harus meninggalkan mereka. Bagaimana mungkin aku dapat berpisah dari kembang-kembang mekarku ?" demikian alasan burung Kenari. Selanjutnya, burung Merak berkata, "Dulu aku hidup di syurga bersama Adam, lantas aku diusir dari syurga, rasanya aku ingin kembali ke tempat tinggalku lagi. Karena itu, aku tidak mau ikut dalam rombongan." Kemudian disusul oleh Itik, "Aku sudah biasa hidup dalam kesucian, dan aku juga terbiasa berenang di tempat yang kering kerontang. Aku tidak mungkin hidup tanpa air," kilah Itik. Begitu juga burung Garuda, "Saya sudah biasa hidup senang di gunung, bagaimana mungkin aku sanggup meninggalkan tempatku yang menyenangkan", alasan Garuda. Kemudian disusul burung Gelatik, "Aku hanya seekor burung kecil, dan lemah, takkan mungkin sanggup ikut mengembara sejauh itu," kata burung Gelatik. Lantas burung Elang ikut menyahut, "Semua orang sudah tahu kedudukanku yang tinggi ini, maka tidak mungkin aku meninggalkan tempat dan kedudukan yang mulia ini, " kata burung Elang. Burung Hudhud sebagai pemimpin sangat bijak dan sabar mendengar semua keluhan dan alasan burung-burung yang enggan berangkat. Namun demikian, burung Hudhud tetap bersemangat memberikan dorongan dan motivasi kepada mereka. "Kenapa kalian harus berberlindung di balik dalil-dalil nafsumu, sehingga semangatmu yang sudah membara menjadi padam? Padahal kalian tahu bahwa perjalanan menuju istana Simurgh adalah

Bulan Maret 2006

98

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid perjalanan suci, kenapa harus takut dan bimbang dengan prasangka yang ada pada dirimu?" ucap Hudhud. Kemudian ada seekor burung menyela, "Dengan cara apa kita bisa sampai ke tempat Maharaja Simurgh yang jauh dan sulit itu? "Dengan bekal himmah (semangat) yang tinggi, kemauan yang kuat, dan tabah menghadapi segala cobaan dan rintangan. Bagi orang yang rindu, seperti apapun cobaan akan dihadapi, dan seberapa pun rintangan akan dilewati. Perlu diketahui bahwa Maharaja Simurg sudah jelas dan dekat, laksana matahari dengan cahayanya," jawab Hudhud meyakinkan. "Sabarlah, bertawakkallah, karena bila kalian telah sanggup menempuh perjalanan itu, kalian akan tetap berada dalam jalan yang benar,“ demikian lanjut Hudhud. Setelah itu, bangkitlah semangat burung-burung seolah-olah baru saja mendapatkan kekuatan baru untuk terus melangkah menuju istana Simurg. Akhirnya, burung-burung yang berjumlah ribuan sepakat untuk berangkat bersama-sama tanpa satupun yang tertinggal. Perjalanan panjang telah dimulai, perbekalan telah disiapkan. Burung Hudhud yang didaulat menjadi pemimpin mereka telah mengatur persiapan, dengan membagi rombongan menjadi beberapa kelompok. Setelah perjalanan cukup lama menembus lorong-lorong waktu, kegelisahan mulai datang menimpa mereka. "Mengapa perjalanan sudah lama dan jauh, kok tidak sampai-sampai?" guman mereka di dalam hati. Mulailah mereka dihinggapi rasa malas karena menganggap perjalanan terlalu lama, mereka bosan karena tidak lekas sampai. Perasaan mereka diliputi keraguan dan kebimbangan. Kemudian sebagian burung ada yang memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan. Namun burung-burung lain yang masih memiliki stamina kuat dan himmah yang tinggi tidak menghiraukan penderitaan yang mereka alami, dan melanjutkan perjalanan yang maha panjang itu. Tiba-tiba rintangan datang kembali, terpaan angin yang sangat kencang menerpa mereka sehingga membuat bulu-bulu indah yang dibanggakan berguguran. Kegagahan burungburung perkasa pun mulai pudar. Kedudukan dan pangkat yang tinggi sudah tidak terpikirkan. Berbagai macam penyakit mulai menyerang mereka, kian lengkaplah penderitaan yang dirasakan oleh para burung tersebut. Badan mereka kurus kering, penyakit datang silih berganti membuat mereka makin tidak berdaya. Semua atribut duniawi yang dulu disandang dan dibanggakan, sekarang tanggal tanpa sisa, yang ada hanyalah totalitas kepasrahan dalam ketidak berdayaan. Mereka hanyut dalam samudera iradatullah dan tenggelam dalam gelombang fana' . Pada akhirnya Cuma sedikit dari mereka yang benar-benar sampai ke tempat yang teramat mulia dimana Simurg membangun mahligainya. Dari ribuan burung yang pergi, tinggal 30 ekor yang masih bertahan dan akhirnya sampai di gerbang istana Simurgh. Namun kondisi mereka sangat memprihatinkan, tampak gurat-gurat kelelahan di wajah mereka. Bahkan bulu-bulu yang menempel di tubuh mereka rontok tak bersisa. Di sini terlihat, meski mereka berasal dari latar belakang berbeda, namun pada proses puncak

Bulan Maret 2006

99

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid pencapaian spiritual adalah sama, yaitu dalam kondisi telanjang bulat dan lepas dari pakaian basyariyah. Kemudian di depan gerbang istana mereka beristirahat sejenak sambil mengatur nafas. Tiba-tiba datang penjaga istana menghampiri mereka, "Apa tujuan kalian susah payah datang ke istana Simurgh?" kata penjaga istana. Serentak mereka menjawab, "Saya datang untuk menghadap Maharaja Simurg, berilah kami kesempatan untuk bertemu dengannya." Tanpa diduga, terdengar suara sayup-sayup menyapa mereka dari dalam istana, "Salaamun qaulam min rabbir rahiim" sembari mempersilahkan mereka masuk ke dalam. Lalu mereka masuk secara bersama-sama. Kemudian terbukalah kelambu hijab satu demi satu yang berjumlah ribuan. Mata mereka terbelalak memandang keindahan yang amat mempesona, keindahan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, keindahan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Tatkala seluruh hijab tersingkap, ternyata yang dijumpai adalah wujud dirinya. Burungburung pun saling bertanya dan terkagum-kagum, "Lho kok aku sudah ada disini?" begitu guman mereka dalam hati. Seolah-olah mereka berada di depan cermin sehingga yang ada adalah wujud dirinya. Maka datanglah suara lembut menjawabnya, "Mahligai Simurgh ibarat cermin, maka siapapun yang sampai pada mahligai ini, tidak akan melihat wujud selain wujud diri sendiri. Perjumpaan ini di luar angan dan pikirmu, dan juga tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, namun hanya dapat dirasakan dengan rasa. Karena itu, engkau harus keluar dari dalam dirimu sehingga engkau menjadi sosok pribadi Insan Kamil." Akhirnya, mereka memahami hakikat dirinya, setelah melewati tahapan fana'billah hingga mencapai puncak baqa' billah. Maka hilanglah sifat-sifat kehambaan dan kekal dalam ketuhanan. Penulisnya, Faridu' Attar, lahir pada tahun 1120 Masehi, dekat Nisyapur di Persia Din Barat Laut dan meninggal pada tahun 1230. Karya ini elah diterjemahkan lebih dari enam bahasa di dunia. Terjemahan dalam bahasan Inggris dilakuan oleh C.S. Nott dengan judul The Conference of the Birds. Dikutip dari Majalah "KASYAF" KASYAF adalah majalah Kajian Tauhid dan Hakikat yang terbit setiap dua bulan sekali. Saat ini sedang beredar Edisi 5 yang mengangkat tema "HIJRAH MENGGAPAI MA' RIFATULLAH” KASYAF dapat diperoleh di toko buku atau lapak-lapak koran terdekat atau dapat langsung menghubungi Bagian Marketing/Sirkulasi (Sdr. Ahmad Rivai) Telp (021)87710094 atau kunjungi websitenya : www.akmaliah.com

Bulan Maret 2006

100

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : shofy nafsany shofy1712@yahoo.com : 20-03-2006

Saat-Saat Syaithan Menggoda Manusia (bagian ke-1)
Ustadz Muhammad Arifin Ilham http://www.hudzaifah.org/Article332.phtml

Hudzaifah.org - Assalamu' alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudara saudariku yang kucintai. Bahasan kita kali ini adalah, saat-saat kapan syaithan menggoda kita. Ini wajib kita ketahui, sehingga kita waspada saat-saat kapan syaithan menggoda kita. Memang, setiap detik, setiap kesempatan, di mana, kapan dan bagaimana pun ia terus menggoda kita. Karena ia musuh bebuyutan kita. Tetapi waspadailah hal-hal yang disampaikan oleh Rasulullah SAW tentang saat-saat mereka yang sangat kuat menggoda kita. Pertama, ketika matahari terbit. Yang kedua, ketika matahari tenggelam. Jadi dimulai waktu fajar, ia sangat kuat menggoda kita, agar kita tidak shalat subuh, tidak shalat fajar, atau menunda-nunda waktu shalat fajar itu. Atau dibuatnya kita malas shalat di masjid, sehingga senang shalat di rumah. Kemudian waktu matahari tenggelam, waktu maghrib. Karena itu Rasulullah SAW melarang anak-anak kita keluar, berlari-lari ke luar rumah. Rasulullah menganjurkan untuk menutup jendela dan pintu di waktu maghrib itu, kecuali hamba-hamba Allah yang memakmurkan rumah Allah, musholla, masjid. Kemudian yang ketiga, ingat, syaithan menggoda kita sebelum kita tidur, saat kita tidur, dan begitu kita bangun dari tidur. Karena itulah Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita sebelum tidur sebaiknya kita dalam keadaan berwudhu. Bahkan disunnahkan sebelum tidur kita shalat witir, nanti begitu bangun bertahajud tidak perlu witir lagi. Itulah hamba Allah yang berhati-hati, sebagaimana kata sabda Rasulullah SAW. Kemudian saat tidur itu pun digoda juga oleh syaithan, sehingga kita berhayal bermimpi yang buruk-buruk. Karena itu Rasulullah bersabda, mimpi buruk bagian dari syaithan. Sebelum tidur sebaiknya setelah berwudhu kita berdoa, membaca Al Fatihah, ayat kursi, Al Ikhlash tiga kali, Al Falaq dan An Nas, tiupkan ke tangan kita, lalu usapkan ke seluruh tubuh kita. Demikian Rasulullah mengajarkan kepada kita. Bismika Allahumma ahya wabismika amuut. Kemudian begitu bangun segera berdoa, Alhamdulillaahilladzi ahyana ba' ma amatana wailaihinnusyur. Maka doa sebelum da tidur dan sesudah tidur ini membuat syaithan tidak bisa menggoda hamba Allah itu. Kemudian, sebelum dan sesudah makan. Subhanallah, karena itu waspadalah. Syaithan datang menggoda kita saat-saat kita mau makan. Setiap kali kita berdoa membaca bismillah sebelum makan, maka syaithan tidak akan bisa ikut makan bersama kita. Kemudian demikian pula selesai makan kita berdoa kepada Allah SWT.

Bulan Maret 2006

101

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Lalu, waktu masuk ke rumah. Rasulullah SAW bersabda, siapa yang masuk ke dalam rumahnya, lalu dia membaca bismillahirrahmaanirrahim, maka syaithan tidak dapat masuk ke rumah hamba Allah itu. Tapi sebaliknya jika ia masuk ke rumah tidak kembaca doa bismillahirrahmaanirrahim, maka syaithan akan masuk bersama orang itu di dalam rumah itu. Subhanallah. Ini ilmu dari Rasulullah SAW. Insya Allah kita lanjutkan di bagian kedua. Subhanakallahumma wabihamdika asyhaduallaailaahailla anta atubuilaik. Wassalamu' alaikum warahmatullahi wabarakatuh. [] -----------------------------oOo----------------------------astaghfiruka wa

Bulan Maret 2006

102

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Susiana Susi@plant.tripolyta.com : 20-03-2006

Sekilas Tentang Surga
Assalamu' alaikum wa rohmatullohi Ta' wa barokatuhu ala Keberadaan Surga Keberadaan surga ditunjukkan dengan dalil dari al-Qur' dan as-Sunnah. Dari al-Qur' an an , di antaranya adalah firman Allah subhanahu wata' artinya, "Dan sesungguhnya ala, Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal." (QS. 53:13-15) Disebutkan di dalam as-Shahihain (riwayat al-Bukhari dan Muslim) dari hadits Anas radhiyallahu ' anhu dalam kisah Isra'Mi' bahwa Nabi shallallahu ' raj alaihi wasallam melihat Sidratil Muntaha dan melihat di sisinya ada Jannatul Ma' Beliau bersabda, wa. "Kemudian Jibril membawaku pergi hingga berhenti d Sidratil Muntaha, maka Sidratil Muntaha itu diliputi warna-warni yang aku sendiri tidak mengetahui apa itu. Lalu beliau bersabda, "Kemudian aku masuk ke dalam surga dan ternyata di dalamnya bertahtakan mutiara dan debunya terbuat dari misik." (HR al-Bukhari dan Muslim) Dan di dalam riwayat lain dari Ibnu Umar radhiyallahu ' anhu, Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya salah seorang di antara kalian apabila mati maka akan diperlihatkan kepadanya tempat kembalinya setiap pagi dan sore. Kalau diperlihatkan bahwa dia termasuk penghuni neraka, maka dia akan menjadi penghuni neraka. Dan Jika diperlihatkan sebagai penghuni surga, maka dia akan menjadi penghuni surga. Lalu dikatakan, "Inilah tempatmu hingga Allah membangkitkanmu pada hari Kiamat." (HR al-Bukhari dan Muslim) Dan masih banyak lagi ayat-ayat dan hadits yang menunjukkan bahwa surga adalah makhluk Allah subhanahu wata' yang telah diciptakan, sebagaimana pula dengan ala neraka. Maka orang yang menyelisihi keyakinan ini adalah termasuk ahli bid' seperti ah, mu' tazilah yang mengatakan bahwa surga belum diciptakan, tetapi baru diciptkan pada hari Kiamat kelak. Pintu-Pintu Surga Allah subhanahu wata' berfirman, artinya, "Dan orang-orang yang bertaqwa kepada ala Rabbnya dibawa ke surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya" (QS. Az-Zumar:73) Di dalam ayat ini Allah subhanahu wata' menyebutkan bahwa surga memiliki pintuala pintu, sebagaimana juga neraka. Dan pintu-pintu surga apabila nanti telah terbuka, maka

Bulan Maret 2006

103

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid akan terus dibiarkan terbuka tidak sebagaimana pintu neraka, ia akan ditutup rapat sebab neraka merupakan penjara. Allah subhanahu wata' berfirman, artinya, "Ini adalah ala kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa benarbenar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) surga ' Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka." (QS. 38:49-50) Adapun neraka, maka tidak demikian, sebagaimana firman Allah subhanahu wata' ala, "(Yaitu) api (disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (naik) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka." (QS. 104:6-8) Rahasia di balik terbukanya pintu surga bagi para penghuninya adalah karena mereka dapat mondar-mandir, datang dan pergi ke mana saja sesuka mereka. Dan yang ke dua adalah karena malaikat masuk ke dalam surga setiap waktu dengan penuh sikap lembut dan ramah. Ini menunjukkan bahwa surga merupakan tempat aman dan kedamaian yang tidak butuh untuk dikunci (ditutup) pintunya. Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ' alaihi wasallam bersabda, "Di dalam surga terdapat delapan pintu, salah satunya sebuah pintu yang disebut dengan "ar-Rayyan". Tidak memasuki pintu tersebut kecuali orang-orang yang berpuasa." Di Manakah Surga Berada? Allah subhanahu wata' berfirman, artinya, "Dan sesungguhnya Muhammad telah ala melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal." (QS. 53:13-15) Ayat ini menunjukkan bahwa surga itu berada di atas langit, karena Sidratil Muntaha berada di atas langit. Dan juga firman Allah subhanahu wata' ala, artinya, "Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu." (QS. 51:22) Imam Mujahid berkata, "Yang dimaksudkan adalah surga." Dan Ibnu Abbas radhiyallahu ' anhu juga berkata, " Surga itu berada di atas langit yang ke tujuh." Kunci Surga Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam bersabda, "Kunci Surga adalah persaksian tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah." (HR Ahmad 5/242). Dikatakan kepada Wahb bin Munabbih, "Bukankahkunci surga itu adalah kalimat la ilaha illallah? Maka dia menjawab, " Ya, akan tetapi tiadalah suatu kunci itu kecuali dia mempunyai gigi-gigi. Jika engkau datang dengan kunci yang bergigi, maka surga akan terbuka, jika tidak, maka tidak akan terbuka. Beliau memaksudkan dengan gigi di sini adalah rukun-rukun Islam. Jalan Menuju Surga

Bulan Maret 2006

104

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Jalan menuju surga telah disepakati oleh para rasul dari awal hingga akhir hanyakah satu. Sedangkan jalan ke neraka amatlah banyak tidak terhitung. Oleh karena itu Allah subhanahu wata' menyebutkan bahwa jalan yang lurus itu hanyalah satu dan ala menyebutkan jalan kesesatan adalah banyak. Allah subhanahu wata' berfirman, ala artinya, "Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa." (QS. Al an' 153) am Dan Ibnu Abbas radhiyallahu ' anhu pernah berkata, "Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam membuatkan kami sebuah garis lurus lalu bersabda, "Ini adalah jalan Allah". Kemudian beliau membuat banyak garis di sebelah kanan dan kirinya lalu bersabda, "Ini adalah jalan-jalan, dan pada setiap jalan itu terdapat syetan yang menyeru ke sana." Lalu beliau membacakan ayat tersebut di atas. Tingkatan Surga Surga memiliki tingkatan-tingkatan, sebagaimana firman Allah subhanahu wata' ala, artinya, "(Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." (QS. 3:163) Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Rabbnya dan ampunan serta rejeki (nikmat) yang mulia." (QS. 8:4) Tingkatan surga tertinggi adalah surga Nabi Muhammad shallallahu ' alaihi wasallam yaitu "Al Wasilah" sebagaimana dalam hadits riwayat imam Muslim dari Amr bin al-Ash radhiyallahu ' anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ' alaihi wasallam bersabda, "Apabila kalian mendengar muadzin (sedang adzan) maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan kemudian bershalawatlah kepadaku, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah untukku Al-Wasilah, Karena ia merupakan kedudukan di surga yang tidak layak kecuali hanya untuk seorang hamba saja dari hamba-hamba Allah, dan aku berharap orang itu adalah aku. Barangsiapa yang meminta untukku al-Wasilah maka dia berhak mendapatkan syafa' atku." (HR.Muslim). Nama-nama Surga Surga biasanya disebut dengan Jannah, dan inilah nama yang umun digunakan untuk menyebut tempat ini dan segala yang terdapat di dalamnya berupa kenikmatan, kelezatan, kemewahan, dan kebahagiaan. Nama-nama lain dari Surga di antaranya yaitu: 1. Darus Salam Sebagaimana firman Allah subhanahu wata' artinya, "Bagi mereka (disediakan) ala, Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal sholeh yang selalu mereka kerjakan." (QS. 6:127) Surga adalah Darussalam (negri keselamatan) dari segala musibah, kecelakaan, dan segala hal yang tidak disukai, dan dia merupakan negri Allah subhanahu wata' ala, diambil dari nama Allah "as-Salam". Allah subhanahu wata' pun mengucapkan ala

Bulan Maret 2006

105

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid salam atas mereka, "Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (Kepada mereka dikatakan), "Salam", sebagai ucapan selamat dari Rabb Yang Maha Penyayang." (QS. 36:57-58) 2. Jannatu ' adn Sebagaimana firman Allah subhanahu wata' artinya, (Yaitu) surga ' ala, Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang sholeh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan), "Salamun ' alaikum bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (QS. 13:23-24) 3. Jannatul Khuld Karena penduduknya kekal di dalamnya dan tidak akan berpindah ke alam (tempat) lain. Allah subhanahu wata' berfirman, artinya, "Katakanlah, "Apakah (azab) yang ala demikian itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang- orang yang bertaqwa?" Surga itu menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka." (QS. Al-Furqan:15) 4. Darul Muqamah Sebagaimana firman Allah subhanahu wata' ala, artinya, "Dan mereka berkata:"Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.Sesungguhnya Rabb kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu". (QS. 35:34-35) 5. Jannatul Ma' al-Ma' artinya adalah tempat menetap sebagaimana firman Allah wa, wa subhanahu wata' dalam surat an-Najm di atas. Disebut demikian karena surga ala merupakan tempat menetapnya orang-orang mukmin 6. Jannatun Na' im 7. Al Muqamul Amin Sumber: Buku "Biladul Afrah", Sulaiman bin Shalih al-Khurasyi, Gambaran surga secara ringkas dari kitab "Hadil Arwah" Imam Ibnul Qayyim. Wassalamu' alaikum wa rohmatullohi Ta' wa barokatuhu ala -----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

106

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Ima Azzahra zahro_imamah@yahoo.co.id : 20-03-2006

Pelajaran Tentang Mahar (Mas Kawin) dari seorang Mu' alaf
Assalamu' alaikum Wr. Wb. Ada cerita tentang pernikahan seorang Mualaf dari Negeri Belanda (Erik Meijer) dengan seorang artis kita (Maudy Koesnaedi), yang dimuat di Tabloid Nova tanggal 30 September 2001. Pesta pernikahan yang indah, sampai-sampai tak sedikit tamu yang berfoto-ria, dengan latar belakang indah bernuansa Belanda. Lepas dari segala kekurangan yang mungkin ada dalam acara pernikahan mereka, ada pelajaran yang menarik yang dapat diambil, yaitu tentang MAHAR yang diberikan oleh Tuan Erik Meijer kepada istrinya tercinta. Ia memberikan mahar berupa uang tunai 23.901 Gulden (sekitar Rp. 96 juta rupiah) dan seperangkat perhiasan, anting dan kalung emas bertatahkan berlian. Masya Allah! Semoga saudara kita, Erik Meijer diberikan ketetapan iman Islam, dan mampu membangun keluarga yang Islami. Amiin. Sungguh, Tuan Erik Meijer, telah mengikuti sunnah Rasulullah SAW, dengan memberikan MAHAR yang bernilai kepada istrinya. Muhammad SAW memberika Mahar kepada istrinya Khadijah berupa 100 ekor unta muda. Coba kita hitung kalau 1 ekor unta muda = 10jt. 100 ekor unta muda = 1 Milyar. Wow.. fantastis bukan? Mana ada jaman sekarang walaupun kaya raya memberikan mahar semahal itu? Muhammad muda sangat menghargai calon istrinya seorang yang mulai dan terpandang, dengan mahar yang mahal. Ini berbeda dengan kebanyakan masyarakat kita sekarang ini, yang "Gemar" memberikan mahar berupa "Al-Qur' dan seperangkat Alat Sholat". Saya tidak meragukan, bahwa an Al-Qur' adalah Kitab Suci yang mulia. Namun saya yakin, bahwa kebanyakan an mempelai wanita tentu sudah memiliki Al-Qur' & Alat Sholat (jika ia bukan mualaf). an Saya belum pernah membaca kisah para sahabat yang memberikan mahar sebagaimana Trend yang berkembang di tengah masyarakat kita sekarang ini. Yang ada adalah di zaman sahabat adalah, jika ia miskin, maka ia berikan harta yang terbaik yang dimilikinya. Atau jika ia benar-benar tidak punya harta, maka ia boleh memberikan "Hafalan Al-Qur' sebagai maharnya. an" Mari kita renungkan ayat berikut: Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari

Bulan Maret 2006

107

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. -QS:An-Nisaa' (4):4 Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. - QS:Al-Baqarah(2):236. Mari kita renung pula kenyataan yang ada di masyarakat. Berapa banyak pasang suamiistri yang membaca Al-Qur' setiap hari? Atau berapa sering sang suami sholat bersama an sang istri dengan Perangkat Sholat yang diberikannya? Al-Qur' dan Seperangkat Alat Sholat dijadikan simbol kesholehan saat pernikahan. an Namun setelah itu, tak jarang Al-Qur' hanya disimpan rapi dalam lemari, jarang an disentuh, apalagi dibaca, dihayati dan diamalkan. Alangkah ironis! Dalam Islam, permintaan dan pemberian MAHAR sangat berbeda dengan sifat materialis dan kepalsuan. Ini adalah ajaran Islam yang penuh hikmah, yang bertujuan untuk melindungi dan memuliakan wanita, serta memperkokoh keluarga. Sebagaimana katakata bijak berikut ini: "Sebaik-baiknya laki-laki adalah yang memberikan mahar yang banyak, dan sebaikbaiknya wanita adalah yang tidak meminta mahar yang banyak". Sang laki-laki berusaha maksimal, sang wanita tak banyak menuntut. Alangkah indahnya .... Sebagai penutup perlu saya sampaikan, bahwa MAHAR yang tinggi akan menghambat pernikahan, sebagaimana yang terjadi di beberapa Negara Teluk Persia sekarang ini. Sampai-sampai pemerintahnya turun tangan memberikan Subsidi untuk Bujangan yang ingin menikah, agar dapat segera menikah. Semoga tulisan singkat ini bermanfaat, minimal untuk saudara-saudara kita yang belum menikah. Dan mohon maaf, kalau ada kata-kata yang kurang berkenan di hati. "Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki, dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." - QS:An-Nuur (24):32 Wassalamu' alaikum Wr. Wb. ----------------------------oOo-------------------------

Bulan Maret 2006

108

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : firliana putri firlianaputri@yahoo.com : 20-03-2006 MENUJU SIDRATUL MUNTAHA Etape pertama Rasulullah saw adalah perjalanan horisontal dari Mekkah ke Palestina. Dari apa yang saya uraikan di bagian depan, perjalanan itu hanya ditempuh Nabi dalam waktu tidak sampai 1 detik. Kenapa bisa secepat itu? Karena Nabi Muhammad, Jibril dan Buraq melesat dengan kecepatan cahaya, 300.000 km/detik. Maka, jarak Mekkah Palestina yang hanya sekitar 1.500 km itu pun tidak terlalu berarti bagi mereka. Sesampai di masjidil Aqsha, Rasulullah saw sempat melakukan shalat bersama malaikat Jibril, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke langit ke tujuh. Perjalanan berikutnya adalah sebuah perjalanan yang memiliki mekanisme berbeda dengan etape pertama. Pada etape pertama, Rasulullah saw melakukan perjalanan dengan badan wadag yang telah diubah menjadi badan cahaya. Akan tetapi sesampai di masjidil Aqsha badan Nabi telah berubah kembali menjadi badan material sebagaimana sebelumnya. Ini adalah etape teleportasi, sebagaimana digambarkan dalam berbagai film science fiction. Akan tetapi pada etape kedua, beliau tidak lagi menggunakan mekanisme tersebut melainkan melakukan perjalanan dimensional. Ini adalah bagian yang sangat abstrak dan agak rumit dijelaskan. Akan tetapi, dengan berbagai perumpamaan dan analogi, mudah-mudahan pembaca bisa mengikuti apa yang akan saya sampaikan di bagian-bagian berikut ini. Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab berkaitan dengan perjalanan menuju langit ke tujuh ini. Untuk menghindari kesalah pahaman, maka kita harus menyamakan dulu persepsi tentang beberapa hat. Di antaranya adalah hal-hal berikut ini. 1. Apakah yang disebut langit? 2. Di langit manakah Bumi kita berada? 3. Apa dan bagaimanakah langit berlapis tujuh? 4. Bagaimana Rasulullah saw bisa melakukan perjalanan menembus, langit satu sampai ke tujuh? 5. Apakah yang terjadi ketika berada di Sidratul Muntaha? MEMAHAMI LANGIT Banyak di antara kita yang memiliki persepsi berbeda tentang langit. Ada yang berpendapat bahwa langit adalah sebuah ' atap'alias bidang pembatas ruang angkasa. Artinya, mereka mengira bahwa ruang di atas kita ada pembatasnya, semacam atap. Kelompok pertama ini, biasanya adalah mereka yang awam tentang ilmu Astronomi. Kelompok kedua adalah mereka yang mengikuti berbagai macam informasi tentang angkasa luar dari berbagai film-film fiksi ilmiah, ataupun berbagai macam media massa.

Bulan Maret 2006

109

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pada umumnya mereka mengerti bahwa yang dimaksud langit adalah sebuah ruang raksasa yang berisi triliunan benda-benda langit, seperti matahari, planet-planet (termasuk Bumi), bulan, bintang, galaksi, dan lain sebagainya. Mereka memperoleh pemahaman yang lebih baik bahwa langit bukanlah sebuah bidang batas, melainkan seluruh ruang angkasa di atas kita. Kelompok yang ketiga adalah mereka yang mempelajari informasi Astronomi lebih banyak dan lebih detil. Lebih jauh, mereka mencoba memahami berbagai hal yang berkait dengan struktur langit lewat berbagai teori-teori Astronomi. Mereka terusmenerus mengikuti berbagai informasi dan mencoba melakukan rekonstruksi terhadap struktur langit, yang secara umum dipahami sebagai alam semesta atau Universe. Nah, dari ketiga kelompok pemahaman itu saya ingin mengambil kesimpulan yang bersifat global saja, sebagai pijakan awal pemahaman kiia tentang langit. Bahwa yang disebut langit sebenarnya bukanlah sebuah bidang batas di angkasa sana, melainkan sebuah ruang tak berhingga besar yang memuat triliunan benda-benda angkasa. Mulai dari batuan angkasa yang berukuran kecil, satelit semacam bulan, planet-planet, matahari dan bintang, galaksi hingga superkluster. Karena itu, jika kita bergerak ke langit naik pesawat angkasa luar, misalnya, maka kita akan bergerak menuju ruang angkasa yang tidak pernah ada batasnya. Sehari, seminggu, sebulan, setahun dan seterusnya kita bergerak ke angkasa, maka yang kita temui hanya ruang angkasa gelap yang berisi berbagai benda langit saja. Sampai mati pun, kita tidak akan pernah menemukan pembatasnya. Ya, langit adalah ruang angkasa yang luar biasa besarnya. Bahkan, tidak diketahui dimana tepinya. Nah, pemahaman tentang langit ini penting untuk menyamakan persepsi kita tentang perjalanan Mi' Rasulullah saw. Sebab, dalam pemahaman tradisional selama ini, kita raj memperoleh kesan betapa langit itu digambarkan sebagai atap alias ' langit-langit'Bahkan . digambarkan pula sebagai atap yang ada pintu-pintunya, yang kemudian mesti dibuka sebagaimana pintu rumah, ketika Rasulullah saw mau memasuki langit yang lebih tinggi. Istilah langit dalam bahasa Inggris, barangkali memberikan gambaran yang lebih jelas: Sky. Dalam bahasa Indonesia lebih pas disebut sebagai ' Angkasa'Istilah lainnya adalah . space. Sehingga, angkasa di luar Bumi disebut sebagai Outer Space. Jadi langit adalah Ruang Angkasa. Pemahaman tentang langit adalah pemahaman yang cukup rumit. Apalagi jika dikaitkan dengan struktur langit yang tujuh. Untuk langit pertama saja, tidaklah mudah. Bahkan sampai sekarang ilmu Astronomi masih menemui berbagai kendala yang agak rumit dalam mempersepsi struktur alam tersebut. Akan tetapi, Insya Allah semuanya berangsurangsur bisa dijelaskan. Di dalam Al-Qur' Allah secara jelas dan berulangkali menginformasikan bahwa langit an, yang Dia ciptakan itu memang bukan hanya satu, melainkan 7 lapis, sebagaimana diinformasikan dalam ayat berikut ini.

Bulan Maret 2006

110

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid QS. At Thalaq (65): 12 "Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula Bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu Nya benar-benar meliputi segala sesuatu." QS. Al Mulk (67): 3 "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?" Dan masih ada beberapa ayat lagi yang bercerita tentang langit yang tujuh. Cuma, kita mesti mencermati penggunaan kata langit (assamaa'dan assamaawaat - tunggal dan jamak). Kata-kata ini ternyata digunakan oleh Allah untuk menggambarkan ruang di atas Bumi, baik yang berarti atmosfer, maupun yang berarti angkasa luar. Penggunaan kata langit yang bermaksud untuk angkasa luar, misalnya adalah yang terdapat dalam ayat-ayat di atas. Dan juga ayat berikut ini. QS Fushilat (41): 12 "Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiaptiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." Di ayat tersebut tergambar jelas sekali bahwa Allah menggunakan kata as samaawaat untuk menggambarkan angkasa luar. Kenapa ada kesimpulan begitu? Karena Dia menggambarkan bahwa langit yang dekat dihiasi dengan bintang-bintang. Dan kita tahu semua bahwa bintang-bintang itu bukan terdapat di atmosfer, melainkan di ruang angkasa. Maka, ketika Allah bercerita tentang langit yang tujuh di ayat tersebut, langit yang dimaksudkan adalah langit alam semesta yang jumlahnya 7 tingkat. Akan tetapi, di ayat-ayat yang lain Allah menggunakan kata-kata assamaa' dan assamawaat untuk menggambarkan atmosfer Bumi. Hal itu, misalnya, terdapat pada ayatayat berikut ini. QS. Al Baqarah (2): 29 "Dia lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di Bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." Di situ digambarkan betapa Allah menciptakan segala, sesuatu di Bumi untuk manusia. Kemudian Dia memproses langit yang tujuh. Di ayat ini Allah menggunakan kata ' langit' untuk atmosfer. Kenapa demikian, karena langit tersebut ternyata diproses , setelah Bumi terbentuk.

Bulan Maret 2006

111

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid

Jika yang dimaksudkan adalah langit alam semesta, hal itu menjadi tidak cocok. Karena sesungguhnya proses terbentuknya langit semesta lebih dulu dibandingkan dengan Bumi. Planet Bumi adalah bagian dari langit semesta, disamping miliaran matahari dan triliunan planet yang ada. Ayat lain yang menunjukkan ' langit' sebagai atmosfer terdapat pada ayat-ayat berikut ini. QS. Ruum (30): 48 "Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba Nya yang dikehendaki Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira." Karena ' langit'di sini dikaitkan dengan hujan, kita lantas bisa mendapatkan gambaran bahwa yang dimaksudkan adalah atmosfer. Maka, ketika Allah menyebutkan bahwa langit tersebut ada tujuh, orientasi pemahaman kita menuju kepada lapisan-lapisan atmosfer yang memang ada tujuh lapis, yaitu: Troposfer, stratosfer, ozonosfer, mesosfer, ionosfer, eksosfer, dan magnetosfer. Pemakaian kata ' langit'untuk dua hal yang berbeda ini seringkali membingungkan mereka yang kurang akrab dengan masalah astronomi. Mereka rancu menyamakan antara atmosfer dengan langit ruang angkasa. Hal itu, misalnya, terlihat dari pemahaman mereka terhadap ayat ayat berikut ini. QS. Al Baqarah (2): 22 Dialah Yang menjadikan Bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutusekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." QS. Al anbiyaa (21): 32 "Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya." Ayat-ayat di atas menceritakan bahwa langit berfungsi sebagai atap. Hal ini memang cocok dengan fungsi atmosfer sebagai pelindung Bumi. Keberadaan atmosfer telah melindungi Bumi dari ' serangan'batu-batu langit yang setiap hari berjatuhan ke arah Bumi. Batu-batu yang masuk ke atmosfer Bumi telah dihadang olehnya, untuk kemudian dibakar oleh gesekan udara yang memiliki kecepatan putar lebih dari 1600 km per jam. Jadi dalam hal ini, atmosfer telah berfungsi sebagai atap yang melindungi Bumi. Persoalannya menjadi lain ketika kita berbicara tentang langit yang bukan atmosfer. Karena langit angkasa luar tersebut berupa ruang yang sangat besar, berisi triliunan benda langit. Bukan berupa lapisan-lapisan udara seperti yang terdapat dalam atmosfer kita.

Bulan Maret 2006

112

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Maka, ketika Allah menyebutnya sebagai berlapis tujuh, cara pemahamannya berbeda dengan memahami atmosfer Bumi. Disinilah banyak yang terjebak pada pemahaman yang rancu antara keduanya. Kerancuan itu, misalnya, terlihat dari pemahaman langit sebagai atap. Banyak beredar pemahaman di kalangan umat Islam, katanya, langit alam semesta ini berbentuk atap, sebagaimana dijelaskan pada ayat-ayat di atas. Padahal penjelasan itu terkait ke langit atmosfer. Bukan langit semesta. Sehingga, tafsir yang muncul terhadap langit berlapis tujuh itu menjadi begitu sederhana dan naif. Bahwa, langit alam semesta dipersepsi bertumpuk-tumpuk seperti kue lapis. Lapis pertama adalah langit pertama, lapis kedua adalah langit kedua dan seterusnya sampai langit yang ke tujuh. Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Dan bisa menjadi bahan olokolok yang tidak mengenakkan hati dari orang-orang yang tidak suka kepada Islam. Tentu, kita harus memberikan penafsiran yang lebih proporsional, sesuai kenyataan ilmiah. LANGIT PERTAMA Barangkali kita telah sepaham, bahwa yang disebut langit adalah ' ruang'tak berhingga besar yang terhampar di atas kita. Baik bagi kita yang berada di Indonesia, maupun yang di balik Bumi Indonesia, yaitu di Amerika. Sekali lagi langit adalah ruangan raksasa yang berisi triliunan benda langit seperti planet, bulan, meteor, matahari, nebula, galaksi, superkluster, dan lain sebagainya. Termasuk Bumi kita ini berada di dalam langit. Jadi langit adalah ' ruang angkasa' . Nah, Allah menginformasikan di dalam Al Qur' bahwa langit itu ada tujuh tingkat. an Langit yang pertama adalah langit yang dihuni oleh manusia dan makhluk-makhluk berdimensi 3, seperti binatang, tumbuhan dan benda-benda mati, yang terdapat di planet Bumi. Ditambah lagi, segala benda langit yang mengisinya. Itu semua adalah makhluk di langit pertama. Langit pertama itu di dalam istilah agama disebut sebagai ' Langit Dunia' . Allah telah memberikan gambaran yang menarik di dalam Al Qur' tentang langit an, Dunia itu. QS. Fushshilat (41): 12 Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiaptiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Artinya, seluruh ruang angkasa yang berisi triliunan bintang, matahari, galaksi, nebula, meteor, dan segala benda langit termasuk Bumi itu, oleh Allah disebut sebagai langit Dunia. Kata ' Dunia' memiliki arti ' dekat'Jadi, maknanya menjadi langit yang dekat. .

Bulan Maret 2006

113

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Padahal sebagaimana kita tahu, bahwa langit yang disebut ' dekat' oleh Allah itu bukanlah jarak yang dekat bagi manusia. Saya sudah pernah menyampaikan bahwa jarak bintang yang terdekat saja membutuhkan waktu 428 tahun untuk datang ke sana. Itu pun kalau kita menggunakan pesawat tercepat milik manusia, misalnya Challenger, atau Columbia yang berkecepatan 20.000 km per jam. Kalau kita menggunakan kecepatan yang lebih tinggi, katakanlah cahaya sebagai kecepatan puncak di alam semesta ini waktu tempuhnya juga masih sangat lama, yaitu butuh waktu 8 tahun, baru sampai di bintang terdekat itu. Apalagi untuk menuju bintangbintang yang lebih jauh. Ada yang membutuhkan waktu sejuta tahun. Ada pula yang memerlukan waktu 1 miliar tahun. Bahkan yang terjauh bisa membutuhkan waktu 10 miliar tahun! Jadi, Langit Dekat itu, bukanlah langit yang kecil dan gampang kita tempuh. Usia kita yang cuma puluhan tahun ini tidak berarti apa-apa untuk menempuh jarak antar bintang. Apalagi untuk mengembara dan mengarungi alam semesta. Sama sekali tidak mungkin! Padahal kita sudah menggunakan sebuah cara yang juga mustahil' yaitu naik pesawat , dengan ' kecepatan cahaya'Kenapa tidak mungkin? Karena sungguh, tidak ada benda apa . pun di alam semesta yang bisa dipercepat mencapai kecepatan cahaya. Benda tersebut bakal hancur, semburat menjadi partikel-partikel kecil sub atomik. Secara lebih detil, akan saya jelaskan pada bagian lain. Ada juga yang tidak percaya dan mempertanyakan: apakah betul kecepatan tertinggi di alam semesta ini adalah cahaya? Ya, begitulah sains menbuktikan. Memang ada semacam ' angan-angan' dan harapan dari beberapa kalangan supaya di alam semesta ini ada kecepatan yang lebih tinggi dari cahaya, supaya mereka bisa menjelaskan beberapa hal yang muskil. Akan tetapi, sampai sekarang keinginan itu tidak pernah bisa dibuktikan. Kecepatan tertinggi di alam semesta sampai sekarang, tetap adalah kecepatan cahaya, yaitu 300.000 km per detik. Maka seluruh penjelasan tentang gerak di alam semesta ini masih harus berpatokan pada kecepatan cahaya tersebut. Sehingga, perhitungan relativitas waktu pun masih diukur dengan kecepatan cahaya. Jadi, kembali lagi kepada alam semesta, ternyata alam semesta kita ini memang demikian besarnya. Diperkirakan diameternya mencapai 30 miliar tahun cahaya. Artinya, jika cahaya mencoba menyeberangi alam semesta. dari tepi kiri menuju tepi kanan, ia butuh waktu selama 30 miliar tahun! Sungguh sebuah ukuran yang sangat besar! Apalagi manusia. Jika manusia menyeberangi alam semesta dengan menggunakan pesawat ulang alik berkecepatan 20 km per jam, maka waktu yang diperlukannya adalah sekitar 1,62 miliar miliar tahun, alias 1,62 dengan sepuluh pangkat 18 tahun. Sebuah hal yang sangat muskil dilakukan oleh manusia!

Bulan Maret 2006

114

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Diperkirakan alam semesta ini memuat partikel sejumlah 10 pangkat 81, yang tersebar di seluruh penjuru langit. Di antaranya, yang terbanyak adalah yang berada di pusat alam semesta. Yang lain tersebar dalam bentuk benda-benda langit dan debu angkasa. Termasuk, partikel-partikel pembentuk matahari, bintang, nebula, dan planet Bumi. Secara sederhana, alam semesta ini boleh diumpamakan seperti sebuah bola raksasa yang memuat triliunan benda langit. Mulai dari yang terkecil, debu-debu angkasa, batu meteor, batu komet, batu asteroid, satelit, planet, matahari, bebagai jenis bintang-bintang, galaksi, sampai yang terbesar, super cluster. Seluruh benda langit itu membentuk sistem saling tarik-menarik dan saling ' mengikat' lewat gaya gravitasi. Coba bayangkan, ada triliunan kelereng yang sedang mengambang di awang-awang. Triliunan benda itu semuanya bergerak. Tidak ada yang diam! Dan ' sedikit' sekali terjadi tabrakan, terutama pada kelereng-kelereng yang berukuran besar. Karena masing-masing kelereng itu memiliki lintasan geraknya masing-masing. Kecuali benda-benda langit yang bergerak bebas dan tidak memiliki lintasan orbit. Kita melihat sebuah ' demonstrasi' kekuatan yang Maha Dahsyat, yang mengatur keseimbangan gerakan itu. Jika tidak, maka sungguh seluruh benda langit itu akan saling bertabrakan, dan menjadi kacaulah langit kita. Akan tetapi, yang terjadi bukan begitu. Meskipun sudah berlangsung selama 12 miliar tahun, benda-benda langit itu bergerak secara harmonis. Benda-benda langit yang berukuran besar, memiliki dua jenis gerakan. Gerakan pertama adalah gerakan berputar pada dirinya sendiri, yang dikenal sebagai gerakan rotasi. Sedangkan gerakan kedua adalah gerakan melingkari benda yang lebih besar dari dirinya, yang dikenal sebagai gerakan revolusi. Jadi bisa kita bayangkan, betapa benda yang paling kecil adalah benda yang paling ' pusing' Ambillah contoh, Bulan. Bulan adalah satelit Bumi. la berputar pada dirinya . sendiri. Selain itu, ia juga mengitari Bumi pada lintasan orbitnya yang berjarak sekitar 1 menit cahaya alias sekitar 18 juta km dari Bumi. Lintasan itu memiliki pola yang tetap. Sehingga pergerakan Bulan bisa dihitung secara akurat oleh manusia. Katakanlah, waktu terjadinya gerhana Bulan. Manusia telah bisa memperkirakan kapan bakal terjadi gerhana Bulan di tahun tahun mendatang. Karena itu, pergerakan bulan ini bisa dijadikan patokan penanggalan alias kalendar. Termasuk kalendar Hijriyah yang digunakan oleh umat Islam. Satu kali perputaran Bulan mengelilingi Bumi membutuhkan waktu 29,5 hari. Bukan hanya bulan yang bergerak, tetapi juga Bumi. Planet yang memuat sekitar 5 miliar manusia ini berputar pada dirinya sendiri. Satu kali rotasi menghabiskan waktu 24 jam alias sehari. Selain itu juga berputar mengelilingi matahari dalam kurun waktu 365,25 hari, satu kali putaran, yang disebut sebagai setahun.

Bulan Maret 2006

115

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Maka kita melihat di sini, bahwa bulan mengelilingi Bumi pada periode tertentu, dengan cara tertentu. Dan kemudian, Bumi bersama Bulan, mengelilingi matahari pada periode tertentu dengan cara tertentu pula. Nah, apakah Matahari juga bergerak seperti itu? Ternyata ya. Matahari yang menjadi pusat pergerakan sembilan planet termasuk Bumi ini, ternyata juga bergerak berotasi dan berevolusi. Selama sekitar 5 miliar tahun Matahari bergerak berirama bersama kesembilan planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto; mengelilingi sebuah Bintang yang berukuran sangat besar yang berada di pusat Galaksi Bima sakti. Galaksi Bima Sakti beranggotakan sekitar 100 miliar matahari. Kesemuanya berputar mengelilingi pusat galaksi yang berbentuk cakram. Bumi dan tatasurya kita terletak di salah satu wilayah agak ke pinggir dari cakram tersebut. Maka, Dalam satu galaksi ini saja kita bisa ' melihat' betapa ada bermiliar-miliar benda langit yang sedang bergerak dalam sebuah irama yang sangat harmonis. Ratusan miliar matahari, dan triliunan planet, asteroid, satelit, serta berbagai batu angkasa sedang ' menari-nari' dalam komposisi irama galaksi Bima Sakti yang sangat mengagumkan. Namun, dari data Astronomi juga diketahui bahwa jumlah galaksi di alam semesta ini ternyata sangatlah banyak., Bisa mencapai ratusan miliar galaksi. Bahkan boleh jadi triliunan. Setiap saat, para ahli astronomi bisa menemukan sejumlah gugusan bintang alias galaksi lewat teleskop Hubble atau Spitzer atau Compton. Ternyata, bukan hanya matahari atau bintang-bintang yang bergerak secara berirama dalam satu gugusan. Melainkan, galaksi-galaksi itupun bergerak berotasi dan revolusi mengelilingi sebuah galaksi yang sangat besar. Tidak kurang dari 100 miliar galaksi diperkirakan bergerak berirama membentuk gugusan galaksi yang disebut Supercluster. Lagi-lagi kita melihat sebuah orchestra alam semesta yang luar biasa dahsyatnya, dalam sebuah parade triliunan matahari yang ' menari-nari' dengan cantik sekali. Sampai disinikah besarnya alam semesta? Ternyata tidak. Gerakan-gerakan berputar dan berirama itu terus membesar, membesar dan membesar. Dari Bulan mengelilingi Bumi, kemudian mengelilingi Matahari, lantas mengelilingi pusat galaksi, dan berevolusi mengitari pusat Supercluster, diperkirakan masih terus membentuk gugusan gugusan yang lebih besar yang belum ketahuan tepinya. Meskipun, para. ahli menyimpulkan alam semesta ini besarnya terbatas pada diameter 30 miliar tahun cahaya. Tapi, disinilah manusia mulai merasakan situasi ' kritis'atas pemahamannya terhadap alam semesta. Mereka dihadang oleh sebuah ' Kekuasaan' ' dan Kecerdasan' yang Sangat Misterius, yang sedang menggelar sebuah Orkestra Maha Dahsyat dalam skala yang tidak terbayangkan ----------------------------oOo-------------------------

Bulan Maret 2006

116

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : suryati y4t12002@yahoo.com : 22-03-2006

Oleh : Witra Moerad Republika ; Senin, 20 Maret 2006 Anak adalah anugerah Allah SWT, tempat kita meneruskan cita-cita dan garis keturunan. Anak juga merupakan amanah, titipan harta yang paling berharga yang harus dijaga, dirawat dan dididik agar menjadi penyejuk hati. Dalam persoalan ini, kita harus meneladani sikap Nabi Zakaria AS dan Nabi Ibrahim AS. Kedua Nabi ini senantiasa berdoa kepada Allah Maha Pencipta. "Ya Rabbana, anugerahkanlah kepada kami, pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati kami. Jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (QS 25:74). Setelah diberi amanah oleh Allah, Nabi Ibrahim di masa tuanya tidak pernah berhenti bersyukur. "Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tuaku Ismail dan Ishak. Sungguh Tuhanku benar-benar Maha Mendengar doa." (QS 14:39. Namun, akhir-akhir ini begitu sering kita mendengar, anak justru seringkali menjadi sasaran kemarahan orang tua. Begitu sering kita baca, kedua orang tua begitu teganya membuang bayi yang baru saja dilahirkan. Ada yang gampang saja memukul anak di luar kemampuan anak itu untuk menerimanya. Disulut rokok, diseterika, bahkan terakhir bisa kita baca, dipukul linggis sampai meninggal. Di sisi lain, ada juga orang tua yang menjadikan anak bagai barang rebutan. Naudzubillahi min dzalik! Sudah sedemikian tipiskah rasa sayang orang tua pada anaknya, padahal amanah mendidik dan merawat anak itulah yang pada saatnya harus dipertanggungjawabkan di mahkamah Allah, kelak. Sebuah hadits Nabi berbunyi," Seorang lelaki itu pemimpin bagi keluarganya, dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Seorang istri itu pemimpin di rumah suaminya, dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya itu." (HR Bukhari-Muslim). Pasalnya, masih menurut hadits Rasulullah," Setiap anak dilahirkan suci/fitrah. Orang tuanyalah yang menjadikan mereka yahudi, nasrani ataupun majusi." (HR Bukhari-Muslim). Dalam soal mendidik anak, Rasulullah Muhammad SAW adalah sebaik-baiknya teladan. Pada diri Nabi ditemukan sosok pendidik yang menghargai anak. Rasulullah tidak jarang menyuapi anak-anak kecil dengan kurma yang sudah dimamahnya. Penuhnya hati Rasul dengan kasih sayang, membuat Beliau tidak marah ketika dalam shalatnya yang kusyuk punggung Beliau dinaiki cucunya, Hassan bin Ali bin Abi Thalib. Beliau malah melamakan sujudnya, hingga cucunya itu turun. Usai shalat, kepada jamaah Rasul meminta maaf karena sujudnya agak lama. "Para jamaah, karena cucuku ini aku

Anak, Amanah yang Berat

Bulan Maret 2006

117

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid sujud agak lama. Dia berlari mengejarku dan naik ke punggungku ketika aku sedang salat (sujud). Aku khawatir akan mencelakakannya kalau aku bangun dari sujud." (HR Ahmad). Subhanallah, apakah saat ini kita masih memiliki kasih sayang seperti itu? Sikap kasih sayang dan kelembutanlah, sebenarnya, yang memungkinkan anak menjadi dekat. yang memudahkan mereka menerima petuah dan didikan orang tuanya. Orang tua yang miskin kasih sayang akan anaknya, menurut Nabi, akan mengundang murka Allah SWT. Aisyah RA berkata, telah datang seorang badui kepada Nabi. Nabi bertanya," Apakah kamu suka mencium anakmu?" Dijawab, "Tidak." Nabi bersabda," ... atau aku kuasakan agar Allah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu." (HR Bukhari). Yathie (hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan. Mari kita kembali kepada niat yang baik InsyaAlloh akan mendapatkan yang baik pula.....Amien) -----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

118

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Zakia [Aikaz Studio] zakia3447@yahoo.com : 23-03-2006

Tafsir Mimpi Menurut Al-Qur`an dan As-Sunnah
http://www.gemainsani.co.id/Info/default.asp?Info= Ustadz Abu Sa' al-Wa' berkata, "Pada prinsipnya mimpi yang baik itu bersumber ad izh dari aneka amal yang benar dan mengingatkan akan aneka akibat dari berbagai urusan. Dari mimpi yang baik itu muncullah aneka perintah, larangan, berita gembira, dan peringatan. Dikatakan demikian karena mimpi yang baik merupakan sisa dan bagian dari kenabian, bahkan ia merupakan satu dari dua bagian kenabian, sebab ada nabi yang wahyunya berupa mimpi. Orang yang menerima wahyu melalui mimpi disebut Nabi. Adapun orang yang menerima ucapan malaikat saat dia terjaga disebut Rasul. Inilah yang membedakan antara nabi dan rasul. ”Abu Ali Hamid bin Muhammad bin Abdullah arRafa`memberitahukan kepada kami, dari Muhammad ibnul-Mughirah, dari Makki bin Ibrahim, dari Hisyam bin Hasan, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Jika masa semakin dekat, mimpi seorang muslim nyaris tidak pernah dusta. Muslim yang paling benar mimpinya adalah yang paling jujur perkataannya. Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian kenabian. Mimpi ada tiga macam: mimpi yang baik sebagai berita gembira dari Allah ' azza wa jalla, mimpi seorang muslim yang dialami oleh dirinya sendiri, dan mimpi sedih yang berasal dari setan. Jika salah seorang di antara kamu mengalami mimpi yang tidak disukai, janganlah menceritakannya kepada orang lain, bangunlah, kemudian shalatlah.” (Muttafaq ' alaih) Beliau bersabda, "Aku menyukai mimpi ihwal rantai, tetapi tidak menyukai mimpi ihwal belenggu. (Shahih al-Jami) Rantai ditakwilkan dengan keteguhan pada agama. Abu Abdullah al-Mahlabi dan Muhammad bin Ya' bin Yusuf menceritakan kepada qub kami dari al-' Abbas ibnul-Walid bin Mazid, dari ' Uqbah bin ' Alqamah al-Mu' arifi, dari alAuza' dari Yahya bin Abi Katsir, dari Abi Salamah bin Abdurrahman, dari ' i, Ubadah ibnush-Shamit bahwa ia bertanya kepada Rasulullah tentang ayat 63-63 surah Yunus, "Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan dalam kehidupan di akhirat.” Maka, Rasulullah menjawab, "Sungguh kamu telah menanyakan sesuatu kepadaku yang belum pernah ditanyakan oleh seorang pun selainmu. Al-busyra ialah mimpi yang baik yang dialami oleh seseorang atau dianugerahkan Allah kepadanya”. (As-Silsilah ash-Shahihah) Ustadz Abu Sa' berkata, "Hadits-hadits yang kami riwayatkan tersebut menunjukkan ad bahwa mimpi itu memang sesuatu yang benar secara substansial dan bahwa mimpi itu memiliki ketentuan dan dampak.” Di antara dalil yang menunjukkan kebenaran mimpi ialah bahwa saat Ibrahim tidur, Allah

Bulan Maret 2006

119

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid memperlihatkan kepadanya seolah-olah dia menyembelih putranya. Setelah bangun, dia pun melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya saat tidur. Allah Ta' ala mengisahkan kejadian tersebut, "Maka tatkala anak itu mencapai kesanggupan berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, ' Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka, pikirkanlah apa pendapatmu!”. Dia menjawab, ' bapakku, Hai kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.' (ash-Shaaffat: 102) " Setelah Ibrahim a.s. memahami mimpinya dan berupaya melaksanakannya, lalu Allah memberinya jalan keluar karena kasih-sayang-Nya, dia mengetahui bahwa mimpi itu merupakan hukum. Demikian pula halnya dengan mimpi yang dialami Yusuf a.s., yang dikisahkan Allah dalam Al-Qur` sebagai kisah yang populer dan terkenal. an Abu Sa' Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim meriwayatkan kepada kami dari Ali bin id Muhammad al-Waraq, dari Ahmad bin Muhammad bin Nashr, dari Yusuf bin Bilal, dari Muhammad bin Marwan al-Kalbi, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas bahwa Aisyah berkata, "Rasulullah terkena sihir. Maka, beliau jatuh sakit, sehingga kami mengkhawatirkannya. Ketika beliau berada antara tidur dan terjaga, tiba-tiba turun dua malaikat: yang satu berada di dekat kepala Rasulullah dan yang lain berada di dekat kaki beliau. Malaikat yang berada dekat kepala berkata kepada malaikat yang berada dekat kaki, ' Mengapa dia sakit?” Malaikat bertanya demikian supaya Nabi saw. memahami persoalannya. Temannya menjawab, ' Terkena sihir’ ' Siapa yang melakukannya?’ ' Lubaid bin A' sham, orang Yahudi.’ ' mana dia melakukannya?’ Di ' sumur Dzarwan.’ Di ' Bagaimana mengobatinya?’ ' Kirimlah orang ke sumur itu dan keringkan airnya. Jika tampak sebuah batu besar, singkirkanlah karena di bawahnya terdapat tali busur yang berpintal sebelas dan diletakkan di dalam kantong. Setelah itu bakarlah ia. Insya Allah dia sembuh. Jika dia menyuruh orang, hendaknya dia mengeluarkan kantong itu.' " Ibnu Abbas melanjutkan, "Nabi pun bangun dan beliau telah memahami apa yang dikatakan kepadanya oleh malaikat. Beliau menyuruh ' Ammar bin Yasir dan sekelompok sahabatnya ke sumur tersebut yang airnya telah berubah seperti inai. Kemudian sumur itu dikeringkan. Setelah tampak batu besar, ia pun digulingkan, dan tampaklah di bawahnya kantong yang berisikan tali busur bersimpul sebelas. Kemudian mereka membawanya kepada Rasulullah. Maka, turunlah surah al-Falaq dan surah an-Naas. Kedua surah ini berjumlah 11 ayat dan sama dengan banyaknya buhul yang berjumlah 11 pula. Setiap kali beliau membaca satu ayat, lepaslah satu buhul. Setelah seluruh buhulnya terbuka, Rasulullah dapat bangkit dan seolah-olah terlepas dari ikatan. Buhul itu pun dibakar. Nabi menyuruh kita berlindung kepada Allah melalui kedua surah tersebut. Lubaid

Bulan Maret 2006

120

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid mengunjungi Rasulullah. Meskipun beliau menceritakan kejadian di atas, pada wajah Lubaid tidak tampak perubahan apa pun.” Hadits di atas menunjukkan kebenaran masalah mimpi dan keberadaannya di dalam banyak hadits, sehingga terlampau panjang untuk menceritakannya. Ustadz Abu Sa' berkata, "Aku melihat bahwa ilmu itu terdiri atas beberapa jenis, di ad antaranya ada yang bermanfaat bagi dunia, tetapi tidak bermanfaat bagi agama; ada yang bermanfaat bagi dunia dan agama. Ilmu tentang mimpi termasuk ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan agama. Kemudian aku shalat istikharah sebelum mengumpulkan apa yang berasal dari Allah dan menempuh metode peringkasan seraya memohon pertolongan kepada-Nya dalam menyempurnakan apa yang diridhai dan dicintai-Nya. Juga berlindung kepada-Nya dari ujian dan fitnah-Nya. Allahlah Pemilik taufik. Cukuplah Dia bagi kami. Dia adalah sebaik-baik Pelindung.“ Ustadz Abu Sa' berkata, "Orang perlu menegakkan tata kesopanan agar mimpinya ad mendekati kebenaran. Di antara adab kesopanan itu ialah membiasakan diri berkata jujur. Nabi bersabda dalam hadits muttafaq alaih, ' Orang yang paling benar mimpinya ialah yang paling benar perkataannya.' " Adab lainnya ialah tidur dengan punya wudhu. Abu Dzar berkata, "Kekasihku (Muhammad saw.) memberikan tiga pesan kepadaku yang tidak pernah aku tinggalkan hingga mati. Yaitu, puasa tiga hari pada setiap bulan, dua rakaat shalat fajar, dan tidak tidur kecuali punya wudhu.“ Demikian yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Adab lainnya ialah tidur dengan berbaring ke sisi kanan tubuh karena Nabi saw. menyukai bagian kanan dalam segala hal. Diriwayatkan bahwa beliau tidur pada sisi kanan tubuhnya seraya meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanan, lalu berdoa, "Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu pada saat Engkau mengumpulkan hambahamba-Mu.“ (HR Tirmidzi dan Abu Dawud) Mimpi terbagi dua: mimpi yang benar dan yang batil. Mimpi yang benar ialah yang dialami manusia tatkala kondisi psikologisnya seimbang dan keadaan cuaca sedang seperti ditandai oleh bergoyangnya pepohonan hingga berjatuhannya dedaunan. Mimpi yang benar tidak didahului dengan adanya pikiran dan keinginan akan sesuatu yang kemudian muncul dalam mimpi. Kebenaran mimpi juga tidak ternodai oleh peristiwa junub dan haid. Adapun mimpi yang batil ialah yang ditimbulkan oleh bisikan nafsu, keinginan, dan hasrat. Mimpi demikian tidak dapat ditakwilkan. Demikian pula mimpi "basah“ dan mimpi lain yang mewajibkan mandi dikategorikan sebagai mimpi yang batil karena tidak mengandung makna. Sama halnya dengan mimpi yang menakutkan dan menyedihkan karena berasal dari setan. Allah Ta' berfirman, ala

Bulan Maret 2006

121

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid "Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari setan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicarana itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.“ (al-Mujaadilah: 10) Jika seseorang mengalami mimpi yang tidak disukai, disunnahkan melakukan lima perbuatan. Yaitu, mengubah posisi tidur, meludah ke kiri sebanyak tiga kali, memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, bangun dan shalat, dan tidak menceritakan mimpinya kepada siapa pun. Ustadz Abu Sa' berkata, "Pelaku mimpi hendaknya memelihara etika yang perlu ad dipegang teguh dan memiliki batasan-batasan yang selayaknya tidak dilampaui. Demikian pula halnya dengan pentakwil.“ Etika pelaku mimpi ialah, pertama, dia tidak menceritakan mimpinya kepada orang yang hasud sebagaimana dikatakan Ya' kepada Yusuf, kub "Ayahnya berkata, ' anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudaraHai saudaramu, maka mereka akan membuat makar untuk membinasakanmu.' (Yusuf: 5) " Kedua, jangan menceritakan mimpinya kepada orang yang bodoh. Nabi saw. bersabda, "Janganlah kamu menceritakan mimpimu kecuali kepada orang yang dicintai atau kepada orang yang pandai.“ Ketiga, janganlah menceritakan mimpi kecuali secara rahasia karena dia pun melihatnya secara rahasia pula. Jangan menceritakannya kepada anak-anak dan wanita. Sebaiknya mimpi itu diceritakan menjelang awal tahun dan pada pagi hari, bukan sesudah keduanya lewat. Adapun etika pentakwil ialah sebagai berikut. Pertama, jika saudaranya menceritakan mimpi kepadanya, maka katakanlah, "Aku kira mimpi itu baik“ Kedua, hendaknya menakwilkan mimpi dengan cara yang paling baik. Diriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda, "Mimpi akan terjadi sebagaimana ia ditakwilkan.“ Juga diriwayatkan bahwa beliau bersabda, "Mimpi itu bagaikan kaki yang menggantung selama belum diungkapkan. Jika telah diungkapkan, maka terjadilah. “Demikian yang disebut dalam as-Silsilah ash-Shahihah. Ketiga, menyimak mimpi dengan baik, kemudian menjawab si penanya dengan jawaban yang mudah dipahami. Keempat, jangan tergesa-gesa menakwilkan mimpi. Lakukanlah dengan hati-hati.

Bulan Maret 2006

122

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Kelima, menyembunyikan mimpi dan tidak menyebarkannya sebab ia merupakan amanat. Jangan menakwilkan mimpi ketika matahari terbit, ketika tergelincir, dan ketika terbenam. Keenam, memperlakukan pelaku mimpi secara berbeda. Janganlah menakwilkan mimpi raja seperti menakwilkan mimpi rakyat, sebab mimpi itu berbeda karena perbedaan kondisi pelakunya. Ketujuh, merenungkan mimpi yang dikemukakan kepadanya. Jika mimpi itu baik, maka takwilkanlah dan sampaikanlah kabar gembira kepada pelakunya sebelum mimpi itu ditakwilkan. Jika mimpi itu buruk, maka janganlah menakwillkannya atau takwilkanlah bagian mimpi yang takwilnya paling baik. Jika sebagian mimpi itu merupakan kebaikan dan sebagian lagi keburukan, maka bandingkanlah keduanya, lalu ambillah mimpi yang paling tepat dan paling kuat pokoknya. Jika pentakwil mengalami kesulitan, bertanyalah kepada pelaku mimpi ihwal namanya, lalu takwilkannya berdasarkan namanya itu. Paparan singkat ini cukup kaya bagi orang yang mau merenungkannya dan mencermati maknanya. Kalaulah kami memaparkannya secara panjang lebar, niscaya menimbulkan kebosanan dan kejemuan. Kami berharap kepada Allah Ta' kiranya buku ini ala bermanfaat bagi kita dan kiranya Dia melindungi kita dari ilmu yang tidak bermanfaat, perut yang tidak pernah kenyang, nafsu yang tidak mau tunduk, doa yang tidak diterima, tabiat yang menyeret kepada ketamakan, dan ketamakan yang tidak pernah berakhir. Sesungguhnya Allah Ta' Mahakuasa atas segala yang dikehendaki-Nya, serta Maha ala melakukan apa yang dituju-Nya. Cukuplah bagiku Allah. Dialah sebaik-baik Pelindung. -----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

123

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : suryati y4t12002@yahoo.com : 23-03-2006

Oleh : M Subhi-Ibrahim Republika : Kamis, 16 Maret 2006 ' ' Ada dua nikmat yang bisa menipu kebanyakan manusia, sehat dan waktu luang,' ' demikian pesan Rasulullah SAW kepada Abu Dzar Al-Ghifari. Sehat dan waktu luang menenggelamkan manusia dalam kubangan rutinitas keseharian yang menumbuhkan benih-benih cinta dunia. Akibatnya, cakrawala hidup pun menyempit. Hidupnya dihayati sebagai kehidupan yang sejati. Padahal, di ujung muara kehidupan ini, terdapat pintu gerbang ke kehidupan yang lebih kekal. Pintu gerbang itu adalah kematian. Hidup manusia merupakan rentangan antara kelahiran dan kematian. Rentangan hidup itu disebut umur. Dalam tiap tahap perguliran hari, umur manusia bukannya bertambah, tapi justru berkurang. Dalam Al-Mawaidz fi al-Ahadits al-Qudsiyah yang disusun Imam Ghazali, Allah SWT berfirman, ' ' Wahai anak cucu Adam, kau akan menghadap dengan amalmu. Sejak kau dilahirkan ibumu, umurmu setiap hari digerogoti, setiap hari kau mendekati kuburmu sampai akhirnya kau benar-benar masuk di dalamnya.' ' Oleh karena itu, Rasulullah SAW berwasiat, ' ' Wahai Abu Dzar, manfaatkan yang lima sebelum datang yang lima. Masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, dan kayamu sebelum miskinmu, luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.' ' Alquran menaruh perhatian atas fenomena umur ini. Alquran menggunakan dua istilah, sinn (usia) dan umur. Usia disebut sinn, yang berarti juga gigi karena gigi menandai usia. Sedangkan kata umur, yang seakar dengan kata ma' mur (makmur), mengandung arti kesinambungan atau ketinggian. Perinciannya sebagai berikut, sebanyak 27 kali kata yang seakar dengan umur disebut dalam Alquran; tiga kali berhubungan dengan memakmurkan bumi dan melaksanakan umrah; dua kali terkait dengan memakmurkan masjid. Sekali menyebut bait al-ma' mur yang berada di langit, tiga kali menceritakan kisah keluarga Imran, dan lima belas kali berbicara usia. Nilai kesejatian umur tidak tampak dari kuantitas umur, tapi kualitas umur. Maksudnya, bisa jadi seseorang berumur panjang namun tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menabung amal saleh. Sehingga, umurnya berlalu tanpa makna. Umur yang berkualitas adalah umur yang diisi secara efektif untuk melakukan kerjakerja kesalehan, baik kesalehan vertikal (ubudiyah) maupun kesalehan horizontal (muamalah). Kualitas umur tersebut akan lebih nyata terlihat ketika seseorang dijemput Bulan Maret 2006 124

Kualitas Umur

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid sang malaikat maut. Apakah kematiannya ditangisi dan diratapi karena kehilangan, ataukah disyukuri. Tak ada satu manusia pun yang mampu memprediksi berapa umurnya. Oleh sebab itu, yang mampu dilakukan oleh tiap diri adalah bagaimana mengukir kebaikan sebagai prasasti yang tertoreh dalam sejarah hidupnya. ----------------------------oOo-------------------------

Bulan Maret 2006

125

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Susiana Susi@plant.tripolyta.com : 23-03-2006

KERJAKANLAH APA YANG DIAJARKAN RASULULLOH SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM KEPADAMU
Assalamu' alaikum wa rohmatullohi Ta' wa barokatuhu ala 1. 2. 3. 4. 5. 6. Allah melaknat wanita yang mencabut rambut alis mata dan wanita yang meminta dicabuti rambut aslinya yang mengubah ciptaan Allah. (hadits muttafaq alaih). Wanita yang berpakaian tapi sebenarnya telanjang untuk mencari perhatian laki-laki, yang melenggok-lenggokkan tubuhnya, yang kepalanya seperti punuk unta, mereka itu tidak akan masuk surga. (riwayat Hakim). Bertakwalah kepada Allah dan ambillah yang baik dalam mencari rezki (ambil yang halal dan tinggalkan yang haram). (riwayat Muslim). Pelankanlah suaramu dalam berzikir dan berdo' karena kamu tidak a, memohon kepada Tuhan yang tuli dan tidak ada. (riwayat Muslim). Orang yang paling pedih musibahnya di dunia ini ialah para Nabi kemudian orang-orang shaleh. (riwayat Ibnu Majah). Sambunglah kembali persaudaraanmu terhadap orang yang memutuskan hubungan denganmu, berbuat baiklah kepada orang yang berbuat buruk terhadapmu dan katakanlah yang hak itu sekalipun akan merugikan dirimu sendiri. (riwayat Ibnu An-Najjar). Celakalah orang yang memperbudak dirinya kepada uang dan harta. Apabila ia diberi harta ia puas dan apabila tidak diberi ia mengeluh. (riwayat Bukhari). Maukah kamu saya beri tahu tentang sesuatu yang apabila kamu kerjakan kamu akan saling menyayangi? Budayakanlah ucapan salam di antaramu. (riwayat Muslim). Hiduplah kamu di dunia ini seperti orang asing atau orang yang sedang mengadakan perjalanan. (riwayat Muslim). Barangsiapa mencari keredhaan Allah dengan resiko ia akan dibenci oleh manusia, Allah akan memberi kecukupan kepadanya dari segala kebutuhannya kepada manusia. Janganlah seseorang menyuruh berdiri orang lain kemudian ia duduk di tempat orang itu, tetapi perluaslah tempat duduk itu (dibuatkan lowongan) sehingga ia dapat duduk tanpa memindahkan orang lain. (riwayat Muslim). Apa yang memabukkah jika banyak, maka sedikitnya pun adalah haram hukumnya. (shahih, riwayat Abu Daud dan periwayat lainnya).

7. 8. 9. 10. 11. 12.

Wassalamu' alaikum wa rohmatullohi Ta' wa barokatuhu ala ----------------------------oOo-------------------------

Bulan Maret 2006

126

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : regan tini regantini@yahoo.com : 23-03-2006

Pelajaran Tentang Mahar (Mas Kawin) dari seorang Mu'alaf (Tanggapan)
Ass wr wb, Salam kenal buat semua Ikhwah Fillah..... saya baru gabung sekitar 1 bulan yg lalu, sy ingin m' tanggapan ttg tulisan mengenai pelajaran ttg mahar dari seorang mualaf. beri Seperangkat alat sholat serta Al Quran yg pada umumnya sering dijadikan mahar di Indonesia, pertanggungjawabannya memang tidak ringan di hadapan Allah. Namun tidak jarang hal ini hanya menjadi suatu tradisi di masyarakat kita sbg lambang kesholehan seseorang, meskipun setelah menikah mahar tsb hanya menjadi hiasan di lemari atau bahkan hanya ditumpuk di bagian lemari yg paling dalam. Astagfirullah.... Sedangkan pemberian mahar berupa uang, hewan ternak atau sesuatu yg bisa diukur(mpy nilai nominal tertentu) akan dapat lebih bernilai bagi mempelai wanita, karena mahar tsb mrpkn nafkah awal dari mempelai laki-laki kpd mempelai wanita. Saya pernah membaca sebuah artikel yg merupakan jawaban atas pertanyaan seseorang dari situs eramuslim.com beberapa wkt yg lalu. Jawaban dari seorang ustadz tsb , mungkin dpt mjd penjelasan bagi kita smua utk mengetahui lebih dalam ttg bagaimana pemberian mahar itu sendiri yg berlaku dlm Islam di jaman Rasul & Sahabat. Wassalam regantini@yahoo.com Berikut ini artikelnya, Diambil dari www.eramuslim.com Perihal Seperangkat Alat Sholat dan Al-Qur'an sebagai Mas Kawin Assalammualaikum Wr. Wb. Saya ingin menanyakan perihal seperangkat alat sholat dan Al-Qur' yang dijadikan an sebagai mas mawin saat pelaksanaan akad nikah. Ada yang mengatakan bahwa jika seperangkat alat sholat dan Al-Qur' dijadikan mas kawin bisa memberatkan bagi si an suami dan si istri jika kedua alat tersebut tidak diamalkan.. bisa dikatakan keduanya akan berdosa. Sehingga jika kedua mempelai merasa berat, jangan menjadikan kedua alat tersebut sebagai Mas kawin. Namun ada juga yang mengatakan bahwa hal tersebut hanya sekedar symbol, dan bisa diamalkan kapan saja. Pertanyaan saya: Bagaimana jika salah satunya tidak diamalkan, contohnya Al-Qur' tersebut baru an dibaca/diamalkan setelah 5 tahun perkawinan, yang mana sebelumnya Al-Qur' tersebut an Bulan Maret 2006 127

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid hanya sebagai penghias lemari buku. Bagaimana dengan dosa yang ditanggung oleh si suami dan si istri apakah selama Al-Qur' tersebut tidak diamalkan mereka sudah an menanggung dosa? Kiranya itu saja yang ingin saya tanyakan. Atas perhatian dan jawaban Bapak Ustadz saya ucapkan terima kasih. Wassalammualaikum wr. wb. Mery Sukamto Jawaban Assalamu ' alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Mahar adalah harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istrinya untuk dimiliki sebagai penghalal hubungan mereka. Mahar ini menjadi hak istri sepenuhnya, sehingga bentuk dan nilai mahar ini pun sangat ditentukan oleh kehendak istri. Bisa saja mahar itu berbentuk uang, benda atau pun jasa, tergantung permintaan pihak istri. Mahar dan Nilai Nominal Mahar ini pada hakikatnya dinilai dengan nilai uang, sebab mahar adalah harta, bukan sekedar simbol belaka. Itulah sebabnya seorang dibolehkan menikahi budak bila tidak mampu memberi mahar yang diminta oleh wanita merdeka. Kata ' tidak mampu'ini menunjukkan bahwa mahar di masa lalu memang benar-benar harta yang punya nilai nominal tinggi. Bukan semata-mata simbol seperti mushaf Al-Quran atau benda-benda yang secara nominal tidak ada harganya. Hal seperti ini yang di masa sekarang kurang dipahami dengan cermat oleh kebanyakan wanita muslimah. Padahal mahar itu adalah nafkah awal, sebelum nafkah rutin berikutnya diberikan suami kepada istri. Jadi sangat wajar bila seorang wanita meminta mahar dalam bentuk harta yang punya nilai nominal tertentu. Misalnya uang tunai, emas, tanah, rumah, kendaraan, deposito syariah, saham, kontrakan, perusahaanatau benda berharga lainnya. Adapun mushaf Al-Quran dan seperangkat alat shalat, tentu saja nilai nominalnya sangat rendah, sebab bisa didapat hanya dengan beberapa puluh ribu rupiah saja. Sangat tidak wajar bila calon suamiyang punya penghasilan menengah, tetapi hanya memberi mahar semurah itu kepada calon istrinya. Akhirnya dengan dalih agar tidak dibilang ' mata duitan'banyak wanita muslimah yang , lebih memilih mahar semurah itu. Lalu diembel-embeli dengan permintaan agar suaminya itu mengamalkan Al-Quran. Padahal pengamalan Al-Quran itu justru tidak terukur, bukan sesuatu yang eksak. Sedangkan ayat dan hadits yang bicara tentang mahar justru sangat eksak dan bicara tentang nilai nominal. Bukan sesuatu yang bersifat abstrak dan nilai-nilai moral.

Bulan Maret 2006

128

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Justru embel-embel inilah yang nantinya akan merepotkan diri sendiri. Sebab bila seorang suami berjanji untuk mengamalkan isi Al-Quran sebagai mahar, maka mahar itu menjadi tidak terbayar manakala dia tidak mengamalkannya. Kalau mahar tidak terbayar, tentu saja akan mengganggu status perkawinannya. Mahar Dengan Mengajar Al-Quran Demikian juga bila maharnya adalah mengajarkan Al-Quran kepada istri, tentu harus dibuat batasan bentuk pengajaran yang bagaimana, kurikulumnya apa, berapa kali pertemuan, berapa ayat, pada kitab rujukan apa dan seterusnya. Sebab ketika mahar itu berbentuk emas, selalu disebutkan jumlah nilainya atau beratny, maka ketika mahar itu berbentuk pengajaran Al-Quran, juga harus ditetapkan batasannya. Kejadian di masa Rasulullah SAW di mana seorang shahabat memberi mahar berupa hafalan Al-Quran, harus dipahami sebagai jasa mengajarkan Al-Quran. Dan mengajarkan Al-Quran itu memang jasa yang lumayan mahal secara nominal. Apalagi kita tahu bahwaistilah ' mengajarkan Al-Quran'di masa lalu bukan sebatas agar istri bisa hafal bacaannya belaka, melainkan juga sekaligus dengan makna, tafsir, pemahaman fiqih dan ilmu-ilmu yang terkait dengan masing-masing ayat tersebut. Dari Sahal bin Sa' bahwa nabi SAW didatangi seorang wanita yang berkata,"Ya ad Rasulullah kuserahkan diriku untukmu", Wanita itu berdiri lama lalu berdirilah seorang laki-laki yang berkata," Ya Rasulullah kawinkan dengan aku saja jika kamu tidak ingin menikahinya." Rasulullah berkata," Punyakah kamu sesuatu untuk dijadikan mahar? dia berkata, "Tidak kecuali hanya sarungku ini" Nabi menjawab,"bila kau berikan sarungmu itu maka kau tidak akan punya sarung lagi, carilah sesuatu." Dia berkata," aku tidak mendapatkan sesuatupun." Rasulullah berkata, " Carilah walau cincin dari besi." Dia mencarinya lagi dan tidak juga mendapatkan apa-apa. Lalu Nabi berkata lagi," Apakah kamu menghafal qur' Dia menjawab,"Ya surat ini dan itu" sambil menyebutkan surat an?" yang dihafalnya. Berkatalah Nabi,"Aku telah menikahkan kalian berdua dengan mahar hafalan qur' anmu" (HR Bukhori Muslim). Dalam beberapa riwayat yang shahih disebutkan bahwa beliau bersabda," Ajarilah dia alqur' Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa jumlah ayat yang diajarkannya an." itu adalah 20 ayat. Permintaan mahar dalam bentuk harta yang punya nilai nominal ini pada gilirannya harus dipandang wajar, sebab kebanyakan wanita sekarang seolah tidak terlalu mempedulikan lagi nilai nominal mahar yang akan diterimanya. Nominal Mahar Dalam Kajian Para Ulama Secara fiqhiyah, kalangan Al- Hanafiyah berpendapat bahwa minimal mahar itu adalah 10 dirham. Sedangkan Al-Malikiyah mengatakan bahwa minimal mahar itu 3 dirham. Meskipun demikian sebagian ulama mengatakan tidak ada batas minimal dengan mahar.

Bulan Maret 2006

129

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Bila Laki-laki Tidak Mampu Boleh Mencicil Kenyataan bahwa manusia itu berbeda-beda tingkat ekonominya, sangat dipahami oleh syariah Islam. Bahwa sebagian dari manusia ada yangkaya dan sebagian besar miskin. Ada orang mempunyai harta melebihi kebutuhan hidupnya dan sebaliknya ada juga yang tidak mampu memenuhinya. Karena itu, syariah Islam memberikan keringanan kepada laki-laki yang tidak mampu memberikan mahar bernilai nominal yang tinggi sesuai permintaan calon istri, untuk mencicilnya atau mengangsurnya. Kebijakan angsuran mahar ini sebagai jalan tengah agar terjadi win-win solution antara kemampuan suami dan hak istri. Agar tidak ada yang dirugikan. Istri tetap mendapatkan haknya berupa mahar yang punya nilai nominal, sedagkan suami tidak diberatkan untuk membayarkannya secara tunai. Inilah yang selama ini sudah berjalan di dalam hukum Islam. Ingatkah anda, setiap kali ada ijab kabul diucapkan, selalu suami mengatakan,"Saya terima nikahnya dengan maskawin tersebut di atas TUNAI!!." Mengapa ditambahi dengan kata ' TUNAI' sebab suami menyatakan sanggup ?, untuk memberikan mahar secara tunai. Namun bila dia tidak punya kemampuan untuk membayar tunai, dia boleh mengangsurnya dalam jangka waktu tertentu. Jadi bisa saja bunyi ucapan lafadznya begini: "Saya terima nikahnya dengan maskawin uang senilai 100 juta yang dibayarkan secara cicilan selama 10 tahun." Bila Terlalu Miskin Dan Sangat Tidak Mampu Namun ada juga kelas masyarakat yang sangat tidak mampu, miskin dan juga fakir. Di mana untuk sekedar makan sehari-hari pun tidak punya kepastian. Namun dia ingin menikah dan punya istri. Solusinya adalah dia boleh memilih istri yang sekiranya sudah mengerti keadaan ekonominya. Kalau membayar maharnya saja tidak mampu, apalagi bayar nafkah. Logika seperti itu harus sudah dipahami dengan baik oleh siapapun wanita yang akan menjadi istrinya. Maka Islam membolehkan dia memberi mahar dalam bentuk apapun, dengan nilai serendah mungkin. Misalnya cincin dari besi, sebutir korma, jasa mengajarkanatau yang sejenisnya. Yang penting kedua belah pihak ridho dan rela atas mahar itu. a. Sepasang Sendal Di masa Rasulullah SAW, kejadian mengenaskan seperti itu pernah terjadi. Di mana seorang laki-laki yang sangat miskin ingin menikah dan tidak punya harta apapun. Maka dibolehkan mahar itu meski berupa sendal. Dari Amir bin Rabi' bahwa seorang wanita dari bani Fazarah menikah dengan ah mas kawin sepasang sendal. Lalu Rasulullah SAW bertanya, "Relakah kau dinikahi jiwa dan hartamu dengan sepasang sendal ini?" Dia menjawab," Rela." Maka Rasulullahpun membolehkannya (HR. Ahmad 3/445, Tirmidzi 113, Ibnu madjah 1888).

Bulan Maret 2006

130

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid b. Hafalan Quran: Ada juga orang yang sangat miskin, tidak punya harta apapun, namun di kepalanya ada ilmu-ilmu keIslaman, dia banyak hafal Al-Quran dan mengerti dengan baik tiap ayat yang pernah dipelajarinya. Maka atas ilmunya yang sangat berharga itu, dia boleh menjadikannya sebagai sebuah ' harta'yang punya nilai nominal tinggi. Meski tidak berbentuk logam emas. Kejadian itu benar-benar ada di masa Rasulullah SAW. Dari Sahal bin Sa' bahwa nabi SAW didatangi seorang wanita yang berkata,"Ya ad Rasulullah kuserahkan diriku untukmu", Wanita itu berdiri lama lalu berdirilah seorang laki-laki yang berkata," Ya Rasulullah kawinkan dengan aku saja jika kamu tidak ingin menikahinya." Rasulullah berkata," Punyakah kamu sesuatu untuk dijadikan mahar? dia berkata, "Tidak kecuali hanya sarungku ini" Nabi menjawab,"bila kau berikan sarungmu itu maka kau tidak akan punya sarung lagi, carilah sesuatu." Dia berkata," aku tidak mendapatkan sesuatupun." Rasulullah berkata, " Carilah walau cincin dari besi." Dia mencarinya lagi dan tidak juga mendapatkan apa-apa. Lalu Nabi berkata lagi," Apakah kamu menghafal qur' an?" Dia menjawab,"Ya surat ini dan itu" sambil menyebutkan surat yang dihafalnya. Berkatalah Nabi,"Aku telah menikahkan kalian berdua dengan mahar hafalan qur' anmu" (HR Bukhori Muslim). Dalam beberapa riwayat yang shahih disebutkan bahwa beliau bersabda," Ajarilah dia al-qur' Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa jumlah ayat yang an." diajarkannya itu adalah 20 ayat. c. Tidak Dalam Bentuk Apa-apa: Bahkan bila seorang laki-laki tidak punya harta, juga tidak punya ilmu, tapi tetap ingin menikah agar tidak jatuh ke dalam lembah zina, boleh saja seorang wanita mengikhlaskan semua haknya untuk menerima harta mahar. Sebab mahar itu memang hak sepenuhnya calon istri, maka bila dia merelakan sama sekali tidak menerima apa pun dari suaminya, tentu tidak mengapa. Dan kejadian itu pun pernah terjadi di masa Rasulullah SAW. Cukup baginya suaminya yang tadinya masih non muslim itu untuk masuk Islam, lalu wanita itu rela dinikahi tanpa pemberian apa-apa. Atau dengan kata lain, keIslamanannya itu menjadi mahar untuknya. Dari Anas bahwa Aba Tholhah meminang Ummu Sulaim lalu Ummu Sulaim berkata, " Demi Allah, lelaki sepertimu tidak mungkin ditolak lamarannya, sayangnya kamu kafir sedangkan saya muslimah. Tidak halal bagiku untuk menikah denganmu. Tapi kalau kamu masuk Islam, keIslamanmu bisa menjadi mahar untukku. Aku tidak akan menuntut lainnya." Maka jadilah keIslaman Abu Tholhah sebagai mahar dalam pernikahannya itu. (HR Nasa'6/ 114). i

Bulan Maret 2006

131

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Semua hadist tadi menunjukkan kasus kasus yang terjadi di masa lalu, di mana seorang laki-laki yang punya kewajiban memberi mahar dengan nilai tertentu, tidak mampu membayarkannya. Hadits-hadits di atas tidak menunjukkan standar nilai nominal mahar di masa itu, melainkan sebuah pengecualian. Hal itu terbuktiketika Umar Bin Khattab Ra berinisiatif memberikan batas maksimal untuk masalah mahar saat beliau bicara di atas mimbar. Beliau menyebutkan maksimal mahar itu adalah 400 dirham. Namun segera saja dia menerima protes dari para wanita dan memperingatkannya dengan sebuah ayat qur' Sehingga Umar pun tersentak kaget dan berkata,"Allahumma afwan, an. ternyata orang -orang lebih faqih dari Umar." Kemudian Umar kembali naik mimbar,"Sebelumnya aku melarang kalian untuk menerima mahar lebih dari 400 dirham, sekarang silahkan lakukan sekehendak anda." Dalam konteks kebiasaan mahalnya mahar wanita di zaman itulah kira-kira tepatnya hadits Rasulullah SAW berikut. Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda," Nikah yang paling besar barakahnya itu adalah yang murah maharnya" (HR Ahmad 6/145) Namun hadits ini perlu dipahami dalam konteks wanita di masa itu yang sama sekali tidak mau bergeming dari tarif mahar yang diajukannya. Sedangkan untuk konteks kita di Indonesia, di mana kebiasaan kita memberi mahar berupa mushaf Al-Quran dan seperangkat alat shalat yang sangat murah, tentu perlu dipahami secara lebih luas. Wallahu a' bishshawab, lam wassalamu ' alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ust. Ahmad Sarwat, Lc. ----------------------------oOo-------------------------

Bulan Maret 2006

132

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : yenni elvira yenni_bnm@yahoo.com : 23-03-2006

Perkembangan Islam Di Amerika (Kisah Nyata)
Yosie <yosie@ppgs.ikpt.com> wrote: Lady and Souly Rodriguez Sekitar pukul 5 sore Senin kemarin, 13 Maret 2006, The Islamic Cultural Center of New York sebenarnya agak sepi. Saya juga sebenanrnya sudah bersiap-siap untuk pulang dan kembali ke kantor perwakilan RI untuk PBB New York. Resepsionis juga telah pulang sehingga kantor di Islamic Center memang telah kosong. Tiba-tiba "security" datang ke kantor dan memberitahu jika ada dua orang yang ingin bertanya tentang Islam. Saya katakan "tunggu karena saya sudah bersiap-siap untuk berangkat". Saya pun keluar ke ruang tunggun menemui mereka. Ternyata keduanya adalah gadis belia, kakak beradik. Yang tua bernama Lady Rodriguez berumur sekitar 20 tahun dan adiknya bernama Souly (menurutnya dari kata Soul) berumur sekitar 17 tahun. Keduanya adalah pelajar. Sambil mempersilahkan duduk dengan tenang, saya memulai dengan pertanyaanpertanyaan pribadi. Biasanya menanyakan nama, keluarga, sekolah, dll. Lalu dari mana mengenal Islamic Center dan juga pernahkan mendengar Islam sebelumnya, atau buku apa yang dibaca tentang Islam. Yang mengejutkan, ternyata keduanya mengenal Islam hanya dari internet. Bahkan ketika saya Tanya, apakah sudah punya Al Qur' an? Keduanya mengatakan bahwa mereka belum memilikinya, hanya sudah membacanya juga lewat internet. Yang mengejutkan juga, di saat saya menjelaskan dasar-dasar keimanan (rukun Iman), tiba-tiba mata si Lady berkaca-kaca dan mengucurkan airmata. Ketika saya Tanya, apa gerangan yang menjadikannya menangis? Dijawabnya dengan terbata: "I feel happy". Saya tanya lagi "Why?" Dijawabnya: "Because I have what I am looking for, my God". Sementara adiknya hanya tersenyum mendengarkan penjelasan saya dan sekalisekali mangguk-mangguk. Saya menjelaskan rukun Iman, rukun Islam, tentu dengan membandingkan konsepsi iman dan ibadah antara Islam dan Katolik. Selain itu juga saya jelaskan tentang konsepsi Islam itu sendiri dalam kehidupan nyata manusia. Bahwa Islam itu adalah kehidupan kita. Dengan aturan Islam itulah kita hidup dengan lebih sehat dan bahagia. Beberapa hal memang saya rincikan, sepertyi pelarangan makan babi, minum Khamar, judi, hubungan tanpa nikah, dll. Tentu saya juga jelaskan bagaimana menjaga hubungan silaturrahim dengan semua pihak, khususnya dengan orang tua dan sanak keluarga. Tanpa terasa, hampir sejam saya menjelaskan Islam kepada kedua gadis belia ini. Pada akhirnya saya tawarkan jika ada pertanyaan atau hal-hal yang perlu diklarifikasi. Keduanya menggelengkan kepala. Sayapun katakana: "Thank you for coming. Bulan Maret 2006 133

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Hopefully your have learned something about Islam". Tidak lupa saya katakan: "I will give you some reading materials. Read them carefully, and if you feel that Islam is the right way for you, come back again". Tapi saya terkejut tiba-tiba Lady sekali lagi meneteskan airmata dan mengatakan: "I am ready". Hampir tidak percaya karena belajar Isalam dari internet tentu banyak misleading. Saya tanyakan jika orang tuanya tahu mengenai niatnya untuk masuk Islam. Lady menjawab: "My mom knows and she respects my decision". Segera saya mencari seorang Muslimah di masjid untuk mengajarnya mengambil wudhu. Rencanya syahadat akan saya bimbing menjelas didirikan shalat magrib sekitar pukul 6 sore itu. Setelah selesai berwudhu, lebih mengejutkan lagi, ternyata adiknya juga ikut mengambil air wudhu dan menyatakan tekad mengikuti kakaknya masuk Islam. Alhamdulillah, setelah azan magrib sore kemarin, dengan memuji kebesaran Ialhi saya tuntun kedua gadis ini mengucapkan "Ash-hadu an Laa ilaalah illaLLAH wa Ashhadu anna Muhammadan rasulullah" disaksikan oleh ratusan jama' magrib di Islamic ah Center dan disambut dengan pekik Allahu Akbar! Iqamah untuk shalat magrib dikumandangkan. Lady dan Souly kini menjalankan shalat pertamanya sebagai Muslimah. Doaku mengiringi, semoga kalian berdua dikuatkan dan dituntun selalu ke jalan yang diridhaiNya. Amin! New York, 14 Maret 2006. Syamsi Ali -----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

134

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Arief Ludiantoro arief@jababeka.co.id : 23-03-2006

Sulthanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani Lefke, Cyprus 26 Februari 2006 Diambil dari http://mevlanasufi.blogspot.com A' uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim, Bismillaahir rahmaanir rahiim, Allaahumma shalli ' Sayyidinaa Muhammadiw wa ' aalihi wa Shahbihi ajma' alaa alaa iin Destur, ya Sayyidi, ya Sultanu-l Awliya! Bismillahi r-Rahmâni r-RahûS Ini adalah sebuah perkumpulan. Semoga Allah mengampuni kita! Apabila kita diberikan pengampunan, maka keridhaan Allahpun datang, jika Allah tidak mengampuni, maka Allah tidak memberikan ridhaNya. Dan kita memohon pengampunan Allah : "O, Tuhanku, ampunilah hambaMu yang lemah ini." Kita sama seperti manusia yang lain sebagai hamba, itulah alasan penciptaan kita. Kita diciptakan untukNya, untuk menyembah, menjadi hambaNya! Subhannallah, Maha Suci Allah - Dia menciptakan manusia dan mengirimnya dari Surga ke bumi dan Dialah yang menciptakan semuanya, tak ada Pencipta yang lain. Kewajiban pertama yang harus kita tahu adalah, kita harus belajar dan bertingkah laku, itulah penghambaan kepadaNya. Pertama kita harus mengajari anak-anak kita, dengan bertanya : "Siapakah kamu?" Jika kamu bertanya kepada keledai: "Siapakah kamu?" Keledai mungkin akan menjawab: "Saya seekor keledai." "Dan apakah tugasmu, untuk apa kamu diciptakan, apa yang kamu tahu tentang itu?" Keledai mungkin akan menjawab: "Ya, saya diciptakan untuk bekerja, memberikan layanan kepada manusia. Saya adalah hamba dan pelayan bagi manusia." "Kemarilah kamu! Siapakah namamu?" "Nama saya fulan atau fulani." "Siapakah kamu?" Dia mungkin akan menjawab: "Saya adalah saya." "Siapakah kamu?" "Saya adalah seseorang, yang hanya tinggal dibumi, saya adalah makhluk." "Apakah tugasmu, untuk apa kamu diciptakan?" "Ooo..Saya tidak pernah menduga akan diajukan pertanyaan seperti itu. Tidak pernah ada yang bertanya untuk tujuan apa saya diciptakan dan bahkan saya sendiri tidak pernah mencari tahu alasan untuk bertanya pada diri sendiri untuk apa saya diciptakan!". Artinya keledai lebih mengetahui tugasnya sebagai hamba dan pelayan bagi manusia; anjing, kucing, sapi, rubah, kerbau, unta, domba dan kambing mengetahui bahwa mereka diciptakan untuk manusia. Tetapi ketika kita bertanya kepada manusia: "Untuk apakah kamu diciptakan?" Manusia mungkin menjawab: "Saya tidak pernah ditanya seperti itu, tidak ada seorang pun pernah bertanya dan saya tidak menemukan alasan ataupun

"Siapakah Saya ?... Saya adalah HambaNya!"

Bulan Maret 2006

135

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid jawaban atau saya tidak pernah berpikir untuk bertanya pada diri sendiri: untuk apa saya ada?." Itu berarti level hewan diatas level manusia, karena hewan mengetahui tujuan mengapa mereka diciptakan, tapi manusia berkata :"Saya tidak tahu. Saya tidak pernah memikirkan hal itu." Yang kita bahas sekarang adalah "ma' rifat", itulah yang kita tanyakan pada diri kita. Sebelum semuanya, sebelum semua diketahui, kamu hatus mengerti tentang dirimu sendiri: "Siapakh saya?" Itulah "ma' rifat" - untuk mengetahui diri sendiri. Siapa mengetahui dirinya mengenal Tuhannya. Ketika kamu telah mengetahuinya, kamu akan menanyakan pertanyaan lain: "Apabila saya makhluk, diciptakan dan ada diplanet ini, siapakah Yang Satu yang telah menyiapkan bumi ini sebagai tempat tinggal saya? Siapakah yang menyiapkan? Siapa yang mengirim saya? Dari milyaran atau jutaan milyar dan ratusan milyar sistem, galaksi, bagaimana saya dapat berada diplanet ini?" Jawabannya bukan sesuatu yang dapat kamu pelajari melalui kapasitas kamu, tidak. Apabila kita dapat mempelajari semua melalui kapasitas kita yang ada, maka sudah tidak dibutuhkan sekolah, menyiapkan pendidikan tinggi atau mendirikan pesantren dan sebagainya. Untuk apa? Tidak perlu! Jika dapat menjawab pertanyaan ini: "Siapakah aku?", jika pertanyaan tersebut dapat dijawab oleh diri kita sendiri, maka tidak ada alasana atau keuntungan mengirimkan seseorang seperti para Nabi as. Dapatkah kamu belajar sendiri? Melalu keakuanmu, apakah kamu mengetahui alasan keberadaanmu? Bila dapat, maka tidak dibutuhkan seseorang untuk berkata: "Datang dan dengarlah, saya berbicara bagi kamu, sesuatu yang kamu belum pernah dengar sebelumnya bahkan berpikir tentangnya!". Tetapi manusia sekarang seperi Nimrod; Nimrod tidak pernah berkata: "Saya adalah makhluk atau saya diciptakan", tidak, yang dia katakan :"Saya Tuhanmu, dan kamu hambaku. Saya adalah Tuhan di bumi ini!". Ketika Sayyidun ENabi Ibrahim as datang dan berkata: "O Nimrod, datang dan katakan ' Tuhanku bahwa Kaulah yang O menciptakanku dan mendandani aku sebagai seorang raja yang menjadi hambaMu'". Nimrod tidak memandang dirinya dan berkata: "Saya hanya manusia biasa", tidak, dia menjawab kepada Sayyidun EIbrahim: "Oh! Yang anda maksud adalah Raja Surga, Tuhanmu, yang menyuruhku menjadi hambaNya dan sayalah raja dunia, sayalah raja." Bila kamu berkata kepada manusia sekarang,"Datang dan sembahlah, datang dan lakukan penghambaan!" Mereka akan berkata,"Untuk siapa?" Dan mereka akan berkata. "Tuhan itu tidak ada!." Akhirnya Nimrod berkata: "TuhanMu ada di Surga, tapi akulah raja di dunia!". Nimrod tidak mengatakan ' Tidak ada Tuhan'tapi manusia sekarang lebih buruk , dari Nimrod dengan berkata: "Tidak ada Tuhan di dunia dan di Surga." Apabila ditanya mengapa, mereka hanya akan menjawab: "Semua ada karena alami, alami.."

Bulan Maret 2006

136

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Manusia sekarang lebih buruk dari Nimrod, mereka tidak berpikir, karena sebagian besar mabuk, mereka tidak pernah berpikir tentang segala hal dari kenyataan. Setan membuat mereka hidup dalam imajinasi, melalui dunia imajinasi; bahkan mereka tak pernah mendekati kenyataan/realitas; mereka selalu berlari ke jalan setan, yang membawa mereka untuk mempercayai imajinasi. Karena itu sekarang manusia mengklaim: "Kami telah mencapai puncak keberadaban dan kami telah meraih stasiun kekuasaan yang belum pernah diraih satu orang pun!". Dan mereka pun berkata: "Seluruh manusia yang telah tiada, mereka tidak pernah meraih titik kekuasaan seperti yang kami raih saat ini dan kami menggunakan kekuasaan yang besar dan dapat menembus batas yang tidak terbayangkan. Karena itulah, kami adalah pembebas dan kami dapat berkata bahwa semua orang diciptakan oleh dirinya sendiri dan tidak diperlukan Sang Pencipta!". Mereka pun berkata: "Setiap kekuatan melalui teknologi berasal dari tangan kami!". Itulah posisi manusia yang sombong saat ini. Mereka tidak tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah batil, banyak kesalahan dan kesalahan itu menimbulkan krisis, menimbulkan bencana, menimbulkan masalah yang tak terhitung. Bila kamu dapat memecahkan satu masalah, maka cara yang kalian pakai akan menimbulkan masalah lain dan masalah lain lagi -masalah yang tak henti-henti dan bencana tak berkesudahan, karena itulah bencana-bencana itu akan menimbulkan penderitaan yang tak berakhir dan manusia tidak akan pernah bisa beristirahat. Tidak ada satupun yang berkata: "Saya bahagia!". Orang-orang tidak berkata: "Saya bahagia telah dikirim ke bumi ini." Orang-orang yang tidak beriman membawa manusia kepada bencana dan bencana adalah hasil dari masalah. Apabila manusia tidak dapat memberikan solusi untuk sebuah masalah, bagaimana bisa manusia berada dalam kedamaian? Tidak akan. Bencana akan membawa bencana, bencana membawa penderitaan dan penderitaan membawa manusia lari dari kepercayaan. Karena itu, manusia mungkin mengetahui banyak hal, tetapi semua pengetahuan yang mereka pelajari dan ajarkan tidak dapat memberikan solusi untuk krisis yang dihadapi. Saat ini krisis menjadi hal utama. Negara-negara barat berkata: "Kami telah mencapai puncak teknologi, kami sangat kuat, kami dapat melakukan apapun dengan teknologi, kami berusaha untuk memecahkan misteri", tetapi mereka tidak bisa mengerti pengetahuan yang sangat sederhana!" Suatu saat ada seseorang yang sedang duduk seperti saya, berceramah dan memberikan pelajaran kepada murid-muridnya, berkata,"Saya dapat menjawab semua pertanyaan kalian." Salah satu yang hadir berdiri dan bertanya,"O Guru kami! Bagaimana menurutmu, ganjil atau genapkah janggut kami?" "Hmmm...saya tidak pernah memikirkannya. Ada pertanyaan lain?". Maka berdiri satu orang lagi, orang itu berkata,"Ini adalah kulit serigala. Tolong, bila kamu tahu segalanya, menurut anda berapa

Bulan Maret 2006

137

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid banyak rambut dikulit ini?". Inilah contoh dari manusia yang selalu berkata ' Kami tahu segalanya, tetapi tak bisa menjawab segala pertanyaan tersebut. Mereka berkata bahwa komputer tahu segalanya, Bila kamu tahu segalanya dan berkata,"Kami memiliki komputer", masukkan pertanyaan ke komputer dan akan keluar hasilnya!". Tetapi bukan itu jawabannya! Saya menanyakan sesuatu yang bahkan komputer, komputer mutakhir abad 21, atau orang terpelajar seperti ilmuwan, tidak akan dapat menjawabnya! Murid yang lainnya berdiri dan bertanya,"O Syekhku, bagaimana menurut anda tentang seekor semut? Badan semut hanya memiliki 2 buah bagian, kepala dan bagian belakang, tapi diantara 2 bagian itu ada struktur yang tipis. Saya memikirkannya beberapa lama untuk menemukan jawabannya, Tiba-tiba jawaban itu adalh sebuah pertanya lain, "menurut anda isi perut semut ada dibagian kepala atau belakang?" Saya bertanya pada ilmuwan yang selalu berkata,' Kami tahu segalanya' "Katakan : padaku: dibagian manakah isi perut semut? Bagian depan atau belakang?" "Kami harus melihat, kami akan bertanya pada komputer." "Lalu ada bagian kecil pada komputer, yang akan mencari jawabannya, tapi pertanyaan itu tidak dapat dijawab. Pengetahuan yang mereka klaim tersebut hanyalah seperti sebuah satu titik di samudera pasifik dan mereka membanggakannya dengan berkata,"Kita tahu segalanya!". Dan saya berkata,"Kamu harus berusaha mencari tahu tentang dirimu sendiri. Sebelum mengetahui hal lainnya, Siapakah kamu? Jawablah itu. Saya tidak menanyakan banyak pertanyaan, hanya ' Siapakah kamu?' dan ' Apakah tugas manusia dibumi?' Apabila kamu tidak memiliki jawabannya, diamlah, jangan berkata apapun!." O manusia, berikanlah aku jawaban, ' Siapakah kamu?' Seluruh dunia harus mengatakan posisi sebenarnya, tentang diri mereka, siapakah mereka dan bagaimanakah mereka menjadi ada, tapi setan membuat mereka berlarian dan setan mengajarkan mereka hal-hal yang menganggu dengan segala macam ilmu. Itulah rangkuman dari tugas mereka atau ' : untuk memberi manusia bencana; dari satu bangsa ke bangsa lain, dan setiap ilmu' bangsa yang ada melalui diri mereka masing-masing. Semoga Allah memaafkan kita dan semoga Penguasa Surga memberikan kita seseorang yang mengajari jawaban sebenarnya dari pertanyaan,"Siapakah kamu? Siapakah saya?". Jika kita tahu apapun tentang itu, maka kita tak berilmu! Maka manusiapun akan tahu istilah baru dari "pengetahuan". Manusia telah meninggalkan pengetahuan turun temurun, dan mencari tahu tentang ' virus flu burung' . "Berapa tahun kamu belum dapat memperlajarinya, sekarang kamu belajar? Siapa yang mengajarimu?" "Kami tidak tahu, kami bertanya: dimanakah tempat untuk mempelajarinya?"

Bulan Maret 2006

138

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Saya menjawab,"Daripada membunuh burung dan makhluk tak berdosa lainnya yang memberi manfaat bagi manusia, kenapa kamu tidak menangkap virus itu dan membakar virus tersebut?" Dan mereka akan menjawab,"Virus ini tak terlihat, bahkan dengan miksroskop tercanggih." Di Turki, sebagian orang mulai meragukan sebagian orang lainnya dan berkata,"Mungkin penyakit ini flu burung:, tapi saya tidak pernah mengetahui jenis virus tersebut. Sebanyak 80 juta manusia, tidak ada satupun yang mengetahui virus ini. "Apa yang harus kami lakukan?". "Kami dapat mengirimnya ke London, mungkin mereka tahu tentang virus ini". Sebagian orang berkata,"Tidak, bangsa Inggris juga tidak tahu, kita harus bertanya ke bangsa Perancis yang berkata,"Kami ilmuwan nomor satu, kami harus melihatnya dulu!" Saya bertanya,"Jika kamu tidak pernah melihat atau mengetahui bentuk virus itu, apakah virus itu ada?" "Tidak". Dalam hal ini manusia menuju kebodohan... Semoga Allah mengutus seseorang untuk membangunkan bangsa-bangsa, orang-orang, untuk mengenal dirinya sendiri sehingga mereka dapat menemukan jalan yang benar menuju ilmu yang sesungguhnya atau mereka seharusnya berada dalam tabir kebodohan dan tabir kebodohan memberikan manusia bencana, bencana terbesar, karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi setelah satu jam kemudian, setelah satu menit, setelah satu hari... Itulah yang membuat manusia lebih banyak terjerumus dalam bencana dan penderitaan. Itulah hukuman dari Surga, disebabkan manusia kehilangan arah, alasan sebenarnya ataupun kebijaksanaan dari keberadaan mereka dan karena mereka tidak pernah berkata, "Kami ada untuk Penguasa Surga!" Semoga Allah memberikan pengampunan dan meridho kamu! Untuk kehormatan dari segala kehormatan dalam Kehadirat Ilahi, Sayyidin Muhammad - sallaLlahu ´alayhi wa sallam, Fatiha! Wa min Allah at Tawfiq, Bihurmati habib, Fatihah. Wassalam, arief hamdani -----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

139

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : al-palagani palagani@gmail.com : 24-03-2006

Cinta Akhirat & Produktivitas Hidup
"Andaikan nur keyakinan itu telah menerangi hatimu, niscaya engkau dapat melihat akhirat itu lebih dekat kepadamu sebelum engkau melangkahkan kaki kepadanya. Engkau pun akan melihat semua kecantikan dunia telah diliputi kesuraman yang akan menghinggapinya. " (Imam Ibnu Atha' ilah) Suatu ketika Rasulullah SAW berjumpa seorang pemuda dari kalangan Anshar, Haritsah namanya. "Bagaimanakah keadaanmu hari ini, wahai Haritsah?" tanya Rasul. "Saya kini menjadi seorang Mukmin yang sungguh-sungguh," jawab Haritsah. "Wahai Haritsah, hati-hati dengan perkataanmu. Sebab setiap ucapan harus ada bukti hakikinya". "Ya Rasulullah jiwaku jemu dari dunia, sehingga saya bangun malam dan puasa di siang hari. Kini, seolah-olah saya berhadapan dengan Arasy, dan melihat ahli syurga sedang saling menziarahi, sebagaimana aku melihat ahli neraka sedang menjerit-jerit di dalamnya". Rasul kemudian bersabda, "Engkau telah melihat, maka tetapkanlah (jangan berubah). Engkau seorang hamba yang telah diberi cahaya iman dalam hati". Haritsah berkata, "Ya Rasulullah, doakan aku agar mati syahid". Rasul pun berdoa seperti diminta Haritsah. Di kemudian hari, Allah SWT mengabulkan doa Rasulullah SAW. Haritsah gugur sebagai syuhada. Saudaraku, bila cahaya keyakinan telah bersemayam di hati, maka akhirat akan terasa dekat, seperti dekatnya sebuah benda di depan mata. Itulah yang dialami Haritsah saat berdialog dengan Rasulullah SAW. Akibatnya, dunia tidak lagi berarti di hadapannya. Walaupun harus mencari dunia, maka dunia tersebut akan ia ditujukan sebesar-besarnya untuk meraih kebahagiaan di akhirat. Orang-orang yang memiliki keyakinan seperti itu, akan selalu berhitung tentang akhirat. Baginya, dunia hanya menarik sebagai bekal untuk akhirat. Saat melihat uang, yang terpikir di benaknya bukan bagaimana memuaskan nafsu dengan uang tersebut. Ia justru berpikir bagaimana uang tersebut bisa menyelamatkannya di akhirat kelak. Uang tidak membuatnya tertarik membuat rumah di dunia, ia tertarik untuk membuat bangunan di syurga. Uang menjadikannya lebih bersemangat untuk dekat dengan Rasulullah SAW di akhirat. Rasul bersabda bahwa orang-orang yang peduli kepada anak yatim kedudukannya dengan Rasul bagaikan dekatnya dua jari tangan. Maka, para pecinta akhirat akan menjadi penyantun anak yatim yang ikhlas. Intinya, siapa pun yang mencinta kehidupan akhirat, maka ia akan ringan beramal.

Bulan Maret 2006

140

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Tidak ada amal yang berat baginya. Sebab, semakin berat amal, maka akan semakin dekat ia dengan akhirat yang didambakannya. Cinta akhirat tidak harus menjadikan seseorang menjauhi hiruk pikuk dunia, hidup menyendiri dan tidak peduli dengan dunia luar. Cinta akhirat harus menjadikan seseorang lebih produktif berkarya. Pecinta akhirat hidupnya tidak tergantung kepada apapun selain kepada janji Allah. Ia tidak bergantung pada gaji. Ia tidak terlalu yakin dengan harta, pangkat, jabatan, ketenaran dan segala aksesoris dunia. Ia hanya yakin akan janji Allah yang pasti dan kekal sifatnya. Karena itu, kita harus mati-matian mencari sesuatu yang kekal jaminannya. Maka bertanyalah selalu, apa sebetulnya yang kita cari di dunia ini: uang, jabatan, atau apa. Kalau itu yang kita cari, betapa kecilnya cita-cita kita. Harusnya yang kita kejar adalah cinta dan ridha Allah. Fokuskan semua energi diri hanya untuk meraih cinta dan ridha Allah. Bila Allah sudah ridha, insya Allah dunia akan kita dapatkan. Allah akan menjaga, menjamin, mencukupi semua kebutuhan hambahamba yang dicintai-Nya. Maka, pastikan tidak ada satu amal pun yang dicintai Allah kecuali kita menjalankannya. Ada satu rumus yang harus selalu kita camkan: kalau Allah mencintai sebuah amal, maka yakinlah amal tersebut pasti terbaik dan bermanfaat bagi hamba-Nya. Harusnya kita sedih dan gelisah tatkala kehilangan sebuah amal yang dicintai Allah. Pastikan pula amal-amal kita seratus persen untuk Allah. Niat yang salah pasti akan mendatangkan kekecewaan. Wallaahu a' *** lam. Sumber: http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=7&id=238889&kat_id=105& kat_id1=232&kat_id2=234

Bulan Maret 2006

141

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : abuluthfi ar-rasyid abuluthfia@yahoo.co.id : 27-03-2006

Sumber: http://www.jkmhal.com/main.php?sec==content&cat==2&id=$48 Fenomena pembunuhan terhadap anak-anak sudah terjadi sejak zaman jahiliyah, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut, “Dan janganlah kamu membunuh anakanakmu karena takut kemiskinan,Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu.”(QS. Al-Isra: 31) Rasulullah SAW pernah ditanya, “Dosa apa yang paling besar? “Beliau menjawab, Engkau menjadikan tandingan untuk Allah, padahal Dia yang telah menciptakanmu”. Orang itu bertanya lagi, “Kemudian dosa apa lagi?” Beliau menjawab, “Engkau membunuh anakmu karena engkau takut dia makan bersamamu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Ini merupakan peristiwa yang mengusik nurani kita. Binatang saja berani Mempertahankan nyawa ketika melindungi anak-anaknya dari terkaman binatang lain, sementara manusia malah secara sengaja membunuhnya. Na’udzubillah. Manusia kalau sudah hilang kemanusiaannya akan lebih jahat dan lebih mengerikan daripada binatang. Ketika binatang melakukan kejahatan, ia hanya mengandalkan instingnya sehingga modusnya tidak berkembang sehingga dengan mudah kita bisa mempelajari polanya. Sedang manusia ketika melakukan kejahatan, dia akan melakukannya dengan kekuatan akalnya sehingga modus operandinya terus berkembang sesuai dengan perkembangan daya pikirnya, hal ini menyebabkan p[ola kejahatan manusia susah di prediksi. Allah SWT berfirman, jika manusia sudah tidak mempergunakan akal dan nuraninya, kedudukannya lebih hina dari binatang ternak. “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi nereka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergukan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orangorang yang lalai.“ (QS. Al-A’raf (7): 179) Dalam ajaran Islam, sesungguhnya ibu memiliki kedudukan yang sangat terhormat. Saat Allah SWT mewajibkan manusia berbakti kepada kedua orang tua secara ekspisit disebutkan, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibubapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambahtambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.“ (QS. Luqman (31): 14) Kalau akhir-akhir ini kita membaca atau mendengar berita bahwa ada sejumlah ibu yang tega membunuh anaknya, ini merupakan gambaran bahwa semakin banyak manusia yang

Bidadari Yang Terbuang

Bulan Maret 2006

142

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid sudah hilang nurani kemanusiaannya. Apa yang harus kita lakukan pada ibu yang berprilaku demikian? Islam memiliki hukum yang cukup jelas mengenai nyawa. Apabila kita berani menghilangkan nyawa orang lain, berarti kita sudah siap mempertaruhkan diri untuk menggantikannya dengan nyawa kita sendiri. Inilah yang disebut hukum qishash. Nyawa harus dibayar nyawa. Ada sebagian orang yang menganggap qishash merupakan hukum rimba yang mengerikan. Padahal tujuan diperlakukannya hukum ini supaya manusia jera, kalau hukum ini dilaksanakan, paling tidak manusia akan berpikir sepuluh kali untuk menghilangkan nyawa orang lain, Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) mambayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampui batas sesudah itu maka baginya siksa yang sangat pedih. Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertaqwa.“ (QS. Al-Baqarah (2): 178-179) Penegasan “Dan dalam qishash itu ada hidup bagimu, maksudnya, hukum qishash bisa menjadi penghalang untuk pembunuhan berikutnya, sehingga bisa menjaga keberlangsungan hidup. Tampaknya hukuman bagi para pembunuh di negeri ini terlalu ringan. Ini terlihat dari gejala makin maraknya pembunuhan, sehingga terkesan harga nyawa itu sangat murah. Apa yang harus kita lakukan pada bayi-bayi yang dibuang ibunya? Tentu saja kita wjib ikut merawatnya walaupun bayi itu lahir dari hubungan yang tidak sah. Sesungguhnya bayi itu tetap suci, yang tidak suci (yang salah) itu orang tuanya. Islam tidak mengenal anak haram. Nabi SAW bersabda, “Kullu Mauludin Yuuladu ‘Alal Fitrah (setiap bayi itu suci).“ Adapun cara merawatnya bisa dititipkan pada panti-panti asuhan, dan kita ikut berperan aktif merawatnya. Atau kita juga bisa merawatnya dirumah kita sendiri dan memperlakukannya dalam pendidikan dan kasih sayang seperti pada anak sendiri. Insya Allah kita akan memiliki nilai plus andaikan kita mengambil bayi-bayi itu dengan ikhlash dan bertanggung jawab. Dan kita akan mendapat jariyah kebaikan seandainya kita ikut mendidiknya untuk menjadikan anak-anak saleh yang berguna. Wallahu A’lam.[] die *Bedah Masalah Kontemporer I* Aam Amiruddin ----------------------------oOo-------------------------

Bulan Maret 2006

143

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : none eka_age19@yahoo.com : 27-03-2006

Janji Bukan Sebatas Ucapan
Oleh Ust. Abu Syauqi M., Lc. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. An-Nisaa: 145) DISEBUTKAN dalam sebuah hadits shahih bahwa ciri-ciri orang munafik ada tiga: pertama, apabila ia berbicara ia berdusta; kedua, apabila ia berjanji ia mengingkari; ketiga, apabila diberi amanah ia berkhianat. (HR. Muslim) Dari hadits tersebut dapat dilihat bahwa janji bukanlah perkara biasa. Meski demikian, kenyataannya janji sering muncul sebatas ucapan, yang begitu saja mudah dilupakan, seolah tiada bekas sama sekali. Padahal, kedudukan janji sangat tinggi pertanggungjawabannya di sisi Allah. Dalam hadits riwayat Muslim sendiri, orang-orang yang senang mengingkari janji dikategorikan sebagai orang-orang munafik. Selain itu, Al-Quran pun mensinyalirnya sebagai berikut, Orang-orang munafik mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak ada terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. (QS. Ali Imran: 167). Betapa banyak wahyu Allah Swt. yang diturunkan kepada umat-Nya mengingatkan tentang bahaya orang-orang munafik dan balasan yang akan diterimanya, baik pada kehidupan dunia maupun akhirat. Salah satunya dapat kita petik dari surat An-Nisaa ayat 138 yang mengabarkan siksaan yang amat pedih bagi orang-orang munafik. Hidup manusia tidak pernah luput dari selimut janji. Sejak ruh manusia ditiupkan, manusia telah berjanji kepada Rabb-Nya, kepada Rasul-Nya dan atas konsekuensi diennya. Sebuah ucapan kalimat sakti dari setiap hamba sebagai bentuk janji, ikrar diri tentang keesaan Tuhannya. Kemudian, seorang anak manusia lahir ke dunia. Dalam perkembangannya, manusia akan hidup dalam lingkungan keluarga, menjalankan fungsinya sebagai bagian dari masyarakat, mengemban peran-peran. Di situlah manusia mulai akrab dengan istilah yang disebut janji. Di situ pula kesetiaan seseorang pada ucapannya diuji. Ucapan menuntut sebuah pembuktian. Pembuktian tentang jaminan kesejahteraan, dan peningkatan kesejahteraan hidup, dan yang lain. Mungkin juga pembuktian atas janji pada diri, keluarga, anak, istri, untuk melakukan perbaikan.

Bulan Maret 2006

144

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Lisan memang menjadi godaan yang berat. Bukankah semua hal yang kita ucapkan atau bahkan hanya kita simpan dalam hati, akan dipinta pertanggungjawaban oleh Allah? Tidak dipungkiri, hati kecil sendiri sering berontak dengan pengingkaran-pengingkaran yang kita perbuat. Tapi entah, manusia lebih suka dengan dalih. Ya, segala macam alasan sering terlontar sebagai bentuk pertahanan dari kekerdilan jiwa yang ringkih. Sebagai bentuk pembenaran dari meningkatan yang dibuat sendiri. Kebohongan yang kesekian kali untuk pembenaran diri sendiri. Karena begitu seringnya terjadi atau kita dengar dalam lingkungan hidup kita, tak heran bualan-bualan janji akhirnya berkembang menjadi budaya. Budaya buruk yang terpelihara. Dalam tatanan sosial, sanksi yang diterima oleh orang-orang yang mengumbar janji, antara lain jatuhnya harga diri seseorang. Kepada rang-orang yang sering berjanji dan sering pula mengingkari, ia tidak akan dipercaya lagi dalam lingkungannya. Apapun yang diucapkan akan dianggap angin lalu yang tidak berguna sekalipun itu sangat penting. Inilah konsekuensi berat yang harus diterima bagi orang-orang yang senang "obral" janji. Orang yang senang mempermainkan janji juga akan tersisih dari lingkungannya. Lalu, apa yang akan diterima baginya sebagai balasan di akhirat nanti? Dikatakan dalam surat An-Nisaa ayat 145, Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.Ya, Allah lindungilah kami, hamba-Mu ini dari sifat ingkar janji. Semoga kita terpelihara dari sifat-sifat orang munafik, sifat yang suka mengumbar janji tanpa peduli untuk menepati. Wallahu a' lam.*** ----------------------------oOo-------------------------

Bulan Maret 2006

145

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : arief ludiantoro ar1ef2001@yahoo.com : 27-03-2006

Sulthanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani Lefke, Cyprus 5 Maret 2006 A' uudzubillaahi minasy syaythaanir rajiim, Bismillaahir rahmaanir rahiim Allaahumma shalli ' Sayyidinaa Muhammadiw wa ' aalihi wa Shahbihi ajma' alaa alaa iin As-salamu alaikum! Tidak ada Salaam bagi musuh!" Dengan menyebut nama Allah yang Maha Kuasa, Maha Pengampun, Maha Pengasih, dan Maha Mulia. Semoga Allah mengampuni kita semua! Kita hidup berbangsa-bangsa didunia ini; periode kita adalah periode terburuk yang akan berlalu. Begitu banyak abad telah berlalu. Saya tidak mengatakan bahwa ada suatu periode yang selalu baik, tidak, itu tidak mungkin. Apabila kita malaikat, maka dunia akan selalu berada dalam kedamaian, tapi kita bukan malaikat, kita memiliki tabiat manusia dan dari jenis manusia. Jika tidak ada setan diantara kita dan generasinya, maka kita bisa saja berkata bahwa Dunya ini adalah Dunya yang damai. Namun, setan berseliweran disekitar kita dan setanlah yang pertama kali membuat bencana. Pembuat onar pertama, bila saya bertanya kepada anda, X, "Siapakah pembuat onar pertama?" Setanlah pembuat onar pertama kali! Ketika Allah yang Maha Besar memerintahkan malaikat bersujud kepada Adam, setan menolak seraya berkata,' Tidak!'Saat itulah setan menjadi makhluk pertama pembuat onar." Seluruh malaikat sangat menyesal, sangat bersedih, sangat malu; bagaimana mungkin setan berkata seperti itu kepada Allah:"Saya tidak mau bersujud!" Siapakah kamu yang berani berkata seperti itu? Seluruh malaikat di Surga merasa malu dan mereka berkata:"Oh, andai saja kami tak ada untuk mendengar perkataan makhluk yang menembus Hadirat Illahi: "Saya tidak akan menuruti perintahMu, saya tidak mau bersujud dan saya tidak akan bersujud!" Seluruh malaikat merasakan malu dan mereka sangat ketakutan akan murka Allah(setan dahulunya adalah Malaikat), sebab apabila Kemarahan Ilahi jatuh maka hancur dan hilanglah mereka. Malaikat gemetaran! La haula wa la quwatta illa bi-llahi-l ' Aliyu-l ' Azim! Saya menyesal, sangat menyesal dan berduka cita untuk umat manusia yang kini mendiami planet ini; mereka makan dan minum dari Kemurahan Surgawi untuk Tuhannya dan mereka tidak mengurusi satu point yang sangat penting, yaitu mengajari anak-anak mereka; dan pemerintah pun tidak mengurusi sistem pendidikan untuk menyebutkan soal pembuat onar pertama dan dampaknya bagi umat manusia dan makhluk lainnya.

Setan Musuh Terbesar Manusia

Bulan Maret 2006

146

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Tidak mudah untuk menentang Penguasa Surga saat berada dalam Hadirat Illahi dan berkata,"Kamu tidak dapat memerintahku!". Artinya, "Kamu salah" - Astaghfirullah!"memerintahku untuk bersujud dihadapan Adam, Adam diciptakan hanya dari lumpur dan saya dari nyala api. Dan saya telah menjaga penghambaanku kepadaMu selama ribuan dan ribuan tahun sedangkan Adam, Kau baru saja menciptakannya, dan dia belum pernah menyentuhkan keningnya diatas sajadah dan Kau memintaku untuk menyembahnya, bersujud dihadapannya! Itu "- Astaghfirullah- "perintah yang keliru, saya tidak akan mematuhi! Tidak, saya tidak akan bersujud padanya!" Dan berkatalah Penguasa Surga,"Iblis! Keluar, kamu adalah setan yang berani menentangku dan menuduhKu, Perintah SuciKu, dan kamu menyuruhKu, menuduh Aku telah berbuat salah dan kau benar? Apa itu! O Malaikat, tendanglah dia!" Karena itulah setiap malaikat menendang setan. Bila aku berada disana, saya akan menendang setan juga dan semua orang yang tidak melakukan sujud, akan saya tendang punggungnya! Karenanya -siapapun yang tidak bersujud, posisinya sama dengan setan yang menolak bersujud, level mereka sama dengan level setan. Apakah yang kamu pikirkan sekarang tentang 6 milyar umat manusia? Berapa banyak yang bersujud kepada Tuhannya? Mereka tidak bersujud dihadapan Tuhannya, tapi bersujud kepada setan. Hal yang tidak mau setan ajarkan! Mereka tidak suka mengajari muridnya bersujud, karena mereka tidak bersujud kepada Allah; bahkan dalam lingkup muslim, mayoritasnya pun tidak bersujud kepada Tuhannya dan posisi mereka sebenarnya sama dengan posisi setan. Bagi yang tidak pernah bersujud setiap hari bahkan hanya sekali kepada Tuhannya, maka posisi mereka sama dengan setan dan posisi setan adalah posisi terendah. Kamu tidak akan menemukan level terendah lagi, tidak! Dosa terbesar, setan melakukannya, dan dia dibuang. Ada pengetahuan dari buku-buku lama yang sampai juga kepadaku; yang dituliskan melalui Kitab Suci dan berbicara atas nama Nabi Terakhir, hamba kesayangan Penguasa Surga, Sayyidina Muhammad - sallaLlahu alayhi wa-sallam. Melalui Pengetahuan Illahi yang menyentuh aku, Allah yang Maha Kuasa memerintahkan setan untuk masuk ke dalam api dan Allah memerintah kan malaikat untuk memasukkan setan ke neraka.Allah mengampuni kita, agar tidak jatuh kedalam api! Kamu tidak dapat berkata tentang deskripsi neraka! Apabila deskripsi tentang neraka diketahui manusia, maka tidak ada satupun yang dapat hidup, manusia akan tewas bergelimpangan karena takut akan api neraka!- Setiap berlalu satu juta tahun, Penguasa Surga memerintah setan untuk dikirimkan oleh malaikat ke pintu masuk Surga. Malaikat pun membawa setan ke depan pintu masuk Surga dan malaikatpun memanggil Sayyidina Adam untuk datang. Sayyidina Adam pun datang. Sayyidina Adam dan setan pun berhadapan. Allah yang Maha Kuasa tidak pernah memerintahkan setan secara langsung. Setelah dosa terbesar, Allah yang Maha Kuasa tidak mau bertemu dengan setan, Dia akan mengirimkan malaikat untuk menyampaikan perintahNya.Jadi, Dia memberi perintah kepada malaikat,"Sampaikan kepada makhluk itu -dan Allah tidak pernah berkata

Bulan Maret 2006

147

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid ' HambaKu' kepada setan, tidak! Karena setan telah dibuang dari penghambaan!- bahwa Tuhannya menitahkan setan untuk bersujud dan Dia akan memberikan pengampunan yang akan membersihkan dan memasukkan setan kedalam Surga! Dengan satu kondisi: Katakan kepada makhluk itu bahwa Tuhannya akan senang hati memasukkannya ke dalam Surga, dengan satu kondisi!" Setan mendengarkan! "KondisiNya: Jangan menolak perintahKu, perintahKu harus berada dalam kepala mereka!" -Bukan dibawah kaki, seperti banyak manusia sekarang ini yang meletakkan Perintah Suci Allah yang Maha Kuasa dibawah kaki mereka. Manusia seperti itu harus dibuang!- ' Sampaikan kepada makhluk tersebut jika Penguasa Surga akan memaafkannya dan memasukkan ke dalam Surga, dengan satu kondisi: lakukan perintahKu! Bila setan ingin masuk ke dalam surga, setan harus melaksanakan perintahKu untuk bersujud kepada Adam. Sekarang Aku menerima tobat setan, akan mengampuni dan memasukkannya ke dalam surga bila setan bersujud dihadapan Adam!" Allah tidak pernah meninggalkan kita ataupun memiliki ego yang buruk!- Namun setan memang makhluk terburuk, dia menjawab perintah Allah,"Dulu sekali saya menolak bersujud dihadapan Adam ketika Adam masih hidup, maka sekarangpun saya menolak bersujud; Saya tidak mau masuk kedalam surga, aku kembali kebawah saja!" Allahumma ahfazna O Tuhan kami, ampunilah kami! O Tuhan kami, jangan tinggalkan kami dalam rangkuman tangan setan dan utusannya! Dan utusan setan adalah orang-orang yang dikutuk yang tidak mengindahkan Peraturan Surga Sang Penguasa; mereka meletakkan Perintah Suci dibawah kaki mereka dan mereka berlari dengan setan. Allah bersabda,"Aku membuat mereka dibawah kaki orang-orang beriman dan Aku mengirimkan mereka ke tempat dimana setan Aku kirimkan, ke dalam api!" O manusia, jangan berkata begitu banyak bencana setiap harinya dan tekanan terhadap dunia akan naik, naik, menyentuh titik ledakan! Selama manusia tidak menjaga Peraturan surga -jika bukan hari ini, besok, jika tidak minggu ini, minggu depan, jika bukan bulan ini, bulan depan, dan jika bukan tahun ini, tahun depan- satu saat dunia akan meledak dan semua selesai, lenyap. O manusia, siapapun yang telah ditunjuk dan dianugerahi menjadi pemimpin bangsa, jagalah Perintah Suci dari Surga! Datang dan ambillah Perintah itu dan berusaha agar Peraturan Surga atau Tuhanmu akan menuliskan kamu sebagai pembuat onar; sama seperti didepan nama setan tercantum sebagai ' pembuat onar pertama'nama kamu pun , akan ditulis dibawah nama setan sebagai ' pembuat onar' dan Murka Illahi akan , mengazab dan membuang mereka. Semoga Allah memberkati kita, semoga Allah mengampuni kita! Itu saja sudah cukup; apabila setiap orang mengerti, maka ia akan mengerti. Manusia membuat ulah kepada manusia lainnya, dan mereka juga membuat ulah terhadap diri mereka sendiri dan pastilah sangat berbahaya berbaris dengan api!

Bulan Maret 2006

148

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid

Semoga Allah mengampuni kita dan mengirimkan seseorang untuk membawa hambahambaNya yang lemah ke jalan menuju Surga, untuk menyelamatkan mereka. Dan kami juga memohon dengan Kemurahahan Illahi...kami memohon agar kerendahdirian tidak pergi dari kami kedalam tangan-tangan setan, tirani, namun kirimkanlah kepada kami Sultan Mahdi, Sultan Isa untuk menyelamatkan umat manusia yang lemah di bumi. Dan, umat manusia yang mengambil posisi bersama setan harus dibuang. Ketika Qarun berlaku buruk kepada Sayyidina Musa, Allah yang Maha Kuasa murka sehingga memerintahkan kepada Musa,"Sampaikan melalui sukumu, suku dari anak-anak Israel, siapapun yang mengaku sebagai pengikutmu maka akan mengikutimu; dan yang menentangmu maka dapat bersama Qarun." Maka suku tersebut terpisah menjadi dua kelompok: satu kelompok pengikut Sayyidina Musa, dan kelompok lainnya mengikuti Qarun. Kemudian turunlah Perintah Suci dari Allah yang Maha Kuasa kepada Sayyidina Musa:' Lakukan apa yang diperintahkan atasmu! Perintah kepada bumi; bumi akan menghukum mereka, siapapun yang tidak mengikutimu tapi malah mengikuti Qarun!' Lalu Musa memerintahkan bumi untuk menelan Qarun beserta pengikutnya. Musa beserta pengikutnya, mereka selamat dari Murka Surga, namun bagi yang menentang Musa turunlah Murka Surga atas mereka; dan sampai hari-hari ini tinggi manusia semakin pendek, pendek, pendek -sampai tibanya hari Akhir. Semoga Allah mengampuni kita! May Allah forgive us! Wa min Allah at Tawfiqwa bihurmati habib Fatihah wassalam,arief hamdani www.mevlanasufi.blogspot.com HP 0816 830 748 ----------------------------oOo-------------------------

Bulan Maret 2006

149

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Iman Nurachmat i_nurachmat@yahoo.com : 27-03-2006

Mimbar Jum'at 249 : Puncak Kesuksesan
From: Nana Djumhana Assalamu' alaikum wr.wb. Allah berfirman, bismillahirrahmaanirrahiim, "Barangsiapa yang menghendaki keuntungan /sukses di dunia saja (maka sesungguhnya dia merugi) karena di sisi Allah ada keuntungan dunia dan akhirat. Dan Allah maha mendengar lagi maha melihat. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah meskipun terhadap dirimu sendiri atau ibu-bapak dan kerabatmu. Jika ia kaya atau miskin, maka Allah lebih mengetahui kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsumu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar-balikkan (fakta) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan" (QS An Nisaa' 134-135). "Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang (banyak) memberi (di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya keuntungan yang terbaik, maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan kemudahan. Dan bagi orangorang yang pelit dan merasa diri cukup (sombong) serta mendustakan keuntungan yang terbaik, maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan kesukaran. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya ketika ia telah binasa" (QS Al Lail 4-11). Maha benar segala firman Allah, tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah yang maha esa dan maha kuasa atas segala sesuatu, Rab pencipta, pemilik dan penguasa seluruh alam jagat raya, yang tidak terbatas kekuasaanNya, yang mengatur dan menguasai seluruh isi alam, termasuk manusia penghuni bumi. Dia yang telah menciptakan luasnya langit dan dan kecilnya bumi beserta segala apa yang ada di antaranya, dan semuanya itu tidak ada yang sia-sia. Atas perkenaan Allah pula kita masih diberi kesempatan untuk mengarungi kehidupan dunia dengan berbagai kenikmatan dan anugerahNya, yang tidak pernah kita ketahui sampai batas waktu kapan kita dipanggil untuk kembali kepadaNya. Bersyukur kita masih dipertemukan melalui mimbar yang hadir pada pagi hari Jum' 24 Shafar 1427 H, bertepatan dengan tanggal 24 Maret 2006 at ini, yang akan membahas masih tentang kesuksesan melanjutkan bahasan beberapa mimbar sebelumnya, dan pada seri terakhir ini, kita akan membicarakan tentang "Puncak Kesuksesan" dalam kehidupan dunia, yang dapat terus berlanjut pada kesuksesan berikutnya di alam barzah dan akhirat kelak. Namun sebelumnya, selaku umat Nabi Muhammad salallahu alaihi wassalam, kita bermohon semoga shalawat dan salam senentiasa tercurah kepada beliau, seluruh keluarga dan para sahabatnya, juga semua pengikutnya yang selalu setia melanjutkan perjuangannya untuk tegaknya Islam di muka bumi, dari jaman ke jaman hingga dunia ini berakhir nanti.

Bulan Maret 2006

150

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Muslimin dan muslimat dimana saja berada….. Pada usia 20 tahunan, Steve Jobs bersama temannya Steven Wozniac membangun cikal bakal komputer Macintosh di garasi rumah orang tuanya. Pada tahun 1976, mereka berhasil mempopulerkan konsep personnal computer (PC) pada dunia. Dan dalam kurun waktu 10 tahun, dua sekawan ini berhasil membangun Apple menjadi perusahaan beraset dua milyar dolar dan memiliki lebih dari 4000 karyawan. Tetapi disaat Steve Jobs berusia 30 tahun, ia harus menerima kenyataan pahit, karena dipecat oleh board of director dari perusahaan yang dirintisnya itu disebabkan oleh kegagalan visinya dan kejatuhan Apple pada saat itu. Ketika itu, Steve Jobs merasa hancur, malu, impiannya hilang dan tidak mampu melakukan apa-apa selama berbulan-bulan. Sampai suatu saat ia bertemu David Packard dan Bob Noyce yang mau memaafkan kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya. Jobs kemudian bekerja sama dengan mereka. Karena ia sangat mencintai pekerjaannya, maka ia berusaha bangkit dan memulai sesuatunya dari awal. Lima tahun kemudian, Steve Jobs mendirikan perusahaan Pixar Animation Studios yang membuat film animasi komputer pertama di dunia "Toy Story" dan berhasil memenangkan penghargaan Oscar sebagai film animasi terbaik. Beberapa tahun kemudian, Apple membeli Pixar dan Steve Jobs pun kembali menduduki jabatannya kembali pada perusahaan yang dulu pernah ia dirikan. Sedangkan teknologi yang ia bangun di Pixar menjadi jantung kebangkitan Apple di masa kini. Dan Apple menjadi pemimpin inovasi dalam dunia desktop dan notebook, operating system, musik digital, toko musik online. Sedangkan Pixar menjadi penghasil film-film animasi box office dan pemenang Oscar seperti Toy Story, A Bug' Life, Monsters Inc. Finding Nemo dan the Incredibles. s Seperti halnya keberhasilan Steve Jobs, kita juga bisa menyebutkan keberhasilan Bill Gates pendiri Microsoft Inc., Jerry Yang pendiri Yahoo, Gordon Moore pendiri Intel. Atau Walt Disney penggagas Disneyland, meskipun dia sendiri tidak melihat keberhasilan gagasannya itu karena keburu dipanggil Tuhan. Mereka adalah orang-orang sukses dalam bisnis. Mereka mencapai kesuksesannya karena memilki visi ke masa depan yang jelas dan memiliki motivasi kerja yang tinggi untuk mencapai visinya itu. Itulah kunci kesuksesannya. Begitu juga mereka yang dapat mencapai puncak kekuasaan, sebagai pemimpin umat, sebagai pemimpin bangsa atau negara, jalan yang ditempuh untuk mencapai kesuksesan juga penuh liku, bahkan penuh intrik politik. Namun mereka juga memiliki visi yang jelas dan usaha keras untuk mencapainya. Kita bisa membaca autobiografi para pemimpin bagaimana mereka bisa sampai pada puncak kekuasaan tersebut. Atau juga para selebritis yang mencapai puncak kepopulerannya, seperti yang pernah dijelaskan pada mimbar yang lalu tentang Gito Rolis. Betapa mereka yang merupakan sosok-sosok yang sangat populer, dipuja dan dielu-elukan, dan berlimpah dengan kekayaan materi, namun akhirnya tidak menemukan kebahagiaan. Pada saat mereka berada di puncak kesuksesan karirnya itu, mereka didera rasa takut melihat ke depan ketika mereka tidak lagi populer atau ketika mereka tidak lagi mempunyai kekuasaan atau mengalami kebangkrutan. Mereka membayangkan ketidakberdayaan dan hidup tanpa arti. Karena kesuksesan yang menjadi visinya adalah duniawi belaka. Dan biasanya ketika mereka berada di puncak kesuksesan, mereka cenderung arogan. Hal ini dicirikan bahwa kebanyakan dari mereka ambisius untuk mencapai visinya, agresif dan cenderung menafikan hak orang lain atau menghalalkan segala cara, senang melihat

Bulan Maret 2006

151

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid lawannya atau saingannya kalah tapi tidak senang melihat lawan atau saingannya itu dapat mengunggulinya. Ketika berada di puncak kesuksesan, mereka cenderung mempertahankan statusquo, anti kritik, mudah tersinggung, gampang emosi dan jiwanya mudah terguncang. Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah, Ketika kita hendak mendaki sebuah gunung, maka untuk bisa mencapai puncaknya tentu harus memiliki informasi tentang gunung tersebut dan mempersiapkan diri segala keperluannya yang disesuaikan dengan kondisi gunung tersebut agar bisa selamat sampai di puncak dan kembali ke tempat asal dengan selamat pula. Untuk mencapai puncak gunung tersebut tentunya diperlukan usaha gigih karena medan yang akan di lalui berat dengan jalan yang mendaki, belum lagi adanya rintangan alam berupa kabut atau jalan licin karena hujan atau bersalju. Oleh karenanya, diperlukan perhitungan waktu yang tepat dan perlengkapan dan bekal yang memadai agar bisa mencapai puncak. Ketika sampai di puncak gunung yang kita daki, akan merasakan begitu puas dan bahagianya saat itu, dan rasa capai karena tenaga yang terkuras untuk mendaki pun hilang. Maka pada saat kita berada di puncak tersebut, lihatlah ke bawah, betapa kecilnya diri kita dan betapa maha besarnya Pencipta alam ini. Jika cuaca bagus, kita bisa melihat kota atau dusun yang berada di kaki gunung tersebut. Gedung yang tinggi menjulang ke langit pun akan tampak kecil, sehingga manusia yang menjadi penghuni gedung itu tak akan terlihat karena sangat kecilnya. Kita juga bisa melihat sungai yang mengalir berasal dari gunung itu menuju muara, memanjang meliuk-liuk seperti ular, dari ujung yang kecil pada sumbernya, menjadi besar menuju muara. Fenomena alam tersebut sebenarnya merupakan gambaran kehidupan kita di alam dunia ini, jika saja kita mau memahaminya. Namun kebanyakan manusia tidak mengerti tentang visi hidupnya sehingga mudah tergiur oleh pesona gemerlapnya keindahan kenikmatan dunia yang bersifat sementara. Dan itulah kelemahan manusia, cenderung mencintai dunia, sehingga Allah pun memperingatkan manusia agar tidak terpedaya bahwa semua itu merupakan ujian atau cobaan, dan kesenangan hidup yang sering melalikan, seperti pada firmanNya : "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada dunia, wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari emas dan perak, kuda (kendaraan) pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik" (QS Ali Imran 34). Dengan mengibaratkan pendakian sebuah gunung seperti pada uraian di atas, begitu pula untuk mencapai kesuksesan hidup kita. Maka untuk mencapai puncak kesuksesan hidup tersebut, yang pertama adalah harus mengetahui apa visi hidup kita, apakah hanya sekedar untuk sukses kehidupan dunia saja atau sukses dunia-akhirat. Untuk mencapai visi tersebut, tentu diperlukan persiapan sarana dan bekal yang memadai agar bisa mencapai puncak kesuksesan hidup tersebut. Jika visi hidupnya hanya untuk sukses dunia saja, maka sarana dan bekal yang harus dipersipakan hanya materi belaka tanpa bersangkutan dengan aspek ukhrawi. Tetapi jika visi hidup kita adalah dunia dan akhirat, maka sarana dan bekal yang harus dipersiapkan bukan hanya materi saja, namun yang paling penting adalah iman dan amal saleh yang benar di sisi Tuhan, dalam menjalani kehidupan dunia dari awal menapaki hidup sampai saat terakhir kehidupan kita untuk

Bulan Maret 2006

152

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid meninggalkan dunia ini dan berpindah ke alam barzah untuk selanjutnya menuju akhirat. Visi yang kedua inilah yang seharusnya menjadi visi setiap manusia, meskipun dalam pelaksanaannya menyimpang, sehingga seolah-olah visi yang pertama yang dipilihnya. Oleh karena itu, untuk mencapai sukses dunia dan akhirat diperlukan sarana-sarana pencapaiannya, seperti yang telah diuraikan pada Mimbar Jum' 247 : "Sarana Mraih at Kesuksesan" dua pekan lalu. Sedangkan bekal yang harus dibawa untuk bisa sampai sukses di akhirat adalah iman dan amal saleh sesuai yang telah ditetapkan sesuai aturan Allah, yang dilaksanakan secara ikhlas dan kuncinya adalah sabar dan syukur, seperti yang telah diuraikan pada mimbar pekan lalu. Untuk sampai pada kesuksesan di akhirat, maka puncak kesuksesannya adalah mempertahankan kesuksesan dunia sampai pada titik akhir perjalanan dunia, dengan akhir kehidupan yang baik (husnul khatimah). Itulah puncak kesuksesan, yang setiap orang akan berbeda. Firman Allah QS An Nisaa' 134-135 yang terjemahannya dikutipkan pada awal mukadimah mimbar ini, mengingatkan kita bahwa jika kita menginginkan keuntungan atau kesuksesan dunia dan akhirat, wajib bersikap adil, dalam artian kita menempatkan segala sesuatu itu pada tempatnya atau sesuai porsinya. Dan untuk bisa bersikap adil, maka harus mampu mengendalikan diri atau tidak mengikuti hawa nafsunya. Jalan setiap orang untuk mencapai kesusesan itu berbeda karena memang usaha setiap orang itu berbeda, seperti yang ditegaskan oleh Allah pada QS Al Lail yang terjemahannya dikutipkan pada mimbar ini. Bagi orang yang bertakwa dan memahami visi hidupnya serta yakin akan adanya kesuksesan di akhirat yang ditentukan dari segala usahanya di dunia, maka puncak keusksesan itu adalah pada saat akan meninggalkan kehidupan dunia, dengan akhir hidupnya yang benar-benar baik dan dalam keadaan pasrah kepada Allah, sehingga Allah memudahkan jalan baginya dan tercermin pada wajah atau senyuman bahagia ketika ruh meninggalkan jasadnya. Sebaliknya bagi orang yang mendustakan akan keusksesan di akhirat, yang dicirikan dengan sikap arogan dan kikir ketika menjalani kehidupan dunia, meskipun telah merintis kesuksesan dengan modal iman dan amal saleh yang dianggapnya benar, maka pada saat akhir hidupnya akan mendapat kesulitan untuk mencapai puncak kesuksesan, sehingga kegagalanlah yang ia dapatkan atau su' khatimah. Dan akan gagal pula di akhirat kelak. Oleh karena itu, mari ul kita berusaha merintis kesuksesan dunia sesaui dengan aturan Allah dan mempertahankannya sampai akhir hidup kita, sehingga kita dapat mencapai puncak kesuksesan dunia pada saat ruh meninggalkan jasad kita dengan husnul khatimah, dan Allah memudahkan kita untuk meretas jalan mencapai sukses di akhirat. Semoga kita termasuk orang-orang yang sukses di dunia dengan puncaknya pada akhir hayat kita, dan akan sukses pula di akhirat kelak, amien. Kita akhiri mimbar ini, alhamdulillahi rabbil ' aalamiin. Wassalamu' alaikum wr.wb. Nana Djumhana ----------------------------oOo-------------------------

Bulan Maret 2006

153

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : ~Ndhie~ ndhie.saliim@gmail.com : 27-03-2006

Doa Malaikat Kecilku
Oleh: Ummu Thariq 23 Mar 2006 10:20 WIB

Ya Allah, berilah mama kesehatan. sembuhkanlah mama supaya mama bisa ke kantor lagi, aamiiin. Bocah kecil berusia empat tahun, dengan mata berkaca-kaca. tangan tertengadah. berdoa kepada Tuhannya, untuk kesembuhan sang Bunda. Sesaat selepas berdoa, ia menoleh kepada Bunda untuk memberikan senyum kecil nan tulus. Matanya yang bulat bening, seolah mengatakan bahwa ia sangat berharap Bunda dapat sehat kembali, supaya dapat beraktifitas seperti sedia kala. Aku terharu. Sama sekali tidak pernah menyangka bahwa dia adalah malaikat kecil, yang dianugerahkan Allah Yang Pemurah kepada kami. Badanku yang terbaring lemas tanpa daya di atas pembaringan ini, secepat kilat seakan mendapat kekuatan baru mendengar barisan doa itu. Perlahan aku beringsut dari posisi tidurku, lantas duduk bersandar. Masih di pembaringan. "Makasih, ya Kak... Kakak sangat baik sama Mama," ucapku tak kalah tulus. "Iya, sama-sama... Mama juga sangat baik sama Iq," sahutnya, sembari datang memelukku. Ah... Tuhan, indah sekali moment seperti ini. Pintar sekali dia, bak seorang dewasa saja tingkahnya. Terima kasih! Seruku dalam hati. Anak kecil itu, memang masih sangat kecil jika diajak untuk berbicara banyak hal yang rumit. Namun Subhannallah... betapa ia sudah peka dengan yang terjadi di sekelilingnya, termasuk untuk mendoakan mamanya yang sedang sakit. Padahal, jika pun aku sembuh... waktuku tak banyak kuberikan padanya. *** Sejak dokter kandungan menyatakan bahwa aku mengandung anak kedua tiga bulan lalu, daya tahan tubuhku agak menurun. Seringkali mudah terserang sakit. Lebih cepat lelah. Dan kadang, kurasakan mual. Jika dibandingkan dengan kehamilan pertama, aku memang harus banyak bersyukur karena kali ini tak serepot dahulu. Jika dulu aku sempat tak doyan makan nasi hingga usia kandungan tiga bulan, kini nafsu makanku malah meningkat. Aku juga tak sampai muntah. Alhamdulillah... Namun mungkin, karena merasa lebih sehat dari dulu, aku lepas kontrol. Bekerja terlalu keras, bahkan seringkali lembur, hingga pulang ke rumah larut malam. Memang sih, di

Bulan Maret 2006

154

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid awal tahun begini, pekerjaanku seringkali menumpuk. Maka jadilah kemudian aku ambruk! Suatu pagi, dua hari lalu, aku merasakan tubuhku teramat lunglai. Ketika kupaksakan bangun, mataku berkunang-kunang dan hampir terjatuh. Beruntung ada suami di belakangku, yang kemudian memapahku kembali ke kamar. Dan sejak saat itu pula, aku nyaris tidak mengerjakan suatu pekerjaan apa pun, kecuali berbaring. Tiduran. Walau tak bisa juga aku tidur. Berdasarkan pemeriksaan dokter, aku kecapekan. Diminta untuk banyak beristirahat. Hmm... Meski begitu, pikiranku masih saja melayang ke kantor, menuju pekerjaan yang pasti kian hari kian terbengkalai karena belum tersentuh. Dan kesibukanku sebagai ibu rumah tangga sekaligus perempuan bekerja, membuat waktu terasa begitu sempit untuk berbagi dengannya. Meskipun demikian, bocah suci itu... selalu saja periang. Mudah memaafkan. Dan tak pernah menyimpan setitik amarah pun dalam hati putihnya. Kini, setelah mendengar doanya, aku baru menyadari. Bahwa selama empat tahun ia diamanahkan kepada kami, aku belum begitu bisa menjaganya. Seringkali ketika ia meminta perhatian, dengan tiba-tiba duduk di pangkuanku, misalnya. Aku malah mengusirnya. Memintanya duduk sendiri, dengan alasan dia sudah semakin besar. Atau ketika dia datang dengan setumpuk buku cerita di tangan mungilnya untuk dibacakan, seribu satu alasan kuberikan padanya. Aku amat paham bahwa ia sangat sayang padaku. Namun jahatnya, aku seringkali menggunakan belas kasihnya sebagai dalih. "Nanti malam saja, Sayang. Mama masih capek, baru datang dari kantor. Lagipula tenggorokan mama gatal, jadi... nanti malam saja ceritanya, ya... " Dan seperti yang sudah-sudah, alasan kecapekan atau sakit, selalu ia terima dengan senyuman. Ia pun pergi dengan tumpukan bukunya. Dan selama itu pula, aku tak pernah menyesal. Padahal aku mungkin telah mengecewakannya begitu rupa. Sekarang... doa tulusnya telah berhasil membangunkan aku dari kekhilafan. Aku berharap, dan akan berjuang keras... untuk tidak menolak keinginan baiknya. Untuk menyambut perhatian yang ia damba dari bundanya. Semoga Allah memberikan kekuatan kepadaku, untuk dapat berubah menjadi bunda yang lebih baik buatnya. Karena Allah telah begitu sayang kepadaku, dengan memberikan putra yang demikian sholih... hingga dalam usianya yang relatif sangat sangat muda, doa tulusnya telah mengalir buatku.

Bulan Maret 2006

155

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Dan semoga kelak ia menjadi anak yang sholih, yang bisa menerangi kubur dan mengangkat derajat kami di Syurga, dengan doa-doa panjangnya yang melimpah, aamiiin... "Apabila anak cucu Adam itu wafat, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholih yang mendoakan orang tuanya." (HR Muslim, dari Abu Hurairah ra). "Akan diangkat derajat seorang hamba yang sholih di Syurga. Lalu ia akan bertanyatanya: Wahai Allah, apa yang membuatku begini? Kemudian dikatakan kepadanya, Permohonan ampun anakmu untukmu." (HR Ahmad, dari Abu Hurairah ra). Ummu Thariq (antariksa at eramuslim dot com) Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam... yang telah menganugerahkan kepada kami, malaikat kecil penyejuk hati. Terima kasih, Nak... -----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

156

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : firliana putri firlianaputri@yahoo.com : 27-03-2006

Alam Makro dan Alam Mikro
1. Alam Makro dan Alam Mikro Seluruh alam semesta yang saya ceritakan di depan itu, ditinjau dari segi Fisika, berisi 4 hal, yaitu : Benda (materi), Energi, Ruang dan Waktu. Dua hal yang pertama Materi dan Energi telah saya ilustrasikan di bagian yang lalu. Yaitu, bahwa seluruh penjuru alam semesta ini ternyata berisi materi dan energi. Materi dan energi itu membentuk suatu komposisi yang menghasilkan benda-benda langit dalam gerakan berirama yang luar biasa indahnya. Bahkan bukan hanya makrokosmos (alam besar langit beserta isinya) tetapi juga mikrokosmos (alam kecil alam atomik) memiliki gerakan-gerakan berirama yang senada di seluruh penjuru alam semesta. Agar pernahaman materi-energi itu lebih jelas, berikut ini saya berikan ilustrasi pada alam mikrokosmos. 2. Materi dan Energi Kalau kita cermati, seluruh benda di semesta ini tersusun dari bagian kecil yang disebut atom. Atom adalah bagian terkecil dari suatu benda yang memiliki sifat dasar benda. Sebutlah Oksigen, dia tersusun dari atom-atom O. Emas tersusun dari atom-atom Au. Besi tersusun dari atom-atom Fe. Helium tersusun dari atomatom He, dan seterusnya. Secara sederhana, sebuah atom bisa dibayangkan sebagai sistem tata surya. Di tengah atom tersebut ada yang disebut sebagai inti atom, sedangkan di luarnya ada partikel yang disebut elektron. Inti atom bisa diumpamakan sebagai Matahari, sedangkan elektron bisa diumpamakan sebagai Bumi. Elektron-elektron tersebut mengitari inti atom sebagaimana Bumi mengitari Matahari. Selain itu, persis Bumi, elektron itu juga berputar pada dirinya sendiri yang disebut sebagai putaran spin. Sistem ini berlaku universal pada semua benda. Hanya saja, benda satu dengan benda lainnya dibedakan oleh jumlah elektron yang beredar, dan isi inti atomnya. Sebagai contoh, atom Hidrogen. Atom ini adalah atom yang paling ringan di alam semesta dan paling tua umurnya karena terbentuk beberapa saat setelah ledakan awal, Big Bang. Dia hanya memiliki 1 elektron yang mengelilingi inti atom Sedangkan di dalam inti atomnya, Hidrogen hanya berisi 1 proton yang berfungsi seperti Matahari dalam tatasurya. Proton memiliki muatan listrik positif, sedangkan elektron memiliki muatan negatif. Di antara keduanya muncul kekuatan tarik yang menyebabkan keseimbangan putaran elektron di sekitar atom. Keseimbangan itu terjadi antara gaya gerak elektron yang sebanding dengan kekuatan tarik antar keduanya. Bulan Maret 2006 157

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Jika gaya tarik dan gerak putarnya tidak seimbang, maka bisa dipastikan sistem itu akan ' runtuh' tidak akan terbentuk atom Hidrogen. Artinya kita tidak akan dan pernah mengenal sebuah gas yang disebut gas Hidrogen, karena elektronnya terlepas dari proton sebagai inti atom. Dan lebih lanjut, kita juga tidak akan pernah mengenal benda yang bernama Air, karena Air adalah zat yang tersusun dari 2 buah atom hidrogen yang ' bergandengan' dengan 1 atom Oksigen. Selain Hidrogen ada gas yang bernama Oksigen. Gas yang menjadi pasangan Hidrogen dalam pembentukan molekul Air itu juga memiliki elektron yang berputar di sekitar inti atom. Hanya saja jumlahnya jauh lebih banyak dari Hidrogen. Oksigen memiliki 16 elektron yang semuanya berputar-putar mengelilingi inti atom, sebagaimana planet-planet mengelilingi Matahari. Masing-masing elektron tersebut memiliki lintasan orbit. Persis seperti planetplanet di langit. Karena inti atom Oksigen dikelilingi oleh 16 elektron maka di pusatnya juga memiliki 16 proton. Ini diperlukan supaya terjadi keseimbangan antara muatan negatif dari 16 elektron dengan muatan positif dari 16 proton. Dengan begitu, Oksigen tersebut menjadi netral. Tidak bermuatan listrik. Akan tetapi, selain itu, di inti atom Oksigen juga terdapat 16 neutron yang terletak ' berdempet-dempetan' dengan 16 proton untuk membangun bobot atom. Neutron adalah partikel yang memiliki bobot, tetapi tidak memiliki muatan listrik alias netral. Ringkas kata, sebenarnya atom-atom benda di alam ini memiliki struktur yang sama. Yaitu terdiri dari inti atom yang berisi ' kelereng'bernama proton dan neutron, serta dikelilingi oleh ' kelereng'elektron dalam lintasan tertentu. Yang membedakan benda satu dengan benda lainnya, semata-mata hanyalah jumlah ' kelereng' yang ada di inti atom dan lintasan yang mengitarinya. Tetapi, semuanya tersusun dari ' kelereng' yang sama, yaitu proton, neutron dan elektron. Sebagai contoh, Hidrogen tersusun dari 1 proton di dalam inti, dan 1 elektron yang berputar di orbitnya. Helium memiliki 2 elektron di lintasan orbit, 2 proton dan 2 neutron di inti atomnya. Lithium punya 3 elektron di orbitnya, dan 3 proton serta 3 neutron di intinya. Besi tersusun dari 26 elektron dan 26 proton serta 26 neutron di intinya. Emas terbuat dari 79 elektron, 79 proton dan 79 neutron, dan seterusnya berkait dengan puluhan jenis unsur di alam semesta ini. Nah, atom-atom itulah yang kemudian membentuk gugusan-gugusan yang disebut sebagai molekul unsur dan senyawa, sehingga terbentuklah batangan logam besi, logam emas, cairan Air dan Bensin, serta udara dan gas yang terkandung di dalam atmosfer.

Bulan Maret 2006

158

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Di sini kita mulai merasakan ' keanehan' Ternyata seluruh benda yang berbeda. beda di sekitar kita itu tersusun dari partikel yang sama. Yang membuatnya berbeda semata-mata hanya jumlah partikelnya. Kalau demikian adanya, apakah kita bisa mengubah sebatang besi menjadi sebatang emas hanya dengan mengubah jumlah partikel penyusunnya? Secara teoritis bisa! Besi terdiri dari 26 proton, 26 neutron dan 26 elektron. Sedangkan emas terdiri dari 79 proton, 79 neutron dan 79 elektron. Kalau kita ingin mengubah besi menjadi emas, pada dasarnya hanya tinggal menambahkan jumlah proton, neutron dan elektronnya masing-masing menjadi 79. Sungguh secara teoritis tidak ada kesulitan apa pun untuk menciptakan sebuah benda dari benda lain yang berbeda. Hanya saja, secara teknologis memang belum diketemukan cara untuk merubah susunan partikel penyusun atom tersebut. Suatu ketika nanti, jika teknologinya sudah ketemu, manusia akan bisa membuat emas hanya dari tumpukan besi rongsokan belaka. Jadi, sebuah benda ternyata adalah gugusan partikel-partikel sub atomik yang membentuk sistem energial tertentu, seperti sebuah sistem tatasurya. Kalau kita cermati, sistem itu terdiri dari susunan benda-benda dan energi belaka. Yaitu proton, neutron, elektron (dan partikel sub atomik lainnya) yang disatukan oleh sebuah ' Energi Ikat' (binding energy) dalam bentuk gerakan-gerakan berputar dan potensial kelistrikan. Yang menarik, semakin kecil partikel sub atomik, ternyata semakin hilang sifat kebendaannya, dan yang muncul adalah sifat gelombang alias energi. Proton dan neutron misalnya, adalah partikel yang bersifat materi alias benda. Akan tetapi, elektron adalah partikel yang lebih kecil dengan massa hampir nol yang bersifat materi sekaligus gelombang. Di dalam inti atom sendiri ternyata terdapat berbagai jenis partikel yang semakin kecil. Misalnya, neutron ternyata bisa dipecah menjadi proton dan elektron. Di dalam inti itu juga ditemui berbagai jenis partikel seperti positron, neutrino, dll. Semakin kecil, sifat gelombangnya semakin besar, dan sifat materinya semakin menghilang. Maka, dalam penemuan mutakhir diketahui bahwa partikel-partikel sub atomik itu sebenarnya tersusun dari semacam ' pilinan'energi yang disebut Quark. Dari semua itu, sebenarnya saya hanya ingin mengatakan bahwa materi dan energi itu bagaikan sebuah timbangan. Jika sifat materinya menonjol, maka sifat energinya menjadi lemah dan tersimpan sebagai potensi saja. Sebaliknya jika sifat materinya melemah, maka sifat energinya akan menonjol. Maka, jika kita ingin memperoleh energi dari suatu benda, kita mesti merusak benda tersebut sehingga massanya berkurang. Selisih massa itulah yang berubah menjadi energi. Dan secara ekstrim, kita lantas bisa menciptakan energi yang luar biasa besarnya

Bulan Maret 2006

159

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid dengan cara memusnahkan materi menjadi energi, mengikuti rumus Einstein yang sangat terkenal, yaitu : E == MC2. Reaksi itu disebut sebagai reaksi Annihilasi. Begitulah, alam semesta ini tersusun dari partikel dan materi. Jika di sana ada materi dalam jumlah besar, maka sebagian besar energinya akan tersimpan sebagai potensi. Misalnya, jika di alam ini terbentuk matahari baru, maka matahari itu adalah sebuah material yang menyimpan energi. Energi panas yang tersimpan di dalamnya sebagian dilepaskan dengan cara bereaksi secara termonuklir. Reaksi di matahari kita misalnya, adalah bergabungnya 4 atom Hidrogen berubah menjadi 1 atom Helium, dengan menghasilkan panas sebesar 26,7 MeV yang terbentuk dari selisih massa antara sebelum reaksi dengan sesudah reaksi. Maka setiap detiknya, di matahari kita itu terjadi pembakaran atau pemusnahan sekitar 4 x 10(38) proton. (alias 400 juta juta juta juta juta juta. atom hidrogen). Namun karena massa matahari kita. sekitar 2 x 10 (30) kg atau setara dengan 10 pangkat 57 atom hidrogen, maka diperkirakan pembakaran gas hidrogen itu baru habis miliaran tahun lagi. Massa matahari sebagiannya dirubah menjadi panas, dan sebagian lainnya lagi berupa potensial energi gravitasi yang mengikat planetplanet di sekitarnya. Demikian pula gaya gravitasi Bumi. Gaya itu muncul dari potensi energi yang tersimpan di dalam struktur materi penyusun Bumi. Dan gaya gravitasi itu bisa menembus jarak yang sangat jauh antar benda langit, yang berjarak jutaan kilometer. Maka, sebenarnya di alam semesta ini tidak ada ruang kosong yang vakum mutlak. Karena ternyata, ruang kosong antara langit dan Bumi itu terisi oleh berbagai macam gaya dan energi yang terpancar dari benda-benda langit pengisinya. Padahal, kita tahu bahwa energi itu adalah sebuah manifestasi dari materi. Artinya, kita boleh mengatakan bahwa ruang kosong di luar angkasa itu sebenarnya terisi oleh ' materi' yang berbentuk energi. Kesimpulannya, ruang langit ini sebenarnya ' massive'Kalau nggak terisi materi, . ya terisi energi. Cuma, kerapatan materi dan energinya memang beragam. Ada yang sangat rapat, maka dia disebut zat padat. Ada yang kurang rapat, maka dia disebut zat cair. Ada yang tidak rapat disebut sebagai zat gas. Dan yang ' sangat renggang' berbentuk energi. dia 3. Ruang dan Waktu Selain terisi oleh materi dan energi, alam semesta ini juga ' terisi' oleh ' ruang' dan ' waktu' Agak aneh memang, kalau kita menyebut alam semesta ' . terisi'oleh ' ruang’ dan ' waktu’ Bukankah alam semesta ini adalah ' ruang'yang berfungsi untuk mewadahi seluruh benda dan energi?

Bulan Maret 2006

160

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Ternyata bukan. Selama ini kita menganggap bahwa alam semesta ini adalah ruang yang besarnya tetap. Lantas, di dalam ruangan itulah terdapat benda-benda (materi) dan energi. Dan, semua itu terikat di dalam pergerakan waktu yang juga bersifat mutlak. Ya, kita berpikir, ' ruang' ' dan waktu' adalah besaran mutlak yang tidak bisa dipengaruhi oleh apa pun. Justru ruang dan waktu itulah yang mempengaruhi materi dan energi. Pengamatan para ahli Fisika Modern menyimpulkan, tidak demikian. Ternyata alam semesta ini terbentuk dari adanya materi energi ruang waktu secara bersamaan. Keempat-empatnya berkedudukan sejajar, dan saling mempengaruhi. Keempat ' Besaran'itu terbentuk bersamaan dengan terbentuknya alam semesta. Jadi, ketika alam semesta ini belum ada, ruang waktu materi energi juga tidak ada. Yang ada hanya ' Ketiadaan'mutlak. Begitu alam semesta terbentuk maka ke empat besaran itu juga terbentuk dan mengembang serta berubah terus menerus, sampai sekarang. Masing-masing berpengaruh terhadap besaran yang lain. Perubahan ruang dan waktu berpengaruh pada perubahan materi dan energi. Sebaliknya, perubahan materi dan energi ternyata juga berpengaruh pada ruang dan waktu. Keempat komponen itu sepenuhnya berfungsi membentuk alam semesta. Jika tidak ada salah satu dari ke empatnya, maka alam semesta tidak akan berbentuk seperti sekarang. Ambillah contoh, jika tidak ada materi (benda) : maka, alam semesta ini juga tidak akan terbentuk seperti sekarang. Hanya terbentuk dari tiga unsur. Sementara kita tahu bahwa energi adalah bentuk lain dari materi (benda). Tidak ada benda, berarti tidak ada energi. Maka tidak mungkin alam semesta ini hanya tersusun dari ' ruang' ' dan waktu' saja. Jika tidak ada materi dan energi, ruangan juga tidak terbentuk dan tidak bermakna. Ruang hanya terjadi ketika ada materi. Demikian pula ' waktu' ia hanya akan ada jika ada ' , materi'dan ' ruang'yang dikenai oleh perubahannya. Jadi, sekali lagi, alam semesta ini terbentuk bersamaan dengan adanya materi, energi, ruang, dan waktu. Karena itu keempatnya juga berada di dalam alam semesta, dan menyatu dengannya. Tidak ada ' ruang' luar alam semesta. Tidak ada ' di waktu' luar alam di semesta. Dan juga tidak ada ' materi' ataupun ' energi' luar alam semesta. Dengan di kata lain, saya bisa mengatakan, di mana pun di penjuru alam semesta ini selalu ada ' materi'' , energi'' , ruang' dan ' waktu'Meskipun dalam ' . kuantitas dan kualitas' yang berbeda-beda. Keempat komponen itu memiliki fungsi yang berbeda-beda. ' Ruang'berfungsi sebagai wadah. ' Waktu'berperanan mengikat usia. ' Benda' sebagai pengisi. Dan ' energi' sebagai penggerak terjadinya dinamika. Akan tetapi, jangan penah berpikir bahwa wadah tesebut ukurannya tetap dan bisa terlepas dari ' materi' Ternyata tidak. Wadah (ruang angkasa) ternyata besarnya .

Bulan Maret 2006

161

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid terbentuk oleh karena ada ' materi' Kalau ' . materi'di alam semesta mengkerut, maka ' ruangan langit' juga akan ikut mengecil. Dan sebaliknya, jika materi alam semesta ini memuai atau berkembang, maka ruang langit pun ikut membesar. Memang agak rumit memahami penjelasan ini, karena kita tidak terbiasa dengan anggapan bahwa ' ruang' bisa mulur mungkret. Ruang adalah ruang, yang besarnya ' tetap' sepanjang masa. Sejak dulu sampai sekarang. Bahkan hingga kiamat nanti. Sehingga, kita membayangkan bahwa yang berubah posisi itu hanya benda-benda langit yang menjadi isinya. Ruang langitnya tetap. Padahal, sebenarnya tidak demikian. Ternyata, ruang langit ini dulu pernah begitu kecilnya. Hampir nol. Yaitu sekitar 12 miliar tahun yang lalu. Ketika materi di alam semesta ini demikian padatnya. Tidak serenggang sekarang. Meskipun, kita melihat ada zat padat di sekitar kita, ternyata dulu zat padat itu ' lebih padat'lagi. Itulah yang disebut dengan massa jenis. Kalau sekarang, massa jenis benda yang terberat di Bumi adalah Air Raksa, yaitu 13,6 gr per cc. Maka, dulu ada benda yang memiliki bobot (massa) berpuluh puluh ton per satu cc-nya. Jadi demikian padatnya. Dan lebih dulu lagi, bendabenda di alam semesta ini memiliki massa jenis berjuta-juta ton setiap 1 cc. Dan seterusnya, sampai pada bobot yang tak terhingga besarnya setiap cc benda. Sekarang pun benda yang memiliki ' bobot' sangat besar itu masih ada di angkasa. Di antaranya yang terdapat di bintang Neutron. Saya hanya ingin mengatakan bahwa ketika ruangan mengecil, maka benda yang ada di dalamnya menjadi mengkerut sedemikian padatnya. Karena memang di seluruh penjuru ruang itu terisi oleh materi yang kelihatan maupun tidak kelihatan. Sebaliknya, ketika alam semesta kini memuai, benda-benda di alam semesta ini menjadi renggang, sehingga tercipta ' ruang-ruang'dan ' jarak'di antara bendabenda langit. Akan tetapi, sebenarnya di ruang ruang itu pun masih terisi oleh materi yang massa jenisnya semakin renggang. Sebagai contoh, di ruang langit antara Matahari dan Bumi sebenarnya tidaklah kosong, melainkan terisi oleh debu angkasa dan gaya gravitasi (ingat : energi gravitasi adalah bentuk lain dari materi). Artinya, seluruh ruang antara Matahari dan Bumi tersebut terisi materi. Jika jarak antara Bumi dan Matahari merenggang, maka bukan berarti ruangan itu kosong. Tetap saja terisi oleh materi, tetapi dengan kerapatan yang semakin rendah. Dan menariknya lagi, kita juga memperoleh kesimpulan bahwa ruang langit itu juga dipengaruhi oleh waktu. Dulu, ketika usia alam semesta masih muda, ruangan langit berukuran kecil. Dan kini, ketika usia alam semesta sudah mencapai 12 miliar tahun, ukuran alam semesta diperkirakan berdiameter 30

Bulan Maret 2006

162

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid miliar tahun cahaya. Dalam waktu yang bersamaan, kerapatan materinya juga semakin rendah. Dan karena energi adalah sebanding dengan massa benda, maka secara bersamaan kerapatan energi di alam semesta ini juga mengecil. Lebih jauh lagi, ternyata ruang dan waktu juga bisa berubah dikarenakan gerakan. Jika ada seseorang yang bergerak dengan kecepatan tinggi, mendekati kecepatan cahaya, maka waktu baginya menjadi mulur. Tetapi sebaliknya, ruang menjadi mengkerut. Dalam Fisika modern ini dikenal sebagai relativitas. Yaitu berubahnya ruang dan waktu disebabkan oleh kecepatan bergerak si pengamat. Maka, kita melihat betapa ruang dan waktu bukan lagi sebuah besaran yang mutlak. Namun bisa berubah-ubah dipengaruhi oleh komponen alam semesta yang lain. Jika, salah satu dari empat komponen alam (ruang, waktu, materi, dan energi - kecepatan) berubah, maka tiga komponen yang lain pun akan mengalami perubahan. Hal-hal di atas perlu saya jelaskan di sini, karena akan sangat berkait dengan pembahasan-pembahasan selanjutnya, ketika Rasulullah saw menjelajahi langit yang tujuh. Dan, apa yang saya jelaskan tersebut di atas, barulah Langit Pertama, yang dalam istilah agama kita dikenal sebagai Langit Dunia. 4. Ini Bukan Alam Sekarang Jika pada suatu malam yang cerah kita memandang langit, barangkali terucap kalimat : "Indah sekali ya malam ini. "Akan tetapi pernahkah terlintas di benak Anda bahwa malam itu sebenarnya bukan malam itu! "Lho, maksudnya gimana?' Ya, sesungguhnya pemandangan langit yang sedang kita. nikmati pada malam itu bukanlah kondisi langit pada saat itu. Kenapa bisa demikian? Karena, cahaya benda-benda langit yang ditangkap oleh mata kita berasal dari jarak yang sangat jauh dan berbeda-beda. Ada yang berasal dari bintang terdekat berjarak 8 tahun cahaya tapi ada juga yang berasal dari galaksi nun jauh berjarak 1 miliar tahun cahaya. Bukankah telah saya sampaikan di depan bahwa cahaya memiliki kecepatan tertentu dan butuh waktu untuk menempuh jarak. Ambillah contoh sinar Bulan. Sinar Bulan yang kita. lihat pada malam itu, sebenarnya membutuhkan waktu untuk menempuh jarak dari Bulan ke Bumi. Berapakah jarak Bulan Bumi? Sekitar 18 juta kilometer. Karena kecepatan cahaya sekitar 300.000 m per detik, maka cahaya Bulan itu membutuhkan waktu sekitar 1 menit untuk sampai ke Bumi. Artinya, ketika kita melihat Bulan, sebenarnya Bulan yang kita lihat itu bukanlah Bulan pada saat itu. Kenapa begitu? Ya, karena sinar Bulan yang sampai ke mata kita tersebut membutuhkan waktu untuk menempuh jarak 18 juta km, yaitu selama 1 menit. Maka, Bulan yang kita lihat itu pun sebenarnya adalah Bulan 1 menit yang lalu...

Bulan Maret 2006

163

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Hal ini juga terjadi ketika kita melihat matahari. Karena jarak Matahari Bumi yang demikian jauhnya sekitar 150 juta km maka cahaya membutuhkan waktu 8 menit untuk sampai ke Bumi. Artinya, jika waktu itu kita melihat Matahari, maka Matahari yang kita lihat itu sebenarnya bukanlah Matahari pada saat itu, melainkan Matahari 8 menit yang lalu. Keanehan itu semakin besar kalau kita melihat benda-benda langit yang berjarak lebih jauh. Ada bintang yang berjarak 8 tahun cahaya dari Bumi, misalnya. Maka, kalau kita melihat bintang itu, sebenarnya kita sedang menikmati pemandangan bintang 8 tahun yang lalu. Padahal benda-benda langit memiliki jarak yang beragam. Ada bintang yang berjarak 1 juta tahun cahaya. Ada juga yang berjarak 1 miliar tahun cahaya. Bahkan ada yang berjarak 10 miliar tahun cahaya. Artinya, cahaya-cahaya bintang tersebut telah melakukan perjalananan menempuh jarak yang jauh menuju Bumi sejak miliaran tahun yang lalu. Maka, jika bintang yang kita lihat itu berjarak 1 juta tahun cahaya dari Bumi, sesungguhnya pernandangan yang kita lihat pada saat itu adalah pemandangan 1 juta tahun yang lalu. Begitu pula, kalau kita melihat bintang berjarak 1miliar tahun cahaya, yang terlihat pada saat itu adalah bintang 1 miliar tahun yang lalu. Dan seterusnya, bintang yang berjarak 10 miliar tahun cahaya, itu adalah bintang 10 miliar tahun yang lalu ! Maka, langit yang kita lihat pada suatu malam itu sebenarnya adalah pemandangan yang ' . Pada saat yang bersamaan kita telah melihat aneh' pemandangan sekarang, seribu tahun yang lalu, sejuta tahun yang lalu, dan semiliar lahun yang lalu. Ya, saat ini pun kalau kita. melihat ke langit, kita sebenarnya tidak sedang menikmati alam semesta saat ini, melainkan langit sejak zaman dulu sampai sekarang ! Sampai di sini kita kembali merasakan betapa ' ruang'dan ' waktu'yang ada di sekitar kita ini ' . Terutama kalau kita berbicara dalam skala besar, misalnya aneh' alam semesta. Selama ini kita memang tidak merasakan keanehan itu, karena kita hanya berinteraksi dengan ' ruang' ' dan waktu' sekitar permukaan Bumi saja. Dan kita di menganggap bahwa di seluruh penjuru alam semesta itu, ' ruang waktunya'ya sama seperti di Bumi ini. Ternyata tidak! Dalam konteks yang berbeda, Kalau kita datang ke planet Merkurius, misalnya, maka hari-hari yang kita jalani di sana juga bakal jauh berbeda. Kalau di Bumi kita merasakan setahun sebagai 365 hari, maka di sana kita bakal mengalami setahun hanya 88 hari. Dan seharinya, bisa mencapai 58,6 harinya Bumi. Jadi, setahun dan seharinya tidak berbeda jauh. Artinya, 1 tahun Merkurius == 1,5 hari Merkurius.

Bulan Maret 2006

164

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Suasananya akan berbeda dan ' semakin seru Eketika kita datang ke planet-planet lain di tatasurya. Misalnya Venus, yang 1 harinya sama dengan 243 hari Bumi. Sedangkan setahunnya sama dengan 225 hari. Mars setahunnya 687 hari, Yupiter setahunnya 4.332 hari, Saturnus 10.759 hari, Uranus 30.685 hari, Neptunus 60.190 hari, dan Pluto 90.550 hari. Dan berbagai kondisi yang sangat berbeda dengan kondisi Bumi. Kalau kita menyebut waktu ' sehari' itu sebenarnya berlaku untuk Bumi, seiring , gerak rotasinya. Karena ternyata sehari Yupiter dan Pluto berbeda dengan di Bumi. Begitu pula kalau kita mengatakan bahwa usia kita sudah 30 tahun, maka usia kita itu juga hanya berlaku untuk ukuran Bumi. Kalau kita hidup di Planet lain, maka usia kita tidak segitu! Belum lagi kalau kita berbicara tentang relativitas waktu, yang sebagiannya juga sudah saya ceritakan dahulu. Bahwa ternyata panjang pendeknya waktu bergantung pada kecepatan pelaku. Seseorang yang hidup di Bumi, dan bergerak dengan sesuai dengan kecepatan Bumi, maka dia memiliki waktu yang kita alami sekarang ini. Akan tetapi bagi mereka yang naik pesawat ruang angkasa dengan kecepatan tinggi maka waktu yang dia alami juga akan mengikuti pesawat ruang angkasanya. Semakin cepat gerakan pesawat itu, maka waktu yang berlaku bagi penumpangnya akan semakin mulur. Bisa-bisa, bagi dia cuma 1 jam, tetapi bagi manusia yang di Bumi, waktu sudah berjalan ratusan atau ribuan tahun. Inilah yang digambarkan oleh Allah dalam beberapa ayat Al-Qur' Di antaranya an. dalam QS. Al Ma' : 4. bahwa satu harinya malaikat sama dengan 50.000 tahun arij manusia di muka Bumi. QS. Al Ma' (70): 4 arij Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun. -----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

165

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Ahmad Bustam bustam@geosains.com : 27-03-2006

Bahaya Tafsir Pluralis
Kaum pluralis sering menggunakan pembenar surat Al Baqarah ayat 62 sebagai ayat rujukan "Pluralisme Agama". Di bawah ini Surat Al-Baqarah ayat 62 ditinjau dari segi bahasa Oleh: Khoiruddin *) Salah satu ayat pembenar yang sering dijadikan kaum pluralis memproklamirkan hukum syar'semua agama adalah benar adalah Surat Al Baqarah ayat 62, yang artinya berbunyi, i "Sesungguhnya orang-orang yang beriman ,orang Yahudi, orang Nashroni dan orangorang Shobiin, siapa saja yang beriman kepada Allah dan Rasulnya dan melakukan kebaikan (menurut Islam) mereka mendapat pahala disisi Nya dan tidak takut atas mereka dan tidak merasa sedih." Ayat inilah sering diekspolitasi kaum pluralis untuk mengkampanyekan keharusan pluralisme agama di negeri-negeri Islam dengan tujuan agar ummat Islam tidak lagi fanatisme terhadap agamanya. Sebagaimana diketahui bersama, semenjak bergulirnya ide demokrasi dan kebebasan HAM oleh Barat, maka sejak itu pulalah lahir paham, di mana, seseorang tidak boleh mengklaim bahwa agamanya yang paling benar. Untuk melanjutkan diskusi ini, marilah kita dudukkan makna ayat di atas kalimat demi kalimat sebagai berikut: Pertama, orang yang beriman yaitu orang -orang yang membenarkan kepada syariat yang dibawa oleh RasulNya serta beriman kepada allah dan hari akhir. Kedua, orang Yahudi yakni; mereka beriman dan berpegang teguh kepada kitab Taurat serta sunnah Nabi Musa ` alaihis salam dan tidak mau tunduk kepada Nabi Isa ` alaihis salam. Maka, mereka adalah kaum yangrusak. Ketiga, orang Nashrani yaitu, mereka beriman dan berpegang teguh kepada kitab injil serta serta mengikuti syariat Nabi Isa ` alaihis salam tetapi setelah kedatangan Nabi Muhammad shollaullahu alaihi wasallam. Namun, mereka tidak mau beriman padanya. Golongan ini juga rusak. Keempat, orang Shobiin yaitu mereka kaum penyembah Malaikat, memegang kepada kitab Zabur dan mereka mempunyai aturan (agama) yang tetap untuk diikutinya, dan sebagian ulama' berkata mereka adalah orang-orang yang tidak bisa sampai da' wahnya Nabi (Ibnu Katsir Juz.I halaman 105; Ath-Thabari Juz I halaman 361).

Bulan Maret 2006

166

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Karenanya, untuk menetapkan hukum kepada masing-masing golongan itu --Yahudi, Nashrani dan Shobiin-- dan disebut orang beriman, mereka harus mengaku iman kepada Allah dan hari akhir. Oleh sebab itu, mereka wajib tunduk dan patuh serta mengikuti Nabi Muhammad shollaullahu alaihi wasallam. Tinjauan Bahasa Al-Qur' adalah merupakan sebuah kitab suci yang sangat istimewa. Telah beratus-ratus an tahun orang mengkaji dan bahkan menelitinya. Salahsatu keistimewaannya adalah, bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiahmelalui kajian bahasa melalui ilmu balaghah. Huruf "INNA" dalam surat Al-Baqarah ayat 62 di atas adalah berfungsi menashobkan isim dan merafa' kan khobar. Namun huruf di depannya tidak langsung nashob harakatnya. Melainkan terdiri dari isim mausul dan shilahnya begitu juga khobarnya "INNA" tidak langsung rafa' rabnya. i' Karena terdiri dari jumlah mubtada dan khobar atau musnad ilaih dan musnad dalam ilmu balaghah. Yang mana mubtada' terdiri dari fi' syarat dan khobarnya tersusun dari nya il jumlah ismiyah dengan jar majrurmuqoddam sebagai jawabnya syarat. Sebagaimana diketahui, dalam bahasa Arab setiap kalimah itu mempunyai kedudukan i' sendiri, rab sehingga kedudukan isim maushul dan shilahnya itu mahal nashob (menempati) sebagai isim "INNA". Sedang khobar "INNA" berupa jumlah mubtada'dan khobar yang terdiri syarat dan jawab. Ayat diatas sangat indah gaya bahasanya, agar mukhotob benar-benar tertegun sewaktu ayat-ayat Al-Quran dibacakanoleh Muhammad, sehingga sebagian dari mereka langsung percaya bahwa Muhammad benar-benar utusan Allah. Itulah hebatnya bahasa Arab. Tidak hanya manusia yang tertegun bahkan jin pun penuh keheranan sewaktu Al-Quran dibacakan (lihat surat jin ayat 1). Musnad ilaih atau isim "INNA" harus ma' rifat sedang jumlah isim ma' rifat itu ada 7 (Tujuh) yakni; masuknya al, isim, dhomir, ` alam, isyaroh, istifham, mudhof, dan isim maushul. Dari masing-masing isim ini mempunyai nuktah (faidah) sendiri-sendiri.Adapun ma' rifatnya ayat diatas berupa isim maushul, hal ini menunjukkan suatu ketetapan yang tidak bisa lagi diragukan maknanya,karena bersambungnya antara kalimat yang satu dengan yang lainnya. Sedangkan khobar "INNA" yang terdiri dari jumlah mubtada' dan khobar. Mubtada' nya "fi' syarat" yaitu "man amana" dan khobarnya jumlah dari "fa lahum aj ruhum", sebagai il jawab syarat kalimat tersebut juga terdiri dari mubtada dan khobar yang susunan kalimatnya khobar didahulukan terdiri dari jar dan majrur yang semestinya tidak boleh mendahului. Ini menunjukkan makna tersendiri yakni untuk memperkuat suatu makna. (Syarah ` uqudul juman fi ` ilmi ma' wal bayan bab musnad ilaih hal ;16 oleh ani Jalalluddin As-suyuthi).

Bulan Maret 2006

167

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Itulah hebarnya bahasa Arab disbanding bahasa lain, sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 103 yang artinya: "Dan bahwa Al-Qur' ini adalah bahasa arab yang an jelas" Karenanya, huruf "FA' dalam ayat itu merupakan jawaban "fi' syarat". Perlu diingat " il jawab ada kalanya memakai huruf "FA'atau WAWU,dan atau dari kedua huruf tadi. Huruf "Fa" memperjelas suatu jawaban yang pasti, karena jumlah sesudahnya berupa tarkib mubtada'dan khobar juga, dengan muqoddamnya khobar "Fa Lahum" memberi faidahnya tersendiri. Menurut perundang-undangan bahasa Arab, disusunnya dari beberapa jumlah baik musnad ilaih dan maupun musnadnya ini mempunyai rahasia atau faidah tersendiri. Menurut kitab, ` Balaghoh Uquduljuman, bab ahwalul musnad halaman 31, ada beberapa rahasia mubtada'(musnad ilaih) dari isim maushul; Pertama, merupakan ketetapan sebuah hukum. Kedua, untuk pengagungan. Ketiga, supaya mukhotob mengerti dengan jelas. Keempat, tidak baik jika disebutkan namanya secara langsung. Kelima, untuk mengingatkan mukhotob dari kesalahan. (Balaghoh Uquduljuman, bab ahwalul musnad ilaih halaman 16). Jadi sebenarnya, makna ayat Al-Qur' itu sudah jelas gamblang. Bahwa, diperintahkan an setelah datangnya Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam semua orang wajib mengikutinya dan menerima ajarannya. Karenanya, ayat di atas menjadi satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan antara yang satu dengan yang lainnya, sebab jika dipisahkan akan menimbulkan perbedaan makna yang jauh sekali dari makna yang dimaksud. Otoritas Di dunia ini, disepakati otoritas dalam ilmu. Bahkan dalam ilmu studi Al-Quran pun demikian. Karenanya, ada syarat-syarat bagi seseorang yang ingin menafsirkan ayat-ayat dalam Al-Qur' Dalam kitab, ` an. Manna' ulqothon fi ulumil Qur' (bab syurutul mufassir an' halaman 329) disebutkan, bahkan, seharusnya, ayat Al-Qur' ditafsiri dengan Al-Qur' an an. Kemudian dengan Al-hadits (Nabi), shahabat, tabi' dan harus pula mengerti tentang in qa' idah-qa' idah bahasa Arab dan cabang-cabangnya. Juga bersihnya keyakinan, tidak emosional dan teliti dalam memahami permasalahan. Maka dakwaan bagi kaum pluralis bahwa ayat 62 Al-Baqoroh tadi sebagai dalil tentang semua agama benar adalah tidak berhujjah sama sekali dan mereka sengaja untuk mengkaburkan makna ayat dengan tujuan agar ummat Islam mau membenarkan agamaagama selain Islam. Para pluralis, mereka lupa atau memang tidak tau bahwa kalam itu ada washol dan fashol dalam ayat ini adalah kalam washol buktinya kalimat berikutnya disambung dengan huruf athof "WAWU" yang maknanya masih berhubungan dengan kalimat yang di depan. Jadi tidak bisa dipisah begitu saja maknanya (Balaghoh uquduljuman bab washol dan fashol halaman 58).

Bulan Maret 2006

168

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Alasan bahwa semua agama sama-sama memerintah suatu kebaikan adalah sema-mata menuruti hawa nafsunya saja, alias tidak berdasar sama sekali. Bahkan Nabi mengatakan, "Barang siapa yang melakukan suatu amal perbuatan yang tidak ada atasnya perintahku, maka amal perbuatan itu ditolak." Oleh karenanya, bisa dipahami jika ada tudujan bahwa kaum pluralis sengaja membuat makna-makna dalam Qur' dengan kemasan yang bagus dan indah untuk an mendakwahkan ide-idenya agar laku dipasaran. Masuk akal jika orang yang tidak jeli dalam memahami ayat Al-Qur' berakibat terseret olehnya. Seperti halnya orang yang an memaknai agama Islam dengan makna ' menyerahkan diri' . *) Penulis adalah anggota majelis Tarjih Muhammadiyah Jawa Timur Sumber: http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2922&Ite mid=1 ----------------------------oOo-------------------------

Bulan Maret 2006

169

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : firliana putri firlianaputri@yahoo.com : 29-03-2006

TUJUH ALAM, HIDUP BERDAMPINGAN
Bagaimana memahami bahwa alam semesta ini memiliki 7 buah langit. Sejauh ini, kita selalu memahami bahwa langit ini ya hanya satu saja : yang terbentang di atas kita. Dan begitulah memang yang juga dipahami oleh ilmu Astronomi. Dalam pemahaman Astronomi, langit adalah seluruh ruang yang terbentang di atas kita. Atau, terbentang di luar Bumi. Artinya, bukan hanya yang terbentang di atas Indonesia, melainkan juga yang terbentang di balik Bumi Indonesia, yaitu benua Amerika. Atau pun di seluruh benua-benua yang lain. Ya, langit adalah seluruh ruang angkasa semesta, yang di dalamnya ada berbagai benda langit termasuk Matahari, Bumi, planet-planet, galaksigalaksi: supercluster, dan sebagainya. Hal ini dikemukakan oleh Allah di dalam firmanNya. QS. Al Mulk (67): 5 "Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat (langit Dunia) dengan bintangbintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa Neraka yang menyala-nyala." Jadi dalam konteks informasi Al-Qur' langit yang berisi bintang-bintang itu memang an, disebut sebagai langit Dunia. Itulah langit yang kita kenal selama ini. Dan itu pula yang dipelajari oleh ilmu Astronomi selama ini, yang diduga diameternya sekitar 30 miliar tahun cahaya. Dan mengandung bertriliun-triliun benda langit dalam skala tak berhingga. Namun demikian, ternyata Allah menyebut langit yang demikian besar dan dahsyat itu baru sebagai langit Dunia alias langit pertama. Maka dimanakah letak langit kedua sampai ke tujuh? Ketika masih kecil dulu, saya. mendapat cerita dari guru ngaji, bahwa langit ini memang ada tujuh lapis. Lantas beliau menambahkan bahwa setiap langit memiliki tangga-tangga tempat naik. Jika kita naik lewat tangga itu maka kita akan bertemu dengan pintu-pintu langit, yang akan mengantarkan kita sampai di langit yang kedua, ketiga, dan seterusnya sampai langit yang ke tujuh. Saya lantas membayangkan betapa langit itu bagaikan kue lapis Antara langit satu dan langit lainnya bertumpuk-tumpuk ke atas. Dan di setiap perbatasannya ada pintu-pintu, yang bisa dimasuki, plus ada penjaganya. Setelah dewasa, saya merasa lucu sendiri terhadap persepsi yang saya miliki waktu itu, karena sangat berbeda dengan kenyataan yang kita temui lewat astronomi. Dari segi penafsiran, pemahaman itu sebenarnya memang ada dasarnya. Di antaranya adalah ayat-ayat berikut ini. Akan tetapi, agaknya pemahaman tersebut perlu didiskusikan ulang. Setidak-tidaknya ditinjau agar lebih komprehensif.

Bulan Maret 2006

170

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid QS. Al An' (6): 35 aam "Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lubang di Bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orangorang yang jahil" QS. At Thuur (52): 38 "Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata." QS. Jin (72): 8 "dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah panah api.“ QS. An Naba' (78): 18 – 19 "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompokkelompok. Dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu," Kalau kita baca beberapa ayat di atas, maka kita memang menemukan informasi tentang ' tangga' menuju ke langit, ' penjagaan'yang kuat dan ' pintu pintu' Namun, marilah kita . cermati. Informasi tentang tangga-tangga menuju langit itu sebenarnya berupa ' pertanyaan'dan ' pengandaian': "Jika kamu dapat membuat lubang di Bumi dan tangga ke langit. . . " "Ataukah mereka mempunyai tangga ke langit... ". Jadi bukan sebagai sebuah informasi bahwa Allah menyebutkan ada tangga-tangga menuju langit. Namun, jika pun ada yang menafsirkan itu sebagai sebuah informasi, tentu janganlah dibayangkan sebagaimana tangga yang kita kenal selama ini. Tapi fahamilah bahwa tangga adalah ' jalan' atau lintasan untuk naik ketempat yang lebih tinggi. Bayangkanlah sebuah pesawat angkasa luar yang akan lepas landas dari Bumi menuju bulan. Maka pesawat tersebut tidak bisa ' seenaknya'melepaskan diri dari muka bumi bergerak lurus menuju Bulan. la harus melewati lintasan, berputar, sebelum lepas dari permukaan Bumi. Nah, lintasan naik ke arah bulan itu bisa diinterpretasikan sebagai ' tangga' menuju langit. Selain itu, ada tangga kenaikan yang bersifat, dimensional, yang akan saya jelaskan pada bagian berikutnya, ketika bercerita tentang perjalanan mi' raj. Demikian pula informasi tentang ' pintu-pintu' Janganlah kita membayangkan . sebagaimana pintu gerbang atau pintu rumah. Kata ' beberapa pintu'yang digambarkan pada QS. An Naba' 18 - 19, lebih menggambarkan adanya sebuah ' : jalan tembus' antar langit, mulai dari langit pertama yang berdimensi 1 sampai langit ke tujuh yang berdimensi 9. Dan lebih khusus lagi, ayat tersebut menggambarkan dibukanya batas-batas langit pada hari Kiamat.

Bulan Maret 2006

171

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Jadi, secara umum, pengertian kita tentang perjalanan Rasulullah saw menuju langit yang ke tujuh itu jangan dibayangkan seperti seseorang yang naik tangga ke atas, kemudian bertemu pintu-pintu di batas langit, dan dibukakan oleh penjaganya. Saya kira sebaiknya kita memahami tentang kondisi langit yang sesungguhnya, yang terbentang dalam totalitas kehidupan kita. Saya kira, sebagaimana telah kita bahas di depan, kita telah memahami gambaran langit pertama. Jika kita bepergian ke angkasa luar, sampai kapan pun kita tidak akan pernah menemukan batas langit. Kita tidak akan menemui ada ' langit-langit'atau atap yang membatasinya. Apalagi menemukan pintu-pintu yang ada penjaganya. Seandainya kita diberi umur panjang oleh Allah, katakanlah 1 miliar tahun, maka usia yang demikian fantastis itu tidak cukup untuk kita gunakan mengarungi alam semesta. Dan sungguh kita tidak akan pernah menemui batas angkasa. Bahkan seandainya usia kita ditambah 1 miliar tahun lagi, dan bisa bergerak dengan kecepatan cahaya, itu juga masih tidak berarti apa-apa untuk mengarungi alam semesta. Diameter atau garis tengah alam semesta (langit pertama) ini diperkirakan sekitar 283 dikalikan 10 pangkat 21 kilometer. Alias, 283 dengan nol sebanyak 21. Dan cahaya untuk waktu 30 miliar tahun untuk mengarunginya. Akan tetapi, penggambaran alam semesta di atas menjurus kepada bentuk bola. Padahal penggambaran sebagai sebuah bola itu sebenarnya adalah penggambaran yang tidak tepat. Karena, bentuk alam semesta ini memang tidak seperti bola. Ternyata ruang alam semesta ini melengkung. Kalau bola, ruang di dalamnya kan tidak melengkung, tapi bulat. Ruang melengkung itu, misalnya, ruang yang terbentuk di dalam sebuah balon udara yang berbentuk donat. Jika kita bergerak ke arah lengkungan donat, maka suatu ketika kita akan sampai di tempat semula. Akan tetapi, alam semesta ini juga tidak berbentuk donat. Sebab donat hanya memiliki ruang melengkung ke satu arah saja. Yaitu, seperti sebuah terowongan yang berputar. Alam semesta ini, melengkungnya bukan satu arah, melainkan ke segala penjuru! Sulit juga ya membayangkannya. Untuk mempermudah pemahaman kita, maka bayangkanlah sebuah balon udara. Lantas, anggaplah permukaan balon udara itu sebagai Dunia kita. Ambillah spidol, kemudian gambarlah bulatan kecil kecil di permukaan balon itu. Dan, kemudian bayangkanlah bulatan bulatan itu sebagai benda-benda langit, seperti matahari, Bumi, bulan, planet, galaksi dan lain sebagainya. Jadi, kita sedang membuat perumpamaan: ruangan alam semesta yang berdimensi 3 ini, menjadi sebuah permukaan balon udara yang berdimensi 2. Maka, bayangkanlah, kita sebagai penghuninya bagaikan titik-titik yang hidup di permukaan salah satu bulatan kecil (Bumi) tersebut.

Bulan Maret 2006

172

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Alam semesta diumpamakan sebagai permukaan balon udara. Bulatan-bulatan kecil di atas permukaan balon itu diumpamakan sebagai matahari, Bumi dan benda-benda langit lainnya. Manusia berada di salah satu bulatan itu. Nah, sekarang bayangkan, manusia (yang berupa titik) melakukan perjalanan ke angkasa, lepas dari satu bulatan menuju bulatan lain. Maka tidak bisa tidak kita bergerak di permukaan balon itu. Kemudian, kita berpindah lagi ke bulatan-bulatan yang lain, untuk menggambarkan betapa kita sedang melakukan perjalanan antar planet. Jika perjalanan itu kita teruskan ke arah depan (tidak berbelok belok), misalnya, maka suatu ketika kita akan kembali ke bulatan semula (Bumi). Kenapa bisa begitu? Ya, karena permukaan balon tersebut berbentuk lengkung. Maka, begitulah analogi (persamaan) bentuk alam semesta ini. Langit kita ini berbentuk lengkung, bagaikan sebuah permukaan balon. Hanya bedanya, permukaan balon adalah ' ruang' berdimensi 2 alias luasan, sedangkan langit kita yang sesungguhnya adalah ruang berdimensi 3 alias volume. Langit berbentuk lengkung, maka ketika kita melakukan perjalanan ke angkasa luar menuju ke depan, tidak berbelok-belok, suatu ketika kita akan sampai kembali ke Bumi. Itu, kalau usia kita mencukupi. Sayangnya usia kita tidak mencukupi untuk melakukan perjalanan super hebat itu . Hal ini mirip dengan kalau kita naik sebuah kapal laut atau pesawat terbang untuk mengelilingi Bumi. Misalnya, ambil ke arah matahari terbenam, maka setelah sekian lama kita akan kembali tempat semula. -----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

173

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Susiana Susi@plant.tripolyta.com : 29-03-2006

Beberapa Sebab yang Dapat Melunakkan Hati Anda
Assalamu' alaikum wa rohmatullohi Ta' wa barokatuhu ala 1. Takut akan datangnya kematian secara tiba-tiba sebelum taubat. 2. Takut tidak dapat menunaikan hak-hak Allah secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak Allah itu pasti akan dimintai pertanggungjawabannya. 3. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan syetan. 4. Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat Allah kepada diri Anda. 5. Takut akan balasan siksa yang segera di dunia, karena maksiat yang Anda lakukkan. 6. Takut terbongkarnya aib, akibat perbuatan buruk yang Anda lakukan. 7. Takut mengakhiri hidup dengan su' khatimah. ul 8. Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut. 9. Takut menghadapi pertanyaan malaikat Mungkar dan Nakir di alam kubur. 10. Takut akan azab dan kedahsyatan di alam kubur. 11. Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa kecil. 12. Takut melewati titian shirath yang tajam. Sesungguhnya titian shirath itu lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang. 13. Takut menghadapi siksa yang sangat pedih. 14. Takut dijauhkan dari jannah, tempat kenikmatan yang abadi. 15. Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah. 16. Anda harus mengetahui dosa dan aib Anda. 17. Ma' rifah Anda kepada Allah yang Anda rasakan siang dan malam sedang Anda tidak bersyukur. 18. Takut tidak diterima amalan dan ucapan Anda. 19. Takut bahwa Allah tidak akan menolong dan membiarkan Anda sendiri. 20. Kekhawatiran Anda menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada saat mizan ditegakkan. 21. Hendaknya anda menyerahkan urusan diri Anda, anak-anak Anda, keluarga, suami, dan harta Anda kepada Allah Subhanahu wa Ta' Dan janganlah ala. bersandar dalam memperbaiki urusan ini kecuali hanya kepada Allah. 22. Sembunyikanlah amal-amal Anda dari sifat riya' ke dalam hati Anda, seringkali sifat riya' itu memasuki hati Anda sedang Anda tidak merasakannya. Hasan al-Bashri Rahimahullah pernah berkata, ' ' Berbicaralah wahai engkau diri, dengan ucapan orang shalih yang qona' lagi ibadah. ah Sedang engkau mengerjakan amalan orang fasik dan riya' Demi Allah, ini . bukan sifat orang yang mukhlish. 23. Jika Anda ingin sampai pada derajat ikhlas, maka hendaknya akhlakmu seperti akhlak seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya dan mencacinya. 24. Hendaknya Anda memiliki sifat cemburu ketika larangan Allah dilecehkan.

Bulan Maret 2006

174

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid 25. Ketahuilah bahwa amal shalih namun dengan sedikit dosa lebih disukai Allah dari pada amal shalih yang banyak namun diiringi dengan dosa yang banyak pula. 26. Ingatlah setiap Anda sakit bahwa Anda telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat dan akan menemui Allah dengan amalmu yang buruk. 27. Hendaknya ketakutan Anda kepada Allah menjadi jalanmu menuju Allah selama Anda sehat. 28. Setiap Anda mendengar kematian seseorang, maka perbanyaklah mengambil pelajaran dan nasihat. Dan jika Anda menyaksikan jenazah, maka bayangkanlah bahwa Anda yang sedang dihasung. 29. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa Allah menjamin rizki kita sedang hatinya tidak tentram kecuali dengan adanya sesuatu yang ia kumpulkan. Dan menyatakan bahwa sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia, sedang kita mengumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikitpun, dan mengatakan bahwa kita pasti mati padahal dia tidak pernah ingat mati. 30. Lihatlah dunia dengan pandangan i' tibar (penuh mengambil pelajaran) bukan dengan pandangan mahabbah (rasa cinta) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya. 31. Ingatlah bahwa Anda sangat tidak kuat menghadapi cobaan dunia. Lantas apakah Anda sanggup menghadapi panasnya api neraka jahannam? 32. Diantara akhlak sesama mukminah adalah menasihati sesama mukminah. 33. Jika Anda melihat orang yang lebih besar dari Anda maka muliakanlah ia dan katakanlah, ' ' Anda telah mendahului saya dalam Islam dan amal shalih, maka dia jauh lebih baik di sisi Allah.' Sedangkan jika melihat orang yang ' lebih muda usianya, maka katakanlah kepadanya, ' ' Anda keluar ke dunia setelah saya, maka dia lebih sedikit dosanya dari saya dan dia lebih baik dari saya di sisi Allah.' ' --Diketik ulang dari: 500 Nashihah lil Mar' Muslimah, Fathi Majdi As-Sayyid. ah Edisi Indonesia: Nasehat kepada para Muslimah. Penerjemah: Muzaidi Hasbullah, Lc., dkk. Penerbit: Pustaka Arafah, Solo. Cet. I: April 2001/ Muharram 1422 H, hal.96-100 Wassalamu' alaikum wa rohmatullohi Ta' wa barokatuhu ala ----------------------------oOo-------------------------

Bulan Maret 2006

175

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : A Nizami nizaminz@yahoo.com : 29-03-2006

KUMPULAN BEBERAPA HADITS NABI SAW :
IMAN © Iman itu, ialah engkau iman percaya dengan yakin kepada Allah, kepada malaikatmalaikatNya, kepada kitab-kitabNya, kepada utusan-utusanNya, kepada hari akhir (akan dibangkitkan dari kubur) dan yakin kepada taqdir (ketetapan Allah), taqdir yang baik maupun buruk (Muslim dari Umar) © Seutama-utama amal, ialah beriman kepada Allah dan rasulNya (Bukhori) © Tiga perkara, barangsiapa terdapat padanya yang tiga perkara itu, terasalah olehnya kemanisan Iman. Mencintai Allah dan rasul-Nya, lebih dari mencintai segala yang lain, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, benci kembali kepada kufur, serupa dengan benci dicampakkannya ke dalam api yang bernyala-nyala (Bukhori dan Muslim) © Rasulullah bersabda: Orang yang paling bahagia dengan syafaatku di hari kiamat adalah yang mengucapkan Laailaahaillallahu dengan ikhlas dari dalam hatinya (Bukhori) © Rasul bersabda: Allah berfirman: Jika hambaKu mengingatKu di dalam dirinya, maka Akupun akan mengingatnya di dalam diriKu (Bukhori dan Muslim) © Rasulullah SAW: Allah tidak menerima iman tanpa amal perbuatan dan tidak menerima amal perbuatan tanpa iman (Atthabrani) © Sabda Rasulullah SAW: Seorang mukmin bukanlah pengumpat atau suka mengutuk, tidak keji serta ucapannya tidak kotor (Bukhori) © Abu Hurairah r.a.: Sabda Rasulullah: Allah berfirman: Apabila hambaKu mengingatKu dalam dirinya, maka Akupun akan mengingatnya dalam diriKu (Muslim) © Orang mu' min itu adalah menjadi saudara sesama mu' min, karena itu janganlah meninggalkan memberi nasehat dalam segala hal (Ibn Najjar) © Orang mukmin yang paling utama (baik) ialah orang yang memudahkan penjualan, memudahkan pembelian, memudahkan membayar hutang, dan memudahkan memberikan pinjaman (Thabrani) © Rasulullah bersabda: Warisan bagi Allah Azza wajalla dari hambaNya yang beriman adalah putera-puteri yang sholeh (beriman padaNya) (Aththahawi) ISLAM © Islam ditegakkan atas lima rukun, (1) bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah, (2) mendirikan shalat (fardhu lima kali sehari semalam), (3) menunaikan zakat, (4) menunaikan ibadah haji ke tanah suci di Mekah, bagi yang berkuasa, dan (5) puasa ramadhan (bukhori dan Muslim) © Agama Islam itu luhur dan tinggi, dan tidak akan ada yang melebihi (Aidz bin Umar) © Rasulullah SAW: Ucapan yang paling benar adalah Al Qur' (Kitabullah), dan an sebaik-baik jalan hidup adalah jalan hidup Nabi Muhammad SAW (Muslim) © Sabda Rasulullah: Sesungguhnya Assalaam adalah nama dari Allah Taalla yang dilrtakkan di bumi, maka sebarkan ucapan Assalaam diantaramu (Bukhori) © Rasulullah SAW bersabda: Aku tidak diutus untuk melontarkan kutukan, tapi sesungguhnya aku diutus sebagai pembawa rahmat (Bukhori dan Muslim)

Bulan Maret 2006

176

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid © Sungguh berbahagialah bagi orang yang mendapat hidayah Islam, dan penghidupannya sederhana dan menerima apa yang ada (qana' ) (Turmudzi) ah © Sungguh berbahagialah orang yang telah masuk Islam, dan diberi rizki cukup, lalu merasa cukup terhadap apa-apa yang diberikan Allah kepadanya (Muslim) © Yang dimaksud kaya itu bukan saja kekayaan karena banyaknya harta benda, melainkan yang disebut kaya sebenarnya ialah kaya hati (tenangnya jiwa) (Bukhori dan Muslim) © Tidaklah halal bagi seorang muslim mendiamkan (tidak mengajak bicara) saudaranya yang muslim lebih dari tiga hari, keduanya bertemu lalu ini memalingkan mukanya dan inipun berpaling pula. Dan yang paling baik diantara keduanya ialah yang memulai lebih dulu mengucap salam (Assalamu' alaikum) (Bukhori dan Muslim) © Rasul SAW: Janganlah sekali-kali seorang laki-laki mukmin membenci istrinya yang beriman. Bila ada perangainya yang tidak disuka, pasti ada perangai yang disuka SHALAT © Amal yang pertama kali akan dihisab untuk seseorang hamba nanti pada hari kiamat ialah shalat, maka apabila shalatnya baik (lengkap), maka baiklah seluruh amalnya yang lain, dan jika shalatnya itu rusak (kurang lengkap) maka rusaklah segala amalan yang lain (Thabrani) © Pekerjaan yang sangat disuka Allah, ialah mengerjakan shalat tepat pada waktunya. Sesudah itu berbakti kepada ibu-bapak. Sesudah itu berjihad menegakkan agama Allah (Bukhori dan Muslim) © Anas r.a.: Nabi SAW selalu memotivasi umatnya untuk sholat berjamaah dan melarang mereka pergi keluar sebelum imam mereka pergi (Muslim) © Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian, pahalanya berlipat ganda sampai duapuluh tujuh derajat (dibandingkan dengan shalat sendirian) (Bukhori dan Muslim) © Rasul Bersabda: Takutlah kamu bila angkat kepalamu dari sujud mendahului imam, karena Allah akan ubah kepalamu jadi kepala keledai (Bukhori dan Muslim) © Ummu Salamah r.a.: Bila selesai salam pada saat sholat di masjid, Rasul berhenti sejenak agar wanita pulang lebih dahulu sebelum pria (Bukhori) AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR © Ubadah r.a.: Ketika wahyu diturunkan padanya, Nabi SAW tampak susah, sengsaranya, hingga air mukanya berubah karena beratnya wahyu tersebut (Muslim) © Anas r.a.: Do' Rasulullah SAW: Ya Allah, aku berlindung padaMu dari kelemahan, a kemalasan, sifat pengecut, sia-siakan usia dan dari sifat kikir (Muslim) © Abu Hurairah r.a.: Sabda Rasul: Sebaik-baiknya wanita adalah yang paling saying terhadap anak yatim yang masih kecil dan paling perhatian terhadap suami (Muslim) © Andaikata engkau pernah berbuat dosa kepada Allah sehingga langit itu penuh dengan dosa-dosamu, lalu engkau menyesali dengan taubat, maka Allah menerima taubatmu, yakni diampuni dosamu (Ibn Majah) © Semua manusia (anak Adam) itu melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan itu ialah orang-orang yang suka bertaubat (Turmudzi dan Ibn Majah)

Bulan Maret 2006

177

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid © Jadilah kamu orang yang mengajar atau belajar atau pendengar (orang mengaji), atau pecinta (mencintai ilmu) dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima (artinya tidak mengajar, tidak belajar, tidak suka mendengarkan pengajian, dan tidak mencintai ilmu), maka kamu akan hancur (Baihaqi) © Orang yang bertambah ilmunya dan tidak bertambah petunjuk yang dimilikinya maka ia akan semakin jauh dari Allah SWT (Abu Dawud) © Barangsiapa menuntut ilmu yang biasanya ditujukan untuk mencari keridhaan Allah, tiba-tiba ia tidak mempelajarinya kecuali hanya untuk mendapatkan harta benda keduniaan, maka ia tidak akan memperoleh bau harumnya sorga pada hari kiamat (Abu Dawud) © Amal yang paling disenangi oleh Allah, ialah amal yang terus-menerus dikerjakan, walaupun sedikit (Bukhori dan Muslim) © Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Tangan yang di atas ialah yang memberikan, dan tangan yang di bawah ialah yang minta (menerima) ( Bukhori dan Muslim) © Barangsiapa yang menanggung anak yatim di rumahnya yakni ia diberi makan dan minum (sama dengan makan dan minumnya), maka Allah akan memasukkan ia di sorga, kecuali jika ia melakukan dosa yang tidak dapat diampuni (Turmudzi) © Rasulullah SAW: Sesungguhnya sedekah seseorang walau hanya sesuap, akan dikembang biakkan olehNya seperti gunung, maka bersedekahlah (Bukhori dan Muslim) © Rasul bersabda: Firman Allah: Dekatkanlah dirimu padaKu (Allah) dengan cara mendekatkan diri kepada kaum yang lemah, berbuat ihsan kepadanya (Muslim) © Pelayanmu adalah saudaramu, samakan makanan/pakaiannya denganmu, jangan beri pekerjaan yang dia tidak mampu mengerjakannya (Bukhori) © Rasulullah bersabda: Siapa ingin doanya terkabul/dibebaskan dari kesulitan, hendaknya ia membantu/menatasi kesulitan orang lain (Ahmad) © Rasul SAW: Firman Allah: Siapa niat lakukan kebaikan, tapi tidak kerjakan, maka Allah catat niat itu seperti satu (1) kebaikan penuh di sisiNya (Muslim) © Nabi bersabda: bila seorang laki-laki memberi nafkah keluarganya semata-mata karena harapkan ridha Allah maka sama dengan dia memberi sedekah (Bukhori) © Rasul bersabda: tidak satupun milikku yang kusembunyikan darimu, maka jaga harga dirinya niscaya Allah akan menjaganya (Bukhori dan Muslim) © Rasul: Allah berfirman: Hambaku yang Aku sehatkan, luaskan rizkinya dan selama 5 tahun tidak berhaji, ia akan kehilangan rahmatKu (Al Baihaqi) © Jabir r.a.: Rasulullah SAW bersabda: Jagalah dirimu dari sifat kikir, karena kikir itu membinasakan umat-umat sebelum kamu (Muslim) © Rasulullah SAW bersabda: panas api neraka adalah 70x dari panasnya api yang biasa dipakai anak cucu Adam untuk memasak (Bukhori) © Sabda Rasul: Ihsan ialah beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatNya, jika tidak mampu, maka yakinkan hatimu bahwa Allah melihatmu (Bukhori) © Sabda Rasulullah SAW: Sesungguhnya Allah memiliki kecemburuan dan kecemburuan Allah adalah bila seorang mukmin melanggar laranganNya (Bukhori) © Rasul bersabda: Bila Allah benci seorang hamba, Dia menyeru para penghuni langit untuk membencinya dan kebencian itu merambat ke bumi (Muslim) © Rasul bersabda: Bila malaikat Allah dapati majelis zikir, ia duduk bersama, kelilingi dengan sayapnya hingga menutupi sampai ke langit (Muslim)

Bulan Maret 2006

178

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid © Ibnu Umar r.a.: Rasul bersabda: Seorang lelaki adalah pemelihara keluarganya dan bertanggungjawab atas semua anggota keluarganya (Bukhori dan Muslim) © Rasulullah SAW: Jangan mencaci orang yang telah meninggal, karena sebenarnya mereka telah sampai pada apa yang telah mereka lakukan (Bukhori) © Aisyah r.a.: Rasul bersabda: Bila sifat lemah lembut ada pada sesuatu maka akan menghiasinya dan bila hilang maka akan mengotorinya (Muslim) © Rasulullah bersabda: Siapa yang mengorek-orek keburukan saudaranya semuslim maka Allah akan mengorek-orek keburukannya (Ahmad) © Usamah r.a.: Rasul SAW: Aku berdiri di pintu surga, kebanyakan yang memasukinya orang-orang miskin dan yang kaya/berkedudukan tetap bertahan di luar (Bukhori dan Muslim) © Abu Hurairah r.a: rasul bersabda: Bila kerabatmu jahat terhadapmu, berbuat baiklah selalu kepadanya, maka Allah senantiasa menolongmu (Bukhori dan Muslim) © Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya Allah Taalla indah dan suka keindahan, suka melihat kenikmatan hambaNya, benci kemelaratan (Muslim) © Hubungilah orang yang telah memutuskan engkau, dan berilah kebaikan kepada yang telah berbuat jahat kepada engkau, dan katakanlah (berbicaralah) dengan hak (yang sebenarnya) walaupun terhadap dirimu sendiri (Ibn Najar) © Bukanlah orang yang paling baik daripadamu itu yang meninggalkan dunianya karena akhiratnya, dan tidak pula yang meninggalkan akhiratnya karena dunianya, sebab dunia itu penyampaian kepada akhirat, dan janganlah kamu menjadi beban atas manusia ( Ibnu ' Asakir) © Wanita beriman dilarang berkabung lebih dari 3 malam, kecuali kematian suaminya, masa berkabungnya 4 bulan 10 hari (Bukhori dan Muslim). http://renirosari.staff.ugm.ac.id/hadits.htm =====Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS diperkosa. Tiap tahun 2,3 juta wanita hamil di luar nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas pornografi dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - www.nizami.org -----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

179

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Susiana Susi@plant.tripolyta.com : 29-03-2006

AL-'ISYQU DAN SEBAB-SEBABNYA
Assalamu' alaikum wa rohmatullohi Ta' wa barokatuhu ala Al-' isyqu (mabuk asmara) adalah penyakit yang berbahaya, merusak jiwa, mendatangkan perasaan gelisah dan gundah gulana. Betapa banyak duka nestapa dan rasa pahit yang dirasakan oleh orang yang dimabuk cinta. Bahkan tidak jarang orang yang menjadi gila dan membunuh dirinya karena cinta yang menguasai hatinya. Setiap penyakit tentu ada penyebabnya. Demikian pula halnya dengan al-' isyq. Penyakit ini bia tumbuh, berkembang dan berproses jika ada yang menggerakkan dan membangkitkannya. Beberapa sebab yang menimbulkan mabuk cinta antara lain: 1. Berpaling dari Allah subhanahu wa ta' Barang siapa yang mengenal Allah, maka ala. Allah akan menautkan hati hamba hanya kepada-Nya, dan tidak mungkin berpaling mencari kekasih lain selain dari-Nya. 2. Kejahilan seseorang tentang bahaya yang muncul karena mabuk cinta. Begitu banyak kedukaan, kehinaan, ketidaktenangan dalam hidup orang yang hatinya berlebihan dalam mencinta. Bahkan tak jarang hingga menggadaikan nyawa, harta, dan agamanya demi yang dicintainya. 3. Kekosongan hati. Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: "Mabuk asmara akan menimpa hati yang tidak terisi oleh inta kepada Allah., hati yang selalu berpaling dari-Nya dan mencari pengganti-Nya. Sesungguhnya jiwa itu tidak pernah kosong. Jika tidak disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat pasti akan terisi dengan hal-hal yang membahayakan." 4. Media informasi, baik dalam bentuk audio visual atau mdia cetak berupa buku-buku bacaan. Media massa memberi saham dalam membangkitkan gejolak cinta dan birahi dengan menampilkan gambar-gambar wanita yang menggoda, penghormatan terhadap orang-orang yang dimabuk asmara, meliput berita dan aib mereka. Demikian juga buku-buku yang menerangkan hubungan intim secara vulgar, menelanjangi seluruh rasa malu, ditambah lagi dengan puisi-puisi dan syair-syair cinta yang berisi kata-kata tidak senonoh. 5. Taklid buta. Banyak orang-orang yang terpedaya dengan kisah-kisah percintaan dan para pelakunya atau mendengarkan lagu-lagu yang penuh dengan ungkapan asmara, cinta, rindu, ataupun membaca puisi-puisi dari orang-orang yang dirundung rindu. 6. Keliru dalam memahami makna cinta mabuk asmara. Jelas, bahwa orang yang tidak memiliki rasa cinta adalah orang yang bebal dan kasar perangainya, hatinya keras dan tidak memiliki kemuliaan. Tetapi membatasi makna cinta hanya pada jatuh cinta yang diharamkan adalah suatu kejahilan dan penyimpangan. Sebab makna cinta sangat luas dan umum. Bentuknya juga beraneka ragam. 7. Tertipu oleh ungkapan-ungkapan orang-orang yang membolehkan mabuk cinta. 8. Pamer kecantikan, tabarruj dan membuka aurat. Faktor inilah yang menjadi penyebab terbesar munculnya mabuk asmara

Bulan Maret 2006

180

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid 9. Mengumbar pandangan mata. Mata ibarat cermin bagi hati, terlalu bebas mengumbar pandangan akan melahirkan kebinasaan. Demikianlah, pandangan mata ibarat anak panah yang dilepaskan Iblis, dan anak panah ini amat cepat menembus ke lubuk hati dan bereaksi amat cepat meracuni hati. Jika ia tidak bersegera menyingkirkan racunnya maka racun itu pasti akan membunuhnya. 10. Percakapan melalui telepon. Bisa jadi seorang gadis awalnya adalah gadis yang baik akhlaqnya. Kemudian sang gadis menganggap sepele percakapan melalui telepon dengan para pemuda hingga akhirnya ia terjerumus dalam perkara yang tidak baik. Bahkan sudah dimaklumi bahwa terkadang dari sekedar mendengar suaranya akan melahirkan cinta walaupun belum bertemu pandang. Demikianlah di antaranya sebab-sebab yang menimbulkan penyakit al-' isyq (mabuk cinta). Oleh karena itu wajib hukumnya menutup wasilah dan sarana ke arah sana. Wallahu a' lam *Diringkas dari kitab Al-' Isyqu, Bila Hati Dimabuk Cinta karya Muhammad Ibrahim AlHamd, penerbit Pustaka At Tibyan Solo Wassalamu' alaikum wa rohmatullohi Ta' wa barokatuhu ala ----------------------------oOo-------------------------

Bulan Maret 2006

181

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Wido Q Supraha supraha@indo.net.id : 29-03-2006 Oleh : Syaikh Mushtofa Al Adawi Wahai sang Istri .... Apakah akan membahayakan dirimu, kalau anda menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi senyum yang manis di saat dia masuk rumah.? Apakah memberatkanmu, apabila anda menghapus debu dari wajahnya, kepala, dan baju serta mengecup pipinya.?!! Apakah anda akan merasa sulit, jika anda menunggu sejenak di saat dia memasuki rumah, dan tetap berdiri sampai dia duduk.!!! Mungkin tidak akan menyulitkanmu, jika anda berkata kepada suami : "Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku". Berdandanlah untuk suamimu -harapkanlah pahala dari Allah di waktu anda berdandan itu, karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan- pakailah parfum, dan bermake uplah, serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu. Jauhi dan jauhilah bermuka asam dan cemberut. Janganlah anda mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang akan merusak dan mengacaukan keharmonisanmu dengan suami. Janganlah selalu tampak sedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah. Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan lemah-lembut, sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan mengira hal-hal yang jelek terhadap dirimu. Selalulah berada dalam keadaan lapang dada, hati tentram, dan ingat kepada Allah setiap saat. Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan, kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya. Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya. Didiklah anak-anakmu dengan baik. Isilah rumah dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir, perbanyaklah membaca Al-Quran terutama surat Al-Baqarah, karena surat itu dapat mengusir syeitan. Hilangkanlah dari rumahmu gambar-gambar, alat-alat musik dan alat-alat yang bisa merusak agama. Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan shalat malam, doronglah dia untuk melakukan puasa sunat, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan jangan anda menghalanginya untuk menjalin hubungan siraturrahim dengan karib kerabatnya.

*Renungan Buat Istri*

Bulan Maret 2006

182

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Perbanyaklah beristighfar untuk dirimu, suamimu, serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin. Berdoalah kepada Allah, agar dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat. Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa dan mencintai orang yang nyinyir dalam meminta. Allah berfirman:"Dan Rabbmu berkata : serulah Aku niscaya Aku penuhi doamu" (Al-Ghafir : 60). *Diambil dari kitab " Fiqh pergaulan suami istri " oleh Syaikh Mushtofa Al Adawi.* ----------------------------oOo-------------------------

Bulan Maret 2006

183

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : ~Ndhie~ ndhie.saliim@gmail.com : 29-03-2006

Sikap Hati-Hati dan Anak Shaleh
Oleh: Sus Woyo 28 Mar 2006 09:45 WIB

Insya Alloh bermanfaat.. Saya mempunyai seorang teman yang dalam kehidupan kesehariannya sangat hati-hati terhadap apa yang ia kerjakan. Apa yang ia lakukan selalu berpedoman kepada suatu kalimat yang ia pegang: "Allah ridla apa tidak dengan tindakan saya?" Terus terang saya mengaguminya. Saya ingin menirunya. Namun betapa berat saya mencoba mengikuti langkah-langkahnya. Bicaranya yang sederhana. Penjagaannya terhadap mata dan telinganya dari sesuatu yang mendatangkan dosa. Sampai-sampai sesuatu yang sangat sederhanapun, ia selalu mengingat bagaimana cara Nabi melakukannya. Suatu saat saya bertanya padanya. Kenapa engkau bisa seperti itu? Dia menjawab enteng. " Yaa, ini semua bukanlah karena saya, mungkin karena doa orang tua saya." Saya hanya mengangguk-angguk. Terlintas di pikiran saya tentang sosok orang-orang alim. Sosok orang-orang yang hidupnya telah menyerahkan bulat-bulat kepada Allah SWT. Para Nabi, Sahabat Rasul, dan kekasih-kekasih Allah yang lain. Banyak dari beliau-beliau ini yang mendapat derajat sangat dekat dengan Allah, bukan hanya karena upayanya sendiri, tapi tempaan, didikan, suatu amalan yang konsisten dan langgeng atau munajat orang tuanya kepada Ar-Rabbul Jalil. Sehingga lahirlah anak-anak shaleh. Saya jadi penasaran dengan orang tua laki-laki ini. Amalan seperti apa yang ia kerjakan sehari-hari selain yang di wajibkan? Doa seperti apa yang ia panjatkan padaNya sehingga melahirkan sosok yang menurut saya adalah termasuk kriteria shaleh ini? Suatu saat, ketika saya ada kesempatan pulang dari rantau, saya temui orang tua laki-laki ini. Bahkan saya menginap di rumahnya. Saya banyak ngobrol dengannya. Ingin sekali rasanya menimba ilmu dari orang tua yang telah melahirkan profil seperti teman saya itu. Ternyata beliau ini orang sederhana saja. Seperti kebanyakan orang -orang kampung lainnya. Tak ada sesuatu keistimewaan yang menonjol dari dirinya. Namanya pak Salim. Ia lebih dikenal orang-orang daerah itu Salim Tempe. Karena ia seorang penjual tempe. Waktu subuh, Maghrib dan Isya, sudah dipastikan ia ada di mushola kampung itu. Sebab ia lebih sering ditunjuk untuk menjadi imam sholat. Walaupun ia sendiri bukanlah imam tetap mushola tersebut.

Bulan Maret 2006

184

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Namun, walaupun ia orang biasa-biasa saja, bukan ustadz bukan kyai, bukan alumni pesantren apalagi lulusan perguruan tinggi Islam, akan tetapi ada beberapa hal yang membuat beliau ini jadi luar biasa. Paling tidak menurut saya. Dan anehnya, oleh masyarakat sekitar dianggap sesuatu yang tidak umum dan wajar. Memang di zaman ini, jika ada seseorang yang ingin mencoba menerapkan Islam dalam kehidupan sehari-hari dianggapnya sebuah keanehan. Yang pertama, kalau ada pilkades di desanya, ia selalu menolak diberi uang oleh para calon kades, karena ia takut itu suap. Dan ia tahu bahwa, yang menyuap dan yang disuap sama-sama masuk neraka. Maka ia selalu mengingatkan keluarganya jangan sampai mau menerima uang tersebut walaupun sekecil apapun. Sebab di banyak daerah, praktek mendapatkan ' suara' dengan iming-iming uang masih banyak berlaku Yang kedua, dia selama hidupnya, tidak pernah menyimpan uang di sebuah tempat yang bernama bank konvensional. Sebab ia juga takut, bunga yang ada di dalam lembaga keuangan itu termasuk dalam riba. Sedang ia tahu bahwa riba itu dosa. Ia punya pendapat lebih baik menyimpan uangnya di bawah bantal atau di bawah tikar tidur. Sehingga ketika anaknya dari luar negri mengirimkan uang, ia cepat-cepat mengambilnya, ia takut jadi berbunga-bunga. Ia menggunakan bank sebagai alat transfer saja. Saya jadi mempunyai sebuah dugaan, barangkali amalan orang tua itulah yang membuat teman saya sangat kuat memegang rambu-rambu agama. Saya tidak sedang mengkultuskan keturunan, tapi sikap kehati-hatian orang tua terhadap hukum-hukum Allah, ternyata sangat menentukan keturunannya. Dan sejarah mencatat juga, ada seorang perempuan penjual susu. Setiap kali mencampur susu dengan air ia sangat hati-hati. Bahkan setelah mengingat bahwa kelak semua yang dilakukan manusia, akan dihisab, ia mengurungkan untuk mencampur susu itu dengan berlebihan. Ia takut susu itu hilang kemurniannya. Sehingga dapat membohongi si pembeli. Dan dengan sikap kehati-hatian perempuan itulah, Allah mengaruniakan seorang anak shaleh. Yang ahirnya ketika tumbuh besar menjadi sosok yang luar biasa. Sosok itu adalah Umar bin Abdul Aziz. Siapa tak kenal khalifah zuhud ini? Akhirnya, suatu saat saya bertanya kepada diri sendiri. Mampukan saya menjaga kehatihatian terhadap sesuatu yang sederhana, tapi ternyata betapa besar nilainya di hadapan Allah SWT? Dan mampukah saya bertindak seperti mereka demi menghasilkan anak yang shaleh, sebagai investasi abadi? Sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban dengan konsekwensi perjuangan yang luar biasa. <woyo72@yahoo.com> -----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

185

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : ~Ndhie~ ndhie.saliim@gmail.com : 31-03-2006

TERAPI PENYAKIT MABUK ASMARA
Assalamu' alaikum wa rohmatullohi Ta' wa barokatuhu ala Walaupun efek yang ditimbulkan penyakit al-' sangat hebat dan sulit melepaskan diri isyq dari jeratannya namun bukanlah suatu hal yang mustahil apabila penderitanya bisa sembuh dan selamat dari penyakit ini. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: "Sesungguhnya obat itu mujarab bagi orang yang menerimanya. Adapun orang yang yang mencampuradukkannya niscaya obat itu tidak berguna baginya. " Maka orang yang benar-benar ingin sembuh, dia harus berupaya berobat. Namun jika tidak, niscaya penyakit akan tetap bercokol bahkan bisa jadi bertambah parah. Berikut ini beberapa terapi yang dapat menyembuhkan dari mabuk asmara: 1. Ikhlas kepada Allah. Jika seseorang yang terkena penyakit al-' benar-benar ikhlas isyq dan menghadapkan wajahnya kepada Allah dengan tulus, niscaya Allah akan menolongnya dengan cara yang tiada pernah terlintas di hatinya. Dia akan menyingkirkan segala penghalang menuju jalan taubat. 2. Berdo' Merendahkan diri kepada Allah, secara tulus menyerahkan diri kepada-Nya, a. ikhlas, dan memohon kepada-Nya dengan segala kerendahan agar disembuhkan dari penyakit. 3. Menahan pandangan. Ketika seorang hamba menahan pandangannya maka hati turut menahan syahwat dan keinginannya 4. Banyak berpikir dan berdzikir. Hendaklah setiap orang senantiasa ingat bahwa seluruh perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban. Seharusnya ia berpikir bahwa perbincangan dengan kekasihnya akan ditanyakan nanti di hari kiamat. Hendaklah dia berpikir betapa malu dirinya kelak ketika Allah mencela perbuatannya. 5. Menjauh dari orang yang dicintainya, sebab memisahkan diri dan menjauh akan mengusir bayangan orang yang dicintai dalam hatinya. Hendaklah ia bersabar menanggung perpisahan beberapa saat walaupun sulit pada awalnya. Seiring dengan waktu, seluruh masalah akan menjadi mudah. 6. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat. Sebab, mabuk cinta adalah karena kesibukan hati yang kosong. Hatinya akan dipenuhi bayang-bayang kekasihnya. Tetapi ketika ia sibuk dengan hal-hal lain maka cintanya akan memudar, rindunya akan hilang dan akhirnya ia dapat melupakannya. 7. Menikah, sebab pernikahan itu mencukupi segalanya, penuh berkah dan menjadi solusi. Jika orang yang dicintainya adalah wanita yang mungkin dinikahinya maka hendaklah ia menikahinya. Jika sulit menikahinya hendaklah memohon kepada Allah untuk memudahkannya. Jika ia tak bisa menikahinya karena sebab-sebab tertentu, maka hendaklah ia bersabar dan memohon kepada Allah agar diberi jalan keluar. 8. Menengok orang sakit, mengiringi jenazah, menziarahi kubur, melihat orang mati, berpikir tentang kematian dan kehidupan setelahnya. 9. Senantiasa menghadiri majelis ilmu, duduk bersama orang-orang zuhud dan mendengar kisah-kisah orang shalih.

Bulan Maret 2006

186

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid 10. Memangkas habis ambisi dengan membuang rasa putus asa disertai dengan keinginan keras untuk dapat menundukkan hawa nafsu. 11. Selalu konsisten menjaga sholat dengan sempurna, menjaga kewajiban-kewajiban sholat, baik berupa kekhusyukan dan kesempurnaannya secara lahir dan bathin. 12. Menjaga kharisma agar tidak jatuh kepada kedudukan yang hina dina, tidak jatuh dalam perbuatan yang tercela dan segala bentuk yang dapat menghalangi keutamaan. Orang-orang yang memiliki harga diri tidak pernah mau terikat menjadi budak sesuatu. Lihat saja, betapa hawa nafsu menyebabkan orang-orang mulia menjadi hina. 13. Menjaga kemuliaan diri, kesucian dan menjaga kehormatannya. Hal ini akan membuat seseorang jauh dari perkara yang akan meruntuhkan harga dirinya ataupun yang akan menjatuhkan martabatnya. 14. Membayangkan cela yang terdapat pada diri orang yang dicintainya. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: "Sesungguhnya manusia penuh dengan najis dan kotoran. Dan orang yang dimabuk cinta melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Karena cinta, ia tidak dapat melihat aib kekasihnya. Sebab hakikat segala sesuatu dapat disingkap dengan timbangan yang adil. Sementara yang menjadi penguasa atas dirinya adalah hawa nafsu yang zhalim. Itu akan menutupi seluruh cela hingga akhirnya orang yang dilanda cinta melihat kekasihnya yang jelek menjadi jelita. " 15. Memikirkan akan ditinggal pergi orang yang dicintainya, baik ditinggal mati atau ditinggal pergi tanpa keinginannya atau ditinggal karena sudah bosan. 16. Memikirkan akibat perbuatannya. Orang yang berakal adalah orang yang dapat menimbang apakah cintanya itu akan melahirkan kenikmatan ataukah kesengsaraan. 17. Hendaknya orang yang ditimpa ujian seperti ini mengetahui bahwa ujian hidup merupakan sebab munculnya nilai keutamaan seseorang. Jika dia bersabar maka akan tampaklah keutamaannya, sempurnalah kemuliaannya dan derajatnya akan meningkat kepada level yang lebih tinggi. 18. Memikirkan betapa banyak hal-hal yang bermanfaat menjadi luput disebabkan menyibukkan diri dengan cinta seperti ini. Orang-orang yang mulia lebih mengutamakan santapan akalnya, walaupun tabi' atnya berusaha menggiringnya kepada syahwat jasmani. 19. Melihat konsisi para pemabuk cinta. Bagaimana derita yang mereka tanggung. Bagaimana hidup mereka yang dikucilkan oleh masyarakat. Betapa berantakan segala urusan dunia dan akhirat mereka. Bandingkanlah orang-orang yang menghabiskan hidup untuk cinta buta dengan orang-orang yang memiliki cita-cita yang tinggi dan luhur dan keinginan yang kuat. Demikanlah di antaranya obat-obat yang dapat menangkal dan menyembuhkan penyakit mabuk asmara. Seperti yang telah disebutkan di atas, semua obat ini tidak akan manjur bila yang melakukannya tidak berusaha dengan sungguh-sungguh ingin sembuh dari penyakitnya. Kita bermohon kepada Allah agar menjauhkan kita dari jalan-jalan kehancuran dan membimbing kita kepada kebaikan dunia dan akhirat. Wallahu a' lam *Diringkas dari kitab Al-' isyq, Bila Hati Dimabuk Cinta karya Muhammad Ibrahim AlHamd, penerbit Pustaka At Tibyan Solo Wassalamu' alaikum wa rohmatullohi Ta' wa barokatuhu ala

Bulan Maret 2006

187

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Hudzaifah.org public@hudzaifah.org : 31-03-2006

http://www.hudzaifah.org/Article339.phtml Posted by: ayat_al_akrash on Tuesday, March 28, 2006 - 02:31 PM Hudzaifah.org - Aku masuk surga! Indah sekali. Aku berjalan-jalan di dalam taman hijau. Pegunungan yang indah. Langitnya tidak cerah, tapi juga tidak mendung. Hawanya sejuk. Buah-buahannya besar-besar. Kulihat kebun anggur luas yang tertata rapi. Kupetik satu buah anggur yang ukurannya sebesar buah apel. Kumakan sedikit, anggur yang berwarna hijau dan tidak berbiji itu, dan emmm. lezat sekali. Buah surga ini terasa dingin dan airnya banyak. Alhamdulillah., aku bersyukur sudah selamat masuk surga. Kubuka mata. Tiba-tiba aku sudah terbaring di atas tempat tidurku. Kulihat jam, pukul 02.00 dini hari. Wah, ternyata tadi hanya mimpi! Dan aku masih ada di dunia, belum di surga. Aku termangu sejenak. Mimpi. Setiap anak manusia pasti pernah bermimpi. Ada mimpi buruk, mimpi indah. Ada mimpi yang membawa hikmah, ada pula mimpi yang tak bermakna apa-apa. Ada mimpi yang bisa bersambung dari satu mimpi ke mimpi lain. Atau mimpi di atas mimpi. Bahkan terkadang kita merasa sudah sering mengunjungi tempat yang ada dalam mimpi kita. Semua itu tentu rahasia Allah SWT saja. Mimpi yang Benar Mimpi bukanlah hal yang remeh. Ia mencerminkan siapa diri kita. Nabi Muhammad SAW sering mendapatkan wahyu melalui mimpi. Nabi Muhammad SAW juga mendapat mimpi untuk menikah dengan Siti Aisyah, di mana dalam mimpi itu, Jibril membawa kain yang ada wajah Siti Asiyah dan berkata, "Inilah isterimu di dunia dan di akhirat." Nabi Yusuf, ahli menafsirkan mimpi dan yang ditafsir adalah mimpi dua orang pelayan raja dan mimpi sang raja. Bahkan nabi yusuf pernah bermimpi bulan dan bintang sujud kepadanya sebagai tanda bahwa ia kelak akan menjadi nabi. Nabi Ibrahim, mendapat perintah untuk menyembelih Ismail, dalam mimpi. Orang-orang sholeh, mereka dapat diberi karunia bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW yang wajahnya tak dapat diserupai syetan. Firaun, bermimpi ada anak laki-laki yang akan menghancurkan kerajaannya. Orang-orang non muslim, ada yang mendapat hidayah melalui mimpi. Mimpi yang benar adalah salah satu bagian dari 46 kenabian. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Jika masa semakin dekat, mimpi seorang muslim nyaris tidak pernah dusta. Muslim yang paling benar mimpinya adalah yang paling jujur perkataannya. Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian kenabian. Mimpi ada tiga macam: mimpi yang baik sebagai berita gembira dari Allah ' wa jalla, azza mimpi seorang muslim yang dialami oleh dirinya sendiri, dan mimpi sedih yang berasal

Ada Bayang Dirimu Dalam Mimpiku...

Bulan Maret 2006

188

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid dari setan. Jika salah seorang di antara kamu mengalami mimpi yang tidak disukai, janganlah menceritakannya kepada orang lain, bangunlah, kemudian shalatlah." (Muttafaq ' alaih) Bagi kaum muslimin, mimpi yang benar, hanya bisa terjadi bila kita menjalankan sunnah Rasulullah SAW sebelum tidur, yaitu: 1. Berwudhu. 2. Membaca doa sebelum tidur. 3. Posisi tidur miring ke samping kanan dan tapak tangan di bawah pipi dengan kaki sedikit di lipat. Bila sunnah di atas tidak terpenuhi, maka mimpinya patut dipertanyakan, apakah mimpi dari Allah SWT atau mimpi dari syetan. Mimpi yang indah, pastilah dari Allah SWT dan mimpi yang mengerikan adalah dari syetan. Sebagai catatan, jangan sampai kita menganggap mimpi kita adalah wangsit. Karena kita hanyalah manusia biasa, bukan nabi. Para nabi, mimpi mereka selalu benar, sedangkan kita? Belum tentu benar. Oleh karena itu hati-hatilah menafsirkan mimpi. Dari ' Ubadah ibnush-Shamit bahwa ia bertanya kepada Rasulullah tentang ayat 63-63 surah Yunus, "Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan dalam kehidupan di akhirat." Maka, Rasulullah menjawab, "Sungguh kamu telah menanyakan sesuatu kepadaku yang belum pernah ditanyakan oleh seorang pun selainmu. Al-busyra ialah mimpi yang baik yang dialami oleh seseorang atau dianugerahkan Allah kepadanya." (As-Silsilah ash-Shahihah) Tidur Adalah Mati Ketika kita tidur, jiwa kita untuk sesaat ada dalam genggaman-Nya dan akan dikembalikan-Nya, hingga kita bisa bangun dari tidur. Kita tidak akan bangun bila Ia tidak mengembalikannya pada jasad selamanya, dengan kata lain, mati. Allah SWT berfirman: "Allah memegang jiwa seseorang ketika matinya dan memegang jiwa seseorang yang belum mati diwaktu tidurnya, maka Dia menahan jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai pada waktu yang ditentukan." (Q.S. Azzumar : 42). Sesungguhnya, tidur itu adalah kawannya mati karena sebelum tidur, Rasulullah SAW selalu berdoa, "Ya Allah dengan nama-Mu aku hidup dan mati" (HR Bukhari). Saat terjaga beliau pun membaca doa yang hampir serupa, "Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nya kami dibangkitan." (HR Bukhari dan Muslim). Ketika bangun dari tidur, akibat mimpi yang dialaminya, anak Adam dapat merasakan : 1. Gelisah bahkan bisa menangis karena mimpinya adalah mimpi yang buruk, mengerikan, atau menyedihkan. 2. Ilmunya semakin bertambah karena mimpinya membawa hikmah. 3. Hidayah karena mimpinya penuh dengan ajaran. 4. Semakin jauh dari Allah SWT karena karena mimpinya melakukan tindakan dosa. 5. Hanya bunga tidur, mimpi yang tak jelas, mimpi kacau dan tanpa hikmah apapun.

Bulan Maret 2006

189

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid

Hidup Bagai Mimpi Mimpi bukan hanya ada di dalam tidur, tetapi sesungguhnya hidup di dunia ini bagai mimpi. Dan kita belum bangun, hingga kematian menjemput. Saat kematian datang, tak ada lagi hijab dan pandangan kita menjadi sangat jelas bahwa dunia ini hanya sesaat saja. "Allah bertanya lagi (kepada mereka yang kafir itu): "Berapa tahun lamanya kamu tinggal di bumi?" Mereka menjawab: kami tinggal (di dunia) selama sehari atau sebahagian dari sehari; maka bertanyalah kepada golongan (malaikat) yang menjaga urusan menghitung Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di dunia) melainkan sedikit masa saja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini (tentulah kamu bersiap sedia)." (surah Al-Mukmunun:112-114) "Niscaya kamu benar-benar akan melihat Neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benarbenar akan melihatnya dengan ' ainul yaqin (yakin sebab melihat sendiri), kemudian kamupun pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megahmegahkan di dunia itu)"(QS/ At Takatsur : 5-8) Di dalam mimpi dunia ini, kita bisa bertemu dengan manusia-manusia lainnya. Kitalah yang mengendalikan buruk atau indahnya mimpi. Berapa banyak kita saksikan, manusiamanusia yang semula ada di sisi kita, tiba-tiba kini tak ada lagi. Dan yakinlah seyakinyakinnya bahwa kita pun yang kini ada, akan menjadi tiada dan berpindah ke alam nyata, terbangun dari mimpi. Saat itulah kita baru menyadari berapa banyak amalan kita dan sesalan yang tiada terkira karena selama ini telah melalaikan syariat-Nya. Dan qad aflaha al-Mu' minun, alladzinaahum ' shalatihim Khasyi' an un... Rangkailah mimpi dan berdoa selalu bahwa dunia ini akan menjadi mimpi yang indah. Aku dan kau dihidupkan-Nya dalam dunia yang sama. Hingga kelak kita terbangun dari tidur dunia dengan dijemput sang malaikat maut menuju alam nyata. Akhirat. Dan sebelum itu terjadi., buatlah mimpi indah di dunia ini dengan Allah SWT sebagai tujuan. Karena mimpi kita hari ini akan menentukan masa depan kita, di surga.. atau di neraka. Dan orang-orang beriman ingin mimpi yang indah itu tercapai. Mimpi indah tentang bayang dirimu.. wahai surga. (Ayat al akrash) -----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

190

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : abuluthfi ar-rasyid abuluthfia@yahoo.co.id : 31-03-2006

Sumber: http://www.jkmhal.com/main.php?sec==content&cat==2&id=$70 Mengapa dalam hidup harus ada kesulitan? Agar kemudahan menjadi punya nilai dan makna. Mengapa dalam kehidupan harus ada kesulitan? Agar kemudahan menantang untuk dicari, dikejar dan akhirnya dinikmati. Kesulitan adalah nuansa fluktuatif kehidupan. Yang seharusnya menambah indah suasana hidup ini. Agar tidak membosankan. Karena watak manusia selalu bosan dengan satu suasana yang tidak berubah. Bukannya kita menantang kesulitan untuk datang. Tetapi karena kesulitan adalah suatu kepastian. Hingga kita dituntut untuk bisa bersikap positif dalam menghadapinya. Semua yang diciptakan Allah selalu memiliki makna. Tidak ada yang sia-sia. Semuanya menyiratkan pelajaran berharga. Menyimpan rahasia yang tidak luput dari sifat kasih sayang Allah untuk hamba-hamba-Nya. Maka inilah ungkapan positif yang selalu keluar dari fikiran dan ucapan seorang hamba yang beriman. “Ya Allah tidaklah sia-sia apa yang telah Engkau ciptakan, Maha Suci Engkau maka jauhkanlah kami dari api neraka. (QS. Ali Imaran: 191) Kesulitan dialami semua orang. Tetapi maknanya berbeda-beda. Yang bisa menentukan makna itu adalah kita sendiri. Karena kita yang lebih tahu tentang diri kita. Sehingga kita dapat meraba mengapa kesulitan itu tiba. Berikut adalah makna-makna yang bisa digali dari sebuah kesulitan: 1. KESULITAN SEBAGAI PENEBUS DOSA Kesulitan itu bisa beragam bentuk dan macamnya. Ada kalanya berupa kematian, sakit, kemiskinan, kegagalan, kekecewaan dan sebagainya. Kesemuanya berpungsi sebagai penebus dosa untuk mukminin. Tentunya untuk mendapatkan penebusan dosa itu harus menyertakan kesabaran dalam menghadapinya. Penyerahan diri yang tulus kepada Allah dan ridha dalam menerimanya. Imam Syafi’i mengajarkan nilai-nilai ini dalam untaian bait syairnya: Biar hari-hari berbuat semuanya Dan buatlah hari ini rela ketika taqdir ini tiba Jangan gelisah dengan kelamnya malam Karena peristiwa dunia ini tidak ada yang abadi. Tidak ada manusia yang tak berdosa. Sangat banyak kekhilafan yang pernah kita lakukan. Kita sangat butuh ampuanan Allah. Dan kita khawatir akan datangnya hari perhitungan amal. Apakah jadinya, kalau kebaikan kita ditimbang dengan kejahatan. Kita masih sangat cemas, jangan-jangan amal kejahatan kita masih lebih berat.

Menimbang Harga Kesulitan

Bulan Maret 2006

191

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Mungkin saja amal kebajikan kita banyak. Tetapi siapakah yang bisa menjamin ada satu diantara sekian banyak yang diterima oleh Allah. Dengan demikian kalau kesulitan menindih kita, selain sabar cobalah menyisipkan rasa syukur. Semoga dengan kesulitan itu Allah berkenan menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Ada sebagian orang yang harus terbaring di tempat tidur bertahun-tahun lamanya berjuang melawan penyakit. Sebelum akhirnya ia harus mengakhiri hidupnya. Kalau dia seorang mukmin, harga mahal yang telah dia bayar akan membuatnya mudah menghembuskan nafas yang terakhir. Allah telah mencuci dosanya dengan penyakit yang menggerogotinya. Agar kelak menghadap Allah dalam keadaan suci kembali. Karena tidak ada yang selamat, kecuali mereka yang menghadap Allah dengan hati yang suci. Kesulitan ibarat bara api yang membakar dosa. Untuk membakar dosa yang besar diperlukan bara api yang besar. Maka, anggaplah wajar kalau kesulitan bertubi-tubi. Tuduhlah diri sendiri dan instrospeksi harus terus dilakukan. 2. KESULITAN SEBAGAI PENYARING MUTU Untuk mendapatkan emas yang murni harus dibakar dengan panas yang tinggi. Untuk mendapatkan baja maka harus dilebur dulu dalam bara api yang sangat panas. Mereka yang masih duduk dibangku sekolah, kesulitan ujian adalah merupakan bagian dari penyaringan mutu. Mereka yang sudah bekerja, juga perlu disaring dengan diberikan tugas-tugas yang sulit untuk melihat siapa yang capable dan siapa yang tidak layak. Hanya manusia-manusia pilihan saja yang bertahan hidup hingga garis finis. Yang mampu melampaui rintangan-rintangan kesulitan. Sedangkan yang lemah akan terkubur oleh kesulitan dan musibah. Masalah akhirat juga begitu. Allah akan menyaring hambanya. Tidak dibiarkan orang mengaku beriman begitu saja. Keimanan bukan hanya pengakuan lisan yang biasa berbohong perlu disaring, agar bersih dari sifat kekufuran dan kemunafikan yang tersembunyi. “Apakah manusia menyangka akan dibiarkan berkata kami beriman, padahal mereka belum diuji. Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelummu.”(QS. AlAnkabut: 2) Dalam perang Uhud yang diikuti oleh sekitar seribu pasukan muslimin, harus berkurang 300 orang. Mereka lebih memilih pulang ke Madinah karena mereka tidak sanggup menghadapi ujian peperangan. Ya, mereka orang-orang yang munafik. Kemunafikan pasti akan gugur di medan ujian.

Bulan Maret 2006

192

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Maka para nabilah yang paling berat ujiannya. Kesulitan yang mereka hadapi sangat besar. Semakin besar keimanan semakin berat ujian kesulitan yang harus dihadapi. Rasulullah ditanya, siapakah yang paling berat ujiannya? Beliau menjawab, “Para nabi dan mereka yang mengikuti jejak mereka”. 3. KESULITAN SEBAGAI SIKLUS KEHIDUPAN Alam ini bergerak sesuai dengan sunatullah. Seluruh alam ini tunduk kepada aturan Allah. Bumi akan terus berputar pada garis edarnya. Daun dari tunas, tumbuh hijau sejuk dipandang hingga menguning dan kering akhirnya rontok ke bumi. Kesulitan merupakan siklus kehidupan yang pasti akan terjadi. Hanya giliran saja yang akan menanti. Kalau hari ini ada kesulitan yang berarti memang hari-hari yang lalu sudah kita lalui dengan kenikmatan. Nabi Ayyub mencoba menengok penyakit yang dialaminya dari sisi kehidupan. Dari situ dia mendorongnya hingga memunculkan kesabaran. Ketika isterinya mendesaknya agar berdoa agar memohon kepada Allah supaya disembuhkan, beliau berkata, “Aku malu kepada Allah, karena sebelum ini aku telah menikmati kesehatan lebih lama dari masa-masa sakit“. Roda kehidupan ini akan terus berputar dan bergilir. “Dan hari-hari itu Kami pergilirkan diantara manusia“. begitu Allah menjelaskan. Yang hari ini mendapatkan kesenangan, berarti dia harus bersiap untuk menghadapi kesulitan. Dan yang hari ini mengalami kesulitan, berarti dia boleh berharap untuk sebuah kesenangan yang akan datang sesudahnya. 4. KESULITAN SEBAGAI ISYARAT AKAN DATANGNYA KEMENANGAN Hidup ini adalah perjuangan. Dalam pengertian apapun. Seorang suami harus berjuang menunaikan kewajibannya. Seorang isteri, seorang mahasiswa, seorang karyawan, seorang pejabat. Siapa saja yang menjalani hidup ini, harus mengerti bahwa hidup ini adalah medan perjuangan. Perjuangan membutuhkan pengorbanan. Tanpa pengorbanan tak akan diraih kemenangan. Kesulitan akan banyak menyita waktu, tenaga, potensi dan biaya untuk menyelesaikannya. Ini adalah bagian dari pengorbanan. Seluruh kejayaan dan kemenangan hanya milik Allah. Dan Dia tidak akan memberikannya kecuali kepada yang layak menerimannya. Kalau usaha-usaha sudah terasa maksimal, tetapi yang datang justru musibah jangan disikapi dengan negatif. Justru harus dilihat dari sisi positif. Perjuangan hidup apapun bentuknya akan melalui fase-fase tertentu hingga berlabuh di pantai kemenangan. Diantara fase itu adalah fase fitnah, cobaan dan kesulitan. Dan ini adalah fase terakhir sebelum memasuki gerbang kejayaan dan kemenangan.

Bulan Maret 2006

193

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Seorang ulama besar berkata, “Sebarkanlah Islam ini karena Islam ini asing dimasyarakat kalian. Jika Islam ini sudah dikenal maka berhati-hatilah, karena kalian akan dikejar-kejar, dituduh, difitnah dan dipenjara.“ Allah tidak begitu saja memberikan kemenangan ini dengan harga murah. Kalau kemenangan belum juga datang, berarti kita belum layak untuk menerimanya. Sebelum Islam menggapai keujung dunia, Muslimin di zaman Rasulullah itu harus melalui cobaan yang berat. Diasingkan, dituduh, diboikot dan diperangi. Al-Aqsha hingga hari ini belum juga bebas. Padahal sudah berapa benyak darah para syuhada yang tumpah. Berarti harga Al-Aqsha belum tertebus, masih butuh lagi syuhada yang lain. Ibarat jarak tempuh, semakin jauh jarak yang dituju, harus semakin banyak pula persediaan bensin. Memang seluruh kehidupan dunia ini adalah perjuangan. Jangan pernah berhenti berjuang. Jangan lemah hanya kaki ini berdarah tersandung batu cobaan. Imam Ahmad oleh puterannya Abdullah, “Wahai ayah, kapan engkau istirahat? “Beliau menjawab, “Ketika sebelah kaki ini sudah menginjak surga.“ Jadi, Kesuilitan bisa jadi merupakan kabar gembira dan isyarat kemenangan. 9KESULITAN ADALAH HARGA SURGA Surga itu mahal. Kata-kata itu diulang nabi sampai tiga kali. Karena keindahan dan kenikmatannya belum pernah dirasakannya dan berdetik terdetik sedikitpun di hati manusia. “Apakah kalian mengira akan mesuk surga, sedangkan kalian belum merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang sebelum kalian. Dulu mereka ditimp, peperangan dan goncangan. Hingga rasul dan orang-orang yang kemiskinan, peperangan dan goncangan. Hingga Rasul dan orang-orang yang bersamanya berkata, ‘Kapankah pertolongan Allah tiba. “Ingatlah pertolongan Allah itu dekat.“ Surga tidak mudah begitu saja diraih. Cobaan akan terus bergulir. Hingga benar-benar melahirkan mukmin yang bersih. Karena surga tidak mungkin mereka yang kotor. Kesulitan akan membersihkan noda-noda dosa. Menyaring siapa yang berhak mendapatkan kebahagiaan surga dan siapa yang tidak layak mendapatkannya. Amr bin Jamuh berkata kepada Rasulullah dalam perang Uhud, “Ya Rasulullah aku ingin menginjak surga dengan kakiku yang pincang ini.“ Kesulitan itu beragam maknanya. Setiap terjadi kesulitan, mari kita lihat apa makna yang tersirat dibaliknya. Agar kita mengerti, bahwa dibalik kesulitan itu ada harga dan nilai yang sangat berharga.[] die *Majalah Tarbawi* Edisi 51 Th.4/23 Januari 2003 -----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

194

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : Era Sartika era.sartika@thomson.net : 31-03-2006

Tanya Tentang Maut, Alam Kubur dan Siksanya
Assalamu' alaikum Pak Ustadz 1. Apa yang dialami oleh orang yang sakaratul maut? 2. Yang dialami/dijalani oleh orang yang meninggal tersebut di alam kubur? 3. Bagaimana bentuk siksa kubur? 4. Apa yang harus dilakukan oleh anak setelah kedua orangtuanya wafat? Terima kasih ustadz Wassalam, Ikhwan Jawaban Assalamu ' alaikum warahmatullahi wabarakatuh 1. Yang dialami oleh orang yang sakaratul maut Di dalam Al-Quran Al-Karim, Allah SWT telah menceritakan bagamana malaikat didatangkan kepada orang yang akan dicabut nyawanya. Dan khusus orang yang zalim, perlakuan malaikat memang cukup kasar dan menciutkan nyali. Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya,: "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.(QS.Al-An' am:3) Sedangkan kepada orang yang beriman kepada Allah SWT dan menjadi calon penghuni surga, perlakukan malaikat 180 derajat terbalik. Mereka demikian ramah dan baik hati. Kepada mereka Allah SWT mengatakan: Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama' hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.(QS. ah Al-Fajr: 27 -30). Sedangkan secara umum dan dari penampilan pisik, ada hadits Rasulullah SAW yang menceritakan bagaimana keadaan orang yang sedang dicabut nyawanya: Sesungguhnya pandangan seorang mayyit mengikuti ruhnya ketika dicabut (HR. Muslim 920). 2. Yang dialami orang yang meninggal di alam kubur Ruh itu lalu naik ke langit dan diperlakukan sesuai dengan amalnya di dunia. Bila ruh itu berasal dari orang yang beriman, maka pintu langit akan dibukakan untuknya dan

Bulan Maret 2006

195

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid disambut dengan hangat. Sebaliknya, bila ruh itu dari orang kafir, zalim dan berlumur dosa, maka pintu langit akan tertutup untuknya dan mendapat perlakuan yang hina. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS Al-A' 40). raf: Bahkan ruh itu akan dicampakkan dari pintu langit sebagaimana firman Allah SWT: Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS. Al-Hajj: 31). Dua ayat inilah yang diucapkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadits shahih yang panjang ketika menjelaskan bagaimana ruh orang beriman dan ruh orang jahat. Salah satu potongannya kami nukilkan berikut ini: Rasulullah SAW bersabda, "...Lalu ruh jahat itu dikembalikan ke dalam jasadnya dan dua malaikat mendatanginya seraya bertanya, "Siapakah rabb-mu? Orang itu menjawab,"hah..hah..aku tidak tahu". Malaikat itu bertanya lagi,"Siapakah manusia yang diutus kepada kalian?". "hah..hah..aku tidak kenal", jawabnya. Lalu diserukan suara dari langit bahwa dia telah mendustakan hamb-Ku. Maka dekatlah dengan neraka dan dibukakan pintu neraka hingga panas dan racunnya sampai kepadanya. Lalu kuburnya disempitkan hingga tulang-tulang iganya saling bersilangan. Dan didatangkan kepadanya seorang yang wajahnya buruk, pakaiannya buruk dan baunya busuk dan berkata kepadanya,"Berbahagialah dengan amal jahatmu. Ini adalah hari yang kamu pernah diingatkan. Dia bertanya,"siapakah kamu, wajahmu adalah wajah orang yang membawa kejahatan?" "Aku adalah amalmu yang buruk". "Ya Tuhan, jangan kiamat dulu".(HR. Ahmad dalam musnadnya 4/287 hadits no. 4753 dan Abu Daud 4/239 hadits no. 18557 - hadits Shahih). 3. Bagaimanakah Bentuk Siksa kubur. Pertanyaan di dalam kubur dan siksanya ada disebutkan di dalam Al-Quran AlKariem. Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.(QS. Ibrahim: 27). Dalam asbabun nuzul secara shahih diriwayatkan bahwa yang dimaksud dengan ' Allah SWT meneguhkan orang beriman dengan ucapan yang teguh'adalah bahwa mayat orang beriman di kubur itu mampu menjawab dengan mantap tiga pertanyaan malaikat dalam kubur, yaitu tentang siapa tuhanmu, siapa nabimu dan apa agamamu. Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya seorang hamba ketika diletakkan di kuburnya dan ditinggalkan oleh teman-temannya, maka dia masih mendengar suara sandal mereka." Imam Bukhari

Bulan Maret 2006

196

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid menambahkan,"Sedangkan orang munafik dan kafir diserukan kepada mereka," 4. Apa yang harus dilakukan oleh anak setelah kedua orangtuanya wafat. Yang paling utama adalah mendoakannya, karena doa anak yang shalih adalah hal yang secara sharih disebutkan sangat bermanfaat bagi orang tuanya yang sudah meninggal. Tentu saja anak itu harus anak yang shalih, beriman dan bertaqwa. Karena hanya doa orang yang dekat dengan tuhannya saja yang akan didengar. Jadi kalau anaknya jarang sholat, tidak pernah mengaji, buta ajaran agama dan asing dengan syariat Islam, lalu tiba-tiba berdoa, bagaimana Allah SWT akan mendengarnya. Sementara makanannya makanan haram, bajunya haram, mulutnya tidak lepas dari yang haram. Selain itu anak yang sholih bisa saja mengeluarkan infaq, shadaqah dan ibadah maliyah lainnya yang diniatkan untuk disampaikan pahalanya kepada orang tuanya. Tentang sampainya pahala ibadah maliyah dari orang yang masih hidup untuk orang yang sudah wafat, ada banyak dalilnya. Di antaranya adalah: "Seseorang tidak boleh melakukan shalat untuk menggantikan orang lain, dan seseorang tidak boleh melakukan shaum untuk menggantikan orang lain, tetapi ia memberikan makanan untuk satu hari sebanyak satu mud gandum. (HR An-Nasa' i). Dari Abdullah bin Abbas ra bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada ditempat, lalu ia datang kepada Nabi SAW unntuk bertanya:" Wahai Rasulullah SAW sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat, apakah jika saya bersedekah untuknya bermanfaat baginya? Rasul SAW menjawab: Ya, Saad berkata:" saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan untuknya" (HR Bukhari). Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa bukan hanya ibadah maliyah saja yang bisa disampaikan pahalanya kepada orang wafat, namun ibadah badaniyah pun bisa dikrimkan pahalanya untuk orang yang sudah wafat. Dalilnya adalah nash berikut: Dari ' Aisyah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, " Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya" (HR Bukhari dan Muslim) Hadits ini adalah hadits shahih yang menyebutkan bahwa pahala puasa sebagai ibadah badaniyah bisa dikirimkan untuk orang yang sudah wafat. Selain itu pahala itu adalah hak orang yang beramal. Jika ia menghadiahkan kepada saudaranya yang muslim, maka hal itu tidak ada halangan sebagaimana tidak dilarang menghadiahkan harta untuk orang lain di waktu hidupnya dan membebaskan utang setelah wafatnya. Wallahu a' lam bishshawab, wassalamu ' alaikum warahmatullahi wabarakatuh ---------------------------------------------"Sebaik-baik manusia diantaramu adalah orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim) yang paling banyak manfaatnya bagi

Bulan Maret 2006

197

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : arief ludiantoro ar1ef2001@yahoo.com : 31-03-2006

Nur Muhammad sallaLlahu ´alayhi wa sallam, Mawlana Shaykh Muhammad Hisham Kabbani 8 Februari 2006, Oakland, USA A` udzu billahi min ash-shaytaan ir-rajim Bismillahi ' r-Rahmani ' r-Rahim . Nawaytu' larba` in, nawaytu' itikaaf, nawaytu' l-` l-khalwah, nawaytu' l-riyaada, nawaytu' s-suluk, nawaytu' uzlah lillahi ta` fu hadha' l-` ala l-masjid Ati`Allah wa ati`ar-Rasula wa uli ' l-amri minkum "Patuhi Allah, patuhi Nabi dan patuhi mereka yang memiliki otoritas" adalah topik dalam setiap nasehat karena kita selalu berada dalam pengawasan. Karena kita berada dalam pengawasan, kita harus selalu patuh. Pengawasan ini bukan hanya dari Negara, tetapi kita berada di level pengawasan tertinggi. Allah swt selalu mengawasi kita dan Allah swt memerintahkan para malaikat untuk menulis apakah yang kita berbuat baik atau buruk. Dan tidak hanya menuliskan saja, tetapi seperti yang kita tahu dalam teknologi terbaru mereka memiliki perekaman video. Dan perekaman video mempunyai gambar dan suara. Lalu tanyalah pada diri kita sendiri, apakah videotape, kamera dan audio tape dapat menulis? Karena disebutkan dalam Kitab Suci Al Qur' bahwa yang menuliskan tingkah an laku kita adalah malaikat. Tingkah laku baik dan buruk kita. Dalam bahasa apa mereka menuliskannya? Apakah mereka menulis menggunakan tangan? Apabila seseorang di Hari Perhitungan berkata,"Saya tidak melakukan itu," jika dengan tulisan setiap orang dapat berkelit dengan mengatakan "Saya tidak melakukan itu." Namun dengan audio, akan lebih baik. Ini cara lain dalam penulisan dengan menggunakan energi panjang gelombang. Dalam perekaman audio, sebagian orang mungkin bisa mengatakan bahwa itu bukan suara saya. Itulah mengapa di pengadilan tidak menerima perekaman audio. Perekaman video berbeda. Perekaman dilakukan dengan sebuah penjang gelombang yang dapat memperlihatkan gambar juga. Jadi, saat gambar dan suara kalian ada tampak. Dapatkan kalian berkata,"Tidak, itu bukan saya?" Saat teknologi semakin berkembang, mereka dapat membuat mulut saya berbicara senyata surat, bukan? Kemungkinan itu ada. Berarti tidak ada kemungkinan perekaman video dan audio palsu. Jadi, apa jenis penulisan yang dilakukan oleh para malaikat? Apakah jenis teknologi yang dimiliki malaikat? Kita harus bertanya ke Profesor apakah ada teknologi yang lebih tinggi dimana tak satupun yang dapat memanipulasi hasil perekaman? Apakah ada cara agar manusia tidak dapat mengubahnya? Kita tidak tahu. Mungkin saja setiap datang teknologi baru mereka juga mempunyai teknologi lain yang dapat digunakan untuk memanipulasinya. Tapi tidak ada yang dapat mengubah apa yang telah malaikat tuliskan. Malaikat memiliki bahasa tersendiri. Malaikat mempunyai teknologi sendiri yang Allah SWT telah berikan kepada mereka dan hal itu tidak dapat dijelaskan. Malaikat dapat membawa kalian kembali ke suatu masa dalam hidup kalian, seperti sebuah teater,

Satu Shalawat Akan Menyelamatkanmu

Bulan Maret 2006

198

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid dengan memperlihatkan hasil rekaman perbuatan kalian dan itu adalah benar adanya. Apa saja yang kalian perbuat pada masa itu, apakah itu baik atau buruk dan semuanya akan diperlihatkan. Apabila kalian berlaku buruk akan diperlihatkan seperti berada dalam suatu pertunjukkan teater dan semua orang melihat. Begitu pula bila kalian berlaku baik. Tidak berkurang sedikitpun. Semuanya diperlihatkan dengan sangat detil dan malaikat sebagai saksi, 2 malaikat, satu dikanan dan satu dikiri yang melihat semua perbuatan kita. Malaikat tersebut tidak hanya merekam semuanya namun mereka pun melihat semuanya. Allah membuat mereka memiliki kemampuan seperti itu. Merekalah notarisnya. Mereka seperti notaris umum yang mencatat semua yang mereka rekam. Jadi, apakah jenis bahasa yang Allah berikan kepada malaikat sehingga hasil rekaman tidak dapat berubah dan di Hari Perhitungan rekaman tersebut akan dibawa dihadapan semua manusia? Berarti itu adalah pengamatan tingkat tinggi, tidak seperti pengamatan Negara, yang mengamati kemana kalian pergi dan datang. Itulah tingkat pengamatan yang sangat tinggi dari para malaikat. Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam bersabda,"Aku mengamati setiap perbuatan Umatku." Artinya, "Aku mengamati dan melihat apa yang mereka lakukan dan merekamnya." Renungkan kebesaran Rasulullah ketika beliau berkata,"Bila perbuatan umatku baik, Aku akan berdo' kepada Allah dan bila perbuatan umatku buruk Aku akan a memohon pengampunan bagi mereka." Berarti "Aku akan menghapus apapun yang malaikat tuliskan/rekam. Teknologi surga yang telah Allah berikan padaku lebih tinggi daripada yang dimiliki malaikat dimana tidak akan melupakan walaupun hanya satu koma atau satu poin dari yang malaikat rekam." Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam dengan teknologi beliau punya akan mampu menghapus apapun yang malaikat akan rekam. Itu berarti bahwa teknologi Rasulullah jauh lebih canggih dari teknologi malaikat manapun. Itulah mengapa beliau berkata,"Ana sayyidi waladi Adam ´alayhis sallam was la fakhr" Akulah guru dari anak Adam ´alayhis sallam dan Aku mengatakan hal ini tanpa kebanggaan. Apakah kalian berpikir jikalau Rasulullah akan meninggalkan Umat beliau yang rekaman amalnya akan diperlihatkan oleh malaikat? Beliau akan malu pada dirinya sendiri apabila itu terjadi. Sayyidina Muhammad sallaLlahu ´alayhi wa sallam berkata dalam hadist, pada saat Hari Perhitungan bila ada seseorang yang selama hidupnya hidup sebagai pendosa tapi dia percaya kepada Allah dan Nabi –kalian dapat melihat orang-orang yang mengaku Muslim, mereka percaya tapi tidak mematuhi kewajiban dalam Islam- di Hari Perhitungan ketika orang tersebut datang ke hadapan al-mizan, Timbangan Amal, Allah swt akan bertanya padanya, dan memerintahkan mizan menimbang amalnya. Al-rahman ` allam al-quran...was-sama rafa` wa wada` al-mizan . ha a

Bulan Maret 2006

199

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Yang Maha Pengasih sama seperti yang diajarkan dalam Al Qur' ayat 55:1. Firman an Allah dalam Al Qur' ayat 55:7,"Langit ditinggikanNya dan neraca (keadilan) an diletakkanNya." Perhatikan kebesaran Allah swt. Itulah pernyataan/manifestasi dari asmaul husna "ArRahman" seperti pancuran manifestasi itu sendiri. Manifestasi selalu datang laksana air mancur, setiap manifestasi selalu menghasilkan manifestasi lanjutan yang kesemuanya berasal dari Atribut. Setiap manifestasi yang datang, maknanya berkurang dari manifestasi sebelumnya. Di setiap kesempatan Dia dalam manifestasi Wujud berbeda. Shaan tidak dibawah Dunya. Shaan artinya urusan Dunya. Tapi tidak berarti bahwa setiap hari Dia memiliki urusan baru terhadap apa yang Dia lakukan dimana-mana. Namun itu memiliki arti bahwa setiap kesempatan, Wujud laksana air mancur yang merupakan manifestasi dengan Atribut tersembunyi dalam Wujud. Tidak seorangpun mengerti itu sebelumnya. "Aku adalah hal yang sangat berharga dan Aku ingin dikenal sehingga Aku menciptakan." Jadi ciptaan tetap bermunculan dari Atribut tersembunyi dalam Wujud, dari Huwa, disuatu posisi yang kita tidak bisa tahu, tapi di situasi, yang kita juga tidak bisa katakan bagaimana, Atribut menciptakan, mereka bukan makhluq, mereka kuno; mereka bersama Wujud, mereka menjelaskan Wujud, mereka azali, mereka kekal, pendahulu, abadi, bukan makhluq. Kita adalah makhluq. Tapi Al Qur' bukan makhluq, Kata an Kuno milik Allah -Kalamullah al-qadeemi . Dari Wujud Qur' berasal, dari Pernyataan an Indah Nama Ar-Rahman, Al Qur' bagaikan kasih bagi semua orang, jadi seluruh Al an Qur' berasal dari manifestasi satu Atribut. an Apakah yang kalian pikirkan tentang Atribut Pengasih yang datang sebagai manifestasi, dimana manifestasi itu berasal dari Atribut-kah? Arti dari ar-Rahman tak terhingga. Sebagai contoh, jika kita katakan ada satu manifestasi dari salah satu Atribut memperlihatkan diri, tetap saja muncul pengertian berbeda-beda dan setiap manifestasi menjelaskan dirinya sendiri terhadap manifestasi sebelumnya. Manifestasi pertama yang muncul dapat merupakan awal dari pengetahuan yang diambil dari manifestasi kedua dan manifestasi kedua diambil dari manifestasi ketiga. Itulah untuk sebuah Atribut, untuk satu Nama Allah. Sang Wujud, berarti Dhatullah dimana tidak seorangpun kecuali Allah swt, seperti sebuah pancuran dari Atribut tak terhingga yang muncul untuk dijelaskan; seperti Wujud dalam Mi' Rasulullah yang jalannya semakin tinggi, tinggi dan tinggi. Jadi, dari itulah raj pengertian satu Atribut. Ar-Rahman ` allama al-quran. Apakah yang kalian pikirkan tentang kejadian setelahnya, ketika Nama Indah mewujud dalam cara berbeda, apa yang kalian dapatkan? Hanya Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam yang mengerti. Dari sanalah ` allam al-Qur' dari sanalah rahman, pemahaman pertama dari Atribut an, pertama yang telah dijelaskan kepada Rasulullah, dari sanalah berasal semua penciptaan, khalaq al-insan. Semua bermula dari manifestasi pertama yang terjadi pada kesempatan pertama juga. Bagaimanakah dengan manifestasi kedua, ketiga atau

Bulan Maret 2006

200

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid keempat? Apalagi yang akan muncul? Apakah yang dapat kita katakan tentang hal tersebut? Semua datang dari Atribut yang pertama kali muncul, ar-Rahman, salah satu perwujudan dari Nama Allah, hanya dari satu Nama saja. Kita melihat ` allam al-Qur' telah an mengajarkan manusia. Mengajarkan tentang ilmu pengetahuan alam dan setiap pengetahuan, kemudian gerakan matahari dan bulan, adanya penghitungan akan setiap gerakan keduanya dan bagaimana matahari dan bulan bergerak. Dan as-samai washshajara yasjudaan. Begitu pula dengan alam semesta dan pepohonan. Dimana ada tumbuhan berarti adakehidupan. Setiap manusia hidup dalam sajda, dalam keterbatasan. Sama, surga yang Dia naikkan dan letakkan secara seimbang. Ala tatghaw fil meezan . Bukan bermaksud salah mengartikan timbangan. "Jangan salah pakai" kalimat ini hanya untuk manusia. Jangan pula salah gunakan alam semesta; agar dunia tidak berguncang. Dengan satu manifestasi dari ar-Rahman seluruh dunia tidak berguncang. Dan hal ini berlanjut dalam semua surat ar-Rahman. Dan kalian akan melihat bahwa semua penciptaanNya berasal dari satu Nama itu –satu manifestasi dari Atribut. Berapa banyak manifestasi yang ada atau yang berada dalam zona kehidupan kita, masa depan dan masa sekarang dari ismullah ar-Rahman? Dapatkah kalian bayangkan? Dan apa sajakah yang akan muncul darinya? Hanya satu manifestasi dan apa yang akan muncul dari satu manifestasi tersebut? Dengan semua itu kita membawa "Dia mengajarkan Qur' dari satu Atribut, Dia an" mengajarkan Qur' an. Inilah kenapa Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam bersabda,"Aku mengamati kalian; jika Aku melihat kalian berbuat baik Aku akan berdo' a kepada Allah dan jika Aku melihat kalian berbuat buruk Aku akan mengucap istighfaar." Artinya "Aku akan menghapus semuanya. Jangan khawatirkan apa yang telah malaikat tulis. Allah memberikanku shafa` Itulah sebabnya mengapa para pendosa di Hari a. Perhitungan akan mendatangi Rasulullah. Apabila orang itu pernah mengucapkan " Allahuma salli ` Sayyidina Muhammad(s)" hanya satu kali shalawat itu terucap ala selama masa hidupnya. Apakah kalian meragukan bahwa Muslim atau penganut kepercayaan lain yang pernah mengucap satu shalawat kepada Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam satu kali saja meskipun dengan tidak sengaja? Bahkan seorang penganut kepercayaan lain tidak akan mau kembali ke level tersebut. Sebagai contoh bila orang tersebut membaca sebuah buku dan disamping Nama Rasulullah tertulis " sallaLlahu ´alayhi wa sallam"; itu sudah cukup baginya. Itu akan menjadi cahaya yang datang ke dalam hatinya bagi orang tersebut dan dimasa mendatang akan membimbingnya untuk mengucap syahadat. Jadi pada Hari Perhitungan berdasarkan GrandShaykh Abdullah, bahwa ada sebuah hadist Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam yang menyatakan Rasulullah akan berdiri disamping Mizan, dan meletakkan amalan buruk ditimbangan sebelah kiri. Dan jika orang itu tidak memiliki amalan baik, maka malaikat sebelah kanan timbangan akan

Bulan Maret 2006

201

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid berkata,"Dia tidak punya apa-apa." Dan orang itu hanya memiliki satu amalan baik saja yaitu satu buah salawat ` an-Nabi saw . ala Apakah yang akan terjadi bila amalan buruk lebih berat? Ya Allah “api neraka. Tetapi orang itu mempunyai satu shalawat. Apa yang Rasulullah katakan? Man salla ` alayya marratan, sall-Allahu ` alayhi ` ashara . Saat dia mengucap shalawat kepada Rasulullah, Allah swt akan menambahkan shalawat tersebut 10 kali. Menurut kalian bagaimanakah shalawat Allah swt? Dapatkah kegelapan datang di shalawat tersebut? Itu shalawat surga. Sepuluh shalawat datang dari surga. Shalawat yang kuat, bila kalian menghitung kekuatan shalawat semua manusia dari Adam ´alayhis sallam hingga Hari Perhitungan dan diletakkan dalam mizan dengan satu shalawat dari Allah dan para malaikat di sisi timbangan satunya, lalu apakah semuanya tetap berdosa? Ketika timbangan amal buruk lebih berat dan diletakkan satu shalawat (disisi kanan timbangan) tiba-tiba timbangan tersebut akan naik. Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam akan mengucap," alaa tastahi?" "Tidakkah kamu merasa malu?". Tiba-tiba timbangan/mizan gemetar dan amalan buruk beterbangan. Seperti jika kalian memukul salah satu sisi timbangan dimana disisi kiri timbangan berisi makanan dan sisi kanan dihentakkan, apa yang terjadi? Isinya akan terbang dan menghilang. Ya Allah, jangan khawatir, pergilah ke surga." Selesai. Kekuatan itu yang dikaruniai Allah swt kepada Sayyidina Muhammad sallaLlahu ´alayhi wa sallam . Darimana datangnya semua itu? Dari manifestasi ar-Rahman kepada Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam disuatu waktu. Semua pengetahuan tersebut berasal dari satu manifestasi. Bagaimana bila 2 kali manifestasi atau 3? Kita tak tahu. Allah memiliki 99 Nama dan seperti yang semua orang ketahui Dia memiliki lebih dari 99 Nama. Setiap Nama dalam suatu waktu akan termanifestasi. Jadi, Allah swt mengawasi dan memberikan otoritas kepada Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam untuk mengawasi demi kebaikan kita. Bukan mengawasi kemudian akan diberikan hukuman. Allah mengetahui bahwa kita hamba yang lemah. Kita tidak dapat melakukan kewajiban yang harus dikerjakan. Allah swt telah memberikan otoritas untuk menunjukkan,"Kau berlari meninggalkan Aku, tetapi Aku berlari mendahuluimu." Kami tidak kembali menjelaskan tentang hijrah dari Mekkah ke Madinah. Namun Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam dalam setiap gerakan tubuhnya, Grandshaykh memberitahukan, bila Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam hanya menggerakkan jari beliau, setidaknya ada 12.000 lautan pengertian dan kebijaksanaan mengapa beliau menggerakkannya. Jika beliau menggerakkan kepala setidaknya ada 12.000 lautan penjelasan. Setiap gerak-gerik beliau dalam kehidupan ini dan di alam barzakh, berarti ada pancuran pengetahuan yang timbul, kita tidak tahu tentang apa saja. Jadi mengapa Rasulullah

Bulan Maret 2006

202

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid sallaLlahu ´alayhi wa sallam memiliki kebijaksanaan untuk hijrah dari Mekkah ke Madinah? Mengapa beliau memerintahkan seseorang untuk tidur di tempat tidur beliau ketika kaum quraisy bersekongkol akan membunuh Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam? Bahkan bila seluruh dunia berkonspirasi melawan Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam tetap tidak ada satupun dapat mengambil nyawa beliau, hidup beliau di Tangan Allah. Tuhan beliau mengirim Jibril ke hadapan Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam dan bertanya, "Apakah anda ingin pergi?" Keputusan tersebut diberikan kepada beliau. Mereka membuat panas dunia dengan cemooh sebuah kartun. Apa! Hanya untuk cemooh? Dengan tidak mengikuti Sunnah Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam justru menunjukkan kita benci Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam. Dengan tidak mengikuti Sunnah Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam kita memproduksi dan embuat karakter liar dalam bentuk kartun, sebuah karikatur Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam . Setan mempermainkan kita semua. Semua orang baru terlompat saat ada orang memuat kartun tersebut. Lompat boleh, tapi mengapa lompat saat kalian membuat kartun melawan Sunnah Rasulullah? Beliau berkata,"Siapa pun yang menghidupkan kembali Sunnahku pada masa dimana banyak orang melupakannya, akan mendapat ganjaran sebesar 70 pahala syahid. Apa yang kita lakukan? Siapa yang mencintai Rasulullah dan mengikuti Sunnah Rasulullah? Tidak ada. Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam, dalam setiap gerak-geriknya ada hikmah tersembunyi. Hikmah untuk hijrah dari Mekkah ke Madinah, pasti ada hikmah yang besar sekali. Ketika kaum quraisy berkomplot beliau bertanya,"Siapakah sukarelawan yang akan tidur ditempat tidurku?" Siapa orang itu? Sayyidina Ali. Bersama siapakah beliau pergi? Beliau membawa serta Sayyidina Abu Bakar. Dan mengapa Sayyidina Ali rela menggantikan? Kita akan membahasnya lain waktu. Perhatikan bagaimana fisik dan spiritual kita memahami apa yang kelak datang bersamaan dalam abad ini. Semua dikatakan oleh Mawlana Syakh, Mawlana Shaykh Nazim dan Grandshaykh berkata bahwa yang akan datang bersamaan seperti kepingan puzzle yang datang bersamaan. Kita harus mengatasi waktu dan keabadian agar dapat memahami arti dari hadir dan nadhir dalam mengerti bagaimana Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam melihat semua dan apa yang akan terjadi dan oleh karena sebagai Nabi yang merupakan cahaya Allah dan semua itu memancar dari an-nur al-Muhammadi . Dan seluruhnya berasal dari Ism ar-rahman. Sekali kita mengerti bahwa cahaya tersebut abadi semua akan menjadi nyata. Kita hidup dalam dunia elektromagnetik. Dari computer ke satelit ke dan kesemuanya elektromagnetik berbasis gelombang. Dan ini ditunjukkan bahwa seluruhnya dalam bentuk gelombang sampai kita mengerti dan menyaksikan sendiri. Artinya penciptaan ini telah ada sebelumnya. Saat kita menyaksikan sebuah pola gelombang mengubah karakter dan menjadi sebuah partikel yang bergerak pada

Bulan Maret 2006

203

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid kecepatan cahaya, dan menjadi permanen, tak dibatasi waktu. Ketika kita berniat, niat dalam hati, sebuah gelombang mengubah pola energi elektromagnetik yang berinteraksi dengan hati, gelombang itu selalu ada dihati setiap waktu. Inilah dasar dari fisika dan mekanik. Sebagai manusia, kita akan merekam apa yang kita lihat. Begitupun saat kita menginginkan sesuatu.Keinginan tersebut akan direkam. Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam adalah sumber cahaya sehingga bagi beliau tak ada awal dan akhir. Kita harus belajar untuk memahami kerangka awal dan akhir. Kita harus keluar dari kerangka waktu ke tanpa waktu (keabadian). Kita harus memahami subjek dan obyek. Dalam keabadian subyek dan obyek menjadi satu. Kesemuanya saling mengait seperti kepingan puzzle dan kesatuan ini nantinya menjadi indah dan lengkap. Nabi bersabda dalam hadist suci bahwa Allah berfirman, ' tasub ad-dahr, ana ad-dahr.' La Atau "Jangan mengutuk waktu, karena Akulah Sang Waktu." Jika aku berkata,"Aku tidak ada." Apakah semua orang dapat mengerti? Jika aku berkata,"Kamu tidak ada," apakah kamu bisa mengerti dan menerimanya? Kita semua mengerti bahwa Allah Ada dan kita ada hanya ' kemungkinan' . Radiasi dari perjalanan dalam kecepatan cahaya. Jika saya memoto kalian dalam gelap, foto itu adalah radiasi kalian. Radiasi tersebut mencakup alam semesta, matahari, bulan, galaksi. Ketika aku dan kalian menyaksikan radiasi tersebut, kita akan menyaksikannya berubah ke bentuk partikel. Itulah mekanika quantum. Sekarang saat radiasi mengubah karakternya dari gelombang ke partikel, partikel bergerak dalam kecepatan cahaya, dan hal tersebut menjadikannya tidak bergantung pada waktu. Dari sini partikel menjadi tidak ada awal dan akhir; dan akan terus begitu sepanjang waktu. Ketika para malaikat merekam yang kita saksikan dalam hati kita, perbuatan kita, dll maka itu merupakan persimpangan antara ruh dengan ciptaan Allah. Ketika saya melihat kamu, lalu perekaman terjadi dan realitas pun berubah. Saat saya merasa cinta atau benci pun akan terekam. Demikianlah niat tidak terkekang waktu dan tetap merekam sampai Hari Perhitungan. Cahaya Muhammad sallaLlahu ´alayhi wa sallam, nuri Muhammadi, adalah cahaya keberadaan. Itu sebuah pernyataan dan saya akan menjelaskannya. Apa itu keberadaan? Agar sesuatu itu ada maka memerlukan 3 karakteristik, berdasarkan salah satu Grandshaykh kita yaitu, Shaykh Ahmad Sirhindi. Apa sajakah itu? Sesuatu itu harus memiliki cahaya, memiliki kekuatan dan harus memiliki pengetahuan. Hanya Allah memiliki cahaya, pengetahuan dan kekuatan. Kata wajha diterjemahkan oleh murid sebagai Wajah dapat berarti juga ada. Kita ada dibasis kemungkinan kita ada, karena kita dianugerahi sedikit cahaya, pengetahuan dan kekuatan, dan itu tetap kemungkinan karena ketiga hal itu diberikan pada kita dan bukan milik kita. Saat ruh yang merupakan bagian dari Allah menyaksikan sesuatu atas ijin Allah, karena telah dianugerahi Nuri Muhammadi, seperti analogi diberikan oleh Syakh Nazim dan Grandsyakh Abdullah. Waktu seperti seekor ikan berenang di samudera. Bayangkan bila ikan ini mempunyai 2 baterai yang dibawa kemana-mana. Ikan berenang dan memiliki

Bulan Maret 2006

204

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid sebuah cahaya didepannya. Ikan tidak dapat melihat apapun sampai cahaya menerangi. Sampai ruh menerangi sesuatu kalian tidak dapat melihat. Ikan tersebut, anggap saja sebagai ruh, terapung dalam ciptaan Allah dilingkupi Takdir danIlmu Allah. Cahaya yang membuat ikan dapat melihat adalah Nuri Muhammadi . Apabila cahaya tersebut pergi, maka ruh akan buta, tidak dapat melihat apapun. Grandshaykh berkata bahwa satu bagian dari cahaya kita adalah an-Nur al-Muhammadi dan bagian lain dari Allah; sebenarnya semua cahaya berasal dari Allah bahkan sumber cahaya Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam dari Allah. Artinya Rasulullah yang pertama kalinya diciptakan. Dari sifat Allah swt yang Maha Pengasih mengalir satu sinar terang benderang dan yang keluar dari satu sinar tersebut ialah Nama Muhammad sallaLlahu ´alayhi wa sallam dan cahaya tersebut mengeluarkan cahaya lagi yang kemudian membentuk tujuh surga. Dari keluar lagi satu cahaya -yang berasal dari 7 surga- yang membentuk langit dan surga. Itulah suratan takdir. Ini berarti Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam hadir dan nadhir sejak waktu yang sangat lama. Sehingga Rasulullah sallaLlahu ´alayhi wa sallam ada saat semua diciptakan dengan cahaya keberadaan. Artinya cahaya pengetahuan dan kekuatan memancar dari Rasulullah dan bagi beliau tidak terbatas waktu dan umur. Jadi, Isra dan Mi' benarraj benar terjadi. Bagi beliau waktu tidak dapat diingat lagi. Beliau bepergian dengan kecepatan cahaya. Beliau sedang tidur dan ketika kembali dari perjalanan ke surga, tempat tidurnya masih hangat. Karena itu kita sebagai murid harus berusaha berpikir diluar waktu. Kita terperangkap oleh waktu; hari ini, kemarin dan besok. Subyek dan obyek. Tidak ada subyek dan obyek. Yang ada ruh dengan cahaya pengetahuan dan kekuatan, yang keberadaannya pun masih mungkin ada, mungkin tidak. Itulah persimpangan dan saat terjadi persimpangan pun direkam. Bahkan saat seekor semut berjalan dimalam hari di atas sebuah batu atau kita melihat sesuatu dengan mata yang jahat, semua direkam. Semuanya tidak dibatasi waktu begitu pula dengan Hari Perhitungan. Kita perlu untuk berpikir dalam paradigma dan kerangka yang tidak dilingkupi waktu. Rasulullah tidak termasuk dalam waktu dan beliau abadi. Allah menjelaskan Rasulullah sebagai rahmat. Dari Rahman menjadi rahmat. Dari rahmat terjadilah semua ciptaan, penciptaan manusia, sama, semuanya tidak hanya surga. Seluruh ciptaan dengan gerak rotasi, bernyanyi, karena dalam Kehadirat Allah, Allah bersabda,"Kun" maka jadilah. Dan semua ciptaan sangat berbahagia sehingga menarinari. Jadi Rasulullah menjadi ar-rahmah, yang muncul dari aliran ar-Rahman. Sehingga Kehadirat Rasulullah selalu bersama kita. Nanti, saat Hari Perhitungan beliau akan menjadi saksi kita, karena beliau selalu bersama kita. Itulah sisi lain dari firman Allah,"wa ma arsalnaka illarahmatan lil-` alamin." Kami tidak mengirim kamu kecuali sebagai rahman bagi semua ciptaan. Banyak sekali alam semesta selain bumi. Beliau adalah rahmat bagi seluruh alam semesta. Dan Allah adalah ar-Rahman. Jadi, apabila rahmat Allah turun ke bumi, Rasulullah selalu ada. Wa min Allah at Tawfiq, Bihurmati Habib, Fatihah wassalam,arief hamdani

Bulan Maret 2006

205

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid Pengirim Tgl. Email : tonyfebrianto tonyfebrianto@yahoo.com : 31-03-2006

59 Fadhilah atau Keutamaan Dzikir
Hidup di dunia hanyalah "sekedar mampir", dengan kata lain sementara dan tidak selamanya. Maka dari itu, sudah sepatutnya kita mengisi hari-hari kita untuk selalu mengingat Sang Pencipta, Allah Yang Maha Kuasa. Mengingat Allah tidak hanya ketika shalat saja, ketika makan minum, bepergian, di waktu luang bahkan disaat sibuk sekalipun, dikantor atau ketika sedang kerja misalnya. Dan cara yang paling mudah dan ringan adalah dengan Dzikir. Lafadz Subhanallah, Alhamdulillah, Laailahaillallah dan dzikir yang dianjurkan oleh Rasullullah. Ke empat lafadz Tasbih ini memiliki banyak sekali keutamaannya. Dan sesungguhnya terdapat lebih dari seratus fadhilah. Dari simpulkan menjadi 59 Keutamaan berikut ini : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Allahu Akbar adalah lafadz yang dikenal sebagai Lafadz jika dihitung keutamaannya ratusan keutamaan itu kami

Dzikir menjauhkan diri dari syetan dan menghancurkan kekuatanya Dzikir menyebaban ia dicintai Allah SWT Dzikir menjauhkan kegelisahan dan kesedihan hati Dzikir menjadikan hati lapang, gembira dan berseri-seri Dzikir menguatkan tubuh dan hati Dzikir menjadikan bercahayanya rumah dan hati Dzikir dapat menarik rizki Orang yang selalu berdzikir akan dipakaikan kepadanya pakaian kehebatan dan kegagahan yaitu orang yang melihat akan merasa gentar dan akan merasakan kesejukan. 9. Dzikir dapat menumbuhkan perasaan cinta kepada Allah, sedangkan cinta kepada Allah ini merupakan ruh Islam dan jiwa agama, juga sebagai sumber keberhasilan dan kebahagiaan, keduanya akan mudah dicapai oleh orang yang selalu berdzikir. Barang siapa yang ingin dapat mencintai Allah dengan benar, hendaklah memperbanyak dzikrullah. Demikian pula, dzikir merupakan pintu cinta kepada Allah 10. Dengan dzikir, kita akan mampu bermuraqabah yang akan menyampaikan kita kepada derajat ikhsan. Orang yang telah mencapai derajat ikhsan, dalam ibadahnya seakan-akan melihat Allah SWT 11. Dzikir merupakan sarana untuk kembali kepada Allah yang akan membawa seseorang berserah diri kepada Allah. Sehinga sedikit demi sedikit, dalam segala urusan, Allah akan menjadi tempat perlindungan, rumah dan benteng baginya. Dalam menghadapi musibah juga akan cenderung berlindung kepadaNya. 12. Dzikir dapat menyebabkan seseorang dekat kepada allah. Semakin banyak seseorang mengingat Allah, ia akan semakin dekat kepada Allah Ta' Semakin lalai seseorang ala. dalam mengingatNya, ia akan semakin jauh dari Allah Ta' ala 13. Dzikir merupakan pintu ma' rifatulah 14. Dengan berdzikir, kehebatan dan kebesaran Allah akan masuk ke dalam hati, juga Sebagai sarana agar bergairah menghadirkan diri di hadapan Allah.

Bulan Maret 2006

206

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid 15. Dzikir merupakan penyebab ingatnya seseorang kepada Allah, sebagaimana firmanNya "Karena itu ingatlah kamu kepadaKu niscaya aku ingat pula kepadamu". Di dalam hadits juga disebutkan "Barangsiapa mengingatKu dalam dirinya, maka aku akan mengingatNya dalam diriKu" 16. Dzikir dapat menghidupkan hati. Hafizh Ibu Taimiyyah rahimullah berkata bahwa dzikir bermanfaat bagi hati sebagaimana ikan yang memerlukan air. Kita dapat memikirkan bagaimana jadinya jika ikan hidup tanpa air. 17. Dzikir merupakan makanan bagi hati dan ruhani. Jika keduanya tidak memperoleh makanan maka keadannya sebagaimana tubuh yang tidak memperoleh makanan 18. Dzikir menjauhkan hati dari karat. Sebgaimana disebutkan dalam hadits bahwa segala sesuatu itu akan berkarat atau kotor. Kotoran hati adalah keinginan hawa nafsu dan kelalaian. Keduanya akan sulit dibersihkan kecuali dengan dzikir. Untuk itu, dzikir bermanfaat untuk membersihkanya. 19. Dzikir menjauhkan diri dari kesusahan dan kesalahan 20.Dzikir dapat menjauhkan diri dari perasaan takut dan was-was. Apabila seseorang dihinggapi kelalaian, ia kan diselubungi perasaan takut dan was-was. Bila ia berdzikir, semuanya itu akan menjauh 20. Apabila seseorang berdzikir kepada Allah maka emapat penjuru ` Arsy akan berdzikir kepadaNya. 21. Apabila pada waktu senang seseorang berdzikir mengingat Allah SWT, maka Allah akan mengingatnya ketika dalam kesusahan 22. Dzikir merupakan sarana untuk menyelamatkan diri dari adzab Allah SWT 23. Dzikir menyebabkan turunnya sakinah serta rahmat. Para malaikat akan menaungi manjelis dzikir. 24. Dengan berdzikir, lidah seseorang akan terjauh dari ucapan-ucapan dosa seperti ghibah, memaki, berbohong, perkataan kotor, dan perkataan sia-sia. Kenyataan telah membuktikan bahwa orang-orang yang sibuk berdzikir akan selamat dari perbuatanperbuatan tersebut. Sebaliknya, lidah yang tidak dibiasakan berdzikir akan terjerumus ke dalam ucapan yang tercela. 25. Majelis dzikir adalah majelis malaikat, sementara majelis lalai dan sia-sia adalah manjelis syetan. Terserah kepada pribadi masing-masing untuk memilih yagn disukainya. Setiap orang tentu menyukai sesuatau sesuai dengan sifat dan kecenderunganya. 26. Dengan berdzikir, seseorang akan menjadi baik dan bahagia. Demikian pula orangorang yang menyertainya. Sebailknya, orang-orang yang menghabiskan waktunya dengan sia-sia adalah orang -orang yang jahat dan celaka, demikian pula orang-orang yang menyertainya 27. Pada hari kiamat, orang-orang yang selalu berdzikir akan terhindar dari bencana dan penyesalan. Untuk itu, disebutkan dalam sebuah hadits bahwa setiap majelis yang ada di dalamnya tidak ada dzikrullah akan menyebabkan kesusahan dan kerugian pada hari kiamat. 28. Apabila seseorang berdzikir kepada Allah sendirian sehingga menangis, pada hari kaiamat nanti, ia akan memperoleh naungan di bawah ` Arsy Ilahi, ketika seluruh manusia sedang dihisab dan merasakan panas yang sangat menyiksa 29. Orang yang menyibukan diri dengan berdzikir akan mendapatkan karunia lebih banyak daripada orang-orang yang berdoa, sebagaimana telah disebutkan dalam

Bulan Maret 2006

207

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid hadits, "Barangsiapa karena sibuk berdzikir sehingga tidak sempat untuk berdoa, maka Aku akan memberikan yang lebih baik daripada orang Eorang yang berdoa" 30. Meskipun dzikir merupakan ibadah yang paling ringan, tetapi mempunyai fadhilah (keutamaan) yang paling utama karena menggerakan lidah lebih mudah daripada menggerakan anggota badan lainya. 31. Dzikrullah merupakan pohon di syurga. 32. Nikmat dan karunia yang diberikan Allah kepada seseorang karena berdzikir tidaklah diberikan karena amal-amal lainya. 33. Seseorang yagn berdzikir secara istiqomah (terus menerus) akan selamat dari melupakan dirinya, yang menyebabkan kecelakaan dunia dan akhirat. Karena melupakan diri sendiri dan tipuan-tipuanya berarti melupakan Tuhan, dan orang yang melupakan Tuhan niscaya akan memperoleh kerugian. Allah memperingatkan dalam firmanNya : "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah lalu Allah menjadikan kamu seperti orang-orang yang lupa kepada diri mereka sendiri. Merka itulah orang-orang yang fasik" (Al-Hasyr : 19) 34. Dengan berdzikir, seseorang dapat senantiasa mencapai kemajuan dan kejayaan, baik ketika ia beristirahat atau ketika berada di pasar, ketika sehat maupun ketika sakit, ketika sibuk mengecap kenikmatan hidup maupun ketika mengalami berbagai kekurangan. Pendek kata, pada setiap saat dan keadaan, ia akan memperoleh kejayaan. 35. Cahaya dzikir senantiasa bersama orang yang berdzikir, baik di dunia maupun di dalam kubur, dan ia membimbing ketika melewati shirath 36. Dzikir adalah intisari ilmu tasawuf, yang diamalkan oleh setiap ahli thariqah. Jika telah terbuka pintu dzikir bagi seseorang, berarti telah terbuka baginya jalan menuju Allah. Barangsiapa telah menuju kepada Allah, niscaya ia telah memperoleh semua yang dikehendakinya, karena khazanah Illahi tidak akan berkurang sedikitpun. 37. Dzikir merupakan pohon yang setiap waktu menghasilkan buah makrifat 38. Dzikri mendekatkan kepada Dzat yang kepadaNya ia berdzikir, sehingga orang yang berdzikir akan disertai olehNya 39. Dzikir seimbang dengan memerdekakan hamba, seimbang dengan membelanjakan harta, dan seimbang pula dengan Jihad Fisabilillah (berjuang di jalan Allah). 40. Dzikir merupakan sumber syukur 41. Dzikir merupakan obat penyakit hati 42. Dzikir merupakan sumber persahabatan dengan Allah, sebaliknya melalaikanya merupakan sumber permusuhan dengan Allah 43. Dzikir dapat menambah nikmat Allah dan menyelamatkan dari adzabNya 44. Allah membangga-banggakan orang-orang yang berdzikir di hadapan para malaikat 45. Barangsiapa senantiasa berdzikir, ia akan masuk syurga sambil tersenyum-senyum 46. Amalan yang paling utama adalah amalan yang disertai dengan berdzikir sebanyakbanyaknya 47. Dzikir merupakan pengganti ibadah-ibadah nafilah (sunah) 48. Dzikir merupakan pendorong ibadah-ibadah lainya 49. Dengan dzikir, hal-hal yang berat akan menjadi ringan 50. Dzikir akan menghindarkan semua bentuk ketakutan dan kebimbangan 51. Dzikir menimbulkan dan tenaga istimewa pada manusia 52. Allah SWT sendiri membenarkan dan memuji orang-orang yang berdzikir

Bulan Maret 2006

208

Kumpulan Artikel Milis Daarut-Tauhiid 53. Dzikir menyebabkan terbangunya rumah di syurga 54. Dzikir merupakan perisai atau penghalang di neraka jahanam 55. Para malaikat beristighfar untuk orang yang berdzikir 56. Memperbanyak dzikir merupakan jalan untuk membebaskan diri dari kemunafikan 57. Dibandingkan amalan-amalan lainya, dzikir mempunyai kelezatan yang tidak dimiliki oleh amalan-amalan lain 58. Di dunia, wajah orang yang berdzikir akan nampak gembira dan akan nampak nur (cahaya) pada hari kiamat. 59. Dzikir kepada Allah SWT merupakan kiat untuk menggapai ketenangan jiwa, yakni dzikir dalam arti selalu ingat kepada Allah dengan menghadirkan nama-Nya di dalam hati dan menyebut nama-Nya dalam berbagai kesempatan. Mari Kita tingkatkan DZIKIR kita ... ..... demi hidup yang lebih produktif dan bahagia. Wassalam, -----------------------------oOo-----------------------------

Bulan Maret 2006

209

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful