You are on page 1of 1

KLATEN - SOLO

RABU WAGE, 29 JULI 2015


( 13 SAWAL 1948 )

SELINTAS SOLORAYA
Pendaftaran Perceraian Meningkat
KARANGANYAR (KR) - Setelah Lebaran, jumlah pengajuan perceraian yang masuk di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Karanganyar mengalami kenaikan. Tingginya angka
pendaftar cerai karena kebanyakan menunda saat Ramadan
untuk menghormati bulan suci. "Empat hari pertama PA buka, ada 38 pendaftar. Padahal selama setengah bulan sebelumnya hanya ada 30 pendaftar," kata Panitera Muda Hukum
PA Kabupaten Karanganyar Khoirul Anam, Selasa (28/7).
"Mereka menahan diri untuk bercerai di bulan puasa.
Kemudian memilih mendaftarkan proses cerainya di bulan
awal bulan Syawal, sehingga terlihat jumlahnya meningkat
drastis jika dibandingkan saat Ramadan. Bahkan kami
menambah jumlah petugas sampai dua orang untuk melayani pendaftaran cerai," katanya. Dikatakan, sebagian warga
perantau yang pulang ke kampung halaman memanfaatkan
kesempatan itu untuk mengurus keperluan administratif
kependudukan.
(M-8)-g

Pemkot Solo Luncurkan SPGDT


SOLO (KR) - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meluncurkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Hal itu dimaksudkan untuk antisipasi sering terganjalnya berbagai persoalan, termasuk penolakan pasien berdalih
kamar penuh. Lewat sistem SPGDT, informasi layanan di
seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain mulai dari
posisi kamar, ruang ICU, IGD, dan sebagainya terkoneksi dalam satu server yang terpusat di call centre.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Siti Wahyuningsih,
Senin (27/7) menjelaskan informasi tentang posisi layanan di
seluruh rumah sakit dapat diakses melalui web SPGDT serta
Batik Solo TV yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo). Masyarakat yang memerlukan layanan
darurat, dapat menghubungi call centre yang dipusatkan di
Puskesmas Gajahan dan siaga 24 jam penuh.
(Hut)-g

Pemkab Sragen Kekurangan 4.000 PNS


SRAGEN (KR) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen
hanya bisa pasrah menyikapi keputusan Pemerintah Pusat
yang meniadakan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tahun ini. Padahal Pemkab Sragen saat ini masih
kekurangan sekitar 4.000 PNS, meski telah memiliki sekitar
11.800 PNS. Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag
Prabawanto, Selasa (28/7) mengatakan, kewenangan mengangkat PNS ada di Pemerintah Pusat.
Menurut Tatag, tahun ini Pemkab Sragen sebenarnya memang sudah mencantumkan anggaran untuk perekrutan
CPNS baru. Kalau anggaran yang sudah ada bisa dipergunakan untuk perekrutan tenaga CPNS dari tenaga honorer kategori dua (K2), maka pemkab akan melakukannya. Namun
kalau memang tidak ada perekrutan CPNS dan anggaran itu
tidak bisa dipakai untuk perekrutan CPNS dari tenaga honorer K2, maka uang itu tidak bisa dibelanjakan.
(Sam)-g

Kodim 0726 Sukoharjo Beri Pelatihan PBB


SUKOHARJO (KR) - Kodim 0726 Sukoharjo memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan pembinaan wawasan kebangsaan kepada 498 orang siswa baru di
SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Kegiatan dilakukan dalam rangka Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) di lapangan Kelurahan Joho, Senin (27/7). Danramil 01 Sukoharjo
Kapten Inf Tavip Joko Sukoco melalui Pelda Setiyar (Bati
Tuud) mengatakan pelatihan digelar selama tiga, SeninRabu (27-29/7).
Setiyar menjelaskan kegiatan ini sangat tepat dalam membina generasi muda sebagai penerus bangsa. Diharapkan, generasi muda bisa menjadi pilar utama meningkatkan nasionalisme dan karakter bangsa dalam bingkai keanekaragaman, sesuai identitas bangsa, Bhinneka Tunggal Ika. (Mam)-g

KR-Wahyu Imam Ibadi

Pelatihan PBB siswa SNK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, diawasi dan dipandu Kodim 0726 Sukoharjo.

Tempat Sampah Dirusak Tangan Jahil


BOYOLALI (KR) - Belasan tempat sampah di sepanjang
jalan di kompleks Perkantoran Terpadu Pemkab Boyolali
dirusak tangan jahil alias orang tak bertanggung jawab. Di
sepanjang jalan di kantor Pemkab Boyolali, sejak awal tahun
ini disediakan ratusan tempat sampah di sepanjang jalur
pedestrian di perkantoran yang sekaligus menjadi ruang publik. Konsep tempat sampah tersebut sebenarnya sangat menarik, yakni berbentuk kotak dengan hiasan cawan di atasnya untuk tempat tumbuhan air seperti teratai yang ditopang empat buah bulatan.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Boyolali Cipto
Budoyo, Selasa (28/7) menyampaikan pihaknya sudah memperoleh informasi mengenai kerusakan tempat sampah tersebut dan melaporkannya ke Satpol PP serta Bupati Boyolali.
(M-9)-g

Ratusan Hektare Lahan Padi Gagal Panen


WONOGIRI (KR) - Ratusan hektare lahan padi di Wonogiri mengering, 135 hektare di antaranya dipastikan gagal
panen. Enam dari 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri, ratusan hektare lahan padi mengering akibat kekeringan dan
krisis air bersih. Kecamatan yang dilanda kekeringan di antaranya Bulukerto, Puhpelem, Purwantoro, Slogohimo, Selogiri, dan Kismantoro. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dispertan TPH) Wonogiri Ir Safuan,
Selasa (28/7) mengatakan kekeringan melanda sekitar 100
hektare tanaman padi sawah dan padi gogo.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dispertan TPH Wonogiri
Ir Tri Luwarso, menambahkan dari 135 hektare lahan kering, 30 hektare di antaranya rusak berat, 17 hektare gagal
panen, 55 hektare kering ringan, 33 hektare kategori sedang.
Mengeringnya lahan sawah jelas berdampak pada penurunan tingkat produksi. "Hanya saja berapa angka pasti
penurunan itu belum bisa dirinci," kata Tri Luwarso. (Dsh)-g

KEDAULATAN RAKYAT
HALAMAN 15

DPP SOLO LAKUKAN PENATAAN PKL

Sekitar 300 Pedagang Belum Tersentuh


SOLO (KR) - Penataan Pedagang
Kaki Lima (PKL) yang dimulai sejak
2005 silam, hingga kini tinggal menyisakan sekitar 300 PKL yang sama
sekali belum tersentuh. Sementara
penuntasan penataan yang semula
diproyeksikan sampai akhir tahun
ini, masih terkendala ketersediaan lahan untuk relokasi PKL.
Kepala Dinas Pengelolaan Pasar
(DPP) Subagyo, Selasa (28/7) menjelaskan, berdasar data jumlah PKL di seluruh penjuru kota Solo, tercatat 5.617
orang, dan 5.300 di antaranya telah ditata dengan berbagai model.
Sebagian ditata dengan merelokasi
ke pasar tradisional atau pembuatan
pasar baru seperti halnya Pasar
Notoharjo, Pasar Gilingan, dan Pasar
Panggungrejo.
Pola penataan PKL dengan model
shelter, cukup efektif sebab berlokasi
tak jauh dari tempat mangkal sebelumnya, sehingga tak terjadi kekhawatiran kehilangan pelanggan. Persoalannya lahan sekitar tempat mangkal

PKL yang dapat dimanfaatkan untuk


pembangunan shelter relatif terbatas.
Sejauh pencermatannya, saat ini
hampir tak ada lagi lahan yang dapat
digunakan untuk pembangunan shelter PKL. Satu-satunya jalan untuk
menuntaskan 300 PKL yang belum
tersentuh penataan, dengan cara alih
fungsi lahan seperti halnya shelter
Komplang yang memanfaatkan tanah
bekas pemakaman, atau Pasar Gilingan yang mengalihfungsikan bekas terminal travel.
Sedangkan shelter PKL Mojosongo
yang diresmikan pada hari terakhir
masa jabatan Walikota FX Hadi Rudyatmo, menampung 56 pedagang, dilengkapi areal parkir, serta ruang terbuka hijau. Fasilitas tersebut, dibangun dengan dana Rp 1,4 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) 2015.
Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo
yang mengakhiri masa jabatan pada
Selasa (28/7) ini berpesan, agar para
PKL yang telah ditata mematuhi atur-

KR-Hari D Utomo

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, meninjau shelter PKL Mojosongo yang


baru saja diresmikan.
an yang berlaku. Penataan PKL yang
dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot)
Solo selama ini, dilandasi spirit pem-

berdayaan ekonomi rakyat, sehingga


tak dikenal istilah penggusuran.
(Hut)-g

TIGA PASANGAN DAFTAR KE KPU SRAGEN

Koalisi Mas Karebet Usung Agus-Joko


SRAGEN (KR) - Teki-teki langkah incumbent Bupati Agus
Fatchurrahman apakah maju kembali Pilbup Sragen akhirnya terjawab. Ketua DPD II Partai Golkar Sragen ini berhasil menggandeng Partai Hanura dan berpasangan dengan Joko Suprapto
mendaftar ke KPU setempat, Selasa (28/7).
Koalisi Partai Golkar-Partai Hanura
yang mengusung duet Agus-Joko ini
disebut dengan koalisi Mas Karebet.
Diiringi ratusan pendukungnya, AgusJoko mendaftar ke KPU. Tampilnya
kembali incumbent ini melengkapi
jumlah peserta Pilbup Sragen, di mana
sebelumnya telah mendaftar pula pasangan Yuni-Dedy serta pasangan
yang diusung PDIP-Partai Demokrat,
Sugiyamto-Joko Saptono.
Sebelumnya, pasangan SugiyamtoJoko Saptono (Suko) resmi mendaftar
sebagai calon bupati dan calon wakil
bupati di Kantor KPU Sragen. Diiringi
ribuan pendukungnya, pasangan yang
diusung PDI Perjuangan, Partai
Demokrat dan Partai Nasdem ini naik
stoom dari Pasar Bunder menuju KPU
di Jalan Sutoyo No 74 Sragen.
"Slogan kita tulus niate, alus dalane.
Stoom itu tidak hanya untuk menghaluskan jalan, tapi dalan alus di sini
juga termasuk pembangunan di semua
bidang baik perekonomian, perdagangan, pendidikan, pertanian, kesehatan
dan sebagainya," kata Sugiyamto.
Pendaftaran pasangan Suko diantar
langsung Ketua DPC PDIP Sragen
Bambang Samekto dan diterima Ketua
KPU Sragen Ngatmin Abbas didampingi anggota komisioner lainnya.
Ngatmin Abbas mengatakan, berkas
syarat pencalonan pendaftaran Cabup
dan Cawabup, Sugiyamto dan Joko
Saptono sudah dinyatakan lengkap.
Namun untuk berkas syarat calon
masih terdapat kekurangan. Mereka
diberi kesempatan untuk melengkapi
persyaratan yang kurang hingga 7
Agustus mendatang.
Kejutan PAN Sukoharjo
Partai Amanat Nasional (PAN) Sukoharjo, membuat kejutan dalam Pilbup 2015. Pengurus DPD PAN Suko-

harjo segera mendaftarkan pasangan


calon bupati (cabup) Nurdin dan calon
wakil bupati (cawabup) Anis Mudhakir
yang diusung dengan DPC PKB ke
Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Kejutan lain juga disiapkan PAN
dan PKB dengan membajak DPC
Partai Demokrat yang sebelumnya sudah getol mendukung pasangan cabup
dan cawabup Haryanto - Agus Tri Raharjo (HarJo). Namun belakangan diketahui pasangan HarJo batal melakukan deklarasi dan mendaftarkan diri
ke KPU karena belum mengantongi
surat rekomendasi dari DPP Partai
Demokrat.
Ketua DPD PAN Sukoharjo Nurdin,
Senin (27/7) membenarkan rencana
yang akan dilakukan bersama DPC
PKB. DPD PAN dan DPC PKB telah
memberikan restu dan dibuktikan dengan surat rekomendasi dari pusat
berkaitan pencalonan pasangan cabup
dan cawabup Nurdin - Anis Mudhakir.
Sampai hari kedua pendaftaran calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) peserta Pilbup Sukoharjo, di kantor Komisi Pemilihan
Umum (KPU) Sukoharjo masih sepi.
Petugas sama sekali belum menerima
satupun berkas pendaftaran. Meski
demikian Komisi Pemilihan Umum
(KPU) Sukoharjo tetap akan membuka
hingga batas akhir.
Ketua KPU Sukoharjo Kuswanto,
Selasa (28/7) mengatakan pendaftaran
resmi dibuka Minggu (26/7) dan ditutup Selasa (28/7). Sampai hari kedua
Senin (27/7) belum ada satupun pasangan calon yang diusung partai politik (parpol) mendaftarkan diri.
Sepinya pendaftaran sudah diprediksi oleh KPU Sukoharjo sebelumnya.
Sebab saat ini masih ada calon kuat
dari petahana yang akan kembali

mencalonkan diri. Sosok Wardoyo


Wijaya yang sekarang masih menjabat
sebagai Bupati Sukoharjo dan Ketua
DPC PDIP Sukoharjo dianggap masih
kuat.
Kemungkinan tersebut diketahui
setelah KPU Sukoharjo mendapat informasi dari DPC PDIP Sukoharjo
yang akan mendaftarkan pasangan
cabup dan cawabup Wardoyo WijayaPurwadi (WarDi). "Kabarnya memang
seperti itu dan KPU tetap akan menunggu sampai akhir pendaftaran dari
DPC PDIP mendaftarkan diri calonnya," lanjutnya.
Pasangan Toto Mendaftar
Pasangan yang diusung Koalisi Boyolali Bangkit (KBB), Agus Pur-manto
- Sugiyarto (Toto) resmi mendaftar ke
KPUD Boyolali, Senin (27/7) sore.
Sempat terjadi tarik ulur sebab berkas
pendaftaran dinilai kurang lengkap.
Tim Toto yang terdiri dari PKS, Gerindra, PKB dan Golkar versi Abu Rizal Bakrie (ARB) tersebut datang pukul 15.55 WIB atau lima menit sebelum jam batas akhir penutupan
pendaftaran. Pihak KPUD juga memaksa tim menghadirkan pasangan
calon yang datang sekitar 20 menit kemudian.
Setelah bernegosiasi, KPUD akhirnya menerima dan mulai memverifikasi berkas pendaftaran. Masalah lain
muncul. Dari 20 persen atau 9 suara
kursi sebagai syarat pencalonan, hanya Gerindra dan PKS dengan masingmasing empat kursi yang dinilai sah,
sehingga masih kurang satu suara.
Perdebatan juga terjadi masalah
syarat pencalonan dari PKB terkait dualisme kepengurusan. Kepengurusan
semula dibawah ketua Muhajirin dinyatakan tidak berlaku karena diklaim sudah ada SK baru per tanggal 25
Juli lalu yang menyatakan kepengurusan DPC PKB Boyolali di bawah
duet Chamim dan Supardi.
Sementara itu, pasangan calon independen Cahyo Sumarso dan Yakni
Anwar (Cahya) mendaftarkan diri ke
KPUD Boyolali, Selasa (28/7). Hingga

hari terakhir batas pendaftaran, ada


tiga pasangan calon yang resmi mendaftarkan diri sebagai calon peserta
Pilbup Boyolali. "Kami maju atas nama
masyarakat, bukan sebagai petugas
partai atau karena kepentingan kelompok," terang Cahyo.
Ketua KPUD Boyolali Siswadi Sapto
Harjono menambahkan, pasangan
Cahya sudah memenuhi persyaratan
yang wajib dipenuhi sebagai calon independen, yakni berupa dukungan dari
masyarakat sebanyak 7,5 persen dari
populasi penduduk Boyolali syarat untuk maju sebagai calon independen.
Resmi Mendaftar ke KPU
Pasangan calon (Paslon) bupati dan
wakil bupati dari Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP) Klaten
Sri Hartini (menjabat wakil bupati)-Sri
Mulyani (istri Bupati Klaten Sunarno)
resmi mendatar ke KPU, Selasa (28/7).
Pasangan tersebut berangkat dari rumah dinas wakil bupati yang hanya
bersebelahan dengan kantor KPUD
Klaten.
Calon Bupati Klaten Sri Hartini
dan Calon Wakil Bupati Sri Mulyani
mengemukakan, sebelumnya mengaku tidak tahu akan akan disandingkan sebagai pasangan calon bupati
dan wakil bupati. Penentuan dua perempuan sebagai pasangan calon tersebut merupakan keputusan DPP
PDIP. Dengan demikian mereka patuh dan melakukan persiapan dengan
matang untuk memenangkan pertarungan dalam Pilkada nanti.
Mereka juga membantah jika rekomendasi dari DPP PDIP untuk Klaten lambat. Menurut Sri Hartini maupun Sri Mulyani, tentunya DPP sudah
mempersipakan dengan cermat nama
yaang akan direkomendasi sehingga
tidak tiba-tiba.
Sebetulnya tidak terlambat, pasti
DPP sudah mempersiapkan, hanya
harus melalui mekanisme partai. Pasangan seperti ini pertama di Klaten
dan pertama juga diajukan PDIP, kata Sri Mulyani.
(Sam/M-8/M-9/Sit)-g

PEMBERIAN GELAR KRATON SURAKARTA

Positif bagi Pengembangan Pariwisata


SOLO (KR) - Sebanyak 50 orang
anggota Diraja Malaysia mendapat gelar dari Kraton Kasunanan Surakarta
dalam upacara di Sasana Andrawina,
Kraton Surakarta, Minggu (26/7).
Selain mendapat gelar, kerabat kerajaan Malaysia itu diajak untuk makan
siang di Sasana Andrawina ala kerajaan (Royal Lunch) Kraton Surakarta.
Pengageng Sasana Wilapa Kraton

Surakarta, GKR Wandansari Koes


Moertiyah, mengatakan sejak Pakoe
Boewono XII telah melakukan diplomasi budaya dengan bangsa-bangsa di
dunia. "Dulu PB XII menjalin komunikasi dan kerja sama dengan bangsa di
Asia dan Eropa. Selanjutnya diteruskan generasi kami dengan mendirikan
perwakilan Kraton Surakarta di Malaysia, China, Jepang dan Bahrain,"

ujarnya.
Plt Raja Pakoe Boewono XIII KGPH
Poeger usai menyematkan logo Kraton
Surakarta ke dada kerabat Diraja Malaysia, mengatakan pemberian gelar
untuk mempererat bangsa Malaysia
dan Indonesia sebagai negara serumpun. Menantu PB XII KP Dr Edi Wirabumi yang juga menjabat Direktur Biro Hukum Kraton Kasunanan Sura-

karta mengatakan dulu Kraton Surakarta sempat dicela karena memberi


gelar kepada warga Malaysia. Namun
ternyata sekarang malah mendapat
pujian. Salah seorang kerabat Diraja
Malaysia Sir Ricky Nathaniel yang
mendapat gelar Kanjeng Raden Riyo
Aryo (KRRA) mengatakan dirinya
merasa terhormat mendapat penghargaan dari Kraton Surakarta. (Hwa)-g

MERIAHKAN HUT KE 211 KLATEN

Pesta Rakyat, Gratis Menu Angkringan


KLATEN (KR) - Ribuan masyarakat Kabupaten Klaten memadati sepanjang Jalan
Pemuda dalam semarak pesta rakyat memperingati Hari Jadi ke-211 Kabupaten Klaten, Senin malam (27/7). Dalam acara itu
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten
menyediakan menu hidangan istimewa
Klaten (HIK) secara gratis.
Kurang lebih seratus pedagang HIK atau
angkringan mangkal sejak sore hingga malam di sepanjang Jalan Pemuda. Namun dalam sekejap, makanan yang disajikan secara
gratis itu ludes diserbu pengunjung.
Sekda Klaten, Jaka Sawaldi mengatakan,
pesta rakyat berupa festival angkringan merupakan salah satu dari sekian event yang
digelar Pemkab Klaten dalam rangka meme-

riahkan Hari Jadi ke 211 Kabupaten Klaten


yang jatuh pada 28 Juli 2015.
HIK atau angkringan ini berasal dari
Klaten. Jadi harus dilestarikan keberadaannya. Tapi saya berpesan kepada pedagang
HIK untuk tetap menjaga kebersihan dalam
aktivitas berjualan sehari-har, ujarnya.
Selain festival HIK, pesta rakyat juga menyuguhkan pertunjukan kolosal tari gambyong yang digelar di sepanjang Jalan
Pemuda, Selasa (28/7). Para penari itu merupakan perwakilan dari sekolah dan lembaga
yang ada di Klaten.
Berbagai event seni budaya digelar hingga Desember mendatang. Akan banyak pertunjukan yang disajikan, ujarnya.
(M-7)-g

KR-Indratno Eprilianto

Warga menyerbu hidangan dalam pesta rakyat di Jalan


Pemuda Klaten.