You are on page 1of 45

PENTINGNYA PENGELOLAAN KAS DALAM MANAJEMEN PAJAK

Latar Belakang
Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan uang tunai atau kas. Kas
diperlukan baik untuk membiayai operasi perusahaan sehari – hari seperti pembelian bahan baku, pembayaran
upah, pembayaran hutang, atau pembayaran – pembayaran tunai lainnya, serta dibutuhkan untuk investasi pada
aktiva tetap.
Pengeluaran kas ada yang bersifat intermitten, seperti untuk pembayaran dividen, pembayaran pajak,
pembelian aktiva tetap. Pengeluaran kas untuk pembayaran – pembayaran tersebut sering disebut sebagai aliran
kas keluar atau cash outflow. Sedangkan penerimaan – penerimaan kas disebut sebagai aliran kas masuk
atau cash inflow. Aliran kas masuk bisa diperoleh dari beberapa sumber antara lain penjualan tunai, penerimaan
piutang, dan penerimaan – penerimaan lainnya.
Perusahaan memerlukan dana dalam bentuk kas terutama adalah untuk membayar kewajiban –
kewajiban jangka pendeknya, dan juga untuk biaya operasi dalam rangka kegiatan operasional dalam
perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan dan juga pengendalian yang baik atas kas.
Kas adalah salah satu komponen dari aktiva yang sangat vital bagi kelangsungan hidup organisasi, baik
organisasi permerintah maupun perusahaan swasta. Kas merupakan elemen kunci dalam perencanaan atas
seluruh aspek operasional perusahaan. Tanpa adanya manajemen kas yang baik, suatu organisasi mungkin dapat
kehilangan reputasinya dan sulit untuk bertransaksi dengan pihak lain karena organisasi tersebut tidak dapat
membayar tagihannya yang sudah jatuh tempo
Sisi lain Piutang merupakan kekayaan perusahaan yang timbul sebagai akibat
dari adanya kebijakan penjualan barang/jasa secara kredit. Kebijakan Kredit bertujuan
memaksimalkan profit dengan risiko yang minimal. Pada dasarnya penjualan secara
kredit bertujuan untuk merangsang minat para pelanggan, menaikkan volume penjualan,
meningkatkan

laba

bersih penjualan

dan

strategi

ampuh

dalam

memenangkan

persaingan melalui memperluas pangsa pasar. Selain berdampak positif terhadap iklim
perputaran keuntungan perusahaan, penjualan secara kredit juga mempunya risiko bagi
para pengelola perusahaan. Salah satu sumber Modal kerja yang perlu mendapat
perhatian khusus adalah modal kerja yang berasal dari piutang dagang dan Kas
merupakan

elemen

kunci

dalam

perencanaan

atas

seluruh

aspek

operasional

perusahaan.Berdasarkan tersebut , maka penulis merasa tertarik untuk membuat tulisan
mengenai kas piutang dagang yang hasilnya dituangkan dalam bentuk makalah ini.
Manfaat dan tujuan
1. untuk mengetahui bagaimana manajemen kas
2. untuk mengetahui bagaimana manajemen piutang

2.1

Pengertian Kas
Sebelum membahas berbagai hal tentang manajemen kas, ada baiknya dibahas pengertian kas itu
sendiri. Ada banyak sekali pengertian tentang kas, baik dari sisi perundang-undangan maupun dari sisi
teori/konsep ekonomi.
a)

Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Keuangan Negara
Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku
Bendaharawan Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh
pengeluaran negara. Dengan demikian kas dalam pengertian undang-undang ini semua uang negara yang
bersumber dari seluruh penerimaan negara dan digunakan untuk membayar seluruh pengeluaran negara.

b)

Menurut Standar Akuntansi Pemerintah
Kas adalah uang tunai dan saldo simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan untuk membiayai
kegiatan pemerintahan. Kas Daerah adalah tempat penyimpanan uang daerah yang ditentukan oleh
Bendaharawan Umum Daerah untuk menampung seluruh penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kas Negara
adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendaharawan Umum
Negara untuk menampung seluruh penerimaan dan pengeluaran pemerintah pusat.

c)

Menurut Standar Akuntansi Keuangan
Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro setara kas (cash equivalent) adalah investasi
yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu
tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan
Setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan
lain. Untuk memenuhi persyaratan setara kas, investasi harus segera dapat diubah menjadi kas dalam jumlah
yang telah diketahui tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Karenanya, suatu investasi baru
dapat memenuhi syarat sebagai setara kas hanya jika segera akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau
kurang dari tanggal perolehannya. Investasi dalam bentuk saham tidak termasuk setara kas, kecuali substansi
investasi saham tersebut adalah setara kas. Sebagai contoh, saham preferen yang dibeli dan akan segera jatuh
tempo serta tanggal penebusan (redemption date) telah ditentukan.
Arus kas tidak mencakupi mutasi di antara pos-pos yang termasuk dalam kas atau setara kas, karena
komponen tersebut lebih merupakan bagian dari pengelolaan kas perusahaan dan bukan sebagai bagian dari
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa pengertian kas meliputi saldo kas (cash on hand), saldo
simpanan di bank yang setiap saat dapat digunakan serta instrumen investasi yang sangat likuid, berjangka
pendek dan dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai
yang signifikan.

2.2

Motif dalam Menyimpan Kas
Terdapat tiga motif dasar dalam menyimpan kas (George W Galinger dan P. Basil Healey, 1991:
236) yaitu:

a)

Motif Bertransaksi (Transactions Motive)
Motif ini melihat kas secara sempit yaitu sebagai media untuk pertukaran dalam rangka membiaya
transaksi normal yang terjadi seperti pembayaran kepada pemasok dan pembayaran gaji. Besarnya tingkat saldo
transaksi tergantung pada besar kecilnya organisasi dan periode waktu kas masuk dan kas keluar. Organisasi
yang besar pada umumnya cenderung melakukan banyak transaksi. Jika arus kas masuk dan keluar dapat
disinkronisasi maka saldo kas dapat diminimalisasi.

b)

Motif Berjaga-Jaga (Precautionary Motive)
Motif ini fokus pada kemampuan kas untuk menunjang daya beli pada saat timbul kejadian yang tidak
diharapkan atau peluang yang tidak diperkirakan sebelumnya. Saldo untuk pencegahan berfungsi sebagai
cadangan pada saat ketidakpastian meningkat sebagai akibat perubahan industri, ekonomi, dan dunia. Saldo
untuk keperluan darurat ini umumnya disediakan dengan menggunakan portofolio dari pasar uang dan pasar
modal. Kriteria kunci dari penggunaan metode ini adalah tingkat keamanan yang tinggi, likuiditas, dan
kemudahan untuk mencairkan surat berharga menjadi kas.

c)

Motif Spekulasi (Speculative Motive)
Motif ini timbul seiring dengan keinginan manajemen untuk memiliki sejumlah kas yang dapat
digunakan untuk mengambil keuntungan dari kesempatan yang timbul secara tidak terduga. Manajemen harus
mempunyai prediksi bahwa saldo kas tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi dari operasi
normal organisasi. Pada umumnya, organisasi-organisasi tidak menyimpan kas untuk tujuan spekulasi.

ALIRAN KAS
Bagian pemasaran membutuhkan kas untuk membayar biaya iklan, membayar gaji dan komisi,
membayar biaya angkut, dan pengeluaran tunai lainnya. Tanpa adanya kas yang memadai, bagian pemasaran
tidak bisa berbuat banyak untuk menjual produk yang dihasilkan. Oleh karena itu kas bisa diibaratkan seperti
darah dalam tubuh manusia sehingga bila ada yang tidak dialiri darah, maka bagian tersebut akan mengalami
gangguan (Sutrisno 2005:73).
Titik berat pengaturan aliran kas adalah masalah bagaimana mengatur pemasukan dan pengeluaran
uang dengan baik. Dalam bisnis maupun rumah tangga, pemantauan mengenai keluar masuknya uang adalah
menjadi faktor kunci keberhasilan. Dalam kasus yang ekstrem, perusahaan boleh jadi mengalami kerugian yang

sangat besar namun tetap dapat berjalan dengan baik. Prinsip utamanya adalah selama uang yang masuk lebih
besar dibandingkan dengan pengeluaran yang ada, maka bisnis tersebut masih dapat dijalankan.
Sumber-sumber pemasukan uang adalah, misalnya mendapatkan uang dari pelanggan, mendapatkan
suntikan modal dari investor atau bisa juga dengan berutang kepada pihak ketiga. Perlu diperhatikan, dengan
berutang kepada pihak ketiga, misalnya kepada bank, kita memiliki kewajiban untuk membayar kembali sesuai
jadwal pembayaran yang ada. Kewajiban ini yang mungkin dapat memberatkan pengeluaran uang dalam masa
yang akan datang. Sehingga perlu diperhitungkan dengan cermat sebelum kita memutuskan menggunakan
pinjaman untuk membiayai atau membayar sesuatu.
Kas suatu perusahaan harus dikelola dengan baik. Sebab, ia merupakan jantung yang menggerakkan
semua kegiatan, khususnya kegiatan operasi rutin. Suatu perusahaan yang kekurangan kas akan kehilangan
kepercayaan dari luar dan dari dalam perusahaan. Pihak luar akan tidak percaya bila tagihannya tidak dibayar
tepat waktu, dan pihak dalam terutama buruh akan tidak percaya bila upahnya tidak dibayar tepat waktu.
Jika perusahaan kehilangan kepercayaan dari buruhnya dan pemasoknya (krediturnya) perusahaan
tersebut lambat laun akan bangkrut. Buruh mulai tidak loyal dan tidak produktif; pemasok dan kreditur mulai
tidak mengadakan transaksi bisnis dengan baik. Akibatnya, produk berkualitas renadh dan sulit masuk pasar.
Kebangkrutan menunggunya. Oleh sebab itu, kas harus dikelola dengan baik, jujur, hati-hati, dan profesional.

Aliran kas dalam perusahaan : Aliran kas masuk (cash inflow). dan aliran kas keluar

(cash out flow). Aliran kas ada yang kontinyu dan tidak kontinyu (intermittent).

Aliran kas masuk kontinyu misalnya hasil penjualan produk

secara tunai, penerimaan

piutang, Aliran kas masuk intermittent (misalnya pendapatan dari peyertaan pemilik
kas keluar kontinyu (misalnya kas utk pembelian

Aliran

bahan mentah, gaji karyawan) Aliran kas

keluar intermittent (misalnya pengeluaran utk pembayaran dividen, bunga, pembayaran
angsuran hutang pembelian kembali saham, pembelian AT).perusahaan, penjualan saham,
penerimaan kredit dari bank,
penjulan AT yang tdk terpakai).

2.3

Manajemen Kas
Strategi dasar yang harus digunakan oleh perusahaan dalam mengelola kasnya adalah sebagai berikut :

a. Membayar utang dagang selambat mungkin asal jangan sampai mengurangi kepercayaan
pihak supplier kepada perusahaan, tetapi memanfaatkan setiap potongan tunai (cash discount)
yang menguntungkan bagi perusahaan.

persediaan. Kumpulkan piutang secepat mungkin tetapi jangan sampai mengakibatkan kemungkinan menurunnya volume penjualan pada masa yang akan datang karena ketatnya kebijaksanaan dalam penjualan kredit dan pengumpulan piutang. c. Mengatur perputaran persediaan secepat mungkin tetapi hindarilah risiko kehabisan persediaan yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan pada masa – masa selanjutnya (konsumen kehilangan kepercayaan kepada perusahaan). Dalam manajemen kas biaya pesan berupa biaya komisi pedagang efek yang dikeluarkan untuk merubah sekuritas menjadi uang kas. serta menentukan saldo kas yang perlu dimiliki oleh perusahaan. Dalam manajemen persediaan ada biaya pesan yang dibayarkan setiap melakukan pemesanan dan biaya simpan untuk menyimpan bahan yang dibeli. dan piutang yang sudah diuraikan diatas memungkinkan perusahaan bekerja secara lebih efisien. 2. 1. dan kebijaksanaan kredit yang cukup ketat jangan sampai mengakibatkan menurunnya volume penjualan. Penerapan strategi – strategi utang dagang. percepatan perputaran persediaan jangan sampai menimbulkan risiko kehabisan bahan atau kehabisan persediaan. Model Miller and Orr Pada model Baumol ada asumsi yang sulit untuk dipenuhi yaitu pemakaian kas setiap waktunya sama. Penundaan pembayaran utang dagang jangan sampai mengurangi kepercayaan pihak sipplier. Model ini pada dasarnya menentukan batas atas dan batas bawah saldo kas. Model Baumol Model manajemen kas yang diajukan oleh Baumol ini sering disebut dengan model persediaan.b. Oleh karena itu perlu ditentukan berapa surat berharga yang harus dijadikan uang tunai pada saat ketika saldo kas mendekati nol. Model yang dikenalkan oleh Miller and Orr tentunya lebih cocok untuk kondisi dimana pengeluaran kas berfluktuasi dari waktu ke waktu secara random. Model Baumol mengasumsikan bahwa pemakaian kas selalu konstan setiap waktu b. Sekalipun demikian. penerapan strategi – strategi tersebut haruslah dilakukan secara hati – hati dan penuh perhitungan karena kesalahan dalam penerapannya akan menimbulkan akibat negatif yang cukup mendalam bagi perusahaan. Pengertian Piutang . Baumol mengakui ada kesamaan antara manjemen persediaan dan manajemen kas bila dilihat dari aspek keuangan. Dan biaya simpan berupa hasil bunga yang hilang karena perusahaan menyimpan uang tunai yang besar.4 Model Manajemen Kas a. khususnya dalam penggunaan kas. oleh karena itu tidak cocok untuk kondisi ketidakpastian pemakaian kas.

Putaran yang maksud adalah perubahan modal lembaga kredit yang berupa uang tunai menjadi piutang dan akhirnya kembali menjadi uang tunai lagi. timbulnya piutang berawal dari pemberian kredit.Piutang adalah tagihan kepada pihak-pihak karena adanya penjualan barang dan jasa tersebut dilakukan secara kredit. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan piutang adalah hak menerima sejumlah uang dari pihak-pihak karena adanya penjualan barang dan jasa dilakukan secara kredit suatu perusahaan. sehingga efektifitas piutang harus diperhatikan baik dari segi penagihan maupun perputarannya. Piutang ini akan terus menerus berkurang apabila dilunasi oleh nasabah. Optimal artinya modal yang dipinjamkan dapat diputar semaksimal mungkin. (Muslich. Didalam lembaga-lembaga kredit. Makin lunak atau makin lama syarat pembayaran berarti makin lama modal terikat pada piutang yang ini berarti bahwa tingkat perputarannya selama periode tertentu adalah makin rendah. Pada piutang ini dapat dilakukan analisis. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan perputaran piutang (receivable turn over) adalah rasio untuk mengetahui kemampuan dana yang tertanam dalam piutang yang berputar dalam satu periode tertentu dan dinyatakan dalam kali dengan asumsi bahwa penjualan kredit sama dengan jumlah kredit yang diberikan atau total kredit maka : Perputaran Piutang : Total kredit Rata-rata umur piutang . Piutang merupakan salah satu harta perusahaan. Pinjaman yang berikan kepada nasabah perlu dianalisis. Tingkat perputaran piutang (receivable turn over) dapat diketahui dengan membagi jumlah kredit sales selama periode tertentu dengan jumlah rata-rata piutang (average receivable). 2000: 109) Sedangkan menurut Arief Suadi (1994: 47) piutang adalah hak untuk menerima sejumlah uang dari pihak lain termasuk didalamnya piutang yang timbul karena menjalankan usaha normal suatu perusahaan. taran Piutang Piutang merupakan jantung dari lembaga kredit BPR BKK. Menurut Munawir (1995: 75) bahwa posisi piutang dan taksiran waktu pengumpulannya dapat dinilai dengan menghitung perputaran piutang tersebut( receivable turn over ) yaitu dengan membagi total penjualan kredit dan piutang rata-rata. Sedangkan menurut Bambang Riyanto (1995: 90) piutang sebagai elemen dari modal kerja selalu dalam keadaan periode perputaran atau periode terikatnya modal dalam piutang adalah tergantung kepada syarat pembayaran. Hasil analisis ini akan bisa dijadikan salah satu dasar bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil beberapa keputusan sesuai kebutuhan masing-masing pihak tersebut. apakah modal yang dipinjamkan bisa optimal atau tidak. yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas piutang efektif artinya tepat dilihat dari penagihan maupun perputarannya. Di lembaga-lembaga kredit yang dimaksud piutang adalah saldo atau sisa pinjaman yang belum dilunasi oleh nasabah atas pinjaman yang berkaitan kepada nasabah.

Umur piutang adalah jangka waktu sejak dicatatnya transaksi penjualan sampai dengan saat dibuatnya daftar piutang. Dalam hal demikian maka umur piutang dihitung dengan menelusuri debit (penjualan kredit) dan kredit (penagihan) dalam kartu piutang dan menentukan penagihanpenagihan mana yang digunakan untuk mengurangi piutang tertentu.Apabila tinggi angka tingkat perputaran piutang dari perhitungan tersebut berarti semakin cepat pula perubahan piutang ke bentuk uang tunai dan kembali menjadi piutang. Misalnya piutang yang berumur 1-30 hari . Namun selain itu.1 Umur Piutang dan klasifikasi piutang Piutang suatu pelanggan telah berlalu daftar piutang. 2. Hal ini sesui dengan yang diungkapkan oleh Munawir (1995: 75) yaitu makin tinggi rasio ( turn over) menunjukkan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah. Saldo piutang untuk suatu pelanggan mungkin termasuk dalam satu atau lebih umur waktu piutang. begitu pula sebaliknya semakin rendah angka tingkat perputaran piutang dari perhitungan tersebut berarti semakin lambat pula perputaran piutang tersebut. 31-60 hari. Adakalanya. piutang dapat juga ditimbulkan dari adanya usaha dari luar kegiatan pokok perusahaan. pada suatu saat tertentu. Piutang Usaha Menurut Soemarso (2002:338) piutang usaha adalah: Perusahaan mempunyai hak klaim terhadap seseorang atau perusahaan lain dengan adanya hak klaim ini perusahaan dapat menuntut pembayaran dalam bentuk uang atau penyerahan aktiva atau jasa lain kepada pihak dengan siapa ia berpiutang”. Aturan yang dapat digunakan adalah bahwa penjualan yang lebih awal akan dilunasi lebih dahulu. jumlah uang yang diterima. Transaksi paling umum yang menciptakan Piutang Usaha adalah penjualan barang dan jasa secara kredit. Piutang merupakan aktiva lancar yang diharapkan dapat dikonversi menjadi kas dalam waktu satu tahun atau dalam satu periode akuntansi. Piutang tersebut di catat dengan mendebit akun piutang usaha. Saat berikutnya. Tagih dan piutang lain –lain sebagai berikut : a. Biasanya umur piutang dikelompokkan menurut jumlah hari tertentu. mungkin karena bagian kredit dan penagihan bekerja tidak efektif atau mungkin ada perubahan dalam kebijaksanaan pemberian kredit. jumlah itu lebih besar. sebaliknya kalau rasio semakin rendah berarti ada over invesment dalam piutang sehingga memerlukan analisa lebih lanjut. biasanya dikelompokkan menurut umur. Bisa jadi. Kondisi ini perlu diwaspadai demi efektivitas modal yang dimiliki. Warren Reeve dan Fess mengklasifikasikan Piutang ke dalam 3 kategori yaitu Piutang Usaha. Wesel. lebih kecil dari jumlah yang tercantum dalam faktur. Piutang pada umumnya timbul dari hasil usaha pokok perusahaan. uang dari penagihan piutang tidak diterima menurut jumlah yang tertera dalam faktur. dan seterusnya. Piutang Usaha semacam ini normalnya . Piutang usaha timbul dari penjualan secara kredit agar dapat menjual lebih banyak produk atau jasa kepada pelanggan. Ini berarti kondisi yang baik. begitu seterusnya.

. Jadi tagihan kepada langganan yang biasanya disebut piutang dagang adalah tuntutan keuangan terhadap pihak lain baik perorangan maupun organisasi. Penggolongan piutang dan umur piutang dapat digolongkan ke dalam 4 jenis. Piutang yang akan diterima Piutang yang akan diterima merupakan kontrak prestasi yang sebenarnya sudah menjadi hak perusahaan. yaitu: 1) Piutang lancar adalah piutang yang diharapkan tertagihnya dalam 1 tahun atau siklus usaha normal. Piutang usaha/piutang terhadap langganan Piutang usaha/piutang terhadap langganan dalam perkiraan piutang usaha dicatat sebagai tagihan yang timbul dari penjualan barang atau jasa yang merupakan usaha perusahaan yang normal/kurang dari 1 tahun. 3) Piutang yang dihapuskan adalah suatu tagihan yang tidak dapat ditagih lagi dikarenakan pelanggan mengalami kerugian/bangkrut (tidak tertagih). 2. Piutang usaha jangka pendek dapat dibagi atas dua yaitu: 1. tetapi apabila telah lebih dari jangka waktu 1 tahun maka akan dilaporkan sebagai aktiva tidak lancar. Hal-hal yang termasuk dalam piutang yang akan diterima adalah: a) Bunga yang masih harus diterima yang timbul dari aktiva yang dimiliki perusahaan. piutang ini timbul pada suatu akhir periode dimana sebenarnya tagihan tersebut akan diterima pada periode yang akan datang. 2) Piutang tidak lancar adalah tagihan/piutang yang tidak dapat ditagih dalam jangka waktu 1 tahun. b) Piutang sewa yang masih harus diterima yang timbul dari hasil penyewaan. c) Pendapatan piutang merupakan pendapatan yang akan diterima sebagai hasil investasi dalam perusahaan. seperti gedung. disajikan dalam neraca sebagai aktiva lancar. faktur/tanda terima lainnya yang telah ditandatangani oleh debitur sehingga Selain itu pengertian piutang yang pada umumnya digolongkan dalam aktiva lancar yang berarti bahwa tagihan-tagihan pada pihak lain yang nantinya akan diminta pembayarannya dalam jangka waktu yang tidak lama (kurang dari satu tahun) yang biasanya digolongkan dalam piutang jangka pendek.ganisasi atau debitur-debitur lainnya. akan tetapi belum/tidak saatnya untuk diterima. seperti wesel tagih dan bon. mobil dan alat-alat besar lainnya.diperkirakan akan tertagih dalam periode waktu relatit pendek. Piutang usaha adalah tagihan yang tidak didukung dengan janji tertulis yang hanya dilengkapi oleh surat jalan. Piutang usaha di klasifikasikan di neraca sebagai aktiva lancar. seperti 30 atau 60 hari.

piutang pajak. jangka waktu / periode kredit yang diberikan. Piutang lain – lain (other receivable) meliputi piutang bunga.4) Piutang dicadangkan adalah tagihan yang disisihkan sebelumnya untuk menghindari piutang tidak tertagih. Weselbiasanya digunakan untuk periode kredit lebih dari 60 hari. Piutang lain – lain Piutang lain – lain biasanya disajikan secara terpisah dalam neraca. dan piutang dari pejabat atau karyawan perusahaan. maka piutang tersebut diklasifikasikan sebagai aktiva lancar.2 Ruang Lingkup Manajemen Piutang Kebijaksanaan kredit standar kredit/kualitas rekening yang diterima.  Biaya yang timbul akibat piutang  Biaya penghapusan piutang  Biaya pengumpulan piutang  Biaya administrasi  Biaya sumber dana  Kegiatan manajemen piutang  Perencanaan jumlah dan pengumpulan pihutang  Pengendalian pihutang  Penyaringan langganan  Penentuan risiko kredit  Penentuan potongan-potongan ( return )  Penetapan ketentuan-ketentuan dalam menghadapi para penunggak  Pelaksanaan administrasi yang berhubungan dengan penarikan kredit 2. Kebijaksanaan pengumpulan piutang. Sepanjang wesel tagih diperkirakan akan tertagih dalam setahun. dan faktor-faktor lain yang relevanKeputusan kredit ini menyangkut tradeoff antara keuntungan(marginal profit) dan biaya tambahan (marginal cost) yang disebabkan oleh perubahan dalam salah satu atau kombinasi elemen-elemen tersebut. c. b. Wesel Tagih Wesel Tagih adalah jumlah yang terutang bagi pelanggan disaat perusahaan telah menerbitkan surat utang formal. Jika piutang ini diharapkan akan tertagih dalam 1 tahun. Jika penagihanya lebih dari 1 tahun maka piutang ini diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lancar dan dilaporkan dibawah judul investasi. Wesel bisa digunakan untuk menyelesaikan piutang usaha pelanggan. . Bila wesel tagih dan piutang usaha berasal dari transaksi penjualan maka hal itu kadang – kadang disebut piutang dagang (trade receivable). discount/potongan tunai yang diberikan untuk pembayaran yang lebih awal. Maka biasanya diklasifikasikan dalam neraca sebagai aktiva lancar.

Dalam penjualan kredit perusahaan dapat menetapkan batas maksimal atau plafond bagi kredit yang diberikan kepada para langganannya.jika batas maksimal plafond lebih rendah. semakin lama masa kredit.a. semakin besar volume penjualan kredit. makin ketat seleksi akan semakin memperkecil investasi dalam piutang). maka perusahaan harus mengeluarkan uang yang lebih besar untuk membiayai aktivitas pengumpulan piutang. sehingga akan lebih memperkecil jumlah piutang perusahaan sebaliknya. Sebaliknya. 2. tetapi bersamaan dengan itu juga memperbesar profitability. Kebijakan pengumpulan piutang. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya investasi dalam piutang Piutang merupakan aktiva yang penting dalam perusahaan dan dapat menjadi bagian yang besar dari likuiditas perusahaan. Makin tinngi plafond yang ditetapkan bagi masing-masing langganan berate makin besar pula dana yang diinvestasikan dalam piutang. 4. Syarat yang ketat dalam bentuk batas waktu pembayaran yang pendek. atau pasif yaitu keyakinan bahwa debitur menepati janji. jika perusahaan menggunakan kebijaksanaan secara pasif.Syarat pembayaran penjualan kredit dapat bersifat ketat atau lunak.apabila perusahaan menetapkan syarat pembayaran yang ketat berarti perusahaan lebih mengutamakan keselamatan kredit dari pada pertimbangan profitabiitas. Makin besar proporsi penjualan kredit dari keseluruhan penjualan memperbesar jumlah investasi dalam piutang. makin besar investasi yang tertanam dalam Piutang. tetapi akan menggunakan cara ini. Faktor – faktor tersebut diantaranya adalah seperti yang dikemukakan oleh Bambang Riyanto (2001:85-87) sebagai berikut: 1.maka jumlah piutangpun akan kecil. Perusahaan dapat menjalankan kebijaksanaan dalam pengumpulan piuatng secara aktif atau pasif. Besar kecilnya piutang dipengaruhi oleh beberapa faktor. semakin besar plafon kredit perpelanggan makin besar investasi yang diperlukan) dan kualitatif (selektif terhadap pelanggan kredit. . batasan kredit dapat berupa kuantitatif (plafon kredit. pembebanan bunga yang berat pada pembayaran piutang yang terlambat. semakin besar invesatasinya. Ketentuan tentang pembatasan kredit. maka resiko tertunggaknya piutang lebih besar. Perusahaan yang menjalankan kebijaksanaan secara aktif. Dengan makin besarnya volume penjualan kredit setiap tahunnya berarti bahwa perusahaan itu harus menyediakan investasi yang lebih besar lagi dalam piutang. maka piutang yang ada akan lebih tertagih. Volume penjualan kredit. pengumpulan piutang dapat bersifat aktif (menggunakan debtcollector) pengumpulan piutang lebih tepat waktu tetapi perlu tambahan biaya pengumpulan piutang. Syarat pembayaran (termin). Makin besarnya jumlah piutang berarti makin besarnya resiko. 3. sehingga jumlah piutang perusahaan akan lebih besar. maka pengumpulan piutang akan lebih lama.

Kebijakan piutang yang baik adalah kebijakan yang bisa mengoptimalkan trade-off keuntungan dan resiko (kerugian) dari piutang tersebut. Faktor . Biaya tersebut antara lain biaya kesempatan karena dana tetanam dalam investasi piutang dan biaya piutang tidak terbayar. Jika perusahaan mempunyai kebijakan kredit yang berubah. Faktor yang mempengaruhi piutang Piutang dagang muncul ketika penjualan terjadi. maka piutang dagang perusahaan tersebut juga akan berubah c. sedangkan langganan membayar periode setelah cash discount akan mengakibatkan jumlah piutang lebih besar karena jumlah dana yang tertanam dalam piutang lebih lama untuk menjadi kas. apabila sebagian besar pelanggan membayar pada masa diskon (termin 2/10. missal mengurangi tingkat penjualan kredit atau mempercepat periode pengumpulan piutang.n/30). Kebiasaan membayar dari para langganan.. Pada akhirnya pembeli melunasi utangnya sehingga piutang akan segera terbayar. Sebagai contoh. Sebagai contoh. Faktor Internal Faktor Internal Misal : Kebijakan promosi dan iklan. kebijakan piutang. Kebiasaan para langganan untuk membayar dalam periode cash discount akan mengakibatkan jumlah piutang lebih kecil. Faktor Eksternal Faktor Eksternal Misal : Permintaan terhadap produk dan karakteristik industri. b.5. Sebagai contoh Perusahaan RETAIL cenderung mempunyai tingkat piutang dan persediaan yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan manufaktur. piutang juga menyebabkan peningkatan biaya yang berkaitan dengan piutang. tetapi jika pelanggan membayar pada hari ke 30 atau bahkan menunggak. manajer keuangan mempunyai pilihan apakah akan melaksanakan kebijakan kredit yang longgar (meningkatkan piutang) atau ketat (meminimumkan piutang). 2. tetapi di lain pihak. maka membutuhkan investasi lebih kecil. Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Piutang 1. jika kondisi sudah mulai stabil adalah Rp1jt x 30 hari = 30 juta. faktor internal juga akan menentukan besar kecilnya persediaan piutang. Besarnya piutang dagang tergantung dari penjualan kredit per-periode dan lamanya periode pengumpulan piutang. perlu investasi yang besar. Tentunya kebijakan piutang akan menciptakan trade off antar keuntungan dan biaya (resiko). Besarnya piutang bervarisai dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya dan dari satu industri ke industri lainnya. Disamping factor eksternal. Maka piutang dagang perusahaan tersebut. jika suatu perusahaan mempunyai penjualan rata-rata sebesar Rp 1jt per hari. tetapi perusahaan belum menerima kas. Piutang diharapkan bisa meningkatkan penjualan dan keuntungan. kemudian periode pengumpulan piutang adalah 30 hari.

4. misalnya karena seleksi yang kurang baik dalam memilih langganan sehingga perusahaan memberikan kredit kepada langganan yang tidak potensial dalam membayar tagihan. Resiko kerugian piutang terdiri dari beberapa macam yaitu: 1.hal ini dapat disebabkan oleh beberapa factor. sebagai contoh perusahaan cukup sukses mengelola promosi sehingga penjualan akan meningkat.Munawir berpendapat bahwa : Semakin besar day’s receivable suatu perusahaan semakin besar pula resiko kemungkinan tidak tertagihnya piutang dan kalau perusahaan tidak membuat cadangan terhadap kemungkinan kerugian yang timbul karena tidak tertagihnya piutang (allowance for bad debt) berarti perusahaan telah memperhitungkan labanya terlalu besar (overstated). Resiko tertanamnya modal dan piutang Resiko ini terjadi karena adanya tingkat perputaran piutang yang rendah sehingga akan mengakibatkan modal kerja yang tertanam dalam piutang semakin besar dan hal ini bisa mengakibatkan adanya modal kerja yang tidak produktif. maka piutang akan meningkat. Resiko tidak dibayarnya seluruh tagihan (piutang) Resiko ini terjadi jika jumlah piutang tidak dapat direalisasikan sama sekali. 3.internal lain juga mempengaruhi piutang. Tambahan dana ini akan menimbulkan biaya yang lebih besar apabila harus dibelanjai oleh pinjaman. 2. Menurut S. Resiko Kerugian Piutang Setiap usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan akan mengandung resiko yang tidak dapat dihindari. bahkan bisa menimbulkan kerugian jika jumlah piutang yang ditrima kurang dari harga poko barang yang dijual secra kredit. juga dapat terjadi adanya stabiitas ekonomi dan kondisi Negara yang tidak menentu sehingga piutang tidak dapat dikembalikan. Resiko yang timbul karena transaksi penjualan secara kredit disebut resiko kerugian piutang. Resiko keterlambatan pelunasan piutang Hal ini akan menimbulkan adanya tambahan dana atau untuk biaya penagihan. Resiko tidak dibayarnya sebagai piutang Hal ini akan mengurangi pendapatan perusahaan. Dalam piutang. resiko kerugian . Dalam hal ini resiko dapat dikendalikan agar berada dalam batas yang wajar.

Atas dasar saldo piutang Jumlah ini dihitung dengan cara mengalikan suatu persentase tertentu dengan saldo piutang pada akhir periode. Ada dua metode penyisihan piutang yaitu : a. Atas dasar jumlah penjualan Piutang terjadi karana akibat dari penjualan kredit maka taksiran menhunakan jumlah penjualan selama periode bersangkutan. Lamanya tunggakan. dihitung dari tanggal jatuh tempo piutang sampai tanggal 31 Desember. Ada metode ini. Yaitu dengan membandingkan kerugian piutang yang sebenarnya terjadi dengan total pejualan kemudian dilakukan perubahan-perubahan atas kemungkinan yang akan datang. Metode Penyisihan/cadangan. metode ini dikelompokan menjadi kelompok piutang yang belum jatuh tempo. Sedangkan kelompok yang telah jatuh tempo dikelompokkan atas dasar lamanya jatuh tempo. Taksiran ini dicatat pada perkiraan debet “beban piutang“ dan kredit pada perkiraan “penyisihan piutang“. Metode penghapusan langsung Dalam metode ini kerugian piutang yang tidak bisa ditagih. . Dengan demikian yang dijadikan dasar adalah jumlah piutang dagang yang dimiliki perusahaan pada akhir periode. dicatat langsung pada periode saat terjadinya penghapusan piutang dengan perkiraan debet “beban penghapusan piutang” dan kredit perkiraan ”piutang dagang”. b.akibat piutang yang tidak dapat diterima pembayarannya selalu ada. dan kelompok yang telah jatuh tempo. Jumlah taksiran kerugian piutang dapat ditetapkan atas dasar. Atas dasar analisis usia piutang Penerapan metode ini pada dasrnya sama dengan penentuan taksiran kerugian piutang atas dasar saldo piutang. d. sehingga diperoleh taksiran dari piutang yang disangsikan dapat diterima pembayarannya. setiap akhir periode dilakukan penaksiran terhadap piutang yang dimiliki perusahaan. Biasanya dalam bentuk persentase. c.

Latar belakang Menghadapi era Global dan persaingan bebas dalam dunia ekonomi sebuah perusahaan diharapkan menghasilkan profit yang optimum dan selalu dalam kondisi surplus agar kelangsungan usaha tercapai. Perusahaan harus bisa menyediakan kas yang cukup agar perusahaan bisa berproduksi dengan baik. Sebagai implementasi dari kebijakan tersebut. Namun selain itu. Bagian produksi membutuhkan kas untuk membeli bahan baku. gaji mandor. dunia usaha semakin mendapat peluang dan kelonggaran untuk mengembangkan diri secara optimal. Setiap bagian yang ada dalam perusahaan membutuhkan aliran kas. Analisis piutang bertujuan untuk mengetahui efektifitas piutang efektif artinya tepat dilihat dari penagihan maupun perputarannya. agar supaya kas bisa disediakan dengan baik tepat pada saat yang dibutuhkan. piutang dapat juga ditimbulkan dari adanya usaha dari luar kegiatan pokok perusahaan. bahan penolong. membayar biaya pemeliharaan. maka perlu perencanaan kas yang berisi proyeksi penerimaan dan pengeluaran kas. Hasil analisis ini akan bisa dijadikan salah satu dasar bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil beberapa keputusan sesuai kebutuhan masing-masing pihak tersebut. PENGARUH ARUS KAS (CASH FLOW) TERHADAP PERENCANAAN DAN PENGENDALIAAN KAS BAB I PENDAHULUAN A.kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah. membeli perlengkapan pabrik. yang akibatnya akan mengganggu bagian lain yang terkait. Piutang merupakan aktiva lancar yang diharapkan dapat dikonversi menjadi kas dalam waktu satu tahun atau dalam satu periode akuntansi. Tanpa ada kas maka praktis kegiatan produksi akan terganggu. adanya kebijakan . Kebijaksanaan Pemerintah dengan mengadakan deregulasi telah membawa angin segar dalam sektor dunia usaha pada umumnya.kesimpulan Kas bagi perusahaan bisa diumpamakan seperti darah dalam tubuh manusia. membayar upah buruh. Piutang pada umumnya timbul dari hasil usaha pokok perusahaan. telah bermunculan pula perusahaan – . dan pengeluaran tunai lainnya.

Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi demikian pesatnya.Sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa perusahaan harus mempunyai jumlah uang kas yang memungkinkan untuk membayar semua hutang – hutang jangka pendek yang sudah tentu waktu pembayarannya serta harus juga dapat memberikan batasan keamanan yang cukup untuk pengeluaran kas yang mungkin terjadi atau pengeluaran dalam keadaan mendesak. baik itu perencanaan kebutuhan modal pada masa yang akan datang atau perencanaan pemenuhan kebutuhan kas yang aman merupakan kunci sukses bagi manajer keuangan. karena kas sifatnya sangat likuid dan bisa diterma oleh siapa pun. Setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatannya selalu membutuhkan kas. Perusahaan sebagai organisasi yang berorientasi ke komersialisasi membutuhkan secara langsung perencanaan. Dengan demikian tugas pokok manajer keuangan adalah merencanakan untuk memperoleh kas dan menggunakan kas tersebut untuk memaksimalkan nilai perusahaan. mengarahkan. Pos kas merupakan suatu harta yang sangat peka terhadap penyelewengan kekayaan perusahaan. Salah satu fungsi dari manajemen adalah perencanaan. Oleh karena itu. Perencanaan dan pengendalian arus kas merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kas. Mengelola keuangan perusahaan secara efektif dan efesien melalui perencanaan dan pengendalian kas dengan laporan – laporan keuangan diantaranya neraca dan rugi – laba dengan menggunakan keuangan yang direncanakan.perusahaan baru. dimana merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam organisasi. baik yang berskala besar. Oleh karena itu perusahaan harus menerapkan suatu . mengevaluasi dan mengoordinasi aktivitas dari berbagai fungsi satuan operasional. mengawasi. menengah maupun kecil yang semakin turut meramaikan kegiatan sektor ini.Kas dalam wujud fisiknya adalah salah satu aset yang mudah dipindahtangankan. seorang manajer keuangan perusahaan haruslah berusaha untuk dapat melaksanakan operasi perusahaan dengan jumlah uang kas yang optimal. sehingga merupakan peluang bagi setiap perusahaan untuk dapat meningkatkan produktivitasnya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan sistem manajemen yang baik merupakan produk dari perkembangan dan kemajuan tersebut. karena tanpa perencanaan perusahaan akan sulit mencapai tujuannya secara efektif.

Laporan arus kas pada dasarnya adalah laporan arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas. kas juga sangat mudah untuk disalahgunakan/ disalah fungsikan oleh pihak – pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Masalah Pokok Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya. yang menjadi masalah pokok penelitian ini adalah bagaimana pengaruh arus kas (cash flow) terhadap perencanaan dan pengendalian kas pada PT. Selama hidup perusahaan maka penerimaan dan pengeluaran kas akan berlangsung terus menerus. maka sumber penerimaan dana dipandang perlu dikelola sumber penerimaan dan pengeluarannya agar kesinambungan perusahaan tercapai.perencanaan dan pengendalian kas yang tepat agar tidak terjadi penyimpangan atau penyelewengan kas. Jadi disinilah peranan internal kontrol kas sangat dibutuhkan agar supaya efesiensi dan keamanan kas dapat terjamin dalam mencapai tujuan perusahaan. Sagita Utama Lestari ? C. PT. Tujuan dan kegunaan Penelitian . yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara aktivitas suatu perusahaan dengan pihak – pihak berkepentingan baik pihak intern maupun ekstern perusahaan. Sagita Utama Lestari merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor yang kegiatan dan ruang lingkupnya sangat kompleks.Karena pengelolaan arus kas (cash flow) ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan perusahaan. Untuk itu perlu adanya suatu perhatian yang cukup serius dalam pengelolaan kas yaitu pada perencanaan dan pengendalian kas. Sagita Utama Lestari.Hal inilah yang menjadi pertimbangan bagi penulis untuk memilih judul penelitian “ Pengaruh Arus Kas (Cash Flow) sebagai Alat Perencanaan dan Pengendalian Kas pada PT. B. Selain kas sangat berperan dalam kelancaran kegiatan operasional perusahaan. sehingga sangat memerlukan suatu sistem perencanaan dan pengendalian kontrol yang cukup serius terutama dalam pengelolaan kas yaitu pada arus kas (cash flow).

Sebagai bahan pertimbangan kepada pihak manajemen PT.Adapun tujuan Penelitian adalah: Untuk mengetahui pengaruh Arus kas (cash flow) sebagai alat perencanaan dan pengendalian kas pada PT. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Adapun kegunaan penelitian adalah : 1. Sagita Utama Lestari. Sagita Utama Lestari sehubungan dengan Pengaruh Arus kas (cash flow) sebagai alat perencanaan dan pengendalian kas 2. Pengertian Kas Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas. Sebagai bahan referensi / pustaka bagi pihak – pihak yang melakukan penelitian sehubungan dengan hal yang sama. Kas merupakan alat yang amat penting dalam perusahaan dan diperlukan baik untuk untuk membiayai operasi .

Uang kertas b. kas merupakan aktiva yang paling lancar. b. Berbeda dengan keterlibatan kas yang sangat aktif. Cek yang belum disetorkan d. Untuk dapat memberikan suatu gambaran yang lebih singkat dan lengkap dalam pengertian kas atau uang tunai dibawah ini penulis mengambil beberapa pendapat dari para sarjana/ ahli. Selanjutnya menurut Indriyo Gitosudarmo dan Basri ( 2002 : 61) kas dapat diartikan sebagai nilai uang kontan yang dalam perusahaan beserta pos – pos lain yang dalam jangka waktu dekat dapat . Kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan tingkat bunga. kelebihan kas akan mengakibatkan kas tersebut menganggur sehingga perlu adanya pengelolaan yang efektif. Oleh sebab itu. karena kas tidak dapat berkembang dengan sendirinya tanpa pengelolaan menjadi unsur produktif lainnya.Salah satu cara pengelolaan kas agar menjadi aktiva yang produktif adalah ditanamkan dalam bentuk investasi . Menurut Zaki Baridwan ( 2000 : 86 ) kas merupakan suatu alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan utang. Tanggal jatuh temponya sangat dekat. Hampir pada setiap transaksi dengan pihak luar selalu mempengaruhi kas. c. Uang logam c. Kas terdiri dari : a. dalam arti paling sering berubah. Setiap saat dapat ditukar menjadi kas. dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dalam jumlah sebesar nilai nominalnya.Dalam kegiatan sehari – hari uang kas merupakan alat pertukaran sehingga segala kegiatan dalam perusahaan akan bermula dan berakhir pada kas. Simpanan dalam bentuk giro atau bilyet Kemudian menurut Sofyan Syafri Harahap ( 2002 : 258) kas adalah uang dan surat berharga lainnya yang dapat diuangkan setiap saat serta surat berharga lainnya yang sangat lancar yang memenuhi syarat yaitu : a. kas itu sendiri merupakan unsur yang paling tidak produktif. juga simpanan dalam bank atau tempat – tempat lain yang dapat diambil sewaktu – waktu.perusahaan sehari – hari maupun untuk mengadakan investasi baru dalam aktiva tetap. dan dapat diterima untuk pelunasan utang. Dalam neraca.

Jadi berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa arus kas (cash flow) adalah merupakan arus kas masuk dan arus kas keluar yang mengalir terus menerus yang dapat . Sedangkan menurut S. Jadi dapat disimpulkan bahwa kas merupakan unsur aktiva lancar yang terdiri dari uang logam dan uang kertas dan semua media alat tukar lainnya yang berfungsi sebagai alat tukar yang sah dan merupakan dasar pengukuran dalam akuntansi yang siap digunakan tanpa ada pembatasan penggunaanya . B. Ukuran kas mengakui arus kas masuk saat kas diterima walaupun belum dihasilkan dan mengakui arus kas keluar saat kas dibayarkan walaupun beban belum terjadi. Menurut Harnanto (2002 : 228). aliran ini memperlihatkan darimana sumber kas diperoleh dan untuk apa kas itu digunakan oleh perusahaan. Kemudian Menurut Iman Santoso ( 2007 :161) Kas terdiri dari uang tunai yang dikelola oleh perusahaan maupun simpanan komersial di bank (rekening koran/ giro) dan atau tabungan di bank yang tersedia untuk digunakan sebagai alat tukar dan lazim diterima sebagai setoran oleh bank berdasarkan nilai yang tertera pada media alat tukar tersebut (sebesar nilai nominalnya). Arus kas (cash flow) terdiri dari : arus kas masuk (cash in flow) dan arus kas keluar (cash out flow). Menurut Bambang Riyanto (2001 : 93) Aliran kas adalah bagaikan darah yang mengalir terus menerus dalam tubuh perusahaan yang memungkinkan perusahaan itu dapat melangsungkan hidupnya. Menurut Bambang Kusriyanto dan B. yang dapat diterima dari langganan dan yang disimpan di Bank yang dapat diambil setiap saat diperlukan oleh perusahaan. baik penjualan tunai maupun penagihan dari penjualan kredit yang sebelumnya dilakukan. Munawir (2004 : 14 ) kas adalah yang tunai yang dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan termasuk cek. Pengertian Arus Kas (cah flow) Arus kas mencerminkan penerimaan kas dan pengeluaran kas perusahaan.diuangkan sebagai alat pembayaran kebutuhan financial yang mempunyai sifat paling tinggi likuiditasnnya. Suwartojo ( 2000 : 286) arus kas (cash flow) adalah merupakan arus masuk uang tunai yang diperoleh dari penjualan.

Menurut Hani Handoko (1999 : 20) memberikan definisi perencanaan adalah pemilihan atau penetapan tujuan – tujuan organisasi dan penentuan strategi. C. Dengan demikian perencanaan membutuhkan penetapan tujuan – tujuan dan mengidentifikasikan metode. Pengertian Perencanaan dan pengendalian kas a. Jadi perencanaan meliputi kegiatan menentukan apa yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan perusahaan. Kemudian menurut Sofyan Safri Harahap (2002 : 365) perencanaan adalah fungsi menetapkan kegiatan apa yang akan dilaksanakan dimasa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. yang meliputi bilamana dan bagaimana pekerjaan akan dilakukan serta komponen.memperlihatkan sumber kas diperoleh dan untuk apa penggunaanya yang memungkinkan perusahaan dapat melangsungkan hidupnya. kebijaksanaan. Pengertian Perencanaan Perusahaan yang sukses senantiasa mempersiapkan masa depannya dan menentukan secara cermat tujuan – tujuan finansial maupun nonfinansialnya melalui fungsi perencanaanlah manajermanajer menguraikan langkah – langkah yang perlu diambil dalam rangka menggerakkan organisasi menghampiri tujuan – tujuannya.komponen apa saja yang diperlukan. metode.A Supriyono (1999:21) Memberikan definisi perencanaan adalah proses manajemen untuk menentukan tujuan organisasi yang ingin dicapai dan mengatur strategi yang akan dilaksanakan. Manajemen harus mempunyai pandangan dan sikap yang profesional untuk memajukan atau meningkatkan hasil – hasil yang telah dicapainnya. prosedur. b. Pandangan . Sedangkan menurut R. sistem dan standar yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut. Pengertian Pengendalian Pengendalian terhadap kas memerlukan prosedur – prosedur yang memadai untuk melindungi penerimaan kas maupun pengeluaran kas.metode untuk mencapai suatu tujuan.

maka jumlah selisih harus dicatat dalam akun selisih kas ( Cash short and over) dan pada akhir periode dilaporkan dalam perhitungan rugi – laba yang dikelompokkan sebagai pendapatan atau biaya lain – lain.maka selisih yang terjadi harus dicari penyebabnya. Jadi secara sederhana pengendalian didefinisikan sebagai suatu proses yang menjamin bahwa tindakan yang dilakukan telah sesuai dengan rencana.pengeluaran yang bersifat rutin dan dalam jumlah yang relatif besar dengan cara membuka rekening koran atau rekening giro yang lazim rekening koran. Selisih ini bisa ditimbulkan karena kesalahan pencatatan. Sedangkan menurut George R. serta pengeluaran yang jumlahnya melibatkan unsur pembayaran atau pengembalian uang kecil. Apabila terjadi perbedaan jumlah kas secara fisik dengan pencatatannya. Terry (2006 :163) memberikan definisi pengendalian adalah mendeterminasi apa yang telah dilaksnakan. oleh karena itu kas harus direncanakan dan diawasi dengan baik. Menurut Harnanto (2002:75) memberikan pengertian pengendalian adalah usaha untuk menyesuaikan pelaksanaan dengan rencana semula. Pada dasarnya pengendalian merupakan suatu proses yang mengarahkan kegiatan – kegiatan perusahaan pada tujuan yang telah ditetapkan untuk menjamin bahwa sumber daya ekonomis perusahaan telah digunakan secara efektif dan efisien. Salah satu cara pengendalian kas adalah dengan cara menggunakan jasa perbankan untuk pengeluaran.dan sikap tersebut diatas dinyatakan dalam melihat. menganalisa dan mengambil keputusan atas laporan – laporan yang digunakan sebagai dasar pengendalian kas. Penerimaan dan pengeluaran kas ada yang bersifat rutin atau terus menerus dan ada yang bersifat insidentil.sebab terjadinya selisih tidak dapat ditemukan. meneliti. baik penerimaanya (sumber – sumbernya) maupun pengeluarannya (penggunaannya). Sumber dan Penggunaan Kas Kas sangat berperan dalam menentukan kelancaran kegiatan perusahaan. kecurangan akibat pembulatan terhadap penerimaan pembayaran.Apabila sebab . perusahaan membentuk dana kas kecil ( Petty cash funds) D. maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu menerapkan tindakan – tindakan korektif sehingga pekerjaan sesuai dengan rencana. sedangkan untuk keperluan keperluan relatif kecil. .

Hasil penjualan investasi jangka panjang. aktiva tetap baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud. bunga.Aliran kas masuk yang bersifat rutin. dengan kata lain dana dengan kekuatan atau kemampuan sendiri. Penjualan atau adanya emisi saham maupun adanya penambahan modal oleh pemilik perusahaan dalam bentuk kas c. Pengeluaran surat tanda bukti hutang baik jangka pendek ( wesel) maupun hutang jangka panjang (hutang obligasi. serta penjualan aktiva tetap yang tidak terpakai lagi. Adanya penerimaan kas karena sewa. Saldo ini adalah keuntungan yang tidak diambil oleh anggota. Adanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancar selain kas yang diimbangi dengan adanya penerimaan kas e. Surplus dana dan akumulasi penyusutan atau yang disebut sebagai cadangan dana. Dana yang berasal dari pemilik perusahaan c. Sumber dana dari luar perusahaan (external souce) yaitu pemenuhan kebutuhan dana diambil atau beras dari sumber – sumber dan yang ada diluar perusahaan. Sedangkan menurut Bambang Riyanto ( 2004 : 78) mengatakan bahwa sumber dana yang dapat diperoleh untuk membelanjai suatu investasi ialah : a.Dana yang berasal dari kreditur adalah hutang bagi perusahaan yang . Aliran kas masuk ada bersifat rutin dan ada yang bersifat tidak rutin. sedangkan aliran kas masuk yang bersifat tidak rutin adalah yang berasal dari penjualan usaha. d. antara kas yang diperoleh dari penjualan tunai dan penerimaan piutang.Dana yang berasal dari pihak bank. Terdiri atas nilai buku dan nilai pasar harta yang dimiliki oleh perusahaan. Sumber dana dari dalam perusahaan dapat diartikan sebagai bentuk dana dimana pemenuhan kebutuhan dananya berasal dari dalam perusahaan itu sendiri.Menurut S. dan kreditur lainnya. b. penerimaan kredit dari kreditur atau dari bank. hutang hipotik) serta bertambahnya hutang yang diimbangi dengan penerimaan kas. asuransi. Saldo keuntungan yang ditanam kembali dalam perusahaan. sumbangan atau hadiah maupun adanya pengembalian kelebihan pembayaran pajak pada periode – periode sebelumnya. atau deviden dari investasinya. e. b. Munawir ( 2004 : 21 ) sumber penerimaan kas dalam suatu perusahaan pada dasarnya dapat berasal dari : a. d.

Dana pinjaman yang dimaksud adalah dana yang didapat dari pihak ketiga ( kreditur). membayar deviden dan sebagainnya. Munawir (1997 : 22) pengeluaran kas dapat disebabkan adanya transaksi – transaksi sebagai berikut : a. penerimaan kas kerena adanya pembayaran sewa. Selanjutnya dikatakan bahwa penggunaan aktiva lancar menyebabkan berkurangnya dana. Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang. Pengeluaran rutin misalnya untuk membeli bahan atau barang dagangan dengan tunai. pembayaran pajak. pembelian supplier kantor. membayar gaji. denda dan sebagainya. dan membayar biaya . Pembelian barang dagangan secara tunai. Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang serta adanya pembelian aktiva tetap lainnya.penjualan aktiva dan surat – surat berharga lainya. adanya pembayaran biaya operasi yang meliputi upah gaji. Pengeluaran kas untuk pembayaran deviden ( bentuk pembagian laba lainnya secara tunai). Penarikan kembali saham yang beredar maupun adanya pengembalian kas perusahaan oleh pemilik perusahaan c. pembayaran sewa.sedangkan pengeluaran tidak rutin misalnya untuk membayar kredit bank beserta bunganya. Pengeluaran kas juga dipisahkan ke dalam pengeluaran rutin dan tidak rutin. Jadi pengertian sumber dana adalah : merupakan sumber dana yang diperoleh dari Hasil usaha.disebut sebagai dana pinjaman. tetapi penurunan aktiva tidak selalu diikuti oleh penurunan dana . Menurut S. bunga.biaya lainnya. hal ini disebabkan karena : . b. dan lain – lain e. untuk membayar hutang dagang. d.adanya pinjaman dari bank atau pihak lain yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manajemen perusahaan. Sedangkan menurut Bambang Riyanto ( 2004 : 95) mengatakan bahwa penggunaan dana akan menyebabkan perubahan – perubahan bentuk maupun penurunan jumlah aktiva lancar.

investasi jangka panjang atau aktiva lancar lainnya yang mengakibatkan berkurangnya aktiva lancar atau timbulnya hutang lancar yang berakibat kurangnya dana. atau adanya hutang jangka panjang diimbangi dengan berkurangnya aktiva lancar. gaji. e. ataupun hutang jangka panjang lainnya yang mengakibatkan penarikan kembali untuk atau seterusnya saham perusahaan yang beredar. misalnya dana pelunasan obligasi. Fungsi Manajemen Kas . Pengambilan uang atau barang dagangan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi (prive) atau adanya pengambilan bagian keuntungan oleh pemilik perusahaan perorangan atau persekutuan atau adanya pembayaran deviden dalam perseroan terbatas. suplies kantor dan pembayaran biaya – biaya lainnya. Kerugian yang diderita perusahaan karena adanya penjualan surat berharga atau efek maupun kerugian insindentil lainnya. pembayaran biaya operasi .pembayaran pajak maupun pengambilan uang atau barang dagangan oleh pemilik perusahaan untuk keperluan pribadi. Pembayaran biaya operasi ini akan mengakibatkan terjadinya penjualan atau penghasilan perusahaan yang bersangkutan. pembelian barang dagangan. hutang obligasi. Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap. dan pensiun pegawai dan lain – lain d. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengguanan kas dimaksudkan untuk penggunaan dana dalam hal pembelian saham atau obligasi. pembelian bahan baku atau barang dagangan. f.hutang jangka panjang yang meliputi hutang hipotik.a. Adapun kerugian yang rutin atau insidentil akhirnya akan mengakibatkan berkurangnya dana perusahaan. Pembayaran hutang. E. pelunasan atau pembayaran angsuran kredit. Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan tertentu dalam jangka panjang lainnya. b.pembayaran deviden. Pembayaran biaya atau ongkos perusahaan meliputi pembayaran upah. c.

dan bagaimana perusahaan mempunyai cukup uang kas untuk memenuhi kebutuhan pembayaran yang timbul. 2. 2.dimana sistem perbankan secara umum memberikan banyak sekali jenis pelayanan pada dunia usaha.Hal ini wajib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan.Pembayaran ini termasuk diantaranya adalah pembelian bahan mentah. Motif memenuhi kebutuhan dimasa depan. Kebutuhan menahan kas bisa terpenuhi sebagian besar dengan memiliki aktiva yang dapat segera dicairkan seperti surat berharga jangka pendek. gaji pegawai. 3. saldo kas dan surat berharga perusahaan suatu saat bisa melonjak tinggi karena kas dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan tertentu dimasa yang akan datang. yaitu kebutuhan akan kas untuk pembayaran - pembayaran yang ditimbulkan oleh pengeluaran sehari-hari dari perusahaan. Motif berjaga – jaga. makin sedikit jumlah kas yang ditahan untuk menghadapi keadaan tidak terduga.Seorang manejer keuangan suatu perusahaan harus tahu bagaimana mengelola segala unsur dari segi keuangan. Melakukan sinkronisasi secara tepat penerimaan dan pengeluaran kas. pajak. yaitu untuk menahan kas terutama berkaitan bisa tidaknya arus kas masuk dan arus kas keluar diperkirakan. Perusahaan membayar jasa pelayanan ini sebagian dengan cara membayar langsung dan terkadang sebagian lagi . Motif transaksi. Arus kas yang makin mudah diperkirakan sebelumnya.Untuk mencapai tujuan ini diperlukan 2 ( dua) hal yaitu : 1. ada beberapa permasalahan yang muncul dalam manajemen kas yaitu bagaimana mengembangkan sistem yang efesien untuk penerimaan dan pengeluaran kas. 4. Ada 4 (empat) motif pokok yang mendasari perusahaan dan perorangan untuk memiliki kas dan surat berharga lainnya adalah: 1. Motif memenuhi saldo kompensasi. Perusahaan harus dapat memprediksikan secara tepat jumlah saldo kas untuk suatu periode tertentu. Faktor lain adalah untuk kemampuan meminjam tambahan kas secara mendadak. Menurut Suad Husnan ( 2002 : 37 ). deviden dan sebagainnya.

Apabila jumlah kas yang ditahan kurang atau berlebihan hal ini tetap berarti bahwa manajemen keuangan di bidang ini tidak dilakukan dengan cara optimal. yaitu peramalan aliran kas. Adapun fungsi – fungsi tersebut adalah : a. Saldo minimum yang kurang besar bisa mengurangi kemampuan perusahaan untuk membayar kebutuhan – kebutuhan darurat atau untuk menutup peluang bisnis yang menguntungkan. Inilah yang menyebabkan mengapa perusahaan mempunyai kas. Manajemen kas berusaha memaksimalkan pemanfaatan kas tanpa mengabaikan saldo kas. perusahaan memperoleh dana dari dalam dan luar perusahaan. melakukan pengawasan atas biaya. manajer keuangan harus dapat melakukan fungsi – fungsinya. meramalkan laba pada masa mendatang dan mengukur biaya modal kerja. Manajer keuangan berfungsi mengendaliikan likuiditas dan profitabilitas b. agar ditemukan saldo yang optimal kegiatan normal perusahaan bisa terganggu karena tidak cukup jumlah kas dan surat berharga. yang merupakan biaya jasa tidak langsung yang harus dibayar oleh perusahaan pertama tadi. Dengan kata lain jumlah kas yang ada dalam perusahaan harus maksimal. Dengan demikian keputusan untuk mempertahankan sejumlah kas dan surat berharga memerlukan analisis yang terinci. Bank akan memperoleh penghasilan bunga. Dengan adanya saldo ini bank dapat meminjamkan dana – dana tersebut pada pihak lain dengan jangka waktu yang lebih lama. Kemudian menurut M. tetapi juga memaksimumkan bunga yang bisa diperoleh dari menginvestasikan kas tersebut dalam surat . mencari sumber dana dan penggunaan dana c.dengan mempertahankan sejumlah kas minimal di bank yang disebut saldo kompensasi. Manajer keuangan. d. Didalam pelaksanaan kegiatannya. Saldo kompensasi ini berupa saldo minimum yang diputuskan untuk tetap berada di bank dalam rekening gironya dan untuk perusahaan tidak perlu membayar jasa pelayanan tertentu kepada bank.surat berharga dan juga seperti pada deposit jangka pendek. Jadi beberpa fungsi yang penting terlibat dalam manajemen arus kas yang efektif adalah : . Pengendalian likuiditas terdiri atas tiga unsur. dalam mengendalikan profitabilitas. Manullang (2005 :1) untuk mencapai tujuan suatu perusahaan. menetapkan harga.

sedangkan laporan laba – rugi menunjukkan pendapatan yang direalisasi dan biaya yang terjadi dengan tidak memperhatikan ada tidaknya penerimaan atau pengeluaran kas. pembayaran upah. Laporan aliran kas berbeda dengan laporan laba. Menurut Munawir ( 2002 : 113 ) laporan aliran kas atau arus kas disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode dan memberikan penjelasan mengenai alasan perubahan tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber penerimaan kas dan untuk apa penggunaanya.Pengertian dan Tujuan laporan Arus Kas Laporan arus kas atau aliran kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan. Sumber dan penggunaan kas seperti tersebut diatas. Kas seharusnya dipertahankan dalam jumlah yang mendekati titik optimal 3. Kas dan surat berharga harus ditempatkan dalam lembaga yang tepat dan dalam bentuk surat berharga yang tepat juga. dan aktivitas yang mengakibatkan pengeluaran kas. yaitu : (1) aktivitas yang menghasilkan kas. yang dinamakan penggunaan kas (uses of cash) Pemakai laporan arus kas terutama akan tertarik pada jumlah bersih kas yang diproleh dari operasi daripada laporan secara rinci tentang kas masuk dan kas keluar dari kegiatan operasional.Aktivitas operasi / cash flow from Operating Jumlah arus kas berasal dari aktivitas operasi didefinisikan sebagai seluruh transaksi penerimaan kas yang berkaitan dengan pendapatan penjualan dan kas keluar yang berkaitan dengan biaya operasi. namun menggabungkannya menjadi tiga kategori utama yaitu : 1. bunga dan pajak (arus . Aktivitas yang berkaitan dengan arus kas pada dasarnya menjadi dua kategori. F. dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahaan keadaan dan peluang.1. laporan aliran kas (penerimaan dan pengeluaran kas). termasuk pembayaran kepada pemasok barang dan jasa. Desain dan manajemen yang efektif atau arus kas yang masuk dan Arus kas keluar 2. yang disebut dengan sumber penerimaan kas (souces of cash).rugi. struktur keuangan ( termasuk likuiditas dan solvabilitas).

Pemasukan 1. Oleh karena itu. Pembayaran kas pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi. Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. arus kas tersebut pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan rugi atau laba bersih (kecuali laba dari transaksi penjualan peralatan pabrik). Penerimaan kas dari royalti. Aktivitas Investasi / Cash flow from investing Aktivitas investasi meliputi perolehan aktiva jangka panjang termasuk pembelian surat berharga yang tidak setara dengan kas dan peminjam uang (bon receivable) serta kebalikannya yaitu penjualan aktiva jangka panjang dan pelunasan pinjaman. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah : a. Penerimaan kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha dan perdagangan. anuitas dan manfaat asuransi lainnya 4. 4. Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa 2. klaim. Pembayaran kas kepada perusahaan asuransi sehubungan dengan premi. b. Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa 2. Penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktiva pendanaan dan investasi. Pengeluaran 1. Pembayaran kas kepada karyawan 3. Namun kenaikan atau penurunan piutang usaha dan persediaan tidak diperlukan sebagai aktivitas investasi karena perubahan tersebut terjadi pada aktiva lancar maka harus diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi.kas yang diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan). 2. 5. Pemasukan . komisi dan pendapatan lain 3. Pembayaran kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha dan perdagangan. fee. Beberapa contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah : a.

Pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap. Pendanaan / Cash Flow from Activities Meliputi aktivitas peminjaman uang yang meliputi utang hipotik. bangunan dan peralatan. dan utang pajak tidak diperlukan sebagai aktivitas pendanaan melainkan sebagai aktivitas operasi. 3. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah : a. Penerimaan kas dari penjualan tanah. Pengeluaran 1. aktiva jangka panjang lain. Pemasukan 1. aktiva tak berwujud. termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aktiva tetap yang dibangun sendiri. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik dan menebus saham perusahaan 2. dan pinjaman lainnya. Pelunasan pinjaman . 2. hipotik. wesel. b. Penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya. Namun demikian. utang bunga. aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain 2. pinjaman. pembayaran deviden kepada pemegang saham. b. Penerimaan kas dari emisi obligasi. pembayaran kembali pinjaman jangka panjang dan penggunaan kas untuk penarikan kembali saham perusahaan.1. Pengungkapan terpisah pula bahwa arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan. Perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain. perubahan pada utang usaha. utang obligasi dan bentuk utang jangka panjang lainnya dan emisi saham baru. 2. utang upah gaji. Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya ( kecuali yang dilakukan oleh lembaga keuangan) 3. Pengeluaran 1.Pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (lease) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa usaha pembiayaan ( Finansial lease).

hal berikut : 1. Metode Arus Kas Perusahaan harus melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari 2 metode berikut : a. Laporan arus kas melaporkan hal .Kemudian menurut Iman Santoso. pengeluaran kas bruto diungkapkan sendiri – sendiri kemudian digabungkan sehingga diperoleh arus kas bersih dari operasi. Pada dasarnya terdapat dua sumber utama kas. Aktivitas transaksi investasi 3.dan sumber eksternal. pembelian mesin dan peralatan. konversi akun misalnya Penjualan ( sales) dari dasar akrual ke dasar kas biasanya dibutuhkan. Penggunaan kas itu untuk pengeluaran operasi sehari – hari. tetapi memerlukan analisis penerimaan dan pembayaran kas untuk setiap aktivitas utama. Tujuan utama suatu laporan arus kas dalah untuk menyediakan informasi relevan tentang penerimaan dan pembayaran kas atas suatu perusahaan selama periode tertentu. yaitu yang disediakan melalui pinjaman dan penjualan saham. dan mudah dipahami oleh pemakai yang kurang menguasai . Tujuannya untuk membantu investor. serta pembelian kembali saham milik sendiri (treasury stock). Pertambahan atau pengurangan bersih dalam kas selama periode tertentu. Pengaruh kas dalam operasi perusahaan selama suatu periode 2. pelunasan hutang. Metode Langsung Metode langsung tidak dimulai dari laba bersih. karena akan dapat memberikan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas masa depan. G. Perusahaan melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan metode langsung. yaitu sumber internal. Aktivitas transaksi pembiayaan 4. (2007 : 139) Laporan arus kas dimaksudkan untuk memberikan ihktisar arus masuk dan arus keluar untuk satu periode tertentu. dan pihak lainnya dalam analisis mereka atas kas. Bila digunakan metode langsung maka dalam pelaporan arus kas dari aktivitas operasi maka penerimaan kas bruto. yang disediakan dari hasil operasi perusahaan. kreditor. Karena pencatatan informasi akuntansi biasanya mencerminkan dasar akrual. Pembayaran deviden.

Konversi aktiva operasi lancar dan kewajiban lancar dari dasar accrual basis ke dasar cash basis I. Informasi penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat diketahui baik melalui : 1. dan Modal perusahaan. .Pendapatan dan beban yang bukan merupakan arus kas masuk dan kas keluar (cash in flow dan cash out flow) misalnya penyusutan aktiva tetap berwujud dan amortisasi aktiva tetap tidak berwujud. dan unsur pendapatan atau biaya yang berkaitan dengan arus kas aktivitas investasi atau pendanaan.biaya yang dikeluarkan sehingga menghasilkan laba atau rugi perusahaan. Ada tiga dasar penyesuaian antara lain : 1. laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas.Untuk itu kita akan menggunakan alat analisis berupa Arus kas (cash flow). 2. dan pos – pos lain dalam laporan rugi – laba untuk : Perubahan persediaan. Sagita Utama Lestari Makassar merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Kontraktor. harga pokok penjualan. Pada laporan Neraca ini kita akan dapat melihat keadaan aktiva (harta). Keuntungan dan kerugian 3.atau tidak mempunyai latar belakang pendidikan akuntansi.sedangkan pada laporan rugi – laba kita dapat mengetahui besarnya pendapatan yang diterima dan biaya .Catatan akuntansi perusahaan 2.yang mana pada perusahaan ini dalam setiap periode akuntansi yang biasanya setiap akhir tahun akan membuat laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan rugi/ laba.Dengan menyesuaikan penjualan. Kerangaka Pikir Perusahaan PT. b. Passiva (hutang).Dari analisis ini kita dapat mengetahui sumber kas dan penggunaan kas itu yaitu penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan dalam hal ini arus kas masuk dan keluar. piutang usaha. Metode tidak langsung Dengan metode tidak langsung. dan utang usaha selama periode berjalan. dan pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan maupun pos bukan kas lainnya. penagguhan atau actual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu atau masa depan. Dari kedua laporan ini kita akan melakukan analisis bagaimana sumber dan penggunaan kas yang ada diperusahaan.

1 Bagan Alur Kerangka Pikir .Untuk dapat mengoptimalkan laba suatu perusahaan untuk masa yang akan datang maka diperlukan perencanaan kas yang baik terhadap penerimaan kas dan penggunaan kas yang seefisien mungkin dan diperlukan adanya suatu pengendalian kas terhadap pengeluaran yang akan digunakan guna mencapai suatu tujuan yang diinginkan Adapun kerangka pikir yang telah diuraikan dapat digambarkan dalam bagan alur sebagai berikut : Gambar .

B. P. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: . 20 Makassar. Pettarani Ruko New Zamrud Blok E.yaitu melakukan pengamatan setempat dan wawancara langsung dengan pimpinan serta beberapa karyawan perusahaan dan mengumpulkan data berupa laporan – laporan yang disajikan dan menggunakan informasi yang diperlukan serta utamanya laporan keuangan. Hipotesis Berdasarkan masalah pokok yang dikemukakan sebelumnya diduga bahwa Arus kas (cash flow) berpengaruh terhadap perencanaan dan pengendalian kas BAB III METODE PENELITIAN A. 2. Waktu Penelitian selama 2 ( dua) bulan terhitung mulai November 2007 sampai Januari 2008. Penelitian Pustaka ( library research) yaitu penulis membaca buku buku atau literatur – literatur yang erat hubungannya dengan objek penelitian sehingga dapat memberikan informasi yang lebih mendalam terhadap objek yang sedang diteliti. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Kantor PT.C. Jenis dan Sumber Data 1. Penelitian Lapang ( field research ) yaitu kegiatan penelitian lapangan dimana penulis mencari data yang menjadi objek penelitian . A. Sagita Utama Lestari Makassar Jl. Metode Pengumpulan Data Dalam hal ini penulis memperoleh data dengan 2 (dua) macam yaitu : 1. C.

Defenisi Operasional Adapun definisi Operasional yang dikemukakan sebagai berikut : a. Data Primer yaitu data yang diperoleh langsung dari perusahaan melelui observasi dan wawancara tentang hal–hal yang berhubungan dengan materi penelitian. c. yang mana di dalam neraca tampak sumber dan penggunaan kas yaitu terhadap pos aktiva dan passiva perusahaan. 2. dibelanjakan atau dipergunakan agar kegiatan finansial perusahaan dapat terus berjalan dengan baik . Demikian juga pada rugi laba yang tampak adalah pada hasil penjualan dan beban – beban operasi perusahaan. Dalam artian laporan keuangan bertujuan untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan darimana sumber dan untuk apa penggunaanya.laporan dan dokumen – dokumen yang berhubungan dengan materi penelitian D.a. b. Data kualitatif Adalah : data yang diperoleh dari instansi dalam bentuk informasi baik secara lisan maupun tulisan. Analisis arus kas (cash flow) merupakan hal yang dianggap sangat penting bagi suatu perusahaan yang mana akan memperlihatkan dari mana dan kemana dana tersebut diperoleh. b. Data kuantitatif adalah : data – data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk angka atau bilangan. b. . Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah : a. Laporan neraca digunakan untuk mengetahui sumber arus kas (cash flow) yang digunakan oleh perusahaan.Disamping itu untuk mengetahui kondisi kas serta sebab – sebab terjadinya perubahan kas pada suatu periode tertentu dan sebagai dasar dalam menaksir kebutuhan kas dimasa mendatang dan kemungkinan sumber – sumber yang ada atau dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan peramalan kebutuhan kas atau cash flow dimasa yang akan datang.baik yang diperoleh darai hasil pengukuran maupun dengan jalan mengubah data kualitatif menjadi kuantitatif. Data Sekunder yaitu data yang melengkapi dan menunjang hasil penelitian yang bersumber dari perusahaan baik berupa laporan.

Metode Analisis Adapun metode analisis yang digunakan adalah : 1. Dasar – Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Manajemen. Munawir.cetakan pertama. PT. Refika Aditama.2007 Harnanto. Percetakan AMP-YKPN.2002 Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan.2000. BFEE UGM. Jakarta 2002 Indriyono Gitosudarmo dan Basri. Yogyakarta. Analisis Laporan Keuangan. Edisi ketujuh. Intermediate Accounting. 2004. serta untuk mengetahui apakah arus kas (cash flow) dapat dijadikan sebagai alat perencanaan dan pengendalian kas dalam aktivitas operasi perusahaan. 2002. 2001 Hani Handoko. Analisa laporan Keuangan.1999 Bambang Kusriyanto dan Suwarjoyo. DAFTAR PUSTAKA Zaki Baridwan. Analisis sumber dan penggunaan kas dimaksudkan untuk mengetahui dari mana sumber kas diperoleh dan untuk apa penggunaan kas tersebut. 2. Yayasan badan Penerbit Gajah Mada. Intermediate Accounting. Yogyakarta 2004 Iman Santoso. Jakarta 2002 Bambang Riyanto. BFEE Yogyakarta Safyan Syafri Harahap.Penerbit Liberty. 2007.cetakan pertama. Edisi kesembilan. Teknik Manajemen . BFEE Yogyakarta S. 1999. edisi keempat. PT. Grafindo Persada. 2001.2000.2002 Manajemen Keuangan.E. Analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan arus kas yang pengaruhnya terhadap perencanaan dan pengendalian kas pada PT Sagita Utama Lestari.

seri Manajemen No.Supriyono. Perencanaan PPh Badan Akhir Tahun Strategi perencanaan PPh Badan akhir tahun hanya relevan untuk perusahaan yang penghasilannya dikenakan dengan tarif umum. dan 25). akan dapat diperoleh angka PPh Badan Terutang tahun pajak 2012.2006. 23. 24. Untuk itu. cetakan kelima BEEFUGM.Keuangan. yaitu melakukan penghitungan pajak berdasarkan data pembukuan yang aktual sampai dengan 30 November 2012 ditambah dengan proyeksi laba/rugi sampai dengan 31 Desember 2012.2000 George R. Terry. Akuntansi Manajemen I. Membuat estimasi jumlah PPh Badan Terutang serta mengetahui posisi Kurang/Lebih bayar adalah merupakan langkah pertama dalam perencanaan pajak akhir tahun. Dengan melakukan identifikasi koreksi fiskal positif dan negatif atas pos-pos laba/rugi yang tercantum proyeksi tersebut dan memperhitungkan kompensasi kerugian (jika ada).2000 R. perusahaan properti dan perusahaan jasa konstruksi yang PPhnya dikenakan dari penghasilan bruto dengan tarif khusus. Namun di sisi lain waktu untuk mengimplementasikan strategi . Pustaka Binaman Pressindo.1999. perusahaan perlu melakukan estimasi jumlah PPh Badan Terutang untuk tahun pajak 2012. Alumni Bandung. Semakin dekat dengan akhir tahun maka semakin akurat estimasi dapat dibuat. 85.2006 Tidak lama lagi 2012 akan berakhir. bukan yang terkena PPh Final seperti perusahaan real estate. Asas – asas manajemen. Jakarta . maka akan dapat diketahui apakah perusahaan berada pada posisi Kurang Bayar atau Lebih Bayar atas PPh Badan. PT. Kemudian setelah dikurangi dengan Kredit Pajak (PPh pasal 22. Perusahaan (badan) yang menggunakan tahun buku yang sama dengan tahun kalender oleh ketentuan perpajakan wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Badan paling lambat 30 April 2013. Yogyakarta.A.

Contoh: * Menunda realisasi penjualan aktiva tetap yang menghasilkan laba ke awal 2013 dimana sebelumnya di rencanakan akan dilakukan di Desember 2012. . sehingga perusahaan dapat menunda pengakuan penjualan hingga pada saat menerima pembayaran dari pelanggan pada awal 2013 meskipun penyerahan barang/jasa dilakukan di Desember 2012. Dalam hal estimasi berdasarkan proyeksi menunjukkan posisi PPh Badan Kurang Bayar dalam jumlah cukup besar dan dipandang akan menguras kas perusahaan. Sayangnya. Oleh karena itu idealnya perencanaan pajak akhir tahun dilakukan setidaknya sejak tiga bulan sebelum tutup buku akhir Desember. baik yang tunai maupun yang bukan. Hasil estimasi akan menentukan strategi berikutnya. Secara konvensional. ketentuan perpajakan Indonesia menganut stelsel kas campuran (modified cash basis). * Menunda realisasi penerimaan piutang atau pembayaran utang yang menimbulkan keuntungan selisih kurs di Desember 2012 ke awal 2013. sehingga langkah ini tidak dapat dilakukan. penggeseran laba perusahaan ke tahun 2013 juga dapat dilakukan dengan melakukan penundaan atau pergeseran pengakuan penjualan akhir 2012 ke awal 2013. maka perusahaan dapat melakukan langkah-langkah antara lain sebagai berikut: 1. di mana penjualan dalam suatu periode harus meliputi seluruh penjualan. Namun ini cocok dilakukan apabila ketentuan perpajakan memperkenankan perusahaan menganut stelsel kas murni (pure cash basis). Menunda transaksi yang akan menghasilkan laba ke 2013. Penundaan transaksi perusahaan yang akan menghasilkan laba di Desember 2012 ke 2013 dimaksudkan untuk mencegah pertambahan jumlah penghasilan kena pajak 2012 yang dengan sendirinya akan menambah jumlah PPh Badan Terutang.perencanaan pajak akhir tahun akan semakin sempit.

dan dengan alasan tertentu perusahaan bermaksud menghindari pemeriksaan.2. Langkah-langkah yang dikemukakan di atas hanya merupakan beberapa contoh yang tentu saja perlu disesuaikan dengan kegiatan masing-masing perusahaan. Dengan melakukan percepatan pengakuan biaya/rugi pada akhir 2012. Sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia. * Mempercepat biaya iklan dan promosi pada Desember 2012 yang sedianya merupakan budget awal 2013. Mempercepat pengakuan biaya/rugi pada akhir 2012. * Mempercepat realisasi atas rencana pembelian aktiva tetap baru di Desember 2012 yang sedianya dilakukan pada awal 2013. * Membayar bonus 2012 kepada Direksi dan karyawan pada Desember 2012 yang sedianya dibayarkan pada 2013. maka penghasilan kena pajak akan berkurang dan dengan sendirinya akan mengurangi jumlah PPh Badan Terutang. perusahaan dapat mengakui biaya penyusutan untuk Desember 2012 meskipun aktiva tetap tersebut baru digunakan mulai Januari 2013. * Mempercepat realisasi pelunasan utang dalam valuta asing yang menimbulkan kerugian selisih kurs pada Desember 2012. Contoh: * Menjual aktiva tetap perusahaan yang tidak produktif dan nilai bukunya jauh diatas harga pasar pada Desember 2012 sehingga menimbulkan kerugian yang segera dapat diakui. Dalam hal ini. * Melakukan repair and maintenance aktiva tetap produktif perusahaan di Desember 2012 yang sedianya akan dilakukan pada awal 2013. Selanjutnya dalam hal estimasi menunjukkan PPh Badan Lebih Bayar. PPh Badan Lebih Bayar akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum diberikan pengembalian kelebihan tersebut . maka strateginya adalah kebalikan dari langkah-langkah di atas. * Merealisasi program training karyawan (local & overseas training) pada Desember 2012 yang sedianya dilaksanakan pada awal 2013.

‘Kas-yang-cukup’ yang saya maksudkan di sini adalah jumlah kas yang cukup untuk membiayai opersional perusahaan— sehingga bisa berjalan dengan lancar. Diasuh oleh: Ruston Tambunan. Sayangnya tehnik ini hanya indah terdengar tetapi tidak mudah untuk dilakukan..com ruston@citasco.ke perusahaan. Dari perspektif perusahaan sebagai Wajib Pajak.Int.com (ade) Mempercepat kas masuk adalah salah satu cara untuk menjaga agar posisi kas perusahaan selalu ada di titik yang aman. . Ak. Perencanaan PPh Badan akhir tahun yang menghasilkan pajak terutang lebih kecil di 2012 juga menguntungkan dari sisi time value of money karena terdapat penundaan pembayaran pajak secara riil. Sudah sangat sering saya singgung di tulisan-tulisan lain (tertama yang terkait dengan masalah kas) bahwa menjaga kondisi agar perusahaan selalu memiliki kas yang cukup adalah sangat penting.Si. perusahaan pada umumnya menghindari PPh Badan Lebih Bayar yang akan mengundang pemeriksaan yang cukup menyita waktu. M. saya ingin mengajak pembaca (terutama mereka yang selama ini belum pernah terlibat dalam proses pengelolaan kas atau penagihan piutang) untuk memahami mengapa sebagian besar pelanggan (debitur) cenderung terlambat membayar. M. Tanpa paham hal ini.. Langkah apa saja yang bisa diambil oleh perusahaan agar kas masuk bisa dipercepat? Sebelum saya sharing langkah-langkahnya.citasco.BKP CITASCO-Registered Tax Consultants www. Diperlukan langkah-langkah terencana dan terukur untuk mewujudkannya.Tax. kecuali dalam keadaan terpaksa. tenaga dan biaya. saya ragu jika pembaca bisa memehamai tips ini—apalagi mengaplikasikannya.

tidak semua pelanggan (yang membeli secara kredit) melakukan pembayaran dengan tepat waktu. Faktor-faktor internal (penggunaan kas) mungkin bisa dikendalikan. Dengan selalu berpatokan pada cash forecast dan cash budget. Bahkan perusahaan yang kondisi keuangannya sehatpun tidak ada jaminan akan membayar tepat waktu—ada banyak kasus yang menunjukan bahwa pelanggan dengan sengaja menahan pembayaran sebagai bagian dari strategi keuanganmereka. Meskipun pada masing-masing nota tagihan (invoice) sudah dicantumkan tanggal jatuh tempo. dan penganggaran kas—yang biasa disebut dengan cash budget. . Pelanggan mengalami pailit sudah pasti tidak akan mampu membayar. Ada saat-saat kas masuk lebih kecil dari kas keluar. di perusahaan manapun pegawai bagian hutang (accounts payable) baru cenderung baru melakukan persiapan pembayaran persis pada tanggal jatuh tempo utang mereka. Sayangnya kondisi ideal ini tidak selalu terjadi. Sehingga. Diskusikan Tagihan Terlebih Dahulu Semakin awal pelanggan tahu bahwa anda menginginkan pembayaran tepat waktu. kemungkinan pelanggan membayar tepat waktu semakin besar. Agar kondisi demikian bisa terjaga. mestinya kas akan tetap aman. sekali lagi ini bukan sesuatu yang mudah. yang paling nyata—dan ini sudah jamak terjadi—bahwa. idealnya jumlah kas masuk harus selalu lebih besar dari kas keluar. sekaligus mempercepat kas masuk: 1. Banyak kemungkinan alasan yang menyebabkan hal itu bisa terjadi. Saya merekomendasikan 5 langkah berikut ini untuk meminimalisir kemungkinan penundaan pembayaran. umumnya perusahaan membuat peramalan/prakiraan kas—yang biasa disebut dengan cash forecast. kemungkinan pembayaran terlambat menjadi semakin besar. Di luar semua kemungkinan penyebab itu. tetapi faktor eksternal (kas masuk) tidak—terutama pada perusahaan yang melayani penjualan kredit. Tetapi. Perusahaan yang mengalami kesulitan kas cenderung menunda pembayaran. Itu artinya kemungkinan kas masuk tidak tepat waktu (seperti yang telah direncanakan) juga menjadi semakin besar.Secara matematis.

atau bahkan lebih lambat lagi—meskipun pelanggan sesungguhnya memiliki punya cukup kas. Ada trik kecil yang dapat membuat pelanggan tidak mungkin lupa untuk membayar tagihan yang anda kirimkan. misalnya: menggunakan sistim penomoran [NamaPerusahaanTanggal = JAK01082011]. di hari yang sama saat anda mengirimkan barang pesanan. anda bisa memberitahukan mereka pada saat itu juga bahwa perusahaan anda meminta pembayaran yang tepat waktu. pada saat mereka memesan barang. mereka akan ingat akan permintaan anda agar mereka membayar dalam waktu minggu. semakin besar kemungkinan mereka menunda pembayaran. 2. Kecuali anda menyampaikan hal itu sejak awal. setiap mereka mengunakan barang yang anda supply. Selambat-lambatnya. ada kemungkinan invoice anda akan terbengkalai entah dimana karena tidak bisa dimasukan ke dalam system akuntansi mereka. Jika tidak. ada baiknya anda mengetahui jika ternyata bagian hutang (accounts payable) mengharapkan anda untuk menggunakan format (atau sistem penomoran) tertentu pada lembaran invoice. Jangan hanya hanya sebutkan jumlah tagihannya. Ikuti format yang mereka minta. kemungkinan besar mereka baru akan melakukan mebayaran pada saat tanggal jatuh tempo. Sampaikan bahwa anda mengirimkan barang pesanan mereka hari ini. Lain daripada itu. Tawarkan Diskon Untuk Pembayaran Lebih Awal . Berbagai cara bisa ditempuh untuk melakukan hal itu. misalnya: dengan mengirimkan email atau menghubungi mereka via telpon. yaitu dengan mendikusikan barang yang dikirimkan dengan detail. Dengan demikian. Dan persahaan anda mengharapkan pembayaran yang cepat—misalnya: 1 minggu. Misalnya. bahas sat persatu.Sebaliknya semakin mereka telat mereka mengetahui.

Mungkin tidak semua pelanggan tertarik dengan tawaran diskon. Jika keadaannya memang demikian sementara anda pikir strategy ini dapat mempercepat kas masuk. Misalnya: mungkin kantor . saya yakin ada saja yang tertarik mekmanfaatkan diskon tersebut dan melakukan pembayaran lebih awal. Rasanya tidak ada salahnya untuk dicoba. Ada perusahaan yang enggan melakukan hal itu. Tentu anda bisa menentukan pilihan apakah anda memutuskan menawarkan diskon untuk pembayaran lebih awal atau tidak. ada juga yang memang menerapkan sistem ini. Adanya tambahan pilihan metode pembayaran akan membuat pelanggan bisa mengatur pembayaran dengan lebih fleksibel. Besaran diskon biasanya bervariasi antara 2 hingga 3 persen. Biasanya mereka menerapkan kebijakan keuangan yang ketat—mereka tidak akan melakukan pembayaran lebih cepat dari tanggal jatuh tempo. 3. anda bisa menawarkan diskon tertentu jika mereka melakukan pembayaran lebih awal.Diantara pelanggan. Tambahkan Pilihan Metode Pembayaran Jika selama ini anda hanya menerima pembayaran cia cek atau transfer. sehingga anda memiliki ruang yang cukup untuk menawarkan diskon. ada baiknya mempertimbangkan untuk mengangkat harga sedikit untuk pesanan berikutnya. Susah pasti mereka melakukan hal itu sebagai bagian dari strategi keuangan perusahaan mereka. tidak ada salahnya anda tawarkan metode pembayaran lain—terutama sekali untuk pelanggan yang yang berlokasi di luar negeri. Untuk pelanggan yang seperti itu. Tetapi diantara mereka. Metode tambahannya mungkin pembayaran via credit card PayPal. mungkin ada perusahaan berskala besar. Salah satu kendala terbesar untuk mengimplementasikan strategy ini adalah ketika anda menjual barang/jasa yang marginnya sangat tipis—samasekali tidak ada ruang yang tersisa untuk menawarkan diskon.

tetapi tetap saja tidak ada salahnya untuk dicoba. Jika tidak. Meskipun untuk invoice yang biasanya dikirimkan via fax ata via post. Lakukan Follow Up Invoice Terjadwal Ini super-penting. Memang. tetapi mereka memiliki flatform credit. sehingga pengguna software langsung menemukan jadwal jatuh tempo tagihan setiap kali mereka login. mulailah dengan menanyakan apakah mereka . Sgar jangan sampai membuat pelanggan merasa tidak nyaman karena dicereweti. Software akuntansi tertentu—khususnya kelas ERP—biasanya memiliki fitur yang dapat menampilkan daftar piutang yang akam segera jatuh tempo—per nama pelanggan. setup alarm agar pop-up setiap kali ada piutang yang akan jatuh tempo. Hubungi mereka via telpon atau email untuk mengingatkan bahwa sebentar lagi utang mereka akan jatuh tempo sekaligus minta agar jangan sampai terlambat melakukan pembayaran. seberapa baik hubungan anda dengan pelanggan sangat mempengaruhi apakah mereka bersedia untuk mengubah metode pembayaran atau tidak.beberapa pelanggan jauh dari bank. atau pelanggan sedang tidak memiliki persediaan kas yang cukup. jadikan kebiasaan untuk selalu mengawasai tanggal jatuh tempo piutang (tagihan) setiap hari. Jika software akuntansi anda memiliki fitur tersebut. Pembayaran via credit card atau PayPal membuat mereka jadi mampu melakukan pembayaran. Tetapi. 4. Sebagai bagian tak terpisahkan dari proses penagihan. tidak ada salahnya jika anda mencantumkan pilihan pembayaran online. anda bisa menjalankan analisa umur piutang minimal sekali dalam seminggu untuk melihat jadwal piutang jatuh tempo dalam rentang waktu satu bulan ke depan. Masukan masing-masing tanggal jath tempo tersebut ke dalam kalender di Ms Outlook. setuplah seperti itu. Dengan demikian anda tidak akan pernah lupa untuk melakukan follow up.

Pelanggan yang merasa sebal tidak mungkin akan melakukan pembayaran tepat waktu. 5. Umumnya.menemui masalah dalam menyiapkan pembayaran (salah nomor invoice misalnya? Dan lain-lain). meskipun oleh perusahaan yang sama. posisi tawar perusahaan anda dengan pelanggan perlu juga dipertimbangkan. Tidak ada angka baku mengenai jumlah denda atas keterlambatan pembayaran. besar kemungkinan mereka justr berterimakasih karena anda telah menawarkan bantuan untuk mempermudah pekerjaan mereka. Tetapi jika anda menawarkan bantuan (menanyakan apakah ada masalah atau tidak). Sehingga sangat masuk akal jika satu hari keterlambatan diperhitngan dengan denda atau provisi. hal ini sudah lumrah dilakukan. Memastikan pelanggan tidak merasa terganggu dengan telpon atau kehadiran email anda. Tiap persahaan memiliki kebijakan yang berbeda—bahkan mungkin juga diberlakukan berbeda untuk beda pelanggan. denda Rp 500. lakukanlah dengan sopan dan ramah—jangan sampai menimbulkan kesan atau nada yang menekan. .000 untuk pelanggan perorangan atau persahaan kecil mestinya cukup membuat mereka menjadi lebih tepat waktu dalam membayar. Tentu. Lagipula. Kenakan Denda Atau Provisi Untuk Setiap 1 Hari Keterlambatan Keterlambatan pembayaran (dan kas masuk) bisa berakibat sangat buruk bagi perusahaan—terlebih-lebih jika perusahaan anda bukan yang berskala besar. Jika perusahaan tidak memiliki posisi untuk melakukan hal itu—misalnya: pelanggan menghentikan pemesanan—sebaiknya jangan dilakukan. adalah sangat penting. Sedangkan untuk pelanggan skala besar atau korporasi bahkan 50% dari nilai tagihanpun rasanya wajar. Jika anda menelpon.

perusahaan memiliki akun beban penyusutan dan beban gaji.Dalam strategi manajemen pajak. Seandainya jumlah aktiva tidak sesuai dalam artian sengaja melanggar aturan perpajakan dengan menimbulkan aktiva baru yang memang tidak dimiliki oleh perusahaan. Tibalah saatnya perusahaan membayar pajak. slip pembayaran gaji ke bank atau pembayaran langsung pada karyawan. . maka ketiga hal diatas harus terpenuhi. sebagai contoh. Contoh lain adalah Perusahaan bergerak dibidang perdagangan. maka akan timbul konsekuensi atas beban pajak dimasa depan. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan perencanaan pajak yang baik. Pembayaran ini haruslah disesuaikan dengan kemampuan arus kas perusahaan dimana jangan sampai perusahaan membayar pajak yang bukan haknya dan tidak membayar pajak yang adalah kewajibannya. Ketika perusahaan sudah membuat perencanaan pajak yang baik atas akun beban penyusutan dan beban gaji. Contoh. namun memiliki jumlah karyawan yang tidak masuk akal. sesuai dengan pembayaran terhadap jumlah karyawan yang dibuktikan dengan data absensi karyawan. Hal terakhir adalah bukti selalu ada. dimana bila bisa menunda pembayaran tentunya menguntungkan perusahaan sepanjang penundaan itu tidak melanggar aturan perpajakan. Biaya gaji. Seandainya perusahaan diperiksa oleh petugas pajak. yang meliputi kepantasan beban dan bukti yang dimiliki. harus diutamakan arus kas perusahaan. ketika sebuah perusahaan hendak melakukan perencanaan pajak. maka jumlah beban atas penyusutan haruslah sama dengan jumlah aktiva yang dimiliki. Perusahaan juga telah melakukan pelaksanaan kewajiban pajak yang baik seperti mengadakan pembukuan yang sesuai dengan standar akuntansi dan peraturan pajak. maka pasti akan segera diketahui pelanggaran yang telah dilakukan oleh perusahaan.