You are on page 1of 14

LAPORAN

ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

OLEH :
NAMA

: Edy Prayogo

NIM

: 2011.C.03a.0162

PRODI

: Program profesi Ners

STIKes

: Eka Harap Palangka Raya

BAKORDIK KEPERAWATAN DAN MEDIS
BAGIAN PENDIDIKAN DAN PENELITIAN
DIREKTORAT SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENDIDIKAN
RUMAH SAKIT JIWA Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG
2015

. . . . . . .. .LEMBAR PENGESAHAN ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSA KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI DI RUANG CENDRAWASIH RSJ Dr. . .. . . . . .. . . . . .. . . . . . . . .. . . . . . . .. . . ... . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . ... .. . . . . . . . . . . .. ... . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (. . . . . .. . .. . . . MENGETAHUI Koordinator Praktek DIII Keperawatan / Profesi (. . . . . . .. . . . . . . . .. . . . . . RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA INI TELAH DISETUJUI Lawang.. . . . Pembimbing Istitusi Pembimbing Klinik Ruang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ... . . . NIP. . . . . . ) NIP. ) (. . . .. .. . . . .. . . .. . .. .. . . . . . . . ) NIP. . . . . .. . . . . .

sembarangan gaduh dan gelisah. berbicara ngelantur. klien berperilaku aneh suka kencing III. FAKTOR PREDISPOSISI A. Pengobatan sebelumnya Tidak terkaji 3. FAKTOR PRESIPITASI Satu bulan yang lalu pada tanggal 19 november 2015 klien diantar dari polres malang dengan isu menculik anak kecil. saat dibawa ke RSJ pasien menggaruk-garuk kepala mengaku berasal dari Sumatra. Riwayat Trauma Klien tidak memiliki riwayat trauma fisik. saya senang menyendiri dan saya tidak suka diganggu orang lain. B. IV. RM : 103620 II. Riwayat Penyakit Lalu 1. Data Sekunder: Berdasarkan data dari buku status klien. IDENTITAS KLIEN Nama : Tn. Pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya Tidak terkaji 2.PENGKAJIAN KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA I. 4. Pernah mengalami penyakit fisik Pasien mengatakan tidak pernah mengalami penyakit fisik. kencing sembarangan. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan . ALASAN MASUK Data Primer: Klien mengatakan Saya masuk disini karena saya berkelahi dengan orang. dua hari di polres malang klien berperilaku aneh. R Tanggal Dirawat : 19 Oktober 2015 Umur : 38 Tahun Tanggal Pengkajian : 16 November 2015 Pendidikan : SD Ruang Rawat : Ruang Cendrawasih Agama : Islam Sumber Informasi: Pasien dan Status Klien Status : Belum Menikah Alamat : Malang Pekerjaan : Nelayan Jenis Kel. : Laki-laki No.

2. Citra tubuh Klien menyukai semua anggota tubuhnya b. mampu berinteraksi dengan baik. Peran Klien mengatakan dia adalah seorang anak yang berkewajiaban membantu orang tuannya d. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat . Keluhan Fisik Klien tidak ada mengeluh adanya sakit pada tubuhnya 5. Harga diri Klien mengatakan dia masuk RSJ karena sakit. Hubungan Sosial a. 2. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak terkaji V. Ukur Tinggi badan 159 cm dan berat badan 52 kg 4. baik ekstremitas atas dan bawah mampu digerakkan dengan baik tanpa rasa VI. Genogram Tidak dapat terkaji. Ideal diri Klien mengatakan ia ingin cepat sembuh dari penyakitnya. Identitas Klien mangatakan bahwa dia adalah seorang laki-laki c. Keadaan Umum Klien tampak cukup operatif. sakit. Konsep Diri a. tidak ada kelainan atau benjolan pada leher. Pemeriksaan Fisik Rambut tumbuh merata. ketika ditanya mengenai keluarganya klien tampak bingung dan bilang tidak tau. dan pernafasan 20x/menit. e. PEMERIKSAAN FISIK 1. Nadi 84x/menit.Klien mengatakan masa lalu yang tidak menyenangkan yaitu berpisah dengan keluarganya. klien tampak kurang rapi. klien tampak sering tidur dan menyendiri. 3. Tanda Vital Tekanan darah 140/80 mmHg. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL 1. suhu 36oc. Masalah keperawatan: respon pasca trauma C. dan tidak malu dengan keadaannya yang sekarang 3. tidak ada massa atau nyeri pada dada dan abdomen dan tampak simetris. Orang terdekat Orang terdekat klien adalah orangtuanya klien mengatakan kalau ada masalah selalu bercerita dengan orang tuanya b.

Interaksi selama wawancara Klien mampu menjawab dan bicara cukup jelas dan dapat dimengerti 3. siang atau malam. Spiritual a. 8.Selama dirumah sakit jiwa lawang. dan intonasi jelas 4. wajah datar. STATUS MENTAL 1. 4. klien dapat membedakan antara dokter. Orientasi Saat dilakukan pengkajian. Aktivitas motorik Klien tidak mengalami masalah dalam aktivitas motorik terlihat dari klien lebih suka berbaur/bergaul dengan perawat atau sesama temannya. nilai Motorik (6). klien mampu mengetahui tentang waktu yaitu pagi. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain Saat pengkajian klien mengatakan saya malas bicara dengan orang lain. klien jarang berbicara c. pembicaraan mudah dimengerti. kancing baju klien lengkap. Pembicaraan Klien cukup kooperatif. klien mampu mengetahui bahwa dirinya sekarang berada di RSJ Lawang. Kualitatif Klien tidak mengalami gangguan relasi atau limitasi saat dilakukan pengkajian 6. 2. Nilai dan keyakinan Klien mengatakan bahwa dirinya beragama kristen dan ia percaya Tuhan Yesus adalah Tuhannya. Persepsi – Sensori . Saat di RS klien tidak pernah beribadah tetapi hanya berdoa saja. mampu berinteraksi dengan baik. klien mampu menjawab dengan benar. Kuantitatif kesadaran compos mentis dengan nilai Eye (4). Selain itu juga klien suka mengikuti kegiatan bersih-bersih seperti menyapu dan mengepel. Kegiatan ibadah Saat dirumah klien rutin beribadah setiap hari minggu. Perasaan Ketika perawat mengajak klien bercerita lucu. Kesadaran a. perawat maupun teman-temannya 7. pakaian digunakan sesuai. 5. Penampilan Klien tampak rapi. pasien sering menyendiri pasien suka tidur. kontak mata kurang. b. klien tampak tertawa. dan nilai Verbal (5) b. klien selalu mengikuti kegiatan senam pagi. VII.

Memori Saat ditanya “tadi pagi makan apa” klien menjawab “makan nasi dan lauknya daging sapi” 11. 12. suara muncul kapan saja. Berpakaian/berhias Klien mampu untuk berpakaian sendiri 5. Mandi Klien mampu utuk mandi sendiri 4. Proses Pikir Arus pikir klien adalah kohoren 10. Saat sura itu muncul klien mampu menghardiknya. Tingkat Konsenterasi dan berhitung Tingkat konsentrasi dan berhitug klien baik. Istirahat dan tidur Klien mengatakan susah untuk tidur 6. Daya tilik diri Klien mengetahui bahwa dirinya sedang mengalami gangguan jiwa. klien akan mencoba untuk menghardik suara-suara tersebut seperti yang sudah pernah diajarkan sebelumnya 13.Klien mengalami gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran yang ditandai dengan klien mengatakan bahwa klien mendengar suara/bisikan yang mengolok-ngoloknya dan menyuruhnya bunuh diri. Aktivitas dalam rumah Klien belum mampu untuk persiapan makanan. Bisikan itu muncul pada saat klien sedang menyendiri. Penggunaan obat 7. Kemampuan penilaian jika klien mendengar bisikan suara-suara. menjada kerapihan rumah. klien mempunyai keluarga sebagai sistem pendukung Klien belum mampu untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan belum mampu mengatur penggunaan obat sendri 8. Masalah Keperawatan: gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran 9. Pemeliharaan Kesehatan Dalam perawatan kesehatan. tidak ada gangguan pada tingkat konsentrasi. BAB/BAK Klien mampu BAB/BAK sendiri 3. Mandi Klien mampu untuk makan sendiri 2. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG 1. VIII. mencuci pakaian dan pengaturan uang .

Diagnosa medik F. MEKANISME KOPING Klien mampu berinteraksi dengan orang lain. Suara itu muncul disaat klien sedang menyendiri.Clozapin 25 mg/0-0-1 XIII. XII. c. Masalah dengan pekerjaan Tidak ada masalah. Ketika suara itu muncul. Masalah dengan perumahan Tidak ada masalah. Masalah dengan dukungan kelompok Tidak ada masalah b. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN a. klien mampu berolahraga X. klien halusinasi pendengaran . Masalah dengan ekonomi Tidak ada masalah.Chlorpromazine/2mg/tab/1-0-1 . e.03 (Skizoprenia episodik tak berulang) b. tranfortasi dan lain-lainnya IX. XI. 1 Data DS: Klien Diagnosa Keperawatan Perubahan persepsi sensori: mengatakan “dirumah sering mendengar suara/bisikan yang mengolok-ngolok dan menyuruhnya bunuh diri. f. ANALISIS DATA No . d. Aktivitas diluar rumah Klien belum mampu untuk belanja.THP / 5mg/ tab/ 1-0-1 . Masalah dengan pendidikan Klien putus kuliah ditingkat akhir semester. Terapi medik . 20.9. Masalah dengan pelayanan kesehatan Klien memiliki BPJS Masalah Keperawatan: Koping keluarga inefektif PENGETAHUAN KURANG TENTANG Klien memahami atau mengerti tentang penyakit gangguan jiwa yang dialaminya. ASPEK MEDIS a. Suara itu muncul kapan saja.

XV. XVI.0049 .Pandangan hanya tertuju satu arah 2 DS: Penatalaksanaan regimen terapeutik Klien mengatakan pernah masuk inefektif RSJ Lawang sebelumnya. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN 1. DO: . PRIORITAS MASALAH KEPERAWATAN 1.Klien tampak bicara sendiri. Perubahan Sensori Persepsi: Halusinasi 3. POHON MASALAH PERUBAHAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI respo pasca trauma Regimen terapeutik tidak efektif.C.02a. klien tidak rutin minum obat.Klien tampak bingung saat ditanya tentang obat yang di konsumsi XIV. Respon pasca trauma 4. 07 April 2015 Perawat yang mengkaji Irma Octavyana 2010.mampu menghardiknya. DO: . Perubahan Sensori Persepsi: Halusinasi Pendengaran Malang. . Regimen Terapeutik tidak efektif 2.

Klien dapat 1. mau berjabat tangan dan perkenalkan diri. Klien dapat halusinasinya seperti bicara dan RASIONAL Bina hubungan saling percaya dengan klien memudahkan perawat dalam mengkaji dan membuat klien kooperatif dalam tindakan keperawatan. mau menjawab salam verbal maupun non verbal. klien mau duduk nama panggilan klien. 6. Ekspresi wajah klien 1. Jelaskan tujuan pertemuan. perawat 6. dihadapinya. Tunjukkan sikap empati dan apa masalah yang adanya. T DIAGNOSA KEPERAWATAN Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi Pendengaran Ruang: Cucok Rowo TUJUAN TUM : Klien tidak mencederai diri sendiri. Adakan kontak yang sering dan menyebutkan waktu. Jujur dan menepati janji. 1. 1. pertanyaan dari perawat 4. Perkenalkan diri dengan sopan. Kontak yang sering dapat meningkatkan hubungan saling percaya perawat dan klien dan apabila klien dapat mengenal . sebagai dasar interaksi yang terapeutik antara perawat dengan klien dan rasa empati dapat meningkatkan hubungan saling percaya. Bina hubungan saling percaya bersahabat dengan klien menggunakan 2. Beri perhatian pada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien. mau menyebutkan nama 2. 8. isi singkat secara bertahap. mau menjawab 3. Tanyakan nama lengkap klien dan 7. 2. orang lain dan lingkungan TUK 1 : Klien membina hubungan percaya dapat saling TUK 2 : Klien dapat mengenali halusinasinya RM: RENCANA TINDAKANA KEPERAWATAN KRITERIA EVALUASI TINDAKAN KEPERAWATAN 1. berdampingan dengan 5. 4. 8. mau mengutarakan 7. Observasi tingkah laku klien dan frekuensi timbulnya yang terkait dengan halusinasinya. menunjukkan rasa senang prinsip komunikasi teraupetik 3. Sapa klien dengan ramah baik 5.RENCANA KEPERAWATAN JIWA Nama klien : Tn. 2.

tanyakan dahulu oleh perawat agar apakah ada suara yang intervensi efektif. Halusinasi harus dikenal terlebih sedang halusinasi.mengungkapkan bagaimana perasaannya terhadap halusinasi tersebut. 2. menuduh atau menghakimi). didengarnya. lanjutkan apa yang 4. 3. Klien mungkin tidak mampu untuk mengungkapkan dikatakan suara itu. Mengurangi waktu kosong bagi teman bicara. 4. Diskusikan dengan klien seperti  Situasi yang menimbulkan .  Katakan bahwa perawat akan membantu klien. 3.  Jika ada. Bantu klien untuk mengenal klien sehingga dapat halusinasi : mengurangi frekuensi  Jika menemukan klien halusinasinya.  Katakan kalau klien lain juga sama seperti klien. persepsinya maka perawat harus  Katakan bahwa perawat memfasilitasi klien untuk percaya klien mendengar mengungkapkan secara terbuka suara itu namun perawat dan meningkatkan orientasi tidak mendengarnya (dengan realitas klien dan rasa percaya nada bersahabat tanpa klien pada perawat. tertawa tanpa stimulus dan halusinasinya dan dapat memandang kekiri atau kekanan memudahkan kita untuk atau kedepan seolah-olah ada intervensi selanjutnya.

untuk mengendalikan 2.Memberikan hal yang positif atau mendemonstrasikan cara (perawat atau keluarga atau pengakuan akan meningkatkan . 3.Ungkapan perasaan klien pada Klien dapat menyebutkan tindakan tindakan yang dilakukan jika perawat sebagai bukti bahwa mengontrol yang biasanya dilakukan terjadi halusinasi. TUK 3 : 1. jika bermanfaat halusinasi dan mempraktekkan halusinasinya. Klien dapat 1. siang. Diskusikan dengan klien tentang apa yang dirasakannya jika terjadi halusinasi (marah atau takut. mengontrol orang lain dan lingkungan tidak Katakan “ saya tidak mau halusinasinya. sore dan malam. 2. maka 3. Klien dapat beri pujian.atau tidak menimbulkan halusinasi (jika sendiri dan jengkel atau sedih). halusinasinya. terusmenerus atau sewaktuwaktu). klien mempercayai perawat. mengontrol timbulnya halusinasi.  Waktu dan frekuensi terjadinya halusinasi (pagi.Apabila klien dapat mengontrol digunakan klien.Identifikasi bersama klien cara 1. Klien dapat mendengar ”Temui orang lain 3. sedih dan senang) dan beri kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaannya. 5. cara mengontrol halusinasi.Diskusikan manfaat dan cara yang 2.Diskusikan cara baru untuk menyebutkan cara baru resiko mencederai diri sendiri. terjadi.

kooperatif dalam pengetahuan dosis. Klien dapat cara yang dipilih memotifasi klien persepsi . orientasi realita dan stimulasi 6.Diskusikan dengan keluarga 1.Membuat jadwal sehari-hari. waktu dan cara). harga diri klien. Klien dapat beri pujian jika berhasil. tentang manfaat pengobatan membuat motifasi untuk klien agar dapat mencegah halusinasi dan sebagai upaya latihan klien sebelum berada dirumah.Meminta perawat atau keluarga oleh klien maka resiko kekerasan memperdulikan atau teman menyapa bila klien tidak terjadi.TUK 4 : Klien menghardik atau teman). orang. kesempatan kepada klien untuk mendemonstrasikan memutuskan tindakan bercakap-cakap dengan 6. 1. 4. mendemonstrasikan untuk mengulangi hal yang 8. 4. dosis dan waktu minum obat serta 7.Dengan keluarga tahu dan dapat menyebutkan pengertian. tanpak bicara sendiri dan 5.Keluarga dapat 1.Klien dapat menyebutkan jenis. mengontrol halusinasi dengan mendemonstrasikan 7. jenis dan kesempatan untuk melakukan sehari-hari. benar yaitu benar obat. beri evaluasi hasilnya dan 6. halusinasinya. .Klien dapat menerapkan cara 5. Klien dapat melamun.Berikan kesempatan kepada klien untuk melakukan cara yang meningkatkan harga diri klien. kepatuhan minum obat positif. dilatih. tentang : memahami tentang halusinasi. orang lain.Anjurkan klien mengikuti terapi salah satu dari beberapa yang ada pelaksanaan kegiatan aktivitas kelompok.Dengan halusinasi yang terkontrol mengusir atau tidak 5.Pengetahuan yang cukup tentang untuk mencegah manfaat obat tersebut (prinsip 5 obat dapat membuat klien lebih halusinasi.Mengajarkan cara dan memberikan 4.

makan bersama. halusinasi di rumah. 3. efektif mendukung kesembuhan  Cara merawat anggota klien dengan masalah keluarga yang mengalami halusinasinya.  Anjurkan klien untuk memberitahu keluarga jika mengalami halusinasi. pengobatan dan penyembuhan  Cara yang dapat dilakukan serta keluarga mampu merawat klien dan keluarga untuk klien dengan halusinasi paling memutus halusinasi.Diskusikan dengan klien dan keluarga tentang obat yang digunakan. mendapat bantuan bilamana halusinasi tidak terkontrol dan resiko mencederai orang lain. dosis.Pengetahuan yang cukup tentang obat dapat membuat klien lebih sendiri. waktu pemberian dan manfaat serta efek samping obat. halusinasinya.Keluarga dapat mengontrol menyebutkan jenis.Bantu klien memastikan bahwa . 2. beri kegiatan. jangan biarkan 2.dukungan dari tanda dan tindakan untuk keluarga dalam mengendalikan halusinasi. tentang manfaat pengobatan  Beri informasi waktu membuat keluarga mendukung follow up/.kapan perlu dalam pengobatan.  Gejala halusinasi yang makan keluarga juga dapat membantu pasien dalam proses dialami klien. kooperatif dan pengetahuan bepergian bersama. 2.

4. tidak teratur. karena sudah tahu tentang obat 2. dan cara mendapatkannya. .Klien tidak akan salah minum obat Klien dapat obat yang diminumnya. halusinasinya bisa teratasi. maka akibat dari minum obat obat dengan baik.Klien dapat menyebutkan 1.Klien dapat menyebutkan memanfaatkan frekuensi dan manfaat obat.klien minum obat sesuai dengan program dokter. TUK 5 : 1.Diskusikan dengan keluarga dan 1. dosis. klien tentang jenis.Diskusikan dengan dokter tentang efek samping obat.