You are on page 1of 15

GANGGUAN MUSKULOSKELETAL

ARTRITIS PIRAI (GOUT)
KELOMPOK II :
KELAS B 15
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Wiwik Sumbogo ( 22020115183006 )
Elias Johan
( 22020115183007 )
Yaser Woretma
( 22020115183008 )
Caslina
( 22020115183009 )
Indah Ayu S.
( 22020115183010 )
Navy Dwi P.
( 22020115183011 )

DEFINISI
 Artritis pirai ( gout ) adalah suatu inflamasi yang hanya terjadi akibat deposit kristal
monosodium urat ( MSU ) pada sendi. Sebaliknya, kristal yang terdeposit di jaringan
lunak tidak akan menyebabkan terjadinya inflamasi. Gangguan metabolisme yang
mendasarkan gout adalah hiperurisemia dengan peninggian kadar asam urat lebih dari
7,0 ml/ dl dan 6,0 mg/dl. ( Aru W Sudoyo, 2006 )
 Artritis pirai adalah arthritis akut / kronis pada sendi yang disebabkan oleh gangguan
pembentukan asam urat.( Suratun,dkk, 2006 )
 Gout merupakan kelainan metabolisme purin bawaan yang ditandai
dengan peningkatan kadar asam urat serum dengan akibat
penimbunan kristal asam urat di sendi.( Syamsuhidayat dan Wim de
Jong, 2004 )
 Arthritis pirai atau gout adalah suatu proses inflamasi yang terjadi
karena deposisi kristal asam urat pada jaringan sekitar sendi.
( Misnadiarly, 2009 )
 Arthritis gout adalah penyakit dimana terjadi penumpukan asam
urat ( uric acid ) dalam tubuh secara berlebihan. ( VitaHealth, 2007 )

ETIOLOGI
• Penyebab utama terjadinya gout adalah karena adanya deposit/
penimbunan kristal asam urat dalam sendi. Penimbunan asam
urat sering terjadi pada penyakit dengan metabolisme asam
urat abnormal. ( Aru W Sudoyo, 2006 )
• Kelainan metabolis dalam pembentukan purin dan ekskresi
asam urat yang kurang dari ginjal.
( Suratun,dkk, 2006 )

MANIFESTASI KLINIK

 GANGGUAN AKUT :
• Nyeri hebat
• Bengkak
• Berlangsung cepat pada sendi yang terserang
• Sakit kepala dan demam
Gejala ini berkurang 10 - 14 hari.
 GANGGUAN KRONIK :
• Hiperurisemia yang tidak diobati
• Terdapat nyeri
• Kaku
• Pegal
• Pembengkakan sendi membentuk nodular

KLASIFIKASI ARTHRITIS PIRAI/
GOUT
( Aru W Sudoyo, 2006 )
 Stadium Arthritis Gout Akut







Radang sendi timbul sangat cepat dalam waktu singkat.
Pasien tidur tanpa sebarang gejala sebaliknya pada saat bangun pagi pasien terasa
sakit yang hebat dan tidak dapat berjalan.
Keluhan utama berupa nyeri, bengkak, terasa hangat, merah disertai gejala sistemik
berupa demam, menggigil dan lelah
Lokasi paling sering pada MTP 1 yang biasa disebut sebagai padogra.
Dapat terkena sendi yang lain yaitu pergelangan tangan/kaki, lutut, dan siku.
Pada serangan akut berat : dapat sembuh dalam beberapa hari sampai beberapa
minggu
Pada serangan akut tidak berat : keluhan-keluhan menghilang dalam beberapa jam
atau hari
Faktor pencetus : trauma lokal, diet tinggi purin, kelelahan fisik, stress, tindakan
operasi, pemakaian obat diuretik atau penurunan dan peningkatan asam urat.

lanjutan

 Stadium Interkritikal
• Terjadi periode interkritikal asimptomatik.
• Tidak terdapat tanda-tanda klinis radang akut tetapipada aspirasi
sendi ditemukan kristal urat.
• Penanganan yang tidak baik dapat menyebabkan berlanjut ke
stadium menahun
 Stadium Arthritis Gout Menahun
• Pada stadium ini umumnya pasien mengobati sendiri (self
medication) sehingga pada waktu lama tidak berobat secara teratur
pada dokter.
• Biasanya disertai tofi yang banyak dan poliartikular.
• Tofi sering pecah dan sulit sembuh dengan obat, kadang-kadang
dapt timbul infeksi sekunder.
• Lokasi tofi yang paling sering pada cuping telinga, MTP - 1,
olecranon, tendon Achilles dan jari tangan

FAKTOR-FAKTOR
TERJADINYA
ARTHRITIS GOUT
Berikut faktor-faktor terjadinya gout arthritis :
1. Penyakit ginjal kronis
2. Faktor usia
3. Dehidrasi
4. Asupan senyawa purin berlebih dalam makanan
5. Konsumsi alkohol
6. Pasca-operasi

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang yang sering digunakan pada
kasus gout antara lain:

Pemeriksaan Radiologi
Foto Konvensional (X-Ray)
ditemukan pembengkakan jaringan lunak dengan kalsifikasi
(tophus) berbentuk seperti topi terutama di sekitar sendi ibu jari
kaki.
tampak pembengkakan sendi yang asimetris dan kista arthritis
erosif.
peradangan dan efusi sendi.

Pemeriksaan laboratorium
Asam Urat (Serum)
peningkatan kdar asam urat serum sering terjadi pada kasus gout,
Nilai normal = P : 3,5 – 7,0 mg/dL, W : 2,6 – 6 mg/dL
Asam Urat (Urine 24 jam)
Untuk mendeteksi dan atau menginformasikan diagnosis gout atau
penyakit ginjal, Nilai normal :250 – 750 mg/24 jam

lanjutan

 Pemeriksaan cairan sendi (Tes makroskopik)
 Warna dan kejernihan
Normal : tidak berwarna dan jernih
Seperti susu : gout
Kuning keruh : inflamasi spesifik dan nonspesifik karena
leukositosis
Kuning jernih : arthritis reumatoid ringan, osteo arthritis
 Bekuan
Normal : tidak ada bekuan, Jika terdapat bekuan menunjukkan
adanya peradangan. Makin besar bekuan makin berat
peradangan

 Kristal-kristal
Arthritis gout : ditemukan kristal monosodium urat (MSU)
berbentuk jarum,
Normal : tidak ditemukan kristal dalam cairan sendi
Arthritis rematoid : ditemukan kristal kolestrol

PENATALAKSANAAN

 Tujuan utama dari pengobatan arthritis gout adalah :
• Mengobati serangan akut yang baik dan benar
• Mencegah serangan ulangan arthritis gout akut
• Mencegah kelainan sendi yang berat akibat penimbunan kristral
urat
• Mencegah komplikasi yang dapat terjadi akibat peninggian asam
urat pada jantung, ginjal dan pembuluh darah
• Mencegah pembentukan batu pada saluran kemih.

 PENATALAKSANAAN
( Sarwono, dkk. 1996)
 Farmakologi
I. Kelompok Urikosurik
•. Probenesid
Menaikkan fungsi eliminasi asam urat oleh ginjal dengan cara
berkompetitif inhibisi dengan reabsorbsi urat oleh ginjal.
•. Sulfinpirazon
Obat ini selain sebagai urikosurik dapat juga mengurangi agregasi
dan memperpanjang survival trombosit.
•. Bensbromaron
Mengahambat penyerapan kembali asam urat pada bagian proksimal
tubulus renalis.
•. Azapropazon
Sebagai efek urikosurik dan antiinflamasi.

lanjut
an
2. Xanthine Oxyadase Inhibitor

• Allopurinol
Menurunkan produksi asam urat dan
meninggikan pembentukan xanthine dan
hipoxanthine dengan cara menghambat
pekerjaan enzim xanthine oksidase.

 Non Farmakologi ( Suratun,dkk, 2006 )

lanjut
an

 Edukasi
• Penyuluhan kepada pasien agar tidak mengomsumsi makanan yang
mengandung sedang atau tinggi purin.
• Menjelaskan kepada pasien yang mengkonsumsi alkohol untuk
mengurangi asupan alkohol. Etanol menyebabkan retensi urat pada
ginjal.
 Pengaturan diet
• Membataskan pengambilan makanan tinggi purin seperti jeroan,
sarden, ikan teri, emping, alkohol, ragi dan makanan yang diawetkan.
• Sebaiknya segera dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/ dl.
• Banyakkan minum air putih.
 Istirahat Sendi
Pergerakan dan aktivitas fisik berat haruslah dihindari bagi agar radang
sendi tidak bertambah kronik.

Diagnosa keperawatan
1. Nyeri yang berhubungan dengan peradangan sendi,
penimbunan kristal pada membran sinovia, tulang
rawan artukular, erosi tulang rawan, proliferasi
sinovia
2. Ketidakseimbangan nurtisi, kurang dari kebutuhan
tubuh yang berhubungan dengan asupan nutrisi tidak
adekuat
3. Hambatan mobilitas fisik yang berhungan dengan
penurunan rantang gerak, kelemahan otot, nyeri pada
gerakan dan kekakuan pada sendi kaki

DAFTAR PUSTAKA







Lukman, Ningsih, Nurna. 2009. Asuhan Keperawatan Pada Klien
Dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta : Salemba
Medika.
Muttaqin, Arif. 2008. Buku Aajar Asuhan Keperawatan Klien
Gangguan Muskuloskeletal. Jakarta : EGC.
Puspitasari, Ika.2010. Jadi Dokter Untuk Diri Sendiri.
Bandung:Miazan Utama
Price, Sylvia.A. 2006. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-proses
Penyakit. Ed.6 .Jakarta : EGC.
Suratun. 2008. Asuhan Keperawatan Klein Gangguan Sistem
Muskuloskeletal. Jakarta : EGC.
M. Wilkinson, Judith. Buku Saku DIAGNOSIS KEPERAWATAN.
Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2006
Aru W. Sudoyo,dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV
Jilid II. Jakarta : FK UI
Sarwono, dr, dkk.1996. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi
III. Jakarta : FK UI