You are on page 1of 18

FILASAFAT ILMU

BAB I
MENGENAL FILSAFAT ILMU

A. Pengertian Filsafat dan Filsafat Ilmu
Filsafat bersumber dari bahasa Yunani philosophia. Philos memiliki
arti; teman. Kawan, sahabat. Sedangkan Sophia bearti kebijaksanaan,
maka jika dilihat dari kata tersebut maka philosophia akan bearti cinta
kebijaksanaan.
Dilihat dari pengertian praktisnya, filsafat berarti alam pikiran atau
alam berfikir. Berfilsafat artinya berfikir. Namun tidak semua berfikir bearti
berfilsafat. Berfilsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguhsungguh. Filsafat adalah hasil akan seorang manusia yang mencari dan
memikirkan seuatu kebenaran dengan sedalam dalamnya, dengan kata
lain filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh
hakikat kebenaran sesuatu.
1. Filsafat Sebagai Ilmu
Dikatakan filsafat sebagai ilmu karena dalam pengertian filsafat
terkandung empat pertanyaan ilmiah: bagaimanakah, mengapakah,
kemanakah, dan apakah.
Pertanyaan bagaimanakah menanyakan sifat-sifat yang dapat
ditanggkap atau yang tampak oleh indra. Jawaban yang dapat diperoleh
bersifat deskriptif.
Pertanyaan mengapa menanyakan tentang sebab (asal mula) suatu
objek. Jawban yang diperoleh bersifat kausalitas.
Pertanyaan kemanakah menanyakan apa yang terjadi dimasa
lampau, masa sekarang, masa yang akan datang. Jawaban yang akan
diperoleh ada tiga jenis: pengetahuan yang timbul dari dari hal yang
selalu berulang-ulang, pengetahuan yang timbul dari pedoman yang
1

Harus koheren. d. maksudnya untuk menyusun suatu pola pengetahan yang rasional. Pertanyaan apakah menanyakan tentang hakikat atau inti mutlak dari suatu hal. termasuk di dalamnya menerangkan tentang dunia dan semua hal yang berada di dalamnya.terkandung dalam adat istiadat atau kebiasaan yang terkandung dalam masyarkat. maksud rasional adalah unsure-unsurnya berhubungan secara logis. 2. Harus konsepsional. Sistematis adalah masing-masing unsure saling berkaitab satu dengan yang lain secara teratur dalam keseluruhan. Harus rasional. sehingga hanya dapat dimengerti oleh akal. mkasudnya adalah upaya untuk menyusun suatu bagan yang terkonsepsi (jelas). f. maksudnya adalah pemikiran filsafat sebagai upaya memahami semua realitas kehidupan dengan jalan menyusun suatu pandang (hidup) dunia. Hal ini harus memenuhi persyaratan: a. Harus sistematis. c. Harus sinoptik. Filsafat Sebagai Cara Berfikir Berbifikr secara filsafat dapat diartikan sebagai berfikir yang sangat mendalam sampai pada hakikat. e. Harus mengarah kepada pandangan dunia. Berfikir yang demikian ini sebagai upaya untuk berfikir secara tepat dan benar serta dapat dipertanggung jawabkan. 2 . b. Karena berfikir secara filsafat sebenarnya berfikir tentang hal dan prosesnya. yaitu suatu bentu kebenaran yang mempunyai kaidah-kaidah berfikir (logika). artinya pemikiran filsafat harus diuraikan dalam bentuk logis. Hakikat ini sifatnya sangat dalam dan tidak lagi bersifat empiris. dan pengetahuan yang timbul dari pedoman yang dipakai atau hukum. artinya pemikiran filsafat harus melihat hal-hal menyeluruh atau dalam kebersamaan secara intergral. atau berfikir secara global atau berfikir dilihat dari berbagai sudut pandang pemikiran atau sudut pandang ilmu pengetahuan. Hakikat ini sifatnya sangat dalam. koheren adalah unsure-unsurnya tidak mengandung uraian-uraian yang bertentangan satu sama lain.

3. Filsafat Ilmu Filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang cirri-ciri pengetahuan ilmiah adalah proses penyelidikan ilmiah itu sendiri. 3 . objek material fisafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri. Tujuan filsafat dengan mengetahui sesuatu yang tidak hanya dari segi yang lahiriah. Filsafat ilmu dalam arti sempit. menampung permasalahan yang bersangkutan dengan hubungan ke dalam yang terdapat di dalam ilmu. seperti: o Imilkasi ontologik-metafisik dari citra dunia yang bersiat ilmiah o Tata susila yang menjadi pegangangan penyelenggaraan ilmu o Konsekuensi pragmatic-etika penyelanggara ilmu dan sebagainya. adalah objek yang dijadikan sasaran penyelidikan oleh suatu ilmu atau objek yang dipelajri suatu ilmu itu. tetapi juga yang hakiki. juga memiliki objek material dan objek formal tersendiri: a. Filasafat adalah hasil akal manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. 2. Dengan kata lain filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu. yaitu yang menyangkut sifat pengetahuan ilmiah dan cara-cara mengusahakan serta mencapai pengetahuan ilmiah. Objek material filasafat ilmu. Filsafat ilmu dapat dibedakan menjadi dua: a. akan memperluas ckrawala padangan kita tentang sesuatu itu. b. Objek dan Metode Filsafat Ilmu 1. Filsafat ilmu dalam arti luas. B. Definisi Filsafat Istilah filsafat berasal dari bahasa Arab falsafah yang berasal dari bahasa Yuniai. menampuang permasalahan yang menyangkut hubungan ke luar dari kegiatan ilmiah. C. Defines Filsaft Ilmu The Liang Gie mendefiniskan filsafat ilmu adlah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan. philosophia yang berati pengetahuan. Objek Filsafat Ilmu Filsafat lmu sebagaiman halnya dnegan bidang-bidang ilmu yang lain. Defenisi Filsafat dan Filsafat Ilmu 1.

Penyusunan hipotesis e. Kemudian ada cirri-ciri berfikir kefilsafatan yaitu radikal. dalam perkembangan selanjutnya ilmu-ilmu khusus itu satu demi satu memisahakan diri ari induknya.b. Adapun cabang-cabang filsafat yaitu. 2. epistemologi. bebas. dan filsafat-filsafat khusus lainnya. Kegunaan Filsafat 4 . adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek material. Langkah-langkah tersebut adalah: a. sistematis. etika. Pengujian hipotesis f. estetika. Cabang-Cabang Filsafat Telah kita ketahui bahwa filsafat adalah sebagai induk yang mencakup semua ilmu khusus. Akan tetapi. Menetukan khasanah pengetahuan ilmiah c. Objek formal filsafat ilmu. dan apa fungsi pengetahuan itu bagi manusia. Penyusunan kerangka berfikir dalam penyusunan hipotesis d. D. 2. bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah. logika. Cabang-Cabang Filsafat dan Kegunaan Filsafat 1. Rumusan masalah b. bersangkut dengan nilai-nilai. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat ilmu pengetahuan. artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar imu pengetahuan. Metode Filsafat Ilmu Seperti telah diketahui bahwa berfikir adalah kegiatan mental yang menghasilkan suatu perbuatan. bersifat kritis. komprehensif. Metode ilmiah merupakan cara bekerja pikiran tersebut. tidak menyangkut fakta. Setiap ilmu pasti berbeda dalam objek formalnya. dan bersifat sinoptif. konseptula. koheren. universal. Cirri-ciri persoalan kefilsafatan yaitu bersifat umu. Langkah-langkah sebagai alur berfikir yang tercakup dlam metode ilmiah dapat dijabarkan dalam kegiatan ilmiah. dan bertangguang jawab. metafisika. seperti apa hakikat imu itu sesungguhnya. Penarikan kesimpulan.

b. Filsafat menolong mendidik. baik untuk hidup kita sendiri. Selain itu ada beberapa mamfaat secara konkrit kita mempelajari filsafat yaitu sebagai berikut: a. Filsafat Kebudayaan c. baik dalam logika (kebenaran berfikir). Filsafat Pendidikan d. Filsafat memberikan dasa-dasar. Ruang Lingkup Filsafat Pembagian filsafat berdasarkan pada struktur pengetahuan filsafat yang berkembang sekarang ini. Filsafat memberikan pandangan yang luas. menjadi warga Negara yang baik. Filsafat Seni b. Filsafat Hukum g. d. yaitu filsafat sistematis filsafat khusus. Logika d. Filsafat Sejarah e. mampu memahami filsafat. Filsafat Budi h. Filsafat Bahasa f. Adapun mamfaat mempelajri ada bermacam-macam namun sekurang-kurangnya ada empat mamfaatnya yaitu: a. Filsaat sistematis. Etika e. terbagi menjadi tiga bidang. etika (berprilaku). maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. maupun metafisika (hakikat keaslian). b. c. Metafisika b. Epistemologi c. Filsafat Nilai 5 . Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandain untuk melihat dan memecahkan perusal-persoaln dalam hidup sehari-hari.Tujuan filsafat adalah mencari hakikat kebenaran esuatu. Filsafat Kehidupan k. Filsafat khusus terdiri dari: a. E. membangun diri sendiri. e. dengan berfikir lebih mendala. Filsafat Agama j. Estetika 2. c. terdiri dari: a. kita mengalami dan menyadari kerohanian kita. Filsafat merupakan latihan untuk berfikir sendiri. dan filsafat keilmuan. d. Agar Agar Agar Agar terlatih berfikir serius. Filsafat Politik i. 1. mungkin menjadi ahli filsafat.

adalah laporan suatu peristiwa yang berkaitan dengan pemikiran filsafat. dan membicarakan persoalan-persoalan seperti hubungan akal dengan benda dan lain-lain. adalah bidang pengetahuan yang mempelajari segenap asas. dan tata cara penalaran yang batul. Metafisika merupakan cabang filsafat yang memuat suatu bagian dari persoalan filsafat yang membicarakan tentang prinsip-prinsip yang paling universal. Filsafat ini memuat berbagai pemikiran kefilsafatan (yang beraneka ragam) mulai dari berbagai zaman praYunani hingga zaman modern. Filsafat keilmuan terdiri dari: a. Filsafat matematika b.3. sumber-sumber pengetahuan. berkaitang dengan metafisika. Filsaat Linguistik d. dan bagaimana kita dapat mengetahuinya. bedanya persoalannya berpusat pada apakan ada yang didalamnya memuat seperti problem. yaitu yang membicarakan tentang prilaku dan tindakan manusia. Logika. Filsafat Psikologi e. 5. Filsafat biologi c. membicarakan karakteristik hal-hal yang sangat mendasar. dengan penekanan yang baik dan yang buruk. 6 . Filsafat Ilmu-ilmu sosial Dalam studi filsafat untuk memahaminya secara baik paling tidak kita harus mempelajari ilmu bidang pokok yaitu: 1. 2. aturan. asal pengetahuan. Sejarah filsafat. 4. dan mana pengetahuan yang benar. 3. Etika. Epistemology.

Yang ditanyakan segala sesuatu yang belum jelas dengan menginginkan kebenaran dari gerak asli pikiran manusia. ada persamaan batin. membentuk kemanusiaan. yang jadi subjek. Keheranan menyatakan diri dalam pertanyaan yang menanyakan itu adalah manusia. Ada tiga sikap pikiran manusia dalam menghadapi segala sesuatu. yakni tabiat asli. Hanya manusia yang dapat jaktub. 7 . yang pertama ia percaya. Pada sikap yang pertama dan kedua pikiran itu tidak bekerja. yang membentuk pandangan manusia dan sikap hidup serta tujuan hidup. Manusia dalam tiap kurun dan di negerinya masing-masing menghadapi kenyataankenyataan pokok yang sama dan dibentuk oleh kemanusiaan. dan keheranan. kedua ia tidak percaya. Maka sejarah filsafat menghidangkan kepada kita jawaban yang berbeda atas setiap pertanyaan. Di samping perbedaan lahir manusia.BAB II FILSAFAT. Tiap penemuan dimulai dengan tanda Tanya. Maka dari ketakjuban dan keheranan itu akan muncul berbagai macam pertanyaan. Tabiat itu dimiliki setiap manusia. Dalam tiap ruang dan waktu akan selalu ada pertanyaanpertanyaan yang meminta dijawab oleh filsafat. Sumber Filsafat Di dunia Barat yang pertama sekali befilsafat adalah orang-orang Yunani. Dapat pula ia dikatakan sejarah kesangsian manusia dalam usahanya mencari kebenaran dari kebenaran. PENGETAHUAN DAN ILMU A. menghadapi soalsoal yang sama. dan ketiga ia sangsi. Filsafat sesungguhnya adalah tafsiran kenyataan. Sedangkan kesangsian akan membentuk pertanyaan-pertanyaan. Maka filsafat memberikan interpretasi atas soal-soal itu. Sejarah filsafat adalah adalah sejarah perkembangan pikiran manusia. Tanda Tanya menunjukkan gejala kesangsian. Plato menyebutkan bahwa filsafat bermula dari sebuah ketakjuban.

eksak dan betul-betul terorganisasi. Ilmu praktis. Ilmu yang tidak hanya berhenti pada teori. Ilmu adalah pengetahuan. Ilmu haruslah sistematis dan berdasarkan metodologi dan ia berusaha mencapai generalisasi.B. Kebudayaan. Teori kebenaran dari ilmu ditentukan oleh empat tingkat: a. tetapi juga menuju kepada dunia kenyataan. Pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan yang pasti. Ilmu spekulatif yang tujuannya mengkaji tujuan objek dalam wujud nyata dalam ruang dan waktu tertentu e. Ilmu praktis normatitif. Ilmu. c. dan Agama 1. Filsafat dan Ilmu Kata ilmu berasal dari bahasa arab (‘alima) yang bearti pengetahuan. Jadi pengetahuan yang berasaskan kenyataan dan tersusun baik. Ia bertujuan memahami kausalitas. Pada tahap ke tiga. yakni hipotesis yang bertaut dan logis. dugaan itu didukung dengan fakta atau datadata yang dapat mendukung hipotesis itu sendiri. Ia berusaha mendapatkan hukum umum f. a. Ada beberapa macam jenis ilmu. Apabila fakta fakta menyokong. Filsafat. b. Ia mengkaji bagaimana membuat suatu atau tindakan apa yang harus dilakukan untuk mencapai hasil tertentu d. Ilmu spekulatis ideografis. 8 . b. Seorang akan memulai dengan sebuah hipotesis. Ia memberikan ukuran-ukuran dan normanorma c. manakala hukum belum dapat dipastikan. mulai tahap kerja ilmiah yang pertama dan kedua. Ilmu spekulatif-nomotetis. ilmuwan menyimpulkan teori. Ilmu spekulatif teoritis. Ilmu praktis positif. yang sudah diuji oleh data-data. Hipotesis atau dugaan pikiran.

keduanya menentukan norma-norma baik dan buruk. kesenian. Filsafat dan Kebudayaan Kebudayaan adalah cara berfikir dan cara merasa. yaitu: peralatan dan perlengkapan hidup manusia. dan sampai pulalah ia pada ujung kerjanya Hubungan filsafat dengan ilmu menurut pandangn filsuf terbagi menjadi dua. Filsafat dan Agama Ada dua jenis kategori agama dibumi ini: a. Perbedaan kebudayaan dapat dipulangkan kepada perbedaan filsafat. agama ini tumbuh dibumi. ilmu pengetahuan dan religi. Baik filsafat maupun agama. yaitu agama yang dibentuk dari kebudayaan. yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan sekelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial dalam suatu ruang dan dalam satu waktu.d. agama ini dibentuk oleh wahyu Tuhan. sampai ilmu ke tingkat yang tertinggi. Agama langit. sistem kemasyarakatan. Kuntjaraningrat membagi kebudayaan dalam tujuh pase. dan tentukan dirumuskan oleh para filsuf. Apa bila penjelasan fakta sampai pada kepastian hukum. antara satu filsafat 9 . mata pencaharian. bahasa. yakni hukum alam. Hubungan erat antara keduanya. Filsafat tidak berkaitan dengan ilmu. b. Dengan demikian jelaslah betapa filsafat itu mengendalikan cara berfikir kebudayaan. Ia otonom dan tidak mau diperalat oleh ilmu 2. yaitu agama yang diturunkan dari langit. Perbedaan besar antara filsafat dan agama. hidup dan sistem ekonomi. Agama budaya. 3. Di belakang tiap kebudayaan selalu kita temukan filsafat. bahkan ada yang menyamakan antara filsafat dengan imu. Perkembangan ilmu harus bersama sama dengan filsafat. a. b. dan pertama sekali dibentuk oleh filsafat.

mana manakah yang baik itu dan mana mana pulakah yang buruk itu.dengan filsafat lain. Empirisme. Teori pragmatism. Aliran-Aliran dalam Masalah Pengetahuan Persoalan pengetahuan yang bertalian dengan sumber-sumber pengetahuan. menurut teori ini kebenaran tidak bersesuaian dengan kenyataan. b. untuk kemudian kesan-kesan tersebut berkumpul dalam diri manusia. berpendirian bahwa semua pengetahaun diperoleh lewat indra. karena dunia hanya merupakan tiruan belaka. akal memperoleh bahan lewat indra untuk kemudian diolah oleh akal. Ada beberapa teori yang dijadikan acuan untuk menetukkan apakah pengetahuan itu benar atau salah yaitu: a. Teori korespondensi. sehingga menjadi pengalaman. menurut teori ini kebenaran merupakan persesuaian anatar fakta dan situasi nyata. c. menurut teori ini kebeneran bukan persesuaian antara pikiran dengan kenyataan melainkan kesesuain secara harmonis antara pendapat/pikiran kita dengan pengetahuan kita yang telah dimiliki. sehingga menjadi pengetahuan. Teori korensi. b. Teori Pengetahuan Berbicara tentang teori pengetahuan. Rasionalisme. antara filsafat dengan filsafat dan antara agama dengan agama. sebab kita hanya bisa mengetahui dari pengalaman kita saja. idealisme mengemukakan pandangannya bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui indra tidak pasti dan tidak lengkap. Aliran dan Jenis-jenis Pengetahuan 1. antara suatu agama dengan agama lain ialah. Teori. Indra memperoleh kesankesan dari alam nyata. Kebenaran merupkan persesuaian antara pernyataan dalam pikiran dengan situasi lingkungannya. C. dijawab oleh aliran-aliran berikut ini: a. 2. 10 . Perbedaan inilah yang membedakan filsafat dengan agama. sifatnya maya (bayangan). yang menyimpang dari kenyataan sebenarnya.berpandangan bahwa semua pengetahuan bersumber pada akal.

d. Pragmatis. c. adalah aliran yang berusha menjawab persoalan pengethaun tokohnya adalah Immanuel Kant. d. 3. Pengetahuan otoritas. Realisme. Kritisisme. Tuhan telah memberikan pengetahuan dan kebenaran kepada manusia pilihannya. Objek-objek tersebut tidak bergantung adanya pada yang mengetahui yang mencerap atau tidak bergantung pada fikiran. yang dapat dijadikan petunjuk bagi manusia dalam kehidupannya wahyu merupakan firman Tuhan. Jenis-Jenis Pengetahuan Manusia berusaha mencari pengetahuan dan kebenaran. f. pada saat ia menghyatti sesuatu. berpendirian bahwa pengetahuan adalah prosesproses mental atau proses-prose psikologis yang sifatnya subjektif. yang dapat diperolehnya dengan melalui beberapa sumber: a. kita menerima suatu pengetahuan itu benar bukan karena telah mengeknya di luar dari diri kita. g.c. Pengetahuan intuitif muncul secara tiba-tiba dalam kesadaran manusia. adalah aliran yang menyatakan bahwa objek-objek pengetahuan yang diketahui dalam diri sendiri. Pengetahuan intuitif. pengetahuan intuitif diperoleh manusia dari dalam dirinya sendiri. tidak mempersoalkan hakikat pengetahuan melainkan menanyakan apa guna pengetahuan tersebut. e. berpendirian bahwa kepercyaan-kepercayaan yang dogmatis harus dinganti dengan pengetahuan faktawai. e. Pengetahuan rasional. Pegetahuan empiris. Manusia memperoleh pengetahuan dan kebenaran atas dasr wahyu yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Titik tolak Kant adalag ruang dan waktu sebaga dua bentu pengamatan. dan sentuhan indra-indra lainnya sehingga kita memiliki konsep dunia di sekitar kita. tidak disertai dengan observasi terhadap peristiwa-peristiwa factual. Idealisme. pengetahuan ini merupakan pengetahuan yang diperoleh dari latihan rsio/akal semata. 11 . b. pendengaran. Positivisme. pengetahuan ini diperoleh atas bukti pengindraan dengan pengelihatan. Pengetahuan wahyu.

mwmiliki wewenang. mengetahui. Definisi dan Ciri-Ciri Ilmu Pengetahuan 1. The Liang Gie (1987) memberikan pengertian ilmu adalah rangkain aktivitas penelaahan yang mencari 12 . memilik hak). BAB III DASAR-DASAR PENGETAHUAN A.melainkan telah dijamin oleh otoritas (sesuatu sumber yang berwibawa. Definisi Ilmu Pengetahuan Istilah ilmu pengetahuan diambil dari kata bahasa inggris science yang berasal dari bahasa latin scientia dari bentuk kata kerja scire yang berarti mempelajari.

Penalaran Manusia adalah makhluk yang diberi kemampuan berpiki. penalaran sebagai suatu proses berpikir berdasarkan dalam dua hal yaitu logika dan analitis. dan mendengar. Penalaran dan Logika 1. hubungan. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa penalaran adalah suatu berfikir logis. melihat. Analitis. dan peranan dari bagian-bagian itu e. merasa. Mennurut The Liang Gie ilmu pengetahuan ilmiah mempunyai lima cirri pokok yaitu: a. c. Logis adalah salah satu cirri penalaran mengandung pengertian bahwa setiap bentuk penalaran mempunyai logikanya masing-masing. dan bertindak.penjelasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia ini dalam berbagai seginya. Ciri-Ciri ilmu pengetahuan Cirri pengetahuan ilmiah antara lain adalah persoalan dalam ilmu itu penting untuk segera dipecahkan dengan maksud untuk memperoleh jawaban. pengetahuan itu diperoleh berdasarkan pengamatan dan ercobaan b. ilmu berarti pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi. Sikap dan tindakannya diperoleh atau bersumber pada pengetahuan yang didapatkan melalui proses kegiatan berpikir. pengetahuan ilmiah berusha mebeda-bedakan pokok soalnya kedalam bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat. Sistematis. 2. d. merasa. dan keseluruhan pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia. B. melihat. dapat diperiksa kebenarannya oleh siap pun juga. dimana berpikir 13 . mendengar. berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan dan teratur. Verifikasi. Objektif.penalaran mengahsilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan berpikir dan tidak dikaitkan dengan perasaan. Empiris. bersikap.

Logika induktif adalah suatu cara penarikan kesimpulan pada suatu prses berpiki dengan menyimpulkan sesuatu yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. 2. Dalam dunia keilmuan secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua jenis penarikan kesimpulan.logis adalah suatu kegiatan berpikir menurut suatu pola tertentu atau logika tertentu. BAB V 14 . Logika deduktif adalah suatu cara penarikan kesimpulan pada suatu proses berpikir yang sebaliknya dari legika induktif. apakah proses berfikir atau penalaran yang dilakukan itu telah dilakukan melalui suatu cara tertentu dan kemudian sampai kepada cara penarikan simpulan yang sahih sesuai dengan cara tertentu tersebut? cara penarikan kesimpula ini disebut logika. Logika Apakah pernyataan atau pengetahuan yang dihasilkan melalui penalaran itu mempunyai dasar kebenaran? Untuk menjawab hal ini maka perlu dilacak. yakni logika induktif dan logika deduktif.

yaitu pengetahuan yang memberikan mamfaat langsung kepada masyarakat. Zaman Yunani (7 SM-6 SM) Zaman yunani kuno dipandang sebagai zaman keemasan filsafat. bahkan sebelum abad ke. namun mereka sekedar menerima pengumpulan saja. Sekalipun dilaksanakan pengamatan. Zaman Pertengahan (6 M-15 M) Zaman pertengahan merupakan suatu kurun waktu yang ada hubungannya dengan sejarah bangsa-bangsa dibenua eropa. Bangsa Yunani juga dpat menerima pengalaman yang didasarkab pada sikap receptive attitude (sikap menerima begitu saja). Zaman Purba (15 SM-7 SM) Pada dasranya manusia dizaman purba hanyalah menerima semua peristiwa sebagai fakta. karena bangsa Yunani pada masa itu tidak lagu mempercayai mitologi-mitologi. Yunani pada masa itu dianggap sebagai gudang ilmu filsafat. Perkembangan kebudayaan terjadi lebih cepat setelah manusia menemukan dan menggunkan api dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan pada masa itu diarahkan pada pengetahuan yang bersifat praktis. melainkan menubuhkan sikap an inquiring attitud (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis). terutama pada zaman batu. Sikap inilah yang menajdi cikal bakal tumbuhnya ilmu pengetahuan modern.SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN A. Pengertian umum zaman pertengahan yang berkaitan dengan perkembangabn pengetahuan ialah suatu periode panjang yang dimulai dari jatuhnya 15 . C. Sesua dengan namanya zaman batu pada masa itu manusia menggunakan batu sebagai peralatan. B. Sikap kritis inilah menjadikan bngsa Yunani tampil sebagai ahli piki terkenal sepanjang zaman. karena pada masa ini orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan ide-ide atau pendapat.15 SM. pengumpulan data dan sebgainya. Perkembangan pengetahuan dan kebudayaan manusia pada zaman purba dapat diruntut jauh ke belakang.

16 . Abad pertengahan mulai berubah menjadi suatu kebudayaan modern. melipat dua setiap tahun. Zaman Kontemporer (Abad ke-20-Sekarang) Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman kontemporer berkembangan dengan sangat cepata. Zaman Modern (17 M-19 m) Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan dalm bidang ilmiah. F. Zaman pertengahan ditandai dengan pengarh cukup besar dari agam katolik terhadap kekaisaran dan perkembangan kebudayaan pada saat itu.kekaisaran romawi barat tahun 478 M hingga timbulnya Renaissance di Italia. Menusuai pada zaman ini adlaha manusia yang merindukan pemikiran yang bebas. bahakan dalam disiplin-disiplin tertentu seperti genetika setiap dua tahun. Penemuan dan penciptaan terjadi silih berganti dan makin sering. Zaman Renaissance (14 M-17 M) Zaman Renaissance ditandai sebagai era kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. Manusia ingin mencapai kemajuan atas usaha sendiri. Seperti zaman . Renaissance ialah zaman peralihan ketika kebudayaan. D. tidak didasarkan atas campuran tangan ilahi. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman Renaissane. Masiang-masinga ilmu mengembangkan disiplin keilmuannya dan berbagai macam penemuanpenemuannya. E. Informasi ilmiah diproduksi dengan cepat.

B. Kesusilaan hanya berkaitan dengan bati kita. yang artinya sampai kepada kesadaran kesusilaan yang telah tumbuh lengkap. dan Kesusilaan Etika secara etimologi berasal dari kata yunani ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. Oleh karena itu. Hal ini dapat dipahami dengan menyimak fenomena kehidupan manusia. Etika dan moral sama artinya. Kesusilaan adalah hasil suatu “menjadi” yang terjadi di dalam jiwa.BAB IIV ETIKA KEILMUAN A. Moral. Norma. Ketika 17 . Moral atau moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai. Perkembangan dari nafsu alamiah yang gelap sampao kepada kehendak yang sadar. Antara Etika. Adapun etika dipakai untuk pengkajian sistem nilai. tetapi dalam penilaian sehari-hari ada sedikit perbedaan. Hubungan Antara Nilai dan Budaya Hal-hal yang berhubungan dengan penilain sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan. disebabkan oleh aktivitas jiwa sendiri. tugas kesusilaan pertama ialaha meningkatkan perkembangan itu dalam diri manusia sendiri. Secara terminology etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuaatan manusia dalam hubungan dengan baik buruk. Moral berasal dari kata latin mos jamaknya mores yang berarti adat atau cara hidup.

seorang anak lahir dan berkembangan menjadi dewasa. bahwa cara penilain sesamma waraga masyarakat dari lingkungan budaya yang sama atas objek yang sama. si anak dikenalkan dengan berbagai tata nilai dan yang akan tertatanam melalui proses sosialisasi atau inkultural dari orang tua atau lingkungan pergaulannya. Peranan Ilmu Terhadap Pengembangan Kebudayaan Nasional Dalam pengembangan kebudayaan nasional nilai kritis. hidup dalam lingkungan budaya tertentu. terbuka. Sistuasi demikian. pengembangan kebudayaan nasional pada hakikatnya adalah perubahan dari kebudayaan yang sekarang bersifat komvensional kea rah situasi kebudayaan yang lebih mencerminkan aspis rasi tujuan nasional. Ini dapat dilihat dalam kehidupan. maka hasilnya kurang lebih sama. C. Faktor budaya berpengaruh dominan dalam proses penialain. logis objektif. rasional. 18 . Nilai yang tertatanam pada si anak akan ikut berpengaruh dalam proses penilaian. menjunjung kebenaran dan mengabdi secara nasional sangat diperlukan. disadari ataupun tidak disadari.