You are on page 1of 22

IDENTIFIKASI KEONG LAUT PADA ZONA NERITIK

DI PANTAI KARANG PAPAK DESA PAMALAYAN
KECAMATAN CIKELET KABUPATEN GARUT

PROPOSAL
Diajukan untuk diseminarkan pada seminar proposal
Oleh:
RIVAN SYAHRUL FALAH
11541020

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP GARUT
2015

Lembar Persetujuan Proposal

‘‘IDENTIFIKASI KEONG LAUT PADA ZONA
NERITIK DI PANTAI KARANG PAPAK DESA
PAMALAYAN KECAMATAN CIKELET KABUPATEN
GARUT ‘‘

Oleh:
Rivan Syahrul Falah
11541020

Disetujui dan disahkan oleh:

Pembimbing I

Pembimbing II

DR. Hudiana Hernawan, MS.

Ir. Khaidir R. Permana ,M.P.

BAB I
PENDAHULUAN

terumbu karang yang baik. yang berjarak sekitar 89 km dari Kota Garut. Mata lembu termasuk jenis gastropoda laut yang bentuknya lebih besar dari keong biasanya serta memiliki cangkang yang lebih tebal pula. pantai Karang Papak memiliki material seperti memiliki pasir putih yang halus. Menurut Barnes (1980) dan Handayani (2006) kelas Gastropoda merupakan kelas terbesar dari Mollusca lebih dari 75. kelapa dan lain-lainnya. Gastropoda merupakan hewan yang bercangkang dan berjalan dengan menggunakan perutnya. Sebagai daerah pesisir pantai.000 diantaranya dapat dilihat bentuk fosilnya. abalone telah diekstrak dan dibuat sebagai makanan tambahan (food suplement) yang berfungsi untuk mencegah berbagai macam penyakit. tumbuhan laut seperti alga yang masih banyak keragamannya. Gastropoda merupakan kelas terbesar dari filum mollusca. larva dari gastropoda laut dijadikan sebagai makanan bagi anak ikan yang karnivor juga dijadikan sebagai lauk pauk bagi sebagian masyarakat. Habitatnya ada di darat dan di laut. maka ada sekitar 60. ikan hias yang sangat cantik dan juga jenis keong gastropoda. Di daerah Cikelet sendiri gastropoda laut yang cukup terkenal adalah mata lembu. Jenis gastropoda ini disebut mata lembu karena pada bagian mulutnya ditutup dengan organ seperti batu mutiara dengan titik hitam memudar di bagian tengah sehingga tampak seperti mata lembu.A. Berdasarkan data tersebut.000 spesies yang telah teridentifikasi. dan 15. Umumnya cangkang berbentuk spiral dan tunggal. Lokasi objek wisata Pantai ini terletak di Desa Pamalayan Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut. . Gastropoda laut yang lain dan umumnya dimakan adalah Abalone (Haliotis). Gastropoda yang berada di laut kurang lebih memiliki ciri –ciri morfologi yang sama seperti yang ada di darat.000 spesies gastropoda yang telah teridentifikasi baik yang habitatnya di darat maupun di laut. Selain itu juga. Selain sebagai lauk. Pada bagian tepi pantai ditanami tanaman pandan laut sedangkan pada daerah yang lebih dalam lagi ke daratan dimanfaatkan sebagai daerah pertanian produktif yang ditanami kacang tanah. Latar Belakang Masalah Pantai Karang Papak adalah salah satu wisata pantai yang menjadi pilihan di Kabupaten Garut.

obat dan pengontrol inang prantara parasit trematoda yang menyebabkan gatal. figura foto dan lain sebagainya. gantungan kunci. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. . ruang lingkup masalah yang akan diteliti dibatasi pada hal-hal sebagai berikut : 1. Apa nama keong laut yang ditemukan pada zona neritik di Pantai Karang Papak Desa Pamalayan Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut? C. penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai identifikasi berbagai macam jenis gastropoda laut yang ada di daerah Pantai Karang Papak. seperti: bros. Berdasarkan hal tersebut di atas. (Tomsjik dkk 1997 ). Adapun judul penelitian yang diajukan oleh penulis adalah : ––IDENTIFIKASI KEONG LAUT PADA ZONA NERITIK DI PANTAI KARANG PAPAK DESA PAMALAYAN KECAMATAN CIKELET KABUPATEN GARUT –– B. Batasan Masalah Agar penelitian ini lebih terarah. Selain itu juga kebanyakan orang tidak sadar akan ekosistem keong ini. Keong yang diteliti adalah yang menempel atau berada pada karang. dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut: 1. jika ekosistem ini terganggu maka terumbu karangpun akan terganggu. tirai dari siput atau kerang. Bagaimanakah keanekaragaman keong laut pada zona neritik di Pantai Karang Papak Desa Pamalayan Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut? 2.Umumnya kerang-kerangan yang telah mati dikumpulkan dan dijadikan hiasan. Kelebihan dari keong ini biasa dimanfaatkan untuk pakan ternak sumber makanan berprotein tinggi.

diantaranya sebagai berikut : 1. penelitian ini diharapkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesetabilan ekosistem. 3. Mengetahui pengaruh pada segi ekosistem jika keong laut punah.2. Sebagai sumber informasi baru bagi masyarakat umum atau instansi terkait tentang keanekaragaman keong laut yang hidup di Pantai Karang Papak. Tujuan khusus Adapun tujuan khusus dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis keong serta mengetahui pengaruh dalam segi ekosistem laut jika keong laut punah . Secara umum. 3. Kelas yang diteliti adalah kelas gastropoda. Area yang diteliti yaitu di zona neritik Pantai Karang Papak. E. maka diharapkan dari penelitian ini dapat bermanfaat. 2. Manfaat Penelitian Sesuai dengan masalah yang akan diteliti. Tujuan umum Adapun tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis keong kelas gastropoda yang hidup pada zona neritik di Pantai Karang Papak. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. D. 2. 4. Mengetahui manfaat dari keong laut adalah kelas Gastropoda. .

Ada dua cara pendekatan yang digunakan untuk menganalisis keanekaragaman jenis yang berlainan yaitu : 1. Perbandingan–perbandingan yang didasarkan pada bentuk. Menurut Odum (1998: 185) menyatakan bahwa keanekaragaman jenis mempunyai dua komponen yang dapat memberi reaksi secara berbeda–beda terhadap faktor–faktor geografi. atau 2. gas-gas terlarut. bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. yang merupakan nisbah atau pernyataan matematika lainnya. tumbuhan . Kata laut sudah dikenal sejak dulu kala oleh bangsa kita atau bangsa dibeberapa negara di Asia Tenggara seperti . Laut adalah kumpulan air asin yang sangat banyak dan luas dipermukaan bumi yang memisahkan atau menghubungkan suatu benua dengan benua lainnya dan suatu pulau dengan pulau lainnya.5% air murni. Kedua komponen tersebut adalah kekayaan jenis atau komponen varietas dalam persatuan area dan kesamarataan atau aguitibilitas dalam pembagian individu yang merata antara dua jenis. Air laut merupakan campuran dari 96. dari hubungan – hubungan jenis kepentingan. Menurut Kasijan (2007 : 3 ) – Laut adalah bagian dari bumi kita yang tertutup oleh air asin .A.5% material lainnya seperti garam-garaman.5% air murni dan 3. pola. atau fisik. Sifat-sifat fisik utama air laut ditentukan oleh 96. B. Tinjauan Umum 1. Perbandingan yang didasarkan pada indeks keanekaragaman. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Keanekaragaman Jenis Keanekaragaman jenis adalah segala perbedaan yang ditemui pada makhluk hidup antar jenis atau antar spesies yang diukur dari jumlah total jenis baik binatang. Laut Laut adalah kumpulan air asin yang luas dan berhubungan dengan samudra. persamaan kurva banyaknya jenis. mikroorganisme di muka bumi. perkembangan.

Pada buku (Nontji 1987 : 162) Moluska terdiri dari yakni : Amphineura . dari bentuk silindris. Jenis. Mollusca Mollusca berasal dari bahasa Romawi milos yang berarti lunak.Cephalopoda (Suwignyo.Filipina. . air tawar. Thailand Singapura dan mungkin beberapa suku bangsa lain dikawasan ini–. sampai bentuk hampir bulat tanpa kepala dan tertutup kedua keping cangkang besar. 2005). kerang dan cumi-cumi. Pelecypoda. Kebanyakan dijumpai di laut dangkal sampai kedalaman mencapai 7000 M. Monoplacophora. berbagai jenis ikan dan udang. bentuk dan jumlah cangkang. Cephalopoda. Coelenterata. mendefinisikan bahwa zona neritik merupakan daerah laut dangkal yang masih dapat ditembus cahaya sampai ke dasar. Porifera. Oleh karena itu berdasarkan bentuk tubuh. Biota yang hidup di daerah ini adalah plankton. zat-zat terlarut juga masih cukup bervariasi yang dikarenakan adanya tumpahan berbagai zat terlarut dari daratan. serta beberapa sifat lainnya. kedalaman daerah ini dapat mencapai 200 m. filum Mollusca dibagi Neomeniomorpha. Pelecypoda. Anggota dari Filum Mollusca mempunyai bentuk tubuh yang sangat berbeda dan beranekaragam. Organisme yang ada dari Alga. Polyplacophora. Scaphopoda. Mollusca yang umumnya dikenal siput. beberapa di air payau. 2007). seperti cacing dan tidak mempunyai kaki maupun cangkang. menjadi 8 kelas. Gastropoda. Gastropoda. yaitu: Chaetodermomorpha. 2. dan darat. nekton (ikan) dan bentos dapat hidup dengan baik. Zona neritik menurut Ernawati (2011). Kelimpahan organisme pada daerah ini tinggi karena kandungan zat hara cukup tinggi. Hal yang paling krusial adalah penetrasi cahaya pada zona ini masih optimum sehingga asupan energi untuk produsen masih maksimal (Romimohtarto. Malaysia.

Gastropoda adalah hewan berukuran relative besar yang menarik. dan 15. podos : kaki. Cangkang Gastropoda sudah terpilin sejak masa embrio (Harminto. sebaliknya bila cangkangnya berputar berlawanan arah dengan jarum jam disebut sinistral. Hewan anggota kelas Gastropoda umumnya bercangkang tunggal yang terpilin membentuk spiral dengan bentuk dan warna yang beragam. (Nontji 2007 . Kepala dan kakinya yang dijulurkan keluar apabila sedang merayap dapat ditarik masuk kedalam cangkangjika ia terancam bahaya (Nontji 2007 : 162 ). 2003). Morfologi Morfologi Gastropoda terwujud dalam morfologi cangkangnya. Maka dapat disimpulkan bahwa Gastropoda merupakan kelas yang paling sukses di antara kelas yang lain. Sebagian besar cangkangnya terbuat dari bahan kalsium karbonat yang di bagian luarnyadilapisi periostrakum dan zat tanduk. Cangkang Gastropoda yang berputar ke arah belakang searah dengan jarum jam disebut dekstral. seperti di darat dan di laut. Siput-siput Gastropoda yang hidup di laut umumnya berbentuk dekstral dan sedikit sekali ditemukan dalam bentuk sinistral . pous =kaki ) ( kasijan 2007 :177) . Gastropoda berasal dari kata gastros : perut. Menurut Barnes (1980) dalam Handayani (2006) kelas Gastropoda merupakan kelas terbesar dari Mollusca lebih dari 75.Kasijan (2007 : 173 175 ) –Filum molusca mendapatkan namanya dari katalatin molluscus yang artinya lunak–. Jadi Gastropoda berarti hewan yang berjalan dengan perutnya. 162) kelas Gastropoda lebih umum dikenal dengan keong cangkang yang berbentuk tabung yang melingkar lingkar seperti spiral. Ditemukannya Gastropoda di berbagai macam habitat.000 spesies yang telah teridentifikasi. Fosil dari kelas tersebut secara terus-menerus tercatat mulai awal zaman Cambrian. a.000 diantaranya dapat dilihat bentuk fosilnya.namaya berrti kaki perut (Y : Gaster perut .

Mulut dilengkapi dengan lidah perut dan gigi radula. Anatomi Struktur anatomi Gastropoda dapat dilihat pada susunan tubuh gastropoda yang terdiri atas: kepala. spiral sculptures. Struktur umum morfologi Gastropoda terdiri atas: posterior. . anterior canal. longitudinal. Proses torsi ini dimulai sejak dari perkembangan larvanya (Dharma. cangkangnya berikut isi perutnya terguling spiral ke arah belakang. 2006). Gastropoda mempunyai badan yang tidak simetri dengan mantelnya terletak di bagian depan. operculum. sculpture. aperture. Ada yang tanpa penutup dan ada yang dengan penutup atau operculum (operculum). sutures. 2001). plaits on columella. dilengkapi dua pasang tentakel sebagai alat peraba.(Dharma. Cangkang Cangkang siput digunakan untuk melindungi diri. Berdasarkan tipenya. 2006). 1988 dalam Handayani. dan toxoglossate (Harminto. whorl. Sepasang di antaranya bersifat retraktil dan dilengkapi sebuah mata. rachiglossate. 2006). posterior canal. columella. axial. c. Operkulum ini terbuat dari zat kapur atau zat tanduk yang lebih luas. 1987 dalam Handayani. Kepala berkembang dengan baik. b. taenioglossate. outer lip. 1988 dalam Handayani. dan alat gerak (Handayani. Pertumbuhan cangkang yang melilin spiral disebabkan karena pengendapan bahan cangkang di sebelah luar berlangsung lebih cepat dari yang sebelah dalam (Nontji. Bentuk cangkang juga dapat dikaitkan dengan pola habitatnya (Romimohtarto. Operkulum menunjukkan garis garis pertumbuhan dan kadang-kadang dapat digunakan untuk menentukan umur. badan. docoglossate. Bentuk cangkang setiap jenis berbeda dan mensifati jenis itu. 2003). 2006). gigi radula pada Gastropoda dapat dibedakan menjadi 5 tipe yaitu: tipe rhipidoglossate. Letak mantel di bagian belakang inilah yang mengakibatkan gerakan torsi atau perputaran pada pertumbuhan siput Gastropoda.

struktur cangkang dapat dibuat tonjolan-tonjolan ataupun duri-duri. lapisan tengah adalah lamella dan paling dalam adalah lapisan nacre atau hypostracum. kemudian calsium carbonat serta pigmen tersebut diserap oleh mantle. Pada umumnya cangkang siput yang hidup di laut lebih tebal dibandingkan dengan siput darat. Jadi mantel tersebut merupakan arsitek dalam pembentukan struktur serta corak warna dari cangkang gastropoda (Handayani. Mantle siput gastropoda terletak disebelah depan pada bagian dalam cangkangnya. dengan bercak-bercak merah arau garis-garis cerah. Tergantung dari pada faktor keturunan. Warna cangkang gastropoda yang beraneka ragam berasal dari mantle. 2005). Lapisan kalsium karbonat terdiri atas 3 lapisan atau lebih. Siput-siput yang permukaan luar cangkangnya mengkilap seperti Cypraea dan Oliva ini dikarenakan mantlenya keluar ke atas permukaan cangkang dan menyelimutinya dari dua arah yaitu dari sisi kiri dan kanan. hal ini dikarenakan banyak sekali kapur . masing-masing diselaputi matriks protein yang tipis. yang merupakan lapisan tipis terdiri dari bahan protein seperti zat tanduk. yang terluar adalah prismatic atau palisade. Lapisan prismatic terdiri atas Kristal calcite yang tersusun vertikal. Lapisan tengah dan lapisan nacre terdiri atas lembaran-lembaran aragonite dalam matriks organik tipis (Suwignyo. Makanannya yang banyak mengandung calsium carbonat dan pigmen masuk ke dalam plasma darah dan diedarkan ke seluruh tubuh. disebut conchiolin atau conchin. 2005). Pada lapisan ini terdapat endapan pigmen beraneka warna. yang menjadikan banyak cangkang siput terutama spesies laut sangat indah warnanya. Periostrakum berfungsi untuk melindungi lapisan dibawahnya yang terdiri dari kalsium karbonat terhadap erosi (Suwignyo. 2006). dan kemudian mantle ini mengeluarkan sel-sel yang dapat membentuk struktur cangkang serta corak warna pada cangkang. Paling luar adalah periostrakum. kuning hijau cemerlang.Cangkang gastropoda terdiri dari 4 lapisan.

sedangkan pada perairan yang dalam cangkangnya biasanya lebih gelap (Handayani. salinitas dan . 2005). Faktor biotik meliputi semua mahluk hidup yang berada di suatu kawasan tertentu yang meliputi semua jenis hewan laut. Larva gastropoda di laut merupakan makanan bagi anak ikan yang karnivor. Sedangkan faktor abiotik meliputi: 1. Murex. Faktor biotik meliputi semua mahluk hidup yang berada di suatu kawasan tertentu yang meliputi semua jenis hewan laut. Munculnya warna pada cangkang juga dipengaruhi oleh intensitas cahaya. Faktor ‘Faktor Lingkungan Faktor – fakor lingkungan yang berpengaruh di daerah pantai adalah faktor biotik dan abiotik. Gastropoda laut yang umum dimakan adalah Haliotos (Abalone) dan Strombus (keong gonggong). C. Abalone telah diekstrak dan dibuat sebagai makanan tambahan (food suplement) yang berfungsi untuk mencegah berbagai penyakit. burung dan manusia. Cuaca perubahan cuaca akan mempengaruhi kondisi laut. Selain sebagai lauk. 2005). Sedangkan faktor abiotik meliputi: Faktor – fakor lingkungan yang berpengaruh di daerah pantai adalah faktor biotik dan abiotik. Cuaca yang buruk akan berpengaruh pada suhu . Nilai Ekonomis Gastropoda mempunyai arti penting sebagai makanan berbagai ikan. Sedangkan Glossodoris dan Eubranchus merupakan nudibranchia yang indah dan diperdagangkan sebagai ikan hias (Suwignyo.yang dihasilkan oleh binatang bunga karang yang hidup di laut. misalnya Buccinum. intensitas hujan menentukan besar kecilnya kadar garam di laut ( Nontji. 2007:45). Pada perairan yang dangkal biasanya cangkang berwarna sangat terang. Angin misalnya sangat menentukan terjadinya gelombang dan arus dipermukaan laut. d. Polinices. Gastropoda parasit dan predator mengganggu atau merusak peternakan tiram dan kerang. dan Urosalpinx. Busycon.

N. Data suhu suhu air dapat dimanfatkan bukan saja untuk mempelajari manfaat–manfaat fisika di dalam laut. 2007 : 53 ) Hewan dan tumbuhan laut hidup pada suhu – suhu tertentu sehingga faktor suhu sangat berpengaruh pada kehidupan biota laut. Mn. Menurut (Nontji. Gas terlarut : CO2. aliran sungai. Artinya kita tidak menjumpaibahwa air laut makin lama makin asin. Fe. dan O2 c. Unsure hara : Si. penguapan. N2. orang jarang menanyakan asal – usul garam tersebut. dan Mg b. Suhu air Suhu air merupakan factor yang paling mendapat perhatian dari pengkajian kelautan. dan P d. Salinitas ( kadar garam ) Ada beberapa cara untuk menentukan salinitas baik secara kimia atau fisika. yakni: a. Salinitas di nyatakan sebagai bagian garam per seribu bagian air (0/00)–. Salinitas merupakan jumlah keseluruhan garam yang terlarut dalam suatu volume air tertentu. tetapi juga kaitanya dengan kehidupan hewan atau tumbuhan (Nontji. Unsur runut : I. Pb. Anehnya. Menurut teori zat – zat garam tersebut berasal dari dalam dasar laut melalui prose outgassing. curah hujan. yang kadarnya diukur dengan istilah salinitas dapat di bagi menjadi empat kelompok. Bersama gas – gas ni terlarut pula hasil kikisan kerak bumidan bersama – sama garam – garam ini merembes pula air.kondisi angin yang akan menyebabkan ekosistem gastropoda terganggu. Air laut asin rasanya karena mengandung garam. semua dalam perbandingan tetap tidak berubah sepanjang masa. 1987 : 59) –Sebaran salinitas di laut di pengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola sirkulasi air. Salah satu alat yang paling poluler untuk mengukur salinitas dengan ketelitian tinggi ialah salinometer . (2001: 20) yang menyatakan – zat – zat terlarut yang membentuk garam. SO4. 2.yakni rembesan dari kulit bumi di dasar laut yang berbentuk gas kepermukaan dasar laut. Na. Konstituen utama : Cl. Hal tersebut di pertegas oleh Rommohtarto dan Juwana. Misalnya penurunan popolasi jenis gastropoda ini. dan Hg . 3.

makin tinggi energy gelombang makin besar tenaganya memukul ke pantai. sedangkan sisanya 0. jarak lebih menentukan dari pada masa. maka arus dipermukaan laut berkelok ke kanan dari arah angin dan arus lapisan bawahnya akan berkelok lebih ke kanan lagi dari arus permukaan (Romimoharto dan Juwana. Hal ini dipertegas oleh Nontji . Karena hempasan gelombang dan hembusan angin maka pasir dari pantai membentuk gundukan ke arah darat. baik musiman maupun geografik. Pada pantai terdapat daerah litorial yaitu daerah yang berada diantara pasang tertinggi dan air surut terendah. 4. Setelah gundukan pasir itu biasanya terdapat hutan yang dinamakan hutan pantai. 2007 :92 ). 2007: 89 ). Dalam mekanika alam semesta . D. oleh karena itu bulan mempunyai peranan yang lebih besar dari pada matahari dalam menentukan pasang surut (Nontji.Konstituen utama merupakan 99. Gelombang Gelombang yang terhempas kepantai melepaskan energinya disitu.7% dari seluruh zat terlarut dalam air laut. Arus Arus laut merupakan pencerminan langsung dari pola angin yang tertiup karna adanya gaya corolis yaitu sebuah gaya yang diakibatkan oleh perputaran bumi. Dangkalnya air dapat menambah tingginya kandungan sedimen karena adanya ombak yang mampu mengaduk dasar perairan. 2009: 8 ). Ekosistem Pantai Daerah pantai merupakan daerah perbatasan antara ekosistem laut dan ekosistem darat. 6. Keaadan ini berkaitan dengan perairan pantai yang dangkal yang letaknya yang dekat dengan aliran air darat–. Pasang Surut Pasang surut merupakan gerakan naik turunya muka laut secara berirama yang disebabkan oleh gaya tarik bulan matahari.3%terdiri dari ketiga kelompok zat lainnya–. Pasir laut atau terumbu karang yang membuat dangkalnya suatu perairan berfungsi sebagai peredam pukulan gelombang ( Nontji . Menurut Nontji (1987: 320) –Perairan pantai yang umumnya dangkal mempunyai keragaman fakto-faktor lingkungan yang lebih besar dari pada samudera lepas. 5.

dan ide ekosistem digunakan untuk menjelaskan hubungan antara komunitas biotik dengan berbagai faktor fisika dan kimia lingkungan. Zona litoral yaitu daerah yang masih dapat ditembus oleh cahaya sampai dasar perairan 0 – 200 meter. tetapi remangremang 200 – 2000 m. 2001). 2001). Istilah ekosistem telah diperkenalkan oleh Tansley pada tahun 1935. daerah ini mencapai kedalaman lebih dari 2000 meter (Romimohtarto & Juwana. Dasar lautan dapat di bedakan menjadi tiga daerah atau Zona yaitu : a. Zona neritik yaitu daerah perairan yang masih ada cahaya. Zona abisal yaitu daerah perairan yang tidak lagi dapat ditembus oleh cahaya. c. 1992). Pantai merupakan daerah yang mempunyai kedalaman kurang dari 200 meter.(2007: 55) yang menyatakan –adanya nutrient di dalam air dan arus serta didukung oleh faktor kimia dan fisika menjadikan pantai sebagai perairan yang keanekaragaman jenis–. Adanya nutrien di dalam air dan arus serta didukung oleh faktor kimia dan fisika menjadikan pantai sebagai perairan yang kaya keanekaragaman jenis. Suhu dan salinitas merupakan parameter-parameter fisik yang penting untuk kehidupan organisme di perairan pantai. Ekosistem atau sistem ekologis terdiri atas berbagai macam komunitas dalam suatu daerah geografis besar. 1987 dalam Handayani. Kisaran suhu untuk hidup aktif organisme pantai adalah 0 sampai 35°C (Nontji. b. . Konsep ekosistem memberikan suatu model lingkungan untuk mengevaluasi kerja dari berbagai sistem biologis pada suatu skala besar (Brahmana. 2006). Salinitas dan suhu merupakan parameter-parameter fisika yang sangat penting untuk kehidupan organisme diperairan pantai. Pada pantai terdapat daerah litoral yaitu daerah yang berada diantara pasang tertinggi dan air surut terendah atau disebut daerah intertidal (Nybaken.

yaitu mendeskrifsikan gejala. 2.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pantai Karang Papak merupakan pantai yang terletak di Garut Selatan . yaitu dengan menggunakan metode . Keanekaragaman jenis keong laut kelas Gastropoda yang mempunyai sejumlah komponen yang dapat memberikan reaksi secara berbeda beda terhadap factor ekosistem laut. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif .peristiwa atau kejadian yang terjadi pada saat sekarang. Adapun metode pengambilan sampel nya yaitu dengan menggunakan metode ordinal sampling atau sampel acak beraturan . tepatnya di Desa Pamalayan kecamatan Cikelet kabupaten Garut Jawa Barat. Definisi Operasional atau Penjelasan Variabel Untuk memperjelas objek penelitian maka perlu mendefinisikan secara operasional beberapa variable yang terdapat dalam judul proposal penelitian ini sebagai berikut : 1. B.

Pengukuran transek garis mengunakan alat ukur berupa meteran berskala dan satuannya adalah meter (m) C. D.1 alat-alat untuk penelitian .semua jenis keong kelas amphieura dan gastropoda yang berada di setiap kuadrat pencuplikan. Hal tersebut di pertegas oleh Fachrul (2007: 11) –Ordinal sampling yaitu pengambilan sampel dari nomer – nomer subjek dengan jarak yang sama terhadap semua populasi dengan menggunakan metode kuadrat dan transek garis untuk membantu sebaran alga–.setiap setasiun dibagi ke dalam 3 titik. (Dalam Sugiyono. Sampel Sampel dari penelitian ini adalah 10% dari luas pantai karang papak. Alat dan Bahan 1. pencuplikan dilkukan dengan membagi daerah penelitian kedalam tiga setasiun . 2. Waktu dan Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian dilakukan pada Mei 2015 bertempat di pantai Karang Papak Desa Pamalayan kecamatan Cikelet Kabupaten Garut.dan setiap titik desebarkan sebanyak 10 kuadrat.jadi jumlah seluruh kuadrat pencuplikan adalah 90 kuadrat. Sedangkan sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.ukuran luas sutu kuadrat adalah 1 meter x 1 meter . Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Tabel 2.2008:90 dan 91) 1. E. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya.kuadrat. Populasi Polulasi dalam penelitian ini adalah jenis keong laut kelas amphieura dan Gastropoda yang hidup di karang pada zona neritik di Pantai Karang Papak Desa Pamalayan Kecamatan Cikelet kabupaten Garut.

Nama alat Ember kecil Penjepit Meteran bersekala Spesifikasi Ukuran 20cm Terbuat dari kayu Meteran tanah 100 Jumlah 1 buah 2 buah 1 buah 4. 6. Nama bahan Alcohol 70 % Aqudes spesifikasi Ukuran 60 ml Ukuran 1 liter Jumlah 2 botol 3 botol F. Menyiapkan alat dan bahan yang kan di gunakan untuk penelitian b. Bahan yang digunakan adalah sebagai berikut : Tabel 2. Membuat kuadrat menggunakan bamboo dengan ukran 1m x 1m . 2. Mengecek semua peralatan c.2 bahan-bahan untuk penelitian No 1. 3. 11. 12. Tekhnik pengumpulan data Tekhnik pengumpulan data yang harus dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Anemometer Slink fsikometr kamera digital Alat ukur angin 1 buah Alat ukur 1 buah 9. 2. Bamboo kuadrat Refraktormeter Termometer Plastic sampel kelembaban udara Ukuran 1x1 m Air raksa Alat ukur suhu Plastic ukuran Disesuaikan 1 buah 1 buah 100 buah 15x10 cm 2.No 1. Tali rapia Kamera 5x4 cm Rapia gulung besar 1 buah Handphone atau 1 buah 7. Melakukan pengukuran luas yang akan dijadikan wilayah penelitian d. Teknik Pengumpulan Data dan Teknik Analisis Data 1. 8. 10. Kertas label m Kertas label ukuran 1 pack 5.

Metode Analisis Data Untuk mengetahui indeks keragaman komunitass keong laut dapat dihitung dengan menggunakn rumus shanno (odun .1998 : 197 ) Atau Keterangan: = Indeks Shanon untuk diversitas umum ni = Nilai kepentingan tiap spesies N = Nilai kepentingan total Pi = Peluang kepentingan untuk tiap spesies = indek keragaman jenis menurut Shannom di definisikan Besar nya . g.masing masing 10 kuadrat dengan ukuran 1m x1m.kerapatan dan frekuensi. Mendokumentasikan Jenis jenis keong laut yang ditemukan. 3) Memasukan hasil temuan pada plastic dan di identifikasi serta diberi label.setiap stasiun dibagi menjadi 3 titik. 2. Mengukur factor biotik dan abiotic dengan menggunakan alat yang sesuai dengan factor yang harus diukur f.e. disetiap 3 titik dipasangkan kuadrat . Mengambil dan mencatat jenis keong yang ditemukan 1) Membagi wilayah ke dalam 3 stasiun . 2) Mengambil data jenis keong pada setiap kuadrat dengan menentukan kerimbunan.

Mengambil data kerapatan ditentukan berdasarkan kelas kerapatan dari Braun Blanguet sebagai berikut: Kelas Kerapatan Keterangan 1 Jarang sekali 2 Jarang 3 Cukup rapat 4 Rapat 5 Rapat sekali b. kerimbunan dan frekuensi) adalah sebagai berikut: a. Adapun kelas-kelas dari masing-masing variabel tersebut (kerapatan. Kerimbunan Kerimbunan yaitu penentuan pengambilan data yang didasarkan pada luas penutupan daerah pengamatan (kuadrat) oleh populasi tumbuhan. Mengambil data kerimbunan didasarkan pada kelas kerimbunan dari Braun – Blanquet sebagai berikut : Kelas Penutupan Kerimbunan 1 < 10 % . Kerapatan Kerapatan yaitu pengambilan data yang di dasarkan pada jumlah individu spesies dalam kuadrat. pada keadaan tertentu. Nilai H ≤ 1 : menunjukan bahwa keanekaagaman spesies pada suatu transek adalah sedikit atau rendah .Nilai H ≥ 3 : Menunujkan bahwa keanekaragaman spesies pasca suatu transek adalah melimpah tinggi Nilai 1 < H< 3 : Menunujkan bahwa keanekaragaman spesies pada suatu spesies adalah melimpah sedang.

Tahap-tahap atau alur penelitian Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap. kerimbunan dan frekuensi. Tahap persiapan a.1. Menyusun proposal penelitian c. yaitu melakanakn penelitian yang diawali dengan menyiapkan alat dan bahan . dan tahap pengolahan data : 1. 2. Tahap pelaksanan. Menentukan masalah penelitian b. Nilai penting Harga ini didasarkan pada penjumlahan dari harga – harga relatif dari kerapatan. G. 2 10 % .75 % 5 >75 % Frekuensi Frekuensi yaitu ditentukan berdasarkan kerapatan dari spesies diketemukan dari sejumlah kuadrat – kuadrat yang dibuat. 3. Bagan Alur Penelitian Perumusan Masalah Studi Literatur Menyusun Proposal Penelitian . Revisi proposal dan mengurus perizinan 2. yaitu melakukan identifikasi dan membuat kesimpulan. tahap pelaksanaan. Tahap analisis. H. yaitu tahap persiapan.melaksanak pengamatan.24 % 3 25 % .49 % 4 50 % . Seminar proposal d.

(2007).Seminar Proposal Penelitian Revisi Proposal Penelitian Penelitian Stasiun 1 10 10 Stasiun 2 10 10 10 Stasiun 3 10 10 10 10 Pengolahan Data Kesimpulan dan Saran I. E. Boneka2 dan Grevo S. Wanda. Dasar Dasar Ekologi. K dan Juwana.Gerung Ernawati. Yogyakrta: gajah Mada Universitas press Rominto. (1998). S. Laut Nusantara. Daftar pustaka Nontji. Jakarta : penerbit Djambatan. (2001). Pembagian daerah Ekosistem Laut.org/wiki/berkas:zonalaut . A. Diakses pada tanggal 20 maret 2015 melalui http:///id. 2011. Jurnal perikanan Davidson Rato Nono1. Farnis B. P.wikipedia. Biologi Laut. Jakarta : Djambatan Odum.

unmul. cetak XVII.Sugiyono.ac.ip. edisi revisi. 2009 .id . 2 (1) 2014 : 1787 1801 ISSN 2338 3651 ejournal.fisip. Metode penelitian administrasi.Bandung : Alfabet Journal ilmunpemerintahan.