FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN SOSIAL (SOCIAL DISCLOSURE) DALAM LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA

EFEK JAKARTA

Oleh: Nama : Hardhina Rosmasita Nomor Mahasiswa : 05312539 Jurusan : Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2007

i

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN SOSIAL (SOCIAL DISCLOSURE) DALAM LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA

SKRIPSI

Disusun dan diajukan untuk memenuhi sebagai salah satu syarat untuk mencapai derajat Sarjana Strata-1 Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi UII

Oleh:

Nama : Hardhina Rosmasita Nomor Mahasiswa : 05312539

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2007

ii

PERNYATAAN BEBAS PLAGIARISME

“Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam referensi. Dan apabila dikemudian hari terbukti bahwa pernyataaan ini tidak benar maka saya sanggup menerima hukuman/sangsi apapun sesuai peraturan yang berlaku.”

Yogyakarta, Mei 2007

Penyusun,

(Hardhina Rosmasita)

iii

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN SOSIAL (SOCIAL DISCLOSURE) DALAM LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA

Hasil Penelitian

Diajukan Oleh Nama : Hardhina Rosmasita Nomor Mahasiswa : 05312539 Jurusan : Akuntansi

Telah disetujui oleh Dosen Pembimbing Pada tanggal, Mei 2007 Dosen Pembimbing

(Primanita Setyono, Dra, MBA, Ak)

iv

Telah dipertahankan/diujikan dan disyahkan untuk memenuhi syarat guna memperoleh gelar Sarjana jenjang Strata 1

Nama : Hardhina Rosmasita NIM : 05312539

Yogyakarta, Disyahkan oleh,

v

HALAMAN PERSEMBAHAN

Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat tak terhingga kepada penulis, sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada panutan kita Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan agama ini dengan benar dan sempurna…………………….

Karya kecil ini, kupersembahkan untuk: Papa- mamaku tercinta dan tersayang Mbak dan Mas2ku tersayang My only one little sister, Dian…..I Love U! Ponakanku, Fachrizal A. P Sahabatku : Estiti Siswaningrum, SE.

vi

Motto:

“ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) kerjakan dengan sesungguhnya (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Al- insyiroh: 6-8)

“Wahai manusia, sungguh kamu telah bekerja keras dengan sungguhsungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menjumpai-Nya.” (Al-Insyiqaq:6)

Sebaik-baik orang adalah orang yang berguna untuk orang lain.

vii

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang dilimpahkan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini yang berjudul: “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN SOSIAL (SOCIAL DISCLOSURES) DALAM LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA”. Adapun maksud penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar sarjana jenjang Strata 1 program Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Dalam penulisan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak yang sangat besar artinya bagi penulis. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Allah SWT atas Segala Berkah dan Nikmat-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan tulisan ini tepat pada waktu yang telah direncanakan. 2. Ibu Primanita Setyono, Dra., MBA, Ak. Selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah memberikan bimbingan dan saran yang bermanfaat dalam penyusunan skripsi ini. 3. Kedua orang tuaku tercinta, yang menaruh harapan besar kepada penulis sehingga penulis mempunyai kesadaran dan semangat yang besar untuk

viii

menyelesaikan skripsi ini, dan doa kalian yang tiada akhir untuk keberhasilan penulis. Terimakasih Pah, Mah….. 4. Kakak2ku dan Adikku serta Ponakanku Tercinta, Diah R Mintarsih, SE n’ Surya Putra, ST; Ina Amalia, SIP n’ Boby Permana, ST; My little Sister Rachma Dian Nastiti, Ponakanku “Fachrizal A.P”. Thanks For All….. 5. Keluarga trah H. Ahmad Badaroni dan trah Wiro Wardoyo di Klaten. 6. Code Girls 211A, Yayan, Ammik, Maya, Diah, Atik, Titin, Dini, Iput, Lia, kak Yuli, Nia, Agni, Pipit, Leila, & Eks-CG lainnya, Aida, widi, wike, dll. Terimakasih sudah menjadi keluarga yang menyenangkan di rumah keduaku. 7. Saudara baruku, Siti“mek”Maesaroh. Terimakasih telah menemaniku selama ini, Belajarlah untuk bersabar serta memahami orang lain. 8. Untuk mba’ Desi, akhirnya rosma nyusul neh…… 9. Sahabat2ku, Estiti”Tong”Siswaningrum, Endro, mbak Kris dan mbak Neli.. 10. Sahabat2ku, Lora Maryana, C-mok, Nophi, Joeragan, Woeland, reni. Ayo..bersemangatlah dalam mengejar Cita! 11. My teacher, “Tuci”, terimakasih atas semangat, bimbingan dan nasehatnya. 12. Temen-temen KKN, Prasta, pita, rini,winda, mita, vita, didi, adi, ruruh, erva, astri, jati, inang, sofi, dwi, ari, faruk, topik, fandi, arda, ifah, mike, nobita, nurma, rahmi, sari, puput, udin, jafron, Tio

ix

13. Temen-temen JAM, pak Rian, Dita, Ruly, Ari, dll. 14. Temen ngajiku, Sari, Mahya, Lia, Mba’Dwi, diah masih banyak yang perlu kita pelajari. 15. Untuk Sari&hida, hida, makasih atas bantuannya, dari Kompre hingga lulus. Tak doakan sukses untuk jodoh mu. 16. Temen-temen Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), mbak heri, mbak mus, mbak rini, mbak puri, mbak ida, dewi, hamidah, rahma, egga, eni, dll. Kita berjuang bersama di NA. 17. Seluruh pihak-pihak yang telah banyak membantu penulis dan tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi seluruh pembaca. Amin.... Wassalamualaikum Wr.Wb

Yogyakarta, Mei 2007 Penulis

x

DAFTAR ISI

Halaman Judul 1…………………………………………………………………….…i Halaman Judul 2………………………………………………………………………ii Halaman Pernyataan Bebas Plagiarisme……………………………………………..iii Halaman Pengesahan…………………………………………………………………iv Halaman Berita Acara Ujian…………………………………………………………. v Halaman Persembahan……………………………………………………………….vi Kata Pengantar…………………………………………………………………… ..viii Daftar Isi……………………………………………………………………………...xi Daftar Gambar……………………………………………………………………… xv Daftar Tabel…………………………………………………………………………xvi Daftar Lampiran……………………………………………………………………xvii Abstrak…………………………………………………………………………….xviii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 Latar Belakang…………………………………………………………… .… 1 Tujuan Penelitian……………………………………………………………...4 Rumusan Masalah……………………………………………………………..4 Batasan Masalah………………………………………………………………5

xi

1.5 1.6

Manfaat Penelitian..................………………………………………….…… 5 Sistematika Penulisan…………………………………………………………6

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 2.2 2.3 2.4 Corporate Social Responsibility (CSR)……………………………………… 8 Pengungkapan Sosial Sebagai Tanggung Jawab Perusahaan…………………9 Pelaporan Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan………………………… 12 Faktor-faktor Perusahaan Yang Berpengaruh Pada Pengungkapan sosial Perusahaan………………………………………………………………… 14 2.4.1 2.4.2 2.4.3 2.4.4 2.5 Kepemilikan Manajemen…………………………………………… 15 Leverage…………………………………………………………… 15 Ukuran Perusahaan (Size)……………………………………………15 Profitabilitas…………………………………………………………16

Tinjauan Penelitian Terdahulu Dan Pengembangan Hipotesis……………...17

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 3.2 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian…………………………………………… 22 Jenis Dan Sumber Pengumpulan Data……………………………………….23 Variabel Dan Pengukurannya………………………………………….…….24 3.3.1 3.3.2 Variabel Dependen………………………………………………......24 Variabel Independen…………………………………………………26 3.3.2.1 Kepemilikan Manajemen…………………………………….26

xii

3.3.2.2 Tingkat Leverage…………………………………………….26 3.3.2.3 Ukuran Perusahaan………………………………………… 26 3.3.2.4 Profitabilitas………………………………………………….27

3.4

Metode Pengolahan Dan Analisis Data 3.4.1 3.4.2 3.4.3 Analisis Regresi……………………………………………………...27 Uji Asumsi Klasik……………………………………………………28 Pengujian Hipotesis………………………………………………….30

BAB IV ANALISIS DATA 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 Perusahaan Sampel………………………………………………………… 33 Statistik Deskriptif………………………………………………………… 33 Uji Kualitas Data…………………………………………………………….35 Pengujian Asumsi Klasik Analisis Regresi Berganda……………………….36 Pengujian Hipotesis………………………………………………………….40 4.5.1 4.5.2 4.5.3 Koefisian Determinasi (Goodness of Fit)……………………………40 Signifikansi Model Regresi………………………………………… 41 Signifikansi Koefisien Regresi………………………………………42

xiii

BAB V PENUTUP 5.1 5.2 5.3 Kesimpulan…………………………………………………………………48 Keterbatasan Penelitian…………………………………………………… 49 Implikasi…………………………………………………………………….49

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1 4.2 4.3

Hal

Normal p-plot of regression standardized residual…………35 Histogram……………………………………………………36 Scatterplot…………………………………………………....39

xv

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8

Hal Descriptive statistics…………………………………………..34 Uji Multikolonieritas…………………………………………..37 Uji Multikolonieritas………………………………………......38 Uji Autokorelasi……………………………………………….40 Model Summary………………………………………………..40 Anova…………………………………………………………..41 Analisis Regresi Berganda……………………………………..43 Simpulan Hipotesis……………………………………………..45

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

1. Perusahaan Yang Dijadikan Sampel Perusahaan……………………………51 2. Variabel Dependen dan Independen…………………………………………54 3. Hasil Analisis Regresi Dan Uji Asumsi Klasik…………………………… 58

xvii

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Faktor-faktor dalam perusahaan, yang diproksikan dalam Kepemilikan manajemen, leverage, ukuran perusahaan, profitabilitas mempengaruhi pengungkapan sosial suatu perusahaan. Pengungkapan sosial perusahaan perlu dilakukan sebagai wujud pengkomunikasian dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan ekonomi organisasi terhadap kelompok khusus yang berkepentingan, terhadap Masyarakat secara keseluruhan. Sampel yang digunakan adalah 113 Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : (1) Pengujian secara simultan menemukan adanya pengaruh yang Signifikan antara Faktor-faktor perusahaan terhadap pengungkapan sosial perusahaan, (2) Variabel kepemilikan manajemen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan sosial.

xviii

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Laporan keuangan merupakan suatu alat yang digunakan oleh manajemen untuk melakukan pertanggungjawaban kinerja ekonomi perusahaan kepada para investor, kreditur, dan pemerintah. Laporan keuangan dapat dikelompokkan dalam pengungkapan yang sifatnya wajib (mandatory disclosure) dan pengungkapan yang sifatnya sukarela (voluntary disclosure), pengungkapan wajib merupakan ketentuan yang harus diikuti oleh setiap perusahaan atau institusi yang berisi tentang hal-hal yang harus dicantumkan dalam laporan keuangan menurut standar yang berlaku. Sedangkan pengungkapan yang bersifat sukarela ini tidak disyaratkan oleh standar, tetapi dianjurkan dan akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan yang melakukannya. Pusat perhatian perusahaan pada saat ini lebih kepada stockholders dan bondholders, sedangkan pihak lain sering diabaikan. Banyak aksi protes yang dilakukan oleh elemen stakeholders kepada manajemen perusahaan, mereka menuntut keadilan terhadap kebijakan upah dan pemberian fasilitas kesejahteraan yang diterapkan perusahaan. Di lain pihak banyak

masyarakat yang protes atas pencemaran lingkungan akibat limbah atau

2

polusi yang dilepas ke lingkungan, sehingga menyebabkan hubungan yang tidak harmonis antara perusahaan dengan lingkungan sosialnya. Untuk itu masyarakat membutuhkan informasi mengenai sejauh mana perusahaan sudah melaksanakan aktivitas sosialnya. Sehingga hak masyarakat untuk hidup aman dan tentram, kesejahteraan karyawan, dan keamanan mengkonsumsi makanan dapat terpenuhi. Perusahaan dituntut untuk memberikan informasi mengenai aktivitas sosialnya. Sejauh ini perkembangan akuntansi konvensional (mainstream accounting) telah banyak di kritik karena tidak dapat mengakomodir kepentingan masyarakat secara luas, sehingga muncul konsep akuntansi baru yang disebut sebagai Social Responsibility Accounting (SRA) atau Akuntansi Pertanggungjawaban Sosial. Tanggungjawab sosial diartikan bahwa perusahaan mempunyai tanggungjawab pada tindakan yang mempengaruhi konsumen, masyarakat, dan lingkungan (Ivancevic, 1992). Selama ini produk akuntansi dimaksudkan sebagai pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik saham, kini paradigma tersebut diperluas menjadi pertanggungjawaban kepada seluruh stakeholders. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), sebagaimana tertulis dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.1 (Revisi 1998) paragraph kesembilan secara implisit menyarankan untuk mengungkapkan tanggung jawab akan masalah lingkungan dan sosial.

3

Perusahaan dapat pula menyajikan laporan tambahan seperti laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai tambah (value added statement), khususnya bagi industri dimana faktor-faktor lingkungan hidup memegang peranan penting dan bagi industri yang menganggap pegawai sebagai kelompok pengguna laporan yang memegang peranan penting. Pernyataan PSAK di atas merupakan manifestasi kepedulian akuntansi akan masalah-masalah sosial yang merupakan wujud pertanggungjawaban sosial perusahaan . Pertanggungjawaban sosial bukan merupakan fenomena sosial baru, melainkan merupakan akibat dari semakin meningkatnya isu lingkungan di akhir 1980-an (Kumalahadi, 2000). Beberapa penelitian mengungkapkan adanya pengaruh yang signifikan dalam perusahaan manufaktur, diantaranya adalah pada penelitian Cooke (1992) yang menyebutkan “pengaruh antara size, status listing, dan jenis industri terhadap luas pengungkapan dalam laporan tahunan”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa size, status listing adalah variabel penjelas yang penting, dan perusahaan manufaktur secara signifikan mengungkapkan nonmanufaktur. Atas dasar penelitian tersebut, maka penulis ingin mengetahui sejauh mana pengaruh karakteristik perusahaan, yang diantaranya adalah Kepemilikan manajemen, tingkat leverage, ukuran perusahaan, profitabilitas informasi lebih banyak daripada perusahaan

4

dapat mempengaruhi kuantitas pengungkapan sosial perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Jakarta (BEJ)

1.2

Tujuan Penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menguji pengaruh karakteristik perusahaan yang diproksi dalam Kepemilikan manajemen, tingkat leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap kuantitas pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan manufaktur.

1.3

Rumusan Masalah Perusahaan manufaktur adalah perusahaan pengolahan barang mentah menjadi barang jadi, perusahaan ini perlu melakukan pengungkapan sukarela (pengungkapan sosial). Karena, perusahaan manufaktur selain dekat dengan investor, kreditor, dan pemerintah, perusahaan juga dekat dengan lingkungan sosial. Maka dari itu perlu adanya pengungkapan sosial dalam prakteknya. Untuk itu rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Apakah perusahaan manufaktur telah mengungkapkan pengungkapan sosial pada laporan tahunan? 2. Bagaimanakah pengaruh karakteristik pengungkapan sosial pada perusahaan manufaktur?

5

1.4

Batasan Masalah Penelitian yang penulis lakukan adalah untuk melihat pengungkapan sosial kaitannya dengan karakteristik yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan terhadap laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta selama tahun 2004-2005.

1.5

Manfaat Penelitian Hasil Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi: 1. Penulis, memberikan modal atau bekal pengetahuan dalam memasuki dunia kerja. 2. Perusahaan, memberikan wacana tentang pentingnya pengungkapan sosial dalam laporan tahunan, terutama perusahaan manufaktur yang ada di Indonesia untuk memperhatikan lingkungan alam di sekitar perusahaan mereka, dalam rangka menjaga alam dan juga untuk mencapai competitive advantage di dunia bisnis. 3. Investor, berguna dalam proses decision making dalam penanaman modalnya. 4. Akademisi, Bisa dijadikan referensi dalam penelitian-penelitian selanjutnya disamping sebagai sarana untuk menambah wawasan.

6

1.6

Sistematika Penulisan Pada tulisan ini, penulis membagi penulisan menjadi 5 Bab yaitu:

BAB I

PENDAHULUAN Pada bab ini akan diuraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika penulisan

BAB II

LANDASAN TEORI Pada bab ini menjelaskan tentang tinjauan pustaka yang terkait dengan topik penelitian yang mencakup landasan teori mengenai karakteristik perusahaan dalam kaitannya dengan pengungkapan sosial dalam laporan tahunan.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini menjelaskan tentang metode penelitian, mencakup pemilihan sampel, pengumpulan data dan tekhnik analisis yang digunakan dalam pengujian hipotesis.

BAB IV

ANALISIS DATA Pada bab ini menjelaskan tentang analisis terhadap data dan temuan empiris yang diperoleh.

BAB V

PENUTUP Pada bab ini menjelaskan tentang penutup yang terdiri dari simpulan, keterbatasan dan implikasi bagi penelitian selanjutnya.

7

BAB II LANDASAN TEORI

Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi dunia yang berkembang pesat sejak revolusi industri abad 18 melahirkan kolonialisme yang kemudian memantapkan peran modal (kapitalisme) dan khususnya peran korporasi. Peran kapital yang terlalu mendominasi inilah kemudian terjadi eksploitasi sumber-sumber alam serta masyarakat (sosial) tanpa batas untuk kemajuan perusahaan, yang pada akhirnya berdampak pada kerusakan lingkungan, seperti polusi udara dan air, limbah industri, timbunantimbunan sampah dan banyak petaka lain yang merupakan dampak negatif yang harus diderita oleh masyarakat. Akuntansi dalam dunia bisnis memegang peranan penting karena akuntansi sebagai alat

pertanggungjawaban mempunyai fungsi sebagai alat pengendali terhadap aktivitas setiap unit usaha. Akan tetapi untuk kenyataannya Akuntansi juga dituding sebagai salah satu penyebab kerusakan alam, karena akuntansi selama ini hanya berpihak pada stockholders (mainstream accounting atau conventional accounting) daripada stakeholders. Kesadaran masyarakat yang semakin memikirkan akan kelestarian alam untuk kelangsungan hidup manusia dan penekanan pada kesejahteraan sosial, kini telah mengubah konsep akuntansi, yaitu untuk lebih memperhatikan kepedulian terhadap sosial dan lingkungan, perhatian ini

8

adalah dalam bentuk pertangungjawaban sosial perusahaan kepada masyarakat yang dalam akuntansi dinamakan Social Responsibility Accounting (SRA) atau akuntansi Pertanggungjawaban Sosial.

2.1

Corporate Social Responsibility (CSR) Ebert (2003) mendefinisikan corporate social responsibility sebagai usaha perusahaan untuk menyeimbangkan komitmen-komitmennya

terhadap kelompok-kelompok dan individual-individual dalam lingkungan perusahaan tersebut, termasuk didalamnya adalah pelanggan, perusahaanperusahaan lain, para karyawan, dan investor. CSR memberikan perhatian terhadap lingkungan dan sosial ke dalam operasinya dan interaksinya dengan stakeholders yang melebihi tanggung jawab di bidang hukum (Darwin, 2004). Dalam kemajuan industri sekarang, tekanan masyarakat kepada perusahaan agar mereka melakukan pembenahan sistem operasi perusahaan menjadi suatu sistem yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap sosial sangat kuat, perkembangan tekhnologi dan industri yang pesat dituntut untuk memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan sekitar. Penerapan CSR dalam perusahaan-perusahaan diharapkan selain memiliki komitmen finansial kepada pemilik atau pemegang saham (shareholders), tapi juga memiliki komitmen sosial terhadap para pihak lain

9

yang berkepentingan, karena CSR merupakan salah satu bagian dari strategi bisnis perusahaan dalam jangka panjang. Adapun tujuan dari CSR adalah: 1. Untuk meningkatkan citra perusahaan dan mempertahankan, biasanya secara implisit, asumsi bahwa perilaku perusahaan secara fundamental adalah baik. 2. Untuk membebaskan akuntabilitas organisasi atas dasar asumsi adanya kontrak sosial di antara organisasi dan masyarakat. Keberadaan kontrak sosial ini menuntut dibebaskannya akuntabilitas sosial. 3. Sebagai perpanjangan dari pelaporan keuangan tradisional dan tujuannya adalah untuk memberikan informasi kepada investor. Untuk itulah maka pertanggungjawaban sosial perusahaan (CSR) perlu diungkapkan dalam perusahaan sebagai wujud pelaporan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

2.2

Pengungkapan sosial sebagai tanggung jawab perusahaan Tanggung jawab adalah suatu kewajiban perusahaan yang tidak hanya menyediakan barang dan jasa baik bagi masyarakat maupun juga dalam mempertahankan kualitas lingkungan sosialnya secara fisik maupun memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat dimana mereka berada. Perusahaan bertanggung jawab secara sosial ketika manajemennya memiliki visi atas kinerja operasionalnya, tidak hanya

10

mengutamakan atas laba/profit perusahaan tetapi juga dalam menjalankan aktivitasnya, memperhatikan lingkungan yang ada disekitarnya. Perusahaan tidak hanya memandang laba sebagai satu-satunya tujuan dari perusahaan tetapi ada tujuan yang lainnya yaitu kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, karena perusahaan mempunyai tanggung jawab yang lebih luas dibanding hanya mencari laba untuk pemegang saham (Gray et. Al., 1987). Pengungkapan tanggung jawab sosial atau sering disebut sebagai Corporate social reporting adalah proses pengkomunikasian efek-efek sosial dan lingkungan atas tindakan-tindakan ekonomi perusahaan pada kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat dan pada masyarakat secara keseluruhan (Gray et. Al., 1987). Kontribusi negatif perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya telah menyebabkan hilangnya kepercayaan

masyarakat adalah dengan mengungkapkan informasi-informasi mengenai operasi perusahaan sehubungan dengan lingkungan sebagai tanggung jawab perusahaan. Gray et. Al. (1995) menyebutkan 3 studi yang menjelaskan mengapa perusahaan cenderung untuk mengungkapkan informasi yang berkaitan dengan aktivitasnya dan dampak yang ditimbulkan oleh emiten tersebut, yaitu: 1. Decision-userfulnes study Penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti menemukan bahwa informasi sosial dibutuhkan users, seperti analis, banker, dan pihak

11

lain yang terlibat. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa informasi aktivitas sosial perusahaan berada pada posisi moderately important. 2. Economic theory study Studi dalam corporate responsibility reporting ini mendasari pada Economic agency theory dan Accounting positivism theory yang menganologikan manajemen sebagai agen dari suatu prinsipal. Prinsipal diartikan sebagai pemegang saham atau traditional users lain. Namun, pengertian users tersebut telah berkembang menjadi seluruh interest group perusahaan yang bersangkutan sebagai agen, manajemen akan berupaya mengoperasikan perusahaan sesuai dengan keinginan publik (stakeholder). 3. Social and political theory studies Bidang ini menggunakan teori stakeholder, teori legitimasi organisasi, dan teori ekonomi publik. Teori stakeholder mengamsusikan bahwa perusahaan berusaha mencari pembenaran dari para stakeholder dalam menjalankan operasi perusahaannya. Semakin kuat posisi stakeholder, semakin besar kecenderungan perusahaan mengadaptasi diri terhadap keinginan stakeholder nya. Pengungkapan sosial dalam tanggung jawab perusahaan sangat perlu dilakukan, karena bagaimanapun juga perusahaan memperoleh nilai tambah dari kontribusi masyarakat di sekitar perusahaan termasuk dari penggunaan sumber-sumber sosial (social resources). Jika aktivitas perusahaan

12

menyebabkan kerusakan sumber-sumber sosial maka dapat timbul adanya biaya sosial (social cost) yang harus ditanggung oleh masyarakat, sedang apabila perusahaan meningkatkan mutu social resources maka akan menimbulkan social benefit (manfaat sosial)

2.3

Pelaporan pertanggungjawaban sosial perusahaan Ada 2 jenis ungkapan dalam pelaporan keuangan yang telah ditetapkan oleh badan yang memiliki otoritas di pasar modal. Yang pertama adalah ungkapan wajib (mandatory disclosure), yaitu informasi yang harus di ungkapkan oleh emiten yang diatur oleh peraturan pasar modal di suatu Negara. Sedangkan yang kedua adalah ungkapan sukarela (voluntary disclosure), yaitu ungkapan yang dilakukan secara sukarela oleh perusahaan tanpa diharuskan oleh standar yang ada. Pengungkapan sosial yang diungkapkan perusahaan merupakan informasi yang sifatnya sukarela. Karenanya, perusahaan memiliki kebebasan untuk mengungkapkan informasi yang tidak diharuskan oleh badan penyelenggara pasar modal. Keragaman dalam pengungkapan disebabkan oleh entitas yang dikelola oleh manajer yang memiliki filosofis manajerial yang berbeda dan keluasan dalam kaitannya dengan pengungkapan informasi kepada masyarakat. Standar pelaporan pertanggungjawaban sosial sampai saat ini belum mempunyai standar yang baku, hal ini dikarenakan adanya permasalahan

13

yang berhubungan dengan biaya dan manfaat sosial. Perusahaan dapat membuat sendiri model pelaporan pertanggungjawaban sosialnya. Dalam menyusun dan mengungkapkan informasi tentang aktivitas pertanggungjawaban mengidentifikasi sosial perusahaan, yang berkaitan Zhegal & Ahmed pelaporan (1990) sosial

hal-hal

dengan

perusahaan, yaitu sebagai berikut: 1. Lingkungan Bidang ini meliputi aktivitas pengendalian pencemaran dan pelestarian lingkungan hidup. Meliputi, pengendalian terhadap polusi, pencegahan atau perbaikan terhadap kerusakan lingkungan, konservasi alam, dan pengungkapan lain yang berkaitan dengan lingkungan. 2. Energi Bidang ini meliputi aktivitas dalam pengaturan penggunaan energi dalam hubungannya dengan operasi perusahaan dan peningkatan efisiensi terhadap produk perusahaan. Meliputi, konservasi energi, efisien energi, dll. 3. Praktik bisnis yang wajar Meliputi pemberdayaan terhadap minoritas dan perempuan, dukungan terhadap usaha minoritas, tanggung jawab sosial 4. Sumber daya manusia Bidang ini meliputi aktivitas untuk kepentingan karyawan sebagai sumber daya manusia bagi perusahaan maupun aktivitas di dalam

14

suatu komunitas. Aktivitas tersebut antara lain, program pelatihan dan peningkatan ketrampilan, perbaikan kondisi kerja, upah dan gaji serta tunjangan yang memadai, pemberian beberapa fasilitas, jaminan keselamatan kerja, pelayanan kesehatan, pendidikan, seni, dll. 5. Produk Meliputi keamanan, pengurangan polusi, dll.

2.4

Karakteristik perusahaan dan Pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan Karakteristik perusahaan dapat menjelaskan variasi luas

pengungkapan sukarela dalam laporan tahunan, karakteristik perusahaan merupakan prediktor kualitas pengungkapan (Lang and Lundholm, 1993). Setiap perusahaan memiliki karakteristik yang berbeda satu entitas dengan entitas lainnya. Lang and Lundhlom (1993) dan Wallance (1994) membagi karakteristik perusahaan menjadi tiga kategori yaitu, variabel struktur (structure-related variables), variabel kinerja (performance-related

variable), dan variabel pasar (market-related variables). Dalam penelitian ini, karakteristik perusahaan yang mempengaruhi pengungkapan sosial diproksikan kedalam Kepemilikan manajemen, tingkat leverage, ukuran perusahaan (size), dan profitabilitas.

15

2.4.1

Kepemilikan manajemen Semakin besar kepemilikan manajer di dalam perusahaan maka semakin produktif tindakan manajer dalam memaksimalkan nilai

perusahaan. Manajer perusahaan akan mengungkapkan informasi sosial dalam rangka untuk meningkatkan image perusahaan, meskipun ia harus mengorbankan sumber daya untuk aktivitas tersebut (Gray, et. Al., (1998))

2.4.2 Leverage Semakin tinggi tingkat leverage (rasio hutang/ekuitas) semakin besar kemungkinan akan melanggar perjanjian kredit sehingga perusahaan akan berusaha untuk melaporkan laba sekarang lebih tinggi (Belkaoui dan Karpik (1989)), supaya laba yang dilaporkan tinggi maka manajer harus mengurangi biaya-biaya (termasuk biaya untuk mengungkapkan

pertanggungjawaban sosial)

2.4.3

Ukuran Perusahaan (Size) Terdapat beberapa penjelasan mengenai pengaruh ukuran perusahaan (Size) terhadap kualitas ungkapan, namun sebenarnya landasan teoritis mengenai pengaruh size ini tidaklah terlalu jelas. Walaupun begitu, berbagai penelitian empiris yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengaruh total aktiva hampir selalu konsisten dan secara statistik signifikan. Beberapa penjelasan yang mungkin dapat menjelaskan fenomena ini adalah bahwa

16

perusahaan besar mempunyai biaya informasi yang rendah, perusahaan besar juga mempunyai kompleksitas dan dasar pemilikan yang lebih luas dibanding perusahaan kecil (Cooke, 1989). Size perusahaan merupakan variabel independen yang banyak digunakan untuk menjelaskan variasi pengungkapan dalam laporan keuangan perusahaan.

2.4.4

Profitabilitas Profitabilitas merupakan faktor yang membuat manajemen menjadi bebas dan fleksibel untuk mengungkapkan pertanggungjawaban sosial kapada pemegang saham (Heinze (1976) dalam Hackston&Milne (1996)), hubungan antara profitabilitas dan tingkat pengungkapan

pertanggungjawaban sosial adalah bahwa ketika perusahaan memiliki tingkat laba yang tinggi, perusahaan (manajemen) menganggap tidak perlu melaporkan hal-hal yang dapat mengganggu informasi tentang sukses keuangan tersebut. Sebaliknya ketika tingkat profitabilitas rendah perusahaan akan berharap pengguna laporan akan membaca “good news” kinerja perusahaan.

2.5

Tinjauan Penelitian terdahulu dan Pengembangan Hipotesis Penelitian akuntansi telah banyak dilakukan di negara-negara Eropa barat, Amerika serikat, kanada, Australia, dan selandia baru. Adams et. al (1997) meneliti corporate social reporting (CSR) pada berbagai industri di

17

enam Negara Eropa Barat; Gray et. al. (1995a; 1995b) dan Ince (1997) meneliti corporate social reporting di inggris; Tsang (1998) di singapura; Andrew et. al. (1998) di Singapura dan Malaysia Penelitian pertama yang mambahas tentang hubungan antara karakteristik perusahaan dengan luas ungkapan adalah penelitian yang dilakukan oleh Cerf (1961, dalam Gunawan (2002)). Cerf meneliti beberapa faktor yang mempunyai kemungkinan pengaruh terhadap kualitas ungkapan perusahaan dalam laporan tahunan. Penelitian Cerf mengungkapkan bahwa besar aktiva, jumlah pemegang saham, dan status pendaftaran (status listing) memiliki hubungan yang signifikan dengan indeks ungkapan. Penelitian ini kemudian dikembangkan oleh Singhvi dan Desai (1971) yang menilai bahwa terdapat kelemahan pada penelitian Cerf karena tidak diuji secara statistik. Singhvi&Desai pada tahun 1971 kemudian melakukan pengembangan penelitian dengan menggunakan indeks ungkapan laporan tahunan yang mirip dengan yang digunakan Cerf. Walaupun indeks yang digunakan mirip, terdapat 3 tambahan karakteristik yang diuji dalam penelitian ini. Variabel yang diuji adalah besar aktiva, jumlah pemegang saham, status pendaftaran, KAP yang mengaudit, rate of return, dan earnings margin menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kualitas ungkapan. Sedangkan dengan menggunakan analisis regresi berganda Sinhvi dan Desai menemukan bahwa besar perusahaan, jumlah pemegang saham, status pendaftaran,

18

kantor akuntan publik yang mengaudit, rate of return, dan earnings margin memiliki hubungan signifikan dengan kualitas ungkapan. Buzby (1975) melakukan penelitian yang memiliki tujuan utama untuk menkonfirmasi temuan penelitian yang saling bertentangan antara Cerf dengan Singhvi dan Desai. Penelitian Cerf menunjukkan bahwa besar aktiva-lah yang paling berpengaruh terhadap kualitas ungkapan sedangkan Singhvi dan Desai menemukan bahwa status pendaftaranlah yang paling berpengaruh. Buzby sendiri menilai penelitian Singhvi dan Desai memiliki beberapa kelemahan. Yang pertama adalah tidak dijelaskannya secara rinci prosedur yang digunakan dalam pengukuran indeks. Kedua, dengan menggunakan skor absolut. Singhvi dan Desai telah mengandaikan bahwa tidak adanya informasi dalam laporan keuangan, berarti tidak ada ungkapan. Kelemahan ketiga adalah terdapatnya variabel-variabel independen yang memiliki multikolinearitas tinggi, sehingga analisis regresi menghasilkan interperstasi yang tidak benar. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa variabel yang paling berpengaruh dengan kualitas pengungkapan adalah jumlah akitiva dan tidak dipengaruhi status listing. Stanga (1976) melakukan penelitian dengan menguji sampel laporan tahunan perusahaan besar di US dengan menggunakan indeks

pengungkapan yang terdiri dari 79 item informasi. Stanga meneliti dengan menggunakan variabel tipe industri dalam analisis, dan besaran perusahaan yang diproksi dengan penjualan.

19

Chow dan Wong Boren (1987) melakukan penelitian serupa terhadap 52 perusahaan Manufaktur di meksiko. Variabel yang diteliti adalah besar perusahaan, leverage ratio, dan proporsi aktiva. Ungkapan diukur dengan menggunakan 2 alternatif, yang pertama di ukur dengan menggunakan pembobotan dan yang ke-2 tanpa pembobotan. Dengan menggunakan skor pengukuran yang terdiri dari 24 item informasi, Chow dan Wong Baren menemukan bahwa skor dengan pembobotan dan tanpa pembobotan berkorelasi positif dan signifikan dengan menggunakan analisis regresi, diketahui bahwa hanya besar perusahaan yang memiliki hubungan signifikan dengan luas ungkapan sukarela, sedangkan leverage ratio dan proporsi aktiva tidak memiliki hubungan yang signifikan. Cooke (1992) meneliti pengaruh antara size, status listing, dan jenis industri terhadap luas pengungkapan dalam laporan tahunan 35 perusahaan Jepang yang tercatat di bursa dengan menggunakan 165 item informasi yang wajib dan sukarela. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa size, status listing adalah variabel penjelas yang penting, dan perusahaan manufaktur secara signifikan mengungkapkan informasi lebih banyak daripada perusahaan non manufaktur. Susanto (1992) melakukan penelitian untuk menguji hubungan basis perusahaan, waktu listing, dan tingkat kepemilikan saham oleh investor asing terhadap luas corporate disclosure dalam laporan tahunan. Untuk menguji hipotesis, ia memasukkan variabel size, profitabilitas, auditor

20

perusahaan, leverage dan tingkat kepemilikan oleh publik sebagai variabel control. Luas pengungkapan diukur dengan 30 item pengungkapan sukarela pada 98 perusahaan yang terdaftar di BEJ. Data tersebut dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa basis perusahaan, waktu listing, dan size berpengaruh signifikan terhadap corporate disclosures Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan di atas, maka penelitian ini akan mencoba menguji kembali karakteristik-karakteristik perusahaan apakah berpengaruh pada pengungkapan sosial perusahaan, dengan sampel penelitian adalah Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEJ. Dengan rumusan hipotesis sbb: H0 = Karakteristik pada perusahaan Manufaktur tidak mempengaruhi pengungkapan sosial dalam laporan tahunan. Ha = Paling tidak satu diantara karakteristik perusahaan Manufaktur berhubungan secara signifikan terhadap pengungkapan sosial dalam laporan tahunan. HA1 = Kepemilikan manajemen berpengaruh positif pada karakteristik pengungkapan sosial. HA2 = Tingkat leverage berpengaruh negatif pada karakteristik pengungkapan sosial HA3 = Ukuran perusahaan berpengaruh positif pada karakteristik pengungkapan sosial.

21

HA4 = Terdapat pengaruh positif profitabilitas dalam pengungkapan sosial Penelitian ini akan menggunakan Model regresi berganda untuk menguji hipotesis-hipotesis diatas. Model regresi yang diterapkan dalam penelitian ini dinyatakan sebagai berikut: PS = a + b1MANi + b2LEVi + b3SIZEi + b4PMi + e

22

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh karakteristik perusahaan dalam hal ini diproksikan dalam prosentase kepemilikan manajemen, tingkat leverage, ukuran perusahaan dan profitabilitas pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ, karena pengungkapan informasi sosial yang mereka lakukan.

3.1

Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah sejumlah unsur-unsur dimana suatu kesimpulan akan disusun (Emory dan Cooper, 1998). Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh perusahaan sub sektor manufaktur yang telah terdaftar (listing) di BEJ. Dipilihnya satu kelompok industri yaitu industri manufaktur sebagai populasi dimaksudkan untuk menghindari bias yang disebabkan oleh efek industri (industrial effect), dan selain itu sektor manufaktur memiliki jumlah terbesar perusahaan dibandingkan sektor lainnya. Penelitian ini mengambil periode analisis dari tahun 2004 sampai 2005. Metode pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode judgement sampling, yaitu salah satu bentuk purposive

23

sampling dengan mengambil sampel yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan maksud dan tujuan penelitian. Adapun kriteria-kriteria yang digunakan dalam penelitian sampel adalah: 1. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ dan sahamnya aktif diperdagangkan selama periode 2004-2005 2. Perusahaan tersebut menerbitkan laporan keuangan tahunan periode 2004 dan 2005 serta menyerahkan laporan tahunannya tersebut kepada BAPEPAM dan telah mempublikasikannya berturut-turut. 3. Informasi pengungkapan sosial diungkapkan pada laporan tahunan perusahaan yang bersangkutan selama periode 2004-2005.

3.2

Jenis dan Sumber Pengumpulan Data Ada 2 jenis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diambil dari buku, jurnal, makalah, penelitian terdahulu, dan situs internet yang berhubungan dengan tema penelitian ini. Sedangkan, data kuantitatif berupa data angka-angka yang terdapat pada laporan keuangan auditan yang didapat dari pojok BEJ UII, dan ICMD Periode data yang digunakan adalah selama dua tahun (2004-2005), diharapkan selama periode tersebut perusahaan sudah mengungkapkan

24

Informasi mengenai lingkungan sekitar tempat usahanya secara konsisten, yang berhubungan dengan pengungkapan sosial. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari: 1. 2. ICMD (Indonesian capital market directory). Data base pasar modal, pojok BEJ fakultas Ekonomi UII Yogyakarta, tahun 2004-2005, untuk mengetahui Informasi pengungkapan sosial yang diungkapkan.

3.3

Variabel dan Pengukurannya

3.3.1 Variabel Dependen Variabel dependen yang diteliti dalam penelitian ini adalah pengungkapan informasi lingkungan dalam laporan tahunan perusahaan manufaktur yang bersangkutan. Pengukuran variabel ini dengan mengukur pengungkapan sosial laporan tahunan yang dilakukan dengan pengamatan mengenai ada tidaknya suatu item informasi yang ditentukan dalam laporan tahunan, apabila item informasi tidak ada dalam laporan keuangan maka diberi skor 0, dan jika item informasi yang ditentukan ada dalam laporan tahunan maka diberi skor 1. Metode ini sering dinamakan Checklist data. Pengungkapan sosial menunjukkan seberapa luas butir-butir

pengungkapan yang disyaratkan telah diungkapkan. Dengan mengadopsi

25

Public Environmental Reporting Initiative (PERI) serta menyesuaikan butirbutir yang ada dengan SAK, ada 8 poin pengungkapan informasi lingkungan yang berkaitan dengan pengungkapan social, yaitu: 1. Profil Perusahaan. Menampilkan profil perusahaan sehingga diperoleh gambaran tentang data pengungkapan sosial perusahaan. 2. Sistem Manajemen Lingkungan. Termasuk dalam kategori ini adalah kebijakan lingkungan yang diterapkan perusahaan dan manajemen resiko lingkungan dimana perusahaan mengidentifikasi kemungkinan timbulnya resiko kerusakan lingkungan karena aktivitas mereka dan probabilitas terjadinya resiko lalu mengelolanya. 3. Polusi yang dihasilkan perusahaan yang dapat mempengaruhi timbulnya kerugian kontinjensi (PSAK No. 8). 4. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. 5. Adanya biaya-biaya yang terkait dengan lingkungan yang telah ditetapkan (sesuai dengan PSAK No. 32 dan No. 33). 6. Penghargaan yang diterima oleh perusahaan karena kontribusi mereka dalam pelestarian lingkungan. 7. Keterlibatan pihak-pihak yang berkepentingan di perusahaan dengan isu-isu yang ada.

26

8.

Konservasi

sumber

daya

alam

dan

upaya

pelestarian

lingkungan lainnya yang dilakukan perusahaan. 3.3.2 Variabel Independen Variabel Independen yang diteliti dalam penelitian ini adalah Karakteristik perusahaan. Karakteristik perusahaan menjelaskan variasi luas pengungkapan sosial dalam laporan tahunan. Dalam penelitian ini, karakteristik perusahaan diproksikan dalam prosentase kepemilikan

manajemen, tingkat leverage, ukuran perusahaan (Size) dan profitabilitas. 3.3.2.1 Kepemilikan Manajemen Kepemilikan manajemen diukur berdasarkan prosentase

kepemilikan saham yang dimiliki pihak manajemen (Indra dan Dessy, 2004). 3.3.2.2 Tingkat leverage Leverage operasi perusahaan,diukur dengan rasio hutang atau ekuitas. 3.3.2.3 Ukuran perusahaan Ukuran perusahaan dapat dilihat dari total aktiva yang dimiliki perusahaan. 3.3.2.4 Profitabilitas Profitabilitas diukur dengan Net profit margin. Net Profit Margin = Laba bersih Pendapatan

27

3.4

Metode Pengolahan dan Analisis Data

3.4.1 Analisis Regresi Setelah mendapatkan data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan serangkaian tahap untuk menghitung dan mengolah data-data tersebut, agar dapat mendukung hipotesis yang telah diajukan. Adapun tahap-tahap penghitungan dan pengolahan data sbb: 1. 2. Menghitung indeks pengungkapan sosial. Menghitung karakteristik perusahaan yang diproksikan dalam kepemilikan manajemen, tingkat leverage, ukuran perusahaan, dan profitabilitas. 3. Regresi model.

Teknik regresi linier berganda dilakukan terhadap model yang diajukan peneliti. Dengan menggunakan Software SPSS Versi 11.00 untuk memprediksi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Hubungan antara karakteristik perusahaan dengan pengungkapan sosial perusahaan, diukur dengan rumus, sbb: PS = a + b1MANi + b2LEVi + b3SIZEi + b4PMi + e

Keterangan PS MANi LEVi = Indeks Pengungkapan tanggung jawab sosial = Prosentase Kepemilikan Manajemen = Tingkat Leverage

28

SIZEi PMi 3.4.2 Uji Asumsi Klasik

= Ukuran Perusahaan = Profitabilitas

Uji asumsi klasik harus dilakukan dalam penelitian ini, untuk menguji apakah data memenuhi asumsi klasik. Hal ini untuk menghindari terjadinya estimasi yang bias mengingat tidak pada semua data dapat diterapkan regresi. Pengujian yang dilakukan adalah uji Normalitas, uji Multikolinieritas, uji Heteroskedastisitas, dan uji Autokorelasi. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dalam uji normalitas ini ada 2 cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak, yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik (Ghozali, 2005). Uji Multikolineraritas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas atau independen (Ghozali, 2005). Jika multikolinieritas yang terjadi mendekati sempurna maka koefisien regresi dapat ditentukan, meskipun memiliki penyimpangan standar yang besar sehingga koefisien tidak dapat diestimasi secara tepat. Jika multikolinieritas yang terjadi adalah sempurna maka koefisien regresi

29

variabel-variabel independen tidak dapat ditentukan dan penyimpangan standarnya tidak terbatas. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2005). Dalam pengujian ini, apabila hasil pengolahan data yaitu tingkat probabilitas signifikansi variabel independen < 0,05 maka dapat dikatakan mengandung heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas diukur dengan metode plot, jika scatterplot menunjukkan adanya titik-titik yang membentuk pola tertentu maka terjadi heteroskedastisitas. Akan tetapi, bila menyebar di atas dan di bawah sumbu y, serta tidak membentuk pola maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (Ghozali, 2005). Pengujian autokorelasi menggunakan Durbin Watson. Jika angka D-W diantara -2 sampai +2, berarti tidak ada autokorelasi (Singgih Santoso, 2000).

30

3.4.3

Pengujian Hipotesis Pada dasarnya ada 2 jenis alat uji statistik, yaitu statistik parametrik dan statistik non parametrik. Statistik parametrik digunakan jika distribusi data yang digunakan normal, sedangkan data yang bersifat tidak normal, maka uji statistik yang digunakan adalah statistik non parametrik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pengujian statistik parametrik. Statistik parametrik digunakan apabila peneliti mengetahui fakta yang pasti mengenai sekelompok data yang menjadi sumber sampel (J. Supranto, 2001). Menurut Ghozali (2005) ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi agar uji statistik parametrik dapat digunakan, yaitu: 1. 2. 3. Observasi harus independen Populasi asal observasi harus berdistribusi normal. Varians populasi masing-masing grup dalam hal analisis dengan dua grup harus sama. 4. Variabel harus di ukur paling tidak dalam skala interval.

Jika distribusi data bersifat normal, maka digunakanlah uji statistik parametrik. Uji regresi merupakan salah satu jenis uji statistik parametrik, untuk menguji hipotesis yang diajukan peneliti maka akan dilakukan uji koefisien determinasi, uji statistik t, dan uji statistik f.

31

Uji koefisien determinasi (R2) Nilai R2 digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan model dalam menerangkan variabel independen. Tapi, karena R2 mengandung kelemahan mendasar di mana adanya bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan dalam model. Oleh karena itu, pada penelitian ini yang digunakan adjusted R2 berkisar antar nol dan satu. Jika nilai adjusted R2 makin mendekati satu maka makin baik kemampuan model tersebut dalam menjelaskan variabel dependen dan sebaliknya. Uji Regresi Parsial (Uji t) Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Apabila tingkat signifikansi yang diperoleh (p-value) lebih kecil dari 0,05 maka H0 dapat ditolak atau dengan  = 5% variabel independen tersebut berhubungan secara statistis terhadap variabel dependennya. Dasar pengambilan keputusan dalam pengujian ini adalah jika probabilitas < 0,05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa karakteristik perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan sosial perusahaan (Yaitu Kepemilikan manajemen, leverage, ukuran perusahaan, profitabilitas). Dan sebaliknya jika probabilitas > 0,05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa karakteristik perusahaan berpengaruh signifikan terhadap

32

pengungkapan sosial (Yaitu Kepemilikan manajemen, leverage, ukuran perusahaan, profitabilitas). Uji Regresi Simultan (Uji F) Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen dengan melihat nilai signifikansi F. Jika nilai signifikansi F lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis alternatif tidak dapat ditolak atau dengan  = 5% variabel independen secara statistis mempengaruhi variabel dependen secara bersama-sama

33

BAB IV ANALISIS DATA

4.1

Perusahaan Sampel Pada bab ini akan disajikan hasil dari analisis data berdasarkan pangamatan sejumlah variabel yang digunakan dalam model analisis regresi berganda untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh karakteristik perusahaan terhadap pengungkapan pertanggungjawaban sosial. Perusahaan yang terpilih sebagai sampel menggunakan metode sampling simple random sebanyak 113 Perusahaan. Perusahaan Manufaktur ini telah menerbitkan laporan tahunan periode 2004 dan 2005, serta menyerahkan laporan tahunannya tersebut kepada BAPEPAM dan telah mempublikasikannya berturut-turut. Perusahaan yang menjadi sampel penelitian berikut seluruh data yang di gunakan disajikan dalam lampiran 1.

4.2

Statistik Deskriptif Pada bagian ini akan di gambarkan atau dideskripsikan dari data masing-masing variabel yang telah diolah dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, nilai maksimum, nilai minimum dari masing-masing variabel.

34

Tabel 4.1
Descriptive Statistics N p.sosial man leverage size p.margin Valid N (listwise) 225 225 225 225 225 225 Minimum .25 2.03 .10 -2044.00 -1.45 Maximum .75 99.25 4.37 51617367.00 2.74 Mean .5282 67.0321 .6367 Std. Deviation .11599 20.95211 .54194

2478963.8000 6964237.92143 .0506 .40860

Berdasarkan tabel 4.1, dapat diketahui statistic deskriptif dari masingmasing variabel. Dari 225 sampel ini pengungkapan tanggung jawab sosial yang terkecil adalah 0,25 dan pengungkapan pertanggungjawaban sosial yang terbesar adalah 0,75. Nilai rata-rata dari 225 pengungkapan ini adalah 0,5282 dengan standar deviasinya sebesar 0,11599. Rata-rata variabel Man dan leverage masing-masing 67,0321 dan 0,6367, sedangkan untuk standar deviasi untuk kedua variabel adalah 20,95211 dan 0,54194. Nilai rata-rata dari variabel size dan Pm masing-masing 2478963.8000
dan 0,0506, sedangkan untuk standar deviasinya adalah 6964237,92143 dan

0,40860.

35

4.3

Uji Kualitas Data Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal. Pengujian ini menggunakan uji normalitas dengan normal probably plot of standardized residual, yang hasilnya sebagai berikut: Gambar 4.1
Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
Dependent Variable: p.sosial
1.00

.75

Expected Cum Prob

.50

.25

0.00 0.00 .25 .50 .75 1.00

Observed Cum Prob

Berdasarkan gambar 4.1 dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Dengan demikian dapat dinyatakanlah bahwa penyebaran data mendekati normal atau memenuhi asumsi normalitas. Hal ini juga dilihat dari grafik histogram dan normal probability plot seperti yang ada pada gambar 4.2 di bawah ini.

36

Gambar 4.2

Histogram Dependent Variable: p.sosial
40

30

20

Frequency

10

Std. Dev = .99 Mean = 0.00 N = 225.00
5 -.7 5 .2 -1 5 .7 -1 5 .2 -2 5 .7 -2 5 .2 -3 5 .7 5 .2 5 -.2 25 2. 75 1. 25 1.

0

Regression Standardized Residual

4.4

Pengujian Asumsi Klasik Analisis Regresi Berganda Pengujian Asumsi klasik untuk mengetahui apakah data yang digunakan telah bebas dari masalah Multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Jika asumsi klasik tidak terpenuhi akan menyebabkan bias pada hasil penelitian Asumsi pertama mengenai ada tidaknya Multikolinearitas antar variabel-variabel independen. Cara yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode korelasi berpasangan antar variabel. Pengujian dilakukan dengan SPSS 11.00 for windows menggunakan covariance matrix

37

dan collinearity diagnostics. Default bagi angka tolerance adalah 0,0001. Semua variabel yang dimasukkan dalam perhitungan model regresi harus mempunyai toleransi diatas angka ini. Jika VIF lebih besar dari 5 maka variabel tersebut mempunyai persoalan Multikolinearitas dengan variabel bebas yang lain. Jika dilihat pada tabel maka semua variabel bebas telah memenuhi persyaratan ambang toleransi, nilai VIF sekitar 1 dan koefisien korelasi antar variabel independen yang lemah (semuanya dibawah 0,5). Dengan demikian disimpulkan tidak ada Multikolinearitas dalam model regresi ini. Tabel 4.2 Uji Multikolonieritas
Coefficients a Collinearity Statistics Tolerance VIF .978 1.022 .874 1.144 .973 1.028 .865 1.156

Model 1

man leverage size p.margin

a. Dependent Variable: p.sosial

38

Tabel 4.3 Uji Multikolinearitas
Coefficient Correlations Model 1 Correlations p.margin man size leverage p.margin man size leverage p.margin 1.000 -.045 -.128 .343 .000 -2.98E-07 -2.55E-12 9.285E-05
a

Covariances

man -.045 1.000 .109 .075 -2.98E-07 1.213E-07 3.995E-14 3.732E-07

size -.128 .109 1.000 -.026 -2.55E-12 3.995E-14 1.104E-18 -3.86E-13

leverage .343 .075 -.026 1.000 9.285E-05 3.732E-07 -3.86E-13 .000

a. Dependent Variable: p.sosial

Asumsi penting kedua adalah Uji Heteroskedastisitas, model regresi penelitian ini harus bebas dari heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas di deteksi menggunakan pengujian SPSS 11.00 for windows. Uji

Heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Di bawah ini merupakan hasil dari pengujian heteroskedastisitas.

39

Gambar 4.3

Scatterplot Dependent Variable: p.sosial
3

Regression Studentized Residual

2 1 0 -1 -2 -3 -4 -4 -3 -2 -1 0 1 2

Regression Standardized Predicted Value

Dengan melihat gambar 4.3 dapat dilihat bahwa tidak adanya pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi ini Asumsi penting ketiga adalah tidak terjadi Autokorelasi, untuk menguji autokorelasi dalam model regresi penelitian ini digunakan Durbinwatson d-w test. Dari hasil pengujian menggunakan SPSS 11.00 for windows diperoleh angka D-W sebesar 1,660, oleh karena angka D-W

40

berada di antara -2 sampai +2, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa model regresi penelitian ini bebas dari Autokorelasi. Tabel 4.4 Uji Autokorelasi
Model Summaryb Model 1 R R Square .385a .148 Adjusted R Square .133 Std. Error of the Estimate .10800 Durbin-W atson 1.660

a. Predictors: (Constant), p.margin, man, size, leverage b. Dependent Variable: p.sosial

4.5

Pengujian Hipotesis

4.5.1 Koefisien Determinasi (Goodness of fit) Koefisien Determinasi (Goodness of fit), yang dinotasikan dengan R2 merupakan suatu ukuran yang penting dalam regresi. Determinasi (R2) mencerminkan kemampuan variabel dependen.

Tabel 4.5

Model Summary Model 1 R R Square a .385 .148 Adjusted R Square .133 Std. Error of the Estimate .10800

a. Predictors: (Constant), p.margin, man, size, leverage

41

Nilai R2 (Adjusted R Square) pada tabel 4.5 menunjukkan nilai 0,133, hal ini berarti 13% pengungkapan pertanggungjawaban sosial dapat dijelaskan oleh variasi dari ke empat variabel independen MAN, LEV, SIZE, PM. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain diluar model.

4.5.2 Signifikansi Model Regresi Signifikansi model regresi ini diuji dengan melihat perbandingan antara F-tabel dan f-hitung, sedangkan signifikansi koefisien variabel independen secara individual di uji dengan melihat perbandingan t-tabel dan t-hitung untuk tiap koefisien variabel. Hasil analisis regresi disajikan dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.6
b ANOVA

Sum of Model Squares 1 Regression .448 Residual 2.566 Total 3.014

df

Mean Square 4 .112 220 .012 224

F 9.592

Sig. .000a

a. Predictors: (Constant), p.margin, man, size, leverage b. Dependent Variable: p.sosial

42

Dari hasil analisis regresi ini, didapat f-hitung adalah 9,592 dengan tingkat sinifikansi 0,000. oleh karena probabilitas (0,000) lebih kecil dari 0,05 maka model regresi penelitian ini dapat dipakai untuk memprediksi pengungkapan pertanggungjawaban sosial. Tingkat signifikansi ini juga berarti bahwa H0: ß1 : ß2 : ß3 : ß4 = 0 di tolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengungkapan pertanggungjawaban sosial perusahaan manufaktur dalam laporan tahunan dipengaruhi bersama-sama oleh kepemilikan manajemen (Man), leverage (Lev), Besar perusahaan (size), dan Profitabilitas (Pm), atau dengan kata lain, model regresi yang terbentuk adalah signifikan.

4.5.3

Signifikansi Koefisien regresi Hasil analisis regresi yang menunjukkan signifikansi model regresi dalam memberikan dasar untuk menerima atau menolak hipotesis penelitian untuk setiap variabel independen dan juga signifikansi koefisien antar variabel, dapat dilakukan dengan menggunakan Software SPSS 11.00 sebagai berikut:

43

Tabel 4.7 Analisa Regresi Berganda
Coefficientsa Unstandardized Coefficients B Std. Error .392 .027 .002 .000 -.006 .014 5.521E-10 .000 .020 .019 Standardized Coefficients Beta .370 -.026 .033 .071

Model 1

(Constant) man leverage size p.margin

t 14.465 5.890 -.388 .526 1.062

Sig. .000 .000 .698 .600 .289

a. Dependent Variable: p.sosial

Pada kolom signifikan terlihat bahwa hanya ada 1 variabel bebas yang memiliki signifikan di bawah 0,05, sehingga hanya 1 variabel yang H0 nya di tolak, yaitu Kepemilikan manajemen Dari hasil pengujian di atas maka dapat disusun suatu persamaan regresi berganda sebagai berikut: PS = 0,392 + 0,002 Man – 0,006Lev + 5,521E-10 Size + 0,20 Pm + e a. Koefisien konstanta berdasarkan hasil regresi adalah 0,392 dengan nilai positif, ini dapat diartikan bahwa Y (Pengungkapan sosial) akan bernilai 0,392. Jika Man, Leverage, Size, dan Profitabilitas (PM) masing-masing bernilai 0. Nilai itu berarti pengungkapan tanggung jawab sosial akan ada meskipun tidak dipengaruhi oleh Man, Lev, Size, dan Pm.

44

b.

Koefisien regresi 0,002 menyatakan bahwa setiap penambahan satu persen variabel Man, maka akan menambah pula tindakan pengungkapan pertanggungjawaban sosial sebesar 0,002.

c.

Koefisian regresi -0,006 menyatakan bahwa setiap penambahan satu persen variabel Leverage, maka akan mengurangi pula tindakan pengungkapan pertanggungjawaban sosial sebesar 0,006.

d.

Koefisien regresi 5,521E-10 menyatakan bahwa setiap penambahan satu variabel Size, maka akan menambah pula tindakan pengungkapan pertanggungjawaban sosial sebesar 5,521E-10.

e.

Koefisien regresi 0,020 menyatakan bahwa setiap penambahan satu persen variabel Profitabilitas, maka akan menambah pula tindakan pengungkapan pertanggungjawaban sosial sebesar 0,020. Berdasarkan hasil analisis regresi koefisien pada tabel 4.7, simpulan

atas hipotesis penelitian tentang hubungan antara variabel dependen dan variabel independen secara individual dapat di ringkas dalam tabel berikut

45

Tabel 4.8 H0 ß0 = 0 ß1 = 0 ß2 = 0 ß3 = 0 ß4 = 0 H1 ß0 > 0 ß1 > 0 ß2 > 0 ß3 > 0 ß4 > 0 Keputusan Tolak H0 Tolak H0 Terima H0 Terima H0 Terima H0

Hipotesis pertama menyatakan bahwa Kepemilikan manajemen (Man) memiliki pengaruh terhadap pengungkapan pertanggungjawaban sosial perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan p-value sebesar 0,000 < 0,05 dengan arah positif, sehingga Man perusahaan tolak H0. Artinya, man secara positif berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan

pertanggungjawaban sosial. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan melakukan pengungkapan pertanggungjawaban sosial di pengaruhi antara lain oleh Kepemilikan manajemen perusahaan (Man). Arah positif disini diartikan bahwa semakin besar kepemilikan manajemen perusahaan maka semakin besar pula kemungkinan perusahaan dalam melakukan

pengungkapan pertanggungjawaban sosial. Hasil penelitian ini mendukung teori yang diungkapkan oleh Gray et. al., yang mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kepemilikan manajemen (Man)

46

dengan PS, yaitu semakin besar kepemilikan manajerial dalam perusahaan maka semakin produktif dalam memaksimalkan nilai perusahaan. Manajer perusahaan akan mengungkapkan informasi sosial dalam rangka untuk meningkatkan image perusahaan meskipun ia harus mengorbankan sumber daya untuk aktivitas tersebut. Hipotesis yang kedua menyatakan bahwa Leverage perusahaan

berpengaruh negatif terhadap pengungkapan pertanggungjawaban sosial perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan p-value sebesar 0,698 > 0,05 dengan arah negatif. Sehingga H0 diterima. Artinya tingkat Leverage perusahaan tidak berpengaruh secara positif terhadap pengungkapan pertanggungjawaban sosial suatu perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Chow dan Wong Boren (1987), yang menemukan bahwa Leverage ratio tidak memiliki hubungan yang

signifikan terhadap luas ungkapan sukarela. Hipotesis yang ketiga menyatakan bahwa Ukuran perusahaan (Size) perusahaan memiliki pengaruh terhadap pengungkapan pertanggungjawaban sosial perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan p-value 0,600 > 0,05 dengan arah positif, sehingga Size perusahaan gagal diterima atau H0 diterima. Artinya Ukuran perusahaan (Size) perusahaan tidak berpengaruh secara positif terhadap pengungkapan pertanggungjawaban sosial suatu perusahaan, dengan demikian pengungkapan pertanggungjawaban sosial yang dilakukan oleh perusahaan tidak terkait dengan besar dan kecilnya Size

47

dari perusahaan yang tercermin dalam total Aktiva suatu perusahaan. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Cooke (1989), Cerf (1961), Singhvi dan Desai (1971), Susanto (1992) yang menyatakan bahwa variabel Size perusahaan yang tercermin dalam total aktiva mempengaruhi pengungkapan pertanggungjawaban sosial

perusahaan. Hipotesis yang keempat menyatakan bahwa Profitabilitas perusahaan berpengaruh negatif terhadap pengungkapan pertanggungjawaban sosial perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan p-value 0,289 > 0,05 dengan arah positif, sehingga H0 diterima. Artinya bahwa profitabilitas yang diproksikan dalam net profit margin perusahaan secara positif tidak berpengaruh terhadap luas pengungkapan pertanggungjawaban sosial. Hal ini mendukung penelitian Hackston dan Milne (1996), yang menemukan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat profitabilitas dengan pengungkapan informasi sosial.

48

BAB V PENUTUP

5.1

KESIMPULAN Model regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis adanya kaitan antara pengungkapan

pertanggungjawaban sosial dalam laporan tahunan perusahaan manufaktur dengan seperangkat karakteristik perusahaan menunjukkan hasil yang secara statistis signifikan. Pengujian hipotesis penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: 1. Hasil penelitian ini menunjukkan kepemilikan manajemen, leverage, ukuran perusahaan (Size), dan profitabilitas secara bersama-sama memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan Manufaktur. 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajemen menunjukkan bahwa secara statistis mempengaruhi pengungkapan pertanggungjawaban sosial dalam laporan tahunan perusahaan Manufaktur. 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage, ukuran perusahaan (Size), profitabilitas secara statistik tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan pertanggungjawaban sosial perusahaan

manufaktur

49

5.2

Keterbatasan Penelitian Penelitian ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi peneliti berikutnya agar mendapatkan hasil yang lebih baik. 1. Periode penelitian yang dilakukan hanya dua tahun, hendaknya dilakukan penelitian ulang dengan periode tahun yang lebih panjang. 2. Dalam penelitian selanjutnya hendaknya memberikan paparan yang luas tentang item-item pengungkapan sosial 3. Subjektivitas dalam pengukuran pengungkapan sosial tidak dapat dihindari sehingga kemungkinan terjadi bias dalam pengukuran pengungkapan sosial. 4. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan random sampling, pengambilan sampel dengan metode lain diharapkan akan lebih menggeneralis hasil penelitian dalam pengungkapan sosial

5.3

Implikasi Penelitian tentang pengungkapan sosial masih sangat sedikit dilakukan. Karenanya, penelitian-penelitian yang lebih luas lagi sangat perlu dilakukan. Penelitian berikutnya sebaiknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Periode penelitian sebaiknya lebih dari dua tahun karena periode yang lebih panjang dapat lebih menjelaskan pengungkapan sosial

50

2.

Item-item pengungkapan sosial perusahaan hendaknya senantiasa diperbaharui sesuai dengan kondisi yang ada di masyarakat.

3.

Analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan Adjusted R Square yang rendah walaupun model regresinya secara statistis signifikan dalam menjelaskan keterkaitan pengungkapan sosial dalam laporan tahunan perusahaan manufaktur dengan seperangkat karakteristik perusahaan. Oleh karena itu, terdapat kemungkinan untuk menghasilkan variabel-variabel baru ke dalam penelitian berikutnya

4.

Peneliti berikutnya dapat melakukan metode penarikan sampel dengan menggunakan metode lain.

51

LAMPIRAN 1 Perusahaan Yang Dijadikan Sampel Penelitian
Kode Perusahaan ADES ACAP AISA AKKU AKPI ALMI AMFG APLI AQUA ARGO ARNA ASII AUTO BATA BATI BIMA BRAM BRNA BRPT BTON BUDI CEKA CLPI CNTX CTBN DSUC DAVO DPNS DYNA DLTA EKAD ERTX ESTI ETWA FASW FPNI GDYR GGRM Nama Perusahaan PT. ADES WATERS INDONESIA Tbk PT ADHI CANDRA AUTOMOTIVE PRODUCTS Tbk PT. TIGA PILAR SEJAHTERA FOOD Tbk PT. ANEKA KEMASINDO UTAMA Tbk PT. ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRI Tbk PT. ALUMINDO LIGHT METAL INDUSTRI Tbk PT. ASAHIMAS FLAT GLASS Tbk PT. ASIAPLAST INDUSTRIES Tbk PT. AQUA GOLDEN MISSISIPI Tbk PT. ARGO PANTES Tbk PT. ARWANA CITRAMULIA Tbk PT. ASTRA INTERNASIONAL Tbk PT. ASTRA OTOPARTS Tbk PT. SEPATU BATA Tbk PT. BAT INDONESIA Tbk PT. PRIMARINDO ASIA INFASTRUCTURE Tbk PT. BRANTA MULIA Tbk PT. BERLINA Tbk PT. BARITO PACIFIC TIMBER Tbk PT. BETON JAYA MANUNGGAL Tbk PT. BUDI ACID JAYA Tbk PT CAHAYA KALBAR Tbk PT. COLORPAK INDONESIA Tbk PT. CENTURY TEXTILE INDUSTRI Tbk PT. CITRA TUBINDO Tbk PT. DAYA SAKTI UNGGUL Tbk PT. Davomas Abadi Tbk PT. DUTA PERTIWI NUSANTARA Tbk PT. DYNAPLAST Tbk PT. DELTA DJAKARTA Tbk PT. EKA DHARMA TAPE Tbk PT. ERATEX DJAJA Tbk PT. EVERSHINE TEX Tbk PT. ETERINDO MAHANATAMA Tbk PT. FAJAR SURYA WISESA Tbk PT. FATRAPOLINDO NUSA INDUSTRI Tbk PT. GOOD YEAR INDONESIA Tbk PT. GUDANG GARAM Tbk

52

GJTL HDTX HMSP IGAR IKAI IKBI INAF INAI INCI INDR INDS INKP INTP INDF JECC JKSW JPRS KAEF KARW KBLI KBLM KDSI KICI KKGI KLBF LAPD LION LMPI LMSH LPIN MRAT MYOR MYRX MYTX NIPS PAFI PBRX PICO POLY PRAS PSDN PYFA RDTX RICY

PT. GAJAH TUNGGAL Tbk PT. PANASIA INDO SYNTEX Tbk PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA Tbk PT. KAGEO IGAR JAYA Tbk PT. INTIKERAMIK ALAMASRI INDUSTRI Tbk PT. SUMI INDO KABEL Tbk PT. INDOFARMA Tbk PT. INDAL ALUMINIUM INDUSTRI Tbk PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL, Tbk. PT. INDAL ALUMUNIUM INDUSTRI Tbk PT. INDOSPRING Tbk PT. IINDAH KIAT PULP Tbk PT. INDOCEMENT TUNGGAL PERKASA Tbk PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk PT. JEMBO CABLE COMPANY Tbk PT. JAKARTA KYOEI STEEL Tbk PT JAYA PARI STEEL Tbk PT KIMIA FARMA Tbk PT. KARWELL INDONESIA Tbk PT. GT KABEL INDONESIA Tbk PT KABELINDO MURNI Tbk PT. DEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL Tbk PT. KEDAUNG INDAH CAN Tbk PT. RESOUSCE ALAM INDONESIA Tbk PT. KALBE FARMA Tbk PT. LAPINDO Tbk PT. LION METAL WORKS Tbk PT. LANGGENG MAKMUR INDONESIA Tbk PT. LION MESH PRIMA Tbk PT. MULTI PRIMA SEJAHTERA Tbk PT. MUSTIKA RATU Tbk PT. MAYORA INDAH Tbk PT. HANSON INTERNASIONAL Tbk PT. APAC CITRA CENTERTEX Tbk PT. NIPRESS Tbk PT. PANASIA FILAMENT INTI Tbk PT. PAN BROTHERS Tbk PT. PELANGI INDAH CANINDO Tbk PT. POLYSINDO EKA PERKASA Tbk PT. PRIMA ALLOY STEEL Tbk PT. PARASIDHA ANEKA NIAGA Tbk PT. PYRIDAM FARMA Tbk PT. RODA VIVATEX Tbk PT. RICY PUTRA GLOBALINDO Tbk

53

SAIP SCCO SHDA SKLT SCPI SULI SIMA SIMM SIPD SMAR SMGR SMPL SMSM SOBI SPMA SQBI SSTM STTP SUDI SUGI TBLA TBMS TCDI TIRT TOTO TKIM TRST TSPC ULTJ UNIC UNVR

PT. SURABAYA AGUNG INDUSTRI PULP dan KETAS Tbk PT. SUPREME CABLE MANUFACTURING Tbk PT. SARI HUSADA Tbk PT. SEKAR LAUT Tbk PT. SCHERING-PLOUGH INDONESI Tbk PT. SUMALINDO LESTARI JAYA PT. SIWANI MAKMUR Tbk PT. SURYA INTRINDO MAKMUR Tbk PT. SIERAD PRODUCE Tbk PT. SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY Tbk PT. SEMEN GRESIK Tbk PT. SUMMIT PLAST Tbk PT. SELAMAT SEMPURNA Tbk PT. SORINI CORPORATION Tbk PT. SUPARMA Tbk PT. SANEX QIANJIANG MOTOR INTERNASIONAL Tbk PT. SUNSON TEXTILE Tbk PT. SIANTAR TOP Tbk PT SURYA DUMAI INDUSTRI Tbk PT. SUGI SAMA PERSADA Tbk PT. TUNAS BARU LAMPUNG Tbk PT. TEMBAGA MULIA SEMANAM Tbk PT. MANDOM INDONESIA Tbk PT. TIRTA MAHAKAM RESOURCES Tbk PT. SURYA TOTO INDONESIA Tbk PT. KERTAS TJIWI KIMIA Tbk PT. TRIAS SENTOSA Tbk PT. TEMPO SCAN PASIFIC Tbk PT. ULTRA JAYA MILK Tbk PT. UNGGUL INDAH JAYA Tbk PT. UNILEVER Tbk

54

LAMPIRAN 2 Variabel Dependen Dan Independen

PS 0.5 0.63 0.5 0.5 0.38 0.63 0.5 0.5 0.38 0.25 0.5 0.38 0.5 0.5 0.63 0.25 0.5 0.5 0.5 0.63 0.38 0.38 0.5 0.63 0.38 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5 0.38 0.5 0.38 0.5 0.25 0.38 0.63

Man 83.06 90.99 60.63 93.93 38.47 51.53 39.74 76.7 37.5 3.12 77.5 4.32 75 72.64 81.62 21.4 87 73.86 46.75 58.12 89 69.61 94.29 74.12 41.2 67.77 84.5 72.58 13.06 58.34 37.4 46.49 42.6 69.12 22.6 39.5 65.11

Lev 0.71 0.46 0.3 0.56 0.22 0.68 0.31 1.47 0.16 4.37 0.32 0.96 1.09 0.72 0.62 0.38 0.43 0.41 0.56 1.13 0.56 0.99 0.85 0.75 0.15 0.69 0.8 0.36 0.53 0.56 0.92 0.38 3.42 0.26 0.35 0.45 1.17

Size 106554 671109 289741 1577951 455244 15673356 1280645 179603 1220026 112336 470177 1254009 4274569 342438 1352092 1300240 699607 20591389 11699265 1759150 314851 297188 709778 1113478 321769 923895 2581651 543566 713330 4937424 514619 127475 80841 297377 260735 135141 3339810

PM -1.07 0.07 -0.14 0.1 0.11 0.02 0.06 0 0.15 -0.31 0.04 -0.11 -0.03 0 0.01 0.01 -0.01 0.07 0.11 -0.23 -0.01 -0.05 -0.14 -0.02 0.07 -0.1 -0.04 -0.03 0.76 0.04 0.08 0.03 -1.2 0.12 0.08 -0.11 -0.11

55

0.63 0.75 0.5 0.5 0.5 0.5 0.38 0.5 0.38 0.63 0.5 0.5 0.5 0.38 0.5 0.63 0.5 0.5 0.5 0.25 0.25 0.63 0.38 0.5 0.63 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5 0.38 0.63 0.5 0.38 0.5 0.5 0.38 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5 0.38 0.38

59.39 87 76.19 95.61 77.7 60.95 25.5 78.39 58.67 74.37 83 74.07 59.81 44.5 73.38 64.3 79.61 46.04 65.22 23.45 14.97 61.8 45.55 73.59 75.38 63.1 68.12 81.61 64.89 88.4 42.24 78.17 76.53 49.5 89.44 63.54 39.54 66.67 83.15 63.17 57.88 93.76 49.75 29.4

0.81 0.96 1.41 0.72 0.59 0.62 0.71 0.7 1.8 0.75 0.36 0.28 2.65 0.36 0.61 0.21 0.18 0.15 2.55 0.57 0.34 0.55 0.6 0.53 0.64 0.34 0.99 0.42 0.29 0.38 0.5 0.52 0.44 0.62 0.2 0.16 0.85 2.18 0.47 0.59 0.18 0.85 0.85 0.46

415115 1163351 771294 808567 2628415 50325296 19792365 1312962 2225462 940653 82470 489392 6555484 533875 2890880 150358 63486 179910 37628 1425757 1564031 309088 406984 998118 365693 283462 509105 44659 56766 193273 1911757 9771012 6640561 931927 28780 650562 406708 309187 245437 42798 146703 243302 710414 169918

-0.11 -0.14 -0.22 0.01 0 0.27 0.21 -0.12 -1.3 0 0.06 -0.36 -1.04 0.06 0.06 0.09 0.05 0.07 0.11 0.01 0.14 -0.03 0.06 0.06 -0.18 0.07 -0.21 0.01 -0.03 0.04 0.03 0.03 0.09 -0.03 0.05 0.02 0 -0.47 0.16 0.06 0.21 -0.02 0 -0.2

56

0.38 0.63 0.63 0.5 0.38 0.5 0.5 0.38 0.5 0.5 0.5 0.5 0.38 0.5 0.38 0.5 0.38 0.25 0.38 0.63 0.5 0.38 0.5 0.63 0.63 0.5 0.38 0.63 0.5 0.5 0.25 0.5 0.5 0.63 0.63 0.5 0.63 0.63 0.63 0.5 0.25 0.63 0.63 0.5

45.51 80.15 77.78 88.33 39.54 90.15 81.39 38.98 67.26 64.93 47.64 85.4 45.56 70.28 39.54 87.46 29.71 21.54 33.45 69.92 74 45.5 80.66 57.9 90.44 76.93 46.1 66.33 68.03 80.71 24.56 84.06 93.6 83.34 84.6 84.6 51.53 33.04 92.4 98.59 96.86 72.42 3.14 74.63

0.78 0.5 0.87 0.8 1.04 0.78 0.45 0.29 0.64 0.2 0.5 0.36 0.49 0.73 0.35 0.79 0.43 0.58 0.71 0.38 0.28 0.35 0.51 0.54 0.31 0.12 0.97 0.18 0.16 0.16 0.38 1.42 0.43 0.47 0.55 0.24 0.68 0.38 0.65 0.13 0.79 0.31 0.18 0.58

379040 295971 751317 708561 367349 302022 233535 445145 610572 144933 39145053 2436481 1710352 6341117 440841 350971 129580 189086 438201 650930 65125 193719 523923 4231054 1173438 70430 58504 2141419 472364 294415 3647098 210052 730586 333808 1746892 537785 14786084 1459969 284336 1087263 97815 477444 1157773 4597227

-0.04 0.12 1.15 0.05 -0.24 0 -0.2 0.75 -0.03 0.11 0.12 0.08 0.03 0.07 0.03 -0.06 0 -0.01 0.02 0.08 0.02 0.18 1.05 0.09 0.04 0.04 0 0.14 0.1 0.05 0.16 -0.82 0.04 -0.09 0.08 0.13 0.01 0.03 0.31 0.18 0.55 0.02 -0.09 0.07

57

0.63 0.63 0.5 0.5 0.63 0.5 0.63 0.5 0.75 0.63 0.5 0.5

47 78.3 21.4 21.4 74.18 97.95 57.24 89 69.61 96.9 82.69 77.53

0.73 0.65 0.35 0.39 0.41 0.6 1.11 0.21 1.04 0.9 0.37 0.19

357786 1451439 1254444 681787 22128851 11934600 1954646 336618 298199 693615 1036533 364828

0 0.01 0.01 0.01 0.08 0.1 -0.23 0.04 -0.03 -0.08 0.1 0.13

58

LAMPIRAN 3 HASIL ANALISIS REGRESI DAN UJI ASUMSI KLASIK

Descriptives
Descriptive Statistics N 225 225 225 225 225 225 Minimum Maximum Mean Std. Deviation .25 .75 .5282 .11599 2.03 99.25 67.0321 20.95211 .10 4.37 .6367 .54194 -2044.00 51617367. 2478963.8000 6964237.921 00 43 -1.45 2.74 .0506 .40860

p.sosial man leverage size p.margin Valid N (listwise)

UJI NORMALITAS

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: p.sosial
1.00

.75

Expected Cum Prob

.50

.25

0.00 0.00 .25 .50 .75 1.00

Observed Cum Prob

59

Histogram Dependent Variable: p.sosial
40

30

20

Frequency

10

Std. Dev = .99 Mean = 0.00 N = 225.00

0

5 .2

5 .7

Regression Standardized Residual

UJI MULTIKOLONIERITAS

5 .2 -3

5 .7 -2

Model 1

(Constant) man leverage size p.margin

Unstandardized Coefficients B Std. Error .392 .027 .002 .000 -.006 .014 5.521E-10 .000 .020 .019

a. Dependent Variable: p.sosial

5 .2 -2

5 .7 -1

5 .2 -1

5 -.7

5 -.2

a Coefficients

Standardized Coefficients Beta .370 -.026 .033 .071

25 1.

75 1.

t 14.465 5.890 -.388 .526 1.062

25 2.

Sig. .000 .000 .698 .600 .289

Collinearity Statistics Tolerance VIF .978 .874 .973 .865 1.022 1.144 1.028 1.156

60

Coefficient Correlations a Model 1 p.margin 1.000 -.045 -.128 .343 .000 -2.98E-07 -2.55E-12 9.285E-05 man -.045 1.000 .109 .075 -2.98E-07 1.213E-07 3.995E-14 3.732E-07 size -.128 .109 1.000 -.026 -2.55E-12 3.995E-14 1.104E-18 -3.86E-13 leverage .343 .075 -.026 1.000 9.285E-05 3.732E-07 -3.86E-13 .000

Correlations

Covariances

p.margin man size leverage p.margin man size leverage

a. Dependent Variable: p.sosial

UJI HETEROSKEDASTISITAS

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: p.sosial
1.00

.75

Expected Cum Prob

.50

.25

0.00 0.00 .25 .50 .75 1.00

Observed Cum Prob

61

UJI AUTOKORELASI

Model Summaryb Adjusted R Square .133 Std. Error of the Estimate .10800 Durbin-W atson 1.660

Model 1

R R Square .385a .148

a. Predictors: (Constant), p.margin, man, size, leverage b. Dependent Variable: p.sosial

UJI F

ANOVAb Sum of Squares .448 2.566 3.014

Model 1

df 4 220 224

Regression Residual Total

Mean Square .112 .012

F 9.592

Sig. .000a

a. Predictors: (Constant), p.margin, man, size, leverage b. Dependent Variable: p.sosial

UJI T
Coefficientsa Unstandardized Coefficients B Std. Error .392 .027 2.051E-03 .000 -5.53E-03 .014 5.521E-10 .000 2.018E-02 .019 Standardized Coefficients Beta .370 -.026 .033 .071

Model 1

(Constant) man leverage size p.margin

t 14.465 5.890 -.388 .526 1.062

Sig. .000 .000 .698 .600 .289

a. Dependent Variable: p.sosial

62