“PENGARUH DESAIN PRODUK TERHADAP PRILAKU

KONSUMEN DALAM MEMBELI SEPEDA MOTOR MERK YAMAHA”
(Studi Pada Mahasiswa Universitas Serang Raya)

Makalah Seminar Riset Pemasaran

Disusun Oleh:

Tarsim
Nim : 05060105088

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SERANG RAYA 2009

Tarsim.doc 1

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah Kemajuan tekhnologi dan informasi yang semakin berkembang membuat perusahaan-perusahaan berusaha meningkatkan kualitas produknya menjadi lebih baik. Semua ini dilakukan agar perusahaan lebih kompetitif dari perusahaan lainnya. Pada saat ini perusahaan harus lebih fleksibel di zaman yang selalu berubah, ini akan menjadi suatu dorongan bagi perusahaan untuk selalu meningkatkan produk yang dihasilkannya baik dari segi kualitas maupun ragam produknya. Upaya yang harus dilakukan perusahaan dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen serta mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan adalah dengan melakukan strategi pemasaran yang tepat dan terarah, seperti meningkatkan atribut produk, kebijakan harga, mendesain dan memilih saluran distribusi yang tepat untuk menghadapi persaingan yang ketat pada saat ini. Sepeda motor adalah salah satu alternatif bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain secara mudah, irit, cepat, luwes, efisien, dan lain sebagagainya. Bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah, motor menjadi harapan satusatunya untuk dapat memiliki alat transportasi darat pribadi sesuai dengan kemampuan ekonominya. Mobil yang memiliki harga jual dan biaya operasional mahal / tinggi serasa tidak mungkin terjangkau oleh banyak rakyat ekonomi menengah ke bawah. Peter drucker seperti dikutip oleh Philip kotler dalam buku “Manajemen Pemasaran” : endefinisikan pemasaran (2005:10) mengatakan bahwa “Tujuan pemasaran adalah membuat penjualan tidak terlalu penting lagi”. Tujuan pemasaran adalah mengetahui dan memahami pelanggan dengan baik sehingga produk atau jasa itu cocok dengan pelanggan dan selanjutnya mampu menjual dirinya sendiri. Idealnya, pemasaran harus menghasilkan pelanggan yang siap membeli. Dalam kata lain, penjualan bukanlah target utama perusahaan adalah

Tarsim.doc 2

untuk mengetahui produk apa yang diperlukan oleh pasar saat ini, dan menemukan konsumen yang membutuhkannya. Usaha yang dilakukan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus memenangkan persaingan, perusahaan harus mempersiapakan srategi pemasaran yang tepat untuk produknya. Produk yang ditawarkan ke pasar harus mendapatkan perhatiaan untuk dibeli, digunakan, atau dikonsumsi agar memenuhi keinginan dan kebutuhan. Konsumen akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dan mencari manfaat tertentu dari suatu produk, konsumen akan mempertimbamgkan produk mana yang akan dipilih untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan manfaat yang di perlukan. Dalam memilih produk, konsumen tentu saja akan di pengaruhi oleh desain dari produk. Desain produk merupakan segala sesuatu yang melekat dan menyertai produk tersebut, seperti merek, bentuk, model, warna, kualitas dan sebagainya. Deasin merupakan salah satu unsur penting yang dapat mendorong konsumen untuk membeli produk, semakin baik deasin atau modelnya produk maka konsumen akan semakin tertarik untuk membeli suatu produk tersebut. Yamaha adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang sektor produksi otomotif yang salah satunya memproduksi kendaraan roda dua. Yamaha juga tidak terlepas akan persaingan yang semakin tajam khususnya dalam industri otomotif karena banyak nya perusahaan - paerusahaan yang menghasilkan produk yang sejenis. Oleh karena itu dalam melaksanakan aktifitas penjualannya perusahaan harus dapat merancang srategi pemasaran yang diarahkan untuk mencapai tujuan perusahaan dalam meningkatkan pembelian konsumen terhadap produk tersebut. Desain produk yang di tawarkan oleh perusahaan-perusahaan pesaing Yamaha tidak kalah hebatnya, seperti halnya Honda sudah mempunyai merek yang bagus di benak konsumen dan terkenal dengan iritnya, Suzuki terkenal dengan kecepatan motor bebek sekelasnya, Kawasaki yang mempunyai keunggulan dari desain motornya, Yamaha juga yang dirancang dengan desain yang trendi berbahan bakar irit, serta kelebihan pada kecepatan, akselerasi dan banyak pilihannya bagi konsumen pria dan wanita. Di samping itu kelebihan

Tarsim.doc 3

lainnya adalah pada harga, desain, warna, merek, nilai jual, dan fasilitas yang di berikan oleh dealer. Tabel : 1.1 Peringkat penjualan merek sepeda motor di Indonesia Merek Honda Yamaha Suzuki Kawasaki Piaggio Kymco Kanzen Total Total Penjualan 2,874.576 2.465.546 793.758 44.690 61 5.106 32.128 6.215.856 % 46,3% 39,7% 12,8% 0,7% 0% 0,08% 0,42%

Sumber : Kompas.com Rabu, 4/2/2009 | 15:02 WIB Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan wholesales pada Juli 2009 tercatat sebanyak 548.604 unit atau masih turun 6 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu 584.184 unit. Tapi peningkatan grafik penjualan positif dengan mengalami peningkatan sebesar 12,48 persen dari Juni 2009 sebanyak 487.744 unit. Salah satu yang menarik, dari rekap penjualan, persaingan ketat menduduki peringkat teratas penjualan secara nasional terjadi antara Honda dan Yamaha. Per Juli 2009, merek berlambang garputala ini berhasil menjadi juara baru setelah membukukan penjualan total 1.424.524 unit dengan market share 45,73 persen atau lebih besar 1,17 persen, menyingkirkan rival utamanya Honda yang hanya 1.407.957 unit (45,20 persen). Prestasi yang diraih PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor Yamaha atas keberhasilannya menggungguli PT Astra Honda Motor (AHM) bukan hanya Juli saja, tapi sejak April, Mei, dan Juni 2009. Berbagai macam atribut atau desain produk yang di tawarkan oleh perusahaan - perusahaan, terutama Yamaha. Konsumen di hadapkan dengan pilihan - pilihan yang sulit mengetahui atribut produk motor bebek, karena

Tarsim.doc 4

mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Yamaha? Apakah prilaku konsumen dalam memutuskan membeli sepeda motor merek Yamaha dipengaruhi oleh desain produk? Seberapa besar pengaruh desain produk terhadap prilaku konsumen dalam membeli sepada motor merek yamaha? 3. Sebagai sarana untuk memperoleh informasi yang tepat dan akurat dalam mempengaruhi dan mengetahui pengambilan keputusan oleh konsumen yang dilihat dari perilaku konsumen. mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli sepeda motor merek Yamaha? 2. 3. 2. Manfaat Penelitian 1. Untuk mengkaji Apakah pengaruh desain produk. Sebagai sarana dan media untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan sebagai bahan literature untuk menambah wacana baru bagi dunia akademis. Untuk mengkaji Apakah prilaku konsumen dalam memutuskan membeli sepeda motor merek Yamaha dipengaruhi oleh desain produk? 3. Untuk mengetahui Seberapa besar pengaruh desain produk terhadap prilaku konsumen dalam membeli sepada motor merek Yamaha? 4. Tujuan Penelitian 1. Rumusan Masalah 1. Berdasarkan uraian tersebut diatas akan pentingnya merek dan desain produk bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan maka penulis tertarik untuk memilih jadul: “PENGARUH DESAIN PRODUK TERHADAP PRILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI SEPEDA MOTOR MEREK YAMAHA” 2. 2.atribut produk yang baik serta dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dapat menunjang perusahaan untuk tetap bertahan dalam persaingan seketat apapun. Tarsim.doc 5 . Apakah pengaruh desain produk.

benar sesuai dengan kebutuhan.. Para manajer dituntut untuk dapat memahami konsumen. 4. para manajer harus mampu menciptakan komunikasi yang efektif dengan konsumennya sehubungan dengan Tarsim.3. Pemasaran (Marketing) Kegiatan pemasaran merupakan kegiatan bisnis yang berbeda dengan kegiatan bisnis lainnya. baik konsumen intern perusahaan maupun konsumen ekstern perusahaan.doc 6 . Sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam menentukan produk yang benar . Tidak hanya sampai di situ saja. keinginan dan selera konsumen. Pada kegiatan pemasaran para manajer berurusan dengan konsumen. dengan demikian para manajer dapat menyediakan produk atau jasa yang sesuai dengan keinginan konsumen. Untuk memperkaya khasanah penelitian yang ada serta dapat digunakan sebagai perbandingan penelitian berikutnya. 5. Sebagai bahan tugas seminar dan selanjutnya acuan sebagi sekripsi manajemen (pemasaran) BAB II LANDASAN TEORI 1.

Pengertian Pemasaran Kotler dan Armstrong (2001:6). Tujuan akhir dari semua kegiatan itu agar tercipta kepuasan konsumen.doc 7 . para manajer harus mampu menggerakkan perusahaannya untuk mengantarkan produk atau jasa sampai dinikmati oleh konsumen. mengemukakan definisi pemasaran sebagai berikut: “Marketing as social and managerial process whereby individuals and groups obtain what they need and want through creating and exchanging products and value with others. Tarsim.produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan yang dipimpinnya. pricing. barang-barang. 2. menetapkan harga. sehingga kegiatan tersebut dapat menguntungkan perusahaan dan stakeholdernya. barang-barang. dan mendistribusikan ideide. dan jasa-jasa untuk menciptakan pertukaran yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan setiap komponen yang terkait dalam kegiatan bisnis perusahaan (baik individu maupun kelompok). dan mendistribusikan ideide. melakukan promosi. melakukan promosi. mendefinisikan pemasaran sebagai berikut: “Marketing is the process of planning and executing the conception. agar tujuan akhir yang menguntungkan perusahaan tercapai. Kinnear dan Krenler (2003:6). Selain itu. yaitu seluruh komponen yang terlibat dengan kegiatan bisnis perusahaan. dan jasa-jasa untuk menciptakan pertukaran yang dapat memuaskan tujuan individu atau tujuan organisasi.” Pemasaran sebagai proses sosial dan manajerial dimana setiap individu atau kelompok bisa mendapatkan kebutuhan dan keinginan melalui kegiatan menghasilkan dan melakukan pertukaran produk dan nilai dengan pihak lain. Dari kedua definisi di atas dapat penulis simpulkan bahwa pemasaran merupakan suatu proses sosial dan manajerial (perencanaan dan pelaksanaan) dalam konsep. and distribution of ideas. goods and services to create exchanges that satisfy individual and organizational objectives. menetapkan harga. promotion.” Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan pelaksanaan keputusan sebuah konsep.

d. b. organisasi. pebetapan harga yang menarik. Mengadakan komunikasi dengan konsumen tentang. orang. Price. Yang dimaksud dengan produk adalah objek fisik. digunakan. dan saluran distribusi yang disediakan oleh perusahaan inilah yang disebut dengan promosi. dan membuatnya tersedia bagi konsumen sasaran. yang dimaksud dengan produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian. untuk dibeli. Product / Produk Menurut Kotler dan Armstrong (2001:597). yang dimaksud dengan saluran distribusi adalah seperangkat atau sekelompok organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalam proses yang memungkinkan suatu produk atau jasa tersedia bagi penggunaan atau konsumsi oleg konsumen atau pengguna industrial. dan gagasan. yang dimaksud dengan harga adalah jumlah uang yang harus dibebankan atas suatu produk atau jasa. Tarsim. Harga merupakan hal penentu yang utama dalam pilihan pembeli.3. produk yang dibuat. tetapi juga harus bisa mengadakan komunikasi dengan konsumen-konsumennya. pemasaran modern tidak hanya memerlukan pengembangan produk yang baik.doc 8 . Place / Saluran Distribusi Menurut Kotler dan Armstrong (2001:6). Price / Harga Menurut Kotler dan Armstrong (2001:559). Place. harga adalah jumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut. Secara lebih luas. c. Promotion / Promosi Menurut Kotler dan Armstrong (2001:105). tempat. dan Promotion): a. harga yang ditetapkan. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Bauran pemasaran tersebut terdiri dari 4P (Product. jasa. atau dikonsumsi yang dapat memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan.

Pembelian. seperti. hal 247) mengartikan lingkungan konsumen terbagi dalam dua macam. Pencarian Informasi. Blackwell dan Miniard (2000:32) terdiri dari beberapa langkah yaitu Pengenalan kebutuhan. Atau orangorang lain yang berada disekeliling konsumen dan termasuk perilaku dari orangorang tersebut. Blackwell dan Miniard (2000:31). Hasil. pengalaman pribadi dan ingatan konsumen akan sesuatu hal yang relevan dengan kebutuhannya. konsumen mulai mengenali kebutuhannya akan telepon genggam. 2.1. Evaluasi Alternatif. Lingkungan Konsumen Menurut Peter dan Olson (1999. pada tahap ini. Pada saat mobilitas konsumen sangat tinggi. • Pencarian Informasi Menurut Engel. pada tahap ini. disebut dengan pencarian internal. • Pengenalan Kebutuhan Menurut Engel. Setelah mengenali kebutuhannya. Blackwell dan Miniard (2000:31). Keputusan Pembelian Konsumen Keputusan pembelian menurut Engel. Pada tahap ini konsumen merasakan kondisi aktual yang berbeda dengan keadaan yang diinginkan. konsumen mencari informasi yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhannya. konsumen mencari informasi yang disimpan di dalam ingatan (pencarian internal) atau mendapatkan informasi yang relevan dengan keputusan dari lingkungan (pencarian eksternal). Informasi yang didapat dari dirinya sendiri. Sedangkan yang dimaksud dengan pencarian eksternal adalah ketika konsumen mencari informasi Tarsim. Misalkan.doc 9 . konsumen mempresepsikan perbedaan antara keadaan yang diinginkan dan situasi aktual yang memadai untuk membangkitkan dan mengaktifkan proses keputusan. Lingkungan sosial adalah semua interaksi sosial yang terjadi antara konsumen dengan orang sekelilingnya atau antara banyak orang. yaitu lingkungan sosial dan lingkungan fisik. hal ini membuat konsumen mengenali kebutuhannya.

Tarsim. maka konsumen tersebut akan merasa tidak puas. Blackwell dan Miniard (2000:32). • Hasil Menurut Engel. pada tahap ini. konsumen memperoleh alternatif yang dipilih atau pengganti yang dapat diterima bila perlu. maka konsumen tersebut akan merasa puas. pengalaman kawan dekatnya. • Pembelian Menurut Engel. konsumen mengevaluasi pilihan berkenaan dengan manfaat yang diharapkan dan menyempitkan pilihan hingga alternatif yang dipilih. iklan. Blackwell dan Miniard (2000:32) pada tahap pembelian. • Evaluasi Alternatif Menurut Engel. Setelah itu konsumen menyempitkan pilihan hingga ke alternatif yang akan dipilih. Pencarian internal dan eksternal yang diperoleh konsumen kemudian dievaluasi. Setelah mengkonsumsi alternatif yang dipilih.dari lingkungannya. pendapat masyarakat dan lain-lain. konsumen kembali melakukan evaluasi terhadap barang/jasa yang dikonsumsinya. konsumen melakukan pembelian ke alternatif lain atau alternative pengganti yang masih dapat diterima. risiko. seperti. tindakan pasca pembelian konsumen dan tindakan pasca pembelian di pihak perusahaan. pada tahap ini. Blackwell dan Miniard (2000:31). hingga ke arah yang sesuai dengan harapan konsumen dalam memuaskan kebutuhannya. Evaluasi yang telah dilakukan membawa konsumen untuk melakukan pembelian. Jika ia mengalami kegagalan untuk melakukan pembelian produk/jasa yang diinginkannya (alternatif yang dipilih). Pada tahap ini.doc 10 . Jika kinerja barang/jasa yang digunakannya telah sesuai dengan harapannya. konsumen mengevaluasi apakah alternatif yang dipilih memenuhi kebutuhan dan harapan segera sesudah digunakan. yaitu : pendirian orang lain. jika kinerja barang/jasa yang digunakannya tidak sesuai dengan harapannya. kita bisa melihat Keputusan pembelian sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Begitu pula sebaliknya.

bagaimana membelinya.(http://digilib.ca. sesuai dengan peran masing . 2. (2001 : 222) Tarsim.itb. 4. apa yang akan dibeli. Adapun langkah-langkah konsumen dalam melakukan proses pengambilan keputusan pembelian. Decider. adalah individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Buyer. adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu. Proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak. pemasar mengidentifikasikan siapa yang membuat keputusan pembelian. Initiator. 3.Untuk meraih keberhasilan. Secara khusus. pemasar harus melihat lebih jauh bermacammacam faktor yang mempengaruhi pembeli dan mengembangkan pemahaman mengenai begaimana konsumen melakukan keputusan pembelian. adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak. adalah sesungguhnya. yaitu : Gambar 1 Proses Pengambilan Keputusan Pembeli individu yang melakukan transaksi pembelian Sumber : Kotler dan Armstrong. 5.masing. yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli.htm). dan langkah-langkah dalam proses pembelian. Informasi mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak.doc 11 . Peran yang dilakukan tersebut adalah : 1. Influencer. jenisjenis keputusan pembelian.id/peminatan-manajemen-pemasaran. User.

Sumber pribadi tampaknya bahkan lebih penting dalam mempengaruhi pembelian jasa. Evaluasi alternatif Tarsim. Tingkah laku pasca pembelian. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut: a. Proses Keputusan Membeli Menurut (Kotler. Akan tetapi. Sumber komersial biasanya memberitahu pembeli. c. 2000:204) tahap-tahap yang dilewati pembeli untuk mencapai keputusan membeli melewati lima tahap. yaitu: a. Bila tidak. Pengenalan masalah Proses membeli dimulai dengan pengenalan masalah dimana pembeli mengenali adanya masalah atau kebutuhan. konsumen kemungkinan akan membelinya. Pengenalan Masalah b. Keputusan Membeli e. Misalnya. Bila dorongan konsumen kuat dan produk yang dapat memuaskan ada dalam jangkauan. sumber paling efektif cenderung sumber pribadi. b. Pencarian informasi Seorang konsumen yang sudah terkait mungkin mencari lebih banyak informasi tetapi mungkin juga tidak. konsumen menerima sebagian besar informasi mengenai suatu produk dari sumber komersial. dokter pada umumnya belajar mengenai obat baru cari sumber komersial. Pada umumnya. konsumen dapat menyimpan kebutuhan dalam ingatan atau melakukan pencarian informasi yang berhubungan dengan kebutuhan tersebut. Evaluasi alternatif d. Pengaruh relatif dari sumber informasi ini bervariasi menurut produk dan pembeli. yang dikendalikan oleh pemasar. tetapi bertanya kepada dokter lain untuk informasi yang evaluatif.1. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan nyata dan keadaan yang diinginkan. Pencarian Informasi c. tetapi sumber pribadi membenarkan atau mengevaluasi produk bagi pembeli.doc 12 .

kadang-kadang mereka bertanya pada teman. Bila mereka mengetahui proses evaluasi apa yang sedang terjadi. merek yang akan Tarsim. atau wiraniaga untuk memberi saran pembelian. konsumen yang sama hanya sedikit mengevaluasi atau tidak sama sekali. konsumen mungkin akan mengembangkan satu himpunan keyakinan merek mengenai dimana posisi setiap merek pada setiap atribut. konsumen membuat peringkat merek dan membentuk niat untuk membeli. Konsep dasar tertentu membantu menjelaskan proses evaluasi konsumen. Ketiga. petunjuk bagi konsumen. kita menganggap bahwa setiap konsumen melihat produk sebagai kumpulan atribut produk. keputusan membeli konsumen adalah membeli merek yang paling disukai. tergantung pada konsumen dan keputusan pembelian. pemasar dapat membuat langkah-langkah untuk mempengaruhi keputusan membeli. Kelima. konsumen sampai pada sikap terhadap merek berbeda lewat beberapa prosedur evaluasi. d. yaitu pendapat dari orang lain mengenai harga. Kedua. Pemasar harus mempelajari pembeli untuk mengetahui bagaimana sebenarnya mereka mengevaluasi alternatif merek. Pada umumnya. Keempat. Faktor pertama adalah sikap orang lain. Keputusan membeli Dalam tahap evaluasi. harapan kepuasan produk total konsumen akan bervariasi pada tingkat atribut yang berbeda. mereka membeli berdasarkan dorongan sesaat atau tergantung pada intuisi. konsumen akan memberikan tingkat arti penting berbeda terhadap atribut berbeda menurut kebutuhan dan keinginan unik masingmasing. tetapi dua faktor dapat muncul antara niat untuk membeli dan keputusan untuk membeli. Pada waktu lain. Ada konsumen yang menggunakan lebih dari satu prosedur evaluasi. Kadang-kadang konsumen mengambil keputusan membeli sendiri.Tahap dari proses keputusan membeli. Dalam beberapa keadaan. Bagaimana konsumen mengevaluasi alternatif barang yang akan dibeli tergantung pada masing-masing individu dan situasi membeli spesifik.doc 13 . Pertama. konsumen menggunakan perhitungan dengan cermat dan pemikiran logis. yaitu ketika konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merk alternatif dalam perangkat pilihan.

Faktor kedua adalah faktor situasi yang tidak diharapkan. kebutuhan. harapan konsumen tidak akan terpenuhi dan hasilnya ketidakpuasan. yaitu konsumen mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan pada rasa puas atau tidak puas. Bila produk tidak memenuhi harapan. Perilaku Konsumen Ada beberapa konsep pemasaran yang dapat dianut oleh para manajer dalam melakukan pengembangan strategi untuk mencapai tujuan pemasaran. teman dan sumber-sumber yang lain. bila melebihi harapan konsumen akan merasa puas. Tingkah laku pasca pembelian Tahap dari proses keputusan pembeli. Semakin besar antara kesenjangan antara harapan dan prestasi. konsumen merasa tidak puas. Tugas utama dari para manajernya adalah 1) Menentukan keinginan. Konsumen mendasarkan harapan mereka pada informasi yang mereka terima dari penjual. Yang menentukan pembeli merasa puas atau tidak puas dengan suatu pembelian terletak pada hubungan antara harapan konsumen dengan prestasi yang diterima dari produk. e. semakin besar ketidakpuasan kosumen. Bila penjual melebihlebihkan prestasi produknya.doc 14 . harga yang diharapkan dan manfaat produk yang diharapkan. Akan tetapi peristiwaperistiwa yang tak diharapkan bisa menambah niat pembelian. bila memenuhi harapan konsumen merasa puas. Salah satu konsepnya yang paling kontemporer adalah konsep yang berorientasi konsumen. 2. Tarsim.dipilih konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa pembeli harus membuat pernyataan yang jujur mengenai prestasi produknya sehingga pembeli akan puas. dan harapan konsumen yang menjadi target marketnya. Para manajer dalam perusahaan yang menganut konsep ini berusaha menghasilkan apa yang diinginkan oleh konsumennya.

dengan demikian para manajer tersebut dapat dengan cepat mengantisipasi keinginan konsumen. Jika keinginan konsumen dapat dipenuhi oleh perusahaan. Dalam menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan perilaku konsumen para manajer harus memandang perilaku konsumen dengan sudut pandang yang lebih dinamis. (Encyclopedia of Professional Management Volume 1. Karena perilaku konsumen akan berubah secara dinamis dari waktu ke waktu sesuai dengan perkembangan segala bidang. Orientasi konsumen ini sangatlah erat kaitannya dengan pemahaman tentang perilaku konsumen. apalagi dalam kondisi perkembangan teknologi yang sangat pesat. mengetahui dinamika perilaku konsumen merupakan tugas yang sangat penting. maka keuntungan akan berada pada seluruh stakeholder perusahaan tersebut. Para manajer harus mampu mengantisipasi segala bentuk perubahan yang terjadi pada konsumennya.2) Menentukan bentuk perusahaan sehingga barang dan jasa dapat tersalurkan hingga ke tangan konsumen dengan lebih efektif dan lebih efesien dibanding dengan perusahaan pesaing.doc 15 . dengan demikian para manajer tersebut dapat dengan cepat mengantisipasi keinginan konsumen. apalagi dalam kondisi perkembangan teknologi yang sangat pesat. 211) Tarsim. Jika keinginan konsumen dapat dipenuhi oleh perusahaan. Dalam menghadapi masalahmasalah yang berkaitan dengan perilaku konsumen para manajer harus memandang perilaku konsumen dengan sudut pandang yang lebih dinamis. 211). Dalam menjalani aktivitas bisnis. karena perilaku konsumen akan berubah secara dinamis dari waktu ke waktu. Memahami dan mengetahui dinamika perilaku konsumen merupakan tugas yang sangat penting. Para manajer harus mampu mengantisipasi segala bentuk perubahan yang terjadi pada konsumennya. (Encyclopedia of Professional Management Volume 1. maka keuntungan akan berada pada seluruh stakeholder perusahaan tersebut.

Mempelajari apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen pada saat ini merupakan hal yang sangat penting. yaitu: 1.1. Membantu para manajer dalam mengambil keputusannya. Membantu konsumen dalam pembuatan keputusan pembelian yang lebih baik. 1.doc 16 . Perkembangan perdagangan pada saat ini menunjukkan bahwa lebih banyak produk yang ditawarkan daripada permintaan. 4. Karena itu. Konsumen sebagai titik sentral perhatian pemasaran. sehingga merugikan perusahaan. Pengertian Desain atau Model Design (Desain). adalah dimensi yang unik. Memberikan pengetahuan kepada peneliti pemasaran dengan dasar pengetahuan analisis konsumen. Memahami konsumen akan menuntut pemasar pada kebijakan pemasaran yang tepat dan efesien. perilaku konsumen diharapkan perusahaan memiliki daya saing yang lebih kuat dibanding perusahaan lain. 2. Seperti dikemukakan oleh Sutisna (2003 : 4). Kelebihan penawaran ini menyebabkan banyak produk yang tidak terjual atau tidak dikonsumsi oleh konsumen. dimensi ini banyak menawarkan Tarsim. 2. bahwa ada dua alasan utama tentang pentingnya perilaku konsumen. mempelajari perilaku konsumen memberikan beberapa manfaat. 3. Menurut Mowen (1995:56). Selain dua alasan di atas. Membantu legislator dan regulator dalam menciptakan hukum dan peraturan yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan barang dan jasa. manfaat yang bisa diperoleh dalam memahami perilaku konsumen sebagai berikut: 1. Pentingnya Perilaku Konsumen Pemahaman tentang perilaku konsumen dalam pemasaran merupakan suatu hal yang penting.

Sebagai kata benda. produk yang dirancang dengan baik adalah produk yang akan dengan mudah diproduksi dan didistribusikan. Adapun parameter rancangan yang didefinisikan menurut Phillip Kotler (2001:353) adalah sebagai berikut: 1. Menurut Kotler (2001:353) definisi rancangan adalah: “Totalitas fitur yang mempengaruhi penampilan dan fungsi produk tertentu menurut yang diisyaratkan oleh pelanggan. 3. 2. barang-barang kemasan.aspek emosional dalam mempengaruhi kepuasan pelanggan. serta dibuang. dan peralatan tahan lama. Dalam sebuah kalimat. diperbaiki. Bagi pelanggan. arsitektur. Tarsim. dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. 4. dan kemudahan perbaikan. ukuran kemudahan untuk memperbaiki produk ketika produk itu rusak atau gagal. Rancangan (Design) Dalam pasar yang cepat berubah mengikuti jaman. harga dan teknologi tidaklah cukup. Bagi perusahaan.doc 17 . Mudah Diperbaiki (reparability). produk yang dirancang dengan baik adalah produk yang menyenangkan untuk dilihat dan mudah dibuka. keandalan. Gaya (style). pakaian. digunakan. Perancang harus memikirkan berapa besar yang perlu diinvestasikan dalam gaya. Daya Tahan (durability). “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. merupakan atribut yang berharga untuk produk-produk tertentu. daya tahan. Keandalan (reliability). menggambarkan penampilan dan perasaan yang ditimbulkan oleh produk itu bagi pembeli. dipasang.” Rancangan sangat penting dalam membuat dan memasarkan jasa eceran (retail services). Desain diterjemahkan sebagai seni terapan. ukuran usia yang diharapkan atas beroperasinya produk dalam kondisi normal/atau berat. Rancangan merupakan faktor yang akan sering menjadi keunggulan perusahaan. kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. ukuran probabilitas bahwa produk tertentu tidak akan rusak atau gagal dalam periode waktu tertentu. Sebagai kata kerja.

Pada akhirnya dari sentuhan seorang / team desainer Tarsim. sehingga muncul istilah “perancangan proses”. diharapkan selain dapat dihasilkan produk . baik itu berwujud sebuah rencana. atau rumusan matematis. atau dalam bahasa keilmuan disebut juga Desain Produk Industri. estetik dan berbagai macam aspek lainnya.“desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif. sistem. Sebagai contoh : desainer produk mendesain kursi tidak hanya agar kursi tersebut tampak bagus. Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi. yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Bentuknya dapat berupa model fisik (maket. Model adalah rencana. atau berbentuk obyek nyata.doc 18 .bagian produk yang langsung berinteraksi dengan manusia pemakainya tersebut. atau konsep.produk yang aman terhadap penggunanya juga aman terhadap lingkungan. representasi. bentuk prototipe). maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Kursi kantor yang nyaman. pisau dapur yang nyaman dipakai oleh orang berusia lanjut dan mainan yang aman dimainkan dan dapat merangsang anak-anak untuk belajar adalah contoh-contoh hasil kreasi para desainer produk yang dihasillkan dengan memperlajari manusia pada saat melakukan aktivitasnya dalam bekerja. yang biasanya datanya didapatkan dari riset. Desain Produk (product) Desain Produk. dan efisien. di rumah. atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek. menyenangkan. Dengan mempelajari bagian . 1. brainstorming. pemikiran. model citra (gambar rancangan. proses (secara umum) juga dianggap sebagai produk dari desain. proposal. mengolah bentuk tersebut agar sesuai dengan pemakainya dan sesuai dengan kemampuan proses produksinya pada industry yang memproduksinya. Akhir-akhir ini. tetapi juga agar nyaman diduduki dan mudah untuk diproduksi. citra komputer). Tujuan dasar dari segala upaya yang dilakukan oleh seorang / sebuah team desainer produk dalam kerjanya adalah untuk membuat hidup lebih nyaman. adalah sebuah bidang keilmuan atau profesi yang menentukan bentuk / form dari sebuah produk manufaktur. ataupun di lain tempat.

atau membuang suatu produk. Tarsim. menggunakan. menggunakan. ideas. atau perusahaan dan proses yang mereka gunakan dalam memilih. use. and dispose of products. or ideas to satisfy needs and the impacts that these processes have on the consumer and society” Ruang lingkup perilaku konsumen adalah sebuah studi mengenai individu. membeli. ataupun gagasangagasan dalam rangka memuaskan kebutuhan dan pengaruh hal-hal tersebut terhadap konsumen dan masyarakat luas. mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka. menggunakan.” Perilaku Konsumen mencakup beberapa sudut pandang : Perilaku Konsumen adalah sebuah studi mengenai proses-proses yang terlibat ketika induvidu atau kelompok memilih. or dispose of products. 2. jasa. Schiffman dan Kanuk (1994) istilah perilaku konsumen artikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari. services.doc 19 . use. Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Solomon (2002) mengungkapkan definisi perilaku konsumen sebagai berikut:“Consumer behavior covers a lot of ground: It is the study of the processes involved when individuals or group select. Hawkins dan kawan-kawan (2004:7). melindungi. jasa. experiences. kelompok. secure. or organizations and the processes they use to select.produk lahirlah sebuah produk yang elegant yang membuat masyarakat ingin membelinya. purchases. services. mengemukakan definisi Perilaku Konsumen sebagai berikut : “The field of consumer behaviour is the study of individuals. atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan. groups. ide-ide. dan membuang sebuah produk. membeli. or experiences to satisfy needs and desires.

Menurut Sutisna.doc 20 . lingkungan konsumen. dan penerapan perilaku konsumen terhadap strategi pemasaran. Komponen pusat dari model ini adalah pembuatan keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh pribadi konsumen.3. menggambarkan model perilaku seperti gambar dibawah ini : konsumen Gambar 2 Model Perilaku Konsumen Sumber : Sutisna. kerangka berpikir dari pembahasan perilaku konsumen bertujuan untuk mengetahui dan memahami berbagai aspek yang ada pada konsumen. (2003:5) Gambar 2. yang akan digunakan dalam menyusun strategi yang pemasaran yang berhasil. Tiga Faktor Yang Mempengaruhi Pilihan Konsumen produk. Dalam pembuatan keputusan tersebut konsumen melalui proses merasakan dan mengevaluasi informasi merek akhirnya memutuskan merek apa yang akan dibeli. mempertimbangkan bagaimana alternatif merek dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Model Perilaku Konsumen menunjukkan adanya interaksi antara pemasar dengan konsumennya. Model Perilaku Konsumen Menurut Sutisna (2003:5). dan pada Tarsim.

Marketing strategy Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. dan grup referensi). Ketika konsumen telah mengambil keputusan kemudian evaluasi pembelian masa lalu. konsumen akan belajar dari pengalaman dan pola Tarsim. persepsi tentang karakteristik merek. Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen. 4) Faktor menentukan yang situasional (situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha). 2) Harga. dan karakteristik personalia. pengaruh kedaerahan atau kesukuan). 2) Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen). Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. anggota keluarga.• Konsumen Individu Pilihan merek dipengaruhi oleh : 1) Kebutuhan konsumen 2) Persepsi atas karakteristik merek 3) Sikap kearah pilihan.doc 21 . pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen. Variabel-variabelnya adalah 1) Barang. 3) Grup tata muka (teman. digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen individu. 1. Penelitian pemasaran memberikan informasi kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen. gaya hidup. dan sikap terhadap pilihan merek. • Pengaruh Lingkungan Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh 1) Budaya (norma kemasyarakatan. 3) Periklanan dan 4) Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Sebagai tambahan. Selama evaluasi.

pengumpulan informasi mungkin berubah. faktor budaya. bahwa perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu. Pemasar akan mengiikuti rensponsi konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan. Karena itu penelitian pemasaran diperlukan pada tahap ini untuk menentukan reaksi konsumen terhadap merek dan kecenderungan pembelian dimasa yang akan datang. dan pemilihan merek. faktor sosial. evaluasi merek. yaitu : Tarsim. Tetapi informasi ini tidak menceritakan kepada pemasar tentang mengapa konsumen membeli atau informasi tentang kekuatan dan kelemahan dari merek pemasar secara relatif terhadap saingan. Gambar 3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Sumber : Kotler dan Amstrong. Pengalamn konsumsi secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang sama lagi. menurut Kotler (2001:197-218). (2001:197) Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.doc 22 . Menurut Kotler dan Amstrong (2001. Informasi ini mengarahkan pada manajemen untuk merumuskan kembali strategi pemasaran kearah pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik.196). faktor pribadi dan faktor psikologis. Panah umpan balik mengarah kembali kepada organisasi pemasaran.

yang mencakup pengetahuan.. Setiap kebudayaan secara berangsur-angsur menghasilkan acuanacuan perilaku sosial yang unik. kepentingan dan Tarsim. dimana budaya tersebut bisa digunakan sebagai aturan. Subkebudayaan adalah setiap kebudayaan yang mengandung subkebudayaan yang lebih kecil. agama. kebiasaan dan ciri khas dari suatu kelompok masyarakat. Budaya adalah susunan nilai-nilai dasar. keluarga dan institusi lainnya. Kelas sosial adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya memiliki nilai. dan daerah geografis. kesenian. kelompok ras. Dengan kata lain. persepsi. Subkebudayaan disini dapat diartikan sebagai sistem nilai yang fungsinya adalah mendorong dan membimbing masyarakatnya menjawab tantangan yang mereka hadapi sepanjang masa. Faktor dari budaya adalah terdiri dari : a. kepercayaan. hukum. kebudayaan mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kelas social. keinginan dan perilaku yang dipelajari dari anggota suatu masyarakat. atau sekelompok orang-orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. ini merupakan faktor penentu yang sangat dasar dari perilaku konsumen. Pada setiap kelompok masyarakat pasti memiliki budaya. Kebudayaan adalah kompleks. moral. adat istiadat. Faktor Budaya. Budaya. dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Sistem nilai tersebut merupakan ciri identitas sebuah kelompok masyarakat budaya. Subkebudayaan.202) budaya merupakan karakter yang penting dari suatu sosial yang membedakannya dari kelompok kultur yang lainnya. b.1.doc 23 . Subkebudayaan meliputi kewarganegaraan. Kebudayaan. Menurut Lamb dan Daniel (2001. c.

kehormatan. Pada umumnya membeli barang untuk kebutuhan sehari-hari. • Kelas sosial golongan menengah cenderung membeli barang untuk menampakkan kekayaannya. Faktor Sosial Perilaku konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor sosial antara lain : a. Sedangkan kelompok kedua adalah kelompok sekunder yang mempunyai interaksi yang lebih formal dan memiliki sedikit interaksi. • Kelas sosial golongan rendah cenderung membeli barang dengan mementingkan kuantitas daripada kualitasnya. dan cenderung membeli barang yang mahal dengan sistem kredit. Ukuran atau kriteria biasanya dipakai untuk menggolong-golongkan anggota-anggota masyarakat ke dalam kelas-kelas tertentu ialah. barang-barang yang dibeli cenderung untuk dapat menjadi warisan bagi keluarganya. Menurut Mangkunegara (2002:47) kelas sosial dapat dikategorikan sebagai berikut. serikat buruh dan asosiasi profesional.. Kelompok Acuan Perilaku konsumen umumnya di pengaruhi oleh individu yang lainnya. Tarsim. individu yang mempengaruhi tersebut dapat dimasukan sebagai kelompok primer yang terdiri atas kelompok terdekat dari individu tersebut misal keluarga.perilaku yang serupa. memanfaatkan penjualan barang-barang yang diobral atau penjualan dengan harga promosi. yaitu : • Kelas sosial golongan atas memiliki kecenderungan membeli barangbarang yang mahal. teman dan tetangga. Menurut Kelompok acuan berfunsi sebagai titik banding/referensi langsung (tatap muka) atau tidak langsung yang membentuk sikap maupun perilaku seseorang. dan ilmu pengetahuan. Kelompok sekunder meliputi kelompok keagamaan.doc 24 . konservatif dalam konsumsinya. kekayaan. 1. kekuasaan. membeli barang dengan jumlah yang banyak dan kualitasnya cukup memadai. membeli pada toko yang berkualitas dan lengkap.

keluarga dapat didefinisikan sebagai suatu unit masyarakat yang terkecil yang perilkunya sangat mempengaruhi dan menentukan dalam pengambilan keputusan membeli. yaitu siapa di antara keluarga yang akan melakukan proses pembelian. yaitu : 1) Siapa pengambil inisiatif.Kelompok acuan mempengaruhi seseorang dalam tiga hal. ini akan membentuk sebuah referensi yang sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Peranan setiap anggota dalam membeli berbeda-beda menurut macam barang tertentu yang dibelinya. faktor keluarga dapat berperan sebagai berikut. dan menciptakan tekanan untuk mematuhi apa yang mungkin mempengaruhi pilihan produk dan merek aktual seseorang. 2) Siapa pemberi pengaruh. Dalam mengalisis perilaku konsumen. b. 5) Pemakai. dimana setiap anggota keluarga saling mempengaruhi. yaitu siapa yang mempengaruhi keputusan membeli. Peran suami dan istri dalam penelitian sangat bervariasi sesuai kategori produk / jasa yang dibeli. perilaku dan konsep pribadi seseorang. Keluarga Menurut Mangkunegara (2002:49). c. Keluarga. kapan ddan dimana tempat membeli. yaitu siapa yang mempunyai inisiatif membeli. yaitu siapa yang akan menggunakan produk yang dibeli. 3) Siapa yang melakukan pembelian. yaitu menghadapkan seseorang pada perilaku dan gaya hidup baru. keluarga mempunyai peran yang sangat penting.doc 25 . yaitu siapa yang menentukan keputusan apa yang dibeli. 4) Siapa yang melakukan pembelian. bagaimana cara membelinya. Anggota keluarga sangat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pembelian terhadap individu. Setiap anggota keluarga memiliki selera dan keinginan yang berbeda. Peran dan Status Tarsim. tetapi tidak melakukan proses pembelian.

peran dan status selalu mengikuti perjalanan setiap individu. perjalanan usia tidak dapat dihindarkan. Keadaan ekonomi. misalnya seorang pekerja kasar maka cenderung akan membeli pakaian untuk pekerjaan kasar. Disamping itu orang cenderung memilih produk yang mengkomunikasikan peran dalam masyarakat. ini akan menentukan posisi seseorang dalam suatu kelompok. Pekerjaan Pekerjaan juga dapat mempengaruhi seorang individu dalam perilaku konsumsinya. Faktor tersebut terdiri dari : a. Umur dan tahapan dalam siklus hidup. Setiap peranan membawa status yang mencerminkan harga diri menurut masyarakat sekitarnya. c. Situasi Ekonomi Dalam perilaku pembelian sedikit banyak juga dipengaruhi oleh situasi ekonomi.doc 26 . sedangkan pekerja kantoran akan cenderung untuk membeli stelan kemeja atau jas. Peran dan status seorang individu dalam kelompok tertentu misalnya keluarga sangatmempengaruhi individu tersebut dalam perilaku pembelian.Dalam kehidupan bermasyarakat. maka biasanya akan merubah perilaku konsumen dalam melakukan pembelian. Faktor Pribadi Dalam perilaku pembelian faktor pribadi juga mempengaruhi seorang individu. Umur dan Tahap Siklus Hidup Dalam kehidupan. yaitu terdiri dari pendapatan yang dapat dibelanjakan Tarsim. Dengan berjalanan usia maka juga terjadi perubahan pola konsumsi untuk masingmasing usia. ini akan menentukan selera seseorang terhadap produk/jasa. dengan berubahnya situasi ekonomi. Peran dan status. b. 1.

Kepribadiaan adalah karateristik psikologis unik seseorang yang menghasilkan tanggapan-tanggapan yang relatif konsisten dan menetap terhadap lingkungannya. yaitu kegiatan. Gaya hidup dapat dipengaruhi oleh keluarga. 1. dan kemampuan beradaptasi. dominasi. kemampuan untuk meminjam. memiliki kecenderungan dalam berbeda pula dalam perilaku pembeliannya.(tingkatnya. dan pendapatpendapatnya. Kegiatan yang serasi dengan motif-motif seseorang adalah menyenangkan dan mendatangkan kepuasan sedang Tarsim. disamping itu juga dapat mencerminkan sesuatu dibalik kelas sosial seseorang. Kepribadian biasanya dijelaskan dengan menggunakan ciri-ciri seperti kepercayaan diri. minat. pekerjaan. Gaya Hidup Individu dengan latar belakang gaya hidup yang berbeda. situasi. Gaya hidup ini menggambarkan seseorang secara keseluruhan yang berinteraksi dengan lingkungan. ketaatan. Faktor Psikologis Pilihan-pilihan seseorang dalam melakukan pembelian dipengaruhi juga oleh faktor psikologis yaitu : a. d. Kepribadian dan Konsep Diri Kepribadian dapat mempengaruhi perilaku pembelian. Riset gaya hidup mengukur perbuatanperbuatan orang dalam hubungannya dengan. daya tahan. tabungan dan hartanya. Gaya hidup adalah pola kehidupan seseorang seperti yang diperlihatkannya dalam kegiatan. Motivasi Motivasi individu merupakan faktor yang terpenting dalam memulai dan mengatur kegiatan-kegiatannya. e. pendapat mereka. dan ciri demografis dasar tertentu. misalnya kepribadian. hobi dan masih banyak lagi lainnya. kemampuan bersosialisasi. minat. dan polanya). stabilitasnya.doc 27 .

Orang yang sudah mempunyai motivasi untuk bertindak akan dipengaruhi persepsinya pada situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. d. Keyakinan dan Sikap Kepercayaan/keyakinan ini akan membentuk citra produk dan merek.kegiatan lain dapat saja menjengkelkan atau menimbulkan frustasi. Sedangkan sikap akan mengarahkan seseorang untuk berperilaku yang relatif konsisten terhadap objek-objek yang sama. Seorang individu dalam kehidupan bermasyarakat juga memerlukan motivasi untuk menjalani hidupnya. Dalam melakukan tindakan seorang individu tidak lepas dari pembelajaran. dan menginterprestasikan informasi untuk membentuk suatu gambaran yang berarti mengenai dunia. Persepsi Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih. Seorang pemasar biasanya memperhatikan keyakinan konsumennya akan Tarsim. Motivasi ini pula yang membangun seseorang untuk melakukan perilaku pembelian. Keyakinan (belief) adalah pemikiran deskriftif seseorang mengenai sesuatu. Motivasi adalah suatu kebutuhan yang secara cukup dirangsang untuk membuat seseorang mencari keputusan atas kebutuhannya. dan kecenderungan seseorang terhadap suatu obyek atau gagasan. c. mengatur. Pembelajaran Pembelajaran adalah perubahan pada perilaku individu yang muncul dari pengalaman.doc 28 . Menurut Lamb dan Daniel (2001:231) pembelajaran penciptaan perilaku pengalaman dan latihan. perubahan perilaku individu dalam pembelian juga dipengaruhi (learning) oleh adalah pengalaman proses dan pembelajaran perubahan dari pembelian melalui sebelumnya. perasaan. Sedangkan sikap (attitude) adalah evaluasi. serta orang akan bertindak berdasarkan citra tersebut. motivasi sendiri juga dapat mempengaruhi seeorang individu dalam melakukan pembelian. b.

karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung. dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakantindakan individu yang langsung terlibat dalam usaha untuk mendapatkan. Teori Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan.azuar.com). Jadi. seringkali seorang pemasar harus merubah iklannya untuk membentuk keyakinan seorang individu dalam pemilihan suatu produk. Tarsim. menggunakan dan mengkonsumsi barang dana jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan tersebut. Keyakinan dan sikap konsumen terhadap suatu produkatau merek dapat diubah melalui komunikasi yang persuasif dan pemberian informasi yang efektif lepada konsumen. Adapun beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut: 1. Teori Ekonomi Mikro. (http//www.doc 29 . 2. Dalam hubungannya dengan perilaku konsumen. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya.tripod. Teori Antropologis. seperti kebudayaan. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas.produknya. merek. Dengan demikian konsumen dapat membeli produk atau merek baru. keyakinan dan sikap sangat berpengaruh dalam menentukan suatu produk. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen. di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain. dan pelayanan. kelaskelas sosial dan sebagainya. atau produk yang ada pada toko itu sendiri. Teori ini beranggapan bahwa setiap consumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. 3.

Tingkah laku membeli yang kompleks Tingkah laku membeli konsumen dalam situasi yang bercirikan keterlibatan tinggi konsumen dalam pembelian dan perbedaan besar yang dirasakan diantara merek. tingkah laku membeli yang komplek b. Menurut (Kotler. tingkah laku membeli yang mengurangi ketidakcocokan. Pembeli ini akan melewati proses pembelajaran.doc 30 . Jenis-jenis tingkah laku keputusan pembelian Semakin kompleks keputusan yang harus diambil biasanya semakin banyak pertimbangannya untuk membeli. tingkah laku membeli yang mencari variasi d. mungkin dengan menguraikan panjang lebar keunggulan mereka lewat media cetak. Penjelasan jenis-jenis tingkah laku tersebut adalah sebagai berikut: a. tingkah laku membeli yang menjadi kebiasaan.1. yaitu: a. pertama mengembangkan keyakinan mengenai produk. 2000:160): adapun jenis-jenis tingkah laku membeli konsumen berdasarkan pada derajat keterlibatan dan tingkat perbedaan antara merek. Tingkah laku membeli yang mengurangi ketidakcocokan Tingkah laku membeli konsumen dalam situasi yang bercirikan keterlibatan konsumen yang tinggi tetapi sedikit perbedaan yang dirasakan diantara merek. dan mengenai apa yang ditawarkan merk tertentu. c. b. Pemasar dari produk yang banyak melibatkan peserta harus memahami tingkah laku pengumpulan informasi dan evaluasi dari konsumen yang amat terlibat. Tingkah laku membeli yang mengurangi ketidakcocokan terjadi ketika konsumen amat terlibat dalam pembelian Tarsim. kemudian sikap. Mereka perlu membantu pembeli belajar mengenai atribut kelas produk dan kepentingan relatif masing-masing. dan selanjutnya membuat pilihan membeli yang dipikirkan masak-masak.

Konsumen tampaknya mempunyai keterlibatan yang rendah dengan kebanyakan produk yang mempunyai harga murah dan sering dibeli. c.doc 31 . Jadi. penawaran khusus. Karena keterlibatan mereka dengan produk tidak tinggi. Pengulangan iklan menciptakan pengenalan akan merek bukan keyakinan pada merek. terjadi di bawah kondisi keterlibatan konsumen yang rendah dan perbedaan merek yang Tarsim. Konsumen tidak membentuk sikap yang kuat terhadap suatu merek. strategi pemasaran mungkin berbeda untuk merk yang menjadi pemimpin pasar dan untuk merk yang kurang ternama. sampel gratis. Tingkah laku membeli yang merupakan kebiasaan Tingkah laku membeli yang menjadi kebiasaan dirasakan besar. Dalam hal ini. tingkah laku konsumen tidak diteruskan lewat urutan keyakinan – sikap – tingkah laku yang biasa. kupon. Tingkah laku membeli yang mencari variasi Konsumen menjalani tingkah laku membeli yang mencari variasi dalam situasi yang ditandai oleh keterlibatan konsumen rendah. d. konsumen mungkin tidak mengevaluasi pilihan bahkan setelah membeli. mereka memilih merek karena sudah dikenal. Konsumen tidak mencari informasi secara ekstensif mengenai merek mana yang akan dibeli. Sebaliknya. Perusahaan akan mendorong pencarian variasi dengan menawarkan harga rendah. jarang dibeli dan beresiko tetapi melihat sedikit perbedaan diantara merek. proses membeli melibatkan keyakinan merek yang terbentuk oleh pembelajaran pasif. tetapi perbedaan merk dianggap berarti. mereka secara pasif menerima informasi ketika menonton televisi atau membaca majalah. dan iklan yang menunjukkan alasan untuk mencoba sesuatu yang baru.barang yang mahal. Dalam kategori produk seperti ini.

Kendaraan Khusus adalah kendaraan bermotor selain daripada kendaraan bermotor untuk penumpang dan kendaraan bermotor untuk barang.diikuti dengan tingkah laku membeli. atau tiga tanpa rumah-rumah atau tanpa kereta samping. Pengertian Sepeda Motor == Definisi Kendaraan berdasarkan PP Nomor 44 Tahun 1993 == Kendaraan Bermotor adalah kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknik yang berada pada kendaraan itu. Karena pembeli tidak memberikan komitmen yang kuat pada suatu merek. pemasar produk yang kurang terlibat pada beberapa perbedaan merek seringkali menggunakan harga dan promosi penjualan untuk merangsang konsumen agar mau mencoba produk. Sebuah sepeda motor adalah kendaraan beroda dua yang ditenagai oleh sebuah mesin. 2. Sepeda Motor adalah kendaraan bermotor beroda dua.doc 32 . baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi. yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau mengangkut barang-barang khusus. yang mungkin diikuti atau tidak dengan evaluasi. Mobil Bus adalah setiap kendaraan bermotor yang dilengkapi lebih dari 8 (delapan) tempat duduk tidak termasuk tempat duduk pengemudi. Mobil Penumpang adalah setiap kendaraan bermotor yang dilengkapi sebanyak-banyaknya 8 (delapan) tempat duduk tidak termasuk tempat duduk pengemudi. Mobil Barang adalah setiap kendaraan bermotor selain dari yang termasuk dalam sepeda motor. mobil penumpang dan mobil bus. Rodanya sebaris dan pada kecepatan tinggi sepeda Tarsim. baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi.

lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. 3. MacMillan pun sudah "berani" menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana). Tahun 1818. Seperti ditulis [Ensiklopedia Columbia]. Baru pada 1839. velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda. Mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai ''velocipede''. Yang pasti. nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari [Prancis]. Modelnya pun masih sangat "primitif". antara sepeda dan kereta kuda. pada kecepatan rendah pengaturan berkelanjutan setangnya oleh pengendara memberikan kestabilan. Menurut kabar sejarah. tapi konstruksinya dari kayu. negeri itu sudah sejak awal abad ke-18. Tarsim. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai ''dandy horse''. Bertahun-tahun.doc 33 . Tapi. konstruksinya belum mengenal besi. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor. [Kirkpatrick MacMillan]. Sejarah Sepeda Motor Berkas:Draisine1817 thumb Rancangan sepeda Drais. Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang. Sebagai kepala pengawas hutan [Baden]. model yang dikembangkan tampaknya masih mendua. pandai besi kelahiran [Skotlandia]. von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. membuatkan "mesin" khusus untuk sepeda. ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. pedal tongkat kemudi (setang). tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol. Adalah seorang Jerman bernama [Baron Karls Drais von Sauerbronn] yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede.motor tetap tidak terbalik dan stabil disebabkan oleh gaya giroskopik. 1817. Ada yang bilang tanpa engkol.

rantai. masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai ''boneshaker'' (penggoyang tulang). seperti rem. Sejak itu. Sehingga tidak heran jika di era 1880-an. sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Setengah bercanda. berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi. perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 [John Dunlop] menemukan teknologi ban angin. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan.Sedangkan ensiklopedia Britannica. Namun. perannya mulai Tarsim. Inggris pada 1885. serta penemuan karet sebagai bahan baku [ban]. menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry. dengan [Amerika] dan [Eropa] sebagai pionirnya.doc 34 . Meski lambat laun. hingga laju sepeda lebih stabil. setang yang bisa digerakkan. faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Makin sempurna setelah orang Prancis lainnya. Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan. goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. [Ernest Michaux] pada 1855. Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang. dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Penemuan lainnya.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Prancis. [Pierre Lallement] (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Laju sepeda pun tak lagi berguncang. dengan membuat pemberat engkol.

” Maksudnya merek adalah nama. inovasi tanpa henti. 4.doc 35 . sign. Menurut David A Aaker (1991:7). istilah. symbol. Merek (Brand) Definisi merek menurut Philip Kotler (2003:418). desain yang keren. merek adalah: “As: a name. or package design) intended to identify the goods or services of Tarsim. term. Hal ini dibuktikan dengan penganugerahan Sertifikat ISO 9001 pada bulan Agustus 2001 yang lalu. Di antara beragam alat transportasi. Menapak usia 30 tahun. intended to identify the goods or services of one seller or group of sellers and to differentiate them from those of competitors.disingkirkan [mobil] dan [sepeda motor]. tanda. atau kombinasi dari semua ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari satu atau kelompok penjual dan membedakannya dari produk pesaing. Peluang Yamaha untuk mendominasi pasar di masa depan terbentang luas. pengertian dan definisi dari merek adalah: “A brand is a distinguishing name and/or symbol (such as logo. sepeda tetap punya pemerhati. atau rancangan. termasuk aspek pelayanan pada konsumen. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik. kesempurnaan produk. or design. or a combination of them. sepeda motor menempati peran utama dalam sendi kehidupan masyarakat. Yamaha Indonesia bertekad untuk memberikan yang terbaik kepada setiap dealer dan konsumen agar menjadi "Selalu Terdepan". Yamaha memutuskan untuk beroperasi di Indonesia tanggal 6 Juli 1974. (PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Riset menunjukkan pasar di Indonesia telah lama diperhitungkan sebagai salah satu pasar terbesar di dunia. Untuk menunjang pembangunan dan memenuhi kebutuhan saat itu. karena Yamaha mengutamakan kualitas. trade mark.

symbol. istilah. atau warna khusus. Masih menurut Kotler (1997:442) merek terdiri dari beberapa bagian.” Menurut Lamb. merek adalah: “Merek adalah suatu nama. and attempt to provide products that appear to be identical. desain. tanda. Merek dagang (trademark). (seperti logo. antara lain adalah: 1. atau kombinasi semuanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari seorang penjual atau kelompok penjual. A brand thus signals to the customer the source of the product. huruf. atau gabungan keempatnya. 3. 2. kata-kata dan angka-angka. karena mampu untuk menghasilkan sesuatu yang eksklusif. merek dagang atau desain kemasan). dan McDaniel (2001:421). symbol. bagian dari merek yang dapat diucapkan. and to differentiate those goods or service from those of competitors. Hair. Sebuah merek juga memberikan tanda/petunjuk pada pelanggan mengenai sumber-sumber produk dan melindungi produsen maupun pelanggan dari pesaing yang mencoba menyediakan produk yang terlihat identik. Nama merek (brand name). Tanda merek (brand mark). desain.either one seller or a group of sellers. Orang lain dilarang untuk menggunakan merek tersebut tanpa izin. termasuk huruf-huruf. jelas bahwa merek adalah nama. Seperti lambang. yang mengidentifikasikan produk para penjual dan membedakannya dari produk pesaing. Tarsim. Pemberian merek semakin berkembang lebih-lebih setelah persaingan antar pengusaha semakin tajam.” Dari pengertian diatas. Pada dasarnya merek merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemasaran. Merek merupakan tanda pengenal bagi suatu produk barang atau jasa. bagian dari suatu merek yang mendapat perlindungan hukum. dan untuk membedakannya dari produk atau jasa pesaing lainnya.doc 36 . elemen-elemen dari suatu merek yang tidak dapat diucapkan tetapi dapat dikenali.

4. Hak cipta (copyright), hak eksklusif yang dilindungi oleh hukum (undang-undang) untuk memproduksi, menerbitkan dan menjual karya tulis, karya musik atau karya seni. 1. Hasil Penelitian Terdahulu Yang Relevan Heri Kuriawan (2007) judul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Mie Instan Merek Sedap” Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah:
• Apakah faktor Kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi, faktor psikologis secara bersama-sama berpengaruh terhadap perilaku konsumen penghambilan keputusan mengkonsumsi Mie Sedap? • Dari pengaruh faktor Kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi, faktor psikologis diatas mana yang berpengaruh dominan terhadap penghambilan keputusan mengkonsumsi Mie Sedap?. dalam

Dari hasil analisis didapatkan hasil uji hipotesis pertama bahwa variabel kebudayaan, sosial, pribadi, dan psikologis secara simultan atau bersama-sama mempengaruhi keputusan konsumen dalam mengkonsumsi produk Mie Instan merek Sedap dapat diterima atau teruji. Hasil hipotesis kedua menunjukkan bahwa faktor psikologis secara parsial berpengaruh signifikan dan dominan terhadap keputusan mengkonsumsi produk Mie Instan merek Sedap.

1. Hipotesis Untuk memfokuskan hasil yang akan diperoleh dalam penelitian ini, penulis harus merumuskan terlebih dahulu hipotesis dasar yang akan digunakan sebagai penuntun penulis ke arah keberhasilan penelitian. Hipotesis ini bukan merupakan

Tarsim.doc 37

suatu kesimpulan namun merupakan sebuah pernyataan yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Sebagaimana dikemukakan oleh Husein Umar, dalam bukunya “Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis” (2004 : 104), hipotesis sebagai berikut : “Hipotesis adalah suatu bentuk perumusan sementara mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu dan juga dapat menuntun atau mengarahkan penyelidikan selanjutnya” Dari kerangka pemikiran tersebut diatas, maka penyusun mencoba untuk membuat hipotesis bahwa desain mempunyai hubungan yang sangat erat dengan keputusan membeli, dengan asumsi bahwa desain produk direncanakan dengan baik dan tepat. Sehingga apabila desain produk dirancang dengan baik dan dapat mempengaruhi prilaku konsumen untuk membeli produk tersebut diatas sehingga akan meningkatkan volume penjualan. Adapun yang menjadi hipotesis (dugaan sementara) dalam penelitian ini adalah :
1. Diduga

bahwa desain produk berpengaruh terhadap prilaku

konsumen dalam memutuskan membeli sepeda motor merek Yamaha.
2. Diduga bahwa prilaku konsumen dalam memutuskan membeli

sepeda motor merek Yamaha dipengaruhi oleh desain produk?
3. Diduga bahwa pengaruh desain produk ada hubungannya terhadap

prilaku konsumen dalam memutuskan membeli sepeda motor merek Yamaha.

BAB III METODELOGI PENELITIAN 1. Ruang Lingkup Penelitian

Tarsim.doc 38

Fokus penelitian ini lebih dititikberatkan pada bidang pemasaran yaitu tentang pengaruh desain produk terhadap perilaku konsumen dalam melakukan keputusan untuk melakukan pembelian produk sepeda motor merek Yamaha. 2. Lokasi Penelitian Penelitian akan dilakukan di Universitas Serang Raya. 3. Populasi Populasi dalam penlitian ini adalah seluruh konsumen yang membeli/memiliki sepeda motor Yamaha.

4. Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan subyek / obyek penelitian. Sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Populasi adalah totalitas dari semua obyek atau individu yang akan diteliti yang mana memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap. Sedangkan sampel merupakan bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas, dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa Unsera yang memiliki kendaraan sepeda motor merek Yamaha, karena besar populasi tidak dapat diketahui secara pasti berapa jumlahnya, oleh karena itu sulit mencari berapa jumlah populasi yang tepat. Namun berdasarkan pendapat ahli seperti yang dikemukakan oleh Gay (dalam Hasan, 2002:68): “ukuran sampel minimum yang dapat diterima bisa dilihat berdasarkan pada desain atau metode penelitian yang digunakan. Jika desain penelitiannya deskriptif-korelasional, maka sampel minimum adalah 30”.

Tarsim.doc 39

Dan Menurut Supranto (1997:239) menyatakan bahwa: “Sampel penelitian meliputi sejumlah elemen (responden) yang lebih besar dari persyaratan minimal sebanyak 30 elemen atau responden”. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang ditentukan oleh peneliti adalah sebesar 30 orang dengan pertimbangan terbatasnya waktu, dana dan tenaga. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik accidental sampling. Teknik accidental sampling adalah teknik penarikan sampel secara kebetulan yaitu siapa saja yang kebetulan ditemui peneliti di lokasi penelitian yaitu pada Unsera dimana kuesioner dibagikan kepada mahasiswa yang kebetulan memiliki sepeda motor merek yamaha dengan melalui wawancara awal yang dilakukan penulis.

5. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian terdiri data kualitatif yang diperoleh dari hasil pengamatan dan data kuantitatif yang diperoleh dari penyebaran kuesioner responden.

6. Sumber Data 1. Data primer yaitu data yang diperoleh melalui penelitian dilapangan baik melalui responden maupun hasil pengamatan. 2. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari hasil bacaan dari buku-buku, majalah, makalah dan dokumen-dokumen yang dijadikan objek studi. 3. Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah : 1. Menyebarkan kuesioner

Tarsim.doc 40

doc 41 . Variabel X atau Desain produk dinamakan sebagai variabel bebas (independent variabel) yaitu variabel yang sifatnya berdiri sendiri dan memberikan pengaruh terhadap variabel lainnya dalam hal ini adalah variabel terikat (dependent variabel).3 Tabel Klasifikasi Pengukuran variabel KLASIFIKASI Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 3. Di antaranya untuk mengukur besar korelasi antarvariabel digunakan metode rank spearman. 2. Variabel Penelitian Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Teknik Analisa Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan beberapa teknik analisa.Mengajukan sejumlah pertanyaan kepada responden yang akan dijawab dalam bentuk tulisan sesuai dengan pertanyaan. 2. 3. Variabel Y atau Perilaku konsumen dalam membeli dinamakan sebagai variabel terikat (dependent variabel) yaitu variabel yang sifatnya dipengaruhi oleh variabel bebas. untuk mengetahui SKORS 5 4 3 2 1 Tarsim. Untuk mengetahui hasil tanggapan responden terhadap variabel-veriabel penelitian maka digunakan skala pengukuran sebagai berikut : Tabel 2. Wawancara Mengumpulan data dari informan yang berhubungan dengan objek penelitian.

dapat dilihat dari angka korelasi yang diperoleh di atas angka kritis atau > 0. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat berdasarkan uraian berikut ini: • Uji Validitas Uji validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. tetap akan sama. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendesius mengarahkan responden untuk memilih jawaban . Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya. Pengujian validitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis butir instrumen. Sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. untuk mengetahui kontribusi variabel advertising terhadap minat beli konsumen digunakan rumus regresi linear sederhana dan uji validitas dan reliabilitas serta uji asumsi klasik lainnya yang mendukung analisis data dalam penelitian ini.doc 42 . Tarsim. dapat dipercaya. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Reliabelnya artinya. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. maka berapa kali pun diambil. Sehingga realibilitas akan menunjukkan pada tingkat keterandalan sesuatu.besar pengaruh antarvariabel digunakan koefisien determinasi. yaitu dengan cara mengkorelasikan skor setiap butir pertanyaan variabel dengan skor total variabel tersebut dengan menggunakan koefisien pearson (r). jadi dapat diandalkan.jawaban tertentu. 2001:140) • Uji Reliabilitas Reabilitas menunjukkan pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Untuk mengetahui apakah keofisien korelasi (r) hasil perhitungan di atas tersebut valid atau tidak. yang reliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga.30 maka dapat disimpulkan bahwa butir pertanyaan adalah valid (Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. Instrumen yang sudah dapat dipercaya.

maka penulis akan menggunakan uji normalitas data dengan cara menggunakan metode grafik (scatter). Jika r hitung > r tabel. Untuk nilai α (alpha) digunakan rumus chi kuadrat yaitu: x2 = ∑ k ( Oi − Ei ) 2 E1 i =1 Dengan ketentuan uji reliabilitas sebagai berikut: a. menyebar secara acak di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. maka tidak terjadi masalah dalam normalitas data. serta titik-titik. melebar. kemudian menyempit) maka telah terjadi gejala normalitas. 3.doc 43 .titik yang ada membentuk suatu pola tertentu (bergelombang. penulis menggunakan koefisien korelasi rank spearman dengan rumus sebagai berikut: 6∑ di2 rs = 1 − n( n 2 − 1) Tarsim. 4. Jika dalam scatterplot ada pola tertentu.Uji ini dilaksanakan dengan jalan membandingkan antara nilai α (alpha) dengan nilai r tabel.variabel yang diteliti. Asumsi Klasik Untuk mengetahui apakah variabel diteliti tidak memiliki pengaruh atau adanya gejala lain selain variable . maka butir variabel dinyatakan tidak valid. maka butir variabel dinyatakan valid b. seperti titik . sedangkan jika tidak ada pola yang jelas. Analisis Korelasi Dalam menganalisis data dalam penelitian ini. Jika r hitung < r tabel.

dimana Ty = tx3 − t 12 ty3 − t 12 ∑Y 2 = N3 − N − ∑ Ty 12 Dimana: t = Jumlah variabel yang memiliki pangkat yang sama. maka menurut Husein Umar (2003: 204 ). digunakan rumus ∑ x + ∑ y − ∑ di rs = 2 ∑ x x∑ y 2 2 2 2 2 Untuk mencari dan sebelum menghitung besarnya rs. yaitu : ∑x 2 3 2 ∑y 2 Tx.Dimana : rs = Koefisien Korelasi Rank spearman di = Koefisien X dan Y n = Jumlah Sampel Tetapi. Adapun kriteria koefisien korelasi (r) dalam hubungannya dengan tingkat reliabilitasnya. digunakan kriteria sebgai berikut: Tabel.doc 44 . jika dalam perhitungan ranking terdapat rank kembar pada variabel X dan Y. dimana Tx = N −N ∑ X = 12 − ∑ Tx Ty. 3.3 Pedoman Untuk Memberi Interpretasi Koefisien Korelasi Tarsim.

21-0.40 0.60 0.81-1.20 0.80 0.doc 45 . Persamaan Regresi Linear Sederhana Selanjutnya untuk mengetahui berapa besar kontribusi variabel X terhadap variabel Y digunakan analisis regresi linear sederhana dengan rumus sebagai berikut: Y =a +bx Dimana: a X Y e = konstanta = Desain Produk = Perilaku konsumen dalam membeli = Nilai Residu Selanjutnya untuk menghitung koefisien determinasi atau tingkat keberpengaruhan advertising terhadap minat beli konsumen maka digunakan rumus sebagai berikut : Kd = rs2 x 100 % Tarsim.41-0.61.Koefisien Korelasi 0.0.00 Arah Hubungan Positif / negatif Positif / negatif Positif / negatif Positif / negatif Positif / negatif Tafsiran Korelasi sangat rendah Korelasi rendah Korelasi agak rendah Korelasi cukup Korelasi sangat tinggi Sumber : Sugiyono (2003:96 ) 5.00-0.

Hipotesis Statistik Hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah : Ho .05 atau 5 % dan derajat kebebasan (dk) sebesar n-2. ρ = 0.Dimana: Kd = koefisien determinasi rs = koefisien korelasi 6. Menentukan Thitung dan Ttabel a. b. Ha .doc 46 . menunjukan bahwa antara variabel X (desain produk) terhadap variabel Y (prilaku konsumen dalam pembelian) terdapat pengaruh. Untuk menghitung t tabel digunakan tabel distribusi normal dengan ketentuan taraf signifikan (α ) sebesar 0. menunjukan bahwa antara variabel X (desain produk ) tehadap variabel Y (prilaku konsumen dalam pembelian ) tidak terdapat pengaruh. Rancangan Uji Hipotesis Untuk memastikan apakah hasil yang diperoleh melalui perhitungan korelasi rank spearman dengan menggunakan program SPSS maka harus dilakukan pengujian hipotesis untuk membuktikan atau menguatkan hasil yang telah diperoleh tersebut dengan rancangan uji hipotesis sebagai berikut : 1. Menentukan t hitung t hitung di peroleh dengan rumus : t= rs (n − 2) (1 − r 2 ) Di mana : Tarsim. 2. ρ ≠ 0.

hitung tabel terdapat pengaruh antara desain produk terhadap prilaku konsumen dalam membeli . 2004 Prilaku Konsumen Teori dan Penerapannya penerbit_ GI Arikunto. Ujang Sumarwan. artinya tidak b.rs = koefisien korelasi n = jumlah sampel • Kriteria penerimaan hipotesis Kriteria hipotesis tersebut adalah sebagai berikut : a. Edisi Revisi V. Suharsimi.: PT. S. Ir. Rineka Cipta. artinya terdapat pengaruh antara desain produk terhadap prilaku konsumen dalam membeli Jika t < t maka Ha ditolak sedangkan Ho diterima. Jakarta. Prosedur Penelitian. DAFTAR PUSTAKA Dr. Tarsim. Jika t hitung > t tabel maka Hi diterima sedangkan Ho ditolak. 2002.doc 47 .Sc.

Kinnear.L. 2001. and Krenler. D. : PWSKent Publishing Company. the United States of America. Edisi Keenam. Philip. Edisi 9. M. Having and Being. T. Consumer Behavior. Jakarta : PT.Dr. New York : The McGraw-Hill. Bandung : Alfabeta Jakarta. Coney. Ir. Dasar-Dasar Pemasaran. : Millenium. Prinsip – Prinsip Pemasaran. Jakarta: Bunarupa Aksara. Miniard. Engel. Mowen. Bernhardt. Manajemen Pemasaran (terjemahan).A. Roger J. F. W. K. ____________. Perilaku Konsumen. Jakarta : Prenhalindo. 2002. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Solomon M. Principles of Marketing. Jilid 2 Edisi Delapan.C.doc 48 . 1995. Sugiyono. Jilid 1. Tarsim. Ujang Sumarwan. 2002. Hawkins. New York. Roger. Consumer Behavior and Marketing 4th edition. HarperCollins Publishers.R. Kotler. Henry. 1992. 2003. Philip dan Gary Armstrong. 2004. karangan Sutisna. K. Perilaku Konsumen Ghalia Indonesia mei 2004 Assael. Kenneth A. Edisi jilid 1. Best. 1994. 2001. Jakarta : Erlangga Kotler. 2001. Prenhallindo. James. Jilid 1.Sc. USA. Consumer Behavior: Buying. Metode Penelitian Administrasi. Del I. Blackwell dan Paul.

Sejarah Universitas Merdeka Malang Tarsim.htm Encyclopedia of Professional Management Volume 1. 211 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Bandung : Alfabeta. http://www.htm.________. 2003.com/peminatan-manajemen-pemasaran.KOMPAS.ac. Perilaku Konsumen & Komunikasi Pemasaran.prodes. Hasil Penelitian 1.com/ wikipedia.id/dpi/101. 2006.doc 49 .its. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.com www. Metode Penelitian Bisnis (cetakan kesembilan). Sutisna. CV. http://sribd.

Kemauan yang menjadi niat untuk menjawab tantangan zaman. Waktu itu tuntutan masyarakat terhadap suatu Perguruan Tinggi Swasta masih sederhana. gagasan mendirikan Perguruan Tinggi Swasta mendapat bentuknya sejak akhir tahun 1963.Sejarah Universitas Merdeka Malang dimulai dengan adanya suatu gagasan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang diilhami oleh sebaris kalimat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Cikal bakal Universitas Merdeka Malang pada dasarnya adalah sebuah perguruan tinggi yang bernama Universitas Sawerigading yang berdiri pada tahun 1957. Yamin. merupakan dorongan perlunya suatu Perguruan Tinggi yang dapat melayani kebutuhan Warga Kota Malang yang jauh lebih luas. Dalam situasi demikian. Dalam mempertahankan eksistensinya. Universitas ini membuka Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat. Modal utamanya adalah kemauan keras. berupa tuntutan masyarakat adanya Pendidikan Tinggi di Kota Malang.doc 50 . Universitas ini berpusat di Makassar dan membuka cabang di kota-kota besar di Jawa salah satunya di Kota Malang. bulan Oktober 1954. Keberadaan Perguruan Tinggi Swasta waktu itu hanyalah sebuah Papan Nama. dan Fakultas Ekonomi. dan Tarsim. Gedung kuliah dan perlengkapan akademis tidaklah menjadi tuntutan utama. Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Moch. di Kota Malang. Perguruan Tinggi Swasta tersebut menarik banyak minat warga masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikannya.

sehingga mahasiswanya sebagian pindah ke Perguruan Tinggi Kotapraja Malang. Dalam pertemuan itu. Fakultas yang akan dibuka adalah Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat. Sebagai persiapan pembukaan kuliah itu. Tarsim. merupakan tahun optimisme bagi sejumlah orang yang bercita-cita untuk membangun kembali Pendidikan Tinggi Swasta. Denyut kehidupan Perguruan Tinggi Swasta itu baru nampak pada saat-saat Mahasiswanya diterima melalui perploncoan. Universitas Sawerigading menghentikan kegiatannya karena suatu sebab yang tidak dapat diatasi pengurusnya. Dharma dari Cabang Semarang. Pusat Perkantoran dan Sekretariat.doc 51 . ditunjuk untuk mengadakan persiapan. Dalam perjalanannya. dan Fakultas Ekonomi. Saat itulah Mahasiswanya dengan atribut tertentu mudah dikenali dan dibedakan dengan pelajar Sekolah Menengah. singgah di Surabaya. diputuskan pembukaan kembali Universitas Sawerigading cabang Malang pada tahun ajaran 1962-1963. Keteraturan perkuliahan serta kelengkapan sarana Akademis belum menjadi kriteria yang penting.tempat kuliah yang dapat disewa atau dipinjam dan Gedung Sekolah yang ada. Nuruddin Sjahadat. dilaksanakan di rumah Jalan Kunir 15 Malang. Memasuki tahun enam puluhan. Sukiman Dahlan Saleh. Presiden Universitas Sawerigading. dari Universitas Sawerigading Cabang Surabaya dan S. Pada suatu kunjungan ke beberapa cabang Universitas Sawerigading di Jawa.

disusunlah Pengurus Baru Universitas Sawerigading Cabang Malang. kedudukan Universitas Sawerigading di Malang oleh pendirinya dianggap otonom dalam arti pengelolahan Administratif dan Akademik. 15 dipindahkan ke Jalan Celaket No. Untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik. tidak tergantung lagi dengan Universitas Sawerigading yang berpusat di Makasar. Kehadiran Universitas Sawerigading di Malang tahun 1962 mendapat sambutan masyarakat dengan banyaknya Mahasiswa yang mendaftarkan diri. Oleh sebab itu. dibentuklah Dewan Pembina yang diketuai Edwin Soedardji. Berdasarkan Undang-Undang Perguruan Tinggi Nomor 22 tahun 1961. dibentuklah Yayasan Perguruan Tinggi Universitas Sawerigading.doc 52 . khususnya anggota Angkatan Darat. 7 Malang (kini menjadi Jalan Jaksa Agung Suprapto No. suatu masalah baru muncul ketika Pimpinan Universitas Tarsim. dengan persetujuan Presiden Sawerigading di Makasar.Pembukaan kembali Universitas Sawerigading Cabang Malang ternyata menarik minat para anggota Angkatan Bersenjata. dan para Pegawai Negri dan Pegawai Swasta yang berhasrat menambah pengetahuannya. Dalam perjalanan selanjutnya. suatu Perguruan Tinggi Swasta yang dibentuk harus didirikan oleh suatu Badan Hukum. Sejak itu pusat kegiatan Perkantoran Universitas dari Jalan Kunir No. Dengan adanya Yayasan itu.7 Malang). Sebagai tindak lanjut. yang disyahkan dengan akta Notaris tanggal 20 Mei 1963. yang dikukuhkan dengan Surat Keputusan tanggal 30 November 1962.

tidak dapat diselesaikan secara memuaskan. nama yang dipakai sampai tahun 1972. diketuai oleh M. Pusat Malang. Masalah Status dan hubungan Organisatoris yang menyangkut kedua belah pihak. maka pada tanggal 29 Januari 1964. maka perlu didirikan Lembaga Pendidikan Tinggi baru. Untuk maksud itu. beberapa pengurus Yayasan mengadakan rapat di Jalan Celaket No.Sawerigading yang berpusat di Makasar. Sehari setelah Yayasan Universitas Sawerigading Malang dinyatakan bubar. Kemelut yang melanda Universitas Sawerigading Malang berakibat pembubaran universitas untuk yang kedua kalinya. Untuk maksud tersebut. Akta Pendirian Yayasan barulah diresmikan pada tanggal 5 Juli 1964. para peserta rapat sepakat untuk segera membentuk Yayasan sebagai syarat yang ditentukan oleh Undang-Undang Nomor 22 tahun 1961. tidak dapat menerima kenyataan adanya keinginan Pendiri Universitas Sawerigading Cabang Malang. 7 Malang guna memperoleh Keputusan untuk menampung bekas Mahasiswa Universitas Sawerigading. yang berdiri otonom. Serentak dengan Keputusan mendirikan universitas yang baru. kemudian Lembaga Pendidikan Tinggi tersebut diberi nama “Universitas Merdeka”. disusunlah konsep akta pendiriannya untuk memenuhi ketentuan perundangan Perguruan Tinggi.doc 53 . dengan cara pembatalan akta pendirian dan dinyatakan bubar sejak tanggal 28 Januari 1964. maka para pendiri Universitas Sawerigading di Malang membubarkan diri. Pada awal berdirinya. Yayasan bernama: Yayasan Perguruan Tinggi Universitas Merdeka. Sebagai akibatnya. Dhawam Abdul Tarsim.

dan tambahan.ah Daerah untuk memberi bimbingan dan pengawasan atas penyelenggaraannya. Mukadimah Anggaran Dasar. PeraturanPeraturan yang terdiri dan Pasal 1 sampai Pasal 8. Diantaranya adalah tujuan untuk mewujudkan manusia Indonesia yang cerdas. maka mie instan menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan akan pangan tersebut. dan akta Nomor 122 tahun 1983. Gambaran umum mahasiswa konsumen produk mie sedaap Saat ini ada kecenderungan pada sebagian masyarakat terutama di kalangan mahasiswa dalam kebutuhan akan karbohidrat tidak hanya terpenuhi dengan mengkonsumsi nasi. penyempurnaan. yang diilhami oleh kalimat-kalimat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam akta itu berisi pernyataan berdirinya Yayasan Perguruan Tinggi Merdeka Malang. Tarsim. pengakuan itu tertuang dengan Surat Keputusan tanggal 18 Mei 1964 Dengan Surat Pengakuan itu. 2.doc 54 . harga mie instan relatif lebih murah dan tersedia dalam berbagai macam pilihan rasa. telah diadakan perubahan. Pada periode ini Yayasan berhasil menjalin hubungan Struktural dengan Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Malang. Dengan itu pula menjadi tanggung jawab Pemerint.Ghani. Hal ini terjadi karena selain praktis. Sejak akta yang pertama. Sebagai tindak lanjut hubungan itu adalah berupa pengakuan kepada Universitas Merdeka. Adanya tuntutan bahwa segala sesuatu harus serba cepat dan praktis. sebagai suatu lembaga Pendidikan Tinggi Swasta. dibuat hingga dewasa ini. berarti adanya pengakuan Pemerintah Daerah kepada Universitas Merdeka. melalui akta Nomor 32 tahun 1972.

minyak sayur serta sayur kering yang terpisah kemasannya.Mie instant merupakan salah satu jenis makanan yang paling populer di Asia Timur dan di Asia Tenggara. Biasanya setiap merk menawarkan dua jenis mie instan yaitu mie rebus dan mie goreng. Satiap merk memiliki karakteristik tersendiri. Hal ini membuat produk mie sedaap bukan cuma Tarsim. Buat mahasiswa. Selain murah dan mudah memasaknya. Harga dari setiap merk bervariasi. saat ini telah beredar berbagai macam mie instan dengan berbagai macam rasa. Diantara bermacam produk mie yang beredar di pasaran terdapat dua merek terkenal yang merajai pasaran dan banyak dikonsumsi oleh mahasiswa diantaranya adalah Indomie (Indofood) dan Mie Sedaap Goreng (Wings food). Mie instan bisa langsung dikonsumsi setelah dituangi air panas (untuk mie instan yang ada dalam kemasan sterofoam) atau dimasak dahulu ± 3 menit untuk mie instan yang berada dalam kemasan plastik.doc 55 . apalagi kalau diramu dengan sayur-sayuran. Mie Sedaap yang fenomenal berhasil menggebrak dan sempat merebut pasar mie gorengan instant Indonesia. salah satunya adalah mie instan yang merupakan mie yang tiap helainya telah mengalami pengerasan serta dilengkapi dengan bumbu. Dengan berkembangnya produk mie dan teknologi pembuatan mie. dan masing-masing jenis memiliki rasa yang berbeda. mie bisa jadi merupakan menu tetap saat kalang kabut kelaparan tengah malam. mie juga mengandung gizi yang diperlukan tubuh. Di Indonesia. karena dengan rasa yang enak dan porsi yang bisa dibilang lebih banyak sedikit daripada merk mie yang lain.

makanan favorit mahasiswa Unmer. Tarsim.doc 56 . tetapi juga mahasiswa dari hampir semua negara Asia.

2009 Tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang menjawab kuesioner adalah responden yang berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 30 responden atau (73.doc 57 .4% 26.1.6%). Gambaran mengenai responden yang menjadi sampel penelitian adalah sebagai berikut: Jenis kelamin responden penelitian dapat dijelaskan pada tabel berikut ini: Tabel 1 Jenis Kelamin Responden Mahasiswa Konsumen Produk sepeda motor merk Yamaha Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan JUMLAH Jumlah Responden (Orang) 22 8 30 Persentase (%) 73. Deskripsi Responden Responden mahasiswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden adalah mahasiswa yang memiliki sepeda motor merek Yamaha.6% 100 Sumber: Data primer diolah. Sedangkan responden menurut usia dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tarsim.4%) dan sisanya adalah responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 10 responden (26.

1.Diatas Rp.s/d Rp.000. 1.0 25.000..000.s/d Rp.0%).000. 500. 2.5 100 20 tahun diatas 20 tahun JUMLAH Sumber: Data primer diolah.000.5 47..500.000.doc 58 .0 15. 2006 Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa responden yang menjadi responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah yang mendapat kiriman antara Rp.000.5%).0 37.0 50. Sedangkan responden menurut kiriman orang tua per bulan dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3 Kiriman orang tua per bulan Responden Mahasiswa Konsumen Produk Mie Instan Merk Sedaap Kiriman Orang Tua Per Bulan Dibawah Rp.Rp.000.Tabel 2 Usia Responden Mahasiswa Konsumen Produk Mie Instan Merk Sedaap Usia Responden Kurang dari 20 tahun Jumlah Responden (Orang) 6 15 19 40 Persentase (%) 15.000..Rp. 1.s/d Rp.500.000.000.- Jumlah Responden (Orang) 4 20 6 10 40 Persentase (%) 10. Deskripsi Variabel Penelitian Tarsim.0 100 JUMLAH Sumber: Data primer diolah. 500. 1.-dari orang tuanya yaitu sebanyak 20 orang responden (50. 2006 Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa responden yang menjadi responden dalam penelitian ini sebagian besar adalah yang berusia lebih dari 20 tahun yaitu sebanyak 19 orang responden (47. 500. 1.

1 : X1.Dari hasil penelitian yang dilakukan.3 : Pergeseran budaya Wilayah geografis Kelas sosial Adapun jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam tabel berikut ini: Tarsim.doc 59 .2 : X1. Variabel Budaya (X1) Dengan indikator atau pertanyaan: X1. tanggapan responden terhadap kuesioner yang disebarkan berdasarkan variabel dapat dilihat sebagai berikut: a.

5 - Dari tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi oleh jawaban cukup setuju.0 52. Tidak Setuju e. Cukup Setuju d.doc 60 . Cukup Setuju d. Setuju c. Setuju c. Sangat Setuju b.5% Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena mudah di peroleh di wilayah tempat tinggal Pada item ketiga jawaban cukup setuju juga merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah 19 orang atau 47. yaitu sejumlah 22 responden atau 55. Tidak Setuju e.5% Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena dapat mencerminkan kelas sosial Dari item pertanyaan yang ditanyakan kepada responden sebagian besar menyatakan cukup setuju sehingga dapat dijelaskan Tarsim.0 12. Sangat Tidak Setuju Sumber: Data primer diolah. a.5 47. Cukup Setuju d. Sangat Tidak Setuju Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena mudah di peroleh di wilayah tempat tinggal 13 5 22 11 8 21 - 32. Setuju c. Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena sudah terbiasa mengkonsumsi produk sebagai pengganti nasi a. Hal ini menunjukkan bahwa responden pada umumnya menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena sudah terbiasa mengkonsumsi produk sebagai pengganti nasi.0 27.5 20. Sangat Tidak Setuju 3. 2006 16 5 19 - 40.5 - 2. Pada item kedua jawaban cukup setuju merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah 21 orang atau 52.5 55.Tabel 4 Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Budaya (X1) Terhadap Keputusan Pembelian (Y) Item Kuesioner/Jawaban Jumlah Frekuensi (%) 1. Sangat Setuju b.0%. Sangat Setuju b. Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena dapat mencerminkan kelas sosial a.5 12. Tidak Setuju e.

b. Variabel Sosial (X2) Dengan indikator atau pertanyaan: X2.1 : X2.bahwa faktor kebudayaan akan dapat meningkatkan keputusan pembelian konsumen terhadap produk mie merek sedaap.doc 61 .2 : X2.3 : Mengikuti lingkungan Pengalaman dari anggota keluarga Mengikuti teman Adapun jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam tabel berikut ini: Tarsim.

5 35. Sangat Setuju b.doc 62 . Pada item kedua jawaban cukup setuju merupakan jawaban yang paling banyak didapatkan dengan jumlah 21 orang atau 52.0 50. Tidak Setuju e. Dari tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi oleh jawaban cukup setuju.Tabel 5 Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Sosial (X2) Terhadap Keputusan Membeli (Y) Item Keterangan Jumlah Frekuensi (%) 1. Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena kebiasaan mengkonsumsi mie instan di sekitar lingkungan anda saat ini a. Cukup Setuju d. Setuju c. Sumber: Data primer diolah. Cukup Setuju d. Sangat Setuju b.5 52.5%.0%. Setuju c. Cukup Setuju d. Sangat Tidak Setuju Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pengalaman dari anggota keluarga sebelumnya a. yaitu sejumlah 22 orang atau 55. Tidak Setuju e. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden cukup setuju Tarsim. Sangat Setuju b.0 17.0 15.0 - 3. Setuju c.0 - 12 7 21 14 6 20 - 30. 2. Tidak Setuju e. Hal ini menunjukkan bahwa responden pada umumnya menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena kebiasaan mengkonsumsi mie instan di sekitar lingkungan anda saat ini. Sangat Tidak Setuju Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pengaruh dari teman a. 2006. Sangat Tidak Setuju 14 4 22 - 14 4 55.

1 : X3. c.doc 63 .2 : X3. Dari ketiga item pertanyaan yang diajukan kepada responden didapatkan jawaban sebagian besar responden menyatakan cukup setuju jika faktor sosial yang mendorong konsumen untuk membuat keputusan pembelian adalah berasal dari pengaruh lingkungan. Pada item ketiga jawaban cukup setuju merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah 20 orang atau 50.3 : Uang saku Situasi ekonomi Gaya hidup Adapun jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam tabel berikut ini: Tarsim.0% Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pengaruh dari teman. Variabel Pribadi (X3) Dengan indikator atau pertanyaan: X3.jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pengalaman dari anggota keluarga sebelumnya. pengalaman anggota keluarga dan mengikuti teman.

Sangat Setuju b. 2. Tidak Setuju e. Dari tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi oleh jawaban cukup setuju. 2006.5%) Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena dapat mencerminkan gaya hidup. Tidak Setuju e.5 52. Dari ketiga item pertanyaan yang diajukan kepada responden didapatkan jawaban cukup setuju adalah jawaban yang paling Tarsim. Hal ini menunjukkan bahwa responden pada umumnya menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena menyesuaikan dengan uang saku responden Pada item kedua jawaban cukup setuju merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah 19 orang atau 47. Setuju c.5 47.0 17.0 17. sejumlah 21 orang atau 52.5 47.5 - 1. Tidak Setuju e. Sangat Setuju b. Setuju c.5%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena menyesuaikan dengan situasi ekonomi Pada item ketiga jawaban cukup setuju juga merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah 19 responden (47.Tabel 6 Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Pribadi (X3) Terhadap Keputusan Membeli (Y) Item Keterangan Jumlah Frekuensi (%) 30. Sangat Setuju b.0 22.5 35. Sangat Tidak Setuju Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena dapat mencerminkan gaya hidup anda a. Cukup Setuju d. Sangat Tidak Setuju 12 7 21 12 9 19 14 7 19 - Sumber: Data primer diolah. Sangat Tidak Setuju Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena menyesuaikan dengan situasi ekonomi a. Cukup Setuju d.5 30.5%.doc 64 . Cukup Setuju d. 3. Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena menyesuaikan dengan uang saku anda a. Setuju c.

Variabel Psikologis (X4) Dengan indikator atau pertanyaan: X4.3 : Motivasi Persepsi Pengetahuan Adapun jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam tabel berikut ini: Tarsim.mendominasi sehingga dapat dijelaskan bahwa faktor pribadi yang mendorong konsumen untuk membuat keputusan pembelian adalah berasal dari uang saku.2 : X4. situasi ekonomi. d.1 : X4.doc 65 . dan gaya hidup.

Anda termotivasi mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena praktis dan mudah di dapat a.5%.0%. Sangat Setuju b. Sangat Setuju b. Sangat Tidak Setuju Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya persepsi atas iklan produk mie instan tersebut a.5 25. Tidak Setuju e. Tidak Setuju e. Dari ketiga item pertanyaan yang ditanyakan kepada responden didapatkan bahwa jawaban cukup setuju adalah jawaban yang paling Tarsim.5 - 3.5 25. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pemahaman atas kandungan gizi produk. Tidak Setuju e.Tabel 7 Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Psikologis (X4) Terhadap Keputusan Membeli (Y) Ite m 1. Setuju c. Cukup Setuju d. Setuju c. Setuju c. Sumber: Data primer diolah. Sangat Tidak Setuju 11 10 19 - 27.doc 66 .0 47. sejumlah 19 orang atau 47. Dari tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi oleh jawaban cukup setuju.0 50.5 - 10 10 20 11 10 19 - 25. 2006.0 25. Hal ini menunjukkan bahwa responden pada umumnya menyatakan cukup setuju jika termotivasi mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena praktis dan mudah di dapat Pada item kedua jawaban cukup setuju merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah 20 orang atau 50. Cukup Setuju d.0 47. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan cukup setuju jika mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya persepsi atas iklan produk mie instan tersebut Pada item ketiga jawaban cukup setuju merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah 19 orang atau 47. Sangat Setuju b. Cukup Setuju d. Sangat Tidak Setuju Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pemahaman atas kandungan gizi produk a.5%. Keterangan Jumlah Frekuensi (%) 2.0 27.

mendominasi sehingga dapat dijelaskan bahwa faktor psikologis yang mendorong konsumen untuk membuat keputusan pembelian adalah berasal dari faktor motivasi.doc 67 . Variabel Terikat Keputusan Pembelian Produk (Y) Dengan indikator atau pertanyaan: Y1 : Y2 : Menjatuhkan pilihan atau alternatif pada produk yang terbaik Pengambilan keputusan dilakukan secara sadar. persepsi dan pengetahuan. rasional. e. Y3 : Pembelian kembali Adapun jawaban dari responden penelitian dapat disajikan dalam tabel berikut ini: Tarsim. obyektif dan terencana.

Setuju c. Sangat Setuju b.5 45.5%.0%. Tarsim. Tidak Setuju e. a. Cukup Setuju d. Sangat Tidak Setuju Dengan membeli mie instan merk Sedaap berarti anda telah melakukan pengambilan keputusan dilakukan secara sadar. Sangat Tidak Setuju Jumlah Frekuensi (%) 11 8 21 - 27. 2006 Dari tabel diatas dapat diketahui item pertama didominasi oleh jawaban cukup setuju. obyektif dan terencana.doc 68 . Setuju c.5 - 2. Pada item kedua jawaban cukup setuju juga merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah 18 orang atau 45.0 25.5%. 12 10 18 - 30. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan cukup setuju jika setelah merasakan produk mie instan merek Sedaap akan melakukan pembelian kembali. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan cukup setuju jika dalam pengambilan keputusan untuk membeli produk mie instan merek Sedaap karena telah melakukan pengambilan keputusan dilakukan secara sadar.0 52. Sangat Setuju b. rasional.5 20. obyektif dan terencana.0 - Sumber: Data primer diolah. Cukup Setuju d. Hal ini menunjukkan bahwa responden pada umumnya menyatakan cukup setuju jika dalam pengambilan keputusan untuk membeli produk mie instan merek Sedaap karena merasa telah menjatuhkan pilihan atau alternatif pada produk yang terbaik. Cukup Setuju d. Setuju c. 15 7 18 - 37. sejumlah 21 orang atau 52. Sangat Tidak Setuju Dengan membeli mie instan merk Sedaap dan merasakannya anda akan terdorong untuk melakukan pembelian kembali a.Tabel 8 Distribusi Jawaban Dari Berbagai Item Keputusan Pembelian (Y) Item 1.5 17.. Pada item ketiga jawaban cukup setuju juga merupakan jawaban yang paling banyak muncul dengan jumlah 18 orang atau 45.0 - 3. Tidak Setuju e. rasional. Tidak Setuju e. Sangat Setuju b.0 45. Keterangan Dengan membeli mie instan merk Sedaap berarti anda telah menjatuhkan pilihan atau alternatif pada produk yang terbaik a.

Teknik yang digunakan untuk uji validitas ini adalah “korelasi product moment” dari Pearson dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0. Pengujian Instrumen Penelitian (Uji Validitas dan Realibilitas) a. Adapun hasil uji validitas dengan menggunakan bantuan aplikasi program SPSS dapat disajikan dalam tabel berikut ini: Tarsim.3.05) dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor masing-masing item dengan skor totalnya. Uji validitas Sebuah instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang hendak diukur dari variabel yang diteliti.doc 69 .

Dari hasil pengujian validitas pada tabel 9 dapat dilihat bahwa keseluruhan item variabel penelitian mempunyai r hitung > r tabel yaitu pada taraf signifikan 95% ( α =0.3 Y1 Y2 Y3 Koefisien Korelasi (r) 0.000 0.312 0. 2. Uji Reliabilitas Sedangkan uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui adanya konsistensi alat ukur dalam penggunaannya. 3. 15.312 0.992 0.000 Taraf Sig.933 0.2 X1.000 0. 8.000 0. b. 2006 Sesuai dengan Arikunto (1998:136) bahwa apabila r hitung > r tabel.Tabel 9 Hasil Uji Validitas Butir Kuesioner No 1. 13.965 0.000 0.975 0.05 0.2 X3.2 X4.1 X4.05 0.05) dan n = 40 diperoleh r tabel = 0.1 X3. atau Tarsim.954 0.05 0.968 Nilai Kritis (r-tabel) 0.000 0.312 0.05 0.05 0.312 0.05) 0.000 0.312 0.05 0.976 0.2ta iled (p-level) 0.000 0.312 0.923 0.312 0. 10. maka dapat diketahui r hasil tiap-tiap item > 0.312 0.000 0.312 Sig. 12. 11.1 X2. 7.05 0.1 X1. 6.312 0.000 0.05 0.000 0. maka dapat dikatakan bahwa suatu instrumen adalah valid.312 0.945 0.05 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data Primer yang diolah. 5.924 0. Butir Dalam Kuesioner X1.05 0.05 0.05 0.312.980 0.2 X2.000 0.312 sehingga dapat dikatakan bahwa keseluruhan item variabel penelitian adalah valid untuk digunakan sebagai instrument dalam penelitian atau pertanyaanpertanyaan yang diajukan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.312 0. (α = 0.312 0.3 X2.000 0. 14.985 0. 4.05 0.923 0. 9.981 0.000 0.3 X3.05 0.312 0.000 0.05 0.doc 70 .312 0.978 0.3 X4.

2006. Hal ini berarti bahwa item pertanyaan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten dalam arti jika pertanyaan tersebut diajukan lagi akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban pertama.9442.dengan kata lain alat ukur tersebut mempunyai hasil yang konsisten apabila digunakan berkali-kali pada waktu yang berbeda. (X4) sebesar 0.9344. dimana suatu instrumen dapat dikatakan handal (reliabel) bila memiliki koefisien keandalan atau alpha sebesar 0. Hasil pengujian reliabilitas diperoleh nilai koefisen Alpha untuk variabel (X1) sebesar 0. X3 0.9442 3. (X3) sebesar 0. No Status Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Teknik pengujian reliabilitas item menggunakan metode alpha cronbach. X2 0. Tarsim.9708 4. Menurut Arikunto (1998:145): “Untuk uji reliabilitas digunakan Teknik Alpha Cronbach. X1 0.9841 dan (Y) sebesar 0.6 atau lebih. Adapun hasil uji reliabilitas yang dilakukan terhadap instrumen penelitian ini dapat dijelaskan pada tabel berikut ini: Tabel 10 Hasil Pengujian Reliabilitas Butir Dalam Nilai Kuesioner Alpha 1.doc 71 .9517. Y 0. Hal tersebut dapat dikatakan nilai koefisien reliabilitas berkisar antara 0 sampai dengan 1 semakin mendekati 1 menunjukkan bahwa item semakin reliabel.9708.9344 2.9841 5.9517 Sumber : Data primer yang diolah. X4 0. (X2) sebesar 0.

4.992 t hitung Prob.102 adalah bilangan konstanta yang berarti apabila variabel bebas yaitu X1.102 + 0. jika tidak ada variabel perilaku konsumen (budaya.266 0. Karena besarnya keputusan pembelian produk tidak dapat digambarkan secara kuantitatif.464X4 a = 0. a.102 550.05) 0.000 X1 (Kebudayaan) X2 (Sosial) X3 (Pribadi) X4 (Psikologis) Konstata F hitung Adjust R2 R Square (R2) R 0.810 1. t) (α = 0. Analisis Data Rekapitulasi hasil analisa korelasi dan regresi linier berganda selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 11 Rekapitulasi Hasil Analisa Regresi Berganda Variabel Koefisien Regresi 0. dan X4 sama dengan nol.002 0.159 0.117 0.155X2 + 0.441 3.984 0. maka besarnya variabel Y (Keputusan pembelian produk) adalah 0.102.464 0.400 5. X3.201 Variabel terikat = Y (Keputusan Pembelian produk) Sumber : Data primer yang diolah. X2. sosial.850 0. Analisis Regresi Linier Berganda Y= 0. Tarsim.117X1 + 0. 2006.424 0.doc 72 .102. Dengan kata lain jika variabel bebas perilaku konsumen nilainya dianggap nol berarti besarnya adalah 0.155 0. (sig.983 0. pribadi dan psikologis) masih ada kecenderungan.266X3 + 0.

Jika variabel kebudayaan. pengalaman anggota keluarga dan mengikuti teman akan meningkatkan variabel terikat Y (keputusan pembelian produk) sebesar 0.117.doc 73 . Jika variabel kebudayaan ada kecenderungan menurun maka keputusan konsumen juga akan menurun. Dengan asumsi variabel bebas lainnya (X2.155 adalah besarnya koefisien regresi variabel bebas X2 sosial yang berarti setiap peningkatan (penambahan) variabel X2 sosial berupa mengikuti lingkungan. b3 = 0. wilayah geografis.266 adalah besarnya koefisien regresi variabel bebas X 3 pribadi yang berarti setiap peningkatan (penambahan) variabel X3 pribadi berupa uang saku. Dengan asumsi variabel bebas lainnya (X1. X3. ada kecenderungan meningkat maka keputusan pembelian akan meningkat. Jika variabel sosial ada kecenderungan menurun maka keputusan konsumen juga akan menurun. b2 = 0. ada kecenderungan meningkat maka keputusan pembelian akan meningkat. Jika variabel sosial. dan X4) konstan.b1 = 0. X3. dan X4) konstan.155.117 adalah besarnya koefisien regresi variabel bebas X1 Kebudayaan yang berarti setiap peningkatan (penambahan) variabel X1 kebudayaan berupa peningkatan pergeseran budaya. situasi ekonomi dan gaya hidup akan meningkatkan variabel terikat Y (keputusan pembelian Tarsim. dan kelas sosial akan meningkatkan variabel terikat Y (keputusan pembelian produk) sebesar 0.

Dari persamaan regresi tersebut dapat dilihat bagaimana pengaruh variabel bebas (X1. dan X3) konstan.0 for windows dapat disajikan dalam tabel berikut: Tabel 12 Tarsim. X2. persepsi dan pengetahuan akan meningkatkan variabel terikat Y (keputusan pembelian produk) sebesar 0. ada kecenderungan meningkat maka keputusan pembelian akan meningkat. Jika variabel psikologis.266. X4) terhadap variabel terikat (Y). Jika variabel pribadi ada kecenderungan menurun maka keputusan konsumen juga akan menurun. X3. Dengan asumsi variabel bebas lainnya (X1. X2.doc 74 . ada kecenderungan meningkat maka keputusan pembelian akan meningkat. Dengan asumsi variabel bebas lainnya (X1. b4 = 0. dan X4) konstan.produk) sebesar 0. X3.464 adalah besarnya koefisien regresi variabel bebas X4 psikologis yang berarti setiap peningkatan (penambahan) variabel X4 psikologis berupa motivasi. Jika variabel psikologis ada kecenderungan menurun maka keputusan konsumen juga akan menurun. Pengaruh positif menunjukkan bahwa perubahan variabel bebas (X1.464. X2. X4) akan searah dengan perubahan keputusan pembelian konsumen (Y) a) Uji F (Pengujian Hipotesis I) Hasil analisis data dengan menggunakan program SPSS 11. Jika variabel pribadi. X2.

63 yang berarti bahwa pada taraf nyata α = 0.05 variabel faktor budaya (X1). sosial. pribadi dan psikologis secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk mie instan merk Sedaap digunakan Uji F. X1 b.517 . . Selain itu untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel terikat terhadap variabel bebas secara bersama-sama dengan membandingkan antara probabilitas Tarsim. Untuk menguji hipotesis pertama: diduga bahwa faktor kebudayaan.909 249.066 3.05 Berdasarkan tabel 12 dapat disimpulkan bahwa F hitung sebesar 550. sosial (X2).850 > dari F tabel 2. X4. X3. pribadi (X3) dan psikologis (X4) secara simultan/bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan (bermakna) terhadap keputusan pembelian produk mie instan merek Sedaap (Y) dapat diterima atau teruji pada taraf nyata α = 0.975 df 4 35 39 Mean Square 61. Uji F dilakukan dengan membandingkan F hitung dengan F Tabel pada taraf nyata α = 0. Predictors: (Constant).05. Dependent Variable: Y Sumber : Data Diolah Dari tabel di atas didapatkan hasil F hitung sebesar 550.doc 75 . serta df penyebut 4 dan df pembilang sebesar 35.000a Regression Residual Total a.112 F 550.Tabel Anova Hasil Analisis Data ANOVAb Model 1 Sum of Squares 246.850 dengan tingkat signifikan 0.000. X2.850 Sig.

Dimana. jika probabilitas < α maka variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.signifikan (0. Dengan demikian hipotesis I teruji secara statistik. Uji t (Pengujian Hipotesis II) Untuk menguji hipotesis kedua yang menyatakan bahwa diduga variabel psikologis (X4) mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keputusan pembelian produk mie instan merek Sedaap (Y). c.doc 76 . maka dalam penelitian ini melihat besarnya masing-masing nilai t hitung dari variabel bebas.000) dengan α (0.05). Adapun signifikasi dari masing-masing koefisien diuji dengan menggunakan uji parsial t-test tampak pada tabel sebagai berikut: Tarsim.

2006.400 2.424 X2 1. Hasil koefisien t hitung menunjukkan bahwa variabel sosial (X2) mempunyai nilai t hitung sebesar (1.441) lebih kecil dibandingkan dengan nilai t tabel pada taraf nyata sebesar (2.810 2.021 0.159 X3 3.000 Sumber : Data primer yang diolah. atau dapat dikatakan variabel sosial (X2) tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk mie instant merek Sedaap (Y).810) lebih kecil dibandingkan dengan nilai t tabel pada taraf nyata sebesar (2.021). 2006. atau dapat dikatakan variabel pribadi (X3) mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk mie instant merek Sedaap (Y).Tabel 13 Perbandingan t-hitung dengan taraf signifikan (α = 5%) Variabel Nilai t-hitung Nilai t-tabel Prob. atau dapat dikatakan budaya (X1) tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk mie instant merek Sedaap (Y).021 0.400) lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel pada taraf nyata sebesar (2. Hasil koefisien t hitung variabel pribadi (X3) mempunyai nilai t hitung sebesar (3. Sumber : Data primer yang diolah. Hasil koefisien t hitung variabel psikologis (X4) mempunyai nilai t hitung sebesar (5.201 2.021). Sig. t Keterangan X1 0.201) lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel pada taraf nyata sebesar (2.doc 77 .021 0.002 X4 5.021 0.441 2. atau dapat dikatakan variabel Tarsim.021). Tidak signifikan Tidak signifikan Signifikan Signifikan Dari tabel 13 dapat diketahui hasil koefisien t hitung menunjukkan bahwa variabel budaya (X1) mempunyai nilai t hitung sebesar (0.021).

sosial. sosial. Dari tabel di atas dapat dijelaskan juga bahwa variabel psikologis (X4) mempunyai nilai t-hitung yang paling besar jika dibandingkan dengan nilai t hitung variabel lainnya. dan X4) secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap variabel terikat Y (keputusan pembelian produk mie instan merk Sedaap) sebesar 98. pribadi. didapatkan hasil bahwa keempat variabel perilaku konsumen (kebudayaan. Implikasi Hasil Penelitian Dari hasil analisis data yang dilakukan di atas.983 hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas (X1. Selain itu juga diketahui koefisien regresi variabel psikologis (X4) yang lebih besar dibandingkan koefisien regresi lainnya. Sehingga hipotesis kedua yang menyatakan bahwa variabel psikologis berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk mie instan merk Sedaap teruji secara statistik. d.3% dan setelah disesuaikan nilai sisanya sebesar 1. C.7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. X3. pribadi dan psikologis) pada mahasiswa FE Unmer Malang secara simultan ternyata berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk mie instant merek Sedaap. R square (R2) Dari hasil analisis diperoleh nilai adjusted R square (R2) sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian konsumen pada bergantung pada keempat faktor perilaku konsumen terdiri dari budaya.psikologis (X4) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk mie instant merek Sedaap (Y).doc 78 . X2. Tarsim.

Tarsim. faktor pribadi dan faktor psikologis”. Dengan diketahui bahwa variabel psikologis mempunyai pengaruh yang siginifikan dan dominan terhadap keputusan pembelian maka dalam hal ini yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan oleh perusahaan atau produsen untuk meningkatkan penjualannya dengan selalu berupaya untuk memahami psikologis konsumen maupun calon konsumen melalui motif membeli. Produk mie instant yang dijual dengan berbagai macam rasa terbukti mampu memotivasi konsumen untuk membeli.dan psikologis. melalui variabel perilaku konsumen yang terdiri faktor budaya. Namun dari uji parsial hanya variabel pribadi dan psikologis yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini terlihat dari respon konsumen (mahasiswa) terhadap kuesioner yang diberikan.doc 79 . faktor sosial. persepsi tentang produk maupun pengetahuan tentang produk.

analisis dan kesimpulan di atas. Dari hasil analisis didapatkan bahwa variabel faktor budaya.doc 80 . Dengan demikian saluran distribusi perlu di jaga. Mengingat keberadaan mie Sedaap dikalangan mahasiswa FE Unmer Malang mudah didapat.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 2. sosial. Karena pengaruh faktor psikologis yang terdiri dari motivasi. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan berikut disampaikan kesimpulan: 1. pribadi dan psikologis secara simultan/bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan (bermakna) terhadap keputusan pembelian produk mie instan merek Sedaap. B. berikut beberapa saran yang dapat disampaikan: 1. persepsi dan pengetahuan menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian pada produk mie instant merek Sedaap. maka perusahaan (produsen mie instan merek Sedaap) lebih hati-hati karena dari konsumen yang diteliti yaitu mahasiswa terlihat keputusan beli Tarsim. 2. variabel psikologis mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk mie instan merk Sedaap. iklan. harga terjangkau. Saran Dari hasil penelitian. dan kandungan gizi hendaknya kondisi tetap terjaga agar konsumen tidak berpindah ke merek lain.

doc 81 . dampak sementara. daya beli sedang dan kebanyakan belum berpenghasilan sehingga faktor perimbangan harga dan kualitas menjadi pertimbangan tersendiri 3. promosi dan distribusi). Dari besarnya nilai koefisien determinasi maupun kontribusi yang diberikan oleh faktor perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian menunjukkan bahwa masih diperlukan adanya penelitian lanjutan bagi peneliti lain untuk meneliti variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.mereka tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain. karena munculnya sebuah perilaku pembelian konsumen merupakan akibat dari banyak faktor antara lain marketing mix (produk. lingkungan fisik. harga. Tarsim. situasional (lingkungan sosial. dan keadaan sebelumnya).

2001. J. Assauri. Anwar. Buku I Edisi Pertama. Susanto.al. Manajemen Pemasaran. Metode Peramalan Kuantitatif Untuk Perencanaan Ekonomi dan Bisnis. Penerbit. Bumi Aksara. Penerbit PT. Metode Penelitian Bisnis. Supranto. Edisi Pertama. Metodologi Penelitian Praktis Untuk Ilmu Sosial dan Ekonomi. Iqbal. 2002. Jakarta. 2004. et. Malang Sugiyono. W. Jakarta. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. et. Rianawati. Charles. Cetakan Pertama. H. Paul. 2002. Yogyakarta. Tarsim. Analisis Pengaruh Faktor Dari Perilaku Konsumen Terhadap Pembelian Produk Aqua (Studi pada Masyarakat Desa Slimbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Eka Ana. 2003. 2005. Edisi Keempat. Alpha Beta. Kanisius. 1997. Perilaku Konsumen.al. Mowen. Penerbit Buntara Media.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Buku 2. Sanusi. Universitas Merdeka Malang. J. Penerbit CV. Consumer Behavior. Jilid 2.doc 82 . Jakarta. Catur. Pokok-Pokok Materi Statistik II: Statistik Inferensial. Pemasaran. 1998. Philip dan AB. Raja Grafindo Persada Jakarta. Bandung. dan Bondan Sutrisno. 1999. Salemba empat. Lamb. Cetakan Kesembilan. Penerbit Bumi Aksara. 2000. Hasan. Suharsimi. 2001. Jakarta. Manajemen Pemasaran. Philip. Kotler. 2000. Cetakan Pertama. Rineka Cipta. Penerbit Salemba Empat. Jakarta. 2001. Jakarta. Rismiati. Rineka Cipta. Jilid Satu. Pemasaran Barang dan Jasa. Skripsi. Jakarta. Manajemen Pemasaran Indonesia. Edisi Revisi. Sofjan. Andi. Jilid I. Kotler.

Swasta. 2002. 2000. Yogjakarta. Manajemen Barang dalam Pemasaran. Basu dan Handoko. Penerbit.doc 83 . Tarsim. Cetakan Keenam. Edisi Kedua. Andy. Tjiptono. T. Yogyakarta. Cetakan Kedua BPFE. Fandy. Strategi Pemasaran. Hani.

1. IDENTITAS RESPONDEN Alamat : Jenis Kelamin : Untuk pertanyaan ini. Dibawah Rp..000.000. Kiriman dari orang tua per bulan: a.500.500.s/d Rp. 500.DAFTAR PERTANYAAN A. Kurang dari 20 tahun b.000. 1. c.000.000. Keterangan Kolom Jawaban: A B C D E = = = = = Sangat Setuju (5) Setuju (4) Cukup Setuju (3) Tidak setuju (2) Sangat Tidak Setuju (1) Tarsim.Rp. b.Diatas Rp.- B. 500.000. 20 tahun c. Di atas 20 tahun 2.000.Rp. d.000. Usia responden saat ini: a. silahkan saudara memilih salah satu jawaban dengan memberi tanda silang (X) pada huruf yang telah anda pilih 1. PERTANYAAN PENELITIAN Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai menurut pendapat saudara yang menyangkut pengaruh perilaku konsumen serta kaitannya dengan Keputusan Pembelian dengan memberikan tanda silang (X) pada Kolom jawaban yang anda anggap paling sesuai..doc 84 . 1. 1.s/d Rp.

doc 85 . Tarsim. Pertanyaan yang berkaitan dengan : Pribadi (X3) No 1. 3. Pertanyaan Anda mengendarai sepeda motor merk Yamaha karena sudah terbiasa mengkonsumsi produk sebagai pengganti nasi Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena mudah di peroleh di wilayah tempat tinggal Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena dapat mencerminkan kelas sosial A B C D E 2. Pertanyaan yang berkaitan dengan : Sosial (X2) No 1. 3. Pertanyaan Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena menyesuaikan dengan uang saku anda Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena menyesuaikan dengan situasi ekonomi Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena dapat mencerminkan gaya hidup anda A B C D E 2. Pertanyaan Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena kebiasaan mengkonsumsi mie instan di sekitar lingkungan anda saat ini Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pengalaman dari anggota keluarga sebelumnya Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pengaruh dari teman A B C D E 2. 3.Pertanyaan yang berkaitan dengan : Desain produk (X) No 1.

3. 2.Pertanyaan yang berkaitan dengan : Psikologis (X4) No 1. Tarsim. rasional. Pertanyaan Dengan membeli mie instan merk Sedaap berarti anda telah menjatuhkan pilihan atau alternatif pada produk yang terbaik Dengan membeli mie instan merk Sedaap berarti anda telah melakukan pengambilan keputusan dilakukan secara sadar. Dengan membeli mie instan merk Sedaap dan merasakannya anda akan terdorong untuk melakukan pembelian kembali A B C D E 2. Pertanyaan Anda termotivasi mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena praktis dan mudah di dapat Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya persepsi atas iklan produk mie instan tersebut Anda mengkonsumsi produk mie instan Merek Sedaap karena adanya pemahaman atas kandungan gizi produk A B C D E 3. Pertanyaan yang berkaitan dengan : Keputusan Pembelian Produk (Y) No 1.doc 86 . obyektif dan terencana.

00 9.00 13.00 9.00 3.00 3.00 4.00 3.00 9.00 3.00 3.00 40 X3.00 5.00 3.00 3.00 5.3 3.00 3.00 3.00 5.00 3.00 9.00 3.00 5.00 4.00 4.00 4.00 9.00 3.00 4.00 4.00 4.00 15.00 3.00 3.00 40 X2 15.00 15.00 5.00 3.00 3.00 40 X2.00 4.00 4.00 13.00 4.00 4.00 12.00 3.00 4.00 3.00 12.00 3.00 3.00 5.00 5.00 5.00 5.00 9.00 12.00 5.00 4.00 5.00 3.00 5.00 3.00 9.00 9.doc 87 .00 3.00 9.00 5.00 3.00 5.00 9.00 13.00 5.00 3.00 3.00 5.00 3.00 3.00 9.1 5.00 3.00 15.00 3.00 4.00 40 X4 11.00 4.00 5.00 4.00 9.00 3.00 4.00 3.1 4.00 3.00 5.00 5.00 5.00 3.00 5.00 3.2 4.00 5.00 5.00 5.00 3.00 12.00 5.00 3.00 3.00 15.00 5.00 3.00 3.00 5.00 5.00 15.00 3.00 3.00 3.00 3.00 9.00 5.00 3.00 3.00 9.00 5.00 5.00 9.00 5.00 5.00 3.00 3.00 9.00 9.00 4.00 40 Y1.00 3.00 3.00 3.00 14.00 4.00 3.00 5.00 4.00 15.00 3.00 5.00 5.00 4.00 12.00 3.00 3.00 9.00 4.00 5.00 5.00 4.00 3.00 3.00 5.00 5.00 4.00 3.00 3.00 9.00 11.00 3.00 5.00 4.00 3.00 5.00 9.00 3.00 3.00 15.00 3.00 9.2 4.00 3.00 4.00 3.00 5.00 3.00 4.00 3.00 5.00 3.00 4.00 3.00 4.00 12.00 4.00 5.00 3.00 3.00 5.00 4.00 5.00 9.00 9.00 5.00 4.00 9.00 9. Fakultas Teknik.00 4.00 12.00 3.00 40 X3 15.00 5.00 13.00 15.00 3.00 5.2 5.00 3.00 4.00 40 X1.00 9.00 4.00 3.00 4.00 5.00 4.00 9.00 3.00 5.00 3.00 5.00 4.00 3.00 3.00 12.00 3.00 3.00 3.00 9. berdasarkan SK.1 4.00 5.00 4.00 9.00 3.00 40 X1.00 40 N a.00 5.00 15.00 9.00 4.2 5.00 5.00 15.00 15.00 3.00 9.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 3.00 5.00 3.00 5.00 5.00 9.00 12.00 3.00 4.00 9.00 5. No Hp : 085228922223 Universitas Serang Raya yang disingkat menjadi UNSERA adalah salah satu perguruan tinggi yang ada di Provinsi Banten.00 15.00 40 X4.00 15.00 12.00 3. UNSERA merupakan UNSERA berdiri penggabungan dua Perguruan Tinggi yaitu STMIK Serang dan STIE Serang yang berada di naungan Yayasan Pendidikan Informatika.00 15.00 4.00 5.00 40 X4.00 3.00 3.00 4.00 15.00 5.00 5.00 5.00 3.00 15.00 4.00 5.00 3.1 4.00 3.00 5.00 12.00 15.00 3.00 12.00 3.00 5.00 4.00 5.00 3.00 3.00 3.00 40 X4.00 9.00 14.00 3.00 3.00 5.00 3.00 12.00 3.00 9.00 15.3 5.00 5.00 3.00 5.00 3.00 3.00 9.00 40 Y1.00 3.00 5.00 15.00 3.00 3.00 5.00 9.00 3.00 4.00 3.00 3.00 4.00 3.00 12.00 3.00 9.00 40 X3.00 12.00 3.00 13.00 12.00 5.00 9.00 4.00 4.00 9.00 15.00 3.00 4.00 9.00 3.00 5.00 3.2 4.00 5.00 3.00 5.1 5. Limited to first 100 cases.00 9.00 12.00 5.00 3.00 9.00 3.00 4.00 12.00 3.00 9.00 5.00 4.00 5.00 3.00 9.00 15.00 5.00 3.00 9.00 4.00 3.00 3.00 3.00 5.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 9.00 3.00 5.00 15.00 3.00 9.00 5.00 5.00 3.00 5.00 3.00 9.00 15.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 12.00 4.00 4.00 3.00 15.00 3.00 9.00 5.00 4.00 3.00 5.00 3.00 4.00 5.00 4.00 3.00 3.00 12.00 3.00 5.00 15.00 3.00 3.00 5.00 3.00 15.00 3.00 15.00 3.00 5.00 5.00 12.00 3.00 5.00 15.00 4.00 3.00 4.00 40 X2.00 5.00 3.00 5.00 3.00 9.00 9.00 3.00 10.00 12.00 15.00 3.00 5.00 4.00 3.00 5.00 3.00 3.00 5.00 15.00 3.00 11.00 3.00 3.00 3.00 9.00 15.00 9.00 3.00 5.00 5.00 5.00 3.00 9.00 3.00 5.00 3.00 4.00 9.00 14.00 5.00 3.00 3.00 5.00 5.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 5.00 3.00 3.00 9.00 3.00 15.00 5.00 3.00 3.00 10.00 9.00 12.00 4.00 15.00 5.00 13.00 5.00 4.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 5.00 13.00 12.00 3.00 4.00 5.00 3.00 4.00 13.00 3.00 5.00 3.00 12.00 4.00 3.00 3.00 3.00 5.00 15.00 5.00 3.00 4.00 5.00 5.00 13.00 5.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.00 3.00 5.00 3.00 5.00 3.00 9.00 4.00 15.00 5.00 4.00 3.00 9.00 5.00 4.00 5.00 5.00 3.00 15.00 15.00 9.00 3.00 3.00 3.00 5.00 5.00 9.00 4.00 3.00 3.00 4.00 5.00 5.00 5.00 3.00 3.00 3.00 5.00 3.00 40 X3.00 5.00 4.00 3.00 5.00 15.00 15.00 4.00 5.00 5.00 5.00 9.00 9.00 3.00 12.00 40 X2.00 3.00 5.00 4.00 3.00 13.00 3.00 5.00 5.00 3.00 9. 262/D/O/2008.00 5.00 3.3 5.00 12.00 9.00 5.00 3.00 5.00 3. Fakultas Komunikasi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.00 15.00 4.00 3.00 5.00 40 X1 13.00 9.00 5.00 3.00 3.00 5.00 3.00 3.00 5.00 3.00 3.00 5.00 9.00 3.00 5.00 9.00 3. Fakultas Ekonomi.00 9.00 3.00 5.00 9.00 9.00 3.00 15.00 15.00 4.00 5.00 3.00 3.00 3.00 11.00 5.00 3.00 40 Y 13.00 9.00 5.00 3.00 15.00 9.00 3.00 3.00 4.00 5.00 3.00 3.00 9.00 3.00 4.Case Summariesa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Total X1.00 4.00 4.00 3.00 9.00 15.00 3.00 3.00 4.00 40 Y1.00 5. Dengan lima fakultas yaitu Fakultas Teknologi Informasi.00 5.00 3.00 3.00 3.00 5.00 3.00 5.00 9.00 3.00 3.00 3.00 3.00 5.00 15.00 5.00 3.00 3.00 3.00 15.00 12.00 3.00 3.00 3.00 9.00 3.00 4.3 5.00 5.00 9.00 9.00 9.00 4.00 5.00 3.00 9.00 4.00 3.00 4.00 4.00 15.00 3.00 4.00 4.00 9.00 3.00 15.00 3.00 3.00 3.00 4.00 4.00 3.00 9.00 3.00 9.00 5.00 3.00 5.00 5.00 5.00 3.00 9.00 5. UNSERA siap mencetak sarjana-sarjana yang berkwalitas dan berahlaq mulia.00 12.00 3.00 9.00 4.00 5.00 9.00 4.00 3.00 3.00 9.00 12.00 5.00 3.3 5.00 5.00 3.00 3.00 3.00 3.00 4.00 5.00 5.00 3. Tarsim.00 12.00 4.00 4.00 3.00 12.00 5.00 4.00 9.00 4.00 5.00 9.00 9.00 5.00 14.00 3.00 3. Mendiknas No.00 4.00 3.00 9.00 3.00 5.00 5.00 12.00 4.00 3.00 3.00 5.00 15.00 5.00 3.00 5.00 5.00 15.00 5.00 3.00 4.

Sebagai salah satu bentuk komitmen demi terciptanya kwalitas yang baik. Dan pengembangan fasilitas-fasilitas yang lain seperti Laboratorium akan terus berjalan seiring dengan perkembangan Universitas Serang Raya Tarsim.doc 88 . saat ini UNSERA sedang membangun gedung baru demi terciptanya pelayanan akan sarana dan prasarana yang kondusif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful