BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Kerja Praktik Untuk mengisi pembangunan bangsa diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan berkualitas. Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara berusaha memberikan sumbangan di dalam usaha mempersiapkan mahasiswanya menjadi SDM yang siap untuk menghadapi era globalisasi dan tantangan yang semakin berat. Di dalam lembaga pendidikan yang merupakan tempat untuk menempah SDM, yang pada umumnya memberikan pendidikan yang lebih memfokuskan kepada pengetahuan yang bersifat teoritis. Sedangkan pendidikan dan

pengetahuan yang bersifat praktis dirasakan kurang. Oleh karena itu untuk mengaplikasikan pengetahuan teori diperlukan kerja sama antara universitas dan industri melalui Kerja Praktik (KP). Dengan adanya program KP ini diharapkan kepada mahasiswa dapat menambah pengetahuan dan keterampilan di bidang teknik mesin. 1.2. Tujuan dan Manfaat Kerja Praktik Secara teoritis, kerja praktik bertujuan untuk membandingkan teori-teori yang didapatkan di perkuliahan dengan praktik yang ada di lapangan atau industri sebenarnya, dan dalam hal ini khususnya bidang mesin pembangkit tenaga. Di samping itu juga mempelajari sistem manajemen yang ada pada perusahaan.

1

Adapun manfaat yang diperoleh dari Kerja Praktik ini antara lain : 1. Bagi Mahasiswa - Dapat memahami berbagai sistem kerja yang ada pada perusahaan atau industri. - Menambah dan mengembangkan wawasan baik secara teoritis maupun secara praktis. - Memperoleh kesempatan berlatih pada dunia industri. 2. Bagi Perguruan Tinggi Mempererat kerja sama dan sosialisasi antara perusahaan dan universitas. 3. Bagi Perusahaan Memudahkan dalam mencari sumber daya yang profesional dengan memberikan kontribusi pendidikan melalui kerja praktik.

1.3. Batasan Masalah Dalam industri pembangkitan listrik yang terdapat di PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Sektor Pembangkitan Belawan terdapat objek kerja yang banyak dan luas. Oleh karena batasan masalah diperlukan agar mahasiswa lebih fokus pada bidang yang dimiliki yaitu bidang teknik mesin. Maka dalam Kerja Praktik ini mahasiswa difokuskan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Dalam hal ini mahasiswa dibimbing dan dilibatkan dalam mempelajari sistem operasi dan pemeliharaan pada Turbin Uap.

2

1.4. Metode Pelaksanaan Kerja Praktik Kerja Praktik ini dilaksanakan di PT. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Sektor Pembangkitan Belawan. Kerja Praktik ini dilaksanakan dengan dua metode, yaitu : 1. Metode Diskusi Diskusi dilakukan antara mahasiswa dengan mahasiswa dan antara mahasiswa dengan pembimbing lapangan mengenai sistem operasi dan pemeliharaan peralatan-peralatan yang digunakan. 2. Metode Observasi Dalam metode ini mahasiswa didampingi oleh pembimbing lapangan dalam melakukan pengamatan atau observasi langsung pada objek kerja dan instrumen-instrumennya.

3

Kebutuhan akan energi listrik diperkirakan tiap tahunnya akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri dan pertumbuhan jumlah penduduk. UI-Press. 4 . (3). atau peningkatan setiap tahunnya ± 16%. Pada tahun 1968-1969 daya yang terpasang di seluruh pusat tenaga listrik PLN berjumlah 540 MW. naik lebih dari 20 kali lipat dalam kurun waktu 24 tahun. dan penjualan eceran. Bandung (1906).BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. yang kemudian disusul di kota-kota besar seperti Medan (1899). yang kemudian disusul dengan pembangunan pusat-pusat listrik tenaga air. pengangkutan. Di Indonesia di awali dengan beroperasinya pembangkit listrik di Gambir. Tinjauan Umum Sistem Pusat Tenaga Listrik Perkembangan energi listrik secara komersial dimulai sejak Januari 1882. 1996). kemudian disusul pada bulan September 1882 di New York City. Distribusi.000 MW. dan Banjarmasin (1922). Surakarta (1902). Mula-mula dipergunakan pusat listrik tenaga termis.Transmisi. Perkembangan pusat tenaga listrik di Indonesia berlangsung sangat cepat. maka pada tahun 1983 angka itu menjadi lebih dari 12. yang dapat dianggap sebagai produksi. (Abdul Kadir. yaitu mulai beroperasinya pembangkit tenaga listrik pertama di London.1. Di dalam penyediaan tenaga listrik dapat dengan jelas terlihat tiga fungsi yaitu: (1). Surabaya (1912). Pembangkitan. Jakarta (1892). Pembangkit Listrik. (2).

Pusat tenaga listrik mengubah energi panas. pola suhu dan suhu lingkungan atau suhu penerima panas yang tersedia. dan energi nuklir menjadi energi mekanikal dan energi listrik melalui siklus konversi energi. yaitu berasal dari pembakaran bahan bakar. Terletak 24 Km sebelah utara kota Medan. Kerja atau energi yang bermanfaat. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara. energi ombak. yang diperoleh dan suatu arus energi akan tergantung dari jumlah panas. Energi berupa panas dapat dikonversikan menjadi energi mekanikal yang menggerakkan generator sehingga menghasilkan listrik.PT PLN Sektor Belawan adalah salah satu unit kerja di lingkungan PT. PLTG Glugur. di kawasan pantai yang mengarah ke Selat Malaka. Alasan pemilihan lokasi ini untuk kemudahan transportasi bahan bakar minyak dan juga untuk mendapatkan air pendingin pembangkit dari air laut. dan 5 . Energi sebagai suatu arus panas dapat berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Pasokan lainnya berasal dari PLTA Inalum. energi pasang surut. radiasi surya. Suatu siklus penerima panas menerima sejumlah energi panas itu menjadi kerja atau energi bermanfaat. Adapun jenis jenis sumber listrik di Sumatera Bagian Utara seperti pada kebanyakan di Indonesia. PLTG Paya Pasir. yang dibentuk sesuai dengan SK Direksi No. energi air. 125/Dir/1983 pada tanggal 24 Juli 1983 dengan tugas pokok mengoperasikan dan memelihara mesin pembangkit. Pasokan listrik di Sumatera Bagian Utara sebagian besar berasal dari PT. atau reaksi nuklir. PLN Sektor Belawan yang jumlahnya mencapai 96 % dari pasokan total. energi angin. PLTD Titi Kuning dan PLTA Sektor Pandan. tenaga air dan geothermal.

Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB). Pada PLTU unit 3. dengan menggunakan penggerak mula dan generator. 4 menggunakan bahan bakar minyak solar. Fasilitas pembangkitan dan transmisi biasanya saling berhubungan secara ekonomi dalam pilihan lokasi. adalah memindahkan tenaga listrik dari pusat tenaga ke gardu induk. 2. Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD). lokasi fisik pusat tenaga listrik. Dari gardu induk akan didistribusikan ke gardu distribusi dan ke para pemakai atau konsumen. Jenis . Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA). agar dapat diperoleh suatu sistem yang baik. desain dan ekonomi skala. yang dilakukan dalam pusat tenaga listrik atau sentral. Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG). Pembangkitan. Secara umum dapat dikatakan. saluran transmisi dan gardu induk perlu ditentukan. bahwa daya guna atau efisiensi yang terjadi jalam proses konversi energi dapat dirumuskan : Energi yang bermanfaat dibagi energi yang dipakai.membuang/meneruskan yang selebihnya kepada lingkungan atau penerima panas itu sebagai energi kerugian pada suhu yang lebih rendah. menggunakan bahan bakar minyak solar dan minyak residu (MFO). Pada PLTU unit 1. Transmisi atau penyaluran.jenis pusat tenaga listrik yang sering digunakan adalah Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU). sedangkan distribusinya tersendiri. tetapi minyak akan digunakan apabila pengadaan 6 . Sering terjadi bahwa penugasan organisasi dari pembangkitan serta transmisi dilakukan bersamaan. yang terletak berdekatan dengan pusat pemakaian berupa kota atau industri besar. Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan sebagainya. Dalam merencanakan suatu sistem penyediaan tenaga listrik. ekonomis dan dapat diterima masyarakat. minyak residu (MFO) dan gas. yaitu produksi tenaga listrik.

Dilihat dari segi biaya. kualitas air. kimia. sosial ekonomi dan budaya. dan Biota air. sehingga menaikkan biaya pengelolaan yang harus juga melibatkan masyarakat untuk memikul biaya untuk 7 . walaupun pasti akan muncul pencemaran. kebisingan. Untuk air umpan Ketel digunakan air sumur bor setelah melalui Proses "Water Treatment Plant" sedangkan untuk pendingin kondensor digunakan air laut. PT PLN melakukan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) pada seluruh pembangkit yang ada di Sektor Belawan. Pencemaran Karbon monoksida dan nitrogen oksida sering disebut gas-gas rumah kaca yang merupakan penyebab pemanasan global. Untuk melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pembangkit listrik. dan karena operasi dari pembangkit ini akan menimbulkan akibat terhadap lingkungan. Sulfurdioksida (SO2) dan berbagai Nitrogenoksida (NO2). dan pada gilirannya berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat tentunya.bahan bakar gas tidak terpenuhi. Komponen yang harus dipantau adalah : Kualitas Udara. Unsur-unsur pencemaran lingkungan yang diproduksi dari bidang fisik adalah Karbondioksida (C02). biologi. mengendalikan tingkat pencemaran secara umum berarti meningkatkan biaya pengelolaan energi. Pengelolaan energi untuk penyediaan tenaga listrik berpengaruh besar terhadap lingkungan hidup. Hidrologi. Hasil pemantauan lingkungan ini adalah usaha dan upaya untuk mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan khususnya di bidang pembangkitan listrik. di lain pihak energi listrik sangat diperlukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Oleh karena itu diperlukan pemantauan keseluruhan baik dalam bidang komponen fisik.

Tersedianya ekosistem. pengelolaan dan pemantauan lingkungan akan mengurangi gangguan kepada masyarakat seperti gangguan kesehatan dan dengan kondisi lingkungan yang baik dapat meningkatkan mutu kehidupan. Untuk itu perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi tata letak ini adalah : Tersedianya sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang cukup. Lokasi pabrik sebaiknya jauh dari pemukiman penduduk untuk menghindari kebisingan dan polusi bagi masyarakat. sehingga biaya yang dikeluarkan untuk pengangkutan dapat ditekan seminimal mungkin.mendapatkan listrik. tata letak pabrik sangat perlu diperhatikan untuk kelancaran dan kemudahan operasional suatu perusahaan dan direncanakan sebelum pabrik dibangun/ didirikan. bagi industri yang menghasilkan jasa seperti PLTU. hal ini dimaksudkan untuk menekan Maya pengangkutan (bagi industri yang menghasilkan barang) atau pemasangan jaringan (instalasi). tempat pembuangan limbah industri tanpa merusak 8 . Di samping itu. Dan di lain pihak pengendalian. Tidak terlalu jauh dari lokasi pasar (daerah). Karena sekali pabrik dibangun dalam tata letak yang salah sangat sulit untuk mengubahnya kembali. Transportasi bahan baku atau bahan bakar yang lancar dan mudah. misalnya sebuah pembangkit listrik tenaga uap sebaiknya dibangun ditepi pantai karena kebutuhan air yang sangat banyak baik untuk air pengisi ketel dan pendingin kondensor.

pengorganisasian. maka lokasi PLTU di PT. 1969) bahwa terdapat empat fungsi dasar yang dilaksanakan oleh manejer yaitu : 1. kebijaksanaan program yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. manajemen didefinisikan sebagai proses karena semua manajer. 2. Perencanaan (Planning) Pemilihan dan penentuan tujuan organisasi dan penyusunan strategi. sehingga manajemen adalah proses perencanaan. 2. Para ahli sepakat (Wickham Skinner. pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain.Setelah memperhatikan faktor-faktor diatas. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera bagian Utara telah memenuhi syarat yang diinginkan dalam pemilihan tata letak pabrik. 9 . yaitu di kawasan pulau Naga Putri Sicanang Belawan kira-kira 24 km utara kota Medan.2. Pengorganisasian (Organizing) Penentuan sumber daya dan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi. tanpa harus memperdulikan keterampilan para manajer. Sistem Manajemen Perusahaan Manajemen dimulai dengan defenisi yang kompleks dan mencakup aspekaspek penting pengelolaan. sehingga harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka inginkan. Jadi.

3 Jenis-jenis Manajemen Adapun jenis jenis manajemen perusahaan terdiri dari empat bagian. Kegiatan-kegiatan demikian mencirikan pihak manejer yang menunjukkan perbedaan antara seorang anggota manajemen dan anggota Non-manajemen pada suatu perusahaan. Seluruh aktivitas inilah yang disebut dengan Manajemen.1 Manajemen Perkantoran Perumusan George R. Pengawasan (Controlling) Penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai yang telah ditetapkan. Adapun tujuan dari manajemen ini adalah : 1. Manajemenn perkantoran dapat dirumuskan sebagai perencanaan.3. sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. 2. Untuk mewujudkan adanya efisiensi di dalam setiap usaha. 10 . yang meliputi : 2. Pengarahan Motivasi untuk mengarahkan karyawan dalam mengerjakan sesuatu yang ditugaskan kepadanya. 4. Untuk menjamin adanya kelancaran dan kelanjutan usaha.3. 2. dalam bukunya "Office Management and Control". Terry Ph D. baik yang dilakukan oleh sipil atau militer maupun yang dilakukan oleh Negara ataupun oleh Swasta. pengawasan dan pengorganisasian pekerjaan kantor serta menggerakkan mereka yang melaksanakan pekerjaan kantor tersebut untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Keputusan-keputusan harus didasarkan atas fakta-fakta yang cukup banyak jumlahnya dan membedakan fakta dan opini dan hanya menggunakan data yang berhubungan secara pasti dengan problem yang sedang dihadapi. Compensation (Kompensasi) yaitu sebagai balas jasa atau kontribusi mereka terhadap pencapaian tujuan perusahaan maka tenaga kerja perlu dan harus diberi balas jasa yang cukup. 2.Manajemen perkantoran mengharuskan adanya kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan. Sumber daya manusia melakukan dua fungsi utama yaitu fungsi manajerial dan fungsi operatif yang meliputi : a. Manusia adalah sumber unsur yang terpenting dalam keberhasilan suatu perusahaan. Personel Procurement (memperoleh tenaga kerja) yaitu mendapatkan tenaga kerja dalam jumlah dan spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan guna mencapai tujuan perusahaan. b.2 Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia ialah semua kegiatan yang mengatur keikutsertaan manusia pada perusahaan. c. penilaian mengenai suatu situasi atau kondisi kemudian diikuti oleh pengetahuan mengenai apa yang harus dilakukan merupakan intisari seorang manejer.3. 11 . Personal Development (mengembangkan tenaga kerja) yaitu tenaga kerja yang ada perlu dilatih untuk menambah keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas agar berjalan dengan baik.

Manajemen Produksi Manajemen industri sama halnya dengan manajemen produksi berkaitan dengan faktor produksi yakni bahan mentah. f. Tujuan manajemen produksi adalah memproduksi atau mengatur produksi barang-barang dan jasa dalam jumlah. Untuk pemecahan masalah produksi maka manajemen produksi memiliki dua fungsi yaitu fungsi manajemen dan fungsi operatif. e. dikembangkan dan diberi balas jasa yang cukup. Hubungan antara faktor produksi dengan barang dan jasa yang dihasilkan dinyatakan dalam fungsi produksi. maka fungsi akhirnya adalah melepaskan tenaga dan mengembalikan tenaga kerja tersebut ke masyarakat.3. 12 . Pertambahan penduduk harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas sehingga hal ini dapat mendorong peningkatan kemampuan manajemen di bidang industri atau produksi. waktu serta tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan konsumen. modal dan teknologi. Maintenance (Mempertahankan) yaitu jika fungsi sebelumnya telah dilakukan dengan memuaskan situasi tersebut harus dipertahankan. Seperation (memisahkan diri) yaitu jika fungsi operatif pertama seseorang sumber daya manusia adalah mendapatkan tenaga kerja. Integration (Integerasi) yaitu setelah tenaga kerja diperoleh. tenaga kerja.3. harga. 2. pengintegrasian antara kepentingan individu masyarakat dan perusahaan juga perlu dilakukan.d. kualitas.

pemeliharaan preventif dan pemeliharaan predektif. Manajemen Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan terdiri dari pemeliharaan korektif. control listrik. 1.4. dimana perbaikannya bisa diprogramkan pada saat unit 13 . kerusakan pada kabel kontrol. main valve. Pemeliharaan Korektif Pemeliharaan korektif adalah suatu tindakan atau pekerjaan untuk mempertahankan atau mengambil kondisi peralatan atau sistem. kerusakan pada alarm card dan kerusakan pada drum level. Kerusakan mendesak yang harus segera diperbaiki karena dapat mengakibatkan unit trip atau dapat membahayakan orang atau peralatan lainnya seperti kebocoran uap pada drum level sensor pengaturan. c.3. dimana perbaikannya bisa diprogramkan pada saat daya bisa dikurangi atau kalau tidak menunggu unit shutdown untuk mengadakan Inspeksi atau Overhaul. bangunan dan peralatan sarana lainnya yang mengalami kerusakan sehingga kembali ke kondisi atau kapasitas semula. fire detector. air heater. Kerusakan yang dapat diperbaiki tanpa mengurangi daya yang dibangkitkan. Macam-macam kondisi tersebut dapat dikategorikan empat tingkat yaitu : a. misalnya pada motor penggerak mula pompa rusak. Kerusakan yang hanya dapat diperbaiki saat unit sistem pembangkit shutdown. kebocoran pada salah satu sisi sistem pendingin utama.2. dimana perbaikannya bisa diprogramkan dan tidak mengancam unit trip. Kerusakan yang hanya dapat diperbaiki dengan mengurangi daya yang dibangkitkan. power supply untuk sistem instrument. b. Misalnya kerusakan dumper. d.

Karena sumber daya manusia (SDM) dianggap semakin penting perannya dalam pencapaian tujuan perusahaan. perlu diingat bahwa sumber daya manusia sendiri sebagai factor produksi. pelaksanaan dan pengendalian. 2.3. maka berbagai pengalaman dan hasil penelitian dalam bidang SDM dikumpulkan secara sistematis dalam apa yang disebut manajemen sumber daya manusia. 3. Proses ini terdapat dalam fungsi produksi. pengorganisasian. pemasaran. bangunan dan peralatan berada dalam keadaan baik dan mempunyai keandalan dan daya guna optimal. kerusakan pada air heater dan pembersihan ruang baker. maupun kepegawaian.yang sedang beroperasi harus di shutdown dan perbaikannya lama. Misalnya pada kebocoran duct gas bekas. Manajemen Personalia / Sumber Daya Manusia Merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segisegi perencanaan.5. listrik control. 2. kerusakan sensor turbin. Pemeliharaan Preventif Pemeliharaan preventif adalah suatu tindakan atau pekerjaan untuk mempertahankan atau menjaga kondisi peralatan atau sistemm mesin. Pemeliharaan Prediktif Pemeliharaan prediktif adalah sistem pemeliharaan peralatan dengan cara memonitor peralatan secara terus-menerus atau berkala pada saat mesin beroperasi untuk mengantisipasi potensi kerusakan. dan perkiraan gangguan dimasa yang akan datang. merupakan masukan (input) 14 . seperti halnya faktor produksi lainnya. Namun. keuangan.

Kegiatan pemasaran agar dapat berjalan sesuai dengan tujuannya maka diperlukan adanya kegiatan manajemen atau manajerial. Penolahan sumber daya manusia inilah yang disebut manajemen SDM. Manajemen Pemasaran Manajemen pemasaran adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Kegiatan pemasaran yang seperti itulah yang disebut sebagai kegiatan Manajemen Pemasaran. Pengorganisasian tenaga pemasaran.yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output).3. dipetakan. 2. 15 . Kegiatan manajerial yang meliputi Perencanaan Pemetaan pasar Pengorganisasian tenaga pemasaran Pengawasan Peningkatan Kegiatan Pemasaran yang direncanakan. pengawasan dan peningkatan pasar akan memperoleh hasil yang memuaskan.6. Karyawan baru yang belum memiliki keterampilan dan keahlian dilatih. sehingga menjadi karyawan yang matang.

kipas angin). didasarkan atas orientasi produk.4. mesin mobil. Suatu contoh suatu penghasil mesin-mesin. struktur ini akan menggambarkan hubungan formal. mesin pesawat terbang) dan lainlain. 16 . Mereka yang mengerjakan pekerjaan sejenis dikelompokkan dalam satu unit yang dinamakan bidang atau departemen. dibutuhkan suatu wadah dalam bentuk struktur organisasi. divisi X menghasilkan mesin-mesin ringan berhubungan dengan keperluan rumah tangga (pendingin. Organisasi Produk dan Area Penyusunan struktur organisasi perusahaan-perusahaan besar yang kegiatan usahanya menangani berbagai macam produk. Keuntungannya adalah pembagian tugas dalam mempercepat hasil produksi dalam suatu perusahaan sedangkan keterbatasannya tidak dapat berkomunikasi antara bagian pembuatan suatu produk. Organisasi Fungsional Dinamakan organisasi fungsional karena organisasi ini dipecah atau dikelompokkan menjadi unit-unit berdasarkan fungsinya.2. Struktur Organisasi Agar suatu proses berlangsung dengan baik. peti es. yang umumnya timbul bila ada interaksi sosial. dengan maksud yang sama dipecah menjadi menjadi sub unit yang lebih kecil. Sedangkan divisi Y memproduksi mesin berat (turbin gas. Struktur formal yang terkenal ada empat bentuk yaitu : 1. 2.

Tenaga ahli tidak langsung berhubungan denga bawahan. Pembentukan organisasi ini harus memperhatikan berbagai faktor dan persyaratan yang berkaitan dengan upaya mencapai tujuan. Keuntungannya pengambilan keputusan tetap satu (pusat) sehingga dapat terjamin pimpinan yang teguh dan displin yang baik. disamping harus memenuhi syarat umum sebagaimana layaknya organisasi formal. Organisai Proyek Organisasi proyek adalah organisasi yang kegiatannya didukung oleh berbagai tenaga ahli untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan. keterbatasannya timbul birokrasi dan hubungan antara pimpinan tertinggi dengan pelaksana sedikit sekali. Tenaga-tenaga ahli dalam hal ini tidak mempunyai peranan directive atau executive. 4. PT PLN (Persero) KITSU Sektor Belawan menggunakan tipe Organisasi Fungsional 17 . Berdasarkan keempat tipe organisasi diatas.3. Dalam penyusunan organisasi proyek. Nasehat kepada bawahan diberikan melalui pimpinan pelaksana yang langsung dibantunya. penyusunan ini harus pula memenuhi keinginan agar struktur organisai tersusun sedemikian rupa sehingga konsep manajemen proyek dapat diterapkan dan dijalankan sebaik-baiknya. Organisasi Matriks Bila struktur organisasi yang tersebut pada butir 1 dan butir 2 mempunyai jalur laporan vertikal terdapat pula jalur formal horizontal.

25 Tahun 1972) . Pada awal diadakan studi untuk menentukan PLTU yang akan dibangun. 2. Belawan. Kampung Belawan II. Contract No. Berdasarkan hasil penelitian. SK Menteri Pertambangan dan Energi serta Surat Keputusan Direksi PLN yaitu : 1.005 / PST / 1977 4.97 18 . Kampung Belawan III dan Muara Sungai II serta Pulau Naga Putri. PJ. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Sektor Belawan. maka pada tahun 1978 mulai didirikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berlokasi di Pulau Sicanang. SK Direksi.1 Sejarah Berdirinya PT. SK Direksi PLN No. 18 Tahun 1972 (No. 034 / D1R /1976 3. maka dipilihlah Pulau Sicanang yang terletak sebelah Utara ± 24 km dari kota Medan di kawasan pantai yang mengarah ke selat Malaka sebagai tempat berdirinya PT. PLN No. penelitian diadakan diantaranya pada Pulau Sicanang. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Sektor Belawan dibangun berdasarkan Peraturan Pemerintah. 00l / DIR / 1. Peraturan Pemerintah No.BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3. Alasan pemilihan lokasi ini untuk kemudahan transportasi bahan bakar minyak dan kemudahan mendapatkan air pendingin dari air laut. PLN (Persero) Sektor Belawan Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik yang semakin meningkat. PLTU ini dibangun oleh PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumatra Utara dengan kontraktor ENERGOINVEST dari Yugoslavia. PT.

226 / KPTS / M / Pertamben / 1983 7. Dimana dalam perjalanannya operasi mengalami gangguan-gangguan serius.1 Unit Pembangkit di Sektor Belawan PLTU unit 1 mulai beroperasi pada tanggal 14 November 1984 dan paralel dengan sistem Medan. SK Menteri Pertambangan dan Energi No. Karena kerusakan mesin ditemui tidak memungkinkan untuk diperbaiki. sehingga PLTU unit 2 stop untuk perbaikan dan perawatan (Overhaul). PLTD sebagai unit pengelolaan pengoperasian. 040 / M / PI / SU / 1981-1982 6. PLTGU. No.5. 1034 / KPTS / M / Pertamben / 1983 Untuk kelancaran pengusahaannya. 1 2 3 Jenis Pembangkit PLTU PLTGU PLTG Jumlah (Unit) 4 2 4 Kapasitas Terpasang (MW) 260. 19 . dan kemudian disusul dengan PLTU unit 2 yang mulai beroperasi pada tanggal 30 Mei 1984. PLTG. SK Menteri Pertambangan dan Energi No.00 311. maka diusulkan agar dilakukan rehabilitasi total.88 506.00 Tabel 3. maka pada tanggal 24 Juli 1983 dibentuklah Sektor Belawan sesuai dengan SK Direksi PLN No. 125 / DIR / 1983 dengan tugas pokok mengoperasikan dan memelihara mesin pembangkit yang terdiri dari : PLTU. PJ. sehingga sejak tanggal 17 September 1988 PLTU harus dioperasikan walaupun kondisinya tidak handal dengan kemampuan beban minimum 26 MW. Contract No.

Karena banyaknya pembangkitpembangkit yang sudah ada.1 dan GT 1.Pada tanggal 11 Juni 1991 ditanda tangani kontrak untuk pekerjaan rehabilitasi PLTU unit 1 dan 2 dengan Surat Perjanjian No. PLTG unit 21 (GT 21) mulai dioperasikan dalam siklus terbuka (open cycle) dan kemudian tanggal 8 Desember 1994 PLTG unit 22 (GT 22) mulai dioperasikan. Sementara pembangunan pembangkit PLTGU Blok II yang juga terdiri dari 2 unit instalasi gas turbin (GT 21 dan GT 22) dan 1 unit instalasi tenaga uap (ST 20) mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun 1994.2) dan 1 unit instalasi tenaga uap (ST 10). 20 . Pada tanggal 11 Oktober 1994. menyebabkan timbulnya pemikiran untuk membangun tenaga kombinasi gas dan uap untuk memperoleh efisiensi thermal yang lebih baik. Pembangunan pembangkit listrik terus dilaksanakan berdasarkan kebutuhan energi listrik yang terus meningkat. Sementara pembangunan terus dilakukan untuk instalasi tenaga uap (ST 20). Pada tahap pertama dilakukan pembangunan pembangkit PLTGU Blok 1 yang terdiri dari 2 unit instalasi gas turbin (GT 1. Pembangkit tenaga kombinasi PLTGU Blok II dinyatakan bekerja dalam siklus tertutup (close cycle) mulai tanggal 8 Agustus 1995. 018 / PJPN / 92201/M sebagai awal dimulainya pelaksanaan rehabilitasi PLTU unit 2 sedangkan PLTU unit 1 dapat keluar dari pengusahaan untuk rehabilitasi pada tanggal 2 Agustus 1991 karena masih diperlukan untuk membantu sistem Medan. Pembangkit ini dinyatakan berhasil dikombinasikan dan mulai beroperasi tanggal 5 November 1993.

1 PLTG Unit 2.8 149.0 130 130 162.58 Tanggal Operasi 14 November 1984 30 Mei 1984 03 Juli 1989 08 September 1989 06 Juli 1988 25 November 1992 05 November 1993 11 Oktober 1994 08 Desember 1994 08 Agustus 1995 Tabel 3. PT.2 ST Unit 1.0 Kapasitas (MW) 65 65 65 65 117.0 PLTG Unit 2.Dan untuk selanjutnya dapat dilihat data-data mulai beroperasinya mesinmesin pembangkit di PT.1 PLTG Unit 1.5 128. PLN (Persero) Pembangkit Sektor Belawan. PLN (Persero) Sektor Belawan mempunyai struktur 21 . seperti terlihat pada tabel berikut : No. Menurut pola hubungan kerja serta pelimpahan wewenang dan tanggungjawab.2 Data Awal Operasi Unit & Daya Pembangkit Sektor Belawan 3.2 Struktur Organisasi Perusahaan Struktur organisasi perusahaan merupakan hal yang sangat penting dimana dengan struktur organisasi yang baik akan membuat pembagian tugas yang jelas dan aktifitas kerjasama yang baik serta semangat kerja yang lebih tinggi sehingga tercapailah mekanisme prosedur kerja yang efisien dan efektif.T PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut Sektor Belawan mempunyai struktur organisasi yang sesuai dengan struktur organisasi staffing dimana ciri utamanya adalah setiap organisasinya bertanggung jawab atas tugasnya masing-masing. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jenis Pembangkit PLTU Unit 1 PLTU Unit 2 PLTU Unit 3 PLTU Unit 4 PLTG Unit 1. maka P.2 ST Unit 2.

Pemeliharaan Mesin PLTGU 5. PLN (Persero) Sektor Belawan dapat dilihat pada gambar : 22 . meliputi: 1. Operasi 3. Pemeliharaan Mesin PLTU 4. dimana Kepala Sektor merupakan Manajer yang dibantu oleh 5 Asisten yang membawahi bidangnya masing-masing. SDM dan Keuangan Struktur organisasi PT. Engineering 2.organisasi garis.

C.STRUKTUR ORGANISASI PT. C.B.D Supervisor Pengusahaan Pembangkit Supervisor Pemeliharaan Listrik PLTGU Supervisor Pemeliharaan Kontrol Instrumen PLTGU SupervisorPemeliharaan Turbin Uap & Alat bantu PLTU Supervisor Pemeliharaan Listrik PLTU Supervisor Sarana Pembankit PLTU Supervisor Sarana Pembangkit PLTGU Supervisor Pemeliharaan Kontrol InstrumenPLTU Supervisor Bengkel & Sarana Pembangkit PLTU 23 . D Supervisor Operasi PLTU Supervisor Operasi PLTU Shift A. B. PLN (PERSERO) KIT SUMBAGUT SEKTOR BELAWAN Manajer Sektor SENIOR SPECIALIST II / ANALYST / ASSISTANT ANALYSI PENGENDALIAN KONTRAK SENIOR ENGINEER II / ASSISTANT / ENGGINEER MANAJEMEN BAHAN BAKAR SENIOR SPECIALIST II / ANALYST / ASSISTANT ANALYST MANAJEMEN RESIKO SENIOR SPECIALIST II / ANALYST / ASSISTANT ANALYST SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ASISTEN MANAJER ENGINEERING ASISTEN MANAJER OPERASI ASISTEN MANAJER PEMELIHARAAN PLTGU ASISTEN MANAJER PEMELIHARAAN PLTU PLTGU ASISTEN MANAJER SDM & KEUANGAN RENEV OPERASI RENEVHARMEKANIK RENEVHAR LISTRIK RENEVHAR I/C KINERJA K2LH IT Supervisor Operasi PLTGU Supervisor Pemeliharaan Turbin Gas & HRSG PLTU Supervisor Pemeliharaan Turbin Uap & Alat Bantu PLTGU Supervisor Pemeliharaan Boiler & Alat Bantu PLTU Supervisor Sekretariat & Umum Supervisor K3 & Keamanan Supervisor Kepegawaiaan & Diklat Supervisor Anggaran & Keuangan Supervisor Akutansi Supervisor Logistik Supervisor Operasi PLTGU Shift A.

PLN (Persero) Sektor Belawan 24 .3. Uap yang dihasilkan boiler diperoleh dari air sumur (deepwell) disekitarnya yang diubah terlebih dahulu menjadi air demin (air yang telah mengalami treatment sehingga dihasilkan air murni). Jauh dari pemukiman penduduk. PLN (Persero) Sektor Belawan di kantor maupun di unit sebanyak 292 orang. PLN (Persero) Sektor Belawan berlokasi di sebuah pulau yang bernama Nagaputri di Belawan.3 Jumlah Pegawai PT. seperti pada tabel berikut : NO 1 2 3 4 5 Bidang Usaha Bagian Operator Bagian Administrasi Bagian Engineering Bagian Pemeliharaan Bagian staff operasi Jumlah 125 18 18 88 9 Tabel 3. d. Tempatnya dikelilingi oleh laut dan dihubungkan oleh sebuah jembatan. b.3 Tata Letak Organisasi PT.4. 3. Lokasi ini dipilih karena pertimbangan sebagai berikut : a. c. Memudahkan kapal laut yang membawa bahan bakar untuk sistem pembangkit tersebut. Tenaga Kerja Jumlah karyawan di PT. Mudah mendapatkan air untuk sistem pendingin.

5. Untuk karyawan kantor mulai kerja jam 07. Disamping itu ada juga tenaga kerja kontrak untuk menangani kebersihan kantor. Bertanggung jawab dalam pembelian barang dan juga melakukan kerjasama dengan kontraktor. Jam 08.22.00 Wib 3.30 .00 Wib 2. halaman. 3.00 Wib Adapun pekerja yang dikenakan shift kerja yaitu pada bagian operasi (operator). dan taman. Bertangung jawab kepada pusat PT.16. Kemudian tanggung jawab dalam pengoperasian pada pembangkit ini dilakukan oleh Manajer dan Supervisor. Memeriksa bahwa 1) 2) 3) 4) Alat pengaman dalam kondisi baik Penerangan yang cukup Peralatan kerja atau mesin dalam keadaan aman Pengaturan ruangan yang aman 25 .00 Wib.00 .Selain keterangan diatas PT.08. Adapun tanggung jawab Manajer / Supervisor adalah : 1. Metode Kerja Teknisi atau supervisor harus mengontrol metode kerja yang meliputi : a. PLN (Persero) Sektor Belawan juga mempunyai bagian keamanan yang terdiri dari satpam dan dari TNI AL yang masih aktif.00 . PLN (Persero) KITSU jika terjadi kerusakan dan bila terjadi kerusakan mayor maupun minor. yaitu: 1. Bertanggung jawab dalam pengoperasian pembangkit 2. 3. Untuk pembagian shift kerja.00 . Jam 22.16. Jam 16.

b. Pengawasan terhadap bahaya 1) 2) Periksa metode kerja yang dipakai Perhatikan cara kerja yang berbahaya

c. Menanggulangi kecelakaan bahaya dengan 1) 2) 3) 4) Memberikan metode kerja yang baik Memasang tanda peringatan Memberikan peringatan Memasang alat pengaman

3.6. Pemadaman Kebakaran Ruangan-ruangan yang mutlak mendapat prioritas penempatan alat pemadam kebakaran sesuai dengan kebutuhan alat-alat yang ada, adalah : a. 1) 2) 3) 4) b. 1) 2) Sentral Listrik Setiap trafo 5000 kVa ke atas Tangki-tangki bahan bakar Ruangan mesin Ruangan panel Gudang dan Bengkel : Penyimpanan material pemeliharaan Ruangan mesin atau peralatan kerja

3.7. Manajemen Perawatan Untuk membangun suatu pembangkit listrik tenaga gas dan uap diperlukan suatu pemikiran, waktu dan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, setelah unit pembangkit beroperasi diharapkan mampu membangkitkan tenaga maksimal.

26

Pemeliharaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam satu unit pembangkit dan hanya dengan melaksanakan pemeliharaan kelangsungan suatu unit akan terjamin. Adapun tujuan utama dari pemeliharaan suatu unit adalah : 1. Mempertahankan atau meningkatkan keadaan unit (unit availability) 2. Mempertahankan atau meningkatkan efisiensi unit (unit efficiency) 3. Mempertahankan atau meningkatkan keselamatan (safety) Mengingat betapa pentingnya faktor pemeliharaan, maka sistem

pemeliharaan haruslah direncanakan, dikendalikan dan dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh agar sasaran dan tujuan utama dapat tercapai antara perencana dan pelaksana haruslah terjalin suatu sistem yang terpadu, saling memberikan informasi dan saling mendukung.

27

BAB II PEMELIHARAAN PEMBANGKIT PLTU

4.1

Umum Dari Perang Dunia II sampai dengan sekarang telah terjadi perubahan

paradigma pemeliharaan khususnya di negara-negara maju. Perubahan ini disebabkan oleh perubahan pemikiran dalam perancangan suatu peralatan, serta tuntutan produktivitas, efisiensi dan ekonomis yang semakin tinggi, maka seiring dengan visi agar PLN bisa menjadi perusahaan kelas dunia, berkualitas dan pelayanan yang handal dengan tingkat efisiensi tinggi, perubahan paradigma ini telah dilakukan oleh PLN agar dapat mengikuti perkembangan dan teknologi. Ada 3 (tiga) generasi dalam perubahan paradigma pemeliharaan, yaitu : Generasi I : Generasi ini berlangsung sampai sesudah Perang Dunia II (awal tahun 1950) dimana filosofi pemeliharaan menganut Breakdown Maintenance, yaitu usaha pemeliharaan dilakukan setelah peralata/mesin rusak. Pada masa ini kecanggihan teknologi masih belum terlalu tinggi, bahkan desain peralatan cenderung over design, selain daripada itu lamanya waktu untuk berhenti operasi, karena pemeliharaan bukan menjadi prioritas. Generasi II : Generasi ini berlangsung dari tahun 1950-an sampai dengan tahun 1970an dimana filosofi pemeliharaan mi menganut sistem Preventive

Maintenance. Usaha pemeliharaan ini dilakukan secara terencana dalam interval waktu tertentu (Time Base Maintenance), agar kerusakan dapat dicegah sebelumnya tanpa memperdulikan penyebab tanda-tanda kerusakan.

28

Untuk menjaga kontinuitas dan performansi pengoperasian unit maka perlu dilakukan pemeliharaan secara periodik dan terencana terhadap mesin dan peralatan. yaitu usaha pemeliharaan dengan memonitoring kondisi peralatan secara periodik dengan selalu melakukan analisa. agar tindakan pemeliharaan dilakukan pada saat yang tepat dan baik dari segi teknis. Ketiga generasi di atas masih dapat dilakukan dengan melihat peralatannya. dan keamanan. Program pemeliharaan secara periodik yaitu Minor Inspection (MI) dan Major Overhaul (MO) mengikuti waktu oleh pembuat. maka sistem pemeliharaan harus direncanakan. bulanan. ekonomis. Mengkoordinir pembuatan rencana pemeliharaan (harian.Generasi III : Generasi ini berlangsung dari tahun 1970-an sampai dengan sekarang. Start MI-I 8000 Jam MI-II 16000 Jam MO 25000 Jam Guna pemeliharaan sangat penting bagi kelangsungan operasi suatu pembangkit. Di generasi ini pemeliharaan prediktif termasuk di dalamnya. dimana filosofi pemeliharaan menganut Condition Maintenance. diusahakan lebih baik dari kondisi perawatannya. 29 . tahunan dan sepuluh tahunan ) perbaikan dan overhaul. dikendalikan dan dilaksanakan dengan baik dan sungguh-sungguh agar sasaran dan tujuan dapat tercapai. dimana MI dilakukan setelah unit beroperasi selama 8000 jam equivalen dan MO dilakukan setelah unit beroperasi 25000 jam equivalen. karena itu dibentuk suatu divisi/bagian pemeliharaan yang mempunyai tugas untuk : 1.

2 Jenis Pemeliharaan Dalam istilah perawatan disebutkan bahwa disana tercakup dua pekerjaan yaitu istilah “perawatan” dan “perbaikan”. keselamatan dan kemudahan kerja. ditinjau dari saat pelaksanaan pekerjaan perawatan. 3. Secara umum. Perawatan yang tidak direncanakan (Unplanned Maintenance). Secara skematik pembagian perawatan bisa dilihat pada gambar berikut: 30 . Mengkoordinir pengamatan/penelitian pada semua peralatan yang ada dan dibuat hasil evaluasi teknik tentang kesempurnaan peralatan terhadap keandalan. 2.2. sedangkan istilah perbaikan dimaksudkan sebagai tindakan untuk memperbaiki kerusakan. dapat dibagi menjadi dua cara: 1. Perawatan yang direncanakan (Planned Maintenance). Mengawasi pelaksanaan pemeliharaan menurut rencana-rencana dan pedoman petunjuk yang telah ditetapkan. 4. Perawatan dimaksudkan sebagai aktifitas untuk mencegah kerusakan.

bangunan dan peralatan tersebut berada dalam keadaan baik dan mempunyai keandalan dan daya guna optimal.Gambar 4. Simple Inspection adalah penerapan Preventive Maintenance dengan melakukan inspeksi peralatan yang bertujuan untuk mempertahankan / meningkatkan efisiensi.1 flowchart system maintenance Adapun jenis pemeliharaan (maintenance) yang dilakukan oleh PT.2. listrik kontrol.1 Perawatan Preventif Pemeliharaan preventif adalah suatu tindakan atau pekerjaan untuk mempertahankan atau menjaga kondisi peralatan atau sistem mesin. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Sektor Belawan adalah : 4. 31 .

Minor Overhaul Pemeliharaan overhaul ini meliputi pengecekan peralatan apakah masih memenuhi standar.2 Pemeliharaan Korektif Pemeliharaan korektif adalah suatu tindakan atau pekerjaan untuk mempertahankan atau mengambil kondisi peralatan atau sistem.4400 -1 32 . Data tehnik Type Manufacture : Thrust and Journal Bearing : ABB Swiss 3. Pada PLTU sektor belawan pemeliharaan ini meliputi:  BEARING PEDESTAL TURBINE 1. 2.Ruang lingkup pekerjaan preventif termasuk: inspeksi. Referensi Buku service document No. perbaikan kecil. Sementara pemeliharaan breakdown dibagi menjadi 2 yaitu: a.2. bangunan dan peralatan sarana lainnya yang mengalami kerusakan sehingga kembali ke kondisi atau kapasitas semula. 4. kontrol listrik. Pemeliharaan korektif dibagi menjadi 2 yaitu shut down dan break down. pelumasan dan penyetelan. Tujuan Untuk memastikan terlaksananya pemeliharaan bearing pedestal turbin dengan prosedur dan instrusi kerja yang telah di tetapkan. sehingga peralatan atau mesin-mesin selama beroperasi terhindar dari kerusakan.

24 mm : 14. Alat dan bahan Over head crane Chain block Wire sling Sackle Sling kain Eye bolt Kunci L Kunci pass ring Alat ukur : permanen : 2 dan 5 ton : 10 mm.20.27. 2m . 12mm.17. Mesin PLTU Teknisi Har.14.- Buku catatan pemeliharaan 4.22 mm : 13.32 mm : dial indicator.22. micrometer.17. Mesin PLTU Operator Over Head Crane Helper 6.19. Catatan Mutu Buu test certificate Job card di work order 33 . 4m : 1 dan 5 : 3 ton : 8.10. Personil pelasana Supervisor Har. inside and Outside micrometer Skrap Obeng plus / min Balok : 4 inch : 5 inch 5.

dan shaft position (koordinasikan dengan Har. pastikan hidrolick oil pump. Buka baut pengikat gear box turning gear dengan kunci L 14 mm. apabila temperature metal turbine flange sudah <100 C (untuk mencegah terjadinya banding pada rotor turbine. speed. Langah Kerja 7.2 Pastikan circuit breaker (CB) kondisi off Pelasanaan pekerjaan Lepas connection motor tuninggear dan buka baut pengikat motor dengan unci pass ring 22 mm ( koordinasikan dengan Har. Pasang sling kain dan chain block pada gear box turning gear. Buka neaple pipa suction dan discharge hydrolick dengan kunci pass ring 27 mm dan 32 mm. untuk mengangkat inpormasikan kepada operator crane.7. 34 . Listrik).1 Persiapan Siapkan peralatan keselamatan kerja sesuai dengan kebutuhan Pastikan turning gear stop. Instrumen and Control). tinggalkan 2 buah baut sebagai pengaman. jacking oil pump dan ouxiliary oil pump dalam keadaan stop. Buka parameter instrument seperti : sensor vibrasi. 7. Setelah stand by buka baut yang tersisa 2 buah. Setelah putaran nol (0).

- Pasang baut mata M12 pada upper casing bearing bearing. Pasang temperori support pada casing pedestal. - Buka baut pengikat upper casing pedestal dengan kunci L 14 mm dan 17 mm. - Setelah upper casing bebas angkat dengan over head crane letakan ditempat yang aman dengan diberi alas balok. kemudian angkat dengan chain block. - Buka baut pengikat upper and lower cover bearing dengan kunci L 10 mm. - Pasang eye bolt (baut mata) upper casing yang telah tersedia 3 buah (M24). untuk mengangat rotor agar lower bearing dapat diputar dan diangat.- Angkat gear box dengan chein block. - Buka upper bearing dengan kunci L10 mm kemudian buka thrust bearing bagian atas. setelah bebas baru dengan over head crane. 35 . - Buka neaple jacking oil pump pada lower casing bearing. angkat upper casing dengan chain block dengan perlahan – lahan. - Pasang wire sling 12 mm pada dua sisi dengan sackle dan dua buah chain block 2 dan 5 ton yang dikaitkan dengan over head crane. - Pasang baut jack untuk menaikan upper casing Setelah di jack dengan kenaikan ±15cm.

36 . untuk membuka sensor temperature bearing dan trush bearing bagian bawah. - Putar lower casing bearing sampai 1800. Ukur axsial clearance 0. Clearance antara rotor dengan bearing adalah 0. 7. Pengukuran Tangkupkan upper dan lower bearing. kemudian pasang baut mata untuk mengangkat dengan over head crane.5 Pemasangan Setelah pengukuran selesai dilakukan pemasangan kembali dengan cara kebalikan dari langkah pembongkaran. Periksa trush bearing.338 toleransi ±0. 7.15 toleransi ±0.- Naikan rotor denga cara memutar baut pada temperori support sampai ±20 .30 micron.55 toleransi ±0. - Putar kembali lower casing. Periksa peralatan lainnya. Ukur diameter rotor dengan outside micrometer.05.4 Periksa babet bering dengan spoct check.09 Ukur clearance black lash of teeth main oil pump 0. kemudian ukur diameter bearing dengan inside micrometer.05.3 Pemeriksaan 7.

6 Gambar Gambar 4.7.2 Posisi kalibrasi 37 .

3 Journal bearing Gambar 4. Tujuan Tujuan dari pemeliharaan ini meliputi: 38 .Gambar 4.4 Trush bearing  PEMELIAHARAAN CONDENSOR PLTU 1.

2.a. Referensi Buku service documentation ABB No. Alat dan bahan Kunci pass ring Kunci pass Kunci ring Palu Skrap Brush Lampu penerangan / DC 39 . Untuk mendapatkan efesiensi kerja kondensor yang tinggi. b. Untuk meminimalisir loses (rugi –rugi) yang terjadi akibat kotoran dan kebocoran. Data tehnik Type Munufacture Kapasitas sirkulasi air Temperature air masuk Jumlah pipa Diameter luar pipa Tebal pipa Panjang pipa Bahan pipa 3. 4400-2 4.

2 Teknik membongkar Pastikan CWP dalam kondisi stop Pastikan CB dalam kondisi off Buka pagar tangga lantai kerja Pastikan valve drain dalam keadaan terbuka Buka main hole dengan kunci pass 55 Buka baut pengikat cover sisi A dan B dengan kunci ring 36 mm Buka baut support dengan kunci ring 75 mm Setelah baut cover dan support terbuka.- Peralatan water jet 5. Pasang lampu penerangan DC 40 . Langkah kerja 7. Mesin PLTU Teknisi Har. Buka main hole bagian belakang. Personil pelaksana Supervisor Har. Catatan mutu Buku pemeliharan Job card di work order 7.1 Persiapkan peralatan keselamatan kerja sesuai dengan kebutuhan 7. tarik cover agar tebuka lebar. Mesin PLTU Teknisi water jet Helper 6.

4 Pemasangan Tutup cover sisi A dan B dan pastikan O – ring seal tidak ada yang lepas Pasang baut support dengan kunci 75 mm Pasang dan kunci baut pengikat cover Tutup ma hole depan dan belakang Tutup valve dan drain 41 . apbila terdapat deposite dibersihkan dan apabila ada yang bocor maka dilakukan re-ekspander Setelah pekerjaan selesai lakukan pemasangan kembali.3 Teknik membersihkan Bersihkan telebih dahulu kotoran – kotoran yang menempel pada rubber lining dan tube shell ( water box ) dengan menggunakan skrap dan brush sisi A dan B Bersihkan bagian dalam tubes satu persatu dengan menggunakan water jet sebanyak 5040 tubes Setelah selesai membersihkan tubes dan water box lakuan pemeriksaan rubber lining dan stell anode Apabila ada stell anode yang sudah habis maka ganti dengan yang baru dengan cara membuka baut pengikat dengan kunci ring 24 mm. Periksa kebocoran – kebocoran dan deposite pada ujung pipa yang diekspander.7. Periksa lining water box apabila ada yang terkelupas maka harus di repair. 7.

Penggantian gate valve BFP 5. Pemasangan pompa baru 3. Setelah CWP beroperasi +_ 1 jam laporkan ke operator agar menutup valve by pass condensor. jangan dimasukan dahulu ke dalam kondensor untuk membuang lumpur – lumpur yang mengendap pada pipa saluran CWP. 3. Mayor Overhaul Pemeliharaan Mayor Overhaul di PLTU sektor Belawan meliputi:  Boiler Feed Pump (BFP) Perawatannya meliputi: 1. Lewat melalui valve by pass condensor ke cannel. 2. Penggantian automatic recirculating check valve dengan yang baru. Sudah beroperasi dengan normal Biarkan aliran air laut dari CWP. 4. Penggantian paking Flange BFP 6. Pembongkaran BFP 2. Membuka cover Pembersihan water box Pembersihan tubes dengan air hydrant Penggantian steel anode Pembersihan hot well 42 . Pembersihan strainer  Condenser 1.5 Pengetesan CWP. 4. 5. b.7.

3 Shut Down (Pemadaman) Apabila kita mematikan atau menghentikan unit.2. 4. Penggantian spring plate condenser sebanyak 32 bh Pengecatan  Service ejector 1. maka Turning Gear harus bekerja untuk memutar poros turbin dengan kecepatan ±36 rpm. Setelah beberapa saat poros turbin akan berhenti. 2. Pemasangan diffuser dan nozzer yang baru dan penggantian packing  Lube Oil Sistem 1. Hal ini adalah penting untuk menjaga agar poros turbin tidak melengkung Turning Gear baru boleh distop jika temperatur wheel space dari roda turbin gas di bawah 100°C sewaktu putaran turbin turun dari 100 % ke 80 % pada saat ini pompa Beban generator harus nol Breaker generator harus terbuka Dalam keadaan running generator tidak berbeban Master control switch diputar ke arah stop. 7. turbin akan berhenti. Penggantian valve by pass untuk filter dengan yang baru 1 bh 2. maka 43 . Penggantian filter dengan yang baru 4. Membuka baut pengikat flange diffuser dan nozzle 2.6. Membuka diffuser dan nozzle yang lama 3. 3. maka perlu diperhatikan beberapa hal berikut ini yaitu : 1.

emergency lube oil akan beroperasi memompakan pelumas tersebut ke seluruh sistem walaupun turbin sudah stop. karena efisiensinya baik dan bahan bakarnya mudah didapat sehingga menghasilkan energi listrik yang ekonomis. Proses konversi energi pada PLTU berlangsung melalui 3 tahapan. BAB V SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) 5. Kedua. 44 . Ketiga. yaitu : Pertama.1 Gambaran Umum PLTU PLTU adalah jenis pembangkit listrik tenaga termal yang banyak digunakan. energi mekanik diubah menjadi energi listrik. energi kimia dalam bahan bakar diubah menjadi energi panas dalam bentuk uap bertekanan dan temperatur tinggi. PLTU merupakan mesin konversi energi yang merubah energi kimia dalam bahan bakar menjadi energi listrik. energi panas (uap) diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran.

Gambar 5.2. Keunggulan tersebut antara lain : Dapat dioperasikan dengan menggunakan berbagai jenis bahan bakar (padat. cair. Dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi Dapat dioperasikan dengan berbagai mode pembebanan Kontinuitas operasinya tinggi Usia pakai (life time) relatif lama Namun PLTU mempunyai bebrapa kelemahan yang harus dipertimbangkan dalam memilih jenis pembangkit termal.1 proses konversi energi pada PLTU Dibanding jenis pembangkit lainnya PLTU memiliki beberapa keunggulan. Kelemahan itu adalah : 5. gas). Sangat tergantung pada tersedianya pasokan bahan bakar Tidak dapat dioperasikan (start) tanpa pasok listrik dari luar Memerlukan tersedianya air pendingin yang sangat banyak dan kontinu Investasi awalnya mahal Prinsip Kerja 45 .

Uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air pendingin agar berubah kembali menjadi air. Siklus tertutup artinya menggunakan fluida yang sama secara berulang-ulang. Ketiga. uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran.PLTU menggunakan fluida kerja air uap yang bersirkulasi secara tertutup. Putaran turbin digunakan untuk memutar generator yang dikopel langsung dengan turbin sehingga ketika turbin berputar dihasilkan energi listrik dari terminal output generator. Demikian siklus ini berlangsung terus menerus dan berulang-ulang. generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar menghasilkan energi listrik sebagai hasil dari perputaran medan magnet dalam kumparan. Urutan sirkulasinya secara singkat adalah sebagai berikut : Pertama air diisikan ke boiler hingga mengisi penuh seluruh luas permukaan pemindah panas.2 menunjukkan diagram air dan uap pada PLTU dengan komponen utama dan siklus kerja sistemsistemnya. Air kondensat hasil kondensasi uap kemudian digunakan lagi sebagai air pengisi boiler. Gambar 5. Kedua. Didalam boiler air ini dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan bakar dengan udara sehingga berubah menjadi uap. 46 .

2 Siklus fluida kerja (air uap) PLTU 47 .Gambar 5.

Kriteria air penambah (make up water) ini harus sama dengan air yang ada dalam siklus.00 260.00 65. namun jumlah air dalam siklus akan mengalami pengurangan.3.00 65.1 Daya PLTU Unit Bahan Bakar Mampu 42.00 65.00 MFO MFO MFO & GAS MFO & GAS PLTU TOTAL KAPASITAS (MW) 5. Untuk mengganti air yang hilang.00 182. Pengurangan air ini disebabkan oleh kebocoran kebocoran baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Adapun urutan langkahnya adalah sebagai berikut : 48 . Tanggal Operasi Daya (MW) Terpasang PLTU 1 PLTU 2 PLTU 3 PLTU 4 14 Nopember 1984 30 Mei 1984 03 Juli 1989 8-Sep-89 65. Siklus ini adalah penerapan siklus rankine ideal.00 50. maka perlu adanya penambahan air kedalam siklus. Siklus Rankine Siklus kerja PLTU yang merupakan siklus tertutup dapat digambarkan dengan diagram T – s (temperatur – entropi).Sekalipun siklus fluida kerjanya merupakan siklus tertutup.00 55.00 35.00 Tabel 5.

(penguapan) dengan proses isobar isotermis. Langkah ini disebut vapourising terjadi di boiler.3 diagram T – s siklus PLTU (siklus rankine) 1) a . Langkah ini terjadi di boiler dengan proses isobar. 49 .c c . : air berubah wujud menjadi uap jenuh. dan proses ini terjadi pada pompa air pengisi.Gambar 5.b : air dipompa dari tekanan P2 menjadi P1.d : air bertekanan ini dinaikkan suhunya hingga mencapai titik didih. 2) 3) b . Langkah ini adalah kompresi isentropis. 4) d-e : uap dipanaskan lebih lanjut hingga mencapai suhu kerjanya.

Komponen Utama Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLTU adalah mesin pembangkit yang terdiri dari komponen utama dan instalasi peralatan penunjang.5) e . 5. Komponen utama PLTU terdiri dari empat. dan terjadi didalam kondensor. yaitu : 50 . Langkah ini adalah isobar isotermis.f : uap melakukan kerja sehingga tekanan dan suhunya turun. 6) f – a : pembuangan panas laten uap sehingga berubah menjadi air kondensat.4. Langkah ini adalah ekspansi isentropis dan terjadi di dalam turbin.

51 .

52 . sedangkan tenaga putar yang dihasilkan digunakan untuk memutar generator.1. Uap dengan tekanan dan temperatur tinggi mengalir melalui nosel sehingga kecepatannya naik dan mengarah dengan tepat untuk mendorong sudu-sudu turbin yang dipasang pada poros. Turbin Uap Turbin uap berfungsi untuk merubah energi panas yang terkandung dalam uap menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran. Uap keluar turbin ini kemudian dialirkan kedalam kondensor untuk didinginkan agar menjadi air kondensat. Akibatnya poros turbin bergerak menghasilkan putaran (energi mekanik). Uap yang telah melakukan kerja di turbin tekanan dan temperatur turun hingga kondisinya menjadi uap basah.

5 irisan memanjang turbin satu tingkat 53 .4 prinsip kerja turbin uap Gambar 5.Gambar 5.

Pada dasarnya turbin uap terdiri dari dua bagian.6 Bagian utama turbin uap 54 . Sudu diam berfungsi untuk mengarahkan aliran uap agar tepat dalam mendorong sudu gerak pada rotor. Gambar 5. yaitu casing dan rotor: Casing Casing adalah bagian yang diam merupakan rumah atau wadah dari rotor. Pada casing terdapat sudu-sudu diam yang dipasang melingkar dan berjajar terdiri dari beberapa baris yang merupakan pasangan dari sudu gerak pada rotor.

katup utama. sistem jacking serta sistem perapat 55 . Jumlah baris sudu gerak pada rotor sama dengan jumlah baris sudu diam pada casing. dan sistem-sistem bantu seperti sistem pelumasan.Gambar 5. turning gear. Sudu gerak berfungsi untuk merubah energi kinetik uap menjadi energi mekanik.7 Sudu tetap (diam) Rotor Rotor adalah bagian yang berutar terdiri dari poros dan sudu-sudu gerak yang terpasang mengelilingi rotor. Pasangan antara sudu diam dan sudu gerak disebut tingkat (stage). Selain casing dan rotor turbin dilengkapi dengan bantalan.

56 . laju aliran. Proses perubahan air menjadi uap terjadi dengan memanaskan air yang berada didalam pipa-pipa dengan panas hasil pembakaran bahan bakar. Uap yang dihasilkan boiler adalah uap superheat dengan tekanan dantemperatur yang tinggi.Gambar 5. Boiler Prinsip kerja Boiler atau ketel uap adalah suatu perangkat mesin yang berfungsi untuk merubah air menjadi uap. Jumlah produksi uap tergantung pada luas permukaan pemindah panas. Boiler yang konstruksinya terdiri dari pipa-pipa berisi air disebut dengan water tube boiler (boiler pipa air). Pembakaran dilakukan secara kontinyu didalam ruang bakar dengan mengalirkan bahan bakar dan udara dari luar. dan panas pembakaran yang diberikan.8 Rotor turbin uap 1.

Didalam riser air mengalami pemanasan sehingga mendidih dan naik ke drum kembali. Didalam economiser air menyerap panas gas buang yang keluar dari superheater sebelum dibuang ke atmosfir melalui cerobong. Peralatan yang dilalui dalam sirkit air adalah drum boiler. air dari drum turun melalui pipa-pipa down comer ke header bawah (bottom header). Perpindahan panas dari api/gas ke air didalam pipa-pipa boiler terjadi secara radiasi. Sirkulasi air Air sebagai fluida kerja diisikan ke boiler menggunakan pompa air pengisi (BFP) dengan melalui economiser dan ditampung didalam drum boiler. dan riser. Kecepatan sirkulasi akan berpengaruh terhadap produksi uap dan kenaikan tekanan serta temperaturnya. Economiser adalah bagian dari boiler yang merupakan pemanas air terakhir sebelum masuk ke drum. Dari header bawah air didistribusikan ke pipa-pipa pemanas (riser) yang tersusun membentuk dinding ruang bakar boiler. boiler juga biasa disebut dengan steam generator pembangkit uap) mengingat arti kata boiler hanya pendidih. Sirkit air diboiler adalah.Pada unit pembangkit. sementara pada kenyataannya dari boiler dihasilkan uap superheat bertekanan tinggi. header bawah (bottom header). down comer. Adanya sirkulasi ini sangat diperlukan agar terjadi pendinginan terhadap pipapipa pemanas dan mempercepat proses perpindahan panas. 57 . konveksi dan konduksi. Akibat pemanasan selain temperatur naik hingga mendidih juga terjadi sirkulasi air secara alami dari drum turun melalui down comer ke header bawah dan naik kembali ke drum melalui pipa-pipa riser.

9 Economiser tipe pipa bersirip (fin tubes) Gambar 5.Gambar 5.10 Sirkulasi air di boiler 58 .

Fungsi lain yang tidak kalah pentingnya adalah memisahkan uap dan air. 59 .11 Pipa riser dan dinding ruang bakar di boiler Drum boiler berfungsi untuk menampung dan mengontrol kebutuhan air di boiler. maka level air di drum harus dijaga konstan pada level normalnya. Untuk mengontrol kebutuhan air boiler.Gambar 5. Level ini dapat dilihat di kontrol room maupun di lokal.

maka de superheater kerja menyemprotkan air untuk menurunkanl suhu sehingga sesuai harga yang diinginkan. Desuperheater terletak diantara superheater I dan Superheater II. 60 . uap dari drum boiler dalam kondisi jenuh dialirkan ke superheater I (primary SH) dan ke superheater II (secondary SH) kemudian ke outlet header untuk selanjutnya disalurkan ke turbin.Kualitas air di boiler juga harus dipantau dengan mengambil sampelnya dari air didrum Gambar 5. Apabila suhu uap melebihi batas suhu kerjanya.12 Konstuksi drum boiler Sirkulasi Uap Sirkit uap dalam boiler adalah.

Pemanasan dilakukan dalam dua atau tiga tahap.13 Sirkulasi uap superheat 61 . Gambar 5.Superheater berfungsi untuk memanaskan uap agar kandungan energi panas dan kekeringan nya bertambah sehingga menjadi uap superheat (uap panas lanjut). Sebagai pemanasnya adalah gas hasil pembakaran bahan bakar.

14 Sirkulasi uap reheat Sistem Bahan Bakar Minyak Bahan bakar minyak yang digunakan terdiri dari • Minyak HSD (solar) • Minyak MFO (residu) Fungsi minyak HSD pada PLTU batubara maupun PLTU minyak adalah sebagai bahan bakar penyala awal dan pembakaran awal. 62 . Sedangkan fungsi minyak MFO pada PLTU minyak adalah sebagai bahan bakar utama.Gambar 5.

Pengaturan aliran MFO ke burner dengan katup pengatur dapat dilakukan sebelum atau sesudah burner 63 . Untuk kesempurnaan proses pembakaran. Sebagaimana pada minyak HSD untuk kesempurnaan rekasi pembakaran. sedangkan untuk penggunaan sehari-hari dilayani dengan tangki harian (day tank). Untuk mengalirkan MFO dari day tank ke burner (pembakar) digunakan pompa dengan melalui filter. katup penutup cepat.Minyak HSD Persediaan minyak HSD ditampung dalam tangki atau bunker. katup pengatur dan flow meter. katup penutup cepat. pemanas (oil heater). Pengaturan pembakaran atau panas yang masuk boiler dapat dilakukan dengan mengatur aliran HSD atau menambah/ mengurangi ignitor yang operasi. katup pengatur dan flow meter. Minyak MFO Persediaan minyak MFO di PLTU ditampung dalam tangki persediaan (storage tank). Untuk menyalurkan minyak HSD ke alat penyala (ignitor) digunakan pompa dengan melalui filter. maka pada burner minyak MFO dikabutkan dengan menggunakan uap atau secara mekanik. Pemanas berfungsi untuk menurunkan kekentalan MFO agar dapat disemprotkan oleh burner. maka HSD yang disemprotkan ke ruang bakar diatomisasi (dikabutkan) dengan menggunakan uap atau udara.

Gambar 5.15 diagram sistem BBM dari storage ke day tank Gambar 5.16 Sirkulasi bahan bakar MFO 64 .

kebersihan pipapipa dan perbedaan temperatur antara uap dan air pendingin. yaitu dari danau. Kondensor Kondensor adalah peralatan untuk merubah uap menjadi air. Kebutuhan air untuk pendingin di kondensor sangat besar sehinga dalam perencanaan biasanya sudah diperhitungkan.Gambar 5. sungai atau laut. dalam hal ini kondensor 65 . Laju perpindahan panas tergantung pada aliran air pendingin. Proses perubahan uap menjadi air terjadi pada tekanan dan temperatur jenuh. Kondensor seperti ini disebut kondensor tipe surface (permukaan). Uap mengalir diluar pipa-pipa sedangkan air sebagai pendingin mengalir didalam pipa-pipa. Proses perubahan nya dilakukan dengan cara mengalirkan uap kedalam suatu ruangan yang berisi pipapipa (tubes). Posisi kondensor umumnya terletak dibawah turbin sehingga memudahkan aliran uap keluar turbin untuk masuk kondensor karena grafitasi.17 Contoh burner MFO dengan pengabutan uap 2. Air pendingin diambil dari sumber yang cukup persediannya.

Konstruksi Kondensor Aliran air pendingin satu lintasan (single pass atau dua lintasan (double pass). maka temperatur air kondensat nya maksimum mendekati temperatur udara luar.berada pada kondisi vakum. maka akan berpengaruh terhadap tekanan dan temperatur. Karena temperatur air pendingin sama dengan temperatur udara luar. dipasang ‘venting pump’ atau priming pump’ Gambar 5. Untuk mengeluarkan udara yang terjebak pada water box (sisi air pendingin). Apabila laju perpindahan panas terganggu.18 Kondersor tipe pemukaan 66 .

Didalam deaerator air kondensat dihilangkan kandungan udaranya (oksigen) dengan semburan uap yang sekaligus juga memanaskan air tersebut.19 Irisan kondensor dilihat dari depan Sistem Air Kondensat Sistem air kondensat juga disebut sistem air pengisi tekanan rendah yang meliputi hotwell kondensor hingga deaerator. Air dari hotwell dipindahkan ke deaerator dengan pompa kondensat melalui pendingin bantu (auxiliary cooling) dan beberapa pemanas tekanan rendah (LP heater). Didalam pendingin bantu air kondensat berfungsi sebagai pendingin yang menyerap panas sedangkan didalam pemanas air kondensat dipanaskan dengan uap ekstraksi dari turbin. Lokasi dearator yang berada diatas memudahkan dalam proses deaerasi dan airnya kemudian 67 . sedangkan pompa kondensat menaikkan tekanan air dari kondisi yang vakum didalam hotwell kondensor. Proses pemanasan ini menaikkan temperatur air kondensat.Gambar 5.

Parameter utama dari sistem pelumasan adalah tekanan. Proses konversi energi didalam generator adalah dengan memutar medan magnet didalam kumparan. Generator yang dikopel langsung dengan turbin akan menghasilkan tegangan listrik manakala turbin berputar.5 Sistem Pelumasan pada Turbin Pelumasan bantalan sangatlah penting sehingga turbin tidak boleh diputar tanpa adanya pelumasan. Untuk menjamin tekanan minyak pelumas yang konstan disediakan beberapa pompa minyak pelumas . 5. maka dialirkan arus DC ke kumparan rotor. Sistem pemberian arus DC kepada rotor agar menjadi magnet ini disebut eksitasi.Main oil pump (MOP) . Untuk membuat rotor agar menjadi medan magnet. Produksi energi listrik merupakan target dari proses konversi energi di PLTU. Generator Tujuan utama dari kegiatan di PLTU adalah menghasilkan energi listrik. Rotor generator sebagai medan magnet menginduksi kumparan yang dipasang pada stator sehingga timbul tegangan diantara kedua ujung kumparan generator. 68 .Auxiliary oil pump (AOP).ditampung didalam tangki deaerator (air pengisi) yang juga memberikan tekanan positif ke sisi isap pompa BFP 3.

berat rotor juga besar sehingga dalam keadaan diam rotor tersebut akan menyingkirkan lapisan minyak pelumas dari permukaan poros dan bantalan. maka digunakan sistem jacking oil. 69 . Turning Gear Rotor turbin yang berat dan panjang apabila dibiarkan dalam keadaan diam dalam waktu yang lama dapat melendut. Jacking oil berfungsi untuk mengangkat poros dengan minyak tekanan tinggi.. Sistem jacking oil Pada turbin kapasitas besar.Emergency oil pump (EOP) Main oil pump adalah pompa pelumas utama yang digerakan oleh poros turbin sehingga baru berfungsi ketika putaran turbin telah mencapai lebih besar 2800 rpm Auxiliary oil pump adalah pompa yang digerakkan dengan motor listrik AC. Dalam keadaan seperti ini bantalan atau poros akan rusak bila diputar. Pelendutan menjadi lebih nyata apabila dari kondisi operasi yang panas langsung berhenti. Emergency oil pump adalah pompa yang digerakkan dengan motor listrik DC dan digunakan sebagai cadangan atau darurat ketika pasok listrik AC hilang. Untuk menghindari kerusakan akibat tiadanya pelumasan diantara poros dan bantalan. Untuk mencegah terjadinya pelendutan. maka rotor harus diputar perlahan secara kontinyu atau berkala. Pompa ini berfungsi pada start up dan shut down turbin serta sebagai back bila tekanan minyak pelumas dari MOP turun.

Gambar 5.20 turning gear 70 .

22 kg/s dan Daya ketel sebesar 66. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara Sektor Belawan adalah pemasok utama kebutuhan listrik di Sumatera Utara. 6. 5. boiler. Saran 1. Sistem pemeliharaan pada PLTU meliputi 2 bagian yaitu preventif maintenance dan corrective maintenance. yaitu : 1.1 Kesimpulan Setelah melakukan Kerja Praktek di PT.00 MW yang terpasang dan daya mampu sekitar 182. PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut Sektor Belawan. 71 . kondensor. Perbaikan dan perawatan yang handal adalah hal yang mutlak agar kontinuitas operasi peralatan pembangkit tetap berjalan dengan efektif dan efisien sehingga tidak mengganggu suplai energi listrik untuk kebutuhan masyarakat.00 MW 2. dan generator. 4. maka dapat disimpulkan. 3. Dari hasil perhitungan Kapasitas ketel diperoleh 72.BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6. PT.254 MW. Total produksi listrik yang dihasilkan seluruh unit PLTU Sicanang Belawan adalah sekitar 260. Komponen-komponen utama pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah turbin uap.2.

Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional dalam menangani hal ini. Safety dalam pengoperasian Power Plant yaitu keamanan orang untuk menghindari kecelakaan kerja serta keamanan peralatan dengan memperhatikan pelaksanaan operasi yang sesuai dengan anjuran perusahaan dan pemeliharaan yang baik. maka sebagian besar konsumen akan mengalami pemadaman listrik. Pada kondisi saat ini kapasitas daya terpasang tidak sebanding dengan kebutuhan beban puncak sehingga apa bila terjadi gangguan ataupun perawatan pada salah satu unit pembangkit. 3. khususnya pembangkit yang menggunakan energi alternatif dan ramah lingkungan. 2. Oleh karena itu dibutuhkan tambahan pembangkit yang baru. 72 .

"Dokumen IK/SOP Pemeliharaan PLTU" 3. Literatur PLN. Jakarta : Erlangga. 73 . Mum. 2. Jakarta : CV. Literatur PLN. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. " Perpindahan Kalor " edisi keenam. "Laporan MO Turbin PLTU" 4. Maider dan Ridwan H. Rajawali 8. 7. Literatur PLN. Pengoperasian PLTU". Literatur PLN. Sakura. "Maintenance Training Major Inspection Belawan Unit 4". Sabarti. Literatur PLN. Arsjd G. 5. 6. "Pusdiklat. JP Holman. Akhidyah.DAFTAR PUSTAKA 1. Pesawat-pesawat Konversi Energi 1. " Tentang Petunjuk Pemeliharaan Turbin dan Alat Bantu ". Syamsir A. 1994. Penerbit Erlangga 1993.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful