P. 1
The Ecology of Green Peafowl (Pavo muticus Linnaeus, 1766) Breeding Behaviour in Alas Purwo and Baluran National Park Province East Java (in Bahasa Indonesia)

The Ecology of Green Peafowl (Pavo muticus Linnaeus, 1766) Breeding Behaviour in Alas Purwo and Baluran National Park Province East Java (in Bahasa Indonesia)

|Views: 666|Likes:
Green peafowl is one of the protected birds in Indonesia. Habitat fragmentation and hunting have caused the decrease in habitat area and quality, which lead to population disperse with limited distribution. Because of its high threat, there is a possibility that the green peafowl will be extinct in a short time. In really, green peafowl still survive in several distribution locations.
Green peafowl is one of the protected birds in Indonesia. Habitat fragmentation and hunting have caused the decrease in habitat area and quality, which lead to population disperse with limited distribution. Because of its high threat, there is a possibility that the green peafowl will be extinct in a short time. In really, green peafowl still survive in several distribution locations.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Gilang Fajar Ramadhan on Nov 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

Keterangan (Delacour 1977 dalam Mulyana 1988):
1 = Jambul
2 = Dahi
3 = Rahang atas
4 = Rahang bawah
5 = Bidang kecil dari lora
6 = Kulit muka
7 = Leher bagian atas
8 = Leher bagian bawah
9 = Punggung bagian atas
10 = Punggung bagian bawah
11 = Bahu/tengkuk/belikat
12 = Bulu penutup sayap
13 = Bulu tersier
14 = Bulu sekunder

15 = Bulu primer
16 = Dada
17 = Paha
18 = Tulang kering
19 = Jari kaki
20 = Taji
21 = Perut
22 = Bulu penutup ekor atas
23 = Rectices tersembunyi
24 = Ocellus
25 = Bulu hias terpanjang
26 = Bulu hias samping tanpa ocelli
27 = Bulu hias samping dengan ocelli

2. Merak hijau betina

Komposisi warna pada tubuh merak hijau betina sama dengan merak
hijau jantan, tetapi lebih lembut dan tidak cerah, tidak mempunyai bulu hias

Sumber gambar: BirdLife International (2007)

7

seperti pada merak hijau jantan. Merak hijau betina juga mempunyai taji pada
kakinya.

3. Merak hijau anakan

Anak merak hijau mempunyai warna sama dengan merak hijau betina,
tetapi lebih buram. Dagu dan sisi-sisi kepalanya ditutupi oleh bulu-bulu yang
berwarna putih, perkembangan jambul mulai terlihat pada umur dua minggu.
Pada umur dua bulan anak-anak merak hijau mempunyai bulu-bulu yang
lengkap, bentuknya seperti merak hijau betina dewasa tetapi dengan ukuran
tubuh yang lebih kecil.

2.2.3 Habitat dan Penyebaran

Habitat adalah kawasan yang terdiri dari beberapa kawasan, baik fisik
maupun biotik, yang merupakan satu kesatuan dan dipergunakan sebagai tempat
hidup serta berkembangbiaknya satwaliar (Alikodra 2002). Menurut Irwanto
(2006), habitat adalah suatu lingkungan dengan kondisi tertentu di mana suatu
jenis atau komunitas hidup. Di Jawa, merak hijau hidup di habitat relatif kering,
hutan semi gugur dan areal terbuka (BirdLife International 2001). Menurut King
et al. (1989), merak hijau hidup hingga ketinggian 3.000 kaki di Asia Tenggara,
kecuali Thailand tengah dan Hongkong. MacKinnon et al. (1998) menyatakan
merak hijau merupakan pengunjung hutan terbuka dengan padang rumput dan
perkebunan teh atau kopi.
Jarak sebaran merak hijau sejauh 992.000 km2

, mencakup masa berbiak
maupun tempat hidup (BirdLife International 2007). Merak hijau tersebar mulai
dari Assam, Cina bagian barat daya hingga Asia tenggara dan Jawa (King et al.
1989). Merak hijau banyak dijumpai di Pulau Jawa, yaitu Ujung Kulon, Sindang
Barang (Cianjur), Cikelet (Sukabumi), Jepara, Pati, Mantingan, Randu Blatung
(Blora), Meru Betiri, Baluran, Alas Purwo, Gunung Raung, Krepekan, Lijen,
Lebak Harjo dan Pasir Putih (Situbondo) (van Balen 1999) (Gambar 2).

8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->