You are on page 1of 206

",_

"

., .

. .

-,:':~i~; " ~ ... ~~

~:'" i,

...

KATAPENG'~NTAR

"

tt

anggaran 1991/1992 Departemen Kesehatan menerbitkan ulang Buku Kerja Puskesmas untuk memenuhi kebutuhan PU$kesmas Pembantu dan pendidikan Departemen Kesehatan.: Penerbitan ulang lni didasarkan atas parmintaan dari berbagai aparat kesehatan malJpun di luar kesehatan yang

menggunakan buku ini. '

_ \'_',' _ <r

hanya 'dilakukan terhadap salah cetak serta penyesuaian terhadap perkemprogram.

mungkin masih ada, sehingga saran perbaikan dari para peng-

B~ku Pedoman Puskesmas ini tetap diharapk_an. ~ . _,

kasihkepada semua pihak yang telah membantu diterbitkannya Buku Pedoman ini sertapara penggunanya.

_ ,

.'

'_'Ti~Bevisi

Buku Ped6manKe~a-Puskesmas

. . • .~ ,,"'~-,;', ;.:' r _. ~

• Edisi 1991/1992 __

._ .

'.,'

..

!

I

!

Daftar lsi

Kata Pengantar Oaftar lsi Prakata

JILIO I

BAB A : Kebijaksanaan Nasional Tentang Upaya Kesehatan MasY(lrSkat

. - -

BAB B : Puskesmas OanWilayah Kerjanya

JILIO II

BAB C : Kesehatan Ibu dan Anak BAB 0 : Keluarga Berencana BAB E : Gizi

JILIO III

BAB F : Pengobatan BAB G : PPMPLP

BAB H : Kesehatan Lingkungan

JILIO IV

BAB I : Upaya PeraYiatan Kesehatan Masyarakat BAB J : Upaya Kesehatan Sekolah

BAB K : Upaya Kesehatan Usia Lanjut

BAB L : Upaya Kesehatan Kerja

BAB M : Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut

, ,

BAB N : Upaya Kesehatan Jiwa

BAB 0 : Upaya Kesehatan Mata dan Pencegahan Kebutaan BAB P : Upaya Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

BAB a : Pembinaan Peran Serta Masyarakat

BAB R : Upaya Kesehatan Olah Raga .

BAB S : Laboratorium Sederhana

BAB T : Upaya Kesehatan Lain

,------- --_._-- --

PRAKATA

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan pusat pengembangan, pembinaan dan pelayanan kesehatan masyarakat yang sekaligus merupakan pas terdepan dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Untuk maksud tersebut, Puskesmas berfungsl melaksanakan tugas teknis dan administratif.

Agar Puskesmas dapat melaksanakan tugas dengan bail< dan seragam, makasejak tahun 1974 telah diterbitkan buku Pedoman Kerja yang terdiri dari 4 (empat) jilld yang dapat digunakan oleh semua petugas di Puskesmas. Karena itu keberadaan buku ini di Puskesmas, hendaknya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, agar setiap saat dapat dipelajari oleh seluruh staf.

Pedoman Ke~a tersebut telah beberapa kali mengalaml perbalkan dan penambahan, dan yang terakhir adalah terbitan tahun 1984, yaitu awal Pelita IV. Dalam m~nyongsong era t1nggallandas dan Kesehatan untuk Semua di tahun 2000 (HFA 2000), serta sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, rneka untuk memenuhi tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang semakin meningkat, Pedoman Kerja Puskesmas harus disusun kemball,r:nelalul penyempumaan materi baru yang diperlukan.

Oi samping penyempurnaan terhadap materi teknis yang sudah ada dan masih relevan, telah ditambahkan materi teknis yang baru, serta materi manajemen Puskesmas, baik yang menyangkut aspek perencanaan, penggerakan pelaksanaan, pembimbingan dan penilaian termasuk materi keuangan dan ketenagaan.

Pendekatan penyusunan kern bali Pedoman ini tidak didasarkan atas program unit teknis yang ada di Departemen Kesehatan tetapi lebih diarahkan pada keglatan pokok Puskesmas.

Untuk rnempermudah pemahaman materi, maka sistematika· penulisan materi dimulai dengan pengertian, diikuti tujuan dan kegiatan. Sedangkan penyajlan materi teknls dlgtJnakan alur pikir adanya dua kegiatan yang dilakukan Puskesmas, yaitu kegiatan dl dalam gedung dandi luar gedung. Kegiatan di dalam gedung lebih diarahkan kepada keglatan yang -slfatnya profeslonal. sedarigkan kegiatan di luar gedung selain keglatan yang bersifat profeslonal,terdapat pula keglatan non profeslonal yang dapat

"I' dilakukan oleh masyarekat, termasuk kader dan keluarga maupun indMdu dalam rangka mewujudkan peranserta aktif masyarakat dalam pembangunan kesehatan.

Pedoman lebih rinci yang telah dikeluarkan masing-masing unit teknis Oepartemen Kesehatan dalam bentuk Pedornan Teknis, hendaknya tetap menjadi acuan pelaksanaan operasional di lapangan.

Oengan setesalnya penyusunan kern bali buku Pedoman Ke~a ini maka diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas, ketrampilan, pengetahuan serta gairah kerja dari petugas Puskesmas, sesuai dengan perkembanqan kebijaksanaan terakhir saat ini.

BabA

KEBIJAKSANAAN NASIONAt::TENTANG UPAYA 'KESEHATAN MASvARAKAT·· .

BABA KEBIJAKSANAAN.~\)'~AL TENTANG UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

Halaman

1. Kebijaksanaan Nasional Berdasarkan GBHN .•..•••••••••• ~ ••••••••••••••••••...•.. A-1

2. Sistem Kesehatari' Nasional t ••. ~ ••••••.•• '.' •••• , ••••••• A-2

a. Tujuan Pembangunan Kesehatan ••••... : ..••••••••• '.~ •• ~' •• '. ~ •••••• ; ••••.. ' .•..• A-2

b. Dasar-dasar Pembangunan Kesehatan .......•• '.!" ••• ~.~. '.' ••••••••••••••••••• A-2

c. Rencana Pembangunan Jangka panjang Bidangk~etiatan '(RPJPK)' .. ; A-2

1) Panca Karsa Husada (tujuan jangka panjang) ••••••••••••••••••••...••......... A-2

2) Panes Karya Husada (kebijaksanaan operaslonal) ••••••.•••...•••••••••.•....... A-2

3. Kebijaksanaan Tentang Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan : •••••••................... A-3

-

a. Jenjang Tirigkat-tlngkat Pelayanan Kesehatan ~ A-3

b. 8 Unsur Pelaksanaan Primary Health Care . . • • . • • • • • • • • • • • .•• • • • • • • • • . . . . . . . . . . A-3

c. Mekanlsme P*,ngembangan dan Pemblnaan Peran Serta M~yarakaf ••••....•........ A-4

d. Kerjasama Lintas Sektoral ....•••••.•......•••••••••••••••••••.••••••..•....... A-4

..----------------- -----

BABA

KEBIJAKSANAAN NASIONAL TENTANG UPAVA KESEHATAN' MAsvARAKA T

1. KebljaksanaanberdasarGBHN

Sesuai dengan tahap-tahap pembangunan nasional5 tahunan. maka pada setiap awal Repelita, sidang Majelis P,ermusyawaratan Rakyat, menetapkan Garis Garis Besar Haluan Nagara (GBHN) sebagai kebijaksanaan nasional yang dipakai sebagal pedoman pelaksanaan pembangunan 5 tahunan. lsi GBHN berubah setiap 5 tahun sekali disesuaikan dengan laju perkembangan pemban-

gunannasional., .

Di dalam GBHN tersebutantara lain ada komponen tentang Kesehatan. Sebagai contoh komponen kesehatan darl Ketetapan MPR No. II 1988 tentang Ga~aris·Besar Haluan Negara berbunyi sebagaiberlkut:

a. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mempertinggl derajat kesehatan termasuk keadaan gizi masyarakat dalam rangka peningkatan kuallt8s dan tarafl:1ldupserta,l<ecerdasan dan kesejahteraan rakyat pada umumnya. Pembangunan kesehatan dilalWkan dengan rnemberlkan prloritas

. pada upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan keluarga.sertapencegahan penyakit, disamping upaya penyembuhan penyaklt dan pemulihan kesehatan. Sehubungan dengan Itu perlu dikembangkan sistem kesehatan nasion a!' yang terpadu yang dapat mendorong partisipasi masyarakat termasuk swasta.

b. Pembangunan kesehatan terutama dltujukanpada golongan masyarakat yang berpenghasilan rendah, ba_ik di pedesaan maupun di perkotaan. Perhatian khusus perlu diberlkan kepada daerah terpencil, kelompok masyarakatterasing, daerah Pemukiman baru termasuk daerah transmigrasi, dan daerahperbatasan. Sehubungan dengan Itu. perluterus dltingkatkan uPBya untuk memperluas dan mendekatkan. pelayanan kesehatan kepaoa masyarakat dengan mutu yang /ebih baik dan

biaya yang terjangkau oleh masyarakat. ..

c. Upaya perbaikankesehatan rakyat d"rtingkatkan antara lain melalui pemberantasan penyakit menular, perbaikan gizi, penyediaan air bersih. kebersihan dan kesehatan lingkungan, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak terrnasuk keluarga berencana. Perhatian khusus perlu diberlkan pada perlindungan rakyat terhadap polusi. lim bah industrl, bahaya narkotika dan penyalahgunaan obat, serta peningkatal'l pengawasan kesehatan IinQkungan. obat, makanan dan minuman. Perlu juga ditingkatkan pencegahanpenggunaan narkotika dan penyalahgunaan obat di kalangan generasi muda, Selanjutnya penyuluhan kesehatan perlu diperluas untuk menumbuhkan kesadaran dan membudayakan perllaku hldup sehat " sedinl mungkin di seluruh lapisan .masyarakat. Upaya-upaya tersebutdilakukan melalul pusat-ptJsStkesehatan masyarakat, pos-pos

pelayanan terpadu serta berbagai kegiatan masyara1<at lainnya·. -,

d. Dalam rangka Jebih meningkatkan pelayanan kesehatan, perlu teros dltingkatkan mutu pelayanan rumah-rum.ah saklt, lembaga-Iembaga pemulihan k~SEt~n( PUsat-ptJsat kesehatan masyarakat serta lembaga-Iembaga kesehatan lainnya. Selanjutilya perlu.dltingkatkan pula penyediaan dan pemerataan tenaga medis, para medis dan tenagakesehatanolain,nya,serta penyediaan obat yang makin merata dan terjangkau oleh rakyat Disamping Itu perlu terus ditingkatkan pengadaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana kesehatan lainnya.

e. Pelayanan I<esehatan, baik oleh pemerlntah maupun swasta. harus selalu memperhatikan aspekaspek kemanuslaan dalam pelaksanaannya. Disamping Itu perlu dikembangkan cara pembiayaan kesehatan oleh masyarakat sendiri berdasarkan prinsip asura~sl. .

f. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kese~atan secaralebih luas dan merata sekaligus memelihara dan mengembangkan warlsan budaya bangsa •. pengujlan obat-obatan serta cara pengobatan tradisional. Disamping Itu perlu terus dldorong langkah~angkah pengembangan budidaya tanaman obat-obatan tradisional yang secara medls dapatdipertanggungjawabkan.

A-1

2. Sistim Kesehatan NasionaJ

Sistem Kesehatan Naslonal adalah SUatu tatanan yang mencerminkan upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan untuk mencapai derajat kesehatan yang' optimal sebagai perwujudan kesejahteraan umum sep8rtl dimaks.ud daJam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Oleh karena itu Pemlkiran Dasar Sistim' Kesehatan NasionaJ pada hakekatnya menentukan arah, tujuan dan dasar-dasar pe~bangunan kesehatan sebagaJ kesatuan yang menyeluruh, ierpadu serta berkesinambungan sebagai bagian dari Pembangunan Nasionai.

Dengan memperhatiJ<an faktor-faktor Sistem Ketahanan Nasional, jelas bahwa Sistem Ketahanan Nasional adalahsuprasistim1 darf'srstem'Kesehatan Nasional. Pada dasarnya Sistem Kesehatan Nasional merupakan peneerminan,dari sistem Ketahanan Nasional ditinjau darikebutuhan pencapaian Tujuan.pembaDgtJoan.KesehataQ:atau dSri kepentingan kesehatan. '

a. Tujuan Pembal1giJnirl K8Sib8tan~" .

Tercapainya kem8r9~~ ~ h,id~p sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masY'lf:~yangoptiqtalSebagai salah satO unsur kesejahteraan umum dari Tujuan

Nasional~ , ' ... '.' ;' .',- ">' '. ' , . ,

b. Dasar-Dasar Pem~u~anKesehatan:

1) Semua warg&:J¥.ga.rj~"p.~~oleh derajat kesehatan yang optimal~ agar dapat bekerja dan hidup lay~sesu8i 4eOg~·rPartabat manusia.

2) Pemerintah dan masyarakat beitanggung-jawab dalam memelihara dan mempertinggi derajat kesehatanrakyat.

3) penyelenggaraan opaya kesehatan diatur oleh pemerintah dan masyar$kat serta dilaksanakan terutama melalui upaya peningkatan dan pencegahan yang dilakukan secara terpadu dengan upaya penyembOhan yang dipet1ukan.

=, '~::.,;:~ ),·~v;.,;~._,-,;; " ;"z •• ::t.; "-::i"';:~IY- !"'_":i ,_ , ' .'

4) Setiap ~q~,~~y( k~,e.h~n .. ~S b~rasaskan perikeman~iaan' yang berdasarkan

Ketuhanan..!p~. ~ d~~ ro~utamakan kepentingan nasional, rakyat banyak dan

bukan semaJa:.:mata·unbJlskepeflt:ingan golongan atau perorangan. '

. r::< ~. '," . q"";~_::.::".:, :;j<',. - ': .,. 0,', •

5) Sikap"suaSan8 kekeluargaan. kegotong-royongan serta semua potensi yang ada diarahkan dan dimanf~tkarl sejauh ,muq~!9n untuk pembangunan di ,bidang kesehatan.

6) Sesuai dengan asas adil dan merata, hasil-hasil yang dicapai dalam pembangunan kesehatan harus dapat~nikmati secara merata oleh seluruh penduduk.

7) Semua warga negara sama kedudukannya dalam hukum dan wajib menjunjung tinggi dan mentaati sagala ketentuanperaturan perundang-undangan dalam bidang kesehatan.

8) pembAAQ~~~~Nil~~Sberlan~kJln padakepe,~yaaO akan kemampuan

dan k~~~I!!;:~~;~iI~~~Ii,~~cif~ bangsa. ."

c. Rencana.Pemb80gunanJangt<a:;~anjang,bldang Keseh~tan (RPJPK) mempunyai sasaran dan

kebijaksanaan operasional.~bedIsut ,

1) Panca KarstI~HU$8daitu~uan jaogkapanjang) '. "

a) Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya dalam bidang kesehatan.

b) Perbaikan mutu linglaJnganhidup yang dapat menjamin kese~tan.

c) Peningkatanstatus gizl masyarakat

d) Pengurarigar1:kesaldtandan kematian.

e) Pengembangan keluarga s&hat sejahtera dengan makin diterimanya norma keluarga kecil

~9as~ahterL .

2) Panea Karya Hu~da (kebI)aksan8an operasional)

t "-, 'titft; -:>1~ :-,'-," ,',_" • '.

a) Peningkatan danpe~antpn upaya kesehatan. ,

b) PengembailgSntenaga~. '

c) Peng~;Perig8wasandan pengadaan ~serta makanan dan bahan berbahaya bagi

kesehat8A.'· " ,r .

A-2

i

I

l

J

! j

1

I

1

-

d) Perbaikan gizi dan peningkatan kesehatan

h e) Peningkatan dan pemantapan manajemendan hukum .':

. &! . Kebljaksanaan te~ng pelaksanaan pelayanan kesehatSn ".

Seperti diketahui bahwa Indonesia ikut menanda tanganl.·Dekiarasl Alma Ata", maka sesuai dengan deklarasi tersebut yang berbunyl"Untuk mencapalkesehatan bagi sen:aua dalam tahun 2000, Primary Health Care adalah kuncinya", di Indonesia Pembangunan Kesehatan Masyarakat Oesa (PKMO) merupakan bentuk operaslonal dari Primary Health Care ....

Kebijaksanaan pelaksanaan pelayanan kesehatan dengan pendekatan Primary Health Care

adalah sebagai berikut: .... .

a Jenjang tingkat-tingkat pelayanan kesehatan sehubungandengan komponen atau unsur-unsur pelayanan kesehatan menurut Sistem Kesehatan Naslonal seperti berikut:

TABELA.1.

JENJANG TINGKAT PELAYANAN KESEHATAN

Jenjang (hirarkhi) komponenlunsur pelayanan kesehatan
Tingkat Rumah Tangga Pelayanan kesehatan oleh individu atau oleh keluarga-
nya sendiri
Tingkat Masyarakat Kegiatan swadaya masyarakatdalam menolong mereka
sendiri ,
Tingkat Fasilitas Pelayanan Kesehat- Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Puskesmas
an Pertama Keliling
Tingkat Rujukan Pertama Rumah Sakit Kabupaten dan satuan pelayanan kese-
hatan lainnya
Tingkat Rujukan yang lebih tinggi Rumah Sakit Klas B dan Klas A serta satuan organisasi
pelayanan lalnnya b. Pelaksanaan Primary Health Care paling sedikit mencakup 8 unsur sebagai berikut:

1) Penc:lidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit serta pengendaliannya.

2) Peningkatan persediaan makanan dan perbaikan gizi.

3) Pengadaan air bersih dansanitasi dasar yang memadai.

4) Kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana.

5) Imunisasi terhadap penyakit infeksi yang utama.

6) Pencegahan dan penanggulangan penyakit endemis setempat.

7) Pengobatan penyakit umum dan luka-Iuka ..

8) Penyediaan obat esensial.

.. Primary Health Care Is essential health care based on practical, scientifically sound and socially acceptable

methods dan technology made universally accessible to and families in the community through their

fun participation at a cost that the com unity and country every stage of their development

in the spirit of self-reliance and self-determination. It forms both of the country's health system, of

which it is the central function and main focus, of the economic development of the country. It

if'first level of contact of individuals, the family and national health system bringing health

care as close as possible to where people live and work, and constitutes the first element of a continuing health

care process." •

A-3

if'

c. Mekanisme pengemtlin~n~~ Pembinaan Peran Serta Masyarakat: .

Puskesmas beke.-a dengan sektor-sektor yang bersangkutcln memberi bimbingan dan motivasi kepada masyarakat wilayah kerjanya untuk mengenal rnasalah dan kebutuhan masyarakat sendiri, kemudian memberi petunjuk untuk menggali dan memanfaatkan sumber dan patensi yang ada setempat uhtuk menolong mereka sendiri dalam menanggulangi masalah dan kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat.

TABEL A.2.

MEKANISME PEMBINAAN PERAN SERTA MASYARAKAT

mengenaJ masalah

& kebutuhan menolong diri

masyarakat sendiri Menggali dan lJlereka sendiri Memecahkan Masalah dan

I---------.t memanfaatkari I------_., masaJah dan ---<I kebutuhan

sul:ilberdaya & kebutuhan berhasil

potensi masyarakat dipecahkan

masyarakat

'aetempat

Perorangan Keluarga Masyarakat

member! tunjuk

bimbingan & motivasi

I

Masalahdan kebutuhan tidak

pelaYanan I~QSUllg _. . _dapat di atasi Sebagian

L..~PU,SrK_E_S_MAS~~~ ~_._.,_;,_,_.~·=~=· .. = .. =ri======~ __ ~+,._J ~~~~u

Bantuan teknologi ~ mat~ yang tidak

menimbulkan ketergantungan' :.~,-. , .

Kegialan dari masyarakat oleh masyarakal untuk masyarakat yang dibatasi dengan garis bertilik-titik pada dasarnya.adalah

kegiatan PKMD. ~

Sektor lain ybs.

$istem rujukan

Upaya masyarakat mungkin berhasiJ menanggulangi masalah dan memenuhi kebutuhannya, mungkinjuga hanya se~agian sajadari masalahnya bisa ditanggulangi dan masih membutuhkan bantuan, atau masyarakat samasekali tidak mampu mengatasi masalahriya.

Dalam hal masyarakat hanya berhasil menanggulangi sebagian dari masalahnya dan membutuhkan bantuan, maka Puskesmas bekeria sarna dengan sektor-sektor'yang terkait untuk

memberikan teknologi dan:matert,yangtidak menimbulkan ketergantungan. '

Dalam hal masyarakat sarna sekali tidak mampu mengatasi masalahnya, maka Puskesmas bekerja sarna dengan sektor terkait untuk memberikan pelayanan lan~s~ng kepada masyarakat.

d. Ke~asama Untas Sektoral: .

Masalah dan kebutuhan yang dirasakan oleh rnasyarakat tidak hanya dalam bidang kesehatan, maka dengan sendirinya dalam membina perr serta masyarakat diperlukan kerjasama lintas

sektoral. , .

Derajat kesehatantidak hanya dapat diperbaiki dengan upaya pelayanan kesehatan saja, akan tetapi terutama dipe.,garuhi' oletl'keadaanlingkungan hidup yang tardin dari Iingkungan fisik, lingkunganbiologis dan·lingkungan'1t~masyarakatan termasuk keadaan ipoleksosbudhankam. Faktor lain yangbesar pengaruhnY.adalah perilaku masyarakat tentang kesehatan dan cara-cara

. hidup yang sehat/ . '11',:*'" > '>;

A-4

" ;

BabB

PUSKESMAS DENGAN WILA YAH KERJANYA

BABB

PUSKESMAS DENGAN WILA.~AI;I:.K.ER.JANYA

. -_ ,

halaman

'"U5I{8:)'"Cl:) •••••••• '. • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •• 8-1

Program Berdasarkan Asas Bantuan ......••.•••••• ; •••.... :.................. B-3

"Upaya Kesehatan Darurat ......•.•....... ' •• ' .••••••••.••••. '. • • . • • • • • • • . . . . . .. B-3

Jangkauan Pel,ayanan Kesehatan ••......... ~ .•.•••••••••. : . . • • . . . • . . . . . . . . . . B-3 Memelihara Citra Puskesmas •••••..••• '.' •• .; ••••••• ' ••••••••••.. ~ .• . • .. • . . . . .. B-3 Organisasl dan-Tenaga Ke~a ; .•• ~ •.•.•. ' ...••• ~ ••••••••••••.••.•.•••••••...... 8-4

, , -

F.~lit~~ Penunjang , .. ~ " .........•••• ~ ••. ~,;" ••. ' •••••.•.•. ~ • . . • • • . . . . . .. B-6

,', Rujukan .............••........••••• " •• :' ~.' ••.........•............ B-6

"a.Sistem Ruj~kan Upaya Kesehatan ...........••••• ; .••••• .: ; .. : ~ B-6

b. Janis Rujukan .............................•••.•.. ~ • '. . . . . . . . . . • . . . . . . . . . . . . B-6

c. Tujuan Sistelll Rujukan Upaya Kesehatan .....••• ' •••••••.••....•.••.•.......... 8-7

d. Jenjang TIngkat Pelayanan Kesehatan .......• ~ •••••••••••••..••••.•••........ 8-7

e. Jalur Rujukan ............................•.••••••••••••••....•.. '. . . . • . . . . .. B-8

1. Contoh Formulir Rujukan .......•..........•.•.•••.••.•.•. ~ ... ~ . . . . . . . . . . . . .8-10 g. Upaya Kesebatan Rujukan ..............•..•.••••••••••.••••..••........... 8-12

4. Pengelolaan Puskesmas .....................••.....•..•...• ~ " . • • . . . . . . . . . . . 8-14

a.Pola Ketenagaan ........................•.•..••.•.•.•••••.•.•.•.......... 8-14

b. Peraturan KePegawaian ....•...•..........••.•••••.•••.••..•.............. 8-15

c. Pedoman Pembagian Tugas . . • • • • . . . . . . . . . . • • • • • • • • • • • . •• • • . • • . . . . . . . • . . . .. 8-25

d. Peranan Dokter Puskesmas .•••••.•..•.....•••••••••••. ' •..•• '............... 8-31

e. Perencanaan Tingkat Puskesmas (Microplanning) ••.••••••••••.••• '.' ••••.•.... ~ .. . 8-34 1. Penggerakan Pelaksanaan (Minilokakarya) ..•••• ••• . . . . • • . . • . . . . . . . • . . . . . . . . .. 8-42

g. Pemantauan Pelaksanaan (SP2TP) 8-52

h. PembimbinganiSupervisi ........•........•.••••••••.•.•••••..•••...... 0 0 ••• 0'0 8-56

i. Evaluasi (Str~kasi'Puskesmas) o. 0 • 0 •••••• 0.0 •• 0. "0 0 •••• 0 .~~. 0 0 o. 0 • 0 00. 8-58 jo Administrasi Keuangan dan Barang. 0 0 ••• 0 0 • 0 0 • 0 0 '0, •• 0 0 •• 0 • 0 • 0 0 0 • ~ 0 • 0 • 0 0 0 • o. 8-75

It Surat menyurat 0 • 0 0 • " 0 ••• 0 0 ••• 0 •• 0 • 0 •••••• 0.· o. 0 • 0 ••• 0 0 • 0 ••• 0 B-1 01

I. Pengelolaan Obat dan Peralatan Medis ... _. 0 0 0 0 •• 0 ... 0 0 0 0 0 0 ••• 0 0 • 0 0 0 ••• 0 0 0 • 0 0 8-107 m. Standar Gedung di Wilayah Ke~a Puskesmas . 0 0,' 0 0 0 o ••• ~ ~ 000 ••• 0: •• 0 0 ••• 0 0 0 ••• 8-133 n.. Standar Perlengkapan Medis Puskesmas .. 0 •••••••• 0 0 0 0 0 ...... 0 ••••••• 0 ••••• 0 o. 8-134 o. Daftar Obat Esensial Puskesmas .. 0 0 0 • 0 •••• 0.0 •• 0 0.0.0. 0 0 •••• 0 ••• 0 0 0 ••• 0 •••• 8-175

BABB

PUSKESMAS DENGAN. WU~AYAftKeAJANYA

Sua1u kesatUan organisasi kesehatan fungsional yang merupakari 'pusat'periOembai1gan kesemasyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disampiflg. memberikan, pelayanan menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wllayah ke~anyalCfiif8m&rituk kegiatan

~: '-;, ~,~.,!.~:'-lnL~:;{:~;i-,~-le·{.L.: ::.j~ .. ;'} -:~~:.; ic.. .

Dengan lain perkataan Puskesmas mempunyai Ylewenang dan tanggung-jawab'atas pemeliha-

kesehatan masyarakat dalam ,wilayahke~anya;' c-»: ',', '" .;' ,;+ " ( .

Wilayah Puskesmas ' ,. '. ,

Wilayah ke~a Puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan. Faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan'geografik dan keadaal1'''lnft'aStttiktur lainnya

merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan Wilayah ke~a ru~k~~mas. ,

Puskesmas merupakan perangkat pemerintah Oaerah Tingkat'II;"sehingga pembagian wilayah ke~a Puskesmas ditetapkan oleh Bupati KDH~ dengan,saran teknis dari Kepala Kantor Departemen Kesehatan KabupateniKodya yang telah disefUjui olehKepala Kantor Wilayah

Departemen Kesehatan Propinsi. . . .

sasaranpenoudck yang dilayani oleh sebuah Puskesmas rata-rata30.000 penduduk setiap

Puskesmas. ' "'j:!iil) , r :

Untuk penuasan jangkauan pelayanan kesehatan maka Puskesmas perlu ditunjang dengan unit pelayanan kesehatan yang lebih sederhana yang disebut puskestltas Pembann, dan

Puskesmas Keliling. , .',' '; , '

, . . #." - •. - .' " ' _ ~:_ ~ .i '" ••. t(

Khusus untuk Kota Besar dengan jumlah ~Uduksatu juta~au lebih; W1layah kerja

Puskesmas bisa meliputi satu Kelurahan. Puskesmas'dJlbukOfa;kecamatandengan jumlah penduduk 150.000 jiwa atau lebih, merupakan·Puskesmas PembinaM'yang beiiungsi sebagai

pusat rujukan bagi Puskesmas kelurahan dan juga mempUriyaffOtlgsrkObr'cfmast '

2) Pelayanan Kesehatan Menyeluruh ,"",

Pelayanan Kesehatan yang diberikan di puskesm~~ z~Iah~I~Y.a.n~'~~e~at8n yang meliputi

pelayanan: 1_ •. _".10.:,., ,~.u-:"'~C-'" ' "~

kuratif (~ngobatan)

preventif (opayapericegahan) ,

promotif (penihgkatan kesehatan) rehabilitatlf (pemulihan kesehatan)

'f' •

~ , !- :. . '. . ',' .\, j' • '. .

yang ditujukan kepada semua penduduk dan tidakdibedakan jenis kelamin dan golongan umur,

sejak pembuahan dalam kandungan sampai tutup usia.

3) Pelayanan Kesehatan Integrasi (Terpadu)

Sebelum ada Puskesmas, pelayanan kesehatandi dalamsatu Kecamatan terdiri dariBalai Pengobatan, Balai Kesejahteraan ,Ibu dan Anak, Usaha tiygiene,San~si Ungkungan, Pemberan-

tasan Penyakit Menular dan lain sebagainya. ' ., " .•. , '" .. ,' ,_, '".J ,-' ' ',.' ,

Usaha-usaha tersebut masing-masing beke~a sefidiri dan langsun~fmeiapor kep&da Kepala

Dinas Kesehatan Dati II.· ' .. " .", ";, n::';f; c·i., .,:"

Petugas Balal Pengobatan tidak tahu menahu ~pa.yangterjadl di BKIA. begito juga petugas BKIA tidak mengetahul apa yangdilakukan olehP~s HygiEHlEtSanitasidan sebaliknya.

Dengan adanya sistem pelayanan kesehatart~arol;POS8t:I(~Eih~r1' 1tKa~yarakat(Puskesmas), maka berbagai kegiatan pokok Puskesmas dilaksanakan bersama di bawah satu koordinasi dan satu pimpinan.

B-1

~-------------- ~~-----~

b. Kegiatan Pokok Puskesmas

Sesuaide~~ k~ma~~~~ .. tW1@9a maupun fasilitas yang berbeda-beda. maka kegiatan pokok yang dapat dilaksanakanoleh sebuah'Puskesmasakanberbeda pula. Namun demikian kegiatan pokok Puskesmas yang seharusnya dilaksanakan adalah sebagai berikut:

1) KIA

2) Keluarga Berencana

3) Usaha Per)ingkatan Gizi

4) Keseh~tan lingkungan

5) Pencegahan dan Pember~ntasan Penyakit Menular

-10. • " • ;

6) Pengobatan termasuk Pelayanan Oarurat Karen a Kecelakaan

7) Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

8) Kes~t'l~~1l ~ekg~h.oi

"',t'- .. ) .. 1,1 "~':'-:' .. .' 0','" '~. ;'~i_

9) Ke~e~~~a":$?la~~R~~:: - .' ,.,

10) Perawatan' KesehatariMasYarakat"· .

. ~<~;~ ~ "(J.:~~;-':'! ,h;"<

11) Kesehatan Kerja

.: ~ .' . ~. ;' . '.

12) KesehatanGigi dan Mulut

~ <.: \ ";:"£ ;"_: ·~~,~~l<~.,... <:~rf:.

13) Keseha~'4i~a ' .:'

14) Kesehatan Mata

, ' .. '.- - . ~.

15) Laboratorium Sederhana . .

_,(; ~-: .; , ' ~. '.:... : .

16) Pencatatan,dan Pe!aporan .dalam rangka Sistem Informasi Kesehatan

17) Kesehatan Usia Lanjut

18) Pemblriaan pe'ngobatan :Tradision8t '

. ,

Pelaksanaan kegiatan pokok Puskesmas diarahkan kepada keluarga.~gai satuan masyarakat terkecil. Oengan lain perkataan keglatan pokok Puskesmas ditujukan uOtuk kepentiogan kesehatan keluarga sabagai bagian dari masyarakat wilayah kerj~}'a., .' ':" ;("" .i: :., '

Setiap kegiatan pokok Puskesmas dilaksariakan dengan pendekatan Pembangunan Kesehatan

M ....... L. ..... 0"- .. ;" :"-,.' ~~""~f. "",,",,,,1,,,,', ... ' ". .•.. .

asyar CII\CU esa~·'., ",' .:" .:~, """,.-" J._.....

C. Fungsi Puskesmas:

. ,j ._':'.bf'; ' .

. t •

1) Sabagai pusa! PembangunanKesehatan M.asyarakat di wilayahkEujanya.,

2) Membina~ranr sertihl~as~arakat df oMiayatl ke~8nya dalarn rangka meningkatkan kemampuan

u.n. ~~~. i~!J~ ... ~~!;!~t." '.' _ " ...! """ ,'. ,_ '.'. . .... .

, .. _. ,)1 h.·.};':'<;-~'J .~'h_~-·~~~;·!t', t;" n· );: .; . .1

3) Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadukepada masyarakat wilayah

kerj8!1ya;i::.::; ,:";";~ , ,:}; l.t;,>',," "

pro~~Wli#:~:{jj~I~Ma.Q'~~I~fi'di!akSanaka~ ~e~gan cara: ....:

8-2

Malnbefllaltn-petunjuk kepada rnasyarakattentang.,bagaI!Dan8:i'!'engga& ,d8n menggunakan ' .. mblWllya y8ng ada secara efektH dan efisTewt>4~~?:I1'~.7 ~~~!.1'9 :'V·,f h"

Membel'i bantuan yang bersifat bimbingan tekht?riiateri d8n rujukanr1w.~S'mauPlJn rujukan . ~n kepada masyarakat dangan ketentuanbdh\uanterSebiiftidat'ffi.:k\ltnbUlkan ketergan-

tII1g8n. ~',n:~:z/." r.

. ,-.." '. " .- ... -,q"·r~~:,:'-·~t':~..-·} :'-:,-"_7

Memberi pelayanan kesehatan langsung kepadS'rtlasyarakat; .• , , '

, , . , .~:., .' .J~) ~ t': .' .. . 11 •

Bekerjasama dengan sekter-sekter yang bersarlgkutBn dSla.n'riiel8ksanakanprognimPuskesmas.

~., ,

Kedudukan secaraadministraUf: " .. ,

Puskesmas merupakan perangkst Pemerintah DaerahTinQkaHI dan bei't8nggung-jawab langsung baik tekn'is maupun administratif kepada Kepala Dinas kesehatan Da~ n,., :

]::.,

Kedudukan dalam hirarkhi pelayanan kesehatan: iI \/ ,'i

Oalam urutan hirarkhi pelayanankesehatan, sesuai SKN rnaka Puskesmas berkedudukan pada

Tingkat' Fasillt8s1 Pelayanan KeseHata~ Pertamb~.: ;'~>:i. .: '\ :(:' z '~. :~~~':: ;;~'.. .. t, ' " '

" )' ". - .... (. .. \ "_'I; .': -, ;. L, : ' •..• , .. :~~ • ... -, : -,' . •.

Prnnl'Am berdasarkan asas bantuan. '. ,r,"F·,"-"I:; ,.:.,:. .... :",.i ';", ' ..

~lImr,inn penye'lenggaraan' usaha-usaha 'kegiataolpokOk;:Pu$.kesmas;6,~ .. tersebut di atas Puskesmas sewaktu-waktu dapat diminta untuk melaksanakanprogramkesehatan tertentu oleh . Pemerintah Pusat. Dalam hal demikian, baik petunjlJk ~a.ksana.an. t~rli~ ma,~n ~rbekalan akan

r+~diJerikan. . ,,,.:-,,,. "," l'i':\t.l··fJ!?)'~":':~ ".J .. ''1''''.'11 .;!SgOi .f,v" '

.I.-~ t~~~ -

1 Upaya Kesehatan Daru~at.

, "..Keadaan darurat mengenai kesehatan mungkin sajadaPJltterjadi;JDisalnyaJa~renatimbulnya wabah . penyakif menular atau bencana alam. Kejadian-kejadian,semacam;lnlmungkiomemerlukan penundaan atau pengurangan kegiatan-kegiatan lain sampal keadaan darurat dapat diatasi.

~Jangkauan Pelayanan Kesehatan ! r- \, " i ,; \ )'

Sesuai dengan keadaan geografi, luas wilayah sarana perhubungan dan k~adatan penduduk dalam wilayah ke~a Puskesmas, tidak semua penduduk dapat dengsn mudah mendapatkan, pelayanan

Puskesmas. . ,"",.:; ii" ' '

Agar jangkauan Pelayanan Puskesmas I~ih' merata dam:nQlu'-$i.~us~es1MSpe~y ditUnjang dengan Puskesmas Pembantu, penempatan bidan di desa-desa yang belum terjangksu oleh pelayanan yang

ada, dan PuskesnjasKeliling. '. :,~" '~''''-''~''''::'7' ,' .. " . '

Disamping itu penggerakan peran serta masyarakat tintiJk,rnengelola Pds~ndu dan membina Oasa Wisma akan dapat menunjang jangkauan'pelayanan'kesellatah';"( :1", ~V;:' ". .' ,

h. Memeliharacitrapelay~nan Puskesmas yang baik::.' _" i'.'~"T ".

Agar masyarakat menghargai pelayanan Puskesmas, maka Puskesmas perlu memelihara citra yang baik sebagai berikut:

• . "-.: .. ,! .: ~... '". c :_ ~ ,0"

1) Kebersihan gedung serta jambsn Puskesmas.

2) Senyum dan sikap ramah dari setlap petugas, Pusk~mas.

3) Pemberia~ Pkl8yanan dengan mlrt.u·y~ngseb8i~~~~~,,.;~;!J~:':;;i~:"::~f' v , ,

4) Ke~asama yang baik denganparnOng setempatdai1 ~s sekti"laln.· 5) ·Selalu menepati janji pelayanan yangtelah disepakat!lbe'rftma.; r.: .

. : '1-""::" "~J.:,'-""':~ .-, :" ':~~

B-3

i. Organisasi dan Tenaga Kerja 1) Organisasi

. ,

Susunan organisasi Puskesmas terdiri dari:

a)uo~u.r,pi~R~~W'h>i':jil"':": ';j.~~;,Puskesmas b)Un~uf,pemt»~~t n~.;!M~ Tata Usaha c)UnsurPel8ksanif' .

(1 ) Unit YallgJe~~~~YI~i dalamj~tanfung.~ion~, ,.. .

(2) Jumlah unittergantling~epada keglatan, tenaga dan fasllitas daerah maslng-masing.

(3) .Uoit-unitterdiiid8rir .';;;;·i. . '

Unit I

Unit II

Unit III

Ur)itIV i.. ;, ", 'I

~~: ~r~ ;,;'0' ,<,;';,.·ltL"\ .(. .'

UnitVU· ';

;. -'!-::';:190<~'5rtl~_~~~::a:': H?~~)f1 l.1>t2 i,;;i.?;L • ".' .t·: .' L. '~';, ."~

Kepala. PuSk~s~. mem-punyal tugas fptemlmpm., me.ngawasl dan .. mtapQkoordinasi kegiatan

Puskesmas.yang~t dilakukan dalam jatiatan strUkturai dan jat>8tan fungsional.

Kepala urus8n'f~tilUs8ha.·m$rnPunyaltugas di bidang kepegawalSh.'j(eiJangan,perlengkapan

dan surat menyuratserta:periCatatan1dan pelsporan. ..' "

Un~i~ ...• :~,~:iTf~ '. l;::~j!:;~~l.~~~~,:"~'~~;;.~;'i:.' . ,... ..

mempunyal togas melaksanakan keglatail keseJahteraan Ibu dan anak, keluarga berencana dan perbaikan gizi~

Unit II,

mempunyaittJgaS'l1}elakSa08kankeglatan pencegahandan pemberantasSn penyakit, khususnya

imunisa~i;k~~nliqgkUf_1gan'danJaboratorium sederhana. '

,'·'·'\D·f,1.'··;,tI'·:· ... t~'11~~IT"l;~-, ~. "''''l".:)lj.''rl " r :

Unit 1'1, "J'~"'~':>'J " .q "". r,_ .. " ....• 1 . . .' .... •

mempUnyai~niil~~faR){eQrilOCn'kesehatan'gigj dari mulut. kes~tan tenaga kerja dan

" .man~!~f"rnflHt$Q$tr~b nt{¥uJd~Jm&'~ $hr" d~!" -: ;.,., "",'

UnitIV'·.I'.,q.Sbf'tt .• ~Jm rlL~lJfn 'llEi.Ol".sti .. tt.~ ;;'" ,.,:::·C .. ; :.' ... i,,:,.:,,'· .. :

_. - "<'~ ':-,~,,f,-j,, -. i' ~ .. :l',\~--r~~,-.~~-{:~-..,!'.,._""t~" -. I

mempunyal~gas'melaksan8l<arik8,giatan perawatan kesehatan masyarakat, kesehatan sekolah

, dan·olahrag4rkesehatan1jiw~k8sehatan'mata da'l'kesehatan khusus lmnnya.

'~ . i i~?/i,;~(_)'.~·!";':':..";p'·,:.:~.:;·~~~lt> :,', :,- . "

Unit V, ....;.,:,' , , ;... ,

lJl~m~y.~~t~ef~~~rt,pem.~i"¥" dan pengembaog~n upaya kesehatan

masyar~ilt ~,pe.ny~u~JJI~syar~atc.:" , " " .' , . ", '

Unit VI, .'

~~~~!ly~i~~~~~~~r~'P~~~atJ'fpen~oba~, rawatjalan df1nJ~~~~nginap.

Unit VII. . . .. ' .,

mempunyai tUgas'mel~nkefarmasian.

2) Tata Kerja -.

_ . ""!i tf. 2t: ... -. ;];. .

Oalam melaksanakan tlIga~ya~. ~~~, Puskesmas, wajib menetapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi balk dalam Ungkungan Puskesmas maupun dengan satuan organisasi

di luar Puskesma$;seSU.ai~an.~snya masing-masing. , '

Oalam melaksanakan ~~'--;Blsk~sm.p,wajib:mengikuti dan,mematuhi petunjukpetonjukatasan serta mengikutibimbirlgan teknis pelaksanaan yang ditetapkan oleh Kepala

. Kantor Oepartemen Kesehatan KabupatenlKotamacSya. sesualdenganPEhtUran pertJndang-un-

dangan yang berlaku. . .'

" . iJ~r;i:~·~!t'."_ . f1

[tJ.Q~In~.~~~I.~~~1:

• '.. • ~,,. 'p', ~ ri_ -,.t::~A ! ';

~~~i8lllilPlJlnSlJr;a Iingkungan.Puskesmas· wajlbmenglkuti;dat\ ,mematubl,petunjuk dart dan ber-

hta1ggtl1g-jawabkepada Kepala Pt.iskesmas._'~;i Ii :l;; !lq'~K: 0,/. ~_ ,> ':Jbi,1 '.

'h- ,-', .•. , ," .!", •. ,,~_t • .f > .~ 1,'_ ),

'.. HaJ-hai yq menyangkut Tatahubungan dan .kOOl:di(lastdertgan Jnstansi. vertikaJ Departemen H;:-1<es8hata6RJ .• akan diaturdengan Surat K~WSerSiffiiM&iiteri Oalam Nager! dan Menteri

~'l<as8Ilat8i1~R~tr . '. .', - \ ~.' . . -,;'Ji:';f~~·:<d"ji;··t, ;)·;:\!tH::·j"" ", '~-, '.:·-~I.' .. : .

I

,.

_.: •. i

an

KEPALAI

an

j .. ? ,

-,'r

;' - i ,: .~: "I ';.' .: F ~ ~-. -,'

.... -'

in

-·~'('~li~

1-----4 TATA USAHA

j' ,

n

I,. ;. ". "

I··

1

1 .

UNIT I

UNIT II

UNIT III

PUSKESMAS PEMBANTU

I

I~~' 'l.. ~,,~j .... ; .~,..;.-.',.'

UNIT IV . ..q~i(; ", u.t.I~.YL ' -:

1--.--...---1

-

UNIT VII

1-. "".

",'" '.' ",_ ..

B-5

FASILlTASPENUNJANG"t[ ,. i rli hi' a. Puskesmas Pembanfu

., ~,., ' .• ~ .. _,~, t':;C~ "~"::.:.,)(.; ", !. t,; ',' ; . .' _ : - •. :~

Pusk~~~~S P.~Oli~~~~1P. ~It~'yanan keseh.~tan yang sederhanadari berfungsi menunjang dan membantU'melaRSanakah'kegiBtan-kegiatan yang diJakukan Puskesmas dalam ruang !ingkup wiJayah yang lebih keeil.

Dalam PelitaVdi Wilayah.kerja Puskesmas Pembantu diperkirakan melipL.Jti 2 sampai 3 desa, dengan sasaran pendudukantara 2.500 orang (di luarJawaBaIi) sampai 10.000:XK'8Ilg (di perkotaan Jawa

Bali). ". . ,'., .'

PUsk~~,masJ~l:m~9'ij~nl!r.'.:1·W'. ri:'~a~ian integ~ar da~ . Puskesmas;' de~9an leiin perkataan satu Puskesinas lTielip(rtilugl'~" h uskesmas Pembantu yang adadi dalam'wilayah ke~anya.

, ;_.

b. Puskesmas Keliliog:

Puskesmas Keliling merupakan unit pelayanan kesehatan Keliling yang diJengkapi dengan kendaraan bermotor roda4 ata,!~.\J.~~1P.J..~pe_ralatan kesehatan, per~latankomunikasi serta sejumlah tenaga yang berasal dari Puskesmas. '

Puskesmas Keliling b81'fungsi merlUnjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleA pelayanan kesehatan.

Kegiatan Puskes~ Keli!,ingadalah: , ,.' .:

. .: ".:' t"··:c-.! ;.<'j_"'- r .... ' ."".' ' ;,,' ..... :.,."~- ... , .. '-,.:

1) Memberikan pelayanankesehatan kepada masyarakat di daerahterpencil yang tidak terjangkau oleh peJaYCinan P~kesR),as atau Puskeernas Pembantu, 4 hari dalam satu minggu.

~.o.' : •. -;."'i<.' " '. _', ~ •

2) MeJakukan'penyelidikan tentang kejadian luar biasa:

. . -".~.~.,..._._ ... -,---~ .. -

3) Dapat Eiipergunakan s~agai 9!!.'tJr~sport penderita dalam rangka rujukan bagikasus darurat

gawat .' j.,f;~;;;:JA·'Tu.,.. '., , . , ~ , . . ,.

; ~~~ ~, .

4) Melakulqm penyuluhan kesehatan dengan menggunakan alat audio-visual.

c. Bidan yang bertugas di desa:

Pada setiapdesayang belum ada fasilitas pelayanan kesehatannya, akanditempatkan seorang bidan yang bertempat tinggal di desa tersebut dan bertanggung-jawab langsung kepada Kepala Puskes-

mas. . ., .' .

Wilayah kerjabidaIHe~ebUfaa8lah"'patU desa deragan junilah penduduk rata-rata 3000 orang. Tugas utal1la bidan t~a.dqIah ~embina peren s~ masyarakat 'melalui pembinaan Posyandu dan pembitiaa, p(mI»/Hi~~elq'iriPO!f~fSepuluhan~ ~~mping memberi ·Petayanan langsung di Posyan(juT~p,:~~~~~~ iruman..rum8h.! SeiSin itu jug$ meneiima r:uj~kan ~asal~h kesetl8~Bfl9~k8Ju8{~l4han untukdiberi ~rayanan seperlunyaatau dlruJuk leblh lanJut ke Pusk~sl1las j a~u ke fasilita$ ~~aniiln kesehatan yang lebih mampu dan te~angkau secara

rasional.··:--·~ r .+- (.;..j f-·+,., ,-1

• • " ~ 1 1 " '; .j I I

i- ; "f : 1 t"~ .j'

t I

!

r ,~. -'~'-'f ~.~- .. ; --. ~ ._,) f"'---

DUKUNGA~ R~~~~.~~J_'1t L,~~, L·,

a. Sistem Rujukan Upaya Kesehatan:

Adalah'- JtU1.!QUl,,,_,~,,~ kesehatan yang' memungkinkan terjadinya penyerahan

JnOiavv'ab, sec::at~ltJnlbaII:NiJil.( ablS' i ti. im'tbt masal~h dari suatu kasus atau masalah kesehatan

lllaupun horisontal, kepada yang lebih kompeten, terjangkau dan

... 1

b.

1)

diagnoStik. peogobatan, tindakan operatif dan lain-lain.

8-6'

----~ ... -~-.-.-

------~

r----------------------------

j-

ltu

Pengiriman bahan (spesimen) untuk pemeri~yangle~h lengkap .. Mendaf8ngkan. atau mengirlm tenaga yang lebih kompeten atau ahli untiJk trtleningkatkan mutu pelayanan pengobatan setempat. ..'Hmaa)j.z~:(\· .. ;dt~U:.JQ 1:,_,/,\ ': "

. Rujukan Kesetiatan: . _ :'::'If;'nt~''ll7b U!nt\lfii;!6',,1 ';[:m<':f .. ""e .. ' - .,',

Adalahrujukan yang menyangkut masalah kese~~~.r~:u~~y,ar~~\yan~J~rs~j[lt pr~ventif dan

promotifyang antara lain mellputi bantuan: , .. , .. ~ :A(.'l, .,if.,l.t. __ \" .

a) Survei epidemiotogi dan pem~ntasan p6nyiOOt-'ia~~trntiarbiisa1itauoeijangkitnya

... penyakitmenular. '. I', '" r,'l"'.'·'~'- ., _: l) ...• <'~ ",,,, ... ,·w qr·t':",,c.'· ":-ff';:": -·1"'" .... <..'

.h;;,., '. . ,':.---_. "'-. ",-",,;. _~'.J.~ L.-~~,'"" •. J., ~'.'l'_,' .,."lJ.l.Vj~li'U~l '.DIIt:.- ...,_ "J./-..- -.

109 :Up

an Na

tn Ih

- Pemberlan pangan atas terjadinya kelaparan di suatu wilayah.

PenyidiJaln sebab keracunan, bantuan teknolOgipehinggutangan keracunan dan bantuan obat-obatan atas terjadinya keracunan masal.

d) Pemberian makanan, tempat tinggal dan obat-obatan untukpengungsi atas terjadinya

bencana alam. '

e) Sarari dan ·teknologi untuk .penyediaan air bersih atas masalah kekurangan air bersih bagi masyarakat umum.

PemerikSaan ,spesimen air di Laboratorium Kesehatan dan sebagainya.

t .....

t.: i

J

Sistem Rujukan Upaya Kesehatan Umum:

•• ;" "f •

Dihasilkannya pemerataan upaya pelayanan keseh~bih'yang didukung mUfU-Pelayanan yang optimal dalam rangk~ memecahkan masalah kesehatan secara berdaya gona dan berhasil gUr.la.

Khusus:

a) Dihasilkanny~ upaya pelayanan kesehatan klinlk yang bersifat kuratif dan rehabilitatif seeara berhasil guna dan berdaya guna.

b) Dihasilkannya upaya kesehatan masyarakat yang berslfat preventif dan pro motif secara

berhasil ,guna dan berdaya guna. .

Jenjang tingkat pelayanan kesehatan

Jenjang (Hlrarkl) Komponenlunsur pela~oan keseha1an
TIngkat Rumah Tangga Pelayanankesehatan oleh individu atau oleh
keluarganya sendii'ft
-
TIngkat Masyarakat Kegiatan swadaya masyarakat datam menolong mereka
sendiri oleh Kelompok Paguyuban"PKK, Saka Bhakti
Husada, anggQta.RW,RTdan masyarakat
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Puskesmas, PUsk~rn.s Pembantu. Puskesmas Keliling,
Profesional Tingkat Pertama Praktek Dokter Swasta.Po1iklinikSwasta, dlt
Fasilitas Pelayanan Rujukan Rumah Sakit Kabupaten, FtS.8wasta, Laboratorium,
TIngkat Pertama Klinik Swasta.,dll.' . -
Fasilitas Pelayanan Rujukan Rumah Sakit kelas B dan A~~Lembaga Spesialistik
yang lebih tinggi ' Swasta, Lab •. K~. D~~49In1kSwasta, dll. .
~ -.". \. ~ B-7

e. Jalur rujukan dapat berlangsung sebagai berikut:

Rujukan Medik:

1. Intern antara petugas Puskesmas.

2. Antara Puskesmas Pembantu dengan Puskesmas.

3. Antara masyarakat dengan Puskesmas.

4. Antara satu Puskesmas dengan Puskesmas yang lain.

5. Antara Puskesmas dengan Rumah Sakit, Laboratorium, atau fasilitas kesehatan lainnya.

B-8

-. '~."', .. -~ ... -. -

.. ,.~-- ... # ....... -'--.- ' ... -.,,'-.

J!!, __ '>i

Perma Dati I 1----,

. ~ i.'.· .

~.'K E

'C A M A T A N

o E S A

. \ ... ' '\ ... : ~'~. _ .. ", ", ......

RW/RT

8-9

e. Jalur rujukan dapatberlangsOng'sebagai berikut:

Rujukan Medik: ' ;'~L:,,~

1. Intemantara~~as.

2. Antara Puskesmas Pernbantu dengan Puskesmas .

• ie:, -. _ "'~;~'.~ ),.; _ ".'~::~ ': " •.

3. Antara mas~ar8kat ~.~mp.

4 .. Antarasatu f:'u~~.~~ P~mas yang lain.

5. Antara Puskesmas dengan Rumah Sakit, Laboratorium. atau fasiJitas kesehatan lainnya .

.1

•. ~. '" ; t

_',.' .

~ ~;,. ,

' ... ,

;: ~:-n. J01 .,; ... ~::::'I f,t-tLS.

.;iF)fl-~·.'tr:~,r.=j}r~B.'~::;: t' ~ c.".'.,. .. ·

- ,,',"

.. -,.'

'.

, , .i, ~,

.. _,.,,'

1\

_..",., ~.' ';:.' ,

, <'

I

I E l f I

E •

g. Upaya Kesehatan Rujukan

1) langkah-langkahdalam meningkatkan rujukan :

a) Meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas dalam menampung rujukan dari Puskesmas Pembantu dan Pos kesehatan dari masyarakat.

b) Mengadakan "Pusat Rujukan Antara" dengan mengadakan ruangan tambahan untuk 10 tempat tidur perawatan penderita gawat darurat pada lokasi yangstrategis.

c). Meningkatkan sarana komunikasi antara unit-unit pelayanan kesehatan dengan perantaraan telpon atau radio komunlkasi pada setiap unit pelayanan kesehatan.

d) Menyediakan Puskesmas Keliling pada setiap kecamatan dalam bentuk kendaraan roda 4 atau perahu bermotor yang dilengkapi dengan radio komunikasi. .

e) Menyediaka~ sar~,a_ pencatatan dan pelaporan yang memadai bagi sistem rujukan, balk rujukan medik maupun rujukan kesehatan.

1) Meningkatk8ri upaya dana sehat masyarakat untuk menunjang pelayanan rujukan.

2) Puskesmas PeraW8!an .

Pengertian :

Puskesmas yang diberi tambahan ruangan dan fasilitas untuk menolong penderita gawat darurat baik berupa tindakan operatif terbatas maupun rawat inap sementara. .

a) Kriteria: .

- Pusk~m~.terl~ kur~g lebih 20 km. dari Rumah Sakit

- Puskesmas mudah dicapai dengan kendaraan bermotor dari Puskesmas sekitarnya.

- Puskesmas dipimpin oleh dokter dan telah mempunyai tenaga yang memadai.

- Jumlah kunjungan Puskesmas minimal 1 00 orang per hari rata~~ta:

- Penduduk wilayah ke~a Pusk~smas dan penduduk wilayah 3 Puskesmas di sekelilingnya

minima. rata:..rata' 20.000JPuskesmas.

-- Pemerintah Daerah bersedia untuk menyediakan anggaran rutin yang memadai.

b) Fungsi:

Merupakan "Pusat Rujukan Antara" melayani penderita gawat darurat sebelum dapat dibawa

ke Rumah Sakit. '

.- .'

c) Kegiatan:

(1) Melakukan tindakan operatif terbatas terhadap penderita gawat darurat antara lain: ..;. kecelakaanJalu lintas

- persalinan dengan penyulit

- penyakit l$in yang mendadak dan gawat

(2) Merawat sementara~penderita gawat darurat atau untuk observasi penderita dalam raog_kadiagnostik dengan rata-rata hari perawatan 3 hari atau maksimal 7 hari.

(3) Melakukan· 'perfoJongan sementara untuk mempersiapkan pengiriman penderita lebih

lanjut ke Ryrnah 8akit. . . ..

(4) Memberi pertolongan persalinan bagi kehamilan dengan resiko tinggi dan persalinan

dengan penyUlit. .

(5) Melakukan metoda operasi pria dan metoda operasi wanita untl,Jk keluarga berencana.

d) Ketenagaan: .

(1) Dokter kedua di'Puskesmas yang telah mendapatkan latihan Klinis di Rumah Sakit 6 bulan daIam bidang bedah. obstetri-gynekologi, pediatri dan interne.

(2) Seorang perawat yang telah dilatih selama 6 bulan dalam bidang perawatan bedah,

ket;lidanan. pediatrl dan penyakit dalam. .

(3) 3 orang perawat kesehatan/perawatlbidan yang diberi tugas secara bergilir.

(4) 1 orang pekarya keSehatan.SMA+. .

8-12

-

baik

... ' Au&ngaa1 rawat tlnggal ' - ,,' Ruaa1g8n operasl

, RUirigan persalinan ' 'Kanlar~ptitawat jaga - • Ru&ngan post operatif

- Kamarlinen

- Kamarcuci

. " ' ~ . i i \ " i

Peralat8nmedls berupa : (Ilhat hal. 8-166 - 8-178). - t

... ,-.Jj .

. ~'

'~ . ~,

f Y*jl'

' •• J.-": ~. i

Xfa4

urat

Peral8tan operasl terbatas Peralatan obstetri pathoIogls - Peralatan resusitasl

Peralaian vasektoml dan1ubektoml ,

..:. '10tempattidurlengkapdengan peralatanP(:~r.~L"_" _H~, cc' ,

, , , , ' .: ~: ',' :, I .. :_".- ,; ._. ,

AIat-aiatkomunlkasi berupa,: ' "; ,~ : ~ - !

• I' '-~'" • " " -\ ~. .' • _ of .. • '.

TllpOn atau radio komunikasi Jarak sedang ,:: i

'1 bUSh ambulance ' - •

- :;,'" -

- . _ .. -~. . -.~ . _..

).- '- ~ - ... ,. ''''. ~,-~

Na

. '

. '

m

h

n

!f'"

, .~ , , ,;.' .. '. , ... ; ~

8-13

4. PENGELOLAAN PUSKESMAS a. Pola Keteoagsatr

,_ ·i' {

. JENIS TENAGA

NO.

PUSKESMAS

PEUTAV ,;.

WILl

. PUSKESMASTEMPAT PERAWATAN

WIL II WIL III PENOUOUK. WIL I

KOTA DESA KOTA DESA KOlA DESA

. '

(1)

(2)

WILli WILIII

>30.000 '

KOTA DESA KOlA DESA KOTA DESA
~,
(10) (11) (12) (13) (14) (15)
4 3 3 2 2 2
, ,,,1 1
. "'9' , '9 a a 7 6
5, ;_.l· .5 a 5 8 .,

3 . "2 2

(3) (4) (5) (6) (7) (8)

+1

, ;,

",

DOKTER

DOKTER' GIG!

2

3

4

(9)

-,

5

PERAWAl GlGI,.,,;~, 1

7 8 tI +1 '

8

7 PUBUCHHEALTH NJRSE .-

11 PEKARYA~lAN·~;(~t L,1 1" l'

I,

12 PEKARYA KESEHATAN"

r

13 TENAGA P3M

'-

14 PENGATUR ~T!AA~ •

TENAGA TEALATlH

15 PETUGAS IMUNISASI

_.\. _ .... , .. #'

8-1-4 •

': I'A.'?'ff~tnl!'Sl~~~~~"'~:lti!··';1·;"! •. ~

cfturalkari secara slngkat beberapa p8rdJran~W8I~1.tierIaku :

.. '-dan Hak Kepegawalan Negeri Sipil, .::. .... "!'~". .

. . . . ... ' _,_ . ,i! ;". ':i\itn<sl. J~ 0;:';*:','1>1<:-'; >; • ,,,"<'<, .. i

a) Kewajiban,Pagawai Nageri Sipil berdasarl<a~.u.~~~9iY~rjg,f'l9.mo(~ !ahun 1974 diten-

_. tuk8Ji sebagal berikut : " )~; r:-,k "~'~.'." .. ~,d -.: ~,t . , '

, ..;.. .;-". ';' n;~:':~jq t' H~,t~f"'l r~'J~~r:::r.t , .,

(1) M$Il~,rutPasaI4 dari Un.danQ:Undang~~mpL8,T~hun 19!~~~S~!lR~~aYi8i Nageri wajib setili'dan,taat sepenuh~ya kepada Pa~1f~~fitf~er~r:!9ti~)ltJ945, Negara dan

Pemerintah . ',.' .'.:.' . L"""""-':""S~ ""

(2) Manurut P~sal. 5 darl Undang-Undang ·N.omor:§:'aH0if1974,~~setiap·.pegawai Negeri dlwajibkan mentaati segala peraturan;p8rund8~i1d8ng8n~r;gl;berlaku. dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayak8t1lker)ad8riya,cJengan'llenuhpengabdian,

kesadaran dan tanggu' nl'l..lawab .h •. , .. , •. c .....• l"'Slli".'a... ·".· .. 1·,.'; io. ..• -c ..•.• , ...... : .... -o , . •. .» ,

, ~..' , , .• '"",. 'c..'"" <),\.,,: ' " ~'_. '~ ..• ':.~ •.. ""'.:._;. "'.,.' ..

(3) MenuM Pasal6 dari Undang-Undang NOnfOr8iTahUti'19i'4·:setiapPei.)awafNegeri wajib menyimPan .rahasia jabatan.

b) Hak-hak pegawal Nageri Sipil .

(1) Mehurut Pasal 7 Undang-Undang Nomor81tjf1Uii.q.§7~~'tfetM~(~a~aiNegeri berhak

memperoleh gajl yang layak sesual de."~~~· ., 8Wabnya. Pada

dasamya setiap Pegawal'Negeri beselU,:~el~~'i. :~~Jhldup layak dari gajinya, sehingga dengan demikian la. dapat,. - ",~i , ~tian ,dan kegiatannya untuk melaksanakan tugas yang dipercayakan. " ,'. ~:~b fl;::r~' ,',

(2) Menurut Pasal8 Undang-Undang Nomor 8,!ahun'l97~ .. :setiBR,Pegawal Negeri Sipil

befhakatascuti. ..,' , •. ,;. ,".". "'. "

(3) Manurut Pasal 9 Undang-Undang Nomor 8. Tahun 1,974, setiap.pegawaiNegeri yang ditimpaoleh sesuatu kecelakaan datam dankarena menjararir<4'r'i tugas kewajibannya,

berhak memperoleh perawatan. ' J" i~l':i,~I·f~r;iI.s:lt t. )P·b1,i1lili "/ .. " ,

, .' : ,. ~.

'3) Kenaikan Pang kat

. . , .. ",..:',:.~"_; 'i r~;;"-'fI • j>"': '\;··'~h{ '. ,

~:!;:n:~kZta~:~ai Nageri Sipil ditetapkan ~~J~~Lt~.i:&fl'i6ktobertiaptahun,

kecuali untuk beberapa jenis kenaikan pangkat yang dit8t8'*~ ~"'aku'S8cara khusus.

i);';j',. iJ:~ltlb n~.nll

Puskesmas adalah unit kesehatan yang mempul'!Y~ ,statu$,e.$8k)o"I'r~gan Jabatan-jabatan

fungsional dl bawahnya. . ... , 'l>i-r .~".~~:'(,f,.,'d:"r.;.;:" 'f., . .

: * ", ',' r~::. , :';~.

';t._;; r: , ~~, ';

Jenis Kenal~an Pangkat ,

Jenis kenai~ p~gkat Pagawal Nageri Sipil yang,di~ ~m,~~1urao ~emerintah Nomor 3

Tahun 1980'seb8gal'berikut: "",'

a) Kenaikah'Pangkat Reguler ,/c';

b) KenalkanP~gkat Pilihan .. ) :1.,,,

c) Kenaikan Pangkat Istimewa

d) Kenaikan Pangkat Pengabdlan

e) Kenaikan Pangkat Anumerta

1) Kenaikan Pangkat Dalam Tugas Belajar

,." I;

.,. '

8-15

g) Kenaikan Pangkat Seiama Menjadi Pejabat Negara

h) Kenaikan Pangkat Salama Dalam Penugasan dI Luar Instansi Induk o Kenaikan PangJeatSelama Menjalankan Wajib Militer

j) KenaiJ<an P~t ~gai Penyesuaian Ijazah

k) Kenaikan Pangkat Lain-lain

4) Peraturan Disiplin'Pegawai Negeri Sipil

a) Kewajiban yang harus ditaatl oleh setiap pegawai Nageri Sipil adaJah sebagaimana dimaksud dalam PasaI2 Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980.

" . )' :::,:l7t-~·.-,~J', j·h"'~-r:;;i ': ' ... - .' ~ " .

b) Larangan yang tid8k boIeh dlranggar oleh setiap pegawai Nageri Sipil adalah sebagaimana

dimaksud dalam P8sa13 Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980.

c) S~ap~:.~~ ~taLJ.perbuatan _pegawal N~eri Sipil yang melanggar ketentuan sebagalmana dimSksud daiam Pasal 2 dan 3 Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980

adaiah ; e!~~r~ .. p~jplln:

d) Termasu~petanggarand~ipltn adalah : setiap .perbuatan memperbanyak, mengedarkan, me"'per:tont()nkan .. ~n, menawarkan, menyimpah, memiliki tulisan atau rekaman yang beiisianjuran Btau'hasUtan untuk melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam PasaI"2dan 3 Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 kecuali hal itu dilakukan untuk kepentingan dinas.

5) Tingkat .~. ~~is .H~~qI$I1.D.iSlplin dari :

_1~Wt':-<."" , ""' __ "_"~"\'~_".""'"' ___

a) Tang~~I,I~~~lM1iQ dari :

. (1PHtAlWm~siPJuJ~';';" ' . (2pf-luk,Qman;~~nsf . (3) Hukuman dl~m'~ "b8rat '

b) : Jen~'htik1Jillari)ri&~tatas :

(1);·;r~~1isIW A\I2~ i''V~,': r , (2l I'9Qf~.tertulis;; ... '0. : ' . (3) Perny$an tidak ~,secara tertulis

c) . Jenish~kum8l1 d~pI~!, s~·terdiri dari : . (1) Penundaan Kenalk8n Gajl Berkala untuk paling lama 1 tahun. (.21,. ',.ego .. , Jt~~, _ .,.Q, ~,~i'~~t1.~J<a.1i kenaikan gajl berkala untuk,~Iir,1g la~a 1 tahun.

,,;;~~tr~~;Lln~J'~;fflm~at untuk paling lama 1 tahun.'· ," ,

d) .Je~Is.~ukU~~1! ~~~~.~~~: ", ..'

..~~F~:!:t=.aC:-:h~kat setingk~.Iebih rendah untu~.paling lama 1 tahun.

(3) PEHnberhentiarfdengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri

: SIPiJ.. .'" .. ' .', . ",'

(4) "Pemberhentl8nUd8kdengan hormat sebagai pegawai Negeri Sipil.

6) Pejabat yang BerwenangMenghukum (untuk tingkat Departemen) ....• ' .. '.

Menteri. yang memirnpinDepartemen, Jaksa Agung, Pimpinar:- . Ke.sekretariatan Lembaga T~rtinggllTaoggi N~"P!~pinanPmrt t-Jon Departemen dan ~~~ Kepala Daerah Tingkat I, dengan sur:atkeputuU.n.cIapat mendelegasikan sebaglan wewenangkepada pejabat bawahannya untuk menjatuhkan hUkumandisiplin dalam lingkungannya ma~asingdengan ketentuan •

sebagai berlkut : ' . .

8-16

sud

Ian 80

In, an 1m uk

,/~t~~~j;.:f\>"'.A .. ; .. t, -: -,

·KlCada Dellibat yang memangkUfabatan ~_t~rr.rnJang setingkat oIIIIi.,lhu'lslftIlt,didelegaslkan wewenang lJ~K~¥t:~~~m~ndislPlin tegoran

. i.~:~r~,.J9tnt~(nij~~: .... T~ Ihlt:,:; r.~;J~.~t~i,1

, .Kepada peJabatyang memangku jabatan struktural eseloi1.~ Btaujab81anlaln yang setingkat dengan itU didelegaslkan wewenang untuk menJatu~kIln ~i$~u~~an .dislplin ':

(1) TeQoran !isan .. ,c, .... [-' .', -' ,"

(2) Tegorsn tertulis

I (3). Pemy.ataan tidak puas secara tertulis ,

". ,;Penu~an kenaikan gajl berkala untuk paling lam~ 1 ..... un •. , " .

Kepada palabat yang memangku jabatan struktu~l ese!9!,\.~latau ja~tan~in yang setingkat dengan itu dapat didelegasikan wewenang untukmehl!rtUhk8nj~llls~h~~umandisiplin :

!\L., ", , . . '. :'!I,:-"<:/~ j~~·.--,,'f:t-· '-, '.,'L "_."J<,;;.:;' .

(1) Tegoran lisan ."." '';:"S', ... A

(2hTegoran tertulis ". ;,'~'; ;'"r'f~*~j~Yft.::: "~"i /' :.

(3). Pemyataan tidak puas secara tertulis .. "' .. ;2.~i.,';· .• i!:.t{i~li'tll"";'·;'.?j""'i.,·.·:t'

.: • ~~ .. ~=;:~;~~:=~~j~ ,:::~~~:~,=~~~r~~~~~1~i~';ftahun.

(6) Penundaan kenaikan pangkat untu~ panf1gJ~ma_~~~~:ki' ',-" .t,~) '; .... _: ; , •

Kepadapejabatyang meniangku jabatanstruktur,8l~e~."J ,at8ujaba~n',lai~ yang setingkat dengan itu dapat didelegasikan wewenang untuk nierj~~kan !egishukuITIan disiplin :

(1) Tegoranlisan.", "./' ",.;-- .·.·i'·';.:: (2) Tegoran tertulis,; ,.' .;; .. .'

(3) Pemyataan tidak puas secara tertulis ",:\. iic,,;~;b n,';:r·jt;!l ',,:

(4) Penundaan kenaikan gaji berkala untuk palJrlg,JalJla.'1:,tahuQ.::;,~y(jW!L ",'

(5) Pentlf'lJOan gajl sebesar 1 kali kenaikan gajlberka",,~,II:rt~~pagn,g,;lama.1 tahun.

(6) Penundaan kenaikanpangkat untuk paling.'al1'la:~"tahurt.;!;r; r.iJ~,/,'.·' '

. . . .... \., ..

(7) Penurunan'pangkat pada pangkat yang setingkat'~.rendall paling Jama1 tahun.

Wewenang untuk nienjatuhkanjenis hukuman disipn~ lya~jHiliJ( ~di~etegasikan adalah : a) Pemberhenti~n .dengan hormat tidak atas pemiirita~~endiri sebagai P~wai Negeri Sipi!.

. . -' _'~" '" . . .' '. '. . ." .

b) Pemberhentian tidak dengan hormat sebagal Pegawai,Negeri Sipi!;

, . . ~ . '.

Pejabat yang menerima delegasi .wewenang untukmenJafuhkan hukUman disiplin, tidak dapat mendelegasikan lagi wewenangnya itu kepadapejabat lain.,;-' ,

Surat kepurusan tentang pendelegasian wewenang untuk menjati.ihka'n'hUkunian disipJin, dibuat

secara teftuliS oreh'pejabat yang berwenang. .""', ,;, ' , .. , ..... "'!,

7) Tata Cara Penja1uhan Hukuman Disiplin

a, ;-

a) Tegoran'Usen' ~ {,>.,;L;,::tU rn~u;(" .... ' . '"

(1) Jenls hukumsn disiplin yang berupa tegorahlisart, diny'8t8karfoleh~abat yang berwen~ menghukum kepada Pegawai NegeriSlpil yang melakukan pelanggaran disipJin

dalani suatu ruangan. ' ' .. ' ' .

(2) Datam menyatakan jenls hukuman dislplintegoran Iis8n~ pejabat,yang berwenang menghukum memberitahukan kepada Pegawal Negeri' SIP" yang' dijattihi hukuman disipJin tentang pelanggaran disiplin yang diJakukan., " ~ .: i:;' .

Catatan :., ApabiJa seorang pejabat yang,beJ'Wena,ngim~t:lu~m menegor bawahan-

, ,oya, tetapi tidak dinyatakansecara:tegas,~gai hukuman disipJin, maka

tegoran yang demikian bukanhukuman~d!~plin,:· .:

(3) Setiap jenis hukuman dislplin tegoran lisan yang dlJatuhkan kepada'seorang Pegawai Negeri Sipil, wajib diberltahukan secara tertulls .oI8HJlJeJab8tyang. berwenang menghukum yang bersangkutan kepada pejabat yang mengurus kepegawaian.

8-17

b) Tegoran Tertulis,",.,

(1) J~ni$ hUkumaridis1Piin yang berupa tegoran tertulis ditetapkan dEmgan surat keputusan. (2) Dalam surat hUkuman tegoran tertulis itu, harus disebutkan pelanggaran disiplin yang dUakukanoleh:,PegawaitNegeri Sipil yang bersangkutan.

c) PemyataanTidilkpuas sec8ra Tertulis

(1) Jenis 'huklilnan 'disiplin yang berupa pernyataan tidak puas secara tertulis ditetapkan

dengan surat k~n. '

(2) Dalam surst' hukUman pemyataan tidak puas secara tertulis itu, harus disebutkan pelanggaran CtiSlpUri 'yang' dilakukan oleh pegawai NegeriSipil yang bersangkutan.

d) Penundaan Kenaikan G8jf Berkala .

(1) 'Jenis hu~tirri'" di~Plin' yari~itierupa penundaan kenaikangaji berkala ditetapkan dengan

suratkepQtUsan: " '

(2) JenishukumaO disiplin yang berupa penundaan kenaikan gaji berkala ditetapkan untuk masa sekurang-kurangl1ya 3 (tiga) bulan dn untuk masa paling lama 1 (satu) tahun.

(3) Dalam suratkepOtUsanhukUman disiplin peoundaan kenaikan gaji berkala harus disebut" kan pe!8nggarari diSipun yang dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipi! yang bersangkutan. (4) Masa penundaan kenaikangaji'berkala dihitung penuh untuk masa kenaikan gaji berkala

, berikutnya. , '

e) Penuruna_n Gaji

(1) Jenis hukuman disiplin yang berupa penurunan gaji sebesar 1 kali kenaikan gaji berkala ditetapkan dengan surat keputusan.

(2) Jenis' hukuman disiplin yang berupa penurunan gaji ditetapkan untuk masa sekurang-

kurangnya3(tig~) bulan dan paling lama 1 tahun. ,

(3) Dalam surarkePutusan hukuman disiplin penurunan gaji harusdisebutkan pelanggaran disipliriyangdilakukanoleh Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan.

(4) Setel~i~n1~~~(t!1~~~~hukuman disiplinpenurunangaji selesai, maka gaji pokok P~,~ tlI~e~~p'iry,qb.e{Sangkutan langsung kembali pada gaji pokok semula.

(5) Masa ~urunall Qaji,tersebutdihitung penuh untuk kenaikan gaji berkala maka kenaikan . gaj4:berkaIa tersebUtbaru diberikan terhitung mulai bulan berikutnya dari saat berakhimya masa l1lenjalanihukuman disiplin.

1) Penun~,l<;e~an Pangkat

(1) Jenis hukuman disiplin yang berupa penundaan kenaikari pangkat ditetapkan dengan

, ,SH.ra,t,,~~~·, "'~'" ",. ' " .

(2) Jenis hukuman disiplinyang berupa penundaan kenaikan pangkat ditetapkan untuk rnasa

sekural1J-kurangnya 6 (enam) bulan dan paling lama 1 tahun. '

(3) DaJam surat kep~8(l hukuman disiplin penundaan kenaikan pang kat harus disebutkan . pelanggaran disiplin:yang dilakukan oleh pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan.

g) p~nuru~ Panglqli •... ,

(1) Jenis,',hukuman disiplin yang-berupa penurunan pang kat pada,pangkat yang setingkat

lebih rendah ditetapkan dengan surat keputusan. "

(2) Jenis. hukuman disiplinyang berupa penurunan pangkat ditetapkan untuk masa sekurangkurangnya 6 (enam) bulan dan paling lama 1 tahun.

(3) Dalam suratkeputusan hukuman disiplin penurunanpangkat harus disebutkan 'pelanggaran disiplinyang dilakukan oleh pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan.

(4) Setelah'masa menjalani 'hukuman disiplin penurunan pangkat selesai, maka pang kat Pegawai ~~eri, SiPiryangbersangkutan dengan sendirinya kembali pada gaji pokok

'semula.~,,' ",t ·r\;\j~;. ~ .•

'(5)'Masa<;d8I8Iri:rpang~;terakhir sebelum dijatuhi hukuman .disiPiin berupa penurunan pangkat-dihitung 'sebagalmasa ke~a untuk kenaikan p~ngkat berikutnya~ Kenaikan pangkat berikutnya Pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hukuman disiplin berupa

8-18

-

pehurunan pangkat. baru dapat diperdmbanQkan _elah Pegawai-,Negeri yang bersangkutan sekurang-kurangnya 1 tahun ~Ikem_ballkan pa~a p'~ngkatsemula.

\ ., ''; . ~ .. , ,_ ,r:. '" ,.. '._~' . ,

Pernbebasan dari Jabatan

(1) Jenis'hukuman disiplin yang berupa pembebasan dart jabatan ditetapkan Clengan surat

keptrtusan~ , -, , .

(2) Dalam surat keputusan hukuman dislplin'pembebSSIln,dart:jabatMharus disebutkan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh pegaW8l NOri'Srpilyarig bersangkutan.

- (3) 'Selama menjalanl hukuman disiplin pembe~~~~a~-J~~n ,~~awai Negeri Sipil yang bersa~k~n ma~ih tetap menerima~~~~o ~,:,~,-:~~!~ai.Pegawai Negeri sipil

kecuall tunJangan Jabatan. , '. ,: ',." ", - ' :

'(4) Pegawal Negert Sipil yang dijatuhi hukUrTUlrfdlSiPlin:~berupifpemf)ebasan dari jabatan setelah ia sekurang-kurangnya 1 tahun menjalanl,hukumandisipnflpembebasan dari . jabatan ,itu. Dalam waktu 1 tahun- itu kiranya',sudah cukup waktU menilai apakah

kepadanya sudah dapat dlpercayakan s~.atu J~llaln.,: ", _ ,

"'.~ ';1', ' , ." -_"" _'~,~ ......•• f~;.~~'-.rl-~J.. '~.,':~._'~L, '. ~" .

• Pemberhentlan Dengan Hormat TJdak Atas Permlntaan sendIrI'Sebagal pegawai Negeri Sipil

(1) Jenis hukuman dislplln yang berupa pemberhentlari~nhOmh1ttfdak atas permintaan

sendiri ditetapkan dengan surat keputusan. ,: _ j,~:., ,," ,

(2) pegawai Negeri Sipi' yang diJatuhl hUkugv~rlcJ~,~P,lIr,a:pprp~e'}Y~n:dengan hormat tidak atas permlntaan sendirtsebagai pegawat.~",SI{llt;Ctitletg<iin~Hak:'hak kepegawaian sesuaidengan peraturan perundan~uHdangan'yal1g~a~~~li,~" ;,,~~: .: . '

(3) Dalam suratkeputusan hukuman dislplln pembert'ientian'denganhormat tidak atas permintaan sendiri harus disebutkan pelahggarin ttitttmnyan§dilakltkan oleh pegawai

Negeri Sipil yang bersangkutan. ." ,', .. ',' '"

Pemb8rhentlan Tidak Dengan Hormat Sebaga! Pegawal NegerliSipil, '

(1) Jenis hukuman disiplin yang berupa pemberhentian tidak'dengan hormat ditetapkan

dengan surat keputusan. ' "-" f ~ , ,

(2) pegawai Negeri Sipil yang dijatuhi hUkuman'disipltn'pembel'hentiantidsk dengan hormat sebagai pegawai Negeri Sipil tidak ditierlkan hak-haICkepEfgawaian kecuali ditentukan

lain dalam peraturan perundang-undangan. ' . ','

(3) Dalam surat keputusan hukuman disiplin pemberhe~an, ,tidak}:Jengan hormat atas permlntaan sendiri harus disebutkan pelanggaran~slplin'yangdilakukan oleh pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan.,f ,,,:';~;';' '

8) Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil

a) Umurn

(1) Pegawai Negeri Sipil yang meminta berhenti dengan kemauan, Sendiri pada prinsipnya harus diberhentikan dengan hormat tetapi apabnakepentlngan dinas mendesak rnaka permintaan berhenti itu dapat ditolak atau'dltunda untuk sermmtara waktu.

(2) Apabila te~adi penyederhanaan organisasl pemerintah yang mengakibatkan adanya kelebihan pegawai Negert Sipil, Pegawal NegerlSlpil yang bertebih itu diusahakan penyalurannya ke instansi lain. Apabila hallni tldak mungkin maka kepada pegawai Negeri yang bersangkutan diberi kesempatan untuk'mencari lapangan pekerjaan lain dengan mendapatkan hak-hak penuh sebagaiPegawai Negeri Sipil setama jangka waktu tertentu.

b) Pemberhentian Atas Permintaan Sendiri

c) Pemberhentian Karena Mencapal Batas Usia Penslun

d) Pemberhentian Karena Adanya Penyederhanaan organlsasi

e) Pemberhentian Karena Melakukan PelanggaranlTindak Pidana Penyelewengan

f) Pemberhentlan Karena Tidak Cakap Jasmanl Atau Rohani g) Pernbernennan Karena Meninggalkan Tugas

kala
tng-
j)
Iran
kok
<an
iya an

sa

an

at

n

It k

1

8-19

h) Pemberhentian Karena Meninggal Dunia atau Hilang i) Pemberhe~n ~ena Hal-hal Lain.

9) Jabatan Fun~iori81

.". :'.':'~~Ii~~~";~~"·:+~":: ... ".j"

DalaQ1(angka pembinaan pegawai Negeri Sipil sesuai pasal 12 ayat 2 Undang-Undang NO.8 tahun .197 4 .~W1gP9t<~;1lQk9k Kepegawaian, disebutkan bahwa pembinaan karir Pegawai

.Neger; Sipil ~ ~ karir dan prestasi kerja. ,.' ,

c'! '. '~'i"~-"_- ". '"', \ _ ::, _ ..... ~ .' \'.:_ ,..... .. •

Pembinaan'pegawai"melaluijabatan' fungsionaJ selain jabatan struktural, dilaksanakan daJam

upayapenin~~~;:rri~'d8n ketrampilan serta memupuk k~aira~an kerja:

'. l.Jr4JK~~m~/l~~awn jabatan fungsionaJ baru ada untuk dokter, dokter gigi dan tenaga

keperaw~~n.;, .

a) Pengertian

Yang dimaksud dengan' jabatan fungsional adalah jabatan' teknis (keahlian) yang tidak tercantu~:dalamstruktUrorganisasi, namun dapat diperlukan dalam tugas-tugas pemerin. tahan danpem~~an.,

b) Tujuan'

:'" ",;".. "', .. 'f'· .t -'j " .'. \: ':~_'-f .. '/"

TulQ;a,njapatQh,fu.n,gstp~ ~dalah untuk m~njamin pembinaan'kepangkatan dan peningkatan

profesi~·Sehinw.wQ~g.:.tugas pemenntahan dan pembanguna~dapat dilaksanakan secara

efektifdan f1 .. r6":';:·:'- ,,'''. .

·.t~·';I·~"lN~;.,~r-~1;'· ,;\ . . .

C)J~ii~~~;~~,;9o.kt~r gii dan tenaga keperaw8tan.

Oepar.temen Kesehatan dalam rangka penyempumaan,administrasi kepegawaian terutama meny~~ telah mengadakan jabatan fungsional dokter, dokte,' gigi dan

~~~_'i)t;fIn·,." .;-; . ' ..... ,.

HaFtnise$UafC:JeOgan'Keputusan Menp8!l. No. 931Menpar)«1986 tentang angka kredit bagi

";)'~!l~~iASe~san.Menpan. No. 1261Menpaflli1.~tentang angka kredit bagi ,jabatandc%taf~~~J<;eputusan Menpan No. 94/Menpanl1Sij36 tentang angka kredit bagi

jabatan tenaga perawatan.·; . • .

TeriagaiX8rlg'memPe'r~leh'jabatan fungsional adalah tenagadokter, dokter gigi dan tenaga

·:hPei'awatarlfyangib8ri<8dudukan. sebagai pegawal Negeri Sipil dan melakukan kegiatan

pelayanan k8$ehatan langsung kepada pasien. " ,

d) Jenjang pangk8tontOk'j8batan fungsional

. . .. . .

".'.

, r'" . '. " ~ ~ c' ~ •

8-20

3rin-

una dan

Jagi Jagi Jagi

19a tan ,

(1) Teni.ga Dolder

No. Urut Jabatan Tenaga Dolder " , PangkatGolongan Ruang
!i>:.( < ... ..::t~
1 2 ,3
Dolder Pratama Muda ' .. ,c: " ! Penata' Muda
a Golongan III/a
,
b Dolder Pratama Madya i i,.,~ Muda ric. I
- Golongan IIIIb
Dolder Pratama - ·::Penata:
c .' Golongan liVe
d Dokter Pembina Muda { ;~PenataTk. I
>GoIonganlllld ::
I ~
e, Dolder Pembina Madya ~ . -", ~ , l~ l'Pembltia~
1 .~
i~oId.ngalJ IV/a'
f Dokter Pembina ',: .. ,,~.,l11~ ~bitfan::1
.' cGoIonga!11VIb
Dolder Pembina Muda Utama ·'·Pembina Utama Muda
g Golongan IV tc=
h Dokter Pembina Madya Utama ;- ;;Pembina utama Madya
GoloRgan IV/d
i Dolder Utama " c··Petnbilia Utama
. GoIongan'lV/e 8-21

(2) Tenaga Dokter Gigi

No.Urut. ' Jabatan Tenaga Dokter Pangkat Golongan Ruang
/"
1 2 3
. Dokter,Gigi Pratama Muda PenataMuda
a ii~ -" .. -ie' . ,. Golongan III/a
' ,
"l'. ~:h, 'JDokter'Gigi Pratama Madya Penata Muda Tk. I
b' "
..... ~ ~ ; i ~ ., Golongan IIlIb
, Dokter'Gigi Pratama Penata"
c ",1
. " f, :~;y\r)~,~r,:~: GolonganOllllc
~,:;, '~er Gigi Pembina Muda PenataTk.1
'. ,.~ '., '. Golongan IIlId
, .... ,"- .. ,
, [)oIde(l3igi Pembina Madya Pembina
e Golongan IV/a
;, .... ,. '.
f ,OOkterGJgi Pembina Pembina Tk. I
::'\ Golongan IV Ib
.. DOkter Gigi Pembina Muda Utama Pembina Utama Muda
g ., Golongan IV/c
h ,t DOkter Gigi Pembina Madya Pembina Utama Madya
'·Utama Golongan IV/d
i ~ Ookter: GipiUtama Pembina.'Utama
Golorigan IV/e .: (

8-22

2

a

Perawat Pratama Muda

". '~~'MUdIi'"

", r"'GOIOrig8n:ll/a~": '

b

c

e

f

9

..

Perawat Pratama Madya

_ Peng8~r Muda Tk. I GOlongan 1I1b'

Perawat Pratama

Pengatur .;GoIongan II/c.

Perawat Pratama Kepala

Pengatul'Tk I ''; j;GoIbriQa~Hlld,i

Perawat Muda

""~Penata Muag; ";c\,,~*~anJll/a,_;~\\ "

Pen8t8 Muda"Tkl" :'Gdlongan IIflb'"

Perawat Madya

Perawat Kepala

. Penata

,.::<.;' -: GoionganUl/ct

,h

Perawat Pembina Madya

I

Perawat Pembina Muda

,PtMata'~ I;

, G~n(jlih'.ltt.~: ~ ,,c

k

Perawat Pembina

P$I1l6na'Th :1'1;'. :, .tGoIotIganrIVlb;;;' .

Perawat Utama Muda

- ....

. .

;.

r.,

8-23

e) Kenaikan pangkat melalui jabatan fungslonal

Kenaikan pangkat teoaga. fungsional dokter, dokter gigi dan tenaga perawatan dilakukan melalul pengumpulan angka kredit.

Yang dimaksud dengan angka kredit adalah suatu angka yang diberikan berdasarkan penilaian atas prestasi yang telOO dicapai oleh seorang dokter, dokter gigi dan tenaga perawatan dalam menge~akan butir perineian kegiatan yang digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan pangkat dalam jabatan tenaga dolder, dolder gigi dan tenaga perawatan.

Kegiatan jaba18n fungsional tenaga dokter, dokter gigi dan tenaga perawatan terdiri atas unsur utama dan unsur penunjang yaitu:

(1) Tenaga d~kter .

Unsur .-.mabesamya ~ngka kredit sekurang-kurangnya 800/0 yaitu : -' Pendidikall·

- 'Pela~8R,l(e~atan

- . Pengabdian Masyarakat

Unsur periUriJarisrtie~ya angka kreclit sebanyak-banyaknya 20% yaitu:

(a) Q~I,ctil8J:ri k~gotaan organisas1 profe~i dai1 ataU organisasi sosial kesehatanl

k.~~ya;

(b) Mengikuti seminarllokakarya di bidang kesehatan; (e) Menjadi deJegasnlmiOO di bidang kesehatan;

(d) Mengajar/melatihidalam bidang kesehatan;

(e) Memberikatibimbingan bidang kesehatan di lapangan; (1) Menilailmenguji bidang kesehatan;

(g) 'MemQerq~ gel" kesa~anaan lain yang erat kaitarinya dengari bidang kesehatan;

. (h) ~kegiatal1lintas sektoral yang berkaitan dengan bidang kesehatan. .

(2) Tenaga ~aw~,... . .'

Unsur utama 8rigka'kCedit sekurang-kurangnya 800/0' yaitu:. - PendidikaA,;;:'"

;_ Pelayanan .kesehatan

-, "PeI)9~~ban9Wl profesi "

~ . Peng~~,m .. ~yarakat .

Unsur penunjang"angka kredit sebanyak-banyaknya 20% yaitu:

(a) Duduk dalam keanggotaan organlsasi protesl dan atau organisasi sosi kesehatanlkesehatan lainnya;

. (b) Menglkuti seminarllokakarya di bidang kesehatan;

(e) Menjad delegasi Umiah di bidang kesehatan;

(d) Mengajar/melatih dalam bidang kesehatan; (e)Memberikao bimbingan bidangkesehatan dilapangan;

(1) MembaRtu membimbing siswalmahasiswa dalam bidang perawatan; (g)' MenUaumenguji bidang perawatan kesehatan;

(h) Memperoleh galas kesarjanaan lain yang erat kaitannya dengan bidang

1) Pejabat yang"berwenang menetapkan angka kredit, baik untuk tenaga dokter, dokter maupun te08ga perawatan

'(1) Menteri Kesehatan atau pejabat lain yang ditunjuk olehnya bagi Pegawai Negeri deng80 kepangkatan mulai dari Pembina Madya sampai dengan Pembina Utama g80 III/a sid IV/e).

(2) Kepala KantorWUayat} Dep.Kes.Prop. bag! Pegawal Negeri Sipil mulai dari oc ..... >tnnlC>f.".

Pratama MudalPerawat Muda sid Pembina Muda (Golongan III/a sid II/d). (3) Kepala Kandep. KabJKodya bagi pegawai Negeri Sipil mulai" dari kepangkatan Muds sampai deng80 Pratama Kepala (Golongan IVa Sid 11d)~

"I

I

6-24

sial

an;

;ipil In-

tan

na

tan;

Untuk penjelasan lebih lanjut supaya mengacu kepadll':" !,

(1) Surst Edaran bersarna Menteri Kesehatan dan Kepata'BAKN' No. 814JMenkesiENIII 1987, No. 18JSEJ1981 tanggal25 Agustus 1987 beSerta petunjuk pela:ksanaan butir-butir

k~i~njabatar'!.tenagadoJder.,~ , , . ,<)r .... ;,.1~~r~31i::':~·; ;-'.,",;;;, .

(2) Surat Edaran.bersama·Menkes:.dan Kepa1"'~~~~'l'~1~k~IV1987, No. 17JSEJ1987tangga125 Agustus 1987 beserta petUnJuk~~ butir-butir kegiatan

jabatan tenaga perawatan. . , i' '. . .

Pembagian Tugas Antara Staf Puskesmas

ini perlu disesuaikan dengan keadaan lingkungan, Jumlahdanjenis ten,aga serta fasilitas ada,di masing-masing Puskesmas' yang umumnya ~ S~g~ Cont6h~ bilamana "~"'G"'Gu'l!Innadaialah: 1 dokter,2perawat,2bidBn.:2p8r8watkes$hatan,1 sanitarian; 1 perawat

1 pengatur obat, 1 JUN obat, 1 dokter gigi, 1 tenaga tats uiaha.maka penlbagian tugas dapat

sebagaiberikut : . .

Dokter

,; --2~ ~ ... "j 7~

.'

Tugas Pokok:. . ".'

Mengusahakan agar fungsi Prlskesmas dSpat disetenggara1can denQan baik.

Fungsi:

- sebagai seorang dokter

- sebagai seorang manager

Kegiatan pokok: - Melaksanakan fungsi-fungsi management

- Melakukan pemeriksaan dan pengobatan penderifa;.D~alaI11 rangka rujukat:\, menerima

konsultasi... ' : r;;.,;u t· .

- Mengkoordinir kegiatan penyuiuhan kesehatanmUypr.,;, ')"~,'::ll: :"., ,.

- Mengkoordinir pembinaan peran serta masy~mEi.afulj~el~ata.9.iP.KMD.,

Kegiatanlain:' .', '". ::."L'·',l<

- Menerirhs'konsultasi dart semua kegiatari Puske$malnn<~

"'1"

2) Perawat Senior I Tugas pokok:

Melaksanakan pelayanan pengobatan jalan.

Fungsi: J~, ~t~n " "

Membantu dokter kepala Puskesmas dalam melaksanakan keg~atan dl,Puskesmas.

Kegiatan pokok: ','. l';jr I

- Memeriksa dan mengobati penderita penyakit menular secarapasH •.

, . ~ "~. ' . "

Kegiatan ISin: t:·;,,,,.;,>.::,;( .1'

Memeriksa dan mengobatipenderita penyakitrilenU18r'i8ciIra'paSlf.

- Membertkan pengobatan darurat pada penderfta saklfglgf'(kerlIUdiandirujuk).

Mengadakan surveillance penYakltmenula(~" '., \'(''>''·~';.;.,;.';f . '

Melakukan imunisasi pada bayi, anak sekolah.· , . , ,

Penyuluhan kesehatan pads penderita. .. .. ,'i ..

- Mengadakankunjungan t1ndak lanjut pada kelUarga':~:yang dlpandang perlu.

Mengunjungi:sebagian dart se~la~ yang ad .. ~wn~y~hk""anY,8 d8:~am _inembantu perawat Jain yang mempu'"yst keglatan pokOk If.K.S~''>''·''''''·'''''v,,, .', ',"

- Pengobatan sementara penderlta jiwa dan penyuluhan kesehatan jiwa.

Membantu melatih kader kesehatanJProkesa. ' ,. t

8-25

- Membantu dokter kepaJa Puskesmas melakukan kegiatan fungsi manajemen Puskesmas dalam bidang pengobatan.

Keterangan:

- Dalam melakukan keglatan-kegiatan di lapangan. seperti kunjungan rumah, UKS dan sebagainya, dapat diadakan pembagian wilayah ke~a dengan perawat lain.

- Dalam tugas PuskeSmasKeliling diadakan gillran dengan perawat lain.

3) Perawat Senior "

Tugas,~~ ,~\"!oi'l*~"; .i"'l';·~ > ,. .

Melaksanakan~~J~@!!I.\~Sekolah di wilayah ke~anya ..

Fungsi:;l," ,,',,;r,; ,,,, .... ~ '.;'

Sarna dangan' PeraWat I."

Kegiatan pokok:

- Melaksanakan UsahaKesehatan Sekolah termasuk UKGS dengan cara mengunjungi sekolah-sekolah di Wilayah kerjanya secara berkala untuk:

= Diagnosa.. dini, dan pengobatan secara rujukan bila perlu (termasuk diagnosa penyakit

gigilmulut). = Imunisasi = PKM

= Kesehatan,lingkungan dan air bersih = Kebun sekolaJ,1.ternaJ<. ikan darat.

Kegiatan lain: .

- MembantUperigObatandi Ptiskesmas. ,

Membantu sUrVeiU~;pada 'penderita dan keluarganya di waktu kunjungan rumah.

Pencatatar) danpelapQrijl\~tannya. '

Memb8ntU~lunaielceS~n gigi.

Membantu penyul~ankeseh$tan jiwa di rumah.

Membantu doktermel~ Wngsi manajemen Puskesmas dal~m bidang UKS

khususnya.< '> '" ":":.,., .. "',

Aktif ikut s~mqeR1bangkan,~ membina peran serta masyarakat melalui pendekatan PKMDc,jan:l~an ~~k~ntan.

4) Bidan I ~~~' :' .i.',

Meiaksanakan·pelayananK~ ~ ~.'

.' ,_':;O ':,{ . :,~ .'·~'f .. -. ." .. _.

Fungsl:' Membantu dokter kepala Puskesmas dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di Puskesmas.

Kegiatan pokok:

- Melaksanakan pemeriksaan berkala kepada ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan anak-anak di Puskesmas~rta'm~mt?eai.~yan~ kontraseptip pada akseptorKB. Menyam~~ pe~~Jn~n tamb,ahan,bil9i yang membutuhkan dan penyuluhan kesebatan ;dal8m bidaOg KIAlKB dan' Gizi. ;

- Melakukan imunisu, ~,ibu ilamildan bayi. ., ,

- Melatih dukun bayi.

Kegiatan I~in: ' . '. ', , , .

.- ,:.; .. -. . .. .- '. - -,- .'-.~".' "~. . "", "~, .'~. . .

- Memberikan t>enge,batan 'ringan ~gi ibu, bayi dan~n(lk yang berklJnjung ke bagian KIA di

Puskesmas. . , , " .'. . ,... . ' , ' ,.'.. , . ' '

- Diagnosa dini penyakit mulut dan gigi serta pengobatan' sementara,

8-26

1" • .-

"

nas

'akit

n

_mblillltil surveillance penyaklt menular. .:», r ,>. ":'. i "

::utt~m ke rumah-rumah penderlta yang dlpandang perIu untuk mendapatkan

nMitm kesehatan keluarga. ~ ,

P8II1C8tab:m dan pelaporankegiatannya. ,

·PairItUIlnurtAh perkembangan mental bayi dan anak. ,"

Membantu dokter melaksanakan fungsi manajemen Puskesmas •.

serta aktif dalam pengembangan PKMDdi wllayahkerjanya dan kerjasama lintas

Pokok: rf~~'" r. •. ~ ·,t

Iel8ksa1rtalailn' kegiatSn perbaikan gizi dl wilayah kerjanya.

\. '

MalnbslJ1tU dokter kepala Puskesmas melaksanakan keglatan-keglatan Puskesmas. I<eaiatan pokok:

Penyuluhan gizl dan melatihk~dergizi dan menggerakkan'ni;sya~kat'untUk mengadakan , taman gizi.

Demonsti'a$imakanan sehet..

- Cara pemberian makanantambahan. ,

- Pemberian 'lit A konsentrasi tinggi pada anak-anak ballt8.

- Pengisian dan penggunaan KMS oleh ibu-ibu PKK dan kader gizi.

Pemberiansuntikan Upiodol bila perlu.

Kegiatan lain:

Membantu KIAlKB khususnya dalam kunjungan rumah untuk perawatan kesehatan

keluarga. ,- .

Diagnosa dini penyaklt mulutlgigi serta pengobatan sementara.· Membantu surveillance penyakit menular danimunlsasi. i .. ' '. .

Pencatatan dan pelaporan kegiatannya. "ii' -," ~~:.'<:,:... " :i, ';'" .

Membantu pengamatan perkembangan mental anak, dan follow-up penderita. Membantu dokter kepala Puskesmas melaksanakan fui'1QSi manSjemen Puskesmas.

Mengembangkan PKMD dan membina Prokesalkader gizi. "., .; ,

Secara bergilir ikut serta Puskesmas Keliling.

Melakukan rujukan (referral) bila perlu.

8) Tenaga Bidan di Desa

Bidan di desa adalal'l tenaga bidan yang ditempatkan dan bertugas di desa,mempunyai wilayah kerja 1 sampa~ 2 desa. Dalam melaksanakan tugaspelayarian mecJik,~i~ di, dalam maupun di luar jam ke~anya, bidan harus bertanggung-jawab langsung:k~C:(akePala' puskesmas.

Tugas pokok:

- Melaksan~kan kegiatan Puskesmas di desa dl wilayah kerjanya berdasarkan urutan prioritas masalah kesehatan yang dihadapi, sesual dengan't<e,wenangan yang dimiliki dan

diberikan. ' , ..' '

- Menggerakkan dan membina masyarakat desa di wilayah kerjanyaagar tumbuh kesadaran untuk dapat berperilaku hidup sehat.

Fungsibidan di wilayah kerjanya:

- Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di rumah-rumah, menangani persallnan, pemberian kontrasepsi dan pengayoman madis keluarga berencana.

B-27

_ Menggerakkan dan membina paran serta masyarakat dalam bidang kesehatan setempat. _ Membina dan memberikan bimbingan teknis kepada kader serta dukun bayi.

_ Membina kelompok dasa wisma di bidang kesehatan.

_ Membina !<erj~a lintas program, lintas sektoral dan lembaga swadaya masyarakat.

_ Melakukan rujukan medis maupun rujukan kesehatan ke Puskesmas atau bilamana dalam keadaan darurm, ~t 1I181Ujuk ke fasilitas kesehatan laiooya .

.;.. Mendeteksi;~~cinj;adaI1Ya efek samping dan komplikasi pemakaian kontrasepsi serta adanya penyakI-penyakit1ail\ dan berusaha untuk mengatasi sesUai dengan kemampuannya .

. '-{'" < D . .' .f?i)~rf!s-:-t i'/J~r-ff.~<~>'::-· . . ". ' .

7) Sanitarian

.-, ", ~ ,'. .s.:> : -:"-r ... ; "; - , .. ')--'-

Tugas pokoIc' "','

M~bah;' mengendalikan &tau menghilangkan semua unsur fisik dan lingkungan yang memberl 'pangaruh buruk terhadap kesehatan masyarakat

Fungsi:

Membantu dokter kepaJa Puskesmas dalam melaksanakan kegiatan di Puskesmas.

Kegiatan pokok:

_ pen~l!Jh8p'ikepad8.masyarakattentang penggunaan air bersih, [amban keluarga, rumah

sakit; ~an Ungku~sertapenanaman pekarangan. '

_ Membantu masyarakatdalam pembuatan sumur, perlindungan mata air, penampungan air huj8l'!~,~~ya serta melatih pembuatan leher angsa untuk jamban keluarga.

_ Pengl!w~hyg~'~haan dan tempat-tempat umum .

.. ::_'" ;i_ . ...,

Kegiatan lain: ' . " . '

, ,"., ,.:·:t~ ~·~';h ~~ -' .<~.: .. -t_.

_ MelTl~qokte(\~~smas memjmpjnregu pemberantasan penyakit menular.

~=~,f»:~~ ~~Iatih Prokesa. "

. ,", ,., ..• " ' •. ,lCe,Q" , y "

P~m~~:~IIlr1q~!KJan dl sekolah serta memberi saran-saran teknis perbaikan. M ,~" " 100 ',,;.,;' .,

e~. 0l, .• ,;,~y.u.~,.~~. , .. ' . .' ,

_ M~~,~~~,~\fusJ(e~'."as ~alam' melaksanakan fungs,' manajemen.

Ikut satta (ISlam ~skesmasKeliUng.' , ,.'" s . , I

.' , " ft".;,,~~M1a lintas se~raL '"

~!.~~_" ~,,}~;'~~,~!:ii;: i·L·~;";:l.·;·';' ,',

. ,..;;~.q~~,;I;;t:<l';·li'··'·~"i ; ',' r

'atarfFAb ~~, .. ;'~" ~ L"";_. '.

0: .~~:..

8)

" '1;

Tugas pokok; . .

Melakukan pemeri~ dlLaboratorium Puskesmas·

'~ .

Fung~: .

Membantu menegakkan diagnosa penyakit, khususnya panyakit malaria dan TBC.

Kegiatan~oIc'· ,; . ,"

, ..... "- .

_' Me!a!<s,~~~r~T.~_SP..E}si~en.pende~ dan ibu hami,l ut1tuk pemeriksaan darah, ,

. u~ile ~':~'~~~'~an malaria dan dahakuntuk basil tah~n asam.

Kegiatan lain: ; ," ",j' , i, • , .

_ ;>Merri~'~~'~~,~hatan pad~ penderits atau kelu~rgany~:',

_ ., MembantU' IctinJungan'rumSh dalam rangka perawatan kesehatan keluarga .•

__ 'Membantiip8Jayan.n ~tarJ gigi. .

.. '- P~"'danf~'kegiatannya;'

tM,0'!~ ~~?~~,ey~M.$mas dalam melaksanakari .fung,sl r:n.anajemen.

,Mem~ pengembanganPKMD. ,.' '.

Me' b8rifu . ..' '. . . ' '

-. ,,fn,,,,,",,~~~

Bila dipertU~~·I~.Rusk~~.Keliling ..

, .

8-28

mah

an air

likan.

1,

-

-----------------------------------

Pokok:

P~It'At'!IAh·£ In dan pemberantasan penyakit menular,

';_;,:~ ~>';-'.'-'i";:-~ :'1 .. ,), •

~Membantl dokter kepala Puskesmas dalam melaksanakan_ keglatan Puskesmas.

,_ ) ·1.

Keglatan pokOk:

- Melaksa~akan kegiatan Imunlsasl dl lapangan.

- Melaksanakan active case finding dengan bantu an prokesa-prokesa.' "'.,

Mengadakan pusat-pusat rehydrasi.

- Memberi presumptive treatment malaria. , ' .. ' .

Lain-lain tindakan pemberantasan penyakitmenular.". ..,,, . , Menyelenggarakan dan memonitor cold chaA:untu~ I~unisasl (jan.mereocanakan

, persediaan vaksin secara teratur. . .

Keglatan lain:

Membantu pengobatan penderita khususnya penderita BTA posltif.

- Penyuluhan kesehatan khususnya mengenal penyaklt menular dan im4nisasl.

Membantukunjungan rumah dalam rangka peraw~11 ~esehata-:"ke~~rga~.·

Pencatatan dan pelaporan keglatannya. '

Membantu surveillance gizl.

Membantu penyuluhan kesehatan glgi. ' .'. .' '

- Membantu dokter kepala Puske~mas dalam' inelmatiakan fungsi m,anajemen.

- Membantu Pengembangan PKMD, melatih prokesa.

Merujuk penderita penyaklt menurar.' > i~'" '.'

BUa perlu Ikut Puskesmas Keliling.· . .:

, ';>i,

, j

".,"

10) Dokter glgl.

:1"

Tugaspokok: . ' , .' ..': ~., .,';:' .: .'

Mengusahak~ agar pelayanenkesehaten gigl dan mulirt!tn Wilay'h"'~erjaPuskesmas dapat barjalan dengan baik.

Fungsi:

Mengawasi pelaksanaan pelayanan kesehatan glgi di Puskesmas.

Kegiatan pokok:

- Memberi pelayanan kesehatan gigi dan mulut dl dalam wilay~h kerja Puskesmas secara

teratur.

- ~upervlsl dan blmbingan teknis pada perawat glgl dl Puskes.mas. ,.

Kegiatan lain:,

- Memberi.kan penyuluhan kesehatan gigl pada penderltadt,ln.~~syarakat di wilayah

kerjanya. ' . .'

- Membantu melaksanakan kegiatan-keglatan fungsi manajamen-~ .

Memballtu pemblnaan kerjasama lirrtas sektcril dilam!pengembangan'peran serta

masyarakat melalul pendekatan PKMD. .

/.'.-,; I '(,rl\

11) Perawat glgl Tugas pokok:

Melaksana!<&n pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas.

"',."

Fungsi: ,

Membantu dokter gig I dalam melaksanakan keglatan dl Puskesmas.

8-29

Kegiatan pokOk:, .

- Memeriksa gigi geligi.

- Mengobati gig! yang sakit.

- Menambal gigi yang berlubang.

- Membersihkan karang gigi.

- Penyuluhan kesernitan gigl.

- Merujuk kasus yang perlu diambil tindakan aleh searang dakter gigi.

Kegiatan lain:

- Memeriksa gigi ibu hamil dan anak-anak.

- Melaksanakan usalia kesehatan gigi sekalah.

- Membantu melaksanakan fungsi manajemen.

- Membantu mengembangkan peran serta masyarakat melalui pendekatan PKMD.

- Melaksanakan rujukan'bagi penderita yang perlu tindak lanjut dari dakter khusus.

- Membantu imunisasl bayi dan ibu hamil setelah mendapat latihan.

12) Pengatur obat '

Tugaspokok!': ij h'(;

Mengelola'pbSt-Ot)atan, yang ada di Puskesmas.

Fung~: .

Membantu dokter untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di Puskesmas.

Kegiatan' pokak: " : '

- Mempersiapkan pengadaan abat di Puskesmas.

Mengatur penyimpanan obat danalat kesehatan di Puskesmas.

- mengatur adl1linistrasi oba~ di Puskesmas. '

- Meracik obat-obatan untuk diberikan kepada penderita sesuai perintah dakter.

- Membuat zat reagens untuk labaratarium.

Mengatur distribu~ obat sederhana untuk UKS dan KIAIKS. ,

- MenYfKiiakan~~lJntukPuskesmas Keliling dan Puskesmas Pembantu.

Kegiatan lain:

- Penyuluhan kesehatan tarutama datam bidang penggunaan abat keras dan bahaya

narkotika.

- Pencatatan d8n pelaporan kegiatan yang dilakukan.

- Membantu melaksanakan fungsi manajemen.

- Pemegang inventaris 'perala tan medis Puskesmas.

13) JuruO~t Tugas pokok:

Mem~ m~raakobatdan membungkusnya.

Fung~: " .. ' ,'. "

~Ill~ !'I~~~kegiatan Pengatur Obat.

Kegiatan pokok:

Membantu dalam menyimpan obat dan administrasi abat.

- Membantu meracik (ian membungkus abat dalam kemasan yang sesuai.

- Memb8ntu kegiatandistribu~ abat untuk kader UKS serta menyediakan obat untuk

Puskesm~s KeliUng:

- Membantu administra~ obat-obat yang bersumber khusus, antara lain: obat Askes, obat P3M, Vaksin; Obat KS'dan lain-lain.

'I

6-30

, I

\

I-\~~~"""""II!II~---------

',it) ;i!'l(>3!li;Pi;';€", I '$k"lt,·~':

ftdl,'kiH:;erslhan darik~raplhlU1 kamarObit~,~'o&lifFi:':!: ' ~1ban1bJ menYllmpl:1n d8n'adminlsfraSi'ml1kin~,f8fi1_RP!~1E'[~:Hm, UiirnblanlU Inventarisasi semua peralatan media PusIC~mas •.. ' '. .. ' :li:!: ::"}:;'; '.

. " ..... ,.,. ,_,'., ,,_1.;

" , .d~lt ()ilG)I i·'iB,'

pokok:

, dan menyusun semua Iaporan kegiatan Puskesmas.·

~ Jt~ ~ ;'~-:,(~:;":'i l r ~ .1 , ! . ~ ~~; ~.:J'''''~

• I,'

'- Mengumpulkan laperan berkala setiap petugas Puskesmas untuk dlsusunmenjadi laporan Puskesmas sesuai dengan form yang telahditemukitt""~." ~:k;::-";..;:,.).!'l' oi. '-' .'"

Membuat surat-surat dan menyimpan arsipisuratmasoo;,,';.,'I.;: ;!j'.~ ,:'

MelmpE~j~anJmelnyedla'kan kartu:-kartllpendertta&;l CIS!lfl30ii$U,,<:\2. 1':1>': J Pel1getlkSIJ1lj:1~rsln rilaiJpun sura' ','. ~r:l) i'~!t2ilthZi~·liri;f.l'Ulf, t('2,~'~· '

_+?'.!~~{'L.~:, ::!:~·.'·.!;:l~~A\'i' i

.l.il.it- ,.\:To:." h ,~At,\i ;',YJ.b

"Dokter Kepala Pusk,esmas sebagai seorang ~Okt~(," ;: ,.

'Pend8pat emum mengenalsearang dokter bias~~ra1alf$~ii(Jy~6erihllu untuk menyem;ro~nt ... ltl~n orang'saklt Demikia"'pUla masyarakat .mmgh8~'~anOC1bkter Kepala Puskes-

untuk'ijielakukan pemeriksaan dan pengob8tan,orangiS8fd(~ .;Jr;; :~,t' '

. .' _"', " ; . .".,-:)((" r;:;~)J;~:·d- rt(~·"-:fi.;)jf/'~)· r·t;f~\' '. ~ .

demiklan, dalam kenyataan tanggullg:-]awat)Sepr&1JQ ,do~et' t<Qla,Puskesmas tidak

. . menQQl'?8ti orang saklt sa]a akan tetaprJ~.tl~:Ie~ti~o:~ffi~m~litulta dan meningkat-

kan kesehatan dan masyarakat dl dalam wlla~h ~erja~a.Disampingituia berfungsi juga

sebagaiseOrang pemlmpin dan seorang manag~r#jili:YF l;'l~~H"Yfll:"'t\;~:, '

: ..... ,~::~.~.,. ~' •. ! i;:~; .,':'>:;':\~;l :1fJ) i~;. 4,

r: OIeh karenanya dalam kegiatan pemeriksaan dan'pelijob8tan~Sehari-tlari pada waktuwaktu tertenttr. -dlmana dokter Puskesmas sedan,g melalWk8ritugas,:,ttJg8S',{I1anajemen Puskesmas dan tugas-tugas kemasyarakatannya, .ia ... dapat,·,rit$l1d~~~kf.wewenangnya . kepada

, ,,! searang Per~wat d~n seoral'lgBidan. Dokterl~I,J~~~mJl~ ,~~IJl~~~~~~"~n .. mergobati penderita

ruJ.'. Uka .. n .(~e,ferr. ~I .'. da~ Perawat ,atau B. Idan). sa, J8. .... ,.t'J<8iL .. , i '. '. u .. jt~ ... ' !i.i~.'.' .••. !y.,'.J8 ... .;.~.}.' .b .. _ llisa,' .,. nya. kurang puas bilahanya c:flperiksa dan diobati seorang Pera~,f)ltadU~Ust8$m~;8d8 .seorar:ag Dokter. Oleh

karena Itu kirany.a waktunya diatur sedemiklaf1·tiiP~:~e.' bltogg;,~m,as,y&!:a~-pua;s .dan pekerjaan lain dapat terlaksana dengan balk. Misalnya pemen1saall' otehdbktE!'rdi18ktikan pada hari-hari tertentu sajadalamsatu minggu, sedtm,gkan 'p~~~,,~,~I~~~.~~yaimem~nksa rujukan, sehlngga masih ada,waktu.untuk melakukan tug8§;.",U1tri.~8I flirperlu'diumumkan kepada m8sy8l'8kat'lecara jelas sehlngg'a tidak terjadi ~atfi~ftll1ft:~{~~ .. ~dn li'''',: H' ,,'

.' .',_~ ,F,' . ',' ._ '."·~-firtf;-·' .:t"',_. '. ,~"_..;'i~tl~~U·tf~l!,f;t:il .

=r=~~s:!~n~~~o~:.r;:~~~'.d~%~~.L., Jt. " • .~=~~~:~

semata-mata ,dltujukan kepada penderitasebagai I ., .. ,'-, . ·tjftipl PiYldangan dltujukan kepadabut, keluarQa. penderita ,dan dihubungkariP':'ra:deng&i'i'.~.sy'a~akat lingkungan penderita

terse . " , -

8-31

Dalam melaksanakan pemeriksaan dan tindakan pengobatan pergunakanlah semua fasilitas yang ada dan kemampuan yang dimiliki sebaik-baiknya. Hal ini sangat penting untuk memupuk kepercayaan masyarakat dan para pejabat di lingkungan kecamatan kepada dokter Puskesmas yang bersangkutan.

Bilamana ada penderita yang tidak dapat diatasi dengan fasilitas dan kemampuan yang ada, maka penderita perlu dikirim kepada Rumah Sakit yang diperkirakan memiliki kemampuan untuk mengatasi penderita tersebut, tentunya dengan persetujuan pendertta setelah cukup diberi motivasi.

IImu pengetahuan terus berkembang. maka perlu kiranya diusahakan kesempatan untuk mengikuti ceramah,kJinil<,y~~ggarakan oleh 1.0.1. bila ada.atau membaca majalah-majalah bidang klinjk mau~.am bidaOg kesehatan masyarakat. Bila masih ada kesempatan untuk melakukan Inktekd·luarJ~ kerja tentunya bisa dilakukan tanps mengabaikan tugas.

; v ; " '';' ,·...;'t·;·l!'ja!'ettljltltrld'.~;<vl<>i~ ... jof'" ;

2) Dolder Kepala:Puskesmas sqgai seorang manager

(a) Organisasi dan tatalakS8l:l&<::'

Puskesmas ~el1lpunyai wilayah ke~a satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan yang langsl#ig. bertanggung-jawab dalam bidang tehnis keseh~tan rnaupun administratif kepada KepalaQlQas K~Em,a~ Tmgkat II(Dokabu~ •.

Puskesmas Pembantu dan Bidan di Desa di dalam wilayah kerja Puskesmas merupakan bagian integrai dart PUsk~as. Puskesmas Pembantu melaksanakan sebagian tugas-tugas Puskesmas sesuai dengsn kemampuan tenaga dan fasilitas' yang ada dalam wilayah ke~a . tertentu yang merupakan sebagian dari wilayah kerja Puskesmas.

Jenis dan' jumlah tenaga Puskesmas yang sebenamya tidak perlu sarna untuk setiap Puskesmas. tetapidisesuaikan dengan jumlah penduduk dan luas daerah yang dicakup serta

keadaan geografis dan perhubungan di wilayah ke~anya. .

Namun demikian jumlah tenaga yang tersedia belum dapat memenuhi kebutuhan pada waktu s~~IOg •. m~, Y#~~t1 diadakan pola tenaga yang seragam bagi setiap Puskes'~.' I&ru;S. X~~ ~g~naga terseout bekerja dalam suatu Team. berarti pekerjaan tenaga yang satu' m.8Ilgi,i kekurangan dari tenaga yang lain dansebaliknya. Walaupun peker.jaan y~gdilakukan berbeda-beda akan tetapi semuanya dengan satu tujuan, ialah 'meni~ lies~tan dart, masyarakat di wilayah kerja Puskesmas dan di bawah satu pimpio"" 'Ialah Ke~ Puskesmas. Tidak ada pengkotakan struktur dalam Puskesmas.

,. ,<, ..:: !~, { ~ .' .. :; ~ . ( ."

Kepala Puskesma.s PerJu mel4lkUkan pembagian tugas bersama-eama stafnya disesuaikan

denganjenis danjumlah. tenilga serta kegiatan yang perlu dilakukan. Dalam hal ini perJu . dlpertirnb8ngkan pulallokasi pekerjaan dan waktu pekerjaan. sehingga bisa diadakan pern-

o ·bagiailJtOgssidan<gllitan;kei'ja'yang mereta di·antara tenaga-tenaga Puskesmas yang ada

'.~ dan:~kerj8an'd8pafdil8ksanakan dengan, baik. . ,. '.

r ' )~~, __ ~ ~~ Puskes~as ~engan segenap ~tafnya (termasuk Puskes-

,.:.'_~~~=:~=:c!;:=

. .- ;-T'~';~' 'n F,'-(jm~{"~·),""'~fitOi_a lain ad8Jah:

.,,'a~,"~"-";~~<:I';'; '.' .... ,

- ,Menampung lJl~ahll)am,batan yang dihadapi dalam meleksanakan pekerjaan sehari-

Jlari ~~,~,di~ ~lJla. . . .

- '.·Meren.~kafl~rsa~~egiatan yang perlu dilakukan dalam bulan berikutnya atau

. "mi . 'u a' alWi data .'" . .

~ .. Y ,ng, .... r- • ,ng,.. . .

-" Mel'1~aJ has{~.~~ yang telah dilakukan dalam bulMyang lalu .

.;;. 'Menerliskan1liiformasVinstruksVpetunjuk dari atasan untuk diketahui dan dilaksanakan

bersama.· • .

8-32

=._----_ ... _---------

jaan
'pun
aJah
sam
kan
srlu
~m-
ida
9S-
ali. 3)
:uk ri-

IU

n

lihlnnitfttehhls dan supervisi ';>'Y.," ;;\'.;.o';;'i.'i nA~Il! "i·,·,'·.\: • "

p8rtemuan berkala dengan segeriap $t p.u~ki;l11)is"yan.9 cf.t.J<~karj;di,puskesmas, ,,_ ... 1- Puskesmas perlu Jug~ datang untuk mellhatd8hme:mljerrb1rl1b~n_g~l~epada staf Puskeslm'lllS secara berkala dl tempat mereka beke~a, eft Pusk~mas, ar p~l(esmas Pem- 81hilffttu dHapangan maupun dl rumah periduduk"d'dlant'fBngldl.l<urijUrigafrnnnah. Hal ini panting sekaR dilakukan secara teratur untuk' inemeliharatr.sipnnkeijastaf Puskesmas,

Dalam kunjungan ini dimanfaatkan pula untuk meningkatkan sistem rujukan(referral system) dimana konsultasi dari staf Puskesmas dapat dilakukan di tempat mereka bekerja, disamping

melimpahkan pengetahuan dan ketrampilan kepada staf Puskesmas yang bersangkutan.

(c) Hubunga,n kerja antar instansi Keeamatan

Csmat merupakan koordinator dari semua instansi/dinas tingkatKecamatan. Kepala Puskesmas bertanggung-jawab secara tehnis kesehatandsn administratif kepada Dokabu. Hubungan dengan Camat merupakan hubungan koordinasi, namLin demikian tanggung-jawab seeara moril dari Kepala Puskesmas terhadap camat tetap ada.

Hubungankerjasama yang baik perlu dipupuk antara Puskesmas dengan semua instansi di Jingkat kecamatan. KepalaPuskesmas. harus ;seca~;.aktif,:m~(lG{lrb~ybUQgal'1: kerjasama

dengan .in. stan~H.n.$tansi di,ti.ngkat kecam.'~!!\~.' ,,: ~~.' .. ;': ,1i1;~ ... '.K '~~beQalan sendiri perlu'kerjasama dengan Il)stanSi-insta~o~~~ri\~_Ji1nstansi tingkat

Kecamatan perlu diadakan di bawah koordinasl pak cam ..

Dokter KepalaPuskesmas sebagai penggenfir~~'81~.~~~Ya'; I

. . ".' "hObungan langsung' aniararaoi<lJ;!~~W,_;hi~1taWifjf~&n~~in'~nggota masyarakat sebagai pengunjung Puskesmasdal~w.Xrt:l~"emi1i(~1irf;!p.Emg66atan dan penyuluhankesehatan, perlu pula dilakukanh~tMrHiilfti~tJ!itllWisyaral(atdalam rangka membantu masyarakat menolong- mereta s8f"l(ftrl1dtil8m:6i(f8Ag:kesehatan.Khususnya dengan para pemuka masyarakat dalam ra!W~~I11~rn~,k~l1aSib mereka baik dalam ruang lingkup kesehatan maupun dalam hal.;tull.9a~6tiltlU1>\W(galf ~enQaril<esehatan sesuai

dengan kebutuhan masyarakat. . ""!I',,6mJ~&'l r!S:'H't:n f1L:.~au,' ,

Seringkalf ma$ya~kat belum dapat mengenal ~~~~lal;1 ~og I~ka, tU~~~W~i~ar belum bisa

menentukan prJontas masalah yang perlu ditanggul~t:"K aM\Smas beserta segenap

stafoya bekerjasama' dengan Instansl-lnstai't1f~.~ .. ' . .' ,:'\,piji1umemberi

bimbingan kepada masyarakBt,iurttuk me~enaFt1f8Mrarltl9f.'tf8"~kan. prioritas masalah yang perlu ditanggulangi sesuaidel1gankeir,larnptian $w'sClaya mereka,sEmdiri.

Untuk itu penu dilakukan pertemuan-per:temuanil~aik?s(K:ara,i~ivid~,dengan pemuka masyarakat, maupun secara kelompok. Pertemuan inibiasanya,dilakukan dt Iu.ar jam ke~a, sore atau malam. Bilamana diperlukan latihan, maka Kepala Puskesmasdan segenap stafnya

harus dapat melayaninya. r : •

~:il.:r~,n ;gJ~,-n~'~>:~ .:~.' ."i~ .

Dolder Kepala- Puskesmas sebagai tenaga ahli darfpendari1Ptng C,amat, '

Pr~rampemerintah pada.saat inJ baru bisa ~en~p~n!(fo~Po~~rri,~S$eb8gai seorang saqana secara' merata dl kecamatan-kecamatai1: ~!fi1:tIl1n~:h~n dari seluruh

masyar~atk~rn~~10 adalah u,.~ .. ' k." ,~e~dap. ~ .. n..!~~ ... ~\ . i! k.~ .. · ·.'.:.~y.a, dalam bidang kesehmn:'maSY.f1ntk8fmaupun ~angandanai~JdM'kreitif dari seorang

sa~ana: Mak~ per~an dokter Pusk~masdi ~~ ... A."~ .. v ,CIItiiI.I .... ,~Hltij. '. :~ ... :,'~j~~impin Puskesmas, Jugametupakantenaga ahR dan pendamPl~1tRM!,f~~~i.~;I , ", ",

1';.'(; 1';Y'l.Yt~.,t-~a,Bf\~:·H;\_\" ,..~"

',""_. ,~ " .;'_' ... ~._ .... :,~~.' .• J.~ ',-.,.

, ,

->; ....

B-33

e. Perencanaan di Tingkat Puskesmas (Microplanning)

1) Pengertian, Tujuan dan Ruang Ungkup

a) Pengertian:

Perencanaan mikro tingkat Puskesmas atau microplanning adalah penyusunan rencana di tingkat Puskesmas untuk 5 (lima) tahun, termasuk rincian tahapan tiap tahunnya.

b) Tujuan:

(1) Umum:

Meningkatkan cakupan pelayanan program prioritas sesuai dengan masalah yang dihadapi Puskesmas, sehingga dapat meningkatkan fungsi Puskesmas.

(2) Khusus:

- Tersusunnya rencana kerja Puskesmas untuk jangka waktu 5 tahun seeara tertulis.

- Tersusunnya rencana kerja tahunan Puskesmas, sebagai jabaran rencana kerja 5

tahunan tersebut secara tertulis.

c) Ruang Ungkup:

Rencana yang disusun tersebut seyogyanya meliputi seluruh kegiatan pokok Puskesmas. akan tetapi dapat dibatasi sesuai dengan masalah yang dihadapi; dengan memperhatikan prioritas, kebijaksanaan dan strategi yang telah ditetapkan oleh Pusat, Dati I dan Dati II-nya.

2) Langkah-langkah Penyusunan Rencana

Dalam melaksanakan kegiatan penyusunan rencana tingkat Puskesmas, ada 4 (empat) langkah po~~k yang perlu dilaksanakan yaitu:

a) ldentifikasi keadaan dan masalah.

b) Penyusunan rencana.

c) Penyusunan POA tahun pertama.

d) Penulisan naskah rencana.

a) ldentifikasi Keadaan dan Masalah

Langkah ini akan menghasilkan satu rumusan tentang keadaan dan prioritas masalah yang dihadapi Puskesmas serta alternatif pemecahannya,

Kegiatan-kegiatan ini mencakup:

(1) Mengetahui kebijaksanaan yang telah ditetapkan (2) Pengumpulan data

(3) Analisa data

(4) perumusan masalah

(5) Penentuan peringkat masalah

(1) Mengetahui kebijakan yang telah ditetapkan oleh:

(a) PUSAT, misalnya SKN, RP3JPK, Repelita V dan kebijaksanaan sektor lain yang terkait.

(bl DA TI~I, misalnya ~epelita Propinsi, target, strategi pelaksanaan program propinsi dan .. sel,<tor lain yang terkait yang dikeluarkan Dati-I.

(c) DATI-II, misalnya target, strategi pelaksanaan program dan kebijaksanaan sektor lain terkait yang dikeluarkan Dati-II.

(2) Pengumpulan Data

(a) Data Umum

Data yang dihim'pun meliputi keadaan umum wilayah kerja Puskesmas, misalnya pembagian administratif, sosial, ekonomi, budaya dan lain sebagainya.

..~-~._. __ ....... _._-=- ...... .,.,.,. r.---

,

111.' ...

ncana d

ih yang

tertulis. kerja 5

esmas, hatikan II-nya.

tngkah

yang

{ang

idan

-lain

nya

...

(b) Data wilayah _

data yang dihimpun meliputi peta, luas wllayah, jumlah desa, jumlah RKJRW, jarak .desa ke Puskesmas, sarana komunikasl, dan lain sebagalnya.

(c) Data Penduduk

Data yang dihimpun meliputi jumlah seluruh penduduk, distribusi per desa dan per , RK7RW; menurutjenis kelamin dan golongan urriurdengan penekanan pada distribusi yang disesuaikan dengan sasaran program.

(d) Data Sumber Daya

I Puskesmas:

- Sarana Fisik

meliputi seluruh bangunan fasilitas kesehatan (Puskesmas, Puskesmas Pembantu), Puskesmas Keliling, kendaraan, peralatan medis & nonmedis.

- Tenaga

meliputi seluruh macam tenaga, status kepegawaiannya, jumlah dan latar belakang pendidikannya.

- Dana

meliputi semua dana yang diterima Puskesmas yaitu yang berasal dari APBN, APBD I dan II termasuk dari BKKBN, PHB dan sektor lain yang terkait, serta kemungkinan sumbangan-sumbangan yang bisa didapatkan.

Masyarakat:

- Sarana Fisik

meliputi Posyandu, Pos KB dan Pos lainnya serta peralatan yang dimiliki seperti dacin, set alat masak, dukun kit dan lain sebagainya.

- Tenaga

meliputi kader PKK, kader Dasawisma, kader Posyandu dan kader lainnya, serta dukun bersalin atau tenaga kesehatan tradisionallainnya.

- Dana

meliputi Dana Sehat, Dana Koperasi Simpan Pinjam dan dana lainnya yang dapat dipergunakan untuk kegiatan kesehatan.

(e) Data Status Kesehatan

Data yang dihimpun meliputi data indikator derajat kesehatan yaitu IMR (Infant Mortality Rate), CMR (Children Mortality Rate), MMR (Maternal Mortality Rate), CDR , (Crude Death Rate), Incidence/Prevalence Rate dan CFR (Case Fatality Rate) penyakit tertentu, CBR (Crude Birth Rate), FR (Fertility Rate), LE (Level of Education) dan lain sebagainya.

(f) Data Cakupan Program

Data yang dihimpun meliputi data cakupan untuk masing-masing program sesuai dengan indikator dan variabelnya. Sebagai pegangan dapat dipakai indikator/variabel yang dipergunakan dalam perhitungan stratifikasi Puskesmas.

Untuk mempermudah analisa data, maka semua data yang telah dikumpulkan disusun dalam suatu tabeVmatrix.

(3) Analisa Data

Analisa keadaan dan masalah dalam perencanaan meliputi: (a) Analisa Derajat Kesehatan

Analisa ini akan menjelaskan masalah kesehatan yang dihadapi, dimana akan tergambarkan ukuran-ukuran derajat kesehatan secara kwantitatif, - penyebaran masalah tersebut menurut kelompok umur, tempat dan waktu.

, Dengan perkataan lain, pendekatan analisa derajat kesehatan mempergunakan pendekatan epidemiologis.

8-35

I .

"I'

(b) Analisa Aspek Kependudukan

An ali sa ini akan menghasilkan ukuran-ukuran demografis dalam wilayah tertentu misalnya kecamatan.

Beberapa ukuran yang penting adalah : jumlah penduduk, penyebarannya berdasarkan kelompok umur dan wilayah serta waktu, pertumbuhan penduduk, kelahiran, kematian, mobilitas penduduk dan lain sebagainya.

Angka-angka ini sangat berguna untuk dipergunakan sebagai "denominator" dari angka derajat kesehatan dan luaran program, sebagai dasar perhitungan target pelayanan serta dasar perhitungan target pelayanan serta dasar perhitungan inten-

. sitas atau jumlah pelayanan yang diperlukan.

(c) Analisa Upaya Pelayanan Kesehatan

Analisa ini akan menghasilkan data atau informasi mengenai masukan, proses, luaran atau kalau mungkin dampak petayanarvupaya kesehatan yang dapat berbentuk upaya pro motif, preventif, kuratif atau rehabilitatif.

Aspek masukan meliputi sarana, tenaga dan dana; aspek proses meliputi mekanisme pelaksanaan upaya kesehatan term as uk koordinasi,supervisi dan lain sebagainya; aspek luaran meliputi hasil upaya kesehatan berupa cakupan dan lain sebagainya.

(d) Analisa Perilaku

Analisa ini memberikan gambaran tentang sikap dan perilaku masyarakat terhadap kesehatan dan upaya kesehatan.

Sebagai contoh analisa ini memberi keterangan tentang sikap masyarakat terhadap Puskesmas, pota masyarakat dalam mencari pengobatan, sikap masyarakat terhadap imunisasi, penggunaan oralit dan juga memberikan keterangan tentang derajat peran serta masyarakat dalam berbagai upaya kesehatan.

(e) Analisa Lingkungan

Analisa lingkungan meliputi lingkungan fisik dan biologis, sosial budaya serta ekonomi.

Lingkungan fisik misalnya sumberlsarana air bersih, peruqiahan, limbah rumah tangga atau industri, saran a komunikasi, transportasidan lain sebagainya. Lingkungan biologis misalnya gambaran vektorpenyakit yang ada di wilayah tersebut. Lingkungan sosial budaya menggambarkan derajat interaksi sosial dalam masyarakat, misalnya pendidikan, sistem sostal yang ada ({jotong-royong) dan lain sebagaiOya.

Lingkungan ekonomi misalnya mata pencaharian, pendapatan, pengangguran dan lain sebagainya.

(4) Perumusan Masalah

Dari data yang sudah ditabulasikan, kemudian diancKisa berdasarkan ke-5 aspek tersebut di atas, sehingga dapat diidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh Puskesmas. Permasalahan tersebut harus dirumuskan d~ngan baik secara epidemiologis, sehingga

. tergambarkan masalahnya, dimana, kapan dan seberapa besar.

D~ngan perkataan lain, besarnya masalah diusahakan dapat tergambar secara kwantitatif.

(5) Penentuan Peringkat Masalah

Dari beberapa masalah yang tefah dirumuskan tersebut, lalu dilakukan penentuan peringkat masalah yang perlu diutamakan penanggulangannya.

Untuk menentukan peringkat masalah, dapat dipergunakan cara Delbecq atau cara Hanlon.

Dengan cara D,lbecq masalah terseout didiskusikan olen anggota kelompok dengan saran dari nara sumber. Cara Hanlon lebih sering digunakan, karen a lebih sederhana dan setiap anggot8 rapat Puskesmas dapat ikut berperan. Semua anggota rapat diminta

8-36

berkela- '

dan 3rget iten-

aran ntuk

sme " lya; la.

eJap

jap terljat

rta

ah

ut. 'a.in

Jt

a

1-

memberikan nilai terhadap masalah tersebut, melalui sistem scoring untuk masingmasing kriterianya.

Kriteria yang dipakai untuk masing-masing masalah adalah (a) Besamya masalah

Penentuan score untuk besarnya masalah dilaksanakan dengan memberi nilai (0- 10) pada faktor-faktomya yaitu:

- persentase penduduk yang terkena

- biaya yang dikeluarkan per orang per bulan karen a masalah tersebut

-kerugian yang dialami penduduk

(b) TIngkat kegawatan masalah

Penentuan score untuk kegawatan masalah dilaksanakan dengan memberi nilai (0 -

10) pada faktor-faktomya yaitu: tingkatkeganasannya

- tingkaturgensinya

- kecenderungannya

(c) Kemudahan penanggulangan masalah

Penentuan kemudahan penanggulangan masslah dilaksanakan dengan memberi nilai (a,S - 1,5)

(d) PEARL factor yaitu untuk menentukan dapat atau tidaknya program tersebut dilaksanakan.

Penentuan scorenya untuk masing-masing faktor dilaksanakan melalui voting (1 = ya, 0= tidak)

P = Appropriatness (tepat guna)

E = Economic Feasibility (seeara ekonomi murah) A = Acceptability (dapat diterima)

R == Resource Availability (tersedianya sumber)

L = Legality (Iegalitas terjamin) -

Hasil voting tersebut untuk masing-masing faktor kemudian dkalikan sehingga didapatkan hasil akhir dari PEARL factor tersebut.

Score untuk masing-masing kriteria, kemudian ditabulasi dan dihitung hasil akhimya denqan memperhitungkan pembobotan (bila dirasakan perlu oleh Puskesmas).

Dari hasil perhitungan maka didapatkan peringkat masalah-masalah tersebut, untuk kemudian disusun secara sistematis.

ccnton. (bentuk tabel scoring).

b) Penyusunanrencana

Setelah Puskesmas menentukan peringkat masalah di wilayah kerjanya, kemudian disusun rencana dengan sistematika (urutan) sebagai berikut:

(1) Perurnusan tujuan dan sasaran

(2) Perumusan kebijaksanaan dan langkah-Iangkah (3) Perumusan kegiatan

(4) Perumusan sumber daya

(1) Perumusan tujuan dan sasaran.

Perurnusan tujuan dan sasarandilakukan setelah peringkat masalah kesehatan di wilayah kerta Puskesmas ditentukan. Perencanaan pada dasarnya merupakan bagian dari proses pemeeahan masalah. Oleh sebab itu perumusan masalah secara tepat merupakan langkah awal yang sangat menentukan, terutama untuk menentukan tujuan dan sasaran. Tujuan pada dasarnya merupakan gambaran suatu keadaan di masa yang akan datang, yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang akan dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan masalah yang dihadapi. Sedangkan sasaran lebih

8-37

menggambarkan keadaan kuantitatifyang akan dieapai di masa datang. Masa yang akan datang tersebut bisa jangka panjang (25 tahunan), jangka menengah (5 tahunan) atau jangka pendek (tahunan). Sehingga dengan demikian, tujuan mempunyai sitat kualitatif dan sasaran mempunyai sifat kuantitatif; keduanya merupakan satu kesatuan.

Tujuan dan sasaran jangka panjang (Goal), merupakan pernyataan yang tertinggi dan akan dicapai dalam kurun waktu jangka panjang. Misalnya: Tereapainya Masyarakat Adil dan Makmur, terwujudnya Norma Keluarga Keeil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS), meningkatnya derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya, dan lain-lain. Di sini sasarannya sulit ditentukan seeara kuantitatif, karena di sini lebih bersifat filosofis. Tujuan dan sasaran jangka menengah, rnenyatakan yang lebih spesifik dari apa yang akan dicapai pada tujuan dan sasaran jangka panjang. Misalnya untuk terwujudnya NKKBS perlu diturunkan kematian bayi dari 100 per 1000 kelahirari hidup menjadi 70 per 1000 kelahiran hidup dalam waktu lima tahun yang akan datang; atau perlu ditingkatkan eakupan imunisasi TT pada ibu hamil di suatu Kecamatan dari 30% tahun 1988 menjadi 80% pada tahun 1993.

Tujuan dan sasaran jangka pendek, merupakan penjabaran dari tujuan dan sasaran jangka menengah. Misalnya untuk meningkatkan cakupan imunisasi IT ibu hamil dari 30% tahun 1988 menjadi 80% pada tahun 1993, maka secara rata-rata setiap tahun harus dicapai kenaikan 10% dari tahun sebelumnya.

Dari gambaran tersebut yang perlu diketahui dan ditentukan mengenai tujuan dan sasaran yang akan dieapai oleh suatu Puskesmas pada suatu wilayah kerja tertentu adalah yang menyangkutjangkah menengah (lima tahun) dan jangka pendek (tahunan).

(2) Perumusan kebijaksanaan dan langkah-Iangkah

Setelah tujuan dan sasaran ditentukan, baik untuk jangka menengah maupun jangka pendek, kemudian ditetapkan kebijaksanaan dan langkah-Iangkah, untuk tercapalnya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Misalnya : dalam mewujudkan tereapainya NKKBS, kebijaksanaan dan langkah-Iangkah yang ditempuh antara lain adalah:

- Peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu.

- Pemanfaatan Puskesmas Keliling seoptimal mungkin.

- Dan lain-lain.

(3) Perumusan kegiatan.

Setelah ditetapkan kebijaksanaan & langkah-Iangkah, kemudian disusun kegiatankegiatannya. Misalnya dalam upaya untuk mewujudksn ~KKBS, menurunkan kematian bayi merupakan salah satu kegiatan pentlnq. Untuk menurunkan kematian bayi diantaranya harus dilakukan kegiatan imunisasi. Jadi di sini imunisasi adalah merupakan kegiatan untuk terwujudnya tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Setiap kegiatan harus ada kuantifikasi angka yang akan dieapai. Imunisasi terhadap bayi yang akan dicapai pada lima tahun mendatang adalah sekitar 6000 orang;' sehingga rata-rata per tahun perlu dicapai sekitar 1.200 orang. Penentuan kuantifikasi tersebut harus didukung dengan dasar-dasar yang kuat. Misalnya target bayi yang akan diimunisasi sebesar 1.200 orang tersebut di atas, diperhitungkan berdasarkan perkiraan jumlah bayi yang ada di wilayah ke~a PuSkesmas dikalikan persentase yang akan dicakup.

(4) Perumusan Sumber daya

Setelah seluruh kegiatan beserta targetnya ditentukan, kemodlan diperkirakan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan. Sumber daya tersebut meneakup tenaga. sarana dan biaya.

Oi sini sejauh mungkin dapat digunakan standar. misalnya untuk mengadakan imunisasi terhadap 100 bay! diperlukan vaksin sekian ampul, alat suntik sekian biji, dan lain sebagainya Oalam menghitung kebutuhan tenaga bisa digunakan standar atau perhitungan-perhitungan dengan menggunakan Indicator Staff Ne9ds (ISN), dan dipertimbangkan ' adanya tenaga di Puskesmas.

Keseluruhan sarana yang dibutuhkan ditambah dengan kebutuhan-kebutuhan yang lain, seperti kebutuhan untuk kunjungan lapangan serta kebutuhan untuk kegiatan operasional

--

gi dan c)
atAdii
XBS).
Ji sini
, yang
Jdnya
'0 per
atkan
mjadi
saran
I dari
larus
dan
:entu
Ian).
Igka
inya
inya
itu. anian 3n.an 'us Jai rlu an ng 3h

er ut

si n In

I,

II

dan pemeliharaan, dituangkan dalamrencana pembiayaan yang dibutuhkan. Pemeliharaan di sini mencakup biaya pemeliharaan untuk bangunan Puskesmas, Puskesmas Pembantu. Puskesmas KeliUng. rumah dokter. rumah para medis dan lain~ain yang diperlukan (antara lain pemeliharaan peralatsn).

Penyusunan Rencana Pelaksanaan (Plan of Action • POA)

Setelah rencana tersusun. kemudian perlu disusun rencana pelaksanaannya atau lebih dikenal dengan Plan of Action (POA).

Dalam menyusun POA yang penting untuk diperhatikan oleh Puskesmas adalah: (1) Penjadwalan

(2) Pengalokasian sumber daya (3) Pelaksanaan kegiatan

(1) Penjadwalan

(a) Penentuan Waktu

Setiap kegiatan yang telah direncanakan baik untuk jangka menengah maupun jangka pendek, digambarkan jadwal waktu pelaksanaannya. Penggambarannya biasanya digunakan grafik balok tidur dalam suatu format tertentu (Gantt Charf}. Pembagian waktu di dalam format. tergantungkebutuhan.

Namun demikian biasanya untuk jangka menengah. pembagian waktunya adalah per tahun, sedangkan untuk jangka pendek blasanya per bulan.

Contoh:

- Jangka menengah :

Judul. : .

Tahun .

KEGIATAN TAHUN
NO
1 2 3 4 5 8-39

- Jangka pendek:

Judul .

Tahun .

BUlAN
NO KEGIATAN
4 5 6 7 8 9 10 11 12 . 1 2 3 Pada GanttCharttersebut, terakhirdapatditambah kolorn dengan nama penanggung jawab kegiatan. Selanjutnya dapat diberi tanda (misalnya..,l) pada masa persiapannya, yangberguna untuk monitor.

(b) Penentuan lokasi dan sasarannya.

Penentuan lokasi dan sasarannya merupakan penjabaran lebih lanjut dari kegiatan yang telah ditentuk~n di atas. Oi sini lebih berorientasi pada keperluan untuk . operasional atau untuk kebutuhan jangka pendek.

Sebagai contoh pada tahun depan imunisasi TT di wilayah kerja Puskesmas A ditargetkan 1.500 ibu hamil yang berada di desa-desa.

Berdasar berbagai pertimbangan seperti jumlah penduduk per desa, keadaan perhubungan ke desa-desa, dan sebagainya; maka Puskesmas merinei lokasi sasaran menurut desa beserta sasarannya. Umpamanya di Kecamatan A tersebut terdapat 10 desa.

- Oesa A.1 akan dieakup 300 ibu hamil

- Oesa A.2 akan dieakup 200 ibu hamil

- Oesa A.3 akan dicakup 1 00 ibu hamil

- Oesa A.4 akan dicakup 75 ibu hamil

- dan seterusnya

- Jumlah 1.500 ibu hamil

(e) Pengorganisasian

Pengorganisasian untuk melaksanakan kegiatan yang telah . direncanakan pada dasarnya meneakup pembagian kerla, serta penanggung jawab pelaksanaan kegiatan di lapangan. Hal ini dapat digunakan cara-cara yang telah diterapkan oleh Puskesmas melalui lokakarya mini.

Pengorganisasian ini pada dasarnya hanya digunakan untuk melaksanakan rencana jangka pendek (tahunan).

Contoh: pada tahun yang akan datang untuk meneakup tujuan yang telah ditetapkan akan dikembangkan lagi 20 buah Posyandu. Tenaga yang ada di Puskesmas, masing-masing diberi tugas untuk menangani sejumlah Posyanou baru yang akan dikembangkan tersebut.

(2) Pengalokasian Sumber daya

(a) Harus ditentukan besarnya dana yang diperlukan, sumbernya dari mana dan bagaimana pemanfaatannya;

(b) Harus diperinci jenis dan jumlah sarana yang diperlukan; (e) Harus diperinci jenis dan jumlah tenaga yang diperlukan.

8-40

(3) Pelaksanaan Kegiatan (a) Persiapan

(b) Penggerakan Pelaksanaan

(c) . Pengawasan Pengendalian dan Penilaian

3) Penulisan Dokumen Perencanaan

Seluruh rangkaian kegiatan perencanaan tersebut di atas beserta semua kelengkapan form-form bantunya harus dikumpulkan dan disusun, sehingga menjadi suatu dokumen resmi.

Dokumen resmi tersebut disusun berdasarkan sistematika sebagai berikut:

Judul:

RENCANA LIMA TAHUN

PUSKESMAS ..

~ung TAHUN: 19 -19 .

pan-

I. PENDAHUlUAN

pada umumnya memuat latar belakang, maksud, penjelasan dan ruang lingkup serta garis besar isi tulisan.

KEADAAN DAN MASALAH TUJUAN DAN SASARAN

POKOK KEGIATAN DAN PENTAHAPAN TAHUNANNYA KEBUTUHAN SUMBER DAYA

PEMANTAUAN DAN PENILAIAN

PENUTUP

Pada umumnya memuat rangkuman penulisan, harapan dan syarat keberhasilan serta keterbatasan rencana yang dibuat.

atan
ntuk .
II.
.s A III.
oer- IV.
Iran V.
tpat
VI.
VII. da an ~h

In

s, n

n

lampiran : - dokumen-dokumen penunjang - tabel-tabel data awal

- hasil analisa atau perhitungan-perhitungan

8-41

1. Penggerakan Pelaksanaan (Lokakarya Mini Puskesmas)

1) Pengertian, Tujuan dan Ruang Lingkup

a) Pengertian:

Oalam kerangka manajemen Puskesmas yang terdiri dari P1 (Perencanaan), P2 (Penggerakan-Pelaksanaan) dan P3 (Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian), Lokakarya Mini Puskesmas merupakan pedoman untuk P2, yang untuk I.ebih jelasnya adalah seperti pada skema di bawah ini:

I -' PenggaJangan R~ kerja oo"";l
POA Puskesmas Stratifikasi
termasuk POA KB-Kes Puskesmas
kerjasama daJam Tim f----- Puskesmas


Penggalangan - Rapat kerja tribulanan
kerjasama lintas sektor lintas sektor b) Tujuan: (1) Umum

Meningkatnya fungsi Puskesmas melalui peningkatan kemampuan tenaga Puskesmas untuk bekeriasama dalam Tim dan membina kerjasama lintas program dan lintas sektoral.

(2) Khusus:

(a) Terlaksananya penggalangan kerjasama Tim (teamwork) lintas program dalam rangka pengembangan manajemen sederhana, terutama dalam pembagian tugas dan pembuatan rencana kerja harian.

(b) Terlaksananya penggalangan kerjasama lintas sektoral dalam rangka pembinaan peran serta masyarakat.

(c) Terlaksananya rapat kerja bulanan Puskesmas sebagai tindak lanjut penggalangan ke~asama Tim Puskesmas.

(d) Terlaksananya rapat kerja tribulanan lintas sektoral sebagai tindak lanjut penggalangan kerjasama lintas sektoral.

c) Ruang Ungkup:

Untuk meningkatkan fungsi Puskesmas, maka petugas Puskesmas perlu bekerja seeara Tim dan masing-masing anggota Tim harus mempunyai rasa kebanggaan, sehingga masingmasing anggota mempunyai semangat untuk membela keberhasilan Tim-nya.

Oalam rangka membina petugas Puskesmas untuk bekeqasama dalam Tim sehingga dapat melaksanakan fungsi Puskesmas dengan baik, telah dikembangkan buku Pedoman Lokakarya Mini Puskesmas. Apa yang tercantum dalarri buku ini hanya merupakan pokokpokok buku tersebut.

2) Lokakarya Mini Puskesmas terdiri dari 4 komponen:

8-42

i

I

~ olNAMIKA V KELOMPOK

ng~ini lda

a) Penggalangan keqasama dalam Tim Puskesmas.

b) Penggalangan kerjasama lintas sektoral.

c) Rapat kerja bulanan Puskesmas.

d) Rapat kerja mouianen lintas sektoral.

a) Penggalangan Kerjasama Tim Puskesmas

(1) Pengertian:

Dalam rangka meningkatkan fung~i Puskesmas yang terdiri dari pengembangan upaya kesehatan, pembinaan peran serta masyarakat dan pelayanan upaya kesehatan pokok, tenaga Puskesmas yang terdiri dari berbagai kategori, diharapkan dapat bekerjasama secara terpadu di bawah satu pimpinan dan satu administrasi.

Untuk meningkatkan keterpaduan kerja antar anggota Puskesmas dan meningkatkan produktivitas keqanya, diperlukan pembinaan ke~asama dalam Tim, sehingga ada keterbukaan dan tanggung jawab bersama, di samping masing-masing mempunyai rasa kebanggaan sebagai anggota Tim.

Diperlukan suatu proses dinamika kelompok dalam suatu pertemuan Penggalangan Ke~asama Tim, yang diikuti dengan analisa beban kerja, yang dikaitkan dengan berbagai kelemahan penampilan kerja Puskesmas menurut hasil Stratifikasi dan menyusun POA untuk memperbaiki penampilan kerja Puskesmas.

(2) Tujuan:

(a) Umum:

Adanya pengembangan sistem manajemen sederhana dengan cara penggalangan kenasama antar stat Puskesmas untuk meningkatkan fungsi Puskesmas.

(b) Khusus:

- Terciptanya semangat kerjasama dalam suatu Tim atas dasar kemauan, kemampuan dan kesempatan yang dimiliki.

- Adanya inventarisasi hasil kegiatan setiap tenaga Puskesmas bulan lalu dan menghitung beban kerianya.

- Adanya pembagian tugas yang baru bagi setiap petugas Puskesmas berdasarkan POA.

- Adanya Tim Pelayanan Terpadu dan menentukan daerah binaan/pelayanan masing-masing tim.

- Tersusunnya rencana kerja harian untuk bulan yang akan datang.

(3) Pentahapan Pelaksanaan :

- Tahapan pelaksanaan penggalangan kerjasama Tim dapat digambarkan sebagai berikut:

INVENTARISASI
KEGIATAN PSM
PEMBAGIAN
I TUGASBARU
INVENTARISASI
KEGIATAN
BULAN LALU
I PEMBAGIAN
ANALI SAIP ENG- TANGGUNG JAWAB
HITUNGAN
BEBAN KERJA MASUKAN

- Konsep KB-Kes

- Prog. KIA

- Prog Gizi

- Prog KB

- Prog Imunisasi

- Prog Diare

-011.

RENCANA KERJA BARU

8-43

Oinamika kelompok

Oilakukan dengan permainan huru1"T' berantakan dan Johary Window, bertujuan untuk menanamkan pentingnya kerjasama secara Tim dan keterbukaan antara anggota Tim dalam memecahkan suatu masalah.

- Masukan tentang konsep Keterpaduan KB - Kesehatan, POA Puskesmas dan POA KB - Kesehatan, bertujuan untuk mengetahui pentingnya Keterpaduan KB - Kesehatan dan perencanaan kegiatan untuk tahun ini serta cakupan pelayanan yang harus dicapai.

Inventarisasi kegiatan peran serta masyarakat termasuk Posyandu, bertujuan agar semua petugas Puskesmas mengetahui : lokasi, kegiatan, petugas yang ditugasi membina, waktu, 1rekwensi dan kadernya.

Inventarisasi kegiatan petugas pada bulan lalu sebagai bahan untuk menghitung beban kena.

- AnalisaJperhitungan beban kerja, bertujuan agar semua petugas dapat menghitung beban kerianya dan mengetahui kekurangan atau kelebihannya. Penyusunan pembagian tugas baru bertujuan agar semua petoqas mengetahui tugas rutin dan tugas pembinaan PSM secara adil dan merata.

Pembentukan Tim pelayanan Posyandu dan pembagian tanggung jawab daerah binaan yang bertujuan agar semua petugas Puskesmas mempunyai tanggung jawab daerah binaan yang dibagi secara adil dan merata berdasarkan pembagian

tugas baru. .

- Penyusunan rencana kerja harian baru yang bertujuan agar semua petugas Puskesmas agar membuat rencana ke~a yang dibuat tiap-tiap bulan, baik untuk tugas rutin maupun untuk pembinaan PSM.

(4) Pelaksanaan:

Pembimbing dan pelatihlpengarah:

= pembimbing: Ka. Kandep/Ka. Oinkes 01. II dan sta1. = pelatihlpengarah: Ka. Puskesmas dan sta1.

Peserta:

Peserta Lokakarya Mini ialah semua petugas ini: dokter gigilperawat gigi, perawatlperawat kesehatan/PK.C, bidan/PK.E, sanitarian/PKAB, petugas gizi, petugas SP2TP dan petugas lain yang dianggap penting.

HARI JAM ACARA PENGARAH/PELATIH
Pertama 10.00 - 10.30 1. Pembukaan Ka. Kandep/Ka. Dinkes
10.30 -11.15 2. Penggalangan Tim Slat Kan.Dep/Dinkes
11.15-13.15 3. Masukan: Konsep KB-Kes, KIA, KB, Gizi Ka.Pusk dan slat
Kedua 10.00 - 12.00 1. Masukan: Imm, Diare, POA Pusk, POA KB-Kes Ka. Pusk dan stat
DII.
12.00 - 12.30 2. Inventarisasi upaya PSM termasuk Posyandu Ka. Pusk dan stat Kan
Dep/Dinkes
12.30 - 13.30 3. Inventarisasi kegiatan bulan lalu Ka. Puskesmas
Ketiga 10.00-11.00 1. Inventarisasi kegiatan bulan lalu Ka. Puskesmas
11.00 - 12.30 2. Analisa beban kerja petugas Ka. Puskesmas
12.30-13.00 3. Pembagian tugas baru petugas Puskesmas Ka Puskesmas
Keempat 10.00 - 11.00 1. Pembagian tugas baru (Ianjutan) K~. Puskesmas
11.00 - 12.30 2. Pembagian tanggung jawab daerah binaan Ka. Puskesmas
dan Tim Pelayanan Terpadu
12.30-13.30 3. Rencana Kerja Baru Ka. Puskesmas
13.30 - 14.00 4. Pendataan rencana kerja dan Penutupan Ka. Kandep/Ka. Dinkes 8-44

-

ertujuan
, antara
ias dan
uan KB
ayanan
rtuiuan
IS yang
Jhitung
meng-
ietahut
Jaerah
ggung b)
)agian
!tugas
untuk gigi, gizi,

an

es

- Waktu:

. - Waktu yang diperlukan selama 14 jam yang dapat dilaksanakan selama dua hari dari jam 10.00 atau empat harl, seperti jadwal di atas ini.

- Tempat:

Tempat Lokakarya Mini sedapat mungkin di Puskesmas atau tempat lain yang berdekatan.

- Persiapan:

= Pertemuan Ka. KandepiKadinkes dan staf dengan Kepala Puskesmas dalam rangka rencana penyelenggaraan Lokakarya Mini Puskesmas.

= Kepala Puskesmas menentukan, menunjuk dan memberitahu calon peserta. = Kepala Puskesmas membentuk panitia keeil (3 orang) untuk mempersiapkan:

Il alat-alat perlengkapan Lokakarya mini. Il tempatlruangan

Il alat-alat permainan huruf "T"

Il kertas lembarbalik dengan materi untuk masukan. Il daftar inventarisasi upaya PSM.

Il rencana kerja bulan lalu.

Penggalangan Kerjasama Lintas Sektoral (1) Pengertian:

Kerjasama lintas sektoral sering sukar diwujudkan, jika tidak dilandasi oleh saling pengertian dan keterbukaan yang mendalam antara komponen yang terlibat, serta tidak ada kejelasan tentang tujuan bersama. .

Untuk menggalang kerjasama lintas sektoral terutama dalam membina peran serta masyarakat di tingkat keeamatan, perlu dirumuskan bersama seeara jelas tentang peran yang harus dilakukan masing-masing sektor dan mekanisme kerjanya.

· Dengan perkembangan kebijaksanaan pembangunan kesehatan selama Pelita V, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup keluarga, sasaran utamanya adalah penurunan angka kematian bayi dan anak balita, angka kematian ibu melahirkan serta angka kelahiran, dengan pendekatan keterpaduan KB - Kesehatan, kerjasama dengan sektor lain, alih teknologi serta alih kelola kepada masyarakat, dengan mengembangkan peran serta masyarakat dalam bentuk

· penyelenggaraan Posyandu. Oleh karena itu, penggalangan kerjasama Jintas sektoral pada saat ini diarahkan untuk merumuskan kerjasama dalam membina upaya peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan.

(2) Tujl,Jan:

- Umum:

T eriallnnya kerjasama llntas sektoral dalam rangka pembinaan peran serta masyarakat secara baik.

- Khusus:

= Adanya saling mengetahui dan saling mengenal program pembinaan peran serta masyarakat masing-masing sektor terkait di tingkat Kecamatan.

= Adanya saling mengetahui peran masing-masing sektor yang saling mendukung, untuk membina peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan.

= Terumuskannya rencana kerja tribulanan masing-masing sektor pembinaan peran serta masyarakat di bidang kesehatan secara terpadu.

(3) Pentahapan Pelaksanaan :

· - Tahapan Pelaksanaan Penggalangan Kerjasama Lintas Sektoral.

8-45

............................................

INVENTARISASI PERAN BANTU LINT AS SEKTORAl

PEMBAGIAN PERANAN MASIN(3.

MASING SEKTOR

- Program2 Kntas sektoraI tingleat kecamatan.

- Prog. KB-Kea.

- Kebijakaanaan pe-

ngembangan.

- Peran eeklor daJam 'I(ee.

~ DlNAMIKA

~ KElOMPOK

RENCANA KERJA ~--.I BARU PEMBINAAN PSM, KB-Kes

ANALISA MASALAH PERAN SEKTORAl

-. .. ;., ,

Pe~~ ~m rangka penggalangan kerjasama lintas seldoral diselenggara. kSn oI&h 'Camat bekerjasama dengan 11m Pembina PKK kecamatan dan dibantu sepenuhnya oJeh Puskesmas.

Secara garis besar, acara penggalangan ke~asama lintas seldoral adalah sebagai beriIwt: .

(a) DiM,mika kelompok

ifJ~: ;"'''ii;.~~ka,n motivasike~asama dalamTim dilakukan proses dina,;',! !",( "HI1}icll;kelompolc!dengan mepggunakan permaInan Br9ken '7' (huruf T beran,takaQ), y~ln'H~apatmengUllgkapkan pada perserta .tentang pentingnya , , ,;.;, kerjasamasecara.11m dalam melaksanakaQ $Uatu program.

,:.~, ;,~~.j~ fl(b~~l»~l1i~~ l?8ktor-sektor . , .' .

. " ." ~~~~~, seldor menjeJaskan kegiatannya dalam rangka pembinaan peran'serta masyarakat.

~:',' ee) e$9J,,~~g'Keterpad~an KB-Kesehatanda1amrangka meningkatkan .. lIl~i ~~Q'M~JI1,: ke.~ejahteraan keluarga dengan upaya penurunan angka :·,~~~~yt,ianak baJita, dan angka kematian'ibu bersalin serta angka : 61,. , ...•. ;' ~~,~8(\ aiih !eknplogi. dan alihkelola melalui pengembangan dan i'i/'~' '. ·:PM;I~~osyandu~ (Topik pembahasantidakselalu KB-Kes tapi dise'.,:1 f, i~'iO)ill'PY~~kebutuhan) ". ,

(d). P~jeJ~P9A KB-Kesehatan,agar sektor yang bersangkutan mengetahui r~ ~ yang akan dilaksanakan dan ~!Jp'~ lima program serta

pangembanpan dan pembinaan PQsyandu. .;,', ' .

. ;'-fe)~,p8nyajJjl1l1asRa$iJ kesepa~tankerjasamalintas seldaral dalam membina Keterpaduan KB-Kesehatan .. baik dl tingkat' PUSat/Propinsi dan Kabupatenl, . K~a.~,,,.· p8serta mengetahui peranan ~si,ns-masing seldor

r~ka ~a Bntas sektoral. ,; ,.,

"':':';':I'~,j9;'; :,,;;(fk!afW~ ~aJmg'mendlJkUng d8Q ~,sing-ma~ing sektor dalam. ~orbt ;~~"~tcm.Juj~.8Il;·Mri acara Inj adalah

< ;) f:'.·h~J4uh.mas¥lg.;ffi~~'$ektor~perperan dalam , - ..

":;O;>i!i~ ~,;;,-",,~~~,~~ JfI*,ah y~ ~ctapi dalam k~asama. . ,r!:£)t~l!Ai18usi'~masing-inasirig'-sektor~'diJakukan, dengan cara mAlnnAft... dfn9kan 'antata peranan ,masioginu~sing. sektOf!.y~ng sudah dilalksar

I , ·,~.M"H~~pakatarl· (b~r t;)dan meng$lQ~pokkan masalah

hambatan yang dihadapl untuk dipecahkan bersama.

(h)' Merumuskan maslng-maslng seldor daJam pemblnaan peran serta katdi bidang KB-kesehatan secara musyawarah untuk.mufakat.

8-48

(i) Membuat rencana ke~a tribulanan masing4nasing sektor dalam membina peran serta masyarakat eli bidangKeterpadUan KB-Kesehatan.

Pelaksanaan:· " "

(a) Penyelenggaraan pertemuan dengan susunan:

- Ketua penyelenggara : Kewa Tim Penggerak PKK Kecamatan.

- Pimpinan Perter~1Uan . : 9amat , , \

- Pengarahlpelatih : Kepala Puskesmas

- Pembimbing : TimPeri1bina KB-Kes Dati II

!-\,,~,.~t1.

(b) Peserta:

- Tim Pembina KB-Kes ,Dati II

- PKK Kecamatan

- Puskesmas

- Bangdes Kecamatan

- BKKBN Kecamatan

Seldor lain yang terkait.

Jumlah peserta 10 - 15 orang. (c) Waktu:

Pertemuan diadakan dalam waktu satu hari,antarajam 09.00'-15.00 dengan jadwal acara sebagai berikut : ,

12.00 -12.30

NAKERJA :MBINAAN KB-Kes

!nggaradibantu

h seba-

-s dinaberaningnya

JAM

14.40-15.00 11. Kesepakatandanpen~ah

Catatan: Topik yang dbahas tidak harus KB-Kee, tap! dseeuaikan dengan kebutuhan Puske8- , maafeektor yang bersangkulan. ,

(d) Tempat

Kecamatan atau tempat lain yang dianggap lebih baik.

ra-

14.10-14.40

)inaan

09.00 - 09.15 09.15-10.00 10.00 -10.15 10.15 -10.45

<atkan angka 3ngka n dan dise-

10.45-11.15 '11.15-11.45 11.45 -12.00

!tahui serta

Ibina Iten/ slam

12.30 -13.00

dam 1geuna

13.00 -13.40 13.40 - 14.10

ACARA

1. Pembukaan

2. Dinamika kelampok Istirahat i'

I· "

3. Kegiatan masirig-masing,,, "',

seldar delam pembinaan PSM.

4. KonsepKete,rpaduanKB-Kes

5. POAKB-KeS':" "

6. Hasil-h~~nkes8pakatai1 ; KB-Kes

7. Inventarisasi paranan seldor-seldor

8. Analisa·hambata",dan masalah paranan masing-masing seldor

Istirahat

9. Pembagian peranan masingmasingseldar

10. Menyusun ke~a tribulanan

~7

PENGARAH

Camat Tim Dati "

Ka. Puskesmas

Ka. Puskesmas Ka, Puskesmas Tim Dati II

Ka. Puskesmas

Ka. Puskesmas

Ka. Puskesmas

PKKdan Puskesrnas

Camat

(e) Persiapan:

. Pertemuan Tim Pembina KB-Kes Dati II dengan acara:

... penjelasan tujuan penggalangan keriasame lintas sektoral = penyusunan jadwal pelaksanaan di seluruh Kecamatan.

- pembagian anggota Tim yang akan mendatangi Kecamatan.

- Pertemuanlpendekatan KepaJa Puskesmas dengan Camat dan Ketua

Tim Penggerak PKK Kecamatan untuk menyelenggarakan perte

penggalangan kerjasama lintas sektoral. '

- Mem'bentuk panitia kecil yang bertugas:

- membuat undangan

,. memperslapkan alat-alat yang diperlukan - menyusun bersama POA KB-Kes, berdasar hasil-hasil 1\,=,~j,=,pi:ll\cmllill1"

Keterpaduan KB-Kes, dari tingkat Nasional, Propinsi dan '''''',",U,",.gl'''''. Kodya. =menyediakan sekedar makanan dan mlnurnan untuk pertem penggafangan tersebut. = mengusahakan tambahan biaya daribiaya raker KB/BKKBN.

c) Rapat.Kerja ~ulanan Puskesmas

, "(1 )'iP~nQei1iaii: "''''. .' , SeteJah Puskesmas selesai melaksanakan Lokakarya Penggalangan maka ,segalakeputusan yang telah diambil secara bersama harus dilaksan sebaik-baiknya. W&laupun Lokakarya sudahdiselenggarakan dan segala ">4'<1""11" sudahdiJaksanakan sebaik-baiknya, masih perlu adanya tindak lanjut yang

" untuk menilai pencapaian dan hambatan-hambatan yang dijumpai oleh para pel sananya, sehingga dapat dibuat perencanaan ulang yanglebih baik. Salah satu usaha untuk melaksanakan tindak lanjut dari Lokakarya n"'r~nt'1'~I~,nn'~n Tim adatah mengadakan Rapat Kerja Rutin setiap bulan, yang n."rlVAIIAn"n serta materinya'diuraiJ<anberikut ini.

(2) Tujuan: ' .:

(a) 'Timbulnya kebiasaan pada seluruh petugas Puskesmas, untuk selalu dakan tindak lanjutdari setiap kegiatan dalam melaksanakan program "''''''''''''"'',.'''

(b) Adal)~a is.~~ sist~m manajemen sederhana dan terselenggarakanrya

, ke~a rutin bulanan Puskesmas, untuk melakukan penilaian program yang berjalan' secara ,teratur, dan namoatan-hambatan yang dijumpai selama bulan Yang'aJu dapat'dipecahkan bersama.

(3) Pentahapan.Pe~anaan

, ..... r ',. , __ , ,.'

(a) Tal1apanpelaksanaan rapat kerja bulanan Puskesmas

, :'

ANAUSAHAM-
BATAN KEGIATAN -
'j3ULAN LALU

I - RENCANA KERJA BARU


PEMECAHAN r-
MASALAH .. i ,.

UASUKAN:

- 'laporan hasil kegiatan bulan laIu

- HUiI rspat PKK K~~

- Tambahan pengetahuan

8-48

-

Materiyang akan dibaha!f dalsm RapatfKerja 13ulanan Pyskesmas adalah

sebagai berikut: . /~~l,P"jI,:: .~,:;'.;;.:-;., - -

- Laporan pelaksanaan RenCans'f<EtrjscHa!'fari dSri1tiap petugas dan hasil cakupan pelayanan Posyandu tiap desa pada bulan laludari Tim Pembina dari daerah blnaan posyandu."- ,\1;;1.:,- "':-·'-'.t'i,;-,;: I - "

- Kebijaksanaan dar! atasan' langsung 'yli!lg-:d1dapat dari hasil Rapat Dinas Kesehatahdan kebijaks8naan:PertfatitlUllttl>serah:yal'1g didapat dari rapat

Kecamatan- '" ._<;;~.; \"li;i;3~~:i~ l i:,",i [,J"

Tambahali per:agetahulln ~8h·kettarnp_kepadlf·p&tugas Puskesmas dalam rangka peningkatan pelayanan ~~ n141tarakaf"atatJdalam rangka men-

. gata?i keja~ian luar biasa.. • :< ; -_ I

- Anallsa dan masalahlhambatan yang ter)adl dan pemecahan masalah.

- Rapat Kerja,.ditutupdengan"acara~~mbuatan r8ncana kerja harlan, dari

,', - . ~ '1 ,.~ .•. -'_'" '. ",_; ',.,., ".'; ., .

semua petugas Puskesmas utrtuk bulan depan.. .

. (b) Pelaksanaan ':.; ',,-

Rap~t Kerja Bulanan Puskesmas penyelenggaraannya diadakan oleh Kepala

Puskesmas dibantu oleh staf. I'.,

. _

. • _. t,',

- Pengarah: Kepala Puskesl'Tl.~s'_"'i~i';il;r"_'i'

Peserta : _ [)okter gigVpe,raWat" 9ig~~ ;pera~~p~rawat kesehatanlPK.C,

bidanlPK.E, - sanita~ianlPK.AB.,-,J~~'~~~;f]~~~~n, petugas P3M, petugas SP2TP, petugas glzi dan petugas:(81n, termasuk yang ada di Puskesmas

Pembantu. ""~"',)s';.'." 1 '. ,-

- Waktu: Blasanya Rapat K~rj~ldfaddRtin'PdcJrhlit1;S8btu'atau-Minggu pertama tiap-tiap bulan atau hari lain yang d1anggap tepat, antara jam 09.00 - 14.00 dengan acara sebagai berikut : l

JAM

, ., -~ )-.:.--,1,'.,; "

1. Pembukaan, _.'. "

- '/ . \

2. Laporan.~a~lIk~~!f~uran'al0 dari masingmasing ~s~itcanrrencana- kerjanya

3. Laporan cakupal"(~osYar'ldu per desa dari

masing-maslng.nm' ,'J, ;;. .~

4. Laporan hasll rapafOinasKesehatan

5. taporan hastl rapat Kecamatan

6. Analisa masalah h8mbataN"; 1

,

7. Pemecahan masalah

8. Pembuatan reneena ~erja

9. Tambahail pe,ngetat,l~.anjsesuai kebutuhan)

" .

- Tempat: Puskesmas

Persiapan: ...., .

= pemberitahuan hari, t8f'lQgald~njam.,,·,:, ..

.. pengaturan tempat, sebalknyasusurian.temPat duduk sepertl hUruf "U".

~' . .. '., . ~ .'. • '" " .. '" .1 c_' ~.:.' ..... , ~ ••

= papan tulls, kapurtulis (atauwhltebOard dengan spidolnya, atau flip chart)

dan kertas buram. .... ". .. .' ':',".' .;. . .

= rencana ke~a bulan lalu.' ",.' \

... target bulanap dan rekapitulasl.cakupan 'j>elayanan Posyandu per desa. = catatan/buku notuler'l rapat Dines Kes8hatan dan Kecamatan.

8-49

09.00 - 09.05 09.05 - 10.05

10.05 - 10.45

10.45 - 10.55 10.55 -11.05 11.05 - 11.50 11.50 -12.35 12.35 -13.20 ·13.20 -14.90

.;. l materipeJajaran dan alat peraga yang digunakan • formuRr rencana ke~a.

d) Bapat K~rja Tribulanan Untas Sektoral

(1) Pengertian: " , ,

Semangat kerjasama dalam Tim yang telah ditimbulkan dalam lingkungan sektor-sektor, ~rludi~lh,ra dengan baik agar kerjasama lintas sektoral yang telah dibina bisa berjaJa'N.l'Iantapidanberkesinambungan. Salah satu cara untuk memelihara kerjasama ialahdengan mengadakan pertemuan berkala dan membahas pelaksanaan kerjasamamaupun masalah yang dihadapi dan sekaligus' mencari pemeeahannya bersama-sama.

(2) Tujuan: '(a)Umurri: ",

c'Menlngkatnya dan terpeliharanya hUbungan kerjasama lintas sektoraJ.

(b) KtiusUS:'A' ',"

- " Terlaks$}any~, pertemuan lintas _s_ektoral berkala untuk mengkaji kegiatan k~rjasarnaselama 3 bulan yang lalu dalam pembinaan PSM di

k~ehatan. . ' .

- Te~kannya masalah dan hambatan yang dihadapi dalam rangka ker-

jasam~ Ii~ $ektoral.· ,

., ::;;:'TeriJmilskannya mekanisme dan rencana keriasama lintas sektoral untuk

, '\'tribUisn;t~' ,

, ' "~ ''''~'l'' !'" ,ya .

.. '." _' " ~:I..·';l~~"~ .. d, I -t.~·:,!-"·,,,Y-·· ,,1".,:,

(3) PeOtahap8ll:Pelaksanaan:

. (a) Tahapanpeial.<.sanaan Rapat Ke~a tribulanan ·lintas sektoral.

- LAPORAN KEGIATAN POSYANDU OLEHPKK

~. MASALAH: .' ;.

HAMSATAN OALAM

, PeMBINAAN POSY4r.JnlJ

I ~,,,:~-

ANAUSA MASALAH
MASING-MASING -
SEKTOR

I RENCANA PEMBINAAN
f----<o PSMJKB.KES DARI
MASING-MASING SEKTOR

PEMECAHAN r--
MASAlAH Matariyang ·akan dibahas dalam rapat kerja tribulanan ,lintas sektoral adalah

, Aha" .. I~"'" '

·"s~;~~.:; .... ' .. "

- Lapoiarl keg;atan 'penyelenggaraan Posyandu oleh Ketua Tim Penggerak PKK KeCamStarl,dan hambatanlmasalah yang,dijumpai serta usaha yang· telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

- lapor~ ,sektor-sektor dalam pembinaan PSM di :bidang kesehatan. dan hamllatanl'masalah yang dijumpai serta usaha yang telah dilakukan untuk mengatas; masalah tersebut. Laparan dari Puskesmas disertai dengan gambaran cakupan pelayanan Posyandu seeara kumulatif. agar desa-desa yang cakupannya rendah diketahui sektor lain.

- Sambutan dart Tim Pembina Posyandu Dati II tentang usaha untuk mengatasi hambatanlmasalah dan menyampaikan kebijaksanaan Pemda maupun Tim Pembina'Posyandu Dati II. _ Susunan prioritas pembinaan ke desa-desa berdasarkan cakupan yang paling

reooah. .

_' . Analisa dan pemeeahan masaiah yang diJakukan bersama.

8-50

~~-:.:"~:.= .. =.,..~ ... ~ .. =.~=~=-~:...,:""':' = .. =.-=- .. ::::~,:.~~-::::-~=-===~::__,:,-=:,,-==----------------------- - -

al.

-, Menyusun rencana pemblnaan ,w:rtuk ~bulan yang ~kan datang, dan sebagai penutup rencana kerja dari semua $8ktor diserahkan oleh Camat kepada Ketua TIm Penggerak PKK Kecamatan;

(b) Pelaksanaan:

Pengarah : Camat

- Peserta: Undangan rapat ditanda tangsni" oleh Camat dan disampaikan

kepada:

- Tim Pembina PosyanduIKB-Kes.Dati.H ;

- Tim Penggerak PKK.Kecamatan';l)

- Puskesmas di wilayah Kecamatanf'

.,. BKKBN Kecamatan - Bangctes kecamatan

- sektor,laln yang dianggap perlu,,' ., I

- 'Waktu: Pertemuan sebaiknya diadakan pada hari Sabtu akhir tribulan antara

jam 09.00 -12.30 dengan acara sebagal berikut:'

JAM ACARA '.j'. .- PENGARAH
09.00-09.15 1. Pembukaan , , .. Camat
09.15 - 09.35 2. taporan keglatan POsYa'ndu KetuaPKK
09.35 - 10.35 3. Laporan dan hambatandari Ka. Puskesmas
sektor-sektor
10.35 -10.45 4. Tanggapan dan kebijaksanaan Tim Dati II
. "_ . '.' .. ""
dari Tim Dati II
10.45 -11.05 5. Analisa'masalah Ka. Puskesmas
11.05 - 11.45 6. Pemecahan masalah Ka. Puskesmas
, dan Tim Dati II
g 11.45 - 12.35 7. Rencana ke~a dari sektor-sektor . Ketua PKK
~I 8. Kesepakatan ~mbln8an
<TOR 12.35 -13.30 Ketua PKK dan
..• _~:r:4.·:-:·.,:' ": , Camat
" angpaling

Tempat: Kecamatan atautempSt fain yMb dta~8IrseSuai.

. . '.... .' . .t- ",:' ( "_'::._ ,c', ."., ':', ,~),

- , Persiapan: .

.. Pendekatan kepada Tim Pembina DatiH~ambil memberikan undangan. = Pendekatan kepada sektor lain agar menyajikan laperan pembinaan, terutama kepada Ketua;nm~enggerak,fKK,Kecamatan •

.,. Persiapan tempat, alat tulls, me~lisd.ari'formul~r rencana ke~a.

= Pendekatan kepada,BKKSN untul_( meinperoJeh dana Rakor KB sOOagai

bantuan pembiayaan. ,; '. ,...'

= Puskesmas membuatlmenghitung cakupan pelayanan Posyandu secara kumulatif dari desa-desa.

= Oatatan-catatan hasll ke~pakatan. yan$J lalu, arsip surat-surat instruksi yang berkaitan denganperan·serta.'masyarakat, Posyandu, dan lintas

sektoral. ' ;

= Pendekatan kepada Camat agarmau memimpin rapatlpertemuan dengan menyerahkan bahan-bahannya.

= Menunjuk salah satu staf Puskesmas untuk membuat notulen rapat.

·-t·

8-51

g. Pemantauan Pelaksanaan '(SiStem Peneatatan Dan Pelaporan Terpadu Puskesmas SP2TP)

1) Pengertian, Tujuan dan Ruang Ungkup

a) Pengertian: /'

Dalam manajemen diperJukan adanya data yang akurat, tepat waktu dan kontinu serta mutakhir secara periodik., Berdasar S.K. Menteri,Kesehatan nomor 63/MenkeslIl/1981, berlaku sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP). '

SP2TP adalah tata cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk pengelolaan Puskesmas, meliputi k~daan fisik, tenaga, sarana dan kegiatan pokok yang dilakukan serta hasil yang dicapai oleh Puskesmas.

Dengan melaklJkan SP2TP sebaik-baiknya, akan didapat data dan hiformasi yang diperlukan untuk perencanaan. penggerakan pelaksanaan. pemantauan, pengawasan, pengendalian dan panilaian penampilan Puskesmas serta situasi kesehatan masyarakat umumnya.

. . ' .... ~ _:- : "" ,,' -; ~ '. "'; ;'" .. '"

b) Tujuan:

(1) Umum:

Tersedianya data dan informasi yang akurat, tepat waktu dan mutakhir secara periodikl teratur untuk pengelolaan program kesehatan masyarakat melalui Puskesmas di berbagai tingkat adl11lnistrasi. '

(2) Khusus:

(a) Tersedianya data yang meliputi keadaan fisik, tenaga, sarana dan kegiatan pokok Puskesmasyang akurat, tepat waktu dan mutakhir secara teratur.

(b)' Terlaksananya pelaporan' data' tersebut secara teraturdi berbagai jenjang administrasi. sesuai dengan peraturan yang berlaku.

(c) Termanfaatkannya data tersebut untuk pengambilan keputusan dalam rangka pengelolaan program kesehaUln masyarakat melalui Puskesmas di berbagai tingkat

administrasi. ' ',,, ., '

i _:',',.,

c) Ruang U,ngkup: (1) SP2TP dUakukan oIe~ sem~,euskesmas (termasuk Puskesmas dengan Perawatan, Pl1~~esmas Pembantu dan Puskesmas Keliling).

(2) Pencatatan dan Pe.~ran .mencakup: (a),(j~~)Jffl_Ymr~ e.em~~fi,wjlayah kerja Puskesmas (b) . c:JataketenagQl1' di Puskesmas

(c,)" d~~ sar~a y~g dimiUki Puskesmas. , "

(c:J)Il:J~~kOk·PUSk8smas yang dilakukan baik di dalam maupun di luar gedung

'·"puskesmas/'·:': .";" ' ,

(3) Pela;:)o(an dilakuk8ns8car8::periodlk (bulanan, tribulanan, semester dan tahunan), de'ngan' mengguri~8n fOrmuliryang baku. Seyogyanya berjenjang dari Puskesmas ke Dati ' lI;dari'Dati II ke< Datil,. dan',Dati'l ke Pusat. Namun sementara ini dapat dilakukan dari Dati II langsung ke pusat, dengan tindasan ke Propinsi.

2) Beberapa Batasan

,_ _ ' _: ~' J;;' ,,_ '.

Dalam pelaksanaan SP2TP.ada.be~rapa batasan tentang istilah yang digunakan untuk men-

dapatkan kesamaan perigertian; 'sehingga pencatatan dil~ukan dengan benar dan sarna di

seluruh Puskesmas. :' .

~.r. '..

a) Kunjungan: " .

Ada 2 (dua) macam'k~~jungan: .

(1) Kunjungan seseotang kePuskesmas, Puskesmas Pembantu. baik untuk mendapat RSlayanan kesehatan maupun sekedar mendapat keterangan sehat-sakit.

--_._ .....

:J)

nu serta }81, ber-

Puskesrta hasil .

oerluken sndalian a.

Jeriodik/ ; di ber-

n pokok

mg ad-

. ka pentingkat

awatan,

gedung

m), dekeDati :an dari

k menama di

ndapat

Un1L!k Inl dibedakan 2 (dua) kategorl:

~ ~ ii'

'(a) ~ungan baru, Ialah seseorang yang pertan1a1<a11 datang· ke PuskesmaslPuskesmas Pernbantu, sehlngga seumur hldupnya hanya dlcatat- sebagai satu kunjungan baru

(b) Kunjungan lama, lalah seseorang yang datang PuskesmaslPuskesmas Pembantu yang kedua k~idan seterusnya untuk mendapat pelayanan kesehatan,

PerkecUalian kedua kategorl tersOOut pada 100. Hamil, Ibu MenyOs!Ji dan Balita:

(a) Kunjungan Ibu Hamil pada setiap kehamllan dianggap sebagai kunjungan baru, sedangkan kunjungan kedua kali dan seterusnya untuk memeriksakan kehamilan,

dianggap sebagal kunjungan lama. ','. '

Oengan demikian penetapan kunjungan Ibu Hamil tldak,dite(rtukan dengan

tahunlperlode, tetapl diberlakukan sebagal"episOde of illness". .

(b) Kunjungan Ibu Menyusul, termasuklbu ya*",'menyelesaikan:k~hamilannya karena abortus. selamaperlode menyusui yang 2 taOOn, dihitung 'se~gai'2 koojungan baru. Oengan kata lain setlap Ibu Menyusulselelah .• sarrt melahlrkalltabortus dihitung kembali sebagal kunjungan baru. Sedangfaltt1cOhfUtigansel8nlUtliyadihitung sebagai kunjungan lama.

(c) Kunjungan Balita setiap tahun (seteleh harl ulang tahun) dianggap sebagal kunjungan baru. Jadi setiap Balita mempunyal4 x kunjuQQ8~ baru. Sedal1Qkan kunjungan kedua . dan seterusnya darl tahun yang bersangkUt8n, dIcatat sebagal kunjungan lama~

(2) Kunjungan SOOagai Kasus , "

Kunjungan kasus adalah kasus baru + kasus lama + kunjungan baru + kunjungan lama suatu penyaklt .

b) Kasus

Ada 2 macam kasus:

(1) kasus baru, adalah "new episode of illness~ yaltupemyataan pertama kali seseorang menderita penyakit tertentu sebagai hasil diagnosadokter atau teriaga paramedis.

(2) Kasus lama adalah kunjungan Kedua danseterusnya,darl kasus baru yang belum dinyatakan sembuh atau kunjungan kasus lamadalam;tahun/Perlode yang sarna. Untuk tahun berikutnya, kasus ini diperhltungkan seb8gai kasus baru.

Khusus pada penderita kusta hanya dikenal kasus baru, yaitu saat pertama kali

penemuannya. " '"

Pada kunjungan kedua dan seterusnyahanya dlhltung sebagai kunjungan kasus, bukan sag'sl kasus lama.

c) Keluarga '

Keluarga dalam catatan SP2TP adalah satu kepala kelu~a beserta anggotanya yang terdirl .dart isteri, anak-anak (kandung, tiri dan angkat), dan orang lali'l yang tlnggal dalam satu atap/rumah.

d) Nomo( Kode Puskesmas '

Pemberlan nomor kode . Puskesmas/puskesmas ~errib8ntu ~asar pada letak geografis dan jenjang administrasl serta peresmian per S.K. Bupati at8s exlStensinya setelah dibangun.

, ' .

3) Pelaksanaan SP2TP

Pelaksanaan SP2TP terdiri dari 3 kegiatan, ialah: a) Pencatatan dengan menggunakan format.

8-53

------------ ----------

b) Pengiriman laporan dengan menggunakan format seesra per,odik.

c) Pengolahan analisis dan pemanfaatan datalinformasi.

'Ii.

r

II

a} Pencatatan:

Pencatatan dUakukan dalam gedung PuskesmasiPuskesmas Pembantu, yaitu mengisi: (1) FamijF~(Kartu Individu dan Kartu Tands Pengerial Keluarga).

(2) a .. a;.. D ." •

, ~!')H,.:,~I$ter~.

(a)'Rawst jalaJlIrawat nginap

~) ,PenJnlbangan. (e)'· Kohortlbli' '(d) KohortAnak (e) PersaJinan' (1)' laboi'atorium

{g) Penga.matan 'penyakit menular (h) Imunisasi

0) P.KM.

3},'~ln~ Penyakit(Kelompok Penyakit} yang disertai distribusi jenis kelamin, go-

longan, umur dan desa. 4}, Kartu PeruSahaan

5t', Km:tu Mllrid' ,

6)' Sensus ~arian ,(Penyakit dan Kegiatan Puskssmas) untuk mempermudah pembuatan

, ' laporan. ,

Petunjuk pengisi~,nya ada dalam Buku Pedoman SP2TP.

b) Pelaporan:

Jenis dan periode laporan sebagai berikut : (1) Bulanan

(a), Oata.Kesakitan (Format LB.1) (b) Data Kematian (Format LB.2) '(e) Oata Operasional (Format LB.3)

, l' (Gizf~!lm~ dan KIA).

Cd) Oata~emen Obat (Format LB.4)

(2) TriWulan,: ' " , , "

.. , (a) , Data keglatan Puskesmas (Format LT.) (3};Tahunan,

(a) Umum, Fasilitas (Format LSD.1) '(b) Sarana (Format LSD.2)

(e) Tenaga (Format LSO.3)

Alur pengirim~; I~ran ~d~ah sebagai berikut :

(1) '-Alur pengiriman Iaporan sampai saat akhir Pelita V adalah:

, (a) Laporan dar! Puskesmas dikirim ke Dinas Kesehatan Tk. II untuk diolah dengan petunjuk, dan Selanjutnya direkapitulasi, laporancjikirim ke Dinkes Tk. I D~~mfm, t<ese~~n c.q. Bagian Informasi Ditjen ~QfIl~i.naan Kesehatan Ma:salalh., (b) Uml?8.n);~a~iI( dari Oepartemen Kesehatan dikirl,n ke Ka. K,anwil ' Keseh8tan Propinsi.

(2) Alur pengiriman laporan jangka panjang (mulai Pelita VI) adelah mengikuti jalur administratif or~i. Oepartemen Kesehatan menerima laporan dari Kantor vvmlv~n

Oepartemen Kesehatan R.I. '

Bagan ~ur pelaporan terlihat pada gambar 8-1.

1

8-54

i ,I

I

" ! ,j

ngisi:

sesuai .. 1 dan Isaiah. temen

mjang ilayah

Pa'lDOIlah~lO Analisa dan Pemanfaatan

P81ngOlah~lO analisa dan pemanfaatan data SP2TP dRaksanakan ditiap jenjang administrasi pemanfaatannya disesuaikan dengan tugas dan fungsinya dalam mengambil Di tingkat Puskesmas, untuk tindakan segera sena untuk pemantauan pelak. ,sanaan program (operative) sebagai early waming system. Pada tingkat Dati II dapat digunakan untuk pemantauan, pengendalian dan pengambilan tindakan koreksi yang diper- 1uk8n. Pada tingkat I dapat digunakan juga untuk. perercanaan program dan pemberian bantuan yang diperlukan. Pada tingkat Pusat digunakan'dalam pengambilan kebijaksanaan

yang diperlukan. .

(1) Ruang lingkup kegiatan pengolahan dan analisa meliputi:

(a) menqkompnast data dari Puskesmas Pembantu, kegiatan lapangan termasuk Posyandu dan kegiatan dalam gedung Puskesmas.

(b) mentabulasi data upaya kesehatan.yang· diberlkan kepada masyarakat, yang

dibedakan atas masyarakat dalam wilayah dan luar wilayah' Puskesmas.

(c) menyusun Kartu Index Penyakit. "

(d) menyusun Sensus Harian untuk mengolah datak~akitan.·

(e)' melakukan berbagai perhitungan-perhitungan dengan menggunakan data denomi-

nator. ,

(f) membuat penyajian dalam bentuk narasi, tabel dan grafik sesuai kebutuhan menurut , waktu dan lokasi. Sebagai pembanding dapat dipergunakan data tahun-tahun sebelumnya.

(g) melakukan beberapaanalisa untuk kebutuhan pemantauan, intervensi serta perencanaan di masa mendatang.

(h) membuat peta wilayah Puskesmas termasuk sarana keseliatan.

(2) Pemanfaatan data SP2TP

Pada hakekatnya data dari SP2TP mempunyai peran ganda, karena :

(a) Data tersebut dilaporkan dari Puskesmas untuk kebutuhanadministrasi di atasnya, dalam rangka pembinaan, perencanaan serta penetapan kebijaksanaan.

(b) Data tersebut dapat dimanfaatkan oleh Puskesmas sendi'ridalam rangka peningkatan upaya kesehatan Puskesmas, melalui perencanaan (rriicro'ptanning), penggerakan, petaksanaen (mini lokakarya) dan pengawasan, pengendalian, serta penilaian (stratifikasi) .

Salah satu komponen dari penqawasan adalah pemantauan yang merupakan tindak lanjut secara kontinu dari kegiatan program yang dikaitkan dengan proses pengam-

bilan keputusan serta tindakan (action). .

Contoh:

Data dari hasil SP2TP dapat dimanfaatkan untuk : .

,- penyusunan profil Puskesmas, dengan menggunakan data dasar.

- penggambaran peran serta masyarakat;dengan menggunakan data jumlah kader (aktifltidak aktif), pelaksanaanKB - Kes Terpadu metalui Posyandu.

- penggambaran tingkat pemanfaatan Puskesmas~ dengan menggunakan data

kunjungan. . .

- penggambaran tingJ<at cakupan sasaran pelayanan kesehatan dari berbagai program yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pokok Puskesmas.

- dan sebagainya. ' ,

8-55

h. PembimbinganlSupervisi

1) Pengertian

Secara umum pembimbingan adalah suatu upaya pengarahan antara lain dengan mendengarkan alasan dan keluhan tentang masalah pelaksanaan dan pemberian petunjuk serta saran dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi pelaksana.

Pembimbingan merupakan upaya meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kemantapan pelaksanaan upaya kesehatan Puskesmas dan masyarakat.

2) Tujuan Pembimbingan

a) Tujuan Umum

Terselenggaranya upaya kesehatan Puskesmas yang berdaya guna dan berhasil guna.

b) Tujuan Khusus

(1) Terselenggaranya program upaya kesehatan sesuai dengan pedoman pelaksanaan. (2) Kekeliruan dan penyimpangan dalam pelaksanaan dapat diluruskan kembali.

(3) Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan.

(4) Meningkatnya hasil pencapaian pelayanan kesehatan.

3) Ruang Lingkup

Ruang lingkup pembimbingan Puskesmas :

a) Mencakup supervisilpembimbingan di tingkat Puskesmas oleh Kepala Puskesmas kepada para pelaksanaan kegiatan di wilayah kerianya.

b) Mencakup pembimbingan dalam bidang:

(1) Masukan:

(a) Persediaan Obat (b) Peralatan

(c) Perlengkapan administrasi (d) Ketenagaan

(e) Anggaran

(2) Proses:

Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan pedoman kerja. (3) Luaran:

Hasil kegiatan berupa cakupan.

4) Pembimbingan Puskesmas dilaksanakan terhadap tenaga teknis maupuntenaga masyarakat dalam bentuk :

a) Pertemuan di dalam Puskesmas.

Pembimbingan yang dilakukan menyangkut kegiatan teknis maupun administratif serta penambahan pengetahuan.

b) Kunjungan lapangan.

Kunjungan dilakukan terhadap :

(1) Petugas kesehatan termasuk bidan di desa. (2) Kader kesehatan.

(3) Sarana pelayanan (Puskesmas Pembantu, Posyandu).

c) Pelaksanaan Pembimbingan (1) Dokter Kepala Puskesmas (2) Staf Puskesmas

d) Sasaran pembimbingan

8-56

ngarkan n dalam

antapan

mao

aan.

cepada

srakat

serta

Staf Puskesmas maupun tenaga sukarela dari masyarakat, secara kelompok maupun perorangan.

pelaksanaan

(1) Pembimbingan terhadap staf Puskesmas dilakukan paling sedikit satu kali sebulan atau sewalctu-waktu blla ada masalah yang timbuVhal-hal yang penting.

(2) Pembimbingan terhadap tenaga desa dilakukan sabulan sekali atau lebih tergantung

kesepakatan bersama.

(3) Pembimbingan terhadap tiap Posyandu minimal 3 bulan sekali.

(4) Oalam melakukan pembimbingan teknis di lapangan perlu dibuat laporan tertulis oleh pelaksana. Laporan dibuat paling lambat satu minggu setelah kegiatan dan selanjutnya

digunakan dalam rapat staf.

(5) Format bimbingan digunakan dari pedoman yang ada yaitu Pedoman Pembimbingan

Keterpaduan K8-Kesehatan dart tingkat Kabupaten ke KecamatanlPuskesmas dan dari tingkat Kecamatan ke DesalPosyandu yang telah diterbitkan Departemen Kesehatan

tahun 1987.

8-57

1) Pengertian Stratifikasi Puskesmas.

Stratifikasi Puskesmas adalah upaya untuk melakukan penilaian prestasi kerja Puskesmas dengan mengelompokkan Puskesmas dalam 3 strata yaitu:

a) Strata Puskesmas dengan prestasi kerja baik (Strata I),

b) Strata Puskesmas dengan prestasi kerja cukup (Strata II),

c) Strata Puskesmas dengan prestasi kerja kurang (Strata III).

Pengelompokan ketiga strata tersebut digunakan dalam rangka penilaian terhadap tingkat perkembangan fungsi Puskesmas sehingga dengan demikian pembinaan dalam rangka peningkatan fungsi Puskesmas dapat dilaksanakan lebih terarah. Hal ini diharapkan agar dapat menimbulkan gairah kerja, rasa tanggung jawab dan kreatifitas kerja yang dinamis melalui pengembangan falsafah mawas diri.

Disamping itu karena pengaruh berbagai faktor maka dijumpai keanekaragaman tingkatan fungsi Puskesmas. Faktor sumber daya dan faktor lingkungan akan mempengaruhi kemampuan Puskesmas dalam pengelolaan dan pelaksanaan program-program kesehatan. Agar didapat pembinaan yang serasi antara kemampuan dalam pengelolaan dan beban yang dikelola, maka sudah selayaknya untuk mengelompokkan Puskesmas tersebut ke dalarn beberapa strata sesuai dengan tingkat perkembangannya.

i. Stratifikasi Puskesmas

8-58

2) Tujuan Stratifikasi Puskesmas

Dari uraian Pengertian Stratifikasi Puskesmas di atas dapat disimpulkan tujuan Stratifikasi Puskesmas adalah sebagai berikut:

a) Tujuan Umum

Mendapatkan gambaran tentang tingkat perkembangan fungsi Puskesmas secara berkala

dalam rangka pembinaan dan pengembangannya. .

b) Tujuan Khusus

(1) Mendapatkan gambaran secara menyeluruh perkembangan Puskesmas dalam rangka mawas diri.

(2) Mendapatkan masukan untuk perencanaan Puskesmas di masa mendatang.

(3) Mendapatkan informasi tentang masalah dan hambatan pelaksanaan Puskesmas sebagai masukan untuk pembinaannya.

3) Ruang Ungkup Stratifikasi Puskesmas

8erdasarkan pada kebijaksanaan yang telah digariskan dalam Sistem Kesehatan Nasional upaya kesehatan dilaksanakan dan dikembangkan melalui Puskesmas, termasuk Puskesmas Pembantu, unit-unit kesehatan lainnya, sistem rujukan dan peran serta masyarakat.

Puskesmas termasuk Puskesmas Pembantu tersebut merupakan perangkat sarana pelayanan kesehatan yang terdekat dengan masyarakat dan berperan penting dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.

Sasaran dari stratifikasi adalah seluruh Puskesmas, termasuk Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling serta upaya Puskesmas dalam membimbing dan memberi bantuan teknis kepada upaya kesehatan swasta dan pembinaan peran serta masyarakat.

Sedangkan ruang lingkup stratifikasi Puskesmas dikelompokkan dalam 4 aspek atau kelompok variabel yang meliputi:

a) Hasil kegiatan Puskesmas dalam bentuk cakupan dari masing-masing kegiatan.

b) Hasil dan cara pelaksanaan Manajemen Puskesmas.

idap tingkat lam rangka I agar dapat mis melalui

catan fungsi npuan Pusdapat pemnaka sudah .ata sesuai

Stratifikasi

rrn rangka

iskesmas

lal upaya Pemban-

elayanan ingkatan

jan Pusikepada

slompok

'$lmber daya yang tersedia di Puskesmas.

,ilK.mar lingkungan yang mempengaruhi pencapaian hasil kegiatan Puskesmas.

demikian dapat dikemukakan bahwa berdasarkan hasil pelaksanaan stratifikasi PuskesIda 3 area yang perlu dibina yaitu:

Puskesmas sebagai wadah pemberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pembinaan ini diarahkan terhadap fasilitas fisik, pelaksanaan manajemen dan kemampuan tenaga kerja.

Pelaksanaan program-program sektor kesehatan maupun program lintas sektoral yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi tanggung-jawab Puskesmas dalam pelaksanaannya maupun sarana penunjangnya.

Paran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat dan produktif. Pembinaan kemampuan Puskesmas dalam membina peran serta masyarakat di bidang kesehatan perlu ditingkatkan.

Melalui pembinaan komponen-komponen tersebut di atas, diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan fungsinya yang pada waktunya nanti dapat menunjang turunnya angka kematian bayi, angka kematian balita dan angka kelahiran sebagai indikator yang peka untuk status kesehatan.

Oalam jangka panjang pola pembinaan melalui stratifikasi Puskesmas akan terus ditingkatkan ruang lingkupnya sehingga meliputi seluruh kegiatan yang menjadi tanggung-jawab Puskesmas dalam wilayah kerjanya, termasuk kegiatan dalam rangka membina upaya kesehatan swasta.

4) Pelaksanaan Stratifikasi Puskesmas

a) Pelaksanaan stratifikasi Puskesmas mencakup seluruh aspek Puskesmas termasuk Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling dan hasil pembinaan peran serta masyarakat antara lain dalam bentuk Posyandu.

b) . Kegiatan strati{ikasi mencakup kegiatan: (1) Pengumpulan data.

(2) Pengolahan data.

(3) Analisa masalah dan penentuan langkah penanggulangannya.

Kegiatan tersebut dilakukan mulai dari tingkat Puskesmas, Kabupaten, Propinsi, sampai ke tingkat pusat.

c) Stratifikasi Puskesmas dilaksanakan setahun sekali secara menyeluruh dan serentak di semua Puskesmas dan bertahap sesuai dengan jenjang administrasi sampai ke Pusat.

(1) Di tingkat Puskesmas.

Dilaksanakan sendiri oleh masing-masing Puskesmas, dan merupakan kegiatan mengukur kemampuan penampilan Puskesmas dalam rangka mawas diri. Dengan tujuan agar Kepala Puskesmas dan staf mengetahui kelemahan dan masalah yang dihadapi untuk berusaha memperbaikinya.

(2) Di tingkat Dinas Kesehatan Dati IIIKandep:

Menghimpun laporan hasil stratifikasi Puskesmas untuk diolah dan dianalisa sehingga mendapatkan gambaran keadaan dan fungsi masing-masing Puskesmas dalam wilayahnya dalam rangka pembinaan dan rencana pengembangannya.

(3) Di tingkat Dinas kesehatan Dati IIKanwil dan Pusat.

Menghimpun laporan hasil stratifikasi dari masing-masing Dinas Kesehatan Dati II untuk diolah dan dianalisa sehingga mendapatkan gambaran tingkat perkembangan fungsi Puskesmas di dalam wilayah masing-masing KabupateniKodya dan Propinsi dalam rangka pembinaan dan pengembangannya tahun yang akan datang.

8-59

'<>L_~ -- -

d) Dalam menentukan Strata Puskesmas dipakai pendekatan kwantitatif untuk mengukur
variabel. Untuk menentukan nilai dipakai suatu patokan (standar) target yang seharusnya
dicapai pada akhir Pelita V. Dalam Pelita VI yang akan datang dengan sendirinya patokan
akan berdasarkan target pencapaian Pelita VI.
e) Penetapan waktu kegiatan sebagai berikut:
Waktu Pelaksanaan

(1) Puskesmas (a) Pengumpulan data Desember - Januari
(b) PengolahanlPenghitungan data Permulaan Februari
(c) Peninjauan oleh Din. Kes. Dati II Januari - Februari
(d) Konsultasi ke Kabupaten Akhir Februari
(e) Analisa masalah dan penyusunan ' Permulaan Maret
rencana penanggulangannya serta
menulis laparan stratifikasi sesuai
pedoman
(1) Kirim laparan ke Dati II Pertengahan Maret
(2) Dati II (a) Pengumpulan data dan direkap Maret - April
(b) Bila perlu masih bisa dilakukan Pertengahan ,April
checking on the spot
(c) Analisa masalah dan menyusun AkhirAprii
rencana penanggulangannya
(d) Kirim laporan ke Propinsi Permulaan Mei
Kiriman umpan balik ke Puskesmas
(3) Dati I (a) Pengumpulan laporan Mei
direkap
(b) Analisa masalah dan menyusun Mei -Juni
rencana
(c) Kirim laporan ke Pusat AkhirJuni
- Rekap Form B dan C
- Rencana penanggulangan
masalah
- Permintaan bantuan kepada
Pusat
balik ke Dati II Permulaan Juli 8-60

'ebruan bruari

ri

laret

Maret

;Pri!

TIngkat Pengolahan Macam Kegiatan Waktu Pelaksanaan
(4)Pusat (a) Penerimaan laporan rekap Form B, Juli
rekap tenaga Puskesmas dan
rencana penanggulangan masalah
(b) Pertemuan evaluasi pelaksanaan Agustus
stratifikasi dari 27 Propinsi di Pusat
(c) Pengolahan data dan analisa Agustus
masalah
(d) Distribusi laporan pada program Akhir Agustus
yang bersangkutan
(e) Menyusun rencana September
penanggulangannya
(1) Kirim umpan balik ke Propinsi Oktober
Hasil Stratifikasi Puskesinas
Nasional f) Pentahapan kegiatan

Stratifikasi dilakukan dalam 3 tahap, sebagai berikut:

(1) Tahap I : Pendataan dan pemetaan dalam tiga keluarga strata: I, II, dan III.

(2) Tahap II : Analisa hasll pendataan dan pemetaan serta faktor-faktor yang menunjang dan menghambat.

(3) Tahap III : Rencana pemeeahan masalah pada semua tingkat yaitu rencana kerja atau reneana pembinaan untuk meningkatkan kemampuan Puskesmas berdasarkan hasil anansa dan masalah yang dijumpai di semua tingkat.

g) Pelaksanaan Stratifikasi Puskesmas di tingkat Puskesmas:

(1) Tahap I:

Puskesmas mengumpulkan data sesuai dengan pedoman, kemudian data dimasukkan dalam Format sesuai dengan pedoman untuk kemudian dilakukan penghitungan scoring untuk menentukan strata Puskesmas. Dalam menentukan scoring manajemen, diminta pendapat Dokabu untuk ikut menllal, Setelah penghitungan scoring selesai dilakukan, Strata Puskesmas telah dapat ditentukan.

(2) Tahap II:

Diadakan anansa dengan rnennat nilai scoring yang rendah pada hasil kegiatan dan manajemen, dieari sebab-sebabnya mengapa hasil eakupan rendah. Misal:

Tenaga : - kurang jumlahnya - kurang terampil

- kurang bimbingan

- kurang produktif

- dan sebagainya

Sarana : - jarak jauh tidak ada sarana transport

- sarana teknis pelayanan kurang memadai

Dana : - kurang memadai

(3) Tahap III:

Upaya untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dl atas dan kiranya ada hal-hal yang memerlukan bantuan tingkat KabupatenlDin. Kes. Dati II. Kemudian menyusun rencana penanggulangan masalah-masalah tersebut. Hasil analisa dan reneana penanggulangan masalah dikirim ke Dati II untuk dipelajari oleh DokabuIKandep.

8-61

, ..

h) Pelaksanaan Stratifikasi Puskesmas di Dati II:

(1) Ikut melakukan penilaian hasil manajemen Puskesmas dengan cara melakukan pen injauan ke masing-masing Puskesmas.

(2) Memberi bimbingan dengan mengadakan rapat bimbingan pelaksanaan stratifikasi. (3) Setelah menerima laporan hasil stratifikasi Puskesmas:

(a) Diadakan rekapitulasi data

(b) Dianalisa masalah-masalah yang dihadapi oleh masing-masing Puskesmas dan menentukan cara penanggulangannya.

(c) Kirim laporan ke Propinsi yang terdiri dari :

- Laporan Form B hasil Stratifikasi Puskesmas se-Dati II

- Laporan rekap keadaan ketenagaan masing-masing Puskesmas (Form C)

- Rencana penanggulangan masalah oleh Dati II

- Bantuan yang diharapkan dari Dati I.

(4) Kirim umpan balik ke Puskesmas dalam bentuk evaluasi hasil Stratifikasi Puskesmas.

i) Pelaksanaan Stratifikasi di Dati I:

(1) Melakukan supervisi dan bimbingan teknis ke Dati II dan Puskesmas mulai Januari .. sampai Juni.

(2) Setelah menerima laporan dari Dati II:

- Dibuat rekap dari Form B seluruh Dati II

- Dibuat rekap keadaan ketenagaan masing-masing Puskesmas

- Dilakukan analisa masalah .

- Disusun rencana penanggulangan masalah oleh Dati I termasuk bila perlu

mohonan bantuan kepada Pusat

- Dibuat peta stratifikasi untuk Propinsi.

(3) Kirim laporan ke Pusat hasil Stratifikasi Puskesmas se-Propinsi yang berisi seoaca

berikut: ..

- Rekapitulasi Form B dari seluruh Dati II

- Rekapitulasi keadaan ketenagaan Puskesmas se-Proplnsl (Form C)

Masalah yang belum dapat ditanggulangi oleh Dati II dan rencana penangg oleh Dati I - Kirim umpan balikke semua Dati II di wilayahnya dalam bentuk evaluasi Stratifikasi Puskesmas se-Propinsi.

j) Tahap-tahap pelaksanaen Stratifikasi Puskesmas di tingkat Pusat: (1) Pengumpulan laporan dari Propinsi.

(2) Masalah-masalah yang menyebabkan strata III dibahas untuk dicarikan pemecah (3) Laporan hasil stratifikasi Puskesmas dari masing-masing Propinsi dipergunakan

membantu menyusun rencana. (4) Disusun laporan hasil stratifikasi Puskesmas secara Nasiona'. (5) Kirim umpan balik ke semua Propinsi dalam bentuk evaluasi hasilstratifikasi PIl!~kFliSmas. (6) Pertemuan stratifikasi yang dihadiri oleh wakil dari seluruh Prop'insi dilakukan

sekali dalam bulan Agustus untuk membahas penyempumaan pelaksanaan ~trllltifilclllCii Puskesmas.

5) Pemanfaatan Stratifikasi Puskesmas di berbagai tingkat administrasi

a) Bagi Puskesmas:

Mendapatkan gambaran tingkat perkembangan prestasi kerja secara menyeluruh seh dapat diambil berbagai upaya untuk memperbaikinya dalam .rangka mawas diri.

b) Bagi Dati II (KabupatenIKotamadya):

(1) Mendapatkan gambaran prestasi kerja Puskesmas dalam wilayah Dati II yang sangkutan tiap tahun.

6-62

Ii

\ :

I

n C)

kesmas.

ai

oerlu per-·

lasi hasiJ

inannya. an untuk

kesmas. setahun ratifikasi

~hingga

19 ber-

. (2) Mengetahul masalah dan hambatan dalam penyelenggaraan. Puskesmas baik yang

disebabkan oIeh sumber daya maupun oleh karena pengaruh Ilngkungan.

(3) Menentukan langkah serta bantuan yang dlperlukan dalam mengatasi masalah yang . dlhadapi ~skesmas melaJul penyusunan rencana tahunan;

(4) Mendapatkan gambaran mengenai kemampuan manajemen setiap Puskesmas di

wilayah Dati II.

Bagi ,Dinkes Dati VKanwil Propinsi:

Mendapatkan gambaran mengenai masalah serta hambatan yang dihadapi oleh Dinkes Dati ~selama setahun dalam pembinaan dan pengembangan Puskesmas dI wilayah kerja, yang perlu mendapatkan bantuan penyelesaian oleh Dinkes Dati VKanWiI Propinsi antara lain

melalul penyiJsunan rencana tahunan. .

d) Bagi Pusat:

Mendap~an gambaran mengenai masalah serta hambatan yang dihadapi oleh Dinkes Dati I/Kanwil. selama setahun dalam pembinaan dan pengembangan' Puskesmas di wilayah kerjanya, yang perlu mendapatkan bantuan penyelesaian oleh Pusat antara lain melalui penyusunan rencana tahunan. Disamping itu "juga dapat digunakan untuk mendapatkan informasi untuk kebutuhan studi, survai, dan lain-lain.

lain-iain

Selanjutnya dalam rangka mendapatkan gambaran fUngsi Puskesmas yang dapat dipertanggung jawabkan, maka perlu diciptakan suatu cara pengukuranyang sederharia tetapi berarti. Sedang sebagai metode pengukuran serta tolok ukur kegiatan stratifikasi Puskesmas pendekatan kwantitatif ~t dikembangkan 'walaupun disadari adanya banyak kelemahan yang mungkin timbul.

Penjabaran lebih lanjut secara mendalam tentang pelaksanaan .stratifikasi Puskesmas dikemukakan dalam bagian-bagian selanjutnya yang meliputi kegiatan:

a) Pengumpulan data yang mencakup petunjuk umum pengumpulan data dan jenis variabeVmacam data yang dikumpulkan.

b) Pengolahan data yang mencakup petunjuk umum pengolahan data dan metoda pembobotan dan penilaian.

c) Analisa data dalam rangka penataan sistem Informasi untuk keperluan pengambilan keputusan.

Untuk kelancaran pelaksanaan stratifikasi perlu dibentuk tim stratifikasi Puskesmas baik di tingkat Pusat, Propinsi maupun Dati II dengan dukungan pembiayaan yang memadai, dan dibebankan kepada semua unit yang terlib~.

8-63

7) Pedoman Pengumpulan Data Petunjuk Umum:

a) Pengumpulan Data merupakan kegiatan menghitung data yang diperlukan sesuai dengan pedoman dan diisikan pada form stratifikasi sesuai dengan definisi operasionalnya (lihat Buku Stratifikasi Puskesmas).

b) Kepala Puskesmas bertanggung-jawab terhadap pengumpulan data stratifikasi Puskesmas.

Sedang pelaksanaannya dilakukan secara keriasama di antara staf Puskesmas.

c) Jenis data:

Jenis data yang dikumpulkan sesuai dengan formulir pengumpulan data yang sudah tersedia, meliputi:

(1) Data cakupan kegiatan Puskesmas.

(2) Data tentang pelaksanaan manajemen Puskesmas. (3) Data tentang sumber daya yang dimiliki Puskesmas.

(4) Data tentang Iingkungan Puskesmas yang mempengaruhi penampltan kena Puskesmas, termasuk data umum (dari Kecamatan atau Dinas lain).

d) Waktu pengumpulan data

Pengumpulan data dilakukan serentak untuk seluruh Puskesmas oleh masing-masing kesmas pada bulan Januari.

e) Mengingat kepentingan penggunaan data stratifikasi Puskesmas, maka pengumpulan harus dititikberatkan pada:

(1) kebenaran data yang dikumpulkan

(2) kelengkapan jenis data yang dikumpulkan (3) ketepatan waktu dalam mengumpulkan data

f) Sum bar data

Sumbar utama data yang dikumpulkan sebagian bessr dari sistern pencatatan dan LJOIC::UJVI yang ada di Puskesmas dan sebagian lagi dari sumber data lain atau informasi dari dinas atau kecamatan.

Sumber data tersebut antara lain:

(1) SP2TP yang dikumpulkan dalam tahun kalender yang lalu. (2) Pengamatan Puskesmas dalam tahun kalender yanglalu. (3) Catatan pelaksanaan manajemen dalam tahun yang lalu. (4) Catatan tentang sumber daya yang tersedia di Puskesmas. (5) Informasi dari kecualVdinas lain tentang data lingkungan.

g) Pengisian format pengumpulan data

(1) Data 18 kegiatan pokok Puskesmas dimasukkan dalam 12 format isian data berikut:

(a) Kesejah~eraan Ibu, Anak dan Imunisasi (b) Keluarga Berencana

(c) Perbaikan Gizi

(d) Kesehatan Ungkungan

(e) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (1) Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

(g) Pengobatan

(h) Kesehatan Sekolah

(i) Perawatan Kesehatan Masyarakat 0> Kesehatan Gigi dan Mulut

(k) Kesehatan Jiwa

(I) laboratorium

8-64

:1 sebagai

Datakegiatan pokok Puskesmas lainnya yang harus dilaksanakan selama Repelita V seperti Kesehatan Kerja, Pengobatan Trsdisional, Dana Sehat, Kesehatan Mata/pencegahan Kebutaan Dan Kesehatan OlahRagalkesegaran Jasmani dimasukkan dalam 12 format isian tersebut di atas yang terkait.

(2) Data tentang pelaksanaan manajemen '(a)' Data tentang proses perencanaan

(b) Data tentang penggerakan pelaksanaan (c) Data tentang proses penilaian

(3) Data tentang sumber daya yang tersedia dl Puskesmas. (a) Data tentang ketenagaan.

(b) Data tentang sarana fisik

, (gedung dan perlengkapan non medis)

(c) -Data tentang keadaan perlengkapan medis.

(d) Data tentang sarana obat-obatan. '

(4) Data tentang keadaan lingkungan.

(a) Data tentang lingkungan fisiko

(b) Data tentang lingkungan sosial budaya.

h) 8entuk formulirlformat pengumpulan data dan definisi operasional dapat dilihat pad a lampiran.

i) Setelah selesai dilakukan pengumpulan data, tahap selanjutnya adatah pengolahan data yang akan dijelaskan lebih rinei pada 8ab III.

Variabel

Dalam rangka memberi nilai dan menghitung nilai pada data yang terkumpul, maka data disusun dalam kelompok variabel. varlabel, sub variabel sub-sub variabel dan sub-sub-sub variabel sebagai berikut:

a) Ada 4 kelompok variabel yang meliputi:

(1) Hasil kegiatan Puskesmas dalam bentuk eakupan bagi masing-masing kegiatan pokok

Puskesmas. (Hs)

(2) Hasil dan eara pelaksanaan manajemen Puskesmas. (P) (3) Sumber daya yang tersedia di Puskesmas. (S)

(4) Keadaan lingkungan yang mempengaruhi pencapaian hasil kegiatan Puskesmas. (L)

b) Dalam menentukan strata Puskesmas dipakai pendekatan kwantitatif untuk mengukur variabel. Untuk menentukan nilai dipakai satu patokan (standard) target yang seharusnya dicapai pada akhir Repelita.

c) Rincian variabel. sub-variabel kegiatan pokok Puskesmas.

Rincian variabel dari masing-masing kegiatan pokok, secara jelas dikemukakan pad a Lampiran, beserta angka standardnya serta cara-cara untuk memperoten nilai pencapaian hasil kegiatan Puskesmas.

d) Kelompok variabel hasil kegiatan Puskesmas dibagi dalam 12 variabel (H 1. H2. H3 ..... H 12). sebagai berikut:

H1 = Kesejahteraan Ibu dan Anak

H2 = Keluarga berencana

H3- Perbaikan Gizi

H12 = Laboratorium Sederhana

e) Dalam setiap variabel (H) hasil kegiatan Puskesmas dibagi menjadi beberapa sub-variabel (p1, p2, p3 ..... pn)

8-65

Contoh:

H 1,. Kesejahteraan Ibu dan Anak pl = Perawatan Ibu Hamil

p2 = Perawatan Persalinan p3 '" Perawatan Ibu Menyusui

p4 = Perawatan dan Pemeliharaan 8ayi Baru Lahir p5 = Perawatan 8ayi dan Anak Pra Sekolah

p6 = Pembinaan dan Latihan Dukun 8ayi

p7 - Imunisasi

f) Dalam setiap sulrvariabel (P) dibagi lagi menjadi beberapa sub-sub-variabel (qt, qz, q3 ....

qn). misalnya: '

H 1.. Kesejahteraan Ibu dan Anak

p4,. Perawatan 8ayi dan Anak Pra Sekolah ql '" bayi baru lahir

q2 '" bayi

q3 - anak 1 - G tahun. dst,

g) Dalam setiap sub-sulrvariabel kemungkinan masih dibagi lagi menjadi beberapa sub-suo sub-variabel (rl, r2, r3, ...• rn).

Contoh:

Hl = Kesejahteraan Ibu dan Anak

p4 = Perawatan 8ayi dan Anak Pra Sekolah ql = 8ayi baru lahir

rl = Cakupan Pelayanan r2 = Frekwensi Kunjungan

h) Dalam setiap kegiatan pokok Puskesmas. sub-variabel (p) bobotnya dianggap demikianpula suo-suo-vartabel (q) dan sulrsub-sulrvariabel (r). bobotnya dianggap

8) Pedoman Pengolahan data

a) P~unjuk Umum (1) Pengolahan data merupakan proses kegiatan y,ang merubah data menjadi informasi dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil kesimpulan dan keputusan. (2) Kegiatan pengolahan datamerupakan kegiatan lanjutan setelah data terkumpul. kepentingan tersebut telah disediakan kolom khusus pengolahan data dalam pengumpulan data. (3) Mengingat bobot kepentingan yang berbeda di antara tingkat pengolahan data str~ltifi~_ Puskesmas, maka jenis data dan cara pengolahan berbeda untuk senap tingkat ministrasi.

(4) Sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan maka pengolahan data dilakukan bulan-bulan sebagai berikut: (a) Puskesmas dalam bulan JanuarL

(b) Dinas Kesehatan Dati II Kandep/KabupatenlKodya dalam bulan April. (c) Dinas Kesehatan Dati I/Kanwil Kesehatan Propinsi dalam bulan MeL (d) Pusat{Oep. Kes.) dalam bulan Agustus.

(5) Kegiatan pengoJahan data meliputi: (a) Kegiatan untukmeneliti Kelengkapan dan Kebenaran data yang dikumpulkan (b) Kegiatan perhitungan khususnya untuk mendapatkan nilai keadaan dan ~n;l'l'Inl'llll hasil kegiatan Puskesmas maupun nilai pembobotannya (Calculating). (c) Kegiatan memasukkan data dalam suatu tabulasi yang 'akan menjadikan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan (Tabulating).

8-66

--- ------------------------------

di informasi tusan. erkumput. U 3 dalam

dilakukan

il.

I.

:pulkan (Editing). dan pencapaian g).

3njadikan suatu

Pelaksanaan pengolahan data di tingkat Puskesmas dilakukan oleh Kepala Puskesmas sendiri atau menunjuk staf Puskesmas yangtelah dilatih dalam pengolahan data ini sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan.

(7) Mengingat perbedaan situasi baik segi geografis demografis maupun keadaan lingkungan yang berbeda maka angka penduduk sasaran sebagai pembagi (denominator) untuk perhitungan cakupan kegiatan dipakal angka BPS propinsi atau kalau ada angka BPS kabupaten. Apabila keduanya tidak ada, digunakan angka naslonal, Nilai akhir

. stratifikasi dikoreksi dengan faktor lingkungan dan faktorsumber daya. Hal ini disebabkan • karena kedua faktor terseout sangat berpengaruh terhadap pencapaian hasil kegiatan 'pokok Puskesmas.

Metode pengolahan Data (1) Umum

(a) Ruang lingkup pengukuran dibagi menjacli 4 (empat) kelompok variabel, yaitu: -, Hasil Kegiatan Puskesmae

- Manajemen Puskesmas

- Keadaan Sumber Daya Puskesmas

- Keadaan Ungkungan Puskesmae

(b) Pemberian nilai (score) pada 4kelompok Variabel Pokok:

- Kelompok variabel Hasil Kegiatan Puskesmas (cakupan 12 variabel kegiatan) bila masing-masing variabel kegiatan diberi nilai rata-rata 1.000 (untuk memudahkan perhitungan), maka 12 variabel kegiatan mendapatjumlah nilai seluruhnya 12.000.

- Kelompok variabel Kegiatan Manajemen dibagi dalam 3 variabel kegiatan (Perencanaan, Penggerakan Pelaksanaan dan Evaluasi) masing-masing diberi nilai 1.000 (untuk memudahkan perhitungan), sehingga jumlah nilai seluruhnya menjadi 3.000.

- Kelompok variabel Sumber Daya dibagi dalam 4 variabel yaitu : Sarana Fisik, Ketenagaan, Peralatan Medis, Obat-obatan, masing-masing bernilai 1.000 (untuk memudahkan perhitungan) sehingga seluruhnya jumlah nilai menjadi 4.000.

- Kelompok variabel Lingkungan dibagi 2 variabel, yaitu variabel Ungkungan Fisik dan variabel Ungkungan Sosial Budaya, masing-masing bern iI ai 1.000 (untuk memudahkan perhitungan) sehingga jumlah nllal seluruhnya menjadi 2.000.

(c) . Khusus untuk variabel Hasil Kegiatan Puskesmas {Hs},nilai setiap variabel kegiatan diberi pembobotan berdasarkan metoda Delphi; dengan memperhatikan pengaruh terbesar kegiatan tersebut terhadap pencegahan kematian maternal, kematian bayi, kematian anak balita dan kelahiran serta dampaknya terhadap pencegahan kesakitan dan kematian umum.

(d) Dalam mengukur setiap variabel digunakan standard yang dipakai sebagai patokan pengukuran. Dalam hal ini digunakan patokan target pencapaian kegiatan yang harus dicapai pada akhir Pelita V. Agar nilal pengukuran dapat dibandingkan seeara nasion ai, maka target yang dipakai adalah target nasional.

Untuk Pelita VI patokan ini akan disesuaikan kemudian.

(2) Penilaian Hasil Kegiatan Puskesmas

(a) Pemberian bobot pada nilai variabel kegiatan:

Khusus untuk nilai variabel kegiatan, setiap kegiatan tidak diberi nilai yang sarna, tapi diberi pembobotan yang berbeda berdasarkan daya ungkit kegiatan terhadap pencegahan kematian bayi, kematian balita dan kelahiran.

Dengan metoda Delphi dimana 6 orang tenaga ahU memberi bobot terhadap masingmasing kegiatan dari 12 kegiatan pokok Puskesmas tersebut kemudian diambil rata-rata pembobotan yang telah dibuat oleh masing-masing ahli tersebut. Maka dihasilkan pembobotan sebagai berikut:

8-67

Bobot

- KIA (termasuk Imunisasi) . 18,24% x 12.000

- P2M . . . . . . . . . . . 12,80°10 x 12.000 =

- Kesehatan Ungkungan . 12,47% x 12.000 =

- Perkemas (PHN) .. . . . 10,10% x 12.000 =

- Penyuluhan Kes. Masyarakat.' 8,14% x 12.000 =

- Keluarga Berencana 7,43% x 12.000 =

- Gizi .. . . . . . . . . . . 6,77% x 12.000 =

- Pengobatan . . . . . . . . 6,640/0 x 12.000 =

- Upaya Kesehatan Sekolah 6,59% x 12.000 =

- Kesehatan GigilMulut . 3,99% x 12.000=

- Kesehatan Jiwa . 3,66% x 12.0.00 =

- Laboratorium . . . . . 3,17% x 12.000

100,00%

Nilai

2.189 1.536 1.496 1.212

977 892 812 797 791 479 439 380

12.000

(b) Pemberian nilai untuk sub-variabel dan sub-sub-variabel

Pada setiap kegiatan terdapat beberapa sub-variabel misalnya kegiatan KIA, mempunyai sub-variabel sebagai berikut :

- Pemeriksaan Antenatal . . p1

- Pertolongan Persalinan . . . . . . p2

- Pemeriksaan Ibu Menyu5ui . . . . p3

- Pemeriksaan Bayi Baru Lahir (0-7 hari) . p4

- Pemeriksaan Bayi dan Anak Prasekolah p5

- Pembinaan dan Latihan Dukun Bayi . . p6

- Imunisasi . . . . . . . . . . . . . . . . p7

Masing-masing sub-variabel diberi nilai yang sama maka nilai dari mas sub-variabel adalah 2.189n = 312,71 (dibulatkan ke atas atau ke bawah jumlahnya tetap 2.189).

Masing-masing sub-variabel mempunyai sub-sub-variabel q, maka sub-sub-varlabel juga diberi nilai yang sama. Contohnya' Pemeriksaan mempunyai sub-sub-variabel : Cakupan Pemeriksaan Ibu. Hamil q1 dan Pemeriksaan Ibu Hamil q2. qt maupun q2 bernilai sama yaitu = 312,71 dibagi 2 156,4 (dibulatkan keatas atau ke bawah sehinggajumlahnyatetap 312,71 atau 31

(c) Cara menghitung nilai masing-masing hasil kegiatan :

- Hasil kegiatan (h) = jumlah kunjungan baru

Angka standar·(st) = target Pelita x penduduk sasaran*)

Angka cakupan (hlst) = angka cakupan tiap kegiatan

Nilai standar tiap variabel = nilai variabel dibagi jumlah sub-variabel

Nilai pencapaian hasil kegiatan Puskesmas =

~ x nilai standar tiap sub-variabel

*) Catatan:

- Dalam menghitung angka standar (st):

Target Pelita digunakan Target Nasional. Angka penduduk sasaran digunakan BPS masing-masing Propinsi (angka kelahiran hidup masing-masing Propinsi Kabupaten bila ada). Contoh:

Angka kelahiran hidup = angka kelahiran propinsi menurut BPS atau bila ada angka kelahiran n.aLJUUC1111 menurut BPS.

B-68

Io(IA,

g-masing 6,ntenatal frekuensi ibagi 2 = tau 313).

n angka lsi atau

Jupaten

-

Angka'ibu Hamil =

angka kelahiran hidup x 1.1 Angka ibu bersalin =

angka kelahiran x 1.05 Angka anak balita (1-4 th) = angka BPS propinsi bila ada Angka balita (0-4 th) =

angka (1-4 th) BPS propinsi bila ada ditambah angka kelahiran hidup BPS propinsi Angka anak (5-6 th) =

angka BPS proplnsl

Angka anak (1-6 th) =

angka anak balita + angka anak (5-6 th) Contoh angka nasional:

Angka kelahiran : 2.9%

Angka ibu hamil : 2.9% x 1.10 = 3.2% Angka ibu bersalin: 2.9% x 1.05 = 3.0% Angka anak balita: 10.4%

Angka balita (0-4 th): 10.4% x 2.9% = 13.10/0 Angka anak (5-6 th): 5.4%

Angka anak (1-6 th): 10.4% x 5.4% - 15.80/0

Bila nasu kegiatan melampaui angka standar, maka hasil perhitungan angka cakupan akan > 100% dalam hal ini angka maksimum untuk cakupan = 125%

(3) Penilaian Manajemen Puskesmas

(a) Dalam kelompok variabel manajemen_Puskesmas (Proses) terdiri dari beberapa variabel yaitu

- Perencanaan

- Pelaksanaan

- Penilaian

(b) Untuk penilaian keadaan manajemen Puskesmas digunakan suatu skala sebagai berikut:

Skala 1 = Tidak ada sama sekali Skala 2 = Sebagian keeil ada

Skala 3 = Sebagian kecil ada sebagian tidak ada Skala 4 = Sebagian besar ada

Skala 5 = Semua ada

(c) Darl masing-masing variabel dilakukan penilaian untuk melihat sampai seberapa jauh (dalam skala) Puskesmas telah menjalankan fungsi manajemen Puskesmas.

(d) Untuk mendapatkan suatu hasil data yang dapat dipercaya, maka dalam pengisian skala inidilakukan oleh 2. (dua) pihak yaitu oleh Puskesmas sendiri maupun oleh Dinas Kesehatan KabupatenlKandep KabupatenlKodya.

(e) Bilamana hasil penilaian terse but berbeda, penilaian akhir diambil nilai tengah.

(1) Nilai dasar yang ditentukan untuk Kelompok variabel manajemen Puskesmas adalah 3.000 yang terbagi dalam 3 variabel.

(g) Nilai tiap variabel dari keadaan manajemen Puskesmas (Perencanaan, Pelaksanaan dan Penilaian).

P (V1 + V2 + V3 + Vn) ! 3 000

n = nilai tertinggi = ( 5 x n ) x p x .

Pn = nilai tiap variabel manajemen Puskesmas

V = nilai keadaan tiap sub-sub-variabel

n = banyaknya sub-sub-variabel

p = jumlah variabel dalam kelompok variabel manajemen Puskesmas (=3)

8-69

l~

(h) Akhimya nilai akhir keadaan manajemen Puskesmas

P '"' P1 + P2 + P3

P = Keadaan Manajemen P1 '"' Keadaan Perencanaan P2 = Keadaan Pelaksanaan P3 - Keadaan Penilaian

(4) Menghitung Sumber Oaya Puskesmas S:

S - S1 + S2 + 53 + S4

S1 .., Nilai Ketenagaan S2 = Nilai Sarana Fisik 53 '"' Nilai Sarana Medik

S4·.., Nilai Sarana Obat-obatan

. ,

(a) Khusus untuk perhitungan nilai sumber daya tenaga, menggunakan rumus sebagai berikut:

S1 = Sigma(t XS~d + b g)] x * x 4.000

S1 = Nilai keadaan tenaga di Puskesmas t '"' Jumlah tenaga kategori tertentu

d ;: Lama pendidikan dari kategori tenaga tertentu

b = Lama bekerja di Puskesmas (termasuk masa kerja di Puskesmas fain) q = Ratio lama pendidikan kategori tenaga dengan lama pendidikan dokter p = Jumlah kelompok variabel Sarana (4 kelompok)

Sd = Nilai standard penilaian tenaga

Dimana Sd (Standard Penilaian Tenaga) didapatkan berdasarkan perhitungan jumfah dari hasil perhitungan dengan rumus [t x ( d +b q ) ) seseal dengan standard tenaga Puskesmas dalam Pefita yang bersangkutan dimana b (masa keria) dihitung rata-rata 10 tahun, dan d (lama pendidikan) yang tertinggi ·(dokter) dihitung 20 tahun . Contoh perhitungan SO sebagai berikut:

8-70

Jumlah Tenaga Casar Pendidikan Rata-rata PerhitunganlNilai
No. Janis Tenaga Minimal sesuai Minimal dibanding Cokter mesa kerja
standard Pelita (t) (q) (b) t[d+(bxq)]
1. Dokter dan Dokter Gigi 2 20120 10 2 [20 + (20120 x 1 0) .. 60
2. Perawat Gigi 1 12120 10 1 [12 + (12120 x 10) = 18
3. PPH (Sanitarian) 1 13/20 10 1 [13 + (13/20 x 10) = 19.5
4. Bidan 5 13/20 10 5 [13 + (12120 x 10) .. 92.5
5. Perawat Kesehatan 8 12120 10 8 [12 + (12120 x 10) .. 144
6. Pekarya Kesehatan RRlLab 2 12120 10 2 [12 + (12120 x 10) .. 36
7. Asist~ Apoteker 2 12120 10 1 [12 + (12120 x 10) .. 18
8. SMKAlSPAG 1 12120 10 1 [12+ (12120 x 10) .. 18
9. Petugas lmunisasi 1 12120 10 1 [12 + (12120 x 10) '" 18
10. PesuruhlSupir 2 6120 10 2 [ 6 + ( 6120 x 10) = 18
11. Tata Us8ha 1 9120 10 1 [ 9 + ( 9120 x 10) .. 13.5
Angka Standard Ketenagaan (dibulatkan) 455 (b) Menghitl:'ng. nilai sumber daya fisik (S2)

Variabel sarana fisik terdiri dari beberapa sub-variabel yang umumnya setiap subvariabel dilihat dari segi jumlah, keadaan dan kelengkapannya.

Catatan : Standard tenaga tersebut dapat benlbah sesuai dengan perkembangan program Puskesmas.

,1;;.: .•• _ ..

JUS sebagai

1S lain) dokter

lanjumlah rdtenaga ) rata-rata I.

Nilai

I)J

),. 60

,= 18

= 19.5 '" 92.5 ,. 144

'" 36

= 18 18 & 18

18 13.5 455

) sub-

S2 = Nilai variabel sarana fisik Puskesmas

p = Jumlah variabel dari .kelompok variabel Sumber daya Puskesmas = 4 V = Nilai keadaan tiap sub-variabel sarana

n = Banyaknya sub-variabel yang dinilai (banyaknya jenis sarana fisik x 3 jenis penilaian) - 5 x 3= 15

(c) Keadaan perlengkapan medis (83):

Variabel sarana perlengkapan medis dibagi dalam beberapa sub-variabel yang umumnya setiap sub-variabel dilihat dari sagi jumlah, macam, kelengkapan dan keadaannya.

Untuk setiap sub-variabel digunakan penilaian dengan skala sebagai berikut:

Skala 1 = kurang sekali Skala 2 = kurang

Skala 3 = sedang Skala 4 = baik

Skala 5 = baik sekali

Dari masing-masing sub-variabel dilakukan penilaian untuk melihat sampai seberapa jauh Puskesmas mempunyai sarana perlengkapan medis untuk digunakan dalam melaksanakan fungsinya. .

Rumus perhitungan nilai sarana medis (83):

Untuk setiap varlabel diberikan penilaian dengan penggunaan skala sebagai berikut:

Skala 1 - kurang sekali Skala 2 - kurang

. Skala 3 - sedang Skala 4 = baik

Skala 5 = baik sekali

Darl masing-masing variabel dilakukan penilaian untuk melihat sampai seberapa jauh Puskesmas mempunyai sarana yang dapat digunakan untuk melaksanakan fungsinya.

Perhitungan S2 (nilai seluruh sarana fisik)

S2 - V1 +V2+V3+V4+ .... Vn) ! 4000 - Angka tertinggi = (5 x n) x p x .

83 = (V1 + V2 + V~ + ~4 + ... Vn) x! x 4000

Angka tertlnggl = 5 x n p

83 = Nilai keadaan sarana medis

p = Jumlah variabel dari kelompok variabel Sumber Daya Puskesmas = 4 V = N lIai keadaan tiap sub-variabel sarana medis

n = Banyaknya variabeJ yang dil1i1ai (banyaknyajenis sarana medis = 14)

(d) Keadaan Obat-obatan (S4)

Variabel keadaan obat-obatan dibagi sesuai macam obat menu rut khasiat yang harus tersedia di Puskesmas menurutdaftarobatesensial Puskesmas dan manajemen obat Puskesmas.

Setiap macam obat dilihat dari keadaan persediaan, pemakaiannya dan penyimpanannya,

Untuk setiap variabel dilakukan skala perhitungan.

8-71

-:."'h ....

--- -

Dari ketiga daftar tersebut dilak!Jkan penilaian dengan skala sebagai berikut:

Persediaan Pemakaian Penyimpanan
Skala 1 = kurang Skala 1 = jarang dipakai Skala 1 = tidak baik
Skala 2 = cukup Skala 2 = kadang2 Skala 2 = cukup
dipakai
Skala 3 • banyak Skala 3 = sering dipakai Skala 3 = baik Masing-masing obat mendapatkan 3 jenis skala yang kemudian ketiga jenis skala tersebut dijumlah menjadi nilai skala dari obat tersebut.

Rumus perhitungan nilai sarana obat (S4) sebagai berikut:

S4 = V1 + V2+ V3 + V4 + .... Vn) ! 4 000

Angka tertinggi = (9 x n) x p x .

S4 = Nilai keadaan saran a obat

p = Jumlah variabel darikelompok variabel Sumber daya Puskesmas = 4 V = Nilai keadaan tiap sub-variabel jenis obat

n = Banyaknya sub-variabel (banyaknya jenis obat) = 122

(5) Keadaan Lingkungan Puskesmas (L)

Kelompok variabel keadaan lingkungan Puskesmas dibagi dalam variabel keadaan Lingkungan Fisik (L1) dan keadaan Ungkungan Sosial Ekonomi dan Budaya (L2).

Nilai dasar keadaan lingkungan ditentukan sebesar 2.000 yang terdiri dari 2 variabel (L 1

+ L2): .

L=L1+L2

Dari masing-masing variabel dibagi dalam beberapa suo-vartabel yang masing-masing diberi nilai sama.

Tiap sub-variabel dinilai dalam 5 skala menurut besar kecilnya pengaruh terhadap hasil pelayanan kesehatan sebagai berikut:

Skala 1 = kurang sekali Skala 2 = kurang Skala 3 ,., sedang Skala 4 = baik Skala 5 = baik sekali

Masing-masing sub-variabel dinilai skalanya, dan dihitung sesuai dengan rumus masing-masing variabel sebagai berikut:

L1 - (V1 + V2 + V3 + V4 + Vn) ! 2 000

- Angka tertinggi = (5 x n) x p x .

L 1 = Niiai keadaan lingkungan fisik

. p = Jumlah kelompok variabellingkungan = 2

V = Nilai keadaan tiap sub-variabellingkungan fisik n = Banyaknya sub-variabellingkungan fisik = 11

"

L2 = (V1 + V2 + V3 + V4 + Vn) ! 2 000

Angka tertinggi = (5 x n) x p x .

L2 = Nilai keadaan lingkungan sosial ekonomi budaya p = Jumlah kelompok variabellingkungan = 2

V = Nilai keadaan tiap sub-variabel sosial ekonomi budaya n = Banyaknya sub-variabel sosial ekonomi budaya = 11

8-72

ituk

c) Pembagian Strata PuskesmaslPeniiaian Akhir 8tratifikasi Puskesmas

PengukUl'an Stratifikasi Puskesmas dilakukan dengan mengukur penampilan kerja yaitu pencapaian cakupankegiatan pokok dibandingkan denganapa yang diharapkan dicapai pads akhir Pelita yang bersangkutan dan mengukur proses manajemen yang dilakukan oleh tenaga Puskesmas dibandingkan dengan ketentuan sesuai dengan pedoman yang ada.

Nilai dari kedua variabel tersebut dikoreksi dengan Keadaan Sumber daya dan Keadaan Ungkungan yang mempenganihi keberhasilan Puskesrnas dalam melakukan kegiatan.

. Hasil perhitungan nilai penampilan kerja Puskesmas dikelompokkan dalam 3 Strata yaitu:

Strata I = penampilan baik

Strata II = penampilan sedang

Strata III = penampilan kurang baik

Berdasarkan hasil pengolahan data seperti tersebut di stas, akan didapatkan hasil perhitungan sebagai berikut :

Hs = Nilai hasil cakupan kegiatan pokok Puskesmas

p = Nilai pelaksanaan proses manajemen Puskesmas S = Nilai keadaan sumber daya Puskesmas

L = Nilai keadaan lingkungan Puskesmas

(1) cara menghitung nilai penampilan kerja Puskesmas:

St = (Hs + P) x K, dimana

St = Nilai standard penampilan ke~a Puskesmas Hs = Nilai hasil kegiatan Puskesmas

P = Nilai pelaksanaan manajemen Puskesmas K z: Faktor koreksi

(2) Nilai faktor koreksi adalah sebagai berikut :

K = [ 1- + 1~ ( KS + KL ) ] V-z, dimana

KS = Faktor koreksi karena keadaan sumber daya KS = (SstlSk), dimana

Sst = Sumber daya standard = 4.000

Sk- = Sumber daya menurut kenyataan = < 4.000 KL = Faktor koreksi karena keadaan lingkungan

KL = (LstlLk), dim ana

Lst = Keadaan lingkungan standard = 2.000

Lk = Keadaan lingkungan menurut kenyataan = < 2.000

Bila Sst := Sk maka KS = 1 dan Lst = Lk maka KL =' 1.

Maka faktor koreksi K = 1 berarti pengaruh dari sumber daya dan lingkungan tidak ada. Namun demikian dalam kenyataan Sst tidak peman sarna dengan Sk, begitu pula Lst tidak sarna dengan Lk.

(3) Maka Rumus Perhitungan Nilai Strata menjadi :

St = (Hs + P) x [ 1 + 11.2 ( KS + KL ) ] x 11.2 atau

Sst Lst

St = (Hs + P) x { 1 + 11.2 (Sk + Lk)} x 11.2

atau

Sst Lst St = 1~ (Hs + P) + 1/4 (Hs + P)( Sk + Lk)

8-73

(4) Perhitungan Nilai Strata Standar 9)

Bila rata-rata Sk dan Lk bemilai 500/0 dari standar maka perhitungan Nilai Strata Standar menjadi:

St - (12.000 + 3.000) ~ + (12.000 + 3.000) V" (::~+ ~~~~) = 7.500 + 15.000 x V" x (2 + 2) - 22.500

(5) Pembagian Strata:

Strata I - > 75% nilai standard -> 16.875

Strata II - > 50% - <75% nilai standard

(11.250 - < 16.875)

Strata III - < 50% nilai standard ( <11.250)

Oengan faktor koreksi yang sangat menentukan nilai penampilan kerja Puskesmas tersebut, maka tidak perlu dibedakan cara perhitungan untuk Region I, Region II dan Region III.

8-74

PenyajianIPenggunaan Data dan Laporan Umum

Analisa data merupakan kegiatan untuk mengambil kesimpulan dari data yang sudah diolah, yang selanjutnya akan menjadi masukan dalam pengambilan keputusan.

(2) Analisa data dapat dilakukan di semua tingkat administrasi mulai dari tingkat Puskesmas, Dinas Kesehatan Dati II, Kandep Kesehatan KabupatenIKodya, Dinas Kesehatan PropinsiJKanwil, sampal tingkat Pusat Dengan sendirinya jenis data yang dianalisa pun akan berbeda untuk setiap tingkat administrasi.

'PadS dasarnya jenis data yang diperlukan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Dati IIlebih banyak bersifat khusus dan terperinci sehingga dapat lebih mengetahui titik-titik lemah atau kekurangan guna meningkatkan pembinaan dan pengelolaannya.

Sedangkan jenis data yang diperlukan bagi tingkSt Propinsi dan Pusat pada dasarnya lebih bersifat umum, karena akan lebih banyak dipergunakan untuk pemberian masukan dalam menentukan kebijaksanaan dan langkah-langkah.

Sesuai dangan tujuan dari Stratifikasi maka analisa data dan pengambilan kesimpulan akan lebih c:fltUjukan untuk memberikan masukan bagi perencanaan, monitoring, bimbingan dan

pengendalian fungsi Puskesmas.

(5) Untuk melakukan analisa data di tingkat Puskesmas dan, Dinkes Dati II, analisa bisa memerlukan angka cakupan tiap kegiatanlkeadaan Puskesmas baik untuk hasil kegiatan pokok Puskesmas, hasil manajemen, keadaan sumber daya maupun keadaan lingkungan

kerja Puskesmas.

Sedangkan untuk melakukan analisa data di tingkat propinsi diperlukan data mengensi tingkat perkembangan Puskesmas yang ada di masing-masing kabupaten yang berada pada propin- 51 tersebut. Data, ini diperoleh dari laporan para Kadinkes Dati II yang sudah merupakan gambaran yang menyeluruh berdasarkan data yang diperoleh dari masing-masing Puskesmas di dalam wilayahnya.

(6) Penyajian data merupakan kegiatan lanjutan dari analisa data dan dapat dilakukan dengan cara pengisian tabel, pembuatan grafik, penafsiran dan rekomendasi yang ditulis dalam

bentuk narasi.

Pada tingkat Puskesmas penyajian data/gambaran tentang masing-masing kegiatan pokok Puskesmas dapat dipergunakan oleh pimpinan Puskesmas sebagai bahan pembinaan dan pengarahanstaf Puskesmas atau sebagai bah an untuk mawas diri.

Analisa, Penyajian dan Penggunaan Data Oi tingkat Puskesmas:

Untuk melakukan analisa data pada tingkat Puskesmas bisadigunakan data yang terkumpul pada Form A seperti contoh di bawah ini:

6-75

.,' '

~' (

FORM

Puskesmas Kecamatan Kabupaten Data Tahun

Jumlah Penduduk :

LAPORAN STRATIFIKASI PUSKESMAS KE DINAS KESEHATAN KABUPATEN

. ,

RINCIAN VARIABEL NILAI PENCAPAIAN NILAI STANDARD % PENCAPAIAN
- KIA (termasuk imunisasL) 1.500 2.189 68,5
- P2M 1.300 1.536 84,6
- Kesehatan Lingkungan 1.200 1.496 80,2
z - PHN 450 1.212 37,1
z« - PKM 750 977 76,7
«I-
-« - KB 860 892 96,4
«-
a." -Gizi 700 812 86,2
«UJ
()~ - Pengobatan 695 797 87,3
z~
UJCI) - UKS 710 791 89,7
0.«
:c - GigilMulut 350 479 73,0
- Kes. Jiwa 250 439 56,9
- Laboratorium 130 380 34,2
SUBTOTAL 8.895 12.000 74,1
z - Perencanaan 650 1.000 65,0
UJ
~ - Pelaksanaan 750 1.000 75,0
UJ
-, - Penilaian 500 1.000 50,0
«
z
-c SUBTOTAL 1.900 3.000 63,3
~
« - Tenaga 800 1.000 80,0
>- - Sarana Fisik 850 1.000 85,0
«
0 - Perlengkapan Medis 600 1.000 60,0
c: !
UJ - Sarana Obat 750 1.000 75,0
en
~
::> SUB TOTAL 3.000 4.000 75,0
CI)
z - Lingkungan Fisik 780 1.000 78,0
1« - Ling. Ekonomi-Sosial-
"" 560 ,1.000 56,0
~z Budaya
...J:::>
~ SUBTOTAL 1.340 2.000 67,0
NILAI STRATA 13.016 STRATA II
20 Februari 1990
Kepala Puskesmas
{ .... ' ................................ }
NIP ........................
8-76 3,5 r.e ),2

',1 i,7

,4 ,2 ,3 ,7 o 9 2

Perhitungan Nilai Strata:

~ (8.895 + 1.900) + V4(8.895 + 1.900) (~ggg + ~:~~) == 5.3975 +2.698,75 x (1.333 + 1,49) = 5.397,5 + 7.618,6 = 13.016 termasuk dalam Strata II

Oari Form A ini perhatikanlah nilai pencapaian hasil kegiatan yang masih kurang memuaskan, misalnya kegiatan KIA, PHN dan taooratorlum.

Il Oari contoh pada Form Akita inelihat bahwa untuk kegiatan KIA nilai pencapaiannya 1500, dan nilai standardnya 2189,

maka % pencapaian menjadi:

1500 .

2189 xl 00% = 68,5% (=maslh cukup memuaskan)

n Untuk kegiatan PHN nilai pencapaiannya 450, dan nilai standardnya 1212, maka % pencapaiannya menjadi :

1~~~ x 100% = 37% (=kurang memuaskan)

Il Untukkegiatan Laboratorium nilai pencapaiannya 130, dan nilai standardnya 380, maka % pencapaiannya menjadi:

~~~ x 100% = 34,2% (=kurang memuaskan)

Untuk mencari penyebab permasalahan tersebut di atas maka perlu dilakukan:

n Penelaahan kembali, tormunr pengumpulan data kegiatan KIA, PHN, dan Laboratorium untuk diteliti lebih lanjut nilai dari masing-masing variabel. Dengan demikian dapat diketahui varia bel kegiatan mana yang menyebabkan nilai itu menjadi memuaskan atau menjadi kurang memuaskan, misalnya dilihat dari segi :

(1) Manajemen:

(a) Apakah per.encanaan kurang baik?

(b) Apakah pengorganisasian kurang baik? (c) Apakah kurang monitoring/pemantauan? (d) Apakah kerjasama antar tenaga kurang?

(e) Apakah kerjasama dengan pamong setempat kurang? (1) Apakah kerjasama lintas sektoral kurang?

(g) Apakah pedoman kerja belum ada?

(h) dan sebagainya.

(2) Sumber daya :

(a) Apakah jumlah tenaga kurang?

(b) Apakah tenaga kurang pengetahuan dan ketrampilan? (c) Apakah tenaga kurang motivasi?

(d) Apakah fasilitas kerja kurang?

(e) Apakah 1asilitas transport kurang? (1) Apakah supply kurang?

(g) Apakah dana kurang?

(h)' dan lain sebagainya.

(3) Lingkungan:

Keadaan lingkungan biasanya sukar diperbaiki dalam waktu singkat, namun demikian pada dasarnya Puskesmas dapat membantu perbaikan beberapa aspek lingkungan misalnya apabila:

(a) Masyarakat kurang pengetahuan tentang kesehatan (b) Masyarakat buta aksara

(c) Masyarakat berpenghasilan rendah (d) dan sebagainya.

B-77

in Dati

oaten. m dan

ssmas

untuk

= Penilaian keadaan proses manajemen Puskesmas dan kebenaran pengisiannya ke dalam format isian untuk manajemen Puskesmas

- Mengundang rapat semua kepala Puskesmas untuk diberi bimbingan cara pemanfaatan hasil stratifikasi Puskesmas oleh. Puskesmas.

- Setelah menerima hasil stratifikasi Puskesmas, maka:

= Diadakan kompilasi data stratifikasi Puskesmas dI seluruh Puskesmas di wilayah ke~anya untuk dimasukkan dalam Form B.

KOMPILASI HASll KEGIATAN PUSKESMAS, MANAJEMEN, SUMBEA DAYA DAN UNGKUNGAN

FOAMS

NAMA PUSKESMAS

NOMOAKODE

1-----,--:..:..:.;::....:.:,_---,----4 HAS I L STAAT

l

Hs

P

S

= Dianalisa masalah-masalah yang dilaporkan masing-masing Puskesmas dan dirumuskan alternatif cara penanggulangannya.

Hasil stratifikasi tersebut dapat dipergunakan oleh Dati I untuk :

o Pelaksanaan perencanaan kegiatan (POA) dalam tahun yang sedang berjalan dengan cara realokasi atau mobilisasi sumber daya.

o Dalam kaitannya dengan penyusunan rencana tahunan, hasil stratifikasi dapat merupakan masukan untuk perencanaan kegiatan tahun yang akan datang.

n Mendapatkan gambaran perkembangan fungsi Puskesmas untuk upaya pengendalian dan pembinaan pelaksanaan upaya Puskesmas.

- Hasil stratifikasi yang telah dikompilasi di Dati II, dikirimkan ke Dati I dan Kanwil, dengan tembusan ke Kandepkes dan umpan balik kepada semua Puskesmas. selambat-Iambatnya pada akhir bulan Mel.

8-79

Oleh karena itu apabila cakupan kegiatan yang rendah tersebut disebabkan oleh keadaan lingkungan yang ticla~ mendukung, hanya beberapa aspek sajalah yang bisa dilakukan intervensi untuk perbaikannya.

Setelah ditemukan penyebabnya dari ketiga aspek tersebut, kemudian dicari alternatif cara pemecahannya. Cara pemecahan ini dapat dimasukkan dalam rencana tahunan untuk dilaksanakan pada tahun oepan. Bila masalah ini tidak dapat dipecahkan setempat maka perlu dirujuk ke tingkat yang lebih tinggi untuk dimasukkan dalam rencana tahunan Dati II, Dati I atau Pusat.

Hasil Stratifikasi Puskesmas di tingkat Puskesmas dapat dipakai untuk mencari sebab musababnya Puskesmas tersebut mendapat nilai strata tertentu, dengan menelusuri lebih mendalam nilai-nilai kegiatan yang pencapaiannya rendah untuk dieari sebab musababnya. Analisa yang lebih mendalam dapat dilakukan dalam lokakarya mini, dengan eara mendiskusikan kelemahan-kelamahannya dengan staf yang bersangkutan, yang menghadapi pekerjaan sehari-hari, sehingga tahu betul dimana letak kelemahannya. Kemudian dicari jalan untuk memecahkan masalahnya secara bersama dalam lokakarya mini. BHa masalahnya tidak dapat dipecahkan segera, maka dapat direncanakan untuk Oipe~inK,an pada anggaran tahun yang akan datang. Disamping untuk keperluan Puskesmas sendiri informasi dari stratifikasi ini juga dipergunakan untuk sektor lain yang bersangkUtan,'termasuk pemerintah daerah pat. Hasil stratifikasi Puskesmas dapat pula dimanfaatkan oleh tingkat atasan menentukan pilihan Puskesmas OOngan prestasi terbaik. Dalam penentuan sample penelitian hasil stratifikasi dapat pula dimanfaatkan.

Laporan yang perlu disampaikan pad a Dati II: (a) lsi laporan :

- Disamping laporan dalam bentuk Formulir A yang telah diisi, perlu ditambah sebagai berikut:

= Strata Puskesmas

Kegiatan yang pencapaiannya kurang memuaskan

= Masalah-masalah yang diperkirakan sebagai penyebabnya = Alternatif rencana penanggulangan masalah

= . Bantuan yang diperlukan dari tingkat atasan.

(b) Waktu penyampaian laporan:

- Laporan dikirimkan kepada Dati II paling lambatpada akhir bulan Maret.

8-78

c) Pembinaan Stratifikasi Puskesmas oleh Dati II : (1) Tujuan:

(a) Tujuan Umum :

Mendapatkan gambaran tentang perkembangan fungsi Puskesmas dalam wilayah II secara berkala dalam rangka pembinaan dan pengembangannya.

(2) Tujuan Khusus :

(a) Mendapatkan masukan untuk perencanaan tahunan Puskeamas di wilayah 'C"I'U~ClI"'" (b) Mendapatkan informasi tentang perkembangan fungsi Puskesmas untuk pembinaan pengendalian pelaksanaan kegiatan pokok Puskesmas dalam wilayah Kabupaten.

(3) Pelaksanaan kegiatan :

(a) Pembinaan proses pelaksanaan stratifikasi Pusl<esmas di masing-masing dengan :

- Mengunjungi Puskesmas dalam bulan Januari sampai dengan bulan Februari melakukan:

Verifikasi data stratifikasi

= Pemeriksaan cara pengumpulan data

d) Laporan Hasil Stratifikasi ke Dati I

Hasil tersebut dilaporkan dalam Form B, dan Form C (rekap keadaan ketenagaan) Puskesmas, disertai dengan narasi yang mencakup analisis permasalahan yang menonjol, alternatif pemecahannya, dan bantuan yang dihi:uapkan dari Dati I.

NO

~ ,

REKAPITULASI : JUMLAH PUSKESMAS TEMPAT PELAYANAN KESEHATAN (PUSKESMAS RAWAT-INAP, PUSKESMAS PEMBANTU, POSYANDU, PUSKESMAS KELlUNG), SERTA JUMLAH DAN MACAM TENAGA KESEHATAN

TAHUN KABIKODYA

MACAM TENAGA KESEHAT AN

e) Pembinaan Stratifikasi Puskesmas di Dati I: (1) Tujuan: (a) Umum:

Mendapatkan gambaran tingkat perkembangan fungsi Puskesmas dalam wilayah si datem rangka pembinaan dan pengembangannya.· (b) Khusus: - Mendapatkan masukan dari Dati II se-propinsi untuk perencanaan tahunan Puskesmas di tingkat propinsi. - Mendapatkan informasi untuk bimbingan dan pengendalian Dati II se propinsi membiria Puskesmas.

(2) Pelaksanaan Kegiatan : (a) Melakukan supervisi dan bimbingan teknis stratifikasi Puskesmas ke Dati II dan mas dalam wilayah propinsi mulai bulan Januari sampai bulan Juni. (b) Setelah menerima laporan dari Dati II: - Dibuat rekapitulasi dari laporan Form B dan C dari semua Dati II di dalam propinsi.

ing-masing menonjol,

N

)AN

0
~
~
w
s Cl
z
0 w
< 0-
23 24 25 'ah propin-

an tentang

,insi dalam

.n Puskes-

m wilayah

FORMe

- Dibuat rekapitulasi dari laporan narasi tentang masalah penyelenggaraan Puskesmas dan rencana penanggulangannya yang dirumuskan oleh semua Dati II di wilayah propinsi.

Gambaran Stratifikasi Puskesmas

PROPINSI: .

JUMLAH PUSKESMAS JUMLAH PUSKESMAS
NO NAMA DATI II JUMLAH YANG BELUM IKUT DENGAN STRATA
PUSK STRATIFIKASI
I II III f) Pembinaan Stratifikasi Puskesmas di tingkat Pusat

(1) Tujuan:

Umum:

Mendapatkan gambaran tingkat perkembangan fungsi Puskesmas di seluruh propinsi di Indonesia dalam rangka pembinaan dan pengembangannya.

Khusus:

(a) Mendapatkan kecenderungan perkembangan prestasi keria Puskesmas di masingmasing propinsi.

(b) Memberikan arah dan prioritas wilayah yang perlu dibina dan dikembangkan. (c) Memberikan masukan bagi perencanaan Puskesmas jangka menengah.

(2) Kegiatan:

(a) Rekap taporan stratifikasi dari 27 propinsi, termasuk merekap laporan narasi yang disampaikan oleh masing-masing propinsi dan membuat grafik serta peta stratifikasi Puskesmas secara nasional.

(b) Memberi umpan balik kepada masing-masing propinsi dalam bentuk rekap laporan dan tanggapan dari tingkat Pusat.

(c) Mengadakan pertemuan stratifikasi secara nasional pada tahun pertama Pelita dan tahun terakhir Petita.

(d) Mengadakan penyesuaian pedoman stratifikasi Puskesmas untuk pelaksanaan pad a Pel ita berikutnya.

(3) Tugas Pusat dalam pembinaan Stratifikasi Puskesmas

(a) Menilai kecenderungan perkembangan strata Puskesmas di tiap propinsi;

Membuat data dasar stratifikasi Puskesmas per Puskesmas setiap lima tahun, selanjutnya umpan balik ke Dati II untuk peremajaan.

(b) Memberikan umpan balik hasil stratifikasi yang telah diterima dan dianalisa ke tiap Dati I. (c) Menentukan batasan nilai strata (cut off point) tiap akhir Pelita.

8-81

j. Administrasi Keuangan dan Barang

1) Administrasi Keuangan

Landasan hukum utama dalam pengelolaan keuangan Negara adalah UUD 1945 pasal 23 ayat (1). Selanjutnya tata cara pengelolaan keuangan Negara ditetapkan dalam UU Nomor 9 tahun 1968 atau lebih dikenal sebagai Undang-undang Perbendaharaan Indonesia. Adapun aturan pelaksanaan ditetapkan oleh Menteri Keuangan untuk APBN dan Gubernur KDH tingkat I untuk APBD.

Keuangan Negara bersumber dan APBN dan APBD, dengan di dalamnya sudah tercermin hasil penerimaan Non Tax Puskesmas yang disetor ke Kantor Kas Daerah. Keuangan Negara tersebut selanjutnya dikelola dengan suatu sistem administrasi keuangan Negara.

a) Pengertian, Tujuan Dan Ruang Lingkup

(1) Pengertian:

Administrasi keuangan di Puskesmas adalah sistem pengelolaan keuangan, baik yang berasal dari APBN (Anggaran Pembangunan Sektoral, Inpres dan Bantuan Luar Neg.eri),. APBD tk. I dan tk. II, PHB, dan restribusi/penerimaan.

(2) Tujuan:

(a) Umum:

Terselenggaranya administrasi keuangan di Puskesmas dengan baik dan benar,!! sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(b) Khusus:

- Adanya catatan secara tertib dan benar atas semua uang yang diterima oleh Puskesmas.

- Adanya catatan secara tertib dan benar atas semua pengeluaran/penggunaan uang untuk menunjang pelaksanaan kegiatan Puskesrnas.

- Adanya file bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran uang Puskesmas secar3l~' lengkap dan benar. - Adanya pengawasan yang baik dari Pimpinan Puskesmas terhadap staf n"'I~I~.IIil. sana keuangan, untuk mencegah timbulnya penyalahgunaan. - Adanya pelaporan secara tertib dan benar tentang pengelolaan keuangan kesmas secara periodik.

(3) Ruang Lingkup:

Administrasi keuangan di Puskesmas meliputi: (a) Sumber-sumber dana yang dapat diperoleh Puskesmas

(b) Tenagalpetugas dan penanggung-jawab pengelolaan keuangan. (c) Tata-cara pengelolaan keuangan.

b) Sumber Dana Puskesmas

Puskesmas bisa mendapatkan dana dari berbagai sumber, sesuai dengan tugas dan fungsi serta kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmas.

(1) Sumber dari tingkat pusat.

(a) Anggaran pembangunan sektoral yaitu berbagai proyek yang kegiatannya dilakukan oleh Puskesmas. Misalnya : Proyek Pengembangan Puskesmas, Proyek Perbaikan Gizi, Proyek Imunisasi, dan sebagainya. Dana yang diberikan biasanya sudah ada petunjuk penggunaannya untuk kegiatan tertentu, misalnya : biaya operaslona Puskesmas, biaya latihan kader, biaya administrasi, dan sebagainya.

(b) Anggaran bantuan pembangunan sarana kesehatan (atau Inpres) yang merupakan bantuan langsung kepada Dati II. Biaya ini biasanya berupa pengadaan obat-obatan, biaya pembangt..inan fisik, biaya rehabilitasi fisik, pengadaan peralatan dan terkadang terrnasuk pula biaya operasional dan pemeliharaan.

c

8-82

, 1945 pasal 23 UU Nomor 9 .sla. Adapun KDH tingkat I

In baik dan

yang diterima

)uskesmas secara

rhadap staf pelak-

an keuangan Pus-

1 tugas dan fungsi

itannya dilakukan Proyek Perbaikan sanya sudan ada »aya operasional {a.

yang merupakan laan obat-obatan an dan terkadang

(c) Anggaran bantuan luar negeri beberapa diantaranya dalam bentuk anggaran tambahan pembangunan (=DIP Suplemen). Contoh: bantu an dari OECF (Overseas

Economic Cooperation Fund) dariJepang.

Pada beberapa propinsVkabupaten terdapat kegiatan proyek yang dibiayai oleh

bantuan dari WHO, UNICEF, dan sebagainya.

. (2) Sumber dari Dati 1 dan Dati II:

(a) APBD I bias any a digunakan untuk menunjang operasional Puskesmas yang belum

di dapat dari Pusat tapi diperlukan untuk kelancarantugas Puskesmas.

(b) APBD II umumnya sangat terbatas. Namun ada beberapa daerah yang mampu memberikan biaya kegiatan yang diusulkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten atau

Puskesmas.

(3) Sumber dana dari Puskesmas:

25% retribusi Puskesmas digunakan langsung oleh Puskesmas untuk memenuhi

kebutuhan Puskesmas agar bisa bertungsi maksimal (SKB Menkes-Mendagri No 684a1Menkes/SKB/IXJ1987 dan No 87fTahun 1987 tgl28 September 1987).

Pada beberapa daerah terdapat peraturan daerh (PERDA) untuk mengatur tarif dan

penggunaan.

c) Pengelola Keuangan

(1) Di Puskesmas terdapat 2 orang pengelola keuangan, yang keduanya diangkat dengan surat keputusan Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II, yaitu:

(a) Bendaharawan atau PUMK (Pemegang Uang Muka Kerja) yang merangkap sebagai B/PKPNT (Bendaharawan atau Pemegang Kas Pendapatan Non Tax).

(b) Kepala Puskesmas selaku atasan langsung Bendaharawan atau PUMK.

Catatan:

_ Bendaharawan diangkat untuk Puskesmas di daerah perkotaan (Ibukota, Ibukota Propinsi, Kabupaten atau Kotamadya) yang ketenagaan di Puskesmas cukup

memadai.

_ PUMK diangkat untuk Puskesmas di daerahlluar Ibukota-ibukota tersebut yang

ketenagaan di Puskesmas masih terbatas.

(2) Tugas dan tanggung jawab Bendaharawan yang merangkap sebagai Bendahara Penerima Pendapatan Non Tax:

(a) Bendaharawan Puskesmas:

_ Syarat seorang ditunjuk menjadi Bendaharawan:

Warganegara Indonesia Pendidikan minimal SMT A

Punya kecakapan di bidang keuangan dan administrasi Tidak diragukan integritas dan kejujurannya

Punya sertifikat Bendaharawan A (bila mungkin)

- Tugasnya adalah:

Melaksanakan pengelolaanlpenatausahaan dengan tertib sesuai dengan

peraturan perundangan yang berlaku.

Mengurus penerimaan, menyimpan, membukukan, mengeluarkan uang yang

berada dalam pengelolaannya, serta menyusun laporan.

- Tanggung jawab:

Bertanggung jawab atas ketekoran yang mungkin terjadi.

= Bertanggung jawab atas tugasnya kepada atasan langsung.

B-83

- Uraian tugasnya adalah:

= Membuat langkah-Iangkah persiapan yaitu tl Mempelajari Petunjuk Operasional.

tl Menyiapkan buku kas umum serta buku kas pembantu. Menyelenggarakan kepengurusan keuangan (menerima, menyimpan dan mengeluarkan).

= Mengajukan permintaan uang/biayalanggaran dengan persetujuan Kepala Puskesmas kepada PemdaJDinkes Dati II setempat.

Menyelenggarakan pembukuan meJiputi Buku Kas Umum beserta Buku Kas Pembantu.

= Melakukan tindak pengamanan kas untuk menghindarkan ketekoran, kecurian, kesalahan pembayaran dan kesalahan lain yang mengakibatkan kerugian Negara.

= Memungut dan melakukan penyetoran pajak (PPH 21 & 22) kepada Kantor' Kas DaerahlNegara.

= Membuat dan menyampaikan Laporan Keadaan Kas RutinlPembangunan (LKKRlP) mengenai bulan yang baru lalu kepada instansi yang berwenang.

(b) Bendaharawan Penerima Pendapatan Non Tax

- Persyaratan penunjukan seorang Bendaharawan Penerima adalah: = Warganegara Indonesia

= Pendidikan minimal 8MT A

= Mempunyai kecakapan di bidang keuangan dan administrasi = Tidak diragukan integritas dan kejujurannya

Tugas dan tanggung jawab:

Tugas

mengadakan pengelolaanlpengurusanlpenatausahaan dengan tertib dana haSil pendapatan Puskesmas dan menyetorkan secara berkala ke Kantor Kas Daerah sesuai peraturan perundangan yang ada.

Tanggung jawab :

menyimpan dana pendapatan Non Tax dengan tertib sehingga terhindar dari ketekoran dan kecurian.

- Uraian tugas Bendaharawan Penerima adalah:

= Membuat langkah-Iangkah persiapan (menyediakan Buku Kas Umum dan Buku Kas pembantu).

= Menyelenggarakan pengelolaan hasil pendapatan Non Tax (menerima, menyimpan, dan menyetorkan).

= Melakukan tindak pengamanan dana hasil pendapatan Non Tax.

= Menyetorkan penerimaan Non Tax secara berkala kepada Kantor Kas daerah setempat.

= Membuat laporan bulan an tentang jumlah penerimaan dan penyetoran Non Tax kepada Biro Keuangan Daerah dan Instansi yang terkait.

(c) Pemegang Uang Muka Kerja Puskesmas

- Persyaratan penunjukan seorang Pemegang Uang Muka Kerja Puskesmas: = Warganegara Indonesia

= Pendidikan minimal 8MT A

= Punya kecakapan di bidang keuangan dan administrasi = Tidak diragukan integritas dan kejujurannya

- Tugas dan tanggung jawab Pemegang Uang Muka Ke~a Puskesmas:

Tugas

mengadakan pengelolaanlpengurusan (menerima, menyimpan dan mengeluar· kan) dengan tertib mengenai uang yang berada dalam pengelolaannya.

B-84

nenyimpan

ietujuan

Pembangunan . ~ berwenang.

h:

tib dana hasil )r Kas Daerah

erhindar dan

Umum dan

(menerima,

Kasdaerah

'etoran Non

esmas:

lengeluara.

Tanggung jawab :

mengadakan pengamanan uang tersebut dengan baik sehingga terhindar dari kehilangan atau kecurian.

- Uraian tugas Pemegang Uang Muka Kerja Puskesmas:

Mempersiapkan langkah-Iangkah yang berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan (menyediakan Buku Kas Umum dan Buku Kas pembantu). Menyelenggarakan pengelolaanlpembukuan danalbiaya anggaran yang diserahkan kepadanya (menerima, menyimpan dan mengeluarkan).

Melakukan tindak pengamanan terhadap uang yang berada dalam pengelolaannya sehingga terhindar dari kehilangan atau kecurian. Menyelenggarakan tata kearsipan.

Membuat laporan keadaan kas proyek maupun rutin.

(d) Pemegang Kas Pendapatan Non Tax Puskesmas.

- Persyaratan penunjukan seorang Pemegang Kas Pendapatan Non Tax Puskesmas:

Warganegara Indonesia

= Punya kecakapan dalam menyelenggarakan tata pembukuan sederhana. = Tidak diragukan tentang integritas dan kejujurannya

- Tugas dan tanggung jawab Pemegang Kas Pendapatan Non Tax Puskesmas:

Tugas

mengadakan pembukuan sederhana tentang penerimaan dan penyetoran dana pendapatan Non Tax dan menyetorkannya secara berkala kepada Bendaharawan Penerima Dinkes. Dati II setempat.

Tanggung jawab :

mengadakan pengamanan (menyimpan) dana pendapatan tersebut dengan baik sehingga terhindar dari kecurian dan kehilangan ataupun ketekoran.

- Uraian tugas seorang Pemegang Kas Pendapatan Non Tax Puskesmas:

Menyelenggarakan buku harian yang digunakan untuk pencatatan/pembukuan pendapatan Non Tax.

Menyelenggarakan pembukuan pad a Buku Kas harian tentang penerimaan dan penyetorannya.

Melakukan tindak pengamanan. Menyelenggarakan tata kearsipan.

Menyetorkan uang pendapatan Non Tax secara berkala atau selambat- lambatnya sekali seminggu kepada Bendaharawan Penerima Dinkes Dati II. Membuat laporan pertanggung jawaban pendapatan Non Tax.

(e) Kepala Puskesmas selaku atasan langsung Bendaharawan/PUMK Puskesmas

Tugas dan tanggung jawab kepala Puskesmas.

Menguji, membebankan dan memerintahkan Bendaharawan/PUMK untuk membayar setiap tagihan yang diajukan kepadanya.

Menyusun juklak setiap kegiatan sehingga tidak terjadi kegiatan yang tumpang tindih.

Membuat laporan pertanggung jawaban keuangan kepada instansi yang berwenang.

= Mengadakan pemeriksaan kas Intern secara berkala terhadap Bendaharawan/PUMK selambat-Iambatnya sekali tiga bulan.

Mengawasi pelaksanaan kegiatan baik terhadap segi administratif maupun segi teknis operasional.

8-85

C"-""_~ _

- Uraian Tugas Kepala Puskesmas selaku atasan langsung Bendaharawan/PUMK Membuat langkah-Iangkah persiapan yang berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan meliputi:

a Mempelajari Petunjuk Pelaksanaan.

a Menyusun reneana kerja yang meliputi jadwal per triwulan sehingga pelaksanaannya terkoordinasi.

a Membuat kebijaksanaan yang akan dijalankan baik oleh pelaksana keuan-

gan maupun oleh pelaksana operasional.

Membuat perkiraan kebutuhan akan uang tunai di kas dalam rangka menjamin kelancaran pembayaran sewaktu-waktu.

Menguji, membebankan dan memerintahkan kepada Bendaharawan untuk membayar tagihan setelah diadakan pengujian yang meliputi:

a benar tidaknya uraian kegiatan pada tagihan. a benar tidaknya jumlah biaya yang ditagih.

a benar tidaknya pelaksana yang mengajukan tagihan. a benar tidaknya kegiatan tersebut sudah dilaksanakan.

Melakukan Pemeriksaan Kas Intern secara periodik terhadap Bendaharawan atau PUMK selambat-Iambatnya sekali tiga bulan.

Meneari kelemahan/hambatan serta pemeeahan masalah untuk kelanearan pelaksanaan kegiatan.

Membuatlmenyusun laporan pertanggung jawaban keuangan serta menyarnpaikannya kepada instansi yang bersangkutan tentang penggunaan keuangan bulan yang baru lalu.

Membuat evaluasi atas keadaan pelaksanaan anggaran dan menyusun datadata yang diperlukan untuk penyusunan anggaran tahun yang akan datang. Menyimpan secara rapi, teratur dan lengkap dokumen/arsip yang menyangkut keuangan terutama mengenai pemeriksaan.

(1) Tugas dan tanggung jawab Kepala Puskesmas selaku Atasan Langsung Bendaharawan PenerimalPemegang Kas Pendapatan Non Tax

- Tugas dan tanggung jawab Kepala Puskesmas selaku Atasan Langsung Ben-

daharawan PenerimalPemegang Kas Pendapatan Non Tax Puskesmas:

Mengadakan pemantauan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pemungutan dan penyetoran dana pendapatan Non Tax, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan baik dan lancar.

Melaporkan jumlah penerimaan dan Penyetoran pendapatan Non Tax secara berkala kepada instansi yang berwenang.

- Uraian Tugas Kepala Puskesmas sebagai Atasan Langsung Bendaharawan PenerimalPemegang Kas Pendapatan Non Tax Puskesmas:

= Membuat kebijaksanaan intern sebagai petunjuk lanjutan dari kebijaksanaan yang telah dikeluarkan oleh Bupati/WalikotamadyalDinkes Dati " setempat tentang pemungutan (penerimaan) dan penyetoran pendapatan Non Tax Puskesmas.

Memerintahkan Bendaharawan/Pemegang Kas Pendapatan untuk mempersiapkan keperluan (bahan) yang diperlukan dalam pelaksanaan pemungutan dan pembukuan pendapatan Non Tax.

Memberikan peringatan kepada Bendaharawan/pemegang Kas Pendapatan jika terjadi kelambatan penyetoran penerimaan tersebut.

Mengadakan pemeriksaan seeara periodik terhadap Bendaharawan/pemegang Kas Pendapatan (Pemeriksaan Kas intern) tentang pengelolaan, jumlah dan penyetoran dana pendapatan Non Tax.

Membuat laporan penerimaan dan penyetoran pendapatan Non Tax secara berkala (setiap bulan) kepada Bagian Keuangan Daerah dan tembusan kepada Irwilda dan Dinkes. Dati" setempat.

8-86

IPUMK d)
sanaan
hingga
ceuan-
1jamin
untuk 'awan

caran

.yarn.ngan

datalng. iqkut

Ben-

Ben-

smumy a

Gara

wan

aan ipat Tax

)ertan

tan

nelah

ara an

Tata Cara Pengelolaan Keuan~an

Dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan RI No. 3321MNI9/1968 tanggal 26 September 1968 pasal 1 ayat (2) ditegaskan bahwa "Setiap Bendaharawan atau Pemegang Kas yang mengurus uang Negara harus mempunyai Buku Kas Umum dan mencatat penerimaan dan pengeluaran" .

Dengan demikian, jelaslah bahwa setiap orang yang ditugaskan untuk menerima atau menguasai uang Negara harus mengadakan pembukuan dan membuat laporan pertanggung jawaban keuangan serta laporan keadaan kas yang dikelolanya.

(1) Pembukuan

Yang dimaksud dengan pembukuan adalah pencatatan semua penerimaan serta pengeluaran yang dilakukan seseorang dalam rangka ketertiban administrasi keuangan. Adapun buku-buku yang digunakan dalam pengelolaanlpengurusan keuangan pada umumnya terdiri dari:

(a) Buku Kas Umum

(b) Buku Bank

(c) Buku Kas Pembantu (d) Buku Persekot Kerja

(e) Buku Surat Pertanggung jawaban Keuangan (SPJ)

(a) Buku Kas Umum

Yang dimaksud dengan Buku Kas Umum adalah suatu buku kas yang dipergunakan untuk mencataVmembukukan semua penerimaan dan pengeluaran baik dari kas tunai maupun penerimaan/pengeluaran ke/dari Bank atau Giro Pos yang menjadi tanggung jawab Bendaharawan/Pemegang Uang Muka Kerja (PUMK).

Dengan demikian, semua penerimaan dan pengeluaran harus dibukukan/dicatat dalam Buku Kas Umum sehingga seluruh kegiatan yang menyangkut keuangan dapat tergambar dalam Buku Kas Umum.

Buku Kas Umum merupakan alat monitoring utama dalam pelaksanaan kegiatan pengurusan uang Negara. Untuk itu, Buku Kas Umum harus diselenggarakan dengan baik dan benar.

Tlap-tiap mata anggaranltolok ukurlkegiatan harus didukung dengan bukti-bukti yang lengkap baik itu jumlah penerimaan, non tax maupun penjelasan, harus dibukukan terlebih dahulu baru disetor/dibayar uangnya.

Buku Kas Umum terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu:

- Buku Kas Umum dengan bentuk scontro.

- Buku Kas Umum dengan bentuk tabelaris.

Kedua jenis buku kas tersebut pad a dasarnya mempunyai fungsi yang sama, yaitu membukukan/mencatat seluruh kegiatan yang menyangkut keuangan dan pencatatannya dilakukan secara rapi dan bersih sesuai dengan tanggal kejadiannya, sehingga kegiatan-kegiatan tersebut tidak dilakukan secara terpisah.

Mengingat penggunaan Buku Kas Umum dengan bentuk tabelaris hanya cocok untuk pembukuan yang jumlah kegiatannya tidak banyak, sehingga sulit untuk memperoleh kolom yang sesuai dengan kebutuhan serta dalam pelaksanaannya diperlukan perhatian/ketelitian yang besar, maka dalam prakteknya yang lebih cocok adalah dengan menggunakan Buku Kas Umum bentuk scontro.

Demi ketertiban dan pengawasan dalam pembukuan, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

- Pembukuan/pencatatan dalarn Buku Kas Umum harus dilakukan oleh Bendaharawan/PUMK, tidak boleh dikerjakan oleh orang lain.

8-87

- Pada halaman pertama Buku Kas Umum tersebut dibuat catatan sebagai berikut:

"Buku Kas Umum ini berisi sejumlah halaman dan mulai

dipakai tanggal 19 "

Mengetahui

Atasan Langsung Bendaharawan/PUMK Bendaharawan/PUMK

Nama

Nama

N.I.P.

N.I.P.

- Setiap halaman diberi nomor urut mulai nomor 01, dan dibubuhi paraf BendaharawanlPUMK.

- Penulisan dalam Buku Kas Umum agar menggunakan tinta hitam (cair) dan tidak dibenarkan adanya ruangan-ruanganlbaris-baris yang kosong, tanda-tanda hapusan/setipan atau adanya angka yang ditebalkan. Jika terjadi salah tulis, maka di atas angkalhuruf yang salah tersebut dicoret dengan dualsatu garis lurus sedemikian rupa sehingga tulisan angkalhuruf yang salah tersebut masih bisa dibaca. Kemudian di atas garis tadi dibubuhi paraf Bendaharawan/PUMK.

- Tata cara rnenqerjakan pembukuan:

Tiap halaman/lembar pad a Buku Kas Umum dibagi menjadi 2 (dua) bagian dengan beberapa kolom.

Pada bagian kiri atas tertera tulisan DEBET.lni berarti bahwa pada bagian kiri dari pembukuan tersebut, tempat mencatatlmembukukan semua kegiatan penerimaan.

Kolom-kolom yang dijumpai pad a bagian kiri (Debet) adalah: a Kolom Tanggal:

pada kolom ini diisi tanggal, bulan dan tahun penerimaan uang/dana.

a Kolom Uraian:

pada kolom ini diisi uraian penerimaan menurut kegiatan/mata anggaranl tolok ukur; nomorltanggal SPM Giro/Cek; nama orang yang memberi uang dan jumlah uang yang diterima secara terperinci menu rut kegiatan/mata anggaranltolok ukur.

a Kolom Buku Kas Pembantu :

pada kolom ini diisi kegiatan/mata anggaranltolok ukur sehingga memudahkan dalam pemindah bukuan pada Buku Kas Pembantu lainnya.

a Kolom Jumlah:

pada kolom ini diisi jumlah penerimaan.

Pada bagian kanan atas tertera tulisan KREDIT. Ini berarti bahwa pada bagian kanan dari buku tersebut tern pat mencatatlmembukukan semua pengeluaran. Kolom yang dijumpai pada bagian ini adalah:

a Kolom T anggal :

Pada kolom ini diisi tanggal, bulan dan tahun pengeluaran uang/dana.

a Kolom Uraian:

Pada kolom ini diisi uraian pengeluaran menurut kegiatan mata anggaranl tolok ukur; nama orang yang melaksanakan kegiatan dan perincian uang menurut tolok ukur/mata anggaran.

a Kolom BKP:

Pada kolom ini diisi kegiatan/mata anggaranltolok ukur sehingga mudah untuk dipindahkan ke Buku Kas Pembantu.

a Kolom NBK:

Pada kolom ini diisi nom or bukti kas/pengeluaran, sesuai dengan nom ornomor urut kwitansi.

= Pada setiap akhir bulan Buku Kas Umum harus ditutup oleh Bendaharawan dengan ketentuan bahwa jumlah Debet (Penerimaan) dan jumlah Kredit (Pengeluaran) harus sama. Setelah Buku Kas Umum diMup, maka penjelasan Buku Kas Umum berikutnya adalah:

"Pada hari ini tanggal ... 19 ... Buku Kas umum kami tutup dengan keadaan sebagai berikut:

II Jumlah Penerimaan Rp .

II Jumlah Pengeluaran Rp .

II Sisa/Saldo lebih Rp yang terdiri dari:

II Pada Kasltunai II Pada Bank

II Kertas Berharga

Rp .

Rp .

Rp .

Mengetahui Atasan Langsung

........................... 19 ...

BendaharawanJPUMK

NIP

NIP

Contoh Buku Kas Umum Bentuk Scontro.

Tanggal

Halaman:

Bulan:

DEBET

Gambar B-1

KREDIT

Uraian

BKP

Jumlah

Tanggal

Uraian

BKP NBK

Jumlah

(b) Buku BanklBuku Kas Tunai

Bagi Puskesmas-Puskesmas yang berlokasi di ibukota Propinsi dan telah memiliki Bendaharawan serta adanya sarana Bank untuk kegiatan keuangan dalam penerimaan/pengeluaran yang menggunakan ceklgiro pos, maka dalam pengelolaan keuangannya diperlukan adanya Buku Bank.

Yang dimaksud dengan Buku Bank adalah suatu buku dim ana dicataVdibukukan semua penyetoranJpengambilan uang melalui rekening Bendaharawan dan berfungsi sebagai pembantu Buku Kas Umum. Pada umumnya Buku Bank dibuat dalam bentuk Staffel.

8-89