LAPORAN AKHIR

KEGIATAN KULIAH LAPANG 2010

Disusun Oleh : REGU 21 Dian Karisnawati A24070047 Feni Shintarika A24070092 Parulian Julio Alberto A24070099 Wiwid Wijayanto A24070110 Indah Retnowati A24070179

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

KATA PE

ANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limphan dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Kuliah Lapang ini dengan sebai-baiknya. Laporan ini merupakan catatan perjalanan kami selama mengikuti kegiatan kuliah lapang yang diselenggarakan oleh Departemen Agronomi dan Hortikultura di beberapa perusahaan nasional yang bergerak di bidang pertanian. Perusahaanperusahaan yang dikunjungi, yaitu PT Benara Nurseries, PTPN VIII Kebun Karet Cikumpay, PT Eas West, Balai Besar Padi, Pabrik Gula Tersana Baru, Koperasi Nusantar Jaya, Nyonya Meneer, Kebun Kopi Getas, dan PTPN X Perkebunan Tembakau. Beberapa tempat tersebut merupakan pembelajaran yang baik bagi kami sebagai proses untuk memahami kondisi pertanian di lapang yang sebenarnya. Dengan demikian kami mengetahui bagaimana langkah yang sebaiknya dilakukan demi perbaikan sektor tersebut ke depannya. Penulis mengucapkan terimakasih kepada para dosen pembimbing atas bimbingan dan pengarahannya selama kegiatan kuliah lapang ini serta kepada semua pihak yang telah membantu dalam rangkaian kegiatan tersebut. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan semua pihak yang berkepentingan.

Bogor, September 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................ ................................ ........................ i DAFTAR ISI ................................ ................................ ................................ ...... ii DAFTAR TABEL ................................ ................................ ............................. iv DAFTAR GAMBAR ................................ ................................ ........................ iv I. PENDAHULUAN................................ ................................ ........................... 1 Latar belakang ................................ ................................ ................................ . 1 Tujuan ................................ ................................ ................................ ............. 1 II. PT BENARA NURSERIES ................................ ................................ .......... 3 III. PTPN VIII KEBUN KARET CIKUMPAY ................................ ............... 7 Pengolahan Karet ................................ ................................ ............................. 7 Rubbed Smoke Shit (RSS) ................................ ................................ ............ 7 Thin Pale Crepe (TPC) ................................ ................................ ................. 8 Crumb Rubber (CR) ................................ ................................ ..................... 9 Lateks Pekat (LP) ................................ ................................ ......................... 9 Budidaya Tanaman Karet................................ ................................ ............... 10 IV. PT EAST WEST SEED INDONESIA ................................ ...................... 12 V. BALAI BESAR PADI ................................ ................................ ................. 17 Sejarah Singkat ................................ ................................ .............................. 17 Penggolongan Padi................................ ................................ ......................... 18 Teknik Budidaya................................ ................................ ............................ 18 Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu................................ ............ 21 Hama dan Penyakit Tanaman ................................ ................................ ......... 21 VI. PG TERSANA BARU ................................ ................................ ............... 22 VII. KOPERASI NUSANTARA JAYA ................................ .......................... 28 Bengkel Tani Nusantara Jaya ................................ ................................ ......... 28 Bawang Merah ................................ ................................ ............................... 29 VIII. NYONYA MENEER ................................ ................................ .............. 31 IX. KEBUN KOPI GETAS ................................ ................................ ............. 36 Pendahuluan ................................ ................................ ................................ .. 36 Sejarah singkat ................................ ................................ ............................... 37

iii Profil perusahaan ................................ ................................ ........................... 38 Teknik budidaya ................................ ................................ ............................ 38 Pembibitan Kopi ................................ ................................ ......................... 38 Panen Kopi................................ ................................ ................................ . 39 Fasilitas ................................ ................................ ................................ ......... 40 PTPN X KEBUN TEMBAKAU KLATEN................................ ..................... 43 Sejarah Singkat ................................ ................................ .............................. 43 Pengelolaan Tembakau Cerutu Verstenlanden................................ ................ 45 Fatwa Haram terhadap Rokok ................................ ................................ ........ 47 XI. KESIMPULAN DAN SARAN ................................ ................................ .. 49 Kesimpulan ................................ ................................ ................................ .... 49 Saran................................ ................................ ................................ .............. 49 DAFTAR PUSTAKA ................................ ................................ ...................... 50

DAFTAR TABEL
Nomor 1 2 3 4 Harga Gabah dan Beras di Kabupaten Sentra Produksi Spesifikasi persyaratan mutu biji kopi Jenis mutu biji kopi Sistem pengusahaan tembakau Vorstanlanden Halaman 19 39 40 45

DAFTAR GAMBAR
Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Pembibitan tanaman hias PT Benara Tanaman hias dalam pot, salah satu produk PT Benara Koagulum/lump Ribbed Smoke Shit (RSS) Ribbed Smoke Crepe Pembibitan entres dan batang bawah karet Bibit karet yang berhasil di okulasi Proses bisnis PT East West Seed Indonesia Stasiun Penggilingan Stasiun Pengepakan Ampas tebu Salah satu jenis gula yang dihasilkan PG Tersana Baru Tipe tanah tempat penanaman bawang merah bekas tebu Bentuk bedengan untuk budidaya bawang merah di Brebes Nyonya Meneer Bahan-bahan jamu Nyonya Meneer Proses Pembuatan Jamu Kebun pembibitan tembakau Halaman 3 4 7 8 8 10 11 15 22 23 24 25 30 30 31 33 35 48

I. PENDAHULUAN

L

bel

g

Perkembangan pertanian Indonesia menunjukkan kemajuan yang pesat pada beberapa tahun terakhir ini. Hal ini ditunjukkan dengan kenaikan ekspor hasil pertanian mentah maupun hasil olahannya. Dibeberapa daerah telah berlangsung perluasan areal lahan produksi mapun peningkatan mutu produk dengan semakin tingginya tuntutan konsumen atas produk pertanian yang aman dan bermutu tinggi. Kemajuan yang baik ini hendaknya dapat di ketahui oleh kalangan lain seperti peneliti, mahasiswa dan investor sehingga diharapkan akan saling bantu membantu dalam peningkatan produk dan manajemen produksi yang lebih baik. Kalangan akademisi merupakan bagian dari ³puzzel´ kemajuan yang pasti berkaitan. Keberadaannya memiliki peran strategis terutama dalam

mengembangkan sumberdaya yang telah ada menjadi produk yang baru atau meningkatkan nilai produk yang telah ada. Peran tersebut menjadi alasan penting bagi mahasiswa untuk mengetahui dan memahami kondisi lapang yang sebenarnya terkait lingkup pertanian yang ada saat ini sehingga dapat mempelajari lebih dalam kondisi riil yang ada sehingga kelak mahasiswa mampu mengembangkannya sesuai harapan bangsa dan negara. Kegiatan kuliah lapang merupakan proses pendidikan yang tak terpisahkan dari kegiatan mahasiswa departyemen agronomi dan hortikultura IPB dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa. Sehingga mahasiswa mampu memahami kondisi nyata perkembangan pertanian di Indonesia.

T 1. mempelajari teknik budidaya tanaman buah dan produksi benih berdasarkan keadaan di lapang 2. mendapatkan pengetahuan praktis mengenai perusahaan yang dikunjungi 3. mempelajari dan menganalisa sistem pengelolaan perusahaan meliputi tenaga kerja, dan proses/alur kerja dari setiap aspek kegiatan

2 4. mempelajari dan menganalisa masalah-masalah yang dihadapi di perkebunan kopi

II. PT BENARA NURSERIES
PT Benara Nurseries awalnya bernama Benar Forestech Utama, kemudian berganti nama menjadi Benar Flora Utama, dan akhirnya hingga sekarang dikenal dengan nama Benara Nurseries. Infrasruktur di PT Benara Nurseries mulai dibangun pada tahun 1995. lahan yang digunakan sebagai nursery ini pada jaman dahulu merupakan sawah kering dan perbukitan yang diratakan dengan metode cut and fill. Luas lahan di PT Benara Nurseries adalah 30 ha dengan lahan produktif sebanyak 28 ha dengan mayoritas tanamannya adalah tanaman lanskap tropikal. Perusahaan ini mengawali usaha dengan sistem join venture (modal awal masing-masing 50%) bersama perusahaan pembibitan asal Australia PT Benara Nurseries. Pada awal nursery ini berdiri, komoditas yang diusahakan adalah palm botol yang ketika itu sedang menjadi tren. Tahun 1997-1998, perusahaan nursery ini memproduksi bibit tanaman dalam polybag dengan skala besar. Polybag yang digunakan untuk meproduksi bibit dibuat secara khusus dari bahan polypropil ettilen, dengan ukuran 9 cm, 12 cm dan 90 cm.

Gambar 1. Pembibitan tanaman hias PT Benara Prospek bisnis tanaman hias ke depan sangatlah menguntungkan karena Indonesia sendiri memiliki banyak jenis tanaman yang hias yang tidak dimiliki oleh negara lain. Oleh karena itu Benara Nurseries berusaha mengembangkan bisnis ini dengan mengoptimalkan 28 hektar dari pembibitan dengan lebih dari 500 jenis varietas tanaman. Tanaman yang dikembangkan sebagian besar merupakan tanaman tropis, seperti palm, tanaman berbuah dan berbunga, tanaman

4 indoor, tahan naungan grow cover, perdu, tanaman pohon medium, topiary serta berbagai jenis tanaman yang lain.

Gambar 2. Tanaman hias dalam pot, salah satu produk PT Benara Pemasaran produk nursery ada dua yaitu lokal yaitu untuk pemasaran daerah sekitar benara dan pasar ekspor. Untuk pasar ekspor PT Benara Nurseries telah sampai pasar Australia, Spanyol dan Dubai Timur Tengah, sedangkan pasar dalam negeri Nursery ini telah mencapai Palu, Sulawesi Tengah. Untuk tujuan pemasaran PT Benara Nurseries telah mengalokasikan 80% tanamannya yang berupa lanskap. Untuk benih tanaman bunga, PT Benara Nurseries menggunakan stek. Pemeliharaan meliputi pemangkasan, pencegahan penyakit dengan interval dua kali seminggu, sedangkan untuk penanggulangan gulma menggunakan mulsa. PT Benara Nurseries memiliki beberapa area, antara lain Area Penerimaan, yang berfungsi sebagai pemberi kesan yang menggambarkan keberadaan nursery; Areal Pelayanan pada areal ini terdapat struktur organisasi yang meliputi pusat administrasi, pemasaran serta pelayanan bagi seluruh karyawan dan pengunjung nursery dan memiliki bangunan utama, bangunan kantin, ruang ganti karyawan dan tempat parkir Area Propagasi untuk ; menciptakan dan menyediakan lingkungan tumbuh optimal bagi tanamantanaman muda hasil perbanyakan; Misting Area yang berfungsi untuk menjaga kelembaban bibit tanaman hasil stek atau cuttings dengan irigasi kabut; Tubing Area sebagai lokasi untuk perbesaran sementara bagi tanaman muda; Area Produksi, area ini didesain dengan blok dan row, yang berfungsi sebagai lokasi pembesaran tanaman (container yard); dan Pumping Area yang berfungsi sebagai
area penampungan cadangan air serta pusat distribusi air dan irigasi.

5 Area-area yang ada di PT Benara Nurseries tersebut secara langsung dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas tanaman dari PT Benara Nurseries sehingga membuat berbagai jenis tanaman hias Benara Nurseries memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan nursery yang lain. Terdapat 2 cara perbanyakan tanaman, yaitu secara generatif, perbanyakan tanaman dilakukan dengan penyemaian bi i, j dan secara vegetatif, perbanyakan tanaman dilakukan dengan pemisahan anakan dan stek. Untuk pasar ekspor PT Benara Nurseries telah sampai pasar Australia, Spanyol dan Dubai Timur Tengah, sedangkan pasar dalam negeri Nursery ini telah mencapai Palu Sulawesi Tengah. Selain itu, PT Benara Nurseries Indonesia menerapkan juga sistem irigasi modern dalam proses produksi.Untuk tanaman budidaya maupun langka menggunakan sistem irigasi khusus pada kondisi tertentu yang berfungsi memberikan kemudahan dalam proses budidaya dan efisisensi dalam penggunaan air dan tenaga kerja. Metode irigasi yang digunakan antara lain irigasi spingkler, spray irigation, irigasi kabut, dan sistem kontrol. Irigasi Sprinkler, metode ini menggunakan jaringan pipa (PVC) bertekanan untuk menciptakan hujan buatan. Metode ini digunakan pada tanaman yang memiliki ketinggian kurang dari 3 meter dengan kondisi tajuk yang memungkinkan air dapat masuk ke dalam polybag. Pengaturan tekanan, frekuensi dalam pengairan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, kondisi cuaca dan curah hujan. Benara Nursery menggunakan dua jenis sprinkler head yaitu impact rotary sprinkler dan impulse sprinkler. Impact rotary spinkler digunakan untuk mengairi lahan yang luas seperti pada area produksi dengan jangkauan air mencapai 10 m, sedangkan Impulse sprinkler digunakan pada lahan yang tidak terlalu luas, misalnya di dalam shadehouse dan tubbing area. Jangkauan airnya mencapai radius 5 m, yaitu seperti efek hujan buatan dengan butiran air yang halus. Spray Irigation,yaitu metode irigasi semprot yang menggunakan jaringan pipa plastic bertekanan rendah di sekitar media tanam. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan volume air yang terbuang selama proses irigasi. Benara Nurseries menggunakan dua tipe irigasi, yaitu spray dan irigasi kabut. Metode spray head menggunakan nozzleyang berfungsi sebagai pasak penyangga. Metode ini memiliki jangkauan air sekitar 1 m. Irigasi Kabut, yaitu metode irigasi bertekanan tinggi,

6 memungkinkan terciptanya efek kabut buatan. Metode ini untuk proses misting pada areal propagasi. Pada metode ini, frekuensi penyiraman dilakukan setiap 5 menit dengan lama tiap detik yang dapat berubah sesuai dengan kondisi cuaca. Sistem Kontrol,yaitu pengoperasian sistem irigasi dilakukan dengan dua cara, yaitu otomatis dan manual pada kondisi-kondisi tertentu.

III. PTPN VIII KEBUN KARET CIKUMPAY
PTPN VIII Cikumpay merupakan perusahaan yang mengusahakan berbagai tanaman di lahan perkebunannya, seperti teh, kina, kakao, kelapa sawit, dan karet. Saat ini tanaman yang paling menunjang dan sangat menguntungkan PTPN VIII Cikumpay di antara tanaman-tanaman tersebut adalah karet. Luas kebun karet di PTPN VIII Cikumpay mencapai 3 072 ha, luasan tersebut terdiri dari 1 800 ha tanaman menghasilkan (TM), 800 ha tanaman belum menghasilkan (TBM), dan 472 ha untuk kebun pembibitan, baik pembibitan batang atas maupun batang bawah, dan untuk pabrik pengolahan karet (empat pabrik pengolahan).

Peng l

n Karet

Produk unggulan dari PTPN VIII Cikumpay Ribbed Smoke Shit (RSS) dan Thin Pale Crepe (TPC). Selain kedua produk tersebut, PTPN VIII Cikumpay juga memproduksi Crumb Rubber (CR) dan Lateks Pekat (LP). Produk-produk tersebut diproduksi dari bahan baku berupa lateks kebun dan koagulum/lump (lateks yang telah mengalami koagulasi dan menggumpal di kebun).

Gambar 3. Koagulum/lump

Rubbed Smoke Shit (RSS) PTPN VIII Cikumpay memproduksi karet remah berupa SIR 10 dengan kualitas lateks low grade. SIR 10 diolah dari lump kebun yang memiliki ketebalan 6 cm dengan umur penyimpanan mencapai lebih dari empat hari. Tahapan

8 pengolahan SIR 10 sendiri terdiri dari pemecahan awal, pencucian pecahan lump, pembuatan lembaran crepe, pengeringan awal, peremahan, pengeringan, dan pengemasan.

Gambar 4. Ribbed Smoke Shit (RSS) Ribbed Smoke Shit (RSS) yang dihasilkan oleh PTPN VIII Cikumpay memiliki tiga kelas mutu, yaitu mutu A, mutu B, dan mutu C. Kelas mutu A merupakan RSS dengan kualitas terbaik, sementara kelas mutu C sebaliknya. Kelas mutu tersebut dibagi berdasarkan jumlah gelembung udaya yang terdapat di dalam RSS. Semakin banyak gelembung, semakin rendah kualitas.

Thin Pale Crepe (TPC) Crepe adalah produk lain yang dihasilkan dalam pengolahan karet alam. Proses pembuatan crepe berlangsung dengan urutan pengolahan beberapa urutan pengolahan, yaitu penyaringan, pencampuran dan pengenceran lateks,

pembekuan, penggilingan, pengeringan, sortasi, serta pembungkusan.

Gambar 5. Crepe

9

Crumb Rubber (CR) Crumb Rubber merupakan karet kering dengan proses pengolahan yang melalui tahap peremahan. Bahan baku Crumb Rubber berasal dari lateks cair yang kemudian diolah menjadi koagulum. Produksi Crumb Rubber juga menggunakan bahan baku dari lump. Bahan baku yang paling dominan adalah lump karena pengolahan Crumb Rubber bertujuan untuk mengangkat derajat bahan baku mutu rendah menjadi produk yang lebih bermutu.

Lateks Pekat (LP) Lateks pekat merupakan produk olahan lateks yang dibuat melalui prosesproses tertentu. Pemekatan lateks dilakukan dengan menggunakan empat cara, yaitu sentrifugasi, pendadihan, penguapan, dan elektrodekantasi. PTPN VIII Cikumpay menggunakan cara sentrifugasi dan pendadihan untuk memperoleh lateks pekat. Pemekatan lateks dengan cara sentrifugasi dilakukan dengan

menggunakan alat sentrifugasi yang berkecepatan 6-7 000 rpm. Lateks yang dimasukkan ke dalam alat sentrifugasi mengalami pemutaran dengan gaya sentripetal dan gaya sentrifugal sehingga terjadi pemisahan partikel karet dengan serum. Serum yang memiliki kerapatan jenis yang besar akan terlempar ke bagian luar (lateks skim) dan partikel karet akan terkumpul pada bagian pusat alat sentrifugasi. Lateks pekat tersebut mengandung karet kering 60%, sedangkan lateks skimnya masih mengandung karet kering antara 3-8% dengan kerapatan jenis sekitar 1.02 g/cm3. Sementara pemekatan lateks dengan cara pendadihan memerlukan bahan pendadih, seperti natrium atau amonium alginat, gum tragacant, methyl cellulosa, carboxy methylcellulose, dan tepung iles-iles. Pengolahan lateks pekat di PTPN VIII Cikumpay dilakukan dengan cara menambahkan diamonium fosfat pada lateks untuk menurunkan kadar kapur, protein, dan gula agar lateks tidak rusak. Amoniak 90% juga ditambahkan agar lateks kuat dan stabil. Setelah itu, dilakukan sentrifugasi agar lateks pekat dan serum terpisah dengan ditambahkan KOH dan asam laurat untuk memberikan

10 ketahanan pada lateks pekat. Lateks pekat kemudian dianalisa dan jika telah siap lateks pekat dapat digunakan sebagai bahan baku sarung tangan karet, balon, bola sepak, kondom, serat campuran lem dan aspal.

Budidaya Tanaman Karet PTPN VIII Cikumpay memiliki lahan pembibitan karet sendiri. Lahan pembibitan tersebut terdiri dari tiga bagian, yaitu lahan untuk perbanyakan entres, lahan untuk perbanyakan batang bawah, dan lahan untuk bibit tanaman karet.

Gambar 6. Pembibitan entres dan batang bawah karet

Berbagai klon dapat digunakan untuk perbanyakan entres maupn batang bawah untuk tanaman karet. Klon karet yang dianjurkan oleh Balai Penelitian Karet Sembawa pada periode 1996-1998 adalah AVROS 2037, BPM 1, BPM 24, BPM 107, BPM 109, GT 1, PB 217, PB 235, PB 260, PR 255, PR 261, PR 300, PR 303, RRIC 100, RRIC 102, RRIC 110, RRIM 600, GGIM 712, TM 2, TM 9 . PTPN VIII Cikumpay sendiri menggunakan klon GT1, PR300, PR265, dan AVROS sebagai batang atas (entres), sementara perbanyakan batang bawah menggunakan klon PB260, PB255, dan LCB. Entres dan batang bawah berasal dari bahan tanam yang berbeda. Entres umumnya diperbanyak melalui perbanyakan vegetatif dari tanaman karet yang telah diketahui produktivitasnya. Sebaliknya, batang bawah diperoleh dari

penanaman benih dalam polybag sehingga akan diperoleh sistem penunjang tanaman/perakaran yang kuat.

11 Okulasi bibit karet dilakukan saat entres dan batang bawah telah siap untuk diokulasi. Okulasi mulai dapat dilakukan yang ditandai dengan ukurang lingkar batang pada batang bawah berukuran ± 3 cm dan tajuk tanamn menangui tanah.

Gambar 7. Bibit karet yang berhasil di okulasi

Tanaman karet yang telah berada di lapang memiliki waktu produksi yang cukup unik. Waktu produksi pertama suatu tanaman umumnya dapat diduga melalui umur tanaman, tetapi karet tidak bergantung pada umur. Tanaman karet baru akan disadap setelah tanaman siap, yaitu saat lingkar batang karet pada ketinggian ± 130 cm dari permukaan tanah berukuran ± 45 cm. Tanaman yang telah disadap/tanaman menghasilkan (TM) di kebun PTPN VIII Cikumpay umumnya berumur sekitar delapan tahun. Peremajaan baru akan dilakukan ketika tanaman karet berumur 28-30 tahun. Banyak cara dan rentang waktu penyadapan yang dapat dilakukan. PTPN VIII Cikumpay menerapkan sistem ½s d/3. Arti dari kode tersebut, penyadapan karet dilakukan sebanyak tiga kali sehari (sepuluh kali dalam sebulan) dengan penyadapan setengah lingkaran.

IV. PT EAST WEST SEED INDONESIA

Benih varietas unggul bermutu merupakan penentu produktivitas suatu usaha tani, baik usaha tani kecil maupun usaha tani besar. Telah disadari pula bahwa 60 % 65 % peningkatan produktivitas suatu usaha tani ditentukan oleh

faktor penggunaan benih varietas unggul bermutu. Saat ini kenyataan menunjukkan bahwa penggunaan benih sayuran varietas unggul bermutu oleh kalangan petani ternyata pada umumnya masih rendah. Pengecualian terdapat pada usaha pertanian swasta tanaman sayuran. Benih sayuran varietas unggul bermutu bahkan masih mengimpor dan menghabiskan devisa cukup besar. Selain menghabiskan devisa, impor benih sayuran hanya akan menguntungkan bagi negara pengekspor benih. Rendahnya tingkat penggunaan benih sayuran varietas unggul bermutu sesungguhnya membuka peluang bagi industri perbenihan sayuran dalam negeri, baik yang masih dalam taraf penangkar maupun industri benih sayuran yang sudah mampu membuat varietas unggul baru sendiri. Selama ini hampir semua varietas unggul baru dari komoditi sayuran dihasilkan oleh kelembagaan penelitian pemerintah dan perguruan tinggi. Peluang tersebut sangat banyak dimanfaatkan oleh industri perbenihan sayuran luar negeri, seperti memasok benih sayuran varietas unggul. Selain kondisi tersebut menghabiskan devisa, juga menghilangkan atau mengurangi kesempatan memperoleh pendapatan bagi tenaga kerja Indonesia di dalam negeri, serta merupakan pesaing yang kuat bagi tumbuhnya industri perbenihan sayuran nasional. Industri perbenihan sayuran nasional seharusnya ditumbuhkan sehingga mampu memanfaatkan kekayaan keanekaragaman sumber daya hayati yang besar , kekayaan SDM yang besar dan kuat, serta harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dan mampu memanfaatkan peluang. Agribisnis perbenihan sayuran merupakan salah satu sumber pendapatan tunai bagi masyarakat dan petani skala kecil, menengah dan besar Ketersediaan . sumberdaya hayati yang berupa jenis tanaman dan varietas yang banyak serta ketersediaan sumberdaya lahan, apabila dikelola secara optimal akan menjadi

13 kegiatan usaha ekonomi yang bermanfaat untuk penanggulangan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja di pedesaan. Perkembangan produksi dan mutu benih sayuran diharapkan dapat terus meningkat sejalan dengan bertambahnya tuntutan masyarakat terhadap produk benih sayuran. Kawasan agribisnis perbenihan sayuran diharapkan sebagai salah satu fokus dan sasaran dalam rangka pengembangan sayuran. Peluang potensi bisnis bidang perbenihan sayuran di Indonesia masih sangat luas. Ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan tanaman sayuran. Besarnya permintaan terhadap benih unggul sayuran bersertifikat membuat peluang bisnis di sektor perbenihan sayuran semakin terbuka. Saat ini pemerintah juga sudah mulai memperkenalkan penggunaan benih sayuran hibrida kepada petani. Sementara itu, pengembangan benih sayuran hibrida ini memerlukan teknologi dan investasi yang besar sehingga diperkirakan hanya perusahaan besar dibidang perbenihan sayuran yang akan mampu

mengembangkan benih sayuran sendiri. PT East West Seed Indonesia adalah perusahaan benih yang pertama di Indonesia. EWSI (East West Seed Indonesia) memproduksi, mengembangkan model dan menjual bibit sayuran tropis hibrida di bawah nama merek dagang "CAP PANAH MERAH". Perusahaan ini memulai usahanya di Indonesia sejak tahun 1990 hingga sekarang. EWSI sudah memlepaskan delapan puluh varietas benih sesuai dengan permintaan pasar. Salah satu moto perusahaan yang berbunyi "Sahabat Petani" membuat EWSI menyediakan benih dengan kualitas terbaik dan produk yang inovatif bagi petani atau pelanggan. Hal ini yang membedakan PT EWSI dengan perusahaan benih lain. Sertifikat ISO 9001:2000 dan LSSM membuat petani atau pelanggan lebih percaya pada produk EWSI. PT. East West Seed Indonesia mempunyai visi untuk menjadi perusahaan benih sayuran nomor satu dan terbesar yang ikut serta berperan dalam pembangunan pertanian Indonesia. Hal tersebut dilakukan EWSI dengan menyediakan produk dari varietas-varietas terbaik dan layanan yang inovatif sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas serta kualitas industri petani sayuran dan meningkatkan penghasilan petani. EWSI berupaya untuk dekat

14 dengan petani dengan cara membimbing dan mendorong petani untuk sukses, bersama-sama menyelesaikan semua masalah yang terjadi pada petani dengan mengunjungi mereka tanpa syarat. EWSI mendukung pengembangan industri benih di Indonesia. Perusahaan ini senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas benihnya melalui inovasi dan penggunaan teknologi disesuaikan. EWSI selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada para petani. EWSI terus berusaha menemukan teknologi baru dengan mendengarkan kebutuhan pelanggan atau petani, kemudian EWSI akan mencoba menemukan cara terbaik untuk menyediakan bibit berkualitas tinggi bagi para petani. Karyawan dari perusahaan ini selalu berupaya untuk mengembangkan kapasitas dan kompetensinya. Karyawan EWSI juga selalu berupaya bekerja keras dan bekerjasama walaupun berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara efektif. Pembagian kerja di EWSI dibagi dalam 3 divisi, yaitu divisi riset (penelitian), prosessing (pengolahan), dan marketing (penjualan). Jumlah pekerja di EWSI saat ini sekitar 1000 orang, yang terdiri dari lebih dari 300 orang staf, lebih dari 300 orang karyawan, dan sisanya merupakan karyawan lepas. Divisi riset atau biasa disebut R and D (Research and Development) melakukan penelitian dan pengembangan terhadap benih berbagai varietas. Penelitian tersebut mencakup uji multi lokasi terhadap benih dari suatu varietas yang dilakukan di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Seed operation terdiri dari beberapa departemen diantaranya yaitu departemen stock seed yang bertugas mempersiapkan benih induk, departemen produksi yang bertugas memperbanyak benih, dan departemen quality assurance (jaminan mutu) yang bertugas mengamati mutu benih dalam seluruh proses produksi sampai benih dipasarkan. Seed research terbagi menjadi tiga departemen yaitu Seed Pathology Research (SPR), Seed Technology Research (STR), dan Seed production Trial and Training Center (STTC). Lingkup kerja dari departemen produksi dimulai dari perekrutan petani, baik untuk melakukan kerjasama maupun pembinaan kepada petani. Selain itu,

15 departemen produksi juga melakukan seleksi atau identifikasi wilayah produksi dan melakukan pengawasan selama proses produksi benih.

Info pasar Evaluasi penerimaan pasar oleh divisi marketing

Pengembangan oleh divisi R and D

Pelepasan ke pasar oleh divisi marketing Perbanyakan (produksi) oleh bagian seed operation

Uji multi lokasi

Gambar 8. Proses bisnis PT East West Seed Indonesia

Departemen

QA

(Quality

Control)

bertanggung

jawab

terhadap

pengawasan mutu benih sejak benih masih berada di area produksi dan area pabrik. Pengawasan mutu benih dilakukan melalui pengujian kadar air benih, pengujian daya tumbuh benih, pengujian kemurnian genetik benih, dan uji tanam di lapang (grow out) untuk melihat keseragaman dari benih yang dihasilkan petani. Selain itu, dilakukan pula pengujian kesehatan benih. Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan benih satu varietas baru adalah tiga tahun. Seratus persen benih yang dihasilkan PT EWSI adalah hasil kerja sama dengan petani. Jenis benih sayuran yang dihasilkan oleh EWSI (East West Seed Indonesia) antara lain kacang panjang, selada, terung, ketimun, kubis, kembang kol, bayam, seledri, wortel, bawang merah dan kangkung. Khusus benih kubis dan seledri kurang bisa diproduksi di Indonesia karena benih yang dihasilkan akan sangat mahal harganya sementara produktivitas dari tanaman tersebut akan rendah. Walaupun begitu, benih stok yang digunakan untuk menghasilkan kubis dan seledri tetap berasal dari PT EWSI.

16 Penentuan standar mutu benih yang diproduksi PT EWSI ditentukan berdasarkan daya berkecambah (germination), kemurnian genetik, uji kadar air dan uji kemurnian fisik. Beberapa uji daya berkecambah yang biasa dilakukan yaitu uji di atas kertas (UDK) untuk biji/benih berukuran sangat kecil, uji kertas kecil digulung dan uji diantara kertas untuk biji/benih berukuran besar, serta uji di atas pasir. Uji kadar air dilakukan untuk memperkirakan daya simpan benih. Beberapa peralatan/mesin yang terdapat di pabrik EWSI, yaitu ASC (Air Screen Cleaner), box turner, disc mill machine, ASC streamline, gravity table separator, brushing machine, coating machine, dan blending machine. Dua buah ASC (Air Screen Cleaner) bekerja selama 8 jam setiap hari kerja dan mampu mengolah 4500 kg benih mulai dari bayam sampai kacang-kacangan. Kapasitas maksimum dari box turner adalah 2000 kg. Box turner berfungsi untuk membalikkan kelompok benih. Disc mill machine berfungsi menghancurkan benih-benih yang tidak sempurna atau rusak menjadi tepung untuk dijadikan pakan ternak. ASC streamline berfungsi untuk membersihkan bulu-bulu pada biji. Coating machine berfungsi untuk melapisi benih agar benih terlindungi.

V. BALAI BESAR PADI

Sejarah Singkat Balai Besar (BB) Padi berada di Sukamandi, Subang, Jawa Barat, sekitar 20 km dari Cikampek ke arah Cirebon. Saat didirikan pada 1972, institusi ini bernama Lembaga Pusat Penelitian Pertanian (LP3) Cabang Sukamandi. Kemudian berdasar SK Mentan No. 796/Kpts/OT.210/12/94 Balittan Sukamandi berubah tugas dan fungsi menjadi institusi penelitian yang khusus menangani komoditas padi dan bernama BALITPA, pada 1994. Berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 12/Permentan/OT.140/3/2006 tanggal 1 Maret 2006 organisasi dan tata kerja BALITPA berubah menjadi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi). Sebagai institusi riset, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi memiliki berbagai fasilitas fisik seperti gedung perkantoran beserta perlengkapannya, rumah kaca, laboratorium, dan empat kebun percobaan. Tugas pokok dari BB Padi antara lain : 1. Pemuliaan plasma nutfah dan perbenihan 2. Entomologi dan Fitopatologi 3. Ekofisiologi 4. Kelayakan Teknologi Visi BB Padi sebagai sumber Iptek tanaman padi terdepan, profesional, mandiri dan mampu menghasilkan teknologi padi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Misi BB-Padi adalah: 1. Menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) tinggi, strategis dan unggul, tanaman padi untuk pembangunan nasional sesuai dengan dinamika kebutuhan penggguna. 2. Meningkatkan kemandirian dalam menghasilkan iptek tanaman padi 3. Meningkatkan profesionalisme dalam penyediaan informasi iptek tanaman padi.

18 Penggolongan Padi Jenis-jenis padi yang dikembangkan oleh BB Padi yaitu : 1. Padi sawah 2. Padi gogo 3. Padi sawah pasang surut 4. Padi hibrida 5. Padi inpara dan inpari Sejak tahun 2005 hingga 2009, BB Padi telah melepas 20 varietas unggul baru, yaitu Ciasem (2005), Sarinah dan Aek Sibundong (2006), HIPA 5 Ceva dan HIPA 6 Jete (2007), INPARI 1, INPARI 2, INPARI 3, INPARI 4, INPARI 5 MERAWU, INPARI 6 JETE, INPARA 1, INPARA 2, INPARA 3 (2008) serta INPARI 7, INPARI 8, INPARI 9, INPAR 10 Laeya, Hipa 7 dan Hipa 8 (2009). Sejak tahun 2007 nama HIPA deberikan untuk varietas padi hibrida, INPARI untuk padi sawah irigasi, dan INPARA padi rawa. Varietas-varietas tersebut memiliki keunggulan spesifik seperti hama dan penyakit utama, umur genjah (INPARI 1), beras merah (AEK SIBUNDONG), ketan (CIASEM), dan baik untuk dataran tinggi (SARINAH), serta satu varietas unggul padi tipe baru (INPARI 6 JETE), serta hemat air (INPARI 10 LAEYA).

Teknik Budidaya Teknologi budidaya yang dikembangkan oleh BB Padi diantara SRI (System of Rice Intensification) dan PTT (Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu) untuk padi sawah. Lebih dari separuh penduduk dunia mengandalkan pemenuhan kebutuhan kalori dan proteinnya dari beras. Kebutuhan beras sebagai bahan pangan dan bahan baku industri terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Sehingga usaha pengembangan tanaman padi mempunyai prospek yang sangat bagus. Sebagai sumber utama bahan pangan, usaha tani padi juga merupakan sarana usaha untuk mendapatkan penghasilan yang layak.

19 Tabel 1. Harga gabah dan beras di kabupaten sentra produksi Varietas IR64 Ciherang Harga gabah petani 5 600 2 800 Harga gabah giling 5 800 3 300 Harga beras 6 000 5 700

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan padi, BB Padi mengembangkan berbagai jenis tipe padi, diantaranya Padi Hibrida, Padi Tipe Baru, dan juga Padi lokal. Padi tipe baru (PTB) diyakini mempunyai potensi hasil yang lebih tinggi dibanding VUB (Varietas Unggul Baru). Pengembangan PTB (Padi Tipe Baru) akan meningkatkan produktivitas dan produksi padi. Namun perakitan varietas tanaman membutuhkan waktu yang lama dan metoda yang sesuai. Padi Hibrida terdiri dari berbagai varietas, diataranya : 1. Batang Kampar, Asal persilangan : KL 76A/KL 76 R 2. Hibrindo R-1, Asal persilangan : F1 dari persilangan induk betina (CMS) 6 CO2 dengan induk jantan (restorer) MO7 3. Hibrindo R-2, F1 dari hasil induk betina (CMS) 6 CO2 dengan induk jantan (restorer)MO6 4. Hipa-3, Asal persilangan : IR58025A / MTU 9992 5. Hipa-4, Asal persilangan : Persilangan IR58025A/IR65515 6. 7. Intani-1, Asal persilangan : 02 A X K 10 Intani -2, Asal persilangan : 03 A X K 10 Terseleksi juga 28 varietas lokal agak toleran cekaman salinitas pada level 12 ds/m, 7 varietas umur super genjah (85-94 hss), 8 varietas toleran cekaman kekeringan, 27 varietas toleran cekaman suhu rendah. Pada awal tahun 2009 mulai dilakukan upaya perakitan varietas padi unggul sangat genjah (95 -104 hss) hingga ultra genjah (<85 hss) yang diharapkan dapat dimanfaatkan dalam program penanaman padi 4 kali setahun (IP Padi 400). IP400 didasari pemikiran untuk memaksimalkan intensitas panen padi dari suatu areal lahan dalam satu tahun. Berbagai komponen teknologi seperti varietas unggul umur ultra genjah, pola pergiliran varietas, teknologi produksi, proteksi tanaman, panen dan pasca panen perlu disiapkan untuk mendukung IP400. Panduan umum IP400 telah diterbitkan dan uji coba IP Padi 400, dimulai pada

20 MH II 2009 (Januari/Februari 2009) di Sukamandi, Pusakanegara, Muara, Maros, Kendalpayak, dan Pasar Miring. Beberapa varietas yang diujikan adalah Silugonggo, Ciherang, Inpari1, dan Dodokan. IP400 banyak mendapat minat dan kunjungan dari berbagai pihak seperti petani, kontak tani, penyuluh, dan pengambil kebijakan dari berbagai daerah. SRI (System of Rice Intensification) merupakan model budi daya padi intensif dan efisien dengan management perakaran yang berbasis pada pengolahan tanah, tanaman dan air, mengutamakan produktivitas lahan yang tinggi dan ekologis. Kerjasama Penelitian dan Alih Teknologi dilaksanakan untuk orientasi komersial dan non komersiai (public domain) sesuai dengan mandat BB Padi sebagai lembaga publik selain perlunya dipacu peningkatan dana cost recovery dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). BB Padi aktif menggalang Kerjasama penelitian dengan berbagal mitra kerjasama baik dari dalam maup un luar negeri (Tabel 2), diantaranya adalah penelitian dan alih teknologi padi hibrida dan perbaikan/pengembangan varietas lokal. Peneliti mempunyai peran penting dalam pengembangan varietas padi. Kegiatan penelitian yang dilakukan tidak hanya berskala nasional tetapi juga internasional. Dalam upaya pengembangan produksi padi dilakukan melalui berbagai bentuk, diantaranya pengembangan SRI dan teknologi PTT. Intensifikasi model PTT (Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu) untuk padi sawah memberikan peningkatan hasil yang nyata dan terus dikembangkan melalui program Peningkatan Produktivitas Padi Terpadu (P3T), Sistem Integrasi Padi-Ternak (SIPT), Pengembangan Kelembagaan Kelompok Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT), dan Primatani tersebar di kabupaten berbagai propinsi. Komponen teknologi PTT dapat dikelompokkan menjadi: (1) komponen teknologi dasar (compulsory), yaitu komponen teknologi yang relatif dapat berlaku umum untuk wilayah yang luas dan (2) komponen teknologi pilihan, yaitu yang bersifat lebih spesifik lokasi.

21 Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu Dalam melaksanakan teknologi budidaya padi menggunakan PTT harus sesuai dengan criteria sebagai berikut : 1. Bibit yang digunakan bibit muda berumur 10 2. Penanaman 1 bibit/lubang 3. Pemupukan dengan system BWD (Bagan Warna Daun) 4. Penggunaan bahan organic seperti pupuk kohe 5. Irigasi Intermittent (berselang) 6. Penggunaan INPARA (padi rawa) 15 hari

Hama dan Penyakit Tanaman Hama dan penyakit padi merupakan salah kendala penyebab tidak maksimalnya potensi hasil. Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.) saat ini merupakan hama global dari golongan insekta yang sangat merugikan perpadian di Indonesia. Pengendalian hama dan penyakit tanaman padi dilakukan dengan konsep pengendalian hama terpadu (PHT). Usaha-usaha pengendalian ini meliputi penggunaan varietas tahan, perubahan cara bercocok tanam, dan penggunaan pestisida. Pengunaan varietas tahan merupakan salah satu komponen PHT yang murah dan tidak mencemari lingkungan. Pengujian terhadap tiga biotipe wereng coklat mengidentifikasi antara lain IR6888 A/CRS117 (hibrida), Pulut Lewok, Ketan Ulis, BP4130-1f-13-3-2, BP4188-7f-2-2, dan BP2870-4e-Kn-22-2-1-5 tahan terhadap wereng coklat biotipe 3.

VI. PG TERSANA BARU

PT. Pabrik Gula Tersana Baru adalah salah satu perusahaan nasional Indonesia yang memproduksi gula serta memiliki tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan gula tingkat nasional. PG Tersana Baru didirikan pada tahun 1937 oleh N.V. Nederland Handels Maatschappij Rotterdam. Pada tahun 1958, PT. PG. Tersana Baru diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pabrik gula Tersana Baru bertugas melayani instalasi yang telah melakukan pemerahan tebu. Pabrik ini bekerja membuat gula putih. Pabrik gula ini juga telah bekerja dibawah sertifikat ISO. Lokasi Pabrik Gula Tersana Baru yaitu di Cirebon, Jawa Barat. Pabrik Gula ini memiliki 1 934 karyawan yang terdiri dari 1 606 pegawai tidak tetap dan 328 pegawai tetap. Pabrik beroperasi sejak pagi sampai pukul 22.00, setelah itu dilakukan penggilingan tebu hamparam sejak pukul 22.00 hingga pukul 6 .00. Pabrik Gula Tersana Baru terdiri dari 2 pabrik, yaitu pabrik isolasi yang menangani teknik produksi gula dan pabrik publikasi yang menangani proses produksi gula. Pabrik ini memiliki enam stasiun kerja, yaitu stasiun penggilingan, stasiun pemasakan, stasiun pendinginan, stasiun pengkristalan, stasiun pemurnian, dan stasiun penguapan. Stasiun Penggilingan membantu memerah tebu sampai diperoleh nira.

Gambar 9. Stasiun Penggilingan Pemanasan pendahuluan untuk memperoleh nira dilakukan sampai suhu mencapai 75 oC dan berubah menjadi seperti susu dengan pH normal. Setelah itu,

23 pH dinaikkan hingga 8 sukrosa (7 % - 13 %). Stasiun pemurnian bertugas untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang terdapat pada nira. Hasil dari pemerahan tebu tidak tahan terhadap asam serta suhu dan pH yang tinggi. Nira yang telah bersih dari kotoran-kotoran kemudian dipanaskan kembali sampai mencapai suhu 100 oC. Nira yang jernih mengandung air. Setelah nira jernih diendapkan dalam peti pengendap maka akan diperoleh 40 % - 60 % nira. Stasiun penguapan berfungsi untuk menguapkan air. Nira yang keluar dari stasiun penguapan ini yaitu berupa nira kental. Nira kental merupakan bahan baku utama untuk pembuatan gula di stasiun pemasakan. Proses yang terjadi di stasiun pemasakan adalah pembesaran dinding kristal. Stasiun pemasakan terdiri dari 3 tingkat, yaitu produk gula A dan cairan gula/gula tetes A, produk gula B, serta produk gula C. Bahan baku pembuatan gula A dan cairan gula/gula tetes A adalah nira kental dan bibit pondan melalui proses pemutaran serta penambahan air. Hasil akhir dari proses tersebut yaitu berupa gula kristal putih dan cairan gula. Cairan gula biasanya digunakan untuk pembuatan arak, alkohol, dan spirtus. Kemudian gula produk yang dihasilkan itu dikemas masing-masing sebanyak 50 kg. Produk gula C dibuat dengan menggunakan bahan baku bibit masakan A sebagai pengganti pondan, sedangkan untuk pembuatan produk gula C digunakan bahan utama berupa bibit masakan gula C. 9. Komponen dari nira adalah fosfat dan

Gambar 10. Stasiun Pengepakan

24 Stasiun Pengepakan melakukan pemisahan antara gula halus dan gula kasar. Sebelum dilakukan pengepakan gula dikeringkan kemudian di saring untuk dipisahkan. PG Tersana Baru memproduksi 4 200 000 kuintal gula dari 4700 ha lahan perkebunan tebu. Proses produksi gula di PG Tersana Baru juga menghasilkan limbah dari tiap-tiap stasiun yang ada. Stasiun penggilingan menghasilkan limbah berupa ampas yang dijadikan sebagai produk kedua yang dihasilkan oleh pabrik ini. Ampas tersebut dijual untuk digunakan sebagai bahan bakar boiler dan media tanam jamur. Limbah dari stasiun pemurnian yaitu berupa grotto.

Gambar 11. Ampas tebu

PG Tersana Baru melakukan kerjasama dengan petani dalam memperoleh bahan baku utama pembuatan gula. Kerjasama tersebut berupa sistem persewaan. Petani melakukan penggarapan kebun tebu dengan bantuan dari pabrik pembibitan, pengelolaan kebun dan pembinaan petani sejak awak tanam hingga saat panen. Berdasarkan penjelasan dari salah satu karyawan Pabrik Gula Tersana Baru pada 23 Juni 2010, diperoleh informasi bahwa terdapat permasalahan efisiensi dan efektivitas pada produksi gula Pabrik Gula Tersana Baru. Masalah tersebut adalah masih terdapatnya kesalahan pada tingkat operator yang berdampak pada proses produksi Pabrik Gula Tersana Baru dan permasalahan efisisensi sumber daya manusia. Gula merupakan salah satu komoditas strategis dalam perekonomian Indonesia. Gula juga merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat dan

25 sumber kalori yang relatif murah, maka dinamika harga gula akan mempunyai pengaruh langsung terhadap laju inflasi.

Gambar 12. Salah satu jenis gula yang dihasilkan PG Tersana Baru

Bisnis di industri gula berbasis tebu cukup prospektif. Kebutuhan gula belum diimbangi oleh produksinya karena tebu sebagai bahan baku utama gula juga masih kurang. Hal ini menunjukkan bahwa peluang pengembangan perkebunan tebu masih terbuka. Sampai dengan 3 Mei 2010, harga rata-rata GKP (Gula Kristal Putih) secara nasional sebesar Rp 10 330/kg, turun 1.,08 persen dibanding harga rata-rata April 2010 yang mencapai Rp 10 443/kg. Harga tersebut lebih rendah 8.6 % dibandingkan harga tertinggi rata-rata nasional yang terjadi pada Januari 2010 sebesar Rp 11 302/kg. Namun demikian, hingga saat ini masih ada kota-kota, khususnya di Indonesia Timur, yang harga eceran GKP di atas harga rata -rata nasional seperti di Ambon, Ternate, Jayapura dimana harga eceran GKP mencapai Rp 12 000/kg, bahkan di Manokwari berkisar Rp 14 000/kg. Budidaya tebu hendaknya menyesuaikan dengan kondisi karakteristik agroklimat di lahan tegalan yang umumnya dijumpai untuk tanaman tebu. Secara garis besar budidaya tebu dapat dibagi menjadi dua sistem, yaitu reynoso dan lahan kering. Sistem reynoso digunakan pada lahan sawah yang pelaksanaannya sebagian besar secara manual, sedangkan teknik budidaya lahan kering dilakukan dengan cara mekanisasi dan pengairannya sangat tergantung dari curah hujan atau pengairan diberikan hanya pada periode kritis. Pada umumnya budidaya tebu sawah dilaksanakan dengan sistem reynoso, yaitu suatu sistem budidaya tebu yang dirancang untuk lahan basah/sawah sehingga diperlukan suatu saluran (got) untuk mengatur muka air tanah. Pada

26 sistem reynoso, lahan dibuka dengan satuan satu hektar sebagai luasan pokok kemudian dibuat bukaan berupa saluran membujur (got malang) dan saluran melintang (got malang). Luasan satu hektar dibagi menjadi 10 petak yang dibatasi oleh got malang dan got mujur. Pembuatan got ini secara dilakukan secara manual. Pada sistem reynoso lubang tanam dibuat secara manual dengan ukuran panjang 10 m dan lebar 1.10 m sehingga dalam satu hektar diperoleh 1 400 lubang tanam, namun jika tanah semakin subur maka jumlah lubang tanam akan dibuat lebih sedikit dari 1 400 lubang. Lubang tanam dibuat sedalam 40 cm agar nantinya perakaran dapat berkembang dengan baik. Kondisi lubang tanam sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selanjutnya. Bibit yang digunakan dapat berupa bibit bagal atau bibit rayungan. Umumnya digunkaan bibit dengan 2 mata untuk menjaga kepastian tumbuh. Dalam satu meter lubang tanam ditempatkan 5 ideal untuk tebu sawah adalah bulan Mei Juli tinggi. Penanaman bibit di lahan sawah diusahakan agar mata bibit menghadap ke samping. Apabila mata bibit menghadap ke atas maka tunas akan muncul lebih dulu pada permukaan tanah daripada mata bibit yang menghadap ke bawah. Keadaan tersebut disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan oleh tunas untuk mencapai permukaan tanah menjadi dua kali lebih lama. Sulam sisipan untuk tanaman rayungan bermata satu dilakukan pada 5 3 7 6 stek bibit. Waktu tanam yang

Juni, sehingga pada saat panen bulan

September tanaman sudah cukup masak dan memiliki bobot tebu yang

hari setelah tanam. Sulaman pertama dilakukan pada umur 3 minggu dan berdaun 4 helai dengan menggunakan bibit sulaman yang berasal dari rayungan bermata dua atau pembibitan. Penyulaman yang berasal dari ros/pucukan tebu dilakukan ketika tanaman berumur lebih dari 1 bulan. Penyulaman kedua harus selesai sebelum pembubunan, bersama dengan pemberian air kedua atau rabuk kedua, yaitu pada umur 1,5 bulan (Prabowo, 2007). Penyulaman ekstra bila perlu juga dilakukan, yaitu sebelum pembumbunan kedua. Pembumbunan pertama dilakukan pada umur 3 4 minggu ketika tanaman tebu telah berdaun 3 4 helai. Pembumbunan dilakukan dengan cara

27 membersihkan rumput-rumputan, membalik guludan dan menghancurkan tanah lalu menambahkan tanah di bagian bawah tanaman Pembumbunan kedua . dilakukan jika anakan tebu sudah lengkap dan cukup besar dengan ukuran lebih dari 20 cm, sehingga tidak dikhawatirkan akan rusak atau patah sewaktu ditimbun tanah atau sudah berumur lebih dari 2 bulan. Pembumbunan ketiga atau bacar dilakukan pada umur 3 bulan, semua got harus diperdalam dengan ketentuan got mujur sedalam 70 cm dan got malang 60 cm. Penggarpuan harus dikerjakan sampai ke pinggir got sehingga air dapat mengalir. Biasanya dikerjakan ketika tebu mengalami kekeringan. Klentek yaitu melepaskan daun kering. Klentek harus dilakukan 3 kali, yaitu sebelum gulud akhir, pada umur 7 bulan, dan pada 4 minggu sebelum tebang. Batang tebu yang roboh/tumbang atau miring perlu diikat, baik silang dua maupun silang empat. Ros-ros tebu yang terdiri dari satu deretan tanaman disatukan dengan rumpunrumpun dari deretan tanaman di sisinya sehingga berbentuk menyilang. Hama dan penyakit pada tanaman tebu, diantaranya yaitu hama penggerek pucuk dan batang, hama tikus, penyakit fusarium pokkahbung, penyakit dongkelan, penyakit nanas, dan penyakit blendok. Proses pemasakan tebu merupakan proses yang berjalan dari ruas ke ruas dengan tingkat kemasakan tergantung pada ruas yang bersangkutan. Tebu yang sudah mencapai umur masak, keadaan kadar gula di sepanjang batang seragam, kecuali beberapa ruas di bagian pucuk dan pangkal batang. Perlu diusahakan agar tebu ditebang saat rendemen pada posisi optimal. Tebu yang berumur 10 bulan akan mengandung saccharose 10 %, sedangkan yang berumur 12 bulan bisa mencapai 13 % (Prabowo, 2007).

VII. KOPERASI NUSANTARA JAYA

Bengkel Tani Nusantara Jaya Koperasi Serba Usaha (KSU) Nusantra Jaya terletak di Desa Endir, Kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Koperasi ini diketuai oleh Sunarto Atmo Taryono. Salah satu unit kegiatan dari KSU Nusantara Jaya adalah Bengkel Tani Nusantara Jaya. Bengkel Tani tersebut dibentuk sebagai layanan khusus Selain sebagai layanan

konsultasi pertanian kepada petani binaan koperasi.

berkonsultasi, bengkel tani juga memberikan layanan berupa penyuluhanpenyuluhan lapang yang dilakukan oleh tenaga-tenaga profesional dan kompeten. Waktu layanan bagi petani yang disediakan oleh bengkel tani untuk berkonsultasi dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, tetapi dalam prakteknya petani seringkali mendatangi bengkel tani hingga malam hari. Awal pembentukan bengkel tani adalah didasarkan adanya kebutuhan petani akan suatu asosiasi/organisasi yang dapat memperjuangkan untuk menye jahterakan petani terutama saat musim panen tiba. Kebutuhan akan asosiasi/ organisasi ini sebagai wadah agar para petani dapat memperjuangkan hak-haknya sebagai petani, seperti bagaimana agar waktu panen tiba tidak ada bawang impor yang membuat harga bawang merah lokal turun dan dapat memperjuangkan agar pada musim tanam berikutnya petani dapat memperoleh bibit bawang merah dengan mudah dengan harga terjangkau. Oleh karena itu, KSU Nusantara Jaya mendedikasikan Bengkel Tani Nusantara Jaya sebagai wadah para petani dengan memberikan layanan-layanan yang dapat membantu para petani, khususnya petani binaan koperasi. Fungsi layanan bengkel tani berupa pemberi dampingan dan bimbingan, baik teknis budidaya maupun teknologi, kepada para petani binaan dengan sistem usaha tani yang berbiaya rendah, efektif, efesien, dan menguntungkan sejak pengolahan tanah hingga panen. Layanan diberikan secara gratis dengan model konsultasi dan kunjungan langsung ke lahan pertanian, sehingga setiap rekomendasi perlakuan yang akan diberikan pada tanaman benar-benar tepat sasaran.

29 Layanan yang diberikan oleh KSU Nusantara Jaya dan bengkel taninya tidak hanya sampai pada membibing dan mengarahkan para petani binaan, tetapi koperasi juga menyediadan berbagai kebutuhan sarana produksi tani bagi para petani seperti pupuk, obat-obatan tanaman, dan benih/bibit. KSU Nusantara Jaya juga menyediakan kredit pertanian melalui UPT Suwamitra yang bekerjasama dengan Bank Bukopin dalam upaya memenuhi kebutuhan dana/modal petani. Saat ini dana kredit yang telah digulirkan untuk membantu para petani mencapai sekitar 3 milyar rupiah. Operasional bengkel tani terutaman berfokus kepada patani bawang merah karena bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang harganya sangat berfluktuasi. Saat ini KSU Nusantara Jaya dengan bengkel taninya telah membina sekitar 600 petani bawang merah. Petani-petani tersebut tersebar di Cirebon dengan areal 300 hektare, di Majalengka, Kuningan (Jawa Baratr) dan Berebes (Jawa Tengah) seluas 150 hektare.

Bawang Merah Bengkel Tani Nusantara Jaya dalam melakukan pelayanan kepada para petani berkonsentrasi kepada petani-petani bawang merah yang tersebar di Cirebon, Majalengka, Kuningan (Jabar), dan Berebes (Jateng). Bawang merah yang diusahakan oleh petani-petani binaan bengkel tani tersebut adalah varietas Bima dan Filipin (bawang merah dataran rendah) dan varietas Sumenep (bawang merah untuk produksi bawang goreng) yang ditanam di Kuningan, Jawa Barat. Bawang merah yang ditanam oleh petani-petani binaan bengkel tani dibudidayakan dalam bedengan. Lebar bedengan, tinggi bedengan, dan lebar parit yang digunakan berukuran 1 m x 70 cm x 70 cm, sementara panjang bedengan dibebaskan. Dengan ukuran lebar bedengan tersebut, jarak tanama yang

digunakan adalah 20 cm x 15 cm. Pembentukan bedengan ini dilakukan karena lahan yang digunakan untuk menanam merah merupakan lahan bekas menanam tebu.

30

Gambar 13. Tipe tanah tempat penanaman bawang merah bekas tebu

Gambar 14. Bentuk bedengan untuk budidaya bawang merah di Brebes

Petani-petani binaan bengkel tani umumnya menggunakan pupuk dasar seperti NPK (150 kg) dan CPN (100 kg) yang diaplikasikan 10-15 hari setelah tanam, sementara pupuk lain yang digunakan adalah pupuk cair (aplikasi daun) berupa MKP (monokalium fospat) yang digunakan untuk menghentikan pertumbuhan daun sehingga berfokus pada pembentukan dan perkembangan umbi. Para petani binaan juga mengaplikasikan fungisida setiap dua minggu sekali. Penyemprotan yang sering dan dalam takaran yang banyak itu dilakukan karena bawang merah rentan terhadap serangan penyakit akibat jamur. Masalah itu yang menyulitkan adanya produk bawang merah organik hingga saat ini karena petani sulit untuk menangggung kerugian.

VIII. NYONYA MENEER

Lauw Ping Nio alias Nyonya Meneer lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, pada tahun 1895 - wafat tahun 1978 adalah seorang wirausahawan di bidang industri jamu di Indonesia. Namanya berasal dari beras menir, yaitu sisa butir halus penumbukan padi. Ibunya mengidam dan memakan beras ini sehingga pada waktu bayi yang dikandungnya lahir kemudian diberi nama Menir. Karena pengaruh ejaan Belanda ejaan Menir berubah menjadi Meneer. Ibu Meneer merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Ia menikah dengan pria asal Surabaya, dan kemudian pindah ke Semarang. Pada masa pendudukan Belanda tahun 1900an, di masamasa penuh keprihatinan dan sulit itu suaminya sakit keras dan berbagai upaya penyembuhan sia-sia. Ibu Meneer mencoba meramu jamu Jawa yang diajarkan orang tuanya dan suaminya sembuh. Sejak saat itu, Ibu Meneer lebih giat lagi meramu jamu Jawa untuk menolong keluarga, tetangga, kerabat maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan. Ia mencantumkan nama dan potretnya pada kemasan jamu yang ia buat dengan maksud membina hubungan yang lebih akrab dengan masyarakat yang lebih luas. Berbekal perabotan dapur biasa, usaha keluarga ini terus memperluas penjualan ke kota-kota sekitar.

Gambar 15. Nyonya Meneer

Pada tahun 1919 atas dorongan keluarga berdirilah Jamu Cap Potret Nyonya Meneer yang kemudian menjadi cikal bakal salah satu industri jamu terbesar di Indonesia. Selain mendirikan pabrik Ny Meneer juga membuka toko di

32 Jalan Pedamaran 92, Semarang. Perusahaan keluarga ini terus berkembang dengan bantuan anak-anaknya yang mulai besar. Pada tahun 1940 melalui bantuan

putrinya, Nonnie, yang hijrah ke Jakarta, berdirilah cabang toko Nyonya Meneer, di Jalan Juanda, Pasar Baru, Jakarta. Di tangan Ibu dan anak, Nyonya Meneer dan Hans Ramana perusahaan berkembang pesat. Nyonya Meneer meninggal dunia tahun 1978, generasi kedua yaitu anaknya, Hans Ramana, yang juga mengelola bisnis bersama ibunya meninggal terlebih dahulu pada tahun 1976. Operasional perusahaan kemudian diteruskan oleh generasi ketiga yakni ke lima cucu Nyonya Meneer. Namun ke lima bersaudara ini kurang serasi dan menjatuhkan pilihan untuk berpisah. Kini perusahaan murni dimiliki dan dikendalikan salah satu cucu Nyonya Meneer yaitu Charles Saerang. Sedangkan ke empat orang saudaranya dan setelah menerima bagian masing-masing, memilih untuk berpisah. Kasus perusahaan keluarga Nyonya Meneer dibukukan sebagai studi kasus, versi bahasa Inggrisnya dipublikasikan Equinox dan dipergunakan sebagai studi kasus ilmu pemasaran dan manajemen di sejumlah universitas di Amerika. Buku yang berjudul "Bisnis Keluarga: Studi Kasus Nyonya Meneer, Sebagai salah satu Perusahaan Obat Tradisional di Indonesia yang Tersukses" (Family Business: A Case Study of Nyonya Meneer, One of Indonesia's Most Successful Traditional Medicine Companies) diluncurkan di Puri Agung, Hotel Sahid Jaya Jakarta bertepatan dengan perayaan 88 tahun berdirinya Perusahaan Nyonya Meneer. Penerbitan buku ini kabarnya sempat ditentang oleh keturunan Nyonya Meneer karena secara jelas menceritakan strategi pemasaran produk jamu tradisional itu hingga merambah 12 negara. Buku ini menceritakan dari usaha minoritas menjadi mayoritas dan konflik yang terjadi di perusahaan keluarga ini. Begitu sengitnya pertikaian di tubuh PT Nyonya Meneer, Menaker Cosmas Batubara saat itu ikut turun tangan. Sebab, pertikaian antar keluarga sampai melibatkan ribuan pekerja perusahaan itu. Di tangan generasi ketiga perusahaan makin berkembang. Berbagai tantangan dan konflik keluarga muncul, tapi dapat diatasi. Mutu dan khasiat jamunya makin terjamin. Zaman boleh saja berubah, tapi mutu dan khasiat Jamu Nonya Meneer tetap dijamin sebagaimana diwariskan pendirinya, Nyonya

33 Meneer. Di tengah menjamurnya perusahaan obat-obat tradisional dalam negeri, Jamu produksi PT Nyonya Meneer, Semarang, Jawa Tengah terus meningkat dan berkembang. Pengolahannya tidak lagi tradisional tapi sudah modern dengan sentuhan teknologi canggih yang didukung tenaga ahli dan profesional. Perusahaan didirikan Nyonya Meneer tahun 1919 di Semarang. Sejak tahun 1991, sudah ditangani generasi ketiga di bawah kendali DR Charles Saerang dan berkembang pesat. Awalnya, memiliki 250 orang tenaga kerja. Kini, menjadi 3000 orang. Produknya dari 120 jenis meningkat menjadi 254 jenis. Produknya tidak lagi hanya bentuk bubuk, tapi juga kapsul dan tablet. Produksi dalam bentuk bubuk 200 ton/bulan dan kapsul 4 ton per bulan. Terdapat 11 jenis produk awal yang di produksi PT Nyonya Meneer. Produk tersebut antara lain jamu jampi usus, jamu delima putih, jamu sehat wanita, jamu galian kemanten, jamu peputihan, jamu bibit, jamu janoko, jamu kuat perkasa, buste cream, jamu dewi kecantikan dan jamu patmosari. Produk jamu yang diproduksi PT Nyonya Meneer sebagian besar merupakan produk jamu untuk pria. Jenis jamu yang diproduksi berupa rajangan/ godekan, serbuk/ bubuk/ powder, pil, ekstrak kapsul, krim dan minyak. Pada label kotak produk juga terdapat tanda mengenai jenis jamu. Kotak produk berlabel kuning maka jenis minyak telon. Kotak produk berlabel orange maka jenis jamu. Kotak produk berlabel biru tua maka jenis simplisia. Kotak produk berlabel biru tua maka jenisnya berupa pil. Kotak produk berlabel biru hijau maka berjenis jamu racik. Kotak produk berlabel biru merah maka jenis jamu mandor.

Gambar 16. Bahan-bahan jamu Nyonya Meneer

34 Bertambahnya peminat jamu jawa maka PT Nyonya Meneer juga menambah lokasi pabrik, perkantoran dan perkebunan. Lokasi penambahan pabrik, perkantoran dan perkebunan ini antara lain berada di Jalan Raden Patah 177, Jalan Raya Kaligawe Km 4, Jalan Raya Bawen-Ungaran, Jalan Letjen Soeprapto 39 dan Jalan Raden Patah 1919-199, Semarang. Lokasi perkantoran yang dikunjungi juga terdapat museum jamu. Museum jamu ini pertama kali di Indonesia. Didirikan dan dibuka pada tahun 1984. Isi dari museum jamu antara lain koleksi pribadi Nyonya Meneer, alat proses produksi jamu dan adneka macam produk jamu yang dihasilkan serta aneka macam bahan baku jamu (simplisia). Pangsa pasar jamu Nyonya Meneer meningkat baik di dalam maupun di luar negeri. Hampir semua pasar dalam negeri dimasuki Jamu Nyonya Meneer yang didukung 2000 agen. Negara tujuan ekspor antara lain Malaysia, Singapura, Belanda Arab Saudi, Australia, Amerika Serikat. Hasil ekspor rata-rata Rp 20 miliar per bulan. Total keseluruhan omset jamu asli Indonesia (Jamu bebas bahan kimia) mencapai Rp 1,2 triliun per tahun atau sekitar 15 % dari total obat-obatan non jamu yang berjumlah Rp 11 triliun. Cukup besar kontribusi jamu dalam mengisi devisa negara. Intinya, 35 produk Jamu Nyonya Meneer untuk kebutuhan dalam negeri dan 15 % lagi untuk ekspor. Dalam bentuk bubuk setiap bulan diproduksi 200 ton dan dalam bentuk kapsul 4 ton per bulan. Mengenai pasar ekspor, di Singapura PT Nyonya Meneer memiliki 400 outlet. Di Malaysia terdapat 1.600 outlet. Jumlah outlet jamu Nyonya Meneer di luar negeri hingga tahun 2002, mencapai 4.900 outlet. Selain di Singapura dan Malaysia, juga terdapat di Filipina, Korea, Belanda, Taiwan, Jepang, AS, Brunei, Arab Saudi, Vietnam, dan Selandia Baru. Sedangklan outlet di dalam negeri mencapai 28.665 lokasi di 19 propinsi. Perusahaan jamu Nyonya Meneer pada tahun 2006 berhasil memperluas pemasaran jamu ke Taiwan sebagai bagian ekspansi perusahaan ke pasar luar negeri setelah sebelumnya berhasil memasuki Malaysia, Brunei, Australia, Belanda dan Amerika Serikat.

35

PEMBUATAN JAMU

. Gambar 17. Proses Pembuatan Jamu

IX. KEBUN KOPI GETAS

Pendahuluan Berabad-abad lamanya orang telah mengenal kopi sebagai minuman yang menggairahkan tubuh. Berpuluh-puluh tahun para ilmuwan bergelut meneliti tentang kopi. Menurut The National Library of Medicine lebih dari 19.000 studi telah mengkaji kopi dan hingga kini FDA (Food Drug Administration) mengklasifikasikan kopi sebagai GRAS (Generally Recognized as Safe) alias aman-aman. saja. Kopi bukan saja sekedar aman, namun juga bermanfaat bagi kesehatan. Studi yang dilakukan Mayo Clinic, Harvard School of Public Health dan institusiinstitusi kesehatan lainnya mengungkapkan bahwa minum kopi 2-4 cangkir sehari dapat menurunkan kanker kolon, mengurangi risiko penyakit batu empedu dan bisa mencegah pengerasan hati. Kopi juga mengurangi kejadian asma karena adanya substansi kimiawi yang disebut theophylline. Kafein mungkin juga bermanfaat untuk mencegah pembentukan batu ginjal. Batu ginjal terbentuk bila terdapat kalsium oksalat dan zat kimia lainnya yang mengkristal dan akhirnya menyumbat saluran kencing. Peran kafein adalah melancarkan pembuangan urin dan menurunkan

konsentrasinya. Namun diduga ada faktor lain yang juga berperan diluar kafein. Laporan dari American Institute of Cancer Research (1997)

mengungkapkan bahwa minum kopi secara regular tidak mendatangkan risiko munculnya kanker. Bahkan khusus untuk kanker kolon, dibuktikan minum 4 cangkir atau lebih menurunkan risiko kanker kolon sebesar 24 persen. Tampaknya kopi akan meningkatkan aktivitas kolon, dan mungkin adanya komponen antimutagenik dalam kopi mampu mencegah munculnya kanker. Kanker kolon dan rektal adalah pembunuh nomor 2 diantara berbagai penyakit kanker di Amerika. Umumnya kanker jenis itu menyerang orang berusia diatas 50 tahun. Konsumsi kopi disinyalir dapat mengurangi asam empedu. Hal itu berdampak positif terhadap penurunan risiko kanker kolon. Mungkin di dalam asam empedu terdapat karsinogenik (penyebab kanker). Namun, mekanisme itu perlu telaah lebih lanjut.

37 Sejarah singkat Berawal dari sebuah keresahan yang disebabkan oleh harga komoditi Kopi yang terus menurun mulai tahun 1998 sampai dengan tahun 2001. Tahun 2002, direksi PTPN IX (persero) melakukan sebuah terobosan dengan menerapkan pola bisnis hulu hilir, komoditi Kopi tidak hanya saja dapat diperoleh hasilnya dengan menjual biji kopi (green bean) akan tetapi dapat juga memperoleh hasil / pendapatan yang lebih, dengan memberikan nilai tambah berupa perubahan bentuk ke arah hilir. Komoditi Kopi yang tadinya dijual dalam bentuk biji (green bean), diolah sebagian menjadi Kopi Bubuk dengan memberikan label/ nama dagang Banaran Coffee. Untuk lebih meningkatkan proses penetrasi/ pengenalan produk kepada khalayak umum, Pada tahun 2002, tepatnya tanggal 20 Agustus, dibangunlah sebuah coffeeshop dengan tujuan sebagai etalase dari produk hilir yang berfungsi untuk memperkenalkan produk hilir yang diproduksi oleh PTPN IX (persero). Pengenalan produk hilir dilakukan dengan memajang produk dalam bentuk kemasan siap saji. Selain itu, proses penetrasi dilakukan dengan bentuk sajian kopi maupun the yang disajikan hangat maupun dingin. Seiring dengan bergulirnya waktu, minat konsumen pun semakin bertambah, berbagai masukan dari konsumen ditanggapi secara positif oleh direksi, penambahan variasi menu berbahan dasar kopi dan teh terus dilakukan. Tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Tahun 2005, tepatnya tanggal 28 Agustus direksi melakukan terobosan dengan merubah kebun percontohan aneka tanaman perkebunan dan buah koleksi di Afdeling Assinan, tepatnya dipinggir jalan Raya Bawen Solo Km 1,5 Bawen Kabupaten Semarang menjadi sebuah Kawasan

Agrowisata yang kemudian lebih dikenal sebagai Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran. Kawasan Agrowisata ini terus dikembangkan dengan memberikan berbagai macam tambahan fasilitas penunjang, difrensiasi produk dan jasa terus dihasilkan melalui inovasi baik produk maupun jasa. Kawasan Agrowisata Kampoeng Kopi merupakan sebuah kawasan yang unik, dimana tidak ada sebuah kawasan dimuka bumi ini yang memiliki keindahan pemandangan kebun Kopi yang terawat dengan baik, bahkan dapat

38 dikatakan kebun Kopi terbaik di Asia, mungkin untuk Jenis Kopi Robusta terbaik di Dunia, jika ditilik melalui aspek tanaman dan produktivitas tanaman. Nama Kampoeng Kopi Banaran merupakan sebuah nama yang dihasilkan dari pemikiran yang dalam dan panjang. Pengambilan nama Kampoeng Kopi Banaran didasarkan oleh proses dasar kopi, Banaran merupakan sebuah dusun di sebuah desa, tepatnya di desa Gemawang kecamatan Jambu Kabupaten Semarang, yaitu tempat dimana berdiri Pabrik Pengolahan Kopi tempat buah kopi merah diolah menjadi biji kopi siap ekspor (green bean). Sedangkan Kampoeng Kopi merupakan kawasan perkebunan Kopi yang terletak di Desa Assinan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang.

Profil perusahaan Kebun kopi Getas erupakan salah satu Wisata Agro yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero), Terletak di Areal Perkebunan Kopi Kebun Getas Afdeling Assinan tepatnya Jl. Raya Semarang ketinggian 480 Solo Km. 35 dengan

600m dpl dengan suhu udara cukup sejuk antara 23ºC - 27º C.

Lokasi wisata agro ini di tengah areal perkebunan kopi robusta, persis di tepi jalan Semarang-Salatiga atau satu kilometer dari Terminal Bawen. Kopi robusta olahan Banaran sudah memasuki pasar ekspo sejak dulu, tidak hanya r disukai di kawasan Asia, tetapi juga di Eropa.

Teknik budidaya Pembibitan Kopi Bibit kopi diperoleh dengan teknik penyambungan dengan batang bawah arabika dan batang atas robusta. Batang bawah dipilih arabika karena akar dan batang kopi jeni ini tahan terhadap serangan jamur akar dan batang. Sedangkan jenis robusta dipilih sebagai batang atas karena kopi ini memiliki kualitas yang baik dan memiliki aroma yang khas sehingga disukai konsumen secara umum. Bibit kopi yang telah disambung keudian dibiarkan selama 5 bulan hingga siap ditanam dilapang.

39

Panen Kopi Pemanenan buah kopi dilakukan secara manual dengan cara memetik buah yang telah masak. Ukuran kematangan buah ditandai oleh perubahan warna kulit buah. Kulit buah berwarna hijau tua ketika masih muda, berwarna kuning ketika setengah masak dan berwarna merah saat masak penuh dan menjadi kehitam hitaman setelah masak penuh terlampaui (over ripe). Kematangan buah kopi juga dapat dilihat dari kekerasan dan komponen senyawa gula di dalam daging buah. Buah kopi yang masak mempunyai daging buah lunak dan berlendir serta mengandung senyawa gula yang relatif tinggi sehingga rasanya manis. Sebaliknya daging buah muda sedikit keras, tidak berlendir dan rasanya tidak manis karena senyawa gula masih belum terbentuk maksimal. Sedangkan kandungan lendir pada buah yang terlalu masak cenderung berkurang karena sebagian senyawa gula dan pektin sudah terurai secara alami akibat proses respirasi. Tanaman kopi tidak berbunga serentak dalam setahun, karena itu ada beberapa cara pemetikan :
y y y

Pemetikan selektif dilakukan terhadap buah masak. Pemetikan setengah selektif dilakukan terhadap dompolan buah masak. Secara lelesan dilakukan terhadap buah kopi yang gugur karena terlambat pemetikan.

y

Secara racutan/rampasan merupakan pemetikan terhadap semua buah kopi yang masih hijau, biasanya pada pemanenan akhir.

Tabel 2. Spesifikasi persyaratan mutu biji kopi No Jenis Uji 1 Kadar air, (b/b) Kadar kotoran berupa ranting, batu, tanah 2 dan benda-benda asing lainnya 3 Serangga hidup 4 Biji berbau busuk dan berbau kapang Biji ukuran besar, tidak lolos ayakan 5 lubang bulat ukuran diameter 7.5 mm (b/b) Satuan % % % Persyaratan Masksimum 12 Maksimum 0.5 bebas bebas Maksimum 2.5

lolos

40 Biji ukuran sedang lolos ayakan lubang bulat ukuran diameter 7.5 mm, tidak lolos ayakan lubang bulat ukuran diameter 6.5 mm (b/b) Biji ukuran kecil, lolos ayakan lubang bulat ukuran diameter 6.5 mm, tidak lolos ayakan lubang bulat ukuran diameter 5,5 mm (b/b) % Maksimum 2.5 lolos

6

%

7

Maksimum 2.5

lolos

Tabel 3. Jenis mutu biji kopi Mutu Mutu 1 Mutu 2 Mutu 3 Mutu 4A Mutu 4B Mutu 5 Mutu 6 Syarat Mutu Jumlah nilai cacat maksimum 11 Jumlah nilai cacat 12 sampai dengan 25 Jumlah nilai cacat 26 sampai dengan 44 Jumlah nilai cacat 45 sampai dengan 60 Jumlah nilai cacat 61 sampai dengan 80 Jumlah nilai cacat 81 sampai dengan 150 Jumlah nilai cacat 151 sampai dengan 225

Fasilitas Fasilitas utama berupa bangunan untuk menikmati sedapnya kopi ³ Banaran Coffee´ juga dibangun arena bermain anak-anak, lapangan tenis, Mushola, Coffee Walk, Out Bound Games, Kolam Renang, Gazebo, Taman Buah, Gedung Pertemuan, Flying Fox, Jelajah kebun dengan motor ATV. Kawasan Agrowisata Kampoeng Kopi merupakan sebuah kawasan yang unik, dimana tidak ada sebuah kawasan dimuka bumi ini yang memiliki keindahan pemandangan kebun Kopi yang terawat dengan baik, bahkan dapat dikatakan kebun Kopi terbaik di Asia, mungkin untuk Jenis Kopi Robusta terbaik di Dunia, jika ditilik melalui aspek tanaman dan produktivitas tanaman. Nama Kampoeng Kopi Banaran merupakan sebuah nama yang dihasilkan dari pemikiran yang dalam dan panjang. Pengambilan nama Kampoeng Kopi Banaran didasarkan oleh proses dasar kopi, Banaran merupakan sebuah dusun di sebuah desa, tepatnya di desa Gemawang kecamatan Jambu Kabupaten Semarang, yaitu tempat dimana berdiri Pabrik Pengolahan Kopi tempat buah kopi merah diolah menjadi biji kopi siap ekspor (green bean). Sedangkan Kampoeng Kopi

41 merupakan kawasan perkebunan Kopi yang terletak di Desa Assinan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Kopi telah dibudidayakan di Indonesia sejak abad ke-XVII (Dinas Perkebunan Daerah Kabupaten Jember, 1998). Pada tahun 1696 untuk pertama kalinya kopi masuk ke Indonesia melalui Malabar dan ditanam di Perkebunan Kedawoeng di Batavia (Jakarta) (Wachjar, 1984). Sejak tahun tersebut tanaman kopi mulai dikembangkan di Indonesia. Kopi mulai menjadi komoditas perdagangan karena kopi dapat dimasak menjadi minuman yang menyegar kan badan dan pikiran (Aksi Agraris Kanisius, 1980). Rasanya yang khas dari kopi tidak bisa digantikan oleh minuman lainnya (Samsulbahri, 1996). Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex Froehner) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Komoditi kopi di Indonesia berperan sebagai komoditi ekspor dan komoditi sosial (Wachjar, 1984). Kopi telah memberi sumbangan besar bagi devisa negara di samping komoditas perkebunan lainnya seperti karet, kelapa, kelapa sawit, kakao, dan teh. Nilai ekspor kopi tahun 2002 sebesar US $ 223 916 000 dengan volume ekspor sebesar 325 009 ton (Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan, 2002). Komoditi kopi dapat menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat di lingkungan perkebunan kopi. Sumber daya manusia yang bekerja di perkebunan kopi pada tahun 2002 berjumlah 2 522 500 KK (Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan, 2004). Saat ini minum kopi semakin membudaya, baik dikalangan muda maupun tua, ekonomi menengah ke bawah hingga menengah ke atas. Kopi semakin digemari karena nikmatnya rasa dan harumnya aroma kopi tersebut. Kekhasan kopi dipengaruhi oleh jenis maupun cara pengolahannya. Jenis yang bagus jika tidak disertai dengan pengolahan yang baik akan menurunkan kualitas dari kopi tersebut. Untuk mempertahankan kualitas tersebut harus dimulai dari penanaman hingga cara pengolahan. Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk menjaga kualitas biji kopi yaitu pengupasan biji kopi pasca panen. Pengupasan sebaiknya dilakukan secara langsung setelah biji kopi dipetik dan dipisahkan antara biji kopi warna hijau dan merah. Hal ini untuk menghindari biji kopi mengering karena disimpan dalam

42 waktu lama dengan cara konvensional. Jika telah demikian akan dibutuhkan tenaga yang lebih besar untuk proses pengupasannya. Untuk mengatasinya dilakukan upaya untuk mempermudah proses pengupasan biji kopi dengan tetap mempertimbangkan kualitasnya.

PTPN X KEBUN TEMBAKAU KLATEN
Tembakau adalah produk pertanian yang diproses dari daun tanaman dari genus Nicotiana. Tembakau dapat dikonsumsi, digunakan sebagai pestisida, dan dalam bentuk nikotin tartrat dapat digunakan sebagai obat. Jika dikonsumsi, pada umumnya tembakau dibuat menjadi rokok, tembakau kunyah, dan sebagainya. Tembakau telah lama digunakan sebagai entheogen di Amerika. Kedatangan bangsa Eropa ke Amerika Utara mempopulerkan perdagangan tembakau , terutama sebagai obat penenang. Kepopuleran ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat bagian selatan. Setelah Perang Saudara Amerika Serikat, perubahan dalam permintaan dan tenaga kerja menyebabkan

perkembangan industri rokok. Produk baru ini dengan cepat berkembang menjadi perusahaan-perusahaan tembakau hingga terjadi kontroversi ilmiah pada pertengahan abad ke-20.

Sejarah Singkat Dikenal dengan nama Vorstenlanden karena daerah penanaman tembakau ini di daerah Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta (Vorstenlanden = tanah raja-raja) yang berpusat di Klaten. Menurut pengusaha tembakau Mendes Da Costa, tembakau Vorstenlanden pertama kali ditanam di Desa Jetis, Klaten pada tahun 1858 dan pertama kali dipasarkan di daratan Eropa pada tahun 1863. Bahasa Indonesia tembakau merupakan serapan dari bahasa asing. Bahasa Spanyol tabaco dianggap sebagai asal kata dalam bahasa Arawakan, khususnya, dalam bahasa Taino di Karibia , disebutkan mengacu pada gulungan daun-daun pada tumbuhan ini (menurut Bartolome de Las Caas, 1552) atau bisa juga dari kata tabago, sejenis pipa berbentuk ³y´ untuk menghirup asap tembakau (menurut Oviedo, daun-daun tembakau dirujuk sebagai Cohiba, tetapi Sp. tabacco (juga It. tobacco) umumnya digunakan untuk mendefinisikan tumbuhan obat-obatan sejak 1410, yang berasal dari Bahasa Arab tabbaq, yang dikabarkan ada sejak abad keIX, sebagai nama dari berbagai jenis tumbuhan. Kata tobacco (bahasa inggris)

44 bisa jadi berasal dari Eropa, dan pada akhirnya diterapkan untuk tumbuhan sejenis yang berasal dari Amerika. Di Indonesia, tembakau yang baik (komersial) hanya dihasilkan di daerahdaerah tertentu. Kualitas tembakau sangat ditentukan oleh lokasi penanaman dan pengolahan pascapanen. Akibatnya, hanya beberapa tempat yang memiliki kesesuaian dengan kualitas tembakau terbaik, tergantung produk sasarannya. Berikut adalah jenis-jenis tembakau yang dinamakan menurut tempat

penghasilnya.
y y y

Tembakau Deli, penghasil tembakau untuk cerutu Tembakau Temanggung, penghasil tembakau srintil untuk sigaret Tembakau Vorstenlanden (Yogya-Klaten-Solo), penghasil tembakau untuk cerutu dan tembakau sigaret (tembakau Virginia)

y y y

Tembakau Besuki, penghasil tembakau rajangan untuk sigaret Tembakau Madura, penghasil tembakau untuk sigaret Tembakau Lombok Timur, penghasil tembakau untuk sigaret (tembakau Virginia) Tumbuhan herba semusim yang ditanam untuk mendapatkan daunnya.

Tumbuhan ini termasuk dalam famili Solanaceae. Daun-daunnya digunakan untuk membuat rokok dan cerut. Tembakau tumbuh dalam keadaan iklim yang berlainan. Suhu yang panas dan lembap dengan hujan sepanjang masa. Saat pertumbuhan, musim kering diperlukan agar didapat daun-daun yang bermutu. Daun-daun tembakau yang bermutu hanya dihasilkan di bagian-bagian tertentu saja. Tanah liat yang padat serta subur dapat menghasilkan daun -daun tembakau yang ukurannya lebar. Daun yang lebar lebih tebal dan kasar serta sesuai untuk membuat cerutu dan tembakau. Tetapi tanah berhumus dapat menghasilkan daun-daun berukuran kecil serta lembut dan sesuai untuk membuat tembakau rokok. Pokok-pokok tembakau subur dapat hidup dengan ketinggian hingga 2m serta lebar daun 30 cm, 40cm, dan 50cm.

45 Lokasi Penanaman Tembakau Cerutu Vorstenlanden Saat ini tembakau cerutu Vorstanlenden dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) diusahakan oleh Kebun Klaten seluas ± 391 Ha meliputi Tembakau Bawah Naungan (VBN) seluas 215 Ha dan tembakau Na Oogost (NO) seluas 148 Ha. Lokasi Penanaman tembakau Vorstenlanden dilakukan di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, dan tersebar pada enam kecamatan berbeda, yaitu : 1. Kecamatan klaten selatan (meliputi 6 desa) 2. Kecamatan Kebonarum (meliputi 7 desa) 3. Kecamatan Karangnongko (meliputi 1 desa) 4. Kecamatan Jogonalan (meliputi 4 desa) 5. Kecamatan Gantiwarno (meliputi 3 desa) 6. Kecamatan Wedi (meliputi 7 desa)

Pengelolaan Tembakau Cerutu Verstenlanden Tembakau cerutu yang dikelola oleh PTPN X ini melibatkan ± 2000 petani pemilik lahan serta membutuhkan tenaga kerja untuk Tembakau Bawah Naungan (VBN) dengan jumlah HOK ± 3312 HOK/ha, dan ± 2591 HOK/ha untuk tembakau Na Oogst (NO). Rata-rata kebutuhan tenaga kerja per hari selama setahun 2787 orang, dengan upah UMK. Selain itu para tenaga kerja juga diikutsertakan dalam Jamsostek khususnya asuransi kecelakaan kerja. Pengusahaan tembakau cerutu Vorstanlanden pada dasarnya ditanam pada tanah milik petani, sistem pengusahannya telah mengalami beberapa kali perusahaan sebagai berikut : Tabel 4. Sistem pengusahaan tembakau Vorstanlanden Periode 1962 - 1969 1970 - 1079 1980 - 1982 1983 - 2001 2002 - Sekarang Luas (Ha) 932 - 1897 1573 - 1903 1638 - 1860 700-1200 500 - 700 Sistem Pengusahaan Kolektif Sewa TVI Jasa ITVL KTVL

46 Program Kemitraan Tembakau Vorstanlanden (KTVL) adalah penanaman tembakau cerutu yang dilakukan dalam rangka usaha untuk meningkatkan produktivitas dan mutu tembakau cerutu dengan menerapkan teknologi yang dianjurkan, dengan melaksanakan Sapta Usaha Budidaya Tanaman Tembakau Cerutu : 1. Pemakaian benih unggul. 2. Penanaman tanah yang baik sesuai baku teknis. 3. Pemberian air sesuai kebutuhan tanaman. 4. Penggunaan pupuk yang mencakup enam tepat yaitu tepat dosis, tepat jumlah, tepat waktu, tepat musim, tepat jenis dan tepat cara. 5. Perlindungan tanaman terhadap gulma, hama dan penyakit tanaman yang merugikan dilaksanakan secara bijaksana. 6. Pemungutan dan pengolahan hasil yang tepat. 7. Pemasaran hasil terjamin. Penanaman tembakau program Kemitraan Tembakau Vorstenlanden (KTVL) sebagian dengan sistem TBN (Tembakau Bawah Naungan) dan sebagian dengan sistem non TBN (Na Oogst). Tujuan program Kemitraan Tembakau Vorstenlanden (KTVL) adalah upaya untuk : 1. Meningkatkan pendapatan petani peserta KTVL. 2. Memperluas lapangan kerja. 3. Meningkatkan produktivitas dan mutu hasil. 4. Meningkatkan pendapatan dan devisa negara. Dari sisi lain, tanaman tembakau merupakan salah satu tanaman yang dapat diilih untuk pola pergiliran tanaman. Selain itu, tanaman tembakau jika ditanam di sawah memiiki peran dalam memutus siklus hama dan penyakit tanaman padi/palawija. Keberadaan program Kemitraan Tembakau Vorstenlanden dilakukan atas dasar ketentuan 1. Petani menyerahkan lahan kepada pengelola PT. Perkebunan Nusantara X (Persero), atas dasar musyawarah dengan para waki petani kemudian dilaporkan pada Pemda Kabupaten Klaten. 2. Pengelola mengerjakan/mengelola lahan pertanaman.

47 3. Semua biaya menjadi tanggungan pengelola. Produksi kering los dibeli oleh pengelola dengan harga yang telah disepakati bersama.

Fatwa Haram terhadap Rokok Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar kedua setelah Nahdlatul Ulama baru-baru ini mengeluarkan fatwa bahwa hukumnya merokok bagi setiap Muslim adalah haram. Artinya, bagi setiap orang yang mengaku beriman, bila tetap melanggar aturan yang sifatnya diharamkan adalah perbuatan dosa. Padahal, status fatwa haram merokok bagi Muhammadiyah ini selama seratus tahun terakhir telah berubah, dari yang hanya bersifat mubah, kemudian makruh, kini berubah menjadi haram. Keputusan Muhammadiyah ini nampaknya lebih tegas dibandingkan Fatwa merokok yang tahun 2009 lalu dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia yang hanya membatasi haram merokok bagi wanita hamil dan di tempat umum. Memang, setelah dikeluarkannya keputusan Fatwa haram merokok, banyak timbul pro dan kontrak atas keputusan itu. Mulai dari rakyat jelata, kalangan akademisi, dan selebritis sampai tokoh penting lainnya. Secara kesehatan merokok sangat merugikan karena merokok merusak diri sendiri, serta memberikan dampak buruk bagi kesehatan, dan dapat menyebabkan kematian. Dikaitkan dengan aspek sosial-ekonomi tembakau, data menunjukkan bahwa peningkatan produksi rokok selama periode 1961-2001 sebanyak 7 kali lipat tidak sebanding dengan perluasan lahan tanaman tembakau yang konstan bahkan cenderung menurun 0,8 % tahun 2005. Ini artinya pemenuhan kebutuhan daun tembakau dilakukan melalui impor. Selisih nilai ekspor daun tembakau dengan impornya selalu negatif sejak tahun 1993 hingga tahun 2005.10 Selama periode tahun 2001-2005, devisa terbuang untuk impor daun tembakau rata-rata US$ 35 juta.11 Bagi petani tembakau yang menurut Deptan tahun 2005 berjumlah 684.000 orang, pekerjaan ini tidak begitu menjanjikan karena beberapa faktor. Para petani umumnya memilih pertanian tembakau karena faktor turun temurun. Tidak ada petani tembakau yang murni mereka mempunyai usaha lain

48 atau menanam tanaman lain di luar musim tembakau. Petani tidak memiliki posisi tawar yang kuat menyangkut harga tembakau. Kenaikan harga tembakau tiga tahun terakhir tidak membawa dampak berarti kepada petani tembakau karena kenaikan itu diiringi dengan kenaikan biaya produksi. Pendidikan para buruh tani rendah, Upah buruh tani tembakau di bawa Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Gambar 18. Kebun pembibitan tembakau

XI. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan Dari kuliah lapang yang telah dijalani, dapat disimpulkan bahwa : 1. produk pertanian indonesia seperti kopi, tembakau, benih sayuran, dan pembibitan tanaman hias telah memiliki kualitas yang cukup baik sehingga produk-produk tersebut dapat diterima pasar internasional; 2. beberapa perusahaan pertanian indonesia memiliki ciri khas produk sehingga mampu bersaing dengan perusahaan sejenis di tingkat nasional; 3. beberapa perusahaan telah menerapkan sistem teknologi yang memperhatikan sanitasi produk seperti tembakau, kopi, benih pt east west, dan jamu nyonya menee, sementara yang lain belum bisa memperhatikan hal tersebut karena masih berorientasi hasil, seperti bawang merah; 4. dibutuhkan modal yang cukup besar untuk memulai bisnis di sektor pertanian; 5. perusahaan yang bergerak di bidang pertanian sangat tergantung pada iklim dan permintaan pasar; dan 6. beberapa komoditas pertanian seperti tembakau, bawang merah, dan kopi masih mengalami serangan hama dan penyakit yang mengkhawatirkan dan masih sulit ditangani.

Saran 1. Pengolahan bahan baku karet sebaiknya menerapkan sistem manajemen produksi yang terpadu agar kualitas bahan baku dan produk terjaga dengan baik. 2. Kebersihan dan keselamatan kerja sebaiknya menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan diperhatikan, apalgi jika perusahaan berproduksi dengan mesin-mesin berat sepert PG Tersana Baru.

DAFTAR PUSTAKA
Balai Penelitian Sembawa. 1996. Sapta Bina Usahatani Karet Rakyat. Edisi ke-2. Palembang. Pusat Penelitian Karet, Balai Penelitian Sembawa, Palembang. Prabowo, A. Y. 2007. Budidaya Tebu. http://teknis-budidaya.blogspot.com. [3 September 2010].

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful