P. 1
Metode Ngajar Riswan

Metode Ngajar Riswan

5.0

|Views: 45,977|Likes:
Published by Nobel Iwan

More info:

Published by: Nobel Iwan on Mar 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2013

pdf

text

original

Sections

  • I.1 PENGERTIAN BELAJAR
  • I.1.A Pengertian belajar menurut kamus bahasa Indonesia :
  • I.1.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli :
  • I.2 CIRI-CIRI BELAJAR
  • I.3 JENIS-JENIS BELAJAR
  • I.3.A Menurut Robert M. Gagne
  • I.3.B Menurut Bloom
  • I.3.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. De Block, Robert M. Gagne, C. Van
  • Parreren)
  • 1.3.D Menurut UNESCO
  • I.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN
  • 1.4.A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia :
  • 1.4.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli :
  • I.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN
  • 1.6 PEMBELAJARAN, PENGAJARAN, PEMELAJAR, DAN PEMBELAJAR
  • Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran
  • Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran
  • 1.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN
  • II.1 PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI BELAJAR
  • II.2 JENIS-JENIS BELAJAR
  • 1I.3 PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN
  • II.4 PRINSIP-PRINSIP BELAJAR
  • KESIMPULAN
  • Pengelompokkan Homogen
  • Pengelompokkan Hiterogen
  • METODE CERAMAH DALAM PEMBELAJARAN
  • Ceramah wajar dipergunakan
  • Kelemahan metode ceramah
  • Batas batas kemungkinan metode ceramah
  • Bagaimana mempersiapakan ceramah yang berdaya guna?
  • METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN
  • Pertanyaan-pertanyaan yang baik untuk metode diskusi :
  • Kebaikan Metode Diskusi
  • Kekurangan/Kelemahan Metode Diskusi
  • Jenis-jenis Diskusi
  • METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN
  • Pengertian Metode Demonstrasi
  • Adapun aspek yang penting dalam menggunakan Metode Demonstrasi adalah:
  • Kelebihan metode demonstran adalah:
  • Kelemahan metode demonstran adalah:
  • METODE EKSPERIMEN
  • Pengertian Metode Eksperimen
  • Adapun target Metode Eksperimen adalah
  • Langkah-langkah metode eksperimen
  • Kekurangan Metode eksperimen
  • Hal-hal yang Perlu di perhatikan dalam melakukan Metode Eksperimen adalah:
  • Metode Demonstrasi Dan Eksperimen ini cocok digunakan apabila:
  • Keuggulan Metode Demonstrasi dan Eksperiaen ini adalah:
  • Kelemahan Metode Demonstrasi dan Eksperimen adalah:
  • METODE TANYA JAWAB DALAM PEMBELAJARAN
  • Penggunaan Metode Tanya Jawab
  • Kelebihan metode tanya Jawab :
  • Kelemahan metode tanya Jawab:
  • MODEL BERMAIN PERAN
  • METODE KARYA WISATA
  • Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :
  • Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :
  • METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF

A.

1 Pengertian Metode Metode berasal dari Bahasa Yunani ³Methodos¶¶ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah,maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan.[1] Pengetahuan tentang metode-metode mengajar sangat di perlukan oleh para pendidik, sebab berhasil atau tidaknya siswa belajar sangat bergantung pada tepat atau tidaknya metode mengajar yang digunakan oleh guru. Metode belajar yang mampu membangkitkan motif, minat atau gairah belajar murid dan menjamin perkembangan kegiatan kepribadian murid adalah metode diskusi. Metode diskusi merupakan suatu cara mengajar yang bercirikan oleh suatu keterikatan pada suatu topik atau pokok pertanyaan atau problem. Di mana para anggota diskusi dengan jujur berusaha mencapai atau memperoleh suatu keputusan atau pendapat yang disepakati bersama.[2] Dalam metode diskusi guru dapat membimbing dan mendidik siswa untuk hidup dalam suasana yang penuh tanggung jawab, msetiap orang yang berbicara atau mengemukakan pendapat harus berdasarkan prinsip-prinsip tertentu yang dapat diperanggungjawabkan. Jadi bukan omong kosong, juga bukan untuk menghasut atau mengacau suasana. Menghormati pendapat orang lain, menerima pendapat yang enar dan menolak pendapatb yang salah adalah ciri dari metode yang dapat dighunakan untuk mendidik siswa berjiwa demokrasi dan melatih kemampuan berbicara siswa. Agar suasana belajar siswa aktif dapat tercapai, maka diskusi dapat menggunakan variasi modelmodel pembelajaran menarik dan memotivasi siswa. Dari sekan banyak model pembelajaran yang ada, model pembelajaran jigsaw cocok untuk digunakan dalam metode diskusi. Model

pembelajaran jigsaw membantu murid untuk mempelajari sesuatu dengan baik dan sekaligus siswa mampu menjadi nara sumber bagi satu sama yang lain.

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu: 1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. 2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran. 3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran. 4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha. Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah: 1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik. 2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif. 3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran. 4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) expositiondiscovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif. Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan ³a plan of operation achieving something´ sedangkan metode adalah ³a way in achieving something´ (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya. Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat) Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model

pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran. Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun. Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam

3. I. Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia. Winkel. Menurut james O. PENDAHULUAN I. Cronchbach (Djamarah. yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. kreatif dan menyenangkan.1.B Pengertian belajar menurut beberapa ahli : 1. nilai dan sikap. Syaiful Bahri .1 PENGERTIAN BELAJAR I. . belajar adalah aktivitas mental atau psikis. 2. yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada. berlatih. Psikologi Belajar. maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas. Psikologi Belajar. berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. ketrampilan. Rineka Cipta. 1999) Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas. 1999) Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Rineka Cipta.A Pengertian belajar menurut kamus bahasa Indonesia : Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Namun. para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran. yang kadangkadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing. Whittaker (Djamarah.mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif.1. sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan. Syaiful Bahri . pemahaman.

Slameto (Djamarah. Robert M. Belajar adalah upaya-upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan. Rineka Cipta. 1999) Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan. pengetahuan dan sikap. Herbart (swiss) Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafaln 9.4. Syaiful Bahri. 10.com) Belajar adalah acuquisition of habits. knowledge and attitudes. Syaiful Bahri. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity. Kingskey (Djamarah. Psikologi Belajar. Syaiful Bahri. Syaiful Bahri. ketrampilan. afektif dan psikomotor. Rineka Cipta. Gagne (Djamarah. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya. Google. Rineka Cipta. 6. Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan. R. wich persists over a period time. and which is not simply ascribable to process a groeth. Psikologi Belajar. Rineka Cipta. Lester D. Psikologi Belajar. 1999) hal 22. Psikologi Belajar. 5. 1999) Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. (Djamarah. 1999) Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif. Howard L. Crow and Alice Crow (WWW. . Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus. Drs. kebiasaan dan tingkah laku 8. Gagne berkeyakinan bahwa belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling berinteraksi. 7. bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja.

keterampilan (psikomotorik).com) Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku. 3. 2. Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). 3. yang terjadi sebagi hasil dari suatu latihan atau pengalaman. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. penyakit atau pengaruh obat-obatan.11. Ngalim Purwanto (1992) (WWW. tidak karena kelelahan. Google. Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya. 5. 4. 6. 4. Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar: 1. Adanya dorongan rasa ingin tahu 2. Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya. Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. I. . Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri. Adanya kemampuan baru atau perubahan. maupun nilai dan sikap (afektif).2 CIRI-CIRI BELAJAR Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1.

7. Belajar merantaikan (chaining).A Menurut Robert M.3 JENIS-JENIS BELAJAR I. dan kebutuhan dalam belajar. Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan. 8. I. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Menurut Gagne. 3. ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon. Belajar stimulus respon.dalam konteks inilah signal learning terjadi. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar : 1. karakter. 4. Gagne Manusia memilki beragam potensi. 2. Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan.3. Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan. Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda. Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab. orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia. Belajar isyarat (signal learning). Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakan-gerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. Untuk mengisi waktu luang. Contohnya . Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya.

6. Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah.yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Membuat prosedur dari praktek kayu. kubus. . seperti kotak kardus. dsb. Contohnya yaitu seorang guru memberikan kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. atau konsep dalam kuliah mekanika teknik. 5. Belajar mengklsifikasikan stimulus. Belajar dalil (rule learning). (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). 7. Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda±beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek. 8. dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya. Belajar konsep (concept learning). Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. Belajar memecahkan masalah (problem solving). Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak. Belajar membedakan (discrimination).

5. 3. termasuk dengan cara menggambar. mengingat dan berfikir. sikap keadaan mental yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pilihanpilihan dalam bertindak. Menurut Bloom ada tiga dmain belajar yaitu : 1. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif).3. Menurutnya sistematika tersebut mengelompokkan hasil-hasil belajar yang mempunyai ciri-ciri sama dalam satu katagori.Selain delapan jenis belajar.B Menurut Bloom Benyamin S. Gagne juga membuat semacam sistematika jenis belajar. Pemahaman (Comprehension). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek intelektual atau secara logis yang bias diukur dengan pikiran atau nalar. keterampilan motorik : seseorang belajar melakukan gerakan secara teratur dalam urutan tertentu (organized motor act). informasi verbal : seseorang belajar menyatakan atau menceritakan suatu fakta atau suatu peristiwa secara lisan atau tertulis. angka. strategi kognitif : kemampuan seseorang untuk mengatur proses belajarnya sendiri. Bloom (1956) adalah ahli pendidikan yang terkenal sebagai pencetus konseptaksonomi belajar. Penerapan (Aplication) . 2. 4. Kelima hal tersebut adalah : 1. Kawasan ini tediri dari: Pengetahuan (Knowledge). kata atau gambar. Ciri khasnya adalah otomatisme yaitu gerakan berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan luwes. keterampilan intelektual : kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan lingkungannya dengan menggunakan symbol huruf. I. Taksonomi belajar adalah pengelompokkan tujuan berdasarkan domain atau kawasan belajar.

Objek-objek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan. Belajar Kognitif. Belajar arti kata-kata. Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan.C Penggabungan Dari Tiga Ahli (A. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). C. Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan. minat. Karakterisasi (characterization) 3.Penguraian (Analysis). 2. 2. Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. 3. Pengorganisasian (organization). Memadukan (Synthesis). Penilaian (Evaluation). sikap. De Block. Robert M. Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek emosional. Kawasan ini terdiri dari: Kesiapan (set) Meniru (imitation) Membiasakan (habitual) Adaptasi (adaption) I. Sambutan (responding). Adalah kawasan yang berkaitan dengan aspek-aspek keterampilan yang melibatkan fungsi sistem syaraf dan otot (neuronmuscular system) dan fungsi psikis. Kawasan ini terdiri dari: Penerimaan (receiving/attending). atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. Penilaian (valuing).3. seperti perasaan. sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali . Gagne. Van Parreren) 1. Belajar Menghafal. kepatuhan terhadap moral dan sebagainya. Affective Domain (Kawasan afektif). gagasan.

Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain. 6. yang dikemukakan oleh Gagne. 5. Konsep Dewey tentang berpikir menjadi dasar untuk pemecahan masalah adalah sebagai berikut: Adanya kesulitan yang dirasakan dan kesadaran akan adanya masalah. dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental. sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem. khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. 7. sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. sesuai dengan materi yang asli. Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental. Belajar Konsep. orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya. Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}. terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. Belajar Kaidah. Masalah itu diperjelas dan dibatasi. Belajar Berpikir. Mencari informasi atau data dan kemudian data itu diorganisasikan. Dalam belajar ini. . seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. Belajar Teoritis.secara harfiah. Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. 4. orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan.

. dalam hal ini ada tiga aspek : apa yang dipelajari. Learning to do. Suhaenah Suparno. Learning to know. Mencari data dan merumuskan hipotesis-hipotesis. 2. Jadi dalam hal ini menekankan perkembangan ketrampilan untuk yang berhubungan dengan dunia kerja. Kesadaran akan adanya masalah. Menguji hipotesis-hipotesis itu.3. Merumuskan masalah. Menerima hipotesis yang benar. bagaimana caranya dan siapa yang belajar.Mencari hubungan-hubungan untuk merumuskan hipotesis-hipotesis. Penerapan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku sabagai pengujian kebenaran pemecahan tersebut untuk dapat sampai pada kesimpulan. 2000 ) : 1. langkah-langkah dalam pemecahan masalah adalah sebagai berikut. diuji. kemudian hipotesis-hipotesis itu dinilai. 1. Pada Learning to know ini terkandung makna bagaimana belajar. agar dapat ditentukan untuk diterima atau ditolak. Menurut Dewey. Hal ini dikaitkan dengan dunia kerja. membantu seseorang mampu mempersiapkan diri untuk bekerja atau mencari nafkah.D Menurut UNESCO UNESCO telah mengeluarkan kategori jenis belajar yang dikenal sebagai empat pilar dalam kegiatan belajar ( A.

1. Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa. Belajar ini ditekankan seseorang/pihak yang belajar mampu hidup bersama. Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum. Belajar ini ditekankan pada pengembangan potensi insani secara maksimal. 4. sejarahnya. yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang. cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Belajar. Learning to live together.B Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli : 1. disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Learning to be. dengan memahami orang lain. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. Dengan learning to be seseorang akan mengenal jati diri. dan mampu berinteraksi dengan orang lain secara harmonis. memahami kemampuan dan kelemahanya dengan kompetensi- kompetensinya akan membangun pribadi secara utuh. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas.4. Setiap individu didorong untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri. Duffy dan Roehler (1989). 2.4. I. Gagne dan Briggs (1979:3).A Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia : Pembelajaran adalah proses. . 1. mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama.4 PENGERTIAN PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar.3. budayanya.

pembelajaran harus membuat siswa belajar 3. pelaksanaannya terkendali.1991) Pengajaran adalah proses. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. DAN PEMBELAJAR Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. 1997). proses maupun hasilnya 1. peringatan (tentang pengalaman. Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran. dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel. peristiwa yang dialami atau dilihatnya). Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. perbuatan. Perbedaan antara pengajaran dan pembelajaran: NO Pengajaran Pembelajaran . PENGAJARAN. merupakan upaya sadar dan disengaja 2. cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar.6 PEMBELAJARAN. waktu. Kamus Bahasa Indonesia.I. PEMELAJAR. tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan 4.S. segala sesuatu mengenai mengajar. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. (Dariyanto S.5 CIRI-CIRI PEMBELAJARAN Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut : 1. baik isinya. Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran.

sebagai berikut : 1. 3. Perilaku yang timbul oleh tanda-tanda tertentu akan hilang atau berkurang frekuensinya bila tidak diperkuat dengan akibat yang menyenangkan. 4. tetapi juga di bawah pengaruh kondisi atau tanda-tanda dilingkungan siswa. Respon-respon baru (new responses) diulang sebagai akibat dari respon yang terjadi sebelumnya. 2. Perilaku tidak hanya dikontrol oleh akibat dari respon. 5. Belajar yang berbentuk respon terhadap tanda-tanda yang terbatas akan ditransfer kepada situasi lain yang terbatas pula. 4 Kegiatan belajar berlangsung bila Kegiatan belajar dapat berlangsung ada guru atau pengajar dengan atau tanpa hadirnya guru 1. Belajar menggeneralisasikan dan membedakan adalah dasar untuk belajar sesuatu yang kompleks seperti yang berkenaan dengan pemecahan masalah.7 PRINSIP PEMBELAJARAN MENURUT GAGNE DAN ATWI SUPARMAN Beberapa prinsip pembelajaran dikemukakan oleh Atwi Suparman dengan mengadaptasi pemikiran Fillbeck (1974).1 Dilaksanakan oleh mereka yang Dilaksanakan oleh mereka yang dapat berprofesi sebagai pengajar membuat orang belajar 2 Tujuannya menyampaikan Tujuannya agar terjadi belajar pada diri siswa cara rencana untuk yang informasi kepada si belajar 3 Merupakan salah satu penerapan Merupakan strategi pembelajaran mengembangkan terorganisasi untuk keperluan belajar. .

sebagai berikut: 1. Dalam buku Condition of Learning. 7. Keterampilan tingkat tinggi (kompleks) terbentuk dari keterampilan dasar yang lebih sederhana. 11. ada yang maju dengan cepat ada yang lebih lambat. aneh. dan menyenangkan bila siswa diberi informasi tentang kualitas penampilannya dan cara meningkatkannya. 12. Gagne (1997) mengemukakan sembilan prinsip yang dapat dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Belajar akan lebih cepat. Situasi mental siswa untuk menghadapi pelajaran akan mempengaruhi perhatian dan ketekunan siswa selama proses siswa belajar. efisien. Dengan persiapan. Menarik perhatian (gaining attention) : hal yang menimbulkan minat siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru.6. akan membantu siswa. Kegiatan belajar yang dibagi menjadi langkah-langkah kecil dan disertai umpan balik menyelesaikan tiap langkah. kontradiksi. 2. 10. Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) : memberitahukan kemampuan yang harus dikuasai siswa setelah selesai mengikuti pelajaran. siswa dapat mengembangkan kemampuan mengorganisasikan kegiatan belajarnya sendiri dan menimbulkan umpan balik bagi dirinya untuk membuat respon yang benar. . Kebutuhan memecah materi kompleks menjadi kegiatan-kegiatan kecil dapat dikurangi dengan mewujudkan dalam suatu model. atau kompleks. 9. Perkembangan dan kecepatan belajar siswa sangat bervariasi. 8.

Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) : merangsang ingatan tentang pengetahuan yang telah dipelajari yang menjadi prasyarat untuk mempelajari materi yang baru. Dengan kata lain. 7. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) .1 PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI BELAJAR Menurut analisis penulis. 9. mengadakan review atau mempraktekkan apa yang telah dipelajari. 4.3. Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) : menyampaikan materimateri pembelajaran yang telah direncanakan. Di sini terjadi penyesuaian dari pengetahuan yang sudah kita miliki dengan pengetahuan baru. ada tahap . Belajar merupakan proses yang aktif untuk memahami hal-hal baru dengan pengetahuan yang kita miliki. BAB II PEMBAHASAN II. Menilai hasil belajar (assessing performance) :memberiytahukan tes/tugas untuk mengetahui seberapa jauh siswa menguasai tujuan pembelajaran. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) : memberikan pertanyaan-pertanyaan yamng membimbing proses/alur berpikir siswa agar memiliki pemahaman yang lebih baik. siswa diminta untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari atau penguasaannya terhadap materi. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer): merangsang kamampuan mengingat-ingat dan mentransfer dengan memberikan rangkuman. memberikan balikan (providing feedback) : memberitahu seberapa jauh ketepatan performance siswa. 5. 6. 8.

apakah pengetahuan yang kita miliki masih relevan atau kita harus memperbarui pengetahuan kita sesuai dengan perkembangan zaman. Meskipun ada dampak negatif dari hasil belajar namun kegiatan belajar memiliki arti penting yaitu dengan belajar seseorang dapat mempertahankan dirinya untuk tetap bertahan hidup dari segala macam gangguan baik yang datang dari dalam dirinya maupun juga yang datang dari luar dirinya. Ada banyak bentuk-bentuk perubahan yang terdapat dalam diri manusia yang ditentukan oleh kemampuan dan kemauan belajarnya sehingga peradaban manusia itupun tergantung dari bagaimana manusia belajar. Belajar stimulus respon.2 JENIS-JENIS BELAJAR Bedasarkan teori-teori yang telah dipaparkan dalam BAB I. Belajar asosiasi verbal .1988. afektif dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Jadi proses belajar adalah tahapan perubahan perilaku kognitif. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju dari pada keadaan sebelumnya. Di dalam proses belajar terdapat berbagai macam jenis belajar. Dalam ilmu psikologi. Dalam uraian tersebut digambarkan bahwa belajar adalah aktifitas yang berproses menuju pada satu perubahan dan terjadi melalui tahapan-tahapan tertentu. banyak cara dalam melakukan proses balajar . proses belajar berarti cara-cara atau langkah-langkah (manners or operation) khusus yang dengannya beberapa perubahan ditimbulkan hingga tercapai tujuan tertentu. Belajar juga memainkan peranan penting dalam mempertahankan sekelompok umat manusia di tengah persaingan yang semakin ketat dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dahulu maju karena belajar. Jadi belajar disamping membawa manfaat namun dapat juga menjadi mudarat.evaluasi terhadap informasi yang didapat. Belajar merantaikan (chaining).1995). Kemajuan hasil belajar bidang pengetahuan dan teknologi tinggi digunakan untuk membuat senjata pemusnah sesama manusia. Jenis-jenis belajar menurut Gagne terbagi menjadi 8 jenis yaitu Belajar isyarat (signal learning). (Rober . Dalam pengertian tersebut tahapan perubahan dapat diartikan sepadan dengan proses. dalam Muhibin. II. Sebagaimana dikatakan bahwa belajar pada dasarnya adalah suatu proses perubahan manusia.

Untuk kawasan psikomotor. . Belajar konsep (concept learning).menyusun membentuk bangunan. Pengalaman belajar tingkatan sintesis dilakukan dengan memadukan berbagai unsure atau komponen. Aspek afektif mencakup Penerimaan. Jenis materi pembelajaran yang perlu dihafal dapat berupa fakta. Membiasakan (habitual). Kompetensi kawasan kognitif meliputi menghafal. gerakan yang ingin dikuasai. Pengalaman belajar tingkatan aplikasi dilakukan dengan jalan menerapkan rumus dalil atau prinsip terhadap kasus nyata yang terjadi di lapangan. latihan menirukan. Meniru (imitation). Pengalaman belajar untuk mencapai kemampuan dasar tingkatan penilaian dilakukan dengan memberikan penilaian terhadap objek studi menggunakan criteria tertentu.(verbal Association). Belajar kognitif dimana adalah belajar yang berkaitan dengan aspek intelektual. pengalaman belajar yang dapat dilakukan untuk mencapai kompetensi ini adalah berlatih dengan frekuensi tinggi dan intensif. Pengalaman belajar untuk tingkat pemahaman dilakukan dengan membandingkan. pemahaman. kata-kata atau sebagainya yang biasa ditemukan dan mudah diingat sebagai jembatan kita untuk mengingat hafalan kita. berbuat atau berpartisipasi aktif sesuai dengan tuntutan nilai yang dipelajari dan sebagainya. menstimulasikan. Pengorganisasian.menganalsis. mengaplikasikan. Selain dari kognititf aspek avektif dan psikomotor sesorang juga tumbuh. Belajar membedakan (discrimination). mendatangi objek studi yang dapat memupuk pertumbuhan nilai. Penilaian. mensitesakan dan menilai pengalaman belajar. analisis dan sintesis dan evaluasi. mengidentifikasikan karakteristik dan sebagainya.prinsip. Adaptasi (adaption). Pengalaman belajar untuk kegiatan hafalan dapat berupa berlatih menghafal misalnya menggunakan jembatan ingatan yaitu dengan dihubungkan dengan benda-benda. memahami. Belajar dalil (rule learning).konsep. Karakterisasi. Dari kedelapan jenis tersebut dapat menumbuhkembangkan perilaku kognitif yang mencakup pengetahuan. Sambutan. menggambar dan sebagainya. mendemonstrasikan. Dari tumbuhnya ketiga aspek tersebut barulah seseorang dapat dikatakan telah mencapai tujuan dari belajar. aplikasi. Belajar memecahkan masalah (problem solving). pengalaman belajar yang perlu dilakukan agar siswa mencapai tingkatan kompetensi afektif yaitu dengan mengamati dan menirukan contoh/model. Berkaitan dengan kawasan afektif. dan procedure. Sedangkan psikomotor mencakup Kesiapan (set).

guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif). Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian . Oleh karena itu kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada pengajar. walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam hal ini proses belajar yang direkayasa yang lebih memungkinkan tercapainya perubahan perilaku karena ada rancangan yang berisi metode dan alat pendukung. Dalam pembelajaran tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. Dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak. khususnya siswa agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara professional. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik. Di dalam pembelajaran dapat berlangsung dengan atau tanpa hadirnya guru. Dalam proses belajar terdapat komponen pendukung yang dapat mendorong tercapainya tujuan utama dari proses pembelajaran yang ditandai dengan adanya perubahan perilaku. juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif).3 PEMBELAJARAN DAN PENGAJARAN Proses pembelajaran dialami setiap orang sepanjang hayat serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. yaitu pekerjaan guru saja. Proses balajar secara alamiah biasanya terjadi pada kegiatan yang umumya dilakukan oleh setiap orang dan kegiatan belajar ini tidak direncanakan. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Sedangkan proses belajar yang direkayasa merupakan proses belajar yang memiliki sistematika yang jelas dan telah direncanakan sebelumnya guna mencapai tujuan yang diinginkan. Proses belajar dapat terjadi baik secara alamiah maupun direkayasa. Dalam konteks pendidikan. Dalam proses ini metode yang digunakan disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai. Pada dasarnya Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran.1I. kegiatan pembelajaran harus dirancang untuk memberikan pengalaman belajar pada peserta didik. Pembelajaran merupakan interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik. serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik.

Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan kirarki konsep materi pembelajaran. Jika perhatian siswa sudah terpusat maka langkah guru selanjutnya memotivasi siswa. eksplorasi. II. motivasi. penilaian formatif. Walaupun siswa udah termotivasi dengan kegiatan awal saat guru mengkondisikan agar perhatian siswa terpusat pada materi pelajaran yang sedang . keaktifan siswa. pembentukan kompetensi. Oleh karena itu untuk mencapai kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien. Prinsip pembelajaran bila diterapkan dalam proses pengembangan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran akan diperoleh hasil yang lebih optimal. penguatan kepada siswa dan aspek psikologi lain. Motivasi. guru harus memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran yang dikemukakan oleh Gagne dan Atwi Suparman. Pada dasarnya prinsip-prinsip belajar adalah perhatian. dan rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsure penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa yaitu kegiatan siswa dan materi. keterlibatan langsung. sikap dan perilaku. Perhatian. materi belajar yang merangsang dan menantang. konsolidaesi pembelajaran. Pembelajaran yang efektif dan bermakna dapat dilakukan dengan prosedur pemanasan dan apersepsi.kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. agar dicapai hasil yang lebih optimal perlu diperhatikan beberapa prinsip pembelajaran. Sebelum pembelajaran dimulai guru hendaknya menarik perhatian siswa agar siswa berkonsentrasi dan tertarik pada materi pelajaran yang sedang diajarkan. Prinsip pembelajaran dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang ditarik dari teori psikologi terutama teori belajar dan hasil-hasil penelitian dalam pembelajaran. pengulangan belajar.4 PRINSIP-PRINSIP BELAJAR Dalam melaksanakan pembelajaran. dalam pembelajaran guru hendaknya tidak mengabaikan masalah perhatian.

Aspek-aspek psikologi lain. mengatur jadwal pelajaran . Pengulangan belajar. Untuk menghindari gejala yang seperti ini guru harus memilih dan mengorganisir materi sedemikikan rupa sehingga merangsang dan menantang siswa untuk mempelajarinya.berlangsung. Penguasaan meteri oleh siswa tidak bisa berlangsung secara singkat. setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. Keaktifan siswa. Pembelajaran yang bermakna apabila siswa aktif dalam proses belajar dan pembelajaran. Keterlibatan langsung. Balikan atau penguatan kepada siswa. Siswalah yang melakukan kegiatan belajar bukan guru. Setiap keberhasilan siswa sekecil apapun. Perbedaan individu baik secara fisik maupun secara psikis akan mempengaruhi cara belajar siswa tersebut. dll. sehingga guru perlu memperhatikan cara pembelajaran yang diberikan kepada siswa tersebut misalnya. hendaknya ditanggapi dengan memberikan penghargaan. Namun guru wajib membangun motivasi sepanjang proses belajar dan pembelajaran berlangsung agar siswa dapa mengikuti pelajaran dengan baik. BAB III . Siswa tidak sekedar menerima dan menelan konsep-konsep yang disampaikan guru. mengatur tempat duduk. kadang siswa merasa bosan dan tidak tertarik dengan materi yang sedang diajarkan. tetapi siswa beraktivitas langsung. Siswa perlu melakukan pengulangan-pengulangan supaya meteri yang dipelajari tetap ingat. pelibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran adalah penting. guru hendaknya memilih dan mempersiapkan kegiatankegiatan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dalam hal ini guru perlu menciptakan situasi yang menimbulkan aktivitas siswa. Oleh karena itu guru harus melakukan sesuatu yang membuat siswa melakukan pengulangan belajar. penguatan atau reinforcement mempunyai efek yang besar jika sering diberikan kepada siswa. Supaya siswa banyak terlibat dalam proses pembelajaran. Materi pelajaran yang merangsang dan menantang.

4. keterampilan (psikomotorik). Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif). tidak karena kelelahan. afektif dan psikomotor untuk memperoleh tujuan tertentu. 2. 4. 2. 3. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). 5. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. Gagne : 1. Belajar konsep (concept learning). Belajar merantaikan (chaining). Belajar memecahkan masalah (problem solving). Adapun Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut : 1. . Adanya kemampuan baru atau perubahan.PENUTUP KESIMPULAN Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah lakunya baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek kognitif. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan. maupun nilai dan sikap (afektif). Jenis-jenis belajar menurut Robert M. 8. Belajar isyarat (signal learning). 7. Pembelajaran adalah kegiatan yang dirancang untuk mendukung proses belajar yang ditandai dengan adanya perubahan perilaku yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Belajar stimulus respon. 3. Belajar membedakan (discrimination 6. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan. Belajar dalil (rule learning). penyakit atau pengaruh obat-obatan.

Van Parreren) : 1. Menarik perhatian (gaining attention) 2. memperoleh kinerja/penampilan siswa (eliciting performance) . 3. Belajar Menghafal. Belajar Teoritis. Mengingatkan konsep/prinsip yang telah dipelajari (stimulating recall or prior learning) 4. Belajar Berpikir Prinsip-prinsip belajar menurut Gagne : 1. 2. Bloom : 1. Belajar Kaidah 7. Psychomotor Domain (Kawasan psikomotorik). Menyampaikan materi pelajaran (presenting the stimulus) 5. 6. C. Belajar Arti Kata-kata. Cognitive Domain (Kawasan Kognitif). Jenis-jenis belajar penggabungan dari tiga ahli (A.Jenis-jenis belajar menurut Benyamin S. Belajar Konsep. 2. Affective Domain (Kawasan afektif). Menyampaikan tujuan pembelajaran (informing learner of the objectives) 3. Gagne. Belajar Kognitif. 4. De Block. Robert M. 3. 5. Memberikan bimbingan belajar (providing learner guidance) 6.

Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu. arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung. atau pembelajaran ekspositori.Dengan demikian.Misalnya untuk melaksanakan strategi Ekspositori. Sebenarnya pendekatan berbeda baik dengan strategi maupun metode. Memperkuat retensi dan transfer belajar (enhancing retention and transfer) Strategi pembelajaran dapat diatikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. sebelum menemukan strategi. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu . yaitu pendekatan yang berpusat pada guru. Menilai hasil belajar (assessing performance) 9. 1. sekarang bagaimana mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah tersusun tercapai secara optimal. Ada dua hal yang perlu kita cermati dari pengertian di atas. perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya.sekaligus metode tanya jawab atau bahkan diskusi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia termasuk menggunakan media pembelajaran. memberikan balikan (providing feedback) 8. Nah.7.pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran induktif. penyusunan langkah-langkah pembelajaran. Oleh karenanya.Oleh karenyanya strategi dan metode pembelajaran dapat bersumber atau bergantung dari pendekatan tertentu. strategi berbeda dengan metode.. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan ) termasuk menggunakan metode dan memanfaatkan berbagai sumber daya / kekuatan dalam pembelajaran. metode.Dengan demikian bisa terjadi satu strategi pembelajaran digunakan beberapa metode. dan pendekatan yang berpusat pada siswa. mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran. ini yang dinamakan dengan metode. sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Selain strategi. Ini berarti . Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai rencana kerja belum sampai pada tindakan. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih terlalu umum. Istilah lain yang juga memiliki kemiripan dengan strategi adalah pendekatan (approach ). sebab tujuan adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi. dan pendekatan pembelajaran terdapat pula istilah teknik mengajar. pembelajaran deduktif. pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan.Artinya.Sedangkan. Roy Killen (1998) misalnya. Oleh sebab itu. bisa digunakan metode cerama.

permainan. Metode Pembelajaran Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai rencana yang sistematis untuk menyampaikan informasi (Gerlach dan Elly..Teknik dan Pendekatan Pembelajaran Sebagai guru. strategi. dan pembelajaran kooperatif.metode. matematika di luar kelas. Dengan demikian. Lebih lanjut tentang: Pengertian Strategi. bermain peran. laboratorium. 4. strategi pembelajaran dapat pula disebut sebagai cara yang sistematik dalam mengomunikasikan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. eksperimen. 2. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran. demonstrasi. Dari penjelasan di atas . Bisa diartikan juga metode: ceramah. diskusi. 2002) menyatakan bahwa strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. sebelum seseorang melakukan proses ceramah sebaiknya memperhatikan kondisi dan situasi. pemberian tugas (drill atau latihan). Namun kebanyakan kita (terutama saya tentunya) masih bingung dengan istilah metode. sedangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dapat menurunkan strategi pembelajaran seperti strategi inkuiri. 80:14). Model Pembelajaran . eksplorasi. pendekatan. pendekatan dan model pembelajaran. penemuan (discovery atau inquiry). Dengan demikian. Pendekatan Pendekatan Wina (2006) yang menyatakan bahwa Killen telah mengategorikan pendekatan menjadi dua yaitu pendekatan yang berpusat pada guru dan pendekatan yang bepusat pada siswa. Strategi Pembelajaran Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (Depdiknas. bahkan banyak dari kita yang menganggapnya sama. pemecahan masalah. maka dapat ditentukan bahwa suatu strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan terntung pada pendekatan yang digunakan. Misalnya: Cara yang bagaimana yang dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien ?. guru dapat menentukan teknik yang dianggap relevan dengan metode .Sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Pendekatan yang berpusat pada guru dapat menurunkan strategi pembelajaran seperti pembelajaran langsung. tanya jawab. tentu kita dihadapkan pada persoalan melaksanakan pembelajaran di kelas dengan berbagai metode.Metode. 3. investigasi. strategi dan model pembelajaran yang beragam untuk menarik minat siswa. Berikut ini saya kan coba memberikan pengertiannya yang saya rangkum dari berbagai sumber 1.

di antaranya: model pencapaian konsep. yang memiliki tanggung jawab lebih besar dalam melaksanakan pembelajaran. Tujuan dari jigsaw ini adalah mengembangkan kerja tim. model pertemuan kelas. model kontrol diri. bukan guru. Para siswa kemudian bertemu dengan anggota kelompok lain yang ditugaskan untuk mengerjakan bagian yang lain. Setiap siswa yang ada di ³kelompok awal´ mengkhususkan diri pada satu bagian dari sebuah unit pembelajaran. Dalam kelompok-kelompok ini mereka berbagi pengetahuan dengan anggota kelompok lain dan mempelajari materi-materi yang baru. dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila mereka mencoba untuk mempelajari semua materi sendirian. Semua siswa dalam ³kelompok awal´ telah membaca materi yang sama dan mereka bertemu serta mendiskusikannya untuk memastikan pemahaman. model latihan penelitian. model investigasi kelompok. Demikian semoga dapat membantu Metode jigsaw adalah teknik pembelajaran kooperatif di mana siswa. model yurisprudensial. Toeti Soekamto dan Winataputra (1995:84-85) menyatakan 10 model pembelajaran. . Mereka kemudian berpindah ke ³kelompok jigsaw´ ± dimana anggotanya berasal dari kelompok lain yang telah membaca bagian tugas yang berbeda. dan model simulasi. ketrampilan belajar kooperatif.Toeti Soekamto dan Winataputra (1995:78) mendefinisikan µmodel pembelajaran¶ sebagai kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar bagi para siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan melaksanakan aktivitas belajar mengajar. model sinektiks. dan setelah menguasai materi lainnya ini mereka akan pulang ke kelompok awal mereka dan menginformasikan materi tersebut ke anggota lainnya. model latihan laboratoris.

Potensi untuk pembelajaran yang naratif (bukan interpretatif) dalam berbagi informasi. Sediakanlah empat kertas lipat.Setelah menguasai materi baru ini. lipatlah masing-masing menjadi dua menjadi papan nama. berilah nomor 1 sampai 4 dan letakkanlah di setiap meja. dsb. Misalnya. Sediakanlah empat kertas lipat. Kelemahan: fokusnya sempit (satu bab) dan kemungkinan akan berlebihan. Kelebihan: Pengelompokan semacam ini memungkinkan peserta berbagi perspektif yang berbeda tantang bacaan yang sama. berilah nomor 1 sampai 4 dan letakkanlah di atas meja. setiap potongan gambar ± analogi dari setiap bagian pengetahuan ± adalah penting untuk penyelesaian dan pemahaman utuh dari hasil akhir Jigsaw adalah teknik pembelajaran aktif yang biasa digunakan karena teknik ini mempertahankan tingkat tanggung jawab pribadi yang tinggi. dst. informasi tersebut tidak dapat dibagi/ didiskusikan. yang secara potensial diakibatkan oleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap salah satu bab. akan ditempatkan di kelompok yang sama. Pengelompokkan Hiterogen Instruksi: Tempatkan para peserta yang memiliki nomor yang berbeda-beda untuk duduk bersama. semua peserta yang membaca Bab 1. setiap kelompok diskusi kemungkinan akan terdiri atas 4 individu: satu yang telah membaca Bab 1.´ Seperti dalam ³jigsaw puzzle´ (teka-teki potongan gambar). lipatlah masing-masing menjadi dua menjadi papan nama. semua siswa pulang ke ³kelompok awal´ dan setiap anggota berbagi pengetahuan yang baru mereka pelajari dalam kelompok ³jigsaw. Biarkan para peserta mencari tempatnya sendiri sesuai bab yang telah mereka baca berdasarkan ³siapa cepat ia dapat´. Kelemahan: Apabila satu peserta tidak membaca tugasnya. Kelebihan: Memungkinkan ³peer instruction´ dan pengumpulan pengetahuan. Potensi yang lebih besar untuk memunculkan proses analisis daripada hanya sekedar narasi sederhana. METODE CERAMAH DALAM PEMBELAJARAN . satu yang telah membaca Bab 2. para peserta akan diorganisir ke dalam kelompok diskusi berdasarkan apa yang mereka baca. Oleh karena itu. Fasilitator dapat mengatur strategi jigsaw dengan dua cara: Pengelompokkan Homogen Instruksi: Kelompokkan para peserta yang memiliki kartu nomor yang sama. memberikan peserta informasi dari bab-bab yang tidak mereka baca. Bab 2. Misalnya.

Setelah menetapkan tujuan. Kata-kata yang diucapkan pengajar. d. Tangkaplah perhatian siswa dan arahkan pada pokok yang akan diceramahkan. ditafsirkan lain oleh pembelajar. c. Peranan dalam metode ceramah adalah mendengarkan dengan teliti dan mencatat pokok-pokok penting yang dikemukakan oleh pengajar. Pengajar tidak dapat mengetahui sampai di mana murid telah mengerti (memahami) yang telah dibicarakan. pengajar dapat menggunakan alat bantu seperti gambar-gambar. 3. Pada pembelajar dapat terbentuk konsep yang lain dari pada kata-kata yang dimaksudkan oleh pengajar tersebut. Bagaimana mempersiapakan ceramah yang berdaya guna? a. Tetapi metode utama. terdapat bahan bacaan yang merangkum fakta atau pendapat yang dimaksud. berhubungan antara pengajar dengan pembelajar ialah berbicara. Kalau pengajar adalah pembicara yang bersemangat dan akan rnerangsang pembelajar untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan. e. Susuanan bahan ceramah yang benar-benar perlu diceramahkan. 2. Kalau pengajar akan menyampaikan fakta (kenyataan) atau pendapat dan tidak. Rumuskan tujuan khusus yang hendak dipelajari oleh pembelajar. Kelemahan metode ceramah 1. Ceramah wajar dipergunakan 1. 2. Batas batas kemungkinan metode ceramah 1. . Pengertian yang dapat dijelaskan dengan alat atau dengan uraian yang tertentu harus ditetapkan sebelumnya. hendaklah diselidiki apakah . Pengajar tak dapat mengetahui sampai di mana pembelajar telah mengerti pembicaraannya. b.metode ceramah benar-benar merupakan metode yang sangat pada tempatnya. 2. Kalau pengajar harus menyampaikan fakta kepada pembelajar yang besar jumlahnya atau karena besarnya kelompok pendengar sehingga metode-metode yang lain tidak mungkin dapat dipergunakan. Dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan uraiannya.Yang dimaksud dengan ceramah ialah penerangan dan penuturan secara lisan.

pengajar menguraikan pokok tersebut dan akhirnya menyimpulakan pokok-pokok penting dalam pembicaraan itu. g. Pertanyaan-pertanyaan yang baik untuk metode diskusi : 1) Menguji kemungkinan jawaban yang dapat dipertahankan lebih dari sebuah. juga dalam kehidupan yang demokratis kita diajak untuk hidup bermusyawarah. Selain memberi kesempatan untuk mengembangkan ketrampilan memecahkan masalah. Misalnya : Manakah kiranya yang paling baik.wordpress. Hal ini biasa dilaksanakan dengan melalui beberapa jalan misalnya : Pertama.com/2008/07/13/metode-ceramah-dalam-pembelajaran/. pengajar memberikan ikhtisar ringkas mengenai pokok-pokok yang akan diuraikan. Kebaikan Metode Diskusi 1) Siswa belajar bermusyawarah 2) Siswa mendapat kesempatan untuk menguji tingkat pengetahuan masing-masing 3) Belajar menghargai pendapat orang lain 4) Mengembangkan cara berpikir dan sikap ilmiah . 3) menarik minat anak dan sesuai dengan taraf kemampuan/umurnya. http://massofa. Kemudian usahakan menanam pengertian yang jelas. mencari keputusankeputusan atas dasar persetujuan bersama. 11 September 2009 METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN Metode diskusi ialah suatu cara penyampaian bahan pelajaran dan guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan pendapat.f. Adakan rencana penilaian. Bagi anak-anak. 2) Tidak menanyakan ³Manakah jawaban yang benar´ tetapi lebih menekankan kepada ³mempertimbangkan dan-membandingkan´. pemecahan mana yang mungkin lebih berhasil. Teknik evaluasi yang wajar digunakan untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan-tujuan khusus itu perlu ditetapkan. latihan untuk peranan peserta dalam kehidupan di masyarakat. manakah yang akan lebih memberikan manfaat. Kedua. membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah Dalam hal ini diskusi merupakanjalan yang banyak memberi kemungkinan pemecahan terbaik.

Jenis-jenis Diskusi 1) Buzz Group Suatu kelas yang besar dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil 4 atau 5 orang. Kelompok pendengar yang ingin menyumbangkan pikiran dapat duduk di kursi kosong tersebut. di bawah seorang ketua. 3) Membutuhkan waktu cukup banyak. Semua ide >ang sudah masuk dicatat. Suatu saat mungkin ada diantara ide baru tersebut yang dirasa menarik untuk dikembangkan. Tcmpat duduk diatur setengah lingkaran dengan dua atau tiga kursi kosonu menghadap peserta. Diskusi ini dapat diadkan di tengah-tengah atau akhi 2) Fish Rowt Diskusi terdiri dari beberapa orang peserta yang dipimpin oleh seorang ketua.Kekurangan/Kelemahan Metode Diskusi 1) Pendapat serta pertanyaan siswa dapat menyimpang dari poko persoalan. Tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga siswa saling berhadapan untuk memudahkan pertukaran pendapat. 6) Informal debate . untuk kemudian diklasifikasikan menurut suatu urutan tertentu. 3) Whole Group Suatu kelas merupakan satu kelompok diskusi dengan jurnlah anggota tidak lebih dari 15 anggota. 2) Kesulitan dalam menyimpulkan sering menyebabkan tidak ada penyelesaian. Ketua mempersilahkan berbicara dan setelah selesai kembali ketempat semula. Guru menjelaskan garis besar masalah dengan aspek-aspeknya. 4) Syndicate group Suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-6 orang. seolah-olah menjaring ikan dalam sebuah mangkuk (fish boxvli. 5) Brainstorming Merupakan suatu diskusi di mana anggota kelompok bebas menyumbangkan ide-ide baru terhadap suatu masalah tertentu. kemudian tiap kelompok bertugas membahas suatu aspek tertentu dan membuat kesimpuian untuk diiaporkan dalam sidang pleno serta didiskusikan lebih lanjut.

Moderator mengkoordinasi jalannya pembicaraan. selanjuinya mengandung perianyaan-penanyaan tambahan dari siswa / mahasiswa yang lain. 9) Simposium Merupakan suatu pembahasan masalah yang bersifat lebih formal. Pimpinan kelompok sewaktu waktu menyimpulkan kerja keiompoknya dan dari hasil-hasil kelompok disusun suatu perumusan oleh panitia perumus yang ditinjau. Suatu pokok persoalan disoroti dari beberapa aspek. http://massofa. yang masing-masing dibacakan oleh prasarana kemudian diikuti sanggahan dan pandangan umiun dari para pendengar. Pembahasan dilakukan oleh beberapa orang pembicara (sedikitnya 2 orang) yang sebelumnya telah menyiapakan suatu prasarana dan pembicara yang lain mengemukakan prasarana banding/sanggahan.wordpress. 7) Colloqinin Merupukan suatu kegiatan dimana siswa¶mahasiawa dihadapkan pada nara sumber untuk mengajukan pertanyaan. 11 September 2009 METODE DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN oleh : Fat Hurrahman Pengertian Metode Demonstrasi Yang di maksud dengan Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa. Bahasan dan sanggahan itu selanjutnya dirumuskan oieh panitia perumus.Kelas dibagi menjadi dua team yang agak sama besarnya unluk memperdebatkan suatu bahan yang problematis. Maksudnya untuk memberikan stimulus kepada para peseita akan adanya masalahmasalh yang masih dipecahkan lebih lanjut. . bila perlu dibuka suatu pandangan umum. 10) Seminar Merupakan suatu pembahasan yang bersifat ilmiah. Suatu pokok persoalan dibahas secara teoritis. peserta menjadi beberapa kelompok untuk membahas lebih lanjut. Pelajaran dengan maksud untuk memperjelas bahan pelajaran yang telah diterima. terdiri dari 3-6 orang dan dipimpin oleh seorang moderator. Para panelis dihadapkan pada para peserta yang hanya berfungsi sebaeai pendengar. tanpa memperhatikan peraturan diskusi panel.com/2008/07/13/metode-diskusi-dalam-pembelajaran/. Panel Merupakan suatu diskusi orang-orang yang dianggap ahli. Berdasarkan kertas kerja yang ada.

3. Kelemahan metode demonstran adalah: * Memerlukan waktu yang cukup banyak * Apabila terjadi kekurangan media. Hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis Kelebihan metode demonstran adalah: * Perhatian anak didik dapat di pusatkan. jadi proses anak didik akan lebih terarah dan akan mengurangi perhatian anak didik kepada masalah lain * Dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses belajar * Dapat menambah pengalaman anak didik * Bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang di sampaikan * Dapat mengurangi kesalah pahaman karna pengajaran lebih jelas dan kongkrit * Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam pikiran setiap siswa karna ikut serta berperan secara langsung. Misalnya alatnya terlalu kecil atau penjelasannya tidak jelas. Tidak semua hal dapat di Demonstrasikan di kelas karna sebab alat-alat yang terlalu besar atau yang berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas. 4. terutama untuk membeli bahan-bahannya * Memerlukan tenaga yang tidak sedikit * Apabila siswa tidak aktif maka metode demonstran menjadi tidak efektif. 2. metode demonstrasi menjadi kurang efesien * Memerlukan biaya yang cukup mahal. dan titik berat yang di anggap penting oleh guru dapat di amati * Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang di Demonstrasikan.Adapun aspek yang penting dalam menggunakan Metode Demonstrasi adalah: 1. Adapun langkah-langkah dalam penerapan metode demonstrasi adalah: . Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak di ikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga. Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak bisa di amati dengan seksama oleh siswa.

a. Menghindari ketegangan 6. Memeriksa hal-hal tersebut di atas untuk kesekian kalinya 2. seperti membuat laporan. 7. mengadakan latihan lebih lanjut. baik di sekolah ataupun di rumah. Rumuskan secara spesific yang dapat di capai oleh siswa. Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam penggunaan metode demonstrasi tersebut adalah: 1. Perencanaan Dalam perencanaan hal-hal yang dilakukan ialah 1.menjawab pertanyaan. Melakukan demonstrasi dengan menarik perhatian siswa 3. apakah semuanya mengikuti demonstrasi dengan baik 5. Memperhitungkan waktu yang di butuhkan 4. Mengingat pokok-pokok materi yang akan di demonstrasikan agar mencapai sasaran 4. Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik b. hingga semua siswa dapat melihat semuanya dengan jelas y Siswa di sarankan membuat catatan yang dianggap perlu y y 5. Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang di harapkan dapat tercapai setelah metode demontrasi berakhir 2. Memperhatikan kedaan siswa. . Pelaksanaannya: Hal-hal yang mesti di lakukan adalah: 1. Evaluasi Dalam kegiatan evaluasi ini dapat berupa pemberian tugas. Memberikan kesempatan pada siswa untuk aktif 6. Selama demonstrasi berlangsung guru haru intropeksi diri apakah: Keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh siswa Apakah semua media yang di gunaka telah di tempatkan pada posisi yang baik. Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di laksanakan 3.

METODE EKSPERIMEN Pengertian Metode Eksperimen Metode Eksperimen adalah Metode atau cara di mana guru dan murit bersama-sama mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari sesuatu aksi. haji. puasa. Adapun target Metode Eksperimen adalah 1. dalam bukunya ³Metodologi pendidikan agama Islam´ mendefinisikan bahwa Metode Eksperimen ialah suatu metode mengajar yang di lakukan murid untuk melakuka percobaan-percobaan pada mata pelajaran tertentu. 3. Sedangkan menurut Departeman Agama memberi definisi bahwa Metode Eksperimen adalah peraktek pengajaran yan melibatkan anak didik pada pekerjaan akademis. Usahakan dalam melakukan demonstrasi tersebut sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Menyipkan peralatan yang di butuhkan sebelum demonstrasi dimulai. dan mengadakan tes untuk menguji pemahaman murit Kelebihan Metode Eksperimen . memproses kegiatan. Murid dapat membuktikan kebenaran riil dari teori-teori hukum yang berlaku 2. latihan dan pemecahan masalah atau topik seperti: shalat. Susun langkah-langkah yag akan dilakukan dengan demontrasi secara teratur sesuai dengan skenario yang telah di rencanakan. ia hanya mengatakan bahwa Metode Eksperimen adalah metode percobaan yang biasanya di lakuka dalam mata pelajaran tertentu. 4. Diharapkan dengan metode ini murit dapat kepuasan dari hasil belajarnya Langkah-langkah metode eksperimen * Menerangkan Metode Eksperimen * Membicarakan terlebih dahulu permasalahan yang seknifikasi untuk di angkat * Sebelum guru menetapkan alat yang di perlukan langkah-langkah apa saja yang harus di catatdan variebel-variebel apa yang harus di kontrol * Setelah eksperimen di lakukan guru harus mengumpulkan laporan. Sedangkan menurut Zakiyah Daradjat tidak memberikan pengertian jelas. Sedangkan menurut Ramayulis.2. pembangunan masarakat dan lain-lainnya.

Sebelum di laksanakan eksperimen siswa terlebih dahulu di berikan penjelasan dan petunjukpetunjuk seperlunya 4. Usahakan siswa terlibat langsung sewaktu mengadakan eksperimen 3. Persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang di butuhkan 2. Keuggulan Metode Demonstrasi dan Eksperiaen ini adalah: a. Setiap kelompok atau individu dapat melaporkan hasil percobaanya secara tertulis. 3. Untuk memudahkan penjelasan yang di berikan agar siswa langsung mengetahui dan dapat terampil dan melakukannya. Hal-hal yang menjadi teka-teki siswa dapat terjawab melalui eksperimen d. Menghindarkan kesalahan siswa dalam mengambil kesimpulan karena mereka mengamati secara langsung jalannya proses demonstrasi yang di adakan atau eksperimen. Metode Demonstrasi Dan Eksperimen ini cocok digunakan apabila: 1. Perhatian siswa akan dapat terpusat sepenuhnya pada anak yang di Demonstrasikan atau di Eksperienkan b. . Untuk memberikan latihan keterampilan tertetu pada siswa. Hal-hal yang Perlu di perhatikan dalam melakukan Metode Eksperimen adalah: 1. Lakukan pengelompokan atau masing-masing individu melakukan percobaan yang telah di rencanakan bila hasilnya belum memuaskan dapat di ulangi lagi untuk membuktikn kebenaranya 5.* Menambah keaktifan untuk berbuat dan memecahkan sendiri sebuah permasalahan * Dapat melaksanakan metode ilmiah dengan baik Kekurangan Metode eksperimen * Tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode ini * Murid yang kurang mempunyai daya intelektual yang kuat kurang baik hasilnya. Memberikan pengalaman praktis yang dapat membentuk ingatan yang kuat dan keterampilan dalam berbuat c. Untuk membantu siswa dalam memahami sesuatu proses secara cermat dan teliti. 2.

Dalam tiap kejadian akan diikuti dengan analisis mengenai aspek pokok pelajaran itu dan sejauh manakah kewajaran penggunaan metode tanya-jawab. Kelas lebih aktif karena anak tidak sekedar mendengarkan saja. Kelemahan metode tanya Jawab: 1. Dalam hal ini sering tidak terkendalikan sehingga membuat persoalan baru. Menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerjasama siswa 3. siswa menyinggung hal-hal lain walaupun masih ada hubungannya dengan pokok yang dibicarakan. Melanjutkan pelajaran yang lalu 2. 11 September 2009 METODE TANYA JAWAB DALAM PEMBELAJARAN Penggunaan Metode Tanya Jawab Untuk memberikan gambaran tentang wajar atau tidaknya penggunaan metode tanya-jawab.Kelemahan Metode Demonstrasi dan Eksperimen adalah: 1. berikut ini akan disajikan suatu kejadian dalam kelas.com/2008/08/08/metode-demonstrasi-dan-eksperimen/. Dengan tanya-jawab kadang-kadang pembicaraan menyimpang dari pokok persoalan bila dalam mengajukan pertanyaan. Memimpin pengamatan atau pemikiran siswa Kelebihan metode tanya Jawab : 1. Ilustrasi penggunaan metode tanya jawab di kelas 1. Sukar di laksanakan bila siswa belum matang kemampuan untuk melaksanakannya http://udhiexz.wordpress. Metode ini tidak efektif apabila tidak di tunjang dengan peralatan yang lengkap sesuai dengan kebutuhan 3. Guru dapat mengetahui sampai sejauh mana penangkapan siswa terhadap segala sesuatu yang diterangkan. Persiapa dan pelaksanaannya memakan waktu lama 2. 2. 3. . Memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya sehingga Guru mengetahui hal-hal yang belum dimengerti oleh siswa.

Pembelajaran partisipatif merupakan fenomena yang sedang tumbuh dalam pendidikan. Kedua. Model bermain peran berasumsi bahwa proses psikologis yang tersembunyi. nilai. Keempat asumsi tersebut sebagai berikut: a. Dengan demikian melalui model ini peserta didik juga dilatih untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis. model ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama dalam menganalisis situasi social. Endang Komara. b. Dr. nilai. Sebagai suatu model pembelajaran. Agar pembelajaran partisipatif berjalan efisien dan efektif mencapai sasarannya.Pd. maka diperlukan metode dan teknik-teknik pembelajaran partisipatif. bermain peran memungkinkan para peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya yang tidak dapat dikenal tanpa bercermin pada orang lain c. Model bermain peran berasumsi bahwa emosi dan ide-ide dapat diangkat ke taraf sadar untuk kemudian ditingkatkan melalui proses kelompok. Juga melalui model ini para peserta didik diajak untuk belajar memecahkan masalah pribadi yang sedang dihadapinya dengan bantuan kelompok social yang beranggotakan teman-teman sekelas. yang kedudukannya sejajar dengan model-model mengajar lainnya. Menurut Dr. daan berbagai strategi pemecahan masalah. M. dapat diangkat ke taraf sadar melalui kombinasi pemeranan secara spontan . bermain peran berakar pada dimensi pribadi dan social. para peserta didik mencoba mengeksplorasi hubungan antar manusia dengan cara memperagakannya dan mendiskusikannya sehingga secara bersamasama para peserta didik dapat mengeksplorasi perasaan.com/2008/07/13/metode-tanya-jawab-dalam-pembelajaran/. Dari dimensi social. H. Dari dimensi pribadi model ini berusaha membantu peserta didik menemukan makna dari lingkungan social yang bermanfaat bagi dirinya. berupa sikap. E. http://massofa. Pemecahan masalah dilakukan secara demokratis. (2004:141) terdapat empat asumsi yang mendasari pembelajaran bermain peran untuk mengembangkan perilaku dan nilai-nilai social. 11 September 2009 MODEL BERMAIN PERAN Oleh: Prof. Membutuhkan waktu lebih banyak. Setiap jenis pembelajaran menggunakan metode dan teknik yang disesuaikan dengan factor-faktor yang ada disekelilingnya. sikap. Secara implicit bermain peran mendukung sustau situasi belajar berdasarkan pengalaman dengan menitikberatkan isi pelajaran pada situasi µ¶di sini pada saat ini¶¶.2.wordpress. terutama masalah yang menyangkut hubungan antar pribadi peserta didik. Mulyasa. M. d.Si Melalui bermain peran (role playing). perasaan dan system keyakinan. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah.

11 September 2009 . f.html. (3) pandangan peserta didik terhadap peran yang ditampilkan dibandingkan dengan situasi kehidupan nyata.blogspot. c. terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.com/blog/cns!669E85C7CBD2F075!946. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama.live. (3) menyusun tahap-tahap peran. (2) analisis dalam diskusi. Biayanya cukup mahal. e.Terdapat tiga hal yang menentukan kualitas dan keefektifan bermain peran sebagai model pembelajaran. 11 September 2009 METODE KARYA WISATA Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik. http://yastaki56. Menurut Shaftel (1967) mengemukakan sembilan tahap bermain peran yang dapat dijadikan pedoman dalam pembelajaran: (1) menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik. yakni (1) kualitas pemeranan. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat. b. (9) membagi pengalaman dan mengambil kesimpulan http://dahli-ahmad.entry. sedangkan unsur studinya terabaikan. (5) pemeranan. (4) menyiapkan pengamat. Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut : a. yang kemudian dibukukan. (7) pemeranan ulang.spaces. (2) memilih partisipan/peran.com/2009/03/model-bermain-peran-dalam-pembelajaran_29. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran. d. c. b. Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut : a. (6) diskusi dan evaluasi. (8) diskusi dan evaluasi tahap dua.

siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok -kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk memahami konsep yang difasilitasi oleh guru. Tetapi dlam metode ini sulit mengawasi mengenai kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri. bekerja dalam kelompok dan sebagainya. budaya. berbagi tugas.METODE PENUGASAN Metode ini berarti guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. 3) jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang terdiri dari beberapa ras. . Siswa yang lebih mampu akan menjadi nara sumber bagi siswa yang kurang mampu. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif didorong untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugasnya. Menurut Depdiknas tujuan pertama pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting. jenis kelamin yang berbeda pula. suku.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metode-pembelajaran/. menghargai pendapat orang lain. dan membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi. dua atau lebih individu saling tergantung satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan bersama. dan 4) penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perorangan. 11 September 2009 METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF by Doantara yasa Menurut Slavin pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok. Tujuan penting ketiga dari pembelajaran kooperatif ialah untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. agama. kemampuan akademik. Model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri: 1) untuk menuntaskan materi belajarnya. Sedangkan tujuan yang kedua. memancing teman untuk bertanya. dengan meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademiknya. sedang dan rendah. membina disiplin dan tanggung jawab siswa. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku. Dalam pembelajaran kooperatif. yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. 2) kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi. yaitu meningkatkan hasil akademik. mau menjelaskan ide atau pendapat. suku. maka diupayakan agar dalam tiap kelompok terdiri dari ras. siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif. pembelajaran kooperatif memberi peluang agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belajar. Untuk itu setiap anggota berkelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya. aktif bertanya. Keterampilan sosial yang dimaksud antara lain. Menurut Ibrahim dkk. siswa yakin bahwa tujuan mereka akan tercapai jika dan hanya jika siswa lainnya juga mencapai tujuan tersebut. Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa. budaya jenis kelamin yang berbeda. meransang untuk belajar lebih banyak. dan tingkat sosial. http://smacepiring.wordpress.

3) meningkatkan ingatan siswa. Menurut Ibrahim. 6) siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. dkk.Menurut Ibrahim. 4) siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya. antara lain: 1) siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran. 3) siswa haruslah melihat bahwa semua anggota didalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama. 5) siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok. unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif sebagai berikut: 1) siswa dalam kelompok haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama. pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang positif untuk siswa yang hasil belajarnya rendah sehingga mampu memberikan peningkatan hasil belajar yang signifikan. dan 4) meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran. 2) siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. 2) siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu didalam kelompoknya. Cooper mengungkapkan keuntungan dari metode pembelajaran kooperatif. dan 7) siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->