P. 1
scanan PENGEMBANGAN KURIKULUM

scanan PENGEMBANGAN KURIKULUM

5.0

|Views: 27,731|Likes:
Published by d-fbuser-36724247

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: d-fbuser-36724247 on Apr 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2015

pdf

text

original

Sections

  • PENGEMBANGAN KURIKULUM
  • TEORI DAN PRAKTEK
  • KATA PENGANTAR
  • DAFTAR ISI
  • BAB 1
  • KONSEP KURIKULUM
  • A. Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan
  • B. Konsep Kurikulum
  • C. Kurikulum dan Teori-Teori Pendidikan
  • D. Buku Acuan
  • BAB 2
  • TEORI KURIKULUM
  • A. Apakah Teori Itu?
  • B. Teori Pendidikan
  • C. Teori Kurikulum
  • BAB 3
  • LANDASAN FILOSOFIS DAN PSIKOLOGIS
  • A. Landasan Filosofis
  • B. Landasan Psikologis
  • C. Buku Acuan
  • BAB 4
  • LANDASAN SOSIAL-BUDAYA, PERKEMBANGAN ILMU DAN
  • TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM
  • A. Pendidikan dan Masyarakat
  • B. Perkembangan Masyarakat
  • C. Perkembangan Ilmu Pengetahuan
  • D. Perkembangan Teknologi
  • E. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi
  • F. Buku Acuan
  • BAB 5
  • MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM
  • A. Kurikulum Subjek Akademis
  • 3. Penyesuaian mata pelajaran dengan perkembangan anak
  • B. Kurikulum Humanistik
  • C. Kurikulum Rekonstruksi Sosial
  • D. Teknologi dan Kurikulum
  • E. Buku Acuan
  • BAB 6
  • ANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM
  • A. Komponen-Komponen Kurikulum
  • B. Desain Kurikulum
  • BAB 7
  • PROSES PENGAJARAN
  • A. Keseimbangan Antara Isi dan Proses
  • B. Isi Kurikulum
  • C. Proses Belajar
  • D. Kesiapan Belajar
  • E. Minat dan Motif Belajar
  • BAB 8
  • A. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum
  • B. Pengembang Kurikulum
  • C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum
  • D. Artikulasi dan Hambatan Pengembangan Kurikulum
  • E. Model-Model Pengembangan Kurikulum
  • BAB 9
  • EVALUASI KURIKULUM
  • A. Evaluasi dan Kurikulum
  • B. Konsep Kurikulum
  • C. Implementasi dan Evaluasi Kurikulum
  • D. Peranan Evaluasi Kurikulum
  • E. Ujian sebagai Evaluasi Sosial
  • F. Model-Model Evaluasi Kurikulum
  • G. Buku Acuan
  • BAB 10
  • GURU DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
  • A. Guru sebagai Pendidik Profesional
  • B. Guru sebagai Pembimbing Belajar
  • C. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum
  • 1. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi
  • D. Pendidikan Guru
  • DAFTAR RUJUKAN
  • TENTANG PENULIS
  • PROF. DR. NANA SYAODIH SUKMADINATA, penulis buku ini,

PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI DAN PRAKTEK KATA PENGANTAR

Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengan penentuan arah, isi dan proses pendidikan, yang pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Kurikulum menyangkut rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional. Semua orang berkepentingan dengan kurikulum, sebab kita sebagai orang tua, sebagai warga masyarakat, sebagai pemimpin formal ataupun informal selalu mengharapkan tumbuh dan

berkembangnya anak, pemuda, dan generasi muda yang lebih baik, lebih cerdas, lebih berkemampuan. Kurikulum mempunyai andil yang cukup besar dalam melahirkan harapan tersebut. Buku ini disusun dengan tujuan membantu para guru, dosen, instruktur, widyaiswara, para pengembang, pengelola, penentu kebijaksanaan, dan siapa saja yang terlibat dan berminat dalam pengembangan kurikulum; untuk menambah wawasan tentang apa, mengapa, dan bagaimana pengembangan kurik ulum. Meskipun dalam buku ini diusahakan menyajikan materi yang bervariasi dengan cara penyajian yang moderat, tetapi mungkin saja sajian ini belum bisa memenuhi kebutuhan semua pihak. Untuk itu penulis meminta maaf dan menantikan saransaran bagi penyempurnaannya. Isi buku ini merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya yang berjudul Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum, yang ditulis dengan bantuan Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Depdikbud, untuk kepentingan Program Pascasarjana. Penulis ingin

menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pimpinan P2LPTK, serta para pimpinan teras Depdikbud, yang telah mendorong penulisan serta memberi izin menerbitkan kembali buku ini oleh lembaga di luar P2LPTK.

Bandung, 1997 Nana Syaodih Sukmadinata

DAFTAR ISI

Kata Pengantar BAB 1 Konsep Kurikulum A. Kedudukan kurikulum dalam pendidikan B. Konsep kurikulum C. Kurikulum dan teori-teori pendidikan BAB 2 Teori Kurikulum 1 A. Apakah teori itu? B. Teori pendidikan C. Teori kurikulum BAB 3 Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum A. Landasan filosofis B. Landasan psikologis BAB 4 Landasan Sosial-Budaya, Perkembangan Ilmu dan Teknologi dalam Pengembangan Kurikulum A. Pendidikan dan masyarakat B. Perkembangan masyarakat C. Perkembangan ilmu pengetahuan D. Perkembangan teknologi E. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi BAB 5 Macam-Macam Model Konsep Kurikulum A. Kurikulum subjek akademis B. Kurikulum humanistik C. Kurikulum rekonstruksi sosial D. Teknologi dan kurikulum BAB 6 Anatomi dan Desain Kurikulum A. Komponen-komponen kurikulum B. Desain kurikulum

BAB 7 Proses Pengajaran A. Keseimbangan antara isi dan proses B. Isi dan kurikulum C. Proses belajar D. Kesiapan belajar E. Minat dan motif belajar BAB 8 Pengembangan Kurikulum A. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum B. Pengembangan kurikulum C. Faktor-faktor yang mempengaruhi D. Artikulasi dan hambatan E. Model-model pengembangan kurikulum BAB 9 Evaluasi Kurikulum A. Evaluasi dan kurikulum B. Konsep kurikulum C. Implementasi dan evaluasi kurikulum D. Peranan evaluasi kurikulum E. Ujian sebagai evaluasi sosial F. Model-model evaluasi kurikulum BAB 10 Guru dan Pengembangan Kurikulum A. Guru sebagai pendidik profesional B. Guru sebagai pembimbing belajar C. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum D. Pendidikan guru

Daftar Rujukan

BAB 1 KONSEP KURIKULUM

A. Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun rnasyarakat. Dalam lingkungan keluarga, interaksi pendidikan terjadi antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik. Interaksi ini berjalan tanpa rencana tertulis,Orang tua sering tidak mempunyai rencana yang jelas dan rinci ke mana anaknya akan diarahkan, dengan cara apa mereka akan dididik, dan apa isi pendidikannya. Orang tua umumnya mempunyai harapan tertentu pada anaknya, mudah-mudahan is menjadi orang soleh, sehat, pandai, dan sebagainya, tetapi bagaimana rincian sifat-sifat tersebut bagi mereka tidak jelas. Juga mereka tidak tahu apa yang harus diberikan dan bagaimana memberi annya k agar anak-anaknya memiliki sifat-sifat tersebut. Interaksi pendidikan antara orang tua dengan anaknya juga sexing tidak disadari. Dalam kehidupan keluarga interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog, bergaul, dan bekerja sama dengan anakanaknya. Pada saat demikian banyak perilaku dan perlakuan spontan yang diberikan kepada anak, sehingga kemungkinan terjadi kesalahan-kesalahan mendidik besar sekali. Orang tua menjadi pendidik juga tanpa dipersiapkan secara formal. Mereka menjadi pendidik karena statusnya sebagai ayah atau ibu, meskipun mungkin saja sebenarnya mereka belum siap untuk melaksanakan tugas tersebut. Karena sifat-sifatnya yang tidak formal, tidak memiliki rancangan yang konkret dan ada kalanya juga tidak disadari, maka pendidikan dalam lingkungan keluarga disebut pendidikan informal. Pendidikan tersebut tidak memiliki kurikulum formal dan tertulis. Pendidikan dalam lingkungan sekolah lebih‡bersifat formal. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga pendidikan guru. la telah mempelajari ilmu, keterampilan, dan seni sebagai guru. Ia juga telah

dibina untuk memiliki kepribadian sebagai pendidik. Lebih dari itu mereka juga telah diangkat dan diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk menjadi guru, bukan sekadar dengan surat keputusan dari pejabat yang berwenang, tetapi juga dengan pengakuan dan penghargaan dari masyarakat. Guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan rencana dan persiapan yang matang. Mereka mengajar dengan tujuan yang jelas, bahan-bahan yang telah disusun secara sistematis dan rinci, dengan cara dan alat-alat yang telah dipilih dan dirancang secara cermat. Di sekolah guru melakukan interaksi pendidikan secara berencana dan sadar. Dalam lingkungan sekolah telah ada kurikulum formal, yang bersifat tertulis. Guru-guru melaksanakan tugas mendidik secara formal, karena itu pendidikan yang berlangsung di sekolah sering disebut pendidikan formal. Dalam lingkungan masyarakat pun terjadi berbagai bentuk interaksi pendidikan, dari yang sangat formal yang mirip dengan pendidikan di sekolah dalam bentuk kursus-kursus, sampai dengan yang kurang formal seperti ceramah, sarasehan, dan pergaulan kerja. Gurunya juga bervariasi dari yang memiliki latar belakang pendidikan khusus sebagai guru, sampai dengan yang melaksanakan tugas sebagai pendidik karena pengalaman. Kurikulumnya juga bervariasi, dari yang memiliki kurikulum formal dan tertulis sampai dengan rencana pelajaran yang hanya ada pada pikiran penceramah atau moderator sarasehan, atau gagasan keteladanan yang ada pada pemimpin. Interaksi pendidikan yang be rlangsung di masyarakat, yang memiliki rancangan dan dilaksanakan secara formal sebenarnya dapat dimasukkan dalam kategori pendidikan formal. Interaksi yang rancangan dan pelaksanaannya kurang formal dapat kita sebut sebagai pendidikan kurang formal (less formal). Karena adanya variasi itu, Para ahli pendidikan masyarakat lebih senang menggunakan istilah pendidikan luar sekolah bagi interaksi pendidikan yang berlangsung di masyarakat ini. Dari hal-hal yang diuraikan itu, dapat ditarik beberapa kesimpulan berkenaan dengan pendidikan formal. Pertama, pendidikan formal memiliki rancangan pendidikan atau kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis, jelas, dan rinci. Kedua, dilaksanakan secara formal, terencana, ada yang mengawasi dan menilai. Ketiga, diberikan oleh pendidik atau guru yang memiliki ilmu dan keterampilan khusus dalam bidang pendidikan. Keempat, interaksi

bahan ajar. karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis.mal di sekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas. kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan di sekolah. apakah berkenaan dengan penguasaan pengetahuan. ataupun mengembangkan kemampuankemampuan tersebut diperlukan metode penyampaian serta alat-alat bantu tertentu. Ketiga. Interaksi ini . Dengan kata lain. dan penilaian merupakan komponenkomponen utama kurikulum. bahwa adanya rancangan atau kurikulum formal dan tertulis merupakan ciri utama pendidikan di sekolah. bukan hanya berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetapi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan. lebih banyak mengacu pada pendidikan atau pengajaran di sekolah. lebih luas dan mendalam. dengan fasilitas dan alat serta aturan-aturan permainan tertentu pula. hal itu berarti bahwa kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. Pertaina. pendidikan di sekolah dilaksanakan secara berencana. pendidikan for. interaksi pendidikan antara guru dan siswa berlangsung. Untuk menyampaikan bahan pelajaran. yaitu tujuan. juga diperlukap caracara dan alat-alat penilaian tertentu pula. Telah diuraikan sebelumnya. pendidikan di sekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi. maka dalam uraian-uraian selanjutnya yang dimaksud dengan pendidikan atau pengajaran itu. Sejarah pendirian sekolah diawali karena ketidakmampuan keluarga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi dan mendalam. pengembangan pribadi. Dengau berpedoman pada kurikulum. Setiap praktik pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan -tujuan tertentu. Pendidikan formal memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pendidikan informal dalam lingkungan keluarga. Kedua. Kalau kurikulum merupakan syarat mutlak. metode-alat. ataupun kemampuan bekerja. Keempat hal tersebut. Karena yang memiliki rancangan atau kurikulum formal dan tertulis adalah pendidikan di sekolah. bagaimana bentuk pelaksanaan suatu pendidikan atau pengajaran di sekolah yang tidak memiliki kurikulum.pendidikan berlangsung dalam lingkungan tertentu. kemampuan sosial. sistematis. Untuk menilai hasil dan proses pendidikan. dan lebih disadari. Dapat kita bayangkan.

yang menjadi sumber konsep konsep atau memberikan landasan-landasan teoretis bagi pengembangan kurikulum berbagai institusi pendidikan. yang mencakup antara lain lingkungan fisik. juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. yang ditekuni oleh para ahli atau spesialis kurikulum. hlm. lingkup. sosial budaya.. B. politik.. dan religi. serta proses pendidikan. 130) kurikulum "prescribes (or at least anticipates) the result of in. ekonomi. alam. tetapi selalu terjadi dalam lingkungan tertentu. dan urutan isi. kurikulum merupakan kumpulan matamata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa. Anggapan ini telah ada sejak zaman Yunani Kuno. Di samping kedua fungsi itu. a racecourse of subject matters to be mastered" (Robert S. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. hlm.iidak berlangsung dalam ruang hampa. . kurikulum juga merupakan suatu bidang studi. BAGAN 1. dalam lingkungan atau hubungan tertentu pandangan ini masih dipakai sampai sekarang. Zais.struction". 7). Konsep Kurikulum Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan. memberikan pedoman dan pegangan tentang jenis. Kurikulum juga merupakan suatu rencana pendidikan. 1976. Menurut Mauritz Johnson (1967. Pertautan antara satu komponen dan komlumen pendidikan lainnya dapat dilihat pada bagan berikut.1 Komponen-komponen utama pendidikan Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Menurut pandangan lama.. yaitu kurikulum sebagai ".

. seperti perencanaan isi. berkenaan langsung dengan pelajaran ataupun tidak.. di rumah ataupun di masyarakat. Perubahan penekanan pada pengalaman ini lebih jelas ditegaskan oleh Ronald C. Apa yang di maksud dengan pengalaman siswa yang diarahkan atau menjadi tanggung jawab sekolah mengandung makna yang cukup luas. to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers.Banyak orang tua bahkan juga guru-guru.. Semua yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan. bersama guru tanpa guru. sedangkan kurikulum hanya berkenaan dengan hasil-hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh siswa. hlm. pengalaman hanya akan muncul apabila terjadi interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Mauritz Johnson (1967. 22): The commonly accepted definition of the curriculum has changed from content of courses of study and list of subjects and courses to all the experiences which are offered to learners under the auspices or direction of the school. hlm. Johnson membedakan dengan tegas antara kurikulum dengan pengajaran. Menurut Johnson. Pendapat-pendapat yang muncul selanjutnya telah beralih dari menekankan pada isi menjadi lebih memberikan tekanan pada pengalaman belajar. Interaksi seperti itu bukan kurikulum. tetapi juga menunjukkan adanya perubahan lingkup. 130) mengajukan keberatan terhadap konsep kurikulum yang sangat luas seperti yang dikemukakan oleh Ronald Doll. tetapi pengajaran. kalau ditanya tentang kurikulum akan memberikan jawaban sekitar bidang studi atau mata-mata pelajaran. Pengalaman tersebut berlangsung di sekolah. kurikulum . dari konsep yang sangat sempit kepada yang lebih luas. evaluasi. termasuk pengajaran. Kurikulum hanya menggambarkan atau mengantisipasi hasil dari pengajaran. Definisi tersebut juga mencakup berbagai upaya guru dalam mendorong terjadinya pengalaman tersebut serta berbagai fasilitas yang mendukungnya. Doll (1974. Lebih khusus mungkin kurikulum diartikan hanya sebagai isi pelajaran. Menurut Caswel dan Campbell dalam buku mereka yang terkenal Curriculum Development (1935). kegiatan belajarmengajar. Definisi Doll tidak hanya menunjukkan adanya perubahan penekanan dari isi kepada proses. .

. Kurikulum juga sering dibedakan antara kurikulum sebagai rencana (curriculum plan) dengan kurikulum yang fungional (functioning curricu. melainkan sesuatu yang fungsional yang beroperasi dalam kelas. Keluruhan pertautan kegiatan yang memungkinkan dan berkenaan (lengan terjadinya interaksi belajar-mengajar disebut pembelajaran (instruction). Kurikulum bukan hanya merupakan rencana tertulis bagi pengajaran. Hilda Taba (1962) mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapatpendapat itu. sistem persekolahan terbentuk atas empat subsistem. Pelaksanaan rencana itu sudah masuk pengajaran. Salah seorang di antara mereka adalah Mac Donald (1965. belajar.lum). Terlepas dari pro dan kontra terhadap pendapat Mauritz Johnson. 1967. dan kurikulum. tetapi pada keluasan cakupannya. Menurut Beauchamp (1968. pembelajaran. hlm. Perbedaan antara kurikulum dan pengajaran menurut dia bukan terletak pada implementasinya. Sebagai respons terhadap kegiatan mengajar yang diberikan oleh guru. him. but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school". Menurut dia. Zais menjelaskan bahwa kebaikan suatu kurikulum tidak dapat dinilai dari dokumen tertulisnya saja. belajar (learning) merupakan kegiatan atau upaya yang dilakukan siswa..Menurut Johnson kurikulum adalah . Mengajar (teaching) merupakan kegiatan atau perlakuan profesional yang diberikan oleh guru.(curriculum) merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajarmengajar. 130). melainkan harus dinilai dalam proses pelaksanaan fungsinya di dalam kelas. Kurikulum. 6) "A curriculum is a written document which may contain many ingredients. Rencana tertulis merupakan dokumen kurikulum (curriculum document or inert curriculum). Beauchamp lebih memberikan tekanan bahwa kurikulum adalah suatu rencana pendidikan atau pengajaran. him. Kurikulum . Selanjutnya. beberapa ahli memanciang kurikulum sebagai rencana pendidikan atau pengajaran. live or operative curriculum). yang memberi pedoman dan mengatur lingkungan dan kegiatan yang berlangsung di dalam kelas. sedangkan kurikulum yang dioperasikan di kelas merupakan kurikulum fungsional (functioning. a structured series of intended learning outcomes (Johnson. yaitu mengajar.

him. Menurut Taba keduanya membentuk satu kontinum. sedangkan pengajaran pada ujung lainnya yaitu yang lebih khusus atau tujuan dekat. dalam kurikulum (tertulis). sedangkan yang lebih sempit lebih khusus menjadi tugas pengajaran. Menurut Robert S. kejuruan. its use. BAGAN 1. Beauchamp mendefinisikan teori kurikulum sebagai .a set of related statements that gives meaning to a schools's curriculum by pointing up the relationships among its elements and by directing its development. batas antara keduanya sangat relatif. kurikulum sebagai bidang studi mencakup: (1) the range of subject matters with which it is concerned (the substantive structure). 3). pendidikan menengah atau pendidikan tinggi. apakah itu kurikulum pendidikan dasar. Sebagai contoh. 58-59) kurikulum sebagai bidang studi membentuk suatu teori. him. Suatu kurikulum. tetapi cukup luas dan umum sehingga memungkinkan mencakup semua bahan yang dapat dipilih oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa serta kemampuan guru. dan pengembangan para ahli kurikulum. dan lainlain merupakan perwujudan atau penerapan teori-teori kurikulum. penelitian. Zais (1976. . and (2) the procedures of inquiry and practice that it follows (the syntactical structure)".. Beauchamp (1976. Menurut George A. Kumpulan teori-teori kurikulum membentuk suatu ilmu atau bidang studi kurikulum. kurikulum terletak pada ujung tujuan umum atau tujuan jangka panjang. kurikulum sekolah umum. isi harus digambarkan serinci. and its evaluation.berkenaan dengan cakupan tujuan isi dan metode yang lebih luas atau lebih umum. bergantung pada tafsiran guru. tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab guru untuk menjabarkannya.. sekhusus mungkin agar mudah dipahami guru. Teori-teori tersebut merupakan hasil pengkajian. Kurikulum memberikan pegangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. yaitu teori kurikulum.2 Kontinum kurikulum dan pengajaran Menurut Taba.

lebih lanjut Beauchamp (1975. Apa yang dikemukakan oleh Beauchamp bukan hanya menunjukkan tnnlsi tetapi juga struktur dari suatu sistem kurikulum. bahan yang akan disajikan. Kurikulum dapat dipandang sebagai rencana konkret . C. Fungsi utama sistem kurikulum adalah dalam pengembangan. Sebagai suatu rencana pengajaran. penerapan. (5) implementing the curriculum. Kurikulum sebagai suatu sistem menyangkut penentuan segala kebijakan tentang kurikulum. (6) evaluation the curriculum. evaluasi. pengembangan kurikulum. penentuan kurikulum. dan evaluasi kurikulum. Sebagai suatu sistem.ekolah. desain kurikulum. kurikulum berisi tujuan yang ingin dicapai. alat-alat pengajaran dan jadwal waktu pengajaran. kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem (sistem kurikulum) yang merupakan bagian dari sistem persekolahan. kurikulum m. yang secara garis berkenaan dengan pengembangan. 60) menggambarkan: . (3) organization for and leachniques used in curriculum plannning. and (7) providing for feedback and modification of the curriculum. kegiatan pengajaran. (2) the selection and involvement of person in curriculum planning. 111m. susunan personalia dan prosedur pengemhangan kurikulum. implementasi dan evaluasi kurikulum. baik sebagai dokumen tertulis maupun aplikasinya dan menjaga agar kurikulum tetap dinamis. Selain sebagai bidang studi menurut Beauchamp. dan penyempurnaannya.. Mengenai fungsi sistem kurikulum ini. pelaksanaan. (4) actual writing of a curriculum. Suatu kurikulum disusun dengan mengacu pada satu atau beberapa teori kurikulum.(1) the choice of arena for curriculum decision making. dan penyempurnaannya.erupakan bagian atau subsistem dari keseluruhan kerangka organisasi sekolah atau sistem µ.. penerapan.Bidang cakupan teori atau bidang studi kurikulum meliputi: konsep kurikulum. ovaluasi. dan suatu teori kurikulum diturunkan atau dijabarkan dari teori pendidikan tertentu. Kurikulum dan Teori-Teori Pendidikan Kurikulum mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan.

dan meneruskan semua warisan budaya tersebut kepada generasi berikutnya. Tugas para pendidik atau guru bukan hanya mengajarkan materi pengetahuan. 1. konsep. Materi ilmu pengetahuan yang diambil dari disiplindisiplin ilmu tersebut telah tersusun secara logis dan sistematis. sebab sentuanya telah tersedia. Minimal ada empat teori pendidikan yang banyak dibicarakan para ahli pendidikan dan dipandang mendasari pelaksanaan pendidikan. Siswa merupakan penerima pengajaran yang baik. pendidikan pribadi. berupa disiplindisiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh para ahli tempo dulu. tetapi perlu dimanifestasikan dalam perilaku seharihari. tetapi juga melatih keterampilan dan menanamkan nilai. tinggal menguasai dan mengajarkannya kepada anak. Sebelum dapat menyampaikan materi ilmu pengetahuan tersebut secara sempurna. pendidikan interaksional. Guru atau para pendidik tidak perlu susah-susah mencari dan menciptakan pengetahuan. Untuk lebih memahami hubungan kurikulum dengan pendidikan. Pendidikan berfungsi memelihara. guru atau pendidik adalah ahli dalam bidang ilmu dan juga contoh atau model nyata dan pribadi yang ideal. .penerapan dari suatu teori pendidikan. yaitu pengetahuan. dan teknologi pendidikan. ide-ide. mengawetkan. para pendidik atau talon pendidik terlebih dahulu harus mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. dikemukakan beberapa teori pendidikan dan model-model konsep kurikulum dari masing-masing teori tersebut. atau nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir terdahulu. Mendidikkan nilainilai tidak sama dengan mengajarkan pengetahuan yang berbentuk penyampaian informasi. Menurut konsep pendidikan klasik. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan daripada proses atau bagaimana mengajarkannya. Pendidikan klasik Pendidikan klasik atau classical education dapat dipandang sebagai konsep pendidikan tertua. dan nilai-nilai baru. Konsep pendidikan ini bertolak dari asumsi seluruh warisan budaya. yaitu pendidikan klasik. Tugas guru dan para pengembang kurikulum adalah memilih dan menyajikan materi ilmu tersebut disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Isi pendidikan atau materi ilmu tersebut diambil dari khazanah ilmu pengetahuan.

Mengenai persamaan dan perbedaan pendidikan perenial dengan esensial. Pendidikan lebih menekankan perkembangan segi-segi intelektual daripada segi emosional dan psikomotor. Pendidikan berfungsi memelihara dan mewariskan pengetahuan. konsep-konsep dan nilai-nilai yang telah ada. Parenialisme berkembang di Eropa dalam masyarakat aristokralisagraris. matamata pelajaran dipilih dan ditentukan oleh sekelompok orang ahli. menjelaskan: . keduanya memiliki pandangan yang berbeda. Pengetahuan dan nilai-nilai yang akan diajarkan diambil dari materi disiplin ilmu yang telah disusun dan dikembangkan oleh para ahli. Parenialisme maupun esensialisme mempunyai pandangan yang sama tentang masyarakat. Dianna Lapp. bahwa masyarakat bersifat statis. Meskipun demikian dalam pendidikan klasik siswa bekerja keras menguasai apa-apa yang diajarkan dan ditugaskan oleh guru.tetapi sebagai penerima informasi sesungguhnya mereka pasif. disusun secara sistematis dan logis. Ada dua model konsep pendidikan klasik. perenialisme dan esensialisme. Walaupun didasari dengan konsep-konsep yang sama. Pendidikan ini lebih mengutamakan sains daripada humanitas. Isi pengajaran lebih diarahkan kepada pembentukan keteram pilan dan pengembangan kemampuan vocational. Konsep ini lebih berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. Pendidikan menurut pandangan mereka adalah bebas nilai (value free) dan bebas dari kebudayaan (culture free) artinya tidak terikat atau diwarnai oleh nilai-nilai dan karakteristik masyarakat sekitar. dkk. dan sifat-sifat mental. dan diarahkan pada perkembangan kemampuan berpikir. pembentukan pribadi. Konsep-konsep filosofis lebih banyak mewarnai pendidikan ini. Mereka lebih berorientasi ke masa lampau dan kurang hivmen tingkan tuntutantuntutan masyarakat yang berkembang saat sekarang pendidikan lebih menekankan pada humanitas. Dalam penyusunan kurikulum. sedangkan model belajarnya adalah asimilasi. pendidikan diarahkan dalam mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke dunia kerja. Isi pendidikan lebih banyak bersifat pendidikan umum (general education atau liberal art) dengan model mengajar yang bersifat ekspositori. Mereka lebih pragmatis. Esensialisme berkembang di Amerika Serikat dalam masyarakat industri.

apalagi siswa. ia menentukan isi. Dianna. memecahkan masalah. hlm. sejak dilahirkan. sebagai penerima informasi dan tugas-tugas dari guru. dan berstruktur. essentialism is conservative. 32). Siswa mempunyai peran yang pasif. Tugas guru. baik potensi untuk berpikir. mengutamakan kerja dan kompetisi di tramping kerja sama. Konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa. dengan berpusatkan pada segi intelektual. Looking to the present rather than the past. seeking to maintain and pass on to the new generation the convictions of the older generation. metode. Dalam pengajaran. et. 1975. dan evaluasi. and to science rather than to the humanities.Like perennial education. nonphilosophical. (2) dapat bekerja sama lebih baik dengan orang dari berbagai tingkatan/lapisan masyarakat. Tujuan utama pendidikan. It is far more prone to activity-to doing-than to wasting time on extensive philosophical speculation. kehidupan produktif. adalah (1) memperoleh pekerjaan yang lebih baik. terutama sukses secara ekonomis. menurut para esensialis. Pendidikan pribadi Pendidikan pribadi (personalized education) lebih mengutamakan peranan siswa. berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama-hama. sedikit sekali memperhatikan segi segi sosial atau psikologis peserta didik. (3) memperoleh penghasilan lehih banyak. Pendidikan adalah ibarat persemaian. sistematis.. But unlike perennialism. berbuat. Dialah yang aktif dan bertanggung jawab dalam segala aspek pengajaran. Mereka menghargai seni. (Lapp. Guru mempunyai peranan yang sangat besar dan lebih dominan. disusun oleh para ahli tanpa mengikutsertakan guru-guru. Mereka berpikiran praktis bahwa pendidikan adalah suatu Han untuk mencapai sukses dalam kehidupan. essentialism is nonreflective. maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. yang diambil dari disiplin-disiplin ilmu. dan humanitas sepanjang hal itu mendukung kehidupan sehari-hari. it is primarily practical and pragmatic. Kurikulum pendidikan klasik lebih menekankan isi pendidikan. Para esensialis bersifat praktis. anak telah memiliki potensi-potensi. al. 2. seperti halnya seorang . Isi disusun secara logis. keindahan.

dialah yang menduduki tempat utama dalam pendidikan. . Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran Jean Jacques Rousseau. Aliran ini menjadi lebih terkenal di Amerika berkat percobaan-percobaan yang dilakukan John Dewey dengan sekolah-sekolah laboratoriumnya. Pendidik menempati posisi kedua. Guru membantu perkembangan siswa sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya masing-masing. Menurut Rousseau. kebenaran. merdeka. dan gentle. udara. didengarkan. perkembangan emosi dan sosial sama pentingnya dengan perkembangan intelektual. Teori ini juga memiliki dua aliran. semua ciptaan Tuhan termasuk anak adalah bai k dan menjadi kurang baik atau sering rusak di tangan manusia. Peserta didik menjadi subjek pendidikan. sebab secara alamiah manusia baik.petani adalah mengusahakan tanah yang gembur. siswa merupakan satu kesatuan yang utuh. John Dewey menerapkan prinsip belajar sambil berbuat (learning by doing). air. la juga berperan sebagai bidan yang membantu siswa melahirkan ide -idenya. dan ketulusan. dan diikuti. dan sinar matahari yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan tanaman (peserta didik). berkat interaksi dengan berbagai aspek dalam lingkungan maka terjadi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. Guru adalah pembimbing. Berkat refleksinya itu is memahami dan dapat menggunakannya bagi kehidupan. Rousseau menolak pendidikan yang mengutamakan intelektual. Guru lebih merupakan ahli dalam metodologi daripada dalam bahan ajar. Ia lebih berfungsi sebagai psikolog yang mengerti segala kebutuhan dan masalah peserta didik. yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. Pendidikan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik. Tokoh pendahulu pendidikan progresif adalah Francis Parker yang membawa aliran ini dari Eropa ke Amerika. Isi pengajaran berasal dari pengalaman sisvva sendiri yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Ia merefleksi terhadap masalah masalah yang muncul dalam kehidupanhya. pupuk. Inilah yang hams ditemukan. pendorong (motivator). Setiap orang mempunyai nurani yang berisi kejujuran. dan pelayan bagi siswa. Dalam pendidikan progresif. bukan lagi sebagai penyampai informasi atau sebagai model dan ahli dalam disiplin ilmu. Pendidikan adalah proses individual yang berisi rentetan pengembangan kemampuan-kemampuan anak. fasilitator. Ia ingin mengembalikan pendidikan kepada pendidikan alam.

Keduanya juga mempunyai perbedaan. Tidak ada suatu kurikulum standar. dan tumbuh sesuai dengan polanya. Guru menyediakan lingkungan belajar.hal yang mungkin mengganggu perkembangan siswa. Anak tidak diajari. tidak seperti pendidikan klasik yang lebih melihat ke masa lalu. Hal itu memang sangat masuk akal. 154). Teknologi telah masuk ke semua segi kehidupan. termasuk dalam pendidikan. Perkembangan teknologi pendidikari dipengaruhi clan sangat diwarnai oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Ia berusaha mencegah hal. that they not only . hlm. Pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru.Rousseau memandang pendidikan sebagai a lifelong personal growth process rather than an information and skill gathering process that exists only during the school years (Diane Lapp. Isi dan proses pembelajarannya selalu berubah sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. 1975. tetapi didorong untuk belajar. and so prominent in the awareness of people. Guru juga berperan sebagai sumber lingkungan belajar. yang ada adalah kurikulum minimal yang dalam implementasinya dikem. sebab yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama.. al.bangkan bersama siswa.guru dengan melibatkan siswa. Mereka lebih berorientasi ke masa sekarang dan yang akan datang. Pengalaman merupakan isi sekaligus guru alamiah bagi anak. so deliberately foster. sebab teknologi pendidikan bertolak dari dan merupakan penerapan prinsip-prinsip ilmu dan teknologi dalam pendidikan. yang selalu siap memberikan bantuan kepada siswa. memberikan kebebasan agar anak belajar dan berkembang sendiri. et. so prevalent. Materi ajar dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. TeknOlogi pendidikan Teknologi pendidikan mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. Ia dibiarkan untuk mengalami sendiri. Our technologies to day are so powerful. mewujudkan dorongan-dorongannya. Kurikulum pendidikan pribadi lebih menekankan pada proses pengembangan kemampuan siswa. 3. dan mewujudkan rasa ingin tahunya.

Mereka kurang menghargai hal-hal yang bersifat kualitatif dan spiritual. alat-alat pandangdengar (audio-visual) dan media elektronika. Menurut teori ini. Gambaran manusia tentang dunia dan makna kehidupan merupakan sintesis dari pengalaman-pengalaman dasarnya. if we wish to relate to him for better to educate him. 1970. dunia ini adalah dunia material. Kehidupan dan perkembangan itu selalu baru. how to control his environment in such away as to reshape his behavior. sama dari tahun ke tahun. dunia empiris. Dengan pengembangan desain program. Meskipun lebih kompleks. hlm. Pengembangan model-model pengajaran yang bersifat individual serta menekankan penguasaan kemampuan. pendidikan adalah cabang dari teknologi ilmiah. goals. pengalaman tersebut selalu berubah. Efisiensi merupakan salah satu ciri utama teknologi pendidikan. attitudes. individually prescribed instruction (IPI). seperti yang dinyatakan Skinner. Therefore. pengalaman ini bersifat menetap. konsep pendidikan ini mengutamakan segi-segi empiris. Man totally determined by his environment. melengkapi model yang telah ada yaitu pengajaran berprogram. Menurut mereka. we need only learn scientifically. mesin pengajaran. competency based instruction. values. Karena sifat ilmiahnya. informasi objektif yang dapat diamati dan diukur serta dihitung secara statistik. Menurut pandangan klasik. seperti computer assisted instruction (CAI). and in our very conceptions of the meaning of existence (Holtzman. berbeda dengan pandangan teknologi pendidikan.tutions. What we need is a technology of behavior (Skinner. Bagi mereka. 237). pendidikan adalah ilmu dan bukan seni. perilakunya dapat dibentuk dengan teknologi perilaku. dan behavior modification merupakan model-model pengajaran baru. pendidikan menjadi sangat efisien. mereka juga melibatkan penggunaan perangkat keras. hari ini lebih baik dari kemarin dan besok lebih baik daripada hari Mi. ia mereaksi terhadap perangsang-perangsang dari lingkungannya. dan pengajaran modul. and expectations. Dalam pengembangan desain program.bring about changes in the physical world which tecnologies have always done but also in our insti. 1972). . manusia pada dasarnya tidak berbeda dengan binatang.

Dalam konsep teknologi pendidikan. lebih banyak melakukan tugas-tugas pengelolaan daripada penyampaian dan pendalaman bahan. berinteraksi.kemampuan praktis. yang tersusun dalam satuan -satuan bahan ajar dalam bentuk satuan pelajaran. Isi disusun dalam bentuk desain program atau desain pengajaran dan disampaikan dengan menggunakan bantuan media elektronika (kaset audio. materi disiplin ilmu tersebut disusun terjalin dalam kemampuan. Dapat dibayangkan. Siswa berusaha untuk menguasai sejumlah besar bahan dan pola-pola kegiatan secara efisien tanpa refleksi. dan mampu inemenuhi kebutuhan hidup dan memecahkan berbagai masalah yang (iihadapi. manusia selalu membutuhkan manusia lain. berkembang. mereka dapat hidup. 4. Penyusunan kurikulum dilakukan para ahli dan atau guru-guru yang mempunyai kemampuan mengembangkan kurikulum. paket program audio. Keterampilan-keterampilan barunya segera digunakan dalam masyarakat. Isi pendidikan berupa data-data objektif dan keterampilanketerampilan yang mengarah kepada kemampuan vocational. Pendidikan interaksional Konsep pendidikan ini bertolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial. Apab digunakan ila media elektronika. mungkin tidak liapat hidup atau tidak dapat mencapai . Dalam kurikulum. ierbehas dari tugas pengembangan segi-segi nonintelektual. modul. video ataupun komputer. Dalam satuan-satuan bahan ajar tersebut tercakup pula kegiatan pembelajaran dan bentuk-bentuk serta alat penilaiannya. bila ia hidup sendiri di sebuah pulau terpencil. Materi disiplin ilmu dipelajari termasuk dalam kurikulum. Kurikulum pendidikan teknologi menekankan kompetensi atau kemampuan. Guru berfungsi sebagai direktur belajar. selalu hidup bersama. video. film. dan bekerja sama. atau komputer) dan para siswa belajar secara individual. tetapi apabila tidak. paket belajar. Bila lingkungannya mendukung. mungkin ia dapat bertahan hidup. Karena kehidupan bersama dan kerja sama ini. isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus. apabila hal itu mendukung penguasaan kemampuan-kemampuan tersebut. apa yang akan dihadapi seseorang. Dalam kehidupannya. Perangkat kurikulum cukup lengkap mulai dari struktur dan sebaran mata pelajaran sampai dengan rincian bahan ajar yang dipelajari oleh siswa.

tetapi juga sebagai guru. Interaksi ini terjadi melalui berbagai bentuk dialog. Dalam proses belajar. Pemahaman yang muncul dari situasi demikian melebihi jumlah seluruh sumbangan para peserta. memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks kehidupannya.kemajuan seperti yang dialami oleh I wang-orang yang hidup bersama dengan orang lain. Pandangan-pandangannya mempengaruhi bentuk dan pola lingkungan. dari guru kepada siswa dan lari siswa kepada guru. Setiap siswa. dan guru juga pada suatu saat berperan sebagai siswa yang turut belajar bersama para siswanya. Dalam pendidikan klasik dan teknologi interaksi terjadi sepiliak dari guru kepada siswa. tetapi lebih jauh yaitu pada tingkat mengapa. antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. Siswa sebagai individu selalu berinteraksi dengan lingkungannya. memberikan pendapat. mempunyai rentetan pengalaman dan persepsi sendiri. di lain pihak kekuatan dan . kritik dari sudut kepentingannya bagi kesejahteraan umat manusia. setiap siswa dan guru saling mendengarkan. belajar lebih dari sekadar mempelajari fakta-fakta. Pendidikan lideraksional menekankan interaksi dua pihak. persepsi-persepsi yang berbeda tersebut digunakan untuk menyoroti masalah bersama yang muncul dalam kehidupannya. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan juga berintikan kerja ama dan interaksi. Isi atau bahan ajar ini berkenaan dengan lingkungan sosial-budaya yang mereka hadapi saat ini. Interaksi juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar. tingkat mencari makna baik makna sosial (socially conscious) maupun makna pribadi (self conscious). Lebih luas. Siswa mengadakan pemahaman eksperimental dar fakta-fakta i tersebut. Dalam pendidikan interaksional. sedangkan dalam pendidikan romantik don progresif terjadi sebaliknya dari siswa kepada guru. sal ing mengajar dan belajar. Setelah mengetahui makna dari fakta-fakta dan nilai-nilai sosial budaya. Siswa tidak hanya berperan sebagai siswa. Interaksi ini bukan hanya pada tingkat apa dan bagaimana. mereka mengadakan evaluasi. Dalam proses seperti itu dialog berlangsung. interaksi ini juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar dan dengan lingkungan. selalu terjadi hubungan timbal balik antara keduanya. begitu juga guru.

memberikan penilaian yang kritis. Melalui interaksi tersebut muncul pengetahuan. menerima. dan sebagainya. pendapat. Mereka diajak untuk menghayati nilai-nilai sosial-budaya yang ada di masyarakat. Lebih jauh. Isi pendidikan terdiri atas problem problem nyata yang aktual yang dihadapi dalam kehidupan di masyarakat. Proses pendidikannya berbentuk kegiatan-kegiatan belajar kelompok yang mengutamakan kerja sama. sikap. menilai pendapat orang lain. Sekolah menyiapkan anak dengan berbagai keterampilan sosial juga keterampilan bekerja. dan keterampilan-keterampilan baru. Sekolah merupakan pintu untuk memasuki masyarakat. Siswa belajar memperhatikan. Kurikulum pendidikan interaksional menekankan baik pada isi maupun proses pendidikan sekaligus. siswa dan guru. Guru berperan dalam menciptakan situasi dialog dengan dasar saling mempercayai dan saling membantu. Guru-guru melakukan kegiatan penilaian sepanjang kegiatan belajar. memperbaiki modus dari kehidupan. Belajar adalah kerja sama dan saling kebergantungan dengan orang lain. sekolah juga berperan dalam membina sikap positif terhadap dunia kerja. dan belajar menyatakan pendapat dan sikapnya sendiri. Pendidikan berperan dalam mengembangkan identitas pribadi. dan memberikan kesiapan untuk melakukan berbagai pekerjaan. maupun antara siswa dan guru dengan sumbersumber belajar yang lain. Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan siswa. Sekolah berbeda dengan pendidikan. tetapi mempunyai peranan penting dalam sistem masyarakat. disiplin kerja. Bahan ajar diambil dari lingkungan sosial-budaya yang dihadapi para siswa sekarang. kemudian mereka mengembangkan persepsinya sendiri terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Interaksi juga terjadi antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. baik antarsiswa. . atau yang‡lainnya. Proses belajar dalam model interaksional terjadi melalui dialog dengan orang lain apakah dengan guru. Kegiatan penilaian dilakukan untuk hasil maupun proses belajar. teman. menentukan stratifikasi sosial.keterbatasan lingkungan mempengaruhi individu siswa. Suatu kebenaran tidak akan diyakininya apabila tidak dicobakan dan dihayati dalam kehidupannya sehari-hari.

dan pengembangan kurikulum. Boston: Allyn and Bacon. profesionalisasi. et. dalam arti bertolak dari teori yang kuat. 1986. baik dari segi konsep atau teori. Curriculum: Perspective. penulis menyajikan suatu tulisan yang komprehensif mendasar.D. Bagian pertama menguraikan perspektif kurikulum. Inc. Oleh karena itu. Kurikulum menentukan jenis dan kualitas pengetahuan dan pengalaman yang memungkinkan orang atau seseorang mencapai kehidupan dan penghidupan yang baik.. seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. James A. Bagian ketiga membahas problema-problema kurikulum.. sampai sejauh mana dan untuk apa hal itu diberikan. Curriculum Planning and Development. Bagian kedua membahas paradigma. . yang berisi tujuan. bagaimana proses penyampaian kurikulum serta proses pengelolaan kurikulum. buku ini baik sekali bagi para pengajar kurikulum dan guru guru yang melaksanakan kurikulum. Selanjutnya. misi. Paradigm and Possibility. 1986. dan nilai-nilai apa yang harus disajikan dalam kurikulum. Beane. yaitu. dan diakhiri dengan proses evaluasi kurikulum. khsusunya kurikulum. Buku ini merupakan buku teks pada bidang kurikulum baik untuk tingkat S1 maupun S2 sebab isinya menyangkut hal-hal yang sangat prinsip. organisasi. Dilatarbelakangi oleh minat pribadi yang sangat mendalam terhadap pendidikan. Hampir semua hal yang berkenaan dengan permasalahan kurikulum tercakup dalam buku mi. New York: Macmillan Publishing Co. Juga diuraikan masalah mengapa. dengan mengemukakan hal-hal yang bersifat praktis. dan ovaluasi. serta pelaksanaan. al. William H. pengetahuan. proses. Isi buku ini hampir sama dengan buku-buku lain dalam tema yang sama. Buku Acuan Schubert. keterampilan.Secara sistematik diuraikan masalah apa dalam kurikulum. sejarah maupun perkembangannya. Secara sistematis dan logis. Dilengkapi dengan pengalamannya yang begitu banyak dalam bidang pendidikan.landasan-landasan apa yang mendasari penyusunan kurikulum. penulis memandang bahwa kurikulum merupakan bidang yang sangat penting. Salah satu kelebihannya terletak pada isinya yang sangat komprehensif.

para perencana pengajaran. Goodlad. . dikemukakan konsep-konsep kurikulum dan komponen-komponen pelaksanaan kurikulum dalam masyarakat industri. 1979. serta sumbersumber kurikulum. substantive. dan isinya lebih banyak menyangkut kurikulum. Isi buku ini sangat berharga bagi para pakar pendidikan. Pada bagian berikutnya diuraikan penjabaran konsep-konsep tersebut menurut tingkat perkembangan kurikulum. Dalam pengembangan tersebut diuraikan secara rinci bagaimana merumuskan tujuan. Selanjutnya diuraikan juga rencana pengajaran. Pada bagian pertama tulisan ini. isi. Co. tingkat masyarakat. dan technicalprofesional. (Ed).Johnson. serta bidang-bidang kurikulum yang meliputi tiga fenomena. Dipisahkan dengan tegas oleh penulis antara kurikulum dan pengajaran. Sekolah Menengah Pertama. politicalsocial. Dengan konsep scperti itu penulis mengemukakan suatu model kurikulum yang disebutnya sebagai model P-I-E. John I. evaluasi. pakar kurikulum. dan pelaksana kurikulum memperluas pemahaman mereka tentang pelaksanaan kurikulum di lapangan. dan Sekolah Menengah Atas. Curriculum Inquiry. Isi buku didasarkan atas hasil penelitian/pengalaman praktik selama lebih dari 20 tahun di Sekolah Dasar. serta evaluasinya. tingkat institusi. serta penjabaran dalam desain instruksional. Judul buku ini adalah intensionality in Education. struktur kurikulum. serta pengelolaannya. New York: Center for Curriculum Research and Services. dan juga guru-guru. Intensionality in Education. Mauritz. 1977. peneliti. Kurikulum berkenaan dengan apa yang akan diajarkan. The Study of Curriculum Practice. sedangkan pengajaran berkenaan dengan bagaimana cara mengajarkannya. Tulisan ini membahas praktik pelaksanaan kurikulum di lapangan dengan tujuan membantu para teoretisi. dan dijelaskan pula bagaimana pengembangannya. Dalam buku ini disajikan suatu model konseptual kurikulum dan rencana pengajaran. New York: McGraw Hill Book. Albany. suatu judul yang bertemakan pendidikan. Pada bagian akhir dibahas peranan ahli kurikulum dan pengembangan kurikulum dalam perspektif persilangan budaya-budaya/bangsa-bangsa.

tetapi juga ada beberapa perbedaan pendapat. theory will appear as the device for interpreting. Pertama. pernyataan dalam suatu teori bersifat memadukan (unifying statement). accordingly. and even more impor. Karakteristik memadukan (unifying statement) banyak disetujui oleh para perumus teori. Karena selalu menekankan pada hal-hal praktis itulah. And the reconstructed logic. to modify habits or discard them together. pernyataan bersifat meramalkan (predictive statement). and unifying established laws. masa berlaku suatu kurikulum tidak bisa lama. bahwa teori merupakan suatu set atau sistem pernyataan (a set of statement) yang menjelaskan serangkaian hal. melainkan suatu teknologi. ada tiga kelompok karakteristik utama sistem pernyataan suatu teori. khususnya kurikulum.tion demands. reflacing new ones as the situa. criticizing. Hal ini disebabkan oleh upaya pengembangan dan penyempurnaan pendidikan. Kedua. Kesepakatan yang telah diterima secara umum. Di antara sekian banyak pendapat yang berbeda. so as to allow us most effectivelly to bring to bear our reverfoice of habits. Ketidaksepakatannya terletak pada karakteiistik pernyataan tersebut. telah ada beberapa kesepakatan di antara para ahli. mengapa. him.ing . 295).BAB 2 TEORI KURIKULUM Dewasa ini berkembang suatu anggapan bahwa pendidikan bukan lagi merupakan suatu ilmu. Ketiga. Perubahan atau penambahan isi kurikulum sering diadakan karena adanya kebutuhan-kebutuhan praktis. seperti yang dikemukakan Kaplan (1964. A theory is a way of making sense of a disturbing situation. Apakah Teori Itu? Mengenai apakah teori itu. lebih banyak datang dari pengalaman praktik di sekolah. dibandingkan dengan dari penerapan teori-teori yang sudah mapan. pernyataan tersebut berisi kaidah-kaidah umum (universal preposition). modify.tant. A. Pada bab ini akan diuraikan apa. dan bagaimana teori. khususnya pentingnya ilasar-dasar teoretis dalam pengembangan suatu kurikulum.

Hall dan Lindsay (1970. assumptions and general prepositions covering a given subject matter from which a comprehensive and consistent set of specific and testable hypotheses can be deducted logically.. variables).. Karakteristik lain berupa kaidah-kaidah yang bersifat universal..them to fit data unanticipated in their formation. It involves synthesis and is directed to the formulation of propositions about universals. karakteristik pernyataan (set of statement) tersebut meliputi definisi. kita temukan dalam definisi teori Rose (1953. concepts.78). seperti mereka nyatakan bahwa ". bukan hanya menggambarkan apa adanya tetapi mampu meramalkan apa yang terjadi atas suatu hal. 52). It consist of a) a set of units (facts. a theory consists of generalizations intended to explain phenomena and that the generalizations must be predictive". a theory is set of conventions that should contain a cluster of relevant assumption systematically related to each other and a set of empirical definitions". and guiding the enter. 11) menekankan hal yang sama yaitu sifat unifying. correlations. hlm.. or other type of generalizations. hlm. In its simplest form. A general theory is built upon the facts discovered by means of the use of theorems and other conceptual models from empirical data and which have been expressed in the form of laws.prise of discovering new and more powerful generalizations. dan deduksi-deduksi logismatematis. teori ini juga menyangkut hukum-hukum. Definisi teori Abel umpamanya menunjukkan hal seperti itu. dan kaidah-kaidah umum. A theory may be defined as an integrated body of definitions. a theory is a symbolic instruction designed to bring generalizable fact (or laws) into systematic connection. 10): ". him. Rumusan demikian dapat dilihat dalam definisi teori Travers (1960. hipotesis. Pendapat yang hampir sama juga dikemukakan oleh Snow (1973. and b) a system of relationships among the units. him. Dalam rumusan yang lebih kompleks. Karakteristik ketiga yang dipandang sebagai ciri utama suatu teori adalah sifat prediktif (meramalkan). Teori harus mampu menjangkau ke depan. asumsi. Menurut Rose. .

Bagman ketiga adalah bagian dari set universal atau bagian dari keseluruhan yang belum diketahui. kejadian yang diketahui. proposisi. Suatu teori hanya menjelaskan hal yang terbatas. Bagian kedua yang dinyatakan sebagai asumsi.Suatu rumusan yang lebih menyeluruh. and prepositions that present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. yang mengandung tiga karakteristik utama suatu teori (unifying. hlm. Kejadian ini bisa sangat luas atau sangat sempit. universal prepositions. Teori menjelaskan suatu kejadian. hukum. A theory is a set of interelated constructs (concepts). 9). Visualisasi hubungan antara bagian-bagian tersebut dapat dilihat pada bagan berikut. with the purpose of explaining and predicting phenomena". walaupun bersifat tentatif bahwa suatu teori lahir dari suatu proses. Bagian pertama. Dengan bermacam-macam rumusan teori itu diharapkan sampai pada suatu kesimpulan. dan postulat. yang dinyatakan sebagai fakta. Suatu kejadian yang dijelaskan oleh suatu teori menunjukkan suatu set yang universal. BAGAN 2. yang berbeda dengan yang lainnya. teori lain menjelaskan hal yang lebih luas. dan predictive) kita temukan dalam definisi Kerlinger (1973.1 Suatu set kejadian yang terkandung dalam suatu teori . Set universal ini terbentuk oleh tiga bagian. definitions. atau prinsip.

basic concepts.retical terms dapat didefinisikan secara operasional. The basic concept merupakan istilah-istilah yang sangat dasar dan penting dalam menjelaskan suatu set kejadian. yaitu "general language terms. konsep titik (point) dalam geometri. Definisi . Hal yang sangat penting dalam pekerjaan seorang ilmuwan adalah penggunaan istilah-istilah. istilah molekul dalam kimia. Contohnya. teorem. proposisi. tetapi tidak dapat diketahui melalui pengamatan langsung. postulat. asumsi. Sebagai contoh. Theo. oleh karenanya perlu didefinisikan secara operasional. Beauchamp (1975. key terms. Sering terdapat tumpang tindih atau pertukaran pengertian dari istilah-istilah tersebut. dan theoretical contructs". Yang ketiga adalah theoretical constructs.Tugas seorang teoretisi adalah merumuskan istilah-istilah dan pernyataan yang akan menjelaskan isi bagian-bagian dan hubungan di antara bagian-bagian tersebut. Key terms adalah istilah-istilah yang dapat didefinisikan secara operasional seperti pemecahan masalah. and theoretical terms. General language terms merupakan istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu pengetahuan atau bahasa secara umum. tetapi dalam hubungannya dengan key terms. Istilah-istilah tersebut tidak perlu didefinisikan secara operasional karena telah dikenal secara umum. pernyataan pun ada pengkategoriannya. Fakta adalah suatu fenomena yang diketahui melalui pengamatan. Hal lain yang juga sangat penting dalam pekerjaan ilmuwan adalah pernyataan. Gordon dan teman-temannya (1967) membagi istilahistilah yang digunakan dalam suatu teori atas tiga kelas: primitive terms. Pernyataan dapat menunjuk kepada faktafakta. Contoh istilah minat. Suatu teori terdiri atas serangkaian pernyataan. definisi. hipotesis. dalil. hlm. 15) membedakan adanya tiga kelompok istilah. juga penggunaannya sering amat terbatas hanya dalam teori atau konsep tertentu. kebutuhan dalam pengajaran. istilah kurikulum dalam pendidikan. Ia dituntut untuk menggunakan istilah dengan makna yang tepat dan konsisten. di dalam pernyataan tersebut ada istilah-istilah. yang merupakan istilah yang punya makna khusus dalam set kejadian yang akan dijelaskan suatu teori. dan hukum. Primitive terms tak dapat didefinisikan secara operasional. Seperti halnya istilah. Secara hukum istilah-istilah tersebut sering diartikan sebagai berikut. generalisasi.

aksioma. Khusus dalam penelitian Gawin (1963) mengemukakan fungsi teori sebagai: . Dalam usaha mendeskripsikan. Para ahli teori mencari hubungan baru dangan menggabungkan beberapa "set kejadian" menjadi suatu "set kejadian yang baru yang lebih universal". Hal itu mendorong pencarian dan pengkajian selanjutnya. Generalisasi adalah suatu proposisi yang memperkuat atau menegaskan kedudukan suatu anggota atau beberapa anggota kolas. 70) menambahkan fungsi lain. the theory help teioire. teorem. hlm. para ahli terus mencari dan menemukan hukum-hukum baru dan hubungan-hubungan baru di antara hukum-hukum tersebut. yaitu: .. Teorem adalah suatu proposisi yang berasal dari pemikiran atau diturunkan dari aksioma. Fungsi yang lebih besar dari suatu leori adalah melahirkan teori baru. untuk menemukan hukum-hukum baru dan hubungan baru dalam suatu teori baru. Melalui proses demikian mungkin terjadi di dalam suatu "set kejadian". Hipotesis terbentuk oleh satu proposisi atau lebih untuk menjelaskan suatu set kejadian. (1) mendeskripsikan. "A theory nol only explains and predict. Hipotesis. yang memberikan kondisi yang tidak berubah. 1. generalisasi. (2) menjelaskan. semua hukum dan interealasinya dapat dinyatakan dan teori itu telah berkembang menjadi hukum yang lebih tinggi.merupakan perumusan arti dalam bentuk pernyataan formal. Proposisi merupakan suatu pernyataan formal yang memperkuat atau menolak keberadaan sesuatu hal tentang suatu subjek. Brodbeck (1963. menjelaskan. Hukum adalah suatu proposisi yang sudah bersifat tetap. dan hukum-hukum merupakan bentuk-bentuk khusus proposisi. Untuk tiga fungsi tersebut. hlm.. hal itu disimpulkan dari hasil pengamatan atas sejumlah hubungan peristiwa./ searcher to analyze data to make shorthand summarization or synopsis of data an relations. postulat. 70-71) mengemukakan ciri-ciri suatu teori yang baik. Mouly (1970. it also unifies phenomena". and to suggest new thing to try out. Apakah fungsi teori? Minimal ada tiga fungsi teori yang sudah disepakati para ilmuwan yaitu. dan membuat prediksi. dan (3) memprediksi. Aksioma atau postulat adalah suatu proposisi yang diterima sebagai suatu kebenaran.

Kelima pembentukan model-model. Induksi dan deduksi merupakan dua proses penting di dalam mengembangkan pernyataan.1.pernyataan teoretis setelah pendefinisian dan pengklasifikasian. terutama berkenaan dengan kejelasan atau ketepatan penggunaan istilah yang telah didefinisikan. A theory must be compatible both with observation and with previously validated theories. Theories must be stated in simple terms. melalui beberapa langkah. Bagaimana proses pembentukan suatu teori atau bagaimana proses herteori berlangsung. Inferensi ini mungkin ditarik melalui perumusan asumsi. Karena yang dicakup dengan teori sering menyangkut hal-hal yang sifatnya abstrak dan kompleks. Scientific theories must be based on empirical facts and relationships. maka untuk . pendefinisian istilah merupakan hal yang sangat penting berteori. prediksi. Pertama. that theory is best which explains the most in the simplest form. Ada prediksi yang dibuktikan dengan suatu penelitian. 3. Pembentukkan suatu teori yang kompleks mungkin berpangkal dari inferensi-inferensi yaitu penyimpulan dari apa yang diamati. Klasifikasi juga merupakan wugelompokan fakta dan generalisasi ke dalam kelompok-kelompok yang . tetapi tidak menjelaskan interelasi antarkelompok atau interaksi fakta dengan generalisasi dalam suatu kelompok. klasifikasi yaitu pengelompokan informasi-informasi yang revan dengan kategori-kategori yang sejenis. tetapi ada juga prediksi yang tetap sebagai prediksi. hipotesis. Sesuai dengan fungsi dari teori yaitu memberikan prediksi. A theoretical system must permit deduction which be tested empirically. Induksi merupakan proses penarikan kesimpulan yang lebih bersifat umum dari fakta-fakta atau hal-hal yang bersifat khusus. Keempat adalah informasi. 2. Ketiga. 4. dan generalisasi dari hasil-hasil observasi.mogen. dan penelitian. Kedua. mengadakan induksi dan deduksi. Deduksi merupakan penurunan kaidah-kaidah khusus dari kaidah yang lebih umum. teori juga berkembang melalui prediksi dan juga penelitian.

34). atau lebih menekankan pada pengajaran seperti teori Gagne. Sebagai ilmu terapan. psikologi. Model ini menggambarkan kejadian-kejadian serta interaksi antara kejadian. beberapa ahli menyatakan bahwa ilmu pendidikan merupakan ilmu yang "belum jelas". Susunan hierarki teori pendidikan dengan subteori dan teori yang memayunginya dapat dilihat pada Bagan 2. teori pendidikan akan atau dapat berkembang. Yang menjadi subteori dari teori pendidikan adalah teori-teori dalam kurikulum. pengajaran. Teori-teori pendidikan yang ada lebih menggambarkan pandangan filosofis. Boyles (1959) menyatakan bahwa teori pendidikan di Amerika Serikat berada dalam a state of suspended animation. Suatu teori yang telah mapan dan komprehensif mendorong untuk terbentuknya sub-subteori. Kohnstam. perkembangan teori pendidikan berasal dari pemikiranpemikiran filosofis-teoretis. dan sebagainya. tetapi perkembangannya pertama-tama dimulai pada sub-subteorinya. perkembangan yang bermilai teoretis yang merupakan pengkajian masalah-masalah pendidikan dari sudut . Teori Pendidikan Pendidikan merupakan suatu ilmu terapan (applied science). penggambarannya masih tertangguhkan. hlm. dan sebagainya. Menurut Beauchamp (1975. Telah diuraikan sebelumnya bahwa ada dua kecenderungan perkembangan ilmu pendidikan. bimbingan-konseling.2. Pertama. pembentukan subteori. Hal itu diperkuat oleh kenyataan bahwa cukup sulit untuk dapat merumuskan teori pendidikan. sosiologi. B. penelitian empiris dalam praktik pendidikan.memberikan gambaran yang lebih konkret dan sederhana dibuat model-model. yaitu terapan dari ilmu atau disiplin lain terutama filsafat. Masih memerlukan waktu yang cukup lama untuk menampilkan dengan jelas teori pendidikan ini. Keenam. dan humanitas. seperti teori pendidikan Langeveld. evaluasi. Skinner. Dengan latar belakang seperti itu. Subteori ini cenderung memperluas lingkup dari suatu teori dan juga memberikan penyempurnaan. dan administrasi pendidikan.

kecuali beberapa prinsip utamanya. Keduanya dapat ding membantu. itu pun dengan keberapa modifikasi. Seharusnya tidak terjadi hal yang demikian. Anima teori dengan praktik memang terdapat perbedaan. sekalipun tidak banyak dilandasi oleh teori-teori yang kuat. teori IT Rousseau yang menekankan pendidikan alam dengan peranan anak sebagai subjek yang penuh potensi. Sebagai contoh. Dalam kenyataan. dan memperkaya. The world of practicality is built around clusters of specific events. beauchamp menjelaskan: Theory by its nature is impractical. perkembangan ilmu pendidikan dari praktik pendidikan. melengkapi. The world of theory derives from generalization law a axiomes and theorems explaining specific events and the relationships among them (Beauchamp. Mengenai perbedaan antara teori dengan praktik.BAGAN 2. Sebaliknya para pendidik di lapangan melaksanakan praktik pendidikan yang lebih didasarkan atas kebutuhan kebutuhan prakt is. . dan lain-lain. psikologi. 35). sebab seharusnya praktik dilandasi oleh teori. tetapi keduanya ingat berkaitan erat. hampir tidak ada yang melaksanakanIlya secara penuh. Hanya sedikit hasil-hasil pengkajian leoretis yang diterapkan para pelaksana pendidikan. him. tidak ada praktik yang baik tanpa teori yang mapan. seperti filsafat. Kedua. 1975. tidak selalu terjadi hal yang demikian.2 Susunan hierarki teori pendidikan dan kurikulum pandang ilmu lain.

tentang manusia. dikemukakan pandangan filosofisnya tentang peranan sekolah (pendidikan). yang keduanya merupakan bahasan dari bidang filsafat. Kebanyakan teori pendidikan yang ada. pragmatisme dari Mc. etika. atau dengan kata lain perbuatan mendidik selalu menyangkut nilai. dan sumber-sumber nilai. Antara keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan. idealisme dari Butler. dan eksistensialisme. rekonstruksionalisme. umpamanya menyatakan bahwa filsafat merupakan teori umum dari pendidikan. Dari proposisi-proposisi tersebut diturunkan secara deduktif informasi.Walaupun terdapat perbedaan. keduanya tidak dapat dipisahkan. Murray. seperti dalam filsafat pendidikan realisme dari Borudy. Filsafat mempunyai hubungan yang sangat erat dengan teori pendidikan. Sebagai ilmu dari segala ilmu. Pengembangan teori deskriptif berhubungan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach). Mendidik atau pendidikan berkenaan dengan perbuatanperbuatan yang tidak lepas dari nilai. Pratte menegaskan hubungan antara filsafat dengan teori pendidikan di dalam uraiannya tentang teori pendidikan modern yaitu pendidikan progresif (eksperimentalisme). esensialisme. juga dari proposisiproposisi tersebut hubungan antara beberapa hal dirumuskan. Dalam semua aliran filsafat ini. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian proposisi yang berinterelasi secara logis. Teori menjadi pedoman bagi praktik dan praktik memberi umpan balik bagi pengembangan teori. sedangkan pengembangan teori preskriptif berhubungan dengan pendekatan atau teknik-teknik filosofis (techniques of philosophy). John Dewey seorang ahli filsafat pendidikan progresif. filsafat mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu pendidikan dan teori pendidikan. ten tang hakikat pengetahuan. juga sebagai teori pendidikan. Teori pendidikan selalu menyangkut tentang teori nilai. Teori deskriptif terdiri atas serangkaian rencana kegiatan atau proposisi mengenai sesuatu kerangka masalah. .informasi baru. tentang nilai. kalau tidak berlandaskan psikologi maka bersumber pada filsafat. Filsafat khususnya filsafat pendidikan memberikan pedoman bagi perumusan aspek-aspek pendidikan. Beberapa aliran filsafat pendidikan menggambarkan kedudukannya. perenialisme. Ada dua kategori teori yaitu teori deskriptif dan preskriptif.

A unified theory has to provide for general and special education. Teori hasil belajar sesuai dengan namanya mengutamakan hasil. and self development. b. dalam teori ini anak menempati kedudukan sentral dalam pendidikan. Broudy menyatakan perlunya suatu teori pendidikan yang utuh yang membentuk satu kesatuan.Hugh C. Teori tradisional menekankan fungsi pendidikan sebagai pemelihara dan penerus warisan budaya.3. Dalam simposium di Universitas John Hopkins tahun 1961. for differences in ability and bent (Broudy. vocation. dan teori proses belajar. Keenam teori tersebut dapat dilihat pada Bagan 2. Brouner mengidentifikasi enam teori pendidikan yang berkembang di merika Serikat pada tahun 1960-an. 1960. Teori pendidikan yang demikian sangat diperlukan mengingat hal-hal sebagai berikut. yaitu teori tradisional. c. hlm. dibahas hvherapa makalah yang menguraikan apakah pendidikan merupakan BAGAN 2. Harry S.3 Enam teori pendidikan (menurut Brouner) . Teori pendidikan bukan saja berkembang melalui pemikiran p.mikiran filosofis atau teori preskriptif. A unified theory must be judicious about the latest development in learning theory and teaching technology. teori progresif memandang pendidikan sebagai penggali potensi anak-anak. juga dikembangkan melalui ponglojfisn pengkajian ilmiah (teori deskriptif). The present and projected kinds of knowledge and personality traits required for citizenship. teori progresif. teori hasil belajar. 24). sedangkan teori proses belajar mengutamakan proses belajar. Black dalam bukunya A Four fold Classification of Educational Theories (1966) mengemukakan empat teori pendidikan. a.

4. March Beth dalam buku Education as a Discipline (1965) menegaskan bahwa pendidikan adalah suatu disiplin. Prinsip-prinsip dan prosedur analisis dari model-model pendidikan. Studi tentang pendidikan merupakan suatu kajian tentang bagaimana cara atau model-model inkuiri disusun. Pendidikan adalah suatu bidang studi (suatu disiplin) dalam bidangnya. dan disusun kembali. yang ditandai sejumlah pelayanan yang diberikannya. saat. la menolak pandangan bahwa pendidikan hanyalah aplikasi dari disiplin-disiplin lain. Lebih jauh berisi kajian tentang modelmodel yang cocok pada suatu tempat. Studi tentang fungsi dari model-model yang ada. bagaimana penerapannya dalam berbagai tingkat sekolah dan berbagai jenis mata pelajaran. dikembangkan. . Sejarah tentang teori dan model-model pendidikan 2. memandang pendidikan merupakan aplikasi dari berbagai disiplin. Studi lebih mendalam tentang variasi model. Menurut Beth.. Mereka yang menyangkal.suatu disiplin ilmu atau bukan? Beberapa makalah mengakui pendidikan sebagai disiplin ilmu. serta syarat-syarat yang diperlukan bagi pelaksanaan model tersebut. studi tentang pendidikan mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. sebagai bahan dan alat untuk mempelajari dan mengembangkannya. makalah lainnya menyangkalnya. Pendidikan hanyalah suatu profesi. 3. digunakan.

generalisasi. pengajaran. asumsi-asunro hipotesis. jumlah pengetahuan empiris yang ada. Dalam bidang studi tersebut.5. evidence mounts that education is sufficiently mature to become an organized field of study. makna tersebut Irryndi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum. Isi rumusan-rumusan tersebut ditentukan oleh lingkup dari rentetan kejadian yang dicakup. Pengembangan teori pendidikan menjadi semakin besar dan pesat dengan berkembangnya sub-subteori pendidikan. dan lain-lain. Terlepas dari apakah pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu atau bukan. . yang disusun sedemikian rupa sehingga memberikan makna yang fungsional terhadap serangkaian kejadian. penggunaan dan evaluasi kurikulum. Pelaksanaan model sesuai dengan kondisi waktu. evaluasi. hukum. serta fasilitas yang ada. dan administrasi pendidikan. penyuluhan. pengembangan. yaitu sebagai suatu perangkat pernyataan yang rnemberikan makna terhadap kurikulum sekolah. karena allanya petunjuk perkembangan. Beauchamp (175. hlm. penggunaan. kemampuan para pelaksana. perencanaan. 43) menyatakan bahwa Irrespective of label. maka dapatlah dirumuskan tentang teori kurikulum. evaluasi kurikulum. dan tingkat keluasan_ dan kedalaman teori dan penelitian di sekitar kejadian-kejadian tersebut. Bahan kajian dari teori kurikulum adalah hal-hal yang berkaitan dengan renentuan keputusan. yaitu bimbingan clan konseling. Perangkat pernyataan tersebut dirumuskan dalam bentuk definisi deskriptif atau fungsional. atau teorem-teorem. kurikulum. Teori Kurikulum Telah diuraikan sebelumnya bahwa teori merupakan suatu perangkat pernyataan yang bertalian satu sama lain. pendidikan tetap merupakan suatu bidang studi. teori-teori pendidikan dikembangkan. suatu konstruksi fungsional. C. Kalau konsep-konsep itu diterapkan dalam kurikulum.

bahkan sistem masyarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia.purnakannya. Ini merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. (3) melakukan penelitian inferensial dan prediktif. ataupun seluruh negara. kurikulum sebagai suatu bidang studi yaitu bidang studi kurikulum. Konsep kedua. Ada tiga konsep tentang kurikulum. mengevaluasi. propinsi. atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai. dan menyem. kurikulum sebagai substansi. dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid di sekolah. para ahli teori kurikulum juga dituntut untuk: (1) mengembangkan definisi-definisi deskriptif dan preskriptif dari istilah-istilah teknis. mengembangkan dan . mereka menemukan hal-hal baru yang dapat memperkaya dan memperkuat bidang studi kurikulum. jadwal. kegiatan belajar-mengajar. dan sebagai bidang studi. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sistem kurikulum. suatu sekolah. Suatu kurikulum juga dapat digambarkan sebagai dokumen tertulis sebagai hasil persetujuan bersama antara para penyusun kurikulum dan pemegang kebijaksanaan pendidikan dengan masyarakat. sistem pendidikan. melaksanakan.1. Hasil dari suatu sistem kurikulum adalah tersusunnya suatu kurikulum. Konsep pertama. sebagai sistem. dan prosedur kerja bagaimana cara me nyusun suatu kurikulum. suatu kabupaten. bahan ajar. (2) mengadakan klasifikasi tentang pengetahuan yang telah ada dalam pengetahuan-pengetahuan baru. Suatu kurikulum juga dapat mencakup lingkup tertentu. Konsep kurikulum Konsep terpenting yang perlu mendapatkan penjelasan dalam teori kurikulum adalah konsep kurikulum. Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan. suatu kurikulum. adalah kurikulum sebagai suatu sistem. Mereka yang mendalami bidang kurikulum mempelajari konsep-konsep dasar tentang kurikulum. Suatu kurikulum juga dapat menunjuk kepada suatu dokumen yang berisi rumusan tentang tujuan. yaitu sistem kurikulum. (4) mengembangkan subsubteori kurikulum. kurikulum sebagai suatu substansi. Seperti halnya para ahli ilmu sosial lainnya. Konsep ketiga. dan fungsi dari sistem kurikulum adalah bagaimana memelihara kurikulum agar tetap dinamis. dan evaluasi. Melalui studi kepustakaan dan berbagai kegiatan penelitian dan percobaan.

keduanya setuju atas penggunaan teknik ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah kurikulum. kebiasaan. Melalui pencapaian keempat hal tersebut baik sebagai subtansi. Charlters (1923) setuju dengan konsep Bobbit tentang analisis kecakapan/pekerjaan sebagai dasar penyusunan kurikulum. Perkernbangan teori kurikulum Perkembangan teori kurikulum tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangannya. sikap. Ada dua hal yang sama dari teori kurikulum. yaitu kehidupan manusia. maupun bidang studi kurikulum dapat bertahan dan dikembangkan. Werrett W. Kecakapan-kecakapan yang harus dikuasai untuk dapat terjun dalam kehidupan sangat bermacam-macam. keterampilan. Bobbit sering dipandang sebagai ahli kurikulum yang pertama. inti teori kurikulum itu sederhana.melaksanakan model-model kurikulum. Bobbit adalah orang pertama yang mengadakan analisis kecakapan atau pekerjaan sebagai cara penentuan keputusan dalam penyusunan kurikulum. Hal-hal itu merupakan tujuan kurikulum. ia perintis pengembangan praktik kurikulum. Keempat tuntutan tersebut menjadi kewajiban seorang ahli teori kurikulum. terbentuk oleh sejumah kecakapan pekerjaan. Pertama. Untuk mencapai hal-hal itu ada serentetan pengalaman yang harus dikuasai anak. Dalam hal ini mereka dipengaruhi oleh gerakan . apresiasi tertentu. Dia jugalah yang menggunakan pendekatan ilmiah dalam mengidentifikasi kecakapan pekerjaan dan kehidupan orang dewasa sebagai dasar pengembangan kurikulum. Seluruh tujuan beserta pengalamanpengalaman tersebut itulah yang menjadi bahan kajian teori kurikulum. Perkembangan kurikulum telah dimulai pada tahun 1890 dengan tulisan Charles dan McMurry. Kehidupan manusia meskipun berbeda-beda pada dasarnya sama. Setiap tingkatan dan lingkungan kehidupan menuntut penguasaan pengetahuan. Char ters lebih menekankan pada pendidikan vokasional. sebagai sistem. 2. teori Bobbit dan Charters. bergantung pada tingkatannya maupun jenis lingkungan. tetapi secara definitif berawal pada hasil karya Franklin Babbit tahun 1918. Pendidikan berupaya mempersiapkan kecakapan-kecakapan tersebut dengan teliti dan sempurna. Menurut Bobbit.

Dalam pengembangan kurikulumnya. nilai. memilih isi. ia mengembangkan konsep kurikulum yang berpusat pada masyarakat atau pekerjaan (society centered) maka Caswell mengembangkan kurikulum yang bersifat interaktif. Charles Judd.. pengetatitian. Alabama. (3) Monoirt atau meramalkan pendekatan-pendekatan pada masa yang akan dittoing untuk memecahkan masalah tersebut. keduanya bertolak pada asumsi bahwa sekolah berfungsi mempersiapkan anak bagi kehidupan sebagai drang dewasa. Thorndike. menentukan struktur dari penyusunan kurikulum. berkembang gerakan pendidikan yang berpusat pada anak (child centered). . karena pengaruh pendidikan progresif. Sebagai hasil diskusi tersebut 4. Kedua. Penyusunan kurikulum harus melibatkan siswa. menilai hasil. Untuk mencapai hal tersebut.11111muskan tiga tugas utama teori kurikulum: (1) mengidentifikasi Nin~. dan lain-lain. Pada tahun 1947 di Univeristas Chicago berlangsung diskusi besar ri lama tentang teori kurikulum.rIah masalah penting yang muncul dalam pengembangan kurikulum tirui konsep-konsep yang mendasarinya. Caswell menekankan pada partisipasi guru-guru. sikap. Perkembangan teori kurikulum selanjutnya dibawakan oleh Hollis I swell. Virginia). perlu analisis tentang tugas-tugas dan tuntutan dalam kurikulum disusun keterampilan. (2) menentukan hubungan antara Malin tersebut dengan struktur yang mendukungnya. menentukan kegiatan belajar. Bertolak pada hal-hal tersebut mereka itionyusun kurikulum secara lengkap dalam bentuk yang sistematis. Mulai tahun 1920. kurikulum. Anak menjadi pusat perhatian Isi kurikulum harus didasarkan atas minat dan kebutuhan alswa. Pendidikan menekankan kepada aktivitas siswa. siswa belajar nu lalui pengalaman. Teori kuri ulum k berubah dari yang menekankan pada organisasi isi yang diarahkan pada kehidupan sebagai orang dewasa (Bobbit dan Charters) kepada kl‡hidupan psikologis anak pada saat ini. Ida. Dalam peranannya sebagai ketua divisi pengembang kurikulum beberapa negara bagian di Amerika Serikat (Tennessee.ilmiah dalam pendidikan yang dipelopori oleh El. dan lain-lain yang diperlukan untuk dapat berpartisipasi dalam kehidupan orang dewasa. Ism dalam menentukan kurikulum. dan sebagainya. dalam merumuskan pengertian dalam merumuskan tujuan.

sebagai prinsip-prinsip yang menjadi pegangan dalam menjelaskan fenomena kurikulum. analisis dan klasifikasi pengetahuan. Bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan tersebut secara efektif? 4. mengajar (teaching). Tylor (1949) mengemukakan empat pertanyaan pokok yang menjadi inti kajian kurikulum: 1. generalisasi atau kaidahkaidah. Pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disediakan untuk mencapai tujuan tersebut? 3. yaitu dalam (1) merumuskan dan mempertimbangkan tujuan pendidikan. pengajaran (instruction). ada tiga sumbangan utama filsafat terhadap teori kurikulum. (2) memilih dan menyusun bahan. Melihat kurikulum sebagai suatu sistem dalam sistem yang lebih besar yaitu persekolahan dapat memperjelas pemikiran tentang konsep kurikulum. Tujuan pendidikan yang manakah yang ingin dicapai oleh sekolah? 2. Dalam makalah kedua. penggunaan penelitianpenelitian prediktif untuk menambah konsep. Beauchamp dan Othanel Smith.Ralph W. teori kurikulum secara konseptual berhubungan erat dengan pengembangan teori dalam ilmu-ilmu lain. Penggunaan model sistem juga dapat . James B. dan (3) perumusan bahasa khusus kurikulum. Othanel Smith menguraikan peranan filsafat dalam pengembangan teori kurikulum yang bersifat ilmiah. Menurut Smith. Menurut Beauchamp. Bagaimana kita menentukan bahwa tujuan tersebut telah tercapai? Empat pertanyaan pokok tentang kurikulum dari Tylor ini banyak dipakai oleh para pengembangan kurikulum berikutnya. Ada empat sistem dalam persekolahan yaitu kurikulum. Hal-hal yang penting dalam pengembangan teori kurikulum adalah penggunaan istilah-istilah teknis yang tepat dan konsisten. dan belajar. MacDonald (1964) melihat teori kurikulum dari model sistem. Dalam konferensi nasional perhimpunan pengembang dan pengawas kurikulum tahun 1963 dibahas dua makalah penting dari George A. Beauchamp menganalisis pendekatan ilmiah tentang tugas-tugas pengembangan teori dalam kurikulum. Interaksi dari empat sistem ini dapat digambarkan dengan suatu diagram Venn.

Broudy. sosiologi.membantu para ahli teori kurikulum rnenentukan jenis dan lingkup konseptualisasi yang diperlukan dalam teori kurikulum. (6) proses kurikulum (7) prosedur analisis structural fungsional. BAGAN 2. dan antropologi untuk menjelaskan konsep kurikulum. (2) sistem kurikulum. Ia mengidentifikasi adanya enam komponen kurikulum sebagai bidang studi. evaluasi dan penelitian. (3) unit analisk (Ian unsur unsurnya. dan Burnett (1964) menjelaskan masalah persekolahan dalam suatu skema yang menggambarkan komponen-komponen dari keseluruhan proses mempengaruhi anak. desain kurikulum. dan Bunett.4 Skema persekolahan dari Broudy. Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam analisis struktural-fungsional ini. Thomas L. Smith. (5) Fungsi sistem kurikulum. Faix (1966) menggunakan analisis struktural-fungsional yang berasal dari biologi. yaitu: landasan kurikulum. Beauchamp merangkumkan perkembangan teori kurikulum antara tahun 1960 sampai dengan 1965. Topik dan subtopik dari pertanyaan ini menunjukkan fenomena-fenomena kurikulum Pertanyaan-pertanyaan itu menyangkut: (1) pertanyaan umum tentang fenomena kurikulum. Smith.4. Fungsi kurikulum dilukiskan sebagai proses bagaimana memelihara dan mengembangkan strukturnya. Skema persekolahan dari Broudy dan kawan kawannya dapat dilihat pada Bagan 2. (4) struktur sistem kurikulum. dan pengembangan teori. CURRICULUM Content Facts Concept Desriptive Principles Categories of instruction Symbolic studies Basic Sciences Developmental studies Testhetics studies Students Learnings: Cognitive maps Evaluational maps Modes of Teaching Situational Modes Operational Modes . isi kurikulum. rekayasa kurikulum.

kita tidak setuju dengan seluruh pendapat Maccia. Kurikulum merupakan hasil dari sistem . Teori kurikulum formal memusatkan perhatiannya pada struktur isi kurikulum. Mauritz Johnson (1967) membedakan antara kurikulum dengan proses pengembangan kurikulum. teori kurikulum merupakan subteori pengajaran. Menurut Maccia. Teori kurikulum yaluasional mengkaji masalah-masalah pengajaran apa yang berguna/ berharga bagi keadaan sekarang. yaitu: (1) teori kurikulum (curriculum theory). (2) teori kurikulum-formal (formal-curriculum theory). (3) teori kurikulum valuasional (valuational curriculum theory). Walaupun mungkin. Teori kurikulum (curriculum Theory atau event theory) merupakan teori yang menguraikan pemilihan dan pemisahan kejadian/peristiwa kurikulum atau yang berhubungan dengan kurikulum dan yang bukan. Maccia (1965) dari hasil analisisnya menyimpulkan adanya empat teori kurikulum. dan (4) teori kurikulum praksiologi (praxiological curriculum theory). kurikulum merupakan bagian dari pengajaran. Teori kurikulum praksiologi merupakan suatu pengkajian tentang proses untuk mencapai tujuantujuan kurikulum. tetapi ia telah berhasil menunjukkan sejumlah dimensi kurikulum yang cukup berharga untuk menjelaskan teori kurikulum.Attitudes and values systems Associative meanings and images Intellectual Operations Excecutive Operations Assessment system: Examinations Tests: Essay-Objective Teacher Judgements Self evaluation Self inventory" Alizabeth S.

Semua rumusan teori kurikulum diawali dengan definisi. Beberapa pertanyaan umum tentang karakteristik kurikulum sebagai bidang studi yang perlu didefinisikan umpamanya. Aktor adalah orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan kurikulum. Curriculum is the criterion for instructional evaluation.pengembangan kurikulum. Menurut Johnson. Johnson menganalisis enam unsur kurikulum. serta struktur. dan evaluasi. A curriculum is a structured series of intended learning out comes. sumber-sumber kebijaksanaan kurikulum. rekayasa kurikulum. Curriculum guide instruction 5. Frymier (1967) mengemukakan tiga unsur dasar kurikulum. Structure is an essential charactistic of curriculum. Pelaksanaan adalah proses interaksi antara aktor yang melibatkan artifak. Jack R. kurikulum merupakan seperangkat tujuan belajar yang terstruktur. pengalaman belajar anak menjadi bagian dari pengajaran. yaitu: 1. apakah kurikulum merupakan suatu konsep dalam sistem persekolahan? Apakah kurikulum mencakup mengajar dan pengajaran? Sampai sejauh mana kegiatan belajar siswa menjadi bagian kurikulum? Apakah ruang lingkup kurikulum sebagai bidang studi? Beberapa pertanyaan yang lebih khusus. peranan nilai dalam pengembangan kurikulum. Definisi di sini bukan sekadar definisi istilah. kurikulum berkenaan dengan tujuan dan bukan dengan kegiatan. melainkan definisi konsep. tetapi sistem pengembangan bukan kurikulum. pelaksanaan. Berdasarkan rumusan kurikulum tersebut. yang lebih berkenaan dengan karakteristik desain kurikulum. 3. umpamanya apakah kurikulum harus memiliki serangkaian tujuan khusus? Apakah kurikulum perlu memiliki sejumlah materi untuk mencapai . Curriculum evaluation involeves validation of both selection and structure. dan implikasi teori kurikulum. Studi kurikulum menurut Frymier meliputi tiga langkah: perencanaan. isi dan ruang lingkup. 6. Ada beberapa masalah atau isu substansial dalam pembahasan tentang teori kurikulum. yaitu aktor. 4. desain kurikulum. dan pelaksanaan. Artifak adalah isi dan rancangan kurikulum. yaitu definisi kurikulum. Selection is an essential aspect of curriculum formulation. artifak. Jadi. 2.

Pendidikan atau pengajaran I iiikan memberikan sesuatu pada anak. Sumber lain penyusunan kurikulum adalah anak. dan lain-lain. Anak menjadi sumber kegiatan pengajaran. Manusia adalah makhluk yang berbudaya.einua disiplin ilmu yang telah ditemukan dan dikembangkan para pakar. perkembangan serta minat siswa.tujuan-tujuan tersebut? Apakah kurikulum perlu mengadakan rumusan yang lebih spesifik tentang rencana dan bahan pengajaran? Apakah perlu ada spesifika4i tentang makna perencanaan.hutuhan-kebutuhan siswa. ia harus mempelajari budaya. perilaku. yaitu kebutuhan siswa. dan turut menciptakan budaya. Jadi. Sumber Pengembangan Kurikulum Dari kajian sejarah kurikulum. Untuk dapat hidup dalam Iingkungan budaya. kurikulum terutama isi kurikulum diambil dari kehidupan orang dewasa. Hal lain yang menjadi sumber penyusunan kurikulum adalah nilai nilai. itilai-nilai adat-istiadat. Karena sekolah mempersiapkan anak bagi kehidupan orang dewasa. tingkat-tingkat perkembangan siswa. Beauchamp menegaskan bahwa nilai dapat merupakan sumber penentuan . Ada tiga pendekatan terhadap anak sebagai sumber kurikulum. pelaksanaan. Beberapa pengembang kurikulum mendasarkan penentuan kurikulum kepada pengalaman-pengalaman penyusunan kurikulum yang lalu. Para pengembang kurikulum mendasarkan kurikulumnya atas hasil analisis pekerjaan dan kehidupan orang dewasa. Pengalaman pengembangan kurikulum yang lalu menjadi sumber penyusunan kurikulum kemudian. yang belajar adalah anak. melainkan menumbuhkan potensipolensi yang telah ada pada anak. hidup dalam Iingkungan budaya. Dalam pendidikan *Wm pengajaran. dan evaluasi kurikulum? 1. kita mengetahui beberapa hal yang menjadi sumber atau landasan inti penyusunan kurikulum.sernua unsur kebudayaan. ada pengembangan kurikulum bertolak dari . Pengembangan kurikulum pertama bertolak dari kehidupan dan pekerjaan orang dewasa. sumber ini menjadi luas meliputi . ia menjadi sumber kurikulum. maka budaya menjadi sumber utama isi kurikulum. Dalam pengembangan selanjutnya. serta hal hal yang diminati siswa. Budaya ini mencakup . bendabenda..

Dalam desain kurikulum. Desain dan Rekayasa Kurikulum Telah diutarakan sebelumnya bahwa ada dua subteori dari teori kurikulum. Di Indonesia. serta proses belajar yang akan diikuti siswa pada berbagai tahap perkembangan pendidikan. Di Amerika Serikat pemegang kekuasaan sosial-politik yang menentukan kebijaksanaan dalam kurikulum adalah board of education lokal yang mewakili negara bagian. ada dua dimensi penting. Dalam desain kurikulum akan tergambar unsur-unsur dari kurikulum. (2) model pengorganisasian dan bagian-bagian kurikulum terutama organisasi dan proses pengajaran. dengan materi tersebut tujuantujuan kurikulum dapat dicapai. Nilai-nilai apakah yang harus diberikan dalam pelaksanaan kurikulum? Nilai-nilai apa yang digunakan sebagai kriteria penentuan kurikulum dan pelaksanaan kurikulum. pemegang kekuasaan sosial. yaitu desain kurikulum (curriculum design) dan rekayasa kurikulum (curriculum engineering). kurikulum mempunyai tiga karakteristik. berdasarkan garis-garis besar tujuan tersebut desain kurikulum disusun. yaitu: (1) kurikulum merupakan dokumen tertulis. (2) berisi garis-garis besar rumusan tujuan.politik dalam penentuan kurikulum adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah serta Dirjen Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Balitbangdikbud. . Desain kurikulum merupakan suatu pengorganisasian tujuan. isi.keputusan yang dinamis. Pada pendidikan dasar dan menengah. kekuasaan penyusunan kurikulum sepenuhnya ada pada pusat. serta hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya. 2. prinsipprinsip pengorganisasian. Terakhir yang menjadi sumber penentuan kurikulum adalah kekuasaan sosial-politik. yaitu (1) substansi. Pertanyaan pertama yang muncul dalam kurikulum yang berdasarkan nilai adalah: Apakah yang harus diajarkan di sekolah? Ini merupakan pertanyaan tentang nilai. (3) isi atau materi ajar. sedangkan pada perguruan tinggi rektor diberi kekuasaan untuk menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam penyusunan kurikulum. hubungan antara satu unsur dengan unsur lainnya. Menurut Beauchamp. unsur-unsur serta organisasi dari dokumen tertulis kurikulum.

Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (definisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya. dan mengadakan penyempurnaan kurikulum. yaitu 1) arena atau lingkup tempat dilaksanakannya berbagai proses rekayasa kurikulum. (2) keterlibatan orang-orang dalam proses kurikulum. Para pengelola di daerah dan sekolah berperan melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kurikulum Seluruh sistem rekayasa kurikulum menurut Beauchamp mencakup lima hal. Kedua kurikulum itu dievaluasi. Juga mereka memberi tugas dan tanggung jawab menyusun dan mengembangkan berbagai bentuk pedoman dan petunjuk pelaksanaan kurikulum. Rekayasa kurikulum berkenaan dengan bagaimana proses memfungsi an k kurikulum di sekolah. Pengelola kurikulum di sekolah terdiri atas para pengawas/periilik dan kepala sekolah. mengembangkan. sedangkan pada tingkat pusat adalah Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum BaLitbang Dikbud dan para Kasubdit/Kepala Bagian Kurikulum di Direktorat. Dengan menerima pelimpahan wewenang dari Menteri atau Dirjen. serta bagaimana mengadakan penyemprunaan-penyempurnaan berdasarkan masukan dari pengalaman. 2. (3) tugas-tugas dan prosedur perencanaan kurikulum. 82) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum. ketentuan-ketentuan tentang bagaimana penggunaan kurikulum. Beauchamp (hlm. 3. Dari semua uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan teori kurikulum. . yaitu: 1. para pejabat pusat tersebut merancang. Pertama. Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik dari desain kurikulumnya. Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber pangkal tolaknya.Ada dua hal yang perlu ditambahkan dalam desain kurikulum. baik bentuk desainnya maupun sistem pelaksanaannya. (4) tugas-tugas dan prosedur implementasi kurikulum. upaya-upaya yang perlu dilakukan para pengelola kurikuluin agar kurikulum dayat berfungsi sebaik-baiknya. dan (5) tugas-tugas dan prosedur evaluasi kurikulum.

1978. Curriculum Change in the Nineteenth and Twentieth Centuries. Bagian selanjutnya menguraikan suatu analisis tentang isu -isu teoretis. perpaduan antara pengetahuan-humanisme-agama. dengan berpegang atas hasil-hasil penelitian. 5. Bagian terakhir mengemukakan teori kurikulum hasil pengembangan/pemikiran penulis sendiri. Curriculum Theory. terutama . Karena Jebih banyak menguraikan kurikulum secara teoritis maka sumbangan buku ini terutama dirasakan oleh para ahli kurikulum. Buku ini merupakan edisi ketiga. Seluruh isi buku ini terbagi atas tiga bagian. Yang dibahas dalam buku ini adalah perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam kurikuldm selama abad ke-19 dan ke-20. pembentukan teori. serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Wilmettee. Perubahan kurikulum dilatarbelakangi oleh perubahan atau perkembangan teori pendidikan yang mendasarinya. clan perubahan ideologi dari elitisme pada . teori dalam pendidikan. problema dan alternatif pemecahan problema dalam pengembangan kurikulum.4. Perubahan kurikulum dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat yang dilatarbelakangi oleh perkembangan ilmu dan teknologi. dan perencana pengajaran. ahli pendidikan.difokuskan pada kurikulum sebagai bidang studi dari teori kurikulum. 1975. Edisi ini merupakan hasil penyempurnaan atas dua edisi sebelumnya. Bagian pertama membahas teori kurikulum yang merupakan subteori dari pendidikan: teori kurikulum sebagai masalah pendidikan. Gordon. Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi di antara proses tersebut. teori kurikulum. Illinois: The KAGG Press. yang dibahas dalam buku ini adalah suatu teori kurikulum. begitupun para praktisi juga dapat mengambil manfaatnya. London: Hodder and Stoughton. Denis. Sesuai dengan judulnya. D. Buku Acuan Beauchamp. revolusi industri. George A. Teori pendidikan mempengaruhi penentuan isi maupun proses pengajaran. Setiap teori kurikulum hendaknya menyiapkan diri bagi proses penyempurnaannya. Peter and Lawton.

Bullough Jr. Academic Press Publishing Co. Eksperimen menunjukkan bahwa pengaruh media gambar dan bahasa sangat besar terhadap tingginya perkembangan keterampilan konseptual. Buku ini menyajikan suatu hasil studi kritis terhadap pengaruh munculnya nilai-nilai sebagai akibat perkembangan teknologi. a!. Cognitive Development. I ebih jauh dibuktikan besarnya pengaruh kebudayaan terhadap porkembangan . Buku ini membahas tiga masalah teoretis utama. David R. Olson. etestis. sehingga terbentuk sikap dan anggapan yang kurang menghargai kebebasan dan perkembangan manusia. Robert. bukan membatasinya. London: Teachers College Press. Struktur persekolahan yang ada memperkuat hal tersebut. Pendidikan harus memiliki keterbukaan. New York. et. dan pengaruh pengajaran terhadap pembentukkan dan perkembangan konsep. Akibat terlalu berjiwa teknologis maka mempersempit arti pendidikan dan membatasi perkembangan lingkungan pendidikan yang kreatif. Karena pengaruh perkembangan teknologi pendidikan tidak lebih dari suatu latihan untuk mempersiapkan pekerja. Human Interest in Curriculum. Buku ini sangat berharga bagi para ahli pendidikan. yaitu peranan bahasa dalam perkembangan intelektual. maupun moral dengan sempurna. 1970. Ketiga hal itu didukung oleh hasil penelitian dari delapan eksperimen tentang perkembangan konsep diagonal anak usia 3 sampai dengan 6 tahun. yang memungkinkan berpikir dan berbuat yang leluasa. Penulis menentang technocratic mindedness dan menganjurkan critical atau philosophical mindedness. hubungan antara informasi perseptual dengan tingkah laku nyata. 1984.. dan juga bagi guru-guru atau calon guru. Juga yang berperanan besar terhadap perubahan kurikulum adalah pemerintah dan kelompok. prosesnya menekankan efisiensi dan kontrol. agar memungkinkan pertumbuhan segi kognitif. ahli kurikulum. Hal itu tercapai melalui interaksi komunikatif. Columbia University.demokrasi. Pendidikan harus memperluas emansipasi manusia. New York. Apa yang dikemukakan dalam karangan ini adalah suatu teori tentang perkembangan intelektual anak. baik di dalam merencanakan rnaupun melaksanakan pendidikan dan pengajaran.

intelektual anak. para ahli kurikulum dan pengajaran serta ahli bimbingan dan penyuluhan sebagai pegangan atau kihan perbandingan dalam melakukan tugas-tugasnya. . Apa yang dibahas dalam buku ini sangat herguna bagi para peneliti di bidang pendidikan.

BAB 3 LANDASAN FILOSOFIS DAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam keseluruhan aspek kehidupan manusia. khususnya kurikulum yang lemah. pertanian. Pendidikan "menentukan" model manusia yang akan dihasilkannya. Kalau landasan pembuatan sebuah gedung tidak kokoh yang akan ambruk adalah gedung tersebut. Apakah yang menjadi tujuan pendidikan. Ada beberapa landasan utama dalam pengembangan suatu kurikulum. penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan. apa isi pendidikan dan bagaimana proses interaksi pendidikan tersebut. Di dalam interaksi tersebut terlibat isi yang diinteraksikan serta proses bagaimana interaksi tersebut berlangsung. yaitu landasan filosofis. tetapi kalau landasan pendidikan. perkembangan seluruh aspek kepribadian manusia. siapa pendidik dan terdidik. Pada bab ini akan dibahas landasan filosofis dan landasan psikologis. landasan sosial budaya. pendidikan berkaitan langsung dengan pembentukan manusia. A. . Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat. landasan psikologis. Kalau bidang-bidang lain seperti ekonomi. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia. menentukan proses pelaksanaan dan basil pendidikan. Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam seluruh kegiatan pendidikan. Landasan Filosofis Pendidikan berintikan interaksi antarmanusia. Hal itu disebabkan pendidikan berpengaruh langsung terhadap perkembangan manusia. dan sebagainya berperan menciptakan sarana dan prasarana bagi kepentingan manusia. serta perkembangan ilmu dan teknologi. sedangkan landasan sosial-budaya dan perkembangan ilmu dan teknologi akan dibahas pada bab selanjutnya. yang akan "ambruk" adalah manusianya. yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. arsitektur. terutama antara pendidik dan terdidik untuk mencapai tujuan pendidikan.

menghilangkan hal-hal yang bersifat subjektif. Pengetahuan tersebut diperoleh melalui proses berpikir. Secara harfiah filosofis (filsafat) berarti "cinta akan kebijakan" (love of wisdom). atau berpikir sampai ke akar-akarnya (radic berarti akar). Sering dikatakan bahwa filsafat merupakan ibu dari segala ilmu. yaitu berpikir secara sistematis. Pemikiran demikian dalam filsafat sering disebut sebagai pemikiran radikal. berusaha menguraikan keTeluruhan dalam bagian. yang esensial yaitu jawaban-jawaban filosofis. Keduanya dapat memberikan bahan-bahan bagi manusia untuk membantu memecahkan berbagai masalah dalam kehidupannya. Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Untuk dapat mengerti kebijakan dan berbuat secara bijak. logis. Filsafat dan ilmu mempunyai hubungan yang saling mengisi dan melengkapi (komplementer). daerah cakupannya terbatas. Ilmu menggunakan pendekatan analitik. Filsafat memberikan landasan. berusaha melihat segala sesuatu spcara objektif. Ilmu berkenaan dengan fakta-fakta sebagaimana adanya (Das Sem). berusaha melihat segala yang ada irti sebagai satu kesatuan yang menyeluruh dan mencoba mengetahui kedudukan manusia di dalamnya. . Berfilsafat berarti menangkap sinopsis peristiwa-peristiwa yang simpang siur dalam penga. faktor-faktor subjektif dalam filsafat sangat berpengaruh.landasan dasar bagi ilmu. dan mendalam. Suatu cabang ilmu pengetahuan mengkaji satu bidang pengetahuan manusia. Secara akademik. Filsafat melihat segala sesuatu dari sudut bagaimana seharusnya (Das So/len). Terdapat perbedaan pendekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengkaji atau memahami alam semesta mi. ia harus tahu atau berpengetahuan. filsafat berarti upaya untuk menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis dan komprehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia di dalamnya. berpikir sampai ke akar. Filsafat mencakup keseluruhan pengetahuan manusia. Berfilsafat diartikan pula berpikir secara radikal.bagian yang kecil dan lebih kecil.merupakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang mendasar. Filsafat berupaya merangkum atau mengintegrasikan bagian-bagian ke dalam satu'kesatuan yang menyeluruh dan bermakna.laman manusia.

Aliran-aliran filsafat yang kita kenal bertolak dari pandangan yang berbeda dalam ketiga hal itu. dan aksiologi tentang masalah pendidikan yang berbeda. tetapi antara keduanya yaitu antara filsafat dan filsafat pendidikan terdapat hubungan yang sangat erat. Pendapat para filsuf umumnya memandang filsafat umum sebagai dasar dari filsafat pendidikan. sebagaimana juga pendidikan menurut Dewey sama dengan kehidupan. yaitti metafisika yang membahas segala yang ada dalam alam ini. 3) educational philosophy is an independent discipline which might benefit from contact with general philosophy. 1957: 12). Menurut Donald Butler. filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama. 4) philosophy and the theory of education is one (Butler. Keduanya sangat berkaitan erat. Dalam tulisan ini akan dikemukakan salah satu pandangan tentang filsafat pendidikan. Walaupun dilihat sepintas. filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan. epistemilogi. but this contact is not essential. Setiap pandangan mempunyai landasan metafisika. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalah-masalah pendidikan ini yang disebut filsafat pen. Bagi Dewey. tetapi John Dewey umpamanya mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Butler. dalam filsafat pendidikan pun dikenal banyak pandangan atau aliran. Hal itu tidak berarti bahwa pandangan tersebut paling sesuai untuk masyarakat kita atau paling disetujui oleh penulis. epistemologi yang membahas kebenaran dan aksiologi yang membahas nilai.didikan. 2) philosophy is the flower not root of education. filsafat pendidikan ini hanya merupakan aplikasi dari pemikiran-pemikiran filosofis untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. Seperti halnya dalam filsafat umum. . malah menurut Butler menjadi satu. yaitu pandangan dari John Dewey. 1) Philosphy is primary and basic to an educational philosophy.Ada tiga cabang besar filsafat. sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan-pertimbangan filosofis.

bagi Dewey tidak ada yang menetap dan abadi semuanya berubah. Nilai-nilai itu tidak dapat diukur dan tidak ada hierarki nilai. Instrumentalisme Dewey menganggap bahwa rohani itu adalah interelasi yang kreatif antara organisme dengan lingkungannya. Dalam filsafat Dewey kebenaran itu terletak dalam perbuatan atau truth is in the making. dan hanya dirasakan oleh manusia. no scale of values. and feeling. yang mengartikannya sebagai pengalaman melalui pengindraan. antara ide dengan fakta. merupakan dasar bagi pengetahuan dan kebijakan. Mengetahui tanpa mengalami adalah omong kosong. All values are thus subjective and either intrinsic or instrumental . sesuatu dibutuhkan karena manusia membutuhkannya. subjektif. being immeasurable. Dewey sangat menghargai peranan pengalaman.. Karena pengalaman selalu berubah maka nilai pun berubah. Dasar-dasar filsafat Dewey Ciri utama filsafat Dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah. dengan waktu dan tempat. selalu dalam hubungannya dengan pengalaman. it is held. Pengertian pengalaman Dewey berbeda dengan kaum empiris lainnya. Dewey menolak sesuatu yang bersifat spekulatif. juga sumber nilai. Filsafat Dewey lebih berkenaan dengan epistemologi dan tekanannya kepada proses berpikir. antara hipotesis dengan hasil. and of any two things felt as intrinsically valuable it is than another..1. Pengalaman selain merupakan sumber dari pengetahuan. Ciri lain filsafat Dewey adalah anti dualistik. Nilai-nilai adalah relatif.. Prinsip ini membavva konsekuensi yang cukup jauh. Proses berpikir merupakan satu dengan pemecahan yang bersifat tentatif. Sesuatu itu bernilai karena diberi nilai oleh manusia. Pandangannya tentang dunia adalah monistik dan tidak lebih dari sebuah hipotesis. 1964. baik yang berbentuk aktif maupu pasif. Pengalaman itu mencakup kegiatan manusia. mengalir. Experience is the only basis for knowledge and wisdom (Dewey. hlm. yaitu adanya persesuaian antara hipotesis dengan kenyataan. Values being finally intrinsic. To be felt as . atau on going-ness. 101). Proses berpikir merupakan proses pengecekan dengan kejadiankejadian nyata.

worthwhile in itself is thus the ultimate orientation of value. (Dewey dalam Joe Park, (Ed). 1958, hlm. 185). Tujuan perkembangan manusia adalah self realization. Pengertian self hagi Dewey adalah sesuatu yang konkret bersifat empiris tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan lingkungan. Self realization hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan yang lain.

2. Teori pendidikan Dewey Apakah pendidikan menurut John Dewey? Pendidikan berarti perkem bangan, perkembangan sejak lahir hingga menjelang kematian. Jadi, pendidikan itu juga berarti sebagai kehidupan. Bagi Dewey, Education is Ntowlh, development, life. Ini berarti bahwa proses pendidikan itu tidak niempunyai tujuan di luar dirinya, tetapi terdapat dalam pendidikan itu Itendiri. Proses pendidikan juga bersifat kontinu, merupakan reorganisasi, teknnstruksi, dan pengubahan pengalaman hidup. Jadi, pendidikan itu mei npakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri merupakan organisasi pengalaman hidup, pembentukan kembali pengalaman hidup, dan juga perubahan pengalaman hidup sendiri. Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekonstruksi yang konstan dari pengalaman. Pada setiap saat ada tujuan, perbuatan pendidikan selalu ditujukan untuk mencapai tujuan. Setiap fase perkembangan kehidupan, masa kanak-kanak, masa pemuda, dan dewasa, semuanya merupakan fase pendidikan, semua yang dipelajari pada fase-fase tersebut mempunyai arti sebagai pengalaman;Pendidikan itu tidak berakhir, kecuali kalau seseorang sudah mati. Pengalaman sebagai suatu proses yang aktif membutuhkan waktu, waktu yang kemudian menyempurnakan waktu sebelumnya. Seluruh proses pendidikan itu membentuk pengertian-pengertian tentang benda, hubungan-hubungan, dan segala sesuatu tentang kehidupannya. Konstruksi pengalaman ini tidak hanya bersifat pribadi (individual), tetapi juga bersifat sosial. Pendidikan merupakan suatu lembaga yang konstruktif untuk memperbaiki masyarakat. Realisasi pendidikan dalam bentuk perkembangan bukan hanya perkembangan anak dan pemuda-pemuda, melainkan juga perkembangan masyarakat.

Tujuan pendidikan diarahkan untuk mencapai suatu kehidupan yang demokratis. Demokratis bukan dalam arti politik, melainkan sebagai cara hidup bersama sebagai way of life, pengalaman bersama dan komunikasi bersama. Tujuan pendidikan merupakan usaha agar individu melanjutkan pendidikannya. Tujuan pendidikan terletak pada proses pendidikan itu sendiri, yakni kemampuan dan keharusan individu meneruskan perkembangannya. John Dewey menegaskan bahwa pendidikan itu tidak mernpunyai tujuan, hanya orang tua, guru, dan masyarakat yang mempunyai tujuan. And it is well to remind ourselves that education as such has no aims. Only persons, parents, and teacher etc., have aims, not an abstarct idea like education. (John Dewey, 1964, hlm. 177). Untuk mengetahui bagaimanakah proses belajarterjadi pada anak, baiklah kita lihat bagaimana syarat-syarat untuk pertumbuhan. Pendidikan sama dengan pertumbuhan. Syarat pertumbuhan adalah adanya kebelumdewasaan (immaturity), yang berarti kemampuan untuk berkembang. Immaturity tidak berarti negatif, tetapi positif, kemampuan, kecakapan, dan kekuatan untuk tumbuh. lni menunjukkan bahwa anak adalah hidup, ia memiliki semangat untuk berbuat. Pertumbuhan bukan sesuatu yang harus kita berikan, pertumbuhan adalah sesuatu yang harus mereka lakukan sendiri. Ada dua sifat dari immaturity yakni kebergantungan dan plastisitas. Kebergantungan berarti kemampuan untuk menyatakan hubungan sosial, dan ini akan menyebabkan individu itu matang dalam hubungan sosial. Sebagai hasilnya, akan tumbuh kemampuan interpendensi atau saling kebergantungan antara anggota masyarakat yang satu dengan yang lain. Plastisitas mengandung pengertian kemampuan untuk berubah. Plastisitas juga berarti habitat yaitu kecakapan menggunakan keadaan lingkungan sebagai alat untuk mencapai tujuan, bersifat aktif mengubah lingkungan. Kapankah proses belajar itu dimulai dan kapankah berakhir? Sesuai dengan pandangan John Dewey, bahwa pendidikan itu adalah pertumbuhan itu sendiri. Karena itu, pendidikan tersebut dimulai sejak lahir dan berakhir pada saat kematian. Demikian juga proses belajar tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan. Pendidikan adalah pengalaman, yaitu suatu proses yang berlangsung

terus-menerus. Bagaimana hubungan antara proses belajar, pengalaman, dan berpikir? Pengalaman itu bersifat aktif dan pasif. Pengalaman yang bersifat aktif herarti berusaha, mencoba, dan mengubah, sedangkan pengalaman pasif herarti menerima dan mengikuti saja. Kalau kita mengalami sesuatu maka kita berbuat, sedangkan kalau mengikuti sesuatu kita memperoleh akibat atau hasil. Belajar dari pengalaman berarti menghubungkan kemunduran dengan kemajuan dalam perbuatan kita, yakni kita merasakan kesenangan atau penderitaan sebagai suatu akibat atau hasil. "To learn from experience is hi make a backward and forward connection between what we have do to things and what we enjoy or suffer from thing in consequence (Dewey, dalam Jo Park, 1958: 94). Belajar dari pengalaman adalah bagaimana menghubungkan pengalaman kita dengan pengalaman masa lalu dan yang akan datang. lielajar dari pengalaman berarti mempergunakan daya pikir reflektif (reflecI we thinking), dalam pengalaman kita. Pengalaman yang efektif adalah pengalaman reflektif. Ada lima langkah berpikir reflektif menurut John Dewey, yaitu: 1. merasakan adanya keraguan, kebingungan yang menimbulkan masalah, 2. mengadakan interpretasi tentatif (merumuskan hipotesis), 3. mengadakan penelitian atau pengumpulan data yang cermat, 4. memperoleh hasil dari pengujian hipotesis tentatif, 5. hasil pembuktian sebagai sesuatu yang dijadikan dasar untuk berbuat.

Langkah-langkah berpikir reflektif ini dipergunakan sebagai metode belajar dalam pendekatan pendidikan proyek dari John Dewey, yang sampai dengan tahun 50-an sangat populer. Belajar seperti halnya pendidikan adalah proses pertumbuhan, belajar, dan berpikir adalah satu. Dalam penyusunan bahan ajaran menurut Dewey hendaknya

memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut: 1) Bahan ajaran hendaknya konkret, dipilih yang betul-betul berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sistematis dan mendetil, 2) Pengetahuan yang telah diperoleh sebagai hasil belajar, hendaknya ditempatkan, dalam kedudukan yang berarti, yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan baru, dan kegiatan yang lebih menyeluruh.

Bahan pelajaran bagi anak tidak bisa semata-rnata diambil dari buku pelajaran, yang diklasifikasikan dalam mata-mata pelajaran yang terpisah. Bahan pelajaran harus berisikan kemungkinan-kemungkinan, harus mendorong anak untuk bergiat dan berbuat. Bahan pelajaran harus memberikan rangsangan pada anak-anak untuk bereksperimen. Demikian- lah dengan bahan pelajaran ini, kita mengharapkan anak-anak yang aktif, anak-anak yang bekerja, anak-anak yang bereksperimen. Bahan pelajaran tidak diberikan dalam disiplin-disiplin ilmu yang ketat, tetapi merupakan kegiatan yang berkenaan dengan sesuatu masalah (problem). Peranan guru bukan hanya berhubungan dengan mata pelajaran, melainkan dia harus menempatkan dirinya dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan, dan kegiatan siswa. Guru juga harus dapat memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Metode mengajar merupakan, penyusunan bahan pelajaran yang memungkinkan diterima oleh para siswa dengan lebih efektif. Sesuatu metode tidak pernah terlepas dari bahan pelajaran, kita dapat membedakan cara berbuat, tetapi cara ini hanya ada sebagai cara berhubungan dengan bahan atau materi tertentu. Metode mengajar harus fleksibel dan menimbulkan inisiatif kepada para siswa. Sekolah merupakan suatu lingkungan khusus, bagian dari lingkungan manusia, yang mempunyai peranan dan fungsi khusus. Fungsi-fungsi khusus dari sekolah adalah: 1. Menyediakan lingkungan yang disederhanakan. Tidak mungkin kita memasukkan seluruh peradaban manusia yang sangat kompleks itu ke sekolah. Demikian pula, para siswa tidak mungkin dapat memahami seluruh masyarakat yang sangat kompleks itu. Itulah sebabnya sekolah merupakan masyarakat atau lingkungan hidup manusia yang disederhanakan. 2. Membentuk masyarakat yang akan datang yang lebih baik. Para siswa tidak belajar dari masa lampau, tetapi belajar dari masa sekarang untuk memperbaiki masa yang akan datang.

3. Mencari keseimbangan dari bermacam-macam unsur yang ada di dalam lingkungan. Sekolah mernberi kesempatan kepada setiap individu/siswa untuk memperluas lingkungan hidupnya. Sekolah sebagai lingkungan yang khusus hendaknya memberikan pengarahan sosial, dengan cara mendorong kegiatan-kegiatan yang bersifat intrinsik, dalam suatu arah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, melalui imitasi, persaingan sehat, kerja sama, dan memperkuat kontrol. Dalam sekolah progresif, yaitu sekolah-sekolah yang menerapkan sistem Pendidikan Progresif dari John Dewey, sumber dari kontrol sosial terletak pada sifat kegiatannya yang berisikan kerja sama sosial. Di dalam kerja sama sosial ini, setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan dan untuk memikul tanggung jawab. Sekolah dan kelas diciptakan sebagai suatu organisasi sosial. Di dalam organisasi sosial itu setiap siswa mempunyai kesempatan untuk memberikan sumbangan, melakukan kegiatan-kegiatan, berpartisipasi, semuanya itu merupakan control social. Di dalam kontrol sosial ini tidak ada peraturan umum, sebab kontrol sosial tidak datang dari luar, tetapi timbul dari kegiatannya sendiri. Tugas guru adalah memberikan bimbingan dan mengusahakan kerja sama secara individual. Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok, dan bekerja dalam kelompok, bahkan guru termasuk sebagai anggota kelompok. Tentu saja sebagai orang dewasa, is mempunyai tanggung jawab yang khusus, yaitu memelihara interaksi dan komunikasi, mendorong kelompok untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti dalam kehidupan masyarakat. Guru bukan atasan, penguasa, apalagi diktator, melainkan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok.

B. Landasan Psikologis Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar-individu manusia, yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orang orang yang lainnya. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya, karena kondisi psikologisnya. Manusia berbeda dengan benda atau tonaman, karena benda atau tanaman tidak mempunyai aspek psikologis. Manusia juga lain dari binatang, karena kondisi psikologis manusia jauh tinggi tarafnya dan lebih kompleks

karena perbedaan tahap perkembangannya. baik. anak tetap berkembang. Interaksi yang tercipta dalam situasi pendidikan harus sesuai dengan kondisi psikologis para peserta didik rnaupun kondisi pendidiknya. Apa yang dimaksud dengan kondisi psikologis itu? Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai individu. juga karena perbedaan faktorfaktor yang dibawa dari kelahirannya. pemahaman. perkembangan seluruh aspek kehidupannya. latar belakang sosial-budaya. interaksi antara anak dan guru pada jenjang sekolah dasar berbeda dengan jenjang sekolah lanjutan pertarna dan sekolah lanjutan atas. Tanpa pendidikan di sekolah. Kondisi psikologis setiapµindividu berbeda. pengingatan. maupun pemecahan masalah. Karakteristik perilaku individu pada tahap-tahap perkembangan. anak selalu berada dalam proses perkembangan. dan menciptakan berbagai . Pendidik atau guru melakukan berbagai upaya. Apa yang dididikkan dan bagaimana cara mendidiknya. Tugas utama yang sesungguhnya dari para pendidik adalah membantu perkembangan peserta didik secara optimal. baik berlangsung melalui proses peniruan. lebih banyak menii liki kecakapan. Kondisi ini pun berbeda pula bergantung pada konteks. afektif. peranan. Perkembangan atau kemajuan-kemajuan yang dialami anak sebagian besar terjadi karena usaha belajar. Perilakuperilaku tersebut merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya. perlu disesuaikan dengan pola-poly perkembangan anak. dan psikomotor. yang din yatakan dalani berbagai bentuk perilaku dalani interaksi den gan lingkungannya. pengetahuan. Iterkat kemampuan-kemampuan psikologis yang lebih tinggi dan kompleks inilah sesungguhnya manusia menjadi lebih maju. Interaksi pendidikan di rumah berbeda dengan di sekolah. perilaku kognitif.individu yang lainnya. Sejak kelahiran sampai menjelang kematian. tetapi dengan pendidikan di sekolah tahap perkembangannya menjadi lebih tinggi dan lebih luas.dibandingkan dengan binatang. penerapan. Peserta didik adalah individu yang sedang berada dalam proses perkembangan. pembiasaan. dan keterampilan dibandingkan dengan binatang. yang tampak maupun yang tidak tampak. serta pola-pola perkembangan individu menjadi kajian Psikologi Perkembangan. dan status individu di antara individu.

1. Ia mempelajari perkembangan anak dilihat dari tuntutan akan tugas-tugas yang harus dihadapi dan dilakukan dalam masyarakat. pola-pola perkembangan dan kemampuan. Olson.kegiatan dengan dukungan berbagai alat bantu pengajaran agar anak-anak belajar. Studi ini banyak diaralikan mempelajari perkembangan anak pada masa. Cara belajar-mengajar mana yang dapat memberikan hasil secara optimal serta bagaimana proses pelaksanaannya membutuhkan studi yang sistematik dan mendalam. atau studi kasus. serta perilaku mereka dilakukan oleh Sigmund Freud beserta para pengikutnya. a.masa sebelumnya. sosiologik. psikoanalitik. seperti yang pernah dilakukan oleh Williard C. Metode dalam psikologi perkembangan Pengetahuan tentang perkembangan individu diperoleh melalui studi yang bersifat longitudinal. Jadi. mencatat ciri-ciri fisik dan mental. dari saat lahir sampai dengan dewasa. yaitu masa pertemuan spermatozoid dengan sel telur sampai dengan dewasa. cross sectional. memilih dan menyusun bahan ajar. Studi longitudinal menghimpun informasi tentang perkembangan individu melalui pengamatan dan pengkajian perkembangan sepanjang masa perkembangan. Keduanya sangat diperlukan. Tuntutan akan . minimal ada dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum.. Metode cross sectional pernah -dilakukan oleh Arnold Gessel. terutama pada masa kanak-kanak (balita). baik di dalam merumuskan tujuan. pengalaman yang tidak menyenangkan pada masa balita ini dapat mengganggu perkembangan pada masa-masa berikutnya. yaitu Psikologi Perkembangan dan Psikologi Belajar. Studi yang demikian merupakan bidang pengkajian dari Psikologi Belajar. Psikologi perkembangan Psikologi Perkembangan membahas perkembangan individu sejak masa konsepsi. Metode sosiologik digunakan oleh Robert Havighurst. Menurut mereka. anak clan berbagai tingkatan usia. Ia mempelajari beribu-ribu. memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik -teknik penilaian.

tugas-tugas kehidupan masyarakat ini oleh Havighurst disebut sebagai tugas-tugas perkembangan (developmental tasks). Ada seperangkat tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai individu dalam setiap tahap perkembangan. Metode lain yang sering digunakan untuk mengkaji perkembangan anak adalah studi kasus. Dengan mempelajari kasus-kasus tertentu, para ahli psikologi perkembangan menarik beberapa kesimpulan tentang pola-pola perkembangan anak. Studi demikian pernah dilakukan oleh Jean Piaget tentang perkembangan kognitif anak. Individu apakah itu, anak ataupun orang dewasa merupakan kesatuan jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah -pisahkan dan menunjukkan karakteristik-karakteristik tertentu yang khas. Individu manusia adalah mesuatu yang sangat kompleks tetapi unik. Ia memiliki banyak aspek Neperti aspek jasmani, intelektual, sosial, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas. Walaupun individu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahpisahkan, untuk mempermudah penelitian, biasanya pembahasan dilakukan per aspek perkembangan. Hal itu berarti aspek tertentulah yang mendapatkan sorotan utama, yang menjadi fokus pengkajian, tetapi tidak berarti aspek-aspek lainnya diabaikan. Perkembangan anak adalah perkembangan seluruh aspek

kepribadiannya, tetapi tempo dan irama perkembangan masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Seorang anak mungkin lebih cepat

perkembangannya pada tahap tertentu, tetapi lambat pada tahap lainnya, atau perkembangan aspek tertentu lebih cepat dibandingkan dengan aspek lainrtya. Para ahli Psikologi Perkem- bangan tidak selalu mempunyai pendapat yang sama tentang perkembangan, baik secara menyeluruh maupun per aspek

perkembangan. Hal itu didasari oleh perbedaan asumsi yang menjadi titik tolaknya, atau perbedaan pendekatan yang mereka pakai, populasi yang digunakan, atau aspek perkembangan yang menjadi fokus. Adanya perbedaan perbedaan tersebut sering menimbulkan kebingungan pada para guru, tetapi justru akan memperluas dan memperkaya pengetahuan para pemakai teori teori perkembangan anak.

b. Teori perkembangan Dikenal ada tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Menurut pendekatan pentahapan, perkembangan individu berjalan melalui tahaptahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan tahap yang lainnya. Pendekatan diferensial melihat bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut individu dikategorikan atas kelompok-kelompok yang berbeda. Kita mengenal ada kelompok individu berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, status sosial-ekonomi, dan sebagainya. Pengelompokan individu adakalanya juga didasarkan atas kesamaan karakteristiknya. Berkenaan dengan hal itu dikenal pengelompokan yang bersifat bipolar, seperti: Introvert-- ekstravert Dominan-- submisif agresif --pasif aktivitas tinggi-- aktivitas rendah kholerik ±melanholik

Kedua pendekatan tersebut berusaha untuk menarik atau membuat generalisasi yang berlaku untuk semua individu. Apakah dalam kenyataannya demikian? Dalam kenyataan seringkali ditemukan adanya sifatsifat individual, yang hanya dimiliki oleh seorang individu dan tidak dimiliki oleh yang lainnya. Pendekatan yang berusaha melihat karakteristik individu-individu inilah yang dikelompokkan sebagai pendekatan isaptif. Dari tiga pendekatan itu yang banyak dianut oleh para ahli Psikologi Perkembangan adalah pendekatan pentahapan. Pendekatan ini lebih disenangi karena lebih jelas menggambarkan proses ataupun.urutan perkembangan dan kemajuan individu. Di samping ketiga pendekatan itu, ada beberapa ahli yang mengombinasikan suatu pendekatan dengan pendekatan yang lain. Kombinasi ini sering dipandang dapat memperlengkap deskripsi tentang perkembangan individu.

Dalam pendekatan pentahapan, dikenal dua variasi. Pertama, pendekatan yang bersifat menyeluruh rnencakup segala segi perkembangan, seperti perkembangan fisik dan gerakan motorik, sosial, intelektual, moral, emosional, religi, dan sebagainya. Kedua, pendekatan yang bersifat khusus mendeskripsikan salah satu segi atau aspek perkembangan saja. Dalam pentahapan yang bersifat menyeluruh dikenal tahap-tahap perkembangan dari Jean Jacques Rousseau, G. Stanley Hall, Havighurst dan lain-lain. Rousseau membagi seluruh masa perkembangan anak a tas empat tahap perkembangan. Masa bayi (infancy), usia 0-2 tahun merupakan tahap perkembangan fisik, menurut Rousseau sebagai binatang yang sehat. Masa anak (childhood), usia 2-12 tahun, masa perkembangan sebagai manusia primitif. Masa remaja awal (pubescence), usia 12-15 tahun, masa bertualang yang ditandai dengan perkembangan intelektual dan kemampuan nalar yang pesat. Masa remaja (adolescene), usia 15-25 tahun masa hidup sebagai manusia yang beradab, masa pertumbuhan seksual, sosial, moral, dan kata hati. Stanley Hall adalah salah seorang ahli Psikologi Perkembangan penganut teori evolusi. Hall menerapkan teori rekapitulasi, salah satu konsep dalam teori evolusi, pada perkembangan anak. Menurut teori rekapitulasi, perkembangan individu merupakan rekapitulasi dari perkembangan spesiesnya (ontogeny recapitulates philogeny). Hall membagi keseluruhan masa perkembangan anak atas empat tahap. Masa kanakkanak (infancy), usia 0-4 tahun, merupakan masa kehidupan sebagai 1,matang melata dan berjalan. Masa anak (childhood), usia 4-8 tahun, masa pemburu. Masa Puer (youth), usia 8-12 tahun, masa manusia belum beradab. Masa remaja (adolescence), usia 12/13 tahun sampai dewasa, iiierupakan masa manusia beradab. Robert J. Havighurst menyusun fase-fase perkembangan atas dasar problema-problema yang harus dipecahkannya dalam setiap fase. Tuntutan akan kemampuan memecahkan problema dalam setiap fase perkembangan ini oleh Havighurst disebutnya sebagai tugas-tugas perkembangan (devel- opmental tasks). Havighurst membagi seluruh masa perkembangan anak atas lima fase, yaitu masa bayi (infancy) dari 0-1/2 tahun, masa anak awal (early childhood) 2/35/7 tahun, masa anak (late chilhood) dari 5 / 7-masa pubesen, masa adolesen awal

(early adolescence) dari pubesen ke pubertas, dan masa adolesen (late adolescence) dari masa pubertas sampai dewasa. Untuk setiap fase, perkembangan Havighurst menghimpun sejumlah tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai anak. Dikuasai atau tidak dikuasainya tugas-tugas perkembangan pada suatu fase berpengaruh bagi penguasaan tugas pada fase-fase berikutnya. Ada sepuluh kelompok tugas perkembangan yang harus dikuasai anak pada setiap fase yang membentuk pola, yaitu pola: 1. kebergantungan-keberdirisendirian, 2. memberi-menerima kasih sayang, 3. hubungan sosial, 4. perkembangan kata hati, 5. peran bio-sosio dan psikologis, 6. penyesuaian dengan perubahan badan, 7. penguasaan perubahan badan dan motorik, 8. belajar memahami dan mengontrol lingkungan fisik, 9. pengembangan kemampuan konseptual dan sistem simbol, 10. kemampuan melihat hubungan dengan alam semesta. Dalam pendekatan pentahapan yang bersifat khusus, kita mengenal pentahapanpentahapan dari Piaget, Kohlberg, Erikson, dan sebagainya. Jean Piaget mengemukakan tahap-tahap perkembangan dari kemam- puan kognitif anak. Dalam perkembangan kognitif menurut Piaget, yang terpenting adalah penguasaan dan kategori konsep-konsep. Melalui penguasaan konsepkonsep itu, anak mengenal lingkungan dan memecahkan berbagai problema yang dihadapi dalam kehidupannya. Ada empat tahap perkembangan kognitif anak menurut konsep Piaget, yaitu: 1. tahap Sensorimotor, usia 0-2 tahun; 2. tahap Praopersional, usia 2-4 tahun; 3. tahap Konkret Operasional, usia 7-11 tahun; 4. tahap Formal Operasional, usia 11-15 tahun. Tahap Sensorimotor disebut juga masa descriminating and labeling. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahasa awal, waktu

sekarang, dan ruang yang dekat saja. Masa praoperasional atau prakonseptual disebut juga masa intuitif dengan kemampuan menerima perangsang yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas. Masa konkret operasional disebut juga masa performing operation. Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat, dan membagi. Masa formal operasional disebut juga masa proportional thinking, pada masa ini anak sudah mampu berpikir tingkat tinggi. Mereka sudah mampu berpikir secara deduktif, induktif, menganalisis, menyintesis, mampu berpikir abstrak dan berpikir reflektif, serta memecahkan berbagai masalah. Lawrence Kohlberg mengembangkan suatu teori tentang perkembangan moral kognitif dengan mengacu kepada teori Piaget. Berdasarkan atas hasil-hasil penelitiannya yang cukup lama, Kohlberg menemukan ada tiga tahap perkembangan moral kognitif. Masing-masing tahap terdiri atas dua tingkatan sehingga seluruhnya meliputi enam tingkatan, yaitu: Tahap I Preconventional moral reasoning Tingkat 1. Obedience and punishment orientations Tingkat 2. Naively egoistic orientation Tahap II Conventional moral reasoning Tingkat 3. Good boy orientation Tingkat 4. Authority and social order maintenance orientation Tahap III Postconventional moral reasoning Tingkat 5. Contractual legalistic orientation Tingkat 6. Conscience or principle orientation Pada tahap prakonvensional, pertimbangan moral seseorang mengacu ke luar, kepada objek-objek dan peristiwa yang konkret dan bersifat fisik. Mereka belum mampu memberi pertimbangan moral atas standar sosial. Tingkat keputusan dan hukuman (obedience and punishment orientation) diwarnai oleh kecenderungan berbuat baik atau tidak berbuat salah karena takut akan hukuman. Acuan perbuatan adalah kekuasaan dan kekuatan. Mereka patuh karena takut dihukum, segala perbuatannya dikontrol oleh kekuatan-kekuasaan yang datang

Pada tingkat legalistik kontraktual. atau sejalan dengan tuntutan dan kebiasaan masyarakat. atau jahat dilihat dari penilaian orang lain. sosial. Tingkat kebaikan sebagai alat (naively egoitistic orientation) suatu perbuatan dipandang baik apabila menguntungkan atau memberi kesenangan kepada dirinya atau orang-orang yang dekat dengan dirinya. dan sebagainya. suatu perbuatan dipandang baik bila perbuatan lersebut sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang ada dalam masyarakat. Seseorang berbuat baik karena dia yakin bahwa perbuatan tersebut baik. Seseorang menghargai orang lain betul-betul sebagai manusia. pangkat. ekonomi. status ilmu. Kalau seseorang berbuat untuk kepentingan orang lain atau orang banyak. yaitu tingkat sebagai anak baik dan tingkat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. yaitu tingkat pertimbangan legalistik kontraktual. Tingkat keempat memelihara ketertiban dan peraturan masyarakat. pertimbangan moral pascakonvensi. unsur-unsur subjektif dari aturan sosial. Tahap ini meliputi dua tingkat. Pada tingkat pertimbangan kata hati. Ada delapan tahap perkembangan psikososial menurut Erikson.dari luar. Pada tahap ini perilaku dinilai atas harapan orang lain atau orang banyak. tetapi juga ada kebenaran-kebenaran lain. Tahap ketiga. Tahap kedua adalah pertimbangan moral konvensional. Pranata dan aturan-aturan sosial bukan sesuatu yang absolut.analisis pengikut Sigmund Freud. tanpa mehhat atribut-atribut yang disandangnya. Suatu perbuatan dipandang baik apabila sesuai dengan harapan orang banyak atau masyarakat. pertimbangan perbuatan baik atau jahat didasarkan atas persetujuan tidak tertulis antara pribadi dan masyarakat. Ia memusatkan studinya terhadap perkembangan psikososial. Tahap pascakonvensi mempunyai dua Inigkatan. bukan satu-satunya yang benar. Tingkat anak/orang baik. Pada tahap ini pertimbangan moral didasarkan atas pandangan yang bersifat relatif. dinilai sebagai perbuatan baik. prinsipprinsip yang mendasar. dan tingkat pertimbangan kata hati. apakah karena gelar. Erick Homburger Erikson merupakan salah seorang tokoh psiko. dan . perilaku baik. Seseorang tidak mencuri karena perbuatan mencuri akan merugikan orang lain. baik tidak baik didasarkan atas nilai-nilai yang bersifat universal.

Segala perubahan tingkah laku balk yang berbentuk kognitif. Peruhahan-perubahan perilaku yang terjadi karena instink atau karena kematangan serta pengaruh hal-hal yang bersifat kimiawi tidak termasuk belajar. and which is not simply ascribable to the process of growth. afektif. Banyak sekali definisi tentang belajar. hlm. Menurut Gagne (1965. belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. "Learning is a change in human disposition or capability. Secara sederhana. 166) PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL 2. 5) perubahan tersebut berkenaan dengan disposisi atau kapabilitas individu. Perkembangan psikososial (Diadaptasi dari Erikson. 1959. hlm. Hilgard dan Bower menambahkan bahwa peruhahan itu terjadi .1 BAGAN 3. maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikategorikan sebagai perilaku belajar.tahap-tahap tersebut paralel dengan tahap perkembangan psikososial dari Freud. which can be retained. seperti dapat dilihat pada Bagan 3. Psikologi belajar Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar.

Perbedaannya dengan teori disiplin mental IIu teori tersebut menekankan bagian-bagian. Potentsi-potensi perlu d ilatih agar berkembang. clan sebagainya. berpikir. maturation. Teori disiplin mental humanistik lebih menekankan keseluruhan. 1966. atau aspek tertentu. Teori ini hampir sama dengan teori pertama bahwa anak memiliki potensi-potensi. drug etc. Hunt (1980. yaitu teori disiplin mental. hlm. keutuhan. Bigge dan Maurice P. 2). provided that the characteristics of the change in activity cannot be explaned on the basis of native response tendecies. Pendidikannya menekankan pendidikan umum (Neneml education).karena individu berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut rumpun teori disiplin mental dari kelahirannya atau secara herediter. Menurut mereka belajar adalah : The process by which an activity originates or is changed throught reacting to an encountered situation. Menurut Morris L. anak telah memiliki potensi-potensi tertentu. Belajar merupakan proses melatih daya-daya tersebut. Belajar merupakan upaya untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut. or temporary states of the organism (e. sebagai reaksi terhadap situasi yang diliadapinya. disiplin mental humanistik. dan Cognitive Gestalt Field. Teori disiplin mental humanistik bersumber pada psikologi humanisme klasik dari Plato dan Aristoteles.g. behaviorisme. dan apersepsi. Masih banyak definisi tentang belajar dan definisi-definisi tersebut bersumber pada teori-teori belajar tententu. Ada beberapa teori yang termasuk rumpun disiplin mental yaitu: disiplin mental theistik. fatigue. . Kalau seseorang menguasai hal-hal yang bersifat umum okan mudah ditransfer atau diaplikasikan kepada halhal lain yang bersifat khusus.) (Iiilgard dan Bower. latihan bagian. 226-227) ada tiga keluarga atau rumpun teori belajar. mengingat. Kalau dayadaya tersebut terlatih maka dengan mudah dapat digunakan untuk menghadapi atau memecahkan berbagai masalah. memecahkan masalah. menanggap. Teori disiplin mental theistik berasal dari Psikologi Daya. naturalisme. hlm. Menurut teori ini individu atau anak mempunyai sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati.

ia dapat belajar sendiri dan mencapai perkembangan secara optimal. Kesan indah yang diterima individu dapat . kehidupan ini tunduk kepada hukum stimulus-respons atau aksi-reaksi. Kelompok ini mencakup tiga teori yaitu S-R Bond. Menurut aliran ini belajar adalah membentuk massa apersepsi. Agar anak dapat berkembang dan mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya pendidik atau guru perlu menciptakan situasi yang permisif yang jelas. sekolah. Teori S-R Bond (Stimulus-Responce) bersumber dari Psikologi Koneksionisme atau teori asosiasi dan merupakan teori pertama dari rumpun Behaviorisme. Teori ini berpangkal dari Psikologi Naturalisme Romantik dengan tokoh utamanya Jean Jacques Rousseau. Rumpun atau kelompok teori belajar yang kedua adalah Behaviorisme yang biasa juga disebut S-R Stimulus-Respons. lingkungan manusia. Perkembangan anak menyangkut nyata yang dapat dilihat. Teori belajar yang keempat adalah teori apersepsi. tetapi juga memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar dan berkembang sendiri. budaya. Perkembangan anak ditentukan oleh faktor-faktor yang berasal dari lingkungan. alam. Hasil dari suatu perbuatan belajar disimpan dan membentuk suatu massa apersepsi. Kelompok teori ini tidak mengakui sesuatu yang bersifat mental.Teori naturalisme atau natural unfoldment atau self actualization. apakah lingkungan keluarga. bersumber pada Psikologi Strukturalisme dengan tokoh utamanya Herbart. Melalui situasi demikian. Kelompok teori ini berangkat dari asumsi bahwa anak atau individu tidak memiliki/ membawa potensi apa-apa dari kelahirannya. religi yang membentuknya. Menurut konsep mereka. Conditioning. Anak mempunyai kemampuan untuk mempelajari sesuatu. disebut juga Herbartisme. Demikian seterusnya semakin tinggi perkembangan anak. Kelebihan dari teori ini adalah mereka berasumsi bahwa individu bukan saja mempunyai potensi atau kemampuan untuk berbuat atau melakukan berbagai tugas. diamati. dan Reinforcement. dan massa apersepsi ini digunakan untuk mempelajari atau menguasai pengetahuan selanjutnya. Setangkai bunga dapat merupakan suatu stimulus dan direspons oleh mata dengan cara meliriknya. Sama dengan kedua teori sebelumnya bahwa anak mempunyai sejumlah potensi atau kemampuan. atau masyarakat. semakin tinggi pula massa apersepsinya. Lingkunganlah.

serta lencana sampai dengan parasamya. Bunyi bel menjadi kondisi bagi anak sebagai tanda memulai pelajaran di sekolah. 1980. pujian dan hadiah merupakan reinforcement.merupakan stimulus yang mengakibatkan terespons memetik bunga tersebut. 273). Belajar adalah upaya untuk membentuk hubungan stimulus respons sebanyakbanyaknya. demikian terjadi setiap hari dan setiap saat pertukaran jam pelajaran. law of exercise or repetition dan law of effect (Bigge dan Thurst. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk apabila sering dilatih atau diulang -ulang. demikian juga dengan waktu makan pagi. Kalau pada teori conditioning. Teori kedua dari rumpun behaviorisme adalah conditioning atau stimulusresponce with conditioning. merupakan perkembangan lebih lanjut dari teori S-R Bond dan conditioning. Teori ketiga adalah reinforcement dengan tokoh utamanya C. kalpataru. Angka tinggi. Thorndike. pujian. dan makan malam. hubungan stimulus dan respons akan terjadi apabila ada akibat yang menyenangkan. dan bintang mahaputra. Ada tiga hukum belajar yang sangat terkenal dari Thorndike. Tokoh utama teori ini adalah Edward L. medali. hukum latihan atau pengulangan. mungkin juga hadiah. Di samping reinforcement positif seperti itu dikenal pula . terdiri atas rentetan hubungan stimulus respons. maka pada reinforcement kondisi diberikan pada respons. kondisi diberikan pada stimulus. Belajar atau pembentukan hubungan antara stimulus dan respons perlu dibantu dengan kondisi tertentu. hlm. Menurut hukum kesiapan. Tokoh utama teori ini adalah Watson. hadiah. piagam penghargaan. Demikian halnya dengan belajar. Teori ini berkembang dari teori psikologi. terkenal dengan percobaan conditioning pada anjing. supaya pada kegiatan belajarnya akan Iebih giat dan sungguh-sungguh. yaitu Law of readness. siang. piala. Hull. adipura. Sebelum anakanak masuk kelas dibunyikan bel. Menurut hukum akibat (law of effect). reinforcement. Di dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh reinforcement kita temukan seperti pemberian pujian.L. Selanjutnya. bonus. hubungan antara stimulus dan respons akan terbentuk atau mudah terbentuk apabila telah ada kesiapan pada sistem syaraf individu. Karena anak belajar sungguh-sungguh (stimulus) selain is menguasai apa yang dipelajarinya (respons) maka guru memberi angka tinggi. insentif.

proses. berwawasan luas. ataupun ide dalam berbagai situasi. To state it differently.. Teori belajar Goal Insight berkembang dari psikologi configurationlism. mampu memecahkan berbagai masalah. Pemahaman atau insight merupakan citra 11. Dalam lapangan ini selalu ada tujuan yang ingin dicapai. oleh karena itu sering dikatakan . yang berisi kecakapan menggunakan suatu objek. Pemahaman terjadi . (Bigge dan Hunt. litikuman. ada motif yang ilit‡iidorong pencapaian tujuan dan ada hambatan-hambatan yang harus diatasi.. diarahkan kepada pembentukan hubungan dengan lingkungan. Menurut mereka belajar adalah proses mengembangkan insight atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. dan kreatif. hlm. Gestalt Field melihat bahwa belajar itu merupakan perbuatan yang bertujuan. Belajar merupakan usaha untuk mengembangkan pemahaman tingkat tinggi. dengan tokoh utamanya Kurt Lewin. Contoh reinforcement negatif adalah: peringatan. Aliran ini bersumber dari Psikologi Gestalt Held.1ng ada dalam lingkungan. imajinatif. pemotongan gaji. Teori belajar pertama dari rumpun ini adalah teori insight. Rumpun ketiga adalah Cognitive Gestalt Field. Perbuatan individu selalu terarah kepada pencapaian sesuatu tujuan. Individu selalu berada dalam suatu lapangan psikologis yang oleh Lewin disebut life space..ipabila individu menemukan cara baru dalam menggunakan unsur-unsur . individu selalu berinteraksi dengan lingkungan. Perbuatan individu selalu bertujuan.1ri atau perasaan tentan g pola-pola atau hubungan. ancaman. Menurut mereka. We might say that an insight is a kind of intelligent feel we get about a situation that permits us to continue to strive actively to serve our purposes. sanksi. 1980. Pemahaman tingkat tinggi memungkinkan seseorang bertindak inteligen. fakta. penundaan kenaikan pangkat. Pemahaman yang bermutu tinggi (tingkat tinggi) adalah pemahaman yang telah teruji. termasuk struktur tubuhnya sendiri.reinforcement negatif untuk mencegah atau menghilangkan suatu perbuatan yang kurang baik atau tidak disetujui masyarakat. dan sebagainya. Teori belajar cognitive field bersumber pada psikologi lapangan (field psikology). riksploratif. teguran. insight is the sensed way through or solution of a problematic situation. 293).

Micahel J. Dalam membimbing proses belajar. Pada bagian berikutnya dijelaskan struktur dan transfer dalam belajar clan perkembangan. . fungsi inteligensi dan bahasa dalam perkembangan belajal Selanjutnya diuraikan pula hal-hal yang harus diperhatikan dalam belajar seperti motivasi belajar. cara bertanya dan menjawab serta cara-cara meningkatkan ingatan Pada bagian akhir buku ini. Buku ini menguraikan dasar-dasar pemahaman tentang belajar dan bagaimana memperbaiki proses belajar. macam -macam belajar dan peranan siswa dalam belajar. hasil belajar. Tingkah laku seseorang pada suatu saat merupakan fungsi dari semua faktor yang ada yang saling bergantung pada yang lain. guru harus mengerti akan dirinya dan orang lain. dijelaskan pengajaran berprogram. Pada bagian pertama buku ini diuraikan tentang konsep dan kebutuhan untuk memahami proses belajar. Bagi penganut cognitive field. Lapangan psikologis terbentuk oleh interelasi yang simultan dari orang-orang dan lingkungan psikologisnya di dalam suatu situasi. bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan pengenalannya serta berbuat terhadap lingkungannya. Setiap orang berusaha mencapai tingkat perkembangan dan pemahaman yang terbaik. New York: Harper & Row Pub. C. Aspek ini dalam teori belajar cognitive field berkenaan dengan bagaimana individu memahami dirinya dan lingkungannya. belajar merupakan suatu proses interaksi. Istilah congnitive berasal dari bahasa Latin "cognoscre" yang berarti 'mengetahui (to know)'. di dalam lapangan psikologisnya masing-masing.A. dalam proses interaksi tersebut ia mendapatkan pemahaman baru atau menemukan struktur kognitif lama. sebab dirinya dan orang lain serta lingkungannya merupakan suatu kesatuan. Buku Acuan Have. relevansi apa yang dipelajari dengan kebutuhaii siswa. Understanding School Learning. peranali teknologi dalam belajar serta berbagai upaya guru untuk meningkatkol.perbuatan individu adalah purposive. (1972). Apabila ia telah berhasil mencapai sesuatu tujuan maka timbul tujuan lain yang ingin dicapai dan berada dalam life space baru.

toys. skill. Problem dalam pengetahuan inanusia selalu ingin tahu. Tiga hal tersebut harus disatukan dan kombinasikan menjadi satu. Learning and Teaching Concept. New York: Academic Press. tetapi teori bersifat statis. Toys merupakan bagian dari kebudayaan µang tetap berada pada taraf play. proses kegiatan mental dalam belajar konsep. yaitu: interpersonal. yang meliputi analisis isi. analisis pengajaran. New York. yang bertolak dari pandangan bahwa siswa atau anak adalah aktif dan suka bertanya. New Perspectives in Educational Psychology. melalui penggunaan simbol yang konkret dapat iliabstraksi. Buku ini berusaha untuk menyatukan ketiganya. dan simbol. a Strategy for Testing Applications of Theory.A. Play berkembang menjadi skill dan toys I. Pendekatan ini menolak pandangan pendidikan bahwa anak pasif dan statis. Pada bagian pertama hiiku ini diuraikan teori belajar dan perkembangan konsep. serta motivasi dalam perkembangan belajar konsep. Buku ini membahas teori belajar dan perkembangan kognitif. iconic. R.Hodgkin. (1980). Yang dibahas dalam tulisan ini adalah suatu pendekatan dari exploration theory. dan semiotic. Klausmeyer . Menurut penulis. analisis prilaku. dan psikologi.vrkembang menjadi tools.etiadaan daripada keberadaan. enactive. Pada bagian akhir diuraikan cara-cara pelaksanaan dan pengelolaannya. sosiologi. Herbert J. lingian selanjutnya menguraikan penyusunan model pengajaran yang atas perbedaan individual. serta bagaimana menyusun suatu model pengajaran yang disesuaikan dengan livrkembangan dan perbedaan individual siswa. (1976). . London: John Wiley & Sons. tools. ada heberapa komponen dari suatu teori yaitu: play. Bom Curious. Play merupakan fenomena kehidupan yang sering ditafsirkan sebagai 1. Ada 4 model yang dapat melancarkan kegiatan belajar. meliputi iiuktur kognitif. transfer thin perluasan konsep. penyusunan pengajaran dan tes. Teori pendidikan menurut pengarang tersumbat dalam tiga disiplin ilmu: filsafat.

Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. Kedua. maka isi pendidikan harus memuat nilai. dan mampu membangun masyarakatnya. Hal itu disebabkan karena pendidikan diarahkan pada pengembangan pribadi anak agar sesuai dengan nilai nilai yang ada dan diharapkan masyarakat. maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Kita ketahui bahwa pendidikan mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke lingkungan masyarakat. Oleh karena itu. baik sebagai warga maupun sebagai . tetapi memberikan bekal pengetahuan. Pendidikan dan Masyarakat Ada tiga sifat penting pendidikan. Anak-anak berasal dari masyarakat.BAB 4 LANDASAN SOSIAL-BUDAYA. memiliki kecakapan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya. tujuan. menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. isi. Generasi muda perlu mengenal dan memahami apa yang ada dalam masyarakat. kita tidak mengharapkan muncul manusiamanusia yang lain dan asing terhadap masyarakatnya. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan. tetapi rnenyiapkan anak untuk kehidupan dalam masyarakat. Karena tujuan pendidikan mengandung nilai. mengerti. kekayaan. A. pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat. Kehidupan masyarakat. PERKEMBANGAN ILMU DAN TEKNOLOGI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. dan diarahkan bagi kehidupan dalam masyarakat pula. Sebagai suatu rancangan. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. tetapi manusia yang lebih bermutu. Dengan pendidikan. Proses pendidikannya juga harus bersifat membina dan mengembangkan nilai. mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat. dan perkembangan masyarakat tersebut. Pertama. pendidikan mengandung nilai dan memberikan pertimbangan nilai. karakteristik.

karena pendidikan sangat melekat dengan kehidupan masyarakat. Tuntutan individual merupakan harapan orang dewasa agar generasi muda dapat mengembangkan pribadinya sendiri. tetapi pelaksanaan pendidikan bersifat lokal. serta sarana dan prasarana yang ada. kehidupan politik. di pusat perindustrian berbeda dengan di daerah pertanian. moral yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. Pelaksanaan pendidikan m embutuhkan dukungan dari lingkungan masyarakat. Proses pendidikan merupakan bagian dari proses kehidupan masyarakat. Tuntutan sosial adalah harapan orang dewasa agar anak mampu bertingkah laku. personalia. Sistem sosial-budaya ini mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar-anggota masyarakat. Konsep pendidikan bersifat universal. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem sosialbudaya yang berbeda. mengembangkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Tatanan nilai merupakan seperangkat ketentuan. karena masyarakatnya berkembang. sistem sosial budaya. karena adanya perbedaan sistem sosialbudaya. peraturan. hukum. Sistem sosial-budaya di daerah perkotaan berbeda dengan di pedesaan. Ketiga. penyediaan fasilitas. Pendidikan dalam suatu lingkungan masyarakat tertentu berbeda dengan lingkungan masyarakat lain. serta antara lembaga dan lembaga. Tujuan umum pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif. berbuat dan hidup dengan baik dalam berbagai situasi dan lingkungan masyarakat. disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. . antara anggota dan lembaga. Sistem sosial-budaya pada suatu daerah juga berbeda dari suatu periode waktu dengan waktu yang lainnya.karyawan. Kehidupan masyarakat berpengaruh terhadap proses pendidikan. keamanan. politik. pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. Salah satu aspek yang cukup penting dalam sistem sosial-budaya adalah tatanan nilai-nilai. Hal itu merefleksikan konsep adanya tuntutan individual (pribadi) dan sosial dari orang dewasa kepada generasi muda. di daerah pesisir berbeda dengan di pegunungan. Nilai-nilai tersebut bersumber dari agama. lingkungan alam. dan lain-lain. budaya.

Kondisi alam dan geografis mempengaruhi cara hidup. yang meliputi pengetahuan. hukum. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga selalu berkembang. Masalah tempat menyangkut lingkungan alam dan keadaan geografis. melainkan harus dalam interaksi dengan orang lain. Masyarakat yang hidup di daerah tropis berbeda pola hidupnya dengan di daerah subtropis atau daerah dingin. turut serta dalam peradaban masa sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. sekolah.maupun dari segi-segi kehidupan lainnya. Kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari tempat masyarakat itu berada. pendidikan merupakan suatu proses kebudayaan. dan mungkin pada suatu saat perkembangan begitu drastis. cara berpikir. pekerjaan. Menurut Israel Scheffler (1958). dan lain-lain. moral. Dalam arti yang lebih mendasar. dan lain-lain. Lingkungan alam dan keadaan geografis mempengaruhi perilaku dan pola hidup para anggota masyarakat. cara bermasyarakat. adat-istiadat. jenis kelamin. menentukan jenis interaksi dan tingkat partisipasinya dalam proses pembudayaan. Setiap generasi manusia menempatkan dirinya dalam urutan sejarah kebudayaan. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. serta kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Proses pembudayaan tidak dapat berlangsung secara sendirian. Konflik nilai bisa juga diakibatkan adanya perbedaan sudut pandang karena adanya variasi sumber-sumber nilai tersebut. Status dan peranan manusia dalam kelompok. cara mempertahankan diri. kemasyarakatan. Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan. sehingga tidak jarang menimbulkan perbedaan bahkan konflik nilai. interaksi dengan lingkungan. di daerah gurun pasir berbeda dengan di daerah padang rumput atau rawa. kepercayaan. melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. . Perbedaan ataupun konflik nilai tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan tatanan yang berakar pada perbedaan pola-pola kebudayaan Menurut Tylor (1871). kesenian. Demikian juga masyarakat di daerah kepulauan berbeda dengan di daerah daratan. apakah kelompok usia. cara bekerja.

Pertemuan antarsuku bangsa. rekreasi. pertentangan atau konflik antarsektor sosial-budaya adakalanya juga terjadi. teknologi. Melalui proses alkulturalisasi. Mobilitas yang tinggi mempercepat pertemuan antarsuku dan antarbangsa. Perubahan yang cepat hampir terjadi dalam semua aspek kehidupan. B. Masyarakat yang telah mencapai tingkat kemajuan yang tinggi dalam segi ilmu. dan akurat. Perkembangan Masyarakat Salah satu ciri dari masyarakat adalah selalu berkembang. aspirasi. Dalam kondisi masyarakat demikian. maupun hobi. kecakapan. mempengaruhi pengetahuan. Mungkin pada masyarakat tertentu perkembangannya sangat cepat. akan memiliki sistem dan fasilitas yang lebih mapan dibandingkan dengan masyarakat yang kemajuannya rendah. membuka daerah-daerah yang terisolasi. Maka it'rjadilah proses pembauran budaya.Kehidupan masyarakat juga dipengaruhi oleh tingkat kemajuan yang telah dicapainya. dan segi-segi kehidupan yang lainnya. antarbangsa. terutama teknologi industri transportasi. kebiasaan bahkan pola-pola hidup mereka. sosial-budaya. politik. Karena adanya pengaruh dari perkembangan teknologi. lancar. penelitian. ekonomi. Di samping pembauran. ekonomi. kemampuan masyarakat makin sering terjadi. lancar. tradisi. komunikasi cepat. Perubahanperubahan masyarakat ini akan mempengaruhi perkembangan setiap individu warga masyarakat. dan akurat memudahkan perolehan informasi. minat. mobilitas manusia dan barang sangat tinggi. Sistem dan fasilitas yang tersedia akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. sosial-budaya. ideologi. semangat. dan lain-lain malah terjadi pembauran suku. dan antarras dengan berbagai kebudayaan. nilai-nilai. telekomunikasi dan elektronika. masyarakat kita dewasa ini berkembang sangat cepat menuju masyarakat terbuka. meningkatkan pemerataan pembangunan. . yang sangat berharga baik bagi kepentingan bisnis. Komunikasi sangat cepat. nilainilai etik dan estetik. tetapi pada masyarakat lainnya agak lambat bahkan lambat sekali. atau ras. pengetahuan. pertentangan atau konflik-konflik ini berangsurangsur berkurang. bangsa. pemerintahan. komunikasi. perubahan-perubahan terjadi dengan cepat. sikap. masyarakat informasi dan global.

baik dengan sesama karyawan maupun dengan waktu atau prestasi sebelumnya. Pola padat karya yang dikerjakan secara gotong royong dalam kehidupan agraris telah beralih pada padat teknologi yang dikerjakan secara profesional. dan sebagainya. bisa bekerja sepanjang masa. Dalam pola kehidupan industri perubahan sangat cepat terjadi.nalisme dalam setiap spesialisasi tersebut. diganti dengan pola kerja keras mengejar target meningkatkan produksi. . strategi. Oleh karena itu.1. yang menuntut konsentrasi perhatian dan kegiatan. Bekerja di bidang industri tidak lagi bergantung pada musim (hujan atau kemarau. perubahan yang lamban. Perubahan ini bukan saja karena adanya peralatan baru atau jenis pekerjaan yang baru. hidup yang lebih santai. dan menuntut profesionalisme yang lebih tinggi pula. Oleh karena itu. hidup santai telah ditinggalkan. Perubahan pola pekerjaan Karena pengaruh perkembangan teknologi maka terjadi perubahan yang cukup drastis dalam pola pekerjaan. tetapi karena dunia industri berorientasi pada pasar. rasa kerja sama yang tinggi. Dengan demikian. Hal itu mengakibatkan adanya keragaman tugas dan pekerjaan. atau dingin). sifat-sifat yang dimiliki masyarakatnya jauh berbeda. sifat gotong royong mulai menipis. berubah dari kehidupan yang berpola agraris ke pola kehidupan industri. Dalam pola kehidupan masyarakat industri. Masyarakat secara berangsur-angsur. kebijakan baru yang melahirkan produk dan layanan baru selalu muncul. Pola kehidupan agraris memiliki kesamaan. Penggunaan peralatan berteknologi tinggi tidak menuntut banyak orang. Tugas-tugas dalam suatu spesialisasi sering tidak dipahami oleh spesialisasi lain. diganti dengan kerja sama sesuai dengan alur kerja. Sifat kompetitif. malah bisa bekerja siang dan malam. taktik. panas. Diversifikasi pekerjaan dan tugas-tugas dalam satu pekerjaan melahirkan spesialisasi yang menuntut profesio. tetapi sedikit orang dengan kemampuan tinggi. menghadapi mesin dan peralatan lain yang berbeda. cara kerja yang teratur. lebih mewarnai kehidupan dalam masyarakat industri. Dalam bekerja di sektor industri telah ada pembagian tugas masingmasing. Penerapan teknologi di bidang industri relatif lebih maju dibandingkan di bidang pertanian. terutama di perkotaan sering terjadi loncatan.

tenaga. Perubahan peranan wanita Dewasa ini jumlah wanita yang berpendidikan relatif seimbang dengan dengan pria. Memang banyak pekerjaan-pekerjaan tertentu yang lebih berhasil bila dikerjakan oleh wanita. Wawasan dan pengetahuan mereka menjadi lebih luas. pendidikan anak terbengkalai. maupun dalam situasi kerja.2. wanita lebih bebas bergerak. Wanita betapapun tinggi tingkat pendidikan dan jabatan yang dipegangnya. sehingga kesejahteraan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. sebagai istri dan ibu. Sampai batas tertentu masih tetap harus melayani suami. kehidupan keluarga. berkarya. sebagai akibat ernansipasi yang membuka kesempatan kepada kaum wanita untuk memperoleh pendidikan. Hal itu bisa mengakibatkan keluarga tidak harmonis.duanya. bekerja hampir pada seluruh sektor pekerjaan. dan mungkin terjadi . Masalah kedua berkenaan dengan kehidupan keluarga. kesejahteraan rumah tangga terabaikan. Keadaan ini membawa beberapa implikasi. bahkan kedua. mendidik anak. menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan dan tugas-tugas keluarga. Wanita yang bekerja juga dapat menambah penghasilan keluarga. Masalah pertama berkenaan dengan kehidupan sosial-pribadi wanita. Penyelesaian kedua tugas tersebut bukan masalah ringan. Diperkuat dengan perubahan pandangan tentang kedudukan wanita. Wanita yang bekerja apabila telah menikah mempunyai tugas ganda. Di samping sejumlah kebaikan dari para wanita yang bekerja. Wanita memiliki peluang yang sama dengan pria. Tugas yang banyak menyita waktu. mengurus anak dan keluarga seperti pada pola kehidupan lama. baik bagi kehidupan sosial-pribadi para wanita. tidak bisa dilepaskan dari kodratnya sebagai wanita. wanita tidak lagi hanya bekerja di rumah. dan mengatur rumah tangga. sejumlah masalah dan kesulitan juga muncul. bagaimanapun akan menelantarkan pelaksanaan tugas-tugasnya dalam rumah tangga. potensi-potensi yang dimilikinya dapat diwujudkan dan disalurkan. dan berkreasi dibandingkan apabila hanya bekerja di rumah tangga. Kehadiran wanita dalam lingkungan kerja juga dapat menimbulkan suasana lain dibandingkan apabila semua karyawannya pria. dan perhatian dalam pekerjaan atau karier. Dengan bekerja di luar rumah. membutuhkan pemikiran dan tenaga yang dengan sedikit ketidakmampuan membagi tugas dapat membengkalaikan salah satu tugas.

Bekerja bukan lagi dari Senin sampai Jumat dan pulang tiap hari. Hal seperti itu mungkin hanya dialami oleh para bapak/suami. bahkan oleh kedua-duanya. Rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkir . Masalah tersebut akan bertambah lagi apabila terjadi situasi-situasi yang tidak sehat atau menyimpang. Bagaimanapun dalam situasi kerja akan terjadi konkurensi. berprestasi. Masalah ketiga berkenaan dengan situasi pekerjaan. pecah secara struktur yaitu cerai antara suami dan istri. Situasi demikian menuntut sikap. bahkan beberapa minggu tidak pulang. Dalam lingkungan kerja yang ada wanita dan pria. baik bagi wanita yang bersangkutan. dan berkompetisi.00 bahkan lebih. Bila tidak maka hambatan karier yang akan terjadi. tetapi mungkin juga dialami oleh para ibu/istri. Perpecahan keluarga ada dua macam. dan unjuk kerja yang optimal. pemikiran. orang tidak lagi bekerja dari pukul 7. Pola kerja masyarakat modern (industri) menuntut waktu kerja yang tidak teratur. Dalam masyarakat modern. mulai dari pelecehan sampai dengan skandal. Walaupun ketentuan sampai pukul 16. bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. anak juga mempunyai masalah sendiri. atau pecah secara lungsi tidak bercerai tetapi masing-masing pihak tidak melaksanakan lungsi yang semestinya.perpecahan keluarga (brooken home). apalagi bila latar belakang pendidikan dan kemampuan terasa sama. Hal ini tentu menimbulkan masalah. Dalam keluarga. maupun unit kerja. penampilan. berkreasi. melebihi waktu biasa. Anak-anak yang belum bersekolah tinggal di rumah bersama pembantu.00 sampai pukul 14. Kalau karyawati itu belum berkeluarga atau melepaskan din i dari tugas-tugas rumah tangga. 3. tetapi tempat berkarya. melainkan dari Senin sampai Minggu dan pulang seminggu sekali.00. Mereka lebih banyak .00. Perubahan kehidupan keluarga Perkembangan kehidupan keluarga sejalan dengan perkembangan masyarakat. Situasi ini dapat menimbulkan konflik berkepanjangan. keluarga.1tau lebih parah sebagai tempat bertengkar. Pekerjaan atau karier bukan tempat beristirahat. mungkin tuntutan pekerjaan tersebut dapat dipenuhi secara optimal. kenyataannya jam kerja kadang-kadang sampai pukul 22. tidak semua pria menerima kedudukan di bawah wanita.

hidup dan bergaul dengan pembantu daripada dengan orang tuanya. Penghasilan tinggi akan meningkatkan kemampuan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. berbagai masalah keluarga bisa timbul. bahkan bisa menabung dan berlibur ke luar kota secara berkala. Masa setelah abad pertengahan sering disebut zaman modern. sampai kepada A1-Khawarizmi yang hidup pada abad ke-9. Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini banyak didasari oleh penemuan dan basil pemikiran para filsuf purba. seperti Thales. Hubungan harmonis antara suami dan istri. bahkan mungkin hilang. penghasilan mereka jauh lebih banyak. Euclid. Plato. Archimides. Kesempatan anak remaja di rumah lebih sedikit. Leucipos. komunikasi pedagogis antara orang tua dan anak bisa sangat terbatas. 1995 : 2). umumnya berada di luar rumah untuk menyelesaikan tugas sekolah atau bergaul dengan teman. C.\ Banyaknya waktu yang digunakan untuk bekerja akan seimbang dengan penghasilan yang diperoleh. tetapi sebagian besar digunakan di rumah atau di luar rumah dengan teman-temannya. Apalagi bila suami dan istri bekerja. Qodir. Kesibukan kerja/karier dalam batas-batas wajar memungkinkan anggota keluarga melaksanakan tugasnya dengan baik. bisa terjadi rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkin Dalam situasi demikian. semua kebutuhan hidup terpenuhi. Bapak tidak lagi melaksanakan tugas sebagai kepala keluarga. Fasilitas keluarga lebih lengkap dan lebih baik. beberapa masalah juga dihadapi dalam kehidupan keluarga. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Sejak abad pertengahan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. . Aristarhus yang hidup sebelum Masehi. Di samping memperoleh nilai lebih dari pola kerja pada masyarakat modern. Perkembangan ilmu pengetahuan modern tidak dapat dilepaskan dari peranan ilmuwan Muslim. Anak yang bersekolah sebagian waktunya digunakan di sekolah. Kesibukan di luar batas kewajaran bisa mengorbankan pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga. demikian juga ibu dan anak. Demokritos. seperti dikemukakan Briffault dalam Making of Humanity (dalam C. Aristoteles. Karena sangat sibuknya setiap anggota keluarga. Phythagoras.A. Socrates.

. pengembangan ilmu pengetahuan didominasi oleh ilmuwan muslim..Orang Yunani mengadakan sistematisasi. Ilmu pengetahuan alam dikembangkan oleh Al-Beruni. Sejak awal abad ke-14 sampai dengan akhir abad ke-19 terdapat perkembangan ilmu pengetahuan. didirikan oleh Al-Tusi tahun 1259. Pada abad ke-20. Ilmu pengetahuan modern merupakan sumbangan paling penting bagi peradaban Islam. Dalam matematika dikenal Jamshid Al-Kashmi (ahli matematika). Setelah perang antara negara-negara Islam dengan negara-negara Eropa. Dalam bidang kedokteran. Copernicus 1473-1543 M. Dalam ilmu kimia. Jabin Ibn Hayan. Semua planet dan bumi berputar mengelilingi . perkembangan yang sangat pesat terjadi pada ilmu pengetahuan terapan dan teknologi. A1Khawarizmi dan Omar Khayyam (Aljabar). Dalam bidang geografi dikenal nama Al-Kindi sampai dengan Musa Al-Khawarizmi dan Al-Beruni sebagai penemu geodesi. generalisasi. Selama beberapa abad. Ibn Bajjah. yang diperkenalkan ke Eropa oleh orang Arab . dan menyusun teori. Observatorium Maragah. Salah satu pusat penelitian astronomi terkenal. Teleskop ditemukan oleh Ibn Yunus jauh sebelum Galileo. Perang antara negara Arab dan Eropa pada awal abad ke-14 banyak menimbulkan percampuran dan pertukaran kebudayaan dan ilmu pengetahuan antara Barat dan Timur. nama Al-Baydawi tidak dapat dilupakan. Dalam bidang anatomi. seorang ahli astronomi.. sampai dengan abad ke-13. Mulai akhir abad ke-13 ada kemunduran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di negara-negara Islam. terjadi pergeseran perkembangan ilmu pengetahuan dari Timur Tengah ke Eropa. Bidang astronomi juga banyak dikembangan ilmuwan muslim di berbagai negara. mengembangkan lebih jauh prinsip heliocentrisme. Imam Jaffar dan Al-Razi adalah para ilmuwan pengembang pertama ilmu Kimia. AlKindi. Ibn Sina dan Al-Rani adalah dua tokoh yang sangat terkenal. Berikut ini adalah beberapa perkembangan besar ilmu pengetahuan pada zaman mi. Al-Bagdadi adalah ahli botani terkenal. terutama ilmu pengetahuan murni yang begitu pesat. namun ketekunan melakukan pengamatan dan penyelidikan eksperimental yang saksama dan lama bukanlah watak mereka « apa yang kita sebut ilmu pengetahuan muncul sebagai akibat metode eksperimen baru.

Galileo juga mendalami fisika. Galileo menemukan planet. serta pendukung lainnya.besar. Galileo juga banyak mengadakan pengamatan langsung. dan fisika. serta tata bulan planet Jupiter. Selain ahli astronomi. Mereka banyak dipengaruhi gagasan Copernicus dan melanjutkan gagasan itu. ia melakukan percobaan dengan cara kuantitatif. perpustakaan. teori lintasan tersebut menjadi bagian ilmu peperangan. Johannes Keppler (1571-1630). dan bintangbintang berputar mengelilingi manusia sebagai tanda kasih Tuhan. Usaha Tycho Brache itu diteruskan oleh Keppler. la juga membangun observatorium yang dilengkapi alat. Newton (1643-1727) adalah seorang pujangga besar. Fermat (1601-1665) dan Pascal (16234662) adalah ahli matematika dan fisika. serta teori cahaya atau optika. Temuannya tentang lintasan lengkung diterapkan dalam menentukan lintasan peluru. yang mendasari ilmu kimia.matahari. Newton banyak menyumbangkan ilmunya bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang hingga sekarang banyak digunakan. Ia banyak mempelajari tentang pergerakan. Lavoisier berbeda dengan para ahli lainnya. Tycho Brache dalam me. hukum pergerakan.nganggap bahwa matahari. ahli matematika. dan Galileo (1546-1642) adalah para ahli astronomi.ngamati jalannya bintang-bin tang menggunakan teropong yang besar. bulan. Teori Copernicus ini bukan hanya menyangkal teori geocentrisme. Dengan demikian. Homocentrisme merupakan padangan yang me. Tycho Brache (1546-1601). juga membalikkan prinsip hornocentrisme dari ajaran agama. Semua itu disediakan untuk manusia. kini terkenal dengan perhitungan diferensial integral (kalkulus). Fermat mengembangkan teori Aljabar mengenai bilangan-bilangan. Fermat dan Pascal mengembangkan dasar-dasar statistika (teori kemungkinan). astronomi. Sumbangan terbesarnya adalah teori gravitasi. Teori Copernicus ini mendapatkan banyak tantangan dari golongan gereja. perhitungan kalkulus (diferensial integral). Ia juga berhasil membuat teropong bintang yang lebih sempurna. . Percobaan-percobaan Lavoisier mendasari perkembangan kimia analitik dan kimia organik. Dari dua sarjana tersebut banyak temuan baru tentang orbit planet. Lavoisier (1743-1794) adalah ahli fisika.

dan otak manusia. Sumbangan yang berupa penggunaan atau penerapan suatu bidang ilmu pengetahuan terhadap bidangbidang lain disebut teknologi. Kalau manusia zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah. atau membuat lebih ampuh anggota tubuh. teori relativitas. elektron. Mengapa manusia menggunakan teknologi. melainkan juga diharapkan dapai mem herikan sumbangan kepada bidang-bidang kehidupan atau ilmu yang lainnya. hlm.Perkembangan ilmu pengetahuan terus berlangsung. Perkembangan Teknologi Dari para ahli. yang menggugurkan teori atom sebagai bagian terkecil yang tak dapat dibagi lagi. Thomson menemukan elektron. memperkuat. dan energi. kita sering mendengar pernyataan bahwa ilmu bukan hanya untuk ilmu.. Henry Becquerel (1852-1908). hlm.. sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi yaitu teknologi sederhana. sedangkan menurut Charles Susskind (1973: 1) . Perkembangan selanjutnya menghasilkan teoriteori baru dalam kenisbian. Einstein (1905-1911) menemukan teori kenisbian. Teknologi ialah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan software) sehingga seakan akan memperpanjang. Dengan penemuanpenemuan tersebut berkembanglah ilmu baru dalam bidang kimia-fisika. Sebenarnya sejak dahulu. seperti dinyatakan Kast dan Rosenweig (1962. 1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang teknologi. Iskandar Alisyahbana (1980. apakah menghasilkan suatu teori/ hukum baru atau menggugurkan teori/hukum yang ada. dan Thomson 1897 menemukan radium. yaitu ilmu fisika nuklir. how we do things is technology. pancaindera. logam yang dapat berubah menjadi logam lain. 11) Technology is the art of utilizing scientific knowledge. . Curie (1859-1906). teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Dalton (1766-1844) menemukan dasar ilmu kimia yang ditekankan pada teori atom. D. Pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa pengembangan suatu ilmu pengetahuan tidak hanya ditujukan kepada perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.

Dengan akalnya itu ia ingin hidup lebih baik. Dengan teknologi ini. Mulanya teknologi ini berkembang secara individual dalam lingkungan kecil dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. dan lebih sehat. dan lain-lain. kemudian berkembang tambah banyak. mereka berkumpul. teknologi komunikasi dan informatika. kemudian berkembang menjadi kongsi ditujukan untuk memenuhi lingkungan yang makin meluas sampai bersekala ekspor. lebih aman. pengembangan suatu teknologi sering berdampak negatif. perak. manusia membudidayakan bermacam macam tanaman dan binatang yang sebelumnya tumbuh liar di alam bebas. Teknologi ini memberikan kesejahteraan kepada manusia karena hasil pertanian lebih banyak dan mudah didapat. mengurangi polusi. Penemuan teknologi pertama yang cukup penting adalah teknologi api. bisa menghangatkan badan. dan sebagainya. lebih sejahtera. lebih lezat. Perkembangan yang begitu cepat pada beberapa dekade terakhir adalah perkembangan teknologi transportasi. Penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan mempercepat pertumbuhan teknologi industri. Teknologi penting lain yang ditemukan selanjutnya adalah teknologi pertanian. mangan. Teknologi budidaya ini mampu mengubah pola hidup berpindah-pindah menjadi menetap. dan mengolah berbagai bahan makanan. besi. seperti teknologi untuk mengatasi kebakaran. karena itu perlu Iemuan teknologi lain untuk mengatasinya. lembaga. Perkembangan teknologi lain yang sangat penting dan banyak membawa perkembangan pada teknologi lain adalah teknologi industri.karena manusia berakal. lebih mudah. Ilerkat api. teknologi pembuangan asap. Ienemuan teknologi api mendasari pengembangan teknologi lain pada masa-masa berikutnya. teknologi pemadam kebakaran. serta . bijih timah. Karena manusia hidup menetap. maka terbentuklah masyarakat dengan berbagai aturan dan sistem kehidupan sosial. Dengan teknologi api. makanan menjadi lebih lunak. mas. umpamanya teknologi penerangan. dan yang paling penting dan banyak mendasari pengembangan teknologi lebih lanjut adalah teknologi logam. Dengan teknologi ini manusia mendapatkan penerangan pada malam hari. dapat diolah menjadi batangan kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai alat kebutuhan manusia.

Perkembangan teknologi industri transportasi berkembang pesat. Jarak geografis tidak menjadi hambatan lagi untuk hubungan antarorang. dan merupakan awal babak baru dalam bidang angkasa luar.teknologi media cetak. tetapi juga bisa menempatkan berbagai satelit untuk memantau apa yang terjadi di bumi dan memperlancar komunikasi antardaerah di bumi. bukan saja membuktikan bahwa manusia bisa ke luar dari orbit bumi. Pengembangan teknologi angkasa luar ini. Peluncuran Sputnik I tahun 1958 oleh Uni Soviet (sebelum bubar . Amerika Serikat mengembangkan program Challenger kemudian Discovery dengan pesawat clang-aliknya walupun pernah mengalami kegagalan. termasuk Indonesia yang berhasil mengorbitkan Palapa C2 pada tahun 1996 pada posisi yang direncanakan. maupun udara. Pada tahuntahun terakhir. laut. Arian berhasil menempatkan sejumlah satelit negara-negara Eropa dan beberapa negara lain. . Voyager II yang akan menyusul Voyager I akan meneruskan penerbangan ke Saturnus dan ken-Indian keluar dari tata surya kita. antarkelompok. Program penerbangan angkasa luar Amerika Serikat yang dimulai dengan Mercury 1962.red) menarik banyak masyarakat dunia. baik transportasi darat. menuju planet lain. Perkembangan alat transportasi bukan hanya ditujukan untuk mobilitas orang dan barang. Uni Soviet dengan program Soyus-nya selalu berlomba dengan Amerika Serikat dalam menjelajahi angkasa luar. dan antarbangsa. melainkan untuk kepentingan penelitian dan penemuan-penemuan teknologi lebih lanjut. Eropa Barat juga tak mau kalah dalam pengembangan teknologi angkasa luar. memungkinkan orang dan barang bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan mudah dan cepat. Voyager mengangkasa sejauh 680 juta kilometer dari bumi dan berhasil mendapatkan data gambar dan bentuk lain dari planet Yupiter. Amerika Serikat melaksanakan program Voyager. Alat transportasi yang banyak mendapat perhatian dari negara-negara maju adalah pesawat angkasa luar. Setelah berhasil dengan Apollo. Apollo yang dimulai tahun 1964 berhasil mendaratkan para astronot di bulan. dengan program Arian-nya yang dimotori oleh Perancis. Berbagai jenis alat transportasi yang bermutu tinggi dengan perlengkapan mutakhir telah tersedia. Perkembangan teknologi terbesar dalam pertengahan abad ke-20 berkenaan dengan penjelajahan angkasa luar. Gemini 19631965.

dan lain-lain. diadakan berbagai pengamatan dan penelitiaan tentang bumi. Perkembangan teknologi di bidang kemiliteran bukan hanya menghasilkan teknologi senjatasenjata biasa. dan matematika mengembangkan teknologi ruang angkasa dan kemiliteran. artinya sangat bergantung pada jam siar. born hidrogen. kita hanya bisa memperoleh informasi yang disiarkan. dalam waktu beberapa menit. peluru kendali antarbenua. Satelit merupakan sarana komunikasi massa. Penerbangan angkasa luar bukan hanya ditujukan untuk meneliti planet-planet luar. melainkan dengan pesawatpesawat yang berawak manusia. dewasa ini dunia disebut dunia global. menghasilkan sistem komunisikasi gaya baru. Oleh karena itu. merupakan perkembangan teknologi yang banyak menimbulkan ancaman dan kekhawatiran manusia. born nuklir. dieapainya luar biasa. Teknologi lain yang perkembangannya sangat cepat pada beberapa dekade terakhir adalah teknologi komunikasi dan informatika. juga digunakan untuk meneliti dan membuat beberapa peralatan bagi kepentingan bumi. telekomunikasi. juga teknologi senjata mutakhir. dan iklim. Umpamanya pengamatan dan penelitian daerahdaerah yang mengandung minyak atau bahan-bahan mineral. Kemajuan di bidang telepon. sebab dengan perantaraan komunikasi massa dan komunikasi batas-batas pemisah antarnegara dan antar . sudah dapat diketahui oleh orang-orang di bagian dunia lainnya. manusia berhasil meneliti planet. Perkembangan radio dan televisi telah membuka bagian-bagian dunia yang terbelakang menjadi daerah terbuka karena arus informasi. Apa yang terjadi di suatu daerah atau negara. Dengan kemajuan teknologi angkasa luar ini. yang dikombinasikan dengan kemajuan di bidang komputer. Selain kemajuan di bidang komuniksi massa.tetapi basil hasil van). internet. jam siar ini hilang. Melalui penggunaan berbagai satelit. cuaca. kemajuan bidang telekomunikasi pun mengalami kemajuan yang begitu pesat.planet yang paling jauh bukan dengan renungan atau spekulasi atau peneropongan. Orang bisa memperoleh hampir semua informasi dari setiap negara tanpa dibatasi waktu. misil. Teknologi ini berkembang sangat pesat berkat temuan-temuan di bidang eletronika. faksimil. Dengan komunikasi massa. kimia. masalah arus laut. dan internet. Temuan-temuan di bidang fisika. Tetapi dengan internet.

Apabila cara itu ditempuh. 1. ada lima prinsip yang menjadi pegangan dalam transformasi teknologi (industri): 1) perlu diselenggarakan pendidikan dan . Barangbarang cetakan ini bisa didokumentasikan untuk waktu yang lama. kaidah. ke Library of Congres Amerika Serikat. kalau bahannya cukup baik. Untuk dokumentasi. seperti buku. konsep. telah menghasilkan barang cetakan. Cara yang lebih tepat dan memungkinkan untuk mengejar ketinggalan adalah dengan transformasi teknologi. Melalui internet. Teknologi media cetak. Hamijoyo (1975. Transformasi teknologi merupakan suatu proses pengalihan. Penemuan alat-alat cetak modern. Santoso S. Proses pengalihan tidak berarti mengambil dan menerapkan teknologi. sekarang ada teknologi microfilm dan microfiche untuk mengecilkannya. banyak dikemukakan contoh-contoh perkembangan teknologi yang berbentuk material. tetapi juga yang immaterial. 2) membedakan teknologi tersebut menjadi teknologi jenis hardware. dan hubungan antarorang. tanpa permisi.daerah menjadi hilang. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara teratur (B. Habibie (1983). mempunyai keunggulan sendiri. walaupun jangkauan dan kecepatan sebarannya tidak seluas dan secepat komunikasi massa dan telekomunikasi. sistem kerja. bahkan ke Pentagon. Transformasi teknologi Pengembangan ilmu dan teknologi tidak berarti harus mencari dan menemukan sendiri serta harus mulai dari awal. seperti keadaan aslinya di negara yang mengembangkannya. hlm. ke Gedung Putih. software. yang bermutu tinggi. setiap saat orang bisa masuk. 1983). majalah.dokumentasi yang menggunakan tempat terlalu besar. Sesungguhnya teknologi tidak hanya menyangkut halhal material. penerapan. Habibie. tetapi mencakup juga penyesuaian. modifikasi. dan pengembangannya lebih lanjut. dan pola hubungan. dengan kemampuan cetak yang sangat cepat.J. Menurut B. tahan sampai ratusan tahun. akan banyak waktu terbuang dan kita akan semakin jauh tertinggal.J. pendekatan. Dalam bahasan tentang perkembangan teknologi pada awal bagian ini. dan surat kabar.

banyak negara berkembang melakukan penelitian dasar melalui perjanjian kerja sama dengan negara-negara maju di bidang ilmu dan teknologi. Tahap ketiga. sumber daya manusia. adalah tahap pelaksanaan penelitian dasar secara besar besaran. 5) pada tahaptahap awal transformasi. . 4) bangsa yang ingin mengembangkan diri secara teknologis harus berusaha sendiri memecahkan setiap masalahnya. hingga saat tercapainya kemampuan bersaing secara internasional. 2) perlu dikembangkan konsep yang jelas dan realistic tentang masyarakat yang akan dibangun serta teknologi-teknologi yang diperlukan untuk mewujudkannya. Ada tiga tahap penting transformasi teknologi menurut B. dan dikembangkan lebih lanjut jika benar-benar diterapkan. disesuaikan dengan kebutuhan. serta sarana dan prasarana. diciptakannya teknologi untuk komponen produk-produk teknologi terbaik dalam bidang masing-masing. Tahap ini penting bagi negara-negara berkembang yang menghadapi kendala keuangan. Teknologi produksi dan manajemen digunakan untuk mengubah bahan baku atau barang setengah jadi menjadi barang-barang yang bernilai jual lebih tinggi. begitupun teknologi baru.J. kondisi. Pada tahap ini dikembangkan desain dan cetak biru sehingga ada elemen baru. elemen penciptaan. tahap integrasi teknologi digunakan untuk desain dan produksi barang baru. diterapkan. Oleh karena itu. dan kemampuan. Tahap pertama. setiap negara harus melindungi perkembangan kemampuan nasionalnya. penggunaan teknologi yang ada digunakan untuk proses nilai tambah produksi barang di pasaran. Tahap kedua. adalah tahap pengembangan teknologi itu sendiri. Habibie (1983). Dalam tahap ini teknologi-teknologi yang ada dikembangkan lebih lanjut. Proses ini disebut proses nilai tambah.pelatihan di dalam dan luar negeri untuk menyiapkan para pelaku transformasi. Tahap keempat. 3) teknologi hanya dapat dialihkan. Transformasi teknologi tidak bisa dilakukan secara serempak dan langsung pada tahap akhir. Tahap ini merupakan tahap dilaksanakannya inovasi-inovasi.

Ada sejumlah laboratorium yang dimiliki Puspitek. melainkan juga pada kepentingan politik (integritas bangsa). Di bawah pimpinan Habibie pengembangan teknologi benar-benar bertolak dari kondisi dan karakteristik wilayah dan kebutuhan pembangunan Indonesia. Habibie (1983).J. namun jumlahnya masih terbatas. 2) industri maritim dan perkapalan. ada delapan wahana transformasi yang menjadi prioritas pengembangan teknologi terutama teknologi industri. tetapi yang dikembangkannya adalah teknologi sederhana. Perkembangan teknologi tinggi yang cukup pesat terjadi pada masa pembangunan. Perkembangan teknologi ini diawali dengan diluncurkannya Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa Al. 3) industri alat-alat transportasi darat. asal manusia menggunakan alat dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi. sejak dilaksanakannya Pelita I. 6) industri rekayasa. Jawa Barat. Pengemkmgan teknologi diarahkan bukan hanya pada kepentingan kemajuan ekonomi. yang sekarang sudah mencapai generasi C2. social budaya. Pada mulanya. Menurut B. Dalam beberapa hal mungkin dikembangkan teknologi madya. Sejak lama teknologi di Indonesia berkembang. dan udara. Perkembangan teknologi yang lebih terencana dan terarah tampaknya dimulai setelah B. Pusat pengembangan ini memiliki bidang dan fasilitas yang sangat lengkap. misalnya untuk kepentingan telekomunikasi dan jaringan internet.alat dan mesin-mesin pertanian.J. dan 8) industri pertahanan dan keamanan. Perkembangan teknologi di Indonesia Perkembangan teknologi terjadi di mana-mana. serta aspek-aspek lain. Habibie menjabat sebagai menteri sekaligus pemikiran pemimpin pengembangan teknologi di Indonesia. 4) industri elektronika dan telekomunikasi. Pusat pengembangan terbesar adalah Pusat Pengembangan Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) di Tanggerang. antara lain: laboratorium uji . yaitu: 1) industri pesavvat terbang. pemanfaatan satelit ini terbatas pada bidang komunikasi massa dan jangkauannya terbatas pada beberapa wilayah saja. 7) industri alat. 5) industri energi. Dewasa ini pemanfaatan satelit tersebut semakin luas. laut. dengan jangkauan bukan hanya negara-negara ASEAN dan negara-negara di sekitar Indonesia.2. Indonesia juga telah memiliki pusat-pusat pengembangan ilmu dan teknologi.

Indonesia mempunyai badan khusus. dan getaran. laboratorium termodinamika elan propulsi. bahkan keamanan dan ilmu pengetahuan itu sendiri. kehutanan. laboratorium teknologi proses. laboratorium fisika. E. budaya. yaitu dharma penelitian. Universitas Padjadjaran. dan estetika. Pengaruh Perkembangan Ilmu dan Teknologi Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi cukup luas. meliputi semua aspek kehidupan. etika. serta reaktor penelitian serba guna dengan beberapa laboratorium penunjangnya. Perguruan tinggi juga berperan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu dan teknologi sebagai realisasi dari salah satu tridharmanya. Untuk pengkajian dan penerapan teknologi. Ada beberapa perguruan tinggi yang terkemuka dan ada pula perguruan tinggi yang masih miskin dengan penelitian dan pengembangan yang berarti. Pada bagi. laboratorium kimia. Di bidang tenaga atom. laboratorium metalurgi. Indonesia memiliki dua pusat reaktor atom. dan peternakan. Bandung. Lembaga lain yang juga mengadakan pengkajian tentang ilmu pengetahuan adalah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). laboratorium kalibrasi dan instrumentasi. yaitu Pusat Reaktor Atom Bandung dan Pusat Reaktor Atom Kartini di Yogyakarta. Walaupun tahap pengembangannya belum sama. laboratorium energi. . Indonesia juga memiliki pusat penelitian astronomi di Lembang. Beberapa perguruan tinggi yang cukup maju dalam penelitian dan pengembangan adalah Universitas Indonesia untuk bidang kedokteran dan ekonomi. Institut Teknologi Bandung untuk bidang rekayasa dan teknologi. keagamaan.konstruksi. dan Universitas Airlangga untuk bidang ekonomi. Jauh sebelum didirikan Puspitek dan BPPT. lebih dikenal dengan nama Peneropong Bintang. laboratorium aerodinamika. ekonomi. Universitas Gajah Mada. sosial. politik. gas dinamika. yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang kepemimpinannya dirangkap oleh Menteri Riset dan Teknologi. Institut Pertanian Bogor untuk bidang pertanian.in ini pembahasan dibatasi pada pengaruh perkembangan ilmu pengetalimm din teknologi terhadap kehidupan masyarakat dan pendidikan. fungsi penelitian dan pengembangan pada perguruan tinggi telah berjalan.

bangunan. Surat kabar dan majalah belum dapat terserap oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok tanah air.Ada beberapa bidang ilmu dan teknologi yang mempunyai pengaruh yang baik secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi massa terutama melalui radio dan teleyisi mempunyai peranan dan pengaruh yang sangat besar terhadap masyarakat. Dengan adanya teknologi transistor yang diproduksi secara massal dengan harga yang relatif murah. seluruh kota di Nusantara dapat dijangkau oleh televisi. Bidang-bidang tersebut adalah komunikasi. tradisi. transportasi. Hal itu disebabkan karena kemampuan ekonomi serta motif membaca yang masih kurang. budaya. Dewasa ini di Indonesia terdapat sejumlah media komunikasi massa yang perkembangannya sudah cukup maju dan dapat menjangkau hampir seluruh pelosok tanah air. program dan kegiatan pem. bahkan sampai batas tertentu dapat mengubah sikap masyarakat. Melalui situasi hiburan tersebut secara tidak disadari banyak informasi. di samping masih kurangnya kemampuan membaca serta adanya kendala geografis karena banyak pulau-pulau terpencil. radio. Sebagian besar ibu kota propinsi telah mempunyai stasiun siaran TV sendiri. mungkin juga konsep-konsep. kegiatan. Melalui media tersebut. Urutan kedua yang juga cukup luas jangkauannya adalah televisi. gagasangagasan. nilai-nilai yang terserap oleh masyarakat. Dengan demikian komunikasi massa dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Komunikasi cukup berkembang pesat di Indonesia dan berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. dan televisi. terhadap kehidupan masyarakat. mekanisasi industri dan pertanian. media massa dapat . kemajuan dart sebagainya yang telah dicapai oleh suatu golongan masyarakat atau daerah tertentu dapat diketahui oleh masyarakat atau daerah lain. Tempat ketiga dan keempat diduduki oleh surat kabar dan majalah. maka radio transistor telah dapat dimiliki oleh rakyat kecil yang tinggal di daerah terpencil sekalipun. Hal itu karena kedua media tersebut bukan hanya berfungsi memberikan informasi tetapi juga memberikan hiburan. Media komunikasi massa tersebut adalah surat kabar. Sudah tentu di samping nilai-nilai yang positif. Di antara keempat media komunikasi massa tersebut yang paling luas jangkauannya adalah radio. Setelah diluncurkannya SKSD Palapa. serta persenjataan. majalah.

Mobilitas penduduk atau masyarakat bukan hanya dari desa ke kota tetapi juga dari kota atau daerah yang satu ke kota atau daerah yang lain atau dari pulau yang satu ke pulau yang lain. kedaerahan ataupun sikap eksklusivisme. film-film banyak yang mempertunjukkan kejahatan. masuknya kebiasaan. dan sebaliknya penduduk desa juga dapat dengan mudah mendapatkan barang-barang hasil industri. keadaan alam yang banyak . memperbesar terjadinya urbanisasi. antara pulau maupun antara negara. Hal itu. cara-cara hidup. Perkembangan teknologi di bidang pertanian belum sepesat bidang industri. menyebabkan terbukanya perhubungan dengan daerah-daerah yang asalnya terpencil. Mobilitas penduduk memungkinkan terjadinya akulturasi. Kelancaran arus perdagangan berarti barang-barang hasil bumi dari desa dapat dengan segera dikirimkan dan dijual ke kota. terutama penduduk desa dengan cara-cara dan kehidupan orang-orang kota. Tentang efek negatif acara TV beberapa ahli dan hasil penelitian menyatakan: banyak orang yang membuang waktunya antara 4-6 jam tiap hari untuk mengikuti semua acara TV. Ada beberapa hambatan yang dihadapi dalam penerapan teknologi di bidang pertanian antara lain: terutama di Pulau Jawa tidak banyak lahan pertanian yang luas. Perkembangan teknologi transportasi meningkatkan mutu dan kecepa tan lalu lintas orang dan barang. antara kota. menghilangkan kesukuan. iklan TV dapat menimbulkan penyakit the gimmees terutama pada anak (penyakit merengek ingin dibelikan). pembunuhan. pemilikan lahan pertanian yang sempit yang kurang menguntungkan bila diolah secara mekanis. mempermudah perhubungan baik lokal. juga akan memberikan sumbangan dalam pembentukan persatuan nasional. dan sebagainya. naiknya harga-harga produksi desa di desanya. namun dampaknya terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan para petani telah dirasakan. norma-norma kota yang belum tentu sesuai dengan kehidupan di desa (menggeser kebiasaan desa yang baik). Perkembangan transportasi juga dapat memberi beberapa efek sampingan di antaranya: daerah-daerah pedesaan lebih konsumtif terhadap barang-barang hasil industri. Pembukaan perhubungan tersebut dapat memperlancar arus perdagangan dan meningkatkan mobilitas penduduk.pula menimbulkan efek negatif. perampokan.

industri besar. untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. yang mungkin dapat diterapkan pada industri-industri menengah dan kecil. pemerintah telah berusaha mengembangkan teknologi tepat guna di bidang pertanian. Meskipun demikian. kebijaksanaan yang diambil pemerintah tidak hanya diarahkan pada pengembangan teknologi maju. 8) mengemukakan pandangannya sebagai berikut: Dalam Pelita I kita telah melihat. tetapi juga teknologi tepat guna. Masyarakat sebagai sumber tenaga kerja banyak menderita kesulitan dengan adanya industri-industri .terjadinya suatu eksperimentasi yang m cukup berani. yaitu barang-barang cukup banyak tersedia. kemampuan permodalan dan pengelolaan. harga kemungkinan juga sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan produksi pabrik kecil. Penggunaan teknologi maju yang paling banyak adalah di bidang industri. malahan sebaliknya. di mana teknologi modern yang belum kita miliki berada berdampingan dengan teknologi tradisional yang masih terbelakang. Walaupun dalam beberapa kasus tidak dapat dihindari terjadinya ketersisihan industri kecil oleh industri besar. Filino Harapah (1975. kualitas barang cukup baik. Dalam pengembangan teknologi industri ini. usaha tenun bukan mesin dan perusahaan minuman yang mempergunakan teknologi tradisional sederhana. Sebagai konsumen. Mengenai ketersisihan industri-industri kecil yang menggunakan teknologi tradisional oleh industri-industri besar yang mengginiakan teknologi modern.bergunung-gunung atau berawa-rawa. akibat saingan pabrik yang lebih modern dan unggul teknologinya. pemasaran hasil pertanian dan sebagainya. menengah bahkan industri kecil. baik industry maupun hilir. Bukti-bukti yang memperkuat pengamatan ini adalah terdesaknya pabrik-pabrik rokok gulung (linting). Dalam proses sudah berlangsung. masyarakat mempunyai beberapa keuntungan dari industri besar tersebut. hlm. Beberapa pertanian besar seperti rice estate di Palembang dan lain-lain yang merupakan joint venture sudah menggunakan teknologi maju yang serba mekanik. kelihatan bahwa teknologi tradisional bukannya kian meningkat. seolah-olah terdesak. Penggunaan teknologi maju dalam industri mempunyai beberapa pengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Teknologi modern tersebut masih sangat bergantung kepada unsurunsur non-Indonesia.

Pada bagian sebelum ini telah diungkapkan bahwa kemajuan di bidang komunikasi massa sangat berpengaruh terhadap pendidikan. pendidikan merupakan salah satu aspek sosial. tetapi sejumlah besar anggota masyarakat yang lain menderita karena tidak mendapat pekerjaan. sebab. Meskipun penulis membuat ceritera tentang kejahatan atau kekejaman. Baik tayangantayangan yang berbentuk informasi ataupun tayangan yang bersifat hiburan juga mempunyai nilai-nilai pendidikan. sinetron. Dengan demikian semua acara tersebut sebenarnya mempunyai maksud dan pesan yang positif. melalui media massa dapat berlangsung proses pendidikan. Suatu pekerjaan yang sebelum menggunakan teknologi maju mungkin membutuhkan 15-20 orang pegawai/buruh maka setelah menggunakan teknologi maju dapat dikerjakan oleh 1 atau 2 orang saja. Ziemek mengemukakan pendapat sebagai berikut: Melihat angka-angka terakhir mengenai kesempatan kerja di Indonesia yang menunjukkan bahwa 30% dari jumlah 44 juta angkatan kerja yang benarbenar. ataupun penulis berita atau cerita yang sengaja menulis suatu tema cerita atau tulisan dengan tujuan merusak masyarakat. sebab pendidikan meliputi segala usaha sendiri atau usaha pihak luar untuk meningkatkan pengetahuan dan kecakapan.teknologi maju tersebut. melainkan juga pendidikan nonformal. jelas bahwa untuk mengurangi jumlah ini secara cukup berarti akan hampir tidak mungkin dicapai dengan jalan mengadakan industrialisasi perekonomian menurut pola di Barat. Sebab media massa juga merupakan juga media pendidikan. Kami kira tidak ada seorang penulis skenario film. memperoleh keterampilan dan membentuk sikapsikap tertentu. Mengenai pengangguran atau kesempatan kerja tersebut. Pendidikan sangat erat hubungan dengan kehidupan sosial. Dengan demikian dapat memperbesar angka pengangguran. Pendidikan. M. Dengan kata lain. namun yang diterima oleh pemirsa tidak selalu . namun tujuannya justru menyadarkan masyarakat bahwa perbuatan seperti itu tidak baik. Pendidikan tidak terbatas pada pendidikan formal saja. juga menda pat pen garuh yang cukup besar dari ilmu dan teknologi. Bagi orang-orang yang secara kebetulan dapat bekerja dengan teknologi maju tersebut dapat menikmati keberuntungannya. memperoleh kesempatan kerja penuh. yang jahat pasti dihukum dan sebagainya. atau sandiwara TV.

Dan yang penting adalah fungsi TV-nya sendiri yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. cara berpikir. tiap berita atau tulisan dalam surat kabar atau majalah dapat menambah pengetahuan pendengar. penonton. Sering terjadi kalau anak sudah menntio seorang tokoh. diperintah dan diuji tetapi melalui media massa belajar terjadi secara tidak sadar. belajar berlangsung secara disadari. apalagi idolanya itu adalah tokoh dalam film-film Barat yang mungkin tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. memberikan kecakapan atau keterampilan serta membina sikap tertentu. dan pada masa tertentu terutama pada awal masa pubertas ada masa anak untuk beridentifikasi dengan tokoh-tokoh pujaan tertentu. tanpa paksaan atau perintah orang lain dan tidak ada tekanan untuk ulangan atau ujian. Mar'at seorang psikolog dari Unpad mengemukakan pendapatnya sebagai berikut: "TV mampu mengubah sikap. Dari pihak pemirsa kebanyakan lebih memperhatikan adeganadegan yang ramai daripada mencari makna pesan luhur yang dibawa dengan keramaian tersebut. Sebagai penyebabnya mungkin saja karena adeganadegan yang kurang terpuji tersebut lebih mendominasi dibandingkan degnan adegan-adegan yang mengandung maksud dan pesan luhur. atau pembacanya. dan cara menyelesaikan masalah". sebab dalam kelas. pandangan. apa saja yang dilakukan oleh tokoh tersebut selalu baik. Kita mengetahui bahwa anak suka tneniru.seperti maksud dan pesan tersebut (tidak komunikatif). sebagai media komunikasi visual dalam meningkatkan pengetahuan. Mudah kita pahami bahwa yang menjadi idola anak adalah tokoh-tokoh terkenal atau jagoan-jagoan tertentu. Padahal mungkin saja tidak semua tingkah laku tokoh tersebut baik. Dalam hal ini media massa mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan belajar dalam kelas. Tiap acara TV atau radio. Bagaimanapun media massa mempunyai fungsi pendidikan. Perkembangan teknologi di bidang industri mempunyai hubungan timbal balik dengan pendidikan. Industri dengan teknologi maju memproduksi berbagai macam alat-alat dan bahan yang secara langsung atau tidak langsung dibutuhkan . Segi negatif yang lain dari media TV untuk pendidikan anak selain yang telah diungkapkan terdahulu adalah kecenderungan anak untuk mengadakan peniruan dan identifikasi. dan perasaan seseorang.

alatalat permainan. yang tertutup dengan adanya transportasi dan komunikasi yang luas.dalam pendidikan. Telah dibicarakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa beberapa perubahan dalam kehidupan masyarakat. Untuk menyelenggarakan suatu sekolah kejuruan tertentu dituntut banyak hal. cassete tape recorder. tetapi juga membutuhkan bantuan penggunaan hasil pengembangan teknologi yang bersifat software. berbagai bentuk alat peraga. Dengan menggunakan alatalat belajar yang modern anak akan lebih aktif belajar. Ada segi lain mengenai hubungan antara pendidikan dengan perkembangan teknologi dalam industri. Beberapa masyarakat terpencil. Sekolah kejuruan yang baru juga mungkin menuntut sistem atau program yang baru. Kegiatan pendidikan membutuhkan dukungan dari penggunaan alat-alat hasil industri seperti komputer. dan keterampilan sumber daya manusianya. Hal itu berarti membuka pekerjaan baru dan juga menuntut keahlian baru yang harus dipersiapkan dalam pendidikan. buku-buku. berubah menjadi masyarakat yang terbuka dan cukup berkomunikasi dengan daerah-daerah lain. alat-alat berhitung. Sekolah kejuruan yang baru menuntut penyediaan guru-guru dalam kejuruan tersebut. metode mengajar yang baru. Peningkatan pendidikan sangat membutuhkan bantuan hasil-hasil teknologi industri tidak hanya yang bersifat hardware. Perkembangan teknologi industri menuntut peningkatan penguasaan pengetahuan. kemampuan. Aktivitas belajar anak akan bergantung pada metode belajar-mengajar yang digunakan. dan sebagainya. Penggunaan alat-alat belajar yang modern dalam pendidikan akan mempengaruhi proses belajar. Hal itu berkenaan dengan segi software sebagai hasil pengembangan teknologi. peta. dan sebagainya. radio. sistem penilaian yang baru. televisi. Masyarakat yang pada mulanya hanya konsumtif . Dengan perkataan lain perkembangan teknologi dalam industri dapat memberikan tuntutan pembaharuan dalam pendidikan. video tape. menuntut pengetahuan dan kecakapan gurugurunya. anak akan lebih aktif dibandingkan dengan kalau hanya menggunakan kapur dan papan tulis saja. Sudah tentu penggunaan alat-alat hasil industri maju dalam bidang pendidikan. gambar-gambar. menuntut peralatan pendidikan atau latihan yang baru yang mungkin tidak sama dengan peralatan bagi pendidikan atau kejuruan yang telah ada. alat tulis menulis.

juga yang bersifat langsung. Perkembangan ilmu dan teknologi bukan hanya yang bentuk hardware tetapi juga software dan hubungan antarmanusia. intelektual. dalam pekerjaan serta dalam hubungan-hubungan yang lebih luas. kemampuan. kaidah-kaidah. maupun material. Sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Pengaruh perkembangan ilmu dan teknologi terhadap pendidikan selain yang bersifat tidak langsung seperti yang telah dikemukakan terdahulu. tetapi juga mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup pada masa kini dan yang akan datang. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung. . merupakan tempat pemindahan teknologi yang bersifat software dan hubungan antarmanusia. Hal-hal di atas menuntut perubahan pada sistem dan isi pendidikan. baik nilai sosial. untuk memahami dan memecahkan berbagai persoalan dalam kehidupan di rumah dan di masyarakat.terhadap hasil-hasil pertanian telah berubah menjadi masyarakat yang lebih konsumtif terhadap produksi industri. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi meyebabkan perkembangan pula pada dunia pendidikan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah menimbulkan banyak perubahan dalam nilai-nilai. dipelajari konsep-konsep. Di sekolah. prinsip-prinsip. perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya. menyebabkan perkembangan masyarakat. sikap hidup baru. spiritual. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga menimbulkan kebutuhan barn. dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan dengan pengetahuan. pendidikan bukan hanya mewariskan nilai-nilai dan hasil kebudayaan lama. cara-cara dan pendekatanpendekatan baru. Dengan demikian. Hal-hal tersebut juga menuntut selalu adanya perkembangan dari pendidikan. dan keterampilan barn yang dikembangkan dalam pendidikan. aspirasi baru. budaya. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi/materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan.

Handbook of Educational Technology. Pada bagian akhir diuraikan evaluasi hasil belajar. dan New York: Nichols Publishing Co. media dan sumber-sumber pengajaran. Fred & Ellington.taina blikil ini ditiraikan tentang pengerarahan pendidikan. sebab dalam tugasnya mereka harus selalu mengadakan inovasi. Glenys G. Sekolah disadari atau tidak. Buku ini merupakan buku dasar tentang teknologi pendidikan. Innovations in Secondary Education. Unruh. menguraikan aspek-aspek utama teknologi pendidikan dan peranannya dalam tisaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendid4 Ali Pada liawan 1)1. Secara sistematis dalam buku ini dibahas. yaitu yang berpusat pada guru atau institusi dan yang berpusat pada siswa. kurikulum. . Buku Acuan Percipal. Peranan dan perumusan tujuan sebagai pusat dan titik tolak dalam penyusunan desain pengajaran yang didasarkan atas pendekatan sistem. Inc. and Alexander. ahli kurikulum serta pelaksana pendidikan terutama kepala sekolah dan guru. New York: Holt. sarana. kelompok ataupun individual. London: Kogan Page Ltd. Agar tanggap dan dapat selalu mengikuti perubahan perubahan sosial. Inovasi itu bermacam-macam. (1984). Yang menjadi inti pembahasan dalam buku ini adalah inovasi dalam pendidikan di sekolah yang diarahkan pada peningkatan efektivitas pendidikan.F. Bagian selanjutnya menjelaskan dua pendekatan pendidikan. juga dikemukakan macam-macam metode mengajar. Perubahan sosial merupakan suatu keharusan dan sekolah tidak dapat absen dalam proses perubahan tersebut. (1970). staf pengajar.1. organisasi. Buku ini sangat bermanfaat bagi para perencana pendidikan. pendekatan sistem dan sekilas sejarah teknologi pendidikan. William M. mempunyai andil di dalam perubahan sosial. Rinerhart and Winston. baik yang bersifat kolas. Selanjutnya kegiatan inovasi berkenaan dengan komponen siswa. media serta bangunan. faktor-faktor yang mendorong inovasi bagi perkembangan pendidikan. Henry. maka sekolah pun harus mengadakan inovasi. Pada bagian terakhir diuraikan proses inovasi dan perkembangannya serta berbagai pendekatan dalam inovasi pendidikan. serta kecenderungan perkembangan teknologi pendidikan pada tahun 2000.

Rumah dan sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan sendirisendiri. bahwa pengajaran harus menyatukan ilmu dengan seni mengajar. Pengajaran harus disusun berdasarkan pada apa yang akan dikerjakan dan pada apa yang akan dihasilkan pada siswa. memberikan pegangan baik dalam pengembangan kurikulum. siswa. sebab menempatkan anak pada tempat yang sentral. (1981). tetapi saling mempengaruhi. New Jersey: Prentice Hall. Konsep-konsep yang dipaparkan dalam buku ini cukup modern. Makalah-makalah tersebut merupakan makalah terbaik atau terpilih yang sengaja dipilih penulis dan disediakan bagi para pendidik. dan guru-guru serta para mahasiswa calon guru. mau jadi apa siswa. Englewood Cliffs. et al. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan makalah yang disampaikan dalam berbagai pertemuan ilmiah. Vernon S. dan pengajaran. Buku ini sangat berharga bagi para ahli kurikulum. Selanjutnya dijelaskan dalam buku ini. (1980). Guru memegang peranan yang besar dalam pengajaran. Anak menjadi fokus pendidikan. media pengajaran. Bloom.Gerlach. is adalah perencana pengajaran dan koordinator sumber-sumber belajar. Isinya telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu kesatuan pemikiran yang utuh. Media merupakan aspek penting dalam pengajaran. Dalam buku tersebut sangat ditekankan. tetapi merupakan bagian integral dari pengajaran. dan diadakan pemilihan media yang tepat. Inc. Buku ini menguraikan masalah pengajaran dan media dengan pendekatan sistem. A Systematic Approach. akan memperlancar jalannya pengajaran. belajar. Inc. semua kegiatan pendidikan harus bertolak dari perkembangan anak. Atas dasar itu pengajaran harus mempunyai tujuan yang spesifik. baik orang tua. All Our Children Learning. bahwa media bukan sekadar alat bantu. Benyamin S. New York: Mc Graw Hill Book Co. guru. . disusun dengan desain pengajaran yang baik. penyusunan desain pengajaran maupun dalam pemilihan media pengajaran. maupun guru dan para instruktur. Teaching and Media. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana pengaruh pendekatan-pendekatan dalam pendidikan terhadap pandangan para ahli pendidikan terhadap sekolah. dan harus dipusatkan pada kebutuhan dan aktivitas siswa.

peserta didik. Mengapa demikian? Kurikulum ini sangat praktis. kurikulumnya mirip dengan tipe ini. disebut kurikulum rekonstruksi sosial. masing-masing telah mengembangkan ilmu secara sistematis. maupun proses pendidikan. dan interaksionis. Mereka tinggal memilih bahan .a lalu tersebut. mudah digabungkan dengan tipe lainnya.susah menyusun dan mengembangkan bahan sendiri. Kurikulum subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik (perenialisme dan esensialisme) yang berorientasi pada masa lalu.BAB 5 MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM Pada Bab 1 telah ungkapkan empat aliran pendidikan yaitu pendidikan klasik. Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan. Kurikulum Subjek Akademis Model konsep kurikulum ini adalah model yang tertua. sejak sekolah yang pertama berdiri. imidah disusun. dan solid. logis. pribadi. umumnya sekolah tidak dapat welepaskan tipe ini. pendidikan pribadi disebut kurikulum humanistik. Empat aliran atau teori pendidikan tersebut memiliki model konsep kurikulum dan praktik pendidikan yang berbeda. Semua Woo pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu. Empat aliran itu bertolak dari asumsi yang berbeda dan mempunyai pandangan yang berbeda pula lentang kedudukan dan peranan pendidik. Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil hasil budaya ilia. Sesuai dengan bidang disiplinnya para ahli. liciajar adalah berusaha menguasai ilmu sebanyak-banyaknya. Para pengembang kurikulum tidak perlu susah. %valaupun telah berkembang tipe-tipe lain. Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai seluruh atau sebagian besar isi pendidikan yang diberikan atau disiapkan oleh guru. Model konsep kurikulum dari teori pendidikan klasik disebut kurikulum subjek akademis. teknologi. teknologi pendidikan disebut kurikulum teknologis dan dari pendidikan interaksionis. A. Sampai sekarang. Isi pendidikan diambil dari setiap disiplin ilmu.. isi.

Nama-nama mata pelajaran yang menjadi isi kurikulum hampir sama dengan nama disiplin ilmu. dan sebagainya. dalam perkembangannya secara berangsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa. ia menegaskan bahwa kurikulum suatu mata pelajaran harus didasarkan atas pemahaman yang mendasar yang dapat diperoleh dari prinsip-prinsip yang mendasarinya dan yang memberi struktur kepada suatu disiplin ilmu. Karena kurikulum sangat mengutamakan pengetahuan maka pendidikannya lebih bersifat intelektual. Guru sebagai penyampai bahan ajar memegang peranan penting. seperti bahasa dan sastra. geografi. Ia harus menjadi ahli dalam bidang-bidang studi yang diajarkannya. umpamanya. suatu pengetahuan dapat digunakan dalam konteks lain daripada sekadar yang dipelajarinya. Jerome Bruner dalam The Process of Education menyarankan bahwa desain kurikulum hendaknya didasarkan atas struktur disiplin ilmu. Beberapa kegiatan belajar memungkinkan untuk mengadakan generalisasi. Selanjutnya. Seorang siswa yang belajar fisika. harus melakukan kegiatan belajar sebagaimana seorang ahli fisika melakukannya. sesuai dengan tujuan pendidikan dan tahap perkembangan siswa yang akan mempelajarinya.materi ilmu yang telah dikembangkan para ahli disiplin ilmu. ilmu kealaman. Kurikulum subjek akademis tidak berarti hanya menekankan pada materi yang disampaikan. Penekanan pada segi intelektual ini dianut oleh hampir seluruh proyek pengembangan kurikulum pada tahun 1960-an di sekolah-sekolah negara bagian Amerika Serikat. Lebih jauh guru dituntut bukan hanya menguasai materi pendidikan. kemudian mereorganisasinya secara sistematis. Para pengembang kurikulum pada masa adalah para ahli mata . Hal seperti itu akan mempermudah proses belajar fisika bagi siswa. Proses belajar yang dipilih sangat bergantung pada segi apa yang dipentingkan dalam materi pelajaran tersebut. dapat merangsang ingatan apabila siswa diminta untuk menghubungkannya dengan masalah lain. tetapi ia juga menjadi model bagi para siswanya. Guru adalah yang "digugu dan "ditiru (diikuti dan dicontoh). Apa yang disampaikan dan cara penyampaiannya harus menjadi bagian dari pribadi guru. sejarah. matematika. Mereka harus menguasai semua pengetahuan yang ada dalam kurikulum.

menyangkiii problema. Pelajaran tersusun atas . Melalui serangkaian kegiatan ilmiah seperti observasi. Sekurang-kurangnya ada tiga pendekatan dalam perkembangan Kurikulum Subjek Akademis. terdiri atas buku-buku.gaimana memperoleh dan menguji fakta-fakta dan bukan sekadar mengingat-ingatnya. Sasaran utama kurikulum model MACOS adalah perkembangan kemampuan intelektual. Dengan membandingkan manusia dari suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Para pengembang kurikulum mengharapkan anak-anak dapat menggali faktor-faktor penting yang akan menjadikan manusia sebagai manusia. Pendekatan ini merupakan respons terhaclap perkembangan masyarakat yang menuntut modelmodel pengetahuan yang lebih komprehensif-terpadu. Pada tah un 1970-an pendekatan struktur pengetahuan dalam pengembangan kurikulum ini mengalami kemunduran. kegiatan diskaveri dan sebagainya. Murid-murid belajar ba. dan perlengkapan kelas lainnya. yaitu membangkitkan penghargaan dan keyakinan akan kemampuan sendiri dan memberikan serangkaian cara kerja yang memungkinkan anak walaupun dengan cara sederhana mampu menganalisis kehidupan sosial. Pendekatan pertama. konsep-konsep inti. adalah studi yang bersifat integratif. anak mengetahui keadaan biologis manusia. film. penyusunan. melanjutkan penih struktur pengetahuan. Melalui perbandingan dengan binatang. percobaan. permainan. Kurikulum ini ditujukan untuk mengadakan penyempurnaan tentang pengajaran ilmu sosial dan humanitas.pelajaran yang menyusun bahan ajar di sekitar unsur-unsur struktural mendasar dari disiplin ilmunya. diharapkan anak dapat mengambil banyak manfaat. prinsip-prinsip. poster. dengan pengarahan dan bimbingan Bruner. Pendekatan kedua. anak-anak akan mempelajari aspek-aspek universal dari kebudayaan manusia. sebab para ahli lebih tertarik pada pemecahan masalah kemanusiaan. pemahaman disiplin ilmu-ilmu sosial. rekaman. dan cara-cara bagaimana berinkuiri. Salah satu contoh kurikulum yang berdasarkan atas struktur pengetahuan adalah Man: A Course of Study (MACOS) Macos adalah kurikulum untuk sekolah dasar. dan pengujian hipotesis.

Para siswa harus belajar menggunakan pemikiran dan dapat mengontrol dorongan-dorongannya. atau masalah sosial yang membutuhkan pemecahan secara ilmiah. dalam satuan-satuan pelajaran tersebut batas-batas ilmu menjadi hilang. Menyatukan kegiatan belajar dari beberapa disiplin ilmu. dan evaluasi. Mereka tetap mengajar berdasarkan matamata pelajaran dengan menekankan membaca. Mereka mengembangkan suatu model kurikulum yang terintegrasi (integrated curriculum). metode. Menyatukan berbagai cara/metode belajar. 1. fenomena alam. Ada beberapa ciri model kurikulum yang dikembangkan. Dengan berpengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu. Sekolah harus memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merealisasikan kemampuan mereka menguasai warisan budaya dan jika mungkin memperkayanya. 1. 2. Kegiatan belajar melibatkan isi dan proses dari satu atau beberapa ilmu sosial atau perilaku yang mempunyai hubungan dengan tema yang dipilih/ dikerjakan.satuan-satuan pelajaran. menulis. yang dapat terdiri atas ide atau konsep besar yang dapat mencakup semua ilmu atau suatu proses kerja ilmu. Pendekatan ketiga. Pengorganisasian tema-tema pengajaran didasarkan atas fenomena-fenomena alam. proses kerja ilmiah dan problema-problema yang ada. adalah pendekatan yang dilaksanakan pada sekolah sekolah fundamentalis. Pelajaran-pelajaran lain seperti ilmu kealaman. dan memecahkan masalah -masalah matematis. Menentukan tema-tema yang membentuk satu kesatuan (unifying theme). ilmu sosial. Tujuan kurikulum subjek akademis adalah pemberian pengetahuan yang solid serta melatih para siswa menggunakan ide-ide dan proses "penelitian". Ciri-ciri kurikulum subjek akademis Kurikulum subjek akademis mempunyai beberapa ciri berkenaan dengan tujuan. organisasi isi. 3. . para siswa diharapkan memiliki konsep-konsep dan cara-cara yang dapat terus dikembangkan dalam masyarakat yang lebih luas. dan lainlain dipelajari tanpa dihubungkan dengan kebutuhan praktis pemecahan masalah dalam kehidupan. Kegiatan belajar ditekankan pada pengalaman konkret yang bertolak dari minat dan kebutuhan murid serta disesuaikan dengan keadaan setempat.

yang mencakup materi dari berbagai pelajaran disiplin ilmu. dan integrasi secara menyeluruh. kemudian dirumuskan dan dicari cara pemecahannya. Melalui proses tersebut para siswa akan menemukan. logika digunakan dalam matematika. Ada beberapa pola organisasi isi (materi pelajaran) kurikulum subjek akademis. Integrated curriculum.Metode yang paling banyak digunakan dalam kurikulum subjek akademis adalah metode ekspositori dan inkuiri. Kalau dalam unified masih tampak warna iliciplin ilmunya. dan untuk memahami budaya masa lalu dan mengerti keadaan masa kini. 4. Konsep utama disusun secara sistematis. Unified atau Concentrated curriculum adalah pola organisasi bahan pelajaran tersusun dalam tema-tema pelajaran tertentu. dicari berbagai masalah penting. Mereka mempelajari buku-buku standar untuk memperkaya pengetahuan. Bidang studi tersebut membutuhkan jawaban yang merefleksikan logika. 2. bahwa kemampuan berpikir dan mengamati digunakan dalam ilmu kealaman. Tentang kegiatan evaluasi. Dalam materi disiplin ilmu yang diperoleh. Bahan ajar diintegrasikan dalam suatu persoalan. di . kurikulum subjek akademis menggunakan bentuk evaluasi yang bervariasi disesuaikan dengan tujuan dan sifat mata pelajaran. Ide-ide diberikan guru kemudian dielaborasi (dilaksanakan) siswa sampai mereka kuasai. bentuk dan perasaan digunakan dalam seni dan koherensi dalam sejarah. dengan ilustrasi yang jelas untuk selanjutnya dikaji. maka dalam pola yang integrated warna disiplin ilmu tersebut sudah tidak kelihatan lagi. 3. Correlated curriculum adalah pola organisasi materi atau konsep yang dipelajari dalam suatu pelajaran dikorelasikan dengan pelajaran lainnya. koherensi. Bidang studi seni yang sifatnya ekspresi membutuhkan penilaian subjektif yang jujur. kegiatan atau segi kehidupan tertentu. Pola-pola organisasi yang terpenting di antaranya: 1. Problem Solving curriculum adalah pola organisasi isi yang berisi topik pemecahan masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupan dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari berbagai mata pelajaran atau disiplin ilmu. Dalam bidang studi humaniora lebih banyak digunakan bentuk uraian (essay test) daripada tes objektif.

Dalam ilmu kealaman penghargaan tertinggi bukan hanya diberikan kepada jawaban yang benar tetapi juga pada proses berpikir yang digunakan siswa. yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan. Mengusahakan adanya penguasaan yang menyeluruh (comprehensive. Apabila hanya mempelajari sedikit disiplin ilmu maka penguasaan para siswa akan sangat Ierbatas. memilih dan menentukan aspek-aspek dari dari disiplin ilmu yang sangat diperlukan dalam kehidupan masyarakat. 2.ness) dengan menekankan pada bagaimana cara menguji kebenaran atau mendapatkan pengetahuan. Kekhawatiran mereka dapat sedikit dikurangi dengan dikembangkannya model evaluasi formatif dan sumatif. maka tahap penguasaannya akan mendangkal. Lain halnya dengan matematika. Satu pihak melihatnya sebagai suatu kegiatan yang sangat berharga. nilai tertinggi diberikan bila siswa menguasai landasan aksioma serta cara penghitungannya benar. Apabila ingin memiliki penguasaan yang cukup mendalam maka jumlah disiplin ilmunya harus sedikit. apabila disiplin ilmunya cukup banyak. sukar menerapkannya dalam kehidupan masyarakat secara luas. . Pemilihan disiplin ilmu Masalah besar yang dihadapi oleh para pengembang kurikulum subjek akademis adalah bagaimana memilih materi pelajaran dari sekian banyak disiplin ilmu yang ada. Ada beberapa saran untuk mengatasi masa lah tersebut. Para ahli disiplin ilmu sering memiliki sifat ainbivalen terhadap evaluasi. Anak-anak akan tahu banyak tetapi pengetahuannya hanya sedikit. 2. Pada pihak lain mereka mengkhawatirkan kegiatan evaluasi dapat mempengaruhi hubungan antara guru dan siswa.dikit (tidak mendalam). yaitu: 1.samping standar keindahan dan cita rasa. Mengutamakan kebutuhan masyarakat (social utility). Evaluasi yang dilakukan dalam waktu singkat tidak akan memberikan gambaran yang benar tentang perkemhangan dan penguasaan siswa.

Menekankan pengetahuan dasar. Proses belajar yang ditempuh oleh siswa sama pentingnya dengan penguasaan konsep. untuk mengimbangi penekanannya pada proses berpikir. B. Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas dalam perkembangan selanjutnya dilakukan beberapa penyempurnaan. yaitu apa yang akan diajarkan. prinsip-prinsip. yaitu pengetahuan-pengetahuan yang menjadi dasar (prerequisite) bagi penguasaan disiplin-disiplin ilmu yang lainnya.3. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi (personalized education) yaitu John Dewey (Progressive Education) dan J. Mereka umumnya kurang memperhatikan bagaimana siswa belajar dan lebih mengutamakan susunan isi. bahwa individu atau anak merupakan satu .J. Ketiga. Konsep dasar Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Kurikulum Humanistik 1. dan kekuatan untuk berkembang. la adalah subjek yang menjadi pusat kegiatan pendidikan. punya kemampuan. dan generalisasi. Pertama. pemanfaatan fasilitas dan sumber yang ada pada masyarakat. mereka mulai mendorong penggunaan intuisi dan tebakan-tebakan. Penyesuaian mata pelajaran dengan perkembangan anak Para pengembang kurikulum subjek akademis. Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep Gestalt. Para ahli kurikulum subjek akademis juga memandang materi yang akan diajarkan bersifat universal. Mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi. Kedua adanya upaya-upaya untuk menyesuaikan pelajaran dengan perbedaan individu dan kebutuhan setempat. lebih mengutamakan penyusunan bahan secara logis dan sistematis daripada menyelaraskan urutan bahan dengan kemampuan berpikir anak. Rousseau (Romantic Education). mereka mengabaikan karakteristik siswa dan kebutuhan masyarakat setempat. 3. Mereka bertolak dari asumsi bahwa anak atau siswa adalah yang pertama dan utama dalam pendidikan.

Pendidikan mereka lebih menekankan bagaimana mengajar siswa (mendorong siswa). air dan udara yang ‡ukup. Pendidikan konfluen menekankan keutuhan pribadi. sikap. perasaan. 1). Pendidik adalah ibarat petani yang berusaha menciptakan tanah yang gembur. nilai. dan bagaimana merasakan atau bersikap terhadap sesuatu. akrab. Ada beberapa aliran yang termasuk dalam pendidikan humanistik yaitu pendidikan: Konfluen. rileks. Menurut Mc Neil "The nezv humanists are self actualizers who see curriculum as a liberating process that can meet the need for growth and personal integrity (John D. Mereka memandang pendidikan sebagai upaya untuk membantu anak menemukan dan mengembangkan sendiri segala potensi yang dimilikinya. Kritikisme Radika I. Pendidikan merupakan upaya untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak berkembang optimal. terhadap kesatuan yang menyeluruh dari lingkungan. Berkat situasi tersebut anak mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. hlrn. Mc Neil. Dalam pendidikan tidak ada pemaksaan. yang ada adalah dorongan dan rangsangan untuk berkembang .kesatuan yang menyeluruh. Pandangan mereka berkembang sebagai reaksi terhadap pendidikan yang lebih menekankan segi intelektual dengan peran utama dipegang oleh guru. individu harus merespons secara utuh (baik segi pikiran. Tugas guru adalah menciptakan situasi yang permisif dan mendorong siswa untuk mencari dan mengembangkan pemecahan sendiri. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk menciptakan situasi yang permisif. Pendidikan diarahkan kepada membina manusia yang utuh bukan saja segi fisik dan intelektual tetapi juga segi sosial dan afektif (emosi. dan lain-lain). maupun tindakan). perasaan. 1977. Tujuan pengajaran adalah memperluas kesadaran diri sendiri dan mengurangi kerenggangan dan keterasingan dari lingkungan. dan Mistikisme modern. untuk tumbuhnya tanaman yang penuh dengan berbagai potensi. terhindar dari berbagai hama. Pendidikan humanistik menekankan peranan siswa. Kritikisme radikal bersumber dari aliran naturalisme atau romantisme Rousseau.

Mistikisme modern adalah aliran yang menekankan latihan dan pengembangan kepekaan perasaan. Melalui partisipasi dalam kegiatan bersama. yoga. berperasaan dan memberi pertimbangan nilai. Relevansi. melalui berbagai bentuk aktivitas kelompok. murid-murid dapat mengadakan perundingan. dan sebagainya. mina t dan kehidupan murid karena diambil dari dunia murid oleh murid sendiri. interpenetrasi. dan pertimbanganpertimbangan nilai yang telah dipilihnya. Ini menunjukkan ciri yang nonotoriter dari pendidikan konfluen. c. 3. pertukaran kemampuan. Hal demikian sudah tentu akan lebih berarti bagi murid baik secara intelektual maupun emosioanal. yang ingin menyatukan segi-segi afektif (sikap. meditasi. perasaan-perasaan. nilai) dengan segi-segi kognitif (kemampuan intelektual). 2. Kegiatan belajar adalah belajar bersama. dan lain-lain. bertanggung jawab bersama. kehalusan budi pekerti. dan integrasi dari pemikiran. persetujuan. Kurikulum hendaknya mempersiapkan berbagai alternatif yang dapat dipilih murid-murid dalam proses bersikap. dan nilai yang harus dimiliki murid-murid. Integrasi. Partisipasi. Beberapa ciri kurikulum konfluen Kurikulum konfluen mempunyai beberapa ciri utama yaitu: a. Menurut mereka kurikulum tidak menyiapkan pendidikan tentang sikap. melalui sensitivity training. Isi pendidikan relevan dengan kebutuhan. Kurikulurn konfluen Kurikulum konfluen dikembangkan oleh para ahli pendidikan konfluen. Melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok terjadi interaksi. b. Kurikulum ini menekankan partisipasi murid dalam belajar. perasaan. Pendidikan konfluen kurang menekankan pengetahuan yang mengandung segi afektif). . perasaan dan juga tindakan. Murid-murid hendaknya diajak untuk menyatakan pilihan dan mempertanggungjawabkan sikap-sikap. perasaan.

Kurikulum tersebut mencakup tujuan. Tujuan. berhubungan dengan kehidupan siswa dan bermanfaat baik bagi individu maupun masyarakat. yang matang.topik yang akan dipelajari. e.red) apabila bermanfaat bagi keseluruhan. Apa yang menjadi isi kurikulum diukur oleh apakah hal itu bermanfaat bagi kita sekarang? Apakah hal itu akan memperbaiki kehidupan kita sekarang. Pendidikan ini memberi tempat utama pada pribadi anak. keseluruhan. Pendidikan ini bertujuan mengembangkan pribadi yang utuh. karena dengan cara itu ia lebih sadar akan eksistensinya dan kemungkinannya untuk berkembang. Kurikulum konfluen menyatukan pengetahuan objektif dan subjektif. Kebanyakan bahan tersebut diajarkan dengan teknik afektif. Metode-metode belajar konfluen Para pengembang kurikulum konfluen telah menyusun kurikulum untuk berbagai bidang pengajaran. Prinsip pengajarannya menerapkan prinsip terapi Gestalt. Pendidikan adalah pengembangan pribadi. keunikan. Dasar dari kurikulum konfluen adalah Psikologi Gestalt yang menekankan keutuhan. pengaktualisasian segala potensi pribadi anak secara utuh. Halhal di atas sangat esensial dalam perkembangan individu yang sehat.unit pelajaran yang telah diujicobakan. Pribadi anak. kesadaran. 4. yang menekankan keterbukaan. Tidak ada jawaban yang salah atau benar dalam pengajaran konfluen. alat-alat pelajaran. topic. Teori yang mendukung pandangan ini adalah Eksistensialisme yang memusatkan perhatiannya pada apa yang terjadi sekarang di tempat ini. Pengajaran lebih menekankan kepada tanggung jawab pribadi daripada kompetisi. Pengajaran konfluen juga telah tersusun dalam bentuk rencana-rencana pelajaran. Melalui latihan kesadaran/kepekaan perkembangan yang sehat akan tercapai. Hal itu sesuai dengan konsep Gestalt bahwa sesuatu itu dikatakan berarti (penting . .d. dan tanggung jawab pribadi. yang serasi baik di dalam dirinya maupun dengan lingkungan secara menyeluruh. dan buku teks. Pendidikan konfluen sangat mengutamakan kesatuan dari keseluruhan. unit. kesatuan.

tersembunyi atau tertutup. Dalam memilih kegiatan belajar beberapa cara dapat ditempuh. di antaranya: dyads yang merupakan latihan komunikasi afektif antara dua orang.George Issac Brown telah memberikan sekitar 40 macam teknik pengajaran konfluen. benci. mengidentifikasi tema-tema atau topik-topik yang mengandung self judgment. Kurikulum perlu merencanakan program untuk membantu para siswa menemukan dan menampakan dirinya. berekspresi. Pengajaran humanistik memfokuskan proses aktualisasi din i (self actualization).ngunkan melalui pendidikan. Setiap orang mempunyai self (aku = din) yang tidak selalu disadari. cemas. Dalam menciptakan kreasi ini. bereksperimen. . Untuk setiap tema atau topik hendaknya dipilih prosedur atau bentuk-bentuk kegiatan atau teknik yang sesuai. fantasy body trips merupakan pemahaman tentang badan dan diri individu. Menurut Abraham Maslow (1968. Melalui berbagai kegiatan pengajaran model humanistik para siswa dapat menyatakan din. yang terpenting mereka memahami tujuan dan kegunaan kegiatan yang mereka ciptakan. Kurikulum humanistik dapat membantu mereka memperlancar proses aktualisasi diri ini. Puncak pengalaman adalah pengalaman-pengalaman yang membangkitkan rasa sayang. materi disajikan dalam bentuk yang belum selesai (open ended). Kedua. Menurut Maslow puncak pengalaman ini merupakan awal dan juga akhir dari pendidikan. senang dsb. him. 685.686) kita dapat belajar lebih banyak tentang diri kita melalui pengujian respons-respons menuju puncak pengalaman (peak experiences). Mereka mengharapkan setiap guru mengembangkan kreasi sendiri. Cara yang kedua ini menuntut keterbukaan dari peristiwa tetapi juga guru perlu mengusahakan kerahasiaan. Pertama. berbuat. rituals yaitu suatu kegiatan untuk menciptakan kebiasaan. para penyusun kurikulum konfluen tidak menuntut para guru melaksanakan pengajaran seperti yang mereka kerjakan. Aku atau diri ini perlu dibuka. duka. atau diba. tema atau issue-iswre diharapkan muncul secara spontan dari prosedur serta perlengkapan pengajaran yang ada. memperoleh umpan balik dan menemukan dirinya. Berbeda dengan pengembang kurikulum yang lain. kegiatan atau ritual baru.

juga mampu menjadi sumber.rid-murid kurang mempunyai kesempatan untuk memperluas dan memperdalam aspek-aspek perkembangannya. yaitu kesatuan perilaku bukan saja yang bersifat intelektual tetapi juga emosional dan tindakan. organisasi isi. metode. Guru selain harus mampu menciptakan hubungan yang hangat dengan murid. kurikulum befungsi menyediakan pengalaman (pengetahuanred) berharga untuk membantu memperlancar perkembangan pribadi mu. Peran mengajar bukan saja dilakukan oleh guru tetapi juga oleh murid.rid. him. Menurut para humanis. . sikap yang sehat terhadap diri sendiri. berkenaan dengan tujuan. bukan pengalaman yang terpenggal-penggal. kelompok. dan evaluasi. Bagi Phenix kesadaran merupakan kunci perkembangan diri dalam membina hubungan dan penycsuaian diri dengan orang lain. Seorang dapat bekerja dengan baik bila memiliki karakter yang baik pula. integritas. Phenix (1971. maupun moral. Guru harus memberikan dorongan kepada murid atas dasar saling percaya. 271-283) kurikulum harus dapat mengembangkan kesadaran dan mendorong kreativitas murid-murid. kurikulum humanistik menekan.Menurut Philip H. estetika.kan integrasi. budaya. Kurikulum ini kurang menekankan sekuens. 5. Guru tidak memaksakan sesuatu yang tidak disengani murid. karena dengan sekuens mu. Bagi mereka tujuan pendidikan adalah proses perkembangan pribadi yang dinamis yang diarahkan pada pertumbuhan. dan otonomi kepribadian. dan lain-lain. Sesuai dengan prinsip yang dianut. orang lain. Kurikulum humanistik juga menekankan keseluruhan. Ia harus mampu memberikan materi yang menarik dan mampu menciptakan situasi yang memperlancar proses belajar. dan belajar.laman yang menyeluruh. Kurikulurn harus mampu memberikan penga. Karakteristik kurikulum humanistik Kurikulum humanistik mempunyai beberapa karakteristik. Kurikulum humanistik menuntut hubungan emosional yang baik antara guru dan murid. Seseorang yang telah mampu mengakutalisasikan diri adalah orang yang telah mencapai keseimbangan (harmoni) perkembangan seluruh aspek pribadinya baik aspek kognitif. Semua itu merupakan bagian dari cita-cita perkembangan manusia yang teraktualisasi (self actualizing person).

Memperkenalkan bahan-bahan yang akan dibahas dalam setiap kegiatan. hlm. bahan ajar serta kegiatan belajar yang akan membantu siswa dalam merumuskan apa yang ingin mereka pelajari. Menyusun kegiatan yang dapat memunculkan sikap. Penyempurnaan. Pelaksanaan kegiatan. interaksi. Di dalamnya tercakup topik-topik. Sasaran mereka adalah perkembangan anak supaya menjadi manusia yang lebih terbuka.Penyusunan sekuens dalam pengajaran yang sifatnya afektif. Kegiatan yang diutamakan adalah yang akan membangkitkan rasa ingin tahu dari pemahaman. kurikulum humanistik berbeda dengan yang biasa. Kurikulum ini lebih memusatkan perhatian pada problema. siswa dengan orang-orang di lingkungan. lebih berdiri sendiri. kerja sama. Kegiatan belajar yang baik adalah yang memberikan pengalaman yang akan membantu para siswa memperluas kesadaran akan dirinya dan orang lain dan dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. l'onilaiannya bersifat subjektif baik dari guru maupun para siswa. a. tetapi juga antara siswa dengan siswa. pembahasan hasil-hasil yang telah dicapai. melainkan kegiatan bersama. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional. Kegiatan yang mereka lakukan hendaknya bermanfaat bagi siswa. Kurikulum Rekonstruksi Sosial Kurikulum rekonstruksi sosial berbeda dengan model-model kurikulum lainnya. para siswa diberi pengalaman yang menyenangkan baik yang berupa gerakan-gerakan maupun penghayatan. Kerja sama atau interaksi bukan hanya terjadi antara sisvva dengan guru. minat atau perhatian tertentu. maka dalam kurikulum humanistik tidak ada kriteria.nya. Model lebih mengutamakan proses daripada hasil. dan dengan sumber belajar . b. c. dilakukan oleh Shiflett (1975.problema yang dihadapinya dalam masyarakat. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri.139) dengan langkah-langkah sebagai berikut. 121. Dalam evaluasi. Kalau kurikulum yang hiasa terutama subjek akademis mempunyai kriteria pencapaian. d. C. penyempurnaan hasil serta upaya tindak lanjutnya.

Pandangan rekonstruksi sosial di dalam kurikulum dimulai sekitar tahun 1920-an. Asumsi. Tujuan utama kurikulum rekonstruksi sosial adalah menghadapkan para siswa pada tantangan. Melalui interaksi dan kerja sama ini siswa berusaha memecahkan problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik. Untuk melaksanakan hal itu sekolah mempunyai posisi yang cukup penting. Desain kurikulum rekonstruksi sosial Ada beberapa ciri dari desain kurikulum ini. pada awal tahun 1950-an menyampaikan gagasannya tentang rekonstruksi sosial.lainnya. Sekolah bukan saja dapat membantu individu memperkembangkan kemampuan sosialnya. Ia menginginkan para siswa dengan pengetahuan dan konsep. Setelah diharapkan dapat menciptakan masya. 1. Para rekonstruksionis sosial tidak mau terlalu menekankan kebebasan individu. Mereka ingin meyakinkan murid-murid bagaimana masyarakat membuat warganya seperti yang ada sekarang dan bagaimana masyarakat metnenuhi kebutuhan pribadi warganya melalui konsensus sosial. ancaman. Theodore Brameld.konsep baru yang diperolehnya dapat mengidentifikasi dan memcahkan masalah-masalah sosial. a. Para rekonstruksionis sosial menentang intimidasi. hambatan -hambatan atau gangguangangguan yang dihadapi manusia. menakut-nakuti dan kompromi semu. Mereka mendorong agar para siswa mempunyai pengetahuan yang cukup tentang masalah-masalah sosial yang mendesak (crucial) dan kerja sama atau bergotong royong untuk memecahkannya.rakat baru yang lebih stabil. Dalam masyarakat demokratis. seluruh warga masyarakat harus turut serta dalam perkembangan dana pembaharuan masyarakat. Brameld juga ingin memberikan keyakinan tentang pentingnya perubahan sosial. Harold Rug mulai melihat dan menyadarkan kawan kawannya bahvva selama ini terjadi kesenjangan antara kurikulum dengan masyarakat. Tantangan-tantangan tersebut merupakan . Perubahan sosial tersebut harus dicapai melalui prosedur demokrasi. tetapi juga dapat membantu bagaimana berpartisipasi sebaik-baiknya dalam kegiatan sosial.

sosiologi psikologi. Pola desain kurikulum rekonstruksi sosial . bahkan pengetahuan alam. Masalah-masalah tersebut dirumuskan dalam pertanyaan. pola organisasi kurikulum disusun seperti sebuah roda. c. kunjungan dan lain.lain.bidang garapan studi sosial. yang perlu didekati dari bidang-bidang lain seperti ekonomi. Pola-pola organ isasi. b. Di tengah-tengahnya sebagai poros dipilih sesuatu masalah yang menjadi tema utama dan dibahas secara pleno. dan matematika. estetika. latihan-latihan. BAGAN 5. Masalah-masalah sosial yang mendesak. Masalah-masalah masyarakat bersifat universal dan hal ini dapat dikaji dalam kurikulum. Topik-topik dengan berbagai kegiatan kelompok ini merupakan jar-jar. Kegiatan belajar dipusatkan pada masalah-masalah sosial yang mendesak. bukan saja dari buku-buku dan kegiatan laboratorium tetapi juga dari kehidupan nyata dalanl masyarakat. Pertanyaan pertanyaan tersebut mengundang pengungkapan lebih mendalam. seperti: Dapatkah kehidupan seperti sekarang ini memberikan kekuatan untuk menghadapi ancaman ancaman yang akan mengganggu integritas kemanusiaan? Dapatkah tata ekonomi dan politik yang ada dibangun kembali agar setiap orang dapat memanfaatkan sumbersumber daya alam dan cumber daya manusia seadil mungkin. Dan tema utama dijabarkan sejumlah topik yang dibahas dalam diskusidiskusi kelompok. Pada tingkat sekolah menengah. Semua kegiatan jar-jari tersebut dirangkum menjadi satu kesatuan sebagai bingkai atau velk.

Kerja sama baik antara individu dalam kegiatan kelompok. Tujuan program pendidikan setiap tahun berubah. (6) mengevaluasi semua rencana dengan criteria. (3) mengadakan studi tentang latar belakang nkloris dan kecenderungankecenderungan perkembangan ekonomi. Guru-guru berusaha membantu para siswa menemukan minat dan kebutuhannya. Kerja sama ini juga terjadi antara para siswa dengan manusia sumber dari masyarakat. Illihungannya dengan ekonomi lokal. Dalam pengajaran rekonstruksi social para pengembang kurikulum berusaha mencari keselarasan antara tujuan. Bagi rekonstruksi sosial. a) Tujuan dan isi kurikulum. saling pengertian dan konsensus. Sesuai dengan minat masingmasing siswa. b) Metode. Untuk kelaskelas tinggi selain mereka dihadapkan kepada situasi nyata juga mereka diperkenalkan dengan situasi-situasi ideal. umpamanya untuk tahun pertama tujuannya membangun kembali dunia ekonomipolitik. . belajar merupakan kegiatan bersama. (4) mengkaji praktik politik dalam Ind. Dengan hal itu diharapkan para siswa dapat menciptakan model-model kasar dari situasi yang akan datang.1. Dalam kegiatan belajar tidak ada kompetisi yang ada adalah kooperasi atau kerja sama. baik dalam kegiatan pleno maupun kelompok-kelompok berusaha memecahkan masalah sosial yang dihadapinya. Komponen-komponen kurikulum Kurikulum rekonstruksi sosial memiliki komponen-komponen yang sama dengan model kurikulum lain tetapi isi dan bentuk-bentuknya berbeda. apakah telah mempengaruhi kepentingan sebagian besar orang.Innyo dengan faktor ekonomi. Dalam program pendidikan ekonomi-politik.tujuan nasional dengan tujuan siswa. ada kebergantungan antara seorang dengan yang lainnya.mT. (5) memantapkan rencana perubahan praktik politik. maupun antarkelompok dalam kegiatan pleno sangat mewarnai metode rekonstruksi sosial. Kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah ( I) mengadakan survai secara kritis terhadap masyarakat (2) mengadakan studi tentang hubungan antara keadaan ekonomi lokal dan ekonomi nasional serta dunia. Anakanak sejak sekolah dasar pun diharuskan turut serta dalam survai kemasyarakatan serta kegiatan kegiatan sosial lainnya.

meningkatkan kemampuan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Soal-soal yang akan diujikan dinilai lebih dulu baik ketepatan maupun keluasan isinya. memperluas kesadaran tentang realitas sosial budaya dan dengan segala kemampuannya berupaya mengubah dan meningkatkannya. dan menilai bahan yang akan diujikan. dengan bantuan biaya dari pemerintah sekolah berusaha mengembangkan poterisi tersebut. Sekolah berusaha memberikan penerangan dan melatih kemampuan untuk melihat dan mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi. di daerah industri mengembangkan bidang-bidang industri. Salah satu badan yang banyak mengembangkan baik teori maupun praktik pengajaran rekonstruksi sosial adalah Paulo Freize. Pelaksanaan pengajaran ini diarahkan untuk meningkatkan kondisi kehidupan mereka. Dalam kegiatan evaluasi para siswa juga libatkan. Pengaruh tersebut terutama menyangkut perkembangan masyarakat dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat. 2. Mereka berusaha membuka diri. Keterlibatan mereka terutama dalam memilih. Untuk memerangi kebodohan dan keterbelakangan mereka menggalakkan gerakan budaya akal budi (conscientization). sekolah mempelajari potensi-potensi tersebut. Evaluasi tidak hanya menilai apa yang telah dikuasai siswa. menyusun. Mereka banyak membantu pengembangan daerah-daerah di Amerika Latin. Conscientization merupakan suatu proses pendidikan atau pengajaran di mana siswa tidak diperlakukan sebagai penerima tetapi sebagai pelajar yang aktif. juga keampuhan menilai pencapaian tujuan-tujuan pembangunan masyarakat yang sifatnya kualitatif.c) Evaluasi. Pelaksanaan pengajaran rekonstruksi sosial Pengajaran rekonstruksi sosial banyak dilaksanakan di daerah-daerah yang tergolong belum maju dan tingkat ekonominya juga belum tinggi. Dengan gerakan conscientization mereka membantu masyarakat memahami fakta-fakta dan masalah-masalah yang dihadapinya dalam konteks kondisi masyarakat mereka. Di daerah pertanian umpamanya sekolah mengembangkan bidang pertanian dan peternakan. . tetapi juga menilai pengaruh kegiatan sekolah terhadap masyarakat. Sesuai dengan potensi yang ada dalam masyarakat.

baik bagai individu maupun dalam interaksinya dengan yang lain. Bertolak dari kenyataan-kenyataan tersebut mereka membina diri dan membangun masyarakat. . mereka tidak dapat melepaskan din dari perkembangan tetapi harus menyesuaikannya. Shane menyarankan para pengembang kurikulum. ketidakseragaman pemanfaatan sumber-sumber dan lain-lain. Untuk iiiengidentifikasi dan menganalisis kecenderungan-kecenderungan tersebut diperlukan bantuan dari para ahli disiplin ilmu. Juga penekanannya tentang peranan ilmu dalam memecahkan masalah -masalah sosial. Shane menegaskan peranan individu dalam menemukan masa depannya sendiri. Kecenderungan lain adalah perkembangan ekonomi. Harold G. akibat pertambahan penduduk. Kecenderungan utama adalah perkembangan teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap kondisi dan perkembangan masyarakat. Pandangan rekonstruksi sosial berkembang karena keyakinannya pada kemampuan manusia untuk membangun dunia yang lebih baik. masalah air. kesejahteraan masyarakat. dari bukan perencanaan untuk masa yang akan datang. Kemampuan warga untuk ikut serta dalam pemecahan masalah juga bervariasi. mewakili teman-temannya para Futurolog menggunakan perencanaan masa yang akan datang (future planning) sebagai dasar penyusunan kurikulum. Ia menggalakkan perencanaan masa akan datang.Keterbatasan dan potensi yang mereka miliki. populasi. politik. sosial. Beberapa kritikus pendidikan menilai pandangan ini sukar diterapkan langsung dalam kurikulum (pendidikan). Penyebabnya adalah interpretasi para ahli tentang perkembangan dan masalah-masalah sosial berbeda. Para ahli kurikulum yang berorientasi ke masa depan menyarankan agar isi kurikulum difokuskan pada: penggalian sumber-sumber alam dan htikan alam. Dalam pemecahan problema sosial dan membuat kebijaksanaan sosial diperlukan musyawarah tiengan warga masyarakat. dan budaya. agar mempelajari kecenderungan (trends) perkembangan. Dalam perkembangan sosial yang perlu mendapatkan perhatian utama adalah perkembangan manusia. Shane seorang profesor dari Universitas Indiana Amerika Serikat.

mesin pengajaran. dan lain-lain. bisa . Program pengajaran ini bisa semata-mata program sistem. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi. film slide. dan motion film. Kurikulumnya berisi rencana-rencana penggunaan berbagai alat dan media. Penerapan teknologi dalam bidang pendidikan khususnya kurikulum adalah dalam dua bentuk. Penerapan teknologi perangkat keras dalam pendidikan dikenal sebagai teknologi alat (tools technology). di bidang pendidikan berkembang pula teknologi pendidikan. pengajaran berprogram. lebih menekankan kepada penggunaan alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi dan efektivitas pendidikan. CD-rom dan internet. tetapi diarahkan bukan pada pemeliharaan dan pengawetan ilmu tersebut tetapi pada penguasaan kompetensi. sedangkan penerapan teknologi perangkat lunak disebut juga teknologi sistem (system technology). overhead projector. Suatu kompetensi yang besar diuraikan menjadi kompetensi yang lebih sempit/khusus dan akhirnya menjadi perilaku-perilaku yang dapat diamati atau diukur. Contoh-contoh model pengajaran tersebut adalah: pengajaran dengan bantuan film dan video. Dalam arti teknologi sistem. Teknologi pendidikan dalam arti teknologi alat. Teknologi dan Kurikulum Abad dua puluh ditandai dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. komputer.D. pengajaran modul. Dewasa ini sesuai dengan tahap perkembangannya yang digunakan adalah teknologi maju. termasuk bidang pendidikan. mesin pengajaran. Aliran ini ada persamaannya dengan pendidikan klasik. sabak dan grip. pena dan tinta. Sejak dahulu teknologi telah diterapkan dalam pendidikan. yaitu menekankan isi kurikulum. dan lain-lain. tetapi yang digunakan adalah teknologi sederhana seperti penggunaan papan tulis dan kapur. seperti audio dan video casssette. teknologi pendidikan menekankan kepada penyusunan program pengajaran atau rencana pelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem. yaitu bentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Perkembangan teknologi mempengaruhi setiap bidang dan aspek kehidupan. juga model-model pengajaran yang banyak melibatkan penggunaan alat. Pengajaran dengan bantuan komputer.

Pada bentuk ketiga program pengajaran telah disusun secara terpadu antara bahan dan kegiatan pembelajaran dengan alat dan media. Penggunaan alat dan media belum terintegrasi dengan program pembelajaran. pengajaran disusun secara system dan ditunjang dengan penggunaan alat dan media pembelajaran. 1. yaitu: a. Pembelajaran tidak bisa berjalan tanpa melibatkan penggunaan alat-alat dan program tersebut. atau diprogramkan dalam komputer. Beberapa ciri kurikulum teknologis Kurikulum yang dikembangkan dari konsep teknologi pendidikan. Metode yang merupakan kegiatan pembelajaran sering dipandang sebagai proses mereaksi terhadap perangsang-perangsang yang diberikan dan apabila terjadi respons yang diharapkan maka respons tersebut diperkuat. tetapi bila tidak menggunakan alat pun pengajaran masih tetap berjalan. Pada bentuk kedua. Tujuan-tujuan pengajaran telah ditentukan sebelumnya. yaitu bila digunakan alat dan media akan lebih baik. Pada bentuk pertama. perbuatan atau kecakapan-keterampilan yang dapat diamati atau diukur. Pada bentuk kedua. video atau film. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidal terlalu dipentingkan. Metode. dan maju sesuai dengan kecepatan masing-masing. bersifat "on-off'. yang disebut objektif atau tujuan instruksional. Tujuan. tiap siswa menghadapi serentetan tugas yang harus dikerjakannya. Bahan ajar telah disusun dalam kaset audio. Objektif ini menggambarkan perilaku. Tujuan-tujuan yang bersifat umum yaitu kompetensi dirinci menjadi tujuan-tujuan khusus. yang dirumuskan dalam bentuk perilaku. dan bisa juga program sistem yang dipadukan dengan alat dan media pengajaran. b. Pengajaran bersifat individual.program sistem yang ditunjang dengan alat dan media. memiliki beberapa ciri khusus. Setiap . tetapi bahan ajar dan proses pembelajaran disusun secai sistem. pengajaran tidak membutuhkan alat dan med id yang canggih. Tujuan diarahkan pada penguasaan kompetensi. pengajaran disusun secara system. Alat dan media digunakan sesuai dengan kondisi tetapi tidak terlalu dipentingkan. Pada saat tertentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan secara kelompok.

yang rnenggambarkan objektif. Para siswa belajar secara individual melalui media buku-buku ataupun media elektronik. suatu unit ataupun semester. tetapi telah diramu sedemikian rupa sehingga mendukung penguasaan sesuatu kompetensi. Evaluasi. Evaluasi yang mereka gunakan umumnya berbentuk tes objektif. Sebagai tanda menguasai bahan mereka harus menguasai seara tuntas tujuan-tujuan dari suatu program. 1) Penegasan tujuan. Bahan ajar atau isi kurikulum banyak diambil dari disiplin ilmu. 3) Pengetahuan tentang hasil. sebagai umpan balik bagi siswa dalam penyempurnaan penguasaan suatu satuan pelajaran (evaluasi formatif). Para siswa diberi penjelasan tentang pentingnya bahan yang harus dipelajari. sebab dalam model kurikulum ini umpan balik selalu diberikan. . Dalam kegiatan belajarnya mereka dapat menguasai keterampilan-keterampilan dasar ataupun perilaku-perilaku yang dinyatakan dalam tujuan program. bahwa model pengajarannya menekankan sifat ilmiah. Sesuai dengan landasan pemikiran mereka. c.siswa harus menguasai secara tuntas tujuan-tujuan program pengajaran. Pelaksanaan pengajaran mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. Organisasi Indian ajar. Kemajuan siswa dapat segera diketahui oleh siswa sendiri. Juga dapat menjadi umpan balik bagi guru dan pengembang kurikulum untuk penyempurnaan kurikulum. d. Urutan dari objektifobjektif ini pada dasarnya menjadi inti organisasi bahan. Fungsi evaluasi ini bermacammacam. bentuk ini tes dipandang yang paling cocok. Para siswa dapat segera mengetahui apa yang telah mereka kuasai dan apa yang masih harus dipelajari lebih serius. 2) Pelaksanaan pengajaran. Kegiatan evaluasi dilakukan pada setiap saat. Mereka belajar dengan cara memberikan respons secara cepat terhadap persoalan-persoalan yang diberikan. Bahan ajar atau kompetensi yang luas/besar dirinci menjadi bagian-bagian atau subkompetensi yang lebih kecil. umpan balik bagi siswa pada akhir suatu program atau semester (evaluasi sumatif). pada akhir suatu pelajaran.

yang dilengkapi dengan sistem umpan balik dan bimbingan yang teratur dari dapat mempercepat dan meningkatkan penguasaan siswa. Pengajaran teknologis sukar untuk dapat melayani bakat-bakat siswa belajar dengan metode-metode khusus.Program pengajaran teknologis sangat menekankan efisiensi dan efektivitas. yaitu: 1) Prosedur pengembangan kurikulum dinilai dan disempurnakan oleh . pengajaran modul atau pengajaran dengan bantuan video dan komputer. bila sikapnya positif maka siswa akan berhasil. sintetis. penyusunan kurikulum. Masalah kebosanan juga berpengaruh terhadap proses belajar. evaluasi) juga bahan-bahan ajar yang bersifat afektif. penyusunan buku-buku serta perangkat kurikulum lainnya lebih bersifat seni dan didasarkan atas kepentingan politik daripada landasan-landasan ilmiah dan teknologis. konsep-konsep. Pengembangan kurikulum teknologis berpegang pada beberapa kriteria. tingkat penguasaannya pun relatif rendah. kurikulum teknologis tidak terlepas dari beberapa keterbatasan atau kelemahan. tetapi bila sikapnya negatif. Pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum model lama. 2. Model ini terbatas kemampuannya untuk mengajarkan bahan ajar yang kompleks atau membutuhkan penguasaan tingkat tinggi (analisis. direvisi beberapa kali sampai standar yang diharapkan dapat dicapai. Program dikembangkan melalui beberapa kegiatan uji coba dengan sampel-sampel dari suatu populasi yang sesuai. Dengan model pengajaran ini tingkat penguasaan siswa dalam standar konvensional jauh lebih tinggi dibandingkan dengan model-model lain. Keberhasilan belajar siswa juga sangat dipengaruhi oleh sikap mereka. menurut para ahli teknologi pendidikan. Pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian nilai-nilai umum. masalah dan keterampilan yang akan menjadi isi kurikulum disusun dengan fokus pada nilainilai tadi. Beberapa percobaan menunjukkan kemampuan siswa untuk mentransfer hasil belajar cukup rendah. Metode mengajar mereka cenderung seragam. Meskipun memiliki kelebihan-kelebihan. Apalagi kalau digunakan program-program yang lebih berstruktur seperti pengajaran berprogram.

serta keterampilan-keterampilan untuk mencapai tujuan. perlu mempertimbangkan beberapa hal. demikian juga format-format media. sekuens-sekuens pengajaran perlu diujicobakan dalam bentuk prototipe-prototipe. Hal ini menyangkut pasaran. dan hendaknya memberikan hasil yang sama. standar perilaku belajar. Pengembangan kurikulum teknologis terutama yang menekankan teknologi alat. Kedua spesifikasi. baik dilihat dari segi kegunaannya maupun ketepatan penggunaannya. Pertama. sebag ai bagman dari. Keempat . diperlukan adanya spesifikasi dari alat atau media yang akan dikembangkan. Pengembangan kurikulum ini membutuhkan kerjasama dengan para penyusun program dan penerbit media elektronik dan media cetak. Sistem Instruksional atau Desain Instruksional. Ketiga prototipe. di samping memberi kesempatan kepada pelaksana pengajaran. Inti dari pengembangan kurikulum teknologis adalah penekanan pada kompetensi. dan organisasi. Pemecahan masih dapat dilakukan dengan menerapkan model kurikulum teknologis yang lebih menekankan pada teknologi sistem dan kurang menekankan pada teknologi alat. Di pihak lain harus dicegah jangan sampai pengembangan kurikulum ini menjadi objek bisnis. Pengembangan dan penggunaan alat dan media pengajaran bukan hanya sebagai alat bantu tetapi bersatu dengan program pengajaran dan ditujukan pada penguasaan kompetensi tertentu. terutama bagi sekolah atau daerah-daerah yang kemampuan finansialnya masih rendah. Pengembangan pengajaran yang betul-betul berstruktur dan bersatu dengan alat dan media membutuhkan biaya yang tidak sedikit.pengembang kurikulum yang lain. Inilah hambatan utama pengembangan kurikulum ini. Model ini di Indonesia dikenal dengan nama Satuan Pelajaran dalam lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah atau Satuan Acara Perkuliahan pada Perguruan Tinggi. 2) Hasil pengembangan terutama yang berbentuk model adalah yang bisa diuji coba ulang. Spesifikasi juga meliputi spesifikasi situasi lingkungan tempat belajar. terutama guru-guru untuk mengembangkan sendiri program pengajarannya. formulasi perlu dirumuskan terlebih dahulu apakah pengembangan alat atau media tersebut benarbenar diperlukan. Dengan pendekatan ini biaya dapat lebih ditekan.

sebab dalam pendekatan ini faktor afektif mendapatkan tempat yang sama dengan faktor kognitif. Apa yang dikupas dalam buku ini. umumnya ditentukan oleh pihak lain. alat pelajaran dan lain-lain. serta para guru di sekolah. Buku ini sangat berfaidah bagi para pendidik. George Isaac (ed). tetapi juga dilengkapi dengan ilustrasi dalam praktik. suatu komisi dan sebagainya. New York: The Viking Press. unit-unit pengajaran diujicobakan pada sejumlah sampel siswa untuk mengetahui keberhasilan dan kelemahannya. Sistem pendidikan. Curriculum Development: A Humanized System Approach. contoh-contoh rencana serta pelaksanaan pelajarannya. Dengan pendekatan ini mereka ingin memperbaiki pelaksanaan yang mereka sebut sebagai kelas yang mati. Bernice B. tetapi perkembangan yang menyeluruh dari pribadi anak dapat tercapai. Buku Acuan Brown. Pengajaran bersifat . (1974). The Live Classroom. buku. hasil dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dicatat sebagai umpan balik bagi penyempurnaan selanjutnya. (1975). Suasana kelas dapat dihidupkan melalui pelaksanaan Confluent Education. dasar-dasar teori Gestalt. tanpa melibatkan siswa dan guru. E. & Roberts. Dalam buku ini para penulis tidak hanya menguraikan segi-segi teoretis. Sistem pendidikan yang ada umumnya kurang memperhatikan kebutuhan siswa dan kurang melibatkan partisipasi guru dan siswa. pemegang kebijaksanaan pendidikan. merupakan reaksi dan sekaligus ingin memperbaiki sistem pendidikan yang ada. Proses pelaksanaan. kurikulum. yang disebut Confluent Education. Gilchrist. hasil dari pengembangan dicoba diterapkan di dalam sistem pengajaran yang berlaku. ahli kurikulum dan pengajaran. sehingga perkembangannya lebih optimal. Dengan Confluent Education bukan saja kelas menjadi lebih hidup. Pokok-pokok yang diuraikan dalam buku ini meliputi. konsep-konsep Confluent Education.percobaan pertama. Buku ini menguraikan pendidikan dan pengajaran yang didasarkan atas teori Gestalt. Belmont California: A Phi Delta Kappa Book. Data tentang kebaikan dan kekurangan-kekurangan sangat diperlukan bagi penyempurnaan. Kelima mencoba hasil. Robert S.

Melihat kelemahankelemahan di atas para penulis melalui buku ini ingin memperbaikinya. . bagaimana mengorganisasi pendidikan sehingga tercipta kegia tan belajar yang efektif.mekanis dan satu komponen terlepas dari komponen lainnya. Perbaikan tersebut bertolak dari pendekatan humanisme. hakikat manusia. Buku ini sangat berguna bagi perencana dan pelaksana kurikulum dan pengajaran. bagaimana mempersiapkan dan melaksanakan pengajaran yang efektif dan terakhir bagaimana mengembangkan sistem sekolah yang bersifat humanistik. suatu pandangan pendidikan yang menekankan kebutuhan perkembangan pribadi siswa seutuhnya. Dalam buku ini secara sistematis dikemukakan. Segi afektif berjalan sejajar dengan segi kognitif dan psikomotor. nilai dan tujuan perkembangan manusia.

Kedua kesesuaian antarkomponen-komponen kurikulum. kemungkinan dilaksanakan di kelas. yaitu isi sesuai dengan tujuan. Apakah dalam lingkup yang luas ataupun sempit. dan perkembangan masyarakat. Kurikulum juga diartikan sebagai dokumen tertulis dari suatu rencana atau program pendidikan (written curriculum).BAB 6 ANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM Pada bab-bab sebelum ini telah dikemukakan bahwa terdapat variasi dalam mendepinisikan kurikulum. isi atau materi. kurikulum membentuk desain yang menggambarkan pola organisasi dari komponen-komponen kurikulum dengan perlengkapan penunjangnya. Pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan. Ada yang mengartikannya secara luas. Ada yang memandangnya secara sempit. . Kurikulum dapat mencakup lingkup yang sangat luas. serta evaluasi. seperti program pengajaran suatu mata pelajaran untuk beberapa jam pelajaran. A. yaitu sebagai program pengajaran pada suatu jenjang pendidikan. Keempat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain. kondisi. isi dan tujuan kurikulum. kebutuhan. Kesesuaian ini meliputi dua hal. yang memiliki susunan anatomi tertentu. yaitu kurikulum sebagai kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. Unsur atau komponenkomponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah: tujuan. proses atau sistem penyampaian dan media. Komponen-Komponen Kurikulum Kurikulum dapat diumpamakan sebagai suatu organisme manusia ataupun binatang. meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa karena pengarahan-bimbingan dan tanggung jawab sekolah. demikian juga evaluasi sesuai dengan proses. proses sesuai dengan isi dan tujuan. Tidak semua yang ada dalam kurikulum tertulis. Suatu kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi. dan dapat pula menyangkut lingkup yang sangat sempit. dan juga sebagai pelaksanaan dari rencana di atas (actual curriculum).

merupakan sasaran pendidikan sesuatu lembaga pendidikan. sedangkan tujuan isntruksional yang berjangka waktu cukup pendek merupakan tujuan yang bersifat khusus. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah 1975/1976 dikenal kategori tujuan sebagai berikut. dalam kurikulum atau pengajaran. memerlukan waktu yang lebih lama dan lebih sukar diukur. 1974: 5). Pertama perkembangan tuntutan. Dalam mempersiapkan pelajaran. Tujuan kurikuler. Tujuan-tujuan khusus dijabarkan dari sasaran-sasaran pendidikan yang bersifat umum yang biasanya abstrak dan luas. Mengajar dalam kelas lebih menekankan tujuan khusus. Yang terakhir ini. menjadi sasaransasaran khusus yang lebih konkret. dan menekankan pada perilaku siswa. sebab hal itu akan dapat memberikan gambaran yang lebih konkret. karena lebih jelas dan mudah pencapaiannya. didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis. yang merupakan tujuan pokok bahasan. Kedua. sedang perumusan tujuan umum lebih bersifat abstrak. guru menjabarkan tujuan mengajarnya dalam bentuk tujuan-tujuan khusus atau objectives yang yang bersifat operasional. menengah. masih dirinci lagi menjadi tujuan instruksional umum dan khusus atau disebut juga objektif. Kita mengenal beberapa kategori tujuan pendidikan. Tujuan instruksional yang merupakan target yang harus dicapai oleh sesuatu mata pelajaran. akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen kurikulum lainnya. Tujuan institusional. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal. pencapaiannya . tujuan-tujuan khusus lebih diutamakan. dan terbatas. tujuan memegang peranan penting. dan jangka pendek. Tujuan pendidikan nasional yang berjangka panjang merupakan suatu tujuan pendidikan umum.Telah dikemukakan bahwa. Dalam kegiatan belajar-mengajar di-dalam kelas. tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. kebutuhan dan kondisi masyarakat. Tujuan demikian akan menggambarkan "what will the student he able to do as a result of the teaching that he was unable to do before" (Rowntree. terutama falsafah negara. sempit. yaitu tujuan umum dan khusus. jangka panjang. adalah tujuan yang ingin dicapai oleh sesuatu program studi.

Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar. membantu memudahkan guru-guru memilih dan menyusun bahan ajar. Tujuan-tujuan khusus mengajar juga memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda. yaitu: pengetahuan. dan karakterisasi nilai-nilai. Domain psikomotor menyangkut penguasaan dan pengembangan keterampilanketerampilan motorik. motor skills and attitudes (1974. dan nilai-nilai. 23-24). merespons. sintesis. Domain afektif berkenaan dengan penguasaan dan pengembangan perasaan. diberikan referensi dan sumber yang memadai. sikap.Tujuan-tujuan mengajar dibedakan atas beberapa kategori. menilai. Untuk domain psikomotor Anita Harrow (1971) membaginya atas enam jenjang. cognitive strategies. gerakan-gerakan dasar. yaitu domain kognitif. dan evaluasi. memberikan beberapa keuntungan: a. afektif. analisis. gerakan-gerakan keterampilan dan komunikasi yang berkesinambungan. Domain kognitif berkenaan dengan penguasaan kemampuan-kemampuan intelektual atau berpikir. . dan psikomotor. Tujuan khusus. Berdasarkan penelitian Mager dan Clark (1963) siswa yang mengetahui tujuan-tujuan khusus suatu pokok bahasan. yaitu intellectual skills. yaitu: menerima. Bloom mengemukakan tiga kategori tujuan mengajar sesuai dengan domain-domain perilaku individu. verbal information. Perumusan tujuan mengajar yang berbentuk tujuan khusus (objective). dapat belajar sendiri dalam waktu setengah dari waktu belajar dalam kelas biasa. kecakapan jasmaniah. b. kecakapan mengamati. (1975) membagi domain kognitif atas enam tingkatan dari yang paling rendah. minat. sesuai dengan perilaku yang menjadi sasarannya. aplikasi. hlm. Tujuan khusus memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan mengajar-belajar kepada siswa. pemahaman. Gage dan Briggs mengemukakan lima kategori tujuan. Bloom. mengorganisasi nilai. Untuk domain afektif Krathwohl dan kawan-kawan (1974) membaginya atas lima tingkatan yang juga berjenjang. yaitu: gerakan refleks. c.

Dengan tujuan khusus guru lebih mudah menentukan bentuk tes. De Cecco (1977) dan Davies (1981) sepakat bahwa. yaitu: a. Menunjukkan mutu tingkah laku yang diharapkan dilakukan oleh siswa. 2) Sukar menyusun tujuantujuan khusus pada tingkat tinggi. dalam bentuk: 1) ketepatan atau ketelitian respons. tujuan khusus merupakan suatu perilaku yang diperlihatkan siswa pada akhir suatu kegiatan belajar. den gan: 1) menggunakan kata-kata kerja yang menunjukkan tingkah laku yang dapat diamati. Rowntree (1974). Ahli-ahli di atas juga memberikan beberapa spesifikasi dari tujuan-tujuan mengajar khusus. c. lebih mudah merumuskan butir tes dan lebih mudah menentukan kriteria pen capaiannya. 2) kecepatan.d. Tujuan khusus memudahkan guru mengadakan penilaian. . yaitu: 1) Sukar menyusun tujuan-tujuan khusus untuk domain afektif. Gagne (1974). Bagaimana perumusan sesuatu tujuan khusus atau objective yang baik? Beberapa ahli seperti Mager (1962). Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan oleh siswa. Untuk mengatasi kedua kesukaran di atas diperlukan keahlian. latihan dan pengalaman akan membawa guru -guru pada perumusan tujuan-tujuan yang bertaraf rendah. berupa: 1) kondisi atau lingkungan fisik. dengan jumlah tujuan yang sangat banyak. latihan dan pengalaman yang mencukupi dari guru-guru. 2) menunjukkan stimulus yang membangkitkan tingkah laku siswa. 3) memberikan pengkhususan tentang sumber-sumber yang dapat digunakan siswa dan orang-orang yang dapat diajak bekerjasama. b. panjangnya dan frekeunsi respons. Di samping keuntungan-keuntungan di atas pengembangan tujuantujuan mengajar yang bersifat khusus menghadapi beberapa kesukaran. Kelemahan di atas akan menyebabkan penyusunan tujuan-tujuan khusus bersifat mekanistis. Banathy (1968). 2) kondisi atau lingkungan psikologis. Kekurangan keahlian. Menggambarkan kondisi atau lingkungan yang menunjang tingkah laku siswa. yang mudah diukur.

Bahan ajar Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengan lingkungannya. lingkungan orang-orang. 3) Sekuens struktural. Dengan mempelajari sesuatu yang menjadi sebab atau pendahulu para siswa akan menemukan akibatnya. Karena perumusan tujuan khusus strategi. Untuk menyusun bahan ajar yang mengandung urutan waktu. perkembangan historis suatu institusi. media dan sumber belajar. Bahan ajar tersusun atas topik-totpik dan sub-subtopik tertentu. Siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu dari sesuatu peristiwa atau situasi lain. a. alat-alat dan ide-ide. Hap topik atau subtopik mengandung ide-ide pokok yang relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dalam fisika tidak mungkin mengajarkan alat-alat optik. Peristiwaperistiwa sejarah. Sekuens bahan ajar Untuk mencapai tiap tujuan mengajar yang telah ditentukan diperlukan hahan ajar. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan lingkungan tersebut. dapat digunakan sekuens kronologis. Bagian-bagian bahan ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tetentu. sekuens bahan ajaran. maka dalam bagian ini yang akan diuraikan hanya sekuens bahan ajar. Ada beberapa cara untuk menyusun sekuens bahan ajar. serta evaluasi hasil mengajar. 2) Sekuens kausal. Penyusunan sekuens bahan ajar bidang studi tersebut perlu disesuaikan dengan strukturnya. penemuanpenemuan ilmiah dan sebagainya dapat disusun berdasarkan sekuens kronologis. dan evaluasi hasil mengajar dibahas secara tersendiri. yang mencakup komponen komponen: tujuan khusus. untuk mendorong siswa melakukan interaksi yang produktif dan memberikan pengalaman belajar yang dibutuhkan. Menurut Rowntree (1974: 75) "sekuens kausal cocok untuk menyusun bahan ajar dalam bidang meteorologi dan geomorfologi". Kegiatan dan lingkungan demikian dirancang dalam suatu rencana mengajar.2. Masih berhubungan erat dengan sekuens kronologis adalah sekuens kausal. strategi mengajar. Topik-topik atau sub-subtopik tersebut terusun sekuens tertentu yang membentuk suatu sekuens bahan ajar. tanpa terlebih dahulu mengajarkan pemantulan . yaitu: 1) Sekuens kronologis.

Rowntree (1974: 77) melihat perbedaan antara sekuens logis dengan psikologis. tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian. Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah terakhir dan mundur ke belakang. (backward chaining). Contoh. Bahan ajar dipusatkan pada topik atau pokok bahan tertentu. dan alat-alat optik tersusun secara struktural. (c) Pengumpulan data. proses pemecahan masalah yang besifat ilmiah. Model ini dikembangkan oleh Gagne (1965). yaitu: (a) Pembatasan masalah (b) Penyusunan hipotesis. Topik atau pokok bahan ajar tersebut adalah sesuatu yang populer dan sederhana. dikembangkan oleh Bruner (1960). Menurut sekuens logis bahan ajar disusun dari yang nyata kepada yang abstrak. tetapi kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks. Dari topik atau pokok tersebut bahan diperluas dan diperdalam. dari fungsi kepada struktur. Pada kesempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain d langkah (a) sampai (c) dan ari siswa diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d) dan seterusnya. dari yang sederhana kepada yang kompleks. meliputi 5 langkah. kemudian guru menyajikan data tentang sesuatu masalah dari langkah (a) sampai (d). dari yang kompleks kepada yang sederhana. Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian menuju pada keseluruhan. kemudian dicari suatu hierarki urutan bahan ajar untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. dengan prosedur sebagai berikut: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis. pemantulan-pembiasan. (e) Interpretasi basil tes. Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai siswa. dari masalah bagaimana kepada masalah mengapa. Masalah cahaya. dari benda-benda kepada teori.dan pembiasan cahaya. Bahan ajar juga dapat disusun berdasarkan urutan logis. berturut-turut . 4) Sekuens logis dan psikologis. Dalam mengajarnya mulai dengan langkah (e). dan siswa diminta untuk membuat interpretasi hasilnya (e). (d) Pengetesan hipotesis. dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). 6) Rangkaian ke belakang. 5) Sekuens spiral. dan pemantulan dan pembiasan cahaya tidak mungkin diajarkan tanpa terlebih dahulu mengajarkan masalah cahaya. 7) Sekuens berdasarkan hierarki belajar.

mengintegrasikan. membandingkan.Meaningful Lerning.Discovery Learning dan Rote Learning. .Discovery Learning. Dalam discovery learning bahan ajar tidak disajikan dalam hentuk akhir. Untuk bidang studi tertentu dan pokokpokok bahasan tertentu hierarki juga dapat mengikuti hierarki tipe-tipe belajar dari Gagne.sampai dengan perilaku terakhir. Rowntree (1974: 93-97) membagi strategi mengajar itu atas Exposition . concept learning. Reception dan exposition sesungguhnya mempunyai makna yang sama. 3.Discovery Learning dan Groups . menganalisis. Reception/Exposition Learning . (Gagne. Siswa tidak dituntut untuk mengolah.Individual Learning. atau melakukan aktivitas lain kecuali menguasainya. siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan flienghimpun informasi. Dalam exposition atau reception learning keseluruhan bahan ajar disampaikan kepada siswa dalam bentuk akhir atau bentuk jadi. 1970: 63-64). mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulankosimpulan. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam mengajar. Pada waktu guru menyusun sekuens suatu bahan ajar. hanya berbeda dalam pelakunya. Strategi mengajar Penyusunan sekuens bahan ajar berhubungan erat dengan strategi atau metode mengajar. a. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut siswa akan menguasainya. baik secara lisan maupun secara tertulis. stimulus-respons learning. verbal association. Reception learning dilihat dari sisi siswa sedangkan exposition dilihat dari sisi guru. Gagne mengemukakan 8 tipe belajar yang tersusun secara hierarkis mulai dari yang paling sederhana: signal learning. Ausubel and Robinson (1969 : 43-45) membaginya atas strategi Reception Learning. principle learning. dan problem-solving learning. is juga harus memikirkan strategi mengajar mana yang sesuai untuk menyajikan bahan ajar dengan urutan seperti itu. mengkategorikan. menerapkan. serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. motor-chain learning. multiple discrimination.

Pelaksanaan discovery learning menuntut aktivitas belajar yang bersifat individual atau dalam kelompok-kelompok kecil. Kerja sama hanya akan dilakukan oleh anak-anak yang aktif. dan kemungkinan menjadi pengganggu kelas. Discovery learning dalam bentuk kelas pelaksanaannya agak sukar dan mempunyai beberapa masalah. acuh tak acuh. c. dalil. hukum dan teori-teori yang telah dikuasai siswa sebelumnya. Masalah pertama. yaitu: a) meaningful-reception learning. yang lain mungkin hanya akan menanti atau menonton. dan d) rote-discovery learning. Dalam rote learning bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa memperhatikan arti atau maknanya bagi siswa. Group Learning . karena kemampuan dan kecepatan belajar siswa tidak sama. akan mengikuti saja kegiatan dan menerima temuan-temuan anak-anak cepat.Meaningful Learning. yang tersusun membentuk suatu struktur dalam pikiran anak. b) rotereception learning. Dengan demikian akan terjadi perbedaan yang semakin jauh antara anak pandai dengan yang kurang. siswa-siswa yang kurang dan lambat.Individual Learning. Dalam meaningful learning penyampaian bahan mengutamakan maknanya bagi siswa. Menurut Ausubel and Robinson (1970: 5253) sesuatu bahan ajar bermakna bila dihubungkan dengan struktur kognitif yang ada pada siswa. dalam kelas besar tidak mungkin semua anak dapat bekerja sama. Lebih lanjut Ausubel and Robinson menekankan bahwa reception-discovery learning dan rote-meaningful learning dapat dikombinasikan satu sama lain sehingga membentuk 4 kombinasi strategi belajar-mengajar. Rote learning . konsep. data. Masalah lain adalah kemungkinan untuk bekerja sama. c) meaningful-discovery learning. Siswa menguasai bahan ajar dengan menghafalkannya. maka kegiatan discovery hanya akan dilakukan oleh siswa-siswa yang pandai dan cepat. Di pihak lain anak-anak lambat akan menderita kurang motif belajar. .b. Struktur kognitif terdiri atas fakta-fakta. proposisi.

dan rekaman suara. Media ini merupakan komunikasi langsung antara dua orang atau lebih. bentuk-bentuk komunikasi nonverbal seperti: perilaku. film. Realia. dan sebagainya yang diamati siswa. Interaksi insani. yaitu Interaksi insani. Pictorial. .4. Dalam interaksi insani siswa berkomunikasi dengan orang-orang. berupa alat-alat elektronika seperti mesin pengajaran. Realita merupakan bentuk perangsang nyata seperti orang-orang. film. b. peristiwa. bergerak atau tidak. sosiodrama. dibuat di atas kertas. a. pictorial. c. Intensitas interaksi insani dalam berbagai metode mengajar tidak selalu sama. Media ini menunjukkan penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata ataupun simbol. realita. roman muka. terutama dalam perkembangan segi kognitif siswa. kaset. disket. video cassette. audio cassette. kecepatan. simbol tertulis. Perumusan di atas menggambarkan pengertian media yang cukup luas. benda-benda. dan lain-lain. dan lain-lain lebih memegang peranan penting sebagai contohcontoh nyata. mencakup berbagai bentuk perangsang belajar yang sering disebut sebagai audio visual aid. Terutama kehadiran guru mempengaruhi perilaku siswa atau siswasiswanya. benda. dan media lainnya. makhluk. Interaksi insani dapat bcrlangsung melalui komunikasi verbal atau nonverbal. gerakgerik. Rowntree (1974: 104-113) mengelompokkan media mengajar menjadi lima macam dan disebut Modes. Untuk pengembangan segi-segi afektif. ukuran. dan komputer. Komunikasi yang bersifat verbal memegang peranan penting. permainan. binatang. objek studi siswa. televisi. Media mengajar Media mengajar merupakan segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untuk mendorong siswa belajar. sikap. sedangkan dalam realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek pengamatan. Media pictorial mempunyai banyak keuntungan karena hampir semua bentuk. Dalam komunikasi tersebut kehadiran sesuatu pihak secara sadar atau tidak sadar mempengaruhi perilaku yang lainnya. serta berbagai bentuk alat penyaji perangsang belajar. simulasi. Intensitas interaksi insani dalam metode ceramah lebih rendah dibandingkan dengan metode diskusi. penampilan fisik.

Juga penyajiannya dapat bervariasi dari bentuk yang paling sederhana seperti sketsa dan bagan sampai dengan yang cukup sempurna seperti film bergerak yang berwarna dan bersuara. Rekaman suara. Kerucut pengalaman dari Edgar Dale . d. dan sebagainya. paket program belajar. yaitu: BAGAN 6. Penggunaan rekaman suara tanpa gambar dalam pengajaran bahasa cukup efektif. dan majalah-majalah. Rekaman suara dapat disajikan secara tersendiri atau digabung dengan media pictorial. Ada beberapa macam bentuk media simbol tertulis seperti buku teks. Berbagai bentuk informasi dapat disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara. tetapi tetap efektif. yang disebutnya Cone of Experience. buku paket. bagan. atau bentuk-bentuk animasi yang disajikan dalam video atau komputer. grafik. Dale (1969). Simbol tertulis. Simbol tertulis merupakan media penyajian informasi yang paling umum.dan peristiwa dapat disajikan dalam media ini. mengemukakan 12 macam media mengajar atau audio visual aid. Penulisan simbol-simbol tertulis biasanya dilengkapi dengan media pictorial seperti gambar-gambar. atau kerucut pengalaman. modul. e.

Menurut lingkup luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.5. Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. Evaluasi ini disebut juga evaluasi hasil belajar-mengajar. penentuan sekuens bahan ajar. dan media mengajar adalah evaluasi dan penyempurnaan. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah evaluasi formatif digunakan untuk menilai penguasaan siswa setelah selesai mempelajari satu pokok bahasan. Umpan balik tersebut digunakan untuk mengadakan berbagai usaha penyempurnaan baik bagi penentuan dan perumusan tujuan mengajar. Evaluasi formatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar dalam jangka waktu yang relatif pendek. strategi mengajar. diadakan suatu evaluasi. Hasil evaluasi formatif ini terutama digunakan untuk . bahan ajar. demikian juga dalam pencapaian tujuan-tujuan belajar dan proses pelaksanaan mengajar. Evaluasi pengajaran Komponen utama selanjutnya setelah rumusan tujuan. Tiap kegiatan akan memberikan umpan balik. Dalam evaluasi ini disusun butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap tujuan khusus yang telah ditentukan. a. Untuk tiap tujuan khusus minimal disusun satu butir soal. Evaluasi hasil belajar-mengajar Untuk menilai keberhasilan penguasaan siswa atau tujuan-tujuan khusus yang telah ditentukan. dan media mengajar. strategi. Tujuan utama dari evaluasi formatif sebenarnya lebih besar ditujukan untuk menilai proses pengajaran.

pupils. (2) to aid in motivating learning. Dalam implementasi kurikulum atau pelaksanaan pengajaran. and (3) improving learning and instruction. ataupun nasional. Untuk mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang telah ditentukan atau bahan yang telah diajarkan ada dua macam norma yang digunakan. selain berfungsi menilai proses. Kelompok ini dapat berupa kelompok kelas.memperbaiki proses belajar-mengajar dan membantu mengatasi kesulitankesulitan belajar siswa. Thorndike. yang lebih bersifat relatif. and school personnel. Dengan demikian dalam cirterion referenced ada suatu kriteria standar. satu semester. Dalam cirterion referenced penguasaan siswa yang diukur dengan sesuatu tes hasil belajar dibandingkan dengan sesuatu kriteria tertentu umpamanya 80% dari tujuan atau bahan yang diberikan. sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama. Evaluasi sumatif mempunyai fungsi yang lebih luas daripada evaluasi formatif. evaluasi sumatif dimaksudkan untuk menilai kemajuan belajar siswa (kenaikan kelas. Evaluasi sumatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang lebih luas. kelulusan ujian) serta menilai efektivitas program secara menyeluruh. tidak ada suatu kriteria sebagai standar. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. 1976: 654). sedangkan norm referenced digunakan pada evaluasi sumatif. penguasaan siswa dibandingkan dengan tingkat penguasaan kawan-kawannya satu kelompok. daerah. criterion referenced digunakan pada evaluasi formatif. Dalam norm referenced. sekolah. Dengan demikian evaluasi formatif. Ini sesuai dengan pendapat Grondlund (1976: 499) bahwa eva luasi sumatif berguna bagi: (1) assigning grades. 1979: 170177. Dengan demikian norma yang digunakan adalah norma kelompok. Gronlund (1976: 489) mengemukakan fungsi tes formatif sebagai berikut: (1) to plan corrective action for overcoming learning deficiences. (2) reporting learning progress to parents. juga merupakan evaluasi atau tes diagnostik. satu tahun atau selama jenjang pendidikan. Gronlund. 1976: 18-19. . yaitu norm referenced dan criterion referenced (Chauhan. dan (3) to increase retention and transfer or learning.

Untuk mengevaluasi komponenkomponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan tes tetapi juga digunakan bentuk-bentuk nontes. Evaluasi pelaksanaan mengajar Komponen yang dievaluasi dalam pengajaran bukan hanya hasil belajarmengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan pengajaran. walupun tidak semua komponen mendapat evaluasi yang sama kedalaman dan keluasannya. komponen mengajar mencakup subkomponen: isi. analisis hasil pekerjaan. maupun evaluasi pelaksanaan mengajar secara keseluruhan. 6. angket dan checklist. Penyempurnaan pengajaran Hasil-hasil evaluasi. dan masyarakat. keluarga. seperti Kepala Sekolah dan Pengawas. yang mencakup: siszva. dilihat dari peranannya dan tingkat kelemahannya (Rowntree. Penyempurnaan juga mungkin dilakukan secara langsung begitu didapatkan . serta komponen evaluasi mengajar sendiri. yang meliputi evaluasi komponen tujuan mengajar. seperti observasi. strategi dan media pengajaran. evaluasi dan umpan balik diadakan secara terus menerus. 1974: 150-151). afektif dan psikomotor. tim evaluasi Kanwil atau Pusat. bahwa dalam program mengajar komponen-komponen yang dievaluasi meliputi: komponen tingkah laku yang mencakup aspek-aspek (subkomponen): kognitif. studi dokumenter. fasilitas dan biaya. Karena sifatnya menyeluruh dan terus menerus tersebut maka evaluasi pelaksanaan sistem mengajar dapat dipandang sebagai suatu monitoring. metode. bahan pengajaran (yang menyangkut sekuens bahan ajar). Komponen apa yang disempurnakan. administrator. Sesuai dengan prinsip sistem. spesialis pendidikan. dan komponen populasi. organisasi. Stufflebeam dan kawan-kawan (1977: 243) mengutip Model Evaluasi dari EPIC. merupakan umpan balik bagi penyempurnaan-penyempurnaan lebih lanjut. Suatu komponen mendapatkan prioritas lebih dulu atau mendapatkan penyempurnaan lebih banyak. pada dasarnya semua komponen mengajar mempunyai kemungkinan untuk disempurna kan.b. guru. dan bagimana penyempurnaan tersebut dilaksanakan' Sesuai dengan komponen-komponen yang dievaluasi. baik evaluasi hasil belajar. Evaluasi dapat dilakukan oleh guru atau oleh pihak -pihak lain yang berwenang atau diberi tugas.

dalam suatu pola desain terdapat beberapa variasi desain kurikulum. tetapi dalam hal-hal tertentu mungkin dibutuhkan bantuan atau saran-saran orang lain baik sesama personalia sekolah atau ahli pendidikan dari luar sekolah. Subject centered design. Penyusunan desain kurikulum dapat dilihat dari dua dimensi.sesuatu informasi umpan balik. 2. suatu desain kurikulum yang mengutamakan peranan siswa. Dimensi horisontal berkenaan dengan penyusunan dari lingkup isi kurikulum. Semua hal tersebut bergantung pada kesimpulan-kesimpulan hasil evaluasi. Pada problems centered design dikenal pula the areas of living design dan the core design. suatu desain kurikulum yang berpusat pada bahan ajar. Problems centered design. Bahan tersusun mulai dari yang mudah. Penyempurnaan juga mungkin bersifat menyeluruh atau hanya menyangkut bagian-bagian tertentu. Walaupun bertolak dari hal yang sama. Susunan lingkup ini sering diintegrasikan dengan proses belajar dan mengajarnya. B. Berdasarkan pada apa yang menjadi fokus pengajaran. 3. desain kurikulum yang berpusat pada masalahmasalah yang dihadapi dalam masyarakat. yaitu: 1. sekurangkurangnya dikenal tiga pola desain kurikulum. Learner centered design. Dalam subject centered design dikenal ada: the subject design. Dimensi vertikal menyangkut penyusunan sekuens bahan berdasarkan urutan tingkat kesukaran. Penyempurnaan mungkin dilaksanakan sendiri oleh guru. yaitu dimensi horisontal dan vertikal. atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu bergantung pada urgensinya dan kemungkinannya mengadakan penyempurnaan. the disciplines design dan the broad fields design. kemudian menuju pada yang lebih sulit. . atau mulai dengan yang dasar diteruskan dengan yang lanjutan. Desain Kurikulum Desain kurikulum menyangkut pola pengorganisasian unsur-unsur atau komponen kurikulum.

Atas dasar tersebut. Dalam subject centered design. asal menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan sering dipandang sudah dapat menyampaikannya. Model desain ini telah ada sejak lama. adalah: 1) karena pengetahuan diberikan secara terpisah-pisah. Materi pelajaran disajikan secara terpisahpisah dalam bentuk mata-mata pelajaran. Kurikulum tersusun atas sejumlah mata-mata pelajaran. dan bermakna serta memberikan peran yang lebih a ktif kepada siswa. Orang-orang Yunani dan kemudian Romawi mengembangkan Trivium dan Quadrivium. Beberapa kritik yang juga merupakan kekurangan model desain ini. a.1. Karena mengutamakan isi atau bahan ajar atau subject matter tersebut. 3) pengajaran lebih menekankan pengetahuan dan kehidupan masa lalu. maka desain kurikulum ini disebut juga subject academic curriculum. sedangkan . nilai-nilai dan warisan budaya masa lalu. para pengkritik menyarankan perbaikan ke arah yang lebih terintegrasi. 2) karena mengutamakan bahan ajar maka peran peserta didik sangat pasif. Subject centered desain berkembang dari konsep pendidikan klasik yang menekankan pengetahuan. kurikulum dipusatkan pada isi atau materi yang akan diajarkan. logika. The Subject Design The subject design curriculum merupakan bentuk desain yang paling murni dari subject centered design. hal itu bertentangan dengan kenyataan. Subject centered design Subject centred design curriculum merupakan bentuk desain yang paling populer. Karena terpisahpisahnya itu maka kurikulum ini disebut juga separated subject curriculum. dan mata-mata pelajaran tersebut diajarkan secara terpisah-pisah. dievaluasi. Model design curriculum ini mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. 2) para pengajarnya tidak perlu dipersiapkan khusus. dilaksanakan. dan berupaya untuk mewariskannya kepada generasi berikutnya. sebab dalam kenyataan pengetahuan itu merupakan satu kesatuan. Beberapa kelebihan dari model desain kurikulum ini adalah: 1) mudah disusun. praktis. dan disempurnakan. dengan demikian pengajaran lebih bersifat verbalistis dan kurang praktis. Trivium meliputi gramatika. dan retorika. paling tua dan paling banyak digunakan.

kebutuhan dan pengalaman para peserta didik. biologi. matematika. tetapi pada pembentukan pribadi dan status sosial (Liberal Art). Para siswa dituntut untuk menguasai semua pengetahuan yang diberikan. Karena kelebihan-kelebihan tersebut bentuk kurikulum ini lebih banyak dipakai. terlepas dari kejadian-kejadian yang hangat. bahan dikuasai secara verbalistis. Lebih rinci kelemahan-kelemahan bentuk kurikulum ini adalah: 1) Kurikulum memberikan pengetahuan terpisah-pisah.Quadrivium. 5) Kurikulum lebih mengutamakan isi dan kurang memperhatikan cara penyampaian. Karena pelajaran-pelajaran tersebut diberikannya secara terpisah-pisah. yang sedang berlangsung saat sekarang. Cara penyampaian utama adalah ekspositori yang menyebabkan peranan siswa pasif. geometri. Meskipun ada kelemahan-kelemahan di atas. bahasa yang masih bersifat teoretis. ekonomi. tata buku. kesejahteraan keluarga. Tidak jarang siswa menguasai bahan hanya pada tahap hafalan. tetapi pada pendidikan yang lebih yang bersifat praktis. 2) Isi kurikulum diambil dari masa lalu. berkenaan dengan mata pencaharian (pendidikan vokasional). 4) Isi kurikulum disusun berdasarkan sistematika ilmu sering menimbulkan kesukaran di dalam mempelajari dan menggunakannya. juga berkembang mata-mata pelajaran praktis seperti pertanian. apakah mereka menyenangi atau tidak. maka siswa menguasainya pun terpisah-pisah pula. dan musik. kimia. Isi pelajaran diambil dari pengetahuan. Pada abad 19 pendidikan tidak lagi diarahkan pada pendidikan umum (Liberal Art). dan nilai-nilai yang telah ditemukan oleh ahliahli sebelumnya. . satu terlepas dari yang lainnya. 3) Kurikulum ini kurang memperhatikan minat. astronomi. Pada saat itu mulai berkembang mata-mata pelajaran fisika. dan lain-lain. Pendidikan hanya diperuntukkan bagi anak-anak golongan bangsawan yang tidak usah bekerja mencari nafkah. bentuk desain kurikulum ini mempunyai beberapa kelebihan. Pada saat itu pendidikan tidak diarahkan pada mencari nafkah. membutuhkannya atau tidak. keterampilan.

b. sebab pada Perguruan Tinggi umumnya digunakan bentuk ini. Pada subject design belum ada kriteria yang tegas tentang apa yang disebut subject (ilmu). psikologi dengan teknik atau cara mengemudi. Untuk menegaskan hal itu mereka menggunakan istilah disiplin. Begitu juga pengembangan bentuk-bentuk lain di luar subject centered. Isi kurikulum yang diberikan di sekolah adalah disiplin-disiplin ilmu. Pada disciplines design kriteria tersebut telah tegas. Belum ada perbedaan antara matematika. baik oleh guru-guru maupun orang tua. Para pengembang kurikulum dari . Dengan adanya kelemahan-kelemahan di atas pengembang kurikulum subject design tidak tinggal diam. yang membedakan apakah suatu pengetahuan itu ilmu atau subject dan bukan adalah batang tubuh keilmuannya. batu pertama dari hal itu adalah isi dari kurikulum. keduanya masih menekankan kepada isi atau materi kurikulum. seperti activity atau experience design. the broad field design merupakan pengembangan dari bentuk ini. sehingga lebih mudah untuk dilaksanakan. mereka berusaha untuk memperbaikinya. Bentuk ini sangat ampuh sebagai alat untuk melestarikan dan mewariskan warisan budaya masa lalu. areas of living design dan core design. semuanya disebut subject. karena metode utamanya adalah metode ekspositori yang dikenal tingkat efisiennya cukup tinggi. Dalam rumpun subject centerd. Batang tubuh keilmuan menentukan apakah suatu bahan pelajaran itu disiplin ilmu atau bukan. Bentuk ini sudah dikenal lama. Menurut pandangan ini sekolah adalah mikrokosmos dari dunia intelek. Bentuk ini dapat dilaksanakan secara efisien. Walaupun bertolak dari hal yang sama tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. 3. Karena materi pelajaran diambil dari ilmu yang sudah tersusun secara sitematis logis. Bentuk ini memudahkan para peserta didik untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi.1. maka penyusunannya cukup mudah. 2. 4. 5. The Disciplines Design Bentuk ini merupakan pengembangan dari subject design.

dan sebagainya. disciplines design tidak seperti subject design yang menekankan penguasaan fakta-fakta dan informasi tetapi pada pemahaman (understanding). Salah satu usaha untuk menghilangkan pemisahan tersebut adalah mengembangkan the broad filed design. Kedua. Ketiga. Perbedaan lain adalah dalarn tingkat penguasaan. Keempat. belum mampu mengintegrasikan sekolah dengan masyarakat atau kehidupan. hubungan dan proses-proses intelektual yang berkembang pada siswa. psikologi. juga didorong untuk memahami cara mencari dan menemukannya (modes of inquiry and discovery). Para peserta didik didorong untuk memahami logika atau struktur dasar suatu disiplin. belum bertolak dari minat dan kebutuhan atau pengalaman peserta didik. Pertama. kata mereka. desain ini masih memiliki beberapa kelamahan. biologi. Kelima. c. peserta didik akan memahami masalah dan mampu melihat hubungan berbagai fenomena baru. Kedua. Bentuk ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan subject design. meskipun sudah lebih luas dibandingkan dengan subject design tetapi secara akademis dan intelektual masih cukup sempit. susunan kurikulum belum efisien baik untuk kegiatan belajar maupun untuk penggunaannya. The Broad Fields Design Baik subject design maupun disciplines design masih menunjukkan adanya pemisahan antar-mata pelajaran. Dalam model . Meskipun telah menunjukkan beberapa kelebihan bentuk. belum dapat memberikan pengetahuan yang terintegrasi.aliran ini berpegang teguh pada disiplin-disiplin ilmu seperti: fisika. prinsip hasil hafalan tetapi menguasai konsep. ide-ide dan prinsip-prinsip penting. sosiologi. tetapi menggunakan pendekatan inkuiri dan diskaveri. Disciplines design sudah mengintegrasikan unsur-unsur progresifisme dari Dewey. kurikulum ini bukan hanya memiliki organisasi yang sistematik dan efektif tetapi juga dapat memelihara integritas intelektual pengetahuan manusia. Pertama. Proses belajarnya tidak lagi menggunakan pendekatan ekspositori yang menyebabkan peserta didik lebih banyak pasif. memahami konsep-konsep. peserta didik tidak hanya menguasai serentetan fakta. Hanya dengan menguasai hal-hal itu.

ini mereka menyatukan beberapa mata pelajaran yang berdekatan atau berhubungan menjadi satu bidang studi seperti Sejarah, Geografi, dan Ekonomi digabung menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial, Aljabar, Ilmu Ukur, dan Berhitung menjadi Matematika, dan sebagainya. Tujuan pengembangan kurikulum broad field adalah menyiapkan para siswa yang dewasa ini hidup dalam dunia informasi yang sifatnya spesialistis, dengan pemahaman yang bersifat menyeluruh. Bentuk kurikulum ini banyak digunakan di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, di sekolah menengah atas penggunaannya agak terbatas apalagi di perguruan tinggi sedikit sekali. Ada dua kelebihan penggunaan kurikulum ini. Pertama, karena dasarnya bahan yang terpisah-pisah, walaupun sudah terjadi penyatuan beberapa mata kuliah masih memungkinkan penyusunan warisan-warisan budaya secara sistematis dan teratur. Kedua, karena mengintegrasikan beberapa mata kuliah memungkinkan peserta didik melihat hubungan antara berbagai hal. Di samping kelebihan tersebut, ada beberapa kelemahan model kurikulum ini. Pertama kemampuan guru, untuk tingkat sekolah dasar guru mampu menguasai bidang yang luas, tetapi untuk tingkat yang lebih tinggi, apalagi di perguruan tinggi sukar sekali. Kedua, karena bidang yang dipelajari itu luas, maka tidak dapat diberikan secara mendetil, yang diajarkan hanya permukaannya saja. Ketiga, pengintegrasian bahan ajar terbatas sekali, tidak menggambarkan kenyataan, tidak memberikan pengalaman yang sesungguhnya bagi siswa, dengan demikian kurang membangkitkan minat belajar. Keempat, meskipun kadarnya lebih rendah dibandingkan dengan subject design, tetapi model ini tetap menekankan tujuan penguasaan bahan dan informasi. Kurang menekankan proses pencapaian tujuan ya.lg sifatnya afektif dan kognitif tingkat tinggi.

2. Learner-centered design Sebagai reaksi sekaligus penyempurnaan terhadap beberapa kelemahan subject centered design berkembang learner centered design. Desain ini berbeda dengan subject centered, yang bertolak dari cita-cita untuk melestarikan dan mewariskan budaya, dan karena itu mereka mengutamakan peranan isi dari kurikulum.

Learner centered, memberi tempat utama kepada peserta didik. Di dalam pendidikan atau pengajaran yang belajar dan berkembang adalah peserta didik sendiri. Guru atau pendidik hanya berperan menciptakan situasi belajar-mengajar, mendorong dan memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Peserta didik bukanlah tiada daya, dia adalah suatu organisme yang punya potensi untuk berbuat, berperilaku, belajar dan juga berkembang sendiri. Learner centered design bersumber dari konsep Rousseau tentang pendidikan alam, menekankan perkembangan peserta didik. Pengorganisasian kurikulum didasarkan atas minat, kebutuhan dan tujuan peserta didik. Ada dua ciri utama yang membedakan desain model learner centred dengan subject centered. Pertama, learner centered design mengembangkan kurikulum dengan bertolak dari peserta didik dan bukan dari isi. Kedua, learner centered bersifat not-preplanned (kurikulum tidak diorganisasikan sebelumnya) tetapi dikembangkan bersama antara guru dengan siswa dalam penyelesaian tugas-tugas pendidikan. Organisasi kurikulum didasarkan atas masalah -masalah atau topik-topik yang menarik perhatian dan dibutuhkan peserta didik dan sekuensnya disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka. Ada beberapa variasi model ini yaitu the activity atau experience design, humanistic design, the open, free design, dan lain-lain. Pada tulisan ini akan dikemukakan sebagian saja. a. The Activity atau Experience Design Model desain ini berawal pada abad 18, atas hasil karya dari Rousseau dan Pestalozzi, yang berkembang pesat pada tahun 1920/1930-an pada masa kejayaan Pendidikan Progresif. Berikut beberapa ciri utama activity atau experience design. Pertama, struktur kurikulum ditentukan oleh kebutuhan dan minat peserta didik. Dalam mengimplementasikan ciri ini guru hendaknya: a) Menemukan minat dan kebutuhan peserta didik, b) Membantu para siswa memilih mana yang paling penting dan urgen. Hal ini cukup sulit, sebab harus dapat dibedakan mana minat dan kebutuhan yang sesungguhnya dan mana yang hanya angan-angan. Untuk itu guru perlu menguasai benar perkembangan dan karakteristik peserta didik.

Kedua, karena struktur kurikulum didasarkan atas minat dan kebutuhan peserta didik, maka kurikulum tidak dapat disusun jadi sebelumnya, tetapi disusun bersama oleh guru dengan para siswa. Demikian juga tujuan yang akan dicapai, sumber-sumber belajar, kegiatan belajar dan prosedur evaluasi, dirumuskan bersama siswa. Istilah yang mereka gunakan adalah teacher-student planning. Seperti dikemukakan oleh Smith, Stanley and Shores (1977: 274-1725) bahwa tugas guru adalah: ... discovering students interest, guiding students in selection of interest, helping groups and individuals to plan and carryout learning activi ties, and assisting learners to appraise their experience. In short, the teacher must prepare in advance to help learners decide what to to do, how to do it, and how to evaluate the results. Ketiga, desain kurikulum tersebut menekankan prosedur pemecahan masalah. Di dalam proses menemukan minatnya peserta didik menghadapi hambatan atau kesulitan-kesulitan tertentu yang harus diatasi. Kesulitankesulitan tersebut menunjukkan problema nyata yang dihadapi peserta didik. Dalam menghadapi dan mengatasi masalah-masalah tersebut, peserta didik melakukan proses belajar yang nyata, sungguh-sungguh bermakna, hidup dan relevan dengan kehidupannya. Berbeda dengan subject design yang menekankan isi, activity design lebih mengutamakan proses (keterampilan memecahkan masalah). Ada beberapa kelebihan dari desain kurikulum ini. Pertama, karena kegiatan pendidikan didasarkan atas kebutuhan dan minat peserta didik, maka motivasi belajar bersifat intrinsik dan tidak perlu dirangsang dari luar. Fakta-fakta, konsep, keterampilan dan proses pemecahan dipelajari peserta didik karena hal itu mereka perlukan. jadi belajar benar-benar relevan dan bermakna. Kedua, pengajaran memperhatikan perbedaan individual. Mereka turut dalam kegiatan belajar kelompok karena membutuhkannya, demikian juga kalau mereka melakukan kegiatan individual. Ketiga, kegiatan-kegiatan pemecahan masalah memberikan bekal kecakapan dan pengetahuan untuk menghadapi kehidupan di luar sekolah. Beberapa kritik yang menunjukkan kelemahan dilontarkan terhadap model desain kurikulum

Pertama, penekanan pada minat dan kebutuhan peserta didik belum tentu cocok dan memadai untuk menghadapi kenyataan dalam kehidupan. Kehidupan dunia modern sangat kompleks, peserta didik belum tentu mampu melihat dan merasakan kebutuhan-kebutuhan esensial. Kedua, kalau kurikulum hanya menekankan minat dan kebutuhan peserta didik, dasar apa yang digunakan untuk menyusun struktur kurikulum. Kurikulum tidak mempunyai pola dan struktur. Kedua kritik ini tidak semuanya benar, sebab beberapa tokoh activity design telah mengembangkan struktur ini. Dewey dalam sekolah laboratoriumnya menyusun struktur di sekitar kebutuhan manusia, kebutuhan sosial, kebutuhan untuk membangun, kebutuhan untuk meneliti dan bereksperimen dan kebutuhan untuk berekspresi dan keindahan. Ketiga, activity design curriculum sangat lemah dalam kontinuitas dan sekuens bahan. Dasar minat peserta didik tidak memberikan landasan yang kuat untuk menyusun sekuens, sebab minat mudah sekali berubah karena pengaruh perkembangan, kematangan dan faktor-faktor lingkungan. Beberapa usaha telah dilakukan untuk mengatasi kelemahan ketiga ini: 1) usaha untuk menemukan sekuens perkembangan kemampuan mental peserta didik, seperti perkembangan kemampuan kognitif dari Piaget, 2) penelitian tentang pusat-pusat minat pada berbagai tingkat usia. Penemuan tentang pusat-pusat minat yang lebih terinci dijadikan dasar penyusunan sekuens kurikulum. Keempat, kritik terhadap model desain kurikulum ini dikatakan tidak dapat dilakukan oleh guru biasa. Kurikulum ini menuntut guru ahli general education plus ahli psikologi perkembangan dan human relation. Model desain ini sulit menemukan buku-buku sumber, karena buku yang ada disusun berdasarkan subject atau discipline design. Kesulitan lain adalah apabila peserta didik akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sebab di perguruan tinggi digunakan model subject atau discipline design.

3. Problem centered design Problem centered design berpangkal pada filsafat yang mengutamakan peranan manusia (man centered). Berbeda dengan learner centered yang mengutamakan manusia atau peserta didik secara individual, problem centered

design menekankan manusia dalam kesatuan kelompok yaitu kesejahteraan masyarakat. Konsep pendidikan para pengembang model kurikulum ini berangkat dari asumsi bahwa manusia sebagai makhluk sosial selalu hidup bersama. Dalam kehidupan bersama ini manusia menghadapi masalah-masalah bersama yang harus dipecahkan bersama pula. Mereka berinteraksi, berkooperasi dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang mereka hadapi untuk mcningkatkan kehidupan mereka. Konsep-konsep ini menjadi landasan pula dalam pendidikan dan pengembangan kurikulum. Berbeda dengan learner centered, kurikulum mereka disusun sebelumnya (preplanned). Isi kurikulum berupa masalahmasalah sosial yang dihadapai peserta didik sekarang dan yang akan datang. Sekuens bahan disusun berdasarkan kebutuhan, kepentingan dan kemampuan peserta didik. Problem centered design menekankan pada isi maupun perkembangan peserta didik. Minimal ada dua variasi model desain kurikulum ini, yaitu The Areas of living design, dan The Core design.

a. The Areas of Living Design Perhatian terhadap bidang-bidang kehidupan sebagai dasar penyusunan kurikulum telah dimulai oleh Herbert Spencer pada abad 19, dalam tulisan yang berjudul What knowledge is of most Worth? Areas of living design seperti learner centered design menekankan prosedur belajar melalui pemecahan masalah. Dalam prosedur belajar ini tujuan yang bersifat proses (process objectives) dan yang bersifat isi (content objectives) diintegrasikan. Penguasaan informasi-informasi yang lebih bersifat pasif tetap dirangsang. Ciri lain dari model desain ini adalah menggunakan pengalaman dan situasi-situasi nyata dari peserta didik sebagai pembuka dan mempelajari bidang-bidang kehidupan. Strategi yang sama juga digunakan dalam subject centered design, tetapi pelaksanaannya mengalami kesulitan, sebab dalam desain tersebut hubungan mata pelajaran dengan bidang dan pengalaman hidup peserta didik sangat kecil. Sebaliknya dalam the areas of living hubungannya besar sekali. Tiap pengalaman peserta didik sangat erat hubungannya dengan bidang-bidang kehidupan sehingga

dan dapat menginternalisasi artinya. Kedua. yaitu untuk memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan. Lebih dari itu kurikulum ini membawa peserta didik dalam hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. tidak perlu dirangsang dari luar. Melalui kurikulum ini para peserta didik akan mcmperoleh pengetahuan. Dengan demikian. Kelima. maka desain ini mendorong penggunaan prosedur belajar pemecahan masalah. karena kurikulum hanya memusatkan perhatian pada pemecahan masalah sosial pada saat sekarang. Keempat. sebagai akibat dari kesulitan pertama. Beberapa kritik dilontarkan dan menunjukkan kelemahan model desain ini. Pemisahan antara subject dihilangkan oleh problema-problema kehidupan sosial. sama hainva dengan . menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang relevan. ada kecenderungan untuk mengindoktrinasi peserta didik dengan kondisi yang ada. baik mengenai masa lalu maupun masa yang akan 'Wang.dapat dikatakan suatu desain kurikulum bidang-bidang kehidupan yang dirumuskan dengan baik akan merangkumkan pengalaman-pengalaman sosial peserta didik. karena kurikulum diorganisasikan di sekitar problema-problema peserta didik dalam kehidupan sosial. Desain ini mempunyai beberapa kebaikan dibandingkan dengan bentuk desaindesain lainnya. peserta didik tidak tovIlhat alternatif lain. penentuan lingkup dan sekuens dari bidang-bidang kehidupan yang sangat esensial (penting) sangat sukar. desain tersebut akan mempertahankan status quo. maka lemahnya atau kurangnya integritas dan kontinuitas organisasi isi kurikulum. sebab diarahkan pada pemecahan masalah peserta didik. Ketiga. Prinsip-prinsip belajar aktif dapat diterapkan dalam model desain ini. timbul organisasi isi kurikulum yang berbeda-beda. Kedua. the areas of living design merupakan the subject matter design tetapi dalam bentuk yang terintegrasi. Kelima. motivasi belajar datang dari dalam din peserta didik. Ketiga. padahal apa yang telah ditemukan pada masa lalu penting untuk memahami dan memecahkan masalah masalah masa kini. desain ini sekaligus menarik minat peserta didik dan mendekatkannya pada pemenuhan kebutuhan hidupnya dalam masyarakat. secara langsung dipraktikkan dalam kehidupan. Pertama. desain tersebut sama sekali mengabaikan warisan budaya. Keempat desain tersebut menyajikan bahan ajar dalam bentuk yang fungsional. Pertama.

Di samping memberikan pengetahuan. Terdapat banyak variasi pandangan tentang the core design. Ada beberapa variasi desain core curriculum yaitu: (1) the separate subject core. beberapa mata pelajaran yang dipandang mendasari atau menjadi inti mata pelajaran lainnya dijadikan core. baik. dan diarahkan pada pengembangan kemampuankemampuan pribadi dan sosial. (4) the activity/experience core. nilainilai dan keterampilan sosial. Dalam mengintegrasikan bahan ajar. dan warga masyarakat yang mampu membina kerja sama yang baik pula. Pelajaran lainnya dikembangkan di sekitar core tersebut. guru-guru tersebut juga memberikan bimbingan terhadap perkembangan sosial pribadi peserta didik. Salah satu usaha untuk mengatasi keterpisahan antar-mata pelajaran. Menurut konsep ini inti-inti bahan ajar dipusatkan pada kebutuhan individual dan sosial. b. Pada beberapa kurikulum yang berlaku di Indonesia dewasa ini. The separate subjects core. Karena pengaruh Pendidikan Progresif. (3) the fused core. berkembang teori tentang core design yang didasarkan atas pandangan Progresif. baik guru maupun buku dan media lain tidak banyak yang disiapkan untuk model tersebut sehingga di dalam pelaksanaannya akan mengalami beberapa kesulitan. matang. dan (6) the social problems core. .kritik terhadap learner centered design. The core curriculum diberikan guru-guru yang memiliki penguasaan dan berwawasan luas. core curriculum disebut kelompok mata kuliah atau pelajaran dasar umum. (2) the correlated core. Kalau kelompok mata kuliah/pelajaran spesialisasi diarahkan pada pengusaan keahlian/kejuruan tertentu. yang sifatnya terpisah-pisah. mereka memilih mata-mata pelajaran/bahan ajar tertentu sebagai inti (core). (5) the areas of living core. bukan spesialis. Mayoritas memandang core curriculum sebagai suatu model pendidikan atau program pendidikan yang memberikan pendidikan umum. maka kelompok mata pelajaran ini ditujukan pada pembentukan pribadi yang sehat. The Core Design The core desgin kurikulum timbul sebagai reaksi utama kepada separate subjects design.

Penyusunan kurikulum the social problems core. Kurikulum ini juga berpangkal dari separate subject. Sosiologi. dengan jalan mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang erat hubungannya. kelaparan. Antropologi. the acitivity /experience core dipusatkan pada minat-minat dan kebutuhan peserta didik. Model desain ini pun berkembang dari the separate subjects design. mengikuti pola seperti yang digambarkan dengan urutan pertanyaan-pertanyaan berikut: . Perbedaannya terletak pada the areas of living core didasarkan atas kegiatan-kegiatan manusia yang unviversal tetapi tidak berisi hal yang kontroversial. Sejarah. Dalam studi ini dikembangkan tema-tema masalah umum yang dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. The fused core. dan sebagainya. Seperti halnya pada learner centered. The activity/experience core. tetapi organisasinya berstruktur dan dirancang sebelumnya. Dalam beberapa hal model ini sama dengan the areas of living core. Desain model ini berpangkal juga pada pendidikan progresif. Ekonomi dipadukan menjadi Studi Kemasyarakatan. sedangkan the social problems core didasarkan atas problemaproblema yang mendasar dan bersifat kontroversial. Geografi. perang senjata nuklir. inflasi. sedang the social problems core mencoba memberikan penilaian yang sifatnya kritis dari sudut sistem nilai sosial dan pribadi yang berbeda. The social problems core. Beberapa contoh masalah sosial yang menjadi tema model core design ini adalah kemiskinan. rasialisme. Berbentuk pendidikan umum yang isinya diambil dari masalah-masalah yang muncul di masyarakat. Bentuk desain ini dipandang sebagai core design yang paling murni dan paling cocok untuk program pendidikan umum. The areas of living core cenderung memelihara dan mempertahankan kondisi yang ada. pengintegrasiannya bukan hanya antara dua atau tiga pelajaran tetapi lebih banyak. Halhal di atas adalah sesuatu yang mendesak untuk dipecahkan dan berisi suatu kontroversial bersifat pro dan kontra. Model desain ini berkembang dari pendidikan progresif dengan learner centerd design-nya. The areas of living core.The correlated core. Model desain ini pun merupakan produk dari pendidikan progresif.

Sekuens kurikulum disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip psikologis. Bagaimana gambaran keadaan masyarakat yang ideal? 4. hanya sebagian kecil yang mereka kuasai. yaitu melalui: pemikiran (rasionalisme). Kurikulum the social problems core tidak bersifat kaku. Terhadap model-model desain di atas dapat ditambahkan dua model lain yang juga menekankan pendidikan umum yaitu the unencapsulation design dan Becker's Humanistic design. pengalaman dan penguasaan sebelumnya. Apa akibatnya bila kita torus mempertahankan kondisi yang ada ini? 3. tepat dan seimbang. Ia bercita-cita ingin mendidik anak menjadi manusia "ideal" yaitu manusia sejati (authentic) tidak palsu atau pura pura. The Unencapsulation design diarahkan pada pengembangan manusia yang lebih baik. pengetahuan dan kemampuan yang demikian akan tercapai melalui penggunaan empat cara penguasaan. baik secara kelompok maupun individual. Bagaimana gambaran masyarakat yang ada dewasa ini? 2. Beckers's Humanistic Design. usaha apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. pengamatan (empirisme). dan kepercayaan (otoritarianisme). tingkat kesukaran. Menu rut Joseph Royce. percaya kepada diri sendiri (self reliant) dan menyatu dengan masyarakatnya. terbuka untuk penyempurnaan pada setiap saat. Becker ingin mengembangkan suatu model pendidikan yang dapat menghilangkan "keterasingan" (alination yang mempunyai makna yang sama dengan encapsulation). tetapi kenya taannya karena berbagai hambatan. Jika gambaran pada pertanyaan 3 berbeda dengan pertanyaan 2. pencetus konsep ini. Desain ini juga sama dengan uncaptulsation menekankan pendidikan umum. perasaan (intuisisme). Model desain ini merupakan reaksi terhadap encapsulation. yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih lengkap. Menurut konsep encapsulation manusia memiliki kemampuan untuk mengamati dan memahami seluruh yang ada di dunia ini. seperti: kematangan. The Unencapsulation design. minat. agar tetap mutakhir dan relevan dengan perkembangan masyarakat.1. Desain kurikulum dari Becker lebih menekankan pada isi .

A. struktur dan sistem pengajaran individual.daripada proses.J. 2) Dimensi sosial dan historis. dan 3) Dimensi teologis. baik yang bersifat individual maupun kelompok. Producing Instructional Systems: Lesson Planning for Individualized and Group Learning Activities. Desain pengajaran yang bersifat makro meliputi: analisis pengetahuan dan keterampilan. teori belajar. Dalam desain pengajaran yang bersifat mikro diuraikan: pemilihan dan penyusunan taktik-taktik pengajaran. serta . Dalam rencana pelajaran individual diuraikan: bagaimana menganalisis konsep-konsep yang akan diajarkan. Knirk. Instructional Technology. pendekatan sistem. struktur pengetahuan dan analisisnya. teknologi belajar. Kent L. Frederick G. teknologi proses. dimensi sosial dan historis membahas kehidupan kemasyarakatan dan sejarah perkembangan manusia. langkah-langkah penyusunan desain pengajaran. Dalam rencana pengajaran kelompok dijelaskan desain pengajaran yang bersifat makro dan mikro. merencanakan. modelmodel rencana pengajaran seperti simulasi. mengembangkan. Buku Acuan Romiszowski. & Gustafson. Isi kurikulumnya dipusatkan pada tiga bidang. Dalam buku ini konsep-konsep dasar serta pengembangan dalam sistem instruksional diuraikan dengan dengan jelas. Hal tersebut sangat diperlukan dalam menganalisis. C. Buku ini membahas dasar-dasar teori dan praktik teknologi instruksional. Sesuai dengan anak judulnya. buku ini mengupas rencana pelajaran. mengevaluasi. dan sebagainya serta evaluasi pengajaran. sedangkan dimensi teologis membahas keharusan manusia beragama dan bahaya-bahaya sekulerisme. (1986). A Systematic Approach to Education. permainan. New York: Nichols Publishing. Rinehart and Winston. Dimensi individu membahas keadaan dan keberadaan manusia. serta beberapa bentuk atau model sistem pengajaran individual. Konsep tersebut meliputi pengajaran dan belajar. (1984). struktur tingkah laku atau keterampilan. New York: Holt. yaitu 1) Dimensi individu. serta mengelola pengajaran. serta beberapa contoh desain pengajaran dalam bidang-bidang studi tertentu.

Drumheller. kurikulum dan pengajaran. yang meliputi: tujuan instruksional. Pengajaran harus selalu bertemakan tujuantujuan tersebut. diskusi.pengembangan dari masing-masing proses. Dengan buku ini diungkapkan bahwa media merupakan bagian yang tak . (1972). Tulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian . Sidney J. Buku ini menyajikan uraian secara mendasar tentang kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. Selama ini media dianggap hanya sebagai alat bantu pengajaran. Teacher's Handbook for A Functional BehaviorBased Curriculum.selama 10 tahun. Apa yang dibahas dalam buku ini merupakan landasan teoretis dari penggunaan media dalam pendidikan. Dalam pengelolaan pengajaran diuraikan pengembangan sarana dan prasarana belajar. seminar yang mendalam bersama sejumlah besar ahli. Dalam konsep teknologi instruksional diuraikan langkah-langkah umum pengembangan desain instruksional. Pada bagian pertama buku tersebut diuraikan dasar-dasar kurikulum yang didasarkan pada perilaku: peranan sekolah secara ideal dan nyata. Pada bagian berikutnya dikemukakan pemetaan dari kurikulum menurut behavioral objectives. pemilihan dan penggunaan strategi belajar. khususnya media pendidikan. Interaction of Media. sebab selain memberikan landasan teori yang kuat juga membukakan kunci sekaligus horison baru bagi penelitian tentang aspek-aspek psikologis media komunikasi. Cognition and Learning. teori dan strategi belajar-mengajar. Menurut penulis gerakan dari Behavior Objectives selama 20 tahun. (1979). dan pada bagian akhir diuraikan pelaksanaan kurikulum yang didasarkan atas behavioral objectives. Gavriel. Buku ini sangat berharga bagi para ahli psikologi pendidikan. diperdalam dengan pengkajian. telah menyadarkan guru-guru dan dosen tentang pentingnya tujuan dan desain pengajaran. sejak awal pengajaran guru dan siswa harus mengetahui keseluruhan perilaku yang ingin dicapai siswa. Englewood Cliff. New Jersey: Educational Technology Publications. keseluruhan behavior objectives dan disiplin ilmu. San Fransisco: Jossey-Bass Publishers. Menurut penulis. Salomon. evaluasi program serta penyebaran inovasi pengajaran.

Proses berpikir menyangkut sistem simbol. media yang lebih banyak mendapatkan sorotan adalah media visual dalam konteks kebudayaan.terpisahkan dari proses berpikir. . dan salah satu bentuk penyajian dan penyampaian sistem simbol adalah dalam media. Dilatarbelakangi oleh dasar pendidikan penulis yang pernah mendalami teater.

sosial budaya dan psikologis sekitar. maupun dalam macam-macam desain kurikulum. Keseimbangan Antara Isi dan Proses Baik dalam uraian tentang model-model konsep kurikulum. oleh kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana baik di sekolah maupun dalam keluarga. oleh kondisi lingkungan fisik. kemampuan. mengingat kedua komponen tersebut berperanan sebagai kunci. Pendapat demikian tidak seluruhnya benar tetapi mengandung kebenaran. Di dalam pelaksanaan kurikulum kita mengharapkan para siswa menguasai sebanyak-banyaknya bahan yang terbaik dan diperoleh dengan cara yang terbaik pula. walaupun bukan berarti tanpa menghadapi kesulitan-kesulitan. fasilitas. Meskipun ideal hal tersebut sangat sulit kita capai. serta para pelaksana kurikulum lainnya. Dengan demikian. yang satu mengurangi kualitas yang lainnya. tetapi juga karena banyaknya faktor yang turut mempengaruhi pelaksanaan kurikulum atau pengajaran Keberhasilan pengajaran atau pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi kondisi dan aktivitas siswa. masalah isi dan proses pengajaran selalu menjadi tema dan titik tolak. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Telah kita ketahui dalam uraian-uraian yang terdahulu bahwa ada konsepkonsep kurikulum yang lebih mengutamakan isi dan ada pula yang mengutamakan proses. Kedua komponen kurikulum tersebut dapat saling menghambat. tidak mengherankan apabila ada yang berpendapat bahwa kurikulum itu tidak lain dari suatu program pendidikan yang berisi jalinan antara isi dengan proses penyampaiannya. waktu. namun bukan sesuatu yang mustahil Kesulitannya bukan saja disebabkan adanya ciri yang cenderung kontradiktif antara keduanya. Mengingat kelebihan dan kekurangan masing-masing maka keseimbangan ataupun keserasian antara keduanya merupakan pemecahan yang paling praktis. tempat maupun biaya. Hal itu disebabkan kedudukan kedua komponen kurikulum tersebut sangat penting. Pendidikan dan pengajaran selaln berlangsung dalam keterbatasan-keterbatasan.BAB 7 PROSES PENGAJARAN A. Yang harus selalu diupayakan . guru.

yaitu dengan mengemukakan konsep struktur bahan pengajaran. bahan apakah yang harus diajarkan kepada siswa. Isi kurikulum atau pengajaran bukan hanya terdiri atas sekumpulan pengetahuan atau kumpulan informasi. Pengembangan konsep ini tidaklah terjadi begitu saja. telah dilakukan dengan mengikutsertakan para sarjana. terutama pengembangan kurikulum pada sekolah dasar dan menengah. dan apa tujuannya? Pertanyaan ini menyangkut isi kurikulum atau isi pengajaran. khususnya pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat. apalagi anak sekolah dasar bahkan para mahasiswa tingkat persiapan tidak pernah memperoleh pengetahuan tersebut. Para sarjana dan cendekiawan tidak pernah turut serta . bukan saja didasarkan atas perkembangan ilmu pengetahuan. Beberapa program pengembangan pendidikan. dosen. Jerome S.oleh para penyusun. Anak-anak sekolah menengah. adalah mengoptimalkan hasil sesuai dengan kondisi yang ada. Meskipun demikian pertanyaan tentang karakteristik bahan yang akan diajarkan masih selalu timbul. B. Bruner dari Amerika Serikat mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. tetapi dilatarbelakangi oleh keadaan dan perkembangan pendidikan. Hasil-hasil perkembangan ilmu dan penelitian hanya menjadi santapan para sarjana dan cendekiawan. pengembang dan pelaksana pendidikan umumnya. kurikulum khususnya. Ahli pendidikan. di samping mengoptimalkan isi dan prosesnya sendiri. baik bagi pengetahuan itu sendiri maupun bagi siswa dan lingkungannya. ahli-ahli pendidikan selain guru. dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak dan konsep-konsep modern tentang hakikat pengalaman belajar. Mereka telah berusaha menyusun isi kurikulum atau pengajaran. tetapi harus merupakan kesatuan pengetahuan terpilih dan dibutuhkan. Isi Kurikulum Pertanyaan yang selalu muncul pada para perencana pendidikan dan pengembang kurikulum adalah. Salah satu faktor yang mendorong diperlukannya pengembangan kurikulum adalah karena perkembangan universitas di Amerika Serikat pada pertengahan pertama abad 20 sangat menekankan pada pengembangan ilmu dan penelitian.

Sayangnya perhatian para ahli tersebut masih lebih banyak tercurah pada studi tentang bakat dan kecakapan. Apa yang dimaksud dengan penguasaan struktur? Penguasaan struktur merupakan pemahaman suatu bahan pelajaran secara menyeluruh dan penuh arti. ada dualisme yang membutuhkan keseimbangan. Studi tentang transfer belajar. Menyusun program pendidikan yang seimbang antara pendidikan umum dengan pendidikan keterampilan sering cukup sukar. serta aspek-aspek sosial dan psikologis dalam pendidikan. sangat kurang penekanan pada penguasaan struktur atau penguasaan pengetahuan secara menyeluruh. dan kedua pemahaman umum (general understanding). Dewasa ini para ahli psikologi di Amerika Serikat. Sekolah diharapkan dapat mengajarkan semua yang berguna dan semua yang indah. Penguasaan struktur dalam . para sarjana dan cendekiawan yang turut serta dalam penyusunan kurikulum dan perencanaan program sekolah. Pengertian berguna mengandung dua pengertian. dengan keindahan (ornamental). Belajar struktur adalah belajar secara keseluruhan (utuh). dan kurang memperhatikan masalah struktur intelek dari kegiatan dalam kelas.dalam pengembangan kurikulum sekolah dasar dan sekolah menengah. pertama dalam bentuk penguasaan keterampilan (skill). dahulu berkenaan dengan disiplin-disiplin formal bagaimana menguasai kemampuan analisis. Pemahaman umum. banyak yang mulai beralih membahas masalah-masalah belajar di sekolah. Akibatnya selama pertengahan pertama abad 20. Keterampilan merupakan kecakapan-kecakapan khusus yang dikuasai seseorang. Dalam tujuan pendidikan di Amerika Serikat. Keterampilan sangat berhubungan erat dengan profesi seseorang. sintesis. program sekolah kurang berbobot dan jauh ketinggalan dari perkembangan ilmu pengetahuan tiekarang hal itu telah dapat diatasi. yaitu antara kegunaan (useful). merupakan penguasaan hal-hal yang berhubungan erat dengan masalah kehidupan. yakni hal-hal yang saling berhubungan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Dewasa ini konsep proses belajar berangsur-angsur pindah dari pemahaman umum pada penguasaan keterampilan khusus. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. sekarang transfer lebih banyak berkenaan dengan latihan keterampilan khusus. Dengan demikian. dan sebagainya melalui berbagai bentuk latihan. penilaian. menyiapkan buku teks serta berbagai media pendidikan.

Kedua. Ketiga. umpamanya. Ada beberapa pertanyaan umum.penyusunan kalimat. karena kurang memperhatikan kesiapan belajar. Dalam penyusunan kurikulum. mengutamakan pendidikan intelek. tetapi tidak berarti pendidikan segi lain diabaikan. memungkinkan anak dengan cepat menyusun banyak kalimat didasarkan atas model struktur yang dipelajari. dorongan untuk belajar (learning motives) serta bagaimana membangkitkan motif tersebut. Contoh pertanyaan umum. sebelum seseorang sampai pada pertanyaan-pertanyaan yang lebih khusus. serta bagaimana menciptakan kondisi belajar yang mendukung hal tersebut. Pada masa lalu. Pertatna. masalah kesiapan (readiness) dalam belajar. masalah mengajarkan struktur perlu mendapatkan perhatian utama. baru mengajukan pertanyaan yang lebih khusus. walaupun tidak mengetahui aturannya. proses belajar menekankan pada berpikir intuitif. Setelah merumuskan jawaban pertanyaan tersebut. peranan struktur bahan. Pendidikan yang menekankan struktur bukan saja dapat berhasil dengan baik pada anak-anak yang cerdas. . dan bagaimana hal tersebut menjadi pusat kegiatan belajar. Hal yang sangat penting dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum adalah bagaimana memberikan pengertian kepada siswa tentang struktur yang mendasar terhadap tiap mata pelajaran. tetapi juga pada anak-anak biasa bahkan anak-anak yang kurang mampu. umpamanya. Bagaimana mengajarkan struktur mendasar secara efektif. apakah tujuan pendidikan suatu sekolah. sebab keberhasilan pelaksanaan suatu kurikulum sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. sekolah banyak membuang vvaktu untuk mengajarkan hal-hal yang terlalu sulit bagi anak. Jawaban terhadap pertanyaan pertama dapat dihubungkan dengan sifat masyarakat yaitu tuntutan dan kebutuhannya. apakah manfaat mata-mata pelajaran yang diberikan. Pendidikan yang menekankan struktur. Ini tidak berarti urutan dan isi bahan pelajaran bagi mereka sama. juga dapat dihubungkan dengan pemenuhan kebutuhan pribadi dan masyarakat (kesejahteraan individu dan masyarakat). Keempat. Berpikir intuitif merupakan teknik intelektual untuk mencapai formulasi tentatif tanpa mengadakan analisis langkah demi langkah. Ada empat hal pokok penting dalam proses pendidikan.

is harus mempunyai gambaran yang jelas tentang hakikat fenomena yang dihadapinya. Keberlanjutan proses belajar tersebut sangat bergantung pada tingkat penguasaan struktur bahan yang akan diajarkan. bukan saja berkenaan dengan pengetahuan umum. Hal itu merupakan transfer belajar dalam berbagai bentuk keterampilan. yang dapat merefleksikan prinsip-prinsip dasar dari berbagai bentuk inkuiri. dan ini merupakan hal yang sangat penting. Sebab yang terpenting dalam belajar ide-ide adalah yang dipelajarinya harus 1. Kedua. . Agar seorang siswa mampu mengenal apakah suatu ide dapat diaplikasikan atau tidak terhadap situasi baru. merupakan proses perluasan dan pendalaman yang terus menerus dari ide-ide dasar dan ide-ide umum. Belajar menyiapkan peserta didik untuk menghadapi masa yang akan datang. Kedua. atau pekerjaanpekerjaan khusus. bagaimana menentukan tingkat-tingkat bahan yang akan diajarkan itu sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan para siswa. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. terhadap murid biasa. perkembangan kemampuan memperkirakan (predictive ability) dan pemecahan masalah oleh anak sendiri. Kemudian. yang perlu mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh adalah bagaimana para siswa menguasai ide-ide dasar dari berbagai bidang studi. Pertama. yang dapat digunakan untuk mengenal dan memecahkan berbagai masalah kehidupan. tetapi juga dengan perkembangan sikap berinkuiri. aplikasi belajar dalam tugastugas khusus. Agar dapat memenuhi kedua hal tersebut. Jenis transfer yang kedua merupakan inti proses pendidikan. Tipe belajar yang kedua bukan merupakan belajar keterampilan tetapi belajar ide-ide yang bersifat umum.ipat diaplikasikan secara luas pada masalah-masalah baru.Tujuan belajar lebih dari sekadar untuk mendapatkan kepuasan atau menguasai pengetahuan. Hal itu meyangkut dua masalah yaitu bagaimana memilih bahan yang akan diajarkan serta alat-alat pelajaran yang dapat memberikan tekanan utama pada pengembangan ide -ide dan sikap. dibutuhkan partisipasi dari ahli-ahli yang terbaik dalam bidangnya dalam penyusunan kurikulum sekolah. bagaimana menyusun kurikulum yang dapat diajarkan oleh guru biasa. Pertama. transfer belajar dalam bentuk prinsip-prinsip dan sikapsikap. Ada dua macam belajar untuk menghadapi masa yang akan datang.

Minimal ada empat hal yang merupakan manfaat belajar atau mengajarkan struktur dasar: Pertama. persamaan. tentunya agar yang dipelajarinya itu berguna bagi proses berpikirnya. ingatan manusia tentang hal-hal yang detail yang ditempatkan dalam suatu hubungan pola struktur.. memberikan kesem patan dan mendorong anak untuk mencari dan menemukan aturan yang sebelumnya tidak diketahui. Kedua. tetapi juga harus memperhatikan metode untuk mengajarkan hal tersebut. Menurut beberapa hasil penelitian. bila is belajar fisika. menarik minat dan memberikan manfaat. berhubungan dengan kemampuan ingatan manusia. hal itu bukan saja menghasilkan pemahaman ten. Menemukan hubungan. pemahaman tentang hal-hal yang bersifat fundamental memungkinkan penguasaan bahan ajar secara lebih komprehensif. Metode inkuiri banyak digunakan dalam mengajarkan EPA dan Matematika. Hal itu bukan hanya berlaku bagi IPA dan Matematika tetapi juga bagi ilmu-ilmu sosial. mudah sekali dilupakan. Siswa yang belajar fisika juga perlu memiliki sikap tersebut. tetapi sesungguhnya metodi.Seorang ahli fisika memiliki sikap tertentu terhadap alam semesta serta menguasai cara memahami sistem alam semesta. Pengetahuan dasar yang dihubungkan dengan fenomena-fenomena tersebut harus disajikan dengan benar. Anak yang sudah memahami latar belakang.tang suatu masalah tetapi juga akan menumbuhkan kepercayaan kepada diri sendiri. Untuk mencapai hal tersebut yang terpenting adalah menyediakan bahan. Metode utama mengajarkan konsep belajar seperti di atas adalah dengan menggunakan metode inkuiri.daan di antara ide-ide. tujuan dan dasar-dasar pembentukan ASEAN akan d'engan mudah memahami berbagai bentuk kerja sama dan kegiatan ASEAN. perbc. Hal itu membutuhkan pemahaman yang dalam serta kejujuran yang sungguh-sungguh untuk menyajikan fenomena-fenomena baik dalam penyusunan kurikulum maupun dalam penyajian di kelas. inkuiri cukup memberikan hasil yang baik bila digunakan dalam mengajarkan ilmu -ilmu sosial. Agar . Bagaimana pengetahuan-pengetahuan dasar dijalin dengan minat don kemampuan anak. Para ahli berpendapat bahwa hal itu tidak mungkin dapat dicapai hanya dengan memperhatikan penyusunan sekuens bahan ajar saja.

Suatu teori yang baik bukan hanya merupakan alat untuk memahami fenomena yang dihadapinya sekarang. hal-hal yang tersisa dapat membantu menyusun kembali apa-apa yang sudah hilang atau terlupakan. Perwakilan yang sederhana tersebut disebut regenerative. Selain hal-hal tersebut regerative juga dapat berupa peta. Contoh regenerative dalam IPA dan Matematika adalah rumus-rumus. Ide. dan sebagainya. 1. pemahaman prinsip-prinsip dan ide-ide fundamental merupakan syarat utama untuk mengadakan transfer. Keempat. model. yaitu apakah proses belajar lebih baik menekankan pada berpikir intuitif atau berpikir analitik? . Belajar intuitif Ada suatu pertanyaan mendasar berkenaan dengan proses belajar. Dalam ilmu sosial juga dikenal rumus. bahwa prinsip dan konsep merupakan dasar bagi transfer merupakan hal yang sudah lama dikenal. Proses Belajar Kegiatan mengajar tidak dapat dilepaskan dari belajar. penekanan pada struktur dan prinsip-prinsip mengajar yang fundamental dapat mempersempit jarak antara pengetahuan elementer dengan pengetahuan yang lebih lanjut. C. Apabila kita mengkaji teoriteori mengajar yang ada.sesuatu bahan ajar dapat mudah dan lama dikuasai perlu disimpan atau disajikan dalam bentuk yang sederhana yang mewakili hal yang lebih kompleks. Suatu rumus yang sederhana merupakan prasarana dan representasi dari hal yang cukup kompleks. Dengan belajar struktur dasar suatu kehilangan tidak akan berbentuk kehilangan total. Pemahaman tentang hal yang umum memungkinkan menguasai banyak hal yang sifatnya khusus. kaidah. sebab keduanya merupakan dua sisi dari sebuah mata uang. hampir seluruhnya dikembangkan atau bertolak dari teori belajar. tetapi juga untuk mengingatnya besok. bagan. Ketiga. prinsip tertentu. Mengajar merupakan suatu upaya yang dilakukan guru agar siswa belajar. Belajar struktur dasar dapat menjamin berbagai bentuk lupa atau kehilangan penguasaan. sebab penguasaan hal umum memungkinkan penguasaan model pemahaman.

Pemikir sampai pada suatu jawaban mungkin benar mungkin juga tidak. Berpikir analitik meliputi suatu rentetan langkah-langkah. Berpikir intuitif tidak memiliki langkah-langkah yang dapat dirumuskan secara pasti dan teliti. Belum banyak diketahui apakah penekanan tersebut menghambat perkembangan pemahaman intuitif atau tidak. dengan sedikit pernyataan tentang proses . Inarticulate genius diperlihatkan oleh anak yang menguasai secara mendalam konsep-konsep bahan ajar. Pengetahuan yang secara sistematis dikuasainya dapat menunjang berpikir intuitif. lebih merupakan suatu manuver yang didasarkan atas persepsi implisit dari keseluruhan masalah. atau variabel-variabel yang mempengaruhinya. pertama seseorang telah cukup lama menghadapi suatu persoalan. menggunakan prinsip penelitian. Dua contoh pemahaman intuitif. kedua. Kita dapat membedakan antara inarticulate genius dengan articulate idiocy. tiba-tiba ia menemukan pemecahan walaupun belum didasarkan atas pembuktian formal. Model pemikiran ini menggunakan proses pemikiran secara deduktif dengan bantuan model konsep matematika atau logika. Langkah-langkah tersebut bersifat eksplisit dan biasanya dapat disampaikan kepada orang lain. seorang dapat dengan cepat memberikan jawaban dugaan terhadap sesuatu persoalan dengan benar.Pengamatan menunjukkan bahwa dalam berbagai kegiatan belajar penilaian di sekolah. tetapi efektivitas intuitifnya dilandasi oleh pengetahuan yang kuat tentang bidang yang berhubungan dengan kekhususan tersebut. tetapi kurang mampu menyatakan secara verbal. Hasil-hasil pemikiran ini berupa informasi atau suatu operasi. Pad a articulate ideocy anak pandai menyatakan dengan kata-kata tetapi tak punya kemampuan untuk menggunakan konsep-konsep tersebut. Seseorang pemikir intuitif yang baik dilahirkan dengan kekhususan tertentu. dan pada kemampuan anak memreproduksikan penguasaan secara verbal dan numerikal. eksperimen dan analisis statistik. Apakah berpikir intuitif? Orang lebih mudah membahas atau melakukan pemikiran analitik yang lebih bersifat konkret daripada berpikir intuitif yang lebih abstrak. tekanan lebih banyak diberikan pada kemampuan untuk memformulasikan secara eksplisit.

Pemecahan intuitif mungkin dapat lebih cepat dibandingkan dengan pemecahan analitik. Immediate apprehension merupakan pengenalan atau penguasaan langsung tanpa mengikuti langkah-langkah formal. hipotesis dirumuskan dengan cepat. Biasanya proses pemikiran intuitif ini berkenaan dengan domain kognitif. yang memungkinkan ia melangkah atau meloncat atau memotong jalan pendek untuk sampai pada suatu jawaban atau pemecahan. memberikan kemungkinan pemahaman . Immediate apprehension merupakan lawan dari mediate apprehension. Kemungkinan dapat teijadi pada suatu saat pemikir intuitif dapat menemukan masalah yang sama sekali tak dapat ditemukan oleh pemikir analitik. Seharusnya sebelum murid-murid diperkenalkan dengan metode analitik terlebih dahulu ditanamkan pemahaman intuitif. Hasil berpikir intuitif dapat dicek dengan kesimpulan dari hasil analitik. Situasi belajar intuitif di sekolah akan sangat ditentukan oleh sifat bahan pelajaran. terutama dengan struktur pengetahuan. mengkombinasikan beberapa konsep sebelum diketahui faedahnya. Para perencana kurikulum perlu berusaha menemukan bagaimana mengembangkan pemikiran intuitif pada murid-murid seawal mungkin. Intuisi sering diartikan sebagai immediate apprehension atau cognition. mungkin juga ia tidak menyadari aspek-aspek dari situasi masalah yang ia hadapi/kerjakan. Mediate apprehension menunjukkan penguasaan dan pengenalan tak langsung melalui penggunaan metode formal. Melalui berpikir intuitif seseorang memungkinkan sampai pada jawaban atau pemecahan yang sama sekali tak dapat dipecahkan atau lambat sekali bila menggunakan pemecahan melalui proses analitik. Kedua model pemikiran ini dapat saling komplemen. apakah induktif atau deduktif. analitis dan pembuktian-pembuktian. Di sekolah terutama dalam bidang science dan matematika dewasa ini sangat dipentingkan proses-proses berpikir analitik. Dalam berpikir intuitif. Menangkap pengertian dan struktur masalah atau situasi tanpa menggunakan alat atau cara analitis. Ia sering jarang dapat menjelaskan bagaimana memperoleh jawaban. Hasil pemecahan intuitif dapat dicek oleh hasil pemecahan analitik.pencapaiannya. Bahan pelajaran yang berisi banyak perkiraan.

Untuk selanjutnya. Hal itu juga tidak berarti bahwa prediksi intuitif selalu lebih berhasil daripada prediksi analitis. selangkah demi selangkah. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi berpikir intuitif? Faktor pertama. Apakah perkembangan intuisi seorang siswa menyerupai gurunya yang berpikir itu? Mungkin ya. Dari uraian di atas tampak di samping variabel predisposisi yang mempengaruhi berpikir intuitif. juga imitasi atau identifikasi dengan seorang pengintuitif. Bagaimana pengaruh atau peranan prosedur heuristik terhadap proses berpikir intuitif? Prosedur heuristik merupakan lawan dari prosedur algoritma. Untuk pengalaman pertama diagnosis intuitif yang dilakukan dokter tersebut mungkin kurang sempurna dibandingkan dengan diagnosis yang bersifat analisis langkah-langkah formal yang dilakukan oleh seorang dokter muda. Seorang spesialis dalam bidang kedokteran (dokter) dalam pertemuan pertamanya dengan pasiennya mengemukakan beberapa pertanyaan. dapat banyak membantu kegiatan berpikir intuitif bagi murid-muridnya. Prosedur heuristik dengan . penguasaan atau pemahaman dalam bidang tertentu serta pengalaman. Seseorang yang mempunyai pemahaman yang cukup luas dalam bidang tertentu akan mudah memberikan pemecahan intuitif dibandingkan dengan orang yang kurang menguasai. yang berkenaan dengan dimiliki atau tidak dimilikinya kemampuan intuitif dalam suatu bidang tertentu serta kekuatan intuitif pada bidang tersebut. adalah predisposisi. diagnosis yang bersifat intuitif (clinical prediction) dapat Iebih berhasil dibandingkan dengan diagnosis analitis (actuarial prediciton).dan pengalaman yang luas. mengadakan pemeriksaan singkat lalu memberikan diagnosis. Guru yang biasa menerka jawaban suatu persoalan. dapat juga berkembang melalui identifikasi yang cukup kompleks. Prosedur heuristik merupakan prosedur pemecahan masalah yang tidak mengikuti urutan langkah demi langkah pemecahan lebih bersifat menyeluruh dan fleksibel. Algoritma merupakan prosedur pemecahan suatu masalah yang mengikuti urutan yang teliti. mungkin juga tidak. Kemungkinan kemampuan intuitif seorang siswa berkembang melalui imitasi sederhana dengan gurunya. mengundang spontanitas. lalu mengeceknya dengan cara analitis kritis akan lebih mengembangkan kemampuan berpikir intuitifnya daripada guru yang memecahkan persoalan dengan cara analitis.

bentuk yang belum selesai. yaitu dimensi cara menguasai pengetahuan dan cara menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur ide yang telah ada. 2. Keempat tipe belajar tesebut sebenarnya hanya merupakan kencederungankecenderungan. Pada dimensi yang pertama dibedakan tipe belajar yang bersifat mencari (discovery learning) dan yang bersifat menerima (reception learning). Si pelajar tinggal menerima saja tanpa mengadakan usaha-usaha pengolahan. pengujian kondisi. Keseluruhan tipe belajar tersebut juga bisa . Pada belajar mencari atau belajar diskoveri karena bahan ajar disajikan dalam. tetapi juga tidak boleh menutupi kesalahan. Pada dimensi kedua. dengan proses pemikiran analitis. dibedakan antara belajar yang bersifat menghafal (rote learning) dan belajar bermakna (meaningful! learning). Belajar bermakna Ausubel dan Robinson (1969) membedakan dua dimensi dari proses belajar. Dalam belajar menghafal siswa berusaha menguasai bahan tanpa mengetahui maknanya. pengecekan kesalahan dengan pembuktian melalui proses berpikir analitis dapat memperbaiki dan mengembangkan kemampuan berpikir intuitif seseorang. atau pemrosesan Iebih lanjut. maka si pelajar harus berusaha mencari dan menyelesaikannya sendiri. Pemikir intuitif harus jujur. sedang pada belajar bermakna sisw a mempelajari sesuatu bahan ajar dengan berusaha memahami makna atau artinya. Dalam belajar menerima keseluruhan bahan pelajaran disajikan kepada si pelajar dalam bentuk yang sudah sempurna. visualisasi pemecahan yang dilakukan secara berulang-ulang akan singat menunjang proses berpikir intuitif.menggunakan analogi. Berpikir intuitif didasari oleh keyakinan pada diri sendiri dan keberanian dari siswa. Cenderung ke arah mencari atau menerima ke arah menghafal atau mendapatkan makna. simetri. Seorang yang berpikir intuitif tidak boleh takut berbuat salah. Dengan berpikir intuitif memang anak diminta untuk mengira-ngira. Apakah dengan berpikir intuitif anak dilatih untuk sekadar mengiratigira? Padahal di sekolah sering mengira-ngira dianggap suatu kemalasan. tetapi suatu perkiraan yang selalu dicek dengan pembuktian.

berkombinasi satu sama lain, membentuk tipe belajar menerima-bermakna, mencari bermakna, menghafal menerima, dan menghafal mencari.

a. Konsep-Konsep Dasar Ada dua hal penting dalam konsep belajar bermakna, yaitu struktur kognitif dan materi pengetahuan baru. Struktur kognitif merupakan segala pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebagai hasil dari kegiatan belajar yang lalu. Dalam belajar bermakna pengetahuan baru harus mempunyai hubungan atau dihubungkan dengan struktur kognitifnya. Hubungan tersebut akan terjadi karena adanya kesamaan isi (substantiveness) dan secara beraturan (non-arbitrer). Kedua sifat hubungan tersebut menunjukkan adanya kebermaknaan logis materi yang akan dipelajari. Jadi kebermaknaan logis ini merupakan sifat dari materi yang akan dipelajari, tetapi tidak berarti menjamin bahwa itu bermakna bagi siswa. Agar hal itu bermakna bagi siswa, ada dua tambahan persyaratan. Pertama, suatu materi memiliki kebermaknaan logis berarti bahwa materi tersebut dapat dihubungkan dengan konsep-konsep yang telah ada pada siswa. Agar materi baru dapat difahami siswa, maka is sendiri harus memiliki materi yang sesuai dengan hal itu. Bila siswa dalam struktur kognitifnya telah memiliki materi, ide-ide yang sesuai, yang memungkinkan materi baru dapat dihubungkan padanya secara subtantif dan non-arbitrer, maka materi tersebut telah memiliki kebermaknaan potensial (potential meaningfulness).Kedua, suatu materi memiliki kebermaknaan potensial, sebab siswa dapat memberikan makna, tetapi hal itu bergantung pada kemauan siswa untuk memberi makna atau tidak. Apabila si siswa mempunyai kesiapan untuk memberi makna maka terjadilah belajar bermakna (meaningful learning). Kalau disimpulkan belajar bermakna ini menuntut tiga persyaratan: 1. Materi yang dipelajari harus dapat dihubungkan dengan struktur kognitif secara beraturan karena adanya kesamaan isi. 2. Siswa harus memiliki konsep yang sesuai dengan materi yang akan dipelajarinya. 3. Siswa harus mempunyai kemauan atau motif untuk menghubungkan konsep tersebut dengan struktur kognitifnya.

Makna merupakan hasil suatu proses belajar bermakna. Hal itu juga akan menjadi isi kognitif atau isi dari penyadaran yang muncul bila materi yang punya makna potensial dihubungkan dengan struktur kognitif. Belajar bermakna dan belajar manghafal bukan dua hal yang benar-benar bersifat dikotomis, tetapi hanya menunjukkan apakah sesuatu kegiatan belajar lebih mengarah pada bermakna atau kurang bermakna. Suatu kegiatan belajar yang kurang bermakna akan muncul apabila: 1. Materi yang dipelajari kurang memilik kebermaknaan logis. 2. Siswa kurang memiliki konsep-konsep yang sesuai dalam struktur kognitifnya. 3. Siswa kurang memiliki kesiapan untuk melakukan kegiatan belajar bermakna. Belajar bermakna akan menghasilkan konsep-konsep, ide-ide barn yang punya makna, penuh arti, jelas, nyata perbedaannya dengan yang lain. Konsep yang demikian tidak akan mudah digoyahkan dibandingkan dengan konsepkonsep yang dibentuk melalui hubungan atau asosiasi arbitrer. Dengan belajar bermakna, siswa akan menguasai dan mengingat konsep-konsep inti. Dalam belajar menghafal sering konsep inti dan konsep bukan inti berbaur dan saling menghambat, tetapi dalam belajar makna keduanya bisa dibedakan dengan jelas. Mengapa seseorang melakukan kegiatan belajar dengan menghafal Minimal ada tiga sebab utama: 1) Mereka belajar dari pengelaman yang kurang menyenangkan yang secara material memberikan jawaban yang benar, tetapi kurang memberikan hubungan yang bermakna. Adanya tuntutan memberikan jawaban yang bersifat fakta-fakta sering mendorong siswa untuk belajar dengan cara mengingat dan menghafal. 2) Siswa mengalami kecemasan yang cukup besar. Hal ini kemungkinan besar disebabkan karena ia gagal dalam menguasai pelajaran, atau karena kurang yakin akan kemampuan belajar bermakna. Untuk mengatasi kecemasan tersebut ia belajar dengan cara menghafal. 3) Siswa berada dalam suatu tekanan untuk selalu memperhatikan keberhasilan dan kelancaran belajar, atau menyembunyikan kekurangan-kekurangannya.

b. Macam-Macam Belajar Bermakna Makna merupakan isi dari struktur kognitif, yang terjadi karena materi yang memiliki kebermaknaan potensial disatukan dengan struktur kognitif. Proses penyatuan tersebut berbeda-beda dan dapat diletakkan dalam suatu hierarki dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar tingkat tinggi, perbuatan belajar kreatif. Belajar represensional merupakan suatu proses belajar untuk mendapatkan arti atau makna dari simbol-simbol. Kalau orang tua mengatakan kucing sambil menunjuk seekor kucing, maka pada struktur kognitif anak akan terbentuk rangsangan internal yang akan memberi makna pada kata kucing sebagai binatang kucing. Kata kucing menjadi simbol yang mewakili binatang kucing. Melalui proses representasi tersebut anak akan mengenal banyak nama dan tiap benda punya nama sendiri. Belajar represensional juga berlaku bagi nama-nama bukan benda. Kata depan terjadi melalui hubungan antara dua objek seperti kucing di atas meja, air di dalam gelas dsb. Belajar konsep dapat mempunyai makna logis dan makna psikologis. Makna logis terbentuk melalui fenomena adanya benda-benda yang

dikelompokkan karena memiliki ciri-ciri yang sama. Berbagai macam kucing dan harimau karena cirinya yang sama, dikelompokkan sebagai kucing. Dalam makna logis ada ciri-ciri utama yang menunjukkan sekumpulan sifat-sifat yang dimiliki oleh setiap anggota suatu kelas konsep. Ciri-ciri utama tersebut berbeda antara suatu kelas konsep dengan kelas yang lain. Makna psikologis suatu konsep terbentuk dalam dua tahap. Pada tahap pertama konsep terbentuk melalui pengalaman nyata. Secara induktif anak menemukan ciri-ciri utama benda-benda tertentu. Melalui permainan dengan bermacam-macam warna dan bentuk kubus anak akan memiliki konsep tentang kubus, walaupun tidak tahu namanya. Pada tahap berikutnya bila anak telah bersekolah ia belajar makna konsep secara formal dari nama dan kata-kata. Kedua tahap proses pembentukan makna konsep tersebut terjadi hampir dalam semua kegiatan anak belajar konsep. Pembentukan konsep selanjutnya terjadi melalui proses asimilasi yaitu definisi-definisi. Belajar proposisi. Proposisi atau kaidah merupakan suatu kalimat yang menunjukkan hubungan antara dua hal. Proposisi ini ada yang bersifat umum,

"binatang buas makan daging" yang berisi banyak konsep dan ada pula yang bersifat khusus, harimau makan kelinci yang hanya berisi satu konsep. Dalam belajar proposisi yang bermakna, kalimat yang dipelajari dihubungkan dengan konsep yang ada dalam struktur kognitif. Ada tiga macam cara menghubungkan: 1) Hubungan antar-bagian. Bahan baru yang dipelajari siswa merupakan bagian dari konsep-konsep yang telah ada. Dalam belajar hubungan antar-bagian ini ada dua macam bagian, yaitu bagian yang bersifat derivative dan correlative. Pada bagian derivative siswa melukiskan atau meneruskan hal yang dicakup dalam sutu proposisi. Contoh: "kucing memanjat pohon", bagian derivativenya "kucing tetangga memanjat pohon saya". Dalam bagian correlative, belajar berfungsi memperluas, mengelaborisasi, memodifikasi proposisiproposisi yang telah ada. Contoh anak telah mengenal jajaran genjang, dengan correlative preposition anak akan mengenal belah ketupat. 2) Hubungan superordinat. Bahan yang dipelajari merupakan superordinat dari konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Anak telah mengenal besar sudut segi tiga siku-siku 180 derajat, segi tiga sama sisi 180 derajat, dan sebagainya, maka dalam kegiatan belajar sampai pada proposisi bahwa jumlah sudut setiap segi tiga besarnya 180 derajat. 3) Hubungan kombinasi. Bahan yang dipelajari bukan merupakan bagian bukan juga superordinat dari yang telah ada, akan tetapi merupakan kombinasi dari banyak hubungan. Contohnya adalah belajar model. Belajar diskaveri atau mencari. Bahan yang dipelajari tidak disajikan secara tuntas tetapi membutuhkan beberapa kegia tan mental untuk menuntaskan dan menyatakannya dengan struktur kognitif. Belajar diskoveri terbagi atas dua macam kegiatan belajar, yaitu belajar pemecahan masalah dan belajar kreatif. Belajar pemecahan masalah, memiliki proses psikologis yang le bih kompleks dibandingkan dengan belajar proposisi. Dalam belajar pemecahan masalah, anak dihadapkan pada masalah -masalah yang memerlukan pemecahan. Guru mengajukan beberapa pertanyaan yang mengarahkan siswa agar

menemukan pemecahan atau jawabannya sendiri.

Belajar kreatif. Kreativitas merupakan suatu kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, baik baru bagi dirinya maupun orang lain. Belajar kreatif adalah siswa proses belajar merencanakan, melaksanakan, dan

membuktikan sendiri‡percobaan-percobaan. Mereka berusaha mencari hubungan antara konsep-konsep yang baru dan konsep-konsep yang telah ada pada struktur kognitifnya.

3. Hubungan macam-macam belajar dengan taksonomi Bloom Macam-macam belajar yang telah diuraikan sebelum ini, menunjukkan adanya beberapa kategori tingkah laku belajar, yaitu belajar bermakna, menghafal menerima, dan diskaveri. Belajar bermakna pun berbeda-beda pula dari yang bersifat represensional sampai dengan belajar kreatif. Karena adanya

pengkategorian tersebut maka dapat dicari hubungannya dengan kategori belajar atau taksonomi dari. Bloom. Karena pengetahuan atau knowledge Bloom lebih banyak berhubungan dengan ingatan maka dapat dikelompokkan sebagai belajar menghafal (rote learning). Mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi dapat dikategorikan sebagai belajar bermakna. Belajar konsep dan preposisi dapat disamakan dengan pemahaman, pemecahan masalah dengan analitis dan kreativitas dengan sintesis yang sukar dimasukkan dalam kategori tersebut adalah aplikasi dan evaluasi. Dari pembandingan dengan taksonomi Bloom juga dapat ditarik kesimpulan bahwa macam-macam belajar bermakna ini, lebih menyangkut ranah kognitif. Ranah afektif dan psikomotor tidak tercakup dengan macam-macam kategori belajar ini.

4. Mengingat dan lupa Belajar merupakan proses menguasai makna dari sesuatu bahan pelajaran yang secara potensial bermakna. Mengingat merupakan suatu proses memelihara penguasaan sesuatu makna baru. Lupa merupakan kemunduran atau kehilangan penguasaan suatu makna yang telah dikuasai.

lemah sekali di samping yang tidak berhubungan sama sekali. mungkin masih terletak di atas tingkat recognition.Suatu konsep baru dipelajari oleh individu. Dalam struktur kognitif suatu konsep baru. Tingkat yang tertinggi berada pada tingkat yang berhubungan dengan mengingat kembali (recall). tetapi dalam bebe rapa hal mungkin juga tidak mengubah konsep lama. tidak hanya berhubungan dengan suatu konsep tetapi dengan beberapa konsep yang telah ada. Penguasaan dan penyimpanan. Konsep-konsep baru yang kurang umum. maupun yang menghambat lupa. 2) Efektivitas usaha untuk menguasai kembali konsep yang terlupakan. Apabila dirangkumkan maka ada tiga faktor yang mempengaruhi penguasaan kembali konsep dari ingatan: 1) Kekuatan hubungan antara konsep yang telah ada dengan konsep baru. Bila suatu konsep di bawah tingkat recall maka anak tidak dapat mengingatnya kembali. Mengingat dan lupa. memperluas. Makna baru tersebut mungkin mengubah. melalui periode waktu bersatu atau berasimilasi dengan konsep-konsep yang telah ada. Karena proses asimilasi dan reduksi tersebut berjalan spontan dan berangsur-angsur maka konsep-konsep tersebut terlupakan. diingat untuk beberapa saat dan sebagian ada yang terlupakan. karena terjadi pengurangan hubungan (reduksi). (2) mengingat dan lupa. . Ada dua tingkat kritis untuk mengingat kembali konsep yang terlupakan. Sesuatu yang terlupakan sama sekali. ada yang kuat sekali. kalau dipelajari kembali akan terjadi recognition. Proses ini terjadi dalam dua langkah: (1) penguasaan dan penyimpanan. baik yang memperkuat penguasaan kembali. mempersempit konsep yang telah ada. Suatu konsep yang berada di bawah tingkat recall. Ke kuatan hubungan dengan masing-masing konsep tidak selalu sama. Suatu konsep dipelajari dengan cara yang bermakna dan disatukan dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. Keadaan tersebut dapat terjadinya pengurangan makna. Interaksi antara konsep baru dengan konsep-konsep yang telah ada menimbulkan suatu makna. 3) Macam penguasaan apakah pada tingkat recall atau recognition.

keraguan arti sesuatu konsep sejak awal proses belajar. karena terjadi hubungan secara arbitrer. Kekurangstabilan dan kekurangjelasan konsepkonsep pokok tersebut. Kelebihan belajar bermakna Suatu bahan dipelajari secara bermakna atau dihafal bergantung pada (1) sifat bahan apakah secara potensial bermakna atau tidak bermakna. Inhibisi proaktif dan retroaktif Salah satu penyebab utama dari lupa pada belajar bermakna adalah pengurangan makna dari suatu konsep dalam struktur kognitif. (2) kesiapan si pelajar sendiri untuk melakukan belajar bermakna. Dalam belajar mengingat ada dua hambatan (inhibition) yang mungkin terjadi yaitu hambatan proaktif dan retroaktif. Pada belajar yang bersifat menghafal. terputusputus dan terisolasi. karena kekurangtepatan makna konsep pokok dalam struktur kognitif.5. kekacauan. Hambatan retroaktif merupakan hambatan dalam mengingat yang lama karena bahan baru. Dalam belajar yang bersifat menghafal hubungannya tidak mendalam. Sering terjadi perbedaan antara isi bahan yang diajarkan dengan diingat. Keadaan demikian memungkinkan sejumlah besar bahan dapat disatukan dalam struktur kognitif dengan penguasaan yang lebih efektif. Hal itu disebabkan adanya hubungan yang substantif dan non-arbitrer dengan konsep-konsep yang ada dalam struktur kognitif. Hubungan suatu konsep yang dipelajari dengan bermakna dengan struktur kognitif menyebabkan konsep tersebut lebih lama dikuasai dalam ingatan. Dengan demikian belajar bermakna lebih efisien dibandingkan dengan belajar menghafal. menyebabkan terjadinya perbedaan isi antara bahan baru dengan konsep pokok. masalah lupa disebabkan oleh hilangnya atau lemahnya asosiasi antara dua hal. Ketimpangan isi yang diajarkan dan yang diingat. . Hasil belajar bermakna lebih lama dikuasai daripada belajar menghafal. hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal: a. Ketidakjelasan. Hambatan proaktif merupakan hambatan dalam mengingat sesuatu karena adanya pengaruh dari bahan yang telah dipelajari lebih dahulu. 6.

c. Leveling adalah penyusutan bentuk yang tidak lazim dalam bentuk yang lebih lazim. Pada saat memberikan penafsiran pertama terhadap bahan baru yang bersifat selektif. Hal itu disebabkan bahan-bahan yang tidak penting sudah tercakup dalam hal-hal yang penting. Jika suatu bahan baru salah penafsirannya karena adanya kelainan dalam struktur kognitif. terjadi kesalahan dan penghilangan atau pengurangan ciri-ciri. kurang jelas sehingga mudah sekali terlupakan. lebih penting dan lebih memperkuat konsep-konsep yang telah ada. Dalam menerima suatu konsep baru terjadi "leveling" dan "sharpening". Nilai positifnya adalah menyeleksi ideide baru mana yang lebih stabil. Pada fase mengingat kembali bahan-bahan tersebut cenderung terjadi pengurangan terhadap konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitif. D. Kesalahan dan penyimpangan dapat terjadi bila suatu makna yang telah tersimpan dirumuskan kembali secara verbal. Kesiapan Belajar Tiap bahan pelajaran dapat diajarkan kepada anak secara efektif bila sesuai dengan tingkat perkembangan anak tersebut. terjadi karena bahan-bahan baru yang kurang penting tersebut dalam penyatuannya dengan yang telah ada kurang stabil. kesalahan tersebut akan menetap malah akan diperkuat pada masamasa asimilasi. Ada tiga masalah penting berkenaan dengan penyesuaian bahan ajar dengan perkembangan anak: .b. dan tidak mengingat semua perangsang yang masuk. Mengingat bermakna yaitu memasukkan konsep-konsep penting dalam struktur kognitif sangat penting bagi kegiatan belajar Iebih lanjut dan kegiatankegiatan pemecahan masalah sebab konsep-konsep tersebut merupakan pijakan dan bahan yang akan diolah dalam proses belajar selanjutnya. sedang sharpening adalah penajaman suatu konsep atau perangsang menjadi lebih sempurna lebih baik. Karena merasa sudah tercakup sering terlupakan. Penguasaan konsepkonsep penting sering mengabaikan konsep-konsep atau detail-detail yang kurang penting. Sebab lain. Masalah lupa memiliki nilai positif dan juga nilai negatif. kurang kuat.

Suatu dugaan umum bahwa ide atau konsep dapat direpresentasikan dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya sesuai dengan tingkat pemikiran anak pada tingkat usia tertentu. Bila suatu benda berubah anak belum dapat menangkap ide bahwa benda tersebut dapat dikembalikan pada keadaan asalnya. Kemampuan simbolik utama yang harus dipelajari anak. Kekurangan tersebut sering menghambat penguasaan ide dasar bidang studi tertentu terutama matematika dan fisika. ada empat tingkat perkembangan anak: Tingkat pertama adalah tingkat Sensory motor. Perkernbangan intelek Hasil penelitian berkenaan dengan perkembangan intelek anak menunjukkan. disebut juga tingkat "concrete . Kekurangan utama pada tingkat ini adalah anak belum memiliki ko nsep perbedaan atau perlawanan (reversibility). adalah mempresentasikan struktur bahan pelajaran sesuai dengan cara anak memandang atau mengartikan bahan pelajaran tersebut. Tingkat kedua. Mengajarkan suatu bahan pelajaran kepada anak. masa 2 sampai 7 tahun disebut tingkat Preoperasional.1. Pengajaran merupakan suatu translation. Melalui berbagai kegiatan anak bermanipulasi dengan lingkungan. tidak ada batas perbedaan antara motif dan peranan dirinya dengan kegiatan lingkungannya. Menurut Piaget. Matahari bergerak karena didorong oleh Tuhan. Tugas perkembangan anak pada masa ini terutama membentuk hubungan antara pengalaman dengan kegiatan. Tingkat ketiga. Hal itu karena anak lebih dipengaruhi oleh intuisi daripada oleh kegiatan simbolik. Anak tidak dapat membedakan antara tujuan dengan cara atau alat untuk mencapainya. bahwa tiap tingkat perkembangan mempunyai karakteristik tertentu tentang cara anak melihat lingkungannya dan cara memberi arti bagi dirinya sendiri. dan bintang-bintang tidur seperti dia. masa antara 7 sampai 11 tahun. lebih banyak dipengaruhi perbuatan trial and error daripada hasil pemikiran. merupakan masa anak sekolah. masa lahir sampai 2 tahun merupakan masa perkembangan kemampuan bergerak dan merespons terhadap rangsangan. dan representasi pertama diperkuat dan diperbaiki pada tingkat selanjutnya. Tingkat ini mulai dari perkembangan awal berbahasa sampai anak marnpu belajar bermanipulasi dengan simbol-simbol. adalah bagaimana merepresentasikan dunia luar melalui pembentukan simbol-simbol anak.

Operasi merupakan pengumpulan data tentang dunia sekitarnya. karena dengan struktur internal anak mampu beroperasi. masa antara 11 sampai dengan 14 tahun. Tingkat ini merupakan tingkat operasional yang berbeda dengan tingkat pertama yang semata-mata hanya aktif. Pada diri anak ada sistem simbolik internal yang merepresentasikan dunia luar. Operasi konkret dibimbing oleh "logika kelas" dan "logika" hubungan yang merupakan alat penstrukturan kenyataan yang dihadapinya dan pernah dialaminya pada saat yang lalu. Anak belum mampu secara sistematik melampaui informasi yang diberikan. untuk mendeskripsikan apa yang terjadi. atau terbatas pada apa yang telah dikenalnya. tetapi ma belum mampu menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang sama sekali asing baginya. maka bahan ajar harus disesuaikan dengan "bahasa" struktur internal tersebut. Pada tingkat ini anak mampu memberikan pernyataan formal atau pernyataan axiomatik pada ide-ide yang . Pengurangan dikompensasi oleh penjumlahan. Operasi intelektual telah berkembang sampai pada tingkat semacam operasi logis ahli logika. Suatu operasi dapat dikompensasi dengan operasi sebaliknya. kemudian ditransformasikan sehingga dapat disusun dan digunakan secara selektif dalam memecahkan masalah. Reversibility diperlukan. Operasi bersifat internalisasi dan reversible. Ini tidak berarti anak yang beroperasi secara konkret tidak mampu mengantisipasi hal-hal yang tidak ada. Struktur internal merupakan hal yang sangat esensial. dan bahkan mampu mendeduksi hubungan potensial yang dapat dicek dengan percobaan atau pengamatan. karena dalam operasi dibutuhkan adanya "complete compensation". Kegiatan intelektual anak didasarkan atas kemampuan beroperasi pada tingkat hipotetis dan bukan lagi pada tingkat pengalaman. Dengan operasi konkret anak mengembangkan struktur internalnya. perkalian oleh pembagian.operational". merupakan tingkat "formal operation". trial and error digunakan untuk menjadi pembantu atau bahan pembanding pemikiran. Agar anak menguasai apa yang diajarkan. Seorang anak mampu memikirkan kemungkinan variabel-variabel. Internalisasi berarti bahwa anak memecahkan masalah bukan dengan cara trial and error tetapi dengan pemikiran. sarjana atau para pemikir lainnya. Tingkat keempat.

kurang disesuaikan dengan cara berpikir anak serta kurang mengaplikasikannya. proses evaluasi untuk mengecek apakah manipulasi sudah memadai untuk dapat menjalankan tugas rnencapai sasaran. dapat dioperasikan dengan baik. Yang sangat penting dalam mengajarkan konsep-konsep dasar adalah anak dibantu untuk berkembang dari berpikir konkret pada menggunakan cara berpikir yang lebih konseptual. Dalam pengajaran matematika sering anak bukan belajar "aturan matematis". tetapi belajar menggunakan alatalat atau resep-resep matematis tanpa memahaminya. . Ketiga. Hal itu akan sia-sia saja. dalam pengajaran dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi dalam perkembangan intelek menunjukkan kecenderungan yang sama. Apakah kesimpulan yang telah dilakukan dengan saksama. lebih kreatif. bahwa anak lebih spontan. lebih energik dibandingkan dengan orang dewasa. bila guru mengajarkannya dengan cara menyajikan penjelasan-penjelasan formal yang didasarkan atas logika. sejumlah ide-ide dasar ilmu pengetahuan. Transformasi meliputi cara-cara mengolah informasi untuk sampai pada kesimpulan yang lebih tinggi. Belajar anak dalam segala hal lebih cepat dibandingkan dengan orang tua. Kegiatan belajar Belajar sesuatu bidang pelajaran. Perkembangan intelek anak perlu ditunjang oleh kesempatan-kesempatan yang berguna agar berkembang lebih pesat. tetapi terbuka. yaitu proses memanipulasi pengetahuan agar sesuai dengan tugas yang baru. Kedua. Pertama.konkret. proses mendapatkan atau memperoleh informasi baru untuk melengkapi atau menggantikan informasi yang telah dimiliki atau menyempurnakan pengetahuan yang telah ada. Menurut David Page seorang ahli dan guru yang sangat berpengalaman dalam mengajar matematika. transformasi. sebelum langkah pemecahan masalah. Perkembangan intelek anak bukanlah suatu rangkaian perkembangan yang bersifat tertutup. 2. merespons terhadap pengaruh lingkungannya terutama lingkungan sekolah. minimal meliputi tiga proses. Pada tingkat operasi konkret anak mampu menangkap secara intuitif dan konkret.

dan sebagainya. kurikulum. lebih mengutamakan tujuan jangka panjang. Kurikulum selalu membutuhkan baik anak didik maupun masyarakat sekitarnya. Minat dan Motif Belajar Dalam perencanaan kurikulum sering dibedakan antara tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. atau hanya beberapa konsep saja. Orang yang lebih ideal. pemberian gelar juara. yang disusun atau dibentuk di sekitar prinsip-prinsip. Kurikulum memiliki struktur bahan ajar. penting. 3. Cara-cara yang biasa dilakukan adalah: memperpanjang atau memperpendek isi episode. Episode belajar dapat panjang. kita manipulasi dengan beberapa cara. memberikan ganjaran dalam bentuk pujian. sebab merupakan sasaran akhir. berisi banyak konsep. apakah anak akan menjadi orang dewasa dan berpengetahuan. biasanya kita susun bahan pelajaran tersebut dalam rentetan episode (satuan pelajaran). E. Dalam menyajikan bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan murid. yang dapat dicapai dengan penggunaan bahan yang singkat serta metode yang sederhana.Dalam mempersiapkan bahan pelajaran. Kedua macam tujuan tersebut sama pentingnya dan diperlukan dalam pelaksanaan program. Tujuan jangka panjang merupakan tujuan akhir pendidikan (the end of education). hal itu menunjukkan belum adanya keteraturan dalam mated. mempersiapkan pertanyaan yang dapat memberikan motivasi intrinsik atau ekstrinsik. juga dapat pendek. Bila sudah cukup berpengetahuan apakah menjadi orang dewasa yang lebih baik? Bila javvabannya cenderung ke arah tidak atau tidak jelas (ambigius). episode-episode bahan pelajaran. tetapi merupakan spiral terbuka. Seorang yang berpendirian lebih praktis lebih mengutamakan tujuan jangka pendek. karena tujuan jangka pendek tidak memberikan arah sama sekali. Kurikulum bukan sesuatu yang staffs tertutup. Spiral Kurikulum Jika prinsip-prinsip perkembangan anak telah diperhatikan. Dalam tiap episode terdapat ketiga proses di atas. bahan ajar telah disusun dalam urutan yang logis dan cukup mendorong perkembangan dan keadaan memungkinkan untuk memperkenalkannya seawal mungkin. masalah-masalah dan nilai-nilai dalam masyarakat. .

Untuk yang lebih berjangka lama. dan ada juga yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). Pembangkitan minat belajar pada anak. apa yang harus diajarkan. Minat atau perhatian belajar ini sangat berhubungan dengan kegiatan belajar. Penggunaan film.tetapi tujuan jangka pendek juga penting sebab dengan tujuan tersebut lebih konkret. yang banyak membangkitkan minat belajar anak sampai dengan kegiatan yang bersifat excessive yakni setiap anak secara pasif menanti giliran penugasan. Untuk mencapai cita-cita pendidikan unggul dibutuhkan kurikulum yang sesuai. sistem kenaikan kelas. Pencapaian keunggulan bukan hanya bagi anak-anak yang cerdas tetapi juga ditujukan bagi anak-anak biasa. serta mengutamakan kontinuitas dan pendalaman belajar. untuk mencapai hal tersebut. audio visual aid. Kegiatan belajar juga bergerak dari yang aktif. menggunakan alat-alat bantu pengajaran yang cukup serta diciptakan berbagai usaha pemberian motivasi. bagaimana mengajarkannya serta bagaimana membangkitkan minat belajar murid. lebih mudah dicapai dan akan selalu ditemukan tujuan yang baru menuju sasaran akhir. sukar dilaksanakan apabila proses belajar lebih menekankan pada satuan-satuan kurikulum. pendidikan guru yang efektif. film. tetapi juga tidak mematikan minat atau tetap mendorong minat belajar anak-anak yang tidak cerdas. Persoalannya. yang berbentuk suatu proyek yang berisi kegiatan kompetitif. sistem ujian. yang banyak memberikan kebosanan dan apatisme. ada yang bersifat sementara (jangka pendek). Masalahnya. Pembangkitan motif belajar pada anak. Mengenai pemusatan perhatian dan minat belajar terletak dalam suatu kontinum yang bergerak dari sikap apatis atau sama sekali tidak menaruh minat sampai dengan yang sangat berminat. dan lainlain dapat membangkitkan minat yang bersifat sementara. Terdapat perbedaan usaha untuk membangkitkan minat yang bersifat sementara dengan yang lebih bersifat menetap. Konsep pendidikan atau pengajaran hanya dipersiapkan bagi anak ratarata agar sesuai bagi setiap kelompok anak. Pendidikan di Amerika Serikat dewasa ini sangat menekankan pada keunggulan (excellence). dan lain-lain dapat menimbulkan . audio visual aid. adalah kurang tepat. bagaimana menyiapkan bahan pengajaran yang dapat merangsang minat belajar anak cerdas.

Meritocracy merupakan sistem pengajaran yang menekankan pada kompetisi atau persaingan. jauh meninggalkan teman-temannya. yang sekarang sedang dikembangkan adalah yang disebut meritocracy. tetapi dapat mematahkan semangat anakanak yang kurang. Motif belajar pada anak umumnya campuran. anak banyak terlibat dalam proses belajar dapat membangkitkan motif belajar yang lebih berjangka panjang. Kesempatan pendidikan selanjutnya bahkan juga kesempatan pekerjaan selanjutnya. Film dan audio visual aid merupakan alat yang berorientasi pada hiburan. langkah pertama yang harus diusahakan adalah membangkitkan otonomi yang aktif. Sistem meritocracy dapat membangkitkan motif yang sangat besar bagi anakanak yang pandai. Dalam sistem meritocracy anak yang pandai dapat berkembang pesat. Sesuatu bahan pengajaran yang berarti bagi anak yang disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir anak. ditentukan oleh sukses sebelumnya. menerjemahkan apa yang akan diajarkan dalam bentuk pikiran yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. . tetapi sebaliknya anak yang kurang pandai akan jauh tertinggal. menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangkitkan dorongan untuk menemukan (discovery). Salah satu sistem untuk membangkitkan motif belajar para siswa. Sikap belajar menonton yang pasif (the spectator's possitivy) merupakan hal yang membahayakan dalam perkembangan anak. juga mempunyai beberapa efek negatif terutama berkenaan dengan suasana belajar. Untuk membangkitkan minat yang lebih bersifat menetap (jangka panjang). antara otonomi aktif dengan menonton.kepasifan. antara yang bersifat sementara. seperti halnya kebudayaan komunikasi massa dapat menimbulkan kepasifan dan sikap monoton. dan disampaikan dalam bentuk anak lebih aktif. Posisi dalam sekolah selanjutnya ditentukan oleh record di sekolah sebelumnya. Dalam sistem meritocracy siswa mempunyai kesempatan untuk maju terus sesuai dengan prestasi belajar yang dicapainya. yang merupakan lawan dari kepenontonan yang pasif. Beberapa hal dapat diusahakan untuk membangkitkan motif belajar pada anak yaitu pemilihan bahan pengajaran yang berarti bagi anak. Sistem meritocracy selain mempunyai beberapa kebaikan.

mereka perlu memahami pemikiran guru. F. drama serta pendidikan humanitas lainnya sangat membantu untuk mencapai keseimbangan. tulisan ini mengajak dan mendorong para pelaksana pendidikan terutama guru. pelajaran yang berkenaan dengan humanisme kurang sekali. Hal itu dapat diatasi dengan menggunakan sistem pendidikan yang pluralistis. didorong untuk berpikir. Dengan buku ini para perencana dan pelaksana pendidikan diajak. berbuat dan mengadakan studi sendiri. Dalam sekolah yang menekankan sistem kompetitif. John. Salah satu kelemahan sistem meritocracy adalah terlalu menekankan pada science dan teknologi. kepala sekolah.Efek yang kurang baik dalam suasana belajar dapat dikontrol dengan perencanaan yang matang. pengawas. kegiatan guru dalam kelas. Remedial dan penyuluhan bukan satu-satunya jawaban untuk mengatasi masalah belajar yang bersifat kompetitif. (1985).tang pendidikan yang baik. Buku Acuan Hosyom. Pendidikan seni. Dengan dasar pemahaman di atas para pelaksana pendidikan. Untuk melaksanakan pengajaran yang baik. berinkuiri dalam profesinya. Penyuluhan khusus sering dibutuhkan bukan saja oleh anak-anak yang lambat tetapi juga anak cepat. musik. dibutuhkan usahausaha remedial terutama untuk anak-anak lambat belajar. mereka harus menguasai pula peranan profesional dari guru serta prosedur pelaksanaan pengajaran. terutama guru dapat melaksanakan pengajaran dan memonitor perkembangannya. ahli kurikulum. Inquiring Into the Teaching Process. Ontario: OISE Press/The Ontariao Institut for Study in Education. . kegiatan siswa serta pemikiran siswa. Sesuai dengan judul bukunya. Sebagai dasar pemahaman situasi pendidikan mereka harus mempunyai pengetahuan ten. Agar para pelaksana dan juga perencana pendidikan mempunyai pemahaman yang mendalam tentang situasi pendidikan. inquiring. serta administrator pendidikan untuk lebih memahami apa yang secara nyata berlangsung dalam kelas. Toronto.

Springfield. (1981). New York. buku ini menguraikan beberapa pendekatan dalam mengajar. Bedwell. dipersiapkan dan dilatih. Selanjutnya dalam buku tersebut diuraikan. Pada bagian akhir buku ini diuraikan juga bagaimana merencanakan dan melaksanakan pengajaran yang efektif. membantu kreativitas siswa dan mengkreatifkan sekolahnya. Keseluruhan isi buku ini memberikan pegangan tentang bagaimana melaksanakan suatu pengajaran secara efektif. Publication. Columbia University. Approaches to Teaching. London: Longman. (1984). Pengajaran yang efektif tidak lahir begitu saja tetapi harus dipelajari. tetapi sering penuh dengan frustrasi dan kegembiraan. agar is dapat mengembangkan kreativitasnya sendiri. Illinois: Charles and Thomas. therapist dan .. Secara garis besar ada tiga pendekatan. and Soltis. hukuman. sebab hal itu akan sangat mempengaruhi perilaku siswa. Effecitve Teaching: Preparation and Implementation. Lance E.Joice. et. Guru juga sebagai ahli strategi pengajaran. sebagai pelaku yang efektif. Fleksibilitas merupakan karakteristik dasar yang harus dimiliki guru. (1986). London: Teachers College. New York.. konteks sosial dan teknis pengajaran. Pendidikan guru memegang peranan penting untuk mengembangkan fleksibilitas dalam interaksi. sebagai manajer tingkah laku siswa dan evaluator perkembangan siswa. et al. Dalam buku ini diuraikan secara rinci berbagai peran guru sebagai pengajar. sebagai komunikator informasi. sama dengan guru yang baik tidak dilahirkan tetapi dibuat.al. Dalam buku ini digambarkan bahwa pengajaran adalah suatu perbuatan yang gentleman. Konsep yang ingin disampaikan dalam buku ini ialah suatu keyakinan bahwa esensi dari pengajaran adalah fleksibilitas. Guru sebagai perencana pengajaran. penyesuaian pengajaran dengan segisegi kepribadian siswa. Gary D. Fenstermacher. suatu adaptasi alamiah antara seorang dengan yang lain. dan ganjaran. Bertolak dari kenyataan itu. Pengajaran merupakan suatu kehidupan yang berisi hubungan simbiosis antara guru dengan siswa. Flexibility in Teaching. Pendekatan mengajar merupakan hal yang sangat penting dalam pengajaran. Bruce R. Jonas F. yaitu pendekatan: executive. modelmodel mengajar dan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pengajaran yang menekankan fleksibilitas.

. Pendekatan liberationist memandang guru sebagai liberator. otonomi. Menurut pendekatan therapist guru adalah orang yang empathetik yang berfungsi membantu perkembangan individu secara pribadi mencapai tingkat self actualization yang tinggi dengan penuh pengertian dan penerimaan. Dalam buku itu juga diuraikan bagaimana menerapkan ketiga pendekatan tersebut. pengembang pribadi yang utuh.liberationist. Dalam pendekatan eksekutif. dilengkapi dengan beberapa kasus dan cara pemecahannya. pembebas pribadi siswa. guru sebagai eksekutor sebagai ekspert yang memberikan pelajaran-pelajaran tertentu dengan teknik-teknik tertentu dengan sangat terampil. rasional dan bermoral.

pelaksana. dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. Suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan. Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ahli kurikulum. kebutuhan. Kurikulum menyiapkan siswa untuk bisa hidup dan bekerja dalam masyarakat.BAB 8 PENGEMBANGAN KURIKULUM A. pendidik. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan. Dalam kurikulum terintegrasi filsafat. nilai. menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat. metode. Pewujudan konsep. Relevansi ke luar maksudnya tujuan. dan. yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan kurikulum. maupun masyarakat. dan pengembang kurikulum sesungguhnya. dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan. prinsip. nilai-nilai. pengusaha serta unsurunsur masyarakat lainnya. pejabat pendidikan. penilai. Apa yang tertuang dalam kurikulum hendaknya mempersiapkan siswa untuk tugas . isi. prinsip. keluarga. Pertama. alat. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum. prinsipreigansi. pengetahuan. Oleh karena itu. yaitu relevan ke luar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan. 1. Kelas merupakan tempat untuk melaksanakan dan menguji kurikulum. isi. dalam proses pembimbingan perkembangan siswa. dan perkembangan masyarakat. pengetahuan. Dialah sebenarnya perencana. Di sana semua konsep. ahli bidang ilmu. Prinsip-prinsip umum Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. dan perbuatan pendidikan.

Suatu kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid. dan penilaian. Oleh karena itu. maupun personalia. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi. Prinsip kelima adalah efektivitas. yaitu antara tujuan. Relevansi internal ini menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum. mudah dilaksanakan. isi. di sini dan ditempat lain. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskan dan merupakan . maka kurikulum tersebut tidak praktis dan sukar dilaksanakan. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan serempak bersama-sama. juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan. biaya. Betapapun bagus dan idealnya suatu kurikulum kalau menuntut keahlian-keahlian dan peralatan yang sangat khusus dan mahal pula biayanya. dan latar belakang anak. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang. Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan. tetapi daram pelaksanaannya memung inkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daera aktu maupun kemampuan. Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga praktis. perlu selalu ada komunikasi dan kerja sama antara para pengembang kurikulum sekolah dasar dengan SMTP. baik keterbatasan waktu. dan Perguruan Tinggi. Kurikulum juga harus memiliki relevansi di dalam yaitu ada kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum. Walatipun kurikulum tersebut hams murah. sederhana. Prinsip kedua adalah fleksibilitas. dengan kelas lainnya. pengalamanpengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas maupun kualitas. Kurikulum bukan hanya menyiapkan anak untuk kehidupannya sekarang tetapi juga yang akan datang. kurikulum hendaknya memilih sifat lentur atau fleksibel.tersebut. Prinsip keempat adalah praktis. dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. Prinsip ketiga adalah kontinuitas yaitu kesinambungan. proses penyampaian. alat. tidak terputus-putus atau berhenti-henti. menggunakan alat alat sederhana dan biayanya juga murah. Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan. SMTA. bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya.

Kurikulum pada dasarnya berintikan empat aspek utama yaitu: tujuantujuan pendidikan. Hubungan kurikulum dengan pembangunan pendidikan . dan penilaian. Keberhasilan kurikulum akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan. isi pendidikan. Perencanaan di bidang pendidikan juga merupakan bagian yang dijabarkan dari kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan.penjabaran dari perencanaan pendidikan. pengalaman belajar. Interelasi antara keempat aspek tersebut serta antara aspek-aspek tersebut dengan kebijaksanaan pendidikan perlu selalu mendapat perhatian dalam pengembangan kurikulum. Visualisasi kerangka berpikir tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: BAGAN 8.

Survai tentang pandangan para ahli dalam bidang-bidang tertentu. dan keterampilan diberikan secara simultan dalam urutan situasi belajar. isi. 1. Untuk hal tersebut diperlukan meliputi segi pengetahuan. Pengalaman negara-negara lain dalam masalah yang sama. 6. 2. Perlu penjabaran tujuan pendidikan/pengajaran ke dalam bentuk perbuatan hasil belajar yang khusus dan sederhana. Tujuan pendidikan mencakup tujuan yang bersifat umum atau berjangka panjang. Ketentuan dan kebijaksanaan pemerintah. Isi bahan pelajaran harus keterampilan. Survai tentang manpower.2. Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan Tujuan menjadi pusat kegiatan dan arah semua kegiatan pendidikan. Unit-unit kurikulum harus disusun dalam urutan yang logis dan sistematis. 2. Survai mengenai persepsi orang tua/masyarakat tentang kebutuhan memka yang dikirimkan melalui angket atau wawancara dengan mereka. dan . observasi. Makin umum suatu perbuatan hasil belajar dirumuskan semakin sulit menciptakan pengalaman belajar. Prinsip-prinsip ini berkenaan dengan penyusunan tujuan. Prinsip-prinsip khusus Ada beberapa prinsip yang lebih khusus dalam pengembangan kurikulum. dihimpun melalui angket. Perumusan komponen-komponen kurikulum hendaknya mengacu pada tujuan pendidikan. 5. Penelitian. 4. sikap. Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan Memilih isi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan yang telah ditentukan para perencana kurikulum perlu mempertimbangkan beberapa hal. Ketiga ranah belajar. yaitu pengetahuan. pengalaman belajar. dan jangka pendek (tujuan khusus). yang dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen lembaga negara mengenai tujuan. jangka menengah. wawancara. Perumusan tujuan pendidikan bersumber pada: 1. 3. dan penilaian. sikap. dan strategi pembangunan termasuk di dalamnya pendidikan. dan dari berbagai media massa. 3.

Apakah metode/ teknik tersebut dapat menciptakan kegiatan untuk mencapai tujuan kognitif. Apakah metode/teknik tersebut mendorong berkembangnya kemampuan baru? 7. Apakah semuanya sudah tersedia? Bila alat tersebut tidak ada apa penggantinya? 2. Apakah metode/teknik belajar-mengajar yang digunakan cocok untuk mengajarkan bahan pelajaran? 2. hendaknya memperhatikan: bagaimana pembuatannya. siapa yang membuat. Apakah metode/teknik tersebut lebih mengaktifkan siswa. juga mendorong penggunaan sumber yang ada di rumah dan di masyarakat? 8. Kalau ada alat yang harus dibuat.buku pedoman guru yang memberikan penjelasan tentang organisasi bahan dan alat pengajaran secara lebih mendetail. Apakah metode/teknik tersebut memberikan urutan kegiatan yang bertingkat-tingkat? 4. Apakah metode/teknik tersebut memberikan kegiatan yang bervariasi sehingga dapat melayani perbedaan individual siswa? 3. Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar Pemilihan proses belajar mengajar yang digunakan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. Untuk belajar keterampilan sangat dibutuhkan kegiatan belajar yang menekankan "learning by doing" di samping "learning by seeing and knowing". 1. waktu pembuatan? . Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran Proses belajar-mengajar yang baik perlu didukung oleh penggunaan media dan alat-alat bantu pengajaran yang tepat. Apakah metode/teknik tersebut menimbulkan jalinan kegiatan belajar di sekolah dan di rumah. atau mengaktifkan guru atau kedua-duanya? 6. pembiayaannya. Alat/media pengajaran apa yang diperlukan. afektif dan psikomotor? 5.

Pengembang Kurikulum Dalam mengembangkan suatu kurikulum banyak pihak yang turut berpartisipasi. Bagaimana pengorganisasian alat dalam bahan pelajaran. apakah dalam bentuk modul. Tuliskan butir-butir test. dan psikomotor. 2. Uraikan ke dalam bentuk tingkahtingkah laku murid yang dapat diamati. Dalam pengolahan suatu hasil penilaian hendaknya diperhatikan halhal sebagai berikut: Norma apa yang digunakan di dalam pengolahan hasil test? Apakah digunakan formula guessing? Bagaimana pengubahan skor ke dalam skor masak? Skor standar apa yang digunakan? Untuk apakah hasil-hasil test digunakan? B. paket belajar. afektif. . dalam ranahranah kognitif. Hasil yang terbaik akan diperoleh dengan menggunakan multi media. dan tingkat kemampuan kelompok yang akan ditest? Berapa lama waktu dibutuhkan untuk pelaksanaan test? Apakah test tersebut berbentuk uraian atau objektif? Berapa banyak butir test perlu disusun? Apakah tes tersebut diadministrasikan oleh guru atau oleh murid? 3. usia. Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian Penilaian merupakan bagian integral dari pengajaran: 1. ahli kurikulum. Dalam merencanakan suatu penilaian hendaknya diperhatikan beberapa hal. Bagaimana pengintegrasiannya dalam keseluruhan kegiatan belajar? 5. ahli pendidikan.3. Hubungkan dengan bahan pelajaran. dan lain-lain? 4. Bagaimana kelas. yaitu: administrator pendidikan. Dalam penyusunan alat penilaian (test) hendaknya diikuti langkahlangkah sebagai berikut: Rumuskan tujuan-tujuan pendidikan yang umum.

serta mendorong pelaksanaan kurikulum oleh guru -guru di kelas.ahli bidang ilmu pengetahuan. Walaupun guru dapat mengembangkan kurikulum sendiri. tetapi dalam pelaksanaannya sering harus didorong dan dibantu oleh para administrator. Kerangka dasar dan program inti tersebut akan menentukan minimum course yang dituntut. kepala kantor kabupaten dan kecamatan serta kepala sekolah. pusat pengembangan kurikulum. Dari pihak-pihak tersebut yang secara terusmenerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum adalah: administrator. Peranan kepala sekolah lebih banyak berkenaan dengan implementasi kurikulum di sekolahnya. Para kepala sekolah mempunyai wewenang dalam membuat operasionalisasi sistem pendidikan pada masing-masing sekolah. Peranan para administrator di tingkat pusat (direktur dan kepala pusat) dalam pengembangan kurikulum adalah menyusun dasar-dasar hukum. . memberikan dorongan dan bimbingan kepada guru-guru. Administrator tingkat pusat bekerja sama dengan para ahli pendidikan dan ahli bidang studi di Perguruan Tinggi serta meminta persetujuannya terutama dalam penyusunan kurikulum sekolah. guru-guru. guru. kecamatan dan kepala sekolah) mengembangkan kurikulum sekolah bagi daerahnya yang sesuai dengan kebutuhan daerah. dan orang tua murid serta tokoh-tokoh masyarakat. 1. la merupakan figur kunci di sekolah. kepemimpinan kepala sekolah sangat mempengaruhi suasana sekolah dan pengembangan kurikulum. Para kepala sekolah ini sesungguhnya yang secara terus menerus terlibat dalam pengembangan dan implementasi kurikulum. Atas dasar kerangka dasar dan program inti tersebut para administrator daerah (kepala kantor wilayah) dan administrator lokal (kabupaten. Administrator lokal harus bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Peranan para administrator pendidikan Para administrator pendidikan ini terdiri atas: direktur bidang pendidikan. Kepala sekolah juga mempunyai peranan kunci dalam menciptakan kondisi untuk pengembangan kurikulum di sekolahnya. dan orang tua. kepala kantor wilayah. menyusun kerangka dasar serta program inti kurikulum. mengkomunikasikan sistem pendidikan kepada masyarakat.

Pengembangan kurikulum bukan hanya sekadar memilih dan menyusun bahan pelajaran dan metode mengajar. maka pertisipasi mereka pada tingkai daerah. maupun model evaluasinya. Peranan para ahli Pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas perubahan tuntutan kehidupan dalam masyarakat. ahli kurikulum. tetapi menyangkut penentuan arah dan orientasi pendidikan. Mengacu pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah. tetapi juga perlu dilandasi oleh perkembangan konsep-konsep dalam ilmu. model pengelolaan. model media. perkembangan tuntutan masyarakat. model pembelajaran. Apabila pengembangan kurikulum sudah banyak dilakukati pada tingkat daerah atau lokal. . baik ahli pendidikan. para ahli pendidikan dan kurikulum memberikan alternatif konsep pendidikan dan model kurikulum yang dipandang paling sesuai dengan keadaan dan tuntutan di atas. baik kebijaksanaan pembangunan secara umum maupun pembangunan pendidikan.2. maupun ahli bidang studi/disiplin ilmu. sebab apa yany. yang mutakhir dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat sangat diperlukan. dan masukan-masukan dari pelaksaman pendidikan dan kurikulum yang sedang berjalan. Sumbangan mereka dalam memilih materi bidang ilmu. Mereka juga sangat diharapkan partisipasinya dalam menyusun materi ajaran dalam sekuens yang sesuai dengan struktur keilmuan tetapi sangat memudahkan para siswa untuk mempelajarinya. telah digariskan pada tingkat pusat belum tentu dapat dengan mudali dipahami oleh para pengembang dan pelaksana kurikulum di daerah. serta berbagai perangkat dan pedoman penjabaran serta pedoman implementasi dari model-model tersebut. baik model konsep. pengembangan kurikulum membutuhkan bantuan pemikiran para ahli. lokal bahkan sekolah juga sangat diperlukan. Partisipasi para ahli pendidikan dan ahli kurikulum terutama sangat dibutuhkan dalam pengembangan kurikulum pada tingkat pusat. model desain. Pengembangan kurikulum juga membutuhkan partisipasi para ahli bidang studi/bidang ilmu yang juga mempunyai wawasan tentang pendidikan serta perkembangan tuntutan masyarakat. pemilihan sistem dan model kurikulum. Oleh karena itu.

Guru juga berperan sebagai pelajar dalam masyarakatnya. Guru juga bukan hanya berperan sebagai guru di dalam kelas. pelaksana. pola-pola tingkah laku dalam masyarakat. sebab ia harus selalu belajar struktur sosial masyarakat. pendorong kegiatan belajar. guru mampu menciptakan situasi belajar yang aktif yang menggairahkan yang penuh kesungguhan dan mampu mendorong kreativitas anak. penyusunan organisasi. manajer sistem pengajaran. nilai-nilai utama masyarakat. ia juga seorang komunikator. Peranan guru bukan hanya menilai perilaku dan prestasi belajar murid murid dalam kelas. Dialah yang mengolah. Sekalipun ia tidak mencetuskan sendiri konsep-konsep tentang kurikulum. dan pengembang kurikulum bagi kelasnya. Dia adalah perencana. .3. Berkat keahlian. untuk memahami hambatanhambatan dalam implementasi kurikulum dan juga dapat membantu mencari cara untuk mengoptimalkan kegiatan guru. Hasil-hasil penilaian demikian akan sangat membantu pengembangan kurikulum. pengembang alat-alat belajar. Hal-hal di atas diperlukan untuk mempersiapkan guru dalam berbagai situasi dan kegiatan pendidikan. guru merupakan penerjemah kurikulum yang datang dari atas. keterampilan dan kemampuan seninya dalam mengajar. pembimbing baik di sekolah maupun di masyarakat dalam hubungannya dengan pelaksanaan pendidikan seumur hidup. pencoba. Karena guru juga merupakan barisan pengembang kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum. tetapi juga menilai implementasi kurikulum dalam lingkup yang lebih luas. Peranan guru Guru memegang peranan yang cukup penting baik di dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum. meramu kembali kurikulum dari pusat untuk disajikan di kelasnya. Sebagai pelaksana kurikulum maka guru pulalah yang menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya.

pameran sekolah. Perguruan tinggi Kurikulum minimal mendapat dua pengaruh dari Perguruan Tinggi. Melalui pengamatan dalam kegiatan belajar di rumah. dari pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru di Perguruan Tinggi Keguruan (Lembaga . pertemuan orang tua-guru. dan orang tua sewajarnya mengikuti atau mengamati kegiatan belajar anaknya di rumah. Pertama.4. lokakarya. Rapor juga merupakan suatu alat komunikasi tentang program atau kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di sekolah. 1. seminar. Kedua. C. Sebagian kegiatan belajar yang dituntut kurikulum dilaksanakan di rumah. Peranan mereka dapat berkenaan dengan dua hal: pertama dalam penyusunan kurikulum dan kedua dalam pelaksanaan kurikulum. Kegiatan-kegiatan tersebut akan memberikan umpan balik bagi penyempumaan kurikulum. Orang tua juga dapat hind berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah melalui berbagai kegaitan seperti diskusi. dan sebagainya. terutama dari perguruan tinggi dan masyarakat. Peranan orang tua murid Orang tua juga mempunyai peranan dalam pengembangan kurikulum. Orang tua juga secara berkala menerima laporan kemajuan anak-anaknya dari sekolah berupa rapor dan sebagainya. dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi umum. laporan sekolah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Sekolah mendapatkan pengaruh dari kekuatan-kekuatan yang ada dalain masyarakat. Peranan orang tua lebih besar dalam pelaksanaan kurikulum. minat yang penuh. Dalam pelaksanaan kurikulum diperlukan kerja sama yang sangat erat antara guru atau sekolah dengan para orang tua murid. Dalam penyusunan kurikulum mungkin tidak semua orang tua dapat ikut serta. usaha yang sungguh-sungguh. hanya terbatas kepada beberapa orang saja yang cukup waktu dan mempunyai latar belakang yang memadai. penyelesaian tugas-tugas serta partisipasi dalam setiap kegiatan di sekolah. partisipasi dalam kegiatan sekolah orang tua dapat turut serta dalam pengembangan kurikulum terutama dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar yang sewajarnya.

baik ilmu pendidikan maupun bidang studi serta kemampuan mengajar dari guru-guru akan sangat mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah. STKIP) melalui berbagai program. umumnya disiapkan oleh LPTK (IKIP. Perkembangan teknologi selain menjadi isi kurikulum juga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan. 2. FKIP. D3 dan Sl. tetapi juga untuk bekerja dan berusaha. Jenis pekerjaan dan perusahaan yang ada di masyarakat menuntut persiapannya di sekolah. terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. Salah satu kekuatan yang ada dalam masyarakat adalah dunia usaha. sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat di mana sekolah tersebut berada. masyarakat kota atau desa. Sekolah harus melayani aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. tetapi secara berangsurangsur mereka akan mengikuti program penyetaraan D2. petani. dan sebagainya. yaitu program D2. Masyarakat yang ada di sekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat homogen atau heterogen. Telah diuraikan terdahulu bahwa pengetahuan dan teknologi banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses pembelajaran. Jenis pengetahuan yang dikembangkan di Perguruan Tinggi akan mempengaruhi isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum.Pendidikan Tenaga Kependidikan). Sebagai bagian dan agen dari masyarakat. pedagang atau pegawai. Guru-guru yang mengajar pada berbagai jenjang dan jenis sekolah yang ada dewasa ini. Perkembangan dunia usaha yang ada di masyarakat mempengaruhi pengembangan kurikulum sebt sekolah bukan hanya mempersiapkan anak untuk hidup. Pada Sekolah Dasar masih banyak guru berlatar belakang pendidikan SPG dan SGO. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi dan dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Penguasaan ilmu. Kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan juga mempengaruhi pengembangan kurikulum. Masyarakat Sekolah merupakan bagian dari masyarakat dan mempersiapkan anak untuk kehidupan di masyarakat. .

kelompok sosial. budaya maupun nilai politis. Masyarakat umumnya heterogen dan multifaset. Sistem nilai Dalam kehidupan masyarakat terdapat sistem nilai. keagamaan. membuang hal-hal yang tidak diperlukan. baik nilai moral. (5) memahami dan menerima keragaman kebudayaan sendiri. guru guru dari setiap jenjang pendidikan. Untuk merealisasikan artikulasi kurikulum. spiritual dan sebagainya yang tiap kelompok sering memiliki nilai yang berbeda. etis. Sistem nilai yang akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus terintegrasikan dalam kurikulum. etika. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam mengajarkan nilai: (1) guru hendaknya mengetahui dan memperhatikan semua nilai yang ada dalam masyarakat. perlu meneliti kurikulum secara menyeluruh. fisik. metode maupun perhatian terhadap perkembangan anak. (4) guru menghargai nilai-nilai kelompok lain. D.pek-aspek tersebut sering juga mengandung nilai-nilai yang berbeda. dan sebagainya A. (3) guru berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut ditiru. . juga antara satu bidang studi dengan bidang studi lainnya secara horizontal.3. estetika. dan moral. merevisi metode serta isi pengajaran. kepala sekolah. Masalah utama yang dihadapi para pengembang kurikulum menghadapi nilai ini adalah. menghilangkan duplikasi. politik. sosial. Bila artikulasi dilaksanakan dengan baik akan terwujud kesinambungan pengalaman belajar sejak TK sampai Perguruan Tinggi. bahwa dalam masyarakat nilai itu tidak hanya satu. Untuk menyusun artikulasi kurikulum diperlukan kerja sama dari berbagai pihak: para administrator. Dalam masyarakat Ingo terdapat aspek-aspek sosial. (2) guru hendaknya berpegang pada prinsip demokrasi.. ekonomi. TK sampai rektor universitas. kelompok vokasional. mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum. Tanpa artikulasi akan terdapat keragaman baik dalam isi. kelompok intelek. chr.iiis. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan penerusan nilainilai. orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat. Masyarakat memiliki kelompok-kelompok etnis. Artikulasi dan Hambatan Pengembangan Kurikulum Artikulasi dalam pendidikan berarti "kesatupaduan dan koordinasi segala pengalaman belajar".

Untuk menjamin kesinambungan pengalaman belajar beberapa sekolah menggunakan sistem pendidikan tidak berkelas. Hal itu disebabkan beberapa hal. Pertama kurang waktu.Dalam mengusahakan artikulasi kurikulum tersebut murid pun perlu dimintakan pendapatnya tentang hubungan pelajaran yang satu dengan yang lainnya. isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yang sering tidak sedikit. Salah satu hal yang sering dipandang menghambat artikulasi adalah pembagian menurut tingkat belajarnya. Hambatan-hambatan pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan. Untuk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan masyarakat baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yang sedang berjalan. Keberhasilan pendidikan. Masyarakat adalah sumber input dari sekolah. apalagi yang berbentuk kegiatan eksperimen baik metode. hubungan antara satu tingkat dengan tingkat berikutnya. serta input fakta dan pemikiran dari masyarakat. Untuk pengembangan kurikulum. E. Hambatan lain datang dari masyarakat. Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Kedua kekurangsesuaian pendapat. Ketiga karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri. tetapi juga perlu disesuaikan dengan sistem pendidikan dan sistem pengelolaan pendidikan yang dianut serta model konsep pendidikan mana yang . ketepatan kurikulum yang digunakan membutuhkan bantuan. Hal itu menyebabkan tersusunnya organisasi mata pelajaran yang kaku. Hambatan pertama terletak pada guru. Hambatan lain yang dihadapi oleh pengembang kurikulum adalah masalah biaya. baik antara sesama guru maupun dengan kepala sekolah dan administrator. Pemilihan suatu model pengembangan kurikulum bukan saja didasarkan atas kelebihan dan kebaikan-kebaikannya serta kemungkinan pencapaian hasil yang optimal. Model-Model Pengembangan Kurikulum Banyak model yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum.

ahli disiplin ilmu dari perguruan tinggi. dan strategi utama dalam pengembangan kurikulum. the systematic action research model dan emerging technical model. dan para tokoh dari dunia kerja dan perusahaan.digunakan. Tugas tim kerja ini merumuskan tujuan-tujuan yang lebih operasional dari tujuantujuan yang lebih umum. memilih dan menyusun sekuens bahan pelajaran. ahli kurikulum. the grass roots model. Tugas tim atau komisi ini adalah merumuskan konsep-konsep dasar. serta menyusun pedomanpedoman pelaksanaan kurikulum tersebut bagi guru-guru. kebijaksanaan. para ahli pendidikan. pejabat di bawahnya. Model pengembangan kurikulum dalam sistem pendidikan dan pengelolaan yang sifatnya sentralisasi berbeda dengan yang desentralisasi. 1. Tim kerja pengembangan kurikulum bertugas menyusun kurikulum yang sesungguhnya yang lebih operasional. direktur atau kepala kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan) membentuk suatu komisi atau tim pengarah pengembangan kurikulum. guru-guru bidang studi yang senior. teknologis dan rekonstruksi sosial. Roger's interpersonal relations model. memilih strategi pengajaran dan evaluasi. Diberi nama model administratif atau line staff karena inisiatif dan gagasan pegembangan datang dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur administrasi. yaitu: the administrative (line staff) model. The administrative model Model pengembangan kurikulum ini merupakan model paling lama dan paling banyak dikenal. Beauchamp's system. ahli disiplin ilmu. Dengan wewenang administrasinya. the demonstration model. Setelah hal-hal yang mendasar ini terumuskan dan mendapatkan pengkajian yang saksama. dijabarkan dari konsep-konsep dan kebijaksanaan dasar yang telah digariskan oleh tim pengarah. administrator pendidikan (apakah dirjen. Anggota-anggota komisi atau tim ini terdiri atas. landasan-landasan. Sekurang-kurangnya dikenal delapan model pengembangan kurikulum. administrator pendidikan menyusun tim atau komisi kerja pengembangan kurikulum. . Taba's inverted model. Model pengembangan dalam kurikulum yang sifatnya subjek akademis berbeda dengan kurikulum humanistik. Para anggota tim atau komisi ini terdiri atas para ahli pendidikan/kurikulum.

terutama guru-guru. The grass roots model Model pengembangan ini merupakan lawan dari model pertama. 2. dan dinilai telah cukup baik. Pengembangan atau penyempurnaan ini dapat berkenaan dengan suatu komponen kurikulum. Setelah mendapatkan beberapa penyempurnaan. sebab menuntut kesiapan dari pelaksanaannya. Penilaian menyeluruh dapat dilakukan oleh tim khusus dari tingkat pusat atau daerah. model pengembangan kurikulum demikian disebut juga model "top down" atau "line staff'. digunakan dalam sistem pengelolaan pendidikan/kurikulum yang bersifat sentralisasi. Setelah berjalan beberapa saat perlu juga dilakukan suatu evaluasi. prosedur pelaksanaan maupun keberhasilannya. Karena sifatnya yang datang dari atas. Hasil penilaian tersebut merupakan umpan balik. Pengembangan kurikulum dari atas. satu atau .Setelah semua tugas dari tim kerja pengembang kurikulum tersebut selesai. sedangkan model grass roots akan berkembang dalam sistem pendidikan yang bersifat desentralisasi. hasilnya dikaji ulang oleh tim pengarah serta para ahli lain yang berwenang atau pejabat yang kompeten. yaitu guru-guru atau sekolah. Inisiatif dan upaya pengembangan kurikulum. Kebutuhan akan adanya penataran sering tidak dapat dihindarkan. sekelompok guru atau keseluruhan guru di suatu sekolah mengadakan upaya pengembangan kurikulum. Model pengembangan kurikulum yang pertama. selama tahun-tahun permulaan diperlukan pula adanya kegiatan monitoring. Dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. untuk menilai baik validitas komponen-komponennya. maupun sekolah. tidak selalu segera berjalan. baik bagi instansi pendidikan di tingkat pusat. administrator pemberi tugas menetapkan berlakunya kurikulum tersebut serta memerintahkan sekolahsekolah untuk melaksanakan kurikulum tersebut. Dalam model pengembangan yang bersifat grass roots seorang guru. daerah. pengamatan dan pengawasan serta bimbingan dalam pelaksanaannya. sedang penilaian persekolah dapat dilakukan oleh tim khusus sekolah yang bersangkutan. Mereka perlu mendapatkan petunjuk-petunjuk dan penjelasan atau mungkin juga peningkatan pengetahuan dan keterampilan. bukan datang dari atas tetapi dari bawah.

1. yang pada gilirannya akan melahirkan manusiamanusia yang lebih mandiri dan kreatif. 2. Pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi dengan model grass rootsnya. . and Shores 1957: 429). Hal itu didasarkan atas pertimbangan bahwa guru adalah perencana. 3. pengembangan kurikulum model grass roots. defining. and in judging and evaluating the rusults. fasilitas. memungkinkan terjadinya kompetisi di dalam meningkatkan mutu dan sistem pendidikan. Beauchamp's system Model pengembangan kurikulum ini. goals. Apabila kondisinya telah memungkinkan. Hal itu sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dikemukakan oleh Smith. dikembangkan oleh Beauchamp seorang ahli kurikulum.beberapa bidang studi ataupun seluruh bidang studi dan seluruh komponen kurikulum. The curriculum will improve only as the professional competence of teachers improves. Stanley dan Shores (1957: 429). and solving the problems to be encountered. 3. Beauchamp mengemukakan lima hal di dalam pengembangan suatu kurikulum. and plans (Smith. pelaksana. If teachers share in shaping the goals to be attained. dan juga penyempurna dari pengajaran di kelasnya. biaya maupun bahan-bahan kepustakaan. oleh karena itu dialah yang paling kompeten menyusun kurikulum bagi kelasnya. As people meet in face-to-face groups. they will be able to understand one another better and to reach a consensus on basic principles. The competence of teachers will be improved only as the teachers become involved personally in the problems of curriculum revision. atau keseluruhan bidang studi pada sekolah atau daerah lain. Dialah yang paling tahu kebutuhan kelasnya. tetapi mungkin pula dapat digunakan untuk bidang studi sejenis pada sekolah lain. their involvement will be most nearly assured. Stanley. akan lebih baik. Pengembangan kurikulum yang bersifat grass roots. 4. in selecting. mungkin hanya berlaku untuk bidang studi tertentu atau sekolah tertentu. baik dilihat dari kemampuan guru-guru.

Walaupun daerah yang menjadi wewenang kepala kanwil pendidikan dan kebudayaan mencakup suatu wilayah propinsi. Pentahapan arena ini ditentukan oleh wewenang yang dimiliki oleh pengambil kebijaksanaan dalam pengembangan kurikulum. Penetapan personalia ini sudah tentu disesuaikan dengan tingkat dan luas wilayah arena. (3) para profesional dalam sistem pendidikan. kecamatan. (1) . memilih isi dan pengalaman belajar. organisasi dan prosedur pengembangan kurikulum. Beauchamp mencoba melibatkan para ahli dan tokoh-tokoh pendidikan seluas mungkin. apakah suatu sekolah. politikus. yaitu. Kedua. (2) Bila ya. yaitu: (1) para ahli pendidikan/kurikulum yang ada pada pusat pengembangan kurikulum dan para ahli bidang ilmu dari luar. dan dalam menentukan keseluruhan desain kurikulum. tetapi arena pengembangan kurikulum lianya mencakup satu daerah kabupaten saja sebagai pilot proyek. apakah peranan mereka?. yang biasanya pengaruh mereka kurang langsung terhadap pegembangan kurikulum. serta oleh tujuan pengembangan kurikulum. Beauchamp membagi keseluruhan kegiatan ini dalam lima langkah. (2) para ahli pendidikan dari perguruan tinggi atau sekolah dan guru-guru terpilih. menetapkan arena atau lingkup wilayah yang akan dicakup oleh kurikulum tersebut. para penulis dan penerbit buku. Sebaliknya untuk tingkat kabupaten. menetapkan personalia. dibanding dengan tokohtokoh lain seperti. Mengenai keterlibatan kelompok-kelompok personalia ini. dan pengusaha serta industriawan. serta kegiatan evaluasi.Pertama. Ada empat kategori orang yang turut berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. kabupaten. (3) Apakah mungkin ditemukan alat dan cara yang paling efektif untuk melaksanakan peran tersebut? Ketiga. (4) profesional lain dan tokoh-tokoh masyarakat. para pejabat pemerintah. Langkah ini berkenaan dengan prosedur yang harus ditempuh dalam merumuskan tujuan umum dan tujuan yang lebih khusus. yaitu siapa-siapa yang turut serta terlibat dalam pengembangan kurikulum. kecamatan atau sekolah keterlibatan guru-guru semakin besar. Untuk tingkat propinsi atau nasional tidak terlalu banyak melibatkan guru. Beauchamp mengemukakan tiga pertanyaan: (1) Haruskah kelompok ahli/pejabat/profesi tersebut dilibatkan dalam pengembangan kurikulum?. propinsi ataupun seluruh negara.

di samping kesiapan manajerial dari pimpinan sekolah atau administrator setempat. serta prinsip-prinsip melaksanakannya. Pertama. bahan maupun biaya. pengembangan kurikulum sering mendapat tantangan dari pihak-pihak tertentu. 4. Karena sifatnya ingin mengubah atau mengganti kurikulum yang ada. Stanley. Langkah ini merupakan langkah mengimplementasikan atau melaksanakan kurikulum yang bukan sesuatu yang sederhana. Hasil penelitian dan pegembangan ini diharapkan dapat digunakan bagi lingkungan yang lebih luas. (4) evaluasi dari keseluruhan sistem kurikulum. yaitu: (1) evaluasi tentang pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru. Model ini umumnya berskala kecil. Proyek ini bertujuan mengadakan penelitian dan pengembangan tentang salah satu atau beberapa segi/komponen kurikulum. siswa. (2) evaluasi desain kurikulum. (3) evaluasi hasil belajar siswa. hanya mencakup suatu atau beberapa sekolah. Keempat. Kegiatan penelitian dan pengembangan ini biasanya diprakarsai dan diorganisasi oleh instansi . baik kesiapan guruguru. datang dari bawah. implementasi kurikulum. dan Shores ada dua variasi model demonstrasi ini. sebab membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. (3) Studi penjajagan tentang kemungkinan penyusunan kurikulum baru. Data yang diperoleh dari hasil kegiatan evaluasi ini digunakan bagi penyempurnaan sistem dan desain kurikulum. suatu komponen kurikulum atau mencakup keseluruhan komponen kurikulum. (4) merumuskan kriteria-kriteria bagi penentuan kurikulum baru. Langkah ini minimal mencakup empat hal. The demonstration model Model demonstrasi pada dasarnya bersifat grass roots.Membentuk tim pengembang kurikulum. (5) penyusunan dan penulisan kurikulum baru. Menurut Smith. (2) mengadakan penilaian atau penelitian terhadap kurikulum yang ada yang sedang digunakan. Langkah yang kelima dan merupakan terakhir adalah evaluasi kurikulum. sekelompok guru dari satu sekolah atau beberapa sekolah ditunjuk untuk melaksanakan suatu percobaan tentang pengembangan kurikulum. fasilitas. Model ini diprakarsai oleh sekelompok guru atau sekelompok guru bekerja sama dengan ahli yang bermaksud mengadakan perbaikan kurikulum.

Pertama. Dengan kegiatan ini mereka mengharapkan ditemukan kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih baik. Ada beberapa kebaikan dari pengembangan kurikulum dengan model demonstrasi ini. pengembangan kurikulum dalam skala kecil dengan model demonstrasi ilapat menend hambatan yang sering dialami yaitu dokumentasinya hagus tetari pclaknotiaatinva tidak ada. pusat pengembangan kurikulum. Ketiga. Taba's inverted model Menurut cara yang bersifat tradisional pengembangan kurikulum dilakukan secara deduktif. Beberapa orang guru yang merasa kurang puas dengan kurikulum yang ada. 2) Merumuskan desain kurikulum yang bersifat menyeluruh didasarkan atas komitmen-komitmen tertentu. maka akan dihasilkan suatu kurikulum atau aspek tertentu dari kurikulum yang lebih praktis. kantor wilayah pendidikan dan kebudayaan. sedikit sekali untuk ditolak oleh administrator. perubahan atau penyempurnaan kurikulum dalam skala kecil atau aspek tertentu yang khusus. kurang bersifat formal. 5. adalah bagi guru guru yang tidak turut berpartisipasi mereka akan menerimanya dengan enggan -enggan. model ini sifatnya yang grass roots menempatkan guru sebagai pengambil inisiatif dan nara sumber yang dapat menjadi pendorong bagi para administrator untuk mengembangkan program baru. Kelemahan model ini. mencoba mengadakan penelitian dan pengembangan sendiri. untuk kemudian digunakan di daerah yang lebih luas. dalam keadaan terburuk mungkin akan terjadi apatisme. dibandingkan dengan perubahan dan penyempurnaan yang menyeluruh. karena kurikulum disusun dan dilaksanakan dalam situasi tertentu yang nyata. Bentuk yang kedua. Kedua. 4) Melaksanakan kurikulum di dalam kelas. dan sebagainya. Keempat. direktorat pendidikan. Mereka mencoba menggunakan halhal lain yang berbeda dengan yang berlaku. dengan urutan: 1) Penentuan prinsip-prinsip dan kebijaksanaan dasar.pendidikan yang berwewenang seperti. . 3) Menyusun unit-unit kurikulum sejalan dengan desain yang menyeluruh.

1962: 347-379). Untuk menguji keberlakuannya pada daerah yang lebih luas perlu adanya kegiatan konsolidasi. Langkah keempat. Perencanaan didasarkan atas teori yang kuat. Selain perbaikan dan penyempurnaan diadakan juga kegiatan konsolidasi. dan pelaksanaan eksperimen di dalam kelas menghasilkan data-data yang untuk menguji landasan teori yang digunakan. 3) Memilih isi. mengadakan unit-unit eksperimen bersama guru-guru. 6) Mengorganisasi pengalaman belajar. 7) Mengevaluasi. sebab tidak merangsang timbulnya inovasi-inovasi. yaitu penarikan kesimpulan tentang hal-hal yang lebih bersifat umum yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas. 5) Memilih pengalaman belajar. mengadakan revisi dan konsolidasi. 4) Mengorganisasi isi. 2) Merumuskan tujuan-tujuan khusus. pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum. 1) Mendiagnosis kebutuhan. menguji unit eksperimen. sebab meskipun suatu unit eksperimen telah cukup valid dan praktis pada sesuatu sekolah belum tentu demikian juga pada sekolah yang lainnya. Langkah ketiga. serta menghimpun data bagi penyempurnaan. Ada delapan langkah dalam kegia tan unit eksperimen ini. Di dalam unit eksperimen ini diadakan studi yang saksama tentang hubungan antara teori dengan praktik. Hal itu dilakukan.Taba berpendapat model deduktif ini kurang cocok. yang merupakan inversi atau arah terbalik dari model tradisional. 8) Melihat sekuens dan keseimbangan (Taba. Meskipun unit eksperimen ini telah diuji dalam pelaksanaan di kelas eksperimen. Menurutnya pengembangan kurikulum yang lebih mendorong inovasi dan kreativitas guru-guru adalah yang bersifat induktif. Langkah kedua. Pertama. Apabila dalam kegiatan penyempurnaan dan konsolidasi telah diperoleh sifatnya . Dari langkah pengujian diperoleh beberapa data. Ada lima langkah pengembangan kurikulum model Taba ini. data tersebut digunakan untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan. tetapi masih harus diuji di kelas-kelas atau tempat lain untuk megetahui validitas dan kepraktisannya.

Menurut When Crosby (1970: 388) perubahan kurikulum adalah perubahan individu. Langkah kelima. sesungguhnya ia mempunyai kekuatan dan potensi untuk berkembang sendiri.yang lebih menyeluruh atau berlaku lebih luas. Melalui kegiatan kelompok ini mereka akan mengalami perubahanperubahan sebagai berikut. tidak formal. baik berkenaan dengan kesiapan guru-guru. Memang ia banyak mengemukakan konsepnya tentang perkembangan dan perubahan individu. fasilitas. Kegiatan itu dilakukan untuk megnetahui apakah konsep-konsep dasar atau landasan-landasan teori yang dipakai sudah masuk dan sesuai. Pertama. yatiu menerapkan kurikulum baru ini pada daerah atau sekolah-sekolah yang lebih luas. Roger's interpersonal relations model Meskipun Rogers bukan seorang ahli pendidikan (ia ahli psikologi atau psikoterapi) tetapi konsep-konsepnya tentang psikoterapi khususnya bagaimana membimbing individu juga dapat diterapkan dalam bidang pendidikan dan pengembangan kuriulum. mereka hany alah pendorong dan pemelancar perkembangan anak. pemilihan target dari sistem pendidikan. alat dan bahan juga biaya. implementasi dan diseminasi. tetapi karena ada hambatan-hambatan tertentu ia membutuhkan orang lain untuk membantu memperlancar atau mempercepat perubahan tersebut. hal itu masih harus dikaji oleh para ahli kurikulum dan para profesional kurikulum lainnya. Menurut Rogers manusia berada dalam proses perubahan (becoming. Di dalam langkah ini masalah dan kesulitan-kesulitan pelaksanaan tetapi dihadapi. Ada empat langkah pengembangan kurikulum model Rogers. Di dalam penentuan target ini satusatunya kriteria yang menjadi pegangan adalah adanya kesediaan dari pejabat pendidikan untuk turut serta dalam kegiatan kelompok yang intensif. 6. Pendidikan juga tidak lain merupakan upaya untuk membantu memperlancar dan mempercepat perubahan tersebut. changing). developing. Guru serta pendidik lainnya bukan pemberi informasi apalagi penentu perkembangan anak. Selama satu minggu para pejabat pendidikan/administrator melakukan kegiatan kelompok dalam suasana yang relaks. .

. 1967:722). Langkah ketiga. He openly confronts personal emotional frictions between him self and colleagues. Efek yang akan diterima guru-guru sejalan dengan para administrator. He communicates more clearly and realistically to superiors.1. 3. and sub-ordinates because he is more open and less self-protective. He develops an equalitarian and democratic classroom climate (Rogers. He works out problems with students rather than responding in a disciplinary and punitive manner. He is less protective of his own beliefs and can listen more accurately 2. Dan kegiatan ini para siswa akan mendapatkan: 1. He feels freer to express both positive and negative feelings in class. 5. He is more able to accept both positive and negative feeback and use it constructively (Rogers. He has less need to protect bureaucratic rules. 3. pengembangan pengalaman kelompok yang intensif untuk satu kelas atau unit pelajaran. 6. Sama seperti yang dilakukan para pejabat pendidikan. Selama lima hari penuh siswa ikut serta dalam kegiatan kelompok. He accepts innovative. guru juga turut serta dalam kegiatan kelompok. He pays as much attention to his relationships with student as he does to course content. 1967:724). 1. 5. tetapi dapat juga kurang dari satu minggu. He is more person oriented and democratic. He finds it easier and less threatening to accept innovative ideas. dengan beberapa tambahan. Keikutsertaan guru dalam kelompok tersebut sebaiknya bersifat suka rela. peers. 2. 4. He works through these feelings toward a realistic solutin. 2. Langkah kedua dalam pengembangan kurikulum model Rogers adalah partisipasi guru dalam pengalaman kelompok yang intensif. He is more able to listen to students. dengan fasilitator para guru atau administrator atau fasilitator dari luar. lama kegiatan kalau bisa satu minggu lebih baik. rather than insisting on conformity. 4. torublesome ideas from students. 7.

7. Model pengembangan kurikulum dari Rogers ini berbeda dengan modelmodel lainnya. pola hubungan pribadi dan kelompok dari sekolah dan masyarakat.um‡.1(liiiiii istr. siswa. Hal itu mencakup suatu proses yang melibatkan kepribadian orang tua. dan sebagainya.3. sekolah dan organisasi masyarakat. Berkat berbagai bentuk aktivitas dalam interaksi ini individu akan berubah. Kegiatan ini bertujuan memperkaya orang-orang dalam hubungannya dengan sesama orang tua. 6. Lama kegiatan kelompok dapat tiga jam tiap sore hari selama seminggu atau 24 jam secara terus menerus. He has more energy for learning because he has less fear of constant evaluation and punishment. dan lain-lain. Metode pendidikan yang diutamakan Rogers adalah sensitivity training. Kurikulum dikembangkan dalam konteks harapan warga masyarakat. dengan anak. data. tokoh masyarakat. serta wibawa dari pengetahuan profesional. siswa guru. yang ada hanyalah rangkaian kegiatan kelompok. kalau mungkin ada pengalaman kegiatan kelompok yang bersifat campuran. Sesuai dengan asumsi tersebut model ini menekankan pada tiga hal itu: hubungan insani. guru. rancangan tertulis. pengusaha. struktur sistem sekolah. dan dengan guru. mempunyai . He finds that the learning process enables him to deal with his lily (Rogers. He awe anal tear of authority diminish as he finds teachers and . para orang tua. Itulah ciri khas Carl Rogers sebagai seorang Eksistensialis Humanis. Langkah keempat. Kegiatan merupakan kulminasi dari semua kegiatan kelompok di atas. Bagi Rogers yang penting adalah aktivitas dan interaksi. is tidak mementingkan formalitas. encounter group dan Training Group (T Group). 1967:725). He discovers that he is responsible for his own learning 5. Kegiatan ini dapat dikoordinasi oleh BP3 masing-masing sekolah. Rogers juga menyarankan. 4. partisipasi orang tua dalam kegiatan kelompok. Sepertinya tidak ada suatu perencanaan kurikulum tertulis. litho fallibly human beings. The systematic action-research model Model kurikulum ini didasarkan pada asumsi bahwa perkembangan kurikulum merupakan perubahan sosial.

kekua tan dan kondisi yang mempengaruhi masalah tersebut. dan salah satu cara untuk mencapai hal itu adalah dengan prosedur action research. berupa pengumpulan data yang bersifat menyeluruh. Langkah pertama. dan bagaimana peranan kurikulum dalam pendidikan dan pengajaran. The system analysis model. serta tindakan pertama yang hams diambil. Suatu perilaku/kemampuan yang kompleks diuraikan menjadi perilaku-perilaku yang sederhana yang tersusun secara hierarkis. (2) sebagai bahan pemahaman tentang masalah yang dihadapi. Langkah pertama dari model ini adalah menentukan spesifikasi perangkat hasil belajar yang harus dikuasai siswa. implementasi dari keputusan yang diambil dalam tindakan pertama. (3) The computer based model. The System Analysis Model berasal dari gerakan efisiensi bisnis. Siswa mempelajari perilaku-perilaku tersebut secara berangsur-angsur mulai dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks. mengadakan kajian secara saksama tentang masalah masalah kurikulum. juga mempengaruhi perkembangan modelmodel kurikulum. Tindakan ini segera diikuti oleh kegiatan pengumpulan data dan faktafakta. Tumbuh kecenderungan-kecenderungan baru yang didasarkan atas hal itu. Dari hasil kajian tersebut dapat disusun rencana y ang menyeluruh tentang cara-cara mengatasi masalah lersebut. mengidentifikasi tahap- . 8. menekankan penguasaan perilaku atau kemampuan. Kegiatan pengumpulan data ini mempunyai beberapa fungsi: menyiapkan data bagi evaluasi tindakan.pandangan tentang bagaimana pendidikan. Langkah kedua adalah menyusun instrumen untuk menilai ketercapaian hasil-hasil belajar tersebut. di antaranya: (1) The Behavioral Analysis Model. The Behavioral Analysis Model. Kedua. Emerging technical models Perkembangan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai efisiensi efektivitas dalam bisnis. (4) sebagai bahan untuk menentukan tindakan lebih lanjut. (3) sebagai bahan untuk menilai kembali dan mengadakan modifikasi. bagaimana anak belajar. Penyusunan kurikulum hams memasukkan pandangan dan harapan-harapan masyarakat. ketiga. dan mengidentifikasi faktor-faktor. Langkah.

suatu model pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan komputer. Pengembangannya dimulai dengan mengidentifikasi seluruh unit-unit kurikulum. menganalisis dan mengaplikasikannya dalam berbagai proses pengajaran. 4) Generalisasi yang didasarkan atas kemungkinan pemecahan. Boston: Allyn and Bacon. Kenneth I I. 3) Pengembangan dan evaluasi hipotesis atau pemecahan yang mungkin. sosiometri. The Computer-Based Model. Kepada para siswa dan guru-guru diminta untuk melengkapi pertanyaan tentang unit-unit kurikulum tersebut. (1982). metode yang bersifat afektif (role playing.tahap ketercapaian hasil serta perkiraan biaya yang diperlukan. F. tiap unit kurikulum telah memiliki rumusan tentang hasil-hasil yang diharapkan. Kelima langkah tersebut dapat digunakan dalam berbagai situasi: individual atau kelompok kecil. simulasi. Ada lima langkah cara mengajar inkuiri yang didasarkan atas konsep ini: 1) Pengembangan konsep dasar yang merupakan landasan bagi pengajaran. The Professional Teacher's I landboolt. Langkah keempat. sosiodrama. Hass. diskusi. guru dan calon guru untuk memahami. Meskipun demikian pokok-pokok yang dibahas telah tersusun secara sistematis-logis sehingga membentuk satu kesatuan karya yang utuh. debat. 2) Menyatakan konsep dalam bentuk pertanyaan yang bersifat terbuka untuk memancing sejumlah kemungkinan pemecahan. Boston: Allyn and Bacon. Curriculum Planning. (1980). Buku Acuan Hoover. Kerangka kerja ini dapat digunakan oleh para instruktur. kelompok besar (seminar. Setelah diadakan pengolahan disesuaikan dengan kemampuan dan hasil-hasil belajar yang dicapai siswa disimpan dalam komputer. Inc. Karena . permainan. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari sekitar 50 orang ahli kurikulum. ceramah). metode kasus). Tulisan ini menyajikan suatu kerangka kerja dasar yang bersilai konseptual tentang penggunaan metode mengajar yang didasarkan atas pendekatan inkuiri. Glen. A New Approach. membandingkan biaya dan keuntungan dari beberapa program pendidikan.

pendidikan tinggi dan orang dewasa. tersusun secara sistematis. dan kriteria kurikulum. maupun para mahasiswa yang sedang mendalami kurikulum. sekolah menengah. perencana dan pengembang kurikulum.ditulis oleh begitu banyak orang. . dimulai dengan dasar-dasar dan kriteria kurikulum yang menyangkut konsep. perkembangan individu. pengetahuan. sekolah dasar. buku ini boleh dikatakan komprehensif. Selanjutnya juga diuraikan kurikulum pada berbagai jenjang dan jenis pendidikan. faktor-faktor sosial. belajar. Keseluruhan isi buku ini. sehingga membentuk satu handbook yang lengkap. Buku ini dapat menjadi pegangan bagi para pengajar. walaupun di sana sini ada saja tumpang tindih.

Ada pihak yang berpendapat antara keduanya tidak ada hubungan. memilih bahan pelajaran. dan prosesnya berlangsung secara evoltisioner.BAB 9 EVALUASI KURIKULUM A. Perubahan dalam kurikulum berpengaruh pada evaluasi kurikulum. hal itu disebabkan beberapa faktor: 1. memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran. sebaliknya perubahan evaluasi akan memberi warna pada pelaksanaan kurikulum. Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah.angsur diganti dengan pandangan baru yang lebih . Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga berubah. cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya. 2. Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara tegas. Hubungan antara evaluasi dengan kurikulum bersifat organis. hubungan tersebut merupakan hubungan sebab-akibat. dalam memahami dan membantu perkembangan siswa. maupun pada pengambilan keputusan dalam kurikulum. pandangan lama yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman. Pihak yang memandang ada hubungan. tetapi ada pihak lain yang menyatakan keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat. Objek evaluasi kurikulum adalah sesuatu yang berubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang digunakan. secara berangsur. 3. Evaluasi dan Kurikulum Evaluasi kurikulum memegang peranan penting baik dalam penentuan kebijaksanaan pendidikan pada umumnya. Hasil-hasil evaluasi kurikulum dapat digunakan oleh para pemegang kebijaksanaan pendidikan dan para pengembang kurikulum dalam memilih dan menetapkan kebijaksanaan pengembangan sistem pendidikan dan pengembangan model kurikulum yang digunakan. Evaluasi dan kurikulum merupakan dua disiplin yang berdiri sendiri. kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya. Hasil-hasil evaluasi kurikulum juga dapat digunakan oleh guru-guru.

Pada tingkat yang lebih formal evaluasi kurikulum meliputi pengumpulan dan pencatatan data. Hilda Taba menjelaskan hal-hal yang dievaluasi dalam kurikulum. sarana. pada mulanya bersifat deskriptif yaitu menekankan pada What is it?. Konsep R. yaitu meliputi: . Program evaluasi kurikulum bukan hanya mengevaluasi hasil belajar siswa dan proses pembelajarannya. hasil program evaluasi kurikulum akan mempengaruhi pelaksanaan praktik kurikulum. mempunyai tempat dalam konsep kurikulum yang bersifat preskriptif pula. Becher tentang pengembangan kurikulum dan evaluasi kurikulum. seorang ahli pendidikan dari Universitas Sussex. demikian juga dengan teori evaluasi kurikulumnya. kompleks dan terus-menerus untuk mengetahui proses dan basil pelaksanaan sistem pendidikan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. sedangkan pada tingkat yang sangat formal berbentuk pengukuran berbagai bentuk kemajuan ke arah tujuan yang telah ditentukan. Komponen-komponen kurikulum yang dievaluasi juga sangat luas. Pada tingkat yang sangat informal evaluasi kurikulum berbentuk perkiraan. kemampuan dan unjuk kerja guru. fasilitas dan sumber-sumber belajar. mulai dari yang bersifat sangat informal sampai dengan yang sangat formal. dan evaluasi dari program tersebut akan memperlihatkan style dan karakteristik yang sama pula. dan lain-lain. Juga terjadi sebaliknya.R. tetapi juga desain dan implementasi kurikulum. Inggris menyatakan bahwa: Tiap program pengembangan kurikulum mempunyai style dan karakteristik tertentu. berisikan pedoman-pedoman praktis bagi pengembangan kurikulum. yang menekankan pada What ought to be. Seorang evaluator akan menyusun program evaluasi kurikulum sesuai dengan style dan karakteristik kurikulum yang dikembangkannya. tetapi kemudian berkembang kepada yang bersifat preskriptif. Becher.A. kemampuan dan kemajuan siswa.A. Sebagai contoh. Konsep-konsep evaluasi kurikulum yang bersifat preskriptif. Evaluasi juga meliputi rentangan yang cukup luas. Evaluasi merupakan kegiatan yang luas. teori dari Ralph Tylor dan Benyamin Bloom. dugaan atau pendapat tentang perubahan-perubahan yang telah dicapai oleh program sekolah.

the capacities of the students. Doll (1976). Suatu evaluasi kurikulum harus memiliki nilai dan penilaian. the quality of personnel in charger of it. berfungsi diagnostik dan terintegrasi. mengemukakan syaratsyarat suatu program evaluasi kurikulum. punya tujuan atau sasaran yang jelas. diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu. the degree to which objectives are implemented. the relative importance of various subject. agar hasil evaluasi tersebut tetap bermakna. the equipment and materials and so son (Taba. Evaluasi kurikulum juga bervariasi bergantung pada dimensi-dimensi yang menjadi fokus evaluasi. Curriculum evaluation may be defined as the estimation of the growth and progess of students toward objectives or values of the curriculum (Wright. diagnostic worth and validity and integration (Doll. bersifat menyeluruh dan terus-menerus. Luas atau sernpitnya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuannya. yaitu hanya ditekankan pada hasil-hasil yang dicapai oleh murid. much of the program is to be evaluated? The other dimension is that of quality-what goals are being highlighted in this evaluation and how does achievement of the goals as sure quality (Doll. Salah satu dimensi yang sering mendapat sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas.Objective. 1976: 364). Apakah evaluasi tersebut ditujukan untuk menilai keseluruhan sistem kurikulum atau hanya komponen-komponen tertentu dalam sistem kurikulum tersebut. 1976: 362-363). Apa yang dikemukakan di atas merupakan konsep evaluasi kurikulum yang sangat luas yang mencakup seluruh komponen dan kegiatan pendidikan. 1962: 310). Apakah mengevaluasi keseluruhan sistem atau komponen-komponen tertentu saja. One dimension is that of quantity. it scope. continuity. Tes standar tersebut ada . Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif berbeda dengan instrumen untuk mengevaluasi aspek-aspek perkembangan dan prestasi yang dicapai anak. Evaluasi kurikulum sering juga dibatasi secara sempit. comprehensiveness. yaitu acknowledge presence of values and valuing. 1966: 303). Dimensi yang bersifat kuantitatif dapat diukur dengan menggunakan berbagai bentuk alat ukur atau tes standar. orientation to goals.

merupakan yang paling lama dan banyak dipakai. orientasi kepada pekerjaan akan lebih banyak melihat ke masa depan. Konsep Kurikulum Kurikulum merupakan daerah studi intelek yang cukup luas. scholastic aptitude test. B. Tes standar yang mengukur kecerdasan dan bakat umpamanya: intelligence test. tetapi sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum. interviews. Kedua. interest inventories. karena perubahan dasar filosofis tentang struktur pengetahuan. Banyak teori tentang kurikulum berupa teori menekankan pada rencana. Pengaruhnya terhadap pengembangan kurikulum umpamanya. nominating techniques. Strategi pengembangan yang menekankan isi. 1966: 306). . and annecdotal records. sedangkan titik tolak pada pandangan filosofis akan lebih menekankan pada disiplin-disiplin keilmuan. (Writht. dan lain-lain. tetapi juga terus mendapat penyempurnaan atau pembaharuan Sebab-sebab yang mendorong pembaharuan ini bermacam-macam. Ketiga.yang diperuntukkan mengukur kemampuan yang bersifat potensial (kecerdasan. karena adanya tuntutan bahwa kurikulum harus lebih berorientasi pada pekerjaan. survey test. penguatan kembali nilai-nilai moral dan budaya akan meminta perhatian yang lebih besar pada kumpulan ilmu pengetahuan masa lalu. pada dasar-dasar filosofis. yang lain pada inovasi. diagnostic test. Pertama. bakat) dan ada pula yang diperuntukkan mengukur kemampuan nyata atau achievement. Instrumen yang sering digunakan untuk mengevaluasi dimensi kualitatif umpamanya: questionnaire. prognostic aptitude test.teori tentang kurikulum. special aptitude test. dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut tidak timbul dari atau tidak ada hubungannya dengan sistem institusi persekolahan. Secara sederhana teori kurikulum dapat diklasifikasikan atas teori-teori yang lebih menekankan pada isi kurikulum. Penekanan kepada isi kurikulum. dan tes standar yang mengukur achievement seperti subject areas test. dan pada konser konsep yang diambil dari ilmu perilaku manusia ini menunjukkan betapa luasnya teori. temperament and adjustment inventories. pada situasi pendidikan serta pada organisasi kurikulum. karena didorong oleh tuntutan untuk menguatkan kembali nilai-nilai moral dan budaya dari masyarakat.

Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). pegunungan dan sebagainya. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan.Apapun titik tolaknya. bersifat khusus. sesuatu yang baru atau diperbah arui. sangat memperhatikan dan disesuaikan dengan lingkungannya) Tipe ini akan menghasilkan kurikulum berdasarkan situasi-situasi lingkungan. penekanan pada isi kurikulum akan membawa beberapa akibat. dibandingkan dengan . mempunyai tujuan yang apabila telah ditransfer pada anak dapat dikuasai oleh anak. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. Anak dianggap bahan kasar yang tidak berdaya. pegunungan dan sebagainya. Penekanan pada situasi pendidikan. Kurikulum ini memandang murid sebagai penerima resep yang pasif. seperti kurikulum pedesaan. Melalui proses diseminasi mereka dapat menggunakan teknik produksi massa untuk mendapatkan pendidikan massal. Tujuannya adalah menghasilkan kurikulum yang benar-benar merefleksikan dunia kehidupan dari lingkungan anak. dibandingkan dengan kurikulum yang menekankan isi. bersifat khusus. kurikulum kelompok masyarakat nelayan. Secara teoretis kurikulum yang menekankan isi dapat diukur. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. memungkinkan pengembangan dalam jumlah besar. Penekanan pada situasi pendidikan. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi bersifat material centered. Ini merupakan engineering approach. Tipe kurikulum ini lebih menekankan pada masalah di mana (where). Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. Pengetahuan sebagai isi kurikulum mempunyai nilai intrinsik. kurikulum daerah pesisir. kurikulum daerah pesisir. sesuatu yang akan diwariskan. seperti kurikulum pedesaan. Kurikulum yang menekankan situasi pendidikan akan sangat beraneka. Salah satu atribut organisasi kurikulum yang didasarkan pada pengetahuan (knowledge based curriculum). bersama dengan teman-temannya yang lain dicetak melalui blue print masyarakat.

Kurikulum ini ruang lingkupnya sempit. lebih menunjukkan fleksibilitas dalam interpretasi dan pelaksanaannya. Kesulitan lain adalah juga dalam menentukan standar kriteria. Perencanaan dan pelaksanaan pengajaran sangat beraneka. Kurikulum disusun sesuai dengan keadaan tanah. masa pengembangannya juga relatif lebih singkat daripada desiminasinya.organisasi. Secara teoretis. keduanya sangat mempengaruhi perkembangan kurikulum tipe ini. mengevaluasi kurikulum yang menekankan pada situasi sangat sulit. alam setempat. Dalam pembelajaran model sistem instruksional aktivitas murid sangat ditekankan. Perbedaan yang sangat jelas antara kurikulum yang menekankan organisasi dengan yang menekankan isi dan situasi. Sifat lain tipe ini adalah kurang atau tidak menekankan pada spesifikasi isi dan . Dalam konsep belajar dari Bruner juga peranan aktif dari siswa sangat ditekankan. tetapi aktivitas ini merupakan aktivitas yang sudah dirancang secara ketat. Dalam belajar aktif tersebuI penguasaan bahasa serta proses mental dari si pelajar sangat memegang . peranan guru dalam mengembangkan dan rnenerapkan kreasinya sangat besar. Pengetahuan dianggap bersifat relatif terhadap situasi-situasi yang khusus sesuai dengan kondisi setempat. Siswa tidak mungkin melakukan halhal atau kegiatan di luar yang telah diprogramkan. Tipe kurikulum ini sangat menekankan pada proses belajar-mengajarjMeskipun dengan berbagai perbedaan dan di sana sini ada pertentangan. umpamanya antara konsep sistem instruksional (pengajaran berprogram. Siswa mempunyai kesempatan.kurikulum yang menekankan isi. sehingga cukup sulit merancang alat penilaian yang dapat mencakup skala yang agak luas. Kalau kurikulum yang menekankan pada isi merupakan engineering approach maka kurikulum yang menekankan situasi lebih mendekati gardening approach. pengajaran modul. dan didorong untuk berinovasi. perhatian sangat ditumpahkan pada mempersiapkan kebun atau sawah. adalah memberikan perhatian yang sangat besar kepada si pelajar atau siswa. menyatakan kreativitasnya. Penekanan pada organisasi. Kurikulum ini bertujuan mencari kesesuaian antara kurikulum dengan situasi di mana pendidikan berlangsung. tetapi aktivitas ini bukan yang telah diprogramkan secara ketat. pengajaran dengan bantuan komputer) dengan konsep pengajaran (perkembangan) dari Bruner dan Jean Piaget.

peranan utama. tetapi seperti telah diutarakan di muka. Kurikulum yang menekankan organisasi juga sesungguhnya sukar untuk diukur. Kurikulum yang menekankan pada organisasi menolak pendapat bahwa penguasaan pengetahuan merupakan alat untuk mencapai tujuan. dan konsep organisasi memberi perhatian . kalau penyusunan tes hasil belajar didasarkan pada tujuan. Konsep kurikulum yang menekankan isi. tujuannya dapat dicapai dengan cara yang berbedabeda. Tes yang disusun akan banyak menyangkut proses belajar yang bersifat umum. Lebih jauh. Anak menurut Bruner merupakan hasil yang sangal kompleks dari sejarah. isi kurikulum tidak spesifik. kurikulum yang menekankan pada organisasi. C. maka kurikulum yang menekankan pada organisasi. konsep situasi menuntut penilaian secara rinci tentang lingkungan belajar. dalam pengembangan serta dalam desiminasinya. berlaku dalam lingkungan yang cukup luas. harus berpartisipasi secara aktil dalam lingkungan belajar. berbeda dengan yang menekankan situasi. perbedaan penekanan dalam kurikulum mengakibatkan perbedaan dalam pola rancangan. Implementasi dan Evaluasi Kurikulum Di muka telah diutarakan bahwa. sintesis. tesnya akan lebih ban yak mengukur tujuan-tujuan tingkat tinggi pada klasifikasi Bloom (analisis. Apakah dalam bentuk sistem instruksional ataupun dalam sistem pengajaran (perkembangan) dari Bruner. biologi dan social. Kurikulum yang menekankan masalah belajar-mengajar (menekankan organisasi) sebenarnya lebih dekat kepada pendekatan kurikulum yang bersifat umum (generalized curriculum). memusatkan perhatiannya pada sekuens-sekuens belajar serta organisasi bahan pelajaran yang disusun melalui elaborasi isi dan prosedur pengukuran. Inti kurikulum bukan terletak pada bahanbahan yang dipelajari anak tetapi pada teacher's guide. Tipe kurikulum ini secara relatif bersifat lepas dari situasi lingkungan atau situation free. memberikan perhatian besar pada analisis pengetahuan baru yang ada. menguasai bahasa dan menguasai kemamption kemampuan kognitif. Secara teoretis penyusunan tes yang spesifik dapat dibuat. dan evaluasi).

individual. Proyek ini juga memiliki suatu tim evaluasi. Proyek ini disiapkan untuk meningkatkan usia anak yang meninggalkan sekolah. Dengan demikian penyebaran kurikulum ini memiliki network yang terpisah.besar pada struktur dan sekuens belajar. Perbedaanperbedaan dalam rancangan tersebut mempengaruhi langkah selanjutnya. Sebaliknya penyebaran kurikulum yang menekankan situasi sangat mementingkan penyiapan unsur-unsur yang terkait (catalyc ingredient). waktu untuk mempersiapkannya lebih pendek. Pengembangan kurikulum yang menekankan isi. disediakan bagi anak usia 14 sampai 16 tahun dan yang kecerdasannya di bawah rata-rata. Tipe kurikulum ini mengikuti model penyebaran (difusi) dari pusat ke daerah). Kurikulum yang menekankan organisasi. Banyak kesulitan yang dialami dalam proyek ini. Pengembangan kurikulumnya bersifat lokal. Salah satu proyeknya yang pertama adalah Nuffield/Schools Council Humanities Curriculum Project tahun 1967. CARE (Centre for Applied Research in Education) di Universitas East Anglia Norwegia. mereka dapat memaksakannya melalui jalur birokrasi. meskipun umpamanya kurikulum itu kurang thaik. strategi penyebarannya sangat mengutamakan latihan guru. dan khan. Meskipun demikian perhatian harus cukup banyak dipusatkan pada struktur konsep yang tidak tampak (covert) daripada analisis tujuan yang tampak (overt). tetapi masingmasing dapat menyesuaikan diri serta mencari keserasian antara arahan yang dibersifat pusat dengan tuntutan kebutuhan dan sifat-sifat lokal. Kurikulum yang menekankan isi sangat mengutamakan peranan desiminasi. para administrator. membutuhkan waktu mempersiapkan situasi belajar dan menyatukannya dengan tujuan pengajaran yang cukup lama. Penyebaran ini lebih merupakan pembaharuan dari dalam dan bukan karena paksaan atau keharusan dari luar. sedangkan kurikulum yang menekankan organisasi waktu persiapannya hampir sama dengan kurikulum yang menekankan isi. dan para siswa. aktif dalam mengadakan pelatihan guru. Kurikulum yang menekankan situasi. Salah satu kesimpulan dari hasil evaluasi mereka adalah hasil hasil yang dicapai oleh guru-guru yang terlatih (yang mengerti maksud serta latar belakang . yang paling kritis adalah mengenai komunikasi antara tim proyek dengan guru-guru.

tetapi harus dihindari penjenjangan tujuan sampai pada perumusan tujuan yang sangat khusus. tetapi tujuan yang bersifat umum seperti itu akin kabur. seperti model pengembangan dan penyebaran dihasilkan oleh kurikulum yang menekankan isi.proyek) tidak dapat dicapai oleh guru-guru yang tidak terlatih. dengan kriteria yang khusus pula. karena konteksnya bukan terhadap guru atau satu tujuan. Model evaluasi kaitannya dengan teori kurikulum. Evaluasi kurikulum yang bebas tujuan (Goal free evaluation) dalam kebanyakan kurikulum bukan . Dalam perkembangan selanjutnya ternyata. karena isi dan hasil kurikulum bukan hal yang utama. bahan-bahan dari hasil studi kasus memberikan hasil yang lebih berharga bagi evaluasi kurikulum. Salah satu pemecahan bagi masalah ini adalah dengan pendekatan yang bersifat eklektik seperti dalam proyek Kurikulum Humaniti dari CARE. Pendekatan yang bersifat goal free (lebih menekankan penguasaan aktual dan bukan ideal) lebih memungkinkan. Perbedaan konsep dan strategi pengembangan dan penyebaran kurikulum. Model evaluasi kurikulum berkaitan erat dengan konsep kurikulum yang digunakan. dan sukar menyusun alat evaluasinya. Ini menunjukkan bahwa latihan guru memegang peranan penting dalam penyebaran program. Meskipun pendekatan perbandingan banyak memberikan hasil yang berharga. tetapi terdapat banyak tujuan. yang utamanya adalah aktivitas dan kemampuan siswa. dengan cara mengumpulkan bahan-bahan secara studi kasus dari sekolah-sekolah proyek. Dalam kurikulum yang menekankan situasi sukar disusun evaluasi yang bersifat komparatif. tetapi meminta waktu terlalu banyak dari para evaluator. dalam evaluasinya juga diteliti pengaruh umum dari proyek. Pada kurikulum yang menekankan organisasi. juga menimbulkan perbedaan dalam rancangan evaluasi. Teori kurikulum dan teori evaluasi. Dalam proyek itu dicari perbandingan materi antara proyek yang menggunakan guru yang terlatih dengan yang tidak terlatih. tugas evaluasi lebih sulit lagi. Dengan menggunakan konsep Ralph Tylor atau Benyamin Bloom mungkin dapat dibuat suatu modifikasi dengan menyusun tujuan yang bersifat universal yang dapat digunakan pada semua situasi. Model evaluasi yang bersifat komparatif atau menekankan pada objektif sangat sesuai bagi kurikulum yang bersifat rasional dan menekankan isi.

Evaluasi sebagai moral judgement. evaluasi berisi suatu perangkat kriteria praktis berdasarkan kriteria-kriteria tersebut suatu hasil dapat dinilai. juga di negara-negara lain. Peranan evaluasi kebijaksanaan dalam kurikulum khususnya pendidikan umumnya minimal berkenaan dengan tiga hal. berdasarkan skala tersebut suatu objek evaluasi dapat dinilai. Kedua. yaitu : evaluasi sebagai moral judgement. struktur serta interest sendiri. Konsep utama dalam evaluasi adalah masalah nilai. Model evaluasi yang bersifat komparatif berkaitan erat dengan tingkahtingkah laku individu. Dengan demikian sesungguhnya terdapat hubungan yang sangat erat antara evaluasi dengan kurikulum sebab teori kurikulum juga merupakan teori dari evaluasi kurikulum. dan konsensus nilai. Hal ini mengandung dua pengertian. Proyek-proyek evaluasi yang dikembangkan di lnggris umpamanya. merupakan institusi sosial dari gerakan penyempurnaan kurikulum. Macam-macarn model evaluasi yang digunakan bertumpu pada aspekaspek tertentu yang diutamakan dalam proses pelaksanaan kurikulum. (4) 1(. Hasil dari suatu evaluasi berisi suatu nilai yang akan digunakan untuk tindakan selanjutnya. Beberapa karakteristik dari proyek-proyek kurikulum yang telah dikembangkan di Inggris. evaluasi yang menekankan tujuan berkaitan erat dengan kurikulum yang menekankan pada bahan ajaran atau isi kurikulum.1)111 banyak dipengaruhi oleh kebiasaan penelitian yang bersifat psikometris daripada oleh kebiasaan lama yang berupa penelitian social. pertama evaluasi berisi suatu skala nilai moral. Peranan Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum dapat dilihat sebagai proses sosial dan sebagai institusi sosial. (2) lebih berskala nasional daripada lokal. model (pendekatan) antropologis dalam evaluasi ditujukan untuk mengevaluasi tingkah-tingkah laku dalam suatu lembaga sosial. D. sejarah. evaluasi.merupakan salah satu alternatif evaluasi tetapi merupakan satu-satunya prosedur evaluasi yang paling memungkinkan. Evaluasi kurikulum sebagai institusi sosial mempunyai asal-usul. umpamanya (1) lebih berkenaan dengan inovasi daripada dengan kurikulum yang ada. . evaluasi dan penentuan keputusan. (3) dibiayai oleh vim/ dari luar yang berjangka pendek daripada oleh anggapan tetap.

Kegiatan yang pertama mungkin juga mengandung segisegi nilai (terutama dalam memilih sumber informasi dan jenis informasi yang akan dikumpulkan). obtaining and providing useful information for delinating. mereka yang lebih menekankan pengumpulan informasi memandang terlepas atau tidak melibatkan nilai-nilai.Evaluasi bukan merupakan suatu proses tunggal. or bad. dasar pertimbangan yang digunakan adalah suatu perangkat nilai-nilai. Perbedaan pendapat mengenai hal ini akan direfleksikan dalam perbedaan-perbedaan perumusan tentang evaluasi. tetapi juga memperlihatkan adanya perbedaan karakteristik. Daniel Stufflebeam (1971) merumuskan evaluation is the process of delinating. Its (the evaluator's) task is to try very hard to condense all that mass of data into one word: good. pengumpulan data. yaitu menentukan keputusan menunjukkan suatu evaluasi. maka pertalian antara informasi pendidikan yang diperoleh dengan keputusan yang diambil tidak selalu sama. pemilihan teknik penentuan sampel serta penyajian hasil penelitian selalu melibatkan atau menyangkut masalah nilai-nilai. memberikan perumusan tentang tugas evaluator. Nilai-nilai . Michael Scriven (1969) dari Universitas Indiana. mengalami perkembangan pula. minimal meliputi dua kegiatan. dari Universitas Illinois merumuskan evaluation is an observed value compared to some standard. salah satu tugas dari para evaluator pendidikan mempelajari kerangka nilai-nilai tersebut. pertama mengumpulkan informasi dan kedua menentukan suatu keputusan. Atas dasar kerangka nilainilai tersebut maka keputusan pendidikan diambil. Perkeinbangan ini terutama berkenaan dengan perkembangan atau perubahan nilai-nilai. Oleh karena itu. Dalam evaluasi kurikulum salah satu hal yang sering menjadi inti perdebatan antara para ahli adalah pemisahan antara pengumpulan dan penyusunan informasi dengan penentuan keputusan. Stake (1976). tetapi belum menunjukkan suatu evaluasi. Kutipan-kutipan di atas bukan saja melukiskan perbedaan tekanan pada pengumpulan informasi atau pada penentuan keputusan. sebab baik pada pemilihan masalah yang akan diteliti. Dalam kegiatan yang kedua. Hal itu tidak benar. Karena masalah-masalah dan konsep-konsep dalam pendidikan selalu mengalami pengembangan. obtaining and providing useful information for judging decision alternatif.

Murid mengambil keputusan sesuai dengan posisinya sebagai murid. sebagian besar berkenaan dengan kepentingan dirinya. para inspektur. pengumpul data adalah pengambil keputusan juga. Siapa di antara mereka yang memegang peranan paling besar dalam penentuan keputusan. para sponsor. sesuai dengan posisinya. Pada prinsipnya tiap individu di atas membuat keputusan sesuai dengan posisinya. Evaluasi dan penentuan keputusan. dapat timbul ketegangan atau konflik. atau dari subjek yang dinilai. Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan hasil evaluasi bagi pengambilan keputusan adalah. Besar atau kecilnya peranan keputusan yang diambil oleh seseorang sesuai dengan lingkup tanggung jawabnya serta lingkup masalah yang dihadapinya pada suatu saat. inspektur. Beberapa hasil evaluasi menjadi bahan pertimbangan bagi murid untuk mengambil keputusan apakah ia harus lebih rajin belajar atau tidak. Pemisahan antara pengumpulan informasi dengan penentuan keputusan merupakan salah satu karakteristik institusional. Guru mengambil berbagai keputusan sesuai dengan posisinya sebagai guru.rid. Apabila terdapat perbedaan nilai antara mereka. Masalah yang timbul adalah. pengembang kurikulum. Jadi.tersebut baik dilihat dari evaluasi. dan sebagainya. kepala sekolah. orang tua. pengembang kurikulum. dan sebagainya. Siapa pengambil keputusan dalam pendidikan atau khususnya dalam pelaksanaan kurikulum. Demikian juga lingkup keputusan yang diambil oleh kepala sekolah. Lain halnya dengan keputusan yang diambil oleh seorang guru. hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan pemisahan pekerjaan administrator dan peneliti. apakah ia harus memilih jurusan IPA atau IPS. murid. apakah hasil evaluasi . Dengan perkataan lain penentuan keputusan yang diambil oleh murid. atau dapat pula mengambil keputusan bagi seluruh murid. Dalam pendidikan perbedaan formal tersebut tidak ada. Pengambil keputusan dalam pelaksanaan pendidikan atau kurikulum banyak. tiap pengambil keputusan dalam proses evaluasi memegang posisi nilai yang berbeda. yaitu: guru. dan sebagainya berbeda-beda. hasil evaluasi yang diterima oleh berbagai pihak pengambil keputusan adalah sama. ia mengambil keputusan bagi kepentingan seorang atau beberapa orang mu.

Suatu informasi mungkin lebih bermanfaat bagi pihak tertentu. Konsensus tersebut berupa kerangka kerja penelitian. tetapi kritik atau kesulitan tersebut yang paling utama adalah dalam merumuskan tujuan-tujuan khusus yang dapat diterima oleh seluruh partisipan evaluasi kurikulum serta perencanaan kurikulum. Pernah dimimpikan bahwa para partisipan tersebut merupakan suatu kelompok yang homogen sebagai pengambil keputusan atas hasil penelitian. dan sebagainya. ahli ekonomi. arsitek. yang dipusatkan pada tujuan-tujuan khusus. penerbit. Dalam bagian yang terdahulu sudah dikemukakan bahwa penelitian pendidikan dan evaluasi kurikulum sebagai perilaku sosial berisi nilai-nilai. pengembang kurikulum. Model di atas mendapatkan beberapa kritik. murid.tersebut dapat bermanfaat bagi semua pihak. Para partisipan dalam evaluasi pendidikan dapat terdiri atas: orang tua. Model penelitian di atas merupakan suatu social engineering atau system approach dalam pendidikan. pengukuran prestasi belajar yang bersifat behavioral. Evaluasi dan konsensus nilai. guru. Bagaimana caranya agar di antara mereka terdapat kesatuan penilaian. tetapi kurang bermanfaat bagi pihak yang lain. dan seterusnya. Mereka mempunyai sudut pandangan. kepentingan nilai-nilai serta pengalaman tersendiri. administrator. Juga di antara partisipan harus ada persetujuan tentang tujuan-tujuan mana yang paling penting. penggunaan analisis statistik dari pre test dan post test dan lain-lain. Kesatuan penilaian hanya dapat dicapai melalui suatu konsensus. ahli politik. . Sudah tentu jawabannya belum tentu. Dalam berbagai situasi pendidikan serta kegiatan pelaksanaan evaluasi kurikulum sejumlah nilai-nilai dibawakan oleh orang-orang yang turut terlibat (berpartisipasi) dalam kegiatan penilaian atau evaluasi. Dalam model penelitian tersebut keseluruhan kegiatan dapat digambarkan dalam suatu flow chart yang merumuskan secara operasional input (pre test) caracara kegiatan (treatment) serta output (post test). tetapi beberapa pengalaman menunjukkan bahwa hal itu tidak mungkin. Secara historis konsensus nilai dalam evaluasi kurikulum berasal dari tradisi tes mental serta eksperimen.

Ujian sebagai Evaluasi Sosial Sejak diperkenalkannya sistem ujian atau tes untuk umum di Amerika Serikat dan negara-negara lain. Dalam evaluasi kurikulum sudah tentu pandangan ini mempunyai kesulitan yang cukup besar. Dengan adanya ujianujian tersebut. Karena model ini mempunyai beberapa keberatan. tetapi juga oleh keadaan masyarakat di mana buku -buku sumber (teks) pengetahuan secara relatif tidak berubah selama dua abad. sebab alat-alat evaluasi yang drgunakan bertolak dari dasar posisi nilai yang berbeda. dalam penggunaan model di atas juga harus ada konsensus tentang siapa di antara para partisipan tersebut yang turut terlibat secara langsung. Keberhasilan dalam ujian pengetahuan dan kemampuan skolastik. E. Sikap kebudayaan yang majemuk mempunyai dasar relativis. maka jenis-jenis kemampuan tertentu dipandang menunjukkan status lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan lainnya. memandang bahwa tiap pandangan sama baiknya. karena bertitik tolak dari tujuan-tujuan yang khusus. maka berkembang model evaluasi yang lain yang lebih bersifat goal free evaluation.Selain harus terdapat konsensus tentang tujuan-tujuan yang akan dicapai. Evaluasi model ini dapat ditemukan pada para peneliti yang memandang pekerjaannya semata-mata hanya sebagai pengumpulan data. selama bertahun-tahun ditentukan oleh kemampuan mengingat faktafakta. Model system approach atau model social engineering bersifat goal based evaluation. Westminster Shorter . Dengan demikian evaluasi juga bersifat relatif. pengukuran yang berbentuk umum (publik) tersebut merupakan salah satu model evaluasi dalam pendidikan. Tanpa adanya persetujuan tentang hal-hal tersebut maka sukar untuk dapat menyusun flow chart yang definitif. Menguji adalah mengevaluasi kemampuan individu. Pendekatan evaluasi yang bersifat goal free bertolak dari sikap kebudayaan yang majemuk (cultural pluralism). Penguasaan pengetahuan dan kemampuan skolastik umpamanya sering dipandang memiliki status lebih tinggi daripada penguasaan kemampuan yang lainnya. yang memandang bahwa otak yang lebih baik mampu menguasai fakta lebih banyak. Kecenderungan ini bukan saja didasari oleh teori psikologi lama.

Para evaluator menyadari bahwa aneka macam kerangka kerja evaluasi mempunyai implikasi terhadap penentuan keputusan pendidikan. yaitu menilai tentang keadaan murid. mendasarkan argumentasinya pada anggapan dasar bahwa evaluasi merupakan kegiatan politik. otokratik. fasilitas sekolah. bahwa hanya sebagian dari penduduk yang mempunyai kemampuan untuk menguasai pengetahuan pada suatu jenis sekolah atau pada jenjang sekolah tertentu. Karena adanya berbagai kemajuan dalam masyarakat. tetapi juga telah merupakan peraturan dari sekolah. Barry Mc Donald (1975). kurikulum. Sistem ujian yang mempunyai nilai historis ini juga digunakan untuk mengontrol efisiensi dan efektivitas pelaksanaan sekolah. pembiayaan sekolah.Catechism umpamanya digunakan sebagai buku teks di sekolah-sekolah di Scotlandia dari abad 17 sampai 19. Apakah sistem ini dipandang baik atau jelek bergantung pada pandangan yang menggunakannya. is membedakan adanya tiga tipe evaluasi dalam pendidikan dan kurikulum. penyusunan rancangan dan pemeliharaan sekolah diperlukan sistem pengumpulan data serta penilaian yang lain. Kalau untuk mengukur kemampuan siswa digunakan istilah examination atau assessment maka untuk penilaian keseluruhan situasi sekolah atau kurikulum lebih tepat digunakan istilah evaluation. Sistem ujian seperti yang dilaksanakan di atas. Kemudian tes tersebut juga digunakan sebagai alat bagi penentuan kenaikan kelas serta sebagai saringan masuk. lebih banyak digunakan untuk mengukur atau menguji kemampuan individu-individu (siswa). Hasilnya digunakan untuk menyeleksi anak-anak yang akan masuk ke sekolah menengah yang tidak mampu membayar uang sekolah. Pelaksanaan ujian-ujian tersebut sejalan dengan anggapan masyarakat pada waktu itu. maka dalam perkembangan selanjutnya jenis kemampuan yaitu kemampuan menyimpulkan dipandang mempunyai nilai yang lebih tinggi. Untuk menilai gambaran sekolah secara keseluruhan. . keseragaman sekolah. guru. dan demokratik. Ujian bukan saja menunjukkan nilai pengetahuan atau kemampuan secara sosial. yaitu evaluasi birokratik. Dalam dua dekade pertama dari abad 20 sejumlah ahli psikologi dikumpulkan dalam satu komisi untuk menyusun tes kecerdasan.

Evaluator tidak mempunyai kekuasaan sendiri. dan evaluator bertindak sebagai perantara dalam pertukaran informasi di antara kelompokkelompok yang berbeda. Konsep utama evaluator otokratik adalah evaluasi yang bersifat prinsipil dan objektif (principles and objectivity). Bila rekomendasi evaluator ditolak maka kebijaksanaannya tidak bisa dilaksanakan. Sebagai contoh Mc Donald memandang bahwa pelaksanaan evaluasi di Amerika Serikat dewasa ini bersifat birokratik.Evaluasi birokratik. dan is mempunyai wewenang penuh dalam bidangnya. Peranan evaluator tidak dicampuri oleh pihak yang dilayaninya. ketentuan-ketentuan hukum dan moral dari birokrasi. atau kontrol sendiri terhadap penggunaan informasi yang diperoleh. Evaluasi ini menganut nilai pluralisme serta mengusahakan memenuhi berbagai minat masyarakat dalam memberikan informasi. Kriteria keberhasilannya adalah pihak yang dilayaninya seluas-luasnya. Evaluasi otokratik. merupakan layanan evaluasi terhadap lembagalembaga pemerintah yang mempunyai wewenang kontrol cukup besar dalam mengalokasikan sumber-sumber pendidikan. dan ketercapaian sasaran (confidentiality. tentang program-program pendidikan. Teknik pengumpulan dan penyajian data yang digunakan harus dapat dipahami oleh penerima informasi yang bukan ahli. kedudukan . merupakan layanan pemberian informasi terhadap masyarakat. Evaluasi demokratik. and accessibility). dengan menggunakan berbagai informasi yang diperoleh akan membantu mereka mencapai tujuan dari kebijaksanaan yang telah digariskan. Prinsip utama evaluasi birokratik adalah pelayanan (service). Evaluator menerima kebijaksanaan dari pemegang jabatan. Tugas para evaluator adalah membantu pelaksanaan kebijaksanaan. merupakan suatu layanan yang bersifat unconditional terhadap lembaga-lembaga pemerintahan yang memiliki wewenang kontrol terbesar dalam alokasi sumber-sumber pendidikan. Konsep utama evaluator demokratis adalah kerahasiaan. negosiasi. musyawarah. dan efisiensi (efficiency). penggunaan (utility). karena kenyataannya evaluasi sebagian besar dibiayai oleh pemerintah pusat atau negara bagian. Tugasnya adalah memberikan informasi terhadap kelompok-kelompok masyara kat. Sumber kekuataan evaluator adalah penelitian kemasyarakatan.

Eksperimen lapangan dalam pendidikan. dimulai tahun 1930 dengan menggunakan metode yang biasa digunakan dalam penelitian botani pertanian. 1. Evaluasi model penelitian Model evaluasi kurikulum yang menggunakan model penelitian didasarkan atas teori dan metode tes psikologis serta eksperimen lapangan. yaitu tes inteligensi yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bawaan. Tes psikologis atau tes psikometrik pada umumnya mempunyai dua bentuk. anak dapat disamakan dengan benih. Bagian ini membahas perkembangan evaluasi kurikulum. yaitu evaluasi kurikulum sebagai fenomena sejarah.evaluator berbeda-beda di bawah lembaga-lembaga federal. Model-Model Evaluasi Kurikulum Evaluasi kurikulum merupakan suatu tema yang luas. Para ahli botani pertanian mengadakan percobaan untuk mengetahui produktivitas bermacam-macam benih. serta tes hasil belajar yang mengukur perilaku skolastik. sedang kurikulum serta berbagai fasilitas serta sistem sekolah dapat disamakan dengan tanah dan pemeliharaannya. Model eksperimen dalam botani pertanian dapat digunakan dalam pendidikan. F. meliputi banyak kegiatan. bahkan dapat merupakan suatu lapangan studi yang berdiri sendiri. suatu elemen dalam proses sosial dihubungkan dengan perkembangan pendidikan. Lembaga-lembaga pendidikan setempat berada di bawah lembaga-lembaga pusat yang memberikan biaya. meliputi sejumlah prosedur. memiliki banyak segi. Percobaan serupa dapat juga digunakan untuk mengetahui pengaruh tanah. Beberapa macam benih ditanam pada petak -petak tanah yang memiliki kesuburan dan lain-lain yang sama. pupuk dan sebagainya terhadap produktivitas suatu macam benih. . Dari percobaan tersebut dapat diketahui benih mana yang paling produktif. Untuk mengetahui tingkat kesuburan benih (anak) serta hasil yang dicapai pada akhir program percobaan dapat digunakan tes (pre test dan post test). Evaluasi kurikulum juga merupakan suatu fenomena yang multifaset.

adalah mengadakan yang pembandingan kelompok umpamanya menggunakan dua metode belajar yang berbeda. Salah satu pendekatan dalam evaluasi yang enggunakan antara dua eksperimen macam lapangan anak. Informasi-informasi yang diperoleh dari hasil penilaiannya digunakan untuk penyempurnaan inovasi yang sedang berjalan. sedikit sekali sekolah yang bersedia dijadikan sekolah eksperimen. Evaluasi dilakukan pada akhir pengembangan kurikulum. Dalam botani pertanian dengan rancangan yang sangat sempurna dapat memanipulasi eksperimen sampai 25 treatment. Kelompok mana yang lebih baik atau lebih berhasil? Apakah keberhasilan metode tersebut dapat ditransfer ke metode yang lain? Rancangan penelitian lapangan ini membutuhkan persiapan yang sangat teliti dan rinci. Pertama dalam model objektif. Pertama. hipotesis. Kedua.Comparative approach dalam evaluasi. kesulitan administratif. Keempat. sukar untuk mencampurkan guru-guru untuk mengajar pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. treatment. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi dalam eksperimen tersebut. kegiatan penilaian ini sering disebut evaluasi sumatif. Evaluasi model objektif Evaluasi model objektif (model tujuan) berasal dari Amerika Serikat. Perbedaan model objektif dengan model komparatif adalah dalam dua hal. Para evaluator juga mempunyai peranan menghimpun pendapat-pendapat orang luar tentang inovasi kurikulum yang dilaksanakan. Kelompok pertama belajar membaca dengan metode global dan kelompok lain menggunakan metode unsur. tes hasil belajar dan sebagainya. yaitu kesulitan menciptakan kondisi kelas yang sama untuk kelompok-kelompok yang diuji. tetapi dalam penelitian pendidikan tidak mungkin dapat melakukan treatment sebanyak itu. Ketiga. ada keterbatasan mengenai manipulasi eksperimen yang dapat dilakukan. Dalam hal-hal tertentu sering evaluator bekerja sebagai bagian dari tim pengembang. kurikulum .guru tersebut sukar dikontrol. Evaluasi ini sering disebut evaluasi formatif. Besarnya sampel. 2. evaluasi merupakan bagian yang sangat penting dari proses pengembangan kurikulum. variabel yang terkontrol. perlu dirumuskan secara tepat dan rinci. masalah teknis dan logis. Kedua. pengaruh guru.

Pada tahun 1950-an Benyamin S. synthesis dan evaluation. Mereka membagi proses mental yang berhubungan dengan belajar tersebut dalam 6 kategori. application. Mengukur kesesuaian antara perilaku siswa dengan hasil yang diinginkan. Sistem pengajaran yang terkenal adalah IPI (Individually Prescribed Instruction). Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh tim pengembang model objektif.tidak dibandingkan dengan kurikulum lain tetapi diukur dengan seperangkat objektif (tujuan khusus). comprehension. tetapi dalam model objektli hal itu tidak menjadi soal. Menyusun materi kurikulum yang sesuai dengan tujuan tersebut. 1. Perumusan tujuan-tujuan dari Bloom dan kawan-kawan belum sampai pada perumusan tujuan yang bersifat behavioral. 2. analysis. yaitu knowledge. Ada kesepakatan tentang tujuan-tujuan kurikulum. Para pengembang kurikulum yang menggunakan sistem instruksional (model objektif) menggunakan standar pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Mereka membagibagi lagi tujuan-tujuan tersebut pada sub-tujuan yang lebih khusus. 3. Keberhasilan pclaksanaan kurikulum diukur oleh penguasaan siswa akan tujuan-tujuan tersebut. suatu program yang dikembangkan oleh Learning Research and Development Centre Universitas Pittsburg. kedua kelompok tersebut hams ekuivalen. 4. sebagai asal mula pendekatan sistem (system approach). Bloom dengan kawan-kawannya menyusun klasifikasi sistem tujuan yang meliputi daerah-daerah belajar (cognitive domain). Dasar-dasar teori Tylor dan Bloom menjadi prinsip sentral dalam berbagai rancangan kurikulum. untuk itu diperlukan perumusan lebih lanjut yang sangat khusus dan bersifat behavioral. Merumuskan tujuan-tujuan tersebut dalam perbuatan siswa. Dalam IPI anak mengikuti kurikulum yang memiliki 7 unsur: . Tujuan dari comparative approach adalah menilai apakah kegiatan yang dilakukan kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrolpleh karena itu. dan mencapai puncaknya dalam sistem belajar berprogram dan sistem instruksional. Pendekatan inilah yang digunakan oleh Ralph Tylor (1930) dalam menyusun tes dengan titik tolak pada perumusan tujuan tes.

Tiap butir tes berkenaan dengan keterampilan. metode ini pun terlepas dari proyek evaluasi. 3. untuk menentukan di mana mereka harus mulai belajar. 3. . tingkattingkat dan unit-unit. Program paket berisi program statistik yang secterhana yang tidak membutuhkan pengetahuan komputer untuk mengenakannya. Tujuan-tujuan pengajaran yang disusun dalam daerah-daerah. Strategi ini memungkinkan pembandingan lebih dari satu kurikulum dan secara serempak keberhasilan flap kurikulum diukur berdasarkan kriteria khusus dari masingmasing kurikulum? Seperti halnya pada eksperimen lapangan serta usaha-usaha awal dari Tylor dan Bloom. Suatu prosedur program testing. Materi dan alat-alat pengajaran. unit atau tingkat tertentu dari tujuan khusus. 4. Siswa dianggap mengusai suatu unit Oa memperoleh skor minimal 80. Metodemetode tersebut masuk ke bidang kurikulum setelah komputer dan program paket berkembang yaitu tahun 1960. Model campuran multivariasi Evaluasi model perbandingan (comparative approach) dan model Tylor dan Bloom melahirkan evaluasi model campuran multivariasi. Kegiatan murid dalam kelas. yaitu strategi evaluasi yang menyatukan unsur-unsur dari kedua pendekatan tersebut. Tes untuk mengukur prestasi belajar anak merupakan bagian integral dan kurikulum. 5. Untuk mengikuti program pendidikan. Semua masalah pengolahan statistik dapat dikerjakan dengan komputer. 6. 2. Kemajuan siswa dimonitor oleh guru dengan memberikan tes yang mengukur tingkat penguasaan tujuan-tujuan khusils melalui pre test dan post test.1. Prosedur pengelolaan kelas. Pedoman perosedur penulisan. Kegiatan guru dalam kelas. Dengan berkembangnya penggunaan komputer memungkinkan studi lapangan tidak dihambat oleh kesalahan dan kelambatan. Bila ini sudah dikuasai berarti penguasaan siswa sudah sesuai dengan kriteria. dan 7. siswa hams mengambil dulu tes penempatan.

Di samping model-model evaluasi kurikulum di atas. zodel campuran dapat digunakan untuk mengevaluasi baik kurikulum yang menekankan isi. Jadi model multivariasi ini lebih sesuai bagi evaluasi kurikulum skald besar. dapat disiapkan tes tambahan. 4. Bila semua informasi yang diharapkan telah terkumpul. maka mulailah pekerjaan komputer. Tipe analisis dapat juga digunakan untuk mengukur pengaruh bersama dari beberapa variabel yang berbeda) Beberapa kesulitan dihadapi dalam model campuran multivariasi ini. 2. Model perbandingan lebih sesuai untuk mengevaluasi pengembangan kurikulum yang menekankan isi (Content based curriculum). Mencari sekolah yang berminat untuk dievaluasi/diteliti. dan model CDPP. CEMREL. 3. kesulitan terlalu banyaknya varaibel yang perhi dihitung pada suatu saat. tujuan maupun situasi (Situation based curriculum).Langkah-langkah model multivariasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. podel tujuan lebih sesuai digunakan dalam pengembangan kurikulum yang menggunakan pendekatan tujuan (Goal based curriculum). dikenal pula beberapa model evaluasi kuiikulum ynag lebih bersifat umum. seperti model EPIC. kemampuan komputer hanya sampai 40 variabel. 5. Sementara tim menyusun tujuan yang meliputi semua tujuan dari pengajaran umpamanya dengan metode global dan metode unsur. Kesulitan pertama adalah diharapkan memberikan tes statistik yang signifikan) Maka untuk itu diperlukan 100 kelas dengan 10 pengukuran. meskipun model multivariasi telah mengurangi masalah kontrol berkenaan dengan eksperimen lapangan tetapi tetap menghadapi masalah-masalah pembandingan. Pelaksanaan program. dan ini lebih memungkinkan daripada 10 kelas dengan 100 pengukuran. sedangkan dengan model ini dapat dikumpulkan sampai 300 variabel Kesulitan ketiza. Model-model evaluasi kurikulum tersebut berkembang dari dan digunakan untuk mengevaluasi model atau pendekatan kurikulum tertentu. Bila tidak ada pencampuran sekolah tekanannya pada partisipasi yang optimal. .

Buku ini memberikan tekanan dan ilustrasi tentang peranan evalausi kurikulum dalam penentuan kebijaksanaan dan . dan bidang ketiga adalah kelembagaan yang meliputi student. educational spesialist. facilities and cost. Buku Acuan Skillback. yang meliputi organization. (1984). adminsitrator. Bidang kedua adalah "instruction" atau pengajaran. London: Houder and Stoughton. affective dan psychomotor. Meskipun berbentuk kumpulan tulisan. method. testing nasional. Kubus tersebut mempunyai tiga bidang. riset lapangan. 1976: 374). Bidang pertama adalah behavior atau perilaku yang menjadi sasaran pendidikan yang meliputi perilaku cognitive. BAGAN 9. hasil evaluasi kelembagaan. content. Bahan yang diuraikan mencakup perkembangan-perkem. teacher. Malcolm (ed).bangan baru di Inggris pada dekade 80-an. tetapi telah tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu pemikiran yang utuh tentang evaluasi kurikulum.Model EPIC atau Evaluation Programs for Innovative Curriculums menggambarkan keseluruhan program evaluasi dalam sebuah kubus. di samping hasil-hasil pemikiran yang telah lama ada. Evaluating the Curriculum in the Eighties. family and community (Doll. Buku ini merupakan kumpulan tulisan beberapa ahli pendidikan yang berpengalaman dan memiliki spesialisasi dalam evaluasi kurikulum. Evaluasi model EPIC G.

komprehensif sederhana dan praktis tetapi juga mendalam. dan ahli adrninistrasi pendidikan. Peacock Publishers. (1971). Buku ini berjudul Evaluasi Pendidikan dan Penentuan Keputusan. Illinois: F. Meskipun demikian isinya sebagian besar menyangkut evaluasi tentang kurikulum serta pemanfaatan hasil evaluasi bagi penyempurnaan kurikulum. Stufflebeam. harus didasarkan atas hasil-hasil evaluasi. ahli pendidikan. Penyempumaan kurikulum khususnya pendidikan umumnya. Buku ini memberikan landasan bagi pelaksanaan evaluasi tersebut. Educational Evaluation. Keseluruhan isi buku ini sangat berharga bagi para ahli dan pengembang kurikulum. Itasca. Tulisan ini cukup substansial bagi pengkajian masalah evaluasi kurikulum dan sartgat berharga bagi para ahli pengembangan dan evaluasi kurikulum. Daniel L et al.ing. ahli evaluasi kurikulum. .pengembangan kurikulum secara komprehensif dan mutakhir. secara konseptual. Inc.E. and Decision Mak. berisi suatu uraian yang menyeluruh tentang evaluasi pendidikan.

6. Sebagai pendidik profesional. hilang pulalah hakikat pendidikan. 9. . dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. oleh karena itu guru sebagai pelaku utama pendidikan merupakan pendidik profesional. yang diselenggarakan oleh PPS IKIP Bandung tahun 1990. Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas. Kebebasan untuk memberikan judgment dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya. peserta didik. Memiliki kode etik. Aplikasi dan sosialisasi nilai-nilai profesional. tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional.BAB 10 GURU DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Guru sebagai Pendidik Profesional Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. 5. Mendidik adalah pekerjaan profesional. 10. jika hilang salah satu komponen. 7. Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah. 3. tetapi tidak dapat digantilcan. dirumuskan 10 ciri suatu profesi. Memiliki keahlian/keterampilan tertentu. Dalam situasi tertentu tugas guru dapat diwakilkan atau dibantu oleh unsur lain seperti oleh media teknologi. yaitu: 1. 8. Memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi. Memiliki fungsi dan signifikansi social 2. Dalam diskusi pengembangan model pendidikan profesional tenaga kependidikan. 4. Ketiganya membentuk suatu triangle. Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama. Pendidik. guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara pagesional. Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya.

Unifying the group. Evaluating. 12. 4. 6. 7. mengingat banyaknya jenis dan jenjang pendidikan yang harus disediakan bagi berbagai kategori peserta didik. showing how. .Mungkin belum seluruh ciri profesi di atas telah dimiliki secara kokoh (sempurna) oleh para pendidik kita. Louis E.profesional dan mengganggap dirinya telah memiliki profesi tersebut. Clarifying attitudes. 5. Making curriculum materials. The points are proposed. but as a broad frame work for teachers to discover more about themselves in relation to the func.tions of teaching: 1. juga tidak bisa dihindari banyaknya tenaga nonprofesional pendidikan yang melaksanakan tugas. informing. Initiating. not as a rating scale. 10. directing. 11. Raths (1964). 8. 9. reporting. Organizing and arranging classroom. administering. Diagnosing learning problems. Pada sisi lain. Sebab sebagai suatu profesi terbuka. beliefs. tetapi orang-orang yang tidak memiliki profesi dalam bidang pendidikan juga melaksanakan tugas -tugas pendidikan formal. Enriching community activities. Participating in professional and civic life. 3. 2.tugas pendidikan. Giving security. problems. atau setiap orang bisa mendidik. Participating in school activities. recording. Memang hal itu sukar dihindari. atau antara pendidikan profesional dengan nonprofesional. masih ada anggapan masyarakat bahwa setiap orang bisa menjadi pendidik. Explaining. walaupun telah ada batas yang jelas antara pendidikan formal dengan pendidikan informal. mengemukakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru.

8. Penggunaan media dan sumber pembelajaran. Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru. Penguasaan proses kependidikan. . Kemampuan personal yang mencakup: a. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep dasar keil. Pemahaman prinsip-prinsip dan pemanfaatan hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan peningkatan mutu pengajaran. b. 2. 5. Kemampuan sosial. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja dan lingkungan sekitar. c. Pengelolaan interaksi belajar-mengajar. Pengenalan fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan. Pengelolaan kelas. yang mencakup: a. Pengelolaan program belajar-mengajar. yaitu: 1. penghayatan. dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan. Lebih lanjut Depdikbud (1980) merinci ketiga kelompok kernampuan tersebut menjadi 10 kemampuan dasar. c. Penguasaan landasan-landasan kependidikan. Penampilan upaya unruk menjadikan dirinya sebagai anutan dan teladan bagi para siswanya. b. 2. 4. 6. Kemampuan profesional. keguruan dan pembelajaran siswa. 10. Penilaian prestasi siswa.muannya. 3. Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan.kannya atas tiga dimensi umum kemampuan. yaitu: 1. 3. Pemahaman. dan penampilan nilai-nilai yang seyogianya dimiliki guru. Pengenalan dan penyelenggaraan administrasi sekolah. Penguasaan materi pelajaran. 7. mencakup bahan yang akan diajarkan dan dasar keilmuan dari bahan pelajaran tersebut. 9.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1980) telah merumuskan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dan mengelompok.

bangsa. Di antara kemampuan sosial dan personal yang paling mendasar yang harus dikuasai guru adalah idealisme. tetapi dengan kegiatan yang lebih luas. untuk melahirkan generasi pembangunan. tidak berkenaan dengan teknis pengajaran. yaitu partisipasi dalam kegiatan di sekolah. Penguasaan dan penggunaan dua belas kemampuan dari Rath atau sepuluh kemampuan dari Depdikbud. dan sebagainya. Penguasaan kemampuan proses hams terjalin secara utuh dengan penguasaan isi. bagi pendidikan. dan penguasaan bidang studi. hanya akan optimal apabila didasari oleh adanya idealisme. dan sebagainya. terhadap para siswanya. menghidupkan . idealisme dalam pendidikan. Dua kemampuan terakhir dari Rath. hubungan sosial. untuk mencerdaskan bangsa. Dengan dasar rasa cinta itu guru akan berbuat yang terbaik bagi peserta didik. bahkan setiap orang. juga penguasaan kemampuan sosial. Idealisme dalam perbuatan mendidik akan menumbuhkan rasa cinta pada guru terhadap profesinya. seperti kepemimpinan. dalam masyarakat biasa dan masyarakat profesional. atau generasi penerus yang lebih andal. Idealisme seharusnya dimiliki oleh setiap profesi.Kedua belas kemampuan yang dikemukakan oleh Rath berkenaan dengan pelaksanaan pengajaran dan pengembangan kemampuan dalam me ngajar. Kalau perbuatan mendidik hanya didorong oleh kebutuhan memperoleh nafkah. Sepuluh kemampuan dasar yang dirumuskan Depdikbud sebenarnya baru merupakan rincian kelompok kemampuan pertama (kemampuan profesional). Perbuatan mendidik harus dilandasi oleh sikap dan keyakinan sebagai pengabdian pada nusa. belum dirinci lebih jauh. dan komunikasi dengan orang lain. padahal cukup penting. maupun dari kehidupan masyarakat. Ada satu hal yang tidak dinyatakan secara eksplisit Rath yaitu penguasaan rnateri atau bahan pelajaran. yaitu cita-cita luhur yang ingin dicapai dengan pendidikan. sedangkan kelompok kemampuan yang kedua dan ketiga (kemampuan sosial dan personal). selain harus menguasai kemampuan teknis pendidikan. bekerja secara mekanistis dan formalitas. ldealisme dan rasa cinta mendasari dan menjiwai semua perilaku mendidik. terhadap pekerjaan pendidikan. maka guru-guru hanya akan bekerja ala kadarnya. baik yang berasal dari disiplin ilmu. dan kemanusiaan.situasi tersebut. karyawan. Untuk dapat berpartisipasi dalam situasi.

guru lebih berperan sebagai pengarah. B.model konsep pendidikan tersebut dalam praktik tidak lagi dipandang sebagai model pendidikan yang masing-masing eksklusif. Keempat ragam peranan tersebut sesungguhnya dapat ditempatkan dalam satu kontinum. mungkin mencampurkan dua. Official atau written curriculum merupakan kurikulum resmi yang tertulis. Pada keempat konsep pendidikan yang telah diuraikan di muka terdapat perbedaan peranan atau kedudukan guru.1 . guru memegang peranan penting baik dalam penyusunan maupun pelaksanaan kurikulum. Dalam konsep pendidikan klasik. Dalam praktik pendidikan di sekolah. pendorong dan pembimbing. sedangkan dalam konsep pendidikan pribadi. jarang sekali digunakan satu konsep pendidikan secara utuh. Kurikulum nyata merupakan implementasi dari official curriculum di dalam kelas. Model. yang merupakan acuan bagi pelaksanaan pengajaran dalam kelas. Actual curriculum merupakan kurikulum nyata yang dilaksanakan of eh guru-guru. tetapi dapat dipadukan atau minimal dihubungkan satu dengan yang lainnya. Dalam Konsep interaksional guru berperan sebagai mitra belajar. seperti pada Bagan 10. sedangkan dalam konsep teknologi pendidikan. Pada umumnya pelaksanaan pendidikan bersifat eklektik. Tanpa idealisme dan rasa cinta. guru adalah pelatih kemampuan. Dalam keseluruhan proses belajarmengajar atau pada suatu waktu tertentu mungkin salah satu peranan lebih menonjol dari yang lainnya. hasilnya sangat bergantung pada apa yang dilakukan oleh guru di dalam kelas (actual). tiga bahkan mungkin keempat-empatnya. kemampuan-kemampuan profesional yang dirniliki hanya akan tampak seperti lampu yang kekurangan minyak. Yang tampak adalah variasi peranan guru dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran. Guru sebagai Pembimbing Belajar Telah dijelaskan bahwa dalam kurikulum dapat dibedakan antara official atau written curriculum dengan actual curriculum.kemampuan-kemampuan profesional yang dimiliki. guru berperan sebagai penerus dan penyampai ilmu. Dengan demikian. Beberapa ahli menyatakan bahwa betapapun bagusnya suatu kurikulum (official).

dalam waktu dan kondisi tertentu pula. pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. dalam memilih kegiatan yang akan dilakukan serta peranan yang akan dimainkannya. yaitu siswa. Pandangan sederhana dan polair seperti itu memang banyak ditemukan. Praktik pendidikan yang memberikan peranan kepada guru hanya sebagai penyampai ilmu atau pelatih dianggap model lama. karena memang hal itu sangat diperlukan dan sarananya ada. Pada saat dan situasi lain pengarahan dan dorongan terhadap siswa dalam merencanakan. Sebenarnya semua konsep pendidikan itu baik atau memiliki kebaikankebaikan tertentu. pembimbing dipandang model baru. karena kondisinya mendukung. Jadi. dan pada ujung lain peran guru sebagai pengarah. tidak ada yang berlaku umum. fasilitator. Pada saat dan situasi tertentu peran menyampaikan materi pengetahuan memang tepat dan sangat diperlukan. efektif tidaknya perlakuan .1 Ragam peranan guru dalam proses belajar-mengajar PENYAMPAIAN PENGETAHUAN PELATIH KEMAMPUAN MITRA BELAJAR PENGARAH PEMBIMBING Para pelaksana pendidikan termasuk guru sering tidak melihat keempat peranan tersebut terletak dalam kontinum. sedangkan yang memberikan peranan sebagai pengarah. Sejalan dengan konsep pendidikan tersebut peran-peran apa yang tepat dimainkan oleh guru.BAGAN 10. Mereka melihatnya sebagai dua ekstrem. di samping kendala-kendala tertentu pula. dan sebagainya. Pada satu ujung guru berperan sebagai penyampai ilmu dan pelatih dalam arti drilling. bukan hanya dalam pendidikan dan pengajaran tetapi juga dalam bidang -bidang lain. Meskipun demikian ada satu hal yang menjadi acuan bagi guru. pembimbing. Tujuan utama kegiatan guru dalam mengajar ialah mempengaruhi perubahan pola tingkah laku para siswanya. Dalam praktik yang lebih penting adalah mempertimbangkan. Perubahan ini terjadi karena guru memberikan perlakuan-perlakuan. sesungguhnya realisasi dari peranan guru tersebut sangat situasional. konsep pendidikan mana yang paling tepat untuk mencapai tujuan tertentu bagi kelompok peserta didik tertentu. pendorong. pendorong. tetapi pada saat lain latihan pengembangan kemampuan dengan menggunakan media pembelajaran mutakhir tepat. dan mela ksanakan suatu kegiatan atau memecahkan suatu masalah adalah tepat. Tepat tidaknya.

Hubungan guru dengan administrator haruslah bersikap terbuka. melakukan penalaran. Untuk mencapai kedua tujuan di atas. Antara keduanya juga tercipta hubungan sebagai mitra yang baik. antara gu dan ru orang tua siswa. guru harus memberikan kesempatan. sehingga memungkinkan guru mencari jalan. Hubungan guru dengan siswa menjadi syarat mutlak. Antara siswa dan guru perlu terjalin k erja sama yang baik dalam belajar. untuk mendorong siswa memecahkan sendiri masalah-masalah yang mereka hadapi. bukan hanya dalam hubungan sebagai pembimbing dan yang dibimbing tetapi juga sebagai mitra belajar.yang diberikan guru akan menentukan usaha belajar yang dilakukan oleh siswa. berkreasi dan berani mencoba sendiri sesuatu usaha instruksional yang lebih baru yang dipandangnya lebih relevan dengan kegiatannya selaku guru. Guru perlu menyenangi siswanya. diperlukan hubungan timbal balik antara guru dan siswa. akan meningkatkan hasil belajar mereka. Karena itu guru harus memahami siswa yang dibimbingnya dan sebaliknya siswa harus mengakui kewibawaan pembimbingnya. Hubungan antara guru dengan siswa harus didukung oleh hubungan yang sejalan antara guru dengan administrator dan guru dengan orang tua siswa. antara guru dan administrator. guru dapat mempengaruhi perubahan tingkah laku siswa. Tujuan lainnya adalah mendorong dan meningkatkan kemampuan sebagai hasil belajar. berpikir. mengerti. Guru tak mungkin menjawab semua pertanyaan siswa. dan menghormati gurunya. tetapi dengan tugas yang berbeda. bersikap menerima. jadi memungkinkan siswa untuk belajar sendiri. menyenangi. Kesempatan belajar yang diciptakan guru adalah agar merangsang siswa belajar. Minat dan pemahaman. Administrator mengadakan bimbingan dan supervisi dengan . Upaya guru memberikan perlakuan tersebut erat kaitannya dengan tingkat harapan dan perubahan yang diinginkannya. antara guru dan siswa harus tercipta hubungan sebagai mitra belajar. Kesukaan dan sikap positif siswa kepada guru. Jadi. dan membantu. Di samping itu. dan menciptakan suasana kelas yang bebas. dengan cara itu. Hasil dan kemajuan belajar yang dicapai siswa ditentukan juga oleh bentuk hubungan antara guru dan siswa. timbal balik antara guru dan siswa akan memperkaya kurikulum dan kegiatan belajar-mengajar pada kelas bersangkutan. Sebaliknya siswa juga harus menerima.

Setiap peserta didik sebagai individu mempunyai kemampuan. Pertama. ada tiga langkah yang harus ditempuh. tetapi karena alasan-alasan tertentu. Dalam mengoptimalkan perkembangan siswa. Pendekatan demikian pernah dilaksanakan pada delapan PPSP dengan menggunakan sistem modul. keunggulan dan kekurangannya. keduanya memiliki tanggung jawab yang sama dalam mengembangkan pribadi anak. memilih cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa.kemampuannya. kemampuan. karakteristik dan problem-problem sendiri. disesuaikan dengan kondisi tersebut. Perkembangan yang optimal hanya mungkin dapat dicapai apabila kegiatan yang dilakukan siswa dan bantuan yang diberikan guru. akan tetapi harus memberikan dukungan dan partisipasi sebesar mungkin untuk kepentingan pendidikan anak-anak mereka di sekolah. Di sekolah. diarahkan pada memenuhi kebutuhan siswa. kecepatan belajar.maksud merangsang kegiatan belajar para siswa. harus pendekatan pembelajaran yang bersifat individual. Kedua. adalah nnenggunakan pendekatan atau metode dan media yang bervariasi. Orang tua bukan saja harus percaya kepada guru. hambatan yang dihadapi serta faktor-faktor dominan yang mempengaruhinya. Salah satu prinsip pengajaran yang efektif. disesuaikan dengan kondisi siswa. Bagaimana bentuk hubungan dan pelaksanaan hubungan-hubungan itu tentu saja perlu dibicarakan dalam kerangka yang lebih luas. tetapi dengan tugas yang berbeda. Pembelajaran yang betul-betul disesuaikan dengan perbedaan individual. Konsep modul dan sistem belajar sendirinya masih dipakai pada SMP dan Universitas Terbuka. PPSP dibubarkan dan metode tersebut tidak digunakan lagi. mendiagnosis kemampuan dan perkembangan siswa. Dalam pendekatan klasikal sebenarnya tidak tertutup kemungkinan untuk memperhatikan perbedaan individual. Demikian pula hubungan antara guru dengan orang tua. yang berbeda dengan individu lainnya. Semua kegiatan dan fasilitas yang dipilih serta peranan yang dilakukan guru harus tertuju pada kepentingan siswa. "pendekatan multi metode-multi media". Dengan . dan siswa menguasai apa yang diberikan atau memperoleh perkembangan secara optimal. memahami tahap perkembangan yang telah dicapainya. Guru harus mengenal dan memahami siswa dengan baik.sekolah biasa umumnya digunakan pendekatan yang bersifat klasikal.

pengawasan. Pembimbingan juga dapat berupa usaha-usaha pemberian remedial teach. Pembimbingan ini diberikan pada saat kegiatan pembelajaran. kurikulum disusun oleh sesuatu tim khusus di tingkat pusat. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. dan Sekolah Menengah Kejuruan pada prinsipnya seragam. dan penilaian. di samping pembelajaran menjadi lebih menarik. atau jenjang/jenis sekolah. Pemilihan . mengolah. menyajikan. karena sering terjadi pergantian kegiatan. C. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum Dilihat dari segi pengelolaannya. antara belajar secara klasikal dengan belajar kelompok dan penugasan yang bersifat individual. Kurikulum untuk Sekolah Dasar. antara me. Dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi. desentralisasi.dan penggunaan metode dan media yang bervariasi tidak dengan sendirinya.dia sederhana dengan media yang lebih kompleks. serta memberikan standar . antara yang hanya menggunakan kapur-papan tulis dengan menggunakan media. daerah. perbedaan-perbedaan individual dapat terlayani. Di Indonesia dewasa ini terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah digunakan model Mi. dan sentral.desentral. akan mengoptimalkan perkembangan siswa. Ketiga. Pengembartgan kurikulum tersebut sudah tentu memiliki tujuan dan latar belakang tertentu yang sangat mendesak dan mendasar.ing dan pengayaan. bantuan. Dalam pembelajaran guru dapat mengadakan variasi. pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat sentralisasi. pengarahan dan bimbingan dari guru. kegiatan pembimbingan.menggunakan metode dan media yang bervariasi. Variasi antara yang menckankan pengetahuan dengan keterampilan dan nilai-nilai. Juga variasi antara kegiatan yang bersifat menerima. atau di luar kegiatan pembelajaran. Kurikulum bersifat uniform untuk seluruh negara. Tujuan utama pengembangan kurikulum yang uniform ini adalah untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa. Pelaksanaan metode pembelajaran tersebut perlu disertai dengan usaha-usaha pemberian dorongan. Sekolah Menengah Umum. antara metode yang lebih mengaktifkan guru dengan yang mengaktifkan siswa.

wilayah negara Indonesia luas sekali. Dalam kurikulum yang seragam. alam dan sosial budayanya. dan fasilitas. serta lebih hemat dilihat dari segi biaya. sukar sekali. Kelebihannya selain mendukung terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa. waktu. Pertama. Jumlah yang demikian ini tampaknya jauh lebih banyak dibandingkan dengan sekolah yang telah mapan.bangan intelek. kondisi dan karakteristik tiap daerah berbeda-beda. Model pengembangan ini memiliki beberapa kelemahan. Seko yang lah lain kondisinya sangat memprihatinkan. Penyeragaman dapat menghambat kreativitas.beda. ada yang sudah maju sekali dan ada yang sangat terbelakang. menyeragamkan kondisi yang berbeda-beda keadaan dan tahap perkem. Keem pat. prosedur dan alat penilaian serta standar . fasilitas yang memadai. terbentuk atas pulau-pulau yang satu sama lain letaknya berjauhan dan terpisahkan oleh laut.penguasaan yang sama bagi seluruh wilayah. ada daerah kaya dan daerah miskin dan sebagainya. Kedua. juga model ini mudah dikelola. karena segalanya masih berada pada tingkat darurat. dimonitor dan dievaluasi. Model pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi mempunyai beberapa kelebihan di samping juga kelemahan. karena memililci personalia. Kedua. yang ingin mengutamakan golongan atau kelompoknya dan menggunakan sekolah sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. Ketiga. Yang dimaksudkan dengan seragam dalam penilaian yaitu kesamaan di dalam segi yang dinilai. adanya golongan atau kelompok tertentu dalam masyarakat. dan tercapainya standar minimal penguasaan/perkembangan anak. ada daerah tertutup ada yang terbuka. dan manajemen yang mapan. Hal-hal di atas tampaknya sesuai dengan kondisi dan tahap perkembangan negara kita dewasa ini. perkembangan dan kemampuan sekolah juga berbeda. Hal itu dilatarbelakangi oleh beberapa kondisi. Penyeragaman yang sangat jauh dari kondisi dan sifat sesuatu wilayah akan menghambat kepesatan perkembangan wilayah tersebut. ketidakadilan dalam menilai hasil. penilaian sering dilakukan secara seragam pula. Pertama. dapat memperlambat kemajuan sekolah yang sudah mapan dan menyeret perkembangan sekolah yang masih terbelakang. Ada sekolah yang sudah mapan mampu berdiri sendiri dan melakukan pengembangan sendiri.

Evaluasi kurikulum merupakan kegiatan menilai pelaksanaan dan hasil-hasil penggunaan suatu kurikulum. atau meliputi seluruh wilayah. atau rancangan bagi pelaksanaan pengajaran di kelas. penggunaan standar yang sama untuk semua sekolah di seluruh wilayah akan memberikan gambaran hasil yang beragam dan menunjukkan adanya perbedaan yang sangat ekstrem. Hasil pendidikan dan pengajaran sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor di atas. Ketiga. sedangkan bagi sekolah yang hasilnya sangat jelek akan mengakibatkan rasa rendah din. Terlepas dari pro dan kontra. kemampuan dan fasilitas sekolah.penilaian. Kurikulum makro yaitu kurikulum yang menyeluruh meliputi semua komponen. Di muka telah dibahas bahwa dalam wilayah Indonesia yang luas ini terdapat keragaman kondisi alam. Kurikulum mikro merupakan jabaran atau rincian dari kurikulum makro. ketidakjujuran dalam penilaian. Peranan guru baik dalam model sentralisasi maupun desentralisasi dapat dilihat dalam tiga tahap. tingkat intelek. atau seluruh siswa pada jenjang pendidikan tertentu. di samping adanya cemoohan dari berbagai pihak.2 Bagan 10. Bagi sekolahsekolah yang kebetulan hasilnya sangat baik dapat menimbulkan sikap kecongkakan. yaitu tahap perancangan. Pelaksanaan kurikulum atau disebut juga implementasi kurikulum. kelebihan dan kekurangannya kita akan mencoba melihat peranan guru di dalamnya. sosial budaya.2 Tahap dan Lingkup Pengembangan Kurikulum . dan sebagainya. Kedua dimensi pengembngan kurikulum tersebut dapat dilihat pada Bagan 10. atau kurikulum tertulis. Pengembangan kurikulum pada tahap perancangan berkenaan dengan seluruh kegiatan menghasilkan dokumen kurikulum. Pengabaian faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendidikan merupakan suatu ketidakadilan. Kurikulum juga dapat dilihat dalam lingkup makro dan juga mikro. pelaksanaan dan evaluasi. meliputi kegiatan menerapkan semua rancangan yang tercantum dalam kurikulum tertulis. Dalam situasi yang tidak sehat bukan tidak mungkin terjadi pembocoran soal.

guru tidak mernpunyai peranan dalam perancangan. memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. hanya keluasan dan kedalamannya berbeda-beda. kesungguhan.lum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi Dalam kurikulum yang bersifat sentralisasi. memiliki metode dan media mengajar yang bervariasi. yang terdiri atas para ahli. Guru hendaknya mampu memilih. Guru juga berkewajiban untuk menjelaskan kepada para siswanya tentang apa yang akan dicapai dengan pengajarannya.kulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. dan ketekunan guru. catur wulanan. sedangkan kurikulum untuk beberapa minggu atau hari. menyusun dan melaksanakan evaluasi. Program tahunan. Kurikulum makro disusun oleh tim atau komisi khusus.1. mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro. bahan pelajaran. Walaupun kurikulum sudah tersusun dengan berstruktur. Menjadi tugas gurulah menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat. dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro. satu semester. beberapa minggu ataupun beberapa hari saja. catur wulanan. Penyusunan kuri. serta menyusun program dan alat evaluasi yang tepat. baik untuk mengevaluasi perkembangan atau hasil belajar siswa untuk menilai efisiensi pelaksanannya itu sendiri. Guru menyusun kuriku. Implementasi kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreativitas. Kurikulurn untuk saw tahun. dan evaluasi. semesteran. minat dan tahap perkembangan anak. kecakapan. disebut satuan pelajaran. Ia juga hendaknya melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan motivasi belajar. Suatu kurikulum yang tersusun sistematis dan rinci akan sangat memudahkan guru dalam implementasinya. ataupun satuan pelajaran memiliki kornponen-komponen yang sama yaitu tujuan. semesteran. bahan pelajaran dan banyak mengaktifkan siswa. Guru hendaknya mampu memilih dan menciptakan situasi-situasi belajar yang menggairahkan siswa. tetapi guru masih mempunyai tugas untuk mengadakan penyempurnaan dan penyesuaian-penyesuaian. satu semester atau satu catur wulan disebut juga program tahunan. menciptakan situasi . satu catur wulan. mampu memilih dan melaksanakan metode mengajar yang sesuai dengan kemampuan siswa. metode dan media pembelajaran.

Dengan demikian kurikulum terutama isinya sangat beragam. perkembangan daerah serta kemampuan sekolah atau sekolah-sekolah tersebut. serta membantu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa. sehingga sukar untuk diperbandingkan keadaan dan kemajuan suatu sekolah/wilayah dengan sekolah/wilayah lainnya. 2. bentuk ini kurang tepat. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat desentralisasi Kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. di antaranya (1) kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat. (3) disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya. baik kemampuan profesional. kebutuhan. Guru memberikan tugas-tugas individual atau kelompok yang akan memperkaya dan memperdalam penguasaan siswa. finansial maupun manajerial. Kelebihan-kelebihannya. guru) untuk mengembangkan din. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan atas karakteristik. Bentuk kurikulum seperti ini mempunyai beberapa kelebihan di ‡samping juga kekurangan. (3) adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa ke sekolah/ wilayah lain. (4) ada rnotivasi kepada sekolah (kepala sekolah. (5) belum semua sekolah/daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. Dalam kondisi ideal guru juga berperan sebagai pembimbing. (2) kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemarnpuan sekolah. (2) tidak adanya standar penilaian yang sama. . Kurikulum ini diperuntukkan bagi suatu sekolah atau lingkungan wilayah tertentu. tiap sekolah atau wilayah mempunyai kurikulum sendiri. untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional. (4) sukar untuk mengadakan pengelolaan dan penilaian secara nasional. berusaha memahami secara saksama potensi dan kelemahan siswa. tetapi kurikulum ini cukup realistis. dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. memberikan pengarahan dan bimbingan. mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya.kompetitif dan kooperatif. adalah: (1) tidak adanya keseragaman. Beberapa kelemahan bentuk kurikulum ini.

Sebagai contoh.kan. atau satuan pelajaran.kelompok mata kuliah atau program inti yang seragam. satu berbeda dengan yang lainnya. atau akademi mempunyai otonomi untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. peranan guru dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi. dasar keguruan. institut. pengernbang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum. Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikutserta. Bentuk kurikulum yang berlaku pada IKIP. Perbedaan antara suatu IKIP dengan IKIP lainnya adalah pada kelompok mata kuliah kejuruan atau spesialisasi. yaitu bentuk sentraldesentral. penyusun. Guru bukan hanya berperan sebagai pengguna. Dewasa ini kadar desentralisasinya agak berkurang. tetapi juga di dalarn menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya.cana. . Untuk beberapa perguruan tinggi sejenis dikembangakan kerangka kurikulum dan kelompok.Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut. Tiap universitas. Dalarn kurikulum yang dikelola secara desentralisasi dan sampai batasbatas tertentu juga yang sentralisasi-desen-tralisasi. tetapi peren. FKIP ini mungkin dapat diklasifikasikan sebagai kurikulum sentralisasi. dengan adanya usaha-usaha ke arab penyeragaman. bukan hanya dalam penjabaran kurikulum induk ke dalam program tahunan/semester/ catur wulan. mereka akan memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya. Beberapa waktu yang lampau di Perguruan Tinggi di Indonesia digunakan model pengembangan kurikulum yang sifatnya desentralisasi. Guru-guru turut berpartisipasi. pemikir. dan proses belajar mengajar yang seluruhnya seragam. Dalam kegiatan seperti itu. mereka mempunyai perasaan turut memiliki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirirtya dalam pengembangan kurikulum. Guru-guru turut memberi andil dalam merumuskan setiap komponen dan unsur dari kurikulum. dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kolas akan lebih tepat dan lancar. bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan. pada IKIP atau FKIP ada kelompok-kelornpok mata kuliah dasar umum.desentralisasi. ditentukan atau disusun bersama di tingkat nasional.

Hal itu berkenaan dengan penyediaan ruang kelas. gedung dan peralatan sekolah. Akibatnya sekolah-sekolah setiap tahun dihadapkan pada masalah melimpahnya calon murid yang semakin membengkak. Masalah pertama kuantitas pendidikan. Dengan penambahan jumlah siswa tersebut dibutuhkan penambahan tenaga guru . Sebab lain yang mendorong pertambahan calon siswa ke sekolah. peralatan sekolah dan peralatan belajar. berkenaan dengan penyediaan fasilitas belajar bagi semua anak usia sekolah. clan perguruan tinggi. juga menuntut penambahan jumlah tenaga guru. Guru memegang peranan kunci bagi berlangsungnya kegiatan pendidikan.sekolah adalah kebijaksanaan pemerintah yang memberikan kesempatan yang luas dalam pendidikan. Salah satu penyebab utama yang menuntut pengembangan kuantitas pendidikan adalah angka kelahiran. Membesarnya jumlah murid SD dengan sendirinya mengakibatkan membesarnya juga jumlah siswa SLP. Masalah pendidikan guru Masalah pendidikan guru tidak dapat dilepaskan dari masalah pendidikan secara keseluruhan. hal itu kemungkinan besar disebabkan keberhasilan program keluarga berencana. Dalam pendidikan di Indonesia kita menghadapi dua masalah besar. Di samping itu. dan tenaga kependidikan lainnya. terutama dengan diterapkannya wajib belajar sembilan tahun. Tanpa kelas. SLA. guru.D. gedung. gedung peralatan dan sebagainya proses pendidikan masih dapat berjalan walaupun dalam keadaan darurat. tetapi tanpa guru proses pendidikan hampir tak mungkin dapat berjalan. Hal itu menyebabkan makin membesarnya jumlah calon murid ke sekolah dasar. Telah disinggung sebelumnya bahwa pertarnbahan jumlah siswa tersebut selain menuntut penambahan ruang kelas. Kecuali di sekolah dasar. yaitu masalah kuantitas dan kualitas pendidikan. Meskipun persentasenya sudah semakin mengecil tetapi angka pertambahan kelahiran total masih cukup besar. Pendidikan Guru 1. pada daerah-daerah tertentu terjadi pengurangan jumlah murid. kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan telah sernakin besar dan kemampuan ekonomi orang tua juga telah semakin baik.

sedangkan pelatihan dalam jabatan. kecakapan. yaitu pendidikan umum. yang lain perlu pembinaan lagi. pertama guru belum atau tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Banyak cara yang telah ditempuh dalam meningkatkan kompetensi guru. SLA maupun perguruan tinggi. Ketiga.yang cukup besar pula setiap tahunnya baik untuk tingkat SD. maupun pendidikan dalam jabatan (in-service training). Standardisasi pendidikan guru Ada beberapa prinsip yang perlu dijadikan pegangan dalam pengembangan pendidikan guru. pengamatan praktik secara langsung dan melalui video. SLP. adalah karena faktor guru. Penerimaan didasarkan atas pertimbangan potensi. Salah satu pendekatan yang telah dilaksanakan dalam pendidikan prajabatan adalah pendekatan kompetensi. seperti: tes tertulis. program pendidikan guru hendakriya memiliki tiga komponen yang terintegrasi. program pendidikan guru perlu diakreditasi dengan standar yang memungkikan calon guru bisa bekerja . dan keahlian dalam kurikulum dan pengajaran. 2. Hanya yang memperlihatkan hasil-hasil yang baiklah yang dapat diluluskan. lisan. Pertama. Keempat. minimal satu bidang spesialisasi. serta penilaian atas hasil kerja mereka. Masalah kedua yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah menyangkut kualitas. dan kedua mungkin karena kemampuan profesional guru yang memang masih kurang. tetapi prosedurnya cukup fleksibel sehingga dapat menjaring calon-calon yang potensial dan cocok. baik melalui pendidikan prajabatan (pre-service education). Kedua. syarat untuk masuk ke lembaga pendidikan guru (tingkat universitas) harus standar. Masyarakat dan para ahli pendidikan banyak yang mensinyalir bahwa mutu pendidikan dewasa ini belum seperti yang diharapkan. perkembangan calon guru dinilai selama program berlangsung dengan teknik penilaian yang bervariasi. serta karakteristik pribadi yang dim i liki yang sesuai dengan sifat jurusan /program yang dipilih. Hal itu pun mungkin disebabkan dua hal. Banyak faktor yang mungkin melatarbelakangi hal tersebut. salah satu program yang sampai sekarang masih berjalan adalah program bantuan pengembangan profesi. Selain masih kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia.

Lembaga ini dikelola oleh para ahli pendidikan guru. dalam bidang studi (spesilisasi) bersama para praktisi pendidikan. Rencana program bersifat menyeluruh. Program menyediakan kesempatan yang cukup bagi calon guru untuk mempraktikkan apa yang mereka pelajari. 2. yaitu: perencanaan. Pendidikan guru perlu memiliki suatu standar. 5. Implementasi program 1. baik dalam pengembangan.dengan baik. Perencanaan program didasarkan atas pengetahuan tentang apa yang akan dikerjakan guru di sekolah. Program disusun secara sistematis dan berisi perpaduan antara pendidikan umum. 4. Tujuan program adalah menyiapkan calon guru agar mampu mengajar secara efektif. Prosedur penerimaan siswa. bidang studi dan profesi kurikulum. standar pendidikan guru meliputi lima komponen pendidikan. 3. yang akan menjadi acuan. pembinaan serta pelulusannya sesuai dengan tujuan program. Implernentasi program sejalan dengan tujuan dan rencana prog. Kelima. b. personalia. dan keterampilan yang esensial bagi pelaksanaan pengajaran yang efektif. standar yang digunakan serta memberikan sertifikasi terhadap guru. 2. 4. Dengan mengacu pada National Education Association (NEA) Amerika Serikat. penguasaan pengetahuan. Dosen lembaga pendidikan guru memiliki pengetahuan praktis tentang lapangan (sekolah dan pelaksanaan pengajaran). a. Perencanaan program 1. 3.gotaan dalam profesi guru. dan isi program serta keang. para guru dan pelaksana pendidikan. Program disusun dan dikembangkan oleh ekspert dalam ilmu pendidikan (pedagogy).ram. irnplementasi. berisi pemberian kesempatan untuk pengembangan sikap. pelaksanaan maupun evaluasi program pendidikan guru. perlu ada lembaga yang memberikan legalitas terhadap kelayakan program pendidikan guru. .

agama. Proses pengajaran 1) Program menyediakan pengajaran bagi pengembangan fisik dan intelek siswa dari berbagai latar belakang. dan penentuan kebijaksanaan personalia didasarkan atas hasil evaluasi tsb. Program menyediakan pengajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan anak. pemecahan masalah dan kreativitas. c. dan sosial ekonomi. guru pamong dan staf lainnya dievaluasi dengan kriteria standar. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru-guru di lapangan memperlihatkan sikap dan perilaku seperti yang diharapkan dalam program. 3. Isi program 1. bahasa. baik yang berkenaan dengan bahan yang a kan diajarkan maupun bahan yang berhubungan erat. Program menyediakan latihan bagi penguasaan keterampilan dasar yang belum dimiliki calon guru pada waktu masuk. d. 2. Bahan pelajaran 1. ras. . Program menyediakan kesempatan bagi calon guru untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara efektif terhadap siswa dari berbagai latar belakang budaya. Dosen. 6. Dosen dan guru-guru yang membimbing calon guru. Program menyediakan pengajaran untuk pendidikan umum 3. Program menyediakan pengajaran tentang berpikir kritis. Program menyediakan pengajaran bidang studi secara mendalam. Personalia program 1. dipersiapkan khusus melalui latihan yang intensif dalam bidangnya. Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana siswa belajar. 5.5. 4. Program memadukan metode mengajar dengan bahan pelajaran. 2. 2. 7.

pentingnnya dan sumbangan sekolah terhadap pembangunan bangsa. fungsi berbagai organisasi profesi dan tanggung jawab anggota suatu organisasi profesi. 4) Program menyediakan pengajaran bagimana menggunakan bahan cetak. 2) Program menyediakan pengajaran tentang hubungan antara organisasi profesi dengan lembaga-lembaga pemerintah yang mengelola pendidikan. terutama yang berhubungan dengan peranan profesional guru. 11) Program menyediakan pengajaran tentang kebijaksanaan pemerintah dan pengelolaan pendidikan. walaupun untuk butir. e. 7) Program menyediakan pengajaran tentang pengembangan keterampilan hubungan interpersonal dan proses kelompok.butir tertentu membutuhkan beberapa penyesuaian.2) Program menyediakan pengajaran tentang strategi pemgajaran. 5) Program menyediakan pengajaran bagaimana bekerja dan membantu anak anak yang berkelainan. Hampir seluruh butir standar dapat diterapkan. Keanggotaan profesi 1) Program menyediakan pengajaran tentang bagaimana suatu profesi diorganisasi. 10) Program menyediakan pengajaran tentang peranan. 9) Program menyediakan pengajaran tentang penilaian proses dan hasil belajar. . 6) Program meliputi pengajaran tentang pengelolaan kelas. 8) Program menyediakan pengajaran tentang keterampilan berkomunikasi secara luas. 12) Program menyediakan pengajaran tentang hak dan tanggung jawab guru dart siswa. Perencanaan dan implementasi program pendidikan guru di Indonesia dapat dikembangkan dengan menggunakan standar NEA sebagai acuan. atau penerapannya secara berangsur-angsur. bukan cetak dan alat-alat teknologi. 3) Program menyediakan pengajaran tentang peranan guru dalam penentuart keputusan.

Beberapa butir dalam standar menekankan hal itu. juga bisa menghambat pencapaian program yang bermutu.tang program dan standar program pendidikan guru. tetapi juga bisa banyak. Pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan dalam menilai kompetensi. membutuhkan beberapa hal. Kedua. Apakah imbalan finansial yang akan menumbuhkan enjoyness? atau pimpinart yang bijaksana dengan kepemimpinannya yang terbuka? atau . Sudah siap dan akan siapkah par dosen dan gurua guru di lapangan untuk menjadi ekspert dan model guru yang didambakan? Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu agar mereka betul-betul siap? Guru profesional bukan hanya tahu banyak. Upaya apa yang harus dilakukan agar tercipta kondisi tersebut? Suatu pekerjaan akan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. menjadi barisan terdepan dalam pembinaan profesi guru. perlu adanya kesiapan terutama dari para pengelola dan pelaksana program. pengembangan program pendidikan guru yang bermutu standar membutuhkan kepedulian. selain akan menghambat kelancaran pengembangan program. belajar berlatih dan berbuat banyak. Mereka harus menjadi ekspert dan sekaligus contoh model bagi para siswa pendidikan guru.Idnkan para siswa calon guru. betul-betul bisa mengajar diperlukan pengalaman praktik yang memadai. Untuk itu diperlukan tempat praktik yang representatif yang memung. agar guru-guru yang dihasilkan dari lembaga pendidikan guru. apabila para pelaku pekerjaan itu merasa enjoy dengan pekerjaan tersebut. Apa yang harus diupayakan agar para pelaksana pendidikan guru merasa enjoy. harus: Keempat. Dosen lembaga pendidikan guru dan guru pamong. Ketiga. perlu adanya kesamaan pandangan dari berbagai pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam pengembangan pendidikan guru. dengan fasilitas dan peralatan praktik yang memadai. Adanya perbedaan pandangan yang jauh. Hal yang sama juga berlaku agar para guru di sekolah merasa enjoy dengan pekerjaannya. motivasi dan dedikasi yang tinggi dari para pelaksananya.Peningkatan mutu pendidikan guru melalui penerapan standar. ten. Ini me nyangkut tersedianya tempat praktik yang representatif. Pertarna.

Pendidikan guru berdasarkan kompetensi Salah satu model pendidikan guru yang mungkin bisa mencapai standar. keterampilan dan perilaku) yang diperlihatkan siswa:   Berasal dari konsep yang tampak dari perenan guru. dan minilai situasi atau perilaku.  Dirumuskan secara eksplisit dan menunjuk pada tingkat penguasaan tertentu. menginterpretasikan. Penilaian kompetensi siswa:   Menggunakan perbuatan siswa sebagai sumber pertama. Beberapa ahli lebih setuju memakai kata performance (perbuatan atau perilaku) daripada competence. 1) Berkenaan dengan program pendidikan Elam merumuskan unsurunsur sebagai berikut: a. Kompetensi (pengetahuan. Unsur-unsur itu berkenaan dengan program pendidikan. juga mengguriakan pengetahuan siswa yang berkaitan dengan rencana untuk menganalisis.sistem kenaikan pangkat yang terbuka yang memungkinkan guru-guru (termasuk guru sekolah dasar) bisa mencapai golongan IVe? atau faktor-faktor lainnya? 3.  Dapat dikenal secara umum. pelaksanaan program serta hal-hal yang bersifat umum. b. Dirumuskan secara jelas sehingga dapat diukur dalam perilaku siswa sebagai perwujudan kemampuannya. . karena dipandangnya lebih luas.  Harus objektif. Kriteria yang digunakan untuk mengukur kompetensi:  Didasarkan dan disesuaikan dengan kompetensi-kompetensi yang spesifik. Dalam tulisan ini keduanya dipandang sama. adalah model pendidikan guru berdasarkan kompetensi (PGBK) atau competence based teacher education (CBTE). c.  Kriteria tersebut harus dipublikasikan. Stanley Elam (1971) merumuskan beberapa unsur yang esensial dalam PGBK.

dan bukan ditentukan oleh waktu atau mata pelajaran yang telah ditempuh. Penekanan program pengajaran adalah pada keluaran (hasil) dan bukan pada masukan. Pengalaman belajar siswa dituntun oleh umpan balik yang diterima dari teman. 2. f.d. Program pengajaran ditujukan untuk mendorong perkembangan siswa serta menilai penguasaan siswa tentang kornpetensi kompetensi tertentu. Pelaksanaan pengajaran bersifat modular. Berkenaan dengan pelaksanaan program menurut Elam PGBK memiliki karakteristik sebagai berikut: a. karena tiap siswa punya latar belakang dan tujuan yang berbeda. apabila telah mengusai semua kemampuan yang dituntut. dari guru atau dari dirinya sendiri. Setiap basil yang is memperoleh merupakan umpan balik yang menentukan kegiatan selanjutnya. d. Semua komponen pengajaran tersusun secara sistematis terarah pada pencapai tujuan tertentu. Siswa dinyatakan telah selesai dalam sutau program. Program pengajaran tersusun dalam suatu sistem. . Di samping dua komponen PGBK di atas. prasyarat. b. Pengajaran bersifat individual dan personal. maka pengajaran sangat bersifat personal dan individual. c. Pengajaran modular memungkinkan pengajaran bersifat individual.kemampuan tertentu. pasca-penilaian. Dalam PGBK waktu bukan sesuatu yang konstan tetapi hanya sebagai variabel. maju sesuai dengan iramanya sendiri. Perkembangan siswa dalam menempuh program pendidikan ditentukan oleh kompetensi yang telah dikuasai. e. Modul merupakan seperangkat kegiatan belajar. pra-penilaian. personal dan independen. menurut Elam ada beberapa karakteristik dasar yang menyangkut hal-hal lain yang lebih umum. dan perbaikan) ditujukan membantu siswa menguasai kemampuan. 3. dengan unsur-unsur (tujuan. e. kegiatan pembelajaran.

. g. Untuk memberikan umpan batik dalam rangka perbaikan dan mengadakan regeneratif maka siswa juga mengadakan penclitian. keterampilan pengetahuan. Dalam keputusan is ambit secara rasional.a. ia pula yang mencobanya. d. Siswa membuat keputusan tentang pengajarannya. mengintegrasikan dan memecahkan problem-prob. Perbuatan guru memanifestasikan penguasaan behavioral science yang luas. Bahan-bahan memungkinkan dan pengalaman disiapkan dalam bentuk yang dan banyak mendapatkan konsep.penelitian. Pendidikan guru yang didasarkan atas kompetensi mengajar dan PGBK mempunyai beberapa proposisi: 1. Karena PGBK menekankan pada perbuatan maka kegiatan pengajarannya sebanyak-banyaknya dilaksanakan di lapangan dalam situasi yang nyata. 3. Pembinaan profesional bukan hanya pada pendidikan pra-jabatan tetapi diteruskan dalam pengembangan karier. Guru dan siswa bersama-sama merencanakan pengajaran. 2. 4. Guru menguasai teknik-teknik komunikasi serta strategi mengajar dengan baik. b. e. Bahan-bahan disusun dalam bentuk materi protokol dan dibantu atau diintegrasikan dengan materi latihan. f. Program pengajaran berpusat pada lapangan. Dalam perbuatannya guru merefleksikan profesionalisme. Siswa bukan saja harus menguasai teknik-teknik pengajaran. harus mampu mendiagnosis. Dalam pelaksanaan pengajaran siswa banyak mendapat kesempatan berlatih membuat penentuan keputusan. Guru adalah orang yang berpendidikan luas dengan latar belakang bidang pengajaran yang mendalam. serta menilai hasil dan pelaksanaannya. 5. tetapi juga harus menguasai teknik-teknik pengajaran.lem pengajaran. c.

14. intelektual siswa. 3. FKIP. 2. Melaksanakan pengajaran sesuai dengan rencana tersebut 5. Sensitif terhadap kebutuhan dan perasaan sendiri dan juga terandap kebutuhan dan perasaan orang lain. jasmani dan intelek siswa. dan PGA pada jenjang pendidikan menengah. 7. Menggunakan sumber-sumber yang sesuai untuk mencapai tujuan pengajaran. Mendiagnosis kebutuhan emosional. 4. 11. Menyesuaikan pengajaran dengan latar belakang budaya siswa. 13. Merencanakan dan melaksanakan penilaian untuk menilai hasil belajar siswa dan efektivitas pengajaran. jasmaniah. IKIP. Merumuskan tujuan-tujuan instruksional yang didasarkan atas kebutuhan siswa. 15. FKIP. 9. dan STKIP yang merupakan lembaga pendidikan guru pada jenjang perguruan tinggi. Memonitor proses dan hasil belajar dan mengadakan perbaikan pengajaran. emosi. Sebelumnya pada jenjang pendidikan menengah juga ada SPG dan SGO yang menyiapkan calon-calon guru sekolah dasar. Menggunakan keterampilan manajerial dan organisasi dalam mendorong perkembangan sosial. kita mempunyai dua kelompok lembaga pendidikan guru. Jones ada lima belas kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: 1. 12.Menurut Robert Houston dan Howard L. Memperlihatkan keterampilan mengajar dan model-model pengajaran untuk mencapai tujuan tertentu bagi siswa tertentu. Menganalisis efektivitas keprofesionalannya dan terus berusaha memperluas efektivitas tersebut. Bekerja efektif dalam kelompok profesional. 6. 4. STKIP sebagai lembaga pendidikan guru Di Indonesia dewasa ini. sosial. Memperlihatkan pola-pola komunikasi yang efektif dalam kelas. yaitu: IKIP. Menguasai bidang studi yang akan diajarkannya. Membuat rencana pelajaran untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. 8. 10. Dewasa ini penyiapan .

mempunyai jumlah fakultas. STKIP setara dengan FKIP mempunyai beberapa Jurusan dan Program Studi. FKIP. terdiri atas Diploma I dengan paket kurikulum 2 semester. dan STKIP sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang menyiapkan guru dan tenaga kependidikan lainnya pada jenjang Sekolah Dasar. tujuan dan misinya sama.ter di atas SMTA. mempunyai sejumlah Jurusan dan Program Studi. yaitu IKIP. IKIP sebagai lembaga pendidikan guru berstatus institut merupakan lembaga otonom. dan rentang studi 2-4 semester. sedang non. jenjang Pascasarjana (52) rentang studi 12-18 semester dan jenjang Doktor (S3) rentang 16-22 semes. dan STKIP.ploma II paket kurikulum 4 semester. Program gelar memberikan tekanan pada pembentukan keahlian akadernik. dan STKIP. rentang studi 8-14 semester di atas SMTA. FKIP. Menurut Kepmen 211 tahun 1982. berada langsung di bawah Mendikbud. FKIP merupakan lembaga pendidikan guru. tetapi kedudukannya otonom seperti IKIP (di bawah Menteri). tetapi dasar. program gelar clan non-gelar. dalam berbagai bidang keahlian/program studi. FKIP. berstatus fakultas berada di universitas (di bawah Rektor). Meskipun ada tiga lembaga formal lembaga pendidikan guru berjenjang pendidikan tinggi.guru-guru sekolah dasar dikerjakan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang merupakan Program D2 pada IKIP. rentang studi 4-6 semester. Selama ini . perbedaannya hanya pada keorganisasiannya saja. rentang studi 6-10 semester clan Diploma 4 paket kurikulum 8 semester. Dalam bagian ini yang akan dibahas terbatas hanya pada IKIP. Program non-gelar disebut juga program Diploma. dan program studi. Di. Dewasa ini yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3 hanya beberapa IKIP.gelar pada keahlian profesional. Diploma 3 paket kurikulum 6 semester. belum ada FKIP dan STKIP yang menyelenggarakan jenjang program S2 dan S3. yaitu Sarjana (Si) dengan rentang studi 8-14 semester. FKIP. dan STKIP) mempunyai misi menyiapkan tenagatenaga profesional di bidang kependidikan. Sekolah Lanjutan Pertama dan Sekolah Lanjutan Atas serta LPTK sendiri. ada tiga jenjang program gelar. LPTK (IKIP. jurusan.

Selain kedua program di atas. bidang bimbingan dan konseling. ada program guru kelas ada guru bidang studi khususnya pendidikan jasmani. bahasa dan sastra.program Diploma yang dilaksanakan di LPTK adalah Diploma II dan III. harus mengambilnya secara terpisah. hanya berbeda jumlah SKS yang telah dimiliki pada bidang studi non-kependidikan. Secara garis besar ada dua jenis keahlian yang dibina pada LPTK. Penyiapan tenaga kependidikan pada LPTK umumnya menggunakan model pendidikan simultan (concurrent model) yaitu materi bidang studi diberikan bersama-sama dengan materi kependidikan. yaitu program Akta. masing. kecuali untuk program akta bagi talon guru dari luar LPTK menggunakan model pendidikan berurutan (consecutive model). Prinsip penting . ada lagi satu program yang diterapkan pada LPTK. kependidikan ditempuh setelah menguasai bidang studi. teknologi pendidikan. yaitu guru dan non-guru. administrasi pendidikan. dan SLTA (SMU dan SMK) disiapkan dalam program D3 dan Si berbagai bidang studi. Peningkatan profesionalisme para dosen dilakukan melalui program S2 dan S3. Untuk tenaga guru SLTP. Penyiapan guru Sekolah Dasar dilaksanakan dalam program D2 PGSD. Bagi para mahasiswa LPTK program ini sudah terintegrasi dengan program gelar maupun non-gelar. Walaupun LPTK umumnya tidak menerapkan konsep PGBK secara utuh. tetapi beberapa prinsip dan unsur PGBK tetapi menjadi pegangan. STLP maupun SLTA. matematika dan ilmu pengetahuan alam. pendidikan luar sekolah. Akta I setelah memiliki 20 SKS. Akta II setelah memiliki 60 SKS. Akta IV setelah memiliki 124 SKS dan Akta V setelah memiliki 160 SKS pada bidang studi non-kependidikan.masing beban studinya 20 SKS. tetapi bagi luar LPTK yang ingin menjadi guru. Akta III setelah memiliki 90 SKS. Untuk tenaga non-guru disiapkan dalam program Si. kelompok pendidikan ilmu sosial. Ada lima jenjang program Akta. baik untuk jenjang Sekolah Dasar. serta olah raga dan kesehatan. dan dewasa ini program Diploma III juga sudah mulai tidak dibuka lagi. Program ini ditujukan untuk memberikan wewenang kependidikan khususnya wewenang mengajar. dan pendidikan luar biasa. baik bidang studi maupun kependidikan. teknik dan kejuruan. Pada beberapa IKIP mulai dirintis pengembangan PGTK untuk guru Taman KanakKanak.

khususnya guru harus diperkuat dengan pengalaman lapangan yang cukup intensif dan kaya. karena mengajar merupakan suatu pekerjaan yang bukan saja menuntut kemampuan intelektual dan fisik. Rinciannya adalah dasar umum 14 SKS. Program pendidikan guru yang dikembangkan pada LPTK diarahkan pada pengembangan kemampuan yang seimbang. Penyusunan buku ini dimaksudkan untuk membantu guru-guru dalam memecahkan masalah pendidikan yang sering mereka hadapi. Teaching is Tough. Pengembangan kemampuan yang seimbang ini dirancang dalam program pendidikan/kurikulum dengan komponen-komponen dasar umum. dasar kependidikan 12 SKS. menjalin kerja sama dan membina hubungan baik serta menanamkan disiplin pada siswa. Pertama. sebagai muridnya yang sering sekaligus juga jadi kliennya.PGBK yang tetap diperhatikan dalam program pendidikan LPTK ad alah tekanannya pada pengembangan kemampuan. Donald R. et a!. dasar kependidikan. (1980). proses belajar-mengajar dan bidang studi. Kedua. maupun antara kemampuan/penguasaan bidang ilmu/bidang studi dengan bidang kependidikan. Ada lima problem utama menurut penulis yang dihadapi guru dalam tugasnya. Bobot SKS memang lebih besar pada bidang studi hampir tiga perempat dari kependidikan. Tulisan ini diberi judul Teaching is Tough. Pengembangan kemampuan profesional pada bidang kependidikan. Buku Acuan Cruickshank. yaitu membina dan mengawasi . E. New Jersey: Prentice Hall Inc. dan bidang studi 100-116 sks. Prinsip lainnya adalah tekanan kepada pengalaman lapangan. control. masalah afiliation. tetapi juga kemampuan psikologis dan afektif. proses belajar-mengajar 18 SKS. °rang tua serta warga masyarakat lainnya. Konsep kemampuan ini telah dimodifikasi yaitu dipadukan dengan konsep disiplin ilmu (bidang studi) dalam pengembangan topik-topik inti. Guru bukan saja harus bekerja sama dengan siswa. tetapi juga harus bekerja sama dengan staf sekolah yang lain. baik antara kemampuan sebagai tenaga ahli-profesional dengan sebagai warga negara. Englewood Cliff.

Behaviorism/Punishment model dari Engleman dan Dobson. terutama masalah siswa dalam kelas. Model-model tersebut adalah: Supportive model dari Gordon dengan Teacher Effectiveness Training Analysisnya. Kelima adalah time. Pada bagian akhir tulisannya dijelaskan peranan guru dalam memahami masalah siswa dengan berbagai macam latar belakangnya serta cara mereka bertindak sebagai decision maker dalam kelas. Reality model dari William Glasser. Secara garis besar pengelolaan kelas ini meliputi tiga .tion. yaitu menjalin hubungan baik dengan orang tua serta memahami kondisi keluarga mereka. Penulis menegaskan bahwa. Behavior Modification model. New Jersey: Prentice Hall Inc. Guru dan kepala sekolah harus dapat memilih dan menggunakan cara yang paling tepat.siswa agar berperilaku seperti yang diharapkan. Kelas yang baik tidak terjadi dengan sendirinya. Charles H. Ketiga. Wolfgang. Edmund T. Valuing model dari Raths dan Simon dengan Value Clarification Technique-nya. Banyak masalah yang dihadapi guru dalam kelas. Boston: Allyn & Bacon Inc. berusaha membantu siswa agar berhasil baik dalam perkembangan akademis maupun sosialnya. Masalah keempat adalah. (1980). Buku ini sangat penting terutama bagi guru dan kepala sekolah. Solving Discipline Problems. et al. Englewood cliffs. Buku ini men guraikan beberapa strategi untuk memecahkan berbagai masalah. student success. parent relation and home condi. and Glickman. karena mereka adalah manajer kelas dan sekolah. Emmer. tidak ada satu cara yang terbaik untuk memecahkan masalah dalam kelas. Social Discipline model dari Rudolf Dreikurs. Classroom Management for Secondary Teachers. Carl D. membagi dan mengelola waktu baik bagi kebutuhan pribadi guru maupun bagi penyelesaian dan perkembangan tugas-tugas profesinya. Dalam buku ini dikemukakan sejumlah strategi atau model pemecahan yang dapat dipilih oleh guru. hal itu terjadi karena guru memahami benar situasi kelas dan perilaku para siswa serta berusaha keras untuk menciptakannya. Buku ini membahas bagaimana menciptakan kelas yang terkelola dengan baik. (1984). tetapi banyak cara.

bagaimana memecahkan masalah siswa. oleh karena itu buku ini sangat berharga bagi guru-guru. New York: Barners & Nobles Books. pengelolaan ruang kelas dan alat-alat belajar. kepala sekolah. dilakukan sebelum tahun ajaran. Perkembangan calon guru dari serba ragu menjadi penuh keyakinan dan penuh tanggung jawab. bagaimana mencari keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan individu dengan kelas. (1979). mengelola kelompok-kelompok khusus. mengevaluasi organisasi dan manajemen kelas. . pelaksanaan pengelolaan. Sesuai dengan judulnya. bagaimana menyusun persiapan mengajar. konselor serta para mahasiswa yang sedang mempersiapkan din i untuk menjadi guru. buku ini memberikan gambaran dan sekaligus pedoman kepada calon-calon guru serta para mahasiswa yang sedang belajar di Fakultas Pendidikan/Keguruan tentang apa yang diharapkan dari seorang calon guru. serta gambaran nyata yang akan dihadapi para calon guru di dalam kelas. mengorganisasi dan melaksanakan kegiatan pengayaan. Dengan ilustrasi yang menarik dilukiskan dalam buku ini kegiatan sehari-hari para calon guru yang sedang berpraktik di sekolah. Ketiga langkah pengelolaan tersebut dalam buku ini meliputi. Bagaimana kurikulum. Andrew I. memberikan ganjaran dan hukuman. et al. pengawas dan orang tua siswa. keduanya dilakukan sepanjang tahun ajaran. The Studnet Teacher's Handbook. memelihara perilaku siswa. memilih peraturan dan prosedur pengelolaan. Buku ini menguraikan hal-hal yang sangat praktis.langkah: perencanaan. berdiri sendiri. Schwebel. kepala sekolah. Digambarkan dengan jelas bagaimana hubungan antara guru dengan siswa. mengelola kegiatan siswa. dengan guru lain. serta pemeliharaan prosedur pengelolaan.

Syracuse: ERIC Clearinghouse on Information. (1981). (1975). (1987). The Live Classroom. The Student Centred School. (1980). (1983). Inc. Iskandar (1980). Instructional Techniques. D & Ginnis.A. New York: McGraw Hill Books. Jakarta: Balai Pustaka. Beanne. Cornnelly. Toward A Coherent Curriculum. (1975). Newton. Oxford. Curriculum Theory. . Conny R. James W. Jr. F. Davies. Anwar Jasin. Training Educational Personnel for Integrated Curriculum. (Ed). Brown. S. New York: The Viking Press. Bigge.M. J. Bangkok: Unesco. Ivor K. 1984. Trends in Instructional Technology. Ditjen Dikti Depdikbud. & Toepfer. Alexandria. (Ed). Teknologi dan Perkembangan. Chambers.F. Jakarta: Yayasan Idayu. Psychological Founda tion of Education. (1986). Beanne. George I. George A. The Achievement of Education. C. Beauchamp. C. Co. New York: Harper & Row Pub. (1992). Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. Beeby. Maurice P. Morris L. (1993). Pendidikan di Indonesia: Penilaian dan Pedoman Perencanaan. Brandes. Pendekatan Pembelajaran: Acuan Konseptual Pengelolaan KBM di Sekolah. UK: Blackwell Publisher. & Hunt.J. (1995). Virginia: ASCD. Jakarta: LP3ES.A. Semiawan & T.E. (1981). & Alessi. New York: Harper & Row Pub. Pembaharuan Kurikulum Sekolah Dasar Sejak Proklamasi Kemerdekaan. Regional Office for Education in Asia and Pacific.DAFTAR RUJUKAN Alisyahbana. Curriculum Planning and Development. Raka Joni. J. P. Great Britain: Simon and Schuster Education. (Ed). (1984). Brown. Massachussetts: Alyn and Bacon. Illinois: The KAGG Press. John H. Apeid. Wilmette. (1992). Curriculum Inquiry.

East Lansing. Radical Curriculum Theory Reconsidered. & Gordon H. New York: Appleton Century Crofts. California: Brooks/Cole Publishing. Tomorrow's Schools. Readings in Curriculum. Habibie.Curriculum Development. Dull. Hillgard. New York and London: Teacher College. Beberapa Pemikiran tentang Strategi Transformasi Industri suatu Negara Sedang Berkembang. The Condition of Learning. Boston: Allyn & Bacon. William. Curriculum Improvement. 1984. Glen. Rinehart & Winston. Monterey. Lambert. B. Gardner. Curriculum in the Classroom. (1983). Dunkin. (1990). (Ed). Boston: Allyn and Bacon. (1993). Decision Making and Process. Hall. (1970). Gardiner. Jakarta: Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. USA: The Holmes Group. Bill. Hass. J.J. Hlebowitsh. (1987). New York: Pergamon Press. Hodgkinson. New York: Harper & Row Publisher. (Ed). Selecting and Use of Teaching Technology. 1994. Columbia University. (1974). (1980). (1965). Hass. Gagne. The Psychology of Teaching. New York: Holt. Calvin S. SMA. (1966). & Lindzey. SMP. Belmont. The International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education. Jakarta: Depdikbud Depdikbud. (Ed). Robert M. W. (1980). Inc. Ohio: Ohio Departemen of Education. Queensland: Distance Education Centre. (1977). (1991). Kejuruan 1975. Theories of Learning. Jakarta: Armas Duta Jaya. Michael. Bower. Lloyd W. Ronald C.Control Theory in the Classroom. Peter S.Depdikbud. Doll. A Humanized System Approach. Columbus. (Ed). Glen. Peraturan Pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional. California: Lear Siegler Inc. Ernest R. Theories of Personality. (1990). Glasser. Inc. Kurikulum SD. Holmes Group. (1980). Oxford. New York: John Wiley & Sons. . (1970).

P. Kourilsky. (Ed). Psychological. Effective Teaching. Ontario: Oise Press. (1980). Collision. (1977) Curriculum A Comprehensive Introduction. at al. New York: Macmillan Pub. (1979). New York: McGraw Hill Book Co. . Marilyn & Quaranta. William J. Al Paul. Fremont E. (1964). Inquiring Into the Teaching Process. J. Minneapolis. Dianne. Co. Behavioral Objectives and Instruction. (1962). Mouly. Curriculum Theory: Theory Into Practice. et al. McNeil John D. Inc. Philip W. Kast. Miller. Minnesota: Burgess Pub. New York: American Book Co. Inc. Kaplan. W. (1982). Allyn & Bacon. (1992). Gail. (1974).Hosyom. OSU. (1977). Indianapoli. New York and London: Longman. Toronto. Jakarta: Gramedia. & Seller. Foresman and Co. Co. McCutcheon. John. New York: Center for Curriculum Research and Services. Mauritz. Rulihs Merrill Educational Publishing. Mac Donald. Journal Vol. 1987. Curricular Application. Educational Models for Instruction. The Science of Educational Research. Handbook of Research on Curriculum. (1970). Kryspin. Lory. (1970). Washington DC: The Association for Supervision and Curriculum Development. Boston: Little Brown & Co. Writing Behavioral Objectives. Klose. The Conduct of Inquiry. Lapp. Science Technology and Man agement. Jackson. Kibler. James B. (1985).1 1982. Curriculum : Perspectives and Practices. George. Mentalitet dan Pembangunan . Technology. Robert J. Abraham. (Ed). et al. (1975). & Rosenweig James E. Koentjaraningrat. London: Scott. San Fransisco: Chandler Publishing Co. Intentionality in Education. Johnson. New York: Macmillan Publishing Co. J. Teaching and Learning: Philosophical. (1985). XXI No. (1965). Democracy. Kebudayaan.

Ohio: Charles E Merril Pub. Petty. Skinner. Second Handbook of Research on Teaching. Raka Joni. Chicago: Rand Mac Nally & Co. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. (1962). Sleeman. N. Excellence in Our Schools Teacher Education: An Action Plan. Susskind. A Theory of Education. Curriculum: Perspective. Tanner. New York: Macmillan Pub. Hutchinson & Sons. New York: John Wiley & Sons. P. T. Richard E. in Travers. Ilmu Pengetahuan dan Metodenya. (1986). (Ed). Co. Curriculum Development. Theory Construction for Research on Teaching. (1992). (1978). Co. Inc. Belmont. Baltimore and London: The John Hopkins University Press.J. B.R. Thomas.M. Stephem. Jakarta: Konsorsium Ilmu Pendidikan. Taba. Brace and World. Qodir. New York: Alfred A Knopf. Novak. Directive Teaching. (Ed). Depdikbud.H. Problem Approach to Foundation of Education. Chicago: Rand MacNally College Pub. Hilda. Ditjen Dikti. Publishers. Stroudsberg : downden. Inc. New York: Harcourt. (1995). W. (1973). (1975). Curriculum Development: Theory and Practices. Ithaca: Come! University Press. (1976). V. (Ed). Columbus. R.F.NEA. (1982). (1979). Charles. (1980). Ruggiero. (1976). Snow. (1986). Schubert. Curriculum for the Modern Elementary School. Murray. Daniel & Tanner. Macmillan Publishing Co.M. (1970). New York: Harper & Row. Thomas M. C. Paradigm and Possibility. Comparing Theories of Child Development. Inc. Inc.A. & Rockwell D. Pokok-Pokok Pikiran Mengenai Pendidikan Guru. . Laurel. Teaching Thinking Across the Curriculum. Beyond Freedom and Dignity. Seckinger. Washington DC. Understanding Technology. Instructional Media and Technology. Donald S. (1972). California: Wadsworth Pub. (1988). Joseph D. Walter T.

Jakarta: Panca Simpati. Co.n. & Unruh. A. (1980).R. Sistem Pendidikan Nasional yang Kondusif bagi Pembangunan Masyarakat Industri Modern Berdasarkan Pancasila. (1978). H. California: McCutchan Publishing. Jakarta: Panitia Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional V. Unruh. (1984).D.A. Robert S. New Jersey: Prentice Hall. Humanistic Psychology. Berkeley.G.Tilaar. Educational Psychology for Teachers. (1984). . Tisna Amidjaja. (Ed). Gelombang Ketiga. Anita E. (1976). New York: Harper & Row Publisher. et al. (1991). Woolfolk. Welch. Zais. G.A. Pedoman Pelaksanaan Pala Pembangunan Sistem pendidikan Tenaga Kependidikan di Indonesia. Jakarta: Depdikbud. Curriculum Development. Englewood Cliffs. I. Alwvi. D. Toffler. Curriculum Principles and Foundations. New York: Promenthus Books. (1980).

IKIP Bandung dengan tambahan kredit dari Universitas California di Santa Barbara 1977/1978. Penulis juga mengikuti program Refresher tahun 1986/1987 pada Universitas Ohio. Teknik Penilaian dan Bimbingan Pen yuluhan bersama Drs. sarjana pada tahun 1966 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan dan Program Doktor pada tahun 1983 Jurusan Pengembangan Kurikulum FPS. . TeknikTeknik Pemahaman Individu. STIA. Beberapa buku yang pernah ditulis: Pengan tar Psikologi (1967). The Role of Remediation in the Indonesian System bersama R.rtgaiarkan mata kuliah yang sama selama beberapa tahun pada Universitas Siliwangi Tasikmalaya. (1982). Psikologi Belajar (1991).A. dan STKS Bandung. Prinsip dan Landasan Pengembangan Kurikulum (1988). Penulis menyelesaikan program Sarjana Muda tahun 1963 pada Jurusan Pedagogik. Psikologi Umum dan Sosial bersama Djasman Adimihardja. Rochman Natawidjaja (1979). Saat ini penulis mengajar mata kuliah Pengembangan Kurikulum dan Metode Penelitian pada PPS IKIP Bandung. Thomas (1978). Co. penulis buku ini.TENTANG PENULIS PROF. Strategi Bela jar-Mengajar (1984). DR. Universitas Ibnu Khaldun dan Universitas Pakuan Bogor. Teori dan Teknik Bimbingan Kelompok (1975). Sampai saat ini penulis masih menjadi pengajar luar biasa pada SESKOAD dan SESPIMPOL. adalah dosen tetap pada IKIP Bandung. Pen yuluhan Individual (1976).lumbus. (1978). Pada program Si penulis juga mengajar mata-mata kuliah Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling pada IKIP Bandung dan Universitas Islam Bandung. dan sebelumnya nak. Mendiagnosis dan Membantu Kesulitan Belajar Siswa (1978). NANA SYAODIH SUKMADINATA. M. Universitas Pasundan.M.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->