SIFATSIFAT- SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

Ajmain , S.Pd. S.Pd. • 2011

SK: SK: 1. Menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan sifatnonelektrolit dan elektrolit KD: 1.1. Menjelaskan penurunan tekanan uap,kenaikan titik didih,penurunan titik beku,dan tekanan osmosis. Tujuan : Siswa dapat, 1. Menjelaskan pengertian sifat koligatif nonelektrolit dan elektrolit. 2. Menghitung konsentrasi larutan ( Molalitas dan fraksi mol )

1.1. Pengertian Sifat Koligatif
Adalah sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut,tetapi hanya pada jumlah partikel terlarutnya. Yang termasuk sifat-sifat koligatif adalah: 1. PENURUNAN TEKANAN UAP 2. KENAIKAN TITIK DIDIH 3. PENURUNAN TITIK BEKU 4. TEKANAN OSMOTIK

Tabel: Tabel: Data hasil percobaan
SAMPEL ( 1 Kg air )
AIR UREA 0,1 mol UREA 0,2 mol GLUKOSA 0,1 mol GLUKOSA 0,2 mol

TITIK BEKU LARUTAN ( Tf )

PENURUNAN TITIK BEKU LARUTAN ((Tf )

0 oC - 0,18 oC - 0,36 oC - 0,18 oC - 0,36 oC

0 oC 0,18 oC 0,36 oC 0,18 oC 0,36 oC

Pasti bisa! Jawab soal ini bisa!
Contoh :

Jika dalam 500 ml (0,5 liter) larutan terdapat 6 gram urea (Mr =60), maka molaritas larutan adalah :««

Penyelesaian
6/60 mol = 1 = 0,2 M 0,5 L 5

1. Kemolalan
Kemolalan ( m ) atau molalitas , menyatakan jumlah mol ( n ) zat terlarut dalam 1 Kg ( 1000 gram ) pelarut . Perumusan :

m = n / p atau m = n . 1000 / p
dengan , m = kemolalan larutan p = Massa pelarut

Co/: Berapa gram gula yang harus dilarutkan untuk membuat 1 molalitas larutan gula ( Mr = 342 dalam 25 gram air Penyelesaian : 1 = X/342 . 1000/25 X = 342.25 / 1000 = 8,55 gram

2. % Massa
Adalah Jumlah gram zat terlarut dalam 100 gram larutan. Co/: Massa jenis larutan asam sulfat 49% massa adalah 1,3 kg/L. Berapa molalitas asam sulfat tersebut jika volume larutan 500 ml ( Mr asam sulfat = 98, V = 1,3 kg/L )

Penyelesaian : mLarutan = V. Vlarutan = 1,3 g/ml . 500 ml = 650 gram 49% = mH2SO4 . 100% 650 mH2SO4 = 318,5
mPelarut :

650 -318,5 gram = 331,5

m = 318. 1000 = 98 . 331,5 = 9,8 molal

3.Fraksi mol ( X )
menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan. Perumusan XA = nA dan XB = nB nA + nB nB + nA dengan , XA = fraksi mol pelarut XB = fraksi mol zat terlarut nA = mol pelarut nB = mol zat terlarut

Jumlah fraksi mol dalam larutan adalah XA + XB = 1

Co/: 1. Berapakah fraksi mol urea dalam suatu larutan yang mengandung 12 gram urea ( Mr = 60 ) dalam 90 gram air. 2. Tentukan fraksi mol urea dalam larutan urea 10% 3. Tentukan kadar larutan glukosa,jika diketahui fraksi mol glukosa 0,2 ?

TUGAS-1 Kerjakan dikertas folio bergaris dan kumpulkan!

Kompetensi Dasar : Menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku larutan, dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan. I. Indikator: S Menjelaskan pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut o Menghitung tekanan uap larutan berdasarkan data percobaan II. Tujuan: Siswa dapat, S Menjelaskan pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut S Menghitung tekanan uap larutan berdasarkan data percobaan

1. PENURUNAN TEKANAN UAP LARUTAN
Tekanan yang di timbulkan oleh uap jenuh suatu zat disebut tekanan uap zat itu. Besarnya tekanan uap bergantung pada Frakasi mol pelarut,jenis zat dan suhu dan Tekanan ( ketinggian ). Ikatan antar molekul akan mempengaruhi besar kecilnya tekanan uap zat.

1.1.Tekanan Uap Larutan dan Hukum Raoult Bagaimana pengaruh zat terlarut terhadap tekanan uap pelarut dan tekanan uap larutan ?....... Jika zat terlarut bersifat volatile ( mudah menguap ) , maka uap di permukaan larutan terdiri atas uap pelarut dan uap zat terlarut.Akan tetapi ,jika zat terlarut sukar menguap,maka uap di permukaan larutan hanya terdiri dari uap zat pelarut saja.

uap suatu komponen bergantung pada fraksi mol komponen itu dalam larutan. Perumusan : PA = XA . PoA
Dengan , PA = tekanan uap komponen A XA = fraksi mol komponen A PoA = tekanan uap murni komp A

Hukum Raoult ´ Tekanan

1.2.Tekanan uap Larutan Jika zat terlarut sukar menguap. Jika zat terlarut sukar menguap, maka uap di permukaan larutan terdiri atas uap zat pelarut saja. Jika demikian ,maka tekanan uap larutan = tekanan uap pelarut. Maka Raoult membuat perumusan sebagai berikut : P larutan = Ppelarut = Xpel . Popel P larutan = Xpel . Popel

Jika Xpel < 1 , maka P larutan < Popel . Selisih antara tekanan uap pelarut murni ( Po ) dengan tekanan uap larutan ( P ) di sebut penurunan tekanan uap ( (P ) (P = Po - P
Jika Xpel + Xter = 1 , maka Xpel = ( 1 ² Xter ),sehingga :

(P = Xter . Po

Co/ Hitunglah penurunan tekanan uap jenuh 15 gram urea ( Mr = 60 ) dilarutkan dalam 90 gram air.Jika diketahui tekanan uap jenuh air murni pada suhu 20oC adalah 17,54 mmHg. Penyelesaian : (P = Xt . Po =
y

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful