ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN HIPERPARATIROID

www.trinoval.web.id

 Pola eliminasi ( konstipasi. dan labilitas emosional. Beberapa riwayat kesehatan yang dapat diperoleh dari pasien antara lain: 1. rambut. 2. penurunan memory. lemah atau parestesia. Pengkajian keperawatan yang rinci mencakup : 1.tanda perubahan perilaku )  Asupan dan keluaran setiap 8 jam  Berat badan tiap hari  Kelemahan otot –otot  Kadar elektrolit ( kalsium. Riwayat kesehatan klien Riwayat penyakit dalam keluarga Keluhan utama antara lain : 2 . poliuria )  Penggunaan obat  Riwayat diet  Pengetahuan mengenai kondisi 2.hal berikut :  Status mental ( tanda. 3. fosfor )  Keadaan kulit. dan kuku Klien mungkin menunjukkan perubahan psikologis seperti letargi. Data Subyektif  Data subyektif berikut diperoleh dari pasien :  Adanya ketidaknyamanan ( nyeri tulang ). Pengkajian Tidak tedapat manifestasi yang jelas tentang hiperparatiroid. semua manifestasi yang tampak pada hiperkalsemia. mengantuk. Data oyektif  Data obyektif meliputi hal. Diperlukan riwayat kesehatan yang lengkap dari klien untuk mencari apakah terdapat factor resiko.ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN HIPERPARATIROID I.

5. hiperparatiroid primer akan ditemukan peningkatan kadar kalsium serum. Gangguan pencernaan seperti mual. 6. sedangkan kadar kalsium dan fosfat urine akan mengalami peningkatan. Hal ini perlu untuk menentukan apakah masalah metabolisme kalsium dan fosfor disebabkan karena gangguan pada metabolisme paratiroid atau karena keadaan penyakit lain. dan nyeri lambung yang akan disertai penurunan BB  Depresi  Nyeri tulang dan sendi 4. Pada saat dilakukan pemeriksaan fungsi paratiroid.sistem tersebut. Selain itu. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk menentukan kadar kalsium dalam plasma yang kondisi merupakan pemeriksaan Hasil terpenting pemeriksaan dalam pada menegakkan hiperparatiroid. penurunan kadar serum anorganik. anoreksia. Riwayat trauma atau fraktur tulang Riwayat radiasi daerah leher dan kepala Pemeriksaan fisik yang mencakup  Obsevasi dan palpasi adanya deformitas tulang  Amati warna kulit apakah tampak pucat  Perubahan tingkat kesadaran 7. Pemeriksaan Diagnostik Karena keseimbangan metabolisme kalsium dan fosfor melibatkan berbagai system di samping paratiriod ( skeletal. maka pasien perlu menjalani diagnostik untuk sistem. obstipasi. dan system urinarius ). gastrointestinal. Bila kadar kalsium tetap tinggi. muntah. 3 . maka akan tampak tanda psikosis organic seperti bingung bahkan koma dan bila tidak ditangani dapat menyebabkan kematian 8. EEG dan EKG serta pemeriksaan konduksi syaraf juga dilakukan untuk mendeteksi hipotonitas atau iritabilitas neuromuskuler.

4 . 4. intensitas / beratnya nyeri. II. dan onset. akan tampak penipisan tulang dan berbentuk kista dan trabekula pada tulang.Pada pemeriksaan radiology. INTERVENSI Dx I. dan factor. Nyeri berhubungan dengan agen cedera fisik ( penyakit kista tulang ) Intoleransi asktivitas berhubungan dengan kelemahan otot Ketidakseimbangan cairan berhubungan dengan muntah Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebuthan tubuh dengan anoreksia 5. frekuensi dan tanda nyeri ) Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang NIC: Pain management Kaji secara komprehensif tentang nyeri. kualitas. ketidaknyamanan Observasi . durasi. berkomunikasi secara efektif. Nyeri berhubungan dengan agen cedera fisik ( penyakit kista tulang ) Tujuan : Setalah dilakukan tindakan keperawatan selama proses keperawatan diharapkan nyeri dapat berkurang / hilang NOC : Kontrol Nyeri Kriteria Hasil: mencari bantuan ) Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan manajemen nyeri Mampu mengenal nyeri ( skala . 3. meliputi : lokasi. Kebingungan akut berhubungan dengan usia lebih dari 60 tahun berhubungan III. isyarat –isyarat non verbal dari untuk khususnya dalam ketidakmampuan Mampu mengontrol nyeri ( tahu penyebab nyeri. karakteristik.factor predisposisi. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa keperawatan yang mungkin dijumpai pada kasus hiperparatiroid antara lain: 1. mampu menggunakan tekhnik non farmakologi untuk mengurangi nyeri. 2. frekuensi. intensitas .

masase.aplikasi panas-dingin. distraksi. guided imagery. 5 . terapi musik. Berikan anelgetik untuk mengurangi nyeri Dx II: Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan otot Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama proses keperawatan diharapkan pasien dapat melakukan aktivitas dengan normal. dll) Keterangan Skala Tidak melakukan Jarang melakukan Kadang melakukan Sering melakukan Selalu melakukan Gunakan komunikasi terapeutik agar pasien dapat Anjurkan penggunaan tekhnik non farmakologi (ex: mengekspresikan nyeri relaksasi.

Saturasi oksigen dalam batas normal TD dalam batas normal saat beraktivitas Rata.rata respirasi dalam batas normal saat beraktivitas Melaporkan adanya kekuatan otot Mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari Keterangan Skala Selalu menunjukkan Sering menunjukkan Kadang menunjukkan Jarang menunjukkan Tidak menunjukkan NIC : Activity Teraphy mampu dilakukan disukai luang dari penguatan Monitor respon fisik. 4. BJ urine normal. 5. Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi diri Bantu klien untuk membuat jadwal latihan di waktu Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang Kolaborasikan dengan tenaga rehabilitasi medik Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang dalam merencanakan program terapi yang tepat 6 .Mempertahankan urin output sesuai dengan usia dan BB. social. 3. HT normal. 2.NOC : Activity Tolerance Kriteria Hasil 1. emosi. dan spritual DX III: Ketidak seimbangan cairan berhubungan dengan muntah Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama proses keperawatan diharapkan kebutuhan cairan dapat terpenuhi NOC : Fluid Balance Kriteria Hasil .

Kadang menunjukkan 4.Tidak ada tanda-tanda dehidrasi. Jarang menunjukkan 5. membran mukosa lembab.. Tidak pernah menunjukkan NIC : Fluid Management Pertahankan catatan intake dan output yang akurat Monitor TTV Monitor masukan makanan / cairan dan hitung intake kalori harian Kolaborasi pemberian cairan / makanan Monitor status nutrisi Monitor status hidrasi ( kelembaban membrane. tidak ada rasa haus yang berlebihan Keterangan Skala 1. Sering menunjukkan 3. 4.TD. Selalu menunjukkan 2. Suhu dalam batas normal . elastisitas turgor kulit baik. tekanan darah ortostatik ) jika diperlukan DX IV : Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia NOC : Status nutrisi : Masukan nutrisi Kriteria Hasil 1. nadi adekuat.nadi. Adanya peningkatan BB sesuai dengan tujuan Tidak ada tanda –tanda malnutrisi Tidak ada penurunan BB yang berarti Keterangan Skala Tidak menunjukkan Jarang menunjukkan Kadang menunjukkan Sering menunjukkan Selalu menunjukkan 7 . 2. 5. 3.

Monitor jumlah nutrisi dan kandungan nutrisi . Dapat berkomunikasi dengan baik dan lancar Orientasi pasien baik Menunjukkan paerhatian pada topik pembicaraan Dapat berkonsentrasi dengan baik Keterangan Skala Selalu menunjukkan Sering menunjukkan Kadang mennjukkan Jarang menunjukkan Tidak pernah menunjukkan NIC : Reality orientasi Monitor kemampuan orientasi pasien Gunakan gambar atau kalender untuk merangsang ingatan pasien Rangsang memori dengan mengingat pengalama masa lalu Gunakan media untuk merangsang kemampuan komunikasi verbal pasien Sapa pasien dengan nama saat memulai interaksi Penuhi kebutuhan tidur pasien 8 . 4.Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien . 2.Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan DX V: Kebingungan akut berhubungan dengan umur lebih dari 60 tahun Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama proses keperawatan diharapkan pasien dapat berorientasi dengan baik NOC : Kognitif ability Kriteria Hasil 1. 3.NIC : Nutrition management . 5.Berikan makanan yang terpilih ( sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi ) .Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi .

mencari bantuan ). Skala ( 1 ) Melaporkan adanya kekuatan otot . Skala ( 1 ) TD dalam batas normal saat beraktivitas . Skala ( 1 ) Rata. waktu dsb EVALUASI DX I : Nyeri berhubungan dengan agen cedera fisik ( penyakit kista tulang ) Krtiteri Hasil Mampu mengontrol nyeri ( tahu penyebab nyeri. frekuensi dan tanda nyeri ) .- Informasikan pasien tentang seseorang. Skala (5 ) Melaporkan bahwa nyeri berkurang dengan manajemen nyeri . Skala ( 5 ) DX II otot Kriteria Hasil Saturasi oksigen dalam batas normal . Skala ( 5 ) Mampu mengenal nyeri ( skala .rata respirasi dalam batas normal saat beraktivitas . tempat.Skala (5 ) Menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang . Skala (5 ) TTV dalam batas normal . intensitas . Skala ( 1 ) : Intoleransi asktivitas berhubungan dengan kelemahan 9 . mampu menggunakan tekhnik non farmakologi untuk mengurangi nyeri. Skala ( 1 ) Mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari .

Skala ( 1 ) DX IV : Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia Kriteria Hasil Adanya peningkatan BB sesuai dengan tujuan . Skala ( 1 ) Menunjukkan paerhatian pada topik pembicaraan . tidak ada rasa haus yang berlebihan . Skala ( 5 ) Tidak ada penurunan BB yang berarti . elastisitas turgor kulit baik. Skala (1) Orientasi pasien baik . Suhu dalam batas normal . HT normal.Tidak ada tanda-tanda dehidrasi.Mempertahankan urin output sesuai dengan usia dan BB.TD. . Skala ( 1 ) 10 . membran mukosa lembab. Skala ( 1 ) Dapat berkonsentrasi dengan baik . BJ urine normal. Skala ( 5 ) Tidak ada tanda –tanda malnutrisi . Skala ( 1 ) .DX III muntah : Ketidakseimbangan cairan berhubungan dengan Kriteri Hasil . Skala ( 5 ) DX V : Kebingungan akut berhubungan dengan usia lebih dari 60 tahun Kriteria Hasil Dapat berkomunikasi dengan baik dan lancar .nadi. Skala ( 1 ) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful