Sejarah Kerajaan Tatar Sunda

SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI TATAR SUNDA Kumpulan Tulisan Pengeran Wangsakerta BAGIAN 1: PENDAHULUAN

I. SEJARAH DAN SASTRA

Sesungguhnya, sebagian besar isi dari kitab suci Al Qur'an, dapat ditafsirkan sebagai Mahasejarah. Pengetahuan tentang riwayat kehidupan manusia, hayat para Nabi dan Rasul, semua itu dapat diketahui berdasarkan informasi dari kitab suci Al Qur'an. Kadzalika nuaqushu `alaika min ambaa–i maa qod sabaqo. Waqod a'tainaka minladunna dzikron. (Surat Thahaa, Ayat 99). Terjemahan: Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesunguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al–Quran). Pengertian tentang Sejarah menurut G.R. Elton dan Henri Pirenne, kurang lebih sebagai berikut: Sejarah adalah suatu hasil studi tentang perbuatan dan hasil–hasil kehidupan manusia dalam masyarakatnya di masa silam. Sejarah, diungkapkan melalui studi disiplin ilmu: 1. Filologi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah–naskah kuno pada lontar, daluwang, kertas; 2. Epigrafi, ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, yang dikenal sebagai prasasti; 3. Arkeologi, ilmu yang mempelajari benda–benda peninggalan sejarah (artefak). Ilmu pengusung lainnya, adalah geografi sejarah (ilmu yang mempelajari peta sejarah), linguistik (ilmu yang mempelajari kebahasaan) dan antropologi (ilmu yang mempelajari kebudayaan).

1 | Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Sedangkan di pihak lain, pengertian tentang "sejarah", umumnya berupa dongeng, cerita, tambo, legenda, mitos, dan lain sebagainya. Seperti halnya yang dipahami oleh umumnya masyarakat Sunda, yang dianggap "sejarah" tersebut, adalah: dongeng, sasakala, pantun, wawacan, babad dan lain-lain. Padahal, ragam tersebut, berada di wilayah disiplin ilmu Sastra. Tidak dapat dipungkir, di dalam pemahaman kehidupan sehari–hari, antara Sejarah dengan Sastra, memiliki pemisah yang sangat tipis. Masyarakat sulit untuk bisa membedakan, yang mana Sejarah dan yang mana Sastra. Oleh karena itu, sejarah yang akan diungkapkan dalam buku ini, pembahasannya sedapat mungkin sudah dikaji terlebih dahulu berdasarkan disiplin ilmu Sejarah. Sedangkan sumber–sumber Sastra (sasakala, pantun, wawacan dan babad), sampai taraf tertentu, hanya dijadikan sebagai sumber pembanding. Untuk memudahkan pembaca umum (masyarakat luas), pembahasan dalam buku ini, beberapa ketentuan yang bertalian dengan sistematika, metodologi dan penulisan ilmiah sejarah yang ketat, sedapat mungkin disederhanakan. Hal tersebut sangat disadari, agar sejarah yang dianggap wilayah kering, akan menjadi lahan yang subur, mudah dipahami dan tersosialisasi dengan baik. II. SUMBER PUSTAKA WANGSAKERTA

Kehadiran naskah–naskah kuno (pustaka) Pangeran Wangsakerta Cirebon abad ke–17 Masehi, setelah diuji secara filologi oleh para akhli, Tim Penggarap Naskah Pangeran Wangsakerta (dipimpin oleh Prof Dr. H. Edi S. Ekadjati, Program Kerja Yayasan Pembangunan Jawa Barat, 1989–1991), telah menjadi sumber yang berharga bagi ilmu pengetahuan sejarah. Nama Pangeran Wangsakerta mulal menarik minat kalangan sejarah, setelah diterbitkan naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis oleh Pangeran Arya Cirebon dalam tahun 1720. Pangeran Arya Cirebon alias Pangeran Adiwijaya, adalah putera bungsu Sultan Kasepuhan pertama. la kemenakan Pangeran Wangsakerta. Dalam percaturan Sejarah Tatar Sunda, Priangan khususnya, nama Pangeran Arya Cirebon cukup dikenal, karena sejak tahun 1706 ia ditunjuk oleh Kompeni Belanda menjadi opzichter para bupati di Priangan. la dinilail amat berhasil dan amat pandai, sehingga, setelah wafat dalam tahun 1723,
2 | Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Kompeni Belanda tidak sanggup mencari penggantinya, karena dianggap tidak ada tokoh yang mampu menyamainya. Naskah Purwaka Caruban Nagari, memiliki kadar kesejarahan yang jauh lebih tinggi (jika dibandingkan dengan naskah babad atau sejenisnya), karena menyebutkan sumber penulisnya. Kalimat terakhir naskah tersebut memberitakan, bahwa cerita itu disusun oleh Pangeran Arya Cirebon, berdasarkan naskah Pustaka Nagara Kretabhumi karya Pangeran Wangsa kerta. Sebenarnya masih ada sebuah naskah lain, yang menyebutkan Pustaka Nagara Kretabhumi sebagai sumber, yaitu Pustaka Pakungwati Cirebon (1779 M) yang disusun oleh Wangsamanggala (Demang Cirebon) bersama Tirtamanggala (Demang Cirebon Girang). Dalam naskah ini, hanya pada halaman akhir disebutkan sebagai kutipan dari Pustaka Nagara Kretabhumi, yaitu mengenai pernah adanya Kerajaan Tarumanagara, dengan raja-rajanya yang memakal nama Warman sebagal pendahulu Kerajaan Pajajaran. Bagian selebihnya, tampil dalam gaya sastra babad biasa, yang penuh dengan hal-hal sensasional dan dibumbui supranatural. Sejak naskah Purwaka Caruban Nagari diterbitkan tahun 1972, mulallah nama Pangeran Wangsakerta dikenal umum, sebagai pujangga penyusun naskah Pustaka Nagara Kretabhumi. Namun tak seorangpun mengetahui, naskah tersebut benar–benar pernah ada atau tidak, dan kalau ada, tak seorangpun yang mengetahui tempatnya. Setelah pelacakan yang intensif, namun dilakukan secara diam-diam selama 5 tahun oleh Drs. Atja, akhirnya naskah Pustaka Nagara Kretabhumi mulai ditemukan dan dibeli oleh Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat) dalam pertengahan tahun 1977. Setelah itu, secara berturut–turut, naskahnaskah lain karya Pangeran Wangsakerta, disampaikan kepada Museum Negeri Sri Baduga Jawa Barat dari para pemiliknya, yang kebanyakan berdomisili di luar Jawa. Pakar sejarah Edi S. Ekadjati, dalam buku Naskah Sunda (1988), meriwayatkan tentang penemuan 47 buah naskah Pustaka Wangsakerta. Empat buah naskah di antaranya, ditemukan di Banten, antara lain: 1. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 2), dikumpulkan antara tahun 1967–1969 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (69 lembar) dari seorang pedagang, dan di Serang (Banten) sebanyak 33 lembar. Pada
3 | Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

tahun 1977 naskah ini dijilid dan sudah lengkap. (Pemberi keterangan Siradjudin, tanggal 5–2–1978); 2. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa II, Sarga 3). Sebagian naskah ditemukan pada tahun 1949 di Palembang dan sebagian lainnya di Banten, dari seorang dukun keliling penjual jamu. Beberapa naskah yang ditemukan di Palembang pada tahun 1964, sebagian terendam lumpur, akibat banjir Sungai Musi. Baru tahun 1979, naskah ini terkumpul lengkap, setelah digabungkan dengan naskah yang ditemukan di Banten; 3. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (Parwa III, Sarga 5), dari Banten tanggal 4 September 1983; 4. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa (Panyangkep), sebagian dari Palembang (Atmo Darmodjo), sebagian dari Serang (Yusuf, dan sebagian lagi dari Jambi (Hassan). Dikumpulkan tahun 1926–1931 dan dijilid tahun 1978; Dari 47 naskah Pangeran Wangsakerta, dapat diketahui, bahwa tebal tiap jilid bervariasi antara 100 sampal 250 halaman, dengan isi antara 21 sampal 23 baris tiap halaman. Berdasarkan laporan pengujian secara kimiawi di laboratorium Arsip Nasional (1988), kertas daluang yang digunakan dalam naskah–naskah Pangeran Wangsakerta, sudah berusia lebih dari 100 tahun. Penelitian usia naskah–naskah tersebut, kini sedang dilakukan di sebuah laboratorium di Jepang. Walaupun demikian, naskah– naskah Pangeran Wangsakerta, sudah dapat dikategorikan ke dalam Naskah Kuno. Naskah–naskah tersebut ditulis dengan tinta japaron, menggunakan aksara dan bahasa Kawi Jawa Kuno, gaya Cirebon. Edi S. Ekadjati dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 5A, Jawa Barat Koleksi Lima Lernbaga (1999), memperinci kondisi naskah– naskah Pustaka Wangsakerta, di antaranya sebagal berikut: Judul Naskah, Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Bahasa: Jawa Cirebon; aksara: Cacarakan; bentuk: Prosa; bahan naskah: Dluwang; Sampul: kertas tebal terbungkus kaln blacu; tebal: 214 halaman, halaman yang ditulis: 213 halaman, 1 halaman kosong; tinta hitam, tulisan umumnya masih terbaca.
4 | Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda

Berkat ditemukannya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa V sarga 5. halaman: 35. Menurut Pangeran Wangsakerta. Katalog tersebut menampilkan 1703 judul naskah yang pernah ditulis di Keraton Cirebon. tulisan: 32 x 22 cm. Keadaan fisik umumnya masih baik dan terpelihara. yaitu: 1. dan penjilidan ketat sehingga apabila dibuka salah satu permukaan halamannya melenting (Ekadjati. Pustaka Nagara Kretabhumi. yaitu halaman awal dan akhir.5 cm. Kertas sangat kusam kehitam–hitaman.5 x 27. Penulisan nomor halaman pada margin atas tengah. seperti misalnya sejarah. Baik dalam jaman pemerintahan Panembahan Girilaya. Penomoran halaman ada dengan angka Cacarakan 1–212 dan dua halaman tanpa nomor.5 x 27.1985: 537). Balikuna.5 cm. di antara pustaka milik keraton Kasepuhan itu. dari daerah lain. dan Sundakuna. yang berupa katalog mengenal pustaka–pustaka. Selain itu. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. ada juga milik para Duta atau Mahakawi (Pujangga Besar. Pustaka Carita Parahiyangan. 2. Dari naskah–naskah yang terkumpul di Museum Negeri Sri Baduga (Jawa Barat). Khazanah perpustakaan itu umumnya terdiri dan naskah lontar dan prasasti (Ayatrohaedi.Ukuran. 4. maupun dalarn masa dirinya ketika menjadi Panembahan Cirebon. sampul: 35. ternyata ada empat macam seri sejarah yang telah disusun oleh Pangeran Wangsakerta dan kawan–kawan. Setiap lembar halaman dibingkal garis ganda. dapat diketahui pula judul-judul naskah yang pernah ditulis oleh Panembahan Losari (jaman Susuhunan Jati) dan Pangeran Manis (jaman Panembahan Ratu). Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa. Naskah–naskah tersebut mencakup berbagal bidang pengetahuan. Melayukuna. Bahasa naskah pun sekurangkurangnya mencakup bahasa–bahasa Jawakuna. 3. dan kesehatan. hukum. di antaranya 1218 judul berupa karya Pangeran Wangsakerta dan kawan–kawan.1999:187). yang datang bermusyawarah (mapulung rahi) di Cirebon 5 | Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . dapat diketahui judul-judul seluruh naskah yang pernah disusun Pangeran Wangsakerta.

pada buku Pertemuan Ilmiah Arkeologi ke III. pengundangan nara sumber. Gotrasawala Dari semua naskah yang telah terkumpul. Kata pengantar itu kadang-kadang lebar. penyelenggaraan sawala dan penugasan sangga.1985: 530–557). karena berisi keterangan kesejarahan yang sesuai dengan jilid yang bersangkutan. dapatlah diketahui bahwa untuk tiap-tiap Jilid. secara terperinci memberikan keterangan yang berkaitan dengan. merupakan uraian yang lebih banyak menyita bagian terbesar dalam tiap jilid. kadang–kadang amat ringkas. dibawa kembali ke negaranya. Musyawarah tersebut diadakan. Kolofon Bagian purwaka. Tapi ada juga yang meminjamkannya untuk sementara. pembentukan panitia. yaitu: 1. penyusun. tujuan penyusunan. Uraian kisah sejarah dalam jilid yang bersangkutan 3. banyak yang menghadiahkan naskah yang dibawanya. sumber. dan penyelesaian masalah yang muncul dalam sawala. dan cara kerja yang lebih jauh menguraikan tentang hal–hal yang berkaitan dengan. Hal yang menarik misalnya naskah–naskah karya Prapanca dibawa oleh Mahakawi utusan dari Bali bukan oleh utusan dari Jawa Timur. Dari kata pengantarnya itulah diketahui. kepada Sultan Cirebon. atas permintaan Sultan 6 | Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . pencarian sumber dan bahan. III. parwa dan sarga. Pangeran Wangsakerta selalu menyajikan kata pengantar yang berisi keterangan. Purwaka 2. alasan penyusunan. Bagian inilah yang bersangkut paut dengan pertanggungjawaban ilmiah para penyusun.dalam tahun 1599 Saka (1677 M). terdiri dari tiga bagian. bahwa setiap jilid Pustaka Wangsakerta. tentang asal usul penulisnya dan kadang– kadang tentang siapa–siapa yang ikut serta menyusunnya. Bagian kedua. Sedangkan kolofon berisi keterangan mengenai akhir penulisan jilid tersebut (Ayatrohaedi. nama naskah. Ayatrohaedi menjelaskan dalam tulisan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. di Keraton Kasepuhan pernah diadakan mapulung rahi (silaturahmi kekeluargaan) dan gotrauawala (musyawarah) Para Akhli Sejarah dari Seluruh Nusantara. bahwa dalam tahun 1677 M. dan setelah usai disalin atau dipelajari isinya. Di antara mereka itu.

Cirebon. Malaka. Para Peserta. Lasem. Tegal. agar ia menyusun Sejarah Kerajaan– kerajaan di Nusantara (Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara). Geresik. Raksanagara: penulis naskah dan pengatur pertemuan 2. Jaksa Pepitu Cirebon. Ketua musyawarah (penulis): Pangeran Wangsakerta c. Susunan lengkap kepanitiaan gotrasawala (musyawarah) itu tertera dalam kata pengantarnya. yang terdiri dari: 1. Anggadiraksa: wakil penulis naskah dan bendahara 3. Wirasaba.Kasepuhan dan Sultan Kanoman. Lamongan. Dharmadyaksa Kasogatan (Ulama Budha) dari Jawa Tengah 5. Kudus. Pasuruan. Anggadipraja: duta keliling. mendapat restu dari Susuhunan Banten (Sultan Ageng Tirtayasa) dan Susuhunan Mataram (Amangkurat I). undangan dan juru bahasa 6. Makasar. Mantingan dan Bonang Sangga III: Jayakarta. Banggawi. penanggung jawab akomodasi dan angkutan e. Sangga II: Mataram. Madura. Panitia Pelaksana. 7 | Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . adalah sebagai berikut: a. dan Trengganu. Bantayan. Barus. Kediri. Balambangan. Kuningan. Semarang. Pelaksanaannya. Taliwang. Brebes. Losari. Mojoagung. Demak. Gurun. Bagelan. Nayapati. yaitu: Sangga I: Surabaya. Purbanagara: pengumpul dan penyeleksi bahan naskah 4. Galiyao. Tumasik. Banten dan Palembang. Cangkuang. Jepara. Lwah Gajah. Dermayu. Tanjungpura Karawang. Dharmadyaksa Karasulan (Ulama Islam) dari Arab 2. Tembayat. utusan dari berbagai daerah yang dibentuk menjadi 5 sangga (kelompok). Dharmadyaksa Kawesnawan (Ulama Hindu Wisnu) dari Jawa Timur 4. Anggaraksa penanggung jawab konsumsi 7. Dharmadyaksa Kong Pu Ce (Ulama Konghutsu) dari Semarang. Maluku. Panarukan. Dharmadyaksa Kasewan (Ulama Hindu Siwa) dari India 3. Ambon. Bali. Sedayu. Penanggungjawab (tuan rumah): Sultan Sepuh dan Sultan Anom b. Seran. Tuban. Singanagara: penanggungjawab keamanan 5. Penasehat: 1. d. Pasai. untuk melaksanakan amanat Panembahan Girilaya kepada Pangeran Wangsakerta.

g. Lamuri. Parakan Muncang. dari negara tetangga yaitu: Mesir. Rajagaluh. f. dinilai kecocokannya dengan isi pustaka yang telah diakui keabsahannya. Arab. Sangga V: Jambi. Namun di antaranya. Ukur. ada yang memberikan naskahnaskah berupa piagam perjanjian negara mereka dengan Kompeni Belanda. b. yang secara taat asas dipegang oleh para penyusunnya. hasil musyawarah dalam sangga harus dikemukakan dalam sidang lengkap oleh seseorang paujar (juru bicara). CARA KERJA PANGERAN WANGSAKERTA Gambaran umum tentang bagaimana cara Pangeran Wangsakerta bekerja. Talaga.Sangga IV: Sumedang. 8 | Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Cina. Benggala. bahwa naskahnaskah Pustaka Wangsakerta. Sindangkasih. Galunggung. India. Bangka. Campa. Kertabumi. Para pendengar ini hanya menyaksikan musyawarah dan tidak mempunyai hak suara. Giri dan Sendang Duwur. f. Kamperharwa (Mandailing) dan Siak. Tanjung Nagara. dinilai kebenarannya oleh para penasihat. c. IV. dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaka). Luragung. dalam upaya menyusun naskah sejarah. Sri Langka. dimintakan persetujuan (restu dari keempat sultan sponsor). d. digarap berdasarkan sistematika dan organisasi. Perelak. dibuat risalah resmi. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ayatrohaedi (1985). Kuta Lingga. Pendengar (pangreungeu). tiap anggota sangga harus menyusun (menyajikan) sejarah daerahnya masingy–masing yang isinya harus disepakati oleh sidang sangga. setelah disepakati bersama. dibukukan (pinustaka) oleh penyurat dengan tanggungjawab Pangeran Wangsakerta (pekerjaan inilah yang memakan waktu 22 tahun lamanya). Minangkabau. Imbanagara. Tanjung Puri. Berunai. Galuh. Tanjung Kutai. dapat dilihat dengan baik dalam kata pendahuluan yang disajikan dalam naskahnya Sebagai contoh. e. Sukapura. Tahap–tahap pembahasan dan penulisan diatur sebagai berikut: a. Rancamaya.

Demikianlah misalnya mahakawi dari Jawa dan mahakawi dari Sunda. Tetapi mereka memberikan catatan. Hampir–hampir tak ditemukan kisah sejarah yang sesungguhnya (kathekang tatwa). Hampir mereka itu berperang–tanding (madwanda yudha) dalam ruang sidang. aku senantiasa menemui kesulitan–kesulitan yang menimbulkan beberapa kesukaran. Namun lebih parah lagi keadaan dalam sidang kelima kelompok para mahakawi dan menteri. Ada cerita yang sesungguhnya tak pernah terjadi (niskarana). lalu mahakawi dari Banten dan mahakawi dari Mataram dan Cirebon saling berbeda dan saling bertentangan dalam pembicaraan mengenai negaranya masing-masing. Adapun para mahakawi utusan dari negeri seberang dan negeri asing hanyalah hadir sebagai saksi. tahun pemerintahan raja–rajanya. demikian pula pada waktu menyusun pustaka–pustaka lainnya. Juru bicara (paujar) hanya ada lima orang yang harus mengutarakan kisah sejarah yang sesungguhnya. Tetapi di antara mereka itu ada yang menyampaikan pandangannya secara berlebih–lebihan (wakrokti).dapat dikemukakan terjemahan kata pendahuluan dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa IV sarga 1. Cirebon dan Banten dengan mahakawi dari Mataram. Pertentangan timbul pula antara mahakawi dari Jayakarta. tahun berdirinya sesuatu kerajaan. Para peserta musyawarah saling memarahi sehingga akhirnya timbul kericuhan. terutama dalam saat-saat awal penulisan naskah. meletusnya suatu pemberontakan. tahun wafat raja dan banyak hal lagi. Demikian pula mahakawi dan Kudus dan Sumedang dengan mahakawi dari Cirebon dan Pasai. yang terjemahannya antara lain sebagai berikut: Pada saat menyusun naskah ini. Timbul pula pertentangan pendapat antara mahakawi dari Kutai dengan utusan Palembang dan Ukur. Sebabnya ialah ada beberapa mahakawi dan menteri–menteri utusan yang berbeda pendapat dalam mengutarakan sejarah negaranya masing–masing mengenai: kejayaannya. Terjadilah kericuhan yang nyaris mencetuskan pertentangan. keturunan raja-rajanya. melainkan hanya hasil 9 | Sejarah Kerajaan-Kerajaan di Tatar Sunda . Lalu mahakawi dari Sumatra dengan mahakawi dari Jawa Timur. termasuk beberapa surat dari Belanda yang ada di negaranya. Madura dan Banten. Demikian pula mahakawi dari Makasar berselisih paham dengan mahakawi dari Mataram. istri raja.

Karena itu aku menempuh jalan tengah. tanahnya dan masyarakatnya dalam kehidupan di bumi Nusantara ini.dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. Ada yang melontarkan kata–kata menghina dan tidak layak sampai hampir menimbulkan kericuhan. terutama bagi semua penduduk dari segala lapisan (kanistamadyau mottama) dan lebih– lebih lagi untuk pustaka pegangan raja yang memerintah negara atau daerah. lebih–lebih dengan para sesepuh. mahakawi dan para duta kerajaan yang tinggi pengetahuannya (widyanipuna). Dengan cara ini akhirnya mereka bersedia mengutarakan kisah sejarah yang sebenarnya. Walaupun begitu aku senantiasa bermusyawarah dan berunding lebih dahulu dengan mereka terus menerus. Hilangkanlah segala perbuatan jahat dan bahaya perbuatan khianat yang akan merusak negara kami semua. Kisah bualan seperti itu tidak diambil dan tidak dijadikan catatan. terutama sebagai pengetahuan tentang raja–raja beserta kerajaannya. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. agamanya.pikiran khayal (cittanung maya) dan keliru (wiparita). tidak lagi dibuat–buat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 10 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. dan semoga berikanlah kesejahteraan kepada kami peserta musyawarah yang menyusun pustaka ini sebagai bahan pengetahuan bagi masa yang akan datang dan masa kini (natgata wartanana). Tugas yang aku hadapi tidak sulit lagi. Mereka bersepakat sama–sama mengharapkan hasil sempurna dari karya besar ini yaitu: menyusun pustaka yang akan menjadi tuntunan pengetahuan sejarah (panghulu widya ning katha). Hanyalah karena aku telah cukup banyak mempelajari bermacam–macam pustaka tentang sejarah kerajaan–kerajaan di Nusantara dan memiliki aneka macam pustaka tentang kerajaan–kerajaan akhirnya aku berhasil mengatasi mereka. Lagi pula mereka telah sepakat akan mengikuti amanat Sultan Sepuh Cirebon. dan juga karena aku menjadi ketua mereka dalam musyawarah ini. maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Walaupun demikian. Lebih.

maka Gotrasawala (musyawarah) tersebut. mungkin sekali musyawarah itu sendiri dilangsungkan dalam kuartal pertama tahun 1677 Masehi. Dalam jilid yang lain. bahwa Pangeran Wangsakerta tidak menyebutkan tanggal dan bulan pelaksanaan silaturahmi dan musyawarah para akhli sejarah se–Nusantara di Cirebon itu. kadang kadang ia mempertaruhkan integritasnya sebagai keturunan Susuhunan Jati (Sunan Gunung Jati) yang tidak boleh berbohong dalam membela keabsahan isi naskahnya.Pustaka ini hendaknya dijadikan tonggak segala kisah. Dalam naskah–naskahnya Pangeran Wangsakerta. Kedudukan sebagai Panembahan Sepuh. naskah–naskah itu harus dikerjakan oleh lebih dari satu orang. selalu menggunakan sistem penanggalan Saka Hindu. bahwa Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parvva I sarga 1. la hanya menyebutkan tahun 1599 Saka yang bertepatan dengan tahun 1677 Masehi. baik secara khusus maupun sambil lalu. selesai dibukukan pada tanggal 1 bagian terang bulan Srawana tahun 1599 Saka (dengan sangkala: nawa gapura marga raja). Tanggal tersebut. oleh Jaksa Pepitu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebagai referensi dalam penyusunan naskahnya. Penulisan naskah menjadi pustaka. Karena itu. Dapat diketahui. diduga terjadi sebelum bulan Juli pada tahun itu juga Melihat hasil musyawarah sebanyak yang termuat dalam naskah– naskah Pangeran Wangsakerta. dan kami sama sekali tidak menyimpang dari kisah yang sebenarnya karena hal itu telah merupakan hasil penelitian yang seksama mengenai kebenarannya serta senantiasa akan berguna sebagai penuntun bagi masyarakat dan segala lapisan sejak saat ini sampai masa yang akan datang. Patut disayangkan. mungkin oleh Raksanagara dan Anggadiraksa. la pun biasa menunjuk sumber–sumber tertulis atau lisan. Dilihat dari gaya tulisannya. musyawarah itu telah berlangsung. ditambah dengan permasalahan yang terjadi selama penyusunan. yang menjadi penulis dan wakil penulis dalam musyawarah.jatuh pada minggu pertama bulan Juli tahun 1677 Masehi. sebelum Pangeran Mertawijaya dan Pangeran Kertawijaya dikukuhkan menjadi pengganti ayahandanya. Bila demikian halnya. sebagai para penguasa Cirebon. memang baru dilakukan kemudian. dan Panembahan Anom. sebenarnya telah 11 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Sultan Kanoman. Sesungguhnya dialah yang menjadi tonggak musyawarah itu. 12 | S e j a r a h K e r a j a a n . berlangsung di Keraton Surasowan Banten. Pangeran Abulfath Abdulfatah. Kemudian. Permasalahannya. ada dua hal yang menarik. Pangeran Arya Prabhu Adi Mataram. Pangeran Wangsakerta telah 17 tahun menjadi pemegang pemerintahan sehari–hari. yang pienyebutkan bahwa Sultan Sepuh memberikan amanat dalam musyawarah tersebut. sehingga Karta ibukota Mataram. yaitu Susuhunan Amangkurat I dari Mataram. dan Panembahan Kacirebonan). dari orang yang sangat mereka hormati. Alasan pertama. barulah mereka diantarkan pulang ke Cirebon. apakah amanat itu diberikan secara lisan atau tertulis. ia tidak canggung melaksanakan musyawarah tersebut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pelantikan ketiga Penguasa Cirebon (Sultan Kasepuhan. Setelah itu. ditambah 5 tahun masa vakum (kekosongan kekuasaan). bahkan rumah tinggalnyapun berdekatan dengan Keraton Kasepuhan. terjadi penyerbuan Trunojoyo. ialah karena melihat kenyataan. yang lebih dikenal sebagai Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten. Di antara amanat Sultan Sepuh itu.diperoleh sejak Panembahan Girilaya wafat tahun 1662. dapat direbutnya pada tanggal 12 Juli 1677. 2. adalah pesan: supaya para peserta musyawarah berada dalam suasana persaudaraan dan melupakan pertikaian di antara negara–negara yang mewakilinya demi kesempurnaan karya besar (karyagheng) yang mereka hadapi. Dengan demikian. Dalam kenyataannya. karena kedua kakaknya tetap berada di ibukota Mataram. yaitu ayah Pangeran Wangsakerta. mewakili ayahnya 12 tahun (1650-1662). bahwa pengetahuan yang dimiliki orang pada masa itu masih lepas–lepas (fragmen). dan 3. karena para penyusun memperoleh tugas. Namun mereka tetap tidak diijinkan pulang oleh Sunan Amangkurat I. Alasan kedua ialah. Pangeran Rasmi yang bergelar Panembahan Adiningratkusuma atau yang lebih dikenal sebagal Panembahan Girilaya. Dalam kaitannya dengan alasan penyusunan. yaitu: 1. adalah keterangan Wangsakerta. walaupun tidak dijelaskan. Mereka kemudian dibebaskan di Kediri alas desakan Sultan Ageng Tirtayasa.

tertulis Sultan Sepuh I yang wafat tahun 1697. kira-kira sejuta tahun sebelum tarikh Saka. lengkap dengan tahun pemerintahamrya di beberapa daerah yaitu: Perelak. Dari naskah–naskah yang terkumpul.Bagi Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu. hasil salinan Pangeran Losari (1518 M) yang telah suram huruf–hurufnya. juga tokoh Laksamana wanita Malahayati dari Kerajaan Aceh Darussalam. Pangeran Wangsakerta telah menyelesaikan terjemahan naskah Dharmakirti. sampai peristiwa perjanjian antara Cirebon dengan VOC tahun 1681. Jawa Timur. Disana. pada salah sebuah nisan. yaitu Gunung Sembung yang oleh umum disebut makam Gunung Jati. Sriwijaya. atau melukiskan peran dengan 13 | S e j a r a h K e r a j a a n . meliputi karun waktu yang disebutnya Purwayuga. dipaparkannya sejak masa pemerintahan Darmawangsa. dalam arti tidak bertentangan dengan prasasti yang ada. Sedangkan beberapa hal lainnya. Jawa Tengah. yaitu sejak Nusantara dihuni oleh mahluk manusia hewan (satwaprurusa). Ambahan atau luas jelajah kisah sejarah yang ditampilkan oleh Pangeran Wangsakerta. masih merupakan salah satu misteri sejarah di Indonesia. Tatar Sunda. baru dapat diketahui peristiwaperistiwa dun urutan pemerintahan raja–raja. musyawarah tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan mereka. uraiannya tepat sejalan dengan isi prasasti yang telah dikenal.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Juga ia menguraikan siapa sesungguhnya tokoh Fatimah binti Maimun. Samudera Pasai. Kita pun dapat menemukan kisah patriotik Sultan Ageng Tirtayasa dari Kerajaan Islam Surasowan Banten. yang kehadiran makamnya di Desa Leran. hanya tampak bila ia melukiskan kecantikan seorang wanita. Ciri gaya penulisan umum dalam jamannya. Banjarmasin dun Nusa Bali. Menurut pendapat Saleh Danasasmita (1984). dapat dikatagorikan logis. Bahkan. Secara runtut berlangsung. waktu itu ia menyebutkan tokot-tokoh yang dipusarakan di Giri Saptarengga. Naskah inilah yang disajikan sebagai sumber utama tentang riwayat pembentukan bumi serta isinya termasuk kemunculan mahluk manusia setengah hewan sampai kepada kehadiran manusia sempurna (manusapurna). yang telah lama menekuni masalah sejarah Nusantara. Tahun 1676. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. dun Patih Lambung Mangkurat dari Kerajaan Banjar. lengkap dengan mazhab yang dianut oleh para penyiarnya. dalam beberapa hal.

pada bagian kanan berbahasa Belanda dengan huruf latin. Di bagian bawah naskah sebelah kiri. Dokumen tersebut ditulis dalam dua bahasa. V. bahwa pemegang kekuasaan di Cirebon ada tiga orang. PANGERAN WANGSAKERTA Saleh Danasasmita. Berdasarkan dokumen tersebut dapat dipastikan. Bahkan di lingkungan kerabat keraton Cirebon. Pangeran Wangsakerta pun sering tertumbuk kepada perbedaan keterangan. terdapat 9 nama penandatangan perjanjian dari pihak Cirebon. Dalam ambahan sumber. tanpa nilai khusus. tersimpan sebuah dokumen. pernah disampaikan dalam Seminar Kebudayaan Sunda Proyek Sundanologi Depdikbud di Bandung. ia hanya dikenal sebagai Panembahan Cirebon I. kecuali sebagai Asisten Sultan Sepuh. membicarakan tokoh Pangeran Wangsakerta dengan sebutan Depati Topati. Dr. Menurut Saleh Danasasmita. pada tanggal 9–11 Maret 1986.ungkapan yang hampir selalu sama. nyaris tidak dikenal oleh umum. sebagal salah seorang penguasa Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . de Haan dalam buku Priangan II (1912). melalui tulisan ilmiah Pangeran Wangsakerta. dengan menyebutkan siapa yang menjadi sumbernya. Di gedung Arsip Nasional. Dalam hal yang demikian. la menyisipkan kata "meriam" sebagal peralatan perang pasukan Demak. dekat Bukit Gempol tahun 1528. bahwa tokoh Pangeran Wangsakerta. pada tahun 1986 telah berhasil mengidentifikasi Pangeran Wangsakerta. saat mereka membantu Cirebon berperang dengan Kerajaan Galuh di Palimanan. F. Tulisan tersebut berupa makalah. Dalam naskah tersebut. Sebagai Sejarawan Abad XVII. dalam pertengahan kedua abad ke–17. ternyata benar-benar ada. ia berusaha mengambil jalan tengah (kalap langkah tengah). dicantumkan dengan tegas. maka ia menyajikan semua keterangan menurut versinya musing-masing. termasuk Pangeran Wangsakerta di antaranya. Dalam sumber 14 | S e j a r a h K e r a j a a n . tertulis nama Wangsakerta dalam huruf cacarakan. berupa naskah perjanjian antara Cirebon dengan Kompeni Belanda tanggal 7 Januari 1681. Bila hal itu tidak mungkin. Pada bagian kiri berbahasa Melayu Arab. tokoh Pangeran Wangsakerta. dengan cara mengkompromikannya. Pada urutan ketiga.

Sedangkan Dipati Topati. Di lingkungan terbatas kerabat keraton. Daggh Register geharden int Casteel Batavia: 19 November 1677 memuat laporan Caeff (wakil Kompeni di Banten).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang memberitakan: bahwa de derde Prins baru saja kembali ke Cirebon dari kunjungannya ke keraton Banten. ia lebih dikenal sebagai de derde Prins van Cheribon (Pangeran yang ketiga dari Cirebon). De Haan (1912. bahwa berita tersebut "tidak benar".Kompeni lainnya. Dari perkawinan tersebut. Kekisruhan tersebut menunjukkan bahwa riwayat hidup Pangeran Wangsakerta. Mengenai hubungan antara Pangeran Wangsakerta dengan kerabat keraton Banten. yaitu: Pangeran Mertawijaya alias Pangeran Samsudin yang menjadi Sultan Kasepuhan pertama. bahwa Sultan Anom masih terhitung kerabat keraton Banten. termasuk kedudukannya di Cirebon. Karena kesal. 260 paragraf 425) mengutip laporan B. Sunan Tegalwangi berputera Amangkurat kedua yang kemudian menggantikan kedudukan ayahnya sebagai Penguasa Mataram. Puteri Sunan Tegalwangi berjodoh dengan Pangeran Putra yaitu Panembahan Girilaya putra Pangeran Seda ing Gayam. Ibunda Pangeran Kertawijaya berasal dari Banten. Untuk menjernihkan kekisruhan tersebut. masih sangat kabur. Di mana orang itu menaruh matanya? (War zijne oogen gehad?). dikenal adanya sebuah naskah wawacan. adiknya. Dari puteri Mataram. dikisahkan bahwa Pangeran Kertawijaya (Sultan Anom) berbeda ibu dengan Pangeran Mertawijaya (Sultan Sepuh) dan Pangeran Wangsakerta. Catatan Harian Kompeni. sedangkan Ibunda kedua orang saudaranya berasal dari Mataram. De Haan mengumpat Caeff. dalam naskah Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 4 (Halaman 86-88) yang terjemahannya sebagai berikut: Telah dikisahkan terdahulu bahwa Puteri Ratu Ayu Sakluh berjodoh dengan Mas Rangsang yang kemudian bergelar Sultan Agung Mataram. lahir Sunan Tegalwangi yaitu Amangkurat yang pertama. Pangeran Kertawijaya alias Pangeran Badridin 15 | S e j a r a h K e r a j a a n . Namun dalam Dagh Register 21 Desember 1677 Caeff melaporkan. van der Meer dan Jan Mulder. sama sekali bukan. Panembahan Girilaya berputra tiga. kita perhatikan keterangan dari Pangeran Wangsakerta sendiri.

Anggaraksa. Pangeran Raden Putra disebut Pangeran Panembahan Girilaya. Sultan Kanoman pertama Pangeran Badridin Kertawijaya. Empat tahun kemudian.yang menjadi Sultan Kanoman pertama. ia digantikan oleh cucunya yaitu Raden Putra alias Raden Rasmi yang kemudian disebut Pangeran Panembahan Adining Kusuma. Singanagara. Setelah wafat. dan Nayapati. la bergelar Panembahan Ratu II putera Pangeran Seda ing Gayam. pada tahun 1599 Saka (1677 M). Setelah Pangeran Panembahan Girilaya wafat. Pangeran Samsudin Mertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Sepuh kemudian disebut Sultan Kasepuhan pertama. Penandatangan dari pihak Kompeni Belanda adalah: Yakub Bule (Jakob van Dijk) dan Kapitan Misel (Michielsz). yang wafat ketika ayahnya yaitu Panembahan Ratu I masih hidup. Karena Ratu Ayu Sakluh itu kakak Panembahan Ratu. Pangeran Badridin Kertawijaya ditunjuk menjadi Panembahan Anom kemudian disebut Sultan Kanoman pertama dan 16 | S e j a r a h K e r a j a a n . adiknya. Yang menandatangani surat perjanjian ink yaitu: Sultan Kasepuhan yang pertama Pangeran Samsudin Mertawijaya. Panembahan Adining Kusuma menjadi penguasa Cirebon selama 12 tahun. dan adiknya yang bungsu yaitu Pangeran Wangsakerta yang menjadi Panembahan Cirebon pertama. Sunan Tegalwangi. Anggadireksa. senantiasa ingin merebut Cirebon. yaitu: Panembahan Ageng Gusti Cirebon yaitu Pangeran Wangsakerta dan para jaksa Pepitu masing-masing: Raksanagara. Sementara itu raja Cirebon juga berkerabat dengan raja Banten padahal Banten dengan Mataram selalu bermusuhan. Sang Panembahan (Pangeran Wangsakerta) adalah ketua dari jaksa Pepitu itu. Adapun putra Pangeran Panembahan Girilaya yang ketiga tinggal di keraton Cirebon mewakili ayahnya. Anggadiprana. Setelah Panembahan Ratu wafat. Peristiwa itu berlangsung di keraton Kasepuhan. Cirebon mengadakan perjanjian persahabatan (mitranan) dengan Kompeni Belanda. Selama menjadi penguasa Cirebon ia selalu berada di Mataram bersama kedua orang putranya yaitu: Pangeran Samsudin Mertawijaya dan Pangeran Badridin Kertawijaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kemudian semua pejabat tinggi negeri Cirebon yang disebut jaksa Pepitu. Tapi raja Matararn. Purbanagara. Adapun awal pembentukan Kasepuhan dan Kanoman. maka raja Cirebon dengan raja Mataram masih berkerabat.

Ketika Ibukota Mataram direbut oleh tentara Madura dan Makasar.adiknya. Pangeran Wangsakerta Panembahan Cirebon. Tentara Madura yang dipimpin oleh Trunojoyo bergabung dengan tentara Makasar yang dikepalai Kraeng Galesung dan Monte Marano. Setelah itu putranya. Susuhunan Amangkurat pertama sedang bermusuhan dengan Trunojoyo yaitu putra Adipati Madura Pangeran Cakraningrat. Di sana para pangeran dari Cirebon bersama Ratu Blitar mendapat perlakuan hormat dari Trunojoyo. Bersamaan dengan itu Sultan Banten memberikan hadiah dan bantuan berupa senjata kepada Trunojoyo karena Sultan Banten bersekutu dengan Trunojoyo dalam permusuhan mereka terhadap Mataram dan Belanda. Tak lama kemudian tentara Madura dan tentara Makasar berhasil merebut Karta ibukota Mataram. Mereka ditawan oleh Trunojoyo lalu dibawa ke Kediri. Pangeran Dipati Anom beserta para pengiringnya melarikan diri ke arah barat. Dalam pertempuran di berbagai daerah. Kemudian anggota rombonganku bersama tentara Banten pergi naik kapal perang Banten menuju Jawa Timur dan selanjutnya ke Kediri. padahal para sultan menghendaki negaranya merdeka. Sementara itu raja Mataram. Susuhunan Amangkurat dan putranya. menggantikan ayahnya menjadi Susuhunan Amangkurat kedua. Dengan sungguh-sungguh aku memohon bantuan kepada Sultan Ageng Tirtayasa Banten agar ia berusaha membebaskan kakakku karena Sultan Banten masih kerabatku. Karena itu aku beserta rombongan para pejabat tinggi pergi ke Banten. Mataram dan Belanda. yaitu aku sendiri. Juga Ratu Blitar serta beberapa kaulanya tertangkap oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri. Kemudian Sunan Mataram wafat di Tegalwangi. Pangeran Dipati Anom. Karena itulah Susuhunan Amangkurat pertama digelari Susuhunan Tegalwangi. Trunojoyo dikirim surat oleh Sultan Banten yang berisi permintaan agar para pangeran dari Cirebon beserta pengiringnya dibebaskan. Penguasa Banten 17 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi sultan ketiga dengan gelar Panembahan Cirebon. Panembahan Sepuh Samsudin Mertawijaya dan Panembahan Anom Cirebon berada di sana. ingin membebaskan kakakku dari bencana tersebut. Pada waktu itu tiga negara ingin menguasai Cirebon yaitu: Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tentara Mataram selalu menderita kekalahan.

Di sana Sultan Ageng Banten menerima kedatangan rombonganku bersama Panembahan Sepuh dan Panembahan Anom Cirebon. Pangeran Madura itu bersikap hormat kepada anggota rombongan utusanku dan menjamu dengan bermacam–macam hidangan yang serba lezat. SALAKANAGARA I. Kesultanan Kanoman dan Panembahan Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kutipan di atas. Pangeran Badridin Kertawrijaya ditunjuk menjadi Sultan Anom yang kemudian disebut Sultan Kanoman dan Pangeran Wangsakerta ditunjuk menjadi Sultan ketiga dengan sebutan Panembahan Ageng Gusti Cirebon alias Panembahan Tohpati atau Abdul Kamil Mohammad Nasarudin namanya yang lain. Pangeran Samsudin Mertawiijaya ditunjuk menjadi Sultan Sepuh yang kemudian disebut Sultan Kasepuhan. Setelah itu kami pulang ke Cirebon dan Sultan Banten meminta agar kami memusuhi Mataram dan Belanda. sehingga dapat menghapus segala kekisruhan. Akhirnya Panembahan Sepuh. akibat bermacam–macam dugaan yang ditulis pada masa kemudian.menyampaikan rasa suka citanya karena Trunojoyo berhasil merebut ibukota Mataram. merupakan kisah yang dialami sendiri oleh Pangeran Wangsakerta. Lalu Sultan Banten mewisuda kami. Panembahan Anom beserta pengiringnya demikian juga Ratu Blitar dibebaskan oleh Trunojoyo. PURWAYUGA 18 | S e j a r a h K e r a j a a n . *** BAGIAN : 2. Setelah itu anggota rombonganku membawa kakakku dan Ratu Blitar ke Banten. Sejak saat itulah berdiri Kesultanan Kasepuhan.

Bumi menjadi dingin. Namun demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. antara lain sebagai berikut: . dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba). maupun dari lapisan Pleistosen– Tengah. bisa saja terjadi di Tatar Sunda. dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto). Berjuta juta tahun kemudian asap gelap di seluruh muka bumi secara berangsur–angsur dan terus menerus seluruhnya menghilang.. (Wangsakerta. di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen–Bawah. Sebelum kemungkinan itu terbukti. permukaan bumi menyerupai api yang bercahaya dan menyala. 19 | S e j a r a h K e r a j a a n .// witan sarga kala niking bhumitala / bhumitala pinakagni dumilah mwang usna //prayuta warsa tumuli kukm peteng rat bhumandala canaih canaih dumanarawata sirna / bhumi mahatis yadyastun mangkana/ tatan hang jang gama / ateher bhumandala nikang dadi prawata lawan sagara//prayuta warsa tumuli dadi to sthawarahalit ateher dadi to janggama prakara satwa / ateher satwekang hanengsagara/makadi mina mwang sarwa mina // ri huwus ika prayuta warsa tumuli sthawarekang nanawidha mwang ring samangkana dadi to jang gama satwa raksasanung nanawidha prakaranya/atehersanuwa jang gama satwa binturun mwang sadwa lenya waneh/ kadi waraha / turangga mwang lenya manih // ateher prayuta wana tumuluy dadi to janggama prakara manusadhama lawan tatan pcmna// liana Pwa Purwwajanma purusa satwa/ atelier lawasira mewu iwu warsa manih / akre ti saparwa satwa sapxarwa manusa// lawas ri huwus ika dadi to purusakara/ ateher manusadhama mwang wekasan dadi ta purusa pumna //a. Akan tetapi.1677: 2422) Terjemahan: Pada awal masa penciptaan permulaan bumi (bhumitala). berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1.Sedemikian jauh. kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen–Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama.

muncullah mahluk hidup berwujud manusia tingkatan rendah dan belum sempurna. permukaan bumi ini menjadi gununggunung dan lautan. karena mereka berlaku seperti setengah hewan. Mereka selalu diserang oleh sekelompok manusia hewan yang menyerupai kera. Kira–kira 1. Ada juga yang menyebutnya manusia hewan (satwa–purusa) dari zaman purba.000. di lereng gunung dan tepi sungai.000 tahun sampai 600. Akan tetapi. hutan Makasar. hanya menggunakan tangan. hutan Sumatera. antara 750.000 sampai 300. kemudian bermacam–macam mahluk hewan unggas serta hewan lainnya seperti babi hutan dan kuda. besar dan tinggi sosok tubuhnya.000 tahun yang silam. terutama di Pulau Jawa. kemudian hewan yang hidup di lautan seperti ikan dan sejenisnya. Ada jenis lain lagi di daerah hutan dan pegunungan yang lain. tubuhnya berbulu dan kejam perangamya. lalu muncul mahluk hidup berupa hewan. Kemudian. Di antaranya ada yang menyerupai kera. Ada pula yang seperti raksasa. Kesenangannya ialah berayun–ayun pada cabang pohon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . manusia hewan. Beberapa juta tahun kemudian. Di daerah lain di Pulau Jawa. Manusia hewan ini terdapat di hutan pulau Jawa. tanpa busana. Pertempuran di antara kedua kelompok itu selalu seru. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu lebih mahir dalam teknik berkelahi. dan hutan Kalimantan (Bakulapura). muncul berjenis–jenis tumbuhan dan hewan raksasa yang beraneka ragam jenisnya. Mereka adalah manusia purba. Mereka tidak berpakaian dan tidak memiliki budi pekerti seperti manusia sekarang.belum ada mahluk hidup.000 tahun yang silam di Nusantara. Tiap hari mereka membuat senjata dari bahan tulang dan batu. Beberapa juta tahun kemudian muncullah tumbuh–tumbuhan kecil. hidup manusia yang masih rendah pekertinya dan bersifat seperti hewan. Berjuta juta tahun kemudian. Mereka mirip kera. Kulitnya berwarna gelap. Mereka berkelahi dan membunuh tanpa menggunakan senjata. sehingga akhirnya mahluk manusia hewan yang berjalan seperti 20 | S e j a r a h K e r a j a a n . tingkah lakunya baik dan lebih cerdas dibandingkan dengan manusia hewan yang berjalan seperti hewan. Ada yang tinggal di atas pohon. hidup manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia. yang seterusnya setelah beribu–ribu tahun kemudian berwujud separuh hewan separuh jenis manusia sempurna.

Manusia hewan yang berjalan seperti manusia itu. Mahluk jenis ini pun akhirnya punah karena banyak terbunuh dalam pertempuran dengan kaum pendatang baru dari benua utara. Ke dalam zaman tersebut. disebut juga manusia raksasa (bhutapurusa). hidup manusia yaksa (yaksapurusa) karena rupa mereka seperti yaksa atau danawa. antara 300. Sumatera. Seterusnya. Selanjutnya.000 sampai 300. mahluk jenis inipun akhimya punah. di Jawa Barat dan Jawa Tengah pernah hidup manusia berwujud setengah yaksa (manusia yaksa mantare). Mereka tinggal di dalam goa di lereng gunung. antara 500.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan akhirnya dibinasakan oleh kaum pendatang dari benua utara.000 sampai 50. berwarna kuit agak gelap. tetapi buatannya tidak bagus.000 tahun yang silam.000 sampai 25. Jawa Kulwan (Barat) dan Jawa Tengah. di Sumatera. Senjata dan perabotannya terbuat dari batu. Kelompok inipun akhirnya punah karena didesak. musuh.000 tahun yang silam. Manusia jenis ini akhirnya punah karena sejak 600. Mereka hidup antara 50. Akan tetapi bertubuh lebih kecil. Mereka itu berwujud yaksa kecil sehingga oleh para mahakawi dinamakan manusia kerdil. Periode ini oleh para mahakawi (pujangga besar) disebut masa purba yang kedua (dwitiya purwwayuga).hewan itu habis terbunuh tanpa sisa dan lenyap dari muka burni. Kira–kira 250. termasuk pula masa hidup jenis manusia kerdil yang bertubuh besar (wamana purusagheng) atau manusia Jawa– 21 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak banyak berbulu. manusia hewan yang berjalan tegak seperti manusia itu habis binasa. Kelompok manusia ini belum diketahui asalusulnya sebab hampir sama rupanya dengan manusia yaksa yang punah. Mereka bertubuh tegap dan tinggi serta senang meminum darah manusia sesamanya. Zaman ini oleh para mahakawi dinamai masa purba yang pertama (prathama purwwayuga).000 tahun yang silam. dan Pulau Jawa.000 tahun yang silam. ataupun binatang. Perangainya kejam dan bertabiat seperti binatang buas. Zaman ini oleh para mahakawi disebuf masa purba pertengahan (madya ning purwwayuga) atau masa purba ketiga (tritiya purwwayuga). serta susila dan cerdas jika dibandingkan dengan manusia yaksa yang telah punah. Sementara itu. pernah pula hidup manusia kerdil (wamanapurusa) atau danawa kecil.000 tahun yang silam mereka banyak dibunuh oleh manusia pendatang dari benua utara. diburu. Mereka berasal dari Yawana lalu menyebar ke Semenanjung Malaysia. Mereka tidak cerdas.

saling bunuh di antara sesamanya. Asal bangsa Indo–mongolid. dikemukakan peristiwa sebagal berikut: 22 | S e j a r a h K e r a j a a n .000 sampai 20. yang jelas adalah Cina Selatan. dihabisi oleh kaum pendatang dari benua utara.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada naskah Pustaka Rajayarajya i Bhunri Nusantara parwa I sarga 1. Alamnya tertutup oleh rerumputan. melalui jurangjurang dan lembah–lembah sungai di Cina. Yunnan. jumlahnya tidak banyak. Mungkin keributan di Asia Tengah itu menjalar ke Cina Selatan. 9–10). Birma dan Siam. antara lain: Di Hindia belakang ada dua pusat persebaran bangsa. dan akhirnya seperti juga nasib penghuni Pulau Jawa yang lain. Wilayahnya terbelah–belah oleh jurang-jurang yang cukup dalam sehingga membatasi gerak penduduknya dalam mengusahakan pangan.000 tahun yang silam. Tekanan di Cina Selatan agaknya bertalian erat dengan mulai berkembangnya kerajaan Cina yang dengan tegas akan tetapi bertahap menghendaki sinifikasi bagi seluruh wilayahnya sampal batas selatannya yakni garis pegununan Himalaya– Nanling (Daldjoeni. Mereka ini pun akhirnya punah karena bencana alam.1984:1). yang mengacu kepada hasil penelitian para akhli. Dari sini terjadi migrasi ke wilayah Asia Tenggara yang relatif masih kosong. PENDATANG DARI UTARA Dalam buku Geografi Kesejarahan II Indonesia (1984). yang disebut-sebut sebagal daerah asal kelompok Melayu tua di Cina Selatan. berangkatlah suku–suku yang tergolong Proto Melayu tua dan dari dataran Dongson di Vietnam Utara (Daldjoeni.purba.1984: 3. Mata pencaharian mereka aslinya berburu dan mengumpulkan buah–buahan. dijelaskan pula oleh Ales Bebler. antara lain: Merupakan dataran tinggi kering dengan ketinggian rata–rata 1000 meter di atas permukaan laut. Mereka menetap di Jawa Tengah dan Jawa Timur antara 40. Dari daerah Yunnan di Cina Selatan. Dalam perkembangan selanjutnya mereka beralih ke usaha peternakan dan pengolahan tanah secara primitif. II. akan tetapi sebagian dari mereka itu dahulunya datang dari Tibet Timur. Daldjoeni mengemukakan pendapatnya tentang asal–usul ras Melayu. pepohonan yang rendah dan semak belukar.

kelompok pendatang dari benua utara. kaum pendatang baru dari benua utara tersebut tergolong manusia cerdas.000 tahun sebelum tarikh Saka. manusia purba yang hidup antara 25. termasuk Nusa Bali. sampal tahun pertama Saka. Manusia yaksa kerdil (wamana purusa). Menurut para mahakawi masa kedatangan orang–orang dari benua utara tersebut. 2. 200 sampal 100 tahun sebelwn tarikh Saka. Makasar.000 tahun sebelum tarikh Saka.000 sampai 5. terjadi perpindahan secara bergelombang. 3. 7.000 tahun sebelum tarikh Saka. 5. Sementara itu. 23 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1. Mereka membuat perkakas dan senjata dari batu. 1000 sampal 600 tahun sebelwn tarikh Saka. bambu. serta bahan–bahan lain dengan hasil yang hampir bagus (meh wagus). dan dari daerah-daerah sebelah tirnur Gaudi (Benggala) menyebar ke Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia). Mereka tiba di Nusantara kira–kira 20. 8. 6. 4. telah menyelamatkan kelompok manusia purba dari bahaya kepunahan. kayu. Gowa. 600 sampai 300 tahun sebelum tarikh Saka.Perpindahan (panigit) manusia pendatang dari benua utara: Yawana. Pulau Sumatera. Syangka. dan pulau–pulau lain di sebelah belahan timur Nusantara. Kerukunan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dinamakan sebagai masa purba keempat (caturtha purwwayuga). Kutalingga. 3. Pulau Jawa. yaitu: 1.500 tahun sebelum tarikh Saka. kerjasama dan perjodohan di antara kedua belah pihak.000 tahun yang silam tidak punah sebab mereka berbaur menjadi satu. Dari 10. 100 sampai awal tarikh Saka.500 sampai 1.000 sampai 3.000 sampal 10. Banyak wanita manusia purba itu berjodoh dengan Aria dari kaum pendatang baru.000 tahun sebelwn tarikh Saka. Campa.000 sampai 1. 9. Oleh sebab itu mereka diperangi dan dikalahkan oleh para pendatang baru.000 tahun sebelum tarikh Saka. 5. 300 sampai 200 tahun sebelum tarikh Saka. sebagal pribumi berperangai buas dan kejam seperti hewan. Adapun. tulang. antara antara antara antara antara antara antara antara antara 10.

pulau–pulau di bumi Nusantara ini subur tanahnya. kehidupan penduduknya bahagia. dipimpin oleh seorang Panghulu sebagai penguasa kampung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Rumah sang pemimpin ini. AKI TIREM SANG AKI LUHUR MULYA Orang–orang yang datang berturut–tarut dari berbagai daerah itu masingmasing ada pemimpinnya. menjadikan kehidupan penduduk makmur sejahtera. Mereka tinggal di hutan. serbaneka rempah–rempah ada di sini. Akan tetapi. 4. Di Jawa Kulwan (Barat) ada beberapa panghulu pribumi semacarn itu. lalu mereka yang telah lebih dahulu datang dan telah lama menetap dikalahkan oleh kaum pendatang baru. Demikian pula halnya dengan Sang Panghulu. Demikian pula di Jawa Tengah dan Jawa Timur. ada yang mernisahkan diri. Keadaan itu terjadi sebelum awal tarikh Saka. III. terhitung besar dan berpanggung (berkolong). selalu dijadikan sebagai tempat bermusyawarah. busur. 2. subur tumbuh–tumbuhannya. Di antara keturunannya ada yang saling berperang. tetapi ada juga yang memakai perahu dari betung besar atau kayu hutan. ia adalah orang yang sangat berwibawa. penduduk ini semakin meresap dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. gada. ada pula yang bersama keluarganya di lereng bukit. dan pulau–pulau lain di Nusantara. ada yang hidup berkelompok. sedangkan beberapa keluarga penduduk tinggal bersama dalam satu rumah di bawah pimpinan seorang kepala rumah tangga yang sudah cukup berumur dan terpandang. Mereka selalu membawa tombak. ada juga yang selalu bersembunyi. Rumah Sang Panghulu. Adapun pakaian yang dikenakan pribumi di sini berupa cawat kayu. Adapun yang menyebabkan kaum pendatang itu sangat senang dan tinggal di sini (Nusantara) adalah: 1. Di atas rakit itu didirikan rumah dengan atap 24 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan 5. Tiap kelompok yang hidup di salah satu kampung. atau rumput. serta berbagai jenis senjata lainnya. 3. dan panah. daun-daunan. Semakin lama. Mereka datang di Nusantara dengan menumpang perahu dari kayu besar berbentuk rakit (getek). ada juga yang saling mengasihi dan saling membantu karena mereka mempunyai tujuan yang sama.Pada masa itu disebut sebagai masa purba kelima (pancama purwwayuga).

Sang Panghulu yaitu Sang Datu. Lama kelamaan. dan kampung tempat tinggal mereka makmur sentosa di bumi ini. memberi berkah. Satu di antaranya adalah Nusa Jawa. tunas. selalu bertapa. menguasai berbagai ilmu mantera. tempat asalnya selalu kekeringan. Rumah mereka itu berderet. Yang dipuja penduduk waktu itu bermacam–macarn. ada juga yang tempat tinggal asalnya di tepi laut. Pakaian sehari–hari terbuat dari kulit kayu. Sang Panghulu yang menjadi pemimpinnya. Mereka memohon kepada arwah yang dipujanya dengan doa pujaan lengkap. dan keluarga. terjadi bencana gempa bumi. melindungi adat. ada yang kecil dan ada yang besar dan tinggi. melaksanakan sembah–hiyang. melepaskan rakyatnya dari ancaman bencana sihir. Untuk sementara. Mereka berlayar ke beberapa pulau. dan siang malam mereka berperahu dari hilir sungai ke arah selatan. menuju lautan. adalah: 1. Akan tetapi. karena dihantam ombak atau terseret angin besar. cucu. Ada yang 25 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan rempah–rempah. Adapun yang menyebabkan pengungsian besar (panigit agheng) itu. tetapi yang terutama ialah arwah leluhur (hiyang). Setibanya di sini. dengan tata upacara dan sembah– hiyang serta sajen. sampai akhirnya mereka itu tiba di Pulau Jawa. musim kemarau yang berkepanjangan. umbi–umbian. Makanan sehari-harinya adalah daging. dan 3. buah– buahan. makanan sehari–hari adalah daging hasil berburu di hutan. Adapun kehidupan penduduk lama dan baru itu. tumbuhan. hampir sama seperti di negeri asal mereka. daun-daunan. Singkatnya. Akibatnya. tunas. ikan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masing–masing membuat rumah. Anak. mereka menderita kekurangan makanan.rumput. mereka menetap dan hidup bersama ibarat satu keluarga. Tujuannya adalah agar terkabul cita–citanya. siang malam selalu mengharapkan agar rakyatnya hidup sejahtera. Banyak di antara perahu–perahu itu hancur di tengah laut. serta bertindak adil dan bersikap lemah lembut. tempat tinggal mereka itu menjadi kampung (dukuh). Mereka bertolak dari daerah asalnya. 2. mernimpin upacara perkawinan dan berdoa. mereka senantiasa ingin mencari tanah yang subur di pulau-pulau Nusantara. dan terpaksa hidup di hutan memakan daun-daunan. sehingga perahunya terlunta–lunta dan terpisah dari kelompok perahu lainnya. dan daging hasil buruan. Karena itulah.

pohon besar. kaum pendatang baru memiliki berbagai ilmu pengetahuan. Ada beberapa keluarga yang memasuki hutan dengan membawa harta bendanya. Ada pemuja roh yang bersemayam di puncak gunung. karena siapapun di antara mereka yang berani melawan. Sebaliknya. akan ditangkap dan dibunuh. serta membuat aneka obat–obatan. sedang dagingnya dijadikan bahan makanan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengharap terlepas dari penderitaan. perak. Mereka berburu hewan. matahari. kesengsaraan. Ada pula Yang memuja pohon rimbun. Pakaian kulit itu ada yang diberi lukisan menurut kehendak masing-masing. lalu menetap di sana. mengalahkan musuhnya. karena mereka bodoh dan dalam segala hal terbelakang. Akan tetapi. Mereka telah menanam padi untuk kepeduan makan sehari–hari.ingin terlepas dari kenistaan. manik. karena menganggap roh penguasa isi gunung di seluruh dunia. permata. menguasai ilmu pembuatan busur dan panah (wedastra). telah mengenal emas. dan perahu dengan baik. yaitu membuat panah dan perkakas dari besi. serta membuat tabuh–tabuhan untuk mengiringi tari. Serbaneka pemujaan mereka adalah api. mengetahui ilmu perbintangan (panaksastra). membuat pakalan dan perhiasan yang indah dan bagus karena dihiasi ukiran. mengharapkan berumur panjang. dan ilmu memanah (dhanurweda). sedangkan batu–batuan dan tulang. pendatang baru makin lama makin banyak. serta membuat wayang dari kulit diukir. Kaum pribumi. arwah leluhur. dan kenistaan bagi orang pribumi. Terjadilah pengungsian besar–besaran. batu. bulan dan bintang. gunung. sehingga orang pribumi terdesak dan hidup terlunta–lunta memasuki hutan dan pegunungan. darah. 26 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mereka pun telah mampu mendirikan rumah besar untuk keluarga. lalu orang yang susah mengharap kesejahteraan dan banyak harta. bertambah hasil usaha tani atau dagangnya. ada pula pria yang ingin mendapat isteri atau wanita yang rnengharapkan suami. sungai. Ada lagi yang mengharapkan kegagahan. Kaum pribumi itu selalu kalah. mengharap unggul dalam perang atau perkelahian. membuat api dengan batu api dan besi. lalu kulitnya dijadikan bahan pakaian. kayu. dijadikan perhiasan untuk anak isterinya dan berbagai macam perkakas. seolah mereka itu hamba sahaya bagi kaum pendatang baru. merasa terhina dan sangat takut. serta terluput dari bahaya dan macam–macam harapan lagi. karena kaum pendatang itu senantiasa memberikan kesusahan.

tentang tanah. makanan. ilmu tentang hutan. karena mereka telah mampu membuat berbagai macam barang dan senjata dari besi. musim hujan. oleh para mahakawi disebut zaman Besi (wesiyuga). Sang Aki Bajulpakel.Di samping itu. gempa bumi. lalu ilmu tentang rempah–rempah. Pribumi yang tidak mau menurut atau menghalangi. panghulu atau penguasa wilayah pesisir barat Jawa Barat sebelah barat. namanya Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya nama lainnya. menyebar ke pulau–pulau di Nusantara. musim kemarau. hutan dan gunung. Nyai Sariti puteri Sang Aki Bajulpakel namanya. tiba kirakira tahun 1. tentang ucapan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kaum pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa antara tahun 300 sampal 100 sebelum tarikh Saka. telah memiliki ilmu yang tinggi (widyanipuna). tumbuhan. Mereka telah mengetahui cara memperdagangkan beraneka barang. putera Ki Srengga namanya. Kaum pendatang dari negeri Yawana dan Syangka. dalam naskah tersebut dikemukakan.600 sebelum tarikh Saka. Mereka merasuk ke desa–desa yang dikunjunginya. seolah–olah Pulau Jawa dan pulau–pulau di Nusantara ini kepunyaan mereka semuanya. …/ hana pwa sang panghulu athawa pangamasa mandala pasisir Jawa kulwan / bang kulwan ika prarrucnaran aki tirem athawa sang aki luhunnulya ngaranira waneh // Terjemahannya: Adapun. putera Aki Dungkul namanya dari Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. hari. sehingga bukan saja maksudnya tidak berkesampaian. mereka pun harus menjadi bawahan yang tunduk kepada yang berkuasa. yang termasuk ke dalam kelompok manusia purba–tengahan (janna puruwwamadya). tentang gunung. tentang silsilah (asalusul) leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya: Adapun Sang Aki Tirem. ekonomi (swataning janapada) dan sebagainya. serta telah mengenal penggunaan emaa dan perak. Zaman ini. 27 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah barat. ukuran. tentang hewan. segera dikalahkan. serta memiliki pengetahuan tentang gerhana. mereka telah menyusun peraturan tentang kampung dan uang. Kaum pendatang kelompok ini. Ki Srengga putera Nyal Sariti Warawiri namanya. Selanjutnya.

India dan Burma (Myanmar). Datuk Waling putera Datuk Banda namanya. yang mata airnya berasal dari pegunungan Himalaya bagian timur laut. USA). Oleh karena itu. Di wilayah ini sering terjadi gempa bumi.Selanjutnya Aki Dungkul. Sedangkan nenek moyangnya dari negeri Yawana sebelah barat. Datuk Banda putera Nesan namanya. adalah banjir bandang (mendadak) yang sangat besar. menurut para akhli.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang berdiam di pulau Hujung Mendini. terdapat sebuah kota kecil Yu–wan. menimbulkan gempa tektonik. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Jika mencermati The Hammond Atlas (terbitan Time. Sehingga membentuk pegunungan Himalaya. di puncak Himalaya pada saat musim semi. yang membentang dari arah barat di wilayah Kashmir. berdiaiu di wilayah Langkasuka. Bencana lain yang sering terjadi di wilayah ini. Yu–wan dalam bahasa Cina. ke timur hingga ke wilayah perbatasan China. diduga kuat merupakan tanah leluhur Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. Penyebabnya. Sedarrgkan Yunnan sendiri. putera Datuk Waling namanva. ia berdiam di dukuh di tepi sungai. Ki Pawang Sawer. di sekitar wilayah bagian utara dan bagian timur laut pegunungan Himalaya. akibat pencairan es. kota Yu–wan. yang terdapat dalam naskah Pustaka Wangsakerta. yang disebabkan adanya pergeseran lempeng anak benua India. 1980. putera Ki Pawang Sawer namanya. di wilayah Propinsi Yunnan. Datuk Pawang Marga. ada kemiripan dengan Ya– wa–na. putera Datuk Pawang Marga namanya. Adanya benturan dua lempeng tersebut. berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah selatan. Ki Bagang. SURGA DI MUKA BUMI 28 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang terletak di tepi sungal Yuan–Mouw. yang bergerak ke arah utara dan membentur lempeng Asia. merupakan lembah bagian hulu sungai Yang Tze Kiang. IV. putera Ki Bagang namanya berdiam di Swarnabhumi (Sumatera) sebelah utara.

Mereka menanam padi. juga membuat berbagai obat–obatan. membuat api dengan pemantik (paneker) dari batu dan besi.000 depa). Kenyataannya. perilaku mengenai alat penukar. ada di bawah perintah orang–orang pendatang baru. dan pengetahuan tentang tutur kata. berbagai tumbuh– tumbuhan. yang dijadikan makanan sehari–hari. dikatakan oleh pribumi. membuat pakaian dan perhiasan yang indah–indah. Mengembara di hutan dan gunung–gunung. negeri Campa. Saimwang serta negeri Bharata (India) sebelah selatan. Bahkan diberi berbagai lukisan dan diukir pada besi itu. karena bodoh. Karena orang pendatang baru.Bertambah lama. bertambah banyaklah yang jadi pengungsi. Selanjutnya. yaitu manusia yang mahir ilmu pengetahuan. Selanjutnya membuat berbagai senjata dari besi dengan gelang anak–panahnya. senantiasa menyebabkan penderitaan yang terus–menerus. Orang–orang pribumi senantiasa kalah. tentang makanan yang lezat. orang yang datang baru bertambah banyak. ialah orang–orang pendatang yang telah lama membuat 29 | S e j a r a h K e r a j a a n . negeri Syangka. gempa bumi. Selanjumya. Kemudian dibuat kebijakan tentang perilaku yang baik di dusun. juga pengetahuan tentang tanah. (musim) penghujan dan kemarau. Sedangkan orang pendatang baru memiliki berbagai pengetahuan. Biarpun sering melawan. kristal. ialah membuat senjata dari besi. manik. tetapi mereka dapat ditangkap dan dibunuh. yang dihuni suami–isteri dan kerabat laki–laki dan wanita.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . gunung. Mereka juga telah mempunyal pengetahuan tentang perbintangan. pengetahuan tentang ukuran panjang: (1 yojana =100. Wayang. pengetahuan tentang hari. berkeliaran tanpa tujuan. sangatlah pandai berbagai pengetahuan. pengetahuan tentang laut. dibuat dari kulit yang diukir. Mereka memiliki pengetahuan tentang gerhana. Dengan demikian orang pribumi terkucilkan. membuat perlengkapan perang dari besi. pengetalruan tentang hutan dan gunung. segalanya terbelakang. kendaraan. juga emas. Mereka telah mampu membuat rumah besar. terutama karena orang pribumi bertabiat pemalu dan penakut. pengetahuan tentang berbagai binatang. berbagai perkakas dari besi. Golongan pribumi senantiasa dihinakan. pendatang baru yang belakangan dari negeri Yawana. Bahkan. perak. mereka memiliki pengetahuan tentang rempah–rempah. Sedangkan pribumi di situ. begitu pula membuat perahu bagus. pengetahuan tentang memanah. kesejahteraan warga masyarakat dan sebagainya. mereka membuat tabuh-tabuhan pengiring orang menari.

mereka kemudian menyerang desa-desa yang didatangi. datang orang-orang dari barat. Mereka lebih pandai berbagai pengetahuannya. perhiasan berupa ratna. Mula-mula. secepatnya dibinasakanlah mereka itu kemudian. Pakalan mereka dari serat kulit kayu. di antaranya: bahan pakaian. Mereka telah mahir dalam pengetahuan. kira–kira seribu enam ratus tahun sebelum permulaan tahun Saka. Apabila bermaksud menyerang dan memeranginya. mustika. Pada awal tarikh Saka. orang pendatang dari beberapa negara yang terletak di sebelah timur negeri Bharata (India). Mereka tiba di Pulau Jawa dengan perahu. kayu dan tulang. hingga pertama tahun Saka. obat–obatan. Oleh karena itu. Ada juga pendatang baru yang tiba di Pulau Jawa. maka maksud mereka tidak terlaksana. Dikatakannya. yaitu dari negeri Syangka (Sri Langka). anak panah dan sebagainya dari besi. Demikianlah uraianmahakawi (pujangga besar). yang leluhurnya tiba di Pulau Jawa beberapa ratus tahun lebih dahulu. dan perak. lalu ke Jawa Barat. sebagai pelayan orang yang berkuasa. bahan–bahan makanan. perak. emas. Barang siapa yang tidak tunduk segera dibinasakan. pada waktu itu disebut zaman besi. Itulah sebabnya mereka membuat berbagai perlengkapan perang. bahwa orang–orang pendatang baru dari negeri Yawana dan negeri Syangka. asal-usulnya juga orang–orang pendatang dari kawasan benua utara. serta menyebabkan mereka menjadi manusia yang hina. karena itu mereka disebut manusia purba–pertengahan oleh mahakawi (pujangga besar) dalam tulisan mereka. sudah tahu mengenai hasil dari jasa dan perdagangan segala perlengkapan. dan Benggala di bumi Bharatawarsya (India). karena kegiatan perdagangan dengan penduduknya. Pribumi di sini.perkakas dari batu. Barang barang yang dibawa oleh para pendatang baru ini. Sayiwahana. mereka menuju ke Jawa Timur. Begitu pula di antara seratus tahun pertama sebelum tahun Saka.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . permata. serta perabot kebutuhan rumah 30 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pendatang ini menyebar ke pulau-pulau di bumi Nusantara. di antara tiga ratus tahun dan seratus tahun sebelum permulaan tahun Saka yang pertama. termasuk manusia–purba pertengahan. akibatnya Pulau Jawa dan pulau–pulau di Nusantara menjadi milik mereka seluruhnya. emas. Oleh karena itu zaman besi disebut juga manusia pada zaman purba.

Di antara mereka ada yang terus menetap di sini. Selanjutnya mereka tidak kembali ke negeri asalnya. Dewa Wisnu. yang disebut juga Dwipantara. kemudian beranak pinak. Kemudian mereka masing–masing mendirikan rumah besar untuk tinggal keluarganya. Mereka bergabung untuk bergotong royong (samakarya). Jawa Timur dan Nusa Bali. menjadi penduduk Jawa Barat. mereka memuja roh. mereka selalu merasa bahagia hidupnya. mereka tidak saling bertentangan dalam menyebarkan agamanya. mereka itu mernuja roh (pitarapuja). dan Ujung Mendini ke Jawa Kulwan (Barat) dan bumi Sumatera dengan perahu. Kehidupan penduduk di sini makmur. Juga masih banyak Dewa lain yang dipujanya selain itu.tangga. Ikut pula bergabung akhli pembuat rumah (hundagi) dan pandai besi. Para pendatang dari India itu. Kolong rumah itu. dan sebagainya. karena mereka telah mempelajarinya di 31 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu rempah–rempah serta hasil bumi seperti beras dan sayuran. Lalu mereka menetap di situ. yaitu Dewa Brahma.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bulan. Mereka menamakan pulau–pulau di bumi Dwipantara ini. Oleh karena itu. dan di pulau–pulau lain di Bumi Nusantara. Demikianlah keadaan mereka itu selama tinggal di sini. tidak bermusuhan. karena berjodoh dengan putri penduduk. Mereka mengajarkan pujaan yang disebut Dewa Iswara. mereka sangat menghargainya. digunakan untuk kandang tempat hewan peliharaan mereka. Adapun bahan–bahan yang dibelinya di sini. Banyak di antara mereka yang memperisteri gadis di sini. Oleh karena itu. dan Dewa Siwa yang disebut Trimurtiswara. Saimwang. datanglah orang-orang dari Langkasuka. Kaum pendatang baru dari India Selatan itu. Karena penduduk Pulau Jawa telah menguasai berbagai ilmu. Sejak dahulu. Jawa Tengah. matahari. membangun rumah dan menebang pohon di hutan. Penduduk di sini keturunan kaum pendatang juga. telah rnenguasai berbagai ilmu. laksana surga di muka bumi (samyasanya swargaloka haneng prethiwitala). ada yang mengajarkan agama yang dianutnya dan menyiarkan kepada penduduk di desa–desa. beberapa tahun kemudian. subur tumbuh–tumbuhannya. Walaupun demikian. terutama Pulau Jawa. Mereka mengetahui bahwa Pulau Jawa subur tanahnya. Singkatnya. karena mereka berhasil menemukan cara yang tepat. Demikian pula di Sumatera. dan kaum pendatang diterima sebagai tamu dengan penuh rasa kasih dan rasa persaudaraan.

Panghulu desa itu telah dijunjungnya menjadi sang penguasa. Hanya nama pujaannya yang diganti. Hyang Siwa. Adapun pemujaan roh besar. lalu menetap di Pulau Jawa dan pulau–pulau lain di Nusantara dan menjadi penduduk di situ. anaknya akan menggantikan kedudukan kakeknya. Banyak di antara mereka itu. dan Hyang Brahma yang disebut pemujaan tiga dewa atau trimurti.negeri asalnya. DEWAWARMAN 32 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sementara itu. yang membawa anak–isteri berserta sanak keluarganya. ada yang datang beserta pendeta agarna Wisnu dan agama lainnya. Benggala. disamakan dengan pemujaan Hyang Wisnu. banyaklah penduduk di sini yang memeluk agama baru itu. Putera pendatang baru atau cucu Sang Panghulu. karena Pulau Jawa subur tanahnya. Sementara itu. disesuaikan dengan adat penduduk di sini. dan seterusnya. Demikian pula penduduk dan kekayaannya. Mereka tidak menghalangi pemujaan yang dianut penduduk di sini. dan Campa. Segera pula penduduk menjadi tidak berdaya. Kemudian mereka pun tinggal di situ. Oleh karena itu. mereka lalu mengajarkan agama mereka kepada penduduk desa. sangat banyak perahu yang datang dari berbagai negeri ke Pulau Jawa. V. banyak di antara para pendatang yang menikahi puteri para Penghulu penduduk desa. mengajarkan agama mereka kepada para panghulu dan pemuka masyarakat di sana. Adapun pendeta agama Siwa. China. desa–desa di Pulau Jawa makin lama makin dikuasai oleh keturunan kaum pendatang. di antaranya dari negeri India. datang dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. menjadikan semua tanah sebagai miliknya atau berada di bawah kekuasannya. Demikianlah pula pulau–pulau lain di Dwipantara. Ada yang datang membawa perahu besar. Kelak. Dengan cara demikian. pemujaan matahari disamakan dengan Dewa Aditya atau Dewa Surya. antara tahun 80 sampai 320 Saka. Oleh karena itu. Tak lama kemudian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Demikianlah. Setiba di sini. mereka tidak menemukan kesulitan untuk mempelajarinya. keadaan desa-desa tetap makmur dan hasil pertanian melimpah. pemujaan api disamakan dengan pemujaan Dewa Agni.

yang sangat banyak berdatangan di sini. Yang dipimpin oleh Sang Dewawarman. Dua wangsa inilah. oleh Pangeran Wangsakerta. Di antara mereka. yang tiba di Pulau Jawa. terutama Sang Dewawarman sebagai duta dari wangsa Pallawa. banyak yang berasal dari wangsa Salankayana dan wangsa Pallawa di bumi negeri Bharata (India). Dukuh 33 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dukuh itu ada yang besar. maka mereka bertujuan yaitu untuk berdagang dan mengusahakan pelayanan. ada yang kecil. ada yang mengajarkan Sanghyang Agama (ajaran agama). ada yang menghindarkan diri dari bahaya yang akan membinasakan dirinya. Permulaan pertama tahun Saka. Terutama para pendatang. Sang Dewawarman telah bersahabat dengan warga masyarakat di pesisir Jawa Kulwan (Barat). Karena mereka semua mengharapkan kesejahteraan hidupnya bersama anak isterinya. Pulau Api dan Pulau Sumatera sebelah selatan. diriwayatkan sebagai berikut: /jwah tambaya ping prathama sa kawarsa riking wus akweh wwang bharata nagari tekan jaruadwipa mwang nusantara i bhumi nusantara// denira pramanaran dwipantara nung wreddhi prethiwi// pantara ning sinarung teka n jawadwipa/ hana n upakriya wikriya/ hansing mawarah marahaken sanghyang agama/ hanasing luputaken sakeng bhaya kaparajaya/ ya thabhuten nagarinira/ mwang moghangde nikang agong panigit ring nusa– nusa i bhumi nusantara//a Terjemahanannya: Kelak.Berdasarkan naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. dengan menaiki beberapa puluh buah perahu besar–kecil. telah banyak golongan warga masyarakat. ada juga yang berkasih–kasihan berbimbingan tangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mereka senantiasa datang di sini. Karena Nusantara terkenal sebagai tanah yang gembur. dan mereka kembali membawa rempah-rempah ke negerinya. tiba mula-mula di Jawa Kulwan (Barat). seperti yang telah terjadi di negeri asalnya. ada yang berdagang dan mengusahakan pelayanan. Di antaranya ada yang bermusuhan. Di sini. yang menyebabkan mengungsi ke pulau-pulau di bumi Nusantara. mulai awal pertama tahun Saka di sini telah banyak orang–orang negeri Bharata (India) tiba di Pulau Jawa dan pulau–pulau di bumi Nusantara. yang menjadi pribumi tiap dusun. di pulau–pulau Nusantara.

yang banyak datang dari negeri Bharata (India). Adapun penghulu atau penguasa wilayah pesisir Jawa Kulwan (Barat) sebelah barat. sebelum meninggal. namanya terkenal. puteri Sang Aki Luhur Mulya. ia menyerahkan kekuasaannya kepada sang menantu. lagi pula banyak di antara mereka yang telah mempunyai anak. ramailah perdagangan antara pulau-pulau di bumi Nusantara dengan negara lain dari benua utara sebelah barat dan timur. Bumi Sopala. Dewi Dwanu Rahayu. Para pendatang itu bersahabat dengan penghulu dan warga masyarakat di sini. Terutama pedagang dari negeri Bharata (India). Akhirnya semua anggota pasukan Dewawarman menikah dengan wanita pribumi. Demikian pula para pengikut Dewawarman. Beberapa tahun sebelumnya. serta barang barang lainnya. Kerajaannya diberi nama Salakanagara (salaka= perak). dan Abasid (Mesopotamia). Oleh karena itu. 34 | S e j a r a h K e r a j a a n . disebut oleh mahakawi (pujangga besar) sebagai Dewawarman pertama. Sang Dewawarman menggantikannya sebagai penguasa di situ. Tatkala Aki Tirem sakit. sedangkan isterinya. karena mereka telah menjadi penduduk di situ. Sang Dewawarman menjadi duta keliling negaranya (Pallawa) untuk negeri–negeri lain yang bersahabat. Setelah Aki Tirem wafat. namanya terkenal Pwahaci Larasati (Pohaci Larasati). diperisteri oleh Sang Dewawarman. negeri Singhala. dengan nama nobat Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Raksa Gapura Sagara. Mereka menetap dan menjadi penduduk di situ. lalu beranak pinak. seperti kerajaan–kerajaan di Ujung Mendini. Syangka. Dewawarman ini. golongan pendatang dari negeri Bharata (India) itu dipimpin oleh Sang Dewawarman. Pohaci Larasati menjadi permaisuri. Dengan demikian. China. dengan tujuan mempererat persahabatan dan berniaga hasil bumi. Tetapi. sedangkan semua penduduk menerimanya dengan senang hati. negeri Cina dan sebagainya. Aki Tirem atau Sang Aki Luhur Mulya namanya yang lain. Dewawarman tidak menolak diserahi kekuasaan atas daerah itu. Yawana. tiba di dukuh pesisir Jawa Kulwan (Barat). atau tidak jauh dari muara sungai. tidak ingin kembali ke negerinya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan nama nobat. Bukankah selalu berdatangan orang lain atau wilayah lain. Selanjutnya. Ramailah kemudian dukuh–dukuh di tepi laut. negeri Gaudi.besar ada di tepi laut. Dewawarman dan pasukannya.

dengan nama nobat Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra. dan pesisir Sumatera bagian selatan. meliputi Jawa Kulwan bagian barat dan semua pulau di sebelah barat Nusa Jawa. Pelabuhan–pelabuhan di pesisir barat Jawa Kulwan. Dewawarman III kemudian mengadakan hubungan (pamitran) dengan maharaja China dan raja–raja India. Sedangkan adiknya yang lain. adik Dewawarman. Agrabhintapura ada di wilayah sebelah selatan. la menikah dengan puteri keluarga Raja Singala (Sri Langka). diangkat menjadi raja daerah penguasa mandala Hujung Kulon. Permaisuri Dewawarman III berasal dari Jawa Tengah. laki–laki. daerahdaerah sepanjang pantainya. Kelak ia menggantikan mertuanya menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman IV. la menjadi Dewawarman lI yang memerintah dari tahun 90 sampai 11'7 Saka atau tabun 168 sampai 198 Masehi.252 Masehi). Agrabhintapura. dijaga oleh pasukan Sang Dewawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang bernama Senapati Bahadura Harigana Jayasakti. yang kemudian menjadi Dewawarman III dengan gelar Prabhu Singasagara Bimayasawirya. Nusa Mandala (mungkin Pulau Panaitan). Dari perkawinan ini lahir puteri sulung 35 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dewawarman I mempunyai beberapa orang anak. PENERUS TAHTA SALAKANAGARA Dari perkawinannya dengan Pohaci Larasati. sebab jalur ini merupakan gerbang laut. Kelak. Wangsa Dewawarman memerintah Kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Kulwan. Oleh karena itu. la menjadi penguasa Salakanagara dari tahun 117 sampai 160 Saka (195 – 238 Masehi). Laut di antara Pulau Jawa dengan Sumatera. VI. Anak yang tertua. Nusa Api (Krakatau). dipimpin oleh raja daerah bernama Sweta Limansakti. terjadi serangan bajak laut dari negeri China. Puteri tertua yang lahir dari perkawinan ini bernama Tirta Lengkara. yang memerintah dari tahun 160 sampai 174 Saka (238 . Perahu–perahu yang beralayar dari timur ke barat dan sebaliknya. Dari perkawinan ini lahir seorang putera. masuk pula dalam wilayahnya. Puteri sulung ini berjodoh dengan Raja Ujung Kulon bernama Darma Satyanagara. dijaga oleh pasukan Dewawarman. dengan ibukota Rajatapura (Kota Perak). yang dapat dihadapinya dan ditumpasnya.Daerah kekuasaan Salakanagara. ia menggantikan kedudukan ayahnva sebagai penguasa di Salakanagara. Kota besar lainnya lagi. harus berhenti dan membayar upeti kepada Sang Dewawarman. Pada masa pemerintahannya.

bergelar Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati. Ketika Dewawarman V yang merangkap sebagai Senapati Sarwajala (panglima angkatan laut) gugur waktu perang menghadapi bajak laut. Kelak bersama suaminya akan menggantikan ayahnya sebagai penguasa Salakanagara kedelapan. la menjadi seorang menteri Kerajaan Calankayana India. Penguasa Salakanagara berikutnya adalah Ganayanadewa Linggabumi. Yang kedua. Dewawarman VII mempunyai hubungan erat dengan kerajaan Bakulapura (Kutai) karena pertalian kerabat permaisurinya. yang menikah dengan menteri Kerajaan Gaudi (Benggala) di India bagian timur. memerintah Salakanagara tahun 230 sampai 262 Saka (308–340 Masehi). Putera sulung Dewawarman VII bernama Sphatikarnawa Warmandewi. ia memerintah selama 24 tahun (174–198 Saka). putera sulung Dewawarman V atau Sang Mokteng Samudra (yang mendiang di lautan). lahirlah Kudungga yang kelak menggantikan ayahnya menjadi penguasa Bakulapura.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sang rani. Ketika Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati atau Dewawarman VII wafat. laki-laki bemama Gopala Jayengrana. Mereka keturunan wangsa Sungga dari Maganda. Yang keempat. seorang puteri bernama Sri Gandari Lengkaradewi.bernama Mahisasuramardini Warmandewi. Kakak sang permaisuri ini menikah dengan penguasa Bakulapura (di Kalimantan) yang bernama Atwangga putera Sang Mitrongga. Puteri yang ketiga bernama Kartika Candra Warmandewi. Yang kelima. Putera sulungnya yang kemudian menjadi Dewawarman VII. tibalah Senapati Krodamaruta dari Calankayana. Suami puteri ini adalah menteri panglima angkatan laut kerajaan Pallawa di India. di Rajatapura (ibukota 36 | S e j a r a h K e r a j a a n . Putera bungsu Dewawarman VII adalah Skadamuka Dewawarman Jayasastru yang menjadi senapati Salakanagara. Dari puteri ini dengan Atwangga. Dari perkawinannya dengan puteri India. Prabu Ganayana menjadi penguasa Salakanagara sebagai Dewawarman VI selama 19 tahun. Bersama suaminya yang bernama Darmasatyajaya sebagai Dewawarman V. dari tahun 211 sarnpai 230 Saka (289 308 Masehi). ia mempunyai tiga putera dan tiga puteri. yang pergi mengungsi tatkala negerinya dilanda serangan musuh. Mahisasuramardini melanjutkan pemerintahannya seorang diri sampai tahun 211 Saka (289 Masehi). la menikah dengan seorang raja muda dari negeri Yawana. seorang puteri yang bernama Salaka Kancana Warmandewi.

Salakanagara), bersama beberapa ratus orang anggota pasukannya, bersenjata lengkap. Krodamaruta adalah putera Gopala Jayengrana, yaitu putera Dewawarman VI yang keempat. Yang menjadi menteri di kerajaan Calankayana. Krodamaruta langsung merebut kekuasaan dan tanpa menghiraukan adat pergantian tahta, ia menobatkan diri menjadi penguasa Salakanagara. Akhli waris tahta yang sah, adalah Sphafikarnawa Warmandewi, puteri sulung Dewawarman VII. Ia belum bersuami karena kelakuan Krodamaruta bertentangan dengan adat, sekalipun ia masih cucu Dewawarman VI, keluarga keraton beserta sebagian penduduk Salakanagara tidak menyenanginya. Akan tetapi, Krodamaruta tidak lama berkuasa, karena ia tewas tertimpa batu besar, ketika sedang berburu di hutan. Batu itu berasal dari puncak sebuah bukit. Akibat peristiwa itu, Krodamaruta hanya 3 bulan menjadi `penguasa' Salakanagara. Kemudian, Sphatikarnawa Warmandewi, puteri sulung Dewawatman VII, dinobatkan menjadi penguasa Salakanagara menggantikan ayahnya, pada tahun 262 Saka (340 Masehi). Pada tahun 270 Saka, Sang Rani menikah dengan saudara sepupunya, putera Sri Gandari Lengkaradewi, yaitu puteri Dewawarman VI yang kelima. la bersuamikan panglima angkatan laut Kerajaan Pallawa. Lengkaradewi beserta suami dan puterinya, datang ke Rajatapura dalam tahun 268 Saka (346 Masehi) sebagai pengungsi, karena negaranya (Pallawa) telah dikuasai oleh Maharaja Samudragupta dari keluarga Maurya. Setelah pernikaharmya, Rani Sphatikarnawa Warmandewi memerintah bersama–sama suaminya, sebagai Dewawarman VIII bergelar Prabhu Darmawirya Dewawarman. Ia memerintah tahun 270 sampai 285 Saka (348– 363 Masehi). Pada masa pemerintahan Dewawarman VIII, kehidupan penduduk makmur sentosa. la sangat memajukan kehidupan keagamaan. Di antara penduduk, ada yang memuja Wisnu, namun jumlahnya tidak seberapa. Ada yang memuja Siwa, ada yang memuja Ganesha, dan ada pula yang memuja Siwa-Wisnu. Yang terbanyak pemeluknya adalah agama Ganesha atau Ganapati. Dewawarman VIII mempunyai putera–puteri beberapa orang. Yang sulung, seorang puteri bernama Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi atau Dewi Minawati. Yang kedua, seorang putera bernama Aswawarman. la
37 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

diangkat anak sejak kecil oleh Sang Kudungga penguasa Bakulapura, kemudian, ia dijodohkan dengan puteri Sang Kudungga. Yang ketiga, seorang puteri bernama Dewi Indari yang kelak diperisteri oleh Maharesi Santanu, Raja Indraprahasta yang pertama. Putera Sang Dewawarman VIII yang lainnya, tinggal di Sumatera dan menurunkan para raja di sana. Di antara keluarganya kelak adalah sang Adityawarman. Anggota keluarganya yang lain, tinggal di Yawana dan Semenanjung. Puteranya yang bungsu menjadi putera mahkota. Kelak setelah ayahandanya wafat, ia menggantikarmya menjadi penguasa Salakanagara. Permaisuri Dewawarman VIII ada dua orang. Permaisuri yang pertama ialah Rani Sphatikarnawa Warmandewi yang menurunkan raja-raja di Jawa Kulwan dan Bakulapura. Permaisuri yang kedua, bernama Candralocana, puteri seorang brahmana dari Calankayana di India. la menurunkan raja-raja di Pulau Sumatera, Semenanjung, dan Jawa Tengah. Demikianlah kisah keturunan Dewawarman Darmalokapala yang menjadi penguasa Salakanagara. Kerajaan ini berdiri sebagai kerajaan bebas, selama 233 tahun (130–363 Masehi). Dewawarman VIII, dianggap sebagai raja Salakanagara terakhir, sebab puteranya, Dewawamm IX, sudah menjadi raja bawahan Tarumanagara. VII. CATATAN PARA AKHLI

Sesungguhnya, berita tentarrg pernah adanya sebuah kerajaan tertua di Nusantara, telah dilacak oleh N. J. Krom dalam buku Het HindoeTijdperk(1938:121), sebagaimana yang dikutip oleh Atja dan Edi S. Ekadjati, dalam pendahuluan buku Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara I.I (1987: 31), antara lain sebagai berikut: Een naukeurig gedateerd Chineesch bericht uit 132 n. C, lidjt weer aan onzekerheid van interpretatie. In dat jaar zond ke koningvan Yet–two, genaarnd Pien, een gezantschap naar Cina, en kreeg genoemde kmting Tiarrpien een eergeschenk. In den nanm van het land ia Yawadwipa, Java– eiland, herkencl, ruaaruit zou volgen dot op dit oogenblik het eilaed in kruestie door de Chineezen met em Sanskritnaarn werd genoerrzd; naar zoo dadelijk zal blijkery inderdacrdzees aannamelijk, dot het in dezen tjid zijn door de Hindoe's gegeven naccm reeds droeg Ueel zwakker stoat de
38 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

wedergave van den koningsnaarn nit den Dewawarnrarz, hetwelk de oudste ons bekende vorstnaam uit den Archipel zrnl z~n en teams zou veivrijzen, dot het hindoesiseeringsproces reeds een aanvang had gr?namen, hetzij dan dot een Hindoe er zich als leaning had neergezet of een Indonesisch vorst dien Indischen naam had aanvaard. Untuk lebih dipahami, dikemukakan pula kutipan terjemahannya, antara lain sebagai berikut: Suatu berita Tionghoa jang tertanggal seksama, dari tahun 132 sesudah Masehi mendjadi samar pula, oleh karena tidak dapat ditafsirkan dengan pasti. Dalam tahun itu tersebutlah radja Ye–tiao jang bernama Pien dan mengirimkan utusan ke Tiongkok dan radja Tiao–pien tersebut memperoleh hadiah kehormatan. Dalam nama tanah itu dapatlah dikenal Yawadwipa (Pulau Djawa), jang mana akan berarti, bahwa diwaktu itu pula telah disebut pada nama Sanskertanja oleh orang Tionghoa. Memang mungkin sekali, seperti akan ternjata nanti bahwa pulau itu pada waktu itu telah memakai nama jang diberikan oleh orang Hindu. Djauh lebih lemah tafsiran nama radja itu dengan Dewawarman, jang bukan sadja berarti, bahwa nama radja inilah kiranja jang tertua jang kita kenal di Nusantara, tetapi djuga akan menerangkan, bahwa proses penghinduan sudah dimulai pada waktu itu, baik oleh karena seorang Hindu telah datang menetap dan mendjadikan dirinja radja, maupun seorang radja Nusantara telah mengambil nama Hindu tersebut (Effendi, 1950:11). Bahwa Ye–tiao telah mengirimkan duta ke Cina pada tahun 132 M, yang disebut di dalam Hou Han–shu, telah dicatat oleh beberapa orang sarjana. Wolters (1967: 258) menyebut keterangan dari Pelliot (1904: 266 69), yang menyarankan bahwa Ye–tiao adalah sebuah transkripsi yang permulaan tentang "jawa" dan kesimpulan dapat ditarik tentang hubungan Cina-Indonesia paling tua pada abad kedua Masehi. Stein (1974: 13642) mengemukakan alasan untuk percaya, di dalam hal ini, Ye–tiao terletak di perbatasan barat daya Cina, tetapi Demieville (1951:336) tidak mempercayainya. Ia menyebut bahwa: "Java' ia also a mainland South East Asian toponym; it appears in Ram Khamhaeng's incription of 1292 in the contex of Laos". Sedangkan Fujita Toyohachi berpikir Ye–tiao adalah satu
39 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

bentuk alternatif dari Ssu–tiao dalam arti Ceylon. Hal ini katanya tidak mengherankan, jika penguasa Singhala mengirimkan satu perutusan ke Cina pada tahun 132 M., karena perutusan dari India Utara yang tertua dari tahun 89 M. (Atja & Ekadjati,1987:32). Sartono Kartodirdjo, mengutip tulisan NJ. Krom dalam Hindoejavaanscht Geschiedenis (1931), antara lain sebagai berikut: Berita lainnya yang juga tidak dapat dipastikan kebenarannya ialah berita Cina yang berasal dari tahun 132 M. Di dalam berita itu disebutkan, bahwa raja Ye–tiao yang bernama Pien, meminjamkan meterai mas dan pita ungu kerajaannya kepada maharaja Tiao–pien. Menurut dugaan Sarjana Perancis G. Ferrand, Ye–tiao dapat disesuaikan dengan Yawadwipa, sedangkan Tiao– pien merupakan lafal Cina dari nama Sanskerta Dewawarman (Kartodirdjo,1977:3637 ) Untuk lebih jelasnya, D.G.E. Hall, Guru Besar Emiritus Sejarah Asia Tenggara Universitas London, mengemukakan hal yang sama, antara lain: Bahwa laporan orang-orang Cina berikutnya, tahun 132, mungkin ada artinya dalam hubungan ini, seandainya interpretasi yang agak kurang pasti dari nama–nama yang disebut mempunyai nilai. Disebut upacara penerimaan oleh Kaisar Han untuk suatu perutusan yang membawa hadiah kehormatan dari seorang raja Ye-tiao bernama Tiao–pien. Apakah Ye–tiao merupakan terjemahan kedalam bahasa Cina dari istilah Sanskerta, Javadvipa, pulau Jawa, dan apakah nama raja itu sama dengan Dewawarman dalam bahasa Sanskerta? Informasi yang nampaknya lebih pasti, datang dari akhli Ilmu Bumi asal Alexander bernama Claudius Ptolomy, yang menulis pada tahun 165 atau mungkin lebih awal lagi, dan jelas menggunakan sumber-sumber yang lebih tua lagi. Buku VII dari Geographianya, secara detail berisi tentang Asia Tenggara, yang menggambarkan negeri Perak dan negeri Mas dekat kotakota di Semenanjung Mas, "Chryse Chersonesus". Di antara pulau–pulau Nusantara disebut "Barousai Lama", dihuni oleh pemakan daging manusia, "Sabadeibai Tiga", juga dihuni oleh pemakan daging manusia, dan pulau Yabadiou atau Sabadiou nama yang berarti negeri Jelai, yang dikatakan sangat subur dan menghasilkan emas banyak dan ibukotanya di ujung
40 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

yaitu negeri Perak. memberitakan bahwa "raja Ye–tiao bernama Tiao–pien. Bermula dari sebuah berita Cina dari zaman keluarga (dinasti) Han.1988:1718). 1958 dalam Soewarsa. memberitakan. terus melalui Laut Tiongkok selatan sampai ke Cina (Yogaswara. Menggunakan sumber yang sama. Dalam peta ini digambarkan tentang jalur pelayaran dari Eropa ke Cina dengan melalui: India. Ye–tiao diduga sama dengan Yawadwipa atau Yabadiu. Tiao artinya Dewa. negeri emas dan Chryse Chersonensos. Iabadiou dapat dicapai setelah melalui 5 pulau Barousai dan 3 pulau Sabadibai. kemudian menyusuri pantai barat Sumatera. Selat Sunda. mengirirrilcan utusannya ke Cina dalam tahun 132 Masehi". Peta ini dibuat pada tahun 165 M. Sasaran mengarah ke Jawa bagian Barat. karena berita itu dihubungkan pula dengan tulisan seorang ahli Ilmu Bumi Mesir bernama Claudius Ptolemeus. dalam Michrob 1993: 32). Vietnam. G. pendapat Yogaswara yang dikutip oleh Halwany Michrob. dan nama Tiao–pien diduga sama dengan Dewawarman. Kitab ini menyebutkan pula nama tempat Iabadiou. Chryse Chora.sebelah baratnya. semenanjung emas. Tempat– tempat tersebut ialah Argyre Chora. berdasarkan tulisan geograf Starbo (27-14 SM) dan Plinius (akhir abad pertama masehi). India dan Cina adalah dengan ditemukannya peta yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus.1977: 6). adalah sebagai berikut: Dalam buku Geographike. Menurut Ayatrohaedi. Pulau Panaitan. la. E. 41 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu Pulau Enjelai (Kartodirdjo. dipertegas lagl oleh Sartono Kartoclirdjo. sebagaimana yang dikemukakan dalam buku Sejarah Nasianal Indonesia II. Pendapat D. bahwa di dunia timur terdapat Iabadiou yang subur dan banyak menghasilkan emas. dalam bukunya Geographia yang ditulis kira–kira tahun 150 M. ujung utara Sumatera. Di ujung barat Iabadio terletak (kota) Argyre. sebuah kota dagang bernarna Argyre atau Kota Perak (Hall. kita bertemu kembali dengan nama–nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Pien artinya Warman. mengemukakan antara lain sebagai berikut: Berita yang paling meyakinkan tentang hubungan Banten dengan Eropa. Hall. yaitu emas dan perak.

Cina. pernah melakukan penggalian di Palembang. banyak keramik dari Yunani yang bercorak sama dengan penemuan di India. adalah "terjemahan" dari Merak. dan Persia. tentu dilakukan berdasarkan catatan pemetaan yang cermat. Teluk Aden (Yaman).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan nyatanya. Bahkan. 1996:15). sebagai Dewan Pakar menyimpulkan. dan kembali ke Venesia. yang merupakan hasil utama kawasan itu. terdapat di Jawa Barat (Krom. Ayatrohaedi dan Edi S. seperti yang dimuat dalam majalah Tempo (2000: 67). India. Tepatnya di pesisir pantai utara Banten (Lombard. Rute Ptolemeus adalah Venesia. dapat diduga. Barus. Berdasarkan temuan tersebut di atas. menduga Argyre yang dimaksud oleh Claudius Ptolemeus. Akhli matemarika dan astronom dari Alexandria ini adalah orang pertama yang membuat catatan perjalanan ancar-ancar letak Asia. bahwa Salakanagara memang pernah ada di pesisir barat Pandeglang dan merupakan kerajaan tertua di Nusantara. Hasan Mu'arif Ambary. bahwa Claudius Ptolemeus yang menempatkan Iabadiou dan Argyre dalam kartografnya. Kartogtafer Eropa pada abad ke–15–17 mana pun yang hendak mencari tahu sejarah Nusantata mulanya berangkat dari keterangan Claudius Ptolemeus (90–168 Masehi). yang memang terletak di sebelah barat Pulau Jawa (Kartodirdjo. bahwa hal tersebut menyangkut sebuah kerajaan di ujung barat Pulau Jawa. dan menyebut kota itu dengan nama Barus. Ekadjati dalam acara bedah naskah Sejarah Banten (18 Maret 2001 di Puri Salakanagara Pandeglang). berupa benda-benda keramik dari masa Dinasti Han. sudah ada jalur bisnis di Asia. menyatakan bahwa pada abad ketiga.1956:10).1977: 36). Cina. Sartono Kartodirdjo. Glory and Gospel. BAGIAN 3: TATAR SUNDA MASA SILAM 42 | S e j a r a h K e r a j a a n . Temuan tersebut membuktikan bahwa sebelum zaman Gold. pakar arkeologi Islam Universitas Indonesia.Bila kedua berita dari Cina dan Ptolemeus ini digabungkan. lantaran ia menukar minyak wangi dan keramik Yunani dengan kapur barus. Hasan Mu'arif Ambary. yang berarti perak. Iskandaria. terjemahan Effendi. dalam bukunya Geographia Hyphegesis. dengan sendirinya diduga kuat. Ptolemeus sudah melakukan transaksi perdagangan di Palembang. Temuan selanjutnya.

Perang itu terjadi tahun 267 Saka (345 Masehi). Sang Gupta lalu menjadi yang paling berkuasa di India.. bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman. MASA TARUMANAGARA Halwany Michrob. Sementara itu. Oleh karena itu keluarga. Lebak Munjul. 43 | S e j a r a h K e r a j a a n . Terjemahannya: Di negeri India dua keluarga atau dua kerajaan yaitu keluarga Calankayana dan Pallawa telah dikalahkan dalam perang oleh Samudragupta Maharaja Maurya. // ri bharatanagari rruang wamca athawa nuang rajya / calankayanawanica mwaug pallowamca / zoos inalahaken ri yuddhakala de nira samudraghupta maharaja maurya //sang ghuptaneher mahakawaca sx ra i bhumi bharata // makaswabhawa nira tan kenah / nist7snagalak ring eatru nira yeku sang alah // matangyan sekopayanya kulawandha mwang pirang sikyamutya mwang janapa sakeng kanwa wamcanung kasoran fi yuddkakala akweh pantaranya manigit angluru cesa ning pejah //. dalam buku Catatan Masa Lalu Banten. yang diperkirakan berasal dari abad V. yang terletak di tengah Sungai Cidangiang. Perangai tidak layak. Hanya saja. mengemukakan pendapatnya. para pembesar dan penduduk dari kedua kerajaan yang kalah perang itu berupaya melarikan diri mencari keselamatan. berita tentang Banten dapat lebih diperjelas lagi.I. Prasasti ini. halaman 771. tetapi kerajaannya tidak hilang dari muka bumi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan diceritakan pula bahwa negara pada masa itu dalam kemakmuran dan kejayaan (Michrob. Pandeglang. rajanya telah kalah. antara lain sebagai berikut: Dengan ditemukannya Prasasti Munjul. kejam tidak mengenal belas kasihan terhadap musuh yang telah dikalahkannya. Untuk melengkapi Tarumanagara yang dikemukakan oleh Halwany Michrob.. Ini berarti bahwa daerah kuasa Tarumanagara sampai juga ke Banten.1993: 37). riwayat dapat diikuti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 1. antara lain sebagai berikut: .

tiba di Pulau Jawa dan menetap di Jawa Kulwan (barat). Yang berhasil menyelamatkan diri. kelak setelah menikah dengan Rani Sphatikarnawa Warmandewi. Sedangkan raja yang menderita kekalahan. ada seorang Maharesi (bernama Jayasingawarman) dari Calankayana. menjadi Dewawarman Vlll (raja terakhir Salakanagara). karena pihak musuh. Bersama pengikutnya (sebagai pengiring). dipimpin oleh Darmawirya. kerajaan Pallawa dan Calankayana kalah. bernama nobat Samudragupta Mahaprabawa Raja Magada. Kelak. dari pihak yang kalah. selalu berusaha menangkap mereka. 44 | S e j a r a h K e r a j a a n . Telah banyak. Wilayah ini (Taruma–desya). Kerajaan Maurya. Pulau Sumatera. Perang itu. penduduk pria dan wanita. tentara dan pemuka negara yang kalah. termasuk daerah kekuasaan Sang Prabu Dewawarman VIII. yang besar kotanya. Sang Maharesi Jayasingawarman bersama para pengikutnya. yaitu ke Semenanjung. Di sebelah barat Citarum. bersembunyi di gunung. ikut melarikan diri. Pulau Jawa. yang kemudian diberi nama Tarumadesya. Dinasti Warman (warmanwamca). Kedua raja ini bersahabat akrab dan bersatu. dan sebagainya. menjadi bawahan sang pemenang. lalu bersama–sama menyerang musuhnya (Samudragupta). pengiring dan para pembesar lainnya. berlangsung beberapa bulan lamanya. Akhirnya. pergi ke seberang laut. memperoleh kemenangan. Sedangkan raja Calankayana. Keluarga Hastiwarman dan Wisnugopa. tersebar ke berbagai negara. bernama nobat Maharaja Hastiwarman dan raja Pallawa. tentara. yang mengungsi ke Pulau Jawa. Adapun maharaja Maurya itu. Salah satu kelompok keluarga Pallawa. sangat menderita dan banyak yang tewas. Ada juga yang bersama keluarga dan pengiringnya. bernama nobat Maharaja Wisnugopa. dan negara-negara lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merajalela kaum perampok.yang kalah. akhirnya banyak yang menjadi raja di Nusantara. telah banyak membunuh orang–orang yang tak berdosa. di kota–kota negara yang kalah perang. Mengungsi ke pulau–pulau di sebelah selatan. Dalam tahun 270 Saka (348 Masehi). terutama yang dahulu menjadi sahabat keluarga mereka. Negeri Yawana. Oleh karena itu. bersembunyi masuk ke dalam hutan. tewas di medan perang. yaitu raja Gupta. beserta keluarga. Sang Maharesi mendirikan perdukuhan. karena sang penguasa. Sang Maharesi Jayasingawarman menjadi menantu Sang Prabu Dewawarman VIII. Semua penduduk Pallawa dan Calankayana.

Sang Rajaresi mendatangkan brahmanabrahmana dari India. Rajaresi Darmayawarmanguru. desa Taruma itu. karena banyak penduduk dari desa-desa lain. banyak yang tetap menganut pemujaan roh.Kira kira sepuluh tahun kemudian. dipusarakan di tepi kali Gomati. Oleh karena itu. dilahirkan tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi). selalu berusaha mengajarkan agamanya kepada penghulu desa–desa dan penduduk Tarumanagara. Walaupun demikian. Purnawarman. Waktu itu. memperbesar negaranya. yaitu memuja roh leluhur (pitampuja) menurut adat yang diwarisi dari nenek moyangnya. yang kedua kasta Ksatriya. kehidupan penduduk dijadikan empat kasta. Ia bergelar demikian. dan yang keempat kasta Sudra Dengan demikian. Jayasingawarman terus berusaha. telah menjadi nagara. yaitu: yang pertama kasta Brahmana. tidak semua penduduk mau mengikuti agamanya. la wafat dalam usia 60 tahun. Beberapa tahun kemudian. Ayahnya. Tetapi penduduk di desa–desa kerajaan Taruma. bergelar Jayasingawarman Gurudarmapurusa Sang Maharesi Rajadirajaguru menjadi raja Taumanagara selama 24 tahun. yaitu dari tahun 280 sampai 304 Saka (358–382 Masehi).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . karena ia dipusarakan di tepi kali Candrabaga (Cibagasasi atau kali Bekasi). sangat takut terhadap agama Sang Rajaresi. ia diwisuda sebagai raja Tarumanagara ketiga. lalu diberi nama: Tarumanagara. karena selain memegang pemerintahan Tarumanagara. Dua tahun sebelum ayahnya wafat. yang ketiga kasta Waisya. la lalu menjadi Rajadirajaguru yang memerintah kerajaannya. Rajaresi Darmayawarman. yang bernama Purnawarman. untuk hidup di 45 | S e j a r a h K e r a j a a n . dari tahun 304 sampai tahun 317 Saka (382 – 395 Masehi). datang dan menetap di situ. Sang Rajaresi. Penduduk golongan nista. desa itu menjadi besar. ia pun menjadi pemimpin semua guru agama (Hindu) di situ. penduduk itu dibeda–bedakan antara golongan Nista–Madya – Utama. pada tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 317 Saka (12 Maret 395 Masehi). sampai menjadi sebuah kerajaan. la digantikan putera sulungnya yang bernama Rajaresi Darmayawarmanguru. mengundurkan diri dari tahta kerajaan. Sedangkan ayahnya. dan dipusarakan di tepi kali Gomati. la disebut juga Sang Lumahing Candrabaga (yang mendiang di Candrabaga). la menjadi raja Tarumanagara hanya 13 tahun. yang memerintah dari tahun 317 sampai tahun 356 Saka (395–434 Masehi). digantikan oleh puteranya.

Jayasingawarman. digelari Harimau Tarumanagara (wyaghra ring tarumanagara). datang ke ibukota (Sundapura). 46 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tiap tahun. Selama masa pemerintahannya. ibarat raja matahari yang bersinar bagi raja–raja sesamanya (panji segala raja). selalu dapat dikalahkan. Pembuatannya. Ibukota yang baru itu. la seorang pemberani. sehingga oleh lawan–lawannya. Akhirnya. la perkasa dan tangkas di medan perang. dimulai tanggal 7 bagian terang bulan Margasira (15 Desember 398 Masehi) dan selesai pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya (11 November 399 Masehi). menjadi seorang raja yang sangat besar kekuasaannya di Jawa Barat. Purnawarman telah menaklukan kerajaat-kerajaan lain di Jawa Barat. diberi nama Sundapura (kola Sunda). Sang Maha raja menjamu tamu-tamunya dengan makanan dan minuman yang serba lezat (wesalehyamadhupanadi). oleh kapal-kapal perang kerajaan Taruma. ialah memindahkan ibukota kerajaan. dibangun di tepi kali Gomati. sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). mereka berkumpul bersama– sama keluarga kerajaan Tarumanagara. yang menjadikan dirinya. Tarurnanagara menjadi sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasannya di Pulau Jawa. dengan iringan suara gamelan yang merdu. Sri Maharaja Purnawarman. ke sebelah utara ibukota lama. untuk berbakti dan mempersembahkan upeti kepada Sri Maharaja Purnawarman. Tindakannya yang pertama. Raja–raja bawahan itu. sambil menghadiri pesta yang dimeriahkan oleh tarian gadis–gadis cantik.pertapaan menempuh manurajasunya (bertapa setelah turun tahta sampai ajal tiba). menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang. segera menjadi ramai. Tidak ada satupun senjata musuh yang dapat melukainya. yang disebut Jayasingapura yang didirikan oleh kakeknya. Semua musuh yang diserangnya. tiap tanggal 11 bagian terang bulan Caitra (Maret-April). Purnawarman membuat pelabuhan di tepi pantai.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara. ia selalu mengenakan baju pelindung dari besi yang dipasangnya mulai dari kepala sampai ke kaki. karena dalam perang. Pelabuhan ini. semua raja bawahannya selalu datang di Purasaba Sundapura. Kemudian. Purnawarman. Kira–kira tiga tahun setelah ia dinobatkan. dari tanggal 13 sampai tanggal 15.

Prasati itu. ia sangat memperhatikan pemeliharaan aliran sungai. mengadakan selamatan dengan pemberian hadiah harta (sangaskararthadaksina) kepada para Brahmana dan semua pihak yang ikut serta menggarap pekerjaan itu sampai selesai. kuda 20 ekor. pakaian. Sebagai tanda penyelesaian karyanya. dimulai tanggal 4 bagian terang bulan Srawana (Juli/Agustus) sampai tanggal 13 bagian gelap bulan Srawana itu juga (14 hari) tahun 334 Saka (412 Masehi). Sang Maharaja Purnawarman membuat prasasti. sehingga terpaksa ia mengutus Mahamantri Cakrawarman untuk mewakilinya. Sang Purnawarman. 47 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai ciri telah selesainya pekerjaan itu dengan kata–kata berbunga (sarwa bhasana). ditandai lukisan telapak tangan. Sang Purnawarrnan. Semua mereka itu. Sungai yang bagian hilirnya. dari desa sekitarnya. Tahun 410 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mengenai kebesarannya dan sifat–sifatnya. yang biasa membawa perahu. gajah seekor. mengalir sampai di istana kerajaan. melindungi segenap mahluk di burni dan di akhir kelak. pada tanggal 12 bagian gelap bulan Margasira. serta jamuan rnakanan dan minuman yang lezat. Para petani merasa senang hatinya. yang waktu itu termasuk kawasan kerajaan Indraprahasta. memperindah dan memperteguh alur kali Sarasah atau kali Manukrawa. Sang Purnawarman sedang sakit. yang ditulis pada batu. Setiap orang. Ribuan orang laki-laki dan perempuan. memperteguh dan memperindah alur kali Cupu yang terletak di (kerajaan) Cupunagara Sungai tersebut. dan makanan lezat. Selesai pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 332 Saka. Hadiah ini berupa: sapi 500 ekor. mendapat hadiah dari raja. disebut Cisuba. Pengerjaan. ialah: sapi 400 ekor. pakaian. yang diberikan kepada raja Indraprahasta. mendapat hadiah dari Sang Purnawarman. yang ikut serta mengerjakan saluran ini. yang diibaratkan Dewa Wisnu. Hadiah yang dianugerahkan Sang Purnawarman pada upacara selamatannya. Sang Purnawarman. ini mulai diperbaiki (diperdalam) dan diperindah tanggulnya. Sang Mahamantri. ia memperbaiki alur kali Gangga di daerah Cirebon. Waktu dilangsungkan upacara selamatan. ikut serta berkarya bakti di situ. Dua tahun kemudian. Demikian pula para pedagang. Pada tanggal 11 bagian gelap bulan Kartika (Oktober/November) sampai tanggal 14 bagian terang bulan Margasira (Desember/Januari) tahun 335 Saka (413 Masehi). dari muara ke desa-desa di sepanjang tepian sungai. Baik di tepi kali Gangga di Indraprahasta maupun di tepi kali Cupu.Untuk kesejahteraan hidup rakyatnya.

memperbaiki.000 ekor. tidak akan menderita kekeringan dalarn musim kemarau. harimau dan sebagainya. kakek Sang Purnawarman. Selanjutnya. Kemudian. Sang Maharaja Purnawarman. memperindah serta memperteguh alur kali Gomati dan Candrabaga. Ribuan penduduk. berkarya–bakti siang–malam. Demikian pula di tempat–tempat lain. dengan tulisan pada batunya. ada yang diberi hadiah kerbau (mahisa). laki–laki dan perempuan. Jadi. ada yang diberi hadiah kuda dan bermacam–macam hadiah lainnya lagi. berjajar memanjang di tepi sungai. sampai tanggal 13 bagian terang bulan Caitra tahun 339 Saka (417 Masehi). beberapa puluh tahun sebelumnya. Sang Juru. diperindah serta diperteguh alurnya oleh Sang Rajadirajaguru. sebuah bendera Tarumaragara. datang di ternpat upacara dengan menaiki perahu besar. Sedangkan para pemuka dari daerah. pakaian bagi para Brahmana. Setiap orang. beserta pengiring lengkap. mengerjakan hal itu untuk kedua kalinya. Sang Maharaja. lukisan telapak kaki tunggangannya. yaitu gajah yang bernama Sang Erawata. banyak membuat prasasti batu. Sang Tanda. karena ladang milik mereka menjadi subur tanahnya. Hadiah yang dianugerahkan adalah: sapi 400 ekor. berlangsung sejak tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna. telah diperbaiki. dengan membawa berbagai perkakas. Perinciannya: sapi (ghoh) 1. Sang Adyaksa. Sang Purnawarman mengadakan selamatan dan memberi hadiah harta. memperoleh hadian dari Sang Maharaja Purnawarman. yang ikut serta dalam pekerjaan ini. Para petani menjadi senang hatinya. sanghyang tapak. Di situ. kuda 10 ekor. Ada pun kali Candrabaga itu. Pengerjaan kali Gomati dan Candrabaga ini. dari desa–desa sekitarnya. dan bahan makanan. lukisan telapak kakinya. kepada para Brahmana. sebuah patung Wisnu.disertai beberapa orang Menteri Kerajaan. yang dilengkapi dengan patung pribadinya. Panglima Angkatan Laut. pakaian serta makanan lezat. Sang Purnawarman. Mereka itu. dengan mendapat pengairan (kaunuayan) dari sungai tersebut. Demikian pula ada yang ditandai dengan lukisan brahmara (kumbang atau lebah). kerbau (mahisa) 80 ekor. Sang Purnawarman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sambung menyambung tidak terputus. 48 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan demikian. bunga teratai. membuat prasasti yang ditulis pada batu. tanpa saling mengganggu pekerjaan masingmasing. ada yang diberi hadiah perhiasan emas dan perak.

sungai terbesar di kerajaan Taruma (di Jawa Barat). di sepanjang tepi sungai di beberapa daerah. Sejak tanggal 3 bagian gelap bulan Maga (Januari/Februari) tahun 321 Saka (399 Masehi) sampai tahun 325 Saka (403 Masehi). Dahulu. ditulis pada prasasti batu. kerbau 20 ekor dan hadiah–hadiah lainnya. dimulai ketika seorang menteri kerajaan Taruma bersama 7 orang pengiringnya. dibunuh dengan berbagai cara. Sisanya. terjadi di perairan Ujung Kulon. kerajaan ini tidak seberapa. Pada tangal 3 bagian gelap bulan Jesta (Mei/Juni). Sang Purnawarman. pasukan Tarumanagara. Selamatan dan hadiah harta. Karena itulah. Sernua itu. Perang pertama dengan kaum perompak ini. Demikian pula halnya Angkatan Laut. pakaian. di tengah laut. perompak yang ditawan itu. sampai tanggal 12 bagian terang bulan Asada (Juni/Juli) tahun 341 Saka (419 Masehi). mengepung dua buah kapal perompak. ditawan kemudian dibunuh oleh perompak. dipimpin langsung oleh Sang Purnawarman: Puluhan kapal perang (armada laut) Tarumanagara. memperteguh alur dan memperdalam Citarum. makanan lezat.Di tempat–tempat pemujaan (pretakaryam) yang telah selesai dibangun. Kemudian. sebanyak 52 orang dapat ditawan. yang merajalela di perairan barat dan utara. dilukiskan bendera Tarumanagara dan jasa-jasa Sang Maharaja. ia disebut Sang Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng). selalu memenangkan pertempuran. sebahagian terbunuh dalam perang. dilaksanakan setelah pekerjaan itu selesai. apabila hendak pergi menyerang musuhnya. Sang Purnawarman dinobatkan menjadi Maharaja. Angkatan Laut Tarumanagara. Seorang demi seorang. setelah Purnawarman menjadi raja Tarumanagara. Karena itu. la pun seorang pemuja Batara Indra. Hadiah berupa sapi 800 ekor. ketika Tarumanagara diperintah oleh Sang Rajadirajaguru dan Rajaresi Darmayawarmanguru. diperbesar dan diperkuat. dan semua mayatnya dibuang ke tengah laut. para Brahmana memberkati Maharaja Tarumuragara. Demikian marahnya Sang 49 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Purnawarman melancarkan perang terhadap bajak laut. Tetapi. dengan gelar Sri Maharaja Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati. Setelah kerajaan Taruma menjadi besar dan kuat. Dari 80 orang perompak. memperbaiki. angkatan perangnya diperbesar serta lengkap persenjataannya. Pembersihan terhadap kaum perompak ini.

Purnawarman terhadap kaum perompak. Sehingga, ia tidak pernah mengampurri seorang pun, di antara mereka. Telah lama, perairan Pulau Jawa sebelah utara, barat dan timur, dikuasai kaum perompak. Jumlah mereka tidak terhitung dan tersebar di lautan. Semua kapal diganggu. Semua barang yang ada di dalamnya, dipinta atau dirampas. Banyak kapal perompak berkeliaran di perairan Jawa Barat. Tak ada yang berani mamasuki atau melewati perairan ini, karena sepenuhnya telah dikuasai kaum perompak yang ganas dan kejam. Setelah Sang Purnawarman berhasil membasmi semua perompak, barulah keadaan menjadi aman, dan penduduk Tarumanagara merasa senang. Perairan utara Pulau Jawa telah bersih dari gangguan perompak. Tak terhitung junrlah perompak yang ditangkap dan dijatuhi hukuman. Pada bagian ini, kemungkinan besar ada hubungannya dengan temuan prasasti Cidangiang, di Desa Lebak Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang, yang tertulis dalam aksara Pallawa bahasa Sanskerta, antara lain sebagai berikut: vikrantayam vanipateh prabbhuh satyaparakramah narendraddhvajabutena crimatah pumnavarmmanah Terjemahannya: (Ini tanda) penguasa dunia yang perkasa, prabu yang setia serta penuh kepahlawanan, yang menjadi panji segala raja, yang termashur Purnawarman (Danasasrrrita, 1984: 3–1). Prasasti ini terletak di aliran Sungai Cidangiang yang bermuara ke Teluk Lada perairan Selat Sunda. Kemungkinan besar, kawanan perompak di wilayah Ujung Kulon yang ditumpas habis oleh Sang Purnawarman, bercokol di perairan Teluk Lada ini. Prasasti tersebut merupakan tanda penghargaan kemenangan kepada masyarakat setempat atas kepatriotan masyarakat sekitar sungai Cidangiang, sebagaimana yang sering dilakukan oleh Sang Purnawarman. Dipilihnya tepi Sungai Cidangiang, sebagai lokasi ditempatkannya prasasti, karena sebutan Cidangiang sendiri menunjukkan adanya indikasi
50 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

masa silam, bahwa Ci–Dang–Hiyang memiliki nilai spiritual dalarn sistem religi Sunda.

Adik Sang Purnawarman, bernama Cakrawarman, menjadi Panglima Perang. Sedangkan pamannya dari pihak ayah, bernama Nagawarman, menjadi Panglima Angkatan Laut (Senapati Sarwajala). Sang Nagawarman, sering pergi sebagai duta Sang Purnawarman ke negeri seberang, untuk mempererat persahabatan. la pernah mengunjungi Semenanjung, negeri Syangka, Yawana, Cambay (di India), Sopala, Bakulapura, Cina, Sumatera dan lain–lain. Adapun bendera kerajaan Taruma, berupa bunga teratai di atas kepala (gajah) Erawata. Sedangkan rnaterai raja (rajatanda), adalah lempengan (daun) emas berbentuk brahmara (lebah atau kumbang). Bendera Angkatan Lautnya, berlukiskan naga (nagadhuajarupa), yang dikibarkan pada tiap kapal perang Tarumanagara. Ada lagi bendera–bendera yang berlukiskan senjata milik satuan–satuan tempur. Kerajaan–kerajaan bawahan Taruma, mempunyai bendera, berlukiskan berbagai macam binatang. Salah seorang isteri Sang Purnawarman, berasal dari Bakulapura. Negeri ini, ada di Tanjung Nagara (Kalimantan). Kisahnya berawal dari Sang Kudungga. Sang Kudungga putera Sang Atwangga. Sang Atwangga putera Sang Mitrongga. Keluarga itu, telah beberapa puluh keturunan, berada di situ dan menjadi penguasa. Beberapa ratus tahun sebelumnya, keluarga itu, datang dari India. Pangkal silsilah mereka, dimulai dari Sang Pusyamitra, yang menurunkan wangsa Sungga di Magada. Ketika wangsa Sungga dikalahkan dan dikuasai oleh wangsa Kusan (Kucanawamsa), banyak di antara anggota keluarga ini, laki–laki dan perempuan, yang mengungsi ke berbagai negara. Salah seorang anggota keluarga Sungga, bersama keluarga dan pengiringnya, tiba di salah satu pulau di Nusantara Mereka mendirikan desa, yang diberi nama Kuta (Kutai). Setelah berkembang menjadi kerajaan kecil, kemudian diubah namanya, menjadi Bakulapura. Puteri Sang Kudungga, diperistri oleh Sang Aswawarman, putera kedua dari Prabu Darmawirya Dewawarman dengan Rani Sphatikarnawa
51 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Warmandewi. Kakak perempuan Sang Aswawarman, yang bernarna Dewi Minawati alias Iswan Tunggal Pretiwi, menjadi permaisuri Jayasingawarman Rajadirajaguru, raja Tarumanagara pertama. Prabu Darmawirya alias Dewawarman VIII (raja Salakanagara terakhir), telah lama bersahabat dengan penguasa Bakulapura Sebab, Sang Kudungga, adalah saudara sepupu permaisurinya dari pihak ibu. Karena itulah, Sang Aswawarman diangkat anak oleh Sang Kudungga, dan sejak kecil tinggal di Bakulapura. Jadi, Aswawarman dengan isterinya, masih saudara satu–buyut. Setelah Sang Kudungga wafat, Sang Aswawarman menggantikannya, sebagai penguasa Bakulapura. Dalam masa pemerintahannya, Bakulapura menjadi kerajaan besar dan kuat, sehingga dialah yang dianggap sebagai pendiri dinasti (wamcakerta). Aswawarman berputera tiga orang. Yang sulung bernama Mulawarman, kelak menggantikan ayahnya, menjadi penguasa Bakulapura. Di bawah pemerintahan Sang Mulawarman, Bakulapura menjadi makin kuat dan besar. la adalah raja yang sangat berwibawa dan membawahi kerajaankerajaan lain di sekitarnya Persahabatan antara Bakulapura dengan Tarumanagara, menjadi semakin erat. Duta Bakulapura ditempatkan di ibukota Tarumanagara dan dernikian pula sebaliknya. Permaisuri Sang Purnawarman, adalah puteri salah seorang raja bawahannya. Dari permaisuri ini, ia memperoleh beberapa orang putera dan puteri. Putera sulungnya, bernama Wisnuwarman, kelak akan menggantikan kedudukannya sebagai penguasa Tarumanagara keempat. Adik Wisnuwarman yang perempuan, diperistri oleh seorang raja di Sumatera. Kelak, Sri Jayanasa, seorang raja besar di pulau itu, adalah keturunannya. Isteri–isteri Purnawarman yang lainnya, berasal dari: Sumatera, Bakulapura, Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya. Sang Purnawarman adalah pemuja Wisnu. Akan tetapi, penduduk, ada juga yang memuja Batara Sangkara (Siwa) dan Brahma. Penganut Budha, tidak seberapa banyak. Kecuali di Pulau Sumatera. Penduduk pribumi, kebanyakan tetap memuja roh leluhur (pitarapuja), menurut adat yang diwarisi nenek moyangnya. Sang Purnawarman, menyusun bermacammacam pustaka yang berisi: Undang undang kerajaan; Peraturan
52 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Ketentaraan; Siasat Perang; Keadaan Daerah–Daerah di Jawa Barat; Silsilah Dinasti Warman; Kumpulan Maklumat Kerajaan dan lain–lain. Sri Maharaja Purnawarman, wafat pada tanggal 15 bagian terang bulan Posya tahun 356 Saka (24 November 434 Masehi) dalam usia 62 tahun. Ia dipusarakan di tepi Citarum, sehingga mendapat sebutan Sang Lurnah Ing Tarumanadi (yang dipusarakan di Citarum). Pada saat Sri Maharaja Purnawarman wafat, kerajaan–kerajaan yang menjadi bawahannya, adalah sebagai berikut: Salakanagara (Pandeglang), Cupunagara (Subang), Nusa Sabay, Purwanagara, Ujung Kulon (Pandeglang), Gunung Kidul, Purwalingga (Purbalingga), Agrabinta (Cianjur), Sabara, Bumi Sagandu, Paladu, Kosala (Lebak), Legon (Cilegon), Indraprahasta (Cirebon), Manukrawa (Cimanuk), Malabar (Bandung), Sindang Jero, Purwakerta (Purwakarta), Wanagiri, Galuh Wetan (Ciamis), Cangkuang (Garut), Sagara Kidul, Gunung Cupu, Alengka, Gunung Manik (Manikprawata), Gunung Kubang (Garut), Karang Sindulang, Gunung Bitung (Majalengka), Tanjung Kalapa (Jakarta Utara), Pakuan Sumurwangi, Kalapa Girang (Jakarta Selatan), Sagara Pasir, Rangkas (Lebak), Pura Dalem (Karawang), Linggadewata, Tanjung Camara (Pandeglang), Wanadatar, Setyaraja, Jati Ageung, Wanajati, Dua Kalapa, Pasir Muhara, Pasir Sanggarung (Cisanggarung), Indihiyang (Tasikmalaya). Sebagai pengganti Sri Maharaja Purnawannan, putera sulungnya, Sang Wisnuwarman, dengan nama nobat: Sri Maharaja Wisnuwarman Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah. la dinobatkan menjadi raja Tarumanagara keempat, pada tanggal 14 bagian terang bulan Posya tahun 365 Saka (3 Desember 434 Masehi). Memegang pemerintahan di Tarumanagara hingga tahun 377 Saka (455 Masehi). Digantikan oleh puteranya, Sang Indrawarman, sebagai raja Tarumanagara kelima, dengan nama nobat: Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Sakti Mahaprabawa Lingga Triwikrama Buanatala. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 437 Saka (515 Masehi). Digantikan oleh puteranya, Sang Candrawarman, sebagai raja Tarumanagara keenam, dengan nama nobat: Sri Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusakti Suralagawageng Paramarta. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 457 Saka (535 Masehi). Digantikan oleh puterannya, Sang Suryawarman, sebagai raja Tarumanagara ketujuh, dengan nama nobat: Sri Maharaja Suryawarman
53 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

sebagai raja Taruma nagara keduabelas. Karena tidak punya keturunan. sebagai raja Tarumanagara kesebelas. Ia memerintah di Tarumanagara hingga tahun 561 Saka (639 Masehi). sebagai raja Tanunanagana kesepuluh. Digantikan oleh puteranya. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 588 Saka (666 Masehi). digantikan oleh adiknya. memerintah di Tarumanagara hingga tahun 550 Saka (628 Masehi). Sang Nagajaya. Digantikan oleh puteranya. Dalam tahun yang sama. Sang Tarusbawa dinobatkan pada tanggal 9 bagian terang bulan Jesta tahun 591 Saka (18 Mei 669 Masehi). dengan nama nobat. Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Digantikan oleh puteranya. Sang Dewamurti. Digantikan oleh puteranya. la digantikan oleh menantunya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menjadi Kerajaan Sunda. menantu Sang Linggawarman lainnya. Peristiwa tersebut berakibat fatal. Wilayah timur Tarumanagara. dengan nama nobat: Sri Maharaja Linggawarman Atmahariwangsa Panunggalan Tirtabumi. Sang Tarusbawa bukan keturunan dinasti Warman. Sang Linggawarman. Ia dilahirkan di Sunda Sembawa (Sundapura). Sang Kretawarman. dengan nama nobat: Sri Maharaja Nagajayawarman Darmasatya Cupujayasatru. memerdekakan 54 | S e j a r a h K e r a j a a n . la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 591 Saka (669 Masehi). Sang Tarusbawa. Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manumanggalajaya Sundasembawa. la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 562 Saka (640 Masehi). la memerintah di Tarumanagara hingga tahun 483 Saka (561 Masehi). sebagai penerus tahta Tarumanagara. sebagai raja keturunan pribumi di kerajaan daerah Sunda Sembawa. sebagai raja Tarumanagara kesembilan. dengan nama nobat: Sri Maharaja Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salakabumandala. dengan Batas sungai Citarum. Sang Sudawarman. dengan nama nobat: Sri Maharaja Sudawarman Mahapurusa Sang Paramartaresi Hariwangsa. dengan nama nobat: Sri Maharaja Dewamurtyatma Hariwangsawarman Digwijaya Bimaparakrama. sebagai raja Tarumanagara kedelapan. mengganti nama Tarumanagara. Ketika ia naik tahta.Sang Mahapurusa Bimaparakrama Hariwangsa Digwijaya. dinobatkan sebagai raja Kerajaan Sriwijaya di Surnatera. la.

la tidak ingin bersengketa dengan Sang Wretikandayun. 55 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Tarusbawa mendirikan lima buah keraton. dari Sundapura (Bekasi) ke Pakuan (Bogor). dan Suradipati. "lebih baik memerintah separuh kerajaan yang tangguh. Ujung Kulon. di bawah pemerintahan Sang Prabu Wretikandayun.Madura. Walaupun kerajaannya sudah berbagi kekuasaan dengan Sang Wretikandayun. Di sebuah lemah duwur (ketinggian tanah). Sang Tarusbawa masih sempat memberitakan penobatannya sebagai penerus tahta Tarumanagara. tentu kerajaan bawahannya yang ada di wilayah Banten (Salakanagara. memindahkan ibukota kerajaan. seharusnya tampil dalam panggung sejarah.Suradipati. Sang Tarusbawa merubah sebutan Tarumanagaia menjadi Kerajaan Sunda. Sang Tarusbawa. dalam sastra klasik. Madura. yang bentuk maupun besarnya sama dalam posisi berjajar. Kosala. Langkah Sang Tarusbawa berikutnya. Dengan berbagai akibatnya.diri.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menjadi Kerajaan Galuh. Kerajaan Sunda. ditandai dengan adanya pewarisan tahta. daripada dipaksakan memerintah keseluruhan dalam keadaan goyah". Punta. MASA KERAJAAN SUNDA Sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian terdahulu. Jumlah 5 keraton tersebut. memegang peranan penting bagi Tarumanagara. Prinsipnya. menyebutkan "tentang adanya utusan dan Tarumanagara pada tahun 669 Masehi". Dari sejak itulah. dan Rangkas). Keraton tersebut masing-masing diberi nama: Sri Bima. II. sering disebut Panca Persada. masa akhir Tarumanagara (tahun 669 Masehi). Sedangkan dalam naskah Carita Parahiyangan menyebutnya: Sri Kadatwan Bima–Punta –Narayana. Narayana. Oleh sebab itulah. Sang Tarusbawa memiliki pribadi yang cinta damai. dari Sang Linggawarman kepada menantunya. dalam sumber Cina yang terakhir. Setelah keraton selesai dibangun. walaupun Kerajaan Sunda belum tentu kalah berperang melawan Kerajaan Galuh. kemudian diberkati (diprebokta) oleh Bujangga Sedamanah. di hadapan Sang Maharaja Tarusbawa. Mengingat kejayaan Sang Purnawarman. ke berbagai negara sahabat.

di Kerajaan Medang bumi Mataram (Kalingga Utara) Jawa Tengah. Rakeyan Medang. karena putera Sang Banga tersebut. pada tahun 654 Saka (732 Masehi). Sang Banga menjadi raja di Kerajaan Sunda sampai tahun 776 Masehi. Sang Sanjaya. yang dipimpin oleh Sang Resiguru Demunawan dari Kerajaan Saunggalah (Kuningan). Pelimpahan kekuasaan kepada puteranya. sebagai raja ketiga di Kerajaan Sunda. Berdasarkan "Perjanjian Galuh". Sebab. bernama Rakeyan Medang. sebagai raja Kerajaan Sunda yang kedua. tahta Kerajaan Sunda dikuasakan kepada puteranya: Sang Tamperan Barmawijaya. Sang Sanjaya menikah dengan Sekar Kancana atau Teja Kancana Ayupurnawangi. la diwisuda pada tahun 739 Masehi. Sena–Sanaha. dengan nama nobat: Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswara Sarwajitasatru Yudapurnajaya. Dalam Prasasti Canggal. Sang Banga mempunyai putera. pernah berguru di Medang Bumi Mataram (bekas Kalingga). Setelah 9 tahun berkuasa. akhirnya ditempuh cara dengan jalan damai. selama 8 tahun. dengan nama nobat: Prabu Kretabuana Yasawiguna Ajimulya. di Kerajaan Sunda. Dari pernikahannya dengan Kancana Sari. Setelah peristiwa kudeta berdarah tahta di Kerajaan Galuh. akhirnya tahta Kerajaan Sunda. dalam usia 91 tahun. dengan nama nobat Prabhu 56 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagai penggantinya. di Kerajaan Galuh. antara Sang Manarah dengan Sang Sanjaya. yang terusir oleh Sang Purbasora. adalah ayahnya Teja Kancana. ia "cucu menantu" Sang Tarusbawa. kemudian digantikan oleh Rakeyan Medang. Raja Medang pada waktu itu adalah Rakeyan Panangkaran (putera Sang Sanjaya). Sanjaya adalah putera sulung dari perkawinan manu. 2. tetapi ia wafat dalam usia muda. ia pewaris tahta dari ibunya: Sanaha. cucu Sang Tarusbawa. Disebut demikian. Seharusnya.Sang Tarusbawa wafat pada tahun 723 Masehi. disebabkan ia menjadi penguasa di tiga kerajaan di Pulau Jawa (Taraju Jawadwipa): 1. menjadi menteri muda di Kerajaan Sunda selama 3 tahun. diwariskan kepada Sang Arya Banga. 3. ia pewaris tahta dari ayahnya Sang Sena.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang menjadi pewaris tahta Kerajaan Sunda.

yang menggantikan kedudukan ayahnya sebagai raja Kerajaan Galuh. Dengan demikian. kekuasaan di wilayah Jawa Barat dipegang oleh Prabu Gajah Kulon keturunan Sang Banga. Puteri tersebut diperisteri oleh Rakeyan Hujungkulon. digantikan oleh menantunya. ialah: 1. Rakeyan Hujungkulon. Prabu Darmaraksa Salakabuana dibunuh. 57 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan nama nobat Prabu Pucuk Bumi Darmeswara. dipercaya memegang tahta Kerajaan Galuh. dengan nama nobat Prabu Kretayasa Dewakusaleswara. Selanjutnya. Dewi Sawitri. Adik Rakeyan Hujungkulon (Prabu Gilingwesi) adalah Sang Tariwulan. kemudian diberi nama Dewi Samatha. Batara Danghiyang Guruwisuda. oleh seorang menteri Kerajaan Sunda.Hulukujang. diperisteri oleh Rakeyan Windusakti. tahta Kerajaan Galuh dipercayakan kepada Prabu Gajah Kulon (raja Kerajaan Sunda). Rakeyan Wuwus. dan 2. pada tahun 825 Masehi. digantikan oleh puteranya. Dari permaisurinya. pada tahun 852 Masehi. tahta Kerajaan Sunda dan Galuh berhasil direbut dan dikuasai oleh Sang Arya Kedaton. Setelah Prabu Gajah Kulon wafat. Rakeyan Diwus. Raja Galuh tersebut. Sedangkan Dewi Sawitri. dengan nama nobat Prabu Gilingwesi. Batara Danghiyang Guruwisuda. yang bernama nobat Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi. Karena Prabu Linggabumi (raja Galuh) tidak mempunyai keturunan. putera Sang Arya Kedaton dan Dewi Widyasari (adiknya Prabu Gajah Kulon). puteri Saung Galah keturunan Resiguru Demunawan. Prabu Hulukujang mempunyai seorang puteri. Setelah Prabu Hulukujang wafat. dengan nama nobat Prabu Datmaraksa Salakabuana. Rakeyan Windusakti. Baru empat tahun memerintah. ketika ia wafat. Setelah prabu Gilingwesi wafat. Sebagai putera laki–laki. Setelah Prabu Pucuk Bumi Darmaweswara wafat. Dari Dewi Kirana. digantikan oleh menantunya. memperisteri Dewi Saraswati. pada tahun 795 Masehi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Gajah Kulon memperoleh dua orang putera. tahta kerajaan digantikan oleh puteranya.

yang besar dan lengkap. Rakeyan Kamuning Galling. Serangan kedua pasukan Kerajaan Sunda. Karena Kerajaan Galuh sudah membebaskan diri (merdeka). Rakeyan Jayagiri naik tahta. Rakeyan Jayagiri. yang dibunuh oleh adiknya. Rakeyan Jayagiri. dan 2. membebaskan diri sebagal kerajaan yang merdeka. dengan nama nobat Prabu Wanayasa Jayabuana.dengan nama nobat Prabu Dewageung Jayeng Buana. Di pihak lain. dengan nama nobat Prabu Pucukwesi. ketika peristiwa perebutan tahta terjadi. Rakeyan Jayagiri. dapat ditangkis dan dihancurkan oleh pasukan Kerajaan Galuh. diperintahkan untuk merebut keraton Galuh. Prabu Pucukwesi memerintah di Kerajaan Sunda-Galuh hanya 3 tahun. tahta Kerajaan Galuh sudah diwariskan kepada Rakeyan Jayadrata. kemudian digantikan oleh Rakeyan Kamuning Galling. Serbuan inipun. dikerahkan kemudian. cucu Batara Danghiyang Guruwisuda dari puteri Dewi Sundara. Pasukan Kerajaan Sunda. di bawah naungan Prabu Jayadrata.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang dipimpin langsung oleh Prabu Jayadrata. tahtanya direbut oleh adiknya sendiri. Kerajaan Galuh. Rakeyan Limbur Kancana. putera Rakeyan Kamuning Gading (Prabu Pucukwesi). la adalah kakak ipar Rakeyan Limbur Kancana. karena dibunuh dan digulingkan. untuk menyerbu Kerajaan Galuh. 3. antara lain: 1. oleh Rakeyan Umbur Kancana. Prabu Wanayasa Jayabuana. 58 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebelah barat Citarum. hanya memerintah di wilayah Kerajaan Sunda. sebab pada tahun 916. yang terpaksa naik tahta pada tahun 895 Masehi. berhasil dikalahkan oleh Rakeyan Jayadrata bersama pasukan Kerajaan Galuh. Prabu Dewageung Jayeng Buana wafat pada tahun 913 Masehi. yang ditempatkan di Kerajaan Galuh oleh Prabu Wanayasa Jayabuana. Dari perkawinannya dengan Dewi Sawitri. atas perintah Prabu Jayadrata. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Wanayasa Jayabuana. Rakeyan Windusakti (Prabu Dewageung Jayeng Buana). Akan tetapi. memperoleh dua orang putera. berkuasa di kerajaan Sunda sampal tahun 920 Masehi.

digantikan oleh Prabu Dewa Sanghiyang. ia digantikan oleh Rakeyan Wulung Gadung. Putera Prabu Brajawisesa ada dua orang. dibunuh oleh seseorang. suanii Dewi Ambawati. Sebagai tindakan balas dendam. atas perintah Dewi Ambawati. Prabu Brajawisesa wafat. Karena Rakeyan Limbur Kancana terhitung pamannya Rakeyan Harimurti. di antaranya: 1. adik ipar Rakeyan Sunda Sembawa.Di Kerajaan Galuh. kemudian ia naik tahta. dengan nama nobat Prabu Brajawisesa. Tahta Kerajaan Sunda. puteri Rakeyan Jayagiri (Prabu Wanayasa Jayabuana). Karena semua puteranya meninggal mendahuluinya. Rakeyan Wulung Gadung bertahta di Kerajaan Sunda. dari tahun 988 sampal 1012 Masehi. digantikan oleh puteranya dari Dewi Somya. Rakeyan Wulung Gadung adalah suami Dewi Somya. yang dijadikan permaisuri oleh Prabu Linggasakti Jayawiguna. ketika Prabu Munding Ganawirya wafat. dari tahun 973 sampai 989 Masehi. Prabu Dewa Sanghiyang. Dewi Somya. dan 2. ketika wafat. Pada tahun 1012 Masehi. Rakeyan Sunda Sembawa. damai kembali. Ketika Prabu Limbur Kancana sedang bertamu di Kerajaan Galuh. kekuasaan telah diwariskan kepada Rakeyan Harimurti. dengan nama nobat: Prabu Munding Ganawirya Tapakmanggala atau Prabu Medang Gana. akhirnya Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. di antaranya: 1. menantu Prabu Limbur Kancana. calon pengganti ayahnya. dan 2. Rakeyan Gendang. Prabu Dewa Sanghiyang. Dewi Somya. bekuasa atas Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. bergelar Maharaja. bernama nobat Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. yang bertahta di Kerajaan Galuh. Sebagai wakil dirinya di 59 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dewi Rukmawati. Rakeyan Sunda Sembawa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . putera Prabu Jayadrata yang berkuasa tahun 949 Masehi. Prabu Limbur Kancana. berhasil merebut tahta Kerajaan Sunda dari Praburesi Atmayadarma Hariwangsa. berputera dua orang. Prabu Wulung Gadung. beralih ke Rakeyan Watuageng. naik tahta pada tahun 930 Masehi.

Wirayuda. dan menyandang gelar Maharaja. Darmanagara. keduanya memerintah. yaitu Dewi Sumbadra. menjadi Mangkubumi kerajaan. dan 3. adalah Sang Darmaraja. diterima pula oleh Prabu Airlangga. Bersama–lama. atas jasa kesetiaannya kepada Maharaja Darmaraja. Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat pada tahun 1030 Masehi. terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sang Wikramajaya. memerintah di Kerajaan Galuh. Gelar corak Keraton Jawa Timur itu. dari tangan saudara seayahnya. dimulal pada tahun 1019 Masehi. kemudian ia meloloskan diri ke Kerajaan Sriwijaya. Sri Dharmawangsa Teguh. Dari pernikahannya dengan Dewi Surastri. Prabu Sanghiyang Ageung. berusaha merebut kekuasaan. Untuk jabatan Panglima Angkatan Laut. 2. dan digunakan sebagai gelar resmi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . penggantinya adalah Sri Jayabhupati. Sebagai pengganti Sri Jayabhupati. digantikan oleh puteranya. pemberontakannya dapat ditumpas. dipercayakan kepada adik isterinya. yang berkuasa sampai tahun 1027 Masehi. Prabu Darmasatyadewa. Resiguru Setelah Maharaja Dewa Sanghiyang wafat. ditunjuk Sang Wirakusuma. Setelah Sang Maharaja Sanghiyang Ageung wafat. Panglima Angkatan Laut Kerajaan Sunda. dengan nama nobat: Prabu Darmaraja Jayamanahen Wisnumurtti Sakalasundabuana. adalah hadiah perkawinan dari mertuanya. Sang Wikramajaya. setelah Prabu Airlangga menjadi raja. Akan tetapi. tiga di antaranya ialah: 1. Prabu Langlangbumi. putera mahkota calon pengganti ayahnya. menjadi Panglima Angkatan Perang. Sang Maharaja Darmaraja beputera beberapa orang. menantu Sri Darmawangsa Teguh lainnya. dengan nama lain Prabu Ditya Maharaja. 60 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketika mengawali masa pemerintahannya. Hadiah nama gelar semacam itu. Gelar panjang Sri Jayabhupati Maharaja: Jayabhupati Jaya Manahen Wisnumurti Samarawijaya-calakabhuana-mandalecwaranindita Harogowardhana wikramottunggadewa. la berkuasa atas tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Sebagai penguasa di wilayah Kerajaan Galuh. Sedangkan Dewi Sumbadra. mengangkat keponakannya. sampai tahun 1065 Masehi.Kerajaan Galuh.

Selesai membangun ibukota yang baru. Galunggung. Kerawanan tersebut menyebabkan perselisihan. membangun parit pertahanan yang kuat (nyusuk). dijadikan sebagal ibukota Kerajaan Galuh. tidak ada niat untuk menyerang Kerajaan Galunggung. antara Prabu Langlangbumi dengan penguasa Galunggung. dan Galunggung. karena dendam dirinya kepada Prabu Langlangbumi tak pernah padam. dan 2. sedangkan Dewi Citrawati juga mengharapkan menjadi isteri Prabu Langlangbumi. dengan cara mengadakan pendekatan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la pun tidak menghendaki. yaitu Dewi Citrawati. mengawinkan Dewi Citrawati kepada Resiguru Sudakarenawisesa. Oleh karena itu. membentuk angkatan perang. Sunda. Ratu Batari Hiyang.Salah seorang putera Sri Jayabhupati dari Dewi Pertiwi. Tindakan Sang Maharaja Langlangbumi untuk "menjinakan" Batari Hiyang. Untuk mencegah kemungkinan tersebut. la berputera beberapa orang. Sang Resiguru Sudakarenawisesa menyerahkan tahtanya kepada isterinya. melalui Batara Hiyang 61 | S e j a r a h K e r a j a a n . timbulnya perpecahan. Sang Resiguru Sudakarenawisesa memilih jalan hidupnya mertdalami keagamaan. penguasa Kerajaan Galunggung. kalau tidak segera diatasi. Akan tetapi. timbal hasrat Dewi Citrawati untuk membunuh kakaknya. Di pedesaan antara wilayah Galuh. Melihat adanya perselisihan di antara kedua puterinya Sang Purnawijaya segera bertindak. setelah perkawinannya dengan Dewi Citrawati. yang kemudian dikenal sebagai Prasasti Geger Hanjuang. Sang Maharaja Langlangbumi. Selama memegang kekuasaan di Galunggung. di antara keturunan Sri Jayabhupati. akan jadi duri dalam daging. tingkat keamanannya menjadi rawan. dua di anataranya ialah: 1. adalah Sang Resiguru Batara Hiyang Purnawijaya. Dewi Puspawati dipersiteri oleh Prabu Langlangbumi. Kemudian. Dewi Puspawati. akan kemungkinan serangan dari Kerajaan Sunda. yang nama nobatnya Batari Hiyang Janapati. Akan tetapi. Sebenarnya. Sang Ratu Batari Hiyang membuat prasasti. Sang Ratu Batari Hiyang merasa cemas. akibat ulah kawanan perampok. Dewi Citrawati.

dengan membagi wilayah kekuasaan: 1. Prabu Menakluhur. Sebagal penggantinya. la memerintah di Kerajaan Sunda selama 90 tahun. 2. Karena Prabu Menakluhur dan Mangkubumi Cakranagara wafat pada tahun yang sama. Ratu Galunggung. Prabu Langlangbumi berputera beberapa orang. Senapati Kusumajaya. bersama Panglima Suryanagara (pamannya Sang Maharaja Langlangbumi). Galuh dan Sunda. wafat tahun 1155 Masehi. Hasil perundingan jalan damai akhirnya membuahkan kesepakatan. Sebelah timur sebagal Kerajaan Galuh. Darmasiksa. puteranya. dan beberapa raja dari daerah bawahan Sunda dan Galuh. Senapati Suryanagara. Prabu Darmakusuma memperoleh putera. Sebelah barat sebagal Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan dijadikan permaisuri. la bergelar Maharaja. Mangkubumi Darmanagara. Dari pernikahannya dengan Ratna Wisesa. 62 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan 2. Resiguru Sudakarena. Permaisuri Puspawati. maka kedudukan Raja Sunda. Yuwaraja Menak Luhur. memperisteri Ratna Satya. di bawah kekuasaan Ratu Batari Hiyang Janapati. dua di antaranya: 1. karena berkuasa atas tiga kerajaan: Galunggung. Kemudian ditempuh jalan damai. Batari Hiyang Janapati Ratu Galunggung (Dewi Citrawati). yang dihadiri oleh kedua belah pihak. di bawah kekuasaan Prabu Langlangbumi. Senapati Wirayuda. dipercayakan kepada Prabu Darmakusuma. dengan ibukotanya di Galunggung. Perundingan jalan damai tersebut dihadiri oleh: Batara Guru Hiyang Purnawijaya. Ratna Wisesa diperisteri oleh Prabu Darmakusuma. mempunyai seorang puteri. cucu Batari Hiyang Janapati. Ratna Wisesa. Rakeyan Jayagiri atau Prabu Menakluhur. Dahiyang Guru Darmayasa. Maharaja Langlangbumi. Dari pernikahannya Dewi Puspawati. Sang Cakranagara. menjadi Mangkubumi. Prabu Menakluhur. Prabu Langlangbumi lahir tahun 1038 Masehi. Dari perkawinannya.Purnawijaya (ayahnya Batari Hiyang).

Dyah Lembu Tal bersama puteranya (Raden Wijaya). Rakeyan Wijaya atau Sang Nararya Sanggramawijaya (Dalam Sejarah Jawa Timur. berjodoh dengan Dara Puspa. satu seperempat abad lamanya (1175–1297 Masehi). yaitu: 1. Permaisuri Prabu Citraganda. Kemudian. disebabkan wafat muda. memperoleh putera: Rajapurana. Setelah dewasa. yang bergelar Dyah Lembu Tal. Kelak. Dewi Antini. Rakeyan Wijaya alias Raden Wijaya. Rakeyan Jayadarma memperoleh putera. adalah puterinya Prabu Rajapurana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Sang Darmasiksa. Pengganti Prabu Ragasuci. dalam usia 44 tahun. penguasa dari kerajaan di Jawa Timur. Sang Ragasuci atau Rahiyang Saunggalah. Oleh karena itu. pindah ke Pakuan (Bogor). pulang ke Tumapel Jawa Timur. puterinya Mahisa Campaka. Puteri Swarnabumi (Sumatera) turunan penguasa Sriwijaya. kedudukan pusat pemerintahan. tahun 1187 Masehi. memperoleh putera. Rahiyang Jayadarma berjodoh dengan Dewi Naramurti. Rahiyang Jayagiri atau Rahiyang Jayadarma. Dari perkawinanrrya dengan Dyah Lembu Tal. puteranya. Rahiyang Jayadarma. Prabu Darmasiksa mempunyai 3 orang isteri. Dari perkawinannya dengan Dara Puspa. diangkat menjadi Senapati Kerajaan Singhasari. Rakeyan Wijaya lebih dikenal dengan sebutan Raden Wijaya). 63 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak sempat menjadi Raja. dikaruniai umur panjang. beribukota di Saunggalah (Kuningan). memperoleh putera. tahun 1175 Masehi. menjadi Raja Sunda hanya 9 tahun (1297–1303 Masehi). Rahiyang Saunggalah. di antaranya Ragasuci yang bergelar Rahiyang Saunggalah. menjadi raja di Kerajaan Sunda. 2. la memerintah Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung). Prabu Darmasiksa. menggantikan tahta ayahnya. ia dikenal sebagai pendiri Kerajaan Wilwatikta atau Kerajaan Majapahit. Karena sebelumnya. adiknya Dara Kencana (isteri Prabu Kretanagara raja Singhasari). 3. Prabu Citraganda. dengan nama nobat: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu. Puteri Saungggalah. Rahiyang Saunggalah berputera: Citraganda. lahir tahun 1168 Masehi. Puteri Darmageng.

2. Ragamulya Luhur Prabawa. dari Pakuan (Bogor) ke Kawali (Ciamis). atau Aki Kolot. didampingi oleh adiknya. 4. dari Puteri Saunggalah. Putera ketiga laki–laki. meninggal dalam usia 1 tahun. Pengganti Prabu Citraganda. di antaranya: 1. Dari Sang Permaisuri Dewi Lara Linsing. 2. dengan nama nobat: Prabu Maharaja Linggabuana. Putera kedua laki–laki. Prabu Ajiguna Linggawisesa memperoleh putera. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Prabu Ajiguna Linggawisesa. Sang Bunisora. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. la memegang kekuasaan di Kerajaan Sunda. Prabu Citraganda memerintah di Kerajaan Sunda (termasuk Galuh dan Galunggung) sampai tahun 1311 Masehi. Prabu Maharaja Linggabuana memperoleh putera: 1. Dyah Pitaloka. diperisteri oleh Prabu Arya Kulon. yang memerintah di Kerajaan Sunda sampai tahun 1350 Masehi. Sebagai pengganti Prabu Citraganda. puteranya. Kemudian digantikan oleh puteranya. leluhur Kerajaan Talaga (Majalengka). sampai tahun 1333 Masehi. lahir tahun 1348 Masehi. la dinobatkan pada tanggal 14 bagian terang bulan Palguna tahun 1272 Saka (22 Pebruari 1350 Masehi). 3. 64 | S e j a r a h K e r a j a a n . Suryadewata. adalah putera Prabu Guru Darmasiksa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena. digantikan oleh puteranya.Sedangkan Prabu Rajapurana. yang bergelar Mangkubumi Saradipati. Dalam melaksanakan pemerintahan sehari-hari. Dewi Kiranasari. Prabu Ajiguna Linggawisesa wafat tahun 1340 Masehi. Prabu Ragamulya Luhur Prabawa. meninggal dalam usia 1 tahun. Wastu Kancana. adik iparnya. Pada masa pemerintahannya. 3. oleh kakeknya diberi nama Citraresmi. Prabu Linggabuana. menikah dengan adiknya Prabu Citraganda: Ratna Umalestari. Prabu Linggadewata. lahir tahun 1339 Masehi. ibukota Kerajaan Sunda beralih. Dari pernikahannya dengan Uma Lestari.

menginjak usia 18 tahun. dan beberapa ratus orang berjalan kaki. Setiba di sana. melawan angkatan perang Majapahit yang sedemikian besar jumlahnya. ada yang naik kereta. dengan janji Bre Majapahit sendiri. Lalu berkumpullah orang-orang Sunda. puteri mahkota Sunda itu. lalu memerintahkan laskar Majapahit. Karena itu. dan dijadikan permaisuri. siap untuk bertempur.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebelumnya. Sang Prabu Maharaja dan para pengiringnya. Bre Prabu Majapahit sudah menjanjikan. hal itu. bahwa yang menyakiti hati orang Sunda itu. hanya ulah dan kehendak Sang Patih Mada. janji tersebut tidak ditepatinya. ada yang menunggang gajah. Sang Prabu Linggabuana Maharaja Sunda. Prabu Maharaja Sunda. Hatinya cemas dan ragu–ragu. sebagai isteri persembahan (upeti). tidak mungkin para kesatria Sunda memenangkan pertempuran. sepertinya ingin menguasai negeri Sunda di Jawa Barat. mengenakan pakaian perang dan membawa berbagai macam senjata. 65 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan persenjataan lengkap. ada yang berkuda. semuanya hanya 98 orang. selalu menyetujui keinginan Patihnya. Sesungguhnya. Di antara mereka. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk menyongsong musuh. Sesungguhnya. karena Sang Puteri Dyah Pitaloka. Namun seandainya mereka kalah dan gugur. tidak sudi dihinakan dan diperintah oleh Raja Majapahit. la menjadi berang. Sesungguhnya. Bahkan ia. ternyata harus diserahkan kepada Bre Prabu Majapahit. meluaplah hati Sang Patih Mada. tidak bersedia menyerahkan puterinya. Utusan Sang Prabu Maharaja Sunda. akan diperisteri (resmi). menurut keinginan sang Maharaja Majapahit Prabu Hayam Wuruk. kehormatanlah yang harus dipertaruhkan. dengan Sang Patih Gajah Mada. di Panaggrahan (kemah) tempat Sang Prabu Maharaja. Akhirnya. bahwa sang puteri Citraresmi. lalu menundukkan kepala. Akan tetapi. Semua orang mengetahui. sama–sama mengeluarkan perkataan yang tidak layak. Demikianlah. akan mengadakan pesta perkawinan puterinya di Majapahit. hal itu amat bertentangan. dan dilamar oleh Bhre Wilwatikta: Prabu Hayam Wuruk. Sang Prabu Hayam Wuruk. Semua pasukan Majapahit. adalah Sang Patih Mada. Sang Prabu Maharaja termenung sejenak.Tibalah saat yang bahagia. Betapapun.

Mereka tidak menyerang Kerajaan Sunda. Ki Jagat Saya (Patih Mandala Kidul). Sang Mantri Patih Wirayuda. Rakeyan Rangga Kaweni.Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana berseru kepada semua pengiringnya. Yuwamantri (menteri muda) Gempong Lotong. oleh Sang Patih Gajah Mada bersama pasukannya. namun. Pertempuran berlangsung sengit. Beginilah ujarnya "Walaupun darah akan mengalir bagaikan sungai di palagan Bubat ini. Tetapi bumi Sunda tidak dikuasai oleh kerajaan Majapahit (tathapyan mangkana sundhabhumi tan kalindih dening rajya wilwatikta). Ki Juru Wastra. Hasrat mereka menyerang Tatar Sunda tidak kesampaian. yang datang di Bubat. janganlah kalian bimbang!" Kemudian. Kemudian Sang Prabu Maharaja Linggabuana Ratu Sunda. Semua orang Sunda. Rakeyan Senapatiyuda Sutrajali. Rakeyan Mantri Saya. Pengecut perbuatannya. Namun akhirnya. tidak akan membiarkan pengkhianatan terhadap negara dan rakyatku. Ki Mantri Supit Kelingking. Adapun para pembesar dan pengiring kerajaan Sunda yang gugur di palagan Bubat. bersama semua pengiringnya. menyerang raja Sunda bersama pengiringnya. tibalah pasukan besar Majapahit.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ki Mantri Sebrang Keling. yang hanya beberapa puluh orang jumlahnya. Karena itu. 66 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sang Ratna Citraresmi. Rakeyan Juru Siring. Sang Mantri Usus (Bayangkara Sang Prabu). tidak seorangpun yang tersisa. Orang Sunda serempak menyongsong lawan. binasa. Rajaputri Dyah Pitaloka. Peristiwa orang Sunda di Bubat itu (pasunda bubat). yang dipimpin langsung oleh Sang Patih Mada. Ki Nakoda Bule (pemimpin jurumudi kapal perang kerajaan). kehormatanku dan semua kesatria Sunda. melakukan mati–bela (bunuh diri). Rakeyan Nakoda Braja (Panglima Angkatan Laut Sunda). sebagai panglima perang. usai terjadi sebelum tengah hari. semua orang Sunda yang ada di sana gugur. masing–masing ialah: Rakeyan Tumenggung Larang Ageng. Ki Panghulu Sura. Sang Panji Melong Sakti. Rakeyan Mantri Sohan. Kemudian.

Pada tahun 1371 Masehi. kelak berjodoh dengan Sang Niskala Wastu Kancana. puteri bungsu Sang Mangkubumi Bunisora. adigama. Dalam menjalankan pemerintahan. ia memperoleh putera. Menurut naskah Kropak 630. Sang Bunisora. Dari permaisuri Laksmiwati. memperisteri gadis pilihannya. cenderung sebagai raja pendeta. setelah memerintah di Kerajaan Sunda. kelak memeluk agama Islam dan menjadi haji pertama di Jawa Barat. 1. Bratalegawa. selama 13 tahun 5 bulan lebih 15 hari. Setelah satu tahun. 67 | S e j a r a h K e r a j a a n . di antaranya. disebut sebagai Satmata. pemerintahan Kerajaan Sunda. Sang Bunisora wafat. putra mahkota Sang Niskala Wastu Kancana. padamlah segala hasrat dan nafsu. yang diwarnai suasana religius. Setelah mencapai tingkat ke-6 (Suraloka). Satmata adalah tingkatan ke–5. kelak menjadi raja daerah di wilayah Cirebon Girang.Ketika perang di palagan Bubat berlangsung. merupakan tahap tertinggi. suraloka. tuhagama. Pada tingkatan ke–7 (Nirawerah). Banawati. baru berusia 9 tahun. 3. Sang Niskala Wastu Kancana. seluruh hidupnya pasrah kepada Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). yang lahir pada tahun 1369 Masehi. Sang Niskala Wastu Kancana memperisteri Dewi Mayangsari (usia 17 tahm). Oleh karena itu. Mayangsari. kelak menjadi Ratu di wilayah Galuh. Giridewata atau Ki Gedeng Kasmaya. la dikenal pula dengan gelar Sang Bataraguru di Jampang. orang sudah sinis terhadap kehidupan umum. dengan nama nobat: Prabu Guru Pangadiparamarta Jayadewabrata. Sang Haliwungan. gurugama. Sang Bunisora mempunyai putera. tingkat batin manusia dalam keagamaan (Sunda) adalah: acara. satmata. bagi seseorang yang masih ingin mencampuri urusan duniawi. 2. dan nirawerah. sehingga ia terkenal dengan julukan Haji Purwa Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan 4. Sang Bunisora. Ratna Sarkati yang berusia 19 tahun. pada tahun yang sama. untuk sementara dipegang oleh Mangkubumi (Sang Bunisora). puteri Resi Susuk Lampung dari Sumatera Selatan. Dalam naskah Carita Parahiyangan. ketika usianya sudah 20 tahun. yaitu pada hari Selasa Wage tanggal 4 September 1357 Masehi.

akasa (langit). untuk unggul dalam perang). yang terjadi pada tahun 1453 – 1456 Masehi. Majapahit dilanda Perang Paregreg. Menurut Chau ju–kua. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San-fo–tsi (Heuken. Ikhwal Kerajaan Sunda lainnya. Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Tentang masa pemerintahan Mahaprabu Niskala Wastu Kancana.Sang Niskala Wastu Kancana menggantikannya. 1984: 42). bayu (angin). akibat perebutan tahta di antara keturunan Prabu Hayam Wuruk. Di saat Majapahit sedang dilanda kerusuhan. antara lain sebagai berikut: Chu–fan–chi adalah buku pertama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. yaitu kedatangan angkatan laut Cina. Apah (air). Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana. Majapahit tidak mempunyai raja.1999: 24). tercatat dalam kaol Cina. la wafat dalam usia kurang lebih 126 tahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Untuk hidup lama berjaya di dunia. ada dua kejadian penting yang patut dicatat. 68 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah wafat. penulis Carita Parahiyangan memberikan gambaran: "Jangankan manusia. ia sedang menikmati ketenangan dan kedamaian pemerintahannya. Selama masa pemerintahannya. di bawah pimpinan Laksamana Ma Cheng Ho. selama 103 tahun 6 bulan lebih 15 hari (1371–1475 Masehi). teja (cahaya). pakeun nanjeur na juritan" (Barangkali ada yang akan mengikuti perilaku dia yang dipusarakan di Nusalarang. Akibatnya. Penulis Carita Parahiyangan menganjurkan: "Sugan aya nu dek nurutan inya twah nu surup ka Nusalarang. selama 3 tahun. dan kedatangan seorang ulama Islam yang kemudian mendirikan pesantren pertama di Jawa Barat (Danasasmita. memerintah di Kerajaan Sunda. serta bu (eter). dengan nama nobat: Mahaprabu Niskala Wastu Kancana atau Praburesi Buanatunggaldewata. Pakeun heubeul jaya dina buana. merasa betah berada di bawah pemerintahannya". dipusarakan di Nusalarang. la masih sempat mendengar. naik tahta pada usia 23 tahun. sambil tak henti–hentinya bertirakat dan beribadah (brata siya puja tan palum).

Kedua-duanya menderita kerusakan berat. bahwa salah seorang isteri Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. yang menjadi penguasa di Kerajaan Sunda adalah: Prabu Guru Darmasiksa Paramarta Sang Mahapurusa atau Sang Prabu Sanghyang Wisnu (1175–1297 Masehi). siapa yang menang dan siapa yang kalah. "bahwa Sunda pernah ditaklukan Sriwijaya". catatan Chau ju–kua itulah. Kaisar (Raja) Cina membalas kedua surat tersebut. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda masih di Saunggalah (Kuningan). Chau Ju–kua membubuhkan komentar dalam beritanya. mengemukakan terjadinya peristiwa pertempuran armada laut Kerajaan Kadiri dengan armada laut Kerajaan Sriwijaya. antara lain: 1.Berita tentang Sunda yang dicatat Chau ju–kua (1225 Masehi). 69 | S e j a r a h K e r a j a a n . ataupun ketika Chau-Ju–kua mengutipnya. sebagaimana yang dikemukakan Bosch ketika membahas Prasasti Kebonkopi II. yang sering menjadi sumber dugaan. tanpa diketahui. meminta bantuan dan perlindungan. setelah masing masing mengundurkan diri. Pertempuran tersebut. Rupa–rupanya. Dalam masa "gencatan senjata". Sedangkan ketika Chau ju–kua mengutipnya. Hanya saja. Lain halnya dengan catatan Pangeran Wangsakerta. bahwa "Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San–fo–tsi". dalarn naskah berita Ling wai–tai–ta. dengan isi yang sama. Kedua pihak harus mengakhiri permusuhan dan menempuh jalan damai. yang berlangsung seru di perairan Kerajaan Sunda sebelah barat (perairan Banten). Salahsatu catatannya mengemukakan. Catatan Pangeran Wangsakerta lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . masing–masing mengirimkan utusan ke negeri Cina. pusat pemerintahan Kerajaan Sunda sudah beralih ke Pakuan (Bogor). yaitu Dewi Suprabha Wijayatunggadewi. Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Kadiri. merupakan keturunan Raja Sriwijaya Sanggaramawijayatunggawarman (1018–1027 Masehi). Ketika Chou Ku–fei mencatatnva. dalam pustakanya mengemukakan adanya kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Kerajaan Sriwijaya. sesungguhnya kutipan dari catatan Chou Ku–fei (1178 Masehi). ketika Chou Ku–fei mencatat tentang Sunda. diakhiri oleh kedua belah pihak.

Kapal–kapal dari Wan–tan (Banten) menuju arah timur sepanjang pantai utara Jawa. dibahas pula oleh para akhli. termasuk saksi tuan rumah: Prabu Guru Darmasiksa Maharaja Sunda. demikian ungkap Guillot. kapal–kapal menuju arah 97. Upaya penyelesaian jalan damai. yang menyebut Banten sebagai "wan–tan" dan "shun–t'a") maupun oleh orang Arab pada awal abad ke–16 (misalnya Ibn Majid dan Sulaiman) (Guillot. dan 3. masing-masing hanya boleh bergerak di kawasan sebelah barat dan timur wilayah Nitsantara". Dalam catatan kaki.1999: 107). Kalau diberi makna yang lebih jembar (luas). muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. Kemudian Kerajaan Sunda serta kaitannya dengan Banten.5 derajat selama empat penjagaan sampal tiba di Che–li–wen (Cirebon).1996:119). antara lain sebagai berikut: Dalam perjalanan ini dari Shun–t'a ke timur sepanjang pantai utara Jawa.2. antara lain sebagai berikut: Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut–turut. Perdamaian dipimpin oleh Duta Cina. bekas ibukota Tarumanagara). bahwa "Sriwijaya dan Kadiri. apapun bahasanya(Guillot.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . baik oleh orang Cina (misalnya dalam teks Chan Ju–kua dan dalam Sunfeng xiansong. "Banten dinamakan Sunda". dengan hasil persetujuan yang disepakati bersama. Banten adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Sunda. Guillot memberikan petunjuk: Hendaknya digarisbawahi bahwa dalam naskah inilah nama tempat "Banten" (wan–tan). melalui Chia–liu–pa (Kelapa). lalu mereka menyusuri pantai (lewat Tanjung Indramayu).1996:119). Tanjung Chiao–ch'iang–wan (Tanjung Indramayu) dan Che–li–wen (Cirebon) (Heuken. berlangsung di Sundapura (Bekasi) pada tahun 1182 Masehi. serta disaksikan utusan negara sahabat dari kedua pihak yang bersengketa. Catatan Cina lainnya memberitakan tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya.5 derajat selama tiga penjagaan untuk sampai ke gunung Chia–lie–pa (= kalapa). 70 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan menuju arah 187. Tempat perdamaian ditentukan di Sundapura (Sunda Sembawa.

antara lain sebagal berikut: Chu–fan-chi adalah buku perlama yang menyebut (negeri) Sunda dan pelabuhannya. 71 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu 932 yang dibubuhi tanda tanya (?).Cina mencatat pelabuhan–pelabuhan besar dan penting yang ada di Kerajaan Sunda: Wan–tan (Banten). yang tercantum dalam peta tahun ± 1540 Masehi (kini tersimpan dalam herzog August Bibliothek di Wolfenbuttel. telah berupaya mengungkapkan hasil penelitiannya melalui buku Banten Sebelurn Zarnan Islam. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932? – 1526 (Penerbit Bentang. Jakarta). masih diragukan atau perlu diteliti lebih lanjut^ Claude Guillot dan kawan–kawan menampilkan angka tahun 932?. atas dua nama Palambam dan Palibam di wilayah pesisir barat Banten. telah sering dilakukan. oleh Claude Guillot dan kawan–kawan. berdasarkan hasil kajian epigrafi Bosch.1996:111). Pelabuhan yang dimaksud oleh Chau Ju–kua itu menurut Rouffaer (1921) mungkin merupakan kampung Kapalembangan di Banten (Heuken. jalan untuk menuju ke Banten Girang. CATALAN PARA AKHLI Kajian para akhli tentang Banten Girang. Akan tetapi. Sunda pada waktu itu takluk pada Sriwijaya atau San–fo–tsi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Chia–lie–pa (Kalapa. Kapalembangan diinaksud. yang menafsirkan tahunnya berdasarkan sebuah candrasangkala.1999: 24). Menurut Chau Ju–kua. dibahas pula oleh Heuken. penampilan angka tahun dalam judul buku tersebut. antara lain sebagal berikut: Sebuah prasasti berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di Kebonkopi. masih dilanda kegelapan. angka tahun tersebut. Tanjung Chio–ch'iang–wan (Tanjung Indramayu) dan Che–li–wen (Cirebon). Sangat menarik. yaitu 932 M (854 S) (Guillot. Prasasti tersebut telah dipelajari dan diterbitkan oleh Bosch. Artinya. Jerman). Claude Guillot. dan Sonny Wibisono. belum menemui titik terang. yaitu prasasti II (dinamakan demikian untuk membedakannya dengan prasasti dari tempat yang sama yang berasal dari masa Kerjaan Taruma) memberitahukan "pemulihan kembali Raja Sunda" (barpulihkan haji Sunda). Lukman Nurhakim. 1996).jadi sama dengan catatan Portugis. Pelabuhan Banten dimaksud. boleh. terutama melalui penelitian arkeologi.

karena mengingat bentuk hurufnya terlalu muda. melihat arca–arcanya. bunyinya demikian: // ini sabdakalanda rakryan juru panga mbat i kawihaji panca pasagi marsa ndeca barpulihkan haji sun– nda// Sebelum memberi tetjemahan. no. mengenai prasasti Kebonkopi II. ditemukan di tepi sawah di desa Kebon Kopi. Bosch menetapkan tidak dibaca dari belakang ke muka (458). Artinya kedua peristiwa tersebut sezaman dengan prasasti Kebonkopi II yang memberitahukan berdirinya sebuah kerajaan di daerah itu (Guillot. panca = 5. distrik Leuwiliang. antara lain sebagai berikut: sabdakalanda. Tetapi berlainan dengan candrasangkala yang lazim.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta (1989). terdiri atas 4 baris huruf. antara lain sebagai berikut: Batutulis ini berbahasa Melayu Kuno. Pulasari. Batutulis ini kini telah hilang. dapat ditentukan masa pembangunannya pada paro pertama abad yang sama.1996: 111). Pembuktian arkeologi ditampilkan. yang bentuknya tidak beraturan.V 1923. terlebih dahulu Bosch mengemukakan catatan. Bogor. sabda. Ekadjati dalam Carita Parahiyangan. Candrasangkala: kawiraja. halaman 18. bahwa Banten Girang didirikan pada abad ke–10.Dari prasasti Kebonkopi II hasil kajian Bosch itulah. dan pasagi. pernah dibahas oleh Atja dan Edi S. perintah. untuk memperkuat suatu anggapan. angka tahun (titimangsa) Banten Girang dijadikan patokan. dengan didahului gelar rakryan juru menunjukkan. sekaligus merupakan daya dukung. bunyi. Di satu pihak tampak dari analisis benda–benda temuan. sedangkan candi yang terletak di G. bahwa ia seorang pembesar istana. kata. kala untuk cakakala atau sakakala. 6888). adalah kata majemuk tatpurusa. Bosch (1941) mempelajarinya melalui sebuah foto. sesuatu untuk diperingati. saat yang pantas diperingati. bernilai angka 8. akhiran nda menunjukkan prefix honorifix orang ketiga yang demikian ditemukan pula pada prasasti Talang Tuwo: pranidhananda dan pada prasasti Gandasuli: namanda dan aya–nda. bernilai angka 4. 72 | S e j a r a h K e r a j a a n . Untuk lebih jelasnya. yang dimuat dalam Iaporan Kepurbakalaan (O. Prasasti itu dipahatkan pada permukaan sebongkah batu. bujur sangkar. sepadan dengan bujangga. pangambat.

Bosch menampilkan angka tahun 854 Saka atau 942 Masehi. dianggap oleh Bosch berisi surat perintah dalam bahasa Melayu–Kuna. bacaan yang benar adalah 854 Saka. antara lain sebagai berikut: 73 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan 3. ia menuliskan tahun 942 Masehi. Sriwijaya (Atja & Ekadjati. maka terjemahan dalam bahasa Indonesia demikian: Ini tanda peringatan dari Rakyran Juru Pengambat. Setelah memperhatikan terjemahan yang dikerjakan oleh Bosch. Carita Parahiyangan amanit dari Galunggung. Sehingga kawihaji panca pasagi (854). padahal seharusnya 932 Masehi. bahwa Raja Sunda dikembalikan kepada kedudukannya yang dahulu. 2. angka tahun tersebut didapat dari tafsiran Bosch. Tradisi tersebut masih digunakan dalam naskah–naskah Sunda Kuna. parwa I sarga 3. Guillot menampilkan angka tahun 932?. Peristiwa sejarah. Timbulnya perbedaan anggapan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . "Kawihaji Panca Pasagi" pada Prasasti Kebonkopi II. menampilkan angka tahun 932 Masehi. Sebagaimana yang terdapat dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian.1989:186–187). menjadi tahun 458 Saka atau 536 Masehi. secara kultural dan juga rupa–rupanya dari segi politik tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. karena itu ia mengajukan dugaan. Menurut pengakuannya. yang ada hubungannya dengan angka tahun 458 Saka atau 536 Masehi. bahwa Sunda pada awal abad ke–10 Masehi. 1.maka Bosch menetapkan dengan tidak ragu–ragu. yang usianya lebih muda dari prasasti Kebon Kopi II. Bunyi prasasti. dapat diteliti melalui naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadvripa. seharusnya dibaca dan diterjemahkan dari belakang. halaman 13–14. Satyawati Suleiman. sebagaimana juga dikemukakan oleh Satyawati Suleiman (1985). tetapi biarpun demikian Bosch membuat kekeliruan. Sewaka Darma. Sebagaimana lajimnya pembacaan candrasangkala. diakibatkan oleh kekisruhan dalam menafsirkan Candrasangkala. pada tahun 854 Saka (932 Masehi) menetapkan.

Putera yang kedua. yang kelak menggantikan ayahanda Sang Candrawarman sebagai Raja Tarumanagara. Mahisawarman namanya. la memerintah lamanya 26 tahun. yang terjemahan lainnya antara lain: "pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". Yang keempat perempuan. yang menjadi Menteri Tarumanagara. yaitu dari 457 Saka sampai 483 Saka (535 – 561 Masehi). / telus karuhun uncs hang ngaran desya sunda / tatha pi ri sawaka ping rajya taruma// tekwan ringusana kangken ngaran kithcc sundapara// Terjemahannya: Sesungguhnya dahulu telah ada nama daerah Sunda tetapi menjadi bawahan kerajaan Taruma.. dengan gelar abiseka Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsa Digwijayeng Bhuwana.. // hang pnua sang maharaja candraxuarman makaruck pirang silo / patang silo pantura ring/ prathama sang suryaxuarman ngaran nira/ ikang uehersatu–luynrc sang candrawarman angenwsi / sira gumantyaken ayayah nira dumadi raja tarumanagara / laumsnya nemlikur umrca / tambaya ning madeg raja yatiku / ing patangatus limang puluh situ / ikang cakakala / tka ring patangatus unualung puluh telu / ikang cakaka!a / rasika lawan namacidam sang mahaburusa bhimaparakrama hariwangca digufijayeng 6huuxcna // putm ping sang candrawarman ikang duritya ya to sang mahisawarnucn nganzn nira dumadi rajyamatya tarumanagrtara / mruang tritiya sang matsyawarman ngaran nira / dumadi senapati saruxcjala muxcng caturduc stri ya to deuri bayusari ngamn ira / pinakstri den ing sang yuunuaraja sakeng rajya pali// Terjemahannya: Adapun Sang Maharaja Candrawarman mempunyai anak beberapa orang. ikhwal "Sunda" dijelaskan. Yang ketiga. 74 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. Sang Matsyawarman namanya. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwtpa parwa I sarga 3 halaman 79. tertulis pula kalimat "barpulihkan haji sunda". Pada masa lalu diberi nama Sundapura (Kota Sunda). antara lain sebagai berikut: . yaitu Dewi Bayusari namanya la diperisteri oleh putera mahkota (yuwaraja) Kerajaan Pali.. Empat orang di antaranya: pertama Sang Suryawarman namanya. yang menjadi Panglima pasukan laut (senapati sarwajala).. Pada prasasti Kebonkopi II.

Barulah pada tahun 598 Saka (676 Masehi). tempat lahir Sang Tarusbawa. masih merupakan kerajaan kecil di Palembang. yang meriwayatkan kekerabatan Kerajaan Sunda dengan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Kerajaan Pali. menghadiri upacara "Barpulihkan". berhasil menguasai seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Mahasin (Singapura). catatan. di bawah pemerintahan Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. Mengingat "Putra Mahkota Raja Pali" (yang mungkin sudah menjadi "Raja Kerajaan Pali") adalah adik ipar Sri Maharaja Suryawarman. digunakannya bahasa Melayu–Kuna pada Prasasti Kebonkopi II. Kemudian. "Barpulihkan Haji Sunda" atau "Pengembalian kekuasaan kepada Raja Sunda". dan keluarga keraton Kerajaan Pali mengungsi ke pulau Bali. "bahwa Sunda pada awal abad ke–10 Masehi. dalam posisi terhormat sebagai "Rakryan Juru Pangambat". Dengan demikian. tentu ada nilai–nilai sakral. Sedangkan Sriwijaya. tunduk kepada kekuasaan kerajaan Sumatera. halaman 176. Sebagai bukti tidak pernah "tunduknya Kerajaan Sunda kepada Kerajaan Sriwijaya".Dalam prarasti tembaga dari Kabantenan (abad 15 Masehi). di bawah kekuasaan kerajaan Melayu Sribuja. daerah Sunda dimaksud adalah Sunda Sembawa (= Sunda asal atau Sunda wiwitan). secara kultural dan juga rupa–rupanya dari segi politik. tidak berarti Sunda "pernah tunduk" kepada Sriwijaya. seperti dugaan Bosch. Upacara "barpulihkan" dilakukan di Pasir Muara (Cibungbulang). Akan tetapi. ada baiknya kembali kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantana. tidak jauh dari Prasasti Kebonkopi I "telapak kaki gajah" tunggangan Sri Maharaja Purnawarman. setahun setelah dinobatkan (535 Masehi) menjadi penguasa ketujuh Tarumanagara. menjadi kerajaan besar pada tahun 669 Masehi. pada tahun 536 Masehi. sebagai kelanjutan spiritual raja pendahulunya. antara Raja Tarumanagara dengan Raja Kerajaan Pali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Pali terletak di pulau Sumatera bagian tengah dan utara. antara lain sebagai berikut: 75 | S e j a r a h K e r a j a a n . parwa 11 sarga 3. tentunya dilakukan oleh Sri Maharaja Suryawarman. dalam tahun 422 Saka atau tahun 500 Masehi. menurut Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 3. Dipilihnya lokasi Pasir Muara. lebih disebabkan oleh adanya kekerabatan. Sriwijaya".

untuk tidak saling menyerang negara masing–masing. yaitu Dewi Sobakancana.. tapi yang ditemukannya Sanghiyang Dengdek.. raja Sriwijaya. juga Duta Sunda di kerajaan Sriwijaya. Kehadiran Salakanagara. raja keduabelas Tarumanagara. Kekecewaan Guillot. Pada tahun 669 Masehi. KERAJAAN SUNDA PAJAJARAN 76 | S e j a r a h K e r a j a a n . seperti Banten Girang. dengan menjalin persahabatan. Sri Maharaja Linggawarman. 1996:100). Tarumanagara. Sang Tarusbawa merasa perlu mengabadikan tempat kelahirannya. menantu Sri Maharaja Linggawarman. telah melakukan perjanjian bersama... oleh Sri Maharaja Tarusbawa. disebabkan. mengakhiri kekuasaannya. Adik Dewi Manasih.. Berakhirnya pemerintahan Sri Maharaja Linggawarman. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari area menhir itu (Guillot. menandai pula berakhirnya kekuasaan Dinasti Warman di Tarumanagara. dan Kerajaan Sunda Pajajaran di atas pentas sejarah. Dengan demikian Banten Girang yang ditelusuri oleh Claude Guilot. terungkap dalam tulisannya: Sulit dibayangkan bahwa negeri yang terbuka ke dunia luar. Terjemahannya: Dengan kerajaan Sunda. Sang Tarusbawa. III. diganti sebutannya menjadi Kerajaan Sunda. Sunda Sembawa (Bekasi). // lawan rajya sunda / rajya criwijaya wus magaway samaya karwanya tan silih anduni nagara nira sawang sawang/ mwang atuntunan tangan ing pamitra nira//matangyan duta criwijaya haneng rajya sunda / mruang duta sunda haneng rajya criwija–ya// . Guillot berupaya mencari jejak kebesaran Hinduisme di Banten Girang. Kerajaan Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tidak ia hiraukan. karena nama kerajaan tersebut. diperisteri oleh Dapunta Hiyang Sri Jayanasa. semakin samar untuk ditemukan. yang tidak dapat dijadikan tiang penyangga hasil penelitiannya. yang menikah dengan Dewi Manasih. menempatkan Duta Sriwijaya di kerajaan Sunda.. Pergantian nama kerajaan. kerajaan Sriwijaya.. Sebagai pengganti.

Banten memberi kesan seolah–olah membalas dendam atas nama Banten Girang. dan Pustaka Nagarakretabhumiparwa I sarga 5. dengan nama nobat Prabu Susuktunggal. diserang dan direbut oleh Banten pada pertengahan abad ke–16 (Guillot. akan ditampilkan naskah–naskah kuna hasil kajian filologi. di antara dua putera mahkota pewaris Kerajaan Sunda. kawasan bekas Tarumanagara. Tarumanagara dan Kerajaan Sunda. menelusuri kurun zaman. Banten di masa silam. yang pernah menaklukan Banten Girang. dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. kembali terbagi dua. mengemukakan kesannya tentang temuan "Banten Girang". yang diperankan sebagai "musuh Banten". Ibukota Pajajaran misalnya. merupakan tindakan balas dendam. Kajian Arkeologi di Banten Girang 932?–1526. POLITIK DAN KONFLIK Claude Guillot dan kawan–kawan. sebagai pembanding. putera sulung dari Dewi Sarkati (puterinya Susuk Lampung. dengan segala perkembangan kehidupannya. Sang Haliwungan. di antaranya: Kropak 406 Carita Parahiyangan. dengan pusat pemerintahannya di kota Pakuan 77 | S e j a r a h K e r a j a a n . diwarisi wilayah barat dengan batas sungai Citarum. Seringnya digunakan sebutan Pajajaran. "Benarkah serangan Banten ke ibukota Pajajaran itu. bahwa Banten atau WanTan (dalam lafal berita Cina). Persoalan yang muncul. Banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pulasari. Sumatera Selatan). dirangkum dalam satu bahasan berkesinambungan. Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sarga 3. tentu harus ada penjelasan yang lebih memadai. Untuk diketahui secara objektif. yang alur riwayatnya adalah sebagai berikut: Sepeninggal Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1475 Masehi). bahkan kesan tersebut harus dicermati. Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 2. Kesan Guillot memang "patut diperhatikan". Salakanagara. akibat pernah ditaklukannya Banten Girang?" Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan. dengan nama yang tetap sama: Kerajaan Sunda. tetap setia mengikuti alur waktu.A.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1996:137). Sang Haliwungan menjadi penguasa Kerajaan Sunda. antara lain sebagai berikut: Patut diperhatikan pula bahwa garis besar haluan Banten dalam hal politik luar negeri mendapat sorotan baru dari sejarah Banten Girang. tidak berdiri sendiri. Berdasarkan naskah–naskah kuna tersebut.

Sang Susuktunggal yang membuat singasana Sriman Sriwacana dan tinggal di keraton Sri Bima–Punta–Narayana–Madura–Suradipati. putera sulung Dewi Mayangsari (puterinya Mangkubumi Bunisora Suradipati). Yang di pertuan di Galuh. Peninggalan warisan Sang Susuktunggal. dan memperteguh dua tempat suci: Sanghiyang Haluwesi dan Sanghiyang Rancamaya. Sang Haliwungan sempat dipercaya oleh ayahnya. nu nyaeuran sanghiyang rancamaya. diwarisi wilayah timur dengan batas sungal Citarum. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. la adalah tohaan di galuh. Lokasi bekas keraton tersebut. Kemudian Sang Ningrat Kancana. dari sejak tahun 1382 Masehi.dengan pusat pemerintahannya di kota Kawali(Ciamis). Kawekasan sang susuktunggal pawwatanna lemah suksi lemah hadi. berupa villa warisan almarhum Bung Karno (Presiden RI pertama). lawasnya ratu saratus tahun. mangka premana raja utama. Lamanya menjadi raja 100 tahun (1382–1482 Masehi). sebagal pemegang tahta perwalian Kerajaan Sunda yang berpusat di Pakuan. kini sudah menjadi bangunan permanen. sebagai tanda keutamaan raja. kena salah twah. bogoh ka estri larangan ti kaluaran. Dia yang dipusarakan di Guna Tiga. Dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. yang terletak di bukit Badigul (Bogor). sang Susuktunggal inyana nu nyieun palangka sriman sriwacana. sudah berubah menjadi perumahan mewah Rancamaya. inya nu surup di guna tiga. sirna tanpa bekas. Dialah Sang Susuk tunggal yang merenovasi (memperindah) kota Pakuan. Sebelumnya. dengan nama nobat Prabu Dewa Niskala. Sang Ningrat Kancana menjadi penguasa Kerajaan Galuh. tercatat sebagai pengganti Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. dengan nama Kerajaan Galuh.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sempat menjadi "sengketa " yang menghebohkan. dengan nama: Ing Puri Bima Sakti. tokoh Sang Haliwungan tertulis : inya sang susuktunggal nu munar na pakwan reujeung sanghi– yang haluwesi. Lamanya menjadi raja hanya 7 78 | S e j a r a h K e r a j a a n . Mengenai tempat suci Sanghiyang Rancamaya. tokoh Sang Ningrat Kancana. tempat diperabukannya Raja-raja Sunda. menjadi Prabu Anom (Rajamuda atau Yuwaraja). adalah tanah yang suci dan tanah baik (subur). Kini Sanghiyang Rancamaya dan bukit Badigulnya. nu mikadatwan sri bima– punta– narayana–madura–suradipati.(Bogor). lawasnya ratu tujuh tahun. Selanjutnya.

Prabu Kertabumi akhirnya tewas di daerah Bukit Sawar. ada kemiripan dengan kisah proses awal penyebaran Islam Tatar Sunda. akibat perceraian dengan suaminya. Sunan Ampel yang bernama Ali Rakhmatullah. adalah kemenakan Ratu Darwati. karena masih berdiri di bawah Prabu Girindrawardana (Brawijaya VI). Akibat salah perilaku. Karena Demak berkembang menjadi kota yang ramai. 79 | S e j a r a h K e r a j a a n . seorang Bupati Majapahit yang ditempatkan di Palembang. dari ayah tirinya (Arya Damar alias Arya Dillah). Di Palembang. hingga memerangi kerajaan ayahnya. Uniknya. Raden Patah. dengan ibukota di Keling. Siu Ban Ci diperisteri oleh Arya Damar. atas permohonan Ratu Darawati. oleh ayahnya dijadikan Adipati Demak bawahan Majapahit. diterima kemudian dari Sunan Ampel. Kerajaan Majapaliit tidak runtuh. hingga Prabu Dewa Niskala memperisteri estri larangan ti kaluaran. Raden Patah mengerahkan pasukan Demak. Prabu Kertabumi.tahun (1475–1482 Masehi). daerah itu dijadikan kadipaten (kadipatian). Kemudian. cerai-berai mengungsi ke berbagai jurusan. diberi nama Raden Praba.. hidup dalam dongeng babad: Prabu Kian Santang. Dari ibunya. dan Raden Patah menjadi Sultan yang pertama dengan nama nobat Sultan Alam Akbar AI Fatah. mengakhiri kekuasaan ayahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah akibat terjadinya perubahan politik di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sunan Ampel sendiri. Sebutan Majapahait dirubahnya menjadi Demak. peristiwa tragis yang terjadi di Majapahit itu. Prabu Kertabumi atau Brawijaya V. seorang ulama Cina mazhab Hanafi murid Sunan Ampel. meninggalkan ibukota. Tiga tahun kemudian. memperisteri perempuan terlarang dari luar. Baru kemudian. dihadiahi tanah Ampel Denta oleh Raja Majapahit. menggempur Majapahit. Raden Patah mendapat nama Jin Bun. sebagal guru dan juga mertuanya. puteri Syekh Bentong (Tan Go Hwat). Prabu Kertabumi beserta keluarga keraton Majapahit. Dalam tahun 1473 Masehi. untuk kepentingan membuka pesantren. salah seorang isteri Prabu Kertabumi. Kisah anak ingin mengislamkan ayahnya. maka dalam tahun 14'75 Masehi. Adapun yang menjadi latar belakang peristiwa. Sedangkan nama Patah (Al Fatah). Ibu kandung Raden Patah adalah Siu Ban Ci. Raden Patah dihadiahi tanah di Demak oleh ayahnya. Siu Ban Ci mengembara ke Palembang.

Rombongan ini dipimpin oleh Raden Baribin. Dalam hal ini. serangan ke Majapahit tahun 1478 Masehi. oleh Prabu Dewa Niskala penguasa Kerajaan Galuh. yang juga adik Banyakngampar Bupati Galuh di Dayeuh Luhur. Di antara keluarga keraton Majapahit yang mengungsi. yang lebih terkenal dengan nama Nyai Lara Kidul. Raden Baribin. Nyai Mas Ratu Angin–angin diperisteri oleh Sutawijaya. Dewi Nawangwulan adalah Ratu Mataram yang menganut agama Bhudagotama. Di sana. Dalam pengungsian. Raden Baribin dijodohkan dengan puterinya Prabu Dewa Niskala. Nyai Mas Ratu Angin–angin adalah penganut setia agama Budhagotama. ada juga yang sampai ke Kawali. Puteri ini adalah adik Banyakcatra (Kamandaka) Bupati Galuh di Pasir Luhur. Oleh karena itu. Kelak. Menurut hukum waktu itu. wanita itu terpisah dari tunangannya. baik di Kerajaan Majapahit maupun di Kerajaan Sunda (termasuk Kerajaan Galuh). Kemudian. ibukota Kerajaan Galuh. adalah putera Prabu Sengawikramawardana (Brawijaya IV) dari Endang Sasmitapura. dan lebih dikenal dengan sebutan Nyai Roro Kidul (Ratu Pantal Selatan). saudara seayah Prabu Kertabumi.dalam masa pemerintahan Prabu Udara (Brawijaya VII). Dialah pernimpin rombongan pengungsi Majapahit ke Jawa Tengah. yang sudah bertunangan. Dari pernikahannya. yang mendirikan Mataram Islam. diterima dengan tangan terbuka. kecuali jika tunangannya meninggal atau membatalkan pertunangan. diberi nama Raden Bondan Kejawan. Demak berhasil menghancur–leburkan Majapahit (1517 Masehi). Dari Wandan Bondri Cemara. kemudian diberi nama Nyai Mas Ratu Angin–angin. tidak boleh menikah dengan laki–laki lain. Prabu Dewa Niskala memperisteri salah seorang wanita pengungsi. seorang gadis yang telah bertunangan (rara hulanjar). Selaln itu. dilakukan oleh Girindrawardana. Puteri Ratna Ayu Kirana. memperoleh seorang puteri. yang menyudahi kekuasan Kertabumi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia tersamar dalarn cerita rakyat. Menurut versi lain. ratu Galuh Prabu Dewa Niskala telah melanggar dua buah pantangan (purbatisti–purbajati Sunda): 80 | S e j a r a h K e r a j a a n . Raden Bondan Kejawan menikah dengan Dewi Nawangwulan. Rombongan pengungsiannya. Prabu Kertabumi mempuNyai anak laki– laki. Ketiga–tiganya adalah putera Prabu Dewa Niskala dari isterinya yang lain.

Putera sulung Prabu Dewa Niskala. Dalam tindakan terhadap ulah adiknya. dari permalsuri. dengan Raden Baribin. penguasa Kerajaan Sunda. 2. bahwa: 1. tabu berjodoh dengan keluarga keraton Majapahit. Untuk menyelamatkan keadaan. Konflik berkembang rnenjadi permusuhan. sama-sama mengerahkan pasukannya. mengguncangkan rakyat Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. telah menjodohkan puterinya. harus diserahkan kepada Jayadewata. di wilyah netral. Dari sejak peristiwa tragedi palagan Bubat (1357 Masehi). Begitu pula Prabu Susuktungggal. telah dianggap melanggar dua macam tabu (pantangan) keraton. Prabu Dewa Niskala. Prabu Dewa Niskala. tahta Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. atas pernikahannya dengan Puteri Kentring Manik Mayang Sunda. keluarga keraton Majapahit. konflik kedua pemimpin negara. Prabu Dewa Niskala. 2. Selanjutnya. Prabu Susuktunggal. Kemudian dalam bulan Caitra 81 | S e j a r a h K e r a j a a n . Tentu saja. harus turun dari tahta Kerajaan Sunda. ia memutuskan hubungan kekerabatan dengan Kerajaan Galuh. Prabu Dewa Niskala harus turun dari tahta Kerajaan Galuh. mengadakan gotrasawala (musyawarah kekeluargaan). Menantu Prabu Susuktunggal. Jayadewata mula–mulaa gelar Prabuguru Dewataprana. adalah: 1. 2. Adapun posisi Jayadewata pada saat itu. yang diduga di Kerajaan Batulayang (Kabupaten Bandung). para Pembesar dari kedua kerajaan yang bermusuhan.. Oleh karena itu. dan memutuskan. memperisteri seorang estri larangan (rara hulanjar). B. Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.1. Hasil musyawarah disepakati oleh kedua belah pihak. keluarga keraton Kawali.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang juga sebagai kakak seayah Prabu Dewa Niskala. SRI BADUGA MAHARAJA Menurut Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. sangat marah. ditempatkan di daerah perbatasan tepi barat dan timur sungai Citarum.

Upacara semacam itu. agar sukma raja tersebut. diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana diwastu diva dingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran sri sang ratu dewata pun ya nu nyusuk na pakwan diya anak rahyang dewa niskala sang sidamokta di gunatiga.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .tahun 1404 Saka (Maret/April 1482 M). maka raja tersebut digali dari kuburnya. cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang mendiang di Nusalarang. Peristiwa tersebut. Prasasti Batutuhs Kota Bogor. sekaligus menjadikan Jayadewata seorang Maharaja. 1981: 25). Ini tanda peringatan untuk (peninggalan dari) prabu ratu suwargi. 82 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dialah yang membuat tanda peringatan (berupa) gunung-gunungan. karena kekuasaan pemerintahannya. untuk mengenang jasajasa dan kebesaran ayahnya. ya siya pun // i sake panca pandawa emban bumi // Terjemahannya: Semoga selamat. membuat Sanghiyang Talaga Rena Mahawijaya. Prabu Susuktunggal. kemudian setelah 12 tahun masyarakat masih menceritakan jasa-jasa dan kebesarannya. Dinobatkan (lagi) ia dengan gelar Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata. yang memberitakan: // mwang na pun ini sakakala. dapat kembali kepada zat asalnya: Hiyang Batara Tunggal (Tuhan Yang Esa). (Dibuat) dalam (tahun) Saka 1455 (Danasasmita. dibuat oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. pada tahun 1533 Masehi. Jika seorang raja wafat. la dinobatkan dengan gelar Prabuguru Dewataprana. Dia anak Rahiyang Dewa Niskala yang mendiang di Gunatiga. incu rahyang niskala waste kancana sang sidamokta ka nusa larang ya siya nu nyian sakakala gugunungan ngabalay nyiyan samida. Ya dialah (yang membuat semua itu). hanya dilakukan untuk raja–raja tertentu. Sri Baduga Maharaja. prebu ratu purane pun. kemudian kerangkanya diperabukan. membuat jalan yang diperkeras dengan batu. sesuai dengan isi prasasti Batutulis Kota Bogor. membuat samida. meliputi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. dilakukan dalam upacara penyempurnaan sukma. Pembuatan prasasti tersebut. Maksudnya. Dialah yang membuat parit (di) Pakuan. nyiyan sanghyang talaga rena mahawijaya. ia menerima tahta kerajaan Sunda dari mertuanya. Peristiwa penobatannya di Pakuan.

pamingtonan (tempat pertunjukan kesenian). yang ditemukan di Desa Kabantenan. yaitu kewajiban bekerja beberapa hari dalam setahun. kesatrian (asrama prajurit). Gunung Samaya dan Jayagiri. yang terjemahan langsungnya. Kemudian membuat kebinihajian (kaputren). Calagara (di Majapahit: walagara). diambil dari bahasa Sanskerta. Kapas–timbang atau upeti kapas. tidak bertentangan dengan naskah kuna Pustaka Nagara Kretabhumi parwa I sarga 2. berupa penegasan batas–batas wilayah dan pembebasan dari pajak. bagi siapapun yang melanggar keputusannya. Kabupaten Bekasi. untuk melaksanakan bagi kepentingan raja dan negara. bahwa Sri Baduga Maharaja mengukuhkan status lemah dewasasana atau lurah kawikuan di Sunda Sembawa. yang berarti pelayanan (service).Isi prasasti Batutulis Kota Bogor. pagelaran (macam–macam formasi tempur). Pengukuhan itu. 83 | S e j a r a h K e r a j a a n . sebagai tanda bakti kepada raja atau keluarganya. kapas–timbang (upeti) dan pare-dongdang(panggeres reuma). sebanyak 10 pikul atau 10 carangka. calagara. yang dipimpin oleh wado (seorang prajurit yang ditugaskan memimpin pasukan pekerja). yaitu: membuat telaga besar yang bernama Maharena Wijaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tertulis pula dalam prasasti (piagam) tembaga. Memberi hadiah desa perdikan untuk tempat tinggal para Pendita. memperkuat angkatan perang. adalah pajak tenaga kolektif. mengatur pungutan pajak dari raja–raja bawahan dan menyusun undang–undang kerajaan. dibebaskan dari 4 macam pajak yang disebut: dasa. membuat jalan yang menuju ke ibukota Pakuan dan ke hutan larangan. harus diserahkan tiap tahun. Kata dasa. Para petani tergabung dalam pasukan pekerja. isinya dapat diketahui. Dari prasasti yang berjumlah 5 lembar itu. adalah pajak tenaga perseorangan. Dasa. la memperteguh pertahanan ibukota. Kecamatan Tarumajaya. memberikan desa (perdikan) kepada semua pendeta dan pengikutnya untuk menggairahkan kegiatan agama yang menjadi penuntun kehidupan rakyat. Tanah suci Lemah Dewasasana atau Lurah Kawikuan. antara lain sebagai berikut: Sang Maharaja membuat karya besar. serta ancaman hukum mati.

Akan tetapi masyarakat Kerajaan Sunda masih tetap mengenang dan menceritakan jasa-jasa dan kebesaran Sri Baduga Maharaja. yang mengangkat Kerajaan Sunda mencapai kejayaannya. adalah pare turiang.121 jiwa. nama resmi kenegaraan. Oleh karena keraton tersebut berada di kota Pakuan. Pasai. Silih artinya pengganti. 1468-1539 Masehi). memperkirakan penduduk Pakuan sebanyak 50. Sedangkan berdasarkan sumber–sumber Portugis. Penamaan Pajajaran untuk Kerajaan Sunda. yang gugur di Palagan Bubat. karena padi semacam ini dianggap bukan bagian petani. 1996: 59). mengenang Sri Baduga Maharaja sebagai Prabu Silihwangi. Oleh karena itulah. Wangi artinya harum.197 orang). pada tahun 1521 Masehi (akhir pemerintahan Sri Baduga Maharaja). Tome Pires memberitakan. Juga sebanding dengan keharuman nama kakeknya. Dalam perkembangan selanjutnya. Bila petani telah berpindah ladang (huma). baru berpenduduk 23. Tome Pires (k. Keharuman Sri Baduga Maharaja. sesungguhnya berasal dari penamaan keraton Sri Bima–Punta Narayana Madura–Suradipati yang bentuknya sebangun dan berjajar. parwa I sarga 4). penduduk kota Pakuan ada 48. 1999: 41). 84 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. seorang apoteker yang pernah berkarya pada seorang pangeran di Lisbon (Heuken. Pakuan di bawah naungan Sri Baduga Maharaja. Upacara penyempurnaan sukma Sri Baduga Maharaja telah dilakukan. sebanding dengan keharuman nama uyutnya (buyutnya). terutama berdasarkan sumber cerita Pantun dan Babad.l. Laporan Portugis tahun 1522 Masehi.Pare–dongdang atau panggeres reuma. Menurut catatan yang dikumpulkan oleh jurutulis Sultan Trenggono (dalamPustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (Prabu Wangisutah). sebagai kota terbesar ketiga. Prabu Maharaja Linggabuana (Prabu Wangi). tetap menggunakan sebutan Kerajaan Sunda. Dengan jumlah itu.Silih Wangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merupakan kota terbesar kedua di Nusantara setelah Demak (49. maka padi dipanen di reuma (bekas ladang). pada tahun 1513 Masehi singgah di pelabuhan–pelabuhan Sunda. dan akan menjadi duta raja Portugal di Cina (Lombard. artinya pengganti raja–raja tertnashur sebelumnya. masyarakat sering menyebutnya Pakuan Pajajaran.000 orang. harus diserahkan kepada raja.271 orang. Juru Pantun ataupun Penulis Babad. yaitu padi yang terlambat berbuah setelah musim panen.

antara lain: Regno De cumda Regido em Justiea (kerajaan Sunda diperintah secara adil). C. raja Sunda (Cumda) dengan kota besarnya Dayo. Tetapi yang lebih penting. Tokoh tersebut adalah Bratalegawa. Tome Pires mencatatnya sebagai Rev he gramde cacador (Raja Sunda adalah seorang raja perkasa dan pemburu). Tangerang (Tamgaram). SIKAP TERHADAP MUSLIM Sebelum Sri Baduga Maharaja lahir. Sebagai saudagar besar yang memiliki banyak kapal layar. Inilah Sunda. di Kerajaan Sunda sudah ada penganut agama Islam. dikelilingi 330 pilar kayu sebesar tong anggur dan tingginya 5 pathom (depa = kira–kira 9 meter). Cimanuk (Chemano). adalah sebagai berikut: // Pimeira memte o Rey de Cumda a ssua gramde cidade de dayo a pouoacam he terms I porto De bamtam o Porto De pomdam/ o porto de chegujdee o Porto De tamgaram o Porto de calapa o Porto de chemano ysto hee cumda por q ho Rijo De chemano he estremo Dambollos Regnos// Terjemahannya: Pertama. 85 | S e j a r a h K e r a j a a n . serta pada puncaknya berukir indah. disebutkannya. bandar Cheguide.000 ekor tiap tahun. 1999: 37). putera Mangkubumi Bunisora Suradipati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pelabuhan Pontang (Pomdam). ia sibuk oleh kegiatan niaga lautnya. Dayo (dayeuh=ibukota) tempat tinggal raja. Tome Pires mencatat pelabuhan– pelabuhan penting di Kerajaan Sunda. berada di pedalaman. Bratalegawa adalah adik Giridewata alias Ki Gedeng Kasmaya. Omzet perdagangan kuda. terdapat 40 ekor gajah. Kalapa (Calapa).bahwa perdagangan Sunda lewat pelabuhan-pelabuhannya sangat maju. Istana raja. Dalam angkatan perang kerajaan. terletak dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa. dapat mencapai 4. Tome Pires mencatat tentang pemerintahan Sri Baduga Maharaja. raja Cirebon Girang. Bratalegawa lahir tahun 1350 M. karena sungai Cimanuk merupakan batas di antara kedua kerajaan (Heuken. Tentang Sri Baduga Maharaja. dua tahun lebih muda dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (kakeknya Sri Baduga Maharaja). Untuk kepentingan perdagangan Portugis. Bratalegawa tidak menjadi raja daerah (Ki Gedeng). kota dan wilayah serta pelabuhan Banten (Bantam).

Sesungguhnya. dalam tahun 1416 M. Sri Baduga Maharaja sudah wafat. menjadi isteri Syekh Datuk Kahfi. cucunya yang bernarna Hadijah. pada tanggal 21 86 | S e j a r a h K e r a j a a n . seorang ulama mazhab Hanafi. sebagai duta resmi negara. Sedangkan pesantren tertua pertama di Kerajaan Sunda. didirikan oleh Syekh Hasanudin.Bratalegawa. diijinkan memeluk agama Islam yang dianut ibunya. menikah dengan wanita muslim dari Gujarat. Kemudian dari Gujarat. hubungan politis yang terlalu akrab. seorang ulama mazhab Safi'i. bernama Farhana binti Muhammad. Situasi itulah yang mendorong Sri Baduga Maharaja mengutus Putera Mahkota (Prabu Anom) Ratu Sanghyang Surawisesa. di Pura Dalem Karawang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dengan kalimat: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam). ia tetap hidup rukun dengan saudara–saudaranya. sebagian ditempatkan di Cirebon. dijodohkan dengan putera–puteri Raden Patah (Demak). dan mendapat nama baru menjadi Haji Baharuddin al Jawi. ia lebih dikenal sebagai Haji Purwa Galuh (haji pertama di Galuh). Setelah kembali ke Kerajaan Galuh. menggambarkan sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam. yang dikhawatirkan oleh Sri Baduga Maharaja perihal Cirebon. Akan tetapi. Kelak. Bratalegawa menunaikan ibadah haji ke Mekah. dan Raja Sangara. raja muda Portugis di Malaka tahun 1512 M. Puteri Subanglarang. Tidak kurang dari 4 orang putera-puteri Syarif Hidayat (Cirebon). Walaupun berbeda agama.Portugis. pada tahun itu. bukan "Islamnya". merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. isteri kedua Sri Baduga Maharaja. yang memimpin pesantren di Bukit Amparan Jati Cirebon. Kesepakatan perjanjian Kerajaan Sunda (Pajajaran) . yaitu Pangeran Walangsungsang. maka angkatan laut Demak yang dipimpin oleh Sabrang Lor. Ketiga anaknya. akhirnya ditanda–tangani di Pakuan. karena pondoknya menjadi tempat orang belajar mahir mengaji Qur'an. antara Cirebon dengan Demak. Dalam beberapa Naskah Pangeran Wangsakerta. Misi tersebut diulang tahun 1521 Masehi. adalah alumnus pesantren Quro tersebut. Larasantang. disebut Laksamana Bungker). Syekh Hasanudin dikenal dengan sebutan Syekh Quro. Akan tetapi. Karena perkawinan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor. untuk mengadakan hubungan bilateral dengan Alfonso d'Albuquerque (dalam naskah Pangeran Wangsakerta. bersama isterinya.

menegakkan sebatang padrao dari batu. seperti pula syahbandar dari tempat pabean. utusan Jorge d'Alboquerque. sekaligus untuk menghadiri upacara penobatan Prabu Sanghyang Surawisesa. Ia (Leme) menganggap baik dan mengerti.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Maka. ia (Raja Sunda) mengutus pejabat tingkat atas. Pejabat-pejabat tersebut diberi kuasa penuh untuk mengambil keputusan. beratnya seribu karung itu kurang lebih seratus enam puluh bahar. sebagai penguasa Kerajaan Sunda (Pajajaran) pengganti Sri Baduga Maharaja. M. Paduka Tumenggung bersama pejabat–pejabat lain dan orangorang baik yang disebut di alas. di situ batu peringatan (padrao) ditancapkan dengan lambang Raja. Raja Sunda tersebut menyetujui perutusan dan perjanjian persahabatan yang diadakan dengannya oleh A. Tuan kami dan dengan sebuah inskripsi. yakni supaya dengan bebas dan rela setiap tahun pada tanggal pembangunan benteng tersebut dimulai.Agustus 1522 M. sehingga setiap karung beratnya 10. Kapten Malaka. dengan tugas untuk mengadakan perjanjian dan persetujuan perdamaian serta persahabatan dengan Raja Sunda. bersama dengan Amrrique Leme tersebut pada tanggal itu pada tempat benteng akan dibangun. jelasnya yang satu bernama Sang Adipati (Samgydepaty) yang lain Bendahara (Benegar). antara lain sebagai berikut: “Tanggal 21 Agustus 1522 ses. Kawasan ini yang disebut Kalapa.600 caxas Java. Tuan Kami. Selain itu banyak orang baik. Karung–karung seperti dipakai lazim di negeri itu. Maka. Tuan kami. Adapun terjemahan dari sertifikat Perjanjian Kerajaan Sunda–Portugis tersebut. yang dianggap cocok oleh Amrrique Lerne tersebut untuk (membangun) benteng bagi Raja Portugis. seberang awal pelabuhan. seribu karung lada sebagai tanda perdamaian dan persahabatan. hadir di pelabuhan Sunda ini: Amrrique Leme. Kunjungannya ke Pakuan. Maka. jadi di sebelah kanan muara sungai. Untuk maksud ini. menentukan dan menunjuk tempat. kapten perjalanan ini. Raja Sunda tersebut menyetujui persetujuan dan kontrak yang diadakannya dengan Amrrique Leme. 87 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang disebut Paduka Tumenggung (mamdarim Padam Tumungo) dan bersama dengannya dua pejabat terhormat (diutus pula). bahwa ia diberi izin untuk mendirikan sebuah benteng di atas tanahnya untuk Raja Portugis. menghadiahkan kepada Raja. Leme. Duta Portugis dipimpin Hendrique de Leme (Endrik Bule).

Untuk buktinya. Sangat disayangkan.Tentang seluruhnya itu. yang ditandatangani dengan tandatangan saya yang biasa. menguasai wilayah perdagangan (kolonialis) yang disinggahinya. Sudut pandang inilah yang belum dipahami secara seksama. bahkan cenderung kualitasnya semakin merosot. Dengan demikian. bahwa "Pajajaran adalah kerajaan yang memulai mengundang kaum penjajah" ke tanah air Indonesia. tetapi mengalami juga masa hubungan Internasional yang sifatnya bilateral dengan bangsa Eropa. bahwa isinya menguralkan apa yang berlangsung dan disetujui. Dibuat pada hari. dan Diogo Diaz. di antara Kerajaan Sunda (Pajajaran) dengan Demak. saya. Tuan kami. 88 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada perjalanan ini. Balthasar Memdes. penulis dan Manuel Mendes dan Sebastian Diaz do Rego dan Francisco Diaz dan Joham Coutinho dan Joham Goncalvez dan Gil Barbosa dan Tome Pinto en Ruy Goncalvez dan Joham Rodriguez dan Joham Fernandez dan Joham da Costa dan Pedro Eannes dan Manuel Fernandez dan Diogo Fernandez. juru tinggi kapal tersebut dan George de Oliveira. dan Franscisco Annes.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sri Baduga Maharaja itu. Afonso Fernandez tentara juga dan Nicolas da Sylva. bulan dan tahun seperti tercatat pada kepala (surat) ini. membuat dokumen ini. karena Pajajaran dengan Demak mempunyai strategi politik dagang masing– masing. masih sebagai pelaut murni. penulis. selaku perwira Raja. (Lalu tandatangan orang–orang) (Heuken. tidak sanggup mempertahankan kebesaran Kerajaan Sunda Pajajaran. penulis dari kapal San Sebastian. Saksi–saksi adalah Fernco de Almeida. Tuan kami. sangat wajar terjadi. Amrrique Leme tersebut di atas itu menyuruh saya. kapten sebuah jung serta pedagang pedagang pangkat atas Raja. mengadakan sertifikat ini dan (kemudian) menyalinnya ke dalam buku saya. saya memberi kesaksian. Raja–raja penerusnya. Sri Baduga Maharaja adalah raja besar (Maharaja) terakhir di Kerajaan Sunda. telaah ke arah itu baru di permukaannya saja. semuanya tentara. tidak saja mengalami masa perkembangan Islam. juru mudi dan banyak (orang) lagi. yang diwakili oleh pedagang Portugis. pedagang Portugis pada waktu itu. Berbeda dengan pelaut Belanda. yang selalu berambisi. Padahal. Hubungan internasional bilateral inilah. Persaingan dagang memperebutkan jalur pelayaran Selat Malaka. sehingga "sentimen agarna Islam"–lah yang sering dimunculkan. 1999: 54). yang dicurigai para akhli sejarah.

Sumedang. kalau ditanyakan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . disebut Hiyang Batara Twiggal (Tuhan Yang Esa). Dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. Akan tetapi. bahwa agama Sri Baduga Maharaja itu. Terbukti. Adapun tokoh spiritual yang sering ditampilkan dalam cerita Pantun. hubungan darah ini diubah dengan hubungan historis yang lebih umum sifatnya.Kebesaran jiwanya dan toleransinya terhadap agama Islam. kalau tidak Hindu tentunya Budha. Para Pohaci dan Para Bujangga. selalu diupayakan ada kaitan darah dengan tokoh Sri Baduga Maharaja. dimaksudkan sebagui upaya agar "sukma" yang sudah meninggal itu. bahwa agama Kerajaan Sunda Pajajaran itu Hindu atau Budha. Mwakta atau Moksa. sama–sama mempunyai arti "sukmanya telah disempurnakan". keharuman nama Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja). atau "Yang Moksa Di Rancamaya". dijuluki Sang Mwakta ring Rancamaya. Juru Pantun tidak pernah menyebut–nyebut tokoh dewa-dewa Hindu ataupun Budha. pinjaman kata dari idiom ajaran agama Budha. Dalam naskah Sunda kuna lainnya. umum masih beranggapan. Dzat Asal dalam religi Sunda. Dalam cerita Pantun sekalipun. Sebutan Sang Mwakta atau Sang Lumahing. Penyempurnaan sukma tersebut. digunakan kata lumah (pusara). sebagai ungkapan kesadaran terhadap sejarah dan warisan nilai budaya. dapat kembali kepada Asal–nya. Sampai saat kini. Jayadewata atau Sri Baduga Maharaja. dimanakah bekas candi–candinya. yang sesungguhnya keturunan Galuh. belum dapat membuktikan secara pasti. merangkaikan secara paksa silsilah Bupati setempat dengan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi). 89 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah Indonesia merdeka. adalah tokoh Sunan Ambu. Akhirnya jadilah Siliwangi itu suatu identitas Urang (Etnis) Sunda. telah menjadikan Sri Baduga Maharaja tetap dihormati sebagal karuhun oleh masyarakat Sunda. Lahirnya pemeo seuweusiwi– Siliwangi. mengenai tokoh Prabu Siliwangi. sehingga menjadi sebutan Sang Lumahing. yang artinya dipusarakan. Banyak kerabat Bupati masa silam di Tatar Sunda. Cirebon. secara arkeologis. tidak pernah luntur sejak masa ia hidup sampai sekarang. tetapi dalam menuliskan Babad setempat. Cukup banyak Babad yang ditulis. di manakah patung dewadewa yang dipujanya? Kecuali temuan peninggalan Salakanagara dan Tarumanagara. dengan tujuan utama. dan Talaga.

Melainkan rnanggihkeun hyang tanpa balik dewa (bertemu dengan Hyang. artinya Sempurna. Kisah tersebut. D. artinya Gaib. bersih suci bila dibasuh. Sebutan lain untuk Hiyang. Itulah arti sesungguhnya dari "ngahiyang". dapat bertemu dengan Sayidina Ali (sahabat Rasulullah Muhammad). Dalam Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Terjemahan: Disunat agar terjaga dari kotoran. Kembali kepada Hiyang Batara Tunggal. bukan dengan Dewa). hidup di masa penyebaran Islam di Tatar Sunda (abad ke–15 Masehi). pada perkembangan bahasa Sunda yang selanjutnya. Kian Santang yang konon katanya. jati Sunda teka.Oleh karena itu. menenggelamkan riwayat "Pajajaran" yang sesungguhnya. 90 | S e j a r a h K e r a j a a n . jarak masa hidup Kian Santang dengan Sayidina Ali. kisah tentang Kerajaan Pajajaran. sesungguhnya tidak jadi masalah. bagi orang Sunda. terungkap dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. Beberapa kesamaan keyakinan religi Sunda dengan religi Islam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . PENERUS TAHTA KERAJAAN SUNDA (PAJAJARAN) Berdasarkair sumber cerita Pantun dan Babad. Niskala. cita-cita urang Sunda yang saleh. pada abad ke–7 Masehi? Sebab. dapat diartikan sebagai Yang Maha Gaib. sudah merasuk ke dalam jiwa orang Sunda. merupakan penyempurna religi yang telah lama dianutnya. di-Sanskerta–kan menjadi Seda Niskala. Hiyang Seda Niskala. di antaranya sebagai berikut: Sumbelehan niat inya bresih snci wasah. kebiasaan adat Sunda yang sesungguhnya.. Seda. selalu diakhiri pada masa kekuasaan Prabu Siliwangi. karena Dia–lah si tuhun lawan pretyaksa (Dialah Yang Hak dan Yang Wujud). Adakah masuk di akal. istilah itu berubah menjadi "nga-Hiyang". Hal yang menarik lainnya dari religi Sunda. Disunat kepada akhlinya. Provokasi cerita fiksi Kian Santang. dan sudah mendarah– daging secara turun-temurun. sudah demikian lama. Kedatangan Islam. tidak ingin manjing surga (masuk Surga). Disunat ka tukangnya. Sejalan dengan cita–cita muslim yang saleh: kembali ke Khadirat Ilahi Rabbi.

adalah Pangeran Walangsungsang alias Pangeran Cakrabuana. Wafatnya tokoh Sri Baduga Maharaja. yang rangkumannya adalah sebagai berikut: Setelah wafatnya Sri Baduga Maharaja (1521 Masehi). Untuk mencari kebenaran. Dalam catatan Portugis. membangkitkan ambisi Cirebon untuk memperluas wllayah kekuasaannya. memaksa ayahnya untuk masuk Islam? Ada yang menafsirkan. adalah Prabu Sanghiyang Surawisesa.dipisahkan oleh waktu kurang–lebih 800 tahun! Kemudian.Portugis. konflik dengan Pakungwati Cirebon semakin meruncing. terungkap dalam naskah Kropak 406 Carita Parahiyangan. yang dimaksud adalah Raja Sanghiyang (Surawisesa). juga adiknya Pangeran Cakrabuana. Kian Santang disamakan dengan Raja Sangara (Raja Sengsara). menimbulkan persoalan baru. berdasarkan ilmu sejarah. sempat dicurigai sebagai Kian Santang. Mengenai Raja–Raja penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. hingga menimbulkan perang selama 15 kali. perlu penelusuran ilmiah. Bahkan Maulana Hasanuddin dari Banten pun. la putera Sri Baduga Maharaja dari Puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puteri Sang Prabu Susuktunggal). Persesuaian Kropak 406 Carita Parahiyangan dengan Pustaka Carita Parahiyangan Cirebon abad ke–17. meriwayatkan penerus tahta di Kerajaan Sunda (Pajajaran). uraiannya adalah sebagai berikut: // disilihan ku prebu surawisesa / inya nu surup ka padaren / kasuran / kadiran / kuwanen // prang–prang lima welas kali hanteu eleh / ngalakukeun bala sariwu prangrang ka kalapa deung aria burah / prangrang ka tanjung// prangmng ka ancol kiji // prangrang ka wahantengirang// prangrang ka simpang// prang–prang ka gunung batu // prangrang ka saung agung// prangrang ka rumbut // prangrang ka gunung// prangrang ka gunung banjar// prangrang ka padang// prangrang ka panggoakan// prangrang ka muntur// prangrang ka hanum // prangrang ka pager wesi // prangrang ka 91 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketika Prabu Sanghiyang Surawisesa naik tahta. Ada pula yang menafsirkan. Prabu Sanghiyang Surawisesa. pernah diutus ke Malaka untuk merintis perjanjian bilateral perdagangan Sunda . bahwa tokoh Kian Santang itu. pewaris tahta Kerajaan Sunda (Pajajaran). bahwa Kian Santang itu Falatehan alias Fatahillah. karena ia adiknya Larasantang. jika Kian Santang berstatus sebagai anak Prabu Siliwangi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia disebut Raja Samiam. setega itukah. dari lembar 20 sampai dengan lembar 25. Selain itu.

meninggal dunia. Perang ke Padang. Sang pandita 92 | S e j a r a h K e r a j a a n . Perang ke Wahanten Girang. supaya bersih suci dari kotoran. Menjalankan kehidupan seperti Rajaresi. Puasa. prebu ratudewata / inya nu surup ka sawah tampian dalem lumaku ngarajaresi // tape pwah susu // sumbelehan niat tinja bresih suci wasah disunat ka tukangna / jati sunda tetra / datang na bancana musuh Banal / tambuh sangkane // prangrang di buruan ageung// pejah tohaan sarendet deung tohaan rata sanghiyang// hang pandita sakti diruksak / pandita di sumedang// sang pandita di ciranjang pinejahan tanpa dose / katiban ku tapak kihir//sang pandita di jayagiri linabuhaken ningsagara// hang sang pandita sakti hanteu dosana // rounding rah. itulah tradisi orang Sunda.iyang ngaraniya / linalnhaken ring sagara tan keneng pati/ hurip muwaf. Disunat oleh akhlinya. pandita di Sumedang. Perang ke Kalapa dengan Aria Burah. Lamanya menjadi ratu 14 tahun. Perang ke Simpang. kembali ke Pakuan lagi. Perang ke Pagoakan. Disunat.medangkahiyangan // ti inya pulang ka pakwan deui // hanteu nu nahunan deui / panteg hanca buana // lawasniya ratu opatwelas tahun // Terjemahan: Diganti yaitu oleh Prabu Surawisesa yang dipusarakan di Padaren. Lima betas kali perang tak pernah kalah. ngaraniya hiyang katingan // nya iyatnavatna . Ada pendeta sakti dianiaya. Rata gagah perkasa. Perang ke Gunung Banjar. tidak diketahui identitasnya. Perang ke Ancol Kiji.sire kabalik pupuasaan //samangkana to precinta // prebu ratudewata / lawasniya rata dalapan tahun / kasalapan panteg hence dine bwana // Prabu Ratu Dewata. Perang ke Hanum. Perang ke Medang Kahiyangan.sang kawuri / hayzaa to . Perang ke Pager Wesi. teguh dan pemberani. Dalam melakukan peperangan menggunakan siasat Bala Sarewu (Pustaka Bala Seribu). Gugur Tohaan Sarendet den Tohaan Ratu Sanghiang. Perang ke Muntur. Tidak sampai setahun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Perang di Buruan Ageung (Alan–alun). moksa tanpa tinggal raga tetra ring duniya// sinaguhniva. Datang bencana serangan musuh kasar. Setelah itu. Perang ke Tanjung. dialah yang dipusarakan di Sawah Tampian Dalem. hanya meminum susu. Perang ke Gunung Batu.

disilihan ku sang ratu sakti sang mangabatan ring tasik / inya nu surup ka pengpelengan // lawasniya ratu dalapan tahun / kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana ambu tere // mati–mati wong tanpa dosa / ngarampas tanpa prege / tan bakti ring wong atuha / asampe ring sang pandita // aja tinut sang kawuri / polah sang nata // mangkana sang prebu ratu / carita inya // Diganti oleh Sang Ratu Sakti Sang Mangabatan di Tasik. jangan hidup pura–pura berpuasa. oleh sebab itu tidak diam di Kedaton. Sang Pandita di Jayagiri. Dialah yang mencipta Sanghiang Panji. tidak hormat pada yang tua. Yang membangun bale bobot 17 jajar. ditenggelamkan ke laut. Yaitu yang dipusarakan di Pengpelengan. Prabu Ratu Dewata. hati–hatilah yang hidup di kemudian hari. Sering membunuh orang tanpa dosa. tindakan ratu seperti itu. menghilang tanpa meninggalkan jejak di dunia. menghina pendita. 93 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ada pendeta sakti tak berdosa Munding Rahiyang namanya. dibunuh tanpa dosa.di Ciranjang. Begitulah riwayat Sang Ratu. Begitulah keadaan jaman susah. tidak mati. lamanya jadi raja 8 tahun. karena tindakan ratu celaka oleh wanita larangan dari luar dan oleh ibu tiri. diukir berbaris dibentuk berbagai cerita. tertimpa tapak kikir. masih hidup. di balai diatur berupa taman mihapitkeun panto larangan. menghiasi Kedaton. Terkenal namanya Hiyang Kalingan. Oleh sebab itu. kesembilan tahunnya meninggal dunia. Lamanya jadi ratu 8 tahun. tohaan di majaya alah prangrang/ mangka tan nitih ring kadatwan // nu ngibuda sanghiyang panji / mahayu na ka datwan / dibalay manelah taman mihapitkeun dora larangan // nu migawe bale–bobot pituwelas jajar/ tinulis pinarada warnana cacaritaan // Tohaan di Majaya kalah perang. Jangan diikuti oleh generasi belakangan. ditenggelamkan ke laut.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merampas tanpa perasaan.

menurunkari pertapa. Tidak ada yang menjadikan hancurnya jagat. zaman besi. ke dalam hatinya sudah dirasuki bermacam reka perdaya. tidak gembira kalau tidak bercocok tanam. Lamanya ratu menuruti hawa nafu dalam makanan. Mempunyai anak. Iamanya jadi rata 16 tahun. cucu tiri.hanteu ta yuga dopara kasiksa tikang wong sajagat / kreta ngaraniya // hanteu nu ngayuga sanghara / kreta // dopara luha gumenti tang kali // sang nilakendra wwat ika sangke lamaniya manggirang/ lumekas madumdum cereng// manganugraha weka / hatina nanda wisayaniya / manurunaken pretapa / putu ri patiriyan // cai ka tiningkalan nidra wisaya ning baksa kilang// wong huma darpa mamangan / tan igar yap tan pepela kan // lawasniya ratu kampa kalayan pangan / ta tan agama gyan kewaliya mamangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar// lawasniya ratu genepwelas tahun // Dari zaman manusia sejagat tidak mengalami kejahatan disebut zaman kreta. disilihan ku nusiya mulia // lawasniya rata sadewidasa / tembey datang na prebeda // bwana alit sumurup ping ganal / metu sanghara ti selam // prang ka raja gaLuh / eleh na raja galuh / prang ka ka– lapa / eleh na kalapa // prang ka pakwan / prang ka galuh / prang ka datar/ prang ka madiri / prang ka patege / prang ka jawakapala / elehna jawakapala // prang ka galelang// nyabrang/ prang ka salajo / pahi eleh ku selam // 94 | S e j a r a h K e r a j a a n . seterusnya diganti dengan zaman kali. zaman perunggu. Sang Nilakendra. Minuman keras dianggap seperti air bentuknya godaan nafsu. tidak mengikuti adat kebiasaan. dalam menuruti nafsu kesenangan karena menganggap wajar dengan kekayaannya. karena terlalu lama dalam suasana senang memperturutkan hawa nafsu. Dalam zaman Dopra. Manusia yang berhuma rakus makannya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

perang dengan Galuh. I. PANGERAN CAKRABUANA Banten pada masa penyebaran Islam di Kerajaan Sunda. ada 5 orang Raja penerus tahta Kerajaan Pajajaran. Perang dengan Gegelang. perang dengan Jawakapala. timbul kerusakan dari Islam. KESULTANAN PAKUNGWATI CIREBON A. Berdasarkan Kropak 406 Carita Parahiyangan. Ekadjati (1989). 2. untuk membahas Banten. perang dengan Datar. 5. Perang dengan Rajagaluh. kalah Jawakapala. Cirebon. dari pendahulunya. Perang dengan Pakuan. sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. yang disusun oleh Atja dan Edi S. kalah Kalapa. Prabu Sanghiyang Surawisesa (1521–1535 Masehi). Dalam Carita Parahiyangan. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Prabu Pucuk Umun Pulasari (1567– 1579 Masehi). 3. semua kalah oleh orang Islam. Lamanya jadi ratu 12 tahun. 4. Ratu Dewatabuana (1535–1543 Masehi). perang dengan Patege. karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. terlebih dahulu harus mengenal Cirebon. perang dengan Mandiri. Prabu Nilakendra (1551–1567 Masehi). antara lain: 1. kalah Rajagaluh. Pertama datangnya perubahan. Setelah Sri Baduga Maharaja wafat. Ratu Sakti (1543–1551 Masehi).Diganti oleh Nusia Mulya. Perang berlayar ke Salajo. Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka. Dunia halus masuk ke yang kasar. bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul awal 987 Hijriyah. Oleh karena itu. tentang Cirebon dikemukakan sebagai berikut: 95 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. Perang dengan Kalapa.

adalah ulama Cina yang berasal dari Campa. Semua putera–puteri Sri Baduga Maharaja. Surasowan. Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). Adapun riwayat Syekh Hasanudin. Sri Baduga Maharaja tidak memperoleh anak. Ambetkasih (puterinya Ki Gedeng Sindangkasih). Sanghiyang Surawisesa. Status ini sangat memungkinkan. berperan sebagai anak sulung.Adapun mengenai raja–raja Cirebon. mereka keturunan raja Pajajaran dari isteri Sang Prabhu yang bernama Nyai Subanglarang atau Subangkarancang. Ma Huan. jika Pangeran Walangsungsang. kelak diperisteri oleh Adhipati Surakerta. Raden Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. yang juga beragama Islam. berputera beberapa orang. dilahirkan di Keraton Pakuan Pajajaran. adalah murid Syekh Hasanudin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la didampingi oleh jurututulisnya. Nyai Larasantang atau Saripah Muda'im (Atja & Ekadjati. Kaisar dari Dinasti Ming ketiga. 96 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dua di antaranya. di antara semua putera puteri Sri Baduga Maharaja. pemeluk Islam madzhab Hanafi. di antaranya: 1. 1989:165). Syekh Hasanudm. dari Pondok Quro Pura Dalem (Karawang). Dalam pernikahannya itu berputera beberapa orang. 1. Dari isterinya yang pertama. Ibunda Pangeran Walangsungsang (Subanglarang). Armada laut Cina tersebut. hingga mendirikan Pondok Quro di Pura Dalem Karawang. dan 3. Sedangkan dari isterinya yang ketiga. merupakan anak terdekat pertama dengan ayahandanya. atas perintah Kaisar Cheng–tu atau Kaisar Yunglo. armada laut Cina. ialah. mengadakan pelayaran keliling. 2. Dewi Surawati. bahwa dari Subanglarang. Sri Baduga Maharaja memperoleh anak bungsu laki–laki. bernama Rajasangara. Status Pangeran Walangsungsang. 2. adalah sebagai berikut: Pada tahun 1416 Masehi. Dalam naskah–naskah Cirebon lainnya dijelaskan pula. dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam–Po–Tay–Kam yang beragama Islam.

dengan prajurit laut sebanyak 27. di Jawa Timur. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. sebanyak 63 buah kapal layar. Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. Sedangkan Laksamana Cheng Ho dengan armada lautnya. terdapat beberapa orang penumpang. Namun bagi tokoh Wastu Kancana. terjadi pada masa pemerintahan Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana (1371–1475 Masehi). adik iparnya. mengijinkan Syekh Hasanudin beserta pengiringnya. Selama 59 tahun. kakeknya Sri Baduga Maharaja. ia bersedia mengurbankan lembaran kropaknya sampai 4 halaman. Bagi Sang Mahapraburesi. padahal 97 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kelak. akhirnya Syekh Hasanudin berjodoh dengan Ratna Sondari. la bermaksud. untuk menjalin persahabatan. Laksamana Cheng Ho. Tan Go Wat. ketika turun di Pura Dalem Karawang. Penulis naskahnya sangat mahal dengan katakata. Di antara sekian banyak awak kapal. memperoleh anak. di Pulau Jawa. Tujuan pelayaran mereka. puterinya Ki Gedeng Karawang. yang kelak dikenal sebagai Syekh Ahmad. Syekh Hasanudin. Oleh karena sesama muslim. memohon diri untuk turun. Tan Go Wat. Ketika armada laut Cina itu singgah di pelabuhan Pura Dalem Karawang. Bratalegawa alias Haji Purwa Galuh. Islam bukan hal yang baru dan acing. tidak akan berani membiarkan Islam berkembang di wilayahnya. Sebagai penguasa daerah bawahan Kerajaan Sunda. dan lebih kikir lagi dengan pujian. dikenal sebagai Syekh Bantong. pada tahun 1416 Masehi. Syekh Hasanudin. Dari perkawinannya. Peristiwa penting ini.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Armada laut Cina yang dipimpin Laksamana Cheng Ho. Keteladanan Wastu Kancana sangat luar biasa. Hal ini tampak dalam Carita Parahiyangan.800 orang. untuk ikut menumpang pada kapal layarnya. kalau tanpa seijin Sang Mahapraburesi. dengan raja–raja Cina di seberang lautan. mendirikan Pondok Quro tertua pertama di Kerajaan Sunda. Ki Gedeng Karawang. Setelah lama tinggal di Pura Dalem. di pesisir Pura Dalem Karawang. yang dipimpin oleh Syekh Hasanudin. meneruskan pelayarannya ke Majapahit. menyebarkan ajaran agama Islam. menyaksikan berseminya agama Islam di wilayah kekuasaannya. Sebab. disertai pula oleh puteranya. sudah terlebih dahulu memeluk agama Islam.

K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kenyataan seperti itu. akibat konflik agama dengan ayahnya. Pangeran Walangsungsang serta adikadiknya. keturunan bangsa Parsi yang bermukim di Kabul. adalah Nu'am bin Tsabit bin Zautha bin Mah. diusir dari keraton Pakuan Pajajaran. untuk pergi mengembara. Sikap Sri Baduga Maharaja terhadap Islam: rasika dharmika ring pamekul agami rasul (bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Rasul). la. mengikuti agama yang dipeluk ibunya. pemeluk agama Islam mazhab Hanafi. seorang bangsa Ajam. madzhab Hanafi. walau pun ia masih sanggup memujinya. Nama sesungguhnya dari Abu Hanifah. Afganistan. Sri Baduga Maharaja terpaksa mengijinkan kepergian putera sulung kesayangannya itu. Di lingkungan Keraton Pakuan Pajajaran. Selain sebagai ibunda tercinta. dibina langsung oleh kakeknya. 98 | S e j a r a h K e r a j a a n . peran Subanglarang bagi diri Pangeran Walangsungsang dan kedua adiknya. ketika Sri Baduga Maharaja masih remaja dan bernama Sang Pamanahrasa. Sebagai catatan. Syekh Datuk Ahmad adalah putera Maulana Isa dari Malaka. Perlu dicatat. Subanglarang. bagi Sri Baduga Maharaja. telah memukimkan seorang Guru Agama Islam mazhab Syafi'i: Syekh Datuk Kahfi. hanya ibunya. Ketiadaan guru agama Islam lainnya di kota Pakuan Pajajaran. memohon izin kepada ayahnya. kakeknya Pangeran Walangsungsang yang menjadi penguasa wilayah Singapore (Cirebon). Peristiwa-peristiwa itulah. Sikap "rasika dharmika ring pamekul agami rasul ". Pangeran Walangsungsang. Sementara itu. Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Maulana Isa adalah putera Abdul Qadir Qaelani. mencari guru agama Islam yang dapat memenuhi hasrat keresahan batinnya. Syekh Datuk Kahfi adalah putera Syekh Datuk Ahmad. adalah cicit dari Sang Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana. Ketika Subanglarang wafat. la dengan kedua adiknya. yang membimbing Pangeran Walangsungsang dalam hal Islam. oleh para penulis babad.untuk Sri Baduga Maharaja. yang Iuput dipahami dan dijadikan dasar cerita. Sehingga rnereka beranggapan (sebagaimana yang sering terbaca dalam Babad Cirebon). Tentu saja. adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Abu Hanifah. mendorong Pangeran Walangsungsang. diteladani dari kakeknya. tidak menjadi masalah.1984: 42). adalah Guru Agama. bahwa Pangeran Walangsungsang itu. merasa sangat kehilangan. hanya disediakan seperempat halaman saja (Danasasmita. Ki Gedeng Tapa. walaupun dengan berat hati.

Nyai Larasantang. merupakan pesantren tertua kedua di Kerajaan Sunda. mazhab Syafi'i adalah paham hukum Islam yang difatwakan oleh Imam Syafi'i. la dipercaya memegang jabatan Pangraksabumi (Cakrabumi). Pangeran Walangsungsang disertai adiknya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Datuk Kahfi. mendirikan Pondok Quro di Bukit Amparan Jati (Gunung Jati) Cirebon. Ki Gedeng Tapa. atas keinginan Ki Gedeng Tapa. setelah Pondok Quro Karawang. dalam pemerintahan kerajaan daerah Singapura (Cirebon). Syekh Datuk Kahfi mendapat nama julukan. keduanya berguru kepada Syekh Datuk Kahfi. Dalam naskah Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa parwa I sarga 4. Syekh Nurjati. la dilahirkan pada bulan Rajab tahun 150 Hijriyah (767 Masehi). Pangeran Walangsungsang yang semula menjadi penganut Islam mazhab Hanafi. cucu Haji Purwa Galuh (Bratalegawa). Dalam pengembaraannya. adalah generasi ke–17 turunan Rasulullah Mohammad. mendapat pengetahuan agama Islam mazhab Syafi'i. Ki Gedeng Tapa. Dalam pemerintahan sehari–hari. ketika mendirikan Dukuh Cirebon.Abdul Qadir Qaelani adalah putera Amir Abdullah Khanudin. dikemukakan riwayat Pangeran Walangsungsang. Kemudian. Ketika Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang tiba di Singapore (Cirebon). Pondok Quro Amparan Jati. Oleh Ki Gedeng Tapa. Pangeran Walangsungsang berfungsi pula sebagai wakil kakeknya. antara lain sebagai berikut: to sawiji ping desa haneng tira ning tasik carbon wastanya // rikung akwah tumuwuh parungpung alang–alang lawan dukul sagara / mangidul ring wanakweh satwa krura / pantara ning/ waraha / liman pas lawan salwirya // atut tira ning tasik akweh saraksak mwang dok / ing parwataparswa careme kweh aswa // riking lwah akweh matsya lawan rebo n/ Terjemahannya: 99 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang bermukim di Dukuh Pasambangan Cirebon. dari kakeknya. mempelajari ilmu pemerintahan dan ketata–negaraan. Sebagai catatan. di kampung Ghuzah. Pangeran Walangsungsang. Syekh Datuk Kahfi berjodoh dengan Hadijah. Amir Abdullah Khanudin. dari Syekh Datuk Kahfi. wilayah Asqalan di dekat pantai Lautan Putih (Laut Mati) Palestina bagian tengah.

Di tepi pantai. berdatangan dan pindah ke Cirebon Pasisir. dan Isteri Ki Sarmawi (pembantunya). dibangunlah pemukiman baru. banyak burung belibis dan elang laut (camar). Sedangkan Ki Danuwarsih. dan adiknya (Nyai Larasantang). Nyai Ratnariris atau Kancanalarang (puterinya). kura–kura dan berbagai jenis lainnya. Di kalangan Pondok Quro Amparan Jati. yang disebut Cirebon Girang. 100 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah melihat ada pemukiman baru. gajah. Pada saat itu (tahun 1436 Masehi). Semula. Nyai Arumsari (isterinya). rakyat dari Muara Jati dan dukuh Pasambangan. bersedia masuk Islam. Ki Samadullah yang disertai isterinya (Nyai Indang Geulis). untuk membedakan dengan pemukiman yang sudah ada di wilayah hulu sungai Cirebon. banyak kuda liar. Ki Danusela. atau hari Kamis tanggal 8 April 1445 Masehi.Ada sebuah desa terletak di tepi pantai. Setelah Kebon Pasisir menjadi tempat terbuka. disebut Kebon Pasisir. adalah mertua Pangeran Walangsungsang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bertepatan dengan penanggalan 1 Muharam 848 Hijriyah. Ki Sarmawi (pembantunya). sebuah wilayah hutan yang dialiri sungai Cirebon itu. seorang ulama agama Budha. banyak ikan dan rebon (udang kecil). penduduk Cirebon Pasisir. atau Lemah Wungkuk. puteri Ki Danuwarsih. Sebab. telah bermukim 5 orang penduduk. membuka hutan Kebon Pasisir. serta 52 orang santri Pondok Quro Amparan Jati. yang akhirnya menjadi isteri Pangeran Walangsungsang. atau Tegal Alang–Alang. Cirebon Girang. lebih dikenal dengan sebutan Ki Samadullah. yaitu Nyai Indang Geulis. Pada awalnya. ialah: Ki Danusela alias Ki Gedeng Alang Alang. adalah adiknya Ki Danuwarsih. di Kebon Pasisir. kemudian diberi nama Cirebon Pasisir. harimau. Cirebon namanya. Syekh Datuk Kahfi. Seperti babi hutan. Diberi nama demikian. ular. Nama itu diperoleh dari gurunya. ditambah Ki Danusela dengan 4 orang anggota keluarganya. Sedangkan di Gunung Ciremai. hanya terdiri dari 52 orang santri pekerja. Di bagian selatannya. masih hutan belantara tempat binatang buas. Pada tanggal 14 bagian terang bulan Caitra tahun 1367 Saka. Mereka. pindah dari tempat tinggal asalnya. Di sungai. Di situ banyak tumbuhan pohon kayu alang–alang dan rumput (semak belukar) laut. Pangeran Walangsungsang.

sebelum tidur. petis dan garam. // a teher carbon dumadi desanung akrak hetunya janmapada sakeng desantara / sarwa wangsa hang rikung/ wwang doltinuku / thanayan thani / wwang angluru rebon lawan iwak tira ning sagara akrak prahwa mandeg/ ring samangkana sira pribhumi sarwa wangsa / sarwa panganut nira / pangucap nira tulisnya / praswabhawa nira / akarya nira kunang mebedha sowang-sowang// Terjemahan: Kemudian. Pangeran Walangsungsang alias Ki Samadullah. Cirebon menjadi kawasan desa yang ramai di antara desa-desa lainnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Mereka 101 | S e j a r a h K e r a j a a n . dipercaya menjadi Wakil Kuwu. Ki Danusela diangkat menjadi Kuwu Pertama (kuwu=sesepuh desa) di Cirebon Pasisir. Berbagai bangsa ada di sana. / i sedeng ki somadullah rina kcabumyaksa lawan winasta n ki cakrabhumi ngaran ira // Terjemahan: Sedangkan Ki Samadullah sebagai akhli pertanahan (pangraksabumi). berkumpul bekerjasama menumbuk rebon dan ikan. Kemudian. Pedagang. ki gedeng alang–alang so mah lawan ki somadullah so nah rahine kulem makakar ma angluru rebon lawan iwa k ing lwah haneng wetan grha ni ra / mwang tira ning tasik / ri sampunya tumuluy magawe tra si / pens lawan uyah // Terjemahannya: Adapun rakyat Ki Gedeng Alang–alang dan rakyat Ki Samadullah.Atas kesepakatan bersama. namanya. para petani. mendapat gelar Ki Cakrabumi. dari sungai sebelah timur pemukiman mereka (di tepi pantai). bekerja menyelesaikan pembuatan terasi.

berarti sungai yang banyak udang-udang kecilnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syam 3 orang. Ki Cakrabumi dan adiknya (Larasantang) pergi berkunjung ke Gunung Amparan Jati. terdiri dari campuran (saruban) berbagai suku bangsa. dengan panggilan akrab Ki Samadullah. Padahal. Pribuminya terdiri dari berbagai suku bangsa. mengingat penduduk Cirebon pertama.menumbuk rebon dan ikan. Hujung Mendini 4 orang. Ki Samadullah. mendirikan Tajug (Masjid). Rinciannya: Sunda 196 orang. "Anakku. Pangeran Walangsungsang larut dengan kehidupan masyarakat kecil. / kaucap ri sedeng ki cakrabhumi lawan myi nira matithi ring giri ngamparan jati ing pondok guru nira // syeh datuk khahphi ya to syeh maulana idlophi ngaran ira waneh / vrineh pituduh ring sisya nira // mangkana ling sang guru / anak ngwang/ kamung marwa samidahaken to sera baitullah ing mekahnagari i ngarabbumi // Terjemahan: Teriwayatkan. Sumatera 16 orang. Bersama santrisantrinya. menduga kata "Cirebon" berasal dari kata "Sarumban" atau "Caruban". agar kamu berdua 102 | S e j a r a h K e r a j a a n . Hal itu. semua jumlah penduduk yang menetap di Dukuh Cirebon. dan ia memerankan dirinya sebagal Guru Agama Islam. pustaka yang disusunnya. yang terletak di tepi laut. adalah 346 orang. tingkah lakunya. kemudian memberi petunjuk kepada muridnya itu. Sekarang di tepi lautnya (pesisir) ramai disinggahi perahu. dan rebon berarti udang kecil. Sehingga. sudah memberikan arti dan makna yang cukup jelas. diberi nama Jalagrahan. Wangsa Manggala dan Tirta Manggala. (Jala=air. masing–masing berbeda. Sang guru mengingatkan. keakhliannya. ke tempat tinggal guru mereka Syekh Datuk Kahfi atau Syekh Maulana Idlofi nama lainnya. Arab 11 orang. Parsi 2 orang. Pada tahun 1369 Saka (1447 Masehi). Cirebon. Di dukuh Cirebon Pasisir. ci berarti sungai. dan Cina 6 orang. Jawa 106 orang. grahan=rumah). diberi judul Purwaka Caruban Nagari (Negeri Caruban Permulaan). kata "Cirebon" sendiri. Macammacam anutannya. Laki–laki 182 orang dan wanita 164 orang. Cirebon. bahasa dan tulisannya. India 2 orang.

Pangeran Walangsungsang atau Ki Samadullah. Sedangkan Amir Abdullah Khanudin. Di rumah Ki Bayanullah itulah. Ahmad Shah Jalaluddin putera Amir Abdullah Khanudin. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah Saling jatuh cinta dan mengikat janji. Kedua kakak beradik dari Cirebon Pasisir itu. Nyai Larasantang dan Syarif Abdullah (Walikota Mesir). berlayar menuju Tanah Arab. …// tumuLuy nay larasantang pinak103 | S e j a r a h K e r a j a a n . Jamaluddin Al Husain putera Ahmad Shah Jalaluddin. tiba di pelabuhan Jedah. samyasanya sang candreng patwelas suklapaksya (bersinar bagaikan benderangnya bulan tanggal empat belas). Ki Samadullah dan adiknya. tidak bisa ikut. kapal layarnya singgah di negeri Mesir. menjadi perhatian seorang Walikota Mesir Syarif Abdullah yang bergelar Sultan Makmun. pergi berlayar untuk menunaikan ibadah Haji. Nyai Indang Geulis. kepada Nyai Larasantang. Di tengah perjalanan. Ternyata. sama–sama tinggal di rumah Syekh Bayanullah. Akhirnya. pergilah kalian ke Baltullah negeri Mekah di tanah Arab". dari Bani Mameluk. Sesudah memperhatikan nasihat gurunya. menjadi Walikota Mesir. Sedangkan isterinya Pangeran Walangsungsang. karena sedang hamil. adalah keturunan Bani Hasyim. Terpikat oleh puteri keraton Pajajaran yang cantik jelita. Syarif Abdullah. Beberapa orang pembesar dari negeri Mesir. Pangeran Walangsungsang bersama Nyai Larasantang. degan maksud yang sama. generasi ke–I7 keturunan Rasulullah Muhammad.sama–sama mendapatkan kesempurnaan Islam. la. di bawah kekuasaan Sultan Mesir wangsa Ayubi. kapal layar yang ditumpangi Pangeran Walangsungsang dan Nyai Larasantang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . naik ke kapal layar. Syarif Abdullah telah jatuh cinta. yang pernah berkuasa atas wilayah Palestina. Kembali kepada Syarif Abdullah. Di tanah suci Mekah. adiknya Syekh Datuk Kahfi. Syarif Abdullah adalah putera Ali Nurul Alim. untuk menunaikan ibadah Haji ke Mekah. Tidak terkisahkan lamanya perjalanan. Ali Nurul Alim putera Jamaluddin Al Husain (Kamboja).

tiba di Cirebon. Haji Abdullah Iman singgah di negeri Campa. Nyai Larasantang diperisteri oleh Syarifah Abdullah dan diberi gelar Nyai (Hajjah) Syarifah Muda'im. // hana prua pasanggaman nira haji abdullah iman lawan nay indang ghelis manakta stri nay pakungwati ngaran nira // 104 | S e j a r a h K e r a j a a n . Terjemahan: Teriwayatkan dalam perjalannya pulang menuju (Pulau) Jawa . Dan adiknya menetap di sana. Haji Abdullah mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. / i sedeng sang raka nira sinungan pasenggahan haji abdullah iman a jawi // te lung cndra tumuli haji abdnllah iman mulih ring ja wadwipa / mruang rayi nira ta molah rikung// Terjemahan: Sedangkan kakaknya.. Tiga bulan kemudian. Sesudahnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Haji Abdullah Iman pulang ke Pulau Jawa .. . // kahucapa nikang lampah ira mulih ping jawa // haji abdullah iman mande– g ing carnpanagari / ri sarnpunya tekan carbon haji abdullah iman dumadi rawaarawarah agameslam ri janrnapada/.stri de nira syarifih abdullah lawan sinungan pasenggahan nay syariphah mudai– m/… Terjemahan: Selanjutnya. diberi gelar Haji Abdullah Iman Al Jawi.

kakeknya. atau Ki Cakrabumi. Sri Baduga Maharaja Kerajaan Sunda. Ki Gedeng Tapa. Ki Gedeng Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa. wafat. mengenai 105 | S e j a r a h K e r a j a a n . disertai pasukan pengawalnya. oleh ayahnya. dijadikan sebuah kota besar. Pangeran Walangsungsang alias Haji Abdullah Imam membentuk tentara yang dilengkapi pasukan panah. Sang Prabu mengirimkan Pratanda (tanda keprabuan) dan Anarimakna Kacakrawartyan (tanda kekuasaan). la membangun Keraton. ia mengutus Tumenggung Jagabaya. Dan perkawinannya. Pangeran Cakrabuana mendapat warisan. diberi nama Pangeran Carbon (Pangeran Cirebon) . Maka jadilah Cirebon. semua kekayaan dari kakeknya itu. sangat gembira mendengar keberhasilan puteranya. yaitu Nyai Ratnariris atau Nyai Kancanalarang. kemudian diberi nama Pakungwati.Terjemahan: Adapun dari perkawinannya. ia juga menjadi Jurulabuan yang kaya raya. mempunyai anak perempuan. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. untuk menobatkan puteranya. dinobatkan sebagai Tumenggung dan diberi gelar Sri Mangana. atau Pangeran Cakrabuana. Kemudian. sebagai kerajaan corak Islam pertama di Kerajaan Sunda Pajajaran. Kemudian. Kata pakung. Nyai Pakungwati namanya. selain sebagai penguasa Singapura.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Haji Abdullah Iman memperisteri puteri Ki Gedeng Alang–dang. B. yang kelak dikenal pula sebagai Embah Kuwu Sangkan. Harta warisan yang diterima oleh Haji Abdullah Imam digunakan untuk membangun Cirebon Pasisir. SUSUHUNAN JATI CIREBON Dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawadwipa parwa I sargah 4 dan Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 4. atau Ki Samadullah. sebagai tanda pengakuan dan pengukuhan puteranya. adalah sebutan lain untuk udang kecil. Haji Abdullah Iman dengan Nyai Indang Geulis. Tidak lama kemudian. yang banyak didapat dari sungai Cirebon. Sri Baduga Maharaja. Haji Abdullah Iman mempunyai anak laki–laki. sama dengan nama puterinya. Pangeran Walangsungsang. Ki Cakrabumi menjadi Kuwu kedua.

Iman Zainal Abidin mempunyai anak Muhammad Al Bakir. Sayid Muhammad Makdum Sidik mempunyai anak Sayid Hibatullah. Ali Al Uraidi mempunyai anak beberapa orang. Muhammad AI Bakir mempunyai anak Iman Jafar Syadik. Abu Zain Al Basri mempunyai anak Ahmad Al Baruni. Sayid Hibatullah mempunyai anak Sayid Maimun. Dua orang di antaranya: Sulaiman Al Basri dan Muhammad Annaghib (Sayid Idris). Dari perkawinannya mempunyai anak Sayid Husein Assabti. adalah generasi ketujuh turunan Rasulullah Muhammad. 106 | S e j a r a h K e r a j a a n .silsilah turunan Rasulullah Muhammad. Ahmad Al Baruni mempunyai anak Sayid Idris Al Malik. Sulaiman Al Basri menetap di Parsi (Iran).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian. Sayid Idris Al Malik mempunyai anak Muhammad Makdum Sidik. Sayid Maimun mempunyai anak Fatimah. nihan tekang panusun ikang sayuktinya (begini susunan yang sesungguhnya): //rasul muhammad manak ta pati– mah ajwahra pinakastri dening sayidana ali ibnu abi thalib / ing pasanggaman nira manak sayid husen assabti / sayid husen assabti manak iman jainal abidin iman jainal abidin manak muhammad al bakir/ muhammad al bakir manak iman japar sadik / iman japar sadik manak ali al uraidi // Terjemahan: Rasul Muhammad mempunyai anak Fatimah Azzahra. Iman Jafar Syadik mempunyai anak Ali AI Uraidi. Sayid Husein Assabti mempunyai anak Iman Zainal Abidin. mempunyai anak beberapa orang. la meninggal dunia di Jawa Timur. diperisteri oleh Sayid Hassan. Salah seorang di antaranya Abu Zain Al Basri. diperisteri oleh Sayidina Ali ibnu Abi Thalib.

Sebab. mempunyai anak beberapa orang. sama-sama generasi ketujuh keturunan Rasulullah Muhammad. Ahmad AI Muhajir anak Isa Al Basri. Fatimah dengan Syekh Sayid Hassan dari negeri Arab bagian selatan. mempunyai anak beberapa orang. Kemudian Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin.Dari perkawinannya. Sayid Abdul Malik. bergelar Al Amir Abdullah Khannudin atau Maulana Abdullah nama lainnya. kepada puteri pejabat daerah negeri India. dari Tarim pindah ke India bersama anak isterinya. Salah seorang di antaranya wanita. Imam Jamaluddin Al Husein pindah ke Kamboja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Muhammad anak Ali AI Ghayam. Mempunyai anak beberapa orang. Oleh karena itu. Ubaidillah anak Ahmad Al Muhajir. Abdullah Khannudin. Muhammad anak Ubaidillah. Dari perkawinannya. mengajar penduduk di sana. Sayid Alwi anak Muhammad. disebut juga Zainal Abidin Al Kabir. yaitu Sarah. Sarah diperisteri oleh Sayid Abdul Malik. mempunyai anak beberapa orang. Isa Al Basri anak Muhammad Anaghib. mempunyai anak beberapa orang. Sayid Abdul Malik dengan puteri India. atau disebut juga Jamaluddin Al Kabir. Adapun Abdul Malik. yaitu adik dari Sulaiman Al Basri. Salah seorang di antaranya. Sayid Abdurrakhman orang kaya. yang seterusnya menetap di sana. Salah seorang di antaranya. Salah seorang di antaranya: Imam Jamaluddin Al Husein. Kedua–duanya. anak Alwi Amir Pagih. asalnya merupakan satu keluarga. yaitu Sayid Abdurrakhman yang menetap di kota Tarim. Alwi Amir Pagih anak Muhammad. sebagai guru agama Islam. Riwayat selanjutnya. Salah seorang di antaranya: Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. Dari India. Ali AI Ghayam anak Sayid Alwi. Dari sejak itulah. mempunyai anak beberapa orang. 107 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syekh Abdul Malik mendapat sebutan Asamat Khan. Sayid Abdul Malik mempunyai isteri lagi. Sayid Abdul Malik dengan isterinya Sarah.

Juru Labuan Muara Jati Cirebon. Mempunyai anak beberapa orang. menjadi anak angkat uwanya. 2. tiga di antaranya: 1. Ali Nurul Alim. 2. Syarifah Bagdad. Syarif Abdurakhim. Panjunan dan 108 | S e j a r a h K e r a j a a n . untuk menggalang persahabatan dengan Ki Gedeng Tapa. oleh Ki Gedeng Tapa. Syarifah Halimah dengan Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurjati alias Syekh Maulana Idlafi). Ketika menetap di negeri Bagdad. hingga Syekh Datuk Kahfi tinggal di Dukuh Pasambangan. Pasambangan. Riwayat yang menjadi penyebab. Syarif Abdullah Al Masir. menjadi guru agama Islam di Hujung Mendini (Malaysia). memperisteri Larasantang atau Syarifah Muda'im. tidak mempunyai anak. yaitu Sultan Sulaiman Al Bagdad. Syarif Hafiddin Abbas. masing masing ialah: 1. 4. menjadi Walikota di negeri Mesir. puteri Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Sunda Pajajaran. dan menetap di Giri Amparan Jati Cirebon. Bersama 12 pengikutnya (I0 laki–laki dan 2 wanita). Di sanalah Syekh Datuk Kahfi menyebarkan Islam di daerah. 3. dan 3. mempunyai anak beberapa orang. yaitu ketika Syekh Datuk Kahfi tinggal di Parsi (Iran).Riwayat selanjutnya. Syarif Abdurakhman.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diminta untuk menjadi guru agama Islam di Singapura (Cirebon). mempunyai anak 4 orang. karena ayahnya (Syekh Datuk Kahfi). Junti. mempunyai isteri seorang puteri Mesir. 3. Syarif Abubakar. Hal itu tetjadi. Barkat Zainal Alim. menjadi penguasa di salah satu kota negeri Bagdad. Ibrahim Zainuddin Al Akbar. pergi ke Jawa dwipa. Japura. Syekh Datuk Kahfi. Syarif Sulaiman Al Bagdad. disebut juga Syarif Ungkah Jutra. yang diperisteri oleh Syekh Datuk Kahfi. Keempat orang anak Syekh Datuk Kahfi dari Syarifah Halimah. menetap di negeri Mesir. empat di antaranya: 1. ia menjadi duta negeri Parsi. Syarifah Halimah. 2. hingga keempat anak itu mencapai usia remaja (pemuda). 4. Imam Jamaluddin AI Husein atau disebut Sayid Husein. Ali Nurul Alim.

Campa. semua itu para Kamastu atau disebut Wali. 109 | S e j a r a h K e r a j a a n . menikah dengan Hadijah. Bharatanagari (India). cucunya Haji Purwa Galuh. Begitu juga Syekh Datuk Kahfi dan Wali–wali lainnya. Maka jelaslah sudah. Syekh Datuk Kahfi menetap di desa Pasambangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang disebut Wall itu adalah: para Kamastu. Sunan dan Guru Agama Islam.beberapa desa lainnya. pada naskah yang sama ditegaskan pala. Parsi (Iran) atau dari Masrik sampai Magrib dan yang lainnya lagi. dari setiap turunan Rasul Muhammad. dari setiap keturunan Rasulullah Muhammad. juga semua Sunan dan Guru Agama Islam di kepulauan Nusantara dan negeri lainnya: Hujung Mendini. kang sayuktinya sakweh ing kamastwing athawa sinebut wali / kumwa juga sunan lawan dan accaryagameslam ri nusannusa i bhumi nusantara mwang len nagari yatiku hujung mendini // campa / kamboja / bharatanagari / parsi / athawa sakeng masaring tekeng magribi mwang lenya waneh / hana ta putro padana ning rasul muhammad mangkana juga sira seh datuk khahphi lawan wali– wali lenya / kumwa ju– ga lawan sira seh le– mah abang/ mangkana pasana– kan nira// Terjemahan: Sesungguhnya. Setelah menguraikan silsilah keturunan Rasulullah Muhammad sampai kepada Syekh Datuk Kahfi. Begitu juga dengannya Syekh Lemah Abang beserta keturunannya. Kamboja.

dan 3. mempunyai anak Syekh Datuk Pardun. Sedangkan alur garis keturunan dari putera keduanya (Barkat Zainal Alim). antara lain sebagai berikut: Syekh Abdullah Khanuddin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . selanjutnya menjadi Bupati Sunda Kalapa. dari garis putera pertamanya: Ali Nurul Alim. Barkat Zainal Alim mempunyai putera beberapa orang. dua orang di antaranya. mempunyai anak beberapa orang. Maulana Fadhillah Al Paseh atau Wong Agung Paseh Tubagus Paseh. Syekh Kadir Kaelani mempunyai anak Syekh Maulana Isa atau Syekh Datuk Isa. Syarifah Habibah binti Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Itulah alur turunan Iman Jamaluddin Al Husein (Jamaluddin Al Kabir atau Sayid Husein). yaitu: 2. mempunyai anak Syekh Abdul Jalil atau Syekh Jabaranta alias Syekh Lemah Abang. dan yang ketiga Syekh Bayan. Syekh Datuk Soleh. Maulana Abdul Ghafur atau Maulana Malik Ibrahim. Ahmad Syah Zainul Alim Salah seorang putera Maulana Abdul Gafur (Maulana Malik Ibrahim). yang pertama perempuan. dalam naskah yang sama diriwayatkan pula silsilah tokohtokoh penyebar agama Islam lainnya. yaitu Ibrahim Zainuddin Al Akbar atau Maulana Syamsu Tamres. Selanjutnya. Putera Iman Jamaluddin Al Husein yang ketiga. Tokoh inilah yang sempat dikunjungi oleh Pangeran Cakrabuana (Haji Abdullah Iman). yang menetap di negeri Malaka. yang kedua Syekh Datuk Kahfi. Dua orang di antaranya. yaitu: 1. kedua. Syekh Datuk Ahmad. atau lebih dikenal dengan sebutan Syekh Ibrahim Akbar. 2. Syekh Khadir Kaelani. menetap di Kamboja. mempunyai anak beberapa orang. adalah sebagai berikut: 1. di antaranya: 1. kemudian menetap di Panguragan Cirebon. ketika perjalanan pulang setelah menunaikan ibadah haji dari Mekah. Dua orang di antaranya. yang ada kaitannya dengan alur keturunan Rasulallah Muhammad. Syekh Datuk Isa mempunyai anak beberapa orang. 2. dengan nama sebutan Nyai Agheng Panguragan. pertama.Selanjutnya. yang mempunyai anak beberapa orang. Al Amir Ahmad Syah Jalaluddin. yaitu Maulana Makdur Ibrahim. 110 | S e j a r a h K e r a j a a n . dengan gelar Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat. Tiga orang di antaranya yaitu.

Kemudian. Di Keraton Majapahit. singgah di Palembang.Ibrahim Zainuddin Al Akbar mempunyai isteri puteri raja Campa. la berguru kepada ayahnya di negeri Campa. adalah bupati dari Majapahit untuk Palembang. Ali Rakhmatullah melanjutkan perjalanannya ke Pulau Jawa. menuju ke Jawa Timur. Setelah menetap beberapa lama. Ratna Siu Ban Ci (puteri Tan Go Wat alias Ki Bentong). semua penduduk Ampel Denta. selesai berguru ia pergi ke Pulau Jawa. Adik Dewi Candrawulan. Ali Rakhmatullah diberi sebidang tanah perdikan di Ampel Denta. Dalam jangka 3 tahun. Ali Rakhmatullah mengajarkan agama Islam kepada penduduk Ampel Denta. Ali Rakhmatullah berangkat kembali. Sumatera. Siu Ban Ci dikaruniai anak bernama Jin Bun atau Raden Praba (kelak bernama Raden Patah). Palembang merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Dua di antaranya yaitu. Di sanalah Ali Rakhmatullah atau Tubagus 111 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ali Rakhmatullah menemui Ratu Darawati. di sana sempat mengajarkan agama Islam kepada penduduk. Hingga Bupati Palembang yaitu Arya Damar. Setelah enam bulan di Palembang. Ali Rakhmatullah atau Tubagus Rakhmat alias Raden Rakhmat. Ali Rakhmatullah menetap di Ampel Denta itu (Surabaya). 3.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . oleh Prabu Kertabumi. untuk menemui uwanya di Keraton Majapahit. Di Palembang. yaitu Siu Ban Ci. 1. dikenal dengan sebutan Tubagus Rakhmat. memeluk agama Rasul Muhammad. dikenal dengan sebutan Tubagus Alimin 2. Dari perkawinannya dengan Raja Majapahit ini. Dari perkawinan Ibrahim Zainuddin Al Akbar dengan Dewi Candrawulan. dan singgah di negeri Banten. sejak usia muda sudah menekuni ilmu agama Islam. Ali AI Mustada. tinggal di Pulau Jawa menjadi isteri Raja Majapahit Brawijaya V atau Prabu Kertabumi. Ali Rakhmatullah. yaitu Dewi Darawati. Arya Dillah atau Arya Damar. Atas usulan Ratu Darawati. Ali Rakhmatullah tinggal selama 6 bulan. dikaruniai beberapa orang anak. Dalam perjalanannya. dan mempunyai anak Raden Kusen (yang kelak disebut Dipati Terung). yaitu Dewi Candrawulan. Karena pada waktu itu. isteri Brawijaya V Prabu Kertabunu. Arya Dillah memperisteri seorang puteri Cina. Ratu Darawati. adalah janda Prabu Kretabhumi atau Prabu Brawijaya V. memeluk agama Islam dengan gelar Arya Dillah. adalah kakak Candrawulan (ibunda Ali Rakhmatullah).

Maulana Syarifuddin yang bergelar Sunan Drajat. Nyai Ageng Maloka atau Nyai Ageng Tendes. dikaruniai anak laki–laki. memperisteri puteri Sunan Undung. Panembahan Karimun. Maulana Makdum Ibrahim yang bergelar Sunan Bonang. Raden Umar Sahid yang bergelar Sunan Murya (ketika belum dewasa bernama Raden Prawoto). puterinya Maulana Ishak. memperisteri puteri Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Ratu Pakoja. 7.Rakhmat alias Raden Rakhmat. dan 4. yaitu Raden Amir Hassan. Mereka dikaruniai tiga orang anak. 3. 3. Sunan Kudus atau Jafar Syadik. Panembahan Kodi. yaitu Ratnawati alias Nyai Ageng Manila. dan mempunyai anak laki– laki. Puteri. Dewi Sofiyah. Ali Rakhmatullah atau Sunan Ampel. Sunan Kudus dikaruniai delapan anak laki–laki dan perempuan. Penambahan Joko. yaitu Dewi Sujinah. Selain dengan puteri Sunan Ampel. Dari perkawinannya. 2. 4. Panembahan Mekaos Hanggakusuma. berjodoh dengan puteri bupati Tuban (Arya Teja). Raden Sahid alias Sunan Kalijaga berjodoh pula dengan Dewi Saroh. dan 112 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang diperisteri oleh Raden Sahid (Sunan Kalijaga). 3. masing masing: 1. yaitu Dewi Rukhil. 2. 6. Panembahan Palembang. 2. Perkawinan Sunan Murya dengan Dewi Sujinah (adik Sunan Kudus). dikaruniai anak beberapa orang. Dewi Rukayah. 5. Dari isterinya yang lain. empat orang di antaranya: 1. mendapat julukan Susuhunan Ampel (Sunan Ampel). Di antaranya. putera bupati Tuban (Tumenggung Majapahit). yaitu puterinya Pangeran Pecat Tanda Terung. Nyai Ageng Pembayun.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu Pangeran Santri dengan gelar Sunan Kadilangu. antara lain: 1.

Syarif Abdullah dengan Syarifah Muda'im (Nyai Larasantang). mempunyai anak dua orang.8. yaitu: 1. antara lain sebagai berikut: . Ratu Prodo Binabar. Siti Mursimah. adalah puteranya Maulana Ishak. Siti Murtasiyah. meriwayatkan secara rinci tokoh Syarif Hidayat. Selanjutnya.//ipasanggaman nira sariph abdullah lawan sanphah mudaim manak ta jala rwang siki/ ya ta pantaranya sowangsowang/syariph hidayat lawan syariph nurullah ngaran nira Terjemahannya: Dari perkawinannya. Syarif Hidayat dan Syarif Nurullah namanya. berjodoh dengan Raden Paku yang bergelar Sunan Giri.. puterinya Ki Ageng Bungkul.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dari isterinya yang berasal dari Blambangan.. dan Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa. Raden Paku alias Sunan Giri. / ing pasanggaman nira nay sariphah mudaim lawan syariph abdullah manak ta jalu syariph hidayat ngaran ireng saharsa telungatus pitung puluh ikang sakakala // Terjemahannya: 113 | S e j a r a h K e r a j a a n . Selanjutnya Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. parwa I sarga 4. Sunan Giri berjodoh juga dengan Siti Wardah. Mereka dikaruniai anak perempuan dua orang. di antaranya masing–masing ialah. parwa II sarga 4. 2. . diriwayatkan silsilah keturunan Ali Rakhmatullah dari isterinya yang kedua. yaitu Siti Khorimah. yang berjodoh dengan Pangeran Poncowati yang menjadi Senapatinya Sunan Kudus. puteri Ki Wiryosarojo.

Syarifah Muda'im dengan Syarif Abdullah. ateher syariph hidayat lungha ring Jawa dwipa // ikang lampahnya rasika mandeg ring ghujarat tamolah ri kanang lawasnya telung candra / Terjemahannya: Kemudian Syarif Hidayat pergi ke Pulau Jawa . Di sana berguru kepada Syekh 'Tajuddin al Kubri. Ketika singgah di Gujarat. Selanjutnya pergi ke kota Bagdad. ia mengetahui nama anutan mazhab Imam Syafi'i. Di sana berguru Tasawuf Rasul dan tinggal di pesantren saudara ayahnya. Tinggal di sana lamanya tiga bulan. bersikap saleh dan ingin menjadi guru agama Islam. Syarif Hidayat namanya. Selanjutnya pulang ke negeri Mesir. Dalam perjalanannya. antara lain sebagai berikut: 114 | S e j a r a h K e r a j a a n . baru berusia dua puluh tahun. kemudian masuk agama Islam dan menjadi muridnya. Sebagaimana yang terungkap dalam Pustaka Pararatwan i Bhumi Jawa dwipa. Syarif Hidayat bertemu dengan Dipati Keling. mereka berlayar bersama–sama. Oleh karena itu pergi dari Mekah. yaitu Sayid Al Kamil. bersama 98 anak buahnya. singgah di Gujarat.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ri sampunya syariph hidayat yuswa taruna / akara Twang puluh warsya / rasika dharmestha mwang ahyun dumadyaken accaryagameslam / matangyan lungha to ya ring mekah // ri kanang rasika maguru ring seh tajuddin al kubri laurasnya rzuang warsya/ irika to ya ringseh ataullahi sajjilli ngaran aranung panganutanya imam saphii// ring huuncs Twang warsya / tumuluy rasika lungha ring kitha bagdad/ ng kana magunn tasawwuph rasul laman tamolah ing pondok unuang pasanak rama nira // tumuluy mulih to ya ring masimagan // syariph hidayat urns makolih akweh ngaran ira ya to sayid al kamil seh nurrudin ibrahim ibnu maulana sultan mahmud cl khibti ngaran ira waneh // Terjemahan: Sesudah Syarif Hidayat menjadi pemuda.Dari perkawinannya. Syekh Nuruddin Ibrahim ibnu Maulana Sultan Mahmud Al Khibti nama lainnya. mempunyai anak laki–laki. Pada waktu itulah. Kemudian. lamanya dua tahun. parwa parwa I sarga 4. dari Syekh Athallahi Sajjilli. menuju Pulau Jawa . Syarif Hidayat sudah mendapatkan banyak nama. Lahir tahun 1370 Saka (1448 Masehi). Selesai dua tahun.

tumuluy ring pasehnagnri / ngke syariph hidayat tamolah ring pondok wuang pasanak ira ya to / sayid ishak dumadi accaryagameslam ing pa– hvsnltanan Paknnguati C'irebon sehnagan i swarnadwapa // ing pasehnagari lawas ira nuan war– sya // Terjemahan: Selanjutnya. Syarif Hidayat alias Sayid Kamil. Dipati Keling serta anak buahnya setia (mengabdi) kepada Sayid Kamil. (singgah) di negeri Pasai. disertai Dipati Keling dari India serta anak–buahnya.. berjodoh dengan puteri Adipati Banten. Selanjutnya. ingin bertemu dengan Ali Rakhmatullah. yaitu Sayid Ishak yang menjadi guru agama Islam di negeri Pasai.. Sesungguhnya. singgah di Banten (mungkin Banten Pasisir). Syarif Hidayat singgah di Banten. makanimitta sayid kamil lu– ngha ring ngampel lawan maha wan prahwanya wwang Jawa we tan/ sakamatyan ika para wali sakwehnya hana rikn / sira sowangsowang wi neh ta swakarya mawarah marah agama rmul ring janma padaneng desyadesya kang ma ngannt syiwabudha // Terjemahan: 115 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .//ing lampahira dipati kheling sakeng bharatanagara lawan wadzuanya sakweh ira sangang puluh punjul wmalu / sinelamakna de nira syariph hidayat/ dipati kheling lawan wadruanya manut lawan sayid kamil/ Terjemahan: Dalam perjalanannya (Syarif Hidayat). Nyai Kawung Anten. Sumatera. Di sana Syarif Hidayat tinggal di Pesantren saudaranya. Di negeri Pasai (tinggal) selama dua tahun. di–Islam–kan oleh Syarif Hidayat. mengajarkan agama Islam di sana. yang semuanya berjumlah 98 orang.

menemui uwanya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di Kerajaan Sunda. Alangkah sukacitanya Sri Mangana. Syarif Hidayat diberi jabatan sebagai Guru Agama Islam di Pondok Quro Amparan Jati. Syarif Hidayat. Syarif Hidayat bersilaturakhmi dan berkenalan dengan para Wali yang berada di Jawa Timur. Di Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Begitu pula Syarif Hidayat. penguasa Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon. Dipati Keling serta 98 anak buahnya. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. berlayar menuju Cirebon. naik perahunya (kapal layar) orang Jawa timur. semua penduduk berguru kepada Sayid Kamil. Akhirnya. Setelah beberapa lama kemudian. yang telah berhasil mendirikan Kerajaan Islam pertama. Syarif Hidayat bersama Dipati Keling serta 98 anak– buahnya. Syarif Hidayat disebut Maulana Jati atau Syekh Jati sebutan lainnya. Syarif Hidayat atau Sayid Kamil.Itulah sebabnya Sayid Kamil (Syarif Hidayat) pergi ke Ampel. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman. dapat bertemu dengan uwanya. Kunjungannya ke Cirebon. Adapun 116 | S e j a r a h K e r a j a a n . Masing–masing diberi pekerjaan (berkewajiban) mengajarkan agama Rasul (Islam) kepada penduduk desa-desa yang menganut agama Syiwa–Budha. sebagai pengganti Syekh Datuk Kahfi. bersama Dipati Keling dan anak–buahnya. ketika ditemui oleh anak adiknya (suwannya) itu. sangat gembira. ditempatkan di Giri Sembung Amparan Jati (Gunung Jati). Syarif Hidayat berjodoh dengan kakak sepupunya. menetap di Pakungwati Cirebon. Pada waktu itu para Wali semuanya ada di sana. sembung syariph hidayat si nebut maulana jati / syeh jati ngaran ira waneh // tumuluy magawe pondok riknng// datan lawas pantara ning janmapada akweh ikang maguru ring sayid kamil / hana pwa syariph hidayat ya to sayid al kamil kang tumuli makanama susuhunan jati / sunan carbon ngaran ira waneh // sangang warsa ri huwusnya sira tamolah ing Jawa dwipa // Terjemahan: Di Giri Sembung. Nyai Mas Pakungwati. untuk menemui uwanya (kakak ibunya). Syarif Hidayat atau Sayid Kamil. Selanjutnya. Selanjutnya mengelola (magawe) pesantren itu.

Sembilan tahun sudah ia berada di Pulau Jawa . mempunyai penilaian tersendiri kepada Syarif Hidayat. dengan gelar Susuhunan Jati. .Syarif Hidayat. dan semua memberikan dukungan.. ..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .. para Wali Sanga (di Jawa Timur) menyambut gembira. sebagai Tumenggung Kerajaan Cirebon.//sya_ riph hidayat rinatwaken to sira dumadi ratu carbon de ning uwa nira pangeran cakrc bhuana pinaka tumenggung tunggaling rajya carbon lawan na masyidam susuhunan jati // Terjemahan: Syarif Hidayat dilantik menjadi Raja Cirebon oleh uwanya Pangeran Cakrabuana. yaitu Sayid Al Kamil. menyerukan pujian atas penobatannya. kepada suwan yang sekaligus menantunya... Syarif Hidayat.. untuk meng Islanrkan (penghuni) Pulau Jawa.... Demi untuk kepentingan penyebaran Islam. Sang Tumenggung Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman.... Sang Tumenggung mewariskan tahtanya. 117 | S e j a r a h K e r a j a a n . kemudian lebih dikenal dengan sebutan Susuhunan Jati atau Sunan Cirebon nama lainnya.// rasi– ka dumadi ratu mahardhika hanging pajajaran aisyanya ri sunda i bhumi Jawa kulwan / sakamatyan ika para kama stwing ikang sangan manungsung sukha mwang mangastungkara ring Pabhiseka n ira ika / yadyapi maka behan ira / sang pinakadi slam hanging Jawa dwipa / Terjemahannya: Dia menjadi raja mahardika (memerdekakan diri) dari naungan Sunda Pajajaran di bumi Jawa Barat. Pada waktu itu.

Syarif Hidayat. lama tidak kembali ke Pakuan. bahwa: 1. dan 3. dilakukan oleh para Wali dari Jawa Timur. Sri Baduga Maharaja segera mempersiapkan angkatan perang besar Kerajaan Sunda Pajajaran. Untuk mengukuhkan penobatan Susuhunan Jati. Penobatan awal Syarif Hidayat. untuk menertibkan dan mengatasi keadaan di Cirebon. Karena tanpa persetujuan pemerintahan pusat (Pakuan Pajajaran). atas pernikahannya dengan Pakungwati. adalah menantu Walangsungsang. mengadakan syukuran di Paseban Keraton Pakungwati. yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. akhirnya masuk agama Islam. disertai armada laut dan balatentara Kesultanan Demak.Semua pemimpin masyarakat desa di Cirebon sangatlah suka-cita. Ketika Tumenggung Jagabaya beserta pasukan pengawalnya tiba di Cirebon. 118 | S e j a r a h K e r a j a a n . atas kehendak Pangeran Cakrabuana. niatnya untuk menyerang Pakungwati Cirebon. Syarif Hidayat. Ki Purwagalih mengingatkan kepada Prabu Siliwangi. Karena Tumenggung Jagabaya serta pasukan pengawalnya. Akan tetapi. Pejabat penguasa daerah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tumenggung Jagabaya dan pasukan pengawalnya. mereka disergap di Gunung Sembung oleh pasukan gabungan Cirebon– Demak yang dipimpin oleh Senapati Demak Fadhillah Khan. Sri Baduga Maharaja mengutus Tumenggung Jagabaya bersama pasukan pengawalnya. pesta meriah. puteranya sendiri. Terjemahannya: Kemudian Wali Sanga menganugerahi gelar kekuasaan kepada Susuhunan Jati menjadi Panetep Panatagarna rat Sunda i Bhurni Jawa Kulwan (Panetep Panatagama kawasan Sunda di Bumi Jawa Barat) berkedudukan di negeri Cirebon. 2. adalah cucunya sendiri dari Larasantang. dapat dicegah oleh penasihatnya Ki Purwagalih. Mereka hadir di Keraton Pakungwati Cirebon. ateher kamasturing ikang sangan manganugrahani ring susuhunan jati kakawasan dumadi panetep panatagama rat sunda i bhumi Jawa kulwan ikang tamalah ing kitha carbon. yang dihadiri pula oleh Raden Patah sebagai Sultan Demak.

KESULTANAN SURASOWAN BANTEN A. dan kembali bersama pengantinnya ke Banten (Djajadiningrat. karena mengikuti sebutan Panembahan di depannya. sebutan Sorasowan. adalah gelar untuk Maulana Hasanuddin: Hasanuddin. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat juga membahas Surasowan sebagai kata benda. tetap berfungsi sebagai kata keterangan benda. antara lain: Maulana Hasanoeddin di Demak dirajakan sekali lagi disaksikan oleh Pangeran–Pangeran karena penerima kasih semoeanja mendapat gelaran Panembahan Ratoe Soerasoan. SABAKINGKIN ALIAS HASANUDDIN Dalam disertasi Sadjarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a ."Betapa tidak terpujinya. Soerasoan berarti Radja jang berani (Achrnad. dikemukakan oleh Tubagus Haji Achmad (1935).1983: 35). terkesan Surasowan di sana.1935: 60–61). Dalam sebuah prasasti tembaga berhuruf Arab yang dikeluarkan oleh Sultan Abdul Nazar (1671–1687). Walaupun Sorasowan digunakan untuk nama gelar. menunjukkan kata benda atau keterangan tempat. Soan atau Sadji artinja Radja. Saleh Danasasmita (1984). I. dinobatkan menjadi raja dengan gelar Panembahan Sorasowan. Hal yang hampir sama. atas usul orang tuanya. Sang Kakek memerangi cucunya." itulah yang dinasihatkan oleh Ki Purwagalih kepada Sri Baduga Maharaja. Sorasowan atau Soerasowan (Surasowan). nama resmi yang 119 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam buku Pakern Banten. bagi kata yang ada di depannya. antara lain: Salah satu penerus kekuasaan setelah Pajajaran burak ialah kerajaan Surasowan di Banten. Soera artinja berani.

1984:44). Juga istana di Jayakarta kemudian mempunyai nama Surakarta. Sorasowan dan Surasowan sebagai nama sebutan gelar. Pada akhirnya berubah sebutan lagi. Dalam kajian filologi Carita Parahiyangan sarga 3. atau Surasowan sebagai nama sebutan negeri. Atja & Edi S.digunakan adalah Negeri Surasowan. Surasowan dan Surosowan. Pakungwati sebagai nama kesultanan. 120 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ekadjati (1989) mengungkapkan sebagai berikut: Dalam pernikahan Dewi Mayang Sunda dengan Sri Baduga Ratudewata. Berdasarkan gejala itu. pendiri kerajaan Islam di Cirebon. puterinya Pangeran Cakrabuana. Pakungwati adalah nama orang. terjadi pula pada sebutan kerajaan Islam di Cirebon. yang dibangun di Dukuh Cirebon. 2. menjadi bupati Banten Pasisir. atau Surosowan? Hal tersebut. Surasowan adalah nama keraton Banten yang dibangun oleh Panembahan Hasanudin.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . teknis penulisannya tetap lama: Pakungwati. Pakungwati sebagai nama keraton. Agar tidak terjadi kesalah–pahaman dalam teknis penulisan: Sorasowan. Ten Dam (1957) pernah menyatakan bahwa predikat "Sara" merupakan nama "resmi" keraton keraton Sunda (Danasasmita. menjadi sebutan negeri atau negata: Kesultanan Pakungwati Cirebon.1989:144 dan 153). (Atja & Ekadjati. semua itu menarik untuk dikaji. Pakungwati sebagai nama orang. dua orang di antaranya: 1. Karya Tim Pimpinan Pangeran Wangsakerta. Kemudian digunakan sebagai nama keraton. bahkan ada pula yang menulisnya dengan Surosowan. berputera beberapa orang. Pada mulanya. menjadi Kesultanan Cirebon. Dari nama keraton itu tampak bahwa secara tradisional ia mengikuti kebiasaan para raja pendahulunya. menjadi Keraton Pakungwati. Selanjumya berkembang. Mana sebutan yang paling tepat: Sorasowan. Kita ketahui bahwa nama keraton di Kawali adalah Surawisesa dan keraton induk di Pakuan diberi nama Suradipati. sudah tentu harus dicari pembandingnya. Prabu Surawisesa. Surasowan. Sang Surasowan.

Sang Arya Surajaya. antara lain ialah. Sebagaimana yang dikemukakan dalarn naskah Pustaka Pararatwan i Bhumijawadwipa parwa I sarga 4 halaman 34.Dari kutipan tersebut di atas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Prabu Sanghiyang Surawisesa dan Sang Surasowan. Sang Surasowan mempunyai dua orang putera. Jadi dari puteri Kentring Manik Mayang Sunda (puterinya Prabu Susuktunggal). dan mampu mendirikan keraton yang memadai. Sri Baduga Maharaja mempunyai dua putera. dan 2. Sebagai putera Sri Baduga Maharaja. Nyai Kawunganten. Di sana Ali Raktmratullah mengajarkan agama Rasul (Islam) 121 | S e j a r a h K e r a j a a n . satuluynya ali rakmatullah umareng Jawa dwipa mandeg sawatareng bantennagari // riking sang ali mawarawarahaknagarni rasul ring janrnapada // datan lawas pantara ning rasika lungha ring jawa wetan anjujug wwang pasanak ireng wilwatikta kedatwan / Terjemahannya: Selanjutnya Ali Rakhmatullah pindah ke Pulau Jawa . juga sebagai Adipati (raja daerah) di Banten Pasisir. pada masa pemerintahan Sang Surasowan di Banten Pasisir. teka–teki tentang sebutan Surasowan yang sering dikemukakan. singgah sebentar di Negeri Banten. 1. Sang Surasowan berkuasa atas pelabuhan perdagangan laut. Islam sudah mulai bersemi. mulai menampakkan cercah–cercah sinar terang.

kepada penduduk. dalam waktu yang relatif singkat. Karena berkat binaan Sayid Rakhmat (Ali Rakhmatullah) dari Ampel Gading yang bergelar Susuhunan Ampel. Masyarakat Banten Pasisir banyak yang menjadi murid Ali Rakhmatullah. Dalam waktu yang relatif singkat. Sang Surasowan bertindak adil dan bijaksana terhadap pemeluk agama Islam. Di sana banyak penduduk yang sudah memeluk agama Islam. Kelak. tumuluy ring jaxuadunpa mandeg ing bantennagari// ngke janmapacda akweh ikang mekulagama rasul/ mapan pawarahmarahan ira sayid rakhmat sakeng ngampel ghading ya namasyidam susuhunan ampel juga wwang pasanak ira // Terjemahannya: Selanjutnya. Syarif Hidayat mendapat simpati dan dihormati 122 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagaimana buyut dan ayahnya (Sang Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dan Sri Baduga Maharaja). banyak mendapat simpati dari penduduk. Tidak berapa lama dia berangkat menuju ke Jawa Timur untuk menemui saudaranya di Keraton Majapahit. di kemudian hari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kerinduan masyarakat Banten Pasisir terhadap ajaran Islam. Apalagi setelah diketahui. Atas seijin Sang Surasowan. terobati dengan kehadiran Syarif Hidayat. yang terhitung masih saudaranya juga Sang Surasowan menyambut baik kehadiran Syarif Hidayat di negerinya. bahwa Syarif Hidayat itu putera Larasantang. Sepeninggal Ali Rakhmatullah. yang singgah di Negeri Banten sesudah singgah di Pasai (Sumatera). di Pulau Jawa singgah di negeri Banten. masih saudaranya juga. cucu Sri Baduga Maharaja. masyarakat Banten Pasisir masih tetap mengenang dan menghormati jasa Ali Rakhmatullah. dengan memberi gelar Tubagus Rakhmat. Islam yang diajarkan Ali Rakhmatullah.

pengetahuan penulis Babad Banten tentang silsilah Syarif Hidayat. 1472. lalu terus ke selatan. bahwa "seorang yang keramat" itu. ke Gunung Pulosari (Djajadiningrat. Sesunguhnya. para penulis Babad.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dari pernikahan Nyai Kawung Anten dengan Syarif Hidayat. puterinya Sang Surasowan. sangat terbatas. bayi laki–laki itu diberi nama Sabakingkin. Dalam Pakem Banten Tubagus Haji Achmad (1935). yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. Syarif Hidayat berjodoh dengan Nyai Kawung Anten. tiba di Banten Girang. Sang Surasowan mempunyai cucu laki–laki. untuk menyatakan bahwa orang tua Hasanuddin adalah "tokoh penting". Dari Mandarsah ia datang di Jawa . dan seorang laki-laki bernama Molana Hasanuddin. untuk meng–Islamkan daerah ini. Dengan anaknya yang laki–laki ia berangkat ke arah barat. Oleh Sang Surasowan. untuk meng-Islam–kan daerah ini. dari pada substansi historisnya. yaitu Pakungwati. dikemukakan antara lain sebagai berikut: Maka terseboetlah pada masa dahoeloe. la mempunyai dua orang anak. nampak ingin meriwayatkan orang tua Hasanuddin. 1983: 33). yaitu Pakungwati. seorang perempuan (yang tua). Sehingga sebutan "orang yang keramat" itulah yang muncul. legalitas Hasanuddul sebagai putera Syarif Hidayat. lebih mengutamakan bumbu daya pikat sastranya. Dalam Sajarah Banten Hoesein Djajadiningrat (1913). tahoen Belanda k. Oleh Syarif Hidayat. kemudian dijelaskan.oleh masyarakat Banten Pasisir. Maulana Machdoem Sarif Hidajatoellah. koerang lebih hidjrah Nabi 887. diberi nama Hasanuddin. Secara tersamar. dikisahkan sebagai berikut: Diceritakan sekarang tentang seorang yang keramat.l. Untuk mempererat kekerabatan. sudah banyak terkisahkan dalam naskah–naskah yang lebih muda. Hanya saja. dari Mandarsah ia datang di Jawa. penulis Babad Banten yang dibahas Hoesein Djajadiningrat. Kangdjeng 123 | S e j a r a h K e r a j a a n . tentang "orang tua" Hasanuddin. Tentang "seorang yang keramat. pada tahun 1478 Masehi. Akan tetapi. yang bapaknya berasal dari Yamani dan ibunya dari Banisrail. riwayat legalitas Sabakingkin (Hasanuddin) sebagai putera Syarif Hidayat.

akan bisa mentjapai maksoed hingga mendjadi Radja di Banten kelak sampai ketoeroen–toeroenannja (Achmad. yang hampir malah sudah musnah. Kg. untuk menonjolkan semangat penyebaran Islam di kemudian hari. yang berhasil dirangkum dan didokumentasikan oleh Yayasan Ujung Wahanten (1996). mengoetoes anakda Baginda Pangeran Hasanoeddin. para penulis Parimbon Banten. menggunakan sumber "Parimbon Banten. antara lain: Pada abad 15. menurut penyusunnya Tubagus Haji Achmad.Soenan Goenoeng Djati di Tjirebon. mengemukakan hal yang sama. pertama disoeroeh menjebarkan agama Islam.1953: 24). cukup menjelaskan posisi Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. pada kalimat selanjutnya. Banten dan Demak. Sang Ayah tinggal di Gunung Jati Cirebon yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. terjadi "plot less" (simpang siur) siapa yang mempunyai peranan penting. karena telah diketahoeinja bahwa Pangeran Hasanoeddin lajak dan pantas. Maulana Hasanudin di tantang mengadu kekuatan kesaktian oleh salah seorang sesepuh di Negri Banten yang bernama Pucuk Umun. di Tegal Papak Waringin Kurung Banten.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Maulana Hasanudin adalah putra pertama Seh Syarif Hidayatullah seorang ahli yang menurunkan raja–raja di Cirebon. Sedangkan. kedoea mena'loekkan radja-radja di Banten. soepaja datang ke negeri Banten. Hanya saja. Kg. Pakem Banten. karena dilalaikan oleh yang dipusakainya". Maulana Hasanudin berhasil menaklukan raja–raja Pajajaran dan Pakuan berserta rakyat dan pengikutnya. Berdasarkan kaol Cibeber. Berdasarkan kutipan tersebut di atas. maka Kg. kekerabatan Sang Surasowan dengan Syarif Hidayat. sangat gelap (peteng). disaat Kg. tidak terjangkau oleh pengetahuan para penulis babad. 124 | S e j a r a h K e r a j a a n . Maulana Hasanudin pertama kali masuk ke Negri Banten. "raja-raja Banten non Islam" selalu diperankan sebagai antagonis (peran lawan). dimana pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan. dalam proses meng-Islam–kan Banten. Sebagaimana umumnya penulis Babad Banten.

antara lain sebagai berikut: Pada kenyataannya sebelum Sulthan Maulana Hasanuddin ditugaskan oleh Ayahandanya Syarif Hidayatullah untuk mengembangkan Islam di Banten. Dilahirkan pada tahun 1479 di Cirebon dan wafat pada tahun 1570 di Banten. Leluhur mereka dalam jaman kerajaan.Ag. (2000). Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyang seperti itu. "pada waktu itu rakyat Negri Banten masih menganut agama kepercayaan Animisme dan masih di pimpin oleh Kerajaan Pajajaran dan Pakuan". dan Agama Sunda Wiwitan di "Baduy". Dengan adanya hal–hal semacam itu. 2000: i & 9). mengemukakan hal yang hampir sama. adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang.Mengenal Hasanuddin sebagai putera Syarif Hidayat. yang dewasa ini disebut Sasaka Domas. yang tidak masuk Islam mengungsi ke Parahiyangan (Cibeo/Kanekes Banten) (Rafiuddin. pada waktu itu masyarakat Banten yang dipimpin oleh Raja Saka Domas (Pucuk Umun) dibantu oleh Maha patihnya Ajar jong dan Ajar jo sebagal pemeluk Animisme. apa sesungguhnya agama orang Pajajaran itu. S. Maulana Hasanuddin. Hafidz Rafiuddin. pernyataan selanjutnya. mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan `Jati Sunda". Adanya acuan naskah kuna Sanghiyang Siksakandang Karesian. sulitlah bagi kita untuk menentukan. Tuduhan terhadap Pajajaran menganut "agama kepercayaan Anirnisme". sudah cukup memberikan gambaran agama orang Sunda Pajajaran. patut dicermati. tidak mendasar. 125 | S e j a r a h K e r a j a a n . Pada 1525 Maulana Hasanuddin mengIslarnkan Banten Utara secara berangsur–angsur. sudah tidak diragukan lagi. Dalam Riwayat Kesultanan Banten Th. Tuduhan Animisme. Carita Parahiyangan. yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyang". Kerajaan Pajajaran serta Pakuan–nya. seharusnya dialamatkan kepada Manusia Purba. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda". jauh sebelum Kerajaan Sunda Pajajaran berdiri. Akan tetapi. kembali disudutkan ke dalam peran antagonis. Amanat Dari Galunggung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

masih dipuja dan dikeramatkan. Di depan undakan batu ini terdapat lahan datar dan di sini pula terdapat sebuah menhir yang ditunjang batu-batu berukuran kecil. Dalam kompleks tersebut dijumpai batu berbentuk segi lima.. dua orang di antaranya: (1) Dipati Suranggana. Menurut kepercayaan orang Baduy. dalam Carita Parahiyangan sarga 3. Sri Baduga Maharaja berputera beberapa orang. Monumen–monumennya berupa bangunan batu berundak lima tingkat. orang panamping ("Baduy Luar) merupakan keturunan "Kaum Sangga". Bangunan megalit Kosala dan Arca Domas memperlihatkan adanya hubungan dengan orang–orang Baduy yang kini hidup mengisolir diri di daerah Banten Selatan. antara lain sebagai berikut: Dari isteri kedua.1984: 41). menjadi ratu wilayah Wahanten Girang.Orang Tangtu ("Baduy dalam") adalah keturunan "Para Wiku". Peninggalan megalit Lebak Sibedug berupa bangunan berundak empat. Atja dan Edi S. yang berarti benda–benda arkeologi/megalit yang masih berada dalam konteks sistem perilaku pendukungnya (Michrob. Bangunan berundak di Kosala. dan pada setiap undak terdapat menhir (Soejono et al. dan kepadanya pula roh–roh tersebut kembali. Mereka bertugas.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dia kemudian memeluk agama Islam. Arca Domas dan Lebak Sibedug tersebut. menhir ini merupakan lambang dari Batara Tunggal sang pencipta roh. dan berganti nama menjadi Ki Bagus 126 | S e j a r a h K e r a j a a n . Arca Domas memiliki 13 undakan batu. dan salah satu tangannya mengacungkan ibujari. 1984: 219). Kedua tangan arca ini digambarkan dilipat ke depan. Di situs ini pula terdapat arca kecil melukiskan tokoh yang duduk bersila. dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun. Kembali kepada proses Islamisasi di Banten. ditemukan dekat bangunan berundak. dan karenanya bangunan– bangunan megalit di Banten Selatan ini termasuk kategori living megalithic culture. dan undak paling atas didirikan sebuah menhir berukuran besar. di bagian bawah yang tertanam dalam tanah terdapat sejumlah batu bulat bergaris tengah antara 10-15 cm. yang seluruhnya setinggi 6 meter.1993: 27). Jauh sejak masa sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. melakukan "Tapa di Mandala". Ekadjati mengemukakan riwayat selanjutnya.

karena Wahanten Pasisir sudah menjadi "pelabuhan internasional". Mecermati fakta seperti itu.Molana. dapat dimaklumi. sudah merupakan petunjuk tersendiri. pembesar Pajajaran kedua yang memeluk agama Islam. menyebut "Wahanten" dengan "Bantam". dan bermuara di Banten Pasisir. menjadi adipati Pakuan (Atja & Ekadjati. membelah kota Serang. sebagai penganut agama Rasul Muhammad. setelah Pangeran Cakrabuana (Cirebon). menantu. penamaan "Wahanten" Girang 127 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dari kutipan tersebut di atas. baik oleh orang Cina.1989 :144). nampak sekali tidak ada istilah "pemaksaan". maksudnya itu–itu juga. "dipaksa". Portugis pun melakukan hal yang sama. Akan tetapi. Hal tersebut mengingatkan kembali kepada berita Cina (1430 Masehi). sebagaimana yang sering diungkapkan oleh para penulis Babad maupun "penulis sejarah" Banten masa kini. dari hulu Gunung Karang Pandeglang. Secara lingual. apapun bahasanya (Guillot. Bahwa. sebutan wahanten menjadi banten. anak. muncul untuk pertama kali dalam sumber tulisan. berkelok melalui wilayah Banten Girang. serta hamba sahayanya. sebutan "wantan" dalam lafal Cina. Ekadjati. Sungai yang mengalir sepanjang kurang–lebih 30 kilometer. para penafsir sejarah tidak usah dipusingkan untuk mencari-cari dan mengada–ada Banten melalui bahasa kirata (dikira–kira. bunyinya hampir sama dengan "bantam" dalam lafal Portugis. tapi nyata). maupun oleh orang Arab pada awal abad ke–16. memang ada perbedaan antara sebutan Banten Pasisir dengan Wahanten Girang. hanya pelafalan yang berbeda. diketemukan dua sebutan: "Banten Pasisir" dan "Wahanten Girang". Anak menantu dan hamba sahayanya. Hendaknya digarisbawahi. "takluk" atau "ditaklukkan". Dipati Suranggana alias Ki Bagus Molana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . menjadi pemeluk agama Islam. tentang Kerajaan Sunda dan Bantennya. Dari bahasan Atja & Edi S. dengan ikhlas "beralih agama". Dialah putera Sri Baduga Maharaja. Boleh jadi. Jika terdapat perubahan lafal.1996:119). (2) Tumenggung Jayamanggala. bahwa "Banten dinamakan Sunda selama empat abad berturut–turut. bahwa dalam naskah inilah (berita Cina) nama tempat "Banten" (wan–tan).

Pangeran Bratakelana dengan Ratu 128 | S e j a r a h K e r a j a a n . Syekh Maulana Hasanuddin menikah dengan puteri raja Indrapura. terdapat dua negeri Wahanten. Sebab. Adipati Arya Surajaya. Wahanten Girang dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja. Oleh karena itu. lahir pertama Ratu Winahon. kedua–duanya sejaman. sudah tidak tepat lagi. Wahanten Pasisir dipegang oleh putera Sri Baduga Maharaja lainnya. antara Kesultanan Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Demak. Pada masa pemerintahan Sang Arya Surajaya di Wahanten Pasisir. Sang Adipati Surangggana. diberi nama Yusuf. Kembali kepada tokoh Sang Surasowan. Ketenaran nama Syekh Maulana Hasanuddin. Di masa Kerajaan Sunda (Pajajaran). di Kesultanan Pakungwati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Syekh Maulana Hasanuddin berjodoh dengan Ratu Ayu Kirana (Ratu Mas Purnamasidi). tentunya berdasarkan nama sungai "Ciwahanten" yang mengalir melaluinya. tahtanya diwariskan kepada puteranya. Ketika Sang Surasowan wafat. mertua Syekh Syarif Hidayat. menjadi tidak harmonis lagi. dalam kajian ilmiah. Sang Arya Surajaya. Untuk jaringan politik. Oleh karena itu. kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta). kakeknya Pangeran Sabakingkin atau Maulana Hasanuddin. ayahanda Nyai Kawung Anten. Sabakingkin atau Hasanuddin. yang menjadi anak angkat Ratu Kalinyamat dari Japara. Sehingga. dalam usia terhitung masih muda. Pangeran Arya (Pangeran Japara). Syarif Hidayat sudah menjadi penguasa kedua. Gambaran semakin jelas. Sang Adipati Surasowan.dan "Wahanten" Pasisir. Pasangan Pakungwati–Demak lainnya yang dijodohkan: Pangeran Jayakelana dengan Ratu Pembayun. telah mengalahkan kharisma uwanya. Ketika menjadi penyiar agama Islam di Wahanten Pasisir. serta memperoleh putera laki–laki. Pada waktu itu. antara Wahanten Girang dan Wahanten Pasisir. lebih dikenal dengan sebutan Syekh Maulana Hasanuddin. perbedaan anggapan "Banten Lama" untuk Banten Girang. Dari perkawinannya. dan "Banten Baru" untuk Banten Pasisir. menjadi Guru Agama Islam di Wahanten Pasisir. puteri sulung Raden Patah. hubungan kekerabatan dengan uwanya itu. menjadi penerus ayahnya. Putera kedua. Pangeran Sabakingkin.

Beberapa orang Raja daerah yang kalah perang. Kyai Wudhubasuraga. Itulah sebabnya. menyerang kerajaan-kerajaan daerah yang dianggap tidak setia lagi kepada Pakuan. Adapun kesatuan pasukan bersenjata Pakuan Pajajaran. telah menaklukkan 16 Ratu dan Adipati bawahannya. 129 | S e j a r a h K e r a j a a n .Nyawa (Ratu Ayu Wulan). dipimpin langsung oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Ratu Sunda Kalapa Dalam (Kalapa Kulon). Sedangkan raja–raja daerah yang diperanginya. adalah: 1. meminta perlindungan kepada Kesultanan Pakungwati Cirebon. Nyai Ngajirasa. 2. juga dibantu oleh pasukan armada tempur Demak. Ratu–Ratu wilayah dapat dikalahkan. B. semua pejabat serta kesatuan bersenjata yang ditawan. yang setia kepada Prabhu Sanghiyang Surawisesa. Karena Pakungwati. dibebaskan oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. WAHANTEN BANGKIT Pada permulaan tahun 1444 Saka (1522 Masehi). memiliki kesatuan pasukan bersenjata yang lengkap. Adapun raja–raja daerah (Ratu) dan adipati (Bupati). karena pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran sangat besar. Nyai Aryya Baroh (Puteri Sariyah). Ratu Ancol. dan persenjataannya pun tidak lengkap. yang dikalahkan oleh kesatuan pasukan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. Raja Daerah Tanjung 3. Raja Daerah Simpang. Sang Aryya Suraprasa. Adhipati Suranggana. pasukan bersenjata Kerajaan Sunda Pajajaran yang sangat kuat. dan Ratu Ayu dengan Pangeran Sabrang Lor (Adipati Yunus Abdul Kadir). dengan janji akan setia dan berbakti kepada Kerajaan Sunda Pajajaran. Serangan pasukan Kerajaan Sunda Pajajaran. Mereka dapat ditaklukkan. Raja Daerah Wahanten Girang. terdiri dari pasukan gabungan dari raja daerah. 5. dan pasukan yang tersisa melarikan diri. 4. kekuatannya tidak seberapa. tidak berani menyerang Kesultanan Pakungwati Cirebon.

untuk memata-matai Sunda Kalapa dan Wahanten Pasisir. Sang Aryya Wuludada. Pada saat itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tersumbat. Sekaligus 130 | S e j a r a h K e r a j a a n . Raja Daerah Gunung Banjar. Sultan Demak memerintahkan adik iparnya. berambisi merebut wilayah pantai utara Kerajaan Sunda. akan menyerang Pakungwati Cirebon. Raja Daerah Saung Agung Aryya Sukara. Raja Daerah Pager Wesi. 8. jalur perdagangan perairan Selat Sunda dan perairan Selat Malaka. 14. untuk memberi bantuan kepada Prabu Sanghiyang Surawisesa. tiba di Banten menyamar sebagai pedagang. 9. Fadhillah Khan bersama pengiringnya. guna meminta bantuan mengenai siasat untuk merebut Wahanten Pasisir. 10. sambil menjajakan bermacam–macam barang. Raja Daerah Rumbut. kesatuan angkatan bersenjata Prabu Sanghiyang Surawisesa. dikuasai oleh Kerajaan Sunda Pajajaran dan Portugis. 7. menyusup berkehling kota. Pradharmaya. Kekhawatiran Sultan Demak. Sang Adhipati Patala. Karena sudah tersiar berita. Sebagairnana yang diamanatkm oleh Sultan Demak. Ratu Hyang Banaspati. Singgah di Pakungwati Cirebon. desa.6. Raja Daerah Gunung Ageng. Aryya Pulunggana. 13. Aryya Senapati Bhimajaya. kembah ke Demak. Tak lama kemudian. Raja Daerah Gunung Batur. Susuhunan Jati. Raja Daerah Pagawok. Raja Daerah Muntur. Sang Aryya Wirasakti. 15. Tumenggung Linggageni. Raja Daerah Medang Kahiyangan. Fadhillah Khan terlebih dahulu menemui Syekh Maulana Hasanuddin. Oleh sebab itulah. bahwa tidak lama lagi. bandar. Sang Prabhu Walahar. Raja Daerah Padang Prabhu Yasanagara. 12. jalur perdagangan Demak di wilayah barat. Beberapa bulan kemudian. 11. barulah Fadhivah Khan bersama pengiringnya. Jelas. aneka macam perhiasan dan yang lainnya. Oleh karena itu. Panglima Fadhillah Khan bersama para pengiringnya. Panglima Bintoro alias Fadhillah Khan. memberitahukan hasil penyelidikannya kepada mertuanya. 16. Sultan Demak (Raden Patah). akan tiba armada tempur Portugis. Setelah bertemu dengan Syekh Maulana Hasanuddin. perdukuhan. Raja Daerah Hanum.

Akan tetapi. Ketika Syekh Maulana Hasanuddin sedang berada di Wahanten Pasisir menerima "berita rahasia" dari kurir ayahnya. Pangeran Sabrang Lor. barulah Panglima Fadhillah Khan. untuk menyerang wilayah daerahdaerah tertentu di pantai utara Kerajaan Sunda Pajajaran. bergerak menuju perairan Wahanten Pasisir. Adipati Sang Arya Surajaya. dalam pertempuran dengan Portugis di perairan Selat Malaka. pasukan gabungan Pakungwati–Demak.967 tentara. Adipati Arya Surajaya sangat cemas. sebagai "gerakan pendahuluan". bahwa Fadhillah Khan berasal dari negeri Pasai di Sumatera sebelah utara. Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin. tibalah serangan mendadak. Ketika Sang Adipati Arya Surajaya dengan pasukan Wahanten Pasisir disibukkan oleh "pasukan gerilyawan". ditugaskan untuk merebut wilayah Wahanten (Banten) Pasisir. mengerahkan "pasukan gerilya" yang sudah dipersiapkan secara diam–liam. untuk menumpas huru–hara tersebut. secepat kilat telah membinasakan pasukan Adipati Arya Surajaya. Sang 131 | S e j a r a h K e r a j a a n . di berbagai tempat di wilayah Wahanten Pasisir. bahwa pasukan gabungan Pakungwati–Demak yang dipimpin oleh Panglima Fadhillah Khan. Secara diarn–diam. adalah putera mahkota Demak. Setelah itu. Akhirnya. terdiri dari 1. Pihak penyerang sudah tidak bisa dibendung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . didampingi oleh Adipaf Keling dan Adipati Cangkuang. Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syanf Hidayat memberitakan. sedang dalam pelayaran. Pada tahun 1448 Saka (1526 Masehi). sempat dibinasakan. kembali ke Demak. janda Pangeran Sabrang Lor. Kekuatan pasukan gabungan. Serangan dahsyat. dibantu pasukan simpatisan dari berbagai daerah. la gugur pada usia muda. Dia memperisteri puteri Susuhunan Jati. Sebagaimana yang telah dikemukakan.menyampaikan kehendak Sultan Demak. "pasukan gerilya" Maulana Hasanuddin. Ratu Ayu. dipimpin langsung oleh Panglima Besar Fadhillah Khan. yang bergelar Adhipati Yunus Abdul Kadir (Dipati Unus). Kemudian mengadakan gerilya. mengerahkan pasukan Wahanten Pasisir. dan berhasil menduduki Keraton Wahanten Pasisir. Korban di pihaknya sudah tidak terhitung. pasukan gabungan angkatan bersenjata Pakungwati–Demak. beberapa orang pasukan Wahanten Pasisir. Sebelum armada laut gabungan Pakungwati–Demak tiba. lebih siap untuk bertempur.

dengan ditemukannya penafsiran arsitektur dan batu–batu nisan yang memiliki pertanggalan yang lama abad ke–16 (Ambary. Sesuai rencana. sesungguhnya. Panglima Fadhillah Khan menobatkan Pangeran Sabakingkin atau Syekh Maulana Hasanuddin menjadi Adipati Wahanten Pasisir (Bupati Banten Pasisir).Adipati Surajaya dan keluarganya. masih kakeknya Syekh Maulana Hasanuddin. Di balik peristiwa itu.Setelah takluknya penguasa Hindu–Budha Prabu Pucuk Umun di Banten Girang kepada Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 Surosowan (Banten Lama) segera menjadi pusat pemerintahan Banten".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Kemudian. pusat pemerintahan Banten. Sang Adipati Arya Suranggana yang bergelar Ki Bagus Molana.1993: 68). Sang Adipati Suranggana alias Ki Bagus Molana. bergegas menuju Pakuan (Bogor). Kemungkinan. pernah merasa sakit hati oleh Prabu Sanghiyang Surawisesa. menyelamatkan diri. Sebab. sebenarnya tidak perlu menyudutkan "penguasa Hindu–Budha Prabu Pucuk Umun". yang tadinya berada di pedalaman yakni di Banten Girang dipindahkan ke dekat pelabuhan Banten (Michrob. "pasukan gerilya" Syekh Maulana Hasanuddin. yang dimaksud oleh Museum Peninggalan Sejarah dan Purbakala Banten Lama di Serang. bahwa pada tanggal 1 Muharram 933 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 Masehi. Sangat masuk akal. Juga tidak sesuai dengan kronik–kAonik yang berkembang di Banten. memerintah Wahanten Pasisir hanya 7 tahun. yang pernah menyerang Wahanten Girang pada tahun 1522 Masehi. dalam usia 48 tahun. tidak sesuai dengan kajian arkeologi. serta sebagian pembesar kerajaan Wahanten Pasisir yang masih hidup. penguasa Wahanten Girang. Secara kekerabatan. Untuk mengangkat kebesaran Maulana Hasanuddin. setelah Wahanten Pasisir berhasil direbut. dalam tutisan besar pada dinding ruang depannya: ". 132 | S e j a r a h K e r a j a a n . atas nama Susuhunan Jati Cirebon penguasa Kesultanan Pakungwati Cirebon. mendapat bantuan pasukan Kerajaan Wahanten Girang. Karena hal ini. Sang Adipati Arya Suranggana atau bergelar Ki Bagus Molana. Adipati Wahanten Pasisir inilah. telah lebih dahulu masuk agama Islam.1988: 8). Sang Adipati Arya Surajaya. menerobos hutan lebat. dari tahun 1441 Saka (1519 Masehi) hingga tahun 1448 (1526 Masehi). sebelum dapat dibuktikan kebenarannya.

Hoesein Djajadiningrat (1913) secara kritis. Berdasarkan kutipan tersebut. Jongjo menerima hadiahnya dari tangan panembahan. oleh pernyataan. Sang Adipati Arya Suranggana atau Ki Bagus Molana. Tradisi yang kemudian telah menceraikan nama itu dan menyebut berturut–turut sebagai Ki Jong dan Ki Jo (Djajadiningrat. meragukan keberadaan tokoh Ki Jong dan Ki Jo. yang bergelar Ki Bagus Molana. maka Molana Yusuplah. yaitu Hasanudin. anak Hasanuddin. mengemukakan usulnya kepada panembahan. anggapan "Mas Jong dan Agus Jo sebagai orang Banten pertama yang masuk Islam". 133 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akan memerdekakannya! Keanehan ini tidak dilenyapkan. makaYusuplah lagi – dalam kedua redaksi termuda disebut hanya dengan Molana dalam redaksi tertua dengan namanya – yang menjanjikan kepada Ki Jongjo hadiah yang diminta. yang dengan sukarela telah memeluk agama Islam dan menyatukan diri dengan Hasanuddin. Maka bertanyalah kita apakah penulis kronik itu tidak mencampuradukkan dua kisah: suatu kisah yang lebih tua yang benar tentang direbutnya Pakuwan di masa pemerintahan dan oleh Molana Yusup. "terhapus" oleh mitos "Mas Jong" dan “Agus Jo”. bahwa setelah selesainya ekspedisi. masyarakat disilapkan oleh dua makam keramat "Mas Jong" dan "Agus Jo". Perhatikanlah baik–baik: di hadapan ayahanda beliau seorang anak menjanjikan kepada seorang yang diperhamba ayahanda beliau.1983: 34). dengan hadirnya Sang Adipati Arya Suranggana. kemudian berkembang menjadi dua orang. yang tentangnya kita di sini dan di dalam sangkala mempunyai peninggalan–peninggalannya.Kemungkinan besar. dalam panggung sejarah Banten yang sesungguhnya. antara lain: Apabila Ki Jongjo. sulit dibenarkan. antara lain sebagai berikut: Jongjo rupanya nama seorang dari kedua ponggawa itu karena selanjutnya nama itu digunakan sebagai nama seorang saja. rupanya telah terjadi manipulasi. yang meminta kepadanya keterangan– keterangan selanjutnya. setelah wafat dimakamkan di Tempat Suci situs Banten Girang. di komplek makam Tempat Suci itu. bahkan tidak dilemahkan. Akan tetapi. Selanjutnya Hoesein Djajadiningrat membahasnya. seorang dari Pakuwan. Sehingga makam Ki Bagus Molana sulit untuk dilacak. dari seorang tokoh. Sayangnya.

seorang Adipati (Bupati) Wahanten Girang. dan memperoleh gelar Panembahan. yang memandang Hasanuddin sebagai penyiar Islam di Banten dan sebagai raja Islam yang pertama di sana. perlu kiranya diteliti lebih lanjut. tokoh Ki Jong dan Ki Jo (atau Ki Jongjo saja) itu benarbenar pernah ada. Jika Ki Jong dan Ki Jo "orang penting" dari Sunda Pajajaran. Seandainya. Kembali ke Wahanten Girang. oleh penulis Babad disudutkan dalam posisi "kambing hitam". seharusnya. Terkesan tokoh Ki Jong dan Ki Jo.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . akhirnya Wahanten Girang bergabung dengan Wahanten Pasisir. sependek nama Jong dan Jo. Oleh karena itu. tidak pernah ditemukan motif nama yang pendek. Setelah makamnya dikeramatkan. berkuasa atas dua wilayah kerajaan: Wahanten Pasisir dan Wahanten Girang. Ki Jong dan Ki Jo itu kakak beradik. mereka tidak akan dimakamkan di "Banten Girang". Pengertian panembahan. di depan namanya menggunakan gelar "Rakeyan". Dengan demikian. kenapa harus memakai gelar Jawa isme? Kenapa gelarnya berbeda? Siapa tahu. sebagai penakluk Banten Girang dan Pakuwan (Djajadiningrat.1983:149–150). Kropak 410 Carita Ratu Pakuan.yang memberikan kenyataan itu kepada Hasanuddin. makam kerainat "Mas Jong" dan "Agus Jo" di situs Banten Girang. Pangeran Sabakingkin Adipati Syekh Maulana Hasanuddin. Konon menurut dongeng. gelar "Agus" itu. harus satu komplek dengan makam junjungannya (yang dipertuan): Panembahan Hasanuddin. adalah tokoh ulama besar Islam 134 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akhirnya Pangeran Sabakingkin dinobatkan kembali. dua tokoh tersebut diberi gelar Jawaisme "Mas" Jong dan "Agus" Jo. yang terlebih dahulu masuk Islam. sesungguhnya harus dialamatkan kepada "Ki Bagus" Molana. Kropak 408 Sewaka Darma. Mencermati naskah kuna Sunda Kropak 406 Carita Parahiyangan. putera Sri Baduga Maharaja. demi kebesaran Panembahan Hasanuddin. atau penulis itu sendirikah barangkali yang mengubah kisah asli itu menjadi kisah yang kemudian? Karena adalah dalam garis tradisi. Atas inisiatif Ki Bagus Molana. Setidaknya. untuk menggambarkan baginda sebagai orang yang menghancurkan kafir. sebagai patriot yang pernah berjasa kepada Kesultanan Surasowan. Kropak 632Amanat Dari Galunggung Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Pertanyaannya.

merangkap jadi penguasa. bahwa wilayah Sunda Kalapa. dan para pengiringnya. yaitu Nyai Arya Baroh.452 personal angkatan perang gabungan Pakungwati–Demak. Panembahan Hasanuddin mendirikan keraton yang indah dan megah. Sebagai catatan. Ia puteri Adipati Kranda. kakaknya Sang Arya Surakreta. Gelar itu. ditunjuk menjadi Adipati (Bupati) Sunda Kalapa (Jakarta). Nyai Arya Baroh bergelar Puteri Sariyah. lebih dikenal secara umum oleh masyarakat Muslim. Sang Arya Surakreta. saudagar kaya dari Perlak. menjadi penguasa "kadipatian" Sunda Kalapa. sebanyak 1. Beberapa bulan kemudian. keraton ia dirikan. Adipati Sunda Kalapa Sang Arya Sutakreta. berbaur dengan alur darah trap Sri Baduga Maharaja. terletak di jantung wilayah Wahanten Pasisir. Untuk mengenang kakeknya yang tercinta. Permaisuri. beralur darah trah Rasul Muhammad. menyelamatkan diri ke ibukota Pakuan Pajajaran. dengan sebutan Sultan. setelah memeluk agama Islam. Dalam pertempuran itu. Mereka tidak mengetahui. akhirnya berkembang menjadi sebutan wilayah kekuasaan. Setelah Sunda Kalapa dikuasai pasukan gabungan Pakungwati–Demak. akhirnya berhasil mendirikan monumen Islam yang kokoh di Bumi Wahanten. dari tahun 1443 Saka (1521 Masehi) hingga tahun 1449 Saka (1527 Masehi). menyerang Sunda Kalapa (Jakarta). oleh Susuhunan. nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . diperisteri oleh Kyai Arya Baroh. Sisa yang masih hidup. menjadi pemeluk setia agama Rasul Muhammad. Sebagian besar penduduknya. Sebutan Surasowan sebagai nama keraton. Seorang Panembahan kelahiran Wahanten (Banten). armada Portugis berangkat dari negeri Pasai. Selanjutnya. diberi nama Keraton Surasowan. pecahlah pertempuran antara pasukan armada Portugis 135 | S e j a r a h K e r a j a a n . melalui ketawakalan dan perjuangan yang berat. Panglima Fadhillah Khan. sudah diduduki oleh pasukan gabungan Pakungwati– Demak. tiba di perairan Sunda Kalapa. Kemudian. Raja Daerah Kalapa Pasisir (Sunda Kalapa). tewas binasa.yang sangat dihormati. Untuk memperkuat posisi pemerintahannya. yang dibuat oleh Sultan Haji atau Sultan Abdul Nasr (1683– 1687). Nyai Arya Baroh. Sejalan dengan isi prasasti tembaga berhurup Arab. adalah penguasa Sunda Kalapa Dalam (Kulon). Jati Cirebon. Setahun kemudian. hanya 6 tahun lamanya. di bawah komando Panglirna Fadhillah Khan.

Di belahan timur Kerajaan Sunda Pajajaran. sekaligus sebagai menantu Ratu Selawati. wilayah Pakungwati Cirebon. Prabu Jayaningrat. cucu Prabu Dewa Niskala. menjadi penguasa Kerajaan Galuh. pasukan bersenjata Kerajaan Galuh. Kalau tidak. jumlahnya banyak. akan digempur". Pada tahun 1450 Saka (1528 Masehi). Oleh karena itu. kembali mengirirnkan upeti ke ibukota Kerajaan Galuh. sehingga banyak tentaranya yang tewas. dihadang oleh pasukan Sang Suranggajaya. dipimpin langsung oleh Prabu Jayaningrat. membangkitkan amarah Prabu Jayaningrat. bagi kepentingan Kerajaan Galuh untuk mengembangkan diri. permintaan penguasa Kerajaan Galuh itu ditolak. oleh Susuhunan Jati Cirebon. Anggota pasukan yang tersisa. menyelamatkan diri. memanfaatkan situasi seperti itu. untuk datang dengan pasukannya ke Pakungwati Cirebon. diserahi tugas melindungi pondok pesantren. Oleh karena itu. yang tersebar di perbatasan Cirebon-Galuh. menggantikan posisi ayahnya. bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran. Penolakan Susuhunan Jati Cirebon. dan terlalu kuat untuk dihadapi 136 | S e j a r a h K e r a j a a n . adalah merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Galuh. adalah putera Ki Gedeng Luragung Jayaraksa. Akan tetapi. yang menjadi penguasa Kerajaan Galuh. Adipati Kuningan Sang Suranggajaya. seperti kebiasaan di masa silam. Berdasarkan riwayat hak waris. Akan tetapi pasukan Kerajaan Galuh. di Pelabuhan Sunda Kalapa. Susuhunan Jati Cirebon. Prabu Ningratwangi. pasukan penyerang dari Kerajaan Galuh. Serangan. Penguasa Kerajaan Galuh Prabu Jayaningrat. pada tahun 1501 Masehi. segera mengirimkan kabar kepada Fadhillah Khan. la. adalah putera Prabu Ningratwangi. akibat melemahnya pemerintahan pusat di Pakuan. kembali berlayar menuju perairan Selat Malaka. adalah adik Sri Baduga Maharaja. oleh Susuhunan Jati Cirebon. didampingi Adipati Rajagaluh Sang Arya Kiban. Armada Portugis dipukul mundur. yang isinya "Agar Pakungwati Cirebon. Prabu Jayaningrat. yang diangkat anak oleh Arya Kamuning (Bratawiyana).dengan pasukan gabungan Pakungwati–Demak. Prabu Jayaningrat segera mengirimkan surat kepada Susuhunan Jati Cirebon. terdesak dan menderita kekalahan. telah terjadi perubahan situasi politik. di dekat Bukit Gundul. bergerak menuju wilayah perbatasan Pakungwati Cirebon.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

yang mewakili Susuhunan Jati. pendiri Kesultanan Pakungwati Cirebon. 137 | S e j a r a h K e r a j a a n . pasukan Demak memiliki kelebihan tersendiri. Pasukan Kerajaan Galuh menyebutnya "panah yang berbunyi seperti guntur. berhasil direbut. Dalam pertempuran ini. permusuhan Pakungwati–Pajajaran dapat dihentikan. wilayah utara Kerajaan Galuh berada di bawah kekuasaan Kesultanan Pakungwati Cirebon. Mereka mengundurkan diri ke benteng pertahanan tetakhir di Talaga (Majalengka). berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. pendiri Kerajaan Islam pertama di Kerajaan Sunda. Demak. Hingga tahun 1453 Saka (1531 Masehi). Pangeran Pasarean diangkat oleh ayahnya (Susuhunan Jati). dilengkapi senjata meriam. mengeluarkan asap hitam. mengadakan perjanjian pada tanggal 14 paro terang bulan Asadha tahun 1453 Saka (29 Juni 1531 Masehi). terdesak. la. menjadi pembesar kerajaan. Bala bantuan pasukan gabungan Pakungwati–Demak-Kuningan tiba. Kebijakan itu dilakukan. Kerajaan Galuh yang didirikan oleh Prabu Wretikandayun pada tahun 612 Masehi itu. Pertempuran sengit itu terjadi di palagan bukit Gula Sagandu. sambil memuntahkan logam panas". beberapa wilayah bawahan Kerajaan Sunda Pajajaran lainnya. Pasukan Kerajaan Galuh terlesak.oleh pasukan Sang Suranggajaya. segera mengirimkan berita ke Pakungwati. Sejak itulah. Akhirnya Talaga. pasukan gabungan Pakungwati. dipimpin oleh "panglima perang senior" Sri Mangana Pangeran Cakrabuana. kehilangan tokoh penting yang disegani. melakukan "pembersihan" terhadap sisa–sisa pasukan Kerajaan Galuh yang bertahan di Talaga. dapat ditaklukkan. Setahun setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Galuh. dan Kuningan. memohon bala bantuan. sebagai Patih Pakungwati Cirebon. Segenap keluarga keraton Pakungwati Cirebon dilanda dukacita. dapat berperan penting dalam menghadapi Kerajaan Sunda Pajajaran. Pada saat itu. oleh pasukan Pakungwati Cirebon. Pada tahun 1452 Saka (1530 Masehi). Akan tetapi. Sri Mangana Pangeran Cakrabuana Haji Abdullah Iman wafat (1529 Masehi). agar Pangeran Pasarean.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . runtuh dalam pertempuran di Bukit Gundul. Kedua belah pihak menempuh jalan damai. Palimanan.

tidak kalah). janganlah putus. Pendeta sakti di Sumedang. tersirat dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. 2. Rasa hormat dan kekaguman itu. Prabu Sanghiyang Surawisesa membuat tanda peringatan (prasasti). Pada kesempatan itu. Berpuasa. Peristiwa tersebut. atuntunan tangan (kerjasama). Akan tetapi. C. Tidak saling menyerang. betapa merasa kecil dirinya jika dibandingkan dengan kebesaran ayahnya. la menjalankan kehidupan seperti Rajaresi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . kita Kedua belah pihak mengakui kedaulatan masing-masing. Sri Baduga Maharaja. Berdasarkan perjanjian Pakungwati–Pajajaran. dibuktikan dengan mengadakan upacara penyempurnaan sukma (sraddha) ayahnya. pemberani. Prabu Sanghiyang Surawisesa wafat. dengan kalimat yang sangat singkat: "kadiran. kasuran. ia merenungi hidupnya. sudah tidak lagi menghargai keagamaan. tanpa segorespun membubuhkan identitas dirinya. dianiaya. hanya meminum susu (lumaku ngarajaresy tapa pwah susu). menyepakati. putera Adipati Surakerta (Sunda Kalapa). Prabu Sanghiyang Surawisesa mempunyai kesempatan untuk membenahi situasi di dalam negerinya. Pendeta di Jayagiri. Perang lima belas kali. Pendeta di Ciranjang. adik Ratu Wiratala. Prabu Ratudewata. kuwanen. Prangrang lirnawelas kali henteu eleh" (perwira. pada tahun tanggal 7 paro gelap bulan Bhadrawada 1455 Saka (14 September 1533 Masehi). Prabu Ratudewata memperisteri Ratu Sanghiyang. Silih asih (saling menyayangi). mati ditenggelamkan ke dasar laut. 138 | S e j a r a h K e r a j a a n . KALIYUGA BUNGA PRALAYA Dua tahun kemudian (1535 Masehi). Maksud "tidak kalah" tersebut. la digantikan oleh puteranya. perkasa. bahwa: 1. karena sedarah (sama–sama keturunan Sri Baduga Maharaja). dibunuh tanpa dosa. 3.Antara Sang Prabu Surawisesa dengan Susuhunan Jati Cirebon. Pada masa pemerintahannya. berupa penilaian terhadap Prabu Sanghiyang Surawisesa. Dalam suasana tenang dan damai. mungkin karena diakhiri dengan jalan damai.

akibat tidak langsung dari peristiwa penobatan Pangeran Pasarean. tidak memperdulikan perjanjian PakungwatiPajajaran. Sebagai anak sulung dari isteri pertama Susuhunan Jati (Kawung Anten). Kemungkinan.ada pendeta sakti. Pada tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Dalam pertempuran sengit di Alun–alun kota Pakuan. Adipati Wiralaya (Rata Sanghiyang). tidak sungguh–sungguh. hanya sebagai "pemanasan" laskar Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Adipati Dharmabhuwana (Ratu Sarendet). Sanghiyang Siksakandang Karesian. ditenggelamkan ke dasar laut. Sebab. sekaligus merupakan "unjuk rasa". Sri Baduga Maharaja. Munding Rahiyang namanya. Mereka sudah mengingkari etika purbatisti–purbajati Sunda. Oleh karena itulah. Karena. Panembahan Hasanuddin adalah cicitnya Sri Baduga Maharaja. sangat beralasan. la pun akhli waris tahta Sunda Pajajaran. Serangan laskar Surasowan Wahanten. senantiasa menciptakan huru–hara. karakter penguasa Sunda Pajajaran yang mereka hadapi. menghilang tanpa meninggalkan jejak. di bawah komando Panembahan Hasanuddin. perwira. tibalah bencana serangan musuh "kasar" (nampak nyata). Sang Prabu Ratudewata. Pasukan bersenjata Sang Prabu Ratudewata. masih terikat oleh perjarijian Pakungwati–Pajajaran. ayahnya. tapi tidak mati. Bahkan banyak tajug (masjid) yang dirusak dan pondok (pesantren) yang dirampok. 139 | S e j a r a h K e r a j a a n . pejabat. tidak diketahui asal–usulnya (datang na bancana musuh ganas tambuh sangkane). yang telah disepakati ayahnya. yang diamanatkan oleh Sri Baduga Maharaja. dan melakukan kejahatan terhadap masyarakat. direbutnya kembali. keonaran. Atau boleh jadi. Sang Prabu Ratudewata. setelah puas melakukan serangan kilat ke kota Pakuan. Panembahan Hasanuddin lebih berhak atas tahta Pakungwati Cirebon. ponggawa–ponggawa kerajaan. Susuhunan Jati Cirebon. didampingi puteranya (Panglima Maulana Yusuf). Perang di Buruan Ageung (Alun–alun) (prangrang di buruan ageung). la tetap hidup. Beberapa wilayah bawahan yang telah dikuasai oleh Pakungwati Cirebon. Mengingat. tewas berjatuhan. serangan kilat ke kota Pakuan itu. Sesungguhnya. serangan laskar "tambuh sangkane" (tanpa identitas resmi) itu. pengawal raja. berdasarkan hak historis alur darah keturunan. pasukan bersenjata Surasowan Wahanten. menyerang ibukota Pakuan Pajajaran. sudah jauh mengingkari karakter leluhurnya.

lan bakti ring wong atuha. Ciranjang dan Jayagiri. la salah seorang penandatangan perjanjian Pajajaran– Portugis 21 Agustus 1522 Masehi di Pakuan. akibat perilaku buruk seorang raja. dan menghinakan para pendeta (mati–mati wong tanpa dosa. Ketika situasi Kerajaan Sunda Pajajaran sudah kian memburuk. Prabu Ratudewata.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . hingga tahun 1465 Saka (1543 Masehi). Sang Prabu Sakti bertindak sangat kejam. asampe ring sang pandita). Dalam buku Peregrinacao (Penjelajahan). ngarampas tanpa prege. merampas tanpa rasa malu. Selanjutnya Prabu Ratudewata digantikan oleh menantunya. Prameswari Sang Prabu Sakti adalah Dewi Sekarwangi. terkena bencana oleh wanita terlarang dari luar dan oleh ibu tiri (kenana ratu twahna kabancana ku estri larangan ti kaluaran deung kana arnbu tere). la membunuh orang tidak berdosa. atas permohonan bantuan Sultan Trenggono. sejak ia berangkat dari Goa memakai jung (kapal layar) Fedro de Faria. menyindir tajam kelakuan Prabu Ratudewata "Ya. tahun 1546 Masehi sudah berada di Jepata. mencatat semua kejadian. untuk ikut menyerang Pasuruan. Jika mertuanya bersikap pura–pura alim (lumaku ngarajaresi). Prabu Sakti diturunkan dari tahtanya.laskar Surasowan Wahanten ditarik mundur. yang dipimpin oleh Fernao Mendes Pinto atau Tome Pinto. Pada masa pemerintahannya. Dari tahun 1457 Saka (1535 Masehi). Puncak kebiadabannya. tidak lagi mentaati norma pemerintahan. berhati–hatilah orang–orang yang hidup di kemudian hari. sebagian besar pasukan Surasowan Wahanten. Keberadaannya di sana. puteri Prabu Ratudewata. Sebagian dari catatan perjalanannya. Sang Prabu Sakti Sang Mangabatan. selama 8 tahun. janganlah engkau kalah perang karena rajin berpuasa" (nya iyatnayatna sang kawuri. Keberangkatannya ke Demak. Sang Prabu Sakti memperisteri estri larangan. Panembahan Hasanuddin mengikutsertakan armada Portugis. Prabu Sakti masih beruntung. Serangan terjadi ke wilayah Sumedang. Fernao Mendes Pinto (1510–1583). Penulis naskah kuna Kropak 406 Carita Parahiyangan. melanjutkan gerakannya ke arah utara. Prabu Ratudewata menjadi Raja Sunda Pajajaran. adalah sebagai berikut: 140 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan memperisteri ibu tirinya. janda dari ayahnya. ia bertindak sesuka hatinya. haywa ta sira kabalik pupuasaan). tidak hormat terhadap yang tua.

nos foy forcado inuernarmos aly aquelle anno. que tambem era seu vassafo como os mais Reys desta monarchia. 141 | S e j a r a h K e r a j a a n . veyo tera ella por mandado del Rey de Damrna. Raja Sunda. Emperador de toda a illla da Iaoa. aqual vinha de sua pane dar recado ao Tagaril Rey da cmnda. Bale. Maksudnya. Tatkala kami sudah berada di pelabuhan ini selama hampir dua bulan. maka kami terpaksa melewatkan musim hujan tahun ini di sana. Angenia. dengan maksud perjalanan ke Tiongkok pada tahun berikutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . tempat orang Portugis biasanya berdagang.com determinacao de para o outro seguinte nos irmos para a China. Kangean. supaya dalam jangka waktu satu setengah bulan ia hendak menghadapnya secara pribadi di kota Japara. Madura dan semua pulau lain di kepulauan ini. dan dengan tenang berdagang di pasar setempat. em termo de mes I meyo fosse ter com elle a cidade de lapara onde entao se fazia prestes para yr sobre o reyno de Passeruao. I Madura. Bona viuua de quasi sessenda annos de idade. seorang wanita bernama Nyai Pombaya tiba di sana sebagai duta sultan dari Demak. Akan tetapi. raja sendiri yang datang menjemputnya dan menyertainya ke tempat peristirahatan besar di istana lalu diterima oleh isterinya dan raja sendiri kemudian pergi ke bangunan lain. Terjemahannya: Begitu berangkat (dari Malaka) menuju Sunda. hue moltrer que se charnaua Nhay Pombaya. karena negeri pada saat itu mengalami penipisan persediaan lada yang kami cari. cotodas as mail ilhas deste arapelago. tempat ia sedang melakukan persiapan untuk menyerang Kerajaan Pasuruan (Heuken. E suendo ja quasi dour mews qestauamos neste porn fazendo pacifiamente nossas mercancias na terra. Dia diutus untuk menyampaikan suatu pesan atas nama kaisar kepada Tagaril. em dezassete dias chequey ao porto de Banta. Dialah kaisar Pulau Jawa.1999: 90). que he onde comummente os Portugueses fazem sue fazenda. Ketika ia datang di pelabuhan Banten. E porque neste tempo a terra estaua muyto falta da pimenta que hiamos buscar. paraque pessoalmete. – yang juga menjadi bawahannya. sama seperti semua raja lain dalam kekaisaran ini.E partindo da guy para a cumda. Bali. dalam jangka tujuh belas hari saya sampai di pelabuhan Banta (Banten). Dialah seorang janda berusia menjelang enam puluhan.

Hal demikian itu tidak saja mengenai permohonan bantuan urusan pribadi raja dan para perunding wanita umumnya telah berumur dan pandai menimbang-nimbang. Dalarn 40 kapal itu terdapat 7. dikuatkan oleh peran Fadhillah Khan. Tagaril yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Adanya anggapan seperti itu. Dari 46 orang Portugis yang kebetulan sedang berusaha di Banten. Raja Sunda bertolak dari pelabuhan Banten pada tanggal 5 Januari 1546 dan tiba pada tanggal 19 bulan itu di kota Jepara. adik Sultan Trenggono. Fernao Mendes Pinto. Setelah Niay Pombaya menyampaikan pesan yang dibawanya kepada raja Sunda.000 orang. menyebut Fadhillah Khan menjadi "Palatehan". masyarakat Sunda Kalapa sendiri. Fadhillah Khan berperan pula sebagai menantu Susuhunan Jati Cirebon. Dengan demikian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . ia beranggapan bahwa "Adipati Sunda Kalapa" Fadhillah Khan itu adalah "raja Sunda". isterinya Fadhillah Khan. pergi mengikuti ekspedisi perang ini (merupakan kesempatan yang) tak dapat dilewatkan. yaitu sebagai panglima angkatan perang di Demak yang diperbantukan pula di Pakungwati 142 | S e j a r a h K e r a j a a n . selain menjadi Bupati Sunda Kalapa. serta memiliki beberapa persyaratan lainnya lagi. dan menyebut Fadhillah menjadi "Patahilah" Ketika Fernao Mendes Pinto mencatatnya. panggilan Fadhillah Khan sehari–hari. Dari pendengaran. Sebab. adalah Nyai Pembayun. la membawa armada yang terdiri atas 30 calalulez dan 10 jurupango diperlengkapi dengan keperluan perjalanan dan peralatan perang. Di sana peralatan perang sedang disiapkan (Danasasmita. 40 orang ikut serta dan dengan kejadian ini raja berjanji akan membantu perdagangan Portugis di Banten. bertolaklah ia dari kota Banten dan raja menyediakan tandu untuknya.Raja–raja di sini telah biasa menyerahkan urusan kerajaan yang penting ditangani para wanita terutama bila kelancaran urusan tergantung kepada mereka. Fadhillah Khan sedang berada di Surasowan Wahanten (Banten). tidak mengetahui kekerabatan utusan Niay Pombaya dengan Bupati Hasanuddin. karena pernikahannya dengan Ratu Ayu janda Pangeran Sabrang Lor. adalah Ki Fadil. 1984: 46–47). nampak lebih menonjol jika dibandingkan dengan Maulana Hasanuddin. Niay Pombaya yang dimaksud Fernao Mendes Pinto. Berdasarkan pendengaran. mempunyai kedudukan penting lainnya. Fadhillah Khan. tidak terbitung para pendayung.

karena semua pelabuhan milik Kerajaan Sunda (Pajajaran). setelah Susuhunan Jati dan Pangeran Pasarean. Sehingga penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. berada di bawah kekuasaan Pakungwati Cirebon. Kerajaan Sunda (Pajajaran) akan pralaya. kelakuan raja ini (aja tirut de sang kawuri. Sang Prahu Sakti digantikan oleh puteranya. Jaman yang sudah berada di ambang pralaya (kiamat. Pada masa pemerintahannya. memperingatkan: Jangan ditiru oleh mereka yang kemudian. penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Pemerintahan Prabu Nilakendra dijadikan pertanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Penulis Kropak 406 Carita Parahiyangan. Madura. kalau Fernao Mendes Pinto menyangka "raja" Wahanten dan Sunda adalah di bawah kekuasaan Fadhillah Khan (Tagaril). yang hanya menampilkan kejahatan dan kemaksiatan. Portugis yang semula dimusuhi. kehancurarr). Kembali kepada Prabu Sakti. bagi kepentingan mitra dagang. la wafat di Pengpelangan. akibat angkara–murka penguasanya. Sedangkan Maulana Hasanuddin. polah sang nata). yang dikenal pula dengan sebutan Sang Penguasa di Majaya (Tohaan di Majaya). Di dalam pemerintahan Pakungwati Cirebon. dari tahun 1465 Saka (1543 Masehi). bahwa raja Demak penguasa seluruh Pulau Jawa. dianggap sudah berada "di bawah pengaruh" Demak. Sang Prabu Nilakendra. mencatat pada masa pemerintahannya. antara Wahanten – Sunda Kalapa – Pakungwati – Demak – Portugis. 143 | S e j a r a h K e r a j a a n .Cirebon. adalah tentang adanya hubungan multilateral. baru berperan sebagai Adipati Wahanten. dianggap sudah tibanya kaliyuga (jaman kali). keadaan Kerajaan Sunda (Pajajaran) sudah demikian rusak. akhirrrya menjadi "negara sahabat". Portugis menerima kenyataan seperti itu. Petani menjadi serakah akan makanan. Bali. Oleh karena itu dapat dimaklumi. tidak merasa puas dengan tanaman yang sudah ada (wong huma darpa mamangan. Sehingga Fernao Mendes Pinto mencatatnya. Angenia. yang penting diperhatikan. Fadhillah Khan merupakan "orang ketiga". Portugis diijinkan membuka kantor dagang di pelabuhan Wahanten Pasisir. serta menempatkan armada lautnya di sana. Bahkan. hingga tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Prabu Sakti menjadi Raja Sunda Pajajaran selama 8 tahun. Dari catatan Fernao Mendes Pinto. tan igar yan ta pepelakan). bahwa tidak akan lama lagi.

Prabu Nilakendra adalah penganut Tantrayana. Makan enak. itulah. Semua itu dilakukan oleh Prabu Nilakendra. yang mengapit gerbang terlarang. Nu migawe bale bobot pitu welas jajar tinulis pinarada warnana cacaritaan). Pada tahun 1567 Masehi. serta dihantui bencana kelaparan. sangat menarik untuk dicermati. untuk mempercepat proses tak sadarkan diri. menggambarkan bermacam-macam dongeng mitos (nu ngibuda sanghiyang panji. adalah kepercayaan mistis sinkretis. memperindah keraton dengan membangun taman berbalai tanah diperkeras dengan batu. telah. dalam mendahului upacara Tantrayana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Tantrayana. tidak sanggup menahan gema "Allahhu Akbar" laskar Surasowan Wahanten. Prabu Nilakendra "memuja bendera keramat. dibalay manelah taman mihapikeun dora larangan. yang mengadopsi spiritual Budha dan Hindu. Yang mendirikan bangunan megah 17 baris. Serangan laskar Surasowan Wahanten kali ini. nginum tuak tamba hanaang) telah ditinggalkan lama sekali. Akan tetapi. kecuali perihal makarran lezat yang sesuai dengan kekayaannya (tatan agama gyan kwaliya rnarnangan sadrasa nu surup ka sangkan beunghar). dalam keadaan Kerajaan Sunda Pajajaran terancam musuh. mahayu na kadatwan. Setiap saat. secepat kilat. keagamaan Sunda (purbatisti–purbajati Sunda). Itulah bunga pralaya yang disebut kaliyuga. Bagi Prabu Nilakendra. dilukis dengan emas. Makan minum sampaimabuki. yang sangat percaya kepada khasiat rnantera dan ajimat. Pikukuh (ajaran) Sunda tentang "makan sekedar pelapas lapar. dimeriahkan oleh pesta pora. Kerajaan Sunda Pajajaian telah berada di ambang pintu kiamat. serangan besar–besaran laskar Surasowan Wahanten tiba. pertahanan pasukan Pakuan Pajajaran dilumpuhkan. Tantrayana yang dianut oleh Prabu Nilakendra. minum tuak sekedar pelepas dahaga" (nyatu tamba ponyo. tidak ada ilmu yang disukainya. bendera keramat. mantera-mantera Tantrayana.jauh mengingkari agama Budha dan Hindu yang sesunggulmya. Manakala tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. sudah dicampakkan jauh-jauh. jimatjimat. sudah tidak lagi 144 | S e j a r a h K e r a j a a n . keraton Pakuan Pajajaran. menembus jantung ibukota Pakuan. sambil minum–minum "air yang memabukkan sebagai penyedap makanan" (cai tiningkalan nidra wisaya ning baksakilang) sampai mabuk.Pada masa pemerintahan Prabu Nilakendra.

Untuk melumpuhkan Kerajaan Sunda Pajajaran. Susuhunan Jati Cirebon. adalah negeri yang kuat. Sebab. hingga tahun 1489 Saka (1567 Masehi). Kerajaan Sunda Pajajaran telah ditinggalkan oleh rajanya. Mungkin dia tewas di pengungsian. Akan tetapi harapan itu tidak tetpenuhi. ayahnya Prabu Nilakendra. dengan para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. dari Nyai GedengTepasan. Panembahan Hasanuddin sebagai cicit Sri Baduga Maharaja. adalah menantu Prabu Ratudewata. Sunan 145 | S e j a r a h K e r a j a a n . di mana Prabu Nilakendra dipusarakan. karena "putera mahkota" Pangeran Pasarean. mempunyai hak yang sama. Kemudian.dipegang oleh keturunan Sri Baduga Maharaja. diawali terbunuhnya Sultan Trenggono. oleh bocah pengiringnya. bahwa Surasowan Wahanten. dari tahun 1473 Saka (1551 Masehi). Selain itu. yang tidak menyertainya ke pengungsian. yaitu Pangeran Muhammad Arifm yang bergelar Pangeran Pasarean. tidak memerlukan bantuan Pakungwati atau pun Demak. Berita tentang serangan kedua laskar Surasowan ini. Calon pengganti Sultan Trenggono adalah puteranya. hanya disebabkan oleh rasa hormat kepada orang tuanya. Tidak pernah ada berita. calon pengganti Susuhunan Jati. Pada mulanya. Pangeran Muhammad Arifin atau Pangeran Pasarean. Tohaan di Majaya kalah perang. hanya tertulis secara singkat. hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. hanya dipercayakan kepada para pembesar yang tersisa. terjadilah huru–hara di kalangan kerabat keraton Kesultanan Demak. ketika mengadakan penyerangan ke Pasuruan. adalah putera Susuhunan Jati. karena itu tidak tinggal di Keraton (tohaan di majaya alah prangrang mangka tan nitih ring kadatwan). yaitu Prabu Sakti.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Persoalan merebut wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran. dalam Kropak 406 Carita Parahiyangan. diharapkan oleh puteranya. sebagai penanda–tangan perjanjian Pakungwati–Pajajaran. wafat dalam usia muda. Nasib kehidupan kota Pakuan. WAHANTEN MAHARDHIKA Susuhunan Jati wafat pada tanggal 12 bagian terang bulan Badra tahun 1490 Saka (19 September 1568 Masehi). Prabu Nilakendra berkuasa selama 16 tahun. Tidak direbut dan tidak didudukinya kota Pakuan secara total. ia telah membuktikan. D. Latar belakang tragedi.

adalah putera Susuhunan Jati. Karena Pangeran Emas. yang menyebabkan adanya anggapan di kemudian hari. Bupati Jipang. 146 | S e j a r a h K e r a j a a n . Fadhillah Khan adalah orang Pasai Sumatera. Atas restu gurunya. pemerintahan Pakungwati Cirebon. Peristiwa itu sangat melukai hati Susuhunan Jati Cirebon. Pada saat peristiwa itu terjadi. Sedangkan Pangeran Bratakelana. mendahului kakeknya. sedang berada di Demak. berkedudukan sebagai Pangeran Dipati (putera mahkota) Pakungwati Cirebon. untuk sementara ditangani oleh Fadhillah Khan. adalah Pangeran Emas atau Panembahan Ratu. adalah puterinya Fadhillah Khan dari Ratu Ayu. dimanfaatkan oleh Arya Penangsang. Pangeran Suwarga. adalah putera Pangeran Pasarean dari Ratu Nyawa. adiknya Prawoto. adalah tokoh yang dibunuh oleh Sunan Prawoto. Pangeran Suwarga. dianggap tidak semestinya. dan Prawoto tewas di tangan Arya Penangsang. Tampilnya Fadhillah Khan sebagai Sultan Pakungwati Cirebon. menjadi penguasa ketiga Pakungwati Cirebon. tewas pula. Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean). dari Syarifah Bagdad atau Syarifah Fatimah. karena berupaya membela Prawoto. sebagai Susuhunan Cirebon. Wanawati Raras. ia pun tewas di tangan Arya Penangsang. Calon pengganti Susuhunan Jati lainnya. Pangeran Hadiri (suami Ratu Kalinyamat). Mengingat. Naik tahtanya Fadhillah Khan. Fadhillah Khan alias Maulana Fadhillah Al Paseh alias Wong Agung Paseh alias Tubagus Paseh. Sunan Kudus. putera Pangeran Suwarga dari Wanawati Raras. yang bergelar Pangeran Suwarga. putera mahkota Cirebon. Pangeran Sekar. Ratu Nyawa atau Ratu Ayu Wulan. menjadi masalah kerabat keraton lainnya. Sultan Trenggono. Syarifah Fatimah. adalah janda dari almarhum Pangeran Bratakelana. Jipang menyerang Demak. pada waktu itu masih kanak–kanak. adalah puterinya Syekh Datuk Kahfi dan Hadijah. dengan gelar penobatan: Fadhillah Khan Al Paseh ibnu Maulana Makdur Ibrahim Al Gujarat.Prawoto. bahwa "Sunan Gunung Jati" (Susuhunan Jati) itu adalah "Fatahillah" (Fadhillah Khan). putera Pangeran Sekar (putera Raden Patah). Akan tetapi ia wafat tahun 1565 Masehi. Susuhunan Jati. diharapkan adalah cucunya. Kedudukan tertinggi itulah. juga warga Demak. Calon pengganti Susuhunan Cirebon lainnya. secara terselubung.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . untuk memperlancar kenaikan tahta ayahnya. Kekosongan tahta Demak.

perkembangan dunia perdagangannya semakin pesat. berdaulat. sebagai negara yang mahardhika (merdeka). Panembahan Hasanuddin memperoleh beberapa orang putera: Ratu Winahon. melepaskan diri dari kekuasaan Pakungwati Cirebon. Ratu Ayu Kirana atau Ratu Mas Purnamasidi (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak). batu itu bekas sajadah yang digunakan oleh Hasanuddin.kelak menjadi isteri Tubagus Angke. Surasowan. dengan "doa" 147 | S e j a r a h K e r a j a a n . Wahanten Pasisir. ketika ia bersalat di permukaan laut. Misalnya. masih ada calon pengganti yang lebih berhak.Sedangkan pada waktu itu. akhirnya memproklarnirkan Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). dan Pangeran Sabakingkin atau Panembahan Maulana Hasanuddin. putera Susuhunan Jati dari Nyai Kawung Anten. Melihat kenyataan seperti itu. dan Pangeran Arya. yaitu: Pangeran Cirebon atau Pangeran Carbon. bila tidak dikenal asal–usulnya. kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Japara. kisah tentang watu gilang. telah mewarnai kehidupan kenegaraan Surasowan. Pada tahun 192 Saka (1570 Masehi). Sendi–sendi Islam. Bupati Jayakarta (Jakarta). sudah berubah menjadi purasaba (pusat pemerintahan) Kesultanan Surasowan. Panembahan Hasanuddin Sultan Surasowan Wahanten watat. Sekaligus. dipandang oleh masyarakat Banten. Menurut "Serat Banten". Permukaan batu yang mula–mula kasar itu. Pangeran Yusuf: Pada tahun yang sama. Panembahan Hasanuddin. Pangeran Yusuf. . yang ditempatkan di depan Istana Surasowan. yang saat itu berkedudukan sebagai Senapati Pakungwati Cirebon. Sang Adipati Wahanten Syekh Maulana Hasanuddin. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Muhammad.yang diangkat anak oleh Ratu Kalinyamat. martabat pedagang bukan lagi pekerjaan "kasta kelas tiga Waisa". digantikan oleh puteranya. digantikan oleh Pangeran Ernas atau Panembahan Ratu. . melepaskan diri dari pengaruh politik Demak. berhasil menjadi negari niaga maritim. dialamatkan kepada Panembahan Hasanuddin. Hampir segala hal yang "aneh" atau "ajaib". putera Pangeran Cakrabuana (pendiri dan penguasa pertama Pakungwati Cirebon). Sedangkan dari isterinya yang kedua. mampu berdiri sendiri. seperti tokoh Siliwangi oleh orang Sunda lainnya di Priangan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah putera Panembahan Hasanuddin dari permaisuri puteri Indrapura. Sultan Pakungwati Cirebon Fadhillah Khan pun wafat. sebagai pusat niaga di kawasan Nusantara.

Pakungwati Cirebon di bawah pemerintahan Panembahan Ratu. kesultanan yang baru sebagai pengganti Kesultanan Demak. Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf. kipas. Panembahan Hasanuddin dibiarkan "tetap hidup". dan sebagainya. Satu persatu dari raja daerah bawahan Kerajaan Sunda (Pajajaran). telah wafat tahun 1570 Masehi dalam usia 92 tahun (Danasasmita.Hasanuddin. perdagangan sudah demikian maju sehingga Banten merupakan tempat penimbunan barang– barang dari segala penjuru dunia yang nantinya disebarkan ke seluruh kerajaan di Nusantara (Sutjipto. benang emas. kain sulaman. sisir.1964: 48). pada saat Pakuan jatuh tahun 1579 Masehi. telah berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. bukan Maulana Yusuf yang "menaklukkan" Pakuan. mendadak berubah menjadi licin. Selain ditinggallcan oleh Surasowan. selop. Pedagang–pedagang dari Cina. yang memisahkan diri sebagai negara merdeka. Karena Yusuf hanyalah menjalankan tugas dari ayahnya. la murid dan sekaligus menantu Adiwijaya. tidak berusaha menjalin kekerabatan dengan Panembahan Yusuf. Karena itulah. mengkilap dan berseri. untuk mengambil alih sisa dari kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran. jarum. Panembahan Yusuf menjadi penguasa kedua Kesultanan Surasowan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Panembahan Ratu adalah suan (anak adik) Panembahan Yusuf. la lebih mencurahkan perhatiannya ke Pajang. penguasa Kesultanan Pajang.1993: 81). melainkan Hasanuddin. sebagai salahsatu pelabuhan Surasowan. Dari segi hubungan kerabat. Bagi penulis "Serat Banten". berdagang uang kepeng (uang yang terbuat dari logam). beludru. ia menyusun rencana matang selama 9 tahun. dalam tahun yang sama dengan Panembahan Ratu. sutra. Ketika kembali ke 148 | S e j a r a h K e r a j a a n . berhasil ditundukkan. Untuk melanjutkan perjuangan ayahnya. Itulah kisah watu gilang sriman sriwacana yang sebenarnya diboyong oleh Panembahan Yusuf dari Pakuan.1961:13. kertas. dalam kisah "Serat Banten". Panembahan Ratu Pakungwati Cirebon. Sejak Pangeran Yusuf menjadi Panembahan Surasowan. sudah demikian menurun kharismatiknya. di Pakungwati Cirebon. payung. Situasi perdagangan di Karangantu. Tokoh–tokoh yang menandatangani perjanjian Cirebon–Pajajaran semua telah meninggal. digambarkan sebagai berikut: 1. walau sesungguhnya tokoh tersebut. Panembahan Yusuf lebih leluasa untuk menentukan masa depan Kesultanan Surasowan. Panembahan Ratu. kelak ditinggalkan pula oleh Sumedanglarang. porselen. dalam Michrob.

lada dan Lampung dan Solebar. dibuatlah terusan–terusan irigasi dan bendunganbendungan (Djajadiningrat. menjual kain dari kapas. berdagang permata dan obat-obatan. Makasar. Bali (Tjandrasasmita. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah–sawah tersebut. gading gajah dari Andalas.1977: 448). gula dari Jepara dan Jayakarta. Oleh karenanya dibuatlah aturan penempatan penduduk sesuai dengan keakhlian dan asal daerah penduduk itu (Ambary. demikian juga tembok benteng di sekehling istana. kayu cendana. Tembok benteng diperkuat dengan lapisan luar bata dan batu karang dengan parit-parit di sekelilingnya (Michrob. membeli rempah–rempah.1983: 31). dan kain putih dari Coromandel. Banjarmasin dan Palembang. 1950:182). Ketika mereka kembali. rempah– rempah dari Maluku. Sumbawa. beras dari Makasar dan Sumbawa. Sehingga tumbuhlah perkampungan untuk orang India. Kedah dan Selong di Malaka. besi dari Karimata. Maulana Yusuf pun mendorong rakyatnya untuk membuka daerah–daerah baru bagi persawahan. tenunan dan Bali dan Sumbawa. dibangun satu danau buatan yang dinamakan Tasikardi. orang Arab. Bugis. nila. 1975: 160). Turki. Sedangkan orang Portugis berdagang aneka kain dari Eropa & India. Orang Arab dan Persia. Di samping ada pula perkampungan untuk orang Melayu. Bagi persawahan yang terletak di sekitar kota. baik oleh penduduk pribumi maupun pendatang. Di samping mengembangkan pertanian yang sudah ada. Air dan sungai Cibanten dialirkan melalui 149 | S e j a r a h K e r a j a a n . sehingga sawah di Banten bertambah luas sampai melewati daerah Serang sekarang. Dari awal dinasti Maulana Yusuf inilah Banten menjadi ramai. Cina. mereka membeli lada. ikan kering dari Karawang. damar dari Banda dan Banjarmasin (Pane. Tembok keliling kota diperkuat dan dipertebal.negerinya. Ternate. timah putih dan timah hitam dan Perak.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . buah pala. kulit penyu dan gading gajah. kayu cendana dan kepulauan Sunda kecil. Siam. 3. Persia. Ke Banten pedagangpedagang ini membawa garam dari JawaTimur. 2. dan sebagainya. Makasar. sutera.1983: 38 dan 59). Palembang dan lainnya. perkampungan orang Pegu. cengkeh. Barang-barang dari luar negeri ini diambil oleh pedagang–pedagang dari Jawa. Minyak kelapa dari Belambangan. Orang Gujarat. Banjar.

digantikan oleh puteranya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Catatan VOC dalam bagian kedua abad ke–17 penuh dengan istilah rover. strategi pembangunan lebih dititikberatkan pada pengembangan kota. sebagai pusat pemerintahan yang baru. dapat diatasi dengan baik. rencana untuk rnemperluas wilayah kekuasaannya. Prabu Ragamulya Suryakancana. Pada masa pemerintahannya. Pandeglang. Setelah keadaan dalam negerinya dibenahi. Situasi di Kerajaan Sunda Pajajaran. Dengan demikian. Di tengah danau buatan tersebut terdapat pulau kecil yang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga keraton (Michrob. mulai dipersiapkan. Disebut demikian. Dengan melalui pipa–pipa yang terbuat dan terakota. Panembalran Yusuf memobilisasi pasukan besar angkatan perang Surasowan. Nusiya Mulya atau Prabu Ragamulya Suryakancana. diamankan oleh panglima perang Jayaprakosa. Prabu Ragamulya Suryakancana. menjadi raja Sunda (Pajajaran) sudah tidak lagi mengenakan mahkota. keamanan wilayah. Di sanalah ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran ditempatkan. Kelak. tetapi di Pulasari. terkenal kemampuannya dalam melakukan serangan kilat. dibawa mengungsi ke wilayah Sumedanglarang. dari sejak pemerintahan ayahnya. Laskar Surasowan Wahanten. Tasikardi juga digunakan bagi pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kebutuhan masyarakat di kota. air yang sudah jernih tersebut dialirkan ke keraton dan tempat–tempat lain di dalam kota.terusan khusus ke danau ini. ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran. ia lebih dikenal dengarr sebutan Pucuk Umun Pulasari. mahkota tersebut dikenakan oleh Prabu Geusan Ulun sebagai Narendra Sumedanglarang. setelah Sang Prabu Nilakendra wafat. Pada masa Maulana Yusuf. perdagangan dan pertanian. bergerak cepat dari satu wilayah ke wilayah lainnya. beserta ketiga saudaranya. karena ia memilih tinggal di lereng gunung Pulasari (Pandeglang). yang kemudian dibagi ke daerah-daerah di sekitar danau. gangguan keamanan. Oleh karena itulah.1981: 56–58). yang semuanya dialamatkan kepada laskar Banten. adalah Pakuan. Karena mahkota turun–temurun dari Sri Baduga Maharaja. karena mereka dianggap sebagai pengganggu ketertiban di daerah kekuasan Kompeni. setelah dibersihkan/diendapkan di pengindelan abang dan pengindelan putih. Sasaran utama penyerangan. tidak tinggal di ibukota Pakuan Pajajaran. 150 | S e j a r a h K e r a j a a n .

Palangka itu. Bila kenyataan yang terjadi. Akibat serangan laskar Surasowan Wahanten. Prabu Ragamulya Surya Kancana. Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang terakhir. batu tersebut mempunyai nilai spiritual. dan menamakan pemukimannya: Kampung Ciptarasa. Jejak peristiwa itu. dinodai oleh para penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. Pandeglang. mereka meninggalkan kota Pakuan. beribukota d. mengungsi ke pantai selatan. Kemudian mereka memboyong Batu Gilang atau Palangka batu Sriman Sriwacana ke ibukota Surasowan. la hanya berlindung dan mempertahankan hidupnya di salah satu kerajaan daerah bawahannya. terbuat dari batu andesit ukuran: 200 x 160 x 20 centimeter. Watu Gilang "tanda keabsahan Panembahan Yusuf sebagai penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran". Bagi Panembahan Yusuf. Keraton Pakuan Pajajaran dibumi–hanguskan oleh laskar Surasowan Wahanten. tentunya tidak membuat babak baru. Dari peninggalan yang ada. kota Pakuan telah "berhenti berfungsi" sebagai ibukota kerajaan. secara samar–samar. Menurut cerita leluhurnya. sudah ditinggalkan oleh para pembesar kerajaan. sejak Prabu Nfakendra meninggalkarmya. Sesungguhnya.Puasari. Sampai sekarang. Watu Gilang Sriman Sriwacana tersebut. Padahal. sangat memungkinkan. Kota Pakuan Pajajaran. ke suatu daerah yang lebih dekat ke sarang musuhnya? 151 | S e j a r a h K e r a j a a n . merupakan upaya "pembersihan". untuk membangun Kerajaan Sunda Pajajaran. sebagai ahli waris dan penerus kekuasaan raja–raja Pajajaran. menjadi tanda "keabsahan" Panembahan Yusuf. dalam Pantun Bogor. tergeletak terlantar di bekas halaman keraton Surasowan. Dengan diboyongnya batu tersebut. Namun mengapa ia justeru lari ke arah barat. Terbukti masih tersisanya prasasti Batutulis Kota Bogor. Sekarang. tampaknya tidak menggangu "tempat keramat" di dalam kota. keturunannya masih merupakan kaum–adat.Serbuan laskar Surasowan Wahanten. terhadap kedzaliman. la tidak menghendaki. tidak mungkin lagi dinobatkan raja baru. Hanya kepala patung Ki Purwagalih yang ditanggalkan. dipimpin langsung oleh Panembahan Yusuf. sebagian penduduk kota Pakuan yang tersisa. dikisahkan Ki Baju Rambeng. laskar Surasowan Wahanten. ketika kota itu diserang laskar Surasowan Wahanten. di Cisolok dan Bayah. yang dahulu digunakan untuk upacara penobatan Raja–Raja Sunda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . maka di kota Pakuan. kebesaran dan nama baik Sri Baduga Maharaja.

la hanya seorang "raja pendeta" bersahaja. sambil menyongsong ajal tiba. belum tentu mengetahui riwayat Sang Panghulu Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya. menangkis serangan laskar Surasowan Wahanten. Sisa kekuatan Kerajaan Sunda Pajajaran di purasaba Pulasari. Prabu Ragamulya Suryakancana atau Pucuk Umun Pulasari. menjadi penguasa Kerajaan Sunda Pajajaran selama 12 tahun. Sedangkan Panembahan Yusuf. Mungkin ia pergi ke Pulasari. dari tahun 1492 Saka (1570 Masehi). napas tertua bentuk kerajaan. penguasa masyarakat Sunda pertama. satu–satunya pilihan untuk menemukan ketentraman hidup yang hakiki. Setelah riwayatnya mengalami pasang–surut selama 1450 tahun. bergabung bersarna masyarakat "Sunda Wiwitan" di Mandala Kanekes. la hanya sebagai "rajaresi". dibinasakan. bersama pembesar dan pengikutnya yang setia. hingga tahun 1502 Saka (1580 Masehi). Akan tetapi. hanya berusaha mempertahankan diri. hanya berdasarkan getaran "panggilan masa silam". atau tanggal 8 Mei 1579 Masehi. Peristiwa runtuhnya Kerajaan Sunda Pajajaran. akhirnya berpusara di tempat lahir. dari tahun 1489 Saka (1567 Maselv) hingga tahun 1501 Saka (1579 Masehi). Pajajaran sirna ing bhumi ing ekadaci cuklapaksa Wesakhamasa saharsa limangatus punjul siki ikang cakakala (Pajajaran lenyap dari muka bumi tanggal 11 bagian terang bulan Wesaka tahun 1501 Saka). Sang Prabu Ragamulya Suryakancana alias Pucuk Umun Pulasari. terlahir dan berawal di bumi Pulasari Pandeglang. Prabu Ragamulya Suryakancana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bertepatan dengan tanggal 11 Rabiul `awal 987 Hyriyah. Di sanalah yang sesungguhnya "Tanah Suci" religi Sunda. Sekelompok kecil yang bernasib baik. Semua atribut kebesaran kerajaan sudah ditanggalkan. bahwa di sanalah. "Pajajaran napak uga" (tiba saat berakhir). menjadi penguasa Surasowan Wahanten selama 10 tahun. neangan marga lantaran (mencari keutamaan jatidiri yang sesungguhnya). yang meninggalkan urusan duniawi. menyelamatkan diri ke Pegunungan Kendeng di Banten Selatan. Akan tetapi. 152 | S e j a r a h K e r a j a a n .Mungkin Pucuk Umun Masari tidak memposisikan dirinya sebagai raja "pemimpin pemerintahan". di Pulasari "dangiang Sunda wiwitan" (kekuatan Sunda awal) tersimpan.

Pangeran Muhammad. Maulana Yusuf meninggal dunia. beberapa pembesar kerajaan (termasuk Mangkubumi Jayanagara). Ratu Ayu Kirana (puteri Raden Patah). Pangeran Arya dijadikan anak angkat oleh Ratu Kalinyamat (adik Ratu Ayu Kirana). sudah berada di Kesultanan Surasowan Banten. berniat menyerahkan tahta Kesultanan Surasowan. berhasil menjadi pewaris sekaligus penerus tahta Kerajaan Sunda Pajajaran. sebagai penerus tahta Kesultanan Surasowan Banten. Konflik tidak dapat dihindari lagi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . semakin berkembang pesat. Oleh karena itu. Alangkah kecewanya Pangeran Japara. Pangeran Arya. antara lain: 1. Ki Demang Laksamana tewas di tangan Mangkubumi Jayanagara. Kesultanan Surasowan Wahanten (Banten). Ambisi Pangeran Japara untuk 153 | S e j a r a h K e r a j a a n .D. Ketika itu. sesuai dengan amanat Panembahan Yusuf. SULTAN AGENG TIRTAYASA PENYELAMAT TAHTA Di bawah pemerintahan Panembahan Yusuf. niaga maritim. Akan tetapi. Panembahan Yusuf. pengembangan areal pertanian. Maulana Yusuf mempunyai dua orang putera. putera mahkota Pangeran Muhammad. terdesak oleh pasukan Surasowan Banten. tinggal di keraton Japara. keamanan dan perluasan daerah kekuasaan. dan 2. melindungi dan mempertahankan Pangeran Muhammad. Sejak direbutnya Pakuan (ibukota Kerajaan Sunda Pajajaran) pada tahun 1579. Melihat kenyataan seperti itu. Pangeran Arya bersama pasukan pengawalnya. wilayah tersebut sudah menjadi bagian dari Kesultanan Surasowan Banten. di bawah pimpinan Ki Demang Laksamana. Maka terjadilah pertempuran sengit di luar benteng istana Surasowan. Rata Winahon. Pada tahun 1580. kepada Pangeran Japara. Pangeran Japara. Panghulu Negara (Kadhi). Ketika Maulana Yusuf sakit keras. Dalam pertempuran itu. adalah putera Maulana Hasanuddin dari isterinya yang kedua. ia dikenal juga dengan sebutan. terutama dalam hal pembangunan kota. yang akhirnya ikut melindungi din mempertahankan Pangeran Muhammad. Dari permaisuri Ratu Hadijah. baru berusia 9 tahun. Pangeran Japara bersama pasukannya. Sejak kecil.

Cina. bertindak sebagai walinya. Pegu. Melalui Tanjung Harapan. 154 | S e j a r a h K e r a j a a n . Bengali. sebagai pencatat perjalanan. Rupa–rupanya. karena mata uang dan pertukaran mata uang (money changer) sudah dikenal (Michrob. la lebih dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Banten. Pada tanggal 2 April 1595 berlayarlah empat buah armada dagang Belanda milik "Compagnie van Verre'.1993: 89). Maulana Muhammad pun terkenal sebagai Sultan Banten yang saleh. Jawa. yang dibuka sebelum dan sesudah pasar–pasar lain tutup. la melukiskan keadaan perdagangan di Kesultanan Surasowan Banten. Mangkubumi Jayanagara. Arab. Barang–barang yang diperdagangkan di pasar ketiga ini bermacam ragam.merebut tahta Kesultanan Surasowan. mereka berlabuh di pesisir Kesultanan Surasowan Banten. di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan Pieter de Keyser. Bersama 249 pasukannya. Pasar kedua terletak di Paseban. antara lain sebagai berikut: Di sebelah timur kota.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seperti dari Bugis. mulai dari kain sutra dari Cina dan Gujarat sampai sisir dan kipas. Gujarat. hingga ke pelosok-pelosok desa. di bagian utara Kerajaan Belanda. dan Abesinia. yaitu daerah Karangantu. dan tiangnya dibuat dari kayu cendana (Michrob. Dalam pelayarannya. Setelah persitiwa itu. dan akhirnya diusir dari Banten. Seperti halnya ayah dan kakeknya. Turki. Malabar. Juga terdapat pedagang–pedagang dan Nusantara. terdapat sebuah pasar yang pagi maupun siang terdapat pedagang–pedagang dari Portugis. mereka berangkat dari pangkalan Tessel. mereka telah mencium wangi rempah–rempah Nusantara. Masjid Agung yang terletak di tepi alun–alum diperindah. terletak di Pacinan. Untuk menjalankan pemerintahan sehari–hari. yang memperdagangkan keperluan sehari–hari. dan lain–lain.1993: 89). dari berita pedagang Portugis. Malaya. pada tanggal 22 Juni 1596. Dan pasar yang ketiga. Transaksi perdagangan di pasar ini berjalan mudah. disertai juru tulis Willem Lodewycksz. tidak tercapai. temboknya dilapisi porselen. Maulana Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Surasowan Banten yang ketiga. Keling. la banyak menyusun kitab–kitab hukum Islam dan mendirikan masjid. bahwa barang–barang tekstil dari Gujarat ini 20 jenis. Diceritakan pula.

jabatan Wali Kerajaan. pada tahun 1596 melancarkan aksi penyerangan ke Palembang. menuju negeri Aceh Darusalam (1599). armada Kesultanan Surasowan Banten. tidak menghasilkan apa–apa. Akan tetapi. Setelah terusir dari negeri Surasowan Banten. Akhirnya. Karena sikap congkaknya. Pertempuran sengit.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sultan Maulana Muhammad meninggal dalam usia 25 tahun. penyerangan Sultan Maulana Muhammad ke Palembang. Menurut catatan Hoesein Djajadiningrat dan Hamka yang dikutip oleh Halwany Michrob. didampingi oleh kakeknya. Mangkubumi Jayanagara meninggal dunia. sebagai Wali Kesultanan. Akhirnya Abdulmafakhir diangkat sebagai pengganti ayahnya.Sikap Cornelis de Houtman. didampingi Mangkubumi dan Pangeran Mas. ia tewas terbunuh. karena kecongkakannya. penguasa Kesultanan Surasowan Banten Maulana Muhammad. menggunakan kapal perang Kesultanan Surasowan Banten. Sultan yang masih bayi itu. Akhirnya. Selanjutnya. ditarik mundur. Armada dagang yang dipimpinnya. pada tahun 1602. di negeri rencong itu. Kedudukan Mangkubumi yang baru ini tidak berlangsung lama. pada tanggal 13 November 1596. Sebab. hampir memukul mundur pasukan Palembang. Dari permaisuri Ratu Wanagiri (puteri Mangkubumi Jayanagara). diserahkan kepada adiknya Mangkubumi Jayanagara. melanjutnya perjalanan ke Jayakarta. yang baru berusia 9 bulan. putera Aria Pangiri. berlangsung di sekitar Sungai Musi. Mangkubumi Jayanagara. ia melanjutkan perjalanan. yang kasar dan tidak bijaksana. pada tanggal 17 Nopember 1602. 155 | S e j a r a h K e r a j a a n . cucu Sunan Prawoto Demak. Cornelis de Houtman bersama pasukannya. Sultan Maulana Muhammad. Bahkan. Sultan Maulana Muhammad tertembak dan gugur di atas kapal Indrajaladri. Kemudian. melanjutkan tahta Kesultanan Surasowan Banten. Mereka tiba di sana. la memimpin langsung pasukannya. sikap dan tindakannya tidak sesuai dengan jabatannya. berputera Abdulmafakhir. diusir dan pelabuhan Kesultanan Surasowan Banten. Sementara itu. membuat kunjungannya di Banten (22 Juni 3 Juli 1596). ia diturunkan dari jabatannya. Akan tetapi. Peristiwa ini berawal dari hasutan Pangeran Mas. yang ingin menguasai penguasa di Palembang. ia sempat ditahan oleh Penguasa Surasowan Banten.

Sementara itu. la terlalu sibuk dengan urusan pribadi. agar Sultan Abdulmafakhir. Sejak pelabuhan–pelabuhan di Nusantara ramai oleh kapal–kapal dagang dari Eropa. Pangeran Mandalika bersama adiknya. Melihat situasi seperti itu. Kerajaan Belanda membentuk Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Melihat kondisi seperti ini. Akhirnya. di Belanda terjadi peristiwa penting. dikenal sebagai Kompeni atau Kumpeni. Putera Maulana Yusuf dari isteri kedua. Pada tanggal 23 Oktober 1608. sikap Mangkubumi sangat mengecewakan. terjadi kembali huru–hara besar. di kalangan Keraton Surasowan Banten. pada bulan juli 1608. yang ternyata merugikan perdagangan Belanda. terjadi persaingan ketat perdagangan memperebutkan rempah–rempah dari negeri timur. akhimya pasukan Pangeran Mandalika tersingkir. Kongsi dagang tersebut. yaitu Pangeran Mandalika. Suaminya diangkat menjadi Mangkubumi. mencapai puncaknya. terkenal dengan sebutan Peristiwa Pailir. Huru–hara untuk sementara dapat diredam. Peristiwa tersebut. Didukung pula oleh pihak Inggris. Rasa ketidakpuasan itu. Mangkubumi terbunuh. Demikianlah cara Pangeran Arya 156 | S e j a r a h K e r a j a a n . Akan tetapi. Mangkubumi merninta bantuan Pangeran Jayakarta untuk menghentikan aksi Pangeran Mandalika. mengadakan huru–hara di pelabuhan. terpaksa dipegang langsung oleh ibunda Sultan. didukung oleh pangeran–pangeran lainnya. sebagai unjuk rasa atas kekecewaan terhadap Mangkubumi yang baru itu. tugas perwalian Kesultanan dan jabatan Mangkubumi. Sementara itu. oleh penduduk Nusantara. mendirikan benteng pertahanan di luar kota. Bahkan.Perwalian. dipegang oleh Pangeran Arya Ranamanggala. Langkah pertama Pangeran Arya Ranamanggala. Ratu Wanagiri. Mangkubumi Ranamanggala berusaha keras. situasi di Kesultanan Surasowan Banten tidak semakin membaik. yang mengabaikan kepentingan negara dan rakyat. Akan tetapi Ratu Wanagiri yang berstatus janda. pada tahun 1604. menimbulkan rasa ketidakpuasan para pembesar kerajaan. pada tahun yang sama (1602). Pangeran Arya Ranamanggala. menindak tegas pejabat kerajaan yang melakukan penyelewengan. untuk sementara tidak mencampuri urusan pemerintahan. menikah lagi dengan seorang bangsawan keraton.

menyelamatkan Kesultanan Surasowan Banten dari bencana perpecahan dan kehancuran. pada tahun 1650. la seorang Sultan yang cepat tanggap. Sultan Abdulmafakhir mendapat sebutan Sultan Agung Kanari.1993:127). bagi Kesultanan Surasowan Banten. sepuluh tahun kemudian (1655) akan "diperbaharui". Sultan Abdulmafakhir pun seorang ulama yang saleh. dan mendapat gelar Sultan Abdulmufakhir Mahmud Abdulkadir. yaitu suku Bataav. Atas bantuan Kompeni lnggris East India Compagnie (EIC). Abdulma'ali. pada tanggal 30 Mei 1619. Snouck Hurgronje (Roesjan. yang diberi nama Batavia. sering "terjun ke lapangan". Pada tahun 1645. mendapat gelar Sultan Abdulma'ali Ahmad. menyaksikan sendiri apa yang diperlukan oleh rakyatnya. . Tidak hanya perdagangan internasionalnya saja yang semakin meningkat. diserahkan kepada Sultan Abdulmafakhir. di antaranya Insan Kamil. Kesepakatan perdagangan. akan tetapi. dengan pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. Sultan Abdulmafakhir. Akan tetapi.Ranamanggala. diangkat menjadi Sultan Anom. Sebagaimana ayah dan kakek buyutnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merupakan masa kemakmuran. ketika ia mengutus putera mahkota dan beberapa pembesar negara. antara lain: 157 | S e j a r a h K e r a j a a n .Gelar ini diperolehnya. Sultan Anom Abdulrna'ali mempunyai anak. Pada tanggal 13 Mei 1626. menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Dalam melaksanakan perniagaan antarbangsa. Dari permaisuri Ratu Martakusuma (puteri Pangeran Jayakarta). adalah penguasa Kesultanan Surasowan Banten pertama yang dikukuhkan oleh Syekh Mekah. Pemerintahan Sultan Abdulmafakhir. Kompeni Belanda (VOC berhasil mengalahkan Jayakarta. Di sana mereka membangun sebuah benteng. Sultan Abdulmafakhir. Pada tahun 1640. bersikap bebas. sektor pertanian dalam negeri juga mengalami kemajuan yang pesat. Perjanjian itu. Dia banyak menyusun kitab–kitab ilmu agama Islam. putera mahkota. sebagai peringatan terhadap nenek moyang bangsa Belanda. Pangeran Arya Ranamanggala meninggal dunia. Oleh masyarakat Kesultanan Surasowan Banten. ia meninggal dunia dalam usia muda. Begitu juga dengan putera mahkotanya. Kekuasaan sepenuhnya. tidak sedikitpun memberikan hak monopoli kepada Kompeni Belanda. yang kelak diambil oleh Dr. dalam Michrob. ia mencapai perjanjian perdagangan.

yaitu: 1. terutama dengan kekhalifahan Islam yang berpusat di Mekah. Pangeran Lor. 2. sebagai pejabat tinggi negara. Pangeran Raja. dan 5. 2. 158 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dalam menjalankan roda pemerintahan sehari–hari. SULTAN ABULFATH ABDULFATAH Satu tahun setelah pengangkatan Pangeran Surya menjadi Sultan Anom (tahun 1651). Pangeran Kilen. Pangeran Arya Kulon. 3. sambil memberitakan pergantian pimpinan di Kesultanan Surasowan Banten dan dunia perdagangan di Nusantara. Ratu Pembayun. 4. empat orang saudara kandungnya. Sultan Abdulfatah dibantu oleh saudara–saudara dan kaum kerabatnya. Sultan Abdulmafakhir Abdulkadir meninggal dunia.1. kedudukan Sultan Anom. Pangeran Surya. Pangeran Surya alias Pangeran Ratu. yaitu: 1. membawa gelar dari Syekh Mekah untuk Pangeran Surya atau Pangeran Ratu. Antara lain. Pangeran Kidul. Selanjutnya. dilanjutkan oleh cucunya. Ratu Kulon. dan 4. Pangeran Wetan. dengan sebutan Sultan Abulfath Abdulfatah. 2. Serta empat orang saudara seayah. Tahta Kesultanan Surasowan Banten. Sepulang dari Tanah Suci Mekah. untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah. E. diserahkan kepada Pangeran Surya. Pangeran Surya mengutus beberapa pembesar kerajaan. delegasi Kesultanan Surasowan Banten. Pangeran Lor.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . melanjutkan hubungan internasional dengan dunia luar. 3. Pangeran Raja. Pangeran Surya. penguasa Kesultanan Surasowan Banten.

Ratu Inten. baik orang-orangnya. dan 2. tanpa basis yang tetap (gerilya). yang selalu tegas menolak setiap tuntutan monopoli. Jalur angkutan laut. Sultan Abdulfatah menggariskan strategi: Menghancurkan Kompeni Belanda di luar sarangnya. dari manapun asalnya.3. Meskipun Pelabuhan Banten terbuka bagi semua pedagang. 4. ketika merebut Wahanten Pasisir dan menyerang kota Pakuan Pajajaran. harus dipotong. Kompeni Belanda. bahkan kemungkinan besar akan gagal". Mengenai satuan tempur di darat. seperti yang pernah dilakukan oleh Mataram. Di darat. harus dipancing keluar dari sarangnya. Sultan Abdulfatah bersikap tegas dan keras. Dengan berpegang pada "amanat" kakek dan ayahnya. sehingga ia sering berkeliling ke daerah–laerah. akan tetapi kegiatan perdagangan harus dilakukan dengan jujur. Panembahan Hasanuddin. beroperasi di 159 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di laut. yang membawa keperluan Kompeni dari arah timur. dan Ratu Tinumpuk. maupun sandaran ekonominya: 1.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . merupakan pekerjaan yang sulit. Terhadap Kompeni Belanda. Begitu juga dalam menghadapi pedagang asing. Perkebunan tebu beserta kilang–kilang penggilingannya harus dimusnahkan. Pasukan "gerak cepat" itulah. Oleh karena itu. untuk melihat sendiri kehidupan penduduknya. dilatih bergerak cepat sebagai "satuan mobil". Pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulfatah membentuk kekuatan: 1. Sultan Abdulfatah sangat besar perhatian terhadap kesejahteraan hidup rakyat. mengingatkan pada strategi yang pernah dilakukan oleh leluhurnya. satuan–satuan armada kecil. yang ditakutkan oleh Kompeni Belanda. 2. Sebagaimana kakeknya (Sultan Abdulmafakhir). dalam satuan–satuan kecil. Sultan Abdulfatah bersikap sama dengan para pendahulunya. bahwa "menyerang langsung sarang Kompeni Belanda ke Batavia. Untuk memenuhi strategi itu. satuan-satuan tempur yang terdiri dari berbagai suku bangsa. dan 3.

Dari sistem strategi dan aksi–aksi yang dilakukan. Kompeni Belanda harus berhadapan dengan seorang penguasa Banten. kini "dipusingkan" oleh kelincahan dan ketegasan Sultan Abdulfatah. pasukan patroli Kompeni Belanda. sejak masa GJ. hingga "berhasil" mengadakan perjanjian 1645. dapat menekan pihak Kompeni Belanda. yang membantu Dewan Hindia Belanda. dalam "pembaharuan perjanjian". setiap ada kesempatan. pihaknya tidak akan mengalami hambatan dan kesulitan. disergap oleh pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. Anthony Van Diemen (1636 –1645). Semua aksi–aksinya. ulet. dan menghancurkan kilang penggilingan gula.belakang garis pertahanan Belanda. Di wilayah perbatasan. pasukan gerak cepat Kesultanan Surasowan Banten. disepakati bahwa batas wilayah kekuasaan. Maetsuycker. dihadang oleh armada kecil pasukan Banten. Kompeni Belanda. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. yaitu: lincah dan tidak senang menunggu. yang dimiliki oleh Sultan Abdulfatah. dilakukan dengan tujuan untuk bisa mencegah "pembaharuan perjanjian". Setidaknya. dan pandai bergaul. Johan Maetsuycker diangkat menjadi Gubernur Jenderal. Sultan Abdulfatah. adalah tenaga akhli dalam bidang hukum. adalah sungai Tangerang atau sungai Cisadane. kapal–kapal pengangkut dari arah Timur. Demikian pula halnya di perairan Ciasem dan Karawang. agar bersikap "lebih lunak" dalam meja perundingan. menggantikan Carel Reynierszoon. dalam tubuh Kompeni Belanda terjadi pergantian pimpinan. menurut perjanjian 1645. terlihat watak maritim Banten murni. yang semula bersikap "tenang" menghadapi Sultan Abdulmafakhir. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. 160 | S e j a r a h K e r a j a a n . memusnahkan tanaman tebu. mengenai "keuntungan" dagangnya dari Kesultanan Surasowan Banten. Padahal Kompeni Belanda berharap. Tujuannya. supaya kapal–kapal itu. Akan tetapi. Hal iru memaksa pihak Kompeni Belanda untuk mengadakan patroli terus menerus. yaitu sebelah Timur Cisadane. tidak akan pernah sampai ke Batavia. telah memusnahkan segala harapan Kompeni Belanda.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . la terkenal cerdas. yang tangguh dan berwibawa Sementara itu. pada tahun 1653. Sebagai catatan. yang tidak diinginkannya.

"Statuten Van Batavia". selanu 30 tahun. Baik van Goens maupun Speelman. Ancaman dari darat inilah. merangkap Laksamana dan sekaligus Jenderal. ia mempunyai dua orang kawan. karena bersifat "imperium laut murni" (hanya menguasai pelabuhan–pelabuhan penting). sehingga jabatan Gubernur Jenderal yang hanya berlaku 4 tahun. yang sangat ditakuti oleh Kompeni Belanda. Sebab di laut. Maetsuycker. saling mengisi dalam watak dan pendapat. sekaligus menjadi pelindung terhadap ancaman serbuan musuh dari darat. yang menjabat sebagai anggota Dewan Hindia. telah memenuhi persyaratan. kedua penasihat Maetsuycker. yang memuat peraturan–peraturan tentang tata tertib kehidupan di Batavia. sangat puas atas prestasi Maetsuycker. Untuk mencapai tujuannya. sebagai sumber pangan. Gangguan gerilya Kesultanan Banten. yang harus dihadapi oleh Sultan Abdulfatah. Para Direktur Kompeni di tanah airnya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yaitu: Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. 161 | S e j a r a h K e r a j a a n . dipercayakan kepadanya sampai 7 kali (1653 – 1678). Menurut pandangan mereka. yang tidak bertahan lama. Menurut standar Jan Pieterszoon Coen. dan Speelman.Sebagai ahli hukum. pelabuhan harus memiliki daerah pedalaman dan pinggiran yang luas. Trio itulah. kecuali untuk berburu di luar tembok kota. selama 25 tahun menjadi Gubernur Jenderal. Mereka mendorong. Keduanya adalah orang Kompeni "tulen". Maetsuycker sangat mentaati aturan-aturan. Sultan Abdulf'atah mengadakan tekanan balasan di sektor darat. dengan menarnbah kekuatan pasukan di daerah Angke Tangerang. dijawab oleh Kompeni Belanda dengan memblokade Pelabuhan Banten. Terhadap tindakan itu. adalah hasil dari buah tangannya. Untuk ukuran VOC yang bertugas di Nusantara. agar Maetsuycker bertindak lebih berani dan "lebih keras". sikap Maetsuycker dinilai terlalu "halus" dan "hati–hati". Akan tetapi. yang sekaligus menjadi penasihatnya. ia belum pernah meninggalkan Pelabuhan Batavia. mengunggudi armada Kesultanan Surasowan Banten. yang telah digariskan oleh atasannya di Netherland. telah mengamati nasib "Imperium Portugis" di kawasan Asia. Maetsuycker tidak senang bertualang. Kembali ke Kesultanan Surasowan Banten. yaitu: mahir menjadi pedagang. Kompeni Belanda merasa lebih sanggup. van Goens. baik di darat maupun di laut.

Setiap orang Banten yang ada di Batavia. setelah Sultan Banten menyerahkan pampasan perang. yang berdasarkan kelompok etluk. 6. utusan Kompeni Belanda. sikap hati-hati yang dimiliki oleh Maetsuycker. Sebab secara pribadi. 3. demikian juga sebaliknya 162 | S e j a r a h K e r a j a a n . dilakukan sampai beberapa kali. Sampai akhir tahun 1656.Karena merasa lemah di sektor darat. Sultan Abdulfatah. harus mengembalikan tawanan perangnya masing– masing. Pertukaran nota.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . harus dikembalikan ke Banten. agar ia bertindak lebih keras. derigan membentuk pasukan "pribumi". van Goens dan Speelman. Untuk memenuhi keperluan tersebut. sambil membawa usul–usul baru dari mereka. 5. Dua kali Kompeni Belanda mengirimkan utusannya. membuat Kompeni Belanda "tetap bersabar". hampir berhasil. 2. perundingan itu belum juga dapat dilaksanakan. membawa usul "perdamaian". dengan catatan bersedia menjadi tentara Kompeni Belanda. Kesultanan Surasowan Banten. atas biaya dari Banten. Kedua belah pihak. Akan tetapi. maka kapal–kapal Kompeni yang datang di Banten dibebaskan dari pemeriksaan. bersedia membuka jalur perundingan. Banten harus membayar kerugian perang. Pada tanggal 29 April 1658. Kantor perwakilan Belanda di Banten harus diperbaiki. sebanyak 10 pasal: 1. tidak pernah mempercayai "niat baik" Kompeni Belanda. Kompeni Belanda mengambil prakarsa. berupa 500 ekor kerbau dan 1500 ekor sapi. Blokade Belanda atas Banten akan dihentikan. dua kali pula Sultan Abdulfatah menolaknya. menginginkan Maetsuycker. banyak "budak" yang dibebaskan atau ditebus oleh Kompeni. Sultan Banten harus menjamin keamanan dan kemerdekaan perwakilan Kompeni di Banten. 7. Karena banyaknya barang–barang Kompeni dicuri dan digelapkan oleh orang Banten. Kompeni Belanda mencontoh strategi pasukan Kesultanan Surasowan Banten. Padahal. mengirim perunding untuk menghadap Sultan Abdulfatah. Menjelang akhir masa perjanjian. 4. Pada tahun 1657. sikap "kehati–hatian" Maetsuycker.

Sultan Abdulfatah menuntut: 1. Tuntutan yang pertama. Kapal–kapal Kompeni yang datang ke Pelabuhan Banten. Tuntutan yang kedua. Sebagai jawabannya.1993:137). warga kedua belah pihak dilarang melewati batas daerahnya masing–masing. Sultan Abdulfatah sangat faham. ialah garis lurus dari Untung Jawa hingga ke pedalaman dan pegunungan. Menuntut. sebagai imbalan. agar orang Banten. dibebaskan dari bea masuk dan bea keluar. 2. Perbatasan Banten dan Batavia. Sultan Abdulfatah membalasnya melalui surat. 9. yang telah diperolehnya. bahwa kedua tuntutan itu tidak akan diluluskan oleh Kompeni Belanda. merupakan pelanggaran terhadap hak monopoli Kompeni. Penolakan tersebut. 10. Menuntut. agar "bunuh diri". artinya sama dengan menyuruh Kompeni Belanda. bahwa jika Kompeni Belanda menuntut perlakuan istimewa dari Banten. pihak Kompeni Belanda pun harus memberikan perlakuan istimewa terhadap Kesultanan Surasowan Banten. Sebab. Oleh karena itu.8. karena: 1. pasti digunakan untuk menghadapi Kompeni Belanda. Untuk menjaga hal–hal yang tidak diingini. peluru dan mesiu di pelabuhan Batavia. Sultan Abdufatah menolak usulan tersebut. secara bebas dapat membeli meriam. berarti menyulut sumbu perang terbuka. 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang menyatakan bahwa "perundingan tidak mungkin dilalksanakan". Seperti yang telah diduga sebelumnya. agar orang Banten. 163 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tanggal 11 Mei 1658. diijinkan langsung membeli rempahrempah dan timah dari daerah produsen. yang dinilai sangat tidak adil. peralatan–peralatan yang dimaksud. pihak Kompeni Belanda di Batavia menolak kedua usul Sultan Abdulfatah itu. maka sebagal imbalannya. (Michrob. Dengan tegas. dengan mengorbankan jiwa dan biaya yang cukup banyak. Sultan Abdulfatah menegaskan.

berhasil digagalkan oleh pasukan tempur Kesultanan Surasowan Banten. Oleh karena itu. pasukan tempur itu berangkat dari Ibukota Surasowan ke daerah Angke–Tangerang. Sepuluh di antaranya. di perairan Labuhan Ratu. Ratu Bagus Wiranatapada. Para komandan tempur dari berbagai tingkat. agar semua moncong meriam diarahkm ke pantai Teluk Banten.000 orang. untuk menjaga serangan dari laut. segera dikirimkan ke daerah perbatasan Angke Tangerang. setelah melalui pertempuran sengit artileri sehari penuh. telah ditunjuk untuk menempati pos–posnya masing masing. la didampingi oleh Rangga Wirapata sebagal Wakil Panglima. 2. di sekitar Pulodua dan Pulolima. Tumenggung Wirajurit. dipusatkan di sekitar pelabuhan. di perairan Karawang. 4. di perairan Pontang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan Haji Wangsareja sebagal Imam Pasukan. Sultan Abdulfatah memerintahkan. yang masing-masing diberi nama. Suranubaya. 1. sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang. Akan tetapi. dengan kekuatan 60 meriam. Selain itu. Si Muntab dan Si Kalantaka. di bawah komando Senapati Ingalaga (nama ini sebenarnya berarti: Panglima Perang). sebuah satuan tempur darat. Arya Suryanata. ditempatkan di pantai Caringin. Di antara meriam–meriam itu: Si Jaka Pekik. di perairan Tanara. karena dalam rangka blokadenya. khusus ditugaskan melindungi ibukota Surasowan. Kompeni Belanda menempatkan satuan armada. perairan Selat Sunda. untuk mencegah pendaratan pasukan Kompeni Belanda di pantai Selatan. Sedangkan satuan Artileri Banten.Pasukan–pasukan Kesultanan Surasowan Banten. yang terkenal paling ampuh dan paling banyak mengenai sasaran. selalu "berkeliaran". selama 9 hari. di bawah pimpinan Wirasaba dan Purwakarti. 5. di perairan Tangerang. yang terdiri dari 11 kapal di kawasan Teluk Banten. balasan dari 164 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ketika Kompeni Belanda menyerang Surasowan dari taut. Pasukan tempur darat dengan kekuatan 5. Pertahanan ibukota. Ratu Bagus Singandaru. Dengan melalui jalan darat. 3. Kapal-kapal Kompeni Belanda. jenis canon (meriam besar). Hal ini dilakukan. mulai memuntahkah tembakan salvo. Kapal–kapal milik Kompeni Belanda itu.

untuk menghadapi Gubernur Jenderal Maetsuycker. Arya Mangunjaya dan Arya Wiratmaja. tetap harus membeli bahan rempah–rempah dan timah.pasukan ardleri Banten. Gubemur Jenderal bersama 9 orang anggota Dewan Hindia. untuk menggantikan sebagian pasukan lama. oleh Kompeni Belanda. tidak menuntut hak monopoli. dan hak memperoleh rempah–rempah (pala dan cengkeh) serta timah secara langsung dari produsen. menyetujui dan menandatangani perjanjian "perdamaian” itu. Melihat kenyataan ini. Strategi militer Sultan Abdulfatah ini. Sultan Abdulfatah sendiri hadir. tidak memberi peluang kepada kapal–kapal Kompeni Belanda untuk mendekati garis pantai. belum ada pihak yang mendahului maju atau mundur. dari kedua belah pihak. telah banyak korban yang jatuh. yang berlangsung hampir satu tahun lamanya. dan Kesultanan Surasowan Banten. Kemudian Sayid Ali. mengambil keputusan untuk mengajukan usul perdamaian kepada Sultan Banten. menuju ke laut lepas. mundur dari garis pantai pertahanan pasukan Kesultanan Banten. di garis depan Angke–Tangerang. bertindak atas nama Sultan Jambi. Pertempuran sengit itu. ditunjuk untuk mengganti Senapati Ingalaga dan Rangga Wirapata. diperlakukan sama dengan kongsi–kongsi dagang lainnya. dari pasar Batavia. dengan kekurangan tenaga cadangan dan sulit mengganti maupun menambah pasukan. ditunjuk menggantikan kedudukan Haji Wangsareja. Sultan Abdulfatah. melalui jasa baik Sultan Jambi sebagai perantara. Sultan Abdulfatah mengambil keputusan. armada Kompeni Belanda. Kesultanan Surasowan Banten pun menarik kembali tuntutannya. Sementara itu. Sebab. Padahal. Pertempuran yang sudah berlangsung hampir satu tahun. Kompeni Belanda. Di Batavia. untuk mengadakan penyegaran pasukan. Akhirnya. pada tanggal 10 Juli 1659. Oleh karena itu. di bawah pimpinan Kiai Demang Dirade Wangsa dan Kiai Ingali Marta Sidana. tentang hak membeli senjata dari Batavia. Kompeni Belanda hanya mampu bertahan. selama perang antara Kesultanan Surawowan Banten dengan Kompeni Belanda. Mereka dibekali pasukan baru. karena pihak Kompeni Belanda. Perundingan berlangsung di Batavia. Sebelum malam tiba. terjadi stagnasi. dipandang sebagai ancaman baru. Pimpinan baru. yang sudah memerlukan istirahat. Pasukan–pasukan itu tidak kembali lagi. berlangsung sampai senja hari.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 165 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang menyebar di sekitar pelabuhan.

adalah: pengukuhan garis perbatasan. tidak dikenakan bea pelabuhan.Sebetulnya. petugas pemeriksa dari pihak Banten. dengan bayaran tinggi. mengalihkan operasi "penyergapan ternak". tanpa alasan yang sah. yang telah dirampas oleh pasukan gerilya Banten. Kelak terbukti. bahwa para gerilyawan Banten. yang membelot ke Kesultanan Surasowan Banten. Kesultanan Surasowan Banten harus membayar harga ternak. kemudian memeluk agama Islam. bertujuan agar dapat mengawasi kegiatan Kompeni Belanda secara lebih ketat. sekaligus berfungsi sebagai "sarang mata–mata". Kemudian. titik berat dari perjanjian itu. atas permintaan kepala perwakilannya. Bahkan. Bagi orang Kompeni Belanda. akan diberi gelar kebangsawanan. Bila dalam kapal Kompeni itu. Sultan Abdulfatah akan menawarkan pekerjaan. dapat menyitanya. Adapun keringanan lain yang diperoleh oleh Komperri Belanda. Kemudian barang tersebut dikirimkan ke Jakarta. ke daerah pedalaman Cileungsi dan Cianjur. Kemudian. akan ditangkap. adalah kantor perwakilannya di ibukota Surasowan Banten. menjadi tanggungan pemerintah Kesultanan Banten. Bahkan bila dianggap layak. Strategi Sultan Abdulfatah ini. ada barang yang dianggap terlarang. 2. dalam jangka waktu tiga bulan sebelum perjanjian ditandatangani. Sebab. Sultan Abdulfatah sangat menghargai orang asing. harus dikembalikan ke Batavia. Setiap pelanggar batas dari kedua belah pihak. 166 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sedangkan konsesi bagi Kompeni Belanda. kantor perwakilan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. atau terpaksa singgah karena memerlukan air. bila teknisi yang bersangkutan bersedia masuk Islam. antara lain sebagai berikut: 1. Sultan Abdulfatah akan memberi jabatan resmi kepadanya. terutama bagi yang memiliki keterampilan di bidang teknologi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . biaya pemeliharaan kantor tersebut. sepanjang sungai Cisadane. dari para kawula Kompeni Belanda di sekitar Batavia. Sebagai catatan. Bila kapal Kompeni yang masuk pelabuhan Banten. tetap diperbolehkan dibuka.

dapat dikurangi dan angkutan pasukan dapat dipercepat. Oleh karena itu. Dari catatan Kompeni Belanda dapat diketahui. ditugaskan untuk mengangkut dan mengelola perbekalan. dari Pontang ke daetah Angke– Tangerang. Dibangun saluran secara berantai. Dengan demikian. Salah satunya. Sehingga tempat itu baru bisa dicapai dari ibukota Surasowan. dibuat sepanjang jalan lama. banyak mernakan biaya yang amat tinggi. juga sarana perhubungannya sulit. selain letaknya yang jauh.Di balik masa jeda "gencatan senjata" itu. dimulal tahun 1660 dan memakan waktu kira–kira 10 tahun. untuk mencapai tujuannya. dalam tempo 9 hari perjalanan. Kondisi ini mengakibatkan daya guna pasukan relatif rendah. bahwa pembuatan saluran tersebut. Perang selama 11 bulan dengan keadaan "seimbang". karena beban logistik yang terlalu berat. penggunaan tenaga manusia untuk angkutan barang. Saluran itu. sepertiga dari pasukan yang dikirimkan ke perbatasan. sesungguhnya kedua belah pihak "memerlukan istirahat".K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang selalu memanfaatkan kesempatan. Dalam masa damai di bawah perjanjian 10 Juli 1659. karena terletak cukup jauh dari pantai. Pada saat perang berlangsung. Posko pertahanan sebelah timur ini. NEGERI PERDAGANGAN MARITIM Sultan Abdulfatah tidak pernah lengah akan kelicikan Kompeni Belanda. dan dapat dilalui perahu–perahu kecil. antara Kompeni Belanda dengan Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Abdulfatah mengisinya dengan memperbaiki keadaan dalam negeri. Sultan Abdulfatah memecahkan persoalan di pos pertahanan perbatasan di sebelah timur. F. telah banyak hal yang terabaikan. antara lain sebagai berikut: Pertama. yaitu menanamkan hak monopoli atas perniagaan di Kesultanan Banten. 167 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebab selama perang berlangsung. Sultan Abdulfatah mengambil tindakan dengan dua cara. telah ikut memperlancar tercapainya perdamaian. Jalur itupun aman dan gangguan armada Kompeni Belanda. dengan cara mencari setiap kelemahan. Hal ini disebabkan.

Kedua. Sultan Abdulfatah memindahkan penduduk sebanyak kira–kira 6.000 jiwa, untuk dimukimkan di tempat-tempat tertentu, sepanjang saluran yang baru. Di sebelah kiri dan kanan saluran, masyarakat dianjurkan mencetak sawah. Strategi ini, bukan saja memperbanyak penduduk di sekitar wilayah timur, tetapi lebih mendekatkan sumber logistik ke daerah perbatasan. Persiapan–persiapan matang yang dilakukan oleh Sultan Abdulfatah, tidak Iuput dari intaian dan penilalan Kompeni Belanda yang semakin cemas dan gemas. Kompeni Belanda menyadari, tujuan Sultan Banten yang tangguh itu. Kecemasan dan kegemasan Kompeni Belanda, tampak dalam laporan Rijcklof Volckertsz van Goens, ketika ia telah menjabat kedudukan Gubemur Jenderal, kepada atasannya di Netherland, pada tanggal 31 Januari 1679, bahwa "Banten harus ditundukan, bahkan dihancur-lumatkan, atau. Kompeni yang akan lenyap". Kesultanan Surasowan Banten, dianggap sebagai saingan utama oleh Kompeni Belanda. Selain karena letaknya berdampingan dengan pusat kekuasaan Batavia, Banten pun merupakan sebuah negara maritim, dengan tulang punggung ekonominya mengandalkan perdagangan internasional. Terbukti, negara yang terletak di ujung barat Pulau Jawa itu, telah berhasil mengimbangi kekuatan militer Kompeni Belanda. Kecemasan pihak Kompeni Belanda, ditambah lagi dengan tindakan Mataram pada tahun 1661, yang mengirimkan koloni petaninya, sebanyak 500 orang ke Muara Beres, sebuah tempat di pinggiran Sungai Ciliwung. Di Muara Beres, yang terletak di antara Jakarta dengan Bogor, koloni Mataram ditugasi mencetak sawah baru. Muara Beres, pernah dijadikan pangkalan "pasukan rakit", ketika Sultan Agung Mataram mengerahkan tentaranya, untuk mengepung benteng Batavia. Peristiwa ini pun turut diperhitungkan oleh Sultan Abdulfatah. Sebab, Muara Beres terletak sejauh 4 jam perjalanan, ke sebelah timur dari Wales, pos terdepan pasukan Banten, dengan kekuatan 4.000 orang. Dari Wales, terdapat sebuah jalan darat melalui Pagutan (sebelah barat Ciputat), yang menuju Batavia, atau ke arah tenggara Muara Beres. Mata–mata Banten mendapatkan, bahwa pemukiman orang Mataram itu, dihuni petani biasa (bukan tentara). Banyak di antaranya, orang Paledang (pembuat alat–alat tembaga), dan mereka dianggap "tidak berbahaya".
168 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Selain pembangunan fisik, Sultan Abdulfatah, dengan jiwa "Maritim Banten"–murninya mempererat hubungan dagang internasional, dengan kongsi–kongsi dagang Eropa yang bukan Belanda. Dengan demikian, dapat diraih tiga macam keuntungan sekaligus, yaitu: 1. Peningkatan ekspor; 2. Hubungan persahabatan dengan saingan–saingan Kompeni Belanda; 3. Alih teknologi. Melalui Kompeni Inggeris EIC (East Indie Compagnie), Sultan Abdulfatah, mengadakan kontak diplomatik dengan kerajaan Inggeris. Dari orang EIC, ia memperoleh informasi rahasia, tentang keadaan organisasi induk VOC di Netherland. Ketika pecah perang, antara Belanda dengan Inggeris dan Perancis pada tahun 1672, peristiwa itu segera diketahui oleh Sultan Abdulfatah, dari para pelaut Inggeris dan Perancis yang datang di pelabuhan Banten. Dalam jalinan persahabatan internasional ini, Sultan Abdulfatah, mengundang para teknisi Eropa. Mereka dilibatkan dalam pembangunan kapal-kapal niaga, yang memiliki daya jangkau jauh, mampu berlayar hingga mencapai Philipina, Macao, Benggala dan Persia (Iran). Sebagian besar para teknisi Eropa itu, dilibatkan pula dalam perbaikan komplek keraton Surasowan. Istana yang megah itu, dibuat lebih indah dan lebih tahan dari serangan. Keraton Surasowan, dilengkapi pancuran dan danau buatan. Seluruh komplek, dilindungi tembok terbuat dari bata merah, yang cukup tebal. Pada sudut–sudut benteng, ditempatkan menara jaga. Jalan masuk menuju komplek Istana, berbentuk busur, diberi dinding bata pada kedua tepinya, untuk menghindari pengintaian dari luar. Di sekitar tembok benteng, dibuat pula saluran yang cukup lebar. Jejak-jejak tangan teknisi Eropa, tampak berbaur dengan arsitektur tradisional. Selain Istana Surasowan di pusat ibukota, Sultan Abdulfatah pun membangun keraton baru di sebelah tenggara Pontang, tidak jauh dari pantai. Dalam sumber Belanda yang sejaman, keraton itu dilaporkan bercorak modern. Keraton dibangun untuk tempat tinggal Sultan Abdulfatah, dan berfungsi sebagai benteng cadangan, bila terjadi hal darurat di ibukota Surasowan. Karena keistimewaan sistem saluran airnya, keraton baru itu
169 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

dinamai Tirtayasa. Dari nama keraton itulah, kelak Sultan Abdulfatah dikenang oleh rakyat Banten, sebagai Sultan Ageng Tirtayasa. Salah satu teknisi Eropa itu adalah Henrik Lucaszoon Cardeel, seorang "tukang batu" kelahiran Steenwijk, Negeri Belanda. Setelah Henrik Lucaszoon Cardeel masuk Islam, Sultan Abdulfatah memberikan gelar kebangsawanan, dengan nama Tubagus Wiraguna. Kelak, ia dihadiahi sebidang tanah di Batavia (daerah Ragunan, sekarang). De Haan berpendapat, bahwa nama tempat itu (Ragunan), merupakan singkatan dari Wiraguna (Lombard, 1996: 303). Upaya hubungan diplomatik dilakukan pula dengan Denmark. Melalui kongsi dagangnya, perjanjian dagang antara Banten–Denmark, dapat ditandatangani tahun 1670. Hal tersebut, dapat dilihat dalam surat dinas Sultan Abdulfatah, yang ditulis menggunakan bahasa Melayu beraksara Arab. Surat tersebut ditujukan kepada Raja Christian V Denmark, pada tahun 1671, yang isinya sebagai berikut: Ini surat menyatakan tulus dan ikhlas daripada Paduka Seri Sultan Abu'l–Fath di Banten yang mengempukan tahta pekerjaan (sic) dalam negeri Banten khallada'llahu mulkahu wa–sayyara a'naka a'adihi milkahu datang kepada raja Danamarka yang bernama Raja Kerristian anak Raja Parraiderrai yang mengempukan tahta pekerjaan dalam negeri Dananarka raja yang termashur gagah berani dalam segala negeri atas angin dan negeri bawah angin ialah raja yang amat bangsawan serta setiawan dan yang bijaksana pada memerintah segala pekerjaan di darat dan di laut serta mengelakukan isti'adat raja–raja dalam negeri Danamarka. Adapun kemudian daripada itu bahwa surat dan bingkis daripada raja Kerristian itu telah sampailah kepada Raja Paduka Serri Sultan di Banten dengan sempurnanya. Maka apabila dibukalah surat itu daripada meterainya semerbaklah bau–bauwan yang amat harum daripada kasturi dan `anbar akan mengatakan perkataan tulus dan ikhlas dan hendak berkasih–kasihan. Sahdan barang maksud Raja Kerristian yang tersebut dalam kitabat itu telah diketahuilah oleh Paduka Seri Sultan di Banten, maka Paduka Seri Sultan pun terlalulah sukacita sebab mendengar perkataan Raja Kerristian yang tersebut di dalam kitabat itu. Sebermula Paduka Seri Sultan meminta kepada Raja Kerristian jualjualan obat bedil pada tiap–tiap masa kapal berlayar ke Banten sekira-kira obat bedil itu seratus pikul dan demikian lagi peluru bedil besar-besar.
170 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Shahdan Paduka Seri Sultan memberi Ma'lum kepada Raja Kerristian dahulu kala Kapitan Haddelar menitipkan lada kepada angabehi Cakradana banyaknya lada itu seratus bahara dan tujuh puluh enam bahara. Tamat (Naerssen,1977: 159). Sementara itu, di lingkungan Istana Kesultanan Surasowan Banten, pada tanggal 16 Februari 1671, Sultan Abdulfatah mengangkat Abdulkahar sebagai Pangeran Gusti atau putera mahkota. Abdulkahar, adalah putera Sultan Abdulfatah dari permaisuri Ratu Adi Kasum. Peristiwa ini, bertepatan dengan datangnya surat dari Syekh Mekah, yang memberi gelar kepada Pangeran Gusti, yaitu Sultan Abu'nasr Abdulkahar, yang kelak lebih dikenal sebagai Sultan Haji. Sultan Abu'nasr Abdulkahar, diberikan tugas dan wewenang untuk mengatur urusan dalam negeri Kesultanan Surasowan Banten. Sedangkan kekuasaan dan urusan luar negeri, sepenuhnya masih dipegang oleh Sultan Abdulfatah. Sejak itulah, Sultan Abdulfatah pindah ke kediaman yang baru, di Istana Tirtayasa Selanjutnya, pada tahun 1674, putera mahkota Sultan Haji, diperintahkan oleh ayahnya, Sultan Ageng Tirtayasa, untuk menunaikan ibadah haji, sekaligus melakukan perlawatannya ke Turki, guna menjalin persahabatan dengan pusat kekuatan Islam dunia Petjalanan Sultan Haji dalam perlawatan diplomatik, memerlukan waktu 2 tahun. Kesultanan Surasowan Banten memanfaatkan masa yang relatif damai, berdasarkan perjanjian 10 Juli 1659, untuk mengungguli persiapan Kompeni Belanda. Setiap saat, perang antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda, dapat saja meletus. Hal yang meredakan ketegangan, di antara kedua belah pihak, adalah sikap Gubernur Jenderal Johan Maetsuycker. Sikapnya yang sangat hati-hati, membuat ia mengambil sikap netral, bila terjadi pertikaian di antara kerabat keraton di Nusantara. Saran van Goens dan Speeltnan, agar Kompeni bertindak cepat melumpuhkan Banten, tidak dihiraukan oleh Johan Maetsuycker. Kekhawatirannya, Kesultanan Surasowan Banten, bersahabat baik dengan kongsi dagang Inggeris dan Perancis, ketika pecah perang antara Belanda dengan Inggris–Perancis tahun 1672.
171 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

terlebih setelah Sultan Agung Mataram menguasai Priangan. hubungan Banten dengan Mataram. Dalam kejadian ini. bukan oleh Kompeni yang menjadi sasarannya. diberitakan bahwa selama bulan Agustus dan September 1671.Sementara itu. melainkan juga laskar Banten ikut membantu gerakan bangsawan Madura itu. kemudian bergabung dengan laskar Banten. Terbukti. banyak yang menyingkir. menurut penuturan Pangeran Wangsakerta. kehilangan sekutunya di kawasan timur. diberikan pula oleh Sultan Ageng Tirtayasa. bukan saja orang Makasar yang ada di Banten. telah mempererat hubungan antara Pakungwati Cirebon dengan Kesultanan Banten. akan tetapi Sultan Ageng Tirtasaya tidak mau bekerjasama dengan Mataram. Tanpa bantuan Aru Palaka yang hafal keadaan daerah pedalarnan Makasar. walaupun secara resmi tidak pernah berperang. untuk mengamankan hak monopoli rempah–rempah di wilayah timur. Raja Bone yang terusir oleh Sultan Hasanuddin. berturut–turut telah datang ke Banten. Speelinan berhasil menggulung Ternate dan menundukkan Makasar. Ketika pecah pemberontakan Trunojoyo.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . belum tentu Kompeni Belanda berhasil menggulung kekuatan Makasar. ketika kerajaannya ditundukkan oleh Makasar. Kedua belah pihak saling membiarkan. justeru selalu diganggu keamanannya oleh laskar Banten. tidak pernah mulus. Koloni petani Mataram di Karawang. cenderung mengarah kepada permusuhan. Cornelis Speelinan mengutamakan jasa baik Aru Palaka. Sultan Ageng Tirtayasa menempatkan Kesultanan Banten sebagai pendukung Trunojoyo. Dalam laporan perwakilan Belanda di Banten. Sisa–sisa laskar Makasar. 800 dan 300 orang Makasar. Akibat adanya persaingan kekuasaan di Pulau Jawa. Bantuan senjata dan perbekalan. Sultan Ageng Tirtayasa. Makasar harus mengakui keunggulan Kompeni. Sebagaimana telah dikemukakan. dan kehilangan kebebasannya. dalam perjuangannya ketika mengusir Kompeni dari Batavia. Oleh sebab peristiwa itu. Dalam perjanjian Bongaya (1667). Peristiwa pemberontakan Trunojoyo. Karena persaingan itulah. dalam pemberontakan melawan Sunan Amangkurat I Mataram. bila salah satu pihak diancam Kompeni. yaitu Samsudin Martawijaya dan Badridin 172 | S e j a r a h K e r a j a a n . dalam peristiwa itu. kedua orang kakaknya. Mereka ikut memperkuat angkatan perang Banten.

kedua pangeran Cirebon itu kembali ke pelabuhan Banten. yang melantik resmi (mewisuda) mereka bertiga. walaupun para penguasa Cirebon sangat berhutang budi kepada Sultan Ageng Tirtayasa. adalah kemenakan Panembahan Ratu. Oleh sebab itulah. tertawan oleh Trunojoyo dan dibawa ke Kediri.Kartawijaya. Melalui sepucuk surat dari Sultan Ageng Tirtayasa. bagi kepentingan politik diplomasi Kesultanan Surasowan Banten. sebagai Sultan Sepuh. tidak mungkin dipenuhi. yang telah lama retak. akan mengambil sikap netral. Pangeran Wangsakerta segera pergi ke Banten. tidak menyukai hubungan akrab antara Pakungwati Cirebon dengan Mataram. Kesultanan Surasowan Banten. permintaan agar Pakungwati Cirebon memusuhi Mataram. Sedangkan pihak Pakungwati Cirebon. untuk membebaskan kedua kakaknya dari tangan Trunojoyo. hubungan kekerabatan antara Pakungwati Cirebon dengan Surasowan Banten. Pemerintahan Pakungwati Cirebon. tidak diperkenankan pulang ke Cirebon oleh Amangkurat I Mataram. Ibunda Amangkurat I. diwakili oleh Pangeran Wungsakerta. yang telah berhasil menetralkan sekutu utama Mataram di kawasan Tatar Sunda. bila terjadi perselisihan antara Banten dengan Mataram. Sultan Anom dan Wangsakerta sendiri sebagai Panembahan Cirebon. juga puteri Mataram. dapat dipererat kembali. Mereka hanya menjanjikan. Menurut Pangeran Wangsakerta sendiri. mereka diantarkan ke Pakungwati Cirebon. Menggunakan kapal itu pula. sesungguhnya Sultan Ageng Tirtayasa–lah. merninta jasa baik Sultan Ageng 'Tirtayasa.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . buyut ketiga orang penguasa Cirebon tersebut. 173 | S e j a r a h K e r a j a a n . putera Panembahan Girilaya yang bungsu. Hal ini merupakan suatu keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. untuk memulai tugas sebagai akhli waris Panembahan Girilaya. berangkatlah sebuah kupal perang Banten membawa perlengkapan menuju perairan Jaw a Timur. Masing–masing. Sebagai sesama keturunan Susuhunan Jati Cirebon Syekh Syarif Hidayat. Mereka bersama ayahnya. ibu dan isteri–isteri mereka. dengan keraton Mataram. adalah saudara sepupu jauh ketiga orang penguasa Cirebon itu. mempunyai jalinan kekerabatan yang lebih dekat. Panembahan Girilaya. Hanya saja. Selain itu. Menggunakan kapal perang Banten pula. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1677. karena alasan politik. Akibat peristiwa itulah. menjadi penguasa Pakungwati Cirebon. Sultan Ageng Tirtayasa.

langsung menyerbu ibukota Mataram. Dalam hal ini Johan Maetsuycker berpesan. supaya Trunojoyo beserta sekutunya. tidak meneruskan gerakannya. melainkan oleh Kompeni Belanda. segera dilumpuhkan. Speelman kembali ke Japara. Speelman mengusulkan agar Kompeni Belanda memulihkan kedudukan penguasa Mataram. Gubemur Jenderal Maetsuycker. Akan tetapi. menyeberangi Selat Madura.Dalam peristiwa Trunojoyo ini. mengambil alih benteng pasukan Makasar di Gogodog dan perbatasan Balambangan. serta berhasil merebut dan mendudukinya. Akibat serbuan Trunojoyo. yang meninggal dunia pada tanggal 4 174 | S e j a r a h K e r a j a a n . Trunojoyo yang cerdik segera membuntutinya. Karena peristiwa itulah. agar mengambil langkah–langkah untuk pemulihan kedudukan Sunan Mataram. Berdasarkan pertemuan itulah. namun ditolak oleh Trunojoyo. Selanjutnya. Akan tetapi. Selain itu. diserahkan oleh Kompeni kepada Sunan Amangkurat II. Anjuran Speelman diterima baik oleh Amangkurat I. pada bulan Oktober 1677. Mataram resmi menjadi vazal Kompeni Belanda. dalam pengungsian ke benteng Kompeni di Tegal Arum. akhirnya mengambil sikap memihak Susuhunan Matarain. dengan tujuan mendapatkan wilayah. la berkirim pesan kepada Speelman. Maetsuycker yang semula bersikap netral. penumpasan gerakan Trunojoyo itu. diboyongnya ke Kediri sebagai tempat kedudukannya. untuk mengatasi kekacauan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. yang selalu hati–hati. Pada tanggal 2 Juli 1677. karena menganggap sebagai konflik intern keraton. tidak sempat disaksikan oleh Johan Maetsuycker. agar Speelman mendesak Amangkurat I dan Trunojoyo untuk berdamai kembali. termasuk mahkota Majapahit. akhirnya perlawanan menghadapi Trunojoyo tidak dilakukan oleh Mataram. yaitu Kesultanan Surasowan Banten. tidak menerima usul tersebut. Setelah Amangkurat I meninggal dunia. ia beserta mahkota Majapahit. putera mahkota Mataram. yang telah dikuasai`pasukan Trunojoyo. Speelinan pun mengusulkan. Akan tetapi. setelah Trunojoyo tertawan. Speelman segera bertindak merebut Surabaya. sebagai tebusan biaya perang. dan menyerang Arosbaya di Madura. Selanjutnya. Maetsuycker mengijinkan Speelman membawa armada Kompeni ke Japara. Speelman mengadakan pertemuan dan perjanjian dengan Adipati Anom.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pusaka–pusaka Mataram.

Akhir tahun 1678. pada bulan September tahun 1678. Para Direktur Kompeni Belanda di Netherland.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . yang merupakan wilayah bawahan Banten. Selanjutnya. sebagal pembayar hutang biaya perang. Bupati Sumedang. sehingga memperoleh bantuan meriam. Sumedang melihat kesempatan untuk bangkit. daerah jajahan Mataram di Priangan diserahkan kepada Kompeni Belanda. dengan mengerahkan 300 orang Talaga. memohon perlindungan kepada Sultan Ageng Tirtayasa.Januari 1678. Wiratanu yang berstatus resmi berada di bawah Cirebon. Rangga Gempol juga menyapu daerah Ciasem. F. Rangga Gempol adalah Bupati Priangan pertama.Kompeni. sehingga para bupati dari ketiga daerah itu menyingkir ke Kesultanan Banten. Kompeni Belanda menggali terusan antara Kali Angke dengan Cisadane. Menurut perjanjian Belanda–Pakungwati Cirebon pada tahun 1677. yang berambisi ingin menghancurkan Kesultanan Surasowan Banten. untuk menguasai lalu-lintas perdagangan yang biasa ditempuh para pedagang Sumedang. Rangga Gempol menggempur Sukapura. yang mengadakan hubungan dagang dengan Kompeni. dimanfaatkan pula oleh Pakungwati Cirebon. Hal ini menimbulkan gejolak politik yang baru di Tatar Sunda. Hubungan dagang Sumedang . PAHLAWAN KEPRAJURITAN NASIONAL Rijcklof Volckertsz van Goens dan Cornelis Speelman. Kekosongan kekuasaan di Mataram itu. ketika Kompeni Belanda sibuk menghadapi Trunojoyo di Jawa Timur. untuk mengisi kawasan bagian utara Cianjur. peluru dan mesiu. menyingkirkan para kepala daerah setempat. Terusan ini dapat diselesaikan oleh Kompeni Belanda. Sebagai penggantinya. sama–sama penganut garis keras. mendambakan kekuasaan seluruh wilayah yang pernah dikuasai oleh Geusan Ulun. karena Rangga Gempol III. Parakanmuncung dan Bandung. la mengakui kedaulatan Kompeni Belanda. sudah mulai dirintis mulai tahun 1656. mengangkat Rijcklof Volckertsz van Goens. di bawah pimpinan Wiratanu. namun selalu terhalang oleh kehati–hatian Maetsuycker. Wiratanu mendirikan pos baru di Cianjur dan Cimapag. kini bebas merencanakan dan melaksanakan maksudnya. 175 | S e j a r a h K e r a j a a n . Sebagai langkah awal. orang yang sepaham dengan Cornelis Speelinan. guna kelancaran angkutan pasukan dan perbekalan ke daerah perbatasan. senapan. pada tahun 1680.

Sultan Ageng Tirtayasa. karena ulah putera mahkota yaitu Pangeran Gusti (Sultan Haji). Sumedang berhasil dikalahkan dan diduduki. salah seorang Bupati Banten di kawasan Ciasem. tetapi rakyat Banten dianjurkannya mengenakan pakaian Arab.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . peristiwa itu telah menghilangkan sisa–sisa pengaruh kekuasaan Mataram di Tatar Sunda. Kompeni sendiri tidak dapat segera menguasai wilayah yang diterima–nya dari Mataram. mempunyai tabiat yang berbeda sekali dengan ayahnya. Akhirnya. Sementara itu. yang langsung menjadi sekutu Kompeni. Rangga Gempol kembali berkuasa. Akan tetapi. mampu menghadapi tantangan–tantangan yang timbul di kawasan Priangan. hanya berlangsung kurang dari dua tahun. dalam upaya menghadapi Kompeni secara langsung. pasukan Banten yang mengejar Raga Gempol. ia lebih dipusingkan oleh keadaan intern Istana Kesultanan Sorasowan Banten sendiri. penanggung–jawab keamanan Kompeni untuk daerah pedalaman Batavia dan Karawang. bagi kelancaran jalur hubungan pasukan dan perbekalan Banten di daerah pedalaman. sehingga Rangga Gempol harus mengungsi ke daerah Indramayu. Sultan Ageng Tirtayasa memprioritaskan untuk mengatasi Sumedang. dikalahkan oleh bala bantuan Kompeni Belanda. sebagai akibat kekosongan kekuasaan setelah perjanjian Japara 1677. tetapi ia telah kehilangan kekuasannya atas Ciasem dan daerah Priangan Selatan. melalui Kapten Hartsinck. Cakrayuda. Potensinya masih kecil. Kabupaten Cianjur. telah memecah konsentrasi Kesultanan Banten. di daerah Indramayu. segera diperintahkan untuk menyerang Sumedang. di bawah pimpinan Cili Widara seorang bangsawan Buton. Pasukan gerak cepat Kesultanan Banten. Situasi baru ini. mudah terpengaruh bujukan orang. setelah mereka tersingkir oleh Rangga Gempol. tanpa kajian yang mendalam. la senang meniru perilaku orang Belanda. Pendudukan Banten atas Sumedang. Sultan Ageng Tirtayasa harus memulihkan kekuasaan Banten di kawasan Ciasem. adalah menantu Bupati Bandung. Secara politis. yang berkedudukan di Pamanukan. Sebab. yang menyebabkan ia dibenci 176 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan membantu ketiga orang Bupati Priangan yang meminta perlindungan. sehingga bukan merupakan ancaman berarti. di balik keberhasilan Sultan Ageng Tirtayasa. la labil dalam sikap. Sultan Haji. justeru muncul dalam kesempatan tersebut.mengadakan hubungan langsung dengan Kompeni.

pasukan Banten masih terlalu tangguh. Berkat pengalamannya sebagai pedagang. Ambisi Sultan Haji yang amat besar. karena ia meninggal pada bulan November 1681. Ketika diangkat menjadi Gubernur jenderal. ia orang Kompeni Tulen. Cornelis Speelman tahan bekerja selama 16 jam.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Cornelis Speelman adalah orang terakhir yang masih hidup. Dialah yang mendiktekan Perjanjian Bongaya untuk Makasar. hanya akan dapat diwujudkan dengan dukungan Kompeni Belanda. untuk berkuasa penuh dalam waktu secepat mungkin. Kompeni Belanda akan mampu menghadapi Banten. terpaksa menahan diri. tubuhnya kekar. Tetapi yang paling membahayakan negara. namun lincah dan tak senang diam. karena gangguan gerilya Banten. yang berambisi menghancurkan Kesultanan Banten. selama 30 tahun menghadapi Sultan Ageng Tirtayasa. karena kekuasaan tertinggi Kesultanan Banten. Belanda kelahiran Rotterdam itu. menghadapi "musuh besar Kompeni Belanda" itu. 177 | S e j a r a h K e r a j a a n . menyebut: "pedang yang mengubah Kompeni dari penguasa niaga. tetap rawan. Kompeni Belanda sudah merasa kesal. Caeff. masih tetap dipegang oleh Sultan Abdulfatah. Inilah celah yang dunanfaatkan secara maksimal oleh perwakilan Kompeni Belmda di Surasowan Banten. Dendamnya terhadap Sultan Ageng Tirtayasa. serta orang–orang Belanda lainnya. ia berani mempertaruhkan nyawanya. Akan tetapi di darat. Pengganti van Goens adalah "si Jagoan Tempur" Cornelis Speelinan. telah akrab dengan iklim tropic. la tidak berani. Rijcklof Volckertsz van Goens. pimpinan kantor perwailan Kompeni Belanda di ibukota Surasowan Banten. Dalam sehari. dan mengetahui banyak bahasa–bahasa daerh dan adat istiadat masyarakat Nusantara. la sangat memahami. Sultan Haji bergaul akrab dengan W. Speelman telah 34 tahun mengabdikan dirinya kepada Kompeni. Dari "tiga serangkai Kompeni". Untuk kepentingan Kompeni. la tidak puas dengan kedudukannya sebagai Sultan Anom. la cerdas dan cerdik. menjadi penguasa wilayah". tanpa persiapan yang benar–benar matang. Keamanan kawasan di sekitar Batavia. dan Perjanjian Japara untuk Mataram. perunding dan panglima perang. Wajar bila Vlekke dalam bukunya. dalam pertempuran di laut. adalah ambisinya terhadap kekuasaan terlalu besar. terbawa mati.oleh ulama dan rakyat. van Goens sama sekali tidak sempat mewujudkan impiannya. Akhirnya. bahkan ia pun tidak pernah ragu–ragu mengorbankan nyawa orang lain.

Padahal. Kepada Sultan Ageng Tirtayasa. Oleh karena itu. dengan janji dukungan dari Kompeni Belanda. bahwa Sultan Ageng Tirtayasa akan menolak "pembaharuan perjanjian" itu. sambil menegaskan bahwa dialah yang berkuasa di Kesultanan Surasowan Banten. anggota Dewan Hindia Belanda penakluk Trunojoyo. yang menempati Istana Surasowan. Jacob van Dijck adalah orang Kompeni yang telah berhasil menarik Cirebon ke dalam perjanjian persahabatan. Tugas van Dijck yang sesungguhnya. padahal di benteng "Batavia". Selanjutnya. terlihat dalam tindakannya pada bulan Mei 1680. antara Kesultanan Surasowan Banten dengan Kompeni Belanda. Sloot. Kompeni Belanda menunjukkan sikap ingin "tetap damai". ialah menghasut Sultan Haji. 178 | S e j a r a h K e r a j a a n . pada tanggal 8 Januari 1681. komandankomandan tempur yang paling berpengalaman telah bersiap. Speelman mengutus Jacob van Dijck. disiapkan di bawah pimpinan Anthony Hurdt. van Dijck tidak akan segan melaksanakan tugas tersebut. saat itu jabatan Sultan Haji hanyalah sebagai Sultan Anom. ia menyusun catatan pertempuran.Watak dan keuletan Speehnan. menghadapi ancaman lawan yang tangguh dan licin. Akan tetapi. Mereka adalah: Kapten Hartsinck. lengkap dengan keadaan politik. Padahal Jacob van Dijck mengetahui benar. agar lebih berani mengadapi ayahnya. Oleh karena Sultan Haji ingin segera memegang kekuasaan penuh. Hasrat menggebu yang dimiliki oleh Sultan Haji itu. Speelman berpura–pura tidak percaya dan menolak desakan Sultan Haji. yang mengirimkan utusan ke Gubernur Jenderal VOC di Batavia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . bahwa perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji. dan tatanan masyarakat Sulawesi Selatan. Pertahanan daerah Angke–Tangerang. Speelman mengetahui. untuk menghadapi Kesultanan Surasowan Banten. Sultan Haji menawarkan perdamaian. dan Saint Martin. Pada saat–saat perang sedang berlangsung. terpaksa ia harus menjanjikan konsesi–konsesi yang lebih besar kepada Kompeni Belanda. dengan sikap "tetap manis dan penuh harap". Van Happel. yang ingin memperbaharui perjanjian 1645. Banten. Sikap licin seorang pedagang ulung. sebagai perunding pihak Kompeni untuk membicarakan "pembaharuan perjanjian" dengan pihak Kesultanan Surasowan Banten. sebagai perunding ulung. semakin meruncing. terlihat dalam laporannya mengenai Perang Makasar. Speelman mematangkan situasi. Kapten Tack.

Dengan dalih, Kompeni datang bukan "sebagai penyerang", melainkan sebagai "penolong", Speelman ingin menciptakan "perang saudara" di Kesultanan Surasowan Banten. Sistem politik adu domba, oleh Jacob van Dijck dan Caeff, ditambah dengan sikap Sultan Haji yang ambisius atas kekuasaan, berjalan mulus. Sehingga, pada malam 26 Februari 1682, Sultan Ageng Tirtayasa memerintahkan pasukannya menyerang Istana Keraton Surasowan, yang ditempati oleh Sultan Haji. Ibukota Surasowan diserang dari segala penjuru, dan perkampungan pinggiran daerah kota habis dibakar. Namun dengan bantuan Kompeni Belanda, komplek keraton Surasowan tidak berhasil direbut. Selanjutnya pada tanggal 6 Maret 1682, pasukan bantuan Kompeni Belanda, di bawah komando Saint Martin, tiba di Pelabuhan Banten. Disusul kemudian oleh pasukan lainnya, di bawah komando Kapten Tack. Pertahanan keraton Surasowan makin kokoh. Sementara itu, pada tanggal 16 Maret 1682, Kapten Hartsinck dibantu oleh Van Happel, membawa pasukan campuran sebanyak 680 orang, dengan dukungan tenaga logistik sebanyak 400 orang, mulai bergerak menuju perbatasan Angke–Tangerang. Tangguhnya pasukan Sultan Ageng Tirtayasa di front Angke– Tangerang, memaksa Kompeni Belanda untuk tidak melakukan serangan, sehingga terjadi stagnasi. Hingga bulan Agustus 1682, hanya terjadi serangan kecil-kecilan dari kedua belah pihak. Pasukan gerilya Banten, berupaya keras mengganggu garis logistik Kompeni Belanda. Akhirnya, anggota Dewan Hindia Belanda Anthony Hurdt, turun tangan memimpin pasukannya di garis depan. Pada bulan Oktober 1682, Kompeni Belanda telah selesai membangun perbentengan di sebelah timur Cisadane. Ketika persiapan Kompeni Belanda telah rampung, pada bulan November 1682, mereka mulai melakukan gempuran terhadap pasukan Sultan Ageng Tirtayasa. Tepat pada tanggal 2 Desember 1682, pusat pertahanan pasukan Banten di Kademangan, jatuh ke tangan Kompeni Belanda. Sultan Ageng Tirtayasa bersama pasukannya, mundur menuju Tanara. Di Tanara, pasukan darat dan laut Banten, mencoba mempertahankan daerah tersebut. Akan tetapi, melalui pertempuran sengit pada tanggal 16 Desember 1682, Tanara pun jatuh ke tangan pasukan Hartsinck. Selanjutnya, pasukan Banten mundur menuju daerah pertahanan terakhir di Tirtayasa.
179 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

Sedangkan di Tanara, Hartsinck mempersiapkan serangan baru. Pada tanggal 28 Desember 1682, armada darat dan laut Kompeni Belanda, bergerak menuju Tirtayasa. Serbuan pasukan Hartsinck ini, diikuti oleh Kapten Saint Martin dan Tack, yang berada di Keraton Surasowan. Dari ibukota Surasowan, mereka bersama–lama dengan pasukan Sultan Haji, bergerak menuju ke Tirtayasa. Pasukan gabungan ini, berhasil merebut Pontang. Saat itu, meriam tempur Hartsinck, mulai menembus keraton Tirtayasa. Semakin mendesaknya pasukan Kompeni Belanda menuju benteng Tirtayasa, dengan perhitungan yang matang, Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk membumihanguskan keraton Tirtayasa. Bersama dengan para pembesar dan pengikutnya yang setia, Sultan Ageng Tirtayasa menyingkir menuju kawasan hutan Keranggan, di sebelah selatan Tirtayasa. Pada awal Maret 1683, pasukan Sultan Ageng Tirtayasa telah berada di Sajira, daerah perbatasan Tangerang–Bogor. Di tempat itulah, ia menerima sepucuk surat dari Sultan Haji, yang berisi bujukan dan permohonan, agar Sultan Ageng Tirtayasa bersedia kembali ke Istana Surasowan. Setelah dirundingkan dengan para pembesar dan pembantunya yang setia, Sultan Ageng Tirtayasa memutuskan untuk kembali ke ibukota Surasowan. Sementara yang lain menunggu di Sajira, pada tanggal 14 Maret 1683 malam hari, Sultan Ageng Tirtayasa bersama para pengawalnya, memasuki keraton Surasowan. Kedatangan Sultan Ageng Tirtayasa, disambut baik dengan penuh rasa hormat, oleh Sultan Haji. Beberapa hari kemudian, utusan Kompeni Belanda tiba di Keraton Surasowan. Pada saat itulah, Sultan Ageng Tirtayasa ditangkap oleh Kompeni Belanda dan dibawa ke Batavia. Kemungkinan besar, bukan maksud Sultan Haji menjebak ayahnya. Karena terbukti, dikemudian hari Sultan Haji tetap menghormatinya. Penangkapan itu, lebih didasari karena Kompeni Belanda khawatir, jika Sultan Ageng Tirtayasa dibiarkan tetap berada dekat puteranya di Surasowan, dapat mempengaruhi dan mengubah sikap Sultan Haji. Akan tetapi, Sultan Haji tidak berdaya. Ambisinya terhadap tahta Kesultanan Banten, terlalu besar untuk dikorbankan bagi kebebasan dan keselamatan ayahnya Bahkan demi kehormatannya sendiri. Karena dialah yang mengundang dan menjamin keamanan ayahnya di Surasowan. Mungkin saja, Sultan Haji hanya sanggup meminta kepada Kompeni Belanda, agar ayahnya tidak dibunuh atau dibuang. Sultan Ageng Tirtayasa
180 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

dipenjarakan di dalam benteng Kompeni belanda dengan "terhormat", di bawah pengawasan dan penjagaan yang ketat. Sultan Ageng Tirtayasa wafat dalam penjara pada tahun 1692. Jenasahnya diminta dan dikebumikan di sebelah utara Masjid Agung Banten. Sebutan Sultan Agung atau Sultan Ageng, yang diberikan rakyat Banten kepadanya, menunjukkan kebesaran Sultan Abulfath Abdulfatah. Sultan Ageng Tirtayasa, ialah musuh besar Kompeni Belanda. Akan tetapi, sumber–sumber resmi yang ditulis oleh pihak Belanda sendiri, tidak satupun yang mencela watak atau perilaku pribadinya. la dihormati dan disegani oleh lawannya. Walaupun Rijcklof Volckertsz van Goens membencinya, ia tidak pernah mencela sifat–sifat Sultan Ageng Tirtayasa. Bahkan, Vlekke menyebutnya: de sluwe Abdoelfatah (Abdulfatah yang cerdik). Di bawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten mencapai masa kejayaan. Tanpa ragu–ragu, Vlekke (1947: 193) mengutarakan pujiannya kepada Sultan Ageng Tirtayasa, sebagai "yang terbesar di antara para Sultan Banten". Menurut pengamatannya, dalam berbagai sumber, ia menyebutkan, bahwa "Abdulfatah dengan penuh vitalitas, mencoba memodernkan negaranya, serta menjadikannya pusat gerakan Islam di Nusantara". Selanjutnya dalam catatan Vlekke, dikemukakan pula: Prestasinya yang terbesar, adalah keberhasilannya membangun dan mengembangkan perdagangan laut. Seperti juga raja Makasar, Sultan Banten, telah berhasil memikat para pedagang Inggris, Denmark, dan Perancis. Sehingga, mereka merasa senang, menjalin hubungan niaga dengan Pelabuhan Banten. Atas bantuan orang–orang Eropa, mulailah ia membangun kapal–kapal sendiri. Dalam tahap permulaan, dipimpin oleh para nakhoda Eropa, melakukan pelayaran ke Philipina, Macao, Benggala dan Persia. Disertai salah satu kapal milik Banten, putera mahkota (Sultan Haji), pergi berlayar ke Mekah melakukan ibadah haji. Para pedangan India, Cina dan Arab, mengalihkan usaha niaga mereka secara besar–besaran ke Banten, setelah terdesak dari Malaka dan Makasar. Harga barang niaga yang dijual di pasar Batavia, melonjak naik, akibat
181 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

persaingan dari Pelabuhan Banten, disebabkan tindakan keniagaan Sultan Abdulfatah. la pun menuntut hak, atas perniagaan pala di Ambon dan perniagaan timah di Semenanjung Malaka, yang ditolak secara congkak oleh pimpinan Kompeni Belanda di Batavia. Orang berkata, "Tidak pernah terjadi sebelumnya”. Juga dalam zaman puncak kebesaran pelayaran Nusantara, sebelum kedatangan orang Portugis, ada kegiatan perdagangan yang demikian besar dan melimpah di pelabuhan-pelabuhan Nusantara, seperti yang dapat disaksikan di Pelabuhan Banten dalam tahun–tahun pemerintahan Sultan Abdulfatah. Hal itu justeru tetjadi, dalam saat–saat kekuatan Komperli Hindia Timur, berada pada titik puncaknya. Sultan Ageng Tirtayasa, adalah penguasa terakhir Kesultanan Surasowan Banten yang merdeka. la menolak berbagai saham kekuasaan dengan orang luar, dari manapun asalnya. Kesadaran politik inilah, yang tidak dimiliki oleh Sultan Abdulkahar (Sultan Haji). Sultan Haji mengira, Gubernur Jenderal Kompeni Belanda sebagai "bangsawan keraton" bermoral kesatria, bukan sebagai "bangsawan niaga", yang sopan–santunnya ditetapkan oleh norma–norma perdagangan. Tentang tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa, terdapat kesimpang-siuran, dari sumber-sumber yang ada. Muhammad Ismail, dalam buku Petunjuk Jalan dan Keterangan Bekas Kerajaan Kesultanan Banten (1983), penerbit Saudara, Serang, sebagaimana yang dikutip oleh Halwany Michrob, menyebut angka tahun 1651 sampai dengan 1672, untuk tahun kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Padahal, pada tahun 1677, Sultan Ageng Tirtayasa masih melakukan penobatan (wisuda) para Pangeran Cirebon, dengan kapasitasnya sebagai Sultan Banten. Mungkin penunjukkan tahun 1672, berdasarkan pelantikan Sultan Haji sebagai Sultan Anom pada tahun 1671, dan penyerahan kekuasaan dalam negeri kepadanya. Oleh sebab itu, kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa, berakhir pada tahun 1683, ketika terjadi penangkapan terhadap dirinya, oleh pasukan Kompeni Belanda di Istana Surasowan. Akibat peristiwa penangkapan tersebut, para pengikut Sultan Ageng Tirtayasa, melanjutkan perjuangannya secara gerilya. Satu tahun lamanya, Kompeni Belanda direpotkan oleh pasukan tempur gerilya di bawah pimpinan Pangeran Purbaya dan Syekh Yusuf. Adik Sultan Haji, yaitu Pangeran Sake, juga berpihak kepada Pangeran Purbaya.
182 | S e j a r a h K e r a j a a n - K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a

2. Tim inti itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Karena nilai–nilai kepahlawanannya. yaitu Tubagus Mustafa. Saleh Danasasmita (Anggota). Merupakan perjuangan pembelaan negara (bangsa dan tanah air). Penelitian yang dilakukan oleh para akhli tersebut. tingkat volume lama perjuangan. jumlah korban pada pihak musuh. atau lebih dikenal umum dengan sebutan Ki Tapa. Meliputi peristiwa yang terjadi dan tokoh yang hidup dalam periode antara abad ke–7 sampai dengan abad ke–19 Masehi. politis. Hasil pertimbangan yang baik dari segi historis. Skep/182/N/1985. Merupakan perjuangan menentang kekuasaan asing yang menjajah. dibentuk tim.'783/P/XII/ 1984 dan Surat Keputusan Panglima ABRI. dan dukungan rakyat. ialah cucu Sultan Ageng Tirtayasa. antara lain: 1. edukatif. 5. luas wilayah perjuangan. Sprin. Setelah dilakukan penelusuran.Perjuangan terus dilakukan oleh generasi selanjutnya. menelaah dan menyusun peristiwa bersejarah tokoh–tokoh pejuang di Tatar Sunda. No. telah memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. G. Drs. No. termasuk perjuangan mempertahankan dan memelihara keamanan negara. diusulkan 8 tokoh dan peristiwa keprajuritan nasional.M. terdiri dari: Prof. Ekadjati (Ketua). dan lain–lain. Mengandung semangat keprajuritan nasional Indonesia. 4. dan pembahasan terhadap peristiwa-peristiwa dari tokoh–tokoh sejarah di Tatar Sunda. Dr. kesulitan yang dialami. jumlah pasukan pengikut yang dikerahkan. (Anggota). yang sempat memusingkan Kompeni Belanda pada abad ke–18. putera Pangeran Sake. gagah berani. tercatat sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional. Saini K. penelitian. berdasarkan. untuk meneliti. psikologis. raja Sunda–Pajajaran yang hidup pada abad ke– 15/16 Masehi. Sri Baduga Maharaja. Pada tahun 1985. la raja yang bijaksana. berdasarkan Surat Perintah Panglima ABRI tanggal 12 Desember 1984. artistik. dan Drs. tanggal 8 April 1985. serta banyak 183 | S e j a r a h K e r a j a a n .CATATAN BERHARGA Peristiwa sejarah perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa. 3. Edi S. Salah satunya.

Perlawanan Sultan Matang Aji Cirebon terhadap Kompeni Belanda (abad ke–18 Masehi). sebagai Pahlawan Keprajuritan Nasional Indonesia. di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa terhadap Kompeni Belanda (1651–1683). di bawah pimpinan Bagus Rangin dan Bagus Jabin terhadap pemerintahan kolonial Belanda dan Inggris (1802–1819). antara lain: 1. dan 3. terpilih 3 tokoh dan peristiwa sejarah. 3. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Kyai Tapa terhadap Kompeni Belanda (1720–1723). Perlawanan Bupati Sumedang R. terukir oleh tinta emas sejarah. Ketiga tokoh tersebut.T. 8. 184 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bagus Rangin. 2. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Banten terhadap Kompeni Belanda (1651–1683 Masehi). raja ini terkenal dengan sebutan Prabu Siliwangi. Perlawanan rakyat Majalengka dan Cirebon. Kini diorama dan patungnya. Perlawanan rakyat Banten di bawah pimpinan Haji Wasid terhadap pemerintahan kolonial Belanda (1888). Surianagaca (Pangeran Kornel) terhadap Gubernur Jendral Daendels (1810). 4. Raden Alit Prawatasari. 5. 2. tokoh pimpinan perjuangan rakyat Majalengka dan Cirebon.memperhatikan dan berbuat bagi kesejahteraan rakyatnya. Sultan Ageng Tirtayasa. Perlawanan rakyat Banten.A. yang memenuhi kriteria Pahlawan Keprajuritan Nasional. dipamerkan di Museum Keprajuritan Nasional Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Dalam tradisi masyarakat Jawa Barat. 7. 6. Perlawanan rakyat Priangan di bawah pimpinan Prawatasari terhadap Kompeni Belanda (1703–1707). Dari hasil seleksi pada waktu itu. terhadap pemerintah kolonial Belanda dan Inggris (1802-1819 Masehi). tokoh pimpinan perjuangan rakyat Priangan terhadap pemerintah Kompeni Belanda (antara abad ke–17 sampai dengan abad ke–18 Masehi).

bahwa lakon wayang yang mengisahkan kepergian Bambang Kumbayana dari negeri Atas–angin ke Nusa Jawa sebenarnya berkaitan dengan masa awal sentuhan budaya Hindu di Nusantara. Menurut legenda yang dikenal di India Selatan dan di Bali. dua pakar yang terkenal. yang karena terlalu berat ditinggalkan di 185 | S e j a r a h K e r a j a a n . meniru bentuk janggut patung Agastya. kendi itu dihilangkan. antara lain sebagai berikut: Poerbatjaraka dalam desertasmya Agastya in den Archipel (1921) mengemukakan. menyebut arca–arca lama yang menghiasi taman asisten residen di Caringin. Arca itu. Pada wayang Kumbayana. Claude Guillot membahas pernah ditemukannya arca–arca di kawasan Gunung Pulasari Pandeglang. semuanya dikirim ke Batavia. SENTUHAN HINDUISME Saleh Danasasmita berpendapat tentang Hinduisme. untuk keleluasaan gerak (Dana sasmita. yang waktu itu masih bertempat di anjung sositet Harmonie. Siwa.MELACAK RAJATAPURA I. Agastya. kecuali satu. yang menggambarkan Brahma. penyebaran agama Hindu di daerah–daerah seberang (di luar India) dilakukan oleh Maharesi Agastya alias Resi Kumbayana. Brumund dan Van Hoevell. beberapa tahun kemudian diangkut ke Museum Bataviaasch Genootschap. Durga dan Ganesha. Tentang adanya sentuhan Hinduisme di Propinsi Banten. antara lain sebagal berikut: Sesungguhnya. dalam buku Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat jilid 1(1984). dan sekarang berada di Museum Nasional Jakarta. memberitahukan "bahwa beberapa arca pernah ditemukan di Cipanas di dekat kawah yang sudah mati. Begitu pula halnya bentuk janggut wayang Kumbayana yang lancip. asisten residen Caringin itu dalam suratnya kepada Bataviaasch Genootschap. Tangan kiri sosok wayang Kumbayana yang kaku itu adalah tiruan dari tangan kiri patung Agastya yang selalu menating kendi tempat air suci. melalui pemberitaan Brumund dan Van Hoevel.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . pada paro pertama abad ke–19. Beberapa puluh tahun kemudian.1984: 29).*** BAGIAN 4 : MENELUSURI PULASARI .

apabila dilihat dari umur batuan yang paling tua. Lagi pula orang-orang Cina tidak mau mengangkutnya ke Batavia. Dalam buku Catatan Masalalu Banten (1993). dan mendirikan sebuah kerajaan yang makmur berkat perdagangan di Selat Sunda (Friederich.500 Ha termasuk kawasan pelestarian/suaka alam Taman Nasional Ujung Kulon. Selanjutnya R Friederich pada tahun 1850 mengemukakan pendapatnya. ternyata sebuah yoni. antara lain sebagai berikut: Lebihjauh lagi bolehlah kami ajukan hipotesis. bahwa pada masa hutan rimba pegunungan Sunda dihuni orang-orang biadab yang mirip kera (ingatlah dongeng Raja Lutung Kasarung yang diringkaskan oleh Raffles). mengemukakan pendapatnya. Friederich terlalu memaksakan temuan Manusia Purba dengan mitos Sunda cerita Lutung Kasarung. diangkut ke museum pula. karena yakin bahwa barang siapa berani melakukannya pasti mendapat bencana di laut". 1996. ada di wilayah disiplin ilmu yang berbeda. Sayangnya. Boleh jadi. sekalipun orang Cina berkeberatan. antara lain sebagai berikut: Pulau Panaltan merupakan pulau yang langsung berhubungan dengan Selat Sunda yang bersama Pulau Peucang. dalam Guillot. bisa dijadikan acuan bagi penelitian Salakanagara. Beberapa bulan kemudian arca itu.1996:101). dan didaftarkan dengan nomor 361 (Guillot. Penelitian geologi di Pulau Panaitan. maka sejumlah pendatang Hindu menetap di pantai–pantai Sunda yang elok. luasnya sekitar 17. kemungkinan besar kedua pemikiran tersebut.tepi Sungal Labuan dan sekarang masih ada di sana. sebagaimana yang dikemukakan oleh Brumund dan Van Hoevell. Kedua-duanya. telah mengidentifikasi wilayah pesisir barat Tatar Sunda. Pada 186 | S e j a r a h K e r a j a a n . menunjukkan bahwa pulau ini telah ada sejak ± 26 juta tahun lain.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Bila dikaji lebih dalam. 1850. tentang proses Hinduisasi sebuah `kerajaan' di pesisir Selat Sunda. apa yang dikemukakan oleh Poerbatjaraka. adalah merupakan sekte lainnya dalam agama Hindu. Halwany Michrob. Pemujaan terhadap Agastya. 104). ada keterkaitan dengan hasil temuan arca-arca di Gunung Pulasari.

Raja pertamanya bernarna Dewawarman I (130 –168 M). seluruh Selat Sunda dapat dikuasai Dewawarman I ini. Mengacu kepada Pupuh XVII dalam Babad Banten. Pada materi yang sama. II. dua arca tersebut diperkirakan berasal dari abad ke– 14 atau ke–15 Masehi (Vorderman. di Pulau Panaitan. mengisyaratkan. kemudian dibahas oleh Yogaswara. 1978: 38). antara lain sebagai berikut: Di Pulau Panaitan pada kira–kira tahun 130 M pernah berdiri satu kerajaan yang merupakan kerajaan tertua di Jawa Barat Kerajaan ini bernama Salakanagara (Negeri Perak) dengan pusatnya di kota Rajatapura. Anwas Adiwilaga mengemukakan pendapatnya. Daerah kekuasannya mehputi: Kerajaan Agrabinta (di Pulau Panaitan). tampak bahwa pulau ini tersusun dari jeris–jenis batuan andezite. gamping dan yang termuda batuan aluvial (Michrob. yang terletak di pesisir barat Pandeglang. bahwa peran Gunung Pulasari memiliki arti penting dalam sejarah.1996: 106). dalam Michrob.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . seperti yang dibahas oleh Hoesein Djajadiningrat (1913).1993: 33).1993: 33). MENELUSURI PULASARI Sering disebut–sebutnya Gunung Pulasari (Pandeglang) dalam berbagai wacana penelitian sejarah. dan daerah ujung selatan Surnatera. sehingga ia digelan Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan) (Yogaswara.berbagai singkapan. Padahal keberadaan patung–patung itu tidak menolong keadaan. baik dalam naskah babad maupun hasil kajian para akhli. Anwas Adiwilaga menduga Rajatapura berada di Pulau Panaitan (Pandeglang) (Yogaswara. memberitakan Gunung Pulasari sebagai berikut: 187 | S e j a r a h K e r a j a a n . Dengan demikian. 1984: 3334). tuffa. karena ada yang menduga bahwa patung–patung itu berasal dari abad ke–7 Masehi (Danasasrnita. Kerajaan Agnynusa (di Pulau Krakatau). Bahkan dalam hasil penelitian lainnya. dengan ditemukannya patung Ganesha dan patung Siwa dengan tanda ardachandra (bulan sabit) di dahinya.1894 dalam Guillot. Selanjutnya.

Berdasarkan cerita rakyat Desa Cilentung.100). dikemukakan dalam buku Banten Sebelum Zaman Islam. Tantu Panggelaran sangat sesuai dengan infornrasi dalam SB tentang adanya golongan besar pendeta di atas Gunung Pulasari. Maulana Hasanuddin menyabung ayam dengan Pucuk Umun Pulasari.Molana Hasanuddin berkelana di hutan–hutan dan di atas Gunung Pulosari. (1996). bahwa pertapaan itu adalah pertapaan Brahmana Kadali – atau Kandali (Djajadiningrat. Temuan arkeologis di sekitar Gunung Pulasari. pada tanggal 8 Oktober 2000 pagi. Bahwa dalam naskah itu disebutkan ternpat di luar daerah kebudayaan Jawa mengherankan Pigeaud (penyunting naskah tersendiri) yang dalam ulasannya mengemukakan hipotesis ─ meskipun kurang yakin sendiri ─ bahwa "Nusa Jawa" itu barangkali terbatas pada daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pada hemat kami. Tim berangkat dari Desa Cilentung Kecamatan Saketi. di sekitar puncak Gunung Pulasari. Artinya Gunung Kailasa dapat disamakan dengan Gunung Pulasari. yaitu bahwa "di ujung barat Pulau Jawa" (nusa Jawa tungtungan kulwan) terdapat Gunung Mahameru yang bagian atasnya diangkut ke timur. Dalam pada itu. Untuk membuktikan kebenarannya. ada kemiripan dengan lempeng batu prasasti Kawali II (Ciamis) atau Batu Tulis kota Bogor.1983: 33). Mengamati bentuk batu Sanghiyang Arca. dipandu oleh 4 orang penduduk Desa Cilentung. Tim mengadakan pendakian menu ju ke puncak Gunung Pulasari. Ketika bapaknya datang kepadanya. antara lain: Batu Sanghiyang Arca. oleh karena gunung tersebut memang terletak "di ujung barat Pulau Jawa". Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampal ke Jawa Timur kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pemujaan lama (Guillot. Kajaan Arkeologi di Banten Girang 932? 1526. Tantu Panggelaran mengandung keterangan yang nrenarik. terdapat batu–batu yang dikeramatkan. 188 | S e j a r a h K e r a j a a n . ditemukan batu–batuan yang dikeramatkan itu. Menurut cerita rakyat Cilentung. oleh Claude Guillot dan kawan–kawan. dikatakannya kepadanya. dan ia pun tibalah di sebuah pertapaan yang ditinggalkan. Sepanjang perjalanan secara berturut-turut.19y6. Dan Pigeaud hanya dapat menyatakan bahwa "gunung apa yang dinamakan Kailasa itu masih harus dicari". sedangkan bagian bawahnya bernama Gunung Kailasa ─ yaitu tempat kedudukan Siwa ─ tetap berada di tempatnya. dahulu di lokasi Sanghiyang Arca.

merupakan sebuah batu dengan salah satu permukaannya yang cekung. Patut disayangkan. mengingatkan akan peristiwa jatuhnya pesawat terbang di lereng timur laut Gunung Pulasari. terdapat aneka macam batuan dalam bentuk persegi. Menurut cerita rakyat. air di atas permukaan yang cekung tersebut. ada semacam "gambar" ayam jantan. Di lokasi puncak Rincik Manik. terdapat dua "makam" dengan karakter yang berbeda. Di lokasi tersebut. dahulunya merupakan tempat pemandian Nyai Putri Rinak Manik dan Ki Roncang Omas. Makam yang satunya lagi. tidak jauh dari lokasi Baru Kiara Swebu. membujur arah timur–barat. Pada salah satu permukaan batu Sanghiyang Kotok. terdapat dua tempat yang dikeramatkan. air terjun Curug Putri. Batu Kiara Jingkar. kini pohon kiara yang tertinggal hanya sebuah. membujur arah utara–selatan. dahulu kala banyak terdapat pohon kiara. Ayam jantan tersebut. sehingga dapat menampung air (nyangkrung). yang berserak di bawah cucuran air terjun.300 meter hingga 1. sesungguhnya hanya merupakan sebuah batu biasa. Batu Kiara Sarebu. menurut cerita rakyat. Batu Kiara Jingkar. walaupun ditempatkan di sekeliling batu ke berbagai arah mata angin. dengan luas permukaan 80 x 50 centimeter.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Di lokasi Batu Kiara Sarebu. yang dibentuk serupa "makam". Makam yang pertama. Batu Cangkrung. Hal itu. dan di lokasi tersebut terdapat semacam batu lumpang serta sejenis kapak genggam. Ketika tiba di sekitar puncak Gunung Pulasari. Batu Sanghiyang Kotok. tebal 10 centimeter. Batu Kiara Sarebu berbentuk empat persegi panjang. Di lokasi puncak Rincik Manik. Kekeramatan batu tersebut. menurut cerita rakyat. tidak pernah kering. pipih.Air Terjun Curug Putri. Batu Cangkrung. konon milik Maulana Hasanuddin. Menurut cerita rakyat. Sehingga digunakan untuk minum berbagai jenis burung. 189 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan di lokasi tersebut terdapat sejenis menhir. pada ketinggian antara 1. diperkirakan merupakan tempat bertapa raja– raja. ketika diukur menggunaltan kompas. dikarenakan lokasi tersebut sudah dirusak oleh perambah hutan. juga terdapat sebuah batu yang sangat unik.346 meter di atas permukaan laut. yaltu puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas. jarum magnetis Utara (U) kompas selalu mengarah ke batu tersebut. ditandai oleh adanya 3 buah pohon hanjuang merah (siang). Uniknya. Uniknya. sehingga 'Tim menamainya "batu magnit".

"primitif" dan "kampungan". Bahkan batu–batuan yang ditemukan. 1996). kalau di atas gunung itu tidak terdapat tempat pernujaan lama (Guillot. Guillot mengemukakan pendapatnya tentang Situs Sanghiyang Dengdek. yang menyandang nama "dewa" yang dipuja di situ. apalagi kalau diingat bahwa pengarang kedua karya terakhir ini sudah tentu mengetahui bangunan agama yang jauh lebih canggih. akibat seringkali digunakan sebagai tungku untuk memasak atau api unggun. dengan ditandai tumpukan batu yang sudah demikian terlantar. Mungkin. tetapi hampir tidak menonjol. yang ditinggallkan wisatawan lokal. Tantu Panggelaran dan Serat Centhini. Kekeramatan itu tidak mungkin termasyhur sampai ke Jawa Timur. Ternpat pemujaan tersebut sudah lama dikenal. dengan sebutan "si bungkuk yang terpuja". di atas sebuah onggokan tanah yang dikelilingi batu sungai yang besar–besar. lengan–lengan dan kelamin lelaki. nampak gosong. Mungkin Guillot kecewa. dengan tipe "primitif" yang umum di Jawa Barat. Di lokasi puncak Roncang Omas. Di lokasi itu. Di bagian lain. berdiri tegak sebuah batu yang tingginya kira–kira satu meter dan puncaknya dipahat secara kasar berbentuk kepala. Lagi pula sulit dibayangkan bahwa negeri terbuka ke dunia luar seperti Banten Girang. sata–satunya tempat pemujaan lama yang masih ada terdapat di Desa Sanghyang Dengdek. terdapat sebuah tempat yang dianggap "makam". Selain tempat–tempat keramat biasa. karena kepurbakalaan 190 | S e j a r a h K e r a j a a n . Nama tokoh itu "si bungkuk yang terpuja" berasal dari bentuk batu yang secara alam agak membungkuk.Mungkin saja arah kompas kapal terbang yang nahas. dapat puas dengan gaya primitif dan "kampungan" dari arca–menhir itu (Guillot. Pendapat Guillot terkesan merendahkan nilai kepurbakalaan menhir Sanghiyang Dengdek. kelihatan pula. Betapapun menariknya tempat pemujaan tersebut. dikacaukan oleh "batu magnit" puncak Rincik Manik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .1996:100). puncak Rincik Manik dan puncak Roncang Omas itulah yang dimaksud oleh Guillot. banyak sampah–sampah berserakan. rupanya tidak setara dengan kekeramatan Gunung Pulasari menurut SB. yang juga berlokasi di lereng Gunung Pulasari.

Menhir merupakan peninggalan tradisi megalitik yang sangat banyak ditemukan di berbagai situs. Sulawesi dan lain–lain ditemukan menhir dalam bentuk sederhana dari batuan kasar. tidak marnpu mendukung kebesaran temuan Banten Girang./hana jnua pamuja nikang jan m apada ring samangkana/ akweh pamuajanya// mapan sarwa pamuja sakaharepnira/ lawan angucap mantra yatiku makadi pitrepuja// marika mamalaku ning sang pitara makapu (ru) haranya makadi sang pitrepuja ning kawitan la191 | S e j a r a h K e r a j a a n . dan belum dikerjakan (Sukendar.. mengenai pitarapuja (penghormatan terhadap arwah leluhur). dalam makalah Peranan Menhir Dalam Masyarakat Prasejarah di Indonesia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dengan adanya peranan menhir yang meliputi kurun waktu cukup panjang tersebut maka tidak mengherankan jika terjadi perkembangan–perkembangan pada bentuk– bentuk dan fungsi menhir itu sendiri. 1981/1982: 247). Haris Sukendar. Di daerah Lampung. yang secara keseluruhan berarti batu tegak (berdiri) (Soejono. Situs–situs megalitik telah menghasilkan menhir–menhir yang mempunyai bentuk berbeda-beda. antara lain sebagai berikut: Menhir berasal dari bahasa Breton yang terdiri dari kata "men" =batu dan "hir" = berdiri. Dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara parwa I sarga 1. Jawa Barat. Bahkan sampai masa–masa pengaruh Hindu maupun pengaruh Islam di Indonesia menhir sebagai salah satu obyek tradisi megalitik masih memegang peranan penting bahkan berkembang sampai sekarang. dikemukakan antara lain sebagai berikut: .Sanghiyang Dengdek. menerangkan makna dan fungsi menhir.1985: 92).. dan berbagai masa setelah periode neolitik (bercocok tanam) (Van der Hoop 1938).

banyak sekali. Orang Jawa Barat berkenalan dengan panteon baru yang dihuni para dewa.wan waneh sthapan mantra/ sangkep lawan widhiwidhana mwang asthapana sewana lawan sarwa bhoga// nityabhiprayanira yatanyan sidha cittanya//. mereka kembali kepada penggunaan disolit yang berupa pasangan tonggak batu dengan 192 | S e j a r a h K e r a j a a n . Terjemahannya: Adapun yang jadi pujaan warga masyarakat pada waktu itu. antara lain sebagai berikut: Dalam abad ke–13 atau sedikitnya abad ke–14 raja–raja di Jawa Barat sudah mulai mempertaruhkan nasib negaranya di kabuyutan atau di sasaka domas.1984: 42). yaitu terutama pemujaan terhadap nenek–moyang. Selanjutnya Saleh Danasasmita memberikan gambaran. Dengan kabuyutan sebagai "pusat dangiang". Tempat-tempat seperti itu pada umumnya berasal dari peninggalan para leluhur yang dimanfaatkan terus atau dimanfaatkan kembali. lengkap dengan upacara yang diperlukan serta asthapana sewana (nama sejenis mantra) dan berbagai makanan. mereka makin menggeser jauh dari garis Hinduisme. namun seperti diungkapkan oleh Wangsakerta dan Pleyte. bagaimana sesungguhnya fungsi dan makna dari menhir atau batuan lainnya. Selalu maksudnya agar cita–cita mereka tercapai. rakyat banyak tetap setia memuja roh leluhurnya. yang sudah ada jauh sebelum Hindu masuk ke Tatar Sunda. Para "pemuja leluhur" ini telah memiliki tatanan kehidupan yang teratur yang kemudian tumbuh secara dinamik. tentang kemungkinan terjadinya transisi keagamaan. Sampai sekarang hal ini masih tampak cukup jelas (Danasasmita. Mereka memohon kepada nenek–moyang. dengan mengucapkan mantra. yang menjadi tujuan terakhir.. terutama pujaan terhadap nenek–moyang dari ayah dan juga mantera sihir. Karena yang menjadi pujaannya sekehendak mereka..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Lingga dan yoni gaya Hindu ditinggalkan. Saleh Danasasmita pernah mengungkapkan. ketika mendapat sentuhan pengaruh Hindu.

sangat memungkinkan terjadi pendangkalan akibat terjadinya beberapa kali letusan gunung Krakatau. Kecamatan Mandalawangi. Posisi di puncak Gunung Pulasari. 3. Tempat-tempat seperti itu pada umumnya ditandai oleh adanya petak bersegi empat mirip "kuburan" (Danasasmita. Lokasi di Desa Gunungcupu. Kecamatan Saketi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 9. Jumlah 3 buah menhir. pada ketinggian + 1300 meter di atas permukaan laut. Makam Gunung Cupu. Gunung Karang. jaraknya hanya 3 193 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lokasi di ketinggian Kampung Cilentung. Batu Lingga. Sanghyang Healeut. Kecamatan Cimanuk. berada pada ketinggian 250 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan kajian geografi sejarah. 4. Desa Pasirpeuteuy. Terhanyutnya pasir. Lokasi di Desa Batulingga. tentunya berbeda dengan keadaan yang sekarang. Gunung Pulasari. oleh arus deras sungai Cibama. di seputar Gunung Pulasari Pandeglang. berjarak 14 kilometer dari garis pantai. 7. Lokasi di Desa Sukasari. Cilabuan. Lokasi di Desa Banjarnegara. lokasi di mata air Cihanjuran. kerikil dari letusan gunung. 2.1984: 42). Kecamatan Cadasari. Keadaan tanah situs Sanghiyang Dengdek. Kalau tempat–tempat seperti itu dilengkapi patung–patung. Keadaan Sanghiyang Dengdek pada saat 2000 tahun yang lalu. 6. 8. Desa Sanghyangdengdek. Lokasi di Kampung Pahoman. terdapat peninggalan kepurbakalaan dimaksud. antara lain berupa menhir: 1. Kecamatan Banjar. Kecamatan Menes. Batu Goong. membentuk pendangkalan selebar antara 8–10 kilometer di sepanjang pantai barat Gunung Pulasari.lempeng batu. Kecamatan Saketi. Sanghiyang Arca. keadaan pantai barat Pandeglang. bukanlah patung dewa–dewa Hindu yang ditempatkannya melainkan patung–patung nenek–moyang. Kecamatan Saketi. sebelum terjadi pengendapan di sepanjang pantai Teluk Lada. Sanghiyang Dengdek. juga Gunung Aseupan. Mengacu kepada pendapat Saleh Danasasmita. Lokasi di Kampung Kaduhejo. pada masa 2000 tahun yang silam. Batu Rincik Manik. 5. Desa Cikoneng. Batu Cihanjuran. Batu Pahoman. Dihitung secara geologis. debu. Cicaringin dan Cibangangah.

Batu Ranjang. Lokasi di Kampung Cidaresi. Kecamatan Saketi. Gunung Aseupan dan Gunung Karang di Kabupaten Pandeglang. JEJAK AGAMA SUNDA Di sekitar Gunung Pulasari. Desa Parigi. 194 | S e j a r a h K e r a j a a n . Lokasi di tepi jalan Desa Cimanuk. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Batu Pangsalatan. Kecamatan Cimanuk. 11. Batu Notod. Lokasi di Desa Sukasari. 6. 8. 5. 3. Lokasi di Desa Parigi. yang menyatakan "pernah adanya masyarakat pesisir pantai barat". Kecamatan Mandalawangi. 12. Batu Tumbung. Batu Sanghiyang Kotok. Batu Kasur. Kecamatan Cimanuk. Kecamatan Saketi. Batu Qur'an. Lokasi di Kampung Baturanjang. Kecamatan Saketi. ditemukan pula batu–batuan berbentuk dolmen. Batu Cangkrung. Batu Tongtrong. Batu Keris dan Bata Teko. dapat diduga bahwa Dukuh Pulasari (tempat Panghulu Aki Tirem dan masyarakatnya bermukim). Kecamatan Menes. Lokasi di Pasir Pariuk Nangkub. 9. 3. Lokasi di Desa Palanyar. Lokasi di tengah hamparan pesawahan Desa Cimanuk. Batu Pangasaman.kilometer dari tepi pantai. Sedangkan batu–batu yang ditemukan dalam bentuk lain. Batu Kuda I.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . III. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di lereng Gunung Pulasari. Desa Palanyar. 2. Kampung Sampalan. Desa Palanyar. Lokasi di Kampung Nembol. Berpedoman kepada naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantaraparwa I sarga 1. 10. di antaranya: 1. diduga memiliki nilai kepurbakalaan. berlokasi di arcal pemukiman Sanghiyang Dengdek. antara lain: 1. Kecamatan Cimanuk. Batu Kolam Citaman. Kecamatan Cimanuk. Lokasi di tepi jalan raya di wilayah Kecamatan Mandalawangi. 2. Lokasi di Desa Saketi. 7. 4. Batu Saketeng. Lokasi di Desa Parigi. Kecamatan Saketi. Lokasi di Kampung Cibulakan. Batu Kuda II.

van Tricht. orang–orang Baduy merupakan kelompok yang mewakili suatu zaman peradaban Pasundan yang telah silam.1929: 47). bukan pula penganut suatu sekte Hindu ataupun Buddha. dan masih dianut oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri "Sunda Wiwitan" (Sunda Awal). Bagi mereka. watak agama yang diwarisinya lebih sederhana dalam arti: praktis. Djajadiningrat. yang dikutip Judistira Garna dalarn bukunya Orang Baduy. sebongkah batu alam yang agak aneh sudah 195 | S e j a r a h K e r a j a a n . antara lain sebagai berikut: Menurut adat dan kepercayaan. Meskipun kita telah jauh dari pengetahuan yang pasti tentang satu dan lainnya mengenai pandangan mereka namun melihat keterasingannya yang ketat yang mereka lakukan. Bupati Serang tahun 1908. Jelas upacara–upacara dalam agama Hindu yang penuh formalitas dengan urutan yang ketat serta mantera mantera yang tak boleh salah ucap atau salah susun. Walaupun kurang terdapat keterangan terinci. 1786. dalam laporan resminya (1908 no.Di kawasan Popinsi Banten. Lebih mementingkan isi sehingga ukuran kesungguhan dan kekhidmatan tidak didasarkan kepada nilai-nilai materil benda–benda upacaranya melainkan dalam hati dan tingkah laku. Praktis sehingga dapat dilaksanakan di manapun mereka berada.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . antara lain sebagai berikut: Sesuai dengan kehidupan leluhurnya yang masih biasa berpindah–pindah tiap habis musim panen. Akrab dengan alam sehingga lebih mengutamakan keheningan mutlak daripada kehiruk-pikukan masa.1987: 61) Mengenai jejak religi masa silam seperti itu. masih terdapat gejala religi "agama masa silam".A. dengan alam dan lebih mengutamakan isi daripada bentuk. Saleh Danasasmita pernah memberikan penjelasan. Agama itu merupakan agama tua yang dipeluk oleh penghuni Wilayah Jawa Barat (sekarang) yang permulaan penyebaran agama Islam sedikit sekali dipengaruhi oleh agama Hindu (1929:47) (Garna. tidak serasi dengan karakter agama yang diwarisi dari para leluhurnya. sejauh ini dapat disimpulkan bahwa mereka itu bukan penganut ajaran Ciwa atau Wisnu. Hal ini diperkuat oleh laporan RA. akrab.A. namun berdasarkan berbagai pengamatan dan laporan resmi Djajadiningrat serta pengamatan Pennings (1902). van Tricht mengemukakan tentang agama Sunda sebagai kepercayaan orang Baduy.

Jadi hiyang–lah yang paling tinggi. antara lain sebagai berikut: Undakan batu di Kosala terdiri 5 tingkat yang pada setiap tingkatnya terdapat menhir. 'terdapat jejak "agama asli" yang jauh lebih mendasar.1984: 43). diungkapkan oleh Halwany Michrob dalam buku Lebak Sibedug dan Arca Doms di Banten Selatan(1993). Situs religi masa silam terbesar di wilayah Propinsi Banten. Namun.1993: 5–6). Iswara. salah satu di antaranya seperti dalam sikap mangacungkan ibujari. Siwa dan lain–lainnya tunduk kepada Batara 196 | S e j a r a h K e r a j a a n . yang pemercaya dianggap melambangkan Batara Tunggal. dan kepadanya pula roh–roh akan kembali. Arca Domas adalah bangunan berundak dengan 13 tingkatan dan pada tingkat paling atas terdapat sebuah menhir berukuran besar. dewata tunduk kepada hiyang). dewata bakti di hiyang" (raja tunduk kepada dewata. dan pada bagian bawah yang terpendam dalam tanah terdapat beberapa buah batu bulat (batu pelor) yang bergaris tengah antara 10–15 cm. Monumen Lebak Sibedug juga merupakan bangunan berundak empat tingkat setinggi ± 6 meter. Kadang-kadang dijumpai sebuah papan batu (lab stone) berbentuk segi lima. sejenak kesungguhan hati yang dibungkus keheningan alam sekitar merupakan modal mereka yang utama dalam menjalin hubungan dengan Yang Gaib (Danasamita. Menhir pusat ini ditunjang oleh batu– batuan berukuran kecil (Michrob. antara lain sebagai berikut: Dalam dasaperbakti di antaranya disebutkan. jika dibandingkan dengan kedua gejala Hinduisme dan Budhisme.cukup untuk dijadikan titik pusat upacara pemujaan. berupa peninggalan dari masa pra–Hindu. Sebuah arca kecil ditemukan di dekat struktur berundak tersebut kedua tangannya terlipat ke depan. Kemudian dinyatakan bahwa dewa–dewa seperti Brahma. Keterangan peninggalan tersebut. Setelah selesai batu itu ditinggalkannya karena di tempat lain pun mudah memperoleh batu sejenis. "ratu bakti di dewata. dengan ditemukannya beberapa punden berundak di wilayah Kabupaten Lebak. Hal tersebut pernah dikaji oleh Saleh Danasasmita.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam naskah kuno Kropak 630 Sanghiyang Siksakandang Karesian. Wisnu. Sang Pencipta Roh. mengemukakan pendapatnya. Di depan undak batu ini terdapat dataran yang di tengahnya terdapat sebuah menhir.

Sunda. niskala = gaib). Leluhur mereka dalam jaman kerajaan mengemban tugas memelihara mandala atau kabuyutan “Jati Sunda" yang dewasa ini disebut sasaka domas. kemungkinan besar pernah tersingkir. dari pada "isi" (makna dan fungsi) pitarapuja Sanghiyang Dengdek. Galuh. Kemungkinankemungkinan itulah. kemungkinan ada unsur kesengajaan. yang tidak sempat dikaji dan dipahami Claude Guillot. antara tokoh Aki Tirem Sang Aki Luhur Mulya dengan "Pitarapuja Hiyang"–nya. terlestarikan dalam refleksi masyarakat Sunda Wiwitan (Baduy) masa kini dengan Agama Sundanya. Seda Niskala adalah nama Hiyang yamg disangsakertakan (seda = sempurna.1984: 41). orang panamping ("Baduy–luar) merupakan keturunan "kaum sangga". sehingga Sanghiyang Dengdek disebutnya "si bungkuk yang terpuja". Nama itu dapat diartikan "Yang Maha Gaib" (Danasasmita. Pajajaran dengan "Hiyang Seda Niskala"–nya. maupun temuan di Gunung Pulasari (yang kini telah dipindahkan ke museum). bangkit kembali pada masa kerajaan. peninggalan kepurbakalaan Hinduisme dan Budhisme di Cibuaya dan Batujaya (Karawang).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Orang Tangtu ("Baduy–dalam") adalah keturunan "para wiku". Mereka bertugas melakukan "tapa di mandala" dan sudah menjalankan tugas tersebut secara turun temurun sejak masa jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berdiri (Danasasmita. 197 | S e j a r a h K e r a j a a n . mengingatkan adanya benang merah religius. dan dinilai bergaya "primitif” dan "kampungan". Sendi–sendi religi masa silam pra Hindu di seputar lereng dan suku Gunung Pulasari. Carita Parahiyangan menunjukkan adanya para wiku "nu ngawakan Jati Sunda" yaitu para pendeta yang khusus mengamalkan "agama Sunda" dan memelihara "kabuyutan parahiyangan". Sisa dari kabuyutan Jati Sunda atau parahiyangan sepeti itu adalah Mandala Kanekes yang dihuni "orang Baduy" sekarang. Tidak menutup kemungkinan.Seda Niskala.j Ikhwal peninggalan Hinduisme yang terdapat di Pulau Panaitan. terkuburannya menjadi bukit–bukit (hunyur). 1984:41). Guillot tidak memahami agama leluhur Sunda. Dialah Batara Jagat (penguasa alam) "nu ngretakeun bumi niskala" (Yang mengatur dunia gaib). akibat terdesak oleh kebangkitan kembali agama pribumi (agama Sunda). sehingga ia lebih tertarik oleh "bentuk" arca Hinduisme.

melainkan lebih disebabkan oleh keinginan memenuhi rasa penasarannya itu. Dengan dukungan dana dari orangtuanya. di samping ia sendiri kemudian menjadi saudagar yang juga kaya. dan juga memahami rasa penasaran anaknya itu. Bukan untuk membuktikan kepada dunia bahwa di sana ada sebuah kota dan peradaban yang bernama Troya. tak juga menemukan apa yang dicari. lalu menuju tempat yang menurut berbagai acuan diduga sebagai tempat berdirinya kota Troya. dan penggalian diteruskan. tidak demikian halnya dengan Heinrich. antara lain sebagai berikut: Sebagai seorang anak Eropah. ia memutuskan untuk pergi ke Yunani. para tetangganya. Kebetulan orangtuanya pedagang kaya. Selain di sekolah. mitologi Yunani itu dikenalnya juga melalui kedua orang tuanya. mereka berangkat ke Yunani. dalam makalah Naskah dan Sajarah (1989). Mungkinkah kisah yang demikian nyata itu. Hasilnya.1989: 1-2). dan buku– buku yang dibacanya. sudah sejak kecil Heinrich Schhemann berkenalan dengan mitologi Yunani yang dianggap sebagai salah satu akar kebudayaan Eropah masa berikutnya. Berhari–hari mereka menggali di situ. dan dari penggalian itu lahirlah ilmu yang kemudian dikenal sebagai widyapurba atau arkeologi (Ayatrohaedi. Ketika seluruh rombongan (kecuali Heinrich) sudah benar-benar berputus asa.IV. Bersama dengan istri dan sejumlah pembantu lapangan. Ia menduga bahwa kisah itu lahir karena ada suatu peristiwa penting yang pernah terjadi di kota atau sekitar kota Troya itu. MELACAK RAJATAPURA Ayatrohaedi. Keputus-asaan untuk sementara ditangguhkan. benar–benar hanya sekadar dongeng tanpa satu pun acuan peristiwa yang tetjadi? Jika orang lain beranggapan kisah itu sekadar mitos.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . mengemukakan tentang permulaan lahirnya ilmu arkeologi. Ketertarikannya itu ternyata berkepanjangan menjadi tandatanya besar baginya. 198 | S e j a r a h K e r a j a a n . bukti pertama bekas kota dan peradaban itu tergali. la sangat tertarik oleh kisah Perang Troya yang menggambarkan bagaimana sebuah kota yang kokoh akhirnya dapat direbut berkat kecerdikan musuh yang mengepungnya. cangkul yang dihujamkan ke tanah mengenai sesuatu yang keras.

mendapatkan gambaran yang jelas. silsilah.jika seseorang bermaksud menggunakan naskah sebagal sumber sejarah. dapat dimanfaatkan sebagai pemandu pembuktian sejarah. asal– usul. Menurut para ahli bahasa. carita. yang telah lama menjadi perdebatan para akhli. Dari dua ilustrasi yang dicontohkan oleh Ayatrohaedi. naskah– naskah itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah (Ayatrohaedi. Dalam pada itu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . juga mempunyai beberapa orang warga yang menganggap bahwa kisah Troya kaol (=versi) India seharusnya tersembunyi di balik kisah tersebut. Hasilnya? Bekas kota tua yang diduga berasal dari pertengahan abad ke–12 sebelum Masehi (1150 sM) muncul kepermukaan. kalaupun bukan mitos. Di Gunung Pulasari. tambo. (Ayatrohaedi.1989: 6). antara lain sebagai berikut: Dalam pada itu. hikayat. mengenai keterkaitan antara naskah dengan pembuktian sejarah. Mahabharata karya Wyasa dan Ramayana karya Walmiki. Inggris yang ketika itu menjadi yang dipertuan di India. termasuk naskah–naskah yang sebenarnya menyebut dirinya sajarah. mereka mencoba menggali dan menemukan kota yang seharusnya menjadi pusat kerajaan Indraprahasta (kita mengenalnya dengan nama Amarta). Seperti juga halnya dengan kisah Troya. nama-nama yang disandangnya itu mengisyaratkan bahwa sampai taraf tertentu. seperti halnya dengan Heinrich. Kembali ke masalah Salakanagara. bahwa naskah dongeng sekalipun. Dewawarman dan Rajatapura. ternyata masih berlanjut hingga sekarang berupa sengketa antara orang Singhala di Srilangka (Alengka) dan orang Tamil yang tidak mustahil keturunan Subali dan Sugriwa. para pembaca naskah itu umumnya menganggap bahwa semuanya hanyalah sekadar dongeng. Berbekal anggapan itu. beberapa kilometer dari kota Nutana Dehali (New Delhi). Betapapun. Karena masa penulisannya yang tidak muasir itu.1989: 2–3). Ayatrohaedi mengemukakan peristiwa lainnya. Tetapi. di daerah sebelah barat daya. dendam kesumat antara Rama dengan Rahwana. nenek–moyang orang India meninggalkan dua buah wiracarita yang terkenal. ada raja orang yang tidak percaya akan keasaldongengan kedua wiracarita itu. diperlukan kecermatan dan ketelitian . sebagaimana 199 | S e j a r a h K e r a j a a n . atau babad.Untuk memberikan ilustrasi yang lebih jelas. kedua naskah itu berasal dari kurun masa antara 400 sM -400 M.

// diwasa sang dewawarman astama nyakrawarti i bhumi Jawa kulwan ring samangkana pranah ing janapada rikung kreta subhika//. yaitu Dewa Siwa. Hanya saja. Durga (yaitu Parvati.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . serta lingga yang sudah hilang. parwa I sarga 1. Guillot sudah menduga. gayanya sangat berbeda dari gaya arca Sunda. Agastya (titisan Siwa yang amat sering terdapat di Jawa). dekat kawah yang oleh C.M. antara lain sebagai berikut: . Guillot mengemukakan pendapatnya.. temuannya sangat membantu dalam perkembangan selanjutnya. Sementara itu. arca–arca itu penting untuk pokok pembicaraan ini. bahwa arca–arca hasil temuan dari Cipanas Gunung Pulasari itu. seperti di Prambanan. yaitu sapi Nandi. jika Guillot mau melirik hasil kajian para akhli tentang Salakanagara. dan persis serupa dengan gaya akhir periode Jawa Tengah. artinya dapat ditentukan berasal dari paro pertama abad ke–10. dapat dilihat bahwa arca-arca itu merupakan kelompok arca dewa yang terdapat dalam setiap arca dewa yang terdapat dalam setiap candi Siwa. arca–arca itu terdapat di Cipanas yaitu di Gunung Pulasari.. candi utama Siwa diapit oleh candi Brahma dan candi Wisnu. 200 | S e j a r a h K e r a j a a n .W. mungkin sekali juga sudah hilang. sesungguhnya merupakan pemandu ke arah pembuktian Salakanagara. namun semula sudah barang tentu bersatu dengan yoni. halaman 158-160. meskipun muka arca–arca itu sudah dirusakkan (pada masa Hasanuddin?). antara lain sebagai berikut: Dari berbagai sisi. Wahana (vahana) Siwa... Ketiga.yang diungkapkan oleh Claude Guillot. berasal dari peninggalan Hinduisme. terdapat suatu riwayat tentang pernah dibuatnya candi beserta arca–arcanya oleh Dewawarman VIII (240–362 Masehi). sakti Siwa) dan Ganesha (putra Siwa). Kehadiran arca Brahma barangkali menunjukkan bahwa. Kedua. sedangkan arca Wisnu itu tidak ditemukan kembali. pasti tidak lama sesudah pengangkatan arca-arca tersebut (Guillot. seperti dijelaskan dalam surat asisten residen tersebut. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara.1996:102). Pertama. van de Velde digambarkan dalam sebuah etsa yang termasyhur pada pertengahan abad ke–19.

Juga memelihara binatang dan menanam buah-buahan.. dipelihara dan sangatlah baik karenanya. Golongan ini banyak pengikutnya. Temuan arca-arca di "Candi Pulasari".// sang raja gawe ta sira candi lawan pratistha ing siwa mahadewamardhacandrakapala // lawann ganayanadewa /juga hya wisnudewa / anggwa sira sakweh ing wa(i)snawa//mapan siwa kabeh janapada padaherup hurip tulushayu/. pada waktu itu kehidupan warga masyarakat ada dalam keadaan makmur sejahtera. Ada yang memuja Hyang Siwa.. berdagang. Adapun mata pencaharian warga masyarakat. seperti yang dikemukakan oleh Claude Guillot. mengharapkan hidup lanjut dan selamat. Terjemahannya: Pada masa Dewawarman kedelapan memerintah di bumi Jawa Kulwan. bertani dan sebagainya. yang ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur..K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . di antaranya berburu di hutan pegunungan.. Anutan mereka sekalian Waisnawa. sangat berbeda dengan arca – arca lain yang lebih muda. Kekunoan arca–arca tersebut. mengusahakan pelayanan. Guillot mempersoalkan "arca-arca itu 201 | S e j a r a h K e r a j a a n . Maka demikianlah pemuja Hyang Ganayana [atau] disebut juga pemuja Ganapati. menangkap ikan di tengah lautan sepanjang tepi sungai. Oleh karena kekunoannya itulah. Sanghyang Agatna senantiasa dihormati. Sang Raja membuat candi. juga Hyang Wisnudewa. Di antara warga masyarakat yang memuja Hyang Wisnu tidak seberapa banyaknya. Ada yang memuja Hyang Ganayana.. Ada yang memuja Siwa-Wisnu. Karena sekalian warga masyarakat. serta patung Siwa Mahadewamardhacandrakapala dan Ganayanadewa. ternyata mendapat penjelasan dari naskah Pangeran WangIsakerta.

sudah dirusakkan (pada masa Hasanudin?)". hingga mencapai 8–9 kilometer. Kota Palembang di Sumatera Selatan. dan bahkan nama kerajaan itu.1996:108). dan bahwa sebelum masa Pajajaran terdapat sebuah kerajaan Hindu di Banten (Guillot. Begitu pula yang terjadi di Gunung Muria (Jawa Tengah). Sejarah kerajaan yang telah melahirkan peninggalan kuno tersebut. ia menulis tentang arca Ganesha. sebagai pusat kota Rajatapura (Danasasmita. Oleh karena itu. beserta beberapa arca lain yang bergaya lama.1996:103).1984:13). pada bagian lain. untuk sementara belum dapat dipastikan. penelusuran harus kembali ke wilayah Gunung Pulasari Pandeglang. antara abad ke–7 hingga abad ke-11. Jelas peninggalan kuno itu tidak dapat dianggap berasal dari Kerajaan Pajajaran sebab segala peninggalan dan segala sesuatu yang kita ketahui tentang Pajajaran menunjukkan keterbelakangan di bidang ilmu pengetahuan dan seni. antara lain sebagai berikut: Arca-arca yang disebutkan sebagai "arca Caringin" itu telah dilupakan lama sekali sejak diangkut ke Jakarta. Kutipan tersebut sangat berharga. sebagai tempat asal (insitu) arca– arca Hinduisme itu pernah berada.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sedangkan Palembang sekarang. berada tepat di pantai. telah ditemukan di daerah Banten. Banten sebelum masa Pajajaran. Bagian yang terpenting dari pernyataan Guillot. sebuah ulasan yang layak dikutip: "Bahwa arca semacam itu. di bagian Pulau Jawa yang paling barat. berarti bahwa peradaban dan seni Hindu telah tersebar sampai ke pantai itu. menunjuk muara Sungai Ciliman di wilayah Teluk Lada (Pandeglang). Guillot menjelaskan. Dalam sebuah kajian mengenai gaya arca-arca yang disimpan di Museum Batavia. posisinya jauh dari garis pantai. Saleh Danasasmita. terdapat pada bagian akhir (kesimpulan). dan di sana tercampur dengan ratusan arca lain yang sejenis. sehingga hilang keunikan tempat asalnya. Akan tetapi. Begitu pula peninggalan Majapahit jauh dari menyamai peninggalan masa–masa sebelumnya (Guillot. yang kutipannya antara lain sebagai berikut: Maka kami menarik kesimpulan bahwa peninggalan di Caringin cukup kuno. Meskipun demikian arti pentingnya tidak luput dari perhatian R Friederiich pada tahun 1850. Akibat endapan lumpur Sungai Lusi (Purwodadi) dan Sungai Tuntang (Demak) pada abad ke–11 (masa 202 | S e j a r a h K e r a j a a n . memberikan kepastian lokasi.

ketika Salakanagara didirikan oleh Dewawarman tahun 130 Masehi (1871 tahun yang lalu). Pada waktu itu muara sungai Cisadane terletak jauh ke dalam.. Barmawijaya (akhli geologi). Tanah alluvial dari masa Ciaruteun sampai garis pantai Laut Jawa sekarang ialah hasil endapan selama lima belas abad (Muljana. karena garis pantai Laut Jawa lima belas abad yang lalu jauh berbeda dengan sekarang. terdapat titik titik dan garis–garis yang terukir mirip peta. halaman 154. Begitu pula hal yang sama. daratan Gunung Muria menjadi satu dengan Pegunungan Kapur pantai utara (Blora) di Jawa Tengah (Daldjoeni.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . posisi kota kecamatan Mandalawangi. Secara kebetulan. berada di pesisir barat Pandeglang. saat ini (18 Maret 2001). Kemungkinan besar. dalam naskah Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara. didukung oleh pendapat Dedi M. bisa saja terjadi dalam proses geologi pembentukan endapan di pantai barat Pandeglang. 203 | S e j a r a h K e r a j a a n . (terletak) di tepi laut.//hana pwa dewa warman wamsanyakrawar ting rajya salakanagara i bhumi jawa kulwan/ i sedertg kitharajyanya ngaran rajatapura ri tina ning sagara// Terjemahannya: Adapun wangsa Dewawarman memerintah kerajaan Salakanagara di bumi Jawa Barat. parwa I sarga 1. lebar 18 cm.5 cm). Lokasi Rajatapura sebagai ibukota Salakanagara. di situs Cihunjuran (Desa Cikoneng Kecamatan Mandalawangi). dengan ibukota kerajaan bernama Rajatapura. Pelabuhan Aruteun terletak di muara Sungai Cisadane. tinggi 9. terungkap sebagai berikut: . bahwa posisi pantai barat Pulau Jawa abad ke–2 Masehi. juru pelihara Burhan. kurang lebih 8–10 kilometer dari garis pantai.kekuasaan Raja Airlangga). Kemungkinan tersebut.. Burhan menyebutnya "Batu Peta". Oleh karena itulah..1984). menyimpan sebuah batu bulat elipsis (panjang 24 cm.1980:13). Di salah sate permukaan batu itu. berada pada ketinggian 120 meter di atas permukaan laut.

diduga kuat. sebagian besar bertepatan dengan peta lokasi situs kepurbakalaan. dengan peta topografi Pandeglang (cetakan Belanda tahun 1938). Kemudian. ditinjau dari segi pertahanan keamanan. bekas lokasi Rajatapura ibukota Salakanagara.Setelah dicoba dikaji–bandingkan.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Titiktitik dan garis-garis yang terukir pada "Batu Peta". posisi Mandalawangi. yang tersebar di sekitar lereng Gunung Pulasari. titik terbesar yang berbentuk persegi empat. terindikasi adanya beberapa ketepatan. terlindung oleh 3 buah benteng alam: Gunung Pulasari. 204 | S e j a r a h K e r a j a a n . berada di tengah–tengah. sangat strategis. bertepatan dengan posisi kota Kecamatan Mandalawangi sekarang. Oleh karena itu. Gunung Aseupan dan Gunung Karang. Posisi kota Kecamatan Mandalawangi.

205 | S e j a r a h K e r a j a a n . Di balik itu semua. Dimensi Manajerial terdiri dari sembilan prinsip. bersih. Wijaya: tenang. sabar. 3. 4. bila melihat kembali ke Sejarah Bangsa nampaknya hampir seluruh Pemimpin Bangsa ini cara kepemimpinannya merujuk kepada falsafah dari Gadjah Mada. 11. Hal ini nampaknya tidak berlebihan bila ternyata yang jadi presiden sebagai pemenang pemilu adalah: “soekarno”. 6. 4. 5. bakal pemimpin negeri ini adalah memiliki initial nama “notonegoro” atau “no-to-no-go-ro”. dan 3. Mantriwira: berani membela dan menegakkan kebenaran dan keadilan. Wicaksaneng Naya: pandai diplomasi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . adalah presiden yang dipilih akibat dari peralihan saja. Dimensi Spiritual terdiri dari tiga prinsip. Wagmiwag: pandai bicara dengan sopan. Moral. Satya Bhakti Prabhu: loyal dan setia kepada nusa dan bangsa. Masihi Samasta Bhuwana: mencintai alam semesta. sehingga peluang / probabilitasnya sangat besar dibandingkan yg lainnya. Sumantri: tegas. 5. 8. 9. 4. bila diartikan secara sederhana menunjukan bahwa yang bakal menjadi presiden itu “harus” orang Jawa. dan Manajerial.Konon menurut ramalan dari Joyoboyo (raja Kadiri yang memerintah sekitar tahun 1135-1157). 3. gusdur dan megawati. 3. apalagi sekarang dipilih secara langsung oleh rakyat. 2. adapun habibie. strategi. dan keluarga. 6. dan siasat. Namun demikian hampir dari semuanya mereka adalah berasal dari orang Jawa. 13. 12. Dibyacitta: lapang dada dan bersedia menerima pendapat orang lain. 7. Dimensi Moral terdiri dari enam prinsip. 2. Sih Samasta Bhuwana: dicintai segenap lapisan masyarakat dan mencintai rakyat. dan gaya kepemimpinannya pun nampaknya tidak lebihnya adalah merupakan ‘reinkarnasi’ dari cara kepemimpinan seorang Patih Gadjah Mada. yaitu: 1. Natangguan: Mendapat dan menjaga kepercayaan dari masyarakat. Nagara Gineng Pratijna: mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. golongan. 14. 15. Tan Satrsna: tidak pilih kasih. hal ini tentunya tidak berlebihan karena menurut data statistik pun jumlah penduduk Indonesia itu hampir separuhnya lebih adalah suku Jawa. yaitu: 1. “soeharto” dan “yudoyono”. jujur. 5. 10. SarJawa Upasama: rendah hati. berwibawa. yaitu:Spiritual. 1. 2. bijaksana. Prasaja: hidup sederhana. kaidah kepemimpinan Gadjah Mada dapat diklasifikasikan menjadi tiga dimensi. Bila dilihat secara garis besar. 2. yang terkenal dengan “Sumpah Palapa” nya (tahun 1331). Dhirotsaha: rajin dan tekun bekerja dan mengabdi untuk kepentingan umum. 6. yaitu: 1.

yang memberikan inspirasi pandangan hidup pada Gadjah Mada. Solo dan Ponorogo. atau ‘Bumi Parahyangan’ dengan Bandung sebagai pusatnya. akan tampak jelas ditinjau dari segi kebudayaannya. Secara fisik sulit dibedakan antara orang Sunda dan orang Jawa yang sama-sama mendiami Pulau Jawa. bagi masyarakat di pulau Jawa bagian Barat atau lebih dikenal dengan propinsi Jawa Barat.7. Karena karakternya yang lembut banyak orang berasumsi bahwa orang Sunda ‘kurang fight’. Penduduk di provinsi ini lebih dikenal dengan sebutan ‘orang Sunda’ atau ‘suku Sunda’. Mereka mempunyai sifat ‘mengalah’ daripada harus bersaing dalam memperebutkan suatu jabatan. Yogyakarta dan Jawa Timur. Padahal. bahkan dari sembilan orang wakil presiden yang pernah menjabat sejak zaman Presiden pertama Soekarno sampai sekarang Presiden Yudhoyono. Selain kebudayaan dan makanan. Islam merupakan agama mayoritas orang Sunda. Sementara bahasa Sunda lebih dominant berakhiran huruf ‘A’ seperti Nana Sutresna. Sumatera atau Kalimantan. Bagi orang Sunda. 18. pengucapan dan arti. Kenapa Orang Tatar Sunda Tidak Mau dibilang Jawa ? Ketika saya bepergian keluar negara dari Indonesia. Purwokerto. suku Sunda diperkirakan berjumlah lebih kurang 34 juta jiwa. Suharto. Tidak heran kalau dalam sejarah Indonesia.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Dalam catatan sejarah. PaSundan. Bahasa Jawa dan bahasa Sunda jelas memiliki perbedaan yang signifikan. Purwakarta dan Majalaya. Mereka bersikap baik terhadap kaum pendatang atau dalam bahasa Sunda ‘someaah hade ka semah’. Kultur Budaya Suku Sunda atau masyarakat Sunda merupakan mayoritas penduduk Jawa Barat. Itu dikarenakan memiliki KTP Bandung yang memang terletak di Pulau Jawa. orang akan memanggil saya sebagai orang Jawa. 16. Waspada Purwartha: selalu waspada dan introspeksi untuk melakukan perbaikan. Yang membedakannya. salah satu karakteristik orang Sunda adalah terkenal dengan karakternya yang lembut. Perbedaan yang nampak sebagai penduduk Pulau Jawa. Wiranata.000 jiwa. Meskipun tentunya tidak sekuat orang Madura dan Bugis di Makassar. sementara daerahnya sering terkenal dengan sebutan ‘Tatar Sunda’. dan mencerminkan spiritualitas Jawa yang bersifat holistic spirituality. Karena sifat inilah tak heran kalau penetrasi agam Islam ke daerah Sunda ketika pertama kali Islam datang. jenis makanan yang disukai dan kesenian yang dimiliki. Iskandar Dinata. Prinsip-prinsip tersebut dijadikan sebagai sumber dari filsafat dan way of life yang diyakininya. 8. tidak ngotot dan tidak keras. Sebagaimana mayoritas penduduk Indonesia. Bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. suku Sunda dikenal sebagai masyarakat yang senang memakan sayuran atau daun-daunan sebagai ‘lalaban’ (sayuran yang dimakan mentah-mentah dengan sambal). sangat mudah diterima oleh suku ini. pada tahun 1851 suku Sunda sudah merupakan penduduk terbesar di Jawa Barat yang berjumlah 786. Nayaken Musuh: menguasai musuh dari dalam dan dari luar. 206 | S e j a r a h K e r a j a a n . tidak ada satupun presiden Indonesia yang berasal dari suku Sunda. 9. Ambek Paramartha: pandai menentukan prioritas yang penting. bahasa Jawa lebih dominant dengan penggunaan vocal ‘O’ diakhir sebuah kata baik itu dalam pemberian nama orang atau nama tempat. atau bahkan pergi keluar pulau Jawa seperti ke Bali. 17. Pada tahun 2008. suku Sunda tidak menggunakan bahasa Jawa tetapi bahasa ‘Sunda’. Berbeda dengan ‘suku Jawa’ yang mayoritas hidup di daerah Jawa Tengah. kelekatan (attachment) orang Sunda terhadap Islam dipandang lebih kuat dibanding dengan orang Jawa pada umumnya. kurang sekali tokoh-tokoh Sunda yang menjadi pemimpin di tingkat Nasional dibandingkan dengan Orang Jawa. kurang berambisi dalam menggapai jabatan. mereka tidak bisa disebut sebagai ‘orang Jawa’ atau berasal dari ‘suku Jawa’. Contohnya. dedaunan dan sambal merupakan salah satu menu utama setiap makan selain tentunya lauk pauk lain seperti ikan dan daging. termasuk bahasa. Selain memang mempunyai perbedaan ejaan. seperti Sukarno. Yudhoyono.

maka timbul niat lain dari Mahapatih Gadjah Mada yaitu untuk menguasai Kerajaan Sunda. dianggap keturunan Sunda dari Dyah Lembu Tal dan suaminya yaitu Rakeyan Jayadarma. bernama Sungging Prabangkara. orang dari tatar Sunda memang tidak sama dengan Jawa. sehingga dengan demikian walaupun tinggal di satu pulau. sehingga membentuk kultur budaya dan perilaku yang membedakan dengan orang Jawa. yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu. Hal ini juga tercatat dalam Pustaka Rajyatajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 3.hanya seorang yang berasal dari suku Sunda yaitu Umar Wirahadikusuma yang pernah menjabat sebagai wakil presiden di zaman Presiden Soeharto. Persitiwa ini melibatkanMahapatih Gadjah Mada dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda diPesanggrahan Bubat pada abad ke-14 di sekitar tahun 1360 M. Namun nampaknya faktor alam yang “lohjinawi” itulah yang membentuk karakter dan kepribadian seperti itu. tetap saja tidak bisa disamakan. tidak lazim pihak pengantin perempuan datang kepada pihak pengantin lelaki. Selain itu ada dugaan bahwa hal tersebut adalah jebakan diplomatik Majapahit yang saat itu sedang melebarkan kekuasaannya. Hayam Wuruk memutuskan untuk memperistri Dyah Pitaloka. Raden Wijaya yang menjadi pendiri kerajaan Majapahit. Melihat Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit. Pihak dewan kerajaan Negeri Sunda sendiri sebenarnya keberatan. Berangkatlah Linggabuana bersama rombongan Sunda ke Majapahit. Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gadjah Mada. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit. Adalah perang yang kemungkinan pernah terjadi pada masa pemerintahan raja Majapahit. Ia mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai 207 | S e j a r a h K e r a j a a n . Namun catatan sejarah Pajajaran yang ditulis Saleh Danasasmita dan Naskah Perang Bubat yang ditulis Yoseph Iskandar menyebutkan bahwa niat pernikahan itu adalah untuk mempererat tali persaudaraan yang telah lama putus antara Majapahit dan Sunda. Linggabuana memutuskan untuk tetap berangkat ke Majapahit. terutama Mangkubuminya yaitu Hyang Bunisora Suradipati. Raden Wijaya disebut pula dengan nama Jaka Susuruh dari Pajajaran. sesuai dengan Sumpah Palapa yang pernah ia ucapkan pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . sebab untuk memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya tersebut. Dengan makksud tersebut dibuatlah alasan oleh Gadjah Mada yang menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat sebagai bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit. karena rasa persaudaraan yang sudah ada dari garis leluhur dua negara tersebut. Bila dilihat dari unsur sosial dan budaya seperti tersebut di atas. Perang Bubat. Ini karena menurut adat yang berlaku di Nusantara pada saat itu. raja kerajaan Sunda. dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat. Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamarnya. Dalam Babad Tanah Jawi. Upacara pernikahan dilangsungkan di Majapahit. maka dari seluruh kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan hanya kerajaan Sundalah yang belum dikuasai Majapahit. Atas restu dari keluarga kerajaan.

akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak bisa menerima norma-norma bila harus seperti Gadjah Mada itu yang cenderung ‘licik’ dan ‘menghalalkan segala cara’ demi kekuasan. walau tujuannya untuk mempersatukan kerajaan-kerajaan di Nusantara itu. namun caranya seperti itu ‘tidak elegant’ dan telah melukai harkat martabat dan harga diri orang Sunda. dikatakan dalam catatan tersebut bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gadjah Mada menjadi renggang.Sumedang. Akibat peristiwa ini pula. Adapun selama ini orang dari tatar Sunda itu cocoknya hanya jadi pemimpin untuk di daerahnya sendiri. Akibat peristiwa Bubat ini. karena Gadjah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu. Nah…. Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gadjah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar. kerjaan Sunda Padjadjaran adalah Kerajaan Besar yang memliki ‘Komara’ dan‘Wibawa’ dan satu-satunya kerajaan yang tidak terkalahkan oleh Majapahit ! Akan tetapi rupanya hal itu pada saat ini sudah tidak menjadi keharusan lagi. sehingga sampai kini di wilayah tatar Sunda itu tidak ada nama Jalan Gadjah Mada atau Hayam Wuruk. Dengan demikian nampaknya kejadian seperti tersebut di atas telah membuat orang dari tatar Sunda.kawan dapat menjadi lawan demi kekuasaaan ! Namun bukan berarti orang Sunda itu tidak bisa jadi pemimpin. Hayam Wuruk sendiri menurut Kidung Sundayana disebutkan bimbang atas permasalah tersebut. tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan mengakui superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gadjah Mada. Gadjah Mada sendiri tetap menjabat Mahapatih sampai wafatnya (1364). yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda. Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gadjah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit. Hal ini nampaknya pengaruh unsur poltik lebih dominan dalam kehidupan masyarakatnya sehingga norma-norma Budaya Sunda itu terkalahkan oleh kepentingan politik dan kekuasaan. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda. tidak menerima kebijakan politik dari Gadjah Mada tersebut.. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Linggabuana. bila kembali kepada pertanyaan di atas:”Kenapa Orang Dari Tatar Sunda Tidak Ada yang Jadi Presiden?“ nampaknya memang kalau mau jadi Pemimpin Negeri di negeri ini. para menteri dan pejabat kerajaan Sunda. sebagai salah satu contohnya di Kab. Hayam Wuruk menyesalkan tindakan ini dan mengirimkan utusan (darmadyaksa) dari Bali – yang saat itu berada di Majapahit untuk menyaksikan pernikahan antara Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka – untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Mangkubumi Hyang Bunisora Suradipati yang menjadi pejabat sementara raja Negeri Sunda. karena sekarang Partai Politiklah yang menentukan untuk menjadi Pemimpin itu. di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan esti larangan ti kaluaran. Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya. bukan karena undangan sebelumnya. atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak timur negeri Sunda (Majapahit). walau sebenarnya menurut sejarah tersebut di atas.pengantin. melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Gadjah Mada sudah mengerahkan pasukannya (Bhayangkara) ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. yang konon adalah merupakan cikal bakal kerajaan Sunda Padjadjaran.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . harus berani seperti Gadjah Mada tersebut. serta menyampaikan bahwa semua peristiwa ini akan dimuat dalam Kidung Sunda atau Kidung Sundayana (di Bali dikenal sebagai Geguritan Sunda) agar diambil hikmahnya. kini malah menjadi satu-satunya daerah di Jawa Barat yang ‘radja’ nya bukan lagi orang dari daerah tempatan. serta putri Dyah Pitaloka. 208 | S e j a r a h K e r a j a a n . Linggabuana menolak tekanan itu. sehingga wajar saja saat ini Partai-Partai / Golongan Politik itu tidak lebihnya seperti “reinkarnasi” dari jaman kerajaan Majapahit. Hal itulah rupanya yang membuat orang dari tatar Sunda tidak tertarik untuk menjadi pemimpin di negeri ini karena tidak sesuai dengan tabiat dan norma-norma kehidupannya. Namun Gadjah Mada tetap dalam posisi semula.

Namun bagaimanapun seharusnya “Bangsa yang baik itu adalah bangsa yang menghargai Sejarah dan Budayanya”. sehingga“dina budaya urang napak.H. tina budaya urang ngapak” dapat tercapai ! Semoga hal ini dapat menjadi pemacu semangat generasi muda selanjutnya untuk “BANGKIT” kembali dan tidak terbuai oleh jebakan politik yang cenderung menghalalkan segala cara.Surahman. yaitu Nararyya Sanggramawijaya menurut Kidung Harsa Wijaya.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Tech. SEMOGA…! Salam sono ti Urang Wado. 209 | S e j a r a h K e r a j a a n . yaitu 12 Nopember 1293 dengan gelar Śri Kĕrtarājasa Jayawardhana. (Ir. dan tentunya hal itu tidak bisa hanya dijadikan selogan “nyandang kahayang” namun harus dapat diwujudkannya menjadi kenyataan.M.MBA) Raden Wijaya adalah Pendiri sekaligus Raja Majapahit yang pertama. Ia juga dikenal dengan nama lain. Raden Wijaya dinobatkan pada bulan Kartika tahun 1215 saka. sehingga dengan demikian nilai-nilai luhur kultur budaya tersebut tidak hilang ditelan jaman.Eng.M.

Situs-situs yang memperkuat ilustrasi pusat kota ini antara lain Candi Muteran. dan Dyah Lembu Tal. Mahesa Wong Ateleng memiliki anak Mahesa Cempaka bergelar Narasinghamurti. anak dari Prabu Guru Dharmadiksa. yaitu dinasti pendiri Kerajaan Singhasari. seorang putri Singhasari. Mojowarno serta Sumobito di Kabupaten Jombang. Ibukota kerajaan Majapahit meliputi Kecamatan Sooko. Dengan demikian. Kawasan ini berada pada luas 10 X 10 kilometer persegi. Sri Rājendradewi Dyah Dewi Gayatri. Śri Mahādewi Dyah Dewi Narendraduhitā.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Setelah Rakeyan Jayadarma tewas diracun oleh salah seorang bawahannya. Versi lain yang menyebut 9 X 11 kilometer persegi. Trowulan dan Jatirejo di Kabupaten Mojokerto dan kecamatan Mojoagung. Raden Wijaya merupakan keturunan langsung dari Wangsa Rajasa. Ia dibesarkan di lingkungan kerajaan Singhasari. Pusat kota ini berada di dalam kawasan ibukota dan lokasinya kini berada di Trowulan.Raden Wijaya adalah anak Rakeyan Jayadarma. kediaman kerabat kaum raja dan tempat pemandian para putri kerajaan. 2. raja ke-25 dari Kerajaan Sunda Galuh. Menurut Nagarakretagama. 210 | S e j a r a h K e r a j a a n . Rakeyan Jayadarma adalah raja ke-26 Kerajaan Sunda Galuh. Candi Tengah. tempat kediaman Gajah Mada. raja ke-26 dari Kerajaan Sunda Galuh . Raden Wijaya disebut sebagai Jaka Susuruh dari Pajajaran. Śri Jayendradewi Dyah Dewi Prajnyāparamitā 4. Kakawin Nagarakretagama mencatat Raden Wijaya memperistri empat orang putri raja Kertanegara : 1. Candi Gentong. Dyah Lembu Tal kembali ke Singhasari bersama Raden Wijaya. Raja pertama Singhasari (12221227) memiliki anak Mahesa Wong Ateleng dari Ken Dedes. Ken Arok. 3. Dalam Babad Tanah Jawi. Śri Parameśwari Dyah Dewi Tribhūwaneśwari. Mahesa Cempaka memiliki anak Dyah lembu Tal yang diberi gelar Dyah Singhamurti dan kemudian menurunkan Raden Wijaya.

Dalam Nagarakretagama Tribhuwaneswari sering disingkat Tribhuwana saja. Raden Wijaya hanya sempat menyelamatkan Tribhuwaneswari. Namun Pararaton menyebut bahwa ada istri Raden Wijaya yang dituakan di istana bernama Dara Petak putri dari Kerajaan Dharmasraya. dan merupakan istri kedua dari pendiri Majapahit. Rombongan Raden Wijaya menyeberang ke Sumenep meminta perlindungan Arya Wiraraja. Hal ini menyebabkan Jayanagara mendapat hak atas takhta sehingga kemudian menjadi raja kedua Majapahit tahun 1309-132. Dikisahkan pada saat Singhasari runtuh akibat pemberontakan Jayakatwang tahun 1292. Tribhuwaneswari sering dibantu oleh Lembu Sora. Tribhuwana datang dengan diantar Ranggalawe putra Arya Wiraraja. Disebutkan bahwa Pradjnya Paramita adalah istri yang paling setia diantara kelima istri Raden Wijaya 211 | S e j a r a h K e r a j a a n . Baru setelah Raden Wijaya mendapatkan hutan Terik untuk dibuka menjadi desa Majapahit . Tribhuwana ditinggal di Sumenep. Lembu Sora menyediakan perutnya sebagai alas duduk. namun tidak memberikan keturunan. Dalam perjalanan menuju Sumenep.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Berita ini terdapat dalam Kidung Panji Wijayakarama. adalah putri ketiga dari Raja Singhasari Kertanagara. Tribhuwaneswari disebut sebagai ibu Jayanagara. menyediakan diri menggendong Tribhuwana. sedangkan Gayatri ditawan musuh. Sri Jayendra Dyah Dewi Prajña Paramita: Sri Jayendra Dyah Dewi Prajña Paramita atau sering disingkat dengan nama Prajña Paramita atau Pradnya Paramita adalah putri keempat dari Raja Kertanegara dan merupakan istri ketiga dari Raden Wijaya. Raden Wijaya. yang diwujudkan sebagai Parwati. Sepeninggal pasukan Mongol tahun 1293. atau disebut dengan Narendraduhita. Menurut prasasti Kertarajasa (1305). maka Jayanagara adalah anak kandung Dara Petak yang kemudian menjadi anak angkat Tribhuwaneswari sang permaisuri utama. Kerajaan Majapahit didirikan Raden Wijaya sebagai raja pertama. abdi setia Raden Wijaya Raden Wijaya. namun tidak memberikan keturunan. Raden Wijaya kemudian bersekutu dengan Arya Wiraraja untuk menjatuhkan Jayakatwang. Jika pasangan suami istri tersebut letih.Śri Parameśwari Dyah Dewi Tribhūwaneśwari: Sri Parameswari Dyah Dewi Tribhuwaneswari adalah permaisuri Raden Wijaya. Setelah Wafat Tribhuwaneswari dimuliakan di Candi Rimbi di sebelah barat daya Mojokerto. Śri Mahādewi Dyah Dewi Narendraduhitā: Sri Mahadewi Dyah Dewi Narendraduhita. Ketika Raden Wijaya berangkat ke Kadiri pura-pura menyerah pada Jayakatwang. Ia putri sulung Kertanagara raja terakhir Singhasari. yang melahirkan Jayanagara sang putra Mahkota. Tribhuwana menjadi permaisuri utama selaras gelar Tribhuwana-iswari. Jika menyeberang rawa-rawa Lembu Sora.

seorang pejabat Singhasari yang dulu dikirim ke Sumatra tahun 1286. Pada saat Singhasari runtuh akibat serangan Jayakatwang tahun 1292. ibu Jayanegara bernama Indreswari. pasukan Mongol yang dipimpin Ike Mese meninggalkan Jawa tanggal 24 April 1293. dan semuanya adalah putri Kertanegara. Pengangkatan Dara Petak sebagai istri tertua mungkin karena hanya dirinya saja yang melahirkan anak laki-laki. mula-mula Raden Wijaya hanya menikahi Tribhuwaneswari dan Gayatri saja. Setelah Raden Wijaya pura-pura menyerah pada Jayakatwang.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menurut Kronik Cina. yaitu Raden Wijaya mengambil Dara Petak sebagai istri. beliau kemudian mengangkat pengikut-pengikutnya yang berjasa dalam perjuangan 212 | S e j a r a h K e r a j a a n . ia menikahi Mahadewi dan Jayendradewi pula. yaitu Jayanegara. baru ia bisa bertemu Gayatri kembali. Pararaton menyebutkan Raden Wijaya hanya menikahi dua orang putri Kertanagara saja. Dara Petak pandai mengambil hati Raden Wijaya sehingga ia dijadikan sebagai Istri tinuheng pura. Nagarakretagama pupuh 2/1 menguraikan bahwa putri Gayatri (Rajapatni) wafat tahun 1350 pada jaman pemerintahan Prabu Hayam Wuruk. Masa Pemerintahan Raden Wijaya/ Sri Rajasa Jayawardhana: Setelah Raden Wijaya menjadi Raja Majapahit. maka ahli warisnya. Tribhuwana dan Gayatri masing-masing disebut dengan nama Puspawati dan Pusparasmi. Nama ini dianggap sebagai gelar resmi Dara Petak. Padahal menurut Nagarakretagama. 12 tahun setelah meninggalnya Gayatri dilaksanakan upacara srada dan dimuliakan candi di candi Boyolangu di desa Kamal Pandak tahun 1362 dengan nama Prajnyaparamita puri. Baru setelah Majapahit berdiri. Dara Pethak (Indreswari): Menurut Pararaton. Baik tanah candi maupun arcanya diberkati oleh pendeta Jnyanawidi. Nama Dara Pethak berarti merpati putih. Tribhuwanatunggadewi inilah menurunkan raja-raja Majapahit selanjutnya. Raden Wijaya sudah memiliki empat orang istri. sedang Dara Jingga diserahkan kepada Adwayabrahma . Sedangkan menurut Nagarakretagama. atau istri yang dituakan di istana. Dalam Kidung Harsawijaya. Diperkirakan. datang pasukan Kebo Anabrang yang pada tahun 1275 dikirim Kertanegara menaklukkan Pulau Sumatra. sedangkan Gayatri ditawan musuh di Kadiri.Gayatri atau Rajapatni adalah istri ke empat dari Raden Wijaya. Raden Wijaya hanya sempat menyelamatkan Tribhuwaneswari saja. sepuluh hari setelah pengusiran pasukan Mongol oleh pihak Majapahit. Pasukan tersebut membawa dua orang putri Mauliwarmadewa dari Kerajaan Dharmasraya bernama Dara Jingga dan Dara Petak sebagai persembahan untuk Kertanegara. sehingga dapat diperkirakan pertemuan antara Raden Wijaya dan Dara Petak terjadi tanggal 4 Mei 1293. Karena Kertanegara sudah meninggal. dari Gayatri lahir Tribhuwanatunggadewi dan Rajadewi. Pemberitaan tersebut terjadi sebelum Majapahit berdiri.

mendirikan Majapahit menjadi pejabat tinggi dalam pemerintahan menurut Serat Kekancingan Kadadu 1294 antara lain : • Aria Wiraraja menjadi Rakyan Mahamantri Agung diberi daerah status khusus (Madura) dan diberi wilayah otonom di Lumajang hingga Blambangan • Nambi diangkat menjadi Rakryan Mapatih (Perdana menteri) • Ranggalawe menjadi Rakyan Mahamantri Agung diangkat sebagai Adipati Tuban • Sora menjadi patih Daha (Kadiri).K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Sang Panca Wilwatika • Rakyan Patih Majapahit : Empu Tambi • Rakyan Demung : Empu Renteng 213 | S e j a r a h K e r a j a a n . 1. Struktur brirokrasi pejabat KerajaanMajapahit pada masa Raja Kertarajasa ( Prasasti Pananggungan 1296 Saka). Mahamantri Katrini • Rakyan Menteri Hino : Dyah Pamasi • Rakyan Menteri Halu : Dyah Singlar • Rakyan Menteri Sirikan : Dyah Palisir 2.

Patih Negara Bawahan • Rakyan Patih Daha : Empu Sora • Rakyan Demung Daha : Empu Rakat • Rakyan Rangga Daha : Empu Dipa • Rakyan Tumenggung Daha : Empu Pamor 4.• Rakyan Kanuruhan : Empu Elam • Rakyan Rangga : Empu Sasi • Rakyan Tumenggung : Empu Wahan 3. Pejabat Hukum dan Keagamaan • Pranaraja menjadi Rakyan Mahamantri Agung • Dang Acarya Agraja menjadi Dharmadyaksa Kasaiwan • Dang Acarya Ginantaka menjadi Dharmadyaksa Kasogatan • Panji Paragata menjadi Pemegat Tirwan • Dang Acarya Anggaraksa sang Pemegat di Pamotan 214 | S e j a r a h K e r a j a a n .K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .

dewan menteri yang melaksanakan pemerintahan • Dharmmadhyaksa. yang disebut Bhattara Saptaprabhu. Pejabat ini dapat dikatakan sebagai perdana menteri yang bersama-sama raja dapat ikut melaksanakan kebijaksanaan pemerintahan. yang artinya pegawai istimewa. Ra Tanca. biasanya dijabat putra-putra raja • Rakryan Mantri ri Pakira-kiran. Raja dibantu oleh sejumlah pejabat birokrasi dalam melaksanakan pemerintahan. Majapahit memiliki pejabat sendiri untuk mengurusi pedagang dari India dan Tiongkok yang menetap di ibu kota kerajaan maupun berbagai tempat lain di wilayah Majapahit di Jawa. negara tenteram dan aman. dengan para putra dan kerabat dekat raja memiliki kedudukan tinggi. Ra Wedeng. Dharmaputra adalah suatu jabatan yang dibentuk oleh Raden Wijaya Anggotanya berjumlah tujuh orang. terdapat pula semacam dewan pertimbangan kerajaan yang anggotanya para sanak saudara raja. yaitu Ra Kuti. para pejabat keagamaan Kabinet Rakryan Mantri ri Pakira-kiran terdapat seorang pejabat yang terpenting yaitu Rakryan Mapatih atau Patih Hamangkubhumi. Perintah raja biasanya diturunkan kepada pejabat-pejabat di bawahnya. Ra Yuyu. para pejabat hukum keagamaan • Dharmma-upapatti.• Dang Acarya Rudra sang Pemegat di Jambi Raden Wijaya memerintah dengan tegas dan bijaksana. susunan pemerintahannya mirip Singhasari. Sedangkan Wiraraja yang banyak membantu diberi kedudukan sangat tinggi ditambah dengan kekuasaan di daerah Lumajang sampai Blambangan. Namun Tidak diketahui dengan pasti apa tugas dan wewenang Dharmaputra.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Pararaton hanya mengatakan kalau para anggota Dharmaputra disebut sebagai pengalasan wineh suka. 215 | S e j a r a h K e r a j a a n . Ra Banyak. Selain itu. dan Ra Pangsa. antara lain • Rakryan Mahamantri Katrini. Ra Semi. yang semuanya tewas sebagai pemberontak pada masa pemerintahan Jayanegara (raja kedua Majapahit). karena Majapahit adalah ‘EMBRIO’ SINGASARI – namun ditambah 2 (dua) menteri yaitu rakryan Rangga dan rakryan Tumenggung. Majapahit merupakan negara agraris dan sekaligus negara perdagangan.

Narapati Negara Negara bawahan. Juru Pangalasan yaitu pembesar wilayah mancanagara. Sang Panca Wilwatika lima pembesar yang diserahi tugas untuk menjalankan pemerintahan Majapahit: Patih Amangkubumi. Para Pejabat Majapahit masing masing diberi gelar sesuai jabatan yang diembannya - Golongan RakyanMahamantri Katrini Rakryan Mahamantri Hino.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .Dikisahkan mereka diangkat oleh Taden Wijaya dan tidak diketahui lagi keberadaannya setelah tahun 1328. Patih Kanuruhan. 216 | S e j a r a h K e r a j a a n . Patih Demung. Rakryan Mahamantri Sirikan Rakryan Mahamantri halu Pasangguhan/ hulubalang yang terdiri dari 2 yaitu Pranaraja dan Nayapati. Patih Rangga dan Patih Tumengggung.

Wirabumi 10. Prasasti Wingun Pitu (1447 M) menyebut bahwa pemerintahan Majapahit dibagi menjadi 14 daerah bawahan. Daha 2. Tumapel 9. Kahuripan 6. Matahun 7. Mereka biasanya merupakan saudara atau kerabat dekat raja dan bertugas dalam mengumpulkan penghasilan kerajaan.Golongan Arya: kedudukan lebih rendah dari Rakyan. dan pertahanan kerajaan di wilayahnya masing-masing. Kabalan 5. yang dipimpin oleh seseorang yang bergelar Bhre: 1. Dang Acarya diperuntukkan bagi para pendera Siwa dan Budha bergelar Dharmmaddyaksa atau hakim tinggi. Pembagian wilayah: Di bawah raja Majapahit terdapat pula sejumlah raja daerah.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . upeti. Jagaraga 3. yang disebut Paduka Bhattara. Keling 4. namun jasa jasanya seorang dihormati dengan gelar Wreddhamantri atau Menteri Sepuh. Tanjungpura 217 | S e j a r a h K e r a j a a n . Kelinggapura 11. Kembang jenar 8.

Wengker Peristiwa penting yang terjadi dalam masa pemerintahan Raden Wijaya/ Sri Rajasa Jayawarhana: Piagam Kudadu disebutkan bagaimana watak Raden Wijaya sebagai panglima perang yang menunaikan tugas dari Raja Kertanagara. Dalam pengabdiannya ia menunjukkan kedisiplinan serta kesetian kepada perintah yang diberikan dan menunaikan tugas tiada tercela. Pertemuan pertama dengan Raden Wijaya terjadi ketika Ranggalawe diutus oleh ayahnya yaitu Arya Wiraraja yang menjabat sebagai Bupati Madura untuk mengantar Tribhuwaneswari dari Sumenep ke Majapahit bersama Banyak Kapuk dan Mahesa Pawagal utusan Raden Wijaya . Ia sendiri tinggal di Tanjung. Pajang 14. Namun rasa keadilan bagi masing – masing orang berbeda beda. Singhapura 13. Kidung Panji Wijayakrama dan Kidung Ranggalawe menyebut Ranggalawe sebagai putra Arya Wiraraja bupati Sumenep. Ranggalawe mempunyai watak yang agak grasa grusu.12.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Demikian pula terhadap teman teman seperjuangannya Raden wijaya memberikan kedudukan yang tinggi kepada para pengikutnya sesuai dengan jasa yang selama masa perjuangan. yang terletak di Madura sebelah barat. bicaranya lantang namun mempunyai kelebihan dalam hal men 218 | S e j a r a h K e r a j a a n . Setelah Raden Wijaya dinobatkan sebagai Raja timbullah rentetan ketiadakpuasan diantara pengikut pengikutnya./ Arya Adikara adalah salah satu pengikut Raden Wijaya yang berjasa besar dalam perjuangan mendirikan Majapahit. namun meninggal sebagai pemberontak pertama pada tahun 1295. • Peristiwa Ranggalawe ( 1295 ): Ranggalawe / Rakryan Mantri Dwipantara Arya Adikara.

ASTANA GEDE – KAWALI Prabu Siliwangi BY RONI – AUGUST 2.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . 2011POSTED IN: HEADLINE. TEREKOMENDASI 219 | S e j a r a h K e r a j a a n . KLASIK.

“Ananda. untuk menyampaikan sebuah tantangan. dan dicintai seluruh rakyatnya. mencintai alam. Ayahanda akan menunggumu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a .vector-eps. mengadu kesaktian karena tidak boleh ada dua orang yang kesaktiannya sama di atas muka bumi ini.” 220 | S e j a r a h K e r a j a a n . putra mahkotamu. segeralah kembali ke istana. dan taat pada peraturan alam. Maksud Ananda menghadap. Namun. Hingga kerajaan ini dikenal sebagai kerajaan yang “Gemah Ripah Repeh Rapih”. Kegemarannya bertarung. Sudah sepantasnya sekarang aku.” begitu isi tantangan putra mahkota terhadap ayahanda Prabu. Bila sudah kau dapatkan. “Baginda. maka datanglah sang putra mahkota menghadap Sri Baginda. mengadu kehebatan. sebagai seorang ksatria. Pergilah ke sebuah negeri yang sebagian besar tanahnya terdiri dari gurun pasir. bijaksana.Penulis: Arrayanov | Editor: Dian Macan (http://www.com) Raja yang amat sakti di seluruh daratan Sunda. dan ilmu yang sangat tinggi. sang Putra Mahkota lebih suka menantang kesaktian orang lain. sampai saat ini tak ada lagi seorang lawan pun yang bisa menandingi ilmuku. Dan Baginda Prabu menjawab. Saat tak ada seorang lawan pun yang sanggup berhadapan dengannya lagi. menantang laga. Namun. Pemimpin gagah perkasa yang senantiasa melindungi rakyatnya. Ayahanda terima tantanganmu. alangkah baiknya bila kau menyempurnakan ilmumu terlebih dahulu. adalah Sri Baduga Maharaja. “Gemah Ripah Lohjinawi” Baginda Prabu memiliki putra mahkota yang sama gagahnya dan sama saktinya. Temukanlah ilmu kesaktian di sana. bernama Kian Santang.

penjagaan di sekeliling istana tidak nampak ada yang luar biasa. kalah jadi abu. Semuanya berjalan normal. Baginda Prabu bukannya gentar untuk bertarung. bila melongok ke suatu ruang jauh di dalam istana. untuk menambah wawasan agar dia menjadi orang yang bijaksana. Tak terlihat ada suatu apa pun yang teramat penting. Dan malam ini dia membawa kabar yang amat penting untuk diketahui Baginda. kini saatnya ayahanda menjawab tantangan ananda. Kian santang (http://azharsketch.com) ~oOo~ Beberapa tahun kemudian. Bulan purnama sebagai waktu yang ditentukan putranya tinggal 7 hari lagi.org. yang berisi: “Ayahanda Prabu.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . Menjelang gelap malam. Baginda tidak ingin sesuatu yang mengerikan terjadi di dalam lingkungan kerajaan. Ananda akan datang di ujung bulan purnama ini. demi mengintai pergerakan di tempat kediaman Kian Santang. barulah terasa ketegangan. Utusan itu mengemban tugas yang sangat rahasia. telah kusempurnakan ilmu. Sudah tiga hari ini dia harus bolak-balik keluar istana tanpa diketahui oleh siapa pun. Baginya. untuk melawan putranya sendiri? Bagaimana bila salah satu harus terbunuh? Bagaimana bila dirinya yang terbunuh lalu rakyat marah? Atau bila putranya yang terbunuh? Begitu risau hati Baginda Prabu memikirkan maklumat yang disampaikan putranya tersebut. Tiga petinggi istana duduk dalam diam menyaksikan seorang utusan yang sedang menghadap Baginda Prabu.ua) ~oOo~ Suasana istana sore 4 hari menjelang laga adu kesaktian Baginda Prabu dan putra mahkota ini seperti biasa. ternyata syarat yang telah diberikannya malah berbalik menjadi sebuah ancaman.big. Pertemuan sedang berlangsung. Malam ini juga harus sudah terpecahkan jalan keluarnya. Namun. Prabu sangat faham dengan sifat sombong putra mahkotanya. Namun. maka Kian Santang segera mampersiapkan diri untuk berangkat ke sebuah negeri seperti yang diperintahkan ayahandanya.blogspot. 221 | S e j a r a h K e r a j a a n .Demi mendengar syarat dan sekaligus perintah ayahanda. segera dikumpulkannya para petinggi kerajaan. Dulu alasan beliau meminta ananda Kian Santang mencari ilmu. Bulan purnama adalah waktu yang ditentukan (http://img. memenuhi tantangan putranya hanya akan merugi: menang jadi arang. pandangan Baginda Prabu menerawang jauh. datanglah satu orang utusan menghadap Baginda Prabu. Sang utusan membawa gulungan daun lontar yang di dalamnya tentu saja sudah tertulis maklumat.” Mendengar maklumat yang dibacakan tersebut.

aku akan kirim tanda agar kalian datang ke tempatku. Peperangan tidak bisa dielakkan. Tak ada sedikit pun suara yang terdengar. tiba-tiba sekeliling menjadi gelap gulita. bila itu kawan mereka akan mengatakan ’silih wangi’ sebagai isyarat. siapa pun nanti yang bertemu dengan kalian. sambil merapal mantra. kesunyian seakan menjadi satu-satunya tanda kehidupan di dalam ruangan itu. Rencana ini akan dilaksanakan orang-orang kepercayaan Ananda Kian Santang. Cepat kirim tanda bila pasukan Kian Santang mulai memasuki halaman istana dan sekarang tinggalkan kami berempat di sini. pergilah kalian. hamba membawa kabar yang kurang menyenangkan. kujang*. Tiga harimau belang coklat-hitam dan satu ekor harimau belang putih-hitam tampak diam. Dalam kegelapan malam terlihat empat ekor harimau perubahan wujud berlari melintas halaman menuju hutan. Sementara sosok Baginda Prabu tetap duduk tenang dengan mata terpejam di tempatnya semula. “Tarrr!” Suara halilintar disertai cahaya yang amat menyilaukan mata meliputi seluruh udara di ruangan itu. seluruh penghuni istana terlibat dalam bentrokan senjata. Baiklah. Dalam sekejap. ladang. Kutunggu kalian di satu tempat. Empat sosok manusia seperti lenyap ditelan kilatan cahaya yang datang entah darimana.“Ampun beribu ampun. Serta merta sang utusan menyorongkan sembah penghormatan dan segera berlalu dari ruangan itu. Baginda Prabu. lengkingan. memejamkan mata.” Keadaan di ruangan itu seketika senyap. suara orang-orang yang terlibat dalam bentrokan itu amat mengiris hati. Begitulah yang hamba dengar. Beberapa saat lamanya. “Setelah kita berubah wujud. Sementara itu. “Ya.” “Ya. pasukan Kian Santang menyerbu istana tepat setelah pergantian penjaga malam dilakukan. mendekatlah kalian bertiga. dipimpin langsung oleh Baginda Prabu. Nanti bila keadaan sudah mereda.” Kalimat itu keluar dari mulut si harimau putih. 222 | S e j a r a h K e r a j a a n .” lanjut Baginda Prabu seraya memberi isyarat kepada ketiga orang itu agar mendekat. aku sudah menduganya. Teriakan. malam ini tepat setelah pergantian penjagaan dilakukan tengah malam ini. Tentu saja tujuan utamanya adalah Baginda Prabu. dan tombak memenuhi udara malam yang menegangkan itu. meninggalkan Baginda Prabu dan tiga orang petinggi istana. sedetik kemudian secara bersamaan keempat ekor harimau perubahan wujud itu melompat dengan tangkas menuju halaman istana melewati 4 buah jendela yang masing-masing menghadap arah mata angin yang berbeda. Rupanya keprihatinan Paduka benar-benar terjadi.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . dan bersamaan dengan itu bayangan nyala api yang mencuat ke langit tinggi melintasi jendela ruangan.. berpencarlah keempat arah penjuru mata angin. sekarang kau boleh pergi dan lanjutkan pengintaian. di halaman istana keributan baru saja dimulai. Seketika terdengar geraman halus dari sosok harimau putih.” Singkat sekali jawaban Baginda Prabu. Suara dentang pedang. duduk tenang menggantikan empat orang yang tadi duduk di tempat itu. Benar saja. semua dalam keadaan duduk mematung. seketika terlihat empat sosok harimau yang luar biasa besar. Baginda Prabu. sekaranglah saatnya. sungai dan gunung di luar batas halaman istana. lalu tiba-tiba. Ketika kilat yang menyambar-nyambar tadi mereda. “Sekarang kita mulai strategi ini. Ingat. Ananda Kian Santang merencanakan penyerbuan langsung ke dalam istana guna melumpuhkan kekuatan penjagaan.

seringkali terlihat harimau di sekitar istana. Seringkali pesan itu berisi himbauan agar masyarakat hendaknya patuh pada raja yang baru saja naik tahta. satu-persatu orang-orang yang memilih setia pada Baginda Prabu akan beralih wujud menjadi seekor harimau belang coklat-hitam dan meninggalkan lingkungan kerajaan menuju hutan. mau tak mau menerima perubahan yang demikian menggemparkan itu. dengan tekun mempelajari satu ilmu. melanjutkan perjalanan menuju sebuah puncak gunung yang seringkali tertutup halimun. Kian Santang tidak merasa puas karena tidak berhasil berhadapan langsung dengan ayahanda Prabu guna bertarung ilmu.“silihwangi”*. Rupanya tiba saatnya bagi mereka untuk memenuhi panggilan untuk datang ke suatu tempat di mana Baginda Prabu berada. Mereka sungguh tidak tahu bahwa sebagian orang yang memilih untuk memegang kesetiaan pada Baginda Prabu. satu ruangan penting yang sangat dikenal oleh Kian Santang sebagai tempat pertemuan para petinggi istana yang kerap digunakan ayahnya.Kujang (http://cliparts101. Ketika pasukannya berhasil menguasai istana. petinggi istana. Adapun sosok Baginda yang sepeninggal empat ekor harimau di malam itu seperti sedang melakukan semedi. Ketiga orang itu perlahan meninggalkan tempatnya masing-masing menuju ruangan khusus untuk bersemedi. mereka secara sembunyi-sembunyi kerap bertukar informasi satu sama lain. Namun. Sebagian memilih untuk melintasi daratan Tatar Sunda dan menetap di pedalaman. Lewat kode itulah mereka akan mendapatkan pesan-pesan yang disampaikan Prabu secara berantai. menggantikan ayahandanya. perlahan berubah menjadi arca. Ketika sudah cukup ilmu itu dikuasai secara penuh. ~oOo~ Malam ini merupakan purnama ke-101 sejak peralihan kekuasaan. Mereka akan merasakan ketenangan luar biasa ketika satu sama lain bertukar kode rahasia. Sesaat 223 | S e j a r a h K e r a j a a n . didapati dalam keadaan kosong. sesuai dengan perintah Baginda yang dipercayakan kepada tiga orang petinggi istana. Kian Santang segera menjadi Raja yang baru. mendukung segala gerakan yang diajarkan raja yang baru dan jangan segansegan menerima ajaran agama yang baru tersebut. untuk menanyakan kabar atau keberadaan Baginda Prabu yang hilang tak tahu rimbanya. Rakyat yang merasa kehilangan sang pemimpin.com) ~oOo~ Sejak pemberontakan di istana. Walaupun begitu. para pengikut Baginda Prabu yang setia memilih untuk meninggalkan istana. dan Raja sendiri heran adalah sejak peralihan kekuasaan itu. menentukan siapa yang lebih berkuasa dengan ilmunya yang sangat tinggi. ketiga orang kepercayaan Baginda Prabu sudah melihat sebuah tanda di langit yang mulai menghitam walaupun ketiganya berada di tempat yang berlainan. Yang kerap membuat para penghuni istana.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . saat ditemukan Kian Santang.

Jadi alangkah baiknya bila kisah ini dimasukkan dalam kategori dongeng. Di satu tempat yang jauh. jauh setelah kalian juga tiada. Aku ada di antara kalian semua. Purnama sudah hampir berada di puncaknya. Hendaklah kalian ’silih asah. entah nanti siapa pun yang memimpin kalian. walau aku tak ada. ~SELESAI~ Keterangan: Kisah ini dibuat berdasarkan sejarah Kerajaan Padjajaran. akan tiba saatnya nanti tatar Sunda bersatu kembali.” Setelah kalimat perpisahan itu diucapkan Baginda Prabu. 224 | S e j a r a h K e r a j a a n .kemudian. silih asih. karena memang tidak pernah ditulis dalam sejarah. adapun kisah yang digali kemungkinan besar belum banyak diketahui. para pujangga. di dalam hutan. Maka kuperintahkan pada kalian untuk menerapkan ajaran-ajaranku yang selama ini kusampaikan secara berantai. Kini saatnya tiba. duduk tiga orang kepercayaan Baginda Prabu. silih asuh’. seketika sinar keperakan yang menyilaukan mata menutupi tubuhnya. ditulis dalam bahasa Sanksekerta. *Kitab : Sang Hyang Siksa Kandang Karesian.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . lalu tubuh Baginda Prabu perlahan sirna. Kutitipkan pada kalian sebuah kitab* yang berisi segala macam aturan dalam menjalankan hidup. Sejak saat itu keturunan demi keturunan raja Sunda. Di seberang kumpulan harimau itu. para petinggi kerajaan. saling mengingatkan. Terapkan pesan-pesan dalam kitab itu dimana pun kalian berada dan senantiasa patuhilah pemimpin kalian. di puncak gunung yang senantiasa tertutup halimun bermandikan cahaya keperakkan. adalah peralihan wujud para pengikut setia sang Prabu. Demikian juga dengan harimau belang coklat-hitam. mereka terlihat sangat tenang dan memejamkan mata. Baginda Prabu adalah penjelmaan dewa yang kerap disebut dengan SILIHWANGI*. dengan huruf Palawa kuno. *Moksa: satu proses spiritual dalam keyakinan agama Hindu yang mengamalkan ajaran melepaskan kesucian bathin dari segala bentuk keduniawian. Jagalah kehormatan dan kewibawaan kerajaan Sunda. Bagi seluruh rakyat Tatar Sunda. “Kalian semua pengikutku yang setia akan senantiasa melihat dan mendengar kabar baik maupun buruk yang terjadi di tanah kita tercinta. dan saling mengasuh dalam kebersamaan. dan rakyat jelata di tatar Sunda sangat mempercayai bahwa harimau putih adalah peralihan wujud sang Prabu. siapapun yang menduduki singgasana kerajaan Sunda akan bergelar PRABU SILIHWANGI. Kalian camkan baik-baik. menyatu dengan keagungan Sang Hyang Widhi. satu persatu beralih wujud menjadi harimau dan secepat kilat berlari menuju tempat di mana tanda yang dikirimkan pada mereka tadi berasal. Dan seluruh silsilah turun-temurunnya mahkota kerajaan. saling menjaga. hilang ditelan cahaya keperakkan tadi. Semua diam dan duduk tenang. Tidak pernah diketahui apakah Baginda Prabu meninggal dunia. *Kujang: Senjata khas daerah Pasundan *Silihwangi: sebuah prinsip hidup yang didalamnya penuh dengan ajaran cinta kasih dengan sesama. terlihat ratusan harimau dari berbagai ukuran berkumpul di satu sisi tanah yang agak lapang. Sama dengan yang lain. aku harus melaksanakan moksa*.

siliwangi. Arrayanov. kujang. pasundan. suku sunda. tatar pasundan 225 | S e j a r a h K e r a j a a n . klasik.K e r a j a a n d i T a t a r S u n d a . macan.TAGS: Anak Nusantara. dongeng anak nusantara. kisah anak. sunda. Prabu Siliwangi. legenda. cerita rakyat. prabu. bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful