BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Layanan bimbingan ditujukan untuk seluruh individu dengan

menggunakan berbagai strategi meliputi ragam dimensi (masalah, setting, metode dan lama waktu layanan). Bimbingan dan konseling bertujuan untuk

mengembangkan seluruh potensi individu secara optimal, mencegah terhadap masalah dan memecahkan masalah individu. Layanan bimbingan disesuaikan dengan tujuan dan sasaran serta perkembangan individu.
Dalam proses bimbingan dan konseling, konselor dan konseli membawa serta karakteristik-karakteristik psikologisnya, seperti kecerdasan, bakat, minat, sikap, motivasi, kehendak, dan tendensi kepribadian. Sejauh ini, teori-teori konseling banyak perhatian diberikan terhadap aspek-aspek psikologis, dan masih kurang perhatian terhadap latar belakang budaya yang ikut membentuk prilaku individu. Misalnya, etnik, afialiasi kelompok, keyakinan, nilai-nilai, norma-norma, kebiasaan, bahasa baik verbal maupun nonverbal, dan termasuk bias-bias yang dibawa dari budayanya.

Kultur budaya yang dimiliki oleh suatu daerah berbeda datu dengan yang lainnya dan memiliki ciri khas tersendiri seperti salah satu budaya dari daerah kampung kuta Ciamis. Kampung adat satu-satunya di Kabupaten Ciamis ini memiliki kepercayaan, kebiasaan, dan ritual yang unik dan berbeda dari kampung adat yang lainnya. melihat dari ke unikan dan kekhasan budaya di kampung kuta ini dapat diimplikasikan kepada bentuk layanan bimbingan dan konseling berbasis budaya lokal yang sesuai dengan kondisi kampung kuta. Dari segi konselor,
ketepatan inferensi yang kemudian mendasari tindakannya dalam konseling tergantung pada kemampuan pemahaman secara utuh terhadap konseli di kampung kuta. Dari segi konseli yang merupakan masyarakat kampung adat, ketepatan inferensi merujuk pada pola-pola perilaku yang dimiliki sebelumnya. Masalah akan timbul manakala ada inkongruensi antara persepsi dan nilai-nilai yang menjadi referensi kedua belah pihak.

B. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan umum dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui lebih dalam mengenai bimbingan dan konseling berbasis budaya lokal. Adapun tujuan khusus dari penulisan makalah ini adalah: 1. Mengetahui budaya dan adat istiadat di kampung adat Kuta. 2. Mempelajari mengenai konseling berbasis budaya lokal 3. Mendeskripsikan gambaran mengenai pelaksanaan bimbingan dan konseling berbasis budaya dan adat istiadat di kampung adat Kuta.

BENER GAK SIH OR ADA TAMBAHAN?????^_^
C. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam makalah ini dipaparkan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: 1. Bagaimanakah budaya di kampung adat Kuta? 2. Apa yang dimaksud dengan bimbingan dan konseling berbasis budaya lokal? 3. Bagaimana gambaran bimbingan dan konseling yang dapat dilaksanakan berbasis budaya kampung adat Kuta?

BENER GAK SIH OR ADA TAMBAHAN?????^_^
D. Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri dari tiga Bab yaitu: Bab I merupakan Pendahuluan yang menjelaskan mengenai latar belakang masalah, tujuan penulisan makalah dan rumusan masalah. Bab II merupakan Pembahasan yang menjelaskan mengenai budaya kampung adat Kuta, tradisi-tradisi yang ada di kampung adat Kuta, Penjelasan mengenai bimbingan dan konseling berbasis budaya lokal, dan gambaran mengenai bimbingan dan konseling di kampung adat Kuta. Bab III merupakan Penutup yang berisi kesimpulan dari keseluruhan isi makalah.

berbatasan dengan Jawa Tengah. ³tidak memenuhi Patang Ewu Domas´). Setelah melakukan perjalanan beberapa hari. Prabu Galuh memerintahkan kepada semua rakyatnya untuk mengumpulkan semua keperluan pembangunan keraton seperti kapur bahan bangunan. Kampung Kuta berada di timur Ciamis dan berjarak 45 Km dari pusat kota kabupaten. Kampung Kuta dipilih untuk pusat kerajaan karena letaknya strategis. asal-usul Kampung Kuta berkaitan dengan berdirinya Kerajaan Galuh. dan tegalan serta 40 ha hutan keramat (karamat). Keraton pun akhirnya selesai dibuat. Ada beberapa versi mengenai sejarah Kampung Kuta ini. Kecamatan Tambaksari. semen merah dari tanah yang dibakar. .BAB II PEMBAHASAN A. mereka berkelana mencari tempat lain yang memenuhi syarat. dan tukang penyepuh perabot atau benda pusaka. Nama ini langsung menunjuk kepada wilayah Kampung Kuta yang letaknya dikelilingi tebing curam setinggi 75 m. tokoh ini adalah seorang pandita sakti) hendak mendirikan Kerajaan Galuh. lalu melihat-lihat ke sekeliling tempat itu untuk meneliti apakah ada tempat yang cocok untuk membangun kerajaannya. pada suatu ketika. Prabu Galuh membawa sekepal tanah dari bekas keratonnya di Kuta sebagai kenang-kenangan. Prabu Galuh menemukan lembah yang (Kuta) oleh tebing yang dalamnya sekitar 75 m di lokasi pembangunan pusat kerajaan itu. Namun. Kampung memiliki luas area total 97 ha. Menurut cerita rakyat setempat. Atas musyawarah dengan para punggawa kerajaan lainnya.Kampung yang terletak di Desa Karangpaningal. pandai besi. Tempat ia melihat-lihat itu sekarang bernama Tenjolaya. Sejarah Kampung Kuta Nama Kampung Kuta berasal dari kata ´kuta-kuta´ (bahasa Sunda) yang berarti tebing. diputuskanlah bahwa daerah tersebut tidak cocok untuk dijadikan pusat kerajaan (menurut orang tua. pesawahan. Selanjutnya. Prabu Galuh dan rombongannya sampai di suatu tempat yang tinggi. terdiri dari 57 ha lahan pemukiman. Konon. pada zaman dahulu ketika Prabu Galuh yang bernama Ajar Sukaresi (dalam sumber lain.

lalu mendirikan kerajaan di sana atau tukang cerita. dan adanya keinginan dari penutur cerita untuk mengedepankan peranan seorang tokoh ataupun berapologia atas kesalahan tokoh tersebut. sedangkan tanah di sekitarnya berwarna merah. Bahkan menurut Ketua Adat. Tanah yang dilemparkan tadi sekarang menjadi sebidang sawah yang datar dan tanahnya berwarna hitam seperti dengan tanah di Kuta. Mata pencaharian penduduk Kampung Kuta ialah bertani. Adapun kegiatan ekonomi yang menjadi andalan mereka cukup bervariasi antara lain sebagai perajin gula aren. distorsi cerita karena pewarisan cerita yang turun-temurun memungkinkan terjadinya penambahan ataupun pengurangan isi cerita. beternak dan jenis pekerjaan lain yang sesuai dengan keadaan lingkungannya. Pertama. Setidaknya. Ia kemudian melemparkan sekepal tanah yang dibawanya dari Kuta ke arah barat dan jatuh di suatu tempat yang sekarang bernama ³Kepel´. perajin anyaman bambu. Tradisi Adat Kampung Kuta Bagi warga kampung adat kuta adalah warisan leluhur yang begitu penting sehingga kemurniannya harus senantiasa dijaga. jika ada warga yang berniat untuk tinggal dan menetap di luar Kuta. mitos-mitos tersebut dihormati dan dipelihara oleh masyarakatnya. lalu terlihatlah ada daerah luas terhampar berupa hutan rimba yang menghijau. Pembuatan gula aren menjadi mata pencaharian sebagian besar penduduk sehingga produksi gula aren . mengenai kebenaran isi cerita atau mitos tersebut bukanlah suatu permasalahan. lalu dituturkan secara turun-temurun. yang bersangkutan juga akan tetap mempertahankannya. Prabu Galuh melanjutkan perjalanannya sampai di suatu pedataran yang subur di tepi Sungai Cimuntur dan Sungai Citanduy. tradisi lisan itu berdasarkan cerita naskah yang dibaca kemudian dituturkan kembali. yaitu perbedaan sumber cerita. tradisi lisan itu memang belum pernah dituliskan dalam bentuk naskah. B. Adanya perbedaan versi suatu cerita yang dituturkan dalam naskah dan tradisi lisan disebabkan oleh beberapa kemungkinan.Prabu Galuh melihat ke arah barat. Kedua. terdapat dua kemungkinan mengenai asal-usulnya. bertani.

Kota Ciamis atau ke Kota Banjar. Pendidikan formal warga Kampung Kuta tidak begitu baik.dapat dianggap sebagai produk unggulan di Kampung Kuta. musibah atau marabahaya bakal melanda kampung mereka. Warga kampung Kuta mempertahankan ini karena mematuhi leluhur yang melarang membangun rumah tembok beratap genteng. Minat penduduk Kampung Kuta untuk menyekolahkan anak-anaknya relatif kurang. Bentuk rumah persegi panjang. Salah satu warisan ajaran leluhur yang mesti dipatuhi masyarakat Kuta adalah pembangunan rumah. dan adanya adat istiadat yang mengikat masyarakatnya. alasan lainnya jarak sekolah lanjutan yang jauh. Kampung ini dikatagorikan sebagai kampung adat. Rata-rata penduduk hanya menamatkan jenjang Sekolah Dasar (SD). Bila dilanggar. rata-rata berukuran 6X10 meter. terutama minat untuk melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). adanya ketua adat. Atap rumah pun harus dari bahan rumbia atau ijuk. Rumah Adat di Kampung Kuta . Rumah tersebut berbentuk panggung dengan tinggi 50-60 sentimeter di atas permukaan tanah. Tingkat SMA harus ditempuh dengan jarak yang lebih jauh lagi karena harus ke Kecamatan Rancah. Alasan utama keengganan menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang sekolah lanjutan disebabkan oleh kondisi ekonomi para orang tua. karena mempunyai kesamaan dalam bentuk dan bahan fisik bangunan rumah. warga Kuta berkeyakinan. Aturan adat menyebutkan rumah harus berbentuk panggung dengan ukuran persegi panjang. Bersekolah ke SMP terdekat terletak di Kecamatan Tambaksari yang membutuhkan waktu sekitar dua jam dengan berjalan kaki. Gambar 1.

Konon. Kepercayaan terhadap larangan dan adanya mahluk halus atau kekuatan gaib masih tampak pada pandangan mereka terhadap tempat keramat berupa hutan keramat. akan tetapi batal karena lokasi yang ditetapkan berada di tengah-tengah perbukitan. Kini lokasi tersebut berubah menjadi hutan yang dipercaya warga setempat sangat keramat. dahulu kala tebing itu berfungsi sebagai penghalang serangan musuh dari luar. semula Prabu Ajar Sukaresi bermaksud membangun istana di wilayah tersebut. yakni larangan memanfaatkan dan merusak sumber hutan. memakai alas kaki. memakai baju dinas. Di pinggir hutan banyak mata air yang bersih dan sering digunakan untuk mencuci muka. memakai perhiasan emas. membawa tas. Hutan keramat tersebut sering didatangi oleh orang-orang yang ingin mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan hidup. di hutan keramat tersebut tidak boleh meminta sesuatu yang menunjukkan ketamakan seperti kekayaan. Menurut cerita yang beredar pada masyarakat setempat. ketika Kampung Kuta akan dijadikan sebuah kerajaan oleh Prabu Ajar Sukaresi. Sementara itu bahan-bahan material yang berupa kayu.Kampung Kuta merupakan masyarakat adat yang masih teguh memegang dan menjalankan tradisi dengan pengawasan kuncen dan ketua adat. semen. Hanya saja. . dan berbuat gaduh. Oleh karena itu. memakai baju hitam-hitam. Selain itu. Bahkan untuk memasuki Hutan Keramat ini pun tidak boleh memakai alas kaki. Masyarakat Kampung Kuta mengenal hutan karamat. batu dan bata bahkan besi sudah terkumpul hingga akhirnya tertimbun tanah dan berubah menjadi sebuah bukit kecil. Tujuannya agar hutan tersebut tidak tercemar dan tetap lestari. Sikap sang Prabu yang peduli pada lingkungan itu diteruskan kemudian oleh Ki Bumi yaitu seorang utusan Kerajaan Cirebon yang ditugaskan untuk membantu masyarakat Kampung Kuta menjaga wilayah peninggalan Prabu Ajar Sukaresi. Dipandang dari sudut etimologis. sumber air masih terjaga dengan baik. Kisah tentang sepak terjang sang Prabu yang menjadi penguasa di Kampung Kuta sangat berpengaruh kepada warganya di kemudian hari. Kampung Kuta berarti kampung atau dusun yang dikelilingi ³kuta´ atau penghalang berupa tebing. kayu-kayu besar masih terlihat kokoh di Leuweung Gede. Untuk memasuki wilayah hutan keramat tersebut diberlakukan sejumlah larangan. meludah.

Air untuk keperluan sehari-hari harus diambil dari mata air. larangan mementaskan kesenian yang mengandung lakon dan cerita.Kawasan hutan keramat boleh dikunjungi oleh orang-orang yang bermaksud mencapai keselamatan. Norma adat dan agama memiliki intensitas dan ³kekuatan´ yang seimbang sebagai pedoman dalam melangsungkan kehidupan secara keseluruhan. Kuncen dianggap sebagai penjaga hutan keramat. Larangan para leluhur mungkin ada benarnya. Ini lantaran kondisi tanah yang labil di kampung ini dikhawatirkan dapat merusak kontur tanah. ketenangan hati. Di wilayah hutan itu ditabukan untuk menyelenggarakan kegiatan duniawi dan dilarang untuk memanfaatkan segala sumber daya dari hutan. Larangan-larangan lain yang berlaku di luar wilayah hutan keramat tapi masih termasuk wilayah Kampung Kuta pun wajib dipatuhi. Terutama membuat sumur dengan cara menggali atau mengebor tanah. maka orang tersebut akan mendapatkan sanksi berupa malapetaka. larangan memperlihatkan hal-hal yang bersifat memamerkan kekayaan yang bisa menimbulkan persaingan. kehamonisan rumah tangga. masyarakat dilarang menebang pohon bahkan memungut ranting pun tidak diperkenankan. seperti larangan membangun rumah dengan atap genting. larangan mengubur jenazah di Kampung Kuta. Kedekatan masyarakat kampung adat dengan alam tidak hanya itu saja setiap tahunnya masyarakat kampung Kuta mengadakan Upacara Adat nyuguh. selain meminta harta kekayaan atau maksud-maksud lain dengan meminta bantuan ³kuncen´ sebagai pemangku adat yang dipercaya mampu berhubungan dengan leluhur yang tinggal di hutan keramat. warga Kampung Kuta sangat dilarang membuat sumur. Jika melanggar tabu atau larangan itu. Upacara ini bertujuan sebagai . misalnya wayang. dan dapat menjadi penghubung antara penunggu hutan keramat dengan orang-orang yang mempunyai maksud. Tambaksari Kabupaten Ciamis yang selalu dilaksanakan pada tanggal 25 shapar pada setiap tahunnya. Upacara Adat Nyuguh ini merupakan suatu upacara ritual tradisional Adat Kampung Kuta Kec. Larangan-larangan tersebut apabila dilanggar diyakini oleh masyarakat akan menyebabkan celaka bagi mereka yang melanggarnya. Segala sesuatu dibiarkan secara alami. Keunikan lainnya.

persembahan bentuk syukur kepada Tuhan dan bumi yang telah memberikan pangan bagi masyarakat kampung Kuta. Gambar 3. Ini disebabkan keakraban manusia hidup bersama alam dalam kesehariannya. Upacara Adat Nyuguh Kampung adat ini dihuni masyarakat yang hidup dilandasi kearifan lokal. Gambar 2. Cai Beak. sehingga ketika manusia akan bersentuhan dengan alam. termasuk dalam menyiapkan generasi . dan pelestarian lingkungan dengan berpegang teguh kepada semboyan Leuweung ruksak. mereka akan sadar diri akan Tuhannya. Hubungan harmonis ini selalu dilestarikan melalui sikap hidup sehari-hari. Dengan memegang teguh budaya. Hukum alam dipahami sebagai µhukum Tuhan¶ yang sangat dipatuhi. Papan Pengumuman yang mengingatkan Pentingnya Menjaga Hutan Menganai permainan tradisional anak-anak di daerah tatar sunda termasuk ciamis selalu berkaitan dengan alam sekitar. Anak Incu Balangsak.

temapat nasi (boboko). Seni terebang Kesenian Terebang tumbuh dilingkungan Masyarakat dan lingkungan masyarakat dan diakui sebagai kesenian Rakyat kesenian rakyat . Namun seiring waktu kesenian ronggeng gunung pun punah. gatrik. seni ronggeng gunung. Kesenian ronggeng gunung berkembang di Banjarsari Ciamis. dilengkapi sebuah . gobag. topi petani dll. Seni yang terdapat di Kampung Kuta ini adalah seni terebang. seni dogdog. turih oncom. 1. Ronggeng Gunung. nampan (baki). sinduk. ulekan. kukupu hiber dll juga menjadi lagu pop Sunda seperti lagu botol kecap. Terebang gebes. Penari utama. sondah. terompet. buah kawung. 2. Beberapa contoh permainan tradisional yang terdapat di daerah ciamis adalah oray-orayan. pada awalnya ada. terebang ageung di Desa Karangpaninggal Kecamatan Tambaksari masih mengadakan upacara untuk menghindari malapetaka dengan mengadakan kesenian terebang yang khas dan unik yang diturunkan dari generasi ke generasi. sebenarnya masih dalam koridor terminologi ronggeng secara umum. seni ngibing. goong bahkan alat musik modern seperti organ dan gitar lagu yang asalnya bernafaskan Islam bergeser menjadi lagu rakyat seperti lagu botol kecap. anyaman tas kamuti dari daun gebang. seorang perempuan. kesenian terebang disebut juga dengan Terebang Gede. kasti. jajangkungan. serta terdapat kerajinan-kerajinan tangan seperti anyaman bilik. Biasanya. Kesadaran itu diterapkan dalam tata asuh anak yang mampu menjaga dan menghormati alamnya. yakni sebuah bentuk kesenian tradisional dengan tampilan seorang atau lebih penari. Ronggeng gunung Untuk kesenian ronggeng gunung ini untuk di desa Karapaninggal ini khususnya di kampung kuta sudah tidak ada. dan gebokan. dilengkapi dengan gamelan dan nyanyian atau kawih pengiring. galah. utik. Dengan bergesernya kesenian terebang menjadi hiburan yang lebih luas maka kesenian tersebut mengalami perubahan alat musik dan lagu-lagu nya. penambahan alat musik seperti kendang . tepang sono.penerus. ayun ambing.

dengan panjang 90cm. Tapi juga bisa untuk "menggaet" lawan biasanya laki-laki untuk menari bersama dengan cara mengalungkannya. kadang untuk kelengkapan dalam menari. dipandang menjadi akar ronggeng pakidulan. dan kendang. gong. Ronggeng Gunung sudah bisa digelar. Biasanya.selendang. dan sejumlah lelaki yang mengelilingi penari. Suara yang dihasilkan berbunyi dog dog dog (dalam telinga orang sunda). . lelaki yang mengelilingi penari itu punya ciri khas. Gambar 4. Lagu yang dilantunkan penari ronggeng pun sangat unik dan khas. Kesenian tersebut sekaligus menjadi pengantar upacara adat. kesenian ronggeng gunung pada masa jayanya bukan hanya merupakan hiburan. Sehingga yang terlihat hanya bagian mukasaja. Hanya dengan bonang. Fungsi selendang. nayaga yang mengiringinya (penabuh gamelan) cukup tiga orang. bagian kepala ditutup menggunakan sarung. Para pengamat seni menilai alunan suaranya sangat spesifik. namun pada kedua ujung ruasnya mempunyai bulatan diameter yang berbeda kurang lebih 12 -15cm. Bagi masyarakat Ciamis selatan. pada ujung bulatan yang paling besar ditutup dengan kulit kambing yang telah dikeringkan dan diikat dengan bambu melingkar yang dipasangkan untuk menyetel suara atau bunyi. Untuk pola gerak Ronggeng Gunung. tengahnya diberi rongga. Dan tidak ditemukan dalam kawih atau tembang Sunda lain. Seni dogdog Dogdog merupakan alat musik yang terbuat dari kayu bulat. Oleh karena iru alat ini diberi nama dog dog. Ronggeng Gunung 3.

biasanya mendapat pesanan dari luar kota bisa mencapai 100-200. . Tas ini memiliki keunikan karena dibuat dalam satu dahan dan hanya menjadi 1 tas saja setiap dahannya. 5. memenagkan perlombaan seni. Tas kamuti Merupakan salah satu kerajinan tangan dari masyarakat kampung kuta. yang bertepatan diberikannya kalpataru kepada kampong kuta sebagai penghargaan atas kampung yang menjaga lingkungan nya dengan baik. Biasanya dijadikan cendra mata yang merupakan cirri khas kampong kuta dan juga dijual di luar kampong kuta. Seni Dog Dog 4. pernikahan.Seni dog dog di kampong kuta pernah mendapat penghargaan pada tahun 2002. Ngibing Seni ngibing merupakan seni tari yang biasa dilakukan oleh masyarakat sunda dan juga yang dilakukan oleh masyarakat kampong kuta. hajatan. acara perayaan atau pun memperingati sesuatu karena ungkapan rasa bahagia. Gambar 5. Serta dalam pembuatannya dahan tidak terputus dengan daun dan menyambung terus hingga membentuk sebuah tas. Tas kamuti terbuat dari daun gebang yang diambil dari hutan di banjar. Biasanya dilakukan atau ditampilkan pada saat upacara adat.

namun seiring waktu potensi masyarakat kampong kuta mulai terlihat sehingga kerajinan bilik anyaman menjadi salah satu mata pencaharian untuk dijual. Tidak ada arti khusus dari lajur anyamannya. Bilik anyaman Bilik anyaman merupakan salah satu kerajinan tangan masyarakat kampung kuta. Pada awalnya pembuatan bilik anyaman ini digunakan . Menganyam Bilik Anyaman . Bilik anyaman ini digunakan untuk membangun rumah masyarakat kampung kuta. namun tidak menutup kemungkinan juga masyarakat membeli bilik anyaman dari pengrajin yang lain.Gambar 6.untuk membangun rumah mereka. Gambar 7. Tas Kamuti dari Kampung Kuta 6.

. Sejalan dengan itu. maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.1994). Perbedaan perbedaan ini memungkinkan terjadinya pertentangan. Dalam praktik sehari-hari. Sedangkan dalam pengertian budaya. (2) menentukan ciri seseorang. atau perasaan perasaan negatif lainnya. Dalam pengertian konseling terdapat empat elemen pokok yaitu (adanya hubungan. remaja. Jika hal ini muncul dalam pelaksanaan konseling. Dengan demikian. ada tiga elemen yaitu (1) merupakan produk budidaya manusia. (3) adanya proses. saling mencurigai. (2) adanya dua individu atau lebih. tidak akan mungkin disamakan dalam penanganannya (Prayitno.C. Bimbingan dan Konseling Berbasis Budaya Lokal Prayitno dan Erman Amti (2004:99) mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu. baik anak-anak. konselor pasti akan berhadapan dengan konseli yang berbeda latar belakang sosial budayanya. Pertentangan. saling mencurigai atau perasaan yang negatif terhadap mereka yang berlainan budaya sifatnya adalah alamiah atau manusiawi. (4) membantu individu dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan. maka memungkinkan untuk timbul hambatan dalam konseling. individu akan selalu berusaha untuk bisa mempertahankan atau melestarikan nilai nilai yang selama ini dipegangnya. Winkel (2005:34) mendefinisikan konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha membantu konseli/konseli secara tatap muka dengan tujuan agar konseli dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. Sedangkan konseling menurut Prayitno dan Erman Amti (2004:105) adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi konseli. (3) manusia tidak akan bisa dipisahkan dari budayanya. Sebab.

Konselor dituntut untuk dapat bertindak secara proaktif didalam usahanya memahami budaya konseli. pada akhirnya konseli juga membawa seperangkat nilai nilai yang sesuai dengan tugas perkembangan. Untuk hal ini. Karena apapun yang dibicara¬kan dalam konseling. Nilai nilai ini diterima oleh semua masyara¬kat di dunia ini. Bahkan bisa terjadi nilai nilai yang diyakini oleh konseli ini.Memahami budaya spesifik mengandung pengertian bahwa konselor sebaiknya mengerti dan memahami budaya yang dibawa oleh konseli sebagai hasil dari sosialisasi dan adaptasi konseli dari lingkungannya. Konseli selain membawa budaya yang berasal dari lingkungannya. sebagai individu yang bersosialisasi. Hal ini perlu juga dipahami oleh konselor. Memahami manusia secara universal mengandung pengertian bahwa nilai nilai yang berlaku di masyarakat ada yang berlaku secara universal atau berlaku di mana saja kita berada. Pemahaman mengenai budaya spesifik yang dimiliki oleh konseli tidak akan terjadi dengan mudah. Herr. maka konseli akan menentukan sendiri nilai nilai yang akan dipergunakannya. Salah satu nilai yang sangat umum adalah penghargaan terhadap hidup. bertolak belakang dengan nilai nilai atau budaya yang selama ini dikembangkan di lingkungannya. . selayaknyalah konselor sering ³turun´ untuk mengetahui budaya di sekitar konseli. secara tidak langsung akan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuannya yang pada akhirnya akan mempermudah konselor di dalam memahami konseli (Hunt.1991). Memahami keunikan konseli mengandung pengertian bahwa konseli sebagai individu yang selalu berkembang akan membawa nilai nilai sendiri sesuai dengan tugas perkembangan-nya. 1989 Lonner & ibrahim. Kemampuan konselor untuk dapat memahami kebudayaan di sekitarnya. Dengan demikian. tidak bisa dilepaskan dari individu itu sendiri. Konseli yang berbudaya timur jauh akan berbeda dengan konseli yang berasal dari asia tenggara dan lain lain. Sebagai individu yang unik. tentu akan berbeda dengan konseli yang berbudaya timur. konselor perlu mempelajarinya dari berbagai Sumber yang menunjang seperti literatur atau pengamatan langsung terhadap budaya konseli. 1975. Konseli yang berasal dari budaya barat. Hal ini sangat penting karena setiap konseli akan membawa budayanya sendiri-sendiri.

Konselor dan konseli berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. konselor yang melakukan praktik konseling lintas budaya. Konselor dan konseli berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Lonner dan Draguns (dalam Carter. dan melakukan konseling dalamlatar belakang budaya (tempat) konselor. 3. menurut Pedersesn. yaitu adanya kesempatan dan hambatan yang berlatar belakang tempat di mana konseling itu dilaksanakan. Konselor perlu menyadari akan nilai-nilai yang berlaku secara umum. Nilai nilai ini mutlak dimiliki oleh semua orang. seharusnya sadar bahwa . maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Konselor lintas budaya sadar terhadap nilai-nilai pribadi yang dimilikinya dan sumsi asumsi terbaru tentang perilaku manusia. 1991) dinyatakan bahwa beberapa aspek dalam konseling lintas budaya adalah (1) latar belakang budaya yang dimiliki oleh konselor. Sue (Dalam George & Cristiani: 1990) menyatakan beberapa karakteristik konselor sebagai berikut: 1.Manusia sangat menghargai hidup dan merdeka. dan melakukan konseling dalam latar belakang budaya (tempat) konseli. Dalam pelaksanaan konseling lintas budaya konselor tidak saja dituntut untuk mempunyai kompetensi atau kemampuan seperti yang telah disajikan di atas. (3) asumsi-asumsi terhadap masalah yang akan dihadapi selama konseling. Lebih lanjut. menurut Pedersen (1980) dinyatakan bahwa konseling lintas budaya memiliki tiga elemen yaitu: 1. Konselor dankonseli berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. dan (4) nilai-nilai yang mempengaruhi hubungan konseling. Tetapi dalam hal ini perlu pula disajikan karakteristik atau ciri ciri khusus dari konselor yang melaksanakan layanan konseling lintas budaya. melakukan konseling di tempat yang berbeda pula. Berhubungan dengan konseling lintas budaya. (2) latar belakang budaya yang diimiliki oleh konseli. Persamaan pandangan atau persepsi ini merupakan langkah awal bagi konselor untuk melaksanakan konseling. Kesadaran akan nilai-nilai yang berlaku bagi dirinya dan masyarakat pada umumnya akan membuat konselor mempunyai pandangan yang sama tentang sesuatu hal. Dalam hal ini. 2.

yang tentu saja membawa nilai nilai dan norma yang berbeda. Konselor mempunyai kode etik konseling. dan mereka harus mempunyai perhatian terhadap lingkungannya. Hal ini sangat perlu karena pengertian terhadap kaidah kanseling yang terbaru akan membantu konselor dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh konseli. maka konselor harus mau belajar dan memperhatikan lingkungan di mana dia melakukan praktik. Konselor dalam melaksanakan konseling sebaiknya sadar terhadap pengertian dan kaidah dalam melaksanakan konseling. Untuk hal itu. jika konse!or melakukan praktek konseling di indonesia. Konselor dalam melaksanakan tugasnya harus tanggap terhadap perbedaan yang berpotensi untuk menghambat proses konseling. Terutama mengenai kekuatan baru dalam dunia konseling yaitu konseling !intas budaya. Dengan mengadakan perhatian atau observasi nilai-nilai lingkungan di sekitarnya. Terutama yang berkaitan dengan nilai nilai atau norma norma yang dimili¬ki oleh suku suku tertentu. Konselor lintas budaya sadar terhadap karakteristik konseling secara umum. konselor harus menyadari bahwa konseli yang akan dihadapinya adalah mereka yang mempunyai nilai nilai dan norma yang berbeda dengan dirinya. 2. ada aturan main yang harus ditaati oleh setiap konselor.dia memiliki nilai nilai sendiri yang harus dijunjung tinggi. Konselor lintas budaya harus mengetahui pengaruh kesukuan. 3. maka konselor harus bisa menerima nilai nilai yang berbeda itu dan sekaligus mempelajarinya. yang secara tegas menyatakan . Untuk mencegah timbulnya hambatan tersebut. Terlebih lagi. Dia harus sadar bahwa Indonesia mempunyai kurang lebih 357 etnis. Di sisi lain. 4. Konselor harus sadar bahwa nilai nilai dan norma norma yang dimilikinya itu akan terus dipertahankan sampai kapanpun juga. diharapkan konselor dapat mencegah terjadinya kemandegan atau pertentangan selama proses konseling. Konselor lintas budaya tidak boleh mendorong seseorang (konseli) untuk dapat memahami budayanya (nilai-nilai yang dimiliki konselor) Untuk hal ini.

Permainan tradisional merupakan permainan yang berasal dari daerah. Walaupun bersifat tradisional dan terkesan ketinggalan jaman.bahwa konselor tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada konseli. konseling eklektik dapat berupa penggabungan pendekatan konseling yang ada dengan pendekatan yang digali dari masyarakat pribumi (indegenous). 5. seperti percaya diri dan menguatkan mental anak menghadapi tekanan sosial. Permainan tradisional membangun sikap sosial dimana anak mampu menjalin kerjasama. Konseli tidak boleh diintervensi oleh konselor tanpa persetujuan konseli. Sedangkan permainan tradisional yang musti dilakukan dalam tim. membangun sportivitas. Penggabungan ini dilakukan untuk membantu konseli yang mempunyai perbedaan gaya hidup. Pendekatan eklektik adalah suatu pendekatan dalam konseling yang mencoba untuk menggabungkan beberapa pendekatan dalam konseling untuk membantu memecahkan masalah konseli. dimana anak belajar menilai mana yang baik dan tidak baik. Konselor lintas budaya dalam melaksanakan konseling harus mempergunakan pendekaten eklektik. ada anak yang bermain curang pasti teman-temannya akan memberi hukuman moral dengan tidak mengikutkan anak yang curang dalam permainan. tapi permainan tradisional mempunyai banyak manfaat dan kelebihan. bisa membangun kemampuan anak untuk menganalisis suatu keadaan dan mengambil keputusan (kemampuan . ADA TAMBAHAN KAH???^_^ D. Selain itu juga mengembangkan sikap pribadi. Hal ini mengimplikasikan bahwa sekecil apapun kamauan konselor tidak bolah dipaksakan kepada konseli. Misalnya. saling percaya dan tolong-menolong. Selain itu. Permainan tradisional juga mengembangkan moralitas. Bimbingan dan Konseling Berbasis Budaya Kampung Kuta ?????? Bimbingan Berdasarkan Permainan Tradisional Salah satu budaya yang terdapat di kampng kuta adalah permainan tradisional yang sering dimainkan atau dilakukan oleh anak-anak. termasuk mengelola emosi yang dapat diterima kelompok.

Tetemute. Beberapa contoh permainan tradisional yang dilakukan oleh anak-anak adalah Anjang-anjangan. jajangkungan. utik. sangat menyenangkan. Sebagai contoh pelaksanaan bimbingan dan konseling yang menggunakan media permainan tradisional dijelaskan dalam satuan layanan bimbingan dan konseling terlampir. ramai. menarik.berstrategi) . tetemute. Orayorayan. Permainan tradisional yang dikemukakan diatas dapat juga diimplementasikan kepada pelaksanaan bimbingan baik bimbingan secara individu ataupun secara kelompok dengan berlandaskan budaya lokal/budaya masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil penelitian Euis Kurniati dengan menggunakan permainan tradisional sebagai media dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar maka pelayanan bimbingan lebih efektif dan menyenangkan. anjang-anjangan. Congkak. turih oncom. dan Sepdur. lucu. 99. sonlah) tidak menyenangkan karena aneh. aku suka permainan itu. sangat bagus. Misalnya anak yang mampu berlari cepat bertugas sebagai penyerang. bagus kreatif. oray-orayan. dan tidak kebagian main. sondah. anjang-anjangan. banyakteman yang bermain. membuat bertengkar. Kurniati (2006) mengidentifikasi 30 permainan tradisional yang saat ini masih diketemukan di lapangan. Sonlah. Di kampung kuta khususnya dan daerah Ciamis permainan tradisional yang masih ada adalah oray-orayan. sedangkan anak yang kuat dan besar menjadi penjaga pertahanan. permainan asik. congkak.96% anak-anak mengatakan bahwa permainan (sepdur. seru. congkak. banyak orang.038% anak mengatakan bahwa permainan (sepdur. Sementara 0. orayorayan. tetemute. . gobag. rame. kasti. Anak belajar melihat bahwa setiap orang memiliki potensi sehingga setiap anak memiliki tugas sesuai dengan perannya. galah. belum pernah mencoba. gatrik. mengasikkan. Belajar bahwa kerjasama merupakan hal yang penting untuk mencapai suatu hasil dalam kelompok dan mengatur strategi agar tidak kalah dari lawan.banyak teman. dan gebokan. lagunya bagus. sonlah) menarikkarena membuat senang.

Kesimpulan ???????? .BAB III PENUTUP A.

Surya. konseling lintas budaya.blogspot. (2010). Konseling indonesia.com/index. dan Resistensi pada Masyarakat Adat Kampung Kuta.com/2010/01/laporan-dan-observasi-kuliah lapangan.html. Jawa Barat.(2010). Kekuasaan.[online]. Gender. Tersedia : http://uun-halimah. Tersedia: www.[online].html .(2011).wordpress.com Ifdil. Implementasi model bimbingan berbasis permainan di sekolah dasar. Tersedia: http://dinatropika. Tradisi Khas Kampung Kuta ± Ciamis.(2011). Tradisi kampung kuta. (2010).blogspot. Ifdil. Setiaji Pamungkas. [online]. [online]. Euis Kurniati dkk. _____.Tidak Diterbitkan.DAFTAR PUSTAKA Dina Tropika. Pengertian bimbingan dan konseling. (1975).Bandung: Laporan akhir penelitian Unpad. Kabupaten Ciamis. Tari Ronggeng Gunung (Ciamis.blogspot. Jawa Barat).Tersedia: http://setiajipamungkas.(2010). Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah (Guidance & Counseling). Tersedia: http://myindismart. Sejuta manfaat permainan tradisional.php?option=com_content&task=view &id=3&Itemid=31 Lina Meilinawati. Bandung : CV Ilmu.com/ Djumhar dan Moh.[online].(2009).Tesis SPS Prodi BK UPI. (2008).html _____.com/2008/03/ronggeng-gunung-ciamis-jawabarat. Tersedia: http://konselingindonesia.com/2011/06/sejuta-manfaat-permainantradisional. [online].

LAMPIRAN .

karet gelang lawannya menjadi milik pemain pertama. kedua dan seterusnya untuk giliran bermain. tentukan siapa pemain pertama. tapi harus ada makna yang terkandung di balik keinginan itu. 7. Selain itu. harus ada strategi untuk mencapainya. 8. Durasi waktu 4. tapi bila gagal. Begitu seterusnya sampai akhirnya para pemain memutuskan untuk menyudahi permainannya.SATUAN KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL 1. Deskripsi : Tergantung permainan. Langkah-langkah : Langkah pertama. Tujuan Permainan sebaya. : Meja dan karet gelang. Alat dan bahan 6. . setiap pemain harus bisa menumpukkan karet gelang miliknya di atas karet gelang lawannya. Pemain pertama mendapat giliran. Setiap pemain meletakkan karet gelang di depannya. : Mendekatkan/mengakrabkan diri dengan teman menggunakan karet sebagai alat dalam permainannya. Peserta 5. 3. Bila berhasil. Nama Permainan 2. Dalam mencapai tujuan itu pun tidak hanya sekedar ingin memperoleh hal yang dinginkan. : Minimal 3 orang. Evaluasi dan refleksi : Permainan ini merefleksikan bahwa setiap orang harus memiliki tujuan. :Utik adalah permainan tradisional yang : Utik. pemain kedua mendapat giliran menumpukkan karet gelangnya. Setiap orang mendapatkan giliran untuk bermain (permainan ini tidak dilakukan secara serentak).

Saat pemain pertama mulai untuk bermain. Nama permainan 2. ada saat-saat di mana kita harus menyelesaikan masalah bagaimanapun keadaan kia. dua potong kayu. satu : Gatrik. 7. pemain kedua mendapat giliran bermain. Deskripsi :Gatrik adalah permainan tradisional yang menggunakan kayu (yang panjang) sebagai alat pemukul untuk menggeser kayu lain (yang pendek) aga sampai ke tujuan yang telah disepakati. Tujuan permainan pikiran. Akan tetapi. Durasi Waktu 4. ada seorang penjaga di garis finish untuk melihat apakah kayu pendek benarbenar sampai. pemain harus memukul dengan keadaan membelakangi garis finish sambil membungkuk. : Lapang. Jika pemain pertama tidak mampu melakukannya. Peserta 5. keadaan kita tidak selamanya mendukung dan tidak selamanya menyenangkan dan mudah untuk dihadapi. : Minimal 3 orang. begitu seterusnya. Evaluasi dan Refleksi :Permainan ini memiliki makna. Pemain pertama harus memukul kayu pendek dengan kayu panjang agar sampai ke finish. tali untuk garis. bila kita dihadapkan pada suatu masalah. Alat dan bahan : Tergantung permainan. Tapi syaratnya. siap atau tidak. . kedua dan seterusnya untuk giliran bermain. satu lagi berukuran kurang lebih 10 cm. Langkah-langkah :Tentukan siapa pemain pertama.SATUAN KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL 1. 8. : Mengkolaborasikan kekuatan fisik dan kekuatan berukuran kurang lebih 30 cm. bila datang suatu masalah. kita harus segera menuntaskannya. 6. 3. itupun harus sampai dengan dua kali pukulan.

maka regu B mendapat giliran bermain. pemain dari regu A itu harus memukul bola sekencang-kencangnya dan sejauh-jauhnya. : Minimal10 orang. . 6 Deskripsi : Kasti adalah permainan tradisonal adaptasi dari : Kasti. softball. 7 Langkah-langkah : Permainan ini dibagi menjadi dua regu. kita harus memiliki perhitungan dalam melangkah. Kemudian pemain berlari menuju patok-patok yang dipasang. dan regu B berjaga. misalnya regu A dan regu B. Lalu pemain kedua dari regu A mendapat giliran memukul. kita dilatih untuk bergerak cepat untuk memperoleh apa yang menjadi tujuan kita. Satu orang dari regu B bertugas sebagai pelempar bola. permainan ini tidak kalah menarik dengan softball. 8 Evaluasi dan Refleksi : Dalam permainan ini. setelah pemain kedua itu memukul bolanya. tali. Tetapi aturan bermainnya tak begitu jauh berbeda dengan softball. Regu A mendapat giliran main. Selain itu. kayu pemukul bola. :Lapangan. pemain pertama yang berada di samping patok berlari agar bisa sampai ke tempat semula. Saat pelempar bola melempar bola ke arah pemain. dan harus menghindari bola (jangan sampai tersentuh bola). bola tenis. dan tiga orang lainnya tersebar untuk menangkap bola. Tapi walaupun dengan alat yang sederhana. : Mengolahragakan badan agar lebih sehat. satu orang sbagai striker. Tapi bila ada salah satu pemain regu A yang terkena bola.SATUAN KEGIATAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL 1 Nama Permainan 2 Tujuan Permainan 3 Durasi waktu 4 Peserta 5 Alat dan bahan patok/bendera. Hanya saja perlatannya tidak selengkap dan semodern softball. Lalu permainan ini juga merefleksikan agar kita bisa tetap bertindak dalam keadaan yang serba cepat. : Tergantung permainan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful