You are on page 1of 2

Nasihat dari CD Porno

Seorang yang kecewa, menulis surat pembaca di sebuah harian ibu kota terkemuka.
Isinya: anjuran untuk tidak membeli CD di pinggir jalan karena banyak barang
palsu, cover tidak cocok dengan isi. "Saya membeli 12 keping CD porno, tapi
setelah saya stel isinya lagu-lagu daerah," begitulah kira-kira tulis pengirim
surat. Suratnya kemudian menegaskan perang pada pemalsuan.

Saya berterima kasih atas anjurannya, tapi jauh lebih berterima kasih atas
keterusterangannya. Untuk berani jujur mengaku tengah membeli CD porno pun butuh
keberanian, ee jumlahnya 12 keping lagi! Karena tidak ada informasi yang pasti
apakah niat pembelian CD cuma untuk koleksi, untuk penelitian, atau untuk sekadar
penghibur syahwat, maka saya lebih tertarik unutk memilih yang terakhir sebagai
asumsi: persoalan syahwat biasa.

Perkara kemudian CD itu semuanya palsu, cuma berisi lagu-lagu daerah, adalah humor
yang lain. Perkara kemudian ada orang yang kecewa lalu beralih menjadi pejuang
anti pemalsuan adalah parodi yang lain lagi.

Tapi yang lebih penting dari itu semua adalah, betapa meriah sekarang ini pameran
aib di depan publik. Lihat saja pengakuan pasangan selebritis yang kemudian
bercerai ini. Komentar si laki-laki: "Ketika saya kawini dia sudah tidak perawan."
Komentar perempuan. "Saya aborsi begini juga demi nama baik dia dan keluarganya!"

Hebat sekali. Masyarakat begini gampang mendapat informasi bahwa artis cantik yang
sering muncul di sinetron anu itu ternyata sudah lama tidak perawan lagi. Bahwa
cowok keren yang bintang iklan itu juga telah lama tidak perjaka lagi. Hebat
sekali bahwa aborsi yang di Indonesia masih dinyatakan sebagai tindakan ilegal itu
telah menjadi legal di mana-mana. Luar biasa bahwa niat aborsi yang cuma
disebabkan oleh ogah hamil itu bisa untuk membela nama baik. Jadi ada jenis nama
baik yang dibangun di atas pembunuhan embrio bayi.

Dengan pengakuan sehebat ini, angket-angket dan penelitian seks yang disiapkan
oleh para akademisi sebetulnya tak perlu lagi. Bahwa angket di kota anu yang
mengatakan 97 pesren mahasiswi sudah tidak perawan, bahwa 95 persen dari ABG yang
pacaran selalu berhubungan badan, tak perlu bikin kaget lagi.

Karena tanpa disodori angket dan pertanyaan pun, akan makin banyak orang mengaku
secara suka rela. Aib wanita akan dibuka oleh mantan-mantan suami mereka. Aib
laki-laki akan dibuka dengan suka cita oleh mantan istri-istri mereka. Bursa
pengakuan ini pasti akan makin ramai jika sudah pula dimasuki oleh para pelaku
selingkuh, istri simpanan, pacar gelap, para gigolo. Daftar ini masih bisa
memanjang lagi jika para pelacur dari berbagai kelas membongkar identitas para
pelanggannya.

Nanti pasti akan ada dunia tanpa aib, karena semua jenis aib mungkin didiskusikan,
di seminarkan dan dibuat pengakuan secara terbuka. Di dunia yang penuh intrik dan
pertengkaran, manusia akan makin sulit menemukan alat untuk memuaskan naluri
kebenciannya. Untuk ini, bukan tidak mustahil, akan banyak pasangan yang merekam
hubungan badan mereka, merekam adegan-adegan paling sensitif untuk kelak
disebarluaskan jika masa pertengkaran tiba.

Modus penyebaran aib itu bisa jadi tidak cuma akan lewat pengakuan di media massa
tapi juga lewat pemutaran slide, pemutaran video di tempat-tempat tertentu dengan
memungut karcis segala. Dan jika hal ini dirasa belum cukup bagi hasrat kebencian,
akan dibuatlah rekaman itu ke dalam versi layar lebar untuk bisa diputar di
lapangan-lapangan terbuka sebagai bioskop misbar alias jika gerimis bubar! (03)

(PrieGS/) .