You are on page 1of 3

Definisi Iodimetri

Ditulis oleh Riana Septyaningrum pada 15-03-2009 Iodimetri merupakan titrasi langsung dan merupakan metoda penentuan atau penetapan kuantitatif yang pada dasar penentuannya adalah jumlah I2 yang bereaksi dengan sample atau terbentuk dari hasil reaksi antara sample dengan ion iodida .Iodimetri adalah titrasi redoks dengan I2 sebagai penitar. Dalam reaksi redoks harus selalu ada oksidator dan reduktor ,sebab bila suatu unsur bertambah bilangan oksidasinya (melepaskan electron ), maka harus ada suatu unsur yang bilangan oksidasinya berkurang atau turun (menangkap electron) ,jadi tidak mungkin hanya ada oksidator saja ataupun reduktor saja. Dalam metoda analisis ini , analat dioksidasikan oleh I2 , sehingga I2 tereduksi menjadi ion iodida : A ( Reduktor ) + I2 → A ( Teroksidasi ) + 2 I -

Iod merupakan oksidator yang tidak terlalu kuat (lemah) , sehingga hanya zat-zat yang merupakan reduktor kuat yang dapat dititrasi. Indikator yang digunakan adalah amilum yang akan memberikan warna biru pada titik akhir penitaran . I2 + 2 e - → 2 IIod merupakan zat padat yang sukar larut dalam air (0,00134 mol/L) pada 25◦C , namun sangat larut dalam larutan yang mengandung ion iodida . iod membentuk kompleks triiodida dengan iodida : I2 + I- → I3Ion cenderung dihidrolisis membentuk asam iodide dan hipoiodit : I2 + H2O → HIO + H+ + I-

Larutan standar iod harus disimpan dalam botol gelap untuk mencegah peruraian HIO oleh cahaya matahari . 2HIO → 2 H+ + 2 I- +O2 (g)

Warna larutan iod 0,1 N cukup tua sehingga iod dapat bertindak sendiri sebagai indikator . Iod juga memberikan suatu warna ungu atau lembayung pada pelarut seperti CCl4 atau kloroform, dan kadang-kadang itu digunakan untuk mendeteksi titik akhir. Namun lebih lazim digunakan suatu larutan kanji, karena warna biru tua kompleks pati-iod berperan sebagai uji kepekaan terhadap iod. Kepekaan itu lebih besar dalam larutan sedikit asam dari pada dalam larutan netral dan lebih besar dengan adanya ion iodida . Molekul iod diikat pada permukaan beta amilosa, suatu konstituen kanji. Larutan iod merupakan larutan yang tidak stabil , sehingga perlu distandarisasi berulang kali. Sebagai Oksidator lemah, iod tidak dapat bereaksi terlalu sempurna, karena itu harus dibuat kondisi yang menggeser kesetimbangan kearah hasil reaksi antara lain dengan mengatur pH atau dengan menambahkan bahan pengkompleks.

bahwa sebenarnya iod terlalu lemah untuk mengoksidasi H3AsO4 . dan digunakan dalam proses penyembuhan kelenjar tiroid. karena akan mendorong disproporsional I2 terlalu banyak . 559 volt H3AsO3 + H2O ———————————————————————– H3AsO3 + H2O + I2 H3 → AsO4 + 2 H+ + 2 I. Yodium Ditulis oleh Redaksi chem-is-try. maka kesetimbangan digeser kekanan ( H+ yang terbentuk diikat oleh OH. terdapat dalam bentuk iodida dari air laut yang terasimilasi dengan rumput laut. Iod hanya sedikit larut dalam air. dan di dalam air payau dari sumur minyak dan garam. Iod membentuk senyawa dengan banyak unsur. tapi tidak sereaktif halogen lainnya. Sifat-sifat Iod adalah padatan berkilauan berwarna hitam kebiru-biruan. Berdasarkan reaksi : I2 + 2 e. sendawa Chili.E◦= 0. Iod menunjukkan sifat-sifat menyerupai logam.itu) . 127I yang terdapat di alam.E◦= -0. Sumber Iod atau Yodium yang sangat murni dapat diperoleh dengan mereaksikan kalium iodida dengan tembaga sulfat.023 volt Reaksi diatas menunjukkan . yakni batuan sedimen kalsium karbonat yang keras). karbon tetraklorida. atau karbon disulfida yang kemudian membentuk larutan berwarna ungu yang indah.E◦= 0. Tapi hanya satu isotop yang stabil. Iod mudah larut dalam kloroform. Ada pula metode lainnya yang sudah dikembangkan.larutan yang agak asam dijenuhi dengan NaHCO3 yang akan menghasilkan penahan dengan pH antara 7 dan 8. menguap pada suhu kamar menjadi gas ungu biru dengan bau menyengat.→ 2 I.org pada 26-01-2008 Sejarah Ditemukan oleh Courtois ada tahun 1811.Untuk mengatur pH tersebut .536 volt → H3AsO4 + 2 H+ + 2 e. yang kemudian menggeser iodida. memiliki masa paruh waktu 8 hari. tanah kaya nitrat (dikenal sebagai kalis. tidak terlalu basa . Iod tergolong unsur halogen. Senyawa yang paling umum adalah iodida dari natrium dan .Larutan iod sering distandardisasi dengan larutan Na2S2O3 . Pada umumnya pH tersebut diantara 7 dan 9. air garam dari air laut yang disimpan.dalam larutan yang berkelebihan OH. selain itu bahan baku primer yang paling banyak digunakan ialah As2O3 pada pH tengah. Isotop buatan 131I. Namun dengan mentitrasi pada pH cukup tinggi . Isotop Ada 30 isotop yang sudah dikenali.

Konsentrasi iod di udara yang masih diizinkan adalah 1 mg/m3 (selama 8 jam kerja per hari-40 jam seminggu). . uap iod sangat iritan terhadap mata dan membran berlendir.kalium (KI). karena kontak dengan kulit dapat menyebabkan luka. dan sebagai larutan KI dan iod dalam alkohol digunakan sebagai pembalut luar. Iodida dan tiroksin yang mengandung iod. Kekurangan iod dapat menyebabkan penyakit gondok. Penanganan Penanganan iod harus hati-hati. Kegunaan Senyawa iod sangat penting dalam kimia organik dan sangat berguna dalam dunia pengobatan. Kalium iodida juga digunakan dalam fotografi. Warna biru tua dengan larutan kanji merupakan karakteristik unsur bebas iod. juga senyawa iodatnya (KIO3). digunakan sebagai obat.