You are on page 1of 5

Upaya Membangun Good Corporate Culture Untuk Mendukung Jasa Marga Selalu Menjadi Leader Dalam Industri Jalan

Tol PENDAHULUAN Mencermati Usia Perusahaan yang telah berkiprah selama 30 (Tiga Puluh) Tahun dalam industri jalan tol dan perkembangan Jasa Marga sebagai Perusahaan Publik. Hal ini pada akhirnya mejadikan Jasa Marga menjadi Perusahaan yang terbuka, dimana dituntut kinerja karyawan yang lebih professional dan mengharuskan Organisasi Jasa Marga membangun Good Corporate Culture (GCC) secara konsisten disamping penerapan Good Corporate Governance (GCG) di Jasa Marga. Dalam mengamati Jasa Marga setelah 7 (Tujuh) bulan menjadi Perusahaan Terbuka mempunyai makna sebagai sarana bagi kita semua untuk melakukan telaah secara kritis terhadap perjalanan organisasi dan menjadikannya momentum bagi kita semua untuk menata organisasi ini menjadi lebih baik, serta meningkatkan pemahaman kita bersama terhadap makna dari hubungan kerja yang sinergi. Dari sisi Organisasi, kita perlu meningkatkan lagi kinerja Organisasi Jasa Marga agar kita dapat lebih mengupayakan kinerja seluruh sumber daya manusia yang saling mendukung secara utuh dan tidak saling melemahkan. Hal ini dapat kita capai dengan meningkatkan pemahaman kita semua terhadap fungsi dan peran dari tiap-tiap bagian dari Organisasi Jasa Marga sehingga terwujud tatanan kerja yang lebih teratur dan terarah dalam semangat peningkatan kinerja yang seiring dan sejalan. Untuk memberikan pemaparan yang bermakna sangat penting dalam momentum bersejarah bagi Jasa Marga menuju Jasa Marga yang kompetitif maka saya pada kesempatan ini menyajikan artikel yang berjudul “Upaya membangun Good Corporate Culture untuk mendukung Jasa Marga selalu menjadi leader dalam industri jalan tol”. Tujuan dari artikel ini untuk memberikan urun rembug dan cakrawala pemikiran kita bersama dalam mengantisipasi Jasa Marga menjadi leader industri jalan tol untuk domestik dan tataran regional. Kita perlu meningkatkan pemahaman terhadap fungsi dan peran Jasa Marga sebagai Perusahaan terbuka agar kita dapat menyiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap perubahanperubahan yang akan terjadi. Semoga Artikel ini bermanfaat bagi kita semua PENGERTIAN GOOD CORPORATE CULTURE (GCC) Good Corporate Culture (GCC) atau yang lebih populer dikenal sebagai Budaya korporasi/budaya Jasa Marga yaitu berkenaan dengan pengembangan Jasa Marga yang “berbudaya”, dan kemudian “berbudaya kuat”. Untuk menjadi Perusahaan kelas dunia, tidak cukup hanya dengan berbekal manajemen profesional, melainkan budaya yang unggul. Banyak contoh Perusahaan kelas dunia yang menunjukkan keunggulannya karena di samping kepiawaian manajemennya juga menjaga budaya Perusahaannya secara konsisten.

misalnya “cara melakukan segala sesuatu” pada Procter & Gamble . Atas dasar keadaan tersebut. Apabila kesadaran budaya telah sangat mendalam. gaya dan nilai-nilai suatu budaya yang kuat cenderung tidak banyak berubah walaupun ada pergantian CEO karena akar-akarnya sudah mendalam. Apabila nilai-nilai budaya ini dibiarkan tenggelam. MEMBANGUN BUDAYA JASA MARGA (Good Organization Culture) Setiap organisasi.Dalam budaya korporat yang kuat. jika dia melanggar norma-norma organisasi. Mereka sering menjadikan nilai-nilai yang dianut bersama itu semacam kredo atau pernyataan misi dan secara serius mendorong para manajer mereka untuk mengikuti pernyataan tersebut. Johnson & Johnson. Samsung. Toyota. mempunyai nilai budaya yang baik di dalamnya. dan dikalahkan oleh nilai-nilai yang negatif maka proses transformasi sebesar apa pun akan mengalami kendala yang sangat besar. Jasa Marga memerlukan Budaya Jasa Marga (Organization Culture) untuk menjadikannya kuat dalam menghadapi perubahan dan mendukung setiap upaya transformasional. Proaktif 4. dan kemudian dijadikan sebagai aturan main bersama yang bersifat formal. Good Corporate Culture (GCC) merupakan sesuatu yang berbanding lurus dengan Good Organization Culture maka jika kita membangun Good Corporate Culture (GCC) di Jasa Marga berarti kita juga harus membangun Good Organization Culture . Team Work . Keberhasilan membangun Good Organization Culture (Budaya Jasa Marga ) merupakan kunci keberhasilan Jasa Marga untuk survive di era Globalisasi dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) serta Clean Governance pada semua lini di Jasa Marga kita I. Spirit 3. Selanjutnya. hampir semua manajer menganut seperangkat nilai-nilai dan metode menjalankan bisnis yang relatif konsisten. Pengertian dari membangun Budaya Jasa Marga adalah upaya menggabungkan nilai-nilai kehidupan bersama antara seluruh karyawan Jasa Marga kemudian disemaikan ke dalam setiap sel organisasi Jasa Marga yang harus muncul dalam bentuk perilaku formal dan informal setiap karyawannya. sebagai lazimnya institusi. dapat terjadi seorang eksekutif akan dikoreksi oleh bawahannya. para karyawan dapat mengadopsi nilai-nilai ini dengan sangat cepat. Profesionalisme 2. Perusahaan dengan budaya yang kuat biasanya dinilai dan dirasakan oleh pihak lain yang telah memiliki gaya tertentu. selain juga oleh atasannya. Budaya Jasa Marga hendaknya secara konsisten mendorong seluruh karyawan Jasa Marga mengimplementasikan nilai-nilai : 1. Pada saat ini Jasa Marga belum mendeklarasikan Budaya Perusahaan melainkan hanya peraturan Perjanjian Kerja Bersama antara Karyawan dan Manajemen Perusahaan yang terdiri dari penggabungan Visi – Misi – Strategi organisasi Perusahaan yang berpola Top-Down.

Profesionalisme Profesionalisme adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh karyawan yang memenuhi syarat sebagai berikut : Science Competence : mengharuskan karyawan untuk menguasai ilmu yang akan menjadi titik berpijak kegiatannya. maupun di masa yang akan datang). Experience Competence : menuntut karyawan untuk memecahkan problema yang dihadapi karena pengalamannya yang luas. konsisten dan ikhlas. Dedicatif dan Consistent : Kemampuan karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya sampai dengan berhasil secara tekun. untuk tidak bersikap reaktif. Karyawan Jasa Marga bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri. daya imajinasi. untuk tidak menyalahkan karyawan lain. Kaidah-kaidah ini diusulkan untuk menjadi bagian dari Motto Perusahaan yang selama ini belum sempat dideklarasikan.1. Tanpa adanya semangat setiap upaya untuk membangun Budaya Jasa Marga tak akan berhasil. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu. dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Satisfaction merupakan kredo simbol pelayanan yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan . Entrepreneurship. Integrity. 3. Spirit Spirit atau semangat adalah perilaku yang melekat pada setiap tindakan yang akan diambil setiap karyawan Jasa Marga. Independence : suatu sikap untuk bertindak secara obyektif disertai Integritas yang tinggi. Moral. Proaktif Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Adapun Moto Perusahaan dengan akronim SMILE yang mempunyai makna sebagai berikut : Satisfaction. hati nurani. 2. di masa sekarang. dan kehendak bebas . Alangkah baiknya Jasa Marga mengembangkan budaya proaktif kepada karyawannya secara konsisten dengan menggunakan kaidah-kaidah yang berakronim SMILE. (Stephen Covey) Karyawan Jasa Marga yang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban. Technical Competence : menuntut karyawan untuk mampu melaksanakan ilmu yang dikuasai. Leadership. yang adalah keputusan yang paling mendasar yang bisa diambil setiap karyawan. Karyawan Jasa Marga melakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik – kesadaran diri.dan menggunakan pendekatan dari dalam ke luar untuk menciptakan perubahan.

Pada saat ini Jasa Marga memiliki kurang lebih 5. mendorong Jasa Marga untuk mengevaluasi kembali beberapa nilai-nilai atau perangkat praktis. II. Tanpa keberadaan Budaya Perusahaan. KEKUATAN BUDAYA PERUSAHAAN DI JASA MARGA Jasa Marga harus memiliki budaya sendiri yang sifatnya spesifik karena pada umumnya setiap organisasi mempunyai kepribadian yang khas.823 karyawan (Annual Report 2004). Leadership adalah kredo bahwa Jasa Marga adalah pemimpin dalam industrinya Entrepreneurship adalah kredo bahwa bisnis harus dilakukan berdasarkan semangat wirausaha yang mandiri. Budaya dapat sangat stabil sepanjang waktu. yang mengutamakan kemuliaan di dalam segala aspek pencapaian tujuannya. Team Work Team Work atau kerjasama adalah suatu bentuk komitmen bersama antar karyawan Jasa Marga dalam membangun Budaya Perusahaan. Jumlah yang cukup signifikan untuk menciptakan critical mass dalam membangun Indonesia yang berbudaya dan mengelola total asset Jasa Marga untuk tumbuh dan berkembang sebesar Rp. Budaya Jasa Marga adalah perekat bagi setiap karyawan di dalam Perusahaan. tangguh dan tanggap terhadap tuntutan perubahan. tantangan dari setiap karyawan .969.jalan tol dengan memberikan keamanan (safety). kemandirian. kenyamanan (comfortability) dan kelancaran.740. maka Jasa Marga akan mengalami proses pertumbuhan dan pemekaran tetapi tanpa diimbangi oleh integrasi dan reintegrasi. akuntabilitas. Moral merupakan komitmen perusahaan untuk membangun karakter Jasa Marga yang menjunjung tinggi aspek kejujuran. Bentuk kerjasama yang handal adalah dengan tercerminnya perilaku transparansi. Tantangan-tantangan baru dapat mengakibatkan Jasa Marga menciptakan cara-cara baru untuk melakukan segala sesuatu agar dapat bertahan dan unggul dalam persaingan yang makin kompetitif. 5.823 warga Indonesia.000.000. tetapi budaya juga tidak pernah statis.00 (Annual Report 2004) bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Oleh karena itu. pertanggungjawaban dan kewajaran dalam setiap kebijakan yang diputuskan oleh Manajemen Jasa Marga.dalam menjalankan bisnisnya Integrity merupakan aspek kepribadian Jasa Marga yang utama. Perubahan peran Jasa Marga menjadi operator murni jalan tol yang diamanatkan UU No: 38/2004. 7. Sehingga motto perusahaan berbunyi sebagai berikut. kebenaran. READY TO SERVE WITH SMILE Akumulasi dari Budaya Jasa Marga di Jasa Marga diharapkan dapat menghasilkan sebuah lingkungan publik yang berbudaya. artinya ada potensi bagi Jasa Marga untuk membangun budaya pada 5.

Jasa Marga adalah pertama memahami arti penting keberadaan Budaya Jasa Marga. dan ketiga. 1992). yaitu : Pertama. yaitu : Pertama. dalam sebuah organisasi dengan budaya yang kuat. III. budaya yang kuat membantu kinerja karena memberikan struktur dan kontrol yang dibutuhkan tanpa harus bersandar pada birokrasi formal yang kaku dan yang dapat menekan tumbuhnya motivasi dan inovasi. membangun Budaya Jasa Marga dengan metode yang dapat diterima secara keilmuan. menguatkan nilai-nilai dalam organisasi. Sebaiknya pula Jasa Marga membangun Good Corporate Culture (GCC) dan Good Organization Culture Jasa Marga (Budaya Perusahaan) secara konsisten disamping penerapan Good Corporate Governance (GCG) di Jasa Marga. dan makin meningkatnya komitmen karyawannya terhadap keberhasilan penerapan norma-norma dan sistem nilai tersebut. Logika tentang cara kekuatan budaya berhubungan dengan kinerja meliputi tiga gagasan (Kotler dan Hessket. Hal tersebut dapat berfungsi pula sebagai kontrol atas perilaku para karyawannya. Tumbuhnya budaya yang kuat dalam Jasa Marga ditandai dengan : Pertama. kemanusiaan dan konteks keorganisasian. Ketiga. dan cara melakukan sesuatu. pemecahan masalah oleh kelompok. FUNGSI BUDAYA PERUSAHAAN DI JASA MARGA Budaya Perusahaan di Jasa Marga yang efektif tercermin pada kepercayaan. budaya yang kuat sering dikatakan membantu kinerja bisnis karena menciptakan suatu tingkatan yang luar biasa dalam diri para karyawannya. dampak budaya yang kuat terhadap perilaku para karyawannya berdampak besar ditandai dengan menurunnya keinginan karyawannya yang pindah berkarya di organisasi lain. Kedua. tanpa perlu dipertanyakan lagi. dan pertukaran informasi. bukan hanya memenuhi kata-kata yang ada dalam peraturan. kepemimpinan yang mendapat masukan (considerate) dan didukung oleh bawahan (supportive). senantiasa memelihara dan memperkuat budaya Jasa Marga. karyawannya cenderung berbaris mengikuti penabuh genderang yang sama. Hal yang paling penting dalam pelaksanaan Good Corporate Governance adalah spirit dan konsistensi untuk melakukannya. perasaan identitas dan menambah komitmen organisasi. Dengan demikian. fungsi dari Budaya Perusahaan di Jasa Marga adalah sebagai perekat sosial dalam mempersatukan karyawankaryawan dalam mencapai tujuan organisasi berupa ketentuan-ketentuan atau nilai-nilai yang harus dikatakan dan dilakukan oleh para karyawan. dan bukan apa yang akan berlaku. Budaya Perusahaan yang kuat mempunyai empat fungsi dasar. kemandirian kerja. mekanisme kontrol atas perilaku Budaya yang kuat meletakkan kepercayaan-kepercayaan tingkah laku. perilaku para karyawannya dibatasi oleh kesepakatan bersama dan bukan karena perintah atau karena ketentuanketentuan formal. alat pengorganisasian karyawan Ketiga. Oleh karena berakar dalam tradisi. budaya mencerminkan apa yang dilakukan. Kedua. budaya yang kuat berarti akan makin banyak karyawan organisasi yang menerima keterikatannya pada norma-norma dan sistem nilai-nilai organisasional yang berlaku. Kedua. . Ketiga. kedua. keterbukaan komunikasi. Keempat.