You are on page 1of 3

Krisis ekonomi Indonesia baru usai, namun efek peningkatan harga minyak dunia akhirakhir ini telah berimbas

pada negara dan rakyat Indonesia. Beban anggaran pemerintah semakin berat, subsidi-subsidi dikurangi dan inflasi melambung tinggi. Akibatnya adalah penurunan daya beli masyarakat, terutama masyarakat menengah kebawah. Data terbaru dari BPS, diperkirakan jumlah penduduk miskin akan bertambah menjadi sekitar 36,8 juta (16,85%). Mereka akan sangat kesulitan memenuhi kebutuhan esensial sehari hari, sehingga kebutuhan essensial yang seharusnya dipenuhi semua harus dipilih dengan mengalahkan kebutuhan esensial lain atau menurunkan kualitasnya yang sebenarnya sudah sangat rendah. Satu akibat dari masalah diatas adalah penurunan derajat kesehatan masyarakat seperti peningkatan angka gizi buruk, kematian akibat penyakit menular, kematian bayi dan ibu melahirkan. Perawat adalah satu profesi kesehatan yang memiliki peluang besar untuk diberdayakan dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas, terjangkau dan berkelanjutan hingga ke pelosok pedalaman dan daerah perbatasan. Tidak seperti profesi kesehatan lain, perawat memiliki keunikan dalam memberikan pelayanan kesehatan, yaitu peran pemberdayaan potensi keluarga dan masyarakat lokal melalui pendekatan pelayanan kesehatan primer dan pendekatan sosial budaya yang holistik dan komprehensif. Sehingga, pendekatan upaya peningkatan kesehatan masyarakat dapat dipadukan secara serasi dan berimbang dengan upaya kesehatan perorangan. Seperti kita ketahui bahwa penyebab penyakit dan kekurangan gizi bukan hanya akibat keterbatasan akses pelayanan kesehatan dan keterbatasan sumber-sumber tetapi adanya budaya yang kurang mendukung terwujudnya kesehatan masyarakat. Perawat adalah sumber daya kesehatan terdekat dengan masyarakat yang telah dimiliki pemerintah yang terlupakan untuk dilibatkan lebih besar dalam mengatasi problematika kesehatan masyarakat. Sebenarnya, hanya memerlukan stimulus sederhana saja untuk menggerakan mesin yang selama ini idle dibanding dengan menyediakan mesin kesehatan primer baru yang berbiaya mahal. Upaya yang mestinya dilakukan adalah memberikan kewenangan dan perlindungan hukum yang kuat agar perawat bisa menjadi pilar pelayanan kesehatan primer di masyarakat. Melalui peraturan atau undang-undang, kewenangan dan perlindungan diberikan kepada perawat perawat yang kompeten untuk bertanggungjawab di lini depan pelayanan kesehatan dasar (primer) yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat luas. Menjadikan perawat yang saat ini ada untuk dapat tampil maksimal di masyarakat tidaklah sulit dan mahal. Melalui kerjasama dengan pemerintah daerah, LSM dan organisasi profesi dengan jaringan yang luas serta dukungan perawat yang saat ini

sangat tinggi, sistem registrasi, sertifikasi dan lisensi sebagai proses profesionalisasi perawat akan berjalan dengan baik. Dalam waktu singkat, perawat profesional akan menyebar keseluruh pelosok negeri untuk memberikan jaminan pelayanan praktik yang berkualitas sebagai hak asasi manusia. Kesehatan sebagai hak asasi manusia harus diwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai upaya kesehatan kepada seluruh masyarakat melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat. Pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945. Disamping itu, pembangunan kesehatan pada dasarnya menyangkut kehidupan fisik, mental maupun sosial ekonomi yang dalam perkembangannya telah terjadi perubahan orientasi baik tatanilai maupun pemikiran terutama upaya pemecahan masalah kesehatan. http://www.pelkesi.or.id/dokumen/Kelompok%20Pendidikan%20&%20Komunitas%20Psl% 201-36%20A.pdf Hak adalah tuntutan seseorang terhadap sesuatu yang merupakan kebutuhan pribadinya sesuai dengan keadilan, moralitas dan legalitas. Setiap manusia mempunyai hak asasi untuk berbuat, menyatakan pendapat, memberikan sesuatu kepada orang lain dan menrima sesuatu dari orang lain atau lembaga tertentu. Hak tersebut dapat dimiliki oleh setiap orang. Dalam menuntut suatu hak, tanggung jawab moral sangat diperlukan agar dapat terjalin suatu ikatan yangmerupakan kontrak sosial, baik tesurat maupun yang tersirat, sehingga segala sesuatunya dapat memberikan dampak positif. Semakin baik kehidupan seseorang atau masyarakat, semakin perlu pula

pemahaman tentang hak-hak tersebut agar terbentuyk sikap saling menghargai hak-hak orang lain dan tercipta kehidupan yang damai dan tentram. Hak-hak pasien dan perawat pada prinsipnya tidak terlepas pula dengan hak-hak manusia atau lebih dasar lagi hak asasi manusia. Hak asasi manusia tidak tanpa batas dan merupakan umum. kewajiban setiap negara/pemerintah untuk menentukan batas-batas kemerdekaan yang dapat dilaksanakan dan dilindungi dengan mengutamakan kepentingan

Manfaat Ham bagi perawat adalah memberikan asuhan keperawatan yang terbaik untuk pasien

sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Dalam hal ini, perawat mempunyai hak melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Selain itu perawat juga berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan protap yang ada. Hal tersebut juga berlaku bagi tenaga kesehatan lain. Manfaat HAM bagi pasien adalah pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas serta memperlakukan pasien secara manusiawi sehingga pasien puas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Tujuan umum ditegakkannya HAM dalam keperawatan adalah untuk mendasari segala tindakan asuhan keperawatan. Adapun tujuan khusus HAM dalam keperawatan adalah menghormati hak hak manusia/ pasien sehingga perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang terbaik untuk pasien.