P. 1
RAMALAN JAYABAYA

RAMALAN JAYABAYA

|Views: 30|Likes:
Published by Nurma Listyana Ayu

More info:

Published by: Nurma Listyana Ayu on Apr 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2012

pdf

text

original

RAMALAN JAYABAYA Kitab Musasar Jayabaya

Asmarandana 1. Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, Musuh takut dan takluk, tak ada yang berani. 2. Beliau sakti sebab titisan Batara wisnu. Waktu itu Sang Prabu menjadi raja agung, pasukannya raja-raja. 3. Terkisahkan bahwa Sang Prabu punya putra lelaki yang tampan. Sesudah dewasa dijadikan raja di Pagedongan. Sangat raharja negara-nya. 4. Hal tersebut menggembirakan Sang Prabu. Waktu itu tersebutkan Sang Prabu akan mendapat tamu, seorang raja pandita dari Rum bernama, Sultan Maolana. 5. Lengkapnya bernama Ngali Samsujen. Kedatangannya disambut sebaik-baiknya. Sebab tamu tersebut seorang raja pandita lain bangsa pantas dihormati. 6. Setelah duduk Sultan Ngali Samsujen berkata: “Sang Prabu Jayabaya, perkenankan saya memberi petuah padamu menge.nai Kitab Musarar. 7. Yang menyebutkan tinggal tiga kali lagi kemudian kerajaanmu akan diganti oleh orang lain”. Sang Prabu mendengarkan dengan sebaik-baiknya. Karena beliau telah mengerti kehendak Dewata. 8. Sang Prabu segera menjadi murid sang Raja Pandita. Segala isi Kitab Musarar sudah diketahui semua. Beliaupun ingat tinggal menitis 3 kali. 9. Kelak akan diletakkan dalam teken Sang Pandita yang ditinggal di Kakbah yang membawa Imam Supingi untuk menaikkan kutbah, 10. Senjata ecis itu yang bernama Udharati. Dikelak kemudian hari ada Maolana masih cucu Rasul yang mengembara sampai ke P. Jawa membawa ecis tersebut. Kelak menjadi punden Tanah Jawa. 11. Raja Pandita pamit dan musnah dari tempat duduk. Kemudian terkisahkan setelah satu bulan Sang Prabu memanggil putranya. 12. Setelah sang putra datang lalu diajak ke gunung Padang. Ayah dan putra itu setelah datang lalu naik ke gunung. 13. Di sana ada Ajar bernama Ajar Subrata. Menjemput Prabu Jayabaya seorang raja yang berincoknito termasuk titisan Batara Wisnu.. 14. Karenanya Sang Prabu sangat waspada, tahu sebelum kejadian mengenai raja-raja karena Sang Prabu menerima sasmita gaib. 15. Bila Islam seperti Nabi. Prabu Jayabaya bercengkrama di gunung sudah lama. Bertemu dengan ki Ajar di gunung Padang. Yang bertapa brata sehingga apa yang dikehendaki terjadi. 16. Tergopoh-gopoh menghormati. Setelah duduk ki Ajar memanggil seorang endang yang membawa sesaji. Berwarna-warni isinya. Tujuh warna-warni dan lengkap delapan dengarn endangnya. 17. Jadah (ketan) setakir, bawang putih satu talam, kembang melati satu bungkus, darah sepitrah, kunir sarimpang, sebatang pohon kajar dan kembang mojar satu bungkus. 18. Kedelapan endang seorang. Kemudian ki Ajar menghaturkan sembah : “Inilah hidangan kami untuk sang Prabu”. Sang Prabu waspada kemudian menarik senjata kerisnya.

Itulah Jenggala. Sebab berperang dengan saudara. Sebab berdosa kepada guru saya Sultan Maolana Ngali Samsujen tatkala masih muda. Di Gelagahwangi dengan ibukota di Demak. 6. Temyata saya diberi hidangan bunga Melati oleh ki Ajar. 36 tahun kemudian musnah. Menghancurkan keburukan. Ki Ajar ditikam mati. Hidangannya Jadah satu takir. Jawa. Kemudian merekapun pulang. Demikian juga endangnya. . Sebab waktu itu saya mendapat hidangan bawang putih dari ki Ajar. Setelah seratus tahun kemudian musnah. 5. Rakyat kena pajak reyal. lamanya sepuluh windu (80 tahun). Kemudian berganti zaman di Mataram. Namun dia menyalahi janji. Sebab saya mendapat hidangan Kunir sarimpang dari ki Ajar. Bahkan juga sebagai gantinya Ajar dan wali serta pandita. 11. 14. Sinom 1. Kemudian berganti zaman Kalajangga. 7. 21. Setelah 100 tahun musnah keempat kerajaan tersebut. Toh saya sudah diberitahu bahwa saya tinggal 3 kali lagi. Sudah dikatakan oleh Maolana Ngali tidak mungkin berobah lagi. Kediri. Rajanya diberi gelar: Sura Kalpa semune lintang sinipat. Hasil negara berupa picis (uang). Kemudian ada zaman lagi yang bukan milik saya. Alamnya disebut Anderpati. Kuat angkatan perangnya dan kaya. Beribukota Pajang dengan hukum seperti di Demak. 12. Pajak rakyat berupa uang. Dia itu sudah diwejang (diberitahu) oleh guru mengenai kitab Musarar. Negara tersebut diberi lambang: Kekesahan durung kongsi kaselak kampuhe bedah. Diberi lambang zaman Catur semune segara asat. bersatu dalam diri Sang Prabu yang adil. Enam puluh lima tahun kemudian musnah. Hasil bumi diberi pajak emas. Negara ini diberi lambang: cangkrama putung watange. Tidak diganti oleh anaknya. Cantrik-cantrik berlarian karena takut. 9. Dicintai pasukannya. Ternyata waktu itu dari hidangan ki Ajar. Lambangnya: Sumilir naga kentir semune liman pepeka. 20. Demikian nama raja bergelar Sang Rajapati Dewanata. Itu negara Pajajaran. Yang bertahta Ratu Adil serta wali dan pandita semuanya cinta. Kamu tahu ulah si Ajar yang saya bunuh. Di dalam teken sang guru Maolana Ngali. Datang di kedaton Sang Prabu berbicara dengan putranya. Keris kemudian dimasukkan lagi. 2. Raja perkasa tetapi berbudi halus. Demikian harap diketahui oleh anak cucu bahwa akan ada zaman Anderpati yang bernama Kala-wisesa. Lambangnya waktu itu Sima galak semune curiga ketul. 8. Kalasakti Prabu Anyakrakusuma. Kemudian berganti zaman di Majapahit dengan rajanya Prabu Brawijaya. Bila sudah menitis tiga kali kemudian ada zaman lagi bukan perbuatan saya. Empat raja itu masih kekuasaan saya. Negaranya bahagia diatas bumi. disegani seluruh bangsa Jawa. 13. Singasari dan Ngurawan. 3. Sebab ki Ajar dahulu memberi hidangan sebatang pohon kajar. musnah raja-raja di P. Kemudian berganti zaman lagi. Ada agama dengan pemimpinnya bergelar Diyati Kalawisaya. 4.19. Sedangkan raja putra kecewa melihat perbuatan ayahnya. Negara tersebut tanpa keadilan dan tata negara. 10. Orang di desa terkena pajak pakaian dan uang. Sama seperti saya. Sang putra akan bertanya merasa takut. Heh anakku. sebab saya sudah terpisah dengan saudara-saudara ditempat yang rahasia.

pemerintah rusak. Semakin naik. Yang benar dianggap salah. nakhoda ikut ke dalam persidangan. Pajak rakyat banyak sekali macamnya. Panen tidak membuat kenyang. Tanah Jawa berantakan. Rakyat sengsara. Punya keberanian dan kaya. Raja berpasukan campur aduk. 22.) Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan. Banyak gempa dan gerhana. bergelar Ratu Amisan.). Kemudian berganti raja yang bergelar: semune kenya musoni. Nama rajanya Lung gadung rara nglikasi(Raja yang penuh inisiatif dalam segala hal.15. Sebab saya diberi hidangan darah sepitrah. Raja berpisah dengan rakyat. Bermacam-macam bencana yang tidak dapat ditolak. 28. Keadilan tidak ada. Wanita hilang kehormatannya. namun nista. 20. 24. Hujan salah waktu. zaman sudah berganti meskipun masih keturunan Mataram. 25. 23. Kemudian ada nakhoda yang datang berdagang. sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu. Rajanya Kara Murka(Raja-raja yang saling balas dendam. Negara bernama Nyakkrawati dan ibukota di Pajang. 21. Hukum dan pengadilan negara tidak berguna. 19. Dicintai pasukannya. Tidak lama kemudian berganti. Tidak berkesempatan menghias diri(Raja yang tidak sempat mengatur negara sebab adanya masalah-masalah yang merepotkan ). Berdagang di tanah Jawa kemudian mendapat sejengkal tanah. Sarjana (Orang arif dan bijak) tidak ada. Disegani setanah Jawa. Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang(Raja berhati putih namun masih tersembunyi). Rakyat celaka. 26. Lama kelamaan ikut perang dan selalu menang. Banyak hal-hal yang luar biasa. sehingga terpandang di pulau Jawa. Kemudian ada tanda negara pecah. Banyak orang melupakan Tuhan dan orang tua. 27. Kemudian berganti lagi dengan lambang: Kembang sempol Semune modin tanpa sreban. Yang memulai menjadi raja dengan gelar Layon keli semune satriya brangti. Nyawa tidak berharga. redalah kesengsaraan di bumi. Mulai perang tidak berakhir. Kemudian berganti zaman Kutila. Waktu itu pajaknya rakyat adalah Uang anggris dan uwang. Kemudian raja Kara Murka Kutila musnah. Letaknya dekat dengan gunung Perahu. randa loro nututi pijer tetukar(( Ratu yang selalu diikuti/diintai dua saudara wanita tua untuk menggantikannya). 18. Raja keturunan waliyullah. Makin hari makin bertambah kesengsaraan negara. Rumah hancur berantakan diterjang jalan besar. Perintah berganti-ganti. Raja yang keempat yang penghabisan diberi lambang Kalpa sru kanaka putung. sebelah barat tempuran. Tanah tidak berkasiat. namun memiliki kelemahan suka wanita) kemudian berganti gajah meta semune tengu lelaki (Raja yang disegani/ditakuti. . Menjadi raja di dunia. Nakhoda(Orang asing)ikut serta memerintah. Negara rusak. 16. Yang jahat dianggap benar. Lambangnya Panji loro semune Pajang Mataram(Dua kekuatan pimpinan yang saling jegal ingin menjatuhkan). Lahir di bumi Mekah(Orang Islam yang sangat bertauhid). Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa(Orang Islam yang sangat menghormati leluhurnya dan menyatu dengan ajaran tradisi Jawa (kawruh Jawa)). Kemudian negara geger. Seratus tahun kemudian musnah sebab melawan sekutu. Hasilnya berkurang. Sebab saya diberi hidangan Endang seorang oleh ki Ajar. Setan menyamar sebagai wahyu. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Kemudian diganti dengan lambang Rara ngangsu . orang jahat makin menjadi-jadi Orang besar hatinya jail. 17. Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut. Memang raja yang terkenal sedunia.

Waktu itulah ada keadilan.Yang suci (justru) dibenci.Banyak anak berani melawan ibu. Kanca dadi mungsuh --. 34. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --.Banyak pejabat jahat dan ganjil 31. Kali ilang kedhunge --. 15. 37. 35.Sungai kehilangan mata air. 24. 10.Lupa sanak lupa saudara. Wong apik-apik padha kapencil --.Yang jahat dijunjung-junjung. Pasar ilang kumandhang --. 23.Perahu berjalan di angkasa. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --.Keluarga saling curiga.Menantang ayah. Orangnya tampan senyumnya manis sekali. Kepingin urip mewah --. Akeh janji ora ditetepi --. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --.Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.Malas untuk bekerja.Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda. Barang jahat diangkat-angkat--. Sedulur padha cidra--.Orang yang baik justru tersisih. 28.Sejengkal tanah dikenai pajak. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--. 2.Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.Banyak janji tidak ditepati. nggedhekake duraka --. [sunting] Isi Ramalan 1. 20.Pulau Jawa berkalung besi. Waktu itu pemerintahan raja baik sekali. 29. Ukuman Ratu ora adil --. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--. memupuk durhaka. 7.Banyak ayah lupa anak. 36. Kulawarga padha curiga--. 11. Nantang bapa--. .Saudara dan saudara saling khianat. Barang suci dibenci--. 9. 22. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--.Orang perempuan berpakaian lelaki. 14. Akeh kelakuan sing ganjil --.Lupa hikmah kebaikan.Orang (yang) benar termangu-mangu. 18.29. 13. 16. Tanah Jawa kalungan wesi --. 38.Banyak orang hanya mementingkan uang.Bumi semakin lama semakin mengerut. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--. Lali kamanungsan--. 25.Banyak orang kerja halal justru merasa malu. 5.Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik 12. Manungsa padha seneng nyalah--. 8.Banyak orang lupa asal-usul. 19. Jaran doyan mangan sambel --. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--.Melepas nafsu angkara murka. 4.Banyak ulah-tabiat ganjil 32.Orang-orang saling lempar kesalahan. Luwih utama ngapusi --. Sekilan bumi dipajeki --.Tak peduli akan hukum Hyang Widhi. Lali sanak lali kadang--.Lupa jati kemanusiaan. 26. 6.Kuda suka makan sambal. Wong bener thenger-thenger --. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --.Kawan menjadi lawan.Lebih mengutamakan menipu. Bumi saya suwe saya mengkeret --. 33.Pasar kehilangan suara. Akeh manungsa lali asale --. Rakyat pajaknya dinar sebab saya diberi hidangan bunga seruni oleh ki Ajar. 3. 21. Wegah nyambut gawe --. Lali kabecikan--.Inginnya hidup mewah. 17. Ngumbar nafsu angkara murka. Akeh anak wani nglawan ibu--.Hukuman Raja tidak adil 30. 27. Akeh bapa lali anak--.

Banyak orang baik makin sengsara. Ngakune suci. 42. Akeh wong lanang ora duwe bojo--. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan. 40. 65. 85. Durjana saya sempurna--. Akeh prawan tuwa--. 81.perempuan hilang malu.Perempuan lacur dimana-mana.Durjana semakin sempurna. Akeh randha nglairake anak--.Banyak laki-laki tak mau beristri. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang. 58. 76. 78. Randha seuang loro--. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban. dan utara. Guru disatru---Guru dimusuhi. 63. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--. Anak mangan bapak---Anak makan bapak. Dhudha pincang laku sembilan uang--. Wong lanang ilang kaprawirane--. Wong apik ditampik-tampik--. 56. 47.Banyak anak lahir mencari bapaknya.Angkara murka semakin menjadi-jadi.Orang (yang) jahat naik pangkat. 84. Wong salah bungah --.Sedang yang jahat makin bahagia. 46. Njabane putih njerone dhadhu--. Wong wadon ilang kawirangane--.Orang (yang) mulia dilecehkan 43. Akeh pengkianat--. Wong jahat munggah pangkat--. 55.Mengaku suci. 79. Akeh ibu padha ngedol anake--. Akeh laknat--. Kana-kene saya angkara murka --. 86. 62. Wong agung kasinggung--. 51.Agama banyak ditentang.Banyak orang mengaku diri.Banyak hujan salah musim. 45. Akeh wong becik saya sengsara--. 59. Prawan seaga lima--. Wong wadon nunggang jaran--.Banyak perawan tua.Dua janda harga seuang (Red. 83. Teka saka wetan.Banyak ibu menjual anak. barat. Wong lanang linggih plangki--. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar. 44. Akeh wong ngaku-aku--. 52. 75. 66. Akeh wong ngedol ngelmu--.Banyak perempuan menjual diri. 68. 67.Orang (yang) salah gembira ria.Banyak orang gonta-ganti pasangan.39. nanging sucine palsu--. Akeh wong wadon ngedol awake--. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--.Banyak kutukan 71. 61. kulon.Di luar putih di dalam jingga.: seuang = 8.Laki-laki naik tandu. 54. 87.Rumah suci dijauhi. Akeh wong ijol bebojo--. 69.Banyak orang berdagang ilmu. tapi palsu belaka.Banyak pengkhianat. Akeh bujuk akeh lojo--. 77.Banyak janda melahirkan bayi.Banyak perempuan ingkar pada suami.5 sen). Wong ala kapuja--. Prikamanungsan saya ilang--.Ketika itu burung gagak dibilang bangau.Banyak tipu banyak muslihat.Lima perawan lima picis. 53. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.Duda pincang laku sembilan uang. selatan. 50.Rumah maksiat makin dipuja.Orang (yang) jahat dipuji-puji.Perikemanusiaan semakin hilang. 57. 73. Akeh udan salah mangsa--. 48. 70. Agama akeh sing nantang--. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan. 74. 80. 64.Laki-laki hilang jiwa kepemimpinan. 72.Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong). Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--. 60. .Perempuan menunggang kuda. Omah ala saya dipuja--. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga. Omah suci dibenci--. 49. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--. kidul lan lor---Datang dari timur. 41. 82. Wong jahat saya seneng--.

108. Ratu ora netepi janji. Akeh anak haram---Banyak anak haram. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat. 128. 114. 122. 133. 97. 94.Pedagang banyak yang tenggelam. 90. Pedagang akeh sing keplarang--. 127. 95. 110. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya. Sing curang garang--. hilang wibawanya.Orang yang lugu dibelenggu. 101. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur. 89. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat. 130. 124. . Akeh barang haram---Banyak barang haram. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri. 105. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat. 119. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara. 132. 102. 116. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset. Wong lugu kebelenggu--.Orang yang mulia dipenjara. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda. 99. 111. 131. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar. 103. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar. 106.88. 129. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur 113. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki. 118. 104. 98. 125. 92. 109. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang. 121. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan. 93. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih 112. 117. 107.Orang jahat naik pangkat. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.Yang curang berkuasa. 91. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian. Sing wedi mati---Yang takut mati. 96.Yang jujur sengsara. Wong mulya dikunjara--. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih. 123. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir. 100. Sing jujur kojur--. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih. Wong jahat munggah pangkat--. 120. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang. Anak lali bapak---Anak lupa bapa. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai. 115. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat. 126. musna panguwasane---Raja ingkar janji. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.

Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.Yang sewenang-wenang merasa menang 161.Pencuri duduk berperut gendut. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit 159. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan. . 166. Akeh barang-barang haram. 142. 168. 175. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela. 167. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana 144. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran. 147. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki. 172. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga. 155. 152. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi. 158. 141. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati. 174. 137. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung. 146. 150. Maling lungguh wetenge mblenduk --. 151. 145. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak. 136. 156. 153. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci. 157. 169. Bejane sing lali. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi. 143. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh 173. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam. 165. bejane sing eling---Beruntunglah si lupa. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada. beruntunglah si sadar. 160. 171. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham. akeh bocah haram---Banyak barang haram. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan. 154. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa. 162. 164. 139. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan. banyak anak haram. 170. 149. 148. 135. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah. 138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.134. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau. 140. 163.

Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci. 203. 194. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang. 185. 183. 211. Buruh mangluh---Buruh menangis. 215. 202. 196. 182. 191. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil. 206. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci. 193. 192. 210.176.Belanda-Cina tinggal sepasang. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela. Akeh wong edan. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka. 213. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga 195. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi. 178. Bait Terakhir Ramalan Jayabaya . 189. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat. 208. banyak orang bakhil. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima. 200. 209. 198. jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila. 216. 190. Landa-Cina kari sejodho --. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit. Akeh wong ijir. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi. 187. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu. 180. 199. 204. 188. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat. 179. Agama ditantang---Agama ditantang. 186. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan. jahat dan hilang akal budi. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai. 201. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab. 207. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar. 212. 184. 177. 181. akeh wong cethil---Banyak orang kikir. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela. 214. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung. 197. 205.

tan angimpeni\ gehtinge kepathi-pati marang pandhita kang oleh pati geni\ marga wedi kapiyak wadine sapa sira sing sayekti\ 142.\ tan anindakake hukuming Allah\ barang jahat diangkat-angkat\ barang suci dibenci\ 149. akeh wong janji ora ditepati\ akeh wong nglanggar sumpahe dhewe\ manungsa padha seneng ngalap. wong golek pangan pindha gabah den interi\ sing kebat kliwat. akeh wong ngutamakake royal\ lali kamanungsane. wong waras lan adil uripe ngenes lan kepencil\ sing ora abisa maling digethingi\ sing pinter duraka dadi kanca\ wong bener sangsaya thenger-thenger\ wong salah sangsaya bungah\ akeh bandha musna tan karuan larine\ akeh pangkat lan drajat padha minggat tan karuan sebabe\ 147. wong dagang barang sangsaya laris. wanita nglamar pria\ isih bayi padha mbayi\ sing pria padha ngasorake drajate dhewe\ Bait 152 sampai dengan 156 hilang 157. banjir bandang ana ngendi-endi\ gunung njeblug tan anjarwani. ratu ora netepi janji\ musna kuwasa lan prabawane\ akeh omah ndhuwur kuda\ wong padha mangan wong\ kayu gligan lan wesi hiya padha doyan\ dirasa enak kaya roti bolu\ yen wengi padha ora bisa turu\ 144. bumi sangsaya suwe sangsaya mengkeret\ sakilan bumi dipajeki\ wong wadon nganggo panganggo lanang\ iku pertandhane yen bakal nemoni\ wolak-walike zaman\ 148. sing wedi padha mati\ nanging sing ngawur padha makmur\ sing ngati-ati padha sambat kepati-pati\ . bandhane ludes\ akeh wong mati kaliren gisining panganan\ akeh wong nyekel bendha ning uriping sengsara\ 146. polahe wong Jawa kaya gabah diinteri\ endi sing bener endi sing sejati\ para tapa padha ora wani\ padha wedi ngajarake piwulang adi\ salah-salah anemani pati\ 141. sing edan padha bisa dandan\ sing ambangkang padha bisa\ nggalang omah gedong magrong-magrong\ 145. pancen wolak-waliking jaman\ amenangi jaman edan\ ora edan ora kumanan\ sing waras padha nggagas\ wong tani padha ditaleni\ wong dora padha ura-ura\ beja-bejane sing lali.\ isih beja kang eling lan waspadha\ 143. gawe sing cilik keceklik\ sing anggak ketenggak. lali kebecikane\ lali sanak lali kadang\ akeh bapa lali anak\ akeh anak mundhung biyung\ sedulur padha cidra\ keluarga padha curiga\ kanca dadi mungsuh\ manungsa lali asale\ 150. ukuman ratu ora adil\ akeh pangkat jahat jahil\ kelakuan padha ganjil\ sing apik padha kepencil\ akarya apik manungsa isin\ luwih utama ngapusi\ 151. sing kasep kepleset\ sing gedhe rame.140.

waskita pindha dewa\ bisa nyumurupi lahire mbahira. apeparap pangeraning prang\ tan pokro anggoning nyandhang\ ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang\ sing padha nyembah reca ndhaplang.\ cina eling seh seh kalih pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang\ 164.158. enom padha dene bayi\ wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada\ garis sabda ora gentalan dina. waskita. wegig. buyutira. tan arupa\ sing madhegani putrane Bethara Indra\ agegaman trisula wedha\ momongane padha dadi nayaka perang\ perange tanpa bala\ sakti mandraguna tanpa aji-aji 163. sadurunge ana tetenger lintang kemukus lawa\ ngalu-ngalu tumanja ana kidul wetan bener\ lawase pitung bengi. tan bibi. putra kinasih swargi kang jumeneng ing gunung Lawu\ hiya yayi bethara mukti. idune idu geni\ sabdane malati\ sing mbregendhul mesti mati\ ora tuwo.\ beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira\ tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa\ nanging inung pilih-pilih sapa\ 167. akeh centhil\ sing eman ora keduman\ sing keduman ora eman\ 159. dunungane ana sikil redi Lawu sisih wetan\ wetane bengawan banyu\ andhedukuh pindha Raden Gatotkaca\ arupa pagupon dara tundha tiga\ kaya manungsa angleledha\ 162.\ ngerti sakdurunge winarah\ bisa pirsa mbah-mbahira\ angawuningani jantraning zaman Jawa\ ngerti garise siji-sijining umat\ Tan kewran sasuruping zaman\ 168. selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun\ sinungkalan dewa wolu. akeh wong dicakot lemut mati\ akeh wong dicakot semut sirna\ akeh swara aneh tanpa rupa\ bala prewangan makhluk halus padha baris. jejeg. lola\ awus aputus weda Jawa\ mung angandelake trisula\ landheping trisula pucuk\ gegawe pati utawa utang nyawa\ sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan\ sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda\ .\ wong utang mbayar\ utang nyawa bayar nyawa\ utang wirang nyaur wirang\ 160. pada rebut benere garis\ tan kasat mata. hiya krisna. mula den upadinen sinatriya iku\ wus tan abapa. hiya herumukti\ mumpuni sakabehing laku\ nugel tanah Jawa kaping pindho\ ngerahake jin setan\ kumara prewangan. jujur\ kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong\ 165. ngasta manggalaning ratu\ bakal ana dewa ngejawantah\ apengawak manungsa\ apasurya padha bethara Kresna\ awatak Baladewa\ agegaman trisula wedha\ jinejer wolak-waliking zaman\ wong nyilih mbalekake. canggahira\ pindha lahir bareng sadina\ ora bisa diapusi marga bisa maca ati\ wasis. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo\ kinen ambantu manungso Jawa padha asesanti trisula weda\ landhepe triniji suci\ bener. pendhak Sura nguntapa kumara\ kang wus katon nembus dosane\ kadhepake ngarsaning sang kuasa\ isih timur kaceluk wong tuwa\ paringane Gatotkaca sayuta\ 166.\ parak esuk bener ilange\ bethara surya njumedhul\ bebarengan sing wis mungkur prihatine manungsa kelantur-lantur\ iku tandane putra Bethara Indra wus katon\ tumeka ing arcapada ambebantu wong Jawa\ 161. cina alang-alang keplantrang dibandhem nggendring\ melu Jawa sing padha eling\ sing tan eling miling-miling\ mlayu-mlayu kaya maling kena tuding\ eling mulih padha manjing\ akeh wong injir.

ing ngarsa Begawan\ dudu pandhita sinebut pandhita\ dudu dewa sinebut dewa\ kaya dene manungsa\ dudu seje daya kajawaake kanti jlentreh\ gawang-gawang terang ndrandhang\ 171. sirik den wenehi\ ati malati bisa kesiku\ senenge anggodha anjejaluk cara nistha\ ngertiyo yen iku coba\ aja kaino\ ana beja-bejane sing den pundhuti\ ateges jantrane kaemong sira sebrayat\ 170. iki dalan kanggo sing eling lan waspada\ ing zaman kalabendu Jawa\ aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa\ cures ludhes saka braja jelma kumara\ aja-aja kleru pandhita samusana\ larinen pandhita asenjata trisula wedha\ iku hiya pinaringaning dewa\ 173. aja gumun. nglurug tanpa bala\ yen menang tan ngasorake liyan\ para kawula padha suka-suka\ marga adiling pangeran wus teka\ ratune nyembah kawula\ angagem trisula wedha\ para pandhita hiya padha muja\ hiya iku momongane kaki Sabdopalon\ sing wis adu wirang nanging kondhang\ genaha kacetha kanthi njingglang\ nora ana wong ngresula kurang\ hiya iku tandane kalabendu wis minger\ centi wektu jejering kalamukti\ andayani indering jagad raya\ padha asung bhekti\ . aja ngungun\ hiya iku putrane Bethara Indra\ kang pambayun tur isih kuwasa nundhung setan\ tumurune tirta brajamusti pisah kaya ngundhuh\ hiya siji iki kang bisa paring pituduh\ marang jarwane jangka kalaningsun\ tan kena den apusi\ marga bisa manjing jroning ati\ ana manungso kaiden ketemu\ uga ana jalma sing durung mangsane\ aja sirik aja gela\ iku dudu wektunira\ nganggo simbol ratu tanpa makutha\ mula sing menangi enggala den leluri\ aja kongsi zaman kendhata madhepa den marikelu\ beja-bejane anak putu\ 172.169.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->