Sumber : http://dedysuarjaya.blogspot.com/2010/09/manajemen-biaya-strategi.

html

MANAJEMEN BIAYA STRATEGI
Manajemen biaya strategik adalah penggunaan data biaya untuk mengembangkan dan mengidentifiasi strategi yang unggul yang akan menghasilkan keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Competitive advantage ( keunggulan bersaing ) Keunggulan bersaing adalah menciptakan nilai pelanggan yang lebih baik dengan biaya yang sama atau lebih rendah dibandingkan pesaing atau menciptakan nilai yang setara dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pesaing. Ada dua strategi umum yang mampu memberikan keunggulan bersaing yang berkesinambungan : (1) strategi biaya rendah, dan (2) strategi diferensiasi. Tujuan dari strategi biaya rendah adalah untuk memberikan nilai yang sama atau lebih baik kepada pelanggan dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan pesaing. Strategi diferensiasi disisi lain berusaha keras untuk meningkatkan nilai pelanggan dengan meningkatkan yang diterima pelanggan . keunggulan bersaing diciptakan dengan memberikan sesuatu kepada pelanggan yang tidak diberikan oleh para pesaing. Karenanya, karakteristik produk harus diciptakan yang membuat produk tersebutg berbeda dari pesainggnya. Peran sistem manajemen biaya dalam membantu mencapai tujuan yaitu meningkatkan nilai pelanggan dengan meminimalisasi pengorbanan pelanggan., menciptakan nilai pelanggan yang lebih baik dengan biaya yang sama atau lebih rendah daripada pesaing. Customer Value ( nilai pelanggan ) Customer value adalah perbedaan antara apa yang diterima pelanggan (realisasi pelanggan) dan apa yang pelanggan berikan (pengorbanan pelanggan), dimana apa yang pelanggan terima lebih daripada sekedar tingkatan dasar kinerja yang diberikan produk. Kerangka, Hubungan, dan Kegiatan Rantai Nilai Kerangka rantai nilai adalah suatu pendekatan pendorong untuk memahami kegiatan perusahaan yang penting secara strategis. Dasar dari kerangka rantai nilai adalah pengakuan adanya hubungan yang kompleks dan saling keterkaitan di antara kegiatan baik di dalam maupun di luar perusahaan. Ada dua jenis hubungan yang harus dianalisis dan dipahami : hubungan internal dan hubungan eksternal. Internal linkage adalah hubungan diantara kegiatan yang dilakukan dalam bagian rantai nilai perusahaan. Sebaiknya, External linkage menjelaskan hubungan kegiatan rantai nilai perusahaan yang dilakukan dengan pemasok dan pelanggannya. Karenanya hubungan eksternal terdiri dari dua jenis yaitu hubungan pemasok dan hubungan pelanggan. Kegiatan dan pendorong organisasi

dan jumlah produk yang dikembalikan. berhubungan dengan dua jenis kegiatan : pendorong biaya struktural dan pendorong biaya prosedural. Perbedaan structural cost driver dan executional cost driver yaitu : Struktural cost driver ( pendorong biaya struktural ) adalah kegiatan yang menentukan struktur ekonomi perusahaan yang mendasari sedangkan execisional cost driver ( pendorong biaya prosedural ) adalah kegiatan yang mendefinisikan proses suatu organisasi dan secara langsung berhubungan dengan kemampuan suatu organisasi untuk melaksanakan dengan berhasil.Aktivitas operational adalah kegiatan hari ke hari yang dilakukan sebagai hasil dari struktur dan proses yang dipilih oleh organisasi. Pendorong ini mencakup faktor-faktor seperti jumlah suku cadang. jumlah pesanan pelanggan.Jumlah pabrik. jumlah pesanan pelanggan. Organizational cost driver ( pendorong biaya organisasi ) adalah faktor struktural dan prosedural yang menentukan struktur biaya jangka panjang dari suatu perusahaan sehingga pendorong biaya organisasi memegang peranan yang sangat penting pada strategi pengurangan biaya apapun. Kegiatan prosedural adalah kegiatan yang mendefinisikan proses suatu organisasi dan secara langsung berhubungan dengan kemampuan suatu organisasi untuk melaksanakan dengan berhasil. skala.Kegiatan organisasi adalah kegiatan yang menentukan struktur organisasi dan proses bisnis. Pendorong biaya operasional adalah faktor-faktor yang mendorong biaya operasional kegiatan. Misalnya : Bagaimana karyawan diorganisasikan dan berapa banyak karyawan yang digunakan untuk mempengaruhi struktur biaya jangka panjang suatu organisasi. Kegiatan struktural adalah kegiatan yang menentukan struktur ekonomi perusahaan yang mendasari. dan jumlah produk yang dikembalikan. jumlah produk. STRUCTURAL COST DRIVER VS EXECUTIONAL COST DRIVER Kegiatan organisasi ada dua jenis : struktural dan prosedural.Menyusun struktur manajemen Pendorong biaya strutural . tingkat sentralisasi . jumlah perpindahan. jumlah produk. Operational cost driver adalah faktor-faktor yang mendorong biaya operational kegiatan. Pendorong ini mencakup faktor-faktor seperti jumlah suku cadang. Kegiatan dan pendorong operasional Kegiatan operasional adalah kegiatan hari kehari yang dilakukan sebagai hasil dari struktur dan proses yang dipilih oleh organisasi.Membangun pabrik . Pendorong biaya organisasi dijelaskan dalam dua kategori.Gaya dan filosofi manajemen . Kegiatan operasional perusahaan yang dimungkinkan dan pendukungnya adalah sebagai berikut : Kegiatan structural . jumlah perpindahan.

Menyeleksi dan menggunakan .Membeli daya. Peran Analisis Rantai Nilai dalam Analisis Strategic Cost adalah manajemen biaya strategic yang baik mengharuskan pertimbangan bagian hubungan internal dari rantai nilai dimana perusahaan berpartisipasi. Memanfaatkan hubungan hubungan aksternal berarti mengelola hubungan ini sehingga baik perusahaan maupun pihak eksternal menerima peningkatan manfaat.Integrasi vertical .Menyediakan kapasitas Pendorong biaya prosedural . Pemanfaatan hubungan tergantung pada analisis bagaimana biaya dan faktor nonkeuangan lainnya dapat bervariasi sesuai dengan berbagai kelompok kegiatan yang berbeda yang dipertimbangkan. Memanfaatkan Hubungan Eksternal Hubungan dengan kegiatan eksternal pada perusahaan dapat pula dimanfaatkan.Menggunakan karyawan .Menyediakan tata letak pabrik . RANTAI NILAI INDUSTRI Rantai nilai industri adalah suatu rangkaian keterkaitan dari kegiatan pencipta nilai dari bahan baku hingga pembuangan produk jadi oleh pelanggan pengguna akhir.Jumlah lini produk. jumlah bagian yang unik . Pemanfaatan Hubungan Internal Memanfaatkan hubungan internal berarti bahwa hubungan antara kegiatan dinilai dan digunakan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan nilai. jumlah proses yang unik. menjual daya .Konfigurasi produk . Sistem rantai nilai juga mencakup kegiatan rantai-nilai yang dilakukan oleh pemasok dan pembeli.Pendekatan manajemen mutu .ryawan .Tingkat keterlibatan .Memberikan mutu .Utilitas kapasitas ANALISIS RANTAI NILAI Analisis rantai nilai mengidentifikasi hubungan internal dan eksternal yang dihasilkan dalam pencapaian perusahaan baik kepemimpinan biaya atau strategi diferensiasi (manapun yang ditentukan akan membentuk keunggulan bersaing yang dapat bertahan).Merancang dan memproduksi Produk . Mengikuti strategi diferensiasi dan kepemimpinan biaya mengharuskan manajer untuk .Jenis proses teknologi teknologi proses Kegiatan Prosedural .Efisiensi tata letak pabrik .Jumlah dan jenis unit kerja . Perusahaan tidak dapat mengabaikan interaksi antara kegiatan rantai-nilainya dengan rantai nilai dari pemasok dan pembelinya.

dimana fokusnya adalah memperoleh kedudukan dalam pasar. DAN PRODUKSI Sudut Pandang Pemasaran Sudut pandang pemasaran menggambarkan pola penjualan umum dari suatu produk saat produk tersebut melalui tahapan daur hidup yang berbeda. Biaya ini mencakup penelitian ( pembuatan konsep ). Tahap Pengenalan Tahap ini ditandai dengan kegiatan pra-produksi dan mulai produksi. Usia menghasilkan pendapatan adalah waktu suatu prodk menghasilkan pendapatan untuk perusahaan. KONSUMEN. dimana sudut pandang pasar menekankan pada perilaku pendapatan penjualan. dan Penurunan. distribusi. Usia dapat dikonsumsi. dan pengujian ). Biaya Daur Hidup adalah semua biaya yang berhubungan dengan produk untuk seluruh daur hidupnya. dan lain-lain ).memahami kegiatan yang memberikan kontribusi pada pencapaian mereka. dikembangkan. garansi. dan pendukung logistik ( iklan. Sudut Pandang Produksi Sudut pandang produksi daur hidup produk mendefinisikan tahapan daur hidup berdasarkan perubahan dalam jenis kegiatan yang dilakukan. Sudut Pandang Daur Hidup Produk Merupakan waktu dimana produk mulai diproses. Mapan. digunakan sampai produk tersebut ditinggalkan. Pada akhirnya kemiringan (dari kurva penjualan) pada tahap mapan menjadi netral dan kemudian menjadi negatif padaTahap Penurunan. dan dibuang sehingga akan dapat memaksimalkan laba perusahaan. perbaikan produk. Tahapan ini terdiri dari. Tahap Pengenalan.   . b. Tahap Pertumbuhan Yaitu periode waktu dimana penjualan meningkat dengan laju yang meningkat. Pertumbuhan. Sudut Pandang Konsumen  a. Sudut pandang produksi menekankan biaya daur hidup. Keberhasilan mengikuti strategi ini mengharuskan suatu pemahaman mengenai rantai nilai industri. pengembangan ( perencanaan. produksi ( kegiatan konversi ). Suatu produk memulai usia menghasilkan pendapatannya pada saat penjualan produk pertama. diproduksi. c. Tahap Mapan Yaitu periode waktu di mana penjualan meningkat dengan laju menurun. dirancang. MANAJEMEN BIAYA DAUR HIDUP Manajemen Biaya Daur Hidup adalah pendekatan yang berhubungan dengan tindakan yang diambil yang menyebabkan produk didesain. pelayanan pelanggan. adalah panjang waktu dimana suatu produk melayani kebutuhan pelanggan. dipelihara. dipasarkan. PERBEDAAN SUDUT PANDANG PEMASARAN. desain. dioperasikan.

yaitu sudut pandang berorientasi pendapatan. Perhitungan biaya berdasarkan kegiatan digunakan untuk mendukung perencanaan daur hidup yang baik. Daur hidup pendek Perencanaan daur hidup yang baik merupakan hal penting dan harga harus diatur secara tepat untuk menutupi semua biaya daur hidup dan memberikan pengembalian yang baik. yang mencakup elemen berikut : biaya pembelian. Namun. dan pembuangan. Maka. daur hidup konsumsi dapat digambarkan sebagai sudut pandang berorientasi nilai pelanggan. didistribusikan. Kegiatan ini membentuk empat tahap : pembelian. dan dibuang sehingga laba daur hidup dimaksimalkan. Harga mengacu pada biaya kepemilikan. tahapan daur hidup konsumsi berhubungan dengan kegiatan. Pendukung penjualan ini membutuhkan pengeluaran sumber daya. Dengan memilih pendorong biaya secara hati-hati. Tahap produksi ada untuk mendukung tujuan penjualan dari tahap pemasaran. dan biaya pembuangan. Maka. total kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh harga pembelian dan biaya pasca-pembelian.Seperti daur hidup produksi. memproduksi. Produsen harus memperhatikan apa yang diterima pelanggan dan apa yang pelanggan berikan. diperbaiki. biaya pemeliharaan. . dipertahankan. maka tindakan yang mengambil peluang peningkatan pendapatan dan pengurangan biaya dapat dilakukan.  Sudut Pandang Interaktif Program manajemen biaya daur hidup yang kmprehensif harus memperhatikan beragam sudut pandang yang ada. Memaksimalkan laba daur hidup berarti produsen harus memahami dan mengkapitulasi hubungan yang terdapat antara tiga sudut pandang daur hidup. maka daur hidup produksi dapat digambarkan sebagai sudut pandang sebagai sudut pandang beorientasi beban. Manajemen biaya daur hidup terdiri dari tindakan yang diambul yang menyebabkan produk didesain. Pengamatan ini menghasilkan definisi komprehensif. Kemampuan memperoleh pendapatan dan tingkat pengeluaran sumber daya keduanya berhubungan dengan kinerja produk dan harga. sudut pandang produksi menekankan kegiatan internal yang diperlukan untuk mengembangkan. Daur hidup konsumsi menyangkut kinerja produk dan harga. dan melayani produk. dikenbangkan. pengoperasian. Setelah hubungan ini dipahami. terpadu dari manajemen biaya daur hidup. Sudut pandang daur hidup yang dapat dikonsumsi menekankan pada kinerja produk pada harga tertentu. insinyur desain dapat termotivasi untuk memilih desain yang meminimalkan biaya. dioperasikan. biaya operasi. dipasarkan. Hubungan antara sudut pandang daur hidup Sudut pandang pemasaran menyangkut sifat dari pola penjualan selama daur hidup proyek tersebut. memasarkan. pemeliharaan. diproduksi.