5.

BANGUNAN PEMBAWA

5.1. Pendahuluan Dalam saluran terbuka, ada berbagai bangunan yang digunakan untuk membawa air dari satu ruas hulu ke ruas hilir. Bangunan-bangunan ini bisa dibagi menjadi dua kelompok sesuai jenis aliran hidrolisnya yaitu: (i) (ii) bangunan-bangunan dengan aliran subkritis, dan bangunan-bangunan dengan aliran superkritis.

Contoh untuk kelompok bangunan pertama adalah gorong-gorong (lihat Gambar 5.1), flum (lihat Gambar 5.2), talang (lihat Gambar 5.3) dan sipon (lihat Gambar 5.4). Contoh untuk kelompok kedua adalah bangunan-bangunan pengukur dan pengatur debit (Bab 2), bangunan terjun serta got miring. Kelompok subkritis bangunan pembawa akan dibicarakan dalam pasal 5.2 sampai 5.5, bangunan terjun dan got miring dalam pasal 5.7 dan 5.8.

5.2. Kelompok Subkritis 5.2.1. Perencanaan Hidrolis a. Kecepatan di bangunan pembawa Untuk membatasi biaya pelaksanaan bangunan pembawa subkritis, kecepatan aliran di bangunan tersebut dibuat lebih besar daripada kecepatan di ruas saluran hulu maupun hilir. Untuk menghindari terjadinya gelombang-gelombang tegak di permukaan air dan untuk mencegah agar aliran tidak menjadi kritis akibat berkurangnya kekasaran saluran atau gradien hidrolis yang lebih curam,

maka bilangan Froude dari aliran yang dipercepat tidak boleh lebih dari 0,5. Dengan istilah lain, Fr =

va ≤ 0,5 g A/ B

….. (5.1)

dimana : Fr va g A B = bilangan Froude = kecepatan rata – rata dalam bangunan, m/dt = percepatan gravitasi, m/dt3 (≈ 9,8) = luas aliran, m2 = lebar permukaan air terbuka, m

Kecepatan aliran rata – rata di saluran pembawa terbuka dapat dihitung dengan persamaan Strickler/ Manning. Untuk pipa sipon beraliran penuh, lebar permukaan air sama dengan nol, jadi bilangan Froude tidak bisa ditentukan. Kecepatan yang diizinkan di dalam pipa diakibatkan oleh optimasi ekonomis bahan konstruksi, biaya, mutu konstruksi dan kehilangan tinggi energi yang ada. Untuk sipon yang relatif pendek, biasanya kecepatan alirannya kurang dari 2 m/dt. 5.2.2. Kehilangan Akibat gesekan Kehilangan energi akibat gesekan dapat dihitung dengan persamaan berikut

ΔHf

=

v 2 L 2 gL v 2 = * C 2 R C 2R 2g

….. (5.2)

dimana : ΔHf v L R A P C k g = kehilangan akibat gesekan, m = kecepatan dalam bangunan, m/dt = panjang bangunan, m = jari – jari hidrolis,m (A/P) = luas basah, m² = keliling basah, m = koefisien Chezy (=k R1/6) = koefisien kekasaran Strickler, m1/3/dt (lihat tabel 5.1) = percepatan gravitasi, m/dt² (≈ 9,8)

Tabel 5.1. Harga – harga k
Bahan Baja beton Beton, bentuk kayu, tidak selesai Baja Pasangan batu k (m1/3/dt) 76 70 80 60

5.2.3. Kehilangan energi pada peralihan Untuk peralihan dalam saluran terbuka di mana bilangan Froude aliran yang dipercepat tidak melebihi 0,5, kehilangan energi pada peralihan masuk dan peralihan keluar ΔHmasuk atau ΔHkeluar dinyatakan mamakai rumusan Borda :

ΔH masuk = ξ masuk ΔH keluar = ξ keluar

(v

a

− v1 ) 2g

2

..........(5.3)

(v a

− v1 ) 2g

2

..........(5.4)

maka akan lebih leluasa dalam memilih tipe yang dikehendaki. Kehilangan peralihan masuk dan keluar untuk sipon seperti ini. maka bangunan ini biasa disebut sipon. atau saluran pipa pada umumnya. dan pertimbangan – pertimbangan hidrolik mungkin memainkan peranan penting. tetapi juga untuk peralihan talang dan saluran flum pembawa. jika bangunan dibuat dari pasangan batu. Anjuran ini didasarkan pada kekuatan peralihan. . Aliran penuh demikian sering diperoleh karena pipa sipon condong ke bawah di belakang peralihan masuk dan condong ke atas lagi menjelang sampai di peralihan keluar. Jika peralihan itu dibuat dari beton bertulang. Faktor-faktor yang diberikan untuk perencanaan-perencanaan ini tidak hanya berlaku untuk gorong-gorong.dimana : ξmasuk’ keluar : faktor kehilangan energi yang bergantung kepada bentuk hidrolis peralihan dan apakah kehilangan itu pada peralihan masuk atau keluar va v1’ v2 : kecepatan rata – yang dipercepat dalam bangunan pembawa. lain dengan kehilangan untuk peralihan aliran bebas.1. Dalam hal ini ada tiga tipe peralihan yang dianjurkan. m/dt Harga-harga faktor kehilangan energi untuk peralihan yang biasa dipakai dengan permukaan air bebas diperlihatkan pada Gambar 5. Bila permukaan air di sebelah hulu gorong-gorong sedemikian sehingga pipa gorong – gorong itu mengalirkan air secara penuh. m/dt : kecepatan rata – rata di saluran hulu (v1) atau hilir (v2).

Koefisien kehilangan tinggi energi untuk peralihan – peralihan dari bentuk trapesium ke segi empat dengan permukaan air bebas (dan sebaliknya) (dari Bos dan Reinink.50 Dianjurkan 0. 1960) .10 0.3 5.40 0.60 y IV 0.00 0.30 0.25 0.00 0.50 ξkeluar 1.1 y peralihan punggung patah dengan sudut pelebaran sekitar 1:5 V peralihan berangsur antara potongan melintang segiempat dan trapesium VI Dianjurkan Dianjurkan Persamaan 5.pipa gorong-gorong sampai ke peralihan samping saluran I pipa goronggorong sampai di dinding hulu melalui saluran II peralihan punggung patah dengan sudut pelebaran 1:1 atau 1:2 III dinding hulu dengan peralihan yang dibulatkan dengan jari-jari lebih dari 0.1.20 Gambar 5.4 ξ masuk 0. dan Idel’cik.50 1. 1981 .20 0.

1960) .Gambar 5. Koefisien kehilangan tinggi energi untuk peralihan – peralihan dari saluran trapesium ke pipa dan sebaliknya (menurut Simons. 1964 dan Idel’cik.2.

2.2 Alasan dianjurkannya penggunaan tipe-tipe tersebut adalah. Gambar 5. ditunjukkan pada Gambar 5.Harga-harga ξmasuk dan ξkeluar untuk peralihan-peralihan yang biasa digunakan dari saluran trapesium ke pipa.Bangunan . Bagian Siku dan Tikungan Bagian siku dan tikungan dalam sipon atau pipa menyebabkan perubahan arah aliran dan.4.3). karena dipandang dari segi konstruksi tipe-tipe itu mudah dibuat dan kuat.3. Penurunan ini bisa sedemikian sehingga aliran terpisah dari dinding padat (solid boundary). dan sebaliknya.) bisa dinyatakan sebagai fungsi tinggi kecepatan di dalam pipa itu : Kriteria Perencanaan . ada peningkatan tekanan piesometris di luar bagian siku atau tikungan.2. perubahan pembagian kecepatan pada umumnya. Peralihan aliran pada bagian siku Kehilangan energi pada bagian siku dan tikungan. dan dengan demikian menyebabkan bertambahnya kehilangan tinggi energi akibat turbulensi/ olakan (lihat Gambar 5. 5. dan ada penurunan tekanan di dalam. Akibat perubahan dalarn pembagian kecepatan ini. ΔHb yang jumlahnya lebih besar dari kehilangan akibat gesekan (lihat Persamaan 5. sebagai akibatnya.

yang harga – harganya akan disajikan di bawah ini. 0.0 90o 1. dapat dinyatakan sebagai fungsi nilai banding Rb/D. harga – harga Kb untuk profil persegi ternyata lebih tinggi daripada untuk profil bulat.6 75o 0.3 60o 0. Tabel 5. koefisien kehilangan energi Kb ditunjukkan pada Tabel 5..4.47 0.04 0.80 1.2.04 15o 0. Bagian Siku Untuk perubahan arah aliran yang mendadak (pada bagian siku). Gambar tersebut menunjukkan bahwa jika nilai banding Rb/D melebihi 4.14 45o 0.5) Di mana Kb adalah koefisien kehilangan energi.4 . POTONGAN 5o Bulat Segi empat Tikungan Kehilangan energi pada tikungan di dalam saluran pipa tekan (conduit) yang mengalirkan air secara penuh.ΔHb = Kb va2 2g .02 10o 0.02 0.24 0... di mana Rb adalah jari-jari tikungan dan D adalah diameter pipa atau tinggi saluran segi empat pada tikungan tersebut Gambar 5. di samping kehilangan akibat gesekan dalam Persamaan 5.1 1. Harga – harga Kb untuk bagian siku sebagai fungsi sudut dan potongannya.06 SUDUTδ 30o 0.05 22.05 0.03 0..5o 0.11 0.2..2.. Seperti tampak pada Tabel.(5.a menyajikan harga-harga Kb yang cocok untuk tikungan saluran berdiameter besar dengan tikungan 90o. Hal ini disebabkan oleh pembagian kecepatan yang kurang baik dan turbulensi yang timbul di dalam potongan segi empat.

2 0 0 α 20 40 60 80 100 120 sudut tikungan α dalam derajat Gambar 5. jadi.b Faktor koreksi untuk koefisien kehilangan di tikungan pada saluran tertutup 5. dianjurkan untuk memakai peralihan dinding tegak.0 R b 0.4 0.4.4.8 faktor koreksi 0.2 1.3 0.07 0 0 2 4 6 8 Perbandingan Rb/D 10 D 0.b.4 0. tikungan berjari – jari lebih besar tidak lebih menghemat energi.a Harga-harga Kb untuk tikungan 90o pada saluran tertutup (USBR) Gambar 5.07. 0.5 koefisien kehilangan di tikungan K b 1. Untuk tikungan-tikungan yang tidak 90o. harga Kb pada Gambar 5.1 0. Standar Peralihan Saluran Dinding bengkok sudah sering digunakan sebagai peralihan saluran dengan pertimbangan bahwa kehilangan masuk dan keluarnya kecil. Peralihan standar untuk saluran tekan adalah peralihan berdinding vertikal yang berbentuk kuadran silinder atau peralihan dinding melebar bulat . karena jenis ini lebih kuat dan pemeliharaannya mudah. Akan tetapi. Harga-harga faktor ini diberikan sebagai fungsi sudut α.3.4a dikoreksi dengan sebuah faktor seperti yang disajikan pada Gambar 5.6 0.2 0.rnaka harga Kb menjadi hampir konstan pada 0.4.

5a dengan 5.5e dengan 5.5b 5. turbulensi akibat celah-celah pintu dan sebagainya.5d untuk bangunan terjun 5. Untuk kolam olak diberikan tipe peralihan pada Gambar 5.5 memperlihatkan standar peralihan-peralihan ini.dengan sudut dinding kurang dari 45o terhadap as saluran.5b 5. kehilangan minimum tinggi energi ini dapat dikurangi sampai 0.4) untuk standar peralihan ini adalah: ξmasuk = 0. Akan tetapi.05 m di bangunan-bangunan saluran yang membutuhkan peralihan.5c dengan 5.3 dan 5. Kemungkinan-kemungkinan kombinasi adalah sebagai berikut : 5.5d ξkeluar = 1. Gambar 5.5a dengan 5. Geometri peralihan-peralihan tersebut sama. Untuk jembatan-jembatan tanpa pilar tengah.5d untuk bangunan terjun Faktor . kecuali bahwa lindungan salurannya diperpanjang sampai ke sisi bangunan keluar untuk melindungi tanggul terhadap erosi.25 ξkeluar = 0. untuk menutup kehilangan-kehilangan kecil yang mungkin terjadi seperti yang diakibatkan oleh gesekan pada bangunan.0 Umumnya dengan peralihan-peralihan tipe ini kehilangan tinggi energi menjadi begitu kecil hingga hampir boleh diabaikan.03 m. baik untuk bangunan masuk maupun keluar.50 untuk 5.faktor kehilangan energi (lihat persamaan 5. diambil kehilangan tinggi energi minimum 0. Panjang lindungan ini dan jari-jari lengkung peralihan dihubungkan dengan kedalaman air. .5d.

Pada gorong-gorong aliran bebas. Dalam hal ini goronggorong berfungsi sebagai saluran terbuka dengan aliran bebas. tetapi bahaya tersumbat lebih besar.5. Gorong-gorong (lihat Gambar 5. .1.4. atau jalan kereta api. seluruh potongan melintang berada dibawah permukaan air. Gorong-gorong 5. benda-benda yang hanyut dapat lewat dengan mudah. tetapi biaya pembuatannya umumnya lebih mahal dibanding gorong-gorong tenggelam. Sebagian dari potongan melintang mungkin berada diatas muka air.6) mempunyai potongan melintang yang lebih kecil daripada luas basah saluran hulu maupun hilir. Umum Gorong-gorong adalah bangunan yang dipakai untuk membawa aliran air (saluran irigasi atau pembuang) melewati bawah jalan air lainnya (biasanya saluran). bawah jalan.4. Biaya pelaksanaan lebih murah. Dalam hal gorong-gorong tenggelam.

5.Gambar 5. Standar Peralihan Saluran .

Untuk ini diperlukan sarana-sarana khusus gorong-gorong jalan harus mampu menahan berat beban kendaraan. semua bentuk kebocoran harus dicegah.3.4. Ukuran – ukuran Standar Hanya diameter dan panjang standar saja yang mempunyai harga praktis. Diameter minimum pipa yang dipakai di saluran primer adalah 0.5 m/dt untuk gorong-gorong di saluran irigasi dan 3 m/dt untuk gorong-gorong di saluran pembuang. harus dibedakan antara gorong-gorong pembuang silang dan gorong-gorong jalan: pada gorong-gorong pembuang silang. 5.2.7. menyajikan dimensi-dimensi dan detail khusus untuk pipa beton standar.4. . Untuk tujuan-tujuan perencanaan. Gambar 5. 5.Karena alasan-alasan pelaksanaan. kecepatan diambil: 1.60 m. Kecepatan aliran Kecepatan yang dipakai di dalam perencanaan gorong-gorong bergantung pada jumlah kehilangan energi yang ada dan geometri lubang masuk dan keluar.

6.Gambar 5. Perlintasan dengan jalan kecil (gorong-gorong) .

7. Standar pipa beton .Gambar 5.

8 menyajikan contoh tipe gorong-gorong yang telah dijelaskan di atas.5. dengan minimum 0. Penutup Minimum Penutup di atas gorong-gorong pipa di bawah jalan atau tanggul yang menahan berat kendaraaan harus paling tidak sama dengan diameternya.4. maka semua gorong-gorong di bawah saluran harus disambung dengan beton tumbuk atau pasangan. gorong – gorong ini sangat ideal Gambar 5. Gorong-gorong pembuang yang dipasang di bawah saluran irigasi harus memakai penyambung yang kedap air. Gorong – gorong Segi Empat Gorong-gorong segi empat dibuat dari beton bertulang atau dari pasangan batu dengan pelat beton bertulang sebagai penutup. Khususnya untuk tempat-tempat terpencil. Gorong-gorong dari pasangan batu dengan pelat beton bertulang sangat kuat dan pembuatannya mudah. 5.60 m. Gambar 5.8. Gorong-gorong tipe pertama terutama digunakan untuk debit yang besar atau bila yang dipentingkan adalah gorong-gorong yang kedap air.4.5. Gorong – gorong segi empat .4. yaitu dengan ring penyekat dari karet Seandainya sekat penyambung ini tidak ada.

90 daripada di saluran Ambang Segi empat Bulat Bulat Sisi segi empat segi empat bulat μ 0.72 0. Harga – harga μdalam gorong – gorong pendek Tinggi dasar di bangunan Tinggi dasar di bangunan lebih tinggi sama dengan di saluran Sisi Segi empat Bulat μ 0.3) = luas pipa. kehilangan tinggi energi berikut dapat diambil : .4.80 0.6. m/dt² (≈ 9.5.85 Untuk gorong – gorong yang lebih panjang dari 20 m atau di tempat – tempat di mana diperlukan perhitungan yang lebih teliti. Kehilangan tinggi energi untuk gorong – gorong yang mengalir penuh Untuk gorong – gorong pendek (L < 20 m) seperti yang biasa direncana dalam jaringan irigasi. harga – harga m seperti yang diberikan pada tabel 5. m Tabel 5.3.8) = kehilangan tinggi energi pada gorong – gorong.4. m3 = percepatan gravitasi.76 0. m3/dt = koefisien debit (lihat Tabel 5. dapat dianggap sebagai mendekati benar atau untuk rumus : Q = μ A 2gz dimana : Q μ A g z = debit.

.1 Analisis Pembebanan Perhitungan struktur didasarkan pada asumsi tanah lunak yang umumnya disebut highly compressible.(5..9) Gambar 5.. k adalah koefisien kekasaran Strickler (k = 1/n = 70 untuk pipa beton) jari – jari hidrolis.8) dimana : C R L v va = = = = = kR1/6...Kehilangan masuk: ΔH masuk = ξ masuk (v a − v) 2 2g .(5. m/dt kecepatan aliran dalam saluran..4...(5.2. Standar Ukuran dan Penulangan Gorong-Gorong Segi Empat 5.....7.4. memberikan harga – harga untuk ξmasuk dan ξkeluar untuk berbagai bentuk geometri peralihan. 5. dengan mengambil hasil pembebanan terbesar/maksimum dari kombinasi pembebanan sebagai berikut : 1) berat sendiri gorong-gorong persegi beton bertulang 2) beban roda atau muatan rencana untuk middle tire sebesar 5 ton 3) beban kendaraan di atas konstruksi gorong-gorong persegi ini diperhitungkan setara dengan muatan tanah setinggi 100 cm . m kecepatan aliran dalam pipa.. m/dt Kehilangan keluar : ΔH keluar = ξ keluar (v a − v) 2g 2 .7) Kehilangan akibat gesekan : ΔH f = C f v2 v2 L = 2 2g C R . m untuk pipa dengan diameter D : R = ¼ D panjang pipa.7....

70 t/m3 γs = 2.3 (D < 4.0 m) Pembebanan Kelas Jalan Beban Roda Tengah Koefisien kejut (impact coefficient) (kelas jalan I sampai IV) Beban pejalan kaki qp = 0 t/m2 σck = 225 kgf/m2 σca = 75 kgf/m2 τa = 6.4) tekanan tanah aktif 5) tekanan air dari luar 6) tekanan hidrostatik (qa) 7) asumsi kedalaman lapisan penutup tanah adalah sebesar 1.5 Beton (K 225) Tegangan beton Tegangan tekan ijin beton Tegangan geser ijin beton Penulangan (U24. Parameter Desain Gorong-gorong Persegi Empat (Box Culvert) Parameter Nilai Berat Jenis Beton Tanah (kering) Tanah (jenuh) γc = 2.00 t/m3 Kelas III (BM 50) P=5t Ii = 0.4.4.5 kgf/m2 σsa = 1400 kgf/m2 σsy = 3000 kgf/m2 n = 21 Ka = 0.0 m) 0 (D > 4.0 m 5.2 Desain Parameter Parameter-parameter yang digunakan dalam perhitungan struktur goronggorong ini disajikan dalam tabel berikut : Tabel 5. deformed) Angka ekivalensi Koefisien tekanan tanah statis Tegangan tarik ijin baja tulangan Tegangan leleh baja .7.40 t/m3 γd = 1.

4. Konstruksi gorong-gorong persegi beton bertulang ini direncanakan dapat menampung berbagai variasi lebar perkerasan jalan.3 Penulangan Penulangan gorong-gorong beton bertulang ini dirancang sedemikian rupa sehingga : 1) 2) diameter tulangan yang digunakan 16 mm dan 12 mm bentuk/ukuran segmen penulangan sederhana. 4. 6 dan 7 m. menggunakan perancah sementara dan bekisting yang harus dibongkar segera setelah kekuatan beton tercapai yaitu umur beton kurang lebih 28 hari.7.4 Dasar-dasar Pelaksanaan Konstruksi gorong-gorong persegi beton bertulang ini dirancang dengan cara pengecoran di tempat. merupakan lebar jalan ditambah dua kali lebar bahu jalan dan dua kali tebal dinding sayap.7. .5 .4.5. tetapi pada perhitungan volume dan berat besi tulangan diambil terbatas dengan lebar perkerasan jalan yang umum yaitu 3. praktis dan dapat dipakai pada beberapa segmen gorong-gorong serta beratnya pun diperhitungkan sedemikian rupa sehingga mudah dirakit/dipasang dan diikat 3) pembengkokan dan penempatan tulangan direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan pemakai jalan bila penutup beton pecah karena benturan keras atau aus (ujung tulangan tidak akan menonjol ke permukaan lantai kendaraan) 5. Panjang gorong-gorong persegi.5 . sehingga pada prinsipnya panjang gorong-gorong persegi adalah bebas.

1 H (h + w) (m) 1.15 0.5 2.20 0.5.28 t3 (m) 0.24 0.28 Hf (m) 0.1.20 0.0. Standar Penulangan Untuk Gorong-gorong Segi Empat Type Single b a D=1m t3 i c d f g h j H Hf Hf t4 t1 B BT t2 HT e k l Dimensi Debit 3 (m /dt) 0.40 1.0 2.0 1.1.50 0.24 0.20 0.00 b=B (m) 1.15 0.4 1.20 0.20 0.00 .28 t4 (m) 0.7 HT (m) 1.50 .21 t1 (m) 0.5 3.5 BT (m) 1.00 1.5 1.20 0.00 1.15 0.24 0.24 0.1.20 Dimensi Debit (m3/dt) 0.50 0.8 2.50 .50 1.20 0.09 .Tabel 5.0 1.79 1.28 t2 (m) 0.00 Tulangan a 12@250 12@250 12@250 12@250 b 12@250 12@250 12@150 12@150 c 12@250 10@250 12@250 12@250 d 12@250 10@250 12@250 12@250 e 12@250 12@250 12@250 12@250 f 12@250 12@250 12@250 12@250 g 12@250 12@250 12@250 12@250 h 12@250 12@250 12@150 12@125 i 12@250 12@250 12@150 12@125 j 12@250 12@250 12@250 12@250 k 12@250 12@250 12@250 12@250 l 12@250 12@250 12@250 12@150 .0.4 1.20 0.00 .50 .2.2.50 1.97 2.1.09 .50 .

3 0.2 Dimensi Debit (m3/dt) 2.5 5.3 t3 (m) 0.5 2.25 0.00 .2 2.00 4.00 12@250 19@150 16@150 12@250 16@150 12@250 16@150 12@250 12@250 16@150 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 16@150 16@150 19@150 5.0 Dimensi Debit 3 (m /dt) Tulangan a b c d e f g h i j k l m n o p q r s 2.2 0.00 3.25 0.00 .Gwd D d e f t2 Hf Hf H HT g k n o h l p i j m q t3 t1 B t5 BT B t2 r BT (m) 3.0 3.00 12@250 19@125 16@150 12@250 16@150 12@250 16@125 12@250 12@250 16@125 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 16@150 16@125 19@125 Tabel 5.5 2.0 4.5 H (h + w) (m) 1. Standar Penulangan Untuk Gorong-gorong Segi Empat Type Double .8 5.00 .25 0.00 5.8 6.3 5.9 B (m) 1.2 0.5.3 s Hf (m) 0.25 0.3 t2 (m) 0.3 0.8 2.3 t5 (m) 0.25 0.25 0.3 0.6.00 .25 0.6.3 2.4.4.3.3 t4 (m) 0.5 HT (m) 2.3 0.5.1 t1 (m) 0.6.2 0.00 .00 12@250 16@125 16@250 12@250 16@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 16@250 16@150 16@150 4.25 0.00 .25 0.00 .2 5.00 bsal (m) 3.4 2.3 0.00 .00 12@250 12@150 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 10@250 12@250 12@250 12@250 12@150 12@150 3.7 3.25 0.3.7 3.

Diameter minimum sipon adalah 0. Umum Sipon (Gambar 5. sipon dibuat dengan pipa rangkap (double barrels) guna menghindari kehilangan yang lebih besar di dalam sipon jika bangunan itu tidak mengalirkan air pada debit rencana. Di saluran-saluran yang lebih besar.60 m untuk memungkinkan pembersihan dan inspeksi. Pada sipon air mengalir karena tekanan. Biasanya pipa sipon dikombinasi dengan pelimpah tepat di sebelah hulu agar air tidak meluap di atas tanggul saluran hulu.5. ada kemungkinan bahwa pembuang mengangkut lebih banyak benda-benda hanyut.5 Sipon 5.9) adalah bangunan yang membawa air melewati bawah saluran lain (biasanya pembuang) atau jalan. Agar pipa sipon tidak tersumbat dan tidak ada orang atau binatang yang masuk secara kebetulan. kehilangan pada bagian siku sipon serta kehilangan pada peralihan keluar. bangunan ini tidak akan dipakai dalam pembuang. Pipa rangkap juga menguntungkan dari segi pemeliharaan dan mengurangi biaya pelaksanaan bangunan. kehilangan pada peralihan masuk. . Walaupun debit tidak diatur. maka mulut pipa ditutup dengan kisi-kisi penyaring (trashrack). kehilangan akibat gesekan.1. Karena sipon hanya memiliki sedikit fleksibilitas dalam mengangkut lebih banyak air daripada yang direncana.5. Perencanaan hidrolis sipon harus mempertimbangkan kecepatan aliran.

5. Oleh sebab itu keseimbangan antara kecepatan yang tinggi dan kehilangan tinggi energi yang diizinkan harus tetap dijaga.5. Tetapi. pada umumnya: 1.5 m/dt Kecepatan maksimum sebaiknya tidak melebihi 3 m/dt. kecepatan yang tinggi menyebabkan bertambahnya kehilangan tinggi energi.1 Δhv < air perapat < 1.5 Δhv (sekitar 0. Kecepatan aliran Untuk mencegah sedimentasi kecepatan aliran dalam sipon harus tinggi. khususnya untuk jembatan sipon (lihat pasal 5.2.45 m. 5.5. Perapat pada lubang masuk pipa Bagian atas lubang pipa berada sedikit di bawah permukaaan air normal ini akan mengurangi kemungkinan berkurangnya kapasitas sipon akibat masuknya udara ke dalam sipon. lebih disukai lagi kalau tidak kurang dari 1.3.15 m) di mana: Δhv = beda tinggi kecepatan pada pemasukan. Kedalaman tenggelamnya bagian atas lubang sipon disebut air perapat (water seal).Sipon yang panjangnya lebih dari 100 m harus dipasang dengan lubang periksa (manhole) dan pintu pembuang. Tinggi air perapat bergantung kepada kemiringan dan ukuran sipon. Pemasangan sipon (yang panjangnya lebih dari 100 m) memerlukan seorang ahli mekanik dan hidrolik. jika situasi memungkinkan. Kecepatan aliran dalam sipon harus dua kali lebih tinggi dari kecepatan normal aliran dalam saluran.7). 5. . dan tidak boleh kurang dari 1 m/dt. minimum 0.

Kehilangan tinggi energi Kehilangan tinggi energi pada sipon terdiri dari : 1) 2) 3) 4) Kehilangan masuk kehilangan akibat gesekan kehilangan pada siku kehilangan keluar Kehilangan-kehilangan ini dapat dihitung dengan kriteria yang diberikan dalam pasal 5.4.5.2 .5.

Gambar 5. Contoh Sipon .9.

.8) = koefisien berdasarkan : β = fakor bentuk (2.(5.5. m = kecepatan melalui kisi – kisi........ m/dt² (≈ 9.5. Kehilangan tinggi energi pada kisi – kisi penyaring dihitung dengan : v2 .8 untuk jeruji bulat) s = tebal jeruji. Jeruji tegak dipilih agar bisa dibersihkan dengan penggaruk (rake)..5.4 untuk segi empat. Kisi – kisi penyaring dibuat darijeruji – jeruji baja dan mencakup seluruh bukaan. m δ = sudut kemiringan dari bidang horisontal . misalnya pada sipon dan gorong – gorong yang panjang.11) dimana : hf v g c = kehilangan tinggi energi. m/dt = percepatan gravitasi. m b = jarak bersih antar jeruji.10) harus dipasang pada bukaan/ lubang masuk bangunan di mana benda –benda yang menyumbat menimbulkan akibat – akibat yang serius. dan 1.. Kisi – kisi penyaring Kisi – kisi penyaring (lihat Gambar 5..10) β⎢ ⎥ ⎣b ⎦ ⎡s⎤ 4/3 sin δ .(5..dan h f =c 2g c = .

Pelimpah Kisi-kisi Penyaring Biasanya sipon dikombinasi dengan pelimpah tepat di hulu bangunan itu (lihat Gambar 5. Mungkin juga (dan ekonomi) untuk membuat “talang bertekanan”. Bangunan ini membentang di atas lembah yang lebar dan dalam.9).10 5. Debit rencana pelimpah sebaiknya diambil 60% atau 120% dari Qrencana (lihat Bab 7).6.7.Gambar 5. Sipon Jembatan Kadang-kadang akan sangat menguntungkan untuk membuat apa yang disebut jembatan-sipon.5. Dalam kondisi penempatan bangunan pengeluaran sedimen direncanakan pada ruas ini.5. Pelimpah samping adalah tipe paling murah dan sangat cocok untuk pengaman terhadap kondisi kelebihan air akibat bertambahnya air dari luar saluran. 5. maka disarankan dilakukan penggabungan bangunan pelimpah dengan bangunan pengeluar sedimen(sediment excluder). serta ketersediaan lahan/ruang mencukupi. . Penggabungan peluap dan bangunan pengeluar sedimen (sediment excluder) dalam satu kompleks perlu mempertimbangkan debit dan keleluasaan ruang yang ada.

11) adalah saluran buatan yang dibuat dari pasangan beton bertulang .1 Talang Potongan Melintang Potongan melintang bangunan tersebut ditentukan oleh nilai banding b/h. sungai. Talang dan Flum Talang (Gambar 5. saluran pembuang. Dan saluran talang minimum ditopang oleh 2 (dua ) pilar atau lebih dari konstruksi pasangan batu untuk tinggi kurang 3 meter ( beton bertulang pertimbangan biaya ) dan konstruksi pilar dengan beton bertulang untuk tinggi lebih 3 meter. dibuat melintas lembah yang cukup panjang > 60 meter atau disepanjang lereng bukit dan sebagainya. Dan dasar saluran flum tersebut terletak diatas muka tanah bervarasi tinggi dari 0 meter dan maksimum 3 meter.1. . beton baik yang bertulang maupun tidak bertulang .6.6. Didalamnya air mengalir dengan permukaan bebas. kayu atau baja maupun beton ferrocement . 5. Untuk menopang perbedaan tinggi antara muka tanah dan dasar saluran flum dapat dilaksanakan dengan tanah timbunan atau pilar pasangan batu atau beton bertulang. 5.12) adalah saluran-saluran buatan yang dibuat dari pasangan.1. jalan atau rel kereta api.6. dibuat melintas lembah dengan panjang tertentu (umumnya dibawah 100 m ) .5. Nilai-nilai banding berkisar antara 1 sampai 3 yang menghasilkan potongan melintang hidrolis yang lebih ekonomis. baja atau kayu maupun beton ferrocement . Sedangkan flum (Gambar 5. dimana b adalah lebar bangunan dan h adalah kedalaman air.dan sebagainya. didalamnya air mengalir dengan permukaan bebas.

4.3 dan 5.002. Untuk nilai banding potongan melintang pada pasal 5.3 Peralihan Peralihan masuk dan keluar dapat diperkirakan dengan Gambar 5.5.1.1. karena aliran cenderung sangat tidak stabil.2 Kemiringan dan Kecepatan Kecepatan di dalam bangunan lebih tinggi daripada kecepatan dipotongan saluran biasa.1 dan menghitung kehilangan tinggi energy dengan persamaan 5. Untuk menentukan panjang peralihan di hulu maupun dihilir dihitung dengan rumus (5.6.6. Tetapi. 5.12 ) L Ø B b . kemiringan dan kecepatan dipilih sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kecepatan superkritis atau mendekati kritis.6.1. ini memberikan kemiringan maksimum I = 0.

kisi penyaring tumpuan dan pilar dari pasangan batu Gambar 5. Contoh Talang potongan memanjang .jalan inspeksi lindungan talut lindungan dasar dari pasangan dari pasangan batu batu kosong bagian penerus denah peralihan masuk 5 bentang dalam beton bertulang yang dicor ditempat peralihan keluar kisi .11.

Ekspansi baja lebih besar dari bahan-bahan lainnya. tapi tidak kurang dari 1. bergantung kepada bentang dan jumlah titik dukung (bearing point).50 m. Pipa-pipa terpendam tidak begitu memerlukan sarana-sarana semacam ini karena variasi temperatur lebih kecil dibanding untuk pipa-pipa di udara terbuka.1.3. Untuk debit kecil.6 Saluran Pasangan. Perencana akan mendasarkan pilihannya pada karakteristik sungai yang akan dilintasi. Harga-harga tinggi jagaan dapat diambil dari KP . .6.03 Saluran.6. Sambungan ekspansi hanya dapat dibuat di satu sisi saja atau di tengah pipa. harus dipakai hargaharga ruang bebas berikut - pembuang intern Q5 + 0.5. kecepatan dan faktor-faktor lain. 5. pipa-pipa ini lebih ekonomis daripada tipe-tipe bangunan atau bahan lainnya.1. seperti kemiringan.4 Tinggi Jagaan Tinggi jagaan untuk air yang mengalir dalam talang atau flum didasarkan pada debit.00 m sungai: Q25 + ruang bebas bergantung kepada keputusan perencana. pasal 4. agradasi atau degradasi. Tetapi baja memiliki satu ciri khas yang harus mendapat perhatian khusus baja mengembang (ekspansi) jika kena panas. benda – benda hanyut.50 m pembuang ekstern Q25 + 1. Untuk talang yang melintas sungai atau pembuang. Oleh sebab itu harus dibuat sambungan ekspansi.5 Bahan Pipa-pipa baja sering digunakan untuk talang kecil karena mudah dipasang dan sangat kuat.

baja atau beton. Untuk debit-debit yang besar. 5. petani sering menggunakan flum kayu. Flum baja atau beton dipakai sebagai talang. Pembebanan akibat berat air sesuai volume air yang melalui talang yaitu debit x panjang bentang talang. .6 Standar Ukuran dan Penulangan Talang a). Sedang pembebanan jembatan telah diuraikan dalam KP-06 parameter bangunan.6. Bangunan talang dilengkapi jembatan terdiri dari dua bagian yaitu : (i) Bangunan atas (ii) Bangunan bawah (i) Bangunan Atas Untuk talang yang box bagian atasnya seyogyanya dilengkapi dengan jembatan baik sebagai jalan inspeksi yang digunakan atau direncanakan untuk memeriksa dan memelihara jaringan irigasi atau sekaligus berfungsi sebagai jalan utama yang dipakai oleh kendaraan komersial di pedesaan. Flum merupakan saluran tertutup jika dipakai sebagai jembatan jalan. Kapasitas Talang (Aquaduct) Kapasitas box talang dalam mengalirkan debit saluran irigasi dan kemiringan dasar talang dirinci dalam Tabel 5.7.Flum dibuat dari kayu. Analisis Pembebanan talang (aquaduct) irigasi selain beban air irigasi Pembebanan diperhitungkan juga beban lalu lalang sesuai fungsi jembatan sebagai jembatan inspeksi. Untuk menyeberangkan air lewat saluran pembuang atau irigasi yang lain. lebih disukai flum beton.1. Kedua tipe bangunan tersebut dapat berfungsi ganda jika dipakai sebagai jembatan orang (baja) atau kendaraan (beton).

94 3.99 2.42 I = 0.70 3.15 4.08 4.99 25.60 8.70 1.75 0.46 3.20 2.13 2.27 1.25 3.00 8.11 4.00 6.30 1.50 8.86 22.10 2.77 29.60 3.00 3.30 5.75 0.80 8.80 8.17 0.65 2.13 5.65 0.47 3.74 Q 0.23 0.12 0.30 0.98 2.55 0.25 1.62 0.91 23.10 7.40 2.32 2.38 0.19 2.43 32.23 1.33 24.67 31.10 1.43 3.20 3.64 2.72 19.61 2.14 1.17 4.8 x 0.36 1.01 4.97 33.89 1.93 41.97 31.69 0.31 1.01 3.80 0.40 0.46 2.23 14.09 2.63 5.30 0.19 37.62 4.47 10.98 28.36 4.14 0.15 3.11 0.02 1.00 8.98 33.89 0.14 3.57 1.67 19.15 0.75 0.87 2.0 x 2.11 7.81 3.27 5.96 1.70 1.95 1.25 2.97 0.40 2.20 0.09 4.00 1.33 I = 0.18 0.21 1.07 1.58 4.40 1.65 2.30 3.90 1.6 x 0.51 22.04 1.70 20.96 0.30 0.69 2.73 3.5 3x3 3.13 0.70 1.74 8.95 2.89 3.54 2.44 2.97 4.03 2.96 0.39 3.5 2.8 1x1 Kelas IV 1.17 0.94 3.18 3.21 17.67 3.77 0.18 0.81 1.45 4.86 3.05 4.15 1.22 0.26 1.90 6.39 40.14 25.40 3.28 29.78 2.04 0.39 9.56 16.75 1.5 0.05 1.06 8.40 8.27 0.20 1.32 4.29 1.83 1.78 20.80 1.79 35.23 3.37 8.94 29.80 0.46 11.40 0.40 7.53 15.81 3.83 3.56 3.28 2.40 0.50 8.71 30.50 1.42 3.36 1.90 1.40 1.5 x 0.23 3.84 2.7 Perhitungan Dimensi Dan Hidrolik Talang Klasifikasi Beban Kelas V BxH d A P R I = 0.56 2.16 0.47 1.59 1.58 36.27 0.23 3.Tabel 5.69 9.79 18.97 2.00 1.25 2.03 3.54 20.87 11.84 10.58 0.75 2.68 1.14 3.01 2.95 3.08 3.59 2.19 1.12 1.00333 V 1.06 2.21 0.19 1.49 1.75 2.50 0.10 6.00250 V 0.33 2.76 3.96 3.72 4.34 9.20 2.80 1.26 2.48 0.40 8.99 1.79 2.16 0.98 0.57 2.004 V 0.75 0.30 2.85 1.81 34.97 3.55 15.75 11.76 18.72 25.87 25.54 3.10 2.0 Kelas III 2.70 1.41 1.5 x 1.25 3.76 9.44 0.96 3.50 3.25 5.89 2.62 14.62 35.75 24.25 4.44 3.55 3.95 37.79 36.36 19.90 5.69 28.40 0.22 0.28 3.70 1.62 1.42 17.69 34.29 0.78 9.50 4.31 0.47 0.02 1.50 8.40 8.60 0.01 10.39 8.03 16.50 32.65 3.34 4.24 0.86 0.09 9.36 3.82 1.35 1.76 1.18 0.06 1.12 1.08 1.80 0.24 29.00 I = 0.64 3.00286 V 1.94 I = 0.5 x 2.5 x 2 4 x 2.40 4.95 5.98 20.00 0.80 0.03 1.28 0.17 3.25 1.03 16.33 0.24 4.70 6.20 1.77 2.80 4.90 16.00 6.50 5.37 1.38 1.45 3.20 1.70 1.25 8.30 0.34 10.75 1.15 0.88 0.45 0.17 19.40 1.57 4.65 21.69 16.98 1.48 0.97 0.00 0.6 0.06 0.35 0.60 2.002 V Q 0.42 26.39 34.97 13.37 5.91 1.46 0.30 2.43 1.88 1.98 3.70 15.23 3.77 20.87 18.50 2.64 0.80 3.04 Q 0.27 28.80 13.42 3.64 0.10 4.02 0.39 3.72 3.64 3.23 0.43 Q 0.80 3.15 0.00 0.87 0.32 0.71 2.70 2.28 0.20 4.22 3.88 28.89 0.97 0.18 0.41 3.72 31.63 18.09 1.35 0.50 5.84 1.20 8.93 19.66 2.30 7.71 2.67 2.00 1.18 3.11 1.00 2.49 3.82 7.25 0.30 27.11 2.11 18.17 1.78 0.5 .84 0.28 2.03 9.00 2.93 1.15 0.66 21.63 3.70 1.60 4.01 2.07 3.60 5.40 5.26 0.06 10.57 21.66 3.21 17.81 1.91 30.80 2.14 32.73 3.30 6.90 6.70 1.68 1.44 2.05 0.18 1.35 0.68 3.24 0.61 3.50 Q 0.88 1.86 2.04 0.81 23.63 0.23 2.00 18.

Panjang Peralihan (L1) . IV dan V disajikan dalam Tabel 2 berikut. Lebar jembatan diatas talang untuk jalan-jalan kelas III. 2. Jalan inspeksi tersebut direncanakan dengan mengikuti standar Bina Marga. Tabel 5. Untuk jembatan diatas box talang dimanfaatkan juga untuk keperluan jalan inspeksi.5 m - Panjang Talang dan Panjang Transisi 1. - Lebar Jembatan diatas Talang 3m 3m 1. Panjang Talang Panjang talang atau panjang box talang satu ruas untuk membuat standarisasi penulangan beton maka dibuat konstruksi maksimum 10 m dan minimum 3 m.- Klasifikasi Semua jembatan diatas box talang digolongkan sebagai jalan kelas III atau lebih rendah menurut standar Bina Marga sesuai RSNI .2005 dan merupakan jembatan satu jalur. T02.8 Lebar Standar Jembatan Diatas Talang Klasifikasi Jalan Kelas III Kelas IV Kelas V Pembebanan Jembatan Diatas Talang Pembebanan jembatan diatas talang disesuaikan pembebanan jembatan diatas talang disesuaikan pembebanan jembatan dalam bagian KP-06 perameter bangunan.

12) dimana : B b L α lebar permukaan air di saluran lebar permukaan air di bagian talang panjang peralihan atau transisi antara talang dengan saluran sudut antara garis as talang dengan garis pertemuan permukaan air - Kehilangan Tinggi Muka Air di Talang Total kehilangan tinggi muka air di talang (Δh) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : Δh h1 h2 = = = h1 + h2 + h3 ... Panjang peralihan atau transisi dihitung dengan rumus sebagai berikut : L = 1 B−6 2 = = = = cos α ..(5.(5...13) dimana : kehilangan tinggi muka air di bagian masuk (m) kehilangan tinggi muka air di sepanjang talang (m) ... Panjang saluran transisi ditentukan oleh sudut antara 12o30’ – 25o garis as.Panjang peralihan adalah panjang transisi antara saluran dengan box talang......

.16) Kehilangan tinggi muka air dibagian keluar : h3 hv2 = = ƒ1 ...18) Dimana : S3 hv3 = = kemiringan dasar saluran dibagian hilir 2 V 1 2g ..8 m/dt) .15) V1 g = = Kehilangan tinggi muka air di sepanjang talang : h2 = Ltalang x S2 ........(5....= h3 S2 h1 ƒo hv2 = = = = = L2 x S2 kehilangan tinggi muka air di bagian keluar (m) kemiringan memanjang talang ƒo ... (hv2 – hv3) .......(5...(5.17) L3 x (S 2 + S 3 ) 2 . .(5... (hv2 – hv1) ..(5. .. (S1 – S2) dimana : S1 S2 hv1 = = = kemiringan memanjang saluran di hulu kemiringan dasar talang 2 V 1 2g kecepatan aliran di saluran bagian hulu kecepatan gravitasi (= 9.14) dimana : koefisien kehilangan tinggi muka air dibagian masuk L1 .

. 16 mm dan 12 mm 2. 5 ) 6 tf/rane 2.4 tf/m3 2. pembengkokan dan penempatan tulangan direncanakan sedemikian rupa sehingga bila penutup beton pecah karena benturan keras atau aus ujung tulangan tidak akan menonjol ke permukaan lantai.4 tf/m 5t 1.36 0 tf/m2 225 kgf/cm2 75 kgf/cm2 6. 19 mm.ƒo /ƒ1 = koefisien tinggi energi untukperalihan dari bentuk trapesium ke bentuk segi empat dengan permukaan bebas.2 tf/m 0. bentuk/ukuran segmen penulangan sederhana dan praktis 3.5 kgf/cm2 1400 kgf/cm2 3000 kgf/cm2 21 - Penulangan Penulangan talang beton bertulang ini dirancang sedemikian rupa sehingga: 1. - Desain Parameter Parameter-parameter yang digunakan dalam perhitungan struktur ini adalah: Parameter Berat jenis Air Beton bertulang Aspal Kelas Jembatan Beban guna Klasifikasi beban kenderaan Beban garis P0 Beban Garis P Beban merata Ld Beban roda Pt Koef. ulir) Tegangan leleh baja tulangan Young's Modulus Ratio Distribution Load γw= γc= γws= Class P0= P= Ld= Pt = im= Ldc= sck= sca= tm= ssa= ssy= n= Nilai 1 tf/m3 2.3 tf/m3 3 (3. diameter tulangan yang digunakan 22 mm. Kejut im= 1 + 20/(50+Ln) Perataan beban (500kg/m2) Beton Tegangan Karakteristik sck (K225) Tegangan ijin tekan sca Tegangan ijin geser tm Penulangan Tegangantarik ijin baja ssa (U32.

.Bc/2 Bc/2 Bg Be Bo tp Bc bp1 hp1 hp2 tc t5 bp3 Hp thp bp2 t1 H0 t4 x t4 B hw t1 H h t2 B0 BT t3 Konstruksi talang. dapat direncanakan dengan dimensi seperti terlihat pada matriks berikut ini.

9 Matriks Dimensi dan Standar Penulangan Talang Notasi Dimensi Talang g: t1 H B t2 t3 t4 t5 BT h hw Be Bg tp Ln S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 m m m m m m m m m m m m m m 0.00 0.00 2.00 0.20 2.03 5.20 0.10 0.60 3.60 3.03 5.00 φ 12 @ 250 φ 19 @ 150 φ 13 @ 125 φ 16 @ 250 φ 16 @ 250 φ 16 @ 250 φ 16 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 16 @ 150 φ 12 @ 125 φ 12 @ 250 φ 13 @ 250 Jalan untuk kendaraan : Panjang Bentang : Tulangan : .20 1.50 0.50 0.50 0.20 0.00 3.50 1.25 2.20 2.50 0.00 φ 12 @ 250 φ 19 @ 150 φ 13 @ 125 φ 16 @ 250 φ 16 @ 250 φ 16 @ 250 φ 16 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 16 @ 150 φ 12 @ 125 φ 12 @ 250 φ 13 @ 250 0.00 3.00 3.50 3.25 3.03 5.15 0.40 2.50 2.00 3.03 5.50 3.15 0.10 0.80 1.30 3.00 φ 12 @ 250 φ 16 @ 150 φ 12 @ 125 φ 12 @ 150 φ 13 @ 150 φ 13 @ 150 φ 12 @ 150 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 150 φ 12 @ 150 φ 12 @ 150 φ 12 @ 150 0.35 3.00 0.Tabel 5.10 0.20 0.00 3.00 φ 12 @ 250 φ 13 @ 100 φ 12 @ 150 φ 12 @ 150 φ 13 @ 250 φ 13 @ 250 φ 12 @ 150 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 0.80 3.50 0.50 2.50 3.22 2.20 1.30 2.20 2.00 3.90 1.10 0.00 3.25 0.00 3.03 5.15 0.00 φ 12 @ 250 φ 16 @ 150 φ 12 @ 125 φ 12 @ 250 φ 13 @ 250 φ 13 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 150 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 φ 12 @ 250 0.80 2.30 3.90 2.50 0.50 0.15 0.20 0.10 0.15 0.

Biasanya pondasi berupa “telapak sebar” (spread footing). Gambar 5.(ii) Bangunan Bawah Lantai talang terletak diatas tumpuan (abutment) di kedua sisi saluran.0 m dibawah elevasi dasar. - Kedalaman pondasi Kedalaman pondasi tumpu harus berada dibawah garis kemiringan 1 sampai 4 dari dasar sungai atau saluran pembuang seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Tiang pancang ini dapat dibuat dari beton.5 m untuk talud tanah.5 m untuk tebing sungai bertalud pasangan dan 2.12 Kedalaman Pondasi untuk Tumpuan Talang dan Jembatan Irigasi Atau dibawah garis paralel dengan kemiringan samping pada jarak 1. Tumpuan ini meneruskan berat beban ke pondasi. . Bila beban tanah dibawah pondasi tidak cukup kuat. Tiang pancang talang/jembatan disungai atau saluran alam sekurangkurangnya 1. baja atau kayu. maka dipakai tiang pancang. Untuk talang dengan jembatan yang bentangnya besar diperlukan satu atau lebih pilar di sungai atau saluran pembuang alam guna mendukung bangunan atas agar mengurangi beban yang ditumpu.

2 Bangunan Elevated Flume Elevated flume merupakan saluran air melalui celah sempit yang ditinggikan dari permukaan tanah.00250). 5. Bila tingginya cukup maka kemiringan saluran flume dapat dibuat lebih besar daripada 1/250 atau 1/400 (0. kecepatan normal 0.50 m dari muka air pada debit rencana. Secara umum aliran dielevated flume ini dihitung sebagai aliran merata dihilir dan hulu saluran. Standar panjang saluran transisi sebagai berikut : . b). Tinggi Jagaan dan Debit Rencana - Tinggi Jagaan Tinggi jagaan atau ruang bebas talang yang dimanfaatkan sebagai jembatan yang melintasi sungai atau saluran pembuang alam harus lebih 1. Kecepatan maksimum yang diijinkan 4 m/det. - Debit Rencana Debit rencana sungai yang sering digunakan pada adalah debit dengan periode ulang 20 tahun atau Q20.Untuk pasangan pondasi disekitar tiang pancang diusahakan diberi perlindungan terhadap gerusan erosi akibat arus sungai. Kemiringan memanjang saluran flume dibuat curam daripada saluran dihulu atau dibagian hilirnya.7 sampai 3 m/dt.6.00285 atau 0.

6.1 Penentuan dimensi Penentuan dimensi potongan flume segi empat dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu: - Menggunakan Grafik Konstruksi flume biasanya menggunakan beton.2.13 Konstruksi Standar Saluran Transisi umumnya menggunakan beton dengan potongan flume melintang segi empat dan secara normal setiap 8 m diberi waterstop seperti gambar dibawah ini. dimensinya diketahui melalui grafik yang tertera pada Gamabar 5.14 Saluran tiap 6 atau 8 m diberi water stop 5. 8m Gambar 5. Dimensi .Saluran Saluran Transisi Elevated Flume Bagian Aliran Masuk dari Elevated Flume Gambar 5.19 dibawah ini.

15 Grafik untuk menentukan dimensi Flume berdasarkan b dan d flume dimana : b d n I = = = = lebar saluran tinggi aliran dalam saluran koefisien kekasaran kemiringan (slope) potongan memanjang .dapat ditentukan jika diketahui debit (Q) dan slope atau kemiringan memanjang saluran serta koefisien kekasaran (n). Gambar 5.

30 Transisi di bagian masuk (inlet) .10 sampai 1.25 dan outlet = 0. Tinggi jagaan (freeboard) dihitung dengan : 1. 2.- Dengan perhitungan Perhitungan yang digunakan sama dengan rumus untuk perhitungan saluran terbuka.50 kali lining saluran dihulu dan dihilir.07 d + hv + (0.16 Potongan Memanjang flume Perhitungan gesekan karena kemiringan I di elevated flume = n2 V 2 R 4 3 Perhitungan kehilangan tinggi (jenis peralihan punggung patah) seperti tergambar dibawah ini : Koefisien dibagian inlet ƒo = 0. Fb = 0.15) Gambar 5.05 – 0. minimum tinggi jagaan sekitar 0.

Elevated flume diletakkan diatas pilar dengan pertimbangan antara lain : 1.6. Terkait masalah pembebasan tanah 5. maka dibuat daftar yang terkait dimensi.3 pada Kriteria Perencanaan Saluran (KP-03).2 Daftar Dimensi Elevated Flume Untuk memudahkan menentukan dimensi saluran Elevated Flume. Bila timbunan lebih dari 3 m 2.gesekan = h = L x 1 (I + I ) 1 2 2 kontraksi = h1 = ƒo x (hv – hv1) Elevated Flume gesekan = h = L2 x I2 Transisi di bagian aliran keluar outlet gesekan = h = L3 x I3 Total kehilangan tinggi =∑h = h1 + h2 + h3 Harga-harga koefisien kehilangan tinggi energi masuk (inlet) dan keluar (outlet) dapat dilihat pada Tabel 5. 3. debit.2. Harga biaya timbunan tanah lebih mahal daripada biayapilar yang disebabkan antara lain sumber tanah timbunan lokasinya jauh dari proyek. Di Indonesia pada umumnya saluran flume diletakkan diatas timbunan (kurang dari 3 m). . kecepatan dan kemiringan memanjang saluran seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini.

83 3.30 3.35 1.64 3.34 4.37 1.5 x 0.93 1.19 2.40 1.89 0.89 3.42 17.30 2.20 1.89 2.50 0.39 3.60 0.80 1.04 1.80 8.73 3.01 4.14 0.98 33.72 3.28 3.70 1.90 1.03 3.25 3.37 8.16 0.63 5.10 6.64 2.18 0.50 2.10 Perhitungan Dimensi Dan Hidrolik Elevated Flume BxH d A P R I = 0.07 3.39 9.75 0.04 0.18 3.21 17.87 25.50 8.8 1x1 1.40 0.15 0.48 0.76 3.79 18.12 1.70 1.58 36.56 2.40 0.81 34.15 0.15 0.20 8.62 1.46 3.10 7.00 18.70 2.30 1.35 0.84 2.80 0.71 2.70 1.57 21.6 x 0.97 0.28 0.99 25.66 3.46 2.40 7.62 0.95 5.97 33.78 2.46 11.5 0.75 0.54 2.00 0.40 8.48 0.50 8.63 18.00 1.81 1.5 x 2.42 3.98 1.94 3.33 2.00 0.47 3.36 1.61 3.40 0.60 4.34 9.27 1.00 I = 0.26 1.20 1.43 3.70 1.03 2.20 3.35 0.12 1.06 0.77 29.8 x 0.94 29.86 0.09 9.79 2.69 0.50 0.10 1.38 0.78 20.00 8.20 2.03 16.54 3.03 1.60 8.00 3.88 1.84 0.30 2.25 5.78 9.23 2.31 1.00250 V Q 0.33 0.25 4.81 3.68 1.50 8.28 29.72 31.01 2.25 1.13 2.01 3.6 0.66 21.69 2.29 0.50 1.80 0.40 2.70 15.27 28.47 0.67 19.84 10.55 15.97 31.80 0.98 3.95 37.23 3.14 3.70 1.76 9.44 2.32 0.09 1.36 3.40 1.14 3.91 23.51 22.13 0.91 1.20 0.75 0.67 3.32 4.85 1.25 3.57 2.18 1.58 0.39 40.33 24.00 2.99 2.17 1.25 2.81 3.67 2.69 9.36 4.60 3.71 2.97 4.03 16.30 0.75 1.5 .18 0.08 4.40 8.97 0.30 0.80 1.002 V Q 0.65 3.07 1.47 1.25 1.97 3.94 I = 0.83 1.98 20.70 1.23 0.28 2.40 0.77 2.41 3.80 2.22 0.17 0.25 2.64 3.81 23.69 28.61 2.57 4.23 3.63 0.20 2.40 4.30 27.11 2.09 2.75 1.93 19.56 16.11 0.80 8.74 0.99 1.70 1.70 1.55 3.84 1.62 35.88 28.65 21.77 0.32 2.80 4.59 2.17 19.78 0.13 5.80 0.5 x 1.01 10.00 8.87 11.16 0.30 6.70 6.47 10.21 1.15 1.02 0.98 28.75 24.02 1.75 0.18 0.50 32.00 6.10 2.60 5.59 1.14 25.11 18.37 5.01 2.22 0.34 10.56 3.23 3.19 37.11 4.00 0.90 5.93 41.87 0.60 2.89 0.86 3.44 3.80 13.Tabel 5.66 2.90 6.26 2.25 0.25 8.06 8.21 0.39 8.22 3.40 3.68 3.43 32.09 4.45 3.004 V Q 1.31 0.96 3.21 17.00 6.10 2.72 25.65 0.96 1.87 2.00333 V Q 1.23 14.33 I = 0.65 2.50 5.79 36.04 0.40 8.82 7.86 22.5 3x3 3.87 18.42 26.44 0.90 6.76 1.88 1.45 4.95 2.38 1.03 9.49 1.50 3.90 16.43 1.12 0.27 5.49 3.95 1.72 19.81 1.23 0.08 1.27 0.42 I = 0.89 1.20 1.20 4.75 2.0 x 2.30 0.15 4.46 0.30 5.23 1.65 2.54 20.00286 V Q 1.55 0.24 0.5 2.73 3.08 3.45 0.69 16.18 0.05 4.77 20.30 0.05 1.06 1.00 0.63 3.76 18.96 0.00 2.40 5.36 1.80 3.96 0.97 0.36 19.62 14.18 3.0 2.39 34.17 4.44 2.70 3.72 4.19 1.30 7.17 0.06 2.5 x 2 4 x 2.24 29.97 13.15 0.26 0.41 1.58 4.96 3.10 4.27 0.28 0.14 1.15 3.00 1.06 10.04 0.64 0.82 1.90 1.53 15.64 0.11 7.91 30.67 31.40 2.80 3.57 1.50 5.11 1.75 2.74 8.98 2.42 3.69 34.14 32.39 3.43 0.98 0.40 1.02 1.95 3.05 0.62 4.86 2.50 4.94 3.29 1.97 2.24 4.24 0.23 3.28 2.79 35.19 1.35 0.71 30.70 20.17 3.88 0.75 11.68 1.

4 t/m3 3 1.7 t/m 3 2.5 kgf/cm 2 1. deformed bar) Young's Modulus Ratio Soil Properties Kohesi Sudut geser dalam Tegangan tarik ijin baja tulangan Tegangan leleh baja γc= γs= γs'= P= Ci = wq= σck= σca= τa= σsa= σsy= n= C= φ= 2.0 t/m 5. 12 mm dan 16 mm 2.400 kgf/cm 2 3.0 tf/m 0.0 o - Penulangan Penulangan talang beton bertulang ini dirancang sedemikian rupa sehingga: 1. bentuk/ukuran segmen penulangan sederhana dan praktis Konstruksi Flume.3 0. diameter tulangan yang digunakan 10 mm.- Desain Parameter Parameter-parameter yang digunakan dalam perhitungan struktur ini adalah: Berat Jenis Berat Jenis beton Berat Jenis Tanah (kering) (jenuh) Beban hidup Kelas Jalan Beban roda belakang truk Impact coefficient Beban pejalan kaki Beton (K225) Tegangan Karakteristik Beton Tegangan tekan ijin beton Tegangan geser ijin beton Tulangan (U24. t1 t1 H Hf Hf t3 t2 B BT t2 HT . direncanakan dengan dimensi seperti terlihat pada Gambar dan Matriks dibawah ini.000 kgf/cm 21 2 0.0 tf/m 25.0 tf/cm2 225 kgf/cm2 2 75 kgf/cm 2 6.

0 H2.0 10.0 5. bar Distribution bar Tulangan Siku mm mm mm mm mm mm mm mm mm mm mm mm mm 12@250 10@150 12@250 10@150 12@250 10@150 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@200 12@250 12@250 12@250 12@200 12@250 12@200 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@200 12@100 12@250 12@250 12@250 12@200 12@250 12@100 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@250 12@200 16@100 12@200 12@250 12@200 16@200 12@200 16@100 12@200 12@250 12@200 12@250 12@200 12@250 12@200 12@200 16@100 12@250 12@250 12@250 16@200 12@250 12@250 12@250 16@100 12@200 12@250 12@200 12@250 12@200 12@250 12@200 12@200 Upper outside Upper inside Dasar Saluran Lower edge Upper edge Lower middle Upper middle Siku .20 20.5m 1.0 5.6m 0.00 0.20 15.0 15.50 1.0 5.60 0.15 15.0 H3.0 15.11 Dimensi Desain Dan Penulangan Elevated Flume Type flume Lebar Saluran Tinggi Saluran Tinggi fillet / lengkungan sudut Ketebalan Dinding Saluran Dasar Saluran Selimut Beton Dinding Saluran Dasar Saluran Luar Dalam Atas Bawah cm cm cm cm 5.0 10.50 0.0 22.0 Tulangan Dinding Saluran Lower outside Lower inside (dia .0 5.0 20.0 5.0m 3.0 5.0 5.0m 1.0 5.0 H1.08 10.0 15.0 15.0 5.00 1.0 5.0 H2.08 15.00 0.00 0.0 m) Tensile bar mm 12@250 Distribution bar mm 10@150 Compressive bar mm Distribution bar mm Tensile bar Distribution bar Compressive bar Distribution bar Tensile bar Distribution bar Compressive bar Distribution bar Tensile/comp.60 0.0 5.Tabel 5.80 0.0 22.0 25.0 5.50 2.0 10.0 5.0 H0.00 3.0m 2.0 20.0 5.08 10.0 10.5m 0.5m 2.50 0.8m 0.0 5.0 5.0 5.15 15.0 H1.spacing per unit width of 1.0 20.0 5.08 15.80 0.00 2.0 20.50 0.0 5.0 5.0 5.0 Atas Bawah m m m cm cm cm H0. bar Distribution bar Tensile/comp.0 25.0 5.0 5.0 H0.50 0.

5.7

Bangunan Terjun

5.7.1 Umum

Bangunan terjun atau got miring diperlukan jika kemiringan permukaan tanah lebih curam daripada kemiringan maksimum saluran yang diizinkan. Bangunan semacam ini mempunyai empat bagian fungsional, masingmasing memiliki sifat-sifat perencanaan yang khas (lihat Gambar 5.13). 1. Bagian hulu pengontrol, yaitu bagian di mana aliran menjadi superkritis 2. bagian di mana air dialirkan ke elevasi yang lebih rendah 3. bagian tepat di sebelah hilir potongan U dalam Gambar 5.13, yaitu tempat di mana energi diredam 4. bagian peralihan saluran memerlukan lindungan untuk mencegah erosi
5.7.2 Bagian Pengontrol

Pada bagian pertama dari bangunan ini, aliran di atas ambang dikontrol. Hubungan tinggi energi yang memakai ambang sebagai acuan (h1) dengan debit (Q) pada pengontrol ini bergantung pada ketinggian ambang (p1), potongan memanjang mercu bangunan, kedalaman bagian pengontrol yang tegak lurus terhadap aliran, dan lebar bagian pengontrol ini. Bangunan-bangunan pengontrol yang mungkin adalah alat ukur ambang lebar atau flum leher panjang (Pasal 2.3), bangunan pengatur mercu bulat (Pasal 3.4) dan bangunan celah pengontrol trapesium (Pasal 3.5). Pada waktu menentukan bagian pengontrol, kurve Q-h1 dapat diplot pada grafik. Pada grafik yang sarna harus diberikan plot debit versus kedalaman air saluran hulu, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 5.14. Dengan cara menganekaragamkan harga-harga pengontrol, kedua kurve dapat dibuat

untuk bisa digabung dengan harga-antara umum aliran di saluran tersebut. Keuntungan dari penggabungan semacam ini adalah bahwa bangunan pengontrol tidak menyebabkan kurve pengempangan (dan sedimentasi) atau menurunnya muka air (dan erosi) di saluran hulu.

Gambar 5.17. Contoh Flum Tumpu

pengontrol aliran

pembawa

peredaman energi

peralihan dilindungi

y1

h1 H1 y c p1 ambang bendung Z

tirai luapan potongan u

penurunan tinggi energi H

yd Hd yu
Lp panjang kolam L B Lj

y2 n

Gambar 5.18 Ilustrasi peristilahan yang berhubungan dengan bangunan peredam energi

B

dc

H Z 25 Cm a

Z+a

L

Gambar 5.18 a Ilustrasi peristilahan yang berhubungan dengan lebar efektif dan ruang olak di Bangunan terjun lurus

(5.20) 1/3 Q2 /(g.5. . (5. . . . .21) . dc + 0.25 . .7. .18 a ) (1) B = Lebar bukaan efektif B Q 1.2. . . . . . Perhitungan Hidrolis : ( Gambar 5.19) Dimana : (2) Tinggi ambang dihilir a a = dc = ½ dc . .71 m H3/2 H = h 1 + V1 /2g B Q m H h1 V1 = Lebar bukaan efektif ( m ) = Debit ( m3 /dt ) = Koefisien liran = 1 = Tinggi garis energi di udik ( m ) = Tinggi muka air di udik ( m ) = Kecepatan aliran saluran di hulu (m/dt ) . .1.B2 ) a Q B Dimana : = Tinggi ambang hilir ( m ) = Koefisien liran = 1 = Lebar bukaan efektif ( m ) d c = Kedalaman air kritis ( m) (3) Panjang olakan L L = C1 Z . . . . . . . (5. .

Juga kemampuan hidrolisnya dapat berkurang akibat variasi di tempat jatuhnya pancaran di lantai kolam jika terjadi perubahan debit.3 Bangunan Terjun Tegak Bangunan terjun tegak menjadi lebih besar apabila ketinggiannya ditambah. Penggabungan kurve Q – y1 dan Q – h1 sebuah bangunan 5.C1 = 2.19.7 ( dc / Z )3 Dimana : L Z = Panjang kolam olakan ( m ) = Tinggi terjun ( m) Harga antara aliran operasional P” 0 20 Debit Q 100 120 % Gambar 5.5 + 1.1 ( dc / Z ) + 0. Bangunan .7.

Akibat luapan dan turbulensi (pusaran air) di dalam kolam di bawah tirai luapan. Menurut Perencanaan Teknis Direktorat Irigasi ( 1980 ) tinggi terjun tegak dibatasi sebagai berikut : (1) (2) Tinggi terjun maksimum 1. m = debit per satuan lebar ambang.12. Tinggi terjun maksimum 0.50 m3 / dt Perencanaan hidrolis bangunan dipengaruhi oleh besaran-besaran berikut : H1 ΔH Hd q g n = tinggi energi di muka ambang.terjun sebaiknya tidak dipakai apabila perubahan tinggi energi. dan kurang lebih sama dengan 1.50 meter untuk Q < 2. bila tinggi terjun tidak terlalu besar.18). Bangunan terjun dengan bidang tegak sering dipakai pada saluran induk dan sekunder. m2/dt = percepatan gravitas. Hd. Harga Hd ini dapat dipakai untuk menentukan ΔZ sebuah bangunan terjun tegak dan Persamaan 5.67H1 (lihat Persamaan 5. tidak berbeda jauh dari perbandingan ΔZ/H1. Dengan bangunan terjun tegak.diatas bangunan melebihi 1. luapan yang jatuh bebas akan mengenai lantai kolam dan bergerak ke hilir pada potongan U (lihat Gambar 5.75 meter untuk Q > 2. m/dt2 (≈ 9. Sisa tinggi energi hilir yang memakai dasar kolam sebagai bidang persamaan.50 m. m = tinggi energi hilir pada kolam olak.13).8) = tinggi ambang pada ujung kolam olak. m Besaran – besaran ini dapat digabungkan untuk membuat perkiraan awal tinggi bangunan terjun : .50 m3 / dt. Energi selebihnya akan diredam di belakang potongan U. sebagian dari energi direndam di depan potongan U. m = perubahan tinggi energi pada bangunan.

24) dan selanjutnya.....20... yu ........20.. ditunjukkan yd dan Lp ..22) ......23) Kemudian kecepatan aliran pada potongan U dapat diperkirakan dengan v u = 2 g ΔZ . Pada Gambar 5.67 H1 .(5. boleh diandaikan.(5..... bahwa Hd ≈ 1.(5....ΔZ = (ΔH + Hd) – H1 Untuk perikiraan awal Hd.26) Geometri bangunan terjun tegak dengan perbandingan panjang yd/ Δz dan Lp/Δz kini dapat dihitung dari Gambar 5....(5. yu = q/vu .(5.25) Aliran pada potongan U kemudian dapat dibedakan sifatnya dengan bilangan Froude tak berimensi : Fru = vu g .

Gambar 5. yang menghantar air ke dasar kolam olak. Jika peralihan ujung runcing dipakai di antara permukaan pengontrol dan permukaan belakang (hilir). .20. adalah praktek perencanaan yang umum. disarankan untuk memakai kemiringan yang tidak lebih curam dari 1: 2 (lihat Gambar 5.5 m. Replogle and Clemmens. kemiringan permukaan belakang dibuat securam mungkin dan relatif pendek. Pada bangunan terjun. Grafik tak berdimensi dari geometri bangunan terjun tegak (Bos.7. 1984) 5. khususnya jika tinggi energi jatuh melebihi 1.21).4 Bangunan Terjun Miring Permukaan miring.

2. Lampiran 2 Tinggi energi Hu pada luapan yang masuk kolam pada potongan U mernpunyai harga yang jauh lebih tinggi jika digunakan permukaan hilir yang miring.5H1 alternatif peralihan Z 1 1 Lj potongan u 1 Hu lonc ir at a H ambang ujung H2 n y2 panjang kemiringan diperpendek Gambar 5. yang dapat digunakan untuk perencanaan kolam di belakang potongan U. dibandingkan apabila luapan jatuh bebas seperti pada bangunan terjun tegak. Jika diperlukan kemiringan yang lebih curam.21 Sketsa dimensi untuk Tabel A. sudut runcing harus diganti dengan kurve peralihan dengan jari-jari r ≈ 0. Harga-harga yu dan Hd.6 (Lampiran 2) Alasannya adalah untuk mencegah pemisahan aliran pada sudut miring. . energi diredam karena terjadinya benturan luapan dengan lantai kolam dan karena pusaran turbulensi air di dalam kolam di bawah tirai luapan. r = 0.5 Hlmaks (lihat Gambar 5.16). peredaman energi menjadi jauh berkurang akibat gesekan dan aliran turbulensi di atas permukaan yang miring. Dengan bangunan terjun miring.6. Sebabnya ialah bahwa dengan bangunan terjun tegak. mungkin dapat ditentukan dengan menggunakan Tabel A2.bagian pengontrol H1 yc q >2 Z sudut runcing bidang persamaan yu panjang kemiringan bulat.

5. m/dt ..(5.5..28) Fr = bilangan Froude dipangkal dan ujung peralihan luas potongan d g K v = luas potongan dengan satuan m lebar − atas potongan = percepatan gravitasi. Aliran dalam got miring (lihat Gambar 5...1 Peralihan USBR (1978) mengajurkan agar aturan – aturan berikut diikuti dalam perencanaan geometris bagian peralihan (masuk dan keluar) : (1) Kotangen sudut lentur permukaan air (α) tidak boleh kurang dari 3. m/dt2 (≈ 9...8...22) adalah superkritis dan bagian peralihannya harus licin dan berangsur agar tidak terjadi gelombang.8 Got Miring Bila saluran mengikuti kemiringan lapangan yang panjang dan curam ...375 kali bilangan Froude aliran (Bila kriteria ini tidak berhasil mengontrol pelenturan.8) = faktor percepatan = kecepatan aliran pada titik yang bersangkutan.(5.375 x Fr dimana : .. maka pelenturan maksimum sebaiknya 30o pada peralihan masuk dan 25o pada peralihan keluar) : Cot α ≥ 3.27) Fr = v (1 − K ) g d cos θ .. Gelombang ini bisa menimbulkan masalah di dalam potongan got miring dan kolam olak karena gelombang sulit diredam. maka sebaiknya dibuat got miring.

m = jari – jari lengkung lantai. m/dt = kemiringan sudut lantai = kemiringan sudut lantai di ujung (akhir) kurve = kemiringan sudut lantai pangkal kurve = percepatan gravitasi.. percepatan K dapat mempunyai harga-harga berikut.5 untuk menjamin agar tekanan positif pada lantai tetap ada.(5. m USBR membatasi harga K sampai dengan maksimum 0..8) = percepatan peralihan..30) untuk lantai peralihan pada kurve parabola Dalam rumus diatas : hv r v θ θL θ0 g Lt = tinggi kecepatan pada pangkal (permulaan) kurve....(5. m/dt2 (≈ 9. (2) Peralihan masuk nonsimetris dan perubahan – perubahan pada trase tepat didepan bangunan harus dihindari karena hal – hal tersebut bisa mengakibatkan terjadinya gelombang – .....29) untuk lantai peralihan pada kurve bulat K= (tan θ L − tan θ o ) 2hv cos 2 θ 0 Lt . m = kecepatan pada titik yang bersangkutan..θ Faktor = sudut kemiringan lantai pada titik yang bersangkutan. tergantung pada lengkung lantai: K = 0.. untuk lantai peralihan pada satu bidang (tidak perlu horisontal) K= v2 g r cosθ .

blok halang blok muka w1 ±w1 2 (3) α ±w1 2 kolam olak. wa tinggi energi hulu di kolam d1 lengkungan h v1 o h v2 L d1 d2 saluran got miring 1 4 da wc peralihan penyebaran Li wp ΔZ tinggi energi hilir db bangunan pemasukan h2 h 1 lp Lp kolam olak Lo peralihan keluar gelombang silang di dalam got miring dan arus deras di dalam Kecepatan saluran di got miring tidak melebihi 2 m /dt untuk saluran pasangan batu dan 3 m/dt untuk saluran dari Gambar 5. denah pasangan beton.22 Tipe-tipe got miring segi empat (dari USBR. 1978) .

.32) dimana : v k R = kecepatan. Dengan rumus Manning/ Strickler. m1/3/dt = jari – jari hidrolis. m Kehilangan energi akibat gesekan. Persamaan tersebut harus dicoba dulu : d1 + hv1 + Z1 = d2 + hv2 + hf + Z2 Dimana : d1 hv1 d2 hv2 hf Z1 Z2 = kedalaman diujung hulu kolam. m = tinggi kecepatan di ujung hilir... hf boleh diabaikan untuk got miring yang panjangnya kurang dari 10 m.8..31) Kehilangan energi karena gesekan hf sama dengan sudut gesekan rata – rata Sa pada ruas kali panjangnya L.. m = kedalaman di ujung hilir kolam..... m = jarak bidang referensi.(5.(5. Bangunan Pembawa Persamaan Bernoulli’s dipakai untuk menghitung perubahan aliran di dasar got miring. m/dt = koefisien kekasaran.2. m . m = tinggi kecepatan di ujung hulu. sudut gesekan tersebut adalah : if = v2 k 2 R4/3 . m = jarak bidang referensi. m = kehilangan energi akibat gesekan pada ruas. .5...

1973) Kapasitas (m3/dt) Q < 3. maka potongan dengan dasar berbentuk segi tiga dan dinding vertikal dapat dipilih. Jika kemiringan got miring ini kurang dari 1:2 . maka bagian potongan curam yang pendek harus dibuat untuk menghubungkannya dengan kolam olak. Tetapi.12.5 < Q < 17.30 0. Tinggi minimum untuk got miring (dari USBR.50 Bila kecepatan di dalam got miring lebih dari 9 m/dt.40 0.0 Tinggi Jagaan (m) 0. andaikata ada bahaya terjadinya aliran yang tidak stabil dan timbulnya gelombang.12) atau 0.4 kali kedalaman kritis.5 3. Tinggi dinding got miring yang dianjurkan sama dengan kedalaman maksimum ditambah dengan tinggi jagaan (lihat Tabel 5. Kemiringan potongan curam ini sebaiknya antara 1:1 dan 1:2 diperlukan kurva vertikal di antara potongan got miring dan potongan berkemiringan curam tersebut.4 kali kedalaman kritis di dalam potongan got miring ditambah dengan tinggi jagaan. di samping persyaratan bahwa kedalaman air tidak boleh kurang dari 0. Tabel 5.Potongan biasa untuk bagian miring bangunan ini adalah segi empat. yang mana saja yang lebih besar. maka kemungkinan volume air tersebut bertambah akibat penghisapan udara oleh air. Peninggian dinding dalam situasi ini termasuk persyaratan yang harus dipenuhi.0 Q > 17. USBR menganjurkan penggunaan kurva arabola untuk peralihan ini karena kurva ini akan menghasilkan harga K .

...33) = jarak horisontal dari awal..(5....20). Persamaan berikut dapat menjelaskan kurva parabola yang dimaksud : Y = X tan θ o + dimana : X Y Lt θo θL (tan θ L − tan θ o ) X 2 2 Lt .. Aliran tidak stabil Pada got miring yang panjang ada bahaya timbulnya ketidak stabilan dalam aliran yang disebut aliran getar (slug/ pulsating flow)...(5. m = panjang horisontal dari awal sampai akhir/ ujung.yang konstan.. untuk mana K = 0. m = jarak vertikal dari awal.34) Dan bilangan ’Montuori’ (M) M = Dimana : b v P 2 v2 g I L cosθ = lebar dasar potongan got miring. Bila got miring itu panjangnya lebih dari 30 m. harus dicek dengan cara menghitung bilangan ’Vedernikov’ (V) : V = 2bv 3 P g d cosθ ... m = kecepatan.. 5. m = sudut kemiringan lantai pada awal kurve = sudut kemiringan ujung kurve Panjang Lt harus dipilih dengan bantuan persamaan (5.35) .8.(5.5 atau kurang. m/dt = keliling basah. m .3..

23a Kriteria aliran getar (dari USBR. Apabila hal ini tidak mungkin. maka faktor bentuk d/P dihitung dan diplot pada Gambar 5. maka kalau mungkin panjang. m/dt2 (≈ 9.m lebar atas Harga-harga yang dihitung diplot pada Gambar 5. Gambar 5.23 a. m tan θ = luas . Gelombang akan timbul hanya apabila titik-titik itu terletak di dalam daerah getar di kedua gambar.g d θ I L = percepatan gravitasi. Jika titiknya terletak di daerah aliran getar. maka harus disediakan longgaran khusus untuk aliran deras di dalam kolam olak dengan menggunakan tinggi jagaan tambahan dan mungkin alat peredam gelombang (wave suppressor). Jika memang demikian halnya.23b Kriteria bentuk (dari USBR. kemiringan atau lebarnya harus diubah. 1978) Gambar 5. 1978) .23b.8) = kedalaman air rata-rata = sudut gradien energi = kemiringan rata-rata gradien energi = = panjang yang dimaksud.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful