DIALISIS

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Kimia Analitik II Dosen pengampu : Drs. Hokcu Suhanda, M.Si

Disusun oleh : Andry Dwi Harnizar (1009080) Dian Mardiana (1000395) Dwi Sonna Anggita (1000559) Siwi Purnamaningtyas (1005234)

Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia 2011

Perbedaan larutan sejati. Heterogen Ukuran partikel 1.PENDAHULUAN Pengertian dan Jenis-jenis Koloid Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. Dapat disaring Kestabilan . mayones adalah campuran homogen di air dan minyak dan cat adalah campuran homogen zat padat dan zat cair. Contoh: Mayones dan cat. sistem koloid. <10-7>10-5cm Penyaringan 1. Tidak dapat disaring 2. Tidak dapat disaring. Homogen 2. kecuali dengan penyaring ultra 3. Larutan sejati 2. Suspensi Kasar Distribusi partikel 1. Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm ( 10-7 – 10-5 cm ). Sistem koloid 3. dan suspensi kasar. Keterangan: 1. Heterogen 3.

tanah liat c. mayones. BUIH (fase terdispersi gas) a. Buih padat adalah buih dalam medium pendispersi padat . mentega. memisah Contoh 1. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair Contoh: cat. Sel darah merah dan plasma putih dalam plasma darah. Stabil. nasi b. Larutan gula.1. Udara bersih 2. Debu di udara 3. tidak memisah 2. krim tangan c. asap pembakaran 2. Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gas Contoh: debu di udara. Emulsi gas adalah emulsi dalam medium pendispersi gas Contoh: hairspray dan obat nyamuk 3. tidak memisah 3. Mayones. larutan garam. Emulsi (fase terdispersi cair) a. Sol (fase terdispersi padat) a. tinta. intan hitam b. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat Contoh: paduan logam. keju. Jenis – jenis koloid 1. Tidak stabil. gelas warna. Stabil. Emulsi cair adalah emulsi dalam medium pendispersi cair Contoh: susu. Emulsi padat adalah emulsi dalam medium pendispersi padat Contoh: Jelly. Campuran pasir dan air. tepung dalam air. Tepung kanji dalam air.

Jika pergerakan titik cahaya atau partikel tersebut diikuti. campurannya tergolong larutan Koloid Sol SIFAT-SIFAT KOLOID SOL a. partikel koloid akan tampak sebagai titik cahaya. marshmallow. Selain itu contoh lainnya adalah pada koloid kanji dan larutan Na2Cr2O7. contoh dalam kehidupan sehari – hari dapat diamati dari langit yang tampak berwarna biru atau terkandang merah/oranye. oleh karena itu sifat ini dinamakan Tyndall. Hal ini pertama kali diamati oleh Robert Brown (1773-1858). Ia sedang mengamati . partikel itu bergerak terusmenerus dengan gerakan zigzag. seorang ahli botani inggris pada tahun 1827. Styrofoam b. b.Untuk pengelompokan buih. maka sinar dihamburkan oleh system koloid tetapi tidak dihamburkan oleh larutan sejati hal ini dapat dilihat terdapat berkas sinar pada larutan. Buih cair adalah buih dalam medium pendispersi cair Contoh: putih telur yang dikocok. jika fase terdispersi dan medium pendispersi samasama berupa gas. Gerak Brown Dibawah mikroskop ultra. karet busa. Efek Tyndall Sifat pengahamburan cahaya oleh koloid di temukan oleh John Tyndall.Contoh: Batu apung. Larutan koloid kanji memiliki partikel-partikel koloid relatif besar untuk dapat menhamburkan sinar dan sebaliknya Na2Cr2O7 memiliki partikel-partikel yang relatif kecil sehingga hamburan yang terjadi sedikit kecil dan sulit diamati. Efek dari Tyndall digunakan untuk membedakan system koloid dari larutan sejati. busa sabun .

semakin besar energi kinektik yang dimiliki partikel medium. Gerak Brown dipengerahui oleh suhu. Partikel koloid dalam medium pendispersinya disebut gerak brown. c. Fenomena disebut adsorpsi. Adsorpsi koloid Partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas. . Jadi sdsorpsi terkait dengan penyerapan partikel pada permukaan zat. System koloid dengan medium pendipersi zat cair atau gas. Semakin besar ukuran partikel. Partikel koloid cukup kecil. Semakin kecil ukuran partikel koloid. Daya adsorpsi partikel koloid tergolong besar Karenna partikelnya memberikan sesuatu permukaan yang luas. Sifat ini telah digunakan dalam berbagai proses seperti penjernihan air. partikel-partikel menghasilkan tumbukan. Bagaimana gerak brown dijelaskan? Partikel – partikel suatu zat senantiasa bergerak. gerak Brown dari partikel fase terdispersinya semakin cepat. Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel pendispersi pada permukaanya. maka gerak Brown semakin lambat. maka partikel zat cair atau gas akan terakumulasi. Gerakan tersebut bersifat acak seperti pada zat cair dan gas.butiran sari tumbuhan pada permukaan air dean mikroskop. Semakin tinggi suhu system. Dan menyebabkan perubahan arah partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak brown. semakin lambat gerak brown. tumbukan cenderung tidak seimbang. Semakin rendah suhu system koloid. Akibatnya. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah. semakin cepat gerak brown. koloid.

. Sistem koloid secara keseluruhan bersifat netral.berlebih. i. Jika anion CI. Jenis muatan tergantung dari jenis partikel yang bermuatan. Partikel koloid tidak dapat bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid. Semua partikel koloid memiliki muatan sejenis (positif dan negatif). . Sumber muatan koloid sol Partikel-partikel koloid mendapat mutan listrik melalui dua cara. Partikel sol Fel (OH)3 kemampuan untuk mengadsorpsi kation dari medium pendisperinya sehingga bermuatan positif. yaitu dengan proses adsorpsi dan proses ionisasi gugus permukaan partikelnya. maka sol AgCI akan Proses mengadsorpsi ionisasi ion CIgugus sehingga bermuatan positif.d. Maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid. Muatan koloid sol Sifat koloid terpenting adalah muatan partikel koloid. partikel permukaan Beberapa partikel koloid memperoleh muatan dari proses ionisasi gugus-gugus yang ada pada permukaan partikel koloid.Proses adsorpsi Partikel koloiddapat mengadsorpsi partikel bermuatan dari fase pendispersinya. sedangkal partikel sol As2S3 mengadsorpsi anion dari medium pendispersinya sehingga bermuatan negatif. Sol AgCI dalam medium pendispersi dengan kation Ag+ berlebihan akan mengadsorpsi Ag+ sehingga bermuatan positif.

ke pusat.Ø Koloid protein Koloid protein adalah jenis koloid sol yang mempunyai gugus yang bersifat asam (COOH) dan biasa (-NH2). Gugus R. Anion R-COO. Pada ph intermediet partikel protein bermuatan netral karena muatan –NH3+ dan COO.yang bersifat non pola. Sabun polar adalah tidak larut garam dalam karboksilat air sehingga dengan akan rumus terorientasi R-COO-Na+. Ph tinggi. gugus basa –NH2 akan menerima proton dan membentuk gugus – NH3.Lapisan bermutar ganda . Kedua gugus ini dapat terionisasi dan memberikan muatan pada molekul protein.terdiri dari gugus R.saling meniadakan. Zat yang molejulnya bergabung secara spontan dalam suatu fase pendispersi dan membentuk partikel berukuran koloid disebut koloid terasosiasi. molekul ini dapat bergabung membentuk partikel berukuran koloid yang disebut misel.atau ekor non- ii. Pada ph rendah . gugus –COOH akan mendonorkan proton dan membentuk gugus – COO-. Kestabilan koloid Muatan partikel koloid adalah sejenis cenderung karena sering tolak-monolak. iii. Ø Koloid sabun dan deterjen Pada konsentrasi relatif pekat.

lapisan bermuatan Bagaimana listrik ini selanjutnya struktur dari akan lapisan menarik ion-ion ganda dengan ini? sebenarnya bermuatan Permukaan lapisan ganda ini mengikuti model Helmoslzt. Femonema elektroforesis dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan partikel koloid. maka partikel koloid tersebut akan bergabung membentuk gumpalan. maka partikel ini akan bergerak dalm medan listrik. Apabila muatan listrik itu hilang . maka partikel akan kehilangan muatannya.Elektroforesis : Partikel koloid sol bermuatan listrik. e. Ketika partikel mencapai electrode. Sekarang model yang lebih akurat adalah :Lapisan padat : koloid menarik ion-ion dengan muatan yang berlawanan. Pergerakan partikel koloid dalam medan listrik disebut elektrofesis.Permukaan partikel Koloid mendapat muatan bahwa partikel-partikel. Menggunakan prinsip elektroforesis Proses elektroforesis adaalh pergerakan partikel koloid yang bermuatan ke electrode dengan muatan berlawanan. . Penghilangan muatan listrik pada partikel koloid ini dapat dilakukan empat cara yaitu i. Lapisandifusi : merupakan lapisan dimana muatan berlawanan dari medium pendispersi difusi iv. Proses penggumpalan partikel koloid dan pengendapannya disebut Koagulasi. Koagulasi Partikel-partikel koloid yang bersifat stabil karena memiliki muatan listrik sejenis.

sedangkan koloid liofob kurang stabil. Menyebabkan lepasnya elekrolit yang teradsorpsi pada permukaan koloid.Koloid lioil bersifat stabil. iv.Penambahan elektrolit Elektrolit ditambahkan kedalam sistem koloid maka partikel koloid yang bermuatan negatif akan menarik ion positif dari elektrolit.Pendidihan Kenaikan suhu sistem koloid menyebabkan jumlah tumbukan antara partikel-partikel sol dengan molekul-molekul air bertambah banyak.Sistem koloid dimana partikel terdisperesinya mempunyai daya adsorpsi yang relatif kecil disebut koloid liofob. iii. .Sistem koloid dimana partikel terdisperesinya mempunyai daya adsorpsi yang relatif besar disebut koloid liofil. Menyebabkan partikel koloid tersebut dikelilingi lapisan kedua yang memiliki muatan berlawanan. Partikel koloid yang bermuatan positif akan menarik ion negatif dari elektrolit. Koloid pelindung . . Penambahan koloid lain dengan muatan berlawanan Sistem koloid bermuatan positif dicampur dengan sistem koloid lain yang bermuatan negatif. Koloid liofil yang berfungsi sebagai koloid pelindung. kedua koloid tersebut akan saling mengadsorpsi menjadi netral maka terbentuk kogulasi.ii. . f.

ada dua metode dasar dalam pembuatan larutan sehingga sejati iystem yang menjadi membentuk koloid partikel-partikel sol. . berukuran yaitu: koloid. As2O3 (aq) + 3H2S(g) à As2O3 (koloid) + 3H2O(l) (Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaannya menyerap ion S2-) . * Reaksi dekomposisi rangkap Misalnya: .Sol AgCl dibuat dengan mencampurkan larutan AgNO3 encer dan larutan HCl encer. Maka dari itu. koloid. atau molekul) menjadi pertikel-partikel berukuran koloid. Cara kimia tersebut bekerja dengan menggabungkan partikel-partikel larutan (atom. dan redoks) atau dengan penggatian pelarut.Sol As2S3 dibuat dengan gaya mengalirkan H2S dengan perlahan-lahan melalui larutan As2O3 dingin sampai terbentuk sol As2S3 yang berwarna kuning terang. karena itu cara pembuatannya dapat dilakukan dengan memperbesar partikel larutan atau memperkecil partikel suspensi. . hidrolisis.Metode dispersi yang merupakan metode dipecahnya partikel-partikel besar partikel-partikel berukuran Metode Kondensasi Pembuatan koloid sol dengan metode ini pada umumnya dilakukan dengan cara kimia (dekomposisi rangkap.PEMBUATAN KOLOID SOL Ukuran partikel koloid berada di antara partikel larutan dan suspensi. ion.Metode kondensasi yang merupakan metode bergabungnya partikel-partikel kecil .

AgNO3 (ag) + HCl(aq) à AgCl (koloid) + HNO3 (aq) * Reaksi hidrolisis Hidrolisis larutan FeCl3 adalah atau + reaksi reaksi 3H2O(l) suatu hidrolisis à zat garam 3 dengan Fe air. belarang harus terlenih dahulu dilarutkan dalam etanol sampai jenuh.Sol Fe(OH3) dapat dibuat dengan hidrolisis larutan FeCl3 dengan memanaskan FeCl3 (aq) dalam (koloid) Fe(OH) (Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+) .Sol Al(OH)3 dapat diperoleh dari reaksi hidrolisis garam Al dalam air mendidih. .Sol belerang dapat dibuat dengan mereduksi SO2 yang terlarut dalam air dengan mengalirinya 2H2S(g) + SO2 gas (aq) à H2S 3S(s) + . Misalnya.untuk membuat sol belerang yang sukar larut dalam air tetapi mudah larut dalam alkohol seperti etanol dengan medium pendispersi air. air + Misalanya: mendidih. 3HCl(aq) . 2AuCl3 (aq) + HCOH(aq) + 3H2O(l) à 2Au(s) + HCOOH(aq) + 6HCl(aq) .Sol emas atau sol Au dapat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya dengan melarutkan AuCl3 dalam pereduksi organic formaldehida HCOH. AlCl3 (aq) + 3H2O(l) à Al(OH) 3 (koloid) + 3HCl(aq) * Reaksi reduksi-oksidasi (redoks) Misalnya: . 2H2O(l) * Penggatian pelarut Cara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fasa terdispersi yang semulal arut setelah diganti pelarutanya menjadi berukuran koloid. Baru kemudian larutan belerang dalam etanol .

es krim. farmasi. cat dan zat pewarna. dsb. 2. terbentuklah partikel-partikel berukuran koloid yang kemudian didispersikan dalam .Industri-industri lainnya seperti industri plastik. mula-mula dilarutkan terlebih dahulu dalam air. krim. yaitu: * Cara Mekanik Cara mekanik adalah penghalusan partikel-partikel kasar zat padat dengan proses penggilingan untuk dapat membentuk partikel-partikel berukuran koloid. . Partikel-partikel yang kasar akan digiling melalui ruang antara kedua pelat baja tersebut. semir sepatu. Ada 3 cara dalam metode ini.tersebut ditambahkan sedikit demi sedikit ke dalam air sambil diaduk. dan kertas. Metode Dispersi Metode ini melibatkan pemecahan partikel-partikel kasar menjadi berukuran koloid yang kemudian akan didispersikan dalam medium pendispersinya. tekstil. kemudianbaru dalam larutan tersebut ditambahkan etanol maka terjadi kondensasi dan terbentuklah koloid kalsium asetat.Industri kimia untuk membuat pelumas padat.Sebaliknya. selai.dsb. Kemudian.industri makanan untuk membuat jus buah. . . Sehingga belerang akan menggumpal menjadi pertikel koloid dikarenakan penurunan kelarutan belerang dalam air. Sistem kerja alat penggilingan koloid: Alat ini memiliki 2 pelat baja dengan arah rotasi yang berlawanan. kalsium asetat yang sukar larut dalam etanol. yang biasa digunakan dalam: .Industri kimia rumah tangga untuk membuat pasta gigi. . Alat yang digunakan untuk cara ini biasa disebut penggilingan koloid. deterjen.

medium pendispersinya untuk membentuk sistem koloid.Beberapa zat mudah terdispersi dalam pelarut tertentu dan membnetuk sistem kolid. Dalam cara ini. * Cara Busur Bredig Cara busur Bredig ini biasanya digunakan untuk membuat sol-sol logam. Contohnya. karet oleh bensin. . gelatin dalam air. sperti Ag. Sol Fe(OH) 3 kemudian dikelilingi Fe+3 sehingga bermuatan positif . dsb. Au.Sol Fe(OH) 3 diperoleh dengan mengaduk endapan Fe(OH) 33 yang baru terbentuk dengan sedikit FeCl3. logam yang akan diubah menjadi partikel-partikel kolid akan digunakan sebagai elektrode. Contoh: Agar-agar dipeptisasi oleh air . . kedua elektrode akan diberi loncatan listrik.Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S . tinta cetak. Contoh kolid yang dibuat adalah. dan Pt. Zat pemecah tersebut dapat berupa elektrolit khususnya yang mengandung ion sejenis ataupun pelarut tertentu. * Cara peptisasi Cara peptisasi adalah pembuatan koloid / sistem koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan / proses pendispersi endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). sehingga hasil kondensasi tersebut berupa pertikel-pertikel kolid. endapan Al(OH) 3 oleh AlCl3. uapnya kemudian akan terkondensasi dalam medium pendispersi dingin. Kemudian. . pelumas. Panas yang timbul akan menyebabkan logam menguap. Kemudian kedua logam dicelupkan ke dalam medium pendispersinya (air suling dingin) sampai kedua ujungnya saling berdekatan.

[1]  Volume pelarut. maka metode ini dikategorikan sebagai metode dispersi. Jika rasio luas permukaan membran dengan volume pelarut besar maka laju difusi akan berlangsung dengan cepat karena molekul terlarut dapat berdifusi dalam jarak yang dekat. baru kemudian akan dialiri air yang mengalir. Pergerakan ion-ion dan molekul – molekul kecil melalui selaput semipermiabel disebut dialysis. Jika konsentrasi molekul terlarut di lingkungan lebih kecil dibandingkan dengan yang ada di dalam kantung dialisis maka laju difusi akan semakin cepat.Karena logam diubah jadi partikel kolid dengan proses uap logam. Molekul terlarut yang berukuran lebih kecil dari pori-pori membran tersebut dapat keluar.[1]  Luas permukaan kantung dialisis. A. karena pertikel koloid memiliki sifat mengadsorbsi. . Semakin luas permukaan membran yang digunakan maka laju difusi akan semakin cepat. Laju difusi ditentukan oleh beberapa kondisi :  Konsentrasi molekul pelarut yang akan keluar dari kantung dialisis. Pemisahan ion penggangu dapat dilakukan dengan memasukkan koloid ke dalam kertas/membran semipermiabel (selofan).[1] Pada proses dialisis ini digunakan selaput semipermeabel. Definisi Dialisis adalah proses pemurnian partikel koloid dari muatan-muatan yang menempel pada permukaannya dan proses perpindahan molekul terlarut dari suatu campuran larutan yang terjadi akibat difusi pada membran semipermeabel. sedangkan molekul lainnya yang lebih besar akan tertahan di dalam kantung membrane. Suatu koloid biasanya bercampur dengan ion-ion pengganggu.

yaitu melewatkan suatu zat terlarut melalui membrane semipermeabel yang mempunyai ukuran pori tertentu sehingga zat terlarut dapat lewat melalui membran menuju konsentrasi yang lebih rendah. hal yang tak kalah penting adalah selektivitas membran karena akan berpengaruh pada produk yang dihasilkan. Sejarah Dialisis Proses dialisis ditemukan oleh seorang ahli kimia Scotlandia Proffesor Thomas Graham pada tahun 1854.B. Dia mendapat gelar professor pada usia 25 tahun dari universitas Anderson. C. di Glaslow pada tahun 1830. Graham menemukan prinsip pemisahan bahan/zat melalui membrane semipermeabel. Pada proses dialysis. Factor-faktor yang mempengaruhi kinerja membran : Beberapa faktor yang mempengaruhi dalam penggunaan membran diantaranya sebagai berikut : 1. Prinsip dasar dialysis Prinsip dasar dialysis adalah difusi. Ukuran Molekul Ukuran molekul membran sangat mempengaruhi kinerja membran. kepekatan cairan akan berubah. Bila 2 macam cairan dengan kepekatan yang berbeda dibatasi oleh maka proses membrane semipermeabel oleh karena konveksi dan difusi. Cairan yang kurang pekat akan menjadi pekat dan yang pekat menjadi kurang pekat. .

000 MWCO dan 50. 10. kedua membran ini menunjukkan rendahnya deviasi antara kedua membran dan ini mempunyai efek pada tekanan membran.Pada pembuatan mikrofiltrasi dan ultrafiltrasi mempunyai spesifikasi khusus.000 MWCO. temperature dan konsentrasi. Karakteristik Larutan Pada umumnya berat molekul larutan garam dan gula mempunyai berat molekul yang kecil dari ukuran pori membran. Selain itu mempunyai efek pada tingkat penyumbatan (fouling) pada membrane. 5. Perbedaan bentuk ini khusus pada kondisi dibawah permukaan membrane. Bahan Membran Perbedaan bahan membran akan berpengaruh pada hasil rejection dan distribusi ukuran pori. 4. Parameter operasional Jenis parameter yang digunakan pada operasional umumnya terdiri dari tekanan membran. Sebagai contoh untuk membran protein kedele yang dihidrolisis menggunakan ukuran membrane 5000 MWCO. temperature dan interaksi antar komponen. Dan parameter tambahan adalah : pH. Hal ini dapat terlihat dalam penggunaan membrane pada protein dan dextrin. 2. 3. Karakteristik larutan ini mempunyai efek pada permeability membran. ion strength dan polarisasi. . Bentuk Molekul Bentuk dan konfigurasi macromolekul mempunyai efek pada kekuatan ion. permukaan membran. Sebagai contoh membrane dari polysulfone dan membrane dari selulosa asetat.

Macam-macam dialysis 1. listrik tegangan tinggi dialirkan melalui dua layer logam yang menyokong selaput semipermiabel. Adanya pengaruh medanlistrik akanmem percepat proses pemurnian sistem koloid. Cara kerjanya.D. Sehingga pertikel-partikel zat terlarut dalam sistem koloid berupa ion-ion akan bergerak menuju elektrode dengan muatan berlawanan. 2. . sedangkan darah kembali ke dalam tubuh sesuai dengan arti dari hemo yang berarti darah dan dialisis yang berarti memindahkan. Hemodialisis Hemodialisis (HD) adalah cara pengobatan / prosedur tindakan untuk memisahkan darah dari zat-zat sisa / racun yang dilaksanakan dengan mengalirkan darah melalui membran semipermiabel dimana zat sisa atau racun ini dialihkan dari darah ke cairan dialisat yang kemudian dibuang. Elektrodialisis hanya dapat digunakan untuk memisahkan partikel-partikel zat terlarut elektrolit karena elektrodialisis melibatkan arus listrik. Elektrodialisis Pada dasarnya proses ini adalah proses dialysis di bawah pengaruh medan listrik.

.  Sulit transport dan penyimpanan.  Kesalahan pengenceran sangat kecil.  Sulit mendapatkan komposisi yang benar.  Mudah menyimpan.  Mudah pemakaiannya. sebelum dipakai harus dicampur kontinyu dalam perbandingan tertentu oleh mesin.  Bentuk kering atau puyer. terdiri dari camuran air dan elektrolit yang mempunyai konsentrasi hampir sama dengan serum normal dan mempunyai tekanan osmotic yang sama dengan darah.  Mencegah kehilangan zat-zat vital dari tubuh selama dialisa Dialisat :  Dialisat konsentrat Berisi larutan pekat.E. Hemodialisis Dialisat adalah cairan yang digunakan pada proses HD. Aplikasi dialysis 1. Fungsi Dialisat :  Mengeluarkan dan menampung cairan serta sisa-sisa metabolisme dari tubuh.

4. Mgcl2 / Magnesium Chloride. 2. Dextrose. NaC2H3O2 3H2O / acetat atau NaHCO3 / Bilkarbonat. . CaCl2 / Calium Chloride. KCl / potassium chloride. NaCl / Sodium Chloride. 6. 5. Kandung Cairan Dialist : Dialisat mengandung macam-macam garam / elektrolit / zat antara lain : 1. tidak selalu terdapat pada dialisat. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful