You are on page 1of 8

A. B.

Judul Praktikum

: Kerja Bangku : 29 November 20 Desember 2011

Tanggal Praktikum

C. Tujuan Praktikum :
1. Memahami tentang proses mengikir 2. Mengetahui tentang cara kerja mengikir 3. Memahami fungsi dan manfaat dari mengikir 4. Melatih keterampilan dalam melakukan pengikiran 5. Melatih keterampilan dalam menitik 6. Melatih keterampilan dalam menggores

D.Teori Dasar
1. Mengikir Mengikir adalah salah satu dari pekerjaan bangku yang cukup penting, dan sulit untuk melakukannya. Untuk pekerjaan tertentu lebih baik menggunakan kikir daripada menggunakan mesin. Kikir yaitu bahan yang terbuat dari baja karbon tinggi yang ditempa, terbagi atas beberapa jenis sesuai panjangnya, bentuknya dan gigi pemotongnya. Bentuk kikir yang digunakan untuk mengikir rata adalah kikir rata atau sering disebut kikir pelat. Untuk pengikiran kasar digunakan pengikiran memanjang, dan melintang. Dalam proses finishing digunakan pengikiran melintang. Selanjutnya, benda kerja yang telah selesai dikikir, kemudian diukur kerataannya, kesikuannya menggunakan penyuku, dan ukurannya menggunakan jangka sorong. Cara memegang kikir Tangan kanan : peganglah gagang kikir dan tekanlah ujung gagang tersebut dengan telapak tangan bagian tengah. Ibu jari di atas dan jarijari lainnya di bawah gagang. Tangan kiri : tempatka telapak tangan dan ibu jari pada ujung kikir. Jari-jari yang lainnya terlrtak di luar ujung kikir tersebut, dengan keadaan rapat satu sama lain dan melipat ke bawah, tetapi tidak menggenggam ujung kikir teresebut.

Posisi Kaki Selama mengikir, berdiri di sebelah kiri ragum dengan kaki tetap pada tempatnya. Jarak antara kaki disesuai dengan panjang kikir. Sudut antara poros ragum dan kaki kira-kira 30 untuk kaki kiri dan 75 untuk kaki kanan.

Gerakan Badan dan Lutut Badan berdiri tegak pada posisi permulaan selanjutnya dicondongkan ke depan selama gerakan pengikiran. Kaki kanan tetap lurus selama pengikiran berlangsung dan lutut kiri dibengkokkan keluar. Pandangan mata selalu ditujukan pada benda kerja. Menggunakan ragum Ragum adalah alat yang digunakan menjepit benda kerja pada waktu pekejaan mekanik, salah satunya mengikir.pada umumnya ragum dibuat dari besi atau baja. Yang paling penting dalam kerja bangku adalah bangku kerja dan pemasangan ragum yang kuat. Ragum yang digunakan biasanya adalah ragum sejajar. Rahang yang bergerak digerakan oleh poos berulir dan bergerak ke belakang. Tinggi ragum harus disesuaikan dengan bentuk dari benda kerja dan ketinggian orang yang menggunakan. Untuk pengikiran dengan tenaga yang besar seperti pada raktikum kali ini, ragum harusdipasang lebih rendah. 2. Menitik Penitikan adalah proses pembuatan lubang pada benda kerja atau bahan-bahan dengan alat-alat yang diperas dan digerinda, biasanya ujungnya bersudut 30- 90. Penekanan ujung penitik harus terhadap bahan yang lebih lunak, bagian yang ditekan akan terdorong ke permukaan di sekitar ujung penitik.

Penitik dengan ujung bersudut 30 digunakan apabila diinginkan ketelitian dan kesempurnaan pada permukaan benda kerja.

Penitik 60 akan menghasilkan hasil penitikan yang memuaskan.

Penitik 90 digunakan untuk membuat pusat sebuah lubang yang akan dibor dengan bor yang berdiameter besar.

Saat menitik posisi penitik harus tegak lurus dengan benda kerja. 3. Menggores Menggores adalah menandai benda kerja dengan goresan. Penandaan itu sendiri adalah proses pemindahan ukuran-ukuran dari gambar kerja ke benda kerja. Ada 2 macam goresan, yaitu goresan garis dan lingkaran. Goresan garis Untuk membuat goresan garis digunakan pemggores sederhana, penggaris besi atau penyiku. Saat membuat goresan penggores harus ditekan dengan kuat pada benda kerja kemudian penggores dimiringkan keluar dari pengarahnya sekirat 30 dengan menggores miring ke arah derajat. Kesalahan pemiringan akan mengakibatkan suatu garis tidak lurus dan pemindahan ukurannya menjadi tidak tepat. Goresan lingkaran Untuk membuat goresan lingkaran digunakan jangka tusuk berpegas. Maka kaki kaki jangka diletakkan terlrbih dahulu pada garis skala pada penggaris baja pada pengaturan melalui mur pengatur. Untuk selanjutnya, salah satu ujung kaki jangka ditempatkan pada titik pusat perpotongan garis, pegangan jangka dipegang, dan kaki jangka yang lain ditekan pada pelat, kemudan diputar dengan posisi jangka miring sesuai arah putaran. Untuk mendapatkan garis-garis yang tepat ujung jangka harus setajam ujung penggores, maka harus digerinda. Dalam menggerinda ujung jangka, kedua ujung jangka harus saling bersentuhan dan panjangnya sama.

E. Alat dan Bahan

1. Benda kerja (jenis bahan : St 37) 2. Mistar 3. Jangka sorong 4. Gergaji 5. Penggores 6. Siku 7. Ragum (di kerja bangku) 8. Mesin bor 9. Perlengkapan mesin bor 10. Penanda huruf 11. Palu 12. Kikir (kikir kasar, kikir sedang, dan kikir halus

F. Prosedur Kerja
Mengikir

1. Mempersiapkan alat-alat dan bahan yang akan dikerjakan


2. Meletakkan alat perlengkapan kerja di atas bangku kerja dan susun

dengan rapi
3. Menghitung ukuran benda kerja ,ukuran awalnya seperti yang

terlihat pada gambar


4. Menentukan ukuran hasil benda kerja (100mmx90mm) 5. Mencekam benda kerja pada ragum dengan kuat 6. Mengikir permukaan benda kerja hingga siku dan sesuai

dengan ukuran yang diinginkan


7. Pada hari pertama ukuran akhir yang di capa seerti yang terlihat

pada gambar

Menitik

1. Mengati sketsa gambar,setelah itu dipahami.


2. Membuat sketsa gambar di atas benda kerja menggunaka pensil.

3. Buat titik sesuai dengan sketsa yang telah dibuat,menggunakan penitik.


4. Buatlah titik dengan jarak 1x1 terlebih dahulu(seperti titik merah

pada gambar).
5. Membuat titik vertical dengan jarak masing-masing 7mm(warna

ungu).
6. Membuat seperempan lingkaran dengan jari-jari 12mm(warna

orange) 7. Membuat seperempan lingkaran dengan jari-jari 10mm(warna pink&ungu). 8. Membuat titik berupa lingkara seperti pada gambar,masingmasimg berdiameter 18mm & 9mm.

Menggores

1. Mengerjakan penggoresan sebaiknya di atas meja kerja yang rata , dengan pencahayaan ruangan yang baik. 2. Lihat kembali sketsa gambar. 3. Memula menggores dengan menyambungkan titik-titik merah seperti pada gambar. 4. Sambungkan titik-titik berwarna ungu terlebih dahulu. 5. Menggores seperempat lingkaran menggunakan jangka tusuk berpegas yang telah diberi ukuran jari-jari 12mm(warna orange). 6. Menggores seperempat lingkaran menggunakan jangka tusuk berpegas yang telah linkaran diberi ukuran jari-jari 10mm(warna hijau) pink&ungu). 7. Menggores jari-jari 18mm. 8. Menggores linkaran kedua (titik berwarna biru) menggunakan jangka tusuk berpegas yang telah diberi ukuran jari-jari 9mm. 9. Membuat goresan segitiga dalam lingkaran seperti pada gambar. pertama(titik berwarna menggunakan jangka tusuk berpegas yang telah diberi ukuran

Gambar hasil praktikum


G.

Analisis :
yang perlu diperhatikan saat berlangsungnya proses

A. Aspek praktikum

1) Penempatan posisi personal praktikum, seperti : Dilarang melakukan posisi badan dalam bekerja yang tidak Dilarang menggoda atau mengganggu konsentrasi pekerja. Menempatkan peralatan pada tempat yang benar dan tidak 2) Melakukan proses pengikiran degnan benar karena bisa mengakibatkan tangan pekerja menjadi lecet jika tidak sesuai dengan aturan. 3) Pasangkan benda kerja dengan benar pada saat hendak melakukan B. Kendala praktikum Dalam melaksanakan praktikum tidak menutup kemungkinan terdapatnya kendala yang menghambat kelancaran proses praktikum, dan beberapa kendala yang terdapat selama proses praktikum antara lain : 1. Keterbatasan individual dalam pembacaan skala ketepatan ukuran atau NST (Nilai Skala Terkecil) pada alat ukur. 2. Terdapatnya alat kikir yang sudah rusak seperti dapat terlepasnya gagang pemegangan kikir.
3. Tedapatnya penggores yang kurang tajam sehingga menyulitkan

sesuai ketentuan.

mengganggu proses praktikum.

pengeboran

dan

lakukan

pengeboran

dengan hati hati.

saat penggoresan,karena membutuhkan tenaga yang besar. 4. Alat kikir yang kurang tajam. 5. Kurangnya pencahayaan.
6. Cekam yang melonggar dapat membahayakan pemakaian.

H.Kesimpulan
Mengikir merupakan proses pemakanan benda kerja yang membutuhkan waktu yang cukup lama dan membutuhkan tenaga serta

konsentrasi yang tinggi. Ketepatan dan stabilitas pemakanan yang secara teratur dan terkendali merupakan indikator keberhasilan yang utama secara teknis disamping faktor dari kondisi pekerja.Secara garis besar kesabaran dan pengendalian emosi menjadi faktor secara nonteknis dalam keterampilan mengikir. Dalam mentik dan menggores amat dibutuhkan ketelitian dan konsentrasi dalam penerjemahan gambar kerja,karena memiliki skala yang cukup rumit.