You are on page 1of 49

TUGAS AKHIR MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PT.

PERUSAHAAN GAS NEGARA SURABAYA MENGGUNAKAN HEXAGONAL CASTELLATED BEAM PADA BALOK ANAK
Oleh Anggry Malada. 3108 100 648 Jurusan Dosen Pembimbing : Teknik Sipil : 1. Data Iranata, ST, MT, Ph.D 2. Dr. Ir Hidayat Soegihardjo.

LATAR BELAKANG

Surabaya merupakan kota metropolitan kedua setelah Jakarta sehingga banyak gedung bertingkat bermunculan. Hal ini juga didukung oleh lahan kosong yang semakin sempit dan didukung oleh kemajuan teknologi terutama bidang konstruksi. Untuk membangun suatu gedung bertingkat dibutuhkan waktu cukup lama. Dengan adanya teknologi yang ada saat ini, kontraktor hanya memilih bahan mana yang lebih cepat penyelesaiannya, ekonomis, dan kuat untuk struktur utama gedung tersebut. Karena semakin tinggi gedung tersebut semakin lama pengerjaannya dan mahal. Oleh karena itu, struktur utama yang paling sering digunakan untuk gedung tingkat tinggi adalah profil baja solid dan yang yang paling terbaru saat ini adalah profil castellated. Keuntungan dari baja profil castellated adalah ringan, murah. Namun material ini juga memiliki keterbatasan yaitu pada kemampuannya menerima gaya-gaya lateral . Hal ini disebabkan kekakuan strukturnya tidak lebih baik dibanding beton. Dalam pelaksanaannya, material baja memerlukan sambungan pada joint pertemuan antara kolom dan baloknya sehingga joint-joint tersebut merupakan titik rawan dalam menerima gaya-gaya lateral. Oleh karena itu, profil castelated hanya digunakan pada balok anak dan ditambahkan bracing sebagai pengaku untuk mengurangi kelemahan tersebut.

LATAR BELAKANG

Dalam tugas akhir ini membahas perencanaan ulang Gedung PT. Perusahaan Gas Negara dengan struktur utama baja solid dan konstruksi balok anak menggunakan Hexagonal Castellated Beam . Perencanaan gedung ini akan direncanakan ulang di wilayah gempa tinggi (wilayah 5) yaitu daerah Kupang Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan system ganda Rangka Bresing Konsentrik Biasa (SRBKB) dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Perencanaan yang dilakukan di sini meliputi : perencanaan pelat lantai ruangan dan atap , tangga, lift, balok anak, balok induk, bracing , kolom dan pondasi. Peraturan yang dipakai SNI 1729-2002 dan PPIUG 1983. Analisa dan dimensi struktur menggunakan alat bantu software ETABS 9.7.2.

PERMASALAHAN
Selain kelebihan-kelebihan yang dimilikinya, struktur baja juga memiliki kekurangan. Pemasangan sambungan pada joint-joint bangunan berstruktur baja menyebabkan struktur menjadi kurang kaku sehingga rawan terhadap gaya-gaya lateral yang disebabkan oleh angin maupun gempa. Oleh karena itu, struktur ini harus direncanakan dengan Sistem Rangka Bresing . Beberapa permasalahan detail adalah sebagai berikut.: 1. Bagaimana menentukan Preliminary design penampang profil baja castellated . 2. Bagaimana merencanakan struktur sekunder yang meliputi pelat, balok anak dan tangga. 3. Bagaimana menghitung pembebanan setelah adanya modifikasi. 4. Bagaimana memodelkan dan menganalisa struktur dengan menggunakan program bantu ETABS 5. Bagaimana merencanakan struktur utama yang meliputi balok dan kolom. 6. Bagaimana merencanakan sambungan yang memenuhi kriteria perancangan struktur, yaitu kekuatan (strength), kekakuan dan stabilitas (stability). 7. Bagaimana menuangkan hasil perhitungan dan perencanaan dalam bentuk gambar teknik.

. 5. balok anak. Dapat menuangkan hasil perhitungan dan perencanaan dalam bentuk gambar teknik. 2. 3. Dapat merencanakan struktur utama yang meliputi balok dan kolom dan bresing. Dapat menghitung pembebanan setelah adanya modifikasi. lift. 6. kekakuan dan stabilitas (stability). Dapat merencanakan struktur sekunder yang meliputi pelat. 7. Dapat merencanakan sambungan yang memenuhi kriteria perancangan struktur. yaitu kekuatan (strength). Dapat menentukan Preliminary design penampang profil baja castellated . Dapat memodelkan dan menganalisa struktur dengan menggunakan program bantu ETABS.MAKSUD DAN TUJUAN Tujuan yang ditinjau dalam modifikasi Perencanaan Struktur Struktur Gedung PT Perusahaan Gas Negara Surabaya . . dan tangga. antara lain : 1. 4.

RUANG LINGKUP DAN BATASAN MASALAH Batasan masalah dalam modifikasi Perencanaan Struktur Gedung PT Perusahaan Gas Negara Surabaya . 4. Perencanaan gedung ini dimaksudkan sebagai bahan studi dan bukan sebagai value engineering. Tidak membahas detail metode pelaksanaan. 3. Desain dan evaluasi struktur mengacu pada SNI-031729-2002 2. . 5. sehingga tidak mempertimbangkan aspek ekonomi gedung. Perhitungan struktur pondasi hanya pada kolom eksterior dan interior dengan beban terbesar. Beban gempa dihitung berdasarkan SNI – 03 – 1726 – 2002. antara lain : 1.

atau U yang pada bagian badannya dipotong memanjang dengan pola zigzag. 2001). Kemudian bentuk dasar baja diubah dengan cara menggeser setengah bagian profil baja yang telah dipotong. Proses Pembuatan Hexagonal Castellated Beam . (Johann Grűnbauer.SEKUNDER ■ Pengertian Castellated Beam Castellated beam adalah profil baja I. Penyambungan setengah bagian profil dengan cara dilas pada bagian ‘gigi-gigi’nya. Sehingga terbentuk profil baru dengan lubang berbentuk segi enam (hexagonal). H. segi delapan (octogonal). dan lingkaran (circular).

SEKUNDER ■ Gambar Proses Pembuatan Hexagonal Castellated Beam .

P. yang berarti “Built like a castle.SEKUNDER ■ Castellated Beam means… Kerena bentuk pada bagian badan yang berlubang seperti bentuk pada benteng maka dinamakan “Castellated Beam”. Boyer. having battlements or regular holes in the walls. like a castle”. (J. 1964) .

• Opening web-nya dapat digunakn langsung untuk duck work. kuat serta mudah dipasang. . sehingga jarak antar lantai diatas dan dibawahnya menjadi lebih lapang.SEKUNDER Keunggulan Castellated Beam • Mampu memikul momen lebih besar dengan tegangan ijin yang kecil. • Sesuai untuk bentang panjang. electrical work dan lain sebagainya. untuk struktur atap dapat mencapai 10-50 m dan untuk struktur pelat = 12-25 m. • Hemat material sehingga dapat memperkecil biaya konstruksi. piping. • Bahannya ringan.

Tinjauan Pustaka .

tanpa menambah berat profil itu sendiri. sehingga meningkatkan momen inersia dan modulus section. e b = dT φ . sebagai akibatnya profil Castellated Beam menjadi lebih kuat dan kaku dibandingkan profil asal.DESIGN CONCEPT Dengan adanya bagian ‘Opening Web’ maka tinggi profil menjadi lebih tinggi dari profil asal.

ΔAs  + e   4  dimana : Mn = Kuat Momen Lentur Nominal Balok Mp = Momen Plastis = Zx. Momen Lentur Nominal Castellated Beam adalah : ho  Mn = Mp – fy.DESIGN CONCEPT Berdasarkan ASCE journal page 3327.fy ∆As = ho tw ho = tinggi lubang tw = ketebalan badan e = eksentrisitas lubang fy = kuat leleh baja .

DATA BANGUNAN .

PERMODELAN GEDUNG .

CONTOH PERHITUNGAN CS .

CONTOH PERHITUNGAN CS .

CONTOH PERHITUNGAN CS .

CONTOH PERHITUNGAN CS .

CONTOH PERHITUNGAN CS .

CONTOH PERHITUNGAN CS .

CONTOH PERHITUNGAN CS .

CONTOH PERHITUNGAN CS .

CONTOH PERHITUNGAN CS .

STRUKTUR PRIMER 1. PEMBEBANAN GEMPA (DINAMIS) .

PEMBEBANAN GEMPA (DINAMIS) .

PEMBEBANAN GEMPA (DINAMIS) .

PEMBEBANAN GEMPA (DINAMIS) .

PEMBEBANAN GEMPA (DINAMIS) .

PEMBEBANAN GEMPA (DINAMIS) .

PEMBEBANAN GEMPA (DINAMIS) .

KONTROL DIMENSI STRUKTUR .

KONTROL DIMENSI STRUKTUR .

KONTROL DIMENSI STRUKTUR .

SCWB .

SCWB .

SCWB .

SCWB .

PANEL ZONE .

SAMBUNGAN BRACING .

SAMBUNGAN BALOK KOLOM .

LAMPIRAN GAMBAR .

LAMPIRAN GAMBAR .

LAMPIRAN GAMBAR .

LAMPIRAN GAMBAR .

LAMPIRAN GAMBAR .

LAMPIRAN GAMBAR .

LAMPIRAN GAMBAR .