PEMBERIAN TABLET Fe PADA IBU HAMIL UNTUK MENCEGAH ANEMIA

Filed under: med papers,ObGyn — ningrum @ 9:47 am PENDAHULUAN Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu dapat terjadi karena beberapa sebab, diantaranya karena anemia. Penelitian Chi, dkk menunjukkan bahwa angka kematian ibu adalah 70% untuk ibuibu yang anemia dan 19,7% untuk mereka yang non anemia. Kematian ibu 15-20% secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan anemia. Anemia pada kehamilan juga berhubungan dengan meningkatnya kesakitan ibu. Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Oleh karena itu anemia gizi pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi Hal ini juga diungkapkan oleh Simanjuntak tahun 1992, bahwa sekitar 70 % ibu hamil di Indonesia menderita anemia gizi. Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi yang paling lazim di dunia dan menjangkiti lebih dari 600 juta manusia. Dengan frekuensi yang masih cukup tinggi, berkisar antara 10% dan 20% (Prawirohardjo,2002). Badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75%, serta semakin meningkat seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Anemia defisiensi zat besi lebih cenderung berlangsung di negara yang sedang berkembang daripada negara yang sudah maju. 36% (atau sekitar 1400 juta orang) dari perkiraan populasi 3800 juta orang di negara yang sedang berkembang menderita anemia jenis ini, sedangkan prevalensi di negara maju hanya sekitar 8% (atau kira-kira 100 juta orang) dari perkiraan populasi 1200 juta orang. Di Indonesia prevalensi anemia pada kehamilan masih tinggi yaitu sekitar 40,1% (SKRT 2001). Lautan J dkk (2001) melaporkan dari 31 orang wanita hamil pada trimester II didapati 23 (74%) menderita anemia, dan 13 (42%) menderita kekurangan besi.1 DEFINISI ANEMIA PADA KEHAMILAN Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 gr% (Winkjosastro, 2002). Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr% pada trimester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimester II (Saifuddin, 2002). Anemia dalam kehamilan yang disebabkan karena kekurangan zat besi, jenis pengobatannya relatif mudah, bahkan murah.2 Yang sering terjadi adalah anemia karena kekurangan zat besi. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh, sehingga kebutuhan zat besi (Fe) untuk eritropoesis tidak cukup, yang ditandai dengan gambaran sel darah merah hipokrom-mikrositer, kadar besi serum (Serum Iron = SI) dan transferin menurun, kapasitas ikat besi total (Total Iron Binding Capacity/TIBC) meninggi dan cadangan besi dalam sumsum tulang serta di tempat yang lain sangat kurang atau tidak ada sama sekali. Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya anemia defisiensi besi, antara lain, kurangnya asupan zat besi dan protein dari makanan, adanya gangguan absorbsi diusus, perdarahan akut maupun kronis, dan meningkatnya kebutuhan zat besi seperti pada wanita hamil, masa pertumbuhan, dan masa penyembuhan dari penyakit.1 Anemia defisiensi besi pada kehamilan

beberapa faktor risiko yang berperan dalam meningkatkan prevalensi anemia defisiensi zat besi. berisiko mengalami pendarahan dan dapat menyebabkan ibu mengalami anemia. yaitu : 1.Anemia defisiensi besi pada wanita hamil merupakan problema kesehatan yang dialami oleh wanita diseluruh dunia terutama dinegara berkembang. Pekerja berat .1 ETIOLOGI ANEMIA PADA KEHAMILAN1 Etiologi anemia defisiensi besi pada kehamilan.2 Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh karena perubahan sirkulasi yang makin meningkat terhadap plasenta dari pertumbuhan payudara. Perbandingan tersebut adalah sebagai berikut: plasma 30%. Volume plasma meningkat 45-65% dimulai pada trimester ke II kehamilan. Wintrobe (1987) menyatakan bahwa usia ibu dapat mempengaruhi timbulnya anemia. menyebabkan terjadinya pengenceran darah Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma Kurangnya zat besi dalam makanan Kebutuhan zat besi meningkat Gangguan pencernaan dan absorbsi Pada ibu hamil. Stimulasi yang meningkatkan volume plasma seperti laktogen plasenta.1 PATOFISIOLOGI ANEMIA PADA KEHAMILAN Darah akan bertambah banyak dalam kehamilan yang lazim disebut Hidremia atau Hipervolemia. Hipervolemia. 2002). bertambahnya sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah. mempunyai risiko yang tinggi untuk hamil. dan maksimum terjadi pada bulan ke 9 dan meningkatnya sekitar 1000 ml. Muhilal et al (1991) dalam penelitiannya menyatakan bahwa terdapat kecendrungan semakin tua umur ibu hamil maka presentasi anemia semakin besar 2. Wanita yang berumur kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. 3. 5. antara lain : 1. Menurut WHO 40% kematian ibu dinegara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan dan kebanyakan anemia pada kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut. Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah dimulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu (Wiknjosastro. sel darah 18% dan haemoglobin 19%. pengenceran darah ini untuk membantu meringankan kerja jantung yang semakin berat dengan adanya kehamilan. Pendarahan akut 3. yang menyebabkan peningkatan sekresi aldesteron. Umur ibu < 20 tahun dan > 35 tahun. menurun sedikit menjelang aterem serta kembali normal 3 bulan setelah partus. Akan tetapi. 4. Pendidikan rendah 4. Badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defisiensi besi sekitar 35-75% serta semakin meningkat seiring dengan pertambah usia kehamilan. Secara fisiologis. Karena akan membahayakan kesehatan dan keselamatan ibu hamil maupun janinnya. yaitu semakin rendah usia ibu hamil maka semakin rendah kadar hemoglobinnya. bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. 2.

Makanan ibu hamil setiap 100 kalori akan menghasilkan sekitar 8–10 mg zat besi.5.3 KEBUTUHAN Fe/ZAT BESI PADA MASA KEHAMILAN Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata mendekati 800 mg.2 DAMPAK ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA IBU HAMIL Anemia pada ibu hamil bukan tanpa risiko.2 Sumber lain mengatakan. Selain itu. kebutuhan ibu hamil akan Fe meningkat (untuk pembentukan plasenta dan sel darah merah) sebesar 200-300%. produksi ASI rendah). Selama kehamilan dengan perhitungan 288 hari. nafas pendek (pada anemia parah) dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda. Dari jumlah ini. Zat besi juga berfungsi dalam sistim pertahanan tubuh. tingginya angka kematian ibu berkaitan erat dengan anemia. kematian perinatal. lesu. GEJALA ANEMIA PADA KEHAMILAN Gejala anemia pada kehamilan yaitu ibu mengeluh cepat lelah. dan lainlain). konsentrasi hilang. Risiko kematian maternal. angka prematuritas. perubahan jaringan epitel kuku. perdarahan atoni). Perhitungan makan 3 kali dengan 2500 kalori akan menghasilkan sekitar 20–25 mg zat besi perhari. malaise. lelah. palpitasi. 2001). Soeprono menyebutkan bahwa dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat ringan hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan (abortus. daya tahan terhadap infeksi dan stress kurang. Menurut penelitian. BBLR. atonia. berat badan bayi lahir rendah. urin dan kulit. Kurang lebih 200 mg lebih akan dieksresikan lewat usus. Perkiraan besaran zat besi yang perlu ditimbun selama hamil ialah 1040 mg. Konsumsi tablet tambah darah < 90 butir 6. Makan < 3 kali dan kurang mengandung zat besi. gangguan pada masa nifas (subinvolusi rahim. mikrosomi.1 FUNGSI Fe/ZAT BESI Zat besi adalah mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin). dan jaringan penyambung). lemah. dismaturitas. mata berkunang-kunang. partus imatur/prematur). sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin maternal. tulang rawan. nafsu makan turun (anoreksia). sebab wanita yang anemis tidak dapat mentolerir kehilangan darah. anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Di samping itu. Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. sering pusing. kolagen (protein yang terdapat di tulang. serta enzim. gangguan proses persalinan (inertia. ibu hamil akan menghasilkan zat besi sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan zat besi masih kekurangan untuk wanita hamil (Manuaba. Kebutuhan ini terdiri dari. dan angka kematian perinatal meningkat. perdarahan antepartum dan postpartum lebih sering dijumpai pada wanita yang anemis dan lebih sering berakibat fatal. gangguan sistem neurumuskular. partus lama.1. Pada wanita hamil. disphagia dan pembesaran kelenjar limpa. lidah luka. mineral ini juga berperan sebagai komponen untuk membentuk mioglobin (protein yang membawa oksigen ke otot). 200 mg Fe tertahan oleh tubuh ketika . dan gangguan pada janin (abortus.

sementara makanan yang mengikat Fe sebaiknya dihindarkan. Bahan perlakuan berupa tablet besi dengan kandungan 200 mg Ferus Sulfat (setara dengan 60 mg elemen besi) dan 0.25 mg asam folat pertablet saat hamil terhadap kejadian anemia dan status besi pada ibu hamil. tukang lambung dan penyakit darah lainnya di wilayah puskesmas Abiansemal Badung. zat besi yang dibutuhkan sedikit karena tidak terjadi menstruasi dan pertumbuhan janin masih lambat. trimester II sebesar 70%.melahirkan dan 840 mg sisanya hilang. Pemberian preparat 60 mg/hari dapat menaikan kadar Hb sebanyak 1 gr%/ bulan. karena tablet Fe terbukti dapat menurunkan kadar seng dalam serum. tidak memiliki riwayat hemorhoid. Sampai saat melahirkan. Sebanyak 300 mg Fe ditransfer ke janin. Kopi. Menginjak trimester kedua hingga ketiga. Perbedaan proporsi anemia.25 mg asam folat. atau tidak dimakan dalam waktu bersamaan. teh. dan MCHC diukur dua kali yaitu sebelum dan sesudah perlakuan. dan MCHC < 30 g/dl antara sebelum dan sesudah perlakuan diuji dengan uji t dan uji Z dengan tingkat kemaknaan 5%. MCH. MCH < 27 pg/sel.4 PEMBERIAN TABLET Fe UNTUK MENCEGAH ANEMIA DALAM KEHAMILAN Memberikan preparat besi yaitu fero sulfat. ini ekuivalen dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah. Protein hewani dan vitamin C meningkatkan penyerapan. volume darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai 35%. MCV. Sel darah merah harus mengangkut oksigen lebih banyak untuk janin. 2002).2 PENELITIAN PEMBERIAN ASUPAN 90 TABLET BESI PADA IBU HAMIL DI UNIVERSITAS UDAYANA Tujuan Untuk mengetahui efek 90 tablet suplemen besi setara 60 mg elemen besi dan 0. Saat ini program nasional menganjurkan kombinasi 60 mg besi dan 50 nanogram asam folat untuk profilaksis anemia (Saifuddin. fero glukonat atau Na-fero bisirat. penting pula diingat. Sedangkan saat melahirkan. batuk darah. Karena itu sebaiknya tablet Fe ditelan bersamaan dengan makanan yang dapat memperbanyak jumlah serapan. dan trimester III sebesar 70%. 450 mg untuk menambah jumlah darah merah. Kadar Hb. dan 200 mg lenyap ketika melahirkan. 4Hal ini disebabkan karena pada trimester pertama kehamilan. Disamping itu. magnesium dan fitat dapat mengikat Fe sehingga mengurangi jumlah serapan. Materi dan Metode Suatu pelitian quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest dilakukan pada 65 ibu hamil dengan umur kehamilan kurang dari 24 minggu. Tablet besi diberikan dengan dosis satu tablet perhari dan diberikan selama 13 minggu.4 Besarnya angka kejadia anemia ibu hamil pada trimester I kehamilan adalah 20%. tambahan besi sebaiknya diperoleh dari makanan. kadar MCV < 80 mm3. perlu tambahan besi 300 – 350 mg akibat kehilangan darah.1 Penyerapan besi dipengaruhi oleh banyak faktor. garam kalsium. wanita hamil butuh zat besi sekitar 40 mg per hari atau dua kali lipat kebutuhan kondisi tidak hamil. Hasil . dengan 5075 mg untuk pembentukan plasenta.

93% ibu hamil mengalami defisiensi besi dengan MCH < 27 pg/sel dan 35.05).5 . Setelah diberikan suplemen besi sebanyak 90 tablet selama 13 minggu. sebaliknya MCV tidak berubah (p > 0. ibu hamil dengan MCH < 27 pg/sel menurun dari 76. tetapi 1/3 dari mereka masih menderita defisiensi besi dan 9% masih anemia.43% dan kejadian anemia menurun dari 35. adalah sangat penting memberikan asupan besi sejak masa pre-maternal supaya cadangan besi pada saat hamil cukup memadai.28% menjadi 9. Kesimpulan Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lebih dari ¾ ibu hamil mengalami defisiensi besi dan lebih dari 1/3 mengalami anemia. MCH dan MCH juga meningkat secara bermakna (p < 0. Pemberian suplemen besi setara 60 mg elemen besi dan 0.28% menderita anemia (Hb < 11 g/dl) sebelum diberikan suplemen besi.Sekitar 76. Oleh kerena itu. pada akhir perlakuan masih terdapat sekitar 27% ibu hamil mengalami defisiensi besi dan 9% masih anemia.35%.25 mg asam folat per hari selama 13 minggu dapat menurunkan angka amenia serta meningkatkan status besi ibu hamil. Akan tetapi.93% menjadi 27. Secara kuantitatif. rerata Hb.05) setelah mendapat suplemen besi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful