You are on page 1of 13

METABOLISME ZAT BESI (Fe

)
A . METABOLISME ZAT BESI (Fe) Tubuh manusia mengandung sekitar 2 sampai 4 gram besi. Lebih dari 65% zat besi ditemukan di dalam hemoglobin dalam darah atau lebih dari 10% ditemukan di mioglobin, sekitar 1% sampai 5% ditemukan sebagai bagian enzim dan sisa zat besi ditemukan di dalam darah atau ditempat penyimpanan. Jumlah total besi ditemukan dalam orang tidak hanya terkait berat badan tetapi juga pengaruh dari berbagai kondisi psikologi termasuk umur, jenis kelamin kehamilan dan status tingkat pertumbuhan. Besi merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia yaitu sebanyak 3-5 gram di dalam tubuh manusia dewasa. Didalam tubuh sebagian besar Fe terkonjugasi dengan protein dan terdapat dalam bentuk ferro atau ferri. Bentuk aktif zat besi biasanya terdapat sebagai ferro, sedangkan bentuk inaktif adalah sebagai ferri(misalnya dalam bentuk storage). Besi, mempunyai beberapa tingkat oksidasi yang bervariasi dari Fe6+ menjadi Fe2-, tergantung pada suasana kimianya. Hal yang stabil dalam cairan tubuh manusia dan dalam makanan adalah bentuk ferri (Fe3+) dan ferro (Fe2+). Bentuk-bentuk konjugasi Fe adalah: Hemoglibin; mengandung bentuk ferro. Fungsi hemoglobin adalah mentranspor CO2 dari jaringan keparu-paru untuk dieksresikan kedaam udara pernapasan dan membawa O2 dari paru-paru ke sel-sel jaringan. Hemoglibin terdapat pada erytrocyt. Myoglobin; terdapat dalam sel-sel otot, mengandung Fe bentuk ferro. Fungsi myoglobin adalah dalam proses kontraksi otot. Transferrin; mengandung Fe bentuk ferro. Transferrin merupakan konjugat Fe yang berfungsi mentransporFe tersebut didalam plasma darah dari tempat penimbunanFe kejaringan-jaringan (sel) yang memerlukan (sumsum tulang dimana terdapat jaringan hemopoletik). Ferritin; adalah bentuk storage Fe, dan mengandung bentuk Ferri. Kalau Fe Ferritindiberikan pada transterin untuk ditransfor, zat besinya diubah menjadi Berikut fungsi Besi dalam tubuh. Alat angkut oksigen Sebagian besar besi berada dalam hemoglobin (molekul protein mengandung besi dari sel darah merah dan mioglobin di dalam otot. Hemoglobin dalam darah membawa oksigen untuk disalurkan ke seluruh tubuh. Miogloboin berperan sebagai reservoir oksigen: menerima, menyimpan dan melepas oksigen di dalam sel-sel otot. Metabolisme energi Fungsi besi sebagai kofaktor enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme energi. Kemampuan belajar Beberapa bagian dari otak mempunyai kadar besi tinggi yang diperoleh dari transport besi yang dipengaruhi oleh reseptor transferin. Defisiensi besi berpengaruh negatif terhadap fungsi otak, terutama terhadap fungsi sistem neurotransmitter. Akibatnya, kepekaan reseptor saraf dopamin berkurang yang dapat berakhir dengan hilangnya reseptor tersebut. Daya konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan belajar terganggu, ambang batas rasa sakit meningkat, fungsi kelenjar tiroid dan kemampuan mengatur suhu tubuh menurun. Sistem kekebalan Besi memegang peranan dalam sistem kekebalan tubuh. Respon kekebalan sel oleh

protein yang disintesis di dalam hati. .limfosit-T terganggu karena berkurangnya pembentukan sel-sel tersebut. biji-bijian. sereal. Berkurangnya sistesis DNA ini disebabkan oleh gangguan enzim reduktase ribonukleotida yang membutuhkan besi untuk dapat berfungsi. Demikian . yaitu transferin dan feritin. kacang-kacangan. Besi nonheme biasanya berikatan dengan komponen makanan dan harus di hidrolisis atau dilarutkan terlebih dahulu baru di absorbsi.besi sitrat. kacang (lima. heme mengandung ikatan besi berupa cincin porphyrin sehingga lebih mudah diabsorpsi sebagai metaloporphyrin ke dalam sel mokusal dari usus kecil. tiram dan kerang. dan beberapa jenis buah. Makanan yang memiliki banyak kadar besi. ABSORPSI. sayur-sayuran. protein yang disintesis di dalam hati. Besi nonheme umumnya terdapat dalam makanan (kacang-kacangan. Diet besi ditemukan dalam satu dari dua bentuk dalam makanan yaitu hem dan non hem. Sebagai tambahan untuk sejumlah besi alami ditemukan pada makanan. serelia tumbuk. dark green.laut). buah-buahan. Sumber besi ialah makanan hewani. paset. dan besi sulfat disediakan dan digunakan untuk fortifikasi makanan. yang kemungkinan disebabkan oleh berkurangnya sintesis DNA. Sumber baik yang lainnya ialah telur. makanan seperti roti. di dalam lambung besi dalam bentuk feri direduksi menjadi bentuk fero. Pencernaan dan Absorbsi Besi Heme Besi heme sebelumnya dihidrolisis dari hemoglobin bagian dari globin atau mioglobin untuk absorpsi. seperti daging. besi glukonat. dan buah kering. yaitu hati dan organ daging. Kekurangan besi pertama dapat dilihat dari tingkat kejenuhan transferin. DAN TRANSPOR Tubuh sangat efisien dalam penggunaan besi. yang bukan merupakan bahan yang popular di kebanyakan diet orang barat. ayam. besi karbonat. Besi hem berada pada makanan hewani dan besi non hem berada pada makanan nabati. sedangkan transferin reseptor mengangkut besi melalui darah ke semua jaringan tubuh. meskipun dairy produk sangat sedikit mengandung besi.. terdapat dalam dua bentuk. PENCERNAAN. dan tofu) dan dairy produk (susu. keju dan telur). dan ikan. Sebelum diabsorpsi. dan tepung yang difortifikasi dengan besi. Dua ion feri diikatkan pada transferin untuk dibawa ke jaringan-jaringan tubuh. besi askorbat. roti kadet. Transferin. sayuran hijau. Absorpsi terutama terjadi di bagian atas usus halus (duodenum) dengan bantuan alat angkut-protein di dalam sel mukosa usus halus yang membantu penyerapanbesi. Banyaknya reseptor transferin yang terdapat pada membran sel bergantung pada kebutuhan tiap sel. besi laktat. Beberapa makanan yang lebih popular yang secara keseluruhan merupakan sumber besi yang baika dalah daging merah. terdapat dalam dua bentuk. besi pirofosfat. Transferin. Hal ini terjadi dalam suasana asam di dalam lambung dengan adanya HCl dan vitamin C yang terdapat dalam makanan. Transferin dan feritin.000 kkal. Percernaan dibantu oleh proteases dalam lambung dan usus kecil dan hasilnya berupa pelepasan besi heme. SUMBER Besi biasanya selalu terkandung dalam makanan. sayur daun-daunan. Diet orang barat diperkirakan tidak lebih dari 5-7 mg besi per 1. kersik. Transferin mukosa mengangkut besi dari saluran cerna untuk mengikat besi lain. Besi heme terutama berasal dari hemoglobin dan mioglobin. Besi alami. besi fumarat.

berikatan dengan komponen makanan. BESI LAIN-MENGANDUNG ENZIM Enzim tubuh yang lain termasuk dalam berbagai proses.Absorpsi besi heme dipengaruhi oleh simpanan besi tubuh. Banyak monooksigen. disamping rangkaian respirasi. Pelepasan besi digunakan oleh mokusal sel usus atau transport selanjutnya ke sel usus dan kemudian transport diteruskan darah untuk digunakan oleh sel tubuh yang lain. vitamin C termasuk dalam reaksi ini. Dalam mokusal sel absorpsi heme cincin porphyrin dihidrolisis oleh heme oksigenase ke dalam besi ferrous inorganic dan protoporphyrin. Contoh besi mengandung oksigen termasuk Fenilalanin monooksigen Tirosin monooksigen dan Triptofan monooksigen. Fenilalanin monooksigen. Fungsi monooksigen adalah memasukan satu dari dua molekul oksigen ke dalam subtract. khususnya di duodenum. banyak besi nonheme tampil sebagai Ferric (Fe3+) dalam lambung. tirosin. Reaksi dikatalisis oleh fenilalanin monooksigen (juga disebut hidroksilase karena subtract utama fenilalanin menjadi hidrisilat). dan triptofan. tirosin monooksigen dan triptofan monooksigen semuanya menggunakan tetrahidrobiopterin sebagai co-subtract dan selama reaksi. Absorpsi besi berlangsung seluruhnya di usus kecil tetapi lebih efisiens dalam proximal portion. juga permintaan besi besi. sebagai contoh. Banyak dioksigenase juga mengandung besi. Fungsi cosubtract untuk menyediakan atom hydrogen yang dikurangi molekul oksigen kedua dalam air. Monooksigen lebih jauh diklasifikasi berdasarkan pada co-substrat yang berperan dalam reaksi. Besi bentuk ferric dapat larut dalam waktu lama pada pH asam lambung. mengandung besi. Katalis dioksigenase menempatkan dua atom oksigen kedalam subtract. Pelepasan pertama dari komponen bahan makanan. Besi bentuk ferro dapat larut bahkan pada pH 8. saling berhubungan. Pencernaan dan Absorbsi Besi Non Heme Besi non heme. tetrabiopetrin dioksidasi menjadi dihidrobiopetrin. harus dibebaskan secara enzymatic dalam sialuran pencernaan untuk diabsorbsi lebih lanjut. banyak besi bentuk ferric di reduksi menjadi bentuk ferro. Meskipun memiliki kelarutan pada pH basa dalam usus kecil. juga dalam suasana asam lambung. Enzim ini mengandung satu sampai dua atom besi dan konversi fenilalanin menjadi tirosin. Sekresi lambung mengandung HCL dan pepsin protease membantu melepaskan besi nonheme dari komponen bahan makanan. beberapa besi bentuk ferro mungkin mengalami oksidasi menjadi besi bentuk ferric. Besi bentuk ferric lebih kompleks untuk memproduksi ferric Hodroxida (Fe(OH)3 yang cenderung tidak larut dan membentuk agregat sehingga menyebabkan ketersediaan besi menurun untuk di absorbsi. Ada banyak besi penting yang dibutuhkan dioksigenase dalam tubuh. Absorpsi heme berhubungan dengan simpanan besi dan kemungkinan range dari 15% dengan status besi normal sampai 35% pada orang yang kekurangan besi.Enzim itu memasukan molekul oksigen kedalam fenilalanin. Beberapa contoh termasuk Triptofan dioksigenase (metabolism asam amino) Homogentisate dioksigenase (metabolime asam amino) Trimetil lisin dioksigenase dan γ-butirobetain dioksigenase (sintesis karnitin) Lisin dioksigenase dan prolin dioksigenase (sintesis prokolagen) Sintesis nitric oksida β-karoten dioksigenase (sintesis vitamin A) .

Sebagai peroksidan. besi sulfur mengandung enzim yang mengubah suilfit (SO3-) menjadi sulfat (SO4-) : dan Oksidasi xanthin dan dehidrogenase. seperti katalisis dan mieloperoksidasi. adalah komponen besi non heme. heme lain mengandung enzim. .Reaksi penting yang lain untuk melindungi tubuh juga menggunakan besi yang mengandung enzim. Selama fagositosis bakteri. mieloperooksida dilepaskan dari fagositosis vesikel dalam neutrofil. membutuhkan satu sampai dua atom besi non heme. superoksida radikal O2. mengubah hydrogen perooksida menjadi air dan molekul oksigen. Bentuk hipoklorit dalam reaksi sitoksida kuat yang penting untuk menghancurkan subtansi asing seperti bakteri. Vesikel fagositosis mengandung berbagai senyawa termasuk peroksida (H2O2). Fosfoenolpirufat karbosikinase. kedua non besi heme tersebut dan molybdenum yang mengandung enzim yang mengubah hipoxantine dihasilkan dari kataboisme purin menjadi xantin dan ketika xantin menjadi asam uric untuk pengeluaran. enzim besi heme terikat lain. dibutuhkan untuk organifikasi iodida (penambahan 2I. Beberapa oksidereduktase yang termasuk besi-terikat Aldehid oksidase. ketika rasio besi sama dengan zinc yang diberikan lewat daging. INTERAKSI DENGAN BAHAN MAKANAN LAIN Zat gizi lain yang memiliki kemungkinan untuk berinteraksi dalam hal penyerapan adalah zinc. Katalisis. Mieloperoksida. Aktivitas Mieloperoksida mungkin dilemahkan oleh defisiensi besi dengan meningkatnya susceptibilitas atau infeksi sederhana.menjadi tiroglobulin tirosin) dan konjugasi residu iodinated tirosin pada tiroglobulin. yang mana reaksi besi ferrous dengan hydrogen perioksida untuk menghasilkan besi ferrik dan radikal bebas. Enzim non heme terikat lain yang dibutuhkan dalam sintesis DNA dan replikasi sel adalah ribonukleotida reduktase yang mengubah adenosine difosfat (ADP) menjadi dioksi ADP (dADP) . sementara rasio yang sama antara besi heme dengan zinc tidak ada efek absorpsi zinc. Ingestion kedua zat gizi adalah 25: 1 molar hal ini mengurangi absorpsi zinc dari air sampai 34% pada manusia. Katalisis membantu mencegah sel rusak yang diakibatkan oleh hydrogen perioksida. flavoprotein. tidak ada efek inhibitor yang diperlihatkan. dengan empat kelompok heme. meskipun. Dalam reaksi diketahui sebagai reaksi Haber Weiss. Reaksi ini dibutuhkan untuk sintesis dari hormone tiroid T3 dan T4. Dalam Siklus krebs.kemungkinan bereaksi dengan molekul hydrogen perioksida lain untuk menghasilkan molekul oksigen dan hidroksil radikal bebas seperti OH-. juga membutuhkan besi untuk fungsinya. Dalam glikolisis. sebuah membrane oksida berbahaya. yang menggunakan oksigen untuk mengubah alehid (RCOH) menjadi alcohol (RCOOH): Oksidasi sulfit. Rasio besi non heme dengan zinc pada 2:1 dan 3:1 juga menunjukkan adanya hambatan absorpsi zinc. Tiroperoksida. ditemukan dalam plasma sama dangan granula dalam neutrofil (sel darah putih). hidroksi radikal bebas (OH-) dan ion lain seperti klorida (Cl-). akonitasi yang mengubah sitrat menjadi isositrat. penting dalam glukoneogenesis. besi ferro bebas mengkatalisis reaksi non enzimatik fenton. gliserol fosfat dehidrogenase.

Timah juga menghalangi aktifitas ferochelatase enzim yang menggabungkan besi ke heme. absorpsi besi nonhem dapat meningkat sampai sepuluh kali. Seluruh Mekanisme kekurangan besi yang diperbaiki oleh absorpsi timah tidak diketahui. kopi dan beberapa jenis sayuran dan buah juga menghambat absorpsi besi namun mekanismenya belum diketahui dengan pasti. Besi dan timah juga berinterksi. Timah menghalangi aktifitas Δ-aminolevulinik asam dehidratase. absorpsi timah meningkat berlangsung dengan kekurangan besi pada hewan dan dapat bermasalah untuk anak-anak yang sering kekurangan besi dan dapat meningkatkan perombakan ke timah. yang merupakan bagian dari hemoglobin dan mioglobin yang terdapat di dalam daging hewan dapat diserap dua kali lipat daripada besi-nonhem. Besi-hem. Kekurangan asam klorida di dalam lambung atau penggunaan obat-obatan yang bersifat basa seperti antasid menghalangi absorpsi besi. Faktor-faktor yang mempengaruhi besi yaitu: Bentuk besi di dalam makanan berpengaruh terhadap penyerapannya. untuk mengkatalisis reduksi hydrogen peroksida dengan menggunakan glutation (GSH). sehingga mempersulit penyerapannya. defisiensi besi berpengaruh pada absorpsi selenium atau peningkatan penggunaan selenium pada tubuh. sebuah enzim yang diperlukan oleh selenium. Sebagai tambahan. seperti vitamin C sangat membantu penyerpan besi-nonhem dengan merubah bentuk feri menjadi fero. Asam fitat dan faktor lain di dalam serat serealia dan asam oksalat di dalam sayuran menghambat penyerapan besi. Kebutuhan tubuh akan besi berpengaruh besar terhadap absorpsi besi. Besi jumlah sedikit dibutuhkan dalam regulasi pretranslasional sintesis glutation peroksida. Mekanisme interaksi antara besi dan selenium tidak diketahui. enzim dimasukkan dalam sintesis heme. Status kekurangan vitamin A merubah distribusi besi antara jaringan. Asam organik. Defisiensi besi diasosiasi dengan penurunan konsentrasi selenium sama dengan sintesis dan aktivitas glutation peroksida. diduga karena hem mempunyai struktur yang sama dengan vitamin B12.Asosiasi lain antara vitamin A dan besi. Tingkat keasaman lambung meningkatkan daya larut besi. Bentuk fero lebih mudah diserap oleh tubuh. Sebagai tambahan enzim ini mengubah peroksida organic (ROOH) menjadi bentuk hidroksinya (atau alcohol). Tanin yang merupakan polifenol dan terdapat di dalam teh. PERTUKARAN BESI DALAM TUBUH . Glutation peroksida. Bila tubuh kekurangan besi atau kebutuhan meningkat pada masa pertumbuhan. Faktor intrinsik di dalam lambung membantu penyerapan besi. Kemungkinan lain besi atau protein yang mengandung besi dibutuhkan untuk aktifitas glutation peroksida. Faktor-faktor ini mengikat besi. Konsentrasi rendah plasma retinol diasosiasi dengan pengurangan plasma besi dan hemoglobin darah dan hematrokit sebanding bertambahnya akumulasi hepatic besi dalam tikus. sedangkan besi-hem dua kali. B. Secara berurutan.

bentuk kompleks dengan hemoglobin bebas . Walaupun kebanyakan sel darah merah didegradasikan dalam system retikuloendotelial. sementara hemopexin.1 Dapat dilihat dari angka tersebut. namun jumlah absorpsi besi.6 mg). persedian besi pada plasma pool dapat disesuaikan dengan batas banyaknya. dari 0. Protein lalu mengantarakan komponen yang mengandung besi ke hati. Selama degradasi sel darah merah. berfungsi untuk melepaskan pelepasan hemoglobin dan heme bebas. Besi itu akan digunakan kembali. bentuk kompleks dengan heme bebas dalam darah. dimana degradasi lebih jauh berlangsung untuk dapat digunakan kembali besi tersebut. secara berturut-turut di dalam darah. yang tua selanjutnya dimakan oleh makrofag di dalam limfa dan diturunkan (fagositosit). sekitar 20 sampai 25 mg besi per hari dilepaskan dari katabolisme hemoglobin. Kehilangan tersebut berlangsung dari berbagai letak: Dinding gastrointersinal : 0. sebagai contoh untuk eritropoiesis atau untuk penggabungan kedalam enzim besi terikat.45 mg sesuai dari kehilangan darah . Simpanan besi sebagai feritin dan hemosiderin didegradasi terutama dalam hati. hemolisis kronik kuantiti besi melewati plasma dapat dikembangkan enam sampai delapan kali normal.6 Kulit : 0.06% total kandungan besi tubuh hal ini tidak menyediakan konsentrasi besi yang dibutuhkan. limfa dan sumsum tulang. Kebutuhan untuk besi transferin ditentukan oleh kebutuhan sumsum tulang untuk sintesis sel darah merah. sekitar 0. sekitar 0. juga disintesisoleh hati. Kecuali kalau simpanan tubuh dihabiskan. EKSKRESI Kehilangan besi sehari-hari oleh laki-laki dewasa kira-kira antara 0. 6 mg.3 Ginjal : 0. Sebagai tambahan. disintesis oleh hati. limfa dan sumsum tulang). Kebanyakan besi masuk ke dalam plasma untuk distribusi dan redistribusi oleh transferin yang juga berkonstribusi melalui bagian pengrusakan hemoglobin dan bagian degradasi ferritin dan hemosiderin. Dua protein.0 mg/hari (12-14 mg/Kg/hari).Meskipun diet besi penting dalam mempertahankan adekutnya dalam jangka panjang oleh tubuh besi. haptoglobin dan hemopexin. walaupun . yang kemudian dikeluarkan ke empedu untuk diekskresi dari tubuh. kebanyakan kehilangan besi via daerah gastrointestinal (0. Walaupun . Kebanyakan sel darah merah berumur sekitar 120 hari. Haptoglobin. sel makrofag retikuloendotelial dalam sumsum tulang dan sel kupfer dalam hati juga mendegradasi sel darah merah. beberapa lisis sel darah merah berlangsung dalam darah. atau besi menjadi cadangan untuk disimpan.2-0. bagian heme dari molekul hemoglobin dalam sel darah marah dikatabolis oleh oksigenase heme menjadi biliverdin dan selanjutnya menjadi bilirubin.9 dan 1. Hemoglobin didegradasi terutama oleh fagosit pada system retikuloendotelia (ditemukan dalam hati.

Pada tahun 1989 RDA berasumsi absorpsi besi sekitar 10% dan telah diatur rekomendasinya 10 mg pada laki-laki dan wanita postmonopouse.5 mg per hari. kira-kira sangat sedikit . Kehilangan besi basal baru digambarkan sedikit (0.5 mg/100 mL darah.1 mg. dengan batas lebih sekitar 80 mL. Keseimbangan pemasukan besi dengan kehilangannya dari tubuh sangat penting untuk kesehatan. RDA menyarankan 30 mg besi/hari wanita hamil.8 mg/hari) pada wanita karena daerah permukaannya lebih kecil. merupakan defisiensi gizi yang umum pada manusia di dunia.5 mg besi per periode.4 mg/hari. Rata-rata kehilangan darah selama siklus menstruasi sekitar 35 mL. kehilangan besi dalam menstruasi sekitar 0. menjadi fakta bahwa keseimbangan besi sering tidak dicapai. yang kehilangan hampir 17. C. Terakhir. RECOMMENDED DIETARY ALLOWANCES Kehilangan besi basal. Kandungan besi dalam darah sekitar 0. sebagian pada banyak anak-anak. walaupun mungkin meningkat pada orang dengan ulkus gastrointensial atau parasit intestinal atau hemorange ditimbulkan oleh operasi atau luka yang sesuai.3 sampai 1. METABOLISME ZAT BESI (Fe) Pada Ibu Hamil Hubungan Pola Makan dengan Kehamilannya .7-0.15 mg besi yang lain sesuai kehilangan empedu dan kematian sel mokusa. hilang di urin. Karena kurangnya menstruasi selama kehamilan dan bertambah atau lebih efisien absorpsi besi yang juga berlangsung saat kehamilan. sekitar 0. Kehilangan pada kulit kira-kira 0. walaupun diperkirakan kurang lebih 1. kehilangan besi untuk menstruasi mungkin melebihi 1. perempuan dan wanita usia subur. Kehilangan total premanopause wanita.0 mg/hari oleh laki-laki dewasa dan wanita pada saat menopause dengan pertambahan kehilangan besi meningkat dalam memformulasi RDA. supplement yang biasanya digunakan. RDA untuk besi pada wanita sebelum monepouse diatur 15 mg/hari. Karena 30 mg besi lebih dari biasanya yang didapatkan dari diet. Tingginya kejadian anemia defisiensi besi.3 mg besi berlagsung untuk kematian permukaan sel dari kulit. Ketika dirata-ratakan lebih sebulan.4 mg/hari karena kehilangan besi pada saat menstruasi.7 sampai 1. Kehilangan besi .2 sampai 0. Ekskresi besi meningkat pada orang sehat dengan asupan yang melebihi rata-rata konsentrasi besi ferritin pada kematian sel mokusa sel. pada beberapa wanita. dengan rata-rata 0.menit (-1 mL) dan 0.

1988). c.2 mg.Pada wanita hamil kebutuhan nutrisi yang harus dipenuhi menjadi lebih banyak. Terhadap Ibu Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain:anemia. Terhadap Janin Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapatmenimbulkan kegururan . protein. vitamin B12 1. Beberapa kebutuhan gizi ibu hamil dapat ditutupi olehmakanan sehat yang seimbang. vitamin A 4000 Kl. pendarahan. Makanan ibu selama hamil dan keadaan gizi ibu pada waktu hamil berhubungan erat dengan berat badan lahir rendah (BBLR). b. Keperluan kalori saat kehamilan perlu ditambah Anjuran Jumlah unsur-unsur gizi yang dianjurkan selama hamil: kalori 2500 kal. Cara pengolahan makanan harus diperhatikan agar tidak mengurangi nilai makanan. persalinan sebelum waktunya (premature). asfiksia intra partum (mati dalam kandungan). b. berat badan ibu tidak bertambah secara normal. WHO . Makanan yang diperlukan adalah makanan yang cukup kalori. bayi lahir mati. Pada wanita hamil semua kebutuhan nutrisi tersebut harusdipenuhi. sertapersalinan dengan operasi cenderung meningkat. garankapur 7. jika tidak dipenuhi maka akan berdampak pada ibu dan juga janin yang dikandung nya. vitamin C 25 mg (MoehiSjahmien.8 g. Makanan hendaknya bermacam-macam dan berganti-ganti supaya kekuranganmakanan pada suatu hari dapat diimbangi dengan makanan berikutnya. Seorang ibuhamil memiliki kebutuhan gizi khusus. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang zat-zat penting yang diperlukan oleh seorang ibuhamil : a. ferum 18 mg. Energi Karena banyaknya perbedaan kebutuhan energi selama hamil. asam lemak esensial.Secara umum kebiasaan makan yang buruk tersebut dapat berdampak : a. Terhadap Persalinan Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit danlama. cacat bawaan. kematian neonatal. anemiapada bayi. abortus. c. pendarahan setelah persalinan. protein 80 g. mineral dan vitamin. d. dan terkena penyakitinfeksi. lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) Pola makan dan nutrisi untuk ibu hamil : a.

dan gangguan tidur. c. dan 200 mg lenyapketika melahirkan. Dua kondisi pertama menyebabkan kakikejang. seperti daging tak berlemak. Jika kekuranganasam folat bertambah parah. Sementara Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi V 1993 mematok angka 285kkal perhari b. Kebutuhan ibu hamilakan protein meningkat sampai 68% umlah protein yang harus tersedia sampai akhir kehamilan sekitar 925 g yang tertimbun dalam jaringan ibu. lemah. 450 mg untuk menambah jumlah darah merah. susu dan hasil olahannya. ablasio plasenta dan.Kekurangan protein mungkin dapat menimbulkan anemia. letih. karena otak dan sumsum tulang belakang dibentuk pada hari pertama kehamilan. udem. yang dikenal dengan restless leg syndrome. lesu. Asam Folat Asam folat merupakan satu-satunya vitamin yang kebutuhannya selama hamil mencapaidua kali lipat. Kekejangan ini biasanya timbul pada malam hari sehingga lama kelamaan dapatmengganggu tidur penderita. Dengan demikian. ikan. sementara Widyakarya NasionalPangan dan Gizi V 1993 menagnjurkan penambahan 12 gr/hari. pemberian suplementasi harusdilaksanakan . Preparat suplementasi sebaiknya diberikan sekitar 28 hari setelah ovulasiatau pada 28 hari pertama kehamilan. kuning telur. akan terjadi anemia yang ditandai dengan penampakankelelahan dan depresi. Kehamilan 2 minggu dibutuhkan 7 mg/hari zat besi dari makanan danpenambahan garam ferro kira-kira 30 mg/hariuntuk keperluan pada kehamilan. Sebanyak 300 mg Fe ditransfer ke janin. penglihatan berkunang. Bahan pangan yangdijadikan sumber sebaiknya 2/3-nya merupakan bahan pangan yang bernilai biologitinggi. 200 mg Fe tertahan oleh tubuh ketika melahirkan dan 840 mg sisanya hilang. Kekurangan asam folat secara marjinal mengakibatkan peningkatankepekaan. Protein Pada kehamilan diperlukan protein untuk pertumbuhan fetus. Zat Besi kebutuhan ibu hamil akan Fe meningkat (untuk pembentukan plasenta dan sel darahmerah) sebesar 200-300%. Kekurangan zat besi akan menyebabkan terjadinya anemia gizi besiyang ditandai dengan gejala pucat. dan 350 kkal selama trimester II dan III. lelah berat.melindungi simpanan besi dalam badan dan keperluan pada masa laktasi. danprematuritas. NationalAcademy of Sciences mematok angka sekitar 30 gram. kacang-kacangan dansayur berdaun hijau. neuraltube defect. Pada keadaan anemia kekurangan zat besi perlutambahan besi 200 mg/hari yang dibagi dalam beberapa dosis.menganjurkanjumlah tambahan sebesar 150 kkal sehari pada trimester I. daging. Dari jumlah ini. janin dan plasenta. plasenta.Selama kehamilan 4 bulan pertama tidak perlu ditambah karena akan memperberat mualdan muntah. Perkiraan besaran zat besi yang perlu ditimbun selama hamilialah 1040 mg. telur. Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi V 1993 menganjurkan dosis sebesar 200 mikrogram. dengan 50-75 mg untuk pembentukan plasenta. Pada ibuhamil yang kekurangan zat besi akan mempunyai resiko melahirkan bayi dengan beratbadan rendah serta perdarahan sebelum dan saat persalinan. Protein yang berasal dari tumbuhan (nilai biologinya rendah) cukup 1/3 bagian. gestosis. uterus danpertumbuhan kelenjar mammae serta penambahan volume darah. d. Kekurangan asam folat berkaitan dengan bayi lahir rendah.Sumber zat besi makanan antara lain hati.

hati. Anjuran asuhan per hari untuk wanitahamil dan menyusui sebesar 200 µg (Food and Nutrition Board of the NationalAcademy of Scient\ces in the United State). Sumber utama kalsium adalah susu dan hasilolahannya seperti whole milk. Besarnya suplementasi ialah 280. ikan (terutama tuna). skimmed milk. Asupan yang dianjurkan sekitar 3 mikrogram sehari. 85 gram dagingbabi mengandung 2 mikrogram asam folat. telur. diare. Bersama asam folat.sebelum konsepsi terjadi. Vitamin B12 penting sekali bagi pertumbuhkembangan normal RBC. DEFISIENSI BESI DENGAN ATAU TANPA ANEMIA .kacang-kacangan. Secara kumulatif. dan saluran cerna. Itulah sebabnyamengapa defisiensi berat jarang terjadi. secangkir susu menyimpan 1 mikrogram. Insidensi dapat ditekan dalampemberian 10 mikrogram (400 IU) per hari. melainkan oleh ketiadaanfactor intrinsic yaitu sekresi gaster.unggas. serta beberapa bahan makanan nabati seperti sayuran warna hijau tua danlain-lain. kerang. yodium Kekurangan yodium selama kehamilan mengakibatkan janin menderita hipotiroidisme. sayuran berdaun hijau. susu. Sebutir telur mengandung 1 mikrogram. Jenis makanan yangmengandung asam folat antara lain ragi. jeruk. yang diperlukan oleh penyerapan B12. system persarafan. Tubuh dapat menyimpanB12 di hati dalam jumlah yang adekuat untuk persediaan selama 5 tahun. daging. II.yang selanjutnya berkembang menjadi kreatinisme. dan 350 mg masing-masing pada trimester I. III. II. 660. telur. mengantuk. hipoplasia enamel gigi bayi. dan keberfungsiansel-sel sumsum tulang. Kalsium Kadar kalsium dalam darah wanita hamil menurun drastic sampai 5% ketimbang wanitatidak hamil. sarang burung. dengan kecepatan7. h. g. mudahtersinggung serta pucat. janin menimbun kalsium sebanyak 30 g. dan 470mikrogram per hari. keju. udang. f. toghurt.Pangan sumber vitamin B12 ialah hati. 110. gejala anemiaini meliputi rasa letih dan lemah yang hebat. osteomalasia pada ibu. sardendalam kaleng. e. masing-masing pada trimester I. pemberian minyak beryodium per oral atau injeksi D. daging. dalam bentuk garamberyodium. depresi. III. Sumber lain ialah hati. Anemia pernisiosa biasanya tidak disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dalam makanan. Vitamin D Kekurangan vitamin D selama hamil berkaitan dengan gangguan metabolisme kalsiumpada ibu dan janin. vitamin ini menyintesis DNA danmemudahkan pertumbuhan sel. Kobalamin (Vitamin B12) Vitamin ini sangat penting dalam pembentukan RBC. keju. Asupan yang dianjurkan kira-kira 1200 mg/hari bagi wanita hamil yang berusia di atas 25 tahun dan cukup 800 mguntuk mereka yang berusia lebih muda.Gangguan ini berupa hipokalsemia dan tetani pada bayi baru lahir.

Sebagai tambahan. konsentrasi besi serum.Volume darah bertambah cepat pada kehamilan trimester 2 sehingga kekurangan besiseringkali terlihat pada turunnya kadar hemoglobin. kurang kalori protein. succinate. Efek pertama suplemen besi oral pada sejumlah sel darah merah dan konsentrasi hemoglobin terjadi selama 2 minggu. Terapi besi membangun simpanan tubuh akan besi yang mungkin dibutuhkan selama 6 bulan sampai 1 tahun. perpanjangan penggunaan obat dasar alkaline seperti antasida.5% pada trimester 2.Pada kehamilan. laktat.Pada kehamilan anemia kekurangan besi akan timbul jika keperluan besi (kirakira1000mg pada kehamilan tunggal) tidak dapat dipenuhi dari cadangan besi dan dari besi yangdapat diabsorpsi dari traktus gastrointestinal.Anemia defisiensi besi merupakan tahap defisiensi besi yang paling parah. dibutuhkan janin dan plasenta. kehilangan zat besi akibat pengalihan besi maternal ke janin untuk eritropoeisis. laju angka kelahiran. pengurangan waktu transit gastrointestinal. Masa remaja pertumbuhan mereka cepat karena laju pertumbuhan dan membutuhkan banyak kelompok sel darah merah Wanita selama tahun melahirkan karena menstruasi terjadi kehilangan besi Wanita hamil karena volume darah meningkat. Suplemen tersebut menyediakan besi non heme dan absorpsi akan banyak ketika ditelan dengan sumber vitamin C atau perbanyak factor lain. bagaimanapun pada manusia. tartarate. yang ditandaioleh penurnan cadangan besi. Anemia Defisiensi Besi pada Ibu Hamil Anemia adalah kehamilan dengan kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11%pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10. Nilai batas tersebut perbedaannyadengan kondisi wanita tidak hamil terjadi karena hemodilusi. Meskipun bertambahnya volume darah tidak begitu banyak pada trimester 3. sitrat. dankonsentrasi hemoglobin atau nilai hematokrit yang menurun. absorpsi besi diusahakan sebagai chelate tidak ditunjukkan untuk superior besi diberikan besi sulfat atau besi askorbat.Asupan besi sering tidak tercukupi pada empat kelompok populasi: Bayi dan anak kecil (6 bulan sampai 4 tahun) karena kurangnya besi dalam susu dan makan yang disukai lainnya. akloridria. steatorrhea dan parasit. penyakit ginjal. Oleh karena sebagian besar . Asam amino besi chelates. ditambah kehilangan darah disebabkan kelahiran. seperti besi glisin juga dipasarkan.000 kkal dari rata-rata diet orang barat. dan laktasi yang jumlah keseluruhannyamencapai 900mg atau setara 2 liter darah. terutama pada trimester ke 2. banyak wanita yang tidak hamil selama tahun melahirkan menurun secara tajam besi berdasarkan RDA karena pemasukan kalorinya sering dibatasi dan karena hanya 5 sampai 7 mg besi dapat diharapkan per 1. kehilangan zat darah saat persalinan. Kondisi lain dan asosiasi dengan peningkatan kebutuhan untuk asupan sesuai dengan kehilangan besi atau kelemahan absorpsi hemorage. dan ketidakcukupan simpanan besi pada tubuh untuk dibutuhkan selam enam bulan. fumarat dan glukonat. tetapi keperluan akan besi tetap banyak karena penambahan HB ibu terus berlangsung dan lebih banyak besi yang diangkut melalui plasenta ke neonatus. dan saturasi transferin yang rendah. SUPLEMEN Suplemen besi ferro tersedia sangat lengkap dengan sulfat.

sedangkan di amerika hanya 6%. Akibatnya frekuensi anemia pada kehamilancukup tinggi 10% ± 20%.Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma. cacing usus. b. maka kebutuhan tambahan ini berakibat padaanemia defisiensi besi. Menurut WHO. Frekuensi ibu hamil dengan anemia cukup tinggi di Indonesia yaitu 63.Kurangnya zat besi dalam makanan.perempuan mengawalikehamilan dengan cadangan besi yang rendah. Anemia pada wanita hamil a. Menurut Mochtar (1998)penyebab anemia pada umumnya adalah sebagai berikut: a) Kurang gizi (mal nutrisi) b) Kurang zat besi dalam diit c) Malabsorpsi d) Kehilangan darah banyak seperti persalinan yang lalu. 4. . Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh anemia defesiensi besi danperdarahan akut bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. karena pada masa itu janinmenimbun cadangan zat besi untuk diri sendiri sebagai persediaan bulan pertama sesudahlahir. Kekurangan gizi dan perhatian yang kurangterhadap ibu hamil merupakan predisposisi anemia defesiensi pada ibu hamil diIndonesia. Hipervolemia.5%. Selama kehamilan seorang wanita mengalami peningkatan plasma darah sampai 30%. Asupan yg kurang seperti pada kasus sangat mempengaruhi anemia yg timbul pada ibu. Defeisiensi besi merupakan defisiensi nutrisi yang paling sering ditemukan baik dinegara maju maupun negara berkembang. Wanita hamil cenderung terkena anemia pada 3 bulan terakhir. Etiologi Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akutbahkan tidak jarang keduannya saling berinteraksi (Saifuddin. 40% kematian ibu di Negara berkembang berkaitan dengan anemiadalam kehamilan. b. malaria dan lain-lain Anemia defisiensi besi pada kehamilan disebabkan oleh : a. 3. c. c. 2002). Risikonya meningkat pada kehamilan dan berkaitan dengan asupan besi yang tidak adekuat dibandingkan kebutuhanpertumbuhan janin yang cepat.Kebutuhan zat besi meningkat. d. Epidemiologi 1. menyebabkan terjadinya pengenceran darah. haid dan lain-lain e) Penyakit-penyakit kronik seperti TBC paru. 2. seldarah 18% tetapi Hb hanya bertambah 19%.

makakadar Hb. merupakan keadaan abnormal yang biasanya disebabkan olehkekurangan Fe . dan RBC relatif menurun. Namun. apabila kadar Hb < 11 g% pada terutamapada akhir kehamilan. Ht. Karena tambahan volume plasma lebih banyak dibanding dengan tambahan eritrosit.d.