A.

Pengertian Model Pembelajaran Visual Auditori Kinestetik(VAK) Model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik (VAK) adalah strategi pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan alat indra yang dimiliki siswa. Menurut Nurhasanah (2010) pembelajaran dengan model pembelajaranVisual Auditori Kinestetik (VAK) adalah suatu pembelajaran yang memanfaatkan gaya belajar setiap individu dengan tujuan agar semua kebiasaan belajar siswa akan terpenuhi. Jadi dapat disimpulkan Model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik(VAK) adalah model pembelajaran yang mengkombinasikan ketiga gaya belajar (melihat, mendengar, dan bergerak) setiap individu dengan cara memanfaatkan potensi yang telah dimiliki dengan melatih dan mengembangkannya, agar semua kebiasaan belajar siswa terpenuhi. (Sugiyanto. 2008:101) VAK (Visual, Auditory, Kinesthetic) merupakan tiga modalitas yang dimiliki oleh setiap manusia. Ketiga modalitas tersebut kemudian dikenal sebagai gaya belajar. Gaya belajar merupakan kombinasi dari bagaimana seseorang dapat menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi, (Deporter, 1999:112). Model pembelajaran VAK adalah model pembelajaran yang mengoptimalkan ketiga modalitas belajar tersebut untuk menjadikan si belajar merasa nyaman. Model pembelajaran VAK ini merupakan anak dari model pembelajaran Quantum yang berprinsip untuk menjadikan situasi belajar menjadi lebih nyaman dan menjanjikan kesuksesan bagi pebelajarnya di masa depan. Pembelajaran dengan model ini mementingkan pengalaman belajar secara langsung dan menyenangkan bagi siswa. Pengalaman belajar secara langsung dengan cara belajar dengan mengingat(Visual), belajar dengan mendengar (Auditory), dan belajar dengan gerak dan emosi (Kinestethic) (DePorter dkk. 1999). Dan menurut Herdian, model pembelajaran VAK merupakan suatu model pembelajaran yang menganggap pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut (Visual, Auditory, Kinestethic), dan dapat diartikan bahwa pembelajaran dilaksanakan dengan memanfaatkan potensi siswa yang telah dimilikinya dengan melatih dan mengembangkannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar langsung dengan bebas menggunakan modalitas yang dimilikinya untuk mencapai pemahaman dan pembelajaran yang efektif. Pemanfaatan dan pengembangan potensi siswa dalam pembelajaran ini harus memperhatikan kebutuhan dan gaya belajar siswa. Bagi siswa visual, akan mudah belajar dengan bantuan media dua dimensi seperti menggunakan grafik, gambar, chart, model, dan semacamnya. Siswa auditory, akan lebih mudah belajar melalui pendengaran atau sesuatu yang diucapkan atau dengan media audio. Sedangkan siswa dengan tipe kinestethic, akan mudah belajar sambil melakukan kegiatan tertentu, misalnya eksperimen, bongkar pasang, membuat model, memanipulasi benda, dan sebagainya yang berhubungan dengan system gerak. (Suyatno. 2009:60) B. Prinsip Model Pembelajaran Visual Auditori Kinestetik(VAK) Menurut Rose Colin dan Nicholl (2002:130) 1) Gaya visual (belajar dengan cara melihat) Belajar harus menggunakan indra mata melalui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunakan media dan alat peraga. Seorang siswa lebih suka melihat gambar atau diagram, suka pertunjukan, peragaan atau menyaksikan video. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata/penglihatan (visual). Dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak dititik

Ciri-ciri siswa yang lebih dominan memiliki gaya belajar auditori misalnya lirikan mata ke arah kiri/kanan. dan video. deskripsikan dan ucapkan apa yang sudah dibaca tadi sambil menutup mata dengan suara lantang. 2) Gaya auditori (belajar dengan cara mendengar) Belajar haruslah mendengarkan.beratkan pada peragaan/media. 3) Gaya Kinestetik (belajar dengan cara bergerak. 2012:2)  Ciri orang visual. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori. Ciri-ciri siswa yang lebih dominan memiliki gaya belajar visual misalnya lirikan mata ke atas bila berbicara dan berbicara dengan cepat.aktivitas fisik). bergerak. ajak siswa ke objek-objek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut. atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. mendatar bila berbicara dan sedang-sedang saja. debat dan instruksi (perintah) verbal. kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. baik dalam hal pakaian maupun prestasi . sementara gaya belajarkinestethic adalah gaya belajar siswa dengan melakukan sesuatu hal atau praktikkum. guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Siswa cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Dr. maka secara otomatis telah belajar dan menyimpannya dalam multi-sensori. Alat rekam sangat membantu pembelajaran pelajar tipeauditori. Ciri-ciri siswa yang lebih dominan memiliki gaya belajar kinestetik misalnya lirikan mata ke bawah bila berbicara dan berbicara lebih lambat. bekerja dan menyentuh) Belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung. yakni. Seorang siswa lebih suka mendengarkan kaset audio. buku pelajaran bergambar. Bagi siswa kinestetik belajar itu haruslah mengalami dan melakukan. menyimak. Anak auditori mencerna makna yang disampaikan melalui tone. Seorang siswa lebih suka menangani. presentasi. diskusi. menanggapi dan beragumentasi. DePorter menyebutkan banyak ciri perilaku lain yang dapat dilihat untuk mengenali modalitas belajar siswa. ceramah-kuliah. a) b) c) d) e) rapi dan teratur berbicara dengan cepat perencana dan mengatur jangka panjang yang baik. seperti diagram. Di dalam kelas anakvisual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi. Siswa berpikir menggunakan gambar-gambar di otak dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual. berbicara. Anak yang mempunyai gaya belajarvisual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Wenger (dalam Rose Colin dan Nicholl. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan. gagasan. pitch (tinggi rendahnya). (Janghyunita. gaya belajar auditory merupakan gaya belajar siswa dengan mendengar. Alasannya setelah dibaca. suara. mengemukakan pendapat. Berikut ciri-ciri siswa dalam ketiga modalitas belajar. Untuk itu. gerakan tubuh (handson. menyentuh dan merasakan/mengalami sendiri. (2002:143) merekomendasikan setelah membaca sesuatu yang baru. teliti terhadap detail mementingkan penampilan. Modalitas visual merupakan gaya belajar bagi siswa yang suka menghafal. divisualisasikan (ketika mengingat dengan mata tertutup) dan dideskripsikan dengan lantang. Anak yang mempunyai gaya belajar auditoridapat belajar cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak-anak seperti ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat.

f) g) h) i) j) k) l) pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran mereka mengingat apa yang dilihat. Setelah kenyamanan terwujud akan dapat menjadikan siswa mudah dalam menerima materi pelajaran dan pembelajaran yang efektif akan dapat tercapai. yaitu a) senang berbicara kepada diri sendiri b) mudah terganggu oleh keributan c) menggerakkan bibir/bersuara saat membaca d) dapat mengulang dan menirukan kembali nada-nada. daripada yang didengar. daripada yang didengar mengingat apa yang dilihat. yaitu a) berbicara dengan perlahan b) menanggapi perhatian fisik c) menyentuh orang utnuk mendapatkan perhatian mereka d) berdiri dekat ketika berbicara dengan orang e) selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak f) mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar g) belajar melalui memanipulasi dan praktik h) menggunakan jari isyarat tubuh i) tidak dapat duduk diam dalam waktu yang lama j) tidak mengingat geografi. dan warna suara e) sulit untuk menulis f) tetapi hebat dalam bercerita g) berbicara dalam irama yang terpola h) belajar dengan mendengarkan i) mengingat apa yang didiskusikan/dilisankan daripada yang dilihat j) suka berbicara k) berdiskusi l) menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar m) bermasalah dengan hal-hal yang melibatkan visualisasi. Dengan mengenali ciri-ciri ketiga modalitas di atas maka guru akan dapat memperhatikan situasi belajar yang perlu diciptakan untuk menjadikan siswa dengan modalitas yang berbeda merasa nyaman.  Ciri orang auditory. Ketiga modalitas . kecuali jika mereka memang telah berada ditempat itu k) menggunakan kata-kata yang mengandung aksi l) menyukai buku-buku yang berorientasi pada plot-mereka mencerminkan aksi dengan gerak tubuh saat membaca m) kemungkinan tulisannya jelek n) ingin melakukan segala sesuatu o) menyukai permainan yang menyibukkan. birama.  Ciri orang kinestethic. mengingat dengan asosiasi visual biasanya tidak terganggu oleh keributan mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis. seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain n) lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya o) lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik. dan sering meminta bantuan orang untuk mengulangnya membaca cepat dan tekun m) lebih suka membaca daripada dibacakan.

dan menempatkan mereka dalam situasi optimal untuk menjadikan siswa lebih siap dalam menerima pelajaran. Memberikan pengalaman langsung kepada siswa. percobaan. Auditorial. 2012:3) D. relevan. c. dan Intelektual). Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Visual Auditori Kinestetik (VAK) Kelebihan dan kelemahan Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan. 2011: 4) C. dan diskusi aktif. hanya akan mampu menangkap materi jika menggunakan metode yang lebih memfokuskan kepada salah satu gaya belajar yang didominasi. observasi. memberikan perasaan positif mengenai pengalaman belajar yang akan datang kepada siswa. yang sesuai dengan gaya belajar VAK. a. hanya saja ada yang berkembang dengan satu modalitas dan ada pula yang berkembang dengan ketiganya dalam porsi yang hampir sama. tidak terkecuali model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik (VAK) juga memiliki kelebihan dan kelemahan diantaranya sebagai berikut.(Agus firdaus. Sehingga orang yang hanya mampu menggunakan satu gaya belajar. Tahap ini biasa disebut eksplorasi. menarik dan efektif d. 3) Tahap Pelatihan (kegiatan inti pada elaborasi) . f. Langkah-langkah Model Pembelajaran Visual Auditori Kinestetik (VAK) langkah-langkah dalam pembelajaran VAK hampir sama dengan sintaks pada model pembelajaran SAVI (Somatik. 2) Tahap Penyampaian (kegiatan inti pada eksplorasi) Pada kegiatan inti guru mengarahkan siswa untuk menemukan materi pelajaran yang baru secara mandiri. (Janghyunita. 2) Kelemahan Model Pembelajaran VAK Kelemahan dari model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik(VAK) yaitu tidak banyak orang mampu mengkombinasikan ketiga gaya belajar tersebut. b. Visual. Memunculkan suasana belajar yang lebih baik. Mampu melatih dan mengembangkan potensi siswa yang telah dimiliki oleh pribadi masingmasing. karena mengkombinasikan ketiga gaya belajar. e. Mampu menjangkau setiap gaya pembelajaran siswa.tersebut pasti dimiliki oleh setiap manusia. Pembelajaran akan lebih efektif. Siswa yang memiliki kemampuan bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar karena model ini mampu melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Mampu melibatkan siswa secara maksimal dalam menemukan dan memahami suatu konsep melalui kegiatan fisik seperti demonstrasi. g. Pembelajaran dengan model VAK ini membantu para guru untuk memudahkan dalam penyampaian materi dan memberikan kenyamanan bagi siswa dalam belajar di kelas. Dapat disajikan sintaks pembelajaran VAK sebagai berikut. menyenangkan. melibatkan pancaindera. 1) Tahap persiapan (kegiatan pendahuluan) Pada kegiatan pendahuluan guru memberikan motivasi untuk membangkitkan minat siswa dalam belajar. 1) Kelebihan Model Pembelajaran VAK Kelebihan model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik (VAK) adalah sebagai berikut.

HS (Hanya Auditori). alat dan perangkat yang digunakan dalam proses pembelajaran. Kombinasi dari ketiga gaya belajar tersebut di dalam proses pembelajaran matematika contohnya. poster. Namun pembelajaran juga dapat dikemas dengan mengintegrasikan ketigamodalitas dengan menggunakan media audio visual yang dimodivikasi dengan kegiatan game atau kuis yang membebrikan kesempatan bagi siswa kinestetik. 4) Tahap penampilan hasil (kegiatan inti pada konfirmasi) Tahap penampilan hasil merupakan tahap seorang guru membantu siswa dalam menerapkan dan memperluas pengetahuan maupun keterampilan baru yang mereka dapatkan.( Meier. (Ngalimun.  Menyusun pertanyaan dan merekam jawaban dari teman yang melakukan presentasi (sudah mendengarnya). 2002:132) menyebutkan mereka yang memiliki HV (Hanya Visual). bahan. dsb. Hal yang perlu diperhatikan adalah media yang digunakan harus dapat memenuhi ketiga modalitas belajar. Dave. Siswa dengan modalitas belajar auditory dibantu dengan media suara atau musik-musik yang dapat merangsang minat belajar atau memberikan kesan menyenangkan. 2005:103) E. Siswa dengan modalitas belajar visual dapat dibantu dengan media gambar. No Tahap A Persiapan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Guru Siswa mempersiapkan bahan dan mempersiapkan perangkat yang digunakan dalam materi proses pembelajaran(kinestetik) mengenai menghitung luas dan keliling persegi dan persegi panjang dengan satuan tak baku dan baku. sementara bagi siswa kinesthetic diperlukan media-media pembelajaran yang dapat mengoptimalkan fungsi gerak siswa. rileks. grafik. . Aplikasi Model Pembelajaran Visual Auditori Kinestetik(VAK) Grinder (dalam Rose Colin dan Nicholl. dan nyaman bagi siswa. pada kegiatan belajar sehingga hasil belajar mengalami peningkatan.  Menulis dan mencatat butir-butir penting hasil presentasi yang disampaikan teman (sudah menanganinya secara fisik).  Membaca LKS dan memperhatikan guru dalam penyampaian konsep (sudah melihatnya). HK (Hanya Kinestetik).Pada tahap pelatihan guru membantu siswa untuk mengintegrasi dan menyerap pengetahuan serta keterampilan baru dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan gaya belajarVAK. 2012:76) Media-media yang dapat digunakan adalah media segala jenis media yang dapat diaplikasikan dalam pembelajaran VAK.

kemudian menggambar kembali gambar persegi dan persegi panjang tersebut pada buku catatan. Siswa membentuk kelompok belajar yang terdiri dari 4-5 orang yang heterogen(kinestetik).Guru melakukan tes awal tentang materi menghitung luas dan keliling persegi dan persegi panjang dengan satuan tak baku dan baku untuk menentukan skor dasar siswa. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. B Presentasi Kelas (1) Pendahulua n Guru melakukan apersepsi. (visualdan kinestetik). Guru memotivasi siswa dalam mempelajari Siswa mengerjakan tes awal tentang materi menghitung luas dan keliling persegi dan persegi panjang dengan satuan tak baku dan baku yang diberikan guru(kinestetik). (2) Pengemban gan Siswa mendengarkan dan menyimak motivasi yang diberikan guru tentang konsep luas dan keliling persegi dan . sehingga membantu siswa dalam berimajinasi dalam kehidupan sehari-hari. Siswa mengamati gambar bangun persegi dan persegi panjang. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang yang heterogen. yaitu dengan memunculkan rasa ingin tahu siswa dengan menggunakan media gambar bangun persegi dan persegi panjang.

persegi panjang dengan satuan tak baku dan baku (visual danauditori). auditori) Siswa menyimak konsep yang disampaikan oleh guru kemudian membuat catatan penting mengenai konsep rumus luas dan keliling persegi dan persegi panjang dengan satuan tak baku dan baku pada buku catatan(audio. Siswa dari kelompok lain mendengarkan. Guru menyampaikan tujuan mempelajari konsep tentang luas dan keliling persegi dan persegi panjang dengan satuan tak baku dan baku yang ingin dicapai dalam pembelajaran. memberikan gagasan dan menanggapi presentasi dari . kinestetik) Guru menyampaikan konsep mengenai rumus luas dan keliling persegi dan persegi panjang dengan satuan tak baku dan baku.konsep tentang luas dan keliling persegi dan persegi panjang dengan satuan tak baku dan baku. Guru memberikan kesempatan kepada Salah seorang siswa perwakilan dari masing-masing kelompok membaca dengan keras dan mempresentasikan hasil diskusinya (visual dankinestetik). mengemukakan pendapat. Siswa mengamati dan menyimak tujuan mempelajari konsep tentang luas dan keliling persegi dan persegi panjang dengan satuan tak baku dan baku yang hendak dicapai dalam pembelajaran (visual. Guru memberikan kesempatan kepada perwakilan masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil diskusinya.

Contoh penerapan model pembelajaran VAK dalam pelajaran matematika yaitu pembelajaran tentang pencerminan. untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan belajar yang dicapai siswa. siswa diberikan nilai. Latihan 1 1. lalu hitung luas dan keliling dari bangun trapesium tersebut. . auditori dankinestetik) Siswa menjawab tes akhir secara individu. kelompok lain tentang keliling persegi panjang (visual.kelompok lain untuk menanggapi hasil diskusi yang disampaikan. (5) Pelaksanaan Guru Tes/ Kuis membagikan tes akhir kepada siswa. y Gambarkan hasil dari pencerminan bangun trapesium di bawah ini terhadap sumbu y dan sumbu x. menerima penilaian individu dan kelompok(kinestetik).

Pembagian kelompok. sedangkan sisi kanan dan kiri sama besar. Setiap kelompok mendiskusikan benda-benda apa saja yang ada di dalam ruangan yang termasuk bangun datar berikan alasannya. 3. Contoh: Papan tulis Papan tulis ini berbentuk persegi panjang karena besar sisi-sisinya berbeda. Guru memberikan kuis kepada siswa secara individual. lalu dipresentasikan di depan kelas. . sisi atas sama dengan sisi bawah.4cm 2. dimana setiap kelompok beranggotakan 5 orang.

5 cm 7. maka panjang AB adalah . maka lebar persegi panjang adalah . Kesimpulan Model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik (VAK) adalah model pembelajaran yang mengkombinasikan ketiga gaya belajar (melihat. Kelebihan dan kelemahan Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan.KUIS 1.  Kelebihan Model Pembelajaran VAK Kelebihan model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik(VAK) adalah sebagai berikut. . c) Memunculkan suasana belajar yang lebih baik. Jika luas persegi panjang = kali luas persegi. .5 cm 2. 3. . belajar dengan mendengar (Auditory). a) Pembelajaran akan lebih efektif.. Sebidang tanah berbentuk jajar genjang dengan ditanahnya akan ditanami pohon-pohon. Berapa banyak pohon yang dapat ditanam? BAB III PENUTUP A. agar semua kebiasaan belajar siswa terpenuhi. dan belajar dengan gerak dan emosi (Kinestethic). mendengar. dimana jarak antara dua pohon yang berdekatan adalah 1 meter. menarik dan efektif. Gambar dibawah ini adalah persegi panjang dan persegi. Jika keliling laying-layang ABCD = 42 cm dan panjang AD = AB. tidak terkecuali model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik (VAK) juga memiliki kelebihan dan kelemahan diantaranya sebagai berikut. dan bergerak) setiap individu dengan cara memanfaatkan potensi yang telah dimiliki dengan melatih dan mengembangkannya. Pengalaman belajar secara langsung dengan cara belajar dengan mengingat (Visual). b) Mampu melatih dan mengembangkan potensi siswa yang telah dimiliki oleh pribadi masingmasing. 7. Pembelajaran dengan model ini mementingkan pengalaman belajar secara langsung dan menyenangkan bagi siswa. . karena mengkombinasikan ketiga gaya belajar.

dunia pendidikan semakin maju dan berkembang dan mencetak generasi baru yang kompeten.  Kelemahan Model Pembelajaran VAK Kelemahan dari model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik(VAK) yaitu tidak banyak orang mampu mengkombinasikan ketiga gaya belajar tersebut. B. observasi. f) Mampu menjangkau setiap gaya pembelajaran siswa. percobaan. Saran Semua model pembelajaran itu baik. dan diskusi aktif. g) Siswa yang memiliki kemampuan bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar karena model ini mampu melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. .d) Memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Model Pembelajaran VAK ini merupakan terobosan baru dalam dunia pendidikan. tergantung bagaimanakita dalam mempraktikkannya dan kecocokan dalam materi matematikanya. Sehingga orang yang hanya mampu menggunakan satu gaya belajar. dengan model ini bukan hanya guru yang menjadi pusat tetapi siswa juga yang menjadi pusat. e) Mampu melibatkan siswa secara maksimal dalam menemukan dan memahami suatu konsep melalui kegiatan fisik seperti demonstrasi. hanya akan mampu menangkap materi jika menggunakan metode yang lebih memfokuskan kepada salah satu gaya belajar yang didominasi.Diharapkan dengan munculnya model pembelajaran ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful