You are on page 1of 26

LAPORAN PBL SISTEM REPRODUKSI MODUL II KEPUTIHAN

OLEH : KELOMPOK 1 ANDI ARDIATMA AKBAR YUNUS ANNISYAH HARIADI DZATA BAHJAH FARADITA RELUBUN FITRIAH SYAM ISRADI FEBRIANTO PUANGKA ISTAM R. RESKI APRIANTI PINNI SRI ANNA ANDRIYANI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2010-2011

MODUL II KEPUTIHAN Skenario Nona Ita, 22 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan keputihan yang berbau amis. Saat ini Nona Ita sedang menghadapi ujian akhir. Kata Sulit Keputihan adalah: 1. Keluarnya cairan dari organ genitalia (wanita) yang tidak berupa darah. 2. Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental dan kadang – kadang berbusa. Merupakan proses normal sebelum 3. atau sesudah haid pada wanita tertentu 4. Sejumlah kecil cairan jernih yang berisi sel – sel mati melalui vagina, labia, dan vulva 5. Normal tidak berbau Kata Kunci • Nona, Perempuan, 22 tahun • Keputihan berbau amis • Menghadapi ujian akhir Pertanyaan 1. Bagian tubuh apakah yang berkaitan dengan gejala pasien? Dan bagaimana fisiologinya? 2. Apa saja faktor – faktor predisposisi yang dapat menyebabkan keputihan patologis? 3. Bagaimana patofisiologi keputihan hingga berbau amis? 4. Apa saja anamnesis tambahan yang dibutuhkan? 5. Apa pemeriksaan tambahan untuk menegakkan diagnosis?

Masing-masing lipatan ini membentuk lipatan-lipatan yang lebih kecil yang meluas secara transversal pada vagina dengan kedalaman lipatan yang berbeda-beda. Lipatan-liptaan ini berkembang baik ketika seorang wanita belum pernah melahirkan. Setelah masa pubertas. Keluhan yang dialami oleh pasien erat kaitannya dengan sekret yang sekret lendir yang dihasilkan oleh organ vagina dan cervix uterus. Secara histologis. Salah satunya di anterior sedangkan sisanya di posterior. Apakah ada hubungan antara faktor psikologi dengan keputihan? Jawaban 1. epitel pada vagina mengalami penebalan dan kaya akan glikogen. epitel vagina pada manusia tidak mengalami perubahan secara signifikan selama siklus menstruasi. Apa saja yang menjadi diferensial diagnosis pada pasien ini? 7. muskularis dan adventisia. Tapi yang mengalami perubahan hanyalah kadar glikogen yang meningkat pada masa setelah ovulasi dan berkurang pada saat akhir masa siklus. epitel yang terdapat pada vagina adalah epitel squamosa tidak bertanduk. . Adapun anatomi dan fisiologinya adalah sebagai berikut: Gambar 1: Anatomi Vagina dan Uterus Vagina Secara anatomis vagina memiliki 3 lapisan yakni lapisan mukosa.6. Mukosa pada vagina berikatan kuat dengan lapisan muskularis. Tidak seperti mamalia lain. Di lapisan epithelial mukosa terdapat 2 lipatan utama longitudinal.

Namun kondisinya dapat berubah menjadi patologis ketika jumlah bakteri yang menginvasi traktus genitalia meningkat ataupun karena penurunan daya tahan tubuh pejamu. Secara klinis. keputihan merupakan hal yang fisiologis. Hal-hal yang dapat mengantarkan keputihan pada keadaan patologis antara lain: a. Suasana asam ini sangat berperan dalam mencegah invasi bakteri patologis. mukus cervix menjadi lebih kental dan asam. Selama ovulasi. Selain itu terjadi pula peningkatan jumlah ion dalam mukus sehingga terbentuk kristal – kristal yang menyerupai pakis. Aktivitas sekresi kelenjar pada endocervix diregulasi oleh estrogen dan mencapai jumlah maximal pada masa ovulasi. Asam laktat ini membentuk semacam lapisan asam (pH 3.Produksi glikogen pada epitel vagina dipengaruhi oleh estrogen. Hormon ini menstimulasi epitel vagina sehingga dapat memproduksi dan menyimpan glikogen dalam jumlah yang besar. berair dan pHnya lebih alkali disbanding sebelumnya. Bagian ini mengandung mucus yang disekresikan oleh kelenjar tubular yang dilapisi oleh epitel kolumner dan dipenuhi oleh sel silia. hal ini dapat digunakan sebagai pendeteksi saat yang tepat untuk melakukan fertilisasi. Secara alami. Cervix Uterus Cervix uterus merupakan bagian yang menghubungkan vagina dengan tuba tuerina melalui ostium external canalis cervicalis yang dilapisi oleh membran mucosa yang disebut endocervix.0). yang kemudian dilepaskan pada lumen vagina untuk membasahi daerah sekitarnya. terutama saat pertengahan siklus menstruasi. Ada sejumlah flora normal pada vagina dan cervix. namun yang paling sering ditemui adalah Lactobacillus acidophilus. flora normal vagina akan memetabolisme glikogen membentuk asam laktat yang bertanggung jawab dalam merendahkan suasana pH vagina. kondisi ini dibuat sedemikian rupa agar dapat mendukung migrasi sperma. Bakteri ini mampu memproduksi asam laktat dengan jalan memecahkan glikogen yang berasal dari sekret vagina dan cervix. Fungsi sekret endocervicalis adalah memberi lubrikasi selama hubungan seksual terjadi dan berperan sebagai sawar yang melindungi dari invasi bakteri. mukus pada cervix menjadi lebih encer. 2. yang dapat mencegah proliferasi bakteri patologis. Jadi secara umum. peningkatan produksi mucus cervix .Setelah masa ovulasi.

3. pemakaian antibiotic d. Hal ini untuk memastikan apakah penyebaran penyakit telah . c. ada juga sejumlah gejala lain yang menyertai seperti rasa gatal pada daerah trigonum genitalia. Onset: untuk mengetahui sejak kapan gejala seperti ini dialami dan apakah ini merupakan gejala berulang atau pertama kalinya. Bau amis pada keputihan berasal dari poliamina. Produksi zat ini menyebabkan transudasi cairan vagina dan eksfoliasi sel epitel yg menyebabkan sekret vagina. pencucian vagina c. Warna dan konsistensi: hal ini sangat penting ditanyakan sebab warna sekret dan konsistensi dapat menjadi petunjuk patogen penyebab timbulnya gejala. Langkah Diagnosis Anamnesis Beberapa anamnesis tambahan yang dapat diberikan pada pasien ini untuk dapat menegakkan diagnosis antara lain: a. Gejala lain yang perlu ditanyakan adalah ada tidaknya rasa panas pada saat buang air kecil dan nyeri abdomen. hubungan seksual e.bakteri yang tidak dapat ditoleransi oleh tubuh. 4.b. b. Patofisologi timbulnya bau amis pada keputihan awalnya didahului oleh pertumbuhan mikroorganisme anaerobik yang berlebihan disertai produksi enzim proteolitik yang berperan dalam pelepasan produk biologik seperti poliamina. Gejala lain: Keputihan patologis biasanya selain ditandai bau amis. perubahan hormon saat hamil dan menstruasi.3 Faktor – faktor predisposisi di atas dapat merubah lingkungan genitalia yang mulanya asam menjadi lebih alkali sehingga memicu pertumbuhan bakteri . Namun untuk memastikannya harus dilakukan pemeriksaan sekret vagina.

kental : GO Warna putih : jamur Warna merah muda : bakteri non spesifik Palpasi : pada kelenjar bartolini  Pemeriksaan Ginekologi • • Inspekulo Pemeriksaan bimanual  Laboratorium . dan apakah siklus haidnya teratur. Riwayat penyakit sebelumnya dan penggunaan obat antibiotik. Pemeriksaan fisis • • • • • • Inspeksi : kekentalan.mencapai organ urinarius atau viseral. Siklus haid: pada umumnya sekret vagina mengalami peningkatan pada saat ovulasi dan akhir masa menstruasi sehingga penting ditanyakan pada pasien apakah saat ini dia sedang haid atau tidak. d. Selain itu perlu juga ditanyakan apakah pada sekret vagina terdapat nanah ataupun darah. bau dan warna leukore Warna kuning kehijauan berbusa : parasit ( trichomonas) Warna kuning. Perilaku menjaga kebersihan organ genitalia: sangat penting menanyakan perilaku higienitas pasien sebab salah satu faktor yang dapat memicu meningkatnya penyakit kelamin adalah ketidaktepatan saat membersihkan organ genitalia. g. f. e. Aktivitas seksual: pertanyaan yang menyangkut hal ini cukup sensitif namun harus ditanyakan karena banyak penyakit kelamin menular melalui aktivitas seksual yang tidak sehat.

. Pada pasien hamil. Bacteroides bivius. tetapi timbul akibat perubahan kimiawi dan pertumbuhan berlebih dari bakteri yang berkolonisasi di vagina. Penyakit vaginosis bakterial sering juga ditemukan pada wanita yang memeriksakan kesehatannya daripada vaginitis jenis lainnya. Perlu diketahui. Lactobacillus.• • • • Pemeriksaan PH vagina pH normal vagina : 3.. Mobilincus. Gardnerella vaginalis.5 Pulasan dengan pewarnaan gram Pemeriksaan dengan larutan garam fisiologis dan KOH 10% Kultur 5.dan Fusobacterium nucleatum. Gardnerella vaginalis. Deferential Diagnosis Vaginosis Bakterial Definisi Vaginosis bakterial adalah suatu keadaan abnormal pada ekosistem vagina yang disebabkan oleh bertambahnya pertumbuhan flora vagina bakteri anaerob (terutama Bacteroides sp. Peptostreptococcus. Faktor Predisposisi33 . dan Mycoplasma hominis)menggantikanLactobacillus yang mempunyai konsenterasi tinggi sebagai flora normal vagina. prevalensi vaginosis bakterial mencapai 16%. Prevalensi Menurut Amsel & Hoist BV banyak ditemukan pada wanita yang memakai penggunaan alat intrauterin. pada vagina wanita sehat dapat ditemukan beberapa jenis mikroorganisme antara lain: Mycoplasma hominis. Streptococcus agalactiae (Streptococcus grup B).8 – 4. Jadi vaginosis bakterial bukan suatu infeksi yang disebabkan oleh satu organisme.Ureaplasma urealyticum. Mobilincus sp.

bakteri fakultatif dan obligat anaerobik. Salah satu komponen lengkap dari ekosistem vagina adalah mikroflora vagina endogen. Aksi sinergetik dan antagonistik antara mikroflora vagina endogen bersama dengan komponen lain. yang terdiri dari gram positif dan gram negatif aerobik.• • • • Memiliki pasangan seks baru atau pasangan seks Douching (Pencucian Vagina) Menggunakan alat kontrasepsi (IUD) untuk pengendalian kelahiran Tidak menggunakan kondom Patogenesis Ekosistem vagina adalah biokomuniti yang dinamik dan kompleks yang terdiri dari unsur-unsur yang berbeda yang saling mempengaruhi. ekosistem vagina didominasi oleh bakteri . Beberapa faktor / kondisi yang menghasilkan perubahan keseimbangan menyebabkan ketidakseimbangan dalam ekosistem vagina dan perubahan pada mikroflora vagina. Dalam keseimbangannya. mengakibatkan tetap stabilnya sistem ekologi yang mengarah pada kesehatan ekosistem vagina.

Asam laktat seperti organic acid lanilla yang dihasilkan oleh Lactobacillus. dan pertahanan dari berbagai infeksi. hidrogen peroksida (H2O2). sekret vagina ini merupakan suatu hal yang alami dari tubuh untuk membersihkan diri. memiliki pH kurang dari 5. bercampur dengan bakteri.vaginalis sebagai pembentuk asam amino dan kuman anaerob beserta bakteri fakultatif dalam vagina yang mengubah asam amino menjadi amin sehingga menaikkan pH sekret vagina sampai suasana yang .0 terdiri dari sel-sel epitel yang matur. sekret vagina tersebut tampak jernih. G. dimana merupakan tempat yang tidak sesuai bagi pertumbuhan bakteri khususnya mikroorganisme yang patogen bagi vagina. memegang peranan yang penting dalam memelihara pH tetap di bawah 4. sel-sel vagina yang terlepas dan sekresi dari kelenjar Bartolini. tanpa clue cell. Perubahan ini terjadi akibat berkurangnya jumlah Lactobacillus yang menghasilkan hidrogen peroksida.5 (antara 3. atau berwarna kekuningan ketika mengering di pakaian.8-4. kelenjar pada serviks menghasilkan suatu cairan jernih yang keluar. Trichomonas. sebagai pelicin. tanpa jamur. Hidrogen peroksida dominan terdapat pada ekosistem vagina normal tetapi tidak pada bakterial vaginosis. Pada wanita. Kemampuan memproduksi H2O2 adalah mekanisme lain yang menyebabkan Lactobacillus hidup dominan daripada bakteri obligat anaerob yang kekurangan enzim katalase. dan bakteriosin. putih keruh. sejumlah normal leukosit. Lactobacillus sendiri merupakan bakteri anaerob batang besar yang membantu menjaga keasaman vagina dan menghambat mikroorganisme anaerob lain untuk tumbuh di vagina.Lactobacillus yang menghasilkan asam organik seperti asam laktat. Pada bakterial vaginosis dapat terjadi simbiosis antara G. Dalam kondisi normal. Sekret vagina adalah suatu yang umum dan normal pada wanita usia produktif.2). vaginalis sendiri juga merupakan bakteri anaerob batang variabel gram yang mengalami hiperpopulasi sehingga menggantikan flora normal vagina dari yang tadinya bersifat asam menjadi bersifat basa. Dalam kondisi normal. Mekanisme ketiga pertahanan yang diproduksi oleh Lactobacillus adalah bakteriosin yang merupakan suatu protein dengan berat molekul rendah yang menghambat pertumbuhan banyak bakteri khususnya Gardnerella vaginalis.

kental. Adanya bau amis setelah penetesan KOH 10% pada cairan vagina (whiff test). vaginalis melekat pada sel-sel epitel vagina in vitro. 3.Beberapa amin diketahui menyebabkan iritasi kulit dan menambah pelepasan sel epitel dan menyebabkan duh tubuh berbau tidak sedap yang keluar dari vagina. didominasi oleh Lactobacillus.5 dengan menggunakan phenaphthazine paper (nitrazine paper). disiens yang dapat diisolasikan dari infeksi genitalia. pH vagina > 4. Capilosus dan B. B.Organisme ini tidak invasive dan respon inflamasi lokal yang terbatas dapat dibuktikan dengan sedikitnya jumlah leukosit dalam sekret vagina dan dengan pemeriksaan histopatologis. 4. kemudian menambahkan deskuamasi sel epitel vagina sehingga terjadi perlekatan duh tubuh pada dinding vagina. Kriteria Diagnostik Diagnosis klinis vaginosis bakterial menurut Amsel dkk adalah jika tiga dari empat kriteria berikut ditemukan . . tipis. 2. Duh yang homogen. Gambaran Clue Cell Diagnosis Klinis Vaginosis bakterial mmenurut Spiegel dkk dengan menggunakan pewarnaan gram adalah sebagai berikut:  Derajat1 : normal. dan berwarna seperti susu. jumlah Lactobacillus berkurang.Basil-basil anaerob yang menyertai bakterial vaginosis diantaranya Bacteroides bivins. Timbulnya bakterial vaginosis ada hubungannya dengan aktivitas seksual atau pernah menderita infeksi Trichomonas.  Derajat 2 : intermediate.G. Adanya selclue pada pemeriksaan mikroskopik sediaan basah.sesuai bagi pertumbuhan G. vaginalis. yaitu: 1.

Sistem skoring yang digunakan untuk melihat flora vagina pada pewarnaan Gram adalah berdasarkan pengenalan morfologi kuman yang paling dapat dipercaya. yaitu dapat untuk menyingkirkan flora normal atau dengan perkataan lain dapat untuk membantu menentukan apakah yang terlihat dengan pewarnaan Gram merupakan gambaran flora normal atau vaginosis bacterial. dan Gram negatif bengkok/ batang dengan ukuran bervariasi(M obilincus). Derajat 3 :abnormal. dosis tunggal (5 gr) intravaginal.75%. karena morfologi kuman berdasarkan pewarnaan Gram sangat variabel dan sangat tergantung pada kemampuan interpretasi hasil pewarnaan Gram. sekali sehari cream 2%. tidak ditemukan Lactobacillus atau hanya ditemukan beberapa kuman tersebut. disertai dengan bertambahnya jumlah Gardnerella vaginalis atau lainnya. atau Clindamycin ovules 100 g intravaginal sebelum tidur selama 3 hari. dosis tunggal (5 gram)  Regimen alternatif lain adalah: Clindamycin 300 mg 2 kali sehari peroral selama 7 hari. Gram negatif halus/batang dengan ukuran bervariasi (Bacteroides atauGardnerella). . Akhir-akhir ini tingkat kepercayaan dan reproducibility dalam mengenal berbagai morfologi kuman dari pulasan vagina dievaluasi. tingkat kepercayaannya tidak terlalu tinggi . Ternyata diagnosis vaginosis bakterial menggunakan kriteria Spiegel dkk. Metronidazole gel selama 5 hari atau Clindamycin intravaginal sebelum tidur selama 7 hari. atau 0. yaitu: bentuk batang Gram positif ukuran besar (Lactobacillus). Manajemen Pengobatan  Regimen yg direkomendasikan oleh CDC adalah: Metronidazole 500 mg 2 kali sehari peroral selama 7 hari.Meskipun demikian sistem skoring ini masih tetap mempunyai keuntungan.

Dilaporkan terjadi perbaikan spontan pada lebih dari 1/3 kasus. Pengobatan ulang dengan antibiotik karena yang sama dapat dapat dipakai.  Untuk wanita hamil dengan gejala vaginosis bakterial dapat diberikan: • • • Metronidazole 500 mg 2 kali sehari selama 7 hari.  Pada penderita bakterial vaginosis yang sedang hamil.Prognosis bakterial vaginosis sangat baik. bayi berat lahir rendah. Terjadi peningkatan infeksi traktus genitalis atas berhubungan dengan bakterial vaginosis. Prinsip bahwa konsentrasi tinggi bakteri pada suatu tempat meningkatkan frekuensi di tempat yang berdekatan. beberapa ahli menyarankan agar semua wanita hamil yang sebelumnya melahirkan bayi prematur agar memeriksakan diri untuk screening vaginosis bakterial. bakterial vaginosis tidak menimbulkan komplikasi setelah pengobatan. Untuk mencegah rekurens dari vaginosis bakterial dapat digunakan metronidazole gel 2 kali seminggu selama 6 bulan. Dengan pengobatan metronidazol dan klindamisin memberi angka kesembuhan yang tinggi (8496%). dapat terjadi komplikasi yang berat. . Clindamycin 300 mg 2 kali sehari peroral selama 7 hari Prognosis Prognosis bakterial vaginosis dapat timbul kembali pada 20-30% wanita walaupun tidak menunjukkan gejala.  Bakterial vaginosis sering dikaitkan dengan penyakit radang panggul (Pelvic Inflamatory Disease/PID). walaupun tidak menunjukkan gejala sama sekali. Komplikasi Pada kebanyakan kasus. ketuban pecah dini. Namun pada keadaan tertentu.  Bakterial vaginosis disertai peningkatan resiko infeksi traktus urinarius. dan endometritis post partum. dapat menimbulkan komplikasi antara lain: kelahiran prematur. Oleh karena itu. dimana angka kejadian bakterial vaginosis tinggi pada penderita PID. atau Metronidazole 250 mg 3 kali sehari peroral selama 7 hari. infeksinya disembuhkan.

Gejala tersering pada perempuan adalah sekret vagina kuninghijau berbusa yang mungkin banyak dan berbau tidak sedap. Apabila tidak diobati. dan tindakan sering mencuci vagina merupakan predisposisi timbulnya trikomoniasis. Trichomonas vaginalis tumbuh paling subur pada pH antara 4.vaginalis ditularkan hampir secara eksklusif melalui hubungan kelamin. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi dapat mengalami infeksi T. keadaan-keadaan yang meningkatkan pH vaagina misalnya haid. Gejala dan Tanda Gejala trikomoniasis biasanya muncul 5 sampai 28 hari setelah inokulasi pada perempuan dan 1 hari pada laki – laki. dan infeksi sembuh bahkan tanpa pengobatan. Sebagian besar laki – laki pasangan seksual dari perempuan yang . maka gejala dapat mereda tetapi infeksi menetap secara subklinis. yang sering disebut sebagai strawberry cervix. Resiko terinfeksi T. memicu repon imun humoral dan seluler yang tidak bersifat protektif terhadap infeksi berikutnya.Trikomoniasis Trikomoniasis disebabkan oleh protozoa parasitik Tichomonas vaginalis. Agar dapat bertahan hidup. dan hal ini dapat menjelaskan mengapa perempuan lebih rentan terhadap infeksi dari pada laki-laki. dan dispareunia. Organisme terdorong oleh gerakan-gerakan acak berkedut dari flagelanya. Diperkirakan bahwa terdapat 5 juta kasus infeksi T. Dalam beberapa minggu. vaginalis.9 dan 7. Bayi perempuan rentan karena pengaruh hormon ibu pada epitel vagina bayi. seiring dengan termobilisasinya hormon-hormon ibu. epitel vagina bayi menjadi resisten terhadap T.5. dengan demikian. dan ptekie serviks. T.vaginalis. namun cara penularan melalui fomite ini sangat jarang terjadi. Trikomonad Trichomonas vaginalis adalah organisme oval berflagella yang berukuran setara dengan sebuah leukosit.vaginalis setiap tahunnya di Amerika Serikat. perdarahan pasca coitus. trikomonad harus berkontak langsung dengan eritrosit. Walaupun trikomonad diketahui dapat bertahan hidup sampai 45 menit pada fomite. Trikomonad mengikat dan akhirnya mematikan sel-sel pejamu. Infeksi T. Pemeriksaan panggul ditandai oleh sekret. pemakaian kotrasepsi oral. kehamilan. peradangan mencolok pada epitel vagina.pruritus perineum.vaginalis menyebabkan infeksi simptomatik pada 20% hingga 50% perempuan.vaginalis. meningkat seiring dengan jumlah pasangan seks dan lama aktivitas seksual.

Demikian juga.vaginalis akan memiliki organisme ini di uretra mereka. meningkatnya pH vagina. Infeksi vagina yang disebabkan oleh T. Tidak terdapat bukti adanya penyulit yang berat atau sekuele jangka panjang akibat infeksi T. disuria. adanya bau amina.vaginalis yang tidak diobati. kemungkinan karena banyaknya penggunaan metronidazole oleh populasi yang secara seksual aktif untuk mengobati vaginosis bakterial. sering berkemih. mungkin karena adanya zat – zat antitrikomoniasis disekresi di prostat yang bersifat protektif. Pada pemeriksaan sediaan basah dapat ditemukan jumlah sel PMN yang meningkat dan protozoa motil yang ukurannya sama dengan sel PMN. Pada laki – laki. .vaginalis yang terdeteksi pada Pap smear tidak dapat diandalkan karena tingginya angka positif-palsu dan negatif-palsu.vaginalis mengalami peningkatan. diagnosis yang hanya didasarkan pada gejala kurang dapat diandalkan karena beragamnya gejala dan adanya infeksi asimtomatik. Pemeriksaan trikomonad dalam sediaan basah saline pada pemeriksaan mikroskopik sekret dapat menegakkan diagnosis tapi tidak dapat menyingkirkan diagnosis.terinfeksi oleh T. Pemeriksaan Diagnostik Pada perempuan. T. Namun. pH vagina pada infeksi T. dan sekret vagina hijaukuning yang berbusa merupakan indikasi kuat infeksi T.vaginalis dari semua bagian tubuh dan di Amerika Serikat merupakan satu – satunya obat oral yang tersedia untuk terapi trikomoniasis. Terapi Metronidazol per oral sangat efektif untuk mengeradikasi T. Perempuan hamil dapat diterapi dengan metronidazol dosis tunggal.vaginalis.vaginalis sudah sangat jarang. tapi whiff test memberikan hasil negatif. Laki – laki lebih besar kemungkinannya memperlihatkan gejala segera setelah inokulasi berupa uretritis ringan sampai berat yang ditandai oleh sekret. gambarn seperti ini ditemukan pada 2/3 kasus. Gejala pada lelaki lebih transien. namun terapi biasanya sudah dapat diberikan hanya berdasarkan gejala klinis. gejala tidak banyak berbeda dari uretritis yang disebabkan oleh organisme lain. Biakan adalah baku emas untuk diagnosis. Semua pasangan seksual harus diterapi sebelum mereka kembali melakukan hubungan kelamin.

Diabetes mellitus: frekuensi kolonisasi lebih tinggi (merupakan faktor predeposisi bila tidak dikontrol). antara lain: - Kehamilan: selama kehamilan vagina menunjukkan peningkatan kerentanan terhadap infeksi Candida spp. maka candida bisa bermultiplikasi. Candida dalam keadaan normal terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sedikit. Gangguan hanya akan muncul apabila keseimbangan populasi flora normal ini mengalami perubahan. kehadiran Candida albicans dalam tubuh manusia tidak menimbulkan gangguan apapun. khususnya dalam trimester ketiga. kurang dari 5% dari wanita ini memiliki riwayat rekurens. yang juga dikenal dengan ‘yeast infection’. Perubahan keseimbangan flora normal dalam vagina dapat terjadi karena beberapa hal. didapatkan candidiasis vulvovaginal pada beberapa waktu tertentu. Patogenesis dan Faktor Predisposisi Dalam kondisi normal. sehingga prevalensi kolonisasi vagina dan vaginitis sirntomatik meningkat. yaitu Candida. Antibiotika: timbulnya VVC simptomatik sering terjadi selama pemakaian antibiotika oral sistemik khususnya dengan spektrum lebar seperti tetrasiklim.Kandidiasis Vulvovaginalis Definisi Kandidiasis. ketika terjadi ketidakseimbangan seperti perubahan keasaman normal vagina atau perubahan keseimbangan hormonal. Entah itu jumlahnya meningkat dengan pesat ataupun menurun secara drastis. Diduga estrogen meningkatkan perlekatan Candida spp. Prevalensi Hampir pada 50% dari wanita yang berumur lebih dari 25 tahun. arnpisilin - .namun begitu. pada sel epitel vagina dan secara langsung meningkatkan virulensi ragi - Kontrasepsi oral: khususnya pada kadar estrogen tinggi. adalah infeksi jamur yang terjadi ketika ada pertumbuhan yang berlebihan dari salah satu jamur.

- Pemeriksaan Penunjang Pada pemeriksaan mikroskopik sekret vagina dengan sediaan basah KOH 10% dapat terlihat adanya bentuk ragi (yeast form): blastopora dan pseudihifa (seperti sosis panjang bersambung). Radang pada vulva dan vagina dapat disertai maserasi. - Umur: pada bayi dan orangtua lebih sering terkena Imunologik/ penyakit genetik Iklim: panas dan kelembaban menyebabkan perspirasi meningkat Kebersihan kulit Kontak dengan pasien Lainnya: pakaian yang ketat rapat dengan celana dalam nilon meningkatkan kelembaban dan suhu daerah perineal sehingga insiden VVC meningkat. fiura. pseudomembran. dan lesi satelit papulopustular.dan sefalosporin karena eliminasi flora bakteri vagina yang bersifat protektif seperti laktobasilus. Keputihan bisa banyak. Nyeri vagina. Rasa terbakar. . atau berbau asam. Eritema dan bengkak labia serta vulva. dan pada dinding vagina biasanya ditemukan gumpalan keju (cottage cheeses) yang menempel. Manifestasi Klinis - Pruritus dan duh vagina merupakan keluhan umum tetapi tidak spesifik VVC. Iritasi. seksual akibat) Keputihan tidak berbau. (penyakit hub. Dyspareunia dan dysuria eksternal juga sering rnenyertai. Dengan pewarnaan gram dapat ditemukan pseudohifa yang bersifat gram positif dan blastopora5. Yang khas adalah bahwa gejala meningkat seminggu sebelum menstruasi dan sedikit menurun dengan mulainya haid.

Rejimen alternatif  Flukonazol. Obat golongan azol efektif pada pada 80% sampai 90% pasien yang menyelesaikan terapi. Test dengan menggunakan KOH dan kultur jamur memiliki keterbatasan akan tetapi test ini masih berguna untuk mengidentifikasi penyaklit ini. Pemeriksaan mikroskopik sekret vagina akan menunjukkan hifa.  Mikonazol/ klotrimazol 200 mg intravaginal/ hari è 3 hari  Klotrimazol 500 mg intravaginal dosis tunggal  Nistatin 100. Pemberian yogurth oral setiap hari dan Hiposentisisasi dwngan preparat –preparat anti gen C. Kandidiasis vulvovagina rekuren didefinisikan sebagai empat kali atau lebih infeksi simtomatik dalam satu tahun. Infeksi rekuren dapat diterapi dengan kombinasi preparat topikal dan oral. Albicans dilaporkan berhasil pada sebagian pasien perempuan. Karakteristik ’budding mycelia’ akan terlihat pada kurang dari 30% kultur postif kandida.000 IU intravaginal/ hr è 14 hari  Vulva è krim klotrimazol 1% atau mikonazol 2 % è 7-14 hr. ketokonazol. Terapi untuk laki – laki pasangan perempuan yang mengidap infeksi rekuren terbukti tidak mengurangi kekambuhan infeksi. Penatalaksanaan Kandidiasis genital dapat diterpi secara topikal atau oral. itrakonazol .Diagnosis Wanita yang mengalami kandidiasis vulvovaginalis akan menunjukkan manifestasi klinis yang disebutkan di atas. Biasanya kandida vulvovaginalis disertai dengan penyakit trikomoniasis dan bakterial vaginosis.

Keempat spesies ini sukar dibedakan kecuali dengan tes fermentasi. dan tidak tahan zat desinfektan. . sebagai Neisseria gonorrhoeae. meningitidis. catarrhalis serta N. Etiologi Gonore disebabkan oleh gonococcus yang ditemukan oleh Neisser pada tahun 1879 dan baru diumumkan pada tahun 1882. pada pria umumnya berkisar antara 2 – 5 hari. Secara morfologik gonococcus ini terdiri atas 4 tipe. Gonococcus termasuk golongan diplococcus berbentuk biji kopi dengan lebar 0. Daerah yang paling mudah terinfeksi ialah daerah dengan mukosa epitel kuboid atau lapis gepeng yang belum berkembang (imatur). Selain spesies itu. Kehamilan è Preparat azol topikal è 7 hari SERVISITIS GONORE Definisi Gonore mencakup semua penyakit yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae. tidak tahan lama di udara bebas. terdapat 3 spesies lain. Pili akan melekat pada mukosa epitel dan akan menimbulkan reaksi radang. tidak tahan suhu di atas 39°C. cepat mati pada keadaan kering.8 u. dan 2 lainnya yang bersifat komensal N. Gambaran Klinik Masa tunas gonore sangat singkat. dan bersifat tahan asam. Kuman tersebut dimasukkan dalam kelompok Neisseria. yaitu tipe 1 dan 2 yang mempunyai pili yang bersifat virulen. yakni pada vagina wanita sebelum pubertas. kadangkadang lebih lama. Pada wanita masa tunas sulit untuk ditentukan karena pada umumnya asimtomatik. serta tipe 3 dan 4 yang tidak mempunyai pili dan bersifat nonvirulen. tampak di luar dan di dalam leukosit. yaitu N.6 u. panjang 1. pharyngis sicca. Kuman ini bersifat negatif-Gram.

Tempat masuk kuman pada pria di uretra menimbulkan uretritis. Dapat asimtomatik. bila terjadi servisitis akut atau disertai vaginitis yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis. polaki-suria. Komplikasi Pada wanita. Infeksi pada wanita. Hal ini disebabkan oleh perbedaan anatomi dan fisiologi alat kelamin pria dan wanita. Yang paling sering adalah uretritis anterior akuta dan dapat menjalar ke proksimal. dan ektropion. Tampak pula duh tubuh yang mukopurulen. Gambaran klinis dan perjalanan penyakit pada wanita berbeda dari pria. Duh tubuh akan terlihat lebih banyak. asendens serta diseminata. Selain itu bila infeksi mengenai uretra dapat terjadi parauretritis. gejala subjektif jarang ditemukan dan hampir tidak pernah didapati kelainan objektif. edema. infeksi pada serviks (servisitis gonore) dapat menimbulkan komplikasi salpingitis. kadang-kadang menimbulkan rasa nyeri pada panggul bawah. penyakit akut maupun kronik. dapat pula disertai nyeri pada waktu ereksi. kemudian disusul disuria. Keluhan subjektif berupa rasa gatal. dan mengakibatkan komplikasi lokal. Pada beberapa kasus dapat terjadi pembesaran kelenjar getah bening inguinal unilateral atau bilateral. Pada pemeriksaan serviks tampak merah dengan erosi dan sekret mukopurulen. Pada wanita. pada mulanya hanya mengenai serviks uteri. . Pada pemeriksaan tampak orifisium uretra eksternum kemerahan. panas di bagian distal uretra di sekitar orifisium uretra eksternum. Sebagian besar penderita ditemukan pada waktu pemeriksaan antenatal atau pemeriksaan keluarga berencana. PRP yang simtomatik ataupun asimtomatik dapat mengakibatkan jaringan parut pada tuba sehingga menyebabkan infertilitas atau kehamilan ektopik. ataupun penyakit radang panggul (PRP). keluar duh tubuh dari ujung uretra yang kadang-kadang disertai darah. sedangkan pada kelenjar Bartholini akan menyebabkan terjadinya bartolinitis. Pada umumnya wanita datang berobat kalau sudah ada komplikasi.

Kelainan yang timbul akibat hubungan kelamin selain cara genito-genital. perikarditis. sensitivitasnya hanya 45-65%. dan konjungtivitis. Dua macam media yang dapat digunakan ialah media transpor dan media pertumbuhan. endokarditis.Komplikasi diseminata pada pria dan wanita dapat berupa artritis. Diagnosis Diagnosis ditegakkan atas dasar anamnesis. Pemeriksaan Gram dari duh uretra pada pria memiliki sensitivitas tinggi (90-95%) dan spesifisitas 95-99%. sedangkan pada wanita diambil dari uretra. dengan spesifisitas 90-99%. Kultur (biakan) Untuk identifikasi perlu dilakukan kultur (pembiakan). A. intraselular dan ekstraselular. pemeriksaan klinis. meningitis. miokarditis. muara kelenjar Bartholini dan endoserviks. Bahan duh tubuh pada pria diambil dari daerah fosa navikularis. Sediaan langsung Pada sediaan langsung dengan pengecatan Gram akan ditemukan gonococcus negatifGram. Sedangkan dari endoserviks. maupun untuk rumah sakit dengan fasilitas laboratorium lengkap. dan pemeriksaan pembantu yang terdiri atas beberapa tahapan. dan dermatitis. klinik dengan fasilitas laboratorium terbatas. yaitu orofaringitis. Pemeriksaan ini direkomendasikan untuk dilakukan di klinik luar rumah sakit/praktek pribadi. B. Contoh media transpor : . proktitis. pada pria dan wanita dapat berupa infeksi nongenital.

dalam perjalanan dapat bertahan hingga 96 jam dan merupakan gabungan media transpor dan media pertumbuhan.• Media Stuart: hanya untuk transpor saja. Kuman gonokok hanya meragikan glukosa. • Modifikasi Thayer-Martin: isinya ditambah dengan trimetoprim untuk mencegah pertumbuhan kuman Proteus spp. kolimestat untuk menekan pertumbuhan bakteri negatif-Gram. Tes fermentasi Tes oksidasi positif dilanjutkan dengan tes fermentasi memakai glukosa. Tes beta-laktamase . maltosa. Tes Definitif 1. Contoh media pertumbuhan : • • Media Thayer-Martin: selektif untuk mengisolasi gonokok. dan sukrosa. gonorrhoeae dan N. sehingga tidak perlu ditanam pada media pertumbuhan. Tes oksidasi Reagen oksidasi yang mengandung larutan tetramelil-p-fenilen-diamin hidroklorida 1% ditambahkan pada koloni gonococcus tersangka. meningitidis. Semua Neisseria memberi reaksi positif dengan perubahan warna koloni yang semula bening berubah menjadi merah muda sampai merah lembayung. C. Media ini merupakan modifikasi media Thayer-martin dengan menambahkan trimetoprim untuk mematikan Proteus spp. dan nistatin untuk menekan pertumbuhan jamur. • Agar coklat McLeod: dapat ditumbuhi kuman lain selain gonokok. 2. Mengandung vankomisin untuk menekan pertumbuhan kuman positif-Gram. sehingga perlu ditanam kembali pada media pertumbuhan. Media Transgrow: selektif dan nutritif untuk N.

membasmi N. menghentikan rantai penularan. trachomatis. Apabila kuman mengandung enzim beta-laktamase. Banyak antibiotika yang aman dan efektif untuk mengobati gonore. Dahulu pemeriksaan ini perlu dilakukan karena pengobatan pada waktu itu ialah pengobatan setempat. Jalur penatalaksanaan tergantung pada fasilitas diagnostik yang ada. resistensi galur N.Tes ini menggunakan cefinase TM disc. gonorrhoeas terhadap antimikrobial. dan sesedikit mungkin efek toksiknya. kecuali di daerah yang tinggi insidens Neisseria gonorrhoeae penghasil penisilinase (NGPP). dan mengurangi kemungkinan terjadinya gejala sisa. gonorrhoeae. harga. Tes Thomson Tes ini berguna untuk mengetahui sampai dimana infeksi sudah berlangsung. Pada awal tahun 1960-an sampai tahun 1970-an pilihan utama ialah penisilin + probenesid. dan kemung-kinan infeksi Chlamydia trachomatis yang terjadi bersamaan. D. Pengobatan Pada pengobatan yang perlu diperhatikan adalah efektivitas. Trachomatis. maka pada seorang dengan gonore dianjurkan pula untuk diberi pengobatan secara bersamaan dengan rejimen yang sesuai untuk C. Oleh karena seringkali terjadi koinfeksi dengan C. Pada tes ini ada syarat yang perlu diperhatikan : • • • Sebaiknya dilakukan setelah bagun pagi Urin dibagi dalam dua gelas Tidak boleh menahan kencing dari gelas I ke gelas II. akan menyebabkan perubahan warna koloni dari kuning menjadi merah. mengurangi gejala. BBL 96192 yang mengan¬dung chromogenic cephalosporin. Secara epidemiologis pengobatan . Pemilihan rejimen pengobatan sebaiknya mempertimbangkan pula tempat infeksi.

m. Macam-macam obat yang dapat dipakai antara lain ialah : Penisilin Yang efektif ialah penisilin G prokain akua. dan amok¬sisilin 3 gram + 1 gram probenesid. Sefoperazon dengan dosis 0. Sefiksim 400 mg merupakan obat pilihan baru dari golongan sefalosporm yang dapat diberikan secara oral. Kontraindikasinya ialah alergi penisilin. Obat ini dapat menutupi gejala sifilis. Suntikan ampisilin tidak dianjurkan. Spektinomisin Dosisnya ialah 2 gram IM baik untuk penderita yang alergi peni¬silin. Namun obat ini relatif tidak efektif untuk infeksi gonore pada farings. dan terhadap penderita yang juga tersangka menderita sifilis karena obat ini tidak menutupi gejala sifilis.5 gram + 1 gram probenesid. Kontraindikasinya ialah alergi penisilin. Kebaikan obat ini sama dengan spektino-misin. secara oral. Kanamisin Dosisnya 2 gram i. Obat tersebut dapat menutupi gejala sifilis.00 g secara intramuskular.8 juta unit + 1 gram probenesid. Ampisilin dan amoksisilin Ampisilin dosisnya ialah 3.50 sampai 1. Tiamfenikol Dosisnya 2.yyang dianjurkan adalah obat dengan dosis tunggal. Tidak dianjurkan pemakaian pada kehamilan. Kontraindikasinya kehamilan. Dosis ini cukup aman dan efektif untuk mengobati gonore tanpa komplikasi di semua tempat. yang mengalami kegagalan pengobatan dengan penisilin. Sefalosporin Seftriakson (generasi ke-3): cukup efektif dengan dosis 250 mg i.m. Dosis 3 – 4.5-3. .5 gram.

Kuinolon tidak boleh diberikan untuk wanita hamil atau menyusui ataupun orang yang berumur di bawah 17 tahun. 6. sistem imun. Kortisol akan membantu kita menyediakan cadangan energi dan meningkatkan kemampuan untuk melawan infeksi. dan ketidaknormalan pada tekanan darah. siprofloksasin 500 mg. obat yang menjadi pilihan adalah oflok-sasin 400 mg. Hormon stres ini akan membantu mengantur tekanan darah dan sistem imun ketika sedang berada dalam kondisi tertekan atau krisis. . yaitu dengan menghasilkan kortisol. baik secara fisik atau emosi. Pada Kasus dapat di ambil kesimpulan bahwa:  Nn Ita saat stress kehilangan nafsu makan  Saat menghadapi ujian Nona Ita giat belajar hingga tidak sempat mengurus diri.Masalahnya adalah. secara oral. Di Asia (termasuk Indonesia) dan Amerika Utara sudah mulai dijumpai galur-galur yang menurun kepekaannya terhadap kuinolon. Obat dengan dosis tunggal yang tidak efektif lagi untuk pengobatan gonore saat ini ialah: tetrasiklin. dan spiramisin. streptomisin. kondisi stres yang berkepanjangan akan meningkatkan kadar kortisol sehingga mengakibatkan masalah pada tidur. Hubungan Stres dengan Keputihan Ketika stres tubuh secara alami dapat mengatasinya.Kuinolon Dari golongan kuinolon.

anal. Douching menghilangkan beberapa bakteri normal dalam vagina yang melindungi Anda dari infeksi. atau oral seks vaginal. Untuk seks vaginal. Jangan douche. Hal ini juga dapat meningkatkan peluang BV kembali setelah perawatan.. gunakan kondom laki-laki lateks atau polyurethane kondom perempuan. . Pencegah Bakteri vaginosis Tidak berhubungan seks. Memiliki hubungan seksual dengan satu pasangan adalah cara lain untuk mengurangi kesempatan Anda terinfeksi. Setia. atau anal seks. Setia satu sama lain. Bicarakan dengan pasangan seks Anda (s) tentang PMS dan menggunakan kondom. gunakan dental dam. Hal ini dapat meningkatkan kesempatan Anda mendapatkan BV. Untuk seks oral. gunakan kondom lateks laki-laki. Berbicara terus terang dengan dokter Anda atau perawat dan pasangan seks Anda (s) tentang segala PMS Anda atau pasangan Anda memiliki atau telah.7. Kondom harus digunakan untuk semua jenis seks dengan pasangan setiap. Sebuah bendungan gigi adalah bahan karet yang bisa ditempatkan di atas anus atau vagina sebelum berhubungan seksual. Melindungi diri dengan waktu setiap kondom Anda miliki. Gunakan kondom. Cara terbaik untuk mencegah STD adalah untuk berlatih menahan nafsu. Untuk seks anal. atau tidak memiliki vagina oral. yang berarti bahwa Anda hanya berhubungan seks dengan satu sama lain dan tidak ada orang lain. Itu terserah Anda untuk memastikan Anda dilindungi.

Bicarakan dengan dokter Anda tentang seberapa sering Anda membutuhkannya. Cobalah untuk tidak malu. menjalani tes BV hamil. • Anda Selesai obat. Bahkan jika gejala pergi. Dapatkan diuji segera setelah Anda pikir Anda mungkin. Anda masih harus menyelesaikan semua obat. Banyak tes untuk penyakit menular seksual dapat dilakukan selama ujian. . selesaikan semua obat yang Anda diberikan untuk mengobatinya.Bicara tentang apapun debit pada daerah kelamin. Jika Anda memiliki BV. • Jika Anda sedang hamil dan mengalami gejala BV atau pernah melahirkan bayi prematur atau bayi berat lahir rendah di masa lalu. Apakah pemeriksaan panggul rutin.