Elemen mesin 1

BAB I PENDAHULUAN Materi Prasyarat: Ilmu Kekuatan Bahan Standar Kompetensi : Mampu mendskripsikan langkah-langkah perencanaan elemen mesin 1 Kompotensi Dasar: 1. Mampu mendefenisikan elemen mesin 2. Mampu mengklasifikasikan jenis-jenis pembebanan 3. Mampu mengklasifikasikan jenis-jenis tegangan. 1.1 Pengertian Elemen Mesin Elemen Mesin adalah Bagian-bagian suatu konstruksi yang mempunyai bentuk serta fungsi tersendiri, seperti baut-mur, pene , pasak, poros, kopling, sabuk-pulli, rantai- sprocket, roda gigi dan sebagainya. Dalam penggunaan elemen mesin bias berfungsi sebagai elemen pengikat, elemen pemindah atau transmisi, elemen penyangga elemen pelumas, elemen pelindung dan sebagainya. 1.2 Pembagian Elemen Mesin Elemen Mesin dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1. Elemen-elemen Sambungan a. Sambungan Lem b. Sambungan Solder c. Sambungan Paku Keling d. Sambungan Las e. Sambungan Ulir 2. Elemen-elemen Transmisi a. Poros dan pasak b. Kopling c. Sabuk dan rantai penggerak d. Roda gigi e. Rem 3. Elemen Penyangga a. Pegas b. Bantalan 1.3 Prinsip Dasar Perencanan Elemen Mesin Pada dasarnya perencanaan elemen mesin merupakan perencanaan komponen yang diadakan/dibuat untuk memenuhi kebutuhan mekanisme suatu mesin. Tahap-tahap dalam perencanaan elemen mesin adalah sebagai berikut: 1. Menentukan kebutuhan Menentukan kebutuhan dalam hal ini adalah kebutuhan akan elemen mesin yang akan direncanakan, sesuai dengan fungsinya. 2. Pemilihan mekanisme

: 1. Fasilitas bengkel 10. Jumlah komponen yang akan diproduksi 11. Penggunaan komponen stndar 8. Pemilhan bahan 4. 1. 7. 8.1 Dasar-dasar mekanika teknik a. Gambar kerja Pada tahap ini. Keamanan operasi 9. Contoh: Data-data : daya yang ditransmisikan. 5. Gerak dari elemen mesin 3. Pemilihan Material Untuk mendapatkan elemen mesin yang tahan dipakai.Berdsarkan fungsinya dipilih mekanisme yang tepat dari elemen tersebut.5 Dasar Perhitungan dalam Perencanaan Elemen Mesin Perhitungan pada perencanaan elemen mesin didasarkan pada teori-teori mekanika teknik dan kekuatan bahan. baik gambar detail maupun gambar perakitan. 6 Modifikasi Modifikasi bentuk diperlukan bila elemen-elemen mesin yang direncanakan telah pernah dibuat sebelumnya. Pemasangan. dapat dicari ukuranukuran elemen mesin yang direncanakan dengan standar. Beban mekanis Berdasarkan mekanisme yang ditentukan pada tahap ke 2 beban-beban mekanis yang akan terjadi harus dihitung berdasarkan data pada tahap ke 1. Jenis-jenis tegangan yang ditimbulkan pembebanan 2. Gaya adalah sebuah besaran vector yang mempunyai besar. dan titik tangkap. Pembuatan dan control kualitas Dengan gambar kerja dapat dibuat elemen mesin yang diperlukan. b. ukuran-ukuran untuk penggambaran gambar kerja diperoleh.5. putaran 4. 3. arah. Menetukan Ukuran Bila terjadi kesesuaian pemakaian bahan dan perhitungan beban mekanis.Gaya Gaya adalah penyebab suatu pergerakan dan deformasi suatu benda atau aksi sebuah benda terhadap benda lain. Hukum ekonomi 7. Bentuk dan ukuran komponen 5. Harga konstruksi total 12. Tahanan gesek dan peleumasan 6. 1. hingga diperoleh gaya-gaya yang bekerja pada elemen tersebut. Contoh: Memindahkan putaran poros penggerak ke poros yang digerakkan dengan roda gigi miring. dilakukan pemilihan material dengan kekuatan yang sesuai dengan kondisi beban yang terjadi. 1.4 Pertimbangan-pertimbangan Dalam Perencanaan Elemen Mesin Hal-hal penting yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan elemen mesin adalah.Momen .

c. a.5.2. dengan F = Gaya tarik A = Luas penampang bidang gaya 1.5. dengan Mp = Momen puntir Wp = Momen tahanan punter 1.Tegangan Geser c.5.3 Tegangan Puntir Tegangan puntir adalah tegangan yang terjadi disebabkan benda memuntir terhadap sumbunya.5.Tegangan Tarik b.2.2.2. 1.. dengan Mb = Momen bengkok Wb = Momen tahanan bengkok .1 Tegangan Tarik Tegangan Tarik adalah tegangan yang disebabkan oleh gaya yang tegak lurus terhadap luas bidang gaya.Tegangan Puntir d.Tegangan Bengkok 1.5.Kesetimbangan Suatu benda kaku dikatakan dalam keadaan setimbang bila resultante (jumlah) gaya-gaya yang bekerja = 0 dan momen disetiap titik benda = 0 Syarat kesetimbangan benda Jika satu syrat diatas tidak dipenuhi maka benda tersebut dikatakan tidak seimbang.2 Dasar-dasar Kekuatan Bahan Tegangan-tegangan yang akan terjadi dalam perencanaan elemen mesin adalah.2 Tegangan Geser Tegangan Geser adalah tegangan yang disebabkan oleh gaya yang bekerja sejajar terhadap luas bidang gaya.4 Tegangan Bengkok Tegangan bengkok adalah tegangan yang terjadi karena adanya momen yang menyebabkan benda mengalami lentur atau bengkok.Momen adalah sebuah gaya yang bermaksud untuk menggerakkan atau memutar benda. dengan V= Gaya geser A = Luas penampang bidang gaya 1.

Dapat menyambung bahan sejenis atau bahan yang berbeda seperti: logam dengan plastic. seperti: kertas. Pengerjaan pada suhu rendah 6. dan lain-lain. Dulu sambungan lem umumnya digunakan untuk sambungan bukan logam. Kekuatan Bahan Standar Kompotensi: Mampu merencanakan konstruksi sambungan lem Kom[potensi Dasar: 1. kayu. Tabung aluminium antara batang perunggu dan batang baja diikat secara kaku seperti diperlihatkan pada gambar. kulit.2 Keuntungan dan Kerugian Sambungan Lem/Adhesive 2. keeling atau solder dengan keuntungan yang lebih besar. Mampu menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis sambungan lem 3. plastic.1 Pendahuluan Sambungan adhesive adalah penyambungan bahan yang sama atau bahan yang berbeda baik logam maupu bukan logam dengan memanfaatkan kontak permukaan ditambah bahan adhesive sebagai media penyambungan. Mampu menyebutkan sifat-sifat sambungan lem 4. karet. Mampu menyebutkan dan menjelaskan keuntungan dan kerugian sambungan lem 2. 2. Beban yang diterima merata.Soal. Mampu menghitung kekuatan sambungan lem 2. Terutama pada konstruksi ringan. Bahkan pada keadaan-keadaan tertentu perekat dapat mengganti sambungan las. Mampu menyebutkan tahapan-tahapan proses perekatan 5. karet. Beban aksial bekerja pada kedudukan seperti diperlihatkan pada gambar. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis pembebanan 3. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah perencanaan elemen mesin 2. Isolator terhadap panas dan listrik 5. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis tegangan 4. 3. Tidak mengalami konsentrasi tegangan 4. Tidak merusak permukaan . 2. kulit.1 Keuntungan: 1. karbon. sambungan lem dapat digunakan pula untuk menyambung logam. BAB II SAMBUNGAN LEM (ADHESIVE) Materi Prasyarat: Teknologi Bahan.2.Soal Latihan 1. Dengan kemajuan teknologi sekarang.

Adapun tahap-tahap perekatan yang umum adalah sebagai berikut: 1.Konstruksi kayu b.Pengepakan .Wallpaper 2.Body mobil .Sepatu. debu. terutama untuk konstruksi pesawat terbang 11.Mainan . Tidak menambah berat/volume.2 Kerugian 1. tas.7. lemak. 2.Perpipaan .2. Pemakaian dalam konstruksi umum: . Harus memperhitungkan kontak permukaan yang cukup 7. dan lain-lain. 5. Pemakaian dalam industri transportasi: . Pembersihan: Bidang kontak harus bebas dari segala macam kotoran. Pemakaian dalam industri elektronik: .Lempengan pelat pada electromotor d.Peralatan foto . terutama pada proses perekatan panas. karat.3 Pemakaian a. Kurang tahan terhadap beban berganti 4. 2. dll . 3. Kemampuan menahan panas terbatas. Kemampuan menahan beban kejut. Sukar dalam pengujian non-destruktif. dan kupas rendah. Dapat menyesuaikan diri terhadap pemuaian 9.Terutama untuk rangka dan body pesawat . 2.Konstruksi-konstruksi ringan . Trichlor.Pelat-pelat transformator . Khusus untuk lemak dapat dihilangkan dengan larutan pencair seperti: Aceton. Pengerjaan Permukaan: . Memerlukan penanganan awal terhadap permukaan benda yang akan direkat. dan sebagainya atau bahan pencuci seperti larutan alkali.Vinyl lantai .Kanvasrem/kopling c.4 Proses Perekatan Untuk memperoleh hasil sambungan yang optimal diperlukan persiapan dan penanganan yang serius pada bahan yang akan dilem/direkat.Mekanik . Waktu pendinginan dan pengerasan hingga benar-benar mengikat relative lama. Kedap gas dan cairan. Tidak terjadi korosi listrik 8. bengkok. Mudah dan murah terutama pada proses perekatan dingin 10. 6.Mebel . Pemakaian pada industri lain . Thinner. 2.

dalam hal tertentu tahan sampai 400 C. . pengerasan terjadi hanya beberapa menit. Pengurangan kekuatan karena panas bergantung pula pada waktu yang terjadi karena pengaruh panas. Nama dagang Mixed adhesive adalah: Araldit. disemprot pasir.Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kekuatan rekat. 30% setelah 6 bulan. Waktu pendinginan Pada proses perekatan. batas maksimal temperature bergerak dari 40 s. 3. 80% karena tegangan. Bidang kontak disikat.5 Jenis-jenis Sambungan Lem/Adhesive 1. dan Redux. 2. digerinda. Waktu pengerasan dapat dikurangi dengan bantuan katalisator. waktu pendinginan dan pengikatan saling berkaitan. Metallon. Penekanan dapat dilakukan dengan cara: dicekam/diklem dengan ragum atau alat pencekam lainnya. waktu pengerasan memakan waktu beberapa hari. Giimmi losung. 2. Tahan Panas Tahan terhadap panas bergantung pada produk bahan adhesive. Pada temperature kamar. Stabilitas sambungan terjadi dalam batas waktu 3 s. Permukaan yang ditempelkan harus mendapat penekanan yang merata untuk memperoleh kekuatan rekat yang baik. Untuk tahap ini tergantung dari jenis bahan perekatnya. Agar sambungan tetap kuat dianjurkan pemakaian beban yang konstan pada sambungan. 4. 2. Untuk mendapatkan pengikatan yang kuat diperlukan waktu yang cukup. Pada perekatan panas. Tahan Korosi Biasanya sambungan adhesive tahan terhadap korosi cairan dan juga terhadap larutan alkali atau asam. Kekuatan berkurang 20 s. Nama dagang solvent adhesive adalah: Uhu. Coctile. semua bahan perekat memerlukan waktu pendinginan tertentu untuk pengikatan. 100 C. Denocoll dan lain-lain. Mixed Adhesive Dalam sambungan ini salah satu komponen yang disambung bercampur dengan bahan lem. 2. Sambungan setelah dilem. Solvent Adhesive Bahan dasar lem jenis ini adalah nifroceluloce yang dapat larut dalam larutan kimia organic. Stabilitas. dipress untuk jangka waktu 1 s. dan ada yang harus menunggu beberapa saat sebelum ditempelkan. Pattex. Hal ini juga tergantung jenis bahan perekat. 6 bulan. tetapi bila dipanaskan pada temperature 200 C. Kekuatan berkurang 75 s. 5.d.d.d.6 Sifat-sifat Sambungan Lem/Adhesive Sifat Fisika 1. 3.d. Pelapisan/Pemberian Bahan Perekat Bahan perekat dilapiskan dengan tipis dan merata pada permukaan bahan yang akan direkat. Penekanan.d. Kemudian kedua permukaan ditempelkan dan tidak diperbolehkan bergeser sedikitpun. 3 hari. Ada yang langsung ditempel setelah pelapisan. Bindulin.

(2–1) dengan: = Tegangan geser F = Gaya A= Luas Diagram dibawah ini menunjukkan hubungan antara tegangan kohesi dengan lebar komponen dan panjang sambungan. Kekuatan Cohesive.1 Kekuatan Kohesive Kekuatan cohesive berhubungan dengan gaya yang bekerja dan luas sambungan. Kekuatan Membuka 3. . 2. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis sambungan lem 3. Kekuatan membuka adalah gaya yang bekerja dibagi dengan luas sambungan.7 Perhitungan Sambungan Adhesive 2.Kekuatan Membuka Kekuatan membuka pada sambungan menahan gaya yang bekerja. l = panjang sambungan (mm) b = lebar sambungan ( mm ) F = Gaya ( N ) S = tebal komponen ( mm ) 2. Sebutkan sifat-sifat sambungan lem 4.2.7. Sebutkan tahapan-tahapan proses perekatan. Batas Kelelahan 2. Sebutkan keuntungan dan kerugian penggunaan sambungan lem 2.7.Sifat-sifat Mekanik Sifat-sifat mekanik sambungan adhesive yang diperhitungkan dalam perhitungan adalah: 1. (2–2) dengan : = Kekuatan membuka F= Gaya A= Luas Soal-soal Latihan 1.

Tangki air/minyak . kuningan. Penyolderan lunak : titik lebur bahan tambah 300 C 2.2%Antimon. baja. Penyolderan keras: titik lebur bahan tambah 720 C 3.sisanya Pb Penyolderan pada: .Sambungan kabel .Wadah/kotak peralatan .Logam yang dilapisi seng . Untuk sambungan yang membutuhkan kekuatan.3% Antimon.1 Penyolderan Lunak (Patri) Penyolderan lunak digunakan pada semua logam terutama untuk logam-logam tipis dengan beban ringan serta kedap udara dan air.1 Pendahuluan Sambungan solder merupakan penyambungan dari logam ( besi.Instalasi pipa tekanan rendah . 3. Mampu menghitung kekuatan sambungan solder 3. 0.2. kerapatan dan ketahanan terhadap korosi maka permukaan logam yang akan disolder harus benar-benar dibersihkan.BAB III SAMBUNGAN SOLDER Materi Prasyarat: Teknologi Bahan. Pada permukaan logam juga ditambahkan bahan pengalir untuk membantu pengaliran bahan tambah ke seluruh permukaan bidang yang dlsolder. seng dan baja paduan) dengan pewngkatan oleh bahan tambah yang dicairkan. Mampu menyebutkan dan menjelaskan keuntungan dan kerugian sambungan solder 2. Kekuatan Bahan Standar Kompotensi: Mampu merencanakan konstruksi sambungan solder Kom[potensi Dasar: 1.Peralatan elektronik Paduan Pb-Sn PbSn35Sb 40% Sn. Mampu menjelaskan pengertian sambungan solder 3.2 Jenis-jenis Solder Berdasarkan cara penyambungan. 0.Pelat-pelat tipis .Pelat-pelat pendingin pada kendaraan . penyolderan dikelompokkan menjadi dua jenis: 1. dimana titik cair bahan tambah lebih rendah dari titik cair logam yang disambungkan.Talang air dan tutup atap . Contoh pemakaian: . sisanya Pb Penyolderan pada: .Penyambungan logam yang dilapisi seng TABEL BAHAN TAMBAH PENYOLDERAN LUNAK Jenis Bahan Tambah Penulisan Kandungan Pemakaian Paduan Sn-Pb Sn50Pb(Sb) 60% Sn. tembaga.Pelat-pelat tipis . Mampu menjelaskan dan menyebutkan jenis-jenis sambungan solder 3.

Peralatan mekanik yang kecil Ag45Cd 45 % Ag.Pelat-pelat.Konstruksi dari alat-alat ringan TABEL BAHAN TAMBAH PENYOLDERAN KERAS Jenis Bahan Tambah Kandungan Pemakaian CuZn46 53-55 % Cu. 8-12 % Sn. sisanya Zn Penyolderan pada: .Industri optic .perpipaan. sisanya Sn Peyolderan pada:Logam-logam mulia dengan bahan seperti: . 10-12 % Si.kawat . 20 % Cd.Peralatan dari logam keras .perak (Ag) . Contoh pemakaian: .Flens pada pipa ..Penyangga dan rangka kendaraan .2. sisanya Cu dan Ni Penyolderan pada : -Benda tuangan .Instalasi pipa-pipa .platina (Pt) AlSiSn Minimal 72 % Al.emas (Au) . sisanya Cu Penyolderan pada: .pelat.industri perkakas Paduan Sn-Zn dan Cd-Zn SnZn10 85-92 % Sn dan 8-18 % Zn Penyolderan pada aluminium dan paduannya CdZn20 75-83 % Cd dan 17-25 % Zn 3. dan Cd.2 Penyolderan Keras Penyolderan keras lebih sering digunakan untuk penyambungan pelat-pelat dari logam berat dan menerima beban yang besar.Tangki uap .Konstruksi kendaraan Ag15P 15 % Ag.Pendingin kendaraan . 18 % Cu.profil aluminium dan paduannya . kawat .Instalasi pipa tekanan besar . 5 % P.

Lebih sesuai untuk penyolderan lunak. 13 % Si.4 Teknik Penyolderan Dalam dunia industri dikenal berbagai teknik penyolderan. juga baja temper 3. Pemakaian pada penyolderan lunak dank eras. Untuk menentukan teknik penyolderan yang dipakai.3 Bahan Pengalir ( Fluks). Penyolderan batang 2. Penyolderan sinar.AlSi13 Minimal 72 % Al.jumlah.dan Ni Penyolderan pada konstruksi logam-logam ringan Penyolderan pada konstruksi yang menggunakan baja. Membutuhkan bahan pengalir.tuangan. Penyolderan Busur Api Bahan tambah dicairkan dengan busur api dari peralatan solder atau gas asetilen. Fluorida Khusus untuk aluminium dan paduannya 2. 1. Penyolderan busur api 3. Macam Teknik Penyolderan 1. 2. Karat atau debu-debu pada permukaan logam akan menghambat aliran bahan tambah. Untuk memudahkan pengaliran bahan keseluruh permukaan penyambungan. Penyolderan tahanan dan induksi 6. digunakan bahan pengalir yang berfungsi menghilangkan karat dan memudahkan pengaliran bahan tambah. Penyolderan dalam oven 5.Resin Umum Khusus untuk seng pada kelistrikan dan tangki Penyolderan lunak Suhu kerja sampai 1000 C. sisanya Cu. Untuk memperoleh hasil penyambungan yang sempurnah maka permukaan logam yang akan disambung harus benar-benar bersih. ditambah unsure P dan Si Penyolderan keras Khlorida.bahan dari benda kerja . Bahan ini diberikan pada seluruh permukaan yang akan disolder. Membutuhkan bahan pengalir. serta lebih sering untuk pekerjaan tunggal dengan bagian-bagian yang kecil.fungsi benda kerja . Penyolderan Batang /Kawat Penyolderan menggunakan bahan tambah (biasanya tembaga)berupa batang yang dipanaskan. perlu memperhatikan hal-hal berikut: . serta sesuai untuk pekerjaan . asam garam. bromide. TABEL BAHAN PENGALIR Nama Pemakaian Seng khlorida (air solder. Penyolderan celup 4. Tetapi pada prinsipnya semua teknik dapat digunakan untuk penyolderan lunak dan penyolderan keras. pasta solder).

dapat dilakukan secara bersamaa. 4. l = panjang penyolderan ( mm ). 5. Kemudian dilewatkan kedalam oven yang memberi panas terus-menerus dengan pengurangan gas disekelilingnya. tanpa penambahan bahan pengalir.6 Perhitungan Sambungan Solder (3–1) (3–2) dengan F = gaya geser pada sambungan solder ( N ). 5.tunggal. Bisa juga bahan tambahnya berupa larutan garam yang dipanaskan. Daerah panas yang dihasilkan mencapai diameter 15 mm. 2. Bahan tambah dalam bentuk cair ditempatkan pada sebuah bak.5. b = lebar penyolderan ( mm ). Bahan pengalir yang tersisa dapat menimbulkan korosi listri 3. 2. 6. Penyolderan Sinar Panas dipanaskan dari sinar lampu Halogen ( Daya sekitar 150-4000W) yang difokuskan lensa cekung. Dibandingkan pengelingan.2 Kerugian 1. 7. Mampu menyambung pelat-pelat tipis. Soal-soal Latihan .1 Keuntungan 1. Untuk penyolderan masal biaya lebih besar. Sangat sesuai dan menghemat waktu untuk pengerjaan masal dengan ban berjalan. Umumnya kedap fluida 6. 3. Pada pengerjaan masal. Metode ini sangat cocok untuk penyolderan benda-benda teknik yang presisi dan peralatan listrik. Tidak menghambat aliran listrik 4. Logam yang akan disolder dicelupkan kedalam bak. Pada penyolderan lunak tidak merusak permukaan. 3.5. tidak ada pelubangan yang melemahkan konstruksi.5 Keuntungan dan Kerugian sambungan solder 3. Penyolderan dalam Oven Bagian logam yang akan disolder dipersiapkan. Dapat menyambung dua buah logam yang berbeda. 3. Penyolderan Tahanan dan Induksi Bagian bahan yang akan disolder bersama bahan tambah dan bahan pengalir dipanaskan dengan gulungan induksi listrik. 3. demikian pula bak garamnya.Penyolderan Celup Untuk penyolderan lunak atau keras.(karena bahan tambah harus dicampur timah putih atau tembaga).

dan hydrogen. misalnya udara panas. helium. Dengan energi listrik. Mampu menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis sambungan las 3. 2. Secara mekanik. Pengelasan Tempa Benda kerja yang akan disambung dipanaskan sampai temperature dibawah temperature cairnya dan kemudian dilakukan penyambungan dengan tekanan/pukulan. Contoh penerapan: penyambungan rantai. bahan yang akan dilas. Mampu menghitung kekuatan sambungan las 4. tahanan listrik. Umumnya proses pengelasan adalah fusi dan tekan. 3. misalnya dengan gesekan. Mampu menyebutkan dan menjelaskan proses-proses pengelasan 5.1 Jenis-jenis Proses Pengelasan 1.1 Defenisi Pengelasan adalah proses penyambungan dua buah logam sejenis dengan cara memanaskan sampai suhu lebur tanpa atau dengan menggunakan bahan tambah.3. dan biaya. Mampu menyebutkan dan menjelaskan keuntungan dan kerugian sambungan las 2. argon. Dengan gas. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis sambungan solder 3. dan tekanan dari material yang akan disambung.3 Proses-proses Pengelasan Pemilihan jenis proses pengelasan tergantung pada konstruksi yang akan dilas. Sedangkan proses tekan tidak memerlukan bahan pengisi.dan sebagainya. 4. Kekuatan Bahan Standar Kompotensi: Mampu merencanakan konstruksi sambungan las Kom[potensi Dasar: 1. dan pancaran electron. konstruksi mesin ringan. Sebutkan teknik-teknik penyolderan BAB IV SAMBUNGAN LAS Materi Prasyarat: Teknologi Bahan. pukulan. mutu yang ingin dicapai. 4. 4. misalnya melalui busur listrik. Pengelasan Gas. Proses fusi adalah dengan mencairkan setempat secara bersama antara material yang akan dilas dan bahan pengisi. pipa. Benda kerja dipanaskan dengan menggunakan busur api yang dihasilkan oleh kombinasi gas-gas .2 Sumber panas pengelasan 1. Sebutkan keuntungan dan kerugian penggunaan sambungan solder 2.1. 2.

4 Jenis-jenis Sambungan Las . Pada table berikut diberikan daftar kuat arus yang diperlukan. Las Tumpul Pengelasan ini dilakukan dengan cara menyambungkan benda kerja kemudian dialiri arus listrik. serta arus listrik yang dialirkan harus merata pada permukaan yang akan disambung. asetilen. pipa.(gas alam. dilakukan penyambungan dengan ditekan.1 KUA ARUS LISTRIK Jenis Elektroda Diametr Elektroda Ф 4 mm Ф 5 mm Ф 6 mm Elektroda terbungkus tipis Elektroda terbungkus tebal 125 A 170 A 150A 230 A 190 A 290 A 4. 3. helium dan sebagainya). Jenis material benda kerja harus sama. konstruksi mesin. Penerapan pengelasan ini hanya pada benda kerja yang dapat mengalirkan arus listrik dengan baik. Las Titik ( spot welding) Elektroda pengalir arus listrik terbuat dari tembaga atau paduan Cu+Mo yang dibagian dalamnya berongga untuk mengalirkan cairan pendingin. Pengelasan Busur Listrik Panas diperoleh dari loncatan bunga api listrik antara elektroda las (sekaligus berfungsi sebagai bahan pengisi) dan benda kerja. TABEL 4. Kemudian setelah bagian dari benda kerja yang akan disambung pijar. b. Jenis pengelasan yang termasuk las tahanan listrik sangat banyak diantaranya: a. oksigen-hidrogen. Las ini biasa digunakan untuk menyambung pelat-pelat yang tipis. Contoh penerapan: tabung. 4. Transformator las diperlukan untuk menghasilkanarus kuat hingga 200 amper pada tegangan yang cukup rendah. Las Tahanan Listrik Pada prinsipnya panas ditimbulkan karena adanya tahanan listrik pada benda kerja.

Sambungan Tumpang (Lap joint) Sambungan ini merupakan jenis sambungan yang paling lemah. 4. waktu produksi akan lebih singkat dan biaya lebih murah. Sambungan Tee (T joint) Tee joint biasanya berbentuk kampuh datar. dan yang terlemah adalah dengan menggunakan kampuh lengkung. 2. 3. Akibat Gaya Tarik/Tekan Sambungan temu (butt joint) dengan kampuh V direncanakan untuk menahan tegangan tarik atau tekan yang terjadi karena gaya F. Tegangan tarik atau tekan yang terjadi ( ): . Memerlukan pengetahuan tentang bahan yang akan dilas. 15 mm perlu dibuat kampuh V ( bersudut V. 4.5 Keuntungan dan Kerugian Sambungan Las 4.1. Dapat menahan kebocoran 4. 60 ) dan untuk tebal plat 10 mm s. lebih tinggi kekuatannya dari pad alas fillet. kemudian kampuh datar.5. Untuk tebal plat sampai 4 mm. Kekuatannya lebih kecil disbanding dengan butt joint untuk beban dinamis. 30 mm perlu dibuat kampuh X. Diagonal atau kemiringan pengelasan juga dapat menambah kapsitas beban statis. Tebal kampuh ( a ) untuk jenis sambungan ini adalah tinggi dari penampang segi tiga dari kampuh. Kesulitan untuk mengetahui mutu las 3. 4.d. Pengerjaannya memerlukan pengalaman khusus.6 Perhitungan Krekuatan Sambungan Las 1.2 Kerugian 1. Kapasitas beban dinamis dapat diperhitungkan dari kerapatan pengelasan dan pengerjaan finishing. Untuk komponen yang kecil dan jumlah produksi sedikit.Sambungan Sudut (corner joint) Kekuatan dari sambungan ini lebih kecil dibanding dengan Tee joint. Konstruksi lebih ringan 2. Sambungan Temu (butt joint) Butt joint digunakan untuk plat-palt rata dan tiang-tiang. tetapi las butt biayanya lebih tinggi. untuk tebal plat lebih besar lagi ujung-ujung plat dibuat kampuh U dobel U.1 Keuntungan 1. tanpa dibuat miring ujung-ujungnya.d. Kemampuan butt joint untuk bebab statis maupun dinamis . Proses cepat untuk produksi masal.5. 4. 4. yang terkuat adalah dengan menggunakan kampuh rongga. Untuk produksi masal biaya lebih tinggi 2. untuk tebal plat 5 mm s. 3.

bila tebal plat 6 mm. Sebutkan dan jelaskan proses pengelasan 4. A= luas penampang yang menahan beban ( mm ) …………………………. Sebutkan keuntungan dan kerugian penggunaan sambungan las 2.( 4-1) dengan F = gaya tarik/tekan ( N ). dan tegangan geser yang diijinkan dari bahan las 60 Mpa. Hitung besar gaya yang bekerja pada konstruksi tersebut jika tegangan yang diijinkan dari bahan las 90 Mpa. Hitunglah panjang pengelasan. 5.. tebal pengelasan 8 mm. . BC dengan BC= tebal plat Teganga Geser yang terjadi ( ): ……………………………( 4 – 3 ) Soal-soal Latihan 1. gaya yang bekerja 10 kN.(4 – 2) dengan a = tebal pengelasan ( mm ) l = panjang pengelasan ( mm 2. panjang pengelasan 200 mm. Akibat Gaya Geser Sambungan las pada gambar diatas dimaksudkan untuk menahan tegangan geser akiabat dari gaya geser F.……………………………. Sebuah plat baja dilas butt. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis sambungan las 3.. tebal plat 8 mm. Dua buah plat akan disambung dengan las parallel fillet. Bentuk pengelasannya las sudut dengan tebal las a adalah BD.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times