You are on page 1of 6

ETIKA PROFESI DAN HUKUM KEBIDANAN Ø KODE ETIK BIDAN v Etika Profesi Bidan Berbeda dengan profesi tenaga

kesehatan lainnya, bidan dapat berdiri sendiri dalam memberikan pertolongan kesehatan kepada masyarakat khususnya pertolongan persalinan normal. Oleh karena itu, bidan mengucapkan janji atau sumpah saat menamatkan diri dari pendidikannya. Bidan merupakan mata rantai yang sangat penting karena kedudukannya sebagai ujung tombak dalam upaya meningkatkin sumber daya manusia melalui kemampuannya untuk melakukan pengawasan, pertolongan, dan pengawasan neonatus dan pada persalinan ibu postpartum. Di samping itu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia dapat dibebankan kepada bidan melalui pelayanan keluarga berencana. Peranan penting bidan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian maternal dan perinatal melalui pendekatan kepada dukun beranak dengan memberikan bimbingan pada kasus yang memerlukan rujukan medis. Kerjasama dengan masyarakat melalui posyandu, bersama Program Kesehatan Keluarga (PKK) penting artinya dalam menapis kehamilan risiko tinggi, sehingga mampu menekan angka kesakitan dan kematian maternal dan perinatal. Berdasarkan peranan bidan yang vital itulah diperlukan pengaturan profesi bidan dalam memberikan pertolongan yang optimal. Secara umum tenaga profesi kesehatan dibatasi oleh tiga kaedah utama, yaitu sumpah profesi, kaedah hukum yang mengatur tata nilai di dalam masyarakat, dan kaedah masyarakat dalam bentuk tertulis atau kebiasaan yang perlu dihormati pula. Oleh karena itu, profesi tenaga kesehatan yang selalu berkaitan dengan manusia geraknya sangat terbatas. Pelayanan kesehatan didasari atas kerahasiaan dan kepercayaan yang mempunyai ciri sebagai berikut: 1. Mereka yang memerlukan pertolongan profesi berada pada pihak yang tergantung pada pemberi pertolongan. 2. Atas dasar kepercayaan berarti bahwa yang meminta pertolongan akan memberikan keterangan yang diperlukan untuk dapat menegakkan penyakitnya dan sekaligus pengobatannya. 3. Mereka yang meminta pertolongan tidak dapat menilai sampai scberapa jauh keahlian pemberi pertolongan. 4. Mereka yang mempunyai profesi sebagai tenaga kesehatan hampir dapat dipastikan “bebas,” tidak tergantung kepada orang lain sehingga hanya bila ada tuntutan hukum saja pihak yang berwenang dapat melakukan tindakan. 5. Sifat pekerjaan profesi ini tidak mampu memberikan jaminan pasti, tetapi akan diupayakan agar tercapai tingkat maksimal. Dengan dasar demikian berarti masyarakat sulit untuk memberikan penilaian kemampuan profesi. Oleh karena itu, jaminan yang diharapkan dilandasi pada sumpah profesi dan etika profesi yang mengatur tingkah laku seseorang.

Setiap profesi selalu mempunyai kode etik yang bertujuan sebagai pedoman di dalam menjalankan hak dan kewajibannya. Di dunia profesi kebidanan. kemudian disempurnakan dan disahkan pada Kongres Nasional IBI ke XII tahun 1998. Kode etik merupakan suatu ciri profesi yang bersumber dari nilai-nilai internal dan eksternal suatu disiplin ilmu dan merupakan pernyataan konprehensif suatu profesi yang memberikan tuntutan bagi anggota dalam melaksanakan pengabdian profesi (Sofyan. Ketujuh bab dapat dibedakan atas tujuh bagian yaitu : 1.v Kode Etik Peraturan non hukum yang mengatur hubungan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. teman sejawat. masyarakat. Sebagai pedoman dalam berperilaku. Kode etik bidan Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disahkan dalam Kongres Nasional Ikatan Bidan Indonesia X tahun 1988. Kode etik kebidanan merupakan suatu pernyataan komprehensif profesi yang memberikan tuntunan bagi bidan untuk melaksanakan praktek kebidanan baik yang berhubungan dengan kesejahteraan keluarga. 2006). melainkan juga menyangkut tingkah laku pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari didalam masyarakat. Norma-norma tersebut berisi petunjukpetunjuk bagi anggota profesi tentang bagaimana mereka harus menjalankan profesinya dan larangan-larangan yaitu ketentuan-ketentuan tentang apa yang boleh dan tidak boleh diperbuat atau dilaksanakan oleh anggota profesi. Kewajiban bidan terhadap tugasnya ( 3 butir ) 3. sedang petunjuk pelaksanaanya disahkan dalam Rapat Kerja Nasional ( Rekernas ) IBI tahun 1991. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat ( 6 butir ) 2. peraturan tentang moral yang berisi kaidah-kaidah moral. Secara umum kode etik tersebut berisi 7 bab. peraturan non hukum yang mengatur etika profesi bidan adalah kode etik bidan. Kewajiban Bidan terhadap sejawab dan tenaga kesehatan lainnya ( 2 butir ) 4. kemudian disempurnakan dan disahkan pada Kongres Nasional IBI ke XII tahun 1998. yaitu yang dikenal dengan peraturan etika yang berisi kaidah-kaidah etika. profesi dan dirinya. v Perkembangan Etik Bidan Kode etik bidan Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1986 dan disahkan dalam Kongres Nasional Ikatan Bidan Indonesia X tahun 1988. sedangkan petunjuk pelaksanaannya disahkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IBI tahun 1991. dkk. Kode etik suatu profesi adalah berupa norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan di dalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat. tidak saja dalam menjalankan tugas profesinya. Yang salah satunya adalah peraturan tentang tingkah laku. Kewajiban bidan terhadap profesinya ( 3 butir ) . Kode Etik Bidan indonesia mengandung beberapa kekuatan yang semuanya tertuang dalam mukadimah dan tujuan dan bab. antara lain adalah peraturan tentang sopan santun yang isinya kaidah-kaidah sopan santun.

menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya”. bangsa atau agama. keturunan. kedudukan. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri ( 2 butir ) 6. 5) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien. menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya. Deskripsi Kode Etik Bidan Indonesia Kode etik merupakan suatu ciri profesi yang bersumber dari nilai-nilai internal dan eksternal suatu disiplin ilmu dan merupakan pernyataan komprehensif suatu profesi yang memberikan tuntunan bagi anggota dalam melaksanakan pengabdian profesi. Kode Etik Bidan Indonesia a. tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien. golongan. 2) Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan. bangsa dan agama. v Kode Etik Bidan Indonesia 1. bangsa dan tanah air ( 2 butir ) 7. kedudukan. 2. b. 6) Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajart kesehatannya secara optimal. Misalnya dalam melakukan prakteknya bidan membeda-bedakan setiap pasien berdasarkan pangkat. golongan.5. 4) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien. yaitu pada butir (1) yang berbunyi: “setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi. menghormati hak klien dan nilai-nilai yang dianut oleh klien. Sedangkan dalam sumpah jabatannya bidan tersebut telah bersumpah bahwa dalam melaksanakan tugas atas dasar kemanusiaan tidak akan membedakan pangkat. keluaraga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. Kewajiban bidan terhadap tugasnya 1) Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna kepada . keluarga dan masyarakat. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat 1) Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi. Kewajiban bidan terhadap pemerintah. Hal ini melanggar salah satu kode etik bidan pada Bab I tentang kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat. Penutup ( 1 butir ) Pelanggaran terhadap kode etik bidan inilah yang disebut sebagai malpraktek etik. 3) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran.

keluarga dan masyarakat 2) Setiap bidan berkewajiaban memberikan pertolongan sesuai dengan kewenangan dalam mengambil keputusan termasuk mengadakan konsultasi dan/atau rujukan 3) Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang didapat dan/atau dipercayakan kepadanya. 2) Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikiran kepada pemerintah untuk . Keluarga Berencana dan Kesehatan Keluarga. bangsa dan tanah air 1) Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya. khususnya dalam pelayananan Kesehatan Reproduksi. 2) Setiap bidan wajib senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya 1) Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi. 3) Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenisnya yang dapat meningkatkan mutu dan citra profesinya. d. 2) Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya. e.klien. Kewajiban bidan terhadap pemerintah. f. nusa. senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan. keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien. kecuali bila diminta oleh pengadilan atau diperlukan sehubungan dengan kepentingan klien c. Kewajiban bidan terhadap profesinya 1) Setiap bidan wajib menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesi dengan menampilkan kepribadian yang bermartabat dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri 1) Setiap bidan wajib memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya dengan baik 2) Setiap bidan wajib meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 3) Setiap bidan wajib memelihara kepribadian dan penampilan diri.

” Berdasarkan pada isi lafal sumpah bidan tersebut di atas. tidak akan menceritakan kepada siapapun segala rahasia yang berhubungan dengan tugas saya. Semoga Tuhan yang maha Esa memberikan kekuatan kepada saya. keutuhan dan kesetiakawanan dengan teman sejawat 4. 2. keturunan. Kewajiban Bidan KeputusanMenteriKesehatanRepublikIndonesia Nomor1464/MENKES/SK/X/2010 TentangIjinDanPenyelenggaraanPraktekBidan. Pelaksanaan angkat sumpah lulusan kebidanan dipimpin oleh pimpinan Perguruan Tinggi yang bersangkutan dan disaksikan oleh pimpinan profesi (IBI) atau wakilnya. biasanya dilaksanakan dalam rangkaian acara wisuda. Bahwa saya sebagai bidan. Sumpah / Janji ini saya ikrarkan Dengan sungguh – sungguh dengan mempertaruhkan kehormatan saya sebagai bidan. dapat disimpulkan bahwa lafal sumpah-sumpah tersebut mengandung 5 hal pokok sebagai berikut: 1. kecuali diminta pihak pengadilan untuk keperluan kesaksian. Berpegang teguh pada prinsip – prinsip ilmiah dan moral dan walaupun diancam tidak akan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan etik. Para lulusan pendidikan bidan diberikan ijazah Bidan sebagai tanda lulus dan diwajibkan mengucapkan sumpah atau janji Bidan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Membaktikan hidup guna kepentingan perikemanusiaan. Lafal sumpah atau janji Bidan adalah sabagai berikut : ” Saya bersumpah atau berjanji bahwa saya : 1. 2. Menurut Ø SUMPAH BIDAN Angkat sumpah adalah upacara yang diwajibkan diikuti oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tahap profesi. hukum dan agama. Pembacaan lafal sumpah wisudawan dan sumpah dikukuhkan oleh rohaniawan sesuai agama yang dianut. golongan. kedudukan.dalam melaksanakan tugas atas dasar kemanusiaan. Bahwa saya sebagai bidan. tidak akan membedakan pangkat. Menjalankan tugas sesuai tradisi luhur jabatan / pekerjaan. Bahwa saya sebagai bidan akan melaksanakan tugas saya sebaik-baiknya menurut undang undang yang berlaku dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan. Bahwa saya sebagai bidan.meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga. . 3. bangsa dan agama. 3.dalam melaksanakan tugas akan membina kerja sama.

Di akses dari : http://www.or. lazimnya acara wisuda dan angkat sumpah para lulusan kebidanan dilaksanakan oleh pimpinan perguruan tinggi ybs di acara wisuda. Di akses dari : http://duniiasucii. ETIKA BISNIS DAN ETIKA PROFESI DALAM ERA GLOBALISASI 4. Sebagaimana kita ketahui untuk praktek seorang bidan wajib memiliki SIKB (kerja di institusi) atau SIPB (kerja mandiri)sedang untuk peroleh kedua surat ijin ini harus sudah memiliki STR (PMK 1464/MENKES/PERIX/2010) DAFTAR PUSTAKA 1. Di akses dari: http://www. Di akses dari : http://www. Heni.com/doc/60711777/Pengghargaan-Dan-SanksiUntuk-Bidan§ 8. salah satu syarat untuk mengikuti ujian kompetensi adalah fotokopi bukti angkat sumpah atau surat pernyataan akan mematuhi dan melakksanakan ketentuan etika profesi bidan. pimpinan organisasi profesi (IBI) diundang untuk menyaksikan acara tersebut. 2008. EGC 3. Angkat sumpah hanya dijelaskan pada Permenkes no.com/docs/27625961/STANDAR-ASUHANKEBIDANAN§ . untuk peroleh STR wajib memiliki Sertifikat kompetensi.blogspot. Tidak deskriminatif dalam pelayanan kesehatan.4.kopertis12.scribd. Jan .docstoc. Menyimpan rahasia jabatan/pekerjaan. 5. Etika Profesi Kebidanan. Di akses dari : http://www. Yogyakarta: Fitramaya 2.scribd.com/doc/61034064/Chapter-II 6.id/2011/09/17/seputar-angkat-sumpahbidan. Hoesada.html§ 5.scribd. 161/MENKES/PER/I/2010 bahwa seorang tenaga keseharan wajib memiliki STR. Di akses dari : http://www.com/2010/08/lafal-sumpah-bidan.com/doc/47936895/Upaya-Kesehatan-DalamPelayanan-Kebidanan 9. Puji Wahyuningsih . kecuali ada peraturan pengecualian. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Semua Produk hukum yang terkait dengan kebidanan tak ada mewajibkan angkat sumpah dilaksanakan oleh organisasi profesi.html§ 7.