You are on page 1of 22

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Partisipasi atau peran serta masyarakat jelas dirasakan keberadaan dan perannya dalam segala bidang pembangunan1. Di bidang kesehatan, wujud nyata peran serta masyarakat berupa Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang jenisnya bermacam-macam1. Jenis UKBM ini bervariasi sesuai kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), Polindes (Pondok Bersalin desa), Desa Siaga. Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling dikenal di masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi dan penanggulangan diare. Untuk memantau perkembangannya, Posyandu

dikelompokkan ke dalam 4 strata posyandu yaitu Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri1. Posyandu merupakan bentuk UKBM yang paling populer dan memberikan konstribusi terhadap percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dan peningkatan angka harapan hidup. Pada tahun 1991 AKI 390/100.000 kelahiran hidup dan AKB 68/1000 kelahiran hidup, maka pada tahun 2007 AKI menurun menjadi 228/100.000 kelahiran hidup dan AKB menjadi 34/1000 kelahiran hidup1,2. Bentuk mutakhir dari peran serta masyarakat yang mulai dilaksanakan sejak tahun 2006 adalah desa atau kelurahan siaga aktif dalam rangka mendukung pencapaian visi Pembangunan Nasional 2005-2025 yaitu Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur3,4. Desa atau kelurahan siaga ini tidak hanya melakukan pelayanan promotif dan preventif tetapi juga memasukkan pelayanan kuratif, menerapkan konsep wilayah dan memadukan berbagai bentuk UKBM yang ada ke dalam satu pengorganisasian3,4. Jelas terlihat bahwa peran serta masyarakat memiliki arti penting dalam pembangunan pada umumnya dan pembangunan kesehatan pada khususnya1.

1.2.

Batasan Masalah Makalah ini membahas tentang peran serta masyarakat dan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat di Puskesmas Pauh.
1

1.3.

Tujuan Penulisan Makalah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai peran serta masyarakat dan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat di Puskesmas Pauh.

1.4.

Metode Penulisan Metode penulisan makalah ini berupa tinjauan kepustakaan merujuk kepada literatur dan pengolahan serta diskusi.

2

dikelola oleh. keluarga. 3 . (2) Peran serta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup keikutsertaan secara aktif dan kreatif. untuk dan bersama masyarakat dengan bimbingan dari petugas Puskesmas.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. (2) Kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Hal ini terbukti dengan dicantumkannya peran serta masyarakat dalam UU No. mempertahankan. Definisi Peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan adalah keadaan dimana individu. lintas sektor dan lembaga terkait4. Pentingnya Peran Serta Masyarakat Peran serta masyarakat memiliki arti penting dalam pembangunan pada umumnya dan pembangunan kesehatan pada khususnya1. dan pembangunan berwawasan kesehatan.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 9. Pasal 9 (1) Setiap orang berkewajiban ikut mewujudkan. dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. upaya kesehatan masyarakat.1. baik secara perseorangan maupun terorganisasi dalam segala bentuk dan tahapan pembangunan kesehatan dalam rangka membantu mempercepat pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) adalah wahana pemberdayaan masyarakat yang dibentuk atas dasar kebutuhan masyarakat. ataupun kesehatan masyarakat lingkungannya5.2. 2. Pasal 174 (1) Masyarakat berperan serta. 18 dan 1746. dari. pelaksanaannya meliputi upaya kesehatan perseorangan. keluarga maupun masyarakat umum ikut serta bertanggung jawab terhadap kesehatan diri. Pasal 18 Pemerintah bertanggung jawab memberdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam segala bentuk upaya kesehatan.

yaitu melakukan intervensi kepemimpinan yang berwawasan kesehatan untuk semua bagi semua pemimpin.3. Rasa memiliki Rasa memiliki sesuatu akan tumbuh jika sejak awal kegiatan masyarakat sudah diikutsertakan. dari tingkat promotif. c. yaitu melalui intervensi community development setiap kelompok masyarakat1.4. Memiliki keterampilan Jika kegiatan yang dilaksanakan membutuhkan keterampilan tertentu dan masyarakat mempunyai keterampilan sesuai dengan yang dibutuhkan5. e. c. Pendanaan. Manfaat kegiatan yang dilakukan Jika kegiatan yang dilakukan memberikan manfaat yang nyata dan jelas bagi masyarakat maka kesediaan masyarakat untuk berperan serta menjadi lebih besar5. preventif. Faktor yang Mempengaruhi Peran Serta Masyarakat Beberapa faktor yang mempengaruhi peran serta masyarakat antara lain5: a. Adanya kesempatan Kesediaan juga dipengaruhi oleh adanya kesempatan atau ajakan untuk berperan serta dan masyarakat melihat memang ada hal-hal yang berguna dalam kegiatan yang akan dilakukan5. b. d. Kepemimpinan. baik formal maupun informal dari tingkat atas sampai tingkat terbawah1. Faktor tokoh masyarakat Jika dalam kegiatan yang diselenggarakan masyarakat melihat bahwa tokoh tokoh masyarakat atau pemimpin kader yang disegani ikut serta maka mereka akan tertarik pula berperan serta5. 2. Pengorganisasian. di bidang kesehatan pada setiap kelompok masyarakat sehingga muncul bentuk UKBM di 4 . yaitu mengembangkan sumber dana masyarakat untuk membiayai berbagai bentuk kegiatan di bidang kesehatan. b. yaitu1: a. kuratif maupun rehabilitatif1. jika rasa memiliki ini bisa ditumbuhkembangkan dengan baik maka peran serta akan dapat dilestarikan5. Prinsip Peran Serta Masyarakat Peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan diarahkan melalui 3 kegiatan utama.2.

c. Setiap kelompok masyarakat baik di tingkat kewilayahan maupun organisasi mempunyai UKBM yang merupakan wujud partisipasi mereka dalam menanggulangi masalah kesehatan yang mereka hadapi1. Jenis UKBM dan Tingkat Perkembangannya Peran serta masyarakat diwujudkan dalam berbagai bentuk1.2. b.6. maka indikator utama meningkatnya peran serta masyarakat adalah makin banyaknya UKBM dengan kualitas yang memadai1.5. seperti1:         Kader posyandu Dokter kecil Pasukan SBH (Saka Bakti Husada) Taruna Husada (dari kalangan Karang Taruna) Irma Husada (dari Ikatan Remaja Mesjid) Remaja anti diare Kader jalan kaki (di Irian Jaya) Keluarga Mandiri b. Manusianya. Melihat tujuan di atas. Beberapa bentuk PSM yang pernah ada. Kelembagaan. Tujuan Peran Serta Masyarakat Tujuan akhir yang hendak dicapai adalah1: a. yaitu1: a. seperti1:       Posyandu ( Pos Pelayanan Terpadu) Posyandu Asta (Posyandu Asuhan Tokoh Agama) Pos Obat Desa (POD) Posyandu Usila (Posyandu Usia Lanjut) Karang Werda Polindes (Pondok Bersalin Desa) 5 . Setiap kelompok masyarakat mengembangkan dana sehat menggunakan pola yang sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat1. Setiap pemimpin kelompok masyarakat baik formal maupun informal mempunyai wawasan kesehatan untuk semua yang ditandai dengan munculnya UKBM di lingkungannya dengan kualitas yang memadai1. 2.

yaitu UKBM yang sudah berjalan teratur. 6 . yaitu UKBM yang sudah berjalan teratur tetapi cakupannya masih rendah c. yaitu UKBM yang sudah berjalan teratur tetapi cakupannya sudah tinggi d. seperti1:       Dana Sehat Pola PKMD Dana Sehat Pola Pondok Pesantren Dana Sehat Pola KUD (Koperasi Unit Desa) Dana Sehat Pola UKK (Upaya Kesehatan Kerja) Dana Sehat Pola PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Dana Sehat Angkot (Angkutan Perkotaan) d. UKBM dibagi tingkat perkembangannya menjadi 4 strata1: a. Aktivitas. Purnama. yaitu UKBM yang baru dibentuk atau UKBM yang tergolong “hidup segan mati tak mau” b. seperti1:         Maklurah (Makan Telur di Sekolah) UKM (Upaya Kesehatan Masjid) Ukestren (Upaya Kesehatan Pesantren) PSPB (Pemantauan Stimulasi Perkembangan Balita) Arisan Jamban Keluarga Arisan Rumah Sehat PPD (Pertolongan Persalinan di rumah) Sarasehan Batra (Pengobatan Tradisional) Pada umumnya. cakupannya tinggi dan >50% mansyarakat telah menjadi anggota Dana Sehat1. Pratama. Pendanaannya.       Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Pokdes (Pos Kesehatan Desa) Kelompok Pembinaan Kesehatan Ibu dan Anak (KP-KIA) Paguyuban peserta KB BKB (Bina Keluarga Balita) c. Mandiri. Madya.

sarana dan prasarana posyandu. melahirkan dan nifas) b. 6. b. KIA 2. POSYANDU a. Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). Penanggulangan Diare d. Pertemuan lintas program dan lintas sektoral tingkat kecamatan. Musyawarah masyarakat desa membicarakan hasil survey mawas diri. Gizi 5. yaitu7: a. oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana7. 3. Pemilihan kader Posyandu. Membudayakan NKKBS c. c.6. Pembentukan Posyandu  Langkah – langkah pembentukan7: 1. KB 3. biaya posyandu 4. Gerakan Ketahanan Keluarga dan Gerakan Ekonomi Keluarga Sejahtera7. Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dan Keluarga Berencana dari masyarakat. Pembinaan. Tujuan penyelenggaran Posyandu.2. 7 . Survey mawas diri yang dilaksanakan oleh kader PKK di bawah bimbingan teknis unsur kesehatan dan KB . 5. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB Berta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera d. Berfungsi sebagai Wahana Gerakan Reproduksi Keluarga Sejahtera. Angka Kematian Ibu ( ibu Hamil.1. 2. Pelatihan kader Posyandu. Kegiatan Pokok Posyandu7: 1. lmunisasi 4.

3. 5. Berjiwa sosial dan mau bekerja secara relawan. Meja II : Penimbangan Meja III : Pengisian KMS Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS. dilakukan pelayanan masyarakat dengan system 5 meja yaitu7: 1. Berpenampilan ramah dan simpatik.  Kriteria kader Posyandu7: 1. Bertempat tinggal di wilayah Posyandu. 2. 4. Meja I : Pendaftaran. 7. Dapat membaca dan menulis. Pelaksanaan Kegiatan Posyandu. 6. Diterima masyarakat setempat. 8 . Bindes. Mengetahui adat istiadat serta kebiasaan masyarakat. 3. e. Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan serta petugas kesehatan dari Puskesmas. Kriteria pembentukan Posyandu Pembentukan Posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan Puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai sedangkan satu Posyandu melayani 100 bayi/balita7. Mempunyai waktu yang cukup. Meja V : Pelayanan KB & Kes : Imunisasi Pemberian vitamin A Dosis Tinggi berupa obat tetes ke mulut tiap bulan Februari dan Agustus Pembagian pil atau kondom Pengobatan ringan Kosultasi KB-Kesehatan Petugas pada Meja I s/d IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan Meja V merupakan meja pelayanan paramedis (Jurim. 4. perawat dan petugas KB) 7.  Posyandu dilaksanakan sebulan sekali yang ditentukan oleh Kader. 5. 2.

Pemberian Oralit dan pengobatan. WUS dan PUS. N : Balita yang naik berat badannya. pembagian Pil KB dan Kondom. Sasaran Posyandu7: Bayi/Balita. D : Balita yang ditimbang. K : Semua balita yang memiliki KMS. D / S : baik/kurangnya peran serta masyarakat N / D : Berhasil tidaknya program posyandu g.  Keberhasilan Posyandu tergambar melalui cakupan SKDN S : Semua baita diwilayah kerja Posyandu. Ibu hamil/ibu menyusui. Peserta Posyandu mendapat pelayanan meliputi7:  Kesehatan ibu dan anak : Pemberian pil tambah darah (ibu hamil) Pemberian vitamin A dosis tinggi ( bulan vitamin A pada bulan Februarii dan Agustus) PMT Imunisasi. Keberhasilan program terlihat melalui grafik pada kartu KMS setiap bulan.    Keluarga berencana. Penimbangan balita rutin perbulan sebagai pemantau kesehatan balita melalui pertambahan berat badan setiap bulan. f. Penyuluhan kesehatan lingkungan dan penyuluhan pribadi sesuai permasalahan dilaksanakan oleh kader PKK melalui meja IV dengan materi dasar dari KMS baita dan ibu hamil. Dana Dana pelaksanaan Posyandu berasal dari swadaya masyarakat melalui gotong royong dengan kegiatan jimpitan beras dan hasil potensi desa lainnya serta 9 .

kegiatan belum rutin tiap bulan . jumlah kader 5 orang mempunyai program tambahan Posyandu Mandiri 1.8.8: Menghasilkan tanaman yang dapat dipergunakan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan Menghasilkan tanaman yang dapat dipergunakan untuk mengobati gejala dan beberapa penyakit ringan Memperbaiki gizi masyarakat Upaya pelestarian dan memperindah pemandangan 10 . h. cakupan program/kegiatannya baik. TOGA a.kader aktif terbatas 2) 3) 4) Posyandu Madya1.belum mantap .7 : kegiatan secara teratur dan mantap cakupan program/kegiatan baik. 2.7 : kegiatan lebih teratur cakupan program utama masih rendah Jumlah kader 5 orang Posyandu Purnama1.6. Stratifikasi Posyandu 1) Posyandu Pratama1. b. Tanaman obat keluarga adalah sebidang tanah di halaman atau ladang yang dimanfaatkan untuk menanam tanaman yang berkhasiat sebagai obat1.7 : kegiatan sudah teratur.sumbangan dari donatur yang tidak mengikat yang dihimpunan melalui kegiatan Dana Sehat7. memiliki Dana Sehat dan JPKM yang mantap.7 : .2. Fungsi TOGA adalah1.

Pengertian Desa ini dapat berarti Kelurahan atau Nagari atau istilah-istilah lain bagi satuan administrasi pemerintahan setingkat desa9. Target : setiap kelurahan memiliki TOGA dan setiap RW memiliki 2 TOGA percontohan. Poskesdes adalah UKBM yang dibentuk di desa dalam rangka upaya mendekatkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa.9. Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan. 11 . bencana dan kegawatdaruratan kesehatan.- Menambah penghasilan keluarga c. b. 2. d. c.6. secara mandiri9. surveilance berbasis masyarakat yang meliputi pemantauan pertumbuhan (gizi). lingkungan dan perilaku sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 3. 1 hari di lapangan Persiapan Masyarakat9:    Pembentukan forum melalui pertemuan Tingkat Desa (3 kali/tahun) Survei Mawas Diri (pendataan ke lapangan atau pertemuan rembuk desa) 2 kali/tahun Musyawarah Masyarakat Desa : 2 kali/tahun 2) Pelaksanaan9  Pelayanan kesehatan dasar. DESA/KELURAHAN SIAGA a. penyakit. penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan. Desa Siaga Aktif adalah desa yang mempunyai Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) atau UKBM lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar.3. Poskesdes dikelola oleh 1 orang Bidan dan minimal 2 orang kader dan merupakan koordinator dari UKBM yang ada9. Langkah Kegiatan 1) Persiapan Persiapan Petugas9:   Pelatihan Bidan (1 desa : 1 Bidan) Pelatihan Kader dan Toma (1 desa : 2 kader + 1 toma) selama 4 hari : 3 hari di kelas.

Cara perhitungannya dengan menggunakan rumus9: 2. Gizi. Penyakit. f. Kader dan toma melakukan surveilan berbasis masyarakat (pengamatan sederhana) thd KIA. c. b. Misinya adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota gerakan pramuka dan masyarakat di lingkungannya1. keterampilan. Kesling. SAKA BAKTI HUSADA (SBH) a.10. Target cakupan desa siaga aktif tahun 2010 adalah 50% dan tahun 2015 adalah 80%9. pengalaman dan kesempatan dalam membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam pembangunan kesehatan1.6. Kegiatannya dilakasanakan dengan praktek pada 5 krida yaitu1: Krida bina lingkungan sehat 5 kecakapan Krida bina keluarga sehat 5 kecakapan Krida bina penanggulangan penyakit 8 kecakapan Krida bina gizi 5 kecakapan Krida bina obat 5 kecakapan 2. SBH adalah wadah pramuka untuk mengembangkan pengetahuan. e. PHBS. POS UKK a. melakukan pendataan PHBS dengan survei cepat.6.4. Pos upaya kesehatan kerja adalah wadah dari serangkaian upaya pemeliharaan kesehatan pekerja yang terencana.5.    Pertemuan tindak lanjut penemuan hasil surveilans dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dini masyarakat (1 bulan sekali) Alih pengetahuan dan olah ketrampilan melalui pertemuan (2 kali/tahun) Pertemuan Forum Masyarakat Desa untuk membahas masalah kesehatan dengan memanfaatkan forum yang ada di desa (1bulan sekali). teratur dan berkesinambungan yang diselenggarakan oleh masyarakat pekerja atau kelompok pekerja yang memiliki 12 .

penanggulangan stress.8. penggunaan alat pelindung dan upaya penyehatan lingkungan kerja. Pelayanan dasar kesehatan kerja antara lain meliputi P3K. informasi. kebugaran. hipertensi. P3P. bahaya merokok. gizi kerja.jenis kegiatan usaha yang sama dan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja1. pemantauan. edukasi dan motivasi tentang ergonomic.8: Adanya komunikasi. 13 . dengan peran masing-masing sesuai dengan profesi dan fungsi sektor yang berkaitan. b. pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja. keracunan makanan dan lainnya penyakit yang berhubungan dengan keselamatan kerja Kegiatan yang bersifat lintas sektor. pencegahan menular. Kegiatan spesifik yang menjadi ciri pokok Pos UKK adalah sebagai berikut1.

442 jiwa. atau rata-rata 5 sampai 6 anggota keluarga setiap rumah. Luas daerah.29 Km2 Jumlah KK 1341 886 1804 1105 839 814 1618 1916 1005 11.97 Km2 146.rata penduduk laki–laki dan wanita adalah 97.92 Km2 12. Data Geografi Wilayah kerja Puskesmas Pauh terletak di Kecamatan Pauh yang terdiri dari 9 kelurahan dengan luas wilayah ± 146.377 jiwa/km 2.99 Km2 35.1.Selatan Binuang KP Dalam Total Luas Wilayah 2.Luas Wilayah dan Kepadatan Kependudukan di Kecamatan Pauh tahun 201211 Kelurahan Cupak Tangah Piai Tangah Pisang Kapalo Koto Limau Manis Lambung Bukit Koto Luar LM.442 14 . Sedangkan Kelurahan Limau Manis adalah yang paling jarang penduduknya. Rasio rata.328 rumah tangga.80 Km2 18.2 Km211.83 Km2 24.96 Km2 2.475 jiwa dengan jumlah 11.97 Km2 3. Data Umum Puskesmas Pauh a.328 Jumlah penduduk 9027 5035 7738 6693 5560 3560 7923 9458 6448 61.BAB III PERAN SERTA MASYARAKAT DAN UPAYA KESEHATAN BERSUMBER DAYA MASYARAKAT DI PUSKESMAS PAUH 3.99 Km2 4.967 jiwa dan perempuan 30. b. terdiri dari laki-laki 30. Tabel 1. penduduk dan kepadatannya sesuai dengan data BPS Kota Padang tahun 2012 adalah sebagai berikut. Data Demografi Secara statistik wilayah kerja Puskesmas Pauh Kecamatan Pauh tahun 2010 didiami oleh 61.72 % dengan tingkat kepadatan penduduk terbesar pada Kelurahan Cupak Tangah yaitu 2.86 Km2 38.

Namun kelompok dengan pendapatan rendah dan tidak menentu secara signifikan rawan dengan kesehatan yaitu keluarga miskin ternyata menduduki proporsi yang cukup besar dari total penduduk wilayah kerja Puskesmas PAUH. ABRI. d.Tabel 2. Data Sosial Budaya Tabel 3. sisanya bekerja di sektor informal lainnya. sampai ke kelompok mampu dan mapan. Data Sosial Ekonomi Pendapatan penduduk wilayah kerja Puskesmas PAUH boleh dikata bervariasi mulai dari petani dengan kemampuan terbatas. Data Sasaran Kesehatan Puskesmas Pauh Tahun 201211 KOD E 01 02 03 04 05 06 07 08 09 JUMLAH KELURAHAN PENDUDUK BAYI BALITA BUMIL BULIN BUTEKI LANSIA Cupak Tangah Binuang KP Dalam Piai Tangah Pisang Kapalo Koto Koto Lua LB Bukit Limau Manis Selatan Limau Manis Total 9027 5035 7738 6693 5560 3560 7923 9458 6448 61442 182 133 118 158 138 163 79 192 115 1278 790 556 429 673 579 695 294 831 477 5324 197 147 133 173 153 177 91 208 128 1407 189 140 125 165 145 169 85 200 121 1339 200 112 125 179 122 144 80 210 106 1278 882 630 492 756 654 774 348 924 543 6003 c. Data Sarana Pendidikan Puskesmas Pauh Tahun 201211 SMP/ SMA/ JUMLAH TK SD/MIN SEKOLAH MTS MA 6 6 2 5 15 NO KELURAHAN PT 1 PISANG 2 BN. PNS.KP DALAM 3 PIAI TANGAH 4 CUPAK 2 1 4 4 2 1 - 2 1 1 1 . swasta.

TOGA dan Kelurahan Siaga (Poskeskel/poskesdes termasuk kedalamnya) 11. semua kelurahan telah terjangkau posyandu.SELATAN 9 LIMAU MANIS PUSKESMAS 6 10 2 8 6 51 4 1 14 1 3 3 3 2 2 3 24 6 1 1 1 5 1 2 1 2 1 1 1 e.2. Data UKBM yang aktif Dari banyaknya jenis UKBM yang ada. Jumlah kader aktif sebanyak 280 kader dengan jumlah rata-rata 4 kader per posyandu. Jumlah Kader dan Posyandu Puskesmas Pauh Semester 1 Tahun 2012 11 Jumlah posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pauh saat ini sebanyak 70 posyandu dengan jumlah posyandu paling banyak terdapat di kelurahan Limau Manis Selatan. Dengan demikian.TANGAH 5 KAPALO KOTO 6 KOTO LUAR 7 LAMB. bila ditinjau dari segi geografis.BUKIK 8 LM. POSYANDU Tabel 4. 16 . 3. hanya 3 jenis UKBM yang aktif dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pauh yaitu Posyandu.

terdapat 29 posyandu tergolong purnama. 28 posyandu madya dan 13 posyandu mandiri. 17 . pencatatan atau pengisian KMS dan masih kurangnya kemampuan kader dalam memberikan penyuluhan. PKK) juga masih rendah. masih banyak permasalahan yang ditemui seperti masih rendahnya keterampilan kader posyandu dalam melakukan penimbangan. Selain itu.Grafik 1. Pencapaian D/S Puskesmas Pauh tahun 201211 Dari grafik di atas terlihat bahwa tingkat partisipasi masyarakat di Puskesmas Pauh yang ditandai dengan pencapaian D/S dapat dikatakan belum mencapai target 70%. Namun. kecamatan. dukungan lintas sektor (pejabat kelurahan. jika ditinjau dari segi kualitas. Grafik 2. Tingkat Perkembangan Posyandu Puskesmas Pauh Tahun 201211 Dari 70 posyandu yang ada.

Dari diagram juga dapat dilihat bahwa jumlah keluarga yang memanfaatkan TOGA sebanyak 95.SELATAN 8 KAPALO KOTO 9 BINUANG JUMLAH Diagram 1.48%. Namun untuk pembinaan oleh petugas 18 . Tingkat Pemanfaatan TOGA Puskesmas Pauh Tahun 201211 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa setiap kelurahan sudah memiliki TOGA dengan jumlah TOGA terbanyak yaitu di kelurahan Pisang. tidak diketahui bagaimana distribusi TOGA berdasarkan RW dari masing-masing kelurahan. Tingkat Perkembangan TOGA Puskesmas Pauh tahun 201211 JUMLAH KK Memiliki TOGA 47 60 50 45 59 25 50 25 47 399 Jenis Toga yang ada di kelurahan <10 34 35 15 25 35 17 40 30 31 271 10-25 10 15 10 12 15 8 20 17 19 1261 >25 1 1 2 NO KELURAHAN 1 LIMAU MANIS 2 PISANG LAMBUANG 3 BUKIT 4 KOTO LUAR 5 PIAI TANGAH CUPAK 6 TANGAH 7 LM. hal ini menunjukkan bahwa UKBM TOGA di wilayah kerja Puskesmas Pauh sudah berjalan dengan baik. Namun.3.3. TOGA Tabel 5.

Kelurahan siaga yang aktif di semua kelurahan dan hanya 2 kelurahan yang telah memiliki sarana bangunan poskeskel.4. 19 . Berdasarkan data tersebut maka cakupan desa/kelurahan siaga aktif di Puskesmas Pauh yaitu 100%. POSKESKEL Tabel 6. 3. Terlihat bahwa cakupan kelurahan siaga aktif di Puskesmas Pauh telah melampaui target tahun 2010 (50%) namun telah mencapai target tahun 2015 (80%).Puskesmas sendiri masih terdapat kendala yaitu belum adanya pedoman baku dari DKK Padang tentang pembinaan TOGA dan tingkat pengetahuan petugas tentang TOGA masih belum menyeluruh. Kelurahan Siaga Puskesmas Pauh Tahun 201211 Dari 9 kelurahan yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Pauh semuanya sudah merupakan kelurahan siaga.

4. Saran Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan jumlah pencapaian D/S Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas Pauh diperlukan peningkatan dari kinerja petugas kesehatan dalam promosi kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya kesehatan bagi diri 20 . Namun. Tetapi hanya 2 kelurahan yang telah memiliki sarana bangunan poskeskel. Berdasarkan data tersebut maka cakupan desa/kelurahan siaga aktif di Puskesmas Pauh yaitu 100%. semua kelurahan telah terjangkau posyandu. bila ditinjau dari segi geografis.Jumlah keluarga yang memanfaatkan TOGA sebanyak 95. hal ini menunjukkan bahwa UKBM TOGA di wilayah kerja Puskesmas Pauh sudah berjalan dengan baik.BAB IV PENUTUP 4.2. UKBM yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Pauh adalah Posyandu. Tingkat partisipasi masyarakat di Puskesmas Pauh yang ditandai dengan pencapaian D/S dapat dikatakan belum mencapai target 70%. Jumlah kader aktif sebanyak 280 kader dengan jumlah rata-rata 4 kader per posyandu.1. Dengan demikian. Dari 9 kelurahan yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Pauh semuanya sudah merupakan kelurahan siaga. tidak diketahui bagaimana distribusi TOGA berdasarkan RW dari masing-masing kelurahan. Indikator utama meningkatnya peran serta masyarakat adalah makin banyaknya UKBM dengan kualitas yang memadai. Setiap kelurahan sudah memiliki TOGA dengan jumlah TOGA terbanyak yaitu di kelurahan Pisang.48%. TOGA dan Kelurahan Siaga (Poskeskel/poskesdes termasuk kedalamnya). Kesimpulan UKBM merupakan wujud nyata dari peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan. Terlihat bahwa cakupan kelurahan siaga aktif di Puskesmas Pauh telah melampaui target tahun 2010 (50%) namun telah mencapai target tahun 2015 (80%). Jumlah posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pauh saat ini sebanyak 70 posyandu dengan jumlah posyandu paling banyak terdapat di kelurahan Limau Manis Selatan.

sendiri dan keluarga. Karena itu diperlukan pembinaan pengetahuan khusus mengenai TOGA secara keseluruhan baik untuk petugas maupun untuk masyarakat. terutama belum adanya pedoman baku dari DKK Padang tentang pembinaan TOGA dan tingkat pengetahuan petugas tentang TOGA masih rendah. Hal ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Pemanfaatan TOGA di wilayah kerja Puskesmas Pauh sudah baik. sarana atau sumber daya . Selain itu diperlukan kerjasama lintas sektoral untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang terbatas akan dana. 21 .

-Arum.files. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 828/MENKES/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota.id/download/fkm/biostatistik-nasap.pdf.depkes. 6.DAFTAR PUSTAKA 1.id/wp-content/uploads/2010/11/MDGs-UNPAD21-OKT-2010-dr. 2011. Laporan Tahunan 2010. Indikator Kinerja SPM Kota Padang tahun 2010.com/2010/03/data-spm-2010.html. ARRIF: Pedoman Manajemen Peran Serta Masyarakat.pdf. Available from: 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.id.files.ac.pdf.ac.pdf. Desa dan Kelurahan Siaga Aktif.hukor.com/2009/01/peranserta-masyarakat-kader-kesehatan. 11. 5. Available from: http://syakira- blog.pdf. Available from: http://dinkeskotapadang1.com. Padang: Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat. 3. Atmawikarta Arum.id/downloads/UU_No. 2006.wordpress.fk. Dinas Kesehatan Kota Padang.usu. Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat. Suplemen. 10.promosikesehatan. 2011. Posyandu Sebagai Saran Peran Serta Masyarakat dalam Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat.id/index.com/2011/04/lap-tahunan-yes-10. 9. Peran Serta Masyarakat (Kader Kesehatan).depkes.go.go. Kebijakan Kesehatan Dalam Pencapaian Target MDGs Kesehatan. Laporan Tahunan 2012 Puskesmas Pauh 22 . 8. Pengembangan UKBM Melalui Poskesdes. Sembiring Nasap.php. 7. Available from: www. Padang. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Pramudho Kodrat.go.wordpress. Pusat Promosi Kesehatan .blogspot. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor Available http://www. 2. Available from: http://www. Available from: http://dinkeskotapadang1.depkes.unpad. Available from: http://buk. Available from: http://www. from: http://library. 4._36_Th_2009_ttg_Kesehatan.