You are on page 1of 16

DAMPAK ADANYA GULMA PADA TANAMAN BUDIDAYA

Karya tulis ini dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan dosen Agronomi dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan

1. 2. 3. 4.

Disusun Oleh : Gunawan (110321100081) Amrul Setiawan Jodi (110321100013) Rizka Puspita Q (110321100033) Ajie Santoso (110321100019)

Jurusan : Agribisnis “A” Fakultas : Pertanian

UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2011
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan kasih-Nya , sehingga penyusun dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul”Dampak Adanya Gulma Pada Tanaman Budidaya”. karya tulis ini ditujukan dalam rangka memenuhi tugas yang

kita semua dapat mengetahui sacara teori dan fisik dari gulma . Pengklasifikasian tersebut berdasarkan daur hidupnya. Dengan membahas satu persatu dari gulma di atas. Limnocharis flava. Shalawat serta salam semoga tercurah pula kepada Rasulullah SAW dan para sahabat. sehingga bisa diselesaikan sesuai degan apa yang diinginkan. Penyusun berharap karya ilmiah ini bisa bermanfaat baik bagi penyusun maupun bagi pembaca pada umumnya. Karya tulis ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada semua masyarakat agar bisa mengetahui bagaimana dampak adanya gulma pada tanaman budidaya dan bagaimana cara pengendalian gulma sehingga produksi tanaman budidaya bisa memberikan hasil yang maksimal dan memuaskan. Yang akan kita bahas dalam makalah ini adalah gulma yang terdapat di areal persawahan (tanah sawah). saat berkecambah dan tumbuhnya. Bangkalan. karena dapat mengambil zat hara dalam tanah sehingga tanaman pokok terganggu. gulma teki. Teriring doa dan harap semoga Allah meridhoi upaya yang penyusun lakukan. Marsilea crenata. Untuk mempermudah mengenali jenis-jenis gulma. Echinochola colonum. Meskipun gulma tidak mengakibatkan kematian pada tanaman tetapi akan menimbulkan hasil yang kurang memuaskan karena didalam tanah terjadi persaingan pengambilan zat makanan. Monochoria vaginalis.diberikan dosen Agronomi dalam kegiatan perkuliahan. Echinochola crusgalli. gulma obligat dan lainnya. Contohnya gulma tahunan. karena masyarakat disekitar kita mayoritas bekerja di lingkungan persawahan. serta kepekaannya terhadap macam bekerjanya herbisida. Gulma merupakan tumbuhan yang berasal dari spesies liar yang telah lama menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. sering kali tumbuhan yang kita tanam diikuti dengan tumbuhnya rerumputan atau gulma. morfologinya. gulma berdaun lebar. gulma darat.1 Latar Belakang Pada saat kita menanam tanaman. Gulma ini akan merugikan tumbuhan pokok. Macam-macam gulma di areal persawahan antara lain. gulma air. maka di bentuknya pengklasifikasian. gulma sawah. Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut membantu dalam pembuatan karya ilmiah ini. atau spesies baru yang telah berkembang sejak timbulnya pertanian. 1 Januari 2012 Penyusun BAB 1 PENDAHULUAN I. gulma rerumputan. gulma perkebunan.

I.2 Rumusan Masalah  Apa yang dimaksud dengan gulma ?  Apa jenis-jenis dari gulma ?  Apa saja kerugian yang ditimbulkan akibat adanya gulma ?  Bagaimana cara pengendalian gulma ? I.tersebut.3 Tujuan Masalah  Untuk mengetahui pengertian dari gulma  Untuk mengetahui jenis-jenis dari gulma  Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan sebagai akibat dari adanya gulma  Untuk mengetahui bagaimana cara untuk mengendalikan gulma BAB 2 PEMBAHASAN 2. serta dapat membedakan cara pengendalian yang aman bagi kehidupan di sekitar tanaman persawahan tersebut. 1 Pengertian Gulma .

berada pada jumlah yang patut diperebutkan. tebu 15. baik gulma maupun tanaman budidaya. pasokan air dan keadaan iklim (Nantasomsaran dan Moody. dan secara kimiawi untuk air. mulai dari tempat yang miskin nutrisi sampai yang kaya nutrisi.7 %. khususnya pada gulma perennial. Secara fisik. persaingan gulma dengan padi dapat menurunkan hasil padi 10-40 %. nutrisi. bahkan mengeluarkan zat di sekitar tempat tumbuhnya yang dapat meracuni tumbuhan lain (peristiwa Allelopati). jenis tanah. jagung 13 %. Persaingan dapat berlangsung bila komponen yang dibutuhkan oleh.9 %. Disamping itu gulma juga dapat membentuk biji dalam jumlah banyak. cahaya. menimbulkan kerugian-kerugian dalam produksi baik kualitas maupun kuantitas. Perilaku gulma yang mengganggu tanaman dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya meneybabkan tanaman gulma dijadikan sebagai musuh petani karena dengan adanya gulma secara otomatis menurunkan hasil dari produksi pertanian. dan dalam peristiwa allelopati. Luasnya penyebaran karena daun dapat dimodifikasikan.8 %. Di lahan irigasi. Sifat inilah yang membedakan gulma dengan tanaman yang dibudidayakan. Kemampuan gulma mengadakan regenerasi besar sekali. demikian pula pada bagian-bagian lain. Selain itu juga gulma merupakan salah satu faktor biotik yang menyebabkan kehilangan hasil panen. gas-gas penting. Persaingan antara gulma dengan tanaman budidaya dalam mengambil unsur-unsur hara dan air dari dalam tanah dan penerimaan cahaya matahari untuk proses fotosintesis. air. sorgum 17. 2. 1993). ini pulalah yang memungkinkan gulma dapat berkembang biak dengan cepat.8 %.5 % dan kacang tanah 11. tergantung pada spesies dan kepadatan gulma. Selain itu juga gulma memiliki sifat mudah tumbuh pada setiap tempat yang berbeda-beda. coklat 11. inilah yang memungkinkan gulma unggul dalam persaingan dengan tanaman budidaya. gulma bersaing dengan tanaman budidaya untuk ruang. Gulma menyaingi tanaman dalam pengambilan unsur hara.Gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang dapat menurunkan hasil tanaman yang dibudidayakan bila tidak dikendalikan secara efektif. Menurut percobaan-percobaan pemberantasan gulma pada padi terdapat penurunan oleh persaingan gulma tersebut antara 25-50 %. kedelai 13.8 %. ruang dan cahaya. Cramer (1975) menyebutkan kerugian berupa penurunan produksi dari beberapa tanaman dalah sebagai berikut : padi 10.2 Jenis-jenis Gulma . Gulma juga ada yang memberikan bau serta rasa yang kurang sedap. Gulma perennial dapat menyebar dengan cara vegetatif.

Contoh gulma berdaun sempit adalah jajagoan. dua tahun atau tahunan). Kebanyakan tumbuhan ini membentuk biji banyak untuk penyebaran dan dapat pula menyebar secara vegetatif. tumbuhan sampai mati selama semusim atau setahun.). Jenis gulma berdasarkan bentuk daun.). lama hidupnya (setahun atau semusim. Contoh gulma dua tahun adalah Daun Sendok (Plantago sp. Bunga dibentuk pada tahun kedua. dibedakan menjadi : a. Urang Aring (Eclipta prostrate L. hanya menyebar dengan biji. Karena beda penyebarannya. Jenis gulma berdasarkan lama hidupnya. Gulma berdaun sempit Tumbuhan ini mempunyai daun sempit dan panjang. dibedakan menjadi : a. maka tumbuhan ini dibagi perennial sederhana dan perennial merayap.Sunduk welut (Cyperus difformis L. serta berdasarkan morfologi bentuk. Karena banyaknya biji yang dibentuk. Gulma perennial sederhana. dan Putri Malu (Mimosa pudica). maka gulma dapat dibedakan menjadi beberapa golongan : sesuai dengan bentuk daun (daun lebar atau daun sempit). bebontengan dll.Karena jenis-jenis gulma jumlahnya sangat banyak. dari jenis dikotil dan pada umumnya mempunyai lintasan C3.). Gulma berdaun lebar Tumbuhan ini mempinyai bentuk daun lebar. c. 2. Gulma dua tahun (biennial) Tumbuhan ini menyelesaikan daur hidupnya selama antara satu sampai dua tahun. maka persisten. Contoh gulma semusim adalah Jekeng atau Teki Rendul (Cyperus iria L. b. dari jenis monokotil dan pada umumnya mempunyai lintasan C4. 1.). Contoh gulma berdaun lebar adalah Sambung rambut (Mikania michranta). Gulma semusim atau setahun (annual) Tumbuhan ini menyelesaikan daur hidupnya dari biji. dll. dll. b. Gulma tahunan (perennial) Tumbuhan ini menyelesaikan daur hidupnya selama lebih dari dua tahun. meskipun dapat .

dll. Pelepah daun menjadi satu membentuk pembuluh pada pangkal batang. dll. Jenis gulma berdasarkan morfologi bentuk. Gulma Rumput (Grasses) Umumnya gulma ini termasuk ke dalam famili Gramineae/Poaceae.). Ligula tidak ada. Ada yang monokotil dan banyak yang dikotil.). stolon (bagian merayap di atas tanah) dan Rizhoma (bagian merayap didalam tanah). Karena banyaknya jenis gulma. Jajahean atau lampuyangan (Panicum repens L. dan kebanyakan berongga. C. Contoh lain: Cyperus iria. Pada dasarnya ada beberapa jenis gulma yang sering ditemukan petani. 3. Batang berbentuk segitiga. Helai daun akan muncul berselang-seling dari kedua sisi batang pada setiap buku. Gulma perennial merayap. kadang-kadang bulat tak berongga. Tumbuhan tersebut memiliki batang berbentuk bulat kadang-kadang agak pipih. Gulma Teki (Sedges) Umumnya termasuk golongan Cyperacea. Pada batang menjalar biasanya terjadi pembengkakan batang yang disebut “buku”. Pres). sehinngga para petani mesti mengetahui mengenai beberapa jenis gulma berikut ini: 1. Contoh: Monochoria vaginalis. difformis. Lidah/ligula yang berbulu muncul padabatas antara pelepah dan helai daun. dibedakan menjadi : a.) D. Tepi daun umumnya rata sedangkan uraturatdaun sejajar dengan panjang daun. berbentuk agak bulat atau lonjong dengan urat daun seperti jala tidak teratur. Daun-daun tersusun dalam tiga deretan. Buku akan muncul secara reguler pada panjang ruasan tertentu. Helai daunbiasanya tipis.C.menyebar secara vegetatif bila tumbuhan ini terpotong. akar lunak dan tumbuh meluas. b. Limnocharis flava. Cynodon dactylon. Fimbristylis miliacea. maka sangat sulit sekali jika harus dikaji secara merinci satu persatu. Gulma ini mirip dengan gulma rumput. Contoh gulma tahunan adalah Kremek (Alternanthera sessilis (L. Gulma Berdaun Lebar (Broadleaf weeds) Gulma ini tidak tergolong gulma teki dan gulma rumput. dll. Teki yang tumbuh tahunan mempunyai umbi atau rizom/rimpang di dalam tanah seperti teki berumbi (Cyperus rotundus). Kakawatan (Cyndon dactylon L. c. Imperata Cylindrica (Alang-alang) . sempit dan memanjang. Contoh: Echinochloa crus-galli. Daun terdiri dari pelepah daun dan helai daun. menyebar dengan akar yang merayap. Daun melebar sepenuhnya. Ludwigia octovalvis. Leptochloa chinensis dll.

Gulma ini termasuk gulma . Indonesia. Afganistan. karena mempunyai kemampuan tinggi untuk beradaptasi pada jenis tanah yang beragam. dengan sistem rhizoid yang meluas serta tinggi batang mencapai 60-100 cm. Australia dan Eropa Selatan. Daun agak tegak. daun atas lebih pendek daripada daun sebelah bawah. Namun dibawah naungan gulma ini akan tertekan tumbuhnya. terutama pada daerah Afrika. Jepang. pelepah daun lembut. Pengendalian = gulma alang-alang agak sulit karena rhizoma yang padat dan tumbuh cepat (termasuk regenerasinya). Taksonomi teki adalah sebagai berikut : Divisio : Spermatophyta Subdivisio Klas : Angiospermeae : Monokotiledoneae Ordo : Cyperales Familia : Cyperaceae Genus : Cyperus Spesies : Cyperus Rotundus Deskripsi = gulma ini hampir selalu ada disekitar tanaman budidaya. Gulma ini dapat berreproduksi secara vegetatif dan generatif atau dapat tumbuh pada jenis tanah yang beragam. Taksonomi alang-alang adalah sebagai berikut : Divisio : Spermatophyta Kelas : Monokotiledonae Ordo : Glumiflorae Familia : Gramineae Genus : Imperata Spesies : Imperata Cylindrica Deskripsi = alang-alang adalah gulma perennial. Disamping sifat agresif (stolon) dan sebagai pesaing kuat. tulang daun utama keputihan. India. Cina. dan Leucaena glauca dapat dipergunakan untuk kebutuhan tersebut. Ekologi = gulma adalah tersebar luas dan dapat tumbuh pada tanah terbuka yang belum maupun yang sudah diolah.Alang-alang mempunyai daerah penyebaran yang cukup luas. 2. Cyperus Rotundus (Teki) Gulma ini termasuk yang cukup ganas dan penyebarannya luas.

gulma ini berdaun sempit.600 umbi). Umbi tersebut membentuk akar ramping dan umbi lagi. Echinochloa Cruss-Galli ( Jawan ) Taksonomi jawan adalah sebagai berikut : Divisio : Spermatophyta Klas : Monokotiledoneae Ordo : Graminales Familia : Gramineae Genus : Echinocloa Spesies : Echinochloa cruss-galli Deskripsi = Gulma yang sering nampak pada pertanian padi sawah ini kemampuan maupun sifatnya mirip padi. berkisar pada ketinggian 1-1000 m dpl. Pengendalian = Mengingat sifat ekologimya teki sulit untuk diberantas denagn cara apapun. Daun pada pangkal batang terdiri dari 4-10 helai. Biji yang telah tua berwarna coklat sampai hitam dengan bagian bawah tumpul. Gulma ini berbatang tegak dan mempunyai ketinggian 30-60 cm serta berkembang biak dengan biji. hanya ada penelitian yang menyatakan alachlor secara pra tumbuh dapat sedikit mengurangi. Umbi tidak tahan kering. . Bunga mempunyai benang sari tiga helai. Helai daun bergaris dan berwana hijau tua mengkilat. pelepah daun tertutup tanah. berwarna coklat. Kemampuan berkembang umbi-umbi teki menjadi tumbuhan baru inilah yang membuat teki tahn menghadapi penekanan yang sifatnya berupa sentuhan bagian atas tanah saja. tebal dan panjang 2-3. Ekologi = Teki dapat tumbuh meluas terutama didaerah tropis kering.5 mm. kepala sari kuning cerah. daya tumbuhnya akan hilang. dan curah hujan antara 1500-4000 mm per tahun. Batang berbentuk tumpul atau segitiga. Umbi pertama kali dibentuk pada tiga minggu setelah pertumbuhan awal. namun bila pengendalian dimulai pada saat mulai berkecambah. apakah serentak apa tidak.perennial dengan bagian dalam tanah terdiri dari akar dan umbi. bunga tegak dan bertandan (5-10 tandan) kemudian merunduk (5-21 cm). maka akan diperoleh hasil yng cukup memuaskan. selama 14 hari dibawah sinar matahari. demikian seterusnya (1 m2 sedalam 10 cm = 1. 3. Tetapi kapan saat teki berkecambah. Buah (kariopsis) bentuk lonjong. sedang tangkai putik bercabang tiga. Akar serabut tumbuh pada pankal batang.

Daun terdiri dari dua baris.4. anak bulir berseling-seling. dan batang sering kali bercabang. menempel pipih. dilaksanakan secara manual. berumur pendek. Gulma ini dominan pada tanaman kacang-kacangan. pada saat dua minggu setelah tanam. Misalnya saja dengan menggunakan zat kimia pembunuh rerumputan (herbisida). berkumpul pada sisi poros yang bersayap dan bertunas. Herbisida seperti 2. tetapi kasar pada tiap ujung. Penggunaan herbisida dimungkinkan untuk pemberantasannya pada tempat-tempat seperti sepanjang tepi jalan. Ciri khas gulma lulangan ini adalah mempunyai batang yang selalu berbentuk cekungan... Begitu pula pertumbuhan vegetatif sangat teredusir pada musim kemarau atau bila kelembaban tanah sangat rendah. misalnya menderita penaungan. Ekologi = Gulma lulangan ini akan cepat tumbuh dan berkembang bila memperoleh cahaya cukup banyak dan air pengairan berlimpah.8-1 lt ha-1 ) dan MCPA (91-1.Ekologi = Gulma ini terutama sangat perlu air untuk pertumbuhannya dan perlu media tumbuh yang berlumpur. Pelepah menempel kuat. Bunga. . Taksonomi Lulangan adalah sebagai berikut : Divisio : spermatophyta Klas : Monocotiledoneae Ordo : Glummiflorae Familia : Gramineae Genus : Eleusine Spesies : Eleusine Indica Deskripsi = Gulma ini khususnya berada disekitar tanaman kacang-kacang. Eleusine Indica (Lulangan) Gulma ini adalah gulma semusim. 4. Pada pangkal helai daun berambut. Untuk mencegah perkecambahan gulma ini selama tiga bulan dapat digunakan di-feramida. Pengendalian = Untuk pengendalian gulma yang tidak begitu luas.5 lt ha-1 ) dapat dipergunakan. tersusun seperti genting. Dengan demikian kondisi yang sedikit saja tak menguntungkan akan membuat gulma ini cepat mati. bulir menjari 3-5.D (0. dan berkembang biak dengan biji (dapat tumbuh hingga 200 m dpl). Gulma ini sangat peka pada keadaan lingkunganny. Pengendalian = Gulma ini dapat dikendalikan dengan berbagai cara. padi dan ubi kayu. lidah daun pendek seperti selaput dan tumbuh dalam rumpun. kecipir. Pertumbuhan akan cepat bila tersedia cukup air dan akan mati bila jumlah air berkurang. dan sebagainya. di tepi saluran air.

ujung daun melekuk kedalam. Suhu optimal yang dibutuhkan ialah antara 150-350 C dimana bunga dan biji dihasilkan dengan baik sekali. Portulaca Oleracea (krokot) Suatu gulma yang sukulen. Bunga terbentuk sepanjang musim didaerah tropis (daur hidupnya 3-5 bulan) di bawah kondisi ternaung akan tumbuh membentang dan tegak. batang penuh berdaging lunak dan tumbuh tegak atau merata yang tergantung cahaya. Sebaliknya dibawah intensitas cahaya tinggi krokot ini dapat layu. Penyiangan secara manual juga digunakan pada gulma jenis ini. Gulma ini termasuk golongan semusim.2-4 cm). Pengendalian = Penggunaan Oksifluorfen 0. berhadapan. daun muda atau terjadi absisi. Buah berbentuk kotak dan berbiji banyak (4-8 mm).5. Ekologi = Gulma ini pada awal pertumbuhannya tumbuh lambat dan menjadi cepat setelah 15 hari dan pada akhir minggu ke-4 terbentuk 10 daun. bertangkai pendek.5 mm) berbentuk oval warna hitammengkilat. dimana ruas tua tak berambut. panjang kurang lebih 10-50 cm. Taksonomi krokot adalah sebagai berikut : Divisio : Spermatophyta Klas : Monokotiledoneae Ordo : Portulacales Familia : Portulaceae Genus : Portulaca Spesies : Portulaca oleracea Deskripsi = Krokot dalam gulma semusim yang membentuk biji untuk perbanyakannya dan dapat dari bagian batang bila tumbuh pada tanah yang lembab. Biji (0. serta membentuk bunga. Disamping itu terjadi defoliasi daun tua. permeabilitas jaringan daun diubah dan stomata menjadi tertutup. Batang berdaging. yang berasosiasi dengan 45 jenis pertanaman. permukaanya tertutup kulit yang agak berkerut. . bulat atau tumpul (0. bentuk bulat. Daunsebagian tersebar. terbentang dan berwarna kemerah-merahan.28 kg ha-1 mengakibatkan gejala pada daun menjadi bintik-bintik.

buah berwarna putih (2-3. gulma ini juga dapat mengeluarkan alelopat. tepi bergerigi dan berbulu. bentuk bulat telur. bentuk lonceng berlekuk lima (1-15 mm). mampu berasosiasi dengan tanaman biji-bijian.200 m dpl. Bila gulma ini berasosiasi dengan jagung. Secara umum dapat digunakan dalapon. kopi. runcing. rambut sisik ada lima.5 mm). teh dan karet. Daunnya bertangkai cukup panjang. Bunga mengelompok berbentuk cawan. atau kedelai. kelapa sawit dan cengkeh. Suhu optimal untuk tumbuhnya 160-240C. maka dipergunakan Alachlor. . Ageratum Conyzoides (wedusan) Gulma dari golongan semusim mempunyai penyebaran cukup luas (tropis dan sub tropis). legum tebu. tepi sempit. sedang bagian teratas dan bertangkai pendek. Mahkota dengan tabung sempit. Gulma ini dapat tumbuh berasosiasi dengan padi gogo. Pengendalian dengan herbisida dapat dilaksanakan sebagai pra tumbuh. Duduk daun bawah berhadapan. putih atau violet. Taksonomi Wedusan adalah sebagai berikut : Divisio : Spermatophyta Klas : Dikotiledoneae Ordo : Asterales Familia : Asteraceae Genus : Ageratum Spesies : Ageratum Conyzoides Deskripsi = Wedusan berbatang tegak mencapai ketinggian pada saat berbunga 60-120 cm. tembakau. setiap bulir terdiri dari 60-75 bunga. bulat bercabang.6. kacang tanah. Ekologi = Gulma ini dapat tumbuh di sembarang tempat yang tak tergenang air didaerah tropis dan subtropis dari ketinggian 1-1. Warna biru muda. dan paraquat. keras bergerigi lima. Pengendalian = Pada luas pertanaman yang sempit pengendalian dengan penyiangan secara manual. Penyebaran dengan biji. palawija. berbulu pada buku-bukunya dan bagian rendah. Batang tegak. intensitas cahaya tinggi yang dibutuhkan oleh gulma ini sehingga pertumbuhan diredusir bila ternaungi. glifosat.

penyiangan. misalnya ada suatu gulma yang tepung sarinya menyebabkan alergi. Gangguan kesehatan manusia. perbaikan selokan dari gulma yang menyumbat air irigasi 3. Allelopathy yaitu pengeluaran senyawa kimiawi oleh gulma yang beracun bagi tanaman yang lainnya. tanaman ini sering tumbuh disekitar tanaman yang dibudidayakan. 7. Kenaikkan ongkos-ongkos usaha pertanian. Selain itu juga dampak dengan adanya gulma disekitar tanaman budidaya menimbulkan berbagai dampak. cahaya dan ruang lingkup. Apabila gulma pada tanaman budidaya tidak segera diatasi. 6. Adapun beberapa cara yang digunakan untuk mengendalikan gulma bisa dengan beberapa cara. baik bagi tanaman budidaya maupun bagi manusia sendiri. misalnya menambah tenaga dan waktu dalam pengerjaan tanah. Persaingan antara tanaman utama sehingga mengurangi kemampuan berproduksi. Akibatnya. sehingga merusak pertumbuhannya. misalnya Lersia hexandra dan Cynodon dactylon merupakan tumbuhan inang hama ganjur pada padi. 5. Hasil produk pertanian menjadi kotor karena terkontaminasi oleh biji-bijian gulma Beberapa jenis gulma bisa menjadi perantara hama. maka sangat jelas sekali bahwa tanaman gulma memang sangat merugikan sekali. maka hasil produksi akan mengalami penurunan.2. 4. dan pada akhirnya menurunkan hasil produksi. Biaya untuk produksi semakin meningkat karena adanya gulma 2. unsur-unsur hara dari tanah. diantaranya pengendalian secara mekanik.4 Cara pengendalian Gulma Jika dilihat dari beberapa dampak yang ditimbulkan dengan adanya gulma disekitar tanaman budidaya. 1. Pengendalian gulma secara Mekanik . biologis.3 Kerugian Akibat Gulma Gulma adalah tanaman pengganggu yang merugikan para petani. dan pengendalian gulma secara terpadu. kimia. kehadiran gulma dapat menghambat pertumbuhan. diantaranya sebagai berikut : 1. Gulma air mngurangi efisiensi sistem irigasi 8. 2. terjadi persaingan dalam pengambilan air.

alat sederhana maupun alat berat. Sebelumnya dibajak terlebih dahulu dan tak dibenarkan ada tumbuhan yang mencuat diatas permukaan air. dan bagi perennial kedua bagian dibawah dan diatas tanah dirusakkan.4 Pembubuhan mulsa Untuk menghalangi sampainya cahaya matahari pada gulma dan menghalangi pertumbuhan bagian atas. dan terutama murah jika diterapkan pada suatu area yang tidak luas. dan tanaman pesaing untuk membatasi infestasi gulma (Gupta. biennial. 2. dengan cara ini gulma tersebut dirusakan bagian atas tanah saja. maka masalahnya jadi lain. Gulma “ganas” yangt perennial dan tumbuh dengan padi sawah pada umumnya diberantas dengan cara ini dan sangat berhasil pada tanah ringan. baik dengan tangan biasa. sedang untuk biennial bagian atas tanah dan mahkota. Pengendalian gulma secara biologis Pengendalian secara biologis didefinisikan sebagai upaya pengendalian gulma dengan menggunakan organisme hidup. ialah cara pengolahan tanah. seperti di halaman. Namun perlu . dalam barisan dan guludan dimana alat besar sulit untuk mencapainya dan didaerah yang cukup banyak tenaga kerja. Insekta tersebut jadinya dapat memberantas gulma sebagai contoh klasik ialah setelah diperkenalkan sejenis penggerek argentine (cactoblastis cactorum) di Queensland. ikan pemakan tanaman dan hewan lainnya.3 Penggenangan Pelaksanaan penggenangan biasanya berhasil pada gulma perennial. organisme penyakit. Penggenangan dibatasi dengan galanagan. Demikian pula pengenalan insecta pemakan daun (chryssalnia spp) di Kalifornia dapat menekan sejenis gulma. seperti serangga. dan perennial. Adapun beberapa cara melalui pengendalian secara mekanik ini adalah sebagai berikut : 1. Dalam pengendalian gulma annual cukup dibajak dangkal saja. 1.1 Pencabutan dengan tangan (Penyiangan) Cara semacam ini sangat praktis. efisien. Dilain pihak bila ada insekta yang “memakan” gulma. 1.2 Pengolahan tanah Suatu usaha yang cukup praktis pada pengendalian gulma annual. dengan tinggi sekitar 15-25 cm selama 3-8 minggu. 1984). Telah diketahui bahwa insekta dan jamur merupakan hama dan penyakit bagi pertanaman. maka kaktus (opuntia) yang menghuni lahan sekitar 25 juta ha selama 12 tahun dapat ditekan sampai 95%. maka selapis bahan mulsa yang ditutupkan diatas gulma akan sangat berhasil. 1.Pengendalian gulma dengan cara ini hanya mengandalkan kekuatan fisik atau mekanik. sedanga pada tanah berat tidak dianjurkan.

3. penggunaan herbisida pra tumbuh diteruskan herbisida pasca tumbuh dan lain lagi perpaduan yang sekiranya dapat menekan investasi gulma yang sulit untuk dibasmi. Pengendalian gulma secara kimia Penegendalian gulma secara kimiawi adalah pengendalian gulma dengan menggunakan bahan kimiawi yang dapat menekan atau bahkan mematikan gulma. Penggunaan organisme nonselektif. 4. Misalnya saja. penegendalian secara mekanik sendiri tidak sempurna dalam mengatasi gulma tertentu. Pengendalian gulma secara terpadu Suatu pengendalian yang efektif melibatkan beberapa cara dalam waktu yang berurutan dalam suatu musim tanam. jangan sampai setelah gulma dimangasa tanamanpun dapat pula diganggu. yaitu tanaman yang bersaing dengan spesies gulma untuk satu faktor atau lebih. yaitu organisme yang menyerang semua spesies gulma.diingat bahwa penggunaan musuh gulma tersebut harus hati-hati. yaitu organisme yang menyerang satu atau hanya beberapa spesies gulma 2. dan 3. Penggunaan spesies tanaman pesaing. rotundus) atau alangalang (Imperata cylindrica) yang peka naungan (Rijn. 2000). yaitu: 1. stu jenis spesies tanaman kurang mampu menekan pertumbuhan gulma. Maka timbulah pemikiran bahwa paduan antara beberapa cara pengendalain dalam satu musim tanam diharapkan dapat mengatasi masalahnya. . Bahan kimiawi itu disebut herbisida: herba = gulma dan sida = membunuh. Seperti perpaduan antara pengendalaian secara mekanik diteruskan dengan pemberian herbisida pasca tumbuh. misalnya tanaman ubi jalar untuk mengurangi pertumbuhan teki berumbi (C. Pengendalian dengan cara ini membutuhkan alat penyebar herbisida serta pengetahuan tentang herbisida itu sendiri. Pada dasarnya pengendalian gulma secara biologis mempunyai tiga pendekatan. jadi herbisida adalah zat kimiawi yang dapat mematikan gulma. Penggunaan organisme selektif. agar pengen dalian yang dilakukan dapat berhasil.

Akibat dari adanya gulma ini apabila tidak segera ditangani maka akan berdampak besar terhadap hasil produksi. bagimana cara penanganan gulma yang benar. .2 Saran Dalam menghadapi merebaknya gulma di areal pertanian seharusnya kita harus mengetahui atau mengenali apa itu gulma. 3. sehingga semua petani perlu dibekali dengan pengetahuan mengenai gulma.1 Simpulan Dari penjelasan mengenai gulma diatas. tetapi gulma tetap saja meraja lela. Musuh bagi tanaman karena tanaman gulma melakukan kompetisi dengan tanaman budidaya sehingga tanaman budidaya akan mengalami kekurangan nutrisi hara. sehingga dalam melakukan pengendalian tidak membuang-buang biaya karena penanganan yang tidak tepat. jelas sekali bahwa tanaman gulma merupakan musuh bagi tanaman sekaligus musuh bagi petani. sehingga walaupun sudah dikendalikan. selain itu juga tanaman gulma menjadi musuh bagi petani karena bisa menurunkan pendapatan petani karena hasil dari tanaman budidayanya menurun. jenis-jenis gulma. sehingga hasil dari produksi pertanian akan mengalami penurunan.BAB 3 PENUTUP 3.

Philippines: IRRI. Hlm. 25–27 September 1990. In Weed control in rice. Puslitbangtan. “Weed Management in Wet-Seeded Rice in Tropical Asia”. Kinerja Penelitian Tanaman Pangan. (Ed. 1992. Teknologi Pengendalian Gulma pada Pertanaman Padi di Sawah Pasang Surut. (Ed. Taiwan: Food & Fertilizer Technology Center. Ismunadi et al. P. K. Padi Buku 2. Hlm. Moody. Ext. K. 364. dkk. 1981. Weeds Reported in Rice in South and Southeast Asia. Buku 2. K. Philippines: IRRI.Daftar Pustaka Bangun. Malaysia. MARDI. 1993. 73–88. 1989. Moody. Badan Litbang Pertanian. “Postplanting Weed Control in Direct-Seeded Rice”. Simatupang. Moody. 579–599. Drost. . Dalam M. Paper Presented at the Rice Symposium. K dan D. 624– 633. et al. Bull. Jody. Syam. 1990. M.). Taipeh. Bogor: Puslitbangtan Moenandir.C. Penang. “Pengendalian Gulma pada Tanaman Padi”.). P. “The Role of Cropping Systems on Weeds in Rice”. 442 p. Manila. dan M. Manila.S. No. Dalam Syam.1993. 1989. Pengantar Ilmu dan Pengendalian Gulma. S. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Moody.