You are on page 1of 5

KAPAL DAN PELAYARAN INTERNASIONAL

KAPAL  Kapal adalah kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut (sungai dan sebagainya)-Kamus Besar Bahasa Indonesia  Kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda, termasuk kendaraan berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak dipindah-pindah.  Kapal asing adalah kapal yang berbendera selain bendera Indonesia dan tidak dicatat dalam daftar kapal Indonesia. UKURAN KAPAL  Besarnya kapal dinyatakan dalam ton register (register ton). Yang dikenal dengan Gross Register Ton (GRT) dan net register ton (NRT).GRT adalah jumlah dari semua ruangan yang tertutup atau yang dapat ditutup secara kedap air, baik yang berada di bawah geladak maupun yang berada di atasnyya (deck line).  NRT adalah ruangan yang tersedia untuk barang dan penumpang atau juga daya angkut kapal yang dinyatakan dengan volume.  NRT merupakan GRT dikurangi dengan ruang untuk bunker dan air, ruang kemudi, ruang mesin dan terowongan poros (shaft tunnel), ruang nahkoda dan ABK, ruang jangkar, ruang air ballast, ruang perbekalan MUATAN KAPAL Muatan kapal berkaitan dengan daya angkut kapal. Dalam hal daya angkut kapal dikenal dengan istilah:  Deadweight ton (DWT) adalah daya angkut kapal, termasuk di dalamnya muatan/penumpang, bahan bakar, air, perbekalan dan spare parts.  Cargo capaciti adalah daya angkut kapal membawa muatan (DWT) dikurangi bunker, air, perbekalan dan spare parts.

1

Kapal tidak mencemari lingkungan Kelaiklautan kapal berdasarkan UU No. Germanischer Lloyd (GL) di Hamburg/Berlin Jerman Kapal dalam keadaan layat laut (seaworthiness) berarti: 1. Status hukum kapal 7.17 tahun 2008 tentang Pelayaran Bab IX Pasal 124 s.d Pasal 171 adalah: 1.KELAYAKAN KAPAL Biro klasifikasi kapal yaitu badan yang mengawasi kapal-kapal dagang agar kapal-kapal tersebut dalam konstruksi dan operasinya dapat memenuhi standar kelayakan laut dan keamanan kapal (UU No.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. 133) Beberapa Biro Klasifikasi Kapal yang terkenal adalah: 1. Manajemen keselamatan kapal 2 .d. Bureau Veritas (BV) di Paris Prancis 5. serta alat-alat keamanan memadai dan memenuhi syarat 4. Nakhoda dan ABK yang berpengalaman dan bersertifikat (Nahkoda punya kewajiban paling terakhir meninggalkan kapal) 3. Lloyd’s Register of Shipping (LR) di London Inggris 2. Kapal layak untuk menghadapi risiko dan kejadian secara wajar dalam pelayaran. Kapal tidak mencemari lingkungan Kelayakan kapal mensyaratkan: 1. Perlengkapan store dan bunker. Biro Klasifikasi Indonesia (KI) di Jakarta Indonesian 3. Pencegahan pencemaran dari kapal 3. Kapal layak untuk menerima muatan dan mengangkutnya serta melindungi keselamatan muatan dan ABK-nya. Kesejahteraan awak kapal dan kesehatan penumpang 6. Bangunan kapal dan kondisi mesin dalam keadaan baik. 2. Pengawakan kapal 4. 2. 3. American Bureau of Shipping (AB) di New York. Amerika Serikat 4. Pasal 124 s. Garis muat kapal dan pemuatan 5. Manajemen keselamatan dan pencegahan pencemaran dari kapal 8. Keselamatan kapal 2.

Ukurun kapal ini sangat besar 9.46 Tahun 1986 untuk Marpol. dalam bentuk UU No. Tramper adalah kapal dengan tujuan. 8. Kedua peraturan tersebut tercakup dalam UU No.. 7. 14. RoRo (Roll-on.21 Tahun 1992 tentang Pelayaran yang meratifikasi dan memberlakukan Konvensi Internasional Maritime Organization.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Keppres No. 10. Research ship (kapal penelitian) 3 . 133 Kelaikan laut bukan hanya kapal dan personil kapal saja yang baik. Kapal tanker 13. Panamas Class. 12. Bulk or Oil). Offshore Supply Ship (kapal pemasok lepas pantai). Mengangkut peti kemas dan barang-barang lainnya. Lighter carrier (pengangkut tongkang). Semi container/pallet Vessel 3. Pasal 124 s. Bulk carrier (pengangkut muatan curah). mengangkut minyak.Pemerintah RI dengan 73/78. Liner adalah kapal yang memiliki tujuan. Passanger Ship. 6. Conventional liner vessel (Kapal barang biasa) 2. Rute Kapal Berdasarkan rutenya kapal dagang dapat dibagi menjadi TRAMPER dan LINER. Combination carrier (kapal O/O (One or Oil dan Kapal OBO (One. rute dan jadwal yang tetap. tetapi juga muatan kapal juga harus baik. rute dan jadwal tidak tetap. Kapal tunda atau kapal yang mengangkut kapal lain yang tidak dapat mendarat ke pelabuhan 11. Roll-off) 5. Full Container (kapal peti kemas) 4. Tug Boat.65 Tahun 1980 telah memberlakukan SOLAS 74/78 dan Keppres No.d.Tramper bisa saja kapal yang bisa saja berdasarkan charter. Fishing Vessel. Jenis kapal 1.

Honduras. seperti Indonesia dan Jepang.  Flag of Convenience-Liberia. karena hanya membayar uang pendaftaran saja. Selain itu. negara juga berkepentingan mempunyai armada kapal nasional untuk :  Menghasilkan valuta asing. Bebas pajak. seperti kecelakaan atau hal yang berhubungan dengan ABK. Lebih murah dari operasi karena dapat memakai ABK sesukanya dan tidak perlu mengikuti peraturan dari negara asal. b. Terhindar kerugian bila beroperasi dengan bendera dari negara asal  Kerugian dari Flags of Convenience adalah bertanggung jawab bila terjadi sesuatu. terutama negara yang perdagangannya luas dan jauh. Hoongkong.  Keuntungan dari flags of convenience: a. dan penyelesaian klaim yang besar seperti kandasnya kapal. secara nasional suatu negara perlu mempunyai armada kapal sendiri yang mengibarkan benderanya sebagai kebanggaan nasional. 4 . Oleh karena itu.  Tidak tergantung kepada negara lain dalam pengangkutan dan perdagangan.  Menghemat valuta asing. Panama dan Singapore. Negara ini disebut dengan negara yang mengibarkan kapal. Flags of Convenience  Suatu negara kecil yang hampir tidak mempunyai kapal menjadi negara dengan armada terbesar di dunia. terutama untuk negara sedang berkembang. c.Register Kapal Pada umumnya kapal akan didaftarkan dan memakai bendera kapal.  Dapat segera bertindak dalam rangkaian Hankamnas PEMAKAIAN BENDERA KAPAL 1. Lebih bebas beroperasi dan dalam keadaan darurat atau perang tidak ada kewajiban terhadap negara asal. d.

Non-vessel Operating Common Carrier (NVOCC). Mengurangi bea masuk barang-barang yang diangkut dengan armada kapal sendiri. 5. e. d.  Peraturan negara yang mengibarkan Flags of diskcrimination melindungi palayarannya sendiri dengan acara antara lain: a. Memperbanyak jenis prosedur dalam impor dan ekspor barang bila tidak diangkut dengan armada nasional. b. 3. Uang tambang (freight) 2. 4. Flags of Discrimination  Negara-negara yang melakukan cabotage dan diskriminasi dalam pelayaran dan peraturannya untuk kapal-kapal lain yang berkunjung ke negaranya. c. 2. Sistem tariff PELAYARAN INTERNASIONAL 5 Jenis pelayaran internasional yaitu: 1.2. Conference liner. Mengcabotage atau mengkhususkan pelayaran pantai untuk kapal-kapal armada nasionalnya. Non-conference liner. Mendahulukan pemberian fasilitas muat/bongkar bagi kapal armada nasional. Membedakan dalam tariff pelabuhan OPERASI KAPAL 1. Aliansi. Tramper 5 .