You are on page 1of 30

KASUS

Seorang anak laki – laki MT usia 38 bulan tercebur ke panci berisi kolak panas, anak
ini berteriak – teriak menangis kesakitan, kemudia anak MT dibawa ke Rumah Sakit BHD,
hasil pemeriksaan didapatkan luka bakar meliputi punggung, perut dibawah epigastrium,
pantat dan 1/.3 dari paha kanan dan kiri. Luka di punggung dan bokong melepuh, saat ini
pasien sudah dilakukan tindakan debridement di ruang operasi, BB anak sebelumnya 11,6 kg,
TB 92 cm. Saat ini pasien diberi parenteral RL : 2 labu/24 jam.
 Albumin serum
= 3,1 gr/dl
 Protein total
= 6,8 gr/dl
 Globulin
= 3,6 gr/dl
 Hb
= 12,5 gr/dl
 Hematokrit
= 53%
 Eritrosit
= 4,9 x 107/mm3
 Leukosit
= 12,6 x 103/mm3
 Natrium
= 134 mEq/L
 Kalium
= 4,1 mEq/L
 Phosfor
= 3,8 mg/dl
 BUN
= 32 mg/dl
 Serum Kreatinin
= 1,3 mg/dl
Dx kerja dokter
: combustion derajat II
Susun rencana terapi nutrisi Format NCP

BAB I
GAMBARAN UMUM PASIEN

1.1 IDENTITAS PASIEN
Nama
JenisKelamin
Umur
Alamat
Status pendidikan
Status pekerjaan
Status perkawinan

: MT
: Laki-laki
: 38 bulan
:
:
:
:
1 | Page

Diagnosa

: Combustion derajat II

1.2 KEADAAN UMUM PASIEN
Pasien mengalami luka bakar meliputi punggung, perut dibawah epigastrium, pantat,
dan 1/3 dari paha kanan dan kiri. Luka dipunggung dan bokong melepuh, pasien sudah
dilakukan debridement di ruang operasi.
2.2 DATA FISIK DAN DATA KLINIS
1.
Data Fisik
Luka bakar di punggung, perut dibawah epigastrium, pantat, dan 1/3 paha kanan
2.

dan kiri. Luka di punggung dan bokong melepuh
Data Klinis
(-)

1.4 DATA LABORATORIUM
Tabel 1. Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Komponen Pemeriksaan

Hasil Laboratorium

Ambang Batas Normal

Kategori

Albumin Serum
Protein Total
Globulin
Hb
Hematokrit
Eritrosit
Leukosit
Natrium
Kalium
Phospor
BUN
Serum Kreatinin

3,1 gr/dl
6,8 gr/dl
3,6 gr/dl
12,5 gr/dl
53%
4,9 x 107/mm3
12,6 x 103/mm3
134 mEq/L
4,1 mEq/L
3,8 mg/dl
32 mg/dl
1,3 mg/dl

4 – 5,8 gr/dl
6 8 gr/dl
0,7 – 1,3 gr/dl
12 – 14 mg/dl
33 – 38%
4,6 – 6,2 x 107/mm3
9000 – 12.000/mm3
135 – 145 mEq/L
3,6 – 5,8 mEq/L
3,6 – 5,6 mg/dl
5 – 20 mg/dl
0,3 – 0,6 mg/dl

Rendah
Normal
Tinggi
Normal
Tinggi
Normal
Tinggi
Rendah
Normal
Normal
Tinggi
Tinggi

1.5 DATA PEMERIKSAAN PENUNJANG
(-)

1.6 DATA ANTROPOMETRI DAN STATUS GIZI
Tabel 2. Data Antropometri
2 | Page

Data Antropometri

Hasil Antropometri

Umur

38 bulan

Berat Badan (BB)

11,6 kg

Tinggi Badan (TB)

92 cm

Berat Badan Ideal (BBI)

14,4 kg

Tabel 3. Data Status Gizi
Data Status Gizi

Hasil

Zscore BB/U

-2.02 (kurus)

Zscore TB/U

-1.54 (normal)

Zscore BB/TB

-1.8 (normal)

3 | Page

544 m2 4 | Page .5 PERHITUNGAN ENERGI DAN ZAT GIZI  Luas Permukaan Tubuh = = = = 0.3 PRINSIP DIIT .Energi yang diberikan cukup yaitu 1414.12 gr/kgBB/hari . Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit b.66 gr .1 JENIS DIIT Diit yang digunakan untuk pasien combustion anak adalah makanan biasa.Arginin yang diberikan yaitu2% dari total energi/hari .Cukup karbohidrat .Lemak yang diberikan cukup yaitu 35 % dari total energi.99 gr .Protein yang diberikan tinggi yaitu 3 gr/kgBB/hari sebesar 71.Frekuensi makan diberikan 8x tiap 2 jam sekali.Karbohidrat yang diberikan cukup. Mengupayakan dan mempercepat penyembuhan jaringan yang rusak 2.Vitamin A & vitamin C diberikan sesuai kebutuhan .BAB II INTERVENSI GIZI 2.4 SYARAT DIIT . yaitu 158.Tinggi vitamin A dan C 2.Cukup lemak . 2.5 cc/kal .14 gr . yaitu 54.2 TUJUAN DIIT a.Nitrogen Balance yang diberikan yaitu 0.12 kal . 2.Cukup energy . Menormalkan status gizi menjadi optimal c.Bentuk makanan yang diberikan yaitu makanan biasa .Tinggi protein .Cairan yang diberikan yaitu 1.

544) + (2200 x (36.12 kkal = = 158.18 cc a.24% x 0.34 = 71.2 + 434.(20.12 kkal = = 54.2 + (2200 x 0.6 jg + (1 gr x 36.544)) = 979.34% TOTAL = 36.12 kkal Protein + = 3 gr / kg BBa + (1 gr x % LLB) = 3 gr x 11.12%  Lemak = 35% x 1414.5 cc x 1414.992 gr Karbohidrat= 100% .88% x 1414.92 = 1414.99 gr = 10.198) = 979.5 cc / kalori = 1. Vitamin C = x 40 mg = 44.12 kkal = 2121.31 mg 5 | Page .99 gr  o SFA = x 54.    Luas luka bakar : Punggung & Pantat = 18% Perut = 9% 1/3 Paha kanan kiri = 9.14 gr % Protein = = 20.66 gr  Cairan  Kebutuhan Zat Gizi Mikro = 1.99 gr = 43.12% + 35%) = 44.8 gr + 36.34% Nutrisi Parenteral RL : 2 labu /24jam = 500 ml/1 labu = 2 labu x 500 ml = 1000 ml Kebutuhan Energi (menurut Galveston Formula) Energi = (1800/m2 x LPT) + (2200/m2 x LLB) = (1800 x 0.998 gr o MUFA/PUFA = x 54.34) = 34.

998 5. Jadwal pemberian makanan dalam sehari Waktu 07.00 11.00 15.00 19.00) Snack (13.114 7. Glutamin = 7.599 8.671 7.8 gr 2. Fosfor = x 500 mg = 553.118 141.412 212.599 5.01 µg c.00) Snack (21.866 23.00 21.00 09.00 13.799 15.44 mg d.114 7.00) Malam (19.114 10. Vitamin D = x 15 µg = 16.412 1414.85 mg g.07 gr = 5.6 DISTRIBUSI ZAT GIZI Tabel 4.00 Pemberian Nasi goreng hongkong Lumpia goreng jamur Nasi + Gurame bakar daun jeruk + Tim Tahu wortel + Lodeh Manisa Omelet Makaroni dan Sayur Nasi + Udang Goreng Tepung + Tempe Bacem + Bobor Bayam Puding Buah Fettucini Bayam Carbonara Puding Coklat Biskuit 6 | Page .866 15.412 141.599 8.412 141.866 15.00) TOTAL % 20 10 15 10 15 10 10 10 100 Energi (kal) 282.00) Snack (17.732 15.228 7.2485 5.b.00) Snack (09.14 Lemak (gr) 10.799 15.61 µg f.00) Siang (11.599 5.99 Karbohidrat (gr) 31.86 mg e.114 71.866 23.4 mg = 0. Zn = x 0.12 Protein (gr) 14. Vitamin A = x 400 µg = 443.7 DISTRIBUSI MENU SEHARI Tabel 5. Fe = x 8 mg = 8.866 158.114 10.599 54.00) Sore (15. Arginin h.00 17.824 141.66 2.118 141.671 7. Distribusi zat gizi sehari Waktu Pagi (07.2485 5.412 212.

BAB III TINJAUAN PUSTAKA A. 1994) 7 | Page . air panas. bahan kimia. listrik dan radiasi (Moenandjat. dedermis dan lapisan lemak) (Hudak & Gallo. 2001) Kerusakan pada kulit akibat luka bakar sering kali digambarkan pada kedalaman cedera dan didefinisikan dalam istilah cedera ketebalan parsial (yang mengenai lapisan epidermis atau lapisan dedermis) dan cedera ketebalan penuh (mengenai lapisan epidermia. DEFINISI Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan oleh kontak dengan sumber panas seperti api.

air panas. listrik dan radiasi yang mengakibatkan kerusakan atau kehilangan jaringan yang mengenai lapisan epidermis. Bahan Kimia Di industri : Asam kuat atau basa kuat diantaranya asam Di rumah tangga hidrokloride atau alkali : Drainase alat pembersih (terkena secara tidak sengaja) pembersih cat. Juga oleh sebab kontak dengan suhu rendah (ferostbife). 5. PATOFISIOLOGI Luka bakar disebabkan oleh pengalihan energi dari suatu sumber panas kepada tubuh. Akibat pertama luka bakar adalah syok karena kaget dan kesakitan. menyalur ke tubuh (Long. bahan kimia. dan luka bakar kimia. Luka bakar ini dapat mengakibatkan kematian atau akibat lain yang berkaitan dengan problem fungsi maupun estetik (Mansjoer. desinfektan. air panas. luka bakar radiasi. panas dan lelehan – lelehan yang panas). dedermis. logam yang 2. permikaan yang panas. 2000). ETIOLOGI Penyebab dari luka bakar tersebut: 1. Panas dapat dipindahkan lewat hantaran atau radiasi elektromagnetik. Pembuluh kapiler yang terpajan suhu tinggi rusak dan permeabilitas meninggi. listrik dan bahan kimia & radiasi. 2001) C. B. 1996) Luka bakar karena radiasi Cedera akibat suhu sangat rendah (Forstbife) (Moenandjat. Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak dengan sumber panas seperti api.Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak dengan suhu tinggi seperti api. Sel darah yang 8 | Page . Thermal Merupakan penyebab yang paling sering memindahkan kekuatan dari sumber panas kepada tubuh (lidah api. Luka bakar dapat dikelompokkan menjadi luka bakar termal. 3. dan lemak. Listrik Disebabkan oleh percikan atau busur atau oleh arus listrik yang 4.

dingin. mual dan muntah. Oedem larig yang ditimbulkannya dapat menyebabkan hambatan jalan nafas dengan gejala sesak nafas. takipnea. Bila lebih dari 60% hemoglobin terikat CO. permeabilitas kapiler mulai membaik dan terjadi mobilisasi serta penyerapan kembali cairan oedem ke pembuluh darah. nadi kecil dan cepat. Setelah 12 – 24 jam. dan pengeluaran cairan dari keropen luka bakar derajat III. Bila luas luka bakar kurang dari 20% biasanya mekanisme tubuh masih bisa mengatasinya tetapi bila lebih dari 20%. pucat. Pembekakan terjadi pelan – pelan. tekanan darah menurun. pusing. Pada keracunan yang berat bisa terjadi koma. dan produksi urin berkurang. Dapat juga terjadi keracunan gas CO atau gas beracun lainnya. akan terjadi syok hipovolemik dengan gejala yang khas seperti gelisah. Hal itu menyebabkan berkurangnya volume cairan intravaskuler. suara serak. maksimal terjadi setelah 8 jam. Karbon monoksida akan mengikat hemoglobin dengan kuran sehingga hemoglobin tak mampu lagi mengikat okesigen. yang merupakan medium yang baik untuk pertumbuhan kuman. Kontaminasi pada kulit mati. masuknya cairan ke bula yang terbentuk pada luka bakar derajat II. berkeringat. akan mempermudah infeksi. Pada kebakaran dalam ruang tertutup atau bila terluka di wajah. stridor. dapat terjadi kerusaka mukosa jalan nafas karena gas. bingung. Luka bakar sering tidak steril. Infeksi 9 | Page .ada didalamnya ikut rusak sehingga dapat terjadi anemia. asap atau uap panas yang terhisap. dan dahak berwarna gelap akibat jelaga. penderita dapat meninggal. Kerusakan kulit akibat luka bakar menyebabkan kehilangan cairan akibat penguapan yang berlebihan. Meningkatnya permeabilitas menyebabkan oedem dan menimbulkan bula yang mengandung banyak elektrolit. Tanda keracunan ringan adalah lemas. Ini ditandai dengan meningkatnya diuresis.

mual. Padahal. ngiler. 10 | P a g e . muntah. MANIFESTASI KLINIS 1. stridor. pusing. dan batuk pendek 4. kenaikan natrium dan klorida. Gangguan elektrolit Tanda yang ditemukan adalah penurunan kalium. koma bahkan meninggal 2. serta kenaikan BUN 6. krakles. penurun SDP. Keracunan Karbon Monoksida (CO) Ditandai dengan kekurangan oksigen dalam darah. Gangguan Hematologik Tanda yang ditemukan adalah kenaikan hematocrit. bingung. pembuluh ini membawa sistem pertahan tubuh atau antibiotic. Gangguan ginjal Tanda yang ditemukan adalah peningkatan keluaran urin dan mioglobinuria 7.ini sulit diatasi karena daerahnya tidak tercapai oleh pembuluh kapiler yang mengalami thrombosis. dan ketidakmampuan menangani sekresi 3. leukosit meningkat dan penurunan trombosit 5. Cedera Pulmonal Ditandai dengan pernafasan cepat atau sulit. Infeksi nosocomial ini biasanya sangat berbahaya karena kumannya banyak yang sudah resisten terhadap berbagai antibiotik D. Kuman penyebab infeksi pada luka bakar. selain berasal dari kulit penderita sendiri. Distress Pernafasan Ditandai dengan serak. lemas. Gangguan metabolic Tanda yang ditemukan adalah hipermetabolisme dan kehilangan berat badan. juga dari kontaminasi kuman saluran nafas atas dan kontaminasi kuman di lingkungan rumah sakit.

Deep Partial Thickness 11 | P a g e . Mengenai lapisan luar epidermis. menurut kedalamannya dibagi menjadi 4 derajat. Disebut juga luka bakar superficial b. sedikit oedem. oedem dan rasa nyeri berat daripada luka bakar derajat I  Ditandai dengan bula yang muncul beberapa jam setelah terkena luka  Bila bula disingkirkan akan terlihat luka berwarna merah muda yang basah  Luka sangat sensitif dan akan menjadi lebih pucat bila terkena tekanan  Akan sembuh dengan sendirinya dalam 3 minggu (bila tidak terkena infeksi) tapi warna kulit tidak akan sama seperti sebelumnya b. Luka bakar derajat I a. tetapi tidak sampai mengenai daerah dermis c. TANDA DAN GEJALA Tanda dan gejala yang terdapat pada luka bakar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kulit tampak kemerahan. Sering disebut sebagai epidermal burn b. Luka bakar derajat II a. dan terasa nyeri c. Pada hari ke empat akan terjadi deskuamasi epitel (peeling) 2. 1. Superficial partial thickness  Luka bakar meliputi epidermis dan lapisan atas dari dermis  Kulit tampak kemerahan.E.

Terletak lebih rendah disbanding kulit sekitar e. 12 | P a g e . Luka bakar meliputi kulit. Menyebabkan kerusakan jaringan yang permanen b. Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang dikenal dengan eskar f. Luka akan sembuh dalam 3 – 9 minggu Luka bakar derajat III a. Luka bakar meliputi epidermis dan lapisan dalam dari dermis  Disertai juga dengan bula  Permukaan luka bercak merah muda dan putih karena variasi dari vaskularisasi pembuluh darah (bagian yang putih punya hanya sedikit pembuluh darah dan yang merah muda mempunyai beberapa aliran darah  3. lemak subkutis sampai mengenai otot dan tulang 4. Tidak dijumpai rasa nyeri dan hilang sensori karena ujung – ujung syaraf sensorik mengalami kerusakan dan kematian. Kulit yang terbakar berwarna abu – abu dan pucat d. Kerusakan meliputi seleuruh dermis dan lapisan yang telah dalam. kelenjar keringat dan kelenjar sebasea mengalami kerusakan b. organ – organ kulit seperti folikel rambut. Tidak dijumpai bula c. Luka bakar derajat IV a. Rasa sakit kadang tidak terlalu terasa karena ujung – ujung saraf pembuluh darah sudah hancur c.

mata. Cedera luka bakar minor  Luka bakar dengan LPTT (Luas Permukaan Total Tubuh) < 15% pada orang dewasa usia < 40 tahun  Luka bakar dengan LPTT < 10% pada orang dewasa > 40 tahun  Luka bakar dengan LPTT 10% pada anak – anak usia < 10 tahun dengan luka bakar ketebalan  LPTT < 2% dan tidak ada resiko kosmetik atau fungsi pada wajah. tangan atau kaki atau perineum 2. mata. Luka bakar sedang  Luka bakar dengan LPTT < 15% .20% pada anak – anak usia < 10 tahun  Luka bakar dengan LPTT 10% . luka bakar dapat dibedakan menjadi 3 menurut Chistantie (1990): 1. telinga. 2001) Menurut keparahan. Cedera luka bakar mayor  Luka bakar dengan LPTT < 25% pada orang dewasa usia < 40 tahun  Luka bakar dengan LPTT < 20% pada orang dewasa usia > 40 tahun 13 | P a g e . 3.25% pada orang dewasa usia < 40 tahun  Luka bakar dengan LPTT < 10% . tangan atau kaki atau perineum. telinga.20% pada anak – anak usia < 10 tahun dengan luka bakar ketebalan tubuh  LPTT 10 % dan tidak ada resiko kosmetik atau fungsi pada wajah. Penyembuhannya terjadi lebih lama karena ada proses epitelisasi spontan dari dasar luka (Moenandjat.g.

Syok luka bakar seraca irreversible merusak ginjal sehingga timbul gagal ginjal dalam 1 atau 2 minggu pertama setelah luka bakar. Dapat terjadi kongesti paru akibat gagal jantung kiri atau infark miokardium serta sindrom distress pernafasan pada orang dewasa. Lambatnya airan darah dapat menyebabkan pembentukan bekuan darah sehingga timbul cerebrovascular accident. F. Gangguan elektrolit dapat menyebabkan disritmia jantung 5. perpecahan keluarga. Setiap luka bakar dapat terinfeksi yang menyebabkan cacat lebih lanjut atau kematian 2. atau kaki dan perineum. Pada luka bakar yang luas akan menyebabkan kecacaan. Dapat terjadi koagulasi intravascular diseminata (DIC) karena destruksi jaringan yang luas. Luka bakar dengan LPTT < 20% pada anak – anak usia < 10 tahun dnegan luka bakar ketebalan penuh  LPTT 20% dan tidak ada resiko kosmetik atau fungsi pada wajah. atau emboli paru 3. infart miokardium. 8. KOMPLIKASI 1. Penurunan aliran darah ke saluran cerna dapat menyebabka hipoksia sel – sel penghasil mucus sehingga terjadi ulkus peptikum 7. dan keinginan untuk bunuh 14 | P a g e . 4. Kerusakan paru akibat inhalasi asap atau pembentukan embolus. mata. trauma psikologis dapat menybabkan depresi. Dapat terjadi gagal ginjal akibat hipoksia ginjal atau rabdomiolosis (obstruksi myoglobin pada tubulus ginjal akibat nekrosis otot yang luas) 6. tangan. telinga.

1 PERENCANAAN ALAT Tabel 6. NAMA ALAT MASAK JUMLAH 1. Kebutuhan alat masak NO. Panci 1 6. Gejala – gejala psikologis dapat timbul setiap saat setelah luka bakar. Baskom besar 1 2. Sutil 1 9. Serok 1 10. Apabila pasiennya orang dewasa. Panci susu 1 7.diri. Beban biaya pada keluarga pasien pengidap luka bakar yang luas sangatlah besar. Telenan 1 11. BAB IV RENCANA KERJA 4. yang hilang tidak saja penghasilan tetapi perawatan pasien tersebut juga harus terus menerus dan mahal. Gejala – gejala dapat datang dan pergi berulang – ulang kapan saja seumur hidup. Piring plastik 3 4. Wajan 1 8. Dandang 1 5. Pisau 2 15 | P a g e . 9. Baskom kecil 3 3.

Kebutuhan alat hidang NO. Dessert plate 1 7. Gelas Cocktail 1 8. Mangkuk sup 1 4. Garpu 1 9. Blender 1 15. Gelas ukur 1 13.12. Rencana Kerja 16 | P a g e . Dinner Plate 1 5. NAMA ALAT HIDANG JUMLAH 1.2 PERENCANAAN KERJA Tabel 8. Spatula 1 14. Saringan 1 Tabel 7. Sendok makan 3 4. Nampan 1 3. Sendok teh 2 10. BnB plate 2 6.

Masukkan ke dalam panci.40 – 08. Membuat pudding buah dengan Membersihkan tempat masak dan alat memasukkan agar-agar dan gula ke masak yang telah digunakan dalam panci susu. Campurkan sampai airnya habis. air kelapa. bawang putih.45 Mengecek 06. dan benar-benar matang.Waktu Dessy 06. Angkat. biarkan uap panasnya hilang. dan garam. Kemudian goreng sampai berwarna kecoklatan.15 – 07. air dalam panci. Setelah masak. angkat. asam jawa dan bumbu halus.00 Membuat tempe bacem dengan Haluskan semua bumbu. daun salam. air jeruk. bumbu halus. masak sambil terus diaduk lalu kerat di bagian tengahnya. matang. lagi. Tempe bacem siap disajikan Membuat bobor bayam dengan merebus santan. Masak sambil sesekali diaduk hingga matang dan meresap. Rebus sampai air kelapa habis sehingga bumbu meresap. siapkan dandang. Aduk sampai semua bahan tercampur. Tunggu hingga mengeras. Masukkan bayam. lengkuas. Masukkan Tempe. setelah air mendidih. Sajikan sayur bobor bayam. isi udang. Masukkan buah – buahan ke dalam cetakan pudding. Campurkan semua bahan tepung hingga masukkan beras yg sudah setengah matang tercampur rata dan licin. diamkan 20 menit.30 – 06. matikan api. Panaskan minyak. Sajikan dingin 17 | P a g e . air kira-kira di bawah saringan yang ada di Aduk tengah dandang itu. dan masak sampai benar-benar celpukan udang ke dalam adonan tepung. lalu goreng hingga berwarna kekuningan merata. dan lengkuas sampai harum dan mendidih. Masukkan agar – agar ke dalam cetakan. 07.45 – 07.40 07. Tutup pancinya.15 alat hidang Dhenok yang akan Mengecek alat masak dan bahan yang akan digunakan dan membersihkannya Menanak nasi dengan mencuci beras dipraktekkan Membuat udang goreng tepung dengan hingga bersih. daun salam. Masak agar – agar dengan api kecil. Tambahkan air secukupnya. kemudian masak beras dan Bersihkan udang dari kepala dan kulitnya.

000 Rp 1.000/bj Rp 1. EVALUASI EVALUASI 08. Daftar belanja NO.000/bj Rp 500/bks Rp 10. Beras Daging sapi Tahu Buncis Wortel Daun bawang Kentang Tepung maizena Mentega Garam Peterseli Papaya Jeruk nipis Susu kental manis Susu cair/sapi Gula pasir BERAT BERSIH gr URT 50 20 25 20 20 10 100 10 10 150 10 5 100 20 TOTAL BERAT KOTOR gr URT 1 sdm ½ sdt 1 sdt HARGA SATUAN Rp 9. 15.000/sct Rp 12.000/kg Rp 15. 3.selesai 4. 6.000 Rp 1.000 Rp 4.000 Rp 2. 16. NAMA BAHAN 1.200 Rp 21.000 Rp 1.500 Rp 1. 12. 9. 10.500 Rp 500 Rp 2.000/bj Rp 1.000/bks Rp 2.000/bj Rp 8.000 Rp 1.200.- 18 | P a g e .000/kg Rp 90. 2. 5.000 Rp 1. 4.000/kg Rp 1.3 DAFTAR BELANJA Tabel 9.500/sct Rp 500/bks Rp 5. 7.10 .08.000 Rp 1. 8.000/kg Rp 2.00 – 08. 13.000/kg Rp 1.000/kg HARGA Rp 1.000 Rp 500 Rp 1.000 Rp 1.10 Menggarnis nasi dan tempe bacem pada Menggarnis udang goreng tepung dan alat hidang yang telah disediakan bobor bayam pada alat hidang yang telah disediakan.000 Rp 1. 14. 11.000/l Rp12.

dan masak sampai benar-benar matang. Siapkan dandang. Air 25 gr 100 cc Cara membuat : 1.4 RESEP Resep I Nasi (1 porsi) Bahan : 1. setelah air mendidih. isi air kira-kira di bawah saringan yang ada di tengah dandang itu. Cuci beras hingga bersih 2. Masak sambil terus diaduk sampai airnya habis 4. masukkan beras yg sudah setengah matang lagi. 19 | P a g e . Kemudian masak beras dan air dalam panci 3. Beras 2.4.

20 | P a g e . diamkan 20 menit. dan garam. Bersihkan udang dari kepala dan kulitnya. lalu kerat di bagian tengahnya. 2. 2. air jeruk. 3. Aduk merata. celpukan udang ke dalam adonan tepung. lalu goreng hingga berwarna kekuningan dan benar-benar matang. Campurkan semua bahan tepung hingga tercampur rata dan licin. Udang Tepung Terigu Minyak Bawang putih Air jeruk Garam 25 gr ½ sdm ½ sdm 1 siung 10 cc sck Cara Membuat: 1. Panaskan minyak. angkat. Campurkan udang.Resep II Udang Goreng Tepung (1 porsi) Bahan 1. 5. 3. 4. bawang putih. 4. 6.

asam jawa dan bumbu halus. 1 lbr 3. 2.Resep III Tempe Bacem (1 porsi) Bahan: 1. Garam sck Cara Membuat: 1. Kemudian goreng sampai berwarna kecoklatan. Masukkan ke dalam panci. Lengkuas. Daun salam. Tempe bacem siap disajikan 21 | P a g e . Bawang putih 2 siung 2. 1 rj 4. Masukkan Tempe. Gula merah 10 gr 6. air kelapa. 5. Aduk sampai semua bahan tercampur. Haluskan semua bumbu. 3. 1 sdt 4. Ketumbar 1 sdm 5. Bawang merah 4 bh 3. Tutup pancinya. lengkuas. Rebus sampai air kelapa habis sehingga bumbu meresap 4. memarkan. Tempe 25 gr 2. daun salam. Asam jawa. Air kelapa 100 cc Bumbu (haluskan): 1.

potong dadu 5gr 4. Rebus santan. Bayam. Bawang putih 3. Lengkuas. Ketumbar 4. Gula pasir 6. Masukkan agar-agar dan gula ke dalam panci susu 22 | P a g e . Kencur 5. 2. memarkan Bumbu Halus: 1. Melon. bumbu halus. daun salam. Sajikan sayur bobor bayam. Resep V Puding Buah (1 porsi) Bahan : 1. Pepaya.Resep IV Bobor Bayam (1 porsi) Bahan-bahan/bumbu-bumbu: 1. Bawang merah 2. potong dadu 10 gr 2. potong dadu 5 gr 3. Masak sambil sesekali diaduk hingga matang dan meresap. Santan 3. Garam 10 gr 50 cc 1 lbr 1 rj 2 bh 1 siung ¼ sdt 1 rj ½ sdt ½ sdt Cara membuat: 1. Daun salam 4. Agar – agar Cara Membuat : 1. 3. Angkat. siangi 2. Masukkan bayam. dan lengkuas sampai harum dan mendidih. Nanas . Gula 10 gr 5.

Ikan KH : 15. matikan api. Masukkan buah – buahan ke dalam cetakan pudding 6. Menu Nasi Zat Gizi Energi : 72. Tambahkan air secukupnya 3. Hasil Evaluasi Menu No.1 gr kesalahan Kuning Lemak : 2. 1.3 gr Lemak : 0.2 kal Hasil Evaluasi Perbaikan Protein : 1.2. Tunggu hingga mengeras 8.8 gr adalah kesalahan pemilihan anak umur 3 tahun diberikan lauk yang terjadi makanan yang salah. Masak agar – agar dengan api kecil 4. biarkan uap panasnya hilang 5. Sajikan dingin BAB V HASIL EVALUASI PRAKTEK Tabel 10. Masukkan agar – agar ke dalam cetakan 7. Setelah masak.1 gr 2. seharusnya 23 | P a g e .5 kal Pada evaluasi praktikum. Perbaikan dari pemilihan bahan Masak Protein : 9.9 gr Energi : 63.

Puding KH : 4.3 kal untuk proses pertumbuhan anak.KH : 0 gr bahan makanan.8 gr Energi : 40. sehingga akan mempercepat proses penyembuhan luka bakarnya serta 3. hewani berdaging merah karena mengandung lemak yang tinggi.5 gr 5. Sayur Energi : 84. Pada evaluasi praktikum.9 gr kesalahan Tahu Lemak : 6 gr adalah pemilihan sayur atau atau KH : 2.5 kal buah Protein : 0 gr Lemak : 0 gr KH : 11.8 gr 24 | P a g e masa . Sup Energi : 81.6 gr Lemak : 5.2 kal gulung Protein : 4.5 gr sup untuk anak dalam masa santan atau lemak yang tinggi untuk pertumbuhan yang terjadi yang salah adalah penggantian sup anak sayur yang yang menggunakan dalam pertumbuhan 4. Perbaikan dari pemilihan sayur/sup Kembang Protein : 5.

kemudia anak MT dibawa ke Rumah Sakit BHD. TB 92 cm. listrik dan radiasi (Moenandjat. anak ini berteriak – teriak menangis kesakitan. bahan kimia. Hb = 12.3 dari paha kanan dan kiri.6 x 103/mm3.1 mEq/L. kami mendapatkan kasus : Seorang anak laki – laki MT usia 38 bulan tercebur ke panci berisi kolak panas. Globulin = 3.6 gr/dl. Protein total = 6. Kalium = 4. Leukosit = 12. Hematokrit = 53%.6 kg. pantat dan 1/. Luka di punggung dan bokong melepuh.5 gr/dl.1 gr/dl. Phosfor = 25 | P a g e .BAB VI PEMBAHASAN Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan oleh kontak dengan sumber panas seperti api. Saat ini pasien diberi parenteral RL : 2 labu/24 jam. saat ini pasien sudah dilakukan tindakan debridement di ruang operasi. perut dibawah epigastrium. 2001) Pada kasus luka bakar ini. hasil pemeriksaan didapatkan luka bakar meliputi punggung.8 gr/dl. Natrium = 134 mEq/L.9 x 107/mm3. Eritrosit = 4. BB anak sebelumnya 11. Hasil pemeriksaan lab: Albumin serum = 3. air panas.

1 mEq/L yang berarti lebih rendah dari kadar normal kalium. memberikan 26 | P a g e . cairan.8 mg/dl.66 gr.34%. memberikan lemak cukup sebesar 35% dari total energi sebesar 54. BUN tinggi. Masalah yang keempat adalah peningkatan kebutuhan energi.3 mg/dl.12 kal sesuai kebutuhan pasien dengan luas luka bakar dan luas permukaan tubuh pasien itu sendiri.02 yang berarti pasien memiliki berat badan kurus.14 gr untuk mengupayakan dan mempercepat penyembuhan jaringan yang rusak serta untuk masa pertumbuhan anak usia 3 tahun. cairan. hematocrit tinggi. BUN = 32 mg/dl. kadar natrium dan kalium rendah. memberikan protein tinggi sebesar 3 gr/kgBB/hari sebesar 71. hasil lab dari albumin serum yang rendah. leukosit tinggi. globulin rendah. kadar BUN tinggi. Serum Kreatinin = 1. Masalah ketiga yaitu pasien memiliki berat badan yang kurang ditandai dengan zscore BB/U pasien yaitu -2. kami memberikan intervensi gizi sebagai berikut : memberikan energi cukup sebesar 1414.99 gr. hematocrit tinggi. Diagnosa kerja dokter : combustion derajat II.3. serum kreatinin rendah. mineral zinc dan vitamin C disebabkan karena luka bakar yang diderita yaitu luka bakar derajat II ditandai dengan luas luka bakar yaitu sebesar 36. mineral dan vitamin juga merupakan masalah dalam kasus ini disebabkan juga oleh luka bakar derajat II ditandai dengan hasil lab albumin resum yang rendah. Dari kasus tersebut dapat diketahui PES sebagai berikut : masalah yang pertama adalah asupan energi dari parenteral tidak adekuat disebabkan oleh luka bakar yang dialami yaitu luka bakar derajat II dengan tanda tidak ada asupan energi pada nutrisi parenteral RL. Dari masalah tersebut. Perubahan nilai lab yang terkait gizi yaitu energi. memberikan karbohidrat cukup sebesar 158. Kedua adalah peningkatan kebutuhan natrium dan kalium disebabkan oleh luka bakar yang dialami yaitu luka bakar derajat II ditandai dengan hasil lab menunjukkan kadar Na sebesar 134 mEq/L yang berarti lebih rendah dari kadar normal. protein . begitu juga dengan hasil lab yang menunjukkan kadar kalium sebesar 4. leukosit tinggi yang menandakan ada infeksi. serum kreatinin rendah. globulin tinggi. protein.

Dari hasil praktikum didapatkan hasil bahwa pemilihan lauk hewani ikan kurang tepat. hal tersebut akan mempercepat proses penyembuhan infeksi dan memperbaiki jaringan sel yang rusak. memberikan makanan dengan bentuk makanan biasa karena pasien tidak mengalami luka bakar atau gangguan pada daerah mulut. memberikan vitamin A dan C untuk mempercepat penyembuhan infeksi yang terjadi. 27 | P a g e . kebutuhan nitrogen balance sebesar 0. penggunaan sayur yang bersantan atau berlemak tinggi akan lebih baik bagi anak yang mengalami luka bakar dan sedang dalam masa pertumbuhan.12 gr/kgBB/hari.cairan sebesar 1.5cc per kalori yaitu 2121. memberikan makan dengan frekuensi makan 8x tiap 2 jam sekali sesuai kemampuan pasien. untuk anak yang mengalami luka bakar dan sedang dalam masa pertumbuhan sebaiknya memberikan lauk hewani seperti daging yang berwarna merah.18 cc. dalam pemilihan sayur juga kurang tepat.

Makanan diberikan dengan frekuensi 8x tiap 2 jam sekali sesuai kemampuan pasien. kami memberikan energi cukup sebesar 1414. Pasien diberikan nutrisi parenteral RL 2 labu dalam 24 jam untuk menghindari syok yang terjadi karena luka bakar yang dialami 2.14 gr untuk mempercepat proses penyembuhan jaringan sel yang rusak.12 kal sesuai kebutuhan pasien dan sesuai luas luka bakar yang diderita dan luas permukaan tubuh pasien 3. Diberikan vitamin A dan C untuk mempercepat proses penyembuhan infeksi luka bakar yang diderita 7. Makanan diberikan bentuk makanan biasa karena tidak mengalami luka bakar atau gangguan disekitar mulut 8. Lemak diberikan cukup sebesar 35% yaitu 54. 4.99 gr untuk proses pertumbuhan anak usia 3 tahun 5. Protein diberikan tinggi yaitu 3 gr/kgBB/hari sebesar 71.66 gr 6. Karbohidrat diberikan cukup sebesar 158. Pada kasus ini. 28 | P a g e .BAB VII KESIMPULAN 1.

pdf file:///D:/NUGAS/PENANGANAN_LUKA_BAKAR.pdf 29 | P a g e .DAFTAR PUSTAKA http://www.library.pdf%20LUKA%20BAKAR.upnvj.id/pdf/2d3keperawatan/206301024/bab2.pdf file:///D:/NUGAS/jtptunimus-gdl-zaenulmuar-5268-2-bab2.ac.

LAMPIRAN 30 | P a g e .