You are on page 1of 12

2014

Mari Berkebun

By
Enggar
12/11/2014

Daftar Isi
Hidroponik................................................................................................................. 2
Persiapan Membuat Hidroponik ........................................................................ 2
Cara bertanam hidroponik ................................................................................ 6
............................................................................................................................... 8
Pestisida Nabati ...................................................................................................... 9
Pupuk Cair ............................................................................................................ 10

Hidroponik
Hidroponik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah cara bercocok tanam tanpa
menggunakan tanah. Atau dengan kata lain, merujuk Wikipedia, Hidroponik adalah
budidaya menanam dengan memnfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan
menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada
hidropinik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik
menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki
pasokan air terbatas.
Cara bertanam hidropnik juga cocok diterapkan di lahan yang terbatas. Jadi, tidak ada alasan
tidak berkebun karena tidak ada tanah atau lahan yang besar ya 
Bercocok tanam hidroponik kebanyakan dilakukan untuk tanaman sayur-sayuran. Namun
juga tidak menutup kemungkinan untuk tanaman buah.
Ada banyak macam-macam hidroponik, salah satu yang paling sederhana dan mudah
dikerjakan oleh mereka yang ingin mencoba hidroponik adalah wick system. Istilah dalam
dunia agrobisnis adalah Static solution culture (kultur air statis).
Static solution culture lebih dikenal dengan istilah sistem sumbu (wick system) atau teknik
apung. Pada jenis ini tanaman diletakkan pada wadah berisi larutan nutrien seperti gelas
plastik bekas minuman, ember, bak plastik, dll. Bisa ditambahkan aerator atau mesin
gelembung udara, bisa juga tidak. Fungsi aerator adalah untuk mengatur sirkulasi udara di
dalam air agar larutan di bagian bawah air terserap dan akar tanaman dapat mendapat
cukup oksigen.

Persiapan Membuat Hidroponik

Bahan:
1. Wadah plastik
2. Wadah plastik berupa imfrabord atau gabus.
3. Gelas plastik bekas minuman (aqua gelas).
4. Sumbu kompor atau kain flanel.
5. Nutrisi AB Mix.
6. Rock wool atau kapas.
7. Benih tanaman

Berikut ini adalah beberapa persiapan yang bisa dilakukan untuk mereka yang ingin
mencoba memulai hidroponik untuk konsumsi rumah tangga.
1. Wadah plastik, bisa beli di pasar.

2. Penutup wadah berlubang dibuat dari plastik kanvas (Imfrabord). Atau bisa juga diganti
dengan gabus. Imfrabord atau gabus bisa beli di toko buku. Potong seukuran tutup wadah.
Lubangi seukuran gelas plastik bekas minum atau netpot (bisa dibeli toko tanaman). Lubang

itu nantinya untuk meletakkan netpot.

Imfrabord ini juga bisa diganti dengan gabus. Pilih yang tebal. Kemudian lubangi sesuai
ukuran netpot.

Wadah dan tutupnya akan tampak seperti gambar di bawah ini.

3. netpot, pot kecil yang berlubang. Oya, untuk netpot juga bisa diganti dengan gelas plastik
bekas minuman. Beri lubang di bawah untuk tempat mengkaitkan sumbu kompor dan beri
lubang di samping kiri dan kanan gelas plastik.

4. Kain flanel atau sumbu kompor.

5. Rock wool. Rock wool ini media untuk menyemai bibit.

6. Nutrisi AB Mix
Nutrisi AB Mix adalah nutrisi yang diperlukan untuk bertanam hidroponik. Nutrisi ini bisa
diperoleh di sini atau di sana. Jika kesulitan untuk memperoleh perangkat di atas, Anda juga
dapat memesannya melalui kedua link di atas tadi. Pesanan Anda akan dikirim melalui
paket.

Cara bertanam hidroponik

1. Semai bibit terlebih dahulu. Di sini saya menggunakan rockwool sebagai media tanam.
Selanjutnya, letakkan di tempat yang teduh.

2. Tunggu sampai benih sprut, biasanya dibutuhkan waktu 2-3 hari.

3. Setelah muncul 2 atau 4 daun pada tanaman langkah berikutnya adalah menyiapkan
wadah yang berisi larutan nutrisi ABMix.

Pemakaian nutrisi AB adalah 5 ml untuk masing-masing botol yang dicampurkan ke dalam 1
lt air. Jika ingin menuangkan 4 lt air maka larutan nutrisi ABmix nya silakan kalikan dengan 4.
Di sini saya menggunakan 4 lt air dengan 20 ml untuk setiap larutan nutrisi A dan B.

4. Berikutnya, basahi kain flanel dan jepitkan di bagian netpot. Kain flanel ini dapat diganti
dengan sumbu kompor. Fungsi kain flanel adalah sebagai pengantar nutrisi ke akar
tanaman.

5. Pindahkan media rockwool ke dalam netpot.

6. Tralaa… sayuran hidoponik sudah selesai.

Oya, sebaiknya air nutrisi setiap 2 minggu sekali dicek dan larutan nutrisinya bisa
ditingkatkan menjadi 7-10 ml.
Ternyata, cukup mudah, bukan?

Hasi Tanaman Hidroponik

Pestisida Nabati
Pestisida nabati atau bisa disingkat menjadi pesnab . Pestisida adalah zat yang
beracun untuk membunuh hama. Atau racun pemasmi hama.
Kalau biasanya bahan yang digunakan untuk membunuh hama tanaman terdiri dari
bahan-bahan kimia. Maka, kali ini Anda bisa membuat pestisida nabati yang bebas
dari bahan-bahan kimia yang berbahaya. Bagaimana caranya?
Ada beragam cara membuat pestisida nabati. Berikut ini adalah beberapa
diantaranya:
1. Endapkan air bekas cucian beras semalam (Jangan kaget kalau aromanya
cukup mengganggu ya. Tak apa yang penting alami  ). Lalu blender sereh.
Campur keduanya. Selanjutnya, masukkan ke dalam botol penyemprotan.
Untuk pemakaian tinggal disemprotkan ke daun, batang, atau media tanah.
2. Campurkan minyak sayur dan detergen. Minyak dan detergennya sedikit saja.
Lalu tuang dengan 1 lt air. Aduk-aduk lalu semprotkan ke daun atau media
tanam.
3. Setelah mengupas kulit bawang merah, jangan dibuang kulitnya tetapi cukup
sebarkan di atas media tanam. Bawang merah berfungsi untuk membunuh
hama ulat dan serangga pada tanaman. Selain itu kulit bawang merah juga
berguna untuk memberikan kesuburan bagi tanaman sehingga mempercepat
tumbuhnya buah dan bunga pada tanaman.

Pupuk Cair
Selain pestisida nabati, Anda juga bisa membuat pupuk cair organik dengan
memanfaatkan limbah sampah dapur. Dengan memanfaatkan sampah dapur Anda
juga telah membantu meringankan pekerjaan Bapak-bapak pengangkut sampah.
Selain itu mengurangi aroma tak sedap yang ditimbulkan oleh menggunungnya
limbah sampah dapur. Dan tentu masih banyak manfaat lainnya.
Beberapa ragam pupuk cair yang bisa dibuat.
1. Pupuk cair dari buah
2. Pupuk cair dari sayuran
3. Pupuk cair dari isi perut ikan
4. Pupuk cair kepala udang
5. Pupuk cair dari tape, dll
Langkah Pembuatan:
Untuk pupuk cair dari buah, kumpulkan buah yang sudah tidak layak untuk
dikonsumsi. Lalu blender. Kemudian larutkan gula merah. Campur buah hasil
blender dengan gula merah. Tempatkan di botol bekas plastik minuman. Tutup dan
diamkan selama seminggu. Untuk menggunakannya cukup ambil sedikit pupuk cair
buah ini dan campurkan dengan air kurang lebih 1 lt lalu siramkan ke tanaman.
Untuk pupuk cair isi perut ikan dan kepala udang pun dapat dilakukan langkah
yang sama seperti di atas.
Selain pupuk cair di atas, Anda juga bisa menyiramkan air bekas cucian beras,
daging, atau ikan ke media tanam sebagai pupuk.

Penutup
E-book ini ada oleh karena permintaan seorang kawan Guru yang meminta saya menuliskan
kegiatan bercocok tanam. Kata Beliau, “Enggar, buat tulisannya ya. Nanti saya baca
bukunya. Saya kan sebentar lagi mau pensiun, mau bercocok tanam juga.”
Nah, kalau menungggu buku saya tentang berkebun diterbitkan penerbit major sepertinya
masih di awang-awang . Maka itu, saya niatkan menulis buku dalam format e-book ini.
Untuk itu, saya persembahkan buku digital ini untuk kawan-kawan Guru saya dan semua
kawan yang barangkali membutuhkan panduan untuk mulai berkebun. Insya Allah e-book
ini akan di-revisi sedikit-sedikit. Kalau menunggu lengkap mungkin menulisnya tidak selesaiselesai nanti .
Sebagian tulisan berasal dari tulisan penulis sendiri di blog, di sini http://iin.enggar.net